Begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia

begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia dikabarkan mengerahkan kapal-kapal perangnya untuk mengepung Ukraina. Ini dilaporkan sejumlah media menjadi strategi baru setelah selama ini Kremlin cenderung mengandalkan pasukan darat. Kapal perang Rusia ditulis EurAsian Times dikutip Kamis (17/3/2022), telah memasuki Berdyansk, kota pelabuhan di Ukraina yang telah direbut Moskow.

Kota ini dekat dengan Mariupol yang masih coba ditaklukan tentara Presiden Vladimir Putin. Baca: Dunia Makin Panas, Putin Beri Peringatan Baru ke AS cs Menurut laporan begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia hal ini juga telah diperkuat dengan pantauan intelijen militer Inggris.

Tentara Rusia juga telah mencoba mendaratkan kapel amfibi di lepas pantai Laut Azov sejak 13 Maret. "Rusia telah melakukan satu pendaratan amfibi di Laut Azov dan dapat melakukan operasi serupa lebih lanjut dalam beberapa minggu mendatang," kata Kementerian Pertahanan Inggris mengutip intelijen sebagaimana diposting di Twitter.

Setali tiga uang, dalam laporan terbaru CNN International, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) juga menyiratkan hal serupa. Tempo serangan Rusia disebut sudah mulai meningkat di Ukraina dengan menggunakan kapal-kapal perang yang berada di Laut Hitam.

Seorang pejabat senior Pertahanan AS mengatakan bahwa beberapa lokasi yang digempur dari laut. Ini merupakan kota-kota yang berada di bibir pantai, salah satunya Odessa, yang merupakan pusat pelabuhan maritim milik Ukraina. "Kami telah mengamati sendiri penembakan di beberapa kota, beberapa kota di dekat Odessa, tetapi tidak di Odessa," ujarnya.

"Saya benar-benar tidak ingin berspekulasi tetapi bisa jadi mereka hanya mempersiapkan cara untuk mempermudah semacam serangan darat di Odessa." Rusia sendiri melancarkan serangan ke Ukraina pada 24 Februari lalu. Putin mengatakan serangan ini dilakukan untuk mencapai dua hal yakni Ukraina yang netral dan memaksa Kyiv mengakui pencaplokannya Krimea pada 2014. Hingga saat ini laporan perang masih terjadi dan Moskow belum bisa menguasai Kyiv. Mengutip data PBB, setidaknya 1.300 warga Ukraina meninggal dunia dan lebih dari 2,5 juta lainnya telah mengungsi ke negara sekitar.

Jakarta, CNBC Indonesia- Rusia akhirnya benar-benar menyerang Ukraina. Presiden Vladimir Putin mengumumkan hal itu secara resmi sejak 24 Februari lalu.

begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia

Serangan Rusia kemudian dimulai dengan ledakan di sejumlah kota di Ukraina, termasuk Kyiv, Odessa, Kharkiv dan Mariupol. Hingga saat ini ketegangan masih berlangsung. Pilihan Redaksi • Putin Ancam Negara yang Sanksi Rusia, Sebut Deklarasi Perang • Jreng! PM Israel Tiba-tiba Bertemu Putin "4 Mata", Ada Apa? • Perang Makin Ngeri, AS-Polandia Kirim Jet Tempur ke Ukraina? • China Diminta "Turun Gunung" di Perang Rusia-Ukraina Kronologi Sebenarnya, dulu Ukraina "rapat" dengan Rusia.

Namun pemimpin Ukraina yang sekarang lebih dekat ke Barat dan ingin menjadi bagian NATO.

begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia

Padahal ketika Perang Dingin terjadi, sebelum 1990, orang-orang Ukraina dan Rusia bersatu dalam sebuah negara federasi bernama Uni Soviet. Negara komunis yang kuat di zaman itu. Uni Soviet setelah Jerman kalah dan PD II selesai, memiliki pengaruh di belahan timur Eropa. Tak heran jika negara-negara di benua Eropa bagian timur juga menjadi negara-negara komunis. Pada 1991, Uni Soviet dan Pakta Warsawa bubar.

Di tahun yang sama, Ukraina memberikan suara untuk memerdekakan diri dari Uni Soviet dalam sebuah referendum. Presiden Rusia Boris Yeltsin pada tahun itu, menyetujui hal tersebut.

Selanjutnya Rusia, Ukraina dan Belarusia membentuk Commonwealth of Independent States (CIS). Namun perpecahan terjadi. Ukraina menganggap bahwa CIS adalah upaya Rusia untuk mengendalikan negara-negara di bawah Kekaisaran Rusia dan Uni Soviet. Pada Mei 1997, Rusia dan Ukraina menandatangani perjanjian persahabatan.

Hal tersebut adalah upaya untuk menyelesaikan ketidaksepakatan. Rusia diizinkan untuk mempertahankan kepemilikan mayoritas kapal di armada Laut Hitam yang berbasis di Krimea Ukraina. Rusia pun harus membayar Ukraina biaya sewa karena menggunakan Pelabuhan Sevastopol.

