Komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut

komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut

Komponen Dasar Elektronika adalah sebuah alat ataupun benda yang fungsinya untuk mendukung hingga terbentuk suatu rangkaian elektronik yang kerjanya harus sama dengan kegunaannya. Kita bisa melihat contohnya seperti yang menempel secara langsung di papan rangkaian (misal: Veroboard, CCB, PCB, atau Protoboard), maupun yang tak menempel secara langsung di papan rangkaian (misal dengan alat yang menghubungkan dengan lain yaitu kabel).

Komponen ini dibagi menjadi dua bagian terpisah yaitu komponen aktif serta komponen pasif. Kemudian, apa sajakah yang termasuk komponen pasif dan aktif tersebut? Berikut pembagian dan sedikit penjelasannya. Komponen Dasar Elektronika Pasif: • Resistor : bila diterjemahkan artinya tahanan atau hambatan, artinya adalah sebuah komponen yang gunanya untuk menghambat suatu arus listrik. • Kapasitor : disebut juga kapasitor atom ataupun condensator merupakan suatu komponen dari rangkaian elektronika yang berguna untuk menyimpan muatan listrik (simbolnya C).

• Induktor : kebanyakan berbentuk torus dan sering disebut reaktor, berguna untuk menyimpan energi ke medan magnet akibat adanya arus listrik yang melewatinya. • Transformartor: singkatnya alat ini berfungsi sebagai komponen elektromagnet yang bisa merubah taraf sebuah tegangan AC menjadi taraf yang lainnya. Alat ini juga biasa disebut transformer atau trafo.

Komponen Dasar Elektronika Aktif: • Dioda: komponen ini dibuat dengan campuran silicon dan bahan germanium. Gunanya adalah sebagai penyearah dari sebuah tegangan listrik.

• Dioda Schottky: berbeda dengan dioda normal, dioda ini memiliki tegangan yang berbeda yaitu antara 0.15-0.45 volt. Merupakan tipe yang khusus dari dioda dengan tegangannya rendah. Jadi saat arus masuk melalui diode makan akan ditahan hambatan internalnya, sehingga tegangan berubah jadi kecil di terminalnya.

• Transistor: komponen ini memiliki fungsi untuk mengontrol arus, yakni sebagai saklar elektronik. • IC: singkatan dari integrated circuit adalah komponen yang sengaja dirancang dengan terpadu berupa komponen-komponen diode, resistor, kapasitor, dan transistor yang jumlahnya berjuta-juta bisa juga sampai bermilyar-milyar. Transistor Cara (Prinsip) kerja transistor bisa digambarkan sebagai pengaturan aliran air sbb: keran air perumpamaan sebuah Transistor Dari gambar diatas kita bisa lihat : • Sumber air dari titik C akan mengalir ke titik E jika dari B diberi sedikit aliran air untuk membuka keran.

• Aliran air dari C ke E merupakan kelipatan aliran air B misalkan saja aliran C ke E 10 x lipat aliran B. misalnya dari B kita aliri 1 liter/detik maka dari C ke E akan mengalir 10 liter/detik.jika kita aliri air dari B sebesar 100 liter/detik maka dari ke C ke E akan mengalir sebesar 1000 liter /detik. begitu seterusnya. • Aliran C ke E ada batas masimumnya misal 10 000 liter /detik. • Aliran C ke E akan ”OFF” jika tdk ada aliran B yg membuka keran (kecuali ada kebocoran di b). • Pada saat aliran C ke E maksimum (10000 liter /detik) ini disebut “ON” atau saturasi.

Cara kerja transitor Lambang Transistor Aliran arus dari C (colector) ke E (emitor) di atur oleh arus B (basis) cara kerjanya spt pengaturan aliran air dibagian awal. • kelipatan arus transistor disebut hFEmisal: hFE=400arus Basis = 1mA maka arus yang mengalir dari C ke E = 1 mA x 400 = 400mA. • arus maksimum yang bisa lewat dari C ke E tiap jenis transistor berbeda2, misal 500mA, atau ditulis Ic max = 500mA.

• jika tidak ada arus yang lewat di B (Ib=0) maka tdk ada arus juga yang lewat dari C ke Eini disebut CUTOFF. • jika arus B (Ib) kita rubah rubah besarnya maka arus dari C ke E juga berubah-rubah. • jika arus di Komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut (Ib) kita perbesar terus maka akan ada batasnya arus C ke E mencapai maksimum.

ini disebut saturasi. • Ic = hFE x Ib Dalam ilmu kelistrikan yang kita pelajari, kita akan mengenal yang namanya beban listrik, bagi yang awam (belum tahu) mungkin akan bertanya-tanya, apa sih beban listrik itu?

Beban listrik merupakan suatu peralatan listrik yang membutuhkan daya listrik atau energi listrik agar dapat bekerja atau berfungsi. Beban listrik dapat bekerja saat dialiri listrik, dengan memanfaatkan energi listrik tersebut kemudian dikonversikan atau diubah energi listrik tersebut menjadi energi lain, contohnya saja seperti pada lampu energi listrik menjadi energi cahaya, atau pada motor listrik atau dinamo yang merubah energi listrik menjadi energi gerak (putar) dan masih banyak lagi yang lainnya.

Beban listrik sendiri terbagi menjadi tiga jenis, dan pembagiannya ini berdasarkan sifat dari beban listrik tersebut. Tiga jenis beban listrik tersebut antara lain sebagai berikut : 1.

Beban Resistif Beban resistif adalah suatu beban listrik yang memiliki sifat resistif (resistan), sehingga prinsip kerjanya adalah resistan (hambatan). Peralatan listrik yang cara kerjanya menggunakan beban resistif, pada umumnya komponen peralatan listrik tersebut terdiri dari bahan resistan atau bahan yang sifatnya menghambat arus listrik. Contoh peralatan listrik yang memakai prinsip kerja beban resistif adalah setrika listrik, solder listrik, rice cooker, lampu pijar, teko listrik dan beberapa peralatan listrik yang bekerja menggunakan elemen pemanas lainnya.

Jika kita perhatikan dengan baik, semua peralatan listrik yang memakai prinsip kerja beban resistif tersebut beroperasi menggunakan kawat atau elemen pemanas, yang dimana kawat atau elemen pemanas tersebut bekerja menghambat arus listrik yang melewatinya sehingga dapat menghasilkan energi panas yang dapat kita gunakan atau manfaatkan.

Beban resistif ini memiliki sifat yang pasif dalam artian beban ini hanya mengkonsumsi energi listrik serta menghambat aliran muatan elektron yang melewatinya sehingga menyebabkan dikonversikannya menjadi energi panas. Karena sifat pasifnya tersebut beban resistif tidak mampu memproduksi energi listrik, sehingga nilai faktor dayanya tetap atau tidak dipengaruhi oleh faktor daya (nilai Cosphi nya tetap 1).

2. Beban Induktif Beban induktif adalah suatu beban listrik yang bersifat induktif (induksi), sehingga prinsip kerjanya adalah sistem induksi magnetik atau medan magnet. Peralatan listrik yang cara kerjanya menggunakan beban induktif, pada umumnya komponen peralatan listrik tersebut terdiri dari bahan induktor yang berupa kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan. Kumparan tersebut dibutuhkan oleh peralatan listrik untuk menciptakan medan magnet sebagai komponen kerjanya.

Pembangkitan medan magnet pada kumparan inilah yang menjadi beban induktif pada rangkaian arus listrik. Contoh peralatan listrik yang memakai prinsip kerja beban induktif adalah motor listrik atau dinamo seperti pada (pompa air, kipas angin, mesin cuci, blender dll) atau transformator (trafo), mesin las dan beberapa peralatan listrik yang bekerja menggunakan prinsip kerja medan magnet lainnya. Prinsip kerja beban induktif bekerja dengan mengandalkan medan magnet seperti halnya pada motor listrik yang dapat berputar karena adanya pembangkit medan magnet pada sisi stator untuk menginduksi rotor, sehingga pada rotor tercipta medan magnet lawan yang akan mengikuti medan magnet pada sisi stator.

Beban untuk membangkitkan medan magnet putar pada stator motor induksi tersebut, tentu membutuhkan energi listrik khusus, sehingga menyebabkan terjadinya daya reaktif. Daya reaktif tersebut dapat mengakibatkan penurunan nilai Cosphi menjadi lebih kecil dari 1,00.

3. Beban Kapasitif Beban kapasitif adalah suatu beban listrik yang bersifat kapasitif (kapasitansi), sehingga prinsip kerjanya adalah menyimpan energi muatan listrik murni. Cara kerja beban kapasitif ini menyerap dan menyimpan energi listrik dalam waktu sesaat, dan energi tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki daya reaktif sehingga jika digunakan pada motor listrik nilai faktor dayanya akan dapat terjaga, namun dalam batasan tertentu. Contoh paling umum untuk peralatan listrik dengan prinsip kerja beban kapasitif ini adalah kapasitor (kondensator), di industri besar biasanya kapasitor digunakan untuk motor listrik penggerak sebagai penghemat daya listrik.

Demikianlah untuk artikel kali ini tentang Mengenal Beban-beban Listrik (Resistif, Induktif Dan Kapasitif), Serta Contohnya, semoga bermanfaat.
Ketika kita mempelajari elektronika, yang pertama harus kita lakukan adalah mempelajari dan mengenal terlebih dahulu komponen-komponen dasar elektronika.

Dengan begitu maka kita akan lebih mudah mempelajari elektronika dan membangun suatu sistem elektronika yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah 5 jenis komponen dasar elektronika beserta fungsi dan simbolnya yang harus kamu ketahui, terdiri dari resistor, kapasitor, induktor, dioda, dan transformator. 1. Resistor Resistor bila diterjemahkan artinya tahanan atau hambatan, yang berfungsi untuk menghambat arus yang mengalir dalam suatu rangkaian tertutup.

Kemampuan resistor menghambat suatu arus kita disebut resistansi yang dinyatakan dalam satuan Ohm (Ω). Besarnya nilai resistansi suatu resistor dapat kita lihat dari gelang-gelang warna yang terdapat pada badan resistor. Gambar dan Simbol Resistor 2.

Kapasitor Kapasitor merupakan salah satu dari 5 komponen dasar elektronika yang fungsinya penting untuk kamu ketahui karena sering digunakan. Kapasitor atau disebut juga dengan kondensator merupakan komponen yang mampu menyimpan dan melepaskan muatan listrik. Satuan dari kapasitor disebut dengan Farad, yang menunjukkan kemampuan kapasitor dalam menyimpan muatan listrik atau kapasitansi. Farad diambil dari nama Michael Faraday, seorang ilmuan yang menemukan kapasitor.

Gambar dan Simbol Kapasitor 3. Induktor Induktor adalah komponen yang digunakan sebagai beban induktif. Induktor berfungsi sebagai penyimpanan energi dimedan magnet akibat tegangan listrik yang melaluinya. Induktor yang ideal terdiri dari kawat yang dililit tanpa adanya nilai resistansi. Sifat-sifat elektrik dari sebuah induktor ditentukan oleh panjangnya induktor, diameter induktor, jumlah lilitan, dan bahan yang mengelilinginya. Nilai induktansi sebuah induktor dinyatakan dalam satuan Henry.

Komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut dan Simbol Induktor 4. Dioda Dioda adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengahantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Dioda bisa juga digunakan untuk mengontrol arus, yakni sebagai saklar elektronik.

Dioda terdiri dari 2 komponen elektroda yaitu Anoda dan Katoda. Gambar dan Simbol Dioda 5. Transistor Transistor merupakan komponen dasar elektronika yang harus kamu ketahui karena memiliki banyak fungsi dan merupakan komponen yang memegang peranan sangat penting dalam dunia elektronika modern ini. Pada prinsipnya transistor terdiri atas dua buah dioda yang disatukan.

Transistor terdiri dari 3 kaki yaitu Basis (B), Colector (C), dan Emitor (E). Agar transistor dapat bekerja, kepada kaki-kakinya harus diberikan tegangan, tegangan ini dinamakan bias voltage. Basis-Emitor diberikan forward voltage, sedangkan Basis-Colector diberikan reverse voltage. Sifat transistor adalah bahwa antara Colector dan Emitor akan ada arus (transistor akan menghantarkan) bila ada arus basis. Makin besar arus basis makin besar penghantarannya.

Beberapa fungsi transistor diantaranya adalah sebagai penguat arus, sebagai Switch, stabilitasi tegangan, modulasi sinyal, penyearah dan lain sebagainya. Gambar dan Simbol Transistor Komponen elektronika adalah elemen terkecil dalam suatu rangkaian elektronika. Dalam rangkaian elektronika pada umumnya terdiri dari komponen aktif dan komponen pasif. Setiap komponen elektronika dibuat dengan nilai dan fungsi yang berbeda berdasarkan produsen pembuat komponen elektronika tersebut.

Setiap komponen elektronika memiliki tipe, nilai dan simbol yang berbeda-beda. Tipe dan nilai yang melekat pada suatu komponen elektronika memberikan arti fungsi dan pabrikan pembuatnya. Sedangkan simbol komponen elektronika ditentukan berdasarkan jenis dan fungsinya tanpa membedakan pabrik pembuat komponen elektronika tersebut.

