Suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut

suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut

• Acèh • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • العربية • ܐܪܡܝܐ • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Авар • अवधी • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Banjar • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • Cebuano • کوردی • Corsu • Čeština • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • डोटेली • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut • Võro • Føroyskt • Français • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • گیلکی • Avañe'ẽ • ગુજરાતી • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Igbo • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Taqbaylit • Kongo • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Перем коми • कॉशुर / کٲشُر • Ripoarisch • Kurdî • Коми • Kernowek • Кыргызча • Latina • Лакку • Лезги • Lingua Franca Nova • Luganda • Limburgs • Ligure • Ladin • Lingála • ລາວ • Lietuvių • Latgaļu • Latviešu • मैथिली • Basa Banyumasan • Мокшень • Malagasy • Олык марий • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • Nāhuatl • Nedersaksies • नेपाली suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Kapampangan • Papiamentu • पालि • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Rumantsch • Romani čhib • Română • Armãneashti • Русский • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Srpskohrvatski / српскохрватски • Taclḥit • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • Sakizaya • தமிழ் • Tayal • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Tagalog • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • ChiTumbuka • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Walon • Winaray • 吴语 • IsiXhosa • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan.

Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.

Cari sumber: "Manusia" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR ( Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) Manusia [1] Manusia dewasa pria (kiri) dan wanita (kanan) dari suku Akha, Thailand Utara Data Cara bergerak bipedalisme Waktu kehamilan 280 hari Sumber dari Air susu ibu, Kulit manusia dan Rambut kepala Status konservasi Risiko rendah IUCN 136584 Taksonomi Kerajaan Animalia Filum Chordata Kelas Mammalia Ordo Primates Famili Hominidae Genus Homo Spesies Homo sapiens Linnaeus, 1758 Sinonim spesies suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut • aethiopicus Bory de St.

Vincent, 1825 • americanus Bory de St. Vincent, 1825 • arabicus Bory de St. Vincent, 1825 • aurignacensis Klaatsch & Hauser, 1910 • australasicus Bory de St. Vincent, 1825 • cafer Bory de St. Vincent, 1825 • capensis Broom, 1917 • columbicus Bory de St. Vincent, 1825 • cro-magnonensis Gregory, 1921 • drennani Kleinschmidt, 1931 • eurafricanus (Sergi, 1911) • grimaldiensis Gregory, 1921 • grimaldii Lapouge, 1906 • hottentotus Bory de St.

Vincent, 1825 • hyperboreus Bory de St. Vincent, 1825 • indicus Bory de St. Vincent, 1825 • japeticus Bory de St. Vincent, 1825 • melaninus Bory de St. Vincent, suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut • monstrosus Linnaeus, 1758 • neptunianus Bory de St. Vincent, 1825 • palestinus McCown & Keith, 1932 • patagonus Bory de St. Vincent, 1825 • priscus Lapouge, 1899 • proto-aethiopicus Giuffrida-Ruggeri, 1915 • scythicus Bory de St. Vincent, 1825 • sinicus Bory de St.

Vincent, 1825 • spelaeus Lapouge, 1899 • troglodytes Linnaeus, 1758 • wadjakensis Dubois, 1921 Subspesies • † Homo sapiens idaltu White et al., 2003 • Homo sapiens sapiens Distribusi Dua bocah cilik. Manusia atau orang ( Homo sapiens, bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu") adalah spesies primata dengan populasi yang terbesar, persebaran yang paling luas, dan dicirikan dengan kemampuannya untuk berjalan di atas dua kaki serta otak yang kompleks yang mampu membuat peralatan, budaya, dan bahasa yang rumit.

Kebanyakan manusia hidup dalam struktur sosial yang terdiri atas kelompok-kelompok tertentu yang pada gilirannya dapat bersaing atau membantu satu sama lain mulai dari kelompok keluarga kecil dengan hubungan kekerabatan hingga kelompok politik yang besar atau negara. Interaksi sosial antarmanusia membuat keberagaman nilai, norma, dan ritual di dalam masyarakat manusia. Keinginan manusia untuk tahu dan memengaruhi lingkungan sekitarnya memunculkan suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut dalam filsafat, ilmu, mitologi, dan agama.

Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua. Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ), hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh), dan lain sebagainya.

Tokoh adalah istilah untuk orang yang tenar dan berpengaruh misalnya 'tokoh politik', 'tokoh yang tampil dalam film', 'tokoh yang menerima penghargaan', dan lain-lain. Daftar isi • 1 Biologi • 1.1 Ciri-ciri fisik • 1.2 Ciri-ciri mental • 1.3 Habitat • 1.4 Populasi • 1.5 Asal Mula • 2 Kerohanian dan Agama • 2.1 Animisme • 2.2 Mistikme • 2.3 Politheisme • 2.4 Monotheisme • 3 Sang Individu • 3.1 Hati dan kesadaran • 3.2 Emosi • 3.3 Seksualitas • 3.4 Tubuh • 3.5 Kelahiran dan kematian • 4 Masyarakat • 4.1 Bahasa • 4.2 Agama • 4.3 Keluarga dan teman sepergaulan • 4.4 Suku, bangsa dan negara bagian • 4.5 Kebudayaan dan peradaban • 5 Renungan diri • 6 Lihat pula • 7 Referensi • 8 Pustaka • 9 Pranala luar Biologi [ sunting - sunting sumber ] Ciri-ciri fisik [ sunting - sunting sumber ] Dalam biologi, manusia biasanya dipelajari sebagai salah satu dari berbagai spesies di muka Bumi.

Pembelajaran biologi manusia kadang juga diperluas ke aspek psikologis serta ragawinya, tetapi biasanya tidak ke kerohanian atau keagamaan. Secara biologi, manusia diartikan sebagai hominid dari spesies Homo sapiens.

Satu-satunya subspesies yang tersisa dari Homo Sapiens ini adalah Homo sapiens sapiens. Mereka biasanya dianggap sebagai satu-satunya spesies yang dapat bertahan hidup dalam genus Homo. Manusia menggunakan daya penggerak bipedalnya (dua kaki) yang sempurna. Dengan adanya kedua kaki untuk menggerakkan badan, kedua tungkai depan dapat digunakan untuk memanipulasi objek menggunakan jari jempol (ibu jari).

Rata-rata tinggi badan perempuan dewasa Amerika adalah 162 cm (64 inci) dan rata-rata berat 62 kg suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut pound). Pria umumnya lebih besar: 175 cm (69 inci) dan 78 kilogram (172 pound). Tentu saja angka tersebut hanya rata rata, bentuk fisik manusia sangat bervariasi, tergantung pada faktor tempat, dan sejarah. Meskipun ukuran tubuh umumnya dipengaruhi faktor keturunan, faktor lingkungan dan kebudayaan juga dapat memengaruhinya, seperti gizi makanan.

Anak manusia lahir setelah sembilan bulan dalam masa kandungan, dengan berat pada umumnya 3-4 kilogram (6-9 pound) dan 50-60 sentimeter (20-24 inci) tingginya. Tak berdaya saat kelahiran, mereka terus bertumbuh selama beberapa tahun, umumnya mencapai kematangan seksual pada sekitar umur 12-15 tahun. Anak laki-laki masih akan terus tumbuh selama beberapa tahun setelah ini, biasanya pertumbuhan tersebut akan berhenti pada umur sekitar 18 tahun. Sebuah kerangka manusia.

Warna kulit manusia bervariasi dari hampir hitam hingga putih kemerahan. Secara umum, orang dengan nenek moyang yang berasal dari daerah yang terik mempunyai kulit lebih hitam dibandingkan dengan orang yang bernenek-moyang dari daerah yang hanya mendapat sedikit sinar matahari. (Namun, hal ini tentu saja bukan patokan mutlak, ada orang yang mempunyai nenek moyang yang berasal dari daerah terik, dan kurang terik; dan orang-orang tersebut dapat memiliki warna kulit berbeda dalam lingkup spektrumnya).

Rata-rata, wanita memiliki kulit yang sedikit lebih terang daripada pria. Perkiraan panjang umur manusia pada kelahiran mendekati 80 tahun di negara-negara makmur, hal ini bisa tercapai berkat bantuan ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Jumlah orang yang berumur seratus tahun ke atas di dunia diperkirakan berjumlah [1] Diarsipkan 2006-06-19 di Wayback Machine. sekitar 50,000 pada tahun 2003. Rentang hidup maksimal manusia diperhitungkan sekitar 120 tahun.

Sementara banyak spesies lain yang punah, Manusia dapat tetap eksis, dan berkembang sampai sekarang. Keberhasilan mereka disebabkan oleh daya intelektualnya yang tinggi, tetapi mereka juga mempunyai kekurangan fisik. Manusia cenderung menderita obesitas lebih dari primata lainnya. Hal ini sebagian besar disebabkan karena manusia mampu memproduksi lemak tubuh lebih banyak daripada keluarga primata lain. Karena manusia merupakan bipedal semata (hanya wajar menggunakan dua kaki untuk berjalan), daerah pinggul, dan tulang punggung juga cenderung menjadi rapuh, menyebabkan kesulitan dalam bergerak pada usia lanjut.

Juga, manusia perempuan menderita kerumitan melahirkan anak yang relatif (kesakitan karena melahirkan hingga 24 jam tidaklah umum). Sebelum abad ke-20, melahirkan merupakan siksaan berbahaya bagi beberapa wanita, dan masih terjadi di beberapa lokasi terpencil atau daerah yang tak berkembang di dunia saat ini.

Ciri-ciri mental [ sunting - sunting sumber ] Banyak manusia menganggap dirinya organisme terpintar di antara makhluk lainnya, meski ada perdebatan apakah cetacea seperti lumba-lumba dapat saja mempunyai intelektual sebanding. Tentunya, manusia adalah satu-satunya makhluk yang terbukti berteknologi tinggi. Manusia memiliki perbandingan massa otak dengan tubuh terbesar di antara semua makhluk besar ( Lumba-lumba memiliki yang kedua terbesar hiu memiliki yang terbesar untuk ikan dan gurita memiliki yang tertinggi untuk invertebrata).

Meski bukanlah pengukuran mutlak (sebab massa otak minimum penting untuk fungsi "berumah tangga" tertentu), perbandingan massa otak dengan tubuh memang memberikan petunjuk baik dari intelektual relatif. ( Carl Sagan, The Dragons of Eden, 38) Kemampuan manusia untuk mengenali bayangannya dalam cermin, merupakan salah satu hal yang jarang ditemui di antara makhluk lainnya.

Manusia adalah satu dari empat spesies yang lulus tes cermin untuk pengenalan pantulan diri yang lainnya adalah simpanse, orang utan, dan lumba-lumba.

Pengujian membuktikan bahwa sebuah simpanse yang sudah bertumbuh sempurna memiliki kemampuan yang hampir sama dengan seorang anak manusia berumur empat tahun untuk mengenali bayangannya di cermin.

Pengenalan pola (mengenali susunan gambar, dan warna serta meneladani sifat) merupakan bukti lain bahwa manusia mempunyai mental yang baik.

Kemampuan mental manusia, dan kepandaiannya, membuat mereka, menurut Pascal, makhluk tersedih di antara semua makhluk.

Kemampuan memiliki perasaan, seperti kesedihan atau kebahagiaan, membedakan mereka dari organisme lain, walaupun pernyataan ini sukar dibuktikan menggunakan tes. Keberadaan manusia, menurut sebagian besar ahli filsafat, membentuk dirinya sebagai sumber kebahagiaan. Lihat pula Berpikir, IQ, Ingatan, Penemuan, IPA, Filsafat, Pengetahuan, Pendidikan, Kesadaran. Habitat [ sunting - sunting sumber ] Pandangan konvensional dari evolusi manusia menyatakan bahwa manusia berevolusi di suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut dataran sabana di Afrika.

(lihat Evolusi manusia). Teknologi yang disalurkan melalui kebudayaan telah memungkinkan manusia untuk mendiami semua benua dan beradaptasi dengan semua iklim. Dalam beberapa dasawarsa terakhir, manusia telah dapat mendiami sementara benua Antartika, mendiami kedalaman samudera, dan ruang angkasa, meskipun pendiaman jangka panjang di lingkungan tersebut belum termasuk sesuatu yang hemat.

Manusia, dengan populasi kurang lebih enam miliar jiwa, adalah salah satu dari mamalia terbanyak di dunia. Sebagian besar manusia (61%) berkediaman di daerah Asia. Mayoritas sisanya berada di Amerika (14%), Afrika (13%) dan Eropa (12%), dengan hanya 0.3% di Australia.

Gaya hidup asli manusia adalah pemburu, dan pengumpul, yang diadaptasikan ke sabana, adegan yang disarankan dalam evolusi manusia. Gaya hidup manusia lainnya adalah nomadisme (berpindah tempat; kadang-kadang dihubungkan dengan kumpulan hewan) dan perkampungan menetap yang dimungkinkan oleh pertanian yang baik. Manusia mempunyai daya tahan yang baik untuk memindahkan habitat mereka dengan berbagai alasan, seperti pertanian, pengairan, urbanisasi dan pembangunan, serta kegiatan tambahan untuk hal-hal tersebut, seperti pengangkutan dan produksi barang.

Perkampungan manusia menetap bergantung pada kedekatannya dengan sumber air dan, bergantung pada gaya hidup, sumber daya alam lainnya seperti lahan subur untuk menanam hasil panen, dan menggembalakan ternak atau, sesuai dengan musim tersedianya mangsa/makanan.

Dengan datangnya infrastruktur perdagangan, dan pengangkutan skala besar, kedekatan lokasi dengan sumber daya tersebut telah menjadi tak terlalu penting, dan di banyak tempat faktor ini tak lagi merupakan daya pendorong bertambah atau berkurangnya populasi.

Habitat manusia dalam sistem ekologi tertutup di lingkungan yang tidak akrab dengannya ( Antartika, angkasa luar) sangatlah mahal, dan umumnya mereka tak dapat tinggal lama, dan hanya untuk tujuan ilmiah, militer, atau ekspedisi industri.

Kehidupan di angkasa sangatlah sporadis, dengan maksimal tiga belas manusia di ruang angkasa pada waktu tertentu. Ini adalah akibat langsung dari kerentanan manusia terhadap radiasi ionisasi. Sebelum penerbangan angkasa Suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut Gagarin tahun 1961, semua manusia 'terkurung' di Bumi.

Di antara tahun 1969 dan 1974, telah ada dua manusia sekaligus yang menghabiskan waktu singkatnya di Bulan. Sampai tahun 2004, tak ada benda angkasa lain telah dikunjungi manusia. Sampai tahun 2004, telah ada banyak keberadaan manusia di ruang angkasa berkelanjutan sejak peluncuran kru perdana untuk meninggali Stasiun Luar Angkasa Internasional, pada 31 Oktober 2000.

Populasi [ sunting - sunting sumber ] Dalam kurun waktu 200 tahun dari 1800 sampai 2000, populasi dunia telah bertambah pesat dari satu hingga enam milyar. Diperkirakan mencapai puncaknya kira-kira sepuluh miliar selama abad ke-21. Sampai 2004, suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut minoritas yang cukup besar — sekitar 2.5 dari jumlah 6.3 miliar jiwa — tinggal di sekeliling daerah perkotaan.

Urbanisasi diperkirakan akan melonjak drastis selama abad ke-21. Polusi, kriminal dan kemiskinan hanyalah beberapa contoh dari masalah yang dihadapi oleh manusia yang tinggal di kota dan permukiman pinggiran kota. Asal Mula [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Evolusi manusia Hewan terdekat dengan manusia yang suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut bertahan hidup adalah simpanse; kedua terdekat adalah gorila dan ketiga adalah orang utan.

Sangat penting untuk diingat, namun, bahwa manusia hanya mempunyai persamaan populasi nenek moyang dengan hewan ini, dan tidak diturunkan langsung dari mereka. Ahli biologi telah membandingkan serantaian pasangan dasar DNA antara suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut, dan simpanse, dan memperkirakan perbedaan genetik keseluruhan kurang dari 5% Divergence between samples of chimpanzee and human DNA sequences is 5%, counting indels. Telah diperkirakan bahwa garis silsilah manusia bercabang dari simpanse sekitar 5 juta tahun lalu, dan dari gorila sekitar 8 juta tahun lalu.

Namun, laporan berita terbaru dari tengkorak hominid berumur kira-kira 7 juta tahun sudah menunjukkan percabangan dari garis silsilah kera, membuat gagasan kuat adanya percabangan awal silsilah tersebut. Berikut beberapa gejala penting dalam evolusi manusia: • perluasan rongga otak dan otak itu sendiri, yang umumnya sekitar 1,400 cm³ dalam ukuran volumnya, dua kali lipat perluasan otak simpanse, dan gorila. Beberapa ahli antropologi, namun, mengatakan bahwa alih-alih perluasan otak, penyusunan ulang struktur otak lebih berpengaruh pada bertambahnya kecerdasan.

• pengurangan gigi taring. • penggerak bipedal (dua kaki) • perbaikan laring/pangkal tenggorokan (yang memungkinkan penghasilan bunyi kompleks atau dikenal sebagai bahasa vokal). Bagaimana gejala-gejala ini berhubungan, dengan cara apa mereka telah menyesuaikan diri, dan apa peran mereka dalam evolusi organisasi sosial, dan kebudayaan kompleks, merupakan hal-hal penting dalam perdebatan yang berlangsung di antara para ahli antropologi ragawi saat ini.

Selama tahun 1990an, variasi dalam DNA mitochondria manusia diakui sebagai sumber berharga untuk membangun ulang silsilah manusia, dan untuk melacak perpindahan manusia awal. Berdasarkan perhitungan-perhitungan ini, nenek moyang terakhir yang serupa manusia modern diperkirakan hidup sekitar 150 milenium lalu, dan telah berkembang di luar Africa kurang dari 100.000 tahun lalu. Australia dijelajahi relatif awal, sekitar 70.000 tahun lalu, Eropa +/- 40.000 tahun lalu, dan Amerika pertama didiami secara kasarnya 30.000 tahun lalu, serta kolonisasi kedua di sepanjang Pasifik +/- 15.000 tahun lalu (lihat Perpindahan manusia).

Baru-baru ini, beberapa penelitian pada tahun 2019 dan 2020 dari "Central South University" (CSU; 中南 大学), telah menyajikan bukti kuat untuk asal muasal multiregional manusia. Bukti genetik menunjukkan bahwa populasi terkait Asia Timur (orang Asia Timur, orang Siberia, orang Asia Tengah, orang Asia Tenggara, orang Polinesia, dan orang Amerika Pribumi) secara genetik berbeda dari orang Eropa atau Afrika.

Mereka selanjutnya menyarankan bahwa bukti ini bertentangan dengan migrasi keluar dari Afrika. Mereka menyimpulkan bahwa populasi terkait Asia Timur (juga dikenal sebagai ras Mongoloid) berasal dari suatu tempat di Asia Timur (Tiongkok selatan). [3] [4] Macam-macam kelompok agama telah menyatakan keberatan atas teori evolusi umat manusia dari sebuah nenek moyang bersama dengan hominoid lainnya.

Alhasil, muncullah berbagai perbedaan pendapat, percekcokan, dan kontroversi. Lihat penciptaan, argumen evolusi, dan desain kepandaian untuk melihat pola pikir yang berlawanan.

Kerohanian dan Agama [ sunting - sunting sumber ] Bagi kebanyakan manusia, kerohanian, dan agama memainkan peran utama dalam kehidupan mereka.

Sering dalam konteks ini, manusia tersebut dianggap sebagai "orang manusia" terdiri dari sebuah tubuh, pikiran, dan juga sebuah roh atau jiwa yang kadang memiliki arti lebih daripada tubuh itu sendiri, dan bahkan kematian.

Seperti juga sering dikatakan bahwa jiwa (bukan otak ragawi) adalah letak sebenarnya dari kesadaran (meski tak ada perdebatan bahwa otak memiliki pengaruh penting terhadap kesadaran). Keberadaan jiwa manusia tak dibuktikan ataupun ditegaskan; konsep tersebut disetujui oleh sebagian orang, dan ditolak oleh lainnya. Juga, yang menjadi perdebatan di antara organisasi agama adalah mengenai benar/tidaknya hewan memiliki jiwa; beberapa percaya mereka memilikinya, sementara lainnya percaya bahwa jiwa semata-mata hanya milik manusia, serta ada juga yang percaya akan jiwa kelompok yang diadakan oleh komunitas hewani, dan bukanlah individu.

Bagian ini akan merincikan bagaimana manusia diartikan dalam istilah kerohanian, serta beberapa cara bagaimana definisi ini dicerminkan melalui ritual dan agama. Animisme [ sunting - sunting sumber ] Animisme adalah kepercayaan bahwa objek, dan gagasan termasuk hewan, perkakas, dan fenomena alam mempunyai atau merupakan ekspresi roh hidup. Dalam beberapa pandangan dunia animisme yang ditemukan di kebudayaan pemburu, dan pengumpul, manusia sering dianggap (secara kasarnya) sama dengan hewan, tumbuhan, dan kekuatan alam.

Sehingga, sikap memperlakukan benda-benda tersebut secara hormat dianggap suatu kewajiban moral. Dalam pandangan dunia ini, manusia dianggap sebagai penghuni, atau bagian, dari alam, bukan sebagai yang lebih unggul atau yang terpisah darinya. Dalam kemasyarakatan ini, ritual/upacara agama dianggap penting untuk kelangsungan hidup, karena dapat memenangkan kemurahan hati roh-roh sumber makanan tertentu, roh tempat bermukim, dan kesuburan serta menangkis roh berhati dengki.

Dalam ajaran animisme yang berkembang, seperti Shinto, ada sebuah makna yang lebih mendalam bahwa manusia adalah sebuah tokoh istimewa yang memisahkan mereka dari segenap benda, dan hewan, sementara masih pula menyisakan pentingnya ritual untuk menjamin keberuntungan, panen yang memuaskan, dan sebagainya. Kebanyakan sistem kepercayaan animisme memegang erat konsep roh abadi setelah kematian fisik.

Dalam beberapa sistem, roh tersebut dipercaya telah beralih ke suatu dunia yang penuh dengan kesenangan, dengan panen yang terus-menerus berkelimpahan atau bahkan permainan yang berlebih-lebih. Sementara di sistem lain ( misal: agama Nawajo), roh tinggal di bumi sebagai hantu, sering kali yang berwatak buruk.

Kemudian tersisa sistem lain yang menyatukan kedua unsur ini, mempercayai bahwa roh tersebut harus berjalan ke suatu dunia roh tanpa tersesat, dan menggeluyur sebagai hantu.

