Apakah puasanya sah jika belum mandi wajib

apakah puasanya sah jika belum mandi wajib

Halo Ma, di kesempatan kali ini aku mau menjawab pertanyaan yang masih sering ditanyakan yaitu perihal bolehkah puasa saat belum mandi wajib? Ternyata, masih banyak masyarakat yang menganggap jika mereka belum melaksanakan mandi wajib, puasanya dinilai tidak sah.

Dalam ajaran Islam, tidak ada ayat Al-Quran yang mewajibkan atau mensunnahkan mandi wajib sebelum bulan puasa. Maka, hukum mandi sebelum puasa Ramadan tidaklah wajib. Namun, akan wajib bila ada perkara tertentu yang membuat seseorang menjadi junub atau dalam keadaan hadas besar. Nyatanya, orang yang belum mandi wajib setelah berhadas besar, puasanya masih bisa berjalan. Adapun hukum mengenai jawaban dari bolehkah puasa saat belum mandi wajib. Dalam kitab Al- Mausuโ€™atul Fiqhiyyah dituliskan : โ€œOrang yang memiliki hadas apakah puasanya sah jika belum mandi wajib (hadats besar), sah melaksanakan puasa walaupun ia belum sempat mandi besar sampai pagi puasaโ€ selain itu, Siti Aisyah dan Ummu Salamah pernah mengatakan โ€œ Kami melihat Nabi Muhammad SAW pagi-pagi masih memiliki hadas junub yang bukan karena mimpi basah, lalu beliau mandi besar dan tetap melaksanakan puasa.โ€ Meskipun demikian, umat Muslim disarankan untuk segera melakukan mandi wajib setelah berhubungan intim di malam hari sebelum masuk waktu berpuasa tiba agar tidak meninggalkan salat subuh.

Nah itu tadi Ma thread tentang bolehkah puasa saat belum mandi wajib. Jakarta - Bolehkah makan sahurdan berpuasa sementara kondisi tubuh belum mandi wajib setelah berhubungan suami istri?

Ini penjelasannya. Ibadah puasa tidak hanya sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga menahan nawa nafsu lainnya. Salah satunya menahan untuk tidak berhubungan suami istri di siang hari. Hubungan suami istri baru boleh dilakukan saat malam hari setelah waktu berbuka puasa.

Setelah berhubungan suami istri diwajibkan untuk mandi junub atau mandi wajib untuk membersihkan diri. Hukum Makan Sahur dan Puasa tapi Belum Mandi Wajib Foto: iStock Jika tidak mandi junub, maka merekadilarang untuk beribadah termasuk berpuasa.

apakah puasanya sah jika belum mandi wajib

Lantas, bagaimana jika suami istri yang berhubungan di malam hari tertidur sehingga tak sempat mandi wajib hingga menjelang sahur dan Subuh? Apakah puasanya tetap sah?

Jawabannya adalah iya. Hal tersebut diterangkan lewat hadist yang diriwayatkan dari Ummu Salahmah RA yang berkata, "Nabi Nabi SAW pernah mandi junub saat memasuki waktu subuh dan beliau tidak meng-qadha (puasa pada hari tersebut)," (HR Muslim) Dapat disimpulkan bahwa mandi wajib setelah masuk waktu subuh tidak memengaruhi sah atau tidaknya ibadah puasa. Sebab, mandi wajib lebih terkait dengan pensucian diri sebelum solat.

Hukum Makan Sahur dan Puasa tapi Belum Mandi Wajib Foto: iStock Sementara puasa Ramadhan dalilnya lebih menekankan pada larangan berhubungan badan di siang hari. Hal ini juga dijelaskan lewat hadist yang diriwayatkan oleh Imam Malik dan AL-Muwathatha'. Dari Aisyah RA : "Seorang lelaki bertanya 'Wahai Rosulullah, aku masih junub ketika masuk waktu subuh, padahal aku ingin berpuasa', kemudian Nabi Muhammad bersabda, 'Aku juga pernah pada subuh tengah junub, aku pun mandi dan berpuasa,".

Jadi, orang yang belum mandi junub diperbolehkan makan sahur terlebih dahulu. Baru ketika memasuki waktu subuh, mereka mandi dan sholat Subuh. Dengan begitu ibadah puasa masih sah dilakukan.

Hukum Makan Sahur dan Puasa tapi Belum Mandi Wajib Foto: iStock Namun, akan lebih baik bagi merekayang menyegerakan mandi junub sebelum memasuki waktu Subuh. Seperti yang disampaikan oleh Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam kitab Ibanatul Ahkam. "Orang yang berpuasa boleh menunda mandi junub hingga waktu setelah fajar terbit. Tetapi yang lebih utama adalah ia menyegerakan mandi wajib sebelum terbit fajar atau sebelum Subuh," seperti yang dikutip dari NU Online.

Baca Juga : Hukum Mencicipi Makanan Saat Memasak Hidangan untuk Buka Puasa Simak Video " Onde-onde Bo Liem Khas Mojokerto yang Jadi Incaran Pemudik" [Gambas:Video 20detik] (raf/odi)
Kasus yang sering terjadi adalah, mereka dalam kondisi junub pada malam hari dan ketiduran tak sempat sahur, karena baru apakah puasanya sah jika belum mandi wajib sesudah masuk waktu Subuh. Karena ketidaktahuan mengenai hukumnya, banyak dari mereka yang junub akhirnya tak mau berpuasa.

apakah puasanya sah jika belum mandi wajib

Baca Juga: Apakah puasanya sah jika belum mandi wajib Corona DIY Terus Bertambah, TRC BPBD: Pakai APD Itu Panas Tahu! Tak seperti salat atau tawaf, dalam berpuasa, suci dari hadas bukanlah syarat sah. Karenanya, orang yang junub dan belum mandi sampai waktu Subuh, tidaklah memengaruhi puasanya. Dalil pokok masalah ini adalah hadis dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu โ€˜anhuma: โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya.

