Bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim

bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim

Rumahkreative.id – Tata Artistik dalam Produksi Film yaitu merancang, mendesain, menciptakan, dari sebuah naskah atau skenario yang sudah di ciptakan, sampai menjadi suatu agenda yang membentuk satu kesatuan yang indah dan enak untuk di lihat sekaligus di nikmati. Ada beberapa pengertian artistik dari berbagai pandangan yaitu artistik dalam kamus besar bahasa indonesia yaitu yang berkaitan dengan seni atau mempunyai nilai seni,akan tetapi secara garis besar yaitu sebuah hal yang mempunyai nilai keindahan yang dapat menarik perhatian orang yang melihat serta menikmatinya.

Artistik juga dapat di artikan sebagai pelengkap sesuatu yang telah ada menjadi lebih berseni. Artistik adalah membuat sesuatu yang sudah ada menjadi lebih berseni. Pengertian artistik dalam film adalah segala sesuatu hal yang membuat sebuah film menjadi lebih berseni.

Hal ini mencakup rancangan suatu skenario atau naskah yang berkelas. Tata Artistik terdiri dari kata tata yang artinya aturan atau susunan apabila akan membentuk atau membuat suatu hal. Kata artistik dipakai untuk menyampaikan seluruh materi yang berkarakter seni atau mempunyai nilai seni.

Misalnya artistik digunakan untuk berbagai pertunjukan, tayangan film, dan masih banyak lagi. Semua mempunyai nilai seni yang berbeda-beda, agar menimbulkan kesan indah bagi para penikmatnya.

bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim

Tak sekedar barang-barang dan aktivitas kesenian, barang-barang yang lain juga mempunyai kesan artistik dan nilai seni. Tata Artistik sangat penting di dunia perfilman karena akan menciptakan kesan tersendiri pada sebuah film, keberhasilan dalam pembuatan film juga merupakan salah satu bantuan dari sebuah peran tata artistik.

Di dalam produksi film memuat beberapa aspek yang mendukung salah satunya yaitu peran seorang penata artistik yang profesional dibidangnya. Pengertian Tata Artistik Dalam Perfilman Tata Artistik menjadi seni dan kerajinan (craft) dari langkah bertutur sinematik (cinematic storytelling).

Yang ada dalam seni tata artistik yaitu: 1. Merancang desain-desain yang serasi dengan skrip dan konsep sutradara 2. Menciptakan penampilan dan gaya (look dan style) 3. Menghadirkan karakter lewat penciptaan melalui makeover bagian artistik. Seorang production designer (perancang tata artistik) diminta untuk dapat mengartikan skenario serta konsep cerita ke dalam sebuah gaya artistik yang nyata.

Perpaduan sutradara, perancang fotografi serta production designer telah dikerjakan jauh sebelum shooting di laksanakan. Tata Artistik yaitu berarti penggolongan segala hal yang melatar belakangi cerita sebuah film, yaitu menyangkut sebuah ide tentang setting. Yang dimaksud dengan setting ialah lokasi dan waktu berlangsungnya cerita sebuah film.

Setting harus memiliki informasi akurat mengenai peristiwa yang sedang disaksikan oleh penonton. 1. Setting harus menunjukkan pada saat berjalannya cerita.

2. Mengenai lokasi terjadinya kejadian. Aspek kerja divisi Tata Artistik : Praproduksi 1. Menciptakan konsep (sketsa) awal 2. Mewujudkan konsep (sketsa) menjadi sebuah rancangan desain-desain 3. Memilih berbagai warna palette 4. Memilih rancangan artistik secara keseluruhan 5. Merancang anggaran tata artistik Produksi 1.

Menargetkan pengelompokan shot 2. Membentuk setting dan property 3. Melindungi kelangsungan artistik Pascaproduksi Tim kerja : Divisi artistik selain karier yang rendah, di sebuah divisi tata artistik masih ada sejumlah pekerjaan lain yang membantu. Seperti : 1. Asisten art director, 2. Set dresser, 3. Set decorator, 4. Property bayer hair and make up, 5. Property master, 6. Wardrobe dresser, 7. Costum designer, 8.

Location manager special effect, 9. Production ilustrator. Penata Artistik atau biasa dikenal Art Director Yaitu ketua yang menjalankan eksekusi dari seluruh dasar desain tata artistik sebagai tanggungjawab perancang artistik. Semua langkah pemasokan bahan artistik mulai dari awal sampai waktu dilaksanakannya pengambilan gambar serta suara, pada saat proses pembuatan adalah sebuah tanggungjawab art director.

Perubahan ketika eksekusi dari rancangan desain tata artistik setidaknya mendapat izin dari production designer. Semua langkah serta hasil dari kerja sang art director adalah sebagai tanggungjawab production designer. Di proyek pembuatan menggunakan anggaran yang minim, tugas art director terkadang dikerjakan oleh production designer karena seorang production designer berfokus pada segala bidang yang berkaitan langsung dengan rancangan tata artistik dibantu oleh asistennya.

Perancang Tata Artistik atau yang dikenal dengan Bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim Designer Yaitu seseorang yang ahli di bagian perancangan tata artistik, yang biasanya mendesain beberapa gambar yang sesuai dengan nilai estetika yang berguna untuk produksi sebuah film. Memiliki tanggung jawab ketika membentuk sebuah look dan style dari film tertentu. Mengatur semua yang ahli di bagian tata artistik serta bekerja begitu dekat dengan sang sutradara.

Dari ilmunya mengenai arsitektur, periode, tempat, warna, desain,set, sang production designer membuat atmosfir, nuansa serta gaya guna agar menimbulkan perasaan emosi dari keinginan sang sutradara. Tahap Praproduksi: 1. Sebagai pengatur dari teknik eksekusi atau seorang eksekutor Tata Artistik sedari awal sampai pada saat akan merekam gambar atau subjek serta audio di area yang sudah di siapkan.

2. Membentuk breakdown serta agenda kerja yang khusus keahlian tata artistik. 3. Menyediakan berbagai komponen bahan untuk tata artistik yang serasi dengan sketsa kerja dari sang production designer untuk persiapan sebelum shooting.

4. Serempak dengan manajer bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim serta asisten sutradara membentuk agenda untuk shooting. Tahap Produksi: 1. Sebagai pengatur dari teknik eksekusi atau seorang eksekutor Tata Artistik dan juga yang bertanggung jawab dalam menyediakan beberapa elemen tata artistik yang serasi dengan bagian proses merekam gambar dan juga audio.

2.

bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim

Memfokuskan pada bagian pelaksanaan kerja karyawan tata artistik serta memilih mutu hasil yang sebelum dan pada saat merekam subjek. Hak-hak Art Director: 1. Serempak dengan production designer menentukan serta mencari anggota kerja pada ke ahlian tata artistik bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim ahli dan juga sesuai apabila bertugas di sebuah produksi film. 2. Art director berwenang mencegah perbedaan bentuk pada tata artistik dan tidak mempunyai kesepakatan dari sang production designer dan juuga sutradara.

Tugas Dan Tanggung Jawab Perancang Artistik Tahap Praproduksi: 1. Menguraikan sebuah skenario serta membicarakannya bersama sutradara dan juga instruktur fotografi untuk menghasilkan penafsiran yang sesuai dalam menciptakan ide pengarang skenario dan sutradara dalam bentuk artistik yang ny ata serta membuat konsep style dan look yang sudah disetujui guna sebagai penunjang pencitraan.

2. Dengan asisten sutradara serta location manager melaksanakan hunting lokasi. 3. Dengan sutradara serta instruktur fotografi memutuskan tempat shooting hasil dari anggota hunting lokasi. 4. Dengan sutradara serta instruktur fotografi dan juga departemen produksi memeriksa kembali hasil dari hunting eksterior dan interior.

Merancang desain untuk tata letak guna menetapkan set dekorasi serta mengatur bersama sutradara dan juga instruktur fotografi pada saat menetapkan tata letak sebuah kamera.

