Sistem ekonomi kapitalis

sistem ekonomi kapitalis

KOMPAS.com - Sistem ekonomi kapitalis memandang bahwa manusia menjadi pemilik satu-satunya terhadap harta yang diusahakan.

Kata lainnya, tidak ada hak orang lain atas harta tersebut. Dalam bidang ekonomi, sistem ekonomi kapitalis memberi kebebasan penuh kepada tiap orang untuk melakukan kegiatan ekonomi, yakni produksi, distribusi, serta konsumsi. Apa itu sistem ekonomi kapitalis? Pengertian sistem ekonomi kapitalis Menurut Agustiati dalam jurnal Sistem Ekonomi Kapitalisme (2009), sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang mana alat produksi, distribusi, serta pemanfaatannya dimiliki secara privat, yakni individu atau swasta.

Pemikiran Adam Smith sangat berperan besar dalam menciptakan kapitalisme. Lewat bukunya yang berjudul ‘The Welth of Nation’, Adam Smith menjelaskan konsep laissez faire serta prinsip the invisible hand. Baca juga: Contoh Jenis Kegiatan Ekonomi beserta Lapangan Pekerjaan, Hasil, dan Penyebaran Barang Kedua hal inilah yang menjadi kerangka dasar pembentukan teori sistem ekonomi kapitalis, yang di dalamnya memuat nilai barang dan jasa, struktur harga, harga konsumsi, serta harga penentuan produksi.

Perekonomian kapitalis menjamin 3 kebebasan. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan memiliki harta secara individual atau perseorangan, kebebasan untuk melalukan kegiatan ekonomi, serta kebebasan bersaing atau berkompetisi. Sistem ekonomi kapitalis memang sangat mendukung adanya kebebasan, tidak hanya dari segi hak milik, melainkan juga dalam kegiatan ekonomi serta kompetisi yang sifatnya bebas.

Ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis Dikutip dari jurnal Sistem Ekonomi Kapitalisme (2021) karya Ahmad Mahdi Bunayya, berikut ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis: • Kebebasan hak milik secara individual atas harta Hak milik perseorangan sistem ekonomi kapitalis hal penting dalam sistem ekonomi kapitalis.

Dalam perekonomian ini, tidak ada hak milik yang berfungsi sosial atau yang dapat digunakan secara bersama oleh masyarakat luas. Sistem Ekonomi Kapitalis – Apakah Grameds pernah merasa penasaran terhadap sistem ekonomi yang digunakan oleh suatu negara? Semua negara yang ada di dunia tentu memiliki sistem ekonomi mereka masing-masing.

Dimana biasanya sistem ekonomi yang diterapkan suatu negara akan berbeda dengan sistem ekonomi negara lain. Hal tersebut bergantung pada kebutuhan dan kapasitas negara dalam mengelola dan mengembangkan perekonomiannya.

Dari banyaknya sistem ekonomi yang ada di dunia. Kali ini penulis akan membahas mengenai sistem ekonomi kapitalis. Dimana sistem ekonomi ini kini sistem ekonomi kapitalis mulai populer dan menimbulkan pro dan kontra di beberapa kalangan. Sistem ekonomi adalah sebuah wadah untuk mengatur alokasi maupun pemanfaatan sumber daya alam serta sumber daya manusia yang ada di suatu negara.

Pengelolaan pada SDM dan SDA ini dimulai dari kegiatan memproduksi suatu barang hingga memasarkannya di pasaran. Kegiatan produksi tersebut dapat dilakukan oleh pihak pemerintah secara langsung atau oleh masyarakatnya sendiri. Hal ini bergantung kepada jenis sistem ekonomi apa yang mereka anut. Nah, mengenai sistem ekonomi kapitalis, apakah Anda sering mendengar istilah tersebut? Tentu kita sudah sering mendengar kata tersebut kan di kehidupan sehari-hari.

sistem ekonomi kapitalis

Terutama jika kita berdiskusi tentang bidang ekonomi. Tidak jarang orang akan mengaitkannya dengan sistem ekonomi kapitalis. Lalu, apa sih sistem ekonomi kapitalis itu? Daftar Isi • Mengenal Sistem Ekonomi Kapitalis • Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis • Anda Mungkin Juga Menyukai • Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis Menurut Para Ahli • 1.

Tom G. Palmer • 2. Ir. Soekarno • 3. Ebenstein William • 4. Adam Smith • 5. Max Weber • Negara Penganut Sistem Ekonomi Kapitalis • Sejarah Sistem Ekonomi Kapitalis • Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis • 1. Mementingkan Diri Sendiri • 2. Hak Milik Perseorangan Diakui • 3. Kebebasan Penuh terhadap Semua Kegiatan Ekonomi • 4.

Bebas Sistem ekonomi kapitalis • 5. Harga Sebagai Penentu • Contoh Sistem Ekonomi Kapitalis • Dampak Sistem Ekonomi Kapitalis • Pilar-Pilar yang Digunakan dalam Sistem Ekonomi Kapitalis • Private Property • Individualisme Ekonomi • Persaingan Pasar Bebas • Kerangka Dasar Sistem Ekonomi Kapitalis • a. Kelangkaan Sumber Ekonomi • b.

sistem ekonomi kapitalis

Pandangan terhadap Nilai Suatu Produk • Kategori Ilmu Ekonomi • Materi Terkait Mengenal Sistem Ekonomi Kapitalis Perlu Anda ketahui bahwa sistem ekonomi kapitalis merupakan salah satu sistem ekonomi yang paling populer dan kontroversial. Sistem ini lahir dari hasil pemikiran dari ekonomi klasik. Di mana sistem ekonomi kapitalis memiliki ciri utama, yaitu hak milik privat atas semua alat produksi dan juga distribusi.

Hal tersebut dimanfaatkan untuk mendapatkan laba atau keuntungan sebanyak-banyaknya. Dasar dari sistem ekonomi kapitalis berasal dari konsep kapitalisme tersebut. Sistem ekonomi ini merupakan sebuah cara dalam melanggengkan kapitalisme itu sendiri. Dengan diterapkannya sistem yang berlaku, juga memberikan kebebasan bagi para pelaku ekonomi dalam melakukan semua kegiatan ekonomi demi kepentingan ekonomi individu, faktor produksi dan sumber daya ekonomi. Asal-usul kapitalisme sendiri adalah berasal dari pemikiran Adam Smith melalui bukunya yang berjudul “Wealth of Nation” yang diterbitkan pada tahun 1776.

Di dalam buku tersebut, dituliskan bahwa semua orang di dunia ini seharusnya diberi kebebasan untuk bekerja atau berusaha dalam persaingan yang sempurna tanpa intervensi dari pemerintah. Sistem ekonomi kapitalis mempunyai konsep “keadilan” versinya sendiri. Keadilan yang dimaksud adalah semua orang berhak menerima imbalan berdasarkan prestasi kerja. Selain Adam Smith, ilmuwan yang populer di bidang ekonomi kapitalis adalah Karl Marx. Sekarang ini, sistem ekonomi kapitalis sudah dinilai semakin melebarkan sayapnya ke jurang-jurang sosial yang ada di masyarakat.

Oleh karena itu, banyak orang di dunia ini yang menentang sistem ekonomi kapitalis. Sebab, orang-orang dengan ekonomi rendah akan merasa sangat dirugikan karena mereka tidak mempunyai kekuatan untuk bersaing di pasaran.

Apalagi ditambah dengan adanya globalisasi yang membuat mudahnya masuk berbagai pasar lain ke dalam sistem ekonomi kapitalis negara seperti halnya yang dibahas pada buku Globalisasi,Ekonomi Konstitusi, dan Nobbel Ekonomi. Rp 87.000 Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis Sistem ekonomi kapitalis adalah salah satu jenis sistem ekonomi yang sudah digunakan sejak dulu hingga sekarang. Pengertian dari sistem ekonomi kapitalis adalah sebuah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan kepada masyarakatnya untuk mengatur ekonomi mereka masing-masing sesuai dengan mereka inginkan dan butuhkan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa sistem ekonomi kapitalis merupakan kebalikan dari sistem ekonomi komando atau terpusat. Apabila sistem komando lebih memberikan batasan kepada masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonominya sendiri, maka sistem ekonomi kapitalis justru kebalikannya. Dimana dalam sistem ini masyarakatnya melakukan kegiatan ekonomi mereka sendiri. Sehingga dapat berkembang secara individu.

Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis Menurut Para Ahli Seperti yang kita ketahui bahwa sistem ekonomi adalah sebuah sistem yang sangat penting untuk suatu negara. Jika suatu negara tidak memiliki sistem ekonomi, maka sistem ekonomi kapitalis akan ada aturan yang dapat mengatur semua kegiatan ekonomi yang ada di negara tersebut.

Hal tersebut berisiko menelantarkan SDM dan juga SDA yang ada. Berikut ini adalah beberapa pengertian sistem ekonomi kapitalis menurut para ahli: 1. Tom G. Palmer Ahli ekonomi yang pertama adalah Tom G. Palmer. Dimana Ia mengatakan bahwa sistem ekonomi kapitalis adalah sebuah sistem ekonomi, sosial, hukum, dan budaya yang ditujukan untuk mendorong hak, meritokrasi, proses pembelajaran, dan desentralisasi inovasi melalui proses kesukarelaan di dalam mekanisme pasar. 2. Ir.

Soekarno Menurut Ir. Soekarno, sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem sosial yang ada di dalam masyarakat yang muncul dari cara produksi dan juga memisahkan kaum buruh dengan alat produksi yang ada. 3. Ebenstein William Ahli selanjutnya mengatakan bahwa sistem ekonomi kapitalis adalah sebuah sistem sosial yang lebih menyeluruh dan lebih dari sistem ekonomi lain.

4. Adam Smith Adam Smith menyatakan bahwa sistem ekonomi kapitalis merupakan suatu sistem yang dapat membuat sebuah kesejahteraan di dalam masyarakat. Sebab, pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap kebijakan ataupun mekanisme pasar yang ada. 5. Max Weber Max Weber mengatakan bahwa sistem ekonomi kapitalis merupakan sebuah sistem ekonomi yang ditujukan ke suatu pasar supaya dapat menghasilkan keuntungan dari adanya pertukaran yang terjadi di pasar tersebut.

Dengan adanya sistem ekonomi kapitalis, maka sistem ekonomi pada negara tersebut akan dikendalikan oleh pelaku usaha swasta sesuai dengan kepentingan mereka. Pelajari lebih lanjut mengenai hal ini pada buku Kapitalisme, Sosialisme, dan Keadilan. Kapitalisme, Sosialisme, dan Keadilan: Kumpulan Artikel Agus Rachmat, OSC Negara Penganut Sistem Ekonomi Kapitalis • Amerika Serikat • Argentina • Bolivia • Brasil • Chili • Kuba • Kolombia • Ekuador • Honduras • Kanada • Meksiko • Nikaragua • Panama • Paraguay • Peru • Uruguay • Venezuela • Kosta Rika • Greenland • Puerto Riko • Suriname • Austria • Sistem ekonomi kapitalis • Kroasia • Ceko • Denmark • Finlandia • Perancis • Jerman • Yunani • Italia • Hungaria • Islandia • Luxembourg • Rusia • Swedia • Polandia • Serbia • Spanyol • Ukraina • Inggris • Swiss • Belanda • Norwegia • India • Iran • Israel • jepang • Korea Selatan • Filipina • Thailand • Taiwan • Hong Kong • Siangapura • Myanmar • Australia • Selandia Baru • Mesir • Senegal • Afrika Selatan • Maroko • Kenya • Ghana • Tunisia • Mozambik • Malawi Sejarah Sistem ekonomi kapitalis Ekonomi Kapitalis Faktanya, kapitalisme sudah ada di dunia ini jauh lebih dulu sebelum adanya buku Adam Smith.

Paham ini lahir pada tahun 1648 dan mulai dikenal dengan adanya Perjanjian Westphalia sebagai tanda berakhirnya 30 tahun perang yang dilakukan oleh Katolik dan Protestan di Eropa. Di dalam perjanjian tersebut, dituliskan bahwa negara yang sudah merdeka tergolong ke dalam negara yang otoritas politiknya tidak diatur oleh pihak gereja. Kemudian sejak saat itu, wilayah kekuasaan Paus hanya terjadi di ruang lingkup gereja saja. Lalu, pemikiran tersebut dipengaruhi oleh rasionalisme yang kemudian menguatkan paham kapitalisme.

Setelah itu, masyarakat percaya bahwa nasib seseorang harus ditentukan oleh masing-masing individu tersebut. Sehingga mereka merasa bahwa setiap individu berhak mendapatkan kebebasan hak milik. Dari situlah mulai muncul sistem ekonomi kapitalis yang berkembang hingga saat ini. Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis Kapitalisme merupakan suatu peradaban yang menciptakan sebuah paham atau ideologi dan kemudian menjadi gaya hidup.

Sistem tersebut memberikan kebebasan bagi individu untuk mempunyai sumber daya. Misalnya persaingan tiap individu dalam memenuhi kebutuhan hidup, atau persaingan antar badan usaha dalam mencari laba. Berikut adalah beberapa ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis: 1.

Mementingkan Diri Sendiri Setiap orang mempunyai kebebasan untuk bersaing dalam bisnis dengan menggunakan metode-metode guna mendapatkan laba yang tinggi. Dalam hal ini, semua kegiatan ekonomi dan sosial dilakukan untuk kepentingan tiap individu. 2. Hak Milik Perseorangan Diakui Di negara yang menggunakan sistem ekonomi kapitalis, akan memberikan kebebasan untuk rakyatnya dalam menimbun kekayaan pribadi tanpa memperdulikan posisi orang lain yang tidak mempunyai kemampuan dalam melakukan hal yang sama.

3. Kebebasan Penuh terhadap Semua Kegiatan Ekonomi Sistem ekonomi ini memberikan kebebasan secara penuh kepada masyarakatnya dalam melakukan segala kegiatan ekonomi.

Intervensi dari pihak pemerintah sangat dibatasi. Jadi mereka hanya berperan sebagai penyedia fasilitas saja. Oleh karena itu, semua pemilik bisnis dan masyarakat umum bisa melakukan semua kegiatan ekonomi dengan lancar bebas. 4. Bebas Berkompetisi Sistem ekonomi kapitalis sangat memberikan kebebasan kepada para pelaku usaha dalam melakukan persaingan di pasar.

Persaingan tersebut dapat terjadi antara pelaku bisnis, dimana mereka akan berlomba-lomba dalam memberikan produk berkualitas kepada para pembeli. Begitupun sebaliknya, para pembeli dapat saling bersaing dalam memperoleh harga terbaik. 5. Harga Sebagai Penentu Sistem ekonomi kapitalis menerapkan mekanisme pasar yang bertugas dalam menentukan harga keseimbangan antara permintaan dan penawaran suatu produk ataupun jasa.

Apabila terjadi penurunan harga yang cukup rendah, maka negara diminta untuk tidak ikut campur. Sebab, mekanisme pasar akan menentukan harga keseimbangan baru dengan sendirinya. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa negara mempunyai peran yang sangat sedikit dan hanya berperan sebagai keamanan serta ketertiban, menentukan hak-hak kekayaan pribadi, dan juga menjaga persaingan tanpa adanya hambatan.

Berbeda dengan sistem ekonomi klasik yang berfokus pada perilaku ekonomi masyarakat yang dibahas lebih lanjut pada buku Sosiologi Ekonomi. Sosiologi Ekonomi: Kapitalisme dan Konsumsi di Era Masyarakat Post-Modernisme Contoh Sistem Ekonomi Kapitalis Apabila berbicara mengenai contoh sistem ekonomi kapitalis, maka akan ada banyak sekali contoh dari sistem ekonomi ini yang akan kita jumpai di pasaran.

Salah satu yang paling terlihat adalah adanya eksploitasi sumber daya alam yang terjadi di Papua. Sangat disayangkan sekali karena eksploitasi yang terjadi di Papua dilakukan oleh perusahaan besar yang berasal dari berbagai negara. Kita tentu mengetahui perusahaan tersebut, yaitu Freeport. Kegiatan eksploitasi tersebut terjadi karena adanya perjanjian yang disepakati oleh perusahaan Freeport dan pihak pemerintah Indonesia di masa orde baru.

