Tari seudati menggunakan pola lantai

tari seudati menggunakan pola lantai

• Acèh • Адыгабзэ • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Pangcah • Aragonés • Ænglisc • العربية • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • अवधी • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Bislama • Banjar • বাংলা • བོད་ཡིག • বিষ্ণুপ্রিয়া মণিপুরী • Brezhoneg • Bosanski • ᨅᨔ tari seudati menggunakan pola lantai • Буряад • Català • Chavacano de Zamboanga • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • Cebuano • Chamoru • ᏣᎳᎩ • Tsetsêhestâhese • کوردی • Corsu • Qırımtatarca • Čeština • Kaszëbsczi • Словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • Dolnoserbski • डोटेली • ދިވެހިބަސް • Eʋegbe • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Fulfulde • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Frysk • Gaeilge • Gagauz • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • گیلکی • Avañe'ẽ • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • Bahasa Hulontalo • ગુજરાતી • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Hornjoserbsce • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Interlingue • Iñupiak • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Qaraqalpaqsha • Taqbaylit • Адыгэбзэ • Kabɩyɛ • Kongo • Gĩkũyũ • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • कॉशुर / کٲشُر • Ripoarisch • Kurdî • Коми • Kernowek • Кыргызча • Latina • Lëtzebuergesch • Лезги • Lingua Franca Nova • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • Lingála • ລາວ • Lietuvių • Latviešu • Madhurâ • मैथिली • Basa Banyumasan • Malagasy • Олык марий • Māori • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • मराठी • Кырык мары • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • مازِرونی • Dorerin Naoero • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Novial • ߒߞߏ • Diné bizaad • Chi-Chewa • Occitan • Livvinkarjala • Oromoo • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Pangasinan • Kapampangan • Papiamentu • Picard • पालि • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Română • Tarandíne • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Sängö • Srpskohrvatski / српскохрватски • ၽႃႇသႃႇတႆး • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Gagana Samoa • Anarâškielâ • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sranantongo • SiSwati • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • Sakizaya • தமிழ் • Tayal • తెలుగు • Tetun • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog tari seudati menggunakan pola lantai Tok Pisin • Türkçe • Seediq • Xitsonga • Татарча/tatarça • ChiTumbuka • Twi • Удмурт • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • Winaray • Wolof • 吴语 • Хальмг • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • Zeêuws • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Penyuntingan Artikel oleh pengguna baru atau anonim untuk saat ini tidak diizinkan.

Tari seudati menggunakan pola lantai kebijakan pelindungan dan log pelindungan untuk informasi selengkapnya. Jika Anda tidak dapat menyunting Artikel ini dan Anda ingin melakukannya, Anda dapat memohon permintaan penyuntingan, diskusikan perubahan yang ingin dilakukan di halaman pembicaraan, memohon untuk melepaskan pelindungan, masuk, atau buatlah sebuah akun.

- Per kapita $4.691 [12] ( ke-116) Gini ( 2021) ▲ 37,3 [13] sedang IPM (2021) 0,722 [14] [15] tinggi · ke-107 Mata uang Rupiah (Rp) ( IDR) Zona waktu beragam ( UTC +7 sampai +9) Format tanggal DD/MM/YYYY Lajur kemudi kiri Kode telepon +62 Kode ISO 3166 ID Ranah Internet .id Indonesia ( pengucapan bahasa Indonesia: [in.ˈdo.nɛ.sja]), dengan nama resmi Republik Indonesia ( RI) atau lengkapnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI), adalah sebuah negara kepulauan di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara daratan benua Asia dan Oseania, serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Indonesia merupakan negara terbesar ke-14 sekaligus negara kepulauan terbesar di dunia,Mengalahkan Filipina Dan Jepang dengan luas wilayah sebesar 1.904.569 km 2, [8] serta negara dengan pulau terbanyak keenam di dunia, dengan jumlah 17.504 pulau. [16] Nama alternatif yang umum dipakai untuk merujuk pada "Kepulauan Indonesia" tersebut adalah Nusantara.

[17] Selain itu, Indonesia juga menjadi negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia dengan populasi mencapai 270.203.917 jiwa pada tahun 2020, [18] serta negara berpenduduk Muslim terbanyak dan terbesar di dunia, dengan penganut lebih dari 230 juta jiwa.

[19] [20] Indonesia adalah salah satu negara multiras, multietnik, dan multikultural di dunia, seperti halnya Amerika Serikat. [21] Indonesia berbatasan dengan sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara, Benua Australia, dan Oseania. Indonesia berbatasan darat tari seudati menggunakan pola lantai Malaysia di Pulau Kalimantan dan Pulau Sebatik, dengan Papua Nugini di Pulau Papua, dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga yang hanya berbatasan laut dengan Indonesia adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

Indonesia adalah negara kesatuan dengan bentuk pemerintahan republik berdasarkan konstitusi Indonesia yang sah, yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). [22] Berdasarkan UUD 1945 pula, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat.

Ibu kota negara Indonesia saat ini ialah Jakarta, lengkapnya Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pemindahan ibu kota telah diusulkan oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 2019. Pada tanggal 18 Januari 2022, pemerintah menetapkan Ibu Kota Nusantara, yang menempati wilayah Penajam Paser Utara, untuk menggantikan Jakarta sebagai ibu kota negara. [23] Hingga saat ini, proses peralihan ibu kota masih sementara berlangsung Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa-bangsa pendatang.

Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting sejak abad ke-7, yaitu sejak berdirinya Kedatuan Sriwijaya, sebuah kemaharajaan Hindu– Buddha yang berpusat di Palembang. Negara Sriwijaya ini menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan bangsa Tionghoa, India, dan juga Arab.

Agama dan kebudayaan Hindu– Buddha tumbuh, berkembang, dan berasimilasi di wilayah Kepulauan Indonesia pada awal abad ke-4 hingga abad ke-13 M. Setelah itu, para pedagang dan ulama dari Jazirah Arab yang membawa agama dan kebudayaan Islam sekitar abad ke-8 hingga abad ke-16.

Pada akhir abad ke-15, bangsa Eropa datang ke Kepulauan Indonesia dan saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda untuk selebih-lebihnya tari seudati menggunakan pola lantai 3 abad, Indonesia, yang saat itu bernama Hindia Belanda, menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945.

Selanjutnya, Indonesia mendapat berbagai tantangan dan persoalan berat, mulai dari bencana alam, praktik korupsi yang masif, konflik sosial, gerakan separatisme, proses demokratisasi, dan periode pembangunan, perubahan dan perkembangan sosial– ekonomi– politik, serta modernisasi yang pesat. Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama. Berdasarkan rumpun bangsa (ras), Indonesia terdiri atas bangsa asli pribumi yakni Mongoloid Selatan/ Austronesia dan Melanesia di mana bangsa Austronesia yang terbesar jumlahnya dan lebih banyak mendiami Indonesia bagian barat.

Dengan suku Jawa dan suku Sunda membentuk kelompok suku bangsa terbesar dengan populasi mencapai 57% dari seluruh penduduk Indonesia. [24] Semboyan nasional Indonesia, " Bhinneka Tunggal Ika" (Berbeda-beda namun tetap satu), bermakna keberagaman sosial-budaya yang membentuk satu kesatuan/negara.

Selain tari seudati menggunakan pola lantai populasi penduduk yang padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Indonesia adalah anggota dari Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) dan satu-satunya anggota yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28 September 1966. Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28 September 1950.

Selain PBB, Indonesia juga negara anggota dari organisasi ASEAN, KAA, APEC, OKI, G-20 dan sebentar lagi akan menjadi anggota OECD. Daftar isi • 1 Etimologi • 2 Sejarah • 2.1 Periode prasejarah • 2.2 Periode klasik • 2.3 Periode pertengahan • 2.4 Kolonialisme • 2.5 Kemerdekaan Indonesia • 3 Geografi • 3.1 Iklim • 3.2 Geologi • 3.3 Lingkungan hidup • 4 Politik dan pemerintahan • 4.1 Sistem pemerintahan • 4.2 Hubungan luar negeri • 4.3 Militer • 4.4 Pembagian administratif • 5 Ekonomi • 5.1 Peringkat internasional • 6 Demografi • 6.1 Kependudukan • 6.2 Suku bangsa • 6.3 Bahasa • 6.4 Agama • 6.5 Pendidikan dan kesehatan • 6.6 Indeks Pembangunan Manusia • 7 Budaya • 7.1 Pertunjukan • 7.2 Busana • 7.3 Arsitektur • 7.4 Olahraga • 7.5 Seni musik • 7.6 Kuliner • 7.7 Perfilman • 7.8 Kesusastraan • 7.9 Kebebasan pers dan media publik • 8 Tari seudati menggunakan pola lantai pula • 9 Catatan • 10 Referensi • 11 Kepustakaan • 12 Pranala luar Etimologi Lihat pula: Sejarah nama Indonesia Kata "Indonesia" berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu Indus yang merujuk kepada sungai Indus di India dan nesos yang berarti "pulau".

[25] Jadi, kata Indonesia berarti wilayah "kepulauan India", atau kepulauan yang berada di wilayah Hindia; ini merujuk kepada persamaan antara dua bangsa tersebut (India dan Indonesia).

[26] Pada tahun 1850, George Windsor Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu". [27] Murid Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India.

tari seudati menggunakan pola lantai

{INSERTKEYS} [28] [29] Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu ( Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda ( Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia ( Indië); Timur ( de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859) yang ditulis oleh Multatuli mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).

[17] Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik. [17] Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894.

Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau pada tahun 1913.

[26] Sejarah Artikel utama: Sejarah Indonesia dan Sejarah Nusantara Sejarah Indonesia terdiri dari banyak tahapan/periode. Secara garis besar, sejarah Indonesia terdiri dari periode prasejarah, periode kuno/klasik, periode pertengahan, periode kolonialisme, periode awal kemerdekaan, dan periode modern. Periode prasejarah Fosil-fosil manusia purba seperti Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki " Manusia Jawa", menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu.

Namun kebenaran tentang hal ini banyak diperdebatkan. [30] Hingga tahun 75000 Sebelum Masehi, daratan Nusantara bagian barat (kira-kira kepulauan sebelah barat termasuk Sumatra, Jawa, dan Kalimantan sekarang) masih menyatu dengan daratan utama Asia. Pada abad ini pula terjadi erupsi Gunung Toba, yang disebut-sebut sebagai salah satu letusan gunung api terbesar sepanjang sejarah yang menyebabkan perubahan iklim yang dikatakan hampir memusnahkan populasi manusia modern saat itu.

Umat manusia sendiri sebenarnya belum sampai ke Sumatra, gelombang migrasi dari Afrika ikut terhenti untuk sementara akibat erupsi ini. Gunung Toba kemudian tenggelam dan kalderanya membentuk sebuah danau besar dengan nama yang sama. Sekitar 25000 SM, gelombang migrasi pertama manusia modern sampai di dataran Nusantara. Peradaban awal dan kebudayaan awal mulai terbentuk saat zaman Holosen (10.000 tahun Sebelum Masehi) menandai berakhirnya zaman es dan dataran ini mulai terpisah dari daratan utama Asia lalu terpecah hingga membentuk kepulauan Nusantara seperti sekarang.

Sejak saat itu, bangsa Melanesia yang merupakan bangsa manusia modern pertama di Nusantara membentuk kebudayaan-kebudayaan awal. Kedatangan bangsa Austronesia dari daratan Taiwan yang mulai tiba di Nusantara sekitar 2000 tahun SM menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan, meskipun ada sebagian yang berasimilasi/akulturasi dengan pendatang tersebut.

[31] Dengan kondisi tanah vulkanis yang subur, melimpahnya keanekaragaman hayati, ditambah dengan kemampuan bercocok tanam yang dimiliki manusia saat itu menyebabkan kegiatan pertanian dan pemukiman mulai terbentuk dan berkembang pesat.

[32] Peradaban-peradaban maju seperti Proto-Melayu dan Deutro-Melayu mulai berkembang pada abad ini. Periode klasik Kerajaan-kerajaan kecil mulai bermunculan sejak awal abad Masehi.

Kerajaan Kandis diduga adalah kerajaan tertua yang berada di pulau Sumatra, kira-kira di daerah Riau sekarang. Namun, keberadaan kerajaan Kandis tidak meninggalkan bukti artefak, dan belum dikorfirmasikan oleh para ahli sejarah. Di Pulau Jawa, berdiri kerajaan Salakanegara, kerajaan Hindu pertama di Nusantara yang terletak di daerah sekitar Cianjur, Jawa Barat, yang diduga mulai berdiri pada tahun 130 Masehi, kemudian berkembang menjadi kerajaan Tarumanegara pada tahun 358 Masehi.

Keberadaan kerajaan Salakanegara juga masih diperdebatkan di kalangan ahli. Sesuai bukti-bukti yang telah diakui para ahli, dua kerajaan tertua adalah Kerajaan Kutai dan kerajaan Tarumanegara pada abad ke-4 Masehi. Kutai berdiri di Kalimantan Timur, diikuti berdirinya dua kerajaan lain di Kalimantan Selatan, yaitu kerajaan Tanjungpuri dan kerajaan Nan Sarunai pada tahun 525 M.

Tarumanegara berdiri di wilayah Barat pulau Jawa. Kerajaan-kerajaan penting lainnya di Sumatra adalah kerajaan Melayu Kuno atau kerajaan Jambi Kuno. Di Sulawesi juga berdiri kerajaan-kerajaan kecil, di antaranya kerajaan Luwu di Sulawesi Tengah pada tahun 900 Masehi. Kerajaan-kerajaan awal lainnya adalah kerajaan Siang di Sulawesi Selatan dan kerajaan Suwawa di daerah Gorontalo. Pada abad ke-7 Masehi, berdiri Kerajaan Hindu-Buddha Sriwijaya di Sumatra Selatan yang kemudian berkembang menjadi kemaharajaan terbesar dengan masa berdiri terlama di Asia Tenggara hingga awal abad ke-11.

Kerajaan ini menguasai sebagian besar Sumatra, Semenanjung Malaya, Jawa, hingga pantai barat dan barat daya Kalimantan. [33] Kerajaan ini juga mengendalikan aktivitas pelayaran dan perdagangan di Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan maritim utama antara India dengan Tiongkok. Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Sejak saat itu, sejarah Indonesia juga banyak dipengaruhi oleh bangsa-bangsa lain hingga masa-masa berikutnya. Periode pertengahan Pada masa kerajaan Sriwijaya, Dinasti Hindu- Buddha Sanjaya dan Syailendra dari kerajaan Sriwijaya juga mendirikan kerajaan-kerajaan perintis di pulau Jawa bagian tengah.

Kerajaan-kerajaan ini kemudian berkembang menjadi kerajaan-kerajaan besar, yang terdiri dari kerajaan Panjalu/Daha/Kediri (1045–1222), kerajaan Tumapel/Singosari (1222–1292), hingga kerajaan Majapahit (1293–1527). Kerajaan Majapahit selanjutnya berkembang menjadi kemaharajaan terbesar di Nusantara dengan wilayah kekuasaan yang luas meliputi Sumatra bagian tengah dan selatan, semenanjung Malaya, pesisir dan dataran rendah Kalimantan, ujung selatan dan timur Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga ujung barat Papua.

Setelah Majapahit runtuh, kerajaan-kerajaan Islam mulai berkembang pesat di Indonesia. [34] Islam sebenarnya sudah memasuki Indonesia pada abad ke-7 Masehi, namun penyebarannya belum signifikan seperti hanya yang terjadi pada abad ke-15 hingga ke-16.

Agama Islam memasuki Indonesia pertama kali melalui para pedagang dan ulama Arab, dan selanjutnya melalui pedagang Persia dan India (Gujarat). Para pedagang dan pelaut dari Tiongkok beragama muslim di bawah pimpinan Laksamana Cheng Ho juga ikut serta dalam menyebarkan Islam di Indonesia.

[35] Kerajaan Islam pertama (atau disebut kesultanan) yang diketahui adalah Kerajaan Jeumpa yang berdiri di Aceh pada tahun 777 Masehi. Kesultanan ini terletak di daerah pantai utara di sebelah timur Banda Aceh sekarang. Kesultanan-kesultanan lain yang juga mulai berdiri di Aceh yaitu kesultanan Perlak ( 840–1292) dan kesultanan Lamuri ( 851–1514). Sejak saat itu, Islam mulai memengaruhi kebudayaan Aceh dan daerah Nusantara lainnya pada masa-masa selanjutnya.

[ butuh rujukan] Di Semenanjung Malaya berdiri kesultanan Malaka pada tahun 1405 Masehi. Kesultanan ini kemudian memperluas wilayahnya hingga pesisir Riau. Kesultanan-kesultanan lain di Sumatra juga mulai berdiri dan berkembang seperti kesultanan Samudera Pasai (1267–1521), Kesultanan Pagaruyung (1347–1825), kesultanan Aceh (1507–1903), kesultanan Jambi (1615–1903), dan kesultanan Siak (1723–1945). Kesultanan Aceh adalah kesultanan terkuat di Sumatra. Kesultanan ini berdiri selama 4 abad dan sempat menguasai seluruh Sumatra bagian utara dan tengah (kecuali tanah Batak) dan semenanjung Malaya.

Bahkan Penjajah Belanda sampai kewalahan menghadapi kesultanan ini. Kesultanan pertama di pulau Jawa adalah kesultanan Demak yang berdiri tahun 1475 Masehi. Namun apakah benar bahwa kesultanan Demak adalah kesultanan pertama di Jawa sampai saat ini masih diperdebatkan. Ada yang menyebut bahwa kesultanan pertama di Jawa adalah kerajaan Lumajang, yang berdiri di daerah Lumajang, Jawa Timur pada tahun 1295 Masehi. Dikatakan pula bahwa kerajaan Lumajang waktu itu sudah mengadopsi Islam.

Kerajaan Demak sendiri pada masanya meliputi wilayah seluruh Jawa (kecuali Banten selatan yang merupakan pusat kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu), Madura, Sumatra (Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Bangka-Belitung), dan pesisir Kalimantan (kecuali pesisir utara yang dikuasai kesultanan Brunei). Setelah kesultanan Demak, beberapa kesultanan yang berdiri di pulau Jawa yaitu Kerajaan Djipang (1470–1554) kesultanan Banten (1526–1813), kerajaan Pajang (1560–1585), dan kesultanan Mataram (1588–1755).

[36] Di Kalimantan, terdapat dua kesultanan besar yang mulai berdiri pada abad ke-14 dan abad ke-16, yaitu Kesultanan Banjar di pesisir selatan dan kesultanan Brunei di pesisir utara. Kesultanan Banjar sendiri sebelumnya menjadi bawahan kesultanan Demak, dan selama menjadi bawahan Demak pula, kesultanan ini memperluas wilayah pemerintahannya hingga mencakup seluruh pesisir Kalimantan, kecuali pesisir utara yang di bawah pemerintahan Brunei.

Sekitar tahun 1569 hingga 1800-an, kesultanan Banjar terpecah menjadi beberapa kesultanan yang independen. Kesultanan-kesultanan tersebut di antaranya adalah kesultanan Sambas (1671–1950), kesultanan Kutai Kartanegara (1300 — sekarang), kesultanan Landak (1472 – Sekarang), dan kesultanan Bulungan (1731–1964). [36] Di Sulawesi dan Maluku, terdapat tiga kesultanan besar, yaitu kesultanan Luwu di Sulawesi Selatan, serta kesultanan Ternate dan Tidore di Maluku Utara.

Wilayah kesultanan Gowa mencakup Sulawesi bagian selatan dan tengah, sedangkan Sulawesi bagian utara dan timur waktu itu di bawah kesultanan Ternate.

Kesultanan Gowa juga meliputi wilayah pulau Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat. Kesultanan Ternate sempat memiliki wilayah yang luas meliputi kepulauan Maluku Selatan, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Akan tetapi, Maluku Selatan dan Nusa Tenggara Timur jatuh ke tangan pendatang Spanyol dan Portugis yang berdatangan pada awal abad ke-17. Sementara kesultanan Tidore meliputi Maluku Utara bagian timur hingga pesisir barat dan utara Papua. Sejak abad ke-15 hingga abad ke-19, satu-persatu kerajaan dan kesultanan yang tersisa di Nusantara mulai dikuasai oleh aliansi Uni-Iberia ( Spanyol- Portugis), kemudian VOC, Inggris, dan selanjutnya dikuasai Hindia Belanda selama sekitar tiga abad.

[ butuh rujukan] Kolonialisme Lukisan kekaisaran Belanda yang menggambarkan Hindia Belanda sebagai "Permata kami yang paling berharga". (1916) Indonesia juga merupakan negara yang dijajah oleh banyak negara Eropa dan juga Asia, karena sejak zaman dahulu Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil alamnya yang berlimpah, hingga membuat negara-negara Eropa tergiur untuk menjajah dan bermaksud menguasai sumber daya alam untuk pemasukan bagi negaranya, Negara-negara yang pernah menjajah Indonesia antara lain: • Portugis pada tahun 1509, hanya Maluku, lalu berhasil diusir pada pada tahun 1595.

[ butuh rujukan] • Spanyol pada tahun 1521, hanya Sulawesi Utara, tetapi berhasil diusir pada tahun 1692. [ butuh rujukan] • Belanda pada tahun 1602, sebagian besar wilayah Indonesia. [ butuh rujukan] • Prancis (1795–1811). Prancis menaklukkan Republik Belanda pada 1795 dalam Perang Revolusi Prancis, dan Prancis mendirikan Republik Batavia (1795–1806) dan Kerajaan Hollandia (1806–1810) yang berstatus sebagai negara bawahan Prancis.

Dengan demikian, secara tidak langsung Prancis adalah penguasa tertinggi Hindia Belanda. Pada 1810 Kerajaan Hollandia dileburkan dalam Kekaisaran Pertama Prancis, sehingga wilayah Hindia Belanda menjadi jajahan Prancis secara langsung.

Meskipun demikian pemerintahan dan pertahanan tetap dipegang oleh warga Belanda (termasuk Herman Willem Daendels yang berkuasa 1908–1811 dan dikenal pro-Prancis) Kekuasaan Prancis berakhir pada tahun 1811 ketika Britania mengalahkan kekuatan Belanda-Prancis di pulau Jawa. [ butuh rujukan] • Britania Raya pada tahun 1811, sejak ditandatanganinya Kapitulasi Tuntang yang salah satunya berisi penyerahan Pulau Jawa dari Belanda kepada Britania, Pada tahun 1814 dilakukanlah Konvensi London yang isinya pemerintah Belanda berkuasa kembali atas wilayah jajahan Britania di Indonesia.

Lalu baru pada tahun 1816, pemerintahan Britania di Indonesia secara resmi berakhir. [ butuh rujukan] • Jepang pada tahun 1942 dan berakhir pada tahun 1945, oleh karena kekalahan Jepang kepada pasukan Sekutu. [ butuh rujukan] Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan rempah-rempah.

Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tetapi dapat diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku.

Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Portugis). Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19. Di bawah sistem Cultuurstelsel ( Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC.

Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika, yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia Belanda. [36] Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan.

Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943. [ butuh rujukan] Kemerdekaan Indonesia Soekarno, presiden pertama Indonesia. Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia. Setelah Perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang pada saat itu sedang bulan Ramadhan.

Setelah kemerdekaan, tiga pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil presiden, dan perdana menteri. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal oleh orang Belanda sebagai 'aksi kepolisian' (politionele actie), atau dikenal oleh orang Indonesia sebagai Agresi Militer.

[37] Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember 1949 sebagai negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama Amerika Serikat. Mosi Integral Natsir pada tanggal 17 Agustus 1950, menyerukan kembalinya negara kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan Republik Indonesia Serikat.

Soekarno kembali menjadi presiden dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad Natsir sebagai perdana menteri. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti sekaligus merintis gerakan non-blok pada awalnya, kemudian menjadi lebih dekat dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat Tiongkok dan Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia (" Konfrontasi"), [38] dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar.

Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya Orde Baru yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional menjadi berdasarkan paham sosialis- komunis.

Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno. Jenderal Soeharto menjadi Pejabat Presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme. Sementara itu kondisi fisik Soekarno sendiri semakin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya.

Tiga puluh dua tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama. Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekonomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom lulusan Departemen Ekonomi Universitas California, Berkeley, yang dipanggil " Mafia Berkeley".

[39] Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998. Masa Peralihan Orde Reformasi atau Era Reformasi berlangsung dari tahun 1998 hingga 2001, ketika terdapat tiga masa presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri.

Pada tahun 2004, diselenggarakan Pemilihan Umum satu hari terbesar di dunia [40] yang dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai presiden terpilih secara langsung oleh rakyat, yang menjabat selama dua periode. Pada tahun 2014, Joko Widodo, yang lebih akrab disapa Jokowi, terpilih sebagai presiden ke-7. Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah berusaha untuk melepaskan diri dari naungan NKRI, terutama Papua.

[ butuh rujukan] Timor Timur secara resmi memisahkan diri pada tahun 1999 setelah 24 tahun bersatu dengan Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste. Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami yang menghantam Pantai Pangandaran dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan.

Geografi Hutan hujan di Taman Nasional Gunung Palung, Provinsi Kalimantan Barat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di Asia Tenggara, [41] dan terletak di antara benua Asia dan benua Australia/ Oseania, serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Negara ini memiliki 17.504 pulau yang menyebar di sekitar khatulistiwa; sebanyak 16.056 pulau telah dibakukan namanya, [42] dan sekitar 6.000 pulau tidak berpenghuni. [43] [44] Pulau-pulau besar di Indonesia yaitu Sumatra, Jawa, Kalimantan (berbagi dengan Malaysia dan Brunei Darussalam), Sulawesi, dan Papua (berbagi dengan Papua Nugini).

Indonesia berada pada koordinat antara 6° LU – 11° LS dan 95° – 141° BT, [a] serta membentang sepanjang 5.120 kilometer (3.181 mil) dari timur ke barat serta 1.760 kilometer (1.094 mil) dari utara ke selatan.

[46] Luas daratan Indonesia adalah 1.916.906,77 km², [47] sementara luas perairannya sekitar 3.110.000 km² dengan garis pantai sepanjang 108 ribu km. [48] Batas wilayah Indonesia diukur dari kepulauan dengan menggunakan teritorial laut 12 mil laut serta zona ekonomi eksklusif 200 mil laut, [49] searah penjuru mata angin, yaitu: Utara Negara Malaysia dengan perbatasan sepanjang 1.782 km, [43] Singapura, Filipina, dan Laut Tiongkok Selatan Timur Negara Papua Nugini dengan perbatasan sepanjang 820 km, [43] Timor Leste, dan Samudra Pasifik Selatan Negara Australia, Timor Leste, dan Samudra Indonesia Barat Samudra Indonesia Titik tertinggi di Indonesia yaitu Puncak Jaya (4.884 mdpl) di Papua.

[50] Danau Toba di Sumatra Utara merupakan danau terluas di Indonesia sekaligus danau kaldera terbesar di dunia, [51] sedangkan sungai terpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas yang berada di Kalimantan Barat.

[52] Iklim Peta klasifikasi Iklim Köppen Indonesia. Secara umum, Indonesia beriklim tropis (kelompok A dalam klasifikasi iklim Köppen; meskipun ada wilayah dengan tipe iklim yang berbeda).

[53] [54] Perairan yang hangat di wilayah Indonesia sangat berperan dalam menjaga suhu di darat tetap konstan, dengan rerata suhu di wilayah pesisir sebesar 28 °C, di wilayah pedalaman dan dataran tinggi sebesar 26 °C , serta di wilayah pegunungan sebesar 23 °C. Kelembapan berkisar antara 70 hingga 90%.

[55] Faktor utama yang memengaruhi iklim Indonesia bukanlah suhu udara ataupun tekanan udara, melainkan curah hujan. Variasi musim di Indonesia, yaitu musim hujan dan musim kemarau, berkaitan dengan pergerakan angin muson. Angin muson barat yang bertiup dari Asia ke Australia melalui Indonesia pada bulan Oktober hingga Februari mengakibatkan curah hujan yang tinggi, terutama di Indonesia bagian barat. Sementara itu, angin muson timur yang bergerak ke arah sebaliknya pada bulan April hingga Agustus tidak banyak membawa uap air dan menurunkan hujan.

Selain itu, ada pula musim peralihan ketika matahari melintasi khatulistiwa yang mengakibatkan angin bertiup lemah dan bergerak tak menentu.

[56] [57] Meskipun demikian, tidak semua wilayah Indonesia memiliki pola curah hujan yang sama. Selain daerah musonal, ada pula daerah ekuatorial yang dipengaruhi daerah pertemuan angin antartropis, serta daerah lokal yang polanya berkebalikan dengan pola musonal. [58] [59] Beberapa penelitian memproyeksikan Indonesia terdampak perubahan iklim. [60] Dampak buruk yang ditimbulkan di antaranya kenaikan suhu rata-rata sekitar 1 °C pada pertengahan abad ini akibat emisi yang tidak berkurang, [61] [62] peningkatan frekuensi kekeringan dan kekurangan pangan (akibat perubahan curah hujan dan pola musim yang memengaruhi pertanian), serta berbagai penyakit dan kebakaran hutan.

[62] Naiknya permukaan air laut juga mengancam sebagian besar penduduk Indonesia yang tinggal di daerah pesisir. [62] [63] [64] Penduduk prasejahtera mungkin merupakan kelompok yang paling terpengaruh oleh perubahan iklim. [65] Geologi Gunung berapi utama di Indonesia, yang merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik Secara tektonik, sebagian besar wilayah Indonesia sangat tidak stabil karena lokasinya menjadi pertemuan dari beberapa lempeng tektonik, seperti lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia.

Negara ini terletak di Cincin Api Pasifik sehingga memiliki banyak gunung berapi dan sering mengalami gempa bumi. [66] Busur vulkanik berjajar mulai dari Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, dan kemudian ke Kepulauan Banda di Maluku hingga ke timur laut Sulawesi.

[67] Dari sekitar 400 gunung berapi, kurang lebih 130 di antaranya masih aktif. [66] Sebuah letusan supervulkan pada sekitar 77.000 SM yang membentuk Danau Toba dipercaya mengakibatkan musim dingin vulkanik dan penurunan suhu dunia selama bertahun-tahun. [68] Letusan Tambora pada tahun 1815 dan letusan Krakatau pada 1883 juga termasuk letusan gunung terbesar yang tercatat sepanjang sejarah. [69] [70] Gempa bumi berdorongan besar yang berdampak ke Indonesia dan terjadi belum lama ini adalah gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004.

