Kehancuran para pengusaha di bali, setelah ada teror bom adalah contoh perubahan

kehancuran para pengusaha di bali, setelah ada teror bom adalah contoh perubahan

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga TRIBUNJATIM.COM, DENPASAR - Ancaman bom di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, tak lebih candaan penumpang pesawat Lion Air. "Memang benar (ada ancaman). Kami sudah rapatkan dan kami lakukan pemeriksaan," kata General Manager Bandara Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, kepada Tribun Bali, Rabu (8/3/2017). Candaan penumpang soal bom membuat petugas keamanan memeriksa seluruh penumpang pesawat. Penerbangan pesawat dihentikan sementara karena petugas berwenang melakukan sterilisasi.

"Dampaknya luar biasa. Semua penumpang kami periksa sesuai dengan prosedur. Jadi tidak ada yang luput kami periksa," papar dia. (Tribunnews.com) none
• Afrikaans • العربية • বাংলা • Cymraeg • Deutsch • Ελληνικά • English • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Gaeilge • हिन्दी • Íslenska • Italiano • 日本語 • Jawa • 한국어 • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk bokmål • Polski • Português • Русский • Simple English • Kehancuran para pengusaha di bali • தமிழ் • ไทย • Türkçe • 吴语 • 中文 Eks Sari Club Pengeboman Bali 2002 (disebut juga Bom Bali I) adalah rangkaian tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002.

Dua ledakan pertama terjadi di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan. Rangkaian pengeboman ini merupakan pengeboman pertama yang kemudian disusul oleh pengeboman dalam skala yang jauh lebih kecil yang juga bertempat di Bali pada tahun 2005.

Tercatat 203 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera, kebanyakan korban merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat wisata tersebut. Peristiwa ini dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia. Tim Investigasi Gabungan Polri dan kepolisian luar negeri yang telah dibentuk untuk menangani kasus ini menyimpulkan, bom yang digunakan berjenis TNT seberat 1 kg dan di depan Sari Club, merupakan bom RDX berbobot antara 50–150 kg.

[1] Peristiwa Bom Bali I ini juga diangkat menjadi film layar lebar dengan judul Long Road to Heaven, dengan pemain antara lain Surya Saputra sebagai Hambali dan Alex Komang, serta melibatkan pemeran dari Australia dan Indonesia.

kehancuran para pengusaha di bali, setelah ada teror bom adalah contoh perubahan

Daftar isi • 1 Latar Belakang • 2 Daftar Tersangka • 3 Kronologi • 4 Serba-serbi • 5 Korban • 6 Lihat pula • 7 Catatan kaki • 8 Pranala luar Latar Belakang [ sunting - sunting sumber ] Latar belakang peristiwa ini juga berasal dari peristiwa kerusuhan yang terjadi di Poso dan Ambon.

Bom Bali adalah balas dendam para teroris karena dalam kedua peristiwa tersebut banyak umat muslim terbunuh akibat konflik yang terjadi. Selain itu, Bom Bali dilakukan untuk membela rakyat dalam sejarah perang Afghanistan atas penindasan yang dilakukan Amerika Serikat karena para teroris menganggap penyebab perang Afghanistan telah sangat menindas rakyat disana.

Latar belakang peristiwa Bom Bali terjadi juga karena para teroris menganggap bahwa Bali adalah pusat maksiat dan lokasi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Para teroris secara umum memang menargetkan lokasi – lokasi yang dianggapnya menjadi pusat kemaksiatan.

[2] Daftar Tersangka [ sunting - sunting sumber ] • Abdul Gani, didakwa seumur hidup • Abdul Hamid (kelompok Solo) • Abdul Rauf (kelompok Serang) • Imam Samudera alias Abdul Aziz, terpidana mati • Achmad Roichan • Ali Ghufron alias Mukhlas, terpidana mati • Ali Imron alias Alik, didakwa seumur hidup [3] • Amrozi bin Nurhasyim alias Amrozi, terpidana mati • Andi Hidayat (kelompok Serang) • Andi Oktavia (kelompok Serang) • Arnasan alias Jimi, tewas • Bambang Setiono (kelompok Solo) • Budi Wibowo (kelompok Solo) • Azahari Husin alias Dr.

Azahari alias Alan (tewas dalam penyergapan oleh polisi di Kota Batu tanggal 9 November 2005) • Noordin Mohammad Top alias Noordin M. Top (tewas tanggal 17 September 2009) • Dulmatin (tewas tanggal 9 Maret 2010) • Feri alias Isa, meninggal dunia • Herlambang (kelompok Solo) • Hernianto (kelompok Solo) • Idris alias Johni Hendrawan • Junaedi (kelompok Serang) • Makmuri (kelompok Solo) • Mohammad Musafak (kelompok Solo) • Mohammad Najib Nawawi (kelompok Solo) • Umar Patek alias Umar Kecil (tertangkap di Pakistan) • Mubarok alias Utomo Pamungkas, didakwa seumur hidup • Riduan Isamuddin alias Hambali • Zulkarnaen (tertangkap di Lampung tanggal 10 Desember 2020) Abu Bakar Ba'asyir, yang diduga oleh beberapa pihak sebagai salah seorang yang terlibat dalam pengeboman ini, dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum atas dugaan konspirasi pada Maret 2005, dan hanya divonis atas pelanggaran keimigrasian.

Kronologi [ sunting - sunting sumber ] Berikut runutan kejadian Pengeboman Bom Bali 2002 [1] • 12 Oktober 2002 Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali diguncang bom. Dua bom meledak dalam waktu yang kehancuran para pengusaha di bali bersamaan yaitu pukul 23.05 WITA. Lebih dari 200 orang menjadi korban tewas keganasan bom itu, sedangkan 200 lebih lainnya luka berat maupun ringan.

Kurang lebih 10 menit kemudian, ledakan kembali mengguncang Bali. Pada pukul 23.15 WITA, bom meledak di Renon, berdekatan dengan kantor Konsulat Amerika Serikat. Namun tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. • 16 Oktober 2002 Pemeriksaan saksi untuk kasus terorisme itu mulai dilakukan.

Lebih dari 50 orang telah dimintai keterangan di Polda Bali. Untuk membantu Polri, Tim Forensik Australia ikut diterjunkan untuk identifikasi jenazah. • 20 Oktober 2002 Tim Investigasi Gabungan Polri dan kepolisian luar negeri yang telah dibentuk untuk menangani kasus ini menyimpulkan, bom di Paddy's Pub berjenis TNT seberat 1 kg dan di depan Sari Club, merupakan bom RDX berbobot antara 50–150 kg.

Sementara bom di dekat konsulat Amerika Serikat menggunakan jenis TNT berbobot kecil yakni 0,5 kg. • 29 Oktober 2002 Pemerintah yang saat itu dipegang oleh Megawati Soekarnoputri terus mendesak polisi untuk menuntaskan kasus yang mencoreng nama Indonesia itu. Putri Soekarno itu memberi batas waktu, kasus harus tuntas pada November 2002. • 30 Oktober 2002 Titik terang pelaku bom Bali I mulai muncul.

Tiga sketsa wajah tersangka pengebom itu dipublikasikan. • 4 November 2002 Nama dan identitas tersangka telah dikantongi petugas. Tak cuma itu, polisi juga mengklaim telah mengetahui persembunyian para tersangka.

Mereka tidak tinggal bersama namun masih di Indonesia. • 5 November 2002 Salah satu tersangka kunci ditangkap. Amrozi bin Nurhasyim ditangkap di rumahnya di di Desa Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur.

• 6 November 2002 10 orang yang diduga terkait ditangkap di sejumlah tempat di Pulau Jawa. Hari itu juga, Amrozi diterbangkan ke Bali dan pukul 20.52 WIB, Amrozy tiba di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai.

• 7 November 2002 Satu sketsa wajah kembali dipublikasikan. Sementara itu Abu Bakar Ba'asyir yang disebut-sebut punya hubungan dengan Amrozi membantah. Ba'asyir menilai pengakuan Amrozi saat diperiksa di Polda Jatim merupakan rekayasa pemerintah dan Mabes Polri yang mendapat tekanan dari Amerika Serikat.

• 8 November 2002 Status Amrozi dinyatakan resmi sebagai tersangka dalam tindak pidana terorisme. • 9 November 2002 Tim forensik menemukan residu bahan-bahan yang identik dengan unsur bahan peledak di TKP. Sementara Jenderal Da'i Bachtiar, Kapolri pada saat itu mengatakan kesaksian Omar Al-Farouq tentang keterlibatan Ustad Abu Bakar Ba'asyir dan Amrozi dalam kasus bom valid.

• 10 November 2002 Amrozi membeberkan lima orang yang menjadi tim inti peledakan. Ali Imron, Ali Fauzi, Qomaruddin adalah eksekutor di Sari Club dan Paddy's. Sementara M Gufron dan Mubarok menjadi orang yang membantu mempersiapkan peledakan. Polisi pun memburu Muhammad Gufron (kakak Amrozi), Ali Imron (adik Amrozi), dan Ari Fauzi (saudara lain dari ibu kandung Amrozi).

Kakak tiri Amrozi, Tafsir. Tafsir dianggap tahu seluk-beluk mobil Mitsubishi L300 dan meminjamkan rumahnya untuk dipakai Amrozi sebagai bengkel. • 11 November 2002 Tim kehancuran para pengusaha di bali menangkap Qomaruddin, petugas kehutanan yang juga teman dekat Amrozi di Desa Tenggulun, Lamongan.

Qomaruddin diduga ikut membantu meracik bahan peledak untuk dijadikan bom. • 17 November 2002 Imam Samudra, Idris dan Dulmatin diduga merupakan setelah ada teror bom adalah contoh perubahan bom Bali I. Bersama Ali Setelah ada teror bom adalah contoh perubahan, Umar alias Wayan, dan Umar alias Patek, merekapun ditetapkan sebagai tersangka.

• 26 November 2002 Imam Samudra, satu lagi tersangka bom Bali, ditangkap di dalam bus Kurnia di kapal Pelabuhan Merak. Ia hendak melarikan diri ke Sumatra. • 1 Desember 2002 Tim Investigasi Bom Bali I berhasil mengungkap otak pelaku bom Bali yang jumlahnya empat orang, satu di antaranya anggota Jamaah Islamiah (JI).

• 3 Desember 2002 Ali Gufron alias Muklas (kakak Amrozi) ditangkap di Klaten, Jawa Tengah. • 4 Desember 2002 Sejumlah tersangka bom Bali I ditangkap di Klaten; di antaranya Ali Imron (adik Amrozi), Rahmat, dan Hermiyanto.

Sejumlah wanita yang diduga istri tersangka juga ditangkap. • 16 Desember 2002 Polisi menangkap anak Ashuri, Atang, yang masih siswa SMU di Lamongan.

Tim juga berhasil menemukan 20 dus yang berisi bahan kimia jenis potasium klorat seberat satu ton di rumah kosong milik Ashuri di Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Lamongan yang diduga milik Amrozi.

kehancuran para pengusaha di bali, setelah ada teror bom adalah contoh perubahan

• 18 Desember 2002 Tim Investigasi Gabungan Polri dan Polisi Federal Australia membuka dan membeberkan Dokumen Solo, sebuah dokumen yang dimiliki Ali Gufron. Dalam dokumen tersebut berisi tata cara membuat senjata, racun, dan merakit bom. Dokumen itu juga memuat buku-buku tentang JI dan topografi suatu daerah serta sejumlah rencana aksi yang akan dilakukannya.