Hubungan Rusia dan Ukraina memanas lagi sejak 2014. Kala itu muncul revolusi menentang supremasi Rusia. Massa antipemerintah berhasil melengserkan mantan presiden Ukraina yang pro-Rusia, Viktor Yanukovych.

Kerusuhan bahkan sempat terjadi sebelum berdamai di 2015 dengan kesepakatan Minsk. Revolusi juga membuka keinginan Ukraina bergabung dengan Uni Eropa (UE) dan NATO. Ini, mengutip Al-Jazeera, membuat Putin marah karena prospek berdirinya pangkalan NATO di sebelah perbatasannya. Hal ini juga didukung makin eratnya hubungan sejumlah negara Eropa Timur dengan NATO.

Sebut saja Polandia dan negara-negara Balkan. Saat Yanukovych jatuh, Rusia menggunakan kekosongan kekuasaan untuk mencaplok Krimea di 2014. Rusia juga mendukung separatis di Ukraina timur, yakni Donetsk dan Luhansk, untuk menentang pemerintah Ukraina. Mulai Panas sejak Akhir 2021 Isu serangan bergulir sejak November 2021.

Sebuah citra satelit menunjukkan penumpukan baru pasukan Rusia di perbatasan dengan Ukraina. Moskow diyakini Barat memobilisasi 100.000 tentara begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia dengan tank dan perangkat keras militer lainnya. Intelijen Barat menyebut Rusia akan menyerang Ukraina.

Di Desember, pemimpin dunia seperti Presiden AS Joe Biden memperingatkan Rusia tentang sanksi ekonomi Barat jika menyerang Ukraina karena laporan yang semakin intens soal militer di perbatasan.

Sejumlah pemimpin Eropa seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga "turun gunung" menginisiasi negosiasi antara keduanya. Di sisi lain, Rusia juga mulai melakukan latihan militer besar-besaran sejak awal Januari 2022. Semua angkatan laut dikerahkan. Latihan ini juga dilakukan di darat. Rusia bekerja sama dengan Belarusia, tetangga dekat sekaligus sekutunya.

Rusia yang Cemas ke NATO Rusia membantah akan menyerang kala itu. Namun, negeri Putin mengajukan tuntutan keamanan yang terperinci kepada Barat.

Salah satu poinnya meminta NATO menghentikan semua aktivitas militer di Eropa Timur dan Ukraina. Rusia meminta aliansi tersebut untuk tidak pernah menerima Ukraina atau negara-negara bekas Soviet lainnya sebagai anggota. Dalam wawancara eksklusif dengan CNBC Indonesia 16 Februari, Duta Besar Rusia Untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, mengatakan Rusia tidak pernah berniat menyerang tetangganya itu. Ia menyebut isu ini muncul setelah dihembuskan AS, NATO dan para aliansinya.

"Semua histeria yang terjadi antara Rusia dan Ukraina telah ditargetkan untuk mengalihkan isu dari keamanan negara kami terkait Federasi Rusia. Kami melihat ekspansi NATO yang telah berjalan selama 30 tahun lebih dan kini infrastruktur NATO makin dekat ke perbatasan kami," jelasnya dalam wawancara kala itu.

"Pada situasi ini, Ukraina hanya dijadikan alat untuk mengobarkan informasi perang terhadap Rusia. Sementara negara kami tengah mengupayakan diplomasi, pihak Barat terus mengobarkan informasi perang dan menciptakan ketegangan di perbatasan Rusia-Ukraina." "Sebenarnya tidak ada yang terjadi dan kami tidak berniat untuk menyatakan perang terhadap Ukraina.

Tolong jangan salah paham kami justru menganggap Ukraina sebagai saudara kami," ujarnya lagi. "Memerangi Ukraina adalah gagasan yang tidak masuk akal bagi kami." Ia membeberkan NATO telah melakukan lima fase ekspansi, dari tahun 1999 hingga 2020. Mengapa Menyerang Ukraina? Para ahli percaya Putin melakukan ini untuk tujuan memaksa perubahan di Ukraina.

Rusia, ingin kepemimpinan Ukraina diganti menjadi pro Moskow. "Berdasarkan pidato Putin . Rusia melancarkan serangan besar di seluruh Ukraina dan bertujuan untuk menggulingkan pemerintah Kyiv melalui cara militer," kata Direktur Penelitian makro global di Eurasia Group, Henry Rome, dikutip CNBC International. "Meskipun Putin mengklaim sebaliknya, kemungkinan ini akan mencakup pendudukan beberapa wilayah oleh pasukan Rusia." Dikutip dari CNN International, dalam sebuah begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia panjang yang dimuat Putin di Juli 2021, ia sempat menyebut Rusia dan Ukraina adalah "satu orang".

"Barat telah merusak Ukraina dan menariknya keluar dari orbit Rusia melalui perubahan identitas yang dipaksakan," tulis media itu menggambarkan tulisan Putin.

