Secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis, yaitu

secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis, yaitu

B. Bentuk Karya Ilmiah Karya ilmiah dapat ditulis dalam berbagai bentuk penyajian. Setiap bentuk itu berbeda dalam hal kelengkapan strukturnya. Secara umum, bentuk penyajian karya terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu bentuk populer, bentuk semiformal, dan bentuk formal.

1. Bentuk populer Karya ilmiah bentuk ini sering disebut karya ilmiah populer. Bentuknya manasuka. Karya ilmiah bentuk ini bisa diungkapkan dalam bentuk karya ringkas.

Ragam bahasanya bersifat santai (populer). Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah. Istilah populer digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi populus (rakyat) atau disukai oleh sebagian besar orang karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami.

Yaitu sederhana, lancar, namun tidak berupa senda gurau dan tidak pula bersifat fantasi (rekaan). 2. Bentuk Semiformal Secara garis besar, karya ilmiah bentuk ini terdiri atas: a. halaman judul, b. kata pengantar, c. daftar isi, d. pendahuluan, e. pembahasan, f. simpulan, dan g. daftar pustaka. Bentuk karya ilmiah semacam itu, umumnya digunakan dalam berbagai jensi laporan biasa dan makalah.

secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis, yaitu

3. Bentuk Formal Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap, seperti skripsi, tesis, atau disertasi. Unsur-unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal sebagai berikut. a. Judul b. Secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis pembimbing c. Kata pengantar d. Abstrak e. Daftar isi f. Bab Pendahuluan g. Bab Telaah kepustakaan/kerangka teoritis h. Bab Metode penelitian i. Bab Pembahasan hasil penelitian • Company About Us Scholarships Sitemap Q&A Archive Standardized Tests Education Summit • Get Course Hero iOS Android Chrome Extension Educators Tutors • Careers Leadership Careers Campus Rep Program • Help Contact Us FAQ Feedback • Legal Copyright Policy Academic Integrity Our Honor Code Privacy Policy Terms of Use Attributions • Connect with Us College Life Facebook Twitter LinkedIn YouTube Instagram • Bentuk-bentuk badan usaha dapat dikelompokkan kedalam tiga macam yaitu • Ikan air tawar terbagi kedalam tiga golongan yakni ikan peliharaan ikan buas dan ikan liar • Tahapan produksi secara umum terbagi atas beberapa langkah tahapan yang benar adalah • Kata ganti yang digunakan dalam karya ilmiah harus bersifat umum misalnya • Berdasarkan isi yang disajikan buku pengayaan terbagi menjadi tiga kelompok yaitu • Ciri utama karya seni tiga dimensi adalah memiliki tiga unsur yaitu • Secara umum kemasan digolongkan menjadi tiga yaitu kemasan primer sekunder dan tersier • Bagaimana cara penyajian pola penyajian karakter unggul dalam teks biografi • Berikut ini yang termasuk kedalam jenis-jenis senam irama yaitu • Secara garis besar desain grafis terbagi menjadi dua yaitu • Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bentuk penyajian tari secara kelompok adalah • Deskripsi umum adalah struktur teks deskripsi yang memuat definisi secara umum tentang • Kata tanya yang digunakan dalam perumusan masalah karya ilmiah yaitu.

• Karya seni tiga dimensi merupakan karya seni yang mempunyai ukuran • Karya seni tiga dimensi merupakan karya seni yang memiliki • Apa perbedaan karya seni dua dimensi dan karya seni tiga dimensi jelaskan • Usaha yang dilakukan oleh pemerintah agar pendapatan masyarakat terbagi secara merata disebut • Beberapa prinsip demokrasi yang secara umum diakui secara universal adalah • Jenis karya seni tiga dimensi yang dipamerkan terdiri atas • Jenis benda yang termasuk ke dalam karya tiga dimensi adalah
★ SMA Kelas 11 / Karya Ilmiah - Bahasa Indonesia SMA Kelas 11 Secara umum, bentuk penyajian karya ilmiah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu … A.

Bentuk populer, semiformal, dan formal B. bentuk populer, formal, dan nonformal C. bentuk formal, nonformal, dan semiformal D. bentuk formal, semiformal, dan fiksi E.

bentuk santai, populer, dan fiksi Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah? klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: UTS Ekonomi SMA Kelas 10 Seperangkat aturan untuk melaksanakan untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu transaksi keuangan disebut.

A. Alat pembayaran B. Mekanisme pembayaran C. Sistem pembayaran D. Instrumen pembayaran E. Komponen sistem pembayaran Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia. Materi Latihan Soal Lainnya: • Ulangan Fiqih MI Kelas 6 • IPA Biologi Semester 1 Ganjil SMP Kelas 7 • UTS Bahasa Inggris SMP Secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis 8 • PTS Aswaja Semester 2 Genap MI Kelas 5 • PPKn Tema 7 SD Kelas 4 • Penilaian Harian - IPS SMP Kelas 8 • SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) - MTs Kelas 7 • Penjaskes PJOK Bab 7 SD Kelas 3 • Al-Quran Hadits MTs Kelas 7 • Teks Biografi - Bahasa Indonesia SMA Kelas 10 Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum.

Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • • ★ Karya Ilmiah - Bahasa Indonesia SMA Kelas 11 Secara umum, bentuk penyajian karya ilmiah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu … A. Bentuk populer, semiformal, dan formal B. bentuk populer, formal, dan nonformal C.

bentuk formal, nonformal, dan semiformal D. bentuk formal, semiformal, dan fiksi E. bentuk santai, populer, dan fiksi Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah? klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: PTS Bahasa Indonesia SMA Kelas 10 Akuntansi Cara yang tepat untuk meyakinkan pihak lain dalam negosiasi adalah….

