Ide atau gagasan tentang politik etika terhadap bangsa indonesia yang dikemukakan oleh seorang warga negara belanda yang dikenal dengan istilah trilogi van deventer terdiri atas

ide atau gagasan tentang politik etika terhadap bangsa indonesia yang dikemukakan oleh seorang warga negara belanda yang dikenal dengan istilah trilogi van deventer terdiri atas

Politik etis adalah politik yang diperjuangkan untuk mengadakan desentralisasi, kesejahteraan rakyat serta efisiensi (di daerah jajahan).

Politik etis (politik balas budi) muncul pada tahun 1890 atas desakan golongan liberal dalam parlemen Belanda. Mereka yang berhaluan progresif tersebut memberikan usulan agar pemerintah Belanda memberikan perhatian kepada masyarakat Indonesia yang telah bersusah payah mengisi keuangan negara Belanda melalui program tanam paksa.

Desakan ini muncul dari pemikiran bahwa negeri Belanda telah berutang banyak atas kekayaan bangsa Indonesia yang dinikmati oleh masyarakat Belanda. Politik etis mulai dilakukan pada 1901 yang berisi tiga tindakan, yaitu edukasi (pendidikan), irigasi (pengairan), dan transmigrasi (perpindahan penduduk).

Pencetus politik etis (politik balas budi) ini adalah Van Deventer. Van Deventer memperjuangkan nasib bangsa Indonesia dengan menulis karangan dalam majalah De Gids yang berjudul Eeu Eereschuld (Hutang Budi). Van Deventer menjelaskan bahwa Belanda telah berhutang budi kepada rakyat Indonesia. Hutang budi itu harus dikembalikan dengan memperbaiki nasib rakyat, mencerdaskan dan memakmurkan. Isi Politik Etis Isi poitik etis menurut Van Deventer, ada tiga cara atau disebut juga trilogi van deventer untuk memperbaiki nasib rakyat tersebut yang isinya sebagai berikut: 1.

Edukasi (Pendidikan) Pendidikan diberikan di sekolah kelas satu kepada anak-anak pegawai negeri dan orang-orang yang berkedudukan atau berharta. Pada 1903 terdapat 14 sekolah kelas satu di ibukota karesidenan dan ada 29 di ibukota Afdeling. Mata pelajarannya, yaitu membaca, menulis, berhitung, ilmu bumi, ilmu alam, sejarah, dan menggambar. Pendidikan kelas dua dikhususkan untuk anak-anak pribumi golongan bawah.

Pada 1903, di Jawa dan Madura sudah terdapat 245 sekolah kelas dua negeri dan 326 sekolah Fartikelir, di antaranya 63 dari Zending. Adapun jumlah muridnya pada 1892 ada 50.000, pada 1902 ada 1.623 anak pribumi yang belajar pada sekolah Eropa. Untuk menjadi calon pamong praja ada tiga sekolah Osvia, masing-masing di Bandung, Magelang, dan Probolinggo.

Sedangkan, nama-nama sekolah untuk anak-anak Eropa dan anak kaum pribumi adalah sebagai berikut. a. HIS (Hollandsch Indlandsche School) setingkat SD b. MULO (Meer Uitgebreid Lagare Onderwijs) setingkat SMP c. AMS (Algemeene Middlebare School) setingkat SMU d.

ide atau gagasan tentang politik etika terhadap bangsa indonesia yang dikemukakan oleh seorang warga negara belanda yang dikenal dengan istilah trilogi van deventer terdiri atas

Kweek School (Sekolah Guru) untuk kaum bumi putra e. Technical Hoges School (Sekolah Tinggi Teknik) di Bandung. Pada 1902, didirikan sekolah pertanian di Bogor (sekarang IPB). 2. Irigasi (Pengairan) Sarana vital bagi pertanian adalah pengairan dan oleh pihak pemerintah telah dibangun sejak 1885.

Bangunan-bangunan irigasi Berantas dan Demak seluas 96.000 bau, pada 1902 menjadi 173.000 bau. Dengan irigasi tanah pertanian akan menjadi subur dan produksinya bertambah. 3. Transmigrasi (Perpindahan Penduduk) Dengan transmigrasi tanah-tanah di luar Jawa yang belum diolah menjadi lahan perkebunan, akan dapat diolah untuk menambah penghasilan.

