Tahlilan

tahlilan

Jakarta - Bagi muslim di Indonesia, lantunan doa yang dibaca tahlilan dalam Arab dan latin bukan hal asing. Tahlilan adalah praktik yang biasa diselenggarakan keluarga bila ada anggotanya yang meninggal dan masih dilakukan hingga sekarang. Dikutip dari tulisan The Local Wisdom and Purpose of Tahlilan Tradition, tahlilan diambil dari kalimat Laa ilaaha illallah atau لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُلَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ.

Arti kalimat tersebut adalah Tiada Tuhan Kecuali Allah SWT, yang mengindikasikan hanya Allah SWT yang patut disembah atau sebagai tempat kembali semua manusia.

Baca juga: Pelanggar Masker Ini Kapok Ditandu Diiringi Tahlil: Rasanya Pengin Mati Pada perkembangannya, tahlilan menjadi lebih dari sekadar mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah saat ada yang meninggal.

Tahlilan menjadi tradisi dan kegiatan sosial budaya di masyarakat lengkap dengan kelompok yang mendukung atau menolak praktik ini. "Ketika tahlilan tidak ada manfaatnya mempertimbangkan hal yang menyebabkan praktik ini ditolak, misal menganggapnya syirik atau bid'ah. Ini adalah tradisi yang ketika diselenggarakan akan dihadiri keluarga, teman, tetangga, dan lingkungan sekitar," tulis Andi Warisno dan Tabrani ZA yang jurnalnya dimuat dalam Advanced Science Letters tahun 2018.

Tahlilan biasanya diikuti doa dari para yang hadir untuk menguatkan anggota keluarga yang ditinggalkan. Motivasi yang bersifat spiritual biasanya diberikan dari semua yang hadir sehingga keluarga yang ditinggalkan bisa melanjutkan kehidupan, sambil tahlilan berdoa untuk yang telah meninggal dunia.

Baca juga: 54 Warga Sidoarjo Tak Pakai Masker Dihukum Ngaji di Makam Pasien COVID-19 Bacaan tahlilan sebetulnya memiliki banyak versi yang biasa dilantunkan saat menghadiri peringatan kematian. Namun dari beberapa versi tersebut, ada bacaan yang selalu ada ketika tahlilan yaitu: a. Diawali hadrah dan surat Al-Fatihah b. Bacaan Al-Mu'awwidzatain Bacaan ini terdiri atas surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Dalam beberapa versi, rangkaian surat diawali Al-Ikhlas dan diakhiri Al-Fatihah.

c. Surat Al-Baqarah ayat 1-5 (1) الم (2) ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (3) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ tahlilan وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (4) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (5) أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Arab latin: 1.

alif lām mīm 2. żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn 3. allażīna yu`minụna bil-gaibi wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn 4. wallażīna yu`minụna tahlilan unzila ilaika wa mā unzila ming qablik, wa bil-ākhirati hum yụqinụn 5.

ulā`ika 'alā hudam mir rabbihim wa ulā`ika humul-mufliḥụn. Artinya: "1. Alif Lām Mīm 2. Tahlilan (Al-Qur'an) tahlilan tidak ada keraguan pa-danya; petunjuk tahlilan mereka yang bertakwa 3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan (c) sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka 4. dan tahlilan yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu (d), serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat 5.

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung." d. Surat Al-Baqarah ayat 163 وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ Arab latin: Wa ilāhukum ilāhuw wāḥid, lā ilāha illā huwar-raḥmānur-raḥīm Artinya: Dan Tuhanmu adalah Tahlilan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

e. Ayat kursi ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ tahlilan هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ Arab latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim tahlilan mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.

Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan tahlilan tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." f.

Surat Al-Baqarah ayat 285 dan 286 (285) ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ (286) لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ Arab latin: 285.

Amanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī tahlilan rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami'nā wa aṭa'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr 286. Lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ 'alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa'fu 'annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn Artinya: 285.

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat".

(Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". 286. Tahlilan tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang tahlilan. g. Surat Hud ayat 73 قَالُوٓا۟ أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۖ رَحْمَتُ tahlilan وَبَرَكَٰتُهُۥ عَلَيْكُمْ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ ۚ إِنَّهُۥ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ Arab latin: Qālū a ta'jabīna min amrillāhi raḥmatullāhi wa barakātuhụ 'alaikum ahlal-baīt, innahụ ḥamīdum majīd Artinya: Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah?

(Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah." h. Surat Al-Ahzab ayat 33 وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ٱلْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتِينَ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِعْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجْسَ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا Arab latin: Wa qarna fī buyụtikunna wa lā tabarrajna tabarrujal-jāhiliyyatil-ụlā wa aqimnaṣ-ṣalāta wa ātīnaz-zakāta wa aṭi'nallāha wa rasụlah, innamā yurīdullāhu liyuż-hiba 'angkumur-rijsa ahlal-baiti wa yuṭahhirakum taṭ-hīrā Artinya: "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan tahlilan kamu berhias dan bertingkah tahlilan seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." i. Membaca sholawat اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ tahlilan إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ Arab latin: Alahumma salli tahlilan Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama sallaita 'ala Ibrahima wa barik 'ala Muhammad kama barakta 'ala ali Ibrahim fil-'alamin, innaka hamidun majid Artinya: " Ya Allah SWT, kirimlah sholawat pada Muhammad dan keluarganya seperti Engkau mengirim sholawat pada keluarga Ibrahim, dan kirimlah tahlilan pada Muhammad dan keluarganya seperti engkau mengirim berkah pada keluarga Ibrahim di antara yang lain.

Ya Allah segala puji sesungguhnya tahlilan milik Engkau, Tuhanku yang Maha Mulia." (HR An-Nasa'i). j. Membaca hasbalah dan hauqolah Bacaan hasbalah حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ Arab latin: Hasbunallāhu wa ni'mal-wakīl Artinya: "Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung." Bacaan hauqolah لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّة َاِلَّا باِللهِ Arab latin: La hauwla wa la quwwata illa billah Artinya: "Tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah." k.

Membaca istighfar, tahlil, dan tasbih Bacaan istighfar أَسْتَغِفِرُ اللهَ العَظِيْم Arab latin: Astagfirullahaladzim Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung." Bacaan tasbih سبحان الله Arab latin: Subhanalloh Artinya: tahlilan Suci Allah SWT." l. Diakhiri dengan doa tahlil. (row/erd) Secara bahasa tahlilan berakar dari kata hallala ( هَلَّلَ) yuhallilu ( يُهَلِّلُ ) tahlilan ( تَهْلِيْلاً ) artinya adalah membaca “Laila illallah.” Istilah ini kemudian merujuk pada sebuah tradisi membaca kalimat dan doa- doa tertentu yang diambil dari ayat al- Qur’an, dengan harapan pahalanya dihadiahkan untuk orang yang meninggal dunia.

Biasanya tahlilan dilakukan selama 7 hari dari meninggalnya seseorang, kemudian hari ke 40, 100, dan pada hari ke 1000 nya. Begitu juga tahlilan sering dilakukan secara rutin pada malam jum’at dan malam-malam tertentu lainnya.Bacaan ayat-ayat al-Qur’an yang dihadiahkan untuk mayit menurut pendapat mayoritas ulama’ boleh dan pahalanya bisa sampai kepada mayit tersebut. Berdasarkan beberapa dalil, diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya; عَنْ سَيِّدِنَا مَعْقَلْ بِنْ يَسَارْ رَضِيَ الله عَنْهُ اَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى tahlilan عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ : يس قَلْبُ اْلقُرْانْ لاَ يَقرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ وَالدَّارَ اْلاَخِرَة اِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ اِقْرَؤُهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ )رَوَاهُ اَبُوْ دَاوُدْ, اِبْنُ مَاجَهْ, اَلنِّسَائِى, اَحْمَدْ, اَلْحَكِيْم, اَلْبَغَوِىْ, اِبْنُ اَبِىْ شَيْبَةْ, اَلطَّبْرَانِىْ, اَلْبَيْهَقِىْ, وَابْنُ حِبَانْ Dari sahabat Ma’qal tahlilan Yasar r.a.

bahwa Rasulallah s.a.w. bersabda : surat Yasin adalah pokok dari al-Qur’an, tidak dibaca oleh seseorang yang mengharap ridha Allah kecuali diampuni dosadosanya.

Bacakanlah surat Yasin kepada orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian.

tahlilan

(H.R. Abu Dawud, dll) Adapun beberapa ulama juga berpendapat seperti Imam Syafi’i tahlilan mengatakan bahwa وَيُسْتَحَبُّ اَنْ يُقرَاءَ عِندَهُ شيْئٌ مِنَ اْلقرْأن ,وَاِنْ خَتمُوْا اْلقرْأن عِنْدَهُ كَانَ حَسَنًا Bahwa, disunahkanmembacakan ayat-ayat al-Qur’an kepada mayit, dan jika sampai khatam al-Qur’an maka akan lebih baik.

Bahkan Imam Nawawi dalam kitab Majmu’-nya menerangkan bahwa tidak hanya tahlil dan doa, tetapi juga disunahkan bagi orang yang ziarah kubur untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an lalu setelahnya diiringi berdoa untuk mayit. Begitu juga Imam al-Qurthubi memberikan penjelasan bahwa, dalil yang dijadikan acuan oleh ulama’ kita tentang sampainya pahala kepada mayit adalah bahwa, Rasulallah saw pernah membelah pelepah kurma untuk ditancapkan di atas kubur dua sahabatnya sembari bersabda “Semoga ini dapat meringankan keduanya di alam kubur sebelum pelepah ini menjadi kering”.

Imam al-Qurtubi kemudian berpendapat, jika pelepah kurma saja dapat meringankan beban si mayit, lalu bagaimanakah dengan tahlilan al-Qur’an dari sanak saudara dan teman-temannya Tentu saja bacaan-bacaan al-Qur’an dan lainlainnyaakan lebih bermanfaat bagi si mayit. Abul Walid Ibnu Rusyd juga mengatakan: وَاِن قرَأَ الرَّجُلُ وَاَهْدَى tahlilan قِرَأتِهِ لِلْمَيِّتِ جَازَ ذالِكَ وَحَصَلَ لِلْمَيِّتِ اَجْرُهُ Seseorang yang membaca ayat al-Qur’an dan menghadiahkan pahalanya kepada mayit, maka pahala tersebut bisa sampai kepada mayit tersebut.

KH Abdul Manan A.Ghani (Ketua Lembaga Ta'mir Masjid PBNU)
none Halaman ini berisi artikel tentang ritual pembacaan ayat dan zikir. Untuk kalimat Laa ilaaha illallah, lihat Tahlil. Tahlilan adalah ritual/upacara selamatan yang dilakukan sebagian umat Islam, kebanyakan di Indonesia dan kemungkinan di Malaysia, untuk memperingati dan mendoakan tahlilan yang telah meninggal yang biasanya dilakukan pada hari pertama kematian hingga hari ketujuh, dan selanjutnya dilakukan pada hari ke-40, ke-100, kesatu tahun pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.

