Alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara

alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara

Sasando adalah jenis alat musik yang dimainkan dengan cara di petik merupakan alat musik khas Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Sasandu berasal dari kata sandu atau sanu yang memiliki arti bergetar kurang lebih seperti gitar, harpa, kecapi dan biola.

Mengenal Alat Musik Sasando Bentuk Sasando sangat khas dan unik dengan wadah anyaman daun lotar seperti kipas, sedangkan bodi terbuat dari bambu. Pada bagian bodi sasando ini terdapat ganjalan melingkar tempat senar terbentang dari atas kebawah. Ganjalan inilah yang memberikan nada yang beragam di setiap petikan.

Untuk lebih jelasnya bentukalat musik ini bisa dilihat pada uang kertas 5000 jaman dulu gaes. alat musik sasando pada uang kertas lima ribu Keterangan Gambar: • Wadah yang di anyam dari daun lotar • Lingkaran ganjalan senar • Bodi sasando terbuat dari bambu BACA JUGA: Alat Musik Kalintong Warisan Budaya asal Manado Seiring perkembangan zaman yang semakin canggih alat musik sasando juga tidak mau ketinggalan gaes dalam arti bisa beradaptasi ke jaman teknologi dengan sasando elektrik.

Sasando Berasal dari ? Jangan sampe ketinggalan informasi gaes, alat musik ini berasal dari Nusa Tenggara Timur tepat nya pulau rote. Kita harus tau dan melestarikan warisan budaya agar tidak punah dimakan waktu. Kalau masih bingung pulau rote itu dimana kalian liat di map, nah NTT itu kan terkenal dengan kota Kupang sebelah nya NTB Lombok gaes hehehe.

nah setelah NTB ujung nya ada NTT kesana nya lagi baru luar negeri timor leste. Mimin sendiri sudah beberapa kali berkunjung ke daerah Kupang NTT ini. Alat Musik Sasando di Mata Dunia Tersohor hingga ke luar negeri Sasando menjadi ikon masyarakat NTT, melansir laman Indonesia.go.id bahwa sasando pernah dibawakan Djitron Pah asal Indonesia dalam ajang Asia’s Got Talent di 2015, hingga akhirnya dentingan merdu sasando tersebut memawa Djitron dan keluarganya keliling dunia.

Djitron telah membawa sasandonya ke Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Belanda, Italia, Finlandia, Jerman, hingga Taiwan. Sosok Djitron pengrajin sekaligus pelaku kreatif musik sasando yang telah mendunia, putra kelahiran NTT ini lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, 12 Agustus 1989. Ia adalah salah seorang putra dari Maestro Sasando Indonesia Jeremias Aogus Pah.

Cara Memainkan Sasando Untuk memainkan musik dengan sasando dengan cara dipetik, jika kalian memperhatikan video diatas terlihat kedua tangan dari bawah memetik dari sisi kiri dan kanan, karna senar nya membentang dari ats kebawah mengelilingi bodi dan di ganjal oleh kayu melingkar jadi sepertinya caramemainkannya dengan memtik 5 jari dari kiri dan kanan yah gitu lah geas mimin juga gak bisa main sasando hehehe.

Diamati lagi tampak kedua ibu jari memetik senar bagian atas sisanya empat jari dari senar bagian bawah karna senar yang tersusun melingkar itu gaes jadi kudu gercep jari berpindah dari senar yang satu ke senar yang lain.

Akhir Kata Demikian informasi terkait musik sansado asal Nusa Tenggara Timur kiranya dapat menambahw awasan anda tentang warisan Budaya Indonesia. Jika menurut kalian informasi ini bermanfaat silahkan share bagikan ke teman kerabat agar mereka juga mengetahui nya. Bantu kami dalam menyebarkan informasi sepitar Budaya, Kearifan Lokaltradisi unik, komoditas dan wisata yang ada di Indonesia ini.

Jika ada kesalahan dalam penulisan kata mohon koreksi silahkan tinggalkan komentar pada kolom yang tersedia demi kemajuan situs ini agar selalu bisa memberikan informasi yang berbasis Kearifan Lokal. Related posts • Pengertian Warisan Budaya Tak Benda dan Contoh nya • 10 Film Romantis Terbaik, Update Juli 2021 • Nama Rumah Adat Minangkabau Sumatera Barat dan Penjelasan • Nama Rumah Adat Batak Sumatera Utara, Penjelasan dan Gambar • Nama Rumah Adat Aceh Plus Gambar dan Penjelasan • Rumah Adat Suku Sasak NTB, Makna, Penjelasan dan Gambar Sasando adalah salah satu alat musik tradisional dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sasando ini merupakan alat musik berdawai tanpa mempunyai cord dan dimainkan dengan cara dipetik dengan menggunakan jari.

