Sumbu lilin terbakar termasuk perubahan

sumbu lilin terbakar termasuk perubahan

Senin, 30 November 2020 05:57 WIB• Analisis • Topik Utama Mengetahui Perubahan Wujud Lilin. lilin merupakan benda yang sangat sering kita temuai dalam kehidupan sehari-hari. kira-kira perubahan apa saja yang terjadi pada lilin jika kita menggunakannya apakah perubahan fisika atau malah perubahan kimia? yuk,kita simak :) Dibaca : 7.465 kali Mengetahui perubahan wujud lilin.

Lilin pasti sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat. Benda ini kerap kali digunakan untuk hal-hal tertentu seperti sebagai penerangan atau untuk acara ulang tahun.

sumbu lilin terbakar termasuk perubahan

Namun apakah teman-teman semua tahu perubahan apa saja yang terjadi jika lilin tersebut dibakar?. Mengapa lilin bisa habis jika dibakar?. Pasti banyak diantara teman-teman semua yang belum mengetahuinya kan?

Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas tuntas perubahan apa saja yang terjadi jika lilin dibakar. Ilmu kimia merupakan salah satu bagian dari ilmu alam yang mempelajari tentang susunan, komposisi, sifat materi dan perubahan materi menjadi bentuk lain serta energi yang menyertai perubahan tersebut. Perubahan materi itu sendiri dapat dibedakan atas dua, yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia. Pada kasus kita kali ini, yaitu mengidentifikasi perubahan pada lilin, kita akan mencari tahu apakah lilin itu termasuk perubahan kimia atau malah perubahan fisika?

Perubahan yang tidak menghasilkan zat baru disebut dengan perubahan fisika, perubahan ini di tandai dengan perubahan bentuk dan ukurannya saja, sedangkan jenis dari zat atau materi tersebut tidaklah berubah. Zat atau materi yang mengalami perubahan secara fisika dapat kembali ke bentuk semula.

Contohnya adalah perubahan tempat, wujud, bentuk dan ukuran benda. Perubahan wujud setiap materi yang berubah wujud karena pengaruh pemanasan akan mempunyai sifat yang sama. Materi tersebut juga dapat di kembalikan ke sifatnya semula. Perubahan fisika karena perubahan wujud adalah pelelehan, peleburan, pencairan, penguapan, pengembunan, pembekuan, penyubliman, dan terdeposisi. Sedangakan perubahan yang menghasilkan zat baru yang disertai dengan perubahan sifat, susunan dan struktur yang tidak dapat kembali ke bentuk semula disebut dengan perubahan kimia.

Sumbu lilin terbakar termasuk perubahan, kira-kira perubahan lilin ini termasuk perubahan apa? Mari kita simak. Sebagaimana yang kita ketahui lilin merupakan salah satu sumber penerangan yang terdiri atas sumbu yang diselimuti bahan bakar padat. Lilin yang sering kita gunakan adalah lilin yang terbuat dari paraffin wax.

Paraffin wax (C20H42) merupakan salah satu dari alkana (hidrokarbon) yang berwujud padat. Paraffin wax akan meleleh pada suhu 500 sampai 600 C.

Paraffin tidak dapat di bakar begitu saja seperti halnya bahan bakar lain (minyak tanah, bensin dll), tetapi paraffin membutuhkan temperatur tertentu dan sumbu. Jika di lihat secara umum, kita akan berpikir bahwa lilin merupakan salah satu perubahan yang terjadi secara fisika. Kesimpulan ini kita ambil karena lilin berubah bentuk dari padat menjadi cair saat lilin mulai di bakar.

Cairan lilin kembali menjadi padat saat suhu lelehan lilin menjadi dingin. Perubahahan tersebut termasuk dalam kategori perubahahan fisika karena hanya mengubah bentuk dan wujud lilin saja, dan tidak adanya zat baru yang terbentuk. Akan tetapi jika kita perhatikan secara lebih teliti, akan terlihat lebih banyak perubahan – perubahan yang terjadi saat lilin mulai di bakar hingga lilin mati.

Untuk menegetahui perubahan apa saja yang terjadi pada lilin, dapat kita amati dari saat lilin mulai dibakar. Saat sumbu lilin dibakar, sumbu akan menyala dan saat suhu sudah mulai naik mendekati titik leleh paraffin, maka paraffin akan mulai meleleh. Ketika suhu cairan lilin mulai menurun, maka lelehan lilin akan mulai mengeras kembali.

Di sini akan terjadi perubah wujud dari padat menjadi cair dan perubahan bentuk dari silinder menjadi tidak beraturaan. Lilin padat yang dibakar tidak semuanya berubah menjadi cair, hal ini dapat di buktikan dengan perbedaan massa lilin sebelum dan sesudah di sumbu lilin terbakar termasuk perubahan.