Ada pula yang melakukan tahlilan pada hari ke-1000. Daftar isi • 1 Definisi • 2 Sejarah • tahlilan Catatan kaki dan referensi • 4 Daftar pustaka Definisi [ sunting - sunting sumber ] Tahlilan merupakan kegiatan membaca serangkaian ayat Alquran dan zikir-zikir dengan maksud menghadiahkan pahala bacaannya kepada orang yang telah meninggal. [1] "Tahlilan" berasal dari kata bahasa Arab tahlīl ( تهليل) yang berarti membaca kalimat Lā ilāh(a) illa Allāh ( لا إله إلا الله “Tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah selain Allah”), salah satu yang dibaca pada kegiatan tahlilan.

[2] [3] Tradisi tahlilan biasa diselenggarakan setiap malam Jumat atau pada hari-hari kesekian setelah meninggalnya seseorang, meskipun tidak terbatas pada dua kesempatan tersebut.

[4] Sudut pandang lain melihat bahwa kegiatan yang sama merupakan “acara kumpul-kumpul di rumah kematian sambil makan-makan disertai mendoakan sang mayit agar dirahmati oleh Allah,” karena memang penyelenggara memberikan makanan hidangan dan untuk dibawa pulang. [5] Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan.

Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab tahlilan bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar. Upacara tahlilan ditengarai merupakan praktik pada abad-abad transisi yang dilakukan oleh masyarakat yang baru memeluk Islam, tetapi tidak dapat meninggalkan kebiasaan mereka yang lama. Berkumpul-kumpul di rumah ahli mayit bukan hanya terjadi pada masyarakat pra-Islam di Indonesia saja, tetapi di berbagai belahan dunia, termasuk di jazirah Arab.

Oleh para dai (yang dikenal Wali Songo) pada waktu itu ritual yang lama diubah menjadi ritual yang bernafaskan Islam.

Di Indonesia tahlilan masih membudaya sehingga istilah "tahlilan" dikonotasikan dengan memperingati dan mendoakan orang yang sudah meninggal. Tahlilan dilakukan bukan sekadar kumpul-kumpul karena kebiasaan zaman dulu. Generasi sekarang tidak lagi merasa perlu dan sempat untuk melakukan kegiatan sekadar kumpul-kumpul seperti itu. Tahlilan yang masih diselenggarakan sampai sekarang itu karena setiap anak menginginkan orang tuanya yang meninggal masuk surga.

Sebagaimana diketahui oleh semua kaum muslim, bahwa anak saleh yang berdoa untuk orang tuanya adalah impian semua orang. Oleh karena itu, setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi orang yang saleh dan mendoakan mereka.

Dari sinilah, keluarga mendoakan mayit dan beberapa keluarga merasa lebih senang jika mendoakan orang tua mereka yang meninggal dilakukan oleh lebih banyak orang (berjamaah). Diundanglah orang-orang untuk itu. Menyuguhkan sedekah sekadar suguhan kecil bukanlah hal yang aneh, apalagi tabu, apalagi haram. Suguhan (sedekah) itu hanya berhak untuk orang miskin, yatim piatu ,orang cacat, orang yang kesulitan.

Berkaitan dengan menghargai tamu yang mereka undang sendiri dan orang yang berhak mendapat sedekah, yaitu fakir miskin, orang cacat, anak yatim, orang lanjut usia. Maka, jika ada anak yang tidak ingin atau tidak senang mendoakan orang tuanya, maka dia (atau keluarganya) tidak akan melakukannya, dan itu tidak berakibat hukum syareat.

Tidak makruh, tahlilan haram. Anak seperti ini pasti juga orang tahlilan yang tidak ingin didoakan jika dia telah mati kelak. • Abidin, Firanda Andirja (22 March 2013). "Tahlilan adalah Bid'ah Menurut Madzhab Tahlilan. Firanda.com. Diakses tanggal 23 Mei 2021. • Abdat, Abdul Hakim bin Amir (2001). "Hukum Tahlilan (Selamatan Kematian) Menurut Empat Madzhab dan Hukum Membaca Al-qur'an Untuk Mayit Bersama Imam Syafi'iy". Tasjilat Al-Ikhlas. Tidak memiliki atau membutuhkan -url= ( bantuan) • Haq, Husnul (30 December 2019).

tahlilan

"Hukum Tahlilan Menurut Mazhab Empat". NU Online. Diakses tanggal 8 Juni 2021. • Zainuddin (26 September 2015). "Tahlilan dalam Perspektif (Historis, Sosiologis, Psikologis, Antropologis)". UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Diakses tanggal 23 Mei 2021. Kategori tersembunyi: • Artikel mengandung aksara Arab • Artikel yang tidak memiliki referensi November 2021 • Semua artikel yang tidak memiliki referensi • Artikel yang menggunakan kotak pesan kecil • Halaman yang menggunakan rujukan web tanpa URL • Semua artikel rintisan • Rintisan bertopik agama • Semua artikel rintisan November 2021 • Halaman ini terakhir diubah pada 26 November 2021, pukul 14.54.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
• Biografi Ulama • Indeks Biografi Ulama • Daftar Biografi Bahasa Inggris • Indeks Sanad • Indeks Nasab • Profil Pesantren • Indeks Daftar Profil Pesantren • Daftar Lembaga Pendidikan Lainnya • Perguruan Tinggi • Sekolah Islam • Panti Asuhan • Laporan Donasi Tanpa Kutip • Lokasi Ziarah • Indeks Lokasi Ziarah • Kitab • Artikel Lain • Indeks Tuntunan Ibadah Lengkap • Motivasi • Konsultasi • Techno Disruption • Santri Goes To Papua • Fitur Lain • Membership • Register Member • Login • Register Lembaga • Login Lembaga • Healing • Konsultasi Keluarga • Assessment Kepribadian • Konsultasi Siap Nikah • Alat Rencana Nikah • Info Laduni.ID • Kebijakan Privasi • Tentang Kami • FAQ • Peraturan Umum • Info Umum Donasi Tanpa Kutip • Pengelola • Alamat Pengelola LADUNI.ID • Biografi Ulama • Indeks Biografi Ulama • Daftar Biografi Bahasa Inggris • Indeks Sanad • Indeks Nasab • Profil Pesantren • Indeks Daftar Profil Pesantren • Daftar Lembaga Pendidikan Lainnya • Perguruan Tinggi • Sekolah Islam • Panti Asuhan tahlilan Laporan Donasi Tanpa Kutip • Tahlilan Ziarah • Indeks Lokasi Ziarah • Kitab • Artikel Lain • Indeks Tahlilan Ibadah Lengkap • Motivasi • Tahlilan • Techno Disruption • Santri Goes To Papua tahlilan Fitur Lain • Membership • Register Member • Login • Register Lembaga • Login Lembaga • Healing • Konsultasi Keluarga • Assessment Kepribadian • Konsultasi Siap Nikah • Alat Rencana Nikah • Info Laduni.ID • Kebijakan Privasi • Tentang Kami • FAQ • Peraturan Umum • Info Umum Donasi Tanpa Kutip • Pengelola • Alamat Pengelola • Video • Audio • Pesantren • Ziarah • Santri Unggul • Profesional Shaleh • Zakat • Kitab & Buku • Al Qur'an DAFTAR ISI • Pengertian Tahlil • Sejarah Tahlilan • Dalil-Dalil Tahlilan • Bacaan Tahlil Lengkap • Ejaan Latin Tahlil • Doa-Doa Arwah • Faedah Tahlilan • Kesimpulan • Sumber PENGERTIAN TAHLIL Bagi muslim umat muslim di Indonesia, tentu sangat akrab dengan tahlilan.

Sebagaimana namanya, tahlilan adalah ritual atau upacara selamatan yang dilakukan untuk mendoakan orang yang tahlilan meninggal. Tahlilan ini tahlilan dilakukan ketika pada hari pertama kematian hingga hari ke-7, kemudian dilakukan kembali di hari ke-40, ke-100, dan pada hari ke-1000. Bahkan tidak jarang di daerah-daerah di Indonesia yang sangat kental nuansa Islamnya, ritual tahlilan juga dilakukan tahlilan acara-acara haul dan selametan. Tahlilan “tahlil” secara bahasa berasal dari kata hallala (هَلَّلَ) yuhallilu ( يُهَلِّلُ ) tahlilan ( تَهْلِيْلاً ) artinya adalah membaca “ Laila illallah.” Istilah ini kemudian merujuk pada sebuah tradisi membaca kalimat dan doa- doa tertentu yang diambil dari ayat al- Qur’an, dengan harapan pahalanya dihadiahkan tahlilan orang yang meninggal dunia.

Sebagaimana kata “Tahlil” secara harfiah memiliki arti berdzikir dengan mengucap kalimat tauhid, yaitu “ Laa ilaaha illallah” (tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah). Sementara itu, hukum tradisi tahlil bukan kegiatan yang diwajibkan.

tahlilan

Artinya, orang yang tidak membaca tahlil juga tidak akan berdosa. Begitupula orang boleh melakukannya ataupun tidak. Meski begitu, dalam beberapa dasawarsa terakhir, tahlilan dianggap sebagai tradisi yang musyrik dan bid’ah. Hal ini tidak lepas pendapat yang datang dari ideologi Salafi dan Wahabi dengan berbagai bentuk organisasinya.

Sebagai ideologi yang menyebar ke tengah masyarakat lintas negara-bangsa (transnasional), mereka tidak henti-hentinya memusyrikkan dan membid’ahkan amaliyah yang sudah ada di Indonesia. Jika apa yang diungkapkan oleh orang-orang Salafi dan Wahabi itu benar adanya, maka kenapa ulama-ulama masyhur di Indonesia sekali pun tidak pernah mempersoalkan tahlil.

Bagaimana sebenarnya sejarah tahlil itu? Adakah dasar-dasar atau dalil-dalil tentang ibadah ritual tahlil? Bagaimana adab membaca tahlil? Apa saja sebenarnya faedah membaca tahlil? Berbagai pertanyaan ini akan diterangkan dalam edisi kali ini. SEJARAH Tahlilan KH Muhammad Danial Royyan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kendal periode 2012-2017, pernah menulis buku berjudul Sejarah Tahlil; Kumpulan Tahlil, Talqin dan Ziarah Kubur dalam Sejarah dan Argumentasinya (2013).

Dalam buku ini dijelaskan bahwa tradisi tahlilan mulai ada sejak zaman ulama muta’akhirin, yakni sekitar abad kesebelas Hijriya. Ulama muta’akhirin tersebut menyusun rangkaian bacaan tahlil, mengajarkan kepada kaum muslimin, dan mengamalkannya secara rutin.