[71] Lingkungan hidup Speses yang endemik di Indonesia. Searah jarum jam dari kiri atas: Padma raksasa, orang utan, cenderawasih kuning-besar, dan komodo. Wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi sehingga dikelompokkan sebagai salah satu dari 17 negara megadiversitas oleh Conservation International.

[72] [73] Dari sudut pandang wilayah biogeografi, Indonesia termasuk dalam wilayah Malesia. Flora dan faunanya merupakan campuran dari spesies khas Asia dan Australasia. Alfred Russel Wallace, seorang ahli sejarah alam, menghipotesiskan sebuah garis pemisah (yang kemudian disebut garis Wallace) untuk membedakan organisme yang berasal dari Asia ( Paparan Sunda) dan Australia ( Paparan Sahul). Kawasan biogeografi yang menjadi zona transisi di antara kedua paparan ini disebut Wallacea. [74] Selain itu, garis Weber dan garis Lydekker juga digunakan untuk menetapkan batas biogeografi Indonesia.

[75] Indonesia memiliki sekitar 10% dari seluruh spesies tumbuhan berbunga di Bumi (sebanyak 25.000 spesies, 55% di antaranya endemik di Indonesia). Negara ini juga memiliki sekitar 12% spesies mamalia di Bumi (515 spesies) sehingga menempati peringkat kedua pada keanekaragaman mamalia setelah Brasil.

Indonesia menempati peringkat keempat pada keanekaragaman spesies reptil (781 spesies) dan primata (35 spesies), peringkat kelima pada keanekaragaman spesies burung (1.592 spesies), serta peringkat keenam pada keanekaragaman spesies amfibi (270 spesies). [76] Visibilitas yang rendah di Bukittinggi, Sumatra Barat, akibat kabut asap terkait deforestasi.

Meskipun demikian, populasi penduduk Indonesia yang besar dan terus meningkat serta industrialisasi yang pesat memunculkan masalah lingkungan hidup yang serius, di antaranya perusakan lahan gambut, deforestasi ilegal berskala besar (yang mengakibatkan kabut asap di beberapa bagian Asia Tenggara), eksploitasi sumber daya laut yang berlebihan, polusi udara, pengelolaan sampah, hingga penyediaan air dan sanitasi yang memadai.

[77] Isu-isu tersebut berkontribusi pada rendahnya peringkat Indonesia (nomor 116 dari 180 negara) dalam Indeks Kinerja Lingkungan 2020. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa kinerja Indonesia secara umum di bawah rata-rata, baik dalam konteks regional maupun global.

[78] Pada tahun 2018, sekitar 49,7% dari luas daratan Indonesia ditutupi oleh hutan, [79] turun dari angka 87% yang dihitung pada tahun 1950. [80] Sejak dasawarsa 1970-an hingga saat ini, produksi kayu bulat serta berbagai tanaman perkebunan dan pertanian bertanggung jawab atas sebagian besar deforestasi di Indonesia. [80] Belakangan ini, deforestasi didorong oleh industri kelapa sawit.

Meskipun dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, industri ini dapat merusak ekosistem dan menimbulkan masalah sosial. [81] Situasi ini menjadikan Indonesia sebagai penghasil emisi gas rumah kaca berbasis hutan terbesar di dunia, [82] serta mengancam kelangsungan hidup spesies asli dan endemik. Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mengidentifikasi sejumlah spesies yang terancam kritis, termasuk jalak bali, [83] orang utan sumatra, [84] dan badak jawa.

[85] Politik dan pemerintahan Istana Negara, salah satu dari enam Istana Kepresidenan di Indonesia Sistem pemerintahan Indonesia merupakan negara kesatuan yang menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis. Konstitusi Indonesia adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) yang pada era reformasi mengalami empat kali amendemen sehingga membawa perubahan besar pada kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

[86] Salah satu perubahan utama adalah pendelegasian kekuasaan dan wewenang kepada berbagai entitas regional sambil tetap menjadi negara kesatuan. [87] [88] Kekuasaan eksekutif dipegang oleh presiden yang dibantu oleh wakil presiden dan kabinet. Presiden Indonesia merupakan kepala negara dan kepala pemerintahan, sekaligus panglima tertinggi Tentara Nasional Indonesia.

Presiden dan wakil presiden dapat menjabat selama lima tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan. [89] Joko Widodo dan Ma'ruf Amin adalah pasangan presiden dan wakil presiden yang terpilih untuk masa jabatan 2019–2024.

Mereka memimpin Kabinet Indonesia Maju yang terdiri atas 34 menteri dan sejumlah pejabat setingkat menteri. [90] Lembaga perwakilan tertinggi yaitu Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), yang berwenang mengubah dan menetapkan konstitusi, serta melantik dan memberhentikan presiden dan/atau wakil presiden.

[91] Lembaga ini berbentuk bikameral yang terdiri dari 575 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berasal dari partai politik, ditambah dengan 136 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang merupakan wakil provinsi dari jalur independen. [92] Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilihan umum dengan masa jabatan lima tahun. Fungsi yang dijalankan oleh DPR yaitu legislasi (membentuk undang-undang), anggaran (membahas dan menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), dan pengawasan (mengawasi kinerja pemerintah), [93] [94] sedangkan DPD merupakan lembaga legislatif yang lebih dikhususkan pada pengelolaan daerah.

[95] [96] Saat ini, MPR diketuai oleh Bambang Soesatyo, [97] DPR diketuai oleh Puan Maharani, [98] sedangkan DPD diketuai oleh La Nyalla Mattalitti. [99] Kekuasaan kehakiman dijalankan oleh Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK). [100] Sementara itu, Komisi Yudisial mengawasi kinerja para hakim. [101] Hubungan luar negeri Mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dengan Barack Obama, Mantan Presiden Amerika Serikat, dalam sebuah acara penyambutan tamu negara di Istana Merdeka pada 2010.

Obama terkenal di Indonesia, karena menghabiskan masa kecilnya di Jakarta. [102] Indonesia memiliki 132 perwakilan diplomatik di luar negeri, termasuk 95 kedutaan. [103] Negara ini memiliki kebijakan politik luar negeri "bebas dan aktif", yang berarti bahwa Indonesia tidak berpihak pada blok-blok kekuatan dan persekutuan militer di dunia, sekaligus bersikap aktif dalam menjaga ketertiban dunia, sebagaimana dinyatakan dalam Pembukaan UUD 1945.

[104] Berlawanan dengan Sukarno yang anti-Imperialisme, antipati terhadap kekuatan barat, dan bersitegang dengan Malaysia, hubungan luar negeri sejak "Orde baru"-nya Suharto didasarkan pada ekonomi dan kerja sama politik dengan negara-negara barat.

[105] Indonesia menjaga hubungan baik dengan tetangga-tetangganya di Asia, dan Indonesia adalah pendiri ASEAN dan East Asia Summit. Indonesia menjalin hubungan kembali dengan Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1990, padahal sebelumnya melakukan pembekuan hubungan sehubungan dengan gejolak anti-komunis di awal kepemerintahan Suharto.

Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-bangsa sejak tahun 1950, [106] dan pendiri Gerakan Non Blok dan Organisasi Kelompok Islam yang sekarang telah menjadi Organisasi Kerjasama Islam.

Indonesia telah menandatangani perjanjian ASEAN Free Trade Area, Cairns Group, dan World Trade Organization, dan pernah menjadi anggota OPEC, meskipun Indonesia menarik diri pada tahun 2008 sehubungan Indonesia bukan lagi pengekspor minyak mentah bersih.

Indonesia telah menerima bantuan kemanusiaan dan pembangunan sejak tahun 1966, terutama dari Amerika Serikat, negara-negara Eropa Barat, Australia, dan Jepang. Pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan dunia internasional sehubungan dengan pengeboman yang dilakukan oleh militan Islam dan Al-Qaeda. [107] Pemboman besar menimbulkan korban 202 orang tewas (termasuk 164 turis mancanegara) di Kuta, Bali pada tahun 2012.

[108] Serangan tersebut dan peringatan perjalanan (travel warnings) yang dikeluarkan oleh negara-negara lain, menimbulkan dampak yang berat bagi industri jasa perjalanan/turis dan juga prospek investasi asing. [109] Tetapi beruntung ekonomi Indonesia secara keseluruhan tidak terlalu dipengaruhi oleh hal-hal tersebut di atas, karena Indonesia adalah negara yang ekonomi domestiknya cukup kuat dan dominan.

[ butuh rujukan] Militer Artikel utama: Tentara Nasional Indonesia Tentara Nasional Indonesia terdiri dari TNI–AD, TNI-AL (termasuk Marinir) dan TNI-AU. [110] Berkekuatan 400.000 prajurit aktif, memiliki anggaran 4% dari GDP pada tahun 2006, tetapi terdapat kontroversi bahwa ada sumber-sumber dana dari kepentingan-kepentingan komersial dan yayasan-yayasan yang dilindungi oleh militer.

[111] Satu hal baik dari reformasi sejalan dengan mundurnya Suharto adalah mundurnya TNI dari parlemen setelah bubarnya Dwi Fungsi ABRI, walaupun pengaruh militer dalam bernegara masih tetap kuat. [112] Gerakan separatis di sebagian daerah Aceh dan Papua telah menimbulkan konflik bersenjata, dan terjadi pelanggaran HAM serta kebrutalan yang dilakukan oleh kedua belah pihak. [113] [114] Setelah 30 tahun perseteruan sporadis antara Gerakan Aceh Merdeka dan militer Indonesia, maka persetujuan gencatan senjata terjadi pada tahun 2005.

[115] Di Papua, telah terjadi kemajuan yang mencolok, walaupun masih terjadi kekurangan-kekurangan, dengan diterapkannya otonomi, dengan akibat berkurangnya pelanggaran HAM.

[116] Pembagian administratif Papua Saat ini, Indonesia terdiri atas 34 provinsi, 416 kabupaten dan 98 kota, 7.024 daerah setingkat kecamatan, [117] atau 81.626 daerah setingkat desa/ kelurahan. [118] Di antara ke-34 provinsi tersebut, lima di antaranya memiliki status daerah khusus dan/atau daerah istimewa.

Daerah-daerah tersebut ialah Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua Barat, Papua, dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Provinsi Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Papua Barat, dan Papua memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat otonomi yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya.

• Aceh berhak membentuk sistem legal sendiri; dan pada tahun 2003, Aceh mulai menetapkan hukum Syariah. [119] • Yogyakarta mendapatkan status Daerah Istimewa sebagai pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia selama Revolusi.

[120] • Dan akhirnya " Provinsi Papua" (menurut Undang-Undang tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua), sebelumnya disebut Irian Jaya, mendapat status otonomi khusus tahun 2001. [121] • Sementara itu, DKI Jakarta adalah daerah khusus ibu kota negara yang menjadi tempat Pemerintah Pusat Indonesia berkedudukan.

Wilayah Timor Portugis sempat bergabung ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi provinsi Timor Timur pada 1976–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste. [122] Indonesia memperbolehkan penamaan lokal/khusus untuk digunakan pada daerah-daerah administratif di bawah tingkat kabupaten/kota, sesuai dengan Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah.

Beberapa contoh di antaranya ialah kalurahan, kapanewon,, kemantren, gampong, kampung, nagari, pekon, dan distrik. Tiap provinsi memiliki DPRD Provinsi dan gubernur; sementara kabupaten memiliki DPRD Kabupaten dan bupati; kemudian kota memiliki DPRD Kota dan wali kota; semuanya dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilu dan Pilkada.

Bagaimanapun di Jakarta tidak terdapat DPR Kabupaten atau Kota, karena Kabupaten Administrasi dan Kota Administrasi di Jakarta bukanlah daerah otonom.Provinsi di Indonesia dan ibu kotanya Berikut ini merupakan provinsi di Indonesia beserta ibu kotanya.

Sumatra • Aceh – Banda Aceh • Sumatra Utara (Sumut) – Medan • Sumatra Barat (Sumbar) – Padang • Riau – Pekanbaru • Kepulauan Riau (Kepri) – Tanjungpinang • Jambi – Jambi • Sumatra Selatan (Sumsel) – Palembang • Kepulauan Bangka Belitung (Babel) – Pangkal Pinang • Bengkulu – Bengkulu • Lampung – Bandar Lampung Jawa • Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) – Jakarta • Banten – Serang • Jawa Barat (Jabar) – Bandung • Jawa Tengah (Jateng) – Semarang • Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) – Yogyakarta [123] • Jawa Timur (Jatim) – Surabaya Kepulauan Nusa Tenggara • Bali – Denpasar • Nusa Tenggara Barat (NTB) – Mataram • Nusa Tenggara Timur (NTT) – Kupang Kalimantan • Kalimantan Barat (Kalbar) – Pontianak • Kalimantan Tengah (Kalteng) – Palangka Raya • Kalimantan Selatan (Kalsel) – Banjarmasin • Kalimantan Timur (Kaltim) – Samarinda • Kalimantan Utara (Kaltara) – Tanjung Selor Sulawesi • Sulawesi Utara (Sulut) – Manado • Gorontalo – Gorontalo • Sulawesi Tengah (Sulteng) – Palu • Sulawesi Barat (Sulbar) – Mamuju • Sulawesi Selatan (Sulsel) – Makassar • Sulawesi Tenggara (Sultra) – Kendari Kepulauan Maluku • Maluku – Ambon • Maluku Utara (Malut) – Sofifi Papua • Papua Barat (PB) – Manokwari • Papua – Jayapura Ekonomi Kurang dari Rp5 juta Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) pada tanggal 30 Oktober 1946 yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.

{/INSERTKEYS}

tari seudati menggunakan pola lantai

Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya tari seudati menggunakan pola lantai nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak.

Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara. [124] Uang rupiah. Pemerintahan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadwalan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing.

[124] Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya nilai ekspor, dan tari seudati menggunakan pola lantai tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981. [124] Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali, [124] selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997 [125] Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu, [126] yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.

Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut.

[127] Namun, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam memengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%. [128] [129] Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari. [130] Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas.

Indonesia pengekspor gas alam terbesar kelima [131] di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet. [132] Sektor jasa adalah penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005.

Sedangkan sektor industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang 14,0%. [133] Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja.

Sektor tari seudati menggunakan pola lantai mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%. [134] Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia. Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan.

Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007. [135] Peringkat internasional Organisasi Nama Survei Peringkat Heritage Foundation/ The Wall Street Journal Indeks Kebebasan Ekonomi 69 dari 180 [136] The Economist Indeks Kualitas Hidup 71 dari 111 [137] Reporters Without Borders Indeks Kebebasan Pers 103 dari 168 [138] Transparency International Indeks Persepsi Korupsi 98 dari 180 [139] United Nations Development Programme Indeks Pembangunan Manusia 111 dari 189 [140] Forum Ekonomi Dunia Laporan Daya Saing Global 45 dari 140 [141] Central Connecticut State University Peringkat Literasi Membaca 60 dari 61 [142] Demografi Kependudukan Artikel utama: Demografi Indonesia Menurut sensus 2020, jumlah penduduk Indonesia yaitu 270,20 juta jiwa, yang menjadikannya negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia, [143] dengan kepadatan penduduk sebanyak 141 jiwa per km 2 dan rerata laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,25%.

[144] Sebanyak 56,1% penduduk (151,59 juta jiwa) tinggal di Pulau Jawa yang merupakan pulau berpenduduk terbanyak di dunia. [145] Pada tahun 1961, sensus pertama setelah Indonesia merdeka mencatat 97 juta penduduk. [146] Populasi diperkirakan mungkin tumbuh menjadi sekitar 295 juta pada tahun 2030 dan 321 juta pada tahun 2050. [147] Indonesia diperkirakan memiliki usia median 31,1 tahun, [148] dan mulai mengalami bonus demografi, yaitu masa ketika jumlah penduduk usia produktif jauh melebihi penduduk usia nonproduktif.

[149] Sebaran penduduk Indonesia tidak merata, dengan tingkat perkembangan yang bervariasi, mulai dari megakota Jakarta hingga suku-suku tak terjamah di Papua.

[150] Pada 2017, sekitar 54,7% populasi tinggal di kawasan perkotaan. [151] Sekitar 8 juta orang Indonesia tinggal di luar negeri; sebagian besar dari mereka menetap di Malaysia, Belanda, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Singapura, Amerika Serikat, dan Australia. [152] Secara legal, status kewarganegaraan diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006. Warga Negara Indonesia (WNI) diberikan kartu identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang mendaftarkan seseorang di suatu wilayah administratif tertentu.

Status kewarganegaraan Indonesia dapat diperoleh malalui kelahiran, adopsi, perkawinan, atau pewarganegaraan. [153] • l • b • s Kota-kota besar di Indonesia Kota Provinsi Populasi Kota Provinsi Populasi 1 Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10.562.088 Indonesia 7 Makassar Sulawesi Selatan 1.423.877 2 Surabaya Jawa Timur 2.874.314 8 Batam Kepulauan Riau 1.196.396 3 Bandung Jawa Barat 2.444.160 9 Bandar Lampung Lampung 1.166.066 4 Medan Sumatra Utara 2.435.252 10 Pekanbaru Riau 983.356 5 Semarang Jawa Tengah 1.729.428 11 Padang Sumatra Barat 909.040 6 Palembang Sumatera Selatan 1.668.848 12 Malang Jawa Timur 843.810 Sumber: Sensus Penduduk BPS, 2020.

Catatan: Tidak termasuk Kota satelit. Peta suku bangsa di Indonesia Indonesia merupakan negara yang kaya akan kelompok etnik, dengan tari seudati menggunakan pola lantai 1.340 suku bangsa.

[154] Sebagian besar penduduk Indonesia merupakan keturunan Bangsa Austronesia, [155] dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, serta kemungkinan Polinesia dan Mikronesia, terutama di Indonesia bagian timur. [156] Banyak penduduk Indonesia yang mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, tari seudati menggunakan pola lantai dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Suku Jawa, Sunda, Melayu, Batak, Madura, dan lainnya.

[157] Menurut sensus 2010, sekitar 40-42% penduduk merupakan suku Jawa yang menghuni hampir seluruh wilayah Indonesia sebagai akibat program transmigrasi. [158] Meskipun demikian, rasa kebangsaan Indonesia dipegang oleh warga negara Indonesia bersama dengan identitas regional yang kuat.

[159] Istilah bumiputra dan pribumi pernah digunakan untuk menyebut kelompok orang yang berbagi warisan sosial budaya yang sama dan dianggap sebagai penduduk asli Indonesia. [160] Pada tahun 1998, Presiden B.J. Habibie menginstruksikan untuk menghentikan penggunaan istilah pribumi dan nonpribumi dalam kehidupan bernegara. [161] [162] Sejumlah etnis Asia daratan, seperti etnis Tionghoa, Arab, dan India, sudah lama datang ke Nusantara dan kemudian menetap dan berasimilasi menjadi bagian dari Nusantara.

Sensus 2010 mencatat ada sekitar 5 juta WNI yang dikelompokkan sebagai etnis Tionghoa yang tersebar merata di hampir seluruh wilayah di Indonesia ( terutama perkotaan) dan 3 juta jiwa dikelompokkan sebagai etnis Arab yang khususnya berada di pulau Jawa, Sumatera, sebagian Kalimantan dan sebagian Sulawesi. Sedangkan untuk orang keturunan India populasinya hanya sekitar ratusan ribu saja yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia seperti: Medan, Jakarta, Pekanbaru, dan Banda Aceh.

Di beberapa tempat khususnya di kota Medan, terdapat wilayah dengan orang beretnis/keturunan India yang cukup signifikan yakni di little India & kampung madhras.

[163] Bahasa Gedung Pusat Bahasa, lembaga yang menjadi pusat perbendaharaan bahasa di Indonesia. Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah, [164] [165] yang secara umum dipertuturkan oleh mayoritas penduduk Indonesia sebagai bahasa ibu dan bahasa sehari-hari. [166] Sebagian besar bahasa daerah tersebut termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia, dan di samping itu, ada lebih dari 270 bahasa Papua yang digunakan di Indonesia bagian timur.

[167] Menurut jumlah penuturnya, bahasa daerah yang paling banyak digunakan sehari-hari secara berturut-turut adalah Jawa, Sunda, Melayu, Madura, Batak, Minangkabau, Bugis, Betawi, dan Banjar. [168] Bahasa resmi negara ini adalah bahasa Indonesia, yang merupakan salah satu dari banyak varietas bahasa Melayu.

[169] Bahasa Indonesia diajukan sebagai bahasa persatuan sejak masa pergerakan kemerdekaan Indonesia melalui Sumpah Pemuda dan ditetapkan oleh konstitusi pada 1945. [170] Campur tangan negara terhadap bahasa nasional diselenggarakan melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

[171] Beberapa bahasa asing diajarkan dalam pendidikan formal. Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional telah diperkenalkan kepada para pelajar mulai jenjang pendidikan dasar. [172] Bahasa asing lainnya, seperti bahasa Jerman, Prancis, dan Jepang, diajarkan di sejumlah sekolah sebagai pelengkap pada jenjang sekolah menengah atas.

[173] Bagi penganut agama Islam yang menjadi kaum mayoritas di Indonesia, [174] bahasa Arab adalah bahasa asing yang memiliki kedudukan khusus karena harus dipraktikkan dalam ibadah harian tertentu, misalnya salat, [175] dan diajarkan di madrasah ibtidaiah dan jenjang selanjutnya. [176] Meskipun demikian, bahasa Arab tidak menjadi bahasa pergaulan umum sejak periode awal keberadaannya di Indonesia.

[177] Agama Artikel utama: Agama di Indonesia Meskipun menjamin kebebasan beragama dalam konstitusi, [178] pemerintah hanya mengakui enam agama resmi: Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu: sementara itu, penganut agama tradisional ataupun agama-agama lainnya hanya mendapatkan pengakuan terbatas sebagai "penghayat kepercayaan".

[179] [180] Dengan 231 juta penganut pada tahun 2018, Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Sebanyak sekitar hampir 30 juta penduduk Indonesia atau lebih tepatnya 28,6 juta jiwa menganut agama Kristen, dimana 20,2 juta penduduk merupakan penganut aliran Kristen Protestan sedangkan 8,3 juta penganut Kristen Katolik, 4,7 juta penganut Hindu, 2 juta penganut Buddha, 81 ribu penganut Konghucu, dan 108 ribu penganut aliran kepercayaan lainnya ( terutama agama tradisional/lokal).

[174] Agama Islam dipeluk oleh hampir seluruh warga Indonesia (sekitar 86,70%), Agama Kristen (Protestan & Katolik) kebanyakkan dipeluk oleh beberapa suku, yakni: Batak, Toraja, Dayak, Nias, Minahasa, Ambon, dan lainnya. Kebanyakan pemeluk Hindu adalah Suku Bali dan Orang keturunan India di Indonesia [181] serta kebanyakan pemeluk Buddha dan Konghucu adalah orang Tionghoa-Indonesia. [182] Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, sebuah kuil Hindu yang didedikasikan untuk Prabu Siliwangi.

Agama Tari seudati menggunakan pola lantai memberikan warisan seni dan budaya Indonesia. Penduduk asli Indonesia pada awalnya mempraktikkan animisme, paganisme dan dinamisme lokal, yang merupakan kepercayaan umum bangsa Austronesia. Mereka menyembah roh leluhur dan percaya bahwa roh gaib ( hyang) mungkin menghuni tempat-tempat tertentu, seperti pohon besar, batu, hutan, gunung, atau tempat keramat.

[183] Contoh kepercayaan asli Indonesia di antaranya Sunda Wiwitan, Kaharingan, dan Kejawen. Mereka memberikan dampak yang signifikan pada penerapan agama-agama lain, seperti abangan Jawa, Hindu Bali, dan Kristen Dayak, yang dipraktikkan sebagai bentuk agama yang kurang ortodoks dan sinkretis.

[184] [185] Pengaruh agama Tari seudati menggunakan pola lantai mencapai Nusantara pada awal abad pertama Masehi.

[186] Kerajaan Salakanagara di Jawa Barat sekitar tahun 130 merupakan kerajaan terkait India Raya pertama yang tercatat dalam sejarah Nusantara. [187] Agama Buddha tiba sekitar abad ke-6, [188] dan sejarahnya di Indonesia berhubungan erat dengan agama Hindu karena kedua agama ini dianut oleh beberapa kerajaan pada periode yang sama. Nusantara mengalami kebangkitan dan kejatuhan kerajaan Hindu dan Buddha yang kuat dan berpengaruh, seperti Majapahit, Sailendra, Sriwijaya, dan Medang.

Meski tidak lagi menjadi mayoritas, agama Hindu dan Buddha tetap memiliki pengaruh besar pada budaya Indonesia. [189] [190] Agama Islam diperkenalkan oleh para pedagang Suni dari mazhab Syafi'i serta para pedagang Sufi dari anak benua India dan Arab Selatan pada awal abad ke-8 M. [191] [192] Pada sebagian besar perkembangannya, Islam mengalami pencampuran dan saling memengaruhi budaya yang ada sehingga menghasilkan bentuk Islam dengan ciri tersendiri, seperti adanya pesantren.

[193] [194] Perdagangan dan aktivitas dakwah seperti yang dilakukan oleh Wali Songo dan penjelajah Tiongkok Cheng Ho, serta kampanye militer oleh beberapa kesultanan membantu mempercepat penyebaran Islam.

[195] [192] Ibadah misa umat Katolik di Gereja Katedral Jakarta Agama Katolik dibawa oleh para pedagang dan misionaris Portugis seperti Yesuit Fransiskus Xaverius, yang mengunjungi dan membaptis beberapa ribu penduduk setempat. [196] [197] Penyebarannya menghadapi kesulitan karena kebijakan Perusahaan Hindia Timur Belanda yang melarang agama dan permusuhan oleh Belanda sebagai akibat dari Perang Delapan Puluh Tahun melawan pemerintahan Katolik Spanyol.

Protestantisme, sebagian besar, merupakan hasil dari upaya misionaris Calvinis dan Lutheran selama era kolonial Belanda. [198] [199] [200] Meskipun keduanya merupakan cabang Kekristenan yang paling umum, ada banyak denominasi lain di negara ini. [201] Jumlah penganut agama Yahudi cukup besar di Nusantara setidaknya sampai tahun 1945, yang kebanyakan merupakan orang Belanda dan orang Yahudi Baghdadi. Sebagian besar di antara mereka meninggalkan Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan dan agama Yahudi tidak pernah mendapatkan status resmi.

Saat ini hanya sejumlah kecil orang Yahudi di Indonesia, yang kebanyakan berada di Jakarta dan Surabaya. [202] Pada tingkat nasional dan regional, kepemimpinan dalam politik dan kelompok masyarakat sipil di Indonesia telah memainkan peran penting dalam hubungan antaragama, baik secara positif maupun negatif. Sila pertama Pancasila yang merupakan landasan filosofis Indonesia, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, sering menjadi pengingat toleransi beragama, [203] meskipun kasus-kasus intoleransi juga telah terjadi.

[204] Sebagian besar orang Tari seudati menggunakan pola lantai menganggap agama sebagai hal yang esensial dan bagian integral dari kehidupan.

tari seudati menggunakan pola lantai

{INSERTKEYS} [205] [206] Pendidikan dan kesehatan Artikel utama: Pendidikan di Indonesia dan Kesehatan di Indonesia Sesuai dengan konstitusi yang berlaku, [207] serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah wajib mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD di luar gaji pendidik dan biaya kedinasan. Semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar sembilan tahun, yang meliputi enam tahun di sekolah dasar dan tiga tahun di sekolah menengah pertama.

[208] Pada 2018, tingkat partisipasi penduduk sebesar 93% untuk pendidikan dasar, 79% untuk pendidikan menengah, dan 36% untuk pendidikan tinggi, sementara tingkat melek huruf adalah 96%.

[209] Pemerintah menghabiskan sekitar 3,6% dari PDB atau 20,5% dari anggaran negara (2015) untuk pendidikan. [209] Pada tahun 2018, terdapat lebih dari 4.500 perguruan tinggi di Indonesia, [210] dengan universitas terkemuka (seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan lainnya) berlokasi di Pulau Jawa. [211] Anggaran pemerintah untuk sektor kesehatan adalah sekitar 3,3% dari PDB pada tahun 2016. [212] Sebagai bagian dari upaya mencapai cakupan kesehatan semesta, pemerintah meluncurkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2014.

[213] Meskipun ada peningkatan yang luar biasa dalam beberapa dekade terakhir seperti meningkatnya angka harapan hidup (dari 62,3 tahun pada tahun 1990 menjadi 71,7 tahun pada tahun 2019) [214] dan penurunan kematian anak (dari 84 kematian per 1.000 kelahiran pada tahun 1990 menjadi 25,4 kematian pada tahun 2017), [215] Indonesia terus-menerus menghadapi berbagai tantangan, seperti kesehatan ibu dan anak, kualitas udara yang rendah, kurang gizi, tingginya tingkat merokok, dan penyakit menular.

[216] Indeks Pembangunan Manusia Artikel utama: Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Menurut UNDP, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mencapai angka 0,707 [140] pada Laporan Pembangunan Manusia 2019 untuk perkiraan IPM tahun 2018 dan menempati status tinggi, sedangkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Indonesia tahun 2020 telah mencapai angka 71,94 (0,719) [217] dan menempati status tinggi pada tahun 2016.

Perbedaan IPM yang dilaporkan UNDP melalui Human Development Report (HDR) dengan BPS terletak pada besarnya angka IPM dan perincian. Selama ini, memang perbedaan angka IPM sudah dianggap lazim. Namun, sejak sekitar tahun 2011, perbedaan angka IPM UNDP dan BPS meningkat secara signifikan.

Dalam perihal perincian, karena UNDP melaporkan dalam tingkat internasional, laporan IPM Indonesia tidak dilaporkan hingga tingkat yang lebih rendah. Sebaliknya, karena BPS hanya melaporkan di tingkat nasional, BPS lebih memerinci, bahkan hingga IPM di tingkat kota/kabupaten dalam laporan beberapa tahun (laporan IPM hingga tingkat kota/kabupaten jarang).

Namun, yang selalu dilaporkan di bawah tingkat nasional tentunya adalah laporan IPM di tingkat provinsi/daerah. Berikut ini adalah daftar provinsi Indonesia menurut IPM tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 menurut BPS.

