Dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan

dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan

Dalam kedudukannya sebagai pemelihara, Al-Qur’an memelihara dan mengukuhkan prinsip ajaran Ilahi yang bersifat universal (kully) dan mengandung kemaslahatan abadi bagi umat manusia sepanjang masa. Berikut ini yang merupakan bukti ajaran Islam bersifat universal adalah …. A. Membutuhkan waktu yang lama untuk mempelajarinya B. Ajarannya mudah dilakukan oleh seluruh golongan manusia C. Setiap orang berhak menyampaikan isi Al-Qur’an kepada orang lain D.

Memperluas peluang manusia untuk masuk surga E. Tidak ada syarat tertentu untuk melaksanakan ajaran Islam ​ Yang merupakan bukti ajaran Islam bersifat universal adalah ajarannya mudah dilakukan oleh seluruh golongan manusia.

(jawaban B) A. Membutuhkan waktu yang lama untuk mempelajarinya (Tidak ada kaitannya) B. Ajarannya mudah dilakukan oleh seluruh golongan manusia (bersifat universal) C. Setiap orang berhak menyampaikan isi Al-Qur’an kepada orang lain (tidak ada kaitannya) D. Memperluas peluang manusia untuk masuk surga (tidak ada kaitannya) E. Tidak ada syarat tertentu untuk melaksanakan ajaran Islam (tidak ada kaitannya) Pembahasan Islam adalah Agama yang sempurna yang bersifat universal.

Artinya adalah agama Islam syariatnya tidak terbatas dengan ruang dan waktu dan ajarannya sesuai dengan semua golongan umat manusia. Dahulu setiap nabi diutus membawa syariat hanya untuk segolongan kaumnya, atau jika tidak membawa syariat baru maka nabi tersebut hanya melanjutkan syariat dari nabi sebelumnya.

Namun berbeda dengan nabi Muhammad Sholallahualaihi wassalam, beliau diutus Allah untuk semua golongan manusia dari sejak diutus hingga akhir zaman nanti. Dalil Al Quran yang menjelaskan bahwa agama Islam adalah agama universal contohnya dalam Al quran surat As Saba ayat 28 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَاۤفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." QS.

Saba ayat 28 Dalam ayat ini Allah menjelaskan beberapa point sebagai berikut: • Nabi Muhammad Solallahu alaihi wassalam merupakan penutup para nabi. jika nabi-nabi sebelumnya membawa syariat hanya untuk kaumnya maka Nabi Muhammad membawa syariat Allah untuk semua umat manusia, tidak terbatas oleh wilayah, suku, keturunan, bahasa dan lainnya.

• Nabi Muhammad Solallahu alaihi wassalam sebagai pembawa kabar gembira, juga untuk semua orang. Kabar gembira tersebut berupa kebahagiaan dunia dan akhirat bagi setiap manusia yang mau mengikuti petunjukNya. • Nabi Muhammad Solallahu alaihi wassalam juga sebagai pembawa kabar peringatan, artinya bagi orang-orang yang tidak mau mengikutinya maka Allah peringatkan bahwa akan ada hari pembalasan kelak (kiamat) • Terakhir, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya maksudnya berita gembira dan kabar peringatan tersebut banyak orang yang lalai dan tidak mengetahui betapa pentingnya.

Dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan, semoga membantu! Pelajari Lebih Lanjut 1. Materi tentang nabi penutup brainly.co.id/tugas/8747518 2. Materi tentang agama universal brainly.co.id/tugas/8244776 3. Materi tentang pemberi peringatan brainly.co.id/tugas/38162627 Detail Jawaban Kelas: 10 Mapel: Agana Bab: Rahmat Islam bagi Alam Semesta Kode: 10.9.1 Kata kunci: Islam agama universal #AyoBelajar Soal PAIBP Kelas 10 Bab 1 Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja + Kunci Jawabannya ~ sekolahmuonline.com.

Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini kami sajikan untuk Anda khususnya adik-adik yang kini berada di kelas 10 SMA/SMK/MA/MAK soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas X Lengkap dengan Kunci Jawabannya. Pada postingan kali ini Sekolahmuonline sajikan Soal PAIBP Kelas 10 Bab 1 Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja. Karena kesempatan waktu hidup di dunia hanya sementara dan terbatas oleh ruang dan waktu.

Tidak ada yang tahu kapan seseorang akan dipanggil menghadap Allah Swt. Di samping itu, tidak ada yang tahu perubahan yang akan dialami oleh seseorang. Bisa jadi malam ia beriman, esoknya sudah tidak memiliki iman. Atau malam ia masih shalat berjamaah di masjid, pagi terjerumus dalam kemaksiatan. 3. Janganlah merasa amalnya sudah cukup banyak untuk bekal hidup di akhirat. Sifat ini akan menghambat munculnya keinginan untuk beramal saleh lagi. Tumbuhkan inisatif untuk melakukan amal saleh sehingga orang lain ikut tergerak untuk melakukannya.

Pahala berlipat akan diberikan oleh Allah Swt. kepada orang yang memberi contoh tanpa mengurangi pahala mereka yang mencontoh.

Demikian postingan Sekolahmuonline yang menyajikan soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas 10 Bab 1 Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja lengkap dengan Kunci Jawabannya.

