Blooming eceng gondok disebabkan

blooming eceng gondok disebabkan

Eceng gondok atau enceng gondok(Latin:Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Selain dikenal dengan nama eceng gondok, di beberapa daerah di Indonesia, eceng gondok mempunyai nama lain seperti di daerah Palembang dikenal dengan nama Kelipuk, di Lampung dikenal dengan nama Ringgak, di Dayak dikenal dengan nama Ilung-ilung, di Manado dikenal dengan nama Tumpe.

Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuwan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon Brasil. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya. Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai.

Tumbuhan ini dapat beradaptasi dengan perubahan yang ekstrem dari ketinggian air, arus air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO).

http://id.wikipedia.org/wiki/Eceng_gondok Penyebab dan dampak pencemaran air oleh limbahpemukiman sepertinya menjadi salah satu sumber utama dan penyebab pencemaran air yang memberikan dampak paling kentara blooming eceng gondok disebabkan pada masyarakat perkotaan di Indonesia.

Limbah pemukiman (rumah tangga) yang menjadi salah satu penyebab pencemaran air diakibatkan oleh aktivitas manusia itu sendiri. Dan pada akhirnya pencemaran air ini juga memberikan dampak dan akibat merugikan bagi manusia itu pula. Penggunaan deterjen yang berlebihan merangsang tumbuhnya eceng gondok. Sebagaimana pencemaran air merupakan suatu perubahan keadaan tempat penampungan air yang mengakibatkan menurunnya kualitas air sehingga air tidak dapat dipergunakan lagi sesuai peruntukannya.

Perubahan ini diakibatkan oleh aktivitas manusia. Limbah Pemukiman. Salah satu penyebab pencemaran air adalah aktivitas manusia yang kemudian menciptakan limbah (sampah) pemukiman atau limbah rumah tangga. Blooming eceng gondok disebabkan pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan.

Sedangkan sampah anorganik seperti kertas, plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit.

blooming eceng gondok disebabkan

Sampah anorganik ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri blooming eceng gondok disebabkan biodegrable). Selain sampah organik dan anorganik, deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Padahal saat ini hampir setiap rumah tangga menggunakan deterjen. Dampak pencemaran air yang disebabkan oleh limbah pemukiman mendatangkan akibat atau dampak diantaranya: Berkurangnya jumlah oksigen terlarut di dalam air karena sebagian besar oksigen digunakan oleh bakteri untuk melakukan proses pembusukan sampah.

Sampah anorganik ke sungai, dapat berakibat menghalangi cahaya matahari sehingga menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen. Deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga akan tetap aktif untuk jangka waktu yang lama di dalam air, mencemari air dan meracuni berbagai organisme air.

Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai atau danau yang merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok (Eichhornia crassipes).

Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis. Tumbuhan air (eceng gondok dan ganggang) yang mati membawa akibat proses pembusukan tumbuhan ini akan menghabiskan persediaan oksigen. Material pembusukan tumbuhan air akan mengendapkan dan menyebabkan pendangkalan. Selain diakibatkan oleh limbah pemukiman (rumah tangga) sumber atau penyebab pencemaran air juga disebabkan oleh limbah pertanian, limbah industri, dan di beberapa tempat tertentu diakibatkan oleh limbah pertambangan.

Menangani Limbah Pemukiman. Perlu kesadaran dari semua lapisan masyarakat untuk berlaku bijak dengan limbah rumah tangga yang dihasilkannya. Pengelolaan sampah, perubahan gaya hidup dan pola pikir tentang sampah, melakukan 3R (Reuse Reduce dan Recycle), serta tidak membuang sampah terutama di sungai dan tempat penampungan air semisal sungai dan danau perlu dilakukan oleh semua pihak untuk mengurangi dampak pencemaran air yang disebabkan oleh limbah rumah tangga (pemukiman).

http://alamendah.org/2010/09/27/peny.bah-pemukiman/ ADAKAH SOLUSI DAN MANFAAT ECENG GONDOK ? Karena blooming eceng gondok disebabkan gondok dianggap sebagai gulma yang mengganggu maka berbagai cara dilakukan untuk menanggulanginya. Tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mengatasinya antara lain: -Menggunakan herbisida -Mengangkat eceng gondok tersebut secara langsung dari lingkungan perairan -Menggunakan predator (hewan sebagai pemakan eceng gondok), salah satunya adalah dengan menggunakan ikan grass carp (Ctenopharyngodon idella) atau ikan koan.