[217] Peringkat Provinsi IPM Perubahan (%) Pembangunan Manusia Sangat Tinggi 1 Daerah Khusus Ibukota Jakarta 80,77 (0,808) 0,01 (0,01%) Pembangunan Manusia Tinggi 2 Daerah Istimewa Yogyakarta 79,97 (0,800) -0,02 (-0,03%) 3 Kalimantan Timur 76,24 (0,762) -0,37 (-0,48%) 4 Kepulauan Riau 75,59 (0,756) 0,11 (0,15%) 5 Bali 75,5 (0,755) 0,12 (0,16%) 6 (1) Sulawesi Utara 72,93 (0,729) -0,06 (-0,08%) 7 (1) Riau 72,71 (0,727) -0,29 (-0,40%) 8 Banten 72,45 (0,725) 0,01 (0,01%) 9 Sumatera Barat 72,38 (0,724) -0,01 (-0,01%) 10 Jawa Barat 72,09 (0,721) 0,06 (0,08%) 11 Aceh 71,99 (0,720) 0,09 (0,13%) Indonesia 71,94 (0,719) 0,02 (0,03%) 12 (2) Sulawesi Selatan 71,93 (0,719) 0,27 (0,38%) 13 Jawa Tengah 71,87 (0,719) 0,14 (0,20%) 14 (2) Sumatera Utara 71,77 (0,718) 0,03 (0,04%) 15 Jawa Timur 71,71 (0,717) 0,21 (0,29%) 16 Kepulauan Bangka Belitung 71,47 (0,715) 0,17 (0,24%) 17 (2) Sulawesi Tenggara 71,45 (0,715) 0,25 (0,35%) 18 Bengkulu 71,4 (0,714) 0,19 (0,27%) 19 (2) Jambi 71,29 (0,713) 0,03 (0,04%) 20 (1) Kalimantan Tengah 71,05 (0,711) 0,14 (0,20%) 21 (1) Kalimantan Selatan 70,91 (0,709) 0,19 (0,27%) 22 (2) Kalimantan Utara 70,63 (0,706) -0,52 (-0,73%) 23 Sumatera Selatan 70,01 (0,700) -0,01 (-0,01%) Pembangunan Manusia Sedang 24 Lampung 69,69 (0,697) 0,12 (0,17%) 25 Sulawesi Tengah 69,55 (0,696) 0,05 (0,07%) 26 Maluku 69,49 (0,695) 0,04 (0,06%) 27 (1) Gorontalo 68,68 (0,687) 0,19 (0,28%) 28 (1) Maluku Utara 68,49 (0,685) -0,21 (-0,31%) 29 Nusa Tenggara Barat 68,25 (0,683) 0,11 (0,16%) 30 Kalimantan Barat 67,66 (0,677) 0,01 (0,01%) 31 Sulawesi Barat 66,11 (0,661) 0,38 (0,58%) 32 Nusa Tenggara Timur 65,19 (0,652) -0,04 (-0,06%) 33 Papua Barat 65,09 (0,651) 0,39 (0,60%) 34 Papua 60,44 (0,604) -0,40 (-0,66%) Budaya Wayang Kulit warisan budaya Jawa.

Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki warisan budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Tiongkok, Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti Wayang Kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda.

Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatra seperti tari Ratéb Meuseukat, Tari Saman, dan tari Seudati dari Aceh. Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain. Busana Seorang gadis Palembang tengah mengenakan Songket, salah satu busana tradisional Indonesia.

Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan Batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri Batik meliputi Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, Pandeglang, Garut, Tasikmalaya dan juga Pekalongan.

Kerajinan Batik ini pun diklaim oleh negara lain dengan industri Batiknya. [218] Busana asli Indonesia dari Sabang sampai Merauke lainnya dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan di setiap daerah antara lain baju Kurung dengan Songketnya dari Sumatra Barat ( Minangkabau), kain Ulos dari Sumatra Utara ( Batak), busana Kebaya, busana khas Dayak di Kalimantan, baju Bodo dari Sulawesi Selatan, busana Koteka dari Papua dan sebagainya.

Arsitektur Lukisan Candi Prambanan yang berasal dari masa pemerintahan Raffles. Arsitektur Indonesia mencerminkan keanekaragaman budaya, sejarah, dan geografi yang membentuk Indonesia seutuhnya. Kaum penyerang, penjajah, penyebar agama, pedagang, dan saudagar membawa perubahan budaya dengan memberi dampak pada gaya dan teknik bangunan.

Tradisionalnya, pengaruh arsitektur asing yang paling kuat adalah dari India. Tetapi, Tiongkok, Arab, dan sejak abad ke-19 pengaruh Eropa menjadi cukup dominan. Ciri khas arsitektur Indonesia kuno masih dapat dilihat melalui rumah-rumah adat dan/atau istana-istana kerajaan dari tiap-tiap provinsi.

Taman Mini Indonesia Indah, salah satu objek wisata di Jakarta yang menjadi miniatur Indonesia, menampilkan keanekaragaman arsitektur Indonesia itu. Beberapa bangunan khas Indonesia misalnya Rumah Gadang, Monumen Nasional, dan Bangunan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan di Institut Teknologi Bandung.

Olahraga Maria Kristin Yulianti (merah), peraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008. Olahraga yang paling populer di Indonesia adalah sepak bola dan bulu tangkis. [ butuh rujukan] Gojek Traveloka Liga 1 adalah liga klub sepak bola utama di Indonesia. [ butuh rujukan] Olahraga tradisional Indonesia termasuk sepak takraw dan karapan sapi. Di wilayah dengan sejarah perang antar suku, kontes pertarungan diadakan, seperti caci di Flores, dan pasola di Sumba.

Pencak silat adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa Gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya. Olahraga di Indonesia biasanya berorientasi pada pria dan olahraga spektator sering berhubungan dengan judi yang ilegal di Indonesia.

[219] Di ajang kompetisi multi cabang, prestasi atlet-atlet Indonesia tidak terlalu mengesankan. Di Olimpiade, prestasi terbaik Indonesia diraih pada saat Olimpiade 1992, di mana Indonesia menduduki peringkat 24 dengan meraih 2 emas 2 perak dan 1 perunggu, kelima medali tersebut diraih melalui cabang bulu tangkis. Pada era 1960 hingga 2000, Indonesia merajai bulu tangkis.

Atlet-atlet putra Indonesia seperti Rudi Hartono, Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Ricky Subagja, dan Rexy Mainaky merajai kejuaraan-kejuaraan dunia. Rudi Hartono yang dianggap sebagai maestro bulu tangkis dunia, menjadi juara All England terbanyak sepanjang sejarah perbulu tangkisan Indonesia. Ia meraih 8 gelar juara, dengan 7 gelar diraihnya secara berturut-turut.

Selain bulu tangkis, atlet-atlet tinju Indonesia juga mampu meraih gelar juara dunia, seperti Elyas Pical, Nico Thomas, [220] dan Chris John. [221] dalam ajang sepak bola internasional, Timnas Indonesia (Hindia Belanda) merupakan tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia pada tahun 1938 di Prancis.

[222] Seni musik Artikel utama: Musik Indonesia Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari Sabang hingga Merauke.

Setiap provinsi di Indonesia memiliki musik tradisional dengan ciri khasnya tersendiri. Musik tradisional termasuk juga Keroncong yang berasal dari keturunan Portugis di daerah Tugu, Jakarta, [223] yang dikenal oleh semua rakyat Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. Ada juga musik yang merakyat di Indonesia yang dikenal dengan nama dangdut yaitu musik beraliran Melayu modern yang dipengaruhi oleh musik India sehingga musik dangdut ini sangat berbeda dengan musik tradisional Melayu yang sebenarnya, seperti musik Melayu Deli, Melayu Riau, dan sebagainya.

Seperangkat Gamelan Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki banyak ragam dari pelbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula alat musik tradisional Indonesia yang diklaim oleh negara lain [224] untuk kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak cipta seni dan warisan budaya Indonesia ke lembaga Internasional UNESCO.

Alat musik tradisional Indonesia antara lain meliputi: • Angklung • Bende • Calung • Dermenan • Gamelan • Gandang Tabuik • Gendang Bali • Gendang Karo • Gondang Batak • Gondang (musik Sunda) • Gong Kemada • Gong Lambus • Jidor • Kecapi Suling • Kecapi Batak • Kendang Jawa • Kenong • Kulintang • Rebab • Rebana • Saluang • Saron • Sasando • Serunai • Seurune Kale • Suling Lembang • Suling Batak • Suling Sunda • Talempong • Tanggetong • Tifa, dan sebagainya Kuliner Beberapa makanan Indonesia: soto ayam, sate kerang, telor pindang, perkedel dan es teh manis.

Masakan Indonesia bervariasi bergantung pada wilayahnya. [225] Nasi adalah makanan pokok dan dihidangkan dengan lauk daging dan sayur. Bumbu (terutama cabai), santan, ikan, dan ayam adalah bahan yang penting. [226] Sepanjang sejarah, Indonesia telah menjadi tempat perdagangan antara dua benua. Ini menyebabkan terbawanya banyak bumbu, bahan makanan dan teknik memasak dari bangsa Melayu sendiri, India, Timur tengah, Tionghoa, dan Eropa. Semua ini bercampur dengan ciri khas makanan Indonesia tradisional, menghasilkan banyak keanekaragaman yang tidak ditemukan di daerah lain.

Bahkan bangsa Spanyol dan Portugis, telah mendahului bangsa Belanda dengan membawa banyak produk dari dunia baru ke Indonesia. [ butuh rujukan] Sambal, sate, bakso, soto, dan nasi goreng merupakan beberapa contoh makanan yang biasa dimakan masyarakat Indonesia setiap hari. [227] Selain disajikan di warung atau restoran, terdapat pula aneka makanan khas Indonesia yang dijual oleh para pedagang keliling menggunakan gerobak atau pikulan. Pedagang ini menyajikan bubur ayam, mie ayam, mi bakso, mi goreng, nasi goreng, aneka macam soto, siomay, sate, nasi uduk, dan lain-lain.

Rumah makan Padang yang menyajikan nasi Padang, yaitu nasi disajikan bersama aneka lauk-pauk Masakan Padang, mudah ditemui di berbagai kota di Indonesia. [ butuh rujukan] Selain itu Warung Tegal yang menyajikan masakan Jawa khas Tegal dengan harga yang terjangkau juga tersebar luas.

[ butuh rujukan] Nasi rames atau nasi campur yang berisi nasi beserta lauk atau sayur pilihan dijual di warung nasi di tempat-tempat umum, seperti stasiun kereta api, pasar, dan terminal bus. Di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dikenal nasi kucing sebagai nasi rames yang berukuran kecil dengan harga murah, nasi kucing sering dijual di atas angkringan, sejenis warung kaki lima.

Penganan kecil semisal kue-kue banyak dijual di pasar tradisional. Kue-kue tersebut biasanya berbahan dasar beras, ketan, ubi kayu, ubi jalar, terigu, atau sagu.

Perfilman Artikel utama: Perfilman Indonesia Film pertama yang diproduksi pertama kalinya di nusantara adalah film bisu tahun 1926 yang berjudul Loetoeng Kasaroeng dan dibuat oleh sutradara Belanda G. Kruger dan L. Heuveldorp pada zaman Hindia Belanda. [ butuh rujukan] Film ini dibuat dengan aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di Bandung dan muncul pertama kalinya pada tanggal 31 Desember, 1926 di teater Elite and Majestic, Bandung.

Setelah itu, lebih dari 2.200 film diproduksi. Pada masa awal kemerdekaan, sineas-sineas Indonesia belum banyak bermunculan. Di antara sineas yang ada, Usmar Ismail merupakan salah satu sutradara paling produktif, dengan film pertamanya Harta Karun (1949). [ butuh rujukan] Namun kemudian film pertama yang secara resmi diakui sebagai film pertama Indonesia sebagai negara berkedaulatan adalah film Darah dan Doa (1950) yang disutradarai Usmar Ismail.

Dekade 1970 hingga 2000-an, Arizal muncul sebagai sutradara film paling produktif. Tak kurang dari 52 buah film dan 8 judul sinetron dengan 1.196 episode telah dihasilkannya. [ butuh rujukan] Popularitas industri film Indonesia memuncak pada tahun 1980-an dan mendominasi bioskop di Indonesia, [228] meskipun kepopulerannya berkurang pada awal tahun 1990-an.

Antara tahun 2000 hingga 2005, jumlah film Indonesia yang dirilis setiap tahun meningkat. [228] Film Laskar Pelangi (2008) yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata menjadi film terlaris Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah perfilman Indonesia hingga tahun 2016.

[229] Kesusastraan Artikel utama: Sastra Indonesia Bukti tulisan tertua di Indonesia adalah berbagai prasasti berbahasa Sanskerta pada abad ke-5 Masehi. [ butuh rujukan] Figur penting dalam sastra modern Indonesia termasuk: pengarang Belanda Multatuli yang mengkritik perlakuan Belanda terhadap Indonesia selama zaman penjajahan Belanda; Muhammad Yamin dan Hamka yang merupakan penulis dan politikus pra-kemerdekaan; [230] dan Pramoedya Ananta Toer, pembuat novel Indonesia yang paling terkenal.

[231] Selain novel, sastra tulis Indonesia juga berupa puisi, pantun, dan sajak. Chairil Anwar merupakan penulis puisi Indonesia yang paling ternama. Banyak orang Indonesia memiliki tradisi lisan yang kuat, yang membantu mendefinisikan dan memelihara identitas budaya mereka. [232] Kebebasan pers dan media publik Artikel utama: Kebebasan pers di Indonesia Kebebasan pers di Indonesia meningkat setelah berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto.

Jaringan televisi publik TVRI bersaing dengan jaringan televisi swasta nasional dan stasiun daerah; begitu pula dengan jaringan radio publik RRI yang bersaing dengan jaringan radio swasta yang menyiarkan berita dan hiburan.

Dilaporkan terdapat 20 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007. [233] Hingga tahun 2014, Jumlah pengguna internet bertambah pesat menjadi 83,7 juta orang atau terbanyak keenam di dunia. [234] • ^ "Pancasila" (dalam bahasa Inggris). Perpustakaan Kongres Amerika Serikat. 3 Februari 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Februari 2017 . Diakses tanggal 5 Februari 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Vickers 2005, hlm. 117. • ^ Simons, Gary F.; Fennig, Charles D.

"Ethnologue: Languages of the World, Twenty-first edition" (dalam bahasa Inggris). SIL International . Diakses tanggal 20 September 2018. • ^ Na'im, Akhsan; Syaputra, Hendry (Agustus 2010). "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (PDF).

Badan Pusat Statistik (BPS). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 23 September 2015 . Diakses tanggal 23 September 2015. • ^ "Mengulik Data Suku di Indonesia". Badan Pusat Statistik. 18 November 2015 . Diakses tanggal 1 Januari 2021. • ^ "Statistik Umat Menurut Agama di Indonesia". Kementerian Agama Republik Indonesia. 15 Mei 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 September 2020 .

Diakses tanggal 24 September 2020. • ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut Indonesia". BPS. 15 Mei 2010 . Diakses tanggal 29 September 2020.

• ^ a b "UN Statistics" (PDF) (dalam bahasa Inggris). Perserikatan Bangsa-Bangsa. 2005. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 31 Oktober 2007 . Diakses tanggal 31 Oktober 2007. • ^ " "World Population prospects – Population Division "". population.un.org (dalam bahasa Inggris).

Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa, Divisi Kependudukan. 2019 . Diakses tanggal 9 November 2019. • ^ " "Overall total population" – World Population Prospects: The 2019 Revision" (xslx). population.un.org (Data khusus yang diperoleh melalui situs web) (dalam bahasa Inggris).

Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa, Divisi Kependudukan. 2019 . Diakses tanggal 9 November 2019. • ^ . Januari 2021 https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/1032/273-juta-penduduk-indonesia-terupdate-versi-kemendagri2021 . Diakses tanggal 21 Januari 2021. Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) • ^ a b c d "World Economic Outlook Database" (dalam bahasa Inggris). International Monetary Fund.

19 April 2022 . Diakses tanggal 4 Mei 2022. • ^ "GINI index (World Bank estimate) - Indonesia" (dalam bahasa Inggris). Bank Dunia. 2021 . Diakses tanggal 4 Mei 2022. • ^ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi 2019-2021". www.bps.go.id . Diakses tanggal 26 November 2021. • ^ Human Development Report 2020 The Next Frontier: Human Development and the Anthropocene (PDF) (dalam bahasa Inggris). Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa. 15 Desember 2020.

hlm. 343–346. ISBN 978-92-1-126442-5. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 15 Desember 2020 . Diakses tanggal 16 Desember 2020. • ^ "Which Countries Have The Most Islands?".

World Atlas (dalam bahasa Inggris). 2020-10-05 . Diakses tanggal 2022-04-23. • ^ a b c Justus M. van der Kroef (1951). "The Term Indonesia: Its Origin and Usage". Journal of the American Oriental Society. 71 (3): 166–171. doi: 10.2307/595186. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 April 2020 . Diakses tanggal 2 Agustus 2008. • ^ "Hasil Sensus Penduduk 2020". Badan Pusat Statistik. 21 Januari 2021. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 Januari 2021 .

Diakses tanggal 21 Januari 2021. • ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut". Jakarta: Badan Pusat Statistik. 15 Mei 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-12-03 .

Diakses tanggal 28-02-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ Ricklefs 2001, hlm. 379. • ^ "eJournal UM – Portal Jurnal Elektronik Universitas Negeri Malang" (dalam bahasa Inggris) . Diakses tanggal 2022-02-27. • ^ Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam Satu Naskah. • ^ "RUU Ibu Kota Negara Sah Jadi Undang-Undang". Republika. 18 Januari 2022 . Diakses tanggal 18 Januari 2022. • ^ Leo Suryadinata, Evi Nurvidya Arifin, Aris Ananta; Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape; Institute of Southeast Asian Studies, 2003 • ^ Tomascik, T.; Mah, A.J.

(1997). The Ecology of the Indonesian Seas – Part One. Hong Kong: Periplus Editions Ltd. ISBN 962-593-078-7. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Anshory, Irfan (16 Agustus 2004). "Asal Usul Nama Indonesia". Pikiran Rakyat. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Desember 2006 . Diakses tanggal 5 Oktober 2006. • ^ Earl, George S.W. (1850). "On The Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations". Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): 119.

• ^ Logan, James Richardson (1850). "The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders". Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): 4, 252–347. • ^ Earl, George S.W. (1850). "On The Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations". Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): 254, 277–278.

• ^ Pope (1988). "Recent advances in far eastern paleoanthropology". Annual Review of Anthropology. 17: 43–77. doi: 10.1146/annurev.an.17.100188.000355. cited in Whitten, T (1996). The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd. hlm. 309–312. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); Pope, G ( 15 Agustus, 1983).

"Evidence on the Age of the Asian Hominidae". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 80 (16): 4,988–4992. doi: 10.1073/pnas.80.16.4988. PMID 6410399. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-11-21. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) cited in Whitten, T (1996). The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd.

hlm. 309. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); de Vos, J.P. ( 9 Desember 1994). "Dating hominid sites in Indonesia" (PDF). Science Magazine.

266 (16): 4, 988–4992. doi: 10.1126/science.7992059. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2009-09-29. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) cited in Whitten, T (1996).

The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd. hlm. 309. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Taylor (2003), pp. 5–7 • ^ Taylor (2003), pp. 8-9 • ^ Taylor (2003), pp. 22–26; Ricklefs (1991), pp. 3 • ^ Peter Lewis (1982). "The next great empire". Futures. 14 (1): 47–61. doi: 10.1016/0016-3287(82)90071-4. • ^ *Kong Yuanzhi, Muslim Tionghoa Cheng Ho, Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara. Diarsipkan 2008-12-07 di Wayback Machine.

Penyunting: HM. Hembing Wijayakusuma. Pustaka Populer Obor, Oktober 2000, xliv + 299 halaman • ^ a b c Ricklefs 2001. • ^ ZWEERS, L. (1995). Agressi II: Operatie Kraai. De vergeten beelden van de tweede politionele actie. {/INSERTKEYS}

tari seudati menggunakan pola lantai

Den Haag: SDU uitgevers. • ^ van der Bijl, Nick. Confrontation, The War with Indonesia 1962–1966, (London, 2007) ISBN 978-1-84415-595-8 • ^ Wibowo, Sigit, Sjarifuddin. Ekonomi Indonesia Gagal karena Mafia Berkeley Diarsipkan 2008-06-16 di Wayback Machine., Harian Umum Sore Sinar Harapan. Copyright © Sinar Harapan 2003. Diakses: Selasa, 6 Agustus 2008. • ^ Laporan dari Carter Center. The Carter Center 2004 Indonesia Election Report (PDF). Siaran pers. Diakses pada 29 Juli 2008.

• ^ Morgan, Sally (2007). Indonesia. London: Wayland. ISBN 978-0-7502-4747-4. OCLC 123798216. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "PBB Verifikasi 16.056 Nama Pulau Indonesia". Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. 19 Agustus 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Agustus 2021.

Diakses tanggal 10 Agustus 2021. • ^ a b c International Monetary Fund (April 2006). Estimate World Economic Outlook Database. Siaran pers. Diakses pada 5 Oktober 2006. • ^ "Indonesia Regions". Indonesia Business Directory. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 Desember 2005. Diakses tanggal 24 April 2007. Parameter -first1= tanpa -last1= di Authors list ( bantuan) • ^ BPS 2021, hlm.

5. • ^ Frederick, William H.; Worden, Robert L. (1993). Indonesia: A Country Study. Area Handbook Series (dalam bahasa Inggris). 550. Washington, D.C.: Federal Research Division, Library of Congress. hlm. 98. ISBN 9780844407906.

• ^ BPS 2020, hlm. 3. • ^ "Menko Maritim Luncurkan Data Rujukan Wilayah Kelautan Indonesia". Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. 10 Agustus 2018. Diakses tanggal 10 Agustus 2021. • ^ Article 55 Diarsipkan 2008-03-16 di Wayback Machine., 1982 UN Convention on the Law of The Sea. • ^ Hope, G.S.; Peterson, J.A., ed. (1976).

The Equatorial Glaciers of New Guinea. Rotterdam: A.A. Balkema. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Foster, Nigel (2021). Heart of Toba: Batak Life Beside the World's Largest Caldera Lake.

Amazon Digital Services. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Geografis". Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Diakses tanggal 11 Agustus 2021. • ^ Beck, Hylke E.; Zimmermann, Niklaus E.; McVicar, Tim R.; Vergopolan, Noemi; Berg, Alexis; Wood, Eric F. (2018). "Present and future Köppen-Geiger climate classification maps at 1-km resolution".

Scientific Data. 5 (1): 180214. doi: 10.1038/sdata.2018.214. ISSN 2052-4463. PMC 6207062. PMID 30375988. Pemeliharaan CS1: Format Tari seudati menggunakan pola lantai ( link) • ^ Beck, Hylke E.; Zimmermann, Niklaus E.; McVicar, Tim R.; Vergopolan, Noemi; Berg, Alexis; Wood, Eric F. (2020). "Publisher Correction: Present and future Köppen-Geiger climate classification maps at 1-km resolution".

Scientific Data. 7 (1): tari seudati menggunakan pola lantai. doi: 10.1038/s41597-020-00616-w. ISSN 2052-4463. PMC 7431407. PMID 32807783. Pemeliharaan CS1: Format PMC ( link) • ^ "Climate of the World: Indonesia".

Weather Online. Diakses tanggal 10 Agustus 2021. • ^ Yananto, Ardila; Sibarani, Rini Mariana (2016). "Analisis Kejadian El Nino dan Pengaruhnya terhadap Intensitas Curah Hujan di Wilayah Jabodetabek (Studi Kasus: Periode Puncak Musim Hujan Tahun 2015/2016)".

Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca. 17 (2): 65. doi: 10.29122/jstmc.v17i2.541. ISSN 2549-1121. • ^ Wyrtki, Klaus (1961). Physical oceanography of the Southeast Asian waters (PDF).

La Jolla, Calif.: Scripps Institution of Oceanography. OCLC 5116526. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Aldrian, E.; Karmini, M.; Budiman (2011). Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Indonesia (PDF). Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

hlm. 19–21. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Aldrian, Edvin; Dwi Susanto, R. (2003). "Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature".

International Journal of Climatology. 23 (12): 1435–1452. doi: 10.1002/joc.950. ISSN 0899-8418. • ^ Overland, Indra (2017). Impact of Climate Change on ASEAN International Affairs: Risk and Tari seudati menggunakan pola lantai Multiplier.

Norwegian Institute of International Affairs (NUPI) dan Myanmar Institute of International and Strategic Studies (MISIS). Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Climate Impact Map". Climate Impact Lab. Diakses tanggal 18 November 2018. • ^ a b c Case, M.; Ardiansyah, F.; Spector, E. (14 November 2007). "Climate Change in Indonesia: Implications for Humans and Nature" (PDF).

World Wide Fund for Nature. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 19 Februari 2018. Diakses tanggal 18 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Report: Flooded Future: Global vulnerability to sea level rise worse than previously understood". Climate Central.

29 Oktober 2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 November 2019. Diakses tanggal 5 November 2019. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Lin, Mayuri Mei; Hidayat, Rafki (13 Agustus 2018). "Jakarta, the fastest-sinking city in the world". BBC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 Oktober 2018.

Diakses tanggal 19 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Indonesia: Climate Risk and Adaptation Country Profile" (PDF). World Bank. April 2011. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 6 Desember 2017.

Diakses tanggal 18 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b "Indonesia: Volcano nation". BBC. 5 November 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 November 2017.

Diakses tanggal 28 November 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Witton 2003, hlm. 38. • ^ Bressan, David (11 Agustus 2017). "Early Humans May Have Lived Through A Supervolcano Eruption".

Forbes. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Agustus 2017. Diakses tanggal 11 Oktober 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Tambora". Volcano Discovery. 29 Mei 2016. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Desember 2016. Diakses tanggal 20 December 2016. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Bressan, David (31 Agustus 2016). "The Eruption of Krakatoa Was the First Global Catastrophe".

Forbes. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 September 2016. Diakses tanggal 2 September 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Analysis of the Sumatra-Andaman Earthquake Reveals Longest Fault Rupture Ever".

National Science Foundation. 19 Mei 2005. Diakses tanggal 15 Desember 2016. • ^ "The World's 17 Megadiverse Countries". Biodiversity A-Z. Diakses tanggal 11 Agustus 2021.

• ^ Mittermeier, Russell A.; Mittermeier, Cristina Goettsch; Gil, Patricio Robles; Wilson, Edward O. (1997). Megadiversity: earth's biologically wealthiest nations. México, D.F.: CEMEX. ISBN 978-968-6397-50-5. OCLC 38584598. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ New, T.R. (2002). "Neuroptera of Wallacea: a transitional fauna between major geographical regions" (PDF). Acta Zoologica Academiae Scientiarum Hungaricae.

48 (2): 217–227. • ^ Simpson, George Gaylord (1977). "Too Many Lines; The Limits of the Oriental and Australian Zoogeographic Regions". Proceedings of the American Philosophical Society. 21 (2): 107–120. • ^ "Indonesia: Main Details". Convention on Biological Diversity. Diakses tanggal 19 Agustus 2021. • ^ Miller, Jason R. (14 Agustus 2007). "Deforestation in Indonesia and the Orangutan Population".

TED Case Studies. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Agustus 2007. Diakses tanggal 11 Agustus 2007. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "2020 Environmental Performance Index" (PDF).

Yale University. 2020. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 9 Juni 2020. Diakses tanggal 9 Juni 2020. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Forest area (% of land area) – Indoneisa". World Bank. Diakses tanggal 14 Juni 2021. • ^ a b Tsujino, Riyou; Yumoto, Takakazu; Kitamura, Shumpei; Djamaluddin, Ibrahim; Darnaedi, Dedy (2016).

"History of forest loss and degradation in Indonesia". Land Use Policy. 57: 335–347. doi: 10.1016/j.landusepol.2016.05.034. • ^ Colchester, Marcus; Jiwan, Normal; Andiko, Martua Sirait; Firdaus, Asup Y.; Surambo, A.; Pane, Herbert (26 Maret 2012). "Palm Oil and Land Acquisition in Indonesia: Implications for Local Communities and Indigenous People" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 31 Mei 2012. Diakses tanggal 31 Tari seudati menggunakan pola lantai 2012. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Chrysolite, Hanny; Juliane, Reidinar; Chitra, Josefhine; Ge, Mengpin (4 Oktober 2017).

"Evaluating Indonesia's Progress on its Climate Commitments". World Resources Institute. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Oktober 2017. Diakses tanggal 26 Agustus 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ BirdLife International (2018).

"Leucopsar rothschildi". The IUCN Red List of Threatened Species 2018. e.T22710912A129874226. doi: 10.2305/iucn.uk.2018-2.rlts.t22710912a129874226.en. • ^ Singleton, I; Wich, S.A.; Nowak, M.; Usher, G.; Utami-Atmoko, S.S. (2017). "Pongo abelii". The IUCN Red List of Threatened Species 2017. e.T121097935A123797627. doi: 10.2305/iucn.uk.2017-3.rlts.t121097935a115575085.en. • ^ Elis, S.; Talukdar, B. (2020). "Rhinoceros sondaicus". The IUCN Red List of Threatened Species 2020.

e.T19495A18493900. tari seudati menggunakan pola lantai 10.2305/iucn.uk.2020-2.rlts.t19495a18493900.en. • ^ Harijanti, Susi Dwi; Lindsey, Tim (1 Januari 2006). "Indonesia: General elections test the amended Constitution and the new Constitutional Court". International Journal of Constitutional Law. 4 (1): 138–150. doi: 10.1093/icon/moi055. ISSN 1474-2659. • ^ Ardiansyah, F.; Marthen, A.A.; Amalia, N.

(2015). Forest and land-use governance in a decentralized Indonesia: A legal and policy review. Center for International Forestry Research (CIFOR). doi: 10.17528/cifor/005695. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Setyorini, Ika (2019).

"Kewenangan Pemerintah Daerah di Indonesia Pasca Amandemen UUD 1945". Literasi Hukum. 3 (1): 26–38. • ^ UUD 1945, Pasal 7.

• ^ "Kabinet Pemerintahan Indonesia". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 24 Agustus 2021. • ^ UUD 1945, Pasal 3. • ^ Evans, Kevin (2019). "Guide to the 2019 Indonesian Elections" (PDF).

Australia-Indonesia Centre. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 17 April 2019. Diakses tanggal 30 Juli 2019.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ UUD 1945, Pasal 20A. • ^ "Tugas dan Wewenang". Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diakses tanggal 25 Agustus 2021.