Semoga bermanfaat. Silahkan baca postingan-postingan Sekolahmuonline lainnya.
I. Soal Pilihan Ganda 1.

dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan

Berdasarkan Q.S. al-Maidah/9: 48 ditegaskan bahwa kitab Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Swt. dengan haq (kebenaran). Kebenaran tersebut meliputi hal-hal berikut ini, kecuali …. A. Dzat yang menurunkan B. haq dalam kandungannya C. cara turunnya D. yang mengantarnya turun E. penafsiran manusia atas Al-Qur’an 2. Kitab Al-Qur’an berfungsi membenarkan kitab-kitab sebelumnya, yakni Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s., Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s., dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s.

Al- Qur’an menjadi saksi atas kebenaran kandungan kitab-kitab terdahulu. Dalam hal ini Al-Qur’an berfungsi sebagai …. A. Muhaimin B. Mutakabbir C. Mutawatir D. Mursyid E. Murabbi 3. Dalam kedudukannya sebagai pemelihara, Al-Qur’an memelihara dan mengukuhkan prinsip ajaran Ilahi yang bersifat universal (kully) dan mengandung kemaslahatan abadi bagi umat manusia sepanjang masa.

Berikut ini yang merupakan bukti ajaran Islam bersifat universal adalah …. A. Membutuhkan waktu yang lama untuk mempelajarinya B. Ajarannya mudah dilakukan oleh seluruh golongan manusia C. Setiap orang berhak menyampaikan isi Al-Qur’an kepada orang lain D. Memperluas peluang manusia untuk masuk surga E.

Tidak ada syarat tertentu untuk melaksanakan ajaran Islam 4. Umat Islam diperintahkan untuk berlomba-lomba dengan sungguh- sungguh dalam berbuat kebaikan dan menghindari perdebatan yang tidak perlu hingga menghabiskan waktu sia-sia. Berikut ini yang bukan merupakan hambatan dalam menerapkan fastabiqul khairat adalah …. A. kurangnya ilmu untuk memahami isi Al-Qur’an B. merasa diri paling benar dan menganggap pihak lain sesat C.

memiliki pendirian yang teguh dan konsisten D. merasa cukup dengan amal yang dilakukan E. tidak mau menerima nasihat dari orang lain 5. Islam sangat menghargai seseorang yang bekerja keras untuk memperoleh penghidupan yang layak, dan mengkonsumsi makanan dari hasil usahanya sendiri.

Bagi seorang muslim, etos kerja bukan hanya bertujuan memenuhi kebutuhan hidup duniawi, tetapi ada tujuan mulia yakni dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan. A. mencapai pangkat tertinggi B. memperoleh harta yang melimpah C. sebagai bagian ibadah kepada Allah Swt.

D. dimuliakan oleh masyarakat E. mendapatkan ketenangan hidup 6. Bekerja keras merupakan perilaku mulia yang harus dilakukan setiap muslim. Di antara tujuan bekerja dalam Islam adalah menolak kemungkaran. Kemungkaran dapat terjadi pada seseorang yang menganggur.

Kemungkaran tersebut adalah …. A. Memiliki cita-cita yang terlalu tinggi B. Rasa malas dan berpangku tangan C. Sulit membedakan antara kebaikan dan keburukan D. Mendapatkan sumbangan dari orang lain E.

Tergerak untuk memperbanyak ibadah 7. Seandainya Allah Swt. menghendaki, niscaya umat Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s., dan umat Nabi Muhammad Saw. akan dijadikan satu umat saja. Tetapi hal ini tidak dikehendaki oleh Allah Swt. Hikmah yang dapat diambil adalah …. A. Manusia memiliki nasib berbeda-beda B. Agar dapat berlomba dalam dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan C.

terciptanya kehidupan baru di bumi D. memperluas kewenangan manusia dalam mengolah bumi E. semua manusia dikendalikan oleh takdir II.

Soal Essay: • Kehidupan dunia diwarnai dengan perubahan yang sangat dinamis. Allah menganjurkan umatnya agar berkompetisi dalam kebaikan. Nabi Saw. mengajarkan agar mengawali amal dengan membaca basmalah. Mengapa saat mengawali suatu amal kebaikan harus dengan membaca basmalah dan berdoa kepada Allah Swt.? • Setiap ajaran Al-Qur’an pasti memiliki hikmah dan manfaat, termasuk ajaran fastabiqul khairat. Sifat mulia ini akan mendatangkan banyak manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sebutkan dan jelaskan manfaat fastabiqul khairat dalam kehidupan sehari-hari! • Berlomba dalam kebaikan dapat dilakukan oleh setiap muslim di manapun ia berada. Lebih dari itu, Islam sangat menganjurkan agar bersegara melakukan kebaikan dengan penuh semangat dan etos kerja tinggi.

dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan

Mengapa seorang mukmin harus bersegera dalam berlomba-lomba dalam kebaikan dan beretos kerja? • Pesaing bukan musuh yang harus dikalahkan tetapi merupakan rekan kerja dalam berkompetisi secara sehat.

Pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama akan mempererat tali persaudaraan di antara sesama. Mengapa bisa demikian? • Q.S at-Taubah/9:105 berisi pesan-pesan mulia yang harus dilakukan oleh setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari. Sebutkan pesan-pesan mulia yang terkandung dalam Q.S at-Taubah/9:105!