• 6 Januari 2003 Berkas perkara Amrozi diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi Bali. • 16 Januari 2003 Ali Imron bersama 14 tersangka yang ditangkap di Samarinda, Kalimantan Timur tiba di Bali. • 8 Februari 2003 Rekonstruksi bom Bali I. • 12 Mei 2003 Sidang pertama terhadap tersangka Amrozi. • 2 Juni 2003 Imam Samudra mulai diadili. • 30 Juni 2003 Amrozi dituntut hukuman mati.

• 7 Juli 2003 Amrozi divonis mati. • 28 Juli 2003 Imam Samudra dituntut hukuman mati. • 10 September 2003 Imam Samudra divonis mati. • 28 Agustus 2003 Ali Gufron alias Muklas dituntut hukuman mati. • 2 Oktober 2003 Ali Gufron divonis mati. • 30 Januari 2007 PK pertama Amrozi cs ditolak • 30 Januari 2008 PK kedua diajukan dan ditolak • 1 Mei 2008 PK ketiga diajukan dan kembali ditolak • 21 Oktober 2008 Mahkamah Konstitusi menolak uji materi terhadap UU Nomor 2/PNPS/1964 soal tata cara eksekusi mati yang diajukan Amrozi cs.

• 9 November 2008 Amrozi cs dieksekusi mati di Nusakambangan. Serba-serbi [ sunting - sunting sumber ] • Serangan ini terjadi tepat 1 tahun, 1 bulan dan 1 hari setelah Serangan 11 September 2001 ke menara WTC, Amerika Serikat. • Ada beberapa pihak yang mencurigai adanya pihak asing dalam kejadian ini.

[ butuh rujukan] • Umar Patek mengakui kesalahannya sebagai dosa di persidangan dan memohon maaf kepada pihak keluarga dan Pemerintah Indonesia. [4] • Ali Imran (alias Alik) mengakui bahwa keterlibatannya terdahulu adalah sebuah penyimpangan dan bid'ah dalam wawancara telekonferensi dengan Karni Ilyas pada acara Lawyers Club di tvOne pada tahun 2013.

[5] Korban [ sunting - sunting sumber ] Monumen Bom Bali 2002, daftar nama para korban dari berbagai negara, yang teridentifikasi Kewarganegaraan Jumlah Australia 88 Indonesia 38 Britania Raya 26 Amerika Serikat 7 Jerman 6 Swedia 5 Belanda 4 Prancis 4 Denmark 3 Selandia Baru 3 Swiss 3 Brasil 2 Kanada 2 Jepang 2 Afrika Selatan 2 Korea Selatan 2 Ekuador 1 Yunani 1 Italia 1 Polandia 1 Portugal 1 Taiwan 1 Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Bom Bali 2005 • Pengeboman Kedutaan Besar Australia 2004 • Pengeboman Malam Natal Indonesia 2000 • Daftar serangan teroris di Indonesia Catatan kaki [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b http://www.detiknews.com/read/2008/11/09/015608/1033710/10/kronologi-bom-bali-eksekusi-mati-amrozi-cs • ^ Retno, Devita (2019-09-03).

"5 Latar Belakang Peristiwa Bom Bali Tahun 2002". Sejarah Lengkap (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-08-12. • ^ (Indonesia) Ali Imron, Ali Imron, sang pengebom, Penerbit Republika, 2007, ISBN 979-1102-10-4, 9789791102100. Diakses 3 September 2010 kehancuran para pengusaha di bali ^ BaliTV footage; http://www.youtube.com/watch?v=4diBVXvl6hc • ^ Lawyer's Club tvOne footage; http://www.youtube.com/watch?v=hKg2JFg117E Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Remember Bali: a memorial website • Australian Broadcasting Corp.

Online, current affairs program Four Corners: "The Bali Confessions" (10 February 2003) • Bali's message of dialogue- includes the Bali Declaration on Building Interfaith Harmony Juli 2005 • Moruning in Bali: Bali is Wounded • Abu Sayyaf • Ansar Khalifa Filipina • Barisan Revolusi Nasional • Darul Islam • Dewan Mujahidin Indonesia • Front Pembebasan Islam Moro • Front Pembebasan Islam Patani • Gerakan Mujahidin Islam Pattani • Jamaah Ansharusy Syariah • Jemaah Islamiyah • Jamaah Ansharut Daulah • Jamaah Ansharut Tauhid • Kelompok Maute • Khalifa Islamiyah Mindanao • Kumpulan Mujahidin Malaysia • Laskar Jihad • Mujahidin KOMPAK • Mujahidin Indonesia Timur • Organisasi Pembebasan Bersatu Patani • Pejuang Kemerdekaan Islam Bangsamoro • Runda Kumpulan Kecil • United Mujahideen Front of Pattani Pemimpin dan tokoh • Kedubes Filipina 2000 • Bursa Efek Jakarta 2000 • Malam Natal 2000 • Plaza Atrium 2001 • Gereja Santa Anna dan HKBP 2001 • Tahun Baru 2002 • Bali 2002 • Makassar 2002 • Kompleks Mabes Polri 2003 • Bandara Soekarno-Hatta 2003 • JW Marriott 2003 • Palopo 2004 • Kedubes Australia 2004 • Bali 2005 • Tentena 2005 • Palu 2005 • Jakarta 2009 2010–2019 • Revolusi Sosial Sumatra Timur • Perang Cumbok • Peristiwa Madiun • Kudeta APRA • Pemberontakan DI/TII • Peristiwa Andi Azis • Sinterklas Hitam • Gerakan 30 September • Pembantaian 1965-1966 • Pemberontakan di Aceh • Konflik Papua • Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia • Permesta • Peristiwa 27 Juli • Kerusuhan Mei 1998 • Pendudukan Gedung DPR/MPR • Peristiwa Cimanggis • Peristiwa Gejayan Konflik sosial • Revolusi Sosial Sumatera Timur 1946 • Peristiwa Mangkuk Merah 1967 • Peristiwa Malari 1974 • Kerusuhan Solo 1980 • Peristiwa Talangsari 1989 • Kerusuhan Situbondo 1996 • Kerusuhan Banjarmasin 1997 • Kerusuhan Mei 1998 • Kerusuhan Poso • Konflik sektarian Maluku • Konflik Sampit 2001 • Kerusuhan Koja April 2010 • Kerusuhan Tarakan September 2010 • Unjuk rasa dan kerusuhan Jakarta 2019 • Pembatasan penggunaan internet di Indonesia 2019 • Bentrok Jayanti • Kerusuhan Haruku 2022 Konflik sumber daya alam • Pembantaian Rawagede • Pembantaian Westerling • Tragedi Mergosono • Pembantaian simpatisan kehancuran para pengusaha di bali 1965/1966 • Penembakan misterius • Peristiwa Tanjung Priok • Pembantaian Santa Cruz • Peristiwa 27 Juli • Penculikan aktivis 1997/1998 • Tragedi Trisakti • Tragedi Semanggi • Tragedi Simpang KKA • Tragedi Beutong Ateuh • Penembakan Cebongan • Unjuk rasa dan kerusuhan Jakarta 2019 • Pembatasan penggunaan internet di Indonesia 2019 Lihat pula: Pelanggaran hak asasi manusia oleh Tentara Nasional Indonesia Terorisme Taufiq Kiemas (suami kedua) • Surindro Supjarso (suami pertama) • Guntur Soekarnoputra (kakak) • Rachmawati Soekarnoputri (adik) • Dicky Suprapto (adik ipar) • Sukmawati Soekarnoputri (adik) • Mangkunegara IX (adik ipar) • Guruh Soekarnoputra (adik) • Gusyenova Sabina Padmavati (adik ipar) Generasi ke-2 • Halaman ini terakhir diubah pada 1 April 2022, pukul 21.23.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • • Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Setelah ada teror bom adalah contoh perubahan & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT [caption caption="Berita Kehancuran para pengusaha di bali Bom Bali di Metro TV (foto layar TV oleh penulis)"][/caption]Sudah lama saya muak dengan tivi-tivi berita dinegeri ini yang penuh sensasi.

Beritanya lebay, hiperbolik, berpihak, mengaburkan fakta ketimbang menyajikan berita yang akurat dan berimbang. Kali ini, berita sampah itu disebarkan oleh Metro TV dan jaringanya www.metrotvnews.com dan akun twitter official mereka pada 18 Januari 2016. Usai peristiwa Bom Sarinah, TV milik Surya Paloh itu mengabarkan ada ancaman teror Bom di Bali yang disebarkan orang melalui selebaran.

Kata Metro TV, selebaran berisi ancaman BOM kehancuran para pengusaha di bali diterima sopir Camat Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali yang dibawa oleh seorang pria misterius bermotor. Pria pembawa selebaran yang langsung kabur dan dikatakan Metro TV merupakan jaringan teroris Jakarta yang baru saja membuat geger di Thamrin. Maksudnya apa sih? Mau menakut-nakuti masyarakat luas dengan berita Hoax? Masyarakat Indonesia sudah bersatu padu melawan terorisme.

Polisi juga sudah bergerak cepat untuk memberangus jaringan teroris. Dunia maya sudah dikendalikan dengan tagar # KamiTidakTakut sebagai bukti kondisi sudah terkendali dan masyarakat tak terpengaruh. Ini ngapain coba Metro TV mengail di air keruh??! Mau cari sensasi? Naikin rating? Bukan begitu caranya bossss brewoookk???!!

Sudah seharusnya Metro TV tak menyebarkan berita minim bukti dan verifikasi yang justru kontraproduktif dan menyebabkan kegaduhan dimasyarakat. Ah, nonton berita mending di TVRI saja, adem! Bisa ditonton dan dibaca disini :
• LATAR BELAKANG Siapa pun tahu Bali adalah daerah tujuan wisata utama Indonesia. Posisi itu antara lain dibuktikan dari sumbangannya terhadap devisa negara. Dewasa ini, devisa negara dari sektor pariwisata secara nasional sekitar 5,1 miliar dollar AS per tahun.

Pariwisata Bali menyumbang lebih dari separuhnya: 2,5 miliar-3 miliar dollar AS. Bagi Bali, menyebut pariwisata tak terpisahkan dengan Kabupaten Badung sebagai induknya. Bahwa Badung induk periwisata Bali dapat dimaklumi, sebab Kabupaten ino memiliki obyek wisata molek, seperti Pantai Kuta, Nusa Dua, Jimbaran, dan Seminyak.

Dukungan lain dating dari jumlah hotelnya, di Bali saat ini memiliki 129 hotel berbintang, dari jumlah itu ternyata hanya 10 di luar Kabupaten Badung dan sisanya berada di Kabupaten Badung. P ariwisata memang sudah lebih dari 30 tahun berperan sebagai tonggak utama perekonomian masyarakatnya. Itu artinya pariwisata telah menggeser peran pertanian, terutama pertanian tanaman pangan yang sejak lama sebagai payung ekonomi Pulau Dewata. Namun, geliat ekonomi berfondasi industri pariwisata ternyata sangat rentan terhadap berbagai isu yang datang dari luar, yaitu : terror bom, perang, wabah penyakit, dll.

Ledakan bom di Legian 12 Oktober 2002 merupakan peristiwa yang sangat mengejutkan Bali, Indonesia, dan masyarakat dunia. Dilihat dari jumlah korban meninggal yang mencapai 202 orang, kerusakan material dan dampak negatif ikutannya terhadap dunia pariwisata serta kehidupan finansial masyarakat Bali. Perekonomian Pulau Dewata selama empat tahun belakangan ini terus mengalami cobaan berat, antara lain Bom Bali I, Oktober 2002 silam di Sari Club dan Pady’s Club.

Sejak peristiwa itu perekonomian di Indonesia terutama di Bali sangat terpuruk, sebab kondisi pariwisata di Bali sepi dari pengunjung baik wisatawan domestic maupun mancanegara.