• ^ UUD 1945, Pasal 22D. • ^ "Fungsi, Tugas, dan Wewenang". Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-09-20. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ "Pimpinan MPR RI". Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Diakses tanggal 25 Agustus 2021.

• ^ "Pimpinan DPR RI". Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ "Pimpinan DPD". Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Diarsipkan dari tari seudati menggunakan pola lantai asli tanggal 2020-09-20.

Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ UUD 1945, Pasal 24. • ^ "Wewenang dan Tugas". Komisi Yudisial Republik Indonesia. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ Wong, Kristina (23 July 2009). "abc NEWS Poll: Obama's Popularity Lifts U.S. Global Image". USA: ABC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-01-13. Diakses tanggal 23 October 2011. • ^ "Kedutaan/Konsulat". Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Diakses tanggal 29 Agustus 2021. • ^ Haryanto, Agus (Desember 2014). "Prinsip Bebas Aktif dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia: Perspektif Teori Peran".

Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi. IV (II): 17–27. • ^ "Indonesia – Foreign Policy". U.S. Library of Congress. U.S. Library of Congress. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-09-27. Diakses tanggal 5 May 2007. • ^ Indonesia temporarily withdrew from the UN on 20 January 1965 in response to the fact that Malaysia was elected as a non-permanent member of the Security Council. It announced its intention to "resume full cooperation with the United Nations and to resume participation in its activities" on 19 September 1966, and was invited to re-join the UN on 28 September 1966.

• ^ Chris Wilson (11 October 2001). "Indonesia and Transnational Terrorism". Foreign Affairs, Defense and Trade Group. Parliament of Australia.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-11-06. Diakses tanggal 15 October 2006. ; Reyko Huang (23 May 2002). "Priority Dilemmas: U.S. – Indonesia Military Relations in the Anti Terror War". Terrorism Project. Center for Defense Information. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-10-12. Diakses tanggal 2015-02-14. • ^ "Commemoration of 3rd anniversary of bombings". Melbourne: The Age Newspaper.

AAP. 10 December 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-04-01. Diakses tanggal 2015-02-14. • ^ US Embassy, Jakarta (10 May 2005). Travel Warning: Indonesia.

Siaran pers. Diakses pada 26 December 2006. • ^ Chew, Amy (7 July 2002). "Indonesia military regains ground". CNN Asia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-14. Diakses tanggal 24 April 2007. • ^ Witular, Rendi A. (19 May 2005). "Susilo Approves Additional Military Funding". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-14. Diakses tanggal 24 April 2007.

• ^ Friend (2003), pp. 473–475, 484 • ^ Friend (2003), pp. 270–273, 477–480 • ^ "Indonesia flashpoints: Aceh". BBC News. BBC. 29 December 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-05-02.

Diakses tanggal 20 May 2007. • ^ "Indonesia agrees Aceh peace deal". BBC News. BBC. 17 July 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-14. Diakses tanggal 20 May 2007. ; Harvey, Rachel (18 September 2005). "Indonesia starts Aceh withdrawal".

BBC News. BBC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-05-02. Diakses tanggal 20 May 2007. • ^ Lateline TV Current Affairs (20 April 2006). "Sidney Jones on South East Asian conflicts" (PDF). TV Program transcript, Interview with South East Asia director of the International Crisis Group. Australian Broadcasting Commission (ABC). Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 September 2006. ; International Crisis Group (5 September 2006).

"Papua: Answer to Frequently Asked Questions" (PDF). Update Briefing. International Crisis Group (53): 1. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 18 September 2006. Diakses tanggal 17 September 2006.

• ^ "2014BPS". Diarsipkan dari versi tari seudati menggunakan pola lantai tanggal 2015-11-13. Diakses tanggal 2015-10-04. • ^ "BPS". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-11-13. Diakses tanggal 2015-10-04. • ^ Michelle Ann Miller (2004). "The Aceh law: a serious response to Acehnese separatism?".

Asian Ethnicity. 5 (3): 333–351. doi: 10.1080/1463136042000259789. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-10-01. Diakses tanggal 2008-08-02. • ^ Dewan Perwakilan Rakyat (1999). Bab XIV Other Provisions, Pasal 122; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah PDF (146 ).

Presiden Indonesia (1974). Bab VII Aturan Peralihan, Pasal 91 • ^ Dursin, Richel ( 18 November 2004). "Another Fine Mess in Papua".

Editorial. The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-01-15. Diakses tanggal 5 Oktober 2006. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); Periksa nilai tanggal di: -accessdate=, -date= ( bantuan); "Papua Chronology Confusing Signals from Jakarta". The Jakarta Post. 18 November 2004.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-01-15. Diakses tanggal 5 Oktober 2006. Periksa nilai tanggal di: -accessdate=, -date= ( bantuan) • ^ Burr, W. (2001-12-06). "Ford and Kissinger Gave Green Light to Indonesia's Invasion of East Timor, 1975: New Documents Detail Conversations with Suharto".

National Security Archive Electronic Briefing Book No. 62. National Security Archieve, Universitas George Washington, Washington, D.C. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-08-21. Diakses tanggal 2006-09-17.

Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ "USD". www.usd.ac.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-01-29. Diakses tanggal 26-06-2017. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ a b c d Schwarz, A. (1994). A Nation in Waiting: Indonesia in the 1990s. Westview Press. ISBN 1-86373-635-2, pp. 52–57. • ^ "Indonesia: Country Brief". Indonesia:Key Development Data & Statistics. Bank Dunia.

2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-11-01. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Poverty in Indonesia: Always with them". The Economist. 2006-09-14. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-11-28. Diakses tanggal 2006-12-26. • ^ "Indonesia: Forecast".

Country Briefings. The Economist. 2006-10-03. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-08-04. • ^ Badan Pusat Statistik Indonesia (2008-12-02). Beberapa Indikator Penting Mengenai Indonesia (PDF) (dalam Bahasa Indonesia). Siaran pers. Diakses pada tari seudati menggunakan pola lantai. • ^ Ridwan Max Sijabat ( 23 Maret 2007). "Unemployment still blighting the Indonesian landscape". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-05-01. Diakses tanggal 2008-08-07.

Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Bank Dunia. Making the New Indonesia Work for the Poor – Overview (PDF). Siaran pers. Diakses pada 26 Desember 2006. • ^ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2016-04-22. Diakses tanggal 2016-03-01. • ^ "Indonesia (IDN) Exports, Imports, and Trade Partners - OEC".

OEC - The Observatory of Economic Complexity (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-19. • ^ "Official Statistics and its Development in Indonesia" (PDF). Sub Committee on Statistics: First Session 18–20 February, 2004. Economic and Social Commission for Asia & the Pacific. hlm. 19. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2009-09-29.

Diakses tanggal 2008-08-07. • ^ "Indonesia at a Glance" (PDF). Indonesia Development Indicators and Data. Bank Dunia. 2006-08-13. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-12-23. Diakses tanggal 2008-08-07. • ^ "Indeks Persepsi Korupsi". Transparency International. 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-04-28. Diakses tanggal 2007-09-28. • ^ "Index of Economic Freedom".

The Heritage Foundation & The Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-08. Diakses tanggal 2018-12-08. • ^ "The Economist Intelligence Unit's Quality-of-Life Index" (PDF). The Economist. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2012-07-23. Diakses tanggal 2007-09-12. • ^ "Worldwide Press Freedom Index 2006" (PDF). Reporters Without Borders.

Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2008-06-24. Diakses tanggal 2008-06-31. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ "cpi 2017 table". Transparency International. 2018-02-21. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-23. Diakses tanggal 2008-06-31.

Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b "Human Development Reports: Indonesia". United Nations Development Programme. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-07-01. Diakses tanggal 2019-12-09. • ^ "Global Competitiveness Index rankings 2018" (PDF).

World Economic Forum. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-08. Diakses tanggal 2018-12-08. • ^ "Most Literred Nation in the World 2016" (PDF). Central Connecticut State University. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-03-11. Diakses tanggal 2016-01-29. • ^ "Countries in the world by population (2021)". World-O-Meter. Diakses tanggal 7 Agustus 2021. • ^ Badan Pusat Statistik (21 Januari 2021), Hasil Sensus Penduduk 2020 (PDF), Jakarta: Badan Pusat Statistik, diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 22 Januari 2021 • ^ Migiro, Geoffrey (6 Mei 2019).

"Most Tari seudati menggunakan pola lantai Islands in the World". World Atlas (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 20 April 2021. • ^ Badan Pusat Statistik (1962). Sensus Penduduk 1961 Republik Indonesia. Jakarta: Biro Pusat Statistik. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "World Population Prospect: 2017 Revision" (PDF). United Nations Department of Economics and Social Affairs – Population Division.

21 Juni 2017. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 20 Desember 2017. Diakses tanggal 20 Desember 2017. • ^ "Indonesia - The World Factbook". CIA. Diakses tanggal 8 Agustus 2021. • ^ Maryati, Sri (2015). "Dinamika Pengangguran Terdidik: Tantangan Menuju Bonus Demografi di Indonesia".

economica. 3 (2): 124–136. doi: 10.22202/economica.2015.v3.i2.249. • ^ "BBC: First contact with isolated tribes?". Survival International. 25 Januari 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Juli 2017 .

tari seudati menggunakan pola lantai

Diakses tanggal 30 Juli 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Share of people living in urban areas, 2017". Our World in Data.

2017. Diakses tanggal 5 September 2020. • ^ Krisetya, Beltsazar (14 September 2016). "Tapping the Indonesian Diaspora Potential". Forum for International Studies. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Desember 2017. Diakses tanggal 20 Desember 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Harijanti, Susi Dwi (Februari 2017).

"Report On Citizenship Law: Indonesia" (PDF). Badia Fiesolana: European University Institute. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 15 November 2020.

Diakses tanggal 11 Mei 2021. • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm. 6. • ^ Tanudirjo, Daud Aris (2017). "Mempertanyakan Austronesia, Meneguhkan Identitas Indonesia". Dalam Harry, Widianto. Jejak Austronesia di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

hlm. 11–12. ISBN 978-602-386-158-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ridgell, Reilly (1995). Pacific Nations and Territories: The Islands of Micronesia, Melanesia, and Polynesia. Pacific Region Educational Laboratory (edisi ke-3, edisi revisi). Honolulu, Hawaii: Bess Press. hlm. 22–25. ISBN 1-57306-001-1. OCLC 33941689.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ananta, Aris; Arifin, Evi Nurvidya; Hasbullah, M. Sairi; Handayani, Nur Budi; Pramono, Agus (2015).

Demography of Indonesia's Ethnicity. SG: Institute of Southeast Asian Studies. Tari seudati menggunakan pola lantai 978-981-4519-88-5. OCLC 1011165696. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm. 5. • ^ Ricklefs 1991, hlm. 256. • ^ La Ode, M.D.

(2018). Trilogi pribumisme: resolusi konflik pribumi dengan non pribumi di berbagai belahan dunia. Jakarta: Komunitas Ilmu Pertahanan Indonesia. ISBN 978-602-52288-0-3. OCLC 1091891011. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Pemerintah indonesia (1998). "Instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Non Pribumi" (PDF).

Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kemenkumham. • ^ "Dasar Hukum yang Melarang Penggunaan Istilah "Pribumi "". Hukum Online. 17 Oktober 2017. Diakses tanggal 8 Agustus 2021. • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm. 28. • ^ "Bahasa Daerah Di Indonesia".

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Diakses tanggal 8 Agustus 2021. • ^ "Asian Linguistic Maps: Indonesia & Brunei". Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Desember 2015. Diakses tanggal 23 Desember 2012. • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm. 11. • ^ Simons, Gary F.; Fennig, Charles D. "Ethnologue: Languages of the World, Twenty-first edition". SIL International. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 Juni 2019. Diakses tanggal 20 September 2018. • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm. 47. • ^ Kridalaksana, H.

(1991). "Pengantar tentang Pendekatan Historis dalam Kajian Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia". Dalam Kridalaksana, H. Masa Lampau bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai (PDF).

Yogyakarta: Kanisius. ISBN 979-413-476-7. • ^ UUD 1945, Pasal 36. • ^ "Tugas dan Tari seudati menggunakan pola lantai. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 Juli 2020. Diakses tanggal 9 Agustus 2021. • ^ Jazuly, Tari seudati menggunakan pola lantai (2016). "Peran Bahasa Inggris pada Anak Usia Dini".

Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa. 6 (1): 33–40. • ^ Santoso, Iman (1 April 2014). "Pembelajaran Bahasa Asing di Indonesia: Antara Globalisasi dan Hegemoni". Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. 14 (1): 1. doi: 10.17509/bs_jpbsp.v14i1.696. ISSN 2527-8312. • ^ a b "Data Umat Berdasar Jumlah Pemeluk Agama Menurut Agama". Kementerian Agama. 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 September 2020.

Diakses tanggal 9 Agustus 2021. • ^ Eid, Haya Muhammad (2019). Learning My Salah: The Second Pillar. Ahlan Foundation. hlm. 66. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Muradi, Ahmad (2013). "Tujuan Pembelajaran Bahasa Asing (Arab) di Indonesia". Al-Maqayis. 1 (1): 128–137. • ^ Chaqoqo, S.G.N. (1 Juni 2012). "Pembelajaran Bahasa Arab Sepanjang Sejarah". STAIN Salatiga.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 Maret 2013. Diakses tanggal 2 Januari 2013. • ^ UUD 1945, Pasal 29 ayat (2). • ^ Marshall, Paul (2018). "The Ambiguities of Religious Freedom in Indonesia". The Review of Faith & International Affairs. 16 (1): 85–96. doi: 10.1080/15570274.2018.1433588. ISSN 1557-0274. • ^ Siregar, Rospita Adelina (2018). "Kebijakan Publik bila Mencantumkan Aliran Kepercayaan dalam Admininistrasi Kependudukan sebagai Bentuk Revitalisasi Pancasila" (PDF).

Dalam Dr. Lamhot Naibaho; Demsy Jura. Seminar Nasional "Revitalisasi Indonesia melalui Identitas Kemajemukan Berdasarkan Pancasila", diselenggarakan oleh Pusat Sudi Lintas Agama dan Budaya — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia. Jakarta, 22 November 2018. Jakarta: UKI Press. hlm. 173–177. ISBN 978-979-8148-96-5. • ^ Oey, Eric (1995). Bali. Periplus. ISBN 962-593-028-0.

OCLC 60286689. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Suryadinata, Leo, ed. (2008). Ethnic Chinese in Contemporary Indonesia. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 9789812308351. OCLC 469069147.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Gin, Ooi Keat, ed. (2004). Southeast Asia: A historical encyclopedia, from Angkor Wat to East Timor (3 volume set). Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. hlm. 177. ISBN 978-1-57607-770-2. OCLC 54528945. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Magnis-Suseno, Franz (1997).

Javanese Ethics and World-View: The Javanese Idea of the Good Life. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 979-605-406-X. OCLC 38466385. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "2003 International Religious Freedom Report: Indonesia". U.S. Department of State. 2003. Diakses tanggal 13 Januari 2012. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ Gonda, Jan (1975). "The Indian Religions in Pre-Islamic Indonesia and their survival in Bali".

Handbook of Oriental Studies. Section 3 Southeast Asia, Religions. Brill. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan tari seudati menggunakan pola lantai bantuan) • ^ Darsa, Undang A. 2004. "Kropak 406; Carita Parahyangan dan Fragmen Carita Parahyangan", Makalah disampaikan dalam Kegiatan Bedah Naskah Kuna yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga.

Bandung-Jatinangor: Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran: hlm. 1–23. • ^ "Buddhism in Indonesia". Buddha Dharma Education Association. 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Mei 2019. Diakses tanggal 3 Oktober 2006. • ^ Rahman, Taufiq (2013). " 'Indianization' of Indonesia in an Historical Sketch". International Journal of Nusantara Islam. 1 (2): 56–64. doi: 10.15575/ijni.v1i2.26. ISSN 2355-651X. • ^ Sedyawati, Edi (19 Desember 2014). "Influence of Hinduism and Buddhism on Indonesian culture".

Sanskriti Magazine. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 April 2017. Diakses tanggal 6 Desember 2020. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Martin, Richard C.

(2004). Encyclopedia of Islam and the Muslim World. Vol. 2: M–Z. New York: Macmillan Reference USA. ISBN 0-02-865603-2. OCLC 52178942. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Böwering, Gerhard; Crone, Patricia; Mirza, Mahan (2013). The Princeton Encyclopedia of Islamic Political Thought. Princeton, N.J.: Princeton University Press. ISBN 1-4008-3855-X. OCLC 820631887. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ricklefs 1991, hlm.

12–14. • ^ "Indonesia – Bhineka Tunggal Ika". Centre Universitaire d'Informatique. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 September 2006. Diakses tanggal 20 Oktober tari seudati menggunakan pola lantai. • ^ Tanasaldy, Taufiq (2012). Regime Change and Ethnic Politics in Indonesia: Dayak Politics of West Kalimantan.

Leiden: KITLV Press. ISBN 978-90-04-25348-3. OCLC 804847859. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ricklefs 1991, hlm. 25, 26, 28. • ^ "About St Francis Xavier". Catholic Archdiocese of Sydney. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 November 2012. Diakses tanggal 5 Juli 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ricklefs 1991, hlm.

28, 62. • ^ Vickers 2005, hlm. 22. • ^ Goh, Robbie B.H. (2005). Christianity in Southeast Asia. Institute of Southeast Asian Studies. hlm. 80. ISBN 978-981-230-297-7.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan tari seudati menggunakan pola lantai bantuan) • ^ "Indonesia". Reformed Online. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Desember 2006. Diakses tanggal 5 Desember 2006. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Klemperer-Markman, Ayala.

"The Jewish Community in Indonesia". Beit Hatfutsot. Diterjemahkan oleh Julie Ann Levy. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 Agustus 2019. Diakses tanggal 12 Maret 2020.

tari seudati menggunakan pola lantai

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Madjid, Nurcholish (1994). "Islamic Roots of Modern Pluralism: Indonesian Experience". Studia Islamika. 1 (1). doi: 10.15408/sdi.v1i1.866. ISSN 2355-6145. • ^ Harsono, Andreas (Mei 2019). Race, Islam and Power: Ethnic and Religious Violence in Post-Suharto Indonesia. Monash University Publishing. ISBN 978-1-925835-09-0.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "How religious commitment varies by country among people of all ages". Pew Research Center. 13 Juni 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 Agustus 2018.

Diakses tanggal 23 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Pearce, Jonathan M.S. (28 Oktober 2018). "Religion in Indonesia: An Insight". Patheos. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 Oktober 2018. Diakses tanggal 23 November 2018.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ UUD 1945, Pasal 31 ayat (4). • ^ Al-Samarrai, Samer; Cerdan-Infantes, Pedro (9 Maret 2013). "Awakening Indonesia's Golden Generation: Extending Compulsory Education from 9 to 12 Years". The World Bank Blog. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Oktober 2017. Diakses tanggal 10 Oktober 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b "Indonesia". UNESCO Institute for Statistics.

27 November 2016. Diakses tanggal 5 September 2020. • ^ "Is Indonesia Ready for International Branch Campuses?". Inside Higher Ed. 29 Mei 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Mei 2018. Diakses tanggal 18 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Indonesia's Unequal Higher Education". Asia Sentinel. 4 Mei 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 September 2020.

Diakses tanggal 3 Desember 2020. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "2018 Health SDG Profile: Indonesia" (PDF). Organisasi Kesehatan Dunia. Juli 2018. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 6 Desember 2018. Diakses tanggal 10 Desember 2018.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Thabrany, Hasbullah (2 Januari 2014). "Birth of Indonesia's 'Medicare': Fasten your seatbelts". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Januari 2014. Diakses tanggal 26 Agustus 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Life expectancy". Our World in Data.

Diakses tanggal 6 September 2020. • ^ "Child mortality rate". Our World in Data. Diakses tanggal 5 September 2020. • ^ Mboi, Nafsiah; Surbakti, Indra Murty; Trihandini, Indang; Elyazar, Iqbal; Smith, Karen Houston; Bahjuri Ali, Pungkas; Kosen, Soewarta; Flemons, Kristin; Ray, Sarah E. (2018). "On the road to universal health care in Indonesia, 1990–2016: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2016".

The Lancet (dalam bahasa Inggris). 392 (10147): 581–591. doi: 10.1016/S0140-6736(18)30595-6. PMC 6099123. PMID 29961639. Pemeliharaan CS1: Format PMC ( link) • ^ a b Badan Pusat Statistik (15 Desember 2020). "Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2020".

Berita Resmi Statistik (No.97/12/Th.XXIII). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-01-29. Diakses tanggal 2021-01-22. • ^ "PENGERAJIN BATIK TAK PERLU RESAH". Majalah Hukum & HAM Online. 30 September 2007.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-09-26. Diakses tanggal 14 Agustus 2008. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Witton, Patrick (2003). Indonesia. Melbourne: Lonely Planet. hlm. 103. ISBN 1-74059-154-2. • ^ Elyas Pical Dapat Penghargaan [ pranala nonaktif permanen].

Surya, 27 Maret 2009. Diakses pada 10 September 2010. • ^ Afriatni, Ami. Petinju Chris John Sukses Pertahankan Gelar Juara Dunia Diarsipkan 2008-12-10 di Wayback Machine. Tempo, 19 Agustus 2007. Diakses pada 10 September 2010. • ^ "Jejak Bersejarah Hindia Belanda di Piala Dunia 1938". CNN Indonesia.

23 April 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-16. Diakses tanggal 21 Februari 2020. • ^ "Kampung Tugu, Menyimpan Kenangan Sejarah". Kompas. Rabu, 28 April 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-11. Diakses tanggal 14 Agustus 2008. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Radhar Panca Dahana (Kamis, 6 Desember 2007). "Perspektif: Mencuri Klaim, Itu Biasa". Gatra.Com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-08. Diakses tanggal 14 Agustus 2008.

Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Witton, Patrick (2002). World Food: Indonesia. Melbourne: Lonely Planet. ISBN 1-74059-009-0. • ^ Brissendon, Rosemary (2003). South East Asian Food. Melbourne: Hardie Grant Books. ISBN 1-74066-013-7. • ^ http://www.cnngo.com/explorations/eat/40-foods-indonesians-cant-live-without-327106 Diarsipkan 2011-10-25 di Wayback Machine.

40 of Indonesia's best dishes. Diakses pada 5 Desember 2011. • ^ a b Kristianto, JB ( 2 Juli 2005). "Sepuluh Tahun Terakhir Perfilman Indonesia". Kompas. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-01-13. Diakses tanggal 5 Oktober 2006. Periksa nilai tanggal di: -accessdate=, -date= ( bantuan) • ^ "Menengok 10 Film Indonesia Terlaris Dalam 10 Tahun Terakhir".

kumparan. 30 Maret 2017. Diakses tanggal 2022-01-15. • ^ Taylor (2003), pp. 299–301 • ^ Vickers (2005) pp. 3-7; Friend (2003), pp. 74, 180 • ^ Czermak, Karen. " "Preserving Intangible Cultural Heritage in Indonesia "" (PDF). SIL International. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2007-07-09.

Diakses tanggal 2007-07-04. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ "Internet World Stats". Asia Internet Usage, Population Statistics and Information. Miniwatts Marketing Group. 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-04-30. Diakses tanggal 2007-08-13. • ^ Suprapto (November 24, 2014). "Inilah Data Peringkat Negara Pengguna Internet".

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-07-19. Diakses tanggal 2015-08-21. Kepustakaan • Badan Pusat Statistik (2020). Statistik Indonesia 2020. Jakarta: Badan Pusat Statistik. • Badan Pusat Statistik (2021). Statistik Indonesia 2021. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Agustus 2021. • Frederick, William H.; Worden, Robert L., ed. (2011). Indonesia: A Country Study (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-6). Washington, D.C.: Library of Congress, Federal Research Division.

ISBN 978-0-8444-0790-6. • Friend, T. (2003). Indonesian Destinies (dalam bahasa Inggris). Harvard University Press. ISBN 0-674-01137-6. • Na'im, Akhsan; Syaputra, Hendry (2010). "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (PDF). Badan Pusat Statistik (BPS). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 23 September 2015. Tari seudati menggunakan pola lantai tanggal 23 September 2015. • Ricklefs, Merle Calvin (2001).

A history of modern Indonesia since c. 1200 (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-3). Basingstoke; Stanford, CA: Palgrave; Stanford University Press. ISBN 978-0-8047-4480-5. • Ricklefs, Merle Calvin (2008). A History of Modern Indonesia since c. 1200 (E-Book version) (edisi ke-4). New York: Palgrave Macmillan. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Pemerintah Indonesia (1945), Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 • Schwarz, A.

(1994). A Nation in Waiting: Indonesia in the 1990s (dalam bahasa Inggris). Westview Press. ISBN 1-86373-635-2. • Taylor, Jean Gelman (2003). Indonesia: Peoples and Histories (dalam bahasa Inggris). New Haven and London: Yale University Press. ISBN 0-300-10518-5. • Vickers, Adrian (2005). A History of Modern Indonesia (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 0-521-54262-6. Pranala luar Portal Indonesia Cari tahu mengenai Indonesia pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: Definisi dan terjemahan dari Wiktionary Gambar dan media dari Commons Berita dari Wikinews Kutipan dari Wikiquote Teks sumber dari Wikisource Buku dari Wikibuku Wikimedia Commons memiliki media mengenai Indonesia.

• Peta Indonesia di Wikimedia Atlas • Data geografis Indonesia di Tari seudati menggunakan pola lantai Wikivoyage memiliki panduan wisata Indonesia. • (Indonesia) Situs web resmi pemerintah Republik Indonesia • (Indonesia) Kantor Berita Antara • (Indonesia) Pemilu Indonesia Diarsipkan 2016-02-05 di Wayback Machine. • (Indonesia) Peringatan Kebangkitan Nasional Indonesia Diarsipkan 2015-06-24 di Tari seudati menggunakan pola lantai Machine.

• (Indonesia) Data Kependudukan Resmi Indonesia • (Inggris) Pariwisata Indonesia • (Inggris) Indonesia di Encyclopædia Britannica • (Inggris) Indonesia: Country Studies 1993 • (Inggris) Presentasi tentang Indonesia Diarsipkan 2013-01-18 di Wayback Machine.

• Seni • Film • Tari • Sastra • Musik • Lagu • Masakan • Mitologi • Pendidikan • Olahraga • Permainan tradisional • Busana daerah • Daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia • Arsitektur • Bandar udara • Pelabuhan • Stasiun kereta api • Terminal • Pembangkit listrik • Warisan budaya • Wayang • Batik • Keris • Angklung • Tari Saman • Noken Simbol • Afganistan • Arab Saudi • Armenia • Azerbaijan • Bahrain • Bangladesh • Bhutan • Brunei Darussalam • Filipina • Georgia • India • Irak • Iran • Israel • Jepang • Kamboja • Kazakhstan • Kirgizstan • Korea Selatan • Korea Utara • Kuwait • Laos • Lebanon • Maladewa • Malaysia • Mongolia • Myanmar • Nepal • Oman • Pakistan • Palestina • Qatar • Singapura • Sri Lanka • Suriah • Taiwan • Tajikistan • Thailand • Timor Leste • Tiongkok • Turki • Turkmenistan • Uni Emirat Arab • Uzbekistan • Vietnam • Yaman • Yordania Eropa • Albania • Austria • Belanda • Belarus • Belgia • Bosnia dan Herzegovina • Britania Raya • Bulgaria • Ceko • Denmark • Estonia • Finlandia • Hongaria • Islandia • Italia • Jerman • Kroasia • Latvia • Lituania • Luksemburg • Malta • Moldova • Montenegro • Norwegia • Polandia • Portugal • Prancis • Republik Irlandia • Rumania • Rusia • Serbia • Siprus • Slovenia • Slowakia • Spanyol • Swedia • Swiss • Takhta Suci • Ukraina • Yunani Oseania • Afganistan • Arab Saudi • Armenia 1 • Azerbaijan 1 • Bahrain • Bangladesh • Bhutan • Brunei • Filipina • Georgia 1 • India • Indonesia • Irak • Iran • Israel • Jepang • Kamboja • Kazakhstan 3 • Kirgizstan • Korea Selatan • Korea Utara • Kuwait tari seudati menggunakan pola lantai Laos • Lebanon • Maladewa • Malaysia • Mesir 3 • Mongolia • Myanmar • Nepal • Oman • Pakistan • Qatar • Rusia 3 • Singapura • Siprus 1 • Sri Lanka • Suriah • Tajikistan • Thailand • Timor Leste 2 • Tiongkok • Turki 3 • Turkmenistan • Uni Emirat Arab • Uzbekistan • Vietnam • Yaman • Yordania Negara dengan pengakuan terbatas • Sungai Naf ( Bangladesh, Myanmar) • Tepi Macclesfield ( RRT, RT, Vietnam) • Kepulauan Paracel ( RRT, RT, Vietnam) • Kepulauan Pratas ( RRT, RT) • Sabah ( Malaysia, Filipina) • Beting Scarborough ( Filipina, RRT, RT) • Kepulauan Spratly ( Brunei, Malaysia, Filipina, RRT, RT, Vietnam) Gerakan separatis • General Agreement on Tariffs and Trade • Agriculture • Sanitary and Phytosanitary Measures • Technical Barriers to Trade • Trade Related Investment Measures • Trade in Services • Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights • Government Procurement • Information Technology • Perjanjian Marrakech • Deklarasi Doha Konferensi Menteri 1.

Ke-28 negara anggota Uni Eropa juga merupakan anggota WTO dengan hak sendiri: • Austria • Belgia • Bulgaria • Kroasia • Siprus • Republik Ceko • Denmark • Estonia • Finlandia • Prancis • Jerman • Yunani • Hongaria • Irlandia • Italia • Latvia • Lituania • Luksemburg • Malta • Belanda • Polandia • Portugal • Rumania • Slovakia • Slovenia • Spanyol • Swedia • Britania Raya 2. Wilayah administratif khusus Republik Rakyat Tiongkok, terdaftar dengan nama "Hong Kong, Tiongkok" dan "Makau,Tiongkok".