Padatan lilin yang berbentuk silinder akan lebih banyak dari pada padatan lilin setelah di bakar. Proses pembakaran lilin akan mengahasilkan cahaya dan energi panas.

sumbu lilin terbakar termasuk perubahan

Pembakaran ini juga menghasilkan gas dan asap yang terbang keudara. Gas yang dihasilkan adalah gas karbon dioksida (CO2). Perubahan kimia terlihat dari adanya cahaya dan panas yang di hasilkan dari proses pembakaran lilin, serta terbentunya gas dan asap yang merupakan hasil reaksi antara bahan bakar lilin (paraffin) dengan oksigen yang kemudian menghasilkan gas karbon dioksida.

Perubahan ini disebut perubahan kimia karena terjadi reaksi antara satu materi dengan materi lain yang membentuk materi baru yang bersifat kekal. Dimana materi yang bereaksi di sini adalah paraffin dan oksigen diudara. Jadi dapat di simpulkan bahwa pada lilin terjadi perubahan fisika dan juga perubahan kimia. Perubahan fisika pada lilin terlihat dari perubahan bentuk lilin, sebelum di bakar lilin berbentuk silinder dan setelah di panaskan menjadi tidak beraturan.

Serta perubahan lilin dari bentuk padat menjadi cair dan kembali menjadi padat. Keadaan ini disebut sebagai perubahan fisika karena terjadi perubahan wujud lilin tanpa adanya zat baru yang terbentuk. Wah, setelah ulasan ini kita jadi sadar ya, perubahan lilin ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan.

Hehehe Oleh: sucahyo adi swasono 5 jam lalu Shalat sebagai Program Pembinaan Pembangunan Pribadi Muslim Dibaca : 106 kali Islam sebagai suatu tatanan (manajemen) kehidupan seimbang pada masa Muhammad, dibangun melalui 5 (lima) program pembinaan kepada umatnya (hadits), yang sekarang distilahkan dengan Rukun Islam, meliputi: syahadat, shalat, puasa, zakat mupun haji.

Lima program pembinaan tersebut juga bagian dari ibadah, yang semua itu juga dalam kerangka menjaga, memperbaiki dan membangun sistem keseimbangan di Bumi ini. Artikel kami sebelumnya, telah kami uraikan tentang Puasa sebagai Program Perbaikan Keseimbangan Alam, fisik dan perilaku manusia.

kemudian zakat adalah program pembersihan (pungutan) dari sebagian harta-harta untuk perbaikan keseimbangan ekonomi. Pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas esensi syahadat dan shalatsebagai bagian dari Program Pembinaan Pembangunan Pribadi Muslim. Oleh: Orang Biasa Dalam Sejarah Luar Biasa -kuatbaca 1 hari lalu Para Sultan di Nusantara Memerangi Portugis Dibaca : 145 kali Begitu banyaknya perlawanan terhadap Portugis dikarenakan sejak awal keberangkatannya mereka dibekali sumbu lilin terbakar termasuk perubahan dekrit penaklukan.

Perjanjian Tordesillas yang disetujui pada 7 Juni 1494 antara Portugis dan Spanyol bermaksud membelah dunia di luar Eropa ke dalam kekuasaan mereka. Perjanjian tersebut bahkan berjalan atas restu dari Paus dengan dikeluarkannya dekrit berjudul Inter caetera Devinae, “Keputusan Ilahi”. Oleh: Slamet Samsoerizal 4 hari lalu Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantoro dan Merdeka Belajar Dibaca : 570 kali Hari Pendidikan Nasional 2022 bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri 1443 H adalah kuasa Allah yang patut direnungkan.

Kita tak pernahan lupa dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara tujuan pendidikan adalah mendapatkan kemajuan lahir dan batin untuk kemerdekaan jiwa. Pendidikan harus memberikan nilai-nilai kebatinan yang ada dalam hidup rakyat berkebudayaan. Oleh: Bambang Udoyono 5 hari lalu Hanya di Malam Paling Gelap Bintang-bintang Tampak Bersinar Lebih Terang Dibaca : 388 sumbu lilin terbakar termasuk perubahan Di masa sulit akan ada pertolongan Allah.

Bentuknya bisa bermacam macam. Biasanya pertolongan Allah itu melalui sesama manusia. Orang yang mampu memiliki peluang untuk menjadi bintang terang untuk sesama. Oleh: Subhan Tomi 5 hari lalu Menjadi Manusia yang Berintegritas Dibaca : 342 kali Integritas menjadi pondasi awal dalam agama Islam.

Sebuah hadis menvceritakan ada seorang Arab Baduy yang meminta nasihat Rasulullah saat akan belajar Islam, Nabi menjawab pendek: Jangan berbohong.

Para sahabat yang berada di sekeliling nabi bertanya dan heran. Bagaimana cara lilin menampilkan sifat fisika dan kimia serta perubahan fisika dan kimia? Bagaimana lilin yang menyala menunjukkan perubahan fisika dan kimia? Pembakaran lilin menunjukkan perubahan fisik dan kimia dengan mengubah bentuk lilin dan oksigen memicu nyala api dan melepaskan karbon dioksida dalam prosesnya. Apa perubahan kimia pada lilin yang menyala?

