Kencur bahasa sasak

kencur bahasa sasak

Peta persebaran bahasa di Lombok, berdasarkan data tahun 1981. Wilayah penutur bahasa Sasak diwarnai hijau, sementara wilayah penutur bahasa Bali diwarnai merah. Bahasa Sasak merupakan bahasa ibu yang dituturkan oleh suku Sasak yang menjadi etnis mayoritas di pulau Lombok, Indonesia.

Bahasa ini berkerabat dekat dengan bahasa Bali kencur bahasa sasak bahasa Sumbawa yang dituturkan di pulau-pulau sekitar Lombok. Ketiganya merupakan bagian dari rumpun bahasa Austronesia. Bahasa Sasak tidak memiliki status resmi; di Indonesia bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang digunakan oleh penutur bahasa Sasak dalam konteks formal dan tertulis. Beberapa dialek bahasa Sasak memiliki tingkat kesalingpahaman yang rendah.

Bahasa Sasak mempunyai sistem tingkatan bahasa, mirip dengan bahasa Jawa dan Bali. Setiap tingkatannya memiliki kosakata berbeda; penggunaannya ditentukan oleh status sosial relatif penutur terhadap lawan bicaranya.

Meski kini jarang ditemui dalam ragam tulisan, teks-teks tradisional bahasa Sasak yang ditulis dengan medium lontar terkadang dibacakan pada acara-acara adat tertentu. Sistem aksara bahasa Sasak hampir mirip dengan aksara Bali. Sebuah desa Sasak di Lombok Bahasa Sasak dituturkan oleh sebagian besar masyarakat Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, yang terletak di antara Pulau Bali (di sebelah barat) dan Pulau Sumbawa (di sebelah timur).

Kencur bahasa sasak bahasa Sasak mencapai 2,7 juta jiwa pada tahun 2010, atau sekitar 85% dari penduduk Pulau Lombok. [1] Bahasa Sasak digunakan dalam komunikasi dalam keluarga dan perdesaan, tetapi bahasa ini tidak memiliki status resmi. Bahasa nasional, bahasa Indonesia, digunakan sebagai bahasa pendidikan, pemerintahan, literatur, dan komunikasi antaretnis. [5] Suku Sasak bukan satu-satunya etnis yang menempati Pulau Lombok; sekitar 300.000 orang Bali tinggal di tepi barat pulau dan di dekat Mataram, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat.

[6] Di daerah perkotaan yang komposisi etnisnya lebih beragam, ada kecenderungan peralihan bahasa menuju bahasa Indonesia, umumnya dalam bentuk alih dan campur kode dan tidak sepenuhnya meninggalkan bahasa Sasak.

[5] Klasifikasi dan bahasa-bahasa kerabat Bahasa Sasak dan hubungannya dengan bahasa-bahasa Melayu-Sumbawa lainnya, menurut Adelaar (2005) Ahli bahasa Austronesia, K. Alexander Adelaar, mengklasifikasikan bahasa Sasak sebagai bagian dari subkelompok Melayu–Sumbawa dari rumpun bahasa Melayu–Polinesia pada sebuah makalah yang terbit tahun 2005.

[7] [8] Kerabat terdekat bahasa Sasak adalah bahasa Sumbawa, kemudian bahasa Bali; ketiganya membentuk rumpun bahasa Bali–Sasak–Sumbawa (BSS).

[7] Rumpun bahasa BSS, bersama rumpun Melayik (termasuk bahasa Melayu, bahasa Indonesia dan bahasa Minangkabau) serta rumpun Chamik (termasuk bahasa Aceh) membentuk satu cabang tersendiri dari subkelompok Melayu-Sumbawa. [7] [8] Dua cabang utama lainnya adalah bahasa Sunda dan Madura. [8] Klasifikasi ini menempatkan bahasa Jawa di luar subkelompok Melayu-Sumbawa, membentuk cabangnya sendiri di dalam rumpun bahasa Melayu-Polinesia. [8] Akan tetapi, hipotesis Melayu-Sumbawa ditolak oleh Blust (2010) dan Smith (2017), yang memasukkan rumpun BSS ke dalam subkelompok "Indonesia Barat", bersama bahasa Jawa, Madura, Sunda, Lampung, bahasa-bahasa Barito dan bahasa-bahasa Borneo Utara Raya.

[9] [10] Bahasa Kawi, yang merupakan ragam literer dari bahasa Jawa Kuna, telah mempengaruhi bahasa Sasak secara signifikan. [11] Bahasa Kawi digunakan di dalam seni pewayangan Sasak, syair-syair, dan dalam beberapa naskah lontar, terkadang bercampur dengan bahasa Sasak.

[2] [11] Bahasa Kawi juga digunakan sebagai ragam kesopanan paling tinggi (satu tingkat di atas bahasa Sasak "alus"), terutama oleh kalangan kelas atas yang disebut mènak.

[11] Fonologi Konsonan [12] [13] Labial Alveolar Postalveolar Palatal Velar Glottal Sengau m n ɲ ŋ Letup nirsuara p t k ʔ bersuara b d ɡ Afrikat nirsuara tʃ bersuara dʒ Desis ç h Aproksiman l j w Getar r Delapan kencur bahasa sasak vokal dapat ditemui dalam bahasa Sasak, [14] walaupun tidak semua dialek mengkontraskan kedelapan volkal ini.

[14] Kedelapan bunyi ini direpresentasikan dengan ejaan Latin a, e, i, o dan u, terkadang juga digunakan diakritik untuk membedakan bunyi-bunyi yang mirip. [14] [15] Umumnya, e merujuk pada bunyi e pepet, é untuk bunyi vokal takbulat setengah tertutup depan, è untuk vokal takbulat setengah terbuka depan, ó untuk vokal bulat setengah tertutup belakang dan ò untuk vokal bulat setengah terbuka belakang.

[15] Vokal [14] Depan Madya Belakang Tertutup i u 1/2 tertutup e ə o 1/2 terbuka ɛ ɔ Terbuka a Diftong Bahasa Sasak memiliki diftong (dua vokal beriringan dalam satu sukukata) /ae/, /ai/, /au/, /ia/, /uə/ dan /oe/. [12] Morfofonologi Kata-kata dalam bahasa Sasak memiliki tekanan tunggal di suku kata terakhir.

[16] Bunyi /a/ dalam posisi akhir sebuah kata dasar secara fonetis diucapkan sebagai [ə] ( vokal tengah madya) dengan pita suara kencang; contohnya, /baca/ ("membaca") diucapkan (dan dieja) sebagai bace, namun ketika diberi imbuhan, bunyi vokal ini tidak berubah, semisal di dalam kata bacaan, "bacaan" dan pembacaan, "benda untuk membaca".

[17] Dalam penggabungan kata, jika elemen pertama berakhir dengan bunyi vokal, maka elemen tersebut akan ditambahi dengan bunyi penghubung sengau (/n/ di sebagian besar dialek, /ŋ/ di dialek tertentu). Contohnya, bila kata mate ("mata") dan bulu ("bulu") digabungkan, hasilnya adalah maten bulu ("bulu mata"). [16] Tata bahasa Bahasa Sasak memiliki urutan kata yang fleksibel, seperti umumnya bahasa-bahasa Austronesia Barat (AB) di Indonesia.

[18] Persebaran frekuensi urutan-urutan kata dipengaruhi oleh bentuk verba yang digunakan dalam sebuah klausa (mis. tergantung apakah verba tersebut berimbuhan "awalan sengau" atau tidak, lihat #Verba). [18] Klausa yang melibatkan verba dengan awalan sengau akan memiliki urutan kencur bahasa sasak (SPO), serupa dengan kelas pelaku-sasaran di bahasa-bahasa AB Indonesia lainnya. [18] Sebaliknya, klausa dengan verba tanpa awalan tidak memiliki urutan kata yang dominan; tiga dari enam urutan kata yang mungkin ( subjek-predikat-objek, predikat-subjek-objek dan objek-predikat-subjek) dapat ditemui dengan frekuensi yang relatif sama.

[19] Verba bahasa Sasak, seperti bahasa-bahasa lain di Indonesia bagian barat, tidak berubah bentuk tergantung kala, modus atau aspek. Imbuhan bahasa Sasak hanya digunakan untuk derivasi morfologis. [20] Verba dapat memiliki dua bentuk: dasar (tak berawalan) dan berawalan. [21] [15] Bentuk dasar digunakan dalam daftar kosakata dan kamus-kamus, [15] sementara bentuk berawalan memiliki awalan berupa bunyi sengau. [21] Dasar awalan sengau ini adalah bunyi -n, yang juga dapat direalisasikan menjadi nge- m- dan sebagainya, serta dapat menghapus konsonan pertama dari kosakata dasar.

[21] [22] Sebagai contoh, bentuk dasar dari "membeli" adalah beli dan jika ditambahi awalan menjadi mbeli. [22] Awalan sengau ini juga dapat mengubah nomina menjadi verba yang sesuai; contohnya, dari kupi ("kopi") menjadi ngupi ("meminum kopi" atau " ngopi"). [20] Peran awalan dan tambahan bunyi sengau ini berbeda-beda tergantung dialek. [23] Misalnya, dialek-dialek timur bahasa Sasak memiliki tiga jenis penggunaan awalan seperti ini: yang pertama menandai verba transitif, yang kedua digunakan untuk menghasilkan fokus predikat, dan yang ketiga untuk aksi duratif dengan penderita non-spesifik.

[24] Kalimat dengan modus imperatif dan hortatif menggunakan bentuk dasar. [15] Bahasa Sasak memiliki beragam klitika, yaitu satuan gramatikal yang dianggap sebagai bagian dari sebuah kata (seperti imbuhan) namun secara sintaksis merupakan kata tersendiri—seperti klitik ' ll dalam bahasa Inggris.

[25] Klitik sederhana digunakan sebagai penjelas penunjuk yang dilekatkan pada nomina atau frasa nomina sebelumnya; contohnya, klitik ni("ini") dalam dengan ni ("orang ini"). [26] [27] Klitik khusus, bila dilekatkan pada nomina, menunjukkan kepunyaan ''inalienable'', dan bila dilekatkan pada yang lain merepresentasikan hubungan antara agen dan pasien. [27] Sebagai contoh, klitik ku (ada pula yang menyebut kò atau k, tergantung dialeknya) yang menunjukkan kepemilikan orang pertama ("aku"), bila dilekatkan dengan nomina ime ("tangan") akan menjadi imengku ("tanganku").

[17] Ragam Dialek Bahasa Sasak memiliki keragaman dialek, baik secara fonologi, kosakata maupun tata bahasa. [5] Umumnya, penutur jati bahasa Sasak mengidentifikasi setidaknya lima dialek, dinamai berdasarkan kata yang digunakan untuk merujuk pada "begitu" dan "begini": Kutó-Kuté (Sasak Utara), Nggetó-Nggeté (Sasak Timur Laut), Menó-Mené (Sasak Tengah), Ngenó-Ngené (Sasak Timur-Tengah, Sasak Barat-Tengah) dan Meriaq-Meriku (Sasak Selatan-Tengah).

[1] [3] Namun, menurut ahli bahasa Peter K. Austin, klasifikasi tradisional ini tidak "sepenuhnya mecerminkan keragaman geografis yang ekstensif . di dalam bahasa Sasak". [a] [1] Selain itu, beberapa dialek memiliki tingkat kesalingpahaman yang rendah. [3] Tingkatan bahasa Bahasa Sasak memiliki tingkatan-tingkatan dengan perbedaan kosakata, yang penggunaannya terikat pada status sosial relatif penutur terhadap lawan bicara.

[1] Ini sistem yang serupa dengan yang ada di bahasa tetangganya yaitu bahasa Jawa dan Bali [5], maupun bahasa Korea. [28] Ada tiga tingkatan dalam bahasa Sasak untuk menandakan status pembicara (rendah, pertengahan, dan tinggi), [1] ditambah satu dimensi merendah-hormat yang mendandai hubungan antara pembicara dengan orang lain (yang bukan lawan bicara). [29] Contohnya, kata ganti orang kedua dapat disebut sebagai kamu (tingkat rendah), side (pertengahan), pelinggih (tinggi) atau dekaji (menghormati).

[30] "Makan" dapat diterjemahkan sebagai mangan (rendah), bekelór (pertengahan), madaran (tinggi) atau majengan (menghormati). [30] Semua tingkatan, kecuali ragam paling rendah, disebut sebagai bahasa alus ("halus" atau "sopan") dalam bahasa Sasak. [5] Ragam-ragam alus dipakai dalam konteks resmi dan kepada orang dengan status sosial yang lebih tinggi, terutama terhadap para mènak (kasta tinggi tradisional, yang mencakup sekitar delapan persen populasi kencur bahasa sasak Sasak).

[5] Sistem ini juga dapat ditemukan pada dialek-dialek bahasa Sasak secara umum. Meski untuk kosakata di tingkatan paling rendah ada banyak variasi dialektal, bentuk kosakata alus selalu konsisten di seluruh dialek.

