Dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah

dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah

Proses siklus air adalah rangkaian atau tahapan yang dilalui oleh air dari bumi ke atmosfer lalu kembali lagi ke bumi. Terdapat 3 tahapan pada proses siklus air yang dimulai dari Evaporasi yaitu menguapnya air sungai, air laut, dan air danau karena terkena panas matahari.

Kemudian uap air tersebut naik ke atas lalu ter Kondensasi hingga membentuk awan.

dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah

kemudian tahapan yang terakhir yaitu Presipitasi, yang dikenal dengan air hujan. Lalu air hujan tersebut jatuh ke bumi. Sebagaian air huhjan tersebut ada yang meresap ke dalam tanah menjadi air tanah sebagai cadangan air dan sebagian ada yang mengalir di permukaan menjadi air permukaan. Pada musim kemarau terjadi penguapan (evaporasi) secara besar-besaran.

Hal ini dapat mengakibatkan kekeringan pada sungai, danau, bahkan mata air. Hal ini juga berdampak pada matinya tumbuhan karena kekurangan air. ASTALOG.COM – Dilansir dari wikipedia, musim kemarau atau musim kering adalah musim di daerah tropis yang dipengaruhi oleh sistem muson.

Untuk dapat disebut musim kemarau, curah hujan per bulan harus di bawah 60 mm per bulan (atau 20 mm per dasarian) selama tiga dasarian berturut-turut. Wilayah tropika di Asia Tenggara dan Asia Selatan, Australia bagian timur laut, Afrika, dan sebagian Amerika Selatan mengalami musim ini.

Baru-baru ini, terjadi musim kemarau panjang hampir di beberapa negara yang salah satunya termasuk Indonesia. Kemarau panjang atau yang biasa disebut El Nino dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah di tahun 2015 kemarin. Belakangan diketahui bahwa fenomena tersebut terjadi akibat melemahnya angin pasat yang biasanya (dalam kondisi normal) bersirkulasi di Samudra Pasifik. Keadaan ini menyebabkan air hangat di bagian barat Pasifik tertarik ke timur. Karena air hangat di bagian barat Pasifik (Australia, Papua Nugini, dan Indonesia) berkurang maka penguapan (evaporasi) juga menurun.

Berkurangnya evaporasi menyebabkan atmosfer di kawasan tersebut miskin uap air. Karena miskin uap air, curah hujan di kawasan ini juga menurun sehingga terjadilah kekeringan (kemarau). Semakin kuat dan masif perpindahan masa air laut itu, akan semakin lama pula musim kemarau yang ditimbulkannya. 1. Letak Geografis Indonesia terletak di antara dua benua dan samudra serta lokasinya di daerah tropis, ini membuat tanah air kita mengalami dua musim, yakni musim hujan dan musim kemarau.

Musim kemarau sangat terasa menyengsarakan di tempat-tempat nan pasokan airnya sangat terbatas, seperti di dataran tinggi. Banyak sawah dan ladang nan akan terlantar, karena metode bercocok tanam petani memakai sistem tadah hujan. Kemarau terus menerus mengenai wilayah Indonesia nan ada di garis khatulistiwa, terutama nan ada tepat di lintang tersebut. Seperti, daerah Kalimantan nan sering diberitakan kejadian kebakaran hutan sebab panas nan tiada henti di daerah itu. Kebakaran hutan juga memicu asap tebal nan menggangu penglihatan warga sekitar.

2. Perubahan Cuaca Kemarau juga diakibatkan genre angin muson timur di bulan April sampai Oktober. Angin ini membawa hawa panas dari benua Australia nan daratannya sangat luas. Maka wajar jika bulan April ke atas, intensitas hujan lebih banyak berkurang daripada bulan sebelumnya. 3. Pencemaran dan Polusi terhadap Alam Dampak dari pencemaran dan polusi tak hanya berpengaruh pada kerusakan alam dalam lingkup sempit.

Namun, secara kumulatif juga mendorong bala nan berkepanjangan, seperti kemarau. Hutan nan berfungsi buat menahan air dalam jumlah besar akan kehilangan potensi saat tercemar. 4. Pendayagunaan Alam nan Berlebihan Di antara pembaca nan tinggal di loka bermata air jernih, banyak perusahaan air minumbaik nan kemasan atau pemasok air isi dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah nan mendirikan usaha di kawasan mata air tersebut.

PELAJARI: Contoh Teks Cerita Fabel Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan perusahaan penghasil air tersebut merugikan rakyat sekitar.

dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah

Mereka mengeksploitasi air nan melimpah di kawasan mata air sehingga lambat laun air sungai berkurang debitnya.

5. Perusakan Sumber Daya Alam (SDA) SDA merupakan harta paling berharga bagi manusia, keberadaan alam menjamin keberlangsungan hayati anak cucu adam, tetapi pemanfaatan SDA nan tak terkontrol akan mendorong munculnya masalah baru bagi manusia. Pemanfaat SDA tersebut, seperti mata air nan disedot terus menerus melebihi kapasitasnya, pegunungan nan ditebang sembarang ataupun ekskavasi tanah di daerah kaya mineral dan logam nan terlalu rakus.

Beberapa kelakuan manusia tersebut mempercepat musibah kemarau tiba. 6. Global Warming Pemanasan dunia nan telah dirasakan saat ini dampaknya mulai menyadarkan manusia.

Alam ialah loka hayati mereka, seharusnya teknologi canggih nan tak ramah lingkungan bisa disebut sebagai ciptaan cacat. Sebut saja berbagai produksi teknologi modern sekarang, ternyata sebagian besar memiliki pengaruh jelek kepada alam.