3. Secara resmi Republik Tiongkok, terdaftar dengan nama " Separate Customs Territory of Taiwan, Penghu, Kinmen and Matsu" Afganistan · Afrika Selatan · Republik Afrika Tengah · Aljazair · Angola · Antigua dan Barbuda · Arab Saudi · Bahama · Bahrain · Bangladesh · Barbados · Belarus · Belize · Benin · Bhutan · Bolivia · Botswana · Brunei · Burkina Faso · Burundi · Chad · Chili · Djibouti · Dominika · Republik Dominika · Ekuador · Mesir · Guinea Khatulistiwa · Eritrea · Eswatini · Ethiopia · Filipina · Gabon · Gambia · Ghana · Grenada · Guatemala · Guinea · Guinea-Bissau · Guyana · Honduras · India · Indonesia · Iran · Jamaika · Kamboja · Kamerun · Kenya · Kolombia · Komoro · Republik Kongo · Republik Demokratik Kongo · Korea Utara · Kuba · Kuwait · Laos · Lebanon · Lesotho · Liberia · Libya · Madagaskar · Maladewa · Malawi · Malaysia · Mali · Mauritania · Tari seudati menggunakan pola lantai · Mongolia · Maroko · Mozambik · Myanmar · Namibia · Nepal · Nikaragua · Niger · Nigeria · Oman · Pakistan · Palestina · Panama · Pantai Gading · Papua Nugini · Peru · Qatar · Rwanda · Saint Lucia · Saint Vincent dan Grenadines · Sao Tome dan Principe · Senegal · Seychelles · Sierra Leone · Singapura · Somalia · Sri Lanka · Sudan · Suriname · Suriah · Tanjung Verde · Tanzania · Thailand · Timor Leste · Togo · Trinidad dan Tobago · Tunisia · Turkmenistan · Uganda · Uni Emirat Arab · Uzbekistan · Vanuatu · Venezuela · Vietnam · Yaman · Yordania · Zambia · Zimbabwe Negara pemantau Afganistan · Albania · Aljazair · Arab Saudi · Azerbaijan · Bahrain · Bangladesh · Benin · Brunei · Burkina Faso · Chad · Gabon · Gambia · Guinea · Guinea Bissau · Guyana · Indonesia · Irak · Iran · Jibuti · Kamerun · Kazakhstan · Komoro · Kirgizstan · Kuwait · Lebanon · Libya · Maladewa · Malaysia · Mali · Maroko · Mauritania · Mesir · Mozambik · Niger · Nigeria · Oman · Pakistan · Palestina · Pantai Gading · Qatar · Senegal · Sierra Leone · Somalia · Sudan · Suriah · Suriname · Tajikistan · Togo · Tunisia · Turki · Turkmenistan · Uganda · Uni Emirat Arab · Uzbekistan · Yaman · Yordania Pengamat Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen ganda di pemanggilan templat • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Halaman dengan rujukan yang tidak memiliki judul • Halaman dengan rujukan yang memiliki URL kosong • Galat CS1: tanggal • Templat webarchive tautan wayback • Galat CS1: tidak memiliki penulis atau penyunting • Pemeliharaan CS1: Format PMC • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Halaman Wikipedia yang dilindungi sebagian tanpa batas waktu • Pages using infobox country or infobox former country with the symbol caption or type parameters • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Halaman yang menggunakan multiple image dengan pengubahan ukuran gambar otomatis • Pranala Commons ada di Wikidata • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda ISNI • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Tari seudati menggunakan pola lantai Wikipedia dengan penanda Tari seudati menggunakan pola lantai • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda NLI • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda HDS • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz area • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Artikel Wikipedia dengan penanda SUDOC • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA • Artikel Wikipedia dengan penanda WORLDCATID • Halaman ini terakhir diubah pada 8 Mei 2022, pukul 04.06.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • none
Tari Saman – Tahukah Kamu Tari Saman merupakan salah satu media yang digunakan sebagai penyampai dakwah dan pesan. Tarian ini sendiri mencerminkan keagamaan, sopan santun, pendidikan, kekompakan, kepahlawanan, dan kebersamaan.

Simak penjelasan lebih lengkapnya mengenai Pengertian, Asal, Sejarah, Makna Gerakan, Keunikan Tari Saman Berikut Ini: Daftar Isi • Pengertian Tari Saman • Asal Mula Tari Saman • Anda Mungkin Juga Menyukai • Sejarah Tari Saman • Makna Gerakan • Keunikan Tari Saman • Buku Terkait Tari Saman yang perlu kamu ketahui diantaranya: • Pendidikan Seni Tari • Ensiklopedia mini : Tari-Tarian Nusantara • Ensiklopedia mini : tari-tarian Nusantara • Provinsi Aceh : Jelajah Wisata Budaya Negeriku • Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Tari Saman • • Buku Terkait Tarian Daerah • Materi Terkait Tarian Daerah Pengertian Tari Saman Tari Saman merupakan tarian yang berasal dari suku Gayo dan biasanya ditampilkan dalam suatu perayaan penting di suatu peristiwa adat.

Syair pada tariannya juga mempergunakan Bahasa-bahasa Gayo. Selain itu tarian ini juga kerap ditampilkan saat merayakan hari raya kelahiran Nabi Muhammad SAW. Beberapa literatur menyatakan Syekh Saman yaitu seorang ulama yang berasal dari Suku Gayo di Aceh Tenggaralah yang kemudian menemukan dan mendirikan tari Saman hingga akhirnya ditetapkan oleh UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda pada 24 November 2011 silam.

Sebelum Tari Saman dimulai dilakukan pembukaan dimana tampil pemuka adat atau seorang tua cerdik pandai yang akan mewakili masyarakat setempat (keketar) dengan nasihat-nasihat yang berguna bagi para penonton dan pemainnya sekaligus. Syair dan lagu pengungkapannya sendiri dilakukan secara Bersama-sama dan berkesinambungan, penari saman biasanya terdiri dari pria-pria muda yang menggunakan pakaian adat.

Penyajian tarian ini juga kemudian dipertandingkan antar grup dan grup tamu. Penilaian pada tari saman akan dititik beratkan pada kemampuan setiap grup dalam mengikuti berbagai gerakan, lagu (syair) dengan bentul tari yang disajikan oleh pihak lawan. Sebab tari saman dapat dikreasikan dengan gerakan yang berbeda-beda. Asal Mula Tari Saman Tari saman sendiri berasal dari Aceh yang kemudian akan dibawa langsung oleh suku Gayo sebagai suku tertua di wilayah Aceh.

Sebagian besar suku ini kemudian menempati wilayah Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Kabupaten Gayo Lues) saat merayakan peristiwa-peristiwa penting terkait berbagai adat setempat. Syair yang mengiringi tarian ini juga diisi dengan menggunakan bahasa Gayo.Dalam kesehariannya, suku Gayo juga terkenal dengan suku yang suka berkelompok.

Tarian asal Serambi Mekkah ini kemudian juga dikembangkan oleh ulama besar dari Gayo di Aceh Tenggara, Syekh Saman. Tari Saman juga merupakan pengembangan dari permainan rakyat, Tepuk Abe kian diminati masyarakat Aceh pada saat itu. Kondisi ini jugalah yang membuat Syekh Saman terinspirasi untuk mengembangkan tari seudati menggunakan pola lantai Tepuk Abe dengan tari seudati menggunakan pola lantai berbagai syair-syair berisi pujian kepada Allah SWT.

Tarian ini juga kemudian menjadi salah satu media dakwah pada saat itu. Sumber lain juga menyebutkan, kemungkinan-kemungkinan tari tradisional ini berasal dari kesenian Melayu Kuno. Pendapat ini juga diperkuat dengan unsur gerak khas tepuk tangan dan tepuk dada sebagai ciri khas kesenian dari Melayu Kuno.

Pada mulanya tari saman hanya dilakukan oleh kaum laki-laki dan tidak lebih dari 10 orang banyaknya. Rp 50.000 Sebelum tarian saman ini dimulai, pemuka adat atau syekh akan tampil mengiringi nyanyian untuk mewakili masyarakat setempat dengan memberi nasehat pada para penari dan penonton.

Uniknya, penonton tidak akan menemukan instrumen lain kecuali nyanyian dari para penari, juga tepuk paha, tepuk dada, tepuk tangan, dan tepuk lantai untuk menyelaraskan gerakan dengan diiringi syair-syair dari lagu sendiri dari para penarinya. Syairnya juga berisikan pesan moral ajaran Islam yang dapat diresapi oleh para penonton. Dilansir situs Departemen Bahasa Arab UPI, terdapat aturan-aturan yang harus ditaati dalam menyanyikan lagu-lagu dan tarian saman. Antara lain sebagai berikut: • Rengum, yakni mukadimah dan pembukaan tari saman yang diawali oleh pemandu tari.

• Dering, sebagai rengum yang segera diikuti oleh para penari. • Redet, merupakan suatu lagu singkat dengan nada pendek yang kemudian dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tarian. • Syek, sebagai lagu-lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara yang panjang tinggi melengking, biasanya juga digunakan sebagai tanda perubahan gerakan.

• Syair atau lagu yang diulang-ulang oleh para penari setelah dinyanyikan oleh salah satu seorang penari solo. Sejarah Tari Saman Pada zaman Kesultanan Aceh, Tari Saman sendiri hanya boleh dilakukan pada waktu perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan masjid dekat Gayo.

Seiring dengan perkembangan zaman, Tarian ini kemudian dapat dipentaskan di acara-acara publik, seperti kunjungan tamu, pernikahan, pembukaan festival, dan acara-acara penting lainnya. Nama “Saman” sendiri diambil dari salah satu ulama besar Islam Aceh bernama Syekh Saman. Pada mulanya tarian ini sebagai permainan rakyat yang disebut Pok Ane. Kemudian ditambah lagi dengan iringan syair berisi puji-pujian kepada Allah SWT yang kemudian menjadi salah satu media misi Tari Saman.

Tari Saman juga digunakan sebagai media dakwah, dimana para penari latihan di bawah kolong masjid agar tidak tertinggal saat shalat berjamaah. Kemudian Syekh juga akan menambahkan puisi-puisi perjuangan pada tarian Aceh ini untuk meningkatkan semangat masyarakat setempat.

Tari Saman umumnya dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang akan dilakukan sambil berlutut atau duduk pada suatu barisan yang rapat.

Pemimpin tarian ini akan duduk di tengah baris dan memimpin syair dalam bahasa Gayo. Tari Saman juga memiliki keunikan tersendiri, yaitu dengan bergerak secara seragam mengikuti irama harmoni musik.

Gerakannya yang sangat sinkron, harmonis, selaras dengan dinamika lagu. Penarinya akan serempak bertepuk tangan, menepuk dada, paha, dan tanah, menjentikkan jari, serta mengayunkan dan memutar tubuh dan kepala mereka pada waktunya dengan ritme yang serempak, berubah secara bergantian.

Gerakan ini kemudian melambangkan kehidupan sehari-hari masyarakat Gayo dan lingkungan alamnya. Syekh Saman menambahkan bahwa syair berisi pujian kepada Tuhan Yang Maha Esa ke dalam tarian tersebut.

Kini Tari Saman juga dijadikan sebagai media dakwah umat Islam. Makna Gerakan Alat musik tari seudati menggunakan pola lantai digunakan untuk menarikan Tari Saman diantaranya adalah gendang tangan dan suara penari serta tepukan tangan dan dada.

Keduanya juga kemudian dapat dikombinasikan dengan tamparan paha saat penari melakukan sinkronisasi dan melemparkan tubuh mereka ke arah yang berbeda sesuai irama. Irama pada tari saman akan menekankan pada kemampuan kelompok untuk mengikuti gerakan, lagu dalam puisi dan tarian yang dibawakan.

Tarian ini akan dilakukan tanpa alat musik tertentu dan hanya menggunakan tepukan pada gerak tubuh yang dijadikan sebagai atribut. Bertepuk kedua tangan, tempo biasanya sedang tetapi naik cepat perlahan. Berikut beberapa Gerakan tari saman dan makanya: • Meninju kedua tangan ke dada dengan tempo yang tinggi. • Tepuk tangan yang satu pada bagian dada dengan up beat yang sedang. • Gesekan ibu jari dengan jari tengah yang disebut juga Kertip dengan tempo sedang.

• Nyanyian lagu para penari yang kemudian akan menambah kedinamisan Tari Saman. Terdapat 5 cara menyanyikan lagu dalam Tari Saman dianyatanya Rengum, yaitu auman yang didahului oleh para pengangkat suara. Dering, atau not Regnum yang akan segera diikuti tari seudati menggunakan pola lantai semua penari.

Redet, yaitu versi pendek dari lagu-lagu dengan suara pendek yang kemudian akan dinyanyikan oleh seorang penari di tengah-tengah tarian. Tari Saman dengan berbagai ciri khas yang menonjol dari tarian daerah lainnya. Para penari Saman umumnya akan menggunakan pakaian dengan baju dasar atau kerawang (baju dasar hitam, sulaman benang putih, hijau dan merah, sulaman bagian pinggang kedawek dan kekait, baju berlengan pendek), kemudian sarung, dan celana dalam berupa celana.

Selain itu penari juga akan menggunakan Ikat Kepala dalam bentuk Hiasan melingkar yang dikenakan pada kepala penari pria yaitu bulung teleng atau tengkuluk kain dengan dasar persegi berwarna hitam. Dua istilah sebagai pakaian yang disulam dengan benang, edit kepies.

Hijab yang Menjadi bagian dari pakaian adat penari wanita yang mengidentifikasikan dirinya sebagai wanita muslimah. Berikut ini pola-pola dan keunikan pada tari saman Pola lantai sebagai sebuah lintasan atau pola yang dipakai penari untuk mempertunjukan kebolehannya. Khususnya pada kesenian asal Gayo ini, pola lantai tari saman adalah garis horizontal. Umumnya disebut juga sebagai shaf. Setiap penarinya akan didudukan secara rapat dan sejajar.

Hal ini sekaligus merefleksikan bagaimana rapatnya barisan shaf pada saat shalat berjamaah dilakukan. Tari Saman dimainkan oleh hingga puluhan penari pria atau antara 13-21 penari. Meski demikian saat ini jumlah tersebut kemudian disesuaikan dengan koreografi yang akan ditampilkan. Keunikan tari ini kemudian terletak pada gerakannya. Gerakan tari saman sendiri dapat dibagi menjadi tiga Gerakan: • Dimulai dari Gerakan Pembuka atau dikenal juga sebagai gerakan Bersalaman dimana pada tahap ini diawali dengan penari yang berdiri dan mengucapkan salam pembuka.

Gerakannya akan diawali dengan berdiri sambil meletakan kedua tangan di depan dada. Setelahnya dilanjutkan pada posisi bersimpuh. Dimana penari akan meletakan ikat kepala mereka sebagai pertanda tanda dimulainya pertunjukan, penari akan melantunkan“laa ilaha illallah” dan “Assalamualaikum”.

• Dilanjutkan dengan Gerakan Inti dimana pada tahap ini para tari seudati menggunakan pola lantai akan melakukan gerakan berupa menepuk paha, menepuk dada, dan menepuk tangan yang menciptakan irama. Irama tersebut kemudian dipadukan dengan lantunan syair. Gerakan-gerakan tersebut akan kian bertambah cepat.

Hingga akhirnya mengkombinasikan gerakan membungkuk (45 derajat) ke ke belakang dan depan (40 derajat). • Tak lupa ditambah gerakan gerakan kepala dan setengah berdiri. Gerakan Penutupnya pada pementasan berakhir, penari akan melakukan posisi badan setengah berdiri sambal meletakan kedua tangan, ditangkupkan di depan dada.

Mata menatap ke depan untuk menghormati setiap penonton yang hadir. Setelahnya penari akan duduk bersimpuh. Tangan mereka diletakan di atas paha.

Kemudian, para penari akan meninggalkan tempat pertunjukan. Tidak hanya indah dari segi nilai estetikanya saja, setiap gerakan tari saman memiliki makna. Umumnya makna gerakan tari saman ini melambangkan nilai-nilai ajaran agama islam.

Misalnya gerakan selaku, yang dilakuak penari dengan meletakkan satu tangan di dada. Gerakan tersebut memiliki makna kerendahan sebagai hamba yang taat kepada Allah SWT. Selain gerakan, lantunan syair yang dibawakan penari mengandung nilai filosofis sangat tinggi.

Buku Terkait Tari Saman yang perlu kamu ketahui diantaranya: Pendidikan Seni Tari Keseluruhan isi buku ajar ini disajikan dalam 7 bab : bab1 landasan konsep seni secara umum, bab 2 karakteristik seni tari anak, bab 3 pengetahuan dasar dan apresiasi tari, bab 4 pengalaman studio tari, bab 5 pembelajaran seni tari, bab 6 dan bab7 diberikan tari tradisional Rateeb Meusekat dan tari Nusantara Mak Inang Pulau Kampai.

Tujuan pembelajaran untuk menumbuh-kembangkan kepekaan apresiasi estetik, membentuk kepribadian baik lahir maupun batin, berbudi luhur sesuai dengan lingkungan budaya Indonesia.

Buku ajar ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai salah satu sumber bagi mahasiswa atau calon guru yang akan mengajarkan materi tari dan diharapkan dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran seni tari untuk SD. Tujuan pembelajaran seni tari dapat dicapai apabila seorang guru memahami prinsip-prinsip dasar tari, dan dapat mengajarkannya sesuai dengan karakteristik anak.

Miliki buku ini, tari seudati menggunakan pola lantai di sini Ensiklopedia mini : Tari-Tarian Nusantara Rumah Bugis telah mengalami morfologi atau perubahan bentuk selama puluhan tahun. Berbagai faktor yang menyebabkan hilangnya identitas rumah Bugis yang sesungguhnya berdasarkan Lontara atau tradisi yang telah diyakini turun temurun, adalah karena masyarakat.

Klik di sini Ensiklopedia mini : tari-tarian Nusantara Seni adalah gerak tubuh manusia yang lepas dari unsur ruang, waktu, dan tenaga. Tari merupakan keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dalam bentuk gerak tubuh. Di Indonesia, seni tari tradisional tumbuh dan berkembang dalam lingkungan masyarakat umum. Biasanya digunakan dalam sebuah hiburan, pergaulan, bahkan wujud rasa syukur terhadap Sang Pencipta. Hal tersebut terlihat dari bentuk gerak, irama, ekspresi, dan rias busana yang sederhana.

Saat ini setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri hingga mencapai lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Untuk tradisi kuno tarian dan drama biasanya dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh pihak keraton atau akademi seni di bawah naungan pemerintah. Peran tari sendiri bagi masyarakat adalah sebagai pemersatu. Lewat tari warga berinterikasi, bergaul, dan berkomunikasi guna menciptakan hubungan yang lebih baik.

Klik di sini Provinsi Aceh : Jelajah Wisata Budaya Negeriku Saat ini jumlah provinsi di Indonesia adalah 34 provinsi. Salah satunya adalah Provinsi Aceh. Ibu Kota Provinsi Aceh adalah Banda Aceh. Aceh terletak di ujung Utara Pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat di Republik Indonesia. Ragam budaya Provinsi Aceh terdiri atas, pakaian daerah (baju kurung untuk wanita, baje meukasah untuk pria), arsitek bangunan (rumoh aceh), senjata tradisional (rencong), seni musik (Arbab, Bereguh, Celempong, Geundrang, Serune Kalee, Bungong Jeumpa), seni pertunjukan (didog), seni tari (Tari Saman, Tari Seudati, Ranup Lampuan), wisata religi (Masjid Raya Baiturrahman), wisata sejarah pendidikan (Kapal PLTD APUNG I, Museum Tsunami Aceh, Benteng Indra Patra, Tugu Nol Kilometer Sabang), wisata alam (Pulau Weh), pulau bahari (Pantai Iboih, Pulau Rubiah, Pantai Gapang, Pantai Sumur Tiga), wisata alam (Taman Nasional Gunung Leuser, Takengon).

Klik di sini Sumber: dari berbagai sumber Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Tari Saman Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1 KOMPAS.com - Berdasarkan fungsinya, seni tari dibedakan menjadi tiga, yakni tari sebagai upacara, tari pertunjukan, dan tari pergaulan.

Tari pertunjukan merupakan seni tari yang memiliki nilai artistik tinggi. Sifatnya lebih menonjolkan estetika atau keindahan. Sementara tari hiburan, fungsinya sebagai hiburan. Dilakukan karena masyarakat menganggap tarian ini sebagai ungkapan rasa kegembiraan dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari. Dikutip dari buku Koreografi Seni Tari Berkarakter Islami untuk Anak Sekolah Dasar (2019) karya Arina Restian, tari sebagai upacara berarti seni tari digunakan sebagai sarana upacara.

Jenis tarian ini sering digunakan dalam upacara keagamaan atau upacara penting dalam kehidupan manusia. Ciri tari sebagai upacara Tuliskan 4 ciri-ciri tari sebagai upacara! Tari sebagai upacara memiliki ciri-ciri sebagai berikut: • Koreografi tarinya meniru gerakan alam atau imitatif • Gerakannya tergolong sederhana • Menimbulkan suasana magis dan mistis • Penghayatan tarinya terbatas pada lingkungan setempat.

Baca juga: Mengenal Fungsi Seni Tari Menurut Taat Kurnita Yeniningsih dalam buku Pendidikan Seni Tari (2018), ciri-ciri tari sebagai upacara adalah ungkapan gerakannya didorong oleh kekuatan kehendak jiwa atau karsa, serta tariannya sangat berkaitan dengan rangkaian konteks suatu peristiwa.

Ciri lainnya adalah menggunakan musik pengiring yang mampu menggugah perasaan penonton dan dilakukan kolektif atau bersama-sama. Sebagai sarana upacara, jenis tarian ini telah hidup dan berkembang dalam tradisi masyarakat sekitar.
Macam-macam pola lantai dalam seni tari menjadi salah satu hal yang harus dikuasai penari dalan mementaskan sebuah tarian.

Macam-macam pola lantai inilah yang menjadi patokan atau tolak ukur dalam menari. Macam-macam pola lantai dalam seni tari akan menjadikan tarian menjadi lebih indah, memukau, dan menarik untuk ditonton. Khususnya pada tari yang dilakukan secara berkelompok. Macam-macam pola lantai terbagi menjadi beberapa jenis, cermati uraian berikut ini Macam-Macam Pola Lantai Tari beserta Gambar dan Contohnya Pola Lantai dalam seni tari yaitu berupa garis di lantai yang akan dilalui penari saat melakukan gerak tari berupa perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Pola juga disebut sebagai garis imajiner ini memang sengaja dibuat untuk formasi penari dalam kelompok. Pola atau garis tersebut dapat digambarkan dengan melihat formasi para penari saat memperagakan tarian. Pola lantai dalam seni tari memiliki fungsi untuk menata setiap gerakan tarian, membentuk komposisi saat pementasan tarian dan untuk menciptakan kekompakan antar penari satu dengan yang lainnya.

Dengan adanya pola lantai ini, tarian yang dipentaskan akan menjadi lebih indah dan menarik untuk disaksikan. Tujuan Pola Lantai dalam Seni Tari Tujuan menguasai pola lantai yaitu memudahkan penari untuk melakukan perpindahan gerak, dari satu tempat ke tempat lainnya.

Dengan demikian, setiap penari akan mengetahui area mana yang akan dilaluinya tanpa harus khawatir mengganggu penari lain atau bahkan bertabrakan penari lainnya. Jenis-Jenis Pola Lantai dalam Seni Tari Gambar Via : sanjayaops Namun, seiring perkembangan zaman, macam-macam pola lantai juga mengalami pengembangan.

Misalnya saja pada pola lantai garis lurus yang mengalami perkembangan berupa penambahan pola lantai lain, yaitu segitiga, segi tari seudati menggunakan pola lantai, segi lima, dan zig-zag. Sedangkan untuk pola lantai melengkung juga mengalami penambahan bentuk, misalnya seperti lengkung ke depan, melengkung ke belakang, lingkaran, dan angka delapan. Untuk lebih jelasnya, cermati ulasan berikut ini : 1. Pola Lantai Lurus Vertikal Seperti namanya, pola lantai lurus vertikal yaitu pola lantai yang lurus dan memanjang.

Para penari yang jumlahnya lebih dari satu orang akan membentuk susunan atau formasi lurus, baik dilihat dari depan ke belakang maupun sebaliknya. Pada umumnya, pola lantai lurus vertikal ini digunakan dalam tari klasik karena pola lurus ini akan memberikan kesan yang sederhana, namun tetap kuat. Beberapa contoh tarian daerah yang menggunakan pola lantai jenis ini yaitu : • Tari yospan dari Papua • Tari serimpi dari tarian Jawa Tengah • Tari baris cengkedan dari Bali • Tari pasambahan dari Sumatera Barat.

2. Pola Lantai Horizontal Pada dasarnya, pola lantai horizontal ini hampir sama seperti pola lantai lurus vertikal, yaitu berupa pola lantai bergaris lurus. Namun, pada pola lantai horizontal, bentuk barisannya yaitu dari kiri ke kanan maupun sebaliknya dari kanan ke kiri.

tari seudati menggunakan pola lantai

Terdapat beberapa penafsiran mengenai makna dari pola lantai horizontal ini. Salah satunya menyebutkan bahwa pola horizontal melambangkan ikatan antara manusia satu dengan manusia yang lainnya, yaitu sebagai makhluk sosial. Dimana setiap manusia pasti akan membutuhkan bantuan dari manusia lainnya. Baca Juga : 15 Merk Kemeja Pria Branded dan Terbaik untuk Tampil Berkelas Beberapa contoh tarian yang menggunakan pola lantai horizontal yaitu tari Saman dari Aceh dan tari Indang dari Sumatera Barat.

3. Pola Lantai Diagonal Pola lantai diagonal yaitu pola lantai yang membentuk garis menyudut ke kiri atau ke kanan. Pola lantai ini akan memberikan kesan yang dinamis namun tetap kokoh untuk para penontonnya. Beberapa contoh tarian daerah yang menggunakan pola lantai diagonal yaitu : • Tari pendet dari Bali • Tari gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan • Tari sekapur sirih dari Jambi. 4. Pola Garis Melengkung Sama seperti namanya, pola garis melengkung akan membentuk lengkungan-lengkungan dalam pola lantainya.

Pola lantai garis melengkungkan ini terdiri dari tiga macam yaitu garis huruf U, pola lingkaran, lengkung ular, dan tari seudati menggunakan pola lantai delapan. Penafsiran mengenai pola lantai ini yaitu akan memberikan kesan yang lembut tetapi lemah. Umumnya, tari seudati menggunakan pola lantai ini banyak digunakan dalam tarian tradisional dan tarian rakyat.

Contoh tariannya yaitu : • Tari piring dari Sumatera Barat • Tari randai dari Sumatera Barat • Tari mabadong Toraja dari Sulawesi Utara Pentingnya Memahami Pola Lantai Pada Tari Baca Juga : Unsur-Unsur Seni Rupa Beserta Penjelasan & Contoh Gambarnya Selain hal di atas, terdapat beberapa keuntungan dari memahami pola lantai. Diantaranya yaitu : 1. Menjaga setiap penari agar tidak bertabrakan Memahami pola lantai dengan baik akan terhindar dari kesalahan dalam menari, seperti bersinggungan atau bahkan bertabrakan antar penari.

Dengan pola lantai inilah, setiap penari akan memiliki garis yang akan dilaluinya masing-masing. Sehingga tidak akan mungkin seorang penari merebut garis penari lain yang akan menyebabkan terjadi tabrakan antar penari. Setiap tarian pasti memiliki gerakan yang banyak. Misalnya saja pada tari tradisional, jika tidak menggunakan pola lantai maka akan bisa menyebabkan benturan antar penari.

2. Membantu Penari dalam menentukan gerakan selanjutnya Saat penari berpindah dari area satu ke area lainnya, maka geraka tangan, kaki, dan anggota badan pun akan berbeda juga. Oleh karena itu, dengan adanya pola lantai ini, penari akan terbantu dalam menentukan gerakan seperti apa yang akan dilakukan selanjutnya.

3. Penari lebih energik Pemahaman dan pengaplikasian pola lantai dalam pementasan tari akan membuat penari terkesan lebih menarik dan energik. Coba saja bayangkan, jika pementasan tarian tanpa pola lantai? Pasti akan berantakan. Namun, dengan adanya pola lantai inilah yang akan memberikan kesan yang lebih teratur, enak dipandang, dan menarik.

Baca Juga : Apa saja alat sablon? Inilah Alat Dan Cara Sablon Kaos Manual 4. Menciptakan kekompakan Pemahaman pola lantai yang baik antar penari akan menciptakan kekompakan saat mementaskan tarian. Karena tari seudati menggunakan pola lantai penari akan terlihat bergerak secara leluasa dan kompak tanpa adanya komunikasi secara verbal. Semua gerakan dalam tari telah diatur melalui pola lantai yang diciptakan oleh koreografer.

5. Ciri Khas Suatu Tarian Dengan adanya pola tari seudati menggunakan pola lantai akan memberikan suatu karakteristik atau ciri khas dari sebuah tarian.

Dengan demikian, penonton akan lebih mudah dalam mengetahui ciri khas tarian melalui pola lantai yang digunakan. Contoh Tarian Yang Menggunakan Pola 1. Pola Lantai Tari Bedhaya Semang Tari yang berasal dari Jogjakarta ini tergolong dalam jenis tari klasik.

Tari Bedhaya Semang memiliki pola lantai dengan makna-makna tertentu. Contoh dari pla lantai yang digunakan dalam tarian ini yaitu gawang perang, gawang jejer wayang, gawang kalajengking, dan gawang tiga-tiga.

Dalam Tari Bedhaya Semang, salah satu pola lantai yang paling banyak dikenal yaitu rakit lajur. Makna dari pola lantai ini yaitu menggambarkan tentang lima unsur yang terdapat dalam diri manusia, yaitu rasa, cahaya, sukma, nafsu dan perilaku.

2. Pola Lantai Tari Jaran Kepang Tak hanya tari Bedhaya Semang, tari Jaran Kepang juga berasal dari Jogjakarta.

Jika dilihat dari koreografinya, tarian ini termasuk ke dalam tarian rakyat yang memiliki pola lantai gabungan antara unsur lurus dan lengkung. Pola lantai yang digunakan dalam tari Jaran Kepang diantaranya yaitu pola melingkar, garis horizontal, dan garis lurus ke depan. 3. Pola Lantai Tari Kecak Tarian yang berasal dari Bali ini dimainkan oleh puluhan laki-laki yang duduk berbaris secara melingkar.

Kemudian mereka akan menyerukan kata Cak dengan irama tertentu sambil mengangkat tangan ke atas dan digerakkan secara serempak. Dalam filosofinya, selain mengandung unsur agama, lambaian yang serempak ini memiliki makna kerukunan dan kebersamaan dalam kehidupan.