Kemudian, beliau mandi dan berpuasa.โ€ (HR. Bukhari 1926 dan Turmudzi 779). Update Terbaru: Hukum Mandi Junub Usai Adzan Subuh Saat Ramadhan, Puasa Tetap Sah? Pada dasarnya, dalam Islam, hubungan badan suami-istri bernilai sedekah. Diriwayatkan oleh Abu Dzar al-Ghifari, ada sahabat yang bertanya, apakah hubungan badan berpahala. Nabi Muhammad saw. menjawab, "Apakah kalian tahu, jika dia menyalurkan syahwatnya di tempat haram, di dalamnya ada dosa? Demikian halnya jika dia menyalurkan di tempat halal, ada pahala.โ€ (H.R.

Muslim) Ketika Ramadan tiba, umat Islam yang sudah berumur, berakal sehat, dan tidak memiliki halangan, diwajibkan untuk berpuasa. Sejak fajar terbit hingga matahari terbenam, seorang muslim dilarang melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, termasuk hubungan badan.

Namun, ketika malam, hubungan suami-istri dapat dilakukan selama Ramadan. Baca juga: Hukum Bersetubuh pada Bulan Puasa Ramadhan: Boleh atau Tidak? Permasalahan akan muncul, ketika suami-istri tersebut tidak langsung mandi junub setelah berhubungan, kemudian terbangun menjelang azan subuh, sehingga tidak sempat membersihkan diri dari hadas besarnya itu. Dalam hal ini, puasa orang tersebut tetap sah. Landasannya adalah kisah Aisyah dan Ummu Salamah, dua istri Nabi Muhammad saw., keduanya mengatakan "Rasulullah pernah berhadas besar (junub) pada waktu subuh di bulan Ramadan karena malamnya bersetubuh, bukan karena mimpi, lalu beliau berpuasa tanpa mandi sebelum fajar" (H.R Muslim).

Selain itu, jumhur ulama juga berpendapat bahwa suci dari hadas besar (dalam konteks ini junub) bukanlah syarat sah puasa. Hardi Adi Apakah puasanya sah jika belum mandi wajib dalam Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan bagi Orang yang Junub Menurut Pandangan Imam Syafi'i (2019: 30-31) menuliskan, orang mimpi basah pada malam hari bulan Ramadan sebelum masuk waktu fajar, kemudian tersadar dalam kondisi berhadas besar karena mimpi, maka ia tidak wajib mengqada puasa.

Demikian pula dengan pasangan suami istri yang berjimak pada malam hari sebelumnya, tetap sah untuk berpuasa, walaupun belum mandi hadas besar ketika tiba waktu subuh. Sebagai catatan, hadas besar di atas hanya berlaku untuk keadaan junub, bukan hadas besar seperti haid dan nifas.

Pasalnya, haid dan nifas tersebut adalah keadaan berhadas besar yang tidak boleh melakukan ibadah mahdhah seperti salat, haji, dan juga puasa. Baca juga: Hukum Puasa Ramadhan Bagi Orang Sangat Tua & Cara Bayar Fidyah Hukum Puasa Sebelum Mandi Junub Mandi junub hukumnya wajib dilakukan oleh suami-istri setelah berhubungan badan.

Namun, ketika air terlalu dingin atau karena sebab lain, suami-istri dapat menunda mandi junub sampai waktu fajar. Dua ahli fikih dari Madzhab Maliki, Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam kitab Ibanatul Ahkam (1996: jilid 2, hlm.

313) menyatakan, kendati dibolehkan menunda janabah, lebih utama untuk menyegerakan mandi wajib sebelum terbit fajar atau sebelum subuh. Yang terpenting, penundaan mandi junub ini tidak lantas berkelanjutan hingga waktu subuh selesai,
Mohon kepada tuan yang terhormat memberi saya fatwa terkait perkara saya yang sudah saya tanyakan kepada banyak orang, tapi belum mendapatkan jawaban.

Sehingga saya hidup dalam keadaan risau selalu. Saat saya berusia 12 tahun saya melakukan masturbasi dan ketika itu saya tidak tahu maknanya. Baru pada usia 14 tahun saya baru tahu bahwa itu adalah perbuatan buruk. Akan tetapi saya belum mengetahui hukumnya, yang saya ketahui hanya bahwa perbuatan tersebut berbahaya dan bahwa dia dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Ketika itu saya belum shalat. Saya hanya puasa tanpa shalat. Pada usia 15 tahun saya mulai shalat dan puasa dan tidak mendengarkan nyanyian. Akan tetapi, saya tetap melakukan masturbasi. Saya masih tetap belum mengetahui hukumnya.

Jika aku melakukannya, aku tidak mandi, tapi aku shalat sesudahnya dan berpuasa.Dan aku sempat melakukannya di siang hari bulan Ramadan sebanyak dua kali tanpa aku ketahui hukumnya. Pada usia 18 tahun aku membaca buku bahwa dia perbuatan haram dan wajib mandi sesudahnya. Akan tetapi aku belum dapat bertaubat darinya dan terus melakukannya hingga menikah. Sekarang saya sudah menikah mantap bertaubat sejak usia 27 tahun. Pertanyaannya, apa hukum dari perbuatan yang pernah saya lakukan?

Bagaimana shalat dan puasa saya? Bagaimana ketentuan dua hari bulan Ramadan yang saya melakukan masturbasi di dalamnya, apakah terkena kafarat?

Alhamdulillah. Pertama: Masturbasi atau onani diharamkan berdasarkan dalil-dalil yang telah kami jelaskan pada jawaban soal no.

329. Jika ketika itu keluar mani, maka dia wajib mandi. Dalam perbuatan masturbasi tidak terdapat kafarat. Akan tetapi wajib taubat apakah puasanya sah jika belum mandi wajib. Yaitu meninggalkannya sama sekali, menyesalinya dan bertekad untuk tidak mengulangi lagi. Kedua: Jika saat anda masturbasi diiringi dengan keluar mani, maka ketika itu puasa anda batal, dan tidak sah shalat ketika itu sebelum mandi junub. Namun jika ketika itu tidak keluar mani, maka puasa dan shalat anda sah.