Dampak Kemarau Panjang Dampak dari kemarau panjang disebabkan karena 2 dampak, yaitu dampak langsung dan tak langsung.

dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah

Dampak Langsung 1. Anjloknya produksi pertanian dan perkebunan Berkurangnya produksi pertanian ini bisa memicu melambungnya harga-harga bahan makanan: beras, sayur mayur, dan buah-buahan. Selain bisa menurunkan tingkat kesehatan akibat kurangnya asupan gizi, kelangkaan bahan makanan pokok pada tingkatan ekstrem bisa menimbulkan bencana kelaparan. PELAJARI: Contoh Konjungsi Eksternal dan Konjungsi Internal 2.

Krisis air bersih Ketika sungai, situ, dan sumur dangkal mengering banyak masyarakat yang akan kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi ini bisa mendorong timbulnya wabah penyakit menular karena mayarakat terpaksa menggunakan/mengkonsumsi air yang tidak higenis.

3. Kebakaran Dalam kondisi normal saja kebakaran hutan/lahan dan properti lainnya bisa terjadi dengan mudah dan sulit mengendalikannya, apatah lagi pada musim kemarau ketika pepohonan mengering dan meranggas, ketika di lingkungan pemukiman kekurangan air. 4. Berhentinya PLTA Seperti diberitakan oleh salah satu TV nasional (Selasa, 4/8/2015), kemarau belum lagi genap 3 bulan, PLTA Cirata (Jawa Barat) terpaksa mengistirahatkan 80% turbinnya karena debit bendungan Cirata menurun tajam.

Jika seluruh turbin PLTA Cirata ini berhenti dapat dipastikan pasokan listrik Jawa-Bali akan berkurang. Pada akhirnya, kondisi ini akan berdampak pada banyak sektorkhusunya dunia industri. Dampak Tidak Langsung Mengeringnya lahan-lahan pertanian bisa berakibat berhentinya usaha pertanian.

Keadaan ini dapat menyebabkan tingginya tingkat pengangguran di pedesaan.

dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah

Pengangguran di satu sisi, ditambah tingginya harga-harga kebutuhan pokok di sisi lain, berpotensi menimbulkan masalah sosial tersendiri. Urbanisasi mungkin meningkat, jumlah gelandangan dan pengemis bertambah, dan angka kriminalitas boleh jadi akan tinggi.
Kehidupan di bumi berjalan sangat unik, sebab tak hanya manusia, semua makhluk juga ikut serta dalam membentuk sebuah kehidupan yang terintegrasi.

Sebagai contoh tumbuhan yang mampu mencegah kekeringan ketika terjadi proses evaporasi di musim kemarau. Menurut saya itu unik, hanya saja kita mungkin yang tidak terlalu peduli dengan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. Oh ya, karena materi belajar kita hari ini adalah tentang evaporasi, teman-teman sudah pernah dengar atau tahu tentang apa itu evaporasi atau belum? Nah, biar pembahasan kita menjadi runut, saya akan coba membahas materi kali ini dengan terstruktur.

Pun jika kamu tidak membutuhkan semua informasinya, kamu tinggal menggunakan daftar isi di bawah ini untuk langsung menuju bagian mana yang ingin kamu baca. Tapi kalau saran saya sih, baca saja semuanya karena sayang banget kalau ilmu ini dilewatkan. Yuk, disimak baik-baik ya teman-teman. Sederhananya, evaporasi adalah proses penguapan di mana terjadi perubahan molekul yang awalnya dalam keadaan cair menjadi gas.

Contoh dari evaporasi ini adalah dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah air menjadi uap air. Evaporasi dapat dilihat dari berkurangnya volume cairan ketika terpapar faktor penyebab evaporasi tersebut, seperti panas. Contoh gampangnya, kamu bisa melihat saat kamu atau keluargamu mencuci kendaraan.

Meski tidak dilap, semakin lama air yang tersisa di kendaraan itu akan semakin berkurang volumenya hingga hilang. Air yang berkurang itu bukannya hilang, hanya berubah bentuk menjadi uap air.

Hmm, itu baru satu contoh sih ya, contoh selanjutnya sebenarnya banyak ada di sekitar kita lho. Mungkin kitanya saja yang tidak sadar.

dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah

Contoh evaporasi dalam kehidupan sehari-hari Jika mengeringnya kendaraan setelah dicuci hanya satu dari sekian banyak contoh evaporasi, agar kamu lebih paham dengan proses ini, kita akan bahas juga beberapa contoh evaporasi dalam kehidupan sehari-hari lainnya.

Berikut beberapa contoh tersebut. 1. Tubuh yang mengering setelah mandi Ketika selesai mandi, meskipun sudah dilap dengan handuk, masih ada beberapa air yang menempel di tubuh kita. Namun air itu kalau dibiarkan lama-lama akan menghilang juga. Hal itu dikarenakan adanya evaporasi yang terjadi, di mana panas tubuh kita membuat air tersebut perlahan menguap. Contoh yang paling gampangnya adalah air yang masih tersisa di kulit kepala, lama-lama akan kering juga, kan?

2. Keringat yang mengering Ketika telah selesai berolah raga, kita biasanya akan berkeringat, bahkan tak jarang keringat tersebut membuat kita seperti baru mandi. Tapi lambat-laun keringat itu menghilang dan pakaian kita pakai pun ikutan mengering. Nah, keringat tersebut telah menguap atau berevaporasi karena panas tubuh kita dan panas cuaca pada saat tersebut. 3. Pakaian yang dijemur Pakaian yang dijemur juga merupakan salah satu contoh evaporasi yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari.