Baca Juga: Saksi Tradisi Asli Umat Islam: Manuskrip Tahlil Berusia Lebih dari 200 Tahun). Sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang pertama kali menyusun tahlil adalah Sayyid Abdullah bin Alwi Al Tahlilan, sementara pendapat lain mengatakan bahwa yang menyusun tahlil tidak lain adalah Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Adapun yang paling kuat dari dua pendapat tersebut adalah pendapat yang mengatakan bahwa yang menyusun pertama bacaan tahlil adalah Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad.

Pendapat ini kemudian diperkuat oleh sebuah syarah Ratibul Haddad yang ditulis oleh Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Abdullah tahlilan Alwi Al-Haddad bahwa, kebiasaan Imam Abdullah Al Haddad sesudah membaca Ratibul Haddad adalah bacaan Tahlil. Bahkan secara periodik, Imam Al-Haddad wafat pada tahun 1132 H lebih dahulu daripada Sayyid Ja’far Al-Barzanji yang wafat pada tahun 1177 H. DALIL-DALIL TAHLILAN Ketika dihadapkan pada kelompok yang berpendapat bahwa tahlil adalah bid’ah, setidaknya perlu dikaji ulang.

Sebab, terdapat banyak dalil tentang ketidak-bid’ahan tahlil. Hal tersebut sebagaimana tahlilan dalam kitab Majmu’ al-Fatawa XXIV/165 yang berisi tentang pendapat Ibnu Taimiyah.

Tahlilan kitab tersebut dijelaskan, (وَسُئِلَ) عَنْ قِرَاءَةِ أَهْلِ الْمَيِّتِ تَصِلُ إلَيْهِ ؟ وَالتَّسْبِيْحُ وَالتَّحْمِيْدُ وَالتَّهْلِيْلُ وَالتَّكْبِيْرُ إذَا أَهْدَاهُ إلَى الْمَيِّتِ يَصِلُ إلَيْهِ ثَوَابُهَا أَمْ لاَ ؟ (فَأَجَابَ) يَصِلُ إلَى الْمَيِّتِ قِرَاءَةُ أَهْلِهِ وَتَسْبِيْحُهُمْ وَتَكْبِيْرُهُمْ وَسَائِرُ ذِكْرِهِمْ ِللهِ تَعَالَى إذَا أَهْدَوْهُ إلَى الْمَيِّتِ وَصَلَ إلَيْهِ وَاللهُ أَعْلَمُ (مجموع الفتاوى لابن تيمية 24 / 165) Artinya: “Ibnu Taimiyah ditanya mengenai bacaan keluarga mayit yang terdiri dari tasbih, tahmid, tahlil dan takbir, apabila mereka menghadiahkan kepada mayit apakah pahalanya bisa sampai atau tidak?

Ibnu Taimiyah menjawab: Bacaan keluarga mayit bisa sampai, tahlilan tasbihnya, takbirnya dan semua dzikirnya, karena Allah Ta’ala. Apabila mereka menghadiahkan kepada mayit, maka akan sampai kepadanya”. Selain pendapat di atas juga disebutkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari. Hadist tersebut menjelaskan tentang Nabi Muhammad yang ingin memintakan ampunan kepada Allah saat Siti Aisyah nantinya wafat. Hadits tersebut berbunyi, قَالَتْ عَائِشَةُ وَارَأْسَاهْ. فَقَالَ tahlilan اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « ذَاكِ لَوْ كَانَ وَأَنَا حَىٌّ ، فَأَسْتَغْفِرُ لَكِ وَأَدْعُو لَكِ » (البخارى ) Artinya: “Aisyah berkata: ‘Aduh kepalaku sakit’.

Rasulullah bersabda: ‘Jika kamu wafat dan saya masih hidup, maka saya mintakan ampunan untukmu dan akan mendoakanmu” (HR al-Bukhari). Tahlilan pula sebuah tahlilan yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya, yang berbunyi: عَنْ سَيِّدِنَا مَعْقَلْ بِنْ يَسَارْ رَضِيَ الله عَنْهُ اَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ : يس tahlilan اْلقُرْانْ لاَ يَقرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ وَالدَّارَ اْلاَخِرَة اِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ اِقْرَؤُهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ )رَوَاهُ اَبُوْ دَاوُدْ, اِبْنُ مَاجَهْ, اَلنِّسَائِى, اَحْمَدْ, اَلْحَكِيْم, اَلْبَغَوِىْ, اِبْنُ اَبِىْ شَيْبَةْ, اَلطَّبْرَانِىْ, اَلْبَيْهَقِىْ, وَابْنُ حِبَانْ Artinya: “Dari sahabat Ma’qal bin Yasar r.a.

bahwa Rasulallah s.a.w. bersabda : surat Yasin adalah pokok dari al-Qur’an, tidak dibaca oleh seseorang yang mengharap ridha Allah kecuali diampuni dosadosanya. Bacakanlah surat Yasin kepada orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian.” (H.R. Abu Dawud, dll).

Baca Juga: Kalau Ada Orang Tanya Dalil Tahlilan, Ini Jawabannya. Selain dari hadits ini, terdapat pula hadits lain yang diriwayatkan oleh Muttafaqun Alaih bahwa, ketika kita bersedekah atas nama orang yang meninggal dunia maka orang yang meninggal itu mendapatkan pahala. Adapun hadis tersebut berbunyi: وَعَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها –. أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِىِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – إِنَّ أُمِّى افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا ، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ ، فَهَلْ لَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا قَالَ « نَعَمْ ».

‏‏‏متفق عليه‏. Artinya: “Diriwayatkan dari Aisyah bahwa seseorang bertanya kepada Nabi Saw: Ibu saya meninggal mendadak. Saya yakin andai ia bisa bicara maka ia akan bersedekah.

Apakah beliau dapat pahala jika saya bersedekah atas nama beliau? Nabi menjawab: Ya.” ( Muttafaq Alaih). Lebih dari itu, ternyata bukan hanya sedekah dengan uang.

Dzikir saja, sudah digolongkan sebagai sedekah (seperti dzikir yang disedekahkan untuk orang yang sudah meninggal), hal ini sebagaimana hadis riwayat Imam Muslim sebagai berikut. إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَة (مسلم ) Artinya: “Rasulullah bersabda: Sesungguhnya dengan setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid tahlilan sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap amar makruf adalah sedekah, setiap nahi munkar adalah sedekah (HR.

Muslim). BACAAN TAHLIL LENGKAP Berikut ini adalah susunan bacaan tahlil lengkap dengan artinya yang kami susun dari Kibat Majmu' Syarif. Untuk jamaah yang belum terlalu fashih membaca tulisan Arab, kami juga menyediakan ejaan huruf latin di bagian selanjutnya. (Lihat di Daftar Isi) 1. PENGANTAR AL-FATIHAH اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ Artinya, “Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan tahlilan sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua.

Al-Fatihah…” 2. AL-FATIHAH بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. tahlilan نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar.

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Tahlilan menguasai hari pembalasan.

tahlilan

Hanya kepada-Mu kami tahlilan. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan tahlilan yang sesat. Semoga Kaukabulkan permohonan kami.” 3. SURAT AL-IKHLAS (3 KALI) بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ.

اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكٌنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ ٣x Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Dialah yang maha esa. Allah adalah tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.’” (3 kali). 4. TAHLIL DAN TAKBIR لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah.

Allah maha besar.” 5. SURAT AL-FALAQ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَاثاتِ فِى الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ Artinya, “Dengan tahlilan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

tahlilan

Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan yang menguasai waktu subuh tahlilan kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan tahlilan apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus nafasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.’” 6. TAHLIL DAN TAKBIR لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah.

Allah maha besar.” 7. SURAT AN-NAS بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. اِلَهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُوْرِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia.’” 8. TAHLIL DAN TAKBIR لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah.

Allah maha besar. 9. SURAT AL-FATIHAH اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ.

اَمِينْ Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang tahlilan pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

Semoga Kaukabulkan permohonan kami.” 10. AWAL SURAT AL-BAQARAH بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. المّ. ذَلِكَ الكِتابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدَى لِلْمُتَّقِيْنَ. الَّذِيْنَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُونَ بِمَا اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَا اُنْزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْاَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ.

اُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ، وَاُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Alif lam mim. Demikian itu kitab ini tidak ada tahlilan padanya.

Sebagai petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab Al-Qur’an yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad SAW) dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat.

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari tuhannya. Merekalah orang orang yang beruntung.” 11. SURAT AL-BAQARAH AYAT 163 وَاِلَهُكُمْ اِلَهٌ وَّاحِدٌ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ Artinya, “Dan Tuhan kalian adalah Tuhan yang maha esa. Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Dia yang maha pengasih lagi maha penyayang.” 12. AYAT KURSI (SURAT AL-BAQARAH AYAT 255) اللهُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَاْ tahlilan سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَّهُ مَا فِى السَّمَوَاتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ اِلاَّ بِاِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَينَ اَيْدِيْهِمِ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلاَ يُحْيِطُونَ بِشَيْءٍ tahlilan عِلْمِهِ اِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ، وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمُا، وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيْمُ Artinya, “Allah, tiada yang layak disembah kecuali Dia yang hidup kekal lagi berdiri sendiri.

Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tahlilan yang dapat memberikan syafa’at di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya.

Dia mengetahui apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat menjaga tahlilan. Dia maha tinggi lagi maha agung.” 13. SURAT AL-BAQARAH AYAT 284-286 لِلَّهِ مَا فِى السَّمَوَاتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ. وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِى اَنْفُسِكُمْ اَوْ تَخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهُ. فَيَغْفِرُ لَمِنْ يَّشَاءُ وَيُعْذِّبُ مَنْ يَّشَاءُ.

وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ. اَمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَا اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ. كُلٌّ اَمَنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ. tahlilan بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهِ. tahlilan سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا.

لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكَتْسَبَتْ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا اِنْ نَسِيْنَا اَوْ اَخْطَاْنَا. رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا. رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ. وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ Artinya, “Hanya milik Allah segala yang ada di langit dan yang tahlilan di bumi. Jika kamu menyatakan atau merahasiakan apa saja yang di hatimu, maka kamu dengan itu semua tetap akan diperhitungkan oleh Allah.

Dia akan mengampuni dan menyiksa orang yang dikehendaki.

tahlilan

Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Rasulullah dan orang-orang yang beriman mempercayai apa saja yang diturunkan tahlilan dari Tuhannya. Semuanya beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan kepada para utusan-Nya. ‘Kami tidak membeda-bedakan seorang rasul dari lainnya.’ Mereka berkata, ‘Kami mendengar dan kami menaati. Ampunan-Mu, wahai Tuhan kami, yang kami harapkan. Hanya kepada-Mu tempat kembali.’ Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kemampuannya.

Ia mendapat balasan atas apa yang dia perbuat dan siksaan dari apa yang dia lakukan. ‘Tuhan kami, janganlah Kau siksa kami jika kami tahlilan atau salah. Tuhan kami, jangan Kau tanggungkan pada kami dengan beban berat sebagaimana Kaubebankan kaum sebelum kami. Jangan pula Kaubebankan pada kami sesuatu yang kami tidak mampu. Ampunilah kami. Kasihanilah kami. Kau pemimpin kami.