Baca Juga : 13+ Jenis-Jenis Patung berdasarkan Fungsi, Bentuk + Contohnya Dengan melihat posisi penari yang duduk melingkar, maka dapat disimpulkan bahwa tarian ini menggunakan pola lantai garis melengkung yang membentuk garis lingkaran.

4. Pola Lantai Tari Pendet Tarian dari Bali ini lahir saat ada ritual sakral Odalan di pura dengan cara memendet. Saat pendeta Hindu membacakan mantra, maka mereka akan memendet. Pola lantai dalam tari pendet berupa huruf V, pola lantai lurus dan menghadap ke kanan atau ke kiri. Pola lantai tersebut lebih sederhada daripada tarian pendet lainnya. 5. Pola Lantai Tari Saman Tari Saman ini berasal dari Suku Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam.

Pola lantai yang digunakan dalam Tari Saman yaitu pola haorizontal berupa garis lurus mendatar ke samping. Filosofi pola ini yaitu sebagai lambing hubungan antara sesame manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. 6. Pola Lantai Tari Indang Tarian ini berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat. Tari Indang dipentaskan secara berkelompok sehingga membutuhkan panggung yang cukup luas. Pola yang dipakai dalam tarian Indang yaitu pola garis horizontal, dimana penari akan membentuk garis lurus ke samping.

Pola tari indang ini didasarkan pada nilai-nilai persatuan 7. Pola lantai Tari Seudati Tari yang berasal dari Aceh ini biasanya ditarikan oleh sekelompok pria dengan diiringi lantunan syair dan hentakan para penari. Pola lantai yang digunakan pada tari Seudati yaitu berupa pola lurus, pola segitiga, pola segi empat, pola segi empat silang, pola zig-zag, pola berbentuk huruf U, dan pola berbentuk huruf S.

8. Pola Lantai Tari Sekapur Sirih Tari Sekapur Sirih ini berasal dari Jambi. Tarian ini digunakan untuk menyambut tamu-tamu kebesaran di Propinsi Jambi.

Tari Sekapur Sirih ini ditarikan oleh, dan 3 penari laki-laki, 9 penari perempuan, 1 pembawa paying, dan 2 pengawal. Pola lantai yang digunakan dalam tari Sekapur Sirih ini membentuk huruf V ( diagonal) atau berbentuk segitiga yang merupakan hasil pengembangan dari pola lantai garis lurus. 9. Pola Lantai Tari Piring Tari yang melibatkan atraksi piring ini berasal dari daerah Minangkabau, Sumatra Barat.

Para penari akan menari dengan mengayunkan piring yang mengikuti gerakan yang cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan Pola lantai yang digunakan dalam tari piring yaitu berbaris, horizontal, vertical, lingkaran besar dan kecil, spiral, serta penempatan level bawah, level sedang, dan level atas yang disertai dengan pembagian beberapa kelompok.

10. Pola Lantai Tari Andun Tari Andun yang berasal dari Bengkulu ini dipentaskan pada acara perkawinan. Sehingga para penarinya kebanyakan adalah para bujangan dan gadis-gadis yang secara berpasangan akan menari dengan iringan musik kolintang. Pola lantai yang digunakan dalam tari Andun yaitu melingkar yang merupakan hasil pengembangan dari pola lantai dasar melengkung.

Para penari akan membentuk lingkaran dengan makna agar orang yang ada di dalam lingkaran penari akan saling mendoakan. 11. Pola Lantai Tari Tandak Tari yang berasal dari Riau dan Kepulauan Riau ini tergolong tari pergaulan yang dimainkan oleh pria dan wanita. Mereka akan menggunakan busana tradisional melayu dan diiringi alunan khas dan syair pantun yang saling berbalas dalam menari.

Ingin tahu perkembangan seputar tari seudati menggunakan pola lantai, kunjungi : dzinora.com Pola lantai yang digunakan dalam tari Tandak yaitu berupa percampuran antara lurus, lingkaran, dan zig-zag. Tari ini diawali dengan peserta yang saling berhadapan membentuk sebuah lingkaran, kemudian saling melangkahkan kaki dan menghentakkan kaki ke tanah atau lantai.

12. Pola Lantai Tari Tambun dan Bungai Tarian ini berasal dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dalam tarian Tambun dan Bungai berisi jiwa kepahlawanan dari dua orang tokoh yang bernama Tambun dan Bungai dalam mengusir musuh yang akan merebut hasil bumi rakyat. Pola lantai yang digunakan dalam tari Tambun dan Bungai yaitu berupa percampuran antara garis lurus (horizontal) dan zig zag. Itulah macam-macam pola lantai beserta penjelasan dan contohnya
noneMENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Negara Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia serta memiliki sekitar 13.466 pulau.

Indonesia ada pada kawasan Asia Tenggara serta diantara 2 benua, yakni benua Asia dan Australia. Selain itu juga Indonesia berada diantara 2 benua, negara ini dilintasi oleh garis khatulistiwa. Di tahun 2000 Indonesia mempunyai jumlah populasi sebanyak 237 juta jiwa, sebagai besar dari penduduk menanut agama Islam atau muslim. Indonesia juga memiliki negara dengan penduduk Muslim terbesar yang ada di dunia. Indonesia merupakan negara yang mempunyai beragam kekayaan budaya, dan salah satunya yaitu tarian.

Banyak tarian daerah yang tersebar disemua provinsi di Indonesia. Masing-masing dari daerah mempunyai ciri khas tariannya. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Rupa Murni Gambar Dan 10 Contohnya [Lengkap] 1.106. Sebarkan tari seudati menggunakan pola lantai Berikut ini adalah jenis-jenis tarian yang ada di seluruh daerah Indonesia.

• 1. Tari Seudati (Aceh ) Tarian Seudati merupakan tarian yang berasal dari Daerah Istimewa Aceh, tarian ini pada awalnya adalah tarian yang ada di negara-negara Arab dengan latar belakang Islam.

Tarian ini sangat populer dan dicintai oleh orang-orang di daerah asalnya. Kombinasi tarian yang memiliki gerakan dinamis dan dipadukan dengan keseimbangan dengan atmosfer yang kental dengan nuansa religius. • 2. Tari Saman (Aceh ) Tarian saman merupakan contoh tarian milik Negara Indonesia yang telah menarik perhatian masyarakat dunia.

Tarian ini juga kental dengan puisi-puisi religius, tarian-tarian yang memiliki koreografi dalam posisi duduk bersamaan dengan gerakan tangan semua penari yang selaras membuat tarian ini memiliki visualisasi yang nyaman untuk dilihat. Tarian ini juga diiringi dengan puisi yang diisi dengan pesan-pesan agama seperti ajaran kebajikan, tari seudati menggunakan pola lantai tarian lainnya, makna tarian saman juga sangat baik untuk masyarakat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Teater : Pengertian, Sejarah, Contoh, Gambar, Ciri, Jenis, Fungsi, Unsur • 3. Tari Legong (Bali) Tarian logong merupakan seni tari yang berasal dari daerah Bali, tarian ini adalah tarian yang memiliki latar belakang kisah kisah cinta raja dali lasem, taria ini dipentaskan secara dinamis sehingga dapat memikat hati para penonton.

• 4. Tari Kecak (Bali) Tarian kecak adalah tarian yang sangat terkenal dari Pulau Dewata Bali, tarian ini bercerita tentang tokoh-tokoh pewayangan bala tentara monyet dan Hanoman yang berasal dari kitab Ramayana, di mana pertunjukan diadakan saat matahari terbenam sehingga memiliki perasaan yang sangat eksotis ditambah dengan alam.

keindahan pulau Bali. Tari kecak adalah salah satu budaya Indonesia yang mendunia.

tari seudati menggunakan pola lantai

• 5. Tari Pendet (Bali) Tarian pendet, tarian tradisional dari Tari seudati menggunakan pola lantai, pada awalnya merupakan pemujaan di pura, tempat pemujaan bagi umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan sambutan dari turunnya para dewa ke dunia.

Lambat laun, seiring waktu, seniman Bali mengubah Pendet menjadi “salam selamat datang”, meskipun mereka masih mengandung unsur-unsur suci agama. Pencipta / koreografer bentuk tarian modern ini adalah I Wayan Rindi. Tarian pendet pernah menjadi kekayaan budaya Indonesia yang diklaim oleh negara tetangga yaitu Malaysia. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Lukis : Pengertian, Teknik, Unsur, Aliran Serta 20 Contohnya • 6.

Tari Andun (Bengkulu) Tarian Andun adalah salah satu tarian tradisional dari daerah Bengkulu. Tarian Andun biasanya dilakukan selama pernikahan, pertempuran, atau acara tradisional lainnya. Tarian ini biasanya dilakukan di pesta pernikahan, yaitu saat menyambut pengantin wanita. Namun, pada masa muda tarian ini masih sangat umum karena pada acara pernikahan pertunjukan musik biasanya lebih diinginkan daripada mempertahankan kebiasaan mereka sendiri.

Itulah sebabnya tarian tradisional yang satu ini punah di kalangan anak muda. Tarian ini diiringi oleh alat musik tradisional, yaitu kolintang dan redap.

Tidak sembarang orang bisa menari tarian ini, ada kriteria tertentu yang digunakan. Misalnya, dalam acara-acara tradisional, ketika menari berpasangan, penari yang dipilih harus lajang dan perempuan atau belum menikah dan tidak terkait dengan darah atau kerabat. Jika ada orang yang menyembunyikan status kekerabatannya, akan ada hukum adat yang berbicara. • 7. Tari Bidadari Teminang Anak (Bengkulu) Tarian Bidadari Teminang Anak adalah salah satu tarian tradisional klasik yang berasal dari Rejang Lebong, Bengkulu.

Tarian ini sering dipertunjukkan di berbagai kegiatan / acara di Bengkulu, misalnya saat menyambut tamu agung, tamu negara, upacara pernikahan dan acara lainnya.

Tarian Bidadari Teminang Anak dari Bengkulu menggambarkan seorang malaikat yang turun dari surga ke bumi untuk mengangkat seorang anak. Memiliki makna, antara lain, berkah yang datang dari surga pada manusia di bumi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Seni Patung” Pengertian & ( Jenis – Fungsi – Bentuk – Teknik ) • 8. Tari Topeng Betawi (DKI Jakarta) Tari Topeng Betawi marupakan tarian tradisional masyarakat Betawi di Jakarta yang menggunakan topeng sebagai ciri khasnya.

Tarian ini merupakan kombinasi antara tarian, musik dan nyanyian. Seperti pertunjukan teater atau opera, penari menari dengan suara musik dan nyanyian.

Tarian Topeng Betawi lebih bersifat teatrikal dan komunikatif melalui gerakan. Tari Topeng Betawi pada awalnya dilakukan oleh seniman. Mereka biasanya diundang sebagai penghibur dalam acara-acara seperti pernikahan, sunat, dan lainnya. Menurut kepercayaan orang Betawi, tarian ini dapat menjauhkan diri dari bencana.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, kepercayaan mulai memudar dan menjadikan tarian ini hanya hiburan di acara tersebut. Tetapi meskipun kepercayaannya mulai menghilang, tarian ini diadakan untuk memeriahkan pesta atau acara tradisional. • 9. Tari Yopong (DKI Jakarta) Tarian Yapong adalah bentuk tarian dari Jakarta yang diciptakan untuk pertunjukan. Tarian ini bukan jenis tarian sosial seperti kebanyakan tarian daerah, seperti tarian Jaipong dari Jawa Barat.

Namun dalam perkembangannya, tarian ini sering digunakan sebagai tarian sosial untuk mengisi suatu acara sesuai permintaan karena tarian tersebut penuh dengan variasi di dalamnya. Tarian ini adalah tarian yang senang dengan gerakan dinamis dan eksotis. Dalam gerakan tarian Yapong, suasana gembira diungkapkan karena menyambut kedatangan Pangeran Jayakarta.

Adegan itu disebut Yapong dan tidak mengandung makna apa pun. Istilah ini muncul dari sebuah lagu yang mengatakan ya, ya, ya, ya, dinyanyikan oleh penyanyi yang menyertainya dan suara musik yang terdengar pong, pong, pong, sehingga “ya-pong” lahir, yang semakin berkembang menjadi Yapong.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Pengertian Seni Musik Menurut Para Ahli Terlengkap • 10. Tari Sekapur Sirih (Jambi) Tari Sekapur Sirih adalah tarian selamat datang untuk tamu besar di Jambi, Kepulauan Riau, dan Provinsi Riau. Tarian ini juga terkenal di Malaysia sebagai tarian wajib untuk tamu besar.

Keagungan dalam gerakan lembut dan halus berpadu dengan iringan musik dan puisi yang ditujukan tari seudati menggunakan pola lantai para tamu. Menyambut dengan wajah putih jernih menunjukkan keramahan untuk para tamu terhormat. Tarian ini menggambarkan perasaan hati yang putih dalam menyambut tamu. Umumnya ditarikan oleh 9 penari wanita, dan 3 penari pria, 1 orang bertugas membawa payung dan 2 penjaga. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Drama Menurut Para Ahli, Bentuk, Unsur, Ciri Dan Contohnya • 11.

Tarian Selampit Delapan (Jambi) Tarian Selampit Delapan adalah tarian tradisional yang berasal dari Provinsi Jambi. Tarian ini pertama kali diperkenalkan oleh M. Ceylon, seorang koregrafer senior yang lahir di Padang Sidempuan (1940) yang bertanggung jawab atas Dinas Kebudayaan Provinsi Jambi pada tahun 1970-an. Tinggal di Kota Jambi. Lebih banyak kegiatan di bidang budaya membuatnya berhasil menangkap pesan-pesan kearifan masyarakat yang kemudian diolah menjadi sebuah karya seni yang disebut Tari Selampit Delapan dan dimainkan oleh delapan penari.

Dalam perkembangannya, tarian itu kemudian ditentukan menjadi salah satu tarian khas Provinsi Jambi. • 12. Tari Topeng Kuncaran tari seudati menggunakan pola lantai Barat) Tari Topeng Kuncaran merupakan salah satu tarian yang menceritakan balas dendam seorang raja karena cintanya ditolak. Tarian topeng ini juga merupakan salah satu jenis tarian topeng yang berbeda dari tarian topeng dari daerah Jakarta.

• 13. Tari Merak (Jawa Barat) Tarian merak adalah salah satu dari berbagai tarian kreatif baru yang mengekspresikan kehidupan binatang, yaitu burung merak. Prosedur dan gerakan diambil dari kehidupan burung merak yang diambil di atas panggung oleh Seniman Sunda Raden Tjetje Somantri.

Merak adalah binatang seukuran ayam, bulunya halus dan kepalanya memiliki mahkota. Kehidupan seekor merak yang selalu mengembangkan bulu ekor untuk menarik seekor merak betina menginspirasi R. Tjetje Somantri untuk membuat tarian Merak ini. • 14. Tari Serimpi (Jawa Tengah) Srimpi merupakan presentasi tarian Jawa klasik dari tradisi istana Kesultanan Mataram dan terus dipertahankan dan dikembangkan hingga sekarang oleh empat istana pewaris di Jawa Tengah (Surakarta) dan Yogyakarta.

Penyajian tarian panggung ditandai oleh empat penari yang melakukan gerakan anggun yang menggambarkan kerendahan hati, kehalusan, dan kelembutan yang ditunjukkan dari gerakan lambat dan anggun diiringi oleh musik gamelan. Srimpi dianggap memiliki posisi sosial yang mirip dengan tarian Pakarena dari Makassar, yang dapat dilihat dari kelembutan gerakan penari dan sebagai tarian istana.

• 15. Tari Bambangan Cakil (Jawa Tengah) Tari Bambangan Cakil adalah tarian klasik di Jawa, terutama di Jawa Tengah. Tarian ini sebenarnya diadopsi dari salah satu adegan dalam pertunjukan Wayang Kulit, adegan Perang Bunga. Tarian ini menceritakan tentang perang antara ksatria dan raksasa. Ksatria merupakan karakter yang halus dan lembut, sementara raksasa menggambarkan karakter yang kasar dan kasar. Dalam pertunjukan wayang kulit, adegan perang bunga ini biasanya terjadi di tengah atau di Pathet Sanga.

Perang antara para ksatria (Bambangan) melawan raksasa sangat atraktif, dalam adegan ini juga bisa dijadikan tempat penilaian bagi seorang dalang dalam menggerakkan wayang. • 16. Tari Remo (Jawa Timur) Tarian remo merupakan tarian untuk menyambut tamu di Jember, yang ditampilkan oleh satu atau lebih. Tarian ini berasal dari Provinsi Jawa Timur. Tarian remo berasal dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Tarian ini berasal dari kecamatan Diwek. Di desa Ceweng, tarian ini diciptakan oleh orang-orang yang bekerja sebagai penari jalanan saat itu, memang ada banyak profesi di Jombang, sekarang tarian ini akhirnya menjadi tarian yang digunakan sebagai pengantar tarian ludruk. Namun, pada awal tarian itu sering menari secara terpisah sebagai ucapan selamat datang untuk tamu daerah, menari dalam upacara kenegaraan, serta di festival seni daerah.

• 17. Tari Reog (Ponorogo, Jawa Timur) Reog merupakan salah satu seni budaya yang berasal dari barat laut Jawa Timur dan Ponorogo yang dianggap sebagai kota asli Reog. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh tokoh-tokoh warok dan gemblak, dua tokoh yang berpartisipasi dalam pertunjukan reog.

Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal mistis dan mistisisme yang kuat. Reog modern biasanya dilakukan dalam beberapa acara seperti pernikahan, sunat dan hari libur nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari serangkaian 2 sampai 3 tarian pembuka. Tarian pertama biasanya dilakukan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan wajah merah dipoles. Penari ini menggambarkan sosok singa pemberani.

Selanjutnya adalah tarian yang dilakukan oleh 6-8 gadis menunggang kuda. • 18. Tari Monong (Kalimantan Barat) Tari Monong merupakan tarian tradisional suku Dayak di Kalimantan barat. Tari Monong juga sering di sebut sebagai tari manang. Tarian ini merupakan tarian penyembuhan atau tarian penolak penyakit yang di lakukan saat warganya terkena penyakit.

Tarian Monong awalnya merupakan tarian penyembuhan yang di lakukan oleh para dukun suku Dayak dengan membacakan mantra sambil menari. Dalam tarian ini juga di ikuti oleh anggota keluarga dari yang sakit dan di pimpin oleh seorang dukun. Tarian Monong merupakan ritual yang di lakukan untuk memohon penyembuhan kepada Tuhan agar warga yang sakit di berikan kesembuhan.

Namun seiring dengan perkembangan jaman, tarian ini tidak hanya di gunakan sebagai tarian penyembuhan saja, namun juga sebagai sarana hiburan sebagai pelestarian kesenian tradisional suku Dayak. • 19. Tari Zapin Tembung (Kalimantan Barat) Zapin berasal dari bahasa Arab, yaitu “Zafn” yang berarti gerakan kaki cepat setelah pukulan. Diperkirakan berasal dari Yaman, Zapin adalah harta keluarga tari Melayu yang memiliki pengaruh Arab.

Tarian tradisional ini mendidik dan menghibur dan digunakan sebagai media dakwah Islam melalui puisi lagu-lagu zapin yang dinyanyikan. Musik yang menyertainya terdiri dari dua instrumen utama, yaitu instrumen string dan tiga instrumen perkusi gendang kecil yang disebut marwa. Sebelum tahun 1960, zapin hanya ditarikan oleh penari pria tetapi sekarang digunakan untuk tarian oleh penari wanita dan bahkan penari campuran dengan pria dan wanita. • 20. Tari Baksa Kumbang (Kalimantan Selatan) Tari Baksa Kembang merupakan tarian klasik yang pernah muncul dan berkembang di istana Banjar.

di istana di Banjar, tarian Paksaan Bunga dipentaskan oleh Puti-Putri Istana. Seiring waktu, tarian mulai menyebar ke seluruh pelosok Banjar Keraton dan ada Galuh dari Istana Banjar. Tarian ini ditampilkan dengan tujuan untuk menghibur keluarga tari seudati menggunakan pola lantai dan menghadirkan kedatangan tamu-tamu hebat dari negara-negara tetangga.

Pada saat ini fungsi tariannya tidak jauh berbeda, yaitu untuk menyambut tamu pra-nasional atau mengunjungi penduduk. pesta keluarga, seperti pernikahan, sunat dan sebagainya. • 21. Tari Radap Rahayu (Kalimantan Selatan) Tari Radap Rahayu merupakan seni klasik dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tarian ini adalah salah satu tarian untuk menyambut tamu sebagai tanda penghormatan.

Nama Tari Radap Rahayu diambil dari kata radap atau beradap – adap yang artinya bersama atau berkelompok. Sedangkan rahayu berarti kebahagiaan atau kemakmuran. Tarian ini awalnya adalah salah satu tarian ritual untuk komunitas Banjarmasin. Tarian ini adalah tarian penolak untuk meminta keselamatan dari semua bahaya.

Tarian Radap Rahayu pada awalnya hanya ditampilkan dalam acara-acara tradisional seperti pernikahan, kehamilan, kelahiran dan juga acara kematian. Namun seiring dengan perkembangan tarian ini tidak hanya untuk acara ritual, tetapi juga sebagai hiburan komunitas. • 22. Tari Tambun dan Bungai (Kalimantan Tengah) Tari Tambun dan Bungai adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Tarian ini menceritakan kisah kepahlawanan Tambun dan Bungai dalam mengusir musuh yang akan mengambil panen dari rakyat. Tambun dan Bungai adalah saudara laki-laki dari saudara laki-laki ayah mereka. Keduanya memiliki karakter dan sifat yang sama. Mereka juga memiliki orang-orang yang cerdas, ramah, lembut, suka menolong, sedikit menerima memberi, bijaksana, ringan tangan, dan juga tidak menyerah untuk membela kebenaran.

• 23. Tarian Balean Dadas (Kalimantan Tengah) Tarian Balean Dadas merupakan tarian tradisional yang tari seudati menggunakan pola lantai dari komunitas Dayak dengan budaya suku Dayak yang fenomenal, Kalimantan Tengah.

Apa yang biasanya ditunjukkan adalah meminta kesembuhan dari Sang Pencipta (surga Ranying Hatala) bagi mereka yang menderita kesakitan. Tarian ini dimainkan oleh dukun perempuan. Tarian ini adalah tarian pelengkap selama ritual penyembuhan, tetapi saat ini dilestarikan sebagai budaya Indonesia.

Banyak anak muda mempelajari tarian ini untuk mempertahankan keberadaan budaya karena ada banyak cabang tarian yang indah. • 24. Tarian Gong (Kalimantan Tengah) Tarian Gong atau bisa disebut Tarian Kancet Ledo merupakan tarian Dayak Kalimantan Timur, tepatnya dari suku Dayak Kenyah. Tarian ini ditarikan oleh seorang gadis dengan gong yang digunakan sebagai iringan musik.

Tarian ini biasanya dipertunjukkan pada upacara penyambutan tamu agung atau upacara penyambutan untuk kelahiran bayi. Gerakan dalam Tari Gong mengekspresikan kelembutan seorang wanita. Tarian ini mengekspresikan keindahan, kecerdasan, dan gerakan tarian yang lembut.

Sesuai namanya tarian, tarian Gong ditarikan kepada Gong, diiringi oleh alat musik Sampe. • 25. Tari Perang (Kalimantan Tengah) Tarian perang merupakan tarian yang dilakukan oleh seseorang, dua orang, atau sekelompok orang dengan maksud menggambarkan semangat dan cara bertarung menggunakan tangan kosong atau senjata tradisional. Tarian perang biasanya tidak dipersembahkan setiap saat, tetapi pada waktu-waktu tertentu seperti menyambut tamu-tamu penting, upacara ini memperingati perjuangan para leluhur, atau sebelum dan sesudah Suku Perang itu sendiri.

• 26. Tari Jangget (Lampung) Tarian Jangget adalah salah satu tarian tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Lampung dengan budaya pepadun. Pada tahun 1942 sebelum kedatangan Jepang ke Indonesia, Tari Jangget dilakukan untuk acara-acara gawi tradisional, seperti saat panen, upacara untuk membangun rumah atau untuk membawa orang-orang yang pergi ke haji. Namun sekarang Tari Jangget sering digunakan untuk mengiringi upacara pernikahan di mana ada juga pemberian gelar adat atau rumah kos.

Upacara mengendarai Pepadun memiliki makna dan filosofi yang mulia. Di mana seseorang yang telah diberi gelar diharapkan mampu dan mampu menjalankan kewajibannya dan menjadi panutan di lingkungannya. • 27. Tari Malinting (Lampung) Tarian melinting merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Lampung.

Tarian ini adalah tarian klasik yang diwarisi dari Tari seudati menggunakan pola lantai Melinting di Lampung Timur. Tarian melinting digolongkan sebagai tarian tertua yang pernah ada, karena diperkirakan tarian ini sudah ada sejak masuknya Islam di Indonesia, terutama di wilayah Lampung itu sendiri.

Tarian ini biasanya dibawakan oleh penari pria dan penari wanita. Dan tari seudati menggunakan pola lantai sering ditampilkan dalam berbagai acara baik acara tradisional maupun acara budaya yang diadakan di sana. • 28. Tari Lenso (Maluku) Tarian Lenso merupakan salah satu tarian anak muda dari daerah Maluku dan Minahasa di Sulawesi Utara.

Tarian ini biasanya ditampilkan sibuk ketika ada pesta. Pesta Pernikahan yang Baik, Panen Cengkeh, Tahun Baru dan kegiatan lainnya.

Beberapa sumber mengatakan bahwa tarian lenso berasal dari tanah Maluku. Sementara sumber lain menyebut tarian ini berasal dari Minahasa. Tarian ini juga merupakan tempat untuk menemukan jodoh bagi mereka yang masih lajang, di mana ketika lenso atau syal diterima adalah tanda cinta diterima. Lenso berarti Saputangan. Istilah Lenso hanya digunakan oleh orang-orang di Sulawesi Utara dan daerah lain di Indonesia Timur.

• 29. Tari Cikalele (Maluku) Cakalele merupakan salah satu tarian perang tradisional Maluku yang tari seudati menggunakan pola lantai untuk menyambut tamu atau selama perayaan tradisional.

Biasanya, tarian ini dibawakan oleh 30 pria dan wanita. Tarian ini dibawakan berpasangan dengan iringan musik gendang, seruling, bia (sejenis musik angin). Penari pria biasanya memakai parang dan salawaku (perisai) sementara penari wanita menggunakan lenso (saputangan). Penari pria memakai kostum yang didominasi warna merah dan kuning, dan memakai tutup kepala aluminium yang disisipkan dengan bulu putih. Kostum celana merah untuk penari pria melambangkan kepahlawanan, keberanian, dan patriotisme Maluku.

• 30. Tari lalayon (Maluku Utara) Tarian lalayon adalah jenis tarian sosial Maluku Utara yang berisi pesan-pesan romantis dan tentu saja cinta. Karena alasan ini, tarian ini juga ditampilkan berpasangan dengan gerakan yang indah. Lagu yang menyertainya adalah lagu Melayu yang merupakan elemen penting untuk menciptakan suasana romantis sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat dilihat.

Tarian Maluku Utara ini dimulai dengan penari yang menembus ke tengah halaman dan mata para penari akan saling memandang seperti sepasang cinta.

Penari pria kemudian akan menunjukkan gerakan seperti menggoda penari wanita dan penari wanita akan tersenyum sebagai tanda menerima godaan. • 31. Tari Salai Jin (Maluku Utara) Tari Salai Jin merupakan tarian tradisional Maluku Utara yang berasal dari Ternate. Tarian ini digunakan oleh orang Ternate untuk berkomunikasi dengan jin gaib. Komunikasi bertujuan untuk meminta bantuan dari jin sehingga masalah yang dialami manusia dapat diselesaikan seperti penyakit yang diderita oleh satu anggota keluarga.

• 32. Tari Gumatere (Maluku Utara) Tarian Gumatere merupakan salah satu tarian tradisional Morotai sebagai panduan ketika menghadapi masalah atau fenomena alam yang sedang terjadi. Tarian Maluku Utara ini umumnya dipertunjukkan oleh hingga 30 penari pria dan wanita. Untuk penari pria, mereka akan menggunakan pedang dan tombak sebagai properti dan untuk wanita mereka akan menggunakan lenso. Tarian ini terlihat lebih unik karena akan ada penari yang menggunakan kain hitam, imitasi dan lilin untuk melakukan ritual meminta instruksi.

• 33. Tari Mpaa Lenggogo (Nusa Tenggara Barat (NTB)) Tari Mpaa Lenggogo adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Bima, NTB.

Tarian ini dibagi menjadi dua jenis tarian, yaitu Tari Lenggo Melayu dan Tari Lenggo Mbojo. Tarian Lenggo Melayu ini adalah jenis tarian Lenggo yang dimainkan oleh penari pria, sedangkan tarian Lenggo Mbojo dimainkan oleh penari wanita.

Tarian Lenggogo pada awalnya adalah tarian klasik yang muncul dan berkembang di lingkungan istana Kerajaan Bima, dan hanya ditampilkan pada acara-acara tertentu.

• 34. Tari Batunganga ( Nusa Tenggara Barat, NTB) Tarian Nganga Batu Berasal Dari Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Tidak banyak referensi yang berbicara tentang tarian batu nganga, sehingga sangat sulit bagi penulis untuk menemukan bagian dari tarian ini. Tetapi dari hasil pencarian penulis hanya menemukan beberapa referensi untuk makalah ini, seperti di bawah ini.

Tarian Batu Nganga adalah tarian yang memiliki latar belakang tentang cerita rakyat. Dikatakan bahwa kisah itu menceritakan tentang cinta orang-orang terhadap putri raja yang memasuki batu dan permohonan mereka agar sang putri bisa keluar dari batu.

• tari seudati menggunakan pola lantai. Tari Perang (Nusa Tenggar Timur, NTT) Tari Perang adalah permainan dansa perang antara sepasang penari pria yang bertarung dengan cambuk dan perisai di Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Penari bersenjatakan cambuk bertindak sebagai penyerang dan lainnya bertahan memakai perisai. Tarian ini dimainkan selama woja hang dan ritual tahun baru (penti), upacara pembukaan tanah atau upacara tradisional besar lainnya, dan diadakan untuk menyambut tamu penting.

• 36. Tari Gareng Lameng (Nusa Tenggara Timur, NTT) Tarian Gareng Lameng ini biasanya dilakukan pada upacara penyunatan. Dimana dalam upacara ini tarian sering dimasukkan di dalamnya untuk menambah acara sehingga menjadi lebih meriah dan berlangsung sangat baik sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat umum di NTT sendiri.