Adapun contoh lain dari bentuk kapitalisme yang terjadi di negara Indonesia adalah semakin banyaknya pusat perbelanjaan seperti Mall, Supermarket, Minimarket, Pasar Modern, dan masih banyak lagi. Bisa kita lihat bahwa di setiap daerah di Indonesia sistem ekonomi kapitalis ada mall besar, dimana pusat perbelanjaan tersebut semakin menggerus eksistensi pasar tradisional.

sistem ekonomi kapitalis

Mengapa mall lebih digemari masyarakat dibandingkan dengan pasar tradisional? Karena mall atau pusat perbelanjaan modern menawarkan kenyamanan, ragam pilihan, hingga kemudahan dalam berbelanja. Hal tersebutlah yang membuat masyarakat lebih memilih untuk berbelanja disana. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa pihak pengusaha yang mempunyai modal besar akan semakin kaya dan mudah dalam mendapatkan laba.

Sedangkan orang-orang yang berada di ekonomi rendah akan semakin miskin dan tidak punya lapak untuk menjual barang atau jasanya. Dampak Sistem Ekonomi Kapitalis Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sistem ekonomi kapitalis berorientasi pada laba dan cara produksi secara individu atau hak milik perorangan.

Hal ini berarti pasar bebas menjadi pihak yang berperan dalam menentukan harga dan jasa pelayanan di dalamnya. Pandangan masyarakat dari negara barat biasanya adalah rasionalistik, metarialisme, dan juga liberalisme.

Maka dari itu, negara-negara bagian barat umumnya menggunakan sistem ekonomi kapitalis di negaranya. Sebab, sistem ekonomi ini sangat erat kaitannya dengan pandangan hidup atau paham rasionalisme, materialisme, dan juga liberalisme.

Masyarakat di dalam sistem ekonomi kapitalis dituntut untuk menjadi individu yang otonom, kreatif, independen, dan dapat memperjuangkan sejarah mereka sendiri. Masyarakat kapitalis harus bisa berpikir bebas, akan tetapi mereka sebenarnya menipu diri mereka sendiri.

Sistem ekonomi kapitalis sistem ekonomi kapitalis memiliki dampak positif bagi suatu negara. Dampak positif yang pertama yaitu mendorong aktivitas ekonomi secara maksimal. Persaingan bebas yang muncul akan menciptakan produksi serta sistem ekonomi kapitalis yang wajar dan rasional.

Kemudian, sistem ekonomi kapitalis juga bisa mendorong pelaku ekonomi dalam mencapai prestasi bisnis yang baik. Disisi lain, sistem ekonomi ini juga memiliki dampak negatif bagi suatu negara. Yang pertama yaitu akan terjadi penumpukan harta yang kemudian memunculkan sifat individualisme yang terlalu berlebihan.

Seperti yang kita ketahui bahwa di dunia kapitalis semua orang akan berlomba dalam bersaing dan mendapatkan keuntungan yang besar.

Oleh karena itu, apabila Anda tidak memiliki semangat semacam itu, maka Anda akan tertindas karena miskin. Itulah dampak buruk kapitalisme, dimana sifat kerjasama antar masyarakat menjadi berkurang.

Sebab, semua orang mengarah kepada keuntungan individual. Oleh sebab itu, otomatis kerjasama sosial akan menghilang secara perlahan. Dengan hal terjadi, akan terciptanya kemiskinan dalam sistem yang kapitalistik terutama dalam praktis paradigmatik pasar-bebas yang secara jelas dijelaskan pada buku Ekonomi Cukup-Kritik Budaya Pada Kapitalisme.

sistem ekonomi kapitalis

EKONOMI CUKUP-KRITIK BUDAYA PADA KAPITALISME Pilar-Pilar yang Digunakan dalam Sistem Ekonomi Kapitalis Sistem ekonomi kapitalis adalah sebuah sistem ekonomi yang berlandaskan beberapa pilar. Berikut adalah pilar-pilar yang ada di dalam sistem ekonomi kapitalis. Private Property Lembaga tersebut merupakan elemen utama dari sistem ekonomi kapitalis. Mereka akan menjamin bahwa semua individu dapat memenuhi kebutuhan ekonomi mereka dari berbagai sumber daya yang tersedia secara legal.

Mereka juga akan mengadakan berbagai perjanjian yang berkaitan dengan hak alamiah tanpa adanya intervensi dari pihak pemerintah. Pemberian hak kepemilikan pada harta kekayaan di dalam sistem ekonomi ini memiliki tujuan supaya setiap orang dapat memperoleh berbagai keuntungan atas kerja keras mereka masing-masing.

Hal tersebut nantinya akan mempengaruhi distribusi kekayaan dan juga pendapatan. Sebab, setiap individu dibebaskan untuk mengambil semua keuntungan dan memberikannya kepada ahli waris ketika mereka sudah meninggal.

Kemudian, sistem ekonomi kapitalis juga memungkinkan munculnya lalu lintas pertukaran yang sangat tinggi. Karena setiap individu memiliki hak atas kepemilikan barang atau produknya sebelum barang-barang tersebut berpindah ke tangan orang lain. Individualisme Ekonomi Individualisme ekonomi disini berarti tidak adanya campur tangan dari pemerintah.

Namun hal tersebut justru akan menimbulkan adanya individualisme dalam hal perekonomian. Pemerintah hanya akan membatasi aktivitas tertentu yang berkaitan dengan ekonomi. Persaingan Pasar Bebas Prinsip kerja dari sistem ekonomi kapitalis pada dasarnya adalah meningkatkan persaingan yang ada di pasar. Persaingan tersebut akan terjadi apabila para pelaku usaha mempunyai produk yang sama atau dua pembeli yang menginginkan produk yang sama, dan para pekerja yang menginginkan posisi yang sama.

Kerangka Dasar Sistem Ekonomi Kapitalis a. Kelangkaan Sumber Ekonomi Kelangkaan ini terjadi akibat adanya benturan ekonomi antar kebutuhan masyarakat yang tidak terbatas. Namun terkendala sistem ekonomi kapitalis keterbatasan barang yang dimiliki. Sehingga para pemilik usaha akan terus menambah jumlah produksi dan jasa sebanyak mungkin supaya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. b. Pandangan terhadap Nilai Suatu Produk Nilai atau Value merupakan saran yang penting untuk melihat fungsi sistem ekonomi kapitalis barang ataupun jasa.

Selain itu, value juga dapat digunakan untuk menentukan kemampuan konsumen dan juga produsen. Terdapat 2 kategori sistem ekonomi kapitalis barang ataupun jasa. Yang pertama adalah nilai yang berkaitan dengan nilai guna suatu barang untuk tiap individu atau biasa disebut juga sebagai nilai guna (utility value). Di mana nilai ini mempunyai keterkaitan dengan nilai suatu barang terhadap barang yang lain. Nilai tersebut sering juga disebut sebagai nilai tukar (exchange value).

• Pengertian Motif Ekonomi • Pengertian Prinsip Ekonomi • Pengertian Kegiatan Ekonomi • Pengertian Kelangkaan • Pengertian Ekonomi Makro • Ekonomi Mikro • Resesi Ekonomi • Pertumbuhan Ekonomi • Globalisasi Ekonomi • Sistem ekonomi kapitalis Kerakyatan • Pelaku Ekonomi • Masalah Ekonomi di Indonesia • Ilmu Ekonomi • Macam Sistem Ekonomi • Sistem Ekonomi Sosialis • Sistem Ekonomi Liberal • Sistem Ekonomi Campuran • Sistem Ekonomi Terbuka • Ekonomi Kerakyatan • Peran Rumah Tangga Pemerintah • Rasio Sistem ekonomi kapitalis • Jenis Kegiatan Ekonomi • Pendapatan Per Kapita Itulah beberapa penjelasan mengenai sistem ekonomi kapitalis beserta ciri hingga sejarahnya.

Untuk Grameds yang ingin mengetahui paham kapitalisme lebih dalam, Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas senantiasa menghadirkan buku-buku relevan yang tentunya bermutu. Semoga bermanfaat! Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 sistem ekonomi kapitalis Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
JAKARTA, KOMPAS.com – Sistem ekonomi kapitalis adalah salah satu sistem ekonomi yang paling populer sekaligus kontroversial.