Belum hilang dari ingatan, Bali kembali diguncang bom untuk yang kedua kalinya, Pulau Dewata berkabung menyusul adanya tragedi ini. Kali ini pengeboman terjadi ditiga lokasi yaitu di Kafe Nyoman dan Kafe Menega di Jimbaran serta di Restoran Raja dan Kuta Square di Kuta.

Kehancuran para pengusaha di bali Bom Bali II didua kawasan tersebut terletak di Kabupaten Badung. ­ Setelah peristiwa Bom Bali I, langsung terjadi eksodus besar-besaran bagi wisatawan asing di Bali. Berbeda dengan pasca Bom Bali II, eksodus wisatawan tidak sebasar pasca Bom Bali I. Pasca Bom Bali I dan II banyak yang mengaku tertimpa dampak dari peristiwa tersebut, sebagai contoh saja banyak yang kehilangan pekerjaan atas tragedi bom tersebut, selain itu dampak yang ditimbulkan adalah trauma yang mendalam bagi para korban maupun masyarakat Bali.

Karena ledakan bom Bali bukan hanya menargetkan korban manusia tetapi juga berdampak langsung kepada muramnya wajah pedagang acung, kusamnya mata penjaga artshop, memelasnya senyum perajin, dan panjangnya barisan korban PHK.

Kekerasan bom menjadi topik pembicaraan utama di setiap warung di "pulau surga". Kasus bom sangat terbuka tidak hanya pada media internasional, tetapi pada media lokal, sampai ada banyak orang Bali yang mengatakan mereka merasa di-teror lagi oleh televisi yang menyiarkan berulang-ulang secara penuh dengan gelimpangan mayat para korban Bom Bali.

Untuk beberapa minggu sesudah peledakan bom, orang Bali dari anak sampai dewasa bisa menonton tayangan berita di siang hari dengan mata telanjang, ratusan turis terpanggang lepuh dengan serakan potongan anggota tubuh. Dengan adanya peristiwa ini, image Pulau Dewata sebagai daerah yang damai, jauh dengan kekerasan, serta keramahan masyarakat yang menjadikan pariwisata di Bali semakin eksotis dimata dunia telah berubah. Namun setelah adanya peristiwa yang sangat meninggalkan duka yang mendalam tersebut, seolah-olah Bali kehilangan akan image-nya sehingga pariwisata di Bali lambat laun semakin menurun.

Untuk menjaga image tidak bisa hanya mengandalkan press release yang manis-manis atau membentuk barisan public relations yang tangguh. Kasus bom meletakkan masyarakat Bali di bawah sorotan masyarakat dunia. Orang Bali sadar mereka sedang diperiksa, diuji, dan diselidiki untuk direpresentasikan oleh media luar.

Dari satu sisi, ledakan bom memang memperkeruh perekonomian Bali dari sektor pariwisata. Jika sektor pariwisata sebagai komoditi utama di Bali menurun maka dampaknya akan terasa dikalangan pekerja yang banyak di-PHK karena tidak sesuai dengan pemasukan pemerintah dan pengelola pariwisata. Padahal pariwisata di Bali adalah aset utama Negara dalam mendapatkan devisa dari wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Dengan penurunan masukan devisa saat ini Negara telah merencanakan mengangkat image Bali setelah adanya peristiwa teror bom. Masyarakat ingin bahwa Bali kembali seperti dulu yang dikenal sebagai daerah tujuan utama pariwisata yang bisa mengangkat citra Negara dimata dunia dalam sektor pariwisata. Sektor pariwisata bagi masyarakat Bali sebagimana kebudayaannya, termasuk di dalamnya kesenian dan ritual-ritual keagamaan, menjadi aset menjanjikan untuk pariwisata.

Identitas budaya Bali dipadukan dengan banyaknya industri pariwisata sendiri, masuknya modal industri, menjadi pintu masuk yang penting dalam perkembangan selanjutnya pariwisata Bali. Maka untuk mengembalikan image atau identitas Bali yang selama ini lekat sebagai pulau pariwisata yang indah dan damai, Negara menjamin keamanan untuk para wisatawan yang ingin berlibur atau menikmati indahnya pulau Bali sehingga sektor pariwisata cepat pulih dari keterpurukan pasca bom Bali.

Semakin ketatnya pengamanan terhadap pengunjung di Bali merupakan salah satu contoh dari usaha untuk menjaga keamanan di Bali ataupun dengan tujuan untuk memberi image kepada wisatawan bahwa Bali masih merupakan tujuan wisata yang nyaman indah dan aman. Sangatlah rugi jika daya tarik wisata di Bali dirusak oleh kegiatan terorisme karena Bali merupakan ikon Indonesia sebagai daya tarik wisata di kancah mancanegara yang sangat dikagumi oleh wisatawan di seluruh dunia. Bom Bali membawa dampak yang sangat luas, hampir di segenap aspek kemasyarakatan.

Tragedi bom Bali tampaknya akan mengubah tatanan ekonomi dan sosial Bali, bahkan Indonesia. Banyak ulasan menyebut bahwa, "masyarakat pasca teror, tidak akan pernah sama lagi dengan apa yang kita ketahui sebelumnya". • RUMUSAN MASALAH • Bagaimana kinerja media dalam mengemas berita Bom Bali? setelah ada teror bom adalah contoh perubahan Bagaimana dampak yang ditimbulkan dalam pemberitaan terorisme di Bali? • Bagaimana reaksi media dalam mengungkap kasus Bom Bali?

• Bagaimana pemberitaan media dalam mengangkat citra pariwisata setelah peristiwa Bom Bali? • TUJUAN • Untuk mengetahui sejauh mana media meng ulas pemberitaan bom di Bali. • Dampak yang diterima masyarakat dalam kasus Bom Bali. • Untuk mengetahui reaksi media dalam mengungkap kasus Bom Bali. • Untuk mengetahui cara kerja media dalam mengangkat citra pariwisata setelah peristiwa Bom Bali.

• MANFAAT • PRAKTIS Memberikan pengetahuan baru kepada pembaca tentang komunikasi politik khususnya yang berkaitan dengan terorisme serta peeran media dalam mengupas masalah terorisme.

• TEORITIS Sebagai bahan acuan dan panduan untuk penelitian lain bagi masyarakat yang berminat melakukan penelitian komunikasi khususnya di bidang politik.

Tinjauan Pustaka kehancuran para pengusaha di bali Terorisme Terorisme sering dikatakan sebagai kombinasi pemahaman kekerasan yang koersif, yang didalamnya terdapat tiga unsur yang tidak dapat dipisahkan yaitu kelompok terorisme, pemerintah, dan media massa. (Crelinsten, 1989 :311-312) • Logika Terorisme Pemahaman mengenai terorisme sebagai tindakan yang dilakukan guna mengekspresikan strategi politik. Menunjukan bahwa terorisme mengikuti proses logika tertentu sehingga dapat diketahui dan dijelaskan.

(Martha Crenshaw, 2003:4) • Psikologi Teroris Bahwa teroris politik terdorong untuk melakukan tindakan kekerasan sebagai akibat dari dorongan psikologis dan psikologika khusus mereka dibangun untuk merasionalisasikan tindakan-tindakan yang secara psikologis terpaksa mereka lakukan.

(Jerrold M.Post, 2003:27) • Terorisme Demokrasi Teroris politik dalam masyarakat demokratis hampir selalu menimbulkan konflik-konflik besar setelah ada teror bom adalah contoh perubahan bahwa mereka mencerminkan, meskipun menyimpang, keyakinan dan aspirasi politik dari segmen social yang lebih besar. (Ted Robert Gurr, 2003:109) • Terorisme Bali Gerakan teroris ini menginginkan terbentuknya satu negara besar Islam di seluruh Asia tenggara, termasuk apa yang terjadi di Bali adalah suatu tindakan untuk tercapainya keinginan mereka.

Dengan alasan ini dapat dipahami mengapa akhirnya teroris menganggap jihad adalah jalan terbaik menerima berkat dalam Islam. • Peran Media Terhadap Pemberitaan Terorisme Teroris membutuhkan media untuk mendukung kegiatannya karena para teroris ingin meraih perhatian pemerintah, public, dan dunia melalui liputan media untuk mendukung tujuannya. (Brian Jenkis, 1974) • Pariwisata Pariwisata atau turisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk liburan dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini.

Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia. Definisi yang lebih lengkap, turisme adalah menawarkan tempat istrihat, budaya, pelarian, petualangan, dan pengalaman baru dan berbeda lainnya. (http:id.wikipedia.org/wiki/pariwisata) • Citra Pariwisata Bali Bali dengan segala keunikannya tak hanya menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara, mereka tertarik akan keindahan alam, seni dan budaya Bali.

Pariwisata menjadi sangat rapuh apabila aspek keamanan terganggu. Tragedi bom Bali di tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang yang mengakibatkan pariwisata jadi pincang. (Kompas, 02 Februari 2004) • Dampak Bom Bali Masyarakat Internasional telah memfokuskan perhatiannya pada wisatawan-wisatawan Barat yang tewas dalam peristiwa itu. Tapi masyarakat Bali telah menderita luka yang pedih dan dalam serta sangat mengkhawatirkan masa depan perekonomian mereka.

( www.google.com ) • Opini Masyarakat Opini masyarakat merupakan bentuk dari opini publik yang merupakan opini kolektif dari individu dalam kelompok ataupun golongan-golongan dengan satu tujuan dan aspirasi demi kepentingan masyarakat dalam memainkan peranan penting dalam menciptakan suatu opini publik.

(Susilatuti, Dwi N, 2004 ) PEMBAHASAN Terorisme Terorisme adalah kekerasan, namun tidak setiap bentuk kekerasan adalah terorisme. Sangat penting untuk mengenali terorisme meskipun sulit untuk didefinisikan secara setelah ada teror bom adalah contoh perubahan. Para teroris adalah penganut fanatik keadilan yang terdorong dalam keputus asaan oleh kondisi-kondisi yang tidak tertahankan lagi.

Pada sisi ekstrem yang lain, telah dinyatakan bahwa seluruh dan setiap bentuk dari terorisme secara moral adalah salah. Namun pengecaman total atas kekerasan semacam ini sulit dipertahankan dalam sejarah. Orang-orang yang berada dibalik topeng terorisme terdiri dari anggota-anggota muda kelas menengah berpendidikan, namun ada juga dari anggota-anggota agraria. Kelompok-kelompok teroris sering kali menganut sistem keyakinan tertutup sehingga seseorang mengalami perasaan terikat secara berlebihan yang disertai penilaian buruk terhadap orang lain.

Terorisme melibatkan perencanaan yang matang. Kebiasaan-kebiasaan dan gerakan-gerakan para pentarget harus diamati, persenjataan harus diperoleh, dan transportasi juga rumah yang aman harus disediakan. Untuk mencapai hasil maksimal dari operasi-operasi mereka, para teroris membutuhkan publisitas, idealnya adalah sebuah departemen PR.

Semua kelompok besar teroris memiliki sebuah pusat komando, terkadang seseorang yang sangat professional. Pemerintah mengeluarkan Perpu No.1 Tahun 2002 tentang pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan Perpu No.2 Tahun 2002 tentang pemberlakuan Perpu. No.1 Tahun 2002 untuk Pemberantasan Terorisme di Bali 2002. Bersaman dengan itu dikeluarkan pula instruksi Presiden No.4 Tahun 2002 yang member tugas kepada Menko Polkam untuk mengkoordinasikan langkah-langkah memerangi terorisme, dan Instruksi Presiden No.5 Tahun 2002 yang memberikan otoritas kepada BIN untuk mengkoordinasikan kegiatan intelijen.