Dalam pertemuan dengan media yang dihadiri CNBC Indonesia dua pekan lalu, seorang pejabat senior Kedutaan Besar AS di Jakarta mengatakan pelanggaran terang-terangan Rusia terhadap hukum internasional menjadi tantangan langsung terhadap tatanan berbasis aturan internasional.

begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia

Ukraina sendiri merupakan anggota PBB, yang artinya negara merdeka dan berdaulat. "Jika Rusia diizinkan untuk membatasi kedaulatan Ukraina dengan mendikte aliansi Ukraina dan pilihan kebijakan luar negeri, dengan memerasnya dan melanggar integritas teritorialnya, itu dapat memberanikan orang lain yang ingin memperluas klaim teritorial ilegal termasuk di Laut China Selatan (LCS)," katanya.

"Merusak prinsip-prinsip tatanan berbasis aturan internasional melemahkan fondasi kerja sama internasional dan pelanggaran Rusia mengancam perdamaian dan stabilitas di benua Eropa." [Gambas:Video CNBC] (sef/sef)
Merdeka.com - Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan, intelijen AS memberi informasi kepada Ukraina yang membantu mereka menenggelamkan Moskva, kapal perang Rusia di Laut Hitam beberapa waktu lalu. Sejumlah pejabat mengatakan Ukraina meminta informasi kepada AS tentang kapal perang yang sedang berlayar menuju Odesa.

AS mengatakan itu adalah kapal Moskva dan memberikan lokasinya. Ukraina lalu melepaskan dua rudal yang membuat kapal perang itu akhirnya tenggelam.

begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia

Pentagon sejauh ini tidak berkomentar atas kabar ini, Namun seorang juru bicara mengatakan AS memberikan informasi intelijen untuk membantu Ukraina dalam perang melawan Rusia. BACA JUGA: Kabar Baik, Rusia Tidak akan Gunakan Senjata Nuklir di Ukraina Siapa Alina Kabaeva, Sosok yang Disebut-sebut Kekasih Putin? Pejabat AS yang tidak diketahui namanya mengatakan mereka tidak tahu Ukraina akan menargetkan Begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia setelah membantu memberikan lokasi kapal itu.

Kapal perang dengan 510 anak buah kapal itu memimpin pertempuran laut Rusia dengan Ukraina dan tenggelamnya kapal itu menjadi pukulan telak bagi Rusia. Pada waktu itu Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan amunisi yang berada di dalam kapak Moskva meledak akibat api yang tidak diketahui asalnya dan membuat kapal itu terguling ketika dalam perjalanan kembali ke pelabuhan. Namun juru bicara Pentagon Joh Kirby membantah laporan media yang menyebut AS memberi informasi tentang lokasi sejumlah jenderal senior Rusia di medan pertempuran.

BACA JUGA: Intelijen AS Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia di Medan Pertempuran Israel Kian Terang-Terangan akan Bantu Militer Ukraina Lawan Rusia "Kami tidak memberi informasi intelijen tentang lokasi para jenderal Rusia di lapangan atau ikut serta dalam mengambil keputusan untuk militer Ukraina," kata dia, seperti dilansir laman BBC, Jumat (6/5).

"Mereka (Ukraina) mengambil keputusan sendiri dan bertindak sendiri," kata dia. Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih (NSC) juga menyangkal AS membantu Ukraina membunuh jenderal Rusia. "Kami tidak memberi info intelijen dengan maksud membunuh jenderal Rusia," kata juru bicara NSC Adrienne Watson. BACA JUGA: "Kami Harusnya Tidak Memberi Mereka Panggung Lagi untuk Menyebarkan Kebohongan Ini" Rusia Ungkap Jumlah Tentara Ukraina yang Menyerah dan Jadi Tawanan Perang [pan] Baca juga: Intelijen AS Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia di Medan Pertempuran Israel Kian Terang-Terangan akan Bantu Militer Ukraina Lawan Rusia Rusia Ungkap Jumlah Tentara Ukraina yang Menyerah dan Jadi Tawanan Perang Vladimir Putin Minta Negara Barat Setop Kirim Senjata ke Ukraina 1 Kisah Kehidupan Seks Tentara Belanda di Indonesia 2 6 Potret Terbaru Aisyahrani Hamil Anak Ketiga, Penampilannya Mencuri Perhatian 3 Tak Terima Rekayasa Lalu Lintas, Pengguna Mobil Mewah Ini Berkata Kasar Kepada Polisi 4 6 Gaya Lucu Rayyanza Anak Raffi Ahmad & Nagita Liburan di Bali, Bikin Gemas 5 Misteri Penembak Arief Rahman Hakim: Pengawal Presiden atau Polisi Militer Jakarta?

Selengkapnya Jakarta, CNBC Indonesia - Angkatan bersenjata Ukraina mengatakan telah menghancurkan sebuah kapal pendarat besar Rusia di pelabuhan Berdyansk. Kejadian ini berada di wilayah Ukraina selatan.

begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia

Pelabuhan Berdyansk, yang baru-baru ini diduduki oleh pasukan Rusia dengan beberapa kapal perang di dermaga, diguncang oleh serangkaian ledakan besar segera setelah fajar, awal pekan ini. Video media sosial menunjukkan api berkobar dengan serangkaian ledakan susulan bergema di seluruh kota.

