Apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus

apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus

Filsafat ilmu merupakan ‘induk’ dari ilmu pengetahuan yang mendasari logika, bahasa, dan matematika. Filsafat ilmu merupakan mata kuliah yang wajib bagi program Magister dan Doktor. Bagi mahasiswa program sarjana, filsafat ilmu diperlukan agar memiliki wawasan mendasar mengenai ilmu pengetahuan. Buku ini disusun dengan pertimbangan menjadi bahan bacaan untuk mahasiswa program sarjana. Dengan demikian, kedalaman materi lebih sederhana dan disesuaikan dengan perkembangan wawasan mahasiswa.

Struktur penyajian disesuaiakan dengan pertemuan perkuliahan mahasiswa sehingga diperoleh bagian isi dari buku ini diantaranya (1) Sejarah Filsafat; (2) Sumber Ilmu Pengetahuan; (3) Filsafat, Ilmu, dan Pengetahuan; (4) Perkembangan Ilmu; (5) Kebenaran dan Sikap Ilmiah; (6) Sarana Ilmiah; (7) Kajian Bidang-Bidang Filsafat; (8) Ilmu, Teknologi, dan Seni; (9) Ilmu dan Strategi Insani.

Menulis adalah melukiskan suatu yang ada dalam pikiran atau membuat memori menjadi kenyataan dan sebagian mengatakan mengaksarakan pikiran dan logika dalam media. Makna sederhana tentang menulis adalah menyampaikan ide dalam suatu platform baik melalui kertas atau media digital. Tulisan adalah ibarat symbol masa lampau tentang peradaban manusia, mengejawantahkan persembahan manusia tentang pemahaman suatu zaman atau sebuah katalis dari peradaban manusia.

Berangkat pada makna di atas, maka setiap menulis adalah karya yang harus disusun atas landasan perencanaan dan penyusunan yang matang, agar memberi pencerahan yang baik pada suatu topik ulasan. Penyusunan tersebut tentunya memiliki filosofi tersendiri yang berbeda dengan yang lain. Tulisan berjudul “Filsafat Ilmu di Era Milenial” sudah sangat banyak dan tersebar luas di banyak kalangan, meskipun demikian, buku ini tetap mempunyai nilai filosofis dengan makna berbeda dengan karya sejenis sebagai torehan pemikiran yang berbeda minimal pada aspek ruang dan waktu.

Buku ini terdiri atas 9 Bab, yakni: Bab I Filsafat dalam Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi; Bab II Filsafat Konvensional dan Filsafat Modern di Abad Kemajuan IPTek; Bab III Filsafat Zaman Yunani; Bab IV Konsep Filsafat Pendidikan Kebangsaan Cokroaminoto; Bab V Manusia dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan; Bab VI Filsafat dan Holisme; Bab VII Idealisme Filsafat terhadap Metode Kualitatif dan Kuantitatif; Bab VIII Irisan Filsafat terhadap Logika dan Silogisme; Bab IX Filsafat di Era Generasi Milenial.

Pilihan materi dalam setiap Bab yang disajikan merupakan topik-topik yang dipandang sebagai bagian yang berperan dalam merunut kembali perkembangan ilmu pengetahuan dulu dan kini. Buku ini berusaha untuk menyambungkan kembali alur pengetahuan yang dianggap renggang akibat munculnya era globalisasi yang dibarengi dengan model kehidupan yang rumit dimasa lampau dan kehidupan era milenial kini .

kajian aksiologi terdiri dari dua bidang, yaitu terobjek pada kajian etika dan estetika. Etika membahas mengenai persoalan nilai moral perilaku manusia, sedangkan estetika membahas mengenai nilai keindahan yang terkandung dalam sesuatu (Suaedi, 2016).

Dalam diskursus aksiologis memandang adopsi artificial intelligence di Indonesia, aksiologi memberikan penalaran bahwa artificial inteligence pada prinsipnya tidak memiliki nilai kegunaan in se (dalam dirinya). . This research was conducted on the basis of research references from Microsoft Indonesia regarding the adoption of artificial intelligence in Indonesia which obtained research results that there were 14% of employees and leaders of technology-based companies in Indonesia who were still skeptical of the adoption of artificial intelligence.

This study aims to provide a theoretical overview from the point of view of the philosophy of communication science in responding to considerations about the good and bad 'doubt' or skepticism of 14% of employees and company leaders towards the adoption of the Artificial Intelligence platform by Microsoft companies in Indonesia.

This study uses a qualitative method using a literature study approach. The reference books in the form of books that are the primary sources in this research are books entitled Aristotle Physic Book VIII and the book Philosophy of Communication Studies: Introduction to Ontology, Epistemology, Axiology. The results show that from the point of view of the philosophy of science, the essence of AI is a tool or means as well as a machine that is created with components that resemble and play a role as if the mind is capable of creating or creating like humans.

AI is made human as a co-creator which in principle remains limited and will never be perfect 'in se' so it is appropriate that a tone of skepticism accompanies it. . The discovery of the concept of knowledge independently was enhanced through inquiry activities.

Investigation activities can be found in science learning including using discovery learning models [8]. Discovery learning is a learning model recommended by the 2013 curriculum to be applied in developing students' critical thinking skills [9], because students themselves try to find their own concepts through scientific methods, not through being given information or understanding concepts directly by the teacher. . Critical thinking skills have become the competencies of educational goals.

This article aims to examine the potential of discovery learning models that are applied in science learning to empower students’ critical thinking skills. The method used is qualitative with the main source of literature review about discovery learning models and critical thinking skills.

The results of the analysis of the discovery learning model literature with orientation, hypothesis generation, hypothesis testing, conclusion, and regulation stages. Discovery learning model has the potential to empower critical thinking skills starting from the hypothesis generation stage which aims to provide a rational argument from a real phenomenon apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus phase which is continued by the process of interpretation, analyzing, evaluating, concluding the experimental results of the hypothesis testing stage until the right conclusion is obtained from the experimental results.

ABSTRAK Perkembangan dunia industri sudah di ambang pintu masuk ke era Industri 4.0. Kondisi tersebut tidak terlepas dari perkembangan keilmuan teknik industri yang pesat.

Melalui studi literatur, tulisan ini bertujuan melihat dari sudut pandang filsafat ilmu mengenai bagaimana kemunculan Industri 4.0 apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus dengan perkembangan keilmuan teknik industri, apa tantangan yang dihadapi serta bagaimana seharusnya arah perkembangan ilmu teknik industri. Hasil studi ini menunjukkan bahwa dalam perkembangannya, ilmu teknik industri bersinergi dengan sains dan ilmu kerekayasaan yang lain sehingga membawa pengaruh bagi dunia industri hingga berevolusi sampai pada munculnya gagasan Industri 4.0.

Gagasan tersebut membawa konsep penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi dan layanan konsumen secara signifikan. Namun di samping itu, ada pula konsekuensi yang harus dihadapi terkait dampak negatif Industri 4.0 termasuk di dalamnya dampak terhadap keilmuan teknik industri.

Di sinilah muncul berbagai tantangan bagi keilmuan teknik industri. Ada banyak peran yang dapat dilakukan keilmuan teknik industri menghadapi tantangan kemunculan Industri 4.0. Peran yang utama adalah fokus mengkaji interaksi manusia dengan berbagai komponen lainnya dalam sistem terintegrasi di industri.

Selain itu, juga disarankan ada penyesuaian dan upgrade kurikulum ilmu teknik industri agar keilmuan teknik industri siap menghadapi perubahan yang terjadi dan lulusannya tetap dapat dibutuhkan di dunia industri.

Kata kunci: filsafat ilmu, industri 4.0, teknik industri 1. Pendahuluan Industri 4.0 merupakan istilah yang relatif baru dan mungkin masih belum banyak diketahui dan dipahami oleh khalayak di bidang industri. Menurut pendapat Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Kabinet Kerja) Airlangga Hartarto dikutip dari Glienmourinsie (2016), Industri 4.0 menjadikan proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama.

Semua obyek dilengkapi perangkat teknologi yang dibantu sensor dan mampu berkomunikasi sendiri dengan sistem teknologi informasi.

Roser (2015) menyampaikan pendapatnya bahwa tanda kemunculan Industri 4.0 dimulai di Hannover, Jerman, saat diadakan Hannover Messe/Fair (merupakan sebuah pertemuan skala internasional dalam bidang industri dan otomasi) di tahun 2011. Pada pertemuan tersebut, pemerintah Jerman mengumumkan kepada publik akan menggelontorkan dana sebesar 400 juta euro untuk penelitian dan pengembangan Industri 4.0. Ada yang berpendapat (yang nanti akan dijelaskan lebih detail) bahwa kemunculan Industri 4.0 ini akan membawa dampak yang besar pada bidang industri, ekonomi bahkan kondisi sosial masyarakat secara global.

Jika melihat pada penjelasan mengenai Industri 4.0 yang erat kaitannya dengan proses produksi, maka kehadirannya tidak terlepas dari pengaruh keilmuan teknik industri. Keilmuan teknik industri sejak era revolusi industri berkembang pesat sampai ke zaman modern. Lingkup kajiannya yang semula sempit menjadi semakin luas.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan apakah perkembangan ilmu teknik industri memiliki keterkaitan dengan munculnya fenomena Industri 4.0? Dan apa pengaruh fenomena Industri 4.0 terhadap keilmuan teknik industri? Dalam metode active learning setiap materi pelajaran yang baru harus dikaitkan dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang ada sebelumnya. Materi pelajaran yang baru disediakan secara aktif dengan pengetahuan yang sudah ada.

Agar murid dapat belajar secara aktif guru perlu menciptakan strategi yang tepat guna sedemikian rupa, sehingga peserta didik mempunyai motivasi yang tinggi untuk . [Show full abstract] belajar. Bahan ajar yang dipergunakan dalam model pembelajaran aktif berbasis bahan ajar harus disesuaikan sesuai dengan kebutuhan sedemikian hingga anak didik yang mempergunakan bahan ajar tersebut terpacu untuk belajar aktif.

penerapan desain pembelajaran aktif berbasis bahan ajar supaya memperhatikan struktur bahan ajar yang mendukung dan menciptakan cara untuk membuat mahasiswa aktif melalui bahan ajar yang sudah dipersiapkan tersebut. View full-text Latar Belakang: Pendidikan merupakan kegiatan universal dalam kehidupan manusia. Pendidikan di dunia ini sangatlah penting dimanapun dan kapan pun, karena adanya pendidikan dapat mengembangkan potensi yang ada pada setiap manusia, oleh karena itu di Indonesia ada program wajib belajar 9 tahun, agar setiap warga negara Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak agar potensi yang dimilikinya dapat .

[Show full abstract] dikembangkan. Salah satu budaya di antara beragam suku dan budaya Indonesia adalah suku Tanimbar yang terletak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang terdiri dari gugusan kepulauan dan memiliki ragam budaya yang bervariasi.

Budaya yang dimaksud berupa budaya duan lolat, monumen perahu, cerita rakyat, ritual adat, rumah adat, benda-benda adat, kesenian, peralatan seni, pakaian adat, kehidupan sosial. Salah satu yang dapat menjembatani antar budaya, matematika dan pembelajaran matematika adalah merupakan etnomatematika. Tujuan: Untuk mengetahui aspek-aspek matematika pada rumah adat desa lorulun.

Metode pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif karena berorientasi pada fakta atau fenomena.

Hasil: Pada rumah adat Desa Lorulun terdapat 4 (empat)fungsi yaitu sebagai tempat tinggal seorang mangafwayak (pemerintah/orang kaya), tempat musyawarah tua-tua adat, tempat menyimpan segala dokumen atau harta, sebagai tempat berdoa secara adat. Selain fungsi yang ada, ternyata terdapat juga aspek-aspek matematika berupa bangun datar dan bangun ruang diantaranya adalah segitiga, persegi, persegi panjang, balok, lingkaran, tabung (silinder), geometri elip tunggal, kerucut, elips, parabola, dan hiperbola.

Hal ini menunjukan bahwa adat istiadat Desa tetap dilestarikan dan dipegang teguh oleh seluruh warga Desa. Terdapat 4 (empat) fungsi rumah adat yaitu Kesimpulan: terdapat aspek-aspek matematika pada rumah adat desa lorulun yaitu pada bagian-bagian pada rumah adat dan benda-benda yang ada pada rumah adat yaitu Tutuk (Batu tumbuk siri dan pinang), mel-mel (batu adat), lololi (alat tumbuk siri dan pinang), kosoro (piring), sedangkan materinya adalah sebagai berikut segitiga, persegi, balok, lingkaran, tabung, geometri eliptik tunggal.

Read more Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu desain pembelajaran yang efektif untuk memfasilitasi proses pembelajaran matematika akselerasi di tingkat Sekolah Dasar. Desain pembelajaran ini dibuat berdasarkan hasil analisis kebutuhan terhadap kompetensi matematika yang seharusnya dimiliki oleh lulusan SD program akselerasi sebagai kompetensi awal untuk melanjutkan pelajaran matematika di .

[Show full abstract] jenjang berikutnya dan karakteristik awal peserta didik agar sesuai dengan desain pembelajaran yang diberikan. Prosedur penelitian diadaptasi dari model pengembangan instruksional M. Atwi Suparman yang terdiri dari beberapa langkah, yaitu: (1) mengidentifikasi kebutuhan dan menulis tujuan instruksional umum, (2) melakukan analisis instruksional, (3) mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik, (4) menulis tujuan instruksional khusus, (5) menyusun alat penilaian hasil belajar, (6) menyusun strategi instruksional, (7) mengembangkan bahan instruksional, (8) melaksanakan evaluasi formatif.

Temuan penelitian yaitu dihasilkan suatu desain pembelajaran yang komprehensif sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika peserta didik SD program akselerasi. View full-text Latar belakang dan tujuan: Program keluarga berencana (KB) saat ini telah mulai mengedepankan pentingnya peran suami sebagai akseptor vasektomi. Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu daerah dengan jumlah akseptor laki-laki yang tinggi.

Fenomena ini perlu dipahami secara lebih mendalam sebagai dasar penyusunan strategi peningkatan penerimaan kontrasepsi vasektomi secara lebih . [Show full abstract] luas di daerah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam faktor yang berperan pada penerimaan kontrasepsi vasektomi di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam pada 20 orang partisipan yaitu lima pasang suami-istri akseptor vasektomi dan lima pasang suami-istri non-akseptor vasektomi. Data dianalisa dengan menggunakan analisis tematik.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa keputusan untuk menerima vasektomi dilakukan secara cepat dan diambil secara sukarela tanpa ada tekanan atau paksaan dari petugas atau orang lain.

Faktor utama yang berkaitan dengan penerimaan vasektomi adalah tersedianya layanan cepat dan gratis yang difasilitasi oleh petugas PLKB dan kader, selain karena alasan ekonomi seperti penggunaan KB hormonal membutuhkan biaya yang mahal serta memiliki anak yang banyak.

Faktor pendorong lainnya dalam penerimaan vasektomi adalah adanya peran dari istri yang mendukung suami dan penerimaan masyarakat yang cukup apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus Peran ketersediaan layanan, tenaga kesehatan dan kader sangat besar dalam memberikan informasi, memberikan motivasi dan memfasilitasi penggunaan vasektomi.

Diperlukan peningkatan kapasitas kader, PLKB dan motivator KB agar jumlah akseptor vasektomi semakin meningkat Read more Telah dilakukan analisis kekritisan Lead-Cooled Fast Reactor (LFR) menggunakan program SRAC.

Reaktor ini menggunakan Pb-Bi sebagai pendingin. Analisis kekritisan LFR dilakukan dengan menvariasikan jenis bahan bakar yaitu uranium-plutonium nitrida (UN-PuN) dan uranium-zirkonium (U-Zr).

Parameter neutronik yang dianalisis adalah faktor multiplikasi neutron (keff). Pada penelitian ini digunakan . [Show full abstract] metode shuffling. Metode shuffling digunakan agar reaktor dapat beroperasi tanpa pengayaan dan menggunakan uranium alam sebagai bahan bakar. Teras reaktor dibagi menjadi 11 region arah radial.

Sepuluh region pertama digunakan untuk menempatkan bahan bakar dan region ke-11 sebagai reflektor. Pada awal operasi reaktor, masing-masing region diisi dengan bahan bakar uranium alam yang telah di burn up terlebih dahulu. Setelah 10 tahun pembakaran, hasil burn up pada region 1 di shuffling ke region 2, hasil burn up region ke-2 di shuffling ke region 3, begitu seterusnya sampai hasil burn up region ke-9 di shuffling ke region 10 dan hasil burn up region ke-10 dikeluarkan dari teras reaktor sehingga region 1 dapat diisi dengan bahan bakar baru dan begitu seterusnya sampai 100 tahun operasi reaktor.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bahan bakar UN-PuN lebih optimal dibandingkan bahan bakar U-Zr. Hal ini ditunjukkan oleh nilai keff yang diperoleh pada bahan bakar UN-PuN lebih tinggi dibandingkan U-Zr untuk fraksi bahan bakar yang sama.Kata kunci : keff, LFR, SRAC, UN-PuN, U-Zr, strategi shuffing. View full-text MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 9.1.

Sebarkan ini: Termodinamika berasal dari bahasa Yunani dimana Thermos yang artinya panas dan Dynamic yang artinya perubahan. Termodinamika adalah suatu ilmu yang menggambarkan usaha untuk mengubah kalor (perpindahan energi yang disebabkan perbedaan suhu) menjadi energi serta sifat-sifat pendukungnya.

Termodinamika berhubungan erat dengan fisika energi, panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hukum Hooke : Pengertian, Aplikasi, Bunyi, Dan Rumus Beserta Contohnya Secara Lengkap Termodinamika juga berhubungan dengan mekanika statik.

Cabang ilmu fisika ini mempelajari suatu pertukaran energi dalam bentuk kalor dan kerja, sistem pembatas dan lingkungan. Aplikasi dan penerapan termodinamika bisa terjadi pada tubuh manusia, peristiwa meniup kopi panas, perkakas elektronik, Refrigerator, mobil, pembangkit listrik dan industri. Prinsip Termodinamika Prinsip termodinamika sebenarnya yaitu hal alami yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, termodinamika direkayasa sedemikian rupa sehingga menjadi suatu bentuk mekanisme yang bisa membantu manusia dalam kegiatannya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hukum Archimides : Pengertian, Bunyi, Rumus Dan Contoh Soalnya Lengkap Sistem yang menyebabkan terjadinya pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda (materi) dengan lingkungannya.

Sistem terbuka ini meliputi peralatan yang melibatkan adanya suatu aliran massa kedalam atau keluar sistem seperti pada kompresor, turbin, nozel dan motor bakar.

Sistem mesin motor bakar yaitu ruang didalam silinder mesin, dimana campuran bahan bahan bakar dan udara masuk kedalam silinder, dan gas buang keluar sistem. Pada sistem terbuka ini, baik massa maupun energi bisa melintasi batas sistem yang sifatnya permeabel. Dengan demikian, pada sistem ini volume dari sistem tidak berubah sehingga disebut juga dengan control volume. Perjanjian yang kita gunakan untuk menganalisis sistem yaitu : • Untuk panas (Q) bernilai positif jika diberikan kepada sistem dan bernilai negatif bila keluar dari sistem • Untuk usaha (W) bernilai positif jika keluar dari sistem dan bernilai negatif jika diberikan (masuk) kedalam sistem.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hukum Kepler 1 2 3 : Sejarah, Bunyi, Fungsi, Rumus Dan Contoh Soal Lengkap • 2.

Sistem tertutup Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran zat dengan lingkungan. Sistem tertutup terdiri atas suatu jumlah massa yang tertentu dimana massa ini tidak bisa melintasi lapis batas sistem.

Tetapi, energi baik dalam bentuk panas (heat) maupun usaha (work) bisa melintasi lapis batas sistem tersebut. Dalam sistem tertutup, walaupun massa tidak bisa berubah selama proses berlangsung, tapi volume bisa saja berubah disebabkan adanya lapis batas yang bisa bergerak (moving boundary) pada salah satu bagian dari lapis batas sistem tersebut. Contoh sistem tertutup yaitu suatu balon udara yang dipanaskan, dimana massa udara didalam balon tetap, tetapi volumenya berubah dan energi panas masuk kedalam masa udara didalam balon.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hukum Newton 1, 2, 3 : Pengertian, Bunyi, Rumus dan Contoh Soal Sebagaimana gambar sistem tertutup dibawah ini, jika panas diberikan kepada sistem (Qin), maka akan terjadi pengembangan pada zat yang berada didalam sistem. Pengembangan ini akan mengakibatkan piston akan terdorong ke atas (terjadi Wout).

Karena sistem ini tidak mengizinkan adanya keluar masuk massa kedalam sistem (massa selalu konstan) maka sistem ini disebut dengan control mass. Suatu sistem bisa mengalami pertukaran panas atau kerja atau keduanya, biasanya dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya: • Pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas. • Pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja. Dikenal juga istilah dinding, ada dua jenis dinding yaitu dinding adiabatik dan dinding diatermik.

Dinding adiabatik yaitu dinding yang menyababkan kedua zat mencapai suhu yang sama dalam waktu yang lama (lambat). Untuk dinding adiabatik sempurna tidak memungkinkan terjadinya suatu pertukaran kalor antara dua zat. Sedangkan dinding diatermik yaitu dinding yang memungkinkan kedua zat mencapai suhu yang sama dalam waktu yang singkat (cepat).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Induksi Elektromagnetik : Pengertian, Penerapan, dan Rumus Beserta Contoh Soalnya Secara Lengkap • 3. Sistem terisolasi Sistem terisolasi ialah sistem yang menyebabkan tidak terjadinya pertukaran panas, zat atau kerja dengan lingkungannya. Contohnya : air yang disimpan dalam termos dan tabung gas yang terisolasi. Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak bisa terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada terjadi sedikit pencampuran, walaupun hanya penerimaan sedikit penarikan gravitasi.

Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang keluar dari sistem. Karakteristik yang menentukan sifat dari sistem disebut dengan property (koordinat sistem/variabel keadaan sistem), seperti tekanan (p), temperatur (T), volume (v), masa (m), viskositas, konduksi panas dan lain-lain. Selain itu ada juga koordinat sistem yang didefinisikan dari koordinat sistem yang lainnya seperti, berat jenis, volume spesifik, panas jenis dan lain-lain.

Suatu sistem bisa berada pada suatu kondisi yang tidak berubah, jika masing-masing jenis koordinat sistem tersebut bisa diukur pada semua bagiannya dan tidak berbeda nilainya. Kondisi tersebut disebut sebagai keadaan (state) tertentu dari sistem, dimana sistem memiliki nilai koordinat yang tetap. Jika koordinatnya berubah, maka keadaan sistem tersebut disebut mengalami perubahan keadaan. Suatu sistem yang tidak mengalami perubahan keadaan disebut sistem dalam keadaan seimbang (equilibrium).

Hukum Termodinamika Termodinamika mempunyai hukum-hukum pendukungnya. Hukum-hukum ini menerangkan bagaimana dan apa saja konsep yang harus diperhatikan. Seperti peristiwa perpindahan panas dan kerja pada proses termodinamika. Sejak perumusannya, hukum-hukum ini sudah menjadi hukum penting dalam dunia fisika yang berhubungan dengan termodinamika.

Penerapan hukum-hukum ini juga digunakan dalam berbagai bidang seperti bidang ilmu lingkungan, otomotif, ilmu pangan, ilmu kimaia dan lain-lain. Berikut hukum-hukum termodinamika : Hukum Termodinamika 1 (Kekekalan Energi dalam Sistem) Energi tidak bisa diciptakan maupun dimusnahkan.

Manusia hanya bisa mengubah bentuk energi dari bentuk energi satu ke energi lainnya. Dalam termodinamika, jika sesuatu diberikan kalor, maka kalor tersebut akan berguna untuk usaha luar dan mengubah energi dalam. • Bunyi Hukum Termodinamika 1 “untuk setiap proses apabila kalor Q diberikan kepada sistem dan sistem melakukan usaha W, maka akan terjadi perubahan energi dalam ΔU = Q – W”.

Dimana U menunjukkan sifat dari sebuah sistem, sedangkan W dan Q tidak. W dan Q bukan fungsi Variabel keadaan, tetapi termasuk dalam proses termodinamika yang bisa merubah keadaan. U merupakan fungsi variabel keadaan (P,V,T,n). W bertanda positif bila sistem melakukan usaha terhadap lingkungan dan negatif jika menerima usaha lingkungan. Q bertanda positif jika sistem menerima kalor dari lingkungan dan negatif jika melepas kalor pada lingkungan.

Perubahan energi dari sebuah sistem hanya tergantung pada transfer panas ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan oleh sistem dan tidak bergantung pada proses yang terjadi. Pada hukum ini tidak ada petunjuk adanya arah perubahan dan batasan-batasan lain. Rumus Hukum Termodinamika 1 Secara matematis hukum I termodinamika dapat dirumuskan sebagai berikut: Q = ∆U+W Dengan ketentuan, jika: Q(+) → sistem menerima kalor OR → sistem melepas kalor W(+) → sistem melakukan usaha W(-) → sistem dikenai usaha ∆U(+) → terjadi penambahan energi dalam ∆U(-) → terjadi penurunan energi dalam ΔU = Q − W Keterangan : ΔU = perubahan energi dalam (joule) Q = kalor (joule) W = usaha (joule) Proses-proses Isobaris → tekanan tetap Isotermis → suhu tetap → ΔU = 0 Isokhoris → volume tetap (atau isovolumis atau isometric) → W = 0 Adiabatis → tidak terjadi pertukaran kalor → Q = 0 Siklus → daur → ΔU = 0 Persamaan Keadaan Gas Hukum Gay-Lussac Tekanan tetap → V/T = Konstan → V1/T1 = V2/T2 Hukum Charles Volume tetap → P/T = Konstan → P1/T1 = P2/T2 Hukum Boyle Suhu tetap → PV = Konstan → P1V1 = P2V2 P, V, T Berubah (non adiabatis) (P1V1) / (T1) = (P2V2) / (T2) Adiabatis P1V1 γ= P2V2γ T1V1 γ − 1= T2V2γ − 1 γ = perbandingan kalor jenis gas pada tekanan tetap dan volum tetap → γ = Cp/Cv Usaha W = P(ΔV) → Isobaris W = 0 → Isokhoris W = nRT ln (V2 / V1) → Isotermis W = − 3/2 nRΔT → Adiabatis ( gas monoatomik) Keterangan : T = suhu (Kelvin, jangan Celcius) P = tekanan (Pa = N/m2) V = volume (m3) n = jumlah mol 1 liter = 10−3m3 1 atm = 105 Pa ( atau ikut soal!) Jika tidak diketahui di soal ambil nilai ln 2 = 0,693 Mesin Carnot η = ( 1 − Tr / Tt ) x 100 % η = ( W / Q1 ) x 100% W = Q1 − Q2 Keterangan : η = efisiensi mesin Carnot (%) Tr = suhu reservoir rendah (Kelvin) Tt = suhu reservoir tinggi (Kelvin) W = usaha (joule) Q1 = kalor masuk / diserap reservoir tinggi (joule) Q2 = kalor keluar / dibuang reservoir rendah (joule) Contoh Soal Suatu gas mempunyai volume awal 2,0 m3 dipanaskan dengan kondisi isobaris hingga volume akhirnya menjadi 4,5 m3.

Bila tekanan gas yaitu 2 atm, tentukan usaha luar gas tersebut ?? (1 atm = 1,01 x 105 Pa) Pembahasan Diketahui : V2 = 4,5 m3 V1 = 2,0 m3 P = 2 atm = 2,02 x 105 Pa Isobaris → Tekanan Tetap Ditanya W ?? Dijawab : W = P (ΔV) W = P(V2 − V1) W = 2,02 x 105 (4,5 − 2,0) = 5,05 x 105 joule Hukum Termodinamika 2 (Arah reaksi sistem dan batasan) Hukum kedua ini membatasi perubahan energi mana yang apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus terjadi dan yang tidak.

Pembatasan ini dinyatakan dengan berbagi cara, yaitu : “Hukum II termodinamika dalam menyatakan aliran kalorKalor mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tidak mengalir secara spontan dalam arah kebalikannya” Hukum II termodinamika dalam pernyataan tentang mesin kalor Tidak mungkin membuat suatu mesin kalor yang bekerja dalam suatu siklus yang semata-mata menyerap kalor dari sebuah reservoir dan mengubah seluruhnya menjadi usaha luar.

Hukum II termodinamika dalam pernyataan entropi (besaran termodinamika yang menyertai suatu perubahan setiap keadaan dari awal sampai akhir sistem dan menyatakan ketidakteraturan suatu sistem) Total entropi semesta tidak berubah ketika proses reversibel terjadi dan bertambah ketia proses irreversible terjadi. Hukum Termodinamika 3 Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut.

Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut (temperatur Kelvin) semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum.hukum ini jugga menyatakn bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.

SIKLUS RANKINE Siklus Rankine adalah siklus termodinamika yang mengubah panas menjadi kerja. Panas disuplai secara eksternal pada aliran tertutup, yang biasanya menggunakan air apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus fluida yang bergerak. Siklus ini menghasilkan 80% dari seluruh energi listrik yang dihasilkan di seluruh dunia. Siklus ini dinamai untuk mengenang ilmuwan Skotlandia, William John Maqcuorn Rankine.

Siklus Rankine adalah model operasi mesin uap panas yang secara umum ditemukan di pembangkit listrik. Sumber panas yang utama untuk siklus Rankine adalah batu bara, gas alam, minyak bumi, nuklir, dan panas matahari. Siklus Rankine kadang kadang dikenal sebagai suatu Daur Carnot praktis ketika suatu turbin efisien digunakan, T diagram akan mulai untuk menyerupai Daur Carnot. Perbedaan yang utama adalah bahwa suatu pompa digunakan untuk memberi tekanan cairan sebagai penganti gas.

Ini memerlukan sekitar 100 kali lebih sedikit energy dibanding yang memampatkan suatu gas di dalam suatu penekan ( seperti di Daur Carnot). Dalam siklus Rankine ideal, pompa dan turbin adalah isentropic, yang berarti pompa dan turbin tidak menghasilkan entropi dan memaksimalkan output kerja. Dalam siklus Rankine yang sebenarnya, kompresi oleh pompa dan ekspansi dalam turbin tidak isentropic.

Dengan kata lain, proses ini tidak bolak balik dan entropi meningkat selama proses. Hal ini meningkatkan tenaga yang dibutuhkan oleh pompa dan mengurangi energi yang dihasilkan oleh turbin. Secara khusus, efisiensi turbin akan dibatasi oleh terbentuknya titik titik air selama ekspansi ke turbin akibat kondensasi. Titik titik air ini menyerang turbin, menyebabkan erosi dan korosi, mengurangi usia turbin dan efisiensi turbin.

Cara termudah dalam menangani hal ini adalah dengan memanaskannya pada temperatur yang sangat tinggi. Efisiensi termodinamika bisa didapatkan dengan meningkatkan temperatur input dari siklus. Terdapat beberapa cara dalam meningkatkan efisiensi siklus Rankine. Siklus Rankine dengan pemanasan ulang.

Dalam siklus ini, dua turbin bekerja secara bergantian. Yang pertama menerima uap dari boiler pada tekanan tinggi. Setelah uap melalui turbin pertama, uap akan masuk ke boiler dan dipanaskan ulang sebelum memasuki turbin kedua, yang bertekanan lebih rendah.

Manfaat yang bisa didapatkan diantaranya mencegah uap berkondensasi selama ekspansi yang bisa mengakibatkan kerusakan turbin, dan meningkatkan efisiensi turbin.

Siklus Rankine regenerative Konsepnya hampir sama seperti konsep pemanasan ulang. Yang membedakannya adalah uap yang telah melewati turbin kedua dan kondenser akan bercampur dengan sebagian uap yang belum melewati turbin kedua.

Pencampuran terjadi dalam tekanan yang sama dan mengakibatkan pencampuran temperatur. Hal ini akan mengefisiensikan pemanasan primer. • Proses 1: Fluida dipompa dari bertekanan rendah ke tekanan tinggi dalam bentuk cair.

Proses ini membutuhkan sedikit input energi. • Proses 2: Fluida cair bertekanan tinggi masuk ke boiler di mana fluida dipanaskan hingga menjad uap pada tekanan konstan menjadi uap jenuh.

Proses 3: Uap jenuh bergerak menuju turbin, menghasilkan energi listrik. Hal ini mengurangi temperatur dan tekanan uap, dan mungkin sedikit kondensasi juga terjadi. Proses 4: Uap basah memasuki kondenser di mana uap diembunkan dalam tekanan dan temperatur tetap hingga menjadi cairan jenuh.

Contoh Soal Termodinamika Contoh 1 Berikan penjelasan mengenai proses kuasistatik Jawab: Proses kuasistatik adalah suatu proses yang pada setiap saat atau pada setiap tahap perubahan sistem secara keseluruhan selalu mencapai keadaan kesetimbangan. Hal ini berarti bahwa sistem pada setiap tahapan proses, tetap dapat dituliskan persamaan keadaannya. Dapat dinyatakan juga bahwa proses kuasistatik adalah proses yang merupakan rentetan keadaan setimbang tak terhingga banyak; setiap saat keadaan setimbang itu hanya menyimpang sedikit dari keadaan setimbang sebelumnya.

Contoh 2 Berikan penjelasan dan tuliskan komentar untuk pernyataan berikut ini: Sebuah silinder yang dilenmgkapi dengan piston berisi sejumlah gas. Di atas piston diletakkan 2 (dua) anak timbangan masing-masing dengan massa 1 kg, jika satu anak timbangan diambil maka tekanan dan volume sistem gas akan berubah.

Bagaimana pendapat anda, contoh ini merupakan proses kuasistatik atau proses nonkuasistatik? Jawab: Jelas sistem ini mengalami proses nonkuasistatik, sebab bukan merupakan rentetan keadaan setimbang tak terhingga banyak, melainkan hanya dua keadaan setimbang yaitu setimbang awal dan setimbang akhir.

Contoh 3 Bagaimana agar supaya proses yang dijalani pada contoh 2 menjadi proses kuasistatik? Jawab: Agar proses yang dijalani sistem pada ontoh 2 menjadi proses kuasistatik, maka salah satu anak timbangan itu harus diganti sejuta pemberat kecil-kecil anak timbangan dengan massa total 1 kg dan satu per satu pemberat kecil-kecil itu diambil, sehingga proses yang dijalani sistem adalah proses kuasistatik.

Contoh 4 Berikan dan tuliskan penjelasan mengenai proses reversibel. Jawab: Proses reversibel adalah merupakan proses dari suatu keadaan awal ke keadaan tertentu dan dari keadaan akhir tersebut dimungkinkan terjadinya proses balik ke keadaan awal kembali melalui jalan yang sama. Sedemikian rupa dengan mudah jika pada sistem dikenai kondisi tertentu.

Contoh 5 Tuliskan 2 (dua) persyaratan agar proses dikatakan berbalik (reversibel) Jawab: proses tersebut merupakan proses kuasistatik dalam proses tersebut tidak terjadi efek-efek disipasi Contoh 6 Berikan dan tuliskan penjelasan mengenai daur atau siklus.

Jawab: Daur atau siklus adalah proses terus menerus yang merupakan sederetan proses yang terdiri atas beberapa tahapan dari suatu keadaan setimbang ke keadaan setimbang lain kemudian apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus keadaan setimbang semula yang hasilnya adalah pengubahan kalor menjadi kerja atau usaha luar.

Contoh 7 Apakah pengubahan kalor seluruhnya menjadi usaha dapat terjadi. Jawab: Pengubahan kalor seluruhnya menjadi tenaga/usaha dalam satu tahap saja dapat terjadi; yaitu pada proses ekspansi isotermal sistem gas ideal. – pelajari lebih lanjut, apakah proses yang demikian dapat diambil manfaatnya? (bacalah kembali uraian dengan seksama dan kembangkan wawasan dan penalaran anda).