Pembakaran lilin sebenarnya adalah perubahan kimia. Lilin pada dasarnya terdiri dari hidrokarbon.

sumbu lilin terbakar termasuk perubahan

Saat Anda menyalakan sumbu, lilin di dekat sumbu meleleh dan kemudian naik melalui benang melalui aksi kapiler. Kemudian cairan berubah menjadi gas panas di mana hidrokarbon dipecah.

Manakah jawaban di bawah ini yang mengidentifikasi dengan benar jenis perubahan dan penjelasannya ketika lilin menyala? Manakah jawaban di bawah ini yang mengidentifikasi dengan benar perubahan yang Anda amati dan penjelasannya saat lilin menyala? perubahan fisika karena lilin meleleh dan berubah bentuk. perubahan kimia karena cahaya dan panas terbentuk saat sumbu dan lilin terbakar. karena cahaya dan panas terbentuk saat lilin menyala.

Ketika lilin menyala, perubahan fisika dan kimia terjadi Benar atau salah? Pembakaran melibatkan proses pembakaran. Lilin pada dasarnya adalah bahan yang mengandung karbon yang bergabung dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. Proses ini merupakan perubahan kimia.

Dapatkah perubahan fisika dan kimia terjadi bersamaan? Ya, dalam beberapa kasus perubahan fisika dan kimia dapat terjadi secara bersamaan. Salah satu contohnya adalah pembakaran lilin. Lilin yang ada di dalam lilin berubah menjadi cair.

Pada saat yang sama, konstituen karbon dan hidrogen yang ada dalam lilin bereaksi dengan oksigen dari udara untuk membentuk zat baru. Apakah melelehkan lilin termasuk perubahan fisika?

Ketika lilin sumbu lilin terbakar termasuk perubahan, terjadi perubahan fisika dan kimia. Perubahan Fisik: Saat dipanaskan, lilin meleleh. Sejak itu lagi berubah menjadi lilin padat pada pendinginan. Jadi, pencairan lilin dan penguapan lilin yang meleleh adalah perubahan fisik. Mengapa lilin yang meleleh termasuk perubahan fisika? Perubahan Fisik Lilin yang Terbakar: Pada pemanasan, lilin meleleh dan membentuk lilin cair. Ini adalah perubahan fisik. Lilin cair menguap karena panas yang dihasilkan oleh nyala api.

Uap lilin yang dekat sumbu lilin terbakar termasuk perubahan nyala api ini akan terbakar dan menghasilkan zat-zat baru seperti Karbon Dioksida, Karbon jelaga, uap air, panas dan cahaya. Apakah pembakaran termasuk perubahan fisika atau perubahan kimia mengapa?

Pembusukan, pembakaran, pemasakan, dan pengkaratan adalah jenis perubahan kimia lebih lanjut karena mereka menghasilkan zat yang sepenuhnya merupakan senyawa kimia baru.

Misalnya, kayu yang dibakar menjadi abu, karbon dioksida, dan air. Apa jenis reaksi pembakaran gula? Proses di mana pembakaran glukosa terjadi dalam sel-sel tubuh disebut respirasi seluler.

Reaksi pembakaran ini menyediakan energi untuk proses kehidupan. Apakah memanggang kue termasuk perubahan kimia? Saat Anda memanggang kue, bahan-bahannya mengalami perubahan kimia.

Perubahan kimia terjadi ketika molekul yang membentuk dua atau lebih zat disusun kembali untuk membentuk zat baru! Saat Anda mulai memanggang, Anda memiliki campuran bahan. Tepung, telur, gula, dll.

Sumbu lilin terbakar termasuk perubahan pembakaran kertas termasuk perubahan kimia? Perubahan kimia. Tindakan membakar kertas sebenarnya menghasilkan pembentukan bahan kimia baru (karbon dioksida dan air, tepatnya) dari pembakaran lilin.

Contoh lain dari perubahan kimia adalah apa yang terjadi ketika gas alam dibakar di tungku Anda. Sebutkan tiga contoh perubahan kimia zat? Membakar, memasak, berkarat, dan membusuk adalah contoh perubahan kimia.

Apa yang dimaksud dengan perubahan kimia zat? Perubahan kimia terjadi ketika suatu zat bergabung dengan zat lain untuk membentuk zat baru, yang disebut sintesis kimia atau, sebagai alternatif, penguraian kimia menjadi dua atau lebih zat yang berbeda.

Contoh perubahan kimia adalah reaksi antara natrium dan air untuk menghasilkan natrium hidroksida dan hidrogen. Manakah pilihan yang merupakan contoh perubahan kimia? Salah satu contoh perubahan kimia yang baik adalah membakar lilin. Tindakan membakar kertas sebenarnya menghasilkan pembentukan bahan kimia baru (karbon dioksida dan air) dari pembakaran lilin. Contoh lain dari perubahan kimia adalah apa yang terjadi ketika gas alam dibakar di tungku Anda.

