Jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia

jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia

Maka bagi bangsa Indonesia dalam filsafat yang merupakan asas kerohanian Pancasilamerupakan asas pemersatu dan asas hidup bersama.

Dalam masalah ini Pancasila dalam kenyataan objektifnya sebagai suatu persatuan dan kesatuan yang telah ditentukan bersama setelah Proklamasi sebagai dasar filsafat Negara. Pancasila menjadi jati diri bangsa Indonesia mengandung arti bahwa Pancasila menjadi cirri khas bangsa Indonesia yang tidak ditemukan pada bangsa lain.

Oleh karena itu bangsa Indonesia berkewajiban mempertahankan kemurnian Pancasila ditengah gencarnya arus globalisasi. Selain ituPancasila tidak hanya dijadikan pedoman bangsanamun harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hariagar tegak berdiri dalam wadah NKRI. • ▼ 2016 (153) • ▼ Desember (120) • Tugas Akhir Filsafat (UAS) • 2016 Disaster Rewind • Asal-usul Kebangkitan Nasional • Kebangkitan kebangsaan Indonesia • Asal-usul Indonesia sebagai nama kebangsaan • Pengertian Data Statistik • Fungsi Dan Kegunaan Statistik Jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia Dunia Pendidikan • Statistik Pendidikan • Ciri Khas Stastisitik • Penggolongan Statistik • Pengertian Statistik • Meminimalisir Kesulitan Belajar Matematika • Pembelajaran Kuantum • Kedudukan Bahasa Indonesia • Peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan .

• Peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan . • Perkembangan Bahasa Indonesia di Masa Pergerakan • Perkembangan Bahasa Indonesia di Masa Kolonial • Perkembangan Bahasa Indonesia sebelum masa kolonial • Quotes • Pancasila Sebagai Asas Persatuan dan Kesatuan Bang. • Ciri-ciri Ideologi Tertutup • Ideologi Tertutup • Ciri-ciri Ideologi Terbuka • Pancasila Sebagai Ideologi Negara • Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa • Pancasila Sebagai Budaya Bangsa Indonesia • Nilai-nilai Pancasila Sebagai Sumber Etika • Dimensi Politis Manusia • Etika Politik • Norma & Moral • Pengertian Etika • Pancasila Sebagai Etika Politik • Jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia OLEH SEORANG GURU • PENGERTIAN GURU MATEMATIKA • Pelajaran Matematika • Pengertian Motivasi • Mengambil Peran di Masadepan • Factors You Should Look For In Choosing Teaching M.

• Basics Method of Education • Principles of Teaching Methodology • Breakthrough The Learning Obstacles With Online Ca. • Breakthrough The Learning Obstacles With Online Ca. • Proses Metakognitif • Pendekatan Metakognitif Berbasis Masalah Kontekstual • Pengembangan Metakognisi dalam Pembelajaran Matema. • Penerapan Contextual Teaching and Learning dalam P. • Komponen Contextual Teaching and Learning • Strategi Pengembangan Metakognitif • Karakteristik Contextual Teaching and Learning • Pendekatan Kontekstual • Kecakapan dasar khusus • Kecakapan dasar umum • indikator perilaku inteligen • Kecakapan individu • KLASIFIKASI SISWA BERDASARKAN TINDAKANNYA • Perbedaan Jenis Kelamin dalam Kemampuan Spesifik • Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kin.

• Karakteristik perilaku individu dengan cara belaja. • Strategi untuk mempermudah proses belajar anak aud. • KARAKTERISTIK PERILAKU INDIVIDU DENGAN CARA BELAJA. • Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual • Karakteristik Prilaku Individu dengan Cara Belajar. • Cara belajar Individu • Alternatif Strategi Pembelajaran untuk Individu Be. • Anak Ekstraversi dan Introversi • Macam Temperamen • Perbedaan Temperamen • Tahapan Pemahaman • Jenis-jenis pemahaman • Pemahaman • Apa tujuan belajar?

• Komunikasi Matematika • Faktor Interpersonal dan Emosional • Kemandirian Belajar (Self-regulated learning) • Kecerdasan Emosional • Pengertian Metakognitif • Sikap dan Respon • Indikator Productive Disposition • Productive Disposition • Disposisi Berpikir Reflektif • Indikator Disposisi Berpikir Kritis Matematis • Disposisi Berpikir Kritis • Indikator Disposisi Matematis • Translate Buku "The Philosophy Of Mathematics Educ.

• Disposisi Matematis • Jenis jenis Aspek Afektif • Pengertian Aspek Afektif • KONSTRUKTIVISME SOSIAL DAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN MA. • Komunikasi Matematika: Struktur Permukaan Dan Stru.

• The Nature of Mathematical Thinking” Writer : Char. • Strukturalisme dan Pemahaman Matematika Dalam Buku. • Proses Memahami Masalah Matematika • ANOTHER PSYCHOLOGY OF MATHEMATICS (Indonesian Tran. • Social Constructivism and Subjective Knowledge (En.

jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia

• Translate Buku (BAB 4) • Belajar Flash Kuy! • PROOF IT • Translate Buku (BAB 1) • Kekurangan Realistic Mathematics Education • ► November (25) • ► Oktober (5) • ► September (3) JAKARTA - Makna persatuan dan kesatuan bangsa dalam Pancasila sudah sepatutnya dipahami oleh setiap warga negara Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila mempunyai kedudukan yang istimewa dalam kenegaraan dan hukum bangsa Indonesia yang fundamental.

Baca juga: Perayaan Tahun Baru Imlek, Partai Perindo: Wujud Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Tengah Keberagaman Dilansir dari jabarprov.go.id, berikut makna persatuan dan kesatuan bangsa dalam pancasila.

jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia

Sila pertama memaparkan, keberagaman agama. Di mana setiap masyarakat bebas memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing serta saling menghormati pilihannya.

Baca juga: Bertemu Ketua KWI, Gus Muhaimin: Saya Sowan untuk Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Kemudian sila kedua mengenai persamaan hak dan kewajiban sebagai warga negara dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Selanjutnya sila ketiga, merupakan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Lalu, sila keempat menghormati perbedaan pandangan, menerima aspirasi dan mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan serta dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Untuk sila kelima, saling berkolaborasi, bekerja keras, dan inovatif dalam mengembangkan usaha bersama dengan semangat gotong royong. Hal ini lantaran keragaman tak bisa dihindari dari bangsa Indonesia, karena ditinjau dari letak geografisnya negara Indonesia memang sangat memungkinkan untuk terjadinya perbedaan.

jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia

Untuk mengantisipasi konflik karena beragam perbedaan itu, jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia persatuan dan kesatuan harus dijunjung di mana pun berada.

Sehingga, tidak mengganggu ketertiban masyarakat. Bangsa Indonesia dianugerahi sebagai bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, adat dan golongan. Agar kemajemukan itu tidak menimbulkan konflik. Maka, semenjak bangsa Indonesia merdeka, Indonesia dilandasi UUD 1945 dan Pancasila.
Makna persatuan dan kesatuan bangsa dalam Pancasila sudah sepatutnya dipahami oleh setiap warga negara Indonesia. Foto/SINDOnews Makna persatuan dan kesatuan bangsa dalam Pancasila sudah sepatutnya dipahami oleh setiap warga negara Indonesia.

Sebagai dasar negara, Pancasila mempunyai kedudukan yang istimewa dalam kenegaraan dan hukum bangsa Indonesia yang fundamental. Baca juga: Perayaan Tahun Baru Imlek, Partai Perindo: Wujud Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Tengah Keberagaman Dilansir dari jabarprov.go.id, berikut makna persatuan dan kesatuan bangsa dalam pancasila.

Sila pertama memaparkan, keberagaman agama. Di mana setiap masyarakat bebas memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing serta saling menghormati pilihannya. Baca juga: Bertemu Ketua KWI, Gus Muhaimin: Saya Sowan untuk Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Kemudian sila kedua mengenai persamaan hak dan kewajiban sebagai warga negara dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Selanjutnya sila ketiga, merupakan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia, sila keempat menghormati perbedaan pandangan, menerima aspirasi dan mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan serta dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Untuk sila kelima, saling berkolaborasi, bekerja keras, dan inovatif dalam mengembangkan usaha bersama dengan semangat gotong royong. Hal ini lantaran keragaman tak bisa dihindari dari bangsa Indonesia, karena ditinjau dari letak geografisnya negara Indonesia memang sangat memungkinkan untuk terjadinya perbedaan.

Untuk mengantisipasi konflik karena beragam perbedaan itu, maka persatuan dan kesatuan harus dijunjung di mana pun berada. Sehingga, tidak mengganggu ketertiban masyarakat.