Saat awalnya kita menjemur pakaian yang masih basah atau lembab, kemudian setelah beberapa waktu pakaian tersebut menjadi kering, itu artinya cairan atau air yang ada di pakaian tersebut telah menguap.

Semakin panas cuaca maka akan semakin cepat penguapannya. 4. Dedaunan pohon di musim kemarau Apakah kamu pernah memperhatikan pepohonan di musim kemarau? Apa yang kamu temukan? Kalau saya sih melihat dedaunan mereka yang mengering dan banyak yang berjatuhan. Nah, peristiwa tersebut juga berkaitan dengan evaporasi tadi lho. 5. Embun ketika matahari sudah mulai terbit Ketika pagi hari, beberapa embun bisa kita temukan di beberapa tempat.

Embun yang berupa bulir air itu akan menghilang ketika matahari sudah muncul dan mulai meninggi. Peristiwa ini juga merupakan salah satu contoh dari evaporasi tadi.

Namun dari semua itu, muncul sebuah pertanyaan, bagaimana sih sebenarnya proses terjadinya evaporasi itu? Yuk kita bahas lebih lanjut. Proses terjadinya evaporasi Evaporasi adalah proses alami yang terjadi di alam, artinya proses ini akan tetap ada di dalam kehidupan kita.

dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah

Evaporasi juga merupakan suatu hal yang sangat penting, coba kamu bayangkan andaikata tidak ada yang namanya penguapan itu, lantas bagaimana kita harus mencuci baju? Ah, lupakan itu sejenak, sekarang kita bahas betul bagaimana proses evaporasi terjadi. Evaporasi terjadi ketika molekul cairan memperoleh energi panas yang cukup dari lingkungan sehingga molekul cairan tersebut berubah fasa menjadi uap.

Rata-rata molekul cairan tidak memiliki energi yang cukup untuk berubah fasa, sebab jika energinya cukup akan sangat sedikit cairan yang ada di permukaan bumi. Oleh karena itu, energi dari lingkungan sangat memainkan faktor penting di dalam proses evaporasi ini.

Proses evaporasi merupakan salah satu proses penting dalam siklus air yang terjadi terus-menerus. Ketika proses dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah tidak terjadi, maka sudah dipastikan bahwa siklus air akan terganggu.

Salah satu akibatnya adalah terhambatnya hujan untuk turun. Biar kamu lebih gampang dalam membayangkannya, coba lihat gambar yang saya sertakan di bawah ini.

Gambar olahan pribadi, vektor dari Tree vector created by natalka_dmitrova – www.freepik.com Tujuan evaporasi Adapun tujuan dari evaporasi secara umum adalah untuk menguapkan air di permukaan bumi sehingga uap air tersebut dapat terkondensasi sehingga menjadi awan dan menyebabkan terjadinya hujan.

Sedangkan secara khususnya, terutama di bidang ilmu fisika yang dipelajari di tingkat perguruan tinggi, adalah untuk memekatkan larutan yang mengandung zat yang sulit menguap ( non-volatile solute) serta menguapkan pelarut yang mudah menguap dengan cara menguapkan sebagiannya. Pada sebagian produk atau larutan, produsen atau pemilik menginginkan larutan yang pekat atau kental, sehingga cairannya (atau kandungan air) harus diuapkan terlebih dahulu. Sebagai contoh produk susu bubuk, susu cair awalnya dievaporasikan agar menjadi pekat dan dapat diproses menjadi susu bubuk.

Contoh lainnya dari tujuan evaporasi ini bisa juga pada pembuatan ikan asin atau kerupuk yang mesti dijemur untuk menguapkan kandungan air yang ada di dalamnya, serta beberapa contoh lainnya di mana konsep evaporasi ini digunakan. Faktor yang mempengaruhi evaporasi Nyatanya evaporasi tidak terjadi tanpa sebab atau faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya evaporasi, termasuk juga yang dapat mempercepat laju dari proses penguapan tersebut. Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi evaporasi. 1. Temperatur Temperatur berkaitan dengan besar panas yang diterima oleh sebuah cairan.

dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah

Semakin tinggi temperatur maka akan semakin cepat laju evaporasi. Artinya, volume cairan tersebut akan semakin cepat berkurang atau menguap ke lingkungannya. 2. Tekanan Tekanan, khususnya tekanan uap, menjadi faktor yang mempengaruhi evaporasi lainnya.

Ketika tekanan uap cairan lebih rendah daripada tekanan atmosfer atau lingkungan, maka proses penguapan pun terjadi pada cairan tersebut. 3. Kecepatan angin Kecepatan angin di lingkungan juga mempengaruhi proses evaporasi dikarenakan angin memiliki peranan dalam menggeser lapisan jenuh dengan lapisan tidak jenuh sehingga evaporasi dapat tetap berlanjut atau terjadi.

4. Pemukaan bidang penguapan Permukaan bidang penguapan juga dapat mempengaruhi laju evaporasi sebuah cairan, ini juga berkaitan dengan air, vegetasi dan tanah. 5. Waktu dan intensitas paparan energi Faktor yang mempengaruhi terjadinya evaporasi lainnya adalah waktu dan intensitas paparan dari dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah energi yang membuat molekul cairan tadi menguap.