Ciri utama dari sistem ekonomi kapitalis adalah hak milik privat atas semua alat produksi dan juga distribusi. Dasar dari sistem ekonomi kapitalis adalah berasal dari konsep kapitalisme.

Dalam KBBI, kapitalisme adalah sistem dan paham ekonomi yang modalnya bersumber pada modal pribadi atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasar bebas. Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem yang memberikan kebebasan penuh pada semua orang untuk melakukan kegiatan ekonomi untuk memperoleh keuntungan. Setiap individu memiliki hak penuh untuk mengambil manfaat atas harta atau kekayaannya sebagai alat produksi dan berusaha. Dalam sistem ekonomi kapitalis, negara tidak dapat melakukan ikut campur, namun berperan untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan ekonomi.

Bisa dikatakan, pemerintah hanya berperan sebagai pengawas. Baca juga: Penasaran Berapa Gaji Tentara Amerika Serikat? Dikutip dari laman Dana Moneter Internasional (IMF), sistem ekonomi kapitalis adalah sistem di mana pelaku usaha swasta memiliki dan mengendalikan properti sesuai dengan kepentingan mereka.

Faktor penting dari sistem ekonomi kapitalis adalah motif keuntungan sesuai dengan teori Adam Smith. Dalam bukunya sistem ekonomi kapitalis ‘Wealth of Nation’, dia menjelaskan konsep laissez faire serta prinsip the invisible hand. Kedua konsep inilah yang menjadi kerangka dasar pembentukan teori sistem ekonomi kapitalis, yang di dalamnya memuat nilai barang dan jasa, struktur harga, harga konsumsi, serta harga penentuan produksi.

Adam Smith juga menuliskan bahwa semua orang di dunia ini seharusnya diberi kebebasan untuk bekerja atau berusaha dalam persaingan yang sempurna tanpa intervensi dari pemerintah. Baca juga: Daftar Lengkap Kode Bank Syariah di Indonesia untuk Keperluan Transfer Sementara menurut Agustiati dalam jurnal Sistem Ekonomi Kapitalisme (2009), sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang mana alat produksi, distribusi, serta pemanfaatannya dimiliki secara privat, yakni individu atau swasta.

Sistem ekonomi kapitalis mempunyai konsep keadilan versinya sendiri. Keadilan yang dimaksud adalah semua orang berhak menerima imbalan berdasarkan prestasi kerja.

Dalam sistem ekonomi kapitalis, aset modal—seperti pabrik, tambang, dan jalur distribusi, dapat dimiliki dan dikendalikan secara pribadi, tenaga kerja dibeli dengan upah uang, keuntungan modal diperoleh pemilik swasta, dan harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Sistem ekonomi adalah sistem yang digunakan atau dianut suatu negara yang tujuannya untuk mengalokasikan sumberdaya yang ia miliki baik kepada individu ataupun kepada organisasi yang ada dinegara itu. Yang menjadi perbedaan fundamental setiap sistem ekonomi adalah cara sistem tersebut mengatur faktor produksinya.

Setidaknya ada beberapa macam sistem ekonomi yakni sistem ekonomi sosialis atau komando, sistem ekonomi pasar bebas atau kapitalis, dan juga sistem ekonomi campuran. Pada artikel kali ini akan dibahas tentang sistem ekonomi pasar bebas atau kapitalis ini.

sistem ekonomi kapitalis

Setelah mengetahui arti dari sistem itu sendiri, sekarang yang perlu anda ketahui adalah arti dari kapitalis ini sendiri. Menurut KBBI, kapitalis yang berasal dari kapital ini artinya modal.

Jadi sistem pasar bebas atau kapitalis adalah sistem yang berdasarkan kepemilikan modal. Yang mana dalam sistem perekonomian kapitalis ini, setiap individu dinegara tersebut dibebaskan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya tanpa adanya intervensi oleh pemerintah seperti pada sistem komando atau sosialis.

Secara spesifik, ciri-ciri dari sistem ekonomi kapitalis adalah sebagai berikut: #1 Masyarakat mempunyai hak untuk melakukan hak ekonominya Maksutnya adalah, pemerintah memberi jaminan kepada setiap rakyatnya bahwa rakyat memiliki hak untuk mencapai barang-barang ekonomi dan berikut sumberdayanya melalui cara yang legal.

Meskipun dalam hal ini ia memang memiliki kebebasan, tapi kebebasan tersebut mendapat izin yang legal. Dengan kata lain terdapat hak kepemilikan. Dengan adanya kepemilikan ini, dianggap bisa merangsang agar aktiva yang dimiliki rakyat sistem ekonomi kapitalis seproduktif, sekreatif, dan seinovatif mungkin.

#2 Alat produksi terdapat pada perorangan Ciri selanjutnya dari sistem ekonomi kapitalis adalah pengadaan alat produksi yang dilakukan oleh individu. Ia sebagai pelaku ekonomi harus menyediakan alat produksi untuk memproduksi barang yang akan sistem ekonomi kapitalis.

sistem ekonomi kapitalis

Terkait hal ini, setidaknya ada kemungkinan dua efek yang bisa terjadi. Yang pertama adalah, semakin leluasanya individu untuk memanfaatkan dan memaksimalkan alat produksi yang ada.

Tetapi disisi lain, ini dapat menyebabkan terjadinya monopoli oleh sistem ekonomi kapitalis yang memiliki alat produksi.

#3 Pemerintah tidak bisa campur tangan secara langsung pada kegiatan perekonomian Sejatinya pada pasar bebas itu menyerahkan kegiatan perekonomian pada mekanisme pasar dan tanpa campur tangan pemerintah dalam mekanisme pasar tersebut.

Hal yang dapat dilakukan pemerintah adalah terbatas pada melakukan perlindungan dan juga pengawasan pada kegiatan ekonomi tersebut. Perlindungan dan pengawasan tersebut dilakukan pemerintah melalui terciptanya regulasi-regulasi atau peraturan untuk menjamin hak hak individu dalam melakukan perekonomian. #4 Modal sebagai faktor penting dalam kegiatan perekonomian Ketika kegaiatan perekonomian diserahkan pada pasar, maka wajar bahwa modal menjadi faktor yang penting.

Apabila anda adalah pemilik modal, maka anda dapat membeli perusahaan, saham, dan lain sebagainya yang merupakan cikal bakal penting dalam pergerakan pasar.

Baca juga ulasan terkait tentang teori ekonomi klasik serta info menarik mengenai kriteria dan karakteristik perusahaan besar #5 Kegiatan ekonomi bermotifkan laba Kegiatan ekonomi seperti produksi, konsumsi, maupun distribusi semuanya berdasarkan motif untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan input yang seminim-minimnya. Ini sesuai dengan konsep yang diusung oleh bapak ekonomi dunia sekaligus bapak kapitalis yang bernama Adam Smith terkait “Laiser Faire” yang artinya membiarkan individu untuk mencapai kepuasan maksimum dalam hal ini terkait laba yang didapatkannya.

#6 Harga yang ada terbentuk pada pasar bebas Ciri selanjutnya adalah, harga yang ditetapkan merupakan hasil dari pasar bebas itu sendiri. Berbeda dengan sistem ekonomi sosialis atau komando yang mana harga ditentukan dan atau dimonopoli oleh pemerintah. Dengan adanya sistem ekonomi kapitalis, maka harga yang terbentuk itu melalui mekanisme pasar.

#7 Terdapat persaingan bebas Persaingan yang bebas pada sistem ekonomi kapitalis ini dapat terjadi antar para penjual, antar para pembeli, antar para pencari pekerjaan dan sebagainya. Pasar bebas layaknya sebuah koin dengan dua mata sisi yang dapat berakibat baik negatif maupun positif. Yang jelas, keberadaan persaingan bebas akan menghindarkan dari monopoli dan tiap individu yang ada akan tergerak untuk mencapai modal yang besar. Itulah beberapa ciri dari sistem sistem ekonomi kapitalis kapitalis.

