Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah

persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah

• [ April 30, 2022 ] Nasional • [ April 30, 2022 ] Manfaatkan Momentum Mudik, MenKopUKM Dorong Rest Area Jadi Ajang Promosi UMKM Nasional • [ April 27, 2022 ] KemenkopUKM Usulkan BPUM Kembali Dilanjutkan Tahun Ini, Sangat Nyata Manfaatnya bagi Pelaku Usaha Mikro Nasional • [ April 27, 2022 ] Nasional • [ April 27, 2022 ] PLN dan BNI Berkolaborasi Perluas Jangkauan SPKLU Bentuk Dukungan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Search for: SEJARAH KOPERASI DI DUNIA A.

Sejarah Koperasi Dunia Gerakan Koperasi di dunia, di mulai pada pertengahan abad 18 dan awal abad 19 di Inggris. Lembaga ini sering disebut dengan “KOPERASI PRAINDUSTRI”.

Dari sejarah perkembangannya, dimulai dari munculnya revolusi industri di Inggris tahun 1770 yang menggantikan tenaga manusia dengan mesin-mesin industri yang berdampak pada semakin besarnya pengangguran hingga revolusi Perancis tahun 1789 yang awalnya ingin menumbangkan kekuasaan raja yang feodalistik, ternyata memunculkan hegemoni baru oleh kaum kapitalis. Semboyan Liberte-Egalite-Fraternite (kebebasan-persamaan-kebersamaan) yang semasa revolusi didengung-dengungkan untuk mengobarkan semangat perjuang rakyat berubah tanpa sedikitpun memberi dampak perubahan pada kondisi ekonomi rakyat.

Manfaat Liberte (kebebasan) hanya menjadi milik mereka yang memiliki kapital untuk mengejar keuntungan sebesar-besarnya. Semangat Egalite dan Fraternite (persamaan dan persaudaraan) hanya menjadi milik lapisan masyarakat dengan strata sosial tinggi (pemilik modal kapitalis).

B. Perkembangan Koperasi Di Eropa. 1. Perkembangan Koperasi di Prancis Revolusi Perancis dan perkembangan industri telah menimbulkan kemiskinan dan penderitaan bagi rakyat Perancis. Kelahiran koperasi yang didasari oleh adanya penindasan dan kemiskinan yang terjadi pada masyarakat kalangan bawah (buruh) di dalam sistem kapitalisme yang berkembang pesat saat itu, ternyata harus berhadapan pula dengan kelemahan dari dalam koperasi sendiri.

Kurangnya modal, kesadaran dan pengetahuan yang rendah dari anggota dan pengurus menyebabkan koperasi sulit berkembang secara pesat. Di sisi lain, ideologi sosialisme yang muncul sebagai reaksi dari kekurangan-kekurangan kapitalisme itu ternyata tidak mampu berbuat banyak untuk merubah keadaan saat itu.

Berkat dorongan pelopor-pelopor merekaseperti Charles Forier, Louis Blanc, serta Ferdinand Lasalle, yang menyadari perlunya perbaikan nasib rakyat, para pengusaha kecil di Perancis berhasil membangun Koperasi-koperasi yang bergerak dibidang produksi.

Charles Fourier (1772-1837) seorang sosialis Perancis menganjurkan berdirinya unit-unit produksi “Falansteires” yang mengedepankan semangat kebersamaan baik kepemilikan kapital, mengupayakan kebutuhan sendiri dan kepemilikan terhadap alat-alat produksi secara bersama-sama. Louis Blanc (1811-1882) meskipun terpengaruh oleh cita-cita Charles Fourier tetapi Louis Blanc mencoba lebih realistis dengan menyusun rencana yang lebih konkret.

Louis Blanc mengusulkan kepada pemerintah untuk mendirikan tempat-tempat kerja untuk kaum buruh dalam bentuk Atelier Sosiaux (Atelier Sosial) dimana kaum buruh mengorganisir sendiri dengan cara kooperatif dan diawasi oleh pemerintah. Selain mendapatkan upah kerja, kaum buruh juga mendapat bagian dari laba usaha.