A. Menggunakan tutur bahasa yang bijak B. Berbicara dengan cara membentak C. Menjelek-jelekan produk orang lain D. Bersikap tidak peduli terhadap lawan bicara E. Meminta pelanggan mencicipi produk yang akan dibeli Materi Latihan Soal Lainnya: • Bahasa Inggris SMA Kelas 10 • Ulangan Tema 7 Subtema 3 SD Kelas 3 • UH PPKn SMP Kelas 7 • Matematika Semester 2 Genap SD Kelas 4 • UTS Sejarah Semester 1 Ganjil SMA Kelas 11 • Ulangan Harian Bahasa Jepang SMA Kelas 12 • Perkenalan Diri secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis Bahasa Korea • PAS Penjaskes PJOK Semester 2 Genap SMA Kelas 12 • PH Bahasa Indonesia Tema 7 SD Kelas 5 • PTS Pkn SMP Kelas 7 Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

Tips : Jika halaman ini selalu menampilkan soal yang sama secara beruntun, maka pastikan kamu mengoreksi soal terlebih dahulu dengan menekan tombol "Koreksi" diatas.

secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis, yaitu

Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia.

Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • •
Karya Ilmiah: Pengertian, Ciri, Jenis & Struktur (Sistematika) - serupa.id Tutup • Donasi Pencarian untuk: Cari • Beranda • Seni • Fundamental Seni • Teori Seni • Praktik Seni • Desain • Sejarah • Aliran Seni Rupa • Sejarah Seni • Pendidikan • Filsafat • Informatika • Semua Kategori • Semua Artikel • Tentang • Kebijakan Privasi • Kontak Tutup 5.1 Artikel Terkait Pengertian Karya Ilmiah Karya ilmiah adalah karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti (Dalman, 2016, hlm.

5). Tujuannya untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis untuk memberikan fakta yang seakurat mungkin tanpa kebiasan opini dan logika semata kepada para pembacanya. Artinya, apa itu karya ilmiah merupakan tulisan yang didasarkan atas penelitian ilmiah.

Suatu karya tulis dapat dikatakan ilmiah apabila tulisan tersebut berdasarkan fakta dan data, baik secara teoritis maupun empirik yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya melalui eksperimen, survei, dan sumber bukti kuat lainnya.

Sementara itu, menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 175) Karya ilmiah atau karya tulis ilmiah adalah tulisan yang berisi mengenai fenomena atau peristiwa yang ditulis berdasarkan kenyataan (bukan fiksi). Contohnya meliputi tulisan tentang ilmu pengetahuan, alam, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui studi kepustakaan, penelitian, atau pengalaman di lapangan, dan pengetahuan orang lain sebelumnya. Sedangkan Kosasih (2017, hlm. 184) mengungkapkan bahwa karya ilmiah merupakan tulisan yang disusun dengan metode ilmiah, yakni metode yang berdasarkan cara berpikir yang yaitu dan logis.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa karya ilmiah merupakan karya tulis yang memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah dan seakurat mungkin berdasarkan metode penelitian yang mengumpulkan kenyataan dan data empiris (teralami dan memiliki bukti) dalam berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan, teknologi atau seni.

Ciri Ciri Karya Ilmiah Berdasarkan pengertian di atas, dapat kita simpulkan bahwa karya ilmiah akan memiliki ciri pembeda yang menjadikan tulisan ilmiah berbeda jika dibandingkan dengan teks yang lain. Menurut Dalman (2016, hlm. 12) ciri ciri karya ilmiah adalah sebagai berikut: • Objektif Fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya adalah cerminan dari keobjektifan. Objektif juga berarti setiap pernyataan dan simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan sekedar opini pribadi.

Dengan menjunjung objektivitas, siapa pun dapat memverifikasi kebenaran dan keabsahannya dengan adil karena karya tulis dalam spektrum yang sama. • Netral Kenetralan karya ilmiah dapat terlihat pada setiap pernyataan tulisan ilmiah yang tidak melibatkan kepentingan yang mengunggulkan pihak tertentu.

Oleh karena itu, karya ilmiah biasanya tidak banyak menggunakan bahasa persuasif seperti pada artikel populer. • Sistematis Uraian yang dihadirkan dalam karya ilmiah dapat dikatakan sistematis jika mengikuti pola pengembangan tertentu yang dirancang khusus agar efektif untuk kebutuhan tertentu pula.

Misalnya pola kausalitas untuk menjelaskan sebab akibat, kronologis untuk urutan perkembangan sesuatu, dsb. Dengan begitu, pembaca secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis mengikuti tulisan dengan lebih mudah. • Logis Maksudnya, pola nalar yang digunakan tepat sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, pola nalar induktif (khusus ke umum) digunakan untuk menyimpulkan suatu fakta atau data, sebaliknya jika ingin membuktikan suatu hipotesis atau teori digunakan pola deduktif (umum ke khusus).

• Menyajikan fakta (bukan perasaan atau emosi) Karya tulis ilmiah harus faktual, yakni hal yang benar-benar terjadi dan dapat dipertanggungjawabkan. Perasaan menggebu-gebu namun tidak dapat dibuktikan seperti kampanye bukanlah karya ilmiah. Menyukai sesuatu lalu mengelu-elukannya tanpa alasan jelas dan nyata tidaklah ilmiah. • Tidak Leonastis Maksudnya, cara penyampaian menggunakan kalimat efektif, tidak boros kata atau berbelit-belit tetapi langsung menuju sasaran.

• Bahasa ragam formal Bahasa baku harus digunakan untuk mencegah kesalahpahaman. Bahasa santai terlalu cepat berubah dari masa ke masa, dan memiliki ciri khas makna yang berbeda antardaerah. Oleh karena itu, bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah pilihan utama dalam menulis karya ilmiah. Ciri karya tulis ilmiah di atas harus diperhatikan dalam menyusun karya ilmiah.

Tingkat keobjektifan karya ilmiah sangatlah tinggi dan harus disampaikan dengan seefektif mungkin. Sehingga, karya ilmiah haruslah disusun dengan struktur atau sistematika yang utuh agar dapat diikuti dengan mudah.

Lalu seperti apa struktur atau sistematika penulisan karya ilmiah? Di bawah ini adalah penjelasannya. Jenis Jenis Karya Ilmiah Sebelum membahas struktur, karya ilmiah dapat ditulis dalam berbagai bentuk penyajian.