Tarian ini sendiri dalam bentuk ucapan selamat dan memohon berkah dari Tuhan bahwa mereka yang disunat harus selalu sehat secara fisik dan mental dan juga sukses dalam hidup mereka. Tentu saja orang tua ingin melihat anak-anak mereka mendapatkan kelahiran batin dan kesehatan serta kesuksesan dalam kehidupan mereka sendiri. • 37. Tari Suanggi (Papua) Tari Suanggi merupakan salah satu tarian yang berasal dari Papua Barat. Tarian ini menceritakan tentang seorang istri yang meninggal karena istrinya menjadi korban angi-angi (jejadian).

Dari sekian banyak karya budaya di nusantara, masih ada beberapa referensi atau catatan yang merincinya, termasuk keberadaan tarian Suanggi. Jika kita lihat dari uraiannya, tarian suanggi adalah bentuk ekspresi masyarakat Papua Barat tentang kekentalan nuansa magis di daerah tersebut. Beberapa tarian di Papua cenderung terkesan dimulai dengan gerakan ritual dan upacara keagamaan.

Seperti tarian suanggi. Tarian semacam ini biasanya dimulai dari ritual, seperti tarian perang, tarian dukun untuk menyembuhkan atau menangkal penyakit. Karl Jaspers menyebut pengalaman yang dapat menjadikan krisis eksistensi ini sebagai situasi batas, dan di antara yang paling penting adalah pengalaman menghadapi tari seudati menggunakan pola lantai.

• 38. Tari Selamat Datang (Papua) Tari Sambutan atau selamat datang merupakan tarian tradisional yang merupakan sejenis tarian penyambutan yang berasal dari wilayah Papua. Tarian ini biasanya dilakukan oleh penari pria dan wanita untuk menyambut tamu terhormat atau tamu penting yang berkunjung ke sana. Tari Selamat Datang adalah salah satu tarian tradisional paling terkenal di wilayah Papua.

Terlepas dari gerakannya yang unik dan energik, tarian ini tentu kaya akan makna dan nilai di dalamnya. • 39. Tari Musyoh (Papua) Tarian Musyoh merupakan seni tari yang paling sakral, tarian ini adalah tarian ritual untuk mengusir roh-roh orang yang mati karena hal-hal tertentu, dan pada umumnya tarian ini menari ketika ada orang dari tanah Papua yang telah meninggal dalam kecelakaan.

Orang Papua percaya bahwa jika seseorang meninggal dalam suatu kecelakaan, roh orang yang meninggal tidak akan tenang, maka ritual Tari Musyoh akan berlangsung, karena diyakini bahwa dengan memegang Tari Musyoh ini roh atau arwah bisa tari seudati menggunakan pola lantai. • 40. Tari Tandak (Riau) Tari Tandak adalah tarian populer yang sangat populer atau disukai di wilayah Riau.

Tarian ini merupakan kombinasi antara tarian dan sastra. Meskipun pada dasarnya tarian tandak adalah seni dan budaya Minang Kabau yang mengandung unsur seni bela diri. Tari Tandak / danding umumnya dilakukan pada malam hari.

tari seudati menggunakan pola lantai

Tarian ini dimulai dengan semua peserta tarian tandak membentuk lingkaran dan memegang bahu masing-masing. • 41. Tari Joged Lambak (Riau) Tarian Joged lambak adalah tarian yang berasal dari daerah Riau. Seperti kita ketahui bahwa tarian ini sendiri adalah tarian yang sangat terkenal di wilayah Riau sebagai tarian yang sering dipertunjukkan di acara-acara besar di daerah itu sendiri.

Tarian di wilayah Riau sendiri sebenarnya sudah ada sejak lama, tetapi pada zaman kuno tarian ini tidak sebagus dan selaras dengan gerakan-gerakan yang ada dalam tarian hari ini, jadi tentu saja ada banyak perubahan yang terjadi dari tarian yang ada di zaman kuno sampai sekarang. Tarian ini sendiri adalah tarian yang memiliki makna dan makna tersendiri di dalamnya, seperti kita ketahui bahwa tarian tersebut harus berbeda dalam hal makna dan tarian di daerah tersebut.

• 42. Tari Kipas Pakarena (Sulawesi Selatan) Tari Kipas Pakarena merupakan tarian tradisional dari daerah Gowa, Sulawesi Selatan. Tarian ini dibawakan oleh penari wanita dalam pakaian tradisional dan tarian dengan gerakan khas mereka dan memainkan penggemar sebagai atribut tarian mereka. Tari Kipas Pakarena adalah salah satu tarian tradisional paling terkenal di Sulawesi Selatan, terutama di daerah Gowa.

Tarian ini sering ditampilkan dalam berbagai acara yang bersifat adat tari seudati menggunakan pola lantai hiburan, bahkan Tari Kipas Pakarena juga merupakan salah satu tempat wisata di Sulawesi Selatan, terutama di daerah Gowa.

• 43. Tari Bosara (Sulawesi Selatan) Tarian Bosara adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Tarian ini adalah tarian yang berfungsi untuk menyambut tamu terhormat. Secara historis, tarian ini sering menari di setiap acara penting untuk menghibur raja dengan 2 kaset.

Selain itu juga, tarian ini juga sering dilakukan untuk menyambut tamu agung, pesta tradisional, dan juga pernikahan. Jadi tarian Bosara ini menggambarkan jika orang Bugis sering menghadirkan bosara ketika tamu hadir dan juga sebagai bentuk rasa terima kasih dan rasa hormat.

• 44. Tari Lumense (Sulawesi Tengah) Tari Lumense merupakan salah satu tarian yang berasal dari Tokotu’a, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Kata lumense sendiri berasal dari bahasa lokal, yaitu lume yang berarti terbang dan mense yang berarti tinggi. Jadi, lumense bisa diartikan terbang tinggi. Tarian lumense sendiri berasal dari kecamatan Kabaena. Moronene merupakan penduduk asli daerah ini. Nenek moyang suku ini adalah orang Melayu kuno yang datang dari belakang Hindia pada zaman prasejarah. Secara geografis, kecamatan Kabaena adalah pulau terbesar setelah Buton dan Muna di Sulawesi Tenggara.

Secara historis, bekas kecamatan Kabaena berada di bawah pemerintahan kerajaan Buton sehingga hubungan kekerabatan antara Kabaena dan Buton sangat dekat. Ini juga mempengaruhi perkembangan budaya di wilayah Kabaena termasuk tarian Lumense. • 45. Tarian Peule Cinde (Sulawei Tengah) Peule Dance Cinde memiliki sejarah sendiri. Sebenarnya, Tari Peule Cinde sama dengan tari yang lain, ada sesuatu yang tari seudati menggunakan pola lantai besar jika Tari Peule Cinde dapat berkembang di setiap zaman, karena penggunaannya yang khusus untuk menyambut tamu.

Puncak pementasan Tari Peule Cinde yaitu dengan taburan bunga untuk para tamu. • 46. Tari Balumpa (Sulawesi Tenggara) Tarian Balumpa merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Tarian ini termasuk tarian sosial yang dilakukan oleh penari wanita untuk menyambut tamu terhormat yang telah datang ke sana. Tarian Balumpa ini adalah salah satu tarian tradisional paling terkenal di Sulawesi Tenggara, khususnya daerah Wakatobi. Tarian ini sering ditampilkan dalam berbagai acara seperti menyambut tamu penting, pertunjukan kesenian, dan festival budaya.

• 47. Tari Dinggu (Sulawesi Tenggara) Tarian Dinggu merupakan tarian tradisional yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Tarian ini adalah tarian rakyat yang memberikan suasana dan aktivitas masyarakat selama musim panen, terutama musim panen padi.

Tarian Dinggu biasanya dilakukan oleh penari pria dan wanita berpakaian sebagai petani di zaman kuno. Tarian ini sangat terkenal di komunitas Tolaki di Sulawesi Tenggara dan sering ditampilkan dalam berbagai acara seperti pesta panen, salam, liburan, festival budaya dan lain-lain.

• 48. Tari Mengket (Sulawesi Utara) Tarian Maengket merupakan tarian rakyat Minahasa yang ditampilkan sebagai bentuk rasa terima kasih atas hasil panen. Tarian Maengket biasanya dilakukan dengan jumlah pria dan wanita yang sangat besar. Tarian Maengket adalah tarian tradisional dari Sulawesi Utara yang terkenal sampai sekarang dan terus melestarikannya. Selain bentuk rasa terima kasih atas panen, Tari Maengket biasanya dilakukan untuk menyambut tamu, upacara tradisional dan seni pertunjukan.

Tarian Maengket telah ada sejak orang Minahasa mengenal pertanian. Di masa lalu, Tari Maengket dilakukan dalam bentuk rasa terima kasih kepada Tuhan untuk panen yang mereka terima. Di masa lalu, Tari Maengket menggunakan gerakan sederhana. Tapi sekarang Tari Maengket telah berkembang dalam hal tarian dan pertunjukan dan yang jelas tidak melupakan gerakan aslinya. Tidak hanya dilakukan selama musim panen, sekarang Tari Maengket juga menjadi pertunjukan seni pertunjukan dan menyambut para tamu.

• 49. Tari Palo-Palo (Gorontalo) The Polo Dance – “Palo adalah tarian yang berasal dari Gorontalo, Sulawesi Utara. Tarian ini adalah tarian sosial yang biasanya dipertunjukkan oleh tari seudati menggunakan pola lantai Gorontalo. Dalam perkembangannya, tarian polo “palo” dibagi menjadi dua jenis, yaitu tarian palo – “palo tradisional dan palo -” tarian palo modern, di mana kedua jenis memiliki perbedaan yang berbeda.

• 50. Tari Piring (Sumatra Barat) Tari piring atau tarian Piriang di Minangkabau merupakan tarian tradisional Minangkabau yang melibatkan atraksi hidangan.

Para penari mengayunkan piring mereka untuk mengikuti gerakan cepat dan teratur tanpa terlepas dari tangan mereka. Gerakannya diambil dari tangga di Minangkabau atau silek seni bela diri. Secara tradisional, tarian ini berasal dari Solok, Sumatera Barat dan pada umumnya merupakan simbol dari komunitas Minangkabau. • 51. Tari Payung (Sumatera Barat) Tari payung adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat.

Tari ini melambangkan cinta dan kisah kasih sayang di antara dua orang manusia. Sejarah tari payung tidak dapat terlepas dari kebudayaan suku Minangkabau. Beberapa suku yang ada di daerah ini adalah suku koto, bodi, piliang, dan caniago.

Dulunya tari payung ini merupakan sebuah ritual yang sering dilakukan di setiap acara adat suku-suku tersebut. • 52. Tari Tanggai (Sumatra Selatan) Tari Tanggai merupakan salah satu tarian yang disajikan untuk menyambut tamu yang telah memenuhi undangan. Tari Tanggai biasanya ditampilkan dalam upacara pernikahan tradisional di Palembang. Tari Tanggai menggambarkan keramahtamahan, dan rasa hormat dari orang-orang Palembang untuk kehadiran tamu dan dalam tarian menyiratkan makna sambutan dari orang yang memiliki acara untuk para tamu.

• 53. Tari Bekhusek (Sumatra Selatan) Tarian Putri Bekhusek berarti sang putri sedang bermain. Tarian ini sangat populer di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan merupakan kemakmuran jangka panjang di wilayah Sumatera Selatan. Setiap negara memiliki badan standardisasi dan biasanya memiliki lebih banyak keanekaragaman daripada standar sukarela dan umumnya mengembangkan standar.

Standar-standar ini mungkin diperlukan jika diadopsi oleh pemerintah, kontrak bisnis, dll. Proses standardisasi dapat melalui pengumuman resmi atau mungkin juga melibatkan konsensus resmi dari para ahli teknis.

• 54. Tari Serampang Dua Belas (Sumatera Utara) Tari serampang dua belas berasal dari Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Tarian tari seudati menggunakan pola lantai ini juga terkenal di daerah budaya Melayu seperti Riau, Jambi, dan beberapa daerah lainnya. Sekitar tahun 1940, tari serampang dua belas diciptakan oleh seorang seniman bernama Sauti.

Awalnya tarian ini diperkenalkan kepada masyarakat dengan nama Tari Pulau Sari. Nama ini disesuaikan dengan lagu yang mengiringi tarian ini, yaitu lagu Pulau Sari. • 55. Tari Tor-Tor (Sumatera Utara) Tor-tor Batak Toba adalah jenis tarian kuno dari Batak Toba yang berasal dari Sumatera Utara yang meliputi daerah Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir dan Samosir.

Tor-tor merupakan salah satu tarian seremonial yang disajikan dengan musik gondang. Secara fisik tortor adalah tarian, tetapi yang lebih bermakna daripada gerakan menunjukkan bahwa tortor adalah media komunikasi, di mana melalui gerakan-gerakan yang dihadirkan ada interaksi antara peserta upacara.

• 56. Tari Bedaya (DIY Yogyakarta) Tarian Bedaya adalah tarian yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta itu sendiri, di mana seperti yang kita ketahui bahwa tarian memiliki sesuatu dan juga makna yang berbeda antara satu gerakan dan yang lain, sehingga dalam jenis tarian tertentu ada yang sangat terkenal di antara mereka saja, ada juga tari seudati menggunakan pola lantai yang kurang dikenal untuk beberapa gerakan yang belum pernah terlihat atau terkesan sama sekali.

Dalam hal ini tarian adalah sesuatu yang bisa disebut seni, karena seperti kita ketahui bahwa tarian ini menunjukkan beberapa hal yang sangat identik dengan keindahan beberapa gerakan yang dibuat bersamaan dengan hal-hal lain juga.

• 57. Tari Angguk – DIY Yogyakarta Tari Angguk merupakan tarian tradisional yang berasal dari Yogyakarta dan menceritakan kisah Umarmoyo-Umarmadi dan Wong Agung Jayengrono di Serat Ambiyo. Tarian ini dimainkan secara berkelompok oleh 15 penari wanita mengenakan seragam seperti tentara Belanda dan dihiasi dengan gombyok emas, sampang, sampur, topi pet warna hitam, dan kaus kaki merah atau kuning dan memakai kacamata hitam.

Tarian ini umunya dimainkan selama 3 hingga 7 jam. • 58. Tari Margapati (Bali) Kata Margapati diambil dari kata Marga yang berarti jalan, dan pati mempunyai arti kematian. Ketika disatukan itu berarti jalan menuju kematian.

Dibuat oleh Nyoman Kaler di tahun 1942, tarian ini menggambarkan perjalanan hidup wanita yang salah arah. Oleh karena itu, tarian ini menghadirkan banyak gerakan tarian laki-laki meskipun para penari biasanya perempuan. Jika dilihat, gerakan tarian ini seperti mengintai dan bersiap menerkam mangsanya.

• 59. Tari Angsa (Jawa Tengah) Tarian angsa adalah tarian yang berasal dari Jawa Tengah itu sendiri, dimana seperti yang kita ketahui bahwa tarian memiliki sesuatu dan juga makna yang berbeda antara satu gerakan dan yang lainnya, sehingga ada beberapa jenis tarian yang sangat terkenal di antara mereka sendiri, ada yang kurang baik dikenal karena beberapa gerakan yang belum pernah dilihat atau terkesan kaku.

• 60. Tari seudati menggunakan pola lantai Badui (Sleman, DIY Yogyakarta) Tarian Badui merupakan kesenian yang berasal dari daerah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tarian ini adalah jenis tarian rakyat yang menggambarkan adegan perang atau sekelompok prajurit yang sedang berlatih perang. Dalam presentasi tarian ini dilakukan dalam kelompok dan berpasangan. Seni Badui yang masih hidup dan berkembang di Kabupaten Sleman sebagian besar berasal dari wilayah Kedu, sedangkan di wilayah Kedu sendiri juga merupakan seni rakyat yang pada awalnya dibawa oleh seseorang dari tanah Arab.

• 61. Tari Baksa Kembang (Banjar, Kalimantan Selatan) Tari Baksa Kembang merupakan tarian klasik dari Kalimantan Selatan yang digunakan sebagai tarian untuk menyambut tamu. Tarian ini biasanya dimainkan oleh penari wanita sebagai penari tunggal atau dapat dikelompokkan selama jumlah penari benar-benar aneh. Tari Baksa Kembang pada awalnya adalah tarian yang hanya ditampilkan di lingkungan kerajaan untuk menyambut tamu terhormat atau kerabat kerajaan. Namun seiring perkembangannya, tarian ini menjadi populer di masyarakat ketika kerajaan Banjar mulai membuka akses bagi publik untuk menyaksikan pertunjukan tari ini.

Sehingga Tari Baksa Kembang menjadi populer di masyarakat dan menjadi salah satu budaya daerah di Kalimantan Selatan. • 62. Tari Tupping (Lampung) Tarian Tupping adalah tarian Lampung yang biasanya hadir dalam pertunjukan drama.

Tarian ini menggambarkan patriotisme pengasingan pasukan tempur dan penjaga rahasia Radin Inten, Radin Imba II dan Raden Inten II di daerah Kalianda, Lampung Selatan. Dalam tarian ini, tokoh-tokoh ksatria, ksatria kasar, ksatria magis, ksatria putri, komedian dan juga tokoh-tokoh yang bijak dan kuat biasanya akan ditampilkan pada resepsi tamu besar atau pernikahan.

Ada 12 Tupping di Lampung dan tidak lebih atau kurang. Tupping tupping diyakini memiliki kekuatan magis dan tidak semua orang bisa menggunakannya dan membutuhkan ritual khusus saat mengenakan topeng. Topeng Kuripan ini hanya dapat digunakan oleh keturunan 12 pengikut seperti yang ada di desa Tataan, Taman Baru dan Kuripan.

Jika memang ada orang yang ingin menggunakan tupping, maka mereka harus terlebih dahulu meminta izin dari Dalom Marga Ratu. • 63. Tari Sembah (Lampung) Tari penyembahan adalah nama tarian Lampung yang dipegang oleh masyarakat sambil menyambut atau memberi penghormatan kepada tamu undangan sehingga tarian ini dapat dikatakan termasuk dalam tarian penyambutan.

Menyembah tarian atau sirih menunjukkan sukacita yang biasanya juga hadir pada upacara dan resepsi keamanan maras taon. Untuk pakaian yang digunakan dalam tarian penyembahan adalah pakaian asli daerah seperti yang dikenakan oleh pengantin wanita asli suku Lampung dengan siger dan tangga.

• 64. Tari Sigeh Pengunten (Lampung) Tari Sigeh Pengunte adalah salah satu tarian baru dari Lampung yang merupakan pengembangan dari tarian penyembahan, yaitu tradisi asli Lampung. Dari peraturan daerah, tarian khas Lampung ini diresmikan sebagai tarian Lampung untuk menyambut tamu-tamu penting. Gerakan tarian ini mengambil unsur-unsur dari banyak tarian tradisional Lampung sehingga dapat memperkenalkan budaya Lampung melalui tarian.

Tarian tradisional Lampung juga disajikan sebagai bagian dari upacara penyambutan di acara resmi seperti proses pernikahan. Tarian ini menceritakan tentang kegembiraan kedatangan tamu undangan dan merupakan bentuk penghormatan bagi tamu undangan yang sudah hadir. • 65. Tari Banyumasan (Banyumas) Seni tradisional Banyumas merupakan kekayaan benda dan bukan benda yang tumbuh dan berkembang di bekas Keresidenan Banyumas, termasuk Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Banjarnegara.

Sesuai dengan lokasi geografisnya, kesenian di wilayah tersebut dipengaruhi oleh pusat budaya istana Yogyakarta, Surakarta dan Sunda. Namun seiring berjalannya waktu, pengaruh dari luar Banyumas hanya memperkaya khazanah, karena kesenian Banyumas memiliki karakter tersendiri, yaitu entitas budaya tersebut. Keunikan seni tradisi Banyumas bahkan menyebarkan pengaruh pada budaya di sekitarnya, antara lain ke tempat tinggal Kedu dan Pekalongan sebelumnya.

• 66. Tari Belian (Kalimantan Timur) Belian sentiu merupakan upacara tradisional yang dilakukan oleh orang Dayak Benuaq di Tanjung Isuy, Jempang, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Upacara-upacara ini terkait dengan kepercayaan dan sistem keagamaan yang diadopsi oleh masyarakat setempat dan menangani permintaan bantuan untuk roh-roh roh di sekitar mereka serta roh leluhur dan penguasa atas (lahtala) dan otoritas yang lebih rendah (uwokng).

• 67. Tari Beksan Lawung Ageng (DIY Yogyakarta) Tarian Beksan Lawung Ageng merupakan pertunjukan tari yang berasal dari Kraton Yogyakarta. Tarian ini dibawakan oleh 16 (enam belas) penari, yang semuanya adalah lelaki yang terdiri dari 2 orang tua, 4 orang dari kepala desa, 4 orang dari barisan, 4 pemain, dan 2 salaotho.

Sri Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangukubumi pada tahun 1755-1792 menari salah satu tarian beksan ini. Beksan terinspirasi oleh saat ketika ada kegiatan tentara sebagai pelayan di kantor raja yang selalu mengadakan pelatihan watangan. • 68. Tari Bengberokan (Cirebon dan Indramayu) Bengberokan atau Berokan adalah pertunjukan penolak seperti tarian barongsai dari Tiongkok. Menurut sejarah yang diwarisi dari generasi ke generasi di antara seniman, Bengengokan adalah warisan Pangeran Korowelang atau Pangeran Mina, penguasa laut Jawa di wilayah Cirebon dan Indramayu.

Namun ada juga ucapan yang juga diwarisi oleh seniman secara berurutan, bahwa berokan adalah ciptaan Pangeran Cakrabuana Mbah Kuwu, ketika menyebarkan penyebaran Islam ke wilayah Galuh, seperti yang dipraktikkan oleh para wali, menggunakan acara tersebut sebagai media untuk tujuan agama, yang bertujuan menerima lingkungan budaya.

pada saat itu. • 69. Tari Bines (Aceh) Tarian Bines adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari distrik Gayo Lues. Tarian ini muncul dan berkembang di Aceh Tengah tetapi kemudian dibawa ke Aceh Timur. Menurut sejarah tarian itu diperkenalkan oleh seorang sarjana bernama Syech Saman untuk berkhotbah. Tarian ini ditarikan oleh para wanita yang duduk berjejer sambil menyanyikan puisi yang berisi khotbah atau informasi tentang perkembangan. Para penari bergerak perlahan dan bertahap untuk menjadi cepat dan akhirnya berhenti sekaligus.

• 70. Tari Caci (Flores, Nusa Tenggara Timur) Tarian Caci merupakan salah satu tarian perang dan permainan rakyat antara sepasang penari pria yang bertarung dengan cambuk dan perisai di Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Penari bersenjatakan cambuk bertindak sebagai penyerang dan lainnya bertahan menggunakan perisai.

Tarian ini dimainkan selama tari seudati menggunakan pola lantai panen ucapan syukur (hang woja)] dan ritual tahun baru (penti), upacara pembukaan lahan atau upacara tradisional utama lainnya, dan diadakan untuk menyambut tamu penting. • 71. Tari Campak (Bangka Belitung) Tari Campak adalah salah saatu tarian dari daerah Bangka-Belitung yang mendeskripsikan kegembiraan para lajang dan perempuan di Kepulauan Bangka Belitung.

Tarian ini biasanya dilakukan setelah panen padi atau setelah kembali dari ume (kebun). Tarian ini juga digunakan sebagai hiburan dalam berbagai kegiatan seperti menyambut tamu atau di pesta pernikahan di Bangka Belitung.

Tarian ini berkembang selama pendudukan Portugis di Bangka Belitung. Ini dapat dilihat dari beberapa varietas dalam tarian Campak, termasuk akordeon dan pakaian untuk penari wanita yang sangat bergaya Eropa. • 72. Tari Cangget (Lampung) Tarian Cangget adalah ssalah satu tarian yang berkembang di Lampung, Lampung, yang merupakan provinsi paling selatan di Pulau Sumatra. Dikatakan bahwa, sebelum kedatangan Jepang ke Indonesia atau tahun 1942, Tari Canget selalu ditampilkan di setiap acara yang berkaitan dengan gawi tradisional, seperti upacara membangun rumah, memanen, dan digunakan untuk membawa orang yang ingin berziarah.

Ketika tarian dilakukan, orang-orang akan berkumpul untuk menonton pertunjukan, baik tua, muda, pria dan wanita, yang bertujuan untuk menghadiri upacara, juga untuk saling mengenal. Cangget Tarai biasanya ditarikan oleh pria dan wanita muda. tari seudati menggunakan pola lantai 73.

Tari Cikeruhan (Sumedang, Jawa Barat) Cikeruhan adalah tarian tradisional dari daerah Tjikeroeh, Cikeruh, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Tarian mengambil gerakan dari hewan dan perilaku manusia. Cikeruhan adalah seni tari sosial yang sudah sangat tua. Awalnya lahir dari tradisi menanam padi sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Dewi Sri Pohaci di abad ke-18. Pada saat itu, orang-orang berjalan kaki mengangkat beras ke lumbung sambil menari dan menyuarakan peralatan pertempuran mereka.

Selama tarian, seorang pejabat Belanda yang bekerja di perkebunan menghentikan kegiatan mereka. Bukan karena dia tidak menyukainya, tetapi sebaliknya dia meminta izin untuk bergabung dalam tarian. • 74. Tari Cokek – (DKI Jakarta) Tarian Cokek merupakan tarian klasik orang Betawi di Jakarta.

Tarian ini adalah tarian sosial dari komunitas Betawi untuk memeriahkan pesta tradisional mereka. Tarian Cokek adalah kombinasi dari tarian tradisional Cina, Sunda, Betawi dan pencak silat. Gerakan dalam Tari Cokek adalah gerakan yang harmonis dan fleksibel, yang dengan gerakan tangan anggun dan pinggul yang bergoyang mengikuti irama. Selain itu, sesekali sang penari juga memainkan lengan bajunya sehingga sang penari terlihat anggun dan menawan.

• 75. Tari Cendrawasih (Bali) Tari Cendrawasih merupakan tarian Bali yang dibawakan oleh dua penari wanita dan menggambarkan ritual pernikahan burung cendrawasih. Sebuah tarian yang dikenal sebagai cendrawasih berasal dari I Gede Manik dan pertama kali ditampilkan di Kecamatan Sawan di Kabupaten Buleleng pada 1920-an, daerah itu adalah tempat asal sejumlah tarian, termasuk Trunajaya, Wirangjaya, dan Palawakya.

Namun, versi ini memiliki perbedaan yang signifikan dari tarian yang sekarang biasa ditampilkan. • 76. Tarian Datun Julud (Dayak Kenyah) Tarian Datun Julud adalah tarian yang populer di kalangan orang Kayan / Kenyah yang mendiami interior Bulungan, Kutai, Berau, dan Pasir, yang merupakan daerah yang berdekatan antara Sarawak dan Kalimantan Timur.

Asal usul tarian Datun Julud diciptakan oleh raja suku Dayak Kenyah di Apo Kayan bernama Nyik Selong sebagai tanda sukacita dan terima kasih kepada Maha Dewa atas kelahiran cucunya.

Namun menurut sumber lain, tarian ini diciptakan dengan rasa terima kasih atas kesembuhan istrinya dari penyakit yang sudah tua. Setelah acara ini, tarian Datun Julud terus diminati di masyarakat sekitar dan terus berkembang ke daerah lain di Sarawak.

• 77. Tari Didong (Aceh) Seni Didong adalah jenis seni tradisional Gayo yang masih bertahan hingga era modern, memiliki minat sosial yang tinggi dari setiap lapisan masyarakat.

Seni Didong adalah perpaduan antara tarian dan bunyi dengan unsur-unsur sastra dalam bentuk puisi sebagai unsur utama, berkembang dan dilestarikan oleh masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. • 78. Tari Melinting (Lampung) Tarian Melinting merupakan salah satu tarian dari Lampung, lebih tepatnya daerah Melinting, Kabupaten Labuhan Meringgai, Lampung Timur.

Tarian ini juga dianggap sebagai seni klasik karena sudah ada sejak Islam memasuki nusantara. Kata melinting berarti “membawa” yang muncul bersamaan dengan masuknya ajaran Islam. untuk alasan ini, jika disimpulkan, tarian ini memiliki makna melaksanakan misi Islam dan diyakini dibuat oleh Ratu Melinting, ratu yang memimpin daerah yang disebut Melinting. • 79. Tari Ebeg (Banyumas, Jawa Timur) Ebeg adalah tarian di daerah Banyumas yang menggunakan boneka kuda yang terbuat dari anyaman bambu dan kepalanya diberi serat sebagai rambut.

Tarian Ebeg di daerah Banyumas menggambarkan para prajurit menunggang kuda. Gerakan tarian yang menggambarkan keterampilan yang ditunjukkan oleh pemain Ebeg. Diperkirakan bahwa seni Ebeg ini telah ada sejak zaman kuno tepatnya ketika manusia mulai menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Salah satu bukti yang memperkuat Ebeg dalam garis seni lama adalah bentuk trans atau wuru.

Bentuk ini merupakan ciri khas seni yang lahir di zaman animisme dan dinamisme. • 80. Tari Emprak (Jawa Tengah) Tarian Emprak merupakan jenis perkembangan seni rakyat di Emprak, dalam bentuk seni peran yang memunculkan pesan moral, diiringi dengan musik yang biasanya dalam bentuk salawatan. Tarian ini berasal dari Jepara, Jawa Tengah Emprak tradisional dimainkan oleh 9-15 orang, semuanya laki-laki.

Iringannya adalah alat musik rebana yang besar, kecil dan kentongan, pakaian sementara, dan makeup dalam bentuk baju bayi, sarung dan topi. Dan selama acara malam di lantai dengan tikar lesehan. • 81. Tari Ende Lio (NTT) Tarian Ende Lio merupakan tarian daerah yang mengekspresikan perasaan melalui urutan gerakan dalam irama musik dan lagu.

Dilihat dari gerakan dan bentuknya, tarian Ende Lio dapat dibagi menjadi beberapa jenis termasuk: Toja: Sekelompok penari menari tarian yang telah diatur dalam bentuk variasi dan irama musik / lagu untuk pertunjukan resmi Wanda: Penari dengan gaya mereka sendiri, menari mengikuti irama musik / lagu dalam kelompok atau individu.