Ikan grass carp memakan akar eceng gondok, sehingga keseimbangan gulma di permukaan air hilang, daunnya menyentuh permukaan air sehingga terjadi dekomposisi dan kemudian dimakan ikan. Cara ini pernah dilakukan di danau Kerinci dan berhasil mengatasi eceng gondok di danau tersebut -Memanfaatkan eceng gondok tersebut, misalnya sebagai bahan pembuatan kertas, kompos, biogas, perabotan, kerajinan tangan, sebagai media pertumbuhan bagi jamur merang, dsb. Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat.

Rangkaian penelitian seputar kemampuan eceng gondok oleh peneliti Indonesia antara lain oleh Widyanto dan Susilo (1977) yang melaporkan dalam waktu 24 jam eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan nikel (Ni), masing- masing sebesar 1,35 mg/g, 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur. Eceng gondok juga menyerap Cd 1,23 mg/g, Hg 1,88 mg/g dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila logam-logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain.

Lubis dan Sofyan (1986) menyimpulkan logam chrom (Cr) dapat diserap oleh eceng gondok secara maksimal pada pH 7. Dalam penelitiannya, logam Cr semula berkadar 15 ppm turun hingga 51,85 persen.

Selain dapat menyerap logam berat, eceng gondok dilaporkan juga mampu menyerap residu pestisida. MANTAP GAN! DAN JUGA JADI PRODUK KREATIF JUGA GAN! SALUUUTTTT SANDAL LAMPU MEJA LAMPU RUANG TAMU PENCIL CASE TAS HELLO KITTY KERANJANG SERBAGUNA TAS WANITA SOFA RUANG TAMU BANTAL SOFA MOBIL MAINAN DAN PETI MATI GANNNNNN !!! Jawaban: Penyebab: Eutrofikasi (blooming eceng gondok) merupakan masalah lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah fosfat (PO3-), khususnya dalam ekosistem air tawar.

Definisi dasarnya adalah pencemaran air yang disebabkan oleh munculnya nutrient yang berlebihan ke dalam ekosistem air. semoga membantu:) jgn lupa follow akun kita yah mksih:)
Eceng gondok ( Eichornia crassipes ) pertama kali ditemukan oleh Carl Friedrich Philipp Von Martius, seorang biotanis berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon, Brazil.

Eceng gondok pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1894 dari Brazil untuk koleksi Kebun Raya Bogor. Namun akibat pertumbuhannya yang sangat cepat mengakibatkan menutupi seluruh kolam. Eceng gondok tersebut dibuang melalui sungai dan Beberapa tahun kemudian tumbuhan ini telah berubah status menjadi gulma utama dan termasuk sebagai gulma air penting nomor satu di Indonesia.

Eceng gondok merupakan tanaman yang tumbuh subur pada blooming eceng gondok disebabkan perairan. Pertumbuhannya sangat dipengaruhi oleh aktifitas manusia (anthropogenic) seperti aktifitas pertanian dan peternakan maupun aktifitas rumah tangga. Pengayaan kandungan nitrat dan phospat pada perairan merupakan dampak meningkatnya pertumbuhan eceng gondok.

blooming eceng gondok disebabkan

Menurut Sembel (2015) peledakkan eceng gondok pada daerah perairan akibat pupuk pertanian yang masuk kedalam perairan dan terakumulasi dalam dasar sungai atau danau dan mengakibatkan eutrofikasi. Eutrofikasi adalah meningkatnya kandungan mineral pada perairan yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada eceng gondok.

