Sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan

sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan

Bobo.id - Teman-teman pasti tahu, bahwa Indonesia terdiri dari ribuan suku. Masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai latar belakang ras, budaya, adat istiadat, agama, dan yang lainnya. Karena itulah, bangsa Indoesia kaya akan keberagamannya. Dalam tayangan Belajar dari Rumah di TVRI untuk teman-teman SMP kali ini, kita belajar tentang berbagai keragaman Indonesia, nih.

Lalu, sifat apa saja yang bisa kita tanam untuk menjaga kerukunan dalam keberagaman di Indonesia? Keberagaman Bangsa Indonesia Sejak zaman dulu, sejarah bangsa Indonesia sudah dipengaruhi oleh pendatang dari berbagai penjuru dunia. Menurut sejarah, penghuni Nusantara yang paling awal adalah manusia purba Homo erectus, teman-teman. Manusia modern ( Home sapiens ) diperkirakan baru masuk ke Indonesia secara bertahap pada era Pleistosen (2,588 juta tahun - 11.500 tahun lalu).

sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan

Manusia yang masuk ke Nusantara itu dikenal dalam dua golongan, yaitu orang Melanesia yang datang 50 ribu tahun lalu dan orang Austronesia yang datang 4 ribu tahun lalu. Kemudian, orang-orang pendatang awal ini berkembang menjadi suku-suku di Indonesia yang sangat beragam. Baca Juga: Bagaimana Cara agar Keberagaman Suku Bangsa Indonesia Bisa Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan? ARTIKEL TERKAIT • Arti Sila Ketiga Pancasila dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari • Lihat dan Cari Tahu Keberagaman Suku dan Budaya Indonesia di Video Ini • Inilah Contoh Jenis Keragaman Masyarakat yang Ada Di Sekitar Kita • Indonesia Terdiri dari Beragam Suku dan Budaya, Ketahui Mengenai Pengertian Pluralitas Website Ini Dalam Lindungan Allah SWT Dan Berbagi Ilmu merupakan blog yang membahas seputar pendidikan, bisnis, teknologi dan berbagai informasi edukatif lainnya.

Dengan Tagline Berbagi Ilmu, diharapkan setiap postingan yang ada di website tersebut dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk anda serta mampu memberikan pencerahan. Contoh Sikap Menjadi Kerukunan di Sekolah Keluarga dan Masyarakat_ Dalam pancasila, tepatnya sila ke-3 berbunyi "Persatuan Indonesia", untuk mewujudkan sila ke-3 pancasila tersebut maka sangat diperlukan sikap menjaga kerukunan antar sesama, baik itu di keluarga, sekolah dan masyarakat.

Kerukunan yang tercipta tercipta dalam masyarakat ,menjadi kunci terciptanya perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti yang kita ketahui bahwasanya di indonesia terdapat suku dan budaya yang berbeda, bukan hanya itu, di indonesia juga terdapat beberapa agama yang dianut oleh warga indonesia, maka sangat penting agar persatuan bisa tetap harmonis dan terjalin terus menerus, setiap warga negara wajib untuk saling menghargai dan sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan agar kerukunan bisa tercipta.

Tak jarang kita mendengar terjadi pers*lisihan, namun yang perlu kita ketahui bahwa kadang hanya ulah segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab, oleh karena itu cara bersikap yang tepat dalam menyikapi hal tersebut adalah dengan tidak mudah terpancing atau terpro*okasi, sehingga kerukunan senantiasa terjaga di bumi ibu pertiwi. Sebagai seorang anak tidak lepas dari perasaan ingin menang sendiri atau lebih tepat "egois". Egois adalah sikap mementingkan diri sendiri, terkadang seorang adik egois tidak ingin berbagi dengan adiknya dan begitu sebaliknya.

Jadi sebaiknya sebagai seorang anak yang memiliki suadara agar tidak bersikap egois agar tetap bisa rukun dengan suadaranya.
5 Sikap Menghargai Keberagaman – Perbedaan merupakan hal yang umum pada suatu negara atau wilayah, tak terkecuali Indonesia.

Indonesia sendiri terkenal akan aneka keberagaman suku dan agama. Untuk suku sendiri ada suku Jawa, suku Batak, suku Sunda, suku Kalimantan dan lainnya yang memiliki keunikan dan khas tersendiri pada masing-masing negara. Begitupula dengan agama yang beragam seperti Islam, Katolik, Budha dan juga Hindu yang walaupun berbeda, namun berprinsip pada Bhineka Tunggal Ika, meski beda tetap satu jua.

Adapun sikap menghargai keberagaman ada beberapa diantaranya : • Toleransi Toleransi merupakan sikap untuk menahan diri dan juga bersabar, serta membiarkan pendapat orang lain dan menerima apa yang baik dan tidak baik. Toleransi sendiri didasarkan dari sikap saling menghormati terhadap martabat manusia, keyakinan, hati nurani dan juga keikhlasan sesama makhluk beragama.

Contoh toleransi seperti menghargai teman yang sedang menjalankan puasa dengan tidak makan di depannya. Atau juga untuk dalam kesenian, menampilkan macam-macam kesenian Indonesia. • Tidak menghina Hal ini sangat patut untuk di lakukan karena meskipun berbeda agama, budaya dan juga warna kulit, akan tetapi sebagai warga negara yang hidup dalam satu negara, hendaknya untuk saling menghormati sesama.

Karena letak kerukunan dalam suatu negara adalah dengan saling menghargai perbedaan. • Mempelajari dan menikmati kebudayaan suku lainnya Indonesia terdiri dari banyak pulau dan juga ratusan bangsa yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Dan setiap suku memiliki kebuadaan sendiri seperti bahasa, warna kulit, adat, kepercayaan, tradisi dan lainnya. Bersikap menghargai keberagaman adalah dengan menghargai dan juga menikmati kebudayaan lain. Dengan memepelajari budaya lain, maka kita akan mengerti aneka ragam budaya Indonesia yang tersimpan suatu hal yang unik dan juga menjadi suatu ciri khas Indonesia yang patut dibanggakan. • Menjadikan keberagaman sebagai suatu kebanggaan Keberagaman adalah suatu kekayaan suatu negara yang tak ada batasnya dan juga patut dibanggakan.

sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan

Banyak yang mengatakan bahwa Indonesia merupakan suatu negara yang unik dan memiliki banyak aneka macam tradisi dan suku budaya yang unik, sehingga Indonesia dikatakan sebagai negara yang yang tepat untuk mengenal budaya dan segala macam kekayaan didalamnya yang terletak pada bangunan sejarah dan juga kulinernya.

Oleh karena itu dalam 5 sikap menghargai keberagaman salah satunya adalah bangga dengan negara sendiri. • Menjaga Kerukunan Saling menjaga kerukunan adalah suatu bentuk dalam menghargai keberagaman. Tidak membuat onar, tidak menghina, dan juga tidak saling merendahkan satu sama lain akan mengeratkan tali persaudaraan dianatar suku dan agama yang berbeda.

Demikian 5 sikap menghargai keberagaman yang perlu Sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan tahu. Keberagaman bukanlah satu hal yang harus dianggap sebagi suatu kekurangan, tetapi jadikan keberagaman sebagai suatu hal yang harus dijaga serta tidak menghilangkan perbedaan suku, agama dan lainnya. Artikel Lainnya : • 10 Negara Terbersih Di Dunia Setiap negara di dunia memiliki keunikan tersendiri dalam membina dan memelihara kerukunan umat beragama, tak terkecuali Indonesia.

Keunikan tersebut terjadi karena bermacam-macam faktor seperti sejarah, politik, sosial, budaya/etnis, geografi, demografi, pendidikan, ekonomi, serta faktor keragaman agama itu sendiri.

Di Indonesia sendiri, sejak zaman pra-sejarah sudah berkembang berbagai agama dan kepercayaan, baik agama asli seperti animisme, dinamisme, maupun agama impor yang dibawa oleh pendatang dari Barat maupun Timur.

Agama-agama ini dibawa melalui jalur perdagangan, politik imperialisme, dan misi agama (gold, glory, and gospel). Semenjak itulah agama-agama yang ada di Indonesia terus berkembang dan diikuti oleh semakin bertambahnya jumlah para pemeluk, hingga saat ini tak kurang ada enam agama resmi yang diakui oleh negara yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu, ditambah dengan bermacam-macam aliran/sekte lainnya.

Meskipun demikian situasi kerukunan umat beragama di Indonesia relatif terpelihara dengan baik. Untuk melihat bagaimana kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia, mari kita tinjau dulu sekilas keadaan Indonesia. MENGENAL SEKILAS INDONESIA Indonesia atau nama resminya Republik Indonesia sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah salah satu negara di dunia yang wilayahnya dilintasi khatulistiwa, sehingga memiliki iklim tropis yang hanya mengenal dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.