Apakah mengasamkan susu merupakan perubahan yang bermanfaat? Kandungan laktosa dalam susu asam lebih rendah, dan bakteri asam laktat yang dikonsumsi bersama dengan susu asam membantu memecah sebagian laktosa. Asam laktat dalam komposisi produk susu fermentasi merangsang fungsi berbagai kelenjar pencernaan, sehingga memperlancar proses pencernaan.
Mari kita analisis masing-masing pernyataan yang ada: • Besi berkarat Termasuk contoh dari perubahan kimia karena karat (korosi) yang terjadi pada besi menghasilkan zat baru.

• Sumbu lilin yang terbakar Termasuk contoh dari perubahan kimia karena saat sumbu terbakar, maka akan dihasilkan sisa pembakaran yang merupakan zat baru. • Kapur barus menyublim Termasuk contoh dari perubahan fisika karena kapur barus hanya mengalami perubahan wujud saja, dari wujud padatnya menjadi wujud cairnya tanpa menghasilkan zat baru.

• Bensin yang dibakar Termasuk contoh dari perubahan kimia karena menghasilkan zat baru.

sumbu lilin terbakar termasuk perubahan

• Es krim mencair Termasuk contoh perubahan fisika karena tidak menghasilkan zat baru. Es krim yang meleleh atau mencair hanya mengalami perubahan wujud saja, yaitu dari wujud padatnya menjadi wujud cairnya. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pernyataan yang merupakan perubahan kimia ditunjukkan oleh nomor 1, 2, dan 4.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A. Perubahan fisis adalah perubahan suatu zat yang tidak menghasilkan zat jenis baru. Contohnya adalah perubahan bentuk dan perubahan wujud zat. Sedangkan p erubahan kimia adalah perubahan suatu zat yang menghasilkan zat jenis baru. Perubahan kimia adalah perubahan yang bersifat kekal. Contohnya adalah pembakaran, pembusukan, karat/korosi. Pada peristiwa lilin menyala, ada dua perubahan sekaligus yang menyertai, yaitu perubahan fisis dan perubahan kimia.

Lilin meleleh adalah perubahan fisis, sedangkan sumbu lilin yang terbakar adalah perubahan kimia. Dengan demikian, saat lilin dipanaskan terjadi perubahan fisika dan kimia karena saat melelh terjadi perubahan wujud benda sehingga termasuk perubahan fisika, sementara saat sumbu lilin terbakar termasuk perubahan kimia.
Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat.

Sebelum abad ke-19bahan bakar yang digunakan biasanya adalah lemak sapi (yang banyak mengandung asam stearat ). Sekarang yang biasanya digunakan adalah parafin. Paraffin adalah campuran hidrokarbon sumbu lilin terbakar termasuk perubahan Alkane (ikatan rantai molekul atom karbon dan atom hidrogen yang panjang)bahan yang kita jumpai dalam minyak bumi.

Seperti tersirat dalam namanya, molekul-molekul hidrokarbon hanya terdiri dari atas atom-atom hidrogen dan atom-atom karbon. Dengan menyebarnya penerangan listriksaat ini lilin lebih banyak digunakan untuk keperluan lain, misalnya dalam upacara agamaperayaan ulang tahunpewangi ruangan, dan sebagainya .

sumbu lilin terbakar termasuk perubahan

Lilin tidak dapat bengkok tapi patah. Kerapuhan atau kegetasan sumbu lilin terbakar termasuk perubahan merupakan salah satu ciri yang menggambarkan lilin. Selain itu, warna dan bentuknya juga merupakan penggambaran lilin. Ciri suatu materi yang dapat diamati tanpa merubah zat-zat yang menyusun materi tersebut disebut sifat fisika.

Contoh-contoh sifat fisika adalah warna, bentuk, ukuran, kepadatan, titik lebur dan titik didih. Perubahan fisika adalah perubahan suatu zat tanpa menghasilkan zat baru. Perubahan fisika dapat terjadi karena adanya perubahan wujud, pelarutan, adanya perubahan bentuk, dan aliran energi. Perubahan Fisika karena p erubahan sumbu lilin terbakar termasuk perubahan ujud s etiap materi yang berubah wujud karena pengaruh pemanasan akan mempunyai sifat yang sama. Materi tersebut juga dapat dikembalikan ke sifatnya semula.

P erubahan fisika karena perubahan wujud adalah pelelehan, peleburan, pencairan, penguapan, pengembunan, pembekuan, penyubliman, dan terdeposisi. Contoh- c onto h p erubahan Fisika karena p erubahan w ujud dalam k ehidupan s ehari-hari adalah sebagai berikut: Perubahan kimia adalah perubahan suatu zat yang menghasilkan zat baru yang berbeda dengan sifat zat asalnya. Perubahan kimia juga disebut perubahan wujud yang terjadi karena reaksi kimia.

Perubahan kimia dapat terjadi karena adanya pembakaran, pengaratan, pembusukan, fermentasi, pemasakan, fotosintesis, dan pengenziman. Contoh-contoh perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari adalah: Gaya Kohesi merupakan gaya tarik menarik antara molekul dalam zat yang sejenis, sedangkan gaya tarik menarik antara molekul zat yang tidak sejenis dinamakan Gaya Adhesi. Misalnya kita tuangkan air dalam sebuah gelas. Kohesi terjadi ketika molekul air saling tarik menarik, sedangkan adhesi terjadi ketika molekul air dan molekul gelas saling tarik menarik.