Eceng gondok dikategorikan ke dalam jenis tumbuhan invasif. Tumbuhan invasif sangat toleran terhadap berbagai keadaan lingkungan. Penyebaran tumbuhan asing invasif dapat mengancam ekosistem, menurunkan jumlah spesies asli, dan menimbulkan dampak negatif pada aspek sosial ekonomi (Ludsin dan Wolfe, 2001; Sarat et al., 2015). Penurunan keanekaragaman hayati karena keberadaan spesies invasif merupakan proses awal menuju kepunahan spesies tertentu (Hestimaya, 2010).

Tanaman eceng gondok yang menutupi permukaan air sangat mengganggu pemandangan suatu obyek wisata yang berbasis perairan.

blooming eceng gondok disebabkan

Pengunjung ataupun wisatawan tidak bisa menikmati keindahan danau karena tertutup oleh eceng gondok. Secara tidak langsung mengurangi nilai estetika atau keindahan sebuah objek wisata.

Penelitian yang dilakukan Hartanti et,all (2013), Fitoremediasi menggunakan tanaman eceng gondok pada limbah cair penyamakan kulit dapat menurunkan kandungan logam chromium hingga sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001.

Hasil penelitian Puspita et,all (2011) menyebutkan eceng gondok merupakan agen fitoremediator logam berat kromium terbaik. Di antara 3 tumbuhan air yang dicobakan, Eichornia crassipes merupakan tumbuhan yang paling mampu mampu menurunkan kadar Cr air limbah batik, diikuti Pistia stratiotes dan Hydrilla verticillata dengan persentase penurunan secara berturut-turut : 49,56%, 33,61% dan 10,84%. Walaupun mempunyai manfaat, blooming eceng gondok disebabkan tumbuhan ini harus dikendalikan persebarannya.

Karena merupakan tumbuhan invasif yang merusak ribuan danau di Indonesia. Tumbuhan asing invasif bersifat sangat merugikan bagi kehidupan yang ada pada suatu habitat, serta merusak tatanan pada suatu ekosistem dan akhirnya menguasai seluruh habitat yang ada. Pertumbuhan spesies invasif sangat cepat dan merata mengalahkan spesies yang asli (Sunaryo, 2012). Dengan tingginya daya toleransi terhadap lingkungan membuat spesies ini menjadi berkembang secara luar biasa dan mengancam keanekaragaman hayati lokal.

blooming eceng gondok disebabkan

Untuk mengendalikan populasi tumbuhan asing invasif dengan pengendalian dengan mengurangi kepadatan dan kelimpahannya. Pengendalian sampai pada ambang batas menjadi penting supaya jenis tanaman lokal dapat hidup bersaing dan dapat kembali blooming eceng gondok disebabkan pada ekosistem alaminya. Ada beberapa cara pengendalian yang bisa dilakukan: Pertama; pengendalian Fisik seperti mencabut, menggali, atau menggunakan alat untuk mencabut dan memotong tumbuhan, Kedua; pembakaran, Ketiga; pengendalian Kimiawi dengan menggunakan herbisida, Kempat; restorasi dengan cara revegetasi dan reintroduksi jenis tumbuhan atau vegetasi alami yang diinginkan.

• አማርኛ • العربية • مصرى • Български • Banjar • Català • Cebuano • Čeština • Deutsch • English • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Gaeilge • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Italiano • 日本語 • Jawa • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Malagasy • മലയാളം • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • Nederlands • Polski • Português • Русский • Српски / srpski • Sunda • Svenska • ไทย • Lea faka-Tonga • Українська • Tiếng Việt • Winaray • 中文 • 粵語 Tata nama Basionim Pontederia crassipes (en) Eceng gondok [1] ( Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung.

Selain dikenal dengan nama eceng gondok, di beberapa daerah di Indonesia, eceng gondok mempunyai nama lain seperti di daerah Palembang dikenal dengan nama Kelipuk, di Lampung dikenal dengan nama Ringgak, di Dayak dikenal dengan nama Ilung-ilung, di Manado dikenal dengan nama Tumpe.

[2] Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuwan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon Brasil. [3] Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan.

Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya. Eceng gondok sedang berbunga Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 - 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam.

Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut. [2] Habitat [ sunting - sunting sumber blooming eceng gondok disebabkan Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat beradaptasi dengan perubahan yang ekstrem dari ketinggian air, arus air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air.

