Bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas

bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas

none tirto.id - Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Usia remaja ditandai dengan berbagai perubahan yang terjadi pada diri seseorang baik perubahan emosi, psikis, maupun fisik.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada remaja ini dapat berpengaruh pada masa pubertas sehingga membuat remaja lebih ekspresif dalam mengeksplorasi organ reproduksi dan perilaku seksualnya. Namun, pada usia remaja ini, mereka dituntut untuk mengendalikan dorongan seksualnya selama masa tersebut. Apa itu kesehatan reproduksi (kespro)?

Kesehatan reproduksi sendiri adalah segala hal yang berhubungan dengan kesehatan seksual hingga pendidikan seksual yang bertujuan untuk menjaga, mencegah dan mengembalikan fungsi organ seksual dari gangguan.

Dilansir laman PKBI DIY, tujuan utama kesehatan reproduksi adalah memberikan pelayanan kesehatan reproduksi kepada setiap individu dan pasangannya secara komprehensif. Khususnya pada remaja agar setiap individu mampu menjalani proses reproduksinya secara sehat dan bertanggungjawab.

Serta terbebas dari perlakuan diskriminasi dan kekerasan, termasuk di dalamnya pengakuan dan penghormatan atas hak-hak kesehatan reproduksi dan seksual sebagai bagian integral dari Hak Azasi Manusia. Selain itu, tujuan lain dari kespro juga untuk melindungi remaja dari resiko pernikahan usia dini, kehamilan yang tidak dikehendaki, aborsi tak aman, IMS hingga kekerasan seksual.

Sehingga, dalam hal ini, orang tua dan guru memiliki peran penting untuk membantu dalam mendampingi dan memberikan pengetahuan soal seksualitas serta kesehatan reproduksi pada remaja.

bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas

Sebab, apabila terdapat persepsi dan pengetahuan yang salah, dapat berisiko buruk pada kesehatan reproduksi remaja. Kementrian Kesehatan, melalui laman promkes.kemkes.go.id, mengatakan setidaknya masing-masing remaja harus memiliki pengetahuan dasar mengenai reproduksi, seperti mengenalkan proses, fungsi, dan sistem reproduksi.

Selain itu remaja juga harus mengetahui jenis penyakit atau infeksi menular seksual, mampu menghindari kekerasan seksual, serta membangun kepercayaan diri dengan tujuan untuk menghindari perilaku berisiko.

bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas

Sementara itu, selain harus memahami soal kespro dan seksualitas, remaja juga perlu diajak berdiskusi tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi.

Cara menjaga kesehatan alat reproduksi Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan remaja untuk menjaga kesehatan alat reproduksinya. - Memakai handuk yang lembut, kering, bersih, dan tidak berbau atau lembab - Memakai celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat - Mengganti pakaian dalam minimal 2 kali dalam sehari - Bagi perempuan, sesudah buang air kecil, membersihkan alat kelamin sebaiknya dilakukan dari arah depan menuju belakang agar kuman yang terdapat pada anus tidak masuk ke dalam vagina - Bagi laki-laki, dianjurkan untuk dikhitan atau disunat guna mencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual serta menurunkan risiko kanker penis.

Untuk perempuan yang mulai memasuki masa menstruasi juga harus memperhatikan kebersihan alat reproduksi saat menstruasi. Cara menjaga kebersihan reproduksi saat menstruasi dapat dilakukan dengan: - Pilihlah pembalut yang bebas dari berbagai jenis bahan berbahaya dan nyaman saat dipakai - Ganti pembalut secara berkala, antara 3 hingga 5 kali dalam sehari - Bersihkan vagina terlebih dulu sebelum mengganti pembalut.

bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas

Membersihkan vagina sebainya dilakukan dengan air mengalir dan sebaiknya hindari penggunaan sabun - Cuci tangan sampai bersih usai membuang pembalut serta sebelum mengganti pembalut - Rutin mengganti celana dalam untuk menghindari resiko tidak nyaman di sekitar vagina.

Pastikan memakai celana dalam yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat Bagi mereka yang sering mengalami nyeri saat menstruasi, mengompres perut bagian bawah dengan air hangat, melakukan olahraga yang teratur, dan istirahat yang cukup mampu membantu mengurangi rasa nyeri.