Upacara pemakaman, berkabung dan penyembahan nenek moyang diselenggarakan oleh sanak yang masih hidup, keturunannya, sering dianggap perlu untuk keberhasilan penyelesaian perjalanan tersebut. Ritual dalam kebudayaan animisme sering dipentaskan oleh dukun atau imam ( cenayang), yang biasanya tampak kesurupan tenaga roh, lebih dari atau di luar pengalaman manusia biasa.

Pemraktikan tradisi penyusutan kepala sebagaimana ditemukan di beberapa kebudayaan, berasal dari sebuah kepercayaan animisme bahwa seorang musuh perang, jika rohnya tak terperangkap di kepala, dapat meloloskan diri dari tubuhnya dan, setelah roh itu berpindah ke tubuh lain, mengambil bentuk hewan pemangsa, dan pembalasan setimpal. Mistikme [ sunting - sunting sumber ] Barangkali merupakan praktik kerohanian, dan pengalaman, tetapi tidak harus bercampur dengan theisme atau lembaga agama lain yang ada di berbagai masyarakat.

Pada dasarnya gerakan mistik termasuk Vedanta, Yoga, Buddhisme awal (lihat pula Kerajaan manusia), tradisi memuja Eleusis, perintah mistik Kristiani, dan pengkhotbah seperti Meister Eckhart, dan keislaman Sufisme.

Mereka memusatkan pada pengalaman tak terlukiskan, dan kesatuan dengan supranatural (lihat pencerahan, kekekalan). Dalam mistikme monotheis, pengalaman mistik memfokuskan kesatuan dengan Tuhan. Politheisme [ sunting - sunting sumber ] Konsep dewa sebagai makhluk yang sangat kuat kepandaiannya atau supernatural, kebanyakan dikhayalkan sebagai anthropomorfik atau zoomorfik, yang ingin disembah atau ditentramkan oleh manusia, dan ada sejak permulaan sejarah, dan kemungkinan digambarkan pada kesenian Zaman Batu pula.

Dalam masa sejarah, tatacara pengorbanan berevolusi menjadi adat agama berhala dipimpin oleh kependetaan (misal: agama Vedik, (pemraktekan kependetaan berkelanjutan dalam Hinduisme, yang namun telah mengembangkan teologi monotheis, seperti penyembahan berhala theisme monistik, Mesir, Yunani, Romawi dan Jerman).

Dalam agama tersebut, manusia umumnya diciri-cirikan dengan kerendahan mutunya kepada dewa-dewa, kadang-kadang dicerminkan dalam masyarakat berhierarki diperintah yang oleh dinasti-dinasti yang menyatakan keturunan sifat ketuhanan/kedewaan. Dalam agama yang mempercayai reinkarnasi, terutama Hinduisme, tak ada batasan yang kedap di antara hewan, manusia, dan dewa, karena jiwa dapat berpindah di seputar spesies yang berbeda tanpa kehilangan identitasnya.

Monotheisme [ sunting - sunting sumber ] Gagasan dari suatu Tuhan tunggal yang menggabungkan, dan melampaui semua dewa-dewa kecil tampak berdiri sendiri dalam beberapa kebudayaan, kemungkinan terwujud pertama kali dalam bida’ah/klenik Akhenaten (lebih dikenal sebagai Henotheisme, tahap umum dalam kemunculan Monotheisme).

Konsep dari kebaikan, dan kejahatan dalam sebuah pengertian moral timbul sebagai sebuah konsekuensi Tuhan suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut sebagai otoritas mutlak. Dalam agama Yahudi, Tuhan adalah pusat dalam pemilihan orang Yahudi sebagai rakyat, dan dalam Kitab Suci Yahudi, takdir komunitas, dan hubungannya dengan Tuhan mempunyai hak istimewa yang jelas (harus diutamakan) di atas takdir individu.

Kekristenan bertumbuh keluar dari agama Yahudi dengan menekankan takdir individual, khususnya setelah kematian, dan campur tangan pribadi Tuhan dengan adanya inkarnasi, yaitu dengan menjadi manusia selama sementara. Islam, walaupun menolak kepercayaan kristiani untuk Tritunggal dan inkarnasi ketuhanan, islam dalam melihat manusia sebagai Khalifah (Pemimpin) dari segala makhluk Tuhan yang memiliki keutamaan dari segala makhluk, dan satu-satunya makhluk yang memiliki akal dan nafsu.

Julukan yang diberikan kepada manusia dalam Islam adalah Bani Adam. Dalam semua agama Abrahamik, manusia adalah penguasa, atau pengurus, di atas seluruh muka Bumi, dan semua makhluk lain, dan memiliki moral hati nurani yang unik. Hinduisme, juga belakangan mengembangkan teologi monotheis seperti theisme monistik, yang berbeda dari pikiran Barat mengenai monotheis. Agama monotheistik mempunyai kemiripan dalam kepercayaan bahwa umat manusia diciptakan oleh Tuhan, diikat oleh kewajiban kasih sayang, dan dirawat oleh pemeliharaan baik kaum/pihak ayah.

Sang Individu [ sunting - sunting sumber ] Manusia individu adalah subjek yang mengalami kondisi manusia. Ini diikatkan dengan lingkungannya melalui indra mereka, dan dengan masyarakat melalui kepribadian mereka, jenis kelamin mereka serta status sosial.

Selama kehidupannya, ia berhasil melalui tahap bayi, kanak-kanak, remaja, kematangan dan usia lanjut. Deklarasi universal untuk hak asasi diadakan untuk melindungi hak masing-masing individu.

Hati dan kesadaran [ sunting - sunting sumber ] Pengalaman subjektif dari seorang individu berpusat di sekitar kesadarannya, kesadaran-diri atau pikiran, memperbolehkan adanya persepsi eksistensinya sendiri, dan dari perjalanan waktu. Kesadaran memberikan naiknya persepsi akan kehendak bebas, meskipun beberapa percaya bahwa kehendak bebas sempurna adalah khayalan yang menyesatkan, dibatasi atau dilenyapkan oleh penentuan takdir atau sosial atau biologis. Hati manusia diperluas ke luar kesadaran, mencakup total aspek mental, dan emosional individu.

Ilmu pengetahuan psikologi mempelajari hati manusia (psike), khususnya alam bawah sadar ( tak sadar). Praktik psikoanalisis yang dirancang oleh Sigmund Freud mencoba menyingkap bagian dari alam bawah sadar. Freud menyusun diri manusia menjadi Ego, Superego, dan Id. Carl Gustav Jung memperkenalkan pemikiran alam bawah sadar kolektif/bersama, dan sebuah proses pengindividuan, menuangkan keragu-raguan untuk ketepatan pendefinisian individu ‘yang dapat diartikan’.

Emosi [ sunting - sunting sumber ] Individu manusia terbuka terhadap emosi yang besar memengaruhi keputusan serta tingkah laku mereka.

Emosi menyenangkan seperti cinta atau sukacita bertentangan dengan emosi tak menyenangkan seperti kebencian, cemburu, iri hati atau sakit hati.

Seksualitas [ sunting - sunting sumber ] Seksualitas manusia, di samping menjamin reproduksi, mempunyai fungsi sosial penting, membuat ikatan/pertalian, dan hierarki di antara individu. Hasrat seksual dialami sebagai sebuah dorongan/keinginan badani, sering disertai dengan emosi kuat positif (seperti cinta atau luapan kegembiraan) dan negatif (seperti kecemburuan/ iri hati atau kebencian).

Tubuh [ sunting - sunting sumber ] penampilan fisik tubuh manusia adalah pusat kebudayaan dan kesenian. Dalam setiap kebudayaan manusia, orang gemar memperindah tubuhnya, dengan tato, kosmetik, pakaian, perhiasan atau ornamen serupa.

Model rambut juga mempunyai pengertian kebudayaan penting. Kecantikan atau keburukan rupa adalah kesan kuat subjektif dari penampilan seseorang. Kebutuhan individu terhadap makanan dan minuman teratur secara jelas tercermin dalam kebudayaan manusia (lihat pula ilmu makanan).

Kegagalan mendapatkan makanan secara teratur akan berakibat rasa lapar dan pada akhirnya kelaparan (lihat juga malagizi). Rata-rata waktu tidur (dengan nilai minimal) adalah 8 jam per hari untuk dewasa, dan 10 jam untuk anak-anak.

Orang yang lebih tua biasanya tidur selama 6 jam. Sudah umum, namun dalam masyarakat modern bagi orang-orang untuk mendapat waktu tidur kurang dari yang mereka butuhkan. Tubuh manusia akan mengalami proses penuaan dan penyakit. Ilmu pengobatan adalah ilmu pengetahuan yang menelusuri metode penjagaan kesehatan tubuh.

Kelahiran dan kematian [ sunting - sunting sumber ] Kehidupan subjektif individu berawal pada kelahirannya, atau dalam fase kehamilan terdahulu, selama janin berkembang di dalam tubuh ibu.

Kemudian kehidupan berakhir dengan kematian individu. Kelahiran, dan kematian sebagai peristiwa luar biasa yang membatasi kehidupan manusia, dapat mempunyai pengaruh hebat terhadap individu tersebut. Kesulitan selama melahirkan dapat berakibat trauma dan kemungkinan kematian dapat menyebabkan rasa keberatan (tak mudah) atau ketakutan (lihat pula pengalaman hampir meninggal).

Upacara penguburan adalah ciri-ciri umum masyarakat manusia, sering diinspirasikan oleh kepercayaan akan adanya kehidupan setelah kematian. Adat kebiasaan warisan atau penyembahan nenek moyang dapat memperluas kehadiran sang individu di luar rentang usia fisiknya. (lihat kekekalan) Masyarakat [ sunting - sunting sumber ] Meskipun banyak spesies berprinsip sosial, membentuk kelompok berdasarkan ikatan/pertalian genetik, perlindungan-diri, atau membagi pengumpulan makanan, dan penyalurannya, manusia dibedakan dengan rupa-rupa, dan kemajemukan dari adat kebiasaan yang mereka bentuk entah untuk kelangsungan hidup individu atau kelompok, dan untuk pengabadian, dan perkembangan teknologi, pengetahuan, serta kepercayaan.

Identitas kelompok, penerimaan, dan dukungan dapat mendesak pengaruh kuat pada tingkah laku individu, tetapi manusia juga unik dalam kemampuannya untuk membentuk, dan beradaptasi ke kelompok baru. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang menjelaskan interaksi antar manusia. Bahasa [ sunting - sunting sumber ] Kecakapan ber pidato adalah sebuah unsur pendefinisian umat manusia, mungkin mendahului pemisahan populasi modern filogenetik (lihat Asal usul bahasa).

Bahasa adalah pusat dari komunikasi antar manusia. Kata Yahudi untuk "binatang" ( behemah) berarti "bisu", menggambarkan manusia sebagai "binatang berbicara" ( kepandaian bercakap hewani). Bahasa adalah pusat dari sentuhan identitas ‘khas’ berbagai kebudayaan atau kesukuan dan sering diceritakan mempunyai status atau kekuatan supernatural (lihat Sihir/ Gaib, Mantra, Vac). Penemuan sistem penulisan sekitar 5000 tahun lalu, yang memungkinkan pengabadian ucapan, merupakan langkah utama dalam evolusi kebudayaan.

Ilmu pengetahuan Linguistik ( ilmu bahasa) menjelaskan susunan bahasa, dan keterkaitan antara bahasa-bahasa berbeda.

Diperkirakan ada 6000 bahasa yang diucapkan manusia saat ini. Manusia yang kekurangan kemampuan berkomunikasi melalui ucapan, umumnya bercakap-cakap menggunakan Bahasa Isyarat. Agama [ sunting - sunting sumber ] Dalam setiap kebudayaan manusia, kerohanian dan ritual mendapat ekspresi dalam bentuk tertentu. Elemen-elemen ini dapat menggabungkan secara penting pengalaman pribadi dengan pengalaman penyatuan, dan komunal, sering kali membangkitkan emosi yang sangat kuat, dan bahkan luapan kegembiraan.

Kekuatan pengikat yang kuat dari pengalaman tertentu dapat kadang-kadang menimbulkan kefanatikan atau agresi kepada manusia lain yang tidak termasuk dalam kelompok agamanya, berakibat perpecahan atau bahkan perang.

Teokrasi adalah masyarakat yang dibentuk secara dominan oleh agama, diperintah oleh pemimpin suci atau oleh seorang pemuka agama. Agama dapat pula berperilaku sebagai alat penyaluran, dan pengaruh dari norma budaya dunia, dan tingkah laku yang wajar dilakukan manusia. Keluarga dan teman se pergaulan [ sunting - sunting sumber ] Saudara kandung Individu manusia dibiasakan untuk bertumbuh menjadi seorang pelengkap yang berjiwa kuat ke dalam suatu kelompok kecil, umumnya termasuk keluarga biologis terdekatnya, ibu, ayah dan saudara kandung.

Sebagai seorang pelengkap berjiwa kuat yang serupa dapat dikelirukan dengan suatu kelompok kecil yang sama, yaitu teman sepergaulan sebaya sang individu, umumnya berukuran antara sepuluh hingga dua puluh individu, kemungkinan berkaitan dengan ukuran optimal untuk gerombolan pemburu. Dinamika kelompok dan tekanan dari teman dapat memengaruhi tingkah laku anggotanya.

Seorang individu akan mengembangkan perasaan kesetiaan yang kuat kepada kelompok tertentu. Kelakuan manusia yang wajar termasuk seringnya hubungan sosial, dinyatakan dalam obrolan/percakapan, dansa, menyanyi atau cerita (dikenal dengan curhat). Suku, bangsa dan negara bagian [ sunting - sunting sumber ] Kelompok manusia yang lebih besar dapat disatukan dengan gagasan kesamaan nenek moyang ( suku, etnis) atau kesamaan fokus budaya atau materi ( bangsa atau negara bagian), sering dibagi lebih lanjut menurut struktur kelas sosial dan hierarki.

Sebuah suku dapat terdiri dari beberapa ratus individu, sementara negara bagian modern terbesar berisi lebih dari semilyar. Konflik kekerasan di antara kelompok-kelompok besar disebut peperangan. Kesetiaan/pengabdian untuk kelompok yang besar seperti ini disebut nasionalisme atau patriotisme.

Dalam keekstreman, perasaan pengabdian terhadap sebuah lembaga atau kewenangan dapat mencapai keekstreman pathologi, yang berakibat hysteria massa (gangguan saraf) atau fasisme. Antropologi budaya menjelaskan masyarakat manusia yang berbeda-beda, dan sejarah mencatat interaksi mereka berikut kesuksesan yang dialami.

Organisasi, dan pemerintahan bentuk modern dijelaskan oleh Ilmu Politik dan Ekonomi. Kebudayaan dan peradaban [ sunting - sunting sumber ] Sebuah peradaban adalah sebuah masyarakat yang telah mencapai tingkat kerumitan tertentu, umumnya termasuk perkotaan dan pemerintahan berlembaga, agama, iptek, sastra, serta filsafat. Perkotaan paling awal di dunia ditemukan di dekat rute perdagangan penting kira-kira 10.000 tahun lalu ( Yeriko, Çatalhöyük).

Kebudayaan manusia, dan ekspresi seni mendahului peradaban, dan dapat dilacak sampai ke palaeolithik ( lukisan goa, arca Venus, tembikar/pecah belah dari tanah). Kemajuan pertanian memungkinkan transisi dari masyarakat pemburu dan pengumpul atau nomadik menjadi perkampungan menetap sejak Milenium ke-9 SM.

Penjinakan hewan menjadi bagian penting dari kebudayaan manusia ( anjing, domba, kambing, lembu). Dalam masa sejarah ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang bahkan lebih pesat (lihat Sejarah iptek). Renungan diri [ sunting - sunting sumber ] Umat manusia selalu mempunyai perhatian yang hebat akan dirinya sendiri.

Kecakapan manusia untuk mengintrospeksi diri, keinginan individu untuk menjelajahi lebih mengenai intisari diri mereka, tanpa terkecuali menghasilkan berbagai penyelidikan mengenai kondisi manusia merupakan pokok jenis manusia secara keseluruhan.

Renungan diri adalah dasar dari filsafat dan telah ada sejak awal pencatatan sejarah. Artikel ini misalnya, karena ditulis oleh manusia, dengan sendirinya tak dapat luput dari contoh refleksi diri. Manusia kerap menganggap dirinya sebagai spesies dominan di Bumi, dan yang paling maju dalam kepandaian, dan kemampuannya mengelola lingkungan.

Kepercayaan ini khususnya sangat kuat dalam kebudayaan Barat, dan berasal dari bagian dalam cerita penciptaan di Alkitab yang mana Adam secara khusus diberikan kekuasaan atas Bumi, dan semua makhluk. Berdampingan dengan anggapan kekuasaan manusia, kita sering menganggap ini agak radikal karena kelemahan, dan singkatnya kehidupan manusia (Dalam Kitab Suci Yahudi, misalnya, kekuasaan manusia dijanjikan dalam Kejadian 1:28, tetapi pengarang kitab Pengkhotbah meratapi kesia-siaan semua usaha manusia).

Ahli filsafat Yahudi, Protagoras telah membuat pernyataan terkenal bahwa "Manusia adalah ukuran dari segalanya; apa yang benar, benarlah itu; apa yang tidak, tidaklah itu". Aristotle mendeskripsikan manusia sebagai "hewan komunal" (ζωον πολιτικον), yaitu menekankan pembangunan masyarakat sebagai pusat pembawaan alam manusia, dan "hewan dengan sapien" (ζωον λογον εχων, dasar rasionil hewan), istilah yang juga menginspirasikan taksonomi spesies, Homo sapiens.

Pandangan dunia dominan pada abad pertengahan Eropa berupa keberadaan manusia yang diciri-cirikan oleh dosa, dan tujuan hidupnya adalah untuk mempersiapkan diri terhadap pengadilan akhir setelah kematian. Pencerahan/pewahyuan digerakkan oleh keyakinan baru, bahwa, dalam perkataan Immanuel Kant, "Manusia dibedakan di atas semua hewan dengan kesadaran-dirinya, yang mana ia adalah 'hewan rasionil'".

Pada awal abad ke-20, Sigmund Freud melancarkan serangan serius kepada positivisme mendalilkan bahwa kelakuan manusia mengarah kepada suatu bagian besar yang dikendalikan oleh pikiran bawah sadar.

Dari titik pandang ilmiah, Homo sapiens memang berada di antara spesies yang paling tersama-ratakan di Bumi, dan hanya ada sejumlah kecil spesies tunggal yang menduduki lingkungan beraneka-ragam sebanyak manusia. Rupa-rupa usaha telah dibuat untuk mengidentifikasikan sebuah ciri-ciri kelakuan tunggal yang membedakan manusia dari semua hewan lain, misal: Kemampuan untuk membuat, dan mempergunakan perkakas, kemampuan untuk mengubah lingkungan, bahasa, dan perkembangan struktur sosial majemuk.

Beberapa ahli antropologi berpikiran bahwa ciri-ciri yang siap diamati ini (pembuatan-perkakas, suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut bahasa) didasarkan pada kurang mudahnya mengamati proses mental yang kemungkinan unik di antara manusia: kemampuan berpikir secara simbolik, dalam hal abstrak atau secara logika. Adalah susah, namun, untuk tiba pada suatu kelompok atribut yang termasuk semua manusia, dan hanya manusia, dan harapan untuk menemukan ciri-ciri unik manusia yang adalah masalah dari renungan-diri manusia lebih daripada suatu masalah zoologi.

Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Antropologi • Homo, Humanoid • Rakyat • Ras manusia • Bologi manusia • Evolusi manusia • Populasi dunia • Tuhan • Jiwa • Atman • Karma • Mistik • Ritual • Kegembiraan meluap • Pengorbanan • Korban • Keselamatan • Kebangkitan • Inkarnasi • Reinkarnasi • Doa • Pemujaan • Moralitas • Hati nurani Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b Groves, C.P.

(2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M., ed. Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (edisi ke-3). Baltimore: Johns Hopkins University Press.

ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494. • ^ Global Mammal Assessment Team (2008). " Homo sapiens". The IUCN Red List of Threatened Species. 2008: e.T136584A4313662. doi: 10.2305/IUCN.UK.2008.RLTS.T136584A4313662.en. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 December 2017. Diakses tanggal 12 May 2020.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Yuan, Dejian; Lei, Xiaoyun; Gui, Yuanyuan; Wang, Mingrui; Zhang, Ye; Zhu, Zuobin; Wang, Dapeng; Yu, Jun; Huang, Shi (2019-06-09).

"Modern human origins: multiregional evolution of autosomes and East Asia origin of Y and mtDNA". bioRxiv (dalam bahasa Inggris): 101410. doi: 10.1101/101410. • ^ Chen, Hongyao; Zhang, Ye; Huang, Shi (2020-03-11). "Ancient Y chromosomes confirm origin of modern human paternal lineages in Asia rather than Africa". bioRxiv (dalam bahasa Inggris): 2020.03.10.986042. doi: 10.1101/2020.03.10.986042. Pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Jablonski, N.G. & Chaplin, G.

"Evolusi pewarnaan kulit manusia." Catatan Teratur Evolusi Manusia 39 (2000) 57-106. ( dalam bentuk pdf Diarsipkan 2012-01-14 di Wayback Machine.) • Robins, A.H. Perspektif Biologis pada Pigmentasi Manusia. Cambridge: Cambridge University Press, 1991. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Manusia.

Wikispecies mempunyai informasi mengenai Homo sapiens. • Sekilas Asal Mula Manusia Modern • Pohon Kehidupan • Nicholas Wade. " Mengapa Manusia Terpisah Dengan Bulunya." New York Times (Science Times), 19 Agustus 2003. Ringkasan petunjuk untuk hikayat di mana manusia berevolusi hingga luput dari rambutnya, dan harus menyesuaikan, termasuk perubahan dari kulit putih ke kulit hitam, bersama dengan perkiraan waktu ketika manusia menemukan pakaian.