Bangsa Indonesia dianugerahi sebagai bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, adat dan golongan. Agar kemajemukan itu tidak menimbulkan konflik. Maka, semenjak bangsa Indonesia merdeka, Indonesia dilandasi UUD 1945 dan Pancasila. Sebagai alat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, serta tercapainya masyarakat yang aman, damai dan tentram.

Dengan demikian, kondisi masyarakat Indonesia yang beragam tersebut memerlukan alat pemersatu yang akan menyatukan seluruh masyarakat Indonesia agar tidak terpecah belah.

Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak keberagaman dan perbedaan, sehingga perlu adanya persatuan dan kesatuan.

Karena itu, penting untuk memiliki sikap persatuan dan kesatuan antarsesama masyarakat demi menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Tanpa adanya persatuan dan kesatuan, bangsa Indonesia akan mudah terpecah belah. Persatuan dan kesatuan adalah tombak untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur.

Dengan demikian, persatuan dan kesatuan yaitu mengabaikan segala bentuk perbedaan. Artinya di negara yang beragam baik sosial, ekonomi, dan budaya persatuan menjadi modal utama dalam membangun kekuatan negara.

Persatuan dan kesatuan bangsa merupakan sesuatu yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup suatu bangsa. Walaupun kini Indonesia telah menjadi negara yang merdeka dan berdaulat, namun upaya untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan terus dikampanyekan dengan sejumlah kegiatan.

Artikel Asli Pancasila merupakan produk sejarah bangsa yang terwujud dalam negara yang merdeka. Di dalam Pancasila, tersimpul ciri khas, sifat, dan karakter bangsa yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lainnya.

Dikutip dari buku Memahami dan Memaknai Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar yang ditulis oleh Prima Roza, dkk (2015: 1)lahirnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa dan lebih jauh lagi sebagai perkembangan peradaban manusia.

Nah, saat ini kita akan membahas makna dari sila persatuan Indonesia. Sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin, karena pohon beringin merupakan sebuah pohon berakar tunggang yang tumbuh menancap ke dalam tanah. Pohon beringin juga memiliki banyak akar yang menggantung dari ranting-ranting dan mencerminkan Indonesia sebagai negara yang memiliki berbagai keragaman yang menyatu di bawah nama Indonesia. Sila ketiga (Persatuan Indonesia) menjelaskan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk mengandung nilai persatuan bangsa dan kesatuan wilayah sebagai pengikat yang menjadi keutuhan nasional atas dasar Bhineka Tunggal Ika.

Dikutip dari buku Super Complete Kelas 4, 5, 6 SD/MI yang ditulis oleh Meity Mudikawaty, dkk (2018: 657)nilai tersebut menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan tertentu yang diserasikan dalam rangka kepentingan bangsa dan negara.

Contoh penerapan sila ketiga adalah:
Pengertian Persatuan dan Kesatuan – Indonesia adalah bangsa yang besar, memiliki ribuan pulau dan kekayaan yang melimpah. Selain itu, Indonesia memiliki suku bangsa, budaya, dan bahasa yang beraneka ragam. Semua itu tidak akan bersatu jika para leluhur tidak menyatukan semangat juang bangsa Indonesia untuk merdeka. Indonesia meraih kemerdekaannya bukanlah sebuah hadiah yang diberikan oleh penjajah, tetapi Indonesia sendiri yang bertekad untuk memerdekakan dirinya.

Persatuan bangsa Indonesia bahkan dicantumkan di sila ke-3 Pancasila, yang dijadikan sebagai ideologi dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Persatuan bangsa Indonesia mengandung unsur-unsur cita-cita dari persaudaraan dan persahabatan, diliputi dengan suasana kebaikan, kesucian dan keindahan. Persatuan dan kesatuan bangsa harus selalu dijaga, supaya negara Indonesia menjadi negara yang mandiri. Di bawah ini akan dijabarkan lebih lanjut mengenai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Daftar Isi • Makna Persatuan dan Kesatuan • Manfaat dari Persatuan dan Kesatuan • Anda Mungkin Juga Menyukai • Faktor Pendorong Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Indonesia • 1. Rasa Bangga dan Cinta Pada Tanah Air • 2. Cita-Cita Bangsa • 3. Rasa Saling Menghormati dan Mengahargai • 4. Keinginan Untuk Bersatu • 5. Pancasila • 6.

Bhineka Tunggal Ika • Faktor Penghambat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia • 1. Keberagaman yang ada di dalam masyarakat Indonesia • 2. Geografis • 3.Muncul Gejala Etnosentrisme • 4.Nilai Budaya yang Lemah • 5. Pembangunan yang Tidak Rata Makna Persatuan dan Kesatuan Persatuan dan kesatuan bangsa memiliki konsep-konsep yang harus dipahami sebelum memahami maknanya.

Konsep-konsep dasar dari persatuan dan kesatuan yaitu; persatuan, kesatuan, bangsa, integrasi, nasionalisme dan patriotisme. Secara sederhana, persatuan memiliki arti gabungan, ikatan, dan kumpulan dari beberapa bagian menjadi satu kesatuan utuh. Dengan kata lain, persatuan adalah menyatukan bermacam-macam corak ke dalam sebuah wadah sehingga menjadi satu.

Bersatunya bangsa Indonesia didorong oleh kemauan yang sadar untuk mencapai kehidupan bangsa yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur. Maka dari itu, kita harus terus membina persatuan bangsa. Dalam persatuan dan kesatuan bangsa, kita harus senantiasanya menyatu.

Sejarah mengajarkan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan. Dulu, penjajah berhasil menjajah Indonesia sampai beratus-ratus tahun. Hal itu karena kita, bangsa Indonesia belum mampu untuk bersatu, masyarakat belum memahami persatuan dan kesatuan bangsa.

Kelalaian ini tentunya dimanfaatkan oleh penjajah untuk terus memecah belah Indonesia. Konsep kesatuan bangsa Indonesia meliputi kesatuan wilayah dan sosial. Kesatuan wilayah bangsa Indonesia meliputi kesatuan darat, laut dan udara. Berdasarkan konsep wawasan nusantara sebagai politik kewilayahan, negara Indonesia merupakan negara kepulauan, negara yang sebagian besar lautan dan dikelilingi oleh pulau-pulau besar dan kecil.

Wilayah perairan menjadi wilayah pokok, bukan hanya wilayah pelengkap.

jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia

Laut menjadi bagian yang menyatu dengan daratan, bukan sebagai pemisah antara pulau yang satu dan yang lainnya. Kesatuan bangsa dalam aspek sosial terwujud dalam beberapa aspek kehidupan, yaitu kesatuan politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Perwujudan konsep kesatuan bangsa dalam kesatuan politik berarti mengakui bahwa keutuhan wilayah nasional dan segala kekayaannya adalah satu kesatuan wilayah, satu kesatuan seluruh bangsa yang menjadi milik bersama. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, dan memeluk berbagai agama merupakan kesatuan bangsa yang bulat.

Kesatuan dalam bidang politik berarti secara psikologis bangsa Indonesia harus merasa senasib sepenanggungan dan mempunyai tekad yaitu mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

Selain itu, mengakui bahwa Pancasila adalah falsafah dan ideologi yang menjadi landasan dan pembimbing bangsa untuk mencapai tujuannya. Memahami bahwa bangsa Indonesia harus hidup berdampingan dengan rukun bersama negara lain dan ikut serta dalam menertibkan dunia.

Dalam kesatuan ekonomi, jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia dimulai dari mengakui bahwa kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan modal dan milik bersama dan juga keperluan kehidupan masyarakat sehari-hari harus tersedia secara merata dari Sabang sampai Merauke. Tingkat perkembangan ekonomi harus seimbang di seluruh daerah Indonesia, tanpa menghapus ciri khas yang dimiliki oleh masing-masing daerah di Indonesia.

Kehidupan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia merupakan satu kesatuan yang dikerjakan bersama-sama berdasarkan asas kekeluargaan. Perwujudan satu kesatuan sosial budaya meliputi masyarakat Indonesia yang beragam adalah satu, memiliki kehidupan yang serasi, seimbang dan selaras. Dua, budaya Indonesia adalah satu kesatuan, meskipun corak budaya yang ada sangat beragam. Keberagaman budaya ini merupakan kekayaan yang menjadi milik bersama dan menjadi landasan pengembangan bangsa yang bisa dinikmati hasilnya oleh masyarakat Indonesia.

Rp 85.000 Manfaat dari Persatuan dan Kesatuan Menjaga persatuan bangsa menjadi sebuah kewajiban masyarakat bangsa Indonesia. Hal ini bahkan tertuang di dalam Pancasila, sila ketiga. Manfaat dari persatuan dan kesatuan ini harus dijaga oleh bangsa Indonesia. Berikut adalah manfaat dari persatuan dan kesatuan. • Memperkuat jati diri bangsa • Memperkuat ketahanan nasional sehingga siap dalam menghadapi ancaman atau gangguan dari musuh.