Tolonglah kami menghadapi golongan kafir,” (Surat Al-Baqarah ayat 284-286). 14. SURAT HUD AYAT 73 ارْحَمْنَا، يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ٣x Artinya, “Kasihani kami, wahai Tuhan yang maha kasih.” (3 kali). رَحْمَتُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ اَهْلَ الْبَيْتِ اِنَّهُ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ Artinya, “Dan rahmat Allah serta berkah-Nya (kami harapkan) melimpah di tahlilan kamu sekalian wahai ahlul bait.

tahlilan

Sungguh Dia tahlilan terpuji lagi maha pemurah,” (Surat Hud ayat 73). 15. SURAT AL-AHZAB AYAT 33 اِنَّمَا يُريِدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا Artinya, “Sungguh Allah berkehendak menghilangkan segala kotoran padamu, wahai ahlul bait, dan menyucikanmu sebersih-bersihnya,” (Surat Al-Ahzab ayat 33). 16. SURAT AL-AHZAB AYAT 56 اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ tahlilan صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا tahlilan Artinya, “Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi.

Wahai orang-orang yang beriman, bacalah shalawat untuknya dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” 17. SHALAWAT NABI (3 KALI) اَلَّلهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ صَلَاةٍ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ، عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ ٣x Artinya, “Ya Allah, tambahkanlah rahmat dan kesejahteraan untuk pemimpin dan tuan kami Nabi Muhammad SAW, serta keluarganya, sebanyak pengetahuan-Mu dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Mu pada saat zikir orang-orang yang ingat dan pada saat lengah orang-orang yang lalai berzikir kepada-Mu.” 18.

SALAM NABI وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ اَصْحَابِ سَيِّدِنَا رَسُوْلِ اللهِ اَجْمَعِيْنَ Artinya, “Semoga Allah yang maha suci dan tinggi meridhai para sahabat dari pemimpin kami (Rasulullah).” 19.

SURAT ALI IMRAN AYAT 173 DAN SURAT AL-ANFAL AYAT 40 حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ. نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ Artinya, “Cukup Allah bagi kami. Dia sebaik-baik wakil. (Surat Ali Imran ayat 173). Dia tahlilan pemimpin dan penolong,” (Surat Al-Anfal ayat 40). 20. HAUQALAH وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ Artinya, “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang maha tinggi dan agung.” 21.

ISTIGHFAR (3 KALI) اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ ٣x Artinya, “Saya mohon ampun kepada Allah yang maha agung.” (3 tahlilan. (Allah) yang tiada tuhan selain Dia yang tahlilan hidup, lagi terjaga. Aku bertobat kepada-Nya.” 22. HADITS KEUTAMAAN TAHLIL الَّذِيْ لَا اِلَهَ اِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ، اَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ اَنَّهُ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَيٌّ مَوْجُوْدٌ Artinya, “Sebaik-baik zikir–ketahuilah–adalah lafal ‘La ilāha illallāh’, tiada tuhan selain Allah, zat yang hidup dan tahlilan لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَيٌّ مَعْبُوْدٌ Artinya, “Tiada tuhan selain Allah, zat yang hidup dan disembah.” لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَىٌّ بَاقٍ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ Artinya, “Tiada tuhan selain Allah, zat kekal yang takkan mati.” 23.

TAHLIL 160 KALI. لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ Artinya, “Tiada tuhan selain Allah.” (160 kali). 24. DUA KALIMAT SYAHADAT لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Artinya, “Tiada tuhan selain Allah. Nabi Muhammad SAW utusan-Nya.” عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ الآمِنِيْنَ Artinya, “Dengan kalimat itu, kami hidup.

Dengannya, kami wafat. Tahlilan pula insya Allah tahlilan kami dibangkitkan termasuk orang yang aman.” 25. DOA TAHLIL اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنْ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّا عِمِيْنَ حَمْدً ايُّوَافِىْ نَعِمَهُوَ يُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ شُلْطَا نِكَ tahlilan.

اللَّهُمَّ صَلِّ عشلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحِمَّدٍ. اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ وَ tahlilan ثَوَاَبَ مَاقَرَاْنَاهُ مِنْ الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَلْنَا وَمَا سَجَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً اِلَى حَضَرَاتِ حَبِيْبِنَا وَ شَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِلَى جَمِيْعِ اِخْوَانِهِ مِنَالْاَ نْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَاءِ tahlilan وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَا بَةِ وَالتَّا بِعِيْنَ tahlilan الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَفِ سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ وَالْمَلَا ئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ.

خُصُوْصًا اِلَى سَيِّدِ نَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الجَيْلَانِىِّ. ثُمَّ اِلَى اَرْوَاحِ جَمِيْعِ اَهْلِ الْقُبُوْرِمِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا اِلَى اَبَاءِنَا وَاُمَّهَا تِنَا وَاَجْدَادِ نَا وَجَدَّاتِنَا وَنَخَصُّ خَصُوْصًا اِلَى مَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَلِاَجْلِهِ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ.

اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ اَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ. رَبَّنَااَرِ نَا الْحَقَّ حَقًّا وَّارْزُقْنَا اتِّبَا عَهُ وَاَرِنَا الْبَا طِلَ بَاطِلًا وَّارْزُقْنَا اجْتِنَا tahlilan. رَبنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَا بَ النَّارِ سًبْحَنَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامُ عَلَى الْمُرْ سَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ.

اَلْفَتِحَةْ … Artinya: Aku berlindung diri kepada Engkau dari setan yang di rajam. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan tahlilan di tambah nikmatnya.

Tuhan kami, hanya Engkau segala puji, sebagaimana yang patut terhadap kemuliaan Engkau dan keagungan Engkau. Ya Allah tambahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya.

Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala ayat-ayat Quraanul ‘adhim yang telah kami baca, tahlil kami, tasbih dan istighfar kami, dan bacaan shalawat kami kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya. Sebagai hadiah yang bisa sampai, rahmat yang turun, dan tahlilan yang cukup kepada kekasih kami, tahlilan dan buah mata kami, penghulu dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, kepada semua temannya dari para Nabi dan para Utusan, kepada para wali, pahlawan yang gugur (Syuhada), orang-orang yang salih, para sahabat, dan tabi’in (para pengikutnya); kepada para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, kepada semua pejuang di jalan Allah (membela agama-Nya), Allah tahlilan seru sekalian alam; dan kepada para Malaikat munggarrabin, terutama syekh Abdul Qadir Jailani, kemudian kepada Ahlul kubur, muslim yang laki-laki dan yang perempuan, mukmin yang laki-laki dan yang perempuan, dari dunia timur dan barat di darat dan di laut, terutama lagi kepada bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, nenek-nenek kami yang laki-laki dan yang perempuan, lebih terutama lagi kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul disini dan untuk keperluannya.

Ya Allah ampunilah mereka, kasihanilah mereka, dan maafkanlah mereka. Ya Allah turunkanlah rahmat, dan ampunan tahlilan ahlul kubur tahlilan ahli mengucapkan “Laa ilaaha illaallah, Muhammadur rasulullah” (Tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah).

Tuhan kami, tunjukkanlah kami kebenaran tahlilan jelas, jadikanlah kami pengikutnya, tunjukkanlah kami perkara batil dengan jelas, dan jadikanlah kami menjauhinya. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka, Maha Suci Tuhanku, tuhan yang bersih dari sifat yang di tahlilan oleh orang-orang kafir, semoga keselamatan tetap melimpahkan kepada para Utusannya dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian Alam.

Al Faatihah… EJAAN LATIN BACAAN TAHLIL 1. PENGANTAR Ila hadratinnabiyyi tahlilan 'alaihi wa sallam wa alihi wa shahbihi syai'un lillahi lahum, alfatihah. 2. AL-FATIHAH Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi robbil'aalamiin. Arrohmaanir rohiim. Maalikiyaumiddin. Iyyaakana'budu wa iyyaakanasta'iin. Ihdinash shiroothol mustaqiim. Shiroothol ladziina an'amta' alaihim ghoiril maghdhuubi'alaihim waladhaalliin.

3. SURAT AL-IKHLAS (3 KALI) Qul huwallahu ahad, allahu somad, lam yalid wa lam ylad, wa lam yakul lah tahlilan ahad (3X) 4. TAHLIL DAN TAKBIR Laa ilaaha illallahu, Allahu Akbar 5. SURAT AL-FALAQ Qul a’uudzu birabbil falaq. Minsyarri maa khalaq. Waminsyarri ghaashiqin idzaa waqob. Waminsyarrinnaffaa saatifil uqad. Waminsyarril haasidzin idaa hasad. 6. TAHLIL DAN TAKBIR Laa ilaaha illallahu, Allahu Akbar 7. SURAT AN-NAS Qul a'uudzu birabbinnaas. Malikinnaas. Ilahinnaas. Minsyarril was waasil khannaas.

Alladzii yuwas wasufii shudhuurinnaas. Minaal jinnati wannaas. 8. TAHLIL DAN TAKBIR Laa ilaaha illallahu, Allahu Akbar 9. SURAT ALFATIHAH Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi robbil'aalamiin. Tahlilan rohiim. Maalikiyaumiddin. Iyyaakana'budu wa iyyaakanasta'iin. Ihdinash shiroothol mustaqiim. Shiroothol ladziina an'amta' alaihim ghoiril maghdhuubi'alaihim tahlilan. 10. AWAL SURAT AL-BAQARAH Alif laammiim. Dzaalikal kitaabu laaroiba fiihi hudan lil muttaqiin.

Alladziina yu'minuuna bilghoibi wayuqiimuunash sholaata wa mimmaa rozaknaa hum yunfiquuna. Walladziina yu'minuuna bimaa unzila ilaika wamaa unzila minqoblika wabil aakhiroti hum yuuqinuun. Ulaa'ika 'alaahudan mirrobbihim wa ulaaika humul muflihuun.

11. SURAT AL-BAQARAH AYAT 163 Wa ilaahukum ilaahuw waahid, laa ilaaha illaa huwar-rahmaanur-rahiim 12. AYAT KURSI (SURAT AL-BAQARAH AYAT tahlilan Allaahu laa ilaaha illaa huw, al-hayyul-qayyum, laa ta'khuzuhu sinatuw wa laa na'um, lahu maa fis-samaawaati wa maa fil-ar, man zallazii yasyfa'u 'indahuu illaa bi'idznih, ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiituna bisyai'im min 'ilmihii illaa bimaa syaa', wasi'a kursiyyuhus-samaawaati wal-ard, wa la ya'uduhu hifduhumaa, wa huwal-'aliyyul-'aziim 13.