• W. Gitt. Keinginan Manusia Diarsipkan 2007-10-01 di Wayback Machine. (1999) Sebuah buku yang mendukung pandangan penciptaan Kristiani dari biologi manusia. ( PDF, 9 MB) • Wikidata: Q15978631 • Wikispecies: Homo sapiens • ADW: Homo_sapiens • BOLD: 12439 • EoL: 327955 • EPPO: HOMXSA • Fossilworks: 83088 • GBIF: 2436436 • iNaturalist: 43584 • IRMNG: 10857762 • ITIS: 180092 • IUCN: 136584 • MSW: 12100795 • NBN: NHMSYS0000376773 • NCBI: 9606 • NZOR: d83185ac-1aa6-4f59-8645-fe8c040857b3 • TSA: 8319 • uBio: 109086 • WoRMS: 1455977 • ZooBank: 58D31D52-713D-44B4-9FE9-CB2D9249C422 Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Artikel yang membutuhkan referensi tambahan April 2022 • Semua artikel yang membutuhkan referensi tambahan • Infobox yang menggunakan parameter tidak dikenal • Templat webarchive tautan wayback • Pranala Commons ditentukan secara lokal • Taxonbar pada halaman yang kemungkinan non-takson • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda EMU • Artikel Wikipedia dengan penanda NLI • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA • Halaman ini terakhir diubah pada 5 April 2022, pukul 08.02.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut

• Kebijakan privasi suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Realisme – Karya Seni adalah Suatu keahlian dalam membuat sebuah Karya yang bermutu, dilihat dari segi Kehalusannya, Keindahannya, Bentuknya, dan Fungsinya.

Seni ini terbuat berdasarkan kegiatan sehari-hari Manusia dalam kehidupannya, yaitu dapat berupa Visual, Audio, atau Pertunjukkan, yang berfungsi untuk mengungkapkan Gagasan, Imajinasi, atau Ide dari Seorang Penciptanya.

Karya Seni memiliki beranekaragam Aliran Seni, salah satunya adalah Aliran Seni Realisme. Apa yang dimaksud dengan Aliran Seni Realisme? Daftar Isi : • Pengertian • Ciri-Ciri Aliran Realisme • Sejarah Aliran Realisme • Tokoh Aliran Realisme • Gustave Courbet • Contoh Lukisan Realisme • 1.

Contoh Lukisan Pertama • 2. Contoh Lukisan Kedua • Contoh Lukisan Ketiga • Share this: • Related posts: Pengertian Aliran Seni Realisme adalah Salah satu bentuk Karya Seni yang menggambarkan sebuah kejadian-kejadian dalam kehidupan Manusia secara kenyataan, tanpa menambahkan Opini atau Interpretasi tertentu. Artinya bentuk dari Seni ini berfungsi untuk memperlihatkan suatu Kebenaran tanpa menyembunyikan Kebohongan, pada sebuah kejadian-kejadian yang terjadi dalam kehidupan Manusia.

Beberapa Ahli Kesenian berpendapat bahwa Aliran Realisme merupakan Gerakan Seni Modern yang pertama. Hal ini terjadi, karena bentuk dari Aliran Seni Realisme bertolak belaka dari bentuk konsep yang telah ditetapkan Karya Seni Tradisional.

Ciri-Ciri Aliran Realisme Dalam pembentukan Karya Seni Realisme memiliki beberapa ciri-ciri, sebagai berikut : • Mengangkat peristiwa yang terjadi dalam kehidupan Manusia secara kenyataan langsung. • Menggambarkan kehidupan Manusia dari semua kelas dalam kenyataan situasi dan kondisi. • Bertolak belaka terhadap Objek Seni yang dibesar-besarkan secara Dramatis (Romantisisme).

• Memiliki detail gambar yang menyerupai aslinya (natural) melalui teknik tinggi yang dikuasai oleh pelukisnya. • Tidak menutupi Kehidupan Rakyat sederhana yang tidak memiliki rumah mewah atau pakaian mahal, seperti para Kaum Bangsawan.

• Bersifat objektif terhadap Kaum Bangsawan, maksudnya tidak hanya pada kebaikan saja yang diperlihatkan, tetapi juga mengangkat peristiwa-pristiwa tragisnya peperangan yang dipicu oleh permainan Politik Kaum Bangsawan, melalui pion-pion kecil yang berada dibawahnya.

Sejarah Aliran Realisme Aliran Karya Seni Realisme ini sebenarnya sudah ada pada abad ke 2400 SM, yang telah ditemukan di Kota Lothal (India). Aliran ini menjadi sangat terkenal pada Gerakan Kebudayaan yang berada di Negara Perancis, pada pertengahan abad ke 19, sebagai reaksi terhadap Aliran Romantisme yeng telah mengakar di Negara itu.

Gerakan Kebudayaan ini berhubungan sangat erat dengan Perjuangan Sosial, Reformasi Politik, dan Demokrasi. Aliran Realisme ini kemudian mendominasi secara Global, sebagai Karya Seni dan Karya Sastra di Negara Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat, pada tahun 1840 hingga 1880.

Tokoh Aliran Realisme Dalam Aliran Karya Seni Realisme dalam bentuk visualitas, terdapat beberapa Tokoh terkenal, yaitu sebagai berikut ini : Gustave Courbet Gustave Courbet merupakan salah satu pencetus Aliran Karya Seni Realisme pada abad ke-19.

Beliau menolak Karya Seni Klasik (Tradisional) yang mendominasi Akademi Seni di Negara Perancis. Gustave Courbet sangat terkenal, karena keberaniannya dalam menanggapi terhadap pergolakan Politik yang terjadi pada Negaranya. Gustave Courbet menggunakan Realisme sebagai sarana untuk memperjuangkan hak-hak pada Kaum Petani dan Rakyat Biasa di Negaranya. Pada penciptaan karya-karyanya berfokus terhadap realitas fisik benda-benda yang telah diamati, meskipun dalam kenyataannya karya-karya yang dibuat oleh Gustave Courbet, tidak bernilai indah dan bermuatan yang dianggap terlalu kontras.

Tetapi para Kritikus menilai karya-karya yang dibuat oleh Gustave Courbet mempunyai pengaruh penting, sebagai pemicu Seniman Modern awal lainnya, yaitu seperti Eudoard Manet dan Claude Monet. Contoh Lukisan Realisme Berikut ini ada beberapa contoh Seni Lukisan Realisme, sebagai berikut : 1. Contoh Lukisan Pertama Pada Lukisan diatas menggunakan metode Karya Seni Aliran Realisme, yang menunjukkan aktivitas-aktivitas antara Pedagang dan Pembeli pada sebuah Pasar.

2. Contoh Lukisan Kedua Pada Lukisan diatas menggunakan metode Karya Seni Aliran Realisme, yang menunjukkan aktivitas Manusia untuk mencari Emas pada sebuah pertambangan. Contoh Lukisan Ketiga Pada Lukisan diatas menggunakan metode Karya Seni Aliran Realisme, yang menunjukkan suatu Peperangan yang sedang berlangsung terjadi pada saat itu. Demikianlah penjelasan mengenai tentang Realisme beserta Pengertian, Ciri-Ciri, Sejarah, Tokoh Sastrawan, dan Contoh Gambarnya.

Semoga dapat bermanfaat dan menjadi suatu pengetahuan yang berguna untuk kita semua. Baca Juga Artikel Lainnya suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut Pengertian Seni Rupa Majas Metafora Alat Musik Tradisional Tulisan Terbaru • Iklim Schmidt Ferguson • Iklim Koppen • Gangguan Pada Hati • Iklim Fisis • Sistem Sosial • Contoh Masalah Sosial • Kesenjangan Sosial • Gangguan Pada Usus Besar • Iklim Oldeman • Rumus Trapesium – Pengertian, Jenis, Keliling, Luas, Beserta Contohnya • Perbedaan Etika dan Moral • Perbedaan Debit Dan Kredit • Perbedaan CV dan PT • Bagian Bagian Pada Telinga Beserta Gambar dan Fungsinya • Konsep Adalah
Pada ilmu biologi terdapat berbagai pengelompokan tumbuhan.

Secara garis besar, kingdom pada umumnya terbagi atas 3 jenis, yaitu kingdom animalia, kingdom plantae dan suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut protista. Dan pada pembahasan kali ini kita akan membahas lebih lanjut tentang protista tersebut, mulai dari ciri ciri protista hingga sub dari protista tersebut. ( baca : Ciri-ciri Kingdom Animalia ) Protista merupakan kata yang diambil dari bahasa Yunani yang artinya pertama.

Jadi, pengertian protista adalah suatu mikroorganisme pertama atau uniseluler. Dalam hal ini terdapat sebuah kajian yang menyatakan bahwa protista merupakan organisme tertua dalam seluruh kingdom yang ada.

Di dunia ini setidaknya terdapat sekitar 600.000 spesies dari protista yang telah didata. Dari 600.000 tersebut, sebagian besarnya merupakan organisme uniseluler dan sisanya berupa multiseluler serta koloni, dimana protista multiseluler tersebut tentunya sudah terklasifikasi sendiri. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa protista merupakan salah satu organisme penyusun plankton. ( baca : Jenis-jenis Plankton ) Ciri Ciri Protista Protista memang terbagi menjadi beberapa jenis, akan tetapi terdapat ciri ciri umum dari protista.

Apa sajakah ciri ciri tersebut ? Berikut penjelasannya. • Uniseluler – Pada umumnya protista merupakan organisme uniseluler seperti yang telah disinggung diatas, akan tetapi beberapa diantaranya merupakan organisme multiseluler. • Eukariotik – Protista memiliki membran sel sehingga dapat disebut sebagai organisme eukariotik.

( baca : Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik ) • Vegetatif dan Generatif – Cara reproduksinya terbagi menjadi 2 macam, yaitu secara vegetatif dan generatif. Artinya, protista dapat beregenerasi dengan cara membelah diri ataupun konjugasi. • 3 Kelompok Utama – Protista terbagi atas 3 macam, yaitu protista menyerupai hewan, menyerupai jamur dan menyerupai tanaman.

Dari masing-masing protista tersebut memiliki ciri khas tersendiri. • Heterotrof dan Autrotrof – Beberapa spesies dari protista yang memiliki klorofil dapat membuat makanannya sendiri sehingga disebut sebagai autotrof, sedangkan bagi jenis yang lain yang tidak memiliki klorofil, biasanya mereka mempertahankan hidupnya dengan menopang di tumbuhan lain sebagai parasit. • Habitat – Secara umum, tempat tinggal protista adalah di air, yaitu dengan berenang-renang ataupun melekat di sungai atau bahkan di dasar laut.

Akan tetapi bebera jenis lainnya dapat tinggal suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut daratan. suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut Repirasi – Tipe respirasi pada protista adalah respirasi aerobik, sedangkan untuk sistem respirasi selnya mereka memiliki mitokondira untuk membantu respirasi.

Protista Mirip Tumbuhan Disebut sebagai protista menyerupai tumbuhan karena mereka memiliki sifat dan ciri yang hampir dimiliki oleh tumbuhan. Protista menyerupai tumbuhan ini memiliki sifat autotrof, yaitu dapat membuat makanannya sendiri, kemudian sebagian besarnya memiliki klorofil agar dapat melakukan proses yang sama seperti proses fotosintesis pada tumbuhan. Adapun pembagian protista mirip tumbuhan dan ciri cirinya akan dijelaskan dibawah ini.

Artikel terkait : Pengertian Fotosintesis 1. Filum Euglenophyta Protista jenis ini merupakan jenis protista yang mempunyai klorofil serta karotin yang digunakan dalam proses fotosintesis.

Adapun ciri ciri protista jenis ini adalah: • Hidup di air tawar, seperti di tempat yang lembab • Selnya berbentuk oval dan memiliki stiga khusus untuk pembeda warna antara gelap dan terang • Reproduksinya dengan cara pembelahan biner ( baca : Pembelahan Biner pada Bakteri ) • Hanya memiliki 1 flagel yang terdapat pada mulut sel • Bertahan hidup dengan cara fotosintesis dan juga memakan zat organik yang terdapat dilingkungan tempat tinggalnya 2.

Filum Alga Tempat umum yang biasanya menjadi tempat tinggal alga adalah air tawar, tapi beberapa diantaranya juga tinggal di laut. Alga ini juga memiliki klorofil, karotin serta xantofil, dimana bentuk dari kloroplasnya seperti spiral hingga seperti bola. Protista jenis ini merupakan organisme uniseluler yang bentuknya menyerupai benang. Sedangkan cara reproduksinya melalui pembelahan biner, secara generatif atau berfragmentasi.

Untuk mempertahankan hidupnya mereka merupakan organisme autotrof dan juga memiliki hubungan yang baik dengan jamur. Adapun contoh alga dan juga cirinya akan dijelaskan dibawah ini. • Chlorella – Hidup di air tawar atau air laut, memiliki bentuk sel bulat dan kloroplasnya berbentuk seperti mangkuk, biasanya dijadikan penelitian di laboratorium, dapat dimanfaatkan sebagai obat atau bahan makanan.

• Chlorococcum – Habitat dan bentuk selnya sama seperti chlorella, tetapi reproduksinya melalui pembentukan zoospora. • Chlamydomonas – Memiliki 2 flagel yang digunakan sebagai alat gerak, memiliki 2 vakuola, cara reproduksinya dengan pembentukan zoospora atau bisa juga konjugasi serta memiliki bentuk yang menyerupai telur.

Artikel terkait : Jenis Jenis Alga – Ciri-ciri Alga 3. Filum Diatom Diatom merupakan protista yang memiliki kloroplas berwarna coklat keemasan. Adapun ciri ciri diatom adalah: • Inti selnya terdapat di bagian utama sitoplasma • Bentuk kloroplasnya variatif • Tempat hidupnya di air tawar, daratan, air laut bahkan tempat yang lembab • Talus uniseluler, dimana talusnya tersusun atas 2 bagian penting, yaitu hipoteka dan epiteka.

• Reproduksi secara seksual dan aseksual, dimana reproduksi aseksual adalah dengan cara pembelahan mitosis. Protista Mirip Hewan Protista menyerupai hewan dapat disebut juga sebagai protozoa. Dimana kata protozoa diambil dari kata Yunani ‘protos’ yang artinya pertama dan ‘zoon’ artinya hewan.

Adapun ciri umum protozoa adalah: • Bentuknya sangat variatif • Cara geraknya dengan menggunakan flagel, silia, pseudopodia • Hidupnya sangat bebas, bisa komensalisme, mutualisme atau parasit • Ukuran tubuhnya sangat kecil yaitu sekitar 10 mikron hingga 6 mm • Tempat tinggalnya biasanya di tempat yang berair dan lembab 1.

Rhizopoda Rhizopoda adalah kelompok protista mirip hewan yang bergerak dengan kakinya. Tempat tinggal protozoa jenis ini adalah di air tawar, tempat yang lembab atau air laut, sedangkan cara hidupnya adalah dengan menjadi parasit di makhluk hidup lain. Kaki pada rhizopoda ini merupakan bentukan dari perubahan sitoplasma dari fase padat ke fase kental.

Adapun gerak yang ditimbulkan dari protozoa ini disebut sebagai gerak amoeboid. Contoh dari protozoa jenis ini diantaranya Amoeba sp, Entamoeba coli, Arcella sp dan Entamoeba gingivalis. Artikel terkait : Klasifikasi Animalia 2. Flagellata Flagellata merupakan protisa yang bergerak dengan menggunakan flagel yang biasanya digunakan untuk memasukkan makanan ke mulut.

Protozoa jenis ini tempat hidupnya di air, beberapa diantarnya menjadi parasit di makhluk hidup lain. Cara perkembangbiakkannya adalah dengan pembelahan biner atau dengan konjugasi. Adapun contoh flagellata diantaranya fitoflagellata dan zooflagellata. Artikel terkait : Perkembangbiakan Hewan 3.

Cillata Cillata merupakan protoza yang bergerak dengan menggunakan silianya. Hewan ini memiliki ciri utama yaitu bulunya yang getar. Silia yang digunakan untuk bergerak tersebut juga memiliki fungsi untuk menangkap makanan dan menerima rangsangan. Bentuk tubuhnya biasanya teratur dan terkadang oval. Contoh cillata diantarnya Paramecium caudatum dan stylonichia. Artikel terkait : Cara Berkembang Biak Hewan 4.

Sporozoa Sporozoa merupakan protozoa yang tidak memiliki alat gerak, akan tetapi mereka dapat bergerak dengan cara berpindah tempat. Hampir seluruh protoza jenis ini merupakan parasit di makhluk hidup lainnya.

Adapun cara reproduksinya adalah dengan vegetatif dan generatif. Contoh dari sporozoa diantarnya adalah Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale. Protista Mirip Jamur Meskipun menyerupai jamur, akan tetapi protista ini tidak dapat dimasukkan pada kategori fungi, hal tersebut dikarenakan reproduksi dan struktur tubuhnya sangat berbeda. Secara umum, protista menyerupai jamur terbagi atas 2 jenis, yaitu: 1. Jamur Lendir (Myxomycota) Protista jamur lendir ini biasanya dapat ditemukan di wilayah hutan yang lembab, batang kayu yang telah membusuk atau kayu yang lapuk.

Seperti namanya, struktur dari tubuhnya menyerupai lendir dengan inti yang cukup banyak dan cara geraknya seperti Amoeba sp. Cara reproduksinya adalah dengan dengan cara vegetatif yang memanfaatkan plasmodium dewasa dan generatif dengan peleburan pada spora. Artikel terkait : Macam Macam Jamur 2. Jamur Air (Oomycota) Protista jamur air ini tidak memiliki hifa yang bersefat, sedangkan intinya banyak dan memiliki dinding sel yang berupa selulosa.

Cara reproduksinya adalah dengan vegetatif dengan membentuk zoospora dan generatif dengan membentuk zigot yang nantinya akan tumbuh menjadi oospora.

Adapun contoh protista jamu air diantaranya Phytium, Phytophthora dan Saprolegnia. Artikel terkait : Fungsi Dinding Sel pada Tumbuhan Itulah ciri ciri protista secara umum hingga ciri dari pembagian protista pada umumnya.

Semoga ciri ciri protista dan pembagian protista dapat menambah wawasan Anda. Pengertian Rantai Makanan – Manusia bukanlah satu-satunya mahkluk yang hidup di muka bumi ini. Ada banyak mahkluk hidup yang tumbuh dan berkembang berdampingan dengan manusia. Sebagai sesama mahkluk hidup yang menempati bumi, antara mahkluk hidup pasti terjadi interaksi.

Hubungan antar mahkluk hidup yang saling mempengaruhi ini akan menghasilkan sebuah ekosistem. Dalam lingkungan ekosistem, terdapat hubungan antara jaring-jaring makanan yang saling terkait. Ekosistem juga dapat diartikan sebagai suatu sistem ekologi yang di dalamnya terdapat hubungan timbal balik antara keanekaragaman spesies dengan siklus materi serta arus energi melalui komponen-komponen yang terdapat di dalamnya.

Mari mengenal lebih dekat tentang pengertian dari jaring-jaring makanan dan ekologi berikut ini Grameds! Daftar Isi • A. Pengertian Rantai Makanan • B. Fungsi Rantai / Jaring-jaring Makanan • Anda Mungkin Juga Menyukai • C. Proses Rantai Makanan • 1. Produsen • 2. Konsumen • 3. Dekomposer atau Pengurai • D. Jenis Piramida Ekologi • 1.

Piramida Energi • 2. Piramida Biomassa • 3. Piramida Jumlah • E. Contoh Rantai Makanan Berdasarkan Ekosistemnya • 1. Contoh Rantai Makanan di Darat • 2. Contoh Rantai Makanan di Gurun • 3. Contoh Rantai Makanan di Laut • 4. Contoh Rantai Makanan di Danau • 5. Contoh Rantai Makanan di Sungai • 6. Contoh Rantai Makanan di Savana • Kategori Ilmu Biologi • Materi Biologi Kelas X A. Pengertian Rantai Makanan Rantai makanan adalah bagian dari jaring-jaring makanan.

Meskipun rantai makanan dan jaring-jaring makanan terlihat sama, namun sedikit berbeda. Rantai makanan adalah serangkaian proses makan dan dimakan antara mahkluk hidup berdasar urutan tertentu yang terdapat peran produsen, konsumen dan decomposer (pengurai) untuk kelangsungan hidup.

Secara sederhana rantai makanan bisa dilihat secara runtut dari produsen, konsumen dan pengurai. Lain halnya dengan jaring-jaring makanan. Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari rantai makanan yang saling terhubung, dan tumpang tindih dalam suatu ekosistem. Pelajari jaringan makanan, tahapan dalam klasifikasi, jenis klasifikasi makhluk hidup yang ada, tingkatan klasifikasi dan masih banyak lagi dalam buku Klasifikasi Makhluk Hidup: Did You Know Series Biology.

B. Fungsi Rantai / Jaring-jaring Makanan Tujuan mendasar dari jaring makanan adalah menggambarkan rantai makanan antar spesies dalam suatu komunitas. Jaring makanan dapat dibangun untuk menggambarkan interaksi spesies. Semua spesies di jaring makanan dapat dibedakan menjadi spesies basal (autotrof, seperti tanaman), spesies perantara (herbivora dan karnivora tingkat menengah, seperti belalang dan kalajengking), dan spesies puncak atau predator (karnivora tingkat tinggi).

Rp 44.000 Beberapa ilmuwan menyebut tingkatan setiap organisme dalam jaringan makanan dengan istilah tingkat trofik. Tingkat trofik tersebut menentukan bagaimana energi mengalir melalui ekosistem. Dengan adanya pengelompokan spesies di tingkat trofik membantu kita dalam memahami hubungan antar spesies. Berikut ini beberap fungsi jarring-jaring makanan yang perlu kamu ketahui Grameds: • Menggambarkan interaksi langsung antar spesies yang ada pada ekosistem itu sendiri, sehingga hubungan antar spesies bisa dibedakan mana yang termasuk dalam spesies basal, spesies peralihan dan mana yang menjadi spesies predator puncak.

• Sebagai penyederhana dalam memahami suatu hubungan antar spesies dan berfungsi dalam mempelajari kontrol bawah ke atas maupun kontrol atas ke bawah dalam suatu struktur komunitas. • Mmempelajari kontrol atas ke bawah ataupun kontrol bawah ke atas didalam suatu struktur atau bentuk komunitas.

Dengan adanya proses rantai makanan sendiri, makhluk hidup dapat bertumbuh dan bertahan hidup. Pelajari segala hal mengenai makhluk hidup lainnya yang penting kamu ketahui pada buku Segala Sesuatu Tentang Makhluk Hidup karya Azzurrino Riski.

C. Proses Rantai Makanan Proses makan dan dimakan dalam rantai makanan ini berlangsung secara terus menerus dengan perannya masing masing, seperti produser, konsumen, dan pengurai atau dekomposer. Berikut penjelasannya Grameds: 1. Produsen Produsen adalah organisme yang mampu membuat makanannya sendiri, contohnya adalah tumbuhan hijau.