Contoh 8 Berikan penjelasan mengenai mesin kalor atau mesin pemanas, lengkapi dengan contoh Jawab: Mesin kalor/mesin pemanas adalah suatu alat atau sistem yang berfungsi untuk mengubah energi kalor atau energi panas menjadi energy usaha atau energi mekanik.

Sebagai contoh adalah motor bakar atau motor letup. (Lengkapi jawaban anda dengan membaca kembali dan memahami: -I- 4 ciri mesin kalor/mesin pemanas -I- Gambar skematis prinsip mesin kalor atau mesin pemanas). Contoh 9 Berilah penjelasan mengenai mesin pendingin, lengkapi penjelasan dengan contoh. Jawab: Mesin pendingin adalah suatu alat atau sistem yang berfungsi untuk secara netto memindahkan kalor dari reservoar dingin ke reservoar panas dengan menggunakan usaha luar.

Sebagai contoh adalah lemari es atau refrigerator. Contoh: 10 Selama proses isokhorik (v = 1 m3), gas menerima kalor 1000 kalori sehingga tekanan berubah sebesar 814 N/m2.

Hitunglah perubahan energi dalam gas selama proses tersebut Jawab: Proses isokhorik: AV = 0 sehingga AW = P. AV = 0 AQ = AU + AW ^ 1000 = AU + 0 Jadi perubahan energi dalam gas = 1000 kalori =1000 x 4.186 J = 4186J Gas diatomik pada suhu sedang 200°C dan tekanan 105 N/m 2 bervolume 4 lt. Gas mengalami proses isobarik sehingga volumenya 6 liter kemudian proses isokhorik sehingga tekanannya 1.2 x 10 5 N/m 2.

Berapakah besar perubahan energi dalam gas selama proses tersebut ? Jawab: PV = n R T—— ^ P AV + V AP = n R AT Proses A – B (AP = 0): P AV = n R AT = 105. 2.10-3 = 200 J AUBC = 5/2 n R AT = 500 J (diatomik 200°C) Proses :B – C (AV = 0): V AP = n R AT = 6.10-3.0,2. 105 = 1120 J AUBC = 5/2 n R AT = 300 J (diatomik 200°C) Jadi AU total = AUAB + AUBC = 800 J Bila suatu gas dimampatkan secara isotermik maka tentukanlah tekanan, energi dalam dan usaha yang dilakukan oleh gas!

Jawab: Gas dimampatkan berarti volume gas bertambah kecil (AV < 0) MODUL TERMODINAMIKA SMAN1 MATARAM BURHANUDIN, SPd Proses gas secara isotermik berarti AT = 0 Jadi: PV = C——————— ^ P = C/V Karena volume gas bertambah kecil maka tekanan gas akan bertambah besar.

Kenaikan tekanan gas ini disebabkan oleh makin seringnya molekul-molekul gas menumbuk dinding tempatnya (jarak tempuh molekul gas makin pendek) bukan karena kecepatannya yang bertambah. AU=3/2 n R AT Karena proses isotermik (AT= 0), maka perubahan energi dalam sama dengan nol Berarti energi dalam gas tidak berubah. AQ = AU + AW———– ^ AW = P AV Karena AU = 0 maka AQ = AW, berarti kalor yang diserap gas seluruhnya diubah menjadi usaha gas.

Karena volume gas bertambah kecil (DV < 0) maka usaha yang dilakukan gas negatif(AW < O), berarti gas menerima kerja dari luar. Sebuah mesin Carnot yang menggunakan reservoir suhu tinggi sebesar 1000°K mempunyai efisiensi sebesar 50%. Agar efesiensinya naik menjadi 60%, berapakah reservoir suhu tinggi harus dinaikkan ? Jawab: h = 1-T2/T1 —^ 0,5 = 1 T2/1000 jadi T2 = 500°K Apabila efesiensinya dijadikan 60% (dengan T2 tetap), maka h = 1 – T2/T1 —^ 0,6 =1 – 500/T2 jadi T1= 12.50 °K Itulah ulasan lengkapnya Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca.

Sekian dan Terima kasih. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Fisika Ditag #contoh soal termodinamika, #hukum termodinamika, #pengertian termodinamika, #prinsip termodinamika, #rumus termodinamika, #sistem termodinamika, aplikasi termodinamika, artikel makalah termodinamika fisika, contoh proses adiabatik, contoh soal hukum 1 termodinamika, contoh soal proses isotermal, contoh soal termodinamika universitas pdf, contoh termodinamika, hukum 1 termodinamika, hukum termodinamika 2, jurnal tentang hukum termodinamika 1 pdf, makalah termodinamika, makalah termodinamika fisika pdf, materi kuliah termodinamika pdf, materi termodinamika fisika kelas xi, materi termodinamika kelas 11 kurikulum 2013, materi termodinamika kimia, materi termodinamika pdf, materi termodinamika ppt, materi termodinamika teknik mesin, pembahasan soal termodinamika kls xi k13, pengertian hukum termodinamika, penurunan rumus adiabatik, pertanyaan tentang termodinamika, proses isokhorik, proses termodinamika, siklus termodinamika, sub materi termodinamika, termodinamika 1, termodinamika kelas 11, termodinamika kimia, termodinamika kimia pdf, termodinamika pdf, termodinamika ppt Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.

If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our Privacy Policy and User Agreement for details.

Top clipped slide • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Soal2 laju reaksi kesetimbangan • 1.

LAJU REAKSI DAN KESETIMBANGAN DISUSUN OLEH : Drs. Ahsani Taqwiim, M.Pd. • 2. A. Jika pernyataan dan alasan benar keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat. B. Jika pernyataan dan alasan benar namun keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat C.

Jika pernyataan benar dan alasan salah D. Jika pernyataan salah dan alasan benar E. Jika pernyataan salah dan alasan salah Petunjuk pengerjaan soal Pilihlah 1 jawaban yang benar Petunjuk 1 Petunjuk 3 Petunjuk 2 A.

Jika (1),(2), dan (3) benar B. Jika (1) dan (3) benar C. Jika (2) dan (4) benar D. Jika hanya (4) yang benar E. Jika semuanya benar Jawablah pertanyaan dengan benar dan jelas Petunjuk 4 • 3. UMPTN `94/49 1. Katalis mempengaruhi ketetapan kesetimbangan SEBAB Katalis mempengaruhi laju reaksi GUNAKAN PETUNJUK 2 UNTUK MENGERJAKAN SOAL DI BAWAH INI!

• 4. Jawaban :D Bahasan : Katalis tidak dapat mempengaruhi harga K Katalis mempengaruhi laju reaksi • 5. 2. UMPTN `94 Rayon B Pada suhu kamar,reaksi kimia yang mempunyai energi pengaktfan tinggi berlangsung dengan lambat. SEBAB Energi pengaktifan reaksi-reaksi kimia selalu mempunyai nilai positif. • 6. Jawaban : B Penyelesaian : •Energi aktivasi adalah energi potensial perintang dalam suatu reaksi.

Semakin tinggi energi aktivasi maka proporsi partikel-partikel pereaksi yang energinya dapat melampaui energi aktivasi semakin sedikit, sehingga reaksi menjadi semakin lambat. (pernyataan benar) •Energi aktivasi merupakan energi yang dibutuhkan agar reaksi bisa berlangsung. Oleh karena itu, energi aktivasi selalu berharga positif.

(alasan benar) •Pernyataan dan alasan tidak berhubungan. • 7. 3. UM UGM `05 Penguraian NH3 menjadi gas N2 dan gas H2 akhirnya mencapai keadaan reaksi yang setimbang. Kalau reaksi dibiarkan berjalan dalam tekanan reaktor yang tetap, maka perbandingan volume ketiga gas tersebut adalah perbandingan koefisien persamaan reaksinya.

SEBAB Koefisien reaksi menunjukkan kuantitas masing-masing senyawa yang ada dalam reaksi kesetimbangan tersebut. • 8. Jawaban : E Penyelesaian : Pada reaksi kesetimbangan, koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol atau volume gas-gas ruas kiri yang terurai dan gas-gas ruas kanan yang terbentuk.

• 9. 4. UMPTN `94 Rayon A Jika suatu reaksi kimia mencapai kesetimbangan maka komposisi campuran reaksinya tidak akan berubah selama suhu tidak berubah. SEBAB Tetapan kesetimbangan reaksi hanya bergantung pada suhu. • 10. Jawaban : D Penyelesaian : •Komposisi campuran tidak hanya dipengaruhi suhu, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain, misalnya tekanan.

•Tetapan kesetimbangan reaksi adalah fungsi suhu. • 11. 5. UMPTN `94 Rayon C Katalis mempengaruhi tetapan kesetimbangan. SEBAB Katalis mempengaruhi laju reaksi • 12. Jawaban : D Penyelesaian : Katalis tidak mempengaruhi tetapan kesetimbangan reaksi, tetapi mempengaruhi laju reaksi sehingga kondisi kesetimbangan bisa dicapai lebih cepat. • 13. 6. No. 62 SIP`84 Kecepatan reaksi akan bertambah besar bila konsentrasi zat yang bereaksi bertambah besar.

SEBAB Semakin besar konsentrasi zat yang bereaksi dengan zat lain, semakin sukar terjadinya tumbukan antar molekul. • 14. C. Menurut teori tumbukan, semakin besar konsentrasi zat yang bereaksi semakin banyak tumbukan efektif yang terjadi antara molekul pereaksi, akibatnya reaksi akan berlangsung lebih cepat. Jadi, pernyataan benar alasan salah. • 15. 7. No. 91 PP`81 Bila dicampurkan dengan air, maka etilasetat terurai dengan lambat menurut reaksi, CH3COOH2H5 + H2O → CH3COOH + C2H5OH Akan tetapi jika dalam air terdapat ion OH-reaksi akan berjalan lebih cepat sesuai persamaan, CH3COOH2H5 + OH- → CH3COOH + C2H5OH Jadi dapat dikatakan bahwa pada reaksi terakhir ini ion OH- adalah katalis.

SEBAB Katalis yang mempercepat reaksi kimia memperbesar energi pengaktivan. • 16. C. Katalis adalah zat yang dapat mempercepat/memperlambat suatu reaksi, di mana zat tersebut tidak mengalami perubahan yang kekal. Katalis yang mempercepat reaksi kimia akan menurunkan energi pengaltivan.

Pernyataan benar alasan salah. • 17. 8. Olimpiade Kimia Nasional 2002-UGM Suhu berperan dalam menentukan laju reaksi. SEBAB Laju reaksi dinyatakan sebagai fungsi suhu (T) dalam persamaan : v = -d[reaktan]/dt • 18. Jawaban : C Penyelesaian : Dalam reaksi, kenaikan suhu akan memperbesar proporsi molekul-molekul pereaksi yang mempunyai energi (energi kinetik) lebih besar daripada energi aktivasi, sehingga kenaikan suhu mempercepat reaksi.

(pernyataan benar) Laju reaksi didefinisikan sebagai besarnya perubahan fungsi konsentrasi dan waktu, bukan fungsi suhu. (alasan salah) • 19. 9. No. 79 PP`79 Suatu katalisator yang baik untuk reaksi pembentukan amoniak dari unsur-unsurnya, juga merupakan katalisator yang baik untuk reaksi yang sebaliknya, yaitu pengurangan amoniak menjadi unsur-unsurnya.

SEBAB Fungsi suatu katalisator ialah mempercepat tercapainya kesetimbangan. • 20. Suatu katalisator yang baik untuk reaksi pembentukan amoniak dari unsur-unsurnya, juga merupakan katalisator yang baik untuk reaksi yang sebaliknya, yaitu pengurangan amoniak menjadi unsur-unsurnya. SEBAB Fungsi suatu katalisator ialah mempercepat tercapainya kesetimbangan. Jadi, pernyataan dan alasan benar, terdapat hubungan. Jawab : A • 21. 10. No. 40 SKALU`77 Suatu campuran es dan air yang diaduk baik, ada dalam kesetimbangan.

Bila ke dalamnya ditambahkan sedikit es, suhu tidak berubah. SEBAB Pada kesetimbangan es ↔ air tidak dpat diterapkan asas Le Chatelier. • 22. Pada proses es air, jika ditambahkan es suhu sisrem tersebut tidak mengalami perubahan. Asas Le Chatelier tidak dapat diterapkan pada kasus ini. Sebab, es air buakan kesetimbangan kimia, tetapi termasuk kesetimbangan fasa.

Jadi, pernyataan dan alasan benar, terdapat hubungan. Jawab : A • 23. GUNAKAN PETUNJUK 3 UNTUK MENGERJAKAN SOAL DI BAWAH INI! 1. Dalam reaksi kesetimbangan : 2 SO2 (g) + O2 ↔ 2 SO3(g) Kp = 1,0 x 10-9 pada 1030 o C.

Jika mula-mula mol oksigen = mol sulfurdioksida, maka pernyataan yang benar si saat kesetimbangan pada volume tetap dan suhu 1030 o C adalah A. tekanan campuran naik B. harga Kp > Kc C. jumlah mol SO3 pada kesetimbangan adalah 2 kali jumlsh mol oksigen mula-mula D. jumlah mol SO3 pada kesetimbangan tergantung pada volume wadah reaksi • 24. Jawab : D 2 SO2 (g) + O2 2 SO3(g) m a mol a mol v s Volume tetap → tekanan tetap Kp = Kc (RT)2-(2+1) 1.10-9 =Kc (0,082.1303)-1 Kc = 10-9.

(0,082.1303)-1 = 10-9 .106,846 Jadi, Kc > Kp Sehingga, Jawaban no. (1) salah, Jawaban no. (2) salah, Jawaban no. (4) benar. • 25. 2. UMPTN `90/C43 Diantara pernyataan-pernyataan mengenai katalis di bawah ini manakah yang benar ? 1. Kecepatan reaksi terkatalis bergantung pada konsentrasi katalis 2. Bagi reaksi reversible katalis mempercepat baik reaksi maju maupun reaksi balik 3. Suatu reaksi yang pada kondisi terentu tidak spontan, akan menjadi spontan bila ditambahkan katalis 4.

Unsur-unsur transisi banyak digunakan dalam katalis heterogen • 26. Jawaban : B Bahasan : Sifat katalis : •Kecepatan reaksi terkatalis bergantung pada konsentrasi pereaksi, tidak tergantung pada katalis •Bagi reaksi reversible katalis mempercepat reaksi ke kanan dan ke kiri •Katalis tidak dapat mengubah reaksi tidak spontan menjadi spontan •Unsur transisi (Fe, Ni, Pt) sering digunakan sebagai katalis • 27.

3. UM UGM`05 Kalau reaksi kesetimbangan 2SO3 ↔ 2SO2 + O2 harga tetapan kesetimbangan reaksinya atau K adalah 10.000 maka harga K untuk reaksi kesetimbangan ditulis 1. 4SO3 ↔ 4SO2 + 2O2 harga K = 108 2. SO3 ↔ SO2 + 1/2O2 harga K = 100 3.

1/2O3 ↔ SO2 + 1/2O2 harga K = 10 4. Harga K tidak berubah • 28. Jawaban : A Penyelesaian : K = (104 )2 = 108 K = = 102 K = = 104 10000 10000 • 29. 4. UMPTN`94 Rayon A Dari reaksi N2O4(g) 2NO2(g) diketahui Kp pada 600 o C dan pada 1.000 o C berturut-turut adalah 1,8 x 104 dan 2,8 x 104.

Dapat disimpulkan bahwa 1. Tekanan parsial NO2 akan meningkat jika suhu dinaikkan. 2. ∆H > 0 3. Peningkatan tekanan total campuran gas dalam kesetimbngan akan menurunkan kadar NO2 4.

Kp = Kc • 30. Jawaban : A Penyelesaian : Jika suhu dinaikkan, Kp meningkat. Ini berarti tekanan parsial produk (NO2) semakin meningkat. Jika suhu naik, Kp juga membesar maka reaksinya bersifat endoterm (∆H > 0) Jika tekanan total diperbesar maka reaksi akan bergeser ke arah jum,lah koefisiennya lebih kecil ( ke kiri).

Akibatnya kadar NO2 menurun, sebaliknya kadar N2O4 meningkat. ∆n = 2-1 =1, sehingga Kp =Kc x R x T • 31. 5.No. 53 SIP ‘87 Dalam satu tempat tertutup, berlangsung reaksi kesetimbangan : PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g) dengan harga tetapan kesetimbangan KC pada temperatur T. Bila volume diperkecil, dengan tetap menjaga suhu tetap, maka beberapa hal berikut akan diamati. (1) Jumlah mol PCl3 berkurang (3) Jumlah mol PCl5 bertambah (2) Harga KC tak berubah (4) Jumlah mol Cl2 tak berubah ⇔ • 32.

Penyelesaian : PCl5(g) ↔ PCl3(g) + Cl2(g) Jika pada suhu tetap, reaksi kesetimbangan di atas volumenya diperkecil, maka : reaksi akan bergeser ke arah jumlah molnya kecil, yaitu ke arah PCl5, jadi PCl3 dan Cl2 berkurang, sedang PCl5 bertambah.

Pada suhu tetap, harga KC tetap. Jadi 1, 2, dan 3 jawaban yang benar. Jawaban : (A) • 33. 6. No. 65 SIP ‘85 Perhatikan reaksi kesetimbangan, Ag+ (aq) + Fe2 +(aq) ↔ Ag(s) + Fe3+ (aq) ∆H = - 65,7 kJ Tetapan kesetimbangan reaksi ini dapat diperkecil dengan cara : (1)menambahkan inhibitor (2)menambahkan perak (3)menambahkan air (4) menaikkan suhu • 34.

Penyelesaian : Ag+ (aq) + Fe2 +(aq) Ag(s) + Fe3+(aq) H = - 65,7 kJ Reaksi kesetimbangan di atas merupakan kesetimbangan heterogen yang berlangsung secara eksoterm ke arah kanan dan berlangsung endoterm ke arah kiri.

K diperkecil dengan jalan memperbesar [Ag+] dan [Fe2+]. [Ag+] dan [Fe2+] diperbesar dengan jalan menaikkan suhu. Jadi hanya 4 jawaban yang benar. Jawaban : (D) [ ] [ ] [ ]++ + = 2 3 FeAg Fe K ⇔ • 35. 7. No. 66 SIP’85 Etilena dapat dihasilkan dari etana dengan cara pemanasan dan dengan penambahan katalis sesuai dengan reaksi : C2H6(g) ↔ C2H4(g) + H2(g) ∆ H = +138 kJ. Proporsi etana yang diubah menjadi etilena pada keadaan setimbang akan berkurang jika : 1. suhu diturunkan 2. suhu dinaikkan 3.

H2 ditambahkan pada campuran reaksi 4. volum campuran reaksi diperbesar. • 36. Penyelesaian : C2H6(g) ↔ C2H4(g) + H2(g) ∆H = + 138 kJ Kesetimbangan di atas berlangsung secara endoterm, pada ruas kiri ada satu molekul dan pada ruas kanan terdapat 2 molekul.

Proporsi etana yang diubah menjadi etilena pada keadaan setimbang akan berkurang jika : suhu diturunkan ditambahkan H2 pada campuran reaksi. Volum campuran diperkecil. Jadi 1 dan 3 jawaban yang benar. Jawaban : (B) • 37. 8. No. 69 SIP ‘85 Diketahui ∆Ho f dari CO (g) = - 110,5 kJ/mol dan ∆Ho f dari CH3OH (l) = -238,6 kJ/mol dari reaksi kesetimbangan : CO(g) + 2H2(g) ↔ CH3OH (l) Dapat dikatakan bahwa : (1) ∆Ho reaksi = - 128,1 kJ/mol.

(2) jika suhu dinaikkan, kesetimbangan bergeser ke kiri. (3) tetapan kesetimbangan berkurang jika suhu dinaikkan (4) Reaksi ke kiri adalah endoterm. • 38. Penyelesaian : CO(g) + 2H2(g) CH3OH (l) ∆Ho reaksi = ∆Ho f produk - ∆Ho f pereaksi.

∆Ho reaksi = (∆ Ho f CH3OH) – (∆ Ho f CO2 + ∆ Ho f H2) ∆Ho reaksi = - 238,6 + 110,5 – 0 kJ/mol ∆Ho reaksi = - 128,1 kJ/mol CO(g) + 2H2(g) ↔ CH3OH (l) ∆H = - 128,1 kJ/mol ∆H = - artinya reaksi ke arah kanan berlangsung secara eksoterm, dan ke arah kiri berlangsung secara endoterm.

Jika suhu dinaikkan, kesetimbangan bergeser ke kiri, akibatnya tetapan kesetimbangan berkurang. Jadi 1, 2, 3, dan 4 jawaban yang benar. Jawab : (E) • 39. 9. No. 64 SIP’84 Reaksi pembentukan SO3 menurut persamaan : SO2(g) + O2 (g) ↔ SO3 (g) Adalah reaksi eksoterm.

Hasil SO3 apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus diperoleh akan bertambah bila : (1) tekanan diperbesar (2) ditambah katalis (3) ditambah gas O2 (4) suhu dinaikkan • 40. Penyelesaian : SO2(g) + O2 (g) ↔ SO3 (g) Ke arah kanan (maju ) berlangsung secara eksoterm, maka ke arah kiri (balik) berlangsung secara endoterm. Hasil SO3 yang diperoleh akan bertambah bila : •tekanan diperbesar atau volum diperkecil •ditambah gas O2 atau SO2 •suhu diturunkan Jadi 1 dan 3 jawaban yang benar.

Jawab : (B) 2 1 • 41. 10. No. 70 SIP’84 Senyawa Cr dan Mn dapat mengalami reaksi kesetimbangan sebagai berikut : 4CrO4 2 – (aq) + 2H+ (aq) ↔ 2 Cr2 O72 – (aq) + 2 OH- kuning jingga 7 MnO4 2 – (aq) + 4H+ (aq) + O2 ↔ MnO2 (s) + Hijau coklat 6MnO4 – (aq) + 4 OH- (aq) Ungu Dari reaksi-reaksi ini dapat disimpulkan sebagai berikut : pada pH kecil warna kuning kromat tetap penambahan asam pada larutan kromat, mengubah warna kuning menjadi jingga pada pH besar warna hijau manganat menjadi ungu penambahan asam pada larutan manganat mengubah warna hijau menjadi ungu.

• 42. Penyelesaian : 4CrO4 2 – (aq) + 2H+ (aq) ↔ 2 Cr2O7 2 – (aq) + 2 OH- kuning jingga 7 MnO4 2 – (aq) + 4H+ (aq) + O2 ↔ MnO2 (s) + Hijau coklat 6MnO4 – (aq) + 4 OH- (aq) ungu Ion Kromat dalam suasana basa, warnanya kuning, segera kemudian berubah menjadi dikromat yang warnanya jingga, jika ditambahkan asam. Jadi pH kecil warna ion kromat tidak tetap kuning, melainkan berubah menjadi jingga. Pada pH besar atau suasana basa ion manganat warnanya tetap hijau, penambahan asam pada ion manganat (MnO4- ) akan mengubah warna hijau menjadi ungu.

Jadi 2 dan 4 jawaban yang benar. Jawab : (C) apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus 43. 11. No. 99 SIP’80 Reaksi-reaksi kimia yang dikerjakan di industri seringkali menggunakan katalis. Apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus temperatur tetap.

1. katalis mempercepat tercapainya keadaan kesetimbangan reaksi 2. katalis mempercepat reaksi maju dan reaksi sama besar 3. katalis tidak mempengaruhi kedudukan kesetimbangan reaksi 4. katalis tidak turut bereaksi • 44. Penyelesaian : Pada temperatur tetap, fungsi katalis dalam reaksi : •katalis mempercepat apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus keadaan kesetimbangan reaksi •katalis mempercepat reaksi maju dan reaksi balik sama besar •katalis tidak mempengaruhi kedudukan kesetimbangan reaksi •katalis tidak turut bereaksi.

Jadi 1, 2, 3, dan 4 jawaban yang benar Jawab : (E) • 45. 12. No. 87 PP’79 Kesetimbangan antara H2, HI dan I2 menurut reaksi : 2HI ↔ H2 + I2 tercapai kalau : 1. = 2. = = 3. x = 4. Kecepatan reaksi ke dua arah sama [ ]2H [ ]2I [ ]2H [ ]2I [ ]2 HIK ⋅ [ ]2H [ ]2I [ ]2 HI • 46. Penyelesaian : Kesetimbangan antara H2, HI dan I2 menurut reaksi : 2HI ↔ H2 + I2 tercapai kalau : kecepatan reaksi kedua arah sama. K = K = [H2]2 = K[HI]2 [H2] = Jadi 2 dan 4 jawaban = [H2] = I2 = yang benar Jawab : (C) [ ][ ] [ ]2 22 HI IH [ ] [ ]2 2 2 HI H [ ]2 HIK ⋅ [ ]2 HIK ⋅ • 47.

13. No. 48 SKALU’77 Kesetimbangan A + B ↔ 2 AB–Q, Q = + a KKal, mempunyai ciri khas sebagai berikut: 1. jumlah molekulnya sebelum dan sesudah reaksi berbeda 2. dipengaruhi oleh perubahan tekanan 3. tidak dipengaruhi oleh perubahan suhu 4. tidak dipengaruhi oleh perubahan volume. • 48. Penyelesaian : A + B ↔ 2 AB–Q, Q = + a kkal Mempunyai cirri khas : •jumlah molekul sebelum dan sesudah reaksi sama •tidak dipengaruhi oleh perubahan tekanan •dipengaruhi oleh perubahan suhu •tidak dipengaruhi oleh perubahan volume.

Jadi hanya 4 jawaban yang benar Jawab : (D) • 49. 14. No. 49 SKALU’77 Pada reaksi kesetimbangan A + B C + D v1 = kecepatan reaksi ke kanan v2 = kecepatan reaksi ke kiri K = tetapan kesetimbangan Bila pada reaksi tersebut ditambahkan Katalis positif, maka : 1.

v1 akan bertambah besar 2. v2 akan bertambah besar 3. apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus K tetap 4. v1v2 bertambah besar dan K bertambah besar pula ⇔ 1 2 V V • 50. Penyelesaian : A + B C + D Bila ditambahkan katalis : •v1 akan bertambah besar •v2 akan bertambah besar •harga K tetap Jadi hanya 1, 2, dan 3 yang benar Jawab : (A) ⇔ 1 2 V V • 51. 15. SPMB`03 Regional III Reaksi kesetimbangan berikut yang mempunyai harga Kp =Kc adalah H2(g) + Cl2 2 HCl(l) CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g) 2 NH3(g) N2(g) + 3 H2 H2(g) + I2 2 HI(g)⇔ ⇔ ⇔ ⇔ • 52.

Jawaban : D Penyelesaian : Kp =Kc, jika jumlah koefisien gas kiri = kanan • 53. 16. UMPTN`94 Rayon B Pada 289 K, reaksi N2O4(g) 2 NO2(g) ∆H = 57,2 KJ, diketahui dapat mencapai kesetimbangan dengan Kp = 0,14. Dapat disimpulkan bahwa 1. Reaksi terebut bersifat endoterm 2. Jika 2 mol NO2 bereaksi pada 289 K hingga mencapai kesetimbangan maka akan diserap kalor sebanyak 57, 2 KJ 3.

Jika reaksi dimulai dengan N2O4 maka dalam kesetimbangan konsentrasi NO2 lebih rendah dari konsentrasi N2O4 4. Peningkatan suhu akan meningkatkan kadar N2O4 dalam campuran reaksi dalam kesetimbangan. ⇔ • 54. Jawaban : B Penyelesaian : ∆H > 0 berati reaksi bersifat endoterm Jika NO2 bereaksi berarti reaksi berlangsung ke kiri sehingga akan dilepaskan kalor (reaksi ke kiri bersifat endoterm) Pada kesetimbangan konsentrasi N2O4 > konsentrasi NO2 karena Kp < 1 Peningkatan suhu menyebabkan reaksi bergeser ke kanan (ke arah reaksi endoterm) sehingga kadar NO2 meningkat, sebaliknya kadar N2O4 berkurang.

• 55. 17. SPMB`03 Regional I Reaksi pembuatan belerang trioksida adalah reaksi eksoterm : 2 SO2(g) + O2 2 SO3 (g) Produksi belerang trioksida dapat meningkat dengan cara : 1. Menaikkan tekanan 2. Menambah katalis 3. Menurunkan suhu 4. Memperbesar volume ⇔ • 56. Jawaban : B Penyelesaian : Agar reaksi tersebut bergeser ke kanan, tekanan dinaikkan (ke jumlah mol gas terkecil) dan suhu diturunkan (ke reaksi eksoterm) • 57.

18. UM UGM`04 Reaksi : A + 2B→C memiliki laju reaksi v = k[A][B] = d [C] : dt, sehingga reaksi tersebut adalah Orde satu terhadap reaktan A Reaksi orde dua Orde satu terhadap reaktan B Reaksi rumit (bukan sederhana) • 58.

Jawaban : E Penyelesaian : A + 2B→C, v = k[A][B] = d [C] : dt, •Orde tehadap A = 1 •Orde tehadap B = 1 •Orde reaksi = 1 + 1 = 2 •Reaksi rumit (orde reaksi tidak sama dengan koefisien) • 59. 19. No. 88 PP`80 Menurut teori tumbukan tentang kinetika reaksi, 1. Setiap tumbukan antara molekul-molekul pereaksi akan menghasilkan reaksi. 2. Setiap tumbukan antara molekul-molekul pereaksi pada temperatur tinggi akan menghasilkan pereaksi.

3. Tekanan tidak mempengaruhi jumlah tumbukan yang terjadi antara molekul-molekul pereaksi. 4. Hanya tumbukan antara molekul-molekul pereaksi yang mempunyai energi cukup dan posisi yang baik pada waktu terjadinya tumbukan, akan menghasilkan reaksi. • 60. Menurut teori tumbukan tentang kinetika reaksi, Hanya tumbukan antyara molekul-molekul pereaksi yang mempunyai energi cukup dan posisi yang baik pada waktu terjadinya tumbukan akan menghasilkan reaksi.

Jadi, hanya jawaban no. 4 yang benar • 61. 20. No. 98 SKALU`78 Campuran larutan asam oksalat dan asam sulfat diberi setetes kalium permanganat. Warna kalium permanganat jelas mewarnai campuran tersbut dan setelah beberapa waktu warna tersebut baru hilang.

Kalau kemudian diberi lagi setetes kalium permanganat, ternyata kali ini warna kalium permangant lebih cepat hilang. Warna yang disebabkan tetes ketiga lebih cepat lagi hilangnya.

Hal-hal tersebut menunjukkan : 1. Kecepatan reaksi berbanding terbalik dengan konsentrasi asam oksalat. 2. Kecepatan reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi kalium permanganat. 3. Reaksi di atas merupakan reaksi eksoterm. 4. Salah satu hasil reaksi menjadi katalis untuk reaksi selanjutnya. • 62. Kasus yang terjadi pada soal tersebut menunjukkan bahwa salah satu hasil reaksi bertindak sebagai katalis untuk reaksi selanjutnya (auto katalis).

Jadi, hanya jawaban 4 yang benar. Jawab : D • 63. Pilihan ganda dan essay Laju Reaksi • 64. Pilihan GandaPilihan Ganda GUNAKAN PETUNJUK 1 UNTUK MENGERJAKAN SOAL DI BAWAH INI! • 65. Bila pada suhu tertentu, laju penguraian N2O5 menjadi NO2 dan O2 adalah sebesar 2,5 × 10-6 mol/L.s, maka laju pembentukan NO2 adalah…… A. 3 × 10-6 mol/L.s B. 2,5 × 10-6 mol/L.s C. 3,9 × 10-6 mol/L.s D. 5,0 × 10-6 mol/L.s E. 6,2 × 10-6 mol/L.s 1. • 66. Amonia dapat dibakar dengan persamaan reaksi : 4NH3 (g) + 5O2 (g) → 4 NO (g) + 6H2O (g) Jika pada waktu tertentu diketahui laju reaksi amonia sebesar 0,24 mol L-1 det-1maka laju reaksi oksigen (O2) dn laju reaksi pembentukan H2O berturut – turut adalah.

A. 0,24 dan 0,36 mol L-1 det-1 B. 0,30 dan 0,24 mol L-1 det-1 C. 0,36 dan 0,30 mol L-1 det-1 D. 0,30 dan 0,36 mol L-1 det-1 E. Tidak ada perbedaan laju reaksi 2. • 67. Laju reaksi suatu gas dinyatakan dengan v = k [A]2[B].

Bila volum diperkecil menjadi ¼ kali volum semula, maka laju reaksi jika dibanding dengan laju reaksi mula – mula adalah . A. 4kali B. 8 kali C. 16 kali D. 32 kali E. 64 kali 3. • 68. Data eksperimen untuk reaksi : 2A (g) + B (g) → 2AB (g) terdapat dalam tabel berikut : Percobaan [A] awal mol/L [B] awal mol/L Laju reaksi mol L-1 detik-1 1 2 3 4 5 0,1 0,1 0,1 0,2 0,3 0,1 0,2 0,3 0,1 0,1 6 12 18 24 54 Dari data tersebut dapat disimpulakan bahwa persamaan laju reaksinya adalah .

A. v = k [A]2 B. v =k [B] C. v = k [A][B] D. v = k [A][B]2 E. v = k [A]2[B] 4. • 69. Dari hasil percobaan diperoleh data sebagai berikut : Laju reaksi untuk BrO3 - + 5Br- +6H+ 3Br2 + 3H2O Adalah . A. v = k [BrO3 - ][H+]2 B. v = k [Br- ][H+ ]2 C. v = apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus [BrO3 - ][Br- ][H+]2 D. v = k [BrO3 - ] [Br-][H+] E. v = k [BrO3 - ] [Br-]2 [H+] [BrO3 - ] awal mol dm-3 [Br- ] awal mol dm-3 [H+ ] awal mol dm-3 Waktu reaksi detik 0,4 0,8 0,4 0,8 0,24 0,24 0,48 0,24 0,01 0,01 0,01 0,02 152 ± 6 152 ± 6 152 ± apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus 152 ± 6 5.

• 70. 6. Percobaan [A] mol/L [B] mol/L Laju reaksi mol L-1 detik-2 1 2 3 0,50 0,50 1,00 0,50 1,00 1,00 1,6 x 10-4 3,2 x 10-4 3,2 x 10-4 Data percobaan suatu reaksi 2A + B2 → 2AB tercantum diatas.

Orde keseluruhan reaksi tersebut adalah …. A. 0 B. 1 C. 2 D. 3 E. 4 • 71. Suatu reaksi tertentu yang berorde nol terhadap pereaksi A mempunyai nilai k = 0,025 M s-1. jik konsentrasi awal A adalah 0,05 M, maka konsentrasinya saat reaksi berlangsung selama 15 detik adalah . A. 0,500 M B. 0,320 M C. 0,125 M D. 0,060 M E. 0,030 M 7. • 72. No. Percobaan [X] mula -mula (mol/L) [Y] mula -mula (mol/L) Laju pertambahan [Z] (mol L-1 s-1 ) 1 2 3 0,50 0,50 1,00 0,50 1,00 1,00 1,6 x 10-4 3,2 x 10-4 3,2 x 10-4 Dalam suatu eksperimen untuk menmyelidiki laju reaksi : X + Y → Z, diperoleh data sebagai berikut : Maka grafik yang menggambarkan tingkat reaksi terhadap X adalah ….

A. I B. II C. III D. IV E. V V [X] I V [X] II V [X] IV V [X] III V [X] V 8. • 73. Diperoleh data percobaan untuk reaksi: H2 (g) + I2 (g) → 2HI (g) Sebagai berikut: Harga x adalah …. A. 0,128 B. 0,256 C. 0,64 D. 1,44 E. 2,56 [H2], M [I2], M v (M s-1 ) 0,1 0,1 0,2 0,3 0,1 0,2 0,2 0,3 0,16 0,32 0,64 x 9. • 74. [A], molar [B], molar Laju, molar/menit 0,01 0,02 0,02 0,03 0,20 0,20 0,40 0,60 0,02 0,08 0,16 0,54 Untuk reaksi A + B → C diperoleh data sebagai berikut : Harga tetapan laju reaksi, k, untuk reaksi diatas adalah ….

