Hut kota manado

hut kota manado

• Acèh • Afrikaans • العربية • تۆرکجه • Basa Bali • Bikol Central • Беларуская • Cebuano • Čeština • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Bahasa Hulontalo • हिन्दी • Magyar • Հայերեն • Italiano • 日本語 • Jawa • 한국어 • Lietuvių • Latviešu • Basa Banyumasan • Malagasy • Minangkabau • മലയാളം • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • Nederlands • Norsk bokmål • Polski • پنجابی • Português • Română • Русский • Simple English • Српски / srpski • Sunda • Svenska • ไทย • Hut kota manado • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • მარგალური • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 • Agama Kristen 68,27% - Protestan 63,06% - Katolik 5,21% Islam 30,84% Buddha 0,65% Hindu 0,18% Konghucu 0,06% [2] • Bahasa Melayu Manado, Indonesia • IPM 79,20 ( 2021) tinggi [4] Zona waktu UTC+08:00 hut kota manado WITA) Kode area telepon +62 431 Pelat kendaraan DB xxxx Kode Kemendagri 71.71 Kode SNI 7657-2010 MND DAU Rp 782.516.207.000,- ( hut kota manado [5] Flora resmi Longusei Fauna resmi Babirusa Situs web www .manadokota .go .id Kota Manado atau Menado adalah ibu kota dari provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Kota Manado memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa. Manado terletak di Teluk Manado, dan dikelilingi oleh daerah pegunungan serta pesisir pantainya merupakan tanah reklamasi yang dijadikan kawasan perbelanjaan, Kota ini memiliki 408.354 penduduk pada Sensus 2010, sehingga menjadikannya kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi setelah Kota Makassar.

Jumlah penduduk di Manado diperkirakan (berdasarkan Januari 2014) adalah 430.790 jiwa [6] dan bertambah menjadi 475.557 jiwa pada tahun 2020, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2020, dengan kepadatan 2.926 jiwa/km 2. [2] [3] Daftar isi • 1 Etimologi • 2 Sejarah • 3 Geografi • 3.1 Batas Wilayah • 4 Pemerintahan • 4.1 Wali Kota • 4.2 Dewan Perwakilan • 4.3 Kecamatan • 5 Penduduk • 5.1 Suku bangsa • 5.2 Agama • 5.3 Bahasa • 6 Budaya dan Gaya Hidup • 6.1 Kawanua • 7 Kesehatan • 8 Pariwisata • 8.1 Manado Kota Pariwisata Dunia 2010 • 8.2 Pusat Perbelanjaan dan Hiburan • 8.3 Makanan dan Minuman Khas • 9 Ekonomi • 10 Transportasi • 10.1 Udara • 10.2 Laut • 10.3 Darat • 11 Kota kembar • 12 Lihat pula • 13 Referensi • 14 Pranala luar Etimologi [ sunting - sunting sumber ] Kata Manado sendiri disebutkan dengan berbagai nama.

Penamaan Manado merujuk pada kemiripan nama seperti “ manadu”, maupun dalam tulisan atau kata yang berbeda dengan satu lokasi atau tempat yang sama, atau dalam makna yang sama. Nama '' manadu'' sebagai informasi awal Kota Manado sebagai suatu lokasi, ditemukan dalam tulisan Valentijn (1724) yang tertera dalam peta laut yang dibuat Nicolaus Desliens tahun 1541 dan peta hut kota manado yang dibuat oleh Laco tahun 1590.

Tulisan Valentijn menjelaskan kata “manadu” sebagai suatu lokasi dengan pulau karang di lepas pantai hut kota manado berada di depan kota Manado. Sejak tahu 1862, pulau karang yang dimaksud disebut dengan nama Pulau Manado Tua. Istilah “manadu” ini diperoleh dalam lafal dan sebutan orang Eropa terhadap pulau karang berkaitan dengan bahasa Tombulu, yakni dengan kata “ mana-undou”.

Kata ini berarti orang yang datang dari jauh atau orang dari kejauhan atau di kejauhan. [7] Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Lukisan Manado pada tahun 1876 Asal mula Kota Manado menurut legenda dulu berasal dari “Wanua Wenang” sebutan penduduk asli Minahasa. Wanua Wenang telah ada sekitar abad XIII dan didirikan oleh Ruru Ares yang bergelar Dotulolong Lasut yang saat itu menjabat sebagai Kepala Walak Ares,dikenal sebagai Tokoh pendiri Wanua Wenang yang menetap bersama keturunannya. Versi lain mengatakan bahwa Kota Manado merupakan pengembangan dari sebuah negeri yang bernama Pogidon.Kota Manado diperkirakan telah dikenal sejak abad ke-16.

Menurut sejarah, pada abad itu jugalah Kota Manado telah didatangi oleh orang-orang dari luar negeri. Nama "Manado" daratan mulai digunakan pada tahun 1623 menggantikan nama "Pogidon" atau "Wenang". Kata Manado sendiri merupakan nama pulau disebelah pulau Bunaken, kata ini berasal dari bahasa daerah Minahasa yaitu Mana rou atau Mana dou yang dalam bahasa Indonesia berarti "di jauh".

Pada tahun itu juga, tanah Minahasa-Manado mulai dikenal dan populer di antara orang-orang Eropa dengan hasil buminya. Hal tersebut tercatat dalam dokumen-dokumen sejarah. Pemandangan jalan di Manado pada tahun 1910-an Keberadaan kota Manado dimulai dari adanya besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 1 Juli 1919.

Dengan besluit itu, Gewest Manado ditetapkan sebagai Staatsgemeente yang kemudian dilengkapi dengan alat-alatnya antara lain Dewan gemeente atau Gemeente Raad yang dikepalai oleh seorang Wali kota ( Burgemeester). Pada tahun 1951, Gemeente Manado menjadi Daerah Bagian Kota Manado dari Minahasa sesuai Surat Keputusan Gubernur Sulawesi tanggal 3 Mei 1951 Nomor 223.

Tanggal 17 April 1951, terbentuklah Dewan Perwakilan Periode 1951-1953 berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Nomor 14. Pada 1953 Daerah Bagian Kota Manado berubah statusnya menjadi Daerah Kota Manado sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 42/1953 juncto Peraturan Pemerintah Nomor 15/1954.

Tahun 1957, Manado menjadi Kotapraja sesuai Undang-Undang Hut kota manado 1 Tahun 1957. Tahun 1959, Kotapraja Manado ditetapkan sebagai Daerah Tingkat II sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959. Tahun 1965, Kotapraja Manado berubah status menjadi Kotamadya Manado yang dipimpin oleh Walikotamadya Manado KDH Tingkat II Manado sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 yang disempurnakan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974.

Hari jadi Kota Manado yang ditetapkan pada tanggal 14 Juli 1623, merupakan momentum yang mengemas tiga peristiwa bersejarah sekaligus yaitu tanggal 14 yang diambil dari peristiwa heroik yaitu peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946, di mana putra daerah ini bangkit dan menentang penjajahan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, kemudian bulan Juli yang diambil dari unsur yuridis yaitu bulan Juli 1919, yaitu munculnya Besluit Gubernur Jenderal tentang penetapan Gewest Manado sebagai Staatgemeente dikeluarkan dan tahun 1623 yang diambil dari unsur historis yaitu tahun di mana Kota Manado dikenal dan digunakan dalam surat-surat resmi.

Berdasarkan ketiga peristiwa penting tersebut, maka tanggal 14 Juli 1989, Kota Manado merayakan HUT-nya yang ke-367. Sejak saat itu hingga sekarang tanggal tersebut terus dirayakan oleh masyarakat dan pemerintah Kota Manado sebagai hari jadi Kota Manado. Geografi [ sunting - sunting sumber ] Kota Manado terletak di ujung jazirah utara pulau Sulawesi, pada posisi geografis 124°40' - 124°50' BT dan 1°30' - 1°40' LU.

Iklim di kota ini adalah iklim tropis dengan suhu rata-rata 24° - 27 °C. Curah hujan rata-rata 3.187 mm/tahun dengan iklim terkering di sekitar bulan Agustus dan terbasah pada bulan Januari.

Intensitas penyinaran matahari rata-rata 53% dan kelembaban nisbi ±84 %. Luas wilayah daratan adalah 15.726 hektare. Manado juga merupakan kota pantai yang memiliki garis pantai sepanjang 18,7 kilometer. Kota ini juga dikelilingi oleh perbukitan dan barisan pegunungan. Wilayah daratannya didominasi oleh kawasan berbukit dengan sebagian dataran rendah di daerah pantai. Interval ketinggian dataran antara 0-40% dengan puncak tertinggi di gunung Tumpa. Wilayah perairan Kota Manado meliputi pulau Bunaken, pulau Siladen dan pulau Manado Tua.

Pulau Bunaken dan Siladen memiliki topografi yang bergelombang dengan puncak setinggi 200 meter. Sedangkan pulau Manado Tua adalah pulau gunung dengan ketinggian ± 750 meter. Sementara itu perairan teluk Manado memiliki kedalaman 2-5 meter di pesisir pantai sampai 2.000 meter pada garis batas pertemuan pesisir dasar lereng benua.

