Salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah

salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah

1. Perawatan yang dilakukan terhadap peralatan untuk mencegah terjadinya kerusakan disebut …. a. Preventive maintenance b. Corrective maintenance c. Running maintenance d. Shut-down maintenance e. Repair maintenance 2.

Tujuan perawatan adalah seperti pernyataan di bawah ini, kecuali …. a. Untuk memperpanjang usia pakai peralatan b. Untuk menjamin daya guna dan hasil guna c. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan d. Untuk meningkatkan hasil produksi e. Untuk mengoptimalkan peralatan 3. Penyetelan bagian-bagian / komponen peralatan adalah merupakan bagian dari … a. Perawatan harian b.

Perawatan berkala c. Perawatan pencegahan d. Perawatan perbaikan e. Perawatan tahunan 4. Agar hasil diagnosa dan pencarian kesalahan dapat lebih cepat dan tepat, diperlukan pengetahuan tentang peralatan yang didiagnosa, antara lain ….

a. spesifikasi peralatan b. jenis peralatan c. cara kerja peralatan d. merk peralatan e. type peralatan 5. Salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah …. a. cat b. grease c. oli d.

salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah

silicon e. wd 6. Prinsip kerja seterika listrik adalah …. a. mengubah energi listrik menjadi energi kinetik b. mengubah energi listrik menjadi energi panas c.

mengubah energi panas menjadi energi listrik d. mengubah energi listrik menjadi energi listrik e. mengubah energi pegas menjadi energi listrik 7. Pengatur panas pada seterika listrik adalah memanfaatkan kerja ….

a. rotary switch b. nikelin c. bimetal d. timer e. kontaktor 8. Sumber panas pada seterika listrik uap menggunakan bahan …. a. batu tahan api b.

air panas c. kawat nikelin d. lilitan tembaga e. batu bara 9. Salah satu penyebab seterika listrik menjadi kurang panas adalah …. a. kabel power pada steker putus b. lilitan kawat nikelin putus ditengah c. besi pengumpul panaskotor d. penyetelan bimetal kurang tepat e. solplate kotor 10. Sumber panas pada pemanggang roti menggunakan ….

a. thermostat b. kawat nikelin c. bimetal d. elemen mika e. kontaktor 11. Gerakan naik kembali dudukan roti pada pemanggang roti berdasarkan kerja … a.

thermostat b. pegas mekanik c. bimetal d. tombol pengatur e. magnet 12. Pada pemeriksaan elemen pemanas pemanggang roti kapasitas kecil (Β± 300W), dinyatakan masih baik jika nilai tahanannya menunjuk …. a. mendekati nol b. mendekati tak terhingga c. Β± 150 ohm d. Β± 300 ohm e. Β± 500 ohm 13. Apabila hasil pemanggangan roti terlalu hitam/hangus, maka kemungkinan kesalahannya adalah ….

a. Pengatur waktunya terlalu lama b. Sumber panasnya rusak c. Bimetal kurang tekanan d. Bahan rotinya kurang baik e. Frekuensi naik 14. Pernyataan berikut ini adalah salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah kerusakan pemanggang roti pada umumnya, kecuali … a.

pemakaian yang kuntinyu b. kotor karena lemak dan sisa pembakaran c. elemen pemanas putus d. Kesalahan pemakaian e.

Setelah dipakai dibersihkan 15. Cara merawat pemanggang roti yang paling efektif dan ekonomis adalah dengan cara …. a. Pemakaian yang sekali-sekali saja b. Membersihkan setiap selesai dipakai c. Menyimpan di dalam kotak tertutup d. Mengganti komponen yang sudah aus e. Disimpan jangan digunakan 16. Pada kebanyakan Rice Cooker yang diperdagangkan sekarang elemen pemanasnya berbentuk ….

a. lilitan nikelin pada pan bagian dalam b. pelat nikelin yang dililitkan pada bagian samping c. nikelin dalam pipa solid ditempatkan pada bagian bawah d. pipa nikelin yang ditempatkan di sekelilig badan alat e.

nikelin dililitkan pada mika 17. Agar penanakan nasi hasilnya baik, salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah cooker disebut juga sebagai slow cooker dengan alasan …. a. waktu pemanasan terlalu lama b. panas awal yang dihasilkan cukup lama c.

panas setelah penanakan bertahan lama d. waktu penanakan cukup lama e. waktu pemanasan cepat 18. Pada rice cooker yang mempunyai dua posisi saklar warm dan cooking, apabila pada posisi warm berarti …. a. nasi telah matang dan tetap dipertahankan hangat b. pemanasan awal untuk proses penanakan nasi c. nasi belum matang dan sedang dalam penanakan d.

penanakan nasi telah selesai dan harus dimatikan e. nasi gosong 19. Bagian-bagian yang mungkin terjadi kerusakan pada rise cooker adalah sebagai berikut, kecuali …. a. kabel tenaga/power putus b. elemen pemanas putus c. bimetal putus d. saklar rusak e. body 20. Disebut motor split phase karena mempunyai kumparan utama dan kumparan bantu. Kumparan ini dibedakan berdasarkan ….

a. jumlah lilitan kawat tembaga b. penampang kawat tembaga c. kemampuan dilalui arus d. semua jawaban diatas benar e. jumlah kawat email 21. Pada kumparan Bantu dipasang saklar sentrifugal gunanya untuk memutus arus pada kumparan bantu bila putaran motor telah mencapai …. a. 60 % putaran nominal b. 75 % putaran nominal c. 90 % putaran nominal d. 100% putaran nominal e. 110% putaran nominal 22.

Tujuan pemasangan kapasitor pada motor kapasitor adalah untuk …. a. memperbesar arus start b. memperkecil arus motor c. memperbesar kopel start d. mengurangi torsi motor e. memperkecil torsi 23. Cara pemasangan kapasitor pada motor kapasitor yang benar adalah …. a. seri dengan kumparan utama b. seri dengan kumparan Bantu c. parallel dengan kumparan utama d. parallel dengan kumparan Bantu e. seri parallel dengan kumparan 24. Salah satu penggunaan motor kapasitor pada peralatan listrik rumah tangga adalah pada … a.

Mesin cuci b. Mixer c. Blender d. Pompa Aquarium e. Hair driers 25. Salah satu gangguan pada motor kapasitor sehingga dapat menyebabkan kumparan stator terbakar adalah …. a. Kabel power input motor putus b. Nilai kapasitor lebih tinggi c. Tegangan input naik d. Tegangan input kurang sekali e. Frekuensi naik 26. Motor universal banyak dipakai pada peralatan rumah tangga. Berikut ini peralatan yang bukan menggunakan motor universal adalah …. a. Mixer b. Blender c. Bor listrik d. Pompa Aquarium e.

Penyebar dingin eveparator 27. Pengertian Universal pada motor Universal adalah …. a. dapat beroperasi pada tegangan ac ataupun dc b. dapat dipakai pada semua peralatan rumah tangga c. dapat dipakai pada semua negara di dunia salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah. dapat beroperasi pada tegangan rendah maupun tinggi e. dapat dipakai dimana saja 28. Salah satu ciri dari peralatan yang menggunakan motor universal, pada bagian motornya terdapat ….

a. kapasitor b. sikat arang c. kumparan Bantu d. cincin geser e. kumparan utama 29. Salah satu penyebab gangguan pada motor universal hingga kumparan magnitnya terbakar adalah ….

a. sikat arang sudah pendek b. komutator kotor c. tegangan tidak sesuai d. putaran motor terlalu tinggi e. putaran mtor terlalu kecil 30. Penggunaan motor Shaded pole pada peralatan rumah tangga terbatas. Salah satu penggunaannya adalah pada …. a. Hair drier b. Mixer c. Bor listrik d. Kipas angin kecil e. blender 31. Fungsi Mixer adalah sebagai alat rumah tangga untuk ….

a. pengaduk bahan makanan b. penghancur bahan makanan c. pengocok telur d. penggiling bahan kue e. penumbuk bahan makanan 32. Pengaturan kecepatan putaran pada mixer dengan cara …. a. menggeser tap pada lilitan medan b.

mengatur arus masukan motor c. memberi tahanan depan pada lilitan d. mengatur tegangan masukan motor e. menambah tahanan luar 33.

Bagian mekanik Mixer yang sering aus karena frekuendi pemakaian dengan beban yang berat adalah …. a. kipas b. roda gigi c. gigi ulir d. pengaduk e.

body 34. Bila sikat arang pada Mixer tidak sering diperiksa hingga habis, halini dapat menyebabkan kerusakan fatal pada …. a. kumparan rotor b.

salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah

komutator c. kumparan magnit d. jangkar e. sikat-sikat 35. Berikut ini adalah cara perawatan rutin Mixer, kecuali …. a. pelumasan motor b. pembersihan roda gigi c. penggantian spare part d. pembersihan sisa bahan makanan e. menyimpannya 36. Fungsi Blender adalah sebagai alat rumah tangga untuk ….

a. mengaduk bahan makanan b. menghaluskan bumbu atau buah c. mengocok telur d. mencampur bahan makanan e. menumbuk bahan makanan 37. Jenis motor yang dipakai sebagai pemutar pisau pada Blender adalah …. a. Motor Shaded pole b.

Motor Kapasitor c. Motor Universal d. Motor DC e. Motor AC 38. Pengaturan kecepatan putaran pada mixer dengan cara …. a. mengatur tegangan masukan motor b. mengatur arus masukan motor c. memberi tahanan depan pada lilitan d. menggeser tap pada lilitan medan e. menambah tahanan luar 39. Bagian mekanik Blender yang sering aus karena frekuendi pemakaian dengan beban yang berat adalah …. a. bantalan poros b. pisau pemotong c. gasket d. kopling karet e. body 40. Pernyataan berikut ini adalah cara-cara perawatn Blender yang efektif dan ekonomis kecuali ….

a. Perhatikan tegangan kerja blender b. Jangan terlalu lama menjalankan motor blender c. Gantilah pisau setiap kali pemakaian d. Bersihkan blender sehabis dipakai e. Salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah pada tempat sesuai dengan manual guide 41. Tujuan pemilihan motor Universal untuk motor mesin jahit kecil pada rumah tangga adalah karena sifatnya yaitu ….

a. putarannya tinggi sekali b. bila beban berat motor berhenti c. dayanya cukup besar d. arus startnya tinggi e. arus startnya lemah 42. Pengaturan putaran pada motor mesin jahit melalui pedal dimana cara pengaturannya adalah menggunakan …. a. transformator b. kapasitor c. tahanan depan d. lilitan kawat e. termostat 43. Gangguan yang sering timbul pada motor mesin jahit adalah putara rotor tidak stabil. Hal ini disebabkan oleh ….

a. lamel atau komutator kotor b. kabel penghubung putus c. panjang sikat arang tinggal separuhnya d. pedal pengatur kecepatan lepas e. frekuensi 44. Hal yang perlu diperhatikan dan tidak boleh terjadi ketika memasang sikat pada motor mesin jahit adalah ….

a. kedudukan sikat pada lamel setangkup b. pegas penekan sikat harus kuat c. pegas sikat menyentuh romah motor d. panjang sikat harus sesuai holdernya e. pegas penekan masih berfungsi dengan baik 45. Jenis motor yang digunakan pada Hair drier adalah sejenis …. a. Motor Shaded pole b. Motor DC c. Motor Universal d. Motor split phase e. Motor ac 46. Fungsi saklar pada pengering rambut (hair drier) adalah untuk …. a. menjalankan dan mengatur salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah b.

menjalankan dan mengatur pemanas c. mengatur putaran motor dan panas d. menjalankan motor dan mengatur panas e. mengatur elemen 47. Dalam pengujian hair drier dikatakan rusak jika …. a.

salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah

Tahanan pemanas besar sekali (M-ohm) b. Tegangan sesuai name plate c. Motor berputar saat saklar ON d. Motor dan pemanas bekerja bersama e. Motor dan pemanas bekerja dan panasnya dapat keluar 48. Kebanyakan kipas angin menggunakan jenis motor …. a. Universal b. Shaded pole c. Motor DC d. Motor Kapasitor e. Motor ac 49. Bagian mekanik Kipas angin yang sering rusak karena pemakaian yang kurang baik adalah ….

a. kipas b. roda gigi swing c. saklar d. rumah kipas e. body 50. Pengaturan putaran pada kipas angin dilakukan dengan cara …. a. pengaturan tegangan masukan b. pengaturan arus masukan c. pengaturan jumlah kumparan stator d. pengaturan arus rotorpengaturan tahanan 1. Perawatan yang dilakukan terhadap peralatan untuk mencegah terjadinya kerusakan disebut …. a. Preventive maintenance b.

Corrective maintenance c. Running maintenance d. Shut-down maintenance e. Repair maintenance 2. Tujuan perawatan adalah seperti pernyataan di bawah ini, kecuali ….

a. Untuk memperpanjang usia pakai peralatan b. Untuk menjamin daya guna dan hasil guna c. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan d. Untuk meningkatkan hasil produksi e. Untuk mengoptimalkan peralatan 3. Penyetelan salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah / komponen peralatan adalah merupakan bagian dari … a. Perawatan harian b. Perawatan berkala c. Perawatan pencegahan d. Perawatan perbaikan e. Perawatan tahunan 4.

Agar hasil diagnosa dan pencarian kesalahan dapat lebih cepat dan tepat, diperlukan pengetahuan tentang peralatan yang didiagnosa, antara lain …. a. spesifikasi peralatan b. jenis peralatan c. cara kerja peralatan d. merk peralatan e. type peralatan 5. Salah satu jenis bahan pencegah salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah adalah …. a. cat b. grease c. oli d. silicon e. wd 6. Prinsip kerja seterika listrik adalah …. a. mengubah energi listrik menjadi energi kinetik b.

mengubah energi listrik menjadi energi panas c. mengubah energi panas menjadi energi listrik d. mengubah energi listrik menjadi energi listrik e. mengubah energi pegas menjadi energi listrik 7. Pengatur panas pada seterika listrik adalah memanfaatkan kerja …. a. rotary switch b. nikelin c. bimetal d. timer e. kontaktor 8. Sumber panas pada seterika listrik uap menggunakan bahan …. a. batu tahan api b. air panas c. kawat nikelin d. lilitan tembaga e. batu bara 9. Salah satu penyebab seterika listrik menjadi kurang panas adalah ….

a. kabel power pada steker putus b. lilitan kawat nikelin putus ditengah c. besi pengumpul panaskotor d. penyetelan bimetal kurang tepat e. solplate kotor 10. Sumber panas pada pemanggang roti menggunakan …. a. thermostat b. kawat nikelin c. bimetal d. elemen mika e. kontaktor 11. Gerakan naik kembali dudukan roti pada pemanggang roti berdasarkan kerja … a. thermostat b. pegas mekanik c. bimetal d. tombol pengatur e. magnet 12.

Pada pemeriksaan elemen pemanas pemanggang roti kapasitas kecil (Β± 300W), dinyatakan masih baik jika nilai tahanannya menunjuk …. a. mendekati nol b. mendekati tak terhingga c. Β± 150 ohm d. Β± 300 ohm e. Β± 500 ohm 13. Apabila hasil pemanggangan roti terlalu hitam/hangus, maka kemungkinan kesalahannya adalah …. a. Pengatur waktunya terlalu lama b. Sumber panasnya rusak c. Bimetal kurang tekanan d.

Bahan salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah kurang baik e. Frekuensi naik 14. Pernyataan berikut ini adalah penyebab kerusakan pemanggang roti pada umumnya, kecuali … a. pemakaian yang kuntinyu b. kotor karena lemak dan sisa pembakaran c.

elemen pemanas salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah d. Kesalahan pemakaian e. Setelah dipakai dibersihkan 15. Cara merawat pemanggang roti yang paling efektif dan ekonomis adalah dengan cara a. Pemakaian yang sekali-sekali saja b. Membersihkan setiap selesai dipakai c. Menyimpan di dalam kotak tertutup d. Mengganti komponen yang sudah aus e. Disimpan jangan digunakan 16.

Pada kebanyakan Rice Cooker yang diperdagangkan sekarang elemen pemanasnya berbentuk …. a. lilitan nikelin pada pan bagian dalam b. pelat nikelin yang dililitkan pada bagian samping c. nikelin dalam pipa solid ditempatkan pada bagian bawah d.

pipa nikelin yang ditempatkan di sekelilig badan alat e. nikelin dililitkan pada mika 17. Agar penanakan nasi hasilnya baik, rice cooker disebut juga sebagai slow cooker dengan alasan …. a. waktu pemanasan terlalu lama b. panas awal yang dihasilkan cukup lama c. panas setelah penanakan bertahan lama d.

waktu penanakan cukup lama e. waktu pemanasan cepat 18. Pada rice cooker yang mempunyai dua posisi saklar warm dan cooking, apabila pada posisi warm berarti …. a. nasi telah matang dan tetap dipertahankan hangat b.

pemanasan awal untuk proses penanakan nasi c. nasi belum matang dan sedang dalam penanakan d. penanakan nasi telah selesai dan harus dimatikan e. nasi gosong 19. Bagian-bagian yang mungkin terjadi kerusakan pada rise cooker adalah sebagai berikut, kecuali …. a. kabel tenaga/power putus b. elemen pemanas putus c. bimetal putus d. saklar rusak e.

body 20. Disebut motor split phase karena mempunyai kumparan utama dan kumparan bantu. Kumparan ini dibedakan berdasarkan …. a. jumlah lilitan kawat tembaga b. penampang kawat tembaga c. kemampuan dilalui arus d. jumlah kawat email e. Semua jawaban benar 21. Pada kumparan Bantu dipasang saklar sentrifugal gunanya untuk memutus arus pada kumparan bantu bila putaran motor telah mencapai …. a. 60 % putaran nominal b.

75 % putaran nominal c. 90 % putaran nominal d. 100% putaran nominal e. 110% putaran nominal 22. Tujuan pemasangan kapasitor pada motor kapasitor adalah untuk …. a. memperbesar arus start b.

memperkecil arus motor c. memperbesar kopel start d. mengurangi torsi motor e. memperkecil torsi 23. Cara pemasangan kapasitor pada motor kapasitor yang benar adalah …. a. seri dengan kumparan utama b. seri dengan kumparan Bantu c. parallel dengan kumparan utama d. parallel dengan kumparan Bantu e. seri parallel dengan kumparan 24.

Salah satu penggunaan motor kapasitor pada peralatan listrik rumah tangga adalah pada … a. Mesin cuci b. Mixer c. Blender d. Pompa Aquarium e. Hair driers 25. Salah satu gangguan pada motor kapasitor sehingga dapat menyebabkan kumparan stator terbakar adalah ….

a. Kabel power input motor putus b. Nilai kapasitor lebih tinggi c. Tegangan input naik d. Tegangan input kurang sekali e. Frekuensi naik 26. Motor universal banyak dipakai pada peralatan rumah tangga.

Berikut ini peralatan yang bukan menggunakan motor universal adalah …. a. Mixer b. Blender c. Bor listrik d. Pompa Aquarium e.

Penyebar dingin eveparator 27. Pengertian Universal pada motor Universal adalah …. a. dapat beroperasi pada tegangan ac ataupun dc b. dapat dipakai pada semua peralatan rumah tangga c.

dapat dipakai pada semua negara di dunia d. dapat beroperasi pada tegangan rendah maupun tinggi e. dapat dipakai dimana saja 28. Salah satu ciri dari peralatan yang menggunakan motor universal, pada bagian motornya terdapat ….

a. kapasitor b. sikat arang c. kumparan Bantu d. cincin geser e. kumparan utama 29. Salah satu penyebab gangguan pada motor universal hingga kumparan magnitnya terbakar adalah …. a. sikat arang sudah pendek b. komutator kotor c. tegangan tidak sesuai d. putaran motor terlalu tinggi e. putaran mtor terlalu kecil 30. Penggunaan motor Shaded pole pada peralatan rumah tangga terbatas. Salah satu penggunaannya adalah pada …. a. Hair drier b. Mixer c. Bor listrik d. Kipas angin kecil e. blender 31.