Akan tetapi, bila nyeri terjadi hingga berhari-hari dan menggangu aktivitas, sebaiknya hubungi dokter untuk mengonsultasikannya. Selain beberapa tips tersebut, para remaja juga dapat mencari informasi mengenai kesehatan reproduksi dengan mudah, bahkan melakukan konsultasi secara daring melalui berbagai aplikasi. Rekomendasi aplikasi yang dapat digunakan salah satunya yakni UNALA, program layanan kesehatan ramah remaja di Yogyakarta.

bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas

Aplikasi lainnya seperti aplikasi “Remaja Sehat” juga cocok digunakan karena dapat diunduh dengan mudah melalui playstore tanpa pembayaran.
KOMPAS.com – Merawat organ reproduksi harus dilakukan setiap saat terutama ketika masa pubertas. Saat memasuki masa pubertas yakni peralihan dari anak-anak ke dewasa, remaja mungkin akan mengalami banyak kebingungan berkaitan dengan perubahan yang muncul di beberapa organ tubuhnya. Terutama perubahan yang muncul di sekitar organ reproduksi, baik pada remaja wanita maupun laki-laki.

Selama masa pubertas, beberapa perbedaan mungkin terjadi. Beberapa di antaranya adalah: • Kulit dan rambut yang jadi berminyak. • Rambut yang tumbuh di bawah lengan, kaki dan area pribadi. • Keringat yang berbau tajam utamanya di bawah lengan. • Tumbuhnya payudara pada perempuan. • Menstruasi pada perempuan. Ketika terjadi perubahan pada organ reproduksi ini, remaja harus tahu cara merawatnya agar terhindar dari berbagai macam risiko penyakit organ reproduksi.

Lantas bagaimana cara untuk merawat organ reproduksi di masa pubertas? Dikutip dari laman Kidshealth, ketika masa pubertas, remaja haruslah menjaga kebersihan tubuh secara menyeluruh dengan melakukan rutinitas harian. Rutinitas yang harus dilakukan oleh remaja pria maupun wanita ini berupa: • Memakai pakaian dalam yang bersih setiap hari. • Mencuci tangan dan wajah setiap hari dengan sabun dan air, dan menggunakan handuk yang bersih dan kering untuk mengeringkannya.

• Mandi dan cuci semua bagian tubuh dan rambut. • Gunakan deodoran setiap hari. • Sikat gigi setidaknya dua kali sehari. Baca juga: 3 Rutinitas Pagi yang Menyehatkan Anak Merawat organ reproduksi pada remaja wanita Selain rutinitas bersih-bersih di atas, remaja wanita juga harus merawat organ reproduksinya secara teratur. Untuk menghindari risiko tumbuhnya bakteri dan kuman, cukur bulu yang ada di ketiak juga bagian intim.

bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas

Berita Terkait 6 Pantangan yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung Kronologi Kecelakaan KA Dhoho dan Bus Harapan Jaya di Kediri Positif Antigen, Apakah Perlu Tes PCR? Ini Kata Kemenkes hingga Satgas Daftar Lengkap Harga LPG Nonsubsidi yang Naik Mulai Hari Ini Besok Terakhir Pendaftaran SNMPTN 2022, 536.999 Siswa Sudah Finalisasi Berita Terkait 6 Pantangan yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung Kronologi Kecelakaan KA Dhoho dan Bus Harapan Jaya di Kediri Positif Antigen, Apakah Perlu Tes PCR?

Ini Kata Kemenkes hingga Satgas Daftar Lengkap Harga LPG Nonsubsidi yang Naik Mulai Hari Ini Besok Terakhir Pendaftaran SNMPTN 2022, 536.999 Siswa Sudah Finalisasi Bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi pada masa pubertas? Pertanyaan ini seringkali dilontarkan oleh para remaja maupun orang tua yang anaknya berada dalam masa tersebut.

Pasalnya, selama masa itu remaja perlu diberikan pengertian dan pemahaman seputar pentingnya menjaga kesehatan reproduksinya sendiri. Pubertas adalah masa di mana anak perempuan maupun laki-laki mengalami pendewasaan secara seksual. Masa pubertas biasanya dimulai saat anak memasuki usia 10-12 tahun dan akan berlangsung selama kurang lebih lima tahun.