Sebagai contoh, jika sumber energinya adalah panas matahari, lama waktu di bawah sinar matahari dan besarnya intensitas radiasi sinar matahari tersebut akan mempengaruhi proses evaporasi. Cara mencegah evaporasi Sebelumnya kita sudah membahas bahwa evaporasi merupakan sebuah proses yang terjadi secara alami di alam. Hanya saja, mungkin di satu atau dua kasus di kehidupan kita, kita ingin mencegah terjadinya evaporasi tersebut karena satu atau dua alasan tertentu.

Pertanyaannya, bagaimana cara mencegah evaporasi itu? Ada banyak cara yang bisa kita lakukan dalam mencegah evaporasi, atau paling tidak memperlambat proses terjadinya evapoprasi tersebut.

Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut: 1. Hindarkan cairan dari paparan panas secara langsung Cara pertama yang bisa kita lakukan dalam mencegah terjadinya evaporasi terhadap suatu cairan adalah menghindarkannya dari paparan panas secara langsung.

Misalnya, memindahkannya ke dalam lemari atau di tempat yang lebih teduh. 2. Meletakkan cairan dalam bidang yang lebih besar Seperti yang sudah kita bahas tadi, permukaan bidang dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi laju evaporasi.

Ketika permukaan bidangnya besar, maka cairan akan lebih lama untuk panas sehingga molekul cairan tidak menguap dengan cepat. 3. Menyimpan cairan di wadah tertutup Jika kamu dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah ingin cairan tertentu terevaporasi dengan cepat, kamu bisa menyimpannya di wadah khusus seperti botol dan sebagainya. Wadah tertutup akan mencegah cairan menguap ke lingkungan atau ke atmosfer. 4. Menggunakan cairan dengan tingkat penguapan lebih rendah Setiap jenis cairan memiliki tingkat penguapan yang berbeda-beda lho.

Sebagai contoh, air lebih mudah menguap dari pada minyak. Jadi, menggunakan cairan yang lebih sulit menguap juga bisa mencegah terjadinya evaporasi dengan cepat. Pada kenyataannya, cairan apapun dapat terevaporasi namun lajunya saja yang berbeda. 5. Menanam pohon untuk menghindari evaporasi lingkungan yang berlebihan Nah, jika yang ingin dicegah adalah evaporasi air di permukaan tanah, maka cara mencegah evaporasi ini salah satunya adalah dengan menanam pohon.

Lho, kok menanam pohon? Ya, karena pohon dapat menyerap air dan mempertahankan air, sehingga tidak cepat terevaporasi ke atmosfer. Selain itu, proses evaporasi dapat disebut transpirasi ketika air tersebut diserap oleh tumbuhan. Artinya, air tidak hanya menguap begitu saja, melainkan sudah diambil sebagiannya oleh pohon yang akan digunakan pada proses fotosintesis dan sebagainya.

Dampak evaporasi Sejauh ini kita sudah membahas berbagai teori mengenai evaporasi itu, namun ada satu yang belum kita bahas yaitu dampak proses evaporasi tersebut. Seperti proses-proses lainnya, evaporasi juga memberikan dampak yang bisa dinilai positif ataupun negatif. Dampak positif evaporasi Jika kamu membaca dari awal artikel ini, tentu kamu bisa dengan mudah menemukan apa saja dampak positif dari evaporasi itu. Saya sudah menuliskannya pada beberapa contoh.

Yang jelas, proses evaporasi dapat membantu kita dalam berbagai aplikasi di kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa dampak positif dari evaporasi : • Membuat pakaian yang dijemur menjadi kering • Merupakan siklus air yang menyebabkan terjadinya hujan • Membantu mengeringkan bahan makanan • Mengeringkan badan setelah mandi • Mengeringkan keringat setelah berolah raga, dan sebagainya Dampak negatif evaporasi Jika evaporasi memiliki dampak positif, tentu saja ia memiliki dampak negatif juga.

Terutama ketika musim kemarau datang dan sangat panjang, di tengah pemanasan global yang semakin memprihatinkan. Dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau tersebut adalah sebagai berikut : • Tumbuhan kekurangan air untuk diserap • Sungai mengering • Sawah dan lahan pertanian mengering • Menurunkan kelembaban udara, sehingga bisa merusak kulit Persoalan dampak positif dan negatif dari evaporasi ini sebenarnya bisa dipandang dari sudut yang berbeda.

Bisa saja dampak positif jadi negatif, atau negatif jadi positif. Yang jelas, evaporasi memiliki dampak yang bisa jadi dapat dianggap kecil atau besar dalam kehidupan.

Nah, itulah pembahasan kita mengenai proses evaporasi, tujuan, contoh, cara mencegah hingga dampaknya. Semoga dari apa yang saya jelaskan ini bisa membantu menambah khasanah pengetahuanmu ya.

Ada pun jika menurutmu masih ada yang kurang atau ada hal yang ingin dipertanyakan, silakan menuliskannya di kolom komentar. Terima kasih sudah mampir dan membaca. Recent Posts • Kelebihan dan Kekurangan Laptop HP yang Wajib Diketahui • Review Sepatu Aerostreet, Murah tapi Tidak Murahan • Kini Pengguna Bisa Live Streaming di IDN App dengan Fitur IDN Live • 7 Kaos Distro Original Merk Branded, Bisa Dibeli Online • 7 Merk Gamis Branded Berkualitas untuk Wanita dan Pria Baca juga: Pada saat jalan cepat, bagian kaki yang menyentuh lintasan pertama kali di setiap langkah adalah?

Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. Ketersediaan air tercukupi adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban B. Kekeringan di mana – mana adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Baca juga: Yang menjadi tema utama pada mind mapping tersebut adalah? Menurut saya jawaban C.