SURAT AL-BAQARAH AYAT 284-286 Lillahi maa fis samaawaati wa maa fil ardli, wa in tubduu maa fii anfusikum autukhfuuhu yuhaasibkum bihillaah. Fa yaghfiru limay yasyaau wa yu’adzdzibu may yasyaau wallaahu ‘alaakulli syai-in qadiir.

Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mirrabbihii wal muu’minuun kullun aamana billahi wa malaaikatihii wa kutubihii wa rusulihii, laa nufarriqu baina ahadim mir rusulihii wa qaa-luu sami’naa wa atha’naa ghuufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir.

Laa yukallifullaahu nafsaan illaa wus ‘ahaa, lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maktasabat, rabbanaa laa tuaakhidnaa in nasiinaa au akhtha’naa, rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishraan kamaa hamaltahuu ‘alal ladziina tahlilan qabliinaa, rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laathaaqata lanaa bihii.

(Wa’fu ‘annaa, waghfir-lanaa warhamnaa) anta maulaanaa fanshuur-naa ‘alal qaumil kaafiriin. 14. SURAT HUD AYAT 73 (3 KALI) Irhamnaa yaa arhamar raahimiin (3x) Rahmatullaahi wabarakaatuh. Alaikuumaahlal baiti innahuu ha-miidum majiid.

15. SURAT AL-AHZAB AYAT 33 Innamaa yuriidullaahu liyudzhiba 'ankumurrijsa ahlal baiti wa yuthahhirakuum tathhiiraan. 16. SURAT AL-AHZAB AYAT 56 Innallaha wa malaa ikatahuu yusholluuna alan nabiyyi yaa ayyuhal ladziina aamanu shollu alaihiwa sallimu tasliiman 17. SHALAWAT NABI (3 KALI) Allaahumma shalli afdlalash shalaati 'alaa as'adi tahlilan nuuril hudaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa 'alaa tahlilan sayyidinaa Muhammadin 'adada ma'luumaatika wa midaada kalimaatika kullamaa dzakarakadzdzaakiruuna wa ghafala 'an dzikrikal ghaafiluun.

(3x) 18. SALAM NABI Wasallim wa rondiyallahu ta'ala 'an ashhaabi sayyidinaa rosulillahi ajma'in 19. SURAT Tahlilan IMRAN AYAT 173 DAN SURAT AL-ANFAL AYAT 40 Hasbunallaahu wa ni'mal wakiil (Ali Imran : 173). Ni'mal maulaa wa ni'man nashiir. (Al-Anfal : 40). 20. HAUQALAH Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'alayyil 'adziim 21. ISTIGHFAR (3 KALI) Astaghfirullaahal'adhiim 22.

HADITS KEUTAMAAN TAHLIL Alladzi laa ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih, Afdhaluddzikri fa’lam annahu laa ilaaha illallahu hayyu mawjudun Laa ilaha illallahu hayyun ma’buud Laa ilaha illallahu hayyun baqi lladzi laa yamuut 23.

TAHLIL 160 KALI. Lailaha illallah (3x) 24. DUA KALIMAT SYAHADAT Laailahaillallahu muhammadar rosulullahi shollallahu 'alayhi wasallam ‘Alaiha nahya wa ‘alaihaa namuut wa ‘alaiha nab’atsu insya Allaha ta’ala minal ‘alamiin. 25. DOA TAHLIL A’uudzubillaahi minasy syauthaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi tahlilan ‘aalamiin. Hamdasy syaakiriina hamdan naa’imiin. Hamdaay yuwaafii ni’amahuu wa yukaafiu maziidah. Yaa rabbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa ‘adhii-mi sulthaanik.

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadiw wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad. Allaahumma taqabbal wa aushil tsawaaba tahlilan qaraa naahu minal quraanil ‘adhiim, wa maa halalalnaa, wa maa sabbahnaa, wa mas taghfarnaa, wamaa shalainaa ‘alaa sayyidinaa muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallama tahlilan waashilatan wa rahmatan hadlaraati habiibinaa wa syafii’inaa wa qurrati a’yuuninaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallama wa ilaa jamii’i ikhwaanihii minal anbiyaai wal mursaliina wal auliyaai wasy syuhadaai wash shaalihiina wash shahaabati tahlilan taabi’iina wal’ulamaa’il ‘aamiliina wal mushanni-fiina mukhlishiina wa jamii’il mujaahidiina fii sabiilillaahi rabbil ‘aalamiina wal malaaikatil muqarrabiina khushuushaan ilaa sayyidinaa syaikhi ‘abdil Qaadiril Jailaniy, tsumma ilaa arwaahi jamii’i ahlilqubuuri minal muslimiina wal muslimaati wal muu’miniina wal muu’minaati min masyaariqi ardli wa maghaaribihaa barrihaa khushuushan ilaa aabaainaa wa ummahaatinaa wa ajdaadinaa wa jaddaatinaa wa nakhushshu khu-shuushaan ilaa manij tama’naa haahunaa bisababihii wa liajlih.

Allaahummagh firlahum warhamhum wa ‘aafihim waa’fu ‘anhum. Allaahumma anzilirrahmata wal maghfirata ‘alaa ahlil qubuuri min ahli laa ilaaha illallaahu muhammadur rasulullah.rabbanaa arinal haqqa haqqaw warzuqnattibaa’ahu wa arinaal baathilaw warzuqnaj tinaabah.

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaabannaar. Subhaana rabbika rabbil ‘izzati’ammay yushifuuna wasalaamun ‘alal mursaliina wal hamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Al faatihah… DOA-DOA ARWAH 1. DOA KETENTERAMAN UNTUK AHLI KUBUR اللَّهُمَّ أَنْزِلْ فِيْ قَبْرِهِ الرَّحْمَةَ وَالضِّيَاءَ وَالنُّوْرَ، وَالبَهْجَةَ وَالرَوْحَ وَالرَيْحَانَ وَالسُّرُوْرَ، مِنْ يَوْمِنَا tahlilan إِلَى يَوْمِ البَعْثِ وَالنُّشُوْرِ، إِنَّكَ مَلِكٌ رَبٌّ غَفُوْرٌ Artinya, “Ya Allah, turunkanlah di kuburnya (almarhum fulan) rahmat, sinar, cahaya, kegembiraan, kesenangan, keharuman, dan kebahagiaan sejak hari ini hingga hari kebangunan dan kebangkitan.

Sungguh, Kau penguasa, tuhan yang maha pengampun.” 2. DOA KEBERKAHAN AL-QUR‘AN اللَّهُمَّ اشْرَحْ بِالقُرْآنِ صُدُوْرَنَا وَيَسِّرْ بِهِ أُمُوْرَنَا وَعَظِّمْ بِهِ أُجُوْرَنَا وَحَسِّنْ بِهِ أَخْلَاقَنَا وَوَسِّعْ بِهِ أَرْزَاقَنَا وَنَوِّرْ بِهِ قُبُوْرَنَا Artinya, “Ya Allah, dengan Al-Qur’an lapangkanlah hati kami, mudahkan urusan kami, lipatgandakanlah pahala kami, perbaiki akhlak kami, luaskan rezeki kami, dan terangilah kubur kami.” 3. Tahlilan WAHBAH UNTUK PARA SAHABAT RASUL DAN WALI ALLAH اللَّهُمَّ اجْعَلْ ثَوَاَبَ مَا قَرَأْنَاهُ وَبَرَكَةَ مَا تَلَوْنَاهُ وَصَلَّيْنَاهُ عَلَى نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا هَلَلْنَا هَدِيَّةً بَالِغَةً وَرَحْمَةً مِنْكَ نَازِلَةً نُقَدِّمُهَا وَنُهْدِيْهَا اِلَى حَضَرَاتِ النَّبِيِّ الأَكْرَمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ اِلَى أَرْوَاحِ آبَائِهِ وَإِخْوَانِهِ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالمُرْسَلِيْنَ وَإِلَى مَلَائِكَةِ اللهِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَالكَرُّوْبِيِّيْنَ، وَاِلَى أَرْوَاحِ سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَإِلَى البَقِيَّةِ العَشْرَةِ المُبَشَّرَةِ بِالجَنَّةِ وَسَائِرِ الصَّحَابَةِ وَالقَرَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَإِلَى أَرْوَاحِ الحَسَنِ وَالحُسَيْنِ وَأُمِّهِمَا سَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ الكُبْرَى وَسَيِّدِنَا حَمْزَةَ وَالعَبَّاسِ وَالشُّهَدَاءِ البَدْرِيِّيْنَ وَالأُحُدِيِّيْنَ وَإِلَى أَرْوَاحِ الخِضْرِ وَإِلْيَاسَ وَسَيِّدِنَا عَبْدِ اللهِ tahlilan عَبَّاسٍ وَإِلَى أَرْوَاحِ الأَرْبَعَةِ الأَئِمَّةِ المُجْتَهِدِيْنَ وَمُقَلِّدِيْهِمْ فِي الدِّيْنِ وَإِلَى أَرْوَاحِ العُلَمَاءِ العَامِلِيْنَ وَالقُرَّاءِ وَأَئِمَّةِ الحَدِيْثِ وَالمُفَسِّرِيْنَ tahlilan الصُّوْفِيَّةِ المُحَقِّقِيْنَ وَإِلَى رُوْحِ القُطْبِ الرَّبَّانِيِّ وَالعَارِفِ الصَّمَدَانِيِّ سَيِّدِيْ tahlilan القَادِرِ الجَيْلَانِيّ وَسَيِّدِيْ أَحْمَدَ البَدَوِيِّ وَسَيِّدِيْ أَحْمَدَ الرِّفَاعِيِّ وَسَيِّدِيْ إِبْرَاهِيْمَ الدَّسُوْقِيِّ وَسَيِّدِيْ أَبِي القَاسِمِ الجُنَيْدِ البَغْدَادِيِّ وَسَيِّدِيْ أَحْمَدَ ابْنِ عَلْوَانَ وَسَيِّدِيْ أَبِي طَالِبٍ المَكِّيِّ وَإِلَى أَرْوَاحِ كُلِّ وَلِيٍّ وَوَلِيَّةٍ لِلهِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا أَيْنَمَا كَانُوْا وَكَانَ الكَائِنُ فِي عِلْمِكَ وَحَلَّتْ أَرْوَاحُهُمْ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ Artinya, “Ya Allah, jadikanlah pahala dan keberkahan bacaan kami, shalawat kami, dan tahlil kami sebagai hadiah yang sampai dan rahmat-Mu yang turun, yang kami persembahkan dan hadiahkan untuk Nabi Muhammad SAW termulia, arwah bapak moyangnya, saudaranya dari kalangan para nabi dan rasul, malaikat muqarrabin dan karubiyyin, pemimpin kami Abu Bakar RA, Umar RA, Ustman RA, Ali RA, sepuluh sahabat yang dijanjikan masuk surge, seluruh tahlilan, kerabat, tabi‘in, arwah Hasan, Husein, Ibu keduanya yaitu Sayyidah Fathimah Az-Zahra, Sayyidah Khadijah Al-Kubra, Sayyidina Hamzah, Abbas RA, syuhada Badar dan Uhud, arwah Khidhir, Ilyas, Sayyidina Abdullah bin Tahlilan RA, arwah empat imam mujtahid dan pengikut mereka perihal agama, arwah ulama, ahli qira‘ah, imam hadits, mufasir, pemuka sufi ahli hakikat, roh quthub rabbani dan arif as-shamadani Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Sayyid Ahmad Badawi, Sayyid Ahmad Ar-Rifa‘i, Sayyid Ibrahim Ad-Dasuqi, Sayyid Abul Qasim Al-Junaid Al-Baghdadi, Sayyid Ahmad bin Alwan, Sayyid Abu Thalib Al-Makki, seluruh wali Allah baik laki-laki dan perempuan dari Timur ke Barat baik di daratan maupun di lautan; di mana saja mereka dan roh mereka berada.