Pada masa ini, terjadi banyak perubahan pada mereka, baik dari segi fisik, perilaku, hingga mental. Maka dari itu, yuk ketahui bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi pada masa pubertas perempuan dan laki-laki berikut ini. Apa itu kesehatan reproduksi Kesehatan reproduksi adalah segala hal berkaitan dengan kesehatan seksual dan pendidikan seksual yang disosialisasikan guna mencegah, mempertahankan, serta mengembalikan fungsi organ reproduksi dari berbagai masalah atau penyakit.

Kesehatan reproduksi perlu dikenalkan utamanya pada remaja yang sedang mengalami masa pubertas supaya mereka mampu menjalani proses perkembangan reproduksinya secara sehat dan penuh tanggung jawab.

bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas

Perubahan yang dialami remaja pada masa pubertas Beberapa perubahan yang dialami remaja perempuan saat pubertas antara lain: • Tumbuhnya payudara • Tumbuhnya rambut pada ketiak dan area organ intim • Mengalami menstruasi, biasanya terjadi pada masa akhir pubertas Sementara pada remaja laki-laki, beberapa perubahan yang muncul meliputi: • Testis dan penis membesar • Tumbuh rambut di sekitar organ intim dan ketiak • Otot membesar • Suara semakin berat • Tumbuh rambut di wajah Selain itu, umumnya pada perempuan maupun laki-laki juga akan tumbuh jerawat dan pertumbuhan badannya mengalami percepatan.

Pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja Pada usia remaja, masalah kesehatan reproduksi terkadang dinilai tabu untuk dibicarakan. Padahal, usia tersebut merupakan usia di mana anak-anak mulai dewasa secara seksual, Mom. Hal tersebut dibuktikan dengan pengalaman menstruasi dan mimpi basah. Sering terjadi, remaja yang baru pertama kali mengalaminya bingung harus bersikap seperti apa. Mereka juga cenderung malu menanyakan pada orang tuanya. Sehingga inilah sebabnya kesehatan reproduksi perlu disosialisasikan sejak dini, terutama di lingkungan keluarga.

Mom dan Dad perlu memberikan edukasi pada anak tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sendiri, seperti menghindari berbagai penyakit hingga mencegah kehamilan tak diinginkan.

Baca juga: 10 Cara Merawat Vagina Secara Alami Agar Tetap Wangi Cara menjaga kesehatan reproduksi pada masa pubertas Lantas, bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi pada masa pubertas? Berikut langkah-langkahnya. 1. Selalu bersihkan alat reproduksi Cara menjaga kesehatan reproduksi pada masa pubertas yang pertama adalah selalu membersihkan alat reproduksi.

Perlu diketahui bahwa kebersihan organ reproduksi merupakan aset jangka panjang karena tidak hanya berpengaruh pada diri sendiri, melainkan juga nanti saat dia berkeluarga.

Berikut cara menjaga kesehatan reproduksi remaja: • Rutin mengganti celana dalam minimal dua kali sehari • Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan menyerap keringat seperti katun • Bagi perempuan, bersihkan area intim dari arah depan ke belakang agar bakteri anus tidak mengontaminasi area vagina • Setelah buang air maupun mandi, pastikan membersihkan area intim sampai bersih dan keringkan bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas handuk kering, bersih, tidak lembab, atau bau • Saat menstruasi, perhatikan gejala-gejala haid yang tidak normal dan jika ada segera periksakan ke dokter • Bagi laki-laki dianjurkan menjalani sunat atau khitan guna menurunkan risiko kanker penis • Hindari berhubungan seks pra nikah sebelum mendapatkan pengetahuan cukup seputar dampaknya dari segi kesehatan 2.

Tidak melakukan aktivitas seksual berisiko tinggi Pada masa pubertas, remaja seringkali melakukan eksplorasi diri terkait organ reproduksi dan perilaku seksualnya. Sehingga, peran Mom dan Dad di sini sangat dibutuhkan. Sudah saatnya anak remaja Anda diperkenalkan dengan bahaya yang ditimbulkan jika melakukan aktivitas seksual sebelum waktunya. Jelaskan pada mereka bahwa ada banyak risiko yang mengintai, seperti HIV/AIDS, kehamilan tak diinginkan, dan bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas penyakit menular seksual lainnya.