A. 1000 B. 500 C. 10 D. 0,02 E. 0,001 10. • 75. Pada reaksi 2H2 + 2NO → 2H2O + N2, eksperimen menyatakan bahwa persamaan laju reaksinya adalah v = k [H2] [NO]2 dengan nilai k = 1 x 10-6. jika 4 mol H2 dan 2 mol NO direaksikan dalam bejana 2 liter, laju awal reaksinya adalah .

A. 1,6 x 10-5 B. 6,4 x 10-5 C. 4,0 x 10-6 D. 3,0 x 10-6 E. 2,0 x 10-6 11. • 76. Untuk reaksi 2NO + Cl2 → 2NOCl laju reaksinya adalah v = 0,4 [NO]2 [Cl2] dalam M/menit. Jika 2 mol NO dan 2 mol Cl2 direaksikan dalam wadah 4 liter, maka aju reaksi pada saat 80% NO bereaksi adalah . A. 0,0004 M/menit B. 0,0012 M/menit C. 0,0048 M/menit D. 0,0128 M/menit E. 0,0256 M/menit 12. • 77. Dekomposisi (penguraian) etana menjadi 2 radial metil merupakan reaksi berorde 1 dengan harga konstanta laju reaksi, k, adalah 5,5 x 10-4 s-1 pada 700o C.

Waktu paro dari reaksi ini dinyatakan dalam menit adalah . A. 9,1 B. 15 C. 21 D. 30 E. 35 13. • 78. Jika pada suhu tertentu waktu paro reaksi orde pertama 2A → 2B + C adalah 3 jam, maka jumlah A yang terurai dalam waktu 9 jam adalah .

A. 12,5% B. 25,0% C. 50,0% D. 75,0% E. 87,5% 14. • 79. Data reaksi antara logam zink dengan asam klorida : Percobaan Bentuk logam Zn Konsentrasi asam klorida 1 2 3 4 5 granula lempeng serbuk granula serbuk 0,50 molar 0,50 molar 0,25 molar 0,25 molar 0,50 molar Reaksi yang berlangsung paling cepat terjadi pada percobaan ….

A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 15. • 80. 16. Diagram di atas menyatakan bahwa …. A. reaksi hanya berlangsung jika x > y B. reaksi tersebut adalah reaksi endoterm C.

x adalah perubahan entalpi D. reaksi berlangsung dengan melepaskan energi E. x + y adalh energi aktivasi pereaksi Hasil reaksi x y E • 81.

Laju pembentukan O3 (g) adalah 2,0 x 10-7 mol L-1 s-1 menurut reaksi : 3O2 (g) → 2O3 (g). Laju hilangnyaO2 (g) dalam mol L-1 s-1 adalah . A. 1,3 x 10-7 B. 2,0 x 10-7 C. 3,0 x 10-7 D. 4,0 x 10-7 E. 4,5 x 10-7 17. • 82. Laju reaksi dari suatu reaksi didefinisikan sebagai besarnya pengurangan konsentrasi pereaksi tiap satuan waktu, atau sebagai besarnya penambahan konsentrasi hasil reaksi tiap satuan waktu.

Jika pada reaksi ½ N2 + 3/2 H2, laju reaksi berdasarkan konsentrasi N2 adalah vN dan laju reaksi berdasarkan konsentrasi H2 dinyatakan sebagai vH, maka : A.

vN = vH B. vN = ½ vH C. vN = 1/3 vH D. vN = 2/3 vH E. vN = ¾ vH 18. • 83. Untuk reaksi, 4NH3 (g) + 5O2 (g) → 4NO (g) + 6H2O (g) hubungan yang benar adalah . A. d[NH3]/dt = d[NO]/dt B. -d[O2]/dt = d[NO]/dt C. -4. d[NH3]/dt = 6. d[H2O]/dt D. -1/4. d[NH3]/dt = 1/6. d[H2O]/dt E. -1/6. d[O2]/dt = 1/5.

d[H2O]/dt 19. • 84. Suatu reaksi mempunyai ungkapan laju reaksi v = k [P]2 [Q]. Bila konsentrasi masing – masing diperbesar tiga kali, laju reaksinya diperbesar . A. 3 kali B. 6 kali C. 9 kali D. 18 kali E. 27 kali 20. • 85. Tabel dibawah ini merupakan data dari reaksi P + Q → R + S [P]-awal (M) [Q]-awal (M) Laju reaksi (M/s) a 2a 3a a A b b b 2b 3b v 4v 9v v V Dari data tersebut dapat disimpulkan .

A. Laju reaksi sebanding dengan [P]-awal pangkat tiga B. Laju reaksi sebanding dengan [P]-awal pangkat satu C.

Tingkt reaksi terhadap P adalah tiga D. Tingkat reaksi total adalah empat E. Rumus laju reaksinya adalah v = k [P]2 21. • 86. Data percobaan reaksi antara asam klorida dan narium tiosulfat sebagai berikut : No Konsenrasi awal Suhu Na2S2O3 HCl 1 2 3 4 5 0,1 M 0,1 M 0,2 M 0,2 M 0,2 M 0,1 M 0,2 M 0,2 M 0,2 M 0,1 M 35o C 35o C 35o C 40o C 40o C Dari data disamping reaksi yang paling cepat adalah .

A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 22. • 87. Waktu paro dari reaksi pengubahan siklobutana menjadi etilen menurut reaksi : C4H8 (g) → 2C2H4 (g) adalah 22,7 detik pad suhu tertentu. Jika reaksi resebut berorde pertama maka waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan tekanan parsial siklobutana menjadi 10 mmHg adalah . A. 52,0 detik B. 75,4 detik C. 90,0 detik D. 227 detik E. 300 detik 23. • 88. Untuk reaksi N2O4 (g) → 2NO2 (g) diketahui data : ∆H = +54,0 kJ dan Ea = +57,2 kJ energi aktivasi (Ea) untuk reaksi 2NO2 (g) → N2O4 (g) adalah .

A. -54,0 kJ B. +3,2 kJ C. +60,2 kJ D. +111,2 kJ E. -57,2 kJ 24. • 89. Persamaan laju reaksi untuk P +2Q → R adalah v = k [P] [Q]2. jika konsentrasi P dan Q semula masing – masing 1 molar, maka pada saat konsentrasi P tinggal ¾ molar laju reaksinya adalah .

A. 9/8 k B. 3/16 k C. 1/16 k D. 3/8 k E. 1/8 k 25. • 90. Pembahasan • 91. • Reaksi yang terjadi: 2N2O5 → 4NO2 + O2 • Perbandingan laju reaksi tiap zat = perbandingan koefisien: 2 5 2 2 N O NO -6 NO -6 4 2 : 2: 4 x 2,5 x 10 mol/L.s = 5,0 x 10 mol/L.s v v v = = Jawaban : D 1. • 92. 3 2 2 NH O H O 5 4 6 4 0,24 mol/L/detik x 0,24 0,30 mol/L/detik x0,24 0,36 mol/L/detik v v v = = = = = 4NH3 + 5O2 → 4NO + 6 H2O 2. Jawaban : D • 93. 3. [ ] [ ] [ ] [ ] 2 2 1 4 Volume menjadi kali konsentrasi menjadi 4 kali A B 4 4 64v k k k = = = = Jawaban : E • 94.

4. Jawaban : E 1 → 2 1 → 4 [ ] }B naik 2 naik 2v × × ( ) ( ) m V B m 2 2 m 1 = = ⇒ = [ ] }A naik 2 naik 4v × × ( ) ( ) n V A n 4 2 n 2 = = ⇒ = Persamaan laju : v = k[A]2 [B] • 95. Orde BrO3 - : pecobaan (1) dan (2) Orde Br - : pecobaan (1) dan (3) Orde H+ : pecobaan (2) dan (4) Jadi persamaan laju reaksi : v = k [BrO3 - ][Br - ][H+ ]2 m 0,8 152 6 m2 2 m 1 0,4 73 4 ±  = → = ⇒ = ÷ ±  n 0,8 152 6 n2 2 n 1 0,4 75 3 ±  = → = ⇒ = ÷ ±  p 0,8 73 4 p 2 4 p 2 0,4 19 4 ±  = → = ⇒ = ÷ ±  5.

Jawaban : C • 96. 6. Jawaban : B • Persamaan laju reaksi : v = k[A]m [B]n • Dari percobaan 1 dan 2 : ( ) ( ) ( ) ( ) m n 40,50 0,50 1,6 10 m n 43,2 100,50 1,00 n 11 22 n 1 k k −× × × −×× ×    ÷   = = = • Dari percobaan 2 dan 3 : ( ) ( ) ( ) ( ) m n 40,50 1,00 3,2 10 m n 43,2 100,50 1,00 m 11 22 m 0 k k −× × × −×× ×    ÷   = = = Orde keseluruhan = m+n = 1 • 97.

7. Persamaan laju reaksi untuk reaksi berorde nol adalah : [ ] [ ] [ ] [ ]A sisa awal ,dimana A A A t k −∆ ∆ = ∆ = − -([A]sisa – [A]awal) = k x ∆t -([A]sisa – 0,50) = 0,025 x 15 [A]sisa = 0,50 – 0,375 = 0,125 M Jawaban : C • 98. 8. • Persamaan apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus reaksi : v = k[X]m [Y]n • Dari percobaan 1 dan 3 : ( ) ( ) ( ) ( ) m n 40,10 0,10 2,2 10 m n 419,8 100,10 0,30 n 11 93 n 2 k k −× × × −×× ×    ÷   = = ⇒ = • Dari percobaan 2 dan 3 : ( ) ( ) ( ) ( ) m n 40,20 0,30 19,8 10 m n 419,8 100,10 0,30 m 2 1 m 0 k k −× × × −×× × = = = Grafik yang menggambarkan tingkat reaksi bagi kedua pereaksi adalah : V [X]Orde nol V [Y]Orde dua Jawaban : A • 99.

apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus

9. • Persamaan umum laju reaksi : v = k[H2]m [I2]n • Dari percobaan 1 dan 2 : • Dari percobaan 2 dan 3 : Jawaban : D • Dari percobaan 1 dan 4 : 1n 5,0n)5,0( 32,0 16,0 n)2,0(m)1,0( n)1,0(m)1,0( = = = ×× ×× k k 1m 5,0m)5,0( 64,0 32,0 )2,0(m)2,0( )2,0(m)1,0( = = = ×× ×× k k 1,44x x 16,0 9 1 x 16,0 )3,0()3,0( )1,0()1,0( = = = ×× ×× k k • 100.

10. • Persamaan umum laju reaksi : v = k[A]m [B]n • Dari percobaan 1 dan 2 : • Dari percobaan 2 dan 3 : Jawaban : A 2m 4 1 m 2 1 08,0 02,0 n)20,0(m)01,0( n)20,0(m)01,0( = =      = ×× ×× k k 1n n 16,0 08,0 n)20,0()02,0( n)20,0()02,0( 2 1 2 1 2 2 = =      = ×× ×× k k • Persamaan laju reaksinya menjadi : v = k[A]2 [B] • Dengan menggunakan data percobaan 1 maka : v = k[A]2 [B] 0,02 = k x (0,01)2 (0,20) • 101. 11. Jawaban : E [ ] [ ] molar1NO molar2H liter2 mol2 liter2 mol4 2 == == v apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus k[H2][NO]2 = 1x 10-6 x 2 x apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus = 2 x 10-6 M s-1 • 102.

12. Jawaban : B •NO bereaksi Cl2 bereaksi Laju reaksi ditentukan oleh jumlah zatyang ada (sisa) bukan oleh jumlah zat yang sudah bereaksi. NO sisa = 2 – 1,6 = 0,4 mol Cl2 sisa = 2 – 0,8 = 1,2 mol mol1,6 mol2 100 80 = ×= mol8,0 mol6,1 2 1 = ×= [ ] [ ] M/menit0012,0 4,0 ClNO4,0 4 2,1 4 4,0 2 2 2 =             = ×=v • 103.

13. Jawaban : C Untuk setiap reaksi orde 1 berlaku : Jika dinyatakan dalam menit : detik1.260detik 105,5 693,0 693,0 4 2 1 = × = = − k T menit21 60 1.260 2 1 ==T • 104. 14. Jawaban : E %5,12 8 1 2 1 2 1 Sisa 3 3 9 ==      =      = Jadi yang terurai adalah 87,5 % • 105.

15. Laju reaksi dipengaruhi oleh luas permukaan dan konsentrasi pereaksi. Semakin luas permukaannya (semakin halus) maka laju makin besar. Jawaban : E • 106. 16. Jawaban : D X = energi aktivasi untuk reaksi : Pereaksi → Hasil reaksi Y = perubahan entalpi yaitu selisih antara energi hasil reaksi dengan energi pereaksi. Energi hasil reaksi lebih kecil dibandingkan pereaksi (karena melepaskan kalor) sehingga nilai Y < O. Reaksi seperti ini disebut reaksi eksoterm.

• 107. 17. Jawaban : C Reaksi : 3O2 (g) → 2O3 (g) 1-1- 1-1- sLmol100,3 sLmol100,2 2 3 3:2: 7 7 2 23 O OO ⋅⋅×= ⋅⋅××= = − − v vv • 108. 18. Jawaban : C Reaksi : 322 NHHN 2 3 2 1 →+ HN HN 3 1 2 3 2 1 :: vv vv = = • 109. 19. Jawaban : D Reaksi : 4NH3 + 4NO → 4NO + 6H2O.

Untuk reaksi diatas berlaku : [ ] [ ] [ ] [ ] dt d dt d dt d dt d v OH 6 1NO 4 1 O 5 1NH 4 1 2 23 ×+=×+= ×−=×−= • 110. 20. Jawaban : E Dari soal diketahui : v = k[P]2 [Q]. Jika pereaksi diperbesar 3 kali semula maka : v’ = k ( 3[P] )2 ( 3[Q] ) = 27 k[P]2 [Q] = 27v • 111. 21. Jawaban : E • Persamaan reaksi untuk reaksi: v = k[P]m [Q]n • Dari percobaan 1 dan 2 : • Dari percobaan 2 dan 3 : 2m m 2 1 4 1 n)20,0(m)01,0( n)20,0(m)01,0( 4 =       = ×× ×× = k k v v 0n n 2 1 1 n)b2(m)a( n)b(m)a( =       = ×× ×× = k k v v Jadi, persamaan laju reaksi : v = k[P]2.

Hal ini berarti bahwa laju reaksi sebanding dengan [P] pangkat dua • 112. 22. Jawaban : D Reaksi akan berlangsung semakin cepat bila konsentrasi pereaksi dibuat semakin besar dan suhu reaksi dibuat semakin tinggi.

• 113. 2 1 2 1 2log303,2 303,2 2log 2 1 log t k tk × = ×− =−= 23. Jawaban : D Untuk reaksi berorde pertama berlaku : Jika pada t = 0, [A] = [A]o dan saat t, [A] = [A]t, maka Persamaan diatas dapat ditulis sebagai : Jika pada saat t = t½ (t½ disebut dengan waktu paro), [A]t = ½ x [A]o maka : Jika reaksi C4H8 → 2C2H4 berorde 1 dengan t½ = 22,7 detik maka: Dengan menggunakan tekanan parsial untuk mewakili konsentrasi (tekanan parsial sebanding dengan konsentrasi) maka : [ ] [ ] [ ] [ ] dtk d k dt d A A atau;A A −= =− [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] tkInInIn tkIn dtk dt d t t t t t t ×−==− ×−= −= ∫∫ o o o A A o A A A A AA A A ]] o o [ ] [ ] 303,2A A log o tkt ×− =.

. (1) 2 1 693,0 t k = 0305,0 7,22 693,0 = =k 4,75 303,2 0305,0 100 10 log = ×− = t t • 114. 24. Jawaban : B Diagram energi untuk reaksi : Dapat dilihat pada gambar diatas. 242 2NOON ⇔ Dari diagram terlihat bahwa : Ea = E’a +∆H E N2O4 Ea = +57,2 kJ ∆H = +54,0 kJ E’a NO2 • 115.

25. Jawaban : B P + 2Q → R mula – mula : 1 1 reaksi : ¼ ½ sisa : ¾ ½ Pada saat [P] = ¾ molar dan [Q] = ½ molar, maka : v = k[P][Q]2 = k x ¾ x (½)2 = 3/16 k • 116. Essay dan pembahasanEssay dan pembahasan GUNAKAN PETUNJUK 4 UNTUK MENGERJAKAN SOAL DI BAWAH INI!

• 117. Dari reaksi 2NO (g) + Br2 (g) → 2NOBr (g) dibuat percobaan dan diperoleh data sebagai berikut: Pertanyaan: a. Tentukan orde reaksinya ! b. Tentukan harga k (tetapan laju reaksi) ! No. (NO) mol/l (Br2) mol/l Kecepatan Reaksi mol-1 detik-1 1. 0.1 0.1 12 2. 0.1 0.2 24 3. 0.1 0.3 36 4. 0.2 0.1 48 5. 0.3 0.1 108 1. • 118. a. V = k (NO)x (Br2)y : jadi kita harus mencari nilai x dan y. Untuk menentukan nilai x maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap Br2 tidak berubah, yaitu data (1) dan (4).

Dari data ini terlihat konsentrasi NO naik 2 kali sedangkan kecepatan reaksinya naik 4 kali maka : 2x = 4 x = 2 (reaksi orde 2 terhadap NO) Untuk menentukan nilai y maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap NO tidak berubah yaitu data (1) dan (2). Dari data ini terlihat konsentrasi Br2 naik 2 kali, sedangkan kecepatan reaksinya naik 2 kali, maka : 2y = 2 y = 1 (reaksi orde 1 terhadap Br2) Jadi rumus kecepatan reaksinya : V = k (NO)2 (Br) (reaksi orde 3) b.

Untuk menentukan nilai k cukup kita ambil salah satu data percobaan saja misalnya data (1), maka: V = k (NO)2 (Br2) 12 = k (0.1)2 (0.1) k = 12 x 103 mol-212 det-1 • 119. Hasil percobaan laju reaksi 2NO (g) + 2H2 (g) → N2 (g) + 2H20 (g) tentukan orde reaksi 2NO2 (g)2H2 (g)dan tetapan laju reaksinya serta harga ? orde reaksi terhadap NO adalah : No. Laju reaksi (mol/L.s) Laju reaksi (mol/L.s)[NO] [H2] 1.

4 x 10-3 1,5 x 10-3 32 x 10-7 2. 4 x 10-3 3 x 10-3 64 x 10-7 3. 4 x 10-3 6 x 10-3 120 x 10-7 4. 2 x 10-3 6 x 10-3 30 x 10-7 5. 10-3 6 x 10-3 ? 2. • 120. cari konsentrasi NO yang berubah tapi konsentrasi H2 yang tetap [NO] laju reaksi 4 x 10-3 120 x 10-7 2 x 10-3 30 x 10-7 perubahan konsentrasi NO adalah ½ kali dan perubahan laju reaksi adalah ¼ kali jadi orde reaksi NO adalah (½)n=(¼) maka n = 2 sehingga orde reaksi terhadap NO adalah 2 konsentrasi NO dibuat tetap tapi konsentrasi H2 dibuat berubah [NO] [H2] laju reaksi 4 x 10-3 1,5 x 10-3 32 x 10-7 4 x 10-3 3 x 10-3 64 x 10-7 perubahan H2 adalah 2 x sedang laju reaksi 2 x juga, orde reaksi H2 adalah (2)m = (2) maka m = 1 jadi orde reaksi H2 adalah 1 tetapan laju reaksi (k) adalah : v = k [NO]n [H2]m dimana n = 2 dan m = 1, maka 64 x 10-7 = k [4 x 10-3 ]2 [3 x 10-3 ] 64 x 10-7 = k 48 x 10-9 sehingga k = 133 harga x adalah….

v = k [NO]n [H2 ]m x = 133 [10-3 ]2 [6 x 10-3 ] x = 133 [6 x 10-9] x = 798 x 10-9 -7 • 121. Data berikut dikumpulkan dari reaksi 2 NO (g) + Br2 (g) → 2 NOBr (g) pada suhu 55ºC Orde reaksi terhadap Br2 berdasarkan data diatas adalah… Percobaan Konsentrasi awal (mol L-1 ) Laju awal pembentukan NOBr (mol L-1 detik-1 ) NO Br2 1 0. 10 0. 10 0. 0010 2 0.

20 0. 10 0. 0020 3 0. 30 0. 10 0. 0030 4 0. 10 0. 20 0. 0010 5 0. 10 0. 30 0. 0010 3. • 122. V = k (NO)m (Br2 )n p1 / p2 → 0. 001 / 0. 002 = k (0.1)m (0.1)n / k (0.2)m (0.1)n → m = 1 p1 / p4 → 0. 001 / 0.001 = k (0.1)p (0.1)n / k (0.1)p (0.2)n → n = 0 V = k (NO)2 (Br)0 Jadi, orde reaksi Br = 0 apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus 123.

Dekomposisi ozon oleh atom klorin dapat digambarkan oleh persamaan laju reaksi = k [Cl] [O3]. Reaksi Cl (g) + O3 (g) → ClO (g) + O2 (g)dengan tetapan laju reaksi k = 7.2 x 109 M-1 detik-1 pada 298 K.

Jika konsentrasi atom – atom klorin menjadi 2 kali semula, maka laju kerusakan ozon …. V = [Cl]1 [O3]1 Jika konsentrasi Cl menjadi 2 kali maka V1 = k [2Cl]1 [O3] V1 = 2 k [Cl]1 [O3]1 = 2V Jadi laju kerusakan ozon menjadi 2 kali lebih cepat. 4. • 124. Amoniak dapat dibakar dengan persamaan reaksi : 4NH3 (g) + 5O2 (g) → 4NO (g) + 6H2O (g).

Jika pada waktu tertentu diketahui laju reaksi amoniak sebesar 0. 24 mol/L/detik, maka laju reaksi oksigen (O2) dan laju reaksi pembentukan H2O berturut – turut adalah …. 4Nh3 + 5O2 → 4NO + 6H2O VNh3 = 0. 24 Apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus (untuk 4 koefisien) VO2 (untuk 1 koefisien) = 5/4 x 0. 24 = 0. 30 M/det VH2O (untuk 1 koefisien) = 6/4 x 0. 24 = 0. 36 M/det 5. • 125. Sebanyak 16.4 gram Ca(NO3)2 dilarutkan dalam air hingga volumenya menjadi 250 mL.

Jika diketahui Ar Ca = 40, N = 14, dan O = 16, konsentrasi larutan tersebut adalah…. Mr Ca(NO3)2 = Ar Ca + 2Ar N + 6Ar O = 40 + 2(14) + 6(16) = 164 M = g/Mr x 1000/v = 16. 4 g/164 g mol-1 x 1000/250mL = 0. 4 M 6. • 126. Perhatikan reaksi sinstesis amoniak berikut: N2 + 3H2 → 2NH3 Jika laju reaksi terhadap N2 adalah (-rN2), berapakah laju reaksi terhadap H2 dan NH3 dinyatakan dalam (-rN2)?

r = (rN2)/-1 = (rH3)/-3 = (rNH3)/2 maka (rH2) = 3 x (-rN2) (rNH3) = -2 x (-rN2) 7. • 127. Massa jenis H2SO4 pekat 49% adalah 1.3 g mL-1. Mr H2SO4 = 98. Untuk memperoleh 260 mL H2SO4 0.05 M diperlukan H2SO4 pekat sebanyak …. M = 10 x P x ρ = 10 x 49 x 1.3 g mL-1 = 6.5 M ¯¯¯Mr¯¯¯ ¯¯¯¯¯¯98 g mol-1 ¯¯¯¯ M1x V1= M2 x V2 6.5 x V1 = 0.05 x 260 V1 = (0.005 x 260) M mL = 2 mL ¯¯¯¯¯6.5 M¯¯¯¯¯¯ 8.

• 128. Untuk mengubah 10 mL larutan H2SO4 8 M menjadi larutan H2SO4 5 M diperlukan air sebanyak …. V1x M1= V2x M2 10 x 8 = V2 x 5 V2 = 80 M mL = 16 mL ¯¯5 M¯¯ Volume air air yang ditambahkan : = V2 – V1 = 16 mL – 10 mL = 6 mL 9. • 129. Di sebuah meja praktikum di laboratorium kimia terdapat botol pereaksi dengan label yang bertuliskan NaOH 4% (m/v), volume 100 mL, dan massa jenis, ρ = 1.1 g mL-1. Tentukan kemolaran NaOH tersebut jika diketahui Mr NaOH = 40 Cara I Massa larutan NaOH = ρ x V = 1.1 g mL-1 x 100 mL = 110 g Massa NaOH terlarut = 4 x 110 = 4.4 g ¯100¯ M = g/Mr x 1000/V = 4.4/40 x 1000/100 = 1.1 M Cara II M = 10 x P x ρ = 10 x 4 x 1.1 = 1.1 M ¯¯¯Mr¯¯¯ ¯¯¯40 ¯¯¯ Jadi, kemolaran NaOH adalah 1.1 M 10.

• 130. Jika Anda mencampurkan 150 mL larutan NaCl 0.2 M dan 250 mL larutan NaCl 0.6 M, berapakah kemolaran NaCl setelah dicampurkan? Mcampuran = (V1 x M1) + (V2 x M2) ¯¯¯¯¯V1 + V2¯¯¯¯¯¯¯ = (150 mL x 0.2 M) + (250 mL apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus 0.6 M) ¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯ 150 + 250¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯ = (30 + 150) M mL = 180 M mL = 0.45 M ¯¯¯¯¯400¯¯¯¯¯ ¯¯¯400¯¯¯ Jadi, kemolaran larutan NaCl setelah dicampurkan adalah 0.45 M 11.

• 131. Dalam suatu praktikum kimia, seorang praktikan memasukkan 8 gram zat A (Ar A = 65) ke dalam tabung reaksi yang berisi 200 mL larutan HCl 2 M. Setelah reaksi berlangsung selama 2 menit, zat A masih tersisa sebanyak 1.5 gram. Berapakah laju pengurangan zat A? Massa A yang beraksi = 8 – 1.5 = 6.5 gram nA = g/Ar = 6.5/65 = 0.1 mol [A] yang bereaksi = n/V = 0.1 mol/0.2 L = 0.5 M Δt = 2 menit = 120 sekon νA = Δ[A] = 0.5 M = 4.2 x 10-3 Ms-1 ¯Δt¯ ¯120 s¯ Jadi, laju pengurangan zat A = 4.2 x 10-3 Ms-1 12.

• 132. Dari reaksi 2N2O5 → 4NO2 + O2 diperoleh data pembentukan senyawa NO2. Tentukan laju pembentukan NO2 Perhatikan data no. 2 dan 3 Δ[NO2] = [NO2](3) + [NO2](2) = 0.040 M – 0.020 M = 0.02 M Δt = t3 – t2 = (2-1)jam = 3600 s νNO2 = Δ[NO2] = 0.02 M = 5.5 x 10-6 Ms-1 ¯¯Δt¯¯ ¯3600¯ Jadi, laju pembentukan NO2 = 5.5 x 10-6 Ms-1 No.

[NO2] [M] Waktu (jam) 1 0. 000 0 2 0. 020 1 3 0. 040 2 4 0. 080 4 13. • 133. Dari persamaan reaksi 2A + B → hasil, diperoleh data sebagai berikut. 1. Jika konsentrasi awal A ditingkatkan dua kali dan konsentrasi B tetap, laju reaksi meningkat empat kali. 2. Jika konsentrasi awal A dan B masing-masing ditingkatkan dua kali, laju reaksi meningkat enam belas kali. a. Tentukan orde tiap-tiap zat dan orde reaksi total b.

Tentukan persamaan laju reaksinya. Persamaan laju reaksi dimisalkan v = k [A]x [B]y Dari data 1 diperoleh : Dari data 2 diperoleh : v = k [A]x [B]y v = k [A]x [B]y 4 = (2)x (1)y 16 = (4) (2)y 4 = (2)xx = 2 4 = (2)yy = 2 a. Jadi, orde reaksi A = 2 dan B = 2, jadi orde reaksi total = 4 b. Persamaan laju reaksi : v = k [A]2 [B]2 14. • 134. Pilihan ganda dan essay Kesetimbangan • 135.

Pilihan GandaPilihan Ganda GUNAKAN PETUNJUK 1 UNTUK MENGERJAKAN SOAL DI BAWAH INI! • 136. 1. Reaksi : 2 NO (g) + O2 (g) ↔ 2 NO2 (g) memiliki Kc = ¼ pada suhu tertentu.

Jumlah mol O2 yang dicampurkan dengan 4 mol NO dalam 1 liter untuk menghasilkan 2 mol NO2 dalam kesetimbangan adalah. A. 1 mol B. 2 mol C. 3 mol D. 4 mol E. 5 mol • 137. 2. Bila harga K untuk reaksi kesetimbangan 2SO2 (g) + O2 (g) ↔ 2SO3 (g) adalah 25, maka pada kondisi yang sama harga K untuk reaksi SO3 (g) ↔ ½O2 (g) + SO2 (g) adalah. A. 1/3 B.

1/5 C. 1/7 D. 1/9 E. 1/25 • 138. 3. Diketahui dua buah reaksi kesetimbangan sebagai berikut : 2X2 (g) + Y2 (g) ↔ 2X2Y (g) X2Y (g) ↔ X2 (g) + ½Y2 (g) Jika nilai Kc untuk reaksi I adalah 2, dalam kondisi yang sama nilai Kc untuk reaksi II adalah. A. 1/√2 B. √2 C. ¼ D. -1 E. -2 • 139. 4. Pada pemanasan 1 mol gas SO3 dalam ruang yang volumnya 5 liter diperoleh gas O2 sebanyak 0,25 mol. Pada keadaan tersebut tetapan kesetimbangan Kc adalah. .

apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus

. . A. 0,01 B. 0,05 C. 0,25 D. 10,00 E. 20,00 • 140. 5. Perhatikan reaksi : 2N2O (g) + N2H4 (g) ↔ 3N2 (g) + 2H2O (g) Jika 0,10 mol N2H4 dicampurkan dalam volum 10 liter dan dibiarkan mencapai kesetimbangan, ternyata bahwa x mol N2O telah bereaksi. Jadi, konsentrasi N2 dalam apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus adalah.

A. 0,10x mol/L B. 0,15x mol/L C. 0,67x mol/L D. x mol/L E. 10x mol/L • 141. 6. Diketahui suatu reaksi kesetimbangan : 2A + B ↔ A2B Pada kondisi awal di dalam bejana satu liter terdapat 2 mol A dan 2 mol B. Jika dalam kesetimbangan terdapat 0,5 mol A, maka tetapan kesetimbangannya adalah.

A. 4,0 B. 2,4 C. 2,0 D. 1,2 E. 0,6 • 142. 7. Tetapan kesetimbangan untuk reaksi : PCL5 (g) ↔ PCL3 (g) + Cl2 (g) pada suhu 760 K adalah 0,05. Jika konsentrasi awal PCL5 0,1 mol/L, maka pada keadaan setimbang PCL5 yang terurai adalah.

A. 12,5% B. 20,0% C. 25,0% D. 33,3% E. 50,0% • 143. 8. Kalau reaksi penguraian HF menjadi gas H2 dan F2 dalam ruang yang telah mencapai kesetimbangan, dan kalau kuantitas mol gas HF semula adalah 1mol maka setelah mencapai kesetimbangan tekanan ruang akan menjadi. A. 2x tekanan semula B. 4x tekanan semula C. 1/2 x tekanan semula D. tetap seperti tekanan semula E.

3x tekanan semula • 144. 9. PCL5 dapat terdekomposisi menjadi PCL3 dan Cl2 membentuk reaksi kesetimbangan : PCL5 (g) ↔ PCL3 (g) + Cl2 (g) Jika pada suhu 250ºC harga Kp untuk reaksi tersebut adalah 2 dan PCL5 terdisosiasi sebanyak 10%, maka tekanan total sistem adalah. A. 180 atm B. 150 atm C. 100 atm D. 50 atm E. 20 atm • 145. 10. Dalam suatu wadah gas N2O4 terdisosiasi 50% menjadi gas NO2 sehingga campuran gas menimbulkan tekanan total 6 atm.

Harga Kp adalah. A. 1 B. 2 C. 8 D. 16 E. 30 • 146. 11. Pada suhu 30ºC gas N2 bereaksi dengan gas H2 membentuk NH3. Pada keadaan setimbang, tekanan parsial gas H2 = ¼ atm. Jika Kp pada 30ºC = 48, maka tekanan parsial gas N2 (dalam atm) adalah. A. ¼ B. 1/12 C. 1/16 D. 1/48 E. 1/64 • 147. 12. Tetapan kesetimbangan bagi reaksi : X2 (g) + Y2 (g) ↔ 2XY (g) adalah Kc = 16, pada suhu tertentu.

Jika X2, Y2, dan XY masing – masing sebanyak 1 mol dicampurkan dalam ruangan tertutup pada suhu ini, maka jumlah mol XY dalam kesetimbangan adalah. A. ½ B. 1 ½ C.

2 D. 3 E. 4 • 148. 13. Dalam wadah 1 liter dimasukkan 4 mol zat A dan 5 mol zat B menurut reaksi : A (g) + 2B (g) ↔ C (g). Jika pada keadaan setimbang terdapat 2 mol zat C dan tekanan total 10 atm, maka.

A. Kp = Kc B. Kp = 2 Kc C. Kp = 4 Kc D. Kp = ½ Kc E. Kp = ¼ Kc • 149. 14. CO (g) + H2O (g) ↔ CO2 (g) + H2 (g) Bila 1 mol CO dan 1 mol H2O direaksikan sampai terjadi kesetimbangan dan pada saat tersebut masih tersisa 0,2 mol CO, maka harga tetapan kesetimbangan Kc adalah. A. 4 B. 9 C. 16 D. 20 E. 25 • 150. 15. Jika 10 ml larutan AgNO3 0,1 M dicampurkan dengan 10 ml larutan FeCl2 0,1 M akan terjadi reaksi Ag* (aq) + Fe ²* (aq) ↔ Ag (s) + Fe ³* (aq) Ditemukan bahwa dalam keadaan kesetimbangan konsentrasi ion Ag* (aq) adalah 0,02 M.

Maka apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus ion Fe³* (aq) dalam kesetimbangan itu sama dengan. A. 0,02 M B. 0,03 M C. 0,04 M D. 0,06 M E. 0,08 M • 151. 16. Jika COCl2 0,5 M dipanaskan pada suhu 450°C, zat itu akan terurai menurut reaksi COCl2 (g) ↔ CO (g) + Cl2 (g) dan pada kesetimbangan tinggal 0,1 M.

Berapakah konsentrasi CO yang terjadi apabila COCl2 0,225 M dipanaskan pada suhu yang sama ? A. 0,015 M B. 0,025 M C. 0,15 M D. 0,18 M E. 0,20 M • 152. 17. Untuk reaksi 2A (g) + 2B (g) ↔ 3C (g) pada suhu tertentu, K = 2,5 x 10ˉ².

apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus

Pada kondisi manakah, reaksi tersebut berlangsung ke kanan pada suhu yang sama. [A], M [B], M [C], M A. B. C. D. E. 0,10 1,0 1,0 1,0 0,20 0,10 1,0 0,10 1,0 0,20 0,10 1,0 0,10 0,10 0,20 • 153.