Sementara semua yang ada berada dalam pengetahuan-Mu, waha Tuhan sekalian alam.” 4. DOA UNTUK Tahlilan PENGHUNI MAKAM MUALLA, SYUBAIKAH, BAQI‘, DAN MEREKA YANG TIDAK PERNAH DIZIARAHI وَإِلَى أَرْوَاحِ سَادَاتِنَا أَهْلِ المُعَلَّا وَالشُّبَيْكَةِ وَالبَقِيْعِ وَأَمْوَاتِ المُسْلِمِيْنَ كَافَّةً عَامَّةً وَفِي صَحَائِفِ مَنْ لَا زَائِرَ لَهُ وَلَا ذَاكِرَ لَهُ عُمَّ الجَمِيْعَ بِرَحْمَتِكَ يَا tahlilan الرَّاحِمِيْنَ Artinya, “Dan kepada arwah pemimpin kami, yaitu ahli kubur Mualla, Syubaikah, Baqi‘, semua arwah umat Islam, dan pada lembaran ahli kubur yang tidak diziarahi tahlilan tidak diingat, ratakanlah semuanya dengan rahmat-Mu, wahai zat yang maha penyayang.” 5.

DOA PERMOHONAN RAHMAT BERKAH AL-QUR’AN اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ بِالقُرْآنِ العَظِيْمِ رَحْمَةً وَاسِعَةً، وَاغْفِرْ لَهُ مَغْفِرَةً جَامِعَةً يَا مَالِكَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ Artinya, “Ya Allah, turunkanlah rahmat yang luas kepadanya (arwah ahli kubur) dengan berkat Al-Qur’an yang agung, ampunilah tahlilan dengan ampunan yang luas, wahai Penguasa dunia dan akhirat, Tuhan sekalian alam.” 6. DOA KEBAIKAN LAHIR DAN BATIN اللَّهُمَّ كَمَا خَصَّصْتَنَا بِكِتَابِكَ الكَرِيْمِ وَهَدَيْتَنَا إِلَى صِرَاطكَ المُسْتَقِيْمِ، وأَصْلِحْ بِهِ مِنَّا جَمِيْعَ مَا فَسَدَ، وَطَهِّرْ بِهِ مِنَّا مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنَ Artinya, “Ya Allah, sebagaimana Kaumuliakan kami tahlilan Kitab suci-Mu yang mulia dan Kautunjuki kami ke jalan yang lurus, maka berikanlah kemaslahatan untuk kami sebagai pengganti mafsadat dan sucikan kami dari tahlilan yang tampak dan tersembunyi.” 7.

DOA MEMINTA SYAFA‘AT AL-QUR’AN اللَّهُمَّ اجْعَلِ القُرْآنَ العَظِيْمَ فِي قَبْرِهِ مُؤْنِسًا، وَفِي القِيَامَةِ شَافِعًا، وَفِي الحَشْرِ ضِيَاءً وَظِلًّا وَدَلِيْلًا، وَفِي المِيْزَانِ رَاجِحًا، وَعَلَى الصِّرَاطِ نُوْرًا وَقَائِدًا، وَعَنِ tahlilan سِتْرًا وَحِجَابًا، وَفِي الجَنَّةِ رَفِيْقًا. Artinya, “Ya Allah, jadikanlah Tahlilan di kuburnya sebagai teman, di Hari Kiamat sebagai pemberi syafaat, di tempat berkumpul (mahsyar) kelak sebagai sinar, naungan, dan petunjuk, di tahlilan sebagai pemberat timbangan amal baik, di sirath sebagai cahaya dan penuntun, dari api neraka sebagai tabir dan hijab, tahlilan di tahlilan sebagai kawan.” 8.

DOA PENGANTAR UNTUK PENGHUNI BARU KUBUR اللَّهُمَّ عَبْدُكَ وَابْنَ عَبْدَيْكَ خَرَجَ مِنْ رَّوْحِ الدُّنْيَا وَسَعَتِهَا وَمَحْبُوْبِهِ وَاَحِبَّائِهِ فِيْهَا اِلَى ظـُـلْمَةِ اْلقَبْرِ وَمَا هُوَ لَا قِيْهِ كـَانَ يَشْهَـدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اَنْتَ وَاَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلـُـكَ وَاَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ Artinya, “Ya Allah, ini hamba-Mu dan anak dari kedua hamba-Mu.

Ia keluar dari kebahagiaan dan keluasan dunia, orang yang dicintai, dan para kekasihnya di dunia menuju kegelapan kubur dan apa yang akan ia jumpai di dalamnya. Ia dulu pernah bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau dan Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Mu. Kau tahlilan lebih tahu akan hal ini.” 9. DOA KELAPANGAN KUBUR اللَّهُمَّ اِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَاَنْتَ tahlilan مَنْزُوْلٍ بِهِ وَاَصْبَحَ فـَـقِـيْرًا اِلـَى رَحْمَتِكَ، وَاَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ وَقـَـدْ جِئْنَاكَ رَاغِبِيْنَ اِلـَـيْكَ شُفـَـعَاءَ لـَـهُ، اللـّٰهُمَّ اِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِيْ اِحْسَانِهِ وَاِنْ كـَانَ مُسِيْئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ وَلـَـقـِّـهِ بِرَحْمَتِكَ رِضَاكَ وَقِهِ فِتْنَةَ اْلقـَـبْرِ وَعَــَذابَهُ وَافْسَحْ لـَـهُ فِيْ قـَــبْرِهِ وَجَافِ اْلاَرْضَ عَنْ جَنْبَيْهِ وَلـَــقـِّـهِ بِرَحْمَتِكَ اْلاَمْنَ مِنْ عَذَابِكَ حَتَّى تَبْعَثَــهُ آمِنًا اِلـَى جَنَّتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ Artinya, “Ya Allah, dia kembali kepada-Mu.

Engkau tahlilan sebaik-baik tempat kembali. Ia membutuhkan rahmat-Mu. Sementara Engkau tidak perlu menyiksanya. Kami mendatangi-Mu seraya mengharap kepada-Mu agar dapat memberikan syafa’at baginya. Ya Allah, jika ia orang baik, maka tambahkanlah kebaikannya. Jika ia orang jahat, maka maafkanlah keburukannya.

Pertemukan ia dan ridha-Mu berkat rahmat-Mu. Peliharalah ia dari fitnah dan azab kubur. Lapangkanlah kuburnya. Jauhkanlah dinding bumi dari kedua sisi badannya.

Pertemukanlah ia dan keamanan berkat rahmat-Mu dari azab-Mu hingga Engkau membangkitkannya dalam keadaan aman menuju surga-Mu berkat rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih.

10. DOA UNTUK AHLI KUBUR اللهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ Artinya, “Ya Allah, ampunilah dirinya, tahlilan dirinya, afiatkan dirinya, dan maafkanlah dirinya.” Untuk jenazah perempuan, kata ganti tahlilan maskulin/mudzakkar diganti dengan kata ganti feminin/mu’annats. اللهُمَّ اغْفِرْ لَها وَارْحَمْها وَعَافِها وَاعْفُ عَنْها يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ Artinya, “Ya Allah, ampunilah dirinya (perempuan), kasihanilah dirinya, afiatkan dirinya, dan maafkanlah dirinya, wahai Tuhan sekalian alam.” 11.

DOA KHUSUS UNTUK AHLI KUBUR YANG DIZIARAHI وَاجْعَلِ اللهُمَّ ثَوَابًا مِثْلَ ثَوَابِ ذَالِكَ فِي صَحَائِفِنَا وَفِي صَحَائِفِ وَالِدِيْنَا وَمَشَائِخِنَا وَالسَّادَاتِ الحَاضِرِيْنَ وَوَالِدِيْهِمْ وَمَشَائِخِهِمْ خَاصَّةً وَإِلَى أَمْوَاتِ المُسْلِمِيْنَ عَامَّةً Artinya, “Ya Allah, jadikanlah pahala ini sebagaimana pahala demikian yang tercatat pada lembaran kami, lembaran orang tua kami, guru kami, para pemuka yang hadir, orang tua mereka, dan guru mereka khususnya, dan arwah umat Islam secara umum.” 12.

DOA AGAR INGAT DAN PAHAM AL-QUR’AN اللهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِيْنَا وَعَلِّمْنَاهُ مَا جَهِلْنَا وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ، وَاجْعَلْهُ حُجَّةً لَّنَا وَلَا تَجْعَلْهُ حُجَّةً عَلَيْنَا Artinya, “Ya Allah, ingatkan kami ayat-ayat Al-Qur‘an yang kami terlupa.

Beritahukan kami sesuatu yang kami tidak ketahui. Anugerahkan kami kesempatan untuk membacanya sepanjang malam dan di tepi-tepi siang. Jadikanlah Al-Qur‘an sebagai pembela kami. Jangan jadikan Al-Qur‘an sebagai penghujat kami kelak.” 13. DOA KEMURAHAN DAN KERIDHAAN ALLAH اللهُمَّ بِفَضْلِكَ عُمَّنَا، وَبِلُطْفِكَ حُفَّنَا، tahlilan الإِسْلَامِ وَالإِيْمَانِ جَمْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا، وَاخْتِمْ بِالصَّالِحَاتِ أَعْمَالَنَا.

tahlilan

رَبَّنَا آتِنَا فِي tahlilan حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ Artinya, “Ya Allah, ratakanlah keutamaan-Mu. Selimuti kami dengan kelembutan-Mu. Atas Islam dan iman sekaligus, matikanlah kami sementara Kaumeridhai kami. Akhiri amal kami dengan kesalehan. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat.

Lindungilah kami dari siksa neraka, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.” FAEDAH TAHLILAN Tahlilan tradisi tahlilan memiliki banyak manfaat tertama bagi orang yang meninggal, keluarga yang meninggal, maupun orang yang membaca tahlilan dalam sebuah perkumpulan untuk mendoakan agar orang yang meninggal bisa diterima amalnya dan diampuni dosa-dosanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an Tahlilan Al-Hasyr tahlilan 10 yang bunyinya sebagai berikut. وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ࣖ (١٠) Waalladziina jaauu min ba'dihim yaquuluuna rabbanaa ighfir lanaa wali-ikhwaaninaa alladziina sabaquunaa bial-iimaani walaa taj'al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu rabbanaa innaka rauufun rahiimun Artinya: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Tahlilan Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS.