Fungsi Mixer adalah sebagai alat rumah tangga untuk …. a. pengaduk bahan makanan b. penghancur bahan makanan c. pengocok telur d. penggiling bahan kue e. penumbuk bahan makanan 32. Pengaturan kecepatan putaran pada mixer dengan cara …. a. menggeser tap pada lilitan medan b.

mengatur arus masukan motor c. memberi tahanan depan pada lilitan d. mengatur tegangan masukan motor e. menambah tahanan luar 33. Bagian mekanik Mixer yang sering aus karena frekuendi pemakaian dengan beban yang berat adalah …. a. kipas b. roda gigi c. kabel power d. pengaduk e. body 34. Bila sikat arang pada Mixer tidak sering diperiksa hingga habis, halini dapat menyebabkan kerusakan fatal pada …. a. kumparan rotor b. komutator c. kumparan magnit d. jangkar e. sikat-sikat 35. Berikut ini adalah cara perawatan rutin Mixer, kecuali ….

a. pelumasan motor b. pembersihan roda gigi c. penggantian spare part d. pembersihan sisa bahan makanan e. menyimpannya 36. Fungsi Blender adalah sebagai alat rumah tangga untuk …. a. mengaduk bahan makanan b. menghaluskan bumbu atau buah c. mengocok telur d. mencampur bahan makanan e. menumbuk bahan makanan 37. Jenis motor yang dipakai sebagai pemutar pisau pada Blender adalah …. a. Motor Shaded pole b. Motor Kapasitor c. Motor Universal d. Motor DC e. Motor AC 38. Pengaturan kecepatan putaran pada mixer dengan cara ….

a. mengatur tegangan masukan motor b. mengatur arus masukan motor c. memberi tahanan depan pada lilitan d. menggeser tap pada lilitan medan e. menambah tahanan luar 39. Bagian mekanik Blender yang sering aus karena frekuendi pemakaian dengan beban yang berat adalah …. a. bantalan poros b. pisau pemotong c. gasket d. kopling karet e. body 40. Pernyataan berikut ini adalah salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah perawatn Blender yang efektif dan ekonomis kecuali ….

a. Perhatikan tegangan kerja blender b. Jangan terlalu lama menjalankan motor blender c. Gantilah pisau setiap kali pemakaian d. Bersihkan blender sehabis dipakai e. Simpan pada tempat sesuai dengan manual guide 41.

Tujuan pemilihan motor Universal untuk motor mesin jahit kecil pada rumah tangga adalah karena sifatnya yaitu …. a. putarannya tinggi sekali b.

bila beban berat motor berhenti c. dayanya cukup besar d. arus startnya tinggi e. arus startnya lemah 42. Pengaturan putaran pada motor mesin jahit melalui pedal dimana cara pengaturannya adalah menggunakan ….

a. transformator b. kapasitor c. tahanan depan d. lilitan kawat e. termostat 43. Gangguan yang sering timbul pada motor mesin jahit adalah putara rotor tidak stabil. Hal ini disebabkan oleh …. a. lamel atau komutator kotor b.

kabel penghubung putus c. panjang sikat arang tinggal separuhnya d. pedal pengatur kecepatan lepas e. frekuensi 44. Hal yang perlu diperhatikan dan tidak boleh terjadi ketika memasang sikat pada motor mesin jahit adalah …. a. kedudukan sikat pada lamel setangkup b. pegas penekan sikat harus kuat c. pegas sikat menyentuh romah motor d. panjang sikat harus sesuai holdernya e. pegas penekan masih berfungsi dengan baik 45. Jenis motor yang digunakan pada Hair drier adalah sejenis ….

a. Motor Shaded pole b. Motor DC c. Motor Universal d. Motor split phase e. Motor ac 46. Fungsi saklar pada pengering rambut (hair drier) adalah untuk …. a. menjalankan dan mengatur motor b. menjalankan dan mengatur pemanas c. mengatur putaran motor dan panas d.

salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah

menjalankan motor dan mengatur panas e. mengatur eleme 47. Dalam pengujian hair drier dikatakan rusak jika …. a. Tahanan pemanas besar sekali (M-ohm) b. Tegangan sesuai name plate c. Motor berputar saat saklar ON d. Motor dan pemanas bekerja bersama e. Motor dan pemanas bekerja dan panasnya dapat keluar 48. Kebanyakan kipas angin menggunakan jenis motor ….

a. Universal b. Shaded pole c. Motor DC d. Motor Kapasitor e. Motor ac 49. Bagian mekanik Kipas angin yang sering rusak karena pemakaian yang kurang baik adalah …. a. kipas b. roda gigi swing c. saklar d. rumah kipas e. body 50. Pengaturan putaran pada kipas angin dilakukan dengan cara …. a. pengaturan tegangan masukan b. pengaturan arus masukan c. pengaturan jumlah kumparan stator d. pengaturan arus rotorpengaturan tahanan e.

saklar
Korosi dan Cara Pencegaha n Korosi atau perkaratan sangat lazim terjadi pada besi. Besi merupakan logam yang mudah berkarat. Karat besi merupakan zat yang dihasilkan pada peristiwa salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah, yaitu berupa zat padat berwarna coklat kemerahan yang bersifat rapuh serta berpori. Rumus kimia dari karat besi adalah Fe 2O 3.xH 2O. Bila dibiarkan, lama kelamaan besi akan habis menjadi karat. Dampak dari peristiwa korosi bersifat sangat merugikan.

Contoh nyata adalah keroposnya jembatan, bodi mobil, ataupun berbagai konstruksi dari besi lainnya.Siapa di antara kita tidak kecewa bila bodi mobil kesayangannya tahu-tahu sudah keropos karena korosi. Pasti tidak ada. Karena itu, sangat penting bila kita sedikit tahu tentang apa korosi itu, sehingga bisa diambil langkah-langkah antisipasi.

Peristiwa korosi sendiri merupakan proses elektrokimia, yaitu proses (perubahan / reaksi kimia) yang melibatkan adanya aliran listrik. Bagian tertentu dari besi berlaku sebagai kutub negatif (elektroda negatif, anoda), sementara bagian yang lain sebagai kutub positif (elektroda positif, katoda). Elektron mengalir dari anoda ke katoda, sehingga terjadilah peristiwa korosi. Ion besi (II)yang terbentuk pada anoda selanjutnya teroksidasi menjadi ion besi (III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi (karat besi), Fe 2O 3.xH 2O.

Dari reaksi terlihat bahwa korosi melibatkan adanya gas oksigen dan air. Karena itu, besi yang disimpan dalam udara yang kering akan lebih awet bila dibandingkan ditempat yang lembab.

Korosi pada besi ternyata dipercepat oleh beberapa faktor, seperti tingkat keasaman, kontak dengan elektrolit, kontak dengan pengotor, kontak dengan logam lain yang kurang aktif (logam nikel, timah, tembaga), serta keadaan logam besi itu sendiri (kerapatan atau kasar halusnya permukaan).

Pencegahan korosi Pencegahan korosi didasarkan pada dua prinsip berikut : – Mencegah kontak dengan oksigen dan/atau air Korosi besi memerlukan oksigen dan air. Bila salah satu tidak ada, maka peristiwa korosi tidak dapat terjadi. Korosi dapat dicegah dengan melapisi besi dengan cat, oli, logam lain yang tahan korosi (logam yang lebih aktif seperti seg dan krom). Penggunaan logam lain yang kurang aktif (timah dan tembaga) sebagai pelapis pada kaleng bertujuan agar kaleng cepat hancur di tanah.

Timah atau tembaga bersifat mampercepat proses korosi. – Perlindungan katoda (pengorbanan anoda) Besi yang dilapisi atau dihubugkan dengan logam lain yang lebih aktif akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katoda. Di sini, besi berfungsi hanya sebagai tempat terjadinya reduksi oksigen.

Logam lain berperan sebagai anoda, dan mengalami reaksi oksidasi. Dalam hal ini besi, sebagai katoda, terlindungi oleh logam lain (sebagai anoda, dikorbankan). Besi akan aman terlindungi selama logam pelindungnya masih ada / belum habis.

Untuk perlindungan katoda pada sistem jaringan pipa bawah tanah lazim digunakan logam magnesium, Mg. Logam ini secara berkala harus dikontrol dan diganti. – Membuat alloy atau paduan logam yang bersifat tahan karatmisalnya besi dicampur dengan logam Ni salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah Cr menjadi baja stainless (72% Fe, 19%Cr, 9%Ni).

Pengen tahu cara yang lain, silahkan klik di sini Demikian sedikit informasi yang mungkin berguna bagi kita. Mohon saran ataupun komentarnya. Pengertian korosi 1. Pengertian Korosi Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi.

Karat logam umumnya adalah berupa oksida dan karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3. salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah. Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi. Fe(s) ↔ Fe2+(aq) + 2e EΒΊ = +0.44 V Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain besi itu yang bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi.

O2(g) + 2H2O(l) + 4e ↔ 4OH-(aq) EΒΊ = +0.40 V atau O2(g) + 4H+(aq) + 4e ↔ 2H2O(l) EΒΊ = +1.23 V Ion besi(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, Fe2O3.

xH2O, yaitu karat besi. Mengenai bagian mana dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak sebagai katode, bergantung pada berbagai faktor, misalnya zat pengotor, atau perbedaan rapatan logam itu. 2. Faktor-faktor yang Menyebabkan Korosi Besi Korosi besi memerlukan oksigen dan air. 3. Pengaruh Logam Lain terhadap Korosi Besi Dari kehidupan sehari-hari kita ketahui bahwa besi yang dilapisi dengan zink β€œtahan karat”, sedangkan besi yang kontak dengan tembaga berkarat lebih cepat.

4.Cara-cara Pencegahan Korosi Besi Besi adalah logam yang paling banyak dan paling beragam penggunaannya. Hal ini terjadi karena beberapa hal, diantaranya: Kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar, Pengolahan relatif mudah dan murah, dan Besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan mudah dimodifikasi Salah satu kelemahan besi adalah mudah mengalami korosi.

Korosi menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel), akan tetapi proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi. Cara-cara pencegahan korosi besi, yaitu : 1. Pengecetan. Jembatan, pagar dan railing biasanya dicat. Cat menghindarkan kontak dengan udara dan air.

Cat yang mengandung timbel dan zink (seng) akan lebih baik, karena keduanya melindungi besi terhadap korosi. 2. Pelumuran dengan Oli atau Gemuk. Cara ini diterapkan untuk berbagai perkakas dan mesin. Oli dan gemuk mencegah kontak dengan air. 3. Pembalutan dengan Plastik. Berbagai macam barang, misalnya rak piring dan keranjang sepeda dibalut dengan plastik. Plastik mencegah kontak dengan udara dan air. 4. Tin Plating (pelapisan dengan timah). Kaleng-kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah.

Pelapisan dilakukan secara elektrolisis, yang disebut tin plating.

salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah

Timah tergolong logam yang tahan karat. Akan tetapi, lapisan timah hanya melindungi besi salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah lapisan itu utuh (tanpa cacat).

Apabila lapisan timah ada yang rusak, misalnya tergores, maka timah justru mendorong/mempercepat korosi besi. Hal itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negatif daripada timah (EΒΊ Fe = -0,44 volt; EΒΊ Sn = -0,44 volt). Oleh karena itu, besi yang dilapisi dengan timah akan membentuk suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai anode. Dengan demikian, timah mendorong korosi besi. Akan tetapi hal ini justru yang diharapkan, sehingga kaleng-kaleng bekas cepat hancur.

5. Galvanisasi (pelapisan dengan zink). Pipa besi, tiang telpon dan berbagai barang lain dilapisi salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah zink. Berbeda dengan timah, zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal ini terjadi karena suatu mekanisme yang disebut perlindungan katode.

Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif daripada zink, maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian besi terlindungi dan zink yang salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah oksidasi. Badan mobil-mobil baru pada umumnya telah digalvanisasi, sehingga tahan karat.

6. Chromium Plating (pelapisan dengan kromium). Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi lapisan pelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil. Chromium plating juga dilakukan dengan elektrolisis. Sama seperti zink, kromium dapat memberi perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang rusak. 7. Sacrificial Protection (pengorbanan anode). Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif (berarti lebih mudah berkarat) daripada besi.

Jika logam magnesium itu akan berkarat tetapi besi tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang magnesium harus diganti. 5.Korosi Aluminium Aluminium, zink, dan juga kromium, merupakan logam yang lebih aktif daripada besi. Jika demikian, mengapa logam-logam ini lebih awet? Sebenarnya, aluminium berkarat dengan cepat membentuk oksida aluminium (Al2O3).

Akan tetapi, perkaratan segera terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. Lapisan itu melekat kuat pada permukaan logam, sehingga melindungi logam di bawahnya terhadap perkaratan berlanjut. Lapisan oksida pada permukaan aluminium dapat dibuat lebih tebal melalui elektrolisis, proses yang disebut anodizing. Aluminium yang telah mengalami anodizing digunakan untuk membuat panci dan berbagai perkakas dapur, bingkai, kerangka bangunan (panel dinding), serta kusen pintu dan jendela.

Lapisan oksida aluminium lebih mudah dicat dan member warna yang lebih terang. Penyebab Korosi Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik pencampuran bahan dan sebagainya. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya.

Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam, basa serta garam, baik dalam bentuk senyawa an-organik maupun organik. Penguapan dan pelepasan bahan-bahan korosif ke udara dapat mempercepat proses korosi.

Udara dalam ruangan yang terlalu asam atau basa dapat memeprcepat proses korosi peralatan elektronik yang ada dalam ruangan tersebut. Flour, hidrogen fluorida beserta persenyawaan-persenyawaannya dikenal sebagai bahan korosif. Dalam industri, bahan ini umumnya dipakai untuk sintesa bahan-bahan organik. Ammoniak (NH3) merupakan bahan kimia yang cukup banyak digunakan dalam kegiatan industri.

Pada suhu dan tekanan normal, bahan ini berada dalam bentuk gas dan sangat mudah terlepas ke udara. Ammoniak dalam kegiatan industri umumnya digunakan untuk sintesa bahan organik, sebagai bahan anti beku di dalam alat pendingin, juga sebagai bahan untuk pembuatan pupuk. Bejana-bejana penyimpan ammoniak harus selalu diperiksa untuk mencegah terjadinya kebocoran dan pelepasan bahan ini ke udara.

Embun pagi saat ini umumnya mengandung aneka partikel aerosol, debu serta gas-gas asam seperti NOx dan SOx. Dalam batubara terdapat belerang atau sulfur (S) yang apabila dibakar berubah menjadi oksida belerang.

Masalah utama berkaitan dengan peningkatan penggunaan batubara adalah dilepaskannya gas-gas polutan seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx). Walaupun sebagian besar pusat tenaga listrik batubara telah menggunakan alat pembersih endapan (presipitator) untuk membersihkan partikel-partikel kecil dari asap batubara, namun NOx dan SOx yang merupakan senyawa gas dengan bebasnya naik melewati cerobong dan terlepas ke udara bebas.

Di dalam udara, kedua gas tersebut dapat berubah menjadi asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4). Oleh sebab itu, udara menjadi terlalu asam dan bersifat korosif dengan terlarutnya gas-gas asam tersebut di dalam udara. Udara yang asam ini tentu dapat berinteraksi dengan apa saja, termasuk komponen-komponen renik di dalam peralatan elektronik.

Jika hal itu terjadi, maka proses korosi tidak dapat dihindari lagi. Liputan6.com, Jakarta Cara mencegah korosi berbeda-beda dan memiliki banyak jenis, tergantung bahan dari suatu barang yang akan dilakukan pencegahan agar tidak terjadi korosi. Korosi adalah peristiwa perusakan logam karena terjadinya reaksi kimia antara logam dengan zat-zat di lingkungannya membentuk senyawa yang tak dikehendaki.

Contoh peristiwa korosi antara lain karat pada besi, pudarnya warna mengkilap pada perak, dan munculnya warna kehijauan pada tembaga. Reaksi kimia yang terjadi termasuk proses elektrokimia di mana terjadi reaksi oksidasi logam membentuk senyawa-senyawa oksida logam ataupun sulfida logam. Hal-hal terkait cara mencegah korosi harus diketahui oleh setiap orang guna untuk melindungi keindahan alat dan barang dirumah, dikantor, ataupun di beberapa tempat yang alat dan bahannya berbahan besi.

Kenali cara pencegahannya segera mungkin agar tidak menyebabkan kerusakan parah akibat korosi tersebut. Bahan besi baja merupakan bahan yang memiliki daya tahan yang tinggi. Akan tetapi proses korosi atau pengkaratan sedikit banyak tidak bisa dihindarkan. Oleh karena itu perlu diupayakan beberapa cara mencegah korosi pada besi baja secara manual. Berikut liputan6.com merangkum dari berbagai sumber, Senin (16/3/2020) tentang 8 cara mencegah korosi, ketahui penyebabnya.

Cara Mencegah Korosi Ilustrasi batang besi (iStock) Terdapat beberapa cara untuk mencegah korosi pada besi dan baja agar tetap terlihat indah dan menarik. 1. Pengecatan Pengecatan merupakan salah satu cara mencegah korosi yang mudah untuk dilakukan. Dengan mengecat besi baja, kita bisa menghindarkan kontak langsung besi dengan lingkungan. Hal tersebut dapat mencegah terjadinya kontak langsung dan juga oksidasi pada besi baja sehingga tidak akan terjadi korosi.

Selain untuk melindungi dari korosi, pengecatan juga akan menambah keindahan tersendiri pada barang yang berbahan besi. 2. Pelumuran dengan Oli atau Gemuk Cara mencegah korosi selanjutnya yaitu dengan pelumuran oli atau gemuk. Pelapisan besi baja dengan menggunakan oli atau gemuk ini bisa dilakukan untuk bahan-bahan yang tidak berhubungan dengan estetika karena akan merusak pemandangan.

Lanjutkan membaca 3. Pembalutan Dengan Plastik Besi dan baja cukup banyak digunakan untuk oleh beberapa orang. Hal ini disebabkan karena kemampuan pertahanannya yang cukup tinggi. Cara mencegah korosi selanjutnya yakni bisa menggunakan pembalutan dengan plastik. Pencegahan korosi pada besi baja dengan menggunakan plastik ini merupakan ide yang sangat cocok untuk pelapisan bahan-bahan besi baja yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan membutuhkan unsur estetika atau keindahan.

4. Tin Plating Tin plating merupakan cara mencegah korosi selanjutnya yang bisa untuk digunakan. Tin plating merupakan sebuah proses elektrolisis yang dilakukan untuk menghindarkan bahan dari kerusakan.

Bahan yang bisa di lindungi dengan menggunakan proses ini adalah bahan-bahan besi serta besi baja dan juga bahan-bahan yang tidak terbuat dari besi.

Tin plating memang sangat bermanfaat untuk melindungi barang berbahan besi yang mudah mengalami korosi. Cara Mencegah Korosi Cara Mencegah Korosi, Ketahui Penyebabnya.

(Sumber: seputarilmu.com) 5. Chromium Plating Selain pelapisan-pelapisan yang disebutkan sebelumnya, Chromium plating merupakan cara mencegah korosi selanjutnya yang dapat digunakan untuk mengamankan besi baja. Plating krom atau chromium plating adalah pelapisan bahan seperti besi dan juga besi baja dengan bahan krom. Bahan krom merupakan bahan yang dapat di lapiskan pada bahan-bahan seperti yang telah disebutkan sebelumnya untuk perlindungan.

Sifat perlindungan yang diberikan oleh krom ini mirip dengan zink. Pelapisan besi dan juga baja dengan menggunakan bahan ini bisa dilakukan untuk bagian-bagian seperti bumper mobil dan lain-lainnya. 6. Pengorbanan Anode Satu lagi cara untuk mencegah korosi yaitu dengan pengorbanan anode atau sacrificial protection. Perlindungan ini dilakukan dengan melapisi besi baja dengan bahan yang lebih mudah berkarat. Salah satu bahan yang digunakan adalah bahan magnesium.

Bahan ini merupakan bahan yang aktif sehingga lebih mudah berkarat, jika anda menggunakan bahan ini untuk melapisi besi maka bahan ini akan berkarat sedangkan besinya tidak. 7. Galvanisasi Galvanisasi adalah cara mencegah korosi selanjutnya yang bisa digunakan.

Galvanisasi merupakan pelapisan yang dilakukan dengan zink plating. Setelah proses galvanisasi, besi dapat dilindungi dan zink yang mengalami oksidasi. Besi galvanis sering digunakan untuk badn mobil-mobil, pisa besi, tiang telpon, dan lain sebagainya. 8. Mengontrol Kelembapan Udara Mengontrol kelembapan udara merupakan cara mencegah korosi secara alami yang dapat dicoba untuk dipraktikkan.

Anda bisa membuat lingkungan yang terbebas dari oksigen sehinggan mencegah terjadinya korosi. Penyebab Terjadinya Korosi Cara Salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah Korosi, Ketahui Penyebabnya. (Sumber: kanalkalimantan.com) Setelah mengetahui cara mencegah korosi, selanjutnya penting untuk mengetahui penyebab terjadinya korosi yang dapat menghilangkan estetika atau keindahan suatu barang tersebut.

