Cara melaporkan pinjaman online ilegal

cara melaporkan pinjaman online ilegal

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemudahan yang ditawarkan perusahaan pinjaman online ( pinjol) ilegal terkadang membuat nasabahnya terbuai hingga membuatnya terjerat utang puluhan hingga ratusan juta rupiah. Belum lagi, data pribadi yang digunakan saat mengajukan pinjaman bisa disalahgunakan oleh perusahaan pinjol ilegal tersebut.

Akibatnya, utang semakin menggunung dan keamanan data pribadi kian terancam. Untuk itu, masyarakat perlu berhati-hati dalam memilih platform pinjaman online. Pastikan perusahaan tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) agar mudah melaporkan jika terjadi permasalahan di kemudian harinya. Baca juga: Kenali Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal dan Modus-modusnya Lantas, bagaimana cara melaporkan pinjaman online ilegal yang tak terdaftar di OJK?

Pertama, Anda bisa melaporkannya langsung ke kantor polisi terdekat. Selain itu, bisa juga melaporkannya ke laman https://patrolisiber.id atau melalui email ke info@cyber.polri.go.id. Kedua, Anda juga bisa melaporkan pinjaman online ilegal ke Satgas Waspada Investasi (SWI).

Caranya, dengan mengirimkan email ke alamat waspadainvestasi@ ojk.go.id. Untuk memastikan apakah pinjol tersebut illegal atau terdaftar di OJK, Anda bisa melakukan pengecekan legalitas melalui sambungan telepon 157 atau Whatsapp di 081157157157.

Selain itu, pelaporannya juga bisa melalui email di konsumen@ojk.go.id, atau melalui website di www.ojk.go.id. Tips menghindari pinjaman online ilegal • Tidak mengklik tautan atau menghubungi kontak yang ada pada SMS/WA penawaran pinjol ilegal • Jangan tergoda penawaran pinajam melalui SMS/WA yang menawarkan pinjaman cepat tanpa agunan • Jika menerima SMS/WA penawaran pinjaman ilegal segera langsung dihapus dan blokir nomor tersebut • Cek legalitas perusahaan sebelum mengajukan pinjaman • Pinjamlah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk melunasinya.

Baca juga: Simak, Ini Tips Menghindari Pinjaman Online Ilegal Mengutip siaran pers resmi OJK, SWI telah menutup 172 pinjol ilegal yang beredar secara digital melalui penawaran lewat SMS, aplikasi gawai dan di internet yang berpotensi merugikan masyarakat karena bunga dan tenggat pinjaman yang tidak transparan, serta ancaman dan intimidasi dalam penagihan.

Ketua SWI Tongam L Tobing menyampaikan kesepakatan para anggota SWI untuk semakin memperketat ruang lingkup pelaku kejahatan pinjaman online ilegal dengan menggunakan kewenangan di masing-masing kementerian dan lembaga. Upaya itu akan dibarengi dengan memperluas sosialisasi dan edukasi cara melaporkan pinjaman online ilegal masyarakat mengenai bahaya fintech lending ilegal melalui media massa dan sosial media serta komunikasi langsung kepada masyarakat.

"SWI mendorong penegakan hukum kepada para pelaku pinjaman online ilegal ini, karena pemblokiran situs dan aplikasi tidak menimbulkan efek jera dari pelaku kejahatan ini. Pinjol ilegal ini persoalan bersama yang harus kita berantas bersama-sama untuk melindungi rakyat," kata Tongam.

Sejak tahun 2018 sampai dengan Juli 2021 ini SWI sudah menutup 3.365 fintech lending ilegal yang telah beredar luas di masyarakat. Baca juga: Waspada Pinjol Ilegal Berkedok Koperasi, Begini Cara Mengeceknya Berita Terkait Simak Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS di Instansi Pusat Indonesia Langganan Impor Cabai dari Negara Mana Saja?

6 Tips Melayani COD bagi UKM supaya Aman dan Tidak Ribet Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 19, Segera Lakukan Ini Cek Jadwal dan Syarat Terbaru Naik MRT Jakarta Selama PPKM Level 3 Berita Terkait Simak Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS di Instansi Pusat Indonesia Langganan Impor Cabai dari Negara Mana Saja?

6 Tips Melayani COD bagi UKM supaya Aman dan Tidak Ribet Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 19, Segera Lakukan Ini Cek Jadwal dan Syarat Terbaru Naik MRT Jakarta Selama PPKM Level 3 Panen Perdana Peremajaan Sawit Rakyat, Wapres Ma'ruf Dorong Potensi Santripreneur https://money.kompas.com/read/2021/09/02/181318926/panen-perdana-peremajaan-sawit-rakyat-wapres-maruf-dorong-potensi https://asset.kompas.com/crops/2qWwSWM75aw3e1NrGuErLQX06Lg=/62x34:686x346/195x98/data/photo/2013/04/28/1657454-kebun-kelapa-sawit-asian-agri-di-riau-780x390.jpg Semakin banyak pilihan pinjaman online, kemungkinan Anda terjebak pinjaman online ilegal yang tidak terdaftar di OJK semakin besar.

Sebelum menggunakan produk pinjaman online, sebaiknya pelajari dulu: • Status pendaftaran di OJK • Produk pinjaman online • Manfaat dan resiko produk • Hak dan Kewajiban yang harus dipenuhi pengguna pinjaman online Jika dalam pelayanan pinjaman online terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan meresahkan Anda sebagai pengguna layanan pinjaman, maka Anda bisa membuat pengaduan kepada OJK yang bertugas untuk mengawasi perusahaan-perusahaan teknologi financial tersebut.

Syarat Penyampaian Pengaduan Anda bisa menyampaikan pengaduan ke OJK cara melaporkan pinjaman online ilegal surat cara melaporkan pinjaman online ilegal yang berisi: • KTP / surat kuasa (bagi yang diwakili) • Kronologis pengaduan / deskripsi pengaduan • Dokumen pendukung pengaduan (surat pernyataan bahwa sengketa tidak sedang dalam proses / pernah diputus oleh lembaga arbitrase, lembaga peradilan atau lembaga mediasi lainnya dan belum pernah dilakukan fasilitasi oleh OJK) Bukti komplain ke Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dan jawabannya Cara Mengadukan Pinjaman Online ke OJK Cara pengaduan layanan pinjaman kilat online ada 4 cara yang ditujukan untuk OJK.

Berikut adalah 4 cara penyampaian pengaduan pinjaman kilat: 1.

cara melaporkan pinjaman online ilegal

Surat Tertulis Kepada: Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Menara Radius Prawiro, Lantai 2 Komplek Perkantoran Bank Indonesia Jl. MH. Thamrin No 2 Jakarta Pusat 12350 2. Telepon Telpon ke nomor 157 Senin – Jumat: 08.00 – 17.00 (kecuali hari libur) 3.

E-mail • Pastikan file dalam bentuk jpeg, jpg, png, tiff, atau pdf dengan ukuran maksimal 1MB. • Buka Form Pengaduan Online melalui HP / Cara melaporkan pinjaman online ilegal. • Isi form dengan lengkap • Submit • Selesai Informasi lebih lanjut bisa dibaca di website konsumen OJK Selain akses langsung ke OJK, Anda juga bisa melaporkan layanan fintech yang melanggar aturan OJK ke AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia) di: Telepon: 021 – 50821960 (bebas pulsa) pada Senin-Jumat (08.00 – 17.00) E-mail: pengaduan@afpi.or.id Kirimkan dokumen dan bukti-bukti pengaduan ke e-mail atau isi formulir pengaduan ke AFPI.

Mekanisme Layanan Pengaduan Konsumen Berikut adalah tahapan mekanisme layanan pengaduan konsumen ke OJK: • Konsumen mengadu permasalahannya ke OJK melalui cara penyampaian pengaduan yang dipilih di atas • Verifikasi Administrasi • Permintaan Kelengkapan Dokumen • Cara melaporkan pinjaman online ilegal Lanjutan • Penunjukkan Fasilitator • Fasilitasi Terbatas: a.