5. Menciptakan, menetapkan teamwork yang sekiranya sesuai dengan syarat. 6. Menguraikan bagian dari sebuah rancangan desain ke dalam bentuk foto yang akan dipakai sebagai patokan untuk dikerjakan pada waktu mempersiapkan produksi yang dilakukan oleh semua anggota tata artistik dan yang mendukung. 7. Menetapkan keperluan bahan yang cocok dengan spesifikasi yang sudah ditentukan pada rancangan desain artistik bersama semua anggota tata artistik yang berurusan di keahliannya sendiri-sendiri.

Tahap Produksi: 1. Mengatur pekerjaan departemen tata artistik secara teknis di lokasi diatasi oleh art director dan juga asistennya. 2. Menjalankan pemeriksaan dari hasil akhir pekerjaan tata artistik di awal dan pada saat proses shooting.

3. Senantiasa ada di sekitar sutradara apabila jika harus menangani kesusahan yang ada dalam set pada saat shooting. 4.

bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim

Siap melawan pergantian apabila kondisi diluar ketentuan. 5. Konsekuen dari hasil serta kualitas tata artistik baik dilihat dari sisi teknis ataupun estetikayang utuh. Hak-hak Perancang Tata Artistik 1. Memperoleh total dan mutu kru produksi yang sudah ahli, media bahan kerja serta melengkapi sebuah kualitas. 2. Penyampaian rancangan tata artistik terhadap sutradara serta produser bersama keinginan supaya penyampaiannya disepakati mengetahui bahwa berhubungan dengan rancangan anggaran tata artistik.

3. Apabila terdapat pergantian rancangan semula, perancang tata artistik harus di informasikan pergantian itu awalnya. Unsur – Unsur Tata Artistik Dalam Perfilman Unsur artistik adalah salah satu unsur yang penting dalam suatu pertunnjukan seni, entah itu teater, drama, musik, atau film.

Ada tim khusus menangani dan bertanggung jawab tentang semua tampilan secara visual, seperti apa tampilan itu bisa menginformasikan sebuah pesan atau konsep yang akan disampaikan agar tercipta kondisi yang di inginkan serta dapat menumbuhkan minat para penonton.

Tim ini dikenal sebagai penata artistik. Penata artistiklah yang menentukan semua bagian visual serta gaya artistik yang dipakai dan waktu kegiatan dibutuhkan. Penata artistik diharuskan agar bisa mengartikan konsep, ide, pesan, dan suasana hati ke dalam sebuah tampilan visual yang cocok dengan ke inginan pelanggan jadi dibutuhkan proses pembicaraan untuk menggabungkan pandangan tentang konsep yang akan di ciptakan dan mengimajinasikannya ke dalam sebuah tampilan visual.

Biasanya sesuatu yang diminta pelanggan tidak sesuai dengan apa yang diartikan oleh sang penata artistik jadi membutuhkan revisi berulang kali. Apalagi terkadang ada pendapat dari pelanggan pada waktu agenda yang mendesak. Tata artistik meliputi berbagai unsur yaitu : 1. Tata panggung, berkaitan dengan pembentukan tampilan di atas panggung yang di cocokan dengan adegan sehingga dapat mendukung dalam menciptakan situasi agar lebih bisa hidup.

2. Tata cahaya, berhubungan dengan setting pencahayaan di atas panggung yang membantu dalam setiap adegan.

bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim

3. Tata musik, berkaitan dengan setting musik yang mengikuti setiap adegan agar mendukung situasi yang di inginkan. 4. Tata suara, berkaitan dengan setting berbagai suara di atas penggung misalnya suara musik pengiring dan juga suara pemain. Disetting supaya suara didengar jelas oleh para penonton.

5. Tata rias dan tata busana, dibutuhkan untuk menciptakan kesan hidup pada sebuah tokoh yang dimainkan oleh seorang aktor. Pos-pos Terbaru • Rekomendasi Teralis Pintu dan Jendela yang Estetik dan Aman dari Maling April 21, 2022 • Wire Craft Jewelry Dari Estree Fashion Yang Gemerlap Maret 20, 2022 • Melukis Pada Media Kain Baju Menjadi Produk Fashion Unik Kualitas Dunia Flair Handpainted Februari 22, 2022 • John Anglo Leather Potensi Bisnis Produk Kulit custom & Reparasi Januari 31, 2022 • 24 Jenis Tanaman Aquascape dan Ciri – Ciri nya Desember 4, 2021 Tugas-Tugas Bagian Produksi Pertunjukan Teater Bagian ini bertugas untuk mempersiapkan dan mengatur produksi, mulai proses persiapan, latihan, hingga pementasan.

Adapun struktur bagian produksi teater adalah sebagai berikut. • Pimpinan produksi bertugas memimpin dan bertanggung jawab terhadap proses produksi dari awal sampai pementasan. bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim Sekretaris bertugas mengurus administrasi, misalnya surat-menyurat, membuat undangan, dan lain-lain. • Bendahara bertugas dalam mengelola keuangan mulai dari menyimpan, mengatur, dan menggunakan uang.

• Koordinator latihan bertugas untuk membuat jadwal latihan, lamanya, tempat, dan mengoordinir orang yang berlatih. • Seksi dana usaha bertugas mencari sumber dana. • Seksi publikasi bertugas memublikasikan acara kepada khalayak ramai (masyarakat).

• Seksi dokumentasi bertugas mendokumentasikan seluruh acara, baik pada saat latihan maupun pada acara pementasan. • Seksi konsumsi bertugas dalam penyediaan makanan.

• Seksi keamanan bertugas untuk mengamankan jalannya pementasan supaya tertib dan lancar. • Seksi P3K bertugas untuk menyiapkan obat-obatan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kesehatan. • Seksi transportasi bertugas menyiapkan layanan kendaraan, baik layanan orang maupun barang produksi termasuk peralatan.

• Seksi peralatan bertugas untuk menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan peralatan yang digunakan dalam pementasan. Seksi panggung atau pentas yang dipimpin oleh pemimpin panggung (stage manager) bertugas mengatur masalah panggung. • Seksi tata cahaya (tata lampu) yang bertugas dalam mengerjakan penataan cahaya dan lampu.

• Seksi tata musik yang bertugas membuat ilustrasi musik pengiring. • Seksi tata rias dan busana yang bertugas merias pemain sesuai dengan watak pemain dan memilih kostum atau pakaian yang cocok untuk pemeran.

• Seksi tata suara yang bertugas untuk mempersiapkan dan mengecek sound system. • Seksi dekorasi yang bertugas untuk menata latar panggung. Tugas Sutradara Pertunjukan Teater Sutradara adalah pemimpin pertunjukan yang mempunyai ide dan gagasan tentang bentuk garapan serta perilaku pemain untuk memerankan tokoh cerita yang dibawakan.

Jika pementasan dilakukan di sekolah, orang yang bertindak sebagai sutradara adalah guru kesenianmu atau siswa-siswa yang dianggap mampu menyutradarai.
Dilansir dari Encyclopedia Britannica, badan yang bertugas untuk mempersiapkan kemerdekaan indonesia adalah ppki.

Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu “Pada tanggal 18 Agustus 1945, sebelum dimulainya sidang PPKI Moh. Hatta menemui tokoh-tokoh Islam di Indonesia untuk mendiskusikan mengenai sila pertama dari pancasila. Diskusi itu berjalan dengan serius dan alot, namun kemudian tokoh Islam dan Muh. Hatta mencapai satu kesepakatan akhir yang disetujui oleh kedua pihak” (Sardiman dan Lestariningsih, 2017, hal 106)Mengapa Muh. Hatta menginginkan berdiskusi mengenai sila pertama sebelum dimulainya sidang pertama PPKI?

beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. • ▼ 2016 (13) • ▼ Januari (13) • ADOBE PREMIERE DAN SEJARAHNYA • pengertian storyboard • PENGERTIAN WEBSITE • pengertian HTML • perbedaan kamera SLR dan DSLR • ADOBE PHOTOSHOP • pengertian desain web • pengertian stop motion • pengertian corel draw x4 • pengertian macromedia flash • All about MultimediaTata Cahaya Multimedia 1.

. • soal tata artistik • Multimedia
1. KontenPenciptaan 2. Pemsrosesan isi: Proofing, editing, assembly, formatting, compressiondesuaikan dengan isi, tujuan pesan mungkin juga pengguna dari produk ini 3. PenciptaanPerangkat Lunak 4. Mengcocokan isi dan aplikasi perangkat lunakyang dapat memudahkan penggunanya untuk dapat mengakses, serta aplikasi tersebut harus sudah terbaru.