Ketiga: Siapa yang melakukan masturbasi dan dia tidak mengetahui bahwa wajib mandi darinya dan bahwa dia membatalkan puasa, apakah wajib baginya mengqadha shalat dan puasanya? Dalam masalahini terdapat perbedaan di antara para ulama. Jumhur ulama berpendapat wajib mengqadha, sedangkan sebagian ulama menyatakan tidak wajib. Lihat jawaban soal no. 50017. Yang lebih hati-hati adalah anda mengqadha puasa dua hari jika ketika itu keluar mani.

Sedangkan shalat, hendaknya anda memperbanyak shalat sunah dan amal saleh lainnya, kami berpendapat tidak diwajibkan qadha. Keempat: Hendaknya anda mengetahui tanda-tanda baligh. Bagi wanita baligh dapat terjadi pada usia dibawah 15 tahun, apabila dia telah haidh atau tampak baginya tanda-tanda baligh yang lain. Lihat jawaban soal no.

20475 dan no.

apakah puasanya sah jika belum mandi wajib

21246. Apa yang anda alami menguatkan pentingnya menuntut ilmu syar'i. Ini adalah perkara yang sangat mudah pada masa kini. Alhamdulillah. Kita mohon taufiq dan keteguhan kepada Allah Ta'ala Wallahua'lam.
Foto Kredit: zeny.cz Hukum Mandi Junub Selepas Terbit Fajar Dalam Bulan Ramadhan Soalan Apakah hukum mandi junub selepas terbit fajar dalam bulan ramadhan?

Jawapan Kami bahagikan di sini pandangan ulama berkenaan hukum mandi dan status puasa bagi orang yang berjunub sehingga terbit fajar. Hukum mandi junub selepas terbit fajar pada bulan Ramadhan disebabkan persetubuhan pada malam hari atau sebelum waktu fajar adalah diharuskan dan ianya tidak membatalkan puasa. Dan tidak ada halangan untuk orang yang berjunub untuk melewatkan mandi junub sehingga terbitnya fajar. Ini berdasarkan dalil hadis daripada Aisyah dan Ummu Salamah R.Anhuma, bahawa Nabi SAW bersabda: ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุฏู’ุฑููƒูู‡ู ุงู„ููŽุฌู’ุฑู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฌูู†ูุจูŒ ู…ูู†ู’ ุฃู‡ู’ู„ูู‡ูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุบู’ุชูŽุณูู„ู ูˆูŽูŠูŽุตููˆู…ู Maksudnya: โ€œAdalah Rasulullah SAW pernah mendapati fajar telah terbit dan ketika itu beliau dalam keadaan junub setelah bercampur dengan isterinya.

Kemudian beliau mandi dan berpuasa.โ€ Riwayat al-Bukhari (1927) dan Muslim (1106). Hadis ini ialah hadis Muttafaq โ€˜alaih. Dan hadis Abdurrahman bertanya kepada Aisyah dan Ummu Salamah berkenaan dengan mandi junud selepas waktu fajar, maka Aisyah dan Ummu Salamah berkata: ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูุตู’ุจูุญู ุฌูู†ูุจู‹ุง ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุญูู„ูู…ูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู Maksudnya: โ€œAdalah Nabi SAW dalam keadaan berjunub disebabkan selain dari mimpi, kemudian baginda meneruskan puasanya.โ€ Riwayat al-Bukhari (1825) dan Muslim (1109) Mantan Syeikhul Azhar, almarhum Syeikh Dr Abdul Halim Mahmud menyebut dalam kitab Fatwa Abdul Halim Mahmud menyebut: โ€œSesungguhnya mandi junub pada siang hari ramadhan adalah harus dan tidak ada halangan padanya, akan tetapi boleh menjadi wajib jika sekiranya ianya membawa kepada melewatkan solat subuh dan luputnya waktu solat.โ€ Dalam kitab al-Mausuโ€™ah al-Fiqhiyyah menyebut: โ€œSesiapa yang berjunub pada malam hari, kemudian dia berpuasa, maka puasanya sah, dan tidak ada qadha puasa ke atasnya.

Inilah pendapat yang jumhur. Apakah puasanya sah jika belum mandi wajib berdasarkan hadis Aisyah dan Ummu Salamah tersebut.

Imam al-Syaukani berkata: โ€œInilah pandangan jumhur, dan Imam Nawawi menetapkan bahawa perkara ini telah diputuskan secara ijmaโ€™. Dan Imam Ibn Daqiq al-โ€˜Id berkata: โ€œPerkara ini (iaitu sahnya puasa orang yang berjunub pada malam hari) telah menjadi ijmaโ€™ atau seperti ijmaโ€™.โ€ โ€“ Lihat al-Mausuโ€™ah al-Fiqhiyyah (28/63). Dalam al-Muโ€™tamad fi al-Fiqh al-Syafiemenyebut: โ€œSekiranya bersetubuh sebelum fajar, maka mengeluarkan (berhenti setubuh) bersamaan dengan waktu terbitnya fajar, dan keluar mani, tidak membatalkan puasanya.โ€ โ€“ Lihat al-Muโ€™tamad fi al-Fiqh al-Syafie (2/184).

Imam al-Nawawi dalam mensyarahkan hadis ini dalam Syarh Sahih Muslim menyebut: โ€œYang afdhal adalah melakukan mandi junub sebelum fajar.โ€ โ€“ Lihat Syarh Sahih Muslim(3/165). Jelaslah daripada hadis di atas bahawa sahlah puasanya dan tidak batal puasanya kerana berpuasa dalam keadaan berjunub mahupun kerana mandi wajib selepas subuh. Ini pendapat majoriti ulama. Berdasarkan nas-nas dan dalil-dalil serta padangan ulama, maka hukum mandi junub selepas terbit fajar adalah harus di sisi mazhab Syafie dan jumhur ulama.