Sepakat: Monitoring kesepakatan b. Tidak sepakat: Penyelesaian sengketa melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) Mekanisme Penyelesaian Sengketa Melalui LAPS Tahapannya: • Konsumen menyampaikan permohonan penyelesaian sengketa • Verifikasi administrasi • Konfirmasi penerimaan permohonan penyelesaian sengketa • Pemilihan atau penunjukkan pihak ketiga • Proses penyelesaian sengketa melalui meditasi, ajudikasi atau arbitrase • Tercapai kesepakatan / keputusan • LAPS melakukan monitoring terhadap pelaksanaan kesepakatan / putusan Artikel terbaru • Cara Cek + Perpanjang Masa Aktif XL + Mengaktifkan kartu XL Mati • Cara Cek + Memperpanjang Masa Aktif Telkomsel (simPATI / Loop / kartu As) • Paket SMS kartu As murah + Cara Daftar 2020 • Paket SMS simPATI Loop murah + Cara Daftar 2020 • Paket nelpon kartu As murah + Cara daftar TM 2020 [Edisi Corona] Kategori • Aktivitas • Artikel KPR • Asuransi • Belanja • Bunga KPR 2014 • Cyber Crime • Dokumen • Elektronik • Finansial • Internet • Karir • Kartu Kredit • Kartu Kredit Syariah • Kendaraan • Kesehatan • KPR Syariah • KTA (Kredit Tanpa Agunan) • Lalu Lintas • Nikah • Pajak • Parenting • Pendidikan • Perbankan • Pinjaman Uang Tanpa Jaminan • Promo • Pulsa • Rumah • Tabungan • Tabungan Syariah • Travel • Uang Elektronik • Uncategorized • Zakat Archives • September 2021 • Juni 2021 • November 2020 • Oktober 2020 • September 2020 • Agustus 2020 • Juli 2020 • Juni 2020 • Mei 2020 • Maret 2020 • Februari 2020 • Januari 2020 • Desember 2019 • November 2019 • September 2019 • Agustus 2019 • Juli 2019 • Mei 2019 • April 2019 • Maret 2019 • Februari 2019 • Januari 2019 • Desember cara melaporkan pinjaman online ilegal • November 2018 • Oktober 2018 • Agustus 2018 • Mei 2018 • April 2018 • Maret 2018 • Januari 2018 • Desember 2017 • November 2017 • Juli 2017 • Mei 2017 • April 2017 • Maret 2017 • Februari 2017 • Januari 2017 • September 2016 • Juli 2015 • Maret 2015 • Januari 2015 • Desember 2014 • September 2014 • Agustus 2014 • Juli 2014 • Juni 2014 Komentar Terbaru • Samuel pada CS Indosat: Cara Kontak im3 Cara melaporkan pinjaman online ilegal via Call Center, E-mail, Sosmed, Gerai Indosat • Lilis pada Cara Kredit di Akulaku (Pinjaman Uang Kilat) : Syarat / Biaya / Simulasi • Iksan pada CS 3 Tri: Cara Kontak 3 Termurah via Call Center, E-mail, Sosmed, Gerai Tri • Ririn Rianasari pada Cara Pinjam di UangMe: Status OJK / Syarat / Simulasi Online • Ema pada Cara Cek + Memperpanjang Masa Aktif Telkomsel (simPATI / Loop / kartu As) Tag
Diteror Penagih Utang?

Ini Cara Melaporkan Ancaman Pinjaman Ilegal 7 menit membaca Oleh Maria Nofianti pada February 14, 2020 Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan uang, dan buruknya tingkat perekonomian, membuat tingkat pengajuan hutang bertambah tiap harinya.

Jika dulu berhutang mungkin hanya ke tetangga kiri kanan, kerabat, atau jika dalam skala besar ya ke bank.

Maka berbeda untuk saat ini. Kecanggihan teknologi ternyata juga membuat peluang pinjam meminjam uang secara online terjadi dan tumbuh sangat cepat, bak cendawan di musim dingin.

Kini ada banyak jenis pinjaman online yang memanjakan penghutang dengan beragam kemudahan. Karena sebenarnya berhutang adalah proses atau kegiatan yang dianggap banyak orang memalukan, maka pinjaman online hadir memberikan solusi.

Dimana tak ada pertemuan dilakukan saat berhutang atau mengajukan pinjaman. Dan ini diam diam banyak masyarakat yang mengajukan pinjaman online. Namun, dengan banyaknya model pinjaman di masyarakat, muncul juga kesempatan-kesempatan untuk para perusahaan pinjaman ilegal mencari mangsa. Begitu juga dengan pinjaman online. Pinjaman Dana Tunai Segala Kebutuhan Pengajuan Online, Proses Cepat, Cicilan Ringan, & Bunga Rendah Cek Aja di Sini Ada banyak sekali perusahaan fintech, yang tidak memiliki izin dan tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Kegiatan usaha pinjam-meminjam ini juga tidak ada dasarnya.

cara melaporkan pinjaman online ilegal

Pinjaman ilegal seperti ini tidak bisa diawasi terutama oleh OJK, karena mereka melakukannya diam-diam. Dengan tidak adanya pengawasan, bisa saja membuat mereka menjadi bertingkah semena-mena terhadap peminjam. Ciri-ciri pinjaman cara melaporkan pinjaman online ilegal ilegal Biasanya, pinjaman ilegal ini menawarkan kemudahan-kemudahan yang diselubungi dengan bunga yang sangat tinggi. Misalnya kamu bisa meminjam dana tunai dengan cepat tanpa verifikasi apapun dan jumlahnya banyak, namun jika dilihat ternyata bunganya sangat tinggi.

Pemilik pinjaman ilegal ini juga tak segan untuk membuat syarat penagihan yang ketat, jika kamu terlambat membayarnya. Mungkin ini juga dampak, karena usaha pengentasan kemiskinan dari pemerintah juga.

Para perusahaan pinjaman ilegal, bisa meminjam dengan resmi ke bank atau lembaga keuangan lain, dan kemudian meminjamkannya kepada masyarakat kalangan bawah. Memang sebagian dari konsumen pinjaman legal ini adalah masyarakat kelas bawah.

Berikut adalah ciri-ciri pinjaman online ilegal yang perlu kamu tahu: • Tidak mempunyai ijin resmi • Tidak mempunyai identitas kantor yang jelas • Pinjaman akan diberikan dengan sangat mudah • Tidak adanya informasi bunga dan denda • Bunga yang diberikan bisa tak terbatas begitu juga denda • Proses penagihan dilakukan terus menerus tanpa tahu waktu • Bisa mengakses semua data di handphone kamu • Tidak memiliki customer service • Ada ancaman saat melakukan penagihan (Baca juga: Hari Hak Konsumen Sedunia: 3 Jurus Jitu Lepas Dari Jerat Utang Kartu Kredit) Bentuk ancaman atau teror pinjaman ilegal Kebanyakan pinjaman ilegal ini adalah pinjaman online.

Kemudahan mengunduh aplikasi dan kecepatan memperoleh uang tunai adalah beberapa faktor mengapa banyak orang terlilit pinjaman ilegal. Ada banyak sekali kasus tentang pinjaman ilegal ini, terutama di Indonesia. Cara mereka menagih hutang juga terbilang menakutkan. Jika kamu telat membayar atau bahkan tidak mampu lagi membayar bunga dan denda, maka sudah jelas kamu akan diteror selama hidup. Sebelum kamu tahu cara melaporkan ancaman pinjaman ilegal, maka ketahui dulu beberapa bentuk ancaman atau teror dari para penagih hutang pinjaman ilegal seperti di bawah ini.

• Kamu akan diteror dengan melalui panggilan telepon terus menerus • Mereka akan menghubungi keluarga, teman sampai rekan kerja atau tempat kamu bekerja selama ini dengan cara meretas data kontak smartphone kamu • Mereka akan membuat grup WhatsApp yang berisi keluarga, kerabat, teman dekat sampai rekan kerja yang nomornya berasal dari kontak di handphone kamu • Menyebarkan foto-foto kamu digrup WhatsApp tersebut bahkan ada yang sampai mengedit foto yang berbau pornografi • Melakukan pelecehan seksual sampai diancam jual ginjal agar hutangmu lunas • Mengirim sms berisi pesan yang mengintimidasi ke semua kontak di handphone kamu • Melakukan caci maki dengan kata-kata tak pantas • Banyak lagi teror dan ancaman yang dilakukan para penagih pinjaman ilegal (Baca Juga: Tips Menghindari Pinjaman Cara melaporkan pinjaman online ilegal Ilegal) Kenapa sih pinjaman ilegal seperti pinjaman online itu, seringkali membuat orang-orang terjerat?

Tentu saja karena ini adalah pinjaman ilegal, maka semua ketentuannya tidak menuruti aturan-aturan dari OJK, terutama untuk bunga dan denda. Misalnya saja kasus pinjaman online ilegal yang baru-baru ini terjadi, ada seorang wanita yang meminjam Rp2 juta ke aplikasi Rupiah Now yang jangka waktunya hanya 20 hari. Uang yang diterima dari aplikasi itu hanya Rp1,65 juta, dan harus mengembalikan sebesar Rp2,3 juta.

Dari jumlah uang yang harus dikembalikan ini saja sudah tak lazim. Kemudian wanita itu tidak bisa membayar pada waktu yang sudah ditentukan, tapi pinjamannya tiba-tiba membengkak menjadi Rp4 juta. Ini dikarenakan adanya denda karena terlambat membayar hutang Rp 150.000 per harinya.

Sungguh tidak masuk di akal. Aturannya OJK hanya memberikan bunga maksimal 0,8% per hari dan akumulasi untuk denda maksimal 100% dari pinjaman pokok untuk pinjaman online. Namun perusahaan fintech ini malah melenceng jauh sekali dan bersikap semena-mena. Tak hanya itu, beberapa waktu lalu grup Whatsapp juga digegerkan karena salah satu teman lama menjadi pencarian.

Di grup itu dinyatakan, bahwa si teman lama berhutang dan tidak membayar, bahkan foto profilnya pun disebar layaknya foto teroris pelaku pemboman. Hal ini pun membuat beberapa teman merasa kasihan dan risih juga, apalagi saat admin grup meminta kami untuk membantu melunasi hutang si teman lama. Tentu saja hal semacam ini sangat mempermalukan si teman kami, apalagi kami tidak bisa mengkroscek kebenarannya, karena kontak teman lama tidak ada di grup dan memang sudah tidak bisa di kontak lagi.

Cara melaporkan pinjaman ilegal Jadi pelajaran sekali, jangan sampai terjerat peinjaman online yang ilegal, namun jika kamu sudah terlanjur terjerat pinjaman online ilegal ini dan ternyata tak bisa membayar hutangmu, maka kamu harus waspada. Bisa jadi kamu akan menerima teror dan ancaman seperti yang dikatakan sebelumnya. Tapi jika kamu sudah menerima banyak teror dan ancaman semacam itu, maka kamu harus secepatnya membuat laporan polisi. Cara melaporkan ancaman pinjaman ilegal bisa kamu lakukan seperti di bawah ini.