Alat musik satu ini hampir sama dengan alat musik tradisional seperti Kecapi atau Harpa, namun memiliki bentuk dan suara yang sangat khas. Sasando merupakan salah satu alat musik yang sangat terkenal, tidak hanya di Indonesia saja, namun juga sampai luar negeri.

Sejarah Sasando Sasando merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

ada beberapa versi cerita yang mengisahkan tentang awal mula Sasando ini. Salah satu cerita yang banyak berkembang di masyarakat adalah kisah Sangguana yang terdampar di Pulau Ndana dan jatuh cinta dengan putri Raja. Mengetahui Sangguana jatuh cinta kepada putrinya, sang Raja pun memberikan syarat untuk menerima Sangguana. Sangguana diminta untuk membuat alat musik yang berbeda dengan alat musik lainnya.

Pada suatu ketika, Sangguana pun bermimpi. Dalam mimpi tersebut dia alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara alat musik yang berbentuk indah dan memiliki suara yang merdu. Dari situlah Sangguana membuat alat musik yang disebut dengan Sasando dan diberikan kepada sang Raja. Raja pun kagum dengan alat musik yang dibuat oleh Sangguana, dan kemudian Raja menikahkan putrinya dengan Sangguana.

Secara harfiah nama Sasando berasal dari bahasa Rote, yaitu “ Sasandu” yang berarti “ bergetar atau berbunyi”. Sasando ini sering dimainkan untuk mengiringi nyanyian, syair,tarian tradisional dan menghibur keluarga yang berduka.

Pada saat ini, Sasando tidak hanya terkenal dan terdapat di daerah Pulau Rote saja, namun juga terdapat di daerah lain di Nusa Tenggara Timur seperti Kupang dan daerah lainnya. Fungsi Dan Makna Sasando Sasando ini merupakan salah satu alat musik yang memiliki suara bervariasi, sehingga dapat dimainkan dalam genre yang bervariasi seperti musik tradisional, pop, dan genre musik lainnya yang bukan musik elektrik.

Dalam masyarakat Rote sendiri, Sasando sering dimainkan untuk mengiringi tarian, lagu, syair dan acara hiburan lainnya. Bentuk Sasando Sasando ini memiliki bentuk yang sangat unik dan berbeda dengan alat musik berdawai lainnya.

Pada bagian utama Sasando ini berbentuk tabung panjang yang terbuat dari bambu khusus. Bagian bawah dan atas bambu terdapat tempat untuk memasang dan mengatur kencangnya dawai. Pada bagian tengah bambu biasanya diberi senda (penyangga) dimana dawai direntangkan.

Senda ini digunakan untuk mengatur tangga nada dan menghasilkan nada yang berbeda di setiap petikan dawai. Sedangkan wadah untuk resonansi berupa anyaman daun lontar yang sering disebut haik. Cara Memainkan Sasando Walaupun merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik, namun sasandu memiliki cara yang berbeda dengan alat musik petikan lainnya.

Sasando biasanya dimainkan menggunakan kedua tangan dengan arah yang berlawanan. Tangan kanan berperan untuk memainkan accord, sedangkan tangan kiri sebagai melodi atau bass. Untuk memainkan Sasando ini tentu tidak mudah, karena di butuhkan harmonisasi perasaan dan teknik, sehingga menghasilkan nada yang pas dan merdu. Selain itu keterampilan jari dalam memetik sangat diperlukan. Hampir sama dengan alat musik Harpa keterampilan dalam memetik dawai sangat mempengaruhi suara apalagi bila memainkan nada tempo cepat maka keterampilan tangan sangat diperlukan.

Jenis Sasando Sasando ini memiliki jenis yang berbeda-beda. Menurut perkembangannya, Sasando dibagi menjadi dua tipe yaitu tradisional dan elektrik. Sasando tradisional merupakan bentuk Sasando aslinya dan dimainkan tanpa alat elektronik seperti amplifier atau akustik.

Sedangkan Sasando elektrik merupakan jenis Sasando yang bisa dimainkan dengan alat elektronik. Biasanya Sasando elektrik dimainkan dalam panggung besar atau pertunjukan modern. Berdasarkan suaranya, Sasando juga dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya seperti Sasando engkel, Sasando dobel, Sasando gong dan Sasando biola.