Setiap bentuk berbeda jenis dalam hal kelengkapan strukturnya. Secara umum, menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 177) bentuk penyajian karya ilmiah terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu bentuk populer, bentuk semiformal, dan bentuk formal. Di bawah ini adalah penjelasan masing-masing jenisnya. 1. Bentuk Populer Karya ilmiah bentuk populer atau sering disebut karya ilmiah populer memiliki bentuk manasuka. Artinya, karya ilmiah bentuk ini dapat diungkapkan dalam bentuk karya ringkas berupa paragraf bebas tanpa sub judul.

secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis, yaitu

Ragam bahasanya biasanya bersifat santai (populer). Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah. Istilah populer di sini digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi populus (rakyat), bukan hanya terkenal. Topik yang dibawakan bentuk ini disukai oleh sebagian besar orang karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami. Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tetap tidak pula bersifat fantasi (rekaan).

2. Bentuk Semiformal Secara garis besar, struktur karya ilmiah semiformal terdiri atas: • halaman judul, • kata pengantar, • daftar isi, • pendahuluan, • pembahasan, • simpulan, • daftar pustaka.

Bentuk karya ilmiah semiformal, umumnya digunakan dalam berbagai jenis laporan biasa dan makalah dalam tugas akademis sehari-hari. 3. Bentuk Formal Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap.

Biasanya bentuk ini digunakan dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Struktur atau unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal sebagai berikut.

secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis, yaitu

• Judul • Tim pembimbing • Kata pengantar • Abstrak • Daftar isi • Bab Pendahuluan • Bab Telaah kepustakaan/kerangka teoretis • Bab Metode penelitian • Bab Pembahasan hasil penelitian • Bab Simpulan dan rekomendasi • Daftar pustaka • Lampiran-lampiran • Riwayat hidup Struktur Karya Ilmiah Meskipun sistematika karya ilmiah berbeda-beda untuk setiap jenisnya, pada umumnya terdapat beberapa hal yang harus ada di dalamnya.

Beberapa bagian penting dalam sistematika penulisan karya ilmiah tersebut akan dijelaskan pada bagian di bawah ini. Judul Judul dalam karya ilmiah dirumuskan dalam satu frasa yang jelas dan lengkap. Judul mencerminkan hubungan antarvariabel. Maksudnya, judul juga mencerminkan dan konsistensi dengan ruang lingkup variabel-variabel yang meliputi masalah penelitian, ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian.

Contoh judul: AKTIVITAS PERGAULAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA (Studi Deskriptif tentang Kecerdasan Emosi dan Intelektual) Siswa SMA Labschool UPI Bandung Dari judul di atas, dapat diketahui bahwa: • masalah yang diteliti : aktivitas pergaulan dan prestasi belajar siswa • ruang lingkup penelitian : kecerdasan emosi dan intelektual siswa • tujuan penelitian : mengetahui ada tidaknya hubungan antara aktivitas pergaulan dengan prestasi belajar siswa • subjek penelitian : siswa SMA Labschool UPI Bandung • metode penelitian : deskriptif-komparatif Penulisan judul dapat dilakukan dua cara.

Pertama, dengan menggunakan huruf kapital semua kecuali pada anak judulnya; kedua, dengan menggunakan huruf kecil kecuali huruf-huruf pertamanya. Cara kedua umumnya lebih banyak digunakan.

Jika cara kedua yang akan digunakan, maka kata-kata penggabung, seperti dengan dan tentang serta kata-kata depan seperti di, dari, dan ke huruf pertamanya tidak boleh menggunakan huruf kapital.

Di akhir judul tidak boleh menggunakan tanda baca apa pun, termasuk titik ataupun koma. Pendahuluan Dalam karya ilmiah formal, bagian pendahuluan mencakup: latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat atau kegunaan penelitian.

Selain itu, dapat pula dilengkapi dengan definisi operasional dan sistematika penulisan. Berikut adalah penjelasannya. • Latar Belakang Masalah Bagian ini berisi penjelasan dan alasan mengapa suatu hal yang dibahas dalam karya tulis ilmiah harus dibahas atau diteliti. Isinya dapat berupa penjelasan timbulnya masalah dan pentingnya untuk dibahas, baik dari segi pengembangan ilmu, situasi sosial masyarakat, seni, dsb. • Perumusan Masalah Masalah merupakan segala sesuatu yang perlu dipecahkan oleh secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis.

Latar belakang masalah belum menjabarkan secara jelas poin-poin apa saja yang akan menjadi fokus pembahasan dalam karya ilmiah. Oleh karena itu, bagian ini menjabarkan masalah-masalah utama yang ingin dibahas dalam bentuk pertanyaan seperti: mengapa atau bagaimana. • Tujuan (Penulisan Karya Ilmiah) Tujuan adalah hal yang ingin dicapai dalam pembahasan karya ilmiah berdasarkan masalah yang telah dirumuskan.

Oleh karena itu, tujuan harus sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditentukan. • Manfaat Manfaat membicarakan kegunaan dari penulisan karya ilmiah.

Misalnya untuk mengembangkan suatu bidang ilmu pengetahuan atau manfaat nyata terhadap kehidupan masyarakat. Kerangka Teoretis Terkadang disebut juga sebagai kajian pustaka atau landasan teori. Bagian ini mengidentifikasi dan mengkaji berbagai teori relevan dengan hal yang dibahas dalam karya ilmiah. Kerangka teoretis diakhiri oleh hipotesis yang akan dibuktikan atau dibandingkan dalam penelitian.

Selain itu, kerangka teoretis juga harus mengkaji berbagai penelitian-penelitian relevan yang telah dilakukan oleh penulis terdahulu. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh wawasan adu pengetahuan baru yang telah ada sebelumnya. Agar hal yang akan kita teliti tidak hanya menjadi duplikasi yang sia-sia.

Metodologi Penelitian Metodologi penelitian atau metode penelitian mencantumkan prosedur atau tahap-tahap penelitian yang akan digunakan. Mulai dari persiapan, penentuan sumber data, cara pengolahan data, hingga teknis pelaporannya. Penelitian dapat menggunakan bermacam metode penelitian yang disesuaikan dengan tujuannya sendiri.