Komponen elektronika dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan cara pemasangannya dan dibedakan berdasarkan fungsi dan cara kerjanya. Jenis –Jenis Komponen Elektronika Berdasarkan bentuk dan cara pemasangannya komponen elektronika dibedakan dalam 2 jenis yaitu jenis SMD (Surface Mount Device) dan jenis umum atau reguler. 1. Komponen Elektronika Jenis Umum (Reguler) Komponen jenis umum adalah komponen elektronika yang secara fisik memiliki pin atau kaki dengan tujuan cara pemasangannya menggunakan PCB yang berlubang.

Yaitu posisi komponen diletakan pada PCB kemudian pin atau kaki komponen pada sisi PCB yang lain untuk disolder pada jalur PCB tersebut. Beberapa komponen elektronika jenis umum dapat dilihat dalam gambar dbawah. Komponen elektronika jenis ini pada umumnya digunakan untuk membuat sistem sederhana yang tidak menuntut fisik perangkat yang kecil atau digunakan pada perangkat atau sistem elektronik dengan daya besar.

2. Komponen Elektronika Jenis SMD (Surface Mount Device) Komponen elektronika jenis SMD (Surface Mount Device) ini adalah komponen elektronika yang cara pemasangannya langsung ditempel dan disolder dengan PCB pada sisi jalur PCB. Komponen elektronika jenis SMD ini juga dilengkapi pin atau komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut, akan tetapi fisik kaki atau pin komponen jenis SMD ini di desain kecil dengan tujuan untuk dipasang pada permukaan jalur PCB.

Pada umumnya komponen elektronika jenis SMD adalah komponen elektronika jenis terbaru seperti pada gambar berikut. Komponen elektronika jenis SMD didesain untuk memenuhi tuntutan bentuk fisik perangkat elektronik dengan bentuk fisik yang kecil. Salah satu penerapan komponen elektronika jenis SMD ini dapat dilihat pada perangkat komputer seperti RAM, VGA dan motheboard komputer. Kemudian berdasarkan fungsi dan cara kerjanya komponen elektronika dibedakan menjadi komponen pasif dan komponen aktif.

1. Komponen Elektronika Pasif Komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak membutuhkan suber tegangan atau sumber arus tersendiri. Komponen pasif pada umumnya digunakan sebagai pembatas arus, pembagi tegangan, tank circuit dan filter pasif.

Komponen elektronika yang digolongkan sebagai komponen pasif diantarnya adalah resistor, kapsitor, induktor,saklar dan diode. Berikut adalah definisi dan fungsi secara umum dari komponen pasif tersebut : a. Resistor Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai penghambat/pembatas arus listrik. Berikut adalah simbol dan salah satu bentuk fisik resistor. Dalam aplikasinya resistor dapat dirangkai secara seri dan paralel, pada rangkaian seri maka resistor dapat difungsikan sebagai pembagi tegangan dengan karakteristik nilai resistor akan bertambahsesuai dengan nilai resistor yang dihubung seri tersebut.

Kemudian resistor pada konfigurasi paralel resistor berfungsi sebagai pembagi arus dan memiliki karkateristik nilai resistansi menjadi lebih rendah berbanding terbalik dengan jumlah dan nilai resistansi resistor yang diparalel.

b. Kapasitor Kapasitor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik sementara. Bentuk fisik salah satu kapasitor dan simbol kapasitor dapat dilihat seperti pada gambar berikut.

Besar kecilnya muatan listrik yang dapat disimpan olehkapasitor sebanding dengan nilai kapasitas kapasitor tersebut. Selain sebagai penyimpan muatan listrik kapasitor juga dapat digunakan sebagai penghubung atau coupling sinyal atau isyarat AC dalam suatu rangkaian pemroses sinyal. c. Induktor Induktor atau kumparan adalah komponen elektronika yang dibuat dari kawat email yang dibuat sedemikian komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut sehingga memiliki nilai reaktansi.

Induktor dapat digunakan untuk menahan arus AC dan melewatkan arus DC. Bentuk dan simbol induktor secara umum dapat dilihat pada gambar berikut. Induktor bersama resistor dan kapasitor dapat digunakan sebagaisuatu filter atau tapis dalam rangkaian pemroses sinyal. Induktor dapat banyak di jumpai dalam perangkat elektronika yang bekerja sebagai pemroses sinyal radio.

d. Saklar Saklar adalah komponen elektronika yang bekerja sebagai pemutus atau pemilih sinyal secara mekanik. Saklar memiliki dua bagian utama yaitu kontaktor dan tuas saklar.Salah satu bentuk dan simbol saklar dapat dilihat pada gambarberikut. Dalam menjalankan tugasnya saklar membutuhkan operator sebagai penggerak tuas. Operator tuas saklar dapat berupa suatu sistem elektro mekanis maupun operator manusia secara manual.

e. Diode Diode adalah komponen pasif yang dibuat dari bahan semikonduktor. Dioda berfungsi untukmengalirkan arus listri DC dalam satu arah saja. Dioda dibangun menggunakan dua lempeng bahan semikonduktor tipe P dan tipe N.

Simbol dan salah satu bentuk fisik dioda dapat dilihat pada gambar berikut. Dioda memiliki 2 kaki yaitu kaki Anoda dan Kaki Katoda, pada prinsipnya dioda akan mengalirkan arus DC dari Anoda ke Katoda. Pada aplikasi lain dioda dapat berfungsi sebagai penyearah gelombang AC.

2. Komponen Elektronika Aktif Komponen aktif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya membutuhkan sumber tegangan atau sumber arus dari luar. Ada banyak tipe komponen aktif yang digunakan dalam rangkaian atau sitem elektronika. Secara umum komponen aktif dibangun mengunakan bahan semikonduktor yang didesain sedemikian rupa sehingga memiliki fungsi, nilai dan kapasitas sesuai kebutuhan yang diinginkan.

Beberapa contoh komponen aktif adalah. a. Transistor Transistor merupakan komponen aktif yang dibangun dari tiga lempeng semikonduktor tipe P dan tipe N. Transistor dapat berfungsi sebagai penguat sinyal dan dapat jugaberfungsi sebagai saklar elektronik.

Berikut adalah salah satu contoh dan simbol transistor. Transistor Bipolar Transistor Unipolar Transistor terdiri dari dua tipe yaitu transisor NPN dan PNP. Kemudian dari dua tipe tersbut transistor dibagi lagi mejadi dua jenis menjadi transistor bipolar dan transistor unipolar.

Transistor bipolar memiliki 3 kaki yaitu basis, colektor dan emitor, sedangkan transistor unipolar memiliki tiga kaki yaiut gatesource dan drain. b. Thyristor Thyristor disebut juga dengan SCR ( Silicon Controlled Rectifier) dan banyak digunakan sebagai saklar elektronik. Thyristor sering digunakansebagai saklar elektronik pada rangkaian listrik yang bekerja dengan sumber tegangan AC. Thyristor merupakan pengembangan dari diode dan memiliki 3 kaki yaitu gate, anoda dan kathoda.

Berikut adalah salah satu bentuk dan simbol thyristor. Thyristor ini akan bekerja atau menghantar arus listrik dari anoda ke katoda jika pada kaki gate diberi arus kearah katoda, karenanya kaki gate harus diberi tegangan positif terhadap katoda. c. Transducer Transducer adalah komponen elektronika yang dapat mengubah besaran fisik menjadi besaran listrik atau sebaliknya mengubah besaran listrik menjadi besaran fisik.

Transducer yang berfungsi untuk mengubah besaran fisik menjadi besaran listrik sering disebut sebagai sensor. Kemudian transducer yang berfungsi untuk mengubah besaran listrik menjadi besaran fisik sering digunakan sebagai indikator atau aktuator.

Contoh umum transducer sebagai sensor antara lain NTC, PTC, LDR, Phototransistor dan Solarcell. Kemudian contoh transducer yang mengubah besaran listrik menjadi besaran fisik adalah LED, Loud Speaker, Motor Listrik dan Relay.

Penjelasan dan contoh komponen aktif diatas adalah merupakan sebagian contoh komponen aktif yang ada dan menjadi dasar dari komponen aktif yang lain.

Secara lebih detil definisi, fungsi dan prinsip kerja komponen elektronika jenis pasif maupun jenis aktif akan dibahas satu persatu pada artikel lain agar lebih jelas dan luas dalam memahami jenis dan fungsi komponen elektronika. • Klasifikasi Robot… Klasifikasi robot berdasarkan kemampuan gerak dapat diklasifikasikan menjadi dua… • Detektor Medan… Detektor magnet dapat dibuat dengan beberapa metode dan komponen,… • Jam Digital Dengan AT89C2051 Jam Digital Dengan AT89C2051 Bagi sebagian pembaca Jam Digital… • Gerbang Logika Digital Gerbang logika dalam sistem digital diantaranya adalah gerbang logika… • Menghubungkan MCS51… Menghubungkan MCS51 Ke Dunia Analog Dunia di luar mikrokontroler… • Detektor Taraf… Detektor taraf kebisingan suara berfungsi untuk mengetahuitingkat atau level… • I2C Serial EEPROM Copier Membuat I2C Serial EEPROM Copier Serial EEPROM kini banyak… • LCD Epson SED1200 Modul LCD Epson SED1200 Tampilan LCD dalam dunia elektronika…
Rangkaian Induktor merupakan suatu rangkaian untuk melawan flutuasi arus yang melewatinya yang cara kerjanya berdasarkan induksi magnet.

Induktor juga biasa disebut dengan spul yang dibuat dari bahan kawat beremail tipis. Induktor atau kumparan merupakan salah satu komponen pasif elektronika yang dapat menghasilkan medan magnet apabila di aliri oleh arus listrik, dan sebaliknya dapat mengasilkan listrik apabila ia diberi medan magnet. Pada umumnya, induktor dibuat dengan bahan kawat penghantar tembaga yang dibentuk menjadi lilitan atau kumparan. Untuk satuan induktansinya disebut dengan h = henry, mh = mili henry, uh = mikro henry, nh = nano henry, dengan notasi penulisan huruf I.

Gambar Skema Rangkaian Induktor Dilihat dari berbagai fungsi dari induktor, terdapat bermacam-macam jenis induktor antara laianinduktor dengan inti isolator lalu induktor dengan inti udara kemudian induktor dengan perubahan inti, dan induktor dengan inti besi. Untuk induktor dengan bahan inti besi disebut juga dengan elektromagnet.

Selain itu, pada rangkaian induktor ini memiliki sifat menahan arus AC (bolak-balik) dan konduktif terhadap arus DC (searah). Dari keempat fungsi tersebut, terdapat dua macam rangkaian induktor, yaitu rangkaian seri dengan rumus Lt = L1 + L2 + L3, dan rangkaian paralel dengan rumus 1/Lt = 1/L1 + 1/L2 + 1/L3. Selain memiliki sifat-sifat khusus, induktor juga memiliki sifat-sifat tersendiri, diantaranya pertama induktor memiliki sifat dapat menyimpan energi dalam bentuk medan magnet.

Kedua, apabila konduktor dipasang pada arus DC/konstan, maka tegangan sama dengan nol (0), sehingga induktor bertindak sebagai short circuit/ rangkaian singkat. Pada saat kita megalirkan arus listrik, maka terjadilah garis-garis gaya magnet. Dan apabila kita mengalirkan arus listrik melalui coil komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut atau spul yang dibuat dari kabel yang digulung, maka akan terjadi garis-garis gaya dalam arah yang sama membangkitkan medan magnet.

Kekuatan pada medan magnet sama dengan jumlah garis gaya magnet dan berbanding lurus dengan hasil kali dari jumlah gulungan pada kumparan dan arus listrik yang melalui kumparan tersebut. Demikian sedikit info mengenai rangkaian induktor kali ini, semoga bermanfaat.

komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut

Baca juga artikel menarik lainnya, seperti Rangkaian Termometer Digital, Rangkaian Soft Start, Rangkaian Lampu Mobil dan Konsep Rangkaian Listrik.

Related This entry was posted in Rangkaian Kreasi and tagged Cara Membuat Rangkaian Induktor, Contoh Soal Rangkaian Induktor, Fungsi Rangkaian Induktor, Komponen Rangkaian Induktor, Rangkaian Induktor dan Fungsinya, Rangkaian Induktor Murni, Teori Rangkaian Induktor on January 20, 2014 by socerlive. Post navigation ← Rangkaian Termometer Digital Rangkaian KWH Meter → Artikel Terbaru • Pengertian Transistor • Pengertian Resistor • Rangkaian Genset • Rangkaian Konverter • Rangkaian Bel Pintu • Rangkaian Radio Control • Rangkaian LED Display • Rangkaian Lampu Hias • Rangkaian Senter LED • Rangkaian Penguat Daya Kategori • Amplifier • Aplikatif • Digital • Inverter • Komponen Elektronika • Power Supply • Rangkaian Kreasi • Sensor • Transmitter Artikel Populer • Rangkaian Radio FM • Rangkaian Regulator Variable Sederhana • Rangkaian Op Amp • Rangkaian Counter • Rangkaian MP3 Player Komponen Elektronika • An error has occurred; the feed is probably down.

Try again later. Info Kesehatan • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later. Jual Jersey GO Murah • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
Kumpulan Soal Elektronika Dasar Beserta Pembahasan Lengkap - Selamat berjumpa kembali Pembaca Teknisi Service AC Batam, Kami sangat senang bisa bertemu anda kembali dalam membahas materi atau artikel Kumpulan Soal Elektronika Dasar Beserta Pembahasan Lengkap, kami telah menyusun artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya.