Faktor yang menyebabkan terjadinya korosi yakni terdiri dari dua faktor, beberapa diantaranya : 1. Faktor internal: Faktor internal adalah faktor yang berasal dari bahan itu sendiri. faktor yang berasal dari bahan itu sendiri misalnya : kemurnian bahan, struktur bahan, dan bentuk bahan. 2. Faktor eksternal: Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari lingkungan sekitar. misalnya : pencemaran udara, tempartur, kelembapan, keberadaan zat kimia, dll. Itulah beberapa penyebab korosi dan cara mencegah korosi yang dapat digunakan dan dipraktikkan agar tidak menghilangkan estetika atau keindahan suatu barang anda.

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait insiden ambrolnya papan seluncuran kolam renang Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya, Sabtu (7/5) siang. Sejumlah saksi pun dimintai keterangan terkait dengan insiden yang menyebabkan 9 orang anak-anak itu terluka lantaran terjatuh dari ketinggian 10 meter.

salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah

Penyelidikan terhadap insiden itu dibenarkan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto. Ia menyatakan, Subdit Reskrim Polres Pelabuhan Tanjun
MENU β€’ Home β€’ SMP β€’ Agama β€’ Bahasa Indonesia β€’ Kewarganegaraan β€’ Pancasila β€’ IPS β€’ IPA β€’ SMA β€’ Agama β€’ Bahasa Salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah β€’ Kewarganegaraan β€’ Pancasila β€’ Akuntansi β€’ IPA β€’ Biologi β€’ Fisika β€’ Kimia β€’ IPS β€’ Ekonomi β€’ Sejarah β€’ Geografi β€’ Sosiologi β€’ SMK β€’ S1 β€’ PSIT β€’ PPB β€’ PTI β€’ E-Bisnis β€’ UKPL β€’ Basis Data β€’ Manajemen β€’ Riset Operasi β€’ Sistem Operasi β€’ Kewarganegaraan β€’ Pancasila β€’ Akuntansi β€’ Agama β€’ Bahasa Indonesia β€’ Matematika β€’ S2 β€’ Umum β€’ (About Me) 7.2.

Sebarkan ini: Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan.

Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi. Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe 2O 3.nH 2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah.

Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimiaatau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya. Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawa besi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan.

Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida). Ketika terjadi korosi,maka logam tersebut akan bereaksi dengan oksigen dan akan membentuk senyawa yang disebut dengan oksida pada permukaan logam. Logam tersebut kemudian akan menjadi kusam dalam artian logam tersebut akan kehilangan sifat kilaunya. Logam-logam dan juga kegunaannya yang memiliki tingkat kereaktifitas yang tinggi akan lebih cepat terkorosi daripada logam-logam yang kurang reaktif.

Untuk mencegah terjadinya korosi tersebut masih ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Contohnya ialah besi (yang digunakan dalam membuat aloi baja) mudah terkorosi, namun kuat dan juga cukup mudah dibentuk menjadi berbagai macam ataupun jenis bentuk.

Besi cocok untuk dapat membangun struktur-struktur yang sangat besar,Namun harus dapat dilindungi dari korosi, cara melindunginya ialah dengan cara dengan dicat.

salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis dan Fungsi Logam Faktor Terjadinya Korosi Korosi atau pengkaratan merupakan fenomena kimia pada bahan – bahan logam yang pada dasarnya merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan lingkungan berair dan oksigen.

Contoh yang paling umum, yaitu kerusakan logam besi dengan terbentuknya karat oksida. Dengan demikian, korosi menimbulkan banyak kerugian. Korosi logam melibatkan proses anodik, yaitu oksidasi logam menjadi ion dengan melepaskan elektron ke dalam (permukaan) logam dan proses katodik yang mengkonsumsi electron tersebut dengan laju yang sama : proses katodik biasanya merupakan reduksi ion hidrogen atau oksigen dari lingkungan sekitarnya.

Untuk contoh korosi logam besi dalam udara lembab, misalnya proses reaksinya dapat dinyatakan sebagai berikut : Anode {Fe(s)β†’ Fe2+(aq)+ 2 salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah x 2 Katode O2(g)+ 4H+(aq)+ 4 e β†’ 2 H2O(l) + Redoks 2 Fe(s) + O2 (g)+ 4 H+(aq)β†’ 2 Fe2++ 2 H2O(l) Dari data potensial elektrode dapat dihitung bahwaemf standar untuk proses korosi ini, ,yaituE0sel = +1,67 V ; reaksi ini terjadi pada lingkungan asam dimana ion H+ sebagian dapat diperoleh dari reaksi karbon dioksida atmosfer dengan air membentuk H2CO3.

Ion Fe+2 yang terbentuk, di anode kemudian teroksidasi lebih lanjut oleh oksigen membentuk besi (III) oksida : 4 Fe+2(aq)+ O2 (g) + (4 + 2x) H2O(l) β†’ 2 Fe2O3x H2O + 8 H+(aq) Hidrat besi (III) oksida inilah yang dikenal sebagai karat besi. Sirkuit listrik dipacu oleh migrasi elektron dan ion, itulah sebabnya korosi cepat terjadi dalam air garam. Jika proses korosi terjadi dalam lingkungan basa, maka reaksi katodik yang terjadi, yaitu : O2 (g) + 2 H2O(l)+ 4e β†’ 4 OH-(aq) Oksidasi lanjut ion Fe2+ tidak berlangsung karena lambatnya gerak ion ini sehingga sulit berhubungan dengan oksigen udara luar, tambahan pula ion ini segera ditangkap oleh garam kompleks hexasianoferat (II) membentuk senyawa kompleks stabil biru.

Lingkungan basa tersedia karena kompleks kalium heksasianoferat (III). Korosi besi realatif cepat terjadi dan berlangsung terus, sebab lapisan senyawa besi (III) oksida yang terjadi bersifat porous sehingga mudah ditembus oleh udara maupun air.

Tetapi meskipun alumunium mempunyai potensial reduksi jauh lebih negatif ketimbang besi, namun proses korosi lanjut menjadi terhambatkarena hasil oksidasi Al2O3, yang melapisinya tidak bersifat porous sehingga melindungi logam yang dilapisi dari kontak dengan udara luar. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Gaya apung dan Prinsip Archimedes Dampak Dari Korosi Karatan adalah istilah yang diberikan masyarakat terhadap logam yang mengalami kerusakan berbentuk keropos.

Sedangkan bagian logam yang rusak dan berwarna hitam kecoklatan pada baja disebut Karat. Secara teoritis karat adalah istilah yang diberikan terhadap satu jenis logam saja yaitu baja, sedangkan secara umum istilah karat lebih tepat disebut korosi.

Salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah didefenisikan sebagai degradasi material (khususnya logam dan paduannya) atau sifatnya akibat berinteraksi dengan lingkungannya. Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia yang bersifat alamiah dan berlangsung dengan sendirinya, oleh karena itu korosi tidak dapat dicegah atau dihentikan sama sekali. Korosi hanya bisa dikendalikan atau diperlambat lajunya sehingga memperlambat proses perusakannya.

Dilihat dari aspek elektrokimia, korosi merupakan proses terjadinya transfer elektron dari logam ke lingkungannya. Logam berlaku sebagai sel yang memberikan elektron (anoda) dan lingkungannya sebagai penerima elektron (katoda).

Reaksi yang terjadi pada logam yang mengalami korosi adalah reaksi oksidasi, dimana atom-atom logam larut kelingkungannya menjadi ion-ion dengan melepaskan elektron pada logam tersebut.

Sedangkan dari katoda terjadi reaksi, dimana ion-ion dari lingkungan mendekati logam dan menangkap elektron- elektron yang tertinggal pada logam. Dampak yang ditimbulkan korosi sungguh luar biasa. Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, Amerika Serikat mengalokasikan biaya pengendalian korosi sebesar 80 hingga 126 milyar dollar per tahun.

Di Indonesia, dua puluh tahun lalu saja biaya yang ditimbulkan akibat korosi dalam bidang indusri mencapai 5 trilyun rupiah.

Nilai tersebut memberi gambaran kepada kita betapa besarnya dampak yang ditimbulkan korosi dan nilai ini semakin meningkat setiap tahunnya karena belum terlaksananya pengendalian korosi secara baik bidang indusri. Dampak yang ditimbulkan korosi dapat berupa kerugian langsung dan kerugian tidak langsung.

Kerugian langsung adalah berupa terjadinya kerusakan pada peralatan, permesinan atau stuktur bangunan. Sedangkan kerugian tidak langsung berupa terhentinya aktifitas produksi karena terjadinya penggantian peralatan yang rusak akibat korosi, terjadinya kehilangan produk akibat adanya kerusakan pada kontainer, tanki bahan bakar atau jaringan pemipaan air bersih atau minyak mentah, terakumulasinya produk korosi pada alat penukar panas dan jaringan pemipaannya akan menurunkan efisiensi perpindahan panasnya, dan lain sebagainya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Pengertian Dan Ciri Zat Padat, Gas, Cair Beserta Contohnya Bentuk-Bentuk Korosi Bentuk-bentuk korosi dapat berupa korosi merata, korosi galvanik, korosi sumuran, korosi celah, korosi retak tegang (stress corrosion cracking), korosi retak fatik (corrosion fatique cracking) dan korosi akibat pengaruh hidogen (corrosion induced hydrogen), korosi intergranular, selective leaching, dan korosi erosi.

β€’ Korosi merata adalah korosi yang terjadi secara serentak diseluruh permukaan logam, oleh karena itu pada logam yang mengalami korosi merata akan terjadi pengurangan dimensi yang relatif besar per satuan waktu.

Kerugian langsung akibat korosi merata berupa kehilangan material konstruksi, keselamatan kerja dan pencemaran lingkungan akibat produk korosi dalam bentuk senyawa yang mencemarkan lingkungan.

Sedangkan kerugian tidak langsung, antara lain berupa penurunan kapasitas dan peningkatan biaya perawatan (preventive maintenance). β€’ Korosi galvanik terjadi apabila dua logam yang tidak sama dihubungkan dan salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah di lingkungan korosif. Salah satu dari logam tersebut akan mengalami korosi, sementara logam lainnya akan terlindung dari serangan korosi.

Logam yang mengalami korosi adalah logam yang memiliki potensial yang lebih rendah dan logam yang tidak mengalami korosi adalah logam yang memiliki potensial lebih tinggi.

β€’ Korosi sumuran adalah korosi lokal yang terjadi pada permukaan yang terbuka akibat pecahnya lapisan pasif. Terjadinya korosi sumuran ini diawali dengan pembentukan lapisan pasif dipermukaannya, pada antarmuka lapisan pasif dan elektrolit terjadi penurunan pH, sehingga terjadi pelarutan lapisan pasif secara perlahan-lahan dan menyebabkan lapisan pasif pecah sehingga terjadi korosi sumuran.

Korosi sumuran ini sangat berbahaya karena lokasi terjadinya sangat kecil tetapi dalam, sehingga dapat menyebabkan peralatan atau struktur patah mendadak. β€’ Korosi celah adalah korosi lokal yang terjadi pada celah diantara dua komponen. Mekanisme terjadinya korosi celah ini diawali dengan terjadi korosi merata diluar dan didalam celah, sehingga terjadi oksidasi logam dan reduksi oksigen. Pada suatu saat oksigen (O2) di dalam celah habis, sedangkan oksigen (O2) diluar celah masih banyak, akibatnya permukaan logam yang berhubungan dengan bagian luar menjadi katoda dan permukaan logam yang didalam celah menjadi anoda sehingga terbentuk celah yang terkorosi.

β€’ Korosi retak tegang (stress corrosion cracking), korosi retak fatik (corrosion fatique cracking) dan korosi akibat pengaruh hidogen (corrosion induced hydrogen) adalah bentuk korosi dimana material mengalami keretakan akibat pengaruh lingkungannya. Korosi retak tegang terjadi pada paduan logam yang mengalami tegangan tarik statis dilingkungan tertentu, seperti : baja tahan karat sangat rentan terhadap lingkungan klorida panas, tembaga rentan dilarutan amonia dan baja karbon rentan terhadap nitrat.

Korosi retak fatk terjadi akibat tegangan berulang dilingkungan korosif. Sedangkan korosi akibat pengaruh hidogen terjadi karena berlangsungnya difusi hidrogen kedalam kisi paduan. β€’ Korosi intergranular adalah bentuk korosi yang terjadi pada paduan logam akibat terjadinya reaksi antar unsur logam tersebut di batas butirnya.

Seperti yang terjadi pada baja tahan karat austenitik apabila diberi perlakuan panas. Pada temperatur 425 – 815oC karbida krom (Cr23C6) akan mengendap di batas butir.

Dengan kandungan krom dibawah 10 %, didaerah pengendapan tersebut akan mengalami korosi dan menurunkan kekuatan baja tahan karat tersebut. β€’ Selective leaching adalah korosi yang terjadi pada paduan logam karena pelarutan salah satu unsur paduan yang lebih aktif, seperti yang biasa terjadi pada paduan tembaga-seng. Mekanisme terjadinya korosi selective leaching diawali dengan terjadi pelarutan total terhadap semua unsur.

Salah satu unsur pemadu yang potensialnya lebih tinggi akan terdeposisi, sedangkan unsur yang potensialnya lebih rendah akan larut ke elektrolit.

salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah

Akibatnya terjadi keropos pada logam paduan tersebut. Contoh lain selective leaching terjadi pada besi tuang kelabu yang digunakan sebagai pipa pembakaran. Berkurangnya besi dalam paduan besi tuang akan menyebabkan paduan tersebut menjadi porous dan lemah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya pecah pada pipa.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Pengujian Kandungan Zat Makanan Lengkap Bakteri Penyebab Korosi Fenomena korosi yang terjadi dapat disebabkan adanya keberadaan dari bakteri. Jenis-jenis bakteri yang berkembang yaitu : β€’ Bakteri reduksi sulfat Bakteri ini merupakan bakteri jenis anaerob membutuhkan lingkungan bebas oksigen atau lingkungan reduksi, bakteri ini bersirkulasi di dalam air aerasi termasuk larutan klorin dan oksidiser lainnya, hingga mencapai kondisi ideal untuk mendukung metabolisme.

Bakteri ini tumbuh pada oksigen rendah. Bakteri ini tumbuh pada daerah-daerah kanal, pelabuhan, daerah air tenang tergantung pada lingkungannya. Bakteri ini mereduksi sulfat menjadi sulfit, biasanya terlihat dari meningkatnya kadar H2S atau Besi sulfida.Tidak adanya sulfat, beberapa turunan dapat berfungsi sebagai fermenter menggunakan campuran organik seperti pyruvnate untuk memproduksi asetat, hidrogen dan CO2, banyak bakteri jenis ini berisi enzim hidrogenase yang mengkonsumsi hidrogen.

β€’ Bakteri oksidasi sulfur-sulfida Bakteri jenis ini merupakan bakteri aerob yang mendapatkan energi dari oksidasi sulfit atau sulfur. Bebarapa tipe bakteri aerob dapat teroksidasi sulfur menjadi asam sulfurik dan nilai pH menjadi 1. bakteriThiobaccilus umumnya ditemukan di deposit mineral dan menyebabkan drainase tambang menjadi asam. β€’ Bakteri besi mangan oksida Bakteri memperoleh energi dari osidasi Fe2+ Fe3+ dimana deposit berhubungan dengan bakteri korosi.

Bakteri ini hampir selalu ditemukan di Tubercle (gundukan Hemispherikal berlainan ) di atas lubang pit pada permukaan baja. Umumnya oksidaser besi ditemukan di lingkungan dengan filamen yang panjang. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perihal Terjadinya Perubahan Wujud Zat Oleh Kalor Akibat atau Efek dari Korosi Pada saat suatu logam terkorosi, pada permukaanya akan menjadi tertutup lapisan oksida.

Dan padabeberapa logam, seperti alumunium, lapisan tersebut akan melekat pada logam serta melindunginya dari korosi secara lebih lanjut. Pada logam-logam lainnya lapisan pelindung tersebut tidak akan terbentuk. Dan pada besi serta baja, sebagai contohnya ialah, pada lapisan karat yang berkerak (oksida besi) yang terbentuk. Lapisan tersebut akan terlepas, dan memungkinkan logam di bawahnya terkena terkorosi.

Contohnya ialah sebagai berikut: β€’ Alumunium dengan cepat akan membentuk lapisan oksida pada permukaanya. Alumunium adalah bahan yang ideal untuk dapat membuat nampan makanan, yang disebabkan kareana ia tidak akan terkorosi lebih lanjut. β€’ Drum-drum baja tersebut dicat agar dapat melindungi dari pengaratan, Namun jika terjadi goresan kecil pun akan dapat memungkinkan masuknya kelembapan ke bawah cat, dan korosi pun mulai terjadi.

Pencegahan Korosi Dengan dasar pengetahuan tentang elektrokimia proses korosi yang dapat menjelaskan mekanisme dari korosi, dapat dilakukan usaha-usaha untuk pencegahan terbentuknya korosi. Banyak cara sudah ditemukan untuk pencegahan terjadinya korosi diantaranya adalah dengan cara proteksi katodik, coating, dan pengg chemical inhibitor.

Proteksi Katiodik Untuk mencegah terjadinya proses korosi atau setidak-tidaknya untuk memperlambat proses korosi tersebut, maka dipasanglah suatu anoda buatan di luar logam yang akan diproteksi. Daerah anoda adalah suatu bagian logam yang kehilangan elektron. Ion positifnya meninggalkan logam tersebut dan masuk ke dalam larutan yang ada sehingga logaml tersebut berkarat.

Terlihat disini karena perbedaan potensial maka arus elektron akan mengalir dari anoda yang dipasang dan akan menahan melawan arus elektron dari logam yang didekatnya, sehingga logam tersebut berubah menjadi daerah katoda. Inilah yang disebut Cathodic Protection. Dalam hal diatas elektron disuplai kepada logam yang diproteksi oleh anoda buatan sehingga elektron yang hilang dari daerah anoda tersebut selalu diganti, sehingga akan mengurangi proses korosi dari logam yang diproteksi.

Anoda buatan tersebut ditanam dalam suatu elektrolit yang sama (dalam hal ini tanah lembab) dengan logam (dalam hal ini pipa) yang akan diprotekasi dan antara dan pipa dihubungkan dengan kabel yang sesuai agar proses listrik diantara anoda dan pipa tersebut dapat mengalir terus menerus. Coating β€’ Cara ini sering dilakukan dengan melapisi logam (coating) dengan suatu bahan agar logam tersebut terhindar dari korosi. β€’ Pemakaian Bahan-Bahan Kimia (Chemical Inhibitor) Untuk memperlambat reaksi korosi digunakan bahan kimia yang disebut inhibitor corrosion yang bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung pada permukaan metal.

Lapisan molekul pertama yang tebentuk mempunyai ikatan yang sangat kuat yang disebut chemis option. Corrosion inhibitor umumnya berbentuk fluid atau cairan yang diinjeksikan pada production line. Karena inhibitor tersebut merupakan masalah yang penting dalam menangani kororsi maka perlu dilakukan pemilihan inhibitor yang sesuai dengan kondisinya. Material corrosion inhibitor terbagi 2, yaitu : β€’ Organik Inhibitor Inhibitor yang salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah dari hewan dan tumbuhan yang mengandung unsur karbon dalam senyawanya.

Material dasar dari organik inhibitor antara lain: Turunan asam lemak alifatik, yaitu: monoamine, diamine, amida, asetat, oleat, senyawa-senyawa amfoter. Imdazolines dan derivativnya β€’ Inorganik Inhibitor Inhibitor yang diperoleh dari mineral-mineral yang tidak mengandung unsur karbon dalam senyawanya. Material dasar dari inorganik inhibitor antara lain kromat, nitrit, silikat, dan pospat. Cara Mencegah Korosi Selain dengan cara melakukan pengecetan, ada juga cara untuk dapat terjadi mencegah pengaratan lainnya, contohnya ialah dengan Galvanisasi.

