Apa itu rival dalam bahasa gaul

apa itu rival dalam bahasa gaul

Untuk bahasa-bahasa non-baku di Indonesia, lihat Ragam bahasa non-baku di Indonesia. Bahasa Gaul atau bahasa Indonesia gaul adalah laras informal dari bahasa Indonesia yang muncul pada dekade 1980-an dan berkembang hingga saat ini. Dasar bahasa gaul adalah bahasa Betawi. Bahasa ini mulanya digunakan di wilayah Jakarta, tetapi lambat laun tersebar ke seluruh Indonesia melalui media massa, khususnya televisi dan internet.

Bahasa ini menggantikan bahasa prokem yang sebelumnya ramai digunakan pada 1970-an. Selain meneruskan pengaruh sejumlah kosakata bahasa prokem, ragam bahasa Indonesia gaul ini juga menerima pengaruh dari bahasa Binan dan bahasa daerah. [1] [2] [3] Daftar isi • 1 Penamaan • 2 Sejarah • 3 Ciri kebahasaan • 3.1 Pembentukan kata • 3.1.1 Penghilangan bunyi • 3.1.2 Monoftongisasi • 3.1.3 Perubahan vokal • 3.1.4 Perubahan konsonan • 3.1.5 Metatesis • 3.1.6 Hentian glotis • 3.1.7 Pemendekan kata • 3.1.8 Lain-lain • 3.2 Imbuhan apa itu rival dalam bahasa gaul 3.2.1 Awalan • 3.2.2 Sisipan • 3.2.3 Leburan • 3.2.4 Akhiran • 3.2.5 Impitan • 3.3 Partikel • 3.3.1 Deh • 3.3.2 Ding • 3.3.3 Dong • 3.3.4 Kan • 3.3.5 Kek • 3.3.6 Kok • 3.3.7 Lah • 3.3.8 Loh • 3.3.9 Sih • 3.3.10 Nih • 3.3.11 Toh • 3.3.12 Tuh • 3.3.13 Ya • 3.3.14 Apa itu rival dalam bahasa gaul • 3.4 Kata seru • 3.4.1 Dasar • 3.4.2 Eh/heh • 3.4.3 Jah/jiah • 3.4.4 Masa • 3.4.5 Nah • 3.4.6 Waduh • 3.4.7 Wah • 3.4.8 Yah • 3.5 Pengisi • 3.6 Pengulangan • 4 Serapan • 4.1 Inggris • 4.2 Tionghoa • 4.3 Jawa • 4.4 Sunda • 5 Peran dan penggunaan • 6 Standardisasi dan dokumentasi • 7 Pengaruh • 8 Lihat juga • 9 Catatan kaki Penamaan [ sunting - sunting sumber ] Laras formal dan laras informal dalam bahasa Indonesia sesungguhnya tidak memiliki nama resmi (dikeluarkan pemerintah), karena pemerintah Indonesia hanya mengakui satu bahasa Indonesia, yakni bahasa Indonesia baku.

[4] Meskipun demikian, penggunaan istilah bahasa baku untuk bahasa Indonesia formal dan bahasa gaul untuk bahasa Indonesia informal sudah banyak dipakai baik oleh masyarakat umum maupun akademisi dalam negeri [1] dan luar negeri. [5] Nama "bahasa gaul" ditengarai diperkenalkan pertama kali oleh Debby Sahertian. Penamaan ini terinspirasi dari fenomena maraknya tenda gaul ketika Indonesia mengalami Krisis Moneter pada penghujung dasawarsa 1990-an.

Tenda gaul sering didatangi orang-orang untuk bergaul, mengobrol atau merumpi dengan sahabat dan teman-teman. Penamaan ini juga digunakan oleh Debby untuk menamai kamus bahasa percakapan karyanya Kamus Gaul yang sebenarnya sebagian besarnya merupakan bahasa Binan.

[6] Kata "gaul" sendiri meski telah sejak lama menjadi bagian dari kamus bahasa Indonesia, dalam konteks ini, kata gaul diberikan makna yang melebihi maknanya aslinya; ia tidak hanya berarti semacam berinteraksi atau bersosialisasi, melainkan juga terasosiasi dengan citra ramah, supel, modern, canggih dan urban. [7] Bahasa gaul sebelumnya lebih dikenal sebagai bahasa prokem. [8] Oleh sebab itu, terdapat sebagian kalangan yang masih menyebut bahasa gaul sebagai bahasa prokem, khususnya generasi yang lebih tua, walau bentuknya sudah sedikit banyak berubah dari bahasa prokem yang dikenal pada 1970-an.

[9] Selain disebut bahasa gaul dan bahasa prokem, sebagian kalangan kadang menyebut bahasa ini sebagai "bahasa Jakarta" sebagaimana pertama kali muncul dan digunakan di wilayah Jakarta. [10] [11] [12] Nama-nama lain yang mungkin juga digunakan untuk merujuk bahasa ini meliputi bahasa Indonesia gaul, bahasa Indonesia informal, dan bahasa Indonesia (dialek) Jakarta.

apa itu rival dalam bahasa gaul

{INSERTKEYS} [4] [2] Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Gambaran yang disederhanakan dari perkembangan bahasa Gaul, pada fase "bahasa Jakarta" bahasa ini telah mendapat pengaruh dari bahasa Prokem dan bahasa Binan. Menurut Ben Anderson, bahasa Indonesia berkembang ke dua arah yang berbeda, yakni bahasa Indonesia baku dan bahasa Indonesia gaul. Ia mengibaratkan bahasa baku sebagai bahasa krama yang "tinggi" dan bahasa gaul sebagai bahasa ngoko yang "rendah".

Bahasa Indonesia yang "rendah" ini mengambil banyak pengaruh dari Bahasa Betawi. Penjenjangan bahasa yang diglosik ini sesungguhnya merupakan penggunaan dua dialek yang berbeda dari satu bahasa induk, yaitu bahasa Melayu.

[13] Pengaruh bahasa Betawi terhadap bahasa gaul tidak terlepas dari kehadiran bahasa ini dalam beragam saluran budaya populer Indonesia. Terpaparnya masyarakat Indonesia dengan tayangan-tayangan berbahasa Betawi pada 1970-an menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan dan penggunaan bahasa gaul secara nasional.

Salah satu karya yang paling berkontribusi adalah film-film Benyamin Sueb yang mengangkat budaya dan bahasa Betawi sebagai bagian dari budaya populer nasional. [14] [15] Pada 1990-an, karya perfilman penting lainnya yaitu Si Doel Anak Sekolahan yang juga dibawakan dengan bahasa Betawi. Bahasa Betawi di sini kemudian bukan lagi milik orang Betawi saja, melainkan telah menjadi ekspresi kebahasaan bagi orang-orang Jakarta secara umum, terlepas dari suku mana mereka berasal. [3] Banyak orang keliru menyamakan antara bahasa Betawi dan "bahasa gaul" Jakarta karena kedekatan keduanya.

Bahasa Betawi dan bahasa gaul merupakan dua bahasa yang berbeda dan memiliki identitas penutur yang berbeda pula. Dikatakan bahwa orang Betawi di Jakarta mampu beralih dari bahasa Betawi ke bahasa gaul ketika berhadapan dengan penutur non-Betawi.

Hal ini menandakan adanya batasan dan perbedaan antara keduanya sekalipun merupakan bahasa yang berdekatan. [4] Meski bahasa gaul menggantikan bahasa prokem, bahasa prokem masih memberikan pengaruh signifikan bagi perbendaharaan bahasa gaul. Awal mula bahasa prokem dapat ditelusuri hingga paruh kedua dasawarsa 1950-an yang banyak dituturkan di kalangan bramacorah, preman dan anak jalanan. {/INSERTKEYS}

apa itu rival dalam bahasa gaul

Pada dasawarsa berikutnya, bahasa prokem mulai populer di kalangan pemuda perkotaan ibukota. Puncaknya terjadi pada tahun 1970-an ketika Teguh Esha, seorang pengarang dan wartawan, menerbitkan novelnya Ali Topan Anak Jalanan (1972) dan sekuelnya Ali Topan Detektip Partikelir (1973) yang digandrungi kalangan muda waktu itu.

Dalam novelnya, Teguh Esha melampirkan senarai kosakata bahasa prokem yang dapat digunakan selayaknya kamus. [16] [17] Film populer seperti Catatan Si Boy juga semakin membuat bahasa prokem-bahasa gaul dikenal secara nasional.

[18] Pada 1980-an hingga 1990-an, ragam bahasa non-baku yang agak berbeda mulai digunakan oleh kalangan kelas menengah Jakarta. Bahasa ini kemudian diberi nama 'bahasa gaul'. Sementara itu, unsur-unsur bahasa prokem mulai melebur ke dalam perbendaharaan bahasa gaul.

[19] Di sisi lain, bahasa Binan yang dituturkan oleh kalangan pria homoseksual dan waria juga menyumbangkan pengaruh besar terhadap bahasa gaul nasional. Pasca berakhirnya Orde Baru, meresapnya bahasa Binan ke bahasa Indonesia gaul didorong dari tampilnya bahasa ini di berbagai media massa, khususnya televisi.

Terbitnya Kamus Gaul oleh Debby Sahertian yang memuat perbendaharaan bahasa Binan juga merupakan lompatan besar yang kian mendorong masuknya banyak kosakata Binan ke dalam perbendaharaan bahasa gaul di tataran nasional.

[20] [21] Bahasa gaul menjadi umum digunakan di berbagai lingkungan sosial bahkan dalam media-media populer seperti TV, radio, dan dunia perfilman nasional. Seringkali pula bahasa gaul digunakan dalam bentuk pengumuman-pengumuman yang ditujukan untuk kalangan remaja oleh majalah-majalah remaja populer. Bahasa gaul kemudian menjadi hal tidak terpisahkan dari budaya pop Indonesia dan identitas pemuda apa itu rival dalam bahasa gaul di Indonesia.