Kunci Jawaban I. Jawaban Pilihan Ganda: 1. Saat mengawali suatu amal kebaikan harus dengan dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan basmalah dan berdoa kepada Allah Swt, Agar diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan. Doa merupakan kekuatan spiritual yang akan mendorong kalian untuk berusaha maksimal hingga amal tersebut paripurna. Di samping itu ada nilai pahala atas amal yang kalian lakukan dengan ikhlas.

3. Seorang mukmin harus bersegera dalam berlomba-lomba dalam kebaikan dan beretos kerja, karena kesempatan waktu hidup di dunia hanya sementara dan terbatas oleh ruang dan waktu. Tidak ada yang tahu kapan seseorang akan dipanggil menghadap Allah Swt. Di samping itu, tidak ada yang tahu perubahan yang akan dialami oleh seseorang. Bisa jadi malam ia beriman, esoknya sudah tidak memiliki iman. Atau malam ia masih shalat berjamaah di masjid, pagi terjerumus dalam kemaksiatan.

4. Pesaing bukan musuh yang harus dikalahkan tetapi merupakan rekan kerja dalam berkompetisi secara sehat. Pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama akan mempererat tali persaudaraan di antara sesama, karena peran serta dan keterlibatan masing-masing in- dividu dalam satu kelompok akan semakin memperkuat jalinan hubungan kekeluargaan • Allah Swt.

memerintahkan untuk beramal saleh hingga manfaatnya bisa dirasakan oleh diri sendiri maupun masyarakat luas. Amal tersebut harus dilakukan dengan ikhlas karena mengharap rida dari Allah Swt.

• Setiap amal akan dilihat oleh Allah Swt., Rasulullah Saw. dan mukminin di akhirat kelak. Lalu akan dibalas sesuai amal tersebut, jika amalnya baik maka mendapat pahala, sebaliknya jika amalnya buruk maka akan dibalas dengan siksa. Karenanya seorang muslim haruslah memperbanyak amal saleh ketika hidup di dunia.

• Janganlah merasa amalnya sudah cukup banyak untuk bekal hidup di akhirat. Sifat ini akan menghambat munculnya keinginan untuk beramal saleh lagi. Tumbuhkan inisatif untuk melakukan amal saleh sehingga orang lain ikut tergerak untuk melakukannya.

dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan

Pahala berlipat akan diberikan oleh Allah Swt. kepada orang yang memberi contoh tanpa mengurangi pahala mereka yang mencontoh. • Setiap manusia akan kembali ke kampung akhirat, dan menerima balasan amal perbuatannya. Seorang mukmin hendaklah jangan larut dengan gemerlap kehidupan duniawi hingga melalaikan akhirat yang kekal abadi.

• Juli 2021 21 • Juni 2021 30 • Mei 2021 29 • April 2021 32 • Maret 2021 8 • Februari 2021 1 • Januari 2021 193 • Desember 2020 614 • November 2020 616 • Oktober 2020 213 • Agustus 2020 14 • Juli 2020 1 • Juni 2020 145 • Mei 2020 73 • April 2020 3 • Maret 2020 192 • Februari 2020 64 • Januari 2020 45 • Desember 2019 8 • November 2019 23 • Oktober 2019 70 • September 2019 58 • Agustus 2019 18 • Juli 2019 29 • Juni 2019 16 • Mei 2019 6 Tampilkan selengkapnya Tampilkan lebih sedikit • Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Al-Qur'an Pengertian Menurut bahasa arab yang artinya bacaan.

Al Quran berarti bacaan, karena merupakan kitab yang wajib dibaca dan dipelajari. Menurut istilah adalah sebuah kitab suci utama dalam agama islam, yang umat muslim percaya bahwa kitab ini diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw. Berisi firman firman allah dalam bahasa arab.

Fungsi Al Qur'an berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia yang ada dibumi. Baca juga : Peranan Memori dan Dampak Psikologis dalam Menghafal Al Quran Hadis Pengertian Hadis, disebut juga sunnah, yang berarti perkataan, perbuatan, ketetapan, dan persetujuan dari nabi muhammad yang dijadikan landasan islam.

Kedudukan Hadis mempunyai kedudukan sebagai sumber hukum islam kedua setelah Al Quran.Â
KEDUDUKAN AL QUR’AN DALAM ISLAM Al Qur’an sebagai dasar hukum yang pertama tidak di sangsikan lagi oleh umat islam bahwa al qur’an adalah sumber yang asasi bagi syariat islam. Dari al qur’an inilah dasar-dasar hukum islam beserta cabang-cabangnya digali. Agama islam, agama yang dianut oleh umat muslim di seluruh dunia, dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan way of life yang menjamin kebahagian hidup pemeluknya di dunia dan di akherat kelak.

agama islam datang dengan al qur’annya membuka lebar-lebar mata manusia agar mereka menyadari jati diri dan hakekat keberadaan manusia di atas bumi ini.

dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan

Juga, agar manusia tidak terlena dengan kehidupan ini, sehingga manusia tidak menduga bahwa hidup mereka hanya di mulai denga kelahiran dan kematian saja. Al qur’qn mengajak manusia berpikir tentang kekuasaan Allah SWT. Dan dengan berbagai dalil, al qur’an juga mengajarkan kepada manusia untuk membuktikan keharusan adanya hari kebangkitan, dan bahwa kebahagiaan manusia pada hari itu akan di tentukan oleh sikap persesuaian hidup mereka dengan apa yang dikehendaki oleh Sang Pencipta, Allah Yang Maha Kuasa.