Sasando engkel merupakan jenis Sasando yang memiliki 28 dawai. Untuk Sasando dobel biasanya memiliki 56 atau 84 dawai, sehingga memiliki lebih banyak jenis suara. Alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara Sasando gong, merupakan jenis Sasando yang memiliki suara hampir menyerupai suara gong.

Sedangkan Sasando biola merupakan Sasando yang memiliki suara hampir sama dengan suara biola. Tentunya penggunaan setiap jenis Sasando disesuaikan dengan keahlian setiap pemain dan kebutuhan pertunjukan.

Perkembangan Sasando Alat musik Sasando masih terus dilestarikan dan dikembangkan hingga sekarang.

alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara

Seperti yang dikatakan sebelumnya, saat ini Sasando telah dikembangkan menjadi beberapa jenis, baik dalam segi suara bahkan juga dibuat musik elektrik.

Saat ini Sasando juga masih sering dimainkan untuk mengiringi lagu, syair, dan tarian tradisional. Selain itu Sasando juga sering ditampilkan dalam bentuk orkestra maupun pertunjukan solo.

Suaranya yang merdu dan indah membuat banyak orang tertarik akan musik tradisional satu ini. Bahkan pesona suara musik Sasando tidak hanya dikenal di masyarakat lokal saja, namun juga dikenal baik dalam negeri maupun manca negara.
TRIBUNNEWS.COM - Alat musik tradisional Sasando berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik. Tidak hanya cara memainkan alat musiknya, kamu juga bisa mengetahui sejarah, fungsi, bentuk, jenis, dan perkembangan alat musik tradional khas Pulau Rote ini.

Dikutip dari KBBI, sasando adalah alat musik petik dari Pulau Rote yang terdiri atas tabung bambu dengan rentangan beberapa dawai yang ditempatkan pada ruang resonansi yang terbuat dari daun lontar.

alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara

Baca juga: Pengertian Gambar Ilustrasi Lengkap dengan Langkah-langkah Membuatnya Baca juga: Interaksi Sosial: Pengertian, Proses Terjadinya, dan Faktor-faktor Interaksi Sosial Musisi Sasando Agusto Andreas Naga Lana saat tampil pada konferensi pers Frankfurt Musikmesse 2019 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019). pelaku ekonomi kreatif Indonesia di subsektor musik, khususnya industri alat musik, akan tampil di event kenamaan Frankfurt Musikmesse 2019, pameran industri alat musik terbesar di Eropa, yang akan berlangsung pada 2-5 April 2019 di Frankfurt, Jerman.

(Tribunnews/Jeprima) (Tribunnews/JEPRIMA) Dikutip dari laman resmi Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur, alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik dengan menggunakan jari ini tidak memiliki chord.

Sasando hampir mirip dengan alat musik tradisional lainnya seperti Kecapi atau Harpa. Namun, sasando memiliki bentuk dan suara yang sangat khas. Cara memainkan sasando Meski termasuk alat musik dimainkan dengan cara dipetik, namun sasando memiliki cara yang berbeda dengan alat musik petik lainnya.

• News • Nasional • Internasional • Megapolitan • Finance • Keuangan • Makro • Bisnis • Sport • Soccer • All Sport • Lifestyle • Music • Film • Health • Seleb • Muslim • Travel • Otomotif • Techno • Multimedia • Video • Photo • Infografis • Indeks • Daerah • Aceh • Sumut • Sumsel • Jabar • Jateng • Yogya • Jatim • Bali • Kalbar • Sulsel • Babel • Lampung • Maluku • Papua • Sumbar • NTB • Sulut • Kalteng • Kalsel • Kaltim • Regional • •
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

The Amazon CloudFront distribution is configured to block access from your country. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: khEWTnj1iHtEK48190MS6FiYPg6mUnQv_C7xLjA62ubGcmYODmulJg==
Nusa Tenggara Timur atau biasa disingkat NTT ini merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang meliputi bagian timur Kepulauan Nusa Tenggara.

Provinsi ini memiliki 22 kabupaten atau kota dan beribu kota di Kupang. NTT berada tepat di Alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara Kecil. Sesudah pemekaran, NTT menjadi sebuah provinsi Indonesia yang berada di bagian tenggara Indonesia.