Keberadaannya tidak bergantung pada ketersediaan makanan, akan tetapi keseimbangan alam. Maka dari itu produsen tidak memakan makhluk lain. Tetapi malah di makan oleh makhluk lainnya. Produsen juga merupakan makhluk hidup yang dapat membuat zat organik dari zat anorganik.

Biasanya produsen membuat makanan nya melalui proses fotosintesis. Contoh produsen diantaranya tumbuhan hijau, alga, dan juga lumut. 2. Konsumen Konsumen yaitu makhluk hidup yang bergantung pada makhluk lain karena dia tidak bisa memproduksi makanan sendiri seperti produsen. Maka dari itu untuk menjaga kelangsungan hidupnya, konsumen bergantung pada organism lainnya. Peran konsumen di dalam sebuah ekosistem biasa nya adalah hewan. Konsumen memiliki beberapa tingkatan, diantaranya: • Konsumen pertama (primer), konsumen satu merupakan pemakan produsen atau tumbuhan dan biasanya disebut dengan konsumen herbivora.

Contohnya seperti sapi, kelinci, kerbau dan lain lain. • Konsumen sekunder, organisme yang sumber makanannya dari tingkat trofik sebelumnya (trofik 2). Tingkatan ini diisi oleh hewan-hewan karnivora yang masih bisa dimangsa oleh hewan lain, contohnya adalah tikus. • Konsumen tersier, konsumen ini merupakan pemakan konsumen kedua dan seterusnya hingga konsumen yang terakhir yang disebut dengan konsumen puncak.

Biasanya konsumen puncak merupakan hewan yang tidak bisa dimakan oleh hewan lainnya. Contohnya singa, buaya, elang.

3. Dekomposer atau Pengurai Pengurai adalah organisme terakhir dalam rantai makanan. Karena pengurai merupakan organisme yang mampu mengubah zat organik menjadi zat anogarnik.

Pengurai mengurai bangkai atau tumbuhan yang sudah mati lalu mengembalikan nutrisinya ke dalam tanah yang akan digunakan tanaman untuk berfotosintesis, di sinilah siklus dari rantai makanan dimulai lagi. Contoh pengurai yaitu jamur dan bakteri pengurai. Rantai makanan adalah bagian dari jaring-jaring makanan, berikut penjelasan jaring-jaring makanan.

Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari rantai-rantai makanan yang berhubungan dikombinasikan atau digabung yang tumpang tindih dalam suatu ekosistem. Meskipun secara umum ada 5 tingkatan rantai makanan, tidak semua rantai makanan terdiri dari 5 tingkatan tropik tersebut.

Ada rantai makanan yang hanya terdiri dari 4 tingkatan saja, ada juga yang mencapai 6 tingkatan trofik. Semakin pendek sebuah rantai makanan, maka energi yang tersedia semakin besar, sebaliknya jika rantai makanannya panjang maka sedikit energi yang tersedia.

D. Jenis Piramida Ekologi Piramida ekologi adalah suatu diagram piramida yang dapat menggambarkan hubungan antara tingkat trofik satu dengan tingkat trofik lain, secara kuantitatif pada suatu ekosistem. Pada piramida ini organisme yang menempati tingkat trofik bawah relatif banyak jumlahnya.

Makin tinggi tingkat trofiknya jumlah individunyapun semakin sedikit. Tingkat trofik tersebut terdiri dari produsen, konsumen primer, konsumen sekunder, konsumen tertier.

Produsen selalu menempati tingkat trofik pertama atau paling bawah. Sedangkan herbivora atau konsumen primer menempati tingkat trofik kedua, konsumen sekunder menempati tingkat trofik ketiga, konsumen tertier menempati tingkat trofik ke empat atau puncak piramida. Berikut ini jenis-jenis piramida ekologi Grameds! 1. Piramida Energi Piramida ini menggambarkan hilangnya energi pada saat perpindahan energi makanan di setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem.

Pada piramida energi tidak hanya jumlah total energi yang digunakan organisme pada setiap taraf trofik rantai makanan tetapi juga menyangkut peranan berbagai organisme di dalam transfer energi.

Dalam penggunaan energi, makin tinggi tingkat trofiknya maka makin efisien penggunaannya. Namun panas yang dilepaskan pada proses tranfer energi menjadi lebih besar. Hilangnya panas pada proses respirasi juga makin meningkat dari organisme yang taraf trofiknya rendah ke organisme yang taraf trofiknya lebih tinggi.

Sedangkan untuk produktivitasnya, makin ke puncak tingkat trofik makin sedikit, sehingga energi yang tersimpan semakin sedikit juga. Energi dalam piramida energi dinyatakan dalam kalori per satuan luas per satuan waktu. 2. Piramida Biomassa Piramida Biomassa yaitu suatu piramida yang menggambarkan berkurangnya transfer energi pada setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem. Pada piramida biomassa setiap tingkat trofik menunjukkan berat kering dari seluruh organisme di tingkat trofik yang dinyatakan dalam gram/m2.

Umumnya bentuk piramida biomassa akan mengecil ke arah puncak, karena perpindahan energi antara tingkat trofik tidak efisien. Tetapi piramida biomassa dapat berbentuk terbalik. Misalnya di lautan terbuka produsennya adalah fitoplankton mikroskopik, sedangkan konsumennya adalah makhluk mikroskopik sampai makhluk besar seperti paus biru dimana biomassa paus biru melebihi produsennya. Puncak piramida biomassa memiliki biomassa terendah yang berarti jumlah individunya sedikit, dan umumnya individu karnivora pada puncak piramida bertubuh besar.

3. Piramida Jumlah Piramida jumlah adalahsuatu piramida yang menggambarkan jumlah individu pada setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem. Piramida jumlah umumnya berbentuk menyempit ke atas.

Organisme piramida jumlah mulai tingkat trofik terendah sampai puncak adalah sama seperti piramida yang lain yaitu produsen, konsumen primer dan konsumen sekunder, dan konsumen tertier artinya jumlah tumbuhan dalam taraf trofik pertama lebih banyak dari pada hewan (konsumen primer) di taraf trofik kedua, jumlah organisme kosumen sekunder lebih sedikit dari konsumen primer, serta jumlah organisme konsumen tertier lebih sedikit dari organisme konsumen sekunder.

Pelajari informasi mengenai kajian ekologi lainnya pada buku Referensi Biologi Lengkap: Ekologi yang wajib Grameds ketahui mengenai makhluk hidup yang ada.

E. Contoh Rantai Makanan Berdasarkan Ekosistemnya Ada sejumlah contoh jaring-jaring makanan dikelompokkan berdasarkan habitat kehidupan mereka. Contohnya ialah jaring-jaring makanan bagi habitat tertentu. Ada kira-kira 13 mahluk hidup pada suatu siklus jaring-jaring makanan. Beberapa mahluk hidup itu diantaranya phytoplankton, zoopllankton, ikan, udang, burung camar, kepiting, rumput laut, gurita, pinguin, gajah laut, anjing laut, paus biru, serta paus pembunuh.

Nah, melihat ke 13 mahluk hidup itu bisa digolongkan kedalam sejumlah siklus rantai makanan, diantaranya: 1. Contoh Rantai Makanan di Darat Padi – Tikus – Ular – Elang – Pengurai • Padi, yaitu sebagai produsen penghasil makanan untuk organisme lain. Padi menghasilkan biji beras. • Tikus, yaitu sebagai konsumen primer karena tikus merupakan hewan yang memakan suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut atau yang disebut dengan herbivora.

Tikus memakan padi untuk kelangsungan hidupnya. • Ular, yaitu konsumen sekunder karena ular merupakan pemakan hewan lainnya atau karnivora dan ular memakan tikus sebagai sumber energinya. • Elang, yaitu konsumen puncak. Elang memakan ular untuk kelangsungan hidupnya. • Pengurai, perannya mengurai Elang agar zat zat dan nutrisi nya dapat di serap kembali oleh tanah dan dapat diserap oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis.

Tidak hanya di laut dan danau, Jaring-jaring makanan juga terjadi di ekosistem sawah yaitu, seperti berikut: • Pohon > Burung Gereja > Burung Elang Pohon > Jangkrik > Burung Pipit >Burung Elang. • Rumput > Jangkrik> Tikus > Burung Elang. • Rumput > Jangkrik > Tikus > Ular > Burung Elang. • Rumput > Tikus > Burung Suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut. • Pohon > Jangkrik > Tikus > Burung Elang.

• Pohon > Jangkrik > Tikus >Ular > Burung Elang. • Rumput > Jangkrik > Burung Pipit > Burung Elang. • Rumput > Tikus > Ular > Burung Elang. 2. Contoh Rantai Makanan di Gurun Gurun adalah salah satu dari ekosistem darat suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut terbentuk secara alami dan sedikit biotik yang mampu bertahan hidup di tempat ini karena suhunya yang sangat panas dan kering.

Beberapa contoh ekosistem gurun adalah gurun Gobi dan gurun Kalahari di Afrika. Ciri-ciri ekosistem gurun adalah: • Memiliki curah hujan yang sangat rendah, • Merupakan bagian dari ekosistem darat • Memiliki suhu yang sangat ekstrim. Contoh rantai makanan di ekosistem gurun adalah: • Energi matahari – rumput – rusa – hiena – pengurai • Energi matahari – rumput – kelinci – ular – elang – pengurai 3. Contoh Rantai Makanan di Laut Ekosistem laut atau ekosistem bahari adalah ekosistem akuatik alami, didominasi oleh perairan yang sangat luas dan berkadar garam tinggi.

Ciri-ciri ekosistem laut adalah sebagai berikut: • Memiliki salinitas tinggi, semakin mendekati khatulistiwa semakin tinggi • NaCl mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75% • Iklim dan cuaca tidak terlalu berpengaruh pada ekosistem laut • Memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan dengan di kedalaman.

Contoh rantai makanan di ekosistem laut adalah: Phytoplankton – Ikan Kecil – Anjing Laut – Hiu – Dekomposer • Phytoplankton, yaitu sebagai produsen karena ia dapat membentuk cadangan makanan yang disebut amylum melalui proses fotosintesis. • Ikan kecil, yaitu sebagai Konsumen primer karena ikan kecil memakan phytoplankton agar dapat bertahan hidup.

• Anjing laut, yaitu sebagai konsumen sekunder karena anjing laut memakan ikan kecil, dan mengubahnya menjadi energi untuk kelangsungan hidupnya. • Suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut, yaitu sebagai konsumen puncak karena hiu memakan anjing laut agar dapat bertahan hidup • Dekomposer, perannya mengurai hiu pada saat mati. Agar nutrisi nya dapat di serap tanah dimana tanaman laut hidup. 4. Contoh Rantai Makanan di Danau Danau merupakan ekosistem akuatik alami, sama seperti laut dan sungai, namun danau termasuk ke dalam kategori ekosistem Ientik atau ekosistem dengan air yang tenang.

Ciri-ciri ekosistem danau adalah sebagai berikut: • Memiliki variasi suhu yang tidak mencolok • Memiliki penetrasi cahaya yang sangat sedikit • Dihuni oleh flora yang khas • Dihuni oleh kebanyakan filum hewan Contoh rantai makanan di ekosistem danau adalah: Energi matahari – fitoplankton – zooplankton – larva capung atau nyamuk – ikan – buaya – pengurai • Fitoplankton -> zooplankton -> Ikan kecil -> Burung pemakan ikan -> Pengurai • Pengurai Fitoplankton -> Zooplankton -> Ikan kecil -> Ikan besar -> Pengurai • Fitoplankton -> Zooplankton -> Ikan kecil -> Ikan besar -> Burung pemakan ikan -> Pengurai • Tanaman Hidrylla -> Siput -> Burung pemakan ikan -> Pengurai • Tanaman enceng gondok -> Siput -> Burung pemakan ikan -> Pengurai • Tanaman enceng gondok -> Ulat -> Burung -> Pengurai 5.

Contoh Rantai Makanan di Sungai Sungai adalah ekosistem Iotik atau ekosistem dengan air yang mengalir. Ciri-ciri ekosistem sungai adalah sebagai berikut: • Air pada ekosistem sungai mengalir dari hulu ke hilir • Terjadi perubahan pada keadaan fisik dan kimia dari ekosistem yang berlangsung terus menerus • Kondisi dari fisik kimia pada tingkatan aliran air ekosistem sungai sangat tinggi • Tumbuhan dan hewan yang tinggal telah menyesuaikan diri dengan kondisi aliran air sungai Contoh rantai makanan di ekosistem sungai adalah: • Energi matahari – alga atau lumut – udang – ikan – ular sungai – pengurai • Energi matahari – alga atau lumut – ikan – beruang – pengurai 6.

Contoh Rantai Makanan di Savana Sama seperti ekosistem gurun, sabana juga termasuk ekosistem darat yang terbentuk secara alami. Ada dua macam sabana, yaitu sabana murni dan sabana campuran. Sabana murni hanya memiliki satu jenis pohon sementara sabana campuran memiliki beberapa jenis pohon.

Ciri-ciri ekosistem sabana adalah: • Padang rumput yang diselingi dengan pepohonan • Berada di daerah tropis • Jenis flora yang umumnya tumbuh di sana adalah rumput, Eucalyptus, Acacia, dan Coryphautan • Jenis hewan bioma sabana pada umumnya adalah singa, macan, rusa, gajah, zebra, kuda, rayap, serangga Contoh rantai makanan di ekosistem sabana adalah: • Energi matahari – rumput – zebra – harimau – pengurai • Energi matahari – rumput – rusa – cheetah – pengurai Demikianlah pengertian dan sedikit contoh dari rantai makanan beserta contohnya.

Hal lain yang lebih penting dalam mempelajari rantai dan jaring-jaring makanan adalah kita harus memahami bahwa seluruh makhluk di muka bumi ini saling membutuhkan satu sama lain untuk bertahan hidup dan untuk itu kita harus terus menjaga kelestarian alam.

Punahnya satu jenis hewan tertentu akan merusak keseimbangan rantai makanan dan pada akhirnya semua pun akan berdampak pada kelangsungan hidup manusia, semangat belajar Grameds!

Salah satu penyebab rusaknya keseimbangan tersebut juga bisa berupa perubahan iklim yang pada akhirnya bisa berdampak hingga kepunahan makhluk hidup seperti halnya yang dibahas pada buku Oh, Ternyata… Makhluk Hidup Bisa Punah karena Perubahan Iklim! • Pengertian Biologi dan 19 Cabang Ilmu Biologi • Keanekaragaman Hayati • Klasifikasi Mahluk Hidup • Virus • Eubacteria • Archaebacteria • Cynobacteria • Protozoa • Filum Chordata • Kingdom Protista • Kingdom Fungi • Kingdom Plantae • Hewan Vertebrata • Hewan Invertebrata • Ekosistem • Daur Biogeokimia • Urutan Takson Tumbuhan • Tumbuhan Paku • Tumbuhan Thallophyta • Tumbuhan Angiospermae • Tumbuhan Gymnospermae • Tumbuhan Spermatophyta • Pencemaran Lingkungan • Tumbuhan Ganggang • Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui • Biokimia dan Biomolekul • Sistem Gerak Pada Manusia • jaringan Pada Tumbuhan • Sistem Peredaran Darah Besar • Sistem Peredaran Darah kecil • Sel • Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan • Sistem Hormon • Teori Evolusi • Materi Genetik • Bioteknologi • Evolusi • Reproduksi Sel • hereditas Di Channel Youtube Edutore dibahas bermacam-macam mulai dari pengetahuan umum yang unik seperti “Kenapa lampu rem berwarna merah”, belajar bahasa inggris bersama captain J, sampai dengan belajar bareng edutore yang berisi pembahasan soal seperti soal CPNS sinonim, antonim, dan lainnya.

Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 127 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
Ciri Ciri Porifera – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Porifera yang dimana dalam hal ini meliputi Pengertian Porifera, Ciri Ciri Porifera, Struktur Porifera, Klasifikasi Porifera dan Sistem Organ Porifera, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Daftar Isi • 1 Pengertian Porifera • 1.1 Ciri Ciri Porifera • 1.2 Struktur Tubuh Porifera • 1.2.1 Sel amoebosit • 1.2.2 Suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut skleroblas • 1.2.3 Sel Archeosit • 1.2.4 Sel spikula • 1.3 Klasifikasi Porifera • 1.3.1 Kelas calcarae • 1.3.2 Kelas Hexactinellida • 1.3.3 Kelas Dengospongia • 1.4 Sistem Organ Profera • 1.4.1 Sistem pencernaan makanan • 1.4.2 Sistem Reproduksi • 1.4.3 Sistem Saraf Porifera • 1.4.4 Sistem pernafasan Porifera • 1.5 Share this: Pengertian Porifera Porifera berasal dari dua kata yakni porus dan faro.

Porus berarti lubang dan faro berarti membawa atau mengandung, sehingga porifera dapat diartikan sebagai hewan yang tubuhnya mengandung lubang-lubang kecil. Lubang-lubang kecil ini juga disebut sebagai pori-pori, oleh karena itu porifera lebih dikenal dengan sebutan hewan berpori-pori. Untuk mensirkulasikan air dalam tubuhnya, porifera memiliki sistem kanal atau saluran air. Ciri Ciri Porifera Porifera punya tanda-tanda yang membedakannya dengan hewan jenis lain.

Ciri tersebut adalah sebagai berikut: • Tubuh porifera berpori-pori mikroskopis. • Memiliki dua fase kehidupan yakni polip (berenang bebas) sesil (hidup menetap). • Porifera merupakan hewan multiseluler yang tidak punya jaringan sejati. • Porifera belum punya organ pencernaan, sistem saraf dan sistem peredaran darah.

• Tubuhnya melekat didasar perairan • Diploblastik gara-gara tersusun atas atas dua susunan embryonal yakni eksoderm dan mesoderm. • Pencernaan secara intra seluler. • Tubuhnya bersimetri radial, wujud tubuhnya bervariasi, ada yang menyerupai jamban, terompot ataupun piala. Baca Juga : Klasifikasi Amfibi Struktur Tubuh Porifera Struktur tubuh porifera punya dua susunan yakni susunan luar dan susunan dalam.

Lapisan luar (ektodermis) disebut sel-sel epidermis namun susunan dalam disebut endodermis. Sel-sel epidermis ini bentuknya pipih umumnya disebut pinakosit dan sel porosit (sel yang memiliki kandungan pori-pori atau ostium). Lapisan endodermis suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut oleh sel-sel yang berflagela (koanosit/collar).

Diantara susunan epidermis dan susunan sel-sel koanosit terkandung mesohil (substansi suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut, yang didalamnya terkandung banyak sel, yakni sel amoebasit, sel skerosis, sel archeosit, dan sel spikula. Sel amoebosit Sel amoebosit merupakan sel yang tidak membawa wujud senantiasa dan bergerak dengan pseudosipodia. Fungsi sel ini adalah sebagai berikut: • Mengambil makanan berasal dari air air dan berasal dari sel koanosit.

• Membentuk serat-serat rangka keras dalam mesohil. • Mencerna makanan yang diambil berasal dari air. • Membawa dan mengedarkan makanan kesel lain. Sel skleroblas Sel skleroblas merupakan sel-sel yang punya unttuk dalam membentuk spikula. Sel Archeosit Sel archeosit adalah sel amoebosit embrional yang beralih faedah menjadi sel sperma dan ovum.

Sel spikula Sel spikula merupakan sel-sel yang berfaedah sebagai sel penyusun kerangka tubuh. Pada bagian tubuh porifera terkandung terkandung rongga yang disebut berfaedah untuk daerah penampungan air waktu agar berlangsung penyerapan zat makanan oleh sel koanosit dan pertukaran oksigen dan karbon dioksida oleh seluruh tubuh. Pada ujung anterior tubuhnya terkandung oskulum (lubang pengeluaran).

Klasifikasi Porifera Berdasarkan wujud dan takaran spikulanya porifera mampu diklasifikasikan dalam tiga kelas. Tiga kelas tersebut adalah sebagai berikut: Baca Juga : Mimikri : Pengertian, Fungsi Dan Contohnya Contoh hewan porifera yang berada dalam kelas calcarae adalah Scypha, cerantia, cerantrina, Sycon gelatinosum dan leucosolenia.

Kelas Hexactinellida Ciri-ciri hewan porifera untuk kelas hexactinellida adalah rangkanya berspikula bersisik dan untuk habitatnya lebih kerap ditemukan dilautan dalam. Tubuhnya umunya berwarna pucat dan bersifat layaknya vas bunga atau mangkok Contohnya sepertieuplectella, hyalonema, pheronema. Kelas Dengospongia Kelas demospongia punya tanda-tanda sebagai berikut: • Umumnya tidak berangka, sebagian yang berangka rangkanya terdiri terdiri berasal dari kresik atau sponging atau campuran keduanya • Terdapat sebagian spesies yang tidak bergerak.

• Hidup dilaut dangkal. • Bentuk tubuhnya tidak beraturan dan bercabang. • Tubuhnya berwarna cerah. Hewan porifera jenis ini umumnya dimanfaatkan sebagai bahan industry spon. Contoh hewan porifera yang masuk kedalam kelas ini adalah Euspongia mollisima, Hypospongia equine, Haliclona, Microsiona dan spongilla corteri.

Sistem Organ Profera Adapun sistem organ profera yang diantaranya yaitu: Sistem pencernaan makanan Pada hewan porifera suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut pencernaan makanannya berlangsung secara intraseluler. Dimulai dengan pergerakan flagella pada leher sel yang mengakibat air suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut berasal dari ostium musuk spongol laulu ke oskulum.

Aliran air ini membawa oksigen dan makanan bersifat plankton yang akan ditangkap oleh sel-sel leher dan dicerna dalam vakuola. Sari-sari makanan hasil pencernaan diangkut dan diedarkan kesluruh tubuh oleh sel ameobosit. Sisa-sia makanan akan dikeluarkan oleh spongonl kedalam air dan dikeluarkan melalaui oskulum dengan aliran air dalam tubuhnya. Sistem Reproduksi Porifera berkembang biak secara aseksual dan seksual. Reproduksi tersebut berlangsung sebagai berikut: • Reproduksi aseksual Reproduksi aseksual berlangsung dengan cara pembentukan kuncup.

kuncup ini mampu delepas atau pun melekat, sampai membentuk suatu gerombolan besar. Kemudian pembentukan gemule (butir benih) atau kuncup dalam. Gemule ini dibikin dalam keadaan lingkungan yang tidak bersahabat minsalnya kekeringan atau dingin. Jika porifera mati atau terpecah menjadi sebagian bagian maka gemule ini akan nampak dan tumbuh tumbuh menjadi porifera baru.