Untuk mencapai kebahagiaan hidup baik di dunia dan di akherat kelak manusia membutuhkan peraturan-peraturan, gambarannya adalah seperti halnya seseorang yang yang akan menuju suatu negeri atau kota yang amat jauh. Ia haus berkendaraaan yang layak, dan harus mengikuti rambu-rambu lalu lintas di sepanjang perjalanannya bila ia ingin selamat sampai tujuan. Nah di sisi inilah sebagai manusia yang di lengkapi dengan akal pikiran yang sehat dapat merenungkannya ketika manusia mau menuju perjalanan yang sangat jauh (akherat) itu, siapakah yang patut dan seharusnya membuat peretuan-peraturan itu ?.

Apakah manusia patut dengan yang demikian itu ?. Manusia memiliki kelemahan-kelemahan, disamping itu pengetahuan manusia sangat terbatas. Lantaran itu jika manusia yang diserahi menyusun peratuan-peratuan lalu lintas menuju kehidupan sesudah mati maka akan sangat keliru, karena manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi setelah kematian.

Jika demikian yang patut menyusunnya adalah Allah Tuhan Yang Maha Kuasa yang sedikitpun tidak mempunyai kepentingan. Dan peraturan yang dibuatNya itu disebut “AGAMA”. Namun manusia tidak bisa behubungan langsung secara jelas dengan Tuhan, guna memperoleh informasi-NYA, Tuhan memilih orang-orang tertentu yang memiliki kesucian jiwa dan kecerdasan pikiran untuk menyampaikan informasi-NYA kepada manusia.Mereka yeng terpilih itu dinamai Nabi dan Rasul.

Dan para Nabi atau Rasul yang menerima informasi dari Tuhan untuk disampaikan kepada manusia itu, harus diberi bukti-bukti agar manusia mampu menerimanya.

Bukti-bukti itu dalam islam disebut mukjizat. Dan mukjizat yang diberikan kepada Nabi akhir zaman, penutup para Nabi dan Rasul adala Al Qur’a Al Karim. Al qur’an sebagai sumber pertama dan utama bagi hukum islam dan pedoman hidup manusia di tegaskan oleh Rasulullah SAW. sebagai berikut: “Aku tinggalkan kepada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat, selama kalian berpegang tuguh kepada keduanya, yaitu kitabullah al qur’an dan sunnahku”.

Diposkan oleh khusnul ibad AM di 6:57 AM Label: KEDUDUKAN AL QUR’AN DALAM ISLAM • PENGERTIAN AL-QUR’AN Secara etimologi dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan al-Qur’an merupakan masdar dari kata qaraah yag berarti yang berarti Tala’a, keduanya berarti membaca atau bermakna jamak yaitu, mengumpulkan atau mengoleksi. Sedangkan menurut Quraish sihab adalah bacaan yang trtulis. Di kalangan para ulama dijumpai adanya perbedaan pendapat di sekitar pengertian al-Qur’an secara etimologi.

di antaranya : As-Syafi’i misalnya mengatakan bahwa Al-Qur’an bukan berasal dari kata apa pun, dan bukan pula ditulis dengan hamzah. Lafadz tersebut sudah lazim dipergunakan dalam pengertian kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sementara Al-Farra berpendapat bahwa lafadz al-Qur’an berasal dari kata qarain jamak dari kata qarinah yang berarti kaitan ; karena dilihat dari segi makna dan kandungannya ayat-ayat al-Qur’an itu satu sama lain saling berkaitan.

1 Sedangkan secara terminologi Al-Qur’an adalah Kalamullah yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW., sebagai pedoman bagi ummat Islam yang di sampaikan melalui perantara Jibril melalui jalan Mutawttir. Di kalangan ulama juga di jumpai perbedaan pendapat tidak hanya dalam pengertian secara etimologi saja tetapi juga pengertian Al-Qur’an secara terminoligi, diantaranya : Safi’ Hasan Abu Thalib menyebutkan bahwa Al Qur’an adalah wahyu yang diturunkan dengan lafal bahasa arab dan maknanya dari Allah SWT melalui wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, ia merupakan dasar dan sumber dasar utama bagi syariat.

2 Zakariah al-Birri mengemukakan bahwa Al-qur’an adalah Al-kitab yang disebut Al-qur’an dalam kalam Allah SWT, yang diturunkan kepada rasul-Nya Muhammad SAW dengan lafal Bahasa Arab dinukil secara mutawattir dan tertulis pada lembaran-lembaran mushaf.

Sementara Al-Gazali mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah merupakan firman Allah. Meskipun terdapat banyak pandangan tentang pengertian Al-Qur’an baik itu secara etimologis dan secara terminologi tetapi masih dapat di tampung oleh sifat dan karakteristik Al-Qur’an itu sendiri.

• KEHUJJAAN AL-QUR’AN Sebagaimana disebutkan oleh Abdul Wahab Khallaf, bahwa kehujjahan Al-Qur’an itu terletak pada kebenaran dan kepastian isinya yang sedikitpun tidak ada keraguan atasnya.

Dengan kata lain Al- Qur’an itu betul-betul datang dari Allah dan dinukil secara qat’iy (pasti). 3 Oleh karena itu hukum-hukum yang terkandung di dalam Al-Qur’an merupakan aturan-aturan yang wajib diikuti oleh manusia sepanjang masa.