Begitu juga hendaklah diteruskan berpuasa kerana ianya sama sekali tidak membatalkan puasa sepertimana yang dinaskan oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka. Semoga dengan pencerahan ini kita akan dikurniakan oleh Allah SWT kefahaman dan pengamalan agama yang sempurna dan menepati ajaran agama. Amiin. *Sumber: Laman Rasmi Pejabat Mufti Wilayah Persekutuan Hukum Mandi Wajib Selepas Subuh Bagi Wanita Yang Haid & Nifas Menurut penjelasan dalam laman web JAKIM, mandi hadas tidak termasuk dalam syarat sah puasa.

Sebagai makluman, di bawah ini adalah syarat sah puasa; i) Islam ii) Baligh iii) Suci daripada haid dan nifas iv) Dalam waktu yang dibolehkan berpuasa. Justeru itu, bagi perempuan yang datang haid atau nifas, maka tidak sah puasa mereka pada hari datangnya haid atau nifas.

Sekiranya haid atau nifas datang pada waktu siang hari, maka batallah puasanya pada hari itu. Namun jika dia bersih daripada haid atau nifas di malam hari, wajib ke atasnya berpuasa keesokannya, sekalipun dia belum sempat mandi hadas (mandi wajib). Kesimpulannya sah puasa walaupun mandi wajib dilakukan selepas waktu subuh.

Wallahuaโ€™lam *Sumber: JAKIM Jadi dah faham kan? Masih sah puasa sekalipun kita tak sempat mandi wajib sebelum masuk waktu Subuh.

Tapi janganlah sampai melewatkan solat ya!Liputan6.com, Jakarta Soal sahkah berpuasa saat sedang dalam keadaan junub sering jadi pertanyaan di bulan Ramadan. Nabi Muhammad menjadi tempat bertanya bagi para sahabatnya jika mereka menemukan hal-hal yang musykil terkait dengan ajaran agama Islam. Semula sahabat tersebut sedikit sungkan untuk mengungkapkan persoalannya karena tahu Sayyidah Aisyah sedang di dalam.

Setelah menenangkan mentalnya, sahabat tersebut lantas menyampaikan permasalahannya kepada Nabi Muhammad dengan suara yang agak pelan. Katanya, persoalan tersebut sebetulnya sudah terjadi pada bulan Ramadan yang belum lama berlalu. Hukum Mimpi Basah saat Puasa dan Ketetapan Mandi Wajib Ada kalanya ihtilam tidak disertai mimpi terlebih dahulu, tiba-tiba mendapati pakaian sudah basah oleh sperma.

Pada perempuan dan laki-laki yang mengalami mimpi basah saat puasa di tengah siang hari, menurut madzhab Syafi'i, atau pagi-pagi ia junub, puasanya sah, meskipun tidak mandi wajib, seperti ditulis dalam Fikih Ibadah Madzhab Syafi'i oleh Syaikh Dr. Alauddin Za'tari. Ini juga berlaku pada perempuan, sebagaimana yang ditetapkan dalam hadits riwayat Muslim, ketika Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apakah seorang wanita wajib mandi jika ia mengalami mimpi basah?".

Ketetapan perihal mandi wajib ini terdapat dalam hadits riwayat Ahmad, At-Turmudzi, Ibn Majah, dan Abu Dawud, dari Aisyah RA berkata. Lalu Ummu Salim berkata, "Wanita melihat apakah puasanya sah jika belum mandi wajib itu (sesuatu yang basah), apakah dia juga apakah puasanya sah jika belum mandi wajib mandi jinabat?". Bolehkah Puasa Ramadan Tapi Tidak Mandi Wajib? Baik mandi junub setelah berhubungan badan, masturbasi, atau mimpi basah pada malam sebelum sahur.

Suara.com - Boleh tidak jika kita berpuasa tetapi masih dalam kondisi junub alias belum mandi wajib? Kasus yang sering terjadi adalah, mereka dalam kondisi junub pada malam hari dan ketiduran tak sempat sahur, karena baru bangun sesudah masuk waktu Subuh. Karena ketidaktahuan mengenai hukumnya, banyak dari mereka yang junub akhirnya tak mau berpuasa. Baca Juga: Pasien Corona DIY Terus Bertambah, TRC BPBD: Pakai APD Itu Panas Tahu!

Tak seperti salat atau tawaf, dalam berpuasa, suci dari hadas bukanlah syarat sah. Karenanya, orang yang junub dan belum mandi sampai waktu Subuh, tidaklah memengaruhi puasanya. โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya. โ€œHaram bagi orang junub lima hal: shalat, membaca Al-Qurโ€™an, memegang dan membawa mushaf, thawaf, serta berdiam diri di masjid.โ€ (al-Qadli Abu Syujaโ€™, Matn al-Taqrib, Semarang, Toha Putera, tanpa tahun, halaman 11).

Menjalankan Puasa Sebelum Mandi Wajib, Bagaimana Hukumnya? Sifatnya wajib bagi seorang muslim ketika ingin beribadah seperti puasa Ramadhan. Anjuran mensucikan diri dari hadas besar seperti selesai berhubungan intim, haid, dan nifas tertuang dalam firman Allah SWT di Alquran:. Pertanyaannya sah atau tidak bagi seseorang yang puasa setelah sahur dalam keadaan junub dan belum mandi wajib setelah azan subuh? Mengutip buku Kupas Tuntas Puasa yang ditulis A.K Mustafit, jawabannya boleh alias sah-sah saja puasanya.