Metode penelitian yang dimaksud misalnya: • Metode deskriptif, merupakan metode penelitian secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis bertujuan hanya menggambarkan atau mendeskripsikan fakta-fakta secara apa adanya, tanpa adanya perlakukan apa pun. Data yang dimaksud dapat berupa fakta yang bersifat kuantitatif (statistika) ataupun fakta kualitatif. • Metode eksperimen, yakni metode penelitian dengan tujuan untuk memperoleh gambaran atas suatu gejala setelah mendapatkan perlakuan.

Artinya, terdapat percobaan yang dilakukan dalam metode ini yang kemudian dipaparkan hasilnya dalam laporan penelitian. • Metode penelitian tindakan kelas, yakni metode penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki atau mengembangkan pengajaran yang dilaksanakan di kelas, misalnya tentang motivasi belajar dan prestasi belajar siswa dalam kompetensi dasar tertentu. Tentunya, metode ini akan melibatkan suatu pembelajaran di kelas dan dapat melibatkan lembar observasi dan tes.

Pembahasan Bagian ini berisikan paparan mengenai isi pokok karya ilmiah, terkait dengan rumusan masalah dan tujuan penulisan yang telah dikemukakan sebelumnya.

secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis, yaitu

Data yang telah diperoleh dalam penelitian seperti hasil wawancara, survei, atau pengamatan dibahas dengan berbagai sudut pandang dan diperkuat oleh teori-teori yang telah yaitu sebelumnya. Jika diperlukan, pembahasan juga dapat dilengkapi berbagai sarana pembantu seperti tabel dan grafik. Karena tabel dan grafik merupakan cara efektif untuk menyajikan data dan informasi. Penulis juga harus menggunakan berbagai argumen yang telah dikemukakan dalam kerangka teoretis. Hal ini juga dapat mendiskusikan hasil alternatif yang dapat diraih dalam penelitian.

Simpulan dan Saran Simpulan adalah pemaknaan kembali atau sintesis (gabungan) dari seluruh unsur penulisan karya ilmiah. Oleh karena itu, perlu diuraikan kembali secara ringkas pernyataan-pernyataan pokok dalam kerangka pikir yang mengarah pada simpulan.

Kemudian, dilakukan kajian terpadu dengan meletakkan unsur-unsur penelitian secara menyeluruh terhadap apa yang dihasilkan dari penelitian. Setelah itu, peneliti harus menganalisis dan menyimpulkan berbagai implikasi yang ditimbulkan oleh simpulan penelitian. Kemudian, memberikan saran yang dapat bersifat praktis terhadap permasalahannya langsung atau kepada peneliti selanjutnya.

Hal tersebut dituangkan dalam saran atau rekomendasi setelah simpulan dari penelitian telah diketahui. Daftar Pustaka Daftar pustaka memuat semua kepustakaan yang digunakan sebagai landasan dalam karya ilmiah yang terdapat dari yaitu tertulis, baik itu berupa buku, artikel jurnal, karya ilmiah lain, dokumen resmi, maupun sumber-sumber lain dari internet.

Format penulisan daftar pustaka disusun berurutan secara alfabetis, tanpa menggunakan nomor urut. Sumber tertulis yang memerlukan tempat lebih dari satu baris ditulis dengan jarak satu spasi, sedangkan jarak antara sumber yang satu dengan yang lainnya adalah dua spasi. Susunan penulisan daftar pustaka meliputi: nama penulis yang disusun balik; tahun terbit; judul pustaka; kota terbit; dan penerbit. Referensi • Dalman. (2016). Menulis Karya Ilmiah. Depok: Rajagrafindo Persada.

• Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Siswa Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAN Kelas XI. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. • Kosasih, Engkos.

(2017). Cerdas Berbahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. Artikel Terkait Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar * Nama * Email * Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel. • Motivasi/Motivation dalam Manajemen (Teori-Praktik) • Directing (Pengarahan) – Pengertian, Prinsip-Prinsip & Jenis • Controlling, Pengendalian, atau Pengawasan & Evaluasi • Kepemimpinan: Pengertian, Unsur, Prinsip, Tingkat & Gaya • Staffing dan Actuating dalam Manajemen • Perilaku Organisasi: Pengertian, Sifat, Karakteristik & Pengembangan Trending • Model Pembelajaran Inquiry Learning (Penjelasan Lengkap) Semua Kategori • Aliran Seni Rupa (13) • Bahasa Indonesia (75) • Biografi (8) • Budaya (4) • Desain (20) • Filsafat (8) • Fundamental Seni (15) • Ilmu Pengetahuan Alam (33) • Ilmu Pengetahuan Sosial (37) • Informatika (29) • Inspirasi (21) • Linguistik (10) • Manajemen (10) • Metode Penelitian (11) • Pendidikan (73) • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (37) • Prakarya dan Kewirausahaan (19) • Praktik Seni (10) • Sastra (33) • Sejarah (16) • Sejarah Seni (25) • Seniman Indonesia (5) • Seniman Mancanegara (3) • Teori Seni (86) Langganan
Pengertian, Bentuk, Struktur, dan Unsur Kebahasaan Karya Ilmiah - Kali ini kami akan membahas mengenai karya ilmiah.

Penjelasan ini diambil dari buku Bahasa Indonesia kelas XI kurikulum 2013. Mudah-mudahan apa yang kami tuliskan ini bermanfaat untuk Anda. Selamat belajar dan menyelami.

A. Pengertian Karya Ilmiah Karya ilmiah adalah tulisan yang berisi fenomena atau peristiwa yang ditulis berdasarkan kenyataan (bukan fiksi). Dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan, karya ilmiah adalah karya tulis yang dibuat dengan prinsip-prinsip ilmiah, berdasarkan data dan fakta (observasi, eksperimen, kajian pustaka).

Tulisan karya ilmiah bisa menyangkut banyak tema, misalnya, tentang ilmu pengetahuan, alam sekitar, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui studi kepustakaan, penelitian, atau pengalaman di lapangan, dan pengetahuan orang lain sebelumnya. B. Bentuk Karya Ilmiah Karya ilmiah dapat ditulis dalam berbagai bentuk penyajian. Setiap bentuk itu berbeda dalam hal kelengkapan strukturnya. Secara umum, bentuk penyajian karya terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu bentuk populer, bentuk semiformal, dan bentuk formal.