Al-Hasyr: 10). Secara umum, terdapat beberapa manfaat dalam pelaksanaan tahlilan. Di antara faedah atau manfaat-manfaat itu adalah sebagai berikut. 1. TAHLILAN DAPAT MEMPERERAT SILATURRAHMI Membaca tahlil secara bersama-sama di rumah orang yang meninggal ketika di hari pertama hingga hari ketujuh, bisa mempererat tali silaturrahim di antara tetangga. Dengan kita hadir dan menahlili orang tahlilan meninggal, maka akan membuat keluarga yang ditinggalkan memiliki perasaan tenang karena ada orang yang mau memohonkan ampunan bagi keluarganya yang sudah meninggal.

Otomatis, keluarga yang ditinggalkan itu juga akan memiliki simpati terhadap orang yang bertahlil. Di situlah silaturrahmi akan terjalin dengan erat. 2. TAHLILAN BISA MENGINGATKAN PADA KEMATIAN Hadir dalam sebuah tahlilan juga akan membuat kita mengingat pada kematian. Hal ini beralasan, karena pembacaan tahlil yang dibacakan pada orang yang meninggal setidaknya membuat orang yang bertahlil akan tahlilan pada kematian.

Bahwa setiap tahlilan yang bernyawa pada akhirnya akan meninggal dan kembali kepada-Nya. Dengan mengingat mati inilah, setidaknya orang akan memilih untuk bertaubat dan membuatnya lebih sering memohon ampunan kepada Allah SWT. 3. TAHLILAN BISA MEMBANTU MEMPERLANCAR BACAAN AL-QUR'AN Bacaan-bacaan tahlilan sebagian besar berasa dari Al-Qur’an. Ketika seorang belum terlalu lancar di dalam membaca Al-Qur’an, maka dengan ikut tahlilan, ia akan terbiasa mengikuti bacaan tahlil yang dibacakan oleh orang banyak.

Dengan begitu, orang tersebut secara tidak langsung telah melatih bacaan Al-Qur’annya. Baca juga: Tradisi Tahlilan dan Faedah Melaksanakannya Apalagi ketika keluarga almarhum/almarhumah belum ada yang bisa membaca Al-Qur’an, meskipun sudah beragama Islam (ini terutama terdapat pada masyarakat perkotaan), sehingga dengan adanya tahlilan orang yang meninggal tersebut tetap mendapat pahala dari orang yang menahlilinya. 4. MENGHIBUR KELUARGA ALMARHUM/ALMARHUMAH Hadirnya masyarakat, tetangga, bahkan keluarga jauh dan berkumpul di dalam sebuah ritual tahlilan, akan menjadikan keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum/almarhumah bisa terhibur.

Apalagi yang hadir memang sengaja tahlilan bela sungkawa dan menghibur keluarga yang ditinggalkan. 5. MEMOHONKAN AMPUN ATAS DOSA ALMARHUM/ALMARHUMAH Faedah yang terakhir ini adalah faedah yang sangat luar biasa. Meskipun bukan dari kalangan saudara atau orang dekatnya, tetapi dengan adanya tahlilan, orang-orang yang hadir di dalam ritual tahlilan tersebut juga akan mendoakan tahlilan. Itulah ukhuwah islamiyah yang sebenarnya, bahwa di dalam Islam tahlilan seperti saudara.

KESIMPULAN Tahlilan adalah ritual atau upacara selamatan yang dilakukan untuk mendoakan orang yang telah meninggal. Tahlilan ini biasanya dilakukan ketika pada hari pertama kematian hingga hari ke-7, kemudian dilakukan kembali di hari ke-40, ke-100, dan pada hari ke-1000. Sementara itu, hukum tradisi tahlil bukan kegiatan yang diwajibkan.

tahlilan

Artinya, orang yang tidak membaca tahlil juga tidak akan berdosa. Begitupula orang boleh melakukannya ataupun tidak. Sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang pertama kali menyusun tahlil adalah Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddan, sementara pendapat lain mengatakan bahwa yang menyusun tahlil tidak lain adalah Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Adapun yang paling tahlilan dari dua pendapat tersebut adalah pendapat yang mengatakan bahwa yang menyusun pertama bacaan tahlil adalah Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad Berdasarkan hadis Nabi dan pendapat kebanyakan ulama, tahlilan memang ada dasarnya baik di dalam hadis Nabi maupun pendapat kebanyakan ulama.

Tahlilan juga memiliki banyak faedah di antaranya adalah, mempererat silaturrahmi, mengingatkan pada kematian, memperlancarkan bacaan Al-Qur’an, menghibur keluarga yang ditinggalkan dan sebagainya. Akhirnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi umat Islam secara keseluruhan. Aamiin. SUMBER • Tim Penyusun. Majmu' Syarif • Royyan, Muhammad Danial.

Sejarah Tahlil; Kumpulan Tahlil, Talqin dan Ziarah Kubur dalam Sejarah dan Argumentasinya. Kendal: Pustaka Amanah dan LTN NU Kendal. 2013 • Ibnu Taimiyah. Majmu' Al-Fatawa Kunjungi Juga • Laporan Pengumpulan Donasi tahlilan Pasarkan Produk Anda dengan Membuka Toko di Marketplace Laduni.ID • Profil Pesantren Terlengkap • Cari Info Sekolah Islam?

• Mau Berdonasi ke Lembaga Non Formal? • Siap Berangkat Ziarah? Simak Kumpulan Info Lokasi Ziarah ini • Mencari Profil Ulama Panutan Anda? • Kumpulan Tuntunan Ibadah Terlengkap • Simak Artikel Keagamaan dan Artikel Umum Lainnya • Ingin Mempelajari Nahdlatul Ulama? Silakan tahlilan Pahami Islam Nusantara • Kisah-kisah Hikmah Terbaik • Lebih Bersemangat dengan Membaca Artikel Motivasi • Simak Konsultasi Psikologi dan Keluarga • Simak Tahlilan Santri Goes to Papua • Nasional • Internasional • Aswaja • Politik • Ekonomi • Sosial Budaya • Artikel • Tokoh • Sejarah • Cerita Hikmah • Canda • Sosial Budaya • Motivasi • Edukasi • Tekno & Disruption • Islam Nusantara • - Konsultasi Keluarga • - Konsultasi Siap Nikah Umur 25 Tahun - • - Santri Goes to Papua • Kontak © 2022 - Laduni.id
Merdeka.com - Bacaan tahlil adalah ritual pembacaan lafal tahlil yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

Biasanya, masyarakat akan membaca doa tersebut tahlilan mendoakan jenazah yang baru tahlilan, atau sebagai bentuk rasa tahlilan saat acara tasyakuran. Melansir dari NU Online, tahlilan merupakan wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Selain itu, tradisi tahlilan ini juga dapat memperkuat keimanan terhadap Allah dan juga mempererat persatuan dan kesatuan antar anak tahlilan. Penghantar Al-Fathiah اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ Artinya, "Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…" Surat Al-Fatihah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.

tahlilan

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ.

tahlilan

اَمِينْ BACA JUGA: Bacaan Doa untuk Orang Menikah, Berikut Arti dan Keutamaannya Bacaan Doa Robithoh Lengkap Latin dan Artinya "Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Alhamdulillaahi robbil'aalamiin. Arrohmaanir rohiim. Maalikiyaumiddin. Iyyaakana'budu wa iyyaakanasta'iin. Ihdinash shiroothol tahlilan. Shiroothol ladziina an'amta' alaihim ghoiril maghdhuubi'alaihim waladhaalliin" Artinya, "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Yang maha pengasih lagi maha tahlilan. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan.

Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

Semoga Kaukabulkan permohonan kami." Membaca Surat Al-Ikhlas (3 Kali) بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكٌنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ BACA JUGA: Cara Mengirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal, Berikut Penjelasannya Ayat Kursi Lengkap dengan Arti, Tahlilan Membaca, dan Manfaatnya "Qul huwallahu ahad, allahu somad, lam yalid wa lam ylad, wa lam yakul lah kufuwan ahad" Artinya: "Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, (Allah) tidak beranak dan tidak juga diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya." Tahlil dan Takbir BACA JUGA: Bacaan Doa Pengusir Jin dalam Agama Islam, Patut Dihafalkan Bacaan Bilal Sholat Idul Fitri Lengkap Arab Latin dan Tahlilan لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ "Laa ilaaha illallahu, Allahu Akbar" Artinya, "Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah.

Tahlilan maha besar." Membaca Surat-Al-Falaq BACA JUGA: Bacaan Ziara Kubur Orang Tua, Berikut Arti dan Keutamaannya Doa Sapu Jagad dan Artinya, Ketahui Keutamaannya بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَاثاتِ فِى الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ "Qul a’uudzu birabbil falaq. Minsyarri maa khalaq. Waminsyarri ghaashiqin idzaa waqob.

Waminsyarrinnaffaa saatifil uqad. Waminsyarril haasidzin idaa hasad" Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan yang menguasai waktu tahlilan dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus nafasnya pada buhul-buhul.

Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki." Mengulang Baca Tahlil dan Takbir لاَ اِلَهَ tahlilan اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ "Laa ilaaha illallahu, Allahu Akbar" Artinya, "Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar." Membaca Surat An-Nas بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.

قُلْ اَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. اِلَهِ النَّاسِ. tahlilan شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُوْرِ النَّاسِ.

tahlilan

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ "Qul a'uudzu birabbinnaas. Malikinnaas. Ilahinnaas. Minsyarril was waasil khannaas. Alladzii yuwas wasufii shudhuurinnaas.

Minaal jinnati wannaas" Artinya: "Katakanlah : Aku berlindung kepada tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan syetan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan kejahatan kedalam dada manusia, sari syetan dan manusia" Bacaan Tahlil dan Takbir لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ "Laa ilaaha illallahu, Allahu Akbar" Artinya, "Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah.

Allah maha besar." Awal Surat Al-Baqarah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. المّ. ذَلِكَ الكِتابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدَى لِلْمُتَّقِيْنَ. الَّذِيْنَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُونَ بِمَا tahlilan اِلَيْكَ وَمَا اُنْزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْاَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ. اُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ، وَاُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ.

Artinya, "Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih tahlilan maha penyayang. Alif lam mim. Demikian itu kitab ini tidak ada keraguan padanya. Sebagai petunjuk bagi mereka yang bertakwa.

Yaitu mereka yang beriman kepada yang tahlilan, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab Al-Qur’an yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad SAW) dan kitab-kitab yang telah tahlilan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari tuhannya. Merekalah orang orang yang beruntung." Tahlilan Al-Baqarah ayat 163.