Kedalaman ini menjadi semacam penghalang sehingga sampai saat ini intensitas kerusakan Taman Nasional Bunaken relatif rendah. Jarak dari Manado ke Tondano adalah 28 km, ke Bitung 45 km dan ke Amurang 58 km.

Data iklim Manado, Sulawesi Utara, Indonesia Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun Rekor tertinggi °C (°F) 35 (95) 37 (99) 38 (100) 38 (100) 39 (102) 42 (108) 42 (108) 45 (113) 40 (104) 39 (102) 38 (100) 38 (100) 45 (113) Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.4 (86.7) 30.4 (86.7) 30.9 (87.6) 30.9 (87.6) 30.9 (87.6) 31 (88) 31.2 (88.2) 31.6 (88.9) 31.8 (89.2) 31.7 (89.1) 30.7 (87.3) 30 (86) 30.96 (87.74) Rata-rata harian °C (°F) 27.5 (81.5) 27.5 (81.5) 27.9 (82.2) 27.6 (81.7) 27.9 (82.2) 27.8 (82) 27.6 (81.7) 28 (82) 27.9 (82.2) 27.9 (82.2) 27.6 (81.7) 27.4 (81.3) 27.72 (81.85) Rata-rata terendah °C (°F) 24.4 (75.9) 24.4 (75.9) 24.6 (76.3) 24.5 (76.1) 24.9 (76.8) 24.7 (76.5) 24.3 (75.7) 24.4 (75.9) 24.1 (75.4) 24.2 (75.6) 24.6 (76.3) 24.8 (76.6) 24.49 (76.08) Rekor terendah °C (°F) 18 (64) 18 (64) 18 (64) 18 (64) 17 (63) 17 (63) 17 (63) 18 (64) 18 (64) 17 (63) 17 (63) 17 (63) 17 (63) Presipitasi mm (inci) 440 (17.32) 366 (14.41) 337 (13.27) hut kota manado (10.28) 243 (9.57) 222 (8.74) 146 (5.75) 100 (3.94) 141 (5.55) 213 (8.39) 299 (11.77) 352 (13.86) 3.120 (122,85) Rata-rata hari hujan 22 19 17 16 15 13 11 10 11 13 15 20 182 % kelembapan 86 85 84 83 82 80 77 72 74 77 81 84 80.4 Rata-rata sinar matahari harian 4 5 6 7 6 5 6 7 7 6 6 5 5.8 Sumber #1: Climate-Data.org (ketinggian: 12 mdpl) [8], Weather2Travel (untuk hari hut kota manado dan durasi penyinaran matahari) [9], dan BMKG (untuk curah hujan) [10] Sumber #2: Voodoo Skies (untuk suhu rekor) [11], World Climates [12], dan Weatherbase [13] Batas Wilayah [ sunting - sunting sumber ] Batas wilayah Kota Manado adalah sebagai berikut: Utara Kabupaten Minahasa Utara dan Selat Mantehage Timur Kabupaten Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Barat Teluk Manado Pemerintahan [ sunting - sunting sumber ] Wali Kota [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Daftar Wali Kota Manado Wali Kota adalah pemimpin tertinggi di lingkungan Pemerintah Kota Manado.

Wali kota Manado bertanggungjawab atas wilayah Manado kepada gubernur provinsi Sulawesi Utara. Saat ini, wali kota atau kepala daerah yang menjabat di Kota Manado ialah Andrei Angouw, dengan wakil wali kota Richard Sualang.

hut kota manado

Mereka menang pada Pemilihan umum Wali Kota Manado 2020. Andrei Angouw menjadi wali kota ke-19 dan tokoh Konghucu pertama yang menjabat sebagai wali kota Manado. Andrei dan Hut kota manado dilantik oleh gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, pada 10 Mei 2021 di aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, untuk masa jabatan 2021- 2024. [14] No Wali Kota Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Ket. Wakil Wali Kota 19 Andrei Angouw 10 Meii 2021 petahana 30 ( 2020) Richard Sualang Dewan Perwakilan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Manado Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Manado dalam dua periode terakhir.

[15] [16] [17] Partai Politik Hut kota manado Kursi dalam Periode 2014-2019 2019-2024 Gerindra 5 4 PDI-P 6 10 Golkar 5 5 NasDem 3 5 PKS 2 2 Perindo (baru) 2 PPP 1 0 PSI (baru) 1 PAN 4 4 Hanura 4 1 Demokrat 9 6 PKPI 1 0 Jumlah Anggota 40 40 Jumlah Partai 10 10 Kecamatan [ sunting - sunting sumber ] Wilayah Kota Manado Berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) nomor 4 tanggal 27 September 2000 tentang perubahan status desa menjadi kelurahan di kota Manado dan PERDA nomor 5 tanggal 27 September 2000 tentang pemekaran kecamatan dan kelurahan, wilayah kota Manado yang semula terdiri atas 5 kecamatan dengan 68 kelurahan/desa dimekarkan menjadi 9 kecamatan dengan 87 kelurahan.

Berdasarkan PERDA Kota Manado Nomor 2 Tahun 2012 kota Manado dimekarkan kembali menjadi 11 kecamatan dengan 87 kelurahan. Tabel di bawah ini adalah daftar kecamatan beserta luas dan jumlah kelurahannya, yaitu: [18] No.

Kecamatan Luas wilayah (km²) Jumlah kelurahan 1. Bunaken 36,19 5 2. Bunaken Kepulauan 16,85 4 3. Malalayang 17,12 9 4. Paal Dua 8,02 7 5.

Mapanget 49,75 10 6. Sario 1,75 7 7. Singkil 4,68 9 8. Tikala 7,10 5 9. Tuminting 4,31 10 10. Wanea 7,85 9 11. Wenang 3,64 12 Penduduk [ sunting - sunting sumber ] Masjid Raya Ahmad Yani Manado Suku bangsa [ sunting - sunting sumber ] Saat ini penduduk kota Manado dominan berasal dari suku Minahasa (38,4%), karena wilayah Manado merupakan berada di tanah atau daerah Minahasa. Penduduk asli Manado adalah sub suku Tombulu dilihat dari beberapa nama kelurahan di Manado yang berasal dari bahasa Tombulu, misalnya: Wenang (Pohon Wenang/Mahawenang - bahan pembuat kolintang), Tumumpa (turun), Mahakeret (Berteriak), Tikala Ares (Walak Ares Tombulu, di mana kata 'ares' berarti dihukum), Ranotana (Air Tanah), Winangun (Dibangun), Wawonasa (wawoinasa - di atas yang diasah), Pinaesaan (tempat persatuan), Pakowa (Pohon Pakewa), Teling (Bulu/bambu untuk dibuat peralatan), Titiwungen (yang digali), Tuminting (dari kata Ting-Ting: Lonceng, kata sisipan -um- berarti menunjukkan kata kerja, jadi Tuminting: Membunyikan Lonceng), Pondol (Ujung), Wanea (dari kata Wanua: artinya negeri), dll.; sedangkan daerah Malalayang adalah suku Bantik, suku bangsa lainnya yang ada di Manado saat ini yaitu suku Sangir (21,82%), suku Gorontalo (16,31%), suku Jawa (5,81%), suku Mongondow (1,77%) serta suku-suku lainnya seperti suku Arab, suku Babontehu, suku Talaud, suku Tionghoa, hut kota manado Siau dan kaum Borgo.

Karena banyaknya komunitas peranakan arab, maka keberadaan Kampung Arab yang berada dalam radius dekat Pasar '45 masih bertahan sampai sekarang dan menjadi salah satu tujuan wisata agama. Selain itu terdapat pula penduduk suku Batak, suku Bugis, suku Minangkabau dan Suku Aceh Agama [ sunting - sunting sumber ] Agama yang dianut adalah Kristen Protestan, Islam, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2020, jumlah persentasi penduduk yang beragama Kristen 68,27% dimana Protestan 63,06% dan Katolik 5,21%.

Kemudian sebagian besar lain beragama Islam 30,84%, Buddha 0,65%, Hindu 0,18% dan Konghucu 0,06%. [2] Meski begitu heterogennya, namun masyarakat Manado sangat menghargai sikap hidup toleran, rukun, terbuka dan dinamis. Karenanya kota Manado memiliki lingkungan sosial yang relatif kondusif dan dikenal sebagai salah satu kota yang relatif aman di Indonesia.

Sewaktu Indonesia sedang rawan-rawannya disebabkan goncangan politik sekitar tahun 1999 dan berbagai kerusuhan melanda kota-kota di Indonesia.