Logika Terorisme Bentuk-bentuk tindakan politik yang paling ekstrem dan aneh sekalipun dapat mengikuti logika strategi internal. Bila terdapat pola-pola yang konsisten dalam tindakan teroris dan bukannya sekedar cirri unik yang kebetulan muncul, suatu analisis strategi dapat mengungkapkan pola-pola tersebut prediksi terorisme masa mendatang kehancuran para pengusaha di bali dapat didasarkan pada teori-teori yang menjelaskan pola-pola dari masa sebelumnya.

Terorisme dapat dianggap sebagai suatu hal yang masuk akal untuk mengejar keinginan ekstrem dalam kancah perseteruan politik. Terorisme merupakan salah satu cara berbagai alternative yang dipilih oleh organisasi-organisasi radikal. Konsepsi strategi yang didasarkan pada ide-ide tentang cara terbaik untuk mendapatkan keuntungan dari kemungkinan situasi yang ada, merupakan faktor penentu yang penting bagi terorisme oposisi, karena konsepsi strategi ini merupakan bagian dari respon pemerintah.

Namun demikian, tidak ada satupun penjelasan tentang tindakan teroris yang memuaskan, perhitungan strategi hanyalah satu faktor dalam proses pengambilan keputusan yang mengarah pada terorisme tetapi penting sekali memasukkan alasan strategi sebagai kemungkinan motivasinya, setidaknya untuk menjadi penawar stereotype “teroris” sebagai orang-orang fanatik yang kehilangan akal.

Beberapa kreasi stereotype berbahaya karena meremehkan kemampuan ekstremis ini. Sementara berbagai bentuk stereotype lainnya juga gagal mengajarkan kepada masyarakat atau bahkan para ahli sekalipun tentang betapa kompleksnya motivasi serta tindak teroris. Psikologi Teroris Sebagian besar teroris tidak menunjukan psikopatologi yang parah. Meskipun tidak ada jenis kepribadian tertentu, tampak bahwa orang-orang yang agresif dan berorientasi pada aksi dan sangat mempercayai mekanisme psikologi eksternalisasi serta pembelahan, secara tidak proporsional ada pada pribadi teroris.

kehancuran para pengusaha di bali, setelah ada teror bom adalah contoh perubahan

Data menunjukan banyak terorisme yang telah gagal dalam kepribadian, pendidikan, dan pekerjaan mereka. Kombinasi dari perasaan kekurangan dan kepercayaan pada mekanisme psikologi eksternalisasi dan pembelahan mengantarkan mereka pada sebuah kelompok yang memiliki pemahaman serupa. Terorisme politik bukan hanya merupakan sebuah produk dorongan psikologis, strategi utamanya adalah psikologis karena terorisme politik, pada dasarnya adalah jenis peperangan psikologis yang paling ganas.

Sampai sekarang, teroris telah memiliki monopoli yang sesungguhnya melalui kamera televisi, karena mereka memanipulasi pemirsa yang menjadi target mereka melalui media.

Terorisme Dalam Demokrasi Pemahaman terhadap proses yang menggiring pada episode-episode terorisme dalam demokrasi barat membutuhkan suatu analisis. Suasana politik yang menciptakan keyakinan politik yang memberikan semangat para ekstremis. Penjelasan pilihan rasional atas pertanyaan, mengapa teroris aktif menghentikan perjuangan bersenjata adalah tidak memadai.

Kita perlu memahami mengapa rakyat biasa dan para aktivis berhenti memberikan kepercayaan dan dukungan kepada pembenaran ideology dan taktik terorisme. Dan untuk memahami hal ini kita harus mengamati cara-cara bagaimana serangan balasan, reformasi dan penolak mengubah lingkungan psikologi tempat beroperasinya para teroris. Serangan balasan penting sekali.

Seperti halnya kaum revolusioner berharap bahwa tekanan pemerintah akan meningkatkan dukungan bagi alasan mereka. Tindak terorisme yang salah perhitungan dapat memperluas serta memperkuat antipati publi k pada teroris dan selanjutnya pada tujuan-tujuan mereka.

Seseorang dapat beragumentasi bahwa dalam demokrasi dimana sebagian besar kelompok memiliki kesempatan yang luas untuk memulihkan kekecewaannya.

Hampir semua setelah ada teror bom adalah contoh perubahan terror yang dipublikasikan secara luas akan mendapat pengaruh serangan balasan seperti ini. Yang sama pentingnya adalah respon public terhadap hal-hal yang memberi alasan bagi aktivis untuk menentang rezim. Pemulihan kekecewaan “sepertinya tidaklah untuk mengubah pandangan atau aksi-aksi revolusioner atau teroris yang dipercaya, tetapi lebih tampak sebagai upaya untuk menguras habis basis dukungan social dan politik mereka.

Usaha-usaha publik berskala besar untuk mengurangi ketidakseimbangan rasial benar-benar berperan dalam penurunan kekerasan rasial di Amerika serikat. Reformasi dan munculnya partai separatis yang sah di dunia membatasi alasan kekerasan yang berkelanjutan oleh teroris.

kehancuran para pengusaha di bali, setelah ada teror bom adalah contoh perubahan

Kekerasan teroris dalam masyarakat demokratis menyakiti hati sebagian besar anggota masyarakat itu dan mengikis dukungan tidak hanya bagi kelompok-kelompok yang menggunakannya tetapi juga tujuan-tujuan mereka.

Sebagian besar kegiatan terorisme dalam masyarakat demokrasi mengandung benih-benih kematian mereka sendiri, kecuali terjadi berdasarkan pada minoritas komunal dan politik yang terpilah karena ketidakpuasan atau tidak dapat dipenuhi tujuan perubahan yang fundamental. Faktor-faktor yang mempengaruhi terorisme bunuh diri dapat dikategorikan menjadi menjadi 4 kategori umum: • Faktor kultur Berkenaan dengan terorisme bunuh diri, sebagai man konteks-konteks lain yang berhubungan dengan pengorbanan diri, kultur (termasuk agama) bias mempengaruhi perilaku dengan dua cara utama yaitu: dengan meletakkan norma-norma yang sesuai dengan diman kondisi seseorang boleh melakukan bunuh diri dan kadang-kadang manggambarkan cara melakukannya (aktif/pasif) dan dengan cara mempengaruhi konsep orang-orang mengenai hal-hal yang terjadi setelah kematian.

• Indoktrinisasi Indoktrinisasi mungkin ikut berperan dalam bunuh diri terorisme dengan dua cara yaitu: yang pertama adalah sebuah proses pendididkan diman seseorang diberi keyakinan tentang pentingnya latar belakang dan cara-cara yang diperlukan untuk pelaksanaan sebuah misi.

Agen-agen yang berpengaruh dalam fase ini yang biasanya sangat panjang waktunya mungkin sulit diketahui dan bias jadi termasuk orang tua, teman-teman, para guru, Penulisan dan agen-agen sosialisasi lainnya. Tipe indoktrinisasi yang kedua adalah bujukan yang berorientasi pada pencapaian misi bagi orang yang dimaksudkan untuk melakukan bunuh diri, ini biasanya diklakukan oleh pemimpin-pemimpinyang karismatik dalam politik, militer maupun agama.

Jenis indoktrinisasi ini relative singkat dan terjadi sesaat sebelum pelaksanaan misi bunuh diri. • Faktor situasi Kumpulan fak tor-faktor ini mengikutsertakan pula kondisi-kondisi dan tempat dilakukannya bunuh diri. Pertanyaan yang penting dalam beberapa kasus bunuh diri teroris adalah mengenai kematian sebagai alternative yang lainnya adalah siksaan atau hukuman yang sangat lama, bunuh diri merupakan pilihan yang masuk akal bagi orang-orang yang tidak mungkin memasukkannya sebagai alternative dalam situasi normal.

Terorisme Bali Dengan menempatkan masalah terorisme sebagai masalah global bisa memahami bagaimana dunia modern ini dalam polaritas, dunia yang berkutub mukmin dan kafir, kehancuran para pengusaha di bali didalamnya terdapat kekuatan-kekuatan jahat, penindasan, dan kedzaliman menyerang kekuatan-kekuatan kebajikan.

Kebenaran dalam terorisme adalah melawan kaum musyrik, kaum murtad dan golongan kaum yahudi dan nasrani atau penganut agama lain yang menolak kekuatan Islam.

kehancuran para pengusaha di bali, setelah ada teror bom adalah contoh perubahan

Gerakan teroris ini menginginkan terbentuknya satu negara besar Islam di seluruh Asia tenggara, termasuk apa yang terjadi di Bali adalah suatu tindakan untuk tercapainya keinginan mereka.

Dengan alasan ini dapat dipahami mengapa akhirnya teroris menganggap jihad adalah jalan terbaik menerima berkat dalam Islam. Ada sebagian pendapat mengaitkan gerakan teroris adalah untuk membajak demokrasi merebut kekuasaan dan hak-hak mereka memunculkan fundamentalisme dan terorisme Islam.

Apapun pernyataan yang muncul mengangkat tentang teroris sebagai salah satu kekuatan tersendiri atau bahkan mungkin kekuatan perubahan dunia Islam di mata para Negara barat merupakan suatu ancaman tersendiri. Sehingga bagaimanapun besarnya efek yang ditimbulkan bom bunuh diri di Bali merusak pedamaian dunia ini. Gerakan teroris yang pada halnya ingin mensyiarkan minoritas yang lurus ditengah lautan kebodohan dan kekafiran menjadi sebuah ancaman tersendiri buat masyarakat secara luas.

Gerakan teroris dalam melakukan bom bunuh diri tampak sebagai kebanggaan dan jawaban yang hebat mereka melakukan bom bunuh diri menatap masa depan dengan sedikit harapan, tingginya pengangguran dan kemiskinan endemik, semuanya dapat menghasilkan amarah dan murka untuk membalas mereka yang bertanggung jawab.

Kejadian yang terjadi pada Bom bali adalah suatu perjuangan para kelompok Islam garis keras yang muak dengan segala setelah ada teror bom adalah contoh perubahan dan ingin diberlakukannya secara menyeluruh syariat Islam di bumi Indonesia ini.

Para teroris meyakini bahwa apa yang mereka lakukan adalah jihad fii sabilillah dan meyakini amalan mereka akan dibalas di surga oleh Allah azza wa jalla. Sekalipun menewaskan beberapa orang dari kaum muslimin yang disebut sebagai bagian dari manusia yang salah. Apa yang telah terjadi pasca ledakan bom bali telah menorehkan sejarah yang panjang untuk bangsa Indonesia dan menanggung beban yang berat sebagai Negara teroris.

Gerakan terorisme sendiri merupakan ancaman terhadap perdamaian dan keaman nasional dan internasional. Serangkaian peristiwa pemboman yang terjadi di wilayah Bali telah mengakibatkan hilangnya nyawa tanpa memandang korban, menimbulkan ketakutan masyarakat secara luas, dan kerugian harta benda, sehingga menimbulkan dampak yang luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan hubungan internasional. Peledakan bom Bali tersebut merupakan salah satu modus pelaku terorisme yang telah menjadi fenomena di Negara Indonesia.