Sekarang mungkin anda bertanya, lalu apa contoh dari kapitalis tersebut? Contohnya ada pada ilustrasi berikut ini: • Perusahaan A menjual barang untuk kebutuhan sehari-hari khususnya sabun mandi.

sistem ekonomi kapitalis

Dalam menentukan harga, perusahaan A harus melihat harga kompetitifnya yakni pada perusahaan B. Apabila perusahaan A ingin produk sabun mandinya laku dipasaran, maka ia harus memutar otak agar produknya lebih unggul daripada produk B.

Ini merupakan contoh bagaimana sistem ekonomi kapitalis dalam pasar bebas. • Suatu perusahaan, tidak perduli apabila produknya diborong oleh suatu badan atau individu. Karena yang terpenting adalah laba yang didapatkan. Dengan begini, pembeli yang memiliki uang dapat mengakses barang tersebut dibandingkan yang lainnya.

Bagaimana? apakah kini konsep tentang sistem ekonomi kapitalis telah jelas dalam bayangan anda? Apakah anda cocok dengan sistem ekonomi kapitalis ataukah sebaliknya? Semoga artikel ini bermanfaat, ya! Kredit Pinjaman Investasi Manajemen Rekening Bank Karyawan Bisnis Kecil Bank Sukses Bisnis Internet Modal Usaha Perusahaan ATM Belanja Online Menabung Usaha Kecil Kreatif Pemasaran Sosial Media Modal Kecil Hutang Berdagang Kerja Online KPR KTA Kartu Kredit Niaga Bisnis Jasa Rahasia Bisnis Sampingan Uang Tunai Pajak Sistem ekonomi kapitalis Toko Online Saham Lowongan Tempat Usaha Gadai Usaha Jasa Usaha Makanan • Search • Pasang Iklan
Sebagian besar ekonom di dunia mengklaim bahwa penilaian ekonom klasik yang dipimpin oleh Adam Smith adalah fondasi sistem ekonomi kapitalis.

Tokoh-tokoh tersebut terhadap Adan Smith menyatakan bahwa segala bentuk kegiatan ekonomi yang dilakukan secara bebas menuntut adanya banyak manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan, daripada diatur oleh pemerintah.

Singkatnya, siapa pun dapat menerapkan ekonomi kapitalis tanpa campur tangan pemerintah. Pengertian sistem ekonomi kapitalis Sejarahnya Kapitalisme atau kapital adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri, dan alat produksinya dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan menghasilkan keuntungan dalam ekonomi pasar.

sistem ekonomi kapitalis

Saat berbisnis, pemilik modal berusaha memaksimalkan keuntungan. Menurut sistem ekonomi kapitalis ini, pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar untuk keuntungan bersama, tetapi untuk kepentingan swasta, pemerintah telah melakukan intervensi dalam skala besar.

Namun, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi yang universal dan diterima secara luas. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sistem yang berlaku di Eropa dari abad 16 hingga 19. Selama perkembangan bank komersial Eropa, sekelompok individu atau kelompok dapat bertindak sebagai entitas tertentu yang dapat memiliki atau membeli dan menjual properti.

Sektor swasta terutama produk modal, seperti tanah dan masyarakat dalam proses dari produk modal menjadi barang manufaktur. Untuk mendapatkan modal tersebut, para kapitalis harus terlebih dahulu memperoleh bahan baku dan mesin, baru kemudian para pekerja yang berperan sebagai operator mesin dapat memperoleh nilai dari bahan baku yang diolah tersebut.

Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak diketahui bahwa pihak swasta menerapkan sistem komersial. Di Eropa, ini disebut guild dan merupakan cikal bakal kapitalisme. Saat ini, kapitalisme tidak hanya dianggap sebagai pandangan mencari keuntungan hidup. Integrasi kapitalisme dan sosialisme tidak berubah, membuat kapitalisme jauh lebih toleran dibandingkan dua atau tiga abad yang lalu.

Dalam pengertian modern, istilah kapitalisme biasanya dikaitkan dengan Karl Marx. Dalam karyanya “Das Kapital”, Marx menulis “cara produksi kapitalis” menggunakan apa yang sekarang disebut Marxisme. Namun, meskipun Marx jarang menggunakan istilah “kapitalisme”, istilah itu digunakan dalam interpretasi politik yang lebih banyak atas karyanya, terutama dalam artikel yang ditulis oleh kolaboratornya, Sistem ekonomi kapitalis Engels (Friedrich Engels).

Waktu digunakan Pada abad ke-20, para pembela sistem kapitalis sering mengganti kapitalisme jangka panjang dengan istilah-istilah seperti perusahaan bebas dan perusahaan swasta, dan menggantinya dengan kapitalis dan investor yang mencari rente sebagai tanggapan atas konotasi negatif yang terkait dengan kapitalisme. Karakteristik Sistem Ekonomi Kapitalis Kapitalisme biasanya dikaitkan dengan Marx. Namun sayangnya hal tersebut salah, karena ternyata sosok kapitalisme tersebut adalah Adam Smith.

Adam Smith adalah seorang tokoh ekonomi kapitalis klasik, ia mengkritik sistem merkantilis. Saat itu, ia yakin bahwa sistem merkantilis kurang mendukung perekonomian rakyat. Ia berpendapat bahwa pergerakan produksi harus digerakkan sesuai dengan konsep MCM atau mata uang komoditas modal, yang akan menjadi siklus yang tidak terputus, karena uang menjadi modal kembali dan dapat diputar ketika berinvestasi.

sistem ekonomi kapitalis

Adam Smith percaya bahwa pasar harus memiliki kebebasan untuk menjadi laissez-faire atau bebas dari campur tangan pemerintah, sehingga pemerintah hanya berperan sebagai pengawal dari semua pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat. nilah ciri-ciri kapitalisme yang harus Anda ketahui: • Akui hak individu. • Individu memiliki kepemilikan atas alat produksi. • Individu bebas memilih pekerjaan atau bisnisnya sendiri.

• Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar. • Peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi sangat kecil. • Motivasi pembangunan ekonomi adalah menghasilkan uang. • Orang dianggap sama-sama ekonomis, yaitu orang selalu mengejar keuntungannya sendiri. • Konsep individualisme didasarkan pada materialisme atau hedonisme (warisan Yunani kuno). Pro dan kontra dari sistem ekonomi kapitalis Keuntungan dari ekonomi kapitalis: • Para pendukung ekonomi kapitalis mengklaim bahwa kebebasan ekonomi akan memberikan banyak kesempatan kepada masyarakat untuk memenuhi semua kebutuhannya.

• Persaingan bebas antar individu akan menjaga tahap produksi dan tingkat harga pada tingkat yang wajar dan membantu mempertahankan penyesuaian yang wajar antara kedua variabel. • Ekonom kapitalis percaya bahwa memperoleh keuntungan besar adalah tujuan yang baik, dan tujuan ini sebanding dengan pekerjaan mereka.

Kelemahan ekonomi kapitalis • Jika kemampuan kerja pekerja terganggu, maka persaingan bebas antar pekerja akan sangat merugikan masyarakat. Setiap orang juga akan memiliki jiwa kompetitif. • Misalnya, kurangnya pembatasan kepemilikan sejumlah besar aset oleh individu akan menyebabkan ketidakseimbangan dalam distribusi kekayaan di masyarakat, sehingga merusak sistem sektarian. • Terdapat kesenjangan yang sangat besar antara hak-hak pemberi kerja dan pekerja, dan pekerja tidak dapat memperoleh kesempatan yang sama dengan pesaing mereka, sehingga memperburuk kesenjangan antara si kaya dan si miskin.

• Sistem ekonomi kapitalis akan mengembangkan semua sumber daya produksi dan distribusi di bawah pemerintahan penguasa yang terampil, dan akan melampaui masalah kesejahteraan banyak masyarakat dan membatasi aliran kekayaan kepada orang-orang tertentu.

• Di sisi lain, sistem ekonomi ini memang bisa menjamin kesejahteraan, tetapi hanya berlaku untuk orang-orang tertentu yang egois. Sistem Ekonomi Kapitalis di Indonesia Seperti diketahui, hingga saat ini kapitalisme ala Quebec yang terus berkembang di Indonesia tak luput dari pengaruh kolonialisme Belanda. Tentu masih ingat masa-masa sistem wajib bercocok tanam VOC, bukan? Peristiwa ini merupakan akar kapitalisme Indonesia. Perlakuan kejam Belanda terhadap sistem pertanian paksa ini menjadi bentuk kapitalisme sejati, yaitu Belanda mengeksploitasi kekayaannya sendiri untuk memenuhi kepentingan pemerintahannya sendiri.