Semoga postingan atau artikel kategori Artikel Elektronika, Artikel Soal, yang kami tulis ini dapat anda pahami. Setiap penulis artikel memiliki sudut pandang masing-masing Kami memiliki komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut pandang secara umum akan hal Kumpulan Soal Elektronika Dasar Beserta Pembahasan Lengkap ini akan kami bahas dan jabarkan kepada anda. Meskipun demikian semoga tidak mengurangi makna. Kami hanya berpesan kepada pembaca Teknisi Service AC Batam, jadikan artikel kami ini sebagai materi tambahan.

Jika masih kurang lengkap, pembaca dapat menambah wawasan dengan mencari artikel serupa diblog lainnya atau menanyakan langsung kepada pakar yang mahir dengan masalah Kumpulan Soal Elektronika Dasar Beserta Pembahasan Lengkap.

Selamat membaca! Kumpulan Soal Elektronika Dasar Beserta Pembahasan Lengkap Elektronika adalah ilmu yang mempelajari tentang cara mengendalikan elektron pada komponen elektronik.

Elektronika merupakan cabang dari ilmu elektro dan Ilmu fisika, sehingga pada teori Dan penerapannya juga menggunakan hukum-hukum tersebut. Tidak seperti banyangan orang awam mengenai elektronika yang membanyangkan elektronika hanya berkutat pada Televisi, AC, Kipas angin, Speaker dan servis-menservis, Ilmu elektronika lebih dari itu.

Elektronika adalah ilmu yang asik, karena kita dapat membuat alat apa saja berdasarkan pemahaman mengenai konsep aliran elektron pada suatu alat (Komponen elektronika maupun Komputer). Elektronika juga dapat berkolaborasi dengan cabang ilmu lain yang bermanfaat bagi kemajuan teknologi seperti Robotika, Otomasi Industri, peralatan medis dan Mekatronika. Karena elektronika adalah konsep mengendalikan elektron, maka elektronika juga mempelajari konsep atom, selain itu juga membahas hukum-hukum kelistrikan, sifat bahan listrik, sifat beban listrik, Komponnen elektronika, hubungan seri dan parallel dll.

Mengasah Ilmu elektronika sangat penting. Terutama bagi pelajar SMK jurusan ini maupun Mahasiswa teknik Elektro. Dibawah ini adalah kumpulan soal elektronika dasar yang dapat menguji pengetahuan Anda. Soal ini dilengkapi dengan contoh, kunci jawaban dan pembahasan. Anda juga dapat mendownload file soal dengan jawaban terpisah pada link di bagian akhir soal.

SOAL ELEKTRONIKA DASAR 1. Substansi dasar pembentukan sebuah materi adalah ? a. Elektron b. Unsur c. Molekul d. Atom e. Quarks Jawaban : D Pembahasan : Setiap benda atau materi di dunia ini baik yang berbentuk padat, cair maupun gas sebenarnya tersusun dari berbagai substansi yang membentuk objek tersebut secara fisik. Substansi dasar pembentukan materi adalah Atom. 2. Konsep Atom pertama dikemukakan oleh ? a. Demokritus b. Thales Miletus c. Jhon Dalton d. Louis De Broglie e. Richard Feynmann Jawaban : A Pembahasan : Konsep awal dari partikel terkecil dari sebuah benda dikemukakan oleh filsuf yunani bernama Parmenides pada 500SM.

Pada generasi setelahnya, Demokritus menambahkan gagasan mengenai partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Partikel tersebut dinamakan Atome (A = tidak, thome = terbagi). 3. Konsep Ilmiah pertama yang membahas tentang Atom dikemukakan oleh ?

a. JJ. Thomson b. Demokritus c. Michael Faraday d. Wolfgang Pauli e. Jhon Dalton Jawaban : E Pembahasan : Konsep atom pada era Demokritus masih terlalu awal Dan tidak dapat dibuktikan secara sains maupun filsafat pada saat itu. Pada tahun 1805, seorang guru dari Manchester Inggris bernama Jhon Dalton menulis artikel yang membahas model atom yang pertama berupa bola-bola pejal.

Artikel lengkap ini dibahas dalam buku A New System of Chemical Philosophy (1808). 4. Di dalam model atom klasik terdapat partikel penyusun yang terdiri dari� a. Elektron, Foton dan Positron b. Quarks, Positron dan Elektron c. Proton, Neutron dan Elektron d. Proton Neutrino dan Elektron e. Unsur, Molekul dan Senyawa Jawaban : D Pembahasan : Pada Model Atom Klasik seperti model Rutherford dan Bohr, partikel penyusun terdiri atas Proton, Neutron Dan Elektron.

Proton dan Neutron berada pada inti atom, dan Elektron mengelilingi inti atom berdasarkan orbitnya. 5. Atom yang memiliki ikatan yang paling lemah dengan inti atom disebut ? a. Elektron Valensi b. Elektron lemah c. Anti Elektron d. Elektron Variasi e. Elektron Masif Jawaban : A Pembahasan : Elektron Valensi adalah elektron yang memiliki ikatan yang paling lemah dengan inti atom.

Biasanya elektron ini terdapat pada kulit terluar dari orbit, walaupun ada juga elektro valensi yang berasal dari orbit yang lebih dalam. 6. Elektron yang tidak memiliki ikatan dan dapat berpindah jika mendapat pengaruh dari luar disebut ? a. Elektron lepas b. Elektron bebas c. Elektron individu d. Elektron kovalen e. Elektron dinamis Jawaban : B Pembahasan : Elektron bebas adalah elektron yang tidak berada dalam ikatan antara elektron valensi, sehingga elektron ini dapat berpindah dengan mudah apabila mendapat pengaruh dari luar seperti panas, radiasi, maupun fluks magnetik.

7. Perhatikan daftar dibawah ini : • Aluminium • Germanium • Fosfor • Zinc • Emas • Nitrogen • Silicon • Tembaga • Hidrogen • Magnesium Berdasarkan Daftar diatas, Materi dengan Konduktivitas Paling Baik diantaranya adalah : a.

2, 7 dan 8 b. 4, 5 dan 6 c. 3, 4 dan 9 d. 1, 5 dan 8 e. 1, 2 dan 3 Jawaban : D Pembahasan : Bahan dengan Konduktivitas yang baik biasanya adalah bahan dengan unsur logam yang memiliki sedikit elektron Valensi. Bahan tersebut diantaranya adalah Aluminium, Emas Dan Tembaga. 8. Arus konvensional adalah ? a. Arus yang arahnya negatif ke positif b. Arah arus yang berlawanan dengan tegangan c.

Arus yang arahnya dari positif ke negatif d. Arus yang dihasilkan oleh pembangkit e. Arus yang tidak mengalir Jawaban : C Pembahasan : Arus konvensional adalah aturan awal dari arah arus listrik yaitu dari positif ke negatif. Hal ini berkaitan dengan sejarah sebelum JJ Thomson menemukan Elektron, Benjamin Franklin (1750) melakukan percobaan layangan dan mendapati bahwa Arus listrik mengalir dari Potensial tinggi (Positif) ke Potensial rendah (Negatif).

9. Arus Elektron adalah ? a. Arus yang arahnya negatif ke positif b. Arus yang Arahnya Positif ke negatif c. Arus yang berasal dari elektron d. Elektron yang bergerak maju e. Arus yang berasal dari ikatan elektron valensi Jawaban : A Pembahasan : Setelah JJ Thomson menemukan elektron, didapati fakta bahwa arus listrik sebenarnya mengalir dari Negatif ke positif. Arus ini kemudian dinamakan arus elektron.

Arus Konvensional pun tetap digunakan karena lebih memudahkan dalam memahami aliran listrik, dan pada dasarnya konsepnya sama dengan arus elektron. 10. Hukum Ohm Berbunyi �. ? a. Kuat arus yang mengalir pada sebuah penghantar pada rangkaian tertutup berbanding lurus dengan hambatan penghantar Dan berbanding terbalik dengan potensialnya.

b. Kuat arus yang mengalir pada sebuah penghantar pada rangkaian tertutup berbanding lurus dengan beda potensial Dan berbanding terbalik dengan hambatan penghantar tersebut. c. Arus listrik yang mengalir tergantung pada kekuatan dari sumber daya listrik yang dihasilkan oleh pembangkit. d. Arus listrik yang mengalir pada sebuah penghantar berbanding lurus dengan besarnya fluks magnetik antara dua titik dalam rangkaian e.

Kuat arus yang mengalir tergantung dari besarnya arus sumber berbanding terbalik dengan besarnya beban. Jawaban : B Pembahasan : Hukum ini ditemukan oleh George Simon Ohm pada tahun 1827. Hukum ini berbunyi � Kuat arus yang mengalir pada sebuah penghantar berbanding lurus dengan beda potensial antara kedua titik dan berbanding terbalik dengan hambatan penghantar tersebut".

Dari hukum ini didapati persamaan I = V/ R. 11. Hukum Kirchoff adalah hukum tentang aliran listrik. Hukum Khirchoff I berbunyi ? a. Arus yang mengalir pada suatu percabangan belum tentu sama dengan arus yang keluar dari percabangan. b. Dalam rangkaian loop tertutup, jumlah Aljabar gaya listrik dan penurunan tegangan sama dengan nol c.

Arus listrik yang mengalir pada sebuah percabangan keluar pada cabang yang lain dalam arah yang berlawanan d. Arus llistrik yang mengalir pada suatu percabangan sama dengan arus yang keluar dari percabangan. e. Dalam rangkaian loop tertutup, Arus listrik yang masuk ke percabangan Dan yang keluar percabangan sama dengan nol. Jawaban : D Pembahasan : Hukum Kirchoff ditemukan oleh Illmuwan fisika asal German bernama Gustav Robert Kirchoff.

Hukum Kirchoff terbagi menjadi dua yaitu hukum Kirchoff I Dan II. Hukum Kirchoff I adalah hukum yang menjelaskan aliran arus listrik dalam percabangan, sehingga disebut juga Kirchoff Current Law. Hukum ini Berbunyi : " Jumlah arus Listrik yang memasuki sebuah percabangan sama dengan jumlah arus listrik yang meninggalkan percabangan". 12. Hukum Kirchoff II Berbunyi ? a. Tegangan listrik yang terukur pada suatu titik percabangan sama dengan Tegangan yang terukur pada titik percabangan yang lain.

b. Dalam Rangkaian Loop tertutup, Jumlah Aljabar gaya listrik Dan penurunan tegangan sama dengan nol. c. Jumlah Aljabar dari tegangan listrik pada suatu rangkaian listrik terbuka sama dengan tegangan sumberya. d. Jumlah total tegangan listrik pada suatu rangkaian tertutup tergantung besarnya beban listrik.

e. Dalam rangkaian loop tertutup, Tegangan listrik yang masuk ke percabangan Dan yang keluar percabangan sama besarnya. Jawaban : B Pembahasan : Hukum Kirchoff II disebut juga Kirchoff Voltage Law. Hukum ini Berbunyi : � Dalam Rangkaian Loop tertutup, Jumlah Aljabar gaya listrik Dan penurunan tegangan sama komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut nol�.

13. Komponen elektronika yang tidak membutuhkan arus listrik untuk bekerja disebut komponen� a. Aktif b. Netral c. Pasif d. Positif e. Negatif Jawaban : C Pembahasan : Komponen Pasif adalah komponen yang tidak memerlukan sumber energi listrik untuk dapat bekerja.

Komponen ini tidak menguatkan daya listrik yang melewatinya. 14. Komponen yang memerlukan daya listrik untuk bekerja disebut komponen� a. Pasif b. Netral c. Bebas d. Listrik e. Aktif Jawaban : E Pembahasan : Berbeda dengan Komponen pasif, Komponen aktif memerlukan listrik untuk dapat bekerja. Biasanya komponen ini memiliki kemampuan untuk menguatkan daya listrik yang melewatinya. 15. Perhatikan daftar Dibawah ini : • Resistor • Transistor • Integrated Circuit • Induktor • DIAC • Kapasitor • MOSFET • Logic Gates Yang termasuk Komponen Pasif pada daftar diatas adalah ?

a. 2, 3 dan 8 b. 4, 5 dan 7 c. 1, 4 komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut 6 d. 5, 7 dan 8 e. Semua benar Jawaban : C Pembahasan : Komponen pasif dikenal tidak bisa menguatkan daya listrik. Komponen tersebut diantaranya adalah : Resistor, Kapasitor dan Induktor (RCL) 16. Perhatikan Daftar dibawah ini : • Transistor • Integrated Circuit • Reostat • MOSFET • Trimpot • Dioda • Bimetal • Transformator Yang termasuk Komponen Aktif pada daftar diatas adalah ?

a. 1, 4 Dan 6 b. 1, 2 Dan 4 c. 3, 5 Dan 8 d. 2, 5 Dan 7 e. Semua benar Jawaban : B Pembahasan : Komponen Aktiv biasanya memiliki kemampuan untuk menguatkan daya listrik yang melewatinya.

Komponen tersebut diantaranya adalah Transistor, Integrated Circuit (Sirkuit terpadu) dan MOSFET. 17. Komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut ? a. Kapasitor b. Induktor c. Dioda d.

Transformator e. Resistor Jawaban : E Pembahasan : Resistor atau Hambatan adalah komponen elektronika Pasif yang cara kerjanya adalah menghambat arus listrik yang melewatinya. Besaran arus listrik yang melewatinya ditentukan oleh resistansi dan tegangan menuruti Hukum Ohm. 18. Komponen Eektronika yang berfungsi menyimpan muatan listrik sementara waktu disebut ?

a. Baterai b. Transformator c.

komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut

Akumulator d. Kondensator e. Dioda Jawaban : D Pembahasan : Kondensator atau lebih popular disebut kapasitor adalah komponen elektronika yang cara kerjanya adalah menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu.