Jika sudah begitu, maka anak akan memiliki kesadaran untuk tidak melakukan aktivitas seksual secara sembarangan.

Ini sekaligus bisa menjadi salah satu cara menjaga kesehatan reproduksi pada masa pubertas. 3. Menjaga berat badan Tahukah Mom bahwa berat badan juga berpengaruh terhadap kesehatan organ reproduksi remaja, lho. Ini berkaitan dengan masa kesuburan sistem reproduksi. Jadi, alangkah baiknya sebagai cara menjaga kesehatan reproduksi pada masa pubertas, anak-anak tetap memperhatikan berat badan agar tetap ideal, tidak kekurangan maupun kelebihan. 4. Mengonsumsi makanan bergizi Cara menjaga kesehatan reproduksi laki-laki dan wanita haruslah diimbangi dengan mengonsumsi makanan bergizi.

Pasalnya makanan bergizi juga dapat mempengaruhi kesuburan. Meski begitu, tetap kontrol makanan yang dikonsumsi agar tidak malah menimbulkan penyakit, ya. 5. Menghindari rokok dan alkohol Rokok dan alkohol merupakan dua benda yang sebaiknya dihindari karena dapat memberikan masalah besar pada kesehatan, tak terkecuali reproduksi.

Laki-laki yang sering merokok atau mengonsumsi alkohol bisa mempengaruhi kualitas spermanya. Sedangkan pada perempuan dapat berpengaruh pada ovulasi. Memahami bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi pada masa pubertas merupakan salah satu langkah yang penting. Hal ini berkaitan dengan mencegah remaja terserang berbagai penyakit seputar organ reproduksi. Oleh karena itu, yuk berikan edukasi pada anak remaja Anda untuk selalu menjaga kesehatan organ reproduksinya!

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Pra Nikah
Daftar isi • 1 Menjaga Kesehatan Reproduksi: Apa Itu Pubertas? • 2 Usia Pubertas • 3 Ciri-Ciri Pubertas Pada Laki-Laki Dan Perempuan • 3.1 Perubahan Primer • 3.2 Perubahan Sekunder • 4 Ciri Pubertas Pada Laki-Laki • 4.1 Perubahan Pada Laki-Laki(Primer) • 4.2 Perubahan Pada Laki-Laki(Sekunder) • 5 Ciri-Ciri Pubertas Pada Perempuan • 5.1 Perubahan Pada Perempuan(Primer) • 5.2 Perubahan Pada Perempuan(Sekunder) • 6 Perubahan Psikis Pada Masa Pubertas • 7 Cara Merawat Kesehatan Organ Reproduksi • 8 Cara Menghadapi Masa Pubertas Pubertas berasal dari bahasa latin pubes yang artinya masa menuju dewasa.

Masa pubertas adalah suatu masa dimana seorang anak mengalami perubahan dari fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Selain itu pubertas juga adalah masa transisi (peralihan) dari masa anak-anak menjadi masa dewasa. Atau bisa juga dikatakan masa remaja yaitu dimana seorang anak memasuki masa pubertas.

bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas

Pada saat masa pubertas baik laki-laki ataupun perempuan memiliki ciri-ciri masing-masing. Ciri-cirinya bisa ditandai dengan beberapa perubahan pada fisik dan psikis. Usia Pubertas Pada umumnya masa pubertas terjadi pada anak-anak ketika usianya sudah 8 tahun hingga 15 tahun. Untuk perempuan biasanya masa pubertas terjadi ketika usianya 8 tahun hingga 13 tahun. Sedangkan untuk laki-laki biasanya terjadi pada usia sekitar 10 tahun hingga 15 tahun. Menurut para ahli masa pubertas perempuan terjadi lebih cepat jika dibandingkan dengan laki-laki.