Keindahannya ditambah dengan beberapa pulau yang sangat menakjubkan. Selain terkenal dengan keindahan pulau-pulaunya, alat musik NTT juga beragam yang kaya akan nilai budaya. Hal ini membuat kita harus mengetahui dan mencoba nilai-nilai kebudayaan yang berarti di sana. Nah, apa saja alat musik Nusa Tenggara Timur? Berikut adalah ulasannya. Daftar Isi • 1 1. Sasando • 2 2. Nuren • 3 3.

alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara

Heo • 4 4. Prere • 5 5. Sowito • 6 6. Hi Tabi (Nafiri Keong) • 7 7. Ketadu Mara • 8 8. Tambur Terompet (Bi) • 9 9. Kediding atau Adiding • 10 10. Knobe Oh • 11 11. Knobe Khabetas • 12 12. Gong Waning 1. Sasando Sumber foto: budaya-indonesia.org Alat musik tradisional ini merupakan instrumen petik yang berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Secara makna, nama “Sasando” berasal dari bahasa Rote, “Sasandu” yang berarti alat yang bergetar atau berbunyi.

Dipercaya, alat musik ini dimainkan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7. Layaknya alat musik petik pada umumnya, sasando memiliki bentuk seperti biola, gitar dan kecapi. Pada bagian utama sasando memiliki bentuk panjang yang biasa dibuat dari bambu.

Pada bagian tengahnya, melingkar ke bawah dan diberi ganjalan, yang mana senar-senar atau dawai-dawai tersebut direntangkan di tabung, tepatnya dari atas ke bawah bertumpu. Ganjalan tersebut membuat nada yang berbeda di setiap petikan senar. Kemudian, bagian tabung sasando diletakkan dalam sebuah wadah yang dibuat dari anyaman daun lontar dan menyerupai bentuk kipas. Wadah tersebut berperan sebagai tempat resonansi sasando. 2. Nuren Sumber foto: budaya-indonesia.org Alat musik tradisional ini cukup populer di daerah Solor Barat.

Masyarakat Sikka Timur mengetahui alat musik nuren dengan nama “Sason” atau “Sason Nuren” (Jantang dan Nuren Perempuan). Sason Nuren memiliki bentuk seperti 2 buah suling, dan uniknya 2 suling tersebut hanya dimainkan oleh seorang permain. Selain menjadi alat hiburan, sebutan “Sason Nuren” merupakan sebutan keramat dan sakral.

Cerita asal-usulnya, dahulu ada seorang tokoh dari Solor Barat yang melegenda bernama Edoreo. Masyarakat Solor Barat memercayai kalau Edoreo memiliki 2 kepala dan 2 mulut, menurut 2 kepribadian yang berkecambuk pada telinga pendengarannya. Baca juga: 11 Alat Musik Tradisional Bali 3.

Heo Sumber foto: budaya-indonesia.org Alat musik tradisional ini merupakan alat musik gesek khas Nusa Tenggara Timur dan berasal dari Daratan Pulau Timor, atau lebih tepatnya alat musik tradisional khas suku Dawan Timor. Alat musik heo dibuat dari kayu, sementara pada penggeseknya dibuat dari ekor kuda yang sudah alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara menjadi sebuah ikatan pada kayu penggesek yang berbentuk seperti busur.

Sedangkan 4 dawai dari alat musik heo ini dibuat dari usus kuskus yang sebelumnya telah dikeringkan. Dan setiap masing-masing dawai memiliki nama, yaitu: dawai Tain Mone bernada sol, dawai Tain Ana bernada re, dawai Tain Feto bernada la dan dawai Tain Ena bernada do.

4. Prere Sumber foto: budaya-indonesia.org Alat musik tradisional ini dibuat dari seruas bambu kecil yang sekecil pensil dengan panjang sekitar 15 cm. Pada buku ruas bagian bawah alat musik prere ini dibiarkan tertutup, akan tetapi pada bagian atasnya dipotong sebagai tempat meniup. Dan dibelah sebagai tempat menyalurkan udara tiupan mulut dari tabung bambu bagian atas. Kemudian bagian belahan tersebut dililit daun pandan sehingga mirip orong terompet yang berguna memperbesar suaranya. 5. Sowito Sumber daya: budaya-indonesia.org Alat musik Nusa Tenggara Timur ini dibuat dari bambu yang kulitnya dicungkil dengan ukuran 2 cm dan diganjal dengan batangan kayu kecil.

Fungsi cungkilan kulit bambu tersebut sebagai dawai. Untuk memainkan alat musik sowito adalah dengan cara dipukul dengan menggunakan sebatang kayu yang sebesar jari tangan dengan alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara sekitar 30 cm. Dan setiap ruas bambu menghasilkan satu nada. Alat musik sowito ini digunakan sebagai pengiring dan dibuat beberapa buah sesuai kebutuhan. 6. Hi Tabi (Nafiri Keong) Sumber foto: budaya-indonesia.org Alat musik tradisional ini dibuat dari kerang.