Baca: Jreng! Biden Terbang ke Perbatasan Ukraina, Pantau Perang? "Kami telah begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia sebuah kapal pendarat besar, (yang bernama) Orsk," kata Angkatan Bersenjata Ukraina dalam sebuah posting di Facebook, dikutip oleh CNN International, Jumat (22/3/2022). Orsk adalah kapal pendarat era Soviet. Kapal ini mampu mengangkut hingga 1.500 ton kargo.

Baca: Imam Muslim Rusia Dukung Putin Serang Ukraina, Kok Bisa? Tidak hanya kapal ini, angkatan bersenjata Ukraina mengatakan juga menghancurkan dua kapal Rusia lainnya. Bahkan tangki bahan bakar juga hancur.

"Tangki bahan bakar seberat 3.000 ton juga hancur. Api menyebar ke gudang amunisi musuh. Rincian kerusakan yang ditimbulkan pada penjajah sedang diklarifikasi," kata mereka. Pelabuhan Berdyansk sudah dikuasai oleh pasukan Rusia sejak empat hari setelah serangan ke Ukraina dimulai. Pelabuhan menjadi pintu masuknya logistik untuk militer Rusia, di mana beberapa kapal Rusia telah membongkar peralatan militer di sana. Angkatan Laut Rusia sendiri mengoperasikan empat LST kelas Alligator era Soviet di mana tiga diantaranya berbasis Armada Laut Hitam.

Orsk sendiri telah beroperasi sejak 1968. LST memiliki perpindahan beban penuh sekitar 4.946 ton dan panjang keseluruhan 113 meter. Mereka dapat membawa sekitar 300 tentara (di samping pelengkap 100 awak), 20 tank, dan 40 kendaraan tempur lapis baja.
Kejadian ini berlangsung awal pekan.

Namun pemerintah Ukraina baru mengonfirmasi Kamis (24/3/2022) malam waktu setempat. “Di Berdyansk yang diduduki (Rusia), tentara kami menghancurkan sebuah kapal pendarat besar Rusia, Orsk,” kata Kepala Kantor Presiden Ukraina Anrdii Yermak, dalam komentar yang diterjemahkan oleh NBC News.

“Kami pun merusak sejumlah kapal lainnya.” Hal senada juga diutarakan Kementerian Pertahanan Ukraina.

begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia

Kapal-kapal itu disebut membawa logistik penting. “Ini akan memaksa militer Rusia untuk memprioritaskan pertahanan rantai pasokan mereka dan membuat mereka kehilangan pasokan yang sangat dibutuhkan untuk pasukan,” kata Kemhan Ukraina dikutip CNBC International. Unduh Aplikasi Arrahmah di Android Berdyansk terletak sekitar 40 mil (64 km) barat kota Mariupol di Laut Hitam.

Kota ini tengah digempur Rusia berhari-hari untuk membuka akses logistik lebih banyak lagi ke pasukannya guna menyerang Kyiv. Sebelumnya, Rusia sempat menyebut kapal-kapal perang itu akan memperkuat militernya di wilayah operasi dengan komando tinggi.

Kapal tersebut digunakan untuk mengirimkan peralatan militer, termasuk tank, senjata, amunisi dan perlengkapan kemanusiaan. Rusia sendiri telah menyerang Ukraina sejak 24 Februari. Meski satu bulan peperangan terjadi, Moskow belum bisa menguasai ibu kota Kyiv. Dalam laporan terbaru PBB kemarin, sedikitnya ada 977 warga sipil tewas dan 1.549 luka. Meski begitu angka ini lebih kecil dari yang dikeluarkan Ukraina mencapai 1000 orang lebih.

UNHCR menyebut 3,5 jura orang Sudan mengungsi.

begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia

Sumber NATO, meski belum diverifikasi Rusia mengatakan ada 40.000 tentara Kremlin yang Texas, terluka, ditangkap atau hilang sejak serangan dilakukan. (*/Arrahmah.com) • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi pada Pinterest(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk mengirim ini lewat surel kepada seorang teman(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) • • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi pada Pinterest(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk mengirim ini lewat surel kepada seorang teman(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) •
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah kapal perang utama Rusia yang rusak setelah dirudal oleh Ukraina tenggelam di Laut Hitam.

Insiden tersebut disampaikan kementerian pertahanan Rusia, Jumat (15/4/2022). Sebelum tenggelam, kapal perang Moskva sempat meledak dan terbakar pascaserangan rudal oleh Ukraina. Kapal mulai tenggelam saat ditarik ke pelabuhan dalam cuaca badai. "Saat ditarik . menuju pelabuhan tujuan, kapal kehilangan keseimbangan karena kerusakan yang terjadi di lambung saat kebakaran terjadi setelah amunisi meledak. Mengingat laut berombak, kapal tenggelam," kata kantor berita negara TASS, mengutip pernyataan Kemenhan Rusia.