Kota Manado dapat dikatakan relatif aman. Hal itu tercermin dari hut kota manado masyarakat Manado yaitu Torang samua basudara yang artinya "Kita semua bersaudara". Bahasa [ sunting - sunting sumber ] Bahasa yang digunakan sebagai bahasa sehari-hari di Manado dan di wilayah Sulawesi Utara pada umumnya disebut bahasa Manado ( bahasa Melayu Manado). Bahasa Manado adalah bahasa yang menyerupai bahasa Melayu Maluku Utara dengan beberapa kosakata yang berasal dari bahasa Ternate.

Beberapa kata dalam dialek Manado juga berasal dari bahasa Belanda, bahasa Portugis dan bahasa asing lainnya. Bahasa Manado memiliki hut kota manado kesamaan kosakata dengan bahasa-bahasa Melayu yang dituturkan di daerah Indonesia Timur lainnya seperti bahasa Melayu Ambon dan bahasa Melayu Papua.

Budaya dan Gaya Hidup [ sunting - sunting sumber ] Musik tradisional dari Kota Manado dan sekitarnya dikenal dengan nama musik Kolintang. Alat musik Kolintang dibuat dari sejumlah kayu yang berbeda-beda panjangnya sehingga menghasilkan nada-nada hut kota manado berbeda. Biasanya untuk memainkan sebuah lagu dibutuhkan sejumlah alat musik kolintang untuk menghasilkan kombinasi suara yang bagus.

Secara umum kehidupan di Kota Manado sama dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Pusat kota terdapat di Jalan Sam Ratulangi yang banyak dibangun pusat-pusat pembelanjaan yang terletak di sepanjang jalur utara-selatan yang juga dikenal dengan tempat yang memiliki restoran-restoran terkenal di Manado.

Akhir-akhir ini Manado terkenal dengan makin menjamurnya mal-mal dan restoran-restoran yang dibangun di sepanjang pantai yang memanfaatkan pemandangannya yang indah di saat menjelangnya matahari terbenam. Kawanua [ sunting - sunting sumber ] Masyarakat Manado juga disebut dengan istilah "warga Kawanua".

Walaupun secara khusus Kawanua diartikan kepada suku Minahasa, tetapi secara umum penduduk Manado dapat disebut juga sebagai warga Kawanua. Dalam bahasa daerah Minahasa, " Kawanua" sering diartikan sebagai penduduk negeri atau "wanua-wanua" yang bersatu atau "Mina-Esa" (Orang Minahasa).

Kata " Kawanua" diyakini berasal dari kata "Wanua". Kata "Wanua" dalam bahasa Melayu Tua (Proto Melayu), diartikan sebagai wilayah permukiman. Sementara dalam bahasa Minahasa, hut kota manado "Wanua" diartikan sebagai negeri atau desa. Seiring perkembangan zaman kata " Kawanua" sendiri sering digunakan bagi para masyarakat Manado yang tinggal di luar Kota Manado atau tinggal jauh dari Kota Manado.

Kesehatan [ sunting - sunting sumber ] Turis sedang mengendarai jetski dengan latar belakang pulau Manado Tua di lepas pantai kota Manado. Sebagai kota terbesar di wilayah ini, Manado merupakan tempat pariwisata yang penting bagi pengunjung. Ekowisata merupakan atraksi terbesar Manado.

hut kota manado

Selam skuba dan selam permukaan di pulau Bunaken juga merupakan atraksi populer. Tempat lain yang bisa menarik para wisatawan adalah Danau Tondano, Gunung Lokon, Gunung Klabat dan Gunung Mahawu. Dalam kurun waktu dua dekade terakhir, kegiatan pariwisata dengan pesat tumbuh menjadi salah satu andalan perekonomian kota.

Primadona pariwisata kota Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara adalah Taman Nasional Bunaken yang oleh sementara orang disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia. Taman Laut Bunaken adalah salah satu dari sejumlah kawasan konservasi alam atau taman nasional di Indonesia. Taman Laut Bunaken hut kota manado oleh formasi terumbu karangnya yang luas dan indah sehingga sering dijadikan lokasi penyelaman oleh turis-turis mancanegara.

Pulau Bunaken adalah salah satu dari 5 pulau yang tersebar beberapa kilometer hut kota manado pesisir pantai Kota Manado. Letaknya yang hanya sekitar 8 Km dari daratan kota Manado dan dapat ditempuh dalam sekitar setengah sampai 2 jam, menyebabkan Taman Nasional ini mudah dikunjungi. Objek wisata lain yang menonjol di kota Manado adalah Kelenteng Ban Hin Kiong di kawasan Pusat Kota yang dibangun pada awal abad ke-19 dan diperbaiki pada tahun 1970.

Klenteng ini terletak di Jalan Panjaitan. Klenteng ini terdiri dari bangunan yang dihiasi dengan ukiran-ukiran naga dan tongkat kayu berapi. Saat yang paling baik untuk mengunjungi klenteng ini yaitu pada saat perayaan hari raya tradisional Tionghoa seperti Tahun Baru Imlek dan juga pada saat Cap Go Meh ketika diadakan parade Toa Pek Kong (sering disebut Tapikong atau Encepia oleh orang Manado).

Sebuah monumen yang diresmikan pada akhir tahun 2007 dan menjadi ikon baru kota Manado adalah Monumen Yesus Memberkati. Bangunan ini didirikan di atas bukit di perumahan Citraland Manado dan memiliki ketinggian 50 meter di atas permukaan tanah. Bangunan yang diprakarsai oleh Ir. Ciputra ini merupakan monumen Yesus Kristus yang tertinggi di Asia dan ke dua di dunia setelah Christ the Redeemer.

Selain memiliki objek-objek wisata yang menarik, salah satu keunggulan pariwisata kota Manado adalah letaknya yang strategis ke objek-objek wisata di hinterland, khususnya di Minahasa yang dapat dijangkau dalam waktu 1 s/d hut kota manado jam dari kota Manado. Objek-objek wisata tersebut antara lain, Vulcano Area di Tomohon, Desa Agriwisata Rurukan-Tomohon, Panorama pegunungan dan Danau Tondano, Batu Pinabetengan dan Taman Purbakala Waruga Sawangan Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara.

Karena potensi wisata yang besar tersebut maka industri pariwisata di kota Manado telah semakin tumbuh dan berkembang yang antara lain ditandai dengan cukup banyaknya hotel dan sarana pendukung lainnya.

Sampai tahun akhir tahun 2001, terdapat 67 buah hotel/penginapan, 15 buah biro perjalanan, 223 buah restoran dan rumah makan dari berbagai kelas. Oleh karenanya meskipun cukup terpengaruh oleh krisis ekonomi dan situasi nasional yang kurang kondusif, tetapi pariwisata di kota Manado tetap berlangsung. Pada tahun 1998 kunjungan wisatawan mancanegara adalah 34.509 orang, menjadi 11.538 orang pada tahun 2000 dan agak meningkat pada tahun 2001 menjadi 12.301 orang.

Sedangkan wisatawan Nusantara pada tahun 1998 berjumlah 432.993 orang, kemudian turun menjadi 279.014 orang pada tahun 2000 dan terakhir pada tahun 2001 agak meningkat menjadi 291.037 orang.

Manado Kota Pariwisata Dunia 2010 [ sunting - sunting sumber ] Untuk meningkatkan potensi pariwisata Manado, Jimmy Rimba Rogi sebagai Wali kota periode 2005 - 2010, mencanangkan Manado sebagai Kota Pariwisata Dunia 2010, pencanangan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan potensi pariwisata di Kota Manado sehingga dapat diperhitungkan sebagai tujuan wisata dunia kelak.

Beberapa kebijakannya yang paling dikenal adalah dengan melakukan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang telah lama berdagang di Taman Kesatuan Bangsa atau dulunya disebut Pasar ‘45 dan mengembalikan fungsi trotoar sebagai tempat pejalan kaki bukan sebagai tempat berjualan PKL. Upaya yang dilakukannya sangat berkontribusi dalam hal diraihnya kembali penghargaan Adipura untuk kota Manado pada tahun 2007. Sebelumnya Manado sudah menjadi tempat penyelenggaraan World Ocean Conference (WOC), Coral Triangle Initiative (CTI) Summit, Sail Bunaken dan ribuan orang dari belahan dunia datang berkunjung ke Manado.

Ini menunjukan Manado sudah jadi kota dunia. [19] Pusat Perbelanjaan dan Hiburan [ sunting - sunting sumber ] Pusat perbelanjaan di Kota Manado mulanya terkonsentrasi di seputar Taman Kesatuan Bangsa (TKB) atau Pasar‘45. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi kota Manado, dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini, industri properti dan retail di Manado berkembang cukup pesat. Bermula dari proyek reklamasi pantai yang dilakukan selama 10 tahun lebih, dibangun setelah jalan tepi pantai atau boulevard diresmikan tahun 1993 dan dinamai Jalan Piere Tendean atau yang lebih dikenal dengan Manado Boulevard.

Setelah reklamasi pantai selesai dibangulah proyek raksasa dengan dibukanya pusat-pusat perbelanjaan modern baru yaitu Mega Mall Manado, Manado Town Square 1 2 dan 3, Blue Banter City Walk, IT Center Manado, Bahu Mall, Lion Plaza, Grand Kawanua City Walk, Star Hut kota manado Manado, Lippo Plaza Manado, Mega Trade Center dan Transmart - Trans Studio Mini.