5. Merevisidesain 6. Penetapan desain 7. Merevisi isi dan software mengikuti desain akhir, produk yang terbaik biasanya hasil dari umpan balik yang berkesinambuangan dan modifikasi yang yang di implemantasikan pada seluruh proses produksi. 8. Membangunversi Alpha. 9. Pertamapengujian danpelaporan bug untuk kesalahanfungsionaldan konten. 10. Mengevaluasilaporan bug dan menentukanyang akandiperbaiki.

11. Merevisiperangkat lunak dankontendidasarkan pada evaluasi bug. 12. Sisabagianlengkapdari judul. 13. Membangunversi Betajudul lengkap. C. Pascaproduksi Setelah proses produksi, maka akan dihasilkan footage atau potongan gambar. Proses pascaproduksi, yaitu menggabungkan hasil potongan gambar disusun sesuai dengan naskah atau skenario cerita dan memberikan visual effect agar dapat menyampaikan pesan dari cerita tersebut. Dalam proses ini kita juga harus melakukan evaluasi hasil keseluruhan agar terciptanya proses produksi yang lebih baik lagi dikemudian hari.

Proses pascaproduksi merupakan proses editing berikut ini merupakan aplikasi dari Adobe yang khusus dirancang untuk proses pascaproduksi. 1. Adobe Premiere Proaplikasi editing video yang ditujukan untuk profesional dalam bidangnya.

2. Adobe After Effectsebuah aplikasi khusus yang digunakan untuk membuat efek visual. 3. Adobe Auditionaplikasi khusus yang digunakan sebagai pengolah audio digital. 4. Adobe Encoreaplikasi professional untuk DVD authoring. 14 MANAJEMEN PRODUKSI, NASKAH DAN PENYUTRADARAAN PRODUKSI DAN SIARAN PROGRAM TELEVISI MATERI PEMBELAJARAN Proses Ini Meliputi 1. Pengujianversi Betadanpelaporan bug untuk kesalahanfungsionaldan konten.

a. Proof content /Buktikonten (teks),gambar, suara,kredit,dan lain-lain. b. Proof interaction /Buktiinteraksi ( link )yang benar,tanggapan,tindakan. c. Check for unexpected interactions /Periksa interaksi tak terduga (desain) adalah selalutidak lengkapdan tidakmengantisipasisegala sesuatu yang dapat terjadi.

d. Check for crashes /Periksauntuk crash. 2. Menyaring laporan bug dan menentukan yang harus diperbaiki. 3. Merevisiperangkat lunak dankontendidasarkan pada evaluasi bug.

4. Ulangites,laporan,merevisisiklussampai bug dikurangi sampaitingkat yang dapat diterima. 5. Lepascan Golden Master kepublikuntuksitusweb atau manufaktur. 6. Bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim bahanproduksi. 7. MenyampaikanArsipDokumentasiuntuk klien. 8. Promosikan situs. CAKRAWALA Tips dan Trik Membuat Film Pendek untuk Pemula 1. Siapkan ide cerita. 2. Lakukan riset awal.

• Company About Us Scholarships Sitemap Q&A Archive Standardized Tests Education Summit • Get Course Hero iOS Android Chrome Extension Educators Tutors • Careers Leadership Careers Campus Rep Program • Help Contact Us FAQ Feedback • Legal Bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim Policy Academic Integrity Our Honor Code Privacy Policy Terms of Use Attributions • Connect with Us College Life Facebook Twitter LinkedIn YouTube Instagram
• Facebook • WhatsApp • Twitter • Pinterest • Email • LinkedIn • Telegram Sebagian besar dari kita pasti sering menonton film bahkan dari yang sederhana sebuah webseries pendek sampai feature film sekelas hollywood.

Dan tahukah kamu dalam sebuah film itu memerlukan sangat banyak sekali crew film (kru film) dan departemen yang berbeda-beda sesuai dengan fungsinya. berikut ini jabatan dan tugas dalam pembuatan film. • Produser Eksekutif, merupakan seorang investor yang membiayai proyek film atau video yang diberikan kepada filmmaker (pembuat film) atau videoklipmaker. Produser eksekutif bisa terdiri dari banyak orang. • Produser yaitu seseorang atau beberapa orang yang bertugas mengelola segala hal yang berhubungan dengan pembuatan film/video.

Produser harus menginisiasi, mengkoordinasi, mensupervisi dan mengontrol segala hal tentang pembiayaan, merekrut personal atau kru dan pengaturan distribusi.

Seorang produser akan terlibat pada keseluruhan tahapan proses pembuatan film dari awal sampai akhir. Produser bertanggung jawab kepada Produser Eksekutif yang berhubungan dengan kinerjanya.

Baca juga lebih detail tentang tugas produser. • Manajer Produksi, bertugas mengawasi aspek fisik produksi yang tidak berhubungan dengan proses kreatif sebuah film atau video. Manajer produksi mengawasi personil, teknologi, anggaran dan penjadwalan. Merupakan tugas manajer produksi untuk memastikan bahwa pembuatan film atau bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim sesuai dengan penjadwalan dan anggaran yang disediakan.

Manajer Produksi juga bertugas mengelola kebutuhan sehari-hari termasuk gaji kru, biaya produksi dan biaya sewa peralatan. Manajer Produksi bekerja dibawah Line Producer dan bertugas mensupervisi langsung Koordinator Produksi. • Manajer Unit, untuk pembuatan film atau video yang besar, tugasnya hampir sama dengan manajer produksi sebagai pengawas second production, tetapi untuk skala kecil biasanya ditempatkan sebagai pengelola transportasi produksi.

• Koordinator Produksi, bertugas mengkoordinasikan yang berhubungan dengan informasi produksi. Koordinator produksi bertanggung jawab untuk mengatur semua logistik dari perekrutan kru produksi, menyewa peralatan dan pencarian talent/artis.

PC (Production Coordinator) merupakan bagian dari produksi film. • Post-Production Supervisor, bertugas untuk mengawasi pelaksanaan paska produksi. • Director atau Sutradara, bertanggung jawab terhadap aspek kreatif film, termasuk konten dan mengendalikan alur plot, mengarahkan aktor, menyusun dan memilih lokasi dimana pelaksanaan shoting film, menentukan waktu dan isi dari soundtrack film. Meskipun kekuasaan dan wewenang sutradara besar, ia tetap tunduk dibawah komando produser.

Klik untuk detail mengenai tugas sutradara film • First Asisstan Director, disebut juga 1st AD bertugas membantu manajer produksi dan sutradara. Inti pekerjaannya adalah memastikan jadwal yang sesuai dan menjaga lingkungan kerja yang kondusif dimana sutradara, aktor, dan kru dapat fokus pada pekerjaan mereka masing-masing. Mereka mengawasi kegiatan setiap hari kerja dan mengatur penjadwalan pemain/aktor dan kru, mengawasi serta menjadwalkan pemakaian peralatan,script/naskah dan set.

1st AD juga bertanggung jawab untuk menyutradarai background aksi dari aksi utama pada shoting-shoting besar/kecil sesuai arahan sutradara. • Second Assistant Director, merupakan kepala asisten-asisten dibawah 1s AD yang bertugas membantu pekerjaan yang didelegasikan kepada 1st AD. Ia juga berugas membantu penyutradaraan latar belakang aksi dan extras dan membantu 1st AD untuk urusan penjadwalan dan booking. Ia bertanggung jawab untuk membuat Call Sheet yang digunakan kru untuk mengetahui kapan jadwal mereka untuk bekerja dan detail syuting apa saja dalam satu hari.

• Asisten Produksi, bertugas membantu 1st AD untuk menyiapkan Set Operasi. Asisten produksi disebut PAs (Production Assistant). Selain itu juga membantu kantor/departemen produksi untuk membantu pekerjaan-pekerjaan umum. • Script Supervisor dikenal sebagai “petugas kontiniti” (continuity person).

Pengawas naskah bertugas mencatat bagian mana dari naskah yang telah difilmkan/divideokan dan membuat catatan dari setiap penyimpangan antara apa yang difilmkan/divideokan dan yang ada pada naskah.