Kremlin juga mengatakan bahwa lebih dari 500 awak kapal penjelajah rudal era Soviet tersebut langsung dievakuasi setelah amunisi di dalamnya meledak. Kini, Rusia mengatakan insiden itu sedang diselidiki. Sementara itu, Ukraina mengatakan pihaknya menghantam kapal perang Moskva dengan rudal anti-kapal Neptunus buatan Ukraina. Ini adalah senjata yang dirancang setelah aneksasi Rusia begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia Krimea pada tahun 2014 dan ancaman angkatan laut ke Ukraina di Laut Hitam makin meningkat.

Kapal Moskva awalnya dibangun di era Soviet dan mulai beroperasi pada awal 1980-an. Kapal itu sebenarnya diletakkan di kota Mykolaiv di selatan Ukraina.

begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia

Jika serangan Ukraina dikonfirmasi, kapal Moskva seberat 12.490 ton akan menjadi kapal perang terbesar yang ditenggelamkan oleh aksi musuh sejak Perang Dunia II. Ini adalah kapal besar kedua yang hilang dari Rusia sejak dimulainya serangan. Pada Maret, kapal pendarat Saratov dihancurkan oleh serangan Ukraina di pelabuhan Berdyansk, pelabuhan Ukraina Laut Azov yang direbut oleh Rusia.

Rusia sebelumnya mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina sejak 24 Februari dari wilayah Kremlin dan Belarusia dalam "operasi militer khusus" yang dirancang untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" negara tetangganya tersebut.

Ukraina telah meningkatkan perlawanan sengit dan negara-negara Barat telah memberlakukan sanksi besar-besaran yang dirancang untuk memaksa Rusia menarik pasukannya dari Ukraina. [Gambas:Video CNBC] (tfa)KIEV - Militer Ukraina mengatakan telah menenggelamkan sebuah kapal perang Rusia di Laut Hitam dekat Pulau Ular setelah diserang dengan pesawat tak berawak alias drone. “Bayraktar TB2 Ukraina menghancurkan kapal Rusia lainnya,” kata Kementerian Pertahanan Ukraina di Twitter seperti dikutip dari Business Insider, Minggu (8/5/2022).

Pernyataan itu merujuk pada pesawat tak berawak buatan Turki yang diandalkan Ukraina untuk menyerang kapal dan peralatan Rusia. Baca juga: Serangan Rudal dan Artileri Rusia Hantam 240 Target Militer Ukraina Tweet itu menyertakan video yang tampaknya menunjukkan saat kapal itu dihantam oleh drone Ukraina. "Parade tradisional armada Laut Hitam Rusia pada 9 Mei tahun ini akan diadakan di dekat Pulau Ular - di dasar laut," lanjut tweet tersebut.

Ukrainian Bayraktar TB2 destroyed another Russian ship. This time the landing begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia of the "Serna" project.

begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia

The traditional parade of the russian Black Sea fleet on May 9 this year will be held near Snake Island - at the bottom of the sea. pic.twitter.com/WYEPywmAwX — Defence of Ukraine (@DefenceU) May 7, 2022 Tanggal 9 Mei dikenal sebagai Hari Kemenangan di Rusia dan memperingati penyerahan resmi Nazi Jerman pada tahun 1945. Pejabat Ukraina mengatakan kapal Rusia itu adalah kapal kelas Serna, yang digunakan untuk mengangkut pasukan dan memungkinkan mereka untuk turun di pantai.
KIEV - Militer Ukraina mengatakan telah menenggelamkan sebuah kapal perang Rusia di Laut Hitam dekat Pulau Ular setelah diserang dengan pesawat tak berawak alias drone.

“Bayraktar TB2 Ukraina menghancurkan kapal Rusia lainnya,” kata Kementerian Pertahanan Ukraina di Twitter seperti dikutip dari Begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia Insider, Minggu (8/5/2022). Pernyataan itu merujuk pada pesawat tak berawak buatan Turki yang diandalkan Ukraina untuk menyerang kapal dan peralatan Rusia. Baca juga: Serangan Rudal dan Artileri Rusia Hantam 240 Target Militer Ukraina Tweet itu menyertakan video yang tampaknya menunjukkan saat kapal itu dihantam oleh drone Ukraina.

"Parade tradisional armada Laut Hitam Rusia pada 9 Mei tahun ini akan diadakan di dekat Pulau Ular - di dasar laut," lanjut tweet tersebut. Ukrainian Bayraktar TB2 destroyed another Russian ship. This time the landing craft of the "Serna" project. The traditional parade of the russian Black Sea fleet on May 9 this year will be held near Snake Island - at the bottom of the sea. pic.twitter.com/WYEPywmAwX — Defence of Ukraine (@DefenceU) May 7, 2022 Tanggal 9 Mei dikenal sebagai Hari Kemenangan di Rusia dan memperingati penyerahan resmi Nazi Jerman pada tahun 1945.

begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia

Pejabat Ukraina mengatakan kapal Rusia itu adalah kapal kelas Serna, yang digunakan untuk mengangkut pasukan dan memungkinkan mereka untuk turun di pantai. Lihat Juga: Serangan Rudal dan Artileri Rusia Hantam 240 Target Militer Ukraina Denial of responsibility! The World News is a platform for publishing news.