Terorisme merupakan kejahatan terorganisasi, dan bahkan merupakan tindak pidana yang mengancam keselamatan masyarakat luas. Peran Media Terhadap Pemberitaan Terorisme Teroris membutuhkan media untuk mendukung kegiatannya. Peliputan media secara luas merupakan salah satu indikator keberhasilan terorisme. Penggunaan media secara aktif ,antara lain : • Mengkomunikasikan pesan-pesan ketakutan kepada khalayak luas • Mempolarisasi pendapat umum • Mencoba menarik anggota baru pada gerakan teroris • Mengecoh musuhnya dengan menyebar informasi palsu • Mengiklankan diri dan menyebabkan mereka merasa terwakili • Membangkitkan keprihatinan public terhadap korban untuk menekan agar pemerintah melakukan kompromi atau konsesi • Mengalihkan perhatian public dari isu-isu yang tidak dikehendaki dengan harapan berita terror mereka mengisi halaman depan media • M embangkitkan kekecewaan public terhadap pemerintah Penggunaan media secara pasif oleh teroris, diantaranya : • Sebagai jaringan komunikasi eksternal diantara teroris • Mempelajari teknik-teknik penanganan terbaru terhadap terorisme dari laporan media • Mendapat informasi tentang kegiatan terkini pasukan keamanan menghadapi terror yang sedang mereka lakukan • Menikmati laporan media yang berlebihan tentang kekuatan teroris sehingga menciptakan ketakutan pihak musuh dan mencegah keberanian polisi secara individual • Mengidentifikasi target-target selanjutnya • Mencari tahu reaksi public terhadap tindakan mereka.

Peran media massa lokal di Bali, seperti Bali Post dan Bali TVsangat positif karena selain memberikan informasi faktual dan mengutip pendapat-pendapat yang menyejukkan dan membuat orang sudi melakukan introspeksi.

Sehari setelah ledakan, di Bali TV disampaikan ajakan selain mengutuk pelaku pemboman juga mengimbau masyarakat Bali untuk menyampaikan duka cita dengan mengibarkan bendera setengah tiang. Pengibaran bendera itu tidak saja untuk menunjukkan masyarakat berduka tetapi memperlihatkan bahwa masyarakat memiliki satu sikap atau bersatu dalam menghadapi tindakan terorisme. Sebagi contoh Bali Post yang memberitakan tragedi peledakan bom.

Koran berpengaruh Bali Post edisi 16 Oktober, misalnya, menerbitkan dua berita masing-masing “Jaga Bali, Seluruh Umat agar Merapatkan Barisan” dan Pasca Tragedi 12 Oktober, Organisasi Pemuda dan Mahasiswa Satukan Pandangan ( Bali Post16 Oktor 2002), yang potensial untuk mencegah munculnya konflik.

Pariwisata Pada saat dunia pariwisata di tanah air lesu karena situasi politik dan keamanan tidak menentu, Bali masih tetap didatangi turis asing. Bali tetap sebuah pulau yang aman untuk dikunjungi. Ini seperti mengukuhkan citra Bali yang sudah lama beredar di mancanegara, bahwa dalam hal pariwisata, Bali seperti bukan bagian dari Indonesia, justru Indonesia itulah berada "di dalam Bali".

Bagi pelancong manca negara, Bali tetap menjadi daerah tujuan wisata yang membuat nikmat. Pada tahun 1998 diberi predikat The Best Island untuk Bali, sehingga pelaku pariwisata di Bali sekuat tenaga bekerjasama untuk memberikan citra ke luar bahwa Bali tetap daerah yang aman-aman saja. (Tempo, Agustus 2001) Bali dan pariwisata tidak bisa dipisahkan. Bukan hanya pemerintah provinsi (pemprov) Bali yang banyak berharap dari sektor jasa ini untuk menggerakkan roda pembangunan, tetapi besar masyarakatnya juga bertumpu di sektor tersebut.

Apa yang kehancuran para pengusaha di bali pemprov Bali maupun masyarakat untuk membangun pariwisata sebenarnya merupakan langkah tepat. Mengingat potensi Bali bukan di pertambangan atau energi, melainkan di pariwisata melalui budaya, seni, adat-istiadat dan keindahan alamnya. Namun, sektor pariwisata juga merupakan bisnis jasa yang paling rentan terhadap perubahan kondisi sosial, ekonomi, politik dan keamanan, yang sifatnya tidak lagi lokal atau regional, tetapi sudah mengglobal.

Karena itu, ketika sektor andalan ini mengalami tekanan, maka sektor-sektor lain yang terkait juga mengalami kelesuan. ( www.badung.go.id) Namun sektor keamanan dan kenyamanan pariwisata di Bali mulai timpang setelah adanya tragedi bom di Legian12 Oktober 2001 silam yang merenggut korban jiwa lebih dari 200 orang. Ledakan bom di Legian 12 Oktober 2002 merupakan peristiwa yang sangat mengejutkan Bali, Indonesia, dan masyarakat dunia.

Sempat terjadi kekhawatiran bahwa akan ada konflik, tindak kekerasan, atau gangguan keamanan pasca-bom Bali. Namun, hal itu tidak menjadi kenyataan. Kekhawatiran yang sempat muncul bahwa akan terjadi gangguan keamanan dalam proses ivestigasi dan persidangan tersangka bom Bali setahun setelah ledakan, juga tidak menjadi kenyataan.

Ketertiban dan keharmonisan Bali cukup kondusif sejak bom meledak. Ledakan bom yang meluluhlantakkan Paddy’s Bar dan Sari Club juga terjadi bulan Oktober, tepatnya 12 Oktober 2002. Korban yang meninggal dalam serangan ini sebagian besar warga asing. Pada malam ledakan bom itu, masyarakat dan petugas keamanan langsung memberikan bantuan untuk menolong korban. Proses evakuasi berlangsung berhari-hari dan itu dilaksanakan secara tulus dan penuh semangat oleh para sukarelawan.

Setelah peristiwa ini pariwisata di Pulau Dewata mengalami cobaan yang sangat berat dengan menurunnya minat wisatawan untuk berkunjung ke Bali secara drastis. Belum hilang dari ingatan tragedi tersebut, pada tahun 2005 Bali kembali diguncang bom, dua di Jimbaran dan satu di Kuta.

Lagi-lagi sasarannya adalah tempat hiburan, yaitu di Kafe Nyoman dan Kafe Menega, kedua tempat ini terletak di Jimbaran, dan Restoran Raja’s di Kuta Square. Ledakan setelah ada teror bom adalah contoh perubahan terjadi sekitar pukul 19.20 hingga 19.42 WITA seakan mengubah Pulau Dewata dari keceriaan.

Pertokoan yang ramai dibanjiri pengunjung, jalanan yang padat dengan kunjungan turis, berbalik 180 derajat. Mereka yang datang dengan bahagia, makam malam bersama di tempat yang indah, harus kehilangan orang yang dicintai.

Kejadian di Jimbaran dan Kuta, seakan membuka luka lama. Trauma para korban maupun keluarganya akan tragedi berdarah 2002 seakan terhenyak kembali. Mereka seakan tak percaya akan terulangnya kembali tragedi yang menyesakkan di hati. Namun, mereka tetap terus mencoba melanjutkan kehidupan.

kehancuran para pengusaha di bali, setelah ada teror bom adalah contoh perubahan

Citra Pariwisata Bali Untuk memulihkan citra pariwisata Bali pemerintah bersama semua pelaku kepentingan pariwisata lainnya mengadakan berbagai kegiatan dengan dilaksanakannya berbagai acara dengan tujuan tidak lain untuk dapat bersosialisasi bersama masyarakat sekitar dan mempererat hubungan agar dapat terjalin perdamaian melalui kegiatan wisata.

Lebih penting lagi, perayaan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan citra pariwisata Bali sebagai pintu gerbang pariwisata Indonesia, yang melibatkan berbagai pihak baik dari dalam dan luar negeri, maka masyarakat internasional akan menyadari bahwa Bali memang aman untuk dikunjungi dan dapat menyuguhkan berbagai kegiatan menarik selain daya tarik utama pada aspek alam dan kehancuran para pengusaha di bali masyarakatnya.

Bercermin dari tragedi bom Bali, misalnya, roda industri pariwisata di Indonesia-terutama di Bali-hampir berhenti bergerak. Dua bom, yang diledakkan tepat di jantung pariwisata Bali, yaitu Kuta dan Jimbaran, melemahkan denyut nadi pariwisata Bali.

Dampaknya jelas terlihat, jumlah kunjungan langsung wisatawan asing ke Bali berkurang drastis dan mencapai titik terendah sepanjang sejarah.

Citra akan muncul dari kondisi, jika kondisi domestik mapan dan membaik maka harapan akan adanya perbaikan citra itu tidak mengawang-awang. Citra Pulau Bali khususnya dan pariwisata Indonesia umumnya menjadi porak poranda setelah ledakan terjadi di Kuta, Bali pada tanggal 12 Oktober 2002 pukul dan 1 Oktober 2005.

Sampai saat ledakan itu, Bali terkenal dengan reputasinya sebagai pulau yang penuh kedamaian dan juga sebagai destinasi turis yang aman. Tak dapat dilupakan adalah usaha anggota masyarakat di sekitar Denpasar baik nasional maupun internasional yang telah dengan suka rela dan tidak mengenal waktu serta tidak mengenal lelah membantu evakuasi kehancuran para pengusaha di bali identifikasi para korban.

Kebersatuan nampak dari usaha-usaha kemanusiaan tersebut dan berbagai pernyataan duka yang disampaikan oleh banyak anggota masyarakat baik di dalam maupun luar negeri. (Suara Merdeka, Juni 2007) Dampak Bom Bali Bom yang mengguncang Bali, kini mulai memperlihatkan dampaknya terhadap dunia usaha setempat. Perusahaan-perusahaan yang menghadapi masalah tersebut antara lain dari hotel dan akomodasi, sementara sisanya usaha lain penunjang pariwisata seperti rekreasi dan restoran.

Dari sini dapat dilihat sektor perekonomian di Bali nampak lesu pasca ledakan bom, karena pemasukan dari pariwisata relatif menurun tajam.

Perekonomian di Bali sangat dipengaruhi oleh pariwisata sebagai komoditi utama. Industri pariwisata Bali sebagai roda penggerak perekonomian di Bali, karena masyarakatnya bergantung dari sektor pariwisata sehingga menjadi perhatian dunia. Keterpurukan perekonomian masyarakat Bali juga terlihat kredit macet yang melonjak menjadi 2,85 persen dari total kredit sebulan setelah Bom Bali II, jauh lebih tinggi dibanding Desember 2004 yang hanya mencapai 1,88 persen pada Desember 2004.

Pada bulan Desember 2005, kucuran kredit perbankan ditingkatkan sebesar 21,8 persen. Tim memperoleh informasi, kinerja sektor perbankan di Bali bertendensi terus turun, dari 6,79 persen tahun 2004, menjadi 5,97 persen di 2005, dan diperkirakan akan terus merendah pada tahun 2006.Sementara di sisi investasi, secara keseluruhan diperkirakan tahun ini turun sekitar 2 persen dibanding tahun 2005.

Demikian juga pada kunjungan langsung wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali, yang sebelum Bom Bali II mencapai 162.102 orang, pada bulan Juni 2006 hanya 110.196 orang. Setelah Bom Bali II muncul pesimisme bawah sadar yang mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya Bom Bali III yang memperburuk citra Bali yang selama ini dikenal aman sebagai tujuan turisme.

Akibat dari degradasi citra yang tidak menguntungkan itu, kunjungan wisman pada satu bulan setelah peristiwa pengeboman, menurun tajam 49,37 persen, dan baru terasa peningkatannya pada bulan April 2006, walaupun sampai saat ini (Juli 2006) belum dapat menarik wisman ke Bali pada posisi sebelum Bom Bali II. Pembentukan Badan Koordinasi Pengamanan Daerah (BKPD) Bali adalah salah satu bukti keseriusan pemerintah untuk memperbaiki citra dimaksud, yang saat ini telah berangsur membaik.

Pertumbuhan ekonomi bali per tahun sejak 2002 sampai dengan 2005 adalah 3,15 persen, 3,65 persen, 4,62 persen, dan 5,46 persen. Sementara itu PDRB per kapita yang pada tahun 2004 sebesar Rp 8.532.323, naik menjadi Rp 9.395.547 di tahun 2005, dan diperkirakan menjadi Rp 10.005.908 di tahun ini.