Galvanisasi Ini ialah metode untuk dapat melindungi baja dengan cara melapisinya dengan seng.Seng tersebut akan lebih reaktif dari salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah, sehingga oksigen dapat melakukan kontak dengannya, bukan dengan baja.

walaupun lapisan seng tergores, oksigen pada udara terus bereaksi dengan seng, bukan bereaksi dengan baja. Logam seng dan juga magnesium akan sering dimanfaatkan untuk dapat melindungi besi maupun baja dari korosi, sehingga seng dan juga magnesium sering dikenal dengan logam korban. Sebarkan ini: β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ Posting pada IPA, Kimia, SMP Ditag apakah alumunium mengalami korosi jelaskan, apakah korosi selalu bersifat merugikan, buku korosi pdf, cara membuat paku berkarat, cara mencegah korosi brainly, cara mencegah korosi pada besi, cara mencegah terjadinya korosi, cara mengatasi korosi, ciri ciri logam yang mudah berkarat, contoh korosi, dampak korosi, faktor penyebab korosi, faktor yang mempercepat korosi, jelaskan proses terjadinya korosi, jenis jenis korosi, jurnal korosi pdf, jurnal proses terjadinya korosi, kajian teori tentang korosi, klasifikasi korosi, korosi aluminium, korosi erosi, korosi galvanik pdf, korosi internal dan eksternal, korosi pada rel kereta api, makalah korosi, mekanisme korosi, mekanisme terjadinya korosi, mengapa korosi mudah terbentuk pada ph 7, modul korosi, pencegahan korosi, pengantar korosi pdf, Pengertian Korosi, pengertian korosi menurut para ahli, pengujian dan pengukuran korosi, penyebab korosi, prinsip korosi, proses korosi, proses terjadinya korosi pdf, teori korosi pdf, tes korosi di laboratorium, tuliskan reaksi perkaratan besi!

salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah

Navigasi pos Pos-pos Terbaru β€’ Salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah Suku Tomini β€’ Penjelasan Ciri-Ciri Clostridium Tetani Dalam Biologi β€’ Penjelasan Ciri-Ciri Bacillus Anthracis Dalam Biologi β€’ Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi β€’ Pengertian Kata Berimbuhan β€’ Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan β€’ Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh β€’ Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli β€’ Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh β€’ β€œPanjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) β€’ Contoh Soal Psikotes β€’ Contoh CV Lamaran Kerja β€’ Rukun Shalat β€’ Kunci Jawaban Brain Out β€’ Teks Eksplanasi β€’ Teks Eksposisi β€’ Teks Deskripsi β€’ Teks Prosedur β€’ Contoh Gurindam β€’ Contoh Kata Pengantar β€’ Contoh Teks Negosiasi β€’ Alat Musik Ritmis β€’ Tabel Periodik β€’ Niat Mandi Wajib β€’ Teks Laporan Hasil Observasi β€’ Contoh Makalah β€’ Alight Motion Pro β€’ Alat Musik Melodis β€’ 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran β€’ 69 Contoh Teks Anekdot β€’ Proposal β€’ Gb WhatsApp β€’ Contoh Daftar Riwayat Hidup β€’ Naskah Drama β€’ Memphisthemusical.Com
MENU β€’ Home β€’ SMP β€’ IPA β€’ Biologi β€’ Fisika β€’ Kimia β€’ IPS β€’ Ekonomi β€’ Geografi β€’ Sosiologi β€’ Sejarah β€’ BAHASA β€’ Bahasa Indonesia β€’ Bahasa Inggris β€’ Agama β€’ Kewarganegaraan β€’ Penjaskes β€’ Seni Budaya β€’ SMA β€’ IPA β€’ Biologi β€’ Fisika β€’ Kimia β€’ IPS β€’ Ekonomi β€’ Geografi β€’ Sejarah β€’ Sosiologi β€’ BAHASA β€’ Bahasa Indonesia β€’ Bahasa Inggris β€’ Agama β€’ Penjaskes β€’ Kewarganegaraan β€’ Seni Budaya β€’ SMK β€’ Strata 1 β€’ Ilmu Hukum β€’ Hukum β€’ Ilmu Komputer β€’ Teknik Informatika β€’ Sistem Informasi β€’ Ilmu Ekonomi β€’ Akuntansi β€’ Manajemen β€’ STRATA2 β€’ Umum β€’ Table of Contents β€’ Pengertian Korosi β€’ Reaksi Kimia dalam Peristiwa Korosi atau Perkaratan β€’ Faktor Penyebab Korosi β€’ Perbedaan Karat dengan Korosi β€’ Cara Mencegah Korosi β€’ Jenis-Jenis Korosi β€’ Contoh Korosi β€’ Sebarkan ini: β€’ Posting terkait: Pengertian Korosi Korosi merupakan salah satu hal yang terjadi akibat kerusakan atau degradasi logam akibat adanya sebuah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya sehingga akan dapat menghasilkan senyawa yang tidak dikehendaki.

Korosi ini juga sering disebut dengan pengkaratan. Korosi ini dapat juga diartikan sebagai suatu serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan sebuah lingkungan. Reaksi Kimia dalam Peristiwa Korosi atau Perkaratan Pada peristiwa korosi, logam ini akan mengalami oksidasi sedangkan oksigen akan mengalami reduksi. Karat salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah terjadi pada suatu logam umumnya berupa oksida atau karbonat (Fe2O3.nH2O), yang berwarna coklat-merah.

Korosi merupakan sebuah proses elektrokimia. Pada peristiwa korosi besi, pada bagian tertentu saja dari besi itu sebagai anode, di mana besi akan mengalami oksidasi. Fe(s) β†’ Fe2+(aq) + 2e Elektron yang dapat dibebaskan di anode akan mengalir ke bagian lain dari besi, bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi.

O2(g) + 4H+(aq) + 4e β†’ 2H2O(l) atau O2(g) + 2H2O(l) + 4e β†’ 4OH–(aq) Pada ion besi (II) akan terbentuk pada anode, selanjutnya teroksidasi membentuk suatu ion besi (III) kemudian dapat juga membentuk oksida terhidrasi, yaitu karat besi.

Bagian besi mana yang akan bertindak sebagai anode maupun katode. Hal tersebut juga akan bergantung pada banyak faktor, misalnya saja zat pengotor atau perbedaan rapatan logam itu. Faktor Penyebab Korosi 1.

Elektrolit Elektrolit ini merupakan sebuah kandungan yang terdapat dalam garam atau juga asam dengan sifat yang mudah terikat dengan oksigen sehingga pada proses pengkaratan akan terbilang sangat mudah dan cepat. Asam atau garam yang akan mengandung elektrolit juga banyak ini ditemukan dalam air asin laut dan air hujan.

2. Sel Elektrokimia Karat di sini juga akan muncul apabila ada dua logam yang akan saling bersentuhan dengan salah satu logamnya yang juga memiliki potensial rendah yang apabila bersentuhan dengan yang potensialnya tinggi. Maka akan dapat menyebabkan oksidasi akibat suatu kandungan oksigen di udara karena karat lebih sering terjadi pada logam dengan potensi rendah. 3. Permukaan Logam Tidak Rata Karat juga dapat muncul sebagai akibat adanya anode dan katode yang terbentuk akibat adanya kutub-kutub muatan yang akan muncul dari permukaan suatu logam yang tidak rata.

4. Kelembapan Udara Udara yang lembap juga tentu akan mengandung banyak uap air dan akibat air merupakan salah satu faktor penyebab suatu korosi maka udara lembap juga dapat mengakibatkan logam yang mudah berkarat.

5. pH Pada sebuah suasana yang lebih asam, pH < 7, reaksi pada korosi besi ini akan lebih cepat, sebagaimana suatu reaksi reduksi oksigen dalam suasana asam lebih spontan yang akan ditandai dengan potensial reduksinya akan lebih besar dibanding dalam suasana netral ataupun basa.

6. Suhu Semakin tinggi suhu, akan semakin cepat korosi terjadi. Hal ini sebagaimana suatu laju reaksi kimia meningkat seiring bertambahnya suhu. 7. Bakteri Tipe bakteri tertentu dapat juga mempercepat korosi, karena mampu menghasilkan suatu karbon dioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S).

CO2 ini akan menurunkan pH sehingga dapat menaikkan kecepatan korosi. H2S dan besi sulfida (Fe2S2) akan hasil reduksi sulfat (SO42-) oleh bakteri pereduksi sulfat pada suatu kondisi anaerob, dapat mempercepat korosi bila sulfat ada di dalam air. Zat-zat ini juga dapat menaikkan kecepatan korosi. 8. Galvanic Coupling Bila besi yang terhubung atau menempel pada logam lain yang kurang reaktif (tidak mudah teroksidasi, potensial reduksi ke yang lebih positif), maka akan timbul beda potensial yang dapat menyebabkan terjadinya aliran elektron dari anode ke katode.

Hal ini juga menyebabkan besi akan lebih cepat mengalami korosi dibandingkan tanpa suatu keberadaan logam kurang reaktif. Efek ini disebut juga sebagai efek galvanic coupling. Perbedaan Karat dengan Korosi Karat (rust) yaitu salah satu istilah yang pada belakangan ini hanya dapat dikhususkan bagi korosi pada besi, sedangkan korosi ialah sebuah gejala destruktif yang dapat mempengaruhi hampir semua logam.

Karat pada dasarnya merupakan sebuah proses kimia elektronik pada bahan metal. Berbagai faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya suatu karat yakni air dan elektron bebas, karena itu karat juga sering disebut sebagai pertemuan antara besi atau baja dengan air dan elektron bebas.

Tanpa salah satu faktor tersebut, karat ini tidak akan timbul. Proses pada terjadinya karat akan dipercepat dengan keberadaan garam. Berikut ini ialah beberapa perbedaan korosi dan karat diantaranya sebagai berikut : β€’ Berkarat merupakan salah satu jenis korosi.

β€’ Ketika sebuah besi atau bahan yang mengandung suatu zat besi menjalani korosi, itu dikenal juga sebagai karat. β€’ Berkarat akan menghasilkan serangkaian oksida besi, sedangkan pada korosi dapat menghasilkan garam atau oksida logam. Cara Mencegah Korosi 1. Pengecatan (Cara paling Umum) Salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah pengecatan untuk dapat melindungi besi terhadap kontak dengan air dan udara.

Cat yang mengandung timbal dan seng ini juga akan lebih melindungi besi dari korosi. Pengecatan ini harus sempurna karena jika terdapat bagian yang tidak tertutup oleh cat, maka besi di bawah cat akan terkorosi. Cara ini umumnya dapat dilakukan pada pagar rumah maupun jembatan. 2. Dibalut plastik Plastik juga mampu mencegah besi terkontak dengan air dan udara. Peralatan rumah tangga ini biasanya dibalut plastik untuk dapat menghindari korosi. 3. Pelapisan dengan Krom Krom (Cr) yang memberi lapisan pelindung, sehingga besi yang sudah diberi lapisan krom akan mengkilap.

Pelapisan dengan krom ini dilakukan dengan proses elektrolisis. Krom juga dapat memberikan perlindungan meskipun pada suatu lapisan krom tersebut ada yang rusak. Cara ini umumnya dapat dilakukan pada kendaraan bermotor, misalnya saja bumper mobil. 4. Pelapisan dengan Timah (Tin plating) Timah (Sn) ini termasuk logam tahan karat. Kaleng dari kemasan dari besi umumnya yang dilapisi dengan timah.

Proses pelapisan dapat dilakukan secara elektrolisis. Lapisan pada timah akan melindungi besi selama lapisan itu masih utuh. Apabila terdapat goresan, maka timah ini justru mempercepat suatu proses korosi karena potensial elektrode besi lebih positif dari timah.

5. Pelapisan dengan Seng (Galvanisasi) Seng (Zn) juga dapat melindungi besi meskipun lapisannya ada yang rusak. Hal ini karena potensial pada elektrode besi lebih negatif daripada seng, maka pada besi yang terkontak dengan seng akan membentuk sel elektrokimia dengan suatu besi sebagai katode dan seng yang akan mengalami oksidasi sehingga besi akan lebih awet.

6. Pengorbanan Anode (Sacrificial Anode) Perbaikan pada pipa bawah tanah yang terkorosi mungkin juga memerlukan perbaikan yang mahal biayanya. Hal ini dapat diatasi dengan sebuah teknik sacrificial anode, yaitu dengan cara menanamkan sebuah logam magnesium kemudian dihubungkan ke pipa besi melalui sebuah kawat.

Lalu logam magnesium itu akan berkarat, sedangkan besi tidak karena magnesium merupakan suatu logam yang aktif (lebih mudah berkarat). 7. Membuat Paduan Logam (Stainless Steel) Paduan pada logam yang sering dipakai ialah stainless steel. Merupakan suatu campuran dari 74% besi (Fe), 18% nikel (Ni), dan 8% krom (Cr). Contohnya yakni pada alat-alat perkakas rumah tangga seperti sendok stainless steel.

Jenis-Jenis Korosi 1. Korosi Merata Korosi merata merupakan salah satu bentuk dari korosi yang biasanya terjadi. Korosi merata ini ditandai dengan adanya reaksi kimia atau elektrokimia pada suatu permukaan bereaksi. Dampaknya dapat terlihat misalnya pada logam menjadi tipis dan akhirnya terjadi sebuah kegagalan pada logam tersebut.

2. Korosi Galvanik Apabila terjadi sebuah kontak atau secara listrik kedua logam yang berbeda potensial tersebut akan dapat menimbulkan aliran elektron atau listrik diantar kedua logam. Logam yang mempunyai sebuah tahanan korosi rendah ( potensial rendah) akan terkikis dan yang tahanan korosinya lebih tinggi (potensial tinggi) akan juga mengalami penurunan korosinya.

Korosi galvanic corrosion dapat dipengaruhi oleh lingkungan, jarak, area atau luas. 3. Korosi Celah Bentuk dari sebuah korosi yang ketika terdapat celah akibat dari penggabungan atau suatu penyatuan dua logam yang sama mempunyai suatu kadar oksigen yang berbeda dengan bagian luarnya.

Jenis dari korosi tersebut pada umumnya dapat disebabkan oleh lubang yang sangat kecil, dan celah-celah di bawah kepala baut dan pakunya yang keling. 4. Korosi Sumuran Korosi sumuran merupakan salah satu bentuk dari adanya serangan korosi yang sangat lokal kemudian dapat menyerang suatu daerah tertentu yang dapat mengakibatkan adanya lubang dalam logam. Kemudian lubang yang berdiameter kecil atau juga besar, dalam banyak kasus lubang tersebut relatif sangat kecil.

Lubang yang sudah terisolasi ataupun terkadang terlihat misalnya pada permukaan yang kasar. Pits umumnya juga bisa digambarkan sebagai rongga atau lubang berdiameter pada permukaan kurang-lebih sama ataupun kurang dari kedalaman. 5. Korosi Erosi Korosi Erosi ialah suatu korosi yang akan terjadi karena tingkat percepatan kerusakan atau sebuah serangan pada logam dari gerakan relatif antara cairan korosif dan permukaan logam.

Biasanya pada gerakan tersebut cukup cepat, dan ikut serta dengan abrasi. Logam yang berada di sebuah permukaan tersebut kemudian berubah ke ion terlarut atau juga bentuk produk korosi yang padat. 6. Korosi Tegangan Gaya-gaya mekanis yang misalnya dari suatu tarikan atau kompresi berpengaruh sangat kecil pada proses pengkaratan di bagian metal yang sama jika dapat ditinjau dari laju pengkaratan dalam mil pertahun. Namun, ketika itu juga merupakan bagian kombinasi antara tensile stress dan juga lingkungan yang korosif, maka kondisi tersebut merupakan salah satu dari berbagai penyebab utama dalam kegagalan material.

Kegiatan tersebut dapat juga berupa retakan yang biasa disebut dengan korosi tegangan. Korosi erosi dibagi menjadi 2 tipe yaitu sebagai berikut : β€’ Korosi Kavitasi : Akibat adanya suatu benturan gelembung fluida dengan permukaan logam sehingga berakibat luka terhadap suatu permukaan logam tersebut.

β€’ Fretting Corrosion : Akibat sebuah gesekan antara logam dengan logam dan yang berakibat suhu logam naik dan tergerus sesama logam.

7.Korosi Bakteri Korosi ini hanya dapat disebabkan oleh suatu bakteri anaerobic yang hanya bertahan dalam suatu kondisi tanpa ada zat asam. Bakteri ini dapat mengubah garam sulfat menjadi asam yang reaktif dan dapat menyebabkan karat.

8. Korosi Arus Liar Korosi arus liar ialah dapat merasuknya sebuah arus searah secara liar tidak disengaja pada suatu konstruksi baja, yang kemudian dapat meninggalkannnya kembali menuju sumber arus. Prinsip suatu serangan karat arus liar ini yakni dapat merasuknya arus searah secara liar tidak disengaja pada suatu konstruksi baja, kemudian dapat meninggalkannnya kembali menuju sumber arus.

Pada titik dimana arus akan meninggalkan konstruksi, akan terjadi suatu serangan karat yang cukup serius sehingga dapat merusak konstruksi tersebut. 9. Korosi Atmosfer Korosi ini dapat terjadi akibat proses elektrokimia antara dua bagian pada benda padat khusunya metal besi yang berbeda potensial dan akan langsung berhubungan dengan udara terbuka. 10. Korosi Regangan Korosi ini dapat terjadi karena pemberian suatu tarikan atau kompresi yang melebihi batas ketentuannya.

Kegagalan ini sering juga disebut sebagaiRetak Karat Regangan (RKR) atau stress corrosion cracking. Sifat dari retak pada jenis ini sangat spontan (tiba-tiba terjadinya atau spontaneous), regangan ini biasanya bersifat internal yang dapat disebabkan oleh perlakuan yang diterapkan seperti pada bentukan dingin atau juga merupakan sisa hasil pengerjaan (residual) seperti pada pengelingan, pengepresan dan lain-lain.

Contoh Korosi 1. Pengkaratan logam Contoh ini sangat umum terjadi karena logam merupakan materi pelapis semua unsur peralatan rumah tangga, perkantoran sampai alat kegiatan dimanapun, sehingga unsur yang kuat dengan anode ini memang rawan terjadinya karat, karena memang berfungsi sebagai tempat terjadi nya oksidasi. 2. Pengkaratan besi Meskipun besi berperan sebagai katoda, tapi paparan sinar matahari, udara dan air dapat menyebabkan unsur katoda ini menipis sehingga akan banyak ditemukan jembatan, tiang listrik hingga rel kereta api berkarat.