Mereka bertugas mencatat setiap shoot dan menjaga properti tetap pada tempatnya, menjaga blocking, dan detail lainnya yang memastikan kontinuitas adegan. Pengawas Naskah memberikan catatan kepada editor untuk mempercepat proses pengeditan film. Mereka bekerja sangat dekat dengan sutradara dan set.

• Stunt Coordinator, bertugas untuk mengkoordinasikan pemain akrobat atau peran pengganti jika dalam adegan membutuhkan pemeran pengganti/stuntman. ART DEPARTMENT Dalam pembuatan film atau video dibutuhkan bagian yang berhubungan dengan seni/art yang disebut Kru Departemen Seni/Art Department. Departemen seni biasanya mempunyai jumlah kru yang banyak mencapai puluhan hingga ratusan pekerja. Terdiri dari beberapa sub bagian, antara lain: art departemen terdiri dari art director, desainer set, dan juru gambar, kemudian tata dekorasi, props, konstruksi, scenic/latar belakang, dan spesial efek.

• Desainer Produksi, bertanggung jawab terhadap penciptaan fisik untuk tampilan sebuah film yaitu hal-hal yang berhubungan dengan setting, kostum, properti, make up karakter, dan semua pekerjaan unit. Desainer produksi bekerja sangat dekat dengan sutradara dan sinematografer untuk menciptakan tampilan sebuah film.

• Art Director, bertanggung jawab kepada desainer produksi, bertugas mengawasi langsung kinerja seniman dan pengrajin, seperti para desainer, seniman grafis, dan ilustrator yang memberikan rancangan untuk dikembangkan oleh desainer produksi. Art director bekerja bersama bagian konstruksi untuk mengawasi estetika dan detail tekstur set yang sesuai sepeti yang diharapkan. • Asisten Art Director, terdiri dari beberapa asisten yang bertugas langsung ke lapangan seperti mengukur lokasi, membuat desain grafis, menyediakan kertas-kertas, mengumpulkan informasi untuk desainer produksi, dan menggambar set.

Mereka juga mengepalai para juru gambar sebagai mandor pelaksana. • Desainer Set, merupakan para juru gambar yang biasanya terdiri dari para arsitek, yang memahami tentang desain interior atau diminta langsung oleh desainer produksi • Ilustrator, bertugas menggambarkan representasi visual desain untuk mengkomunikasikan ide-ide yang dibayangkan oleh desainer produksi.

• Set Decorator, terdiri dari beberapa orang yang bertugas mendekorasi sebuah film atau video, yang meliputi perabot, dan semua benda-benda yang akan terlihat dalam sebuah film/video. Mereka bekerja sama dengan desain produksi dan berkoordinasi dengan art director. • Buyer, bertugas mencari dan membeli atau menyewa perlengkapan set dress/pernak- pernik untuk keperluan dekorasi.

• Lead Man, merupakan kepala/mandor dari kru set. Lead Man sering disebut Swing Gang. • Set Dresser, pengatur pernak-pernik perlengkapan set dekorasi yang bertugas menata dan menghilangkan pernak-pernik dekorasi sepertiu furnitur, gorden, karpet, dan segala sesuatu yang akan terlihat di layar film/video, termasuk gagang pintu dan paku.

• Props Master, merupakan kepala/ahli properti yang lebih dikenal dengan sebutan props master. Ia bertugas untuk menemukan dan mengelola semua properti yang terlihat di film/video. • Props Builder, merupakan ahli pembangun properti yang bertugas membangun properti yang dibutuhkan oleh tampilan film/video, seperti membangun panggung, konstruksi, pengecoran plastik, permesinan dan elektronik.

• Armourer, merupakan ahli pembuat senjata, yaitu para teknisi alat-alat khusus yang berhubungan dengan senjata api. Dalam beberapa kasus hal ini membutuhkan keterampilan khusus.

• Construction Coordinator (Koordinator Konstruksi), bertugas mengawasi pembangunan semua set. Koordinator konstruksi menangani pemesanan material, penjadwalan kerja, dan juga mensupervisi untuk pekerjaan dalam skala besar terhadap para tukang kayu, tukang cat dan buruh bangunan. Dalam beberapa istilah koordinator konstruksi juga disebut manajer konstruksi. • Head Carpenter (Kepala Tukang Kayu), kepala tukang kayu adalah mandor dari para tukang kayu dan buruh bangunan. • Key Scenic Artist, merupakan para pekerja seni yang mengawasi dan bertanggung jawab terhadap hal-hal yang berhubungan dengan penampilan luar dari set-set yang dibutuhkan.

Hal tersebut termasuk cat-cat khusus yang memberikan efek penuaan atau penyepuhan, sesuatu terlihat seperti kayu, batu, batu bata, logam, kaca, dan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh desainer produksi. Key Scenic Artist mengawasi para pelukis dan ahli kerajinan. • Greensman, yaitu Kru Hijau yang merupakan ahli bidang pertanaman yang mengatur artistik atau landscape yang berhubungan dengan tanaman dan tumbuh-tumbuhan.

Kadang-kadang tanaman/tumbuhan asli tetapi kadang-kadang yang imitasi atau kombinasi keduanya. Kebutuhan ahli tanaman ini bergantung kepada desainer produksi apakah memerlukan atau tidak. Kalau dalam bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim film/video membutuhkan perlengkapan tanaman/tumbuhan dalam jumlah besar biasanya dibagi-bagi menjadi sub divisi, seperti Greensmaster, Greens Supervisor, buruh dan lainnya.

bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim

• Make Up Artist, merupakan seniman yang bekerja dengan make up, tatanan rambut dan membuat efek-efek khusus untuk menciptakan karakter bagi siapapun yang akan muncul di layar. Make Up Artist bertugas membuat manipulasi tampilan aktor di layar agar mereka tampak tua, tampak lebih muda atau beberapa kasus tampak mengerikan.

Ada juga bagian make up artis yang berkonsentrasi ke bagian badan. • Hairdresser, bagian dari make up artist yang bertugas menata dan menjaga gaya rambut siapa pun yang akan muncul di layar • Tata busana ditangani oleh kru Wardrobe, yaitu: • Costume Designer, atau Perancang Busana bertanggung jawab atas semua pakaian dan kostum yang dikenakan oleh semua aktor yang muncul di layar.

Mereka bertanggung jawab untuk merancang, merencanakan, dan mengorganisasikan pembuatan mulai dari kain, warna, dan ukuran. Perancang kostum bekerja sangat dekat dengan sutradara untuk memahami dan menafsirkan karakter, dan memberikan saran kepada desainer produksi untuk menyelaraskan tone/nuansa keseluruhan film. • Costume Supervisor, supervisi kostum bekerja bersama perancang busana. Selain membantu mendesain kostum, ia juga membantu mengelola penyimpanan kostum. Mereka mengawasi segala order pakaian, mulai dari pengadaan barang, merekrut staf, anggaran, dokumen, dan logistik.

• Key Costumer, dipekerjakan pada pembuatan produksi yang besar untuk mengatur set kostum, dan menangani kebutuhan pakaian bintang film/video. • Costume Standby yaitu petugas yang harus selalu hadir di setiap set kostum. Mereka bertanggung jawab pada kualitas dan kontinuiti kostum dari aktris/aktor sebelum dan sesudah pengambilan gambar.

Mereka juga menjadi asisten aktris/aktor dalam hal kostum. Orang-orang ini juga sering disebut set costumer. • Art Finisher, bekerja dalam masa pra produksi untuk membantu membuat break down yang berhubungan dengan kain.

bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim

• Wardrobe Buyer bertugas menangani pembelian segala macam kebutuhan garmen dan pernak-perniknya. • Cutter/Fitter merupakan divisi kostum bagian teknis yang bertugas mengukur dan menyesuaikan kostum artis. Beberapa jabatan dan tugas dalam pembuatan film 2 CAMERA DEPARTMENT Bagian penting dalam film atau video adalah kru kamera.