18. Pernyataan Kc pada 250°C yang benar untuk reaksi 2NH3 (g) ↔ N2 (g) + 3H2 (g) adalah. A. Kc = Kp (RT)² B. Kc = Kp (RT) C. Kc = Kp x (R x T)² D. Kc = Kp x R x T E. Kc = Kp x √(R x T) • 154. 19. Suatu reaksi memiliki tetapan laju reaksi ke kanan (reaksi maju) sebesar 2,3 x 1000000 s ‫־‬¹ dan tetapan kesetimbangan apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus x 100000000.

Tetapan laju reaksi ke kiri (reaksi balik) dari reaksi tersebut adalah. A. 1,1 x 10 (-15) s ‫־‬¹ B. 1,7 x 10² s ‫־‬¹ C. 5,8 x 10 ‫־‬³ s ‫־‬¹ D. 9,2 x 10 (-14) s ‫־‬¹ E. 2,9 x 10 (15) s ‫־‬¹ • 155. 20. SO3 (Mr = 80) sebanyak 160 gr dipanaskan dalam wadah bervolum 1 L dan terjadi reaksi 2SO3 (g) ↔ 2SO2 (g) + O2 (g) Pada saat perbandingan mol SO3 : O2 = 2 : 3 maka derajat disosiasi SO3 adalah. A. ¼ B. 1/3 C. ½ D. 2/3 E.

¾ • 156. 21. Perhatikan reaksi : CO (g) + H2O (g) ↔ CO2 (g) + H2 (g) Bila mula – mula [CO] = 0,1 mol / L dan [H2O] = 0,1 mol / L serta Kc = 9,0 maka Co yang bereaksi adalah. A. 0,0075 mol/L B. 0,0175 mol/L C. 0,0275 mol/L D. 0,0350 mol/L E. 0,0750 mol/L • 157. 22. Reaksi CO2 (g) + NO (g) ↔ NO2 (g) + CO (g) dilakukan dalam wadah 5 liter.

Pada keadaan awal terdapat 4,5 mol CO2 dan 4 mol NO, setelah kesetimbangan NO yang masih tersisa adalah 0,5 mol. Tetapan kesetimbangan reaksi tersebut adalah. A. 11,25 B. 24,5 C. 35,5 D. 49,0 E. 60,0 • 158. 23. Tetapan kesetimbangan reaksi : 2BaO2 (s) ↔ 2BaO (s) + O2 (g) diberikan oleh. A. K = [BaO2]² [BaO]² B. K = [BaO2]² [BaO]²[O2] C. K = [BaO]² [BaO2]² D. K = [BaO]²[O2] [BaO2]² E. K = [O2] • 159.

24. Jika satu mol AB dalam 1 liter air terurai sebanyak 40% menurut AB ↔ A + B, maka tetapan kesetimbangan reaksi tersebut adalah. A. 0,27 B. 0,09 C. 0,07 D. 0,0009 E. 0,00027 • 160. 25. Ke dalam volume 1dm³ dimasukkan 4 mol gas NO dan 5 mol gas O2.

Reaksi yang terjadi 2NO (g) + O2 (g) ↔ 2NO2 (g). Jika dalam kesetimbangan terdapat 2 mol gas NO2, maka tetapan kesetimbangan reaksi tersebut adalah. A. ½ B. ¼ C. 1/10 D. 1/12 E. 1/20 • 161. Pembahasan • 162.

1. Jawaban : E 2 NO + O2 ↔ 2 NO2 awal : 4 x reaksi : 2 1 setimbang : 2 x-1 ¼ = 2² → x-1 = 4 2² (x-1) x = 5 • 163. 2. Jawaban : B 2SO2 (g) + O2 (g) ↔ 2SO3 (g) K = 25 jika dibalik maka : 2SO3 ↔ 2SO (g) + O2 (g) K = 1/25 jika reaksi dikali ½ maka : SO3 (g) ↔ SO2 (g) + ½ O2 (g) K = √(1/25) K = 1/5 • 164.

3. Jawaban : A Reaksi dibalik dan dibagi dua. K = √1/2 = 1 √2 • 165. 4. Jawaban : B 2SO3 ↔ 2SO2 + O2 awal : 1 - - reaksi : 0,5 0,5 0,25 setimbang : 0,5 0,5 0,25 pada kesetimbangan : [SO3] = 0,50 mol/5 L = 0,10 [SO2] = 0,50 mol/5 L = 0,10 [O2] = 0,25 mol/5 L = 0,05 Kc = [SO2]²[O2] = (0,1)² x (0,05) [SO3]² (0,1)² = 0,05 • 166. 5. Jawaban : B 2N2O (g) + N2H4 (g) ↔ 3N2 (g) + 2H2O (g) awal : 0,10 0,10 - - reaksi : x 0,5 x 1,5 x x setimbang : 0,10 – x 0,10 – 0,5 x 1,5 x x pada kesetimbangan : [N2] = 1,5x mol = 0,15x mol/L 10 L • 167.

6. Jawaban : B 2A + B ↔ A2B awal : 2 2 reaksi : 1,5 0,75 0,75 setimbang : 0,5 1,25 0,75 Kc = [A2B] = 0,75 = 2,4 [A]²[B] (0,5)² x 1,25 • 168. 7. Jawaban : E PCl5 (g) ↔ PCl3 (g) + Cl2 (g) awal : 0,1 reaksi : x x x setimbang : 0,1 – x x x Kc = [PCl3][Cl2] [PCl5] 0,05 = X x X ↔ x² + 0,05x – 0,005 = 0 0,1 – x (x + 0,1)(x – 0,05) = 0 x = 0,05 mol/L PCl5 yang terurai = 0,05 x 100 % = 50 % 0,1 • 169. 8. Jawaban : D 2HF ↔ H2 + F2 awal : 1 reaksi : x setimbang : a – x 0,5x 0,5x Jumlah mol pada kesetimbangan = 1 – x + 0,5x + 0,5x = 1 (sama dengan mol mula – mula).

Tekanan pun sama (tetap). • 170. 9. Jawaban : - PCl5 (g) ↔ PCl3 (g) + Cl2 (g) awal : x - reaksi : 0,1 x 0,1 x setimbang : 0,1 x 0,1 x Kp = [P PCl3][P Cl2] P PCl5 2 = (0,1x)(0,1x) 0,9x x = 180 tekanan total = 0,9x + 0,1x + 0,1x = 1,1x = 1,1 x 180 = 198 atm • 171.

10. Jawaban : C Jika mol N2O4 awal = a maka N2O4 yang bereaksi = 0,5 x a N2O4 ↔ 2NO2 awal : a - reaksi : 0,5a a setimbang : 0,5a a P N2O4 = 0,5a x 6 atm = 2 atm 1,5a P NO2 = a x 6 atm = 4 atm 1,5a Kp = P ² NO2 = 4² = 8 P N2O4 2 • 172.

11. Jawaban : B Kp = (P NH3) → 48 = (1/4)² (P N2)(P H2)³ (P N2)(1/4)³ P N2 = 1/12 • 173. 12. Jawaban : C [XY]² = 1² = 1 < Kc [X2][Y2] 1 x 1 berarti reaksi berlangsung ke kanan X2 + Y2 ↔ 2XY awal : 1 1 1 reaksi : x x 2x setimbang : 1 – x 1 – x 1 + 2x Kc = [XY]² [X2][Y2] 16 = (1 + 2x)² → 4 = 1 + 2x (1 – x)² 1 – x 4 – 4x = 1 + 2x x = ½ • 174.

13. Jawaban : E A + 2B ↔ C awal : 4 5 - reaksi : 2 4 2 setimbang : 2 1 2 n total = 2 + 1 + 2 = 5 P = 10 Kp = Kc (R x T)∆n ; dimana ∆n = 1 – (1 + 2) = -2 RT = P x V n total sehingga : Kp = Kc x (10 x 1) ‫־‬² 5 = ¼ Kc • 175. 14. Jawaban : C CO + H2O ↔ CO2 + H2 awal : 1 1 - - reaksi : 0,8 0,8 0,8 0,8 setimbang : 0,2 0,2 0,8 0,8 Kc = (0,8)(0,8) = 16 (0,2)(0,2) • 176. 15. Jawaban : B Ag* (aq) + Fe²* (aq) ↔ Ag(s) + Fe³* (aq) 10 x 0,1 = 10 x 0,1 = - - awal : 1 mmol 1 mmol reaksi : 0,6 mmol 0,6 mmol 0,6 mmol 0,6 mmol 0,02 x 20 setimbang : 0,4 mmol 0,4 mmol 0,6 mmol 0,6 mmol Fe³* (aq) = 0,6 mmol dalam 20 ml larutan = 0,06 M = 0,03 20 • 177.

16. Jawaban : E COCl2 ↔ CO + Cl2 awal : 0,5 - - reaksi : 0,4 0,4 0,4 setimbang : 0,1 0,4 0,4 Kc = (0,4)(0,4) = 1,6 (0,1) COCl2 ↔ CO + Cl2 0,225 - - x x x 0,225 – x x x Kc = (x)(x) = 1,6 (0,225 – x) x² + 1,6x – 0,36 = 0 (x + 1,8)(x – 0,2) = 0 x = - 1,8 (tidak memenuhi) x = 0,2 • 178. 17. Jawaban : D 2A + 2B ↔ 3C K = [C]³ = 2,5 x 10 ‫־‬² [A]²[B]² reaksi berlangsung ke kanan pada kondisi : [C]³ < 2,5 x 10 ‫־‬² yaitu pada pilihan D [A]²[B]² sebagai berikut : (0,1)³ = 10 ‫־‬³>2,5 x 10 ‫־‬² )1(²)1(² • 179.

18. Jawaban : A 2NH3 ↔ N2 + 3H2 Kc = Kp ; ∆n = (1 + 3) – (2) = 2 (RT)∆n Kc = Kp (RT)² • 180. 19. Jawaban : C k1 apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus 2,3 x 10(6) s ‫־‬¹ K = 4,0 x 10(8) K = k1 k2 k2 = k1 = 2,3 x 10(6) s ‫־‬¹ K 4,0 x 10(8) = 5,8 x 10 ‫־‬³ s ‫־‬¹ • 181. 20. Jawaban : E Volum : 1 Liter 2SO3 ↔ 2SO2 + O2 awal : 2 mol - - reaksi : x x ½ x setimbang : 2 – x x ½ x mol SO3 = 2 – x = 2/3 mol O2 ½ x x = 1 ½ α = reaksi = x = 1 ½ awal 2 2 = ¾ • 182.

21. Jawaban : E CO(g) + H2O(g) ↔ CO2(g) + H2(g) awal : 0,1 0,1 - - reaksi : x x x x setimbang : 0,1 – x 0,1 – x x x Kc = [CO2][H2] [CO][H2O] 9,0 = x X x → 3 = x (0,1 – x)(0,1 – x) 0,1 – x x = 0,075 mol/L • 183. 22. Jawaban : B Volum : 5 liter CO2 + NO ↔ NO2 + CO awal : 4,5 4 - - reaksi : 3,5 3,5 3,5 3,5 setimbang : 1 0,5 3,5 3,5 Kc = (3,5 / 5 )(3,5 / 5 ) = 24,5 (1/5)(0,5 / 5) • 184.

23. Jawaban : E 2BaO2 (s) ↔ 2BaO (s) + O2 (g) Kc = [O2] dalam hal ini yang diambil fase gas saja. • 185. 24. Jawaban : A AB ↔ A + B awal : 1 - - reaksi : 0,4 0,4 0,4 setimbang : 0,6 0,4 0,4 Kc apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus (0,4)(0,4) = 0,27 (0,6) • 186. 25. Jawaban : B 2NO + O2 ↔ 2NO2 awal : 4 5 - reaksi : 2 1 2 setimbang : 2 4 2 Kc = (2)² = ¼ (2)²(4) • 187.

Essay dan pembahasanEssay dan pembahasan GUNAKAN PETUNJUK 4 UNTUK MENGERJAKAN SOAL DI BAWAH INI! • 188. Pada reaksi kesetimbangan 2C2H2(g) + 5O2 (g) ↔ 4CO2(g) +2H2O (g) ∆h = -900 tindakan apa saja yang dapat dilakukan agar gas CO terbentuk sebanyak mungkin? 1. • 189. Pada reaksi kesetimbangan Fe2O3 (s) + 3CO (g) ↔ 2Fe(s) + 3CO2(g) h = +30 kj ke arah manakah reaksi akan bergeser apabila tindakan di apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus ini dilakukan ?

1. Gas CO ditambahkan ke dalam campuran 2. Gas CO ditambahkan ke dalam campuran 3. suhu dinaikan 4. tekanan diperbesar 2. • 190. Sebanyak 0,1 mol HI dimasukkan ke dalam bejana 1 liter, lalu sebagian terurai menurut reaksi 2HI(g) ↔ H2 (g) + I2 (g) Jika terbentuk 0,02 mol I2hitunglah tetapan kesetimbangan.

3. • 191. Dalam wadah 2 dm dicampurkan gas HCl dan gas O masing-masing 10 mol, lalu mengalami reaksi kesetimbangan : 4HCl (g) + O (g) ↔ 2Cl 2 (g) + 2H2O apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus jika pada kesetimbangan masih terdapat 2 mol HClhitunglah tetapan kesetimbangan 4.

• 192. Tetapan kesetimbangan A + 2B ↔ AB2 adalah ¼. Berapakah jumlah mol A yang harus dicampurkan dangan 4 mol B dalam volume 5 liter, agar menghasilkan 1 mol AB2 ? 5. • 193. Diketahui reaksi: CO (g) + H2O (g) ↔ CO2(g) + H2(g) K = 4,00 Jika 2 mol gas CO dan 2 mol uap air direksikanberapa mol uap air yang dijumpai pada kesetimbangan 6.

• 194. Dalam ruang 1 liter terdapat kesetimbangan berikut: 2SO3 g) ↔ 2SO2(g) + O2 (g) Mula-mula terdapat 0.5 mol SO3, Setelah kesetimbangan, perbandingan mol SO3 dan O2 adalah 4 : 3. Htunglah tetapan kesetimbangan reksi tersebut 7. • 195. Perhatikan persamaan reaksi berikut 2H2(g) + O2(g) ↔ 2H2O (g) ∆H0 = - 484 Tentukan arah pergeseran kesetimbangan jika terhadap sistem kesetimbangan tersebut a.

Ditambahkan gas oksigen b. Volume diperbesar c. Tekanan ditingkatkan d. Suhu diturunkan 8. • 196. Diketahui reaksi kesetimbangan 1. P2 + Q2 ↔ 2PQ, dengan KC1 = 32,dan 2. PS + ½ Q2 ↔ PQ + S, dengan KC2 = 4 Tentukanlah KC3 untuk reaksi P2 + 2S 2PS 9. • 197. Tetapan kesetimbangan unuk reaksi A(g) + B (g) ↔ C (g) adalah 1/8. Tentukan jumlah mol zat A yang harus dicampur dengan 3 mol zat B dalam volume 1 L untuk dapat menghasilkan 1 mol zat C pada kesetimbangan.

10. • 198. Diketahui 0,6 M senyawa PCl5 dibiarkan terurai sesuai dengan persamaan reaksi PCl5(g) ↔ PCl3(g) + Cl2(g) Pada keadaan setimbang, terdapat 0,2 M PCl5. Tentukan jumlah gas klorin yang terbentuk jika pada suhu yang sama 0,25 M PCl5 dibiarkan terurai 11. • 199. Diketahui pada reaksi kesetimbangan CO2(g) + H2 (g) ↔ CO(g) + H2O(g) Terdapat 0,1 mol CO2;0,1 mol H2 ; 0,3 mol CO ;0,3 mol H2O.

Jika pada kondisi yamg sama direaksikan 0,2 mol CO2 ; 0,2 mol H2 ; 0,3 mol H2O serta dibiarkan mencapai kesetimbangan, tentukan jumlah CO2 dan CO setelah tercapai kesetimbangan. 12. • 200. Pembahasan • 201. Agar gas CO2 terbentuk sebanyak mungkinkit harus menggeser reaksi ke kanan, berdsarkan Asas Le Chatelier, kita dapat melakukan tindkan seabgai berikut.

• kosentrasi gas C2H2 dan O2 selalu diperbesar, dengan cara mengalirkan kedua gas ini secara terus-menerus ke dalam campuran.

• Kosentrasi gas CO dan uap air selalu diperkecil dengan cara memisahkan kedua gas ini dari campuran. • Karena reaksi ke kanan eksosterm, maka suhu harus diperkecil • Karena jumlah mol di ruas kanan lebih kecil, maka tekanan harus diperbesar 1. • 202. 1. Penambahan CO akan menggeser reaksi ke kanan 2.

Penambahan CO2 akan menggeser reaksi ke kiri 3. Peningkatan suhu kan menggeser reaksi ke arah endoterm, yaitu ke kanan 4. Perubahan tekanan tidak mempengaruhi kedetimbangan, sebab jumlah mol gas di ruas kiri dan di ruas kanan sama banyak 2.

• 203. Data mol dari soal kita masukkan ke dalam tabel: 2HI ↔ H2 + I2 mula-mula: 0.1 terurai : ? Setimbang : ? ? 0.2 Kemudian tabel kita lengkapi 2HI ↔ H2 + I2 mula-mula: 0.1 terurai : 0.04 setimbang: 0.02 0.02 0.02 karena volume = 1 liter, maka: [HI] = 0.06 M [H2] = 0.02 M [I2] = 0.02 K = [H2][I2] = [0,02][0.02] = 1/9 [HI]2 [0.06]2 3.

• 204. Data mol dari soal kita masukkan ke dalam tabel: 4HCl + O2 ↔ 2Cl2 + 2H2O mila-mula: 10 10 terurai : ? ? setimbang : 2 ? ? ? kemudian tabel kita lengkapi: 4HCl + Cl2 ↔ 2Cl2 + 2H2O mual-mula : 10 10 terurai : 8 2 setimbang : 2 8 4 4 [HCl] = 2/2 = 1 M [O2] = 8/2 = 4 M [Cl2] = 4/2 = 2 M [H2O] = 4/2 = 2 M K = [Cl2]2 [H2O] = 22. 22 = 2 [HCl]4 [O2] 14 .81 4. • 205. Data mol dari soal kita masukkan ke dalam tabel: A + 2B ↔ AB2 Mula-mula : x 4 Terurai : ? ? Setimbang : ? ? 1 Kemudian tabel kita lengkapi: A + 2B ↔ AB2 Mul-mula : X 4 Terurai : 1 2 Setimbang : X – 1 2 1 [A] = X - 1 M 5 [B] = 2./5 M [AB2] = 1/5 M K = [AB2] [A][B]2 ¼ = 1/5 x – 1.

4 5 25 x = 26 jadi, jumlah mol mula-mula adalah 26 mol 5. • 206. Data dari soal kita masukkan ke dlam tabel: CO + H2O ↔ CO2 + H2 mula-mula: 2 2 terurai : ? ? setimbang: ? x ? ? kemudian kita lengkapi: CO + H2O ↔ CO2 + H2 Mula-mula : 2 2 Terurai : 2 – x 2 – x Setimbang : x x 2 – x 2 – x K = [CO2][H2] [CO][H2O] 4 = (2 – x) 2 x2 2 = 2 – x x x = 2/3 6. • 207.

Data dari soal kita masukkan ke dalam tabel: 2SO3 ↔ 2SO2 + O2 mula-mula : 0.5 terurai : ? setimbang : 4x ? 3x kemudian tabel kita lengkapi 2SO3 ↔ 2SO2 + O2 mula-mula : 0.5 Terurai : 6x setimbang : 4x 6x 3x 0.5 – 6x = 4x x = 0.05 [SO3] = 4x = 4 x 0.05 = 0,2 M [SO2] = 6x = 6 x 0.05 = 0.3 M [O2} = 3X = 3 X 0,05 = 0.15 M K = [SO2]2 [O2]= (0,3)2( 0.15) = 0.33 [SO3]2 (0.2) 7.

• 208. a. Jika ditambahkan gas oksigen, reaksi bergeser ke kanan (ke arah H2O) b. Jika volume ditingkatkan,reaksi bergesr ke jumlah koefisien yang lebih besar,yaitu bergeser ke kiri (ke H2 dan O2) c. Jika tekanan ditingkatkan, reaksi bergeser ke jumlah koefisien yang lebih kecil,yaitu bergeser ke kanan (ke H2O) d. Jika suhu diturunkan, reaksi bergaser ke zat eksosterm,yaitu bergeser ke kanan (ke arah H2O) 8.

• 209. Reaksi ketiga melibatkan zat-zat yang ada pada kesetimbangan (1) dan (2). Reaksi ketiga ini dapat disusun dengan mengubah dan menggabungkan reaksi (1) dan (2).Posisi P2 pada reaksi tetap. Agar terdapat 2PS di ruas kanan, reaksi (2) dikalikan 2 dan dibalik. Jika reaksi (1) dan (2) dijumlahkan ,KC1 dan 1/KC2 dikalikan: Reaksi (1) : P2 + Q2 ↔ 2PQ; KC1 = 32 Reaksi (2) : 2PQ + 2S ↔ 2PS + Q2 (1/KC2) 2 = 1/16 P2 + 2S ↔ 2 PS KC3 = 32 x 1/16 = 2 Jadi, KC3 = 2 9.

• 210. Dimisalkan, A yang dicampurkan = x mol A(g) + B (g) ↔ C(g) Keadaan awal x mol 3 mol - Bereaksi 1 mol 1 mol 1 mol Keadaan setimbang (x-1) mol 2 mol 1 mol [ ] [ ][ ] ( ) ( ) ( ) ( ) 2x 21-x8 21x 1 8 1 = = − = = BA C KC 10. Jadi, zat A yang harus dicampurkan sebanyak 5 mol • 211. Dengan diketahuinya nilai KC1 jumlah KC2 pada keadaan (2) dapat diketahui.

Pada keadaan (2) sebanyak 0,25 PCl5 dibiarkan terurai. Jumlah gas Cl2 dimisalkan x mol PCl5(g) ↔ PCl3(g) + Cl2(g) Keadaan awal 0,25 M - - Bereaksi x M x M x M Setimbang 0,25 – x x M x M Pada keadaan setimbang terdapat 0,2 M PCl5 PCl5(g) ↔ PCl3(g) + Cl2(g) Keadaan awal 0,6 M - - Bereaksi 0,6 – 0,2 = 0,4 M 0,4 M 0,4 M Setimbang 0,2 M 0,4 M 0,4 M [ ][ ] [ ] ( )( ) ( ) 8,0 2,0 4,04,0 PCl ClPCl K 5 23 C1 === [ ][ ] [ ]5 25 C2 PCl ClPCl K = ( )( ) ( ) ( )( ) 0,2 boleh)(tidak1 02,01 02,08,0 8,02,0 25,025,0 KK 2 1 2 2 2 C2C1 = = =−+ =−+ =− − = − == x -x xx xx xx x x x xx 11.

Pada suhu yang sama, nilai KC suatu reaksi tidak berubah sehingga Jadi,jumlah gas klorin yang dihasilkan 0,2 • 212. Jumlah CO2 dan jumlah H2 yang direaksikan lebih besar daripada keadaan setimbang awal sehingga akan bergeser ke kanan.

Untuk menentukan jumlah CO2 atau H2 yang berkurang (dimisalkan x mol) CO2(g) + H2 (g) ↔ CO (g) + H2(g) Keadaan awal 0,2 mol 0,2 mol 0,3 mol 0,3 mol Bereaksi x mol x mol x mol x mol Setimbang 0,2 – x 0,2 – x 0,3 + x 0,3 + x [ ][ ] [ ][ ] ( )( ) ( )( ) 9 1,01,0 3,03,0 HCO OHCO KC 22 2 === [ ][ ] [ ][ ] ( )( ) ( )( ) 075,0 4 3,0 X 3xx0,3–0,6 x0,33x–0,6 2,0 3,0 3 2,0 3,0 2,02,0 3,03,0 9 HCO OHCO KC 2 22 2 == += += − + =       − + = −− −− = = X X X X XX XX 12.

Pada kesetimbangan Jumlah mol CO2 =0,2 – x = 0,2 – 0,075 = 0,125 Jumlah mol CO = 0,3 0,3 + x = 0,3 + 0,075 = 0,375 Jadidalam kesetimbangan terdapat 0,125 mol CO2 dan 0,375 mol CO • 213. Sekian dan Terima kasih Demikian soal – soal ini kami tampilkan sebagai latihan. . Editor's Notes Berikut ini adalah contoh latihan Soal Tematik Kelas 5 Tema 8 Muatan pelajaran IPA untuk Tahun Ajaran 2020/2021 lengkap dengan kunci jawaban.

Semoga Soal Tematik Kelas 5 Tema 8 Muatan Pelajaran IPA ini dapat dijadikan referensi untuk belajar khususnya adik-adik kelas 5 yang sudah menggunakan Kurikulum 2013. Soal Tematik Kelas 5 Tema 8 Posting Komentar Terima kasih sudah berkunjung di blog sederhana ini.

Silahkan tulis komentar Anda. Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Demi kesehatan blog ini, mohon maaf jika ada komentar yang harus saya hapus karena mengandung broken link (biasanya komentar tanpa nama komentator/Unknown/Tidak Diketahui/Profile Not Available). Jadi . kalau ingin berkomentar gunakan AKUN DENGAN NAMA yaaa. Sekian dan terima kasih :)
Pengertian Energi – Energi dibutuhkan untuk beraktivitas sehari-hari.

apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus

Misal saja, ketika berolahraga tentu kita merasa lelah. Setelah merasa lelah, kita tentunya beristirahat, mulai dari duduk, minum atau bahkan mengkonsumsi makanan. Semua kegiatan di atas memerlukan energi. Jam bergerak setiap detik membutuhkan energi dari alat yang kita sebut baterai. Baterai pun juga harus diganti seiring waktu, karena mereka hanya mempunyai energi untuk jangka waktu tertentu. Ada banyak sekali jenis-jenis energi, mulai dari energi buatan sampai energi alami.

Energi alami yang bisa digunakan oleh manusia adalah angin, air, minyak bumi, cahaya. Energi cahaya terbesar saat ini adalah matahari.

Energi matahari juga membantu proses tumbuhan untuk berfotosintesis, membuat hujan dan lain-lain. Energi buatan manusia salah satunya adalah energi nuklir. Namun butuh tenaga ahli untuk menstabilkan radiasi yang dihasilkan. Di bawah ini akan lebih dijelaskan tentang energi.

Electrician engineer work tester measuring voltage and current of power electric line in electical cabinet control. Energi, dalam fisika, adalah satuan kapasitas untuk melakukan pekerjaan atau usaha. Ada beberapa macam bentuk energi, kinetik, termal, listrik, kimia, nuklir, dan berbagai bentuk energi lainnya.

Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi dapat diubah bentuknya, tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Satuan pengukuran dalam Sistem Satuan Internasional (SI) energi adalah joule, yaitu energi yang dipindahkan ke suatu benda dengan cara memindahkannya sejauh satu meter melawan gaya satu newton.

Semua bentuk energi berhubungan dengan gerak, misalnya, setiap benda memiliki energi kinetik jika bergerak. Perangkat yang dikencangkan seperti busur atau pegas, meskipun dalam keadaan diam, memiliki potensi untuk menciptakan gerakan. Hal itu juga mengandung energi potensial karena konfigurasinya. Demikian pula, energi nuklir adalah energi potensial karena dihasilkan dari konfigurasi partikel subatom dalam inti atom.

Bentuk energi yang umum termasuk energi kinetik dari benda yang bergerak, energi potensial yang disimpan oleh posisi benda dalam medan gaya gravitasi, listrik atau magnet, energi elastis yang disimpan dengan meregangkan benda padat, energi kimia yang dilepaskan ketika bahan bakar terbakarenergi radiasi yang dibawa oleh cahaya, dan energi panas karena suhu suatu benda. Massa dan energi sangat erat hubungannya. Karena kesetaraan massa-energi, setiap benda yang memiliki massa ketika diam disebut massa diam.

Massa diam juga memiliki jumlah energi yang setara yang disebut energi diam, dan energi tambahan apa pun dalam bentuk apa pun yang diperoleh benda di atas energi diam itu akan meningkatkan massa total objek sama seperti meningkatkan energi totalnya. Misalnya, setelah memanaskan suatu benda, peningkatan energinya pada prinsipnya dapat diukur sebagai peningkatan kecil massa, dengan skala yang cukup sensitif. Rp 34.500 Seperti yang sudah dibahas sebelumnya organisme hidup membutuhkan energi untuk tetap hidup, seperti energi yang manusia dapatkan dari makanan dan oksigen.

Peradaban manusia membutuhkan energi untuk berfungsi, yang didapatnya dari sumber energi seperti bahan bakar fosil, bahan bakar nuklir, atau energi terbarukan. Proses iklim dan ekosistem bumi didorong oleh energi radiasi yang diterima Bumi dari Matahari dan energi panas bumi yang terkandung di dalam bumi. BACA JUGA: Pengertian Batu Bara dan Pentingnya untuk Kehidupan Jenis-jenis Energi Windfarm in rural Alberta Canada Jenis energi dapat dikategorikan menjadi dua kategori besar yaitu energi kinetik atau energi benda bergerak dan energi potensial atau energi yang tersimpan.

Ini adalah dua bentuk dasar energi. Berikut beberapa jenis energi yaitu energi panas, energi cahaya, energi kimia, energi nuklir, energi listrik, energi gerak, energi suara, energi elastis dan energi gravitasi. 1. energi panas Energi panas adalah energi yang berasal dari suatu zat yang molekul dan atomnya bergetar lebih cepat karena kenaikan suhu.

Molekul dan atom yang membentuk materi, bergerak sepanjang waktu. Ketika suatu zat memanas, kenaikan suhu membuat partikel-partikel ini bergerak lebih cepat dan menabrak satu sama lain. Energi panas adalah energi yang berasal dari zat yang dipanaskan.

Semakin panas zat, semakin banyak partikelnya bergerak, dan semakin tinggi energi panasnya. Contoh energi panas yang ada dalam kehidupan sehari-hari yaitu kehangatan dari matahari, secangkir coklat panas, memanggang kue dalam oven, dan menghangatkan badan dari alat pemanas.

Coklat panas memiliki energi panas dari partikel getarnya. Saat kamu menuangkan susu dingin ke dalam coklat panas, sebagian energi ini ditransfer dari coklat ke partikel di dalam susu.Sama halnya ketika memegang benda yang panas, energi panas berarti berpindah dari benda tersebut ke kulit. 2. energi kimia Energi kimia disimpan dalam ikatan yang menghubungkan atom dengan atom lain dan molekul dengan molekul lain. Karena energi kimia disimpan, maka energi kimia termasuk dalam bentuk energi potensial.

Ketika reaksi kimia berlangsung, energi kimia yang tersimpan akan dilepaskan. Panas sering dihasilkan sebagai produk sampingan dari reaksi kimia, panas yang dihasilkan ini disebut reaksi eksoterm. Energi kimia adalah jenis energi yang paling banyak digunakan di dunia, karena energi ini sangat penting bagi keberadaan manusia dan alam. Berikut adalah beberapa contoh energi kimia yang digunakan untuk kehidupan manusia, seperti makanan yang kita makan mengandung energi kimia yang tersimpan.

Saat ikatan antara atom dalam makanan mengendur, reaksi kimia terjadi, dan senyawa baru dibuat. Energi yang dihasilkan dari reaksi ini membuat kita tetap hangat, membantu kita bergerak, dan memungkinkan kita untuk tumbuh.

Jenis makanan yang berbeda menyimpan jumlah energi yang berbeda. Kayu kering mengandung energi kimia yang tersimpan. Ketika membakar kayu di perapian, energi kimia dilepaskan dan diubah menjadi energi panas dan energi cahaya.

3. energi nuklir Energi nuklir berasal dari inti atom. Energi dilepaskan oleh fusi nuklir nukleus menyatu bersama atau fisi nuklir.

Pembangkit nuklir menggunakan fisi nuklir dari unsur radioaktif yang disebut uranium untuk menghasilkan listrik. Atom adalah partikel yang membentuk setiap objek di alam semesta, terdiri dari neutron, proton, dan elektron.

Unsur-unsur pembentuk atom itu mengandung nukleus, dari situlah energi nuklir berasal. Energi nuklir dilepaskan dari atom melalui Fusi dan Fisi nuklir. Fusi nuklir, ketika inti atom digabungkan atau tergambung bersama, beginilah cara matahari menghasilkan energi.

Fisi nuklir, ketika inti atom terbelah. Ini adalah metode yang digunakan oleh pembangkit nuklir untuk menghasilkan listrik. Bahan bakar energi nukli adalah uranium. Uranium adalah unsur radioaktif yang terbentuk pada saat bumi pertama kali diciptakan. Hal ini terjadi secara alami pada jenis batuan tertentu. Uranium adalah salah satu dari sedikit elemen yang mudah terbelah, sehingga digunakan sebagai bahan bakar oleh pembangkit listrik tenaga nuklir.

Meskipun uranium bisa ditemukan di seluruh dunia, namun uranium masih merupakan sumber energi yang tidak terbarukan. 4. energi listrik Energi listrik adalah jenis energi kinetik yang disebabkan oleh muatan listrik yang bergerak.

Besarnya energi tergantung pada kecepatan muatan, semakin cepat muatan tersebut bergerak, semakin banyak energi listrik yang dibawanya. Beberapa contoh energi listrik adalah aki mobil, reaksi kimia menghasilkan elektron yang memiliki energi untuk bergerak dalam arus listrik. Muatan bergerak ini memberikan energi listrik ke sirkuit di dalam mobil. Selama badai petir, petir adalah contoh energi listrik, yang dapat kita lihat adalah listrik di atmosfer dilepaskan.

Belut listrik juga menghasilkan energi listrik, yang mereka gunakan untuk bertahan melawan pemangsa dan untuk menyetrum mangsanya. Belut listrik bisa menghidupkan tenaga sampai 600 volt, lima kali lebih besar dari stop kontak standar. 5. energi cahaya Energi cahaya adalah bentuk radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang, yang dapat dilihat oleh mata manusia. Energi cahaya adalah jenis energi kinetik. Energi cahaya merambat dalam bentuk gelombang.

Energi ini sangat cepat nyatanya tidak ada yang bergerak lebih cepat dibandingkan kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya bisa melaju secepat 300.000 km per detik. Energi cahaya terbentuk karena cahaya terdiri dari foton, yang seperti paket energi kecil. Ketika atom suatu benda memanas, foton dihasilkan dari pergerakan atom.

Semakin panas objek, semakin banyak foton yang dihasilkan. Contoh dari energi cahaya adalah bintang, lampu atau laser. 6. energi gerak Energi gerak atau mekanik adalah energi yang tersimpan dalam benda yang bergerak. Energi gerak sebenarnya adalah jumlah energi kinetik dan potensial dalam suatu benda yang digunakan untuk melakukan usaha. Usaha adalah ketika sebuah gaya bekerja pada suatu benda dan menyebabkannya bergerak, mengubah bentuk atau posisi, atau melakukan sesuatu secara fisik.

Ketika mendorong pintu untuk dibuka, ‘pekerjaan’ telah dilakukan pada pintu, menyebabkan pintu jadi terbuka. Selain itu misal saja kamu memiliki palu besi dan kamu ingin menggunakannya untuk menancapkan paku ke sepotong kayu di lantai.

Palu besi sendiri tidak memiliki energi kinetik, tetapi memiliki beberapa energi potensial karena beratnya. Untuk melakukan pekerjaan mendorong paku ke dalam potongan kayu, pertama-tama kamu harus mengangkat palu untuk meningkatkan energi potensial palu. Selanjutnya, kamu harus menggunakan kekuatan untuk memindahkannya ke bawah dengan kecepatan tinggi untuk mengenai paku, jadi ia sekarang memiliki energi kinetik.

7. energi suara Energi suara adalah pergerakan energi melalui suatu zat dalam gelombang. Energi suara merambat dalam bentuk gelombang. Tidak seperti energi cahaya, suara tidak dapat merambat melalui ruang hampa, karena tidak ada atom yang mentransmisikan getaran. Energi suara dihasilkan ketika suatu gaya menyebabkan suatu benda atau zat bergetar.