[4] Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO). Kandungan garam dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok seperti yang terjadi pada danau-danau di daerah pantai Afrika Barat, di mana eceng gondok akan bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada musim kemarau.

[4] Dampak Negatif [ sunting - sunting sumber ] Kolam yang dipenuhi eceng gondok yang sedang berbunga Akibat-akibat negatif yang ditimbulkan eceng gondok antara lain: • Blooming eceng gondok disebabkan evapotranspirasi (penguapan dan hilangnya air melalui daun-daun tanaman), karena daun-daunnya yang lebar dan serta pertumbuhannya yang cepat. • Menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air (DO: Dissolved Oxygens).

• Tumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan. • Mengganggu lalu lintas (transportasi) air, khususnya bagi masyarakat yang kehidupannya masih tergantung dari sungai seperti di pedalaman Kalimantan dan beberapa daerah lainnya.

• Meningkatnya habitat bagi vektor penyakit pada manusia. • Menurunkan nilai estetika lingkungan perairan. Penanggulangan [ sunting - sunting sumber ] Karena eceng gondok dianggap sebagai gulma yang mengganggu maka berbagai cara dilakukan untuk menanggulanginya.

Tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mengatasinya antara lain: • Menggunakan herbisida • Mengangkat eceng gondok tersebut secara langsung dari lingkungan perairan • Menggunakan predator (hewan sebagai pemakan eceng gondok), salah satunya adalah dengan menggunakan ikan grass carp ( Ctenopharyngodon idella) atau ikan koan. Ikan grass carp memakan akar eceng gondok, sehingga keseimbangan gulma di permukaan air hilang, daunnya menyentuh permukaan air sehingga terjadi dekomposisi dan kemudian dimakan ikan.

Cara ini pernah dilakukan di danau Kerinci dan berhasil mengatasi eceng gondok di danau tersebut. [5] • Memanfaatkan eceng gondok tersebut, misalnya sebagai bahan pembuatan kertas, kompos, biogas, [6] perabotan, [7] kerajinan tangan, sebagai media pertumbuhan blooming eceng gondok disebabkan jamur merang, dsb. Pembersih Polutan Logam Berat [ sunting - sunting sumber ] Sungai yang dipenuhi eceng gondok Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat.

Rangkaian penelitian seputar kemampuan eceng gondok oleh peneliti Indonesia antara lain oleh Widyanto dan Susilo (1977) yang melaporkan dalam waktu 24 jam eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan nikel (Ni), masing- masing sebesar 1,35 mg/g, 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur. Eceng gondok juga menyerap Cd 1,23 mg/g, Hg 1,88 mg/g dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila logam-logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain.

Lubis dan Sofyan (1986) menyimpulkan logam chrom (Cr) dapat diserap oleh eceng gondok secara maksimal pada pH 7. Dalam penelitiannya, logam Cr semula berkadar 15 ppm turun hingga 51,85 persen. [8] Selain dapat menyerap logam berat, eceng gondok dilaporkan juga mampu menyerap residu pestisida.

blooming eceng gondok disebabkan

Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata eceng gondok pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2019-10-9. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b "Eceng Gondok, tumbuhan pengganggu yang bermanfaat".

e-smartschool.com. • ^ "Eceng Gondok, Gulma Sahabat Manusia?". U. Sirojul Falah. Harian Pikiran Rakyat. 28 September 2003.

[ pranala nonaktif permanen] • ^ a b "Eichhornia crassipes (aquatic plant)". Invasive Species Specialist Group (ISSG). Global Invasive Species Database. 4 August 2006. [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Mengendalikan Eceng Gondok Danau Kerinci". Nasrul Thahar. Harian Kompas. 28 march 2001. Periksa nilai tanggal di: -year= ( bantuan) • ^ "Eceng Gondok Untuk Bahan Bakar Biogas".

Harian Kompas. 30 Juni 2007. • ^ "Ngadiman Berbagi Ilmu Eceng Gondok". Stefanus Osa Triyatna. Harian Kompas. 15 January 2007. • ^ "Eceng Gondok Pembersih Polutan Logam Berat". Dr Hasim DEA. Harian Kompas. 2 Juli 2003.

Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Eichhornia crassipes. • (Inggris) Praktik penggunaan Eceng Gondok Diarsipkan 2008-09-20 di Wayback Machine. • Wikidata: Q690645 • Wikispecies: Pontederia crassipes • AoFP: 1319 • APA: 5158 • APDB: 23656 • APNI: 57173 • BioLib: 128857 • Calflora: 2896 • Cal-IPC: eichhornia-crassipes • Ecocrop: 5622 • eFloraSA: Eichhornia_crassipes • EoL: 1120393 • EPPO: EICCR • FloraBase: 1169 • FNA: 200027394 • FoAO2: Eichhornia crassipes • FoC: 200027394 • FoIO: EICCRA • GBIF: 2765940 • GISD: 70 • GRIN: 318848 • iNaturalist: 57390 • IPA: 3020 • IPNI: 1198589-2 • IRMNG: 10206979 • ISC: 20544 • ITIS: 42623 • MichiganFlora: 2924 • MoBotPF: 285493 • NAS: 1130 • NBN: NHMSYS0000458290 • NCBI: 44947 • NSWFlora: Eichhornia~crassipes • NZOR: e84e1fd2-6544-4be7-8d18-60e5feea2669 • NZPCN: 3857 • PalDat: Eichhornia_crassipes • PfaF: Eichhornia crassipes • Plant List: kew-242133 • PLANTS: EICR • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:1198589-2 • SANBI: 2736-1 • Tropicos: 26100027 • VASCAN: 8242 • VicFlora: fd79c146-8d30-46bd-85f6-fc4437a88b4e • WCSP: 242133 • WoI: 1562 • WFO: wfo-0000401771 • WoRMS: 594768 Pontederia crassipes Kategori tersembunyi: • Galat CS1: tanggal • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Halaman dengan label Wikidata belum diterjemahkan • Pranala Commons dari Wikidata • Templat webarchive tautan wayback • Taxonbar dengan basionim ditambahkan secara otomatis • Taxonbar dengan 40+ ID takson • Halaman ini terakhir diubah pada 30 Blooming eceng gondok disebabkan 2021, pukul 13.32.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Penyebab: Eutrofikasi (blooming eceng gondok) merupakan masalah lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah fosfat (PO3-), khususnya dalam ekosistem air tawar. Definisi dasarnya adalah pencemaran air yang disebabkan oleh munculnya nutrient yang berlebihan ke dalam ekosistem air.

Air dikatakan eutrofik jika konsentrasi total phosphorus (TP) dalam air berada dalam rentang 35-100 µg/L. Akibat: Kondisi eutrofik sangat memungkinkan alga, tumbuhan air berukuran mikro, untuk tumbuh berkembang biak dengan pesat (blooming) akibat ketersediaan fosfat yang berlebihan serta kondisi lain yang memadai.

Hal ini bisa dikenali dengan warna air yang menjadi kehijauan, berbau tak sedap, dan kekeruhannya yang menjadi semakin meningkat. Banyaknya eceng gondok yang bertebaran di rawa-rawa dan danau-danau juga disebabkan blooming eceng gondok disebabkan yang sangat berlebihan ini.

Akibatnya, kualitas air di banyak ekosistem air menjadi sangat menurun. Rendahnya konsentrasi oksigen terlarut, bahkan sampai batas nol, menyebabkan makhluk hidup air seperti ikan dan spesies lainnya tidak bisa tumbuh dengan baik sehingga akhirnya mati.

Solusi: Menurut Forsberg, yang utama adalah dibutuhkan kebijakan yang kuat untuk mengontrol pertumbuhan penduduk (birth control). Karena apa? Karena sejalan dengan populasi warga Bumi yang terus meningkat, berarti akan meningkat pula kontribusi bagi lepasnya fosfat ke lingkungan air dari sumber-sumber yang disebutkan di atas.

