Penimbun obat surabaya

penimbun obat surabaya

Cerita UKM New Flash News LIVE TV News Commerce Ketahanan Informasi TIMES TV Nasional Daerah Internasional Politik Ekonomi Pemerintahan Gaya Hidup Entertainment Wisata Kuliner Tekno Olahraga Otomotif Jadwal Sepakbola Pendidikan Kesehatan Kopi TIMES Glutera News Gawainesia English • • Kanal • Hukum dan Kriminal • Polrestabes Surabaya Siap Tindak Penimbun Obat TIMESINDONESIA, SURABAYA – Tingginya angka kasus Covid-19 rupanya dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan.

Salah satunya melakukan menimbun obat-obatan dan kebutuhan kesehatan lainnya.

penimbun obat surabaya

Terkait hal ini, Polrestabes Surabaya berjanji akan menindak pelaku pemimpunan obat. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Johnny Eddizon Isir menegaskan kepada masyarakat agar tak melakukan penimbunan bahan makanan, vitamin maupun obat-obaran.

penimbun obat surabaya

Jika didapati, maka pihaknya akan menindak tegas. Ilustrasi - Obat. (FOTO: Pixabay.com) "Apabila ada segera distribusikan atau jual dengan tidak mengambil keuntungan yang berlebihan," ungkap Isir, Selasa (6/7/2021). Kata Isir, jika masyarakat ada yang mendapati hal tersebut masyarakat bisa melaporkan ke polisi. "Segera laporkan ke polisi agar ditindaklanjuti," tegas Isir.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir. (FOTO: Khusnul Hasana/TIMES Indonesia) Sementa itu Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian menambahkan pelaku kejahatan yang memainkan harga dan menimbun barang bobok dapat dijerat, dengan pasal 29 dan Pasal 107 uu nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan Pasal 62 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. "Pelanggaran terhadap ketentuan ini diancam penjara paling lama lima tahun," ujar Oki. Sementara penimbun obat surabaya pelaku yang menghalangi dan menghambat jalur distribusi pangan, diancam dengan Pasal 107 f UU Nomor 27 tahun 1999 tentang perubahan KUHP yang berkaitan dengan kejahatan keamanan negara.

(*) **) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP. SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Tampaknya momen warga Surabaya terpapar covid-19, ada yang digunakan berbisbis aji mumpung.

penimbun obat surabaya

Meski ada seorang ibu warga Margorejo Indah, Surabaya, digerebek dan ditahan oleh Polda Jatim, beberapa penjual obat covid-19 black market masih bersliweran di media Sosial. Wartawan Surabaya Pagi ditawari bebeapa obat. Salah satunya jenis Azithromycin.

penimbun obat surabaya

Obat ini satu strep dijual Rp650rb. Padahal HET (Harga eceran Tertinggi) Rp 1.700 per tablet atau Rp 17,rb, satu strep. Liem, nama penjual itu mengatakan Azithromycin adalah obat yang digunakan untuk penanganan infeksi bakteri tertentu, seperti bronkitis, radang paru-paru, infeksi pada telinga, paru-paru, sinus, kulit, tenggorokan, dan organ reproduksi.

Obat ini juga digunakan untuk mencegah infeksi Mycobacterium Avium Complex (MAC) yang tak lain adalah infeksi paru-paru. “Antri ko, ambil berapa? Ini sisa 5 strep,” tawarkan pada WA grup, minggu (11/7/2021) siang. Bahkan, ada juga seorang ibu-ibu juga menawarkan beberapa obat-obatan jenis Azithromycin 500mg di WhatsApp dengan harga Rp 550 ribu per strip.

Penawaran di WhatsApp itu berisi "Azythromicyn ada yang butuh kah? Harga 50.000/strip isi 10 butir. Gercep ya. Barang terbatas," tulis pengguna WA lainnya, Minggu (11/7/2021). Sempat wartawan Surabaya Pagi mencoba menawar dengan harga Rp 170ribu atau Rp 150 ribu, namun tidak diberikan oleh pengguna WA tersebut.

Bahkan, pengguna WA yang menjual obat antibiotik itu mengaku dirinya tidak berjualan. "Maaf penimbun obat surabaya sebetulnya gak jualan.