Energi tersebut kemudian ditransfer melalui zat tersebut dalam bentuk gelombang, yang disebut gelombang suara. Suara dapat ditransmisikan oleh padatan, cairan, dan gas, karena media seperti itu memiliki atom untuk meneruskan getaran. Beberapa contoh energi suara dalam kehidupan sehari-hari adalah bertepuk tangan, bernyanyi atau berbicara, memainkan alat musik dan lain-lain. 8. energi elastis Energi elastis merupakan salah satu bentuk energi potensial, karena tersimpan dalam ikatan antar atom dalam suatu benda atau zat ketika sedang mengalami tekanan untuk sementara waktu.

Tekanan ini bisa disebabkan oleh objek yang diregangkan atau terjepit. Energi elastis disimpan dalam ikatan antar atom dalam suatu benda atau zat. Ikatan ini menyerap energi saat ditekan, dan melepaskan energi itu saat rileks. Gaya yang bekerja pada suatu benda dapat menyebabkannya berubah bentuk untuk sementara, seperti saat meregangkan karet gelang, atau menekan bola licin dengan tangan.

Ketika ini terjadi, energi elastis dapat disimpan di dalam objek, siap untuk dilepaskan ketika objek kembali ke bentuk semula. Beberapa contoh energi elasti yaitu per, sponge dan ketapel.

9. energi gravitasi Gravitasi adalah gaya yang mencoba menarik dua benda ke arah satu sama lain. Gravitasi bumi adalah apa yang membuat benda tetap di tanah dan apa yang menyebabkan benda jatuh.

Bumi memiliki gravitasi, berguna untuk menahan segala sesuatu yang dekat dengan planet ini. Pohon, air, hewan, bangunan, dan udara yang kita hirup semuanya tertahan di sini oleh gravitasi. Planet-planet, bulan-bulannya, dan bintang-bintang di alam semesta memiliki gravitasi. Bahkan tubuh kita sendiri memiliki gravitasi. Gravitasi bumi jauh lebih kuat daripada kita sendiri sehingga kita tidak memperhatikan gravitasi yang dimiliki tubuh kita.

Black Hole atau lubang hitam memiliki daya tarik gravitasi paling tinggi. Engineer using tablet near oil refinery at night. Energi adalah kebutuhan utama untuk makhluk hidup dalam melakukan aktivitas. Alam menghasilkan banyak energi yang bisa dimanfaatkan oleh manusia, seperti matahari, laut dan lain-lain.

Energi memiliki banyak sekali fungsi untuk berbagai bidang. Mulai dari segi mekanika klasik, beberapa rumusan mekanik telah dikembangkan menggunakan energi. Konsep energi dalam mekanika klasik berguna secara umum untuk fisika modern. Dalam biologi, energi memiliki peran untuk sistem biologis, mulai dari biosfer sampai makhluk hidup yang paling kecil.

Pergerakan energi terjadi di biosfer, lapisan dari bumi di mana terdapat banyak kehidupan. Mulai dari sistem akar sampai ke palung terdalam di samudera. Energi memiliki peran dalam pertumbuhan dan perkembangan sel suatu organisme, termasuk manusia.

Cara menghemat energi Aerial view of building exterior of a coal fired power station. Large cooling towers emitting steam into to air. Great for global warming, climate change and pollution themes. Cara mudah untuk menghemat energi adalah dengan membuat perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dan melakukan beberapa perawatan rutin dasar.

Berikut adalah beberapa cara menghemat energi yang kamu bisa lakukan di rumah. • Cuci baju sekaligus: ketika mencuci baju, usahakan selalu mencuci baju dengan sekali banyak. Mesin cuci memang dirancang untuk bisa mencuci baju yang banyak.

Dengan mencuci apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus sekaligus kamu bisa menghemat energi listrik dan tenaga kamu. • Bersihkan alat-alat elektronik: setiap alat elektronik bekerja lebih efisien ketika mereka bersih dari debu dan kotoran.

Jika alat bekerja lebih efisien, maka tidak membutuhkan energi yang banyak. • Jangan terlalu lama membuka kulkas dan oven: Usahakan selalu tutup oven jika sedang memasak. Jangan terlalu lama berdiri di depan kulkas, semakin lama kulkas terbuka maka semakin banyak energi yang dibutuhkan untuk tetap mendinginkan makanan.

• Buka tirai jendela: Membiarkan cahaya matahari masuk ke rumah akan membawa manfaat bagi ruangan. Ruangan jadi tidak lembab, tidak perlu menyalakan lampu, terlebih lagi cahaya matahari bisa menghangatkan ruangan yang dingin. • Matikan lampu: Matikan lampu saat kamu sedang tidak ada di ruangan. Bohlam lampu membuang 95% energi dan mengeluarkan panas. Gunakan dengan hemat, atau ganti dengan lampu yang menggunakan sensor sehingga jauh lebih hemat.

• Jangan mandi berlama-lama: Manusia memang membutuhkan mandi untuk membersihkan badannya, namun mandi berlama-lama terlebih lagi menggunakan shower bisa menghabiskan 2.5 galon per menit.

• Cabut colokan yang tidak terpakai: Mengisi baterai handphone atau laptop memang sudah jadi kebutuhan utama. Namun, jika tidak mencabut charger yang sedang tidak dipakai karena mereka akan menarik daya secara terus menerus. • Gunakan mode sleep atau hibernate: Jika kamu menggunakan laptop, dan membiarkan dalam mode screen saver, sebaiknya ganti ke dalam mode sleep atau hibernate.

Dengan begitu energi listrik yang dipakai jadi lebih hemat. Merancang Energi Masa Depan Dengan Biodiesel Baca Juga: • Sumber Daya Alam Non Hayati • Pengertian Gaya Magnet • Sumber Daya Alam Hayati • Sumber Energi Alternatif • Sumber Energi Gerak • Sumber Energi Panas • Sumber Daya Alam Mineral • Hujan Asam • Proses Terjadinya Hujan • Daur Hidup Nyamuk • Daur Hidup Katak • Pemanasan Global • Penyebab Terjadinya Banjir • Penyebab Pencemaran Udara • Penyebab Pencemaran Tanah • Penyebab Pencemaran Air Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
Buka Tutup • Penyakit tipes adalah infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyerang saluran cerna yang dapat menyebar ke seluruh tubuh.

• Penyakit yang disebut dengan demam tifoid ini mudah menular, terutama dari konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri. • Gejala tipes biasanya mulai muncul sekitar 1-2 minggu setelah seseorang terinfeksi bakteri Salmonella typhi.

• Dokter dapat meresepkan antibiotik, obat demam, hingga obat mual untuk meringankan gejala tipes. • Perbanyaklah minum air putih untuk menjaga asupan cairan dalam tubuh, khususnya bagi penderita apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus yang mengalami diare. • Bila alami demam, segera lakukan tes profil demam dan dapatkan promo menarik dengan pemesanan melalui HDmall • Gunakan fitur chat untuk berkonsultasi dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan Penyakit tipes, atau dalam istilah kedokteran disebut typhoid fever atau demam tifoid, adalah infeksi bakteri pada saluran pencernaan yang dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mempengaruhi banyak organ.

Meski gejala tipes (tifus) sekilas tampak ringan, penyakit ini harus segera ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi serius yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Karena penyebabnya bakteri, maka demam tifoid dapat menular dari satu orang ke orang lain. Orang yang terinfeksi bisa menularkan bakteri dari tubuh mereka melalui feses (tinja) dan urin.

Jika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi, maka mereka dapat tertular dan terinfeksi bakteri, kemudian lambat laun muncul gejala tipes. Ciri-ciri dan gejala tipes Gejala tipes biasanya mulai muncul sekitar 1-2 minggu setelah seseorang terinfeksi bakteri Salmonella typhi. Itulah kenapa, penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri tipes sejak dini.

Semakin cepat gejala tipes terdeteksi, maka semakin cepat pula pengobatan dilakukan dan mencegahnya semakin parah. Secara umum, ciri-ciri dan gejala tipes yang mudah dikenali adalah: • Demam yang makin lama makin tinggi hingga mencapai 39-40° C • Sakit kepala • Nyeri otot • Sakit perut • Tidak nafsu makan • Sembelit pada orang dewasa dan diare pada anak-anak • Ruam berupa bintik-bintik kecil berwarna merah muda • Pegal-pegal • Lemas • Rasa kebingungan, seperti disorientasi tempat dan lingkungan Dengan pengobatan yang tepat, gejala penyakit tipes ini biasanya akan membaik dalam waktu 3-5 hari ke depan.

Sebaliknya, jika tidak diobati, gejala tersebut dapat semakin memburuk dalam beberapa minggu dan berisiko memicu komplikasi yang mengancam jiwa. Pada dasarnya, penyakit tipes sebetulnya juga bisa sembuh sendiri. Hanya saja, waktu penyembuhannya dapat memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk sepenuhnya pulih. Gejala tipes juga dapat kembali kambuh sewaktu-waktu, sehingga lebih baik segera diobati.

Gejala tipes minggu pertama Dalam minggu pertama, seseorang akan mengalami gejala tipes berupa: • Demam, awalnya rendah lama-lama meningkat hingga mencapai 39,4-40° C • Sakit kepala • Kelemahan dan kelelahan • Batuk kering • Tidak nafsu makan • Sakit perut • Diare atau sembelit • Ruam Gejala tipes minggu kedua Jika tidak segera diobati, maka akan masuk gejala tipes tahap kedua dengan kondisi yang semakin memburuk, seperti: • Demam tetap tinggi • Diare atau sembelit semakin parah • Perut kembung dan membesar • Pembesaran limpa (splenomegaly) ringan • Denyut nadi mulai melemah (bradikardia) Gejala tipes minggu ketiga Memasuki minggu ketiga, penderita dapat mengalami: • Demam semakin tinggi dan disertai penurunan berat badan berlebihan • Sering mengigau • Terlihat sangat lemah dengan mata sayu setengah tertutup • Infeksi mata • Nafas pendek atau ngos-ngosan • Perut semakin kembung • Diare berbau dan berwarna hijau kekuningan • Gangguan kesadaran, seperti apatis atau kebingungan • Infeksi pada selaput pembungkus perut (peritonitis) Waspadai risiko komplikasi pada minggu ketiga ini, sebab bila dibiarkan terus-menerus dapat mengancam jiwa.

Oleh karena itu, bila Anda mengalami salah satu atau beberapa ciri-ciri tipes di atas, jangan tunda lagi untuk periksakan diri ke dokter. Gejala tipes minggu keempat Memasuki minggu ke-empat, gejala tipes mungkin saja membaik. Demam cenderung turun sampai suhu tubuh kembali normal dalam waktu 7-10 hari.

Akan tetapi, tanda-tanda dan gejala penyakit bisa kambuh kembali 2 minggu setelah demam mereda. Terlebih jika tanpa pengobatan, bakteri penyebab tipes dapat terus masuk ke dalam aliran darah dan memicu bakteremia.

Lebih jauh lagi, bakteri tersebut dapat menginfeksi organ-organ penting dalam tubuh seperti jantung, otak, dan ginjal. Sementara itu, gejala tipes pada anak bisa sedikit berbeda, sebagaimana dijelaskan dalam artikel berikut: 6 Gejala Tipes pada Anak & Obat untuk Menanganinya Infografis gejala tipes yang mudah dikenali Pertanyaan umum seputar tipes Kapan harus ke dokter?

Segera periksa ke dokter jika Anda mengalami ciri-ciri dan gejala tipes seperti yang disebutkan di atas. Dokter biasanya akan melakukan apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebabnya, dengan cara: • Pemeriksaan darah lengkap (CBC).

Biasanya akan menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih, namun bisa juga normal atau bahkan rendah. • Pemeriksaan kultur darah, tinja, atau sumsum tulang belakang selama minggu pertama demam.

Hasilnya dapat menunjukkan adanya bakteri S. typhi dalam darah. Ada beberapa pemeriksaan lain yang juga dapat membantu mendiagnosis tipes, antara lain: • Studi antibodi IgM/IgG anti S.

typhi • Kultur feses pada minggu kedua • ELISA tes urine untuk menemukan bakteri penyebab demam tifoid Apa bahaya tipes jika tak diobati? Bila dibiarkan tanpa penanganan, tipes atau demam tifoid dapat menimbulkan komplikasi. Bahaya tipes yang paling serius adalah pendarahan usus karena bocor (perforasi), umumnya terjadi pada minggu ketiga. Perforasi usus terjadi ketika usus mengalami peradangan hebat yang akhirnya pecah atau berlubang.

Akibatnya, isi dalam usus akan keluar dan memenuhi seluruh rongga perut. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala berupa sakit perut parah, mual, muntah, hingga infeksi yang menyebar ke aliran darah (sepsis). Komplikasi yang mengancam nyawa ini membutuhkan perawatan medis darurat berupa operasi. Adapun komplikasi tipes lainnya yang mungkin terjadi meliputi: • Peradangan otot jantung (miokarditis) • Peradangan lapisan dan katup jantung ( endokarditis) • Pneumonia (paru-paru basah) • Peradangan pankreas ( pankreatitis) • Infeksi ginjal atau kandung kemih • Infeksi dan pembengkakan pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meningitis) • Masalah kejiwaan, seperti delirium, halusinasi dan psikosis paranoid Apa saja pengobatan tipes dari dokter?

Sebelum hasil kultur keluar, dokter biasanya akan memberikan antibiotik sesuai peta kuman. Dokter mungkin juga akan meresepkan obat demam hingga obat mual sesuai dengan gejala yang Anda alami. Jika Anda diresepkan antibiotik, maka antibiotik tersebut harus benar-benar dihabiskan. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa semua bakteri penyebab tipes benar-benar mati dan tidak tersisa dalam tubuh. Jika Anda berhenti minum antibiotik sebelum waktunya, maka dikhawatirkan akan ada sisa-sisa bakteri tipes dalam tubuh.

Bakteri tersebut bisa kebal (resisten) terhadap obat dan mengganas. Lebih lanjut mengenai obat tipes, pelajari di sini: • Obat Sakit Tipes yang Bisa Dibeli di Apotek • 20 Obat Tipes Alami & Tradisional Paling Ampuh Bagaimana cara mengobati tipes di rumah?

Selain menghabiskan antibiotik yang diberikan oleh dokter, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar Anda bisa cepat pulih dan gejalanya tidak semakin parah. Berikut ini berbagai cara mengobati tipes di rumah, yaitu: 1. Istirahat yang cukup Batasi aktivitas yang bisa membuat Anda kelelahan, seperti bekerja, olahraga, atau membereskan rumah.

Istirahatkan tubuh Anda selama beberapa hari agar tubuh lebih kuat melawan bakteri penyebab tipes. 2. Makan teratur Alih-alih langsung makan 3 kali sehari dengan porsi penuh, lebih baik ganti dengan aturan "makan sedikit tapi sering".

Anda dapat membaginya menjadi 6 kali makan sehari dengan porsi kecil. Hal ini bertujuan agar tubuh Anda tetap mendapatkan asupan makanan, tetapi tidak memberikan rasa mual yang berlebihan.

Pilih jenis makanan yang teksturnya lebih lembut seperti bubur atau sup. 3. Hindari makanan pedas dan asam Selain makan yang teratur, perhatikan juga jenis makanan yang dikonsumsi. Hindari makanan yang bersifat asam dan pedas karena dapat menyebabkan gejala tipes semakin parah.

4. Hindari makanan yang tidak higienis atau jajanan pinggir jalan Penderita tipes juga sangat disarankan untuk tidak jajan sembarangan terlebih dahulu. Makanan apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus dikonsumsi harus dijaga kebersihannya agar gejala tipes tidak semakin parah.

5. Banyak minum air putih Perbanyaklah minum apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus putih untuk menjaga asupan cairan dalam tubuh, khususnya bagi penderita tipes yang mengalami diare. Minum air putih dapat membantu menggantikan cairan yang hilang skealigus mencegah dehidrasi. 6. Rajin cuci tangan Cucilah tangan sesering mungkin dengan sabun antiseptik, terutama sebelum makan dan minum, agar tangan tetap bersih dari bakteri yang dapat menginfeksi tubuh.

Bagaimana cara penularan tipes terjadi? Penularan tipes terjadi melalui kontaminasi makan dan minuman yang membawa bakteri Salmonella typhi. Ketika seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan bersih sebelum mengolah atau menyentuh makanan, kemudian makanan tersebut dikonsumsi oleh orang lain, maka orang tersebut kemungkinan besar akan tertular penyakit tipes.

Selain dari makanan, penggunaan kamar mandi yang telah terkontaminasi juga dapat menularkan bakteri Salmonella typhi. Kalau tidak cuci tangan terlebih dahulu, kemudian langsung menyentuh makanan atau memasukkan tangan ke mulut, maka Anda bisa ikut ketularan sakit tipes.

Cara penularan tipes lainnya adalah melalui seks oral dengan seseorang yang terinfeksi bakteri Salmonella typhi. Bagaimana cara mencegah tipes? Anda tentu tidak ingin terkena penyaki tipes, baik untuk yang pertama kali atau tipes berulang (kambuhan). Berikut ini berbagai cara mencegah tipes: • Rajin mencuci tangan. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir secara rutin, terutama sebelum makan.

Jika tidak ada air, Anda dapat mengunakan hand sanitizer yang banyak dijual di pasaran. • Hindari makanan yang belum dimasak. Untuk makanan mentah seperti lalapan, pastikan bahwa Anda sudah mencucinya sampai bersih sebelum dimakan. • Konsumsi air minum dalam kemasan. Air minum yang tidak steril dapat dengan mudah terkontaminasi bakteri. Pastikan air yang Anda minum sudah melalui proses penyaringan yang tepat dan tidak dalam kemasan terbuka.

• Pilihlah makanan yang dipanaskan, bila Anda makan di luar. • Kurangi makan dipinggir jalan yang tidak terjaga kebersihannya. • Lengkapi jadwal vaksin. Adakah vaksin untuk tipes? Walaupun kurang populer, terdapat 2 jenis vaksin untuk tipes, yaitu: • Melalui injeksi (suntikan), biasa diberikan 1 minggu sebelum Anda mengunjungi atau melakukan aktivitas yang berisiko tinggi terhadap penularan bakteri penyebab tipes • Secara oral, berupa kapsul yang diminum 1 x sehari selama 4 hari Kedua jenis vaksin di atas tidak 100 persen efektif mencegah tipes, mengingat sifat vaksin yang dapat hilang secara berkala.

Maka itu, yang terpenting adalah selalu jaga kebersihan diri dan lingkungan Anda. Perhatikan ciri-ciri dan gejala tipes, segera periksakan ke dokter jika Anda mengalaminya. Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti.

Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di appMENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 8.6.

Sebarkan ini: Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 323 Pengertian Energi Menurut Para Ahli Dan Macam Bentuk Energinya Pengertian Energi Energi adalah kemampuan untuk melakukan suatu tindakan atau pekerjaan (usaha).

Kata “Energi” berasal dari bahasa yunani yaitu “ergon” yang berarti kerja. Dalam melakukan sesuatu kita selalu memanfaatkan energi, baik secara sadar maupun tidak sadar, Energi suatu besaran turunan dengan satuan N.m atau Joule. Energi dan kerja mempunyai satuan yang sama.

Energi didefinikan sebagai tenaga atau gaya untuk berbuat sesuatu, yang secara umum didefinisikan sebagai kemampuan melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan kerja bisa didefinisikan sebagai usaha untuk memindahkan benda sejauh S (m) dengan gaya F (Newton).

Contohnya ketika kita berjalan kita memerlukan energi. Namun setiap kegiatan memerlukan energi dalam jumlah dan bentuk yang berbeda-beda. Energi tidak dapat dilihat namun pengaruhnya dapat dirasakan. Energi dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Contohnya pada setrika terjadi perubahan bentuk dari energi listrik menjadi energi panas. Menurut KBBI energi didefiniskan sebagai daya atau kekuatan yang diperlukan untuk melakukan berbagai proses kegiatan.

Energi merupakan bagian dari suatu benda tetapi tidak terikat pada benda tersebut. Energi bersifat fleksible artinya dapat berpindah dan berubah. Menurut Para Ahli 1. Robert L. Wolke : Energi adalah kemampuan membuat sesuatu terjadi 2. Mikrajuddin : Energi adalah kemampuan benda untuk melakukan usaha 3.

Pardiyono : Energi adalah suatu bentuk kekuatan yang dihasilkan atau dimiliki oleh suatu benda 4. Michael J. Moran : Energi adalah sebuah konsep dasar termodinamika dan merupakan salah satu aspek penting dalam analisis teknik Hubungan antara Joule dengan Kaloriialah sebagai berikut: • 1 kalori = 4,2 Joule atau 1 Joule = 0,24 kalori • Hubungan Joule dengan Satuan Internasional Dasar lain : • 1 Joule = 1 Newton-Meter dan 1 Joule = 1kg m2 s-2 Hukum Kekekalan Energi Seperti yang kita ketahui bahwa energi memiliki suatu hukum yang sering disebut dengan hukum kekekalan energi.

Bunyi dari hukum kekekalan energi adalah energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi energi dapat berubah bentuk dari bentuk yang satu ke bentuk yang lainnya (Hukum I Termodinamika). Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Energi Potensial – Pengertian, Jenis, Gravitasi, Listrik, Magnetik, Elastis, Contoh Soal Macam dan Bentuk Energi Energi yang paling besar adalah energi matahari. Energi panas dari sinar matahari memiliki apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus manfaat bagi kehidupan di muka bumi ini.

Manfaat energi matahari dapat dirasakan oleh manusia yaitu dapat dimanfaatkan untuk mengeringkan pakaian, untuk menghangatkan ruangan, sebagai penghangat tubuh, untuk mengeringkan hasil pertanian seperti apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus, kopi, cengkeh, untuk pembengkit tenaga listrik.

Selain dapat bermanfaat bagi manusia energi matahari juga bermanfaat bagi tumbuhan yang memiliki klorofil untuk dapat melakukan proses pembuatanan makanan atau proses fotosintesis. Energi adalah sebuah kebutuhan manusia yang sangat vital. Kehidupan manusia memang tak bisa lepas dari teori energi.

Salah satu energi yang sering digunakan adalah energi bumi dan juga listrik. Akan tetapi, jika energi minyak bumi akan habis jika digunakan secara terus menerus. Hal ini dikarenakan minyak bumi merupakan salah satu sumber energi tak terbarukan. Oleh sebab itu, manusia membutuhkan energi ramah lingkungan yang bebas polusi dan merusak alam untuk mendapatkannya. Energi ramah lingkungan sendiri merupakan energi yang pemanfaatannya tidak memberikan dampak buruk bagi kondisi lingkungan.

Energi alternatif sendiri ada banyak jenisnya. Apa saja macam-macam energi alternatif itu berikut beberapa diantaranya. 1. Energi Mekanik Energi mekanik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena sifat geraknya. Energi Mekanik dibagi lagi menjadi dua, yaitu : Energi Potensial adalah energi yang dimiliki oleh suatu benda pada suatu tempat (kedudukan) tertentu. Dari kedudukan atau tempat itu ia dapat melakukan usaha. Oleh karena itu energi potensial disebut juga energi tenaga tempat.

Sebagimana contohnya adalah sebuah bola diangkat ke atas kemudian dilepaskan maka bola akan jatuh lagi ke bawah (kedudukan semula). Jadi bola yang telah diangkat ke atas tadi juga memiliki energy potensial Ep = m x g x h Keterangan (Satuan) : Ep = Energi Apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus (Joule) m = Massa (kg) g = Gravitasi (m/s2) h = Ketinggian (m) Energi Kinetik adalah Energi yang dimiliki suatu benda karena pergerakan atau kelajuannya.

Energi kinetik secara jelas dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk melakukan usaha agar bisa menggerakkan benda dengan massa tertentu hingga mencapai suatu kecepatan tertentu. Semakin tinggi kecepatan suatu benda maka semakin besar pula energi kinetiknya. Contohnya adalah ketika sebuah mobil melaju, semakin kencang kecepatan mobil tersebut, maka semakin pula energi kinetiknya. Secara Fisika Rumus Energi Kinetik Adalah Sebagai Berikut : Keterangan (Satuan) : Ek = Energi Kinetik (Joule) m = Massa (kg) v = Kecepatan (m/s) Energi Mekanik = Energi Potensial + Energi Kinetik 2.

Energi Bunyi Energi Bunyi adalah energi yang dihasilkan oleh getaran partikel-partikel udara di sekitar sumber bunyi. Sebenarnya setiap terjadinya getaran pada suatu benda pasti terdapat energi bunyi, namun tidak semua bunyi tersebut akan terdengar. Semakin kuat getarannya, semakin besar pula energi bunyi yang dihasilkan.

Contohnya adalah ketika bermain gendang, semakin kuat gendang dipukul, apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus semakin besar getarannya, dan semakin besar bunyi yang dihasilkan 3.

Energi Panas (Kalor) Energi Panas adalah energi yang terjadi karena pergerakan internal partikel penyusun dalam suatu benda. Energi panas merupakan energi yang berpindah dari suatu partikel yang bersuhu tinggi ke partikel bersuhu lebih rendah, dimana matahari merupakan sumber energi panas yang paling besar.

Energi panas dapat berpindah melalui tiga cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Contoh sederhana dari energi panas adalah ketika memanaskan air dengan api, suhu dari api akan berpindah ke air sehingga membuat air dapat mendidih 4. Energi Cahaya Energi Cahaya adalah Energi yang dihasilkan oleh gelombang elektromagnetik. Contohnya adalah ketika cahaya dari lampu, semakin jauh kita dari sumber cahaya maka semakin sedikit pengaruh cahaya tersebut terhadap penglihatan.

5. Energi Kimia Energi Kimia adalah Energi yang dihasilkan karena adanya interaksi secara kimia dari reaksi kimia yang terjadi. Contoh Sederhananya adalah Makanan yang masuk ke dalam tubuh memiliki unsur kimia dan akan mengalami reaksi kimia agar dapat dimanfaatkan oleh tubuh, nah saat proses reaksi kimia juga terjadi energi kimia.

6. Energi Nuklir Energi Nuklir adalah Energi yang dihasilkan dari reaksi inti oleh bahan radioaktif. Energi ini dihasilkan oleh inti atom yang membelah atau dua inti atom yang menyatu.

Pembelahan atau penyatuan inti atom akan menghasilkan energi yang sangat besar karena terjadi perubahan pada inti atom. Contohnya adalah penggunaan bom nuklir (mohon maaf untuk Energi Nuklir pemahaman saya belum seberapa jadi saya belum bisa membahas lebih detail) Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Rumus, Dan Satuan Energi Listrik Beserta Contoh Soalnya Lengkap Fungsi dan Manfaat Energi Sehari-hari Dari hukum kekekalan energi di atas apabila energi dapat dirubah ke dalam bentuk energi lainnya maka energi tersebut akan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Perubahan energi yang paling banyak bisa dimanfaatkan adalah perubahan dari energi listrik dirubah ke dalam bentuk energi yang lainnya. Contoh perubahan energi itu antara lain: • Energi Kimia Menjadi Energi Gerak (Mekanik) M akan an yang kita makan diolah melalui reaksi kimia menjadi sumber energi untuk beraktivitas • Energi Listrik Menjadi Energi Panas Penggunaan Setrika untuk menggosok pakaian. • Energi Listrik Menjadi Energi Bunyi□ Penggunaan Bel untuk menghasilkan bunyi.

• Energi Listrik Menjadi Energi Gerak (Mekanik□ Penggunaan kipas angin. • Energi Gerak (Mekanik) Menjadi Energi Panas□ Gesekkan dua benda secara terus menerus menghasilkan panas. • Energi Cahaya Menjadi Energi Kimia□Pemanfaatan cahaya matahari sebagai bahan dasar dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan. Sifat Energi • Transformasi energi, energi bisa diubah dalam bentuk lain.

Sebagai conohnya energi panas pembakaran menjadi energi mekanik mesin. • Transfer energi, energi panas dari suatu material atau tempat dapat di transferkan ke tempat atau metrial lain. Sebgai contoh pemanasan air pada panci, dengan energi panas yang berasal di api ditransferkan melalui material panci sehingga memanaskan air dan setelah melalui titik didih air, maka air akan menguap.

• Energi dapat dipindahkan, dari benda lain oleh suatu gaya yang menyebabkan pergeseran. Dalam hal ini sering disebut dengan energi mekanik. • Energi adalah kekal, energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Pengertian Energi Alternatif Serta Bentuk, Konsep Dan Contohnya Perubahan Bentuk Energi Energi dapat berubah dari bentuk energi yang satu ke bentuk energi lainnya. Suatu bentuk energi akan terlihat manfaatnya setelah berubah bentuk menjadi bentuk energi yang lain.

Beberapa contoh perubahan bentuk energi adalah sebagai berikut: • Perubahan energi kimia menjadi energi gerak Contohnya: bensin dan solar digunakan sebagai bahan bakar yang dapat menjadikan mobil bergerak. • Perubahan energi gerak menjadi energi panas Contoh: kedua tangan yang digosokkan akan terasa hangat.

• Perubahan energi gerak menjadi energi bunyi Contoh: saat kita bertepuk tangan akan terdengar bunyi. • Perubahan energi panas menjadi energi gerak Contoh: kertas yang dibentuk spiral akan berputar saat dipanaskan di atas lilin.

• Perubahan energi kimia menjadi energi panas Contoh : energi dari makanan yang menghasilkan panas setelah dimakan. • Perubahan energi listrik menjadi energi cahaya Contoh: lampu neon, lampu pijar, televisi • Energi listrik menjadi energi panas Contoh: setrika, magic jar, solder, dispenser dan oven. • Energi listrik menjadi energi gerak Contoh: Kipas angin, Mixer, bor listrik dan Mesin cuci. • Energi gerak menjadi energi listrik Contoh: Kincir angin, generator.

• Energi listrik menjadi energi bunyi Contoh: Bel listrik, klakson mobil. Energi dapat diubah menjadi energi yang setara, tetapi energi itu tidak dapat dimusnahkan dan juga tidak dapat dibuat. Hal ini disebut hukum kekekalan energi. Albert Einstein mengemukakan pendapatnya tentang hukum kekekalan materi dan energi, bahwa pada waktunya orang dapat mengubah unsur menjadi energi dan sebaliknya energi menjadi unsur kembali. Para ahli menegaskan pendapat Einstein dengan mengemukakan bahwa unsur dan energi adalah dua macam bentuk yang berlainan, maka tetap berlaku hukum kekekalan.

Bahwa untuk energi dapat diubah dari yang satu ke yang lain, tetapi jumlah akhir adalah tetap. Bagan di bawah ini memperlihatkan secara skematis energi asal radiasi surya maupun buatan manusia diubah bentuknya menjadi energi yang dapat dimanfaatkan.

• Pada proses I : Sinar matahari ditangkap oleh daun tumbuh-tumbuhan, dikumpulkan dalam bentuk kayu dan biomassa sebagai kayu bakar atau biomassa yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. • Pada proses II : menunjukkan pada radiasi surya yang memanasi atmosfer, sehingga terjadi perpindahan udara berupa angin dan arus pancar.

• Pada proses III : lautan dipanaskan, terjadi dua hal, yang pertama air naik sebagai uap menjadi awan dan turun lagi ke bumi dalam bentuk hujan. Hujan yang turun di gunung dan air mengalir di sungai merupakan potensi tenaga air.

Kedua, lautan dipanaskan, lapisan laut sebelah atas lebih panas daripada lapisan bawah. Panas ini merupakan potensi energi yang dapat dimanfaatkan dengan cara konversi energi panas laut (KEPL). • Pada proses IV : panas matahari dimanfaatkan secara langsung sebagaimana terjadi pada menjemur pakaian, menjemur ikan kering, dll.

• Pada proses V, VI, dan VII : pemanfaatan panas matahari dilakukan dengan kolektor buatan manusia, dimaksudkan sebagai alat untuk penangkap dan pengumpul sinar matahari. Energi Non Konvensional Minyak bumi termasuk sumber daya energi yang konvensional.

Minyak bumi adalah sumber daya energi yang tidak dapat diperbaharui dan jumlahnya pun terbatas, sehingga suatu saat akan habis.

Oleh karena itu, untuk mempertahankan eksistensi manusia di muka bumi ini, harus dicari sumber daya energi alternatif pengganti minyak bumi, sehingga kehidupan manusia di masa mendatang dapat dipertahankan. Adapun sumber daya energi nonkonvensional yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti minyak bumi adalah sebagai berikut : • A. Energi Matahari Dalam hal ini dikaitkan dengan pemanfaatan energi matahari yang berasal dari pancaran sinar matahari secara langsung ke bumi.

Dalam pelaksanaan pemanfaatannya dapat dibedakan atas 3 macam cara, yaitu sebagai berikut : • Prinsip Pemanasan Langsung Dalam hal ini sinar matahari memanasi langsung benda yang akan dipanaskan atau memanasi secara langsung medium, misalnya air yang akan dipanaskan, menjemur pakaian, dan sebagainya.

apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus

Dengan cara pemanasan langsung ini, suhu yang akan diperoleh tidak akan melampaui 100o C. Cara ini dapat lebih efektif bila mempergunakan pengumpul panas yang disebut kolektor. Sinar matahari dikonsentrasikan dengan kolektor ini pada suatu tempat sehingga diperoleh suhu yang lebih tinggi. • Konversi Surya Termis Elektris (KSTE) Pada cara ini yang dipanaskan adalah air juga, tetapi panas yang terkandung dalam air itu akan dikonversikan menjadi energi listrik.

Pada prinsipnya, KSTE memerlukan sebuah konsentrator optik untuk pemanfaatan radiasi surya, sebuah alat untuk menyerap energi yang dikumpulkan, suatu sistem pengangkut panas, alat untuk menyerap energi yang dikumpulkan, suatu sistem pengangkut panas, dan sebuah mesin yang agak konvensional untuk pembangkit tenaga listrik. • Konversi Energi Photovoltanik Pada cara ini energi sinar matahari langsung dikonversikan menjadi energi listrik.

Energi pancaran matahari dapat diubah menjadi arus searah dengan mempergunakan lapisan-lapisan tipis dari silikon atau bahan-bahan semikonduktor lainnya. Keuntungan-keuntungan dari konversi energi photovoltanik adalah sebagai berikut : • Tidak ada bagian-bagian yang bergerak.

• Usia pemakaian dapat melampaui 100 tahun sekalipun efisiensinya sepanjang masa pemakaian akan menurun. • Pemeliharaan tidak sulit. • Sistem ini mudah disesuaikan pada berbagai jenis pemanfaatannya. • B. Energi Panas Bumi Energi panas bumi sudah lama digunakan manusia. Orang-orang Romawi menggunakan sumber air panas bumi untuk mengisi kolam pemandian panas bagi kesehatan lebih dari 2.000 tahun yang lalu.

Tenaga panas bumi pada umumnya tampak di permukaan bumi berupa air panas, fumarol (uap apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus, geiser (semburan air panas), dan sulfatora (sumber belerang).

Dengan jalan pengeboran, uap alam yang bersuhu dan tekanan yang tinggi dapat diambil dalam bumi dan dialirkan ke generator turbo yang selanjutnya menghasilkan tenaga listrik. Pada prinsipnya bumi merupakan pecahan yang terlempar dari matahari. karenanya, bumi hingga kini masih mempunyai suatu inti panas sekali yang meleleh. kegiatan-kegiatan gunung berapi di banyak tempat di permukaan bumi merupakan bukti dari teori ini.

Magma yang menyebabkan letusan-letusan vulkanis juga menghasilkan sumber-sumber uap dan air panas pada permukaan bumi. Bila dilakukan pemboran di daerah ini, maka akan terjadi perbedaan yang besar antara tekanan udara luar yang hanya 1 atmosfer itu, sehingga terjadilah semburan yang kuat sekali.