• Reproduksi Aseksual Reproduksi aseksual pada hewan porifera ini berlangsung melalui penyatuan ovum dan sel sperma. Sel sperma nampak berasal dari tubuh induk melalui oskulum seiring dengan aliran air. Dalam spongcoel, sperma akan masuk ke suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut atau amoebosit.

Sel amoebosit berfaedah membawa sperma menuju sel telur dalam mesohil. Kemudian amoebosit beserta sperma akan melebur dengan sel telur, agar terjadilah pembuahan.

Baca Juga : 7 Contoh Hewan Vivipar Sistem Saraf Porifera Porifera merupakan makhluk hidup yang tidak punya sel sel saraf. Namun faedah sel saraf ini digantikan oleh sel lain yang terkandung dalam tubuhnya. Hal ini menyebab porifera mampu bereaksi dengan lingkungan dan sensitif pada sebagian sentuhan meski tidak punya sel saraf. Sistem pernafasan Porifera Porifera bernafas dengan cara memasukkan air kedalam tubuhnya melalui pori-pori.

Kemudian air tersebut dialirkan ke rongga tubuh agar akan berlangsung pertukaran oksigen dan karbon dioksida kedalam tubuh. Proses pertukaran oksigen dengan karbon dioksida ini dilaksanakan oleh sel koanosit. Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Ciri Ciri Porifera dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. Share this: • Facebook • Tweet • WhatsApp Posted in Hewan Tagged 10 klasifikasi porifera, bentuk tubuh porifera, ciri ciri cnidaria, ciri ciri coelenterata, ciri ciri dan struktur tubuh porifera, ciri ciri porifera, ciri ciri porifera brainly, ciri ciri porifera dan contohnya, contoh porifera, daur hidup porifera, fisiologi porifera, fungsi matriks pada porifera, fungsi oskulum pada porifera, habitat porifera, informasi berikut merupakan ciri-ciri hewan invertebrata ciri-ciri porifera ditunjukkan oleh nomor, jelaskan 4 klasifikasi porifera berdasarkan sifat spikulanya, klasifikasi porifera, klasifikasi porifera antara lain demospongiae hexactinellida dan calcarea adalah berdasarkan, klasifikasi porifera brainly, klasifikasi porifera pdf, lapisan tubuh porifera, peranan porifera, reproduksi porifera, rongga tubuh filum porifera, rongga tubuh porifera, sebutkan klasifikasi porifera, siklus hidup porifera, spesies porifera, struktur porifera, struktur tubuh porifera Post navigation Recent Posts • Mengenal Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem • Macam Macam Penyerbukan : Ciri, Contoh Dan Gambarnya • 5 Contoh Gerak Endonom Pada Tumbuhan Serta Pengertian, Jenis Dan Gambarnya • Peranan Bakteri Dalam Pembuatan Keju • Jenis Jaringan Saraf • Macam Macam Pencemaran Lingkungan • Alat Ekskresi Pada Manusia • Tulang Rusuk • Coelenterata • Bagian Bagian Kulit Manusia
Sebuah hutan lindung di Selangor, Malaysia.

Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan. [1] Adapun menurut ilmu biologi, konservasi adalah: [2] • Efisiensi penggunaan, produksi, transmisi, atau distribusi energi yang berakibat pada turunnya konsumsi energi dengan tetap menghasilkan manfaat yang sama; • Pelestarian dan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam secara bijaksana; • Pelestarian dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan, memastikan bahwa habitat alami suatu area dapat dipertahankan, sementara keanekaragaman genetik dari suatu spesies dapat tetap ada dengan mempertahankan lingkungan alaminya.

Di Indonesia, berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pada Pasal 1 ayat 2, pengertian konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Cagar alam dan suaka margasatwa merupakan Kawasan Suaka Alam (KSA), sementara taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam merupakan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).

Cagar alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Suaka margasatwa mempunyai ciri khas berupa spesies langka endemik serta keunikan yang dimilikinya. Taman nasional mempunyai ekosistem asli yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Taman hutan raya untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Taman wisata alam dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam.

suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut

Konflik [ sunting - sunting sumber ] Di ekosistem hutan, biasanya konflik konservasi muncul antara satwa endemik dan pengusaha HPH (Hak Pengusahaan Hutan). Karena habitatnya menciut dan kesulitan mencari sumber makanan, akhirnya satwa tersebut keluar dari habitatnya dan menyerang manusia. Konflik konservasi muncul karena: [ butuh rujukan] • Penciutan lahan dan kekurangan sumber daya alam (SDA) • Pertumbuhan jumlah penduduk meningkat dan permintaan pada SDA meningkat (sebagai contoh, penduduk Amerika Serikat butuh 11 Ha lahan per orang, jika secara alami) • Ekstraksi SDA berlebihan ( over exploitation) menggeser keseimbangan alami.

• Masuknya spesies asing yang bersifat invasif, baik flora maupun fauna, sehingga mengganggu atau merusak keseimbangan alami yang ada.

suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut

Kemudian, konflik semakin parah jika: • SDA berhadapan dengan batas batas politik (misal: daerah resapan dikonversi untuk HTI, HPH (kepentingan politik ekonomi) • Pemerintah dengan kebijakan tata ruang (program jangka panjang) yang tidak berpihak pada prinsip pelestarian SDA dan lingkungan. • Perambahan dengan latar kepentingan politik untuk mendapatkan dukungan suara dari kelompok tertentu dan juga sebagai sumber keuangan ilegal.

Kawasan konservasi mempunyai karakteristik sebagai berikut: • Karakteristik, keaslian, atau keunikan ekosistem (hutan hujan tropis yang meliputi pegunungan, dataran rendah, rawa gambut, pantai) • Habitat penting atau ruang hidup bagi satu atau beberapa spesies (flora dan fauna) khusus: endemik (hanya terdapat di suatu tempat di seluruh muka bumi), langka, atau terancam punah (seperti harimau, orangutan, badak, gajah, beberapa jenis burung seperti elang garuda atau elang jawa, serta beberapa jenis tumbuhan seperti ramin).

Jenis-jenis ini biasanya dilindungi oleh peraturan perundang-undangan. • Tempat yang memiliki keanekaragaman plasma nutfah alami. • Bentang alam (lanskap) atau ciri geofisik yang bernilai estetik atau ilmiah. • Fungsi perlindungan hidro-orologi: tanah, air, dan iklim global.

• Pengusahaan wisata alam yang alami (danau, pantai, keberadaan satwa liar yang menarik). Kebijakan [ sunting - sunting sumber ] Di Indonesia, kebijakan konservasi diatur ketentuannya dalam UU 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

UU ini memiliki beberapa turunan Peraturan Pemerintah (PP), diantaranya: • PP 68/1998 tentang pengelolaan Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) • PP 7/1999 tentang pengawetan/perlindungan tumbuhan dan satwa • PP 8/1999 tentang pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar/TSL • PP 36/2010 tentang pengusahaan pariwisata alam di suaka margasatwa (SM), taman nasional (TN), taman hutan raya (Tahura) dan taman wisata alam (TWA).

Catatan kaki [ sunting - sunting sumber ] • Halaman ini terakhir diubah pada 5 April 2022, pukul 19.27. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut Umum • (About Me) 6.1.

Sebarkan ini: Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 16 Ciri-Ciri Makhluk Hidup Hewan Dan Tumbuhan Beserta Gambarnya Pengertian Tingkatan Takson Tingkatan takson ialah tingkatan unit atau juga kelompok makhluk hidup yang disusun yang di mulai pada tingkat tertinggi hingga tingkat terendah.

Urutan tingkatan takson tersebut dimulai dari tingkat tertinggi suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut pada tingkatan yang lebih terendah, yakni : • regnum (dunia) atau juga kingdom (kerajaan) • divisio (divisi) atau juga phylum (filum) • classis (kelas) atau juga ordo (bangsa) • familia (kelurga atau suku) • genus (marga) • species (spesies atau jenis) • varietas (ras) Makin tinggi tingkatan pada takson tersebut, maka jua akan lebih banyak anggota pada takson tersebut, namun makin banyak juga perbedaan pada ciri diantara para anggota takson tersebut.

Apabila, makin rendah tingkatan pada takson tersebut maka juga lebih sedikit juga anggota takson, dan juga akan makin banyak pula persamaan dari ciri diantara para anggota takson tersebut.

Sistem natural / alami Sistem yang mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri struktur tubuh eksternal (morfologi) dan struktur tubuh internal (anatomi) secara alamiah.

Penganut sistem ini, di antaranya, Carolus Linnaeus (abad ke-18). Linnaeus berpendapat bahwa setiap tipe makhluk hidup mempunyai bentuk yang berbeda. Oleh karena itu, jika sejumlah makhluk hidup memiliki sejumlah ciri yang sama, berarti makhluk hidup tersebut sama spesiesnya.

Dengan cara ini, Linnaeus dapat mengenal 10.000 jenis tanaman dan 4.000 jenis hewan. Sistem modern (filogenetik) Sistem klasifikasi makhluk hidup berdasarkan pada hubungan kekerabatan secara evolusioner.

suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut

Beberapa parameter yang digunakan dalam klasifikasi ini adalah sebagai berikut: • Persamaan struktur tubuh dapat diketahui secara eksternal dan internal. Menggunakan biokimia perbandingan. Misalnya, hewan Limulus polyphemus, dahulu dimasukkan ke dalam golongan rajungan (Crab) karena bentuknya seperti rajungan, tetapi setelah dianalisis darahnya secara biokimia, terbukti bahwa hewan ini lebih dekat dengan laba-laba (Spider).

Berdasarkan bukti ini, Limulus dimasukkan ke dalam golongan laba-laba. • Berdasarkan genetika modern. Gen dipergunakan juga untuk melakukan klasifikasi makhluk hidup.

Adanya persamaan gen menunjukkan adanya kekerabatan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tujuan Dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup Beserta Penjelasannya Klasifikasi Tingkatan Takson Tingkatan pada Takson dalam Klasifikasi antara lain ialah sebagai berikut ini : Regnum (Dunia) atau juga Kingdom (Kerajaan) Kingdom ialah tingkatan pada takson yang paling tinggi dengan jumlah anggota pada takson terbesar.

Organisme pada bumi tersebut dikelompokkan menjadi 5 kingdom, antara lain ialah sebagai berikut kingdom : • Animalia (ialah hewan), • Plantae (ialah tumbuhan), • fungi (jamur), • .Monera (organisme uniseluler tanpa ada nukleus), • Protista (eukariotik yang mempunyai jaringan sederhana).

Divisio (Divisi) atau juga Phylum (Filum) Filum tersebut digunakan untuk pada takson hewan, sedangkan pada divisi tersebut digunakan untuk takson tumbuhan.

Kingdom Animalia tersebut dibagi menjadi beberapa filum, antara lain filum Chordata (memiliki notokorda saat embrio), filum Echinodermata (hewan yang berkulit duri), dan juga filum Platyherlminthes (cacing pipih).

Nama pada devisi tumbuhan tersebut menggunakan akhiran -phyta. Sebagai contoh ialah, kingdom Plantae yang dibagi menjadi 3(tiga) divisi yakni ialah sebagai berikut : • Bryophyta (tumbuhan lumut), • Ptheridophyta (tumbuhan paku) • Spermatophyta (tumbuhan berbiji).

Classis (Kelas) Anggota pada takson setiap filum atau juga devisi dikelompokkan lagi ialah dengan berdasarkan persamaan ciri-ciri tertentu. Nama kelas pada tumbuhan yang menggunakan akhiran yang berbeda-beda, antara lain ialah sebagai berikut : • edoneae (untuk tumbuhan yang berbiji tertutup), • opsida (pada lumut), • phyceae (pada alga), dan lain suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

Sebagai contohnya ialah sebagai berikut : a. divisi Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, yakni : • kelas Monocotyledone • kelas Dicotyledoneae; b. divisi Bryophyta diklasifikasikan menjadi 3 kelas, yakni ialah sebagai berikut : • Hepaticosida (lumut hati), • Anthocerotopsida (lumut tandak) • Bryopsida (lumut daun) c.

filum Chrysophya (ganggang keemasan) dikelompokkan menjadi 2 kelas, yakni ialah sebagai berikut : • Xanthophyceae, • Bacillariophyceae Ordo ( Bangsa) Anggota pada takson setiap kelas dikelompokkan lagi ialah menjadi beberapa ordo dengan berdasarkan suatu persamaan ciri-ciri yang lebih khusus.

Nama pada ordo terhadap takson tumbuhan tersebut biasanya dengan menggunakan akhiran -ales. contoh ialah sebagai berikutkelas Dicotylesoneae yang dibagi ialah menjadi beberapa ordonya, yakni sebagai berikut : • ordo Solanales, • Cucurbitales, • Malvales, • Rosales, • Asterales, dan juga Familia (Famili/Suku) Anggota pada tokson setiap ordo tersebut dikelompokkan lagi ialah menjadi beberapa famili dengan berdasarkan suatu persamaan ciri-ciri tertentu.

Asal dari kata famili tersebut yaitu dari bahasa latin yaitu familia. Nama pada famili terhadap tumbuhan tersebut biasanya dengan menggunakan akhiran aceace. Sebagai contoh ialah sebagai berikut : • famili Solanaceace, • Cucurbitaceace, • Malvaceace, • Rosaceae, • Asteraceae, dan juga Tetapi, terdapat juga yang tidak menggunakan dengan akhiran kata- aceae, sebagai contoh ialah sebagai berikut : • Compasitae (nama lain dari Asteraceae) suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut • Graminae (nama lain Poaceace).

Genus (Marga) Anggota pada takson setiap familia tersebut yang kemudian dikelompokkan lagi menjadi beberapa genus dengan berdasarkan suatu persamaan ciri-ciri tertentu yang lebih khusus lagi. Kaidah ataupun tata cara dalam penulisan nama genus tersebut, yakni dengan huruf besar pada kata pertama dan juga dicetak miring atau juga digaris bawahi.

suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut

contoh ialah sebagai berikut, familia Poaceae terdiri atas genus ialah sebagai berikut : • Zea (jagung), • Saccharum (tebu), • Triticum (gandum), • Oryza (padi-padian).

Species (Spesies/Jenis) Spesies ialah tingkatan pada takson paling dasar atau juga paling terendah. Anggota pada takson spesies tersebut mempunyai paling banyak persamaan ciri dan juga terdiri dari organisme yang jika melakukan suatu perkawinan secara alamiah tersebut dapat menghasilkan suatu keturunan yang fertil (subur).

Nama pada spesies tersebut terdiri dari 2(dua) kata yakni ialah sebagai berikut; • kata 1(pertama) mengarah pada nama genusnya • kata 2(kedua) mengarah pada nama spesifiknya Varietas atau ras Dan pada organisme-organisme satu spesies tersebut terkadang masih dapat ditemukan perbedaan ciri yang sangat jelas, dan juga sangat khusus(bervariasi) sehingga disebut dengan varietas (kultivar) yaitu ras.

Istilah dari varietas dan juga kultivar tersebut digunakan didalam spesies tumbuhan, sedangkan pada istilah dari ras tersebut digunakan dalam spesies hewan.Varietas tersebut dapat juga diartikan ialah secara botani dan juga secara agronomi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Keanekaragaman Makhluk Hidup Dalam Ilmu Biologi Kategori Takson Dalam setiap keanekaragaman tumbuhan, para ahli botani selalu menghadapi persoalan dalam menentukan tingkat takson golongan tumbuhan yang dihadapi.

Tingkat takson sangat penting karena tampa adanya tingkatan takson, maka manfaat sistem klasifikasi tidak dapat diperoleh.

Menurut kesepakatan internasional, istilah-istilah untuk menyebut masing-masing takson bagi tumbuhan itu tempatnya tidak boleh diubah sehingga masing-masing istilah itu menunjukkan kedudukan atau tingkat dalam hierarki atau menunjukkan kategorinya dalam sistem klasifikasi.

Dalam taksonomi tumbuhan istilah yang digunakan untuk menyebutkan suatu takson sekaligus mencerminkan pula di mana posisi dan seberapa tinggi tingkatnya dalam hierarki klasifikasi. Takson adalah setiap golongan (unit) taksonomi tingkat yang manapun atau dengan kata lain unit dari pengelompokan dalam klasifikasi. Takson-takson dibedakan dalam tingkat yang berbeda-beda, sehingga takson-takson itu menurut urut-urut tingkatnya. Ada 7 tingkat takson yang utama berturut-turut dari bawah ke atas, yaitu : jenis (spesies), marga (genus), suku (famili), bangsa (ordo), kelas (class), divisi (divisio), dan dunia (regnum).

Dalam system klasifikasi, istilah tingkat takson disebut kategori. Spesies merupakan kategori dasar dari hirearki taksonomik, karena spesies merupakan batu dasar dalam klasifikasi biologic, dan dari spesies itu konsep-konsep golongan-golongan yang lebih tinggi maupun yang lebih rendah dikembangkan.

Jenis/spesies Dalam taksonomi tumbuhan, spesies sebagai unit merupakan suatu yang benar-benar ada di alam, dan telah banyak ahli-ahli tumbuahn yang telah berusaha untuk menjelaskan apakah yang dimaksud dengan spesies dan bagaimna batasan-batasannya. Ternyata hal itu bukan pekerjaan mudah. Hingga sekarang tidak ada seorang ahli pun yang mempu memberikan batasan mengenai konsep jenis itu yang dapat memuaskan semua pihak. Beberapa pengertian spesies menurut pandangan para ahli biologi antara lain : • Species taksonomi, populasi-populasi yang terdiri atas individu-individu dengan cirri-ciri morfologi yang sama, dan dapat dipisahkan dari spesies lainnya oleh adanya ketidaksinambungan cirri-ciri morfologi yang berkorelasi.

• Spesies biologi, populasi-populasi yang disatukan sama lain oleh kemungkinan untuk saling kawin mengawini secara bebas, dan terpisah atau terisolasi dari spesies – spesies lainnya oleh pengahalang reproduksi. • Spesies genetic, membatasi spesies dengan suatu ukuran dari perbedaan genetic atau jarak di antara populasi atau kelompok dari populasi.

• Spesies paleontologik, didasarkan pada aliran gen dan isolasi reproduksi. • Spesies kladistik, sesuatu keturunan dari populasi organism yang dianggap sebagai nenek moyang yang tetap mempertahankan identitasnya dari keturunan tadi, dan mereka mempunyai kecenderungan secara evolusi dan kenyataan historic.

• Spesies biosistematik, mencerminkan suatu unit-unit yang mencerminkan keanekaragaman hubungan kekerabatan reproduktif diluar pembatasan yang diberikan oleh Linnaeus. Banyak suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut yang telah diususlkan berhubungan dengan unit-unit hasill dari penyelidikan biosistematikyang menginterpretasi batas-batas reproduktif dari taksa, contonya homogeny dan heterogen.

Homogeny adalah suatu spesies yang secara genetic dan morfologik merupakan satu jenis, semua anggota-anggotanya interfertil, heterogen adalah suatu spesies yang tersusun dari kumpulan tumbuhan yang mempunyai keturunan yang sama, bila sendiri menghasilkan popilasi yang secara morfologi tetap, tetapi bila disilangkan dapat menghasilka tipe keeturunan yang fertile dan viable. Kategori di bawah spesies Menurut kesepakatan internasional, dalam suatu jenis atau spesies dapat dibedakan beberapa kategori yang berturut-turut disebut istilah: anak jenis (subspecies), varietas (varietas), anak varietas (subvarietas), vorma (forma), dan anak forma (subforma).

Anak jenis dianggap sebagai variasi dari salah satu jenis yang telah ditentukan serta merupakan variasi morfologi suatu jenis yang telah ditentukan, serta merupakan variasi morfologi suatu jenis yang telah ditentukan, serta merupakan variasi morfologi suatu jenis yang mempunyai daerah distribusi geografi tersendiri, tidak ditemukan bersama-sama dengan anggota populasi lain yang sejenis.

Anak jenis adalah suatu kategori yang didalamnya termasuk unsur-unsur yang dengan memiliki ciri-ciri morfologi, geografi, dan ekologi tertentu, suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut memberikan pembenaran untuk dipisahkan dari sisa populasi dalam suatu jenis.

Varietas merupakan suatu kategori di bawah tingkat jenis yang banyak digunakan dalam dunia pertanian. Oleh para ahli taksonomi, varietas dikonotasikan sebagai setip varian morfologi suatu jenis tanpa mengaitkan dengan masalah distribusinya; punya daerah distribusi sendiri; bersama-sama dengan varietas lain dalam jenis yang sama menempati daerah distribusi yang sama; menunjukkan beda warna atau habitus.

Forma lazimnya dianggap sebagai takson terendah atau kategori paling kecil. Biasanya forma digunakan untuk menempatkan variasi dalam jeis yang tak begitu penting. Variasi tersebut menyangkut: warna mahkota, warna buah, tanggapan terhadap habitat tertentu, dan sebagainya. Ke dalam forma dapat dimasukkan setiap varian yang kadangkala terjadi dalam populasi suatu jenis tanpa memperhatikan besarnya derajat penyimpangan dan konsistensinya.

Kategori di bawah spesies Kategori di atas jenis yang dibicarakan dibatasi pada beberapa kategori utama saja, yaitu: marga, suku, bangsa, kelas, divisi, dan dunia. Marga (genus) adalah suatu kelompok spesies yang dari kesamaanya menampakkan hubungan yang lebih dekat satu sama lain daripada mereka yang berada dalam kelompok spesies lain.

Kategori yang tingkatannya lebih tinggi adalah suku (familia). Tiap suku dapat mencakup satu marga atau lebih, dan biasanya lebih mudah dikenal karena wargannya menunjukkan ciri-ciri yang memberikan indikasi adanya pertalian yang erat.

Pada umumnya suku terdiri atas anggota-anggota yang berasal dari nenek moyang yang sama, jadi mempunyai warga yang bersifat monofiletik. Suku merupakan kategori yang ukurannya sangat bervariasi, dari yang sangat kecil hanya suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut atas satu marga dan beberapa jenis saja, ada yang sangat besar terdiri atas puluhan marga dan ratusan jenis atau bahkan lebih besar lagi.

Satu sukau atau lebih dapat membentuk suatu kategori yang lebih tinggi yaitu bangsa (ordo). Sebagai unit yang lebih besar daripada suku, suatu bangsa merupakan kategori yang semakin sukar dikenali sebagai unit yang bersifat natural, namun sebagai unit klasifikasi tetap memperlihatkan keseragaman sifat-sifat tertentu yang sering kali sangat karakteristik untuk seluruh bangsa itu.