Keadaan ini berpengaruh terhadap keragaman flora dan fauna, serta kekayaan alam. Keanekaragaman hayatinya adalah yang terbesar kedua di dunia. Wilayahnya terletak di antara dua benua yaitu Asia dan Australia, dan dua Samudera yaitu Pasifik dan Hindia pada 6º LU dan 11º LS, serta 95º BT dan 141º BT.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.508 pulau, terbentang jauh memanjang dari Sabang sampai Merauke tak kurang dari 5000 km, sehingga pembagian waktunya dibagi atas tiga wilayah waktu yaitu Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia bagian Timur (WIT). Sumber daya alam atau kekayaan alam tersebar di daratan maupun perairan seperti laut, sungai dan danau. Populasinya lebih dari 237 juta jiwa (menurut sensus tahun 2010) dengan kepadatan penduduk sebesar 124/km persegi.

Terdiri dari tak kurang 1.128 suku bangsa dengan aneka tradisi, adat, budaya dan bahasa yang masih terpelihara hingga kini. Berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Dengan kondisi seperti di atas, menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki spesifikasi dan keunikan-keunikan tersendiri.

Secara umum, spesifikasi atau keunikan-keunikan itu antara lain: a. Indonesia luas wilayahnya menempati urutan ketujuh di dunia. b. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. c. Wilayah Indonesia sedemikian strategis, terletak di antara dua benua dan dua samudra yang terdiri dari belasan ribu pulau yang bertebaran di sekitar garis khatulistiwa dan alamnya relatif subur dan indah.

d. Jumlah penduduknya menempati urutan keempat di dunia dan mayoritas beragama Islam. Khusus mengenai kondisi penduduk Indonesia maka keunikan-keunikannya antara lain, adalah: a. Penduduk Indonesia sedemikian majemuk, baik mengenai banyaknya suku bangsa, budaya, bahasa daerah, agama/kepercayaan yang dianut dan sebagainya. b. Pada dasarnya bangsa Indonesia cinta damai demi persatuan dan kesatuan bangsa dengan tidak memasalahkan perbedaan-perbedaan tersebut di atas.

INDONESIA YANG PLURAL DAN MULTIKULTURAL Menurut para ahli, masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk (plural society) dan masyarakat multikultural (multikultural society).

Pluralisme masyarakat adalah salah satu ciri utama dari masyarakat multikultural yaitu suatu konsep yang menunjuk kepada suatu masyarakat yang mengedepankan pluralisme budaya.

Budaya adalah istilah yang menunjuk kepada semua aspek simbolik dan yang dapat dipelajari tentang masyarakat manusia, termasuk kepercayaan, seni, moralitas, hukum dan adat istiadat. Dalam masyarakat multikultural konsepnya ialah bahwa di atas pluralisme masyarakat itu hendaknya dibangun suatu rasa kebangsaan bersama tetapi dengan tetap menghargai, mengedepankan, dan membanggakan pluralisme masyarakat itu. Dengan demikian ada tiga syarat bagi adanya suatu masyarakat multikultural, yaitu: a.

Adanya pluralisme masyarakat. b. Adanya cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama. c. Adanya kebanggaan terhadap pluralisme itu. (Lubis, 2005). Indonesia sendiri bahkan sejak permulaan sejarahnya telah bercorak majemuk. Oleh karena itu ungkapan “Bhineka Tunggal Ika” (berbeda-beda tetapi tetap satu) yang disepakati sebagai simbol pemersatu negara Nusantara ketika berada di bawah kekuasaan Majapahit, merupakan sebuah simbol pengakuan akan kemajemukan Indonesia dan menjadi sangat tepat untuk menggambarkan realitas ke-Indonesiaan.

Ungkapan itu sendiri mengisyaratkan suatu kemauan yang kuat, baik di kalangan para pendiri negara, pemimpin maupun di kalangan rakyat, untuk mencapai suatu bangsa dan negara Indonesia yang bersatu. Sekalipun terdapat unsur-unsur yang berbeda, namun kemauan untuk mempersatukan bangsa sesungguhnya mengatasi keanekaragaman itu tanpa menghapuskannya atau mengingkarinya.

Keinginan bersama untuk tetap menghargai perbedaan dan memahaminya sebagai realitas kehidupan, sesungguhnya dapat menjadi potensi kesadaran etik pluralisme dan multikulturalisme di Indonesia. Pada dasarnya pula, hal tersebut dapat membentuk kebudayaan Indonesia masa depan yang bertumpu pada kesadaran akan kemajemukan yang membangun bangsa Indonesia.

(Zubair, t.t). Memang tidak bisa dipungkiri dengan adanya kemajemukan dalam berbagai hal tersebut merupakan masalah yang rawan dan sering memicu ketegangan atau konflik antar kelompok termasuk masalah agama. Kemajemukan atau perbedaan itu tidaklah terjadi dalam satu waktu saja.

Proses yang dialami oleh masing-masing individu dalam masyarakat menciptakan keragaman suku dan etnis, yang membawa pula kepada bentuk-bentuk keragaman lainnya. Keadaan ini benar-benar disadari oleh generasi terdahulu, perintis bangsa cikal-bakal negara Indonesia dengan mencanangkan filosofi keragaman dalam persatuan atau yang dikenal dengan nama Bhinneka Tunggal Ika itu.

TRI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA Menyadari fakta kemajemukan Indonesia itu, pemerintah telah mencanangkan konsep Tri Kerukunan Umat Beragama di Indonesia pada era tahun 1970-an.

Tri Kerukunan Umat Beragama tersebut ialah kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah. Tujuan utama dicanangkannya Tri Kerukunan Umat Beragama di Indonesia adalah agar masyarakat Indonesia bisa hidup dalam kebersamaan, sekalipun banyak perbedaan. Konsep ini dirumuskan dengan teliti dan bijak agar tidak terjadi pengekangan atau pengurangan hak-hak manusia dalam menjalankan kewajiban dari ajaran-ajaran agama yang diyakininya.

Pada gilirannya, dengan terciptanya tri kerukunan itu akan lebih memantapkan stabilitas nasional dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Pertama: Kerukunan Intern Umat Beragama Perbedaan pandangan dalam satu agama bisa melahirkan konflik di dalam tubuh suatu agama itu sendiri.

Perbedaan mazhab adalah salah satu perbedaan yang nampak nyata. Kemudian lahir pula perbedaan ormas keagamaan. Sebab pendiri mazhab sendiri tidak pernah mengklaim bahwa pendapatnyalah yang paling benar. Justru para pengikut mazhablah yang selalu bersikap fanatisme buta meskipun kadangkala tanpa dasar berpijak yang kokoh. Sikap-sikap seperti inilah yang harus benar-benar disadari oleh masing-masing individu di antara umat untuk dirubah secara perlahan dengan cara memperbanyak mendengar, melihat, belajar, mengamati, dan berdiskusi dengan kelompok (mazhab lain).

Kerukunan Antar Umat Beragama Konsep kedua ini mengandung makna kehidupana beragama yang tentram, harmonis, rukun dan damai antar masyarakat yang sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan agama dan keyakinan. Tidak ada sikap saling curiga tetapi selalu menghormati agama masing-masing. Berbagai kebijakan dilakukan oleh pemerintah agar tidak terjadi saling mengganggu umat beragama lainnya. Semaksimal mungkin menghindari kecenderungan konflik karena perbedaan agama.

Semua lapisan masyarakat bersama-sama menciptakan suasana hidup yang rukun, damai, tentram dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam bingkai negara kesatauan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Karena itu ada empat pilar pokok yang sudah sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan bersama oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai nilai-nilai perekat bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat nilai tersebut merupakan kristalisasi nilai-nilai yang digali dari budaya asli bangsa Indonesia. Kerukunan dan keharmonisan hidup seluruh masyarakat akan senantiasa terpelihara dan terjamin selama nilai-nilai tersebut dipegang teguh secara konsekwen oleh masing-masing warga negara.

Di muka telah dijelaskan mengenai bagaimana seharusnya kita bergaul dengan sesama saudara seagama, dan bagaimana pula sikap kita terhadap umat agama yang berbeda.

sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan

Perlu disadari bahwa hidup dan kehidupan dunia senantiasa bersifat majemuk, tidak mungkin setiap orang akan memilki pandangan yang sama terhadap suatu masalah termasuk dalam hal beragama. Kepada saudara yang tidak seiman tetap ada kewajiban yang mesti ditunaikan dan dijaga, yaitu kehormatannya, harta bendanya serta hak-hak privasinya sepanjang sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan tidak mengganggu aqidah dan pelaksanaan ibadah kita. Mereka berhak untuk bekerjasama menciptakan linkungan yang sehat, bersih, indah dan aman bagi setiap anggota masyarakat di lingkungannya.