Hanya bantu oper saja yang benar2 memerlukan krn saya sendiri masih isoman karena covid. Itu obatnya dari Jakarta dan akan dikirim dari Jkt. Saya hny perantara," jawab pengguna WA itu.

Hanya saja, dirinya masih tetap bersikukuh dengan menjual harga Rp 550 ribu per strip untuk antibiotik itu. Dan dia mengaku tidak mengambil untung banyak. "Maaf pak, tidak bisa kurang. Itu sudah murah. Dikirim dari jakarta soalnya. sy tidak ambil untung banyak," paparnya. Hingga Minggu (11/7/2021) malam, dua pengguna WA itu masih aktif menawarkan obat-obatan antibiotik dan obat Covid-19 lainnya.

rm/cr2/rmc
Surabaya - Polisi mewanti-wanti dan mengimbau kepada pelaku usaha untuk tidak memanfaatkan kekhawatiran atau kepanikan warga terhadap penyebaran COVID-19.

Salah satunya dengan menimbun atau menahan bahan pokok serta obat-obatan, multivitamin selama pandemi. Penimbun obat surabaya ditemukan, tindakan tegas akan dilakukan. "Kami imbau agar tidak ada pihak berniat melakukan penimbunan atau menahan peredaran baik bahan makanan, multivitamin bahkan obat obatan selama pandemi COVID-19," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Johnny Edizzon Isir melalui Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian kepada detikcom, Selasa (6/7/2021).

Oki mengatakan jika pelaku usaha memiliki stok segera distribusikan atau dijual. Hal tersebut menindaklanjuti perintah Kapolri, Kabareskrim, Kapolda Jatim sebagaimana keputusan Kemenkes HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang (HET/harga eceran tertinggi) obat dalam masa pandemi COVID-19.

penimbun obat surabaya

Baca juga: Polisi Incar Penimbun Oksigen di Cianjur "Apabila ada segera distribusikan atau jual dengan tidak mengambil keuntungan yang berlebihan.

Apabila tidak diindahkan, maka kami akan tindak tegas," ungkap Oki. Selain itu, Oki juga mengimbau kepada masyarakat jika menemukan praktik penimbunan atau sejenis. Warga bisa segera melaporkannya ke polisi.

"Apabila ada yg menemukan penimbunan atau sejenisnya, segera laporkan ke kami," lanjut Oki. Baca juga: Polisi Jatim Sidak Apotek Cek Kelangkaan Obat di Tengah Pandemi COVID-19 Sementara itu, Polrestabes Surabaya juga mengajak warga masyarakat Kota Surabaya untuk menyukseskan program vaksinasi yang digelorakan oleh pemerintah pusat, baik yang ada di gerai vaksinasi Polri di Polrestabes Surabaya, serta yang digelar oleh TNI maupun Pemkot Surabaya dan BUMN.

"Mari kita vaksinasi COVID-19," tandas Oki. (iwd/iwd) Surabaya: Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) dalam Operasi Aman Nusa II Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus penimbunan 43 jenis vitamin dan obat covid-19. Modusnya, tersangka menimbun dan menjual obat-obatan tersebut di rumahnya dengan harga tinggi. Tersangka penimbun dan penjual obat ini adalah seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial ES, warga Margorejo Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya.

"Dari rumah tersangka polisi menyita barang bukti berupa 43 jenis obat, vitamin, serta alat swab antigen," ujar Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? • Happy • Inspire • Confuse • Sad Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang kesulitan untuk mencari obat dan vitamin. Pihak kepolisian pub menangkap tersangka yang menjual obat-obatan covid-19 bukan pada tempatnya. Baca: 8 Pegawai Positif Covid-19, Pendopo Bupati Cirebon Lockdown "Selain itu tidak memiliki kualifikasi untuk melakukan penjualan," terang Nico.

Nico mengungkapkan, selain gencar menyelidiki penimbunan obat obatan dan vitamin, Polda Jatim juga fokus untuk mencari masyarakat yang menimbun penimbun obat surabaya serta membuat surat swab antigen palsu.
BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Kepala Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir, mengimbau warga kota pahlawan untuk tak melakukan penimbunan.