[30] Menurut spesialis bahasa-bahasa Indonesia Bernd Nothofer, sistem ini diadopsi dari bahasa Bali atau Jawa. [11] Sastra Orang Sasak memilki tradisi menulis dengan perantara daun lontar yang dikeringkan. [11] Tradisi baca-tulis mungkin dikenalkan pada abad ke-14 oleh kemaharajaan Hindu-Buddha Majapahit, yang pengaruhnya mencapai pulau Lombok. [31] Naskah-naskah lontar tertua yang bertahan berasal dari abad ke-19; banyak di antaranya yang dikumpulkan oleh pemerintah Belanda dan disimpan di perpustakaan-perpustakaan Leiden atau Bali.

[11] Selain itu, Museum Matarm di Lombok juga mengoleksi beberapa naskah, dan banyak juga individu atau keluarga yang menyimpannya sebagai pusaka untuk diwariskan lintas generasi. [11] Naskah-naskah lontar ini masih dibacakan dalam pementasan yang disebut pepaòsan. [32] Pembacaan naskah ini dilakukan dalam beberapa acara penting, termasuk pemakaman, pernikahan, dan khitanan.

[32] Masyarakat Sasak di perdesaan membaca naskah lontar sebagai bagian dari ritual untuk memastikan kesuburan hewan ternak mereka. [32] Peter K. Austin, dalam penggambarannya mengenai sebuah pepaòsan dalam acara khitanan pada kencur bahasa sasak 2002, [33] menyebutkan bahwa pementasan tersebut menggunakan salinan kertas dari naskah asli alih-alih daun lontar. [34] Lontar Lombok ditulis dalam bahasa Sasak, bahasa Kawi (bahasa sastra berdasarkan bahasa Jawa Kuna) atau kombinasi keduanya.

[2] Naskah-naskah ini menggunakan aksara hanacaraka, sebuah kencur bahasa sasak penulisan yang hampir serupa dengan aksara Bali. [2] Huruf dasarnya terdiri dari sebuah konsonan ditambah bunyi vokal a. [2] Lima huruf pertamanya disebut ha, na, ca, ra dan ka, maka aksara ini dinamai demikian. [2] Suku kata dengan bunyi vokal selain a dituliskan dengan menambahkan diakritik di atas, di bawah, atau di samping huruf dasar.

[2] Konsonan akhir dan gabungan konsonan juga bisa dituliskan dengan aksara ini. [2] Referensi Catatan • ^ a b c d e f Austin 2012, hlm.

231. • ^ a b c d e f g h Austin 2010, hlm. 36. • ^ a b c Bahasa Sasak di Ethnologue (ed. ke-18, 2015) • ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Sasak". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. Pemeliharaan CS1: Tampilkan editors ( link) • ^ a b c d e f Austin 2010, hlm.

33. • ^ Austin 2010, hlm. 32. • ^ a b c Shibatani 2008, hlm. 869. • ^ a b c d Adelaar 2005, hlm. 357. • ^ Blust 2010, hlm. 81-82. • ^ Smith 2017, hlm. 443, 456. • ^ a b c d e f g Austin 2010, hlm. 35. • ^ a b PHOIBLE 2014. • ^ Donohue 2007, hlm.

527. • ^ a b c d Seifart 2006, hlm. 294. • ^ a b c d e Austin 2012, hlm. 232. • ^ a b Austin 2004, hlm. 4. • ^ a b Austin 2004, hlm. 5.

kencur bahasa sasak

• ^ a b c Wouk 1999, hlm. 98. • ^ Wouk 1999, hlm. 99. • ^ a b Austin 2013, hlm. 31. • ^ a b c Wouk 1999, hlm. 93. • ^ a b Austin 2013, hlm. 33. • ^ Austin 2013, hlm.

43. • ^ Austin 2013, hlm. 43-44. • ^ Austin 2004, hlm. 2-3. • ^ Austin 2004, hlm. 6. • ^ a b Austin 2004, hlm. 18. • ^ Goddard 2005, hlm. 215. • ^ Austin 2012, hlm. 231-232. • ^ a kencur bahasa sasak c Austin 2010, hlm. 34. • ^ Austin 2010, hlm. 31. • ^ a b c Austin 2010, hlm. 39. • ^ Austin 2010, hlm. 42. • ^ Austin 2010, hlm.

kencur bahasa sasak

44. Daftar pustaka • Adelaar, K. Alexander (2005). "Malayo-Sumbawan". Oceanic Linguistics. Project MUSE. 44 (2): 356–388. doi: 10.1353/ol.2005.0027. • Austin, Peter K. (2004). Clitics in Sasak, eastern Indonesia. Linguistics Association of Great Britain Annual Conference. Sheffield, United Kingdom. • Austin, Peter K. (2010). Imogen Gunn & Mark Turin, ed. "Reading the Lontars: Endangered literature practices of Lombok, eastern Kencur bahasa sasak.

Language Documentation and Description. London: SOAS, University of London. 8: 27–48. ISSN 1740-6234. Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting ( link) • Austin, Peter K. (2012). Stuart McGill & Peter K. Austin, ed. "Tense, aspect, mood and evidentiality in Sasak, eastern Indonesia". Language Documentation and Description. London: SOAS, University of London. 11: 231–251. ISSN 1740-6234. Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting ( link) • Austin, Peter K. (2013). "Too many nasal verbs: dialect variation in the voice system of Sasak".

NUSA: Linguistic studies of languages in and around Indonesia. 54: 29–46. • Blust, Robert (2010). "The Greater North Borneo Hypothesis".

Oceanic Linguistics. 49 (1): 44–118. doi: 10.1353/ol.0.0060. JSTOR 40783586. • Donohue, Mark (2007). "The Papuan Language of Tambora". Oceanic Linguistics. University of Hawai'i Press. 46 (2): 520–537. doi: 10.1353/ol.2008.0014. • Goddard, Cliff (2005). The Languages of East and Southeast Asia: An Introduction. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-927311-9. • PHOIBLE (2014). "Sasak sound inventory (PH)". Dalam Steven Moran; Daniel McCloy; Richard Wright.

kencur bahasa sasak

PHOIBLE Online. Leipzig: Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology. • Seifart, Frank (2006). "Orthography development". Dalam Jost Gippert, Nikolaus P. Himmelmann, Ulrike Mosel. Essentials of Language Documentation. Berlin: Walter de Gruyter.

hlm. 275–300. ISBN 9783110197730.

kencur bahasa sasak

Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting ( link) • Shibatani, Masayoshi (2008). "Relativization in Sasak and Sumbawa, Eastern Indonesia" (PDF). Language and Linguistics. 9 (4): 865–916. • Smith, Alexander D. (2017). "The Western Malayo-Polynesian Problem". Oceanic Linguistics. 56 (2): 435–490. doi: 10.1353/ol.2017.0021. • Wouk, Fay (1999).

kencur bahasa sasak

"Sasak Is Different: A Discourse Perspective on Voice". Oceanic Linguistics. University of Hawai'i Press. 38 (1): 91–114. doi: 10.2307/3623394. JSTOR 3623394. Pranala luar • (Indonesia) Kamus bahasa sasak online Diarsipkan 2016-06-13 di Wayback Machine. • Online Dictionary Sasak language - English • Koleksi Music of Indonesia and Kencur bahasa sasak David Goldsworthy yang diarsipkan dengan Paradisec, termasuk rekaman dengan akses terbuka, di Sasak.

• Aceh • Bangka • Batak • Alas-Kluet • Angkola • Karo • Mandailing • Pakpak • Singkil • Simalungun • Toba • Col • Devayan • Haloban • Lekon • Duano a • Enggano • Gayo • Haji • Kaur • Kerinci • Komering • Kubu • Lampung • Api • Nyo • Loncong • Lubu • Melayu • Melayu Barisan Selatan • Besemah • Bengkulu • Ogan • Semendo • Serawai • Melayu Jambi • Mentawai • Minangkabau • Jamee • Kampar • Mukomuko • Pesisir Sibolga • Musi • Palembang • Nasal • Nias • Pekal • Rejang • Sigulai • Abui • Adang • Adonara • Alor • Amarasi • Anakalangu • Bali • Bengkala 2 • Bilba • Bima • Blagar • Bunak b • Dela-Oenale • Dengka • Dhao • Ende • Hamap • Helong • Ile Ape • Kabola • Kafoa • Kamang • Kambera • Kedang • Kelon • Kemak b • Ke'o • Kepo' • Kodi • Komodo • Kui • Kula • Lamaholot • Lamalera • Lamatuka • Lamboya • Lamma kencur bahasa sasak Laura • Lembata Barat • Lembata Selatan • Levuka • Lewo Eleng • Lewotobi • Lio • Lole • Melayu Bali • Melayu Kupang • Melayu Larantuka • Mamboru • Manggarai • Nage • Nedebang • Ngada • Ngada Timur • Palue • Rajong • Rembong • Retta • Ringgou • Riung • Rongga • Sabu • Sasak • Sawila • Sikka • So'a • Sumbawa • Tambora • Tereweng • Kencur bahasa sasak • Tetun b • Tewa • Tii • Uab Meto • Wae Rana • Wanukaka • Wejewa • Wersing • Abal • Ampanang • Aoheng • Bahau • Bakati' • Rara • Sara • Barangas • Bakumpai • Banjar • Basap • Benyadu' • Bidayuh • Biatah a • Bukar-Sadong a • Bolongan a • Bukat • Bukitan • Burusu • Dusun • Deyah • Malang • Witu • Embaloh • Hovongan • Iban a • Jangkang • Kayan • Kayan Busang • Sungai Kayan • Mahakam • Mendalam • Wahau • Kelabit a • Kembayan • Kendayan • Keninjal • Kenyah • Kelinyau a • Wahau • Kereho • Kohin • Lawangan • Lengilu • Lun Bawang a • Ma'anyan • Melayu • Kota Bangun • Berau • Bukit • Dayak • Pontianak • Tenggarong • Modang • Mualang • Murut • Selungai Murut a • Sembakung Murut a • Tagal Murut a • Ngaju • Okolod a • Ot Danum • Paku • Punan • Aput • Merah • Merap • Tubu • Putoh • Ribun • Sa'ban • Sanjau Basap • Sanggau • Seberuang • Segai • Semandang • Siang • Taman • Tausug a • Tawoyan • Tidong a • Tunjung • Uma' • Lasan • Lung • Alune • Amahai • Ambelau • Aputai • Asilulu • Babar Tenggara • Babar Utara • Banda • Barakai • Bati • Batuley • Benggoi • Boano • Bobot • Buli • Buru • Dai • Damar Barat • Damar Timur • Dawera-Daweloor • Dobel • Elpaputih • Emplawas • Fordata • Galela • Gamkonora • Gane • Gebe • Geser-Gorom • Gorap • Haruku • Hitu • Horuru • Hoti • Huaulu • Hukumina • Hulung • Ibu • Ili'uun • Imroing • Kadai • Kaibobo • Kamarian • Kao • Karey • Kayeli • Kei • Kisar • Koba • Kola • Kompane • Kur • Laba • Laha • Larike-Wakasihu • Latu • Leti • Liana-Seti • Lisabata-Nuniali • Lisela • Lola • Loloda • Lorang • Loun • Luang • Luhu • Maba • Makian Barat • Makian Timur • Melayu Ambon • Melayu Bacan • Melayu Banda • Melayu Maluku Utara • Mangole • Manipa • Manombai • Manusela • Mariri • Masela Barat • Masela Tengah • Masela Timur • Masiwang • Modole • Moksela • Naka'ela • Nila • Naulu Selatan • Naulu Utara • Nusa Laut • Oirata • Pagu • Palumata • Patani • Paulohi • Perai • Piru • Roma • Sahu • Salas • Saleman • Saparua • Sawai • Seit-Kaitetu • Selaru • Seluwasan • Sepa • Serili • Serua • Sula • Tabaru • Taliabu • Talur • Tarangan Barat • Tarangan Timur • Tela-Masbuar • Teluti • Teor • Ternate • Ternateño 1 • Te'un • Tidore • Tobelo • Tugun • Tugutil • Tulehu • Ujir • Waioli • Watubela • Wamale Selatan • Wamale Utara • Yalahatan • Yamdena • Abinomn 3 • Abun 3 • Aghu • Airoran • Ambai • Anasi • Ansus • Arandai • Arguni • As • Asmat Pantai Kasuari • Asmat Tengah • Asmat Utara • Asmat Yaosakor • Atohwaim • Auye • Awbono kencur bahasa sasak Awera • Awyi • Awyu Asue • Awyu Tengah • Awyu Edera • Awyu Jair • Awyu Utara • Awyu Selatan • Bagusa • Baham • Barapasi • Bauzi • Bayono • Bedoanas • Beneraf • Berik • Betaf • Biak • Biga • Biritai • Bonggo • Burate • Burmeso • Burumakok • Buruwai • Busami • Citak • Citak Tamnim • Dabe • Damal • Dani Lembah Bawah • Dani Lembah Tengah • Dani Lembah Atas • Dani Barat • Dao • Dem • Demisa • Dera • Diebroud • Dineor • Diuwe • Doutai • Duriankere • Dusner • Duvle • Edopi • Eipomek • Ekari • Elseng 3 • Emem • Eritai • Erokwanas • Fayu • Fedan • Foau • Gresi • Hatam 3 • Hupla • Iau • Iha • Iha Pijin 4 • Irarutu • Iresim • Kencur bahasa sasak • Itik • Iwur • Jofotek-Bromnya • Kaburi • Kais • Kaiy • Kalabra • Kamberau • Kamoro • Kanum Bädi • Kanum Ngkâlmpw • Kanum Smärky • Kanum Sota • Kapauri • Kaptiau • Karas • Karon Dori • Kaure • Kauwera • Kawe • Kayagar • Kayupulau • Kehu 5 • Keijar • Kemberano • Kembra 5 • Kemtuik • Ketengban • Ketum • Kimaghima • Kimki • Kirikiri • Kofei • Kokoda • Kombai • Komyandaret • Konda • Koneraw • Kopkaka • Korowai • Korupun-Sela • Kosare • Kowiai • Kuri • Kurudu • Kwer • Kwerba • Kwerba Mamberamo • Kwerisa • Kwesten • Kwinsu • Legenyem • Lepki 5 • Liki • Maden • Mai Brat • Mairasi • Maklew • Melayu Papua • Mander • Mandobo Atas • Mandobo Bawah • Manem • Manikion/Mantion/Sougb • Mapia • Marau • Marind • Marind Bian • Masimasi • Massep 3 • Matbat • Mawes • Ma'ya • Mekwei • Meoswar • Mer • Meyah • Mlap • Mo • Moi • Molof 5 • Mombum • Momina • Momuna • Moni • Mor • Mor • Morai • Morori • Moskona • Mpur 3 • Munggui • Murkim 5 • Muyu Utara • Muyu Selatan • Nafri • Nakai • Nacla • Namla 5 • Narau • Ndom • Nduga • Ngalum • Nggem • Nimboran • Ninggerum • Nipsan • Nisa • Obokuitai • Onin • Onin Pijin 4 • Ormu • Orya • Papasena • Papuma • Pom • Puragi • Rasawa • Riantana • Roon • Samarokena • Saponi • Sauri • Sause • Saweru • Sawi • Seget • Sekar • Semimi • Sempan • Sentani • Serui-Laut • Kencur bahasa sasak • Silimo • Skou • Sobei • Sowanda • Sowari • Suabo • Sunum • Tabla • Taikat • Tamagario • Tanahmerah • Tandia • Tangko • Tarpia • Tause • Tebi • Tefaro • Tehit • Tobati • Tofanma 5 • Towei • Trimuris • Tsaukambo • Tunggare • Una • Uruangnirin • Usku 5 • Viid • Vitou • Wabo • Waigeo • Walak • Wambon • Wandamen • Wanggom • Wano • Warembori • Wares • Waris • Waritai • Warkay-Bipim • Waropen • Wauyai • Woi • Wolai • Woria • Yahadian • Yale Kosarek • Yali Angguruk • Yali Ninia • Yali Lembah • Yaqay • Yarsun • Yaur • Yawa • Yei • Yelmek • Yeretuar • Yetfa • Kencur bahasa sasak • Zorop Kategori tersembunyi: • Artikel bahasa yang merujuk Ethnologue 18 • Pemeliharaan CS1: Tampilkan editors • Artikel bahasa dengan kode ISO 639-2 • Artikel bahasa tanpa referensi • Artikel bahasa April 2022 • Semua artikel bahasa • Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting • Templat webarchive tautan wayback • Artikel bagus • Artikel bagus biasa • Semua artikel bagus • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Halaman ini terakhir diubah pada 25 April 2022, pukul 14.05.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • • Home • > Indonesia • Sumatra • Nanggroe Aceh ► • Alas • Devayan • Gayo • Lekon • Sigulai • Sumatra Utara ► • Angkola • Karo • Lubu • Medan • Toba • Pasisi • Riau ► • Rokan • Sumatra Barat ► • Mentawai • Rao • Jambi • Sumatra Selatan ► • Komering • Lahat • Ogan • Pasemah (Besemah) • Bengkulu ► • Enggano ► • Enggano • dialek Umum • dialek Malakoni • Rejang • Lampung ► • Proto Lampung • Lampung • Lampung dialek Umum • Lampung dialek Api ► • Daya • Jabung • Kalianda • Kota Agung • Krui • Pubian • Ranau • Sukau • Sungkai • Talang Padang • Way Kanan • Way Lima • Lampung dialek Nyo ► • Abung-Kotabumi • Abung-Sukadana • Melinting • Menggala-Tulang Bawang • Belalau • Komering ► • Komering (Ilir) Palau Gemantung • Komering (Ulu) Perjaya • Komering (Ulu) Damarpura • Kencur bahasa sasak, Kayu Agung • Komering, Kayu Agung (Pendatang) • Komering Umum • Komering • more.