Setelah sistem wajib tani lenyap dan Indonesia merdeka, kapitalisme Indonesia berkembang menjadi bentuk baru imperialisme. Di era orde baru, modal asing mulai masuk ke Indonesia, dan jurang antara mereka yang memiliki dan tanpa modal semakin terlihat.

Sayangnya, hingga saat ini sistem kapitalis masih berkembang di Indonesia. Kita bisa melihat kekayaan sumber daya Indonesia masih dieksploitasi oleh negara lain. Meski begitu, kita bisa melihat apa yang terjadi pada pemerintah Indonesia untuk mencegah hal tersebut terjadi. Dari kasus Papua Free Port terlihat bahwa 51% saham dalam kasus tersebut akhirnya dikuasai oleh Indonesia. Kesimpulan Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem di mana semua aset produktif dan / atau berbagai faktor produksi hanya dimiliki oleh swasta / individu.

Adam Smith menerbitkan teori sistem ekonomi ini dalam bukunya “The Wealth of Nations”. Beberapa bentuk pemikirannya adalah karena adanya “invisible hands” (mekanisme pasar), swasta lepas dari kepemilikannya.

Selain itu, peran pemerintah hampir tidak ada. Terus? Apakah perusahaan Anda adalah perusahaan ekonomi kapitalis? Jika perusahaan sudah sibuk dengan urusan keuangan dan akuntansi dan tidak sempat mempertimbangkan masalah tersebut, maka Anda memerlukan aplikasi keuangan dan akuntansi yang sangat terpercaya, yaitu software akuntansi JojoExpense. Aplikasi ini akan semakin memudahkan Anda dalam menangani segala hal yang berkaitan sistem ekonomi kapitalis akuntansi perusahaan.

Meningkatkan efisiensi manajemen pengeluaran perusahaan hingga 76%, JojoExpense dapat mengumpulkan data secara otomatis kapan saja, di mana saja, meningkatkan produktivitas dan mencegah penipuan keuangan, serta dengan mudah mengontrol anggaran perusahaan sepenuhnya. Lebih cepat, dan lebih mudah. Kontrol anggaran kapan saja, di mana saja. Mulai sekarang, semuanya ada di tangan Anda. Anda dapat mengelola anggaran seluruh perusahaan hanya dengan telepon Anda.

Menyetujui atau menolak pengajuan reimbursement dan cash advance kapan pun, di mana pun. Ini juga memantau penggunaan anggaran karyawan. Tunggu apalagi, daftarkan perusahaan anda sekarang dan nikmati uji coba grats JojoExpense! Artikel Terbaru • Definisi Pekerja Penuh Waktu Adalah … 31 Juli, 2021 • Mengenal Apa itu Above the Line dan Below the Line Marketing 25 Juli, 2021 • Seperti Ini Peran dan Tugas Auditor Eksternal 25 Juli, 2021 • Mengenal Apa itu Big Four Kantor Akuntan Publik 25 Juli, 2021 • Rumus Aktiva Tetap, Pengertian dan Jenis-jenisnya 25 Juli, 2021 Arsip Arsip Kategori • Akuntansi (289) • Bank (9) • Bisnis (1.260) • Ekonomi (540) • Entrepreneurship (159) • Etos Kerja (333) • Events (9) • Human Resource (560) • Insight Jojonomic (15) • Keuangan (391) • Kisah Sukses (36) • Manual Sistem ekonomi kapitalis (34) • Marketing (296) • News (68) • Pajak (183) • Pengetahuan (187) • Review (72) • Technology (57) • Tips & Trick (327) • Uncategorized (1) Hubungi Kami • Talavera Office Suite, 18th Floor, Jalan TB Simatupang, kav 22-26, RT.1/RW.1, Cilandak Bar., Kec.

Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12430 • 02129715823 • marketing@jojonomic.com This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website.

We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent.

You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may affect your browsing experience. • Produk • Productivity & Colaboration • Jojo Times • Jojo Task • Jojo Timesheet • Jojo Chat • Jojo Leave • Jojo Meet • Back • Sales & Marketing • Jojo MarketingIntellegence • Jojo LeadManager • Jojo SalesTeam • Jojo SalesPipeline • Jojo CampaignManager • Back • Finance • Jojo Expense • Jojo Invoice • Jojo AssetManagement • Jojo E-Budgeting • Jojo Sistem ekonomi kapitalis • Back • Human Resource • Jojo Payroll • Jojo Sistem ekonomi kapitalis • Jojo Recruitment • Jojo Performance • Jojo People • Back • Operation • JojoCX – CustomerExperience • Jojo Command Center • Jojo Digital Document • Jojo Procurement • Jojo Travel • Jojo HSE • Back • Intelligence & Customization • Jojo Analytics • Jojo Flow • Jojo Link • Jojo API • Jojo Live • Back • Back • Login • Coba Gratis • Hubungi Sales • ID • EN × Close Panel
Sistem Ekonomi Kapitalis: Pengertian dan Perannya Sebagian besar para ahli ekonomi di dunia mengklaim bahwa penilaian para ahli ekonomi klasik yang dipimpin oleh Adam Smith adalah dasar dari suatu sistem ekonomi kapitalis.

Berbagai tokoh yang berkiblat bada Adan Smith ini mengatakan bahwa seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang dilakukan dengan cara bebas diklaim mampu memiliki banyak manfaat bagi masyarakat sebagai suatu keseluruhan daripada jika diatur oleh pemerintah.

Sederhananya, ekonomi kapitalis boleh dilakukan oleh siapa saja dengan tanpa intervensi dari pihak pemerintah. Benarkah pengertian ekonomi kapitalis begitu adanya? apa fungsinya sudah tepat untuk diterapkan dalam sebuah negara? 6 Kesimpulan Pengertian Ekonomi Kapitalis Para ilmuan telah sepakat bahwa kapitalisme adalah sebuah bentuk gerakan revolusi yang sifatnya mendasar bagi pembangunan masyarakan modern. Saat ini, kapitalisme bukan hanya diklaim sebagai suatu proses ekonomi, namun kapitalisme juga diklaim sebagai suatu peradaban yang berasal dari sebuah ideologi yang selanjutnya direalisasikan sebagai gaya hidup.

Milton H. Spencer (1990) menjelaskan bahwa pengertian ekonomi kapitalis adalah suatu sistem organisasi ekonomi yang ditandai oleh hak milik individu atas berbagai alat produksi dan distribusi yang berguna untuk mendapatkan keuntungan dalam kondisi bisnis yang sangat kompetitif. Selanjutnya, sistem ekonomi kapitalis juga diartikan sebagai suatu sistem yang mampu memberikan kebebasan yang besar untuk setiap pelaku ekonomi guna melakukan berbagai kegiatan yang terbaik untuk kepentingan pribadi atas sumberdaya ekonomi ataupun berbagai faktor produksi lain.

Sistem ekonomi ini memiliki kebebasan pada tiap individu untuk mempunyai sumber daya, seperti kompetisi antar tiap orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Persaingan yang dilakukan antar badan usaha dalam sisitem ekonomi kapitalis adalah setiap individu berhak mendapatkan imbalan atas performa dan prestasi kerjanya. Subandi (2005) mengatakan bahwa campur tangan maupun intervensi pemerintah sangatlah minim dalam hal pengertian ekonomi kapitalis. Adam Smith dalam bukunya yang berjudul “ An Inquiry the nature and Cause of the sistem ekonomi kapitalis of nation” menambahkan bahwa setiap orang dikehendaki atas kebebasannya dalam bekerja dan berusaha dalam persaingan yang sempurna dengan tanpa campur tangan pihak pemerintah.

Berbagai Pilar yang Digunakan dalam Ekonomi Kapitalis Sistem ekonomi kapitalis merupakan suatu sistem ekonomi yang berlandaskan pada: • Hak Milik Swasta (Private Property) Lembaga ini adalah elemen utama dari sistem ekonomi kapitalis.