• Persatuan dan kesatuan akan mewujudkan kehidupan yang selaras di dalam kehidupan masyarakat. • Gotong royong akan terlaksana dengan baik. • Rasa saling tolong menolong dan bekerja sama selalu tertanam di dalam kehidupan sehari-hari.

• Kerukunan dan tali silaturahmi selalu terjaga. • Konflik dalam kehidupan bermasyarakat bisa terhindari. • Bisa mengatasi perbedaan yang ada dengan kesadaran penuh. • Pembangunan nasional bisa berjalan dengan lancar dan aman. • Mempermudah dalam memajukan bangsa dalam berbagai bidang. • Tujuan nasional yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 menjadi lebih mudah untuk dicapai.

• Terciptanya suasana yang damai, aman dalam kehidupan bangsa yang disebabkan karena masyarakat sangat menjunjung tinggi solidaritas dan toleransi. • Pergaulan antar sesama menjadi lebih akrab. • Menghindari pertengkaran atau permusuhan di dalam masyarakat Indonesia. • Masyarakat merasa lebih aman dan nyaman. Faktor Pendorong Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Indonesia Vector illustration, modified garuda puppet with shield, flag, and ribbon at bottom. 1. Rasa Bangga dan Cinta Pada Tanah Air Suatu negara yang bersatu menjadi faktor utama dalam keberhasilan pembangunan yang dijalankan.

Sama halnya dengan Negara Indonesia yang sedang dalam proses pembangunan di segala bidang, hal ini tentunya memerlukan persatuan dan kesatuan dari rakyat Indonesia.

Suatu program pembangunan akan terlaksana dengan baik jika kondisi dari suatu negara tidak terpecah belah dan tidak ada konflik diantara warga negaranya itu sendiri. Maka dari itu, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia mempunyai peran yang penting untuk menentukan keberhasilan pembangunan yang sedang dijalankan. 2. Cita-Cita Bangsa Persatuan dan kesatuan negara juga mempunyai peranan penting dalam meningkatkan harga diri bangsa di hadapan negara lain.

Bangsa dan negara lain akan menghormati bangsa kita, dan tidak akan berani untuk campur tangan dalam urusan negara kita. Sehingga, bangsa kita sendiri tidak mudah untuk dipecah belah jika masyarakat kita saling menguatkan persatuan dan kesatuan yang ada di negara kita. Jika bangsa kita sudah terpecah belah, maka negara lain akan menganggap bangsa kita rendah dan mudah untuk dijajah kembali. 3. Rasa Saling Menghormati dan Mengahargai Persatuan bangsa Indonesia adalah hal yang harus dipertahankan dan diperkuat.

Kita sebagai masyarakat harus menghindari hal-hal yang bisa membuat bangsa kita terpecah belah. Contohnya, merendahkan suku bangsa lain atau menganggap bahwa suku kita sendiri adalah suku yang paling baik di antara suku yang lainnya. Seharusnya, kita saling menghargai dan menghormati orang lain. Selain itu, kita juga harus memupuk rasa persaudaraan dengan sesama masyarakat Indonesia sehingga persatuan dan kesatuan negara kita tetap terjaga.

4. Keinginan Untuk Bersatu Persatuan dan kesatuan negara diperkuat oleh tiga faktor, yaitu Sumpah Pemuda, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika. Faktor-faktor tersebut menjadi pemersatu bangsa Indonesia. Ketiga faktor itu bisa menyatukan perbedaan dan keanekaragaman yang ada di dalam kehidupan bangsa Indonesia. Perbedaan mulai dari bahasa, suku, agama dan lain-lain bisa disatukan dengan menjalankan nilai-nilai dasar yang ada pada Sumpah Pemuda, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Sumpah pemuda, adalah sumpah yang pertama kali disuarakan pada 28 Oktober 1928 di Batavia.

Sumpah pemuda menjadi tonggak utama sejarah kemerdekaan Indonesia. Sumpah ini dianggap sebagai pemicu semangat untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Sumpah pemuda menegaskan bahwa tanah air Indonesia, bangsa Indonesia dan bahasa Indonesia menjadi cita-cita dari Indonesia.

Istilah Sumpah Pemuda tidak muncul pada hari kongres tersebut, tetapi diberikan setelahnya. Sumpah pemuda berbunyi: “Kami putra putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia.” “Kami putra putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.” “Kami putra putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.” Rumusan sumpah pemuda ini ditulis oleh Muhammad Yamin di secarik kertas yang diberikan kepada Soegondo.

Kertas itu diberikan ketika Mr. Sunario sedang berpidato. Soegondo membacakan isi dari Sumpah Pemuda tersebut yang kemudian dijelaskan dengan lebih detail oleh Muhammad Yamin. Ikrar Sumpah jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia menjadi penyemangat bangsa Indonesia sekaligus memberikan manfaat-manfaat lain. Sumpah Pemuda menjadi pemersatu hubungan kekeluargaan dan persaudaraan bangsa Indonesia.

Sumpah Pemuda menjadi pembina dalam kehidupan bermasyarakat yang rukun. Selain itu, Sumpah Pemuda juga menumbuhkan kesadaran akan ancaman terhadap satu pulau berarti ancaman untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Pancasila menjadi alat untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hal ini karena pancasila yang memiliki sifat universal. Yang dimaksud universal atau menyeluruh adalah nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila tidak hanya diciptakan untuk satu suku bangsa saja, tidak diperuntukkan untuk penganut agama tertentu saja, tetapi menjadi pedoman rakyat Indonesia tanpa memandang perbedaan bangsa, agama, budaya, bahasa dan lain-lain.

Pancasila adalah pilar ideologis yang berasal dari bahasa Sansekerta. Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti prinsip. Perjalanan merumuskan Pancasila merupakan perjalanan yang panjang. Awalnya, pada 1 Maret 1945, dibentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Ketua dari Badan ini, Dr. Radjiman awalnya mengajukan pertanyaan, ‘Apa dasar negara Indonesia yang akan dibentuk?’.

Ada beberapa tokoh yang mengusulkan dasar-dasar Pancasila, yaitu Muhammad Yamin, Ir. Soekarno dan Soepomo. Pada 1 Juni, ketika Soekarno mengungkapkan rumusan dasar negara, istilah Pancasila dikemukakan pertama kalinya.

Soekarno juga menjelaskan apa itu arti dari Pancasila. Ia mengatakan bahwa dari kelima dasar itulah para leluhur mendirikan bangsa Indonesia yang kekal dan abadi.

Setelah rumusan pancasila diterima, akhirnya Pancasila ditetapkan di beberapa dokumen. Dokumen tersebut adalah Jakarta Charter, pembukaan UUD 1945, Mukaddimah Konstitusi Republik Jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia Serikat, Mukadimah undang-Undang Dasar Sementara dan Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Pancasila sebagai dasar negara juga memiliki beberapa fungsi dan kedudukan, yaitu Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia; Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia; Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia; Pancasila sebagai dasar negara Indonesia; Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara; Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa; dan Pancasila sebagai cita-cita bangsa Indonesia.

Sikap dan perilaku yang berpedoman pada Pancasila sangat diharapkan dari setiap warga negara Indonesia. Pengukuran perilaku untuk sila pertama sampai sila kelima Pancasila masing-masing sesuai dengan pengukuran. Sila 1, sikap terhadap tuhan, Sila 2, identifikasi dengan kemanusiaan, Sila 3 patriotisme, Sila 4 Dukungan terhadap prinsip demokrasi dan Sila 5 humanitarianisme.

Pengukuran Pancasila ini sejalan dengan keutamaan karakter, seperti kemanusiaan, keberanian, transendensi, dan keadilan. Baca juga : Sejarah Lambang Garuda Pancasila 6. Bhineka Tunggal Ika Faktor lain yang jadi penguat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika.

Bhineka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa Indonesia. Semboyan ini tertulis pada lambang negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila. Semboyan bangsa Indonesia ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti ‘berbeda-beda tetapi tetap satu’.

Bhineka yang berarti aneka ragam, tunggal yang berarti satu, dan ika yang memiliki arti itu. Semboyan ini menjadi penggambaran persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam budaya, ras, suku dan juga agama.

Semboyan ini merupakan kutipan dari sebuah Kitab Jawa Kuno yaitu Kitab Sutasoma yang dikarang oleh Mpu Tantular pada masa kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Raja Rajasanagara atau yang lebih dikenal dengan Hayam Wuruk. Kitab Sutasoma ini merupakan kitab yang istimewa karena mengajarkan bertoleransi antar umat Hindu dan Buddha. Bhineka Tunggal Ika menjadi semboyan untuk penyemangat rakyat Indonesia untuk mewujudkan persatuan bangsa Indonesia di tengah badainya perbedaan yang dimiliki oleh setiap rakyatnya.

Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia akan selalu terjaga jika nilai-nilai dalam Sumpah Pemuda, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika selalu diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Faktor Penghambat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia Sebelumnya diketahui bahwa persatuan dan kesatuan didorong oleh beberapa faktor pendukung.

Namun, ada juga faktor yang berpotensi menjadi penghambat kesatuan dan persatuan Indonesia. Faktor-faktor yang menjadi penghambat di antaranya: 1. Keberagaman yang ada di dalam masyarakat Indonesia Keberagaman yang sedari dulu sudah ada di dalam kehidupan masyarakat Indonesia merupakan salah satu faktor penghambat persatuan dan kesatuan Jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia jika tidak diiringi dengan sikap yang saling menghargai, saling toleransi, dan saling menghormati.

Perbedaan budaya tentunya memunculkan perbedaan pendapat yang juga bisa menumbuhkan perasaan kedaerahan yang berlebihan sehingga bisa memunculkan konflik antar suku. 2. Geografis Indonesia merupakan negara yang terdiri dari ribuan pulau. Ribuan pulau itu tentunya juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Daerah yang bisa berpotensi untuk memisahkan diri dari negara adalah daerah yang paling jauh dari area Ibu Kota.

Selain itu, daerah yang memiliki pengaruh dari negara perbatasan atau negara tetangga dan bisa juga daerah yang memiliki pengaruh global yang besar seperti daerah wisata atau yang mempunyai kekayaan alam berlimpah. Dari kondisi geografis yang berbeda-beda ini bisa jadi faktor yang melemahkan persatuan dan kesatuan jika ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan masih belum bisa ditangani.

3.Muncul Gejala Etnosentrisme Etnosentrisme adalah sebuah sikap yang sangat menonjolkan kelebihan budaya yang dimilikinya dan memandang rendang budaya orang lain.

Sikap etnosentris ini jika tidak diatasi tentu saja akan melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa. 4.Nilai Budaya yang Lemah Budaya asing yang kuat sehingga melemahkan nilai-nilai budaya bangsa, baik secara langsung atau tidak langsung bisa menjadi faktor yang melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa. Pengaruh budaya asing secara langsung misalnya lewat unsur wisata. Pengaruh budaya asing secara tidak langsung misalnya melewati media cetak, bahkan elektronik.

5. Pembangunan yang Tidak Rata Proses pembangunan yang hanya terpusat pada wilayah-wilayah tertentu bisa jadi salah satu faktor yang melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini tentunya akan menimbulkan kesenjangan dalam berbagai sektor. Baca juga artikel terkait “ Makna Persatuan dan Kesatuan” • Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka • Sejarah Pancasila • Memaknai Pancasila Sebagai Sumber Nilai • Arti dan Makna Pancasila Sebagai Ideologi Negara • Pengertian Demokrasi Pancasila • Sejarah Lambang Garuda Pancasila • Pengertian Wawasan Nusantara • Makna Pancasila Sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum • Makna Sumpah Pemuda • Pengamalan Nilai Pancasila Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
yaitu Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia dan membuat bangsa Indonesia ini yang awalnya tidak mau bersatu menjadi bersatu karena adanya Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia juga Pancasila sebagai dasar negara Indonesia juga Pancasila sebagai paradigma dan moralistik dalam pembangunan bidang ekonomi.

semoga membantuJabarkanlah makna Pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia! Jawab : Bagi bangsa Indonesia, adanya kesatuan asas kerohanian, kesatuan pandangan hidup, dan kesatuan ideologi adalah sangat penting karena suatu bangsa yang ingin berdiri kukuh dan mengetahui ke arah mana tujuan bangsa itu ingin dicapai. Oleh karena itu, bangsa itu harus memiliki satu pandangan hidup, ideologi maupun satu asas kerohanian.

Di samping itu, bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang dengan sendirinya memiliki kebudayaan dan adat-istiadat yang berbeda-beda pula. Dengan adanya kesatuan asas kerohanian yang dimiliki, maka perbedaan itu harus dibina ke arah suatu kerja sama dalam memperoleh kebahagiaan bersama.

Jadi, letak fungsi dan kedudukan asas kerohanian Pancasila adalah sebagai asas persatuan, kesatuan, dan asas kerja sama bangsa Indonesia.
Pancasila lahir pada tanggal i Juni 1945 dari hasil perumusan yang dilakukan oleh tokoh perumusan Pancasila. Pancasila hadir di tengah kita semua sebagai pemersatu pandangan hidup masyarakat Indonesia yang bertujuan untuk menjaga dinamika di dalam masyarakat.

Kita bisa mengenal pandangan hidup sebagai ideologi. Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan definisi ideologi sebagai suatu kumpulan dari konsep bersistem yang dijadikan asas atau dasar pendapat atau kejadian yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup manusia.

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia, yang membentuk Indonesia menjadi negara yang memiliki konstitusi dan sukses kejar mimpi diakui banyak negara. Isi dari Pancasila itu sendiri yaitu lima butir sila yang menjadi asas dari kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu (ane) Ketuhanan yang Maha Esa, (ii) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, (iii) Persatuan Republic of indonesia, (four) Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, dan (five) Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Republic of indonesia.

Menerapkan Pancasila dalam menjalani kehidupan bermasyarakat merupakan salah satu kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia. Namun, masih banyak yang belum paham cara pengaplikasiannya. Yuk, kita bahas bersama. Sila Pertama: Ketuhanan yang Maha Esa Sila ini menjamin kebebasan beragama karena makna kemerdekaan beragama bagi bangsa Indonesia sangat besar. Oleh karena itu, pengaplikasian sila pertama adalah dengan: • Menghormati setiap agama/kepercayaan yang ada di Indonesia, menjaga toleransi.

• Menjalankan agama dengan tetap memperhatikan kondisi sekitar serta tidak mengganggu ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat. • Menjaga toleransi atau saling menghormati di antara umat beragama.

• Tidak memaksakan kehendak untuk menganut satu agama tertentu. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Sila kedua ini mewakili menjunjung tinggi kesetaraan hak dan kewajiban manusia, yang membutuhkan kepekaan terhadap situasi lingkungan sekitar dengan menerapkan sikap empati yang tinggi. Penerapan Pancasila sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab bisa kamu lakukan melalui hal-hal berikut: • Menghargai perbedaan di tengah masyarakat yang terdiri dari banyak suku, agama, ras dan adat istiadat (RAS).

• Dengan menghargai perbedaan tersebut, kita wajib untuk saling mencintai sesama manusia, mengembangkan sikap tenggang rasa dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. • Selalu menjaga adab atau kesopananan, budi pekerti di berbagai kondisi dan situasi. • Tidak melakukan diskriminasi atau membeda-bedakan perlakuan terhadap sesama warga negara sekalipun berbeda tingkat pendidikan, kondisi ekonomi dan lain sebagainya.

• Berani untuk menyampaikan kebenaran dan menegur orang lain jika melakukan perilaku yang tidak sesuai dengan adab dan etika kemanusiaan. • Menjaga keseimbangan dalam pelaksanaan hak dan kewajiban, jangan sampai hak dan kewajiban kita merugikan atau mencederai hak dan kewajiban orang lain. • Berpartisipasi di dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Sila Ketiga: Persatuan Republic of indonesia Persatuan rakyat Indonesia adalah sebuah kekuatan dasar yang dibutuhkan untuk mempertahankan keamanan dan pertahanan Republic of indonesia dari ancaman yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Penting bagi kita semua untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat dengan tidak mudah dipecah belah, apalagi lewat berita hoax yang marak disebar belakangan ini.

Jadi apa sih yang bisa kamu lakukan untuk menjaga persatuan Indonesia dan mengaplikasikan sila ketiga Pancasila? • Mengesampingkan opini pribadi dan mengutamakan segala kepentingan negara yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional Republic of indonesia. • Mengesampingkan segala perbedaan karena kita sadar bahwa kita bertanah air yang satu, Republic of indonesia.

• Mencintai dan mengonsumsi produk dalam negeri agar perekonomian di dalam negara menjadi lebih maju. • Berusaha untuk menghasilkan prestasi yang dapat membanggakan bangsa Indonesia baik di tingkat nasional maupun internasional.

jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia

• Meningkatkan kreativitas dan inovasi diri untuk memajukan bangsa Republic of indonesia. • Memperluas pergaulan dengan orang-orang baru dari berbagai daerah.