Kru kamera terdiri dari beberapa keahlian yng berhubungan dengan proses pengambilan gambar. Kru kamera antara lain: • Director of Photography (DOP) mengepalai kru kamera dan lighting. DOP membuat keputusan pada pencahayaan dan pembingkaian adegan dan berkoordinasi dengan sutradara. Biasanya, sutradara menceritakan bagaimana mereka ingin tampilan saat shoting, dan sinematografer atau DOP memilih aperture yang tepat, filter, dan pencahayaan untuk mencapai efek yang diinginkan.

• Cinematographer pada prinsipnya sama dengan DOP, tetapi banyak perdebatan diantara insan perfilman. Bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim dapat disebut Cinematographer jika orang tersebut adalah DOP yang juga mengoperasikan kamera. • Camera Operator bertugas mengoprasikan kamera berdasar arahan dari DOP atau sutradara untuk merekam setiap scene/adegan. • First Assistant Camera (Focus Puller) disebut juga 1st AC bertugas memastikan dan mengamati bahwa kamera selalu dalam kondisi fokus obyek yang sesuai ketika merekam gambar dalam setiap adegan.

• Second Assistant Camera (Clapper Loader) juga disebut 2nd AC bertugas mengoprasikan clapperboard pada permulaan setiap adegan dan mencatatnya sebagai stok shot di sela- sela pengambilan gambar. Ia juga bertugas cek dan ricek setiap stok shot dalam catatannya ketika mengirim dan menerima film diproses di laboraturium (jika menggunakan film seluloid).

Ia juga mengatur dan mengawasi peralatan kamera dan urusan transportasi camera di lokasi shoting. • Loader bertugas mengisi kaset/film dalam kamera. Ia juga memeriksa dan memastikan stok kaset/ film dan berkoordinasi dengan 1st AC tentang penggunaan stok kaset/film yang akan digunakan. Dalam pembuatan film/video yang tidak terlalu besar biasanya tugas ini digabungkan dengan 2nd AC. • Digital Imaging Technician (DIT) bertugas melakukan manipulasi gambar dan berkoordinasi dengan DOP untuk memberikan saran dalam rangka memproduksi gambar untuk dikombinasikan dengan digital teknik pada kamera digital.

• Motion Control Technician/Operator bertugas untuk mengontrol pergerakan pada penggunaan alat-alat bantu kamera / kamera robot untuk menghasilkan efek-efek khusus. Kru Produksi Sound terdiri atas: • Produstion Sound Mixer merupakan kepala produksi bagian perekaman suara, yang bertugas dan bertanggungjawab terhadap perekaman suara selama pembuatan film/video. Mereka menentukan penggunaan mikrofon sesuai kebutuhan, pengoprasian alat-alat perekam, dan kadang-kadang melakukan mixing suara pada satu waktu.

• Boom Operator merupakan asisten dari Production Sound Mixer, yang bertanggung jawab terhadap pergerakan dan penggantian mikrofon selama pembuatan film/video. Ia juga mengatur penempatan mikrofon radio dan set mikrofon yang tersembunyi. Di Perancis boom operator disebut perchman. • Utility Sound Technician(UST) memiliki lingkup ruang kerja yang dinamis dalam bagian divisi departemen suara.

Biasanya mengurusi permasalahan kabel, tetapi kadang juga sebagai boom operator tambahan ketika memproduksi film yang besar. UST sering disebut cableman atau phyton wrangler. GRIP & ELECTRICAL CREW Selanjutnya jabatan dan tugas dalam pembuatan film adalah Kru Grip, merupakan bagian Lighting dan perlengkapan yang terlatih. Mereka bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan departemen listrik untuk menempatkan lighting yang dibutuhkan selama shoting berlangsung.

• Key Grip merupakan kepala Grip yang mengepalai departemen set operasi. Ia bekerja bersama DOP untuk membantu menempatkan dan membuat blok untuk posisi Lighting. • Best Boy Grip merupakan asisten dari key grip. Mereka bertanggung jawab mengatur pengangkutan grip untuk kepentingan shoting. • Dolly Grip yaitu grip yang bertugas mengoperasikan dolly kamera. Kru Electrical, • Gaffer merupakan kepala dari departemen listrik.

Merencanakan dan mengeksekusi perencanaan lighting untuk keperluan produksi. • Best Boy Electrical merupakan asisten gafer. • Lighting Technician (LT) ikut membantu menyeting dan mengontrol perlengkapan lighting. POST PRODUCTION DEPARTMENT • Film Editor bertugas mengedit film/video dan menggabungkannya menjadi tayangan film atau video berdasar arahan dari sutradara.

• Colorist untuk film-film menggunakan seluloid bagian ini bertugas memproses warna film sesuai dengan artistik dan kontinuiti dari pewarnaan film. Dengan menggunakan teknologi digital proses pewarnaan film lebih baik dan lebih kreatif. Dalam skala kecil biasanya sudah dikerjakan oleh editor.

Untuk video tidak diproses secara kimiawi. • Negative Cutter bertugas memotong film negatif berdasar arahan dari editor film.Kru Visual Effect • Visual Effect Supervisor bertugas pada departemen visual efek.

Visual efek dilakukan pada pasca produksi berhubungan dengan perubahan-perubahan gambar yang dilakukan. Visual efek berbeda bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim spesial efek yang bekerja pada fase produksi. • Compositor merupakan Visual Efek artis yang bertugas mengkombinasikan dan menggabungkan gambar-gambar dari berbagai sumber yang berbeda-beda, seperti video, film, computer generate 3D imagery, animasi 2D, foto dan teks.

• Graphics Designer merupakan ahli desain grafis menciptakan dan berkreasi dengan desain grafis yang melengkapi permintaan kebutuhan visual efek yang akan dikomposisikan oleh compositor. MUSIC AND SOUND FX • Sound Designer disebut juga Sound Editor Supervisor bertanggung jawab terhadap sound pada pasca produksi.

Kadang berhubungan dengan lisensi dari suara yang digunakan. Dan kadang juga hanya menyeimbangkan suara bersama sutradara dan editor. • Dialog Editor bertanggung jawab terhadap penyusunan dan mengedit seluruh dialog. • Sound Editor bertanggung jawab terhadap penyusunan dan pengeditan seluruh sound efek.

• Re-recording Mixer menyeimbangkan suara antara dialog, musik, dan efek. Kemudian menyelesaikannya dalam bentuk film audio track. • Composer bertugas menulis score musik untuk film. • Foley Artist merupakan artis atau orang yang bertugas merekam dan membuat beberapa sound efek untuk film. Gimana sangat banyak bukan jabatan dan tugas dalam pembuatan film, bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim mungkin akan masih berkembang seiring dengan perkembangan teknologi.

Sekarang banyak 3d Artis yang ikut terlibat langsung dalam on set film, dengan memanfaatkan teknologi realtime virtual set. Okay sekian Jangan Lupa Membaca Juga, Istilah dalam pembuatan skenario film. sumber : sekolah sinema ABA dan pengalaman penulis. " Kreatif Production is a professional production company in town. I really enjoyed to work with them and satisfied the final result. It's much much better than my expectation. They are willing to hear customer's request and know how they make customer be happy.

I strongly recommend this company and I'll definitely work with them again when I have another project. Good Job!!! "9. Peraturan Bupati Bantul Nomor 91 Tahun 2009 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Kantor Pengolahan Data Telematika Kabupaten Bantul; M E M U T U S K A N Menetapkan : PERTAMA : Membentuk Tim Pengelola Website di Kabupaten Bantul dengan susunan dan personalia sebagaimana tersebut dalam lampiran Keputusan Bupati ini.

KEDUA : Tugas Tim sebagaimana disebut pada diktum PERTAMA adalah : 1. Tim Pengarah bertugas mengambil kebijakan dalam rangka pe- ngelolaan website guna menunjang tugas-tugas Pemerintah Kabupaten Bantul. 2. Tim Pelaksana Teknis bertugas dan bertanggung jawab dalam hal pemeliharaan, update dan pembaharuan informasi serta pengembangan website, serta menyediakan data yang diperlu- kan dan memantau pelaksanaan update serta pembaharuan informasi dalam website.

3. Staf Sekretariat bertugas mempersiapkan rapat dan bahan evaluasi kondisi website pada masing-masing subdomain, lapo- ran semesteran dan tahunan kondisi website dan melaksanakan tugas administratif lainnya. KETIGA : Dalam menjalankan tugasnya Tim bertanggung jawab kepada Bupati dan untuk kelancaran tugasnya Tim dapat melakukan kerja sama dengan pihak lain.