K apilaritas adalah meresapnya zat cair melalui celah-celah sempit atau pipa rambut yang disering disebut sebagai pipa kapiler. Gejala ini disebabkan karena adanya gaya adhesi atau kohesi antara zat cair dan dinding celah tersebut. Zat cair yang dapat membasahi dinding kaca pipa kapiler memiliki gaya adhesi antara pipa kapiler dengan dinding pipa kapiler lebih besar.

sumbu lilin terbakar termasuk perubahan

Sedangkan zat cair yang tidak membasahi dinding kaca pipa kapiler memilki gaya kohesi yang lebih besar. Hal ini akan mempengaruhi tinggi rendahnya permukaan zat cair pada pipa kapiler.

Hukum K ekekalan Massa dikemukakan oleh Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) yang berbunyi: ” Dalam suatu reaksi, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama”, dengan kata lain massa tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan.

sumbu lilin terbakar termasuk perubahan

Artinya selama reaksi terjadi tidak ada atom-atom pereaksi dan hasil reaksi yang hilang. Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari r eaktan h arus s ama dengan massa produk. Hukum kekekalan massa digunakan secara luas dalam bidang-bidang seperti kimia, teknik kimia, mekanika, dan dinamika fluida. Berdasarkan ilmu relativitas spesialkekekalan massa adalah pernyataan dari kekekalan energi. Massa partikel yang tetap dalam suatu sistem ekuivalen dengan energi momentum pusatnya. Pada beberapa peristiwa radiasidikatakan bahwa terlihat adanya perubahan massa menjadi energi.

Hal ini terjadi ketika suatu benda berubah menjadi energi kinetik / energi potensial dan sebaliknya. Karena massa dan energi berhubungan, dalam suatu sistem yang mendapat/mengeluarkan energi, massa dalam jumlah yang sangat sedikit akan tercipta/hilang dari sistem. Sumbu lilin terbakar termasuk perubahan demikian, dalam hampir seluruh peristiwa yang melibatkan perubahan energi, hukum kekekalan massa dapat digunakan karena massa yang berubah sangatlah sedikit.

Hukum kekekalan massa dapat terlihat pada reaksi pembentukan hidrogen dan oksigen dari air. Bila hidrogen dan oksigen dibentuk dari 36 g air, maka bila reaksi berlangsung hingga seluruh air habis, akan diperoleh massa campuran produk hidrogen dan oksigen sebesar 36 g. Bila reaksi masih menyisakan air, maka massa campuran hidrogen, oksigen dan air yang tidak bereaksi tetap sebesar 36 g. Begitu juga kalau kita membakar kayu misalnya kayu korek api.

Berlaku juga hukum kekekalan massa. Memang setelah kayu terbakar akan menjadi abu. Namun yang perlu anda ketahui adalah bahwa selain abu, pada pembakaran kayu juga dihasilkan karbondioksida, asap dan uap air. Karbondioksida dan uap air tidak tampak oleh mata karena berwujud gas.

Jika ditimbang ulang maka: Hasil pengamatan lilin sebelum dibakar, terlihat w arna lilin putih (indera mata), w arna sumbu lilin putih (indera mata)l ilin tidak berba u (indera hidung), b entuk lilin silinder teratur dengan bagian atas kerucut (indera mata), dan p ermukaan lilin halus (indera kulit), ini adalah data secara kualitatif. Sedangkan data kuntitatif diperoleh t inggi lilin 16 cmt inggi sumbu lilin 17 cm dan d iameter lilin 1,8 cm (penggaris) dan berat lilin 40,19 gram. Untuk hasil pengamatan lilin saat dibakar, terlihat b agian ujung sumbu yang sedang terbakar menyala seperti baralilin menghasilkan cahayaa pi bagian a tas berwarna kuning dan api bagian bawah berwarna biru dan b eberapa saat setelah dibakar lilin kemudian melelehini adalah data secara kualitatif.

Sedangkan data kuantitatif diperoleh p anjang api 3 cmb agian kerucut lilin mulai hilang pada saat pembakaran pada menit ke – 6p ada menit ke – 10 tinggi lilin 14,2 cmp ada menit sumbu lilin terbakar termasuk perubahan – 20 tinggi lilin 13 cm dan p ada menit ke – 60 tinggi lilin 5 cm.

Untuk hasil pengamatan lilin sesudah dibakar, terlihat s esaat setelah api dimatikan tercium bau gosong yang menyengat dan sumbu lilin mengeluarkan asap berwarna hita m, w arna lilin tetap putihw arna sumbu lilin bekas terbakar hitam dan b entuk lilin menjadi tidak b eratur an, ini adalah data secara kualitatif. Sedangkan untuk data kuantitatif diperoleh p anjang lilin 5 c mp anjang sumbu lilin 6 cm dan berat lilin 19,71 gram.