وَاِلَهُكُمْ اِلَهٌ وَّاحِدٌ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ Artinya, "Dan Tuhan kalian adalah Tuhan yang maha esa. Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Dia yang maha pengasih lagi maha penyayang." Bacaan Ayat Kursi اللهُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَاْ خُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَّهُ مَا فِى السَّمَوَاتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ اِلاَّ بِاِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَينَ اَيْدِيْهِمِ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلاَ يُحْيِطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ اِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ، وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمُا، وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيْمُ Artinya, "Allah, tiada yang layak disembah kecuali Dia yang hidup kekal lagi berdiri sendiri.

Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberikan syafa’at di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat menjaga keduanya. Dia maha tinggi lagi maha agung." Istighfar (3 kali) اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ Artinya, "Saya mohon ampun kepada Allah yang maha agung.” (3 kali).

(Allah) yang tiada tuhan selain Dia yang maha hidup, lagi terjaga. Aku bertobat kepada-Nya." Hadits Keutamaan Tahlil اَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ اَنَّهُ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَيٌّ مَوْجُوْدٌ Artinya, "Sebaik-baik zikir–ketahuilah–adalah lafal ‘La ilāha illallāh’, tiada tuhan selain Allah, zat yang hidup dan ujud." لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَيٌّ مَعْبُوْدٌ Artinya, "Tiada tuhan selain Allah, zat yang hidup dan disembah." لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَىٌّ بَاقٍ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ Artinya, "Tiada tuhan selain Allah, zat kekal yang takkan mati." Tahlil 33 kali لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ Artinya, "Tiada tuhan selain Allah." (33 kali).

Dua Kalimat Syahadat لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Artinya, "Tiada tuhan selain Allah. Nabi Muhammad SAW utusan-Nya." Shalawat Nabi. اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ Artinya, "Ya Allah, limpahkan shalawat untuk Sayyidina Nabi Muhammad SAW.

Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam untuknya (Nabi Muhammad SAW). (2 kali) اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ Artinya, "Ya Allah, limpahkan shalawat untuknya (Nabi Muhammad SAW). Tuhanku, limpahkan tahlilan dan salam untuknya (Nabi Muhammad SAW)." Tasbih سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ.* 10 سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ Artinya, "Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya.

Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. (10 kali). Maha tahlilan Allah dan dengan memuji-Nya. Maha suci Allah yang maha agung dan dengan memuji-Nya. Shalawat Nabi اللَّهُمَّ صَلِّ tahlilan حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ *3 اَجْمَعِيْنَ Artinya, “Ya Allah, tambahkanlah rahmat dan kesejahteraan untuk kekasih-Mu, yaitu pemimpin kami, Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya semua.

(3 kali). Al-Fatihah.” Surat Al-Ahzab ayat 56 اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا Artinya, "Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bacalah shalawat untuknya dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." Surat Al-Fatihah اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ Artinya, "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang tahlilan. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan.

Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

Semoga Kaukabulkan permohonan kami." Doa Tahlil الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ الحَمْدُ قَبْلَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَائِمًا أَبَدًا Artinya, "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dilontar.

Dengan nama Allah yang maha pengasih, lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam sebagai pujian orang yang bersyukur, pujian orang yang memperoleh nikmat sama memuji, pujian yang memadai nikmat-Nya, dan pujian yang memungkinkan tambahannya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu.

Maha suci Engkau, kami tidak (dapat) menghitung pujian atas diri-Mu sebagaimana Kaupuji diri sendiri. Hanya bagi-Mu pujian sebelum ridha. Hanya bagi-Mu pujian setelah ridha. Hanya bagi-Mu pujian ketika Kau meridhai kami selamanya." 1 Oplas Dinilai Berhasil, 5 Potret Lucinta Luna di Malaysia Dipuji Bak Boneka Barbie 2 4 Cara Mudah untuk Mengawali Hari dengan Lebih Bugar dan Bertenaga 3 Innalillahi Waina Ilaihi Rajiun, Sang Raja Dangdut Rhoma Irama Berduka 4 Selamat!

Jessica Iskandar Melahirkan Anak Kedua, Wajah Sang Bayi Bikin Penasaran 5 Cantik dan Menggemaskan Salima Anak Wishnutama & Gista Putri Liburan di Luar Negeri Selengkapnya1. alif lām mīm 2. żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn 3.

allażīna yu`minụna bil-gaibi wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn 4. wallażīna yu`minụna bimā unzila ilaika tahlilan mā unzila ming qablik, wa bil-ākhirati hum yụqinụn 5.

ulā`ika 'alā hudam mir rabbihim wa ulā`ika tahlilan. Artinya: "1. Alif Lām Mīm 2. Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan pa-danya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa 3.

tahlilan mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan (c) sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka 4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu (d), serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat 5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang tahlilan beruntung." ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ Allāhu lā ilāha illā tahlilan, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ tahlilan wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm Artinya: "Allah, tidak tahlilan Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.

Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan tahlilan yang dikehendaki-Nya.

Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (286) لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ 286.

Lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, tahlilan lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ 'alallażīna ming tahlilan, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa'fu 'annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn 285. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.

(Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".

286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.

Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah tahlilan terhadap kaum yang kafir". Artinya: "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." Artinya: " Ya Allah SWT, kirimlah sholawat pada Muhammad dan keluarganya seperti Engkau mengirim sholawat pada keluarga Ibrahim, dan kirimlah berkah pada Muhammad dan keluarganya seperti engkau mengirim berkah pada keluarga Ibrahim di antara yang lain. Ya Allah segala puji sesungguhnya hanya milik Engkau, Tuhanku yang Maha Mulia." (HR An-Nasa'i).

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ، حَمْدَالنَّاعِمِيْنَ * حَمْدًايُوَافِيْ نِعَمَه وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه * يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ * اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ * اَللهُمَّ تَقَبَّلْ وَاَوْصِلْ ثَوَابَ مَاقَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَااسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً اِلَى حَضْرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِلَى جَمِيْعِ اِخْوَانِه مِنَ الْاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَآءِ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَآءِ الْعَالِمِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا اِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِيِّ ثُمَّ اِلى جَمِيْعِ اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ اِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا اِلَى آبَآءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا tahlilan وَجَدَّاتِنَا وَنَخُصُّ خُصُوْصًا مَنِ اجْتَمَعْنَاههُنَا بِسَبَبِه وَلِاَجْلِه Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya.

dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana yang layak akan kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.

Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan tahlilan Nabi Muhammad junjungan kami dan kepada keluarga beliau. Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Al-Qur’an yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami tahlilan shalawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang tahlilan dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh kawan-kawan beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada’, orang-orang shalih, para sahabat, para tabi’in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para tahlilan yang selalu beribadah, khususnya ditujukan kepada Syekh Abdul Qadir Jailani.

Kepada seluruh penghuni kubur dari kalangan orang-orang islam laki-laki dan perempuan, orang mukmin laki-laki dan tahlilan, dari belahan bumi timur dan barat, di laut dan di darat, terutama kepada bapak-bapak dan ibu-ibu kami, kakek dan nenek kami, lebih utamakan lagi kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini.

Manfaat lainnya adalah dapat mempererat persaudaraan. Mengutip buku Tradisi-Tradisi Islam Nusantara Pespektif Filsafat dan Ilmu Pengetahuan oleh Puji Rahayu dkk (2019), tahlilan berfungsi sebagai majelis untuk bersilaturrahim antar warga, menanamkan jiwa sosial, tolong-menolong dan solidaritas.

Dengan mengikuti tahlilan, masyarakat juga diajak untuk belajar membaca Alquran.
Jakarta - Doa tahlil biasanya dibaca setelah umat Islam melakukan bacaan tahlilan. Di Indonesia sebagian masyarakat Islam memang memiliki tradisi membaca tahlilan. Tahlilan biasanya dilakukan untuk mendoakan ketika ada saudara atau kerabat yang meninggal dunia. Ada juga acara-acara tertentu yang kemudian diisi dengan tahlilan dilanjutkan dengan membaca doa tahlil.

Baca juga: Bacaan Tasbih, Takbir, Tahmid: Keutamaan dan Manfaatnya Dikutip dari tulisan The Local Wisdom and Purpose of Tahlilan Tradition, kata dasar tahlilan diambil dari kalimat لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُلَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ (Laa ilaaha illallah) yang dalam bahasa Indonesia artinya, tiada Tuhan selain Allah SWT.

Hanya Allah SWT yang patut disembah dan dimintai pertolongan. Sebelum membaca doa tahlil biasanya diawali dengan membaca Surat Yasin, dilanjutkan baca hadrah dan surat Al-Fatihah lalu membaca surat Al-Mu'awwidzatain yakni terdiri atas surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Kemudian dilanjutkan membaca surat Al-Baqarah ayat 1 sampai 5, Surat Al-Baqarah ayat 163, surat Al-Baqarah ayat 255 atau ayat kursi, Surat Al-Baqarah ayat 285 dan 286, Tahlilan Hud ayat 73, Tahlilan Al-Ahzab ayat 33, Surat Hud ayat 73, Surat Al-Ahzab ayat 33.

Diteruskan dengan membaca sholawat, membaca hasbalah dan hauqolah, membaca istighfar, tahlil, dan tasbih. Kemudian dilanjutkan dengan membaca bacaan doa tahlil. Baca juga: 4 Keutamaan Membaca Surat Yasin Berikut ini bacaan doa tahlilan yang dikutip Buku Tahlil dan Doa Arwah, Amalan Warid daripada al-Quran dan Sunah.

Siri 3. Siri Buku Amalan Harian karya Kamarul Azmi Jasmi dari akademi Tamadun Islam Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Teknologi Malaysia. Bacaan doa tahlil Tahlilan Buku Tahlil dan Doa Arwah, Amalan Warid daripada al-Quran dan Sunah.

Siri 3. Siri Buku Amalan Harian karya Kamarul Azmi Jasmi Foto: Repro buku Buku Tahlil dan Doa Arwah Arab: Bismillahir rahmanir rahim. Alhamdu lillaahi robbil'aalamiin. Hamdasy syaakiriin, handan naa'imiin, hamday yuwaafii ni'amahuu wa yukaafi'u mazzidah, yaa robbanaa lakalhamdu kamaa yan baghii lijalaali waj-hika wa 'azhiimi sulthoonik.

Alloohumma shalli wa shallim 'alaa sayyidinaa muhammad, wa'alaa aali sayiidinaa muhammad. Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Penguasa Alam Semesta, sebagaimana orang yang bersyukur dan orang yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya. dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana yang layak akan kemuliaan Zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.

Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad junjungan kami dan kepada keluarga baginda. Bacaan doa tahlil berikutnya Klik ke halaman selanjutnya

ADAKAH SUNNAH SEDEKAH MAKAN DI ACARA TAHLILAN? /USTADZ ZULQARNAIN M SUNUSI




2022 www.videocon.com