Di sepanjang jalan ini pun terdapat beberapa hotel berbintang, restoran dan cafe yang menjajakan beraneka ragam makanan dan buka hingga larut malam. Pusat cenderamata khas manado dapat ditemukan di Jalan B.W.

Lapian. Terdapat beberapa toko suvenir yang menjual makanan, busana, kerajinan tangan khas Manado/Sulawesi Utara. Makanan dan Minuman Khas [ sunting - sunting sumber ] Makanan khas dari Kota Manado antara lain, Tinutuan yang terdiri dari berbagai macam sayuran. Tinutuan bukanlah bubur, sebagaimana selama ini orang mengatakannya sebagai bubur Manado. Selain Tinutuan, terdapat Cakalang Fufu yaitu ikan cakalang ( Katsuwonus pelamis) yang diasapi, ikan roa (exocoetidae atau torani; Parexocoetus brachypterus), Kawok yang makanan berbahan dasar daging tikus hutan/kebun berekor putih ( Maxomys hellwandii); Paniki (masakan berbahan daging kelelawar; Pteropus pumilus) dan RW (Rinte Wuuk; terjemahan bebas: bulu halus) yaitu masakan dari daging anjing, babi Putar (1 ekor babi dibakar dengan cara diputar di atas bara api), biasanya dihidangkan di pesta-pesta, Babi Isi Bulu (terbuat dari daging babi yang diramu dengan bumbu-bumbu khas manado dan dibakar di dalam bambu).

Terdapat juga minuman khas dari daerah Manado dan sekitarnya yaitu "saguer" yaitu sejenis arak atau tuak yang hut kota manado dari sadapan pohon enau/aren ( Arenga pinnata) yang kemudian difermentasi.

Saguer ini memiliki kandungan alkohol, Cap tikus (minuman beralkohol tinggi dengan kadar ethyl alkohol 40% lebih yang berasal dari proses destilasi saguer). Makanan khas kota Manado lainnya yang juga cukup terkenal adalah nasi kuning yang cita rasa dan penyajiannya berbeda dengan nasi kuning di daerah lain karena dibubuhi abon daging ikan cakalang rica dan disajikan dalam bungkusan menggunakan daun aren.

Selain itu ada juga masakan kepala ikan kakap bakar.

hut kota manado

Dabu-dabu adalah sambal khas Manado yang sangat populer, dibuat dari campuran potongan cabe merah, cabe rawit, irisan bawang merah dan tomat segar yang dipotong dadu dan terakhir diberi campuran kecap. Untuk makanan ringan, Manado juga punya makanan khas sejenis asinan yaitu gohu dan es kacang. Gohu dibuat dari irisan buah pepaya yang direndam dalam larutan asam cuka, gula, garam, jahe dan cabe.

Selain itu ada juga kue seperti lalampa (lemper berisi ikan cakalang yang diisi dalam segumpalan beras ketan dan dibungkus dengan daun pisang lalu dibakar), panada (sejenis roti goreng berisi ikan cakalang dan dibentuk dengan pilinan hut kota manado bagian tepinya), cucur, apang, klapertaart manado, kolombeng, panekuk ( pancake), dodol manado, kueku (sejenis onbijt koek), pinende, biapong (sejenis bakpao) dengan isi babi, wijen, "unti" (terbuat dari kelapa diparut dan diberi gula merah), pia (sejenis bakpia namun berukuran besar) dan nasi jaha yang terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan santan, jahe, bawang merah dan lain-lain, kemudian dimasukan ke dalam bambu lalu dibakar.

Ekonomi [ sunting - sunting sumber ] Sebagian besar penduduk Kota Manado bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), guru atau pegawai swasta (41,44%), sebagai wiraswasta (20,57%), pedagang (12,85%), petani/peternak/nelayan (9,17%), buruh (8,96%).

Sisanya bergerak di sektor jasa dan lain-lain (7%). Angka Produk Domestik Regional Bruto (PRDB) Kota Manado tahun 2000 adalah Rp. hut kota manado triliun. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan angka tahun 1994 yang berjumlah Rp. 703,87 miliar.

hut kota manado

Tingkat pertumbuhan yang dicapai dalam kurun waktu tersebut rata-rata 6,11% per tahun. Pada tahun 1994 sampai 1996 angka pertumbuhan berada di atas 10% kemudian melambat menjadi 2,92% pada tahun 1997 dan 0,32% pada tahun 1998 di mana merupakan angka terendah.

Pada tahun 1999, pertumbuhan meningkat lagi menjadi 1,60% dan pada tahun 2000 menjadi 5,62%. Sejak munculnya krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1997, perekonomian kota Manado sangat terpengaruh.

hut kota manado

Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya angka pengangguran yang diperkirakan pada tahun 2000 masih sebesar 20.465 orang atau 13.67% dan meningkatnya jumlah keluarga miskin sebanyak 19.754 Kepala Keluarga (KK) atau 24,60%. Pada tahun 1999, terdapat indikasi adanya pemulihan perekonomian kota yang signifikan. Pendapatan perkapita kota Manado naik dari Rp 1.753.482 pada tahun 1994 menjadi Rp 4.452.672 pada tahun 2000. Perekonomian kota Manado khususnya terdiri dari sektor hut kota manado, perhotelan dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa.

Pada tahun 1996 peran ketiga sektor utama ini dalam pembentukan PDRB adalah sejumlah 68,74%. Dalam kurun waktu 5 tahun, peran ketiga sektor ini cenderung semakin dominan yang dilihat dari kontribusinya pada tahun 2000 yang meningkat menjadi 74,68%. Laju inflasi kota Manado selama kurun waktu dua tahun terakhir (2000-2001) sangat berfluktuatif. Pada tahun 2000 sempat mengalami deflasi sebanyak lima kali yaitu masing-masing pada bulan Januari sebesar –0,25%, April –0,08%, Mei -0,13%, Agustus -0,85% dan Desember -0,16%.

Sedangkan inflasi tertinggi terjadi pada bulan pada bulan Oktober yaitu sebesar 4,05%. Sehingga secara kumulatif inflasi yang terjadi di Manado sebesar 11,41%. Pada tahun 2001 terjadi deflasi sebanyak 3 kali, yaitu pada bulan Februari sebesar –0,56%, Agustus -0,23% dan Desember sebesar –0,26%. Sedangkan inflasi tertinggi pada tahun 2001 terjadi pada bulan Juli yaitu sebesar 2.83% di mana secara kumulatif inflasi pada tahun 2001 mencapai 13,30%.

Transportasi [ sunting - sunting sumber ] Udara [ sunting - sunting sumber ] Bandar Udara Sam Ratulangi Kota Manado melalui bandar udaranya, Sam Ratulangi terhubung dengan beberapa kota besar lain di Indonesia seperti, Jakarta, Surabaya, Makassar dan Balikpapan.

Selain itu bandara ini juga mempunyai penerbangan langsung dari dan ke luar negeri yaitu Changsha, Chengdu, Chongqing, Davao, Guangzhou, Hangzhou, Hong Kong, Kuala Lumpur, Kunming, Makau, Manila, Shanghai, Shenzhen, Singapura, dan Wuhan.

Bandara yang mengalami renovasi pada tahun 2001 ini merupakan salah satu dari 11 pintu gerbang utama pariwisata di Indonesia. Dengan panjang landas pacu sepanjang 2650 m dan lebar 45 m, bandara ini sanggup untuk didarati pesawat berbadan lebar sejenis Airbus A330 dan Boeing 777.

Terminal penumpangnya memiliki fasilitas penunjang berstandar internasional dan dilengkapi dengan empat buah garbarata. Laut [ sunting - sunting sumber ] Dermaga di Manado umumnya dilayani oleh kapal-kapal berukuran kecil.

Hal ini dikarenakan lokasi perairan Manado yang berdekatan dengan lokasi Taman Laut Bunaken yang dilindungi dan juga perairan yang cukup dangkal. Pada umumnya, kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan Manado adalah kapal dengan tujuan Kepulauan Sangir dan Kepulauan Talaud. Speed boat hut kota manado dan menuju Bunaken umumnya berlabuh di dermaga ini.

Kapal-kapal berukuran besar milik PT. Hut kota manado berlabuh di Kota Bitung, berjarak kurang lebih 40 km sebelah timur Manado. Darat [ sunting - sunting sumber ] Sistem transportasi darat Kota Manado dilayani oleh minibus angkutan kota yang biasa disebut mikrolet, taksi argo dan Bus DAMRI, tetapi bus yang beroprasi di dalam kota sudah tidak ada.