Selain itu juga untuk mengurangi kepadatan penduduk Jawa.

ide atau gagasan tentang politik etika terhadap bangsa indonesia yang dikemukakan oleh seorang warga negara belanda yang dikenal dengan istilah trilogi van deventer terdiri atas

Pada 1865 jumlah penduduk Jawa dan Madura 14 juta. Pada 1900 telah berubah menjadi dua kali lipat. Pada awal abad ke-19 terjadi migrasi penduduk dari Jawa Tengah ke Jawa Timur sehubungan dengan adanya perluasan perkebunan tebu dan tembakau, migrasi penduduk dari Jawa ke Sumatra Utara karena adanya permintaan besar akan tenaga kerja perkebunan di Sumatra Utara, terutama ke Deli, sedangkan ke Lampung mempunyai tujuan untuk menetap.

Tujuan Politik Etis Tujuan politik etis adalah memajukan tiga bidang yakni edukasi dengan menyelenggarakan pendidikan, Irigasi dengan membangun sarana dan jaringan pengairan, dan juga Transmigrasi/ imigrasi dengan mengorganisasi perpindahan penduduk. Politik etis yang dilaksanakan Belanda dengan melakukan perbaikan bidang irigasi, pertanian, transmigrasi, dan pendidikan, sepintas kelihatan mulia. Namun di balik itu, tujuan dari program-program ini dimaksudkan untuk kepentingan Belanda sendiri.

Pelaksanaan Politik Etis Desakan untuk melaksanakan politik etis mendapat dukungan dari pemerintah Belanda. Dalam pidato negara pada tahun 1901, Ratu Belanda, Wihelmina mengatakan: “Negeri Belanda mempunyai kewajiban untuk mengusahakan kemakmuran dari penduduk Hindia Belanda”. Pidato tersebut menandai awal kebijakan memakmurkan Hindia Belanda yang dikenal sebagai Politik Etis atau Politik Balas Budi. Pada dasarnya kebijakan-kebijakan politik etis yang diajukan oleh van Deventer tersebut baik.

Akan tetapi dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para pegawai Belanda. Berikut ini penyimpangan-penyimpangan dari pelaksanaan dari politik etis tersebut. 1. Pelaksanaan Dalam Bidang Irigasi Pelaksanaan dalam pengairan (irigasi) hanya ditujukan kepada tanah-tanah yang subur untuk perkebunan swasta Belanda.

Sedangkan milik rakyat tidak dialiri air dari irigasi. Dalam bidang irigasi (pengairan) diadakan pembangunan dan perbaikan. Tetapi pengairan tersebut tidak ditujukan untuk pengairan sawah dan ladang milik rakyat, namun untuk mengairi perkebunan-perkebunan milik swasta asing dan pemerintah kolonial. 2. Pelaksanaan Dalam Bidang Edukasi Pemerintah Belanda membangun sekolah-sekolah. Pendidikan ditujukan untuk mendapatkan tenaga administrasi yang cakap dan murah.

Namun dalam pelaksanaannya pendidikan yang dibuka untuk seluruh rakyat, hanya diperuntukkan kepada anak-anak pegawai negeri dan orang-orang yang mampu.

Terjadi diskriminasi pendidikan yaitu pengajaran di sekolah kelas I untuk anak-anak pegawai negeri dan orang-orang yang berharta, dan di sekolah kelas II kepada anak-anak pribumi dan pada umumnya. 3. Pelaksanaan Dalam Bidang Transmigrasi / Migrasi Migrasi ke daerah luar Jawa hanya ditujukan ke daerah-daerah yang dikembangkan perkebunan-perkebunan milik Belanda.

Hal ini karena adanya permintaan yang besar akan tenaga kerja di daerah-daerah perkebunan seperti perkebunan di Sumatra Utara, khususnya di Deli, Suriname, dan lain-lain.