Suhu udara meningkat adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Menurut saya jawaban D. Radiasi matahari tinggi adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan.

Baca juga: Agresi Militer Belanda ke II pada 19 Desember 1948 Belanda melakukan serangan darat dan udara ke daerah? Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah B. Kekeringan di mana – mana. Postingan Terbaru • 10+ Investasi Saham Terbaik Untuk Masa Depanmu • Sebagai suporter yang baik maka kalian harus mendukung Tim yang kalian dukung dengan segenap pengorbanan dan keikhlasan, hal ini dapat dibuktikan dengan sikap, kecuali? • Anda bekerja sebagai juru masak di sebuah restoran besar di ibu kota.

Ketika restoran sedang ramai, tiba-tiba saudara anda datang meminta tolong kepada anda untuk mengantarkan ke bandara, karena tidak ada yang bisa mengantarkannya, Sikap anda,? • Salah satu kelebihan usaha perseorangan adalah?

• Bentuk interaksi sosial yang tercipta pada gambar diatas adalah?
Dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah … penguapan (evaporasi) yang tinggi, sementara curah hujan rendah, menyebabkan berkurangnya air permukaan (sungai, danau dan waduk) serta air tanah (sumur) dan membuat terjadinya kekeringan. Pembahasan: Indonesia mengenal dua musim, yaitu musim hujan dari bulan Oktober hingga bulan Maret, dan musim kemarau dari bulan April hingga bulan September. Perubahan musim ini terjadi akibat perubahan lokasi matahari terhadap bagaian bumi.

Terjadinya musim kemarau di Indonesia sebab adanya angin muson timur yang kering dari benua Australia dan mengandung sedikit uap air. Pada bulan April hingga September, matahari bergerak dan berada di utara Ekuator, sehingga membuat angin bertiup dari benua Australia di timur Indonesia. Angin muson timur ini dingin, kering dan mengandung sedikit uap air, karena wilayah Australia kebanyakan berupa gurun.

Akibat musim kemarau curah hujan berkurang, dan menjadikan tidak tergantinya air permukaan yang hilang akibat penguapan. Akibatnya, jumlah air di permukaan (sungai, danau dan waduk) turun akibat rendahnya curah hujan ini. Sungai dan danau pada musim kemarau menjadi surut. Berkurangnya curah hujan juga membuat penyerapan air ke dalam tanah sedikit dan air tanah berkurang. Persediaan air tanah yang menjadi sedikit ini menyebabkan air sumur kering dan banyak wilayah kesulitan air. Kondisi kekeringan ini juga membuat masyarakat sulit bercocok tanam, dan banyak terjadi gagal panen.

Pelajari lebih lanjut siklus air di: brainly.co.id/tugas/15229187 Pelajari lebih lanjut apakah terjadinya musim kemarau di Indonesia di: brainly.co.id/tugas/2968644 Pelajari lebih lanjut bagaimana keadaan alam pulau Jawa di: brainly.co.id/tugas/742242 ------------------------------------------------------------------------------ Detail Jawaban: Kode: 6.4.3 Kelas: VI Mata Pelajaran: Biologi Materi: Keseimbangan Ekosistem Keseimbangan Ekosistem
Kehidupan di bumi berjalan sangat unik, sebab tak hanya manusia, semua makhluk juga ikut serta dalam membentuk sebuah kehidupan yang terintegrasi.

Sebagai contoh tumbuhan yang mampu mencegah kekeringan ketika terjadi proses evaporasi di musim kemarau. Menurut saya itu unik, hanya saja kita mungkin yang tidak terlalu peduli dengan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan.

Oh ya, karena materi belajar kita hari ini adalah tentang evaporasi, teman-teman sudah pernah dengar atau tahu tentang apa itu evaporasi atau belum? Nah, biar pembahasan kita menjadi runut, saya akan coba membahas materi kali ini dengan terstruktur. Pun jika kamu tidak membutuhkan semua informasinya, kamu tinggal menggunakan daftar isi di bawah ini untuk langsung menuju bagian mana yang ingin kamu baca.

Tapi kalau saran saya sih, baca saja semuanya karena sayang banget kalau ilmu ini dilewatkan. Sederhananya, evaporasi adalah proses penguapan di mana terjadi perubahan molekul yang awalnya dalam keadaan cair menjadi gas. Contoh dari evaporasi ini adalah perubahan air menjadi uap air. Evaporasi dapat dilihat dari berkurangnya volume cairan ketika terpapar faktor penyebab evaporasi tersebut, seperti panas. Contoh gampangnya, kamu bisa melihat saat kamu atau keluargamu mencuci kendaraan.

Meski tidak dilap, semakin lama air yang tersisa di kendaraan itu akan semakin berkurang volumenya hingga hilang. Air yang berkurang itu bukannya hilang, hanya berubah bentuk menjadi uap air.

Hmm, itu baru satu contoh sih ya, contoh selanjutnya sebenarnya banyak ada di sekitar kita lho. Mungkin kitanya saja yang tidak sadar. Contoh evaporasi dalam kehidupan sehari-hari Jika mengeringnya kendaraan setelah dicuci hanya satu dari sekian banyak contoh evaporasi, agar kamu lebih paham dengan proses ini, kita akan bahas juga beberapa contoh evaporasi dalam kehidupan sehari-hari lainnya.

Berikut beberapa contoh tersebut. 1. Tubuh yang mengering setelah mandi Ketika selesai mandi, meskipun sudah dilap dengan handuk, masih ada beberapa air yang menempel di tubuh kita.