Negara kita berpenduduk jutaan jiwa dengan memeluk berbagai agama, sebagaimana terjadi hampir di setiap negara, ada yang beragama Islam, Kristen Protestan, Katholik, Budha, Hindu, dan lain-lainnya. Kepada pemeluk suatu agama dipersilahkan masing-masing untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan kepercayaannya itu secara khidmat dan khusyuk. Dan bagi pemeluk agama yang lain tidak mengganggunya atau mencampurinya. Juga jangan memaksakan keyakinannya kepada orang lain.

Satu hal yang juga perlu mendapatkan perhatian dan kehati-hatian serta kewaspadaan, terutama oleh para pemuka tiap-tiap pemuka agama, yaitu dalam rangka memperingati hari-hari besar agama, hendaklah hanya melibatkan pemeluk agama yang bersangkutan saja, jangan sampai pemeluk agama lain ikut dilibatkan.

Hal yang demikian bertentangan dengan semangat kerukunan umat beragama itu sendiri. Jadi, misalnya peringatan maulid nabi Muhammad SAW, natal, waisak, nyepi dan sebagainya. Semua peringatan-peringatan itu hanya diikuti oleh pemeluk agama yang bersangkutan saja agar tidak menimbulkan keresahan hidup berdampingan, tidak campur aduk satu sama lain.dengan demikian, yang harus rukun itu umat beragamanya dalam rangka hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bukan ajaran agamanya.

Oleh karena itu Pemerintah selaku pembuat kebijakan berupaya mengakomodir kepentingan setiap penganut agama dengan mengeluarkan berbagai peraturan tentang kerukunan umat beragama. Ada empat pokok masalah yang diatur dalam peraturan-peraturan itu: 1. Pendirian rumah ibadah. 2. Penyiaran agama.

3. Bantuan keagamaan dari luar negeri. 4. Tenaga asing di bidang keagamaan. Tidak ada halangan bagi orang mukmin maupun sesama pemeluk agama untuk tidak mentaati pemerintah.

Sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan Kesatuan Republik Indonesia memang bukan negara agama, artinya negara tidak mendasarkan kehidupan kenegaraannya pada sakah satu agama atau theokratis. Tetapi, pemerintah berkewajiban melayani dan menyediakan kemudahan-kemudahan bagi agama-agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Budha serta memikul tugas kerukunan hidup umat beragama.

Undang Undang Dasar 1945 bab IX Pasal 19 Ayat (1) menyiratkan bahwa agama dan syariat agama dihormati dan didudukkan dalam nilai asasi kehidupan bangsa dan negara. Dan setiap pemeluk agama bebas menganut agamnya dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Bangsa Indonesia sejak dahulu kala dikenal sebagai bangsa yang religius, atau tepatnya sebagai bangsa yang beriman kepada tuhan, meski pengamalan syariat agama dalam kehidupan sehari-hari belum intensif, namun dalam praktek kehidupan sosial dan kenegaraan sulit dipisahkan dari pengaruh nilai-nilai dan nornma keagamaan.

Bahkan, dalam rangka dalam rangka suksesnya pembangunan nasional dalam sektor agama termasuk salah satu modal dasar, yakni modal rohaniah dan mental. Hal ini dapat dibuktikan mengenai pengaruh agama dalam kehidupan bangsa Indonesia yang sangat besar, yaitu sentuhan dan pengaruhnya tampak dirasakan memberi bekas yang mendalam pada corak kebudayaan Indonesia. Bahkan, ketahanan nasional juga harus berangkat dengan dukungan umat beragama, artinya bagaimana agar kaum beragama mempunyai kemampuan dan gairah untuk tampil dan kreatif membina dan meningkatkan ketahanan nasional khususnya, dan pembinaan sosial budaya pada umumnya sehingga nilai-nilai agama dan peranan umat beragama benar-benar dirasakan dan mempengaruhi pertumbuhan masyarakat.

PERANAN PEMERINTAH DALAM MEMBINA KEHIDUPAN BERAGAMA Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan, pemerintah pada tanggal 3 Januari 1946 menetapkan berdirinya Departemen Agama RI dengan tugas pokok, yaitu menyelenggarakan sebagian dari tugas umum pemerintah dan pembangunan dalam bidang agama. Penyelenggaraan tugas pokok Departemen Agama itu,diantara lain berbentuk bimbingan, pemnbinaan dan pelayanan terhadapa kehidupan beragama, sama sekali tidak mencampuri maslah aqidah dan kehidupan intern masing-masing agama dan pemeluknya.

Namun, pemerintah perlu mengatur kehidupan ekstern mereka, yaitu dalam hubungan kenegaraan dan kehidupan antar pemeluk agama yang berada dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada buku Pedoman Dasar Kehidupan Beragama tahun 1985-1986 Bab IV halaman 49 disebutkan hal-hal sebagai berikut. 1). Kerukunan hidup beragama adalah proses yang dinamis yang berlangsung sejalan dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri 2).

Pembinaan kerukunan hidup beragama adalah upaya yang dilaksanakan secara sadar, berencana, terarah, teratur, dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kerukunan hidup beragama dengan: a). menanamkan pengertian akan nilai kehidupan bermasyarakat yang mampu mendukung kerukunan hidup beragama.

b). mengusahakan lingkungan dan keadaan yang mampu menunjang sikap dan tingkahlaku yang mengarah kepadakerukunan hidup beragama. c). menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan tingkah laku yang mewujudkan kerukunan hidup beragama. 3). Kondisi umat beragama di Indonesia. Pelaksanaan pembinaan kerukunan hidup beragama dimaksudkan agar umat beragama mampu menjadi subjek pembangunan yang bertanggung jawab, khususnya pembinaan kerukunan hidup beragama.

Umat beragama Indonesia mempunyai kondisi yang positif untuk terus dikembangkan, yaitu: a). ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa b). kepercayaan kepada kehidupan di hari kemudian c). memandang sesuatu selalu melihat dua aspek, yaitu aspek dunia dan akhirat d). kesediaan untuk hidup sederhana dan berkorban e). senantiasa memegang teguh pendirian yang berkaitan dengan aqidah agama HAMBATAN-HAMBATAN DALAM MENCIPTAKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA 1).

Semakin meningkat kecenderungan umat beragama untuk mengejar jumlah (kuantitas) pemeluk agama dalam menyebarkan agama dari pada mengejar kualitas umat beragama.

2). Kondisi sosial budaya masyarakat yang membawa umat mudah melakukan otak-atik terhadap apa yang ia terima, sehingga kerukunan dapat tercipta tetapi agama itu kehilangan arti, fungsi maupun maknanya.

3). Keinginan mendirikan rumah ibadah tanpa memperhatikan jumlah pemeluk agama setempat sehingga menyinggung perasaan umat beragama yang memang mayoritas di tempat itu. 4). Menggunakan mayoritas sebagai sarana penyelesaian sehingga akan menimbulkan masalah. Misalnya, pemilikan dana dan fasilitas pendidikan untuk memaksakan kehendaknya pada murid yang belajar.

5). Makin bergesarnya pola hidup berdasarkan kekeluargaan atau gotong royong ke arah kehidupan individualistis. Dari berbagai kondisi yang mendukung kerukunan hidup beragama maupun hambatan-hambatan yang ada, agar kerukunan umat beragama dapat terpelihara maka pemeritah dengan kebijaksanaannya memberikan pembinaan yang in tinya bahwa masalah kebebasan beragama tidak membenarkan orang yang beragama dijadikan sasaran dakwah dari agama lain, pendirian rumah ibadah, hubungan dakwah dengan politik, dakwah dan kuliah subuh, batuan luar negeri kepada lembaga-lembaga keagamaan di Indonesia, peringatan hari-hari besar agama, penggunaan tanah kuburan, pendidikan agama dan perkawinan campuran.

Jika kerukunan intern, antar umat beragama, dan antara umat beragama dengan pemerintah dapat direalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara secara harmonis, niscaya perhatian dan konsentrasi pemerintah membangun Indonesia menuju masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT akan segera terwujud, berkat dukunag umat beragama yang mampu hidup berdampingan dengan serasi.

Sekaligus merupakan contoh kongkret kerukunan hidup beragama bagi masyarakat dunia. Dalam memantapkan kerukunan hidup umat beragama perlu dilakukan suatu upaya-upaya yang mendorong terjadinya kerukunan hidup umat beragama secara mantap dalam bentuk: 1. Memperkuat dasar-dasar kerukunan internal dan antar umat beragama, serta antar umat beragama dengan pemerintah.

2. Membangun harmoni sosial dan persatuan nasional dalam bentuk upaya mendorong dan mengarahkan seluruh umat beragama untuk hidup rukun dalam bingkai teologi dan implementasi dalam menciptakan kebersamaan dan sikap toleransi.

3. Menciptakan suasana kehidupan beragama yang kondusif dalam rangka memantapkan pendalaman dan penghayatan agama serta pengamalan agama yang mendukung bagi pembinaan kerukunan hidup intern dan antar umat beragama. 4. Melakukan eksplorasi secara luas tentang pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dari seluruh keyakinan plural umat manusia yang fungsinya dijadikan sebagai pedoman bersama dalam melaksanakan prinsip-prinsip berpolitik dan berinteraksi sosial satu sama lainnya dengan memperlihatkan adanya sikap keteladanan.