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Korosi : Pengertian, Jenis, Faktor Penyebab, Cara Pencegahan & Contohnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih. Baca Juga Artikel Lainnya : β€’ Gas Mulia β€’ Materi Logam β€’ Tabel Periodik β€’ Ikatan Kovalen β€’ Perubahan Kimia Posting terkait: β€’ Destilasi Adalah β€’ Kromatografi Adalah β€’ Minyak Bumi Posting pada Kimia Ditag 4fe(oh)2(s)+2o2(g)+6h2o(l), 5 contoh korosi, alasan besi berkarat termasuk perubahan kimia, alkena, alkuna, apa itu penyepuhan, apa penyebab dan dampak korosi, apa penyebab perkaratan besi, apa saja yang termasuk sel volta, apakah aluminium mengalami korosi jelaskan, apakah karat menghambat listrik, apakah korosi selalu bersifat merugikan, apakah rumus kimia dari karat, Artikel Korosi, bagaimana cara mencegah perkaratan pada besi, bagaimana dampak yang ditimbulkan dari korosi, bagaimana mekanisme dan cara perlindungan dari setiap jenis korosi, bagaimana mekanisme terjadinya korosi, bagaimana rumus karat besi, bahaya korosi bagi kesehatan, bahaya korosi dan cara penanggulangannya, baja tahan karat dikenal dengan nama, bakteri penyebab korosi, bakteri yang mempercepat terjadinya korosi, bentuk bentuk korosi, berdasarkan bentuknya jelaskan 4 jenis korosi, buku korosi pdf, cacl2 anhidrat, Cara Mencegah Korosi, cara mencegah korosi pada besi, cara mengatasi korosi, cara mengatasi korosi yang sudah terjadi, Cara Pencegahaan Korosi, cara yang tepat untuk pencegahan korosi pada kaleng makanan dapat dilakukan melalui proses, ciri-ciri korosi, contoh benda yang mengalami korosi, Contoh Korosi, contoh korosi dalam kehidupan sehari hari, contoh soal korosi, contoh soal penyepuhan, Dampak Korosi, dezincification adalah, disajikan pasangan data antara benda dengan cara pencegahan korosi berikut, elektroplating adalah, Faktor Penyebab Korosi, faktor penyebab korosi brainly, faktor penyebab korosi pdf, faktor yang mempercepat korosi, faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi, fatigue corrosion adalah, fretting corrosion, fretting corrosion adalah, galvanisasi, galvanisasi adalah, gas penyebab korosi, gejala proses penyepuhan, intergranular corrosion adalah, jelaskan bentuk bentuk korosi, jelaskan cara-cara pengendalian korosi, jelaskan definisi dari korosi, jelaskan faktor penyebab korosi, jelaskan pengaruh inhibitor terhadap korosi, jelaskan pengertian dari penyepuhan, jelaskan proses terbentuknya karat pada besi, Jenis - Jenis Korosi, jenis jenis korosi, jenis korosi dan pencegahan, jenis pengendalian korosi lapis lindung, jurnal korosi pada paku, jurnal korosi pdf, jurnal uji korosi, kerugian akibat korosi, kerugian korosi, kisi-kisi soal korosi, konstanta faktor laju korosi, konstanta laju korosi, Korosi, Korosi Adalah, korosi adalah contoh dari hasil reaksi, korosi aluminium, korosi atmosfer, korosi atmosfer adalah, korosi bakteri, korosi celah, korosi dapat dikendalikan melalui apa saja, korosi erosi, korosi galvanik, korosi galvanis, korosi intergranular, korosi merata, korosi pdf, korosi ppt, korosi ppt download, korosi regangan adalah, korosi selective leaching adalah, korosi seragam, korosi suatu besi dapat dicegah dengan cara, korosi sumuran, korosi tanah, korosi titik embun, korosi yang menguntungkan, korosi yang terjadi pada turbin uap, korosif adalah, laju korosi, lambang atom besi dan karat besi adalah, laporan jenis jenis korosi, laporan praktikum laju korosi, laporan praktikum uji korosi pada paku, logam logam berikut yang paling mudah mengalami korosi adalah, logam yang dapat mencegah korosi pada bumper mobil adalah, logam yang paling mudah berkarat adalah, makalah jenis jenis korosi, makalah korosi, makalah korosi pdf, manakah yang merupakan contoh reaksi oksidasi, Materi Korosi, materi tentang logam, material yang sering terkena korosi merata, mekanisme korosi, mekanisme stress corrosion cracking, mengapa korosi dapat terjadi pada logam, mengapa seng dipilih sebagai pelapis besi?, menurut tata nama iupac karat besi bernama, mind map korosi, nama senyawa dengan rumus fe2o3 adalah, oksidasi dapat dipandang sebagai, oksigen mengalami, pada korosi besi besi itu berlaku sebagai, pada peristiwa korosi besi, pembahasan un kimia 2016 kak ajaz, pencegahan korosi, pencegahan korosi pada roda gigi, pencegahan korosi yang paling tepat pada pelek dan jeruji sepeda adalah, pengaruh inhibitor terhadap korosi, pengaruh logam lain terhadap korosi besi, pengaruh ph terhadap korosi, pengaruh temperatur pada korosi, pengendalian korosi pdf, Pengertian Korosi, pengertian korosi dan jenis jenis korosi, pengertian korosi menurut ahli, pengertian korosi menurut para ahli, pengertian korosi menurut roberge, penyebab korosi, penyebab korosi brainly, penyebab utama korosi besi adalah, penyepuhan, Perbedaan Karat dengan Korosi, percobaan korosi pada paku, perhitungan laju korosi pada pipa, perhitungan laju korosi pdf, peristiwa pengikatan oksigen disebut, persamaan reaksi fermentasi, persamaan reaksi korosi, pertanyaan tentang korosi, pertanyaan tentang korosi galvanik, ppt korosi kimia, ppt korosi kimia kelas 12, praktikum korosi, prinsip dasar proses korosi logam adalah, prinsip salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah korosi dengan perlindungan katodik adalah, proses korosi, proses korosi besi terjadi karena, proses terjadinya korosi, proteksi katodik, reaksi apa yang terjadi pada korosi, Reaksi Kimia dalam Peristiwa Korosi atau Perkaratan, reaksi kimia korosi, Reaksi Korosi, reaksi redoks pada perkaratan besi, reaksi terjadinya korosi, reaksi yang terjadi pada anoda adalah, rpp korosi, rumus karat besi, rumus kimia karat besi, rumus kimia karat besi adalah, salah satu cara mencegah terjadinya reaksi korosi pada menara adalah, salah satu jenis logam adalah, sebutkan 2 penyebab terjadinya korosi, sebutkan 3.

kegunaan alkana, sebutkan contoh korosi, sebutkan dampak korosi bagi lingkungan, sebutkan jenis baja yang digunakan pada poros, sebutkan zat zat yang dapat mempercepat terjadinya proses korosi besi, senyawa kimia karat besi adalah, slide korosi, soal dan pembahasan elektrokimia pdf, soal korosi dan penyepuhan, soal korosi kimia, soal pilihan ganda tentang korosif, soal tentang korosi, soal tentang korosi brainly, soal un korosi dan pembahasan, soal un: korosi dan pembahasan, susunan elektrolisis, syarat terjadinya korosi, teknik pencegahan korosi pdf, tentukan rumus korosi, tes korosi di laboratorium, tuliskan 5 cara pencegahan korosi besi, tuliskan reaksi perkaratan besi, tuliskan reaksi perkaratan besi!, tuliskan rumus molekul senyawa propana, zat apa yang membuat besi berkarat Pos-pos Terbaru β€’ Cara Menghilangkan Vokal Pada Lagu di Android & PC Mudah β€’ +3299 Nama PUBG Keren 2022 : Aesthetic, Simbol, Lucu Dll β€’ Aplikasi Film Bokeh Full Bokeh Viral No Sensor β€’ √ Bimbingan dan Konseling : Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Asasnya Terlengkap β€’ Solidaritas Sosial β€’ Potensi Diri β€’ √ BMKG : Pengertian, Fungsi, Tugas, Wewenang dan Struktur Organisasi Terlengkap β€’ √ Multi Level Marketing (MLM) : Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap β€’ √ Loyalitas : Pengertian, Karakteristik, Faktor dan Indikasi Terlengkap β€’ Peluang Usaha β€’ √ Holding Company : Pengertian, Karakteristik, Tujuan, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan Terlengkap β€’ √ Solidaritas : Pengertian, Ciri, Jenis, Tujuan, Prinsip dan Faktor yang Mempengaruhinya Terlengkap β€’ Filogenetik Adalah β€’ Sperma Adalah β€’ Mollusca AdalahMENU β€’ Home β€’ SMP β€’ Matematika β€’ Agama β€’ Bahasa Indonesia β€’ Pancasila β€’ Biologi β€’ Kewarganegaraan β€’ IPS β€’ IPA β€’ Penjas β€’ SMA β€’ Matematika β€’ Agama β€’ Bahasa Indonesia β€’ Pancasila β€’ Biologi β€’ Akuntansi β€’ Matematika β€’ Kewarganegaraan β€’ IPA β€’ Fisika β€’ Biologi β€’ Kimia β€’ IPS β€’ Sejarah β€’ Geografi β€’ Ekonomi β€’ Sosiologi β€’ Penjas β€’ SMK β€’ Penjas β€’ S1 β€’ Agama β€’ IMK β€’ Pengantar Teknologi Informasi β€’ Uji Kualitas Perangkat Lunak β€’ Sistem Operasi β€’ E-Bisnis β€’ Database β€’ Pancasila β€’ Kewarganegaraan β€’ Akuntansi β€’ Bahasa Indonesia β€’ S2 β€’ Umum β€’ About Me Dalam kehidupan sehari-hari kita akan sering menjumpai logam.

Logam yang berumur lama akan identik dengan perkaratan. Istilah lain dalam perkaratan adalah adalah korosi. Proses korosi terjadi hampir pada semua material terutama logam.

Korosi dapat menyebabkan suatu material mempunyai keterbatasan umur pemakaian, dimana material yang diperkirakan untuk pemakain dalam waktu lama ternyata mempunyai umur yang lebih singkat dari umur pemakaian rata-ratanya.

Korosi atau perkaratan adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungan yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Korosi atau perkaratan sangat lazim terjadi pada besi. Besi merupakan logam yang mudah berkarat. Karat besi merupakan zat yang dihasilkan pada peristiwa korosi, yaitu berupa zat padat berwarna coklat kemerahan yang bersifat rapuh serta berpori.

Dampak dari peristiwa korosi bersifat sangat merugikan. Contoh nyata adalah keroposnya jembatan, bodi mobil, ataupun berbagai konstruksi dari besi lainnya. Untuk itu kita harus mengetahui lebih lanjut tentang korosi. Baik itu pengertian, faktor-faktor yang menyebabkan sampai pada cara pencegahannya.

Pengertian Korosi salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah. Sebarkan ini: Kata korosi berasal dari bahasa latin β€œcorrodere” yang artinya pengrusakan logam atau perkaratan. Korosi adalah peristiwa rusaknya logam karena reaksi dengan lingkungannya (Roberge, 1999). Definisi lainnya adalah korosi merupakan rusaknya logam karena adanya zat penyebab korosi, korosi adalah fenomena elektrokimia dan hanya menyerang logam (Gunaltun, 2003).

Dalam bahasa sehari-hari korosi disebut dengan perkaratan. Korosi atau perkaratan adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungan salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Korosi atau perkaratan sangat lazim terjadi pada besi. Besi merupakan logam yang mudah berkarat. Karat besi merupakan zat yang dihasilkan pada peristiwa korosi, yaitu berupa zat padat berwarna coklat kemerahan yang bersifat rapuh serta berpori.

Jenis-Jenis Korosi Jenis kerusakan yang terjadi tidak hanya tergantung pada jenis logam, keadaan fisik logam dan keadaan penggunaan-penggunaannya, tetapi juga tergantung pada lingkungannya.

Ditinjau dari bentuk produk atau prosesnya, menurut Setyowati tahun 2008 korosi dapat dibedakan dalam beberapa jenis, di antaranya : β€’ Korosi merata (uniform corrosion) Korosi merata adalah korosi yang terjadi secara serentak diseluruh permukaan logam, oleh karena itu pada logam yang mengalami korosi merata akan terjadi pengurangan dimensi yang relatif besar per satuan waktu. Kerugian langsung akibat korosi merata berupa kehilangan material konstruksi, keselamatan kerja dan pencemaran lingkungan akibat produk korosi dalam bentuk senyawa yang mencemarkan lingkungan.

Sedangkan kerugian tidak langsung, antara lain berupa penurunan kapasitas dan peningkatan biaya perawatan (preventive maintenance). β€’ Korosi celah (crevice corrosion) Korosi celah adalah korosi lokal yang terjadi pada celah diantara dua komponen. Mekanisme terjadinya korosi celah ini diawali dengan terjadi korosi merata diluar dan didalam celah, sehingga terjadi oksidasi logam dan reduksi oksigen. Pada suatu saat oksigen (O2) di dalam celah habis, sedangkan oksigen (O2) diluar celah masih banyak, akibatnya permukaan logam yang berhubungan dengan bagian luar menjadi katoda dan permukaan logam yang didalam celah menjadi anoda sehingga terbentuk celah yang terkorosi.

β€’ Korosi galvani (galvanic corrosion) Korosi galvanik terjadi apabila dua logam yang tidak sama dihubungkan dan berada di lingkungan korosif. Salah satu dari logam tersebut akan mengalami korosi, sementara logam lainnya akan terlindung dari serangan korosi. Logam yang mengalami korosi adalah logam yang memiliki potensial yang lebih rendah dan logam yang tidak mengalami korosi adalah logam yang memiliki potensial lebih tinggi. β€’ Korosi selektif (selective leaching) Selective leaching adalah korosi yang terjadi pada paduan logam karena pelarutan salah satu unsur paduan yang lebih aktif, seperti yang biasa terjadi pada paduan tembaga-seng.

Mekanisme terjadinya korosi selective leaching diawali dengan terjadi pelarutan total terhadap semua unsur. Salah satu unsur pemadu yang potensialnya lebih tinggi akan terdeposisi, sedangkan unsur yang potensialnya lebih rendah akan larut ke elektrolit.

Akibatnya terjadi keropos pada logam paduan tersebut. Contoh lain selective leaching terjadi pada besi tuang kelabu yang digunakan sebagai pipa pembakaran. Berkurangnya besi dalam paduan besi tuang akan menyebabkan paduan tersebut menjadi porous dan lemah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya pecah pada pipa.

β€’ Korosi antar kristal (intergranular corrosion) Korosi intergranular adalah bentuk korosi yang terjadi pada paduan logam akibat terjadinya reaksi antar unsur logam tersebut di batas butirnya.

Seperti yang terjadi pada baja tahan karat austenitik apabila diberi perlakuan panas. Pada temperatur 425 – 815oC karbida krom (Cr23C6) akan mengendap di batas butir. Dengan kandungan krom dibawah 10 %, didaerah pengendapan tersebut akan mengalami korosi dan menurunkan kekuatan baja tahan karat tersebut. β€’ Korosi Retak Tegang (stress corrosion cracking) Korosi retak tegang (stress corrosion cracking), korosi retak fatik (corrosionfatique cracking) dan korosi akibat pengaruh hidogen (corrosion inducedhydrogen) adalah bentuk korosi dimana material mengalami keretakan akibatpengaruh lingkungannya.

Korosi retak tegang terjadi pada paduan logam yang mengalami tegangan tarik statis dilingkungan tertentu, seperti : baja tahan karat sangat rentan terhadap lingkungan klorida panas, tembaga rentan dilarutan amonia dan baja karbon rentan terhadap nitrat.

Korosi retak fatk terjadi akibat tegangan berulang dilingkungan korosif. Sedangkan korosi akibat pengaruh hidogen terjadi karena berlangsungnya difusi hidrogen kedalam kisi paduan. β€’ Korosi erosi Korosi erosi adalah korosi yang terjadi pada permukaan logam yang disebabkan aliran fluida yang sangat cepat sehingga merusak permukaan logam dan lapisan film pelindung.

Korosi erosi juga dapat terjadi karena efek-efek mekanik yang terjadi pada permukaan logam, misalnya : pengausan, abrasi dan gesekan. Logam yang mengalami korosi erosi akan menimbulkan bagian-bagian yang kasar dan tajam β€’ Korosi lelah Merupakan kegagalan logam akibat aksi gabungan beban dinamik dan lingkungan korosif.

β€’ Pitting corrosion Korosi sumuran (pitting corrosion), korosi ini terjadi akibat adanya sistem anoda pada logam, dimana daerah tersebut terdapat konsentrasi ion Cl – yang tinggi. Korosi jenis ini sangat berbahaya karena pada bagian permukaan hanya lubang kecil, sedangkan pada bagian dalamnya terjadi proses korosi membentuk β€œsumur” yang tidak tampak. Mekanisme korosi ini dapat dijelaskan dari Gambar 2.3 dibawah ini. Karena suatu pengaruh fisik maupun metalurgis (adanya presipitasi karbida maupun inklusi) maka pada permukaan logam terdapat daerah yang terkorosi lebih cepat dibandingkan lainnya.

Kondisi ini menimbulkan pit yang kecil, pelarutan logam yang cepat terjadi dalam pit, saat reduksi oksigen terjadi pada permukaan yang rata. Pelarutan logam yang cepat akan mengakibatkan pindahnya ion Cl –.

Kemudian didalam pit terjadi proses hidrolisis (seperti pada Crevice Corrosion) yang menghasilkan ion H + dan Cl –. Kedua jenis ion ini secara bersama-sama mempercepat terjadinya pelarutan logam sehingga mempercepat terjadinya korosi. Penyebab Terjadinya Korosi Korosi yang tetrjadi pada baja baja pondasi bangunan bisa terjadi karena beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut: β€’ Uap air Dilihat dari reaksi yang terjadi pada korosi, air merupakan salah satu faktor penting untuk berlangsungnya proses korosi.

Udara yang banyak mengandung uap air (lembab) akan mempercepat berlangsungnya proses korosi. β€’ Oksigen Udara yang banyak mengandung gas oksigen akan menyebabkan terjadinya korosi. Korosi besi terjadi apabila ada oksigen (O2) dan air (H2O). Logam besi tidaklah murni, melainkan mengandung campuran karbon yang menyebar secara tidak merata dalam logam tersebut.

Akibatnya menimbulkan perbedaan potensial listrik antara atom logam dengan atom karbon (C), atom logam besi (Fe) bertindak sebagai anoda dan atom C sebagai katoda. Oksigen dari udara yang larut dalam air akan tereduksi, sedangkan air sendiri berfungsi sebagai media tempat berlangsungnya reaksi redoks pada peristiwa korosi. Semakin banyak jumlah O2 dan H2O yang mengalami kontak dengan permukaan logam, maka semakin cepat berlangsungnya korosi pada permukaan logam tersebut.

β€’ Larutan Garam Elektrolit (asam atau garam) salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah media yang baik untuk melangsungkan transfer muatan. Air hujan banyak mengandung asam, dan air laut banyak mengandung garam, maka air hujan dan air laut merupakan korosi yang utama.

β€’ Permukaan logam Permukaan logam yang tidak rata memudahkan terjadinya kutub-kutub muatan, yang akhirnya akan berperan sebagai anode dan katode. Permukaan logam yang licin dan bersih akan menyebabkan korosi sukar terjadi, sebab sukar terjadi kutub-kutub yang akan bertindak sebagai anode dan katode. β€’ Keberadaan zat pengotor Zat Pengotor di permukaan logam dapat menyebabkan terjadinya reaksi reduksi tambahan sehingga lebih banyak atom logam yang teroksidasi.

Sebagai contoh, adanya tumpukan debu karbon dari hasil pembakaran BBM pada permukaan logam mampu mempercepat reaksi reduksi gas oksigen pada permukaan logam. Dengan demikian peristiwa korosi semakin dipercepat. β€’ Kontak dengan elektrolit Keberadaan elektrolit, seperti garam dalam air laut dapat mempercepat laju korosi dengan menambah terjadinya reaksi tambahan.

Sedangkan konsentrasi elektrolit yang besar dapat melakukan laju aliran elektron sehingga korosi meningkat. β€’ Temperatur Temperatur mempengaruhi kecepatan reaksi redoks pada peristiwa korosi. Secara umum, semakin tinggi temperatur maka semakin cepat terjadinya korosi.

Hal ini disebabkan dengan meningkatnya temperatur maka meningkat pula energi kinetik partikel sehingga kemungkinan terjadinya tumbukan efektif pada reaksi redoks semakin besar.

Dengan demikian laju korosi pada logam semakin meningkat. Efek korosi yang disebabkan oleh pengaruh temperatur dapat dilihat pada perkakas-perkakas atau mesin-mesin yang dalam pemakaiannya menimbulkan panas akibat gesekan atau dikenai panas secara langsung (seperti mesin kendaraan bermotor). β€’ Tingkat keasaman (pH) Peristiwa korosi pada kondisi asam, yakni pada kondisi pH < 7 semakin besar, karena adanya reaksi reduksi tambahan yang berlangsung pada katode yaitu: 2H+(aq) + 2e- β†’ H2 Adanya reaksi reduksi tambahan pada katode menyebabkan lebih banyak atom logam yang teroksidasi sehingga salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah korosi pada permukaan logam semakin besar.

β€’ Permukaan logam Permukaan logam yang lebih kasar akan menimbulkan beda potensial dan memiliki kecenderungan untuk menjadi anode yang terkorosi.Permukaan logam yang kasar cenderung mengalami korosi. β€’ Efek galvanic coupling Kemurnian logam yang rendah mengindikasikan banyaknya atom-atom unsur lain yang terdapat pada logam tersebut sehingga memicu terjadinya efek Galvanic Couplingyakni timbulnya perbedaan potensial pada permukaan logam akibat perbedaan EΒ° antara atom-atom unsur logam yang berbeda dan terdapat pada permukaan logam dengan kemurnian rendah.

Efek ini memicu korosi pada permukaan logam melalui peningkatan reaksi oksidasi pada daerah anode. β€’ Mikroba Adanya koloni mikroba pada permukaan logam dapat menyebabkan peningkatan korosi pada logam.

Hal ini disebabkan karena mikroba tersebut mampu mendegradasi logam melalui reaksi redoks untuk memperoleh energi bagi keberlangsungan hidupnya.

Mikroba yang mampu menyebabkan korosi, antara lain: protozoa, bakteri besi mangan oksida, bakteri reduksi sulfat, dan bakteri oksidasi sulfur-sulfida. Proses terjadinya korosi roses perkaratan (korosi) adalah reaksi elektrokimia (redoks). Pada permukaan besi (Fe) bisa terbentuk bagian anoda dan katoda yang disebabkan oleh dua hal : β€’ Perbedaan konsentrasi oksigen terlarut pada permukaan besi Tetesan air pada permukaan besi mengandung perbedaan konsentrasi oksigen terlarut.

Pada bagian pinggir mengandung lebih oksigen terlarut, sehingga di bagian ini bertindak sebagai katoda (reaksi reduksi). Pada bagian tengah tetesan oksigen terlarut relatif sedikit sehingga bagian ini bertindak sebagai anoda (reaksi oksidasi). Fe β†’ Fe2+ + 2e- Ion Fe2+ bergerak ke katoda dan teroksidasi lebih lanjut menjadi Fe3+ / besi (III) dalam senyawa besi (III) oksida terhidrat.