Sehubungan dengan hal tersebut, bangsa kerap kali diberi nama sesuai dengan ciri khas yang dimiliki oleh seluruh wargannya. Kategori yang lebih tinggi daripada bangsa adalah kelas (classis). Suatu kelas terdiri atas sejumlah bangsa, dan arena merupakan takson yang lebih sukar lagi untuk dilihat sebagai suatu unit yang bersifat natural. Sekalipun pada dasarnya di antara wargannya juga ditemukan ciri-ciri tertentu, namun selain pada kedua kelas yang terdapat pada golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan tertentu, yaitu dikotil dan monokotil, kekhasan ciri yang dijadikan kriteria untuk penentuan suatu kelas tidak tampak mencolok.

Golongan tumbuhan seperti tumbuhan biji telanjang (Gymnospermae), tumbuhan paku (Pteridophyta), dan tumbuhan tingkat rendah (Bryophyta dan Thalophyta), kriteria untuk penentuan kelas tidak begitu jelas sehingga ada ahli yang tidak membedakan adanya kelas pada Gymnospermae.

Gabungan kelas yang mempunyai persamaan sifat tertentu digolongkan ke dalam divisi (divisio), seluruh wargannya menunjukkan ciri morfologi atau organ yang sama atau mempunyai cara reproduksi yang sama, seperti tercermin dari nama-nama divisi Spermatophyta (tumbuhan biji), Thallophyta (tumbuhan talus), Schizophyta (tumbuhan yang membelah diri). Konsep dunia (regnim) digunakan untuk menunjuk keseluruhan tumbuhan atau keseluruhan hewan yang masing-masing lalu disebut sebagai dunia tumbuhan (regnum plantarum) dan dunia hewan (regnum animale).

Dengan semakin majunya teknologi dan pengetahuan, kemudian diintroduksikan pula golongan jasad-jasad yang kebanyakan bersifat prokariotik sebagai makhluk hidup, seperti virus dan ricketsia, ditambah dengan adanya subjektifitas perorangan, belakangan muncul gagasan-gagasan yang menyatakan bahwa makhluk hidup hendaknya jangan dibedakan dalam dunia tumbuhan dan dunia hewan saja, tetapi diusulkan pula agar jamur dan ganggang masing-masing dipisahkan menjadi dunia makhluk tersendiri yang disebut dunia jamur (regnum fungorum) dan dunia ganggang (regnum algorum).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Biosfer Beserta Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup Tingkatan Takson Pada Hewan Tingkatan Takson Pada Tumbuhan Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi, IPA, SMA, SMP Ditag 10 takson tumbuhan, 10 taksonomi hewan, 20 takson hewan, bagan tingkatan takson untuk hewan dan suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut, contoh etologi, contoh genus, contoh sitologi, contoh taksonomi, contoh taksonomi hewan, contoh urutan takson, familia adalah, jelaskan sistem klasifikasi 5 kingdom, kategori takson adalah, klasifikasi bertujuan, Klasifikasi makhluk hidup, nama ilmiah tumbuhan jagung adalah, nama lain dari tingkatan takson famili adalah, nama latin dari pisang adalah, pengertian evolusi dan contohnya, pengertian kingdom regnum, pengertian klasifikasi, pengertian ordo dan contohnya, pengertian taksonomi menurut para ahli, Pengertian Tingkatan Takson, peran manusia dalam keanekaragaman hayati, perkembangan klasifikasi makhluk hidup, takson apakah zingiberaceae dan poaceae, taksonomi, taksonomi biologi, taksonomi ikan, taksonomi kucing, taksonomi manusia, taksonomi serigala, taksonomi tumbuhan, tata nama ilmiah, tingkatan takson pada hewan, tingkatan takson pada tumbuhan, tingkatan taksonomi hewan, tuliskan klasifikasi takson pada kucing rumah, urutan takson kera, urutan takson kucing, urutan takson manusia, urutan takson manusia dari tinggi ke rendah, urutan takson untuk tumbuhan Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Iklim merupakan kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dan melipiti wilayah yang luas.

Bumi memiliki geografis tempat yang berbeda- beda. Tidak hanya geografis saja, namun secara astronomis di daerah mempunyai letak berbeda- beda dan karakteristiknya berbeda- beda. Iklim sangat erat kaitannya dengan letak astronomis. Dalam ilmu geografi kita mengenal beberapa jenis iklim yang dikaitkan dengan letak astronomis. Secara umum, dikaitkan dengan letak garis lintang, iklim dibagi menjadi dua macam yaitu iklim matahari (baca: bagian- bagian matahari) dan iklim fisis.

Untuk penjelasan masing- masing iklim adalah sebagai berikut: • Iklim matahari Iklim matahari merupakan iklim yang didasarkan pada jumlah sinar matahari (banyak sedikitnya sinar matahari) yang diterima oleh permukaan Bumi (baca: kerak Bumi).

Iklim matahari ini dapat dibagi menjadi beberapa macam. Macam- macam iklim matahari adalah sebagai berikut: • Iklim Tropis Jenis iklim matahari yang pertama adalah iklim tropis. Iklim tropis merupakan iklim yang sangat cukup menerima sinar matahari.

Wilayah yang mempunyai iklim tropis terletak antara 0ᵒ – 23,5ᵒ LU / LS. Dengan letak astronomis yang demikian, maka iklim tropis ini mencakup hampir 40% dari permukaan Bumi. Iklim tropis mempunyai ciri- ciri khusus, yakni sebagai berikut: • Suhu udara rata- rata tinggi yakni antara 20ᵒ – 23ᵒ Celcius. Dan di beberapa tempat suhu bisa mencapai 30ᵒ C.

• Amplitudo suhu rata- rata tahunan kecil. Di daerah khatulistiwa, amplitudo antara 1ᵒ – 5ᵒ Celcius • Amplitudo harian lebih besar • Tekanan udaranya rendah dan terjadi perubahan secara perlahan- lahan dan beraturan • Curah hujan banyak, dan merupakan iklim dengan curah hujan tertinggi di dunia. Itulah beberapa ciri dari iklim tropis. Iklim tropis juga merupakan iklim yang paling panas karena memperoleh sinar matahari paling banyak. • Iklim Sub Tropis Setelah iklim tropis, selanjutnya ada iklim sub tropis.

Iklim sub tropis merupakan iklim peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang. Iklim sub tropis dimiliki oleh daerah- daerah yang berada di wilayah 23,5ᵒ – 40ᵒ LU/ LS.

Iklim sub tropis mempunyai ciri- ciri sebagai berikut: • Terdapat empat musim, yaitu musim dingin, musim semi, musim panas dan musim gugur. Namun musim panas tidak terlalu panas di iklim ini, begitu pula musim dingin tidak terlalu dingin. • Suhu sepanjang tahun tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin • Batas yang tegas tidak dapat ditentukan di wilayah iklim ini dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis ke daerah iklim sedang.

Itulah beberapa ciri dari iklim sub tropis. Daerah di iklim sub tropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya adalah kering disebut dengan daerah ilim Mediterania.

Dan daerah yang musim hujannya jatuh pada musim panas, serta musim dinginya kering disebut dengan daerah iklim Tiongkok. • Iklim Sedang Selanjutnya adalah iklim sedang. Iklim sedang merupakan iklim yang dimiliki oleh daerah- daerah yang berada di wilayah antara 40ᵒ – 66,5ᵒ LU/ LS.

Iklim sedang ini mempunyai ciri- ciri sebagai berikut: • Amplitudo suhu tahunan lebih besar daripada amplitudo suhu harian. • Amplitudo suhu harian lebih kecil jika dibandingkan dengan yang terdapat di iklim tropis. • Terdapat banyak gerakan- gerakan udara siklonal, tekanan udara yang berubah- ubah, arah angin yang sering berubah dan tidak menentu, sering terjadi badai dengan tiba- tiba.

Itulah beberapa ciri dari iklim sedang. Iklim ini tidak mendapatkan penyinaran matahari dalam jumlah besar. • Iklim dingin (iklim kutub) Yang terakhir dari iklim matahari adalah iklim dingin atau iklim kutub. Sesuai dengan namanya, iklim ini terdapat di daerah kutub.

Sesuai dengan namanya pula bahwa suhu udara di iklim ini sangatlah rendah. Iklim ini dibagi menjadi dua jenis, yakni iklim tundra (baca: bioma tundra) dan iklim es (baca: hujan es). • Iklim Fisis Selain iklim matahari ada iklim lain yakni iklim fisis. Iklim fisis merupakan iklim yang menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka Bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Yang dimaksud dengan pengaruh lingkungan alam maksudnya adalah pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka Bumi, serta angin dan curah hujan.

Secara umum, iklim fisis dibagi ke dalam lima macam, yakni iklim laut, iklim darat, iklim dataran tinggi, iklim gunung atau pegunungan dan iklim musim atau muson. Untuk penjelasan dari masing- masing iklim adalah sebagai berikut: • Iklim laut atau Maritim Iklim laut disebut juga sebagai iklim maritim, yakni iklim yang berada di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang.

Meski sama- sama beriklim laut namun keadaan iklim di kedua daerah tersebut sangatlah berbeda. Ciri- ciri iklim laut (baca: macam-macam laut) yang berada di daerah tropis dan sub tropis adalah sebagai berikut: • Suhu rata- rata tahunan rendah • Amplitudo suhu harian kecil • Banyak terdapat awan • Sering hujan lebat dan juga disertai badai Sementara ciri- ciri iklim laut di daerah sedang adalah sebagai berikut: • Amplitudo suhu harian dan juga tahunan kecil • Banyak terdapat awan • Benyak turun hujan di musim dingin, biasanya hujan yang turun adalah hujan rintik- rintik • Pergantian antara musim panas dan musim dingin terjadi tidak mendadak.

Itulah beberapa ciri dari iklim laut yang berada di daerah tropis dan sub tropis, namun juga di daerah beriklim sedang. • Iklim darat atau Kontinen Biasanya, lawan dari laut adalah darat. Dan bebar saja. Kita sebelumnya bertemu mengenai iklim laut, dan sekarang kita akan membicarakan mengenai iklim darat. Iklim darat juga disebut sebagai iklim kontinen. Sama seperti iklim laut, iklim darat juga berada di daerah- daerah sub tropis dan tropis, serta ada yang di daerah sedang. Adapun ciri- ciri iklim darat di wiayah tropis dan sub tropis adalah sebagai berikut: • Amplitudo suhu hariannya sangat besar, sementara suhu tahunannya kecil.

• Curah hujan sangat sedikit dengan waktu hujan sebentar dan terkadang disertai angin topan. Sementara ciri dari iklim darat yang berada di wilayah beriklim sedang adalah sebagai berikut: • Amplitudo suhu tahunan besar • Suhu suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut rata ketika musim panas tiba cukup tinggi dan katika musim dingin rendah • Curah hujan sangat sedikit dan jatuh ketika musim panas berlangsung.

Itulah beberapa informasi mengeai iklim darat besert ciri- cirinya dari dua tempat yang berbeda. • Iklim dataran tinggi Jenis iklim fisis yang ketiga adalah iklim dataran tinggi.

sesuai dengan namanya, iklim ini terdapat di wilayah dataran tinggi. ciri- ciri iklim ini adalah sebagai berikut: • Amplitudo suhu harian dan tahunanbesar • Udara bersifat keribg • Kelembaban udara sangat rendah • Jarang dituruni hujan • Iklim gunung Selanjutnya ada iklim gunung. Iklim gunung merupajan iklim yang berada di wilayah gunung atau pegunungan. Ciri- ciri iklim gunung antara lain adalah: • Terdapat di daerah sedang • Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil • Hujan banyak yang jatuh di lereng bagian bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan • Terkadang bisa turun salju.

Itulah beberapa ciri dari iklim gunung. Masih ada satu lagi iklim fisis, yakni iklim muson. • Iklim muson Iklim muson merupakan iklim yang bisa berganti- ganti setiap setengah tahun satu kali.

Suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut ciri dari iklim ini antara lain adalah: • Setengah tahun akan dilalui oleh angin laut yang bersifat basah, sehingga menimbulkan hujan. • Setengah tahun berikutnya akan bertiup angin darat yang bersifat kering, sehingga menimbulkan musim kemarau.

Itulah beberapa informasi mengenai jenis- jenis iklim yang ada di dunia. Bagaimana sudah jelas kan? Jika demikian, merut Anda Indonesia termasuk iklim yang seperti apa? Iklim di Indonesia Iklim merupakan cuaca yang ada di suatu tempat.

Dengan pengertian seperti ini maka kita bisa mengatakan bahwa setiap negara mempunyai iklimnya masing- masing. Begitu pula dengan Indonesia. Indonesia merupakan negara yang mempunyai letak strategis menurut geografis. Dan secara astronomis pun letak Indonesia sangat strategis (baca: letak geografis dan astronomis Indonesia). Dengan demikian Indonesia mempunyai iklimnya sendiri. apa sajakah iklim yang dimiliki Indonesia? Sebenarnya Indonesia merupakan negara yang mempunyai 3 jenis iklim yakni iklim musim (iklim muson), iklim tropika (iklim panas) dan iklim laut.

Dari ketiga iklim tersebut yang paling melekat dengan Indonesia dan paling dikenal oleh orang banyak adalah iklim tropis atau iklim panas.

Iklim tropis merupakan iklim yang dimiliki oleh negara atau wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa, sehingga tidak banyak negara yang memiliki iklim tropis dimana matahari bersinar dengan cerahnya ini.

Maka dari itulah banyak wisatawan dari mancanegara, terutama dari negara- negara beriklim sub tropis hingga sedang sangat senang berkunjung ke Indonesia untuk berjemur dibawah terik matahari. Lalu, sebenarnya apa dan bagaimana iklim di Indonesia itu?

Kita akan membahasnya disini. • Iklim Musim atau Iklim Muson Salah satu jenis iklim yang dimiliki Indoensia adalah iklim muson atau iklim musim. Terjadinya iklim ini tidak lain karena pengaruh angin muson yang bertiup di Indonesia dan berganti arah setiap setengah tahun sekali.

Angin muson yang bertiup berganti arah tersebut akan membarikan dampak iklim pada Indonesia yang berbeda di setiap setengah tahunnya. Hembusan angin muson pada masing- masing arah ini akan memberikan dampak positif dan negatif.

Angin muson terdiri atas angin muson barat daya (baca: proses terjadinya angin muson barat) dan angin muson timur laut (baca: proses terjadinya angin muson timur).

Sebenarnya karena angin muson ini pula Indonesia merasakan dua musim yang berbeda, yakni musim penghujan dan musim kemarau (baca: pembagian musim di Indonesia). Untuk mengetahui lebih detail kita akan membahas mengenai angin muson ini. • Angin muson barat daya Angin muson yang pertama adalah angin muson barat daya. Sesuai dengan namanya, angin muson ini merupakan angin muson yang berhembus dari barat daya atau benua Asia. Karena berhembus dari arah barat daya, maka angin ini melewati samudera yang luas, akibatnya Indonesia mengalami musim pengujan karena angin tersebut membawa uap air yang banyak dari samudera- samudera (baca: daftar samudera di dunia) yang telah dilewatinya.

Angin muson ini berhembus dari Bulan Oktober hingga bulan April. Berkat angin muson barat daya, Indonesia mengalami musim penghujan. Oleh karena itulah angin ini membawa beberapa dampak, baik dampak negatif maupun positif bagi alam maupun makhluk hidup. Dampak positif angin muson barat daya, antara lain: • Menyuburkan tanah • Mendukung panen petani • Ketersediaan air selalu melimpah • Tanaman menjadi subur dan hijau • Binatang, tumbuhan dan manusia diuntungkan karena tidak kesulitan mencari air Dampak negatif angin muson barat daya, antara lain: • Hujan yang terus menerus dapat menyebabkan banjir (baca: jenis-jenis banjir) • Sebagian petani menjadi gagal panen karena hujan yang turun terlalu sering • Lingkungan menjadi becek dan kotor • Banyak berkembangnya bibit penyakit • Perkembangbiakan serangga semakin meningkat.

Itulah beberapa dampak yang dihasilkan oleh angin muson barat daya, baik dampak positif maupun negatif. • Angin muson timur laut Angin muson timur laut merupakan kebalikan dari angin muson barat daya. Karena bertiup dari timur laut maka angin ini membawa banyak partikel- partikel gurun (melewati gurun pasir).

Akibatnya, Indonesia akan mengalami musim kemarau, dimana hujan tidak sering datang. Sama halnya dengan angin muson barat daya, angin muson timur laut nantinya juga akan menimbulkan berbagai dampak, baik positif maupun negatif. Dampak positif angin muson timur laut, antara lain: • Mempercepat proses suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut padi bagi petani • Tidak ada hambatan untuk beraktivitas di luar • Matahari bersinar cerah sehingga pas untuk berjemur Dampak negatif angin muson timur laut adalah: • Sumber air langka jika hujan tak kunjung datang • Banyak tanaman yang akan mati • Manusia, binatang dan tanaman akan direpotkan karena kesulitan mencari air Itulah beberapa dampak yang dihasilkan oleh angin muson timur laut, baik dampak positif maupun negatif.

• Iklim Tropika/ Tropis atau Iklim Panas Selain iklim muson yang dipengarihi oleh angin muson, selajtnya jenis iklim yang dimiliki oleh Indonesia adalah iklim tropis atau tropika atau disebut juga dengan iklim panas. Tidak seperti iklim muson atau musim yang dipengaruhi oleh hembusan angin, iklim tropika ini justru dipengaruhi oleh letak astronomis Indonesia.

Sesuai dengan yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa daerah yang berada di sekitar garis khatulistiwa akan memiliki iklim tropika, dan ini terjadi pada Indonesia. Indonesia yang wilayahnya dilalui garis khatulistiwa menjadikan negara ini memiliki iklim tropika atau panas. Iklim tropika atau tropis atau iklim panas merupakan iklim yang menjaring daerah yang berada di 23,5ᵒ – 40ᵒ LU/ LS dan ini hampir mencapai 40% dari permukaan Bumi.

Iklim tropika atau tropis ini menjadikan negara Indonesia kaya akan sinar matahari dan mempunyai curah hujan yang banyak pula. Hal seperti ini akan mendatangkan banyak keuntungan maupun kerugian. Beberapa keuntungan yang diperoleh dari iklim tropis antara lain adalah: • Indonesia mendapat sinar matahari cukup sehingga tanaman bisa tumbuh dengan subur • Berkat matahari yang terik, maka banyak wisatawan berkunjung untuk sekedar berjemur • Indonesia mempunyai curah hujan yang cukup, sehingga tanah Indonesia menjadi subur (baca: ciri-ciri tanah subur dan tidak subur) dan banyak tanaman yang cocok ditanam di Indonesia Itulah beberapa keutungan yang akan diperoleh dari iklim tropika yang dimiliki oleh Indonesia.

Selain keuntungan, tntu saja ada ketidak untungan yang dirasakan dari iklim tropis ini. salah satunya adalah Indonesia tidak memiliki 4 musim seperti negara- negara yang beriklim sub tropis. • Iklim Laut Iklim selanjutnya yang dimiliki Indonesia adalah iklim laut. Mengapa Indonesia memiliki iklim laut? Tentu saja karena wilayah Indonesia sebagain besar wilayahnya adalah berupa lautan.

Maka dari itulah Indonesia memiliki iklim laut.lalu, apakah iklim laut itu? Iklim laut merupakan iklim yang banyak mendatangkan hujan yang sifatnya lembab sehingga Indonesia akan mengalami musim hujan yang berkepanjangan. Iklim laut akan mendatangkan banyak kenyamanan bagi masyarakat Indonesia karena iklim laut mempunyai banyak keuntungan yang akan membantu masyarakat Indonesia. Iklim laut dapat meliputi daerah iklim tropis, sub tropis dan iklim sedang.

Itulah ketiga iklim yang ada di Indoesia. Oleh karena letak Indonesia secara geografis dan secara astronomis, maka Indonesia mempunyai tiga iklim yang berlainan. Meski demikian ketiga iklim tersebut sangat dinamis terjadi di Indonesia dan menimbulkan banyak keuntungan yang bisa dirasakan masyarakat Indonesia.

Peristiwa yang Berpengaruh pada Iklim di Indonesia Tidak dapat dipungkiri bahwasannya iklim di suatu negara juga dipengarui oleh lingkungan sekitar negara tersebut. Selain lingkungan sekitar, terkadang ada beberapa peristiwa dunia yang akan mempengaruhi iklim di suatu negara. Begitu pula dengan iklim di Indonesia, dapat dipengaruhi oleh peristiwa- peristiwa alam sebagai berikut: • El Nino dan La Nina El nino dan La nina, mungkin sudah menjadi kata yang akrab di telinga kita.

El Nino meruakan peristiwa alam yang cukup berpengaruh. Perubahan El Nino dapat menyebabkan curah hujan di sebagain besar wilayah Indonesia menjadi berkurang. Sementara La Nina dapat menyebabkan curah hujan di sebagian besar Indonesia mengalami penurunan suhu permukaan air laut. suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut Suhu Permukaan Laut di Wilayah Asia Suhu permukaan laut di Indonesia ternyata mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi curah hujan di Indonesia.

• Daerah Pertemuan Angin antara Tropis Daerah pertemuan angin antar tropis merupakan tempat daerah panas dan akan selalu naiksehingga jarang ada angin.

Daerah ini terjadi pertemuan antara angin pasat timur laut dan angin pasat tenggara yang akan menyebabkan udara terangkat dan dapat menghasilkan badai konvektif. Tentu hal ini akan sangat berpengaruh pada iklim di Indoensia. • Dipole Mode Peristiwa selanjutnya yang akan mempengaruhi keadaan iklim Indonesia adalah dipole mode. Dipole mode merupakan peristiwa yag ditandai dengan adanya perbedaan anomali suhu permukaan alut antara Samudera Hindia tropis di bagian barat dengan Samudera Hindia bagian timur.

anomali ini mempunyai kondisi yang sangat dingin, bahkan lebih dingin dari cuaca normal. Itulah beberapa peristiwa alam di dunia yang dapat berpengaruh terhadap iklim Indoensia. Pengaruh yang diakibatkan oleh peritiwa- peristiwa tersebut bisa saja berpengaruh langsung dan sangat terlihat, namun ada pula yang pengaruhnya tidak secara langsung dan justru terjadi dalam jangka panjang.