Bila yang menyembur keluar itu uap panas, maka dapat langsung dimanfaatkan untuk memutar turbin uap yang dikaitkan dengan generator pembangkit listrik. Dengan demikian kita akan mendapatkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan.

Bila yang keluar adalah air panas, maka dapat pula digunakan untuk pembangkit listrik, tetapi tidak secara langsung. air panas itu digunakan untuk menguapkan amonia. Gas amonia inilah yang digunakan untuk memutar turbin uap yang dikaitkan dengan generator pembangkit tenaga listrik, sehingga akan didapatkan energi listrik.

Di samping untuk mendapatkan energi listrik, air panas juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain, misalnya untuk penyaringan lumbung padi atau disalurkan untuk keperluan rumah tangga. • C. Energi Angin Perahu-perahu layar menggunakan energi angin untuk melewati perairan. Pada abad XV, Christopher Colombus memakai kapal layar besar untuk menemukan Benua Amerika. Kincir angin telah digunakan untuk menggiling tepung di Persia dalam abad VII.

Kincir angin di negeri Belanda dipakai untuk menggerakkan pompa irigasi dan untuk menggiling tepung hingga kini masih terkenal, walaupun pada saat ini banyak berfungsi sebagai obyek wisata. Pada dasarnya angin terjadi karena adanya perbedaan suhu antara udara panas dan udara dingin. Di daerah khatulistiwa yang panas, udaranya menjadi panas, mengembang dan menjadi ringan, naik ke atas dan bergerak ke daerah yang lebih dingin, misalnya daerah kutub.

Sebaliknya, daerah kutub yang dingin, udaranya menjadi dingin dan turun ke bawah. Dengan demikian terjadi suatu perputaran udara berupa perpindahan udaradari kutub-kutub. Utara ke garis khatulistiwa menyusuri permukaan bumi dan sebaliknya, suatu perpindahan udara dari khatulistiwa kembali ke kutub utara, melalui lapisan udara yang tinggi. Perpindahan udara seperti itu dikenal sebagai Angin Pasat.

Penggunaan tenaga angin dapat dilakukan untuk keperluan-keperluan sebagi berikut : • Menggerakkan pompa-pompa air untuk irigasi ataupun untuk mendapatkan air tawar bagi ternak. • Menggiling padi untuk mendapatkan beras. • Menggergaji kayu.

• Membangkitkan tenaga listrik. Jadi, prinsipnya, angin ditangkap oleh kincir angin sehingga kincir angin berputar. Perputarannya diteruskan untuk memutar suatu generator pembangkit listrik.

kemudian diperlukan sebuah tegangan dikarenakan kecepatan angin yang berubah-ubah, sehingga tegangan juga berubah-ubah. • D. Energi Pasang Surut Banyak gaya dan kekuatan yang mempengaruhi lautan di permukaan bumi. Salah satu kekuatan yang bekerja terhadap air bumi adalah pengaruh massa bulan yang mengakibatkan adanya gaya tarik, sehingga menjelma menjadi suatu gejala yang dikenal sebagai pasang dan surut laut yang terjadi secara teratur, meskipun bulan terletak lebih dari 400.000 km dari bumi.

Bilamana mengelilingi bumi, maka air laut akan ditarik ke atas karena gaya tarik gravitasi bulan. Selain itu, benda langit lain, yaitu matahari, juga mempunyai pengaruh yang besar, meskipun terletak lebih jauh, yaitu 150 juta kilometer dari bumi. Namun, karena ukurannya yang besar sekali (garis tengahnya ± 1,5 juta km), maka pengaruh matahari terhadap gejala pasang surut di bumi sebesar pengaruh bulan.

Dengan demikian, maka gaya tarik gravitasi akan terbesar bilamana matahari dan bulan ada pada sisi yang sama terhadap bumi. Di lain pihak, bilamana bulan dan matahari berada pada sisi yang berlainan, maka pengaruh gaya tarik gravitasi kurang karena akan saling menghapus. • E. Energi Biogas Sejak berabad-abad tinja binatang maupun tinja manusia dimanfaatkan untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan kesuburan dan produktivitas tanah.

Untuk proses fermentasi tinja tidak diperlukan suatu bahan tambahan kecuali air, yaitu untuk tiap empat bagian tinja ditambah lima bagian air. Perlu dikemukakan bahwa sisa tinja setelah diambil biogasnya tidak kehilangan nilai sebagai pupuk alam.

Selanjutnya dapat dicatat pula bahwa biogas tidak berbau. Demikian pula sisa tinja yang akan dipakai sebagai pupuk tidak berbau. • F. Energi Biomassa Di Negara-negara yang telah maju, dengan berkembangnya industry, peranan biomassa sebagai sumber energi makin berkurang dan diganti dengan energi komersial, mula-mula batu bara, kemudian minyak bumi.

Pada saat ini Negara-negara industry praktis tidak apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus menggunakan energi yang berasal dari biomassa.

Pola energi Negara-negara tersebut boleh dikatakan seluruhnya terdiri atas energi komersial. Lain halnya adalah situasi Negara-negara berkembang, di Negara-negara tersebut biomassa masih merupakan komponen yang besar dalam pola pemakaian energi.

Salah satu perkiraan mengatakan bahwa pemakaian energi yang berasal dari biomassa, terutama pemanfaatan kayu bakar, limbah pertanian, dan tinja hewan, mencapai 60% dari seluruh konsumsi energi. Pemanfaatan biomassa untuk keperluan energi dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Pemanfaatan kayu bakar dan limbah pertanian secara langsung sebagai bahan merupakan contoh klasik yang masih banyak dipakai. Biomassa untuk Bahan Bakar Transpor Kecuali kapal-kapal laut besar yang dapat memakai energi nuklir sebagai tenaga penggerak dan kereta api yang dapat mempergunakan tenaga listrik, pada umumnya alat-alat pengangkutan, seperti truk dan mobil, tergantung pada minyak sebagai bahan bakar.

Dengan kian meningkatnya harga minyak bumi dan kesadaran akan terbatasnya sumber daya energi ini, banyak usaha yang dilakukan untuk mendapatkan suatu sumber energi alternative sebagai bahan bakar transport. Salah satu kemungkinan yang banyak menarik apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus adalah pembuatan alcohol, khususnya etanol dari biomassa, sebagai calon pengganti minyak untuk bahan bakar transport.

Etanol dapat dihasilkan dari bahan-bahan baku biomassa berikut : • Bahan-bahan yang mengandung hidrat arang dalam bentuk gula, seperti tebu dan nipah.

• Bahan-bahan yang mengandung hidrat arang dalam bentuk zat tepung, seperti ubi jalar, kentang dan sagu. • Bahan selulosa yang mengandung arang dengan bentuk molekul yang lebih kompleks, seperti kayu. Proses pembuatan etanol pada asasnya terdiri atas langkah-langkah berikut : • Konsentrasi hidrat arang menjadi gula yang dapat dicairkan dalam air.

• Fermentasi gula menjadi etanol. • Pemisahan etanol dari air dan komponen-komponen lain dengan cara destilasi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Energi Biofuel Serta Jenis-Jenisnya Energi Alternatif Energi alternatif adalah istilah yang merujuk kepada semua sumber energi yang dapat digunakan yang bertujuan untuk menggantikan bahan bakar konvensional tanpa akibat yang tidak diharapkan dari hal tersebut.

Istilah “alternatif” merujuk kepada suatu teknologi selain teknologi yang digunakan pada bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi. Teknologi alternatif yang digunakan untuk menghasilkan energi dengan mengatasi masalah dan tidak menghasilkan masalah seperti penggunaan bahan bakar fosil.

Energi alternatif menjadi apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus pilihan untuk keluar dari kekangan energi fosil yang tidak lama lagi akan punah. Energi memiliki peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Tanpa adanya energi semua aktivitas manusia pasti akan terhambat. Taukah Anda dari mana energi yang selama ini kita gunakan?

Energi yang selama ini kita gunakan sebagian besar berasal dari fosil makhluk hidup yang telah mengalami pembusukan dan tertimbun di dalam perut bumi selama jutaan tahun. Jika kita hanya mengandalkan sumber energi fosil seperti minyak bumi sebagai sumber energi utama, tentunya sumber energi yang ada akan habis sebelum Sumber energi baru terbentuk.

• Energi alternatif adalah energi yang berasal dari alam. • Energi alternatif disebut juga energi terbarukan. • Energi alternatif sangat dibutuhkan untuk menggantikan energi yang tidak dapat diperbarui seperti BBM (Bahan Bakar Minyak). Ciri Energi Alternatif • Dapat digunakan berulang-ulang • Jumlahnya berlimpah • Pengolahannya tidak merusak alam • Tidak berbahaya, aman, serata tidak menimbulkan berbagai penyakit akibat pengolahan/penggunaanya.

• Ramah lingkungan. Sumber Energi Alternatif • Matahari Energi panas matahari dapat dimanfaatkan secara langsung atau dapat juga dengan menggunakan alat yang disebut panel surya (sel surya). Sel surya ini dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik.

Contoh manfaat: pengeringan hasil pertanian dan alat pemanas air. • Biogas Contoh manfaat : gas metana dari kotoran hewan ternak dapat digunakan sebagai sumber energi listrik. • Air Contoh manfaat : sebagai sumber energi pembangkit listrik tenaga air.

• Angin Contoh manfaat : sebagai sumber energi pembangkit listrik tenaga angin. • Panas Bumi Contoh manfaat : sebagai sumber energi pembangkit listrik tenaga angin. Keuntungan dan Kerugian Energi Alternatif Keuntungan : • Sumber energi alternatif dapat terus digunakan karena tidak akan habis (matahari, air, angin, dan panas bumi) akan memberikan energinya sepanjang masa. • Energi yang dihasilkan oleh sumber bunyi alternatif sangat besar. • Ramah lingkungan (Energi alternatif tidak menimbulkan polusi/pencemaran).

Kerugian • Energi alternatif dipengaruhi oleh musim. • Membutuhkan apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus yang besar untuk membangkitkan energi alternatif. • Membutuhkan teknologi tinggi untuk mengubah energi alternatif menjadi bentuk energi lain. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perbedaan Minyak Dan Apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus Beserta Penjelasannya Contoh Soal Soal Energi potensial Sebuah benda bermassa 2 kg jatuh dari ketinggian 10 m.Hitung energi potensial gravitasi benda tersebut!

(g=10 m/s2) Diketahui : m = 2 kg h = 10 m Ditanya : Ep? Jawab: Ep = m. g = 2. 10. 10 = 200 J Soal Energi potensial pegas Sebuah pegas agar bertambah panjang sebesar 0.25 m membutuhkan gaya sebesar 18 Newton. Tentukan konstanta pegas dan energi potensial pegas ! Dari rumus gaya pegas kita dapat menghitung konstanta pegas: Diketahui : F p = – k x k = F p /x = 18/0.25 = 72 N/m Energi potensial pegas: E p = 1/2 k (x)2 = 1/2.

72 (0.25)2 = 2.25 Joule Soal Energi Kinetik Sebuah balok bermassa 6 kg memiliki energi kinetik sebesar 48 J. hitunglah kecepatan balok tersebut.? Diketahui : m = 6 kg Ek = 48 J Ditanya : v =……….? Jawab : Ek = ½ mv2 48 = ½ 6 v2 v2 = 48/3 = 16 v = (16) = 4 m/s Soal Energi Mekanik Suatu partikel dengan massa 1kg didorong dari permukaan meja yang ketinggiannya2 m sehingga kecepatan partikel pada saat lepas dari meja = 2m/s Tentukanlah energi mekanik partikel pada saat ketinggiannya daritanah 1 m ?

Diketahui : m = 1 kg h 1 = 1 m v 1= 2 m/s Ditanya : EM 2 =………….? Jawab : EM = EP + EK = mgh 1 + ½ mv12 = (1 .10. 2) + ½ 1 (2)2 = 20 + 2 = 22 J EM 2 = EM 1 = 22 Soal Energi Kendaraan Suatu rumah tangga desa memakai sebuah lampu petromak yang sudah dimodifikasi untuk gas bio selama 6 jam/hari. Apabila lampu modifikasi ini menggunakan gas bio sebanyak 150 lt/jam, berapakah kebutuhan bahan baku isiannya? Jawab: • Gas bio sebanyak 150 lt/hari x 6 jam/hari = 900 lt/hari.

Apabila dipakai faktor keamanan 80 % maka unit produksi gas bio harus mampu meproduksi: 900 + (80%)(900) = 1630 lt/hari = 1.63 m3/hari • Bila kita gunakan nilai produksi 0.25 m3 gas bio per kg total solid (TS) kotoran sapi (setara dengan 250 lt gas bio/kg TS), maka kebutuhan TS per hari adalah : 1630/250 = 6.25 kg TS/hari, Berat TS = 0.18 berat kotoran basah • Sehingga kotoran sapi yang dibutuhkan adalah : 6.25/0.18 = 36.22 kg kotoran sapi/hari ≈ 37 kg kotoran sapi/hari Dengan perbandingan canpuran 1 kg kotoran sapi : 1 kg air • Maka bahan baku isian (bbi) yang diperlukan adalah : (2)(37) = 74 kg bbi/hari atau 74 lt bbi/hari Daftar Pustaka [1] Basyirun, Winarno, Karnowo, 2008, Mesin Konversi Energi, Universitas Negeri Semarang [2] Pujanarsa, A., Nursuhud, D.,2006, Mesin Konversi Energi, Andi, Yogjakarta Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Fisika, IPA, SMP Ditag #rumus energi listrik, 10 bentuk bentuk energi, 3 bentuk energi, akumulator merupakan sumber energi, apa akibat dari pemakaian sumber energi fosil, apa bahan-bahan pembuatan energi biomassa, apa yang dimaksud energi kinetik, apakah suara radio merupakan bentuk energi, artikel usaha dan energi, bagaimanakah hukum kekekalan energi, bahan ajar usaha dan energi, bentuk bentuk energi, bentuk bentuk energi dan perubahannya, bentuk bentuk energi pdf, bentuk energi kalor, berita tentang energi listrik, contoh energi, contoh energi kimia, contoh energi kinetik adalah, contoh energi listrik menjadi energi bunyi, contoh energi otot, contoh soal daya, contoh soal energi kinetik brainly, contoh soal energi kinetik pada ketinggian, contoh soal energi potensial, contoh soal usaha dan energi, dasar sistem konversi energi, detikfinance ojk, dimensi energi potensial, dunia energi, energi alternatif dari kotoran hewan, energi alternatif di indonesia, energi bunyi berasal dari, energi dalam, energi dalam fisika, energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk, energi gerak menjadi energi listrik, energi kalor adalah, energi kimia, energi kimia adalah, energi kinetik, energi kinetik adalah, energi kinetik contohnya, energi kinetik rumus, energi listrik adalah, energi mekanik, energi potensial, energi potensial adalah, gambar perubahan energi, hukum kekekalan energi, hukum kekekalan energi mekanik, info ekonomi dunia, kegunaan batu baterai, kelebihan energi alternatif, keunggulan energi alternatif matahari, kontan, konversi energi, macam macam bentuk energi, macam macam energi sd, macam macam usaha dalam fisika, Macam-Macam Energi, macam-macam energi kelas 4 sd, materi dan energi, mengapa minyak jarak bisa menggantikan solar, pemanfaatan energi, pengertian daya dalam fisika, Pengertian Energi, pengertian energi biogas, pengertian energi brainly, pengertian energi dalam biologi, pengertian energi dalam fisika, pengertian energi dalam ipa, pengertian energi dalam kehidupan sehari-hari, pengertian energi dalam kimia, pengertian energi dan contohnya, pengertian energi kinetik, pengertian energi kinetik dan rumusnya, pengertian energi menurut para ahli, Pengertian Energi Potensial, pengertian energi potensial dan rumusnya, pengertian momentum, pengertian sumber energi, pengertian usaha, peristiwa energi panas menjadi energi listrik, perubahan bentuk energi, perubahan energi, perubahan energi listrik menjadi energi panas, portal berita finance, proses aliran air dapat menghasilkan listrik, rumus energi, rumus energi kinetik adalah, rumus energi kinetik brainly, rumus energi kinetik dan contoh soal, rumus energi kinetik pada ketinggian tertentu, rumus energi potensial, rumus energi potensial listrik, rumus energi potensial pegas, satuan energi kinetik, sebutkan bentuk bentuk energi yang anda ketahui, sebutkan kegunaan energi gerak angin, sebutkan tiga contoh sumber energi, sejarah terjadinya bahan bakar fosil, soal bentuk energi, soal essay tentang energi, sumber energi alternatif adalah, sumber energi dan macamnya, sumber energi kendaraan apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus, sumber sumber energi, tenaga mekanik adalah, teori jenis jenis energi, terjadinya energi kimia, tuliskan sumber energi beserta kegunaannya, usaha dalam fisika dan contohnya, usaha dan energi Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Oleh : Imam Mustaqim, S.Pd.I.M.Pd I.

Peserta Didik A. Hakikat Peserta Didik Peserta didik adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, ia membutuhkan orang lain untuk dapat tumbuh kembang menjadi manusia yang utuh. Dalam perkembangannya, pendapat dan sikap peserta didik dapat berubah karena interaksi dan saling berpengaruh antar sesama peserta didik maupun dengan proses sosialisasi. Pandangan menurut ilmu psikolog tentang peserta didik adalah individu yang sedang berkembang baik jasmani maupun rohani.

Perubahan jasmani biasa disebut pertumbuhan, ialah terdapatnya perubahan aspek jasmani menuju kearah kematangan fungsi, misal kaki, tangan sudah mulai berfungsi secarea sempurna. Sedangkan perkembangan adalah perubahan aspek psikis secara lebih jelas. Peserta didik adalah setiap manusia yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.

Setiap pesrta didik tidak sama dalam hal minat untuk mempelajari sesuatu ilmu pengetahuan. Dan peserta didik memiliki minat serta kecakapan yang berbeda beda untuk mengembangkan kemampuan intelektual yang dimilikinya. B. Pengertian Peserta Didik Menurut Pandangan Anthropologi Dari tinjauan Anthopologi hakekat peserta didik dapat ditafsirkan sebagai : 1. Peserta didik sebagai makhluk yang bermasyarakat dan dapat dimasyarakatkan. 2. Peserta didik sebagai organism yang harus ditolong, sebab pada waktu lahir dia dalam kondsi yang lemah.

Imran Manan (1989: 12-13) menjelaskan bahwa dari dimensi Anthropologi peserta didik dapat dijelaskan dari tiga dimensi: 1. Peserta didik adalah makhluk social yang hidup bersama-sama. 2. Peserta didik dipandang sebagai individualistis, yakni mampu menampilkan kepribadian yang khas yang berbeda dengan individu yang lain. 3. Peserta didik dipandang memiliki moralitas. C. Pengertian Anak Didik Menurut Pandangan Islam Anak didik merupakan salah satu komponen terpenting dalam pendidikan.

Tanpa anak didik, proses kependidikan tidak akan terlaksana. Oleh karena itu pengertian tentang anak didik dirasa perlu diketahui dan dipahami secara mendalam oleh seluruh pihak. Sehingga dalam proses pendidikannya nanti tidak akan terjadi kemelencengan yang terlalu jauh dengan tujuan pendidikan yang direncanakan. Dalam paradigma pendidikan Islam, peserta didik merupakan orang yang belum dewasa dan memiliki sejumlah potensi (kemampuan) dasar yang masih perlu dikembangkan.

Paradigma di atas menjelaskan bahwasanya manusia / anak didik merupakan subjek dan objek pendidikan yang memerlukan bimbingan orang lain (pendidik) untuk membantu mengarahkannya mengembangkan potensi yang dimilikinya, serta membimbingnya menuju kedewasaan. Menurut Samsul Nizar (2002) beberapa hakikat peserta didik dan implikasinya terhadap pendidikan Islam, yaitu : 1.

Peserta didik bukan merupakan miniatur orang dewasa, akan tetapi memiliki dunia sendiri. 2. Peserta didik adalah manusia yang memiliki diferensiasi priodesasi perkembangan dan pertumbuhan.

3. Peserta didik adalah manusia yang memiliki kebutuhan, baik yang menyangkut kebutuhan jasmani maupun rohani yang harus dipenuhi. 4. Peserta didik adalah makhluk Allah yang memiliki perbedaan individual. 5. Peserta didik terdiri dari dua unsur utama, yaitu jasmani dan rohani.

apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus

6. Peserta didik adalah manusia yang memiliki potensi (fitrah) yang dapat dikembangkan dan berkembang secara dinamis. Pandangan Ibnu Khaldun Terhadap Anak Didik Membangun peradaban yang tinggi harus dimulai dengan memajukan pendidikan terlebih dahulu.

Oleh karena itu maju tidaknya suatu negara ditentukan oleh tingkat kualitas pendidikan di dalamnya. Semakin bagus mutu / kualitas pendidikan suatu negara maka semakin maju peradaban yang dibangunnya.

Anak didik sebagai salah satu komponen pendidikan di dalamnya merupakan salah satu faktor terpenting dalam terlaksananya proses pendidikan. Selain sebagai objek manusia juga sebagai subjek dalam pendidikan, sehingga kedudukannya dalam proses kependidikan menempati posisi urgen sebagai syarat terjadinya proses pendidikan. Berangkat dari urgensitas pendidikan dalam membangun sebuah peradaban, maka banyak para kaum intelektual yang mencoba mengkajinya lebih dalam sampai keakar permasalahannya.

Ibn Khaldun, seseorang yang terkenal sebagai sejarawan, sosiolog, dan juga antropolog, mencoba mengemukakan gagasan pemikirannya mengenai anak didik, yang dalam hal ini anak didik menduduki objek sekaligus subjek dalam pendidikan. Menurut Husayn Ahmad Amin (1995), dengan latar belakang seorang sosiolog, maka dalam apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus kajiannya Ibn Khaldun bersandar sepenuhnya kepada pengamatan terhadap fenomena sosial dalam berbagai bangsa yang di dalamnya dia hidup.

Begitu pula dalam pemikirannya mengenai anak didik, ia mengaitkannya dengan aspek sosial yaitu hubungan anak didik dengan lingkungan dan masyarakat disekitarnya. Lebih lanjut diterangkan, Ibnu Khaldun melihat manusia tidak terlalu menekankan pada segi kepribadiannya sebagaimana yang acapkali dibicarakan para filosof, baik itu filosof dari golongan muslim atau non-muslim. Ia lebih banyak melihat manusia dalam hubungannya dan interaksinya dengan kelompok-kelompok yang ada di masyarakat.

Dalam konteks inilah ia sering disebut sebagai salah seorang pendiri sosiolog dan antropolog. Menurutnya, keberadaan masyarakat sangat penting untuk kehidupan manusia, karena sesungguhnya manusia memiliki watak bermasyarakat. Ini merupakan wujud implementasi dari kedudukan manusia sebagai makhluk sosial, yang secara harfiahnya selalu membutuhkan orang lain dalam hidupnya.

Salah satu contoh yaitu dengan adanya oganisasi kemasyarakatan. Manusia bukan merupakan produk nenek moyangnya, akan tetapi, lingkungan sosial, lingkungan alam, adat istiadat. Karena itu, lingkungan sosial merupakan pemegang tanggungjawab dan sekaligus memberikan corak perilaku seorang manusia. Hal ini memberikan arti, bahwa pendidikan menempati posisi sentral dalam rangka membentuk manusia ideal yang diinginkan.

Pendidikan sebagai suatu upaya dalam membentuk manusia ideal, mencoba mengajarkan dan mengajak manusia untuk berpikir mengenai segala sesuatu yang ada di muka bumi, sehingga hasrat apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus tahunya dapat terpenuhi. Ibn Khaldun memandang manusia sebagai makhluk yang berbeda dengan berbagai makhluk lainnya.

Manusia, kata Ibn Khaldun adalah makhluk berpikir. Oleh karena itu ia mampu melahirkan ilmu (pengetahuan) dan teknologi. Dan hal itu sebagai bukti bahwa manusia memang memiliki tingkatan berpikir yang lebih tinggi dibanding dengan makhluk lainnya. Disamping memiliki pemikiran yang dapat menolong dirinya untuk menghasilkan kebutuhan hidupnya, manusia juga memiliki sikap sikap hidup bermasyarakat yang kemudian dapat membentuk suatu masyarakat yang antara satu dengan yang lainnya saling menolong.

Dari keadaan manusia yang demikian itu maka timbullah ilmu pengetahuan dan masyarakat. Ilmu yang demikian mesti diperoleh dari orang lain yang telah lebih dahulu mengetahuinya. Mereka itulah yang kemudian disebut guru. Agar tercapai proses pencapaian ilmu yang demikian itu, maka perlu diselenggarakan kegiatan pendidikan.

Pada bagian lain, Ibn Khaldun berpendapat bahwa dalam proses belajar atau menuntut ilmu pengetahuan, manusia disamping harus sungguh-sungguh juga harus memiliki bakat. Menurutnya, dalam mencapai pengetahuan yang bermacam-macam itu seseorang tidak hanya membuuhkan ketekunan, tetapi juga bakat. Berhasilnya suatu keahlian dalam satu bidang ilmu atau disiplin memerlukan pengajaran.

Dalam Al Qur`an sendiri manusia terdiri dari materi (jasad) dan immateri (ruh, jiwa, akal, qalb). Jika dihubungkan dengan pendidikan, maka manusia yang diberi pendidikan itu adalah jiwa dan akalnya. Pendidikan pada manusia adalah suatu proses pengembangan potensi jiwa dan akal yang tumbuh secara wajar dan seimbang, dalam masyarakat yang berkebudayaan.

D. Kedudukan Peserta Didik dalam Pembelajaran Dalam pembelajaran, peserta didik dapat dipandang sebagai objek didik, subjek didik, dan sebagai subjek dan objek didik sekaligus. Dalam pandangan konvensional, peserta didik dipandang sebagai objek didik, ialah sebagai wadah yang harus diisi dengan pengetahuan, dan ketrampilan. Peserta didik diperlakukan pasif, ia harus menereima semua yang diberikan guru. Dalam pandangan modern, peserta didik dipandang sebagai subjek yang memiliki potensi tersendiri, ia aktif mengembangkan potensinya, ia merespon, bertanya dan menanggapi keterangan guru pada saat berlangsungnya pembelajaran.

Guru berfungsi sebagai fasilitator, menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga peserta didik terjadi proses belajar. Ciri khas peserta didik adalah : 1. Sebagai individu yang memiliki potensi fisik dan psikis. 2. Sebagai individu yang sedang berkembang baik potensi fisik maupun psikis, 3. Dalam pengembangan potensi tersebut peserta didik membutuhkan bantuan orang lain.

4. Memiliki kemampuan untuk mandiri. Peserta didik adalah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar mengajar. Didalam proses belajar-mengajar, peserta didik sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita dan memiliki tujuan dan kemudia ingin mencapainya secara optimal.

Jadi dalam proses belajar mengajaryang perlu diperhatikan pertama kali adalah peserta didik, bagaimana keadaan dan kemampuannya, baru setelah itu menentukan komponen-komponenyang lain. Apa bahan yang diperlukan, bagaimana cara yang tepat untuk bertindak, alat dan fasilitas apa yang cocok dan mendukung, semua itu harus disesuaikan dengan keadaan ataukarakteristikpeserta didik.

Itulah sebabnya peserta didik merupakan subjek belajar. Ada beberapa halyang harus dipenuhi oleh peserta didik sebagai subjek belajar yaitu : 1. Mememahami dan menerima keadaan jasmani 2. Memperoleh hubungan yang memuaskan dengan teman-teman sebayanya. 3. Mencapai hubungan yang lebih “matang” dengan orang dewasa 4. Mencapai kematangan Emosional 5. Menujukepada keadaan berdiri sendiri dalam lapangan finansial. 6. Mencapai kematangan intelektual II.

Pertumbuhan dan Perkembangan Pertumbuhan diartikan sebagai perubahan alamiah secara kuantitatif pada segi jasmaniah atau fisik dan atau menunjukkan kepada suatu fungsi tertentu yang baru (yang tadinya belum tampak) dari organisme atau individu.

Konsep pertumbuhan mempunyai makna luas, mencangkup segi-segi kuantitatif dan kualitatif serta aspek-aspek fisik-psikis seperti yang terkandung dalam istilah-istilah pertumbuhan, kematangan dan belajar atau pendidikan dan latihan. Belajar atau pendidikan menunjukkan kepada perubahan pola-pola sambutan atau perilaku dan aspek-aspek kepribadian tertentu sebagai hasil usaha individu atau organisme yang bersangkutan dalam batas-batas waktu setelah tiba masa pekanya.

Dengan demikian, dapat dibedakan bahwa perubahan-perubahan perilaku dan pribadi sebagai hasil belajar itu berlangsung secara intensional atau dengan sengaja diusahakan oleh individu yang bersangkutan, sedangkan perubahan dalam arti pertumbuhan dan kematangan berlangsung secara alamiah menurut jalannya pertambahan waktu atau apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus yang ditempuh oleh yang bersangkutan.

Pertumbuhan terbatas pada perubahan-perubahan yang bersifat evolusi (menuju ke arah yang lebih sempurna). Perubahan-perubahan aspek fisik dapat diidentifikasikan relative lebih mudah manifestasinya karena dapat dilakukan pengamatan langsung seperti tinggi dan berat badan, tanggal dan tumbuhnya gigi dan sebagainya.

Lain halnya dengan segi-segi psikis yang relative sulit diidentifikasi karena kita hanya mengamati dan sampai batas tertentu. Perkembangan diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya yang berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan baik fisik maupun psikis.

Perkembangan juga bertalian dengan beberapa konsep pertumbuhan (growth), kematangan (maturity), dan belajar (learning) serta latihan (training). Perkembangan individu dapat ditujukan dengan munculnya atau hilangnya, bertambah atau berkurangnya bagian-bagian, fungsi-fungsi atau sifat-sifat psikofisis, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, yang sampai batas tertentu dapat diamati dan diukur dengan mempergunakan teknik dan instrument yang sesuai.

Contoh perkembangan proses berpikir, kemampuan berbahasa dan lain-lain. A. Prinsip-prinsip Perkembangan – Perkembangan proses yang tidak pernah berhenti – Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi – Perkembangan mengikuti pola dan arah tertentu dan terjadi dalam tempo berlainan – Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas – Setiap individu yang normal mengalami fase perkembangan B. Fase Perkembangan Ø Fase perkembangan menurut Freud : 1.

Fase oral : 0 – 1 tahun terfokus pada fungsi mulut) 2. Fase anal : 1 -3 tahun terfokus fungsi eliminatif (pembuangan kotoran) 3.

Fase Phalis : 3 – 5 tahun 4. Fase latent : 5 – 12/13 tahun 5. Fase pubertas : 12/13 tahun – 20 tahn 6. Fase genetal : kematangan a.Analisis Biologis 1) Aristoteles Tahap I : 0 – 7 tahun masa anak kecil/bermain Tahap II : 7 – 14 tahun masa anak/masa sekolah rendah Tahap III : 14-21 tahun remaja/pubertas (peralihan anak menjadi dewasa) 2) Krestmer Tahap I : 0 – 3 tahun masa fulung (pengisian) tampak pendek & gemuk Tahap II : 3- 7 tahun masa Streckung (rentangan) tampak langsing & panjang Tahap III : 7-13 tahun Fulung II tampak pendek dan gemuk Tahap IV : 13-20 tahun Streckung tampak langsing 3) Elizabeth Hurlock Tahap I : konsepsi/Prenatal, 280 hari dalam kandungan Tahap II : 10 – 14 hari masa orok/infancy Tahap III : 2 minggu – 2tahun Babyhood Tahap IV : 2 – 11 Childhood Tahap V : 11-21tahun masa Adolesence/ puberty, 11-13 pre adolescence,16-17 tahun early adolescence, late adolescence b.

Bedasar didaktis 1) Commenius Apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus I : 0 – 6 tahun scola materna (sekolah ibu) Tahap II : 6-12 tahun scola vernaculan (sekolah bahasa ibu) Tahap III : 12-18 tahun scola latina (sekolah latin) Tahap IV : 18-24 akademika 2) Rosseau Tahap I : 0 – 2 tahun usia asuhan Tahap II : 2-12 tahun masa pendidikan jasamni dan panca indera Tahap III : 12-15 tahun pendidikan akal Tahap IV : 15-20 tahun pendidikan watak dan agama c.

Berdasar psikologis : – masa kanak-kanak 0-4 – masa keserasian sekolah 4 – 17 – masa kematangan >17. Ø Fase perkembangan kaitannya dengan proses belajar mengajar – Masa pra sekolah : 0 – 6 tahun (masa vital(Freud :masa oral)& masa estetik – Masa sekolah dasar : 6 – 12 tahun (masa kelas rendah dan kelas tinggi) – Masa sekolah menengah : 12 – 18 tahun( pra remaja dan remaja) – Masa Mahasiswa : 18 – 25 tahun (remaja akhir-dewasa) C.

Anak Sebagai Suatu Totalitas Konsep anak sebagai suatu totalitas mengandung tiga pengertian, yaitu : 1. Anak adalah makhluk hidup yang merupakan suatu kesatuan dari keseluruhan aspek yang terdapat dalam dirinya.

Sebagai suatu totalitas, anak dipandang sebagai makhluk hidup yang utuh, yakni sebagai suatu kesatuan dari keseluruhan aspek fisik dan psikis yang terdapat dalam dirinya. Keseluruhan aspek fisik dan psikis anak tersebut tidak dapat dapat dipisahkan satu sama lain. Karena itu anak dipandang sebagai suatu individu.

Dalam hal ini kita tidak akan memandang anak sebagai kumpulan organ-organ misalnya ada kepala, kaki, tangan, dan bagian tubuh yang terpisah satu sama lain. 2. Keseluruhan aspek anak saling terjalin satu sama lain Keseluruhan aspek yang terdapat dalam diri anak tersebut secara terintegrasi saling terjalin dan memberikan dukungan satu sama lain.

Sebagai misal, anak yang dimarahi orang tuanya bisa tidak berselera makan, anak yang sedang sakit nafsu makannya berkurang dan lain-lain. Contoh tersebut mengilustrasikan adanya keterkaitan dan perpaduan dalam proses kehidupan dan aktivitas anak.

Reaksi-reaksi psikis anak selalu disertai dengan reaksi fisiknya, begitu pula sebaliknya. 3. Anak berbeda dari orang dewasa bukan sekedar fisik, tetapi secara keseluruhan. Anak bukan miniature orang dewasa, tetapi anak adalah anak yang dalam keseluruhan aspek dirinya bisa berbeda dengan orang dewasa, baik dalam segi fisik, cara berfikir, rasionalitas, daya pikir maupun pola pikirnya. Jadi jangan memaksa anak sesuai dengan yang kita inginkan karena anak itu juga mempunyai dunianya sendiri.

Biarlah mereka menjadi diri mereka sendiri, suatu saat dengan kematangan dan pengalaman mereka akan menjadi dewasa. D. Perkembangan sebagai Proses Holistik dari aspek biologis, kognitif, dan psikososial. Sesuai dengan konsep anak sebagai suatu totalitas atau sebagai individu, perkembangan juga merupakan suatu proses yang sifatnya menyeluruh (holistik). Artinya perkembangan terjadi tidak hanya dalam aspek tertentu, melainkan melibatkan keseluruhan aspek yang saling terjalin satu sama lain.

Secara garis besar, proses perkembangan individu dapat dikelompokkan ke dalam 3 domain, yaitu : 1. Proses Biologis Proses biologis atau perkembangan fisik mencangkup perubahan-perubahan dalam tubuh individu seperti pertumbuhan otak, otot, sistem syaraf, struktur tulang, hormon, organ-organ indrawi, dan sejenisnya. Perubahan dalam cara menggunakan tubuh atau keterampila motorik dan perkembangan seksual juga dikelompokkan ke dalam domain ini. Tetapi domain perkembangan ini tidak mencangkup perubahan fisik karena kecelakaan, sakit, atau peristiwa-peristiwa khusus lainnya.