Dengan adanya garam (oksida asam) atau zat elektrolit akan mempercepat reaksi perkaratan. β€’ Tercampur besi oleh karbon atau logam lain yang mempunyai E0 reduksi lebih besar dari besi Karena E0 reduksi besi lebih kecil dari logam tersebut, maka besi akan teroksidasi (anoda), hal ini dapat menyebabkan terjadinya korosi atau menghasilkan karatan besi.

Secara keseluruhan perkaratan besi adalah sebagai berikut : Bila besi bersentuhan dengan oksigen dan air yang bersifat asam, yakni oksida-kosida berikut akan terjadi : Fe + Β½ O2 + 2H+ β†’ Fe2+ + H2O Reaksi setengah redoksnya : Katode : Β½ O2 + 2H+ + 2e- β†’ H2O E0= + 1,23 volt Anode : Fe β†’Fe2+ + 2e- E0= + 0,44 volt Fe + Β½ O2 + 2H+ β†’ Fe2+ + H2O E0=+1,67 volt Reaksi di atas berlangsung spontan Besi (II) itu seterusnya dioksidasi oleh oksigen membentuk karat besi atau oksida besi (III) terhidrasi.

Reaksinya : Katode : Β½ O2 + 2H+ + 2e- β†’ H2O E0= + 1,23 volt Anode : 2Fe2+ β†’ 2Fe3+ + 2e- E0= – 0,77 volt Reaksi sel : 2Fe2+ +Β½ O2 + 2H+ β†’ 2Fe3+ + H2O E0= + 0,46 volt Reaksi tersebut merupakan reaksi spontan, selanjutnya : 2Fe3+ + ( x+3) H2O β†’ Fe2O3.x H2O + 6 H+ Fe2O3.x H2O inilah yang disebut sebagai karat besi dan ion H+ yang dihasilkandapat mempercepat reaksi korosi selanjutnya.

Ion Fe di dalam akan teroksidasi lagi membentuk Fe2+ atau Fe3+. Sedangkan ion OH akan bereaksi dengan elektrolit yang ada di lingkungan biasanya dengan ion H+ dari reaksi air hujan dan dengan gas-gas pencemar (SOx, NOx) yang dikenal dengan hujan asam. Selanjutnya oleh oksigen di udara besi (II) di oksidasi dan sebagai hasil reaksi akhir terbentuk Fe2O3.x(H2O). Zat ini dapat bertindak sebagai autokatalis pada proses perkaratan, yaitu karat yang dapat mempercepat proses perkaratan berikutnya.

Pada umumnya logam-logam yang mempunyai potensial elektroda negatif lebih mudah mengalami korosi. Logam mulia, logam yang mempunyai potensial elektroda positif, sukar mengalami korosi. Kedudukan logam dalam deret potensial bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan korosi. Faktor lain yang turut juga menentukan ialah lapisan pada permukaan logam. Alumunium dan seng mudah dioksidasi dalam udara, akan tetapi lapisan tipis dari oksida yang terbentuk pada permukaan melindungi bagian bawahnya terhadap korosi selanjutnya.

Kedua logam ini, alumunium dan seng mengalami oksidasi yang kurang sempurna di udara jika dibandingkan dengan besi yang kurang aktif. Karat yang terbentuk di permukaan besi merupakan lapisan tipis yang berpori sehingga bagian bawahnya mudah mengalami korosi. Dampak Dari Terjadinya Korosi Karatan adalah istilah yang diberikan masyarakat terhadap logam yang mengalami kerusakan berbentuk keropos. Sedangkan bagian logam yang rusak dan berwarna hitam kecoklatan pada baja disebut Karat.

Secara teoritis karat adalah istilah yang diberikan terhadap satu jenis logam saja yaitu baja, sedangkan secara umum istilah karat lebih tepat disebut korosi. Korosi didefenisikan sebagai degradasi material (khususnya logam dan paduannya) atau sifatnya akibat berinteraksi dengan lingkungannya. Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia yang bersifat alamiah dan berlangsung dengan sendirinya, oleh karena itu korosi tidak dapat dicegah atau dihentikan sama sekali.

Korosi hanya bisa dikendalikan atau diperlambat lajunya sehingga memperlambat proses perusakannya. Dilihat dari aspek elektrokimia, korosi merupakan proses terjadinya transfer elektron dari logam ke lingkungannya. Logam berlaku sebagai sel yang memberikan elektron (anoda) dan lingkungannya sebagai penerima elektron (katoda).

Reaksi yang terjadi pada logam yang mengalami korosi adalah reaksi oksidasi, dimana atom-atom logam larut kelingkungannya menjadi ion-ion dengan melepaskan elektron pada logam tersebut. Sedangkan dari katoda terjadi reaksi, dimana ion-ion dari lingkungan mendekati logam dan menangkap elektron-elektron yang tertinggal pada logam.

Dampak yang ditimbulkan korosi sungguh luar biasa. Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, Amerika Serikat mengalokasikan biaya pengendalian korosi sebesar 80 hingga 126 milyar dollar per tahun. Di Indonesia, dua puluh tahun lalu saja biaya yang ditimbulkan akibat korosi dalam bidang indusri mencapai 5 trilyun rupiah. Nilai tersebut memberi gambaran kepada kita betapa besarnya dampak yang ditimbulkan korosi dan nilai ini semakin meningkat setiap tahunnya karena belum terlaksananya pengendalian korosi secara baik bidang indusri.

Dampak yang ditimbulkan korosi dapat berupa kerugian langsung dan kerugian tidak langsung. Kerugian langsung adalah berupa terjadinya kerusakan pada peralatan, permesinan atau stuktur bangunan. Sedangkan kerugian tidak langsung berupa terhentinya aktifitas produksi karena terjadinya penggantian peralatan yang rusak akibat korosi, terjadinya kehilangan produk akibat adanya kerusakan pada kontainer, tanki bahan bakar atau jaringan pemipaan air bersih atau minyak mentah, terakumulasinya produk korosi pada alat penukar panas dan jaringan pemipaannya akan menurunkan efisiensi perpindahan panasnya, dan lain sebagainya.

Dampak negatif yang ditimbulkan oleh korosi diantaranya adalah: β€’ Adanya kerugian teknis dan depresiasi β€’ menurunnya efisiensi β€’ menurunnya kekuatan konstruksi β€’ Apperance yang buruk β€’ karat merupakan polusi dan menambah biaya maintenance selain menimbulkan kerugian korosi juga menguntungkan diantaranya adalah adanya pabrik cat (coating), adanya pekerjaan cathodic protection.

Untuk memilih material agar dampak negatif dari korosi dapat dikurangi dijelaskan sebagai berikut: β€’ Ketahanan korosi, yang dimaksud disini adalah tingkat kemungkinan bertahannya material di lingkungan yang korosif β€’ Availibility, faktor ketersediaan. Material dengan jumlah ketersediaan yang terbatas akan menimbulkan kesulitan dalam hal kapasitas produksi β€’ Cost, Dalam memilih material diusahakan agar biaya material bisa ditekan sekecil mungkin β€’ Strength, Apabila kekuatan material tidak bisa dipenuhi maka material yang telah dipilih tidak dapat dipakai β€’ Appearance, sifat material akan bertambah signifikan jika dipergunakan untuk memproduksi barang – barang yang bersifat eksotis β€’ Producibilitas, perlu dianalisa bisa tidaknya dibuat sesuai fungsi barang yang akan dibuat.

Bakteri Penyebab Korosi Fenomena korosi yang terjadi dapat disebabkan adanya keberadaan dari bakteri. Jenis-jenis bakteri yang berkembang yaitu : β€’ Bakteri reduksi sulfat Bakteri ini merupakan bakteri jenis anaerob membutuhkan lingkungan bebas oksigen atau lingkungan reduksi, bakteri ini bersirkulasi di dalam air aerasi termasuk larutan klorin dan oksidiser lainnya, hingga mencapai kondisi ideal untuk mendukung metabolisme.

Bakteri ini tumbuh pada oksigen rendah. Bakteri ini tumbuh pada daerah-daerah kanal, pelabuhan, daerah air tenang tergantung pada lingkungannya. Bakteri ini mereduksi sulfat menjadi sulfit, biasanya terlihat dari meningkatnya kadar H2S atau Besi sulfida.Tidak adanya sulfat, beberapa turunan dapat berfungsi sebagai fermenter menggunakan campuran organik seperti pyruvnate untuk memproduksi asetat, hidrogen dan CO2, banyak bakteri jenis ini berisi enzim hidrogenase yang mengkonsumsi hidrogen.

β€’ Bakteri oksidasi sulfur-sulfida Bakteri jenis ini merupakan bakteri aerob yang mendapatkan energi dari oksidasi sulfit atau sulfur. Bebarapa tipe bakteri aerob dapat teroksidasi sulfur menjadi asam sulfurik dan nilai pH menjadi 1.

bakteriThiobaccilus umumnya ditemukan di deposit mineral dan menyebabkan drainase tambang menjadi asam. β€’ Bakteri besi mangan oksida Bakteri memperoleh energi dari osidasi Fe2+ Fe3+ dimana deposit berhubungan dengan bakteri korosi. Bakteri ini hampir selalu ditemukan di Tubercle (gundukan Hemispherikal berlainan ) di atas lubang pit pada permukaan baja. Umumnya oksidaser besi ditemukan di lingkungan dengan filamen yang panjang. Cara pencegahan terjadinya korosi Korosi menimbulkan banyak kerugian Karena menguraikan umur berbagai barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja.

Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel).akan tetapi, proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi. Kita ketahui bahwa korosi besi memerlukan oksigen dan air. Salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah, kita ketahui pula bahwa berbagai jenis logam dapat melindungi besi terhadap korosi.

Cara-cara pencegahan korosi besi yang akan dibahas berikut ini didasarkan pada dua sifat tersebut. β€’ Mengecat Jembatan, pagar dan railing biasanya dicat. Cat menghindarkan kontak besi dengan udara dan air. β€’ Melumuri dengan oli dan gemuk Cara ini diterapkan untuk berbagai perkakas dan mesin. Oli dan gemuk mencegah kontak besi dengan air. β€’ Dibalut denagn plastik Berbagai macam barang, misalnya rak piring dan keranjang sepeda dibalut dengan pelastik.

Pelastik mencegah kontak besi dengan udara dan air. β€’ Tin plating (pelapisan dengan timah) Kaleng-kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah. Pelapisan dilakukan secara elektrolisis, yang disebut electroplating. timah tergolong logam yang tahan karat. Besi yang dilapisi timah tidak mengalami korosi karena tidak ada kontak dengan oksigen (udara) dan air.

Akan tetapi, lapisan timah hanya melindungi besi selama lapisan itu utuh (tanpa cacat). Apabila lapisan timah ada yang rusak,misalnya tergores, maka timah justru mendorong/mempercepat korosi besi. Hal itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negativ dari pada timah (EO Fe = -0,44 volt; E0 Sn = -0,14 volt).

Oleh karena itu, besi yang dilapisi dengan timah akan membentuk suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai anode. Denagan demikian, timah mendorong korosi besi. Akan tetapi, hal itu justru yang diharapkan, sehingga kaleng-kaleng bekas cepat hancur. β€’ Cromium plating (pelapisan dengan kromium) Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi lapisan pelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil.

Chromium platingjuga dilakukan dengan elektrolisis. Sama seperti zink, kromium dapat memberi perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang rusak. β€’ Zink Plating Penyepuhan besi biasanya menggunakan logam krom atau timah. Kedua logam ini dapat membentuk lapisan oksida yang tahan terhadap karat (pasivasi) sehingga besi terlindung dari korosi.

Pasivasi adalah pembentukan lapisan film permukaan dari oksida logam hasil oksidasi yang tahan terhadap korosi sehingga dapat mencegah korosi lebih lanjut. Logam seng juga digunakan untuk melapisi besi (galvanisir), tetapi seng tidak membentuk lapisan oksida seperti pada krom atau timah, melainkan berkorban demi besi. Seng adalah logam yang lebih reaktif dari besi, seperti dapat dilihat dari potensial setengah reaksi oksidasinya: Zn(s) β†’ Zn2+(aq) + 2e– Eo = –0,44 V Fe(s) β†’ Fe2+(g) + 2e– Eo = –0,76 V Oleh karena itu, seng akan terkorosi terlebih dahulu daripada besi.

Jika pelapis seng habis maka besi akan terkorosi bahkan lebih cepat dari keadaan normal (tanpa seng). Paduan logam juga merupakan metode untuk mengendalikan korosi. Baja stainless steel salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah atas baja karbon yang mengandung sejumlah kecil krom dan nikel. Kedua logam tersebut membentuk lapisan oksida yang mengubah potensial reduksi baja menyerupai sifat logam mulia sehingga tidak terkorosi.

β€’ Proteksi katodik Proteksi katonik adalah metode yang sering diterapkan untuk mengendalikan korosi besi yang dipendam dalam tanah, seperti pipa ledeng, pipa pertamina, dan tanki penyimpan BBM. Logam reaktif seperti magnesium dihubungkan dengan pipa besi. Oleh karena logam Mg merupakan reduktor yang lebih reaktif dari besi, Mg akan teroksidasi terlebih dahulu. Jika semua logam Mg sudah menjadi oksida maka besi akan terkorosi Anode : 2Mg(s) β†’ 2Mg2+(aq) + 4e– Katode : O2(g) + 2H2O(l) + 4e– β†’ 4OH–(aq) Reaksi : 2Mg(s) + O2(g) + 2H2O β†’ 2Mg(OH)2(s) Oleh sebab itu, logam magnesium harus selalu diganti dengan yang baru dan selalu diperiksa agar jangan sampai habis karena berubah menjadi hidroksidanya.

β€’ Penambahan Inhibitor Inhibitor adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam suatu lingkungan korosif dengan kadar sangat kecil (ukuran ppm) guna mengendalikan korosi. Inhibitor korosi dapat dikelompokkan berdasarkan mekanisme pengendaliannya, yaitu inhibitor anodik, inhibitor katodik, inhibitor campuran, dan inhibitor teradsorpsi.

β€’ Inhibitor anodic Inhibitor anodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat transfer ion-ion logam ke dalam air. Contoh inhibitor anodik yang banyak digunakan adalah senyawa kromat dan senyawa molibdat. β€’ Inhibitor katodik Inhibitor katodik adalah senyawa kimia yang mengendalikan korosi dengan cara menghambat salah satu tahap dari proses katodik, misalnya penangkapan gas oksigen (oxygen scavenger) atau pengikatan ion-ion hidrogen.

Contoh inhibitor katodik adalah hidrazin, tannin, dan garam sulfit. β€’ Inhibitor campuran Inhibitor campuran mengendalikan korosi dengan cara menghambat proses di katodik dan anodik secara bersamaan.

Pada umumnya inhibitor komersial berfungsi ganda, yaitu sebagai inhibitor katodik dan anodik. Contoh inhibitor jenis ini adalah senyawa silikat, molibdat, dan fosfat. β€’ Inhibitor teradsorpsi Inhibitor teradsorpsi umumnya senyawa organik yang dapat mengisolasi permukaan logam dari lingkungan korosif dengan cara membentuk film tipis yang teradsorpsi pada permukaan logam. Contoh jenis inhibitor ini adalah merkaptobenzotiazol dan 1,3,5,7–tetraaza–adamantane. Peristiwa korosi sendiri merupakan proses elektrokimia, yaitu proses (perubahan / reaksi kimia) yang melibatkan adanya aliran listrik.

Bagian tertentu dari besi berlaku sebagai kutub negatif (elektroda negatif, anoda), sementara bagian yang lain sebagai kutub positif (elektroda positif, katoda). Elektron mengalir dari anoda ke katoda, sehingga terjadilah peristiwa korosi. Demikianlah pembahasan mengenai 11 Penyebab Korosi: Pengertian, Jenis, Proses, Dampak, Bakteri dan Pencegahan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ Baca Juga: β€’ Penjelasan Korosi Beserta Penyebab Dan Pencegahannya β€’ Penjelasan Sifat Stainless Steel Beserta Kegunaannya Dalam Kehidupan Sehari-Hari β€’ Pengertian Unsur, Senyawa Dan Campuran Beserta Contohnya Lengkap β€’ 5 Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi Kimia Sebarkan ini: β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ Posting pada Kimia Ditag 720, 880, alat uji korosi, apakah korosi selalu bersifat merugikan, besi berkarat disebabkan oleh, besi berkarat karena bereaksi dengan, buku korosi pdf, cara cepat mengkaratkan besi, cara membuat besi berkarat dengan cepat, cara membuat paku berkarat, cara mencegah korosi, cara mengatasi korosi, cara pencegahan korosi, contoh korosi, dampak korosi, faktor penyebab korosi, faktor yang mempercepat korosi, gambar proses korosi, gas penyebab korosi, inhibitor korosi pdf, jenis jenis korosi, jurnal analisa korosi dan pengendaliannya, jurnal korosi, jurnal korosi pdf, jurnal proses terjadinya korosi, kajian teori tentang korosi, kegunaan korosi, kerugian korosi, klasifikasi korosi, korosi adalah brainly, korosi celah pdf, korosi dalam ilmu kimia, korosi elektrokimia, korosi galvanik pdf, korosi internal dan eksternal, korosi materi kelas 12, korosi pada tiang listrik, korosi pdf, korosif adalah, lkpd korosi, logam yang mudah berkarat, makalah korosi, makalah korosi dan pencegahannya pdf, makalah lengkap tentang korosi, makalah pengujian korosi, makalah tentang korosi, materi korosi pdf, mengapa dapat terjadi korosi pada besi, mengapa korosi mudah terbentuk pada ph 7, nama reaksi yang menyebabkan korosi, penanggulangan korosi, pencegahan korosi, pengendalian korosi pdf, pengertian korosi, pengertian korosi dan penyepuhan, pengujian laju korosi, penyebab korosi, penyebab korosi pada paku, penyebab terjadinya korosi brainly, proses terjadinya korosi, rumus kimia karat besi, sebutkan 5 cara mencegah korosi, tindakan memperlambat korosi, tuliskan reaksi korosi pada besi Navigasi pos β€’ Contoh Teks Editorial β€’ Contoh Teks Laporan Hasil Observasi β€’ Teks Negosiasi β€’ Teks Deskripsi β€’ Contoh Kata Pengantar β€’ Kinemaster Pro β€’ WhatsApp GB β€’ Contoh Diksi β€’ Contoh Teks Eksplanasi β€’ Contoh Teks Berita β€’ Contoh Teks Negosiasi β€’ Contoh Teks Ulasan β€’ Contoh Teks Eksposisi β€’ Alight Motion Pro β€’ Contoh Alat Musik Ritmis β€’ Contoh Alat Musik Melodis β€’ Contoh Teks Cerita Ulang β€’ Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol β€’ Contoh Karangan Eksposisi β€’ Contoh Pamflet β€’ Pameran Seni Rupa β€’ Contoh Seni Rupa Murni β€’ Contoh Paragraf Campuran β€’ Contoh Seni Rupa Terapan β€’ Contoh Karangan Deskripsi β€’ Contoh Paragraf Persuasi β€’ Contoh Paragraf Eksposisi β€’ Contoh Paragraf Narasi β€’ Contoh Karangan Narasi β€’ Teks Prosedur β€’ Contoh Karangan Persuasi β€’ Contoh Karangan Argumentasi β€’ Proposal β€’ Contoh Cerpen β€’ Pantun Nasehat β€’ Cerita Fantasi β€’ Memphisthemusical.Com
MENU β€’ Home β€’ SMP β€’ Matematika β€’ Agama β€’ Bahasa Indonesia β€’ Pancasila β€’ Biologi β€’ Kewarganegaraan β€’ IPS β€’ IPA β€’ Penjas β€’ SMA β€’ Matematika β€’ Agama β€’ Bahasa Indonesia β€’ Pancasila β€’ Biologi β€’ Akuntansi β€’ Matematika β€’ Kewarganegaraan β€’ IPA β€’ Fisika β€’ Biologi β€’ Kimia β€’ IPS β€’ Sejarah β€’ Geografi β€’ Ekonomi β€’ Sosiologi β€’ Penjas β€’ SMK β€’ Penjas β€’ S1 β€’ Agama β€’ IMK β€’ Pengantar Teknologi Informasi β€’ Uji Kualitas Perangkat Lunak β€’ Sistem Operasi β€’ E-Bisnis β€’ Database β€’ Pancasila β€’ Kewarganegaraan β€’ Akuntansi β€’ Bahasa Indonesia β€’ S2 β€’ Umum β€’ About Me 6.6.

Sebarkan ini: Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi. Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi.

Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah. Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimiaatau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya. Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawa besi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan.

Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida). Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lapisan oksida, karena lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap elektroda lainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari oksida.

Baca Juga : Hukum Faraday – Percobaan, Makalah, Penerapan Dan Contoh Soal Proses Terjadinya Korosi Korosi atau pengkaratan merupakan fenomena kimia pada bahan – bahan logam yang pada dasarnya merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan lingkungan berair dan oksigen. Contoh yang paling umum, yaitu kerusakan logam besi dengan terbentuknya karat oksida. Dengan demikian, korosi menimbulkan banyak kerugian. Korosi logam melibatkan proses anodik, yaitu oksidasi logam menjadi ion dengan melepaskan elektron ke dalam (permukaan) logam dan proses katodik yang mengkonsumsi electron tersebut dengan laju yang sama : proses katodik biasanya merupakan reduksi ion hidrogen atau oksigen dari lingkungan sekitarnya.

Untuk contoh korosi logam besi dalam udara lembab, misalnya proses reaksinya dapat dinyatakan sebagai berikut : Anode {Fe(s)β†’ Fe2+(aq)+ 2 e} x 2 Katode O2(g)+ 4H+(aq)+ 4 e β†’ 2 H2O(l) + Redoks 2 Fe(s) + O2 (g)+ 4 H+(aq)β†’ 2 Fe2++ 2 H2O(l) Dari data potensial elektrode dapat dihitung bahwaemf standar untuk proses korosi ini, yaituE0sel = +1,67 V ; reaksi ini terjadi pada lingkungan asam dimana ion H+ sebagian dapat diperoleh dari reaksi karbon dioksida atmosfer dengan air membentuk H2CO3.

Ion Fe+2 yang terbentuk, di anode kemudian teroksidasi lebih lanjut oleh oksigen membentuk besi (III) oksida : 4 Fe+2(aq)+ O2 (g) + (4 + 2x) H2O(l) β†’ 2 Fe2O3x H2O + 8 H+(aq) Hidrat besi (III) oksida inilah yang dikenal sebagai karat besi. Sirkuit listrik dipacu oleh migrasi elektron dan ion, itulah sebabnya korosi cepat terjadi dalam air garam.

Jika proses korosi terjadi dalam lingkungan basa, maka reaksi katodik yang terjadi, yaitu : O2 (g) + 2 H2O(l)+ 4e β†’ 4 OH-(aq) Oksidasi lanjut ion Fe2+ tidak berlangsung karena lambatnya gerak ion ini sehingga sulit berhubungan dengan oksigen udara luar, tambahan pula ion ini segera ditangkap oleh garam kompleks hexasianoferat (II) membentuk senyawa kompleks stabil biru.

Lingkungan basa tersedia karena kompleks kalium heksasianoferat (III). Korosi besi realatif cepat terjadi dan berlangsung terus, sebab lapisan senyawa besi (III) oksida yang terjadi bersifat porous sehingga mudah ditembus oleh udara maupun air.

Tetapi meskipun alumunium mempunyai potensial reduksi jauh lebih negatif ketimbang besi, namun proses korosi lanjut menjadi terhambatkarena hasil oksidasi Al2O3, yang melapisinya tidak bersifat porous sehingga melindungi logam yang dilapisi dari kontak dengan udara luar.

Baca Juga : Laju Reaksi – Persamaan, Teori, Contoh Soal, Hukum Dan Faktornya Dampak Dari Korosi Karatan adalah istilah yang diberikan masyarakat terhadap logam yang mengalami kerusakan berbentuk keropos.

Sedangkan bagian logam yang rusak dan berwarna hitam kecoklatan pada baja disebut Karat. Secara teoritis karat adalah istilah yang diberikan terhadap satu jenis logam saja yaitu baja, sedangkan secara umum istilah karat lebih tepat disebut korosi. Korosi didefenisikan sebagai degradasi material (khususnya logam dan paduannya) atau sifatnya akibat berinteraksi dengan lingkungannya. Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia yang bersifat alamiah dan berlangsung dengan sendirinya, oleh karena itu korosi tidak dapat dicegah atau dihentikan sama sekali.

Korosi hanya bisa dikendalikan atau diperlambat lajunya sehingga memperlambat proses perusakannya. Dilihat dari aspek elektrokimia, korosi merupakan proses terjadinya transfer elektron dari logam ke lingkungannya.

Logam berlaku sebagai sel yang memberikan elektron (anoda) dan lingkungannya sebagai penerima elektron (katoda). Reaksi yang terjadi pada logam yang mengalami korosi adalah reaksi oksidasi, dimana atom-atom logam larut kelingkungannya menjadi ion-ion dengan melepaskan elektron pada logam tersebut. Sedangkan dari katoda terjadi reaksi, dimana ion-ion dari lingkungan mendekati logam dan menangkap elektron- elektron yang tertinggal pada logam.

Dampak yang ditimbulkan korosi sungguh luar biasa. Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, Amerika Serikat mengalokasikan biaya pengendalian korosi sebesar 80 hingga 126 milyar dollar per tahun. Di Indonesia, dua puluh tahun lalu saja biaya yang ditimbulkan akibat korosi dalam bidang indusri mencapai 5 trilyun rupiah.

Nilai tersebut memberi gambaran kepada kita betapa besarnya dampak yang ditimbulkan korosi dan nilai ini semakin meningkat setiap tahunnya karena belum terlaksananya pengendalian korosi secara baik bidang indusri. Dampak yang ditimbulkan korosi dapat berupa kerugian langsung dan kerugian tidak langsung. Kerugian langsung adalah berupa terjadinya kerusakan pada peralatan, permesinan atau stuktur bangunan. Sedangkan kerugian tidak langsung berupa terhentinya aktifitas produksi karena terjadinya penggantian peralatan yang rusak akibat korosi, terjadinya kehilangan produk akibat adanya kerusakan pada kontainer, tanki bahan bakar atau jaringan pemipaan air bersih atau minyak mentah, terakumulasinya produk korosi pada alat penukar panas dan jaringan pemipaannya akan menurunkan efisiensi perpindahan panasnya, dan lain sebagainya.

Baca Juga : Asam Asetat – Pengertian, Rumus, Reaksi, Bahaya, Sifat Dan Penggunaannya Bentuk-Bentuk Korosi Bentuk-bentuk korosi dapat berupa korosi merata, korosi galvanik, korosi sumuran, korosi celah, korosi retak tegang (stress corrosion cracking), korosi retak fatik (corrosion fatique cracking) dan korosi akibat pengaruh hidogen (corrosion induced hydrogen), korosi intergranular, selective leaching, dan korosi erosi. Korosi Merata Korosi merata adalah korosi yang terjadi secara serentak diseluruh permukaan logam, oleh karena itu pada logam yang mengalami korosi merata akan terjadi pengurangan dimensi yang relatif besar per satuan waktu.

Kerugian langsung akibat korosi merata berupa kehilangan material konstruksi, keselamatan kerja dan pencemaran lingkungan akibat produk korosi dalam bentuk senyawa yang mencemarkan lingkungan. Sedangkan kerugian tidak langsung, antara lain berupa penurunan kapasitas dan peningkatan biaya perawatan (preventive maintenance). Korosi Galvanik Korosi galvanik terjadi apabila dua logam yang tidak sama dihubungkan dan berada di lingkungan korosif.

Salah satu dari logam tersebut akan mengalami korosi, sementara logam lainnya akan terlindung dari serangan korosi. Logam yang mengalami korosi adalah logam yang memiliki potensial yang lebih rendah dan logam yang tidak mengalami korosi adalah logam yang memiliki potensial lebih tinggi. Korosi Sumuran Korosi sumuran adalah korosi lokal yang terjadi pada permukaan yang terbuka akibat pecahnya lapisan pasif.

Terjadinya korosi sumuran ini diawali dengan pembentukan lapisan pasif dipermukaannya, pada antarmuka lapisan pasif dan elektrolit terjadi penurunan pH, sehingga terjadi pelarutan lapisan pasif secara perlahan-lahan dan menyebabkan lapisan pasif pecah sehingga terjadi korosi sumuran. Korosi sumuran ini sangat berbahaya karena lokasi terjadinya sangat kecil tetapi dalam, sehingga dapat menyebabkan peralatan atau struktur patah mendadak. Korosi Celah Korosi celah adalah korosi lokal yang terjadi pada celah diantara dua komponen.

Mekanisme terjadinya korosi celah ini diawali dengan terjadi korosi merata diluar dan didalam celah, sehingga terjadi oksidasi logam dan reduksi oksigen. Pada suatu saat oksigen (O2) di dalam celah habis, sedangkan oksigen (O2) diluar celah masih banyak, akibatnya permukaan logam yang berhubungan dengan bagian luar menjadi katoda dan permukaan logam yang didalam celah menjadi anoda sehingga terbentuk celah yang terkorosi.

Baca Juga : Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya Korosi retak tegang (stress corrosion cracking) Korosi retak tegang (stress corrosion cracking), korosi retak fatik (corrosion fatique cracking) dan korosi akibat pengaruh hidogen (corrosion induced hydrogen) adalah bentuk korosi dimana material mengalami keretakan akibat pengaruh lingkungannya.

Korosi retak tegang terjadi pada paduan logam yang mengalami tegangan tarik statis dilingkungan tertentu, seperti : baja tahan karat sangat rentan terhadap lingkungan klorida panas, tembaga rentan dilarutan amonia dan baja karbon rentan terhadap nitrat.

Salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah retak fatk terjadi akibat tegangan berulang dilingkungan korosif. Sedangkan korosi akibat pengaruh hidogen terjadi karena berlangsungnya difusi hidrogen kedalam kisi paduan. Korosi Intergranular Korosi intergranular adalah bentuk korosi yang terjadi pada paduan logam akibat terjadinya reaksi antar unsur logam tersebut di batas butirnya. Seperti yang terjadi pada baja tahan karat austenitik apabila diberi perlakuan panas.

Pada temperatur 425 – 815oC karbida krom (Cr23C6) akan mengendap di batas butir. Dengan kandungan krom dibawah 10 %, didaerah pengendapan tersebut akan mengalami korosi dan menurunkan kekuatan baja tahan karat tersebut. Selective leaching Selective leaching adalah korosi yang terjadi pada paduan logam karena pelarutan salah satu unsur paduan yang lebih aktif, seperti yang biasa terjadi pada paduan tembaga-seng. Mekanisme terjadinya korosi selective leaching diawali dengan terjadi pelarutan total terhadap semua unsur.

Salah satu unsur pemadu yang potensialnya lebih tinggi akan terdeposisi, sedangkan unsur yang potensialnya lebih rendah akan larut ke elektrolit. Akibatnya terjadi keropos pada logam paduan tersebut. Contoh lain selective leaching terjadi pada besi tuang kelabu yang digunakan sebagai pipa pembakaran.

Berkurangnya besi dalam paduan besi tuang akan menyebabkan paduan tersebut menjadi porous dan lemah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya pecah pada pipa. Korosi logam Fe dan berubah menjadi oksidanya Penyebab Korosi Fenomena korosi yang terjadi dapat disebabkan adanya keberadaan dari bakteri. Jenis-jenis bakteri yang berkembang yaitu : β€’ Bakteri reduksi sulfat Bakteri ini merupakan bakteri jenis anaerob membutuhkan lingkungan bebas oksigen atau lingkungan reduksi, bakteri ini bersirkulasi di dalam air aerasi termasuk larutan klorin dan oksidiser lainnya, hingga mencapai kondisi ideal untuk mendukung metabolisme.

Bakteri ini tumbuh pada oksigen rendah. Bakteri ini tumbuh pada daerah-daerah kanal, pelabuhan, daerah air tenang tergantung pada lingkungannya. Bakteri ini mereduksi sulfat menjadi sulfit, biasanya terlihat dari meningkatnya kadar H2S atau Besi sulfida.Tidak adanya sulfat, beberapa turunan dapat berfungsi sebagai fermenter menggunakan campuran organik seperti pyruvnate untuk memproduksi asetat, hidrogen dan CO2, banyak bakteri jenis ini berisi enzim hidrogenase yang mengkonsumsi hidrogen.

β€’ Bakteri oksidasi sulfur-sulfida Bakteri jenis ini merupakan bakteri aerob yang mendapatkan energi dari oksidasi sulfit atau sulfur. Bebarapa tipe bakteri aerob dapat teroksidasi sulfur menjadi asam sulfurik dan nilai pH menjadi 1.

bakteriThiobaccilus umumnya ditemukan di deposit mineral dan menyebabkan drainase tambang menjadi asam. β€’ Bakteri besi mangan oksida Bakteri memperoleh energi dari osidasi Fe2+ Fe3+ dimana deposit berhubungan dengan bakteri korosi. Bakteri ini hampir selalu ditemukan di Tubercle (gundukan Hemispherikal berlainan ) di atas lubang pit pada permukaan baja.

Umumnya oksidaser besi ditemukan di lingkungan dengan filamen yang panjang. Baca Juga : Asam Oksalat : Pengertian, Msds, Rumus, Sifat, Bahaya & Kegunaannya Masalah-masalah di lapangan Banyak sekali di dunia industri dan fasilitas umum terjadi proses korosi disebabkan oleh fenomena biokorosi akibat adanya bakteri.

Kasus-kasus tersebut yaitu : β€’ Pipa-pipa bawah tanah di Industri minyak dan gas bumi Dalam suatu contoh kasus dari perusahaan Korea Gas Corporation (KOGAS) menggunakan pipa-pipa gas yang dilapis denganpolyethy lene (APL 5L X-65).

Selama instalasi, pipa dilas tiap 12 meter dan diproteksi denganim pr es s ed current proteksi katodik dengan potensial proteksi –850 mV (vs saturated Cu/CuSO4). Kemudian beberapa tahun dicek kondisi lapis lindung maupun korosi aktif menggunakan pengujian potensial gardien5, hasilnya berupa letak-letak coating defect di sepanjang pipa.

Kegagalan selanjutnya yaitu adanya disbonded coating area di permukaan pipa yang disebabkan adanya arus proteksi katodik yang berlebihan terekspos.

Coating defect dan daerah disbonded coating sangat baik untuk perkembangan mikroba anaerob. Pada disbonded coating area terjadi korosi local (pitting), lubang pit berbentuk hemisspherikal dalam tiap-tiap kelompok. β€’ Peralatan sistem pemyemprot pemadam kebakaran. Di kota Kalifornia Amerika serikat, departemen pemadam kebakaran mengalami masalah cukup sulit dimana debit air alat system penyemprot turun walau tekanan cukup besar, setelah diselidiki maka di dalam alat penyemprot terjadi suatu korosi yang disebabkan oleh aktifitas mikroba dipermukaan dinding bagian dalam yang terbuat dari baja karbon dan tembaga saat beberapa bulan pembelian.

Hal ini disebabkan adanya biodeposit (turbucle) yang tumbuh di di dinding bagian dalam, kemudian di dalam biodeposit tersebut terjadi aktifitas degradasi lokal berupa korosi pitting sehingga mengurangi tebal pipa dan aktifitas ini menghasilkan senyawa H2S di lubang pit yang mengakibatkan keadaan asam dan mempercepat kelarutan logam. Korosi dan Cara Pencegahannya Korosi atau perkaratan sangat lazim terjadi pada besi.

Besi merupakan logam yang mudah berkarat. Karat besi merupakan zat yang dihasilkan pada peristiwa korosi, yaitu berupa zat padat berwarna coklat kemerahan yang bersifat rapuh serta berpori. Rumus kimia dari karat besi adalah Fe2O3.xH2O. Bila dibiarkan, lama kelamaan besi akan habis menjadi karat. Dampak dari peristiwa korosi bersifat sangat merugikan. Contoh nyata adalah keroposnya jembatan, bodi mobil, ataupun berbagai konstruksi dari besi lainnya.Siapa di antara kita tidak kecewa bila bodi mobil kesayangannya tahu-tahu sudah keropos karena korosi.

Pasti tidak ada. Karena itu, sangat penting bila kita sedikit tahu tentang apa korosi itu, sehingga bisa diambil langkah-langkah antisipasi. Peristiwa korosi sendiri merupakan proses elektrokimia, yaitu proses (perubahan / reaksi kimia) yang melibatkan adanya aliran listrik. Bagian tertentu dari besi berlaku sebagai kutub negatif (elektroda negatif, anoda), sementara bagian yang lain sebagai kutub positif (elektroda positif, katoda). Elektron mengalir dari anoda ke katoda, sehingga terjadilah peristiwa korosi.

Ion besi (II)yang terbentuk pada anoda selanjutnya teroksidasi menjadi ion besi (III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi (karat besi), Fe2O3.xH2O. Dari reaksi terlihat bahwa korosi melibatkan adanya gas oksigen dan air. Karena itu, besi yang disimpan dalam udara yang kering akan lebih awet bila dibandingkan ditempat yang lembab.

Korosi pada besi ternyata dipercepat oleh beberapa faktor, seperti tingkat keasaman, kontak dengan elektrolit, kontak dengan pengotor, kontak dengan logam lain yang kurang aktif (logam nikel, timah, salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah, serta keadaan logam besi itu sendiri (kerapatan atau kasar halusnya permukaan). Pencegahan Korosi Pencegahan korosi didasarkan pada salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah prinsip berikut : β€’ Mencegah kontak dengan oksigen dan/atau air Korosi besi memerlukan oksigen dan air.

Bila salah satu tidak ada, maka peristiwa korosi tidak dapat terjadi. Korosi dapat dicegah dengan melapisi besi dengan cat, oli, logam lain yang tahan korosi (logam yang lebih aktif seperti seg dan krom). Penggunaan logam lain yang kurang aktif (timah dan tembaga) sebagai pelapis pada kaleng bertujuan agar kaleng cepat hancur di tanah.

Timah atau tembaga bersifat mampercepat proses korosi. β€’ Perlindungan katoda (pengorbanan anoda) Besi yang dilapisi atau dihubugkan dengan logam lain yang lebih aktif akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katoda.

Di sini, besi berfungsi hanya sebagai tempat terjadinya reduksi oksigen. Logam lain berperan sebagai anoda, dan mengalami reaksi oksidasi. Dalam hal ini besi, sebagai katoda, terlindungi oleh logam lain (sebagai anoda, dikorbankan). Besi akan aman terlindungi selama logam pelindungnya masih ada / belum habis. Untuk perlindungan katoda pada sistem jaringan pipa bawah tanah lazim digunakan logam magnesium, Mg.

Logam ini secara berkala harus dikontrol dan diganti. β€’ Membuat alloy atau paduan logam yang bersifat tahan karat, misalnya besi dicampur dengan logam Ni dan Cr menjadi baja stainless (72% Fe, 19%Cr, 9%Ni).

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Korosi Faktor Gas Terlarut β€’ Oksigen (02) adanya oksigen yang terlarut akan menyebabkan korosi pada metal seperti laju korosi pada mild stell alloys akan bertambah dengan meningkatnya kandungan oksigen. Kelarutan oksigen dalam air merupakan fungsi dari tekanan, temperatur dan kandungan klorida.

Untuk tekanan 1 atm. dan temperatur kamar, kelarutan oksigen adalah 10 ppm dan kelarutannya akan berkurang dengan bertambahnya temperatur dan konsentrasi garam. Sedangkan kandungan oksigen dalam kandungan minyak-air yang dapat mengahambat timbulnya korosi adalah 0,05 ppm atau kurang. Reaksi korosi secara umum pada besi karena adanya kelarutan oksigen adalah sebagai berikut : Reaksi Anoda : Fe Fe2- + 2e Reaksi katoda : 02 + 2H20 + 4e 4 OH- β€’ Karbondioksida (CO2) Jika karbondioksida dilarutkan dalam air maka akan terbentuk asam karbonat (H2CO3) yang dapat menurunkan pH air dan meningkatkan korosifitas, biasanya bentuk korosinya berupa pitting.

Yang secara umum reaksinya adalah: CO2 + H2O H2CO3 Fe + H2CO3 FeCO3 + H2 FeC03 merupakan corrosion product yang dikenal sebagai sweet corrosion Faktor Temperatur Penambahan temperatur umumnya menambah laju korosi walaupun kenyataannya kelarutan oksigen berkurang dengan meningkatnya temperatur.

Apabila metal pada temperatur yang tidak uniform, maka akan besar kemungkinan terbentuk korosi. Faktor pH pH netral adalah 7, sedangkan ph < 7 bersifat asam dan korosif, sedangkan untuk pH > 7 bersifat basa juga korosif.

Tetapi untuk besi, laju korosi rendah pada pH antara 7 sampai 13. Laju korosi akan meningkat pada pH < 7 dan pada pH > 13.