Karena jamaknya, bahasa gaul (di samping bahasa daerah masing-masing) merupakan bahasa utama yang digunakan untuk komunikasi lisan oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, kecuali untuk keperluan formal atau acara resmi. Karena itu pula, seseorang mungkin akan merasa canggung untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang lain menggunakan bahasa Indonesia formal.

[19] [7] Ciri kebahasaan [ sunting - sunting sumber ] Sebagian leksikon dalam bahasa gaul masih berhubungan dengan kata asalnya dari bahasa baku.

Dalam hal ini, penutur dalam menebak arti sebuah kata bahasa Indonesia gaul dari kemiripannya dengan bahasa Indonesia baku. Perubahan bunyi dapat berupa pengguguran bunyi, peluluhan bunyi, monoftongisasi dan lain sebagainya.

Sebagian lainnya merupakan kata yang sama sekali berbeda untuk arti yang sama atau serupa. Kata ini bisa berupa serapan dari bahasa daerah atau asing, atau merupakan neologisme dalam perkembangan bahasa gaul.

Pembentukan kata [ sunting - sunting sumber ] Penghilangan bunyi [ sunting - sunting sumber ] Beberapa kosakata dalam bahasa gaul menghilangkan bunyi dari padanan bahasa bakunya. Beberapa contoh penghilangan bunyi di awal kata: • Habis → abis • Memang → emang • Sudah → udah Beberapa contoh penghilangan bunyi di tengah kata: • Lihat → liat • Bohong → boong • Kasihan → kasian • Tahu → tau Beberapa contoh penghilangan bunyi di akhir kata: • Jodoh → jodo • Bodoh → bodo • Boleh → bole Monoftongisasi [ sunting - sunting sumber ] Beberapa kosakata dalam bahasa gaul menyederhanakan bunyi diftong dari kata bahasa baku menjadi bunyi monoftong.

Monoftongisasi apa itu rival dalam bahasa gaul ai menjadi e. • Pakai → pake • Cabai → cabe • Capai → cape(k) Monoftongisasi diftong au menjadi o. • Kalau → kalo • Galau → galo • Kacau → kaco Perubahan vokal [ sunting - sunting sumber ] Beberapa kosakata dalam bahasa gaul mengubah bunyi vokal dari padanan bahasa bakunya.

Beberapa contoh perubahan bunyi vokal u menjadi o. • Belum → belom • Telur → telor • Kaus → kaos Beberapa contoh perubahan bunyi vokal i menjadi e. • Kemarin → kemaren • Naik → naek • Baik → baek Film dengan judul Gagak Item (1939), kata item ini masih digunakan sampai sekarang dalam bahasa gaul, dalam bahasa baku menjadi hitam.

Beberapa contoh perubahan bunyi vokal a menjadi e pepet. • Datang → dateng • Dekat → deket • Benar → bener Perubahan konsonan [ sunting - sunting sumber ] Beberapa kosakata dalam bahasa gaul mengubah bunyi konsonan dari padanan bahasa bakunya. • Zaman → jaman • Izin → ijin • Maaf → maap • Syaraf → sarap Metatesis [ sunting - sunting sumber ] Beberapa kata dalam bahasa gaul merupakan bentuk metatesis dari bahasa baku. Meski demikian, umumnya bentuk aslinya juga diterima dalam bahasa gaul.

Metatesis dalam bahasa gaul dapat dilakukan dengan membaca kata dari belakang, menyusun ulang urutan suku kata, menukar bunyi vokal dan lain sebagainya. [22] • Lucu → ucul • Bisa → sabi • Balik → bakil • Bang → ngab Hentian glotis [ sunting - sunting sumber ] Hentian glotis merupakan salah satu ciri yang dimiliki bahasa gaul, khususnya dalam bentuk "aslinya" yang dituturkan di Jakarta.

Hentian glotis kadang ditulis menggunakan huruf k di akhir kata atau petik / ' / jika di tengah kata (jarang). Meski demikian hentian glotis lebih sering tidak ditulis dan hanya muncul ketika diucapkan. [22] • Bisa akan terdengar seperti bisak • Lucu akan terdengar seperti lucuk • Bete akan terdengar seperti betek Hentian glotis yang biasanya ditulis ada di kata seperti, cowok, cewek, cuek, berak dll.

Pemendekan kata [ sunting - sunting sumber ] Dalam bahasa gaul, terdapat sejumlah kata yang dihasilkan dari pemendekan dua kata atau lebih. • Terima kasih → makasih • Tidak jelas → ga jelas → gaje • Cari perhatian → caper • Malas gerak → males gerak → mager Pemendekan suku kata: • Banget → bet • Jangan → jan • Kayak → kek • Mohon → mon Lain-lain [ sunting - sunting sumber ] Bahasa gaul secara terbatas juga mengenal produksi kata dengan menambahkan bunyi s di belakang kata atau suku kata.

[23] • Ganteng → gans • Cantik → cans • Bagaimana → gimana → gimans • Santai → sans Imbuhan [ sunting - sunting sumber ] Pemberian imbuhan dalam bahasa gaul cukup berbeda dengan imbuhan yang umum dikenal dalam bahasa baku.

Awalan [ sunting - sunting sumber ] Awalan ke- dalam bahasa gaul setara dengan awalan ter- dalam bahasa baku. • Terinjak → keinjek • Terminum → keminum Awalan nge- dapat digunakan seperti awalan me- dalam bahasa baku. • Menjual → ngejual • Melihat → ngeliat Sisipan [ sunting - sunting sumber ] Sisipan -ok- warisan bahasa prokem juga kadang masih dijumpai dalam bahas gaul. Perlu diketahui bahwa sisipan ini tidaklah memberikan perubahan makna kata.

• Berak → boker • Bapak → bokap • Nyak → nyokap • Sini → sokin • BF → beep → bokep • Tai → tokai Leburan [ sunting - sunting sumber ] Leburan ng- digunakan di depan kata yang diawali vokal atau huruf k, digunakan seperti awalan me- dalam bahasa baku.

• Mengangkat → ngangkat • Mengebut → ngebut Akhiran [ sunting - sunting sumber ] Akhiran -in merupakan salah satu fitur paling dikenal dalam bahasa gaul.

Dalam bahasa Indonesia baku -in setara dengan akhiran -i atau -kan. Akhiran -in ditengarai merupakan pengaruh dari bahasa Bali. • Pikirkan → pikirin • Diajari → diajarin Akhiran -an dapat berfungsi secara berbeda dengan akhiran -an dalam bahasa baku. Selain bisa membuat kata kerja menjadi kata benda, seperti kata buat menjadi buatan, akhiran -an juga dapat berarti lebih (sebagai pembanding sesuatu). • Lebih banyak → banyakan. Kayaknya porsi lo banyakan dari yang kemaren deh. • Lebih kecil → kecilan.

Ini kayaknya seragam gue jadi kecilan. Impitan [ sunting - sunting sumber ] Impitan ke- -an meski mirip dengan apa yang digunakan dalam bahasa baku, namun memiliki arti yang berbeda.

Ke- -an dapat bermakna 'terlalu'. • Terlalu panjang → kepanjangan • Terlalu besar → kebesaran • Terlalu berpikir → kepikiran Partikel [ sunting - sunting sumber ] Salah satu iklan di Jakarta dengan penerapan partikel kok. Bahasa Indonesia gaul memiliki beragam partikel dan merupakan salah satu ciri utama dari bahasa ini. Sih, dong, tuh, dan deh merupakan sebagian dari partikel-partikel bahasa gaul yang dapat memberikan nuansa yang berbeda pada sebuah kalimat. Partikel-partikel ini, walaupun pada umumnya pendek, tetapi mampu menambahkan makna tertentu yang mungkin sulit disampaikan dengan bahasa baku.

Kebanyakan partikel mampu memberikan informasi tambahan kepada orang lain seperti tingkat keakraban antara pembicara dan pendengar, suasana hati/ekspresi pembicara, dan suasana pada kalimat tersebut ketika diucapkan. Beberapa partikel dalam bahasa gaul diambil dari kebiasaan dalam bahasa Betawi, di antaranya deh, dong, dan kok.

[24] Sejumlah partikel dalam bahasa gaul dijelaskan secara ringkas menggunakan kata "Dia datang": • Dia dateng deh - digunakan untuk mempertegas pernyataan, biasanya dalam nuansa agak terpaksa, tidak setuju dll. • Dia dateng ding - digunakan untuk menandai bahwa pernyataan tersebut mengoreksi pernyataan sebelumnya, "Dia ternyata datang." • Dia dateng apa itu rival dalam bahasa gaul - digunakan untuk mengungkapkan kepastian; dong jika dibaca panjang juga dapat berarti keinginan akan sesuatu • Dia dateng kan - digunakan untuk meminta penegasan terhadap sebuah pernyataan; kependekan dari kata bukan • Dia dateng kek - digunakan untuk menyatakan keinginan atau usulan dalam nuansa yang agak kesal, marah dll.

• Dia dateng kok - digunakan untuk meyakinkan seseorang yang mungkin meragukan pernyataan itu • Dia dateng lah - digunakan untuk mengungkapkan kepastian dengan percaya diri akan kebenaran pernyataan • Dia dateng loh - digunakan untuk menegaskan bahwa informasi tersebut benar, biasanya dalam nuansa persuasi meyakinkan lawan bicara • Dia dateng nih - digunakan sebagai penegas bahwa sesuatu sedang terjadi di sini • Dia dateng sih - digunakan untuk mengungkapan ketidakinginan akan suatu kebenaran pernyataan • Dia dateng toh - digunakan untuk memberi tahu kebenaran pernyataan apa itu rival dalam bahasa gaul orang yang sebelumnya meragukannya • Dia dateng tuh - digunakan sebagai penegas bahwa sesuatu sedang terjadi di sana • Dia dateng ya - digunakan untuk mengonfirmasi, memohon dll.

Beberapa partikel juga dapat diletakkan di awal kalimat untuk arti yang berbeda. • Kok dia dateng? - digunakan sebagai pengganti kata tanya kenapa • Lah, dia dateng?