Saint Simon (1760-1825) berpendapat bahwa masalah sosial dapat diatasi jika masyarakat diatur menjadi “Assosiasi Produktif” yang dipimpin teknokrat dan ahli-ahli industri.

Dewasa ini di Perancis terdapat Gabungan Koperasi Konsumsi Nasional Perancis (Federation Nationale Dess Cooperative de Consommation), dengan jumlah Koperasi yang tergabung sebanyak 476 buah. Jumlah anggotanya mencapai 3.460.000 orang, dan toko yang dimiliki berjumlah 9.900 buah dengan perputaran modal sebesar 3.600 milyar franc/tahun.

2. Perkembangan Koperasi di Inggris Koperasi didirikan di kota Rochdale, Inggris pada tahun 1844. Koperasi ini di pandang sukses. Koperasi yang dipelopori oleh 28 anggota tersebut dapat bertahan dan sukses karena didasari oleh semangat kebersamaan dan kemauan untuk berusaha. Mereka duduk bersama dan menyusun berbagai langkah yang akan dilakukan sebelum membentuk sebuah satuan usaha yang mampu mempersatukan visi dan cita-cita mereka.

Mereka mulai menyusun pedoman kerja dan melaksanakan sesuai dengan ketentuan yang mereka susun bersama. Walaupun pada awalnya banyak mengalami hujatan, tetapi toko yang dikelola secara bersama-sama tersebut mampu berkembang secara bertahap.

Rochdale Equitable Pioneer’s Cooperative Society, dengan prinsip-prinsip koperasinya : 1. Keanggotaan yang bersifat terbuka. 2. Pengawasan secara demokratis. 3. Bunga yang terbatas atas modal anggota. 4. Pengembalian sisa hasil usaha sesuai dengan jasanya pada koperasi. 5. Barang-barang hanya dijual sesuai dengan harga pasar yang berlaku dan harus secara tunai. 6. Tidak ada perbedaan berdasarkan ras, suku bangsa, agama dan aliran politik.

7. Barang-barang yang dijual adalah barang-barang yang asli dan bukan yang rusak atau palsu. 8. Pendidikan terhadap anggota secar berkesinambungan.

Dari pedoman koperasi di Rochdale inilah prinsip-prinsip pergerakan koperasi dibentuk. Meskipun masih sangat sederhana tetapi apa yang dilakukan koperasi Rochdale dengan prinsip-prinsipnya telah menjadi tonggak bagi gerakan koperasi di seluruh dunia. Prinsip-prinsip koperasi Rochdale tersebut kemudian dibakukan oleh I.C.A dan disampaikan dalam konggres I.C.A di Paris tahun 1937.

3. Perkembangan Koperasi di Jerman. Sekitar tahun 1848, saat Inggris dan Perancis telah mencapai kemajuan, muncul seorang pelopor yang bernama F.

W. Raiffeisen, walikota di Flammersfield. Ia menganjurkan agar kaum petani menyatukan diri dalam perkumpulan simpan-pinjam. Setelah melalui beberapa rintangan, akhirnya Raiffesien dapat mendirikan Koperasi dengan pedoman kerja sebagai berikut : 1. Anggota Koperasi wajib menyimpan sejumlah uang.

2. Uang simpanan boleh dikeluarkan sebagai pinjaman dengan membayar bunga. 3. Usaha Koperasi mula-mula dibatasi pada desa setempat agar tercapai kerjasama yang erat. 4. Pengurusan Koperasi diselenggarakan oleh anggota yang dipilih tanpa mendapatkan upah. 5. Keuntungan yang diperoleh digunakan untuk membantu kesejahteraan masyarakat. Pelopor Koperasi lainnya dari Jerman ialah seorang hakim bernama H.