Wedho: Menari gaya bebas dengan mengandalkan gerak kaki seolah-olah melompat .- Woge: Tarian bergerak dengan mengandalkan kelincahan kaki dengan penuh energi dan dinamis, dilengkapi dengan alat mbaku dan atau atau perisai dan pedang / parang. Gawi: Tarian bergerak dengan menyentakkan kaki ke tanah. Untuk istilah Toja dan Wanda sebenarnya arti yang sama adalah menari, hanya cara dan fungsi yang berbeda dan kata wanda untuk suku Lio berarti Toja.

• 82. Tari Gambuh (Bali) Gambuh merupakan salah satu tarian dramatari Bali yang dianggap memiliki kualitas tertinggi dan juga drama Bali klasik yang paling kaya dalam gerakan tarian, sehingga dianggap sebagai sumber dari semua jenis tarian Bali klasik.

Diperkirakan Gambuh muncul sekitar abad ke-15 dengan drama yang berasal dari kisah Panji. Gambuh dalam bentuk teater total karena mengandung unsur seni suara, drama dan tari, seni visual, seni sastra, dan lain-lain. Gambuh dilakukan dalam upacara Dewa Yad seperti ritual, upacara Manusa Yad seperti pernikahan keluarga bangsawan, upacara Pitra Yad (ngaben) dan sebagainya.

• 83. Tari Gambyong (Jawa) Tarian Gambyong adalah tarian Jawa klasik yang mengambil dasar dari gerakan tarian rakyat dari seni tayub. Pada umumnya tarian gambyong tari seudati menggunakan pola lantai bersama oleh beberapa penari. Elemen estetika dari tarian yang dipertunjukkan bersama terletak pada garis dan gerakan yang semuanya besar.

Tangan, kaki, dan kepala terlihat lebih indah dan ekspresif karena mereka menari bersama. Tarian ini lebih indah ketika penari dapat menyelaraskan gerakan dengan irama drum. Sebab, kendhang sering juga disebut otot dan penuntun gendhing.

Secara umum, Tari Gambyong terdiri dari tiga bagian, yaitu: awal, isi, dan akhir atau dalam kasus tari gaya Surakarta Surakarta disebut forward beksan, beksan, dan beksan mundur. • 84. Tari Gambyong Pareanom (Surakarta) Informasi tentang keberadaan tari yang rapi oleh Sri Gambyong akhirnya sampai di telinga Sunan Paku Buwono IV, yang merupakan raja Surakarta pada waktu itu.

Keraton Mangkunegara Surakarta kemudian mengundang Sri Gambyong untuk melakukan tarian. Sejak itu, tarian Gambyong yang dimainkan oleh Sri Gambyong semakin dikenal. Banyak orang mempelajarinya sampai akhirnya tarian dimahkotai sebagai tarian khas istana. • 85. Tari Gandrung (Banyuwangi, Jawa Tengah) Gandrung Banyuwangi merupakan tarian yang berasal dari Banyuwangi. Gandrung adalah seni pertunjukan yang disajikan dengan iringan musik yang khas, osing gamelan.

Tarian dilakukan dalam bentuk pasangan antara wanita (penari gandrung) dan pria (pemaju) yang dikenal sebagai “paju”. Bentuk seni yang didominasi oleh tarian dengan orkestrasi khas ini populer di wilayah Banyuwangi, yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, dan telah menjadi ciri khas daerah tersebut, sehingga tidak salah jika Banyuwangi selalu diidentikkan dengan cinta. Bahkan, Banyuwangi sering dijuluki Kota Gandrung dan patung-patung penari gandrung dapat ditemukan di berbagai sudut wilayah Banyuwangi.

• 86. Tari Gawi (Nusa Tenggara Timur (NTT)) Gawi merupakan tarian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, di mana tariannya sangat populer dan sangat populer di kalangan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Tarian Gawi sendiri pertama kali berasal dari daerah Tenda, yang oleh suku Ende-Lio, yang terletak di kaki danau kelimutu. Tarian Gawi berasal dari dua suku kata, yaitu GA dan WI di mana GA berarti enggan, enggan, takut, hormat sedangkan WI berarti menarik, mengundang (untuk bersatu) sehingga dapat disimpulkan GAWI adalah tarian yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mengumpulkan persatuan dan persatuan di antara orang lain saling menghormati.

• 87. Tari Gending Sriwijaya (Palembang) Gending Sriwijaya merupakan lagu dan tarian tradisional masyarakat Kota Palembang, Sumatera Selatan. Melodi lagu Gending Sriwijaya diperdengarkan untuk mengiringi Tari Gending Sriwijaya.

Baik lagu maupun tarian ini menggambarkan keluhuran budaya, kejayaan, dan keagungan kemaharajaan Sriwijaya yang pernah berjaya mempersatukan wilayah Barat Nusantara.

Lirik lagu ini juga menggambarkan kerinduan seseorang akan zaman di mana pada saat itu Sriwijaya pernah menjadi pusat studi agama Buddha di dunia. • 88. Tari Giring-giring (Kalimantan Tengah) Tari Giring Giring merupakan salah satu tarian Dayak tradisional Tari seudati menggunakan pola lantai Tengah yang menggunakan tongkat sebagai atribut dalam tarian. Tarian ini adalah tarian yang mengekspresikan kegembiraan dan kesenangan masyarakat dengan menari dan bermain dengan tongkat sebagai media tarian.

Tarian ini awalnya ialah tarian yang berasal dari suku Dayak Ma’anyan yang kemudian berkembang dan populer di Kalimantan Tengah, terutama di Kabupaten Barito. Nama Giring Giring diambil dari nama tongkat yang dimainkan oleh para penari, yaitu tongkat Giring Giring atau yang biasa disebut Gangerang oleh masyarakat Kalimantan Tengah. • 89. Tari Gitek Balen (DKI Jakarta) Tarian Gitek Balen merupakan salah satu tarian tradisional dari Jakarta, khususnya orang Betawi.

Tarian ini adalah ciptaan baru yang terinspirasi oleh pola pukulan dalam gamelan ajeng Betawi, sebuah tarian yang menunjukkan keindahan gadis-gadis sekarang usia mereka didirikan oleh Abdurachem.

Istilah dari nama Gitek Balen ialah, “Gitek” yanga berarti goyang dan “balen” yang merupakan pola pukulan pada gamelan ajeng Betawi. • 90. Tari Golek Menak (Yogyakarta) Tarian Menak Golek adalah jenis tarian klasik gaya Yogyakarta yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Tari seudati menggunakan pola lantai tari Golek Menak berawal dari gagasan sultan setelah menonton pertunjukan Wayang Golek Menak yang dipentaskan oleh seorang dalang dari daerah Kedu pada tahun 1941. Itu juga disebut Beksa Golek Menak, atau Beksan Menak.

Berisi makna tarian wayang Golek Menak. Karena dia mencintai budaya Wayang Orang, Sultan berencana untuk membuat pertunjukan, yang merupakan tarian boneka. Untuk menerapkan gagasan ini, Sultan pada tahun 1941 memanggil seorang ahli tari yang dipimpin oleh K. Purbaningrat, dibantu oleh K.R.T. Brongtodiningrat, Pangeran Suryobrongto, K.R. Madukusumo, K. Wiradipraja, K. T.Mertodipuro, RW Hendramardawa, RB Kuswaraga, dan RW Larassumbaga.

• 91. Tari Gong (Kalimantan Timur) Tarian Gong atau bisa disebut Tarian Kancet Ledo merupakan tarian Dayak Kalimantan Timur, lebih tepatnya dari suku Dayak Kenyah. Tarian ini ditarikan oleh seorang gadis dengan gong yang dipakai sebagai iringan musik. Tarian ini biasanya dipertunjukkan pada upacara penyambutan tamu agung atau upacara penyambutan untuk kelahiran bayi.

Gerakan dalam Tari Gong mengekspresikan kelembutan seorang wanita. Tarian ini mengekspresikan keindahan, kecerdasan, dan gerakan tarian yang lembut. Sesuai namanya tarian, tarian Gong ditarikan kepada Gong, diiringi oleh alat musik Sampe. • 92. Tari Guel (Aceh) Tari Guel merupakan kekayaan budaya Gayo di Aceh.

Guel berarti menelepon. Terutama di dataran tinggi Gayo, tarian ini memiliki kisah panjang dan unik. Peneliti tari dan koreografer mengatakan tarian ini bukan hanya tarian.

Ini adalah kombinasi antara seni sastra, seni musik dan tarian itu sendiri. Dalam perkembangannya, tarian guel mulai tenggelam, namun Guel menjadi tarian tradisional, terutama dalam upacara tradisional tertentu. Guel sepenuhnya menghormati bentuk alami, lingkungan yang kemudian berkumpul sedemikian rupa melalui gerakan simbolik dan ritme ritmis. • 93. Tari Jaipong (Jawa Barat) Jaipongan merupakan jenis tarian sosial tradisional Sunda, Karawang, Jawa Barat, yang sangat populer di Indonesia.

Jaipongan lahir melalui proses kreatif tangan dingin H Suanda sekitar tahun 1976 di Karawang, jaipongan adalah karya yang menggabungkan beberapa elemen seni tradisional Karawang seperti pencak silat, wayang golek, topeng banjet, ketuk tilu dan lain-lain.

Jaipongan di Karawang tumbuh pesat pada tahun 1976, ditandai dengan munculnya rekaman jaipongan SUANDA GROUP dengan instrumen sederhana yang terdiri dari drum, ketuk, kecrek, goong, rebab dan sinden atau tukang kawih.

• 94. Tari Sintren (Jawa Barat) Sintren adalah salah satu tarian tradisional Jawa, khususnya di Cirebon. Seni ini terkenal di pantai utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, termasuk di Indramayu, Cirebon, Majalengka, Jatibarang, Brebes, Pemalang, Tegal, Banyumas, Kuningan, dan Pekalongan. Seni Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis / magis yang berasal dari kisah cinta Sulasih dengan Sulandono.

• 95. Tari Ganau (Bengkulu) Tarian Ganau merupakan salah satu tarian tradisional Bengkulu yang dilakukan oleh sekelompok penari pria dan wanita yang diiringi musik tradisional Bengkulu seperti mandolin, rebab dan kendang.

Sedangkan untuk irama lagu menggunakan irama khas Melayu. Tarian akan dimulai dengan tempo lambat dan kemudian diakhiri dengan gerakan cepat dan menyentak. Gerakan tangan dalam tarian ini dan juga lompatan dan formasi yang harmonis disertai dengan musik adalah keunggulan dari tarian Bengkulu ini.

• 96. Tari Beruji Doll (Bengkulu) Tari beruji doll adalah salah satu tarian tradisional Bengkulu yang umumnya dilakukan oleh 5 hingga 8 wanita di mana para penari akan mengenakan pakaian tradisional Bengkulu yang dimodifikasi di beberapa bagian. Pakaian penari juga akan dilengkapi dengan songket warna cerah di bagian bawah. Sesuai dengan tujuan tarian ini, tarian yang diuji boneka tidak hanya ditampilkan dalam upacara Tabot tetapi juga dapat ditampilkan sebagai tamu sambutan dan acara budaya lainnya.

• 97. Tari Putri Bekhusek (Palembang) Tarian Putri Bekhusek merupakan tarian paling populer dan terkenal dari Sumatera Selatan di daerah OKU atau Ogan Komering Ulu.

Sesuai namanya, Bukhsek berarti bermain, tarian ini berarti tarian perempuan dimainkan yang melambangkan kemakmuran daerah setempat dan Sumatera Selatan pada umumnya. • 98. Tari Tenun Songket (Sumatera Selatan) Sesuai namanya, Tari Tenun Songket berasal dari tradisi tenun di Palembang, Sumatra Selatan, yang telah ada sejak zaman kerajaan Sriwijaya. Inilah yang menginspirasi Tari Tenun Songket yang menggambarkan perempuan di daerah Sumatera Selatan yang sedang menenun songket.

tari seudati menggunakan pola lantai

Gerakan tangan yang mendominasi tarian ini menunjukkan wanita yang suka menenun songket. • 99. Tari Rodat Cempako (Daerah Sumatera Selatan) Tari Rodat Cempako merupakan tarian dari Sumatera Selatan yang sangat Islami (Timur Tengah). Mengapa? Karena tarian ini dilakukan dalam posisi duduk menggunakan puisi Arab yang berasal dari Kita Al-Berzanji disertai oleh rebana.

Sesuai dengan bahasa yang digunakan, selain digunakan untuk menemani mempelai wanita, tarian ini juga digunakan dalam acara-acara seni Islam seperti Ulang Tahun Nabi dan sebagainya.

• 100. Tari Alang Babega (Minangkabau) Tarian Alang Babega adalah salah satu dari berbagai budaya di Indonesia dalam bentuk tarian tradisional yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Tarian ini menggambarkan masalah sederhana, di mana gerakannya meniru terbangnya seekor elang ketika di udara membengkak untuk mencapai mangsa. Meskipun tarian ini menggambarkan hal-hal yang cukup sederhana, tarian Babeang Alga adalah salah satu properti budaya yang menarik di Sumatera Barat.

• 101. Tari Petake Gerinjing (Sumatera Selatan) Tarian Petake Gerinjing menceritakan kisah sebuah rakyat yang dikutuk karena tidak mematuhi norma dan adat yang ada. Bencana ini dijelaskan dengan datangnya banjir bandang yang menyapu tari seudati menggunakan pola lantai. Tarian ini menggabungkan tradisional dan kontemporer. Kedatangan bencana banjir bandang sebagai hukuman. kemudian dilambangkan dengan hamparan kain yang terus terguncang seperti gelombang air. Komunitas di dalamnya panik dan berusaha melarikan diri.

• 102. Tari Ngantat Dendan (Sumatera Selatan) Ngantat Dendan menggambarkan iring-iringan pada tari seudati menggunakan pola lantai pengantin pria dalam pernikahan tradisional di Kota Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan. Karakteristik utama dari Tari Dendan Ngantat adalah penggunaan properti dalam bentuk toples besar dan tebal yang diikatkan pada syal dan diletakkan di kepala.

Dalam budaya Lubuk Linggau, Jaras dalam pernikahan tradisional digunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang-barang yang telah diminta oleh pengantin wanita sebagai mahar dari perkawinan. Jaras dalam kelompok mempelai pria biasanya akan dibawa oleh wanita, baik ibu maupun anak perempuan.

Ini terjadi karena ketika budaya diimplementasikan ke dalam bentuk tarian. • 103. Tarian Gegerit (Sumatera Selatan) Tarian Gegerit bercerita tentang perjuangan perempuan tari seudati menggunakan pola lantai menghadapi penjajahan. Dalam gerakan tari Gegerit yang lebih cenderung patah dan kaku, itu tercermin dalam gerakan setengah jongkok sambil terus memainkan sayap di bahu.

Jumlah orang yang melakukan aksi Tari Gerigit biasanya ditarikan oleh 4 (empat) orang dan semuanya diperankan oleh wanita. Tarian Gegerit tradisional ini adalah tarian yang selalu menari selama beberapa generasi oleh orang-orang Lahat. Namun kini keberadaannya nyaris punah. Semoga pihak berwenang bisa mengambil kebijakan agar tarian ini tidak punah. • 104. Tari Sebimbing Sekundang ( Sumatera Selatan) Tari Sebimbing Sekundang merupakan salah satu tarian yang berasal dari budaya masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Tarian ini umumnya akan ditampilkan dalam menyambut tamu terhormat yang mengunjungi daerah ini. Dalam pertunjukan tari, Sebundang dapat dilakukan baik di gedung maupun di tempat terbuka dan dilakukan oleh 9 penari.

Di mana seorang wanita akan membawa tepuk tangan. 2 penari akan membawa rempah-rempah. 1 orang akan membawa payung besar dan 2 orang akan menjadi pengawal. Tepak atau Pengasan sendiri merupakan sarana utama tarian tradisional ini dan berisi daun sirih yang telah diracik menggunakan getah gambir sehingga siap untuk disajikan kepada tamu kehormatan sebagai bentuk penerimaan dan juga pengakuan dari masyarakat Ogan KometingKabupaten Ulu.

• 105. Tari Kancet Ledo atau Tari Gong (Kalimantan Timur) Nama lain untuk Tari Kancet Ledo adalah Tari Gong yang disebut komunitas Kalimantan Timur. Tarian Kancet Ledo adalah salah satu ekspresi dari tarian yang mengekspresikan kelembutan seorang wanita dengan menari di Gong dengan gerakan lembut dan seimbang.

Dance of Kancet Ledo Dance mengungkapkan keindahan, kecerdasan dan gerakan tarian yang lembut. Sesuai namanya, tarian Gong ditarikan kepada Gong, diiringi oleh alat musik Sapeq (alat musik yang dipetik seperti harpa). Penari Gong mengenakan pakaian dalam manik-manik dan pakaian taah, yang merupakan pakaian khas wanita yang terdiri dari kain beludru yang dihiasi manik-manik, yang dikenakan dengan membungkus pinggang, setiap ujung tali dibungkus dan berhenti di pusar.

Selain itu, peralatan lain yang digunakan oleh Lavung, yaitu topi yang terbuat dari rotan dan ada pola sesuai gaya pakaian dan taah dan kalung yang terbuat dari manik-manik berwarna dan gigi berwarna harimau atau taring dan bulu rangkong yang dikenakan di tangan keduanya. penari. Demikian Penjelasan Tentang Nama Nama Tarian Daerah Tradisional Indonesia Beserta Gambar Dan Asalnya Semoga Bermanfaat Bagi Semua Pembaca GuruPendidikan.Co.Id Sponsor Iklan Text >>> https://merekbagus.co.id/ Sebarkan ini: • • • • • Posting pada IPS, SMA, SMP, Umum Ditag 10 nama tarian dan asal daerahnya, 34 tarian daerah beserta asalnya, gambar tarian daerah bengkulu, gambar tarian daerah dan asalnya, gambar tarian daerah yang menggunakan properti, jenis jenis tari tradisional, jumlah tarian di indonesia, kliping tarian daerah, nama tarian daerah dan keunikannya, nama tarian tari seudati menggunakan pola lantai dan propertinya, tarian daerah 33 provinsi beserta gambarnya, tarian daerah aceh, tarian daerah bali, tarian daerah bangka belitung, tarian daerah Banyumas, tarian daerah Cirebon Dan Indramayu, tarian daerah dan maknanya, tarian daerah dan propertinya, tarian daerah Gorontalo, tarian daerah jakarta, tarian daerah jambi, tarian daerah jawa barat, tarian daerah jawa tengah, tarian daerah jawa timur, tarian daerah jogja, tarian daerah kalimantan barat, tarian daerah kalimantan selatan, tarian daerah kalimantan tengah, tarian daerah kalimantan timur, tarian daerah lampung, tarian daerah maluku utara, tarian daerah Minangkabau, tarian daerah NTB, tarian daerah NTT, tarian daerah Palembang, tarian daerah papua, tarian daerah riau, tarian daerah sulawesi, tarian daerah sulawesi selatan, tarian daerah sumatera barat, tarian daerah sumatera selatan, tarian daerah sumatera utara, tarian daerah Sumedang, video tarian daerah Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja tari seudati menggunakan pola lantai Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Berikut ini adalah contoh latihan Soal Tematik Kelas 5 Tema 6 Muatan pelajaran SBdP untuk Tahun Ajaran 2019/2020 lengkap dengan kunci jawaban.

Semoga Soal Tematik Kelas 5 Tema 6 Muatan Pelajaran SBdP ini dapat dijadikan referensi untuk belajar khususnya adik-adik kelas 5 yang sudah menggunakan Kurikulum 2013. Soal Tematik Kelas 5 Tema 6 I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang paling benar ! 1. Perhatikan ciri-ciri berikut ini! (1) Bersifat riang gembira. (2) Bersifat sedih. (3) Diawali dan diakhiri dengan nada Fa.

(4) Kurang bersemangat. Salah satu ciri tangga nada mayor ditunjukkan nomor . a. (1) b. (2) c. (3) d. (4) 2. Tangga nada pentatonis hanya terdiri dari . nada pokok. a. tiga b. empat c. lima d. enam 3. Tangga nada pentatonis terbagi atas dua tangga nada. Dua tangga nada tersebut, yaitu . pelog dan. a. pokok b. tambahan c. diatonis d. slendro 4. Jaranan merupakan lagu daerah yang berasal dari .

a. Jawa Barat b. Jawa Tengah c. Jawa Timur d. Kalimantan 5. Ciri-ciri: (1) tenang, (2) hormat, (3) bersemangat, (4) mengagungkan. Berikut yang bukan ciri tangga nada pentatonik pelog adalah . a. (1) b. (2) c. (3) d. (4) 6.

Tari Saman merupakan tari yang berasal dari Aceh. Tari ini menggunakan pola lantai . a. garis lurus b. garis lengkung c. zig zag d. lingkaran 7. Tari Kecak menggunakan pola lantai .

a. garis lurus b. garis lengkung c. zig zag d. lingkaran. 8. Arah yang memengaruhi pola lantai adalah . a. hadap dan gerak b. kanan dan kiri c. depan dan belakang d. atas dan bawah 9. Berikut ini tidak termasuk hal-hal yang memengaruhi pemilihan pola lantai adalah . a. jumlah penari b. ukuran panggung c. letak dekorasi panggung d.

tata cahaya 10. Gerakan yang memerlukan ruangan yang luas tari seudati menggunakan pola lantai gerak . a. luas b. sempit c. besar d. kecil 11. Gambar yang menceritakan suatu adegan atau peristiwa disebut .

a. gambar cerita b. gambar ekspresif c. gambar imajinatif d. gambar eksekutif 12. Menggambar cerita dapat dilakukan dengan media basah dan .

a. kasar b. halus c. kering d. mahal 13. Perhatikan media-media berikut! (1) batu (2) kain (3) kertas (4) kanvas Berikut ini yang bukan merupakan media alas gambar adalah . a. (1) b. (2) c. (3) d. (4) 14. Perhatikan media-media berikut! (1) pensil warna (2) cat air (3) krayon (4) cat minyak Beberapa contoh media kering antara lain .

a. (1) dan (2) b. (1) dan (3) c. (2) dan (4) b. (2) dan (3) 15. Perhatikan gambar berikut! Gambar di atas adalah contoh gambar dengan teknik . a. arsir b. blok c. sapuan basah d. gosok 16.

Susunan tangga nada yang terdiri dari 6 (la), 7 (si), 1 (do), 2 (re), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), 6 (la) disebut tangga nada . a.

mayor b. minor c. slendro d. pelog 17. Salah satu ciri tangga nada mayor adalah . a. lepas b. sendu c. bersemangat d. diawali dan diakhiri dengan nada Re 18.

Pola lantai pada tari daerah digunakan untuk membuat . a. permainan garis b. formasi kelompok c. tatanan yang rumit d. iringan musik yang cepat 19. Gambar cerita sering ditemukan dalam . a. gua b. batu c. tanah d. buku pelajaran 20. Salah satu media mewarnai gambar dengan menggunakan teknik basah adalah.

a. pensil warna b. spidol c. krayon d. cat minyak IL Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar! 1. Tangga nada minor yang hanya memiliki nada-nada pokok dan belum mendapat sisipan adalah . 2. Tangga nada diatonis dibagi menjadi dua, yaitu . 3. Tangga nada yang memiliki lima buah nada adalah tangga nada . 4. Ada dua macam tangga nada, yaitu tangga nada diatonis dan pentatonis.

Lagu yang dinyanyikan dengan tangga nada diatonis minor biasanya bersifat . 5. Urutan nada yang disusun secara berjenjang disebut . 6. Formasi diagonal termasuk dalam pola lantai . 7. Keindahan dalam tarian berkelompok ditentukan oleh . 8. Penguasaan medan gerak dengan lintasan gerak yang sesuai karakter tari dalam unsur gerakan disebut .

9. Garis-garis yang dilalui penari disebut . 10. Formasi setengah lingkaran termasuk dalam pola lantai . 11. Pewarna yang terlebih dahulu dicampur dengan air sebelum dipergunakan disebut .

12. Lạngkah awal membuat gambar suatu cerita adalah . 13. Teknik menggambar bayangan biasa disebut . 14. Membuat rancangan gambar disebut juga . 15. Agar gambar lebih menarik, maka dapat dilakukan langkah . 16. Seseorang yang memiliki keahlian dalam membuat patung disebut . 17. Tari saman dipandu oleh seorang pemimpin yang disebut . 18. Lagu yang dinyanyikan dengan tangga nada diatonis mayor biasanya bersifat .

19. Tari kecak merupakan tari tradisional dari Bali. Tari ini menggunakan pola lantai . 20. Contoh tari yang memakai pola lantai zig-zag adalah .

III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan uraian yang jelas dan benar! 1. Sebutkan dua tangga nada pentatonis! Jawab : . . 2. Bagaimana susunan tangga nada pentatonis slendro?

Berikan contoh lagu tangga nada ini! Jawab : . . 3. Apa sifat tangga nada slendro? Jawab : . . 4. Sebutkan pembeda ragam tangga nada pentatonis! Jawab : . . 5. Apa yang kamu ketahui tentang gamelan? Jawab : . . 6. Jelaskan pengertian pola lantai! Jawab : . . 7. Sebutkan macam-macam pola lantai!

Jawab : . . 8. Sebutkan aspek-aspek pendukung tari! Jawab : . . 9. Sebutkan jenis pola lantai lengkung! Jawab : . . 10. Bagaimanakah sifat pola lantai tarian jawa? Jawab : . . 11. Sebutkan peralatan yang dipakai untuk menggambar! Jawab : . . 12. Bagaimana cara menciptakan objek menggunakan teknik sapuan basah? Jawab : . . 13. Sebutkan contoh-contoh media kering untuk menggambar! Jawab : . . 14. Sebutkan fungsi gambar cerita!

Jawab : . . 15. Bagaimana langkah-langkah menggambar cerita? Jawab : . . 16. Jelaskan pengertian gambar cerita! Jawab : . . 17.

Jelaskan tangga nada yang digunakan oleh alat musik tradisional gamelan! Jawab : . . 18. Jelaskan jenis-jenis tangga nada minor! Jawab : . . 19. Sebutkan fungsi dari pola lantai! Jawab : .

. 20. Jenis pola lantai yang bagaimanakah yang sering digunakan dalam tari klasik? Jawab : . . Download Soal Tematik Kelas 5 Tema 6 Mapel SBdP dan Kunci Jawaban Kunci Jawaban Room I 1.

a. (1) 2. c. lima 3. d. slendro 4. c. Jawa Timur 5. c. (3) 6. a. garis lurus 7. d. lingkaran 8. a. hadap dan gerak 9. c. letak dekorasi panggung 10. c. besar 11. a. gambar cerita 12. c. kering 13. a.

(1) 14. b. (1) dan (3) 15. b. blok 16. d. pelog 17. c. bersemangat 18. b. formasi kelompok 19. d. buku pelajaran 20.

d. cat minyak Kunci Jawaban Room II 1. tangga nada minor asli 2. diatonis mayor dan diatonis minor 3. pentatonik 4. sedih 5. tangga nada 6. garis lurus 7. gerakan, pola tari, properti, kekompakan 8.

pola lantai 9. pola lantai 10. garis lengkung 11. cat air 12. menentukan tema 13. teknik siluet (blok) 14. membuat sketsa 15. mewarnai 16. pematung 17. syekh 18. gembira 19. melingkar 20. tari seudati dari Aceh Kunci Jawaban Room III 1. pelog dan slendro 2. Susunan tangga nada 12345. Contoh lagu Suwe Ora Jamu 3. Memiliki sifat lincah ,gembira, senang 4. Ragam tangga nada pentatonis ada 2 : pelog dan slendro Pembeda: Pelog bersifat tenang, hormat, mengagungkan.

Slendro bersifat gembira dan bersemangat 5. Gamelan adalah seperangkat alat musik tradisional Jawa 6. pola lantai adalah pola denah yang dilakukan oleh seorang penari dengan perpindahan, pergerakan, dan pergeseran posisi dalam sebuah ruang untuk menari 7. Macam-macam pola lantai : a. Pola lantai vertikal : Pada pola lantai ini, penari membentuk garis vertikal, yaitu garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya.

b. Pola lantai Horizontal : Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk garis lurus ke samping. c. Pola lantai diagonal : Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk garis menyudut ke kanan atau ke kiri. d. Pola lantai melingkar : Pada pola lantai ini, penari membentuk garis lingkaran.

8. Tata rias, gerakan, pola lantai 9. Pola lantai melingkar, pola lantai setengah lingkaran 10. Bergerombolan, satu orang di depan sebagai pemimpin tarian 11. kertas, pensil, penghapus, pensil warna, krayon 12. Kertas gambar sebelum dilakukan proses menggambar harus dibasahi agar cat cepat menyebar. Alat yang cocok adalah menggunakan kuas.

Dilakukan secara berulang-ulang dan menumpuk agar menghasilkan warna tua atau gelap. 13. pensil, rayon, spidol 14. untuk memperjelas, memperkuat, mempertegas isi suatu cerita 15. menentukan tema, menentukan karakter, membuat alur cerita, mempersiapkan alat dan bahan, membuat sketsa atau rancangan gambar, mulai menggambar, memperindah gambar 16. Gambar cerita adalah gambar yang menceritakan tari seudati menggunakan pola lantai mencerminkan suatu adegan atau peristiwa dalam cerita 17.

Tangga nada yang dipakai dalam musik gamelan adalah tangga nada pentatonik yang dibagi menjadi dua yaitu pelog dan slendro 18.

Tangga nada minor dibagi menjadi tiga jenis, yaitu; tangga nada minor asli, tangga nada minor harmonis, dan tangga nada minor melodis 19. Fungsi Pola lantai adalah untuk menata gerakan tarian, menciptakan kekompakan antar anggota penari, serta membentuk komposisi dalam pertunjukan tari sehingga menjadikan tarian yang disajikan menjadi lebih indah dan menarik ketika ditonton.

20. pola lantai vertikal (lurus) Itulah Soal Tematik Kelas 5 Tema 6 Mapel SBdP dan Kunci Jawaban yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung di blog sederhana ini. Silahkan tulis komentar Anda. Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Demi kesehatan blog ini, mohon maaf jika ada komentar yang harus saya hapus karena mengandung broken link (biasanya komentar tanpa nama komentator/Unknown/Tidak Diketahui/Profile Not Available).

Jadi . kalau ingin berkomentar gunakan AKUN DENGAN NAMA yaaa. Sekian dan terima kasih :)

Seudati Aceh




2022 www.videocon.com