- digunakan seperti kata seru untuk menyatakan keheranan • Loh, dia dateng? - digunakan seperti kata seru untuk menyatakan keheranan Deh [ sunting - sunting sumber ] Deh memiliki beberapa fungsi yang akan dijelaskan pada bagian berikut.

Partikel ini tidak dapat dipakai di awal kalimat lengkap atau berdiri sendiri. [25] [26] • Deh sebagai "bagaimana kalau." • Coba dulu deh. (tidak menggunakan intonasi pertanyaan) - Bagaimana kalau dicoba dahulu? • Besok pagi aja deh. - Bagaimana kalau besok pagi saja? • Deh sebagai "saya mau." • Lagi deh. - Saya mau lagi.

• Yang biru itu deh. - Saya mau yang biru itu saja. • Aku pergi deh. - Saya mau pergi dahulu. Ding [ sunting - sunting sumber ] • Ding digunakan untuk menandai bahwa pernyataan tersebut dibuat untuk membetulkan penyataan sebelumnya.

• Si Coki masuk sekolah ding. - Coki ternyata masuk sekolah. • Pake uang dia dulu ding kemaren.

apa itu rival dalam bahasa gaul

- Ternyata kemarin memakai uang dia dahulu. Dong [ sunting - sunting sumber ] Partikel dong digunakan sebagai penegas yang halus atau kasar pada suatu pernyataan yang akan diperbuat. Partikel ini tidak dapat dipakai di awal kalimat lengkap atau berdiri sendiri.

[26] [25] • Dong sebagai "tentu saja" dan menganggap lawan bicara sudah seharusnya mengetahui kebenaran pernyataan tersebut. • Sudah pasti dong. - Sudah pasti/tentu saja.

• Yang warna biru dong. - Tentu saja saya mau yang warna bitu. • Dong sebagai penghalus permintaan (dengan pengucapan dan intonasi yang halus juga). • Boleh bagi dong coklatnya. - Cokelatnya boleh dibagi dengan saya? • Jangan ke situ-situ lagi dong.

- Jangan pergi ke tempat itu lagi. • Dong sebagai kata perintah atau larangan yang sedikit kasar/seruan larangan. • Maju dong!

apa itu rival dalam bahasa gaul

- Tolong maju. • Pelan-pelan dong! - Pelan-pelan saja. Kan [ sunting - sunting sumber ] Partikel apa itu rival dalam bahasa gaul merupakan kependekan dari kata 'bukan', tetapi tidak selalu digunakan sebagai kata bukan. [25] [26] • Dipakai untuk meminta pendapat/penyetujuan orang lain (pertanyaan) • Bagus kan? - Bagus bukan? • Kan kamu yang bilang? - Bukankah kamu yang bilang demikian?

• Dia kan sebenarnya baik. - Dia sebenarnya orang baik, bukan? • Jika dirangkai dalam bentuk "kan . sudah .", menyatakan suatu sebab yang pasti (pernyataan) • Kan aku sudah belajar. - Jangan khawatir, aku sudah belajar.

• Dia kan sudah sabuk hitam. - Tidakkah kamu tahu bahwa dia sudah (memiliki tingkatan) sabuk hitam. • Berdiri sendiri: menyatakan dengan nada kemenangan/kebenaran tentang perbincangan yang mendahului • Kan! - Lihatlah, bukankah aku sudah bilang demikian Kek [ sunting - sunting sumber ] Kek adalah pemendekan dari kata kayak.

Selain berfungsi seperti kata kayak, kek juga memiliki fungsi partikel. • Menekankan bahwa sesuatu seharusnya dilakukan atau terjadi. • Jagain adek gue dulu kek, kan gue jadi repot. - Kamu seharusnya menolong menjaga adikku, saya jadi kerepotan. • Benerin hape gue dulu kek. - Kamu seharusnya membetulkan hape saya dahulu. Kok [ sunting - sunting sumber ] Partikel kok dapat diletakkan di banyak tempat dalam sebuah kalimat. Beberapa kemungkinan peletakan partikel kok dan perbedaan maknanya: [26] • Kok dia suka banget makan duren.

- Kenapa dia suka sekali makan durian. (mempertanyakan keseluruhan pernyataan) • Dia kok suka banget makan duren. - Dia kenapa suka sekali makan durian. (mempertanyakan dengan penekanan pada subjek) • Dia suka banget kok makan duren. - Dia sebenarnya suka sekali makan durian. (menegaskan kebenaran pernyataan) • Dia suka banget makan duren kok. - Apa itu rival dalam bahasa gaul sebenarnya suka sekali makan durian.

(menegaskan kebenaran pernyataan) • Kata tanya pengganti "kenapa" di awal kalimat pertanyaan. [25] • Kok kamu lelat? - Kenapa kamu terlambat? • Kok diem aja tuh kucing? - Kenapa kucing itu diam saja? • Kok dia mukanya ga enak?

- Kenapa dia bermuka masam? • Kok aku ga percaya kamu ya? - Kenapa aku tidak dapat mempercayaimu? • Memberi penekanan atas kebenaran pernyataan yang dibuat • Saya dari tadi di sini kok. - Saya mengatakan dengan jujur bahwa dari tadi saya ada di sini. • Dia bukan yang ngambil kok.

- Saya yakin bahwa dia bukan orang yang mengambil. • Jika kok berdiri apa itu rival dalam bahasa gaul bisa menyatakan keheranan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata • Kok? - Kenapa (begitu)? Lah [ sunting - sunting sumber ] Partikel lah dalam bahasa gaul berbeda dengan partikel lah dalam bahasa baku. Lah umumnya ditulis terpisah. [26] • Lah berfungsi untuk mempertegas kebenaran sebuah pernyataan. • Dia lah yang mestinya benerin. • Gue sukanya yang cakep lah.

• Lah sebagai ajakan, penegas kalimat persuasi. • Makan enak lah kita. - Ayo kita makan enak. • Nongki dulu lah. - Ayo kita nongkrong. Loh [ sunting - sunting sumber ] Partikel loh juga bisa ditulis lo (ejaan KBBI) atau lho. Partikel ini bisa memberikan berbagai macam nuansa ekspresi, seperti kaget atau penekanan.

[26] • Kata seru yang menyatakan keterkejutan. Bisa digabung dengan kata tanya. Tergantung intonasi yang digunakan, partikel ini dapat mencerminkan bermacam-macam ekspresi.

• Lho, kok kamu terlambat? - Kenapa kamu terlambat? (dengan ekspresi heran) • Loh, apa-apaan ini! - Apa yang terjadi di sini? (pertanyaan retorik dengan ekspresi terkejut/marah) • Lho, aku kan belum tahu? - Aku sebenarnya belum tahu. (dengan ekspresi tidak bersalah) • Loh, kenapa dia di sini? - Kenapa dia ada di sini? (dengan ekspresi terkejut) • Kata informatif, untuk memastikan/menekankan suatu hal. • Begitu, lho, caranya.

- Begitulah caranya. • Nanti kamu kedinginan, loh. - Nanti kamu akan kedinginan (kalau tidak menggunakan jaket, misalnya). • Aku mau ikut, lho. - Aku mau ikut, tahu tidak?. • Ingat, loh, kalau besok libur. - Tolong diingat-ingat kalau besok libur. • Jangan bermain api, lho, nanti terbakar. - Ingat, jangan bermain api atau nanti akan terbakar.

• Berdiri sendiri: menyatakan keheranan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata • Loh? - bisa berarti Apa? Kenapa? Sih [ sunting - sunting sumber ] Sih dapat memberikan nuansa makna yang cukup banyak dan fleksibel. Partikel ini tidak dapat apa itu rival dalam bahasa gaul di awal kalimat lengkap atau berdiri sendiri. [26] • Sih sebagai pelembut permintaan atau pertanyaan, dapat membuat pertanyaan terdengar lebih ramah.

• Boleh ga sih kalo aku minta temenin ke sana? • Hari apa sih yang paling kamu suka? • Sih sebagai penanda bahwa pembicara sedikit ragu tentang kebenaran pernyataannya sendiri.

• Biasanya sih udah dateng jam segini. • Katanya sih dia demen sama Jaka. • Sih sebagai "karena", memiliki hubungan sebab-akibat dengan kejadian sebelumnya.

• Kamu lama sih. - Karena kamu lama (membuat terlambat dsb.) • Kamu kebanyakan pesennya sih. - Karena kamu pesan terlalu banyak. • Digunakan tepat setelah sebuah kata tanya yang artinya kurang lebih "sebenarnya ." • Tadi dia bilang apa sih? - Sebenarnya apa yang dia katakan tadi? • Berapa sih harganya? - Sebenarnya berapa harganya? • Apa sih yang doi mau? - Sebenarnya apa yang dia mau?

(dengan ekspresi jengkel) • Maunya kapan sih? - Sebenarnya kapan yang kamu mau. • Kata yang mengakhiri satu pernyataan sebelum memulai pernyataan yang bertentangan • Mau sih, tapi ada syaratnya.

- Saya mau tetapi ada syaratnya. • Aku bisa sih, cuman ada beberapa hal yang bikin ragu. - Saya bisa tetapi ada beberapa yang saya masih ragu-ragu. • Itu gue sih, tapi gue gak maksud. - Itu sebenarnya saya, tetapi saya tidak bermaksud. • Kalau aku sih, tenang-tenang saja. - Kalau saya sekarang ini tenang-tenang saja. Nih [ sunting - sunting sumber ] • Kependekan dari "ini" • Nih balon yang kamu minta. - Ini balon yang kamu minta (sambil menyerahkan barang).

• Nih, saya sudah selesaikan tugasmu. - Ini tugasmu sudah saya selesaikan. • Ni orang benar-benar tidak bisa dinasihati. - Orang ini benar-benar tidak bisa dinasihati. • Tergantung intonasi yang digunakan, partikel ini dapat mencerminkan bermacam-macam ekspresi (umumnya tentang keadaan diri sendiri).