1. Bentuk populer Karya ilmiah bentuk ini sering disebut karya ilmiah populer. Bentuknya manasuka. Karya ilmiah bentuk ini bisa diungkapkan dalam bentuk karya ringkas. Ragam bahasanya bersifat santai (populer). Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah. Istilah populer digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi populus (rakyat) atau disukai oleh sebagian besar orang karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami.

secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis, yaitu

Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tidak berupa senda gurau dan tidak pula bersifat fantasi (rekaan). 2. Bentuk Semiformal Secara garis besar, karya ilmiah bentuk ini terdiri atas: a. halaman judul, b. kata pengantar, c. daftar isi, d. pendahuluan, e. pembahasan, f. simpulan, dan g. daftar pustaka. Bentuk karya ilmiah semacam itu, umumnya digunakan dalam berbagai jensi laporan biasa dan makalah. 3. Bentuk Formal Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap, seperti skripsi, tesis, atau disertasi.

Unsur-unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal sebagai berikut. a. Judul b. Tim pembimbing c. Kata pengantar d. Abstrak e. Daftar isi f. Bab Pendahuluan g. Bab Telaah kepustakaan/kerangka teoritis h. Bab Metode penelitian i. Bab Pembahasan hasil penelitian j. Bab Simpulan dan rekomendasi k.

Daftar pustaka l. Lampiran-lampiran m. Riwayat hidup C. Penjelasan tentang Struktur Karya Ilmiah Beberapa bagian penting dari struktur karya ilmiah diuraikan sebagai berikut. 1. Judul Judul dalam karya ilmiah dirumuskan dalam satu frasa yang jelas dan lengkap.

Judul mencerminkan hubungan antarvariabel. Istilah hubungan di sini tidak selalu mempunyai makna korelasional, kausalitas, ataupun determinatif. Judul juga mencerminkan dan konsisten yaitu ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian. Contoh: AKTIVITAS PERGAULAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA (Studi Deskriptif tentang Kecerdasan Emosi dan Intelektual) Siswa SMA Labschool UPI Bandung Dari judul di atas, dapat diketahui bahwa: a.

Masalah yang diteliti: aktivitas pergaulan dan prestasi belajar siswa b. Ruang lingkup penelitian: kecerdasan emosi dan intelektual siswa c. Tujuan penelitian: mengetahui ada tidaknya hubungan antara aktivitas pergaulan dengan prestasi belajar siswa d. Subjek penelitian: siswa SMA Labschool UPI Bandung e. Metode penelitian: deskriptif-komparatif Penulisan judul dapat dilakukan dengan dua cara.

Pertama, dengan menggunakan huruf kapital semua kecuali pada anak judulnya. Kedua, dengan menggunakan huruf kecil kecuali huruf pertamanya. Apabila cara yang kedua yang akan digunakan, maka kata-kata penggabung, seperti dengan dan tentang serta kata-kata depan seperti, di, ke, dari, dan ke huruf pertamanya tidak boleh menggunakan huruf kapital.

Di akhir judul tidak boleh menggunakan tanda baca apa pun, termasuk titik ataupun koma. 2. Pendahuluan Pada karya ilmiah formal, bagian pendahuluan mencakup latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat atau kegunaan penelitian.

Selain itu, dapat pula dilengkapi dengan definisi operasional dan sistematika penulisan. a. Latar Belakang Masalah Uraian pada latar belakang masalah dimaksudkan untuk menjelaskan alasan timbulnya masalah dan pentingnya untuk dibahas, baik itu dari segi pengembangan ilmu, kemasyarakatan, maupun dalam kaitan dengan kehidupan pada umumnya. b. Perumusan Masalah Masalah adalah segala sesuatu yang dianggap perlu pemecahan oleh penulis, yang pada umumnya dinyatakan dalam bentuk pertanyaan mengapa atau bagaimana.

Berangkat dari pertanyaan itulah, penulis menganggap perlu untuk melakukan langkah-langkah pemecahan, misalnya melalui penelitian. Masalah itu pula yang nantinya menjadi fokus pembahsan di dalam karya ilmiah tersebut. c. Tujuan (Penulisan Karya Ilmiah) Tujuan merupakan pernyataan mengenai fokus pembahasan di dalam penulisan karya ilmiah tersebut; berdasarkan masalah yang telah dirumuskan.

Dengan demikian, tujuan harus sesuai dengan masalah pada karya imiah itu. d. Manfaat Perlu diyakinkan pula kepada pembaca tentang manfaat atau kegunaan dari penulisan karya ilmiah. Misalnya untuk pengembangan suatu bidang ilmu ataupun untuk pihak atau lembaga-lembaga tertentu. 3. Kerangkan Teoritis Kerangka teoritis disebut juga kajian pustaka atau teori landasan. Tercakup pula di dalam bagian ini adalah kerangka pemikiran dan hipotesis. Kerangka teoretis dimulai dengan mengidentifikasi dan mengkaji berbagai teori yang relevan serta diakhiri dengan pengajuan hipoteisi.

Di samping itu, dalam kerangka teoritis perlu dilakukan pengkajian terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan para penulis terdahulu. Langkah yaitu penting dilakukan guna menambah dan memperoleh wawasan ataupun pengetahuan baru, yang telah ada sebelumnya. Di samping akan menghindari adanya duplikasi yang sia-sia, langkah ini juga memberikan perspektif yang lebih jelas mengenai hakikat dan kegunaan penelitian itu dalam perkembangan ilmu secara keseluruhan.

4. Metodologi Penelitian Dalam karya tulis yang merupakan hasil penelitian, perlu dicantumkan pula bagian yang disebut dengan metode penelitian. Metodologi penelitian diartikan sebagai prosedur atau tahap-tahap penelitian, mulai persiapan, penentuan sumber data, pengolahan, sampai dengan pelaporannya.