• Hal pertama yang kamu lakukan adalah tidak boleh panik. Jika kamu sudah menerima ancaman dan teror segera kumpulkan bukti-bukti ancaman, teror, intimidasi atau bahkan pelecehan • Segera datangi kantor polisi setempat • Sampaikan bahwa kamu akan membuat laporan tentang ancaman penagih hutang • Kamu juga bisa melapor ke website resmi OJK konsumen.ojk.go.id/formpengaduan • Kamu juga bisa lapor lewat media sosial Twitter @aduankontent atau website aduankonten.id Setelah kamu tahu cara melaporkan ancaman pinjaman ilegal ke polisi atau OJK, semestinya kamu menyesal telah mengunduh aplikasi itu dan meminjam uang di sana.

Nah agar kamu tidak mengalami hal-hal mengerikan sebelum mengunduh aplikasi pinjaman online, ada baiknya kamu mengeceknya apakah legal atau ilegal. Ada dua cara mengeceknya yaitu: • Cek ke ojk.go.id dengan klik Berita dan Kegiatan, lalu klik Publikasi, dan selanjutnya pilih Daftar Fintech Terdaftar di OJK yang terbaru • Cek ke www.sikapiuangmu.ojk.go.id Jadi, meskipun kita sedang membutuhkan uang secara mendesak, namun tetap berhati hati dan juga tetap luangkan waktu untuk melakukan kroscek.

Setidaknya, kita harus memiliki pikiran yang jernih agar tak sampai terjebak pada pinjaman online yang ilegal dan sangat memudahkan di awal, namun menyakitkan bahkan membuat kita malu dibelakang. Kode etik pinjaman online dalam menagih hutang Akrab akrab lah dengan beragam informasi yang diberikan oleh OJK.

Karena ternyata selain mengawasi perusahaan fintech dan produk-produk pinjamannya, OJK juga mengeluarkan aturan kode etik dalam menagih hutang loh.

Dan peraturan ini biasanya berubah secara dinamis mengikuti trend yang ada, dan pastinya tetap berpihak pada kebenaran. Karena aturan ini dibuat untuk melindungi konsumen. Nah apa saja nih kode etik yang harus dilakukan saat para perusahaan fintech itu menagih hutang? Ini penjelasannya. • Perusahaan pinjaman online seharusnya wajib memberikan informasi tentang semua biaya dari pinjaman itu.

Biaya yang dimaksud adalah biaya yang sudah ditentukan adanya yang muncul saat pencairan dana. Biaya itu meliputi biaya asuransi, bunga pinjaman, denda keterlambatan, biaya provisi dan lainnya. • Saat perusahaan fintech itu menyetujui untuk memberikan pinjaman sebaiknya juga melihat dan menimbang untuk menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi peminjam dalam pelunasannya.

• Dalam melakukan penagihan perusahaan fintech dilarang menagih memakai kekerasan secara fisik dan mental. Mereka juga dilarang untuk melakukan perusakan di dunia maya serta semua hal yang bisa merendahkan harga diri peminjam.

Jadi kalau ada penagihan yang disertai kekerasan baik itu fisik atau mental, sudah pasti itu melanggar kode etik. Mungkin jika tayangan di sinetron ada, tapi itu jelas salah jika terjadi di dunia nyata. (Baca Juga: Penipuan Pinjaman KTA Yang Menggoda) Perlakuan penagih pinjaman online ilegal juga mencuatkan isu seputar data pribadi nasabah.

Mereka cara melaporkan pinjaman online ilegal pula mengancam akan menyebarkan data pribadi. Ketahuilah bahwa data diri kita harus terlindungi dan tidak bisa disalahgunakan. Karena apapun bentuknya, tindakan menyalahgunakan data pribadi orang lain menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika bisa melanggar UU ITE tentang perlindungan data pribadi.

Maka dari itu, jika kamu masih ingin meminjam ke perusahaan fintech, sebaiknya kamu pilih perusahaan fintech yang benar-benar melindungi data pribadi nasabahnya.

Kamu juga tidak boleh melewatkan untuk membaca semua ketentuan dan syarat yang diajukan oleh perusahaan fintech tersebut. Jangan asal baca sekilas, lalu langsung setuju atau oke oke saja ya, baca baik baik, jangan sampai menyesal di akhir. Dengan tahu cara melaporkan ancaman pinjaman ilegal, maka diharapkan kamu akan bisa lebih berhati-hati dalam melakukan pinjaman online.

Meminjam online memang solusi yang mudah dan cepat untuk saat ini. Namun kamu tetap harus waspada dengan perusahaan fintech yang nakal!

cara melaporkan pinjaman online ilegal

Alih-alih menyelesaikan masalah kamu malah dapat masalah yang cara melaporkan pinjaman online ilegal besar. Ada baiknya kamu meminjam ke bank yang resmi saja karena masih bisa dianggap lebih aman daripada ke pinjaman online. Jika kamu ragu meminjam ke bank karena tak memiliki jaminan, maka sekarang bank pun mempermudah dengan menawarkan jenis pinjaman tanpa agunan, terlebih jika kamu memiliki sebuah usaha dan ingin mengembangkannya, bank akan siap sedia menjadi sumber dana yang pasti untuk pengembangan usahamu.

Semoga tulisan ini bisa membantu kamu yang sedang berniat mengajukan pinjaman online, atau sedang memilah milah jenis pinjaman apa yang akan kamu ambil. Jangan sampai salah pilih ya. Untuk mendapatkan pinjaman yang aman dan terpercaya dengan proses yang mudah dan cepat ajukan hanya di CekAja.com Lebih seperti ini • Kredit Kartu Kredit • Semua Kartu Kredit • Kartu Kredit Terbaik Pinjaman • Pinjaman Terbaik • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Pemilikan Rumah • Kredit Kendaraan Bermotor • Kredit Dengan Agunan • Pinjaman Online • Pinjaman Cepat Investasi • Tabungan Layanan Skor Kredit • Skor Kredit Kredit UKM • Usaha Kecil Menengah • Small Business Banking Informasi Produk • Mitra Produk Perbankan • Mitra Produk Multifinance • Mitra Pinjaman Online Kalkulator • Kalkulator KTA • Kalkulator KPR • Kalkulator Modal • Kalkulator UKM Info & Blog • Tanya Ahli • Berita & Tips • Asuransi • Promo Cekaja Tentang Kami • Tentang Cekaja.com • Pusat Bantuan • Press Release • Publikasi Media • Lembar Fakta CekAja.com adalah Financial Marketplaces dibawah naungan PT Puncak Finansial Utama dan tercatat di Grup Inovasi Keuangan Digital (“GIKD”) dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Nomor S-77/MS.72/2019.

Selain GIKD - OJK, CekAja.com juga diatur dan diawasi oleh Bank Indonesia (“BI”) dan Asosiasi FinTech Indonesia (“AFTECH”). Layanan penilaian kredit atau Credit Scoring yang tersedia di CekAja.com adalah layanan penilaian kredit dengan merek “CekSkor”.

CekSkor adalah Innovative Credit Cara melaporkan pinjaman online ilegal dibawah naungan PT Puncak Akses Finansial dan tercatat di GIKD – OJK dengan Nomor S-274/MS.72/2019.

cara melaporkan pinjaman online ilegal

Selain GIKD - OJK, CekSkor juga diatur dan diawasi oleh AFTECH. Disclaimer:Â CekAja.com berusaha menyediakan informasi terkait produk Lembaga Jasa Keuangan dan layanan CekSkor secara akurat dan terkini, namun apabila terdapat perbedaan informasi maka tetap mengacu pada informasi yang diberikan oleh Lembaga Jasa Keuangan.

Harap untuk melakukan verifikasi informasi produk sebelum Anda mengambil keputusan finansial di CekAja.com. Kartu Kredit • Semua Kartu Kredit • Kartu Kredit Terbaik Fitur kartu kredit • Kartu Kredit Air Miles • Kartu Kredit Belanja • Kartu Kredit Perjalanan • Kartu Kredit Cashback • Kartu Kredit Promosi • Kartu Kredit Tanpa Biaya Tahunan • Kartu Kredit Promo Isi Bensin • Kartu Kredit Rewards • Kartu Kredit Wanita Manajemen Utang • Solusi Masalah Utang Dapatkan Profil Skor Kredit • Cek Skor Kredit Mitra Cekaja • Mitra Produk Perbankan Promo • Promo CekAja Kredit dan Pinjaman • Pinjaman Terbaik • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Pemilikan Rumah • Kredit Kendaraan Bermotor • Kredit Dengan Agunan • Pinjaman Pendidikan • Pinjaman Online • Pinjaman Cepat Manajemen Utang • Solusi Masalah Utang Kredit UKM • Usaha Kecil Menengah • Small Business Banking Dapatkan Profil Skor Kredit • Cek Skor Kredit Mitra Cekaja • Mitra Produk Perbankan • Mitra Produk Multifinance • Mitra Pinjaman Online Promo • Promo CekAja Kalkulator • Kalkulator KTA • Kalkulator KPR • Kalkulator Modal • Kalkulator UKM Info dan Tips • Tips Finansial • Info Kartu Kredit • Info Kredit dan Pinjaman • Info Pinjaman Online • Info Asuransi • Info Syariah • Info Investasi • Berita OJK • UKM • Tanya Ahli Promo • Promo CekAja Pahami Skor Kredit • Mengenal Skor Kredit • Tingkatkan Skor Kredit • Tentang Skor Kredit Tentang Kami • Tentang Cekaja.com cara melaporkan pinjaman online ilegal Press Release • Publikasi Media • Lembar Fakta Jelajahi Produk • Kartu Kredit • Kredit dan Pinjaman • Kredit UKM • Investasi dan Tabungan Informasi Produk • Mitra Produk Perbankan • Mitra Produk Multifinance • Mitra Pinjaman Online • Skor Kredit • Promo CekAja Info & Blog • Tanya Ahli • Berita & Tips • Promo Cekaja Tentang Kami • Tentang Cekaja.com • Press Release • Publikasi Media • Lembar Fakta • Pusat Bantuan • Semua Kartu Kredit • Kartu Kredit Terbaik • Kartu Kredit Belanja • Kartu Kredit Rewards • Kartu Kredit Cashback • Kartu Kredit Promosi • Kartu Cara melaporkan pinjaman online ilegal Perjalanan • Kartu Kredit Wanita • Kartu Kredit Air Miles • Kartu Kredit Promo Isi Bensin • Kartu Kredit Tanpa Biaya Tahunan • Solusi Masalah Utang • Promo CekAja Di era yang serba canggih dan digital seperti sekarang ini memunculkan banyak istilah baru seperti financial technology atau fintech.