Pemerintah juga harus mendorong para pengusaha agar produk detergen tidak lagi mengandung fosfat. Begitu pula produk makanan dan minuman diusahakan juga tidak mengandung bahan aditif fosfat. Disamping itu, dituntut pula peran pemerintah di blooming eceng gondok disebabkan pertanian agar penggunaan pupuk fosfat tidak berlebihan, serta perannya dalam pengelolaan sektor peternakan yang bisa mencegah lebih banyaknya lagi fosfat lepas ke lingkungan air.

Bagi masyarakat dianjurkan untuk tidak berlebihan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung aditif fosfat. Di negara-negara maju masyarakat yang sudah memiliki kesadaran lingkungan (green consumers) hanya membeli produk kebutuhan rumah sehari-hari yang mencantumkan label "phosphate free" atau "environmentally friendly".

Negara-negara maju telah menjadikan problem eutrofikasi sebagai agenda lingkungan hidup yang harus ditangani secara serius. Sebagai contoh, Australia sudah mempunyai program yang disebut The National Eutrophication Management Program, yang didirikan untuk mengkoordinasi, mendanai, dan menyosialisasi aktivitas riset mengenai masalah ini.

AS memiliki organisasi seperti North American Lake Management Society yang menaruh perhatian besar terhadap kelestarian danau melalui aktivitas sains, manajemen, edukasi, dan advokasi. Selain itu, mereka masih mempunyai American Society of Limnology and Oceanography yang menaruh bidang kajian pada aquatic sciences dengan tujuan menerapkan hasil pengetahuan di bidang ini untuk mengidentifikasi dan mencari solusi permasalahan yang diakibatkan oleh hubungan antara manusia dengan lingkungan.

Negara-negara di kawasan Eropa juga memiliki komite khusus dengan nama Scientific Committee on Phosphates in Europe yang memberlakukan The Urban Waste Water Treatment Directive 91/271 yang berfungsi untuk menangani problem fosfat dari limbah cair dan cara penanggulangannya. Mereka juga memiliki jurnal ilmiah European Water Pollution Control, di samping Environmental Protection Agency (EPA) yang memberlakukan peraturan dan pengawasan ketat terhadap pencemaran lingkungan.

Jerry sedang duduk santai di teras rumahnya malam hari itu. Tiba-tiba, datang sebuah mobil dengan sorot lampu yang menyilaukan. Jerry langsung menyemp … itkan matanya untuk mengurangi efek menyilaukan yang ditimbulkan oleh sorotan lampu mobil tersebut. Bagian mata yang menyempit akibat rangsangan sinar yang sangat terang itu adalah… a. iris b. retina c. kornea d. pupil UIUuuu13, Hubungan manusia dengan Blooming eceng gondok disebabkan antaralain diwujudkan terutama dalam ibadah yang dilakukanmanusia.

Relasi ini tampak dalam setiap praktik keag … amaan baik yang sederhana maupun yang lebihkompleks. Hal ini merupakan pendapat dari.a.Frankl b. Victor Emildc. Yewangoe(1983) d.

blooming eceng gondok disebabkan

ThomasGroome14 Cara hid​ 10. Pada skema pergiliran keturunan (metagenesis) tumbuhan paku homospora, yang termasuk struktur yang memiliki kromosom haploid dan diploid secara be … rurutan adalah .

a. haploid: spora, protalium, anteridium; diploid: zigot, tumbuhan paku, sporofil b. haploid: spora, protalium, zigot; diploid: sporangium, tumbuhan paku, sporofil c. haploid: zigot, tumbuhan paku, sporofil; diploid: anteridium, arkegonium, ovum d. haploid: zigot, tumbuhan paku, tropofil; diploid: anteridium, arkegonium, protalium e. haploid: blooming eceng gondok disebabkan, tumbuhan paku, sporofil; diploid: anteridium, arkegonium, sel induk spora​
Anda pernah mendengar berita sungai berubah warna menjadi merah?