Di sektor perikanan dan pertanian, dampak negatif Bom Bali II lebih kecil dibanding dampak negatif kenaikan BBM. Namun untuk sektor perdagangan justru dampak Bom Bali II lebih besar bila dibandingkan dengan dampak Bom Bali I.

Sub sektor kerajinan (Industri Kecil dan Menengah) merupakan sub sektor yang sangat tergantung kepada kegiatan pariwisata. Menurunnya wisatawan ke Bali berbanding lurus dengan menurunnya penjualan produk mereka.

Kesulitan pasokan bahan baku juga menerpa sub sektor ini karena tingginya ongkos angkut. Karena gabungan dari dampak Bom Bali II, naiknya harga BBM, isu gempa dan tsunami, serta tersendatnya serapan anggaran pemerintah, banyak prediksi memperkirakan di tahun ini ekonomi Bali belum dapat pulih seperti kondisi sebelum Bom Bali II. Kunjungan wisatawan ke Bali juga belum pulih, banyak karyawan yang terancam PHK, kredit bank menjadi macet, pajak hotel dan restoran yang semula menjadi andalan APBD menurun drastis, pengusaha hotel malah ada yang ingin menjual hotelnya, dan masih banyak lagi dampak negatif lain akibat peristiwa tersebut.

Sebaliknya sumber lain SH menyatakan dampak bom Bali itu telah menyebabkan sebagian pendatang yang beragama Islam mendapat tekanan. Adalah warga masyarakat Kampung Islam Kepaon Denpasar Selatan yang paling merasakan imbas tak menyedapkan terkait dengan peledakan bom di Diskotik Sari Club (SC) Legian, Kuta – Bali.

(Sinar Harapan, 13 Oktober 2003) Opini Masyarakat Opini-opini yang terlontar dimasyarakat bergam bentuknya, mulai dari mengutuk, mengecam bahkan mencibir dari tindakan peledakan y a ng terjadi di Bali.

Banyak warga yang tidak berdosa menjadi korban dalam aksi bom di Bali. Hal ini yang membuat masyarakat mengangga aksi terorisme ini menjadi muasuh utama di Indonesia bahkan di dunia.

Berikut adalah contoh opini dari seseorang dalam bentuk keprihatinan dan kedukaan bagi Bali. “Sebelumnya saya mengucapkan bela sungkawa atas terjadinya bom di Bali yang memakan korban puluhan tewas dan ratusan luka-luka. Ledakan yang terjadi di dua tempat yaitu di RAJA Bar and restaurant, Kuta Square dan di Nyoman Cafe, Jimbaran Bali adalah sangat mengejutkan kita semua. Karena Bali yang sudah pulih kepercayaan dunia internasional atas keamanan akibat peledakan bom bulan Oktober 2002, kini menjadi sasaran kali kedua pelaku peledakan yang tidak bertanggungjawab, kejam dan tidak berprikemanusiaan.

Peledakan bom Bali ke-2 ini terjadi di tengah-tengah sedang terjadinya pro kontra kenaikan bahan bakar minyak (BBM), hendaknya kejadian ini tidak dimanfaatkan atau dijadikan komoditi politik bagi mereka yang “berseberangan” atau mereka yang tidak setuju dengan kepemimpinan Susilo Bambang Yudoyono dan Jusuf Kalla untuk menarik simpati masyarakat dengan berkomentar menyudutkan pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono dan Jusuf Kalla yang seolah-olah kejadian bom Bali ini merupakan pengalihan isu untuk meredam isu BBM yang sendang marak terjadi.

Adalah tidak manusiawi bila dalam situasi seperti ini dijadikan komoditi politik. Peledakan bom tidak ada kaitannya dengan isu BBM yang sedang marak. Karena tidak mungkin hanya untuk mengalihkan sebuah isu, memakan korban yang begitu banyak dengan melakukan peledakan bom.

Peledakan bom di Bali ini adalah dilakukan oleh orang yang tidak memiliki agama, orang yang kejam, dan pemboman ini adalah suatu kejahatan yang harus kita kutuk keras. Untuk itu pemerintah dapat menemukan pelaku peledakan tersebut dan pelakunya dihukum yang seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku. Semoga keluarga para korban diberi ketabahan Tuhan YME. ( www.mimbar- opini .com ). KESIMPULAN Peran media massa lokal di Bali, seperti Bali Post dan Bali TVsangat positif karena selain memberikan informasi faktual dan mengutip pendapat-pendapat yang menyejukkan dan membuat orang sudi melakukan introspeksi.

Sehari setelah ledakan, di Bali TV disampaikan ajakan selain mengutuk pelaku pemboman juga mengimbau masyarakat Bali untuk menyampaikan duka cita dengan mengibarkan bendera setengah tiang.

Pengibaran bendera itu tidak saja untuk menunjukkan masyarakat berduka tetapi memperlihatkan bahwa masyarakat memiliki satu sikap atau bersatu dalam menghadapi tindakan terorisme. Untuk memulihkan citra pariwisata Bali pemerintah bersama semua pelaku kepentingan pariwisata lainnya mengadakan berbagai kegiatan dengan dilaksanakannya berbagai acara dengan tujuan tidak lain untuk dapat bersosialisasi bersama masyarakat sekitar dan mempererat hubungan agar dapat terjalin perdamaian melalui kegiatan wisata.

Lebih penting lagi, perayaan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan citra pariwisata Bali sebagai pintu gerbang pariwisata Indonesia, yang melibatkan berbagai pihak baik dari dalam dan luar negeri, maka masyarakat internasional akan menyadari bahwa Bali memang aman untuk dikunjungi dan dapat menyuguhkan berbagai kegiatan menarik selain daya tarik utama pada aspek alam dan budaya masyarakat
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Negara(BIN), Sutanto mengakui adanya perubahan pola kerja dalam teror bom buku yang terjadi di kantor JIL, BNN dan kediaman Japto Soerjosoemarno.

Saat ini para pelaku teror lebih senang bekerja secara perorangan ketimbang kelompok. "Kan bisa bermacam cara dilakukan, yang lalu di kelompok massa, sekarang perorangan, bisa berubah-ubah," ujar Sutanto saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Rabu( 16/3/2011).

Saat ditanya apakah kini sudah ada indikasi pelaku dalam teror bom buku, dan perubahan teknik pemboman yang dinilai sudah canggih dan lebih maju dari sebelumnya, Sutanto meminta semua pihak bersabar, karena masih dilakukan pendalaman. "Tunggu dulu, ini kan masih pendalaman supaya tidak ganggu," jelasnya.

Mantan Kapolri ini kembali menjelaskan bahwa pihaknya setelah ada teror bom adalah contoh perubahan saat ini masih melakukan pendalaman terkait kejadian teror tersebut. "Ini masih dalam pendalaman, kejadian teror banyak sekali, aparat intelijen sudah bekerja keras dan beberapa kali bisa mencegahnya tapi tentu tidak mudah mengungkap sesuatu kejahatan apalagi mereka dalam melaksanakannya secara tertutup," jelas Sutanto.

Meski begitu, Sutanto mengatakan BIN dalam tugasnya tetap berusaha untuk membongkarnya. Sebab, pihaknya sudah pernah berkali-kali berhasil membongkar kasus serupa.

Lebih jauh Sutanto menjelaskan bahwa seluruh pihak diminta bersabar terkait ada atau tidaknya jaringan baru dalam bom buku agar nantinya tidak menganggu proses penyidikan. "Tunggu ya, jangan sekarang. Mohon sabar supaya tidak ganggu proses penyidikan," tandasnya.Bagi rekan-rekan guru yang mengampu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas 9 mungkin membutuhkan soal-soal penilaian harian untuk digunakan peserta didiknya di sekolahnya masing-masing.

Pada kesempatan ini kami bagikan soal Penilaian Harian IPS Kelas 9 Semester ganjil materi Perubahaan Sosial Budaya yang dibuat oleh Bapak Mustofa Kemal Faturohman Guru IPS SMP PGRI 7 Kota Bogor Jawa Barat. Soal IPS Kelas 9 Semester Ganjil Materi Perubahaan Sosial Budaya : 1.

Faktor penyebab perubahan yang berasal dari dalam masyarakat adalah …. a. peperangan untuk mempertahankan negara b. penemuan teknologi baru c. terjadinya perubahan iklim d. penemuan teknologi tepat guna Jawaban B Faktor penyebab perubahan yang berasal dari dalam masyarakat adalah penemuan teknologi baru. Penemuan¬-penemuan baru merupakan suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi terjadi dalam jangka waktu yang tidak lama (innovation). 2. Perubahan yang terjadi pada struktur dan organisasi sosial dalam masyarakat merupakan pengertian perubahan sosial budaya menurut ….

kehancuran para pengusaha di bali, setelah ada teror bom adalah contoh perubahan

a. Bruce Cohen b. Kingsley Davis c. Mac Iver d. Ginsberg Jawaban A Perubahan yang terjadi pada struktur dan organisasi sosial dalam masyarakat merupakan pengertian perubahan sosial budaya menurut Bruce Cohen. 3. Perubahan¬perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial merupakan pengertian perubahan sosial budaya menurut …. a.

Bruce Cohen b. Kingsley Davis c. Mac Iver d. Ginsberg Jawaban C Perubahan¬perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial merupakan pengertian perubahan sosial budaya menurut Mac Iver. 4.

kehancuran para pengusaha di bali, setelah ada teror bom adalah contoh perubahan

Berikut adalah beberapa kecenderungan perubahan kebudayaan dalam masyarakat, kecuali …. A. kehidupan dalam masyarakat itu selalu terbuka untuk melakukan perubahan dan perbaikan B. setiap kebudayaan juga mempunyai kecenderungan untuk berubah karena kenyataan yang dihadapi manusia bukan merupakan keteraturan yang kuat C.

pada perubahan sosial, yang berubah adalah kehancuran para pengusaha di bali dan hubungan sosialnya, sedangkan pada perubahan kebudayaan, yang berubah adalah kebudayaannya D. kebudayaan yang kurang maju akan punah Jawaban D Beberapa kecenderungan perubahan kebudayaan dalam masyarakat adalah a.

setiap kebudayaan cenderung untuk bertahan; b. kehidupan dalam masyarakat itu selalu terbuka untuk melakukan perubahan dan perbaikan; c. setiap kebudayaan juga mempunyai kecenderungan untuk berubah karena kenyataan yang dihadapi manusia bukan merupakan keteraturan yang kuat; d.

pada perubahan sosial, yang berubah adalah struktur dan hubungan sosialnya, sedangkan pada perubahan kebudayaan, yang berubah adalah kebudayaannya. 5. Pertentangan dalam masyarakat merupakan salah satu penyebab terjadinya …. a. perubahan kebudayaan b. perubahan sosial budaya c. integrasi kebudayaan d. integrasi sosial Jawaban B Pertentangan dalam masyarakat merupakan salah satu penyebab terjadinya perubahan sosial budaya. Pertentangan dalam masyarakat menjadi penyebab terjadinya perubahan¬perubahan sosial dan kebudayaan.

Pertentangan dapat terjadi antarorang perorang dengan kelompok atau antarkelompok itu sendiri karena adanya perbedaan kepentingan sehingga menimbulkan suatu perubahan dalam masyarakat.

6. Fenomena yang timbul sebagai hasil pertemuan kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan berbeda dan mengadakan kontak secara langsung dan terus¬menerus disebut ….

a. difusi b. akulturasi c.

kehancuran para pengusaha di bali, setelah ada teror bom adalah contoh perubahan

disintegrasi d. akomodasi Jawaban B Fenomena yang timbul sebagai hasil pertemuan kelompok manusia yang kehancuran para pengusaha di bali kebudayaan berbeda dan mengadakan kontak secara langsung dan terus¬menerus disebut akulturasi. Hal itu akhirnya menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan asli satu kelompok atau keduanya.