• Cape, nih. - Saya sudah lelah. (dengan ekspresi lelah) • Saya sibuk, nih. - Saya baru sibuk, maaf. (dengan ekspresi menolak tawaran secara halus) • Sudah siang, nih. - Sekarang sudah siang. Ayo lekas . • Untuk memberi penekanan pada subjek orang pertama • Dia nih yang tahu jawabannya. - Hanya dia yang tahu jawabannya.

• Aku nih sebenarnya anak konglomerat. - Aku ini sebenarnya anak konglomerat. Toh [ sunting - sunting sumber ] Toh dapat digunakan untuk menegaskan maksud.

• Kamu toh tetep harus dateng walau gak mau. • Buku ini toh yang suka kamu bawa-bawa. Tuh [ sunting - sunting sumber ] Tuh adalah variasi dari kata itu. Kadang tuh tidak berarti seperti kata asalnya. [26] • Kependekan dari "itu", menunjuk kepada suatu objek.

• Liat tuh hasil kerjaan lo. - Lihat itu hasil dari pengerjaanmu. • Tuh orang yang tadi nolongin gue. - Itu orang yang tadi menolongku. • Tergantung intonasi yang digunakan, partikel ini dapat mencerminkan bermacam-macam ekspresi (umumnya tentang keadaan orang lain). • Kelihatannya dia sudah sembuh, tuh. - Lihat, tampaknya dia sudah sembuh.

• Tuh, kamu lupa lagi kan? - Lihat, kamu lupa lagi bukan? • Ada yang mau, tuh. - Lihat, ada yang mau (barang tersebut). Ya [ sunting - sunting sumber ] Ya di sini tidak selalu berarti persetujuan "iya". Partikel ya dalam bahasa gaul sering dipakai dan digunakan untuk berbagai macam keperluan. [26] • Kata tanya yang kurang lebih berarti "apakah benar .?" • Kelasnya mulai jam delapan ya?

- Apakah benar rapatnya mulai jam delapan? • Kamu tadi pulang dulu ya? - Apakah benar tadi kamu pulang dulu? • Kalau bukan ini, ya itu. • Kalau engga mau, ya engga masalah.

apa itu rival dalam bahasa gaul

- Kalau tidak mau, tidak masalah. • Di sini kalo engga mendung, ya ujan. - Di sini kalau tidak mendung, hujan. • Sebagai awal kalimat digunakan tepat setelah sebuah kalimat dengan nada bertanya • Mahal? Ya jangan beli. - Kalau mahal jangan dibeli. • Apa? Ya jangan mau dong.

- Apa? Kalau begitu jangan mau. • Apa kamu bilang? Ya dilawan dong. - Apa kamu bilang? Tahu begitu seharusnya kamu melawan. • Kata iya juga bisa berguna sebagai penghalus sehingga kalimat terdengar lebih ramah. • Makasih ya buat oleh-olehnya! • Maaf ya pensilmu kebawa. • Minta tolong ya ini dititipin pos depan. Lain-lain [ sunting - sunting sumber ] Beberapa partikel lainnya yang mungkin dipakai dalam sebuah perkataan bahasa gaul, tetapi tidak sesering partikel yang sudah dijelaskan: • Noh dari kata sono, digunakan untuk menegaskan sesuatu terjadi atau ada di kejauhan (tidak di tempat pembicaraan berlangsung).

• Belanja apa itu rival dalam bahasa gaul lo, emak lo noh di kampung makan ikan asin. - Kamu belanja terus, ibumu (jauh) di kampung makan ikan asin. • Mah (pengaruh bahasa Sunda) digunakan untuk memberikan penekanan.

apa itu rival dalam bahasa gaul

• Ini mah mesinnya yang kena. - Ini (pasti) kena mesin (bukan kena yang lainnya). • Euy (pengaruh bahasa Sunda) digunakan untuk memberikan penekanan. • Rame banget euy sekarang. - Ramai sekali sekarang. Kata seru [ sunting - sunting sumber ] Beberapa kata seru yang didapati dalam bahas gaul. Dasar [ sunting - sunting sumber ] Kata seru dasar dapat digunakan mengekspresikan kemarahan, situasi bercanda dll. [27] • Dasar mageran!

• Bego banget dasar! Eh/heh [ sunting - sunting sumber ] • Dapat digunakan untuk menyapa, mirip 'hai' dalam bahasa baku atau 'hey' dalam bahasa Inggris. Penggunaan eh/heh mungkin akan dianggap kurang sopan. • Eh, namamu siapa?

- Hai, namamu siapa? • Heh, ke sini bentar. - Hai, ke sini sebentar. • Membetulkan perkataan sebelumnya yang salah. • Dua ratus, eh, tiga ratus. - Dua ratus, bukan, tiga ratus. • Biru, eh, kalau gak salah hijau. - Biru, bukan, kalau tidak salah hijau. • Dapat digunakan untuk mengganti topik pembicaraan. • Eh, kamu tahu tidak . - Omong-omong, kamu tahu tidak . • Eh, jangan-jangan . - Hmm . jangan-jangan . Selain 'eh' sebagai sebutan untuk orang kedua, partikel ini biasanya tidak dapat dipakai di akhir kalimat lengkap.

Jah/jiah [ sunting - sunting sumber ] Digunakan untuk ekspresi marah, kesal, menggerutu dsb. [28] • Jah! Bisa-bisaan lo aja kali!

• Jiah! Kena karma kan lo sekarang! Masa [ sunting - sunting sumber ] Masa dapat digunakan untuk menyatakan keragu-raguan, ketidakpercayaan, atau kekecewaan. [27] • Masa gitu aja gak mau bantuin? • Dia gak mau bantuin aku masa. Nah [ sunting - sunting sumber ] Nah biasanya digunakan untuk membuka topik atau pembicaraan baru, atau sebagai kata seru untuk meminta perhatian/menegaskan pembicaraan.

[26] • Nah, terus dia malah cabut dari kantor. • Nah! Apa gue bilang kemaren kejadian beneran kan? Waduh [ sunting - sunting sumber ] Kata seru waduh dapat digunakan sebagimana kata aduh yang apa itu rival dalam bahasa gaul menyatakan tidak sukaan, kebingungan, terkejut dll. [27] • Waduh! Ujannya deres banget ternyata.

• Waduh! Karcis parkirnya tadi dimana ya? Wah [ sunting - sunting sumber ] Kata seru wah dapat digunakan untuk menyatakan ekspresi terkejut, kegembiraan dan kekaguman. [27] • Wah! Beli mobil baru nih. • Wah! Makasih buat kadonya ya! Yah [ sunting - sunting sumber ] Selalu menyatakan kekecewaan dan selalu digunakan di awal kalimat atau berdiri sendiri. • Yah . • Yah, kamu sih. - Ini karena kamu.

• Yah, Indonesia kalah lagi - Indonesia kalah lagi (dengan ekspresi kecewa) • Yah, sudah selesai - Belum-belum sudah selesai. Pengisi [ sunting - sunting sumber ] Bahasa gaul memiliki sejumlah pengisi linguistik yang berfungsi sebagai pengisi jeda pembicaraan: menandakan bahwa pembicaraan belum berakhir atau pembicara sedang berpikir/ragu.

• hmm, eee - "Dia kemaren, hmmm, ketauan nyontek." • Kayak, kek - "Kantin sebelah tenyata kek murah banget, kek gak perlu narik uang, woy." • Apa - "Si Raka tadi siang minta beliin, apa, bakso goreng, apa, basreng?" Pengulangan [ sunting - sunting sumber ] Beberapa pengulangan kata dalam bahasa gaul memiliki perbedaan dengan bahasa baku.

Contoh: • Gara-gara → gegara • Bersih-bersih → bebersih • Perihal Jepang → jejepangan Serapan [ sunting - sunting sumber ] Inggris [ sunting - sunting sumber ] Serapan bahasa Inggris adalah salah satu penyumbang besar dalam perbendaharaan bahasa gaul. Kata-kata dalam bahasa Inggris kadang apa itu rival dalam bahasa gaul sehingga memiliki ejaan yang sesuai dengan ejaan Indonesia atau dibiarkan dalam bentuk aslinya. [14] Beberapa serapan bahasa Inggris yang ejaannya disesuaikan: • Friend → fren • Please → plis, banyak dijumpai dalam bentuk plis dong atau plis deh • Check it out → cekidot • Babe → beb • Guys → gais bentuk aslinya, kata-kata bahasa Inggris sering diperlakukan selayaknya kata bahasa Indonesia, sehingga dapat diberi imbuhan.

Contoh: [29] • Bully → di- bully • Blank → nge- blank • Update → nge- update • Clear → nge- clear-in Jika bahasa gaul dianggap memuat lebih banyak unsur bahasa Inggris daripada bentuk umumnya, bahasa ini bisa disebut sebagai bahasa Jaksel.

[30] Tionghoa [ sunting - sunting sumber ] Bahasa gaul mendapatkan cukup banyak kosakata bahasa-bahasa Tionghoa, khususnya bahasa Min Selatan. • ä½ lú → lu • 我 góa → gue • 雞婆 ke-pô → kepo • 賺 choán → cuan Jawa [ sunting - sunting sumber ] Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah penyumbang kosakata terbesar terhadap bahasa gaul. Banyak di antaranya masuk ke perbendaharaan bahasa gaul melalui bahasa Betawi.

• ê¦§ê¦”ê¦¼ê¦ ê§€ banget → banget • ꦒꦼꦣꦺ gedhe → gede • ꦔꦏꦏ꧀ ngakak → ngakak • ê¦§ê¦•ê¦ºê¦´ê¦ ê§€ bacot → bacot Sunda [ sunting - sunting sumber ] Beberapa kosakata bahasa Sunda yang mungkin dipakai dalam perbincangan dengan bahasa gaul. • ᮘᮠᮨᮔᮧᮜ᮪ bahenol → bahenol (seksi) • ᮎᮨᮔᮂ cenah → cenah (katanya) • ᮘᮠᮩᮜ baheula → baheula (zaman dahulu) • ᮏᮧᮙᮣᮧ jomlo → jomblo Selain kosakata, fatis mah (atau variasinya seperti ma) juga sering digunakan dalam bahasa gaul Peran dan penggunaan [ sunting - sunting sumber ] Bahasa gaul bukanlah bahasa Indonesia baku meskipun bahasa ini digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari orang Indonesia.