Any user can add any publication. In each material the author and a hyperlink to the primary source are specified. All trademarks belong to their rightful owners, all materials to their authors. If you are the owner of the content and do not want us to publish your materials, please contact us by email abuse@theworldnews.net.

begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia

The content will be deleted within 24 hours. Begini Cara Hentikan Putin Gunakan Senjata Nuklir Taktis di Ukraina 0:0 Comments Tak Banyak yang Tahu, Sebegini Tarif Kereta Api di Sumbar 0:0 Comments 41.300 Wisatawan Kunjungi Kebun Binatang Bandung Satu pekan Libur Lebaran 2022 0:0 Comments Temui Menlu Singapura, Menparekraf Dorong Kerja Sama Pariwisata untuk Buka Lapangan Kerja 0:0 Comments Polri Pastikan Rekayasa Lalin di Jalan Tol Resmi Berakhir 0:0 Comments Uya Kuya Klarifikasi Soal Tuduhan Merekayasa Kasus Medina Zein 0:0 Comments Jelang Timnas Indonesia U-23 vs Timor Leste, Armada Shin Tae-yong Dapat Izin Ganti Lapangan Latihan 0:0 Comments Wakil Bupati Gowa Ingatkan ASN Tidak Tambah Libur Lebaran 0:0 Comments Viral!

Curhatan Pemudik Habiskan Rp20 Juta dalam Seminggu 0:0 Comments Perang Ukraina: Apa yang Terjadi Jika Putin Menyatakan Begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia Secara Resmi 0:0 Comments Jokowi Lepas Atlet SEA Games ke-31 di Vietnam 0:0 Comments Uni Eropa Embargo Minyak Rusia, WTI Dibanderol USD109/Barel 0:0 Comments Patroli KPLP Tanjung Uban Berhasil Evakuasi Kapal MV Glory yang Kandas di Pulau Sambu Batam 0:0 Comments Deddy Corbuzier Undang Pasangan Gay ke Podcast, Felix Siauw: Bangga dengan Kemaksiatan 0:0 Comments 5 Aplikasi Saham Terpercaya dan Populer 2022 0:0 Comments Pelayanan Mudik Belum Maksimal, Menhub Minta Maaf 0:0 Comments Duda Habisi Nyawa Janda di Bandung Barat, 2 Hari Sebelum Kejadian sempat Ancam akan Bunuh Korban 0:0 Comments PNS Depok Diwajibkan Tes Covid-19 Sebelum Kerja 0:0 Comments Harga Minyak Goreng Hari Ini, 9 Mei 2022, di Alfamart dan Indomaret: SunCo, Bimoli, Tropical, Sovia 0:0 Comments Heboh Hepatitis Akut Misterius DPR Minta Pemerintah Waspada 0:0 Comments Sadis!

Anak Mantan Ketua PWI Pematangsiantar Dibunuh Orang Tak Dikenal di Sleman 0:0 Comments PM Kanada Lakukan Kunjungan Dadakan ke Ukraina 0:0 Comments Vespa Rilis Pilihan Warna Baru Usai Lebaran 0:0 Comments Rekayasa Lalin Jalur Mudik 2022 Berakhir, Polri Catat Angka Kecelakaan Menurun 0:0 Comments Borneo FC Tuntaskan Aktivitas Transfer dengan Datangkan Stefano Lilipaly 0:0 Comments Menhub Klaim Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar 0:0 Comments Harga Emas Antam Hari Ini Menguat Usai Lebaran, Cek Rinciannya 0:0 Comments Indonesia dan Jerman Saling Mendekat Jelang KTT G7?

0:0 Comments Soal Aturan ASN WFH Sepekan, Pengamat Kebijakan Publik Nilai Keputusan Terkesan Berlebihan 0:0 Comments Lalin di Jalan Arteri Arah Cirebon-Jakarta Ramai Lancar, Masih Terlihat Kendaraan Pemudik 0:0 Comments DPRD Minta Ambrolnya Perosotan Kenpark Diusut Tuntas, Kalau Terbukti Lalai Cabut Izin Operasional 0:0 Comments Fairuz A Rafiq Berharap Galih Ginanjar Hadir di Momen Ultah King Faaz, Nyatanya Selalu Dibuat Kecewa 0:0 Comments Fairuz A Rafiq Sempat Berharap Galih Ginanjar Hadiri Ultah King Faaz, Berakhir Kecewa: Nggak Didatengin Juga 0:0 Comments Selama Libur Lebaran, Pengunjung Kebun Raya Bogor Tembus 97 Ribu Orang 0:0 Comments Dasco Setuju Penerapan WFH Bagi Pegawai Swasta Selama Sepekan 0:0 Comments Raja Saudi Masuk Rumah Sakit untuk Pemeriksaan Medis 0:0 Comments IHSG Dibuka Anjlok ke 7.154 Usai Libur Lebaran, Asing Jual Saham BMRI-BBCA 0:0 Comments Ribuan Sapi di Jatim Diserang Penyakit Kuku dan Mulut, Mungkinkah Bisa Menular kepada Manusia?