7. Perubahan kebudayaan dalam masyarakat secara damai dan tidak ada pertentangan karena kedua kebudayaan yang berpadu sudah sinkron arahnya disebut …. a. difusi b. akulturasi c. disintegrasi d. sinkretisme Jawaban D Perubahan kebudayaan dalam masyarakat secara damai dan tidak ada pertentangan karena kedua kebudayaan yang berpadu sudah sinkron arahnya disebut sinkretisme. Dalam sinkretisme kemungkinan juga terjadi penyimpangan, tetapi keduanya tidak saling mengancam sehingga tidak terjadi konflik yang hebat.

8. Lahirnya kebudayaan Hindu¬Jawa karena proses akulturasi antara budaya Hindu dan Jawa atau budaya Islam dan Jawa merupakan contoh …. a. difusi b. akulturasi c. disintegrasi d. sinkretisme Jawaban B Lahirnya kebudayaan Hindu¬Jawa karena proses akulturasi antara budaya Hindu dan Jawa atau budaya Islam dan Jawa merupakan contoh akulturasi.

9. Proses mempelajari dan menyamakan alam pikiran serta sikap dengan adat, sistem norma, dan peraturan yang hidup dalam kebudayaan sendiri, serta dimulai sejak kecil disebut ….

a. difusi b. akulturasi c. disintegrasi d. inkulturasi Jawaban D Proses mempelajari dan menyamakan alam pikiran serta sikap dengan adat, sistem norma, dan peraturan yang hidup dalam kebudayaan sendiri, serta dimulai sejak kecil disebut inkulturasi. Inkulturasi disebut juga pembudayaan. 10. Teori bahwa peradaban besar berada dalam siklus yang meliputi kelahiran; pertumbuhan; keruntuhan; kematian dikemukakan oleh ….

a. Bruce Cohen b. Kingsley Davis c. Mac Iver d. Toynbee Jawaban D Teori bahwa peradaban besar berada dalam siklus yang meliputi kelahiran; pertumbuhan; keruntuhan; kematian dikemukakan oleh Toynbee.

Teori ini disebut cyclical theories. 11. Masyarakat bangsa Jepang dan Korea Selatan yang memiliki semangat kerja tinggi, sekarang mengalami kemajuan yang sangat pesat adalah contoh perubahan …. a. laten b. manifes c. tidak disengaja d. regresif Jawaban B Perubahan manifes, yaitu suatu perubahan yang gejala maupun prosesnya dapat diamati, seperti masyarakat bangsa Jepang dan Korea Selatan yang memiliki semangat kerja tinggi, sekarang mengalami kemajuan yang sangat pesat.

12. Kehancuran para pengusaha di Bali, setelah ada teror bom adalah contoh perubahan …. a. laten b. manifes c. tidak disengaja d. regresif Jawaban A Perubahan laten, yaitu suatu perubahan yang gejala maupun prosesnya tidak dapat diamati atau dideteksi, seperti kehancuran para pengusaha di Bali, setelah ada teror bom. 13. Masyarakat pinggir pantai yang mendapat rezeki karena ada ikan terdampar adalah contoh perubahan a.

laten b. manifes c. tidak disengaja d. regresif Jawaban C Perubahan unintended atau tidak disengaja, yaitu suatu perubahan yang terjadi secara kebetulan, seperti masyarakat pinggir pantai mendapat rezeki karena ada ikan terdampar. 14. Meningkatkan sumber daya manusia, dengan memberi kesempatan memperoleh pendidikan, tugas belajar, peningkatan biaya atau anggaran pendidikan, peningkatan standar mutu pendidikan, dan peningkatan daya saing bangsa secara internal dan global adalah contoh perubahan ….

a. laten b. manifes c. tidak disengaja d. disengaja Jawaban D Perubahan intended atau disengaja, yaitu suatu perubahan yang dilakukan secara sadar demi kemajuan, seperti meningkatkan sumber daya manusia, dengan memberi kesempatan memperoleh pendidikan, tugas belajar, peningkatan biaya atau anggaran pendidikan, peningkatan standar mutu pendidikan, dan peningkatan daya saing bangsa secara internal dan global.

15. Kerusakan akibat bencana alam tsunami di Aceh dan gempa bumi di Yogyakarta adalah contoh perubahan …. kehancuran para pengusaha di bali.

laten b. manifes c. tidak disengaja d. regresif Jawaban D Perubahan regresif, yaitu suatu perubahan yang mengarah pada keadaan yang lebih buruk, menuju pada kemunduran, seperti kerusakan akibat bencana alam tsunami di Aceh dan gempa bumi di Yogyakarta.

16. Datangnya Ratu Adil sebagai mesias (penyelamat) merupakan contoh …. a. setelah ada teror bom adalah contoh perubahan b. sinkretisme c. asimilasi d. milenarisme Jawaban D Milenarisme disebut juga mesianisme, yaitu perubahan kebudayaan dalam masyarakat yang sudah dinantikan bersamaan dengan munculnya pemimpin yang dianggap bijaksana, wibawa, dan adil. Contohnya, pada zaman Perang Kemerdekaan, bangsa Indonesia membutuhkan fgur yang mampu mengangkat martabat bangsa Indonesia sehingga dalam masyarakat muncul keinginan menunggu datangnya Ratu Adil sebagai mesias (penyelamat).

17. Bertemunya kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan berbeda dan mengadakan kontak secara langsung dan terus¬menerus merupakan contoh gejala …. a. difusi b. sinkretisme c. asimilasi d.

akulturasi Jawaban A Akulturasi meliputi fenomena yang timbul sebagai hasil pertemuan kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan berbeda dan mengadakan kontak secara langsung dan terus¬menerus. Hal itu akhirnya menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan asli satu kelompok atau keduanya.

Jadi, akulturasi (kontak kebudayaan) adalah pertemuan dua kebudayaan dari bangsa berbeda yang berakibat satu sama lain saling memengaruhi dan terjadi perpaduan kebudayaan yang prosesnya berlangsung dalam kurun waktu lama dan terus¬menerus sehingga terjadi perubahan pola kebudayaan lama.

Misalnya, lahirnya kebudayaan Hindu¬Jawa karena proses akulturasi antara budaya Hindu dan Jawa atau budaya Islam dan Jawa. 18. Makin berkurangnya perbedaan antara individu dan kelompok atau makin eratnya persatuan aksi, sikap, serta proses mental yang berhubungan dengan kepentingan serta tujuan yang sama merupakan contoh gejala …. a. difusi b. sinkretisme c.

asimilasi d. akulturasi Jawaban C Asimilasi adalah suatu proses sosial yang ditandai oleh makin berkurangnya perbedaan antara individu dan kelompok atau makin eratnya persatuan aksi, sikap, serta proses mental yang berhubungan dengan kepentingan serta tujuan yang sama.

Individu yang berasimilasi dalam kelompok tertentu akan kehilangan sifat¬sifat khasnya. Individu tersebut akan menyesuaikan diri dengan anggota kelompok. Lancar tidaknya proses asimilasi tergantung pada faktor toleransi, simpati, perkawinan campuran, dan faktor keamanan.

19. Tersebarnya unsur¬unsur kebudayaan dari satu individu ke individu lain atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain merupakan contoh gejala …. a. difusi b. sinkretisme c. asimilasi d. akulturasi Jawaban A Difusi kebudayaan adalah suatu proses persebaran unsur¬unsur kebudayaan dari satu individu ke individu lain atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain.

Dengan proses difusi, manusia dapat menghimpun berbagai masukan yang akhirnya dikumpulkan sebagai suatu penemuan baru. Penemuan¬penemuan baru ini dapat diteruskan dan disebarluaskan kepada masyarakat sehingga bisa dimanfaatkan. 20. Perubahan kebudayaan dalam masyarakat secara damai merupakan contoh gejala …. a. difusi b. sinkretisme c. asimilasi d. akulturasi Jawaban B Sinkretisme adalah perubahan kebudayaan dalam masyarakat secara damai dan tidak ada pertentangan karena kedua kebudayaan yang berpadu sudah sinkron arahnya.

Dalam sinkretisme kemungkinan juga terjadi penyimpangan, tetapi keduanya tidak saling mengancam sehingga terjadi konflik yang hebat. Dampak Perubahan Sosial Budaya 21. Berikut adalah dampak positif perubahan kebudayaan, kecuali …. a. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi b. perubahan nilai c. perubahan sikap d. peningkatan swasembada pangan Jawaban D Dampak positif perubahan kebudayaan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu perubahan nilai, perubahan sikap, dan meningkatnya kualitas hidup.

22. Berikut adalah dampak negatif perubahan sosial budaya, kecuali …. a. pola hidup hemat b. pola hidup konsumtif c. individualisme d. kesenjangan sosial Jawaban A Dampak negatif perubahan sosial budaya, yaitu a. pola hidup konsumtif; b. individualisme; c. kesenjangan sosial; d. gaya hidup kebarat-baratan. 23. Berikut dampak positif globalisasi terhadap budaya Indonesia, kecuali ….

a. masyarakat berwawasan makin luas setelah ada teror bom adalah contoh perubahan. masyarakat dapat mengambil hikmah dari peristiwa penting di luar negeri c. masyarakat bersifat kritis terhadap kebijakan pemerintah d.

masyarakat mengenal bermacam kebudayaan dari luar negeri Jawaban C Dampak positif globalisasi terhadap budaya Indonesia, yaitu a. masyarakat berwawasan makin luas; b. masyarakat dapat mengambil hikmah dari peristiwa penting di luar negeri; c. masyarakat mengenal bermacam kebudayaan dari luar negeri; d. masyarakat dapat mengembangkan kebudayaan bangsa yang sesuai dengan peradaban kita dengan konsep dari luar negeri.

24. Golongan masyarakat yang menerima arus globalisasi adalah …. a. individu atau kelompok masyarakat dari kalangan generasi muda yang memiliki kecenderungan terbuka menerima unsur-unsur perubahan dan modernisasi b. individu atau kelompok masyarakat tertinggal yang berada di daerah terasing yang kontaknya dengan budaya luar relatif terbatas c.

individu atau kelompok masyarakat dari kalangan generasi tua d. individu atau kelompok masyarakat yang belum mapan dan belum siap menerima perubahan-perubahan, baik mental maupun fisik Jawaban A Golongan masyarakat yang tidak menerima arus globalisasi adalah a. individu atau kelompok masyarakat tertinggal yang berada di daerah terasing yang kontaknya dengan budaya luar relatif terbatas; b.

individu atau kelompok masyarakat dari kalangan generasi tua; c. individu atau kelompok masyarakat yang belum mapan dan belum siap menerima perubahan-perubahan, baik mental maupun fisik. 25. Terjadinya modernisasi dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut, kecuali … a. perkembangan ilmu pengetahuan b. perkembangan teknologi c. perkembangan industri d. perkembangan investasi asing Jawaban D Terjadinya modernisasi dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: a.

perkembangan ilmu pengetahuan; b. perkembangan teknologi; c. perkembangan industri; d. perkembangan ekonomi; 26. Berikut adalah unsur budaya yang paling rentan terhadap pengaruh asing, kecuali …. a. ilmu pengetahuan b. sistem adat c. perangkat teknologi dan komunikasi d.

mata pencaharian Jawaban B Unsur budaya yang paling rentan terhadap pengaruh asing adalah a. ilmu pengetahuan; b. perangkat teknologi dan komunikasi; c.

mata pencaharian; d. musik dan hiburan; 27. Kelompok masyarakat yang mempunyai kecenderungan untuk mencurigai unsur-unsur globalisasi adalah kalangan …. a. generasi tua b. wanita c. anak-anak d. generasi muda Jawaban A Kelompok masyarakat yang mempunyai kecenderungan untuk mencurigai unsur-unsur globalisasi adalah kalangan generasi tua.