Namun air itu kalau dibiarkan lama-lama akan menghilang juga. Hal itu dikarenakan adanya evaporasi yang terjadi, di mana panas tubuh kita membuat air tersebut perlahan menguap. Contoh yang paling gampangnya adalah air yang masih tersisa di kulit kepala, lama-lama akan kering dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah, kan? two. Keringat yang mengering Ketika telah selesai berolah raga, kita biasanya akan berkeringat, bahkan tak jarang keringat tersebut membuat kita seperti baru mandi.

Tapi lambat-laun keringat itu menghilang dan pakaian kita pakai pun ikutan mengering. Nah, keringat tersebut telah menguap atau berevaporasi karena panas tubuh kita dan panas cuaca pada saat tersebut.

3. Pakaian yang dijemur Pakaian yang dijemur juga merupakan salah satu contoh evaporasi yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari. Saat awalnya kita menjemur pakaian yang masih basah atau lembab, kemudian setelah beberapa waktu pakaian tersebut menjadi kering, itu artinya cairan atau air yang ada di pakaian tersebut telah menguap.

Semakin panas cuaca maka akan semakin cepat penguapannya. 4. Dedaunan pohon di musim kemarau Apakah kamu pernah memperhatikan pepohonan di musim kemarau?

Apa yang kamu temukan? Kalau saya sih melihat dedaunan mereka yang mengering dan banyak yang berjatuhan. Nah, peristiwa tersebut juga berkaitan dengan evaporasi tadi lho. v. Embun ketika matahari sudah mulai terbit Ketika pagi hari, beberapa embun bisa kita temukan di beberapa tempat.

Embun yang berupa bulir air itu akan menghilang ketika matahari sudah muncul dan mulai meninggi. Peristiwa ini juga merupakan salah satu contoh dari evaporasi tadi.

Namun dari semua itu, muncul sebuah pertanyaan, bagaimana sih sebenarnya proses terjadinya evaporasi itu? Yuk kita bahas lebih lanjut. Proses terjadinya evaporasi Evaporasi adalah proses alami yang terjadi di alam, artinya proses ini akan tetap ada di dalam kehidupan kita. Evaporasi juga merupakan suatu hal yang sangat penting, coba kamu bayangkan andaikata tidak ada yang namanya penguapan itu, lantas bagaimana kita harus mencuci baju?

Ah, lupakan itu sejenak, sekarang kita bahas betul bagaimana proses evaporasi terjadi. Evaporasi terjadi ketika molekul cairan memperoleh energi panas yang cukup dari lingkungan sehingga molekul cairan tersebut berubah fasa menjadi uap.

Rata-rata molekul cairan tidak memiliki energi yang cukup untuk berubah fasa, sebab jika energinya cukup akan sangat sedikit cairan yang ada di permukaan bumi. Oleh karena itu, energi dari lingkungan sangat memainkan faktor penting di dalam proses evaporasi ini. Proses evaporasi merupakan salah satu proses penting dalam siklus air yang terjadi terus-menerus.

dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah

Ketika proses evaporasi tidak terjadi, maka sudah dipastikan bahwa siklus air akan terganggu. Salah satu akibatnya adalah terhambatnya hujan untuk turun.

Biar kamu lebih gampang dalam membayangkannya, coba lihat gambar yang saya sertakan di bawah ini. Tujuan evaporasi Adapun tujuan dari evaporasi secara umum adalah untuk menguapkan air di permukaan bumi sehingga uap air tersebut dapat terkondensasi sehingga menjadi awan dan menyebabkan terjadinya hujan. Sedangkan secara khususnya, terutama di bidang ilmu fisika yang dipelajari di tingkat perguruan tinggi, adalah untuk memekatkan larutan yang mengandung zat yang sulit menguap ( non-volatile solute) serta menguapkan pelarut yang mudah menguap dengan cara menguapkan sebagiannya.

dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah

Pada sebagian produk atau larutan, produsen atau pemilik menginginkan larutan yang pekat atau kental, sehingga cairannya (atau kandungan air) harus diuapkan terlebih dahulu. Sebagai contoh produk susu bubuk, susu cair awalnya dievaporasikan agar menjadi pekat dan dapat diproses menjadi susu bubuk. Contoh lainnya dari tujuan evaporasi ini bisa juga pada pembuatan ikan asin atau kerupuk yang mesti dijemur untuk menguapkan kandungan air yang ada di dalamnya, serta beberapa contoh lainnya di mana konsep evaporasi ini digunakan.

Faktor yang mempengaruhi evaporasi Nyatanya evaporasi tidak terjadi tanpa sebab atau faktor-faktor yang mempengaruhinya. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya evaporasi, termasuk juga yang dapat mempercepat laju dari proses penguapan tersebut.

Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi evaporasi. ane. Temperatur Temperatur berkaitan dengan besar panas yang diterima oleh sebuah cairan. Semakin tinggi temperatur maka akan semakin dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah laju evaporasi. Artinya, volume cairan tersebut akan semakin cepat berkurang atau menguap ke lingkungannya. 2. Tekanan Tekanan, khususnya tekanan uap, menjadi faktor yang mempengaruhi evaporasi lainnya. Ketika tekanan uap cairan lebih rendah daripada tekanan atmosfer atau lingkungan, maka proses penguapan pun terjadi pada cairan tersebut.