James Sneddon, bahasawan yang dikenal dengan penelitian terhadap bahasa Indonesia, mengungkapkan adanya gejala diglosia terhadap bahasa Indonesia. Ragam bahasa tinggi ditempati oleh bahasa Indonesia baku yang telah memiliki standardisasi, sedangkan ragam bahasa rendah ditempati oleh bahasa gaul Jakarta yang hingga saat ini tidak memiliki standardisasi.

[4] Gejala penjenjangan bahasa Indonesia ini oleh Ben Anderson disebut sebagai gejala kramanisasi. Bahasa Indonesia yang mulanya egaliter karena tidak mengenal tingkatan bahasa, perlahan berubah menjadi bahasa yang terbagi menjadi dua laras, yakni bahasa krama apa itu rival dalam bahasa gaul "halus" dan bahasa ngoko yang "kasar".

Bahasa Indonesia baku diandaikan sebagai bahasa krama yang tinggi, sopan dan formal, sedangkan bahasa gaul Jakarta diandaikan sebagai bahasa ngoko yang apa adanya, lugu, dan santai. [31] [32] Batas antara bahasa baku dan bahasa gaul tidak selalu kentara. Ada kalanya dalam suasana semi-formal, unsur-unsur bahasa gaul muncul dalam sebuah pembicaraan berbahasa baku.

Misalkan dalam sebuah presentasi yang dihadiri oleh mitra kerja seumuran, pembicaraan mungkin hampir sepenuhnya dilakukan dalam bahasa baku, tetapi unsur bahasa gaul kadang akan muncul pada beberapa bagian supaya pembicaraan tidak terkesan terlalu kaku.

apa itu rival dalam bahasa gaul

Sebaliknya, unsur bahasa baku dapat juga hadir dalam pembicaraan santai berbahasa gaul. Hal ini berlaku selayaknya sebuah kontinum bahasa, penuturnya bisa memilih untuk berbicara pada titik mana antara ujung ekstrem bahasa baku dan ujung ekstrem bahasa gaul. Hal ini bergantung sepenuhnya pada pilihan pribadi penutur dalam menghadapi sebuah situasi sosial. Dalam tulisan bahasa baku, umumnya unsur-unsur bahasa gaul ditulis miring sebagaimana menulis unsur bahasa asing seperti bahasa Inggris.

Ada kalanya, penulis juga menyertakan terjemahan atau padanannya dalam bahasa baku. [4] Bahasa pengantar pendidikan di Indonesia ialah bahasa Indonesia (baku), meski siswa-siswa mungkin berinteraksi menggunakan bahasa gaul di luar kelas. Pemerintah melalui Badan Bahasa sering kali melarang atau tidak menganjurkan penggunaan bahasa gaul, dan mempromosikan bahasa Indonesia baku atau bahasa baku yang baik dan benar sebagai satu-satunya ragam bahasa Indonesia yang apa itu rival dalam bahasa gaul.

Bahasa baku merupakan bahasa utama yang disokong pemerintah untuk penyelenggaraan pemerintahan, pendidikan, media massa, sastra, administrasi, dan hukum di Indonesia. Hal ini membuat bahasa Indonesia baku dianggap sebagai bahasa yang mekanis dan birokratis, kadang juga dikritik sebagai bahasa yang tidak punya jiwa atau tidak kaya rasa yang berjarak dengan penuturnya. Meskipun demikian pada tahun 1980-an, Anton Moeliono, mantan Kepala Badan Bahasa dan salah satu tokoh kunci pengembangan bahasa Indonesia, pernah mengakui secara pribadi tentang pentingnya bahasa gaul di samping bahasa baku.

Ia menyadari bahwa bahasa Indonesia baku tidak memiliki ragam percakapan sehari-hari, sehingga bahasa gaul atau bahasa Jakarta dapat mengisi kekosongan ini. Ia juga menghendaki bahwasanya bahasa Jakarta sebaiknya tidak hanya digunakan di wilayah Jakarta saja, melainkan juga di berbagai wilayah lain di Indonesia sebagai bahasa percakapansehari-hari antara orang Indonesia.

Pendapat senada juga datang dari Harimurti Kridalaksana, seorang pakar bahasa dan sastra Indonesia, yang menyarankan pendekatan lebih positif terhadap bahasa gaul dan mengakui potensi penggunaan bahasa gaul dan bahasa baku yang melengkapi satu sama lain. [12] [4] [7] [19] [33] Buku Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Bahasa Indonesia ragam gaul adalah bahasa pertama yang diajarkan kepada anak-anak dalam keluarga penutur bahasa Indonesia.

Orang tua tidak berbicara dalam bahasa baku di rumah. Penguasaan bahasa Indonesia baku baru terjadi ketika anak mempelajarinya di sekolah. Karena utamanya penguasaan bahasa Indonesia baku terjadi dalam ranah pendidikan formal, orang yang tidak mengenyam pendidikan atau tidak sepenuhnya turut serta dalam pendidikan menjadi kesulitan menggunakan bahasa Indonesia baku.

[4] Tak jarang peserta didik merasa kebingungan karena bahasa Indonesia yang mereka dapatkan di sekolah (bahasa baku) dengan yang mereka jumpai sehari-hari (bahasa gaul) cukup berbeda. [34] Bahasa gaul yang tidak terasosiasi dengan pendidikan formal di Indonesia mengakibatkan pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing sedikit atau sama sekali tidak menyertakan bahasa gaul.

Bahasa gaul dianggap menyimpang dari bahasa baku yang baik dan benar. Buku-buku kursus bahasa Indonesia pun kebanyakan tidak mengajarkan laras bahasa gaul. [4] Hal ini sering kali membuat bingung orang asing yang sedang mempelajari bahasa Indonesia. Pertanyaan semacam "Mengapa di kelas saya diajari 'lelah', tetapi orang-orang yang saya temui menggunakan kata 'capek'?" mungkin lumrah ditemui dalam kelas-kelas bahasa Indonesia untuk penutur asing.

Tidak jarang, meski telah menguasai bahasa Indonesia (baku), penutur asing tetap kesulitan berkomunikasi dengan orang Indonesia di lapangan yang sehari-harinya menggunakan bahasa gaul. [25] Pendapat ini diperkuat oleh André Möller, pemerhati bahasa Indonesia berkebangsaan Swedia, yang menyatakan bahwa salah satu kesulitan penutur asing dalam mempelajari bahasa Indonesia adalah perbedaan antara bahasa resmi (bahasa baku) dan bahasa sehari-hari (bahasa gaul).

Perbedaan ini sangat kentara sehingga terkadang terasa seperti dua bahasa yang berlainan. [35] Dari sebuah wawancara semi-terstruktur yang dilakukan terhadap 11 siswa BIPA UPI tahun ajaran 2013-2014 dari 6 negara yang berbeda (Australia, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Tiongkok, dan Vietnam) didapati bahwa mayoritas siswa menganggap pengajaran bahasa gaul dapat menunjang keterampilan bahasa Indonesia mereka.

Para siswa merasa bahasa gaul adalah bahasa komunikasi utama dalam percakapan sehari-hari di luar kelas. Selain itu, pengajaran tentang perbedaan penggunaan bahasa baku dan bahasa gaul dalam berbagai situasi sosial juga dianggap penting.

[25] Standardisasi dan dokumentasi [ sunting - sunting sumber ] Bahasa gaul, meski menyandang status non-baku dan tidak diakui pemerintah, apa itu rival dalam bahasa gaul gejala menuju standardisasi. Bahasa ini cukup terdokumentasi serta memiliki ejaan dan tata bahasa yang konsisten. Pendapat tentang bahasa gaul sebagai bahasa yang tidak terstruktur atau bahasa yang kacau/rusak adalah sebuah kesalahpahaman.

Walaupun demikian Badan Bahasa tidak menunjukkan ketertarikan mengkaji bahasa gaul, entah itu mencatat bahasa gaul ke dalam sebuah kamus ataupun membuat penelitian gramatika bahasa gaul. Bahkan dalam karya-karya tentang tata bahasa baku Indonesia, tidak disebut sama sekali mengenai keberadaan bahasa gaul. [25] [4] Meski demikian sedikit dari kata-kata bahasa gaul telah dicatat ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dengan label bahasa cakap.

[36] Jakarta sebagai ikon kekuatan ekonomi dan budaya populer di Indonesia. Walaupun dalam tataran diglosia berada di bawah posisi bahasa baku, bahasa gaul tetap memiliki prestise dan nama baik di Indonesia karena terasosiasi dengan Jakarta yang urban, kaya, terdidik dan canggih. Apa itu rival dalam bahasa gaul gaul secara tidak langsung jadi memiliki "ragam standar"-nya, yakni bahasa yang dipakai oleh orang Jakarta.

Ortografi bahasa gaul juga tidak luput dari kemungkinan pembakuan, seiring dengan penggunaan bahasa gaul dalam beragam terbitan majalah dan buku. [4] Pengaruh [ sunting - sunting sumber ] Bahasa gaul dianggap sebagai salah satu dampak Jakartasentrisme terhadap daerah-daerah lain di Indonesia.

Tayangan hiburan di televisi yang Jakartasentris membuat sebagian masyarakat di daerah memilih berbicara dalam bahasa gaul Jakarta, alih-alih bahasa daerahnya masing-masing, karena dianggap lebih keren atau lebih berprestise.

[37] Bahasa gaul Jakarta disebut telah menggerus keberadaan bahasa Indonesia baku dan bahasa-bahasa daerah. Sebagian kalangan juga menganggap bahasa gaul mengancam keanekaragaman bahasa di Indonesia, terlebih bahasa daerah diberi label buruk, seperti kampungan atau norak, oleh pengguna bahasa gaul Jakarta. [38] Bahasa gaul tidak hanya dikenal dan digunakan di wilayah Jakarta dan daerah-daerah lain di penjuru Indonesia, tetapi juga mulai dikenal oleh masyarakat Malaysia melalui produk budaya populer Indonesia seperti perfilman dan musik.