2. Proses Kognitif Proses ini melibatkan perubahanperubahan dalam kemampuan dan pola berpikir, kemahiran bahasa, dan cara individu memperoleh pengetahuan dari lingkungannya. Aktivitas-aktivitas seperti mengamati dan mengklasifikasikan benda-benda, menyatukan beberapa kata menjadi satu kalimat, menghafal sajak atau doa, memecahkan soal-soal matematika, dan menceritakan pengalaman merefleksikan peran kognitif dalam perkembangan anak.

3. Proses Psikososial Proses ini melibatkan perubahan-perubahan dalam aspek perasaan, emosi dan kepribadian individu serta cara yang bersangkutan berhubungan dengan orang lain. Aspek-aspek tersebut saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Misalnya saja jika seorang anak mengalami gangguan pendengaran maka dia dapat mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa dikarenakan tidak adanya kata-kata yang dapat masuk dan dicerna di otaknya. E. Kematangan dan Pengalaman dalam Perkembangan Anak Kematangan menunjukkan kepada suatu masa tertentu yang merupakan titik kulminasi dari suatu fase pertumbuhan sebagai titik tolak kesiapan (readiness) dari suatu fungsi (psikofisis) untuk menjalankan fungsinya.Pengalaman adalah peristiwa-peristiwa yang dialami individu dalam interaksi dengan lingkungan.

Kematangan ditentukan oleh beberapa faktor antara lain pengalaman, pola asuh dan kesempatan yang diberikan. Secara usia anak yang berusia 7tahun harusnya memiliki pengalaman yang lebih banyak dibandingkan usia 6tahun. Namun pengalaman menjadi berbeda ketika pola asuh yan diberikan berbeda F. Kontinuitas dan Diskontinuitas dalam Perkembangan Perkembangan dari segi kesinambungan menjelaskan bahwa perkembangan merupakan perubahan kumulatif yang berlangsung secara bertahap dari masa konsepsi hingga meninggal dunia.

Perkembangan adalah perubahan yang sifatnya bertahap dan merupakan akumulasi dari perilaku dan kualitas pribadi yang sama yang sudah diperoleh sebelumnya. Dalam proses perkembangan ini terjadi penambahan maupun pengurangan keterampilan yang akan dikombinasikan dengan keterampilan yang sudah ada untuk menghasilkan perilaku yang semakin kompleks. Sedangkan dari segi ketidaksinambungan menganggap bahwa perkembangan individu melibatkan tahapan-tahapan yang berbeda.

Dalam hal ini perkembangan individu dianggap berlangsung melalui terjadinya perubahan yang relatif tiba-tiba dari suatu tahap ke tahap berikutnya. G. Perkembangan Biologis dan Perseptual Anak 1. Perkembangan Fisik a. Tinggi dan Berat Badan b. Proporsi dan Bentuk Tubuh 2. Perkembangan Perseptual Persepsi adalah interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima. Persepsi merupakan proses pengolahan informasi lebih lanjut dari aktivitas sensasi.

a. Persepsi Visual Adalah persepsi yang didasarkan pada penglihatan dan sangat mengutamakan peran indra penglihatan dalam proses perseptualnya. Dilihat dari dimensinya, ada enam jenis persepsi visual yang dapat dibedakan, yakni : 1) Persepsi Konstanitas Ukuran Adalah apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus individu untuk mengenal bahwa setiap objek memiliki suatu ukuran yang konstan meskipun jaraknya berbeda.

Contohnya anak mampu mempersepsikan bahwa bahwa jalan dipegunungan itu sama lebarnya tetapi ketika digambar semakin jauh semakin kecil. Anak yang sudah mengerti tentang konsep ini akan menjawab bahwa ini berkaitan dengan jarak, tetapi yang belum mengerti mereka akan menjawab dengan sekenanya “ Emang dari dulu gambarnya gitu bu !”.

2) Persepsi Objek atau Gambar Pokok dan Latar Persepsi ini memungkinkan individu untuk menempatkan suatu objek yang berada atau tersimpan pada suatu latar yang membingungkan. Kemampuan ini akan terlihat dalam gambar anak. Misalnya kemampuan anak dalam menggambar gambar yang tertutup oleh gambar lain. 3) Persepsi Keseluruhan dan Bagian Merupakan kemampuan untuk membedakan bagian-bagian suatu objek atau gambar dari keseluruhannya.

4) Persepsi Kedalaman Kemampuan seseorang untuk mengukur jarak dari posisi tubuh ke suatu objek.persepsi ini memerlukan ketajaman visual yang baik 5) Persepsi Tilikan Ruang Merupakan kemampuan penglihatan untuk mengidentifikasi, mengenal, dan mengukur dimensi 6) Persepsi Gerakan Melibatkan kemampuan memperkirakan dan mengikuti gerakan atau perpindahan suatu objek oleh mata.

Kemampuan persepsi ini juga sudah mulai dikembangkan sejak bayi terhadap gerakan horizontal, disusul terhadap gerakan vertikal, gerakan diagonal, dan terakhir terhadap gerakan berputar. b. Persepsi Pendengaran Persepsi pendengaran merupakan pengamatan dan penilaian terhadap suara yang diterima oleh bagian telinga.

Seperti halnya persepsi penglihatan, perkembangan persepsi pendengaran mencakup beberapa dimensi, yaitu: persepsi lokasi pendengaran, persepsi perbedaan terhadap suara-suara yang mirip, dan persepsi pendengaran pokok dan latarnya. apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus Persepsi Lokasi Pendengaran Persepsi ini berkenaan dengan kemampuan mendeteksi tempat munculnya suatu sumber suara.

Misalnya, kalau si anak dipanggil dari sebelah kiri, maka ia menenggok ke sebelah kiri; kalau ada pada langit langit ada suara yang menakutkan, maka ia memusatkan perhatiannya ke arah sumber suara tersebut 2) Persepsi Perbedaan 3) Persepsi Pendengaran Utama dan Latarnya Kemampuan untuk memperhatikan suara-suara tertentu dengan mengabaikan suara-suara lain yang tidak berhubungan. Misalnya kita perlu mendengarkan suara guru yang sedang mengajar sambil mengabaikan suara-suara gaduh yang datang dari luar kelas.

H. Faktor Hereditas dan Lingkungan dalam Perkembangan Anak Setiap manusia mempunyai pola pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: a. Faktor Hereditas Faktor hereditas ada dalam diri manusia itu sendiri. Disini terjadi totalitas karakter dari orang tua kepada anak, dari sini pula kepribadian anak mulai terbentuk karena didikan orang tua.

b. Faktor Lingkungan Faktor ini juga dapat disebut dengan faktor luar. Dalam lingkungan anak diajarkan tentang nilai-nilai budaya setempat. Dengan faktor tertentu dan faktor lingkungan tertentu pula maka akan menghasilkan pola pertumbuhan dan perkembangan tertentu pula. Setiap individu lahir dengan hereditas tertentu. Namun individu itu tumbuh dan berkembang tidak lepas dari lingkungannya baik lingkungan fisik, lingkungan psikologi, maupun lingkungan social.

Setiap pertumbuhan dan perkembangan yang kompleks merupakan hasil interaksi dari hereditas dan lingkungan. Hubungan antara faktor hereditas dan lingkungan, faktor hereditas beroperasi dengan cara yang berbeda-beda menurut kondisi dan keadaan lingkungan yang berbeda-beda pula.

Selain dengan interaksi hubungan antara hereditas dan lingkungan dapat pula digambarkan sebagai additive contribution (sama-sama menyumbang bagi pertumbuhan dan perkembangan fisiologi dan juga tingkah laku.

Diantara kedua faktor tersebut tidak ada faktor yang lebih dominan karena keduanya saling mengisi dan mempengaruhi satu sama lain. Tidak selamanya yang diinginkan lingkungan kepada seorang anak akan menjadi kenyataan, begitu pula sebaliknya. III. Perkembangan Anak Usia Dini A. Karakteristik Anak Usia Dini Piaget mengkatagorikan empat tahapan perkembangan kognitif dan afektif yang dilalui manusia.

Menurut teori ini, anak-anak apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus secara kognitif melalui keterlibatan aktif dengan lingkungannya. Dikaitkan dengan teori ini, perkembangan anak usia dini berada pada tahap berpikir praoperasional (usia 2-7 tahun). Pada tahap ini perkembangan anak sudah ditandai dengan per-kem-bangan bahasa dan berbagai bentuk representasi lainnya serta perkem-bangan konseptual yang pesat. Proses berfikir anak berpusat pada penguasaan simbol-simbol seperti kata-kata yang mampu mengung-kapkan pengalaman masa lalu.

Manipulasi symbol, termasuk kata-kata, merupakan karakteristik penting dari tahap praoperasional. Hal ini tampak dalam meniru sesuatu yang tertunda sehingga menghasilkan suatu tindakan yang telah dilihat di masa lalu dan dalam imajinasi anak-anak atau pura-pura bermain (Piaget, 1951) yang dikutip Mussen, Conger, Kagen dan Huston (1984). Nalar anak-anak pada tahap ini belum tampak logis dan mereka cenderung sangat egosentris.

Egosentris pada anak usia prasekolah tidak berarti ia mementingkan diri sendiri, melainkan anak usia prasekolah tidak dapat melihat sesuatu dari pandangan orang lain.

Mengenal karakteristik peserta didik untuk kepentingan proses pembelajaran merupakan hal yang penting. Adanya pemahaman yang jelas tentang karakteristik peserta didik akan memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif.

Berdasarkan pemahaman yang jelas tentang karakteristik peserta didik, para guru dapat merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaransesuai perkembangan anak. Anak usia dini (0 – 8 tahun) adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat.

Bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan karena itulah maka usia dini dikatakan sebagai golden age (usia emas) yaitu usia yang sangat berharga dibanding usia-usia selanjutnya. Usia tersebut merupakan fase kehidupan yang unik. Secara lebih rinci akan diuraikan karakteristik anak usia dini sebagai berikut : a. Usia 0 – 1 tahun Pada masa bayi perkembangan fisik mengalami kecepatan luar biasa, paling cepat dibanding usia selanjutnya. Berbagai kemampuan dan ketrampilan dasar dipelajari anak pada usia ini.

Beberapa karakteristik anak usia bayi dapat dijelaskan antara lain : 1. Mempelajari ketrampilan motorik mulai dari berguling, merangkak, duduk, berdiri dan berjalan. 2. Mempelajari ketrampilan menggunakan panca indera, seperti melihat atau mengamati, meraba, mendengar, mencium dan mengecap dengan memasukkan setiap benda ke mulutnya. 3. Mempelajari komunikasi sosial. Bayi yang baru lahir telah siap melaksanakan kontrak sosial dengan lingkungannya.

Komunikasi responsif dari orang dewasa akan mendorong dan memperluas respon verbal dan non verbal bayi. Berbagai kemampuan dan ketrampilan dasar tersebut merupakan modal penting bagi anak untuk menjalani proses perkembangan selanjutnya.

b. Usia 2 – 3 tahun Anak pada usia ini memiliki beberapa kesamaan karakteristik dengan masa sebelumnya. Secara fisik anak masih mengalami pertumbuhan yang pesat.

apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus

Beberapa karakteristik khusus yang dilalui anak usia 2 – 3 tahun antara lain : 1. Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada di sekitarnya. Ia memiliki kekuatan observasi yang tajam dan keinginan belajar yang luar biasa. Eksplorasi yang dilakukan oleh anak terhadap benda-benda apa saja yang ditemui merupakan proses belajar yang sangat efektif.

Motivasi belajar anak pada usia tersebut menempati grafik tertinggi dibanding sepanjang usianya bila tidak ada hambatan dari lingkungan. 2.

apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus

Anak mulai mengembangkan kemampuan berbahasa. Diawali dengan berceloteh, kemudian satu dua kata dan kalimat yang belum jelas maknanya. Anak terus belajar dan berkomunikasi, memahami pembicaraan orang lain dan belajar mengungkapkan isi hati dan pikiran. Anak mulai belajar mengembangkan emosi. Perkembangan emosi anak didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukan dia. Sebab emosi bukan ditemukan oleh bawaan namun lebih banyak pada lingkungan. c. Usia 4 – 6 tahun Anak usia 4 – 6 tahun memiliki karakteristik antara lain : 1.

Berkaitan dengan perkembangan fisik, anak sangat aktif melakukan berbagai kegiatan. Hal ini bermanfaat untuk mengembangkan otot-otot kecil maupun besar.

2. Perkembangan bahasa juga semakin baik. Anak sudah mampu memahami pembicaraan orang lain dan mampu mengungkapkan pikirannya dalam batas-batas tertentu. 3. Perkembangan kognitif (daya pikir) sangat pesat, ditunjukkan dengan rasa ingin tahu anak yang luar biasa terhadap lingkungan sekitar. Hl itu terlihat dari seringnya anak menanyakan segala sesuatu yang dilihat.

4. Bentuk permainan anak masih bersifat individu, bukan permainan sosial. Walaupun aktifitas bermain dilakukan anak secara bersama. d. Usia 7 – 8 tahun Karakteristik perkembangan anak usia 7 – 8 tahun antara lain : 1. Perkembangan kognitif anak masih berada pada masa yang cepat.

Dari segi kemampuan, secara kognitif anak sudah mampu berpikir bagian per bagian. Artinya anak sudah mampu berpikir analisis dan sintesis, deduktif dan induktif.

2. Perkembangan sosial anak mulai ingin melepaskan diri dari otoritas orangtuanya. Hal ini ditunjukkan dengan kecenderungan anak untuk selalu bermain di luar rumah bergaul dengan teman sebaya. 3. Anak mulai menyukai permainan sosial. Bentuk permainan yang melibatkan banyak orang dengan saling berinteraksi. 4. Perkembangan emosi anak sudah mulai berbentuk dan tampak sebagai bagian dari kepribadian anak.

Walaupun pada usia ini masih pada taraf pembentukan, namun pengalaman anak sebenarnya telah menampakkan hasil. Anak-anak usia 2-4 tahun menurut Musthafa (2002) mempunyai cirri sebagai berikut; 1. Anak-anak prasekolah mempunyai kepekaan bagi perkembangan bahasanya; 2. Mereka menyerap pengetahuan dan keterampilan berbahasa dengan cepat dan piawai dalam mengolah input dari lingkungannya; 3. Modus belajar yang umumnya disukai adalah melalui aktivitas fisik dan berbagai situasi yang bertautan langsung dengan minat dan apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus alamannya; 4.

Walaupun mereka umumnya memiliki rentang perhatian yang pendek, mereka gandrung mengulang-ngulang kegiatan atau permainan yang sama; 5. Anak-anak prasekolah ini sangat cocok dengan pola pembelajaran lewat pengalaman konkret dan aktivitas motorik. Sementara itu, anak-anak usia 5-7 tahun sebagai tahun-tahun awal memasuki sekolah dasar mereka mempunyai ciri sebagai berikut; 1.

Kebanyakan anak-anak usia ini masih berada pad tahap berpikir praoperasional dan cocok belajar melalui pengalaman konkret dan dengan orientasi tujuan sesaat; 2.

Mereka gandrung menyebut nama-nama benda, medefinisikan kata-kata, dan mempelajari benda-benda yang berada di lingkungan dunianya sebagai anak-anak 3. mereka belajar melalui bahasa lisan dan pad tahap ini bahasanya telah berkembang dengan pesat; dan 4.

pada tahap ini anak-anak sebagai pembelajar memerlukan struktur kegiatan yang jelas dan intruksi spesifik. Banyak teori perkembangan yang dihasilkan oleh para ahli; suatu teori mempunyai perbedaan dan persamaan dengan teori lainnya serta terjadinya perubahan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, Solehuddin (2002) mengidentifikasikan sejumlah karakteristik anak usia prasekolah sebagi berikut.

1. Anak bersifat unik.Anak sebagai seorang individu berbeda dengan individu lainnya. Perbedaan ini dapat dilihat dari aspek bawaan, minat, motivasi dan pengalaman yang diperoleh dari kehidupannya masing- masing. Ini berarti bahwa walaupun ada acuan pola perkembangan anak secara umum, dan kenyataan anak sebagai individu berkembang dengan potensi yanmg berbeda-beda. 2. Anak mengekspresikan prilakunya secara relatif spontan.Ekspresi perilaku secara spontan oleh anak akan menampakan bahwa perilaku yang dimunculkan anak bersifat asli atau tidak ditutup-tutupi.

Dengan kata lain tidak ada penghalang yang dapat membatasi ekspresi yang dirasakan oleh anak.

apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus

Anak akan membantah atau menentang kalau ia merasa tidak suka. Begitu pula halnya dengan sikap marah, senang, sedih, dan menangis kalau ia dirangsang oleh situasi yang sesuai dengan ekspresi tersebut. 3. Anak bersifat aktif dan energik.Bergerak secara aktif bagi anak usia prasekolah merupakan suatu kesenangan yang kadang kala terlihat seakan- akan tidak ada hentinya.

Sikap aktif dan energik ini akan tampak lebih intens jika ia menghadapi suatu kegiatan yang baru dan menyenangkan. 4. Anak itu egosentris. Sifat egosentris yang dimiliki anak menyebabkan ia cenderung melihat dan memahami sesuatu dari sudut pandang dan kepentingan sendiri. 5. Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal.Anak pada usia ini juga mempunyai sifat banyak memper-hatikan, membicarakan den mempertanyakan berbagai hal yang dilihat dan didengarnya terutama berkenaan dengan hal-hal yang baru.

6. Anak bersifat eksploratif dan petualang.Ada dorongan rasa ingin tahu yang sangat kuat terhadap segala sesuatu, sehingga anak lebih anak lebih senang untuk mencoba, menjelajah, dan ingin mempelajari hal-hal yang baru.Sifat seperti ini misalnya, terlihat pada saat anak ingin membongkarpasang alat-alat mainan yang ada.

7. Anak umumnya kaya dengan fantasi. Anak menyenangi hal yang bersifat imajinatif. Oleh karena itu, mereka mampu untuk bercerita melebihi pengalamannya. Sifat ini memberikan implikasi terhadap pembelajaran bahwa bercerita dapat dipakai sebagai salah satu metode belajar. 8. Anak masih mudah frustrasi. Sifat frustrasi ditunjukkan dengan marah atau menangis apabila suatu kejadian tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya.

Sifat ini juga terkait dengan sifat lainnya seperti spontanitas dan egosentris. 9. Anak masih kurang pertimbangan dalam melakukan sesuatu.Apakah suatu aktivitas dapat berbahaya atau tidak terhadap dirinya, seorang anak bahaya belum memiliki pertimbangan yang matang untuk itu. Oleh karena itu lingkungan anak terutama untuk kepentingan pembelajaran perlu terhindar dari hal atau keadaan yang membahayakan.

10. Anak memiliki daya perhatian yang pendek.Anak umumnya memiliki daya perhatian yang pendek kecuali untuk hal-hal yang sangat disenanginya. 11. Anak merupakan usia belajar yang paling potensial Dengan mempelajari sejumlah ciri dan potensi yang ada pada anak, misalnya rasa ingin tahu, aktif, bersifat eksploratif dan mempunyai daya ingat lebih kuat, maka dapat dikatakan bahwa pada usia anak-anak terdapat kesempatan belajar yang sangat potensial.

Dikatakan potensial karena pada usia ini anak secara cepat dapat mengalami perubahan yang merupakan hakikat dari proses belajar. Oleh karena itu, lingkungan pembelajaran untuk anak perlu dikem-bangkan sesuai potensi yang dimilikinya. 12. Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman.Anak mempunyai keinginan yang tinggi untuk berteman. Anak memiliki kemampuan untuk bergaul dan bekerjasama dengan teman lainnya.

Seiring dengan pendapat diatas, Snowman (1993) yang dikutip oleh patmonodewo (2000) anak usia prasekolah atau usia dini memiliki sejumlah ciri yang dapat dilihat dari aspek fisik, sosial, emosi dan kognitif.

B. Kondisi Yang Mempengaruhi Anak Usia Dini Banyak hal yang dapat mempengaruhi kondisi anak usia dini, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : a. Faktor bawaan b. Faktor lingkungan Pertama, faktor bawaan adalah faktor yang diturunkan dari kedua orangtuanya, baik yang bersifat fisik maupun psikis.

Faktor bawaan lebih dominan dari pihak ayah daripada ibu atau sebaliknya. Faktor ini tidak dapat direkayasa oleh orangtua yang menurunkan. Dan hanya ditentukan oleh waktu satu detik, yaitu saat bertemunya sel sperma dan ovum. Oleh karena itu, saat ovulasi merupakan saat paling berharga untuk sepanjang hidup manusia, karena pada saat itulah diturunkan sifat bawaan yang akan terbawa sepanjang usia manusia. Kedua, faktor lingkungan yaitu faktor yang berasal dari luar faktor bawaan, meliputi seluruh lingkungan yang dilalui oleh anak.

Lingkungan dapat dipisahkan menjadi dua, yaitu lingkungan dalam kandungan dan lingkungan di luar kandungan. Lingkungan dalam kandungan sangat penting bagi perkembangan anak.

Karena perkembangan janin dalam kandungan mengalami kecepatan luar biasa, lebih cepat 200.000 kali dibanding perkembangan sesudah lahir. Oleh karena itu lingkungan yang positif dalam kandungan akan berpengaruh positif bagi perkembangan janin, demikian juga sebaliknya.

Lingkungan di luar kandungan, juga besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak usia dini. Sebab anak menjadi bagaimana seorang anak sangat dipengaruhi oleh bagaimana lingkungan memperlakukan dia. Lingkungan luar kandungan dibedakan menjadi tiga hal yaitu : a. Lingkungan keluarga, yaitu lingkungan yang dialami anak dalam berinteraksi dengan anggota keluarga baik interaksi secara langsung maupun tidak langsung.

Lingkungan keluarga khususnya dialami anak usia 0 – 3 tahun. Usia ini menjadi landasan bagi anak untuk melalui proses selanjutnya. b. Lingkungan apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus atau lingkungan teman sebaya. Seiring bertambahnya usia, anak akan mencari teman untuk berinteraksi dan bermain bersama. Kondisi teman sebaya turut menentukan bagaimana anak jadinya. c. Lingkungan sekolah. Pada umumnya anak akan memasuki lingkungan sekolah pada usia 4 – 5 tahun atau bahkan yang 3 tahun.

Lingkungan di sekolah besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak. Sekolah yang baik akan mampu berperan secara baik dengan memberi kesempatan dan mendorong anak untuk mengaktualisasikan diri sesuai dengan kemampuan yang sesungguhnya. C. Pola Perkembangan Anak Usia Dini Perkembangan setiap anak memiliki pola yang sama, walaupun kecepatannya berbeda. Setiap anak mengikuti pola yang dapat diramalkan dengan cara dan kecepatannya sendiri. Sebagian anak berkembang dengan tertib tahap demi tahap, langkah demi langkah.

Namun sebagian yang lain mengalami kecepatan melonjak. Di samping itu ada juga yang mengalami penyimpangan atau keterlambatan. Namun secara umum setiap anak berkembang dengan mengikuti pola yang sama.

Beberapa pola tersebut antara lain : Perkembangan Fisik Perkembangan fisik mengikuti hukum perkembangan yang disebut “ cephalocaudal” dan “ proximodistal”.

Hukum cephalocaudal menyatakan bahwa perkembangan dimulai dari kepala kemudian menyebar ke seluruh tubuh sampai ke kaki. Sedangkan hukum proximodistal menyatakan bahwa perkembangan bergerak dari pusat sumbu ke ujung-ujungnya atau dari bagian yang dekat sumbu pusat tubuh ke bagian yang lebih jauh.

a. Perkembangan bergerak dari tanggapan umum menuju ke tanggapan khusus Bayi pada awal perkembangan memberikan reaksi dengan menggerakkan seluruh tubuh. Semakin lama ia akan mampu memberikan reaksi dalam bentuk gerakan khusus. Demikian seterusnya dalam hal-hal lain. b. Perkembangan berlangsung secara berkesinambungan Proses perkembangan diawali dari bertemunya sel sperma dan ovum yang disebut ovulasi, dan terus secara berkesinambungan hingga kematian.

Kadang perlahan, kadang cepat, kadang maju terus, kadang sejenak mundur. Satu tahap perkembangan menjadi landasan bagi tahap perkembangan selanjutnya. Tidak ada pengalaman anak yang sia-sia atau hilang terhapus.

Hanya tertutupi oleh pengalaman-pengalaman berikutnya. c. Terhadap periode keseimbangan dan tidak keseimbangan Setiap anak mengalami periode dimana ia merasa bahagia, mudah menyesuaikan diri dan lingkungannya pun bersikap positif terhadapnya.

Namun juga ada masa ketidakseimbangan yang ditandai dengan kesulitan anak untuk menyesuaikan diri, sulit diatur, emosi negatif dan sebagainya. Pola tersebut bila digambarkan ibarat spiral yang bergerak melingkar dengan jangka waktu kurang lebih 6 bulan, hingga akhirnya anak menemukan ketenangan dan jati diri. d. Terhadap tugas perkembangan yang harus dilalui anak dari waktu ke waktu Tugas perkembangan adalah sesuatu yang harus dilakukan atau dicapai oleh anak berdasarkan tahap usianya.

Tugas perkembangan bersifat khas, sesuai dengan tuntutan dan ukuran yang berlaku di masyarakat. Misalnya bayi lahir dia akan melaksanakan tugas perkembangan berguling, tengkurap, duduk, berdiri, berjalan, bermain dan seterusnya.

Kualitas dan kuantitas tugas perkembangan antara satu daerah berbeda dengan daerah lain. Ciri Fisik Anak : a. Anak prasekolah umumnya sangat aktif. Anak pada usia ini sangat menyukai kegiatan yang dilakukan atas kemauan sendiri. Kegiatan mereka yang dapat diamati adalah seperti; suka berlari, memanjat dan melompat. b. Anak membutuhkan istirahat yang cukup. Dengan adanya sifat aktif, maka biasanya setelah melakukan banyak aktivitas anak me-merlukan istirahat walaupun kadangkala kebutuhan untuk beristirahat ini tidak disadarinya.

c. Otot-otot besar anak usia prasekolah berkembang dari control jari dan tangan. Dengan demikin anak usia prasekolah belum bisa me-lakukan aktivitas yang rumit seperti mengikat tali sepatu.

d. Sulit memfokuskan pandangan pada objek-objek yang kecil ukurannya sehingga koordinasi tangan dan matanya masih kurang sempurna. a. Cara Belajar Anak Usia Dini Anak pada usia dini (0 – 8 tahun) memiliki kemampuan belajar yang luar biasa. Khususnya pada masa kanak-kanak awal. Keinginan anak untuk belajar menjadikan ia aktif dan eksploratif. Anak belajar dengan seluruh panca inderanya untuk dapat memahami sesuatu, dan dalam waktu singkat ia akan beralih ke hal lain untuk dipelajari.

Lingkungan lah yang kadang menjadikan anak terhambat dalam mengembangkan kemampuan belajarnya. Bahkan seringkali lingkungan mematikan keinginannya untuk bereksplorasi. Cara belajar anak mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya usia. Secara garis besar dapat diuraikan cara belajar anak usia dini mulai dari awal perkembangan. a. Usia 0 – 1 tahun Anak belajar dengan mengendalikan kemampuan panca inderanya. Yakni pendengaran, penglihatan, penciuman, peraba dan perasa.

Secara bertahap panca indera anak difungsikan lebih sempurna. Hingga usia satu tahun anak ingin mempelajari apa saja yang dilihat dengan mengarahkan seluruh panca indera. Hal itu nampak pada aktivitas anak memasukkan segala macam benda ke dalam mulut sebagai bagian dari proses belajar. b. Usia 2 – 3 tahun Anak melakukan proses belajar dengan lebih sungguh-sungguh. Ia memperhatikan apa saja yang ada di lingkungannya untuk kemudian ditiru.

Jadi cara belajar anak yang utama pada usia ini adalah meniru. Meniru segala hal yang ia lihat dan ia dengar. Selain itu perkembangan bahasa anak pada usia tersebut sudah mulai berkembang. Anak mengembangkan kemampuan berbahasa juga dengan cara meniru. c. Usia 4 – 6 tahun Kemampuan bahasa anak semakin baik.

Begitu anak mampu berkomunikasi dengan baik maka akan segera diikuti proses belajar anak dengan cara bertanya. Anak akan menanyakan apa saja yang ia saksikan.

Pertanyaan yang tiada putus. Saat demikian kognisi anak berkembang pesat dan keinginan anak untuk belajar semakin tinggi. Anak belajar melalui bertanya dan berkomunikasi. d. Usia 7 – 8 tahun Perkembangan anak dari berbagai aspek sudah semakin baik.

Walau demikian proses perkembangan anak masih terus berlanjut. Anak melakukan proses belajar dengan cara yang semakin kompleks. Ia menggunakan panca inderanya untuk menangkap berbagai informasi dari luar. Anak mulai mampu membaca dan berkomunikasi secara luas.

Hal itu menjadi bagian dari proses belajar anak. IV. Karakteristik Anak Usia Sekolah Dasar A. Pertumbuhan Jasmani Anak Usia Sekolah Dasar a. Tinggi dan Berat Badan Pertumbuhan fisik pada usia SD cenderung lebih lambat dan relatif konsisten. Laju perkembangan seperti ini berlangsung sampai terjadinya perubahan-perubahan besar pada awal masa pubertas. Kaki anak lazimnya menjadi lebih panjang dan tubuhnya menjadi lebih kurus. Massa dan kekuatan otot anak secara bertahap terus meningkat di saat semakin menurunnya kadar ‘lemak bayi’.

Selama usia SD ini, kekuatan fisik anak lazimnya meningkat dua kali lipat. Gerakan-gerakan lepas pada masa sebelumnya sangat menbantu pertumbuhan otot ini. b. Proporsi dan Bentuk Tubuh Anak SD kelas awal umumnya masih memiliki proporsi tubuh yang kurang seimbang. Kekurangseimbangan ini sedikit demi sedikit berkurang sampai terlihat perbedaannya ketika anak mencapai kelas 5 atau 6. Pada kelas-kelas akhir SD, lazimnya proporsi tubuh anak sudah mendekati keseimbangan. Berdasarkan tipologi Sheldon ada tiga kemungkinan bentuk primer tubuh anak SD.

Tiga bentuk primer tubuh tersebut adalah : 1) Endomorph, yakni yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar 2) Mesomorph, yakni yang kelihatannya kokoh, kuat, dan lebih kekar. 3) Ectomorph, yakni yang tampak jangkung, dada pipih, lemah, dan seperti tak berotot. B. Perkembangan Pada Anak Usia Sekolah Dasar Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini.

Masa usia dini ini merupakan masa perkembangan anak yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupannya. Oleh karena itu, pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu, dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan, mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya.

Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian, dapat mengendarai sepeda roda dua, dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. Selain itu, perkembangan anak dari sisi sosial, terutama anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya, telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya, mempunyai sahabat, telah mampu berbagi, dan mandiri.

Perkembangan anak usia 6-8 tahun dari sisi emosi antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain, telah dapat mengontrol emosi, sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang konsep nilai misalnya benar dan salah.

Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi, mengelompokkan obyek, berminat terhadap angka dan tulisan, meningkatnya perbendaharaan kata, senang berbicara, memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. C. Perkembangan Intelektual Beberapa aspek.perkembangan intelektual pada usia kanak-kanak 1.

Perkembangan Kognitif: Tahap Operasi Konkret Piaget Menurut Piaget, kadang-kadang anak usia antara 5.- 7 tahun apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus tahap operasi konkret (concrete operations), yaitu pada waktu anak dapat berpikir secara logis mengenai apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus sesuatu. Pada umumnya mereka pada tahap ini berusia sampai kira-kira 11 tahun.

2. Berpikir Operasional Menurut Piaget pada tahap ketiga, anak-anak mampn berpikir operasional: mereka dapat mempergunakan berbagai simbol, melakukan berbagai bentuk operasional, yaitu kemampuan aktivitas mental sebagai kebalikan dari aktivitas jasmani yang merupakan dasar untuk mulai berpikir dalam aktivitasnya. Walaupun anak-anak yang preoperasional dapat membuat pernyataan mental tentang oby’sk dan kejadian-kejadian sekelipun tidak dapat dalam seketika, cara helajar mereka masih terikat pada pengalaman fisik.

Anak-anak yang ada pada tahap operasional konkret lebih baik daripada anak-anak yang preoperasioial dalam mengadakan klasifikasi, bekerja dengan angka-angka.

apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus

mengetahui konsep-konsep waktu dan ruang, dan dapat membedakan antara kenyataan dengan hal-hal yang bersifat fantasi. Akan tetapi anak-anak usia sekolah lebih dapat berpikir secara logik daripada waktu mereka masih muda, cara berpikir mereka’masih terikat pada kenyataan atau kejadian pada waktu sekarang, artinya terikat pada hal-hal yang sedang dihadapi saja.

Menurut Piaget kordisi semacam ini berlaku jampai pada tahap berbagai operasi formal, di mana biasanya sampai pada tahap remaja, anak-anak mampu berpikir secara abstrak, tes hipotesis, dan mengerti tentang kemungkinan (probabilitas).

3. Konservasi Konservasi adalah salah satu kemampuan yang penting yang dapat mengembangkan berbagai operasi pada tahap konkret. Dengan kata lain konservasi adalah kemampuan untuk mengenal atau mengetahui bahwa dua bilangan yang sama akan tetap sama dalam substansi berat atau volume selama tidak ditambah atau dikurangi.

Dalam suatu tugas konservasi tertentu, Stay menunjukkan dua bola dari tana’i Mat. Dia setuju bahwa bola tersebut mem.ang sama. Dia mengatakan bahwa substansi konservasi tersebut sekalipun bola yang satu digelindingkan, keadaannya tetap tidak berubah, artinya jumlah bola tersebut tetap sama.

Dalam konservasi berat, dia juga mengetahui bahwa berat bola tersebut tetap sama sekalipun dipanaskan, demikian pula apabila bola tersebut dimasukkan ke dalam air, beratnya akan tetap sama. Anak-anak mengembangkan perbedaan berbagai tipe (bentuk) konservasi dalam waktu yang berbeda. Pada usia 6 atau 7 tahun mereka dapat mengkonservasi substansi pada usia 9 atau 10 tahun mampu mengkonservasi berat; dan pada usia 11 atau 12 mengkonservasi volume.

Pada dasarnya ketiga jenis konservasi tersebut adalah identik, akan tetapi anak-anak belum mampu mentransfer apa yang mereka telah pelajari yaitu mengkonservasi satu tipe (bentuk) kepada bentuk lain yang berbeda. Dalam luibungan ini kita dapat meliha; bahwa berbagai alasan anak-anak tersebut tetap sarna dalam tahap konkret. Sebab kondisi tersebut masih tetap terikat pada situasi tertentu sehingga anak tidak dapat mengaplikasikan operasi dasar mental yang sama pada situasi yang berlainan.

4. Bagaimana konservasi dikembangkan Pada umumnya anak-anak bergerr.k dengan melalui tiga tahapan dalam menguasai konservasi sebagaimana dikenukakan di atas.

Pada tahap pertama, anak-anak preoperasional gagal mengkonservasi. Mereka memusatkan perhatian pada sntu aspek dalam sit’iasi tertentu. Mereka belum mengerti bahwa tempat prnyimpanan bola dapat diisi dengan bola lebih dari satu. Sebab anak-anak pr?operasional tidak mengerti tentnng konsep perubalian, mereka tidak mengetahui dan tidak mengerti bahwa • mereka dapat merubah sesuatu, misalnya dengan menggerakkan suatu benda (bola) tanpa inerubah bentuknya.