3. Kecepatan angin Kecepatan angin di lingkungan juga mempengaruhi proses evaporasi dikarenakan angin memiliki peranan dalam menggeser lapisan jenuh dengan lapisan tidak jenuh sehingga evaporasi dapat tetap berlanjut atau terjadi. 4. Pemukaan bidang penguapan Permukaan bidang penguapan juga dapat mempengaruhi laju evaporasi sebuah cairan, ini juga berkaitan dengan air, vegetasi dan tanah.

5. Waktu dan intensitas paparan energi Faktor yang mempengaruhi terjadinya evaporasi lainnya adalah waktu dan intensitas paparan dari sumber energi yang membuat molekul cairan tadi menguap. Sebagai contoh, jika sumber energinya adalah panas matahari, lama waktu di bawah sinar matahari dan besarnya intensitas radiasi sinar matahari tersebut akan mempengaruhi proses evaporasi. Cara mencegah evaporasi Sebelumnya kita sudah membahas bahwa evaporasi merupakan sebuah proses yang terjadi secara alami di alam.

Hanya saja, mungkin di satu atau dua kasus di kehidupan kita, kita ingin mencegah terjadinya evaporasi tersebut karena satu atau dua alasan tertentu. Pertanyaannya, bagaimana cara mencegah evaporasi itu? Ada banyak cara yang bisa kita lakukan dalam mencegah evaporasi, atau paling tidak memperlambat proses terjadinya evapoprasi tersebut.

Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut: 1. Hindarkan cairan dari paparan panas secara langsung Cara pertama yang bisa kita lakukan dalam mencegah terjadinya evaporasi terhadap suatu cairan adalah menghindarkannya dari paparan panas secara langsung.

Misalnya, memindahkannya ke dalam lemari atau di tempat yang lebih teduh. 2. Meletakkan cairan dalam bidang yang lebih besar Seperti yang sudah kita bahas tadi, permukaan bidang dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi laju evaporasi. Ketika permukaan bidangnya besar, maka cairan akan lebih lama untuk panas sehingga molekul cairan tidak menguap dengan cepat.

iii. Menyimpan cairan di wadah tertutup Jika kamu tidak ingin cairan tertentu terevaporasi dengan cepat, kamu bisa menyimpannya di wadah khusus seperti botol dan sebagainya. Wadah tertutup akan mencegah cairan menguap ke lingkungan atau ke atmosfer.

4. Menggunakan cairan dengan tingkat penguapan lebih rendah Setiap jenis cairan memiliki tingkat penguapan yang berbeda-beda lho. Sebagai contoh, air lebih mudah menguap dari pada minyak.

Jadi, menggunakan cairan yang lebih sulit menguap juga bisa mencegah terjadinya evaporasi dengan cepat. Pada kenyataannya, cairan apapun dapat terevaporasi namun lajunya saja yang berbeda. 5. Menanam pohon untuk menghindari evaporasi lingkungan yang berlebihan Nah, jika yang ingin dicegah adalah evaporasi air di permukaan tanah, maka cara mencegah evaporasi ini salah satunya adalah dengan menanam pohon.

Lho, kok menanam pohon? Ya, karena pohon dapat menyerap air dan mempertahankan air, sehingga tidak cepat terevaporasi ke atmosfer. Selain itu, proses evaporasi dapat disebut transpirasi ketika air tersebut diserap oleh tumbuhan. Artinya, air tidak hanya menguap begitu saja, melainkan sudah diambil sebagiannya oleh pohon yang akan digunakan pada proses fotosintesis dan sebagainya.

Dampak evaporasi Sejauh ini kita sudah membahas berbagai teori mengenai evaporasi itu, namun ada satu yang belum kita bahas yaitu dampak proses evaporasi tersebut. Seperti proses-proses lainnya, evaporasi juga memberikan dampak yang bisa dinilai positif ataupun negatif. Dampak positif evaporasi Jika kamu membaca dari awal artikel ini, tentu kamu bisa dengan mudah menemukan apa saja dampak positif dari evaporasi itu.

Saya sudah menuliskannya pada beberapa contoh. Yang jelas, proses evaporasi dapat membantu kita dalam berbagai aplikasi di kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa dampak positif dari evaporasi : • Membuat pakaian yang dijemur menjadi kering • Merupakan siklus air yang menyebabkan terjadinya hujan • Membantu mengeringkan bahan makanan • Mengeringkan badan setelah mandi • Mengeringkan keringat setelah berolah raga, dan sebagainya Dampak negatif evaporasi Jika evaporasi memiliki dampak positif, tentu saja ia memiliki dampak negatif juga.

Terutama ketika musim kemarau datang dan sangat panjang, dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah tengah pemanasan global yang semakin memprihatinkan. Dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau tersebut adalah sebagai berikut : • Tumbuhan kekurangan air untuk diserap • Sungai mengering • Sawah dan lahan pertanian mengering • Menurunkan kelembaban udara, sehingga bisa merusak kulit Persoalan dampak positif dan negatif dari evaporasi ini sebenarnya bisa dipandang dari sudut yang berbeda.

Bisa saja dampak positif jadi negatif, atau negatif jadi positif. Yang jelas, evaporasi memiliki dampak yang bisa jadi dapat dianggap kecil atau besar dalam kehidupan. Nah, itulah pembahasan kita mengenai proses evaporasi, tujuan, contoh, cara mencegah hingga dampaknya. Semoga dari apa yang saya jelaskan ini bisa membantu menambah khasanah pengetahuanmu ya.