Dari sisi ini maka kita dapat mengambil hikmahnya bahwa nilai-nilai kemanusiaan itu selalu tidak formal akan mengantarkan nilai pluralitas kearah upaya selektifitas kualitas moral seseorang dalam komunitas masyarakat mulya (Makromah), yakni komunitas warganya memiliki kualitas ketaqwaan dan nilai-nilai solidaritas sosial.

5. Melakukan pendalaman nilai-nilai spiritual yang implementatif bagi kemanusiaan yang mengarahkan kepada nilai-nilai Ketuhanan, agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan nilai-nilai sosial kemasyarakatan maupun sosial keagamaan.

6. Menempatkan cinta dan kasih dalam kehidupan umat beragama dengan cara menghilangkan rasa saling curiga terhadap pemeluk agama lain, sehingga akan tercipta suasana kerukunan yang manusiawi tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu.

7. Menyadari bahwa perbedaan adalah suatu realita dalam kehidupan bermasyarakat, oleh sebab itu hendaknya hal ini dijadikan mozaik yang dapat memperindah fenomena kehidupan beragama. LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS DALAM MEMANTAPKAN KERUKUNAN HIDUP UMAT BERAGAMA Adapun langkah-langkah yang harus diambil dalam memantapkan kerukunan hidup umat beragama, diarahkan kepada 4 (empat) strategi yang mendasar yakni: a.

Para pembina formal termasuk aparatur pemerintah dan para pembina non formal yakni tokoh agama dan tokoh masyarakat merupakan komponen penting dalam pembinaan kerukunan antar umat beragama. b. Masyarakat umat beragama di Indonesia yang sangat heterogen perlu ditingkatkan sikap mental dan pemahaman terhadap ajaran agama serta tingkat kedewasaan berfikir agar tidak menjurus ke sikap primordial. c. Peraturan pelaksanaan yang mengatur kerukunan hidup umat beragama perlu dijabarkan dan disosialisasikan agar bisa dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat, dengan demikian diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman dalam penerapan baik oleh aparat maupun oleh masyarakat, akibat adanya kurang informasi atau saling pengertian diantara sesama umat beragama.

d. Perlu adanya pemantapan fungsi terhadap wadah-wadah musyawarah antar umat beragama untuk menjembatani kerukunan antar umat beragama. STRATEGI PEMBINAAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA Adapun yang menjadi strategi dalam pembinaan kerukunan umat beragama dapat dirumuskan bahwa salah satu pilar utama untuk memperkokoh kerukunan nasional adalah mewujudkan kerukunan antar umat beragama.

Dalam tatanan konseptual kita semua mengetahui bahwa agama memiliki nilai-nilai universal yang dapat mengikat dan merekatkan berbagai komunitas sosial walaupun berbeda dalam hal suku bangsa, letak geografis, tradisi dan perbedaan kelas sosial.

Hanya saja sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan implementasi, nilai-nilai agama yang merekatkan berbagai komunitas sosial tersebut sering mendapat benturan, terutama karena adanya perbedaan kepentingan yang bersifat sosial ekonomi maupun politik antar kelompok sosial satu dengan yang lain. Dengan pandangan ini, yang ingin kami sampaikan adalah bahwa kerukunan umat beragama memiliki hubungan yang sangat erat dengan faktor ekonomi dan politik, disamping faktor-faktor lain seperti penegakan hukum, pelaksanaan prinsip-prinsip keadilan dalam masyarakat dan peletakan sesuatu pada proporsinya.

Dalam kaitan ini strategi yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Memberdayakan institusi keagamaan, artinya lembaga-lembaga keagamaan kita daya gunakan secara maksimal sehingga akan mempercepat proses penyelesaian konflik antar umat beragama.

Disamping itu pemberdayaan tersebut dimaksudkan untuk lebih memberikan bobot/warna tersendiri dalam menciptakan Ukhuwah (persatuan dan kesatuan) yang hakiki tentang tugas dan fungsi masing-masing lembaga keagamaan dalam masyarakat sebagai perekat sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama.

2. Membimbing umat beragama agar makin meningkat keimanan dan ketakwaan mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam suasana rukun baik intern maupun antar umat beragama. 3. Melayani dan menyediakan kemudahan beribadah bagi para penganut agama. 4. Tidak mencampuri urusan akidah/dogma dan ibadah sesuatu agama. 5. Mendorong peningkatan pengamalan dan penunaian ajaran agama. 6. Melindungi agama dari penyalah gunaan dan penodaan.

7. Mendorong dan mengarahkan seluruh umat beragama untuk hidup rukun dalam bingkai Pancasila dan konstitusi dalam tertib hukum bersama. 8. Mendorong, memfasilitasi dan mengembangkan terciptanya dialog dan kerjasama antara pimpinan majelis-majelis dan organisasi-organisasi keagamaan dalam rangka untuk membangun toleransi dan kerukunan antar umat beragama.

9. Mengembangkan wawasan multi kultural bagi segenap lapisan dan unsur masyarakat melalui jalur pendidikan, penyuluhan dan riset aksi. 10. Meningkatkan pemberdayaan sumber daya manusia (pemimpin agama dan pemimpin masyarakat lokal) untuk ketahanan dan kerukunan masyarakat bawah.

11. Fungsionalisasi pranata lokal. seperti adat istiadat, tradisi dan norma-norma sosial yang mendukung upaya kerukunan umat beragama.

12. Mengundang partisipasi semua kelompok dan lapisan masyarakat agama sesuai dengan potensi yang dimiliki masing¬-masing melalui kegiatan-kegiatan dialog, musyawarah, tatap muka, kerja sama sosial dan sebagainya. 13. Bersama-sama para pimpinan majelis-majelis agama, melakukan kunjungan bersama-sama ke berbagai daerah dalam rangka berdialog dengan umat di lapisan bawah dan memberikan pengertian tentang pentingnya membina dan mengembangkan kerukunan umat beragama.

14. Melakukan mediasi bagi kelompok-kelompok masyarakat yang dilanda konflik dalam rangka untuk mencari solusi bagi tercapainya rekonsiliasi sehingga konflik bisa dihentikan dan tidak berulang di masa depan.

15. Memberi sumbangan dana (sesuai dengan kemampuan) kepada kelompok-kelompok masyarakat yang terpaksa mengungsi dari daerah asal mereka karena dilanda konflik sosial dan etnis yang dirasakan pula bernuansakan keagamaan. 16. Membangun kembali sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan ibadah (Gereja dan Mesjid) yang rusak di daerah-daerah yang masyarakatnya terlibat konflik, sehingga mereka dapat memfungsikan kembali rumah-rumah ibadah tersebut.

Beberapa pemecahan masalah untuk menyikapi pluralisme dengan berbagai pendekatan antara lain : a. Pendekatan Sosiologis. Artinya pemahaman tingkah laku umat beragama yang merupakan hasil prestasi riil obyektif komunitas beragama. b. Pendekatan Kultural. Dalam banyak soal budaya-budaya lokal yang dimulai oleh pemimpin agama-agama tertentu tidak dikomunikasikan kepada pemimpin dan anggota kelompok umat beragama yang lain, apa yang menjadi maksud dan tujuannya.

Sikap saling mencurigai akhirnya muncul dan menumpuk menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu dapat meledak oleh pemicu yang aksidental. c. Pendekatan Demografi Kita memahami realita ada kelompok umat beragama yang mayoritas dan minoritas di wilayah tertentu, ada pemimpin atau pengurus lembaga keagamaan yang berat sebelah di dalam mengambil kebijaksanaan sehingga membawa pertentangan di antara kelompok umat beragama.

Keberanian untuk bersikap terbuka dan jujur dalam antar lembaga keagamaan untuk soal ini menjadi ujian yang harus dilewati. Sebagai tindak lanjut dari berbagai pendekatan tersebut di atas, dapat dirumuskan beberapa pemecahan masalah: 1. Melalui sosialisasi tentang kerukunan antar umat beragama. 2. Melayani dan menyediakan kemudahan bagi penganut agama. 3. Tidak mencampuri urusan akidah/dogma dan ibadah suatu agama. 4. Negara dan pemerintah membantu/membimbing penunaian ajaran agama dan merumuskan landasan hukum yang jelas dan kokoh tentang tata hubungan antar umat beragama.

5. Membentuk forum kerukunan antar umat beragama. 6. Meningkatkan wawasan kebangsaan dan multikultural melalui jalur pendidikan formal, informal dan non formal. 7. Meningkatkan pemberdayaan sumber daya manusia (tokoh agama dan tokoh masyarakat) untuk ketahanan dan kerukunan masyarakat pada umumnya dan umat pada khususnya. 8. Melindungi agama dari penyalahgunaan dan penodaan. 9. Aksi sosial bersama antar umat beragama. Dalam memantapkan kerukunan hidup antar umat beragama perlu dilakukan suatu upaya upaya sebagaiberikut : 1.