Setiap penelitian mempunya metode penelitian masing-masing, yang umumnya bergantung pada tujuan penelitian itu sendiri. Metode-metode penelitian yang dimaksud, misalnya, sebagai berikut.

a. Metode deskriptif, yakni metode penelitian yang bertujuan hanya menggambarkan fakta-fakta secara apa adanya, tanpa adanya perlakuan apa pun. Data yang dimaksud dapat berupa fakta yang bersifat kuantitatif (statistika) ataupun fakta kualitatif. b. Metode eksperimen, yakni metode penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran atas suatu gejala setelah mendapatkan perlakuan. c. Metode penelitian kelas, yakni metode penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki persoalan-persoalan yang terjadi pada kelas tertentu, misalnya tentang motivasi belajar dan prestasi belajar siswa dalam kompetensi dasar tertentu.

5. Pembahasan Bagian ini berisi paparan tentang isi pokok karya ilmiah, terkait dengan rumusan masalah/tujuan penulisan yang dikemukakan pada bab pendahuluan. Data yang diperoleh melalui hasil pengamatan, wawancara, dan sebagainya itu dibahas dengan berbagai sudut pandang; diperkuat oleh teori-teori yang telah dikemukakan sebelumnya. Sekiranya diperlukan, pembahasan dapat dilengkapi dengan berbagai sarana pembantu seperti tabel dan grafik.

Sarana-sarana pembantu tersebut diperlukan untuk menjelaskan pernyataan ataupun data. Tabel dan grafik merupakan cara efektif dalam menyajikan data dan informasi. Sajian data dan informasi lebih mudah dibaca dan disimpulkan. Penyajian informasi dengan tabel dan grafik memang lebih sistematis dan lebih enak dibaca, mudah dipahami, serta lebih menarik daripada penyajian secara verbal. Penulis perlu menggunakan argumen-argumen yang telah dikemukakan dalam kerangka teoritis.

Pembahasan data dapat diibaratkan dengan sebuah pisau daging. Apabila pisau itu tajam, baik pulalah keratan-keratan daging yang dihasilkannya. Namun, apabila tumpul, keratan daging itu akan acak-acakan, penuh cacat. Demikian pula halnya dengan pembahasan data. Apabila argumen-argumen yang dikemukakan penulis lemah dan data yang digunakannya tidak lengkap, pemecahan masalahnya pun akan jauh dari yang diharapkan.

6. Simpulan dan Saran Simpulan merupakan pemaknaan kembali atau sebagai sintesis dari keseluruhan unsur penulisan karya ilmiah. Simpulan merupakan bagian dari simpul masalah (pendahuluan), kerangka teoretis yang tercakup di dalamnya, hipotesis, metodologi penelitian, dan temuan penelitian. Simpulan merupakan kajian terpadu dengan meletakkan berbagai unsur penelitian secara menyeluruh. Oleh karena itu, perlu diuraikan kembali secara ringkas pernyataan-pernyataan pokok dari unsur-unsur di atas dengan meletakkannya dalam kerangka pikira yang mengarah kepada simpulan.

Berdasarkan pengertian di atas, seorang peneliti harus pula melihat berbagai implikasi yang dirimbulkan oleh simpulan penelitian. Implikasi tersebut umpamanya berupa pengembangan ilmu pengetahuan, kegunaan yang bersifat praktis dalam penyusunan kebijakan.

Hal-hal tersebut kemudian dituangkan ke dalam bagian yang disebut rekomendasi atau saran-saran. 7. Daftar Pustaka Daftar pustaka memuat semua kepustakaan yang digunakan sebagai landasan dalam karya secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis yang diambil dari sumber tertulis, baik itu yang berupa buku, artikel jurnal, dokumen resmi, maupun sumber-sumber lain dari internet. Semua sumber tertulis atau tercetak yang tercantum di dalam karya ilmiah harus dicantumkan di dalam daftar pustaka.

Sebaliknya, sumber-sumber yang pernah dibaca oleh penulis tetapi tidak digunakan dalam penulisan karya ilmiah itu, tidak boleh dicantumkan di dalam daftar pustaka. Cara menulis daftar pustaka berurutan secara alfabetis, tanpa menggunakan nomor urut.

secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis, yaitu

Sumber tulisan/tercetak yang memerlukan banyak tempat lebih dari satu baris ditulis dengan jarak satu spasi, sedangkan jarak antara sumber yang satu dengan yang lainnya adalah dua spasi. Susunan penulisan daftar pustaka: nama pengarang yang disusun dibalik; tahun terbit; judul pustaka; kita terbit; dan nama penerbit. Baca Juga: Contoh dan Cara Menulis Daftar Pustaka yang Baik dan Benar D.

Unsur Kebahahasaan Karya Ilmiah Telah kita pelajari pada materi terdahulu bahwa salah satu ciri karya ilmiah adalah bersifat objektif. Objektivitas suatu karya ilmiah, antara lain, dintandai oleh pilihan kata yang bersifat impersonal.

Hal itu berbeda dengan teks lain yang bersifat nonilmiah, semacam novel ataupun cerpen yang pengarangnya bisa ber- aku, kamu, dan dia. Kata ganti yang digunakan dalam karya ilmiah harus bersifat umum, misalnya penulis atau peneliti. Dalam hal ini, penulis tidak boleh menyatakan proses pengumpulan data dengan kalimat pasif, misalnya, “Di dalam penelitian ini, digunakan kuesioner”. Di dalam kalimat tersebut, subjek penelitian dinyatakan secara tersurat.

Dalam komunikasi ilmiah, memang penulis diharapkan sering mempergunakan kalimat pasif seperti contoh di atas. Karya ilmiah memerlukan kelugasan dalam pembahasannya.

Karya ilmiah menghindari penggunaan kata dan kalimat yang bermakna ganda. Karya ilmiah mensyaratkan ragam yang memberikan keajegan dan kepastian makna. Dengan kata lain, bahasa yang digunakannya itu harus reproduktif. Artinya, apabila penulis menyampaikan informasi, misalnya, yang bermakna X, pembacanya pun harus memahami informasi itu dengan makna X pula. Informasi X yang dibaca harus merupakan reproduksi yang benar-benar sama dari informasi X yang ditulis.