Asal mandi wajib segera dikerjakan dan melakukan salat subuh setelahnya. Berikut hadis yang membahas tentang puasa sebelum mandi wajib:.

apakah puasanya sah jika belum mandi wajib

"Sesungguhnya Nabi SAW memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena habis bersetubuh dengan istrinya. Puasa Ramadhan Meski Belum Mandi Wajib, Sah atau Tidak Ada berbagai kondisi di mana seseorang masih dalam keadaan junub dan tidak tahu apakah harus tetap. atau tidak. Karena itu, kebanyakan orang memilih untuk tidak berpuasa karena tidak tahu hukum berpuasa meski belum mandi wajib.

Cara Mandi Wajib Menurut Ajaran Islam untuk Laki-Laki dan Cara mandi wajib untuk laki-laki dan perempuan memiliki beberapa perbedaan. Selain itu, cara mandi wajib yang apakah puasanya sah jika belum mandi wajib dilakukan oleh laki-laki dan perempuan rata-rata hampir sama saja.

Dengan menyebutkan niat tersebut, maka salah satu syarat sah mandi wajib sudah kamu laksanakan. Mencuci Tangan dengan sabun agar bersih kembali setelah membasuh kotoran.

Kemudian siram anggota badan pada bagian kiri sebanyak tiga kali juga. Jadi kamu wajib memperhatikan cara mandi wajib agar ibadah yang dilakukan senantiasa diterima oleh Allah SWT, karena sebelum kamu melakukan mandi wajib setelah melakukan hal-hal yang mengharuskannya, maka ibadah yang kamu laksanakan akan menjadi sia-sia. Hukum Puasa Ramadhan tapi Belum Mandi Wajib JAKARTA, iNews.id - Hukum puasa Ramadhan tapi belum mandi wajib padahal waktu subuh sudah masuk menurut jumhur ulama puasanya tetap sah meski dalam kondisi janabah.

Hal itu didasarkan dari apa yang pernah dialami sendiri oleh Rasulullah SAW, sebagaimana tertera dalam hadits berikut ini :. Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat mengatakan, para ulama tidak mencantumkan suci dari hadats sebagai salah satu syarat sah dalam melaksanakan ibadah puasa.

"Namun larangan itu ditafsirkan bahwa yang dimaksud dengan junub adalah seseorang meneruskan jima' setelah masuk waktu shubuh," katanya. Sedangkan bila jimak sudah selesai, meski berjanabah karena belum mandi, maka hal itu tidak menghalanginya dari mengerjakan ibadah puasa.

apakah puasanya sah jika belum mandi wajib

Lain halnya bila janabah itu disebabkan haidh atau nifas, maka hukumnya tetap terlarang untuk berpuasa. Namun, tidak ada halangan bagi orang berpuasa untuk berhubungan suami istri pada malam hari.

apakah puasanya sah jika belum mandi wajib

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan ayat tersebut turun ketika Umar bin Khattab juga menceritakan bahwa dia sempat mendatangi istrinya, padahal itu dialakukankannya setelah bangun dari tidur yang sebenarnya tidak boleh dilakukan, untuk kedua cerita inilah akhirnya Allah menurunkan ayat tersebut sebagai hujjah. Pada permulaan Islam, apabila salah seorang di antara mereka berbuka, ia hanya dihalalkan makan dan minum serta bersetubuh sampai shalat Isya. Tetapi bila ia tidur sebelum itu atau telah salat Isya, maka diharamkan baginya makan, minum, dan bersetubuh sampai malam berikutnya.

โ€ข TAGS: โ€ข tersebut โ€ข muhammad โ€ข ramadan โ€ข dalam โ€ข atau โ€ข dia โ€ข belum โ€ข tidak โ€ข sahabat โ€ข mandi โ€ข berpuasa โ€ข nabi โ€ข yang โ€ข sah โ€ข junub โ€ข sedang โ€ข basah โ€ข hukum โ€ข rasulullah โ€ข mimpi โ€ข ketetapan โ€ข saat โ€ข dan โ€ข puasa โ€ข hadits โ€ข menurut โ€ข wajib โ€ข ini โ€ข di โ€ข ini โ€ข kita โ€ข bolehkah โ€ข waktu โ€ข dari โ€ข tapi โ€ข malam โ€ข sebelum โ€ข kamu โ€ข bagaimana โ€ข apakah puasanya sah jika belum mandi wajib โ€ข hukumnya โ€ข keadaan โ€ข dalam โ€ข seseorang โ€ข meski โ€ข karena โ€ข ramadhan โ€ข tahu โ€ข untuk โ€ข tetapatau โ€ข orang โ€ข puasa โ€ข niat โ€ข sebanyak โ€ข membasuh โ€ข dengan โ€ข cara โ€ข lakilaki โ€ข ajaran โ€ข perempuan โ€ข islam โ€ข dilakukan โ€ข itu โ€ข maka โ€ข ramadhan
Puasa Tanpa Mandi Wajib Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala rasulillah, amma baโ€™du, Salah satu diantara pertanyaan yang sangat sering nyangkut di KonsultasiSyariah.com, ketika orang junub di malam hari ramadhan, baik karena mimpi basah maupun karena hubungan badan, atau karena onani, kemudia belum madi hingga masuk subuh, apakah puasanya sah.

Kasus yang sering terjadi, mereka junub di malam hari dan ketiduran, kemudian bangun sudah masuk subuh.

Karena ketidak tahuannya, ada sebagian orang yang enggan puasa karena belum mandi junub ketika masuk subuh. Yang lebih parah lagi, ada yang tidak shalat subuh karena melanjutkan tidur hingga pagi hari. Padahal semua tindakan ini, meninggalkan shalat atau tidak puasa tanpa alasan, adalah dosa sangat besar. Sementara, belum mandi ketika masuk waktu subuh, BUKAN alasan yang membolehkan seseorang meninggalkan puasa. Dan meninggalkan puasa tanpa asalan yang benar mendapatkan acaman sangat keras, sebagaimana keterangan di: Hukum Membatalkan Puasa Tanpa Alasan Belum Mandi Apakah puasanya sah jika belum mandi wajib masuk Waktu Subuh Bukanlah syarat sah berpuasa, seseorang harus suci dari hadats besar atau kecil.