Memperkuat dasar-dasar kerukunan internal dan antar umat beragama serta antar umat beragama dengan pemerintah. 2. Membangun harmoni sosial dan persatuan nasional dalam bentuk upaya mendorong dan mengarahkan seluruh umat beragama untuk hidup rukun dalam bingkai teologi dan implementasi dalam menciptakan kebersamaan dan sikap toleransi.

3. Menciptakan suasana kehidupan beragama yang kondusif yang mendukung pembinaan kerukunan hidup intern dan antar umat beragama. 4. Melakukan pendalaman nilai-nilai spiritual yang implementif bagi kemanusiaan yang mengarah kepada nilai-nilai ketuhanan agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan nilai sosial kemasyarakatan maupun sosial keagamaan.

sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan

5. Menempatkan cinta dan kasih dalam kehidupan umat beragama. 6. Menyadari bahwa perbedaan adalah suatu realita dalam kehidupan bermasyarakat. Usaha untuk menanggulangi konflik yang terjadi yang perlu diupayakan oleh para tokoh/pemimpin agama dapat menciptakan suasana yang kondusif dalam kehidupan masyarakat yang dikembangkan dalam dialog kehidupan, dialog pengalaman keagamaan dan dialog aksi sehingga menimbulkan sikap inklusif pada masyarakatnya atau umatnya. Akhirnya dalam memelihara kerukunan beragama, setidaknya ada 6 dosa besar yang harus kita hindari (the six deadly sins in maintaining relegious harmony), yaitu : 1.

Jangan berperilaku yang sebenarnya bertentangan dengan ajaran agama. 2. Jangan tidak perduli terhadap kesulitan orang lain walaupun berbeda agama dan keyakinan. 3. Jangan mengganggu orang lain yang berbeda agama dan keyakinan. 4.

sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan

Jangan melecehkan agama dan keyakinan orang lain. 5. Jangan menghasut atau menjadi provokator bagi timbulnya kebencian dan permusuhan antar umat beragama. 6. Jangan saling curiga tanpa alasan yang benar.

KEBIJAKAN PEMBINAAN UMAT BERAGAMA 1. Penetapan Presiden RI Nomor 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. 2. Penjelasan atas Penetapan Presiden RI Nomor 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. 3. Penetapan Presiden RI Nomor 4 Tahun 1963 tentang Pengamanan terhadap Barang-barang Cetakan yang Isinya dapat Mengganggu Ketertiban Umum.

4.

sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan

Instruksi Presiden RI Nomor 14 tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina. 5. Petunju Presiden sehubungan dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor M.A/432/1981. 6. Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No.

01/BER/Mdn-Mag/1969 tentang Pelaksanaan Tugas Aparatur Pemerintahan dalam Menjamin Ketertiban dan Kelancaran Pelaksanaan Pengembangan dan Ibadat Agama oleh Pemeluk-pemeluknya. 7. Instruksi Menteri Agama RI Nomor 3 Tahun 1995 tentang Tindak lanjut Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 01/BER/MDN-MAG/1969 di Daerah. 8. Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 1978 tentang Pedoman Penyiaran Agama. 9. Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1979 tentang Tatacara Pelaksanaan Penyiaran Agama dan Bantuan Luar Negeri kepada Lembaga Keagamaan di Indonesia.

10. Keputusan Menteri Agama Nomor 35 Tahun 1980 tentang Wadah Musyawarah Antar Umat Beragama. 11. Keputusan Pertemuan Lengkap wadah Musyawarah Antar Umat Beragama tentang Penjelasan Atas Pasal 3, 4 dan 6 serta pembetulan Susunan Penandatanganan Pedoman Dasar Wadah Musyawarah Antar Umat Beragama. 12. Instruksi Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan Pembinaan Kerukunan Hidup Umat Beragama di Daerah Sehubungan dengan Telah Terbentuknya Wadah Musyawarah antar Umat Beragama.

13. Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : Kep-108/J.A/5/1984 tentang Pembentukan Team Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat. 14.

Surat Kawat Menteri Dalam Negeri Nomor 264/KWT/DITPUM/DV/V/75 perihal Penggunaan Rumah Tempat Tinggal sebagai Gereja. 15. Surat Kawat Menteri Dalam Negeri Nomor 933/KWT/SOSPOL/DV/XI/75 perihal Penjelasan terhadap Surat Kawat Menteri dalam Negeri Nomor 264/KWT/DITPUM/DV/V/75 tanggal 28 Nopember 1975.

16. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 455.2-360 tentang Penataan Klenteng. 17. Instruksi Menteri Agama Nomor 4 Tahun 1978 tentang Kebijaksanaan Mengenai Aliran-aliran Kepercayaan. 18. Instruksi Menteri Agama Nomor 8 Tahun 1979 tentang Pembinaan, Bimbingan dan Pengawasan terhadap Organisasi dan Aliran dalam Islam yang Bertentangan dengan Ajaran Islam.

19. Surat Edaran Menteri Agama Nomor MA/432/1981 tentang Penyelenggaraan Hari-hari Besar Keagamaan. 20. Keputusan Pertemuan Lengkap Wadah Musyawarah Antar Umat Beragama tentang Peringatan Hari-hari Besar Keagamaan. 21. Instruksi Direktur Jenderal Bimas Islam Nomor Kep/D/101/78 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushalla. 22. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 84 Tahun 1996 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penanggulangan Kerukunan Hidup Umat Beragama.

23. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 473 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penanggulangan Kerawanan Kerukunan Hidup Umat Beragama. 24. Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat. PENUTUP Indonesia adalah negara yang memiliki keunikan tersendiri di dalam membangun, memelihara, membina, mempertahankan, dan memberdayakan kerukunan umat beragama.

Upaya-upaya berkaitan kegiatan kerukunan umat beragama tersebut merupakan sebuah proses tahap demi tahap yang harus dilalui secara seksama agar perwujudan kerukuanan umat beragama benar-benar dapat tercapai.

Di samping itu, sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan juga merupakan upaya terus-menerus tanpa henti dan hasilnya tidak diperoleh secara instan. Dan seandainya kondisi ideal kerukunan tersebut sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan tercapai bukan berarti sudah tidak diperlukan lagi upaya untuk memelihara dan mempertahankannya. Justru harus ditingkatkan kewaspadaan agar pihak-pihak yang secara sengaja ingin merusak keharmonisan kerukunan hidup atau kerukunan umat beragama di Indonesia tidak bisa masuk.

Karena itu kerukunan umat beragama sangat tergantung dan erat kaitannya dengan ketahana nasional Indonesia. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis bangsa dan negara Indonesia dalam segala aspek kehidupan untuk menangkal segala pengaruh dari luar yang menggangu stabilitas negara.

Tugas berat ini tidak hanya terletak di tangan pemerintah, penguasa, dan pemimpin negara, tetapi merupakan tugas segala lapisan masyarakat.
Sebagai negara yang memiliki keragaman suku, ras dan agama maka penduduk Indonesia haruslah memiliki sikap toleransi dan saling menghargai satu sama lain agar bangsa ini tidak terpecah belah.

Memiliki sifat toleransi dan menghargai perbedaan itupula termasuk sikap menunjukan persatuan dan kesatuan yang wajib diterapkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Berkat banyaknya keberagaman budaya, suku, ras, dan agama di Indonesia, maka negara kita sendiri memiliki semboyan yang berbunyi “Bhineka Tunggal Ika” yang mana artinya ialah meski rakyatnya memiliki latar belakang yang berbeda-beda namun tetap memiliki tujuan yang satu atau sama yakni membentuk Indonesia sebagai tempat yang aman, dan nyaman untuk ditinggali penduduknya.

Dengan menjalankan serta menerapkan sikap menunjukan persatuan dan kesatuan tadi, semoga bangsa Indonesia bisa senantiasa tumbuh menjadi bangsa yang kuat dan tidak bisa terpecah belah. Serta dapat menciptakan lingkungan Indonesia yang tentram, ada toleransirukun, serta aman dan nyaman untuk ditinggali rakyatnya. (HAI)
Table of Contents • Keunggulan NKRI dalam Kemajemukan • Contoh Sikap Menjaga Keutuhan NKRI • Video yang berhubungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara yang majemuk.

Kemajemukan ini terlihat dari berbagai macam sisi. Misalnya suku, bahasa, adat istiadat, hingga agama. Semua kemajemukan itu bukan berarti warga negara Indonesia harus berpecah belah. Justru dengan aneka ragam perbedaan tersebut, memperkaya kebudayaan nasional yang sekaligus menjadi sarana untuk menyadarkan diri tentang pentingnya persatuan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Meski potensi sumber konflik cukup besar, namun rakyat Indonesia telah telah bertahun-tahun membuktikan bahwa kerukunan mampu diwujudkan di negara ini. Mengutip buku "Panduan Belajar dan Evaluasi PPKn Kelas 5" terbitan Grasindo, keanekaragaman dalam masyarakat di Indonesia dapat diolah menjadi sebuah kekuatan besar. Kekuatan ini berguna dalam menangkal semua gangguan dan ancaman yang berupaya memecah belah persatuan.