0:0 Comments Mau Perpanjang SIM, Polda Metro Siapkan 5 Gerai SIM Keliling Hari Ini 0:0 Comments Jadwal Layanan Samsat Keliling di Jadetabek Hari Ini 0:0 Comments Jadwal SIM Keliling Bandung Senin 9 Mei 2022, Setelah Libur Panjang Ini Lokasi Dua Mobil SIM Kelilin 0:0 Comments Bikin Panik Penumpang!

Ular Sawah Tiba-tiba Nongol di Kabin Bus Raya Gemolong-Rajeg 0:0 Comments So Sweet, Nia Ramadhani Dapatkan Bunga dan Cokelat di Momen Mother's Day 0:0 Comments Menparekraf Temui Menlu Singapura, Bahas Kerja Sama Pariwisata untuk Buka Lapangan Kerja 0:0 Comments Jessica Iskandar Alami Ketuban Pecah sebelum Persalinan, Apa Tanda-tandanya?

begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia

0:0 Comments Kapan Mulai Puasa Syawal 2022? Simak Ketentuannya, Dilengkapi Bacaan Niat Puasa Syawal 0:0 Comments Inilah Langkah Jitu Menghalau Hepatitis Akut Misterius, Simak 0:0 Comments Pradiksi Gunatama Raup Laba Rp 38 Miliar dan Penjualan Melesat 65% 0:0 Comments Rupiah Senin pagi melemah 40 poin 0:0 Comments 5 Kombinasi Senjata Free Fire Terbaik, Mei 2022 0:0 Comments Pria Ini Jujur ke Istri Jatuh Cinta dan Berhubungan Seks dengan Ibu Kandungnya 0:0 Comments Jadwal Siaran Langsung Piala Thomas dan Uber 2022 di iNewsTV dan MNCTV Hari Ini: Ada 3 Big Match, Termasuk Indonesia vs Thailand 0:0 Comments Raja Salman Dibawa ke Rumah Sakit di Jeddah 0:0 Comments CEK PENERIMA Bansos PKH Tahap II Cair Mei 2022, Login cekbansos.kemensos.go.id, Berikut Kriterianya 0:0 Comments Link Cek Pengumuman Seleksi Administrasi Rekrutmen BUMN 2022, Simak Caranya 0:0 Comments Dolar menguat, ketika kegelisahan mengguncang pasar saham 0:0 Comments 6 Potret Rumah Merry Asisten Raffi Ahmad di Kampung, Halaman Luas dan Kamar Mandi Bisa buat Berenang 0:0 Comments Ditemukan Plastik Berisi Bensin saat Kebakaran Kantor LBH Papua 0:0 Comments Dishub DKI Catat 62.549 Orang Sudah Kembali Ke Jakarta Usai Mudik Lebaran 0:0 Comments Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Senin 9 Mei 2022, Cocok Buat Koleksi 0:0 Comments Ini Rahasia Mengapa di Laut Dalam Banyak Ditemukan Binatang Berukuran Raksasa 0:0 Comments Deddy Corbuzier Dihujat karena Undang Pasangan Gay Ragil dan Fred di Podcast-nya 0:0 Comments Dibegal Trio Bandit Jalanan, Pemuda Telanjang Dada Menangis Histeris di Tangerang 0:0 Comments Apa Itu Halal Bihalal, Istilah yang Tercipta Pasca Kemerdekaan Republik Indonesia 0:0 Comments Pengendara Wajib Waspada saat Melintas di Jalan Panjunan Sidoarjo 0:0 Comments Viral Garis Rawan Tilang di Senayan, Begini Penjelasannya 0:0 Comments Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia U-23 vs Timor Leste di SEA Games 2021: Asnawi Mangkualam Bikin Garuda Muda Pesta Gol?

0:0 Comments Wanita Meninggal di Samping Terminal Kampung Rambutan, Korban Disebut Sakit Tapi Memaksa Bekerja 0:0 Comments 5 Hits Bola: 3 Pemain Timnas Indonesia U-23 yang Harus Diparkir saat Hadapi Timor Leste 0:0 Comments Zodiak Kesehatan 9 Mei 2022: Liburan Selesai, Waktunya Atur Kembali Waktu Tidur Malam Pisces!