Mereka dijadikan kuli kontrak. Migrasi ke Lampung mempunyai tujuan menetap.

ide atau gagasan tentang politik etika terhadap bangsa indonesia yang dikemukakan oleh seorang warga negara belanda yang dikenal dengan istilah trilogi van deventer terdiri atas

Karena migrasi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja, maka tidak jarang banyak yang melarikan diri. Untuk mencegah agar pekerja tidak melarikan diri, pemerintah Belanda mengeluarkan Poenale sanctie, yaitu peraturan yang menetapkan bahwa pekerja yang melarikan diri akan dicari dan ditangkap polisi, kemudian dikembalikan kepada mandor/pengawasnya.

Migrasi juga dilaksanakan oleh pemerintah Belanda bukan untuk memberikan penghidupan yang layak serta pemerataan penduduk, tetapi untuk membuka hutan-hutan baru di luar pulau Jawa bagi perkebunan dan perusahaan swasta asing. Selain itu juga untuk mendapatkan tenaga kerja yang murah. Jelaslah bahwa pemerintah Belanda telah menyelewengkan Politik Etis.

Usaha-usaha yang dilaksanakan baik edukasi, irigasi, dan emigrasi, tidak untuk memajukan rakyat Indonesia, tetapi untuk kepentingan penjajah itu sendiri. Sikap penjajah Belanda yang demikian itu telah menyadarkan bangsa Indonesia bahwa penderitaan dan kemiskinan rakyat Indonesia dapat diperbaiki jika bangsa Indonesia bebas merdeka dan berdaulat. Pendukung Politik Etis Pendukung Politik Etis usulan Van Deventer adalah sebagai berikut.

- Mr. P. Brooshoof, redaktur surat kabar De Lokomotif, yang pada tahun 1901 menulis buku berjudul De Ethische Koers In de Koloniale Politiek (Tujuan Ethis dalam Politik Kolonial).

- K.F. Holle, banyak membantu kaum tani. - Van Vollen Hoven, banyak memperdalam hukum adat pada beberapa suku bangsa di Indonesia. - Abendanon, banyak memikirkan soal pendidikan penduduk pribumi. - Leivegoed, seorang jurnalis yang banyak menulis tentang rakyat Indonesia. - Van Kol, banyak menulis tentang keadaan pemerintahan Hindia Belanda. - Douwes Dekker (Multatuli), dalam bukunya yang berjudul Max Havelaar, Saya dan Adinda. Usulan Van Deventer tersebut mendapat perhatian besar dari pemerintah Belanda, pemerintah Belanda menerima saran tentang Politik Etis, namun akan diselaraskan dengan sistem kolonial di Indonesia.

(Edukasi dilaksanakan, tetapi semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pegawai rendahan). Pendidikan dipisahpisah antara orang Belanda, anak bangsawan, dan rakyat.

Bagi rakyat kecil hanya tersedia sekolah rendah untuk mendidik anak menjadi orang yang setia pada penjajah, pandai dalam administrasi dan sanggup menjadi pegawai dengan gaji yang rendah. Meskipun pemerintah Belanda telah menjalankan politik etis, tetap saja bangsa Indonesia belum mengalami perubahan yang berarti.

Politik etis hanya menguntungkan Belanda, karena program pendidikan, pengairan dan perpindahan penduduk yang dicanangkan melalui politik etis dilaksanakan seluruhnya untuk memberikan keuntungan bagi pemerintah Belanda. Namun di sisi lain, tanpa di sadari oleh Belanda, politik etis ternyata telah melahirkan golongan terpelajar dari kalangan bangsa Indonesia, mereka inilah yang nantinya akan menggerakkan masyarakat untuk melawan Belanda melalui organisasi pergerakan nasional.

Golongan terpelajar ini menyadari bahwa hanya dengan kemerdekaanlah bangsa Indonesia akan maju, sejahtera dan sejajar dengan bangsa lainnya di dunia.

ide atau gagasan tentang politik etika terhadap bangsa indonesia yang dikemukakan oleh seorang warga negara belanda yang dikenal dengan istilah trilogi van deventer terdiri atas

Pada kesempatan ini kami akan berbagi soal, dan kunci jawaban PTS mata pelajaran PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) SMP Kelas 8 semester genap kurikulum 2013 yang diharapkan dapat membantu bapak dan ibu guru dalam memilih soal-soal yang dianggap sesuai dengan kemampuan peserta didik Anda.