Alat musik hi tabi atau bisa disebut nafiri keong ini mempunyai fungsi yang mirip dengan nafiri bambu, yakni sebagai alat penghimpun massa guna mengikuti kegiatan di bidang pemerintahan dan keagamaan. Selain itu, seringnya instrumen musik ini juga dimainkan pada saat upacara adat. Baca juga: 10 Suku di Nusa Tenggara Serta Penjelasannya 7. Ketadu Mara Sumber foto: budaya-indonesia.org Nama alat musik Nusa Tenggara Timur ini dapat diartikan secara harfiah adalah “ketadu” yang berarti seorang bayi yang tertidur pulas karena perutnya yang sudah kenyang.

Sementara, “mara” yang berarti tembaga. Yang mana jika digabungkan arti dua kata ini tidak bisa dijelaskan seperti apa yang diartikan diatas, sebab pengertian kedua simbol tersebut mengandung sebuah nilai yang dalam. Alat musik ketadu mara ini termasuk golongan kesenian rakyat di NTT. Biasanya, alat musik tradisional ini dimainkan sebagai penghibur pribadi disaat seorang diri dan sebagai pengisi jiwa yang lelah. Alat musik ini bisa juga dimainkan dalam sekelompok muda-mudi pada waktu di malam hari.

Dan ada pula kegunaan khusus alat musik ketadu mara ini, yaitu sebagai sarana mengungkapkan cinta seorang pria kepada wanita yang diincarnya dengan iringan syair-syair rayuan.

alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara

Dengan senjata seperti ini, wanita akan luluh maupun itu yang berhati keras sekalipun. 8. Tambur Terompet (Bi) Sumber foto: budaya-indonesia.org Alat musik tradisional ini dimainkan pada saat upacara adat berlangsung dan sebagai pengiring lego-legi atau tari tradisional untuk kalangan bangsawan.

Yang katanya dipercaya, alat musik tambur terompet ini pertama kali ditemukan oleh Agustinus.

alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara

Kini benda aslinya disimpan di suku bangsa Alalu, Desa Aramab, Kecamatan Pantar Tegar. Alat musik tambur terompet dibuat dari kayu, rotan, dan kulit binatang atau dari kayu lai yang sejenis kurma hutan dan kulit rusa. 9. Kediding atau Adiding Alat musik tradisional Nusa Tenggara Timur ini masih termasuk ke dalam kelompok alat musik petik.

Pada bagian kanan dan kiri lubang resonansi alat musik ini bisa terdapat masing-masing 3 buah dawai. Alat musik kediding ini sangat dikenal masyarakat Kabupaten Alor yang bekerja sebagai petani ladang. Para petani tersebut memainkan alat musik kediding ini pada saat menjaga ladang pada waktu malam hari dan sebagai penghilang rasa sepi.

Alat musik kediding dibuat dari bambu. 10. Knobe Oh Sumber foto: budaya-indonesia.org Alat musik tradisional NTT ini memiliki panjang sekitar 12,5 cm dan dibuat dari kulit bambu.

Pada bagian tengah dikerat menjadi belahan bambu yang memanjang seperti lidah hingga halus, sehingga dapat digunakan sebagai vibrator atau penggetar. Nah jika pangkal ujungnya ditarik dengan untaian tali yang sudah tererat pada ujung tersebut, maka akan menghasilkan bunyi melalui proses rongga mulut yang berguna sebagai resonator.

11. Knobe Khabetas Sumber foto: budaya-indonesia.org Alat musik NTT ini menyerupai busur panah. Teknik memainkan alat musik knobe khabetas ini adalah pada bagian salah satu ujung busur ditempelkan di antara bibir atas dan bibir bawah, lalu udara dikeluarkan melalui kerongkongan, secara bersamaan tali busur dipetik dengan jari.

Knobe khabates dimainkan pada saat mengawasi kebun atau mengawasi hewan-hewan guna melepas kesepian. Selain itu juga dimainkan sebagai penghibur diri dan upacara adat. 12. Gong Waning Sumber foto: budaya-indonesia.org Alat musik ini biasanya dimainkan oleh masyarakat Sikka (Krowe) yang dimainkan dengan cara ditabuh alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara dipukul.