Ini berbeda dengan shalat atau thawaf di kaโ€™bah. Orang yang hendak shalat atau thawaf, harus suci dari hadats besar maupun kecil. Dan jika terjadi hadats di tengah-tengah shalat maka shalatnya batal. Lain halnya dengan puasa, suci dari hadats bukanlah syarat sah puasa.

Tidak bisa kita bayangkan andaikan puasa harus suci hadi hadats, tentu semua orang yang puasa akan sangat kerepotan. Karena mereka tidak boleh kentut atau buang air selama berpuasa. Oleh karena itu, orang yang junub dan belum mandi hingga subuh, tidak perlu khawatir, karena semacam ini tidaklah mempengaruhi puasanya.

Dalil pokok masalah ini adalah hadis dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu โ€˜anhuma; mereka menceritakan, ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุฏู’ุฑููƒูู‡ู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฌูู†ูุจูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุบู’ุชูŽุณูู„ู ูˆูŽูŠูŽุตููˆู…ู โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya.

Kemudian, beliau mandi dan berpuasa.โ€ (HR. Bukhari 1926 dan Turmudzi 779). At-Tumudzi setelah menyebutkan hadis ini, beliau mengatakan, ูˆูŽุงู„ุนูŽู…ูŽู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุนูู„ู’ู…ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุณููู’ูŠูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏูŽุŒ ูˆูŽุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ูŽ Inilah yang dipahami oleh mayoritas ulama di kalangan para sahabat Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan yang lainnya.

Dan ini merupakan pendapat Sufyan At-Tsauri, As-Syafiโ€™i, Ahmad, dan Ishaq bin Rahuyah. (Sunan At-Turmudzi, 3/140).

apakah puasanya sah jika belum mandi wajib

Bolehkah Sahur dalam Kondisi Junub? Ketika ada orang junub bangun tidur di penghujung malam, dia berada dalam keadaan harus memilih antara mandi dan sahur, apa yang harus didahulukan?

apakah puasanya sah jika belum mandi wajib

Dari penjelasan di atas, kita punya kesimpulan bahwa mandi junub tidak harus dilakukan sebelum subuh. Orang boleh mandi junub setelah subuh, dan puasanya tetap sah.

Sementara sahur, batas terakhirnya adalah subuh. Seseorang tidak boleh sahur setelah masuk waktu subuh. Dengan menimbang hal ini, seseorang memungkinkan untuk menunda mandi dan tidak mungkin menunda sahur. Karena itu, yang mungkin dia lakukan adalah mendahulukan sahur dan menunda mandi. Hanya saja, sebelum makan sahur, dianjurkan agar berwudhu terlebih dahulu.

Sebagaimana keterangan dari Aisyah radhiallahu โ€˜anha, beliau mengatakan, ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ุฅุฐุง ูƒุงู† ุฌู†ุจุง ูุฃุฑุงุฏ ุฃู† ูŠุฃูƒู„ ุฃูˆ ูŠู†ุงู… ุชูˆุถุฃ ูˆุถูˆุกู‡ ู„ู„ุตู„ุงุฉ โ€œApabila Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.โ€ (H.r.

Muslim, 305). Jika Hendak Shalat Subuh, Mandi Dulu Perhatikan, jangan sampai kondisi junub ketika puasa membuat anda meninggalkan shalat subuh, disebabkan malas mandi.

Karena meninggalkan shalat adalah dosa yang sangat besar. Sebelum shalat, mandi dulu, karena ini syarat sah shalat.

apakah puasanya sah jika belum mandi wajib

Allah berfirman, ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุฌูู†ูุจู‹ุง ููŽุงุทู‘ูŽู‡ู‘ูŽุฑููˆุง โ€œJika kalian dalam keadaan junub, bersucilah.โ€ (QS. Al-Maidah: 6) Demikian, semoga bermanfaat. Allahu aโ€™lam Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

โ€ข SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 โ€ข DONASI hubungi: 087 882 888 727 โ€ข REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Apakah Janda Berhak Menerima Zakat, Hukum Nifas, Waktu Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa, Bacaan Tasyahud Akhir Dan Artinya, Sholat Sunnah Sebelum Isya, Hutang Piutang Menurut Islam POPULAR CATEGORIES โ€ข FIKIH 1490 โ€ข AQIDAH 931 โ€ข Ibadah 790 โ€ข Sholat 599 โ€ข Halal Haram 552 โ€ข Pernikahan 517 Recent Posts โ€ข Bolehkah Ayah Mencium Anak Perempuannya yang Sudah Dewasa?

โ€ข Apakah Jual Beli Kurma Secara Online Termasuk Riba? โ€ข Hukum Shalat di Antara Tiang-tiang dalam Shalat Jamaโ€™ah โ€ข Hukum Meminjam Uang di Pinjaman Online (Pinjol) โ€ข Apa yang Dilakukan Masbuk ketika Masuk ke Shaf? โ€ข Sembuh Sakit karena Bersedekah
Batas waktu menjalankan ibadah puasa adalah sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari menjelang salat Maghrib. Berhubungan intim suami istri merupakan suatu kebutuhan dan masih tetap diperbolehkan asalkan dilakukan saat malam hari.

Lantas, bagaimana hukum puasa belum mandi junub? Apakah masih sah puasanya? Simak, yuk, pembahasannya. lovelyskin.com Mandi wajib atau apakah puasanya sah jika belum mandi wajib disebut juga dengan mandi besar atau mandi junub merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Muslim setelah berhubungan badan dengan suami istri.

Karena kondisi junub artinya dalam keadaan hadas besar, sehingga harus mandi besar untuk bersuci. Saat bulan puasa, berhubungan intim suami istri masih diperbolehkan asal dilakukan setelah berbuka puasa hingga menjelang waktu sahur. Hal tersebut sah-sah saja, namun akan menjadi batal atau tidak sah jika berhubungan badan dilakukan ketika masih batas waktu menjalankan ibadah puasa.