Kehadiran fintech memang memudahkan kehidupan manusia dalam bertransaksi. Fintech dinilai lebih aman dan menjaga privasi pengguna.

Namun fintech juga dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dengan menawarkan jasa pinjaman palsu untuk memeras pengguna. Karena itulah pengguna fintech harus lebih cerdas dan teliti dalam memilih mana aplikasi yang dapat dipercaya dan aplikasi yang berpotensi melakukan penipuan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga negara yang mengawasi lembaga finansial yang ada di Indonesia menghimbau masyarakat untuk melaporkan fintech ilegal yang dapat merugikan masyarakat.

Inilah cara melaporkan pinjaman online ilegal ke OJK bagi masyarakat yang ingin membuat laporan. • Lapor Melalui Internet Cara pertama adalah melaporkan fintech terkait ke laman resmi yang disediakan pemerintah di https://www.lapor.go.id/instansi/otoritas-jasa-keuangan. Pada laman tersebut, masyarakat dapat membuat laporan selama 24 jam penuh dan akan mendapatkan tanggapan langsung dari Layanan Keuangan Digital (LKD). Pelaporan melalui internet sangat mudah dan cepat karena dapat diakses kapan saja dan di mana saja, terutama masyarakat yang ada di luar Jakarta.

cara melaporkan pinjaman online ilegal

• Menghubungi Nomor Telepon OJK Selain mengirim laporan secara online, masyarakat juga bisa menguhubungi nomor telepon OJK. Nomor telepon yang dapat dihubungi adalah 021-1500665. Dengan cara ini nasabah yang merasa tertipu atau menemukan kejanggalan pada fintech ilegal dapat melaporkan langsung pada OJK untuk segera ditindaklanjuti. • Mengirim surel ke alamat resmi OJK OJK sebagai lembaga pemerintah memudahkan masyarakat yang ingin melaporkan fintech ilegal agar dapat segera ditindak lebih lanjut.

Cara ketiga yang dapat dilakukan adalah dengan mengirim email atau surel ke alamat resmi OJK cara melaporkan pinjaman online ilegal waspadainvestasi@ojk.go.id. Masyarakat atau nasabah dapat mengirimkan keluhan dan pengaduan mereka melalui surat elektronik yang dikirimkan.

• Mendatangi Kantor OJK Jika memungkinkan, maka laporan dapat dibuat langsung ke kantor OJK. Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, cara ini mungkin lebih cepat dan efektif karena laporan bersifat langsung ke pihak yang berwenang. Kantor OJK ada di Gedeung Seomitro Djojohadikusumo Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta 10710. • Melapor Pada Lembaga Bantuan Hukum Alternatif lain yang bisa ditempuh untuk melaporkan fintech ilegal adalah melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

LBH Jakart membuka pos pengaduan pinjaman online resmi yang bisa diakses di alamat www.bantuanhukum.or.id. Keberadaan LBH sangat dimanfaatkan oleh masyarakat, terbukti dengan adanya 283 laporan terkait pinjaman online dalam kurun waktu mulai tahun 2016 hingga November 2018.

Ciri-Ciri Fintech Ilegal Layanan P2P Lending secara online melalui fintech memang sangat marak saat ini. Agar nasabah tidak tertipu dengan fintech ilegal yang tidak terdaftar di OJK, inilah beberapa ciri-ciri yang harus dicermati.

• Merahasiakan Identitas Perusahaan Ciri utama perusahaan yang ingin melakukan penipuan adalah merahasiakan identitas mereka. Sehingga alamat kantor, nomor cara melaporkan pinjaman online ilegal, dan lain sebagainya adalah fiktif dan tidak dapat diakses publik dengan bebas.

Tujuannya tentu menyulitkan pihak berwajib menyelidiki mereka saat ada laporan dari masyarakat.

cara melaporkan pinjaman online ilegal

• Pencairan Dana Terlalu Mudah Bagi seseorang yang sedang dalam keadaan darurat dan membutuhkan dana, proses pencairan cepat dari fintech memang sangat membantu. Namun jika prosesnya terlalu mudah, nasabah harus curiga. Misalnya jika nasabah mengajukan dana puluhan juta dan diproses dalam waktu 15 sampai 30 menit, tentu hal ini sangat mencurigakan. Meski lebih mudah, fintech tetap harus menjalankan prosedur pinjaman umum seperti mengecek data pribadi nasabah secara detail yang umumnya membutuhkan waktu beberapa hari.

• Bunga Terlalu Tinggi Kemudahan proses pencairan biasanya dibarengi dengan nominal bunga yang sangat tinggi. Meski OJK tidak menetapkan jumlah resmi bunga untuk fintech, namun ada prinsip perlindungan konsumen yang telah disepakati bersama. Jika nasabah menemukan bunga tinggi yang jumlahnya tidak masuk akal, maka fintech bersangkutan harus diperiksan lebih lanjut. Fintech resmi yang berada di bawah pengawasan OJK menerapkan prinsip seperti penagihan baru boleh dilakukan setelah 90 hari masa pinjaman dan biaya keseluruhan termasuk bunga tidak boleh melebihi 100% nila pokok pinjaman.

Bagaimana Agar Tidak Terjerat Fintech Ilegal?

cara melaporkan pinjaman online ilegal

Maraknya fintech yang menawarkan pinjaman online memudahkan masyarakat yang membutuhkan dana cepat, kapan saja dan di mana saja. Meski demikian, pengguna harus berhati-hati dan bias membedakan mana fintech legal dan mana fintech illegal yang tidak dapat dipercaya. • Mencari Tahu Status Fintech di OJK Sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa fintech tertentu, cari tahu dulu cara melaporkan pinjaman online ilegal fintech yang bersangkutan sudah terdaftar di OJK.

Fintech yang diawasi oleh OJK jauh lebih aman dan tidak akan menjerat nasabah dengan penipuan. Hingga bulan Mei 2019, terdapat 73 fintech yang secara resmi terdaftar di bawah pengawasan OJK.

Untuk mengetahui apa saja fintech tersebut dapat dicek di laman www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi. • Membaca Perjanjian Utang dengan Seksama Dana pinjaman yang ditawarkan oleh fintech memang sangat menggiurkan, terlebih lagi dengan iming-iming cair dalam waktu beberapa menit saja.

Namun sebelum mengajukan utang, nasabah harus membaca perjanjiannya terlebih dahulu. Aspek terpenting yang harus diperhatikan antara lain jumlah bunga yang dibebankan, tanggal jatuh tempo, dan denda keterlambatan. Nasabah sebaiknya berhati-hati dalam membuat keputusan, jangan gegabah hingga nantinya dapat merugikan diri sendiri.

• Tetap Melunasi Kewajiban Jika nasabah sudah terlanjur menggunakan jasa fintech illegal, kewajiban atau utang yang dimiliki tetap harus dibayarkan. Setelah melakukan pelunasan utang, baru nasabah dapat melaporkan fintech yang berkaitan ke OJK jika dirasa merugikan. Artikel Terkait • 10 Perusahaan Cara melaporkan pinjaman online ilegal yang Terdaftar di OJK Lebih dari Setahun • Apa itu SLIK OJK?

• Definisi Escrow Account • Definisi Shell Bank Demikianlah artikel tentang cara melaporkan pinjaman online ilegal ke OJK, semoga bermanfaat bagi Anda semua.
KOMPAS.com - Kasus pinjaman online (pinjol) ilegal di Indonesia marak terjadi hingga banyak masyarakat yang menjadi korban. Terbaru, pihak kepolisian menggerebek perusahaan pinjol ilegal bernama PT Indo Tekno Nusantara (ITN). Melansir pemberitaan Kompas.com, Kamis (14/10/2021), perusahaan pinjol ilegal PT ITN di Cipondoh, Kota Tangerang, kerap mengancam kliennya dengan mengirimkan konten berbau pornografi.