(Sumatra) • Kalimantan • more. (Kalimantan) • Sulawesi • Proto Bungku-Tolaki • Proto Minahasa • Tonsea • Tountemboan • Tomini, Tialo • Manado • Bajau • Bugis • Bugis, dialek • Makasar • Toraja • more. (Sulawesi) • Maluku • Ambon • Ambon, Allang • Ternate, Pasar • Ambon, Allang • Jawa • Sunda • more. (Jawa) • Nusa Tenggara • Nusa Tenggara Timur • Nusa Tenggara Barat • Sasak • Sumbawa • Papua • Bali • Asia Tenggara • Timor Leste • Tetun • Tetun, Dilli • Malaysia • Chewong • Urak Lawoi' • Burma (Myanmar) • Moken • Filipina • Batak, Palawan • Bikol, Naga City • Bontok • Filipino • Hiligaynon • Ilokano • Inabaknon • Kalinga • Sama (Sinama) • Tagbanwa • Taosug • Yakan • Asia • Formosa-Taiwan • Amis • Atayal • Basay • Bunun • Kavalan • Paiwan • Pazih • Puyuma • Rukai • Siraya • Thao • more.

• India • Mizoram • Santali • Nicobar-Andaman • Shompen • Madagascar • Malagasy • Merina (Malagasy) • Pasifik-Polynesia • Daa Kaka • Fiji Bau • Fiji Navosa • Fiji Suva • Hawaii • Kiribati • Maori • Mbirao • Nanumea • Nauru • Rapa Nui (Easter Island) • Rarotonga (Cook Island) • Samoa • Tahiti • Tonga • Tuvalu • ►> • Moken • Bahasa di Palawan • Bahasa Melayu Tengah • Sejarah bahasa Melayu Kina di bogor September 13, 2016 at 6:19 PM Saya ucapkan kepada allah karna atas kehendaknya melalui Dana Ghaib KI WARA saya sekarang sudah bisa bisa buka toko sendiri dan bahkan saya berencara ingin buka bengkel mobil dan itu semua berkat bantuan KI WARA saya tidak perna menyanka kalau saya sudah bisa sukses ini atas bantuan KI WARA yang telah bantu saya Dana Ghaib dan alhamdulillah itu semuaya terbukti bahkan beliau juga membantu saya kencur bahasa sasak penarik kepada saya dan katanya minyak ini bisa digunakan untuk berbagai jenis keperluan dan baru kali ini saya temukan paranormal yang bisa dipercaya bagi teman teman yang ingin dibantu untuk dikasi nomor yang benar benar terbukti siapa tau ada teman mau di bantu dana ghaib dan kepengen ingin membeli minyak penarik silahkan hubungi KI WARA di 085242894584.

DANA GHAIB KI WARA Reply Delete Unknown February 9, 2021 at 10:05 AM bagi masyarakat sumbawanya orang terpenting bagi penghormatan kaum laki-laki terhadap wanita yang akan dinikahinya pada umumnya menyerang merupakan proses ancaman dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan biasanya diiringi dengan kesenian khas sumbawa ratib rebana ode dan rabalas lawas Reply Delete Apabila ada "kata" atau "arti" yang tidak sesuai dengan pendapat pembaca, atau kami salah mengartikan untuk kamus sederhana yang kami sampaikan di blog ini.

Karena keterbatasan atau kesalahan dari sumber/ referensi yang kami dapat. Mohon kiranya untuk memberi koreksi kesalahan dan agar segera kami memperbaikinya.

kencur bahasa sasak

Salam • ► 2014 (2) • ► August (1) • ► July (1) • ► 2013 (4) • ► October (2) kencur bahasa sasak ► July (1) • ► March (1) • ▼ 2012 (222) • ► December (3) • ► August (1) • ► July (6) • ► June (2) • ► May (76) • ▼ April (120) • Bahasa Dayak Katingan • Bahasa Merina (Malagasy) • Bahasa Sumbawa • Bahasa Sasak • Bahasa Tagbanwa • Bahasa Bontok • Bahasa Tagbanwa Kalamian • Bahasa Bontok (Guinaang-Bontok) • Bahasa Bontok (Guinaang-Sagadan) • Bahasa Bontok Timur • Bahasa Minahasa Tontemboan • Bahasa Mbirao • Bahasa Ternate (Pasar) • Bahasa Dayak Bakatiq • Bahasa Minahasa Tonsea • Bahasa Tomini (Tialo) • Bahasa Minahasa Proto • Bahasa Sama • Bahasa Sama Siasi • Bahasa Sama Pangutaran • Bahasa Sama Sibutu • Bahasa Hiligaynon • Bahasa Tagbanwa Aborlan • Bahasa di Pulau Palawan • Bahasa Ilokano • Bahasa Tetun Dili • Bahasa Nauru • Bahasa Kiribati • Informasi Bahasa Lampung • Bahasa Dayak Murut (Timugon) • Bahasa Dayak Dusun Witu • Bahasa Daa Kaka (Ambrym Barat, Vanuatu) • Bahasa Batak Palawan • Bahasa Fiji dialek Navosa • Bahasa Fiji dialek Suva • Bahasa Fiji dialek Bau Fiji • Bahasa Hawai • Bahasa Samoa • Bahasa Maori • Bahasa Shompen • Bahasa Rapa Nui (Pulau Paskah) • Bahasa Tahiti • Bahasa Rarotonga (Cook Islands) • Bahasa Tonga • Bahasa Tuvalu • Bahasa Nanumea • Bahasa Kencur bahasa sasak Dusun Tuhauwon • Bahasa Bunun dialek Iskubun • Bahasa Bunun dialek Takbanuaz • Bahasa Bunun dialek Takituduh • Bahasa Bunun dialek Utara (Northern) • Bahasa Bunun dialek Selatan (Southern) • Bahasa Kavalan dialek Kedua • Bahasa Kavalan dialek Utama • Bahasa Paiwan dialek Stimul • Bahasa Paiwan dialek Kulalao • Bahasa Paiwan dialek Butanglu • Bahasa Paiwan dialek Tjubar • Bahasa Puyuma Proto • Bahasa Batak Toba • Bahasa Puyuma dialek Chihpen • Bahasa Puyuma dialek Katipul • Bahasa Puyuma dialek Lower Pinlang • Bahasa Puyuma dialek Nanwang • Bahasa Puyuma dialek Pilam • Bahasa Amis • Bahasa Urak Lawoi' • Formosa, Taiwan • Bahasa Atayal dialek Ci'uli • Bahasa Atayal dialek Skikun • Bahasa Atayal dialek Mayrinax • Bahasa Atayal dialek Squliq • Bahasa Moken • Bahasa Kalinga • Bahasa Enggano • Bahasa Lampung • Bahasa Lampung dialek Api (Daya) • Bahasa Lampung dialek Api (Jabung) • Bahasa Lampung dialek Api (Kalianda) • Bahasa Lampung dialek Api (Kota Agung) • Bahasa Lampung dialek Api (Krui) • Bahasa Lampung dialek Api (Pubian) • Bahasa Lampung dialek Api (Ranau) • Bahasa Lampung dialek Api (Sukau) • Bahasa Lampung dialek Api (Sungkai) • Bahasa Lampung dialek Api (Talang Padang) • Bahasa Lampung dialek Api (Way Kanan) • Bahasa Lampung dialek Api (Way Lima) • Bahasa Lampung dialek Nyo (Abung-Kotabumi) • Bahasa Lampung dialek Nyo (Abung-Sukadana) • Bahasa Lampung dialek Nyo (Melinting) • Bahasa Lampung dialek Nyo (Menggala-Tulang Bawang) • Bahasa Lampung dialek Api (Belalau) • Bahasa Lampung Proto • Bahasa Lampung dialek Umum • Bahasa Mentawai • Bahasa Enggano dialek Umum • Bahasa Enggano dialek Malakoni • Bahasa Kalinga dialek Southern • Bahasa Kalinga dialek Limusin • ► January (14) • ► 2011 (13) • ► December (6) • ► August (7)
Rempah kencur merupakan bahan alami yang sering dikonsumsi dan dimanfaatkan di Indonesia.