Saat menjalankan ibadah puasa, ada hal-hal yang dilarang dan diperbolehkan. Tentu ini harus dipahami oleh umat Muslim agar puasa yang dijalankan sah sesuai ketentuan syariat agama Islam.

apakah puasanya sah jika belum mandi wajib

Bagaimana jika setelah waktu subuh ternyata masih belum mandi junub? Apakah puasanya masih sah? freepik.com/pch.vector Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh sebagian umat Muslim untuk mengetahui apakah hal tersebut diperbolehkan atau tidak sah hubungannya dengan hukum puasa yang dijalankan. Rasulullah telah memberikan contoh jika masih dalam keadaan junub sementara waktu mulai puasa sudah tiba.

Berikut bunyi hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah, istri Rasulullah: "Sesungguhnya Rasulullah SAW mendapati fajar dan beliau dalam keadaan junub setelah menggauli istrinya. Kemudian beliau mandi dan berpuasa." Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah pada waktu itu dalam keadaan junub padahal sudah memasuki waktu subuh atau waktu fajar.

Rasulullah langsung mandi wajib atau mandi junub dan tetap menjalankan ibadah puasa. Itu artinya, masih diperbolehkan untuk puasa meskipun belum mandi junub. Hal tersebut dikarenakan kondisi junub atau berhadas besar tidak termasuk syarat sah puasa.

Sehingga ketika seseorang dalam kondisi junub sementara fajar apakah puasanya sah jika belum mandi wajib terbit, maka ia masih tetap boleh melanjutkan puasanya dan tidak batal. Bahkan jika kondisi junub sampai siang hari pun masih tetap sah puasanya.

Namun, yang perlu dicatat di sini bahwa salah satu syarat sah salat adalah suci dari hadas besar termasuk kondisi junub. Sehingga jika kamu membiarkan tetap dalam keadaan junub hingga siang hari, artinya ada salat yang dilewatkan, yakni Subuh.

Oleh karena itu, sebaiknya tetap mandi junub sesegera mungkin sebelum waktu subuh berakhir, yaitu saat matahari terbit, sehingga Kamu tetap bisa menjalankan ibadah subuh. Salat merupakan kewajiban umat Muslim dan termasuk rukun Islam kedua yang harus dijalankan. Pinterest.com/Freepik Mandi besar atau mandi wajib pada dasarnya adalah untuk membersihkan diri dari hadas besar. Dalam hal ini mandi wajib tidak hanya dilakukan saat dalam kondisi junub setelah suami istri berhubungan intim saja, melainkan juga ketika masih belum suci dari hadas besar lainnya.

Berikut ini beberapa sebab seseorang diharuskan untuk mandi wajib, di antaranya: โ€ข Junub atau saat dua khitanan atau kelamin bertemu (bersetubuh) โ€ข Keluar cairan mani dari kemaluan karena melakukan hubungan intim dengan suami istri atau sebab lainnya โ€ข Saat meninggal dunia dan meninggal bukan karena syahid โ€ข Setelah bersih dari darah nifas (darah setelah bersalin) โ€ข Wiladah yakni suatu kondisi setelah melahirkan โ€ข Haid bagi perempuan Saat sedang dalam keadaan berhadas besar dan belum mandi wajib untuk mensucikannya, maka dilarang untuk melakukan hal-hal berikut ini, di antaranya: โ€ข Sholat wajib maupun sunnah โ€ข Thawaf atau mengelilingi kaโ€™bah sebanyak 7 kali โ€ข Memegang, membawa, mengangkat, dan membaca kitab suci Al Quran โ€ข Iโ€™tikaf atau berdiam diri di masjid Pinterest.com/Oncewed Setelah mengetahui bahwa hukum puasa belum mandi wajib masih diperbolehkan karena kondisi tersebut tidak membatalkan puasa, maka segeralah mandi wajib sebelum terbit matahari.

Berikut ini tata cara mandi besar yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam yaitu: โ€ข Membaca niat dengan sungguh-sungguh untuk mandi besar โ€ข Ambil air wudhu terlebih dahulu sebelum mandi โ€ข Saat mandi, dianjurkan untuk menghadap ke arah kiblat โ€ข Dahulukan bagian tubuh sebelah kanan terlebih dahulu untuk dibersihkan, baru bagian kiri โ€ข Membaca apakah puasanya sah jika belum mandi wajib saat mulai mandi โ€ข Guyur seluruh badan menggunakan air hingga merata ke semua kulit dan rambut dari ujung kepala ke ujung kaki โ€ข Basuh najis dan kotoran yang menempel di badan โ€ข Basuh badan secara merata hingga tiga kali โ€ข Baca doa seperti sesudah wudhu Dari penjelasan di atas, jelas bahwa hukum puasa belum mandi junub adalah tidak dilarang.

Setelah waktu sahur selesai dan masih dalam keadaan junub, maka segeralah mandi agar bisa mengejar waktu untuk sholat subuh terutama untuk laki-laki diutamakan salat berjamaah di masjid. Belum mandi junub saat puasa tidak dihukumi batal karena hal tersebut adalah kondisi setelah berhubungan intim dengan suami atau istri. Hal yang dihukumi batal jika dilakukan adalah perbuatan bersetubuh saat masih dalam batas waktu puasa, yakni mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.

Mandi junub adalah kewajiban yang harus dilakukan agar bersih dari hadas sehingga bisa menjalankan salat sesuai ketentuan. Karena suci dari hadas baik besar dan kecil termasuk ke dalam syarat sah salat.

Namun, hal suci dari hadas tidak termasuk syarat sah puasa. Bagi pasangan yang melakukan hubungan intim, maka dianjurkan di waktu setelah tahajud agar masih sempat untuk mandi junub sebelum waktu sahur berakhir. Meskipun hukum puasa belum mandi junub diperbolehkan, tentu lebih afdal jika bisa menikmati sahur apakah puasanya sah jika belum mandi wajib keadaan suci.