Sebagian besar rute dalam kota dilayani oleh mikrolet yang menghubungkan beberapa terminal bus dalam maupun luar kota dengan pusat kota Manado. Mikrolet umumnya beroperasi hingga pukul 22.00 wita (hari kerja) atau pukul 00.00 wita (akhir pekan). Menaiki transportasi umumnya mikrolet di manado ada yang unik, umumnya Mikrolet di manado sudah di modifikasi dan dilengkapi dengan sound system, ada juga yang menaruh layar LCD bahkan ada juga yang memodifikasi bagian interior mobil, ini untuk memenuhi tingkat kenyamanan penumpang dan hut kota manado umumnya melayani rute-rute ke luar kota sedangkan Bus DAMRI melayani rute Bandara - Terminal Bus luar kota di Malalayang.

Kota kembar [ sunting - sunting sumber ] • Davao City, Philippines • Zamboanga City, Philippines • Liverpool, England • Rio de Janeiro, Brasil Lihat pula [ sunting - sunting sumber hut kota manado • Daftar tokoh Minahasa • Dialek Manado • Fam • Suku Minahasa Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF).

www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2019-07-12. Diakses tanggal 22 April 2021. • ^ a b c d "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 28 Februari 2022. • ^ a b "Kota Manado Dalam Angka 2022" (pdf). www.manadokota.bps.go.id. hlm. 10, 95. Diakses tanggal 17 Juni 2021. • ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021".

www.bps.go.id. Diakses tanggal 7 Maret 2022. • ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 17 Februari 2021. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ [1]/ • ^ Kaunang, I.R.B, Haliadi, dan Rabani, L.O.

(2016). Hut kota manado Maritim Indonesia: Sejarah Toponim Kota Pantai di Sulawesi (PDF). Jakarta: Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

hlm. 68–69. ISBN 978-602-1289-43-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ "Climate: Manado - Climate graph, Temperature graph, Climate table". Diakses tanggal 19 November 2013. • ^ "Manado Climate and Weather Averages, Indonesia". Weather2Travel. Diakses tanggal 19 November 2013. • ^ "Curah Hujan Kota Manado – ZOM 326" (PDF). BMKG. hlm. 61.

Diakses tanggal 25 Nov 2021. • ^ "Manado, Indonesia". Voodoo Skies .

hut kota manado

Diakses tanggal 19 November 2013. • ^ "Climate of Manado Indonesia". World Climates. Diakses tanggal 19 November 2013. • ^ "Climate of Manado, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 25 Nov 2021. • ^ Sumakul, Tony (11 Mei 2021). "Gubernur Olly Lantik Andrei dan Richard, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Periode 2021-2024". Diakses tanggal 7 Maret 2022. Parameter -wesbite= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Inilah Nama-nama anggota DPRD Manado Periode 2014 – 2019".

Berita Manado. 11 Agustus 2014. Diakses tanggal 29 Desember 2018. • ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Manado 2014-2019 • ^ Lumowa, Fernando (14 Agustus 2019). "Daftar 40 Anggota DPRD Kota Manado yang Akan Dilantik Rabu Pagi ini". Tribun News. Diakses tanggal 11 Juni 2020.

• ^ hut kota manado Diarsipkan 2016-03-03 di Wayback Machine. • ^ Media, Kompas Cyber. "Tahun 2010 Manado Kota Pariwisata Dunia". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-02-18. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Indonesia) Situs web resmi Diarsipkan 2020-08-20 di Wayback Machine. • (Inggris) Situs web Manado Diarsipkan 2021-02-26 di Wayback Machine. • (Indonesia) Situs web Sulawesi Utara Diarsipkan 2010-08-14 di Wayback Machine. • (Indonesia) Informasi Terbaru Seputar Manado Wikivoyage memiliki panduan wisata Manado.

• Alor • Asmat • Belu • Bengkayang • Biak Numfor • Boven Digoel • Dairi • Deiyai • Dogiayai • Ende • Flores Timur • Gunung Mas • Halmahera Barat • Halmahera Utara • Humbang Hasundutan • Intan Jaya • Jayapura • Jayawijaya • Kaimana • Karo • Keerom • Kepulauan Aru • Kepulauan Mentawai • Kepulauan Sangihe • Kepulauan Siau Tagulandang Biaro • Kepulauan Talaud • Kepulauan Yapen • Kupang • Kutai Barat • Landak • Lanny Jaya • Lembata • Mahakam Ulu • Malaka • Malinau • Maluku Barat Daya • Maluku Tenggara • Maluku Tenggara Barat • Mamasa • Mamberamo Raya • Mamberamo Tengah • Manggarai • Manggarai Barat • Manggarai Timur • Manokwari • Manokwari Selatan • Mappi • Maybrat • Melawi • Merauke • Mimika • Minahasa • Minahasa Selatan • Minahasa Tenggara • Minahasa Utara • Nabire • Nagekeo • Nduga • Ngada • Nias • Nias Barat • Nias Selatan • Nias Utara • Pakpak Bharat • Paniai • Pegunungan Hut kota manado • Pegunungan Bintang • Poso • Puncak • Puncak Jaya • Raja Ampat • Rote Ndao • Sabu Raijua • Samosir • Sanggau • Sarmi • Sekadau • Seram Bagian Barat • Sikka • Simalungun • Sintang • Sorong Selatan • Sumba Barat • Sumba Barat Daya • Sumba Tengah • Sumba Timur • Supiori • Tambrauw • Tana Toraja hut kota manado Tapanuli Tengah • Tapanuli Utara • Teluk Bintuni • Teluk Wondama • Timor Tengah Selatan • Timor Tengah Utara • Toba • Tolikara • Toraja Utara • Waropen • Yahukimo • Yalimo Kota Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen formatnum non-numerik • Galat CS1: tanggal • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list • Templat webarchive tautan wayback • Halaman yang menggunakan multiple image dengan pengubahan ukuran gambar otomatis • Halaman ini terakhir diubah pada 1 April 2022, pukul 10.33.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

hut kota manado

• Kebijakan hut kota manado • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • MANADO, BLITZ--Pemerintah Kota ( Pemkot ) Manado merayakan hari ulang tahun ke 397 kota Manado dengan mengadakan upacara peringatan secara Virtual.Selasa (14/07), Dipimpin langsung Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, didampingi Wakil Walikota Mor D Bastiaan, SE, upacara peringatan dihadiri, Ketua DPRD Kota Manado, Aaltje Dondokambey, dan Forkompinda, Ketua TP PKK Kota Manado, Prof.

DR. Julyeta PA Lumentut-Runtuwene, MS, Wakil Ketua TP PKK Kota Manado, Imelda Bastiaan - Markus, SE, Sekda Kota Manado, Micler CS Lakat, SH, MH dan jajaran Pemkot Manado. Bertindak selaku perwira upacara, Asisten I Setda Kota Manado, Drs. Heri Saptono dan komandan upacara, Camat Mapanget, Robert Dauhan. Tak henti-hentinya, saya sampaikan terima kasih kepada semua yang telah bekerja sama, bekerja keras dan bekerja cerdas selama ini.

hut kota manado

secara khusus, terima kasih kepada para tenaga medis, garda depan dalam penanganan pandemi covid-19. " Dengan hikmat dan pertolongan tuhan yang maha kuasa, dengan hati nurani sesuai iman masing-masing, dan dengan ilmu pengetahuan, maka bersama kita bisa Setelah Upacara peringatan HUT ke 397 Tahun Kota Manado, dilanjutkan dengan Sidang Paripurna Istimewa secara virtual dalam rangka HUT Kota Manado, bertempat di Ruang Utama Sidang Paripurna DPRD Kota Manado, dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Manado, Aaltje Dondokambey, bersama para Wakil Ketua dan segenap Anggota DPRD Kota Manado, di hadiri Asisten I Setda Provinsi Sulawesi Utara, Drs Edison Humiang, M.Si, mewakili Gubernur Olly Dondokambey, SE.
• • • • 0 share Pelaksanaan upacara dalam rangka HUT ke-398 Kota Manado Manado, BeritaManado.com — Pentingnya saling mendukung dan menjaga sesama warga masyarakat Kota Manado menjadi poin penting yang ditekankan Andrei Angouw.

Hal itu disampaikannya dalam upacara memperingati HUT ke-398 Kota Manado yang dilaksanakan pada Rabu (14/7/2021) di Lapangan Sparta Tikala. Perayaan ulang tahun bertema “Manado Maju Sejahtera” tersebut menghadirkan Wali Kota Andrei Angouw sebagai inspektur upacara dan Camat Mapanget Robert Dauhan sebagai komandan upacara.

Mengingat masih dalam penanganan Covid-19, pelaksanaan upacara pun digelar terbatas dengan peserta upacara yang hadir dibagi menjadi 2, yaitu luring (hadir di lapangan) dan daring atau mengikuti lewat zoom meeting. “Atas nama Pemerintah kota Manado, pribadi dan keluarga mengucapkan selamat HUT ke-398 untuk Kota Manado.