Ada pun jika menurutmu masih ada yang kurang atau ada hal yang ingin dipertanyakan, silakan menuliskannya di kolom komentar. Terima kasih sudah mampir dan membaca. Dampak Evaporasi Yang Semakin Besar Pada Musim Kemarau Adalah Source: https://ajopiaman.com/proses-evaporasi/ Terbaru • Cara Membuat Pistol Mainan Dari Botol Bekas • Jurnal Tesis Aplikasi Recording Andriod Peternakan • Cara Menggendong Bayi 2 Bulan Dengan Selendang • Sistem Kemitraan Pada Perusahaan Peternakan Ruminansia • Cara Pasang Elcb 3 Phase Yang Benar • Cara Membuat Lamaran Kerja via Email Pdf Di Hp • Ketersediaan Air Dan Listrik Untuk Usaha Peternakan Menurut • Cara Membuat Kartu Undangan Dari Kertas Karton • Cara Membuat Pesawat Dari Stik Es Krim Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • UncategorizedSiklus Air dan Bencana Kekeringan Peristiwa siklus air merupakan peristiwa sehari-hari yang sering tidak disadari oleh manusia.

Siklus air menghasilkan air bersih yang berguna untuk kehidupan manusia. Manusia memerlukan air bersih antara lain untuk keperluan rumah tangga, keperluan industri, dan juga pertanian. Siklus air menghasilkan air bersih. Pada saat proses penguapan, kotoran pada air tidak ikut menguap. Uap air yang menguap adalah uap air yang bersih. Pada saat turun hujan, air yang dihasilkan pun adalah air bersih dan siap digunakan untuk berbagai keperluan.

Air hujan yang jatuh, sebagian akan diserap oleh tanah, lalu menjadi air tanah. Air tanah adalah air yang mengalir di bawah permukaan tanah. Air ini biasanya lebih jernih dan bersih, karena sudah tersaring oleh lapisan tanah dan akar tumbuhan. Untuk mendapatkan air tanah, manusia membuat sumur dengan cara menggali lubang. Air hujan yang tidak terserap oleh tanah, akan terus mengalir menjadi air permukaan.

Lalu, air itu menuju tempat yang lebih rendah seperti sungai, danau, dan laut. Air permukaan adalah air hujan yang tak dapat diserap oleh tanah tetapi diserap oleh permukaan tanah, sehingga mengalir di atas permukaan tanah dan kemudian menguap kembali.

Air ini biasanya lebih kotor, karena mengandung lumpur. Air ini juga biasanya membawa berbagai macam material dari proses erosi. Pada musim kemarau, air hujan yang turun menjadi berkurang. Air hujan yang turun biasanya langsung diserap oleh tanah menjadi air tanah. Jika air sungai dan danau surut akan menyebabkan berkurangnya penguapan air sebagai pembentuk titik-titik air di awan.

Akibat dari semakin sedikitnya awan adalah semakin berkurangnya curah hujan. Oleh karena itu, sumur-sumur penduduk pun menjadi kering. Di saat inilah biasanya terjadi kelangkaan air bersih.

Jika kelangkaan air bersih terjadi dalam waktu yang panjang, bencana kekeringan akan terjadi. Mari kita biasakan menghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari. (Sumber: Scott Foresman. 2010. Science. Illinois)
Jawaban: Evaporasi atau penguapan merupakan proses perubahan molekul dari bentuk cair menjadi bentuk gas (uap). Evaporasi sangat dipengaruhi oleh temperatur lingkungan dan ketersediaan air.

Semakin tinggi temperatur dan ketersediaan air yang melimpah di lingkungan, proses evaporasi (penguapan) akan semakin besar terjadi. Sebaliknya jika temperatur rendah dan ketersediaan air tidak banyak, semakin kecil untuk terjadinya proses evaporasi.

Jika musim kemarau panjang terjadi di wilayah tropis yang kandungan air melimpah dan suhu tinggi, maka akan membuat ketersediaan air tanah berkurang dan tanah menjadi kering dan retak-retak sehingga sulit untuk bercocok tanam. Masyarakat juga akan kesulitan mendapatkan air bersih untuk kegiatan sehari-hari, mudah menderita penyakit (penyakit kulit), hingga dampak terbesar sosial ekonomi negara terganggu.

Pembahasan: Proses penguapan atau evaporasi sangat tergantung dengan suhu, ketersediaan air, dan lokasi. Sebab jika dibandingkan dengan kondisi Gurun yang memang sangat panas dan kering dari dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah, kita tidak dapat mengatakan bahwa di sana terjadi proses evaporasi yang besar.

Karena memang tidak ada banyak kandungan air di sana. Jadi tidak ada bahan yang bisa dijadikan uap. Sedangkan jika proses evaporasi terjadi di wilayah dengan sumber air melimpah (seperti lokasi tropis), saat itu terjadi musim kemarau panjang dan temperatur sangat tinggi, hal ini sangat memungkinkan untuk terjadinya evaporasi yang sangat besar.

dampak evaporasi yang semakin besar pada musim kemarau adalah

Pelajari lebih lanjut: • Faktor yang mempengaruhi proses evaporasi di brainly.co.id/tugas/5548522 • Pengertian evaporasi di brainly.co.id/tugas/270463 • Siklus hidrologi di brainly.co.id/tugas/10228335 Detail Jawaban: Kelas : 10 Mapel : Biologi Bab : Ruang Lingkup Biologi Kode : 10.4.1 Kata Kunci : Evaporasi, Musim kemarau, dampak #JadiRankingSatu

KUNCI JAWABAN DAN PENJELASAN BUPENA JILID 5D TEMA 8 SUBTEMA 2




2022 www.videocon.com