Ragam secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis yang digunakan karya ilmiah harus lugas dan bermakna denotatif. Makna yang terkandung dalam kata-katanya harus diungkapkan secara eksplisit untuk mencegah timbulnya pemberian makna yang lain.

Untuk itu, dalam karya ilmiah kita sering mendapatkan definisi atau batasan dari kata atau istilah-istilah yang digunakan. Misalnya, jika dalam karya itu digunakan frasa atau klausa, penulis itu harus terlebih dahulu menjelaskan arti kedua kata itu sebelum ia melakukan pembahasan yang lebih jauh.

Hal tersebut penting dilakukan untuk menyamakan persepsi antara penulis dengan pembaca atau untuk menghindari timbulnya pemaknaan lain oleh pembaca terhadap maksud kedua kata itu. Makna denotasi adalah makna kata yang tidak mengalami perubahan, sesuai dengan konsep asalnya. Makna denotasi disebut juga makna lugas. Kata itu tidak mengalami penambahan-penambahan makna.

Adapun makna konotasi adalah makna yang telah mengalami penambahan. Tambahan-tambahan itu berdasarkan perasaan atau pikiran seseorang terhadap suatu hal.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut. - Malam ini udara terasa sangat panas (denotasi) (panas di sini berkaitan dengan suhu) - Hatiku panas begitu melihat Ahmad dimarahi Pak Lurah (konotasi) (panas di sini bermakna emosi, marah) - Adikku senang mengenakan pakaian hitam bila keluar rumah (denotasi) (warna gelap) - Ia sudah insaf, tidak ingin lagi tenggelam ke dalam dunia hitam (konotasi) (kemaksiatan, kehinaan) Penjelasan panjang tentang makna denotatif dan konotatif bisa dibaca di artikel " Pengertian dan Contoh Makna Denotatif dan Konotatif".

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai Pengertian, Bentuk, Struktur, dan Unsur Kebahasaan Karya Ilmiah. Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami tema tersebut. Nantikan tulisan-tulisan lainnya di laman ini.1. Bentuk Populer Karya ilmiah bentuk ini sering disebut karya ilmiah populer. Secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis manasuka. Karya ilmiah bentuk ini bisa diungkapkan dalam bentuk karya ringkas. Ragam bahasanya bersifat santai (populer).

Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah. Istilah populer digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi populus (rakyat) atau disukai oleh sebagian besar orang karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami.

Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tidak berupa senda gurau dan tidak pula bersifat fantasi (rekaan). 2. Bentuk Semiformal Secara garis besar, karya ilmiah bentuk ini terdiri atas: a.

halaman judul, b. kata pengantar, c. datar isi, d. pendahuluan, e. pembahasan, f. simpulan, dan g. datar pustaka. Bentuk karya ilmiah semacam itu, umumnya digunakan dalam berbagai jenis laporan biasa dan makalah.

3. Bentuk Formal Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap, seperti dalam skripsi, tesis, atau disertasi.

Unsur-unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal sebagai berikut. a. Judul b. Tim pembimbing c. Kata pengantar d. Abstrak e. Datar isi f. Bab Pendahuluan g. Bab Telaah kepustakaan/kerangka teoretis h. Bab Secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis penelitian i. Bab Pembahasan hasil penelitian j. Bab Simpulan dan rekomendasi k. Datar pustaka l. Lampiran-lampiran m. Riwayat hidup Struktur Karya Ilmiah Beberapa bagian penting dari struktur karya ilmiah diuraikan sebagai berikut.

1. Judul Judul dalam karya ilmiah dirumuskan dalam satu frasa yang jelas dan lengkap. Judul mencerminkan hubungan antarvariabel.

secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis, yaitu

Istilah hubungan di sini tidak selalu mempunyai makna korelasional, kausalitas, ataupun determinatif. Judul juga mencerminkan dan konsistensi dengan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian. Contoh: Dari judul di atas, dapat diketahui bahwa: a. masalah yang diteliti : aktivitas pergaulan dan prestasi belajar siswa b. ruang lingkup penelitian : kecerdasan emosi dan intelektual siswa c.

tujuan penelitian : mengetahui ada tidaknya hubungan antara aktivitas pergaulan dengan prestasi belajar siswa d.

subjek penelitian : siswa SMA Labschool UPI Bandung e. metode penelitian : deskriptif-komparatif Penulisan judul dapat dilakukan dua cara. Pertama, dengan menggunakan huruf kapital semua kecuali pada anak judulnya; kedua, dengan menggunakan huruf kecil kecuali huruf-huruf pertamanya. Apabila cara yang kedua yang akan digunakan, maka kata-kata penggabung, seperti dengan dan tentang serta kata-kata depan seperti di, dari, dan ke huruf pertamanya tidak boleh menggunakan huruf kapital.

Di akhir judul tidak boleh menggunakan tanda baca apa pun, termasuk titik ataupun koma. 2. Pendahuluan Pada karya ilmiah formal, bagian pendahuluan mencakup latar belakang masalah, identiikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat atau kegunaan penelitian. Selain itu, dapat pula dilengkapi dengan deinisi operasional dan sistematika penulisan. a. Latar Belakang Masalah Uraian pada latar belakang masalah dimaksudkan untuk yaitu alasan timbulnya masalah dan pentingnya untuk dibahas, baik itu dari segi pengembangan ilmu, kemasyarakatan, maupun dalam kaitan dengan kehidupan pada umumnya.

b. Perumusan Masalah Masalah adalah segala sesuatu yang dianggap perlu pemecahan oleh penulis, yang pada umumnya ditanyakan dalam bentuk pertanyaan mengapa, bagaimana. Berangkat dari pertanyaan itulah, penulis menganggap perlu untuk melakukan langkah-langkah pemecahan, misalnya melalui penelitian. Masalah itu pula yang nantinya menjadi fokus pembahasan di dalam karya ilmiah tersebut. c. Tujuan (Penulisan Karya Ilmiah) Tujuan merupakan pernyataan mengenai fokus pembahasan di dalam penulisan karya ilmiah tersebut; berdasarkan masalah yang telah dirumuskan.