Misalnya jika para perempuan mulai masa pubertas rata-rata 11 tahun maka anak laki-laki akan mengalami masa pubertas rata-rata 12 tahun. Atau bisa saja masa pubertas dimulai sebelum atau sesudah usia tersebut. Ciri-Ciri Pubertas Pada Laki-Laki Dan Perempuan Dalam menjaga kesehatan reproduksi ada dua perubahan yang terjadi pada laki-laki dan perempuan, dan perubahan itu adalah: Perubahan Primer Perubahan ini adalah perubahan yang terjadi pada tubuh yang meliputi perubahan hormon dan perubahan organ reproduksi.

Jenis perubahan tersebut adalah merupakan tanda awal seseorang telah memasuki masa pubertas yang ditandai dengan matangnya organ reproduksi. Perubahan Sekunder Perubahan sekunder adalah perubahan yang menyertai perubahan primer.

bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas

Dan umumnya perubahan ini terlihat, seperti perubahan fisik dan psikis. Perubahan ini dapat dilihat dari luar dengan mata. Ciri Pubertas Pada Laki-Laki Untuk mengetahui masa pubertas pada laki-laki bisa diketahui dari perubahan primer dan perubahan sekunder.

Berikut adalah ciri masa pubertas pada laki-laki: Perubahan Pada Laki-Laki(Primer) Pada laki-laki perubahan primer bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas diketahui pada saat terjadinya mimpi basah pada masa pubertas.

Mimpi basah adalah merupakan ereksi di pagi hari yang tanpa disadari mengeluarkan air mani. Mimpi basah juga merupakan tanda bahwa sel sperma mulai diproduksi dan mulai berfungsi. Dan mimpi basah saat masa pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon testosteron yaitu hormon milik laki-laki. Perubahan Pada Laki-Laki(Sekunder) Sedangkan untuk perubahan sekunder bisa dilihat dari perubahan fisik yang terjadi pada laki-laki. Adapun perubahan tersebut adalah sebagai berikut: • Tumbuh kumis dan jenggot pada wajah.

• Suara menjadi lebih berat dan besar • Jakun mulai tampak membesar • Tumbuh rambut di beberapa area tubuh • Bahu semakin lebar dan bidang • Postur tubuh semakin besar dan tinggi • Muncul jerawat di wajah • Otot tubuh mulai terbentuk • Tulang-tulang di wajah mulai memanjang dan membesar • Biasanya kulit dan rambut akan semakin berminyak Ciri-Ciri Pubertas Pada Perempuan Sama seperti laki-laki perubahan primer dan perubahan sekunder adalah merupakan tanda dimulainya masa pubertas pada perempuan.

Adapun ciri-ciri masa pubertas perempuan adalah sebagai berikut: Perubahan Pada Perempuan(Primer) Untuk perempuan perubahan primer di tandai dengan munculnya darah haid atau menstruasi. Perempuan yang mengalami masa pubertas akan menghasilkan sel telur(ovum) setiap bulannya. Jika ada proses pembuahan ketika sel telur matang, maka akan terjadi suatu kehamilan sehingga tidak ada menstruasi.

Akantetapi jika tidak terjadi proses pembuahan maka lapisan dinding rahim akan meluruh dan keluar berupa darah menstruasi.

bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas

Menstruasi pada perempuan juga menandai bahwa alat reproduksinya sedang berfungsi. Tubuh menghasilkan hormon reprodruksi seperti hormon estrogen dan hormon progesterone.

bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas

Perubahan Pada Perempuan(Sekunder) Untuk perubahan sekunder bisa dikenali dengan perubahan fisik yang terjadi pada perempuan. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut: • Pinggul semakin membesar • Payudara juga mulai membesar • Suara lebih nyaring dan lembut • Tumbuh beberapa rambut pada beberapa bagian tubuh • Muncul jerawat • Badan bertambah tinggi dan besar • Tulang-tulang wajah mulai memanjang dan membesar • Biasanya kulit dan rambut akan lebih berminyak • Kulit menjadi lebih halus Perubahan Psikis Pada Masa Pubertas Selain itu juga terjadi perubahan psikis pada laki-laki dan perempuan pada saat masa pubertas.