Baca Juga: Hukum Berpuasa Setelah Berhubungan Intim dan Tata Cara Mandi Junub Baca Juga: Suntik di Bulan Ramadan Apakah Membatalkan Puasa? Ini Hukumnya Baca Juga: 9 Tips Menjaga Kehangatan dengan Pasangan Saat Bulan Puasa
. โ€ข News โ€ข Nasional โ€ข Internasional โ€ข Megapolitan โ€ข Finance โ€ข Keuangan โ€ข Makro โ€ข Bisnis apakah puasanya sah jika belum mandi wajib Sport โ€ข Soccer โ€ข All Sport โ€ข Lifestyle โ€ข Music โ€ข Film โ€ข Health โ€ข Seleb โ€ข Muslim โ€ข Travel โ€ข Otomotif โ€ข Techno โ€ข Multimedia โ€ข Video โ€ข Photo โ€ข Infografis โ€ข Indeks โ€ข Daerah โ€ข Aceh โ€ข Sumut โ€ข Sumsel โ€ข Jabar โ€ข Jateng โ€ข Yogya โ€ข Jatim โ€ข Bali โ€ข Kalbar โ€ข Sulsel โ€ข Babel โ€ข Lampung โ€ข Maluku โ€ข Papua โ€ข Sumbar โ€ข NTB โ€ข Sulut โ€ข Kalteng โ€ข Kalsel โ€ข Kaltim โ€ข Regional โ€ข โ€ข BACA JUGA: Sejarah Puasa Ramadhan dan Kewajiban Menjalankannya dalam Alquran Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat mengatakan, para ulama tidak mencantumkan suci dari hadats sebagai salah satu syarat sah dalam melaksanakan ibadah puasa.

ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ูŠูุตู’ุจูุญู ุฌูู†ูุจุงู‹ ู…ูู†ู’ ุฌูู…ูŽุงุนู ุบูŽูŠู’ุฑู ุงุญู’ุชูู„ุงูŽู…ู ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุบู’ุชูŽุณูู„ู ูˆูŽูŠูŽุตููˆู’ู…ู Adalah Rasulullah SAW pernah masuk waktu subuh dalam keadaan junub karena jimaโ€˜ bukan karena mimpi, kemudian beliau mandi dan berpuasa. (HR. Muttafaq 'alaihi) Memang ada hadits yang menyebutkan bahwa orang yang dalam keadaan janabah tidak sah puasanya, misalnya hadits berikut ini : ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุตู’ุจูŽุญูŽ ุฌูู†ูุจุงู‹ ููŽู„ุงูŽ ุตูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ูŽู‡ู Orang yang masuk waktu shubuh dalam keadaan junub, maka puasanya tidak sah (HR.

Bukhari) "Namun larangan itu ditafsirkan bahwa yang dimaksud dengan junub adalah seseorang meneruskan jima' setelah masuk waktu shubuh," katanya. Sedangkan bila jimak sudah selesai, meski berjanabah karena belum mandi, maka hal itu tidak menghalanginya dari mengerjakan ibadah puasa. Lain halnya bila janabah itu disebabkan haidh atau nifas, maka hukumnya tetap terlarang untuk berpuasa. Karena larangan berpuasa karena haidh dan nifas tidak ada kaitannya dengan janabah. Larangan itu memiliki dasar masyru'iyah tersendiri, sebagaimana hadits berikut ini : ูƒูู†ุงู‘ูŽ ู†ูุคู’ู…ูŽุฑู ุจูู‚ูŽุถูŽุงุกู ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู ูˆูŽู„ุงูŽ ู†ูุคู’ู…ูŽุฑู ุจูู‚ูŽุถูŽุงุกู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู Kami (wanita yang haidh atau nifas) diperintahkan untuk mengqadhaโ€™ puasa dan tidak diperintah untuk mengqadha; shalat.

(HR.Muslim) Dan para ulama sepakat bahwa seorang wanita yang nifas terikat dengan hukum yang berlaku pada wanita yang haidh. Maka wanita yang sedang nifas juga diharamkan untuk berpuasa. Melakukan hubungan suami istri saat berpuasa jelas perbuatan yang dilarang bahkan dendanya sangat berat yaitu membebaskan budak atau berpuasa dua bulan sebagai kifarat. Namun, tidak ada halangan bagi orang berpuasa untuk berhubungan suami istri pada malam hari.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran. ุฃูุญูู„ู‘ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽููŽุซู ุฅูู„ูŽู‰ ู†ูุณูŽุงุฆููƒูู…ู’ ู‡ูู†ู‘ูŽ ู„ูุจูŽุงุณูŒ ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู„ูุจูŽุงุณูŒ ู„ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ Artinya: Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian; mereka itu adalah pakaian bagi kalian, dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka. (QS. Al Baqarah: 187) Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan ayat tersebut turun ketika Umar bin Khattab juga menceritakan bahwa dia sempat mendatangi istrinya, padahal itu dialakukankannya setelah bangun dari tidur yang sebenarnya tidak boleh dilakukan, untuk kedua cerita inilah akhirnya Allah menurunkan ayat tersebut sebagai hujjah.

Kebolehan melakukan hubungan suami istri pada malam hari di Bulan Ramadhan merupakan suatu keringanan dari Allah buat kaum muslim, dan Allah menghapuskan apa yang berlaku di masa permulaan Islam. Pada permulaan Islam, apabila salah seorang di antara mereka berbuka, ia hanya dihalalkan makan dan minum serta bersetubuh sampai shalat Isya.

Tetapi bila ia tidur sebelum itu atau telah salat Isya, maka diharamkan baginya makan, minum, dan bersetubuh sampai malam berikutnya. Maka dengan peraturan ini mereka mengalami masyaqat yang besar.

HUKUM PUASA SEBELUM MANDI JUNUB




2022 www.videocon.com