19. Komponen Elektronika yang fungsinya menaikkan atau menurunkan tegangan listrik disebut juga ? a. Alternator b. Generator c.

komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut

Transistor d. Transformator e. MOSFET Jawaban : D Pembahasan : Transformator adalah komponen elektronika yang bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik dan fungsinya adalah untuk menaikkan atau menurunkan level tegangan pada inputnya.

20. Jenis Resistor yang nilainya bergantung pada perubahan nilai tegangan disebut ? a. Rheostat b. Voltage Resistor c. LDR d. Photo Resistor e. Varistor Jawaban : E Pembahasan : Varistor adalah komponen elektronika dalam rumpun resistor yang nialinya dipengaruhi oleh tegangan yang melewatinya. Biasanya komponen ini dipasang parallel pada jalur sinyal sebagai proteksi dari lonjakan tegangan.

Sebelumnya komponen ini dikenal dengan nama VDR atau Voltage Dependent Resistance. 21. LED adalah singkatan dari ? a. Light Emision Diode b. Low Efficient Diode c. Light Emitting Diode d. Least Effort Diode e. Semuanya Salah Jawaban : C Pembahasan : Dioda pemancar cahaya atau disebut LED adalah singkatan dari Light Emitting Diode.

Komponen ini banyak digunakan sebagai sumber penerangan, Indikator maupun display penampil informasi. 22. Dibawah ini yang Bukan termasuk komponen dalam rumpun Dioda adalah ? a. Rectifier b. Zener c. Schottky d.

Varaktor e.

komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut

Tantalum Jawaban : E Pembahasan : Tantalum adalah komponen dalam rumpun Kapasitor polar yang terbuat dari bahan tantalum. 23.

Perhatikan Gambar dibawah ini : Nama Komponen pada gambar diatas adalah ? a. TRIAC b. DIAC c. FET d. SCR e. VARCO Jawaban : D Pembahasan : Gambar diatas merupakan komponen Silicon Control Rectifier atau disingkat SCR. 24. Transistor adalah Singkatan dari ? a. Transparancy Resistance b. Transferable Resistor c. Trans Kapasitor d. Transient Resistance e. Trans Isolator Jawaban : B Pembahasan : Transistor adalah singkatan dari Transferable Resistor.

Walaupun bernama Resistor, komponen ini termasuk komponen Aktif karena dapat menguatkan daya. komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut. Transistor Memiliki 3 pin terminal yaitu ? a. Basis, Kolektor dan Emitor b. Drain, Source dan Gate c.

Gate, Kolektor dan Emitor d. Basis, Drain dan Source e. Semuanya Salah Jawaban : A Pembahasan : transistor adalah Komponen elektronika dengan tiga sambungan P-N yang memiliki 3 buah terminal yaitu Basis, Kolektor Dan Emitor. 26. Perhatikan Simbol Transistor NPN dibawah ini ? Susunan Pin terminal Basis-Kolektor-Emitor yang benar ditunjukkan pada nomor ?

a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. Semuanya Salah Jawaban : C Pembahasan : Berdasarkan Karakteristik pin terminal transistor, Susunan pin yang benar sesuai dengan symbol adalah gambar nomor 3. 27. MOSFET adalah singkatan dari� a. Metal Oxygen Semiconductor Field Effect Transistor b.

Material Offset Semiconductor Field Effect Transformator c. Material Of System Field Effect Transistor d. Magnetic Offset System Factor Of External Transistor e. Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor Jawaban : E Pembahasan : Transistor Efek Medan dengan Metal Oksida atau disebut juga MOSFET adalah singkatan dari Metal Oxide Semicondustor Field Effect Transistor.

28. Perhatikan symbol MOSFET dibawah ini : Susunan Pin terminal Gate-Drain-Source yang benar ditunjukan pada nomor ? a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. Semuanya Salah Jawaban : B Pembahasan : Gambar diatas merupakan symbol mosfet N Channel dengan susunan terminal yang benar pada gambar nomor 2. 29. Jika terdapat 2 buah baterai 12V yang dirangkai seri, total tegangan pada kedua ujung rangkaian baterai tersebut adalah ? a. 6V b. 12V c. 24V d.

18V e. 0V Jawaban : C Pembahasan : Pada baterai yang dirangkai seri, total tegangan adalah jumlah dari tegangan pada kedua baterai. Jika kedua baterai memiliki tegangan 12V, maka tegangan totalnya adalah 12V + 12V = 24V.

30. Perhatikan Gambar dibawah ini Pada gambar diatas, yang tidak termasuk komponen Dioda Pemancar Cahaya (LED) ditunjukan pada nomor ? a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5 Jawaban : E Pembahasan : Nama masing masing komponen diatas adalah : • Gambar 1 : LED Strawhat • Gambar 2 : LED HPL • Gambar 3 : LED SMD • Gambar 4 : Infrared LED • Gambar 5 : Photo Dioda Photo Dioda tidak memancarkan cahaya, tapi menerima cahaya.

31. Sebuah Baterai dengan spesifikasi 12V diberi beban resistor dengan nilai 8?. Berapakah arus yang mengalir pada beban tersebut ? a. 1.5mA b. 1.5A c. 16mA d. 16A e. Semua salah Jawaban : B Pembahasan : Dalam hukum ohm, arus didapat rumus untuk menghitung nilai arus yaitu • I = V / R.

Maka dapat dihitung : • I = 12 / 8 • I = 1.5A 32. Sebuah beban listrik dengan nilai resistansi 100 ? Ingin dialiri arus sebesar 20mA. Berapa nilai tegangan yang harus diberikan ?

a. 5V b. 120V c. 2V d. 20V e. Semua salah Jawaban : C Pembahasan : Menurut hukum ohm, tegangan dapat dihitung menggunakan rumus : V = I x R. Maka dapat dihitung : • V = 100 x 0.02 (konversi mA ke Ampere) • V = 2V. 33. Sebuah catu daya 6V diberi beban resistor dengan nilai tertentu, menghasilkan arus sebesar 50mA. Besar resistansi pada beban adalah ? a. 120 ? b. 300 ? c. 8.3 ? d. 30 ? e. Semua salah Jawaban : A Pembahasan : Dari hukum, didapat formula untuk mencari R dengan rumus R = V / I.

maka dapat dihitung : • R = 6 / 0.05 • R = 120 ? 34. Sebuah resistor tetap 4 gelang dengan kode warna Cokelat � Hitam � Cokelat � Emas. Nilai dari resistor tersebut adalah ? a. 1000 ? b. 100 ?

c. 10 ? d. 200 ? e. 20 ?

komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut

Jawaban : B Pembahasan : Berdasarkan rurtan kode warna diatas, dapat diketahui : • Gelang 1 = Cokelat = 1 • Gelang 2 = hitam = 0 • Gelang 3 = Cokelat = 0 (nol ditambah 1 ) • Gelang 4 = Emas (toleransi 5%) Jika digabungkan maka Resistansi adalah 100 ? dengan toleransi 5% 35.

Sebuah R dengan nilai 1000 ? memiliki toleransi 5%. Maka nilai terendah dan tertinggi dari resistor tersebut adalah ? a. 0 ? -1000 ? b. 100 ? -1000 ? c. 900 ? -1100 ? d. 950 ? -1050 ? e. Semua salah Jawaban : D Pembahasan : diketahui : nilai resistor = 1000 ?, toleransi = 5 persen, maka : Nilai toleransi adalah : (1000*5) / 100 = 50 ?

Sehingga, • nilai minimal dari resistor adalah 1000-50 = 950 ? • nilai maksimal dari resistor adalah 1000+50 = 1050 ? Sekian uraian artikel Kumpulan Soal Elektronika Dasar Beserta Pembahasan Lengkap kali ini, semoga bisa memberi manfaat dan menginspirasi anda semua pembaca blog Teknisi Service AC Batam. Baiklah, sampai jumpa pada postingan pembahasa artikel lainnya yang lebih seru dan bagus. Tiada gading yang tak retak, begitu juga dengan artikel kami ini.

Lebih dan kurang pada pembahasan Kumpulan Soal Elektronika Dasar Beserta Pembahasan Lengkap ini, kami memohon maaf. Baru saja anda membaca artikel Kumpulan Soal Elektronika Dasar Beserta Pembahasan Lengkap dengan alamat link https://teknisiacbatam.blogspot.com/2021/02/kumpulan-soal-elektronika-dasar-beserta.html Artikel Kumpulan Soal Elektronika Dasar Beserta Pembahasan Lengkap ini kami arsipkan pada kategori Elektronika Soal.

Silahkan anda klik link ini Elektronika Soal untuk melihat beberapa artikel menarik serupa. Terimakasih telah berkunjung.Makalah Komponen Aktif dan Komponen Pasif MK. Bengkel dan Perancangan Elektronik Dosen Pembimbing : Dr. Hendra Jaya, S. Pd, M. T Nama Mahasiswa : MUH. ANDIKA ASIS Nim : 1525040006 Tugas Individu 1 MK.

Bengkel dan Perancangan Elektronik MAKALAH KOMPONEN AKTIF DAN KOMPONEN PASIF Oleh : MUH. ANDIKA ASIS 1525040006 S1 B PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2017 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah S.w.t atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Makalah yang berjudul Prinsip Kerja Komponen Alat Elektronik ini, membahas mengenai cara kerja dan penerapan komponen aktif dan komponen pasif. Di mana dalam penulisan makalah ini kita sama mengaharapkan baik pada penulis maupun kepada pembaca agar dapat memahami dan mengerti tentang prisnip kerja, karasteristik dan contoh penerapan dan penggunaannya Dalam penulisan makalah ini, kami banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini sehingga dapat kami selesaikan dengan baik.

Kami sadar, bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, hal itu di karenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan kami. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran, yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita. Akhir kata kami meminta maaf, apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan yang mungkin dapat kita maklumi bersama DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ……………………………………………………………………… KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………….

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………. • Latar Belakang ………………………………………………………………………. • Rumusan Masalah …………………………………………………………………… • Tujuan …………………………………………………………………………………… BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………………………… • Komponen Pasif………………………………………………………………………. • Komponen Aktif ……………………………………………………………………. BAB III PENUTUP ………………………………………………………………………….

• Kesimpulan …………………………………………………………………………… DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini, penggunaan sistem elektronika telah dikenal luas dan maju dengan pesatnya. Seiring dengan munculnya beragam inovasi yang tiada hentinya. Perlu juga kita perhatikan, bahwa penggunaan komponen elektronika secara luas telah mencakup kesegala bidang kehidupan manusia yang semakin canggih dan semakin simple/kecil penggunaan komponen elektronika seperti dioda,transistor,kapasitor,serta alat ukur osiloskop sering kita jumpai dalam peraktikum komponen komponen alat elektronika seperti di atas akan sering kita jumpai karena merupakan komponen utama dalam rangkaian alat elektronika.

Dalam melakukan suatu praktikum hal yang mendasar kita harus mengetahui tentang macam- macam alat ukur. Oleh karena itu, dalam makalah ini, akan dibahas berbagai macam pengenalan alat ukur. Pada dasarnya,mengukur adalah membandingkan suatu besaran dengan satuannya. Pemilihan alat ukur yang digunakan harus disesuaikan dengan besaran yang hendak diukur. Simbol-simbol yang terdapat dalam alat ukur memiliki arti masing-masing yang menjelaskan penggunaan alat ukur. Dalam elektronika terdapat dua komponen yaitu komponen aktif dan komponen pasif.

Komponen aktif merupakan komponen yang dapat bekerja apabila ada catu daya dulu, contohnya: transistor dan dioda. Sedangkan komponen pasif merupakan komponen yang dapat bekerja tanpa ada catu daya, contohnya: resistor, potensio, kapasitordaninduktor. B. Rumusan Masalah • Prinsip kerja,karakteristik,serta pengaplikasiaannya komponen aktif • Prinsip kerja,karakteristik,serta pengaplikasiaannya komponen pasif C.

Tujuan Agar kita dapat mengetahui lebih mendetail tentang komponen aktif dan pasif BAB II PEMBAHASAN • Komponen Aktif Komponen aktif adalah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus panjar agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika. Contoh komponen aktif ini adalah Transistor dan IC juga Lampu Tabung. Besarnya arus panjar bisa berbeda-beda untuk tiap komponen2 ini. • Transistor Transistor merupakan komponen penting yang dipakai dalam barang-barang elektronika seperti TV, radio, komputer, dll.

Transistor adalah alat semikonduktor yang berfungsi sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

Pada dasarnya transistor adalah dua dioda yang dipertemukan, sehingga cara mengujinya juga hampir sama dengan menguji dioda. Secara umum, transistor memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya.

Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainnya. • Macam-macam Transistor Macam-macam transistor secara umum dibedakan menjadi: • Materi semikonduktor: Germanium, Silikon, Gallium Arsenide • Kemasan fisik: Through Hole Metal, Through Hole Plastic, Surface Mount, IC, dan lain-lain • Tipe: UJT, BJT, JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT, MISFET, VMOSFET, MESFET, HEMT, SCR serta pengembangan dari transistor yaitu IC (Integrated Circuit) dan lain-lain.