Sementara M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa al-Qur’an sebagai wahyumerupakan bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah, tetapi fungsi utamanya adalah sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Sebagai sumber ajaran Islam yang utama al-Qur’an diyakini berasal dari Allah dan mutlak benar. Keberadaan al-Qur’an sangat dibutuhkan manusia. Di kalangan Mu’tazilah dijumpai pendapat bahwa Tuhan wajib menurunkan al-Qur’an bagi manusia, karena manusia dengan segala daya yang dimilikinya tidak dapat memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya.

Bagi Mu’tazilah al-Qur’an berfungsi sebagai konfirmasi, yakni memperkuat pendapat-pendapat akal pikiran, dan sebagai informasi terhadap hal-hal yang tidak dapat diketahui oleh akal.

4 Dengan demikian jelaslah bahwa kehujjahan (Agumentasi) Al-Qur’an sebagai wahyu tidak dapat seorangpun membantahnya, di samping sumua isinya tidak satupun bertentangan dengan akal manusia sejak awal di turunkan sehingga sekarang dan seterusnya.

Lebih-lebih di abad modern ini, di mana perkembangan sains modern sudah sampai kepada puncaknya dan kebenaran Al-Qur’an semangkin terungkap serta dapat di buktikan secara ilmiah. • FUGSI AL-QUR’AN DALAM ISAM • Dari sudut subtansinya, fungsi Al-Qur’an sebagaimana tersurat nama-namanya dalam Al-Qur’an adalah sebagai berikut: • Al-Huda (petunjuk), Dalam al-Qur’an terdapat tiga kategori tentang posisi al-Qur’an sebagai petunjuk.

Pertama, petunjuk bagi manusia secara umum. Kedua, al-Qur’an adalah petunjuk bagi orang-orang bertakwa. Ketiga, petunjuk bagi orang-orang yang beriman.

4 • Al-Furqon (pemisah), Dalam al-Qur’an dikatakan bahwa ia adalah ugeran untuk membedakan dan bahkan memisahkan antara yang hak dan yang dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan, atau antara yang benar dan yang salah. • Al-Asyifa (obat). Dalam al-Qur’an dikatakan bahwa ia berfungsi sebagai obat bagi penyakit-penyakit yang ada dalam dada (mungkin yang dimaksud disini adalah penyakit Psikologis) • Al-Mau’izah (nasihat), Didalam Al-Qur’an di katakan bahwa ia berfungsi sebagai penasihat bagi orang-orang yang bertakwa • Fungsi Al-Qur’an di lihat dari realitas kehidupan manusia • Al-Qur’an sebagai petunjuk jalan yang lurus bagi kehidupan manusia • Al-Qur’an sebagai mukjizat bagi Rasulallah SAW.

5 • Al-Qur’an menjelaskan kepribadian manusia dan ciri-ciri umum yang membedakannya dari makhluk lain 6 • Al-Qur’an sebagai korektor dan penyempurna kitab-kitab Allah sebelumnya • Menjelaskan kepada manusia tentang masalah yang pernah di perselisikan ummat Islam terdahulu • Al-Qur’an brfungsi Memantapkan Iman 5 • Tuntunan dan hukum untuk menempuh kehiduapan • KEDUDUKAN AL-QU’AN DALAM ISLAM • Al-Qur’an sebagai sumber berbagai disiplin ilmu keislaman Disiplin ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an di antaranya yaitu: • Ilmu Tauhid (Teologi) • Ilmu Hukum • Ilmu Tasawuf • Ilmu Filasafat Islam • Ilmu Sejarah Islam • Ilmu Pendidikan Islam • Al-Quran sebagai Wahyu Allah SWT yaitu seluruh ayat Al-Qur’an adalah wahyu Allah; tidak ada satu kata pun yang datang dari perkataan atau pikiran Nabi.

• Kitabul Naba wal akhbar (Berita dan Kabar) arinya, Al-Qur’an merupakan khabar yang di bawah nabi yang datang dari Allah dan di sebarkan kepada manusia. • Minhajul Hayah (Pedoman Hidup), sudah seharusnya setiap Muslim menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan terhadap setiap problem yang di hadapi.

• Sebagai salah satu sebab masuknya orang arab ke agama Islam pada zaman rasulallah dan masuknya orang-orang sekarang dan yang akan datang. • Al-Quran sebagai suatu yang bersifat Abadi artinya, Al-Qur’an itu tidak akan terganti oleh kitab apapun sampai hari kiamat baik itu sebagai sumber hukum, sumber ilmu pengetahuan dan lain-lain. • Al-Qur’an di nukil secara mutawattir artinya, Al-Qur’an disampaikan kepada orang lain secara terus-menerus oleh sekelompok orang yang tidak mungkin bersepakat untuk berdusta karena dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan jumlah orang dan berbeda-bedanya tempat tinggal mereka.

• Al-Qur’an sebagai sumber hukum, seluruh mazhab sepakat Al-Qur’an sebagai sumber utama dalam menetapkan hukum, dalam kata lain bahwa Al-Qur’an menempati posisi awal dari tertib sumber hukum dalam berhujjah. 9 • Al-Qur’an di sampaikan kepada nabi Muhammad secara lisan artinya, baik lafaz ataupun maknanya dari Allah SWT. • Al-Qur’an termaktub dalam Mushaf, artinya bahwa setiap wahyu Allah yang lafaz dan maknanya berasal dari-Nya itu termaktub dalam Mushaf (telah di bukukan).