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan Sila keempat Pancasila ini mewakili semangat demokrasi yang menjadi bentuk pemerintahan Indonesia. Sila ini menginginkan segala kegiatan pemerintahan diperuntukkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Wujud pengaplikasian Pancasila sila keempat adalah sebagai berikut: • Ikut dalam pemilihan umum dengan menggunakan hak pilih atau mengajak orang lain untuk menggunakan hak pilihnya.

• Mencalonkan diri atau mengajukan seseorang untuk menjabat suatu jabatan tertentu sebagai salah satu perwujudan demokrasi, baik dalam sektor pemerintahan maupun dalam kehidupan sehari-hari. • Mengutamakan pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat untuk menyelesaikan setiap permasalahan dalam bermasyarakat. • Menghormati hasil musyawarah sekalipun bertentangan dengan pendapat kita. • Tidak melakukan paksaan pada orang lain agar menyetujui apa yang kita katakan atau lakukan.

Begitu juga sebaliknya, tidak ada yang bisa dan boleh memaksakan kehendaknya kepada kita. • Mengawasi dan memberikan saran serta pendapat terhadap penyelenggaraan kedaulatan rakyat yang dilakukan oleh pemerintah. Sila Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Pengamalan sila terakhir ini diwujudkan dengan mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan serta gotong royong, karena hal ini adalah ciri khas dari warga negara Republic of indonesia.

Adanya sila ini diharapkan bisa mewujudkan kondisi yang berkeadilan, yang merupakan mimpi semua orang. Apa saja yang bisa kamu lakukan untuk menerapkan sila kelima?

• Berusaha sebaik mungkin untuk membantu orang-orang yang sedang dilanda kesulitan. • Meningkatkan kepekaan sosial dengan mengadakan kegiataan kerelawanan yang bisa membantu sesama seperti bakti sosial, donor darah, mengajar, konser amal, dll.

• Bersikap adil dalam aktivitas apapun yang kita lakukan dan dengan siapapun kita berhubungan. • Tidak mengganggu orang lain dan menegur siapapun yang mengganggu ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat. • Menghargai karya atau hasil karsa cipta yang dimiliki orang lain dan yang kita hasilkan sendiri. • Berani memperjuangkan keadilan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain dalam membantu orang lain untuk memperjuangkan keadilan.

Yuk, kita amalkan sila Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari untuk menciptakan generasi muda Republic of indonesia yang peka, penuh sikap empati dan berjiwa sosial.

Mengamalkan Pancasila juga sangat penting sebagai dasar kita untuk bersikap dan bermasyarakat, sehingga kita bisa bersama-sama kejar mimpi menjaga keutuhan bangsa Republic of indonesia.

Mengamalkan Pancasila juga perlu didukung dengan pemahaman terhadap sosial dan lingkup kegiatan sosial. Gerakan sosial Kejar Mimpi dengan empat pilar fokusnya (Pendidikan, Lingkungan, Filantropi, Pembangunan Ekonomi Sosial), bisa menjadi wadah bagi kamu untuk berkontribusi secara konkrit dalam melakukan perubahan untuk Indonesia.

Yuk, bergabung sekarang di gerakan sosial Kejar Mimpi dengan mendaftar di website, atau gabung melalui media sosial Kejar Mimpi. Instagram Twitter Facebook YouTube oleh: Dr. Ali Taher Parasong, SH. MH. Secara teoritis, Pancasila merupakan falsafah negara (philosofische gronslag). Pancasila digunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara dan dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara.

Ada lima prinsip sebagai philosofische grondslag bagi Republic of indonesia, yaitu kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau peri-kemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial dan ketuhanan yang berbudaya. Dari sudut sejarah, Pancasila sebagai dasar negara pertama-tama diusulkan oleh Ir.Soekarno pada sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Republic of indonesia tanggal 1 Juni 1945, yaitu pada waktu membahas Pancasila sebagai dasar negara. Sejak saat itu pula Pancasila digunakan sebagai nama dari dasar falsafah negara dan pandangan hidup bangsa Republic of indonesia, meskipun untuk itu terdapat beberapa tata urut dan rumusan yang berbeda.

Pancasila sebagai dasar negara, hal ini berarti bahwa setiap tindakan rakyat dan Negara Indonesia harus sesuai dengan Pancasila. Secara historis, Pancasila diambil dari budaya bangsa Indonesia sendiri, sehingga mempunya fungsi dan peranan yang sangat luas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sejarah membuktikan pada 1 Oktober 1965, persatuan dan kesatuan segenap kekuatan yang setia kepada Pancasila mampu mematahkan pemberontakan G30S/PKI yang bertujuan mengubah Pancasila dan meninggalkan UUD 1945.

Peristiwa tersebut membuktikan usaha mengganti Pancasila dengan ideologi lain akan mendapat perlawanan rakyat Indonesia.[2] Nilai-nilai Pancasila bersifat universal, sehingga harus diinternalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk pembangunan hukum.

Dalam kaitannya dengan pembangunan, hukum mempunyai fungsi sebagai pemelihara ketertiban dan keamanan, sarana pembangunan, penegak keadilan dan pendidikan masyarakat. Pembentukan peraturan perundang-undangan sebagai bagian dari pembangunan hukum yang diarahkan untuk mencapai tujuan negara harus berpijak kepada nilai-nilai Pancasila.

Makalah ini akan membahas tentang negara hukum Pancasila dan nilai-nilai Pancasilan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan Negara Hukum Pancasila Negara hukum Pancasila mengandung lima asas, yaitu Pertama, asas Ketuhanan Yang Maha Esa.

Asas ini tercantum pada Pembukaan UUD 1945 alinea ke Iv, yaitu “… maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Republic of indonesia itu dalam suatu UUD Republic of indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.[3] Berdasarkan pernyataan ini, Indonesia merupakan negara yang ber-Tuhan, agama dijalankan dengan cara yang berkeadaban, hubungan antar umat beragama, kegiatan beribadahnya dan toleransi harus berdasarkan pada Ketuhanan.

Kebebasan beragama harus dilaksanakan berdasarkan pada tiga pilar, yaitu freedom (kebebasan), rule of police (aturan hukum) dantolerance (toleransi) Kedua, asas perikemanusiaan universal. Asas ini mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan, juga mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, ras, warna kulit, kedudukan sosial, dan lainnya.

Dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan perwujudan dari asas perikemanusiaan dalam hukum positif Indonesia dalam kehidupan sehari-hari hal ini terlihat pada lembaga-lembaga yang didirikan untuk menampung segala yang tidak seimbang dalam kehidupan sosial.[four] Ketiga, asas kebangsaan atau persatuan dalam kebhinekaan, yaitu setiap warga negara mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.

Asas ini menunjukkan, bahwa bangsa Indonesia bebas untuk menentukan nasibnya sendiri dan berdaulat, sehingga tidak membolehkan adanya campur tangan (intervensi) dari bangsa lain dalam hal mengenai urusan dalam negeri.[5] Keempat, asas demokrasi permusyawaratan atau kedaulatan rakyat. Penjelmaan dari asas ini dapat dilihat pada persetujuan dari rakyat atas pemerintah itu dapat ditunjukkan bahwa presiden tidak dapat menetapkan suatu peraturan pemerintah, tetapi terlebih dahulu adanya undang-undang artinya tanpa persetujuan rakyat Presiden tidak dapat menetapkan suatu peraturan pemerintah.[6] Kelima, asas keadilan sosial.[vii] Asas ini antara lain diwujudkan dalam pemberian jaminan sosial dan lembaga negara yang bergerak di bidang sosial yang menyelenggarakan masalah-masalah sosial dalam negara.

Pemikiran negara hukum Republic of indonesia, pada satu sisi berkiblat ke barat dan pada sisi lain mengacu nilai-nilai kultural Republic of indonesia asli. Pemikiran negara hukum inilah yang kemudian mendorong pengembangan model negara hukum versi Indonesia yaitu Negara hukum berdasarkan Pancasila. Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam menegakkan negara hukum.[8] Pancasila merupakan falsafah, dasar negara dan ideologi terbuka.

Pancasila menjadi sumber pencerahan, sumber inspirasi dan sebagai dasar menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa Republic of indonesia. Sesuai dengan pendapat Daniel S Lev, maka negara hukum Pancasila menjadi paham negara terbatas dimana kekuasaan politik resmi dikelilingi oleh hukum yang jelas dan penerimaannya akan mengubah kekuasaan menjadi wewenang yang ditentukan secara hukum.[9] Konsep negara hukum Indonesia dapat dikategorikan sebagai negara hukum formil dan materiil, karena selain menggunakan undang-undang juga menekankan adanya pemenuhan nilai-nilai hukum.[10] Pancasila dijadikan sebagai sumber dari segala sumber hukum.

Nilai-nilai Pancasila menjadi dasar dari setiap produk hukum. Konsep Negara hukum Pancasila itu harus mampu menjadi sarana dan tempat yang nyaman bagi kehidupan bangsa Indonesia. Negara hukum Indonesia merupakan perpaduan 3 (tiga) unsur yaitu Pancasila, hukum nasional dan tujuan Negara dimaksudkan sebagai pedoman dan dasar untuk jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia kehidupan berbangsa dan bernegara.[11] Negara hukum Pancasila memiliki beberapa nilai, yaitu keserasian hubungan antara pemerintah dan rakyat, hubungan fungsional yang proporsional antara kekuasaan-kekuasaan negara, prinsip penyelesaian sengketa secara musyawarah dan peradilan merupakan sarana terakhir jika musyawarah gagal.

Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila ditransformasikan dalam cita hukum serta asas-asas hukum, yang selanjutnya dirumuskan dalam konsep hukum nasional Indonesia dalam rangka mewujudkan nilai keadilan, melindungi segenap bangsa Republic of indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Negara hukum Pancasila mengandung sifat kolektif, personal dan religius. Implementasi dari sifat tersebut adalah keseimbangan, keselarasan, harmonis. Hukum negara merupakan nilai kemanusiaan agar harkat dan martabatnya terjaga dan hukum negara harus disesuaikan apabila mengganggu keselarasan kehidupan bersama.

Indonesia sebagai negara hukum dalam perspektif Pancasila mensyaratkan kesediaan segenap komponen bangsa untuk memupuk budaya musyawarah. Lintasan sejarah kehidupan manusia telah memberikan bukti -bukti empiris bahwa elalui musyawarah, suatu bangsa dapat meraih apapun yang dipandang terbaik bagi bangsanya.

Pada Sila keempat menyatakan bahwa kerakyatan dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Pernyataan ini secara eksplisit telah mengamatkan kepada bangsa Republic of indonesia agar jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia musyawarah. Dalam melaksanakan amanat tersebut, lembaga permusyawaratan dihidupkan pada semua jenjang/strata sosial dan negara. Lembaga permusyawaratan diberi wewenang untuk merumuskan hukum yang terbaik bagi komunitasnya dan penerapannya dalam bermusyawarah harus senantiasa memperhatikan prinsip-prinsip dan etika yang tercakup dalam Pancasila.

Konsep negara hukum Pancasila tidak bisa lepas dari konsep rechsstaat. Hal ini nampak dari pemikiran Soepomo ketika menulis Penjelasan UUD 1945. Negara hukum dipahami sebagai konsep Barat, sampai pada kesimpulan bahwa negara hukum adalah konsep mod yang tidak tumbuh dari dalam masyarakat Indonesia sendiri. Dalam pandangan Soepomo, ada dua cara pandang dalam melihat hubungan masyarakat, yaitu; pertama, cara pandang individualistik atau asas perseorangan, di mana perseorangan lebih diutamakan dibandingkan dengan organisasi atau masyarakat.

Pola pemikiran ini berkembang di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Kedua, cara pandang integralistik atau asas kekeluargaan, dimana masyarakat diutamakan dibandingkan dengan perseorangan. Dari kedua konsep ini, Indonesia cenderung lebih sesuai dengan yang kedua, yaitu konsep integralistik. Selaras dengan pandangan Soepomo, Muhammad Yamin menyatakan, ”Republik Indonesia adalah suatu negara hukum tempat keadilan yang tertulis berlaku, bukanlah negara polisi atau negara militer, tempat polisi dan prajurit memegang pemerintah dan keadilan, bukanlah pula negara kekuasaan (machsstaat) tempat tenaga senjata dan kekuatan badan melakukan sewenang-wenang”.[12] Pandangan para pendiri negara tersebut, menunjukkan ide rechtsstaat mempunyai pengaruh yang cukup besar dan di sisi lain ada kecenderungan nasional untuk merumuskan suatu konsep negara hukum yang khas Republic of indonesia.

Ide khas tersebut terlontar dalam gagasan yang disebut dengan negara hukum Pancasila jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia negara hukum berdasarkan Pancasila.

jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia

Konsep negara hukum Pancasila memiliki karakter tersendiri yang pada satu sisi ada kesamaan dan ada perbedaan dengan konsep negara hukum Barat baik rechtstaat dan rule of law.

Negara hukum Republic of indonesia agak berbeda dengan rechtsstaat atau the rule of law. Negara hukum Republic of indonesia, menghendaki adanya keserasian hubungan antara pemerintah dan rakyat yang mengedepankan asas kerukunan. Menurut Sunaryati Hartono, agar supaya tercipta suatu negara hukum yang membawa keadilan bagi seluruh rakyat yang bersangkutan, penegakan the dominion of law itu harus diartikan dalam artinya yang materiil.[13] Suatu negara hukum terdapat pembatasan kekuasaan negara terhadap perseorangan.

Negara tidak maha kuasa, tidak bertindak sewenang-wenang. Tindakan-tindakan negara terhadap warganya dibatasi oleh hukum.

Inilah apa yang oleh ahli hukum Inggris dikenal sebagai rule of law.

jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia

Negara hukum Pancasila di samping memiliki elemen-elemen yang sama dengan elemen negara hukum dalam rechtstaat mauapun dominion of police. Pada sisi lain, negara hukum Pancasila memiliki elemen-elemen yang spesifik yang menjadikan negara hukum Indonesia berbeda dengan konsep negara hukum yang dikenal secara umum.

Perbedaan itu terletak pada nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, tidak adanya pemisahan antara negara dan agama, prinsip musyawarah dalam pelaksanaan kekuasaan pemerintahan negara, prinsip keadilan sosial, kekeluargaan dan gotong royong serta hukum yang mengabdi pada keutuhan negara kesatuan Indonesia.[14] Nilai-Nilai Pancasila Dalam Peraturan Perundang-undangan Indonesia sebagai negara hukum, berarti segala aspek kehidupan dalam bidang kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan termasuk pemerintahan harus berdasar atas hukum yang sesuai dengan sistem hukum nasional.

jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia

Sistem hukum nasional merupakan hukum yang berlaku di Indonesia dengan semua elemennya yang saling menunjang satu dengan yang lain dalam rangka mengatasi permasalahan yang timbul dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pembangunan sistem hukum nasional diharapkan lahir produk hukum yang demokratis, yaitu tercapainya keadilan, ketertiban, keteraturan sebagai prasyarat untuk dapat memberikan perlindungan bagi rakyat dalam memperoleh keadilan dan ketenangan.

Dalam pembentukan sistem hukum nasional, termasuk peraturan perundang-undangan harus memperhatikan nilai negara yang terkandung dalam Pancasila, karena nilai tersebut merupakan harapan-harapan, keinginan dan keharusan. Nilai berarti sesuatu yang ideal, merupakan sesuatu yang dicita-citakan, diharapkan dan menjadi keharusan. Notonagoro, membagi nilai menjadi tiga macam, yaitu pertama, nilai materiil. Segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia atau kebutuhan cloth manusia. Kedua, nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan kegiatan atau aktivitas.

Ketiga, nilai kerokhanian yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Notonagoro berpendapat bahwa nilai-nilai Pancasila tergolong nilai-nilai kerokhanian yang mengakui adanya nilai material dan nilai vital.[15] Nilai yang terkandung dalam Pancasila bersifat universal, yang diperjuangkan oleh hampir semua bangsa-bangsa di dunia.

Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila memiliki daya tahan dan kemampuan untuk mengantisipasi perkembangan zaman.[xvi] Nilai-nilai yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 merupakan wujud cita hukum Indonesia, yaitu Pancasila.[17] one.

Nilai-Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan landasan spiritual, moral dan etik. Salah satu ciri pokok dalam negara hukum Pancasila ialah adanya jaminan terhadap kebebasan beragama (freedom of organized religion). Mochtar Kusumaatdja berpendapat, asas ketuhanan mengamanatkan bahwa tidak boleh ada produk hukum nasional yang bertentangan dengan agama atau menolak atau bermusuhan dengan agama.[18] Dalam proses penyusuan suatu peraturan perundang-undangan, nilai ketuhanan merupakan pertimbangan yang sifatnya permanem dan mutlak.

Dalam negara hukum Pancasila tidak boleh terjadi pemisahan antara agama dan negara, karena hal itu akan bertentangan dengan Pancasila. Kebebasan beragama dalam arti positif, ateisme tidak dibenarkan. Komunisme dilarang, asas kekeluargaan dan kerukunan. Terdapat dua nilai mendasar, yaitu pertama, kebebasan beragama harus mengacu pada makna yang positif sehingga pengingkaran terhadap Tuhan Yang Maha Esa tidak dibenarkan; kedua, ada hubungan yang erat antara agama dan negara.

Negara hukum Pancasila berpandangan bahwa manusia dilahirkan dalam hubungannya atau keberadaanya dengan Tuhan Yang Maha Esa.[19] Para pendiri negara menyadari bahwa negara Indoneia tidak terbentuk karena perjanjian melainkan atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas.

Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan prinsip pertama dari dasar negara Indonesia. Soekarno pada one Juni 1945, ketika berbicara mengenai dasar negara menyatakan: “Prinsip Ketuhanan!

Bukan saja bangsa Republic of indonesia ber-Tuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan. Tuhannya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa Al Masih, yang Islam menurut petunjuk Nabi Muhammad SAW orang Budha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. Tetapi marilah kita semuanya ber-Tuhan. Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan leluasa.

Segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan. Secara kebudayaan yakni dengan tiada “egoisme agama”. Dan hendaknya Negara Indonesia satu negara yang ber-Tuhan”. Pidato Soekarno tersebut merupakan rangkuman pernyataan dan pendapat dari para anggota BPUPKI dalam pemandangan umum mengenai dasar negara.

Para anggota BPUPKI berpendapat pentingnya dasar Ketuhanan ini menjadi dasar negara. Pendapat ini menunjukkan negara jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia Indonesia berbeda dengan konsep negara hukum Barat yang menganut hak asasi dan kebebasan untuk ber-Tuhan. Pada mulanya, sebagian para founding fathers menghendaki agar agama dipisahkan dengan negara. Pada tanggal 22 Juni 1945 disepakati mengenai Mukaddimah UUD atau yang disebut Piagam Dki jakarta.

Kesepakatan tersebut menyatakan dasar negara yang pertama adalah “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluk-pemeluknya”. Dalam perkembangannya Pembukaan UUD 1945 yang disahkan tanggal eighteen Agustus 1945, tidak mencantumkan tujuh kata yang ada dalam Piagam Jakarta, yaitu “dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluk-pemeluknya”.

jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia

Berdasarkan nilai Ketuhanan yang Maha Esa, maka negara hukum Pancasila melarang kebebasan untuk tidak beragama, kebebasan anti agama, menghina ajaran agama atau kitab-kitab yang menjadi sumber kepercayaan agama ataupun mengotori nama Tuhan. Elemen inilah yang menunjukkan salah satu elemen yang menandakan perbedaan pokok antara negara hukum Indonesia dengan hukum Barat.

Dalam pelaksanaan pemerintahan negara, pembentukan hukum, pelaksanaan pemerintahan serta peradilan, dasar ketuhanan dan ajaran serta nilai-nilai agama menjadi alat ukur untuk menentukan hukum yang baik atau hukum buruk bahkan untuk menentukan hukum yang konstitusional atau hukum yang tidak konstitusional. Nilai Ketuhanan yang maha Esa menunjukkan nilai bahwa negara mengakui dan melindungi kemajemukan agama di Indonesia.

Negara mendorong warganya untuk membangun negara dan bangsa berdasarkan nilai-nilai ketuhanan. Sila pertama dari Pancasila, secara jelas ditindaklanjuti Pasal 29 ayat (ane) UUD 1945 yang berbunyi negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Ketentuan ini menjadi dasar penghormatan dasar untuk memperkuat persatuan dan persaudaraan.

Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung nilai adanya pengakuan adanya kekuasaan di luar diri manusia yang menganugerahkan rahmat-Nya kepada bangsa Republic of indonesia, suatu nikmat yang luar biasa besarnya. Selain itu ada pengakuan bahwa ada hubungan dan kesatuan antara bumi Indonesia dengan Jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia Yang Maha Esa, pengakuan bahwa ada hubungan dan kesatuan antara bumi Indonesia dengan bangsa Indonesia dan adanya hubungan antara Tuhan manusia-bumi Republic of indonesia itu membawa konsekuensi pada pertanggung jawaban dalam pengaturan maupun pengelolaannya, tidak saja secara horizontal kepada bangsa dan Negara Indonesia, melainkan termasuk juga pertanggungjawaban vertikal kepada Tuhan Yang Maha Esa.

two. Nilai Kemanusiaan Nilai kemanusiaan jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia adil dan beradab menunjukkan bahwa manusia diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa.

Berdasarkan nilai tersebut, dikembangkan sikap saling mencintai sesama manusia, sikap tenggang rasa dan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. Berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan, maka Indonesia menentang segala macam bentuk eksploitasi, penindasan oleh satu bangsa terhadap bangsa lain, oleh satu golongan terhadap golongan lain, dan oleh manusia terhadap manusia lain, oleh penguasa terhadap rakyatnya.

Kemanusian yang adil dan beradab berarti menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian dan mengajarkan untuk menghormati harkat dan martabat manusia dan menjamin hak-hak asasi manusia. Nilai ini didasarkan pada kesadaran bahwa manusia adalah sederajat, maka bangsa Indonesia merasa dirinya bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkanlah sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa-bangsa lain.

Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, mengandung pemahaman hukum bahwa setiap warga Indonesia lebih mengutamakan prinsip manusia yang beradab dalam lingkup nilai keadilan.

Kemanusiaan yang beradab mengandung bahwa pembentukan hukum harus menunjukkan karakter dan ciri-ciri hukum dari manusia yang beradab. Hukum baik yang berupa peraturan perundang-undangan dan setiap putusan hukum harus sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Perlakuan terhadap manusia dalam Pancasila berarti menempatkan sekaligus memperlakukan setiap manusia Indonesia secara adil dan beradab. Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab membawa implikasi bahwa negara memperlakukan setiap warga negara atas dasar pengakuan dan harkat martabat manusia dan nilai kemanusiaan yang mengalir kepada martabatnya.[20] 3. Nilai Persatuan Sila Persatuan Indonesia mengandung nilai bahwa Republic of indonesia menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Persatuan Indonesia terkait dengan paham kebangsaan untuk mewujudkan tujuan nasional. Persatuan dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan bangsa.

Dalam pandangan Mochtar Kusumaatmadja, nilai kesatuan dan persatuan mengamanatkan bahwa hukum Indonesia harus merupakan hukum nasional yang berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia.[21] Bagi bangsa Indonesia yang majemuk, semangat persatuan yang bersumber pada Pancasila menentang praktik-praktik yang mengarah pada dominasi dan diskriminasi sosial, baik karena alasan perbedaan suku, asal-usul maupun agama.

Asas kesatuan dan persatuan selaras dengan kenyataan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman. Semangat persatuan Indonesia menentang segala bentuk separatisme dan memberikan tempat pada kemajemukan. Sila Persatuan Republic of indonesia, mengandung pemahaman hukum bahwa setiap peraturan hukum mulai undang-undang hingga putusan pengadilan harus mengacu pada terciptanya sebuah persatuan warga bangsa.

Dalam tataran empiris munculnya nilai baru berupa demokratisasi dalam bernegara melalui pemilihan langsung harus selaras dengan sila Persatuan Indonesia.

Otonomi daerah yang tampaknya lebih bernuansa negara federal harus tetap dalam bingkai negara kesatuan. Semangat untuk membelah wilayah melalui otonomi daerah tidak boleh mengalahkan semangat persatuan dan kesatuan wilayah. Persatuan Republic of indonesia merupakan implementasi nasionalisme, bukan chauvinisme daan bukan kebangsaan yang menyendiri.

Nasionalisme menuju pada kekeluargaan bangsa-bangsa, menuju persatuan dunia, menuju persaudaraan dunia. Nasionalisme dengan internasionalisme menjadi satu terminologi, yaitu sosio nasionalisme iv. Nilai-Nilai Kedaulatan Rakyat Nilai persatuan Republic of indonesia bersumber pada asas kedaulatan rakyat, serta menentang segala bentuk feodalisme, totaliter dan kediktatoran oleh mayoritas maupun minoritas.

Nilai persatuan Indonesia mengandung makna adanya usaha untuk bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Republic of indonesia. Nilai keadulatan rakyat menjadi dasar demokrasi di Indonesia.

Nilai ini menunjuk kepada pembatasan kekuasaan negara dengan partisipasi rakyat dalam pengambilan keputusan. Nilai-nilai demokratik mengandung tiga prinsip, yaitu pembatasan kekuasaan negara atas nama hak asasi manusia, keterwakilan politik dan kewarganegaraan. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, menunjukkan manusia Republic of indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Setiap warga negara dalam menggunakan hak-haknya harus menyadari perlunya selalu memperhatikan dan mengutamakan kepentingan negara dan kepentingan masyarakat.

Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan mendambakan terwujudnya masyarakat yang demokratis, maka gerakan massa yang terjadi harus dilakukan dengan cara-cara yang demokratis. Kedudukan hak dan kewajiban yang sama, tidak boleh ada satu kehendak yang dipaksakan kepada pihak lain. Sebelum mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan bersama terlebih dahulu diadakan musyawarah. Musyawarah untuk mencapai mufakat ini diliputi oleh semangat kekeluargaan, yang merupakan ciri khas bangsa Republic of indonesia.

Manusia Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi setiap hasil keputusan musyawarah, karena itu semua pihak yang bersangkutan menerima dan melaksanakan dengan itikad baik dan rasa tanggungjawab.

Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan.

Penyelenggaraan negara yang demokratis merupakan cita-cita dari negara modern. 5. Nilai Keadilan Sosial Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menunjukkan bahwa manusia Republic of indonesia jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam masyarakat Republic of indonesia.

Keadilan sosial memiliki unsur pemerataan, persamaan dan kebebasan yang bersifat komunal Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain. Nilai keadilan sosial mengamatkan bahwa semua warga negara mempunyai hak yang sama dan bahwa semua orang sama di hadapan hukum.

Dengan sikap yang demikian maka tidak ada usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain, juga untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan hidup bergaya mewah serta perbuatan-perbuatan lain yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. Demikian juga dipupuk sikap suka kerja keras dan sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Kesemuanya itu dilaksanakan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung nilai-nilai bahwa setiap peraturan hukum, baik undang-undang maupun putusan pengadilan mencerminkan semangat keadilan. Keadilan yang dimaksudkan adalah semangat keadilan sosial bukan keadilan yang berpusat pada semangat individu. Keadilan tersebut haruslah dapat dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, bukan oleh segelintir golongan tertentu.

Nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahiriah maupun batiniah.

Penegakan hukum dan keadilan ini ialah wujud kesejahteraan manusia lahir dan batin, sosial dan moral. Kesejahteraan rakyat lahir batin, terutama terjaminnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat, yaitu sandang, pangan, papan, rasa keamanan dan keadilan, serta kebebasan beragama/kepercayaan.

Cita-cita keadilan sosial ini harus diwujudkan berdasarkan UUD dan hukum perundangan yang berlaku dan ditegakkan secara melembaga berdasarkan UUD 1945.

Dalam pandangan Bagir Manan, kekuasaan kehakiman di Indonesia memiliki beberapa karakter yang harus dipahami oleh hakim sehingga dapat mewujudkan nilai keadilan sosial.[22] Peradilan berfungsi menerapkan hukum, menegakkan hukum dan menegakkan keadilan berdasarkan Pancasila. Pelaksanaan peradilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Peradilan dilakukan dengan sederhana, cepat dan biaya ringan; segala bentuk campur tangan dari luar kekuasaan kehakiman dilarang. Pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang, tidak ada seorangpun dapat dihadapkan di depan pengadilan selain daripada yang ditentukan baginya oleh undang-undang.

D. Kesimpulan Dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai negara hukum, pembentukan peraturan perundang-undangan harus dilaksanakan secara terpadu, terencana dan berkelanjutan dalam sistem hukum nasional untuk menjamin perlindungan hak kewajiban setiap warga negara.

Pancasila sebagai dasar mengatur pemerintahan negara dan dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara harus jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia diinternalisasi dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Dalam pembentukan peraturan perundang-undangan, Pancasila merupakan landasan filosofis yaitu pandangan hidup, kesadaran dan cita-cita hukum.

Negara hukum berkembang sangat dinamis, mengikuti perkembangan politik, ekonomi dan sosial Perkembangan negara hukum Indonesia mengarah pada penguatan unsur negara hukum. Pengembangan negara hukum Indonesia pada masa yang akan datang adalah negara hukum yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Nilai-nilai tersebut antara lain, ketuhanan yang maha Esa, keserasian hubungan antara pemerintah dan rakyat berdasarkan asas kerukunan, hubungan fungsional yang proporsional antara kekuasaan-kekuasaan negara, prinsip musyawarah mufakat dan peradilan menjadi sarana mewujudkan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Pengembangan negara hukum Indonesia pada masa yang akan datang harus lebih bersifat substansial, yaitu menjamin terwujudnya negara berdasar atas hukum dan perlindungan hak asasi manusia, menjamin terwujudnya kehidupan kenegaraan yang demokratis, mempercepat terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Republic of indonesia dan menjamin terwujudnya pemerintahan yang layak.

Dalam konteks pengembangan negara hukum yang demokratis perlu dilakukan penataan kelembagaan negara agar mampu mewujudkan tujuan bernegara,berdemokrasi dan hukum.

[one] Dahlan Thaib, Jazim Hamidi dan Ni’matul Huda, Teori Hukum dan Konstitusi, Jakarta: Rajawali Pers, 1999, hlm. 91. [2] A.A. Oka Mahendra, Kepemimpinan Nasional dan Dinamika Lembaga Perwakilan Rakyat, Denpasar: Manikgeni,1997, hlm.25.

[3] Yudi Latif, Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila, Jakarta: Kompas Gramedia, 2011, hlm. 67. [v]Ibid, hlm, 249. Asas kebangsaan tertuang pula dalam simbol atau lambang Negara Republik Indonesia, yaitu “Garuda Pancasila”(Pasal 36A), Bendera Kebangsaan, yaitu “Sang Saka Merah Putih” (Pasal 35), bahasa persatuan “Bahasa Republic of indonesia” (Pasal 36), lagu kebangsaan “Indonesia Raya” (Pasal 36B), dan lambang persatuan dan kesatuan “Bhineka Tunggal Ika” (Pasal36A) [eight] JE Sahetapy, Runtuhnya Etik Hukum, Dki jakarta: Kompas, 2009, hlm.

169. [ix] Daniel S Lev, Hukum dan Politik di Indonesia: Kesinambungan dan Perubahan, Jakarta:LP3ES, 1990, hlm.514. [10] Padmo Wahyono, “Konsep Yuridis Negara Hukum Republic of indonesia”, Makalah, Djakarta:1977,hlm.4. [11] J.H.A. Logeman, Over de theorie van een stelling staatsrecht, Leiden: Universitaire, 1948, dalam Makkatutu dan J.C Pangkerego, Tentang Teori Suatu Hukum Tata Negara Positif, Djakarta: Penerbit Ichtiar Baru, 1975, hlm.95.

[12] Mohammad Yamin, Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia, Jakarta:Djambatan, 1952, hlm.75. [13] Sunaryati Hartono, Pengertian Tentang Negara Hukum, Bandung: Alumni, 1973, hlm. 35. [xiv] Jimly Asshidiqie, Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia, Djakarta: Sinar Grafika, 2010, hlm.70.

jabarkanlah makna pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa indonesia

{INSERTKEYS} [xv] Lihat Kaelan, Pendidikan Pancasila, Yogyakarta:Paradigma, 2004, hlm.89. [16] Hendra Nurtjahyo, “Negara Hukum dan Konstitusi: Reaktualisasi Nilai-Nilai Ketuhanan Dalam Nomokrasi Pancasila”, Jurnal Hukum Panta Rei, Volume I, Nomor one, Desember 2007, hlm.87.

[17] Esmi Warasih, Pranata Hukum: Sebuah Telaah Sosiologis, Semarang:PT Suryandara, 2006, hlm.43. [xviii] Mochtar Kusumaatmadja, op cit, hlm.187.

[19] Tahir Azhary, Tahir Azhary, Negara Hukum Suatu Studi Tentang Prinsip-Prinsipnya Dilihat Dari Segi Hukum Islam, Implementasinya Pada Periode Negara Madinah dan Masa Kini. Jakarta : Bulan Bintang, 1992, hlm.96. [twenty] Ria Casmi Arrsa, “Rekonstruksi Paradigmatik Negara Hukum Pancasila Sebagai Sarana Mendorong Kemajuan Bangsa”, Makalah, 2010, hlm.39.

[21] Mochtar Kusumaatmadja, op cit, hlm.187. [22] Bagir Manan dan Kuntana Magnar, Beberapa Masalah Hukum Tata Negara, Bandung: Alumni, 1997, hlm. 45-53. Jabarkanlah Makna Pancasila Sebagai Asas Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Indonesia Source: https://lovelyristin.com/jabarkan-makna-pancasila-sebagai-asas-persatuan-dan-kesatuan-bangsa-indonesia Terbaru • Cara Membuat Pistol Mainan Dari Botol Bekas • Jurnal Tesis Aplikasi Recording Andriod Peternakan • Cara Menggendong Bayi 2 Bulan Dengan Selendang • Sistem Kemitraan Pada Perusahaan Peternakan Ruminansia • Cara Pasang Elcb 3 Phase Yang Benar • Cara Membuat Lamaran Kerja via Email Pdf Di Hp • Ketersediaan Air Dan Listrik Untuk Usaha Peternakan Menurut • Cara Membuat Kartu Undangan Dari Kertas Karton • Cara Membuat Pesawat Dari Stik Es Krim Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized{/INSERTKEYS}

MAKNA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA




2022 www.videocon.com