Jangan dulu mengaitkannya dengan cerita mistis. Kemungkinan hal tersebut terjadi akibat adanya peristiwa blooming alga. Blooming alga merupakan suatu peristiwa dimana jumlah alga yang berada di perairan membludak jumlahnya. Sejatinya alga memiliki warna yang bermacam-macam sesuai dengan pigmen bawaannya. Warna merah di perairan disebabkan oleh alga merah.

blooming eceng gondok disebabkan

Pigmen merah alga ini berasal dari karoten hasil produksi senyawa metabolit sekunder di dalam tubuhnya. Agar bisa mengetahui informasinya lebih jauh, berikut akan dijelaskan pengertian dari blooming alga blooming eceng gondok disebabkan bahaya yang diakibatkannya.

DAFTAR ISI • Pengertian Blooming Alga • Penyebab Blooming Alga • Dampak Blooming Alga Bagi Ekosistem Perairan • Cara Pencegahan Blooming Alga Pengertian Blooming Alga Blooming alga merupakan istilah lain dari ledakan alga. Ledakan alga sendiri merupakan suatu kejadian atau kondisi dimana suatu perairan baik kolam, danau, maupun rawa mengalami ledakan populasi plankton yang cukup besar. Kolam dengan warna yang sangat hijau disebabkan adanya ledakan populasi alga hijau akibat pemberian pakan ikan yang berlebihan.

Pakan ikan yang berlebih akan menjadi nutrisi tersendiri bagi para alga sehingga pembiakannya menjadi sangat tidak terkendali.

Lain lagi di air laut, penyebab perubahan air menjadi warna merah bisa disebabkan oleh ledakan populasi alga merah. Alga ini menghasilkan pigmen merah yang bisa disebut juga dengan phycoerythrin. Penyebab Blooming Alga Seperti yang sudah dijelaskan tadi bahwa salah satu penyebab terjadinya blooming alga adalah adanya nutrisi berlebih yang terdapat dalam perairan sehingga menyebabkan populasi alga menjadi sangat banyak.

Selain itu terdapat juga penyebab lain yang menjadikan jumlah alga dapat meningkat dengan cepat. Salah satunya adalah adanya pemanasan global.

Pemanasan global yang semakin meningkat di tahun-tahun ini membuat suhu perairan juga ikut meningkat. Peningkatan suhu di perairan akan memicu aktivitas metabolisme alga. Akibat dari meningkatnya metabolisme alga adalah reproduksi dan aktivitas pembelahan sel yang dilakukannya juga akan berlangsung lebih cepat.

Pembuangan limbah yang mengandung banyak fosfat ke perairan seperti limbah detergen rumah tangga juga dapat menjadi faktor penyebab terjadinya blooming alga.

Ledakan jumlah fosfat di perairan akan memicu pertumbuhan dan perkembangan alga yang sangat pesat dan tentu akan sangat merugikan berbagai hewan dan tumbuhan air yang hidup di dalam perairan tersebut. KLIK DI SINI UNTUK TERUS MEMBACA Dampak Blooming Alga Bagi Ekosistem Perairan Walaupun terkesan sederhana, dampak dari adanya peristiwa blooming alga ini harus menjadi perhatian khusus.

Jumlah alga yang membludak dapat mengakibatkan risiko kematian pada berbagai macam biota laut. Kematian biota laut ini dapat terjadi karena adanya paparan toksin yang berasal dari hasil ekskresi alga.

Populasi alga yang membludak tentu akan menghasilkan toksin yang banyak pula. Jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini tentu akan membawa kematian pada berbagai jenis organisme perairan. Selain menimbulkan banyaknya toksin di perairan, ledakan alga juga dapat menyebabkan kadar oksigen terlarut di dalam air menjadi berkurang. Hal ini dikarenakan alga membutuhkan oksigen yang cukup untuk hidup. Jumlah alga yang sangat banyak tentunya akan memicu “perebutan” oksigen dengan biota di dalam air.

Hal ini juga yang akhirnya memicu kematian banyak ikan di laut. Selain kekurangan oksigen, ikan-ikan juga akan mengalami keracunan akibat hasil ekskresi dari aktivitas metabolisme yang dilakukan oleh alga.

Cara Pencegahan Blooming Alga Sampai saat ini, belum ditemukan cara efektif yang dapat menangani permasalahan blooming alga. Namun kita selaku masyarakat yang peduli terhadap lingkungan juga dapat melakukan hal-hal kecil yang dapat mencegah terjadinya blooming alga.