Faktor Bakteri Pereduksi atau Sulfat Reducing Bacteria (SRB) Adanya bakteri pereduksi sulfat akan mereduksi ion sulfat menjadi gas H2S, yang mana jika gas tersebut kontak dengan besi akan menyebabkan terjadinya korosi. Faktor Padatan Terlarut β€’ Klorida (CI) β€’ Klorida menyerang lapisan mild steel dan lapisan stainless steel. Padatan ini menyebabkan terjadinya pitting, crevice corrosion, dan juga menyebabkan pecahnya alooys.

β€’ Klorida biasanya ditemukan pada campuran minyak-air dalam konsentrasi tinggi yang akan menyebabkan proses korosi. β€’ Proses korosi juga dapat disebabkan oleh kenaikan konduktivity larutan garam, dimana larutan garam yang lebih konduktif, laju korosinya juga akan lebih tinggi.

β€’ Karbonat (C03) Kalsium karbonat sering digunakan sebagai pengontrol korosi dimana film karbonat diendapkan sebagai lapisan pelindung permukaan metal, tetapi dalam produksi minyak hal ini cenderung menimbulkan masalah scale. β€’ Sulfat (S04) Ion sulafat ini biasanya terdapat dalam minyak. Dalam air, ion sulfat juga ditemukan dalam konsentrasi yang cukup tinggi dan bersifat kontaminan, dan oleh bakteri SRB sulfat diubah menjadi sulfide yang korosif.

Demikianlah pembahasan mengenai Korosi Adalah – Pengertian, Penyebab, Faktor Dan Pencegahannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. πŸ™‚ πŸ™‚ Sebarkan ini: β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ Posting pada Kimia Ditag 720, 880, alat uji korosi, apakah korosi selalu bersifat merugikan, buku korosi pdf, cara membuat paku berkarat, cara mengatasi korosi, cara pencegahan korosi, contoh korosi, dampak korosi, faktor penyebab korosi, faktor yang mempercepat korosi, gambar proses korosi, gas penyebab korosi, inhibitor korosi pdf, jenis jenis korosi, jurnal analisa korosi dan pengendaliannya, jurnal korosi, jurnal korosi pdf, jurnal proses terjadinya korosi, kajian teori tentang korosi, kegunaan korosi, kerugian korosi, klasifikasi korosi, korosi adalah brainly, korosi celah pdf, korosi dalam ilmu kimia, korosi elektrokimia, korosi galvanik pdf, korosi internal dan eksternal, korosi materi kelas 12, korosi pada tiang listrik, korosi pdf, korosif adalah, lkpd korosi, makalah korosi, makalah korosi dan pencegahannya pdf, makalah lengkap tentang korosi, makalah pengujian korosi, makalah tentang korosi, materi korosi pdf, mengapa dapat terjadi korosi pada besi, mengapa korosi mudah terbentuk pada ph 7, nama reaksi yang menyebabkan korosi, penanggulangan korosi, pencegahan korosi, pengendalian korosi pdf, pengertian korosi, pengertian korosi dan penyepuhan, pengujian laju korosi, penyebab korosi, penyebab korosi pada paku, penyebab terjadinya korosi brainly, proses salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah korosi, rumus kimia karat besi, sebutkan 5 cara mencegah korosi, tindakan memperlambat korosi, tuliskan reaksi korosi pada besi Navigasi pos β€’ Contoh Teks Salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah β€’ Contoh Teks Laporan Hasil Observasi β€’ Teks Negosiasi β€’ Teks Deskripsi β€’ Contoh Kata Pengantar β€’ Kinemaster Pro β€’ WhatsApp GB β€’ Contoh Diksi β€’ Contoh Teks Eksplanasi β€’ Contoh Teks Berita β€’ Contoh Teks Negosiasi β€’ Contoh Teks Ulasan β€’ Contoh Teks Eksposisi β€’ Alight Motion Pro β€’ Contoh Alat Musik Ritmis β€’ Contoh Alat Musik Melodis β€’ Contoh Teks Cerita Ulang β€’ Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol β€’ Contoh Karangan Eksposisi β€’ Contoh Pamflet β€’ Pameran Seni Rupa β€’ Contoh Seni Rupa Murni β€’ Contoh Paragraf Campuran β€’ Contoh Seni Rupa Terapan β€’ Contoh Karangan Deskripsi β€’ Contoh Paragraf Persuasi β€’ Contoh Paragraf Eksposisi β€’ Contoh Paragraf Narasi β€’ Contoh Karangan Narasi β€’ Teks Prosedur β€’ Contoh Karangan Persuasi β€’ Contoh Karangan Argumentasi β€’ Proposal β€’ Contoh Cerpen β€’ Pantun Nasehat β€’ Cerita Fantasi β€’ Memphisthemusical.Com
Istilah korosi berasal dari bahasa latin, yaitu corrodere yang artinya perusakan logam atau berkarat.

Korosi merupakan penurunan kualitas suatu material (biasanya logam) karena reaksi elektrokimia antara logam dengan lingkungannya yang mengakibatkan terjadinya penurunan mutu logam menjadi rapuh, kasar, dan mudah hancur.

Korosi merupakan sesuatu yang sangat berbahaya, salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah secara langsung maupun tidak langsung. Proses terjadinya korosi pada logam tidak dapat dihentikan, namun bisa dikendalikan atau diperlambat lajunya sehingga memperlambat proses perusakannya, salah satu diantaranya adalah dengan pelapisan pada permukaan logam, perlindungan katodik, penambahan inhibitor korosi dan lain-lain.

Berikut definisi dan pengertian korosi dari beberapa sumber buku: β€’ Menurut Jones (1992), korosi adalah suatu proses degradasi material dan penurunan kualitas suatu salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah akibat pengaruh reaksi kimia dan elektrokimia dengan keadaan lingkungannya. β€’ Menurut Kurniawan dan Saifullah (2012), korosi adalah fenomena kimia bahan-bahan logam di berbagai macam kondisi lingkungan, yaitu reaksi kimia antara logam dengan zat-zat yang ada di sekitarnya atau dengan partikel-partikel lain yang ada di dalam matriks logam itu sendiri.

β€’ Menurut Supardi (1997), korosi adalah terjadinya perusakan material (khususnya logam) akibat lingkungannya akibat reaksi kimia yaitu pada temperatur yang tinggi antara logam dan gas atau terjadi korosi elektrokimia dalam lingkungan air atau udara basah. β€’ Menurut Bardal (2003), korosi merupakan degradasi material (biasanya logam) akibat reaksi elektrokimia material tersebut dengan lingkungannya berupa air, udara, gas, larutan asam, dan lain-lain.

β€’ Menurut Chodijah (2008), korosi merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan lingkungan yang berair dan beroksigen. Reaksi Terjadinya Korosi Proses terjadinya korosi dalam suatu larutan berawal dari logam yang teroksidasi yang kemudian melepaskan elektron untuk membentuk ion logam yang bermuatan positif. Larutan akan bertindak sebagai katoda dengan reaksi yang umum terjadi adalah pelepasan H2 dan reduksi O2, akibat ion H+ dan H2O yang tereduksi.

Reaksi ini terjadi di permukaan logam yang akan menyebabkan pengelupasan akibat pelarutan logam ke dalam larutan secara berulang-ulang. Fero hidroksida [Fe(OH)2] yang terjadi merupakan hasil sementara yang dapat teroksidasi secara alami oleh air dan udara menjadi ferri hidroksida [Fe(OH)3]. Ferri hidroksida yang terbentuk akan berubah menjadi [Fe2O3] yang berwarna merah kecoklatan yang biasa kita sebut karat.

Jenis-jenis Korosi Menurut Jaya dkk (2010), korosi dapat digolongkan dalam beberapa jenis, yaitu: a. Korosi Merata (Uniform Corrosion) Merupakan korosi yang disebabkan oleh reaksi kimia atau elektrokimia yang terjadi secara seragam pada permukaan logam. Efeknya adalah terjadi penipisan pada permukaan dan akhirnya menyebabkan kegagalan karena ketidakmampuan untuk menahan beban.

Korosi ini dapat dicegah atau dikendalikan dengan pemilihan material (termasuk coating), penambahan corrosion inhibitor pada fluida atau menggunakan cathodic protection. b. Korosi Galvanik (Galvanic Corrosion) Merupakan korosi yang disebabkan adanya beda potensial antara dua logam yang berada pada fluida atau media konduktif dan korosif. Akibatnya, logam dengan ketahanan terhadap korosi yang rendah akan mengalami laju korosi lebih tinggi dibandingkan dengan logam yang memiliki ketahanan terhadap korosi tinggi.

Pencegahan korosi ini menggunakan satu jenis material yang sama atau menggunakan kombinasi beberapa material yang memiliki sifat galvanis yang mirip, menggunakan insulasi pada sambungan antara logam, serta mengurangi karakteristik korosi dari fluida dengan menggunakan corrosion inhibitor.

c. Korosi Celah (Crevice Corrosion) Korosi celah merupakan bentuk korosi dimana korosi terjadi ketika terdapat celah akibat penggabungan atau penyatuan dua logam yang sama memiliki kadar oksigen berbeda dengan area luarnya.

Karat yang terjadi karena celah sempit terisi dengan elektrolit (air yang pHnya rendah) maka terjadilah suatu sel korosi dengan katodanya permukaan sebelah luar celah yang basa dengan air yang lebih banyak mengandung zat asam dari pada bagian sebelah dalam celah yang sedikit mengandung zat asam sehingga bersifat anodic.

Korosi celah merupakan korosi yang terjadi di sela-sela gasket, sambungan bertindih, sekrup-sekrup atau kelingan yang terbentuk oleh kotoran-kotoran endapan atau timbul dari produk-produk karat. d. Korosi Sumuran (Pitting Corrosion) Korosi sumuran adalah bentuk serangan korosi yang sangat lokal (menyerang pada daerah tertentu saja) yang mengakibatkan lubang dalam logam. Lubang ini mungkin memiliki diameter yang kecil atau besar, namun dalam banyak kasus lubang tersebut relatif kecil. Lubang terisolasi atau kadang-kadang terlihat seperti permukaan yang kasar.

Pits umumnya dapat digambarkan sebagai rongga atau lubang dengan diameter permukaan kurang-lebih sama atau kurang dari kedalaman. Korosi sumuran adalah salah satu bentuk korosi yang paling merusak dan berbahaya. Hal itu menyebabkan peralatan menjadi gagal karena dengan penurunan massa yang sedikit saja akibat adanya lubang, maka kegagalan dapat terjadi dengan mudah. Sering kali sulit untuk mendeteksi pit karena ukurannya yang kecil dan arena lubang-lubang tersebut tertutup oleh produk korosi.

e. Korosi Erosi (Erosion Corrosion) Korosi erosi adalah percepatan tingkat kerusakan atau serangan pada logam karena gerakan relatif antara cairan korosif dan permukaan logam. Umumnya gerakan ini cukup cepat, dan berkaitan dengan abrasi. Logam yang berada di permukaan akan berubah menjadi ion terlarut atau menjadi bentuk produk korosi yang padat.

Kadang-kadang pengaruh dari lingkungan dapat mengurangi laju korosi, khususnya ketika serangan lokal terjadi dalam kondisi tergenang, tapi ini tidak bisa disebut erosion corrosion karena kerusakan tidak bertambah.

f. Korosi Tegangan (Stress Corrosion) Merupakan korosi yang terjadi akibat kombinasi antara beban/stress pada logam dan media yang korosif. Korosi ini dapat terjadi apabila beban yang diterima oleh logam melebihi suatu minimum stress level. Jenis serangan karat ini terjadi sangat cepat, dalam ukuran menit, yakni jika semua persyaratan untuk terjadi nya karat regangan (tegangan) ini telah terpenuhi pada saat tertentu yaitu adanya regangan internal dan terciptanya kondisi korosif yang berhubungan dengan konsentrasi zat karat (corrodent) dan suhu lingkungan.

Contoh korosi tegangan pada pipa.

salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah

Faktor yang Mempengaruhi Korosi Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi laju terjadinya korosi, yaitu sebagai berikut: a. Suhu Suhu merupakan faktor penting dalam proses terjadinya korosi, di mana Kenaikan suhu akan menyebabkan bertambahnya kecepatan reaksi korosi.

Hal ini terjadi karena makin tinggi suhu maka energi kinetik dari partikel-partikel yang bereaksi akan meningkat sehingga melampaui besarnya harga energi aktivasi dan akibatnya laju kecepatan reaksi (korosi) juga akan makin cepat, begitu juga sebaliknya.

b. Kecepatan Alir Fluida atau Kecepatan Pengadukan Laju korosi cenderung bertambah jika laju atau kecepatan aliran fluida bertambah besar. Hal ini karena kontak antara zat pereaksi dan logam akan semakin besar sehingga ion-ion logam akan makin banyak yang lepas sehingga logam akan mengalami kerapuhan (korosi).

c. Konsentrasi Bahan Korosif Hal ini berhubungan dengan pH atau keasaman dan kebasaan suatu larutan. Larutan yang bersifat asam sangat korosif terhadap logam dimana logam yang berada didalam salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah larutan asam akan lebih cepat terkorosi karena karena merupakan reaksi anoda.

Sedangkan larutan yang bersifat basa dapat menyebabkan korosi pada reaksi katodanya karena reaksi katoda selalu serentak dengan reaksi anoda. Di dalam medium basah, korosi dapat terjadi secara seragam maupun secara terlokalisasi. Contoh korosi seragam di dalam medium basah adalah apabila besi terendam di dalam larutan asam klorida (HCl).

d. Oksigen Adanya oksigen yang terlarut akan menyebabkan korosi pada metal seperti laju korosi pada mild stell alloys akan bertambah dengan meningkatnya kandungan oksigen. Kelarutan oksigen dalam air merupakan fungsi dari tekanan, temperatur, dan kandungan klorida. Oksigen yang terdapat di dalam udara dapat bersentuhan dengan permukaan logam yang lembab, sehingga kemungkinan menjadi korosi lebih besar.

Di dalam air (lingkungan terbuka), adanya oksigen menyebabkan korosi. e. Waktu Kontak Dalam proses terjadinya korosi, laju reaksi sangat berkaitan erat dengan waktu. Pada dasarnya semakin lama waktu logam berinteraksi dengan lingkungan korosif maka semakin tinggi tingkat korosifitasnya. Aksi inhibitor diharapkan dapat membuat ketahanan logam terhadap korosi lebih besar.

Dengan adanya penambahan inhibitor kedalam larutan, maka akan menyebabkan laju reaksi menjadi lebih rendah, sehingga waktu kerja inhibitor untuk melindungi logam menjadi lebih lama. Kemampuan inhibitor untuk melindungi logam dari korosi akan hilang atau habis pada waktu tertentu, hal itu dikarenakan semakin lama waktunya maka inhibitor akan semakin habis terserang oleh larutan. Perlindungan dan Pengendalian Korosi Untuk mengurangi bahkan menghindari kerugian yang diakibatkan oleh proses korosi, maka perlu dilakukan perlindungan terhadap korosi.

Ada beberapa metode yang dapat dikembangkan untuk memperlambat laju korosi, antara lain adalah sebagai berikut: a. Pemilihan Material (Material Selection) Prinsip dasar dari pemilihan material ini adalah mengenai tepat atau tidaknya pengaplikasian suatu material terhadap suatu lingkungan tertentu. Pemilihan material yang sesuai dengan kondisi lingkungan, dapat meminimalisir terjadinya kerugian akibat proses korosi.

Deret galvanik merupakan suatu acuan yang penting dalam melakukan pemilihan material. Di antara bahan-bahan konstruksi yang paling sering digunakan adalah besi, aluminium, timah hitam, tembaga, nikel, timah putih, dan titanium.

b. Desain Usaha salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah korosi sebaiknya sudah dilakukan sejak tahapan desain proses. Ahli-ahli korosi sebaiknya ikut dilibatkan dalam desain proses dari sejak pemilihan proses, penentuan kondisi-kondisi prosesnya, penentuan bahan-bahan konstruksi, pemilihan layout, saat konstruksi sampai tahap start-upnya. Diantara cara-cara penanggulangan korosi dari segi desain yang sering digunakan adalah: β€’ Isolasi alat dari lingkungan korosif. β€’ Mencegah hadir/terbentuknya elektrolit.

β€’ Jaminan lancarnya aliran fluida. β€’ Mencegah korosi erosi/abrasi akibat kecepatan aliran. β€’ Mencegah terbentuknya sel galvanik. c. Perlakuan Lingkungan Upaya perlakuan lingkungan ini sangat penting dalam penanggulangan korosi di industri. Lingkungan yang korosif diupayakan menjadi tidak atau kurang korosif.

salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah

Ada dua macam cara perlakuan lingkungan yaitu: β€’ Pengubahan media/elektrolit. Misalnya penurunan suhu, penurunan kecepatan alir, penghilangan oksigen atau oksidator, pengubahan konsentrasi. β€’ Penggunaan inhibitor. Inhibitor adalah suatu bahan kimia yang jika ditambahkan dalam jumlah yang kecil saja kepada lingkungan media salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah korosif, akan menurunkan kecepatan korosi.

Inhibitor bekerja menghambat laju korosi. Belum banyak diketahui bagaimana cara kerja inhibitor dalam menghambat korosi. d. Pelapisan Metode pelapisan atau coating adalah suatu upaya mengendalikan korosi dengan menerapkan suatu lapisan pada permukaan logam besi. Misalnya,dengan pengecatan atau penyepuhan logam.

Penyepuhan besi biasanya menggunakan logam krom atau timah. Kedua logam ini dapat membentuk lapisan oksida yang tahan terhadap lapisan film permukaan dari oksida logam hasil oksidasi yang tahan terhadap korosi lebih lanjut. Logam seng juga digunakan untuk melapisi besi (galvanisir),tetapi seng tidak membentuk lapisan oksida seperti pada krom dan timah,melainkan berkarbon demi besi.

Ada dua macam cara pelapisan, yaitu : β€’ Pelapisan dengan bahan logam. Pada pelapisan dengan bahan logam, dapat digunakan bahan-bahan logam yang lebih inert maupun yang kurang inert sebagai bahan pelapis. Pemakaian kedua macam bahan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. β€’ Pelapisan dengan bahan non logam, yaitu dengan pelapis berbahan dasar organik seperti cat polimer dan pelapis berbahan dasar anorganik.

e. Proteksi Katodik dan Anodik Proteksi katodik merupakan metode pencegahan korosi pada logam dengan cara logam yang ingin dilindungi dijadikan lebih bersifat katodik. Apabila dilakukan dengan arus listrik dari power suplai maka disebut arus tanding, dan jika dihubungkan dengan logam lain disebut anoda korban. Proteksi katodik sangat efektif untuk melindungi korosi eksternal pada pipa saluran yang berada di bawah tanah atau dibawah air laut.

Namun penggunaan metoda ini dapat menimbulkan masalah baru yang harus dipertimbangkan, seperti arus sesat (stray-current) yang justru dapat meningkatkan laju korosi pada logam lain di sekitar logam yang dilindungi, melepuhnya permukaan logam (blistering), retak pada struktur, rusaknya lapisan cat, dan apabila dilakukan pada alumunium maka dapat merusak lapisan pasif.

Proteksi anodik adalah metoda perlindungan logam terhadap korosi dengan cara merubah potensial logam menjadi lebih positif. Metoda ini juga digunakan untuk melindungi korosi internal pada tangki atau vessel, namun hanya efektif jika logam dan salah satu jenis bahan pencegah korosi adalah dapat membentuk lapisan pasif. Biaya instalasi, maintenance, dan power yang cukup besar merupakan parameter yang harus dipertimbangkan ketika memilih metoda ini. Daftar Pustaka β€’ Jones, D.

A. 1992. Principle and Prevention of Corrosion. New York: Maxwell Macmillan β€’ Kurniawan W.D., dan Saifullah S.T.N. 2012. Teknologi Sediaan Farmasi.

Purwokerto: Unsoed Press. β€’ Supardi, R. 1997. Korosi. Bandung: Tarsito. β€’ Bardal, Einar. 2003. Corrosion and Protection. Trondheim: The Norwegian University of Science and Technology.

β€’ Chodijah, S. 2008. Efektivitas Penggunaan Pelapis Epoksi Terhadap Ketahanan Korosi Pipa Baja ASTM A53 Dalam Tanah. Jakarta: Universitas Indonesia. β€’ Jaya, Halwan, dkk. 2010. Laporan Kerja Praktek Katodik Pipa. Jakarta: Departemen Metalurgi dan Material FTUI.

Korosi : Definisi, Jenis, Menghitung Laju Korosi, dan Pengendaliannya.




2022 www.videocon.com