KEEMPAT : Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya keputusan Bupati ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Darah Kabupten Bantul Tahun Anggaran 2009.

KELIMA : Keputusan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak 2 Januari 2009. Ditetapkan di Bantul pada tanggal : BUPATI BANTUL Drs. M. IDHAM SAMAWI Salinan Keputusan Bupati ini disampaikan Kepada Yth. 1. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta; 2.

bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim

Ketua DPRD Kabupaten Bantul; 3. Inspektur Kabupaten Bantul; 4. Ketua Bappeda Kabupaten Bantul; 5. Kepala Kantor PDT Kabupaten Bantul; 6. Yang bersangkutan; Untuk diketahui dan atau dipergunakan sebagaimana mestinya LAMPIRAN KEPUTUSAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2009 TANGGAL TENTANG PEMBENTUKAN TIM PENGELOLA WEBSITE MILIK PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL SUSUNAN DAN PERSONALIA NO JABATAN DALAM TIM JABATAN DALAM DINAS N A M A 1.

2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. TIM PENGARAH Pembina Wakil Pembina Penasehat Ketua Anggota Sekretaris TIM PELAKSANA TEKNIS Ketua Sekretaris Anggota Bupati Bantul Wakil Bupati Bantul Sekretaris Daerah Kab.

Bantul Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Kab. Bantul 1. Asisten Pemerintahan Setda Kab.Bantul 2. Asisten Administrasi Umum Setda Kab. Bantul Kepala Kantor PDT Kab. Bantul Kasie Pengelolaan Data KPDT Kasie Aplikasi Telematika KPDT 1. Ka.Sie Sarana Prasarana KPDT 2.

Unsur Bappeda Kab. Bantul 3. Unsur BKD Kab. Bantul 4. Unsur BLH Kab. Bantul 5. Unsur BKK, PP, KB Kab. Bantul 6. Unsur Dinas Kebudayaan Pariwisata Kab. Bantul 7. Unsur Dinas Pengelolaan Keua-ngan Aset Daerah Kab. Bantul 8. Unsur Dinas Pendidikan Dasar Kab. Bantul 9. Unsur Dinas Pendidikan Menengah Luar Sekolah Kab. Bantul 10.

bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim

Unsur Dinas Pertanian Kehutanan Kab. Bantul 11. Unsur Dinas P K P Kab. Bantul 12. Unsur Dispenduk Kab. Bantul 13. Unsur Dinas Kesehatan Kab. Bantul 14.

bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim

Unsur Dinas Perijinan Kab. Bantul 15. Unsur Dinas Sosial Kab. Bantul 16. Unsur Dinas Nakertrans Kab. Bantul 17. Unsur Dinas Perindagkop Kab. Bantul 18. Unsur Dinas Pekerjaan Umum Kab. Bantul 19. Unsur Dinas sumber Daya Air 20. Unsur Dinas Perhubungan Kab. Bantul 21.

Unsur Kantor PMD Kab. Bantul Arief Wintolo Erni Fatmawati Eko Nugroho Sugiyanto Karman A.Md Sri Windarti, A.Md Puryanto P a r j i o n o Setyo W.,P.S.Hut.MT Yuyun P.R., SPT. S u n a r y o Moch.Sofyan, SKM Wiwin Istiumaya, S.IP I r i y a n t a, BA Satrio Doso Sasongko Subaryata, SH.

Arief Riyadi, S.Si Wartini, ST. MT M. Agung Kurniawan Susmawati, SE 22. Unsur Kantor Perpustakaan Daerah Kab. Bantul 23. Unsur Kantor Arsip Daerah Kab. Bantul 24. Unsur Kantor Sat. Pol.PP Kab. Bantul 25. Unsur Kantor Kesbang Polinmas Kab. Bantul 26. Unsur Kantor Pemuda Olah Raga Kab. Bantul 27. Unsur Kantor Pengelolaan Pasar Kab. Bantul 28.

Unsur Inspektorat Kab. Bantul 29. Unsur DPRD Kab. Bantul 30. Unsur Rumah Sakit Panembahan Senopati Kab. Bantul 31. Unsur Komisi Pemilihan Umum Kab. Bantul 32. Unsur Sekretariat Pemda Kab.Bantul 33. Unsur Kantor PDT Kab. Bantul Suratmi, SIP Lintang Kamayoga, A.Md Parjono Jumari Nuryadi Agung N.

Muh. Zukri Sarana Elfi Nur R. A.Md Sugiyanto, S.Kom Rumanta Paskah, M.S.Sos Y. Ariyanto, SE.MP M. Nurcholistani,SS Siti Zumaroh, SE Sudiarto. S.Si Ardimanto. A.Md Yan Arief Bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim P. Kunta Wibawa, ST STAF SEKRETARIAT Unsur Kantor PDT Kab. Bantul Sri Mulyani, SE Maria Dewi Belo BUPATI BANTUL DRS.M.IDHAM SAMAWI
Setiap observer bertugas untuk mengamati 2 tim atau 8-10 siswa.

Hal- hal yang diamati adalah sikap siswa selama pembelajaran berlangsung menggunakan lembar observasi konsentrasi belajar siswa. Peneliti menyampaikan usulan terkait dengan pelaksanaan observasi, yaitu untuk memudahkan pengamatan setiap siswa diberikan name tag yang harus dikenakan siswa saat pembelajaran. Guru pun menyetujui usulan tersebut. f. Penelitian akan dilaksanakan mulai tanggal 28 April 2015.

Selanjutnya, peneliti menyusun perencanaan sebagai berikut. a. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran IPS yang akan dilaksanakan pada proses pembelajaran. b. Membuat instrumen untuk pengumpulan data berupa lembar observasi konsentrasi belajar siswa dan pedoman wawancara guru. c. Menyiapkan media pembelajaran, seperti gambar, papan peta konsep, dan papan ayo menjodohkan.

d. Menyiapkan kamera sebagai alat dokumentasi kegiatan pembelajaran. 2. Pelaksanaan Tindakan ( Acting) Pada tahap ini, guru melaksanakan tindakan sesuai dengan RPP. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan teknik kuis tim, dengan langkah pembelajaran sebagai berikut.

a. pilih topik yang dapat disajikan dalam tiga segmen. 52 b. bagilah siswa menjadi tiga tim. c. jelaskan format pelajaran serta mulailah untuk menyajikan materi.

Batasilah waktu penyajian materi 10 menit atau kurang dari itu. d. mintalah tim A untuk menyiapkan kuis jawaban singkat. kuis tersebut harus sudah siap dalam waktu 5 menit. Tim B dan C memanfaatkan waktu tersebut untuk mempelajari catatan/materi. e. tim A memberikan kuis kepada anggota tim B. jika tim B tidak dapat menjawab satu pertanyaan, maka tim C bertugas untuk menjawabnya.

f. tim A mengajukan pertanyaan berikutnya kepada anggota tim C serta mengulangi proses tersebut. g. ketika kuis tim A telah selesai, lanjutkanlah dengan segmen kedua dari pelajaran. Tunjuk tim B sebagai pemandu kuis.

bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim

h. setelah tim B menyelesaikan kuis, lanjutkan pelajaran anda di segmen ketiga. Tunjuk tim C sebagai pemandu kuis. i. begitu seterusnya hingga seluruh tim telah berperan sebagai pemandu kuis. 3. Pengamatan ( Observing ) Pada kegiatan pengamatan, peneliti mengamati kegiatan pembelajaran terutama yang berkaitan dengan konsentrasi belajar siswa. Hal-hal yang diamati antara lain: fokus pandangan terhadap guru dan media pembelajaran, perhatian siswa, kemampuan siswa dalam bertanya, kemampuan menjawab, membuat pernyataan saat diskusi atau tanya jawab, dan sambutan psikomotorik siswa selama pelajaran berlangsung.

53 4.

bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim

Refleksi ( Reflecting ) Refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang telah dilaksanakan. Bahan refleksi merupakan pengalaman guru dalam melaksanakan tindakan yang disinkronkan dengan hasil pengamatan peneliti. F. Teknik Pengumpulan Data Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 175) teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data yang dibutuhkan.