• Polaritas: NPN atau N-channel, PNP atau P-channel • Maximum kapasitas daya: Low Power, Medium Power, High Power • Maximum frekwensi kerja: Low, Medium, atau High Frequency, RF transistor, Microwave, dan lain-lain • Aplikasi: Amplifier, Saklar, General Purpose, Audio, Tegangan Tinggi, dan lain-lain • Prinsip kerja transistor Arus akan mengalir dari colector menuju Emitor apabila kaki basis diberikan arus atau tegangan.

Sedikit saja arus atau tegangan kita berikan ke kaki basis, maka arus yang besar akan mengalir dari Colector ke Emitor. Perbandingan arus colektor yang mengalir ke Emitor dan arus basis yang diberikan dinamakan penguatan atau Komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut. Variasi arus basis yang diberikan juga akan mengakibatkan variasi besarnya arus yang mengalir di colector ke Emitor.

Prinsip inilah yang digunakan untuk membentuk sebuah Amplifier yang handal. Arus kecil dari suara penyanyi yang masuk ke microfon berubah menjadi suara yang besar menggelegar di sepeaker panggung, inilah contoh penggunaanya. Analogi Transistor dengan tandon air, pipa paralon, kran dan kolam ikan.

Ibaratkan kita akan mengisi kolam ikan dengan air dari tandon air. Air akan kita alirkan dari tandon menuju kolam melalui pipa dan kran air.Tandon air adalah collector, kran air adalah kaki basis, dan kolam adalah kaki emitor. Sedang pipa paralon sebagai apanya?….tepatsebagai kawat-kawat penghantar di 3 kaki transistor.

Air akan mengalir dari tandon ke kolam ketika kita membuka kran. Membuka kran dianalogikan dengan memberi tegangan/arus ke basis. Semakin besar kita membuka kran akan semakin deras air mengalir dari tandon menuju kolam. Jika kran dibuka penuh maka air mengalir dengan kekuatan penuh, sedang kran kita tutup penuh air akan berhenti total /tersumbat.

Variasi besarnya membuka kran akan menghasilkan aliran yg bervariasi seirama dengan irama bukaan kran. Demikian juga varasi tegangan/arus di kaki basis akan menghasilkan variasi arus yang mengalir dari calector ke emitor. • Karakteristik transistor Transistor berasal dari kata transfer resistor. Piranti elektronik jenis ini dikembangkan oleh BerdeenSchokley dan Brittam pada tahun 1948 di perusahaan elektronik Bell Telephone Laboratories. Penamaan ini berdasarkan pada prinsip kerjanya yakni mentransfer atau memindahkan arus.

Transistor merupakan komponen aktif dan dibuat dari bahan semi konduktor, yang menggunakan aliran electron sebagai prinsip kerjanya didalam bahan Transistor merupakan pengembangan dari Tabung Hampa (Vacuum Tube).

Fungsi utama dari sebuah transistor adalah penguat sinyal dan sebagai saklar elektronik, mixer (pencampur) yaitu pencampur sinyal yang ditangkap oleh penala dan frekuensi yang dihasilkan oleh oscillator, yang terdapat pada televisi dan radio fm.

Sebuah transistor memiliki tiga daerah doped yaitu daerah emitter, daerah basis dan daerah disebut kolektor. Transistor ada dua jenis yaitu NPN dan PNP. Transistor memiliki dua sambungan: satu antara emitter dan basis, dan yang lain antara kolektor dan basis.

Karena itu, sebuah transistor seperti dua buah dioda yang saling bertolak belakang yaitu dioda emitter-basis, atau disingkat dengan emitter dioda dan dioda kolektor-basis, atau disingkat dengan dioda kolektor, Bagian emitter-basis dari transistor merupakan dioda, maka apabila dioda emitter-basis dibias maju maka kita mengharapkan akan melihat grafik arus terhadap tegangan dioda biasa. Saat tegangan dioda emitter-basis lebih kecil dari potensial barriernya, maka arus basis (Ib) akan kecil.

Ketika tegangan dioda melebihi potensial barriernya, arus basis (Ib) akan naik secara cepat. • Contoh alat penerapan dari resistor • Pengeras suara • Penguat sinyal radio • Dioda Dioda berasal dari kata DI = dua dan ODA = elektroda atau dua elektroda, dimana elektroda-elektrodanya tersebut adalah ANODA yang berpolaritas positip dan KATHODA yang berpolaritas negative. Ada berbagai jenis dioda yang dibuat sesuai dengan fungsinya tanpa meninggalkan karakteristik serta spesifikasinya, seperti dioda penyearah (rectifier), dioda Emisi Cahaya ( LED), dioda Zenner, dioda photo ( Photo-Dioda) dan Dioda Varactor.

• Prinsip kerja dioda Dioda memiliki fungsi yang unik yaitu hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Struktur dioda tidak lain adalah sambungan semikonduktor P dan N.

Satu sisi adalah semikonduktor dengan tipe P dan satu sisinya yang lain adalah tipe N. Dengan struktur demikian arus hanya akan dapat mengalir dari sisi P menuju sisi N. Sambungan PN dengan sedikit porsi kecil yang disebut lapisan deplesi (depletion layer), dimana terdapat keseimbangan hole dan elektron.

Seperti yang sudah diketahui, pada sisi P banyak terbentuk hole-hole yang siap menerima elektron sedangkan di sisi N banyak terdapat elektron-elektron yang siap untuk bebas merdeka. Lalu jika diberi bias positif, komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut arti kata memberi tegangan potensial sisi P lebih besar dari sisi N, maka elektron dari sisi N dengan serta merta akan tergerak untuk mengisi hole di sisi P.

Tentu kalau elektron mengisi hole disisi P, maka akan terbentuk hole pada sisi N karena ditinggal elektron. Ini disebut aliran hole dari P menuju N, Kalau mengunakan terminologi arus listrik, maka dikatakan terjadi aliran listrik dari sisi P ke sisi N. Sebalikya apakah yang terjadi jika polaritas tegangan dibalik yaitu dengan memberikan bias negatif (reverse bias). Dalam hal ini, sisi N mendapat polaritas tegangan lebih besar dari sisi P. Tentu jawabanya adalah tidak akan terjadi perpindahan elektron atau aliran hole dari P ke N maupun sebaliknya.

Karena baik hole dan elektron masing-masing tertarik ke arah kutup berlawanan. Bahkan lapisan deplesi (depletion layer) semakin besar dan menghalangi terjadinya arus.

komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut

Demikianlah sekelumit bagaimana dioda hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Dengan tegangan bias maju yang kecil saja dioda sudah menjadi konduktor. Tidak serta merta diatas 0 volt, tetapi memang tegangan beberapa volt diatas nol baru bisa terjadi konduksi.

Ini disebabkan karena adanya dinding deplesi (deplesion layer). Untuk dioda yang terbuat dari bahan Silikon tegangan konduksi adalah diatas 0.7 volt. Kira-kira 0.2 volt batas minimum untuk dioda yang terbuat dari bahan Germanium. Sebaliknya untuk bias negatif dioda tidak dapat mengalirkan arus, namun memang ada batasnya.

Sampai beberapa puluh bahkan ratusan volt baru terjadi breakdown, dimana dioda tidak lagi dapat menahan aliran elektron yang terbentuk di lapisan deplesi. • Karakteristik diode Dioda merupakan komponen elektronika yang memiliki dua terminal, dan terbentuk dari dua jenis semikonduktor, yaitu silikon jenis n dan jenis p. Dioda akan mengalirkan arus ke satu arah saja, dn sangat sulit untuk mengalirkan arus yangberlawanan arah dengannya.

Diode adalah komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur).

Diode dapat disamakan sebagai fungsi katup di dalam bidang elektronika. Diode sebenarnya tidak menunjukkan karakteristik kesearahan yang sempurna, melainkan mempunyai karakteristik hubungan arus dan tegangan kompleks yang tidak linier dan seringkali tergantung pada teknologi atau material yang digunakan serta parameter penggunaan.

Beberapa jenis diode juga mempunyai fungsi yang tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan. • Contoh alat penerapan dari diode • Demodulasi dari isyarat radio modulasi amplitudo (AM) • Rangkaian adaptor • Alternator otomotif • Macam-macam sensor Sensor adalah jenis tranduser yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik.

Sensor sering digunakan untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran atau pengendalian. Sensor adalah alat untuk mendeteksi komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut mengukur sesuatu yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik.

Sensor itu sendiri terdiri dari transduser dengan atau tanpa penguat/pengolah sinyal yang terbentuk dalam satu sistem pengindera. Dalam lingkungan sistem pengendali dan robotika, sensor memberikan kesamaan yang menyerupai mata, pendengaran, hidung, lidah yang kemudian akan diolah oleh kontroller sebagai otaknya. Beberapa jenis sensor yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronik antara lain sensor cahaya, sensor suhu, dan sensor tekanan. • Sensor Cahaya • Fotovoltaic atau sel solar Adalah alat sensor sinar yang mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik.

Sel solar silikon yang modern pada dasarnya adalah sambungan PN dengan lapisan P yang transparan. Jika ada cahaya pada lapisan transparan P akan menyebabkan gerakan elektron antara bagian P dan N, jadi menghasilkan tegangan DC yang kecil sekitar 0,5 volt per sel pada sinar matahari penuh.

Sel fotovoltaic adalah komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut tranduser sinar/cahaya • Fotokonduktif Sel FotokonduktifCahaya pada sel fotokonduktif mengubah harga resistans. Energi yang jatuh pada sel fotokonduktif akan menyebabkan perubahan tahanan sel.

Apabila permukaan alat ini gelap maka tahanan alat menjadi tinggi. Ketika menyala dengan terang tahanan turun pada tingkat harga yang rendah.

• Sensor Suhu Ada 4 jenis utama sensor suhu yang biasa digunakan : • Thermocouple Thermocouple pada pokoknya terdiri dari sepasang penghantar yang berbeda disambung las dilebur bersama satu sisi membentuk “hot” atau sambungan pengukuran yang ada ujung-ujung bebasnya untuk hubungan dengan sambungan referensi.

Perbedaan suhu antara sambungan pengukuranmdengan sambungan referensi harus muncul untuk alat ini sehingga berfungsi sebagai thermocouple. • Detektor Suhu Tahanan Konsep utama dari yang mendasari pengukuran suhu dengan detektor suhu tahanan (resistant temperature detector = RTD) adalah tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini adalah presisi dan dapat diulang lagi sehingga memungkinkan pengukuran suhu yang konsisten melalui pendeteksian tahanan.

Bahan yang sering digunakan RTD adalah platina karena kelinearan, stabilitas dan reproduksibilitas. • Thermistor Adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif. Karena suhu meningkat, tahanan menurun dan sebaliknya. Thermistor sangat peka (perubahan tahanan sebesar 5 % per ³C) oleh karena itu mampu mendeteksi perubahan kecil di dalam suhu.

• Sensor Suhu Rangkaian Terpadu (IC) Sensor suhu dengan IC ini menggunakan chip silikon untuk elemen yang merasakan (sensor). Memiliki konfigurasi output tegangan dan arus. Meskipun terbatas dalam rentang suhu (dibawah 200 ³C), tetapi menghasilkan output yang sangat linear di atas rentang kerja. • Sensor Tekanan Prinsip kerja dari sensor tekanan ini adalah mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik.

kurang ketegangan didasarkan pada prinsip bahwa tahanan pengantar berubah dengan panjang dan luas penampang. Daya yang diberikan pada kawat menyebabkan kawat bengkok sehingga menyebabkan ukuran kawat berubah dan mengubah tahanannya. • contoh alat penerapan dari macam-macam sensor • Alat sensor gempa bumi • Alat pendeteksi kebocoran gas LPG • Sensor temperature (a) Jenis kawat (b) Jenis foil (c) Jembatan pengukur rangkaian Ukuran regangan Gambar 8.

Penggunaan Sensor Tekan pada Pengukur Regangan Kawat • Komponen pasif Komponen pasif adalah jenis komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus panjar. Contoh komponen pasif adalah resistor, kapasitor, transformator/trafo, dioda dsb. Komponen pasif terbagi atas 4 yaitu : Kapasitor, Resistor, Induktor, Transformator. • Kapasitor Gambar 1. Gambar Kapasitor Kapasitor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik, dan secara sederhana terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat (bahan dielektrik) tiap konduktor di sebut keping.

Kapasitor atau disebut juga kondensator adalah alat (komponen) listrik yang dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu. Pada prinsipnya sebuah kapasitor terdiri atas dua konduktor (lempeng logam) yang dipisahkan oleh bahan penyekat (isolator). Isolator penyekat ini sering disebut bahan (zat) dielektrik. • Jenis-jenis kapasitor Macam-macam dan Bentuk Kondensator Setelah anda tahu yang dimaksud dengan komponen kondensator maupun kapasitor, baca Pengertian Kapasitor / Kondensator Dalam Bidang Elektronika dan Cara Membaca Nilai Kapasitor / Kondensator.Seperti halnya komponen elektronika yang lain kondensator juga memiliki banyak macamnya.

Berikut macam kondensator berdasarkan kegunaannya : • Kondensator Tetap Kondensator tetap ialah suatu kondensator yang nilainya konstan dan tidak berubah-ubah.(nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah).

Kondensator tetap ada tiga macam bentuk : • Kondensator Keramik (Ceramic Capacitor) Bentuknya ada yang bulat tipis, ada yang persegi empat berwarna merah, hijau, coklat dan lain-lain.Dalam pemasangan di papan rangkaian (PCB), boleh dibolak-balik karena tidak mempunyai kaki positif dan negatif.