Sebuah program radio di Kuala Lumpur misalnya diberi nama Carta Baik Banget yang menggunakan kata-kata khas bahasa gaul. Kata lo-gue yang selama ini biasa digunakan oleh kalangan Tionghoa Malaysia, saat ini juga mulai dipakai oleh kalangan Melayu Malaysia.

Kata-kata lainnya seperti keren, ngobrol, berpacaran, juga mulai lazim dikenal dan dipakai masyarakat perkortaan Malaysia. [39] Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] Lihat informasi mengenai bahasa gaul di Wiktionary.

• Bahasa percakapan • Ragam bahasa non-baku di Indonesia • Jakartasentrisme Catatan kaki [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b Kridalaksana, Harimurti (2013-05-06). Kamus Linguistik (Edisi Keempat). Gramedia Pustaka Utama.

ISBN 978-979-22-3570-8. • ^ a b Rosidi, Ajip (2011-12-01). Badak Sunda dan Harimau Sunda: Kegagalan Pelajaran Bahasa. Dunia Pustaka Jaya. ISBN 978-979-419-572-7. • ^ a b Foulcher, Keith; Day, Tony (2008). Sastra Indonesia modern: kritik postkolonial. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-87-94615-61-7. • ^ a b c d e f g h i j Sneddon, J.N. (2003-10-01). "Diglossia in Indonesian". Bijdragen tot de taal- land- en volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia.

159: 519–549. doi: 10.1163/22134379-90003741. • ^ West, Beau Patterson & Ryan (2018-09-21). Socio Linguistics (dalam bahasa Inggris). Scientific e-Resources. ISBN 978-1-83947-302-9. • ^ Torchia, Christopher; Djuhari, Lely apa itu rival dalam bahasa gaul. Indonesian Slang: Colloquial Indonesian at Work (dalam bahasa Inggris). Tuttle Publishing. ISBN 978-1-4629-1057-1.

apa itu rival dalam bahasa gaul

• ^ a b c Djenar, Dwi Noverini; Ewing, Michael; Manns, Howard (2018-02-19). Style and Intersubjectivity in Youth Interaction (dalam bahasa Inggris). Walter de Gruyter GmbH & Co KG.

ISBN 978-1-5015-0070-1. • ^ "Bahasa Gaul Gitu Looh. - PELITAKU". pelitaku.sabda.org. Diakses tanggal 2021-02-23. • ^ T.J, Rahma Barokah (2021-01-21). Berfikir Cerdas dengan Bahasa Indonesia. GUEPEDIA. ISBN 978-602-18206-8-1. • ^ Anderson, Benedict R. O'G (2006). Language and Power: Exploring Political Cultures in Indonesia (dalam bahasa Inggris).

Equinox Publishing. ISBN 978-979-3780-40-5. • ^ Rosidi, Ajip. Bus Bis Bas: Berbagai Masalah Bahasa Indonesia; Catatan dan Pandangan Ajip Rosidi. Dunia Pustaka Jaya. ISBN 978-979-419-546-8. • ^ a b Berenschot, Gerry Klinken dan Ward (2016). In Search of Middle Indonesia: Kelas Menengah Di Kota-kota Menengah. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-928-5.

• ^ Muhadjir (2000). Bahasa Betawi: sejarah dan perkembangannya. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-340-5. • ^ a b Heryanto, Ariel (2008-06-30).

Popular Culture in Indonesia: Fluid Identities in Post-Authoritarian Politics (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-134-04407-8. • ^ Wahyuni (2007-05-01). Kompor Mleduk Benyamin S: Perjalanan Karya Legenda Pop Indonesia.

Hikmah. ISBN 978-979-1140-75-1. • ^ Munsyi, Alif Danya (2003). 9 dari 10 kata bahasa Indonesia adalah asing. Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-979-9023-97-1. • ^ Bahasa!: kumpulan tulisan di Majalah Tempo. Pusat Data dan Analisa Tempo. 2008. ISBN 978-979-9065-29-2. • ^ Torchia, Christopher; Djuhari, Lely (2007-07-15).

Indonesian Idioms and Expressions: Colloquial Indonesian at Work (dalam bahasa Inggris). Tuttle Publishing. ISBN 978-1-4629-1650-4. • ^ a b c Kirkpatrick, Andy; Liddicoat, Anthony J. (2019-04-17). The Routledge International Handbook of Language Education Policy in Asia (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-317-35449-9. • ^ Boellstorff, Tom (2007-04-25). A Coincidence of Desires: Anthropology, Queer Studies, Indonesia (dalam bahasa Inggris).

Duke University Press. ISBN 978-0-8223-3991-5. • ^ Leap, William; Boellstorff, Tom (2004). Speaking in Queer Tongues: Globalization and Gay Language (dalam bahasa Inggris). University of Illinois Press. ISBN 978-0-252-07142-3. • ^ a b Dewi, Novita Chandra. The Phonological Processes of Metathesis Words in Indonesian Slang Language Used by Jabotabek Teenagers. • ^ "Macam-macam Bahasa Gaul di Sekolah Jakarta dan Asal-usulnya - Semua Halaman - Hai". hai.grid.id. Diakses tanggal 2021-10-28.

• ^ Firdaus, Winci (2020-06-21). Ranah: Jurnal Kajian Apa itu rival dalam bahasa gaul (Juni 2020): Volume 9, Nomor 1. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. • ^ a b c d e f g Sukmayadi, Vidi. "Dinamika Pengajaran Bahasa Sehari-hari untuk siswa BIPA" (dalam bahasa Inggris). • ^ a b c d e f g h i j "Session 12 : Informal Particles - Learn Bahasa Indonesia" (dalam bahasa Inggris). 2017-08-16. Diakses tanggal 2021-10-29. • ^ a b c d "Interjections in Bahasa Indonesia".

Indonesian Language Blog - Language and Culture of the Indonesian-Speaking World. 2017-06-01. Diakses tanggal 2021-10-29. • ^ "Apa Jiakh Artinya Dalam Bahasa Gaul, Inilah Apa Itu Jiakh". Tribunpekanbaru.com. Diakses tanggal 2021-10-29. • ^ Azizah, N. (2018). "Anglicism in Indonesian". doi: 10.30605/ETHICALLINGUA.V5I1.736. • ^ Juddi, Moh Faidol (2019-02-01). KOMUNIKASI BUDAYA DAN DOKUMENTASI KONTEMPORER. Unpad Press.

ISBN 978-602-439-461-5. • ^ Krisis Masa Kini dan Orde Baru. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. ISBN 978-602-433-161-0. • ^ Anderson, Benedict R. O'G (2006). Language and Power: Exploring Political Cultures in Indonesia (dalam bahasa Inggris).

Equinox Publishing. ISBN 978-979-3780-40-5. • ^ M.Pd, Sukirman Nurdjan, Apa itu rival dalam bahasa gaul. S.; M.Pd, Firman, S. Pd; M.Pd, Mirnawati, S.

Pd (2016-08-29). BAHASA INDONESIA UNTUK PERGURUAN TINGGI. Penerbit Aksara TIMUR. ISBN 978-602-73433-6-8. • ^ T.J, Rahma Barokah (2021-01-21). Berfikir Cerdas dengan Bahasa Indonesia. GUEPEDIA. ISBN 978-602-18206-8-1. • ^ Möller, André (2019). Ajaib, istimewa, kacau: bahasa Indonesia dari A sampai Z.

Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-623-241-021-3. • ^ Mulya, Pebri. "Kata-kata Gaul yang Kini Sah Masuk KBBI, Ada Mager dan Pansos".

RADAR DEPOK. Diakses tanggal 2021-11-02. • ^ "Lu, Gue, dan Fenomena Jakarta Sentris dalam Berbahasa Indonesia". kumparan. Diakses tanggal 2019-08-06. • ^ KSM Eka Prasetya (29 November 2019).

"Sikap Jakartasentris dalam berbahasa Indonesia". Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya Universitas Indonesia. • ^ Publishing, TEMPO; al, Bambang Bujono et.

Bahasa! (dalam bahasa Inggris). Tempo Publishing. ISBN 978-979-9065-63-6. • Halaman ini terakhir diubah pada 1 Mei 2022, pukul 01.09. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Apa yang dimaksud dengan bahasa gaul deuces? Filter. (African American Vernacular, slang) Perdamaian; selamat tinggal (karena gerakan terkait mengangkat dua jari) Apa yang dimaksud dengan muntah deuces? Deuces dilambangkan dengan meninggalkan suatu tempat atau rumah dan mengacungkan dua jari, yaitu jari tengah dan jari telunjuk.

Berbeda dengan tanda perdamaian, deuces digunakan untuk melambangkan meninggalkan suatu daerah. Dalam bahasa gaul internet, deuces atau memberi seseorang deuces adalah cara untuk menunjukkan bahwa Anda sudah selesai dengan seseorang atau sesuatu.

Apa yang dimaksud dengan deuce dalam rap? kata seru. berkata ketika berangkat dari seseorang; “Selamat tinggal”. Aku harus pergi, aku akan meneleponmu nanti, deuce. Apakah permen di deuce didasarkan pada orang sungguhan? Tidak seperti karakter kembar Franco, tidak ada satu orang pun yang menginspirasi Candy, tetapi Simon memberi tahu Paste bahwa ada dua wanita yang menjadi dasar karakter tersebut.

Simon mengatakan kepada outlet, “Dia campuran dari sekitar dua orang secara spesifik, tetapi orang lain bercampur. Tenis. situasi, sebagai skor 40-40 dalam permainan atau 5-5 dalam pertandingan, di mana seorang pemain harus mencetak dua poin berturut-turut untuk memenangkan permainan atau dua pertandingan berturut-turut untuk memenangkan set. Di tiga game manakah istilah Deuce digunakan? Deuce adalah skor dalam permainan tenis ketika kedua pemain memiliki empat puluh poin.