Mulai dari makanan, obat-obatan, hingga aneka kebutuhan medis yang penimbun obat surabaya dibutuhkan pasien Covid-19 Surabaya.

penimbun obat surabaya

Isir menegaskan, selain merugikan orang lain, hal tersebut juga melanggar hukum. Menurutnya, ada sanksi yang menanti bagi para pelaku penimbunan tersebut. AYO BACA : HET Ivermectin Rp75.000 per Strip, di Surabaya Dijual Rp325.000 "Kami imbau agar tidak ada pihak berniat melakukan penimbunan atau menahan peredaran, baik bahan makanan, multivitamin, bahkan obat obatan selama pandemi Covid-19," kata Isir, Selasa (6/7/2021). Isir ingin, agar seluruh pihak yang melakukan proses atau transaksi jual beli untuk membandrol harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) produk.

Ia berharap agar pedagang meraup keuntungan sewajarnya dan tidak 'mencekik' konsumennya dengan harga yang tak wajar. AYO BACA : Khasiat Menambahkan Kayu Manis ke Dalam Kopi Saat Sarapan "Apabila ada, segera distribusikan atau jual, tapi dengan tidak mengambil keuntungan yang berlebihan," ujarnya.

Isir mengaku tak segan-segan akan menindak tegas para pelaku yang berniat melakukan penimbunan dan menjual produk dengan harga tak wajar. "Apabila tidak diindahkan, maka kami akan tindak tegas," tuturnya. Isir mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan atau menjadi korban penimbunan maupun harga produk yang sangat tak wajar.

Dengan begitu, petugas akan mengkroscek dan menindaknya secara tegas.
Surabaya - Spekulan obat dan suplemen COVID-19 di Surabaya diamankan. Ratusan barang bukti obat, suplemen dan alat-alat kesehatan turut disita polisi. Tersangka yakni seorang perempuan berinisial ES (36), warga Margorejo Indah, Wonocolo. Ia penimbun obat surabaya oleh Tim Satgas Gakkum Aman Penimbun obat surabaya II Polda Jatim. "Kami telah berhasil mengungkap terkait adanya dugaan penjualan obat-obatan oleh orang yang tidak berhak.

Tim telah melakukan penyitaan sebanyak 43 jenis obat. Dan tersangka satu orang," terang Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Sabtu (10/7/2021).

penimbun obat surabaya

Baca juga: Polisi Jatim Sidak Apotek Cek Kelangkaan Obat di Tengah Pandemi COVID-19 Menurut Nico, penimbun obat surabaya menimbun, tersangka juga menjual penimbun obat surabaya punya kewenangan. Sebab selama ini tersangka menjual secara ilegal atau bukan di tempat penjualan obat resmi. "Di mana obat ini dijual?

Bukan dijual di tempat penimbun obat surabaya menjual seperti apotek. Tapi rumah biasa. Kemudian yang bersangkutan juga tidak punya kewenangan menjual obat itu," jelas Nico. Baca juga: Polisi Sidak Apotek di Surabaya, Cek Harga Obat Saat Corona Menggila Atas perbuatannya ini, tersangka kini dikenakan Pasal 198 Undang-undang tentang Kesehatan.

Adapun ancaman hukumannya maksimal 15 tahun pidana penjara. Dalam kesempatan ini, Nico juga mengajak masyarakat khususnya para pelaku usaha tidak menimbun obat. Ia juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan jika ada praktik penimbunan obat di tengah pandemi COVID-19. "Kami mengajak kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan seperti ini.

Karena obat-obatan sekarang banyak dibutuhkan masyarakat," pungkas Nico. (sun/bdh)SURABAYA, AYOSURABAYA.COM - Para pelaku penimbunan bahan makanan maupun obat-obatan selama PPKM Darurat di Surabaya terancam tindakan tegas. Hal tersebut disampaikan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir. Ia mengimbau agar tidak ada penimbunan ataupun penahanan peredaran bahan makanan ataupun obat-obatan.

"Kami himbau agar tidak ada pihak berniat melakukan penimbunan, atau menahan peredaran baik bahan makanan, multivitamin bahkan obat-obatan selama pandemi Covid 19," ungkapnya sebagaimana dilansir dari Suara.com, Selasa 6 Juli 2021. Berkaca dari beberapa video viral, perihal panic buying di beberapa tempat, maka kepolisian berharap agar distributor tidak melakukan penahanan pendistribusian. "Apabila ada segera distribusikan atau jual dengan tidak mengambil keuntungan yang berlebihan.