Berikut Soal dan Kunci Jawaban Penilaian Tengah Semester (PAS) PPKn SMP Kelas 8 Semester Genap Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2020/2021 yang dikutip dari Modul PJJ SMP Kelas 8 yang diterbitkan Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia : Materi Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908 1.

Pernyataan Berdasarkan pernyataan tersebut, nama pahlawan dan asal daerahnya ditunjukkan pada pasangan nomor-nomor berikut ini …. A. (1-1); (2-2); (3-3); dan (4-4) B. (1-4); (2-1); (3-2); dan (4-3) C. (1-4); (2-3); (3-1); dan (4-2) D. (1-3); (2-4); (3-2); dan (4-3) 2.

Pernyataan 1. Kedaerahan 2. Terus menerus tanpa putus 3. Bergantung pada pemimpin 4. Modern melalui organisasi 5. Mengandalkan fisik kekuatan senjata 6. Serentak di berbagai daerah Berdasarkan pernyataan tersebut sifat perjuangan melawan kolonial Belanda sebelum tahun 1908 ditunjukkan pada nomor-nomor …. A. (1); (2); dan (3) B. B. (1); (3); dan (5) C. C. (2); (4); dan (6) D. D. (4); (5); dan (6) 3. Untuk mematahkan perlawanan-perlawanan yang gigih dari berbagai daerah di Indonesia, kolonial Belanda menggunakan politik devide et impera yaitu politik ….

A. balas budi B. tanam paksa C. mengadu domba D. memecah kekuatan 4. Ide atau gagasan tentang politik etika terhadap bangsa Indonesia yang dikemukakan oleh seorang warga negara Belanda yang dikenal dengan istilah trilogi Van Deventer terdiri atas …. A. irigasi, transmigrasi, emigrasi B. irigasi, edukasi, distribusi C. edukasi, transmigrasi, distribusi D. irigasi, emigrasi, dan edukasi 5. Pelaksanaan ide tentang politik etika yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda sejatinya ditujukan untuk ….

A. mengubah nasib rakyat Indonesia agar menjadi lebih baik B. memenuhi kepentingan pemerintah kolonial Belanda sendiri C.

menyenangkan hati rakyat Indonesia agar tidak melawan D. menyiapkan tenaga terdidik agar Indonesia dapat mandiri 6. Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal ….

ide atau gagasan tentang politik etika terhadap bangsa indonesia yang dikemukakan oleh seorang warga negara belanda yang dikenal dengan istilah trilogi van deventer terdiri atas

A. 2 Mei B. 20 Mei C. 17 Agustus D. 28 Oktober 7. Berdirinya organisasi modern pertama yaitu Budi Utomo, berawal dari ide atau gagasan dan cita-cita dari seorang dokter yaitu . A. dokter Wahidin Sudirohusodo B.

dokter Soetomo C. dokter Cipto Mangunkusumo D. dokter Goenawan Mangoenkoesoemo 8. Tujuan didirikannya organisasi Budi Utomo ialah …. A. mencapai Indonesia merdeka B. menentang kekuasaan kolonial Belanda C.

memajukan pendidikan untuk bumi putra D. menggalang dana bea siswa untuk anak Indonesia 9. Tokoh pendiri Budi Utomo yang terancam akan dikeluarkan dari STOVIA ialah …. A. Goenawan B. Soeradji C. Soewarno D.

Soetomo 10. Perhatikan gambar! Siapakah nama tokoh pendiri Budi Utomo dalam gambar di atas? A. Soetomo B. Soeradji C. Goenawan M D. R.M Gormbrek 11.

ide atau gagasan tentang politik etika terhadap bangsa indonesia yang dikemukakan oleh seorang warga negara belanda yang dikenal dengan istilah trilogi van deventer terdiri atas

Dalam perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia, Kebangkitan Nasional mengandung makna …. A. awal tumbuhnya kesadaran akan pentingnya persatuan secara nasional B. dimulainya perlawanan terhadap penjajahan untuk meraih kemerdekaan C.

awal tumbuhnya kesadaran akan penderitaan di bawah kekuasaan penjajah D. lahirnya organisasi pemuda pelajar dari sekolah pendidikan dokter STOVIA 12. Berikut ini merupakan arti pentingnya Kebangkitan Nasional dalam perjuangan mencapai kemerdekaan . A. mengawali perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan Belanda B. membangkitkan semangat untuk mendirikan organisasi-organisasi yang modern C.

merintis tumbuhkembangnya semangat nasionalisme, persatuan dan kesatuan bangsa D. menunjukkan kepada pemerintah kolonial bahwa bangsa Indonesia berani melawan 13.