Mereka akan menjamin bahwa setiap individu berhak untuk memenuhi kebutuhan ekonomi melalui berbagai sumber daya yang ada dengan cara yang legal. Mereka akan mengadakan berbagai perjanjian yang erat kaitannya dengan hak alamiah tanpa adanya campur tangan kekuasaan pemerintah. Berbagai pemberian hak kepemilikan atas harta kekayaan pada sistem ekonomi ini bertujuan agar setiap individu bisa mendapatkan berbagai keuntungan atas kinerja mereka masing-masing.

Hal ini tentunya sangat berpengaruh atas distribusi kekayaan serta pendapatan karena berbagai individu tersebut diperbolehkan untuk mengambil seluruh keuntungannya dan diberikan pada ahli waris jika mereka meninggal. Selanjutnya, sistem ekonomi ini memungkinkan adanya lalu-lintas pertukaran yang tinggi karena tiap individu mempunyai hak atas kepemilikan barang-barangnya sebelum barang tersebut dipindah tangankan pada pihak lain.

Berbagai perkembagan yang ada dalam ruang lingkup ekonomi dan sosial ini sangat memengaruhi perkembangan kapitalisme. • Dipimpin Dari Jarak Jauh oleh Orang Lain ( The Invisibel Hand) Berbagai prinsip ini menyatakan bahwa untuk bisa mencapai berbagai hak terbaik untuk bermasyarakat, maka setiap individu dalam masyarakat kapatalis akan dimotivasi oleh berbagai kekuatan ekonomi sehingga mereka akan bertindak sedemikian rupa untuk bisa mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya dengan biaya seminim mungkin.

• Individualisme Ekonomi Yang dimaksud dalam individualisme ekonomi disini adalah tiadanya intevensi pemerintah bisa menimbulkan individualisme ekonomi dan juga kebebasan ekonomi.

Ekonomi pemerintah hanya akan dibatasi pada berbagai aktivitas tertentu. • Persaingan Pasar Bebas (Free Market Competition). Prinsip kerja dari mekanisme pasar bebas ini tentunya akan meningkatkan persaingan pasar. Persaingan akan terjadi antara para penjual yang memiliki produk serupa, antar pembeli yang sama-sama menginginkan produk serupa, antar pekerja untuk mendapatkan pekerjaannya, antar majikan untuk bisa mendapatkan pekerja berkualitas, serta antar pembeli dan penyedia sumber daya guna mendapatkan berbagai keuntungan yang besar.

Baca juga: Kenapa Defisit Ekonomi itu Wajar? Bagaimana Cara Menghadapinya? Kerangka Dasar Sistem Ekonomi Kapitalis • Kelangkaan Sumber Ekonomi Kelangkaan ini disebabkan karena adanya benturan ekonomi antar kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan barang yang memiliki keterbatasan, sehingga para pengusaha akan menambah jumlah produksi dan jasa sebanyak-banyaknya agar bisa meminimalisir kebutuhan manusia.

Para ekonom kapitalis setidaknya harus memecahkan sistem ekonomi kapitalis pokok permasalahan ekonomi, yaitu: 1. Apa saja yang harus mereka produksi dan berapa jumlahnya? Pertanyaan ini secara umum berkaitan dengan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh manusia, serta secara khusus akan berkaitan dengan sinkronisasi antar kebutuhan manusia dan daya belinya. 2. Bagaimana cara memproduksinya? Permasahalan ini akan berkaitan dengan teknik produksi, yaitu tentang bagaimana menggabungkan berbagai faktor produksi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

3. Untuk siapa barang tersebut diproduksi? atau bagimana barang-barang tersebut di distribusikan? Untuk permasalahan ini, para ekonom kapitalis menjelaskannya dengan teori harga, yaitu harga akan menentukan produksi-konsumsi-distribusi. Meskipun cara ini pada akhirnya harus berbenturan dengan tingkat permintaan di mata konsumen, namun tingkat permintaan konsumen sekali lagi dipengaruhi oleh beragam faktor, sehingga tingkat produksi secara rill bukanlah tentang kuantitas produksi karena mampu menimbulkan inefisiensi ekonomi dan ketidakseimbangan pada pasar.

Tentang cara pandang seperti ini, maka bagi para sistem ekonomi kapitalis, solusi yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan produksi sebanyak-banyaknya, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar-besarnya.

• Pandangan Tentang Nilai (Value) atas Suatu Barang Nilai adalah suatu sarana penting untuk melihat suatu fungsi atas barang dan jasa, juga untuk menentukan kemampuan produsen dan konsumen. Terdapat dua kategori nilai barang dan jasa, yaitu nilai yang erat kaitannya dengan nilai guna suatu barang untuk individu atau yang biasa disebut dengan nilai guna ( utility value), dan yang memiliki keterkaitan dengan nilai suatu barang terhadap barang lainnya yang disebut dengan nilai tukar ( exchange value).

Baca Juga: Crowdfunding: Tujuan, Jenis dan Manfaatnya Pada Ekonomi Bisnis Peranan Harga dalam Sistem Ekonomi Kapitalis. • Peranan Harga dalam Produksi Dalam hal produksi, tentunya harga akan menentukan siapa saja produsen yang diperbolehkan untuk masuk ke dalam area produksi dan siapa saja yang tidak diperbolehkan masuk. Sistem ini akan mengakibatkan status kepemilikan produksi dalam sistem ekonomi kapitalis ditentukan oleh kekuatan modal yang dimiliki oleh para produsen, sehingga mereka yang berstatus sebagai ekonomi lemah tidak bisa ikut serta dalam proses produksi.

• Peranan Harga dalam Konsumsi Dalam bidang konsumsi, harga adalah alat pengendali yang akan menentukan kemampuan konsumen dalam memenuhi beragam kebutuhan dan keinginannya akan suatu barang. • Peranan Harga dalam Distribusi Dalam ekonomi kapitalis, struktur harga akan digunakan sebagai titik pertemuan antara penawaran produsen dan permintaan konsumen. Pertemuan antar tingkat harga yang berada di pasar dengan keputusan konsumen untuk berbelanja atas barang dan jasa adalah suatu sarana penyaring antar barang yang laku dan tidak laku.

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Tentang Ekonomi Sirkular Kelebihan dan Kekurangan Ekonomi Kapitalis Kelebihan Ekonomi Kapitalis • Para pendukung aliran ekonomi kapitalis mengklaim bahwa kebebasan ekonomi akan membuat masyarakat mampu memiliki banyak peluang untuk bisa memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

• Persaingan bebas yang terjadi antar individu akan mewujudkan tahap produksi dan tingkat harga pada tingkatan yang wajar, dan akan membantu dalam mempertahankan penyesuaian yang rasional antar kedua variable tersebut. • Para ahli ekonomi kapitalis beranggapan bahwa mendapatkan hasil keuntungan yang banyak adalah tujuan yang baik, dan tujuan ini adalah sebanding dengan apa yang mereka kerjakan.

Baca juga: Pengertian Kebijakan Moneter, Sejarah, Tujuan, Instrumen dan Jenisnya Kelemahan Ekonomi Kapitalis • Persaingan yang bebas antar para pekerja akan menimbulkan banyak sekali keburukan dalam masyarakat jika kapasitas kerjanya terganggu. Serta akan muncul juga semangat bersaing antar tiap individu.

Sebagai contoh, tidak adanya keterbatasan oleh individu untuk memiliki harta yang banyak akan mengakibatkan ketidakseimbangan distribusi kekayaan dalam bermasyarakat, sehingga akan merusak sistem perkenomian. • Adanya jurang perbedaan yang dalam antara hak majikan dan pekerja, pekerja tidak bisa mempunyai kesempatan yang sama dengan saingannya, sehingga akan memperdalam jurang antara yang kaya dan yang miskin.

• Sistem ekonomi kapitalis akan memanfaatkan seluruh produksi dan distribusi dibawah penguasa yang ahli, dan akan mengesampingkan masalah kesejahteraan banyak masyarakat dan membatasi aliran kekayaan pada orang-orang tertentu saja. • Disisi lain, sistem ekonomi ini memang mampu menjamin kesejahteraan, namun hanya pada kalangan orang tertentu yang mementingkan dirinya sendiri saja. Baca juga: Pengertian Pajak Pribadi dan Cara Lapor Pajak Pribadi Secara Online Kesimpulan Sistem ekonomi kapitalis merupakan suatu sistem yang seluruh aset produktif dan atau berbagai faktor produksinya sebagian besar hanya diimiliki oleh sektor swasta/individu saja.