Ancaman dilakukan agar peminjam uang segera membayar utangnya. Tak hanya itu, perusahaan juga mengancam kliennya dengan mendatangi secara langsung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, PT ITN mengoperasikan sebanyak 13 aplikasi pinjol. Tiga aplikasi di antaranya legal dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sementara 10 aplikasi lainnya ilegal dan tak terdaftar di OJK. Baca juga: Waspada Tawaran Palsu Pinjol Ilegal, Ini Daftar Terbaru Pinjol Terdaftar dan Berizin OJK Bagaimana cara melaporkan pinjol ilegal?

Saat dihubungi Kompas.com, Juni 2021, Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK Tongam L Tobing mengatakan, ada sejumlah saluran pengaduan yang bisa digunakan masyarakat. Pengaduan atau pelaporan bisa dilakukan melalui surat elektronik/e-mail atau melalui kontak resmi OJK: • E-mail: waspadainvestasi@ojk.go.id • Telepon: 157 • WhatsApp OJK: 081-157-157-157 Akan tetapi, jika yang dialami adalah tindak pidana, Tongam menyarankan untuk segera melaporkannya ke pihak yang berwajib.

"Apabila masyarakat mengalami tindak pidana seperti penagihan tidak beretika (teror, intimidasi, pelecehan), maka masyarakat segera melaporkan kepada polisi (baik Polda maupun Polres)," kata Tongam. Baca juga: Sudah Banyak Korban, Mengapa Pinjol Ilegal Masih Marak? Ini Kata OJK Berita Terkait Panen Durian di Banyuwangi, Harganya Mulai dari Rp 30.000-Rp 150.000 8 Drakor yang Bakal Rilis Tahun 2022, Mana yang Anda Tunggu? Bagaimana Cara agar Hasil Tes PCR/Antigen Keluar di Aplikasi PeduliLindungi?

Cara Melindungi Kucing dari Wabah Feline Panleukopenia Penjelasan BMKG soal Isu Gelombang Panas di Indonesia Berita Terkait Panen Durian di Banyuwangi, Harganya Mulai dari Rp 30.000-Rp 150.000 8 Drakor yang Bakal Rilis Tahun 2022, Mana yang Anda Tunggu? Bagaimana Cara agar Hasil Tes PCR/Antigen Keluar di Aplikasi PeduliLindungi? Cara Melindungi Kucing dari Wabah Feline Panleukopenia Penjelasan BMKG soal Isu Gelombang Panas di Indonesia
Semakin banyak platform pinjaman online ilegal di Indonesia.

Bagi yang tertarik mengajukan pinjaman online harus hati-hati. Jangan sampai terjebal pinjol ilegal karena bisa sangat merugikan. Jika sudah menjadi korban maka kami sarankan untuk mencoba tips melaporkan pinjaman online ilegal dengan cara di bawah ini. Ciri-Ciri Pinjaman Online Ilegal Sebenarnya pemerintah sudah membrantas ratusan pinjaman online ilegal, namun jumlahnya tetap bertambah.

Hal ini tak lepas dari kebutuhan masyarakat Indonesia yang ingin mendapatkan pinjaman secara cepat dan mudah. Padahal meminjam uang dari pinjol ilegal sangat beresiko. Ada banyak resiko meminjam uang dari pinjam ilegal. Anda bisa menyimak resikonya pada artikel berikut “ Resiko Pinjaman Online Ilegal“. Dari artikel tersebut bisa kita simpulkan bahwa resiko mengajukan pinjaman ke pinjol ilegal adalah sebagai beirkut.

• Keamanan data yang tidak terjamin • bunga terlalu tinggi • Syarat dan ketentuan yang tidak transparan • Penyalahgunaan data nasabah • Penagihan yang tidak manusiawi Semua pinjaman online ilegal pasti tidak terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia).

Alhasil perusahaan tersebut bisa berlaku sewenang-wenang terhadap para nasabahnya karena tidak mengikuti regulasi yang diberikan OJK dan AFPI. Lalu bagaimana jika nasabah telah terjebak di pinjaman online ilegal? jalan satu-satunya adalah melaporkannya ke pihak berwenang. Adapun cara-cara yang perlu dilakukan dalam melaporkan pinjaman online ilegal, silahkan simak ulasan ViralOrchard.com di bawah ini: Tips Cara Melaporkan Pinjaman Online Ilegal 1.

OJK Untuk melaporkan pinjaman online ilegal ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan), anda bisa menghubungi nomor 157. Silahkan cara melaporkan pinjaman online ilegal nomor tersebut, kemudian jelaskan permasalahan anda kepada petugas Kontak OJK.

Setelah itu petugas akan memberikan solusi terkait masalah yang anda alami. Selain melalui nomor di atas, anda juga bisa menghubungi kontak OJK melalui layanan WhatsApp di nomor 081-157-157-157 dan email konsumen@ojk.go.id. Pelaporan anda akan langsung ditindaklanjuti dan secara tidak langsung akan membantu OJK untuk memberantas pinjol ilegal.

Tak hanya itu saja, OJK juga menyediakan layanan online untuk melaporkan pinjaman online ilegal. Caranya adalah dengan membuka website https://kontak157.ojk.go.id. Silahkan buka website tersebut, kemudian pilih menu “ Pengaduan” dan isi semua form yang ditampilkan. Dengan beragam layanana Pengaduan di atas maka akan membantu masyarakat Indonesia untuk terlepas dari jeratan pinjaman online ilegal.

Namun ada baiknya anda terlebih dahulu mengecek apakah pinjaman online yang dipilih termasuk ilegal atau legal. Caranya adalah dengan membuka halaman https://bit.ly/daftarfintechlendingOJK. Apabila pinjaman online yang dipilih termasuk legal maka anda tidak perlu ragu mengajukan pinjaman.

Sebab pinjaman online ilegal telah memenuhi regulasi dari OJK, terkait bunga, denda, penagihan, dan beragam biaya lainnya. 2. AFPI Selain melalui OJK, anda juga bisa melaporkan pinjaman online ilegal ke AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia). Caranya adalah dengan membuka website https://afpi.or.id/pengaduan. Silahkan buka website website di atas.

Setelah itu anda tinggal mengisi beberpa form yang tersedia, seperti nama, email, waktu kejadian, nama platform, permasalahan yang dihadapi, dan unggah dokumen bukti. 3. Polisi Pihak kepolisian tidak tinggal diam dengan maraknya kasus pinjaman online ilegal. Oleh karena itulah mereka menyediakan layanan pelaporan seara online melalui website https://patrolisiber.id atau melalui alamat email info@cyber.polri.go.id.

cara melaporkan pinjaman online ilegal

Pelaporan ke kepolisian bisa dilakukan apabila terjadi penagihan yang disertai ancaman atau kekerasan. Selain itu, anda juga bisa melaporkan masalah ini ke satgas waspada investigasi melalui email waspadainvestigasi@ojk.go.id agar pinjol tersebut dapat diblokir. Ciri-Ciri Pinjaman Online Ilegal Seperti yang anda lihat di atas, ada banyak cara melaporkan pinjaman online ilegal.

Namun pelaporan tersebut akan percuma apabila anda terbukti tetap mengajukan pinjaman, meski sudah mengetahui bahwa pinjol tersebut berstatus ilegal. Apabila memutuskan mengajukan pinjaman secara online anda harus siap menanggung semua resikonya, termasuk membayar cicilan beserta bunga dan denda jika telat bayar.

Cara melaporkan pinjaman online ilegal memang tidak bisa bayar cicilan maka lebih baik jangan mengajukan pinjaman. Sebelum mengajukan pinjaman kami sarankan untuk terlebih dahulu mengecek apakah pinjol tersebut ilegal atau legal melalui website resmi ojk.go.id. Selain itu, simak pula beberapa ciri-ciri pinjaman online ilegal di bawah ini. • Pinjaman online tersebut tidak ada pengawasan dari OJK. Tanpa adanya pengawasan dari OJK, proses pinjaman online tersebut tidak akan memperhatikan aspek perlindungan konsumen • Tidak adanya standar pengalaman pengurus.

Untuk melakukan proses pinjaman maka pengurus tidak bisa melayani konsumen dengan baik • Fintech ilegal akan mengenakan biaya serta denda yang cukup besar dan tidak transparan • Lokasi fintech ilegal tidak memiliki alamat yang jelas atau ditutup-tutupi.

Dengan hal ini bertujuan agar tidak ketahuan oleh aparat hukum dan nasabah sulit untuk menghubungi kantor pinjaman online, khususnya jika akan melakukan pengaduan atau pertanyaan • Platform pinjaman online ilegal akan cara melaporkan pinjaman online ilegal seluruh data pribadi anda, termasuk seluruh kontak handphone. Adanya kontak handphone tersebut akan disalahgunakan untuk proses penagihan • Pinjol ilegal tidak akan merespon atau menanggapi pengaduan konsumen dengan baik • Pinjol ilegal akan melakukan penagihan dengan cara kasar, seperti ancaman, tidak manusiawi, serta bertentangan dengan hukum.

Kesimpulan Di atas merupakan cara-cara yang dapat nasabah lakukan dalam melaporkan pinjaman online ilegal. Melakukan pinjaman online ilegal tentu saja banyak kerugian yang akan dihadapi nasabah, untuk meminimalisir kerugian tersebut sebaiknya segera laporkan pinjaman online tersebut kepada pihak yang berwenang.

Kemudian, bagi masyarakat Indonesia yang akan melakukan pinjaman online sebaiknya hati-hati dan pilihlah fintech pinjaman online yang benar-benar terdaftar dan cara melaporkan pinjaman online ilegal langsung oleh OJK.