• agama islam datang dengan al qur’annya membuka lebar-lebar mata manusia agar mereka manyadari jati diri dan hakikat hidup di muka bumi. Al-Qur’an A. Pengertian Al-Qur’an Secara harfiah, Al-Qur’am berasal dari bahasa Arab yang artinya bacaan atau himpunan. Al-Qur’an berarti bacaan, karena merupakan kitab yang wajib dibaca dan dipelajari, dan berarti himpunan karena merupakan himpunan firman-firman Allah SWT (wahyu) Menurut istilah, Al-Qur’an adalah kitab suci umat islam yang berisi firman-firman Allah SWT yang diwahyukan dalam bahasa Arab kepada rasul/nabi terakhir Nabi Muhammad SAW, yang membacanya adalah ibadah.

Al-Qur’an memiliki beberapa nama, seperti Al-Kitab Allah SWT ( lihat Q.S Al-Baqarah, 2:2)Al-Furqan yang artinya pembeda antara benar dan salah (Q.S Al-Furqan 25:1 ), Az-Zikr yang berarti peringatan (Q.S Al-Hijr, 15:9), dan At-Tanzil yang artinya diturunkan (Q.S Asy-Syu’ara, 26:192) B.

Kedudukan Al-Qur’an Al-Qur’an sebagai kitab Allah menempati posisi sebagai sumber pertama dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan utama dari seluruh ajaran isalam, baik yamg mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan sesamanya, dan hubungan manusia dengan alam. Dalil naqli bhawa Al-Qur;an merupakan sumber hukum isalam yang pertama dan utama antara lain Q.S.

An-Nisa, 4:59, Q.S. An-Nisa, 4:105. dan hadis. Hadis yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber hukum islam yang pertama dan utama adalah hadis riwayat Turmuzi dan Abu Daud yang berisi dialog, antara Rasulullah dengan sahabatnya Mu’az bin Jabal, gubernur Yaman, sebagaimana sudah dikemukakan terdahulu. C. Fungsi Al-Qur’an 1. Al-Qur’an berfungsi sebgai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

2.

dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan

sebagai rahmat atau bentuk kasih sayang dari Allah bagi umat manusia. 3. sumber pokok ajaran islam Fungsi Al-Qur’an sebagai sumber ajaran islam sudah diyakini dan diakui kebenarannya oleh segenap hukum islam.

Adapun isi/kandungan Al-Qur’an sebagai sumber pokok ajaran islam dapat dibagi menjadi 3 pembahasan yaitu: -Akidah (keimanan) -Ibadah -Prinsip-prinsip syariat yang meliputi pembahasan tentang manusia, sosial, ekonomi, musyawarah, hukum perkawinan, hukum waris, hukum perdana, dan hukum antar bangsa.

4. sebagai mukzijat Nabi Muhammad SAW turunnya Al-Qur’an merupakan mukzijat terbesar yang Allah karuniakan kepada Nabi Muhammad SAW. 5. sebagai pemisah Al-Quran merupakan ugeran yang membedakan atau memisahkan antara yang hak dan yang batil atau antara yang benar dengan yang salah.

6. mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah-kisah umat terdahulu si dlam Al-Quran telah dijelaskan mengenai kisah-kisah umat terdahulu. baik umat yang taat melaksanakan perintah Allah maupun mereka yang menentang ajarannya 7. Al-Qur’an berfungsi sebagai penyembuh penyakit hati penyakit hati seperti takabur, serakah, dzolim, dan dengki dapat merusak keimanan seseorang dan apabila seseorang telah rusak atau sampai hilang keimanannya, maka manusia itu jahatnya dapat melebihi binatang.

akan tetapi di dalam Al-Qur’an telah dijelaskan petunjuk-petunjuk yang bisa menyembuhkan penyakit hati tersebut.

8. sebagai pembenar kitab-kitab suci sebelumnya yakni Taurat, Zabur, dan Injil http://mellsarahwindy.blogspot.com/2013/03/pengertian-kedudukan-dan-fungsi-al-quran.html
tirto.id - Asmaul Husna Al-Hafizh artinya Yang Maha Memelihara. Allah SWT memiliki 99 nama yang baik atau kerap dikenal dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan “Asmaul Husna”. Seorang muslim sebaiknya mengetahui dan mengamalkan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk perilaku, sifat maupun untuk wirid.

Asmaul Husna mengandung banyak rahasia dan manfaat untuk kehidupan di dunia dan akhirat. Dikutip dari laman NU Online, Asmaul Husna memiliki keistimewaan-keistimewaan, salah satunya adalah sebagai doa.

dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan

وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ - ١٨٠ Arab Latin: Wa lillāhil-asmā`ul-ḥusnā fad'ụhu bihā wa żarullażīna yul-ḥidụna fī asmā`ih, sayujzauna mā kānụ ya'malụn Artinya: “Dan Allah memiliki Asma'ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya.

Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”( QS. Al A'raf [7]:180) Asmaul Husna Al-Hafizh Apa Artinya? Salah satu Asmaul Husna yang dimiliki oleh Allah SWT adalah Al-Hafizh. Asmaul Husna Al-Hafizh memiliki arti, yaitu Yang Maha Memelihara. Lafal Al-Hafizh berasal dari kata khafidza yang berarti menjaga (jangan sampai rusak), memelihara, dan melindungi.

Akar kata Al-Hafizh dalam bahasa Arab Klasik memiliki beberapa arti lain seperti melestarikan, melindungi, menjaga, mempertahankan, memelihara, mencegah agar tidak punah atau hilang, bersifat waspada, sadar, perhatian dan awas. Asmaul Husna Al-Hafizh secara sederhana bermakna bahwa Allah SWT merupakan Dzat yang selalu memantau dan menjaga seluruh ciptaanNya di langit dan bumi, termasuk manusia, jin, hewan serta tumbuhan. Dilansir dari laman Suara Muhammadiyah, Al-Khafiidz yang berarti Pemelihara juga mengandung makna bahwa sesungguhnya Allah SWT masih membukakan jalan kembali kepada-Nya bagi siapapun yang bersalah, siapa pun yang khilaf.

Penyebutan terkait pemahaman Asmaul Husna Al-Hafizh ditampilkan beberapa kali di dalam Al Quran.

dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan

Adapun beberapa contoh penyebutan Al-Hafizh seperti dalam Surah Hud ayat 57 dan Surah Saba ayat 21. Dalil Asmaul Husna Al-Hafizh dalam Al Quran 1. Surah Hud Ayat 57 فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقَدْ اَبْلَغْتُكُمْ مَّآ اُرْسِلْتُ بِهٖٓ اِلَيْكُمْ ۗوَيَسْتَخْلِفُ رَبِّيْ قَوْمًا غَيْرَكُمْۗ وَلَا تَضُرُّوْنَهٗ شَيْـًٔا ۗاِنَّ رَبِّيْ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيْظٌ - ٥٧ Arab Latin: Fa in tawallau fa qad ablagtukum mā ursiltu bihī ilaikum, wa yastakhlifu rabbī qauman gairakum, wa lā taḍurrụnahụ syai`ā, inna rabbī 'alā kulli syai`in ḥafīẓ Artinya: “Maka jika kamu berpaling, maka sungguh, aku telah menyampaikan kepadamu apa yang menjadi tugasku sebagai rasul kepadamu.

Dan Tuhanku akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tidak dapat mendatangkan mudarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu.”(QS. Al Hud [11]:57) 2. Surah Saba Ayat 21 وَمَا كَانَ لَهٗ عَلَيْهِمْ مِّنْ سُلْطَانٍ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يُّؤْمِنُ بِالْاٰخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِيْ شَكٍّ ۗوَرَبُّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيْظٌ ࣖ - ٢١ Arab Latin: Wa mā kāna lahụ 'alaihim min sulṭānin illā lina'lama may yu`minu bil-ākhirati mim man huwa min-hā fī syakk, wa rabbuka 'alā kulli syai`in ḥafīẓ Artinya: “Dan tidak ada kekuasaan (Iblis) terhadap mereka, melainkan hanya agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat dan siapa yang masih ragu-ragu tentang (akhirat) itu.

Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.”(QS. Saba [34]:21) Makna Membaca Asmaul Husna Al-Hafizh Asmaul Husna Al-Hafizh dapat dijadikan sebagai wirid dan zikir untuk mengingatkan diri, bahwa hanya Allah SWT yang Maha Mengadakan ciptaanya dengan sebaik-baiknya. Kemudian, selain dijadikan sebagai wirid dan zikir, Asmaul Husna Al-Hafizh juga dapat dijadikan sebagai contoh sifat dan sikap dalam menjalani kehidupan di dunia.

Sehingga, memunculkan sifat dan sikap yang terpuji bagi diri maupun untuk orang lain. Pengamalan Asmaul Husna Al-Hafizh dalam diri seorang muslim dapat diwujudkan dengan menerapkan berbagai sifat seperti selalu bertakwa kepada Allah SWT, menghindari sifat sombong & angkuh, memohon taubat jika melakukan dosa besar, berbuat baik kepada sesama di mana pun dan kapan pun serta menjauhi segala larangan-Nya.Al-Qur'an A.

Pengertian Al-Qur'an Secara harfiah, Al-Qur'am berasal dari bahasa Arab yang artinya bacaan atau himpunan. Al-Qur'an berarti bacaan, karena merupakan kitab yang wajib dibaca dan dipelajari, dan berarti himpunan karena merupakan himpunan firman-firman Allah SWT (wahyu) Menurut istilah, Al-Qur'an adalah kitab suci umat islam yang berisi firman-firman Allah SWT yang diwahyukan dalam bahasa Arab kepada rasul/nabi terakhir Nabi Muhammad SAW, yang membacanya adalah ibadah.

Al-Qur'an memiliki beberapa nama, seperti Al-Kitab Allah SWT ( lihat Q.S Al-Baqarah, 2:2)Al-Furqan yang artinya pembeda antara benar dan salah (Q.S Al-Furqan 25:1 ), Az-Zikr yang berarti peringatan (Q.S Al-Hijr, 15:9), dan At-Tanzil yang artinya diturunkan (Q.S Asy-Syu'ara, 26:192) B. Kedudukan Al-Qur'an Al-Qur'an sebagai kitab Allah menempati posisi sebagai sumber pertama dan utama dari seluruh ajaran isalam, baik yamg mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan sesamanya, dan hubungan manusia dengan alam.