Teori sistem ekonomi ini dikeluarkan oleh Adam Smith dalam buku The Wealth of Nations –nya. Beberapa bentuk pemikirannya adalah bahwa pihak swasta dibebaskan dalam hak kepemilikannya, adanya The Invisible Hand (mekanisme pasar).

Selain itu, peran pemerintah juga hampir tidak ada. Jadi bagaimana? Apakah perusahaan Anda adalah salah satu yang menerapkan ekonomi kapitalis? Jika Anda terlalu sudah tidak ada waktu memikirkannya karena sudah sibuk dengan urusan keuangan dan akuntansi di perusahaan, maka Anda memerlukan aplikasi keuangan dan akuntansi yang sudah sangat terpercaya, yaitu software akuntansi dari Acurate Online. Aplikasi ini akan memudahkan Anda dalam mengurus segala hal yang menyangkut akuntansi bisnis Anda secara lebih mudah dan cepat.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:tirto.id - Salah satu sistem ekonomi yang membentuk masyarakat modern adalah sistem ekonomi kapitalis.

Sistem ekonomi jenis ini cenderung melanggengkan penumpukan kekayaan, serta berisiko memperlebar kesenjangan antara golongan kaya dan miskin.

Lantas, apa pengertian dan ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis? Dikutip dari " Kapitalisme: Sebuah Modus Eksistensi " yang ditulis Husain Heriyanto, kapitalisme artinya sistem perekonomian yang menekankan peran kapital (modal), yakni segala bentuk dan jenis kekayaan, termasuk barang-barang yang digunakan untuk memproduksi komoditas lainnya.

Sementara itu, Ebenstein (1990) menyebut kapitalisme sebagai sistem sosial yang menyeluruh, lebih dari sekadar sistem perekonomian. Ia mengaitkan perkembangan kapitalisme sebagai bagian dari gerakan individualisme. Selanjutnya, Hayek (1978) memandang kapitalisme sebagai perwujudan liberalisme dalam ekonomi.

Sistem ekonomi kapitalis pertama kali muncul pada abad ke-17 ketika dominasi gereja di Eropa mulai runtuh. Pada waktu itu, gereja melakukan dominasi dan indoktrinasi atas segala kepentingan. Kemudian, hal itu diruntuhkan dengan hadirnya pandangan yang menekankan pada liberalisme, individualisme, rasionalisme, materialisme, dan humanisme.

Pemikiran-pemikiran yang meruntuhkan dominasi gereja inilah yang nantinya dianggap menjadi dasar-dasar sistem ekonomi kapitalis. Secara sederhana, gereja dengan segala doktrinnya dipandang menghalang-halangi umat Kristiani dalam mengumpulkan kekayaan. Selain itu, segala kekayaan tersebut juga dianggap sepenuhnya milik gereja. Setelah runtuhnya masa kejayaan gereja, masyarakat mulai memikirkan upaya penimbunan kekayaan.

Perubahan ini kemudian berkembang dinamis, hingga masyarakat beralih dari usaha agribisnis ke industri. Modal-modal yang pada awalnya dialokasi kepada pertanian dialihkan menuju pembangunan industri. Pada masa itu, muncul tokoh ekonomi kenamaan Adam Smith (1776) yang menjadi peletak ideologi kapitalisme.

Dikutip dari jurnal Academica, Adam Smith menyatakan bahwa setiap orang selayaknya diberi kebebasan untuk bekerja dan berusaha dalam persaingan sempurna dengan meniadakan intervensi pemerintah. Kapitalisme, secara sederhana, merupakan sistem organisasi ekonomi yang dicirikan oleh hak milik privat atas alat-alat produksi dan distribusi, serta pemanfaatannya untuk mencapai laba dalam kondisi yang sangat kompetitif.

Baca juga: • Steve Jobs dan Perkembangan Kapitalisme Apple • Sejarah Sosialisme: Tujuan, Tokoh, Ciri, Latar Belakang Kemunculan Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalis Sama seperti sistem-sistem ekonomi lainnya, sistem ekonomi kapitalis sistem ekonomi kapitalis memiliki ciri-ciri tersendiri.

Dikutip dari buku Sistem dan Reformasi Ekonomi Indonesia oleh Edy Suandi Hamid, beberapa ciri sistem ekonomi kapitalis adalah sebagai berikut: 1.

Penjaminan atas hak milik perseorangan Pada sistem ekonomi kapitalis, hak milik pribadi merupakan hal paling penting keberadaannya. Setiap orang dalam sistem ekonomi kapitalis memiliki hak untuk menimbun kekayaan pribadi sebesar-besarnya tanpa mengindahkan posisi orang lain yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal yang sama.

2. Sistem ekonomi kapitalis diri sendiri ( self-interest) Sistem ekonomi kapitalis menekankan individualisme. Individu dibebaskan sepenuhnya sistem ekonomi kapitalis berorientasi pada diri sendiri. Dalam hal ini, kepentingan individu mencakup segala aktivitas ekonomi dan sosialnya. Para kapitalis percaya bahwa ada tangan-tangan gaib ( invisible hands) yang akan mempertemukan kepentingan setiap individu untuk mencapai titik keseimbangan ( equilibrium).

3. Pemberian kebebasan penuh Sistem ekonomi kapitalis memiliki dasar pemikiran menempatkan setiap pihak memiliki kebebasan penuh dalam melakukan aktivitas ekonomi. Pada sistem ekonomi kapitalis, negara hanya berperan sebagai penyedia fasilitas dan pengatur lalu lintas ekonomi sehingga semua orang dapat melakukan aktivitas ekonominya sistem ekonomi kapitalis lancar. 4. Persaingan bebas ( free competition) Pada sistem ekonomi kapitalis, pasar dipandang sebagai tempat persaingan sempurna, yakni ketika situasi tawar masing-masing produsen dan konsumen seimbang.

Dengan demikian, pembeli dan penjual tidak dapat menjadi penentu harga ( price setter), tetapi hanya bertindak sebagai pengambil harga ( price taker). 5. Harga sebagai penentu ( price system) Sistem ekonomi kapitalis memiliki kepercayaan bahwa mekanisme pasarlah yang bekerja dalam menentukan harga keseimbangan antara penawaran dan permintaan barang serta jasa.

Dalam segala kondisi yang terjadi di sistem ekonomi kapitalis, negara tidak boleh melakukan intervensi kepada pasar. 6. Peran negara minimal Pada sistem ekonomi kapitalis, negara hanya memiliki peran menjaga keamanan dan ketertiban, menetapkan hak-hak kekayaan pribadi, menjamin perjanjian kedua belah pihak agar ditaati, menjaga persaingan tanpa hambatan, mengeluarkan mata uang, dan menyelesaikan persengketaan pihak buruh dan pemilik modal.

Negara tidak memiliki fungsi untuk mengurus mekanisme pasar, sehingga perannya dikerucutkan seminimal mungkin.
Kapitalisme menerapkan mekanisme pasar yang bekerja menentukan harga keseimbangan antara penawaran dan permintaan barang atau jasa. Oleh karena itu, negara tidak boleh melakukan intervensi terhadap pasar. Jika terjadi kemerosotan harga, maka negara diminta untuk diam sistem ekonomi kapitalis mekanisme pasar dengan sendirinya akan menentukan harga keseimbangan yang baru.

Persaingan yang bebas antar para pekerja akan menimbulkan banyak sekali keburukan dalam masyarakat jika kapasitas kerjanya terganggu. Serta akan muncul juga semangat bersaing antar tiap individu. Sebagai contoh, tidak adanya keterbatasan oleh individu untuk memiliki harta yang banyak akan mengakibatkan ketidakseimbangan distribusi kekayaan dalam bermasyarakat, sehingga akan merusak sistem perekonomian.

Ust Dwi Condro Triono - Perbandingan Sistem Ekonomi Kapitalisme Dengan Sistem Ekonomi Islam




2022 www.videocon.com