Nah cukup sekian informasi viralorchard.com pada kesempatan kali ini, simak pula artikel sebelumnya mengenai Cara Menonaktifkan Shopee Paylater dan beragam artikel menarik lainnya. Cari Artikel Cari untuk: Berita Terbaru • 16 Syarat dan Cara Pengajuan KTA Mandiri KSM (Kredit Serbaguna) • 6 Cara Menutup Kartu Kredit Mandiri • 14 Merchant Yang Bekerjasama Dengan Akulaku Terbaru 2022 • Cara Membuka Blokir ATM BCA Tanpa ke Bank • 14 Cara Mengatasi ATM BNI Terblokir Tanpa Ke Bank • 5 Cara Enable Kartu ATM BRI Lewat Brimo dan BRI Mobile • 7 Penyebab Kartu ATM BRI Disable dan Cara Mengatasinya • Syarat Buka Rekening Bank Jateng Untuk Buat ATM Terbaru 2022 • 19 Cara Ganti PIN ATM BCA Yang Lupa & Terblokir • Cara Daftar Internet Banking BRI di ATM : Syarat & Cara Aktivasi Kategori • Akulaku • Asuransi • Belanja Online • Binance • Birokrasi • BPJS • Dana • Deposito • Digital Payment • exchange • Gopay • GrabFood • Home Credit • Indihome • Internet • Investasi • Kartu Kredit • Merchant • Ojek Online • OVO • PayLater • Peluang Bisnis • Perbankan • Pinjaman & Kredit Online • Podcast Episode • Shopee • ShopeePay • TikTok Shop • Tokopedia • Traveloka • UncategorizedSemakin banyak orang meminjam uang melalui aplikasi pinjaman online.

Proses pencairan cepat dan syarat mudah menjadi alasan utama lebih memilih pinjol dibanding meminjam uang ke bank.

Namu maraknya layanan pinjol ilegal membuat banyak orang tertipu. Jika mengalami hal tersebut silahkan mencoba cara melaporkan pinjaman online ilegal berikut ini.

Ada ratusan atau bahkan ribuan pinjaman online ilegal di Indonesia. Semuanya tidak terdaftar secara resmi di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sehingga tidak mengikuti regulasi terkait bunga, denda, dan biaya lainnya. Padahal regulasi yang dikeluarkan OJK bertujuan untuk melindungi konsumen agar terhindar dari penipuan. Sebenarnya pemerintah sudah memberantas banyak sekali pinjaman online ilegal.

Meskipun sudah diberantas, namun tetap saja masih banyak yang beroperasi. Biasanya pinjol ilegal akan menawarkan pinjaman dengan syarat jauh lebih mudah dibanding pinjol legal. Proses pencairan pinjol ilegal juga jauh lebih cepat sehingga banyak orang yang tak ragu mengajukan pinjaman.

Namun dibalik kemudahan tersebut, biasanya ada biaya terselubung yang akan merugikan nasabah. Bunga pinjol ilegal juga tidak masuk akal. Belum lagi jika dikenakan denda yang bisa berkali-kali lipat lebih besar dibanding cara melaporkan pinjaman online ilegal yang diberikan OJK.

Bagi yang sudah terlanjur mengajukan pinjaman maka mau tidak mau tetap harus membayar cicilan setiap bulannya. Membayar cicilan menjadi kewajiban semua nasabah pinjaman online, baik legal ataupun ilegal. Bagi yang tidak mau bayar maka sama saja lepas dari tanggung jawab. Terlebih jika mengajukan pinjaman ke pinjol ilegal yang notabennya tidak terdaftar di OJK.

Anda harus menanggung semua resiko jika tidak membayar pinjaman. Adapun resikonya silahkan simak pada artikel berikut “ Resiko Tidak Bayar Pinjaman Online“. Resiko yang dihadapi memang sangat besar. Oleh karena itulah jangan sampai meminjam uang ke pinjol ilegal. Kesimpulan Cara Melaporkan Pinjaman Online Ilegal 1. Melaporkan Pinjol Ilegal Ke Kepolisian Ada ribuan orang di Indonesia yang menjadi korban pinjol ilegal. Bagi yang menjadi korban maka bisa melaporkan pinjaman online ilegal ke Kepolisian melalui website patrolisiber.id atau lewat email ke info@cyber.polri.go.id.

Silahkan hubungi kontak di atas, lalu adukan apa yang anda alami. Nantinya pihak Kepolisian akan langsung menindaklanjuti laporan yang diberikan. Namun jangan harap bisa lari dari tanggung jawaba, karena tetap harus membayar cicilan. Semoga saja pinjaman online ilegal yang dilaporkan langsung di tutup sehingga anda tidak perlu membayar cicilan. Namun kemungkinannya sangat kecil. 2. Melaporkan Pinjol Ilegal Ke OJK Selain ke Polisi, anda juga bisa melaporkan pinjol ilegal ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui panggilan telepon ke nomor 157 atau melalui Whatsapp ke nomor 08115715715.

Selain itu, tersedia pula layanan email melalui alamat di bawah ini • konsumen@ojk.go.id • waspadainvestasi@ojk.go.id Seperti yang kita ketahui bersama, OJK merupakan lembaga yang mengatur pinjaman onlinedi Indonesia. Oleh karena itulah sangat tepat jika mengirimkan aduan ke OJK terkait pinjaman online ilegal yang merugikan. 3. Melaporkan Pijol Ilegal Ke Kominfo Peran masyarakat sangatlah penting dalam memberantas pinjaman online ilegal.

Agar tidak semakin banyak orang yang tertipi pinjol ilegal, kami sarankan untuk melaporkannya ke Kemenkominfo. Caranya adalah dengan mengirimkan aduan lewat Whatsapp ke nomor 0811922545. Anda juga bisa melaporkan pinjaman online ilegal melalui email Kemenkominfo di alamat aduankonten@kominfo.go.id. Nantinya Kemenkominfo akan melakukan pemblokiran terhadap website, aplikasi, ataupun layanan lainnya terkait pinjaman online ilegal. Kesimpulan Nah itulah berbagai macam cara melaporkan pinjaman online ilegal.

Anda bisa memilih lewat OJK, Kemenkominfo, atau lewat kepolisian. Meskipun anda tidak menjadi korban, anda tetap bisa melaporkannya untuk membantu orang lain agar tidak menjadi korban pinjol ilegal. Maraknya pinjaman online di Indonesia memang sangat merasahkan. Sebab sudah ada banyak sekali korban yang terpaksa harus membayar bunga dan denda tidak masuk akal.

Dengan membantu melaporkannya maka diharapkan bisa memberantas pijol ilegal. Cukup sekian informasi cicilan.id pada kesempatan kali ini. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat dan bisa menajdi referensi bagi anda yang ingin mencoba melaporkan pinjaman online ilegal dengan cara mudah dan cepat.

Simak pula artikel sebelumnya mengenai Cara Mengecek Rekening Koran BTN dan beragam aritkel lainnya. Kategori • ACC (1) • Adakami (1) • Adira (13) • AEON (1) • Akulaku (36) • Axis (1) • BAF Finance (7) • Bank BCA (53) • Bank Cara melaporkan pinjaman online ilegal (1) • Bank BNI (22) • Bank BRI (101) • Bank BSI (2) • Bank BTN (17) • Bank BTPN (1) • Bank CIMB Niaga (1) • Bank Jago (3) • Bank Jateng (6) • Bank Jatim (2) • Bank Mandiri (35) • Bank Mega (6) • Bank Panin (1) • Bank Permata (2) • Bank Sinarmas (2) • BFI Finance (3) • BI Checking (1) • Blibli (2) • BMT (1) • BPJS (3) • BSI (2) • Bukalapak (5) • CIMB Niaga (3) • Citibank (1) • Clipan Finance (1) • CS Finance (1) • Dana Rupiah (4) • Danamon (1) • Easycash (5) • FIF (10) • Gopa (1) • GoPay (5) • Home Credit (18) • Indomaret (1) • Indomobile Finance (1) • Julo (1) • Koperasi (3) • KPR (5) • Kredit Motor (2) • Kredit Pintar (5) • Kredit Plus (6) • Kredito (1) • Kredivo (22) • Lazada (10) • Mandala Finance (1) • Maybank (1) • Mega Finance (2) • Modalku (1) • MUF (1) • Notaris (1) • OTO (3) • OVO (2) • Pajak (1) • PayPal (1) • Pegadaian (17) • Pinjaman Online (10) • PLN (1) • Radana Finance (1) • Rupiah Cepat (5) • Shopee (52) • Sinarmas (1) • SMS Finance (1) • Suzuki Finance (1) • Take Over (1) • Telkomsel (1) • Tips Kredit (5) • Tokopedia (1) • Traveloka (4) • Tri (1) • Tunaiku (1) • UKU (1) • Uncategorized (3) • WOM (6)
Cara pengaduan dan melaporkan pinjaman online ilegal ke OJK adalah hal penting diketahui debitur agar jika mengalami hal - hal yang merugikan bisa segera mendapat penanganan.

Disamping itu, tidak hanya OJK saja, banyak lembaga lain yang bisa digunakan untuk melaporkan aplikasi pinjaman online ilegal yang merugikan nasabah. Kenapa pinjaman online ilegal itu penting diberantas? Dalam 3 tahun terakhir, pertumbuhan fintech online di Indonesia, berlangsung sangat cepat dan menarik untuk diamati.