Keunggulan NKRI dalam Kemajemukan Kemajemukan di Indonesia memiliki berbagai keunggulan. Mengutip buku PPKn Kelas VIII (2017) terbitan Kemdikbud, keunggulan tersebut tampak pada: 1. Jumlah dan potensi penduduknya yang besar dan menempati urutan keempat di dunia usai RRC, India, dan Amerika Serikat. 2. Mempunyai keanekaragaman di berbagai aspek kehidupan sosial budaya.

sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan

Contohnya adalah istiadat, bahasa, agama, kesenian, dan lainnya. 3.

sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan

Indonesia memiliki konsep Wawasan Nusantara pada pengembangan wilayah. Wawasan tersebut memandang bangsa Indonesia adalah satu kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam. 4. Memiliki jiwa semangat sumpah pemuda yang sangat merasuk pada jiwa bangsa Indonesia untuk berikrar atas satu bangsa, tanah air, dan menjunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan 5.

Kental dengan tata krama dan keramahtamahan. Banyak bangsa lain yang memandang orang-orang Indonesia ramah dalam menyambut orang lain, meski tidak menutup kemungkinan ada oknum yang berperangai negatif. 6. Letak wilayah Indonesia sangat strategis yaitu di posisi silang dunia yang membuat Indonesia menjadi menjadi ramai pengunjung. 7. Kekayaan alam Indonesia sangat besar dan menjadi potensi keuntungan di berbagai bidang, seperti pariwisata hingga pertambangan Contoh Sikap Menjaga Keutuhan NKRI Perlu tindakan nyata yang diterapkan dalam kehidupan untuk membangun menjaga keutuhan NKRI.

Berikut ini contoh berbagai perilaku atau sikap yang dapat menunjang terwujudnya keutuhan tersebut: 1. Menjaga wilayah dan kekayaan tanah air dengan menjaga semua kekayaan alam yang terkandung padanya. 2. Menciptakan ketahanan nasional. Setiap warga negara memiliki andil untuk menaga keutuhan, kedaulatan negara, dan mengeratkan persatuan bangsa. 3. Menghormati setiap berbagai perbedaan yang ada di negara Indonesia. Setiap warga negara menghormati perbedaan suku, budaya, agama, hingga warna kulit lalu membalutnya dalam bingkai kerukunan.

4. Mempertahankan kesamaan dan kebersamaan. Setiap warga negara Indonesia memiliki kesamaan bangsa, bahasa persatuan, tanah air, bendera Merah Putih, dan pedoman Pancasila serta UUD 1945. Semua kesamaan ini perlu untuk dipertahakankan. 5. Menaati peraturan untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

6. Mempunyai semangat persatuan dan kesatuan dalam bingkai wawasan nusantara. Artinya, setiap warga negara memiliki semangat mewujudkan persatuan dan kesatuan itu pada segenap aspek kehidupan sosial. Baca juga: • Manfaat Persatuan dan Kesatuan Bagi Bangsa Indonesia serta NKRI • Mengenal Bentuk dan Prinsip Kedaulatan NKRI Menurut UUD 1945 • Karakteristik NKRI Berdasarkan Konsep Wawasan Nusantara & Fungsinya Baca juga artikel terkait KEAMANAN NKRI atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar (tirto.id - ica/tha) Penulis: Ilham Choirul Anwar Editor: Dhita Koesno Kontributor: Ilham Choirul Anwar Subscribe for updates Unsubscribe from updates Jakarta, Kominfo – Indonesia merupakan bangsa yang majemuk terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama.

Untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa maka sikap moderat, saling menghormati dan menghargai perbedaan dalam kehidupan sosial maupun kehidupan beragama menjadi penting. “Umat Islam harus menjadi umat yang moderat (wasathy) dalam segala hal, baik cara berpikir, bersikap, maupun bertindak, baik dalam hal ibadah maupun muamalah,” ucap Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pada Peringatan Isra’ Mikraj Tingkat Kenegaraan Tahun 2021 Masehi/1442 Hijriah, melalui konferensi video, di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro No.

2 Jakarta, Rabu malam (10/03/31). Wapres menuturkan bahwa keberagaman masyarakat juga terjadi pada zaman Rasulullah SAW, menghadapi etnis dan agama yang berbeda-beda.

“Kondisi umat yang dihadapi Sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan SAW sangat beragam, baik dari aspek agama maupun etnis. Oleh karena itu, diperlukan sikap kepemimpinan yang penuh kesabaran, kebijaksanaan, dan keadilan, namun tetap teguh dalam menyampaikan misi dakwahnya,” kata Wapres.

Selanjutnya Wapres menekankan agar sikap moderat dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena sangat dibutuhkan bagi bangsa Indonesia yang majemuk sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. “Dalam konteks berbangsa dan bernegara sikap moderat ini sangat relevan dan harus dijadikan pedoman karena bangsa kita adalah bangsa yang majemuk,” ujar Wapres.

Kemudian, Wapres mengungkapkan menyetujui penerapan prinsip menjaga persaudaraan bangsa dan persaudaraan kemanusiaan yang dilakukan oleh para ulama untuk menjaga persatuan bangsa. Sangat tepat sekali apa yang dibuat oleh para ulama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan cara mengembangkan prinsip ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), di samping ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan), ungkap Wapres.

Lebih lanjut, Wapres juga menuturkan bahwa peristiwa Isra’ Mikraj merupakan peristiwa penting bagi umat Islam yang merupakan perjalanan spiritual bagi Nabi Muhammad SAW dalam membuktikan kekuasaan Allah SWT. Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin besar yang ditugasi untuk melakukan perbaikan di segala bidang bagi seluruh umat manusia dengan berbagai latar belakang, memerlukan pengetahuan dan wawasan yang luas.

Dengan perjalanan Isra’ dan Mikraj itu Nabi Muhammad SAW memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan tentang kekuasaan Allah SWT, tutur Wapres. Pada kesempatan tersebut, Wapres mengajak masyarakat untuk senantiasa bahu membahu dan bergotong royong guna mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera, serta tidak lupa mengajak masyarakat untuk terus menerapkan protokol Kesehatan sebagai wujud ikhtiar dengan seraya memanjatkan doa sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.

“Marilah kita tetap melakukan ikhtiar bersama untuk menghilangkan pandemi ini melalui vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan komunitas (herd immunity). Saya juga mengajak semua masyarakat untuk tetap mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan,” ajak Wapres. Sebelumnya, Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa semangat Isra’ Mikraj yang memiliki nilai moderasi beragama, senada dengan nilai yang terkandung dalam Pancasila, sehingga sangat tepat apabila diterapkan untuk membangun Indonesia yang lebih maju.

“Beberapa spirit Isra’ Mikraj seperti keseimbangan, keberkahan, musyawarah, dan persatuan, tidak lain adalah spirit yang dibutuhkan untuk negara ini. Seyogyanya spirit tersebut dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai landasan membangun kehidupan harmonis di tengah-tengah keragaman latar belakang, suku, dan agama untuk sampai pada cita-cita luhur kita, yakni bangsa yang utuh yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila,” ucap Yaqut.

Turut hadir dalam acara, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Zainut Tauhid, para pejabat di lingkungan Kementerian Agama, serta para pimpinan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri seluruh Indonesia. Sementara, Wapres didampingi oleh Staf Khusus Wapres Bambang Widianto dan Masykuri Abdillah serta Masduki Baidlowi.Persoalan yang menerpa rumahtangga selalu datang silih berganti.

Terkadang persoalan kecil bisa besar, bahkan tak sedikit bisa berujung perceraian. DARA- BANDUNG- Tentu siappaun tidak menginginkan hal itu menimpa Anda.

Untuk itu sangatlah penting saling menjaga keharmonisan diantara satu sama lain.

sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan

Psikologis keluarga pun akan sangat membantu. 1. Saling memahami satu sama lain. Terkadang pertengkaran di rumah tangga muncul karena satu sama lain diantara pasangan tidak dapat saling memahami, padahal dnegan memahami satu sama lain akan menjalin keharmonisan di dalam berumah tangga.

Dimana tugas masing-maisng harus diberikan. Mislanya tugas utama suami adalah mencari nafkah, sedangkan tugas utama sang istri adalah mengatur rumah tangga. Saling memahami juga bisa dicontohkan dnegan saling mmebantu pekerjaan masing-masing, misalkan istri sedang sibuk memasak, dan anak sedang rewel malah anda asik bermain game. Hal ini pasti akan membuat istri anda emosi.