Mempunyai kapasitas mulai dari beberapa piko Farad sampai dengan ratusan Kilopiko Farad (KpF). Dengan tegangan kerja maksimal 25 volt sampai 100 volt, tetapi ada juga yang sampai ribuan volt. Gambar 2. komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut keramik Cara membaca nilai kapasitor Keramik : Contoh misal pada badannya tertulis = 203, nilai kapasitasnya = 20.000 pF = 20 KpF =0,02 μF.

komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut

Jika pada badannya tertulis = 502, nilai kapasitasnya = 5.000 pF = 5 KpF = 0,005 μF Gambar 3. Membaca nilai kapasitor • Kondensator Polyester Pada dasarnya sama saja dengan kondensator keramik begitu juga cara menghitung nilainya. Bentuknya persegi empat seperti permen. Biasanya mempunyai warna merah, hijau, coklat dan sebagainya. Gambar 4. kapasitor polyester • Kondensator Kertas Kondensator kertas ini sering disebut juga kondensator padder.

Misal pada radio dipasang seri dari spul osilator ke variabel condensator. Nilai kapasitas yang dipakai pada sirkuit oscilator antara lain: • Kapasitas 200 pF – 500 pF untuk daerah gelombang menengah (Medium Wave / MW) = 190 meter – 500 meter. • Kapasitas 1.000 pF – 2.200 pF untuk daerah gelombang pendek (Short Wave / SW) SW 1 = 40 meter – 130 meter. • Kapasitas 2.700 pF – 6.800 pF untuk daerah gelombang SW 1, 2, 3 dan 4, = 13 meter – 49 meter.

Gambar 5. kapasitor kertas • Kondensator elektrolit (Electrolite Condenser = Elco) Kondensator elektrolit atau Electrolytic Condenser (Elco) adalah kondensator yang biasanya berbentuk tabung, mempunyai dua kutub kaki berpolaritas positif dan negatif, ditandai oleh kaki yang panjang positif sedangkan yang pendek negatif atau yang dekat tanda minus ( – ) adalah kaki negatif.

Nilai kapasitasnya dari 0,47 μF (mikroFarad) sampai ribuan mikroFarad dengan voltase kerja dari beberapa volt hingga ribuan volt. Gambar 6. kondensator elektrolit Selain kondensator elektrolit (Elco) yang mempunyai polaritas, ada juga kondensator jenis elco yang berpolaritas yaitu kondensator solid tantalum.dan ada Elco yang Non Polaritas pada kakinya tidak ada kutub (+) dan (-) Gambar 7.

kondensator solid tantalum Gambar 8. elco non polar Kerusakan umum pada kondensator elektrolit di antaranya adalah : • Kering (kapasitasnya berubah) • Konsleting • Meledak, yang dikarenakan salah dalam pemberian tegangan positif dan negatifnya, jika batas maksimum voltase dilampaui juga bisa meledak. • Kondensator Tidak Tetap (Variabel dan Trimmer) Kondensator variabel dan trimmer adalah jenis kondensator yang kapasitasnya bisa diubah-ubah.

Kondensator ini dapat berubah kapasitasnya karena secara fisik mempunyai poros yang dapat diputar dengan menggunakan obeng. Gambar 9. kondensator variabel Kondensator variabel (Varco) terbuat dari logam, mempunyai kapasitas maksimum sekitar 100 pF (pikoFarad) sampai 500 pF (100pF = 0.0001μF). Kondensator variabel dengan spul antena dan spul osilator berfungsi sebagai pemilih gelombang frekuensi tertentu yang akan ditangkap. Gambar 10. symbol kondensator variable Sedangkan kondensator trimer dipasang paralel dengan variabel kondensator berfungsi untuk menepatkan pemilihan gelombang frekuensi tersebut.Kondensator trimer mempunyai kapasitas dibawah 100 pF (pikoFarad).

Gambar 11. symbol kondensator trimer • Prinsip kerja Kapasitor Cara kerja kapasitor yaitu mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. satuan dalam kondensator di sebut farad, farad sendiri diambil dari nama penemu kapasitor yakni Michael Faraday. kondensator mempunyai dua kaki dan dua kutub yakni kutub positif dan kutub negatif dan cairan elektrolit yang umumnya berupa tabung.

• Karakteristik Kapasitor Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Fungsinya yaitu menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik.

Sifat-sifat kapasitor pada umumnya yaitu Kapasitor terhadap tegangan dc merupakan hambatan yang sangat besar. Kapasitor terhadap tegangan ac mempunyai resistansi yang berubah-ubah sesuai dengan frequency kerja. Kapasitor terhadap tegangan ac akan menimbulkan pergeseran fasa, mana arus 90 mendahului tegangannya. • Contoh alat penerapan kapasitor • charger Handphone • Lampu flash pada kamera, • TV, Komputer,Laptop,dll • Resistor Resistor adalah komponen elektronika berjenis pasif yang mempunyai sifat menghambat arus listrik Satuan nilai dari resistor adalah ohm, biasa disimbolkan Ω.berdasarkan hukum Ohm : V: Tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar (Volt) i : arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar (Ampere) R : nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar (ohm) Gambar 12.

Resistor HUKUM OHM : “Besarnya Tegangan Listrik Sebanding Dengan Kuat Arus dan Tahanan” anggaplah arus listrik adalah arus air dalam sungai lalu agar sungai itu tidak meluap saat hujan maka dibuatlah bendungan, bendungan inilah yang disebut resistor. • Macam-macam Resistor Berdasarkan jenis bahan yang digunakan untuk membuatnya, resistor dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain resistor kawat, resistor arang, resistor oksida logam, resistor film, resistor karbon, dan banyak lagi jenis lainya.

Namun dalam praktek perdagangan di pasaran, resistor hanya di bedakan menjadi resistor tetap (fixed resistor) dan resistor tidak tetap (variable resistor).

• Resistor tetap (Fixed resistor) Resistor tetap adalah resistor yang nilai hambatanya tidak dapat dirubah-rubah dan besarnya sudah ditentukan oleh pabrik yang membuatnya.

Ciri fisik untuk mengenali resistor jenis ini adalah bahan pembuat resistor berada di tengah, dan pada kedua ujungnya terdapat conducting metal, kemasan seperti inilah yang dinamakan dengan axial. Ukuran fisik resistor tetap bermacam-macam yaitu tergantung besarnya daya yang dimilikinya. Misalnya resistor tetap dengan daya 2 watt akan mempunyai bentuk fisik yang jauh lebih besar dari pada resistor yang mempunyai daya 1/4 watt.

Gambar 13. Gambar Resistor Tetap Pada gambar diatas ditunjukan beberapa contok bentuk fisik dari resistor tetap, dari yang paling kecil sampai yang paling besar sesuai dengan daya yang di milikinya. Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, maka diciptakan sebuah teknologi baru yang disebut dengan SMD (Surface Mounted Device) yang membuat bentuk resistor tetap menjadi lebih kecil sehingga dalam prakteknya kita dapat membangun sebuah sistem yang mempunya ukuran sekecil mungkin.

Gambar 14. Gambar SDM Resistor Gambar di atas adalah merupakan bentuk fisik dari SMD resistor, bentuknya kotak dan berukuran sangat kecil yang cara pemasangannya adalah dengan menempel pada papan pcb. Resistor jenis ini juga memiliki nilai resistansi yang dituliskan pada body dengan menggunakan angka-angka seperti komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut terlihat pada gambar.

Gambar 15. Gambar SIP Resistor Selain kemasan axial, terdapat pula kemasan lain yang disebut dengan (Single-In-Line) SIP resistor. Dimana komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut satu kemasan ini terdapat beberapa resistor yang disusun secara paralel dan mempunyai 1 pusat yang disebut dengan common.

Cara pemasangannya biasanya berdiri sesuai dengan kaki-kaki yang ada, maka dengan resistor ini juga bisa menghemat ruang dalam penempatan pada papan pcb. Gambar di samping ini adalah bentuk fisik dari SIP Resistor yang memiliki 9 pin dan 5 pin. Namun di pasaran akan sangat banyak ditemukan SIP Resistor dengan jumlah pin yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhanya.

• Jenis-Jenis Resistor Tetap • Precision Wirewound Resistor Merupakan tipe resistor yang mempunyai tingkat keakuratan sangat tinggi yaitu sampai 0,005% dan TCR (Temperature Coeffisient of Resistance) sangat rendah. Sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai aplikasi DC yang membutuhkan tingkat keakuratan sangat tinggi.

Namun jangan menggunakan tipe ini untuk aplikasi rf (radio frequency) karena resistor jenis ini mempunyai Q resonant frequency yang rendah. Contoh aplikasi yang menggunakan resistor ini adalah DC Measuring equipment dan Reference Resistor untuk Voltage Regulators dan Decoding Network. • NIST Standard Resistor NIST (Nasional Institute Standard of Technology) merupakan tipe resistor dengan keakuratan paling tinggi yaitu 0,001%, TCR yang rendah dan sangat stabil dibandingkan dengan Precision Wirewound Resistor.

Komponen ini biasanya digunakan sebagai setandar didalam verifikasi keakuratan dari suatu alat ukur resistive. • Power Wirewound Resistor Biasanya resistor ini digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan daya yang sangat besar. Resistor jenis ini dapat mengatasi daya yang sangat besar dibandingkan jenis lain. Karena panas yang ditimbulkan cuup besar, biasanya resistor ini dilapisi dengan bahan seperti ceramic tube, ceramic rods, anodized aluminium, fiberglass mandels, dll.

• Fuse Resistor Resistor jenis ini selain berfungsi sebagai penghambat arus juga sebagai sekering. Resistor jenis ini didesain sedemikian rupa sehingga bila ada arus yang sangat besar melaluinya, maka hambatanya menjadi tak terhingga. • Carbon Composition Resistor jenis ini merupakan resistor yang paling banyak di jumpai dipasaran, dan sangat mudah untuk mendapatkannya.

Resistor ini mempunyai koefisien temperatur dengan batas 1000 ppm / derajat celcius. Selain itu resistor ini juga memiliki koefisien tegangan, dimana nilai hambatannya akan berubah ketika diberi tegangan. Semakin besar tegangan yang melewatinya maka akan semakin besar pula perubahannya.

Voltage Rating dari resistor karbon ditentukan berdasarkan fisik, nilai, dan dayanya. Dan dalam pemasangan resistor ini harus hati-hati karena bisa salah dapat menimbulkan noise dimana noise ini tergantung pada nilai dan besar ukuranya.

• Carbon Film Resistor Resistor jenis ini mempunyai karakteristik yang hampir saman dengan resistor carbon composition, tetapi noise, koefisien tegangan, koefisien temperatur nilainya lebih rendah. Carbon Film Resistor dibuat dengan memotong batangan keramik yang panjang kemudian dicampur dengan material karbon. Frekuensi respon resistor ini jauh lebih bagus di bandingkan dengan wirewound dan jauh lebih bagus lagi dengan carbon composition. Diman wirewound akan menjadi suatu induktansi ketika frekuensinya rendah dan akan menjadi kapasitansi apabila frekuensinya tinggi.

Dan untuk carbon composition hanya menjadi kapasitansi apabila dilalui oleh frekuensi tinggi dan rendah. • Metal Film Resistor Metal film resistor merupakan pilihan terbaik dari jenis carbon composition dan carbon film. Karena resistor ini lebih akurat dan tidak mempunyai koefisien tegangan, noise, dan koefisien temperatur yang lebih rendah.

Tetapi resistor ini tidak sebagus jenis precision wirewound. Bahan dasar pembuat resistor ini adalah metal dan keramik, bahan ini mirip dengan bahan untuk membuat carbon film resistor. • Foil Resistor Resistor ini mempunyai karakteristik yang sama dengan resistor film. Kelebihan utamanya adalah pada tingkat kestabilan yang tinggi, TCR paling kecil, dan frekuensi respon yang tinggi.

Selain kelebihan terdapat pula kelemahan yaitu nilai resistansi maksimum dari resistor ini lebih kecil dari pada resistor film. Resistor ini biasanya dipakai dalam strain gauge, dimana nilai strain dapat diukur berdasarkan perbahan resistansinya. • Power Film Resistor Material yang digunakan untuk membuat resistor ini sama dengan jenis metal film dan carbon film.

Namun dengan karakteristik daya yang tinggi. Power film resistor mempunyai nilai yang lebih tinggi dan frekuensi respon yang lebih baik dibandingkan power wirewound resistor, dan biasanya resistor ini mempunyai nilai toleransi yang cukup besar.

• Resistor tidak tetap (Variable Resistor) Resistor tidak tetap adalah resistor yang mempunyai nilai resistansi yang dapat diubah2 sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Perubahannya dapat dilkaukan dengan cara memutar atau menggeser pengaturnya yang memang sudah disediakan, namun ada pula nilai perubahan resistansinya akan dipengaruhi oleh keadaan disekitarnya misalnya suhu, cahanya, suara, dll, sehingga dapat dijadikan sebagai sakelar otomatis.

• Potensiometer Potensiometer merupakan komponen pembagi tegangan yang nilai resistansinya dapat disetel sesuai dengan keinginan dengan cara memutar tungkai pengaturnya. Nilai resistansinya sendiri tertera pada bodi yang dituliskan dalam bentuk angka, sehingga akan memudahkan untuk mengetahui berapa besar nilainya tersebut.