Kencur bahasa sasak kencur biasa dimanfaatkan kencur bahasa sasak bahan utama jamu yang dikenal khasiatnya untuk berbagai keluhan dan kesehatan tubuh, juga dapat dijadikan sebagai bumbu makanan untuk menambah aroma dan rasa nikmat. Bahkan ada yang mengklaim jika kencur dapat menyaingi obat-obatan. Apakah Anda termasuk salah seorang yang suka mengkonsumsi tanaman herbal untuk mejaga kesehatan tubuh? Rempah kencur bahasa sasak termasuk salah satu yang telah dikemas menjadi produk herbal praktis untuk dikonsumsi sebagai obat atau suplemen.

Kenali berbagai informasi seputar kencur beserta manfaatnya berikut ini. Tanaman Kencur Rempah kencur merupakan salah satu tanaman yang hampir sama bentuknya dengan jahe. Bahkan, bagi siapa saja yang awam dengan bumbu dapur pasti tidak dapat membedakan antara herbal kencur dan jahe pada awalnya. Namun keduanya berbeda termasuk dari sisi manfaatnya. Kaempferia galanga (nama latin dari kencur) kemungkinan berasal dari India, di mana ia tersebar luas.

Tanaman ini dibudidayakan secara meluas di Asia Tenggara, Cina selatan, Nusantara hingga Maluku; dan kemungkinan pula diintroduksi ke Australia utara. Herbal Kencur, sumber Makan Abis Kencur merupakan temu kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air.

Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan, tumbuh menggeletak di atas permukaan tanah. Bunga majemuk tersusun setengah duduk dengan kuntum bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah. Bibir bunga (labellum) berwarna lembayung dengan warna putih lebih dominan. Tumbuhan ini tumbuh baik pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan setengah ternaungi.

Tanaman ini merupakan salah satu jenis empon-empon/tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpang atau rizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan. Nama lainnya adalah cekur (Malaysia) dan pro hom (Thailand). Kencur (nama bahasa Jawa dan bahasa Indonesia) dikenal di berbagai tempat dengan nama yang berbeda-beda: cikur (bahasa Sunda); ceuko (bahasa Aceh); kaciwer (bahasa Karo); kencor (Madura); cekuh (bahasa Bali); Sekuh atau Sekur (bahasa Sasak), kencur, sukung (bahasa Melayu Manado); asauli, sauleh, soul, umpa (bahasa-bahasa di Maluku); serta kencur bahasa sasak (Sumba).

(sumber : Wikipedia) Berbagai khasiat dari rempah kencur diketahui berdasarkan nutrisi atau zat yang terkandung di dalamnya.

Berikut beberapa zat yang terkandung dalam rempah kencur : • Pati atau zat tepung: zat tepung atau pati memiliki kandungan karbohidrat atau glukosa • Mineral: Mineral dibutuhkan tubuh untuk mengaktifkan ratusan reaksi enzim dalam tubuh • Metanol: dapat digunakan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan mencegah penyakit menyerang • Minyak atsiri yang berupa sineol: disinyalir memiliki kandungan antioksidan Jamu Beras Kencur, sumber SehatQ Manfaat Kencur Untuk Kesehatan Rempah kencur memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan tubuh kita.

Berbagai manfaat ini telah dikenal sejak masa lampau hingga kini. Lantas, apa saja manfaatnya? Berikut beberapa khasiat herbal kencur yang dilansir dari situs Alodokter. 1. Mencegah kanker Kanker merupakan pertumbuhan sel abnormal yang tak terkendali karena adanya perubahan sifat genetik atau mutasi gen. Jika tidak ditangani sejak dini, kanker dapat menyebar ke jaringan lain dalam tubuh dan semakin sulit ditangani (metastasis). Berbagai riset menunjukkan bahwa kencur mengandung senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

Oleh karena itu, kencur baik untuk Anda konsumsi guna mencegah kanker. 2. Menurunkan tekanan darah Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Kondisi ini memaksa jantung untuk memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh, sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit tertentu seperti stroke, penyakit jantung, dan kerusakan ginjal. Kencur telah lama digunakan untuk mengobati hipertensi. Berbagai studi pun mendukung temuan ini karena kencur mengandung kalium, antioksidan, dan senyawa yang bersifat diuretik.

Kandungan di dalam kencur tersebut diketahui dapat menurunkan tekanan darah dan menjaganya tetap stabil. Kencur pun baik dikonsumsi untuk melancarkan sirkulasi darah. 3. Membasmi bakteri penyebab penyakit Ekstrak kencur diketahui mengandung minyak esensial yang bersifat antibakteri.

Beberapa riset menunjukkan bahwa kandungan antibakteri pada kencur dapat membasmi kuman di kulit, gigi dan gusi, serta saluran pernapasan. Kencur bahasa sasak kencur bahkan dipercaya dapat mematikan kuman Mycobacterium tuberculosis penyebab TBC. Akan tetapi, sejauh ini penelitian tersebut masih terbatas pada uji coba di laboratorium. Oleh karena itu, efektivitas dan tingkat keamanan kencur sebagai obat untuk mengobati penyakit infeksi masih perlu diteliti lebih lanjut.

Ilustrasi Batuk, sumber Tokopedia 4. Meredakan nyeri dan peradangan Kencur mengandung zat yang bersifat antinyeri dan antiradang. Saat tubuh mengalami peradangan atau nyeri, Anda dapat menggunakan kencur untuk meringankannya. Manfaat kencur ini sudah terkenal sejak dahulu, sehingga umum digunakan untuk meredakan nyeri akibat sakit kepala, sakit gigi, dan radang sendi.

5. Menangkal kencur bahasa sasak bebas Kencur merupakan salah satu tumbuhan herba yang kaya akan kandungan antioksidan, misalnya flavonoid. Kandungan ini diketahui mampu menangkal kerusakan sel akibat paparan radikal bebas dari asap rokok atau polusi.

Tidak hanya baik untuk menjaga kesehatan tubuh, kandungan antioksidan flavonoid dalam kencur juga bermanfaat untuk meredakan peradangan dan mencegah kanker. 6. Mengurangi stres Kencur juga dikenal sebagai salah satu tumbuhan yang dapat memberikan efek menenangkan pikiran dan meredakan rasa cemas serta stres.

Efek ini bisa Anda peroleh jika mengonsumsi kencur batang dan daun kencur sebagai jamu, suplemen, atau aromaterapi. Selain memberikan berbagai manfaat di atas, kencur juga diketahui bermanfaat untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mengatasi sembelit. Meskipun dapat memiliki berbagai manfaat, namun jangan sampai mengkonsumsinya secara berlebihan.

kencur bahasa sasak

Konsultasikan kepada ahli herbal bersama toko herbal online atau dokter di sekitar Anda. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. 5 Artikel Terbaru • Manfaat Istirahat Cukup Bagi Kesehatan Tubuh, Apa Saja?

• Menjaga Kesehatan ala Rasulullah, Konsumsi Obat Herbal Salah Satunya! • Minyak Rosehip (dari Tumbuhan Liar Kaya Khasiat) • Cara Ampuh Menghilangkan Ketombe (Penyebab dan Obatnya) • Konsumsi Vitamin C (Efek Negatif Jika Terlalu Banyak Vitamin C) Nabawi Herba merupakan grosir herbal online nasional. Kami melayani pembelian herbal untuk reseller hingga distributor dengan harga promo diskon hingga 60%. Dapatkan produk herbal terbaru lewat online shop kami. Beli aneka produk obat herbal terbaru kami lebih mudah lewat website / aplikasi android Anda.

Unknown 21 April 2018 09.52 Jangan lupa kalau di lombok itu setiap desa memiliki bahasa sasak dan logat yg berbeda !!! Dan umumnya orang sasak lombok menggunakan bahasa yg lebih sopan/halus (Utami) untuk berkomunikasi antar daerah untuk menghindari hal2 seperti kosa kencur bahasa sasak yg sulit dimengerti pada masing2 daerah Balas Hapus maulana arief 29 Juli 2021 19.10 Saya membawa kabar baik untuk Anda semua saudara Indonesia di platform ini, Tuhan telah benar-benar setia kepada saya dan seluruh keluarga saya sejak september 2020, kesaksian dan kabar baik saya seperti ini, Nama saya MAULANA ARIEF, Seorang pria Muslim dan saya dari kota Serang Indonesia, dengan alamat saya di bawah ini: Jl.

Azalea 6 No. 65 Taman Lembah Hijau Lippo Cikarang, RT 005 / RW 007 Serang, saya adalah seorang marketer dan juga business advisor di perusahaan tempat saya bekerja, saya ingin menggunakan media ini untuk menginformasikan semua yang ada di platform ini yang membutuhkan dan cari pinjaman asli untuk sangat berhati-hati karena internet dan blog penuh dengan perusahaan pinjaman palsu dan penipuan yang hanya ada di sini untuk menipu Anda dari uang hasil jerih payah Anda.

Saya dan istri saya di mana memiliki hutang besar untuk membayar dan kami memutuskan untuk mencari pinjaman online untuk melunasi hutang kami dan kami menghubungi perusahaan pinjaman dari dubia pada juli 2020, dan kami ditipu oleh pemilik perusahaan dengan meminta kami untuk membayar banyak biaya yang kami bayar dan pada akhirnya kami tidak mendapatkan pinjaman, kami kehilangan sekitar 60 juta Rupiah ke perusahaan pinjaman palsu di dubia karena kami mengajukan pinjaman 1 miliar dan dengan semua biaya yang kami bayar, kami tidak mendapatkan pinjaman dan istri saya dan saya sangat frustrasi dan saya dipecat dari pekerjaan saya di perusahaan tempat saya bekerja karena saya juga mengambil pinjaman dari perusahaan tempat saya bekerja dan kami putus asa dan jenuh dengan kehidupan.

Kepada Tuhan yang sangat baik, kami berdoa dan Tuhan mengarahkan kami kepada seorang penolong dan pada hari yang setia ini 27 november 2020, saya sedang berselancar di internet ketika saya menemukan kesaksian dari seorang wanita Indonesia bernama MELIYAKSI LAY dengan alamat email : (meliyaksilay@gmail.com) yang berasal dari kota batu malang jatim, tentang bagaimana Tuhan mengubah kehidupan finansialnya melalui perusahaan pinjaman dia meminta saya untuk menghubungi IBU KARINA dan dia memperkenalkan saya kepada IBU KARINA dan dia memberi saya keberanian dan saya mengajukan pinjaman dari MOTHER KARINA oleh menghubunginya karena dia mendapat pinjaman dari MRS.

KARINA yang merupakan pemilik PERUSAHAAN PINJAMAN KARINA ELENA ROLAND, maka saya menghubungi MRS MELIYAKSI LAY untuk informasi lebih lanjut tentang MRS. KARINA jika kencur bahasa sasak benar-benar mendapat pinjaman dari MRS. KARINA dan dia menjawab ya dan menunjukkan bukti transfer pinjaman dan saya percaya dan saya memutuskan untuk menghubungi MRS KARINA ROLAND dan saya mengajukan pinjaman sebesar 3 miliar Rupiah dan setelah saya mengajukan aplikasi pinjaman saya dan data saya diverifikasi maka pinjaman saya disetujui dan Saya hanya diminta untuk mendapatkan persetujuan sertifikat pinjaman saya dan setelah itu pinjaman saya disetujui dan merupakan kejutan terbesar saya.

pinjaman saya sebesar 3 miliar Rupiah ditransfer ke rekening bank saya dengan tingkat bunga rendah 2% dan bahkan tanpa agunan, tanpa penjamin maka saya menyarankan kepada rekan-rekan WNI yang sedang mencari pinjaman asli untuk menghubungi IBU KARINA melalui email : (karinarolandloancompany@gmail.com) atau whatsapp +1(585)708-3478 Dia adalah satu-satunya pemberi pinjaman asli di platform ini dan di blog ini, dia adalah ibu yang baik, Anda juga dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut tentang MRS KARINA MOTHER melalui (maulanaarief461@gmail.com) Catatan: cukup sepatah kata untuk orang bijak dan terima kasih telah kencur bahasa sasak kesaksian dan kabar baik saya Tuhan memberkati kalian semua!

kencur bahasa sasak

Balas Hapus josephine jumawan caballo 2 Agustus 2021 01.04 Halo semuanya Nama saya Josephine jumawan caballo, saya tinggal di orion bataan, phillipine.