Pada percobaan ini, bahan lilin dibuat dari paraffin, yakni campuran hidrokarbon dari Alkane (ikatan rantai molekul atom karbon dan atom hidrogen yang panjang)bahan yang kita jumpai dalam minyak bumi. Seperti tersirat dalam namanya, molekul-molekul hidrokarbon hanya terdiri atas atom-atom hidrogen dan atom-atom karbon.

Prinsip pada lilin sama dengan kompor, lilin adalah bahan bakar yang terbuat dari metana (CH 4) atau paraffin (paraffin wax). Begitu sumbu lilin menyala, paraffin wax akan mencair. Dengan efek kapilaritas cairan wax akan ditransportasi naik ke atas melalui sumbu ke nyala api. Panas api menyebabkan cairan wax menguap dan selanjutnya akan bercampur dengan oksigen sehingga terjadi proses pembakaran.

Dalam proses pembakaran tersebut akan dihasilkan gas hasil pembakaran yang panas yaitu CO 2, CO, H 20. Gas hasil pembakaran ini memiliki mas s a jenis yang lebih ringan dari udara sekitarnya (udara yang panas akan lebih ringan dari udara yang dingin).

Perbedaan temperatur udara ini menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan udara, sehingga gas hasil pembakaran yang panas akan mengalir ke sumbu lilin terbakar termasuk perubahan (konveksi) dan udara dingin di bawahnya akan ditarik (dihisap).

Ketika diamati pada saat lilin dibakar, lilin menghasilkan cahaya dengan nyala api lilin berwarna kuning, hal tersebut dikarenakan kadar oksigen yang tersedia untuk menyalakan bahan bakar. Oksigen yang banyak menyebabkan nyala berwarna biru, sedangkan oksigen yang terbatas menyebabkan nyala berwarna kuning. Hal tersebut juga disebabkan nyala lilin tidak bisa mendapatkan oksigen yang diperlukannya jika hanya mengambil udara di sekitarnya.Udara di sekitarlilin, yang sebetulnya kaya dengan oksigen, ternyata tidak sanggup mengalir cukup cepat untuk mengimbangi semua paraffin (bahan pembentuk lilin) yang meleleh dan menguap yang siap untuk dibakar.

Sementara itu, di bawah pengaruh panas, sebagian paraffin yang tidak terbakar terurai menjadi partikel-partikel karbon yang sangat kecil. Partikel-partikel ini, karena panas dari pembakaran, menjadi berpendar, membara dengan cahaya berwarna kuning benderang.

sumbu lilin terbakar termasuk perubahan

Maka itulah sebabnya nyala lilin berwarna kuning. Ketika partikel-partikel karbon yang berpendar mencapai bagian puncak nyala, hampir semuanya mendapatkan oksigen yang memadai untuk ikut terbakar juga. Selain nyala api di atas berwarna kuning, dapat terlihat juga api di bawah berwarna biru. Hal itu terjadi karena p ada proses k onveksi gas hasil pembakaran (warna kuning =panas) naik keatas sedangkan udara segar atau oksigen ditarik dari bawah (warna biru=dingin).

Konveksi ini menimbulkan efek, yang dikenal dengan nama efek chimney (efek cerobong). Efek ini menyebabkan nyala api dapat dipasok terus menerus dengan udara baru, sehingga proses pembakaran dapat terus berlangsung.

Ini semua tentunya berlaku bagi semua proses pembakaran yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi (gaya tarik bumi). Untuk keadaan lilin setelah dibakar, s esaat setelah api dimatikan tercium bau gosong yang menyengat dan dari sumbu lilin mengeluarkan asap berwarna hitam.

Bau yang menyengat dan asap berwarna hitam tersebut dikarenkan ada unsur karbon pada reaksi sumbu lilin terbakar termasuk perubahan.

Warna lilin tetap putih sedangkan sumbu lilin bekas terbakar berwarna hitam. Bentuk lilin menjadi tidak teratur dan p ermukaan lilin kasa r, terlihat jelas bentuk lilin berubah dari silinder menjadi tidak beraturan, dalam hal ini adalah perubahan fisika. Berdasarkan Hukum Kekekalan Massa, dalam suatu reaksi massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Hal tersebut juga terjadi sumbu lilin terbakar termasuk perubahan reaksi pembakaran lilin ini, awalnya diketahui massa lilin sebelum dibakar adalah 40,19 gram dan kemudian massa lilin sesudah dibakar adalah 19,71 gram.

Setelah lilin terbakar akan meleleh sehingga massanya pun berkurang. Namun pada pembakaran lilin juga dihasilkan karbondioksida, asap dan uap air. Pada proses pembakaran, paduan karbon dan oksigen menjadi karbondioksida, sedangkan paduan hidrogen dan oksigen menjadi air (mungkin tidak harus semuanya). Kedua produk ini berwujud gas pada suhu bakar, jadi semuanya terbang ke udara. Jika ditimbang ulang maka: 2. Perubahan kimia adalah perubahan yang bersifat kekal dan menghasilkan zat baru.