Penggunaan potensiometer biasanya adalah untuk pengaturan suara (tone control) Bass, Treable, Volume, dan lain-lain. beberapa jenis potensiometer : • Potensiometer liniar Potensiometer linier mempunyap unsur resistif dengan penampang konstan, menghasilkan peranti dengan resistansi antara penyapu dengan salah satu terminal proporsional dengan jarak antara keduanya.

Potensiometer linier digunakan jika relasi proporsional diinginkan antara putaran sumbu dengan rasio pembagian dari potensiometer, misalnya pengendali yang digunakan untuk menyetel titik pusat layar osiloskop. • Potensiometer logaritmik Potensiometer logaritmik mempunyai unsur resistif yang semakin menyempit atau dibuat dari bahan yang memiliki resistivitas bervariasi.

Ini memberikan peranti yang resistansinya merupakan fungsi logaritmik terhadap sudut poros potensiometer. Sebagian besar potensiometer log (terutama yang murah) sebenarnya tidak benar-benar logaritmik, tetapi menggunakan dua jalur resistif linier untuk meniru komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut logaritma.

Potensiometer log juga dapat dibuat dengan menggunakan potensiometer linier dan resistor eksternal. Potensiometer yang benar-benar logaritmik relatif sangat mahal. Potensiometer logaritmik sering digunakan pada peranti audio, terutama sebagai pengendali volume. • Rheostat Cara paling umum untuk mengubah-ubah resistansi dalam sebuah sirkuit adalah dengan menggunakan resistor tidak tetap atau rheostat. Sebuah rheostat adalah resistor tidak tetap dua terminal dan seringkali didesain untuk menangani arus dan tegangan yang tinggi.

Biasanya rheostat dibuat dari kawat resistif yang dililitkan untuk membentuk koil toroid dengan penyapu yang bergerak pada bagian atas toroid, menyentuh koil dari satu lilitan ke lilitan selanjutnya. Potensiometer tiga terminal dapat komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut sebagai resistor tidak tetap dua terminal dengan tidak menggunakan terminal ketiga.

Seringkali terminal ketiga yang tidak digunakan disambungkan dengan terminal penyapu untuk mengurangi fluktuasi resistansi yang disebabkan oleh kotoran. • Potensiometer digital Potensiometer digital adalah sebuah komponen elektronik yang meniru fungsi dari potensiometer analog untuk diterapkan pada isyarat digital. • Trimpot Trimpot adalah kependekan dari tripotensiometer, bentuk fisiknya kecil dan memiliki nilai tahanan yang dapat di rubah-rubah namun dengan menggunakan alat bantu berupa obeng kecil, karena untuk merubah nilai resistansinya tidak bisa menggunakan tangan.

Sebagai tahanan bahan resistansinya adalah menggunakan bahan karbon atau arang. • NTC dan PTC NTC adalah singkatan dari Negative Temperature Coeficient. Sifat komponen ini resistif dimana nilai resistansinya akan menurun apabila temperatur disekelilingnya naik.

Sedangkan PTC adalah singkatan dari Positive Temperature Coeficient, yang nilai resistansinya akan bertambah besar apabila termperatur disekelilingnya turun. Komponen NTC dan PTC biasanya digunakan sebagai sensor dalam peralatan pengukur panas atau disebut juga termistor. Selain itu juga bisa digunakan sebagai sakelar otomatis yang cara kerjanya akan ditentukan oleh suhu disekitarnya • LDR LDR adalah singkatan dari Light Dependent Resistor, yaitu sebuah resistor yang nilai resistansinya akan berubah-ubah sesuai dengan cahaya yang diterimanya.

Biasanya LDR digunakan untuk rangkain-rangkaian sakelar otomatis tertentu seperti lampu taman, lampu jalan, dll, dimana LDR akan bekerja secra otomatis sesuai dengan tingkat cahaya yang ada didepannya.

komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut

• VDR VDR adalah singkatan dari Voltage Dependent Resistor, yaitu sebuah resistor tidak tetap yang nilai resistansinya akan berubah tergantung dari tegangan yang diterimanya. Sifat dari VDR adalah semakin besar tegangan yang diterima, maka nilai tahanannya akan semakin mengecil, sehingga arus yang melaluinya akan semakin besar. Dengan adanya sifat tersebut maka VDR akan sangat cocok digunakan sebagai stabilizer bagi komponen transistor.

• Kode Warna Resistor Untuk mengetahui berapa besar nilai resistan (hambatan) sebuah resistor tetap, maka kita dapat melihat dan membaca kode warna yang berupa cincin-cincin warna pada bodi resistor. Karena tidak semua nilai resistor dicantumkan dengan lambang bilangan berupa angka-angka, melainkan dengan cincin kode warna.

Banyaknya cincin kode warna setiap resistor berjumlah 4 cincin atau ada juga 5 cincin bahkan lebih. Untuk cara pembacaannya tidak jauh berbeda yaitu : • Resistor yang mempunyai 4 cincin, artinya cincin 1 dan 2 adalah nilai angka atau digit, cincin ke 3 adalah faktor pengali banyaknya (0), sedangkan cincin ke 4 adalah besarnya toleransi.

• Resistor dengan 5 cincin warna, artinya cincin 1, 2, dan 3 adalah niali angka atau digit, cincin ke 4 adalah faktor pengali( banyaknya 0), sedangakan cincin ke 5 menunjukan besarnya toleransi.

• Resistor dengan 6 cincin warna, artinya cincin 1, 2, dan 3 adalah niali angka atau digit, cincin ke 4 faktor pengali (banyaknya 0), cincin ke 5 besarnya toleransi, sedangkan cincin ke 6 koefisien temperatur. Untuk lebih jelas mengenai kode warna tersebut, dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel kode warna Namun sesuai perkembangan zaman, sekarang sudah ada software yang digunakan untuk menentukan nilai resistor yang diberi nama Reistor Color Coder.

• Prinsip kerja resistor • Sebagai pembagi arus; Jika sebuah resistor dipasang secara paralel maka akan menjadi pembagi arus listrik. imajinasinya jika sebuah resistor sebuah bendungan&arus air yang mengalir maka anggaplah sebagai arus listrik.Umpamanya sebuah sungai terdapat dua bendungan yang digunakan untuk membagi air tersebut. Bendungan pertama sebagai resistor 1 dan bendungan kedua sebagai resistor 2. maka besarnya arus air tergantung dari besar kecilnya bukaan pintu bendungan yang anda buka.

Semakin besar anda membuka pintu bendungan tersebut, semakin besar juga arus air yang akan melewati pintu bendungan tersebut, dan jika bukaan di tiap-tiap pintu bendungan tersebut sama besarnya maka arus air yang mengalir akan terbagi rata di kedua pintu bendungan tersebut. • Sebagai penurun tegangan; Sebagai contoh VCD/DVD yang seringkali mati karena rangkaian power supply ACMATIC yang rusak.Prinsip Sistem ACMATIK ini mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC dengan cara penurunan tegangan,maka resistor inilah yang berfungsi menurunkan tegangan dalam Watt yang lebih besar.jika resistor putus/terbakar dan tidak diganti dengan yang barumaka resistor tidak bisa disearahkan dengan dioda sehingga VCD/DVD pun mati bahkan anda pun bisa terkena kejutan listrik jika menyentuh rangkaiannya.

• Sebagai pembagi tegangan; Jika resistor dipasang seri maka resistor akan menjadi pembagi tegangan. • Sebagai penghambat aliran arus listrik Resistor seringkali digunakan pada suatu rangkaian agar tidak membuang banyak biaya dalam pembuatan suatu hambatan.

• Karakteristik resistor Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat diboroskan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan induktansi. • Makin besar bentuk fisik resistor, makin besar pula daya resistor tersebut • Semakin besar nilai daya resistor makin tinggi suhu yang bisa diterima resistor tersebut.

• Resistor bahan gulungan kawat pasti lebih besar bentuk dan nilai daya-nya dibandingkan resistor dari bahan carbon • Contoh alat penerapan resistor • VCD • DVD • Rangkaian Indikator Kendaraan Pada umumnya pada waktu malam hari di saat jalan-jalan risiko kecelakaan meningkat.

Kadang-kadang terjadi bahwa kendaraan kita rusak dan kita butuh bantuan. Dalam kondisi seperti ini reflektor dapat digunakan yang secara otomatis akan menyala ketika menerima cahaya dari kendaraan lain yang lewat di dekatnya.

• Rangkaian Pembangkit Melodi Dunia elektronika selalu seiring sejalan dengan kebutuhan manusia. Hampir semua sisi kehidupan manusia selalu menyertakan revolusi dalam dunia elektronika. Maka hidup menjadi terasa lebih mudah dan nyaman dengan adanya peralatan-peralatan elektronika. Salah satunya adalah adanya generator melody atau pembangkit bunyi / nada.

• Rangkaian Terlihat Alarm. Sirkuit ini menggunakan cahaya inframerah Terlihat untuk mendeteksi pergerakan manusia melalui pintu. Sebuah beep pendek akan dihasilkan ketika istirahat sinar inframerah.

Sehingga sangat ideal untuk memantau bagian dalam toko, bank dll di mana banyak orang yang bergerak. • Rangkaian telephone recorder Merupakan rangkaian elektronik yang dapat merekam percakapan yang dilakukan melalui pesawat telephone, bahkan handphone (dengan sedikit modifikasi). • Rangkaian mikropon stereo parabolic Adalah penguat stereo mikrofon sensitivitas tinggi yang dapat digunakan untuk mendengarkan suara jauh.

Khas mikrofon parabolik adalah monophonic, unit ini memiliki jalur audio stereo yang membantu menghasilkan audio yang terdengar lebih realistis. Big-E dapat digunakan dengan headphone atau sebagai sumber audio untuk tape recorder stereo atau kartu suara PC. • Rangkaian power supply. Fungsi power supply itu sendiri adalah merubah arus tegangan listrik bolak-balik (AC) menjadi searah (DC).

Dengan fungsi tersebut maka arus tegangan listrik yang tadinya arus kuat berubah menjadi arus kecil. • Rangkaian saklar suara. Rangkaian yang sensitif terhadap suara ini dapat bekerja dengan mikrofon dinamis atau digunakan dengan electret condensator microphone (ECM). Jika menggunakan ECM, maka R1 (dengan garis putus-putus) harus dipasang. Untuk menyesuaikannya digunakan resistor 2.2k dan 10k ohms. Dua buah transistor BC109C yang digunakan sebagai pre-amp mic yang penguatannya (gain) diatur menggunakan trimpot 10k.

Output lebih lanjut diperkuat dengan menggunakan transistor BC182B. Untuk mencegah ketidakstabilan di preamp maka digunakan 100uF dipisahkan dengan kapasitor dan resistor 1k. • Rangkaian Pengisi Daya Surya. Rangkaian ini adalah pengisi daya surya yang digunakan untuk mengisi Lead Acid atau Ni-Cd baterai menggunakan listrik energi surya.

Panel sirkuit energi matahari untuk mengisi ulang baterai 6 volt 4,5 Ah untuk berbagai aplikasi. • Rangkaian pemancar ultrasonik merupakan rangkaian pembangkit sinyal suara frekuensi tinggi dengan memanfaatkan multivibrator astable IC 555. Jadi sebenarnya untuk rangkaian pemancar ini Anda bebas menggunakan rangkaian apa saja yang penting bisa membangkitkan frekuensi cukup tinggi.

Anda bisa menggunakan rangkaian oscillator transistor, oscillator gerbang logika atau jenis oscillator lainnya, karena memang yang penting bisa menghasilkan sinyal yang berfrekuensi tinggi. • Induktor Gambar 16. Gambar Induktor Induktor adalah komponen yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya.

Satuan induksi internasionalnya adalah Henry. • Prinsip kerja inductor Jika seutas kawat tembaga diberi aliran listrik, maka di sekeliling kawat tembaga akan terbentuk medan listrik. Dengan aturan tangan kanan dapat diketahui arah medan listrik terhadap arah arus listrik. Caranya sederhana yaitu dengan mengacungkan jari jempol tangan kanan sedangkan keempat jari lain menggenggam.

Arah jempol adalah arah arus dan arah ke empat jari lain adalah arah medan listrik yang mengitarinya. Hukum tangan kanan Jika arah arusnya berlawanan, kedua kawat tembaga tersebut saling menjauh.

Tetapi jika arah arusnya sama ternyata keduanya berdekatan saling tarikmenarik. Hal ini terjadi karena adanya induksi medan listrik. Dikenal medan listrik dengan simbol B dan satuannya Tesla (T).

Besar akumulasi medan listrik B pada suatu luas area A tertentu difenisikan sebagai besar magnetic flux. Simbol yang biasa digunakan untuk menunjukkan besar magnetic flux ini adalah Φ dan satuannya Weber (Wb = T.m2). • Karakteristik induktor Karakteristik dari induktor adalah komponen elektronika pasif (kebanyakan berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya.

Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat di dalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday.

Fungsi utama dari induktor di dalam suatu rangkaian adalah untuk melawan fluktuasi arus yang melewatinya. • Penyimpan arus listrik dalam bentuk medan magnet • Menahan arus bolak-balik/ac • Meneruskan/meloloskan arus searah/dc • Sebagai penapis ( filter) • Sebagai penalaan ( tuning) Contoh alat penerarapan inductor Rellay Speaker Buzzer Bleeper • Tranformator Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energy listrik satu atau lebih rangkaian listrik satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui suatu gendeng magnet berdasarkan prinsip induksi-elektromagnet.