Saya ingin mengucapkan kencur bahasa sasak kasih kepada ibu karina roland yang baik karena telah membantu saya mendapatkan pinjaman yang baik setelah saya mengalami pinjaman pinjaman online palsu yang menipu saya untuk mendapatkan uang tanpa memberikan pinjaman, saya telah membutuhkan pinjaman selama 2 tahun yang lalu untuk memulai bisnis saya sendiri di kota orion bataan tempat saya tinggal dan saya jatuh ke tangan perusahaan palsu di dubai yang menipu saya dan tidak menawarkan saya pinjaman.

dan saya sangat Frustrasi karena saya kehilangan semua uang saya ke perusahaan palsu di dubai, karena saya berutang bank saya dan teman-teman saya dan saya tidak punya apa-apa untuk dijalankan, pada hari yang sangat setia itu teman saya menelepon susan Ramirez setelah membaca kesaksiannya tentang bagaimana dia mendapat pinjaman dari nyonya karina roland, jadi saya terpaksa menghubungi susan ramirez dan dia menyuruh saya dan meyakinkan saya untuk menghubungi nyonya karina roland bahwa dia adalah ibu yang baik dan saya terpaksa memberanikan diri dan saya menghubungi nyonya karina roland dan saya terkejut dengan pinjaman saya yang diproses dan disahkan dan dalam waktu 6 jam pinjaman saya ditransfer ke rekening saya dan saya sangat terkejut bahwa ini adalah keajaiban dan saya harus memberikan informasi tentang pekerjaan baik ibu karina roland jadi saya menyarankan semua orang yang membutuhkan pinjaman untuk menghubungi e-mail Mrs karina roland: (karinarolandloancompany@gmail.com) atau whatsapp hanya +15857083478 atau +1(323) 230-9820 dan saya jamin Anda akan memberikan informasi seperti yang telah saya lakukan dan Anda juga dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut bout Mrs.karina Roland email saya: (josephinejumawancaballo@gmail.com) semoga Tuhan terus memberkati dan mencintai ibu karina roland untuk mengubah kehidupan finansial saya.

Balas Hapus
Dengan bangga dibuat dengan ♥ di Polandia Tools • Dictionary builder • Pronunciation recorder • Add translations in batch • Add examples in batch • Transliteration • Semua kamus Tentang • Tentang Glosbe • Mitra • Kebijakan privasi • Ketentuan Layanan • Bantuan Tetap berhubungan.

• Facebook • Twitter • Kontak
Kencur [1] kencur bahasa sasak cekur [2] ( Kaempferia galanga) adalah tanaman yang mempunyai akar batang yang tertanam di dalam tanah, biasa dipakai untuk bahan rempah-rempah dan ramuan obat; [1] [2] Tanaman ini termasuk dalam kingdom Plantae, sub kingdom: Phanerogamae, divisi: Spermatophyta, sub divisi: Angiospermae, kelas: Monocotyledonae, seri: Epigynae, ordo: Scitaminales, keluarga: Zingiberaceae, genus: Kaempferiam, spesies: galanga.

Bagian tanaman kencur yang sering digunakan adalah rimpang, akar dan daun. [3] Selain itu, tanaman ini merupakan salah satu jenis empon-empon/tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan ( Zingiberaceae). Rimpang atau rizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan. Nama lainnya kencur bahasa sasak cekur ( Malaysia) dan pro hom ( Thailand). Dalam pustaka internasional ( bahasa Inggris) kerap terjadi kekacauan dengan menyebut kencur sebagai lesser galangal ( Alpinia officinarum) maupun zedoary ( temu putih), yang sebetulnya spesies yang berbeda dan bukan merupakan rempah pengganti.

Terdapat pula kerabat dekat kencur yang biasa ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat, temu rapet ( K. rotunda Jacq.), tetapi mudah dibedakan dari daunnya.

Nama kencur dipinjam dari bahasa Sanskerta, kachora, कचोर, yang berarti temu putih ( Curcuma zedoaria). [4] Rimpang kencur Kencur merupakan temu kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar (jarang 5) dengan susunan berhadapan, tumbuh menggeletak di atas permukaan tanah. Bunga majemuk tersusun setengah duduk dengan kuntum bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga ( labellum) berwarna lembayung dengan warna putih lebih dominan.

[5] Tumbuhan ini tumbuh baik pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan setengah ternaungi.

Penyebaran dan etnobotani [ sunting - sunting sumber ] Kaempferia galanga kemungkinan berasal dari India, di mana ia tersebar luas.

Tanaman ini dibudidayakan secara meluas di Asia Tenggara, Cina selatan, Nusantara hingga Maluku; dan kemungkinan pula diintroduksi ke Australia utara. [5] Kencur (nama bahasa Jawa dan bahasa Indonesia) dikenal di berbagai tempat dengan nama yang berbeda-beda: cikur ( bahasa Sunda); ceuko ( bahasa Aceh); kaciwer ( bahasa Karo); kencor (Madura); cekuh ( bahasa Bali); Sekuh atau Kencur bahasa sasak (bahasa Sasak), kencur, sukung ( bahasa Melayu Manado); asauli, sauleh, soul, umpa (bahasa-bahasa di Maluku); serta cekir (Sumba).

Berbagai masakan tradisional Indonesia dan jamu menggunakan kencur sebagai bagian resepnya.

kencur bahasa sasak

Kencur dipakai orang sebagai tonikum dengan khasiat menambah nafsu makan sehingga sering diberikan kepada anak-anak. Jamu beras kencur sangat populer sebagai minuman penyegar pula. Di Bali, urap dibuat kencur bahasa sasak menggunakan daun kencur. Ungkapan "masih bau kencur" berarti "masih belum berpengalaman". Komposisi Kimia [ sunting - sunting sumber ] Kencur (K.

galanga) ini memiliki kandungan utama antara lain ethyl-p-methoxycinnamate (31.77%), methylcinnamate (23.23%), carvone (11.13%), eucalyptol (9.59%) dan pentadecane (6.41%). Ekstrak tanaman dilaporkan memiliki efek antinflamasi, analgetik, antidiare, antibakteri, sedatif, sitotoksik, insektisidal, antihelmint,dan antioksidan.

[3] Komposisi kimia rimpang: [6] • pati (4,14 %), • mineral (13,73 %), • minyak- minyak atsiri (0,02 %), berupa • sineol, • asam metil kanil dan penta dekaan, • asam sinamat, • etil ester, • borneol, • kamphene, • paraeumarin, • asam anisat, • alkaloid dan • gom. Manfaat [ sunting - sunting sumber ] Kencur tidak hanya digunakan sebagai bumbu masak tetapi tanaman ini merupakan salah satu tanaman Indonesia yang memiliki khasiat obat.

Dimana merupakan tanaman herbal yang memiliki khasiat obat dianggap lebih aman, lebih efektif, dan memiliki efek samping yang lebih kecil dibandingkan dengan bahan kimia. Pada beberapa hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukan bahwa kencur memiliki aktivitas seperti antijamur, antiinflamasi, dan antibakteri.

[7] Selain itu, berdasarkan hasil review secara tradisonal tanaman ini sering pula digunakan untuk pengobatan diare, migrain dan meningkatkan energi, dan mengatasi kelelahan. Rimpang K. galanga selama ini digunakan oleh untuk menghilangkan sakit gigi, sakit perut, pembengkakan pada otot dan rematik. Bahkan di Thailand, K.Galanga ini secara luas digunakan untuk pengobatan hipertensi, asma, rematik, gagngguan pencernaan, demam, sakit kepala dan mengurangi rasa nyeri abdomen.

[3] Secara etnobotani kencur digunakan sebagai obat ekspektorat, karminatif, obat batuk, rematik, dan anti kanker, kolera,vasorelaksasi, anti mikroba, antioksidan, anti alergi penyembuhan luka. Sedangkan secara bioaktivitasnya membuktikan aktivitas tanaman ini sebagai anti kanker, anti oksidan, anti inflamasi, analgesik dan anti bakteri.

[8] Hal ini membuktikan bahwa tanaman kencur memiliki berbagai manfaat. Budidaya [ sunting - sunting sumber ] Kencur dapat tumbuh secara optimal memerlukan lahan dengan agroklimat yang sesuai. Agroklimat yang baik untuk budidaya kencur adalah iklim tipe A, Kencur bahasa sasak dan C (Schmidt & Ferguson), ketinggian tempat 50-600 m dpl., temperatur rata-rata tahunan 25-30OC, jumlah bulan basah kencur bahasa sasak bulan per tahun dan bulan kering 5-6 bulan, curah hujan 2.500-4.000 mm/th, intensitas cahaya matahari penuh (100%) atau ternaungi sampai 25-30% hingga tanaman berumur 6 bulan, drainase tanah baik, tekstur tanah lempung sampai lempung liat berpasir, kemiringan lahan <3%, dengan jenis tanah latosol, regosol, asosiasi antara latosol-andosol, regosol-latosol serta regosol-litosol,danpH tanah 5,5-6,5.

Jika kemasaman tanah 4,5-5,0 tambahkan kapur pertanian (kaptan/dolomit)1-2 ton/ha untuk meningkatkan pH sampai 145, 5-6, 5. Disamping itu, lahan juga harus bebas dari penyakit terutama bakteri layu.

Untuk memperoleh kencur yang unggul diperlukan beberapa tahapan dalam membudidayakannya, antara lain yaitu: • Pembibitan: Pembimbitan dilakukan dengan memilih rimpang untuk dijadikan benih, sebaiknya mempunyai 2-3 bakal mata tunas yang baik dengan bobot sekitar 5-10 gram. Sebelum ditanam rimpang bibit ditunaskan terlebih dahulu dengan cara menyemai rimpang di tempat yang teduh ditutup dengan jerami dan disiram setiap hari.

• Lahan: Pengolahan tanah dilakukan dengan cara menggarpu dan mencangkul tanah sedalam 30 cm. Tanah hendaknya dibersihkan dari ranting-ranting dan sisa-sisa tanaman yang sukar lapuk, tidak terjadi genangan ( drainase kurang baik). Genangan diantara tanaman akan memacu berkembangnya bibit penyakit terutama penyakit busuk rimpang.

• Jarak Tanam: Bibit ditanam sedalam 5-7 cm dengan tunas menghadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat pertumbuhan. Jarak tanam yang digunakan untuk penanaman monokultur bervariasi antara 15x15 cm atau 20x15 cm. Untuk penanaman dalam sistem polatanam menggunakan jarak tanam 20x20 cm atau dilihat berdasarkan jenis tanah dan jenis tanaman lainnya. • Pemupukan: Untuk pemupukan dapat menggunakan pupuk kandang (pukan) sapi atau kambing yang sudah matang diberikan pada saat tanam dan diletakkan didalam lubang tanam dengan dosis 20-30 ton/ha, tergantung kondisi lahan.

Sedangkan pupuk buatan diberikan secara tugal atau dilarik dengan jarak 5 cm dari tanaman.

kencur bahasa sasak

• Pola Tanam: Kencur dapat ditanam dengan sistem monokultur dan pada batas-batas tertentu dengan sistem polikultur, untuk meningkatkan produktivitas lahan. Sistem polikultur dilakukan pada waktu mulai tanam sampai berumur 3-6 bulan dengan cara ditumpang sarikan atau disisipkan. • Pemeliharaan: Langkah-langkah pemeliharaan yang dapat dilakukan dengan penyiangan gulma, penyulaman, pembumbunan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman.

• Panen: Kencur yang digunakan untuk konsumsi dipanen mulai pada umur 6-10 bulan.

kencur bahasa sasak

Tetapi, berbeda dengan jahe, waktu panen kencur dapat ditunda sampai musim berikutnya, bahkan sampai tiga tahun dan tidak ada efek yang buruk terhadap mutu rimpang, bahkan produksinya akan bertambah, hanya saja ukuran rimpang semakin kecil. Selain itu, kencur dari pertanaman diatas 1 tahun, kurang baik untuk bibit. Sehingga jika rimpang digunakan untuk pembibitan sebaiknya dipanen pada umur 10-12 bulan.

[9] • • Catatan kaki [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b "Arti kata kencur". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 29 Oktober 2020. • ^ a b "Arti kata cekur". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 29 Oktober 2020. • ^ a b c Cahyawati, Putu Nita (2020-06-03). "Efek Analgetik dan Antiinflamasi Kaempferia Galanga (Kencur)". WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan. 4 (1): 15–19. doi: 10.22225/wicaksana.4.1.1811.15-19.

ISSN 2598-9871. • ^ Lesser Galangale kencur bahasa sasak Kaempferia galanga L.) pada laman Katzer. • ^ a b Ibrahim, H. 1999. Kaempferia galanga L. [Internet] Record from Proseabase. de Padua, L.S., N. Bunyapraphatsara, and R.H.M.J. Lemmens (Editors). Accessed from Internet: 06-Jan-2011 • ^ "Kencur di laman IPTEKNet". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-10-26.