Schulze yang berasal dari kota Delitzcsh. Pada tahun 1849 ia mempelopori pendirian Koperasi simpan-pinjam yang bergerak di daerah perkotaan. Pedoman kerja Koperasi simpan-pinjam Schulze adalah : 1. Uang simpanan sebagai modal kerja Koperasi dikumpulkan dari anggota 2. Wilayah kerjanya didaerah perkotaan. 3. Pengurus Koperasi dipilih dan diberi upah atas pekerjaannya.

4. Pinjaman bersifat jangka pendek. 5. Keuntungan yang diperoleh dari bunga pinjaman dibagikan kepada anggota. 4. Perkembangan Koperasi Di Denmark Jumlah anggota Koperasi di Denmark meliputi sekitar 30% dari seluruh peduduk Denmark. Hampir sepertiga penduduk pedesaan Denmark yang berusia antara 18 s/d 30 tahun balajar di perguruan tinggi.

Dalam perkembangannya, tidak hanya hasil-hasil pertanian yang didistribusikan melalui Koperasi, melainkan meliputi pula barang-barang kebutuhan sector pertanian itu sendiri. Selain itu, di Denmark juga berkembang Koperasi konsumsi. Koperasi-koperasi konsumsi ini kebanyakan didirikan oleh serikat-serikat pekerja di daerah perkotaan. 5. Perkembangan Koperasi Di Swedia Salah seorang pelopor Koperasi yang cukup terkemuka dari Swedia bernama Albin Johansen.

Salah satu tindakannya yang cukup spektakuler adalah menasionalisasikan perusahaan penyaringan minyak bumi yang menurut pendapatnya, dapat dikelola dengan cara yang tidak kalah efisiennya oleh Koperasi. Pada tahun 1911 gerakan Koperasi di Swedia berhasil mengalahkan kekuatan perusahaan persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah.

Pada tahun 1926 Koperasi berhasil menghancurkan monopoli penjualan tepung terigu yang dimiliki perusahan swasta. Pada akhir tahun 1949, jumlah Koperasi di Swedia tercatat sebanyak 674 buah dengan sekitar 7.500 cabang dan jumlah anggota hampir satu juta keluarga.

Rahasia keberhasilan Koperasi-koperasi Swedia adalah berkat program pendidikan yang disusun secara teratur dan pendidikan orang dewasa di Sekolah Tinggi Rakyat (Folk High School), serta lingkaran studi dalam pendidikan luar sekolah. Koperasi Pusat Penjualan Swedia (Cooperative Forbundet), mensponsori program-program pendidikan yang meliputi 400 jenis kursus teknis yang diberikan kepada karyawan dan pengurus Koperasi. 6. Perkembangan Koperasi Di Amerika Serikat.

Keadaan sosial ekonomi Amerika Serikat pada pertengahan abad ke-19 hampir sama dengan Inggris. Menurut catatan, jumlah Koperasi yang tumbuh antara tahun 1863-1939, berjumlah 2600 buah. Sekitar 57% dari Koperasi-koperasi ini mengalami kegagalan. Menurut catatan, dalam periode 1909-1921, sekitar 52% dari seluruh pekumpulan Koperasi pertanian yang ada telah bekerja secara efektif. Dalam perkembangannya, ada banyak jenis Koperasi yang berkembang di Amerika Serikat. Di daerah pedesaan antara lain dikenal adanya Koperasi Asuransi Bersama, Koperasi Listrik dan Telepon, Koperasi Pengawetan Makanan, Koperasi Simpan-Pinjam dan Koperasi Penyediaan Benih.

Sedangkan Koperasi-koperasi di perkotaan seringkali menyelenggarakan toko-toko eceran. Koperasi kredit dan Koperasi Perumahan juga banyak ditemukan dikota-kota, di Amerika Serikat juga berkembang Koperasi Rumah Sakit dan Koperasi Kesehatan. Koperasi pertama yang berdiri di Amerika Serikat adalah The Philadelphia Contributionship From Lose By Fire. Semacam asuransi kebakaran. Berikutnya berdiri koperasi pengairan yang mengurus irigasi pertanