Jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai

jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai

Artikel ini menyoroti Mengapa Tegangan Sama Secara Paralel. Dalam setiap rangkaian gabungan paralel, penguatan tegangan pada baterai sama dengan masing-masing cabang. Oleh karena itu, kami mendapatkan penurunan tegangan yang sama di masing-masing resistor ini.

Mari kita coba pendekatan lain untuk memahami fenomena ini. Misalkan, kita memiliki ember dengan beberapa lubang di permukaan bawahnya. Beberapa pipa berukuran berbeda dipasang melalui lubang. Kami menempatkan wadah ini di bawah keran dan membuka keran. Ketika air mengisi wadah, ia mulai bocor melalui lubang-lubang. Kecepatan awal air ketika mulai jatuh melalui pipa, adalah sama untuk semua pipa. Demikian pula, dengan membandingkan contoh ini dengan tegangan, kita dapat mengatakan bahwa tegangan juga sama ketika koneksi paralel.

Cara jumlah air yang turun tergantung pada luas pipa, arus di cabang paralel tergantung pada nilai resistansi.

jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai

Baca lebih lanjut tentang Dapatkah tegangan menjadi negatif Apa itu rangkaian paralel? Menjelaskan hambatan arus dan ekivalen pada rangkaian paralel. Kami mendefinisikan rangkaian listrik paralel sebagai penghubung dua atau lebih cabang yang awalnya membagi arus, kemudian bergabung kembali.

Kita dapat membuat rangkaian secara seri, paralel atau kombinasi keduanya. Itu tegangan adalah sama di mana-mana di sirkuit paralel karena setiap komponen jalur terhubung langsung ke terminal baterai positif dan negatif.

Pada Gambar 1, kita dapat dengan jelas memahami bahwa titik A, C dan E adalah identik karena memiliki potensi yang sama. Demikian pula, titik B, D dan F juga memiliki potensi yang sama. Jadi beda potensial pada masing-masing cabang berikut adalah sama. Misalkan kita memiliki rangkaian listrik di mana tiga resistor R 1 R 2 Dan R 3 dihubungkan secara paralel seperti yang digambarkan pada gambar 2.

Tegangan suplai diambil sebagai V. Sekarang kita menganggap arus total sebagai I, dan arus cabang individu sebagai I 1, Saya 2 dan saya 3. Diketahui, V = Vr 1=Vr 2=Vr 3 dan arus melalui setiap resistor = V/ nilai resistor itu. Oleh karena itu, arus total Jika kita menganggap resistansi setara menjadi R, maka I=V/R Jadi, Atau, Karenanya, Dengan memanfaatkan persamaan ini, kita dapat lebih mengetahui arus cabang.

Dalam jaringan di atas, tiga resistor 45 ohm, 90 ohm dan 180 ohm disimpan secara paralel. Diketahui total arus yang mengalir melalui jaringan adalah 3.5 Amp. Tegangan suplai AV Volt disediakan. Sekarang, kita diharapkan untuk menghitung nilai V dan tiga arus cabang. Mari kita cari tahu resistansi ekivalen jaringan menggunakan rumus yang kita peroleh sebelumnya. Jadi, Oleh karena itu, V=IR = 25.7 x 3.5 = 90 Volt Sekarang, kita dapat dengan mudah mendapatkan arus cabang individu dengan membagi tegangan suplai dengan elemen resistor masing-masing.

I 1= V/R 1 = 90/45 = 2 ampere I 2= V/R 2 = 90/90 = 1 ampere I 3= V/R 3 = 90/180 = 0.5 ampere Apakah Tegangan Sama Dalam Parallel-FAQs Apa aplikasi tegangan paralel?

Salah satu keuntungan utama dari rangkaian paralel adalah mereka dapat beroperasi secara independen tanpa mengganggu seluruh rangkaian.

Jadi, jaringan ini sering terlihat di berbagai aplikasi. Beberapa aplikasi tegangan paralel termasuk- • ‌ Sistem distribusi rumah: Pengkabelan rumah selalu dilakukan dengan menggunakan sirkuit paralel.

Jadi, jika satu alat gagal, itu tidak membahayakan bagian lain. Seandainya pengkabelan ini dilakukan secara seri, bahkan korsleting sederhana akan menyebabkan gangguan pada seluruh koneksi. • Aksesoris mobil: Meskipun beberapa aksesoris mobil menggunakan sirkuit seri, lampu depan dan beberapa peralatan lainnya terhubung dalam sirkuit paralel.

• ‌ Sirkuit ponsel: Banyak area sirkuit ponsel memiliki konfigurasi paralel. IC daya memasok daya ke prosesor, memori, layar, sensor, dll. Menghasilkan rangkaian paralel yang besar. ‌ Mengapa tegangan pada rangkaian paralel sama tetapi tidak pada rangkaian seri? Jika kita mengamati rangkaian paralel dengan cermat, kita melihat bahwa terminal positif baterai terhubung ke semua terminal positif resistor.

Demikian pula, terminal negatif baterai dihubungkan ke semua terminal negatif resistor. Oleh karena itu, tidak ada kemungkinan penurunan tegangan ekstra yang dapat mengubah tegangan. Dalam jaringan seri, tegangan suplai dibagi setiap kali melewati resistor.

Jadi tegangan tidak bisa tidak sama untuk setiap komponen resistif. “File: Rangkaian Seri dan Paralel.jpg” by celana jeans kuning cerah dilisensikan dengan CC BY-SA 4.0 Apa pengaruh tegangan paralel? Tegangan menghasilkan aliran seragam pembawa muatan dalam suatu rangkaian. Tegangan tetap sama untuk setiap cabang yang dihubungkan secara paralel. Dalam jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai praktis, kita melihat bahwa bohlam yang terhubung secara paralel menunjukkan luminositas yang sama, sedangkan bohlam yang terhubung seri menunjukkan luminositas yang berbeda (tergantung pada nilai resistor).

Bagaimana tegangan total diukur dalam koneksi paralel? Tegangan total adalah agregat sederhana dari semua tegangan resistor individu yang mengambil bagian dalam kombinasi paralel. Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, kami dapat menemukan tegangan total hanya dengan menjumlahkan semua tegangan resistor tunggal. Misalnya, kami memiliki tiga resistor R 1, R 2 Dan R 3 bergabung paralel, dan tegangan masing-masing adalah Vr 1, Vr 2 dan Vr 3.

Jadi tegangan total seperti yang didefinisikan sebelumnya adalah, V total = Vr 1 + Vr 2 + Vr 3. Apakah tegangan konstan pada rangkaian paralel? The tegangan jatuh melalui setiap elemen resistif dalam rangkaian paralel adalah sama, tetapi tidak konstan.

Kata 'konstan' digunakan di tempat-tempat di mana kami bermaksud untuk menentukan nilai tetap. Tegangan tidak pernah merupakan kuantitas konstan dalam a Sirkuit Paralel. Hanya jumlah penurunan tegangan dalam resistor yang terhubung paralel adalah sama untuk tegangan suplai tertentu.

Kita dapat memahami ini dengan analogi sederhana lainnya; dua pohon di lapangan dapat memiliki ketinggian yang sama terhadap permukaan tanah, tetapi tingginya tidak dapat dikatakan konstan. Rilis Terbaru di Teknik Elektronika • Tegangan Ketuk Transformer: Apa, Mengapa, Bagaimana Menemukan Dan Fakta Rinci • Tap Transformer: Apa, Mengapa, Bagaimana Menemukan Dan Fakta Mendetail • Penurunan Tegangan Saluran: Apa, Mengapa, Bagaimana Dan Fakta Rinci • Multi Tap Transformer: Apa, Mengapa, Bekerja, Aplikasi, Fakta Rinci • Penurunan Tegangan Transformer: Apa, Mengapa, Bagaimana Menemukan Dan Fakta Rinci • Penurunan Tegangan Dioda: Apa, Mengapa, Bagaimana, Dan Fakta Rinci Tentang Kaushikee Banerjee Saya seorang penggemar elektronik dan saat ini mengabdikan diri pada bidang Elektronika dan Komunikasi.

Ketertarikan saya terletak pada eksplorasi teknologi mutakhir. Saya seorang pembelajar yang antusias dan saya bermain-main dengan elektronik open-source. ID LinkedIn- https://www.linkedin.com/in/kaushikee-banerjee-538321175 navigasi posting Pos terkait • Transformer: gambaran umum -- 4 penting .

• Hukum Induksi Faraday • Penguat Diferensial - Bekerja… • Pembalik Amplifier - Ini Sirkuit . • Pengantar penting untuk Operasional . • Deskripsi Lengkap non-pembalik .

• Analisis penting dari Penjumlahan… • Apa itu Log dan antilog… • Op-Amp sebagai Integrator dan Diferensiator… • Ikhtisar penting tentang Instrumentasi… • Cara membuat Pembanding… • Pembanding dan Osilator pemicu Schmitt… • Filter Akses Tinggi (hpf) -… • Definisi filter - Jenis umum .

• Apa itu Filter Akses Rendah… • Apa itu Active High Pass… • Apa itu Active Low Pass… • Filter Band Pass Aktif -… • Filter Penghenti Pita - Penting… • Potensiometer - Variabel Resistor -… • [ 22/03/2022 ] Cara Menghitung Biaya Listrik Perangkat Elektronik dan Listrik Teori Elektronika • [ 19/01/2022 ] Perbedaan TV LED dan TV OLED Perangkat Elektronika • [ 01/12/2021 ] Cara Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner dan sebaliknya Teori Elektronika • [ 14/11/2021 ] Menghitung Koefisien Korelasi dengan Menggunakan Microsoft Excel Ilmu Statistika • [ 11/11/2021 ] Pengertian DPI atau Dots per Inch (Titik Per Inci) Teori Elektronika Rangkaian Seri dan Paralel Baterai – Hampir semua peralatan Elektronika portable menggunakan Baterai sebagai sumber dayanya.

Untuk mendapatkan tegangan yang diinginkan, biasanya kita merangkai Baterai dalam bentuk Rangkaian Seri. Contoh Rangkaian Seri Baterai yang paling sering ditemukan adalah penggunaan Baterai dalam Lampu Senter dan Remote Control Televisi.

Biasanya kita akan menemui instruksi dari peralatan tersebut untuk memasukan 2 buah baterai atau lebih dengan arah Baterai yang ditentukan agar dapat menghidupkan peralatan yang bersangkutan. Rangkaian Baterai tersebut umumnya adalah Rangkaian Seri Baterai. Pada dasarnya, Baterai dapat dirangkai secara Seri maupun Paralel. Tetapi hasil Output dari kedua Rangkaian tersebut akan berbeda. Rangkaian Seri Baterai akan meningkatkan Tegangan (Voltage) Output Baterai sedangkan Current/Arus Listriknya (Ampere) akan tetap sama.

Hal ini Berbeda dengan Rangkaian Paralel Baterai yang akan meningkatkan Current/Arus Listrik (Ampere) tetapi Tegangan (Voltage) Outputnya akan tetap sama. Untuk lebih jelas, mari kita melihat Rangkaian Seri dan Paralel Baterai di bawah ini : Rangkaian Seri Baterai Dari Gambar Rangkaian Seri Baterai diatas, 4 buah baterai masing-masing menghasilkan Current atau kapasitas arus listrik (Ampere) yang sama seperti Arus Listrik pada 1 buah baterai, tetapi Tegangannya yang dihasilkan menjadi 4 kali lipat dari Tegangan 1 buah baterai.

Yang dimaksud dengan Tegangan dalam Elektronika adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam Rangkaian Listrik yang dinyatakan dengan satuan VOLT. Seperti yang digambarkan pada Rangkaian Seri Baterai diatas, 4 buah Baterai yang masing-masing bertegangan 1,5 Volt dan 1.000 miliampere per jam (mAh) akan menghasilkan 6 Volt Tegangan tetapi kapasitas arus Listriknya (Current) akan tetap yaitu 1.000 miliampere per jam (mAh). V tot = V bat1 +V bat2 + V bat3 + V bat4 V tot = 1,5V + 1,5V + 1,5V + 1,5V V tot = 6 V Rangkaian Seri Baterai : Meningkatkan Voltage Rangkaian Paralel Baterai Gambar yang kedua merupakan Rangkaian Paralel yang terdiri dari 4 buah Baterai.

Tegangan yang dihasilkan dari Rangkaian Paralel adalah sama yaitu 1,5 Volt tetapi Current atau kapasitas arus listrik yang dihasilkan adalah 4.000 mAH (miliampere per Jam) yaitu total dari semua kapasitas arus listrik pada Baterai. Itot = I bat1 +I bat2 + I bat3 + I bat4 Itot = 1.000mAh + 1.000mAh + 1.000mAh + 1.000mAh Itot = 4.000mAh Rangkaian Jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai Baterai : Meningkatkan Ampere Arti mAh pada Baterai Kapasitas sebuah Baterai biasanya diukur dengan satu mAh.

Jadi apa yang dimaksud dengan mAH ini ?

jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai

mAH adalah singkatan dari mili ampere Hour atau miliamper per Jam. Makin tinggi mAH-nya makin tinggi pula kapasitasnya. Pada dasarnya mAH (miliampere Hours) dalam Baterai menyatakan kemampuan Baterai dalam menyediakan energinya selama satu jam.

Contoh : Sebuah peralatan Elektronik yang digunakan memerlukan 100mA setiap jamnya. Jika kita memakai Baterai yang memiliki kapasitas 1.000mAH maka Baterai tersebut mampu menyediakan energi untuk peralatan Elektronik tersebut selama 10 Jam. Jika kita menghubungkan 4 buah Baterai 1.000mAH secara paralel yang dapat menghasilkan 4.000mAH maka gabungan paralel 4 buah Baterai ini akan mampu menyediakan energi kepada peralatan Elektronik tersebut selama 40 jam.
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=B8CVOqbKsUs Contoh Soal dan Pembahasan Listrik Arus Searah Materi Fisika kelas 1 SMA.

Khusus membahas tentang rangkaian listrik tertutup satu loop, dua loop, seri paralel dan campuran. Termasuk daya dan energi listrik. Soal No. 1 Rangkaian listrik berikut terdiri 3 buah hambatan dan satu buah baterai 24 Volt yang memiliki hambatan dalam 1 Ω. Lihat gambar dibawah dan tentukan: a) Kuat arus rangkaian b) Kuat arus pada R 1R 2 dan R 3 c) Beda potensial antara titik A dan B d) Beda potensial antara titik B dan C e) Beda potensial antara titik C dan D f) Beda potensial antara titik A dan C g) Beda potensial antara titik B dan D h) Beda potensial antara titik A dan D i) Beda potensial antara ujung -ujung baterai j) Daya pada hambatan R 1 k) Energi listrik yang diserap hambatan R 1 dalam 5 menit l) Daya rangkaian m) Energi rangkaian dalam 5 menit Pembahasan a) Kuat arus rangkaian listrikdinamis1a.gif" /> b) Kuat arus pada R 1R 2 dan R 3 Kuat arus yang melewati hambatan-hambatan yang dirangkai seri adalah sama.

listrikdinamis1b.gif" /> c) Beda potensial antara titik A dan B listrikdinamis1c.gif" /> d) Beda potensial antara titik B dan C listrikdinamis1d.gif" /> e) Beda potensial antara titik C dan D listrikdinamis1e.gif" /> f) Beda potensial antara titik A dan C listrikdinamis1f.gif" /> g) Beda potensial antara titik B dan D listrikdinamis1g.gif" /> h) Beda potensial antara titik A dan D listrikdinamis1h.gif" /> i) Beda potensial antara ujung-ujung baterai listrikdinamis1i.gif" /> j) Daya pada hambatan R 1 listrikdinamis1j.gif" /> k) Energi listrik yang diserap hambatan R 1 dalam 5 menit W = I 2Rt = (2,4) 2(2) (5x60) = 3456 joule l) Daya rangkaian P = I 2R = (2,4) 2(10) = 57,6 watt m) Energi rangkaian dalam 5 menit listrikdinamis1m.gif" /> Nonton Video POJOK MATERI : Listrik Dinamis Part 1 Nonton Video POJOK MATERI : Listrik Dinamis Part 2 Soal No.

2 Diberikan sebuah rangkaian listrik seperti gambar berikut Tentukan : a) Hambatan pengganti b) Kuat arus rangkaian c) Kuat arus yang melalui R 4 d) Kuat arus yang melalui R 1 e) Kuat arus yang melalui R 2 f) Kuat arus yang melalui R 3 g) Beda potensial ujung-ujung hambatan R 4 h) Beda potensial ujung-ujung R 1 i) Beda potensial ujung-ujung R 2 j) Daya yang diserap R 1 Video Rangkaian Listrik Sederhana Pembahasan a) Hambatan pengganti listrikdinamis2a.gif" /> b) Kuat arus rangkaian listrikdinamis2b.gif" /> c) Kuat arus yang melalui R 4 sama dengan kuat arus rangkaian listrikdinamis2c.gif" /> d) Kuat arus yang melalui R 1 listrikdinamis2d.gif" /> e) Kuat arus yang melalui R 2 listrikdinamis2e.gif" /> f) Kuat arus yang melalui R 3 listrikdinamis2f.gif" /> g) Beda potensial ujung-ujung hambatan R 4 V 4 = I 4R 4 = (1,2)(10) = 12 volt h) Beda potensial ujung-ujung R 1 V 1 = I 1R 1 = (0,6)(20) = 12 volt i) Beda potensial ujung-ujung R 2 sama dengan beda potensial pada ujung R 1 karena dirangkai parallel Video Rangkaian Listrik Seri da Paralel j) Daya yang diserap R 1 listrikdinamis2j.gif" /> Soal No.

3 Diketahui kuat arus yang melalui R 4 adalah 7,2 Ampere. Tentukan nilai tegangan sumber V Pembahasan Mencari kuat arus yang melalui hambatan R 1 dengan prinsip pembagian arus rangkaian paralel : listrikdinamis3a.gif" /> listrikdinamis3b.gif" /> Soal No. 4 Dua buah baterai dengan ggl masing-masing 3 volt dan hambatan dalam 0,5 Ω jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai seri.

jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai

listrik-dinamis-no-11a.png" /> Hambatan luar R = 1,5 Ω dirangkai seperti gambar. Tentukan besar kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian!

Pembahasan Dua buah bateri disusun seri. Ggl total dari bateri dan hambatan dalam penggantinya: E = 3 v + 3 v = 6 volt r = 0,5 Ω + 0,5 Ω = 1 Ω Rangkaian ekivalennya seperti berikut. listrik-dinamis-no-11b.png" /> Kuat arus yang mengalir pada rangkaian: I = 6 : (1 +1,5) I = 6 : 2,5 = 2,4 A Soal No. 5 Dua buah baterai dengan ggl masing-masing 3 volt dan hambatan dalam 0,5 Ω disusun paralel.

listrik-dinamis-no-12a.png" /> Hambatan luar R = 1,5 Ω dirangkai seperti gambar. Tentukan besar kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian! Pembahasan Dua buah bateri disusun paralel.

Ggl total dari baterai identik yang disusun paralel akan sama dengan ggl salah satu baterai: E = 3 volt Sementara itu hambatan dalam penggantinya: 1/r = 1/0,5 + 1/0,5 1/r = 2/0,5 r = 0,5 /2 = 0,25 Ω Rangkaian ekivalennya seperti berikut. listrik-dinamis-no-12b.png" /> Kuat arus yang mengalir pada rangkaian: I = 3 : (0,25 +1,5) I = 3 : 1,75 = 1,71 A Soal No. 6 Diberikan sebuah rangkaian yang terdiri dari dua buah loop dengan data sebagai berikut : E 1 = 6 volt E 2 = 9 volt E 3 = 12 volt Tentukan : a) Kuat arus yang melalui R 1R 2 dan R 3 b) Beda potensial antara titik B dan C c) Beda potensial antara titik B dan D d) Daya pada hambatan R 1 Pembahasan a) Kuat arus yang melalui R 1R 2 dan R 3 Langkah-langkah standar : - menentukan arah arus - menentukan arah loop - masukkan hukum kirchoff arus - masukkan hukum kirchoff tegangan - menyelesaikan persamaan yang ada Baca Juga: Apa itu Listrik Dinamis dan Apa Saja Contoh dan Rumusnya Contoh Soal Hukum Coulomb dan Cara Penyelesaiannya Misalkan arah arus dan arah loop seperti gambar berikut : Hukum Kirchoff Arus dan Tegangan : listrikdinamis4.gif" /> Loop 1 listrikdinamis4a1.gif" /> (Persamaan I) Loop II listrikdinamis4a2.gif" /> (Persamaan II) Gabungan persamaan I dan II : listrikdinamis4a3.gif" /> b) Beda potensial antara titik B dan C listrikdinamis4b.gif" /> c) Beda potensial antara titik B dan D listrikdinamis4c.gif" /> d) Daya pada hambatan R 1 listrikdinamis4d.gif" /> Soal No.

7 Perhatikan gambar berikut!

jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai

Tiga buah sumber tegangan dan tiga buah hambatan masing-masing Rx = Ry = Rz = 6 Ω. listrik-dinamis-no-5a.png" /> Tentukan: a) Tegangan antara titik A dan B b) Kuat arus yang melalui Ry Rangkaian Listrik Terbuka da Tertutup Pembahasan Tipe soal seperti nomor 6, akan digunakan cara yang berbeda.

Anggap rangkaian di atas jadi seperti ini: listrik-dinamis-no-5b.png" /> Jadi dari A ke B ada tiga jalan, lewat kiri, lewat tengah atau lewat kanan. a) Tegangan antara titik A dan B Langkah pertama cari total hambatan dalam rangkaian, R 1 adalah total hambatan di cabang 1 (kiri), R 2 untuk total hambatan cabang 2 (tengah) dan R 3 untuk total cabang 3 (kanan). listrik-dinamis-no-5e.png" /> Setelah ketemu R total, tinggal menentukan tegangan antara titik A dan B listrik-dinamis-no-5c.png" /> dengan E 1 adalah total tegangan sumber di cabang 1, E 2 di cabang 2 dan E 3 dicabang 3.

listrik-dinamis-no-5f.png" /> b) Kuat arus yang melalui Ry Tinjau cabang yang tengah saja, karena V AB telah dihitung tadi (dapat 12 volt), tinggal gabung dengan V AB dari rumus berikut: listrik-dinamis-no-5d.png" /> V AB diisi 12 volt, sehingga: listrik-dinamis-no-5g.png" /> Soal No. 8 Pada rangkaian listrik sederhana seperti pada gambar! listrik-dinamis.png" /> Besar kuat arus I1 adalah. A. 0,25 A B.

0,30 A C. 0,36 A D. 0,45 A E. 0,50 A UN Fisika 2009 P45 No. 27 Pembahasan Seperti nomor 7, bedanya ditengah tidak ada baterainya. Lupakan dulu arah panah arus I 1 pada soal, disini dianggap ke bawah dulu biar sama kerjanya dengan soal sebelumnya: listrik-dinamis-no-6a.png" /> Total hambatan: listrik-dinamis-no-6b.png" /> Beda potensial (tegangan) antara titik E dan B: listrik-dinamis-no-6c.png" /> Kuat arus I 1, lihat cabang kiri saja: listrik-dinamis-no-6d.png" /> Jika disesuaikan tanda panah pada soal, besar I 1 adalah 0,25 A.

Soal No. 9 Diberikan rangkaian listrik seperti gambar berikut! listrik-dinamis-no-7a.png" /> Kuat arus yang melalui hambatan 2 Ω sebesar. A. 2 A dari A ke B melalui hambatan 2 Ω B. 2 A dari B ke A melalui hambatan 2 Ω C. 3 A dari A ke B melalui hambatan 2 Ω D. 3 A dari B ke A melalui hambatan 2 Ω E. 4 A dari A ke B melalui hambatan 2 Ω Pembahasan Karena salah satu cabang ada yang memiliki "hanya" sumber tegangan saja (paling kanan, R = 0), maka V AB bisa langsung diambil V AB = 6 volt atau kalau dipakai rumus cukup dari listrik-dinamis-no-5d.png" /> V AB = 6 + I(0) = 6 volt Dari cabang paling kiri, untuk menentukan arusnya, misal arusnya I 1: listrik-dinamis-no-7b.png" /> Diperoleh listrik-dinamis-no-7c.png" /> Jadi besar arusnya 3 A, dari B ke A melalui hambatan 2 Ω.

Soal No. 10 Kuat arus listrik (I) pada rangkaian berikut besarnya. listrik-dinamis-no-8c.png" /> A. 12/2 A B. 13/3 A C. 14/4 A D. 15/5 A E. 16/6 A Pembahasan Rangkaian diatas merupakan bentuk lain dari susunan tiga resistor yang dirangkai secara paralel.

Hambatan penggantinya seperti biasa: listrik-dinamis-no-8a.png" /> Kuat arusnya: listrik-dinamis-no-8b.png" /> Soal No. 11 Perhatikan rangkaian di bawah ini Bila hambatan dalam sumber tegangan masing-masing 0,5 Ω besar kuat arus yang melalui rangkaian tersebut adalah. A. 0,5 A B. 1,5 A C. 1,8 A D.

4,5 A E. 5,4 A (UN Fisika 2011) Pembahasan Rangkaian listrik arus searah /DC sederhana dengan melibatkan beberapa hambatan dalam. Dengan hukum Kirchoff tegangan didapat: ΣE + ΣIR = 0 9 − 18 + I(2 + 3 + 0,5) = 0 6I = 9 I = 9/6 = 1,5 A Soal No.

12 Dari gambar jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai di samping besar kuat arus rangkaian adalah…. A. 3 A B. 4 A C. 6 A D.

8 A E. 12 A (UN Fisika 2013) Pembahasan Total sumber tegangannya 12 volt + 12 volt = 24 volt. Total hambatannya 2 Ω + 3 Ω + Ω = jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai Ω Jadi kuat arus rangkaiannya 24 volt : 8 Ω = 3 ASimak video pembelajaran Listrik Dinamis lengkap dengan Contoh Soal dan Pembahasannya!

Artikel Terkait • Kelistrikan Pada Sel Saraf Manusia • Gaya Gerak Listrik Induksi Diri (GGL Induksi Diri) Beserta Soal dan Pembahasan • Tegangan Listrik Adalah • Komponen Utama yang Bekerja pada Pembangkit Listrik Tenaga Air • Kunci Jawaban Tema 4 kelas 6 Sd, Gambarkan dan Jelaskan Proses Panel Listrik Tenaga Surya! • Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 6 Sd Penyebab Terputusnya Aliran Listrik Halaman 46-47 • Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 6 Sd Menyalurkan Energi Listrik Halaman 25 - 26 • Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 6 Sd Proses dihasilkannya Energi Listrik oleh Pembangkit Listrik Mikrohidro Halaman 7 • Listrik, Pengubah Wajah Dunia Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 6 Sd Halaman 3-4 • Rangkaian Listrik Part 1 -- Rangkaian Listrik Sederhana -- Go Royong With Agiv Rangkaian Listrik adalah sebuah jalur atau rangkaian sehingga elektron dapat mengalir dari sumber voltase atau arus listrik.

Proses perpindahan elektron inilah yang kita kenal sebagai listrik. Elektron dapat mengalir pada textile penghantar arus listrik yakni konduktor.

jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai

Oleh karena itu kabel yang dipakai pada rangkaian listrik karena kabel terbuat dari tembaga yang dapat menghantarkan arus listrik. Lampu adalah beban listrik dan sumber listrik berasal dari baterai. Listrik mengalir melalui kabel dan saklar berfungsi untuk memutus atau menyambungkan aliran listrik. Simbol universal untuk beban listrik adalah hambatan (resistor). Terdapat dua tipe rangkaian yaitu: rangkaian seri dan rangkaian paralel.

Rangkaian seri dan paralel dapat dikombinasikan sehingga menjadi rangkaian campuran. Rangkaian Seri Rangkaian seri merupakan rangkaian listrik yang hambatannya disusun secara bersebelahan/sejajar. Contohnya, rangkaian pada gambar berikut: Sumber gambar: ruangguru.com Pada rangkaian seri, kuat arus (I) akan mengalir dari sumber energi (baterai) yang ada dari satu hambatan ke hambatan lain melewati satu kabel.

Perhatikan, deh, gambar di atas. Lalu, bayangkan ada aliran listrik yang mengalir mulai dari baterai, menuju hambatan/resistor 1, ke hambatan 2, lalu berputar dan kembali ke baterai. Iya, anggap aja aliran listrik ini kayak aliran air gitu.

Setelah membayangkannya, kamu pasti jadi sadar kalau untuk arus listrik yang melewati hambatan 1, nilainya akan sama besar dengan arus yang melewati hambatan 2.

Karena alirannya tidak kemana-mana lagi. Nah, itu berarti, kuat arus total sama dengan kuat arus yang ada di hambatan 1, maupun hambatan 2. Secara matematis dapat ditulis menjadi: Di sisi lain, tegangan yang mengalir di hambatan 1, tidak sama dengan yang ada di hambatan ii.

Tetapi, apabila seluruh tegangan yang ada di hambatan pada rangkaian itu dijumlahkan, hasilnya akan sama dengan tegangan yang ada di sumber. Atau dengan kata lain; Sehingga, hambatan totalnya sama dengan jumlah dari seluruh hambatan yang ada di rangkaian itu. Ingat, ya, maksud dari tanda titik-titik (…) di rumus itu untuk menandakan kalau ada resistor lain.

Jadi, kalau resistor/hambatannya lebih dari ii, tinggal dilanjutin aja. Rangkaian Paralel Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang hambatannya disusun secara bertingkat/bercabang.Perhatikan gambar berikut Sumber gambar: ruangguru.com Nah,kelihatan nggak bedanya dengan rangkaian seri?

Sekarang, bayangkan ada aliran listrik yang berjalan dari baterai, berjalan ke arah ke arah bawah menuju hambatan one. Sesaat dia berada di persimpangan, si aliran listrik akan “memecah”.

jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai

Ada yang masuk ke resistor 1, ada juga yang berjalan ke resistor two. Itu artinya, kuat arus di kedua hambatan itu akan berbeda. Ya, karena terdapat “percabangan”, kuat arus listrik yang diterima oleh hambatan 1 dan hambatan 2 tidak akan sama. Alhasil, kuat arus sumber energinya akan sama dengan jumlah dari seluruh kuat arus semua hambatan.

Oleh karena itu, kita dapat menuliskannya menjadi: Di sisi lain, tegangan yang ada pada hambatan 1 dan hambatan ii akan bernilai sama besar. Maka, kita dapat menuliskannya menjadi: Lalu, bagaimana cara kita menghitung hambatan listrik untuk rangkaian paralel? Kalau kamu perhatikan, konsep antara seri dan paralel tadi terbalik. Maka, cara mencari hambatannya adalah sebagai berikut: Kelebihan dan Kekurangan Pada rangkaian seri, jika salah satu komponen rusak maka seluruh rangkaian akan ikut rusak.

Hal ini karena rangkaian seri hanya memiliki satu jalur listrik, jika terdapat gangguan maka listrik tidak dapat mengalir lagi. Berbeda dengan rangkaian paralel yang memiliki banyak cabang sehingga saat satu komponen rusak, maka komponen dalam jalur lainnya masih dapat berfungsi.

Kerusakan dalam rangkaian seri sulit dideteksi, karena kita harus mengecek satu persatu mana komponen yang rusak dan mana yang masih berfungsi. Sedangkan dalam rangkaian paralel, jika ada yang rusak kita hanya perlu memeriksa jalur yang rusak tersebut. Namun rangkaian paralel lebih mahal karena membutuhkan lebih banyak kabel konduktor untuk membuat jalur listrik. Tidak seperti rangkaian seri yang hanya membutuhkan satu kabel konduktor saja.

Nah, untuk mengecek kemampuan kita, coba kerjakan soal berikut deh. Ingat ya, kamu harus menghitung hambatan total di rangkaian paralelnya terlebih dahulu, setelah itu baru jumlahkan dengan hambatan yang ada di rangkaian seri. Contoh soal Perhatikan gambar berikut ini. Hitunglah arus yang mengalir pada rangkaian tersebut! Sumber gambar: cute766.info Pembahasan: Diket : R1 = ii ohm R2 = 2 ohm R3 = 2 ohm V = 3 V Jawab: Mencari R paralel Rp = 1 ohm Rtot = 2 + ane = jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai Ohm V = I ten R I = V/R I = one A Nah bagaimana, Sobat?

Rangkaian listrik tidak terlalu sulit, bukan? Kalian juga bisa mendapatkan materi lengkapnya di Belajar Pintar pada Aplikasi Aku Pintar. Sampai bertemu di pembahasan berikutnya! Writer: Fifa Editor: Deni Purbowati, Qorin Terbaru • Cara Melihat Nomor Hp Orang Di Messenger • Jenis Sarana Dan Peralatan Budidaya Ternak Kesayangan • Cara Mengukur Penggaris Dari 0 Atau 1 • Cara Membuat Pistol Mainan Dari Botol Bekas • Jurnal Tesis Aplikasi Recording Andriod Peternakan • Cara Menggendong Bayi 2 Bulan Dengan Selendang • Sistem Kemitraan Pada Perusahaan Peternakan Ruminansia • Cara Pasang Elcb 3 Phase Yang Benar • Cara Membuat Lamaran Kerja via Email Pdf Di Hp Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized
Hubungan seri dan paralel pada baterai : Berjumpa lagi ni sobat kali ini saya akan shering kembali, pembahasan tentang pengalaman saya sendiri tentang pemasangan solar sell, namun tidak semua akan di share disini cukup saya batasi pembahasan artikel ini sesuai judul pada awal paragrap ini.

Sebenarnya dah banget lama tidak mengupdate blog ini, rasanya sayang juga jika terbengkalai, ya… mungkin dah 1 bulanan lebih gitu… maklumlah sibuk dan yang pasti lebih banyak malasnya. Mudah mudahan update kali ini bermanfaat bagi sobat yang membutuhkan. Sesuai dengan judul diatas barangkali sobat pengunjung sudah pada tau tentang rangkaian seri dan paralel, jika belum mari saya jelaskan dulu dan penjelasan ini khusus bagi sobat yang belum tau aja yang sudah tau gak apa apa juga sih 🙂 baca baca aja.

Hubungan seri dan paralel pada baterai • Contoh Hubungan Seri Resistor Hubungan seri adalah gabungan dari beberapa komponen yang tersusun atau disusun secara sejajar. Fungsi rangkaian seri setiap komponen pasti berbeda beda, misalnya resistor, kapasitor maupun aki atau batrai. Sebagai contoh rangkaian seri jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai lihat gambar berikut ini.

Rangkaian tersebut hanya contoh saja tentang rangkaian seri dari tiga resistor yang dirangkai sejajar • Contoh Hubungan Paralel Resistor Hubungan paralel adalah gabungan dari beberapa komponen yang tersusun secara deret. Sama halnya dengan rangkaian seri maka rangkaian paralel juga mempunyai fungsi yang berbeda pada setiap komponen. Misalnya resistor, kapasitor maupun batrai.

Sebagai contoh rangkaian seri silakan lihat gambar berikut ini. Baca juga : Cara Menghitung Nilai Resistor Dengan Kode Warna Tentang apakah yang terjadi terhadap arus dan tegangan jika aki atau baterai bila di hubungkan seri atau paralel. Mungkin gambar berikut bisa membantu pemahaman sobat. Gambar pertama adalah 3 buah aki dengan ukuran tegangan yang sama sebesar 12 Volt / 70 Ampere di hubungkan secara seri dan dari ujung ke ujung diukur menggunakan AVOmeter dan terukur ± 36 V.

Ini menandakan bahwa jika baterai dihubungkan secara seri maka akan terjadi penambahan tegangan namun secara teori maka arus tetap.

Pada gambar dua ini baterai saya rangkai secara paralel dan setelah di ukur maka besar tegangan tetap yaitu ± 12 Volt.

Dengan demikian jika beberapa baterai (tegangan sama) dihubungkan secara paralel maka tegangan tidak akan bertambah. Namun perlu diketahui seberapa banyak baterai yang dihubungkan paralel yang bertambah adalah arus listrik dari beberapa baterai tersebut.

Kesimpulan dari hubungan seri dan paralel pada baterai adalah : • Jika yang di harapkan adalah penambahan besar tegangan baterai maka baterai harus di hubungkan secara seri. • Jika yang di harapkan penambahan arus dan tegangan tetap maka baterai harus dihubungkan secara paralel Demikian pembahasan yang singkat ini tentang hubungan seri dan paralel pada baterai mudah mudahan bermanfaat bagi sobat yang membutuhkan Gan mau nanya gan,, Seumpama batre di rangkai pararel karena yang di harapkan adalah kuat arus yang nambah tapi bagai mana hasilnya apabila amper masing2 batrai berbrda misal yg batre ke- 1= 10Ah, batre ke-2 = 7Ah dan batre ke-3 = 5Ah dengan masing masing tegangan batre 12V, Trimakasi gan Mohon pencerahannya mas saya ambil kutipan kesimpulan : 1.

jika yang di harapkan penambahan besar tegangan batrai maka batrai harus di hubungkan secara seri. 2.jika yg di harapkan penambahan arus dan tegangan tetap maka batrai harus di hubungkan secara paralel.

nah pertanyaan saya mas,bagaimana cara menyusun batrai jika yang di harapkan tegangan dan arus sama-sama besar??? Maaf baru ditanggapi, jika demikian jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai jumlah tegangan yang dirangkai paralel akan menjadi MENGECIL dari tegangan terbesar, namun jika diaplikasikan secara real maka cara memparalel dengan tegangan yang berbeda TIDAK DIPERBOLEHKAN karena akan berakibat fatal pada batrai terkecil karena dianggap sebagai beban yang akan di charger oleh batrai yang besar apalagi jika perbedaannya sangat jauh sekali (12 V dan 6 V)….

demikian semoga membantu
Saya memiliki catu daya komputer yang saya retas bersama sebagai catu daya cadangan. Untuk model khusus ini untuk menghidupkan, saya perlu beban minimum di +5V dan + 12V. "Mudah," pikirku, "aku hanya akan menghubungkan +5 dan +12 ke resistor kekuatanku!" Dan itu berhasil, tetapi kemudian saya mulai berpikir, apa artinya memiliki dua tegangan yang berbeda ini terhubung secara paralel?

Jika tegangannya sama, maka saya akan meningkatkan arus. Tetapi bagaimana dengan voltase yang berbeda? Juga, bagaimana jika saya menghubungkan seri +5 dan +12, dan kemudian memuatnya? Tegangan setara akan + 17V; apa yang akan menjadi perbedaan antara itu dan paralel? Atau apakah saya salah tentang hal ini; saya harus meletakkan resistor terpisah di setiap rel? Sepertinya saya bisa melakukan lebih baik dari itu. Pertama beberapa teori: Secara umum, catu daya PC tidak diharapkan untuk beroperasi dalam mode redundan (yaitu dengan output yang diikat bersama).

Dalam bahasa industri, fungsi ini disebut OR-ing ( bukan O-ring). Jika catu daya dirancang dengan mempertimbangkan ATAU, akan ada beberapa tambahan pada sirkuit: • Beberapa cara isolasi (dioda atau MOSFET) • Beberapa cara mempertahankan regulasi pada beban nol absolut (anti-rollback) • Beberapa cara menyeimbangkan beban (paksa atau terkulai) Faktor-faktor ini memungkinkan Anda untuk menyambungkan rel tegangan identik bersama-sama untuk memberikan arus beban di luar apa yang bisa dilakukan oleh pasokan tunggal, dan memungkinkan agar rel tetap naik (jika beban dapat dikirim oleh unit N-1) jika satu unit turun.

Ini juga memberi Anda beberapa ukuran perlindungan jika Anda secara tidak sengaja menghubungkan tegangan yang lebih tinggi ke tegangan yang lebih rendah. Juga, sebagian besar pengembalian catu daya PC semuanya terikat satu sama lain. Biasanya tidak ada output yang terisolasi (pengembalian independen) yang tersedia. Sekarang, konsekuensi praktis percobaan Anda: • Menghubungkan + 12V dan + 5V bersama-sama hanya "aman" jika ada beberapa cara OR-on pada + 5V yang dapat menahan +12 yang diterapkan padanya.

+ 5V tidak akan mengirimkan arus apa pun ke beban, karena akan diblokir oleh perangkat OR-ing. Kemungkinan besar Anda telah melakukan bias balik pada +5V dan menempatkan 12V pada beberapa kapasitor elektrolitik yang mungkin hanya diberi nilai 10V. • Menghubungkan seri + 12V dan + 5V hanya "aman" jika salah satu dari rel tersebut memiliki pengembalian yang independen.

Jika pengembaliannya umum, yang Anda lakukan adalah melakukan hubungan pendek pada rel yang ada di "bawah" (rel yang memiliki pengembalian terhubung ke sisi yang tinggi). Baterai! = Catu daya. Energi yang masuk ke baterai akan mengisinya. Energi yang masuk ke output catu daya biasanya menghisapnya. Tidak juga baik untuk menghubungkan baterai acak secara paralel (seperti yang ditunjukkan pada tautan pertanyaan asli), karena jika baterai tersebut belum memiliki tegangan dan kondisi pengisian yang sama (penuh), yang satu dapat mengisi baterai yang lain dengan arus yang tidak terbatas.

Contoh baterai & bola lampu tampaknya dimaksudkan untuk mengajarkan tentang tegangan, arus, dan resistansi, tetapi baterai bukanlah tegangan ideal atau sumber arus. Baterai isi ulang yang terhubung secara paralel tanpa harus dimusnahkan. Eksperimen lebih baik dilakukan dengan baterai sekali pakai yang murah (untuk menurunkan biaya) jika harus dilakukan sama sekali. — Matt B. Untuk menambah apa yang dikatakan Majenko, dalam konfigurasi seri tidak bekerja seperti yang Anda harapkan.

Itu karena kedua persediaan memiliki kesamaan. Seri hanya akan bekerja untuk membuat 17V keduanya mengambang secara independen, padahal sebenarnya tidak. Tidak dimungkinkan untuk menghubungkan dua persediaan dengan landasan bersama secara seri. Baik seri atau paralel, bagaimanapun juga adalah IDE SANGAT BURUK.

Menghubungkan dua catu daya dengan voltase berbeda secara bersamaan: Ada pertanyaan? Jika Anda menempatkan 5V dan 12V secara paralel, tegangan akan berada di antara tergantung pada resistansi internal masing-masing sumber.

Jika kedua sumber memiliki resistansi internal yang sama maka tegangan yang dihasilkan akan menjadi 8.5V. Ini akan berlaku untuk misalnya baterai atau sumber tegangan sederhana yang serupa. Dengan dua pasokan pensakelaran, seperti yang dicatat W5V0, tegangan yang jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai kemungkinan akan lebih tinggi dari keduanya, karena rel yang lebih rendah tidak dapat menenggelamkan arus (karena dioda) dan secara efektif akan melihat impedansi tinggi ke rel 12V.

Jadi semua yang harus terjadi (lihat di bawah) adalah rel yang lebih rendah akan naik ke potensi rel yang lebih tinggi. Ini bukan ide yang baik untuk menghubungkan dua rel suplai yang berbeda secara langsung karena masalah yang dapat disebabkan oleh sumber impedansi rendah yang saling berhadapan dan sirkuit rel yang lebih rendah mungkin tidak dinilai untuk menangani tegangan dari rel yang lebih tinggi.

Namun dalam kasus switchers kemungkinan tidak ada asap ajaib akan muncul karena ketidakmampuan untuk menenggelamkan arus yang disebutkan di atas. Namun ada kemungkinan bahwa dioda rel bawah tidak akan terlalu bias terbalik dan kapasitor mungkin tidak dinilai untuk tegangan yang lebih tinggi (pasti kemungkinan karena harga yang sangat kompetitif yang dituju oleh hal-hal ini - setiap sen membuat perbedaan) Jika sumber tegangan titik tengah diperlukan maka regulator semacam dapat digunakan untuk menyediakan sumber impedansi rendah.

jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai

Tautan yang Anda berikan adalah untuk menghubungkan baterai dengan tegangan yang sama, yang dapat dianggap sebagai sumber yang benar-benar terpisah. Rel di PSU Anda akan berbagi landasan yang sama (seperti dua baterai dengan terminal negatif yang terhubung bersamaan). Jika Anda mencoba dan menyambungkannya secara seri, maka secara efektif akan menyingkat salah satu rel ke ground yang tidak baik. Tidak terlalu jelas apa yang Anda coba lakukan dengan output tanpa skematis atau info lebih lanjut tentang apa voltase dan sistem kontrol (misalnya perlindungan, penyesuaian voltase / arus, dll) yang ingin Anda selesaikan.

jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai

Untuk beban minimum pada setiap rel, Anda hanya perlu menggunakan dua resistor terpisah ke ground. Saya mengacu pada apa yang dia inginkan / rencanakan untuk jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai dengan output persis. Misalnya apakah dia ingin + 5V dan + 12V terpisah, atau + 17V, atau yang lainnya. Bagian memuat minimum jelas, saya akan mengedit untuk mengklarifikasi.

Saya penggemar berat diagram kecil / skematis untuk hal-hal yang paling sederhana, karena gambar umumnya memperkuat / menyampaikan informasi dengan baik dalam situasi ini, terutama jika bahasa asli orang yang terlibat dalam bertanya / menjawab berbeda. — Oli Glaser Menyatukan dua catu daya dengan tegangan yang sama tidak akan menghasilkan distribusi arus yang baik. Menyatukan dua catu daya dari tegangan yang berbeda adalah ide yang bahkan lebih mengerikan.

Entah pasokan tegangan rendah mati (dan tidak berguna) atau tenggelam saat ini. Jika dirancang untuk menenggelamkan arus, itu akan mengurangi arus yang tersedia dari suplai tegangan yang lebih tinggi.

Jika tidak dirancang untuk menenggelamkan arus (dan sebagian besar tidak akan), sejumlah hal buruk dapat terjadi.Artikel Fisika kelas 12 akan membahas penjelasan mengenai rangkaian listrik. Khususnya perbedaan rangkaian seri dan paralel, baik rumus kuat arus, tegangan, dan hambatan, maupun kelebihan dan kekurangan keduanya. -- Hayo, siapa yang suka mainan lampu? Anak zaman sekarang, kalo udah ngomongin lampu hias, pasti langsung kebayang jenis lampu yang satu ini deh: lampu tumblr.

Entah kenapa juga dinamain kayak gitu. Apakah ada hubungannya sama nama media sosial yang udah diblokir itu? Lampu tumblr untuk menghias kamar (sumber: thenakedsoul.co) Selain bisa ngebuat kamar kita jadi hits jadi kayak kamar-kamar di Instagram, bersyukurlah karena lampu tersebut disusun dengan rangkaian seri. Hah? Maksudnya apa tuh rangkaian seri?

Begini. Bandingkan lampu-lampu tersebut dengan instalasi lampu yang ada di rumah kamu. Kalau kamu perhatikan, biasanya, instalasi lampu di rumah menerapkan sistem satu saklar untuk satu lampu. Artinya, lampu-lampu di rumah kamu disusun menggunakan rangkaian paralel. Sekarang bayangkan kalau kamu harus mematikan/menyalakan lampu tumblr semuanya satu per satu.

jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai

Bisa-bisa gempor tangan kita. Maka dari itu, kita perlu tahu perbedaan rangkaian seri dan paralel. Rangkaian Seri Rangkaian seri merupakan rangkaian listrik yang hambatannya disusun secara bersebelahan. Contohnya, rangkaian pada gambar berikut: Pada rangkaian seri, kuat arus (I) akan mengalir dari sumber energi (baterai) yang ada dari satu hambatan ke hambatan lain melewati satu kabel.

Perhatikan, deh, gambar di atas. Lalu, bayangkan ada aliran listrik yang mengalir mulai dari baterai, menuju hambatan/resistor 1, ke hambatan 2, lalu berputar dan kembali ke baterai. Iya, anggap aja aliran listrik ini kayak aliran air gitu. Setelah membayangkannya, kamu pasti jadi sadar kalau untuk arus listrik yang melewati hambatan 1, nilainya akan sama besar dengan arus yang melewati hambatan 2.

Kok gitu? Ya, kan, alirannya nggak mungkin ke mana-mana lagi. Baca juga: Apakah Teknologi Wakanda Dapat Ditemui di Dunia Nyata? Nah, itu berarti, kuat arus total sama dengan kuat arus yang ada di hambatan 1, maupun hambatan 2. Secara matematis dapat ditulis menjadi: I tot = I 1 = I 2 = I… Di sisi lain, tegangan yang mengalir di hambatan 1, tidak sama dengan yang ada di hambatan 2. Tetapi, apabila seluruh tegangan yang ada di hambatan pada rangkaian itu dijumlahkan, hasilnya akan sama dengan tegangan yang ada di sumber.

Atau dengan kata lain; V tot = V 1 + V 2 + V… Sehingga, hambatan totalnya sama dengan jumlah dari seluruh hambatan yang ada di rangkaian itu.

Ingat, ya, maksud dari tanda titik-titik (.) di rumus itu untuk menandakan kalau ada resistor lain. Jadi, kalau resistor/hambatannya lebih dari 2, tinggal dilanjutin aja. R tot = R 1 + R 2 + R… Rangkaian Paralel Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang hambatannya disusun secara bertingkat/bercabang.

Perhatikan gambar berikut: Nah, kelihatan nggak bedanya dengan rangkaian seri? Sekarang, bayangkan ada aliran listrik yang berjalan dari baterai, berjalan ke arah ke arah bawah menuju hambatan 1. Sesaat dia berada di persimpangan, si aliran listrik akan "memecah". Ada yang masuk ke resistor 1, ada juga yang berjalan ke resistor 2. Itu artinya, kuat arus di kedua hambatan itu akan berbeda.

Ya, karena terdapat “percabangan”, kuat arus listrik yang diterima oleh hambatan 1 dan hambatan 2 tidak akan sama. Alhasil, kuat arus sumber energinya akan sama dengan jumlah dari seluruh kuat arus semua hambatan. Oleh karena itu, kita dapat menuliskannya menjadi: I tot = I 1 + I 2 + I… Di sisi lain, tegangan yang ada pada hambatan 1 dan hambatan 2 akan bernilai sama besar. Maka, kita dapat menuliskannya jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai V tot = V 1 = V 2 = V… Lalu, bagaimana cara kita menghitung hambatan listrik untuk rangkaian paralel?

Kalau kamu perhatikan, konsep antara seri dan paralel tadi terbalik. Maka, cara mencari hambatannya adalah sebagai berikut: Nah, untuk mengecek kemampuan kita, coba kerjakan soal berikut deh. Ingat ya, kamu harus menghitung hambatan total di rangkaian paralelnya terlebih dahulu, setelah itu baru jumlahkan dengan hambatan yang ada di rangkaian seri.

Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel Setelah mengetahui rumus-rumus yang ada pada rangkaian seri dan paralel, sekarang kita coba ulas yuk. Kira-kira apa ya perbedaan kedua rangkaian listrik ini? Lalu, apa juga keuntungan dan kerugian jika kita menggunakan rangkaian listrik tersebut.

Secara penggunaan, kedua jenis rangkaian ini jelas berbeda.

jika dua baterai yang sama disusun paralel tegangan akan bernilai

Pada rangkaian seri, karena hambatannya disusun bersebelahan, artinya, apabila satu hambatan tersebut mati, maka hambatan lainnya juga akan ikut mati. Kamu pasti pernah tahu lampu LED yang biasa digantung dijadiin hiasan itu kan? Dengan menggunakan rangkaian seri, kita dengan memudah mematikan seluruh lampu dengan satu pencetan. Bayangkan kalau kita harus matiin semuanya satu per satu. Bisa-bisa kita ikut mati. Contoh lampu rangkaian seri (sumber: giphy.com) Di sisi lain, rangkaian paralel bisa kita temukan di instalasi lampu rumah kita sendiri.

Dengan memasang hambatan pada kabel yang bertingkat/cabang seperti di rangkaian paralel, kita bisa memisahkan saklar untuk masing-masing lampu. Coba kalau lampu di rumah kamu semuanya menggunakan rangkaian seri. Sekali pencet saklar, semua lampu di rumah nyala. Yang ada malah boros dan nggak efektif kan? Gimana, Squad.

Sekarang sudah tahu, kan, apa saja perbedaan rangkaian seri dan paralel? Baik dari segi rumus, maupun manfaatnya. Kalau kamu ingin mempelajari materi seperti ini dalam bentuk video, tonton aja lewat ruangbelajar!Selain dapat melihat video beranimasi menarik, kamu akan mendapat latihan soal dan rangkuman, lho!

CARA PARALEL baterai 18650 BEKAS LAPTOP




2022 www.videocon.com