Masih belum lama, di akhir 2016, saya hitung kurang dari 10 fintech pinjaman online terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Sekarang, tepatnya data April 2020, data di OJK menunjukkan 166 P2P terdaftar resmi. P2P adalah bentuk hukum legal yang digunakan oleh kredit online di Indonesia.

Daftar pinjaman online legal - lihat disini. Pertumbuhan pinjaman online yang cepat, tentu saja, hal yang menggembirakan karena menambah sumber pembiayaan untuk masyarakat. OJK pernah bilang bahwa Indonesia kekurangan sumber pembiayaan untuk pengucuran kredit.

Kemampuan perbankan dan leasing terbatas, butuh sumber lembaga keuangan lain. Salah satunya adalah Fintech. Tapi, di tengah optimisme tersebut, muncul banyak keluhan soal perilaku pinjaman online yang dianggap merugikan, mulai dari bunga yang luar biasa tinggi, penyedotan data pribadi yang masif, ketentuan yang tidak transparan sampai cara penagihan yang tidak manusiawi.

Ditambah lagi, yang lebih parah, adalah munculnya banyak sekali pinjaman online ilegal yang tumbuh bak cendawan di musim hujan. Pinjol ilegal ini sangat merugikan karena bergerak tanpa aturan, tanpa etika, tanpa takut izinnya dicabut oleh regulator.

Ada banyak kasus cara melaporkan pinjaman online ilegal illegal, misalnya, data nasabah di ponsel diambil tanpa izin, proses penagihan yang meneror dan lain sebagainya.

OJK menangani lewat Satgas Investasi. Secara rutin Satgas Investasi OJK yang bekerjasama dengan lembaga hukum lain memantau dan menutup puluhan pinjol ilegal. Persoalannya, teknologi memungkinkan pinjaman ilegal beroperasi dengan mudah, berganti - ganti identitas, bereplikasi secara cepat, tumbuh baru dalam hitungan hari.

LBH (Lembaga Bantuan Hukum) mencatat masih banyak komplain terkait pinjaman online, meskipun segala upaya yang sudah dijalankan. Apa yang harus dilakukan? Menurut saya, salah satunya, adalah mengedukasi masyarakat. Karena pinjol ilegal bergerak cepat, dengan dukungan teknologi, sulit buat aparatur untuk mengejar. Ditutup 1, akan tumbuh 2 atau bahkan 3 pinjol ilegal dalam waktu bersamaan karena berbasis teknologi, jadi mudah di replikasi, tinggal copy paste, ganti aplikasi.

Masyarakat perlu diminta bantuan untuk ikut aktif melaporkan pinjaman online ilegal. Cara paling efektif memberantas atau paling tidak mengurangi adalah jika dari masyarakat berpartisipasi melaporkan pinjol ilegal kepada pihak berwenang. Bagaimana cara melaporkan pinjaman online ilegal ini? Paling utama adalah melaporkan ke OJK karena disana terdapat satgas investasi yang bertugas menangani segala hal terkait investasi ilegal, investasi bodong, termasuk pinjol ilegal.

Pengaduan Pinjaman Online Ilegal, Kenapa Dilaporkan? Apa itu pinjaman online legal? Kenapa begitu penting dihentikan? Disebut ilegal karena pinjaman online tersebut tidak memiliki izin dari OJK sebagai otoritas yang berwenang. Karena tidak memiliki izin, pinjaman ilegal mendatangkan sejumlah resiko yang membahayakan konsumen peminjam, antara lain, yaitu: • Tidak ada pengawasan dari OJK.

Tanpa regulator dan pengawasan, kegiatan pinjaman uang ilegal tidak akan memperhatikan aspek perlindungan konsumen. • Tidak ada standar pengalaman Pengurus/Direksi Fintech Lending Ilegal untuk menjalankan kegiatan operasional pinjaman, termasuk bagaimana melayani konsumen dengan baik.

• Fintech Lending ilegal mengenakan biaya dan denda yang sangat besar dan tidak transparan. Sudah muncul banyak komplain soal ini dari nasabah yang dirugikan. • Lokasi kantor Fintech ilegal tidak jelas/ditutupi dan bisa jadi berada di luar negeri untuk menghindari aparat hukum.

Konsumen sulit menghubungi kantor pinjaman online untuk menyampaikan pengaduan atau pertanyaan. • Aplikasi pinjol ilegal meminta akses kepada seluruh pribadi yang ada di dalam handphone pengguna yang kemudian disalahgunakan untuk melakukan penagihan. • Fintech Lending ilegal tidak menanggapi pengaduan konsumen dengan baik.

• Fintech Lending ilegal melakukan penagihan dengan cara-cara yang kasar, cenderung mengancam, tidak manusiawi, dan bertentangan dengan hukum. Tidak ada kewajiban melakukan sertifikasi tenaga penagih. Jadi, resiko pinjaman ilegal cukup besar buat konsumen peminjam. Dan yang lebih lagi, reputasi pinjaman online resmi, legal, menjadi ternodai dengan yang ilegal.

Sementara, pinjaman online cara melaporkan pinjaman online ilegal punya izin resmi dari OJK berupaya keras patuh dan mengikuti ketentuan yang ada. Satgas Investasi OJK Seriusnya dan parahnya masalah pinjaman online ilegal membuat OJK menerjunkan Satgas Investasi atau lengkapnya disebut “Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi”.

Satgas tersebut dibentuk berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 01/KDK.01/2016 tanggal 1 Januari 2016 dan merupakan hasil kerjasama beberapa instansi terkait, yang meliputi: Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Kejaksaan Republik Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Anggota Satgas lengkap cara melaporkan pinjaman online ilegal regulator dan penegak hukum supaya langkahnya bisa efektif dalam memberantas investasi ilegal. Salah satu langkah Satgas adalah menutup fintech ilegal secara berkala dan menerima pengaduan dari masyarakat soal ini. Cara Lapor Pinjaman Online Ilegal ke OJK Cara melaporkan Pinjaman Online Ilegal atau Fintech Ilegal ke OJK cukup mudah. Bisa dilakukan dalam 2 jalur, yaitu pengaduan konsumen OJK dan Satgas Investasi OJK.

A. Pengaduan Konsumen OJK Kirimkan laporan ke pengaduan konsumen di OJK yang menyediakan berbagai cara saluran pengaduan, yaitu: dari email, surat sampai call center telepon OJK. OJK memiliki bagian khusus Perlindungan Konsumen, yang menangani dari pengaduan konsumen termasuk soal pinjaman online, yang mana konsumen pinjaman dapat menyampaikan permintaan informasi atau pengaduan kepada OJK melalui sarana yang meliputi: • Surat Tertulis dari konsumen ditujukan: Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Menara Radius Prawiro, Lantai 2Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jl.

MH. Thamrin No. 2 Jakarta Pusat 10350 • Telepon: 157 Jam operasional: Senin - Jumat, Jam 08.00 - 17.00 WIB • Email: Permintaan informasi dan pengaduan disampaikan email: [email protected] • Form Pengaduan Online: Masyarakat dapat mengirimkan pengaduan dalam form elektronik yang tersedia di http://konsumen.ojk.go.id/FormPengaduan Untuk menyampaikan pengaduan, OJK menyarankan konsumen untuk melampirkan: • Bukti telah menyampaikan pengaduan kepada lembaga jasa keuangan terkait dan/atau jawabannya • Identitas diri atau surat kuasa (bagi yang diwakili) • Deskripsi/kronologis pengaduan • Dokumen pendukung Dokumen yang diminta OJK diatas penting untuk 1) mempercepat penanganan oleh OJK dengan adanya bahan bahan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut; 2) menunjukkan bahwa pengaduan yang disampaikan kredibel untuk ditindaklanjuti oleh OJK.

OJK menetapkan bahwa apabila data/dokumen yang diminta tidak dipenuhi dalam waktu paling lambat 20 hari kerja sejak tanggal pemberitahuan, maka pengaduan dianggap dibatalkan. Contoh Surat Pengaduan ke OJK Contoh Surat Pengaduan ke OJK Dalam form pengaduan online di OJK, konsumen bisa melihat dokumen - dokumen pendukung yang perlu disampaikan ke OJK, yaitu: • Identitas Pelapor.

cara melaporkan pinjaman online ilegal

Data lengkap konsumen yang melaporkan • Pengaduan. Kronologi pengaduan secara lengkap, termasuk nominal kerugian, lokasi, lembaga keuangan yang terkait dan lainnya. • Dokumen. Identitas Diri, Kronologis Pengaduan, Bukti Pengaduan PUJK, Surat pernyataan diatas materai dan dokumen Pendukung Lainnya.

cara melaporkan pinjaman online ilegal

Form Pengaduan OJK Ringkasan Pengaduan Dari dokumen pengaduan yang diminta OJK tersebut, saya bisa menyimpulkan bahwa OJK mengharuskan konsumen sudah menyampaikan masalahnya ke lembaga keuangan terkait, dalam hal ini pinjaman online, memang kalau ilegal tidak banyak bisa cara melaporkan pinjaman online ilegal karena ilegal dengan sendirinya memang tidak dalam pengawasan OJK.