Satu pemain harus memenangkan dua poin satu demi satu untuk memenangkan permainan. Apakah nama cararn ping pong? Oleh karena itu, nama alternatif diperlukan untuk turnamen dan klub yang terorganisir. Mereka memilih menggunakan Tenis Meja. Sejak saat itu, dan khususnya sejak berdirinya Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) pada tahun 1926, permainan cararn dikenal sebagai Tenis Meja.

Bagaimana cara menggunakan deuce dalam sebuah kalimat? Contoh deuce • Mereka memiliki waktu yang tepat. • Saya menyebutnya kira-kira deuce. • Jika pemain dengan keunggulan kehilangan poin berikutnya, skornya kembali deuce, karena skornya seri.

• Dengan cara ini, jumlah skor adalah genap ketika server melakukan servis dari pengadilan deuce. Apa arti dari Duce? : leader —digunakan khusus untuk pemimpin partai Fasis Italia. Apa itu deuce dalam uang? Uang kertas $2 kadang-kadang disebut sebagai “deuce” atau “Tom”. Apa yang dimaksud dengan Duice? Duice adalah duo bass Miami Amerika yang terdiri dari penduduk asli Los Angeles Ira `LA Sno` Brown dan penduduk asli Barbados Anthony `Creo-D` Darlington.

Keduanya terdaftar di militer di Fort Gordon, Georgia ketika mereka ditemukan.
Tak jarang istilah istilah baru yang bermunculan tersebut juga menjadi salah satu kata yang masuk dalam kamus bahasa gaul ala warganet. Seperti istilah pecun yang belakangan ini menjadi viral ternyata memiliki makna tersendiri saat dipakai dalam caption atau sekedar berkomentar di media sosial. Lantas apa sih arti dari istilah pecun yang sedang viral itu?

Dalam artikel ini Anda akan menemukan apa makna dari pecun yang viral di Tiktok dan bahasa gaul. Apa arti Pecun? Istilah pecun sendiri merupakan salah satu istilah yang belakangan ini sedang viral dan banyak digunakan di media sosial khususnya Tiktok. Apa itu rival dalam bahasa gaul istilah sendiri biasanya merupakan kata yang biasa digunakan oleh para pengguna internet dan disebut sebagai bahasa gaul.

Itu karena biasanya kata yang viral di media sosial juga turut digunakan di berbagai aktivitas keseharian. Namun untuk istilah pecun sendiri memang masih terbilang baru dan ternyata memiliki makna yang berbeda jika dilihat dari KBBI dan arti menurut kamus bahasa gaul. Arti Pecun dalam KBBI Istilah pecun memang sudah ada sejak lama dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Bagi kalian yang mencari istilah pecun ini maka bisa dengan mudah untuk menemukan artinya, apalagi dengan kemudahan pencarian di internet.

apa itu rival dalam bahasa gaul

Saat ditelusuri melalui situs KBBI online, ternyata Pecun ini memiliki arti sebagai hari raya cina yang dirayakan dengan bersampan-sampan di kali dan sebagainya. Pecun adalah salah satu hari yang selalu dirayakan setiap tahunnya oleh para etnis cina dan biasanya dilakukan dengan cara festival.

Festival ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan telah berumur lebih 2300 tahun dihitung dari masa Dinasti Zhou. Perayaan festival ini yang biasa kita ketahui adalah makan bakcang dan perlombaan dayung perahu naga. Arti Pecun dalam Bahasa Gaul Namun arti dari Pecun ini sangat berbeda sekali dengan yang belakangan dipakai anak muda di media sosial.

Jadi pecun yang dipakai oleh para warganet khususnya di aplikasi Tiktok digunakan untuk menunjukkan orang yang bekerja sebagai pelacur atau orang yang suka open BO.

Masih belum diketahui sejak kapan istilah pecun ini mulai digunakan oleh para pengguna internet dengan arti demikian. Satu hal yang jelas adalah istilah ini sekarang sudah menjadi viral sehingga orang yang tidak tahu mulai mencari arti dari kata tersebut.

Biasanya para warganet yang menggunakan kata pecun ini juga seringkali menuliskannya baik itu di caption postingan atau paling sering adalah dipakai untuk mengisi kolom komentar.

Setelah mengetahui artinya, ternyata istilah pecun ini memiliki makna yang berbeda di KBBI apa itu rival dalam bahasa gaul kamus bahasa gaul. Meski begitu istilah pecun yang resmi tentunya adalah yang ada di KBBI, sedangkan pecun yang dipahami di media sosial tidak ada dalam KBBI dan hanya merupakan kata yang trending di media sosial saja. Perbedaan Pecun di KBBI dan Bahasa Gaul Jadi sudah jelas ya istilah pecun yang sedang viral saat ini memang memiliki perbedaan arti jika ditelusuri dari KBBI dan makna bahasa gaul.

Menurut KBBI pecun adalah istilah yang memiliki arti sebagai salah satu hari perayaan atau festival orang cina.

apa itu rival dalam bahasa gaul

Sedangkan arti pecun dalam bahasa gaul lebih dipahami untuk menunjukkan orang yang melakukan pekerjaan sebagai pelacur dan sejenisnya. Dengan mengetahui ini tentunya Anda tidak akan kebingungan lagi saat menemukan istilah pecun ini di media sosial.

Akhir Kata Nah itulah tadi sedikit penjelasan tentang apa arti pecun dalam KBBI dan bahasa gaul serta perbedaan artinya. Jika masih ada yang belum jelas atau ada pertanyaan lain seputar istilah bahasa gaul lainnya bisa tuliskan di kolom komentar. Mungkin cukup sekian untuk pembahasan pada kesempatan kali ini.

Semoga informasi yang dibagikan bisa bermanfaat, terima kasih sudah membaca. Sehingga ada perbedaan arti kata tempus dalam KBBI dan kata 'tempus' yang populer di kalangan anak Medan saat puasa Ramadan. Arti Kata Takjil atau Takjilan Ilustrasi - Takjil buka puasa Ramadan. (freepik.com/rawpixel.com) Kata yang satu ini sangat populer. Namun ada juga yang bertanya-tanya apa itu takjil? Takjil atau takjilan sering kali diucapkan oleh masyarakat, saat memasuki Bulan Ramadan.

Melansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) milik Kementerian Pendidikan, kbbi.kemdikdud.go.id, takjil termasuk kata kerja dan kata benda. Jika diartikan dalam kata kerja, maka takjil memiliki arti mempercepat berbuka puasa. Namun jika penggunaan kata takjil dalam kata benda, maka diartikan sebagai makanan untuk berbuka puasa.

TribunPalu juga melansir dari laman Bobo Grid, ternyata takjil berasal dari kosa kata Bahasa Arab. Takjil diambil dari bahasa Arab, yaitu ajjala-yu'ajjilu-ta'jilan yang artinya adalah "menyegerakan" atau "cepat-cepat".

Baca juga: Arti Kata Relate yang Populer di TikTok hingga Instagram, Asal Kata Bahasa Inggris, Ini Contohnya Menyegerakan dalam hal ini ialah membatalkan puasa yang dilakukan saat sudah azan Magrib.

Di Indonesia, biasanya dilakukan dengan mengambil takjilan yang sudah diberikan oleh orang lain. Takjilan merupakan makanan atau hidangan yang disantap oleh orang yang mencari takjil. Umumnya takjil sering disebut sebagai makanan, minuman atau hidangan yang disantap saat berbuka. Namun hidangan tersebut bukan hidangan utamanya. Nah itulah arti kata takjil atau takjilan yang perlu kamu ketahui. Kumpulan Istilah Bahasa Gaul saat Ramadan, Simak Arti dari Kata Mokel, Bukber hingga Happy Iftar Arti Kata Bukber Pasti kamu sudah akrab dengan istilah kosa kata populer yakni bukber ini.

Meskipun termasuk kosa kata gaul, ternyata bukber sudah apa itu rival dalam bahasa gaul ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). TribunPalu melansir dari laman kbbi.kemdikbud.go.id, bukber memiliki arti buka puasa bersama. Secara bahasa, bukbeR ini memang kependekan apa itu rival dalam bahasa gaul kata Buka Bersama. Mengutip dari laman TribunPekanbaru, kata buka merujuk pada kegiatan berbuka puasa yang biasanya dilakukan oleh umat Islam.

Setelah mereka menjalankan puasa satu hari penuh, mereka akan berbuka puasa yakni membatalkannya dengan makan atau minum. Berbuka dalam bahasa Arab sering disebut dengan istilah iftar. Sedangkan kata bersama, lebih bermakna pada sekelompok orang yang melakukan aktivitas secara berkelompok.

Nah maka dari itu arti bukber adalah buka bersama. Lantaran seringnya digunakan oleh masyarakat, maka tak heran jika kata bukber ini sudah berada di KBBI. Biasanya orang yang melakukan kegiatan bukber ini digelar bersama di suatu tempat. Misalnya saja kantor, restoran, kafe dan lain sebagainya. Bukber tidak hanya berisi kegiatan makan bersama saja, tetapi juga ajang melepas rindu serta silaturahmi.

Baca juga: Arti Kata Buzzer dalam Bahasa Gaul, Istilah Populer Sering Muncul di Twitter, Instagram dan TikTok Baca juga: Arti Kata Sun dalam Bahasa Gaul, Tidak Ada Unsur Pornografi Sama Sekali, Ini Contoh Penggunaannya Arti kata mudik Penumpang di Terminal Purboyo Madiun wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi, Minggu (19/12/2021).

(TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra) Mudik Menurut Guru Besar Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ibnu Hamad, M.Si, "mudik" berasal dari kata "udik" yang berarti kampung. Mudik juga diartikan sebagai aktivitas pulang ke kampung halaman. Ada pula yang menyebut bahwa mudik berasal dari bahasa Jawa Ngoko, yakni ‘mulih dilik’ yang berarti "pulang sebentar".

Sementara, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan mudik dengan "ke udik" atau "pulang ke kampung halaman".

Arti kata Lebaran Lalu, bagaimana dengan "lebaran"? Artikel MA Salamun pada tahun 1954 menyebutkan, lebaran dianggap sebagai penanda usainya waktu berpuasa. Ada pula yang menyebut lebaran berasal dari bahasa Betawi yaitu "lebar" yang berarti luas.