Gong waning dimainkan pada saat upacara adat, resepsi atau pesta dan acara kematian sebagai pengiring tarian. Pemain gong waning ini terdiri dari 9 orang yang juga sesuai dengan jumlah perangkat yang ada dalam musik gong waning. Namun, terkadang bisa juga dirangkap jika pemain kekurangan. Baca juga: 15 Alat Musik Jawa Tengah Demikian alat musik Nusa Tenggara Timur yang perlu kita jaga dan lestarikan keberadaannya.

Semoga bermanfaat!GridKids.id – Hampir di setiap wilayah Indonesia memiliki alat musik daerah yang unik. Enggak terkecuali daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Tahukah kamu apa saja jenis-jenis alat musik daerah NTT, Kids? Yap, salah satu jenis alat musik daerah NTT adalah sasando. Sasando ini adalah alat musik daerah yang sangat populer, baik secara nasional maupun internasional, lo.

Baca Juga: Alat Musik Ritmis: Pengertian, Contoh, dan Cara Memainkannya Namun, bukan hanya sasando saja alat musik daerah khas NTT. Berikut ini jenis-jenis alat musik daerah NTT yang masing-masingnya memiliki keunikan tersendiri. Yuk, kita simak! 1. Heo Heo adalah alat music gesek yang dimainkan dengan cara seperti biola.

alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara

Heo terbuat dari papan kayu dan empat senar atau dawai yang memiliki nada dasar berbeda. O iya, uniknya alat gesek untuk alat musik Heo ini dibuat dari rangkaian ekor kuda, lo. 2. Foy Doa Foy doa adalah jenis alat music tiup seperti seruling atau suling. Foy doa dibuat dari buluh atau bamboo kecil yang digabungkan satu sama lain, Kids.

Baca Juga: Pengertian Alat Musik Harmonis, Fungsi, Contoh, dan Cara Memainkan Oleh karena itu alat music ini bisa juga disebut dengan suling ganda. O iya, cara memainkannya pun persis seperti suling pada umumnya, lo, yakni dengan cara ditiup. Sementara itu, bagian lubang ditiup dengan jari agar bisa tercipta nada yang diinginkan.

3. Foy Pai Sama seperti foy doa, foy pai juga merupakan alat musik tiup yang dibuat dari bambu. Hanya saja bentuk alat musik ini seperti angka empat, Kids. O iya, foy pai menghasilkan nada dasar seperti do, re, mi, fa, sol.

Nah, alat musik ini biasanya menjadi pelengkap dan dimankan bersama dengan foy doa. 4. Knobe Khabetas Knobe khabetas adalah alat musik yang memiliki bentuk seperti busur panah, yakni berupa lengkungan bamboo yang diikat dengan tali lebar tapi tipis.

Baca Juga: Alat Musik Melodis: Pengertian, Contoh, dan Cara Memainkannya Alat musik ini dimainkan dengan cara mendekatkan tali tersebut ke arah mulut kemudian meniupnya.

O iya, uniknya, alat musik ini diyakini sudah ada sejak zaman batu, lo. Selain itu, pada zaman dahulu, knobe khabetas sering dimanfaatkan sebagai sarana hiburan bagi petani di sawah. 5. Tatabuang Tatabuang adalah jenis alat musik yang dibuat dari kayu sukun. Nah, bagian tengah alat music ini dibuang untuk resonansi, Kids. Tatabuang adalah alat musik khas Folers Timur, NTT yang mirip dengan alat musik totobuang khas Maluku.

Warga setempat mempercayai kalau alat music tersebut dulunya dibawa oleh suku Maluku ke Flores Timur. Baca Juga: Cara Memainkan Gong Buluh, Belajar dari Rumah TVRI 14 September 2020 6. Tambur Terompet Tambur terompet adalah alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul.

alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara

Alat musik ini dibuat dari kayu lai atau kurma hutan, rotan, dan kulit rusa. O iya, tambur terompet biasa digunakan dalam upacara adat dan untuk mengiringi tari Lego-Legi, lo. 7. Sowito Sowito adalah jenis alat musik pukul yang dibuat dari bambu. Uniknya, alat musik ini hanya memiliki satu jenis nada, Kids. Makanya, untuk bisa memainkannya biasanya menggunakan beberapa sowito. Baca Juga: Keren, Band Ini Ciptakan Alat Musik Gabungan dari 20 Instrumen! 8. Sasando Sasando adalah jenis alat musik petik yang dibuat dari bambi dan dikelilingi bantalan kayu.