Saya mengajak kita semua selalu mengingat eksistensi kita sebagai kota Manado dan bagian dari negara NKRI,” ujar Andrei. Lanjut Andrei, Kota Manado harus selalu dijaga dan dimaksimalkan pembangunannya demi menuju Manado yang maju dan sejahtera. “Juga menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan adanya pandemi Covid-19 ini kita harus menghadapi bersama-sama dengan gotong royong.

Kita punya prinsip “Sitou Timou Tumou Tou” yang artinya “Manusia Hidup Untuk Memanusiakan Hut kota manado Lain”. Mari kita terapkan itu,” kata Andrei. Dihari bahagia ini, Andrei Angouw pun berharap, jajaran Pemerintah Kota Manado dapat lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. “Kepada jajaran pemerintah, saya minta bekerjalah dengan profesional, kedepankan pelayanan publik yang ramah kepada masyarakat dan jangan lupa tetap menjalankan protokol kesehatan untuk menangani Covid-19,” pungkas Andrei.

Usai upacara, dilanjutkan dengan pemberian Akte Tanah dan pemberian Setya Lencana kepada ASN Pemerintah Kota Manado secara simbolis oleh Andrei Angouw. (srisurya) Berita Terbaru • Dapat Undangan Khusus, Megawati dan Olly Dondokambey Bakal Hadiri Pelantikan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Senin, 9 Mei 2022 • Cara Memaksimalkan Pengelolaan Data Karyawan dengan Aplikasi Database Karyawan Senin, 9 Mei 2022 • Segera Hadir di Sangihe, Transportasi Daring ‘KlikJo’!

Minggu, 8 Mei 2022 • Capaian Vaksinasi Anak di Bitung Baru 79,73%, Tomohon Sudah 90,60% untuk Dosisi I Minggu, 8 Mei 2022 • Tindak Lanjut Kejadian Luar Biasa “Hepatitis Akut”, Handry Pasandaran: Sudah Diinfokan Antisipasi dan Waspada Minggu, 8 Mei 2022 • Lokasi Wisata Tak Luput dari Patroli Satsamapta Polres Bitung Minggu, 8 Mei 2022 • Berusaha Melerai Justru Lakukan Pembunuhan, Pelaku Diamankan Polisi Minggu, 8 Mei 2022 • Diduga Cabuli Perempuan Umur 14 Tahun, Pria Ini Diamankan Polres Sangihe Minggu, 8 Mei 2022 • Pemkot Bitung Tak Berlakukan WFH Usai Cuti Lebaran, Ini Alasannya Minggu, 8 Mei 2022 Menu • Beranda • Pemerintahan • Visi dan Misi • Profil Walikota • Profil Wakil Walikota • Perangkat Daerah • Produk Hukum • Mengenal Manado • Statistik Kota Manado • Selayang Pandang • Sejarah • Arti Lambang • Virtual Tour • Layanan & Informasi • Layanan Publik • Informasi APBD • Info Grafis • Galeri Foto • Indeks Berita • Subdomain • Datang & Kunjungi • Tempat Wisata • Kawasan Bisnis (manadokota.go.id) Hari ini Kota Manado merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 396.

Ini menjadi sukacita dan kebanggaan bagi Pemerintah dan Masyarakat di Ibukota Provinsi Sulawesi Utara ini. Menurut riwayat perkembangan sejarah Indonesia, Kota Manado telah dikenal dan didatangi oleh orang-orang dari luar negeri sejak abad ke – 16. Akan tetapi momentum yang lebih banyak memiliki kesan-kesan historis dalam dokumen negara, yakni pada abad ke – 17 khususnya di tahun 1623.

Sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Manado merupakan pusat pemerintahan dari wilayah Keresidenan Manado yang pada waktu itu meliputi pulau Miangas (pulau paling utara dari Sulawesi Utara) sampai ke Kolonedale di Sulawesi Tengah. Oleh karena pengaruh situasi politik dan struktur pemerintahan, maka status Kota Manado dari masa ke masa mengalami perubahan-perubahan, mulai dari status Gemeente Manado hingga berstatus daerah Kota Manado. Dibawah Kepemimpinan Walikota Manado, GS Vicky Lumentut, bersama Wakil Walikota Manado, Mor D.

Bastiaan, segudang prestasi diraih, di tahun ketiga ini. Penyelenggaran roda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik terus ditingkat, khususnya dalam pelayanan dasar yakni, Pendidikan, Kesehatan dan Infrakstruktur dinikmati oleh rakyat Kota Manado. Bahkan lebih dari itu, warisan budaya yang kuat, dari pendahulu kita, yakni kehidupan rukun dan damai dalam keberagaman dan perbedaan, terus hidup dan terpeliharah di tengah warga Kota Manado, sehingga predikat kota tertoleran selang tiga tahun ini dinobatkan kepada Pemerintah dan Masyarakat kota Manado.

Tema HUT ke 396 Tahun Kota Manado, “Torang Manado, Torang Rukun” adalah Identitas kita bersama, mengandung makna dan pesan, tentang sejarah Kota Manado sejak dahulu kala, sebagai tempat yang ramah dan damai, sehingga menjadi tempat pertemuan masyarakat lokal maupun bangsa luar dari eropa, timur tengah dan asia, dalam urusan perdagangan, ekonomi dan diplomatik saat itu. Walikota Manado dalam setiap kesempatan, terus mengajak masyarakat untuk hidup rukun dan damai.

Menurut Walikota, Manado adalah Miniatur Indonesia. Budaya dan keseharian masyarakatnya yang hidup rukun lahir dari sebuah keberagaman dan perbedaan. “Semua agama di Indonesia ada di sini, Kristen Protestan, Islam, Kristen Khatolik, Bhuda, Hindu dan Kong Hu Chu, kita hidup berdampingan, rukun dan damai di Kota Manado sebagai Rumah Besar kita semua, dari berbagai latar belakang, suku, agama, budaya dan golongan, Torang Manado, Torang Rukun,” Ucap Walikota.

Seraya mengatakan Selamat HUT ke 396 Tahun Kota Manado, yang torang banggakan dan cintai bersama. Menuju Manado Kota Cerdas 2021. Sekali lagi, Selamat HUT ke 396 Tahun Kota Manado, dari Manado terpancar cahaya toleransi di seluruh persada Nusantara. God bless Kota Manado, Beranda Utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

(bag.pemhum)
Menu • Beranda • Pemerintahan • Visi dan Misi • Profil Walikota • Profil Wakil Walikota • Perangkat Daerah • Produk Hukum • Mengenal Manado • Statistik Kota Manado • Selayang Pandang • Sejarah • Arti Lambang • Virtual Tour • Layanan & Informasi • Layanan Publik • Informasi APBD • Info Grafis • Galeri Foto • Indeks Berita • Subdomain • Datang & Kunjungi • Tempat Wisata • Kawasan Bisnis Mengucap syukur atas berkat dan rahmat Tuhan yang Maha Kuasa.

Kolaborasi yang luar biasa dari masyarakat dan pemerintah sehingga Kota Manado mencapai hut kota manado ini. Walikota Manado GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Mor D Bastiaan, bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Manado mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun yang ke-397 Kota kita tercinta, Kota Manado. Hut kota manado toleransi tetap berakar dan bertumbuh dalam pribadi kita, menuju Manado Smart City 2021. "Dirgahayu Kota Manado, Bersama Torang Bisa"
• • • • 0 share Manado – Dalam rangka HUT Kota Manado ke-389, pemerintah Kota Manado dibawa kepemimpinan Vicky Lumentut-Harley Mangindaan, menggelar berbagai perlombaan diantaranya paduan suara antar SKPD, pada Rabu (11/07), dan perlombaan PBB, festival dayung teluk, dan yang lainnya.

Lomba Paduan Suara, dalam momentum HUT Kota Manado Pemilihan Nyong dan Nona Manado Walikota Saat Bertindak Sebagai Pimpinan Upacara Dalam HUT Kota Manado ke-389 Rapat Paripurna Istimewa DPRD Manado Dalam Rangka HUT Kota Manado Festival Dayung Teluk Kota Manado Perlombaan PBB Tingkat SKPD Acara Penutupan HUT Kota Manado Hingga seluruh rangkaian kegiatan HUT Kota Manado selesai, banyak ekspektasi pun bermunculan, misalnya yang datang dari Ketua DPRD Manado, Drs.

Danny Sondakh. Menurutnya hut kota manado Pemkot perlu diacungi jempol, kedepannya hal ini perlu dipertahankan. ”Harapan kita semua adalah bagaimana Kota Manado menjadi lebih baik dan maju, untuk itu kemajuan Kota saat ini yang proses kemajuannya dipelopori Walikota serta Wakil Walikota Manado perlu untuk sama-sama kita dorong, selamat HUT untuk pemerintah Kota Manado,” ujar Deson, sapaan akrab Danny Saondakh.

( Am) Berita Terbaru • Dapat Undangan Khusus, Megawati dan Olly Dondokambey Bakal Hadiri Hut kota manado Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Senin, 9 Mei 2022 • Cara Memaksimalkan Pengelolaan Data Karyawan dengan Aplikasi Database Karyawan Senin, 9 Mei 2022 • Segera Hadir di Sangihe, Transportasi Daring ‘KlikJo’!