Dalil naqli bhawa Al-Qur;an merupakan sumber hukum isalam yang pertama dan utama antara lain Q.S. An-Nisa, 4:59, Q.S. Dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan, 4:105. dan hadis. Hadis yang menjelaskan bahwa Al-Qur'an merupakan sumber hukum islam yang pertama dan utama adalah hadis riwayat Turmuzi dan Abu Daud yang berisi dialog, antara Rasulullah dengan sahabatnya Mu'az bin Jabal, gubernur Yaman, sebagaimana sudah dikemukakan terdahulu.

C. Fungsi Al-Qur'an 1. Al-Qur'an berfungsi sebgai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

2. sebagai rahmat atau bentuk kasih sayang dari Allah bagi umat manusia. 3. sumber pokok ajaran islam Fungsi Al-Qur'an sebagai sumber ajaran islam sudah diyakini dan diakui kebenarannya oleh segenap hukum islam. Adapun isi/kandungan Al-Qur'an sebagai sumber pokok ajaran islam dapat dibagi menjadi 3 pembahasan yaitu: -Akidah (keimanan) -Ibadah -Prinsip-prinsip syariat yang meliputi pembahasan tentang manusia, sosial, ekonomi, musyawarah, hukum perkawinan, hukum waris, hukum perdana, dan dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan antar bangsa.

4. sebagai mukzijat Nabi Muhammad SAW turunnya Al-Qur'an merupakan mukzijat terbesar yang Allah karuniakan kepada Nabi Muhammad SAW. 5. sebagai pemisah Al-Quran merupakan ugeran yang membedakan atau memisahkan antara yang hak dan yang batil atau antara yang benar dengan yang salah.

dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan

6. mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah-kisah umat terdahulu si dlam Al-Quran telah dijelaskan mengenai kisah-kisah umat terdahulu. baik umat yang taat melaksanakan perintah Allah maupun mereka yang menentang ajarannya 7.

Al-Qur'an berfungsi sebagai penyembuh penyakit hati penyakit hati seperti takabur, serakah, dzolim, dan dengki dapat merusak keimanan seseorang dan apabila seseorang telah rusak atau sampai hilang keimanannya, maka manusia itu jahatnya dapat melebihi binatang.

dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan

akan tetapi di dalam Al-Qur'an telah dijelaskan petunjuk-petunjuk yang bisa menyembuhkan penyakit hati tersebut. 8. sebagai pembenar kitab-kitab suci sebelumnya yakni Taurat, Zabur, dan Injil Hadis A. Pengertian Hadis Perkataan hadis berasal dari bahasa Arab yang artinya baru, tidak lama, ucapan, pembicaraan, dan cerita.

Menurut istilah ahli hadis yang dimaksud dengan hadis adalah segala berita yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW, berupa ucapan, perbuatan, dan takrir ( persetujuan Nabi SAW) serta penjelasan sifat-sifat Nabi SAW.

B. Kedudukan Hadis para ulama islam berpendapat bahwa hadis amenempati pada tingkat kedua sebagai umber hukum isalan setelah Al-Qur'an. mereka beralasan kepada dalil-dalil Al-Qur;an Surah Dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan -Imran, 3:132, Syrah Al-Ahzab, 33:36 dan Al-Hasyr, 59:7, serta hadis riwayat Turmuzi dan Abu Daud yang berisi dialog antara Rasulullah SAW dengan sahabatnya Mu'az bim Jabal tentang sumber hukum islam.

Barangsiapa yang tidak mengakui Hadis sebagai sumber hukum islam atau mengingkarinya, maka ia dianggap ingkar sunah, dan dinyatakan murtad( keluar dari islam atau kafir). C. Fungsi Hadis fungsi atau peranan Hadis (sunah) di samping Al-Qur'an karim adalah : 1. mempertegas atau memperkuat hukum-hukum yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an misalnya : - keharusan berwudu ketika akan mengerjakan salat yang tercantum alam surah Al-Maidah, 5:6, diperkuat oleh hadis Nabi SAW yang artinya " tidak diteriam salat seseorang yang berhadas sebelum berwudu" (H.R.

Bukhari) 2.

dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan

menjelaskan, menafsirkan, dan merinci ayat-ayat Al-Qur'an yang masih umum dan samar misalnya: Allah SWT dalam Al-Qur'an mewajibkan untuk membayar zakat, tetapi tidak dijelaskan secara detail tentang pelaksanaannya.

pelaksanaan zakat secara detail dijelaskan dalam hadis (sunah) 3. mewujudkan suatu hukum atau ajaran yang tidak tercantum dalam Al-Qur'an, namun pada prinsipnya tidak bertentangan dengan Al-Qur'an misalnya: masalah menggosok gigi (siwak) yang disunahkan oleh Nabi SAW. hal itu tidak terungkap secara eksplisit dan detail dalam Al-Qur'an. Al_Qur'an hanya menegaskan masalah kebersihan secara umum.

dalam kedudukannya sebagai pemelihara al-quran memelihara dan

Keistimewaan al Quran dibanding Kitab Lainnya - Ustadz Abdullah Roy - 5 Menit yang Menginspirasi




2022 www.videocon.com