Inilah beberapa informasi yang didapatkan dari iklim di Indonesia. Semoga bermanfaat.
Gramedia Literasi – Dalam bahasa Yunani, Gymnospermae dapat diartikan menjadi 2 (dua) suku kata yaitu gymnos artinya telanjang dan spermae yang artinya biji. Dengan begitu, gymnospermae dapat diartikan juga sebagai tumbuhan yang menghasilkan biji. Beberapa spesies gymnospermae memiliki kemampuan menggugurkan daunnya pada saat musim gugur agar bisa mempertahankan diri dari kekeringan.

Tumbuhan gymnospermae merupakan tumbuhan yang paling mendominasi dibanding tanaman siklus hidup tumbuhan angiospermae atau tumbuhan dengan biji tertutup. Oleh karena itu tumbuhan gymnospermae dan angiospermae termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang dapat digolongkan ke dalam tumbuhan spermatophytae atau tumbuhan berbiji. Ada sekitar kurang lebih 1057 spesies gymnospermae tersebar di penjuru dunia.

Simak lebih lengkap penjelasannya berikut ini Grameds! Daftar Isi • PENGERTIAN GYMNOSPERMAE • Anda Mungkin Juga Menyukai • CIRI-CIRI GYMNOSPERMAE • KLASIFIKASI GYMNOSPERMAE • 1. KELAS CYCADIDAE • 2. KELAS KONIFER • 3. KELAS GINKODIDAE • 4.

suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut

KELAS GNETOPHYTA • SISTEM REPRODUKSI GYMNOSPERMAE • CONTOH DAN MANFAAT GYMNOSPERMAE • Macam-macam Spesies Tumbuhan Berbiji Terbuka atau Gymnospermae • 1.

Tumbuhan Runjung atau Coniferophyta. • 2. Cycadophyta • 3. Ginkgophyta • 4. Gnetophyta • Kategori Ilmu Biologi • Materi Biologi Kelas X PENGERTIAN GYMNOSPERMAE Tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu tumbuhan tak berpembuluh (non vaskuler) dan tumbuhan berpembuluh (vaskuler). Tumbuhan suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut berpembuluh yaitu lumut, sedangkan tumbuhan berpembuluh terdiri atas tumbuhan tak berbiji, yaitu paku dan tumbuhan berbiji.

Tumbuhan berbiji sendiri dibagi dalam tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae). Pada dasarnya tumbuhan biji itu dicirikan dengan adanya bunga sehingga sering disebut dengan tumbuhan berbunga (Anthopyta).

Biji dihasilkan oleh bunga setelah terjadi peristiwa penyerbukan dan pembuahan. Dengan kata lain, biji dapat dihasilkan merupakan alat pembiakan secara seksual (generatif).

Selain itu, ada juga pembiakan secara aseksual (vegetatif). Tumbuhan berbiji ini dikelompokkan menjadi dua divisi, yaitu tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Pada tumbuhan biji tertutup dengan daging buah atau daun buah (karpelum) misalnya, pada cemara, pinus, dan damar.

Sementara itu, pada tumbuhan berbiji tertutup, biji di tutupi oleh daging buah atau daun buah. Misalnya, pada mangga, durian, dan jeruk. Dalam tumbuhan berbiji banyak sekali ordo ataupuun famili dari tiap divisi. Hal ini membuktikan bahwa tumbuhan berbiji merupakan tumbuhan yang dapat dikatakan tumbuhan yang memiliki bagian yang sangatlah banyak.

Tumbuhan sebagai makhluk hidup juga memiliki sifat yang unik dan beragam. Oleh sebab itu Buku Pintar: Tumbuhan ini hadir untuk membantu kamu dalam memahami segala hal yang perlu diketahui tentang dunia tumbuhan. Rp 68.800 Gymnospermae adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka. Gymnospermae berasal dari bahasa Yunani, yaitu gymnos yang berarti telanjang dan sperma yang berarti biji, sehingga gymnospermae dapat diartikan sebagai tumbuhan berbiji terbuka.

Tumbuhan berbiji terbuka merupakan kelompok tumbuhan berbiji yang bijinya tidak terlindung dalam bakal buah (ovarium). Secara harfiah Gymnospermae berarti gym = telanjang dan spermae = tumbuhan yang menghasilkan biji.

Pada tumbuhan berbunga (Angiospermae atau Magnoliphyta), biji atau suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut biji selalu terlindungi penuh oleh bakal buah sehingga tidak terlihat dari luar. Pada Gymnospermae, biji nampak (terekspos) langsung atau terletak di antara daun-daun penyusun strobilus atau runjung.

Gymnospermae telah hidup di bumi sejak periode Devon (410-360 juta tahun yang lalu), sebelum era dinosaurus. Pada saat itu, Gymnospermae banyak diwakili oleh kelompok yang sekarang sudah punah dan kini menjadi batu bara: Pteridospermophyta (paku biji), Bennettophyta dan Cordaitophyta. Anggota-anggotanya yang lain dapat melanjutkan keturunannya hingga sekarang.

Angiospermae yang ditemui sekarang dianggap sebagai penerus dari salah satu kelompok Gymnospermae purba yang telah punah (paku biji). Gymnospermae berasal dari Progymnospermae melalui proses evolusi biji.

Hal tersebut dapat dilihat dari bukti-bukti morfologi yang ada. Selanjutnya Progymnospermae dianggap sebagai nenek moyang dari tumbuhan biji.

Progymnospermae mempunyai karakteristik yang merupakan bentuk antara Trimerophyta dan tumbuhan berbiji. Meskipun kelompok ini menghasilkan spora, tetapi juga menghasilkan pertumbuhan xylem dan floem sekunder seperti pada Gymnospermae.

Progymnospermae juga sudah mempunyai kambium berpembuluh bifasial yang mampu menghasilkan xilem dan floem sekunder. Kambium berpembuluh merupakan ciri khas dari tumbuhan berbiji Grameds. CIRI-CIRI GYMNOSPERMAE Salah satu ciri tumbuhan Gymnospermae ialah mempunyai berkas pengangkut yakni berupa xylem serta floem. Tapi, xylem pada Gymnospermae tidak mempunyai pembuluh kayu melainkan hanya trakeid saja.

Trakeid ialah sel xylem yang berfungsi sebagai penunjang. Sementara, floem pada tumbuhan Gymnospermae tak ada sel pengiring. Ciri-ciri lain Gymnospermae adalah sebagai berikut: • Bakal biji tak terlindungi oleh daun buah. • Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba. Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar. Akar dan batang tersebut selalu mengadakan pertumbuhan menebal sekunder. Berkas pembuluh pengangkutan kolateral terbuka. Xilem pada gymnospermae hanya terdiri atas trakeid saja sedangkan floemnya tanpa sel-sel pengiring.

• Mempunyai akar, batang, dan daun sejati. • Bentuk perakaran tunggang. • Daun sempit, tebal dan kaku. • Tulang daun tidak beraneka ragam. • Tidak memiliki bunga sejati. • Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina. • Struktur perkembangbiakan yang khas adalah biji yang dihasilkan bunga ataupun runjung.

Setiap biji mengandung bakal tumbuhan, yaitu embrio yang terbentuk oleh suatu proses reproduksi seksual. Sesudah bertunas embrio ini tumbuh menjadi tumbuhan dewasa. • Sperma atau sel kelamin jantan menuju ke sel telur atau sel kelamin betina melalui tabung serbuk sari yang hanya terdapat pada tumbuhan berbiji.

• Tumbuhan biji mempunyai jaringan pembuluh yang rumit. Jaringan ini merupakan saluran menghantar untuk mengangkut air, mineral, makanan dan bahan – bahan lain. • Tumbuhan berbiji terbuka memiliki pigmen hijau (klorofil) yang penting untuk fotosintesis yaitu suatu proses dasar pembuatan makanan pada tumbuhan. • Gymnospermae memiliki batang yang tegak lurus dan bercabang-cabang. Daunnya jarang yang berdaun lebar, jarang yang bersifat majemuk, dan system pertulangan daunnya tidak banyak ragamnya.

Hal ini sangat berbeda dengan karakteristik daun yang terdapat pada angiospermae yang sistem pertulangannya beraneka ragam. Dalam memahami ciri-ciri tumbuhan lainnya, serta jaringan yang menjadi penyusun tumbuhan tersebut, Grameds dapat membaca Buku Ajar Kultur Jaringan Tumbuhan yang ada di bawah ini. KLASIFIKASI GYMNOSPERMAE Taksonomi merupakan sebuah perjalanan evolusi dari tumbuhan yang berbeda sepanjang waktu dengan mengembangkan karakteristik dalam bertahan hidup menyesuaikan dengan lingkungan yang dapat kamu pelajari pada buku Taksonomi Perjalanan Evolusi.

Jika dilihat dari klasifikasi taksonomi, gymnospermae termasuk dalam kingdom plantae (Tumbuhan). Dapat dibedakan menjadi 2 (dua) subdivisi yaitu tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Gymnospermae kemudian terbagi lagi menjadi beberapa kelas, yaitu: 1. KELAS CYCADIDAE Tumbuhan cycadidae memiliki penampakan yang mirip dengan tumbuhan palem. Hanya saja mereka memiliki alat reproduksi yang berbentuk seperti strobilus dan berbiji terbuka.

Cycadidae dapat tumbuh dan mudah ditemukan di amerika selatan, australia, jepang bagian selatan, china bagian barat, madagaskar dan india. Mereka dapat tumbuh dalam pohon atau semak dengan pertumbuhan yang lambat karena menggugurkan daunnya. Jika dilihat dari letaknya betina pada jenis cycadidae terdapat di atas batang pohon.

Tumbuhan ini memiliki jenis tumbuhan yang dioecious.

suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut

Artinya organ reproduksi antara betina dan jantan terpisah dalam satu individu. Cycadidae memiliki karakteristik lain seperti memiliki pembuluh dan biasa disebut daun bersisik. Tergolong dalam tumbuhan dieoceous. Contoh dari kelas ini ialah Cycas rumphi atau dikenal sebagai pakis haji atau akar bunga karang yang sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias. 2. KELAS KONIFER Tumbuhan konifer pada kelas gymnospermae merupakan tumbuhan yang memiliki alat reproduksi terpisah antara jantan dan betina.

Tumbuhan ini memiliki daun berjarum sehingga suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut disebut pohon jarum. Beberapa tumbuhan konifer biasa berbentuk pohon dan ada sebagian yang perdu. Contoh tumbuhan gymnospermae kelas konifer adalah Pinus (Pinus sp) dan Damar (Agathis alba).

Tanaman konifer ini memiliki perkembang biakan dengan rujung dan berumah satu. Pada bagian rujung jantan memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding rujung betina. Kemudian bentuk rujung jantang memiliki sisik penghasil serbuk sari yang kecil sedangkan pada rujung betina memiliki sisik yang lebih besar, agak berkayu sehingga lebih banyak sisik.

3. KELAS GINKODIDAE Anggota dari divisi Ginkgophyta yang masih ada hingga kini ialah Ginkgo biloba (Ginkgo). Tumbuhan ginkgo berasal dari cina. Tumbuhan ginkgo berupa pohon besar, yang mana ketinggiannya bisa mencapai > 30 meter. Daunnya bertangkai panjang serta lebar menyerupai kipas, dengan belahan yang berlekuk pada bagian dalam. Tulang daun menggarpu. Tumbuhan ginkgo berumah 2 atau alat kelamin jantan serta betina tidak berada dalam satu pohon.

Tumbuhan ini mempunyai biji yang berkulit keras, berwarna kuning, berukuran kira-kira sebesar kelereng, serta mempunyai aroma yang tidak enak. Pada bijinya ada kulit luar yang keras dan berdaging yang biasanya dimanfaatkan sebagai obat asma, mengatur tekanan darah serta bisa dijadikan ramuan suplemen yang dapat meningkatkan daya ingat.

4. KELAS GNETOPHYTA Divisi gnetophyta mempunyai strobilus jantan yang tersusun secara majemuk, daunnya berhadapan. Seluruh pembuluh ada pada kayu sekunder, tidak pada saluran resin. Contoh dari divisi ini ialah Gnetum gnemon atau melinjo.

Alat kelaminnya ada suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut satu pohon atau berumah satu, namun letak bunga jantan dan bunga betina terpisah. Bijinya berbentuk bulat telur serta biasanya akan berubah menjadi merah setelah masak. Bagian daun muda, biji dan bunga melinjo bisa dimanfaatkan sebagai sayur.

Bijinya juga bisa dijadikan kerupuk emping. Kulit kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan kertas Grameds. SISTEM REPRODUKSI GYMNOSPERMAE Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus. Tumbuhan berbiji terbuka tidak memiliki bunga, sporofil terpisah-pisah atau membentuk srobilus jantan dan betina.

Makrosporofil dan makrosporangium yang tampak menempel pada strobilus betina. Letak makrosporofil dan mikrosporofil terpisah. Sel kelamin jantan berupa spermatozoid yang masih bergerak aktif. Di dalam strobilus jantan terdapat banyak anteridium yang mengandung sel-sel induk butir serbuk.

Sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap sel induk terbentuk 4 butir serbuk yang bersayap. Pada strobilus betina terdapat banyak arkegonium. Pada tiap-tiap arkegonium terdapat satu sel induk lembaga yang bermeiosis sehingga terbentuk 4 sel yang haploid.

Tiga mati, dan satu sel hidup sebagai sel telur. Arkegonium ini bermuara pada satu ruang arkegonium. Contoh: Pada Gymnospermae sering terjadi poliembrioni, walaupun hanya ada satu embrio yang terus berkembang karena adanya pembelahan beberapa arkegonia.Air sudah tidak digunakan sebagai media fertilisasi karena adanya pembentukan buluh serbuk pada serbuk sari yang berkecambah.

Pada Coniferophyta dan Gnetophyta spermanya tidak mempunyai flagel, sehingga buluh serbuk menghantarkannya langsung ke mulut arkegonia. Serta pada Cycas dan Gingko fertilisasinya merupakan bentuk antara kondisi pada paku-pakuan dan tumbuhan tanpa biji lainnya, yaitu spermanya mampu berenang bebas dan bentuk pada tumbuhan berbiji yaitu spermanya tidak mampu bergerak bebas.

Gametofit jantan umumnya bersifat haustorial, yaitu menyerap makanan dari ovulum ketika tumbuh, walaupun dibutuhkan buluh serbuk tetapi tidak langsung masuk ke arkegonium.

Buluh serbuk tersebut tumbuh dan menetap di dalam nuselus selama berbulan-bulan sebelum menuju gametofit betina. Setelah sampai di mulut gametofit betina, buluh serbuk robek dan melepaskan sel sperma yang berflagel banyak. Sperma tersebut kemudian menuju ke arkegonium dan membuahi telur.

Dengan adanya buluh sperma tersebut maka tumbuhan berbiji tidak ada lagi yang bergantung pada ketersediaan air pada fertilisasinya. Proses Penyerbukan dan Pembuahan: Penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan berbiji terbuka selalu dengan cara anemogami (penyerbukan dengan bantuan angin). Serbuk sari jatuh langsung pada bakal biji. Selang waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang. Pembuahan yang terjadi pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal (setiap inti generatif melebur dengan inti sel telur).

Mikropil terdedah ke udara bebas. Pembuahan pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal, karena tiap-tiap inti sperma membuahi satu sel telur. CONTOH DAN MANFAAT GYMNOSPERMAE Gymnospermae memiliki banyak spesies yang tersebar di beberapa wilayah salah satunya Indonesia. Contoh dari tumbuhan berbiji terbuka ini sebenarnya biasa kita temui pada industri-industri kertas, obat, bahkan juga makanan, adapun tanaman hias.

Tumbuhan jenis ini sering dimanfaatkan dalam kehidupan kita, berikut beberapa diantaranya: • Cemara, biasanya digunakan sebagai bahan bangunan untuk membuat rumah atau bangunan.

suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut

Cemara kipas merupakan cemara yang berasal dari genus Thuja dan keluarga Cipressaceae, banyak yang menyebut pohon cemara kipas ini dengan sebutan tanaman cakar ayam.

Cemara jenis ini merupakan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab dan dapat ditemukan di rawa-rawa. Berbagai manfaat yang dapat digunakan dari pohon ini diantaranya sebagai obat penyakit rematik, psoriasis dan cystitis. Kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat pagar ataupun perahu. Seiring berjalannya waktu, pohon cemara jenis ini dijadikan sebagai tanaman hias. Cemara Pinsil adalah jenis cemara yang berasal dari wilayah mediterania yang termasuk dalam keluarga Cupressaneae.

Cirinya sangat unik, yaitu memiliki kayu dengan bau yang harum, sehingga tak heran jika beberapa pintu Gereja dibangun dengan kayu pohon cemara ini. • Pinus yang memiliki nama latin Pinus Mercusii atau Casuarina Equisetifolia atau Pinus Longaeva merupakan tumbuhan yang menghasilkan getah untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia sendiri terdapat banyak pinus jenis Mercusii. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari pohon pinus diantaranya adalah getahnya dapat diolah sebagai bahan utama dalam pembuatan sabun dan cat, selain itu juga dapat dimanfaatkan dalam industri parfum.

Hiasan dan souvenir juga dibuat dari pohon Strobilus Pinus. Kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, sebagai batang korek api serta dijadikan sebagai kerta dengan serat panjang. Kulitnya yang lumayan tebal dapat dijadikan untuk bahan bakar yang nantinya abu hasil pembakaran dapat dimanfaatkan sebagai campuran pupuk organik yang mengandung kalium tinggi. • Pakis haji suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut tumbuhan yang masuk dalam keluarga tumbuhan paku ini memiliki nama lain Cycas Rumphii merupakan salah satu contoh tumbuhan gymnospermae.

Di Indonesia sendiri sering disebut sebagai ‘sikas’ atau ‘aji’. Di Indonesia, tanaman pakis haji ini biasanya dibudidayakan sebagai tanaman hias atau sebagai tanaman biasa yang ditanam di pekarangan rumah. Manfaat yang dapat diperoleh sangat bermanfaat, diantaranya adalah untuk obat infeksi dan mencegah osteoporosis.

• Zamia Furfuracea merupakan nama latin dari tumbuhan Zamia. Tanaman ini dijadikan sebagai tanaman hias bagi kebanyakan orang. Zamia dapat tumbuh pada kondisi cuaca yang panas, akan tetapi juga membutuhkan asupan air untuk pertumbuhannya. Tanaman ini merupakan tumbuhan langka, hal tersebut karena perawatannya tidak begitu mudah, membutuhkan ketelitian dan kesabaran. • Meubel dari pohon Damar, Pohon damar yang memiliki nama latin Agathis Dammara merupakan pohon yang menghasilkan getah sama seperti pohon pinus.

Tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang hidup di wilayah Sulawesi, Maluku serta Jawa. Suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut damar memiliki diameter batang yang cukup lebar, yaitu mencapai 1 meter.

Beberapa senyawa yang dapat ditemukan di pohon damar diantaranya adalah alkohol kompleks, resin, asam resinat dan balsam. Manfaat yang dapat diperoleh dari pohon damar diantaranya adalah Kayunya dapat dimanfaatkan dalam pembangunan, Getahnya dimanfaatkan dalam industri plastic, industri tekstil, industri cat. Damar juga dapat dijadikan sebagai obat HIV, penyakit sakit gigi, luka bakar dan gangguan pada telinga dan mata Grameds.

suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut

Selain gymnospermae, terdapat berbagai jenis tumbuhan berdasarkan pengelompokan takson tingkat divisi lainnya yang dapat kamu pelajari seperti tumbuhan paku, angiospermae yang dapat kamu peajari pada Daftar Jenis Tumbuhan Di Pulau Wawanii, Sulteng. Macam-macam Spesies Tumbuhan Berbiji Terbuka atau Gymnospermae Sementara itu, spesies tumbuhan yang tergolong dalam tumbuhan berbiji terbuka atau Gymnospermae terbagi dalam 4 divisi utama, yaitu Coniferophyta, Cycadophyta, Ginkgophyta dan juga Gnetophyta.

Berikut penjelasan dari masing-masing spesies, seperti berikut: 1. Tumbuhan Runjung atau Coniferophyta. Tumbuhan runjang merupakan sekelompok tumbuhan berbiji terbuka atau Gymnospermae yang memiliki runjung “Cone” sebagai organ pembawa biji tumbuhan tersebut. Tumbuhan runjung atau Coniferophyta ini memiliki ciri khas dengan daun yang berwarna hijau sepanjang tahun.

Kelompok ini sekarang ditempatkan sebagai divisi tersendiri setelah pemisahan Gymnospermae dan Angiospermae secara kladistik adalah Polifiletik. Tumbuhan runjung kebanyakan tersebar di daerah yang memiliki iklim sedang. Bentuk daunnya yang dimiliki adalah runjung yang sempit dan sangat adaptif dengan suhu yang rendah yang menjadi ciri khas pada daerah tersebut.

Kurang lebih ada sekitar 500 spesies anggotanya dengan bentuk berupa semak, perdu ataupun pohon. Kebanyakan anggotanya memiliki tajuk berbentuk kerucut dan juga memiliki daun yang memanjang atau lanset, atau juga berbentuk jarum sehingga bisa dikenal sebagai tumbuhan berdaun jarum. Daun seperti ini dianggap sebagai adaptasi terhadap habitat. Hampir semua anggotanya yang banyak dijumpai di wilayah bersuhu yang relatif sejuk, seperti sekeliling kutub atau circumpolar ataupun di dataran tinggi.

Sedangkan di daerah tropika hanya ada beberapa jenis yang tumbuh di alam dan juga dimana secara alami menyukai daerah pegunungan yang sejuk.

Ciri-ciri dari jenis Coniferophyta, sebagai berikut: • Coniferophyta adalah tumbuhan yang memiliki alat reproduksi terpisah antara jantan dan betina atau berumah dua. • Coniferophyta memiliki daun berjarum sehingga sering disebut pohon jarum. Beberapa tumbuhan ini berbentuk pohon, tetapi ada sebagian yang perdu. • Contoh dari tumbuhan Gymnospermae jenis Coniferophyta atau konifer adalah pinus yang memiliki saluran resin pada bagian batangnya.

Contoh dari Coniferophyta adalah pinus merkusii, agathis alba, pinus silvestri. visitgrandheaven.com Nama ilmiahnya adalah Pinus merkusii atau dikenal dengan sebutan tusam Sumatera merupakan tumbuhan runjung berbentuk jarum. Tusam Sumatera berbentuk pohon bertajuk yang cenderung berbentuk kerucut, meskipun terdapat variasi yang besar.