Perubahan kimia pada pembakaran lilin adalah l ilin dapat menghasilkan cahaya dan l ilin yang dibakar menghasilkan asap.

Reaksi tersebut menghasilkan gas hasil pembakaran yang panas yaitu CO 2, CO, H 20 dan semuanya terbang ke udara. • ▼ 2012 (13) • ► Juli (3) • ▼ Juni (10) • Contextual Teaching and Learning • MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF • LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT • PEMBUKTIAN ASAM-BASA DAN UNSUR HARA PADA ABU TANAMAN • PERUBAHAN PADA PEMBAKARAN LILIN • KUMPULAN SOAL DAN PEMBAHASAN MATERI KIMIA KELAS X • HUKUM PERBANDINGAN TETAP VS PENDIDIKAN KARAKTER • Pengolahan Al dari bauksit • MAKALAH ALKALI TANAH • LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
Ilmu kimia merupakan salah satu bagian dari ilmu alam yang mempelajari tentang susunan, komposisi, sifat materi dan perubahan materi menjadi bentuk lain serta energi yang menyertai perubahan tersebut.

Perubahan materi itu sendiri dapat dibedakan atas dua, yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia. Perubahan yang tidak menghasilkan zat baru disebut dengan perubahan fisika, perubahan ini di tandai dengan perubahan bentuk sumbu lilin terbakar termasuk perubahan ukurannya saja, sedangkan jenis dari zat atau materi tersebut tidaklah berubah.

Zat atau materi yang mengalami perubahan secara fisika dapat kembali ke bentuk semula. Contohnya adalah perubahan tempat, wujud, bentuk dan ukuran benda (Syukri, 1999). Perubahan wujud setiap materi yang berubah wujud karena pengaruh pemanasan akan mempunyai sifat yang sama.

sumbu lilin terbakar termasuk perubahan

Materi tersebut juga dapat di kembalikan ke sifatnya semula. Perubahan fisika karena perubahan wujud adalah pelelehan, peleburan, pencairan, penguapan, pengembunan, pembekuan, penyubliman, dan terdeposisi. Sedangakan perubahan yang menghasilkan zat baru yang disertai dengan perubahan sifat, susunan dan struktur yang tidak dapat kembali ke bentuk semula disebut dengan perubahan kimia.

sumbu lilin terbakar termasuk perubahan

Ciri-ciri yang mengindikasikan adanya perubahan kimia adalah : • Perubahan warna • Perubahan bau • Pembentukan gas • Timbulnya cahaya • Pembentukan endapan baru • Perubahan pH. Contoh perubahan kimia adalah besi berkarat, kayu terbakar, susu yang menjadi masam, perubahahan warna apel jika di kupas, proses pernafasan, pencernaan makanan dan sebagainya. Perubahan secara fisika dan kimia banyak terjadi di lingkungan sekitar kita, salah satu contohnya adalah lilin.

Nah, Perubahan apakah yang terjadi pada lilin, perubahan secara fisika ataukah perubahan kimia? Sebagaimana yang kita ketahui lilin merupakan salah satu sumber penerangan yang terdiri atas sumbu yang diselimuti bahan bakar padat.

Lilin yang sering kita gunakan adalah lilin yang terbuat sumbu lilin terbakar termasuk perubahan paraffin wax. Paraffin wax (C 20H 42) merupakan salah satu dari sumbu lilin terbakar termasuk perubahan (hidrokarbon) yang berwujud padat. Paraffin wax akan meleleh pada suhu 50 0 sampai 60 0 C. Paraffin tidak dapat di bakar begitu saja seperti halnya bahan bakar lain (minyak tanah, bensin dll), tetapi paraffin membutuhkan temperatur tertentu dan sumbu. Prinsip pembakaran pada lilin sama dengan kompor, begitu sumbu lilin menyala, paraffin wax akan mencair.

Dan kemudian di sini akan terjadi fenomena kapilaritas, yaitu naik atau turunnya zat cair pada tabung atau celah dengan diameter yang sangat kecil. Gejala ini disebabkan karena adanya gaya adhesi atau kohesi antara zat cair dan dinding celah tersebut.

Kohesi adalah gaya di antara molekul – molekul dengan jenis yang sama dan adhesi adalah gaya antar molekul yang jenisnya berbeda (Giancoli, 2001). Panas api menyebabkan cairan wax menguap dan selanjutnya akan bercampur dengan oksigen sehingga terjadi proses pembakaran.

Jika di lihat secara umum, kita akan berpikir bahwa lilin merupakan salah satu perubahan yang terjadi secara fisika.

Kesimpulan ini kita ambil karena lilin berubah bentuk dari padat menjadi cair saat lilin mulai di bakar. Cairan lilin kembali menjadi padat saat suhu lelehan lilin menjadi dingin. Perubahahan tersebut termasuk dalam kategori perubahahan fisika karena hanya mengubah bentuk dan wujud lilin saja, dan tidak adanya zat baru yang terbentuk. Akan tetapi jika kita perhatikan secara lebih teliti, akan terlihat lebih banyak perubahan – perubahan yang terjadi saat lilin mulai di bakar hingga lilin mati.