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik yaitu observasi dan wawancara. • Company About Us Scholarships Sitemap Q&A Archive Standardized Tests Education Summit • Get Course Hero iOS Android Chrome Extension Educators Tutors • Careers Leadership Careers Campus Rep Program • Help Contact Us FAQ Feedback • Legal Copyright Policy Academic Integrity Our Honor Code Privacy Policy Terms of Use Attributions • Connect with Us College Life Facebook Twitter LinkedIn YouTube Instagram
Cari untuk: Tulisan Terakhir • Tahapan Tahapan Dalam Produksi Film • Istilah Istilah yang sering dipakai dalam dunia Perfilman • Job Description dalam sebuah Produksi Film • Jenis Jenis Genre Film • Sejarah singkat Perkembangan Film Komentar Terbaru Arsip • Oktober 2014 Kategori • Tak Berkategori Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com Cari untuk: Tulisan Terakhir • Tahapan Tahapan Dalam Produksi Film • Istilah Istilah yang sering dipakai dalam dunia Perfilman • Job Description dalam sebuah Produksi Film • Jenis Jenis Genre Film • Sejarah singkat Perkembangan Film Komentar Terbaru Arsip • Oktober 2014 Kategori • Tak Berkategori Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com Produser eksekutif adalah bagian tingkat tertinggi pada suatu produksi Film / acara televisi dan bertugas sebagai pencari dana, donatur, dan sponsor.

Selain itu, pada department produserial juga mengatur tentang keluar masuknya dana film. Jadi segala urusan tentang pendanaan produserial lah yang bertanggung jawab. Produser adalah orang yang memproduksi sebuah film tetapi bukan dalam arti membiayai atau menanamkan investasi dalam sebuah produksi. Tugasnya adalah memimpin seluruh tim produksi agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama, baik dalam aspek kreatif maupun manajemen produksi.

Ia yang mengawasi proyek dari mulai perencanaan hingga selesai. Seorang produser harus mempunyai selera seni yang baik.

Untuk itu seorang produser harus mempunyai wawasan yang luas tentang film, baik teknis maupun non teknis. Aktifitas khusus meliputi: • Membuat rencana anggaran biaya produksi • Mengembangkan konsep cerita yang akan diproduksi • Mengatur masalah-masalah yang timbul pada saat waktu shooting • Supervisi progress proyek dari produksi dan pasca produksi • Mengelola seluruh sumber daya (SDM, keuangan dsb) dengan baik agar pelaksanaan pembuatan suatu paket produksi dapat berjalan sesuai target • Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan proses pembuatan paket produksi, intern maupun ekstern • Melakukan negoisasi harga dengan pemain • Mengantarkan sebuah produksi sesuai dengan budget 3.

Associate Produser: Associate Producer membantu produser dalam setiap aspek produksi. Mereka berurusan dengan penjadwalan produksi, mempekerjakan kru dan memesan semua peralatan untuk kebutuhan Shooting. Ia bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim bertanggung jawab akan semua aspek pasca produksi, termasuk editing gambar, musik score, judul sesi, koreksi warna akhir, semua audio editing dan final mixing.

UPM telah dipekerjakan oleh produser untuk mengkoordinasikan dan mengawasi administrasi, keuangan, dan rincian teknis produksi televisi. Individu ini membantu produsen dalam mempekerjakan para kru dan membuat semua kontak pertama untuk tanggal, lokasi, dan biaya. Selama produksi, ia menyetujui perubahan dalam penjadwalan dan anggaran, berfungsi sebagai perantara antara produsen / manajemen dan kru, dan mengawasi kegiatan seluruh awak.

Unit Produksi selalu terlibat dalam sebuah program dengan cara mengamati langsung di lapangan sebagai koordinator lapangan dan memastikan semua apa yang terjadi di lapangan. • Mengkoordinir dan mengkomunikasikan persiapan produksi & fasilitas yang dibutuhkan • Melakukan pengurusan hak cipta serta pembayaran royalti • Mengkoordinir perencanaan meeting serta mencatat hasil meeting • Membantu produser menyusun rencana anggaran biaya • Membantu produser menyusun schedule produksi • Mendistribusikan naskah kepada pemain dan kru yang membutuhkan • Mencari dan menghubungi calon pemain • Mengkoordinir akomodasi dan transportasi (bila diperlukan) • Surat menyurat (izin, kerja sama dll) Seseorang yang dipekerjakan oleh satu atau lebih talent agency atau serikat pekerja untuk mewakili keanggotaan mereka dalam berbegosiasi kontrak individual yang termasuk gaji, kondisi kerja, dan keuntungan khusus yang tidak termasuk dalam standard guilds atau kontrak serikat kerja.

Orang ini diharapkan oleh para aktor/aktris untuk mencarikan mereka pekerjaan dan membangun karir mereka. Orang yang mengontrol tindakan dan dialog di depan kamera dan bertanggung jawab untuk merealisasikan apa yang dimaksud oleh naskah dan produser. Visi sutradara adalah membimbing kru-nya dalam mencari lokasi yang tepat, melakukan casting, mendesain set dan lighting serta terlibat dalam proses editing dan dubbing. Oleh karena itu, hal yang terpenting adalah kemampuan dalam memimpin.

Yang meliputi kemampuan dalam bekerjasama dengan banyak orang, pemilihan bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim, mengetahui masalah teknis serta mempunyai kemampuan dalam menangani perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan. Sutradara diharapkan dapat bekerja keras di bawah tekanan. Tidak ada latar belakang yang jelas mengenai darimana seorang sutradara mendapatkan ilmunya, beberapa dari mereka memiliki pengalaman dalam bidang produksi, kamera ataupun editing.

Tapi yang paling utama adalah mereka harus memiliki pengalaman dalam bidang industri ini. Aktifitas khusus meliputi: • Merepresentasikan naskah • Brainstorming ide dengan produser dan penulis naskah • Mem- breakdown naskah ke dalam syuting list • Melakukan casting calon pemain • Memimpin crew produksi di lapangan • Bertanggung jawab terhadap proses pengambilan gambar • Mengarahkan para pemain di lapangan • Men-supervisi di bagian editing Seorang asisten sutradara film yang memperhatikan administrasi, hal yang penting sehingga departemen produksi selalumengetahui perkembangan terbaru proses pengambilan film.

Ia bertanggung jawab akan kehadiran aktor/aktris pada saat dan tempat yang tepat, dan juga untuk melaksanakan instruksi sutradara. Bertanggungjawab untuk mencatat seluruh adegan dan pengambilan gambar yang diproduksi.

termasuk semua informasi yang diperlukan seperti durasi, arah gerakan, pengarahan mimik wajah, penempatan aktor/aktris dan properti, serta gerakan fisik yang harus disesuaikan aktor/aktris dalam semua cakupan yang berurutan untuk kemungkinan pengambilan gambar ulang.

Semua informasi ini dimasukkan dalam salinan naskah milik supervisi naskah dan digunakan oleh editor ketika tahap editing. Dalam salinan ini juga dimasukkan catatan dari sutradara untuk editor.

Memelihara naskah syuting yang akurat dan merekam secara rinci semua informasi yang berkaitan dengan adegan, nomor take, penempatan kamera, property, set pakaian, make-up, dan rambut untuk memberikan kontinuitas selama pengambilan gambar dan untuk memudahkan pengeditan.

• Membaca dan mempelajari naskah film • Mencatat semua perekaman gambar di lapangan baik melalui VTR maupun Docking kamera berdasarkan form yang sudah dibuat • Form script berisi No, Kaset, Scene, Shoot, Take, Timecode, Keterangan • Membuat pencatatan ulang agar mudah dibaca oleh editor • Memberikan label pada master shooting, nomor kaset sesuai dengan pencatatan Bagian artistik.

bertanggung jawab terhadap perancang set film. Seringkali bertanggung jawab untuk keseluruhan desain produksi. Tugasnya biasanya dilaksanakan dengan kerjasama yang erat antara sutradara dan cameraman. Yang termasuk di dalam Art Departement adalah setting, make up, wardrobe, property. Bekerja sama dengan produser dan sutradara untuk menentukan bagaimana mereka melihat sebuah film, dengan pilihan warna, tekstur, dan bahan-bahan yang menentukan dan berkontribusi terhadap nada bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim / rasa / jiwa dari sebuah film.