Transformator adalah alat yang digunakan untuk mengubah tegangan bolak balik (ac) dari suatu nilai tertentu ke nilai yang kita inginkan terdiri dari kumparan primer dan sekunder.

Komponen ini banyak dijual di pasar dengan ukuran dan keperluan tertentu. sedangkan sifat-sifatnya adalah sebagi berikut : • Bentuk fisiknya empat persegi panjang dengan dilapisi pelat tipis dan gulungan ditutup kertas. terdapat beberapa kaki, pada gulungan primer terdapaat tiga kaki sedangkan sekunder tidak kurang dari sembilan kaki • Gulungan primer menerima arus AC PLN antara 110 – 240 Volt • Gulungan sekunder menhasilkan arus DC setelah arus AC di proses pada kedua lilitan ini.

tegangan yang di keluarkan mulai dari 4 sampai 12 volt Gambar 17. Transformator • Macam-macam Transformator • Trafo IF ( Frekuensi menengah ) Trafo ini digunakan untuk penguat frekunsi menengah, biasanya terdapat pada radio penerima jaman dulu. saat ini sudah jarang alat elektronika memakai trafo jenis ini.

cara keja trafo ini adalah menangkap gelombang suara yang dipancarkan oleh radio pemancar kemudian di olah melalui komponen lainnya. selanjutnya dikeluarkan dalam bentuk suara ( bunyi ). Trafo IF ini memiliki bentuk fisik bujur sangkar, pada permukaanya tepat ditengah terdapat celah untuk memutar ketika membetulkan pancaran bunyi dari radio pemancar.

Kelebihan dari trafo IF ini adalah : • Dapat diubah-ubah ketika mencari sasaran pancaransecara tepat menggunakan obeng • Bentuknya kecil sehingga memudahkan pemulaketika memasangnya • Tetap memiliki lilitan primer dan sekunder Gambar19. trafo IF • Trafo Step UP / Down Sesuai namanya, trafo ini mampu menaikkan dan menurunkan tegangan sesuai dengan alat elektronika yang digunakan.

Artinya benda yang memiliki voltase 110 volt perlu trafo ini karena pada umunya PLN bertegangan 220 volt. Sifat dari trafo ini adalah sebagai berikut : • Menghasilkan tegangan lebih besar apabila gulungan sekunder lebih banyak dari lilitan primer • Mengubah tegangan dari 220 volt menjadi 100, 110 dan 220 volt • Menaikkan tegangan dari 110 menjadi 200, 220 dan 240 volt Gambar 20.

trafo step up/down • Trafo Output ( OT ) Komponen ini juga bisa di sebut trafo OT. Komponen ini banyak digunakan pada rangkaian amplifier, radio penerima, tape recorder dan seperangkat elektronika yang menghasilkan bunyi lainnya.

Bentuk fisiknya hampir sama dengan trafo lainnya dhanya ukuran yang berbeda. Di dalamnya berisi lilitan coil dari nikelin. Besar kecilnya arus masuk tergantung dari lilitan tersebut. Gambar 21. trafo output Bagian melintang pelat yang memperkuat bungkusan kertas dan kertas ini digunakan sebagai alat komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut arus dari lilitan sekunder dan primer.

Pada bagian bawah menyembul kaki, ada lima kaki dua pada bagian output dan tiga bagian in ( arus masuk ). Perkembangan dan penerapan system transformator pada perumahan, perkantoran maupun pada kendaran yaitu mobil dewasa ini mengalami peningkatan yang pesat. Buktinya adalah banyak industry, perkantoran maupun kendaran dilengkapi dengan penggunaan transformator yang bertujuan untuk mengetahui informasi dan dapat menambah pengetahuan.

System pesawat telepon yang paling sederhana memiliki komponen utama yaitu ISDN EXCHANGE, ISDN PRA, ISDN BRA, ISDN PHONE, ISDN PBX dan ISDN DATA TERMINAL. • Prinsip Kerja Transformator Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi.

Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik ( mutual inductance). Simbol Transformator, Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah.

Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi.

Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance). Pada skema transformator, ketika arus listrik dari sumber tegangan yang mengalir pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang dihasilkan akan berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder akan berubah polaritasnya • Karakteristik transformator Kerja transformator yang berdasarkan induksi-elektromagnetik, menghendaki adanya gandengan magnet antara rangkaian primer dan sekunder.

Gandengan magnet ini berupa inti besi tempat melakukan fluks bersama. Berdasarkan cara melilitkan kumparan pada inti, dikenal dua macam transformator, yaitu tipe inti dan tipe cangkang. • Contoh alat penerapan dari Transformator • TV • Komputer • Mesin foto copy • Gardu listrik,dll.

BAB III PENUTUP • Kesimpulan Komponen aktif adalah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus panjar komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut dapat bekerja dalam rangkaian elektronika.

Contoh komponen aktif ini adalah Transistor dan IC juga Lampu Tabung. Besarnya arus panjar komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut berbeda-beda untuk tiap komponen-komponen ini.

Sedangkan komponen pasif adalah jenis komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus panjar. Contoh komponen pasif adalah resistor, kapasitor, transformator/trafo, dioda dsb. Dalam penggunaannya kedua jenis komponen ini hampir selalu digunakan bersama-sama, kecuali dalam rangkaian2 pasif yang hanya menggunakan komponen2 pasif saja misalnya rangkaian baxandall pasif, tapis pasif dsb.

Untuk IC (Integrated Circuit) adalah gabungan dari komponen aktif dan pasif yang disusun menjadi sebuah rangkaian elektronika dan diperkecil ukuran fisiknya Sensor adalah jenis tranduser yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik.

Sensor sering digunakan untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran atau pengendalian.

komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut

Beberapa jenis sensor yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronik antara lain sensor cahaya, sensor suhu, dan sensor tekanan. DAFTAR PUSTAKA Atmaja Z. 2009. Pegertian Komponen Aktif dan Komponen Pasif.

(Online). http://teknikelectronika.blogspot.co.id/2009/02/pengertian-komponen- aktif-dan- komponen.html. Diakses pada tanggal 19 September 2017. Bandit Area. 2013. Macam-macam Kapasitor. (Online). http://duniaelektonika.blogspot.co.id/2013/01/macam-macam-kapasitor- kondensator.html. Diakses pada tanggal 19 September 2017. Syahriani. 2013. Komponen Aktif dan Komponen Pasif. (Online). http://syahrianielektronikamedia.blogspot.co.id/2013/05/assalamualaikum.

html. Diakses pada tanggal 19 September 2017. Dedi Adryan. 2014. Makalah Interface Komponen Aktif dan Komponen Pasif. (Online). https://dediadryan.wordpress.com/teknik-interface/makalah- komponen-aktif-dan-komponen-pasif/.

Diakses pada tanggal 19 September 2017. Nur Zid Afi. 2015. Makalah Komponen Aktif dan Komponen Pasif. (Online). http://afi-elektronika.blogspot.co.id/2015/02/makalah-komponen-aktif- komponen-pasif.html. Diakses pada tanggal 19 September 2017.
• [ 22/03/2022 ] Cara Menghitung Biaya Listrik Perangkat Elektronik dan Listrik Teori Elektronika • [ 19/01/2022 ] Perbedaan TV LED dan TV OLED Perangkat Elektronika • [ 01/12/2021 ] Cara Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner dan sebaliknya Teori Elektronika • [ 14/11/2021 ] Menghitung Koefisien Korelasi dengan Menggunakan Microsoft Excel Ilmu Statistika • [ 11/11/2021 ] Pengertian DPI atau Dots per Inch (Titik Per Inci) Teori Elektronika Jenis-jenis Komponen Elektronika beserta Fungsi dan Simbolnya – Peralatan Elektronika adalah sebuah peralatan yang terbentuk dari beberapa Jenis Komponen Elektronika dan masing-masing Komponen Elektronika tersebut memiliki fungsi-fungsinya tersendiri di dalam sebuah Rangkaian Elektronika.

Seiring dengan perkembangan Teknologi, komponen-komponen Elektronika makin bervariasi dan jenisnya pun bertambah banyak. Tetapi komponen-komponen dasar pembentuk sebuah peralatan Elektronika seperti Resistor, Kapasitor, Transistor, Dioda, Induktor dan IC masih tetap digunakan hingga saat ini. A. Resistor Resistor atau disebut juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika.

Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Nilai Resistor biasanya diwakili dengan Kode angka ataupun Gelang Warna yang terdapat di badan Resistor.

Hambatan Resistor sering disebut juga dengan Resistansi atau Resistance. Baca juga : Pengertian Resistor dan Jenis-jenisnya. Jenis-jenis Resistor diantaranya adalah : • Resistor yang Nilainya Tetap • Resistor yang Nilainya dapat diatur, Resistor Jenis ini sering disebut juga dengan Variable Resistor ataupun Potensiometer.

• Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya, Resistor jenis ini disebut dengan LDR atau Light Dependent Resistor • Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, Resistor jenis ini disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient) Gambar dan Simbol Resistor : B.

Kapasitor (Capacitor) Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut Rangkaian Power Supply (Catu Daya).

Satuan nilai untuk Kapasitor (Kondensator) adalah Farad (F) Jenis-jenis Kapasitor diantaranya adalah : • Kapasitor yang nilainya Tetap dan tidak ber-polaritas.

Jika didasarkan pada bahan pembuatannya maka Kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari Kapasitor Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor Polyster dan Kapasitor Keramik. • Kapasitor yang nilainya Tetap tetapi memiliki Polaritas Positif dan Negatif, Kapasitor tersebut komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut Kapasitor Elektrolit atau Electrolyte Condensator (ELCO) dan Kapasitor Tantalum • Kapasitor yang nilainya dapat diatur, Kapasitor jenis ini sering disebut dengan Variable Capasitor.

Gambar dan Simbol Kapasitor : Baca juga : Cara Kerja Kapasitor dan Strukturnya. C. Induktor (Inductor) Induktor atau disebut juga dengan Coil (Kumparan) adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi sebagai Pengatur Frekuensi, Filter dan juga sebagai alat kopel (Penyambung).

Induktor atau Coil banyak ditemukan pada Peralatan atau Rangkaian Elektronika yang berkaitan dengan Frekuensi seperti Tuner untuk pesawat Radio.

Satuan Induktansi untuk Induktor adalah Henry (H). Jenis-jenis Induktor diantaranya adalah : • Induktor yang nilainya tetap • Induktor yang nilainya dapat diatur atau sering disebut dengan Coil Variable.

Gambar dan Simbol Induktor : D. Dioda (Diode) Diode adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Diode terdiri dari 2 Elektroda yaitu Komponen yang cara kerjanya menghambat arus listrik yang melewatinya disebut dan Katoda.

Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari : • Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang umumnya terbuat dari Silikon dan berfungsi sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC). • Dioda Zener (Zener Diode) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh Dioda Zener yang bersangkutan. Tegangan tersebut sering disebut dengan Tegangan Zener. • LED (Light Emitting Diode) atau Diode Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik.

• Dioda Foto (Photo Diode) yaitu Dioda yang peka dengan cahaya sehingga sering digunakan sebagai Sensor. • Dioda Shockley (SCR atau Silicon Control Rectifier) adalah Dioda yang berfungsi sebagai pengendali.

• Dioda Laser (Laser Diode) yaitu Dioda yang dapat memancar cahaya Laser. Dioda Laser sering disingkat dengan LD. • Dioda Schottky adalah Dioda tegangan rendah. • Dioda Varaktor adalah dioda yang memiliki sifat kapasitas yang berubah-ubah sesuai dengan tegangan yang diberikan. Gambar dan Simbol Dioda: Baca juga : Pengertian Dioda dan Jenis-jenisnya E. Transistor Transistor merupakan Komponen Elektronika Aktif yang memiliki banyak fungsi dan merupakan Komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam dunia Elektronik modern ini.

Beberapa fungsi Transistor diantaranya adalah sebagai Penguat arus, sebagai Switch (Pemutus dan penghubung), Stabilitasi Tegangan, Modulasi Sinyal, Penyearah dan lain sebagainya. Transistor terdiri dari 3 Terminal (kaki) yaitu Base/Basis (B), Emitor (E) dan Collector/Kolektor (K). Berdasarkan strukturnya, Transistor terdiri dari 2 Tipe Struktur yaitu PNP dan NPN.

UJT (Uni Junction Transistor), FET (Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) juga merupakan keluarga dari Transistor. Gambar dan Simbol Transistor : F. IC (Integrated Circuit) IC (Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil.

Bentuk IC (Integrated Circuit) juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga ratusan kaki (terminal). Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Pada umumnya, IC adalah Komponen Elektronika dipergunakan sebagai Otak dalam sebuah Peralatan Elektronika. IC merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge).

Sebagai Contoh, IC yang berfungsi sebagai Otak pada sebuah Komputer yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya. Gambar dan Simbol IC (Integrated Circuit) : G. Saklar (Switch) Saklar adalah Komponen yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik. Dalam Rangkaian Elektronika, Saklar sering digunakan sebagai ON/OFF dalam peralatan Elektronika.

Gambar dan Simbol Saklar (Switch) : Pengertian Memori Semikonduktor dan Jenis-jenis Memori Semikonduktor – Memori Semikonduktor adalah perangkat penyimpanan data-data elektronik yang terbuat dari bahan semikonduktor. Memori Semikonduktor ini merupakan komponen penting dalam perkembangan perangkat-perangkat elektronik saat ini, umumnya digunakan sebagai memori [.]

Komponen Dasar Elektronika




2022 www.videocon.com