Mereka mempunyai kecenderungan untuk mencurigai unsur- unsur globalisasi tersebut. 28. Contoh unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masyarakat desa adalah a.

pupuk b. penyuluhan pertanian c. sistem bercocok tanam d. traktor Jawaban D Contoh unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masyarakat desa adalah traktor. Selain harganya mahal, alat ini sulit dirawat oleh para petani. 29. Meniru mode pakaian yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, mode rambut dicat pirang, gaya bicara dan adat sopan santun pergaulan orang Barat merupakan wujud ….

a. modernisasi b. globalisasi c. reformasi setelah ada teror bom adalah contoh perubahan. westernisasi Jawaban D Meniru mode pakaian yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, mode rambut dicat pirang, gaya bicara dan adat sopan santun pergaulan orang Barat merupakan wujud westernisasi. Westernisasi ialah usaha meniru gaya hidup orang Barat secara berlebihan.

Misalnya, meniru mode pakaian yang tidak sesuai dengan kepribadian kita, mode rambut dicat pirang, gaya bicara dan adat sopan santun pergaulan orang Barat, dan sering ditambah dengan sikap merendahkan bahasa nasional dan adat sopan santun pergaulan Indonesia. 30. Berikut ini adalah gejala-gejala globalisasi, kecuali …. a. disintegrasi bangsa Uni Soviet b. saling ketergantungan (interdependensi) di antara bangsa-bangsa dan penduduk di dunia c.

kesamaan dalam kebutuhan dan persamaan di antara individu-individu dan masyarakat di seluruh dunia d. terjadi perkembangan bidang transportasi, komunikasi, perekonomian yang bersifat global Jawaban A Gejala-gejala globalisasi adalah saling ketergantungan (interdependensi) di antara bangsa-bangsa dan penduduk di dunia, kesamaan dalam kebutuhan dan persamaan di antara individu-individu dan masyarakat di seluruh dunia, terjadi perkembangan bidang transportasi, komunikasi, perekonomian yang bersifat global, dan kebutuhan untuk melihat berbagai isu dan kejadian dalam konteks global.

31. Berikut adalah dampak negatif perubahan sosial budaya, kecuali …. a. pola hidup hemat b. individualisme c. kesenjangan kehancuran para pengusaha di bali d. gaya hidup kebarat-baratan Jawaban A Dampak negatif perubahan sosial budaya, antara lain pola hidup konsumtif, individualisme, kesenjangan sosial, dan gaya hidup kebarat-baratan.

a. Pola Setelah ada teror bom adalah contoh perubahan Konsumtif Pola hidup konsumtif muncul dan meningkat karena adanya promosi yang gencar di media massa. Masyarakat makin rakus mengonsumsi produk-produk yang dihasilkan produsen. Agar tidak terjebak pada pola hidup konsumtif, hendaknya manusia dapat menentukan sendiri prioritas kebutuhannya.

b. Sikap Individualistik Persaingan hidup yang makin keras dan ketat menyebabkan nilai-nilai kemanusiaan mengalami pergeseran, seperti munculnya sikap individualistik.

Budaya gotong royong dan tolong-menolong lebih bersifat fungsional yang disalurkan melalui lembaga sosial. Di masyarakat perkotaan, sikap individualistik sangat kentara. c. Kesenjangan Sosial Kesenjangan sosial muncul karena perubahan kebudayaan hanya dinikmati oleh sekelompok masyarakat tertentu. Kelompok yang dapat memanfaatkan perubahan dengan baik akan memiliki kemampuan sosial ekonomi yang lebih baik bila dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami perubahan.

d. Gaya Hidup Kebarat-baratan (Westernisasi) Pengaruh budaya yang datang ke Indonesia ada juga yang berasal dari Barat. Nilai-nilai budaya Barat bagi masyarakat sering dianggap sebagai budaya yang maju dan modern. Ada sekelompok masyarakat yang lebih suka bersikap kebarat-baratan agar dinilai sebagai orang-orang modern. Nilai-nilai budaya yang datang dari Barat tidak selamanya positif, tetapi ada pula nilai negatifnya.

32. Berikut adalah faktor nilai budaya luar yang termasuk aspek-aspek modernisasi, kecuali …. a. senantiasa meningkatkan pengetahuan b. patuh pada hukum c. kemandirian d. ketertutupan Jawaban D Globalisasi terbentuk akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi internasional yang merupakan faktor teknis dan fisik. Faktor lain yang sangat berpengaruh terhadap terjadinya perubahan sosial budaya sebagai akibat globalisasi adalah faktor nilai budaya luar.

Faktor-faktor nilai budaya tersebut adalah termasuk aspek-aspek modernisasi, seperti a. senantiasa meningkatkan pengetahuan; b. patuh pada hukum; c. kemandirian; d. kemampuan melihat ke depan; e. keterbukaan; f. etos kerja; g. rasionalisasi; h. efsiensi dan produktivitas; i. keberanian bersaing dan bertanggung jawab; j.

keberanian menanggung risiko. 33. Terjadinya guncangan budaya bangsa akibat globalisasi disebut …. a. cultural lag b. cultural shock c. cultural error d. cultural leg Jawaban B Dampak globalisasi dapat bersifat negatif dan positif. Dampak negatifnya, antara lain sebagai berikut.

1. Terjadinya guncangan budaya bangsa (cultural shock) akibat informasi penonjolan budaya asing. 2. Terjadinya ketimpangan budaya (cultural lag) masyarakat maju di kota-kota dengan masyarakat desa di daerah terpencil. 3.

Memperkecil unsur-unsur kebudayaan asli di Indonesia karena ada desakan budaya asing. 4. Masyarakat cenderung bersifat konsumerisme. 34. Pada dasarnya dampak negatif pembangunan terjadi karena …. a. adanya segolongan masyarakat yang menolak pembangunan b. kurang berkembangnya iptek c. kehancuran para pengusaha di bali masyarakat menghadapi perubahan-perubahan yang ditimbulkan oleh pembangunan d. kuatnya nilai-nilai tradisional Jawaban C Pada dasarnya dampak negatif pembangunan terjadi karena ketidaksiapan masyarakat menghadapi perubahan- perubahan yang ditimbulkan oleh pembangunan.

Proses pembangunan membutuhkan penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang seimbang dengan kondisi alam, sosial, dan kebutuhan masyarakat.

Namun, seringkali terjadi bahwa teknologi modern yang diterima masyarakat tidak diimbangi dengan perubahan tata nilai dan norma masyarakat. Misalnya, fasilitas-fasilitas mewah yang diberikan kepada para pemuka masyarakat akan menimbulkan keretakan, kecemburuan sosial, bahkan konsumerisme pada masyarakat jika tidak diimbangi sikap mental yang baik dalam penggunaan fasilitas itu.

Pembangunan dan modernisasi memiliki dampak positif dan negatif. 35. Berikut ini yang bukan faktor-faktor yang memengaruhi modernisasi oleh adalah ….

a. perkembangan ilmu pengetahuan b. perkembangan teknologi c. perkembangan industri d. perkembangan militer Jawaban D Terjadinya modernisasi dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: a. perkembangan ilmu pengetahuan; b. perkembangan teknologi; c.

perkembangan industri; d. perkembangan ekonomi.
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Keberadaan Perkebunan pada Pariwisata • Kasus Narkoba dan Standar Ganda Pariwisata Budaya Bali • Human Trafficking dan Nasib Pekerja Pariwisata Bali • Silaturahmi kehancuran para pengusaha di bali Kolaborasi Membangun Jejaring Pariwisata • Mega-Event MotoGP Mandalika: Peluang, Dampak, dan Tantangan bagi Pariwisata dan Masyarakat Lokal • Libur Lebaran dan Bergejolaknya Pariwisata Bali Aksi terorisme di Indonesia mulai menjadi topik hangat pembicaraan setelah terjadinya kasus Bom Bali baik yang pertama maupun yang kedua.

Dua aksi terorisme ini menjadi salah satu aksi terbesar yang pernah terjadi di Indonesia, bahkan di dunia. Peristiwa ini dianggap sebagai kasus pidana terorisme terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Beberapa warga negara asing yang tengah berlibur di Bali menjadi korban dari aksi ini, antara lain Australia, Inggris, Kanada, serta beberapa negara lainnya.

Dengan adanya kejadian ini, Indonesia dirundung masalah yang berat terkait dengan masalah keamanan. Sebagai dampaknya, kecaman pun berdatangan dari berbagai penjuru dunia, seperti mengeluarkan travel warning hingga ancaman menurunnya potensi wisata Indonesia. Â Salah satu dampak yang dirasakan dari adanya aksi tersebut bagi kehidupan masyarakat Bali adalah dari segi ekonomi, yakni pendapatan pemerintah dan warga menurun sebagai akibat langsung dari aksi bom Bali.

Hal tersebut mengakibatkan pariwisata di Bali sempat terpuruk beberapa tahun setelah kejadian Bom Bali I. Saat keadaan pariwisata tersebut sedang kembali dibangun, Bom Bali II menyusul sehingga membuat suasana pariwisata di Bali semakin kacau. Banyak turis asing bahkan domestik yang enggan melakukan kunjungan wisata ke Pulau Bali karena takut jiwa mereka akan terancam. Kondisi perekonomian di Bali saat itu menurun karena berkurangnya jumlah wisatawan, padahal kita semua sudah mengetahui bersama bahwa Bali adalah p ulau yang mendapatkan banyak penghasilan dari kegiatan pariwisata.

 Selain itu dampak lain yang dirasakan juga yaitu dari segi sosial dimana para korban bom Bali tersebut akan mengalami trauma mendalam akibat kejadian tersebut. Sehingga berdampak sangat tidak baik bagi kejiwaan mereka. Sebagian masyarakat yang tinggal di Bali pun akan merasa tidak aman lagi untuk bertempat tinggal di Bali. Akan mulai muncul rasa curiga mereka terhadap orang yang tidak dikenalnya. Hal ini karena kenyamanan yang mereka miliki sudah terusik dengan adanya aksi terorisme terkait.

 Kejahatan terorisme memang sudah seharusnya lenyap. Aksi-aksi tersebut hanya mengganggu ketenteraman kehidupan serta keamanan hidup seseorang maupun kelompok. Penanggulangan aksi terorisme yang telah banyak dilakukan oleh negara sudah seharusnya lebih ditingkatkan lagi terutam di daerah-daerah yang sering menjadi sasaran aksi terorisme seperti di Bali.  Sudah saatnya pihak terkait, seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kepolisian RI mislanya, meningkatkan kemampuan untuk mengendus jaringan-jaringan yang mampu dan memiliki kemungkinan untuk melakukan aksi terorisme, sehingga penanggulangan yang dilaksanakan bukan hanya reaktif pasca terjadinya terorisme saja.

Selain itupenanaman kembali nilai-nilai pancasila serta ideologi bangsa, setelah ada teror bom adalah contoh perubahan kondisi ekonomi, serta peran serta masyarakat juga akan menjadi ujung tombak penanganan masalah terorisme.

 Dan yang harus kita ingat bahwa aksi-aksi terorisme tidak bisa hanya dilakukan dengan cara hard power saja seperti dengan kekerasan untuk menangkap atau penyergapan teroris, namun dibutuhkan pula cara soft power seperti sosialisme nilai-nilai pancasila, pemahaman ideologi, melakukan dialog-dialog dengan kelompok yang memiliki kemungkinan dalam aksi terorisme serta deradikalisasi.

   Â

Terjadi lagi! Bom bali merenggut banyak korban jiwa




2022 www.videocon.com