Salah satunya adalah dengan menggunakan berbagai jenis detergen atau sabun yang bebas mengandung fosfat. Dengan begitu jumlah fosfat di perairan akan semakin berkurang sehingga peristiwa blooming alga dapat blooming eceng gondok disebabkan. Mungkin sekian informasi yang dapat disampaikan, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi Anda yang membacanya.Peristiwa blooming algae adalah peristiwa peningkatan populasi tanaman air sehingga dapat menutupi daerah perairan.

Peristiwa ini terjadi diakibatkan oleh pencemaran air yang mengandung bahan yang dapat meningkatkan pertumbuhan jumlah tanaman air dengan cepat.

blooming eceng gondok disebabkan

Salah satu sumber pencemaran ini adalah zat sisa dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan yang ikut mengalir bersama aliran air. Zat sisa pupuk buatan tersebut blooming eceng gondok disebabkan memiliki kandungan senyawa kimia yang dapat meingkatkan pertumbuhan tanaman dengan cepat, tidak terkecuali tanaman air yang ikut terpapar zat tersebut apabila sisa pupuk tersebut mencemari perairan. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.
SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.

If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our Privacy Policy and User Agreement for details.

Blooming eceng blooming eceng gondok disebabkan di daerah perairan • 1. NAMA : PUJIATI NIM :06121010018 FKIP KIMIA ‘2012 Blooming Eceng Gondok di Daerah Perairan Eceng gondok atau enceng gondok (Latin:Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Selain dikenal dengan nama eceng gondok, di beberapa daerah di Indonesia, eceng gondok mempunyai nama lain seperti di daerah Palembang dikenal dengan nama Kelipuk, di Lampung dikenal dengan nama Ringgak, di Dayak dikenal dengan nama Ilung-ilung, di Manado dikenal dengan nama Tumpe.

Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya. Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai.

blooming eceng gondok disebabkan

Tumbuhan ini dapat beradaptasi blooming eceng gondok disebabkan perubahan yang ekstrem dari ketinggian air, arus air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama blooming eceng gondok disebabkan kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO).

Kandungan garam dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok seperti yang terjadi pada danau-danau di daerah pantai Afrika Barat, di mana eceng gondok akan bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada musim kemarau. • 2. Dampak Negatif Blooming eceng gondok dapat menyebabkan: • Meningkatnya evapotranspirasi (penguapan dan hilangnya air melalui daun- daun tanaman), karena daun-daunnya yang lebar dan serta pertumbuhannya yang cepat. • Menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air (DO: Dissolved Oxygens).

• Tumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan. • Mengganggu lalu lintas (transportasi) air, khususnya bagi masyarakat yang kehidupannya masih tergantung dari sungai seperti di pedalaman Kalimantan dan beberapa daerah lainnya. • Meningkatnya habitat bagi vektor penyakit pada manusia. • Menurunkan nilai estetika lingkungan perairan.

Penanggulangan Karena eceng gondok dianggap sebagai gulma yang mengganggu maka berbagai cara dilakukan untuk menanggulanginya. Tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mencegah dan mengatasi blooming eceng gondok antara lain: • Menggunakan herbisida • Mengangkat eceng gondok tersebut secara langsung dari lingkungan perairan • Menggunakan predator (hewan sebagai pemakan eceng gondok), salah satunya adalah dengan menggunakan ikan grass carp (Ctenopharyngodon • 3.

idella) atau ikan koan. Ikan grass carp memakan akar eceng gondok, sehingga keseimbangan gulma di permukaan air hilang, daunnya menyentuh permukaan air sehingga terjadi dekomposisi dan kemudian dimakan ikan. Cara ini pernah dilakukan di danau Kerinci dan berhasil mengatasi blooming eceng gondok di danau tersebut.

• Memanfaatkan eceng gondok tersebut, misalnya sebagai bahan pembuatan kertas, kompos, biogas, perabotan, kerajinan tangan, sebagai media pertumbuhan bagi jamur merang, dsb.

eceng gondok ll part 1ll, pakan sederhana, hasilnya luar biasa.




2022 www.videocon.com