Kebangkitan Nasional juga memancar dalam diri para pemuda pelajar dan orangorang Indonesia yang berada di luar negeri khususnya Belanda, dengan didirikannya organisasi …. A. Perhimpunan Indonesia B. Partai Nasional Indonesia C. Partai Komunis Indonesia D. Partai Indonesia (Partindo) 14. Perhatikan gambar! Nilai-nilai dan semangat yang tercermin dalam aktivitas pada gambar ….

A. kebersamaan sesama warga masyarakat penyintas Covid-19 B. kerjasama ekonomi antara masyarakat dengan pemerintah desa C. kerukunan antarwarga masyarakat yang Bhinneka Tunggal Ika D.

keteladanan pemimpin dalam melayani kebutuhan warganya 15. Ilustrasi Berdasarkan ilustrasi tersebut, menurut Ananda tindakan yang sebaiknya dilakukan terhadap penyintas Covid-19 ialah …. A. memberikan dukungan, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan B. menjauhi dan mengucilkannya agar terhindar dari risiko penularan Covid-19 C. memutus segala bentuk komunikasi untuk mangantisipasi penyebaran Covid-19 D.

menengok dan berinteraksi seperti biasa, tanpa kekhawatiran akan terpapar MATERI SUMPAH PEMUDA DALAM BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA 1. Kongres Pemuda I diselenggarakan pada tanggal 30 April s.d 2 Mei 1926 di Jakarta, dipimpin oleh . A. Djoko Marsaid B. M. Tabrani C. Muh. Yamin D. Sugondo Djojopuspito 2.

ide atau gagasan tentang politik etika terhadap bangsa indonesia yang dikemukakan oleh seorang warga negara belanda yang dikenal dengan istilah trilogi van deventer terdiri atas

Tujuan diselenggarakannya Kongres Pemuda I adalah untuk …. A. memajukan perkumpulan pemuda agar bergerak di bidang politik B. mengikrarkan Sumpah Pemuda wujud persatuan dan kesatuan bangsa C. menguatkan hubungan antar perkumpulan pemuda kebangsaan D. melakukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial secara terang-terangan 3. Berikut ini yang merupakan hasil Kongres Pemuda I yaitu para pemuda….

A. mengakui dan menerima cita-cita persatuan Indonesia B. menyetujui dan mengikrarkan Sumpah Pemuda bersama-sama C. bertekad untuk melebur semua organisasi pemuda dan pelajar D. menyepakati bahasa Melayu sebagai bahasa bangsa Indonesia 4.

Dalam Kongres Pemuda II yang diselenggarakan tanggal 27 – 28 Oktober 1928, hadir seorang Komisaris Polisi, dan petinggi pemerintah kolonial Belanda. Maksud kehadiran mereka adalah untuk …. A. memberikan perlindungan terhadap para pemuda yang mengikuti kongres B. memastikan kongres dapat berjalan dengan lancar, bebas dari gangguan apapun C.

mengawasi pergerakan pemuda agar tidak membahayakan pemerintah kolonial D. memberikan dukungan kepada para pemuda yang sedang menyelenggarakan kongres 5. Kongres Pemuda II yang menghasilkan ”Ikrar Sumpah Pemuda” dipimpin oleh . A. Muhammad Yamin B. Amir Syarifudin C. Dr. Wahidin Sudirohusada D. Sugondo Djojopuspito 6. Dalam Kongres Pemuda kedua, dikumandangkan untuk pertama kalinya Lagu Indonesia Raya yang kemudian menjadi lagu kebangsaan Indonesia. Lagu tersebut diciptakan oleh . A. Ismail Marzuki B.