Nah, hal ini lah yang biasanya akan muncul ketidakharmonisan. 2. Saling percaya satu sama lain Sebuah hubungan tanpa rasa percaya tidak akan akan terjalin keharmonisan, karena kepercayaan diantara pasangan sangatlah penting. Anda juga harus bisa menjaga kepercayaan amsing-masing diantara pasangan. Karena yang namanya membangun kepercayaanitu tidak lah mudah.

Sekalinya anda melakukan penghianatan, tentu saja rasa saling percaya diantara pasangan akan hilang. karena dampak psikologis perselingkungan pria dan wanita akan berimbas kandasnya hubungan. 3. Saling menghargai. Di dalam kehidupan berumah tangga yang namanya menyatukan dua fikiran yang berbeda tentu saja tidaklah mudah, untuk itu anda harus saling memahami satu sama lain, dan menghargai sifat masing-masing dari pasangan. Mislanya saja bentuk penghargaan istri kepada suami adalah bersikap sopan dan menghormatinya, dan sebagai suami pun harus sebaliknya, menghargai istri dan jangan pernah memaksakan kehendak.

karena makna cinta dalam psikologi adalah saling menghargai. 4. Menjaga komunikasi Komunikasi di dalam hubungan tentu saja merupakan hal yang paling penting,karena tanpa komunikasi yang baik, keharmonisan diantara kehidupan rumah tangga tidak akan terjadi, oleh karena itu sangatlah penting untuk selalu memberi kabar dimanapun anda berada, sehingga dengan begitu keharmonisan di rumah tangga akan terjadi. karena tips bahagia di dalam rumah tangga selamanya, salah satunya adalah komunikais.

5. Sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan perasaan Menjaga perasaan diantara pasangan sangatlah penting. Untuk itu diperlukan hal- hal yang memang membuat sesame pasangan saling menjaga perasaan. Misalnya saja jangan pernah mengatakan sesuatu yang membuat tersinggung perasaan istri anda.

Mungkin menurut anda itu adalah hal sepele, namun jika dimata istri anda hal yang anda katakana bisa menyinggung perasannya, mungkin akan terjadi kesalahpahaman dan malah menimbulkan pertengkaran nantinya. Agar terjalin keharmonisan itu sendiri. Untuk itu di dalam berumah tangga tentu saja harus saling mengingatkan, mislanya anda yang selalu mengingatkan istri untuk bisa mengatur rumah tangga dan menjaga ank-anak dnegan baik, dan anda pun sebagai istri harus selalu mengingatkan suami untuk selalu bekerja di jalan yang di ridhoi sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan.

7. Jujur satu sama lain Perbedaan pendapat kerap kali terjadi diantara pasangan, untuk itu agar mendapatkan rumah tangga yang harmonis dan dan juga bahagia perlu sikap saling terbuka dan jujur satu sama lain.

Karena kejujura diantara pasangan merupakan pondasi yang sangat kuat untuk emnciptakan rumah tangga yang harmonis dan juga bahagia. 8. Berusaha menyenangkan pasangan Menyenangkan pasangan bukan hanya dilakukan dengan cara memberi hadiah yang mahal saja, namun menyenangkan pasangan bisa anda lakukan dengan saling memebri support atau bahkan pujian masing-masing.

Mislanya saja istri anda sedang memasak makanan kesukaan anda, tidak ada salahnya anda mmeuji masakannya yang enak, dnegan begitu istri akan merasa sangat bahagia. Mulai dari hal kecil saja anda pun bisa menyenangkan pasangan. 9. Peduli satu sama lain. Saling peduli diantara pasangan merupakan wujud nyata dari cinta kasih di rumah tangga.

Untuk itu agar terjadin keharmonisan diantara rumah tangga, anda harus menjaga sikap slaing peduli satu sama lain. Mislakan istri atau suami sedang sakit, tentu anda harus merawatnya dnegan penuh kasih sayang, karena dengan saling peduli, akan membuat keharmonisan di rumah tangga akan terjaga.

10. Bersyukur Agar dapat menjaga keharmonisan di rumah tangga, bersyukur adakah hal yang paling penting. Anda harus bersyukur karena tuhan telah memberikan pasnagan sebaik pasangan anda.

Meski tekadang terjaid pertengkaran kecil, setidaknya anda harus dapat ebrsyukur, karena istri anda merupakan wanita yang anda pilihdan berusaha anda yakinkan untuk dapat hidup bersama anda.

Untuk itu rasa bersyukur diantara pasangan tentu saja harus lebih dijaga. 11. Liburan bersama Tidak ada salahnya di sela-sela aktivitas atau waktu weekend anda melakukan liburan ersama pasangan. Degan melakukan liburan bersama juga dapat membuat perasaan and aterhadap pasnagan akan tumbuh kembali seperti masih pacaran, dengan begitu keharmonisan diantara pasangan pun akan terjaga 12. Menghindari KDRT Yang namanya perselisihan atau pertengkaran di rumah tangga memang seringkali terjadi, meski begitu jika anda sedang etrslut emosi, sebaiknya untuk menahan emosi anda, dan jangan sampai yang namanya KDRT terjadi di dalam rumah tangga anda.

13 Menjaga kualitas hubungan intim Menjaga kualitas hubungan di ranjang tenyata bisa menjaga rumah tangga anda untuk sellau harmonis.

Karena setidaknya anda harus melakukannya 1 kali dalam seminggu, hal ini juga dilakukan untuk menjaga keharmonisan hubungan anda nantinya. Demikian penjelasan terkait bagaimana cara menjaga kerukunan dalam keluarga.

Semoga bermanfaat Editor : Maji Kehadiran dara.co.id (daulatrakyat), sebagai media pers yang sudah terverifikasi administrasi & faktual oleh dewan pers, mencoba memberikan pilihan atas kebutuhan informasi pembaca dari berbagai aspek. Aspek ekonomi, politik, traveling, seni budaya, bahkan berita atau informasi yang bersifat layanan publik dari mitra dara.co.id ARSIP PERBULAN • Mei 2022 (121) • April 2022 (699) • Maret 2022 (566) • Februari 2022 (613) • Januari 2022 (815) • Desember 2021 (746) • November 2021 (583) • Oktober 2021 (656) • September 2021 (814) • Agustus 2021 (576) • Juli 2021 (663) • Juni 2021 (808) • Mei 2021 (648) • April 2021 (596) • Maret 2021 (678) • Februari 2021 (661) • Januari 2021 (700) • Desember 2020 (760) • November 2020 (818) • Oktober 2020 (778) • Sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan 2020 (782) • Agustus 2020 (740) • Juli 2020 (952) • Juni 2020 (1024) • Mei 2020 (856) • April 2020 (1020) • Maret 2020 (1250) • Februari 2020 (1061) • Januari 2020 (485) • Desember 2019 (645) • November 2019 (633) • Oktober 2019 (646) • September 2019 (685) • Agustus 2019 (752) • Juli 2019 (681) • Juni 2019 (517) • Mei 2019 (607) • April 2019 (647) • Maret 2019 (635) • Februari 2019 (682) • Januari 2019 (681) • Desember 2018 (391) • November 2018 (406) • Oktober 2018 (104)
18 Contoh Sikap yang Mencerminkan Persatuan dan Kesatuan Lengkap — Sebagai manusia, kita diberikan akal dan budi daripada makhluk lainnya.

Nah, ada beberapa sikap yang mencerminkan persatuan dan kesatuan sebagai insan yang bersosial. Dalam kesempatan kali ini, Mamikos akan memberikan kamu beberapa referensi dan contoh sikap-sikap tersebut. Mulai dari sikap di masyarakat, sekolah, di rumah, dan dalam kehidupan sehari-hari. Penasaran bagaimana bentuk contohnya? Simak terus di sini. Beberapa Contoh Sikap yang Mencerminkan Persatuan dan Kesatuan Daftar Isi • Beberapa Contoh Sikap yang Mencerminkan Persatuan dan Kesatuan • A.

Contoh Sikap Persatuan dan Kesatuan di Masyarakat • B. Contoh Sikap Persatuan dan Kesatuan sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan Sekolah • C. Contoh Sikap Persatuan dan Kesatuan di Rumah • D. Contoh Sikap Persatuan dan Kesatuan dalam Kehidupan Sehari-hari Daftar Isi • Beberapa Contoh Sikap yang Mencerminkan Persatuan dan Kesatuan • A. Contoh Sikap Persatuan dan Kesatuan di Masyarakat • B. Contoh Sikap Persatuan dan Kesatuan di Sekolah • C.

Contoh Sikap Persatuan dan Kesatuan di Rumah • D. Contoh Sikap Persatuan dan Kesatuan dalam Kehidupan Sehari-hari kompas.com Di atas, Mamikos sudah menjelaskan sedikit tentang sikap yang mencerminkan persatuan dan kesatuan.