Pada tahap kedua, merupakan trausisional. Anak-anak kembali pada kondisi bahwa kadang-kadang mengadakan konservasi namun kadang-kadang tidak melakukannya. Mereka lebih banyak memperhatikan berbagai ha! dan tidak terpaku pada satu aspek saja dalam situasi tertentu, seperti berat, lebar. panjang, dan tebal akan tetapi mereka gagal mengetahui sebagaimana berbagai dimensi tersebut berhubungan satu sarna lain. Pada tahap ketiga, yaitu tahap terakhir, anak-anak dapat mengkonservasi dan dapat memberikan alasan secara logis atas jawaban yang mereka berikan.

Alasan-alasan tersebut mengacu pada perubahan, identitas, atau kompensasi. Jadi anak-annk pada opernsional konkret menunjukkan snatii kualitas konitif lebih lanjut daripada anak-annk preoperasional. Mereka dapat berpikir lebih luas dan peduli pada berbagai transformasi yang hanya merupakan persepsi. Piaget menekankan bahwa perkembangan kemampuan anak-anak untuk mengkonservasi akan lebih baik apabila secara nalar telah cukup matang.

Piaget berpendapat bahwa konservasi hanya sedikit sekali dapat dipengaruhi oleh pengalaman. Sekalipun demikian terdapat faktor-faktor lain dari kematangan yang dapat mempengaruhi konservasi. Anak-anak yang belajar konservasi sejak dini akan mampu mencapai tingkat yang lebih dalam hal: IQ, kemampuan verbal dan tidak didominasi oleh ibunya (Almy, Chitenden & Miller,1966; Goldsmid & Bentler, 1968). D. Masalah Perkembangan 1. Gangguan Emosional pada Kanak-kanak Terdapat beberapa gangguan emosional pada masa kanak-kanak sehingga terkesan dan sebagai penyebab ketakutan kanak-kanak untuk melakukan kegiatan.

Antara Iain pada suasana yang gelap sehingga takut melakukan sesuatu pada malam hari di luar rumah; takut berhadapan dengan ‘seorang dokter karena pernah mendapat pengobatan yang berlebihan dosisnya (overdosis); karena tempramen orang dewa^a di rumahnya, misalnya sering dimarahi sehingga anak takut berhadapan dengan orang dewasa, baik dengan orang tuanya sendiri maupun orang lain.

Anak-anak yang sering mengalami gangguan semacam itu selalu merupakan masalah bagi para psikiater, kurang lebih 20-25% yang menderita gangguan tersebut.

Dan hanya sekitar 1 di antara 5 orang anak yang mendapatkan perawatan dengan oaik. Gangguan semacam ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Menurut hasil penelitian Pittsburgh diperoleh it.formasi bahwa 22% dari 789 anak usia antara 7-11 tahun sering mendapat perawatan dari seorang psikiater yang menyimpulkan masalah pada tahun-tahun pertama (Costello el al, 1988).Dari hasil penelitian lain diperoleh informasi bahwa terdapat 5 – 15% anak yang mengalami gangguan, namun prosentase yang rendah ini mewakili 3-9 juta anak (Knit7.cr,1984; US Department of Health and Human Sendees, USDHHS, 1980).

Anak laki-laki di Afrika d?n Amerika, dan anak-anak dari keluarga yang tidak mampu, mengalami risiko yang ‘inggi, karena tekanan hidup dan stres selama hidupnya, akibatnya mereka sering kali mengulang kelas di sekolahhya. Hal ini juga dapat disebabkan karena orang tuanya sering kali bermasalah dengan psikiater (Costello, et.

al., 1988). Beberapa masalah kelihatannya berkaitan dengan fase tertentu dalam kehidupan anak dan ‘dibiarkan hilahg dengan sendirinya. namun bagi yang lain memerlukan perawatan yang baik untuk meneegah timbulnya berbagai masalah waktu-waktu yang akan datang. 2. Beberapa Tipe masalah emosional Kebrutalan atau kebringasan anak nampak pada perilakunya; mereka menunjukkan suatu perbuatan yang sering kali memerlukan bantuan orang lain.

Misalrya berkelahi, membohong, mencuri, merusak hak milik dan merusak aturan yang berlaku. Bentuk-bentuk tindakan tersebut merupakan ekspresi yang keluar dari emosional yang terganggu. Sekalipun demikian pada umumnya anak-anak berusaha merubahnya dan menutupi periiaku mereka dengan mengemukakan alasan untuk dapat dipercayai oleh orang lain, menutupi kebohongannya dengan maksud menghindari hjkuman karena perbuatannya.

Akan tetapi ketika anak telah berusia lebih dari 6 atau 7. tahun sekalipun mereka tetap membuat cerita yang bohong, mereka merasa sadar dan tidak aman perasaannya. Oleh karena itu dia membuat ceritfra yang muluk-muluk agar orang lain percaya kepadanya; dapat pula mereka lakukan berbuat bohong tersebut karena untuk menyenangkan orang tuanya. (Chapman, 1974). Sering kali juga terjadi pencurian kecil-kecilan yang dilakukan oleh anak-anak. Namun hal semacam ini tidak selamanya merupakan perbuatan yang salah.

Kecuali apabila perbuatan semacam itu dilakukan secara terus-menerus terhadap orang ruanya atau bahkan dilakukan secara terbuka terhadap orang lain; mereka dapat ditangkap, namun untuk kesekian kalinya mereka berusaha ingkar dan berusaha menyenangkan atau mengelabui orang tuanya.

Seiiap periiaku anti sosial yang kronis harus dianggap sebagai suatu tanda adanya emosional yang terganggu. 3. Gangguan kecemasan Berbagai gangguan kecemasan dimulai pada masa. kanak-kanak. Gangguan keinginan tersebut dapat berupa gangguan keinginan terpisah dan ketakutan (phobia) sekolah. Gangguan keinginan terpisah dari orang yang terdekat disebabkan berbagai hal yang berbeda-beda dan dnpnt berakibat anak mengalami sakit kepala. sakit perut dan sebagainya. Akan tetapi kondisi semacam ini sangat berbeda di antara anak-anak yang berusia satu atau dua tahun yang mengalami gangguan keinginan terpisah.

Anak-anak yang menderita gangguan keinginan semacam ini sering kali tidak mau berteman; dengan kata lain dia suka menyendiri dan selalu peduli terhadao penyakitnya, misalnya sakit kepala, sakit perut. Kondisi semacam ini dapat mempengaruhi anak laki-laki maupun perempuan semenjak kanak-kanak bahkan sampai dewasa usia mahasiswa.

4. Takut Sekolah Suatu ketakutan yang tidak realistik adalah apabila seorang anak tidak mau sekolah, mungkin kondisi semacam ini juga merupakan keinginan terpisah. Ketakutan terhadap guru yang keras (galak) atau mendapat tugas yang berat di sekoiah.

Ketakutan anak tersebut adalah wajar, hal in bukannya dsebabkan oleh anak melainkan lingkungan yang tidak kondusif. oleh karena itu suasana seko!ah perlu dirubah. Berkaitan dengan masalar tersebut, apa yang dapat kiti hkukan? Pertama, dijaga jangan sampai anak tersebut suka membolos/meninggalkan kelas. Orang tua mereka tahu bahwa anak-anaknya tidak hadir di sekolah.

Namun anak-anak tersebut dapat memperoleh nilai rata-rata,bahkan lebih tinggi daripada temanriya, memiliki intelegensi melebihi rata-rata dan merupakan anak yang baik. Usianya antara 5 sampai 15 tahun dan dapat terjadi baik pada anak laki-laki maupun perempuan. Sekalipun mereka datang dari beibagai keluarga dengan latai belakang yang berbeda, namun orang tuanya cenderung profesional. Orang tua mereka justru lebih menyukai/mencintai mereka dan bukannya suka menekan apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus gangguan keinginan tersebut disebabkan oleh periiaku anak itu sendiri.

Unsur yang paling penting dalam memperlakukan anak yang takut (phobia”) pada sekolah dapat dimulai sejak dini dan dilakukan secara terus menerus. Apabila perlakuan semacam ini dilakukan secara teratur dan dibimbing dengan baik, maka pada saat kembali ke sekolah anak tersebut tidak akari mengalami kesukaran apapun.

Berbagai penelitian yang dilakukan beberapa waktu belakangan ini hasilnya kurang jelas. sekalipun dapat menentukan bahwa perlakuan yang baik dapat menolong anak menyesuaikan diri pada lingkungannya (D.Gordon & Young, 1976). 5. Kematangan Sekolah Kematangan sekolah merupakan suatu kondisi di mana anak telah memiliki kesiapan cukup memadai, baik dilihat dari fisiknya maupun mental, untuk dapat memenuhi tuntutan pendidikan formal.

Dalam hubungan tuntutan yang bertalian dengan aspek penguasaan materi atau bahan pelajaran, dan kemampuan membina interaksi antara teman-teman sebaya, baik teman satu kelas maupun teman dari kelas lain, berinteraksi dengan guru, kepala sekolah, dan personil sekolah lainnya.

Secara umum, usia anak yang dianggap matang sekolah adalah lima atau enarn tahun. Pada rentang usia ini, anak telah mencapai perkembangan fisik sebagai dasar yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan segala sesuatu di sekolah, antara lain, anak telah mampu mengurus dirinya sendiri, menguasai penggunaan alat tulis dengan betul, dan dapat menerima makanan padat.

Di samping itu perkembangan kognitif yang memadai juga sangat dibutuhkan, misalnya anak mulai dapat membaca dan menuiis. Kemampuan membaca dan menulis sangat penting karena merupakan dasar untuk memahami seluruh materi atau bahan pelajaran yang diberikan di sekolah. Secara psikis, pada usia ini umumnya anak telah mampu mengatur proses buang air kecil mulai bersosialisasi dalam pengertian telah dapat membedakan teman laki-laki atau perempuan serta berusaha membedakan antara salah dan benar.

Kemampuan dasar lainnya ialah tehwa anak telah mampu mengembangkan hubungan emosional yang sehat dengan orang tua, teman sebaya, dan orang lain. Pada saat mulai masuk sekolah anak tidak memiliki rasa kecemasan karena terpisah dengan orang tuanya. Selain menerima kasih sayang anak juga telah mampu memberikan kasih sayang kepada teman sebayanya maupun kepada orang lain. Mai semacam ini juga dapat mendukung kemampuan anak pada saat belajar di sekolah. 6. Depresi pada Masa Kanak-kanak Anak-anak yang mulai sadar akan popularitas sering kali mengatakan, “tidak ada orang seperti saya”.

Namun ketika ucapan tersebut ditujukan kepada Kepala Apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus oleh seorang anak berusia 8 tahun yang kebetulan teman kelasnya telah menuduh dia mencuri dompet gurunya, hal semacam ini merupakan tanda bahaya bagi sekolah. Akibatnya anak tersebut tidak suka dan tidak mau datang lagi ke sekolab ‘rarena malu. Untunglah bahwa anak yang tertekan tersebut jarang yang berkepanjangan, walaupun angka bunuh diri pada anak-anak muda meningkat.

Gejala-gejala dasar yang mempengaruhi gangguan tersebut adalah serupa pada masa kanak-kanak hingga dewasa. Awlanya pada usia tertentu yang terdapat seidikit perbedaan, Keakraban hanya merupakan salah satu tanda dari masa kanak-kanak yang mengalami depresi.

Gangguan tersebut juga dapat mengakibatkan anak tidak suka bersenang-senang tidak dapat berkonsentrasi dan menunjukkan berbagai reaksi emosional yang normal: Anak-anak yang mengalami oepresi sedikit sekali suka berjalan atau berteriak. Gejala-gejala depresi antara lain: gangguan konsentrasi, tidur kurang, selera makan kurang, mulai berbuat kejelekan di sekolah tidak merasa bahagia, selalu mengeluh karena penyakit jasmani yang dideritanya, selalu merasa bersalah.

Takut sekolah atau sering kali memikirkan bunuh diri (Malmquist, 1988, Poznanski, 1982). Setiap empat atau lima dari gejala-gejala tersebut banyak mendukung suatu diagnosa ada depresi terutama apabila anak menunjukkan perilaku lain tidak seperti anak-anak normal. Pada umumnya orang tua tidak memahami adanya berbagai masalah kecil seperti gangguan waktu tidur, kehilangan nafsu makan, dan sebagainya, namun sering kali anak sendiri dapat menunjukkan adanya gangguan tersebut.

Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui penyebab timbulnya depresi semacam ini secara tepat. Para orang tua yang memiliki anak yang menderita depresi merasa seakan-akan dia sendiri yang sedang mengalami depresi.

Ada yang berpendapat bahwa hal ini merupakan faktor keturunan, ada yang mengatakan bahwa depresi tersebut dikar;nakan adanya stres umum dalam keluarga, atau dikarenakan kurang perhatian orang tua karena mereka juga sedang mengalami gangguan (Weisseman et al, 1987). Anak usia sekolah yang sedang menderita depresi biasanya kurang bergaul dan tidak memiliki kompetisi akademik, namun hal tersebut masih belum jelas penyebabnya apakah kurangnya kompetisi tersebut dikarenakan adanya depresi atau sebaliknya, yaitu depresi akibat tidak kompetennya anak (Blechman, McEnroe, Carella & A’iderte, 1986).

E. Perkembangan Bahasa dalam Usia Anak SD Bahasa itu adalah alat komunikasi dengan orang lain. Dan bahasa sangat penting bagi manusia, karena manusia adalah makhluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya. A nak sekolah dasar dalam berbahasa terus berkembang, dari mulai satu kalimat, dan seterusnya.

Untuk itu perlu kita telusuri apa saja perkembangan bahasa yang dialami oleh perserta didik. Tentunya bagi sorang guru itu perlu mengetahui bagaimana apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus bahasa perserta didiknya. Perkembangan bahasa pada usia sekolah yaitu antara lain, Penggunaan bahasa pada anak, aspek pada penggunaan bahasa adalah narasi dan percakapan. Umumnya pada usia ini, tugas komunikasi menjadi kompleks dan sulitsehingga anak-anak usia ini mengalami kesulitan untuk memahami perasann orang lain, lalu anak usia 5-6 tahun cenderung kurang mampu mengkomunikasikan informasi dari anak yang lebih tua, jadi informasi yang abstrak belum mampu dikomuikasikan pada anak-anak.

Lalu meningkatnya jumlah pembendaharaan dan spesifikasi definisi. Yaitu dalam masa pertumbuhan pemahaman kata dan hubungannya berlangsung terus menerus, sehingga mereka dapat memperkaya perbendaharaan katanya lebih banyak melalui bacaan-bacaan yang sifatnya konstekstual, peningkatan tersebut mungkin setelah kelas empat SD.

Namun walaupun terjadi peningkatan perbendaharaan kata tidak selalu anak dapat memahami makna suatu kata atau kalimat. Karena, dapat terjadi bila anak tidak menguasai perbendaharaan dari semua kata di dalam kalimat, tapi anak itu dapat memahami makna kata atau kalimat secara tepat.

Sebaliknya, anak yang menguasai arti dari seluruh kata dalam suatu kalimat tertentu tidak dapat memahami makna kata atau suatu kalimat. Untuk itu dalam memaknai suatu kata ataupun kalimat diperlukan lebih banyak kemampuan menjustifikasi suatu kata atau kalimat daripada sekedar mengetahui arti kata. Selanjutnya, pengembangan sintaksis yang ada dan pemerolehan bentuk-bentuk baru secara simultan.

Yaitu anak yang terus menerus mengembangkan kalimat dengan mengelobarasikan kata benda dan kata kerja. Penyatuan dan pemahaman fungsi terus berkembang. Struktur tambahan mencakup bentuk kalimat pasif. Dalam perkembangan morpologi pada anak kelas awal SD dapat ditandai dengan penggunaan kata imbuhan awalan, dan paling sulit yang hadapi anak yaitu menenai penggunaan sisipan. Perkembangan membaca dan menulis, perlu diketahui bahwa faktor yang berpengaruh pada pembaca yang baik yaitu kesediaan orang tua untuk menyediakan serta menciptakan lingkungan kondusif di rumah bagi perkembangan kemampuan membaca melalui penyediaan bacaan.

Membaca bersama-sama merupakan aktivitas yang bernilai sosial tinggi yang melibatkan secara aktif orang tua dan anak. Ada tumpang tindih antara menbaca dan menulis, umumnya, penulis yang baik adalah pembaca yang baik pula.

Sebaliknya, proses menulis berkaitan dengan kegiatan menggambar yang menunjukkan simbolis, sehingga anak yang kemampuan melukisnya bagus maka menulisnya juga bagus. 1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa Secara rinci dapat diidentifikasi sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa, yaitu: a.

Kognisi (Proses Memperoleh Pengetahuan) Tinggi rendahnya kemampuan kognisi individu akan mempengaruhi cepat lambatnya perkembangan bahasa individu. Ini relevan dengan pembahasan sebelumnya bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara pikiran dengan bahasa seseorang.

b. Pola Komunikasi Dalam KeluargaDalam suatu keluarga yang pola komunikasinya banyak arah akan mempercepat perkembangan bahasa keluarganya. c. Jumlah Anak Apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus Jumlah Keluarga Suatu keluarga yang memiliki banyak anggota keluarga, perkembangan bahasa anak lebih cepat, karena terjadi komunikasi yang bervariasi dibandingkan dengan yang hanya memiliki anak tunggal dan tidak ada anggota lain selain keluarga inti.

d. Posisi Urutan Kelahiran Perkembangan bahasa anak yang posisi kelahirannya di tengah akan lebih cepat ketimbang anak sulung atau anak bungsu. Hal ini disebabkan anak sulung memiliki arah komunikasi ke bawah saja dan anak bungsu hanya memiliki arah komunikasi ke atas saja. e. Kedwibahasaan(Pemakaian dua bahasa) Anak yang dibesarkan dalam keluarga yang menggunakan bahasa lebih dari satu atau lebih bagus dan lebih cepat perkembangan bahasanya ketimbang yang hanya menggunakan satu bahasa saja karena anak terbiasa menggunakan bahasa secara bervariasi.

Misalnya, di dalam rumah dia menggunakan bahasa sunda dan di luar rumah dia menggunakan bahasa Indonesia. Dalam bukunya “Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja” Syamsu Yusuf mengatakan bahwa perkembangan bahasa dipengaruhi oleh 5 faktor, yaitu: faktor kesehatan, intelegensi, statsus sosial ekonomi, jenis kelamin, dan hubungan keluarga.

Karakteristik perkembangan bahasa remaja sesungguhnya didukung oleh perkembangan kognitif yang menurut Jean Piaget telah mencapai tahap operasional formal. Sejalan dengan perkembangan kognitifnya, remaja mulai mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip berpikir formal atau berpikir ilmiah secara baik pada setiap situasi dan telah mengalami peningkatan kemampuan dalam menyusun pola hubungan secara komperhensif, membandingkan secara kritis antara fakta dan asumsi dengan mengurangi penggunaan symbol-simbol dan terminologi konkret dalam mengomunikasikannya.

F. Menciptakan perkembangan bahasa yang optimal di KBM SD Untuk menuntun anak dalam mengenai perkembangan bahasa itu sangat penting. Karena dapat membantu anak berkomunikasi dengan baik dan ank tersebut tentunya akan mengerti tentang pemahaman-pemahaman tertentu. Untuk itu perlu sekolah terutama di setiap kelas suatu pembelaajaran yang efektif sehingga perkembangan bahasanya bisa berjalan secara optimal. Pembelajaran yang optimal maka sangat perlu bahasa yang komunikatif yang memungkinkan semua pihak yang terlibat dalam interaksi belajar mengajar dapat berperan secara aktif dan produktif.

Bahasa itu merupakan alat komunikasi dalam pergaulan social sehingga dengan komunikasi bisa menghasilkan pembelajaran efektif untuk mendapat pendidikan yang optimal. apabila guru dan siswa saling komunikasi dengan baik dan anak mengerti apa yang dikatakan oleh seorang guru, tentunya dapat menghasilkan pembelajaran yang optimal. untuk itu, diharapkan seorang guru agar menggunakan bahasa anak di dalam kelas daripada bahasa orang dewasa.

Dari terjalinnya suatu komunikatif antara seorang guru dan peserta didik, tentunya pemberian lingkungan kondusif bagi perkembangan bahasa itu sangat penting. Dengan adanya lingkungan kondusif yang tercipta sesuai dengan kebutuhan anak untuk perkembangan bahasa pada saatnya, akan berdampak sangat positif terhadap perkembangan bahasa anak, tidak hanya sebagai pengguna bahasa yang pasif, tapi juga menjadi pengguna bahasa yang aktif.

Untuk menciptakan suatu lingkungan kondusif dikelas yaitu pengaturan tata letak meja kursi dan lainnya, dan juga suara seorang guru agar tidak begitu lirih di dalam kelas, sehingga seorang guru harus mengatur suaranya agar dapat didengar siswa semuanya.

G. Perkembangan Sosial Hubungan sosial merupakan hubungan antarmanusia yang saling membutuhkan. Hubungan sosial dimulai dari tingkat yang sederhana yang didasari oleh kebutuhan yang sederhana. Semakin dewasa, kebutuhan manusia menjadi kompleks dan dengan demikian, tingkat hubungan sosial juga berkembang menjadi amat kompleks. Pada jenjang perkembangan remaja, seorang remaja bukan saja memerlukan orang lain demi memenuhi kebutuhan pribadinya, tetapi mengandung maksud untuk disimpulkan bahwa pengertian perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia.

Syamsu Yusuf (2007) menyatakan bahwa Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Perkembangan sosial dapat pula diartikan sebagao proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan kerja sama. Pada awal manusia dilahirkan belum bersifat sosial, dalam artian belum memiliki kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain.

Kemampuan sosial anak diperoleh dari berbagai kesempatan dan pengalaman bergaul dengan orang-orang dilingkungannya. Kebutuhan berinteraksi dengan orang lain telah dirsakan sejak usia enam bulan, disaat itu mereka telah mampu mengenal manusia lain, terutama ibu dan anggota keluarganya.

Anak mulai mampu membedakan arti senyum dan perilaku sosial lain, seperti marah (tidak senang mendengar suara keras) dan kasih sayang. Sunarto dan Hartono (1999) menyatakan bahwa: Hubungan sosial (sosialisasi) merupakan hubungan antar manusia yang saling membutuhkan. Hubungan sosial mulai dari tingkat sederhana dan terbatas, yang didasari oleh kebutuhan yang sederhana.

Semakin dewasa dan bertambah umur, kebutuhan manusia menjadi kompleks dan dengan demikian tingkat hubungan sosial juga berkembang amat kompleks. H. Karakteristik Perkembangan Sosial Anak Pada usia ini anak mulai memiliki kesanggupan menyesuaikan diri sendiri (egosentris) kepada sikap yang kooperatif (bekerja sama) atau sosiosentris (mau memperhatikan kepentingan orang lain).

Berkat perkembangan sosial anak dapat menyesuaikan dirinya dengan kelompok teman sebayanya maupun dengan lingkungan masyarakat sekitarnya. Dalam proses belajar di sekolah, kematangan perkembangan sosila ini dapat dimanfaatkan atau dimaknai dengan memberikan tugas-tugas kelompok, baik yang membutuhkan tenaga fisik maupun tugas yang membutuhkan pikiran. Hal ini dilakukan agar peserta didik belajar tentang sikap dan kebiasaan dalam bekerja sama, saling menghormati dan betanggung jawab.

I. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: keluarga, kematangan anak, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan kemampuan mental terutama emosi dan inteligensi. 1. Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak.

Di dalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasa perilaku kehidupan anak. Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga.

2. Kematangan Anak Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Di samping itu, kemampuan berbahasa ikut pula menentukan. Dengan demikian, untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik. 3. Status Sosial Ekonomi Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat.

Masyarakat akan memandang anak, bukan sebagai anak yang independen, akan tetapi akan dipandang dalam konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu. “ia anak siapa”. Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial anak, masyarakat dan kelompoknya dan memperhitungkan norma yang berlaku di dalam keluarganya. Dari pihak anak itu sendiri, perilakunya akan banyak memperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya. Sehubungan dengan itu, dalam kehidupan sosial anak akan senantiasa “menjaga” status sosial dan ekonomi keluarganya.

Dalam hal tertentu, maksud “menjaga status sosial keluarganya” itu mengakibatkan menempatkan dirinya dalam pergaulan sosial yang tidak tepat.

Hal ini dapat berakibat lebih jauh, yaitu anak menjadi “terisolasi” dari kelompoknya. Akibat lain mereka apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus membentuk kelompok elit dengan normanya sendiri. 4. Pendidikan Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan memberikan warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka di masa yang akan datang. Pendidikan dalam arti luas harus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan keluarga, masyarakat, dan kelembagaan.

Penanaman norma perilaku yang benar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar di kelembagaan pendidikan(sekolah). Kepada peserta didik bukan saja dikenalkan kepada norma-norma lingkungan dekat, tetapi dikenalkan kepada norma kehidupan bangsa(nasional) dan norma kehidupan antarbangsa. Etik pergaulan membentuk perilaku kehidupan bermasyarakat dan bernegara. 5. Kapasitas Mental, Emosi, dan Intelegensi Kemampuan berpikir banyak mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa.

Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial anak.

Sikap saling pengertian dan kemampuan memahami orang lain merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi. J. Pengaruh Perkembangan Sosial terhadap Tingkah Laku Dalam perkembangan sosial anak, mereka dapat memikirkan dirinya dan orang lain.

Pemikiran itu terwujud dalam refleksi diri, yang sering mengarah kepenilaian diri dan kritik dari hasil pergaulannya dengan orang lain. Hasil pemikiran dirinya tidak akan diketahui oleh orang lain, bahkan sering ada yang menyembunyikannya atau merahasiakannya. Pikiran anak sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori-teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain, termasuk kepada orang tuanya. Kemampuan abstraksi anak sering menimbulkan kemampuan mempersalahkan kenyataan dan peristiwa-peristiwa dengan keadaan bagaimana yang semstinya menurut alam pikirannya.

Disamping itu pengaruh egoisentris sering terlihat, diantaranya berupa : 1. Cita-cita dan idealisme yang baik, terlalu menitik beratkan pikiran sendiri, tanpa memikirkan akibat labih jauh dan tanpa memperhitungkan kesulitan praktis yang mungkin menyebabkan tidak berhasilnya menyelesaikan persoalan. 2. Kemampuan berfikir dengan pendapat sendiri, belum disertai pendapat orang lain dalam penilaiannya.

Melalui banyak pengalaman dan penghayatan kenyataan serta dalam menghadapi pendapat orang lain, maka sikap ego semakin berkurang dan diakhir masa remaja sudah sangat kecil rasa apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus sehingga mereka dapat bergaul dengan baik.

Dalam masa mencari dan ingin menentukan jati dirinya anak memiliki sikap yang terlalu tinggi menilai dirinya atau sebaliknya. Mereka belum memahami benar tentang norma-norma social yang berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat. Keduanya dapat menimbulkan hubungan social yang kuarang serasi, karena mereka sukar untuk menerima norma sesuai dengan kondisi dalam kelompok atau masyarakat. Sikap menentang dan sikap canggung dalam pergaulan akan merugikan kedua belah pihak.

Oleh karena itu, diperlukan adanya upaya pengembangan hubungan social anak yang diawali dari lingkungan keluarga, sekolah serta lingkungan masyarakat. 1. Lingkungan Keluarga Orang tua hendaknya memberikan kebebasan terbimbing untuk mengambil keputusan dan tanggung jawab sendiri. Iklim kehidupan keluarga yang memberikan kesempatan secara maksimal terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak akan dapat membantu anak memiliki kebebasan psikologis untuk mengungkapkan perasaannya.

Dengan cara demikian, remaja akan merasa bahwa dirinya dihargai, diterima, dicintai, dan dihormati sebagai manusia oleh orang tua dan anggota keluarga lainnya. Dalam konteks bimbingan orang tua terhadap anak, Hoffman (1989) mengemukakan tiga jenis pola asuh orang tua yaitu : a) Pola asuh bina kasih (induction) Yaitu pola asuh yang diterapkan orang tua dalam mendidik anaknya dengan senantiasa memberikan penjelasan yang masuk akal terhadap setiap keputusan dan perlakuan yang diambil oleh anaknya.

b) Pola asuh unjuk kuasa (power assertion) Yaitu pola asuh yang diterapkan orang tua dalam mendidik anaknya dengan senantiasa memaksakan kehendaknya untuk dipatuhi oleh anak meskipun anak tidak dapat menerimanya.

c) Pola asuh lepas kasih (love withdrawal) Yaitu pola asuh yang diterapkan orang tua dalam mendidik anaknya dengan cara menarik sementara cinta kasihnya ketika anak tidak menjalankan apa yang dikehendaki orang tuanya, tetapi jika anak sudah mau melaksanakan apa yang dihendaki orang tuanya maka cinta kasihnya itu dikembalikan seperti sediakala.

Dalam konteks pengembangan kepribadian remaja, termasuk didalamnya pengembangan hubungan sosial, pola asuh yang disarankan oleh Hoffman (1989) untuk diterpakan adalah pola asuh bina kasih (induction). Artinya, setiap keputusan yang diambil oleh orang tua tentang anak atau setiap perlakuan yang diberikan orang tua terhadap anak remajanya harus senantiasa disertai dengan penjelasan atau alasan yang rasional.

Dengan cara demikian, remaja akan dapat mengembangkan pemikirannya untuk kemudian mengambil keputusan mengikuti atau tidak terhadap keputusan atau perlakuan orang tuanya 2. Lingkungan Sekolah Di dalam mengembankan hubungan social anak, guru juga harus mampu mengembangkan proses pendidikan yang bersifat demokratis, guru harus berupaya agar pelajaran yang diberikan selalu cukup menarik minat anak, sebab tidak jarang anak menganggap pelajaran yang diberikan oleh guru kepadanya tidak bermanfaat.

Tugas guru tidak hanya semata-mata mengajar tetapi juga mendidik. Artinya, selain menyampaikan pelajaran sebagai upaya mentransfer pengetahuan kepada peserta didik, juga harus membina para peserta didik menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab. Dengan demikian, perkembangan hubungan sosial anak akan dapat berkembang secara maksimal.

3. Lingkungan Masyarakat Penciptaan kelompok bermain dan belajar perlu dikembangkan untuk memberikan rangsang kepada mereka kearah perilaku yang bermanfaat.

Dengan begitu anak dapat bersosialisasi dengan teman-temannya di lingkungan masyarakat. K. Pengertian Perkembangan Kepribadian Secara etimologis, kepribadian merupakan terjemahan dari Bahasa Inggris “ personality”. Sedangkan istilah personality secara etimologis berasal dari Bahasa Latin “person” (kedok) dan “personare” (menembus). Persona biasanya dipakai oleh para pemain sandiwara pada zaman kuno untuk memerankan satu bentuk tingkah laku dan karakter pribadi tertentu.

Sedangkan yang dimaksud dengan personare adalah bahwa para pemain sandiwara itu dengan melalui kedoknya berusaha menembus keluar untuk mengekspresikan satu bentuk gambaran manusia tertentu. Misalnya, seorang pemurung, pendiam, periang, peramah, pemarah, dan sebagainya. Jadi, persona itu bukan pribadi pemain itu sendiri, tetapi gambaran pribadi dari tipe manusia tertentu dengan melalui kedok yang dipakainya.

L. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian Kepribadian dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik hereditas (pembawaan) maupun lingkungan (seperti fisik, sosial, kebudayaan, spiritual). 1. Fisik Faktor fisik yang dipandang mempengaruhi perkembangan kepribadian adalah postur tubuh (langsing, gemuk, pendek atau tinggi), kecantikan (cantik atau tidak cantik), kesehatan (sehat atau sakit-sakitan), keutuhan tubuh (utuh atau cacat), dan keberfungsian organ tubuh.

2. Intelegensi Tingkat intelegensi individu dapat mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. Individu yang intelegensinya tinggi atau normal biasa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya secara wajar, sedangkan yang rendah biasanya sering mengalami hambatan atau kendala dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. 3. Keluarga Suasana atau iklim keluarga sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak. Seorang anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang harmonis dan agamis, dalam arti orang tua memberikan curahan kasih sayang, perhatian serta bimbingan dalam kehidupan berkeluarga, maka perkembangan kepribadian anak tersebut cenderung positif.

Adapun anak yang dikembangkan dalam lingkungan keluarga yang broken home, kurang harmonis, orangtua bersikap keras terhadap anak atau tidak memperhatikan nilai-nilai agama dalam keluarga, maka perkembangan kepribadiannya cenderung akan mengalami distorsi atau mengalami kelainan dalam penyesuaian dirinya.

M. Implikasi Karakteristik Anak Usia Sekolah Dasar Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Pendidikan Bagi Anak Usia Sekolah Dasar 1. Karakteristik anak usia SD adalah senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, serta senang merasakan/ melakukan sesuatu secara langsung.

Oleh karena itu, guru hendaknya mengembangkan pembelajaran yang mengandung unsur permainan, memungkinkan apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus berpindah atau bergerak dan bekerja atau belajar dalam kelompok, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran. 2. Menurut Havighurst tugas perkembangan anak usia SD adalah sebagai berikut: 1. menguasai keterampilan fisik yang diperlukan dalam permainan dan aktivitas fisik, 2.

membina hidup sehat, 3. belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok, 4. belajar menjalankan peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin 5. belajar membaca, menulis, dan menghitung agar mampu berpartisipasi dalam masyarakat, 6. memperoleh sejumlah konsep yang diperlukan untuk berpikir efektif, 7. mengembangkan kata hati, moral, dan nilai-nilai 8. mencapai kemandirian pribadi. Tugas perkembangan tersebut menurut guru untuk: 1. menciptkaan lingkungan teman sebaya yang mengajarkan keterampilan fisik, 2.

melaksanakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bergaul dan bekerja dengan teman sebaya sehingga kepribadian sosialnya berkembang, 3.

mengembangkan kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman yang konkret atau langsung dalam membangun konsep; serta 4. melaksanakan pembelajaran yang dapat mengembangkan nilai-nilai sehingga siswa mampu menentukan pilihan yang stabil dan menjadi pegangan bagi dirinya. Pendidikan di SD merupakan jenjang pendidikan yang mempunyai peranan sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, pemerintah menetapkan pelaksanaan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun.

Program wajib belajar ini bertujuan untuk meningkatkan pemerataan kesempatan bagi setiap anak yang berusia 7 – 15 tahun untuk memperoleh pendidikan serta untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia hingga mencapai minimal kelas 3 SLTP.

Jenis penyelenggaraan pendidikan pada jenjang sekolah dasar meliputi Sekolah Dasar (SD) baik negeri maupun swasta, SD Kecil, SD Pamong, SD Luar Biasa baik negeri maupun swasta, SD Terpadu, dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik negeri maupun swasta.

Daftar Pustaka Mulyani Sumantri dan Nana Syaodih, 2006. Perkembangan Peserta Didik,Jakarta, Universitas terbuka. Kurnia, inggrid dkk. 2007. Perkembangan Belajar Peserta Didik. Tidak diterbitkan. Sunarto & Hartono. 1995. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Perkembangan Hubungan Sosial Remaja. (Online). ( http://prince-mienu.blogspot.com/2010/01/makalah-tentang-perkembangan-hubungan.html). Perkembangan Sosial Anak. (Online).

( http://h4md4ni.wordpress.com/perkembang-anak/). Diakses tanggal 18 april 2011. Perkembangan Hubungan Sosial. (Online). ( apa yang akan terjadi jika air dipanaskan terus menerus. Perkembangan Bahasa dalam usia anak sd. ( http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/18/perkembangan-bahasa-dalam-usia-anak-sd.html) Marsudi, Saring, dkk.

2008. Perkembangan Peserta Didik. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

9 Makanan yang Tak Boleh Dipanaskan Ulang, Bisa Beracun Bagi Tubuh




2022 www.videocon.com