Pinus merkusii tumbuh yang mendominasi daerah hutan tropika pegunungan di Indonesia bagian barat pada ketinggian mulai dari 600 meter diatas permukaan laut, hingga 1.500 meter. Pinus merkusii hidup khususnya di Sumatera. planterandforester.com Agathis Alba nama ilmiahnya atau dikenal dengan pohon damar merupakan sejenis pohon anggota tumbuhan yang runjung yang tumbuh asli di Indonesia.

Pohon damar ini menyebar di daerah Maluku, Sulawesi sampai ke negara Filipina. Pohonnya besar dan tingginya mencapai 65 m. Batangnya bulat silindris dan memiliki diameter yang mencapai lebih dari 1,5 m.

Daun berbentuk jorong, runcing ke arah ujung yang membundar. Pohon damar tumbuh alami di hutan hujan dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.200 m dpl. Pohon damar teristimewa ditanam untuk diambil resinnya. Resin merupakan getah yang keluar saat kayu damar dilukai. Getahnya mengalir keluar dan membeku saat terkena udara. Getah ini kemudian mengeras dan dapat dipanen. Resin dapat diolah menjadi kopal atau dikenal sebagai kopal sadapan. Wgcd.org Pinus Silvestri merupakan spesies pohon dalam keluarga pinus Pinaceae yang berasal dari Eurasia.

Pinus Sylvestri merupakan pohon jenis konifera hijau yang tumbuh dengan ketinggian 35 m dan memiliki diameter batang 1 m saat dewasa. Kulit batang tebal, bersisik abu-abu dan coklat tua, di batang bawah dan tipis, bersisik dan oranye di batang atas dan cabang. Ciri khas pada pohon dewasa yaitu batangnya yang panjang, gundul dan lurus diatasnya ditumbuhi daun yang membulat atau rata.

Tunasnya berwarna coklat muda dengan pola seperti sisik tersusun secara spiral. Pada pohon dewasa daun atau jarum berwarna hijau biru suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut, kadang sering berwarna gelap hingga kuning hijau tua jika musim dingin. Umurnya bisa mencapai 150-300 tahun. Spesimen tertua suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut tertua di Lapland, Finlandia Utara yaitu berumur lebih dari 760 tahun.

2. Cycadophyta Cycadophyta merupakan salah satu kelompok tumbuhan berbiji terbuka atau Gymnospermae. Tumbuhan ini berbiji primitif, dengan tinggalan fosil berbentuk tidak banyak berubah.

Usia tumbuhan ini diperkirakan ada dari 280 juta tahun yang lalu. Tumbuhan jenis Cycadophyta ada di daerah tropis dan subtropis di dunia, serta jumlahnya sangat terbatas. Ciri-ciri dari Cycadophyta yaitu: • Tumbuhan ini memiliki akar yang serabut dan membentuk struktur yang disebut akar koraloid.

Hal ini karena bentuknya menyerupai karang mini, yang berisi sianobakteri dalam koloni bentuk benang dari marga Anabaena. • Struktur batangnya seperti pada umumnya yaitu tebal dengan empulur yang berpati. Permukaan luar dari batang dicirikan dengan pola bekas tempelan yang sudah terlepas. Terkadang batangnya tidak muncul dari permukaan atau sedikit muncul dengan membentuk tampilan membulat yang disebut caudex.

• Daunnya tersusun dalam roset mengelilingi puncak batang. • Organ reproduksinya tersusun dalam struktur yang disebut runjung atau Strobilus jantan dan betina terdapat di ujung batang pada pohon yang berbeda atau semua anggota divisi ini berumah dua, dioecious. • Berdasarkan uji genetik, kelompok tumbuhan ini berkerabat paling dekat dengan Ginkgo dibandingkan dengan Gymnospermae Contoh dari tumbuhan Cycadophyta adalah Cycas rumphii. Cycas rumphii merupakan salah satu jenis pakis haji yang dapat ditemukan di Nusantara.

Asal tumbuhan ini diperkirakan dari daerah Maluku. Tumbuhan ini biasanya ditanam sebagai penghias serta batangnya mengandung pati yang bisa untuk dimakan. Cycas rumphii tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu tumbuhan ini juga dibudidayakan di negara Indocina, Guam, Fiji, Kaledonia Baru, Kepulauan Solomon dan juga Cina.

Rapidcityjournal.com 3. Ginkgophyta Ginkgophyta atau Ginkgo adalah genus tunggal dari salah satu macam tumbuhan berbiji terbuka atau Gymnospermae yang pernah tersebar luas di dunia. Namun saat ini tumbuhan Ginkgo tumbuh liar di Asia Timur Laut. Tetapi Ginkgo juga sudah tersebar di tempat yang memiliki iklim sedang sebagai pohon penghias taman atau pekarangan. Hampir semua spesies dari Ginkgo punah pada akhir zaman Pliosen. Akan tetapi satu-satunya spesies yang masih hidup sampai saat ini adalah Ginkgo biloba.

Spesies Suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut biloba hanya dapat ditemukan secara liar di Tiongkok, akan tetapi seluruh dunia juga telah membudidayakan tumbuhan jenis ini. Pohon ini merupakan pohon tahunan, tipe peluru serta dapat berumur sampai ratusan tahun. Daunnya memiliki bentuk kipas, tumbuh dari ujung batang atau cabang. Urat-urat daun memanjang dari pangkal.

Spesies ini tidak berbunga juga tidak berbuah karena tumbuhan ini merupakan tumbuhan berbiji terbuka. Bijinya dilindungi oleh selapis jaringan lunak yang dikenal sebagai salut biji. Selain itu, fungsi dari biji Ginkgo dapat dimakan serta dapat diolah menjadi obat. Sejumlah produk makanan suplemen mengandung ekstrak biji Ginkgo, hal ini karena dianggap berkhasiat dapat mempertahankan daya ingat.

Secara umum biji ini juga bermanfaat sebagai kesehatan untuk otak, memperkuat daya ingat serta melancarkan aliran darah perifer. Jika Grameds ingin mencoba mengolah menjadi obat-obatan. Grameds bisa baca dan dapatkan bukunya yang tersedia di www.gramedia.com. Contoh dari tumbuhan Ginkgophyta adalah Ginkgo biloba atau dikenal sebagai pohon rambut gadis. Selain itu Ginkgo biloba menjadi salah satu suplemen herbal yang populer.

Ginkgo Biloba dikumpulkan dari daun hijau kering dan juga tersedia dalam bentuk ekstrak cair, kapsul serta dalam tablet. Sifat terapeutik dari tanaman ini berguna sebagai pengobatan untuk gangguan darah serta masalah memori, peningkatan fungsi kardiovaskular serta dapat sebagai peningkat kesehatan pada mata. Ginkgo biloba mengandung flavonoid dan terpenoid tingkat tinggi, antioksidan yang memberikan perlindungan terhadap kerusakan sel oksidatif dari radikal bebas berbahaya.

Antioksidan dipercaya bisa mengurangi risiko penyakit kanker. Berikut beberapa manfaat dari Ginkgo biloba, yaitu: • Peningkatan daya ingat • Meringankan kecemasan • Obati sakit kepala dan migrain • Membantu mengatasi glaukoma • Membantu mengatasi disfungsi seksual Fast-growing-trees.com 4. Gnetophyta Gnetophyta merupakan anggota dari tumbuhan berbiji terbuka atau Gymnospermae.

Tumbuhan ini tersebar di daerah gurun sampai daerah dekat hutan hujan tropis. Berikut ciri-ciri tumbuhan Gnetophyta, yaitu: • Memiliki daun yang tunggal, duduknya berhadapan. • Memiliki batang berkayu tanpa saluran resin. • Bunga majemuk berbentuk bulir, keluar dari ketiak daun. • Struktur anatomi yang mendekati angiospermae, kemiripan itu terletak pada struktur pembuluh.

• Gnetophyta merupakan divisi yang dianggap paling maju diantara keempat divisi. Sulitnya untuk menemukan karakteristik umum antara semua Gnetofita. Terdapat dua karakteristik umum yang paling umum digunakan yaitu: adanya daun yang khusus menyelimuti sekitar kedua ovula dan mikrosporangia serta proyeksi mikrofil dari membran luar ovula yang menghasilkan tetesan penyerbukan. Meskipun hal ini sangat spesifik dibandingkan kesamaan antar sebagian besar divisi pabrik yang lainnya.

Spesies Gnetum sebagian besar merupakan tanaman kayu yang merambat di hutan tropis. Meskipun anggota ini yang paling terkenal, Gnetum Suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut merupakan pohon asli Malaysia barat. Satu-satunya spesies Welwitschia yang tersisa, Welwitschia mirabilis asli hanya dari gurun kering Namibia dan Angola. Spesies ini merupakan spesies pelukan tanah dengan dua daun besar seperti tali yang tumbuh secara terus menerus dari panggal sepanjang kehidupan tanaman.

Spesies Ephedra yang dikenal dengan “Jointfit” di Amerika Serikat memiliki cabang panjang yang ramping serta menghasilkan daun menyerupai sisik kecil di simpulnya.

Infus dari tanaman ini secara tradisional digunakan sebagai stimulan, tetapi efedrin merupakan zat yang dikontrol saat ini di banyak tempat karena risiko overdosis yang berbahaya. Contoh dari tumbuhan Gnetophyta di Indonesia adalah tumbuhan melinjo atau Gnetum Gnemon. Tumbuhan melinjo buahnya dan daun muda melinjo dapat dibuat makanan atau sayur. Bijinya dapat dibuat camilan emping. Serabut kulit yang dimiliki dapat dibuat untuk jala. Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 127 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
Baik tumbuhan, hewan, maupun manusia memiliki sistem pernafasan yang sama namun meliputi organ yang mungkin berbeda.

Proses respirasi ini erat kaitannya dengan fotosintesis. Paparan matahari merupakan salah satu komponen dalam fotosintesis. Energi kimia yang terbentuk dalam molekul organik kemudian dilepaskan untuk menyediakan simpanan energi untuk kebersinambungan hidup makhluk hidup.

Proses pelepasan energi yang menyediakan energi untuk keperluan tersebut disebut proses respirasi. Berikut ini akan dibahas tentang respirasi pada tumbuhan agar lebih jelas. Pengertian Respirasi Tumbuhan Respirasi merupakan suatu proses reaksi katabolisme yang memecah molekul- molekul gula menjadi molekul anorganik berupa karbondioksida (CO2) dan air (H2O), (Salisbury, 1995). Respirasi merupakan proses penghirupan oksigen melalui organ pernafasan untuk memecah senyawa organik CO2, H2O, dan energi.

Respirasi pada hakikatnya merupakan reaksi redoks suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut dioksidadi menjadi CO2 sedangkan O2 diserap sebagai oksidator dan mengalami perubahan menjadi H2O. Respirasi merupakan proses pelepasan energi yang tersimpan dan sumber energi melalui proses kimia menggunakan oksigen. Proses respirasi mengeluarkan energi kimia ATP sebagai penggerak respirasi. Respirasi terdiri dari rangkaian banyak reaksi dari komponen- komponen yang masing- masing dikatalisasi oleh enzim yang berbeda- beda.

Reaksi respirasi dilambangkan dengan rumus berikut : • Karbohidrat • Macam gula : glukosa, fruktosa, dan sukrosa • Pati • Lipid • Asam organik • Protein (pada spesies tertentu) Bagian bagian tumbuhan yang paling aktif melakukan respirasi yaitu : • Kuncup bunga • Tunas • Biji yang mulai tumbuh atau muncul akar • Ujung batang • Ujung akar baca juga : • Organel Sel • Jaringan Penyokong • Jaringan Parenkim • Jaringan Meristem • Fungsi Jaringan Sklerenkim Proses Respirasi pada Tumbuhan Proses respirasi terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut: • Penangkapan oksigen dari udara bebas di lingkungan • Proses transportasi gas gas dalam tumbuhan secara keseluruhan berlangsung secara difusi.

• Oksigen masuk ke dalam sel tumbuhan dan mengalami difusi melalui ruang antar sel, sitoplasma dan membran sel. • Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan akan dikeluarkan dari sel tumbuhan melalui proses difusi juga ke dalam ruang antar sel. • Setelah O2 diambil dari udara bebas kemudian, mulailah proses respirasi yang terdiri dari tahapan glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus asan nitrat dan transpor elektron. Tahapannya terdiri dari: • Glikolisis Glikolisis merupakan tahapan perubahan glukosa dipecah menjadi dua molekul asan piruvat (beratom C3).

Peristiwa ini terjadi di sitosol. Pada tahap glikolisis ini menghasilkan 2 molekul ATP sebagai energi dan 2 molekul NADH yang digunakan untuk transpor elektron. Asam piruvat selanjutnya diproses dalam tahap sekarboksilasi oksidatif. Pada respirasi anaerop, Asam piruvat akan diubah menjadi karbondioksida (CO2) dan etil alkohol.

Pada respirasi anaerob jumlah ATP yang dihasilkan hanya dua molekul untuk satu molekul glukosa. Namun jumlahnya masih sangat jauh dari ATP yang dihasilkan respirasi aerob yaitu sebanyak 36 ATP. Enzim- enzim yang berperan dalam glikolisis yaitu enzim heksokinase, aldolase, triosa fosfat isomerase, fosfoheksokinase, fosfofruktokinase, enolase, fosfat dehidrogenase, piruvat kinase dan fosfoglisero mutase.

Manfaat Glikolisis, yaitu sebagai berikut: • Mereduksi 2 molekul NAD_ menjadi NADH • Merombak molekul heksosa dan dihasilkan 2 molekul ATP • Dihasilkan senyawa senyawa antara yang dapat menjadi bahan baku sintesis berbagai senyawa dalam tumbuhan. • Dekarboksilasi Oksidatif Dekarboksilasi oksidatif yaitu pengubahan asam piruvat menjadi asetil KoA dengan melepaskan Suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Persitiwa ini terjadi di sitosol. Selain Asetil KoA hasil lainnya adalah NADH.

Asetil KoA akan diproses dalam siklus asan sitrat sedangkan NADH akan digunakan dalam transpor elektron. • Siklus Krebs Siklus krebs atau disebut juga daur krebs atau daur asam sitrat atau daur trikarboksilat merupakan pembongkaran asam piruvat secara aerob menjadi CO2 dan H2O serta energi kimia. Siklus krebs ini terjadi di dalam metriks membran mitokondria. Dalam tahap ini beberapa senyawa dihasilkan seperti molekul ATP sebagai energi, satu molekul FADH dan tiga molekuh NADH yang digunakan dalam transpor elektron serta dua molekul karbondioksida.

Fungsi utama dari siklus krebs ini adalah : • Mengurangi NAD+ dan FAD menjadi NADH dan FADH2 yang kemudian dioksidasi membentuk ATP. • Sebagai tempat sintesis ATP secara langsung. • Pembentukan kerangka carbon dalam sintesis asam amino tertentu dan kemudian dikonversi membentuk senyawa yang lebih besar. Dari siklus krebs akan dihasilkan elektron dan ion H+ lalu dibawa sebagai NADH2 dan FADH2 kemudian dioksidasi dari sistem pengangkutan elektron dan terbentuk H2) sebagai hasil sampingan respirasi.

Oleh karena itu hasil dari respirasi adalah CO2 dan H2O. Produk sampingan tersebut kemudian dibuang keluar tubuh melalui stomata pada tumbuhan. • Transfer elektron Transfer elektron merupakan rangkaian reaksi yang melibatkan pembawa elektron.

Proses ini terjadi di membran mitokondria. Reaksi ini dibantu oleh enzim enzim seperti sitokrom, quinon, piridoksin, dan flavoprotein. Reaksi transfer inilah yang menghasilkan H2O. • Lintasan Pentosa Fosfat Lintasan ini merupakan reaksi yang berbeda dari glikolisi maupun siklus krebs. Lintasan Pentosa Fosfat (LPF) berlangsung di sitosol dan terbentuk dari lima senyawa atom karbon.

Reaksi lintasan LPF ini melibatkan glukosa 6P yang kemudian dioksidasi oleh enzim dehidrogenase membentuk senyawa 6-fosfogluko-nonlakton dan dihidrolisis menjadi 6-fosfoglukonat oleh suatu enzim laktonase.

Reaksi hasil dari LPF yaitu pentose fosfat. Fungsi dari LPF ini yaitu memproduksi NADH yang kemudian dioksidasi menjadi ATP. Suatu tumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut itu juga pembentukan senyawa fenolik seperti sianin dan lignin dan menghasilkan bahan baku unit ribosa dan deoksiribosa pada nukleotida RNA dan DNA. Manfaat Respirasi bagi Tumbuhan Proses respirasi ini sangat penting untuk tumbuhan dan memiliki manfaat- manfaat seperti pemecahan senyawa organik, dari pemecahan tersebut dihasilkan senyawa- senyawa antara yang penting sebagai pembentuk tubuh (Building block).

Senyawa- senyawa tersebut meliputi: • Asam amino untuk protein • Nukleotida untuk asam nukleat • Prazat karbon untuk pigmen profirin (contoh klorofil dan sitokrom), lemak, sterol, karotenoid, pigmen flavonoid (antosianin) dan senyawa aromatik lainnya seperti lignin.

Hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O. Perubahan substrat menjadi CO2 dan H2O tidak semuanya melainkan beberapa sisanya digunakan dalam proses anabolik, terutama dalam sel yang sedang tumbuh.

Beberapa senyawa lainnya dalam proses oksidasi sempurna digunakan untuk mensintesis molekul lain untuk pertumbuhan. baca juga : • Jaringan Xilem dan Floem • Fungsi Akar • Akibat Kurang Air • Akibat Kekurangan Cahaya • Fungsi Sel Antipoda Jenis Respirasi pada Tumbuhan Respirasi dibedakan menjadi dua jenis yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob, sebagai berikut: • Respirasi Aerob Respirasi aerob merupakan proses respirasi yang membutuhkan oksigen dari udara dalam prosesnya.

Tahapan proses respirasi aerob ini meliputi : • Penyerapan oksigen • Pemecahan senyawa organik seperti glukosa menjadi CO2 dan H2O • Pembebasan energi sebagai pengatur suhu dan proses kehidupan • Pembebasan CO2 dan H2O • Respirasi Anaerob Respirasi anaerob merupakan proses respirasi yang berlangung tanpa membutuhkan oksigen.

Respirasi ini disebut juga proses fermentasi. Hasil respirasi anaerob pada tanaman tingkat tinggi yaitu asan sitrat, asam malat, asam oksalat, asam lartarat, dan asam susu. Kadar O2 dalam respirasi ini sangat minimum. baca juga : • Fungsi Dinding Sel • Fungsi Lisosom • Perbedaan Sel Tumbuhan dan Hewan • Tumbuhan yang Menyimpan Cadangan Makanan • Bagian-bagian Daun Faktor Faktor yang Mempengaruhi Laju Respirasi Menurut Salisbury, 1995 faktor- faktor yang mempengaruhi respirasi antara lain suhu, jenis dan jumlah substrat, kelembaban, dan jumlah oksigen.

Laju respirasi dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut : • Suhu Suhu sangat mempengaruhi laju respirasi terkait faktor Q10, semakin tinggi suhu maka lajur respirasi akan semakin tinggi. Namun hal ini juga tergantung dari masing masing spesies untuk peningkatan laju respirasinya. • Jenis dan Jumlah Substrat Substrat dalam tanaman merupakan bahan penting dalam proses respirasi.

Jika kandungan substrat rendah maka laju respirasi juga akan rendah dan sebaliknya. • Kelembaban Tingkat kelembaban ini juga sama dengan suhu. Suhu yang tinggi akan menyebabkan tingkat kelembaban tanaman rendah dan sebaliknya. Kemudian mempengaruhi kecepatan laju respirasi. Semakin rendah tingkat kelembabannya maka laju respirasi semakin pelan dan sebaliknya semakin tinggi kelembaban maka laju respirasi juga semakin tinggi.

• Jumlah Oksigen Ketersediaan oksigen juga mempengaruhi laju respirasi. Namun ketersediaan oksigen di udara umumnya lebih banyak dibandingkan yang dibutuhkan oleh tanaman dalam berespirasi. Fluktuasi normal kandungan oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju respirasi tumbuhan.

5. Tipe dan Usia Tumbuhan Masing masing tumbuhan memiliki perbedaan metabolisme. Proses metabolisme dan respirasi berbanding lurus. Pada tumbuhan yang masih muda laju respirasi tinggi karena laju metabolismenya juga tinggi dalam masa pertumbuhan. Sedangkan pada tumbuhan yang tua laju respirasinya lebih rendah. Zat Penghambat Respirasi Terdapat zat penghambat respirasi, yaitu sebagai berikut : • Sianida • Fluoride • Iodo asetat • CO diberikan pada jaringan • Eter, aseton, kloroform Zat – zat tersebut merupakan zat kimia yang juga bisa mempengaruhi tumbuh kembang tanaman apabila terpapar olehnya.

baca juga : • Sistem Transportasi • Sistem Respirasi • Pernapasan pada Tumbuhan • Metabolisme Karbohidrat • Siklus Krebs • Proses Fotosintesis • Fungsi Daun • Fungsi Stomata • Fungsi Ribosom dan Struktur Ribosom • Mitokondria • Enzim Katalase Proses respirasi pada tanaman memiliki beberapa tahapan yaitu dari mulai tahap glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs dan transfer elektron.

Selain itu proses respirasi ini juga membutuhkan bahan bahan atau substrat dalam prosesnya sebagai sumber energi yang akan dipecah. Proses respirasi yang bagus pada tanaman dipengaruhi oleh kecukupan substrat di dalamnya dan beberapa faktor seperti suhu, kelembaban, dan jumlah oksigen yang diserap.

Pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi oleh proses respirasi karena meruppakan rangkaian dari sistem metabolisme tumbuhan. Sama halnya seperti pada hewan ataupun manusia bahwa respirasi merupakan poin penting dalam keseimbangan mempertahankan hidup.

Jika faktor – faktor pendukung respirasi tidak terpenuhi atau kurang tumbuhan juga akan menghasilkan energi untuk dirinya sedikit. Semakin buruknya sistem resprasi pada tumbuhan juga bisa berdampak kematian tumbuhan atau ditunjukkan dengan tumbuhan yang mengering.

Paparan zat kimia tertentu juga bisa menjadi salah satu penyebab kematian tumbuhan dengan menghambat proses respirasi ini. Semoga artikel ini bisa membantu Anda lebih memahami tentang respirasi atau pernapasan pada tumbuhan.

Ciri Tumbuhan dan Fungsinya (SD6003PDP)




2022 www.videocon.com