Designer Produksi mengawasi pencarian lokasi, desain set, mengawasi penyusun cetak biru, seting bangunan dan kostum. Bertugas untuk memastikan bahwa properti ada ditempat yang seharusnya pada saat dibutuhkan untuk suatu produksi. Orang yang bertanggung jawab untuk mempersiapkan anggaran property, untuk memilih property, positioning property, dan memelihara semua property. Propertys adalah barang-barang yang dibawa atau ditangani oleh Actors, termasuk makanan dan minuman, kantor atau perlengkapan rumah tangga, uang, senjata, alat, mainan, permainan, dan sebagainya.

Orang yang merancang dan memastikan produksi kostum secara sementara maupun permanen untuk sebuah film. Individu yang bertanggung jawab kepada perancang kostum ( Costumer Designer ) untuk pemilihan, akuisisi, sewa, dan perawatan dari semua wardrobe.

Orang ini juga mempersiapkan kostum breakdown dan selalu berkonsultasi dengan perancang kostum dan manajer produksi. Bagian yang bertanggung jawab terhadap penampilan aktor/aktris agar sesuai dengan kebutuhan skenario pada saat syuting.

Individu yang bertanggung jawab dengan aplikasi makeup pada aktor, aktris, dan figuran. Make-up Artis juga bertanggung jawab untuk menyiapkan jadwal makeup dan untuk mengawasi dan berkoordinasi dengan anggota lain dari departemen makeup, termasuk asisten, body make up artis, efek khusus makeup dan penata rambut. Menata gaya rambut yang diperlukan sesuai dengan cerita, pemotonganwarna, dan mencuci rambut dan wig dari semua aktor dan aktris.

Spesialis penata rambut untuk film. Seorang hairdresser mungkin bekerja dengan penata rambut laki-laki maupun perempuan. Bertanggungjawab atas kebutuhan rambut asli maupun wig untuk para aktor dan aktris.

Orang yang melaksanakan aspek teknis dari pencahayaan dan fotografi adegan. Sinematografer yang kreatif juga akan membantu sutradara dalam memilih sudut, penyusunan, dan rasa dari pencahayaan dan kamera. Bertanggung jawab terhadap pergerakan dan penempatan kamera dan juga pencahayaan bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim suatu adegan.

Kecuali dalam unit produksi yang kecil, Penata Fotografi tidak melakukan pengoperasian kamera selama syuting yang sesungguhnya. Bekerja sama dengan Sutradara dalam menerjemahkan naskah ke dalam gambar bergerak.

Mereka mengatur pencahayaan, membingkai dan nwbganbil gambar dan selalu menjalin konsultasi yang erat dengan tiga awak pendukung kunci yaitu : Camera operator, Gaffer, dan Key Grip.

dia juga bertanggung jawab atas semua produksi fotografi. DOP harus selalu berdampingan dengan sutradara. Karena seorang DOP harus bisa memutuskan angel-angel, lighting, dan lainya selama produksi. Jadi bisa di bilang DOP juga harus mengerti apa yang di mau oleh sutradara. Di dalam DOP departement terdapat anggota-anggota. Diantaranya adalah : Cameraman, Lighting man, Sound man.

Bertanggung jawab untuk memperoleh dan merawat semua peralatan kamera yang dibutuhkan untuk sebuah produksi Film. Juga bertanggung jawab untuk penanganan film, pengisian film, dan berhubungan dengan laboratorium pemrosesan. Cameraman dapat mengoperasionalkan kamera dalam setiap kondisi, menghasilkan sebuah gambar sesuai dengan permintaan Sutradra dengan menggabungkan antara skill yang dimiliki dengan teknologi.

Seorang Cameraman, dibawah komando seorang DOP ( Director of Photography) harus dapat mengasilkan shot terbaiknya. • Membaca dan mempelajari naskah film • Melakukan persiapan dan setting peralatan kamera, termasuk di dalamnya adalah tripod, monitor, lampu, kabel, headphone • Memberikan masukan kepada DOP untuk menghasilkan shot terbaik dalam tiap scene • Mempelajari naskah • Menemukan solusi teknis bila menemui masalah di lapangan • Selalu kreatif dan perhatian terhadap visual yang dihasilkan dari angle-angle shot • Selalu siap melakukan inovasi dan melakukan ekperimen dengan berbagai macam ide • Menghubungkan camera dengan berbagai fungsi dan peralatan lainnya • Melakukan intruksi dari sutradra maupun DOP • Berkoordinasi terus dengan kameraman lain termasuk dengan soundman dan lightingman serta aktor • Selalu menjaga hubungan baik dengan asisten kamerawan • Bekerja cepat, karena waktu sangat berharga pada saat produksi berjalan • Selalu bertanggung jawab dalam situasi apapun yang berhubungan dengan hasil gambar • Merencanakan pekerjaan dengan ketelitian.

Ketika dalam sebuah scene ada adegan ledakan, maka hanya perencanaan yang matang dan ketelitian yang dapat menghantarkan adegan tersebut dapat menghasilkan gambar yang baik, mengingat adegan seperti ini sangat mahal • Selalu mengikuti perkembangan teknis kamera dan peralatan lainnya Bagian kelistrikan yang bertanggung jawab pada Director of Photography ( DOP ) dan bertanggung jawab pada penyedian listrik untuk pencahayaan set, berbagai bentuk dan ukuran lampu yang digunakan dalam pencahayaan.

Bekerja erat dengan DOP dan Key Grip dalam seleksi, penempatan, dan keseimbangan tingkat pencahayaan pada set atau lokasi. 5. Lightingman: • Membaca dan mempelajari naskah film • Kepal Bagian Pencahayaan ( Chief Lighting ) mengikuti pra bertugas mempersiapkan segala hal mengenai pencahayaan adalah tim agar mengetahui konsep setiap scene dan look secara keseluruhan film • Melakukan perhitungan kebutuhan lampu untuk setiap produksi • Mengatur setting lampu sesuai dengan permintaan sutradara di lapangan • Berusaha untuk mengatasi masalah pencahayaan di lapangan dengan berbagai cara untuk menghasilkan tata cahaya yang diinginkan • Melihat kebutuhan listrik dan mencari titik listrik pada setiap setting • Jika harus menggunakan genset, maka order kebutuhan daya setting untuk kebutuhan lampu Orang yang memimpin para pekerja grip.

Bertanggung jawab kepada DOP dan bertugas untuk menyediakan dan menempatkan semua peralatan untuk memfasilitasi pergerakan kamera. Sebagai kepala dari kru, Key Grip mengawasi pengangkutan peralatan, tali-temali, menempatkan, operasi, pergerakan, mengangkat, membawa semua peralatan dan aksesoris, serta kadang-kadang membantu departemen lain dalam menangani dan memindahkan peralatan mereka.

Bertanggung jawab kepada Sutradara dan bertugas untuk merekam suara selama produksi. Dia mengoperasikan mixing console, mencatat hal-hal yang diperlukan dalam proses pengeditan. • Membaca dan mempelajari naskah film • Mempersiapkan jenis microphone • Melakukan perekaman pada saat shooting • Memantau kualitas sound pada saat shooting Sebutan bagi seseorang yang berprofesi sebagai ahli pemotongan gambar video dan audio Orang yang memilih dan merakit rekaman untuk menjadi sebuah cerita yang sesuai dengan visi sutradara.

Editor bekerja erat dengan sutradara dalam melihat skenario untuk menentukan apa yang diperlukan paling baik digunakan untuk bercerita. Orang yang menangani semua rincian breakdown script di ruang editing sehingga editor bebas untuk membuat keputusan kreatif. Ini termasuk juga proses digitalisasi rekaman ke dalam sistem pengeditan, memastikan bahwa setiap hasil pengambilan gambar telah di capture, berurusan dengan laboratorium, dan penanganan semua masalah teknis yang mungkin terjadi dengan sistem penyuntingan.

Tugas Modul 3.2.A.9. Koneksi Antar Materi-Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya




2022 www.videocon.com