Diakses tanggal 2009-10-23. • ^ Soleh, Soleh Soleh; Megantara, Sandra (2019-08-01). "KARAKTERISTIK MORFOLOGI TANAMAN KENCUR dan AKTIVITAS FARMAKOLOGI (Kaempferia galanga L.) Review". Farmaka. 17 (2): 256–262. doi: 10.24198/jf.v17i2.22089. ISSN 2716-3075. • ^ Silalahi, Marina (2019-06-30). "KENCUR (Kaempferia galanga) DAN BIOAKTIVITASNYA". Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains (dalam bahasa Inggris). 8 (1): 127–142. doi: 10.31571/saintek.v8i1.1178.

ISSN 2407-1536. • ^ Rostiana, Otih., dkk (02 Juni 2013). "Standar Prosedur Operasional Budidaya Kencur" (PDF). Diakses tanggal 17 Juni 2021. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Bumbu dapur Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Inggris) Lesser galangal • (Inggris) Lesser Galangal • Adas • Adas manis • Adas sowa ( dill) • Andaliman • Asam cikala • Asam gelugur • Asam jawa • Asam kandis • Bangle • Bawang bombay • Bawang merah • Bawang putih • Bunga lawang/kembang pekak • Cengkih • Daun bawang • Jahe • Jeruk nipis • Jeruk purut • Jintan • Jintan hitam • Jintan putih • Kapulaga • Kapulaga seberang • Kecombrang/honje/bunga kantan • Honje hutan • Kemangi • Kemiri • Kencur • Ketumbar • Klabet • Kulit manis (kayu manis) • Kuma-kuma • Kunyit • Lada • Laurel (salam sebrang) kencur bahasa sasak Lempuyang • Lengkuas • Mustar • Pala dan fuli • Pandan wangi • Ruku-ruku • Salam • Salam koja • Selasih • Serai • Suji • Temu giring • Temu hitam • Temu kunci • Temu lawak • Temu mangga • Temu putih • Temu putri • Temu rapet • Temu tis • Vanili • Wijen Wangi-wangian • Halaman ini terakhir diubah pada 23 Maret 2022, pukul 18.06.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Kencur bahasa sasak ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •Abang : merah abot : malas, tidak mau kencur bahasa sasak abu : abu, bapak, ayah.

(biasanya panggilan untuk tokoh masyarakat) acan : terasi, udang yang sudah di haluskan beracan (b∂=fre) : pakai terasi. acong : anjing, binatang nakjis (kata yang sangat kotor) adal : embun b∂radal (b∂=fre) : main adal biasanyua dipagi hari.

adat : kebiasaan, tradisi adatn∂ (n∂=pro) : kebiasaan, tradisi yang masih kental b∂radat (b∂r=fre) adeq : biarkan adèqn∂ (n∂=Pro) : biarkan dia adeng : pelan adengn∂ (n∂=pro) : dia itu pelan sekali.

adep : hadang adiq : adek, anak yang paling bungsu. agam∂ : agama agam∂t∂ (t∂=pro) : agama kita aiq : air ajah : ajar ajahn∂ (n∂=pro) : mengajari, mengajarkanbiasanya digunakan dalam ungkapan memperingati seseorang) b∂rajah (b∂r=fre) : belajar.

Ajaq (bh) : bohong, suka tidak jujur ajaqn∂ (n∂=pro) : dia bohong aji : harga akah : akar kencur bahasa sasak (n∂= pro) : akar, akarnya ali-ali : cin-cin (perhiasan yang di pasang di jari-jari) alur (bh): biarkan alurann∂ (n∂=pro) : membiarkan (sedikit lebih halus dari pada kata adekne) amaq : ayah, bapak amaqk∂ ( k∂=pro) : ayahku, bapakku ambon: ubi, -jamakq; ubi jalar, -jawe; ubi tanah Ambon Lepak/ kulup : ubi yang dimasak dengan air biasa, dan di campur dengan garam hingga jadi lezat.

Ambon Urap : ubi yang sesudah dimasak dengan air setelah itu dicampur lagi dengan kelapa yang sudah diparut. Ambon Jaw∂ : ubi kayu. Ambon Jamaq : ubi yang pohonnya panjang dan semakin memanjang ampet : kipas (biasanya sering terbuat dari limbah kain) dll. ampok-ampok : gembok gerbang atau pintu yang ukuran kecil ampoq : kencur bahasa sasak ancangan : meladeni Anduk Bantong anduk : handuk, kain sebagai pengering badan setelah mandi, bagian daging sapi atu kerbau yang sering di buat sebagai bahan makanan.

Andukn∂ (n∂=pro) : handuknya. Andukk∂ (k∂=pro) : handukku aneh : mari, ungkapan berupa ajakan ang∂n : perasan angin : udara angk∂ : angka, satuan angka. anjah : tangga antap : kacang panjang anteh : tunggu, menunggu, antehk∂ (k∂=pro) : tunggu aku antehn∂ (n∂=pro) :tunggu dia. antuq : tarik.

kencur bahasa sasak

antuqn∂ (n∂=pro): tarik dia antuqk∂ (k∂=pro) : tarik aku ape : apa, (ungkapan untuk bertanya secara spontan) araq : ada, adakah, dll. araqn∂ (n∂=pro) : dia ada. aroh : hampir saja asaq : alat untuk menajamkan benda tumpul aseq : sedih, bersedih aseqn∂ (n∂=peo): dia itu sedih sekali aseqk∂ (k∂=pro)) aku sedih sekali. ataw∂ : atau ate : hati atenn∂ (n∂=pro) : hatinya atengk∂ (k∂=pro) : hatiku atep : atap atum : polpen atumn∂ (n∂=pro) : polpennya atumk∂ (k∂=pro) : polpenku b beaq : merah beaqn∂ (n∂=pro) : merahnya.

bais : bau, mabu, dll. baisn∂ (n∂=pro) : mambunya. balang: belalang bale : rumah balen∂ (n∂=pro) : rumahnya balengk∂ (ke=pro) : rumahku banggruq : kesurupan kebanggruqan (kbk) : seseorang yang sedang kesurupan.dall.

bangkol : mandul bansu : basi bantong : banci Baok B∂suh baok : jenggot bare : kandang barèh : nanti, bareh juluk : nanti dulu nani juluq : sebentra dulu bar∂ng : bersama, barengg-bareng; bersama-sama baruq : tadi, barusan batèq : parang bawaq : bawah leq bawaq : di bawah bawot : dangkal bawotn∂ (n∂=pro) : dangkalnya b∂bao : berteduh bèbèk : itek b∂catan: cepetan b∂dah : bolong b∂gang : tikus gawe : acara b∂gawe (b∂=fre) : sebuah acara yang jenisnya tidak tentu yang biasa dilakukan oleh sekelompok masyarakat setempat.

b∂gawean (an=af) : bakerja b∂k∂lor=b∂daran (bh) : bahasa halusnya makan b∂k∂dèq : bermain b∂lah : pecah, b∂lahan (an=fre) : pecahan b∂lanj∂ : belanja b∂laj∂an (an=fre) : barang atau sebuah benda yang sudah dibeli. b∂lencek : cecak beleq : becek b∂leq : besar b∂leqn∂ (n∂=pro) : besarnya b∂leqk∂ (k∂=pro) : aku besar b∂lian : dukun, tabib belinggi : kecoak belo : panjang, ke-ne; panjang sekai.

b∂londan: telanjang bembek: kambing b∂ngaq : heran benteq : jinjing b∂radal : berembun b∂rajah : belajar b∂rangkak : nyamuk b∂rapeq: berhias b∂ray∂ : pacar b∂ray∂an (an=af) : berpacaran b∂rembè: bagaimana bereng : hitam b∂rson=b∂bande : menaruh barang di atas kepala bas∂n (bh) : bahasa halusnya kata atau bahasa b∂sual=b∂siaq : kelahi b∂suh : kenyang B ∂tah Colok b∂suhk∂ (k∂=pro) : aku kenyang b∂tah : nakal, jengkel b∂tian : hamil b∂tiann∂ (n∂=pro) : dia itu hamil bewèh : bibir bongaq : bodoh, ke-m; paling bodoh bontet : pendek, cebol botor : kecipir buaq tangkong : kancing baju bucu : sisi budun : bisul buit : pantat, bokong bulu : rambut bungkaq: punggung but∂ : buta c cakreh : memanjat pohon campah : hilang khasiatnya, tdk ampoh lagi camut : manyun camut : bermuka masam caplok : mengambil milik orang lain cawet : celana dalam cawetn∂ (n∂=pro) : celana dalmnya cawetk∂ (k∂=pro) : celana dalamku cecel : pelit ceceln∂ (n∂=pro) : pelitnya c∂k∂t : pintar, cerdas c∂ketn∂ (n∂=pro): dia itu pintar c∂ketk∂ )k∂=pro) : aku pintar c∂moh : senang, riang, kegirangan c∂mohn∂ (n∂=pro) : senangnnya c ∂mohk∂ (k∂=pro) : aku senang.

c∂ngak : menoleh keatas, tengadah c∂ngik : cengengesan c∂plus : tiba tiba keluar c∂rancang : ieruji pada jendela c∂ruring: buah duku cèt : cat cobèk : ulekan untk bumbu colet : colek colok : korek api Congang Dongaq congang: gigi yang tanggal c∂r∂bik : bibir yang sedikit naik c∂rubak : mulut dan bibir yang trlalu lebar cucuk : paruh cucukn ∂ (n∂=pro) : paruhnya cumik : cumi-cumi cupak : orang yang rakus cupring : permainan petak umpat d dacin : timbangan.

dad∂ : dada dagul : besar kepala dahar : makan dakaq : meskipun, sekali pun, biarpun dakok : bisu dalem : dalam daraq : darah dasan : dusun dateng : datang debok : gemok d∂dare : gadis d∂kil : kusut, kotor dèlat : menjilat d∂men : suka d∂mok : benjol kena ssuatu dèmpang : pincang dènd∂ : gelar putri raja di lombok d∂ngah : dengar d∂ngan : orang d∂res : deras des∂ : desa dilah : lampu dimin : demi, begitu dines : dinas dipan : tempat tidur diriq : diri sendiri doang : saja dodoq : bangunin dodoqk∂ (k∂=pro) : bangunin aku dodoqn ∂ (n∂=pro) : bangunin dia dokep : menangkap dgn tangan domprèt : dompet dompretn∂ (n∂=pro) : dompetnya dompretk∂ (k∂=pro) : dompetku dongaq : tengadah Dor ∂ Engkos dor∂ : meraba sesuatu dore : genteng doro : sampah dowe : harta, milik duah : luar duan : keponakan du∂ : dua dugaq : melecehkan duni∂ : dunia duren : durian durus : lurus, terus e eboh : longgar ècok : goyang, goyah edaq : jangan, tidak usah, tidak boleh èdas : tajam èder : pematang èlah : membersihkan elak : lidah elèh : hanyut elong : ekor elong : ekor elor : liur emah : ambilahterimalah emas : maslogam mulia embas : bibit tumbuhan embiq : ayah dari eyang embot : cabut embung: dam kecil, subak di lombok empak : ikan empaq : ikan empas : terbuka, terkuak empik : kerak empiq : kerak pada nasi empoh : panggil empok : memukul, mendera empos : tiup empus : asap yang mengepul èndah : juga endeng : minta endeqman : belum engah : curiga, hawatir ènggur : goyang ènggut : tersentuh èngkah : selesai engkos : tertidur pulas ∂no Giong ∂no : itu, disitu enoq : kepunyaan èraq : kelak eroq : sedih, iba èsek : memindahkan esot : geserkan eto : itu eyop : meminum, kencur bahasa sasak g gabah : butir padi gadang : tempat nasi gaèt : cantol, kait gagah : tanpan, ganteng gagang : takai gaji : upah galang : luas gal∂ : alat untuk menganbil buah gal∂ng : ban galeng : siang galir : longgar, tidak bisa berputar gantoq : tangkai, tandan gantung: gantungan, menggantung gantus : menyatukan gaong : agak lekuk, agak kedalam gareng : cangkul bergigi gati : sangat gaur : aduk gawah : hutan gawèq : kerjakan gebuk : memukul gècèk : menyentuh pelan-pelan dan kencur bahasa sasak kali gecok : memotong, mengiris gedek : marah gemes : bengis, tidak jijik genit : gatal gèrè : rasa geli geres : pasir gero : kering g∂seng : gosong, menjadi orang g∂sengn∂ (n∂=pro) : dia itu gosong geser : pindah sedikit getaq : getah getaqn∂ (n∂=pro) : getahnya getok : memukul dengan jari tangan giong : ayunan Goap Iroq goap : meraba goap : meraba bagian wajah dgn telapak tangan gobèt : parut, alat pemarut godèk : monyet goyo : mana ada guah : aduk guam : sariawan gubuk : kampung gul∂ : gulas guman∂ : sering gupuh : tergopoh-gopoh, tidak tenang gutu : kutu h hak : hak halal : sah, halal halaln∂ (n∂=pro) : itu halal harep : berharep hawe : iklim, cuca hèd : datang bulan hèmat : irit, hemat i ican : beri, memberi idu : ingus idung : hidung idungn∂ (n∂=pro) : hidungnya idup : hidup ijuk : ijuk dari pohon enau ilmu : ilmu ilmun∂ (n∂=pro) : ilmunya ima : tangan inaq : ibu inaqn∂ (n∂=pro) : ibunya inaqk∂ (k∂=pro) : ibuku ingoq : lihat iniq : bisa insah : kerasan, tidak luar, jinak ipar : saudari istr i atau suami ipuh : enggan ipun : seluruh iris : terkikis irit : hemat,irit iroq : sedih iroq : sedih Iru Joraq iru : terpotong miring irup : hidup irut : mencari-cari isah : jinak ise : waktu isa’ isi : isi isik : mengisi isiq : isi isiq : mengisi sesuatu itam : kurang tahu ite : kita itè : di sini it∂ : kita itung : hitung iwak : pangkuan iwaq : pangkuan iw∂ : pangku j jabut : penuh bulu jadah : anak haram jadik : kurang ajar jaè : jahe jaoq : jauh jari : untuk jarup : muka, wajah jebak : pintu gerbang jebuk : berumpun jejuluk : nama yang diberikan jekat : zakat jemaah : jamaah b∂jamaah (b∂=fre) : sama-sama melakukan sesuatu seperti shalat secara sama-sama dengan satu pemimpin.