Untuk menegetahui perubahan apa saja yang terjadi pada lilin, dapat kita amati dari saat lilin mulai dibakar.

Saat sumbu lilin dibakar, sumbu akan menyala dan saat suhu sudah mulai naik mendekati titik leleh paraffin, maka paraffin akan mulai meleleh. Ketika suhu cairan lilin mulai menurun, maka lelehan lilin akan mulai mengeras kembali. Di sini akan terjadi perubah wujud dari padat menjadi cair dan perubahan bentuk dari silinder menjadi tidak beraturaan. Lilin padat yang dibakar tidak semuanya berubah menjadi cair, hal ini dapat di buktikan dengan perbedaan massa lilin sebelum dan sesudah di bakar.

Padatan lilin yang berbentuk silinder akan lebih banyak dari pada padatan lilin setelah di bakar. Sesuai dengan hukum kekekalan massa yang di temukan oleh Lavoiser pada tahun 1774. Dimana Lavoiser memanaskan timah dengan oksigen dalam wadah tertutup.

sumbu lilin terbakar termasuk perubahan

Dengan menimbang secara teliti, ia berhasil membuktikan bahwa dalam reaksi itu tidak terjadi perubahan massa. Ia mengemukakan pernyataan yang sumbu lilin terbakar termasuk perubahan dengan hukum kekekalan massa, yang berbunyi : Pada reaksi kimia, masssa zat pereaksi sama dengan massa zat hasil reaksi.

Dengan kata lain dapat dinyatakan : Materi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan (Syukri, 1999). Dari perbedaan massa lilin sebelum dan sesudah di bakar dapat kita ketahui bahwa paraffin padat yang terbakar juga mengalami penguapan. Proses pebakaran lilin akan mengahasilkan cahaya dan energi panas. Pembakaran ini juga menghasilkan gas dan asap yang terbang keudara.

Gas yang dihasilkan adalah gas karbon dioksida (CO 2). Jadi dapat di simpulkan bahwa pada lilin terjadi perubahan fisika dan juga perubahan kimia. Perubahan fisika pada lilin terlihat dari perubahan bentuk lilin, sebelum di bakar lilin berbentuk silinder dan setelah di panaskan menjadi tidak beraturan.

Serta perubahan lilin dari bentuk padat menjadi cair dan kembali menjadi padat. Keadaan ini disebut sebagai perubahan fisika karena terjadi perubahan wujud lilin tanpa adanya zat baru yang terbentuk.

Perubahan kimia terlihat dari adanya cahaya dan panas yang di hasilkan dari proses sumbu lilin terbakar termasuk perubahan lilin, serta terbentunya gas dan asap yang merupakan hasil reaksi antara bahan bakar lilin (paraffin) dengan oksigen yang kemudian menghasilkan gas karbon dioksida. Perubahan ini disebut perubahan kimia karena terjadi reaksi antara satu materi dengan materi lain yang membentuk materi baru yang bersifat kekal. Dimana materi yang bereaksi di sini adalah paraffin dan oksigen diudara.

Sedangkan materi yang dihasilkan adalah asap yang mengandung CO 2 dan H 2O, seperti yang terlihat pada persamaan reaksi berikut ini : 2C 20H 42 + 41O 2 à 40CO 2 + 42H 2O Pada reaksi di atas terlihat bahwa hasil pembakaran paraffin hanya menghasilkan CO 2 dan H 2O, sedangkan lilin yang di bakar juga menghasilkan lilin cair atau lelehan lilin.

Hal ini di sebabkan karena reaksi diatas adalah reaksi sempurna pada pembakaran 2 molekul paraffin, sedangakan lilin terdiri atas banyak molekul dan tidak semua molekul bereaksi dengan oksigen membentuk CO 2 dan H 2O.

sumbu lilin terbakar termasuk perubahan

Reaksi pembakaran lilin yang tidak sempurna juga terlihat dari terbentunya asap hitam yang merupakan molekul karbon atau yang sering kita temui sebagai arang. Jika semua molekul paraffin membentuk CO 2 dan H 2O, maka pada lilin hanya terjadi perbahan kimia atau tidak ada perubahan fisika yang terjadi. Karena perubahan fisika pada lilin terletak pada perubahan wujud lilin dari padat menjadi cair dan kembali berwujud padat.

Dari penjelasan yang telah di paparkan di atas, kita tahu bahwa perubahan pada lilin tidaklah sesederhana yang kita pikirkan. Banyak sekali hal – hal kecil yang tidak kita ketahui terjadi di sekitar kita. Semua hal atau materi di sekitar kita ini tidak terlepas dari kimia, dan belajar kimia akan lebih menyenangkan jika kita tahu peranannya dalan kehidupan sehari – hari.

Perubahan pada Pembakaran Lilin




2022 www.videocon.com