Lebaran diartikan sebagai sebuah keleluasaan atau kelegaan hati setelah sebulan berpuasa. “Lebaran adalah metafora bagi orang saling mengikhkaskan, berlapang dada.

Sekaligus metonimi bagi yang merayakan Idul Fitri dengan perasaan yang plong,” kata Ibnu. Sementara itu, Ahli Bahasa dari Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Zamzani mengatakan, "lebaran" berasal dari bahasa Jawa yakni lebar yang berarti selesai atau usai. “Lebar artinya 'selesai, usai', seperi pada lebar udan, lebar mangan, lebar subuh, lebar Senin. Lebaran dapat berarti salah satunya melakukan/ merayakan sesuatu saat sudah lebar,” kata Zamzani.

Apa pun versinya, makna apa itu rival dalam bahasa gaul dan Lebaran sudah disepakati secara umum dalam tatanan bahasa Indonesia. Mudik berarti pulang ke kampung halaman dan lLbaran berarti Hari Raya Idul Fitri. Baca berita Ramadan 2022 lainnya di TribunJatim.com!
KILASCIMAHI - Simak arti dan penjelasan dari istilah Miamabkassp bahasa gaul yang viral di TikTok. Belakangan ini anak-anak muda membuat istilah bahasa gaul yang terdengarnya aneh namun unik salah satunya istilah Miamabkassp ini.

Istilah Miamabkassp dalam bahasa gaul ini sering digunakan oleh pengguna TikTok sebagai username maupun dalam komentarnya. Lantas apa itu Miamabkassp dalam bahasa gaul yang viral di TikTok, simak ulasannya disini.

Baca Juga: Apa Itu Shipper dalam Bahasa Gaul? Yuk Kenali Arti dan Penjelasannya Seperti dikutip dari PortalKudus.com, istilah Miamabkassp dalam bahasa gaul merupakan penggalan dari lirik lagu Chrisye dengan judul Kala Cinta Menggoda pada menit ke 1:23. Kepanjangan dari Miamabkassp yaitu Maka Izinkalah Aku Mencintaimu Atau Bolehkah Ku Sekedar Sayang Padamu. Bahasa gaul Miamabkassp digunakan dalam postingan dan juga komentar oleh pengguna TikTok. Setalah tahu artinya Miamabkassp, jadi bis menggunakan singkatan itu dengan pas dan benar.

Baca Juga: Apa Itu Kalopsia dalam Bahasa Gaul yang Viral di Sosial Media, Berikut Contoh Penggunaan Kata
Kata GUSC banyak diucapkan langsung maupun dalam komentar, caption dan lainnya. Bahasa gaul memang seperti tidak ada habisnya dan selalu ada saja bermunculan di media sosial.

Baca juga: ARTI Lagu Angel Baby – Troye Sivan yang Viral di TikTok, Begini Maknanya Berikut kamus bahasa gaul yang viral sebelumnya: Ghosting: ditinggal tanpa adanya alasan yang jelas Sabi: sabi sendiri adalah sanggup, bisa, atau mampu TBL: takut banget lho Insecure: merasa rendah diri atau merasa memiliki kekurangan dalam dirinya.

SBL: Sebel banget lho Baca juga: ARTI Miamabkassp Bahasa Gaul yang Viral di TikTok, Ini Penjelasan Apa Itu Miamabkassp Artinya Coya: amit-amit Kemudian GUSC: Gak Usah Sedih Cantik. (04)Gemay merupakan merupakan plesetan dari kata gemas. Dan biasa diungkapkan pada hal-hal yang lucu. A: Kenalin ini anak aku B: Ihhh gendut banget baby-nya pengen nyubit. Jadi Gemay 4. Japri Kata Japri sudah sering terdengar, namun nyatanya kata ini masih saja kurang banyak diketahui hal layak umum.

Japri sendiri dapat diartikan sebagai “jalur pribadi” atau “jaringan pribadi”. Tergantung penempatan kata pada kalimat A: Nanti selesai rapat bisa kontak langsung B: Siap nanti di japri… 5.

VC VC ialah Video Call, Kebanyakan bahasa ini digunakan para pengguna WhatsApp. 6. PC PC merupakan singkatan dari Personal Chat/Private Chat merupakan pesan atau chat individu yang dikirimkan untuk orang yang tertuju. 7. Damat Damat singkatan dari kalimat yang awalnya (bodo amat) 8. Generasi Micin Pada awal tahun 2018 di indonesia banyak yang menggunakan istilah “Generasi Micin”. Kata ini buat menunjukkan bagi perilaku anak zaman sekarang yang susah dinasehatin atau alay.

9. LoL LoL merupakan akronim dalam bahasa inggris “Laugh Out Loud” yang berarti tertawa terbahak-bahak. 10. Mainstream Mainstream adalah ungkapan kata yang menjelasakan sesuatu hal yang sudah apa itu rival dalam bahasa gaul umum. 11. Modus Modus bermakna seseorang yang punya niat yang terbalik dari perbuatannya tersebut.

Kepanjangan modus ialah modal dusta. (TribunPalu/Hakim) Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com
Pernah nggak sih, ketika kamu lagi berselancar di media sosial, dan iseng buka-buka kolom komentar, terus nemuin kata-kata yang nggak ditemukan artinya di kamus manapun? Tenang kawan. Itu bukan salah kamus atau ponsel yang belum di- update, kok.

Karena pada dasarnya, kata-kata itu memang benaran ada, tapi nggak diakui secara formal. Kata-kata itulah yang biasa disebut sebagai slang words atau kata slang. Biar nggak bingung lagi, simak yuk, apa saja slang words yang lagi nge- trend di dunia maya! vimeo.com Untuk kata satu ini, sedikit lebih spesial.

apa itu rival dalam bahasa gaul

Karena memiliki dua arti, tergantung konteks yang sedang dibicarakan. Arti pertama adalah "What" atau "Apa". Ketika teman kamu mengatakan hal yang nggak jelas berulang kali, dan satu-satunya yang bisa kamu katakan hanyalah, " Hwat??

Dude, say a little clearer!,". Arti keduanya adalah "Hot" atau "Panas". Misalnya, kamu makan chicken wing level 10 yang masih panas, dan banjir keringat, kamu bilang, " This is so hwat,". vimeo.com TMI atau Too Much Information adalah slang abbreviation atau singkatan slang dalam bahasa Inggris.

Singkatan ini digunakan ketika ada orang yang memberitahu kamu sesuatu, lebih dari yang kamu tanyakan atau perlukan. Contohnya: " Excuse me, Ms. Did you just left your wallet?," " I'm sorry, i have a boyfriend," " Wow, TMI. But, thank you for the wallet, though," Baca Juga: Tes Seberapa Gaul Kamu dengan Kuis Kosakata Bahasa Inggris Ini! Google Image BAE sering ditulis menggunakan satu huruf kapital dan dua huruf kecil, seperti Bae.

Kawan, itu salah. Karena BAE adalah singkatan. BAE merupakan singkatan dari Before Anyone Else. Jadi, misalnya kamu punya sahabat dan kamu selalu mengutamakan dia di atas orang lain. Nah, kamu bisa tuh, menggunakan singkatan BAE sebagai panggilan untuk sahabat tersayang kamu itu.

pinterest.com "Ketika kamu nggak peduli sama apapun yang terjadi dalam hidup kamu". Tipe-tipe orang kayak kamu gini, seharusnya sudah tahu arti kedua singkatan di atas.

Yap. IDGAF dan IDGAS memiliki arti "Gue nggak peduli,". IDGAF adalah singkatan dari I Don't Give A F***. Sedangkan Apa itu rival dalam bahasa gaul adalah singkatan dari I Don't Give A S***.

apa itu rival dalam bahasa gaul

youtube.com Last but not least, TBH paling sering digunakan di media sosial. TBH atau To Be Honest memiliki arti: "Kalau boleh jujur, sih.," dalam bahasa Indonesia. Contoh: " I know you like her. But, TBH, i love you," Nah, sudah tahu slang words apa saja yang sedang marak di dunia maya?

Kalau sudah tahu artinya, jangan lagi ragu untuk menggunakannya, ya! Baca Juga: 10 Kata Slang Bahasa Inggris untuk Menyebut Orang Lain, Sudah Tahu? Writer Georgina Miracleia I am a girl whose dream is about to be a humble writer. I love apa itu rival dalam bahasa gaul as much as i love myself. I want to make my parents proud. I have problems but i know that i'm okay as long as He's with me. I hope my dreams come true and so do yours. :) IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis.

Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Berita Terpopuler • Daftar Tanggal Merah Desember 2022: Libur Natal • Kamu Workaholic? Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • Trae Young, Mimpi Buruk Fans New York Knicks • 9 Ide Outfit Sambil Mirror Selfie ala Taehyun TXT yang Simpel Abis! • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 5 Tips Membuat Kremesan yang Renyah, Perhatikan Kekentalan Adonan • Menko Muhadjir: Biaya Pasien Hepatitis Akut Ditanggung BPJS Kesehatan • 11 Inspirasi Gaya Kasual ala Choi Sooyoung, Simpel dan Kece • 7 Kue Lapis Khas Kalimantan Barat saat Lebaran, Bikin Hangat Suasana • Mengenal Khonsu, Dewa Bulan Mesir yang Muncul di Moon Knight Series
Lalu apa sebenarnya makna kata gamon?

Simak contoh penggunaannya. Baca juga: Arti Kata Birrul Walidain Pengertian dan Keutamaan, Dilengkapi dengan Dasar Hukum dan Kedudukannya Contoh penggunaan kata gamon: Ilustrasi arti kata gamon dalam bahasa gaul. (via Tribun Pekanbaru) A: Eh, bro katanya si Siskaeee suka sama lo.!

B: Masa iya, tapi gak lah, gue belum mau pacaran lagi. A: Siskaeee cantik lo, masa lo gak mau. Gamon lo ya sama yang lama?

Eksistensi Bahasa Gaul




2022 www.videocon.com