Dan perubahan psikis antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Perubahan psikis tersebut adalah sebagai berikut: • Emosi yang tidak stabil, mudah tersinggung atau marah • Rasa ingin tahu yang sangat besar • Mulai mencari jati diri seperti mencoba suatu hal yang baru • Mulai tertarik dengan lawan jenis • Rasa tidak ingin bergantung pada orang tua Cara Merawat Kesehatan Organ Reproduksi Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, psikis, dan sosial yang berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi pada laki-laki dan perempuan.

Pada masa pubertas, terjadi banyak perubahan pada remaja laki-laki dan perempuan. Pada masa ini, produksi hormon meningkat. Sehingga peningkatan hormon tersebut bisa menyebabkan aktifnya kelenjar minyak dan kelenjar keringat.

Sehingga kita sangat perlu untuk menjaga kesehatan organ reproduksi. Cara merawat organ reproduksi diantaranya adalah sebagai berikut: • Gantilah pakaian dalam atau celana dalam minimal dua kali sehari. Atau ganti pakaian dalam sudah terasa lembab.

• Biasakan menggunakan pakaian dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat. Seperti kain dengan bahan katun.

• Bilaslah setiap kali habis buang air kecil atau besar menggunakan air yang bersih. • Pakailah handuk yang kering, bersih, dan tidak berbau untuk mengeringkan organ reproduksi. • Bagi perempuan jika selesai buang air kecil cara membersihkannya adalah dari depan ke bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas, jangan dari belakang ke depan. Agar kuman dari anus tidak masuk pada organ reproduksi.

• Saat menstruasi gantilah pembalut dengan teratur yaitu 4 hingga 6 jam sekali untuk mencegah infeksi bakteri dari darah menstruasi. Juga gunakan pembalut yang lembut. • Untuk laki-laki diharuskan melakukan sunat agar terhindar dari kanker penis dan tidak terjadi kanker leher rahim pada istrinya nanti. • Hindari bertukar pakaian dalam atau handuk dengan orang lain untuk menghindari terjadinya penyakit kulit.

bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas

Cara Menghadapi Masa Pubertas Untuk menghadapi masa pubertas ada beberapa hal yang harus di persiapkan untuk menjaga diri pada masa pubertas. Berikut beberapa hal yang perlu di siapkan: • Jalinlah komunikasi yang erat dengan orang tua, karena remaja pubertas akan mengalami emosi yang tidak stabil.

bagaimana cara merawat organ reproduksi remaja laki-laki setelah pubertas

• Jika terjadi masalah ceritakan kepada orang tua. • Pilihlah bacaan atau tontonan sesuai dengan umur. • Jagalah kebersihan diri agar terhindar dari masalah bau badan atau jerawat. • Dalam pergaulan kita harus tahu area mana yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain.

• Pilihlah pertemanan atau pergaulan yang baik. Jangan takut menolak ajakan teman yang tidak baik. • Menggunakan media sosial secara sehat dan bijak. Juga selalu berhati-hati dalam menggunakan media sosial agar terhindar dari masalah buruk yang bisa saja terjadi.

Demikian informasi clinik.id tentang beberapa hal yang berkaitan dengan menjaga kesehatan reproduksi pubertas, sekiranya dapat membantu kalian semua. Baca Juga: 8 Manfaat Buah Naga Merah Untuk Kesehatan Yang Wajib Diketahui Recent Posts • Listen and Download Lost Boy Ruth B Meaning on MP3Juice • Penyegar Mulut yang Direkomendasikan untuk Nafas Segar • Keunggulan Produk Make Up Palette Oriflame dengan Tajuk THE ONE • Tidak Hanya Pelembab, Ini 5 Kegunaan Lain dari Nivea Make Up Starter • 5 Base Make Up Wardah untuk Riasan Natural hingga Bold
Pubertas adalah tahap perkembangan seorang anak untuk menjadi dewasa secara seksual.

Masa yang tak terhindarkan ini terjadi pada usia remaja, yaitu: 10-14 tahun pada perempuan dan 12-16 tahun pada laki-laki. Pada masa ini, setiap remaja akan merasakan berbagai perubahan hormon.

Kamu mungkin bertanya, "Bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi pada masa pubertas ?"

Ciri Pubertas dan Kesehatan Reproduksi




2022 www.videocon.com