Cara memainkannya mirip seperti harpa. Alat musik ini memiliki jumlah senar yang berbeda-beda, ada yang 28 tapi ada pula yang memiliki 58 senar. ----- Teman-teman, kalau alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dan pengetahuan seru, langsung saja berlangganan majalah Bobo dan Mombi SD.

Tinggal klik di https://www.gridstore.id
• Sejarah Alat Musik Sasando • Bentuk Alat Musik Sasando • Jenis Alat Musik Sasando • 1. Jenis Alat Musik Sasando Berdasarkan Pada Alatnya • 2. Jenis Alat Musik Sasando Berdasarkan Suara Yang Dihasilkan • Fungsi Alat Musik Sasando • 1.

Fungsi Terapi • 2. Fungsi Hiburan • 3. Fungsi Upacara Adat • 4. Fungsi Finansial • 5. Kebanggaan Bangsa Indonesia • Cara Memainkan Alat Musik Sasando Sejarah Alat Musik Sasando Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, dulunya ada seorang pemuda bernama Sangguana yang terdampar di Pulau Ndana.

Dikarenakan penduduk tidak mengenali pemuda tersebut, maka penduduk setempat memutuskan untuk membawanya ke hadapan sang raja. Kemudian, Sangguana menunjukkan bakatnya yang luar biasa di bidang seni selama berada di istana. Sebab hal itulah, Sangguana diizinkan untuk tetap tinggal di istana.

Bakat Sangguana yang semakin terus berkembang disetiap harinya membuat putri sang alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara terpikat dengan keahliannya. Hingga suatu ketika, putri raja menginginkan Sangguana untuk membuat alat musik yang belum pernah ada dan belum pernah dimainkan sebelumnya.

Sangguana pun menyanggupi permintaan putri. Pada suatu malam, Sangguana tiba-tiba bermimpi menciptakan alat musik yang sangat indah dengan suara yang merdu.

Karena hal itulah, Sangguana menjadi terinspirasi untuk menciptakan alat musik yang ada di mimpinya. Kemudian, sebuah alat musik yang berasal dari bambu dan daun lontar berhasil diciptakan oleh Sangguana. Sanguana memberi nama alat musik ciptaannya “Sandu”. Selanjutnya ia memainkan sebuah lagu dengan judul “Sari Sandu” sambil memainkan alat musik tersebut. Sang putri pun nampak sangat menikmati alunan lagu Sangguana hingga pada akhirnya alat musik ciptaannya diberikan kepada putri sebagai hadiah.

Sang putri pun memberi nama alat itu dengan Depo Hitu. Bentuk Alat Musik Sasando Alat musik sasando memiliki bentuk yang serupa dengan alat musik petik lainnya seperti harpa, gitar, kecapi, dan biola. Sasando memiliki bentuk utama yaitu tabung panjang yang dibuat dari bahan bamboo. Kemudian, terdapat ganjalan-ganjalan tempat dawai atau senar yang bertumpu dan direntangkan dari atas ke bawah tabung. Nada yang berbeda pada setiap petikan senari alat musik disebabkan karena adanya ganjalan-ganjalan pada tabung tersebut.

Sedangkan resonansi sasando didapatkan dari peletakkan tabung panjang sasando ke dalam sebuah wadah setengah melingkar yang terbuat dari daun pohon gebang.

Alat musik sasando termasuk ke dalam jenis alat musik chordphone yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai atau senar. Dulu alat musik ini dibedakan berdasarkan dawai yang dimiliki. Contohnya sasando engkel yang mempunyai 28 dawai sedangkan sasando dobel mempunyai 56 hingga 84 dawai. Sekarang ini, ada beberapa jenis alat musik sasando yang bisa diketahui diantaranya : 1.

Jenis Alat Musik Sasando Berdasarkan Pada Alatnya Alat musik ini dibagi menjadi dua berdasarkan ada tidaknya alat tambahan yaitu sasando tradisional dan sasando elektrik. Sasando tradisional dan elektrik memiliki perbedaan pada alat tambahan yang digunakan dalam memperkuat suara sasando.

Pada alat musik ini tradisional, permainannya dilakukan secara akustik. Sedangkan pada alat musik sasando elektrik, permainannya dapat dilakukan dengan menggunakan sound system.

2. Jenis Alat Musik Sasando Berdasarkan Suara Yang Dihasilkan Berdasarkan suara yang dihasilkan, alat musik ini dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu sasando gong, sasando dobel, dan sasando biola. Pemilihan terhadap jenis alat musik ini ditentukan berdasarkan kebutuhan suatu pertunjukkan. Sehingga, hal tersebut mengharuskan para pemain sasando agar ahli di semua jenis sasando ini.