Form Pengaduan OJK Dokumen Pengaduan B. Satgas Investasi OJK Laporkan ke Satgas Investasi. Di dalam OJK juga terdapat Satgas Investasi, yang melakukan penutupan atas aktivitas pinjaman atau investasi yang ilegal. Penutupan Fintech ilegal dilakukan oleh Satgas Investasi, termasuk menutup aplikasi fintech. Kontak Satgas Investasi adalah call center: (021) 1500 655 atau email: [email protected] atau Satgas Waspada Investasi, Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jalan Lapangan Banteng Timur No.

2-4 10710 DKI Jakarta Indonesia. Lapor Pinjaman Online ke AFPI AFPI Fintech Selain OJK, lembaga lain yang bisa dijadikan pelaporan oleh konsumen adalah Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) merupakan organisasi yang mewadahi pelaku usaha Fintech Peer to Peer (P2P) Lending atau Fintech Pendanaan Online di Indonesia. AFPI ditunjuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai asosiasi resmi penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi di Indonesia, berdasarkan surat No.

S-5/D.05/2019. AFPI mengeluarkan “Pedoman Perilaku Pemberian Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi Secara Bertanggung Jawab”, yang pada dasarnya mengatur Pinjaman Online resmi yang terdaftar di OJK. Laporkan ke AFPI yang memang menyediakan posko pengaduan layanan pinjaman online melalui: • situs afpi.or.id • kantor: Centennial Tower lvl 29, Jl Gatot Subroto Kav 24-25, Jakarta Selatan 12950 • e-mail: [email protected] Sebenarnya, AFPI lebih kepada menangani anggota mereka, fintech keuangan P2P, yang melakukan pelanggaran kode etik.

Namun, AFPI juga membantu masyarakat yang menghadapi masalah dengan pinjol ilegal. Salah satu aksi AFPI adalah memberikan peringatan kepada anggota yang melanggar pedoman perilaku AFPI. Contohnya, pada Mei cara melaporkan pinjaman online ilegal, “Majelis Etika AFPI memberikan teguran tertulis kepada platform Do-it terkait pelanggaran pelampauan maksimal pengenaan biaya 0.8% setara bunga flat/hari pada tanggal 9 Mei 2019, yang dibacakan oleh Majelis Etika AFPI yang diketuai oleh Windri Marieta (Kantor Hukum Harvardy Marieta dan Maureen) dan beranggotakan Andre Rahadian (Kantor Hukum Dentons HPRP) dan Abadi Abi Tisnadisastra (Kantor Hukum Akset).” Laporkan lewat Aplikasi ‘Lapor’ Jalur lain, yang bisa digunakan adalah ‘Lapor.

Sampaikan ke ‘Lapor’ yang merupakan tempat pengaduan yang dibuat oleh Unit Kerja Presiden. LAPOR! Adalah (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) adalah sebuah sarana aspirasi dan pengaduan berbasis media sosial yang mudah diakses dan terpadu dengan 81 Kementerian/ Lembaga, 5 Pemerintah Daerah, serta 44 BUMN di Indonesia. Masyarakat mengirimkan laporan pada LAPOR! melalui situs https://www.lapor.go.id/ atau SMS 1708 atau lewat aplikasi mobile.

Laporan kemudian diverifikasi terlebih dahulu oleh administrator LAPOR! untuk kejelasan dan kelengkapan, dan yang selanjutnya diteruskan ke instansi K/L/D terkait yang paling lambat dalam 3 hari kerja setelah pelaporan dilakukan. Pengaduan Pinjaman Online ke YLKI Lembaga yang sekarang juga concern pengaduan konsumen soal pinjaman online adalah YLKI.

Konsumen bisa melaporkan fintech ilegal atau pinjol ilegal ke YLKI. YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) organisasi swadaya masyarakat yang memberi bimbingan dan perlindungan kepada masyarakat konsumen. Saat ini YLKI telah dilengkapi dengan sistem pelayanan/ pengaduan cara melaporkan pinjaman online ilegal online. Silahkan mengunjungi situs pelayanan.ylki.or.id untuk mendapatkan informasi atau layanan pengaduan. Kantor YLKI: Jalan Pancoran Barat VII/1, Duren Tiga - Jakarta Selatan 12760 DKI Jakarta - Indonesia atau Call Center Telepon (021) 7981858 atau 7971378 atau Email: [email protected] Pelayanan Pengaduan Konsumen: http://pelayanan.ylki.or.id; Waktu Pelayanan: Senin – Jumat pukul 09.00 – 15.00 WIB.

Pengaduan Pinjaman Online ke LBH Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta adalah lembaga yang memberikan bantuan hukum bagi orang-orang yang tidak mampu dalam memperjuangkan hak-haknya. Salah satu concern LBH adalah soal pinjaman online karena maraknya pelanggaran hukum yang terutama dari beroperasinya perusahaan pinjol. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pernah membuka pos pengaduan pinjaman online di lewat situs www.bantuanhukum.or.id, yang dibuka sejak 4 November hingga 25 November 2018.

LBH Jakarta mencatat, sudah ada 283 laporan terkait pinjaman online sejak 2016. Pengaduan dapat dilakukan secara online dengan mengisi formulir di situs LBH Jakarta dengan menyertakan bukti-bukti terkait. Atas pengaduan yang telah dibuat, para pengadu selanjutnya akan dihubungi oleh LBH Jakarta untuk menentukan langkah selanjutnya atas permasalahan-permasalahan yang ada. Lapor Pinjol ke Polisi Last but not least, laporkan ke Polisi yang dimulai dengan cara kumpulkan semua bukti teror, ancaman, intimidasi, atau pelecehan, lalu kunjungi ke kantor polisi terdekat dan buat laporan di kantor polisi.

Pelaporan ke polisi merupakan hak setiap warga negara untuk melakukan pengaduan jika merasa mengalami kerugian baik material maupun immaterial. Tentu saja, pelaporan perlu dipersiapkan dengan baik didukung dokumen yang dibutuhkan.

Tanya Jawab • Contohnya bisa lihat di situs OJK dalam 'Form Pengaduan'. Kesimpulan Pertumbuhan pinjaman online yang cepat di Indonesia dalam tiga tahun terakhir menggembirakan karena memberikan tambahan sumber pembiayaan dan kredit buat masyarakat.

Namun ekses negatif juga muncul, yaitu maraknya pinjaman ilegal dan tindakan yang merugikan konsumen. Salah satu cara memberantas pinjaman online ilegal adalah mendorong partisipasi masyarakat dengan memberikan panduan cara melaporkan pinjaman online ke OJK.
JAKARTA, KOMPAS.com – Di masa pandemi Covid-19 saat ini berbagai tawaran pinjaman untuk mencukupi kebutuhan atau membangun usaha memang sangat dibutuhkan.

Salah satu kemudahan yang menjadi pilihan masyarakat adalah meminjam dana secara online. Namun, dengan kemudahan yang diberikan melalui pinjaman online maupun fintech lending, masyarakat tentunya harus berhati-hati. Baca juga: Waspadai Jebakan Betmen Pinjaman Online Jika tidak, akan terjebak pada pinjaman illegal yang ujungnya akan merugikan. Misalkan saja, keamanan data yang tidak terjamin dan berpeluang mengalami penyalahgunaan.

Jika menemukan atau sudah terlanjur terjerat pinjol ilegal atau menemukan fintech lending bermasalah, berikut cara melapornya ke otoritas terkait: 1. Melaporkan fintech lending terdaftar Jika Anda menemukan fintech lending terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetapi bermasalah, Anda bisa melaporkan hal tersebut ke kontak OJK, 157.

Anda juga bisa melaporkan melalui https://Kontak 157.ojk.go.id dengan memilih pengaduan, isi form permasalahan, nama perusahaan, permasalahan yang dihadapi, isi data, unggah dokumen bukti, dapatkan nomor layanan dan pin untuk menelusuri status pengaduanmu.

Selain itu, Anda juga bisa melaporkannya ke Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonessia (AFPI) melalui portal http://afpi.or.id, pilih kolom pengaduan, lalu isi form nama, email, nama platform, permasalahan yang dihadapi, dan unggah dokumen bukti. Anda juga bisa menghubungi nomor 150 505. Baca juga: Punya Masalah dengan Pinjol?

Simak Alur Pengaduannya 2. Melaporkan Pinjol Ilegal Untuk pelaporan terhadap pinjaman online illegal yang tak terdaftar di OJK dan asosiasi, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

Berita Terkait Ciri-ciri Pinjol Ilegal, Tawarkan Pinjaman lewat SMS atau WhatsApp OJK: Dapat Tawaran Pinjol lewat SMS atau WhatsApp, Langsung Hapus dan Blokir Kabar Viral Transfer Dana Nyasar Ternyata Bukan dari Pinjol, Ini Penjelasan Syaftraco Penawaran Lewat SMS hingga Bunga Mencekik, Ini Ciri Pinjol Ilegal 3 Data Konsumen yang Bisa Diakses Pinjol Legal Berita Terkait Ciri-ciri Pinjol Ilegal, Tawarkan Pinjaman lewat SMS atau WhatsApp OJK: Dapat Tawaran Pinjol lewat SMS atau WhatsApp, Langsung Hapus dan Blokir Kabar Viral Transfer Dana Nyasar Ternyata Bukan dari Pinjol, Ini Penjelasan Syaftraco Penawaran Lewat SMS hingga Bunga Mencekik, Ini Ciri Pinjol Ilegal 3 Data Konsumen yang Bisa Diakses Pinjol Legal

KETIKA DATA DI SEBAR DI PINJAMAN ONLINE-INI YANG WAJIB KALIAN LAKUKAN???




2022 www.videocon.com