Dengan demikian, tujuan harus sesuai dengan masalah pada karya ilmiah itu. d. Manfaat Perlu diyakinkan pula kepada pembaca tentang manfaat atau kegunaan dari penulisan karya ilmiah.

Misalnya untuk pengembangan suatu bidang ilmu ataupun untuk pihak atau lembaga-lembaga tertentu. 3. Kerangka Teoretis Kerangka teoretis disebut juga kajian pustaka atau teori landasan. Tercakup pula di dalam bagian ini adalah kerangka pemikiran dan hipotesis. Kerangka teoretis dimulai dengan mengidentiikasi dan mengkaji berbagai teori yang relevan serta diakhiri dengan pengajuan hipotesis.

Di samping itu, dalam kerangka teoretis perlu dilakukan pengkajian terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan para penulis terdahulu. Langkah ini penting dilakukan guna menambah dan memperoleh wawasan ataupun pengetahuan baru, yang telah ada sebelumnya. Di samping akan menghindari adanya duplikasi yang sia-sia, langkah ini juga akan memberikan perspektif yang lebih jelas mengenai hakikat dan kegunaan penelitian itu dalam perkembangan ilmu secara keseluruhan.

4. Metodologi Penelitian Secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis karya tulis yang merupakan hasil penelitian, perlu dicantumkan pula bagian yang disebut dengan metode penelitian. Metodologi penelitian diartikan sebagai prosedur atau tahap-tahap penelitian, mulai dari persiapan, penentuan sumber data, pengolahan, sampai dengan pelaporannya.

Setiap penelitian mempunyai metode penelitian masing-masing, yang umumnya bergantung pada tujuan penelitian itu sendiri. Metodemetode penelitian yang dimaksud, misalnya, sebagai berikut. a. Metode deskriptif, yakni metode penelitian yang bertujuan hanya menggambarkan fakta-fakta secara apa adanya, tanpa adanya perlakukan apa pun. Data yang dimaksud dapat berupa fakta yang bersifat kuantitatif (statistika) ataupun fakta kualitatif. b. Metode eksperimen, yakni metode penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran atas suatu gejala setelah mendapatkan perlakuan.

c. Metode penelitian kelas, yakni metode penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki persoalan-persoalan yang terjadi pada kelas tertentu, misalnya tentang motivasi belajar dan prestasi belajar siswa dalam kompetensi dasar tertentu.

5. Pembahasan Bagian ini berisi paparan tentang isi pokok karya ilmiah, terkait dengan rumusan masalah/tujuan penulisan yang dikemukakan pada bab pendahuluan. Data yang diperoleh melalui hasil pengamatan, wawancara, dan sebagainya itu dibahas dengan berbagai sudut pandang; diperkuat oleh teori-teori yang telah dikemukakan sebelumnya.

Sekiranya diperlukan, pembahasan dapat dilengkapi dengan berbagai sarana pembantu seperti tabel dan graik. Sarana-sarana pembantu tersebut diperlukan untuk menjelaskan pernyataan ataupun data.

Tabel dan grafik merupakan cara efektif dalam menyajikan data dan informasi. Sajian data dan informasi lebih mudah dibaca dan yaitu. Penyajian informasi dengan tabel dan graik memang lebih sistematis dan lebih enak dibaca, mudah dipahami, serta lebih menarik daripada penyajian secara verbal.

Penulis perlu menggunakan argumen-argumen yang telah dikemukakan dalam kerangka teoretis. Pembahasan data dapat diibaratkan dengan sebuah pisau daging. Apabila pisau itu tajam, baik pulalah keratan-keratan daging yang dihasilkannya.

Namun, apabila tumpul, keratan daging itu akan acak-acakan, penuh cacat. Demikian pula halnya dengan pembahasan data. Apabila argumen-argumen yang dikemukakan penulis lemah dan data yang digunakannya tidak lengkap, pemecahan masalahnya pun akan jauh dari yang diharapkan. 6. Simpulan dan Saran Simpulan merupakan pemaknaan kembali atau sebagai sintesis dari keseluruhan unsur penulisan karya ilmiah. Simpulan merupakan bagian dari simpul masalah (pendahuluan), kerangka teoretis yang tercakup di dalamnya, hipotesis, metodologi penelitian, dan temuan penelitian.

Simpulan merupakan kajian terpadu dengan meletakkan berbagai unsur penelitian secara menyeluruh.

secara umum penyajian bentuk karya ilmiah terbagi dalam tiga jenis, yaitu

Oleh karena itu, perlu diuraikan kembali secara ringkas pernyataan-pernyataan pokok dari unsur-unsur di atas dengan meletakkannya dalam kerangka pikir yang mengarah kepada simpulan. Berdasarkan pengertian di atas, seorang peneliti harus pula melihat berbagai implikasi yang ditimbulkan oleh simpulan penelitian.

Implikasi tersebut umpamanya berupa pengembangan ilmu pengetahuan, kegunaan yang bersifat praktis dalam penyusunan kebijakan. Halhal tersebut kemudian dituangkan ke dalam bagian yang disebut rekomendasi atau saran-saran.

7. Datar Pustaka Datar pustaka memuat semua kepustakaan yang digunakan sebagai landasan dalam karya ilmiah yang terdapat dari sumber tertulis, baik itu yang berupa buku, artikel jurnal, dokumen resmi, maupun sumbersumber lain dari internet. Semua sumber tertulis atau tercetak yang tercantum di dalam karya ilmiah harus dicantumkan di dalam datar pustaka.

Sebaliknya, sumber-sumber yang pernah dibaca oleh penulis, tetapi tidak digunakan di dalam penulisan karya ilmiah itu, tidak boleh dicantumkan di dalam datar pustaka. Cara menulis datar pustaka berurutan secara alfabetis, tanpa menggunakan nomor urut. Sumber tertulis/tercetak yang memerlukan banyak tempat lebih dari satu baris ditulis dengan jarak satu spasi, sedangkan jarak antara sumber yang satu dengan yang lainnya adalah dua spasi.

Susunan penulisan datar pustaka: nama yang disusun di balik; tahun terbit; judul pustaka; kota terbit; dan penerbit.

KARYA ILMIAH




2022 www.videocon.com