Minggu, 8 Mei 2022 • Capaian Vaksinasi Anak di Bitung Baru 79,73%, Tomohon Sudah 90,60% untuk Dosisi I Hut kota manado, 8 Mei 2022 • Tindak Lanjut Kejadian Luar Biasa “Hepatitis Akut”, Handry Pasandaran: Sudah Diinfokan Antisipasi dan Waspada Minggu, 8 Mei 2022 • Lokasi Wisata Tak Luput dari Patroli Satsamapta Polres Bitung Minggu, 8 Mei 2022 • Berusaha Melerai Justru Lakukan Pembunuhan, Pelaku Diamankan Polisi Minggu, 8 Mei 2022 • Diduga Cabuli Perempuan Umur 14 Tahun, Pria Ini Diamankan Polres Sangihe Minggu, 8 Mei 2022 • Pemkot Bitung Tak Berlakukan WFH Usai Cuti Lebaran, Ini Alasannya Minggu, 8 Mei 2022• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Hut kota manado • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi hut kota manado Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Hut kota manado • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Oleh: Soleman Montori.

Dahulu kota Manado adalah bagian dari Minahasa. Wenang adalah nama pertama sebelum berganti menjadiManado. Pergantian nama Wenang menjadi Manado dilakukan oleh orang Spanyol. Menurut Prof. Geraldine Manoppo-Watupongoh ,nama Wenang berubah menjadi Manado terjadi pada tahun 1682. Kata Manado diambil dari nama pulau di sebelah Bunaken, yaitu pulau Manado yang banyak disebut-sebut oleh bangsa Portugis, Spanyol dan Belanda di dalam memori serah terima dan surat-surat penting lainnya.

Agar tidak kehilangan nilai sejarahnya, di belakang pulau Manado ditambahkan kata Tua, sehingga namanya menjadi Manado Tua. Di pulau Manado, yang kemudian namanya berubah Manado Tua, sekitar abad ke-13 pernah berdiri kerajaan Bowontehu. Ketika kerajaan Bowontehu lenyap, pada tahun1500- 1678 berdiri kerajaan Hut kota manado, namun bukan Manado daratan yang sebelumnya bernama Wenang. Sistem pemerintahan yang dianut kota Manado pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda juga sama dengan Minahasa.

Sistem pemerintahannya berbentuk republik-republik negeri yang disebut pakasaan. Tiap pakasaan dibagi lagi dalam sejumlah negeri kecil. Pemimpin kota Manado pada masa pakasaan dipilih langsung oleh penduduk. Bentuk pemerintahan pakasaan bersifat demokratis, merdeka dan berdaulat penuh. Pemimpinnya dipilih langsung oleh rakyat dari tokoh yang disegani, pemberani, pahlawan atau tokoh yang dituakan. Pada era pemerintah kolonial Belanda, kota Manado ditetapkan sebagai keresidenan ( residency).

Keresidenan Manado terdiri dari Minahasa, Bolaang Mongondow, Gorontalo, dan pusatnya adalah Manado sebagai bagian dari wilayah Minahasa. Pada tahun 1824, berdasarkan keputusan gubernur jenderal Van der Cepellen, tanggal 14 Juni 1824, Nomor 10 (stblt 28 a), Manado ditetapkan menjadi keresidenan defenitif yang lepas dari Ternate; Johanes Wensel ditunjuk sebagai residennya.

Manado pada masa purbamemiliki Dewan Wali Pakasaan, yang memiliki undang-undang dasar primitif, yaitu Hukum Adat tidak tertulis sama dengan Minahasa. Hebatnya undang-undang dasar primitif tersebutditerima secara total oleh hut kota manado penduduk, namun oleh residen JohanesWensel pada tanggal 1 September 1825, Dewan Wali Pakasaandihapus dan diganti dengan MINAHASA RAAD purba (kini bangunannya berada di samping gedung Joeang 45 Manado).Menurut Dr.

Godee Molsbergen, Dewan Wali Pakasaan dihapus karena sukar bagi kompeni Belanda melakukan penaklukkan. Nama pakasaan sebelumnya adalah paesaan, kemudian berubah menjadi pahasaandan terakhir berkembang menjadi pakasaan. Ketika pemerintah kolonial Belanda berkuasa, pakasaan ditata dalam bentuk baru dengan nama walak, namun Dr.

Robertus Padtbrugge menyebutnya balak. Para kepala walak diberi gelar Hukum Mayoor. Sedangkan kepala bawahannya disebut Hukum, namun ada juga yang menyebutnya Ukung. Pengertian Hukum yang dimaksud tidak sama dengan hukum yang berlaku saat ini, meskipun tugas dan fungsi para kepala walak saat itu adalah menata, mengatur dan menjalankan aturan sesuai hukum. Walaupun pemimpin walak dipilih secara langsung oleh rakyat, namun bentuk dinasti dalam walak sering muncul. Hal seperti itu terjadi jika terdapat anak kepala walak yang disegani, maka otomatis anak kepala walak yang disegani tersebut dipilih secara aklamasi sebagai pengganti kepala walak.

Menurut Prof. Dr. George Alexander Wilken dalam Jessy Wenas, kata walak merupakan bahasa asli Minahasa di wilayah Tontemboan, Tombulu, Tonsea dan Tondano. Dikatakannya bahwa walak memiliki dua pengertian. Pertama, walak adalah serombongan penduduk secabang atau dalam satu garis keturunan.

hut kota manado

Kedua, walak adalah wilayah/negeri yang didiami penduduk secabangatau dalam satu garis keturunan. Menurut Dr. Robertus Padtbrugge di Manado pada tahun 1678 terdapat 3 (tiga) walak, yaitu walak Ares berpenduduk 100 kepala keluarga, walak Manado berpenduduk 40 kepala keluarga dan walak Klabat Bawah berpenduduk 60 kepala keluarga.Pada tahun 1764 walak di Manado bertambah menjadi 6 (enam), yaitu walak Ares, Manado, Klabat Bawah, Bantik, Mawuring (perkampungan Hut kota manado di tepi sungai Tikala) dan Negeri Baru (kini Titiwungen).

Pada awal tahun 1800 sampai tahun 1817 di Manado pernah ada w alak Nieuw Tondano (Tondano Baru) atau Tondano-Bawah. Tahun 1856, w alak Nieuw Tondano dan Mawuring dihapus berdasarkan Staatsblad Nomor 28. Dalam perkembangannya, pemerintah kolonial Hindia-Belanda mengubah walak menjadi distrik. Ketika itu kota Manado masih bernama Wenang dan memiliki7 (tujuh) distrik, yaitu distrik Ares, Klabat-Bawah, Manado, Mawuring, Negeri Baru, Nieuw Tondano dan distrik Bantik.

hut kota manado

Pada tahun 1884, walak Ares, Klabat Bawah, Manado, Wanua Werudan Negeri Barudigabung menjadi distrik Manado. Distrik dalam menjalankan tugasnya dipimpin oleh kepala distrik dan dibantu oleh kepala Distrik Kedua. Pada tahun 1919 pemerintah Hindia-Belanda menghapus distrik Bantik dan digabung ke distrik Manado, sehingga kota Manado menjadi satu-satunya distrik dari 7 bekas distrik di wilayah yang kini menjadi kota Manado.

hut kota manado

Pada tahun 1919, Manado menjadi kota Haminte (pemerintahan kotapraja pada masa pendudukan Hindia-Belanda) dan memiliki dewan kota berdasarkan Staatsblad (lembaran negara) Hindia-Belanda Nomor 225 tanggal 1 Juli 1919. Wilayah Manado pada tahun 1927 diperluas. Tomohon adalah salah satu distrik yang d igabungkan ke distrik Manado sampai tahun 1944. Tahun 1951d istrik Manado terdiri dari d istrik Bawahan Manado Utara Luar Kota (kecamatan Wori) dan distrik Manado Selatan Luar Kota (kecamatan Pineleng).

Walaupun sudah ramai hut kota manado, wilayah kota Manado sampai pada tahun 1934 masih terdiri dari satu distrik dan dua Distrik Kedua (setingkat kecamatan), yaitu onderdistrik Zuid Manado (Manado Selatan) dan onderdistrik Noord Manado (Manado Utara). Tahun 1953Manado disebut kota Besar. Kota Manado sejak masa kemerdekaan telah beberapa kali mengalami perubahan status dalam struktur pemerintahan. Semula masuk dalam kategori kotapraja (1957-1958), Daerah Tingkat II (1958-1965), Kotamadya (1965-1974), Kotamadya Daerah Tingkat II (1974-1999), Kota Manado (1999 – saat ini).

Hari hut kota manado kota Manado ditetapkan tanggal 14 Juli 1623. Tanggall 14 diambil dari peristiwa heroik 14 Pebruari 1946 di kota Manado, yang dikenal dengan nama Peristiwa Merah Putih, yaitu kebangkitan putra daerah mempertahankan kemerdekaan dengan cara menentang penjajahan kolonial Belanda.