W.R. Supratman C. Kusbini D. H. Muntahar 7. Kongres Pemuda II dilaksanakan di tiga tempat yang berbeda. Berikut ini yang bukan tempat untuk rapat-rapat selama Kongres Pemuda II ialah …. A. Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB) B. Gedung Oost-Java Bioscoop C. Gedung Indonesische Clubgebouw D. Gedung School tot Opleiding van Inlandsche Artsen 8. Tokoh pemuda yang pertama kali menyampaikan gagasan tentang penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia ialah ….

A. Muhammad Yamin B. Mohammad Hatta C. Amir Syarifuddin D. Adnan Kapau Gani 9. Dalam pidatonya di Kongres Pemuda II Muhammad Yamin menyampaikan tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurut Yamin, ada lima faktor yang dapat memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, ….

A. pendidikan, dan kesadaran B. kemauan, dan kesadaran C. pendidikan, dan kemauan D. kemampuan, dan kemauan 10. Purnomowulan dan Sarmidi Mangunsarkoro dalam Kongres Pemuda II sependapat bahwa “Anak harus mendapat pendidikan kebangsaaan.” Mengapa Pendidikan kebangsaan penting bagi anak-anak? A. karena pada masa penjajahan, anak-anak juga memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan B. sebagai generasi penerus bangsa anak-anak wajib mempelajari sejarah, dan budaya Indonesia C.

supaya kelak ketika dewasa, anak-anak mencintai dan berjanji menjaga keutuhan bangsa Indonesia D. agar sejak dini anak-anak memiliki rasa cinta tanah air, dan bangga sebagai bangsa Indonesia 11.

Berikut ini yang merupakan makna Sumpah Pemuda tahun 1928…. A. semangat persatuan pemuda tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, bahasa, dan kedaerahan B. semangat para pemuda Indonesia untuk melebur organisasi-organisasi kepemudaan menjadi satu C. semangat para pemuda untuk menghilangkan segala macam perbedaan suku, agama, maupun bahasa D.

semangat persatuan pemuda untuk mencintai dan memajukan daerahnya masing-masing 12.

ide atau gagasan tentang politik etika terhadap bangsa indonesia yang dikemukakan oleh seorang warga negara belanda yang dikenal dengan istilah trilogi van deventer terdiri atas

Sumpah Pemuda tahun 1928 memiliki arti yang penting dalam perjuangan bangsa Indonesia yaitu sebagai tonggak sejarah …. A. lahirnya organisasi-organisasi kepemudaan B. bersatunya organisasi-organisasi kepemudaan C. penegasan jati diri bangsa Indonesia yang bersatu D.

diucapkannya janji setia kepada Negara Republik Indonesia 13. Meskipun Nusantara terdiri atas ribuan kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke, tetapi Pemuda Indonesia mengakuinya sebagai …. A. Satu Negara Indonesia B.

Satu Tanah Air Indonesia C. Satu Bangsa Indonesia D. Satu Bahasa Indonesia 14. “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” Nilai-nilai semangat yang terkandung dalam kata-kata bijak Ir. Sukarno tersebut ialah …. A. semangat kebangsaan dan hebatnya potensi pemuda Indonesia B. menggambarkan betapa besarnya kekuatan pemuda Indonesia C. mendorong semangat pemuda Indonesia agar mengguncang dunia D.

membakar semangat kerjasama orag tua dan pemuda Indonesia 15. Perhatikan gambar berikut.
Etika politik yang berkenaan dengan dimensi politis kehidupan manusia dan dengan norma moral, yaitu norma untuk mengukur betul salahnya tindakan manusia sebagai manusia.

Tugas etika politik membantu agar pembahasan masalah-masalah ideologis dapat dijalankan secara objektif. Etika politik dapat memberikan patokan orientasi dan pegangan normatif bagi mereka yang memang mau menilai kualitas tatanan dan kehidupan politik dengan tolak ukur martabat manusia. Pancasila sebagai etika politik yaitu sebagai gagasan, atau aturan dasar penyelenggaraan politik secara baik dan benar, juga sebagai titik acuan moral bagi suatu negara. Dengan pancasila sebagi etika politik maka pola berpikir untuk membangun kehidupan berpolitik secara jernih mutlak diperlukan.