Apabila tidak di indahkan, maka kami akan tindak tegas," ungkap Isir.
Spekulan obat dan suplemen COVID-19 di Surabaya diamankan. Penimbun obat surabaya barang bukti obat, suplemen dan alat-alat kesehatan turut disita polisi. Spekulan obat dan suplemen COVID-19 di Surabaya diamankan.

Ratusan barang bukti obat, suplemen dan alat-alat kesehatan turut disita polisi. resmi."Di mana obat ini dijual? Bukan dijual di tempat orang menjual seperti apotek. Tapi rumah biasa. Kemudian yang bersangkutan juga tidak punya kewenangan menjual obat itu," jelas Nico.Baca juga:Atas perbuatannya ini, tersangka kini dikenakan Pasal 198 Undang-undang tentang Kesehatan. Adapun ancaman hukumannya maksimal 15 tahun pidana penjara.

Dalam kesempatan ini, Nico juga mengajak masyarakat khususnya para pelaku usaha tidak menimbunobat. Ia juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan jika ada praktik penimbunan obat di tengah pandemi COVID-19."Kami mengajak kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan seperti ini. Karena obat-obatan sekarang banyak dibutuhkan masyarakat," pungkas Nico. Baca lebih lajut: detikcom » Ribuan pemudik roda dua bertolak ke Pulau Jawa - ANTARA News ANTARA - Ribuan pemudik kendaraan roda dua yang akan bertolak ke Pulau Jawa untuk melakukan perjalanan arus balik pada H+5 Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriyah.

. Baca lebih lajut >> Organisasi Pengusaha Muda di Surabaya Bantu Pemkot Tangani Covid-19Bantuan diberikan sebagai bentuk kontribusi dan membantu Pemkot Surabaya dalam menangani pandemi Covid-19 Surabaya Vaksin COVID-19 Asal Korsel GX-19 N Diuji di RI, Bisa Tangkal Varian Baru?Vaksin COVID-19 kerja sama PT Kalbe Farma dan Genexine, perusahaan asal Korsel diuji di Indonesia.

Bisa melawan varian baru Corona?

penimbun obat surabaya

gx19 genexine Kasus Covid-19 di Depok Bertambah 902, Meninggal 19 Orang -Republika OnlineTotal korban meninggal dunia sudah mencapai 1.211 orang di Depok Daerah lain banyak yg tdk di penimbun obat surabaya tuh. Banyak Fasilitas Negara yang Bisa Dijadikan RS Darurat Covid-19Akan tetapi, politisi yang akrab disapa Bang Martin ini meminta agar kuota tenaga kesehatan (nakes) juga terpenuhi. Tiga jurnalis peliput timnas Italia positif COVID-19 jelang final EuroTiga jurnalis yang biasa bertugas meliput tim nasional Italia dites positif COVID-19 pada Jumat, dua hari sebelum Gli Azzurri melakoni final Euro 2020 melawan .

Australia Bantu Indonesia 1.000 Ventilator dan 2,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19Selain Australia, beberapa negara sahabat lainnya juga telah menawarkan dukungan kepada Indonesia. obat resmi. "Di mana obat ini dijual? Bukan dijual di tempat orang menjual seperti apotek. Tapi rumah biasa.

Kemudian yang bersangkutan juga tidak punya kewenangan menjual obat itu," jelas Nico.

penimbun obat surabaya

Baca juga: Atas perbuatannya ini, tersangka kini dikenakan Pasal 198 Undang-undang tentang Kesehatan. Adapun ancaman hukumannya maksimal 15 tahun pidana penjara. Dalam kesempatan ini, Nico juga mengajak masyarakat khususnya para pelaku usaha tidak menimbun obat. Ia juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan jika ada praktik penimbunan obat di tengah pandemi COVID-19. "Kami mengajak kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan seperti ini. Karena obat-obatan sekarang banyak dibutuhkan masyarakat," pungkas Nico.

(sun/bdh)

Polisi Tindak Tegas Penimbun Obat Untuk Pasien Covid-19




2022 www.videocon.com