jemit : memegang dengan ibu jari dan telunjuk jeneng : kencur bahasa sasak, raut muka, wajah jenèr : pucat, seperti kurang darah jengku : dengkul jenu : bosan jepun : pohon kamboja jinah : uang pembayaran joang : lebar jogang : gila jojoq : mengambil dengan galah jok : ke joman : sapu jomet : cubit jontot : jambul joraq : main-main Jrih K∂set jrih : jera, takut jring : keriting jrumatiq : sebaiknya, seharusnya julu : muka, depan k kacer : sirami kadangjari : sanak famili kadi : seharusnya, semestinya kado : rugi kadu : pakai kataq : mentah k∂bagan : giliran meronda air k∂balik : terbalik k∂bengak : terheran-heran k∂bian : waku sore-sore k∂daros : terkena goresan akibat sesuatu, tersenggol akibat benda kedesor : terjatuh karna licin k∂diq : sedikit k∂doaq : terserah k∂doros : meluncurkan diri dari atas kebawah k∂duk : mengeruk k∂dung : sudah terlanjur k∂dungk∂ (k∂=pro) :saya sudah terlanjur k∂dunjat : terantuk k∂lècok : air yang bergoyang k∂l∂gong : masuk ke dalam k∂lèmak : pagi-pagi k∂lokoq : mengambil yang di dalam k∂loteh : mengaduk dengan sendok atau jari tangan k∂mantang : kekenyangan k∂meng : pendengaran yang terhalang, telinga yang tersumbat kemèq : periuk k∂nding : kening kèng : pinggang kèpèng : uang k∂rem : rendam k∂reng : sering,berulang kali k∂risaq : perbaiki k∂ruan : sudah pasti k∂rujuq : kepeting k∂selaq : silau k∂selet : terjepit kencur bahasa sasak : berada disana-sini berhamburan k∂set : kencur bahasa sasak mengecil K ∂suwu Lapeq k∂suwu : sarang burung kiai : pemuka agama kjut : terkejut kocèq : kecil kocor : ceret koèk : dahak kojeng : keras hati kokoh : sungai komak : kacang buncis komoq : menyimpan dalam waktu yang lama korèk : habis sama sekali kotong : terbakar koyos : kurus kering kpak : memukul kpala ksangkur : berserakan ksur : terbang ktuan : tanyakan kuadèq : plaminan kuliq : buruh kungkuq : kuku kurup : samar, tidak jelas kuwur : mengumpulkan l ladik : pisau laeq lèkès : sejak dahulu laeq : dulu laguq : hanya saja, mungkin saja lai : ke lakar : bakal lalang : jarak lalu : gelar bangsawan sasak untuk lamak : lapis lamas : tidak bisa irit lambah : pagar lambung : baju khas wanita sasak lampaq : jalan lampen : belandar rumah yang membujur lamper : menabrak lamun : jika, andaikan landeng : memukul badan dengan kayu langgar : belandar rumah yang melintang lanjar : roko lantaran : sebab, karena lantong : dengan lantur : tabrak laos : lengkuas lapah : lapar lapeq : lembek, encer Lasah Manuk lasah : tempat tidur lat : lusa latah : menidurkan anak kecil laun : nanti lauq : selatan lawang : pintu lawoq : jatuh leah : halaman pekarangan rumah lèang : dodot, busana setelah sarung panjang leboq : becek, berair lebuh : hancur lebung : tidak kuat lecok : menusuk dengan telunjuk legaq : biarkan lejah : kurang moral lekak : bohong lekok : lekuk lèmbah : memikul lembain : bayam l∂mes : lemas l∂mesn∂ (n∂=pro) : dia itu lemas lempèng : samping lemu : lemak lendang : lapangan lèndong : kulit lengè : jelek lènglèng : fentilasi, jendela angin leot : lilit lep : tertidur m mace : membaca macuqan : serius, benar-benar madaq : banyak dapatnya madas : memetik, mengambil hasil madeq : menginap mahel : mahal maheln∂ (n∂=pro) : mahanya maiq : enaq, baik mako : tembako malang : melintang malik : lagi mamaq : makan sirih mancet : macet, tidak jalan mandiq : mandi mandiqan (an=pro) : memandikan mangan: makan mantang : terbujur manuk : ayam Manyeng Muye manyeng : pekak, kurang pendengaran mayang : kurang tidur mayas : menghias mayemaye : kumat gilanya mayit kencur bahasa sasak jenazah mayung : kijang, rusak mayus : malas mecak : menngunyah meco : diam medok : kenyang medot : padam meje : meja mekok : diam melak : rakus meli : membeli melik : punya kelebihan melilak : memalukan melong : bola matanya agak besar mero : dia modok : gampang, mudah mokoh : gemuk molah : tidak sibuk momot : diam monggel : tertahan monte : limao montong : bukit montor : mobil mopoq : mencuci moq : centong dari besi moren : padam sama sekali mosot : tidak kawin sampai tua motas : tidak cukup moteng : di atas kepala moto : menir, meniram moye : nonton mreng : bara, bara sedang menyala muatan : penumpang mudahan : semoga mue : wajah muluk : mungkin, kemungkinan, terlalu berlebihan mumbut : jalan tanpa menoleh kiri kanan muni : bicara murak : mudah muri : belakang murit : siswa muteng : berdiri muye : menonton n nae : kaki naèkan : tanjakan nagih : meminta hutang nahen : menahan nai : buang air besar najem : mempertajam najuk : menunggal nakil : membawa bekal berupa nasi dll nakutan : membuat orang takut namatan : khataman nambah: mencangkul nampel : menambal nampeng : menutup jalan air nampiq : membersihkan beras dgn nyiru nancep : menancap nangis : menangis nani : sekarang nanjaq : menawarkan ndaq : jangan ndaraq : tidak ada ndèq : tidak nè : ini negar : berlari dengan cepat nèjoq : menunjuk neloq : bertelur nènaq : mengajak nenggale: membajak nepung : membuat tepung nepur : jatuh terjerembap nèq : kepunyaan ngadang: menghadang ngadaq : mengadak ngalah : mengalah ngalih : pindah tempat ngeles : mengangkat ngemi : memasak ngènem : minum ngerak : bersorak ngerik ngerak : berteriak-terfiak ngober : mengusir dengan kayu atau kain ngolas : berenang ikan ngomeh : mengomel, marah-marah ngoncer : berenang ikan ngonder: tergenam air ngonyang : marah tidak tentu bicaranya ngrik : sakit menggigil ngubah : merubah Ngubur Nyalon ngubur : memakamkan nguing : bersuara keras, berdengung ngukur : mengukur ngungkung: suara ayam jago nibing : membatasi, berlindung, menutupi niglas : memakai yang baru nijoq : menunjuk sesuatu nijuh : meludah nijuk : meludah nike : itu, di sana niki : ini, di sini nimbal : menyahut nimbaq : menggayung air nimpruh: terjun nine : wanita, perempuan ninggal : meninggal dunia ningrum: wanita bangsawan ninik : kakek, nenek nipaqan: memulai nirut : ikut ikutan nitik : menetes nitis : menitik, menetes sedikit sekali nmu : mewarisi noaq : kurang ajar, sombong, angkuh nongkep : menyusun keatas npeng : lurus npuk : jatuh ntan : cara ntir : melempar dengan barang berat ntuk : menambah nugkèq : memperlihatkan pantat nujaq : menumbuk nukang : menjadi tukang nulakan : mengembalikan nulis : menulis nulung : memberi pertolongan nunas : meminta nungke : menopang nungkulang : membohongi nunjeng: jatuh dengan posisi kepala dari bawah nuras : mengikuti sifat nurut : ikut nutuk : habis habisan nyadu : prcaya nyakap : menjadi penggarap, menggarap kepunyaan orang lain nyakit : prihatin nyakrèh : naik ke atas pohon nyalah : sedikit sekali nyale : menyala nyali : semangat, keberanian nyalit : gurih, enak rasanya nyalon : mencalonkan diri Nyalor Nyusut nyalor : kurang garam,kurang gula nyaman : sejuk nyamut : cemberut nyaok : menciduk nyapaq : menegur nyapu : menyapu nyapuk :menggunakan ikat kepala nyari : mencari nyaru : penyakit buatan atau sejenis santet nyasar : tersasar nyate : jelas nyatuq : menghidangkan nyatus : hari keseratus meninggal nyawang : kosong nyawe : nyawa,roh nyawu : mulai keluar buah nyawung: jatuh di tempat yang jauh nyawur : menebar benih nyawut : melempar nyebrak : mengguyur nyebur : jatuh ke air, makan dengan memberi kuah nyebut : menyebut nyedi : pergi nyekop : mengambil sesuatu nyelèng : berkilau nyembah : menyembah nyembih: menghabiskan nyèong : menggoreng nyepi : menyepi nyepoh : menyepoh nyerèng : bertek nyarin nyèwe : menyewa nyowèng : berteriak nyaring nyumpak : mencari muka nyungkiq : mengunsung nyungkur : tersungkur nyurak : bersorak nyurak : bersorak nyusak : terbalik nyusur : tersungkur nyusut : memasukkan tembakau ke dalam mulut ketika makan sirih o oap : menggosok dengan telapak tangan oas : cuci, mencucui peralatan dapur oat : obat obah kencur bahasa sasak mengubah, merubah, longgar, kendor obokan : tempat makan kuda odaq : masih muda oèt : menutup ogèt : usil olèk : pulang oloh : parit ompèh : mengipas onèk : tadi onggam : terbuka onoh : pemurah onseng : gerah onyang : pembicaraan yang tidak jelas opakopak : jenis jajan dari ubi ketan opong : angkat oq : iya, baik ore : onar, ribut oreng : sampai dalam osah : gundah osok : gosok otak : kepala (kasar) P pacu : rajin pacuan : yang benar saja padak : tanah kering pade : sama padet : padat padu : kuat paèq : asin paèr : tanah yang luas pagah : berani membela kebenaran pai : ikan pari pais : bungkus pait : pahit palang : menghalang paleng : pingsan palèq : kejar panaq : panah pandes : dekat sekali pandiq : memandikan Panggong Peloeq panggong : menaruh di atas sesuatu barang pangket : membagi-bagi pantek : tertusuk pantes : pantas pantok : memukul pantur : membentur dengan kepala panyil : tidak kuat makan paoq : mangga papah : lurus papak : mengunyahkan terlebih dahulu papuq : neneq paran : mengira parè : padi paro : mengurangi jatah pasang : memasang pasek : memaksa sesuatu pada benda pasu : rajin bekerja pasuan : rajinlah patuh : damai paut : cocok pawon : dapur payu : jadi p∂ak : lembek p∂cok : berdarah terkena benda keras p∂cut : lecutan p∂dal : tempat kaki bertumpu p∂das : nyata, jelas p∂dengah : perdengarkan p∂dis : asam p∂duaq : menduakan p∂galang : menyingkirkan penghalang p∂gawèan : pekerjaan p∂geleh : membiarkan tercecer pejejeh : menyerak- nyerakkan p∂juluk : mendahulukan p∂kakas: peralatan p∂kalah : sengaja mengalah p∂kalung : memberi berkalung p∂kasoh : membiasakan p∂kedèkan : alat bermain peki : mata sipit p∂kodèq : memperkecil p∂kok : mencekik p∂kontèq : memperpendek pekor : pincang peleng : potong p∂lengak : melihat- lihat p∂liwat : membantu lewat p∂loang : memberi lubang p∂locok : alat untuk melembutkan p∂lodèn : membuat jadi bundar dengan telapak tangan peloèq : memperbanyak P∂londan P∂tang das ∂ p∂londan : membugilkan p∂losaq : pakaian bekas p∂lot : mati p∂lui : memberi lipatan pada jahitan p∂manggang : untuk memanggang p∂mangkè : suka makan bangkai p∂manju : penompang tanaman p∂mbadaq : pemberitahuan p∂mbukaq : alat untuk membuka p∂najuk : alat tugal p∂nakaq : alat untuk menempatkan barang p∂ncar : jaring lempar p∂ncok : kulit sapi yang di rebus p∂ndaq : bosan p∂ndet : asap pèneng : pusing p∂ngabih : pendamping p∂ngawis : tukang sabit rumput p∂nggitan : tampak p∂ngoros : kuda beban p∂nijoq : suka menunjuk p∂nimbang : alat untuk menimbang p∂nirisan : tempat jatuhnya air p∂nirut : suka mengikuti orang p∂nitis : tetesan yang paling kecil peniup : alat untuk meniup p∂njait : tukang jahit p∂njawaq : tukang antar p∂noaq : yang di tuakan p∂noq : penuh p∂nyalin : rotan p∂nyammpah : kencur bahasa sasak sarapan p∂nyampat : sapu lidi p∂nyaok : untuk mengambil sesuatu yang di goreng kencur bahasa sasak : uang pembayaran hutang penyawèq : tanda larangan di sawah atau di kebun penyiong : wajan tanah penyumpak : suka maki-maki penyungkil : alat untuk mencukil penyuwap : suapan pèok : bersiul pèos : gepeng sebelah pèot : rusak tertindih pepek : memukul dengan tangan pèpès : memotong daun bagian atas pèrot : penakut p∂sen : pesan peseng : tidak berisi p∂siacan : perkelahian p∂singgaq : dipinjamkan pèsor : lontong p∂tang das∂ : empat puluh Petaq Puniq petaq : cari petarang: tempat ayam bertelur petung : jenis bambu yang besar petuq : burung kencur bahasa sasak pewaran : tukang cerita piaq : membuat pijer : obat sakit mata tradisisoanal pindu : menghangatkan piran : kapan pire : berapa pituq : tujuh poger : memeluk dengan erat polak : patah popoq : cuci popot : memijit kepala porog : peniup api porot : meraut, memeras, menarik prah : susu sapi prai : libur pramoq : penebang kayu praras : bakul kecil prasaq : perkiraan prataq : membuat jadi rata prate : meratakan prebaq : menjatuhkan prènges : mempercantik prènget : memperingati prènyet : mendinginkan prèq : perih preret : sejenis seruling pres : sakit, nyeri priak : kasihan pru : menyemburkan air atau obat dari mulut psakit : memaksakan sekalipun sakit psik : meluncas psogel : mengeluarkan sesuatu psok : lekuk karena benturan psolah : membuat jadi baik psongèl : berupaya tidak malu ptaèk : menaikkan ptarang : tempat ayam bertelur puase : puasa puhpuh : mantera pulir : putar puniq : bicara q Qur’an : Al-Qur’an, wahyu ilahi qurban : ternak yang dijadikan kurban pada hari raya kurban r rabaq : besar rabek : memukul dengan kain atau daun radèn : gelar bangsawan kerajaan Lombok ragi : masakan rajang : melangkahi rakèt : alat untuk memukul bola raksase : binatang yang hanya ada dalam hayalan rambas : membersihkan rambiq : rambut yang panjang rambok : uban ramè : ramai ramon : balok kayu rampih : mempertembal suatu benda rancap : mengambil pada beberapa tempat randu : pohon kapuk rang : berkurang rangkap: alat pengetam padi rantè : rantai rapus : melumuri rarat : berlari kencang rari : adik rate : rata, datar rbaq : terjatuh rbek : memukul rebes : memukul dengan sapu lidi atau kayu kecil recah : membagi agar lebih kecil rejek : mencecar rèjèng : batu cadas rembaq : bersama-sama rembek : banyak rembun : mengumpulkan rèmèh : sepele remong : kotor rempeq : pecah belah oleh sesuatu rèndang: merangkul rengas : bersuara keras renggang : berjarak renggi : jenis jajan rengiq : renyah Repus Seberaq repus : banyak anak rèrèh : curang rikaq : setrika rim : rem rindang : berhenti hujan ringge : alat untuk memikul ririk : bergerigi rki : daki kepala rmes : meremas rmuk : berantakan robah : merubah robèk : merobek roboh : beramai-ramai menyerbu rudat : jenis kesenian di Lombok rug : roboh rujuq : berdamai kembali rumpak : memukul bagian kepala ruwe : rupa s sadu : percaya sai : siapa saing : menyaingi saiq : bibi sak : Satu salaq : salah sang : mungkin sanggit : ular hijau yang merah ekornya sango : bekal, persiapan sangwah : mungkin sudah saok : menciduk sapah : alas sapak : tegur saprih : tidak ada yang kalah menang saru : tidak jelas sasak : suku bangsa asli lombok sat : berkurang satak : dua ratus satuq : menyuguhkan satus : seratus saur : membayar hutang sawaq : ular belang yang panjang dan besar sawung : ayam jantan sawur : menebar benih sawut : melempar sbeng : roman muka sdekah : amal, pemberian seang : cerai seberaq : sebentar Sebian Sikuq sebian : suatu sore sebiaq : memberi campuran cabai sebie : cabe sebilang : setiap seboq : sembunyikan seboq : sembunyikan sebor : keras suaranya sebulan : satu bulan sebur : memberi air sebut : menyebut secangkir : satu cangkir secolet : sedikit sekali sedaq : makanan pengiring segeleng : satu ikat kecil segerah : masak sèhèr : sihir sejari-jari : sejadi-jadinya sekali : satu kali sekarat : sedang menghadapi sakratul maut sekediq : sedikit sèkèk : tidak bejus (kata seru) sekepuri: satu petak kecil ukuran sawah sekèq : Satu sekoboq: satu mangkok sekuh : kencur sekulak : satu kelakan selet : sisip semaye : janji sembah : menyembah sembahyang: solat sembar : menyemburkan sesuatu dari dalam mulut semeton : saudara sengaje : sengaja sengaq : kencur bahasa sasak sengèh : harum senine : istri senoh : itulah sepale : mana mungkin serah : menyerahkan serek : kunci serem : seram seremben : banyak sekali, lebat sekali serembuq : mengeroyok serep : tenggelam serèq : ingin s∂tundun : satu tandan s∂uah : setelah siaq : memberi garam siarah : ziarah side : kamu sie : garam sikuq : menyikut dengan siku Sikut tailal ∂ sikut : mengukur silaq : silahkan sili : marah siliq : memarahi silu : ngilu simaq : menyimak singgaq : meminjam skuale : asal ada sobaq : coba sodoq : menitipkan soèk : koyak, robek sogul : keluar solah : baik, bagus solong : kening yang lebar sombol : menyangga dari bawah sontèng : belang sonter : memberi batas sopoq : satu soq : awas sorong serah : kencur bahasa sasak terima sorong : mendorong sparo : separuh srabi : kue serabi sruerue : terserah bagaimanapun rupanya stenge : setengah stetu : sebenarnya suare : suara sugih : kaya sugul : keluar suh : mengusir ayam dan sejenisnya (kata seru) suran : menjelang, sepanjang sutil : sendok untuk menggoreng suwu : sarang suwung : sepi t tabah : pemberani tabèq : permisi tabung : menyimpan tabur : menaburkan tadah : cara tadang : dihadang tadèq kencur bahasa sasak ditinggal tadu : diadu taèk : naik tagih : menagih hutang tahen : menahan tai : kotoran tailal∂ : sari santan pada waktu membuat minyak kelapa Tajah T∂jagur tajah : diajarkan tajong : digenggang sambil berayun langkah taker : tahan takuq : diakui talet : menanam taliq : memikat dengan tali tamat : selesai tame : masuk tamer : diamer,dipalu,digodang tames : memeras kelapa yang sudah dihaluskan tamok : diremas tamuk : diamuk tanaq : tanah tang : saya, jenis catok, tang tangenan: diangan-angankan tanggalan: kalender tanggaq : melihat tanggep : menyewa tangi : bangun tidur tangke : menyangga tangki : tempat minyak,tempat air tangkong: baju tangkus : dihirup tango : penerang tangoq : menerangi tao : bisa taoq : tempat taos : merembes, rembesan tapè : ragi untuk membuat tapai tapuh : diputihkan, diberi berkapur tari : bujuk, menari tasahan : diratakan tasaq : diasah taun : tahun tawah : tawar t∂buk (t∂=af) : memasukkan ke dalam barang cair t∂dang (t∂=af): dikukus t∂ding (t∂=af) : dijerang, dipanaskan t∂dong (t∂=af): kerudung kencur bahasa sasak (t∂=af) : ditangkap t∂bèng (t∂=af): diberikan t∂bit (t∂=af) : dicubit t∂buat (t∂=af) : diangkut t∂dagang (t∂=af): dijual t∂dait (t∂=af : ditemukan t∂gaji (t∂=af) : diberi gaji t∂haraman (t∂=af) : diharamkan t∂harusan kencur bahasa sasak, an=pro) : diharuskan t∂hawatiran (t∂=af, an=pro): dicemaskan t∂hias : dihiasi t∂jagaq : dijaga t∂jagur : dihantam, dipukul T∂jajah Timaq t∂jajah : dijajah t∂jamin : dijamin t∂jap : disusun t∂jauq : dibawa tejawap : dijawap tejèjèh : diserakkan agar kering tejelek : didorong tejengkak: diukur dengan jengkalan tejepit : dijepit tejeput : dijumput tejeret : dijerat tejujul : didorong tejuluk : didahului tekadu : dipakai tenaq : mengajak tengil : membisingkan tèong : mengayun bayi tepasang: dipasang tepuger : dipeluk tepugut : dijambat rambutnya teri : ikan kering terong : terung terutuk : menyusul tesabuk : diberi sabuk tesaduq : dipercayai tesahan : disahkan tesakitan: disakiti tesalahan: dipersalahkan tesalin : diganti tesaloan : disisakan tesalut : dipuji tesambang: dilihat tesèang : diceraikan tesioh : diusir agak menjauh tesuapan: disuapi tesulap : disulap tesumpaq: dimaki-maki tesunat : disunat tetaring : terop tetipaq : ditimpa tetu : benar t∂tukah (t∂=af): ditukar t∂tukaq (t∂=af): dikuburkan tewaranan: diceritakan tian : perut tiang : saya tibu : bagian sungai yang dalam tie : yang itu tiglas : memakai pakaian yang baru tijok : telunjuk tijuq : ludah timaq : biar Timun twarnaq timun : mentimun timuq : timur tindoq : tidur tinjot : terkejut tipah : tikar tipaq : mulai tipuq : menipu tiraq : diajak tisiq : diisikan tiwas : salah sendiri tiwe : dipangku tlang : hilang tlu : tiga tluiyu : tiga ribu tlungatus : tiga ratus tlungdase: tiga puluh toak : bahu toaq : tua tobat : bertobat todop : dibujuk tokol : duduk tolang : biji tolèq : tuli tolok : dihina tomet : tumit tongkèq : miring di belakang topong : diangkat tosok : digosok totok : dipalu, dipukul tpeng : lurus tpong : berlubang trik : jatuh tsurak : disoraki tsuruq : disuruh ttunah : disayang tujak : tumbuk tulak : kembali tunas : meminta tupaq : diberi upah tupuq : tumpul turas : mengikuti sifat turis : wisatawan turut : mengikuti tusung : dipikul tusut : diusut tutut : jemput tuwaq : paman tuwuk : puas twakilan: diwakilkan twarnaq: diberi warna U uah : sudah uaq : bibiq uat : urat ubat : peluru udut : sedang merokok uiq : kemarin uji : menguji ujur : membujur ujut : wajah,bentuk ukep : awan ukir : mengukir ukur : mengukur ulah : ular ulam : ketan muda dijadikan ulam ulang : mengulang ulet : ulat uli : ya, benar ulu : kepala umaq : kepuyaan unggat : kumat unggit : tersentuh sedikit saja unggul : menang ungkah : cabut ungkil : mencabut dengan linggis uni : bicara unsung : mengusung unting : pangkal pisau,pangkal mata senjata tajam upaq : upah utang : hutang utaq : muntah uwung : menimbun uyut : rebut v w wadah : tempat wade : menyebutkan kekurangan sesuatu wah : sudah wahwih : tidak tetap pendirian waris : keluarga dekat wayah : sudah tua wayahan: ayah kandung wayang : seni pewayangan waye : sudah waktunya we : panggilan kencur bahasa sasak dari jaug (kata seru) wi : buah kentang wik : kemarin wus : kusut X Y yah : kalau yak : akan yakme : kamu akan yakne : dia akan ye : ya z zabaniah : malaikat zabaniah zakat : zakat zikir : berzikir KAMUSBAHASASASAK.BLOGSPOT.CO.ID

Berani Makan Kencur Mentah Tiap Hari, Ini yang Akan Terjadi Pada Kesehatanmu




2022 www.videocon.com