Nah, seperti apa penjelasan sikap yang terlihat di masyarakat, di sekolah, di rumah, dan dalam kehidupan sehari-hari? Langsung simak penjelasannya sebagai berikut ini. A. Contoh Sikap Persatuan dan Kesatuan di Masyarakat kompas.com Di rangkaian pertama contoh sikap persatuan dan kesatuan yang akan Mamikos berikan adalah tentang sikap yang ada di masyarakat luas.

sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan

Jadi, contoh sikap yang akan tampak dari lingkungan bermasyarakat dan mencerminkan persatuan dan kesatuan diantaranya adalah: 1. Bergotong royong dan ikut serta dalam kerja bakti di lingkungan rumah Sikap pertama dalam lingkungan masyarakat yang dapat mencerminkan sikap persatuan dan kesatuan adalah turut bergotong royong dan kerja bakti di momen-momen tertentu.

2. Menjaga kerukunan dan semangat kekeluargaan dengan tetangga Sebagai makhluk yang hidup secara sosial, kamu harus bisa menjaga kerukunan serta semangat kekeluargaan di lingkungan bertetangga. Kerukunan bertetangga ini harus senantiasa dijaga. 3. Tidak menyelesaikan masalah sosial sendirian melainkan bersama-sama Apabila ada sebuah problem yang terjadi di lingkungan bermasyarakat, sebaiknya kamu selesaikan secara musyawarah bersama.

Jangan bertindak berdasarkan perasaan sendiri saja. 4. Bergaul dengan warga dan tidak membedakan agama, suku, dan ras Sikap persatuan dan kesatuan berikutnya adalah membaur bersama warga dan tidak membedakan latar belakang dari orang tertentu.

Misalnya saja dari suku, ras, dan agama orang tersebut. Bergaul dengan siapa saja justru menunjukan sikap persatuan dan kesatuan yang kental. 5. Ramah dan bergaul dengan semua orang Sikap persatuan dan kesatuan berikutnya dicerminkan dari sikap kita yang ramah dan mau bergaul dengan banyak orang.

Dengan kamu tidak membedakan satu dan lainnya, kamu sudah menunjukan sikap persatuan dan kesatuan tersebut.

sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan

Baca Juga : 81 Contoh Iklan Layanan Masyarakat, Gambar & Keterangannya B. Contoh Sikap Persatuan dan Kesatuan di Sekolah kompas.com Sikap persatuan dan kesatuan yang ada di lingkup sekolah juga perlu diperhatikan.

Mamikos sudah merangkumnya dengan saksama di sini. Simak selengkapnya apakah kamu sudah melakukan sikap tersebut atau belum. 6. Segera menjenguk saat teman sakit Menjenguk teman saat sedang sakit bukan hanya menunjukkan sikap persatuan dan kesatuan saja.

Tapi juga perhatian sebagai sesama manusia. 7.

sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan

Bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah Contoh yang mencerminkan perilaku persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah berikutnya adalah dengan melakukan kerja bakti. Entah membersihkan kelas bersama teman-teman, atau membersihkan seluruh area sekolah.

8. Belajar dengan giat dan tidak absen sekolah Perilaku yang menunjukkan persatuan dan kesatuan berikutnya adalah dengan belajar giat dan tidak absen sekolah karena kesengajaan. Sikap ini juga menunjukan tanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain, terutama orang tua kamu di rumah. 9. Saling menghormati teman yang berbeda latar belakang ras, suku dan agama Bukan hanya menerapkan perilaku ini di lingkungan bermasyarakat saja, di lingkungan sekolah pun kamu harus menerapkannya.

Sikap saling menghormati dan menghargai wajib kamu terapkan di manapun berada. 10. Tidak mengekor pekerjaan teman Mengekor atau mensontek pekerjaan teman merupakan perilaku tercela dan tidak mencerminkan sikap dan perilaku persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, kamu harus mengandalkan kemampuan kamu sendiri untuk melakukan tugas atau pekerjaan rumah. Baca Juga : Contoh Proposal Penelitian Ilmiah dan Skripsi C.

Contoh Sikap Persatuan dan Kesatuan di Rumah skaampenan.sch.id Berikutnya adalah beberapa perilaku yang mencerminkan persatuan dan kesatuan di dalam lingkup keluarga atau di rumah dan perlu diperhatikan. Apa saja perilakunya? Simak penjelasannya berikut ini. 11. Saling menyayangi sesama anggota keluarga Dalam sebuah keluarga, intensitas dan keakraban sudah pasti akan terjalin.

Dengan menyayangi satu sama lain antara anggota keluarga menjadi salah satu perilaku persatuan dan kesatuan yang harus selalu dijaga. 12. Mengakui keberadaan serta fungsi masing-masing anggota keluarga Perilaku yang menunjukkan persatuan dan kesatuan yang wajib untuk kamu terapkan adalah dengan mengakui keberadaan dan fungsi masing-masing anggota dalam keluarga.

13. Terbuka antar sesama anggota keluarga Menerapkan sikap keterbukaan antara sesama anggota keluarga juga merupakan salah satu perilaku yang menunjukkan persatuan dan kesatuan. Dengan terbuka pada apa yang sedang kamu rasakan atau pikirkan pada anggota keluarga juga akan semakin mengeratkan jalinan kepercayaan.

14. Menjaga sikap tenggang rasa Tenggang rasa dalam keluarga harus menjadi salah satu sikap yang diterapkan sejak dini. Sebab dengan tenggang rasa, kita akan menghargai apapun yang ada pada diri anggota keluarga. 15. Menghormati pendapat satu sama lain Menghormati pendapat dalam keluarga juga wajib diterapkan dan menjadi salah satu contoh sikap yang menunjukkan persatuan dan kesatuan. Pendapat atau buah pemikiran orang lain biasanya hadir dari sebuah pengalaman.

Maka, kamu perlu menghargai pendapat orang dalam keluarga kamu tersebut. Baca Juga : 18 Contoh Teks Laporan Percobaan dan Strukturnya D.

Contoh Sikap Persatuan dan Kesatuan dalam Kehidupan Sehari-hari topinformasi.com Di rangkaian perilaku persatuan dan kesatuan yang perlu kamu ketahui berikutnya adalah contoh dalam kehidupan sehari-hari. Seperti apa contohnya?

Dapat kamu simak di bawah ini. 16. Menghargai budaya lain Menghargai budaya lain menjadi salah satu cerminan perilaku persatuan dan kesatuan. Apalagi di Indonesia terdapat budaya yang sangat beragam. Apabila seseorang merasakan kenyamanan di lingkungannya tinggal, maka akan lebih mudah untuknya bekerja sama dan berkolaborasi dengan yang lain. 17. Sigap dan bersedia membantu Bersikap sigap dan selalu bersedia membantu juga menjadi salah satu wujud dari persatuan dan kesatuan.

Sebab dengan kamu saling membantu, maka kerukunan dan kebersamaan akan tetap terjaga. Hal ini juga dapat kamu lakukan di lingkungan rumah, di sekolah, tempat bekerja, dan bahkan di jalan sekalipun. Sebuah pekerjaan juga akan jadi lebih cepat selesai dan efektif apabila dilakukan dengan gotong royong bukan. 18. Tidak congkak Perilaku tidak congkak atau sombong juga salah satu cerminan persatuan dan kesatuan lho.

Sebab sikap satu ini akan menyatukan kamu dengan teman-teman, baik di lingkungan rumah atau saat sedang berada di sekolah. Salah satu hal yang dapat kamu lakukan adalah dengan membantu teman yang misalnya masih belum memahami salah satu materi pelajaran.

Sehingga teman kamu itu kemudian menjadi lebih paham. Sikap tidak congkak dan acuh juga sangat dianjurkan untuk selalu kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan informasi tadi maka berakhir sudahlah artikel yang dapat Mamikos sampaikan pada kesempatan kali ini.

Semoga apa yang telah Mamikos sampaikan terkait contoh sikap yang mencerminkan persatuan dan kesatuan di atas dapat kamu jadikan pedoman dalam bersikap. Baca Juga : 23 Macam Jenis Konjungsi Beserta Contohnya + Fungsinya Kesulitan menemukan informasi hunian kos? Maka kamu bisa akses dan unduh aplikasi pencari kos Mamikos sekarang. Ada beragam informasi mengenai kos yang sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan kamu dapatkan jika mengunjungi laman resmi atau aplikasi Mamikos.

Unduh sekarang aplikasi Mamikos untuk mendapatkan update informasi kos terbaru dan berkualitas. Klik dan dapatkan info kost di dekatmu: Kost Jogja Harga Murah Kost Jakarta Harga Murah Kost Bandung Harga Murah Kost Denpasar Bali Harga Murah Sebutkan sikap yang harus diterapkan untuk menjaga kerukunan Surabaya Harga Murah Kost Semarang Harga Murah Kost Malang Harga Murah Kost Solo Harga Murah Kost Bekasi Harga Murah Kost Medan Harga Murah




2022 www.videocon.com