Buli Juli diambil dari unsur yuridis, yaitu pada bulan Juli 1919 ketika Gubernur Jenderal Hindia Belanda mengeluarkan besluit Manado sebagai Gemente. Tahun 1623 diambil dari unsur historis, yaitu saat nama Manado dikenal dan digunakan dalam surat resmi. Manado adalah kota yang memiliki topografi berbukit.Sampai pada tahun 1947masih merupakan hut kota manado dari wilayah Minahasa.

Memiliki luas wilayahsebesar 1,03 persen dari luas wilayah provinsi Sulawesi Utara.Pada tahun 1926,luas kota Manado hanya sebesar 10,62 km²bertahan sampai masa pendudukan Jepang dan masa revolusi (Fendy E.W.

Parengkuan). Wilayah Minahasa yang digabungkan ke wilayah kota Manado berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1988, tanggal 6 Desember 1988 adalah: 1) sebagian wilayah Wori yang meliputi 11 desa, yaituBunaken, Manado Hut kota manado Satu, Manado Tua Dua, Alung Banua, Bailang, Tongkeina, Meras, Molas, Pandu, Bengkol dan Buha; 2) sebagian wilayah Dimembe meliputi yang 7 desa, yaitu Kairagi Satu, Kairagi Dua, Paniki Bawah, Mapanget Barat, Kima Atas, Kairagi Weru dan Paniki Dua; dan 3)sebagian wilayah kecamatan Pineleng yang meliputi 3 desa, yaitu: Winangun, Malalayang Satu, dan Malalayang Dua.

Secara geografis kota Manado terletak di ujung jazirah utara pulau Sulawesi,yaituantara 1°25’88”-1°39’50” Lintang Utara dan 124°47’00”-124°56”00” Bujur Timur; beriklim tropis dengan suhu rata-rata 24° - 27° C. Memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau. Curah hujan rata-rata 3.187 mm/tahun dengan iklim terkering sekitar bulan Agustus dan terbasah pada bulan Januari.

Intensitas penyinaran matahari rata-rata 53%.Kelembaban nisbi udara relatif tinggi; rata-rata berkisar antara 71 persen pada bulan September hingga 86 persen pada bulan Januari-Februari. Suhu udara maksimum 34,9°C terjadipada bulan Oktober, sedangkan suhu udara minimum 19,1°C terjadi pada bulan September. Seiring dengan pertambahan waktu, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kota Manado terus menggeliat.

Perkembangannya mulai terlihat pada akhir tahun 1980 ketika pantai Manado sepanjang 4,3 km direklamasi untuk memperlancar transfortasi jalan. Pembangunannya rampung selama 13 tahun dan diresmikan pada tahun 1993. Dua tahun setelah jalan reklamasi diresmikan tahun 1995, pemerintah mengijinkan pengembang ( developer) mereklamasi pantai untuk kegiatan bisnis.

Panjang pantai yang direklamasi oleh pengembang sama dengan panjang jalan, yaitu 4,3 km, dengan lebar antara 100-150 meter dan luas wilayah pantai yang direklamasi 67 Ha. Jalan Pierre Tendean, adalah nama kawasan reklamasi tersebut, namun masyarakat menyebutnya Boulevard. Sejak kehadiran Boulevard, aktivitas masyarakat lebih banyak ter konsentrasi di kawasan inibaik untuk menikmati keindahan pantai ataupun dimanfaatkan oleh sektor informal untuk mencari nafkah.

Hal ini membuat kawasan Boulevard tidak hanya menjadi pusat perdagangan baru kota Manado, tetapi juga secara tidak langsung mendorong kegiatan perekonomian Sulawesi Utara terkonsentrasi di pusat bisnis baru ini.

Pemerintah daerah menamainya kawasan B on B ( Boulevard on Business). Siang dan malam hari dipenuhi orang untuk berbelanja dan bersenang-senang. Selain mall, juga hut kota manado sejumlah hotel berbintang, restoran dan kafe serta toko dan ruko yang memagari pesisirnya dengan jumlah yang tak terhitung.

Dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, peningkatan perbaikan standar hidup masyarakat, dan untuk menstimulasi sektor-sektor penting lainnya seperti pembangunan hotel, penginapan dan sarana transportasi, pemerintah kota Manado dibawa kepemimpinan Walikota, Dr.

Ir. G S. Vicky Lumentut, SH, Hut kota manado, DEA dan Wakil Walikota, Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan, SE, MSM menetapkan visi: Manado Kota Model Ekowisata. Manado Kota Model Ekowisatamerupakan visi yang memiliki daya tarik kuat, terutama bagituris yang senang berburu kesenangan dan kenikmatan yang berumber dari lingkungan alam, adat istiadat, warisan kepribadian leluhur, kerukunan, kuliner, atraksi wisata yang menarik dan unik.

Bagi daerah yang miskin Sumber Daya Alam (SDA) seperti kota Manado, namun kaya SDM abroad minded, pengembangan pariwisata dengan menjadikan ManadoKota Model Ekowisata merupakan pilihan yang tepat untuk mempercepat usaha pengembangan dan pertumbuhan ekonomi. Kini hasilnya telah terbukti. Perkembangan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi terus menggeliat.

Sejak kota Manado memilih ekowisata sebagai konten visi, ritme pembangunan bergerak dengan cepat. Hotel, penginapan, supermarket dan restoran bertambah. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat. Kota Manado makin berbeda. Pemukiman baru bermunculan dan luas wilayah yang dihuni terus bertambah.

Luaswilayah kota Manado yang semula hanya10,62 km² pada tahun 1926 sampai pada masa pendudukan Jepang dan hut kota manado revolusi bertambah menjadi 2.369 hektar (23,69 km² ). Kemudian pada tahun 1988 bertambah lagi menjadi 15.726 hektar (157,26 km² ).

Wilayah pemerintahan sampai pada tahun 1934 yang hanya terdiri dari satu distrik dan dua Distrik Kedua (setingkat kecamatan), yaitu onderdistrik Zuid Manado (Manado Selatan) dan onderdistrik Noord Manado (Manado Utara) berkembang menjadi 3 kecamatan, lalu bertambah menjadi 5 kecamatan, kemudian menjadi 9 kecamatan dan hut kota manado ini telah menjadi 11 kecamatan. Manado makin maju, beda dan menggoda. Peluang bertambahnya luas wilayah dan jumlah kecamatan sangat besar.

Sepuluh atau lima belas tahun ke depan, Manado sebagai ibu kota provinsi Sulawesi Utara dengan sejumlah potensi unggulan yang dimiliki sangat prospektif dan memiliki peluang menjadi kota yang maju dan besar.

Kearifan lokal “ Torang Samua Basudara” yang telah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat, yang mengakui bahwa perbedaan adalah hal yang indah dan mengandung nilai kehidupan menjadi faktor penting mendorong p erkembangan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kota Manado. Faktor keamanan dan kenyamanan, p erkembangan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan “menggoda” sejumlah daerah tetangga di wilayah kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara menggabungkan diri dengan kota Manado.

Alasan untuk menggabungkan diritidak hanya karena perkembangan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi semata, tapi juga karena faktor lain seperti posisi geografis yang dekat dengan kota Manado ; j arak tempuh tidak terlalu jauh ; dan hemat biaya transportasi. F aktor sejarah dan psikologis juga menjadi pertimbangan untuk menggabungkan diri.

hut kota manado

Pineleng, Kalasey, Tikela, dan Wusa, adalah beberapa wilayah pemukiman pendudukyang berpotensi (atas kesadaran sendiri)untuk menggabungkan diri dengan kota Manado.

Manado yang dulunya bernama Wenang adalah bagian dari wilayah Minahasa, sehingga hambatan psikologis untuk menggabungkan diri dengan kota Hut kota manado relatif kecilbahkan tidak ada. Manado sebagai kota terbuka telah menjadi melting point bagi berbagai kepentingan banyak orang yang datangmendiaminya.

Dari berbagai literatur ditemukan bahwa kota Manado tidak hanya menjadi sejarah dari satu etnis atau sub etnis, tetapi merupakan kota yang terdiri dari beragam etnis. Keragaman etnis, sub etnis dan kelompok yang masyarakat yang ada di Manado menunjukkan bahwa kota Manado dalam sejarah perkembangannyatidak mempersoalkan ide-ide pluralisme.

Adanya kawasan kampung Cina, kampung Arab, kampung Ternate, Liwas (lingkungan warga Sangihe) di samping kampung Tondano, kampung Tomohon, kampung Kakas, kampung Tombariri merupakan bukti bahwa Manado adalah kota pluralis. Penamaan beberapa wilayah yang menggunakan etnis dan sub etnis merupakan bukti bahwa Manado merupakan salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara yang memiliki kemajemukan tinggi.SOL***

Pesona Kota Manado 2020, Kota Terbesar di Sulawesi Utara




2022 www.videocon.com