0:0 Comments Inilah 4 Calon Pemain PSS Sleman, Salah Satunya Legenda Timnas Indonesia 0:0 Comments Gara-gara Hajatan Nikah, Pemuda Dompu Saling Lempar Batu 0:0 Comments Populasi Kukang dan Trenggiling Makin Langka, Ancaman Ini Bisa Terjadi 0:0 Comments Hati-hati, Tabarruj Masih Sering Diremehkan Kaum Muslimah 0:0 Comments Wagub DKI Akan Tindaklanjuti Viral Pleton Sepatu Roda Meluncur Di Jalanan Jakarta 0:0 Comments Harga Minyak Dunia Hari Ini Ambrol Diterpa Isu Miring dari Eropa 0:0 Comments Rekam Gadis Belia Mandi, Pemuda Sragen Digiring ke Polres Gunungkidul 0:0 Comments Usai Libur Lebaran, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 977.000/Gram 0:0 Comments Libur Lebaran Selesai, Waspada Gangguan Mental Post Holiday Blues 0:0 Comments AS Jatuhkan Sanksi Pembatasan Terhadap Puluhan Bankir Top Rusia 0:0 Comments Dimas Akira Beberkan Alasan Mantap Menikahi Sheila Marcia 0:0 Comments Senin, ada 14 Samsat Keliling di Jadetabek 0:0 Comments Momen Lebaran Jirayut Bersama Keluarga Saat Pulang Kampung ke Thailand 0:0 Comments Canelo Duel Ulang Lawan Bivol Rusak Trilogi Gennadiy Golovkin 0:0 Comments Penggemar Johnny Depp tuduh tangisan Amber Heard "palsu" saat bersaksi 0:0 Comments IHSG Senin dibuka melemah 74 poin 0:0 Comments Mendagri Tito Karnavian Ikut Izinkan Anak Buah WFH, Bilang Begini 0:0 Comments ‘Doctor Strange 2’ Sukses, Fans Desak Marvel Me-reboot ‘Ghost Rider’ 0:0 Comments Masih Hawa Liburan, IHSG Dibuka Melemah di Level 7.154 0:0 Comments 2 Direktur Kompak Borong Saham Murni Sadar (MTMH) 0:0 Comments DPR: Kebijakan kelautan perlu fokus penambahan armada kapal perikanan 0:0 Comments Google Pixel Watch diperkenalkan pekan ini 0:0 Comments Devin Booker tak khawatir walau Suns kalah beruntun lawan Mavericks 0:0 Comments Alasan Polri Cabut Rekayasa Lalu Lintas One Way di Tol Kalikangkung Hingga Tol Japek 0:0 Comments Layanan SIM dan STNK di Seluruh Indonesia Buka Lagi Mulai Senin 0:0 Comments One Way Arus Balik Lebaran Dicabut, Polisi: Ruas Tol Kalikangkung-Cikampek Ramai Lancar 0:0 Comments Masa Depan Alex Rins Masih Teka-teki, Aprilia Siap Tampung dan Tendang Maverick Vinales di Musim Depan 0:0 Comments Prakiraan Cuaca Jateng: Wilayah Pegunungan Tengah Wajib Hati-hati 0:0 Comments Tio Pakusadewo Akui Baru Tahun Ini Puasa Tanpa Bolong 0:0 Comments Tiket Wisata Luar Angkasa dengan Balon Udara Dijual Terbatas, Berapa Harganya?

0:0 Comments
Baca: Perang Rusia-Ukraina Makan Korban Baru: Taiwan "Di Berdyansk yang diduduki (Rusia), tentara kami menghancurkan sebuah kapal pendarat besar Rusia, Orsk," kata Kepala Kantor Presiden Ukraina Anrdii Yermak, dalam komentar yang diterjemahkan oleh NBC News.

"Kami pun merusak sejumlah kapal lainnya." Hal senada juga diutarakan Kementerian Pertahanan Ukraina. Kapal-kapal itu disebut membawa logistik penting. "Ini akan memaksa militer Rusia untuk memprioritaskan pertahanan rantai pasokan mereka dan membuat mereka kehilangan pasokan yang sangat dibutuhkan untuk pasukan," kata Kemhan Ukraina dikutip CNBC International. Berdyansk terletak sekitar 40 mil (64 km) barat kota Mariupol di Laut Hitam. Kota ini tengah digempur Rusia berhari-hari untuk membuka akses logistik lebih banyak lagi ke pasukannya guna menyerang Kyiv.

Sebelumnya, Rusia sempat menyebut kapal-kapal perang itu akan memperkuat militernya di wilayah operasi dengan komando tinggi. Kapal tersebut digunakan untuk mengirimkan peralatan militer, termasuk tank, senjata, amunisi dan perlengkapan kemanusiaan.

Rusia sendiri telah menyerang Ukraina sejak 24 Februari. Meski begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia bulan peperangan terjadi, Moskow belum bisa menguasai ibu kota Kyiv. Dalam laporan terbaru PBB kemarin, sedikitnya ada 977 warga sipil tewas dan 1.549 luka.

Meski begitu angka begini kronologi ukraina tenggelamkan kapal perang rusia lebih kecil dari yang dikeluarkan Ukraina mencapai 1000 orang lebih. UNHCR menyebut 3,5 jura orang Sudan mengungsi. Sumber NATO, meski belum diverifikasi Rusia mengatakan ada 40.000 tentara Kremlin yang Texas, terluka, ditangkap atau hilang sejak serangan dilakukan.

Menjelang Victory Day, Kapal Perang Rusia Fregat Admiral Makarov Hancur Dihantam Rudal Ukraina




2022 www.videocon.com