Alat musik sasando jenis gong merupakan alat musik ini yang bisa menghasilkan suara mirip dengan gong. Alat musik sasando dobel mampu menghasilkan suatu bunyi seperti bunyi dua buah sasando. Sedangkan, alat musik sasando biola menghasilkan suatu bunyi yang mirip dengan suara biola.

Fungsi Alat Musik Sasando Alat musik ini memiliki bentuk yang sangat unik dengan lengkungan daun lontar berbentuk setengah bundar yang berfungsi sebagai pengatur resonansi. Alat musik ini juga terdiri dari berbagai macam jenis yang bisa dipilih oleh para pemainnya.

Selain itu, alat musik ini juga memiliki beberapa fungsi yang sangat berguna. Beberapa fungsi dari alat musik sasando adalah sebagai berikut : 1.

Fungsi Terapi Selain cerita tentang alat musik ini yang digunakan sebagai hadiah untuk sang putri, konon juga terdapat cerita sejarah yang menyebutkan bahwa dahulunya sasando berfungsi sebagai terapi. Berdasarkan sejarah, sasando dulunya digunakan sebagai media penyembuhan bagi penderita penyakit kusta yang saat itu mewabah di Pulau Rote dan sekitarnya. 2. Fungsi Hiburan Alat musik ini yang memiliki suara harmonis dan sangat etnis tentunya bisa menjadi media hiburan bagi masyarakat setempat.

Alat musik ini biasanya digunakan sebagai pengiring seni tradisional, hiburan dalam acara duka, dan dapat pula digunakan sebagai hiburan dalam pengiringan lagu.

alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara

7+ Nama Alat Musik Jawa : Gambar dan Penjelasan - LezGetReal 3. Fungsi Upacara Adat Alat musik ini bisa digunakan sebagai media untuk mengisi berbagai macam acara upacara adat yang dilakukan masyarakat setempat. Upacara adat yang bisa diiringi dengan menggunakan alat musik sasando ini adalah upacara adat pernikahan, upacara penyambutan tamu, dan upacara adat lainnya. 4. Fungsi Finansial Alat musik ini juga bisa digunakan untuk mendapatkan finansial bagi masyarakat setempat. Masyarakat yang mahir dalam pembuatan sasando bisa melakukan bisnis penjualan alat musik ini kepada para pihak yang membutuhkan.

alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara

Selain itu, untuk masyarakat yang sudah mahir memainkan sasando juga bisa membuka peluang usaha dengan membuka jasa mengajar sasando dengan keahliannya. 5. Kebanggaan Bangsa Indonesia Alat musik ini dapat menjadi kebanggaan bangsa Indonesia karena merupakan ciri khas yang dimiliki oleh daerah Nusa Tenggara Timur. Alat musik ini tidak hanya berfungsi sebagai alat musik melodis saja, tetapi juga alat musik harmonis. Satu orang pemain alat musik sasando bisa menghasilkan perpaduan nada yang lengkap dalam bentuk melodi dan juga iringannya.

Baca Juga: Alat Musik Gamelan Cara Memainkan Alat Musik Sasando Memainkan alat musik ini membutuhkan harmonisasi dari perasaan dan teknik yang tepat supaya tercipta nada yang merdu dan enak untuk didengar. Layaknya alat musik harpa, alat musik ini juga membutuhkan keterampilan yang baik dari jari jemari untuk memetik dawainya sehingga nada yang dikeluarkan dapat terdengar indah.

Oleh karena itulah, sasando tidak mudah untuk dimainkan. Alat musik ini memiliki keunikan yang berbeda dengan alat musik tradisional lainnya.

Alat musik ini harus dimainkan dengan menggunakan dua tangan yang sama-sama memetik senar dalam arah yang berlawanan.

alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara

Tangan kiri pemain memiliki fungsi untuk memainkan melodi dan bas. Sedangkan tangan kanan pemain berfungsi untuk memainkan accord. Beberapa ulasan yang membahas tentang alat musik sasando diatas mulai dari sejarah, bentuk, jenis, fungsi, dan cara memainkan sasando semoga bisa digunakan sebagai referensi dan penambah pengetahuan Anda terkait alat musik ini.

Dengan demikian, semoga Anda bisa semakin mencintai dan melestarikan budaya Indonesia. Alat Musik Sasando

Alat Musik SASANDO Berasal Dari Daerah




2022 www.videocon.com