Pembangunan moral politik yang bebudaya adalah untuk melahirkan kultur politik yang berdasarkan kepada iman dan takwa tehadap tuhan yang maha kuasa,menggalang susasana kasih sayang sesema manusia indonesia, yang berbudi kemanusiaan luhur.

Landasan dan tujuan pendidikan pancasila, Pancasila adalah falsafah Negara Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Oleh karena itu, setiap warga negara Indonesia harus mempelajari, memahami, mendalami menghayati, dan mengamalkan dalam segala bidang kehidupan.

Pancasila sebagai falsafah negara sempat tergoyahkan pada masa orde baru yang berupaya menyeragamkan paham dan ideologi yang bersifat pluralistik.

ide atau gagasan tentang politik etika terhadap bangsa indonesia yang dikemukakan oleh seorang warga negara belanda yang dikenal dengan istilah trilogi van deventer terdiri atas

Pentingnya peranan pendidikan pancasila terhadap generasi bangsa sangatlah dibutuhkan karena terkait pula dengan peristiwa sejarah. Namun, selain itu adapun landasan – landasan pendidikan pancasila yaitu sebagai berikut : • Landasan Historis Pancasila dirumuskan dan memiliki tujuan yang dipakai sebagai dasar Negara Indonesia, proses perumusannya diamibl dari nilai-nilai pandangan hidup masyarakat.

Pancasila digali dari bangsa Indonesia yang telah tumbuh dan berkembang semenjak lahirnya bangsa Indonesia. Pancasila terbentuk bukan dari proses yang mudah dan cepat, namun sejak zaman kerajaan “Pancasila“ sudah dikenal dan diterapkan seperti dalam kerajaan Majapahit yang menerapkan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan, seperti kepercayaan kepada Tuhan, sikap toleransi antar agama, adil, bijaksana, sopan dan santun, gotong royong, saling membantu dan beradab pada sila lainnya.

Kata Pancasila ditemukan pada kitab Negarakartagama Mpu Prapanca. • Landasan Kultural Pancasila merupakan salah satu pencerminan budaya bangsa, sehingga harus diwariskan kegenerasi penerus. Secara kultural unsur-unsur Pancasila terdapat pada adat istiadat, tulisan, bahasa, slogan, kesenian, kepercayaan, agama, dan kebudayaan pada Negara Indonesia secara umum. Sehingga, bangsa ini tidak mudah terombang-ambing dari pengaruh perkembangan dari luar.

• Landasan Yuridis Pancasila secara yuridis konstutisional telah secara formal menjadi dasar negara sejak dituangkannya rumusan pancasila dalam Pembukaan UUD 1945. • Landasan Filosofis Pancasila merupakan filsafah bangsa yang dapat mempengaruhi alam pikiran manusia berupa filsafat hidu, negara, etika dan sebagainya, sehingga dapat membentuk kepribadian dan identitas bangsa. Nilai-nilai yang tertuang dalam pancasila merupakan filosofi bangsa Indonesia sebelum mendirikan Negara Republik Indonesia yang menjadi sumber bagi segala tidakan para penyelenggara negara, menjadi jiwa perundang-undangan yang berlaku bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa dengan mewujudkan manusia Indonesia yang seutuhnya. Pendidikan pancasila mengarahkan perhatian moral yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terciptanya manusia pancasila yang sesungguhnya.

tujuan penyelenggaraan pendidikan pancasia tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yang ditegaskan yakni untuk meningkatkan mutu kehidupan bermartabat manusia dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. Pendidikan pancasila sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian, memiliki visi dan misi yang sama dengan lainnya, mengantarkan mahasiswa mampu mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nurani dan mampu mengenali masalah hidup dan kesejahteraan, serta cara pemecahannya.

Dan tujuan bagi warga negara lainnya yaitu agar dapat memahami, menganalisa, dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi secara berkesinambungan dan konsisten dengan cita-cita dan tujuan nasional yang digariskan dalam UUD 1945 dan dapat menghayati pancasila sebagai filsafat dan ideologi negara Indonesia.

Sejarah Indonesia Kelas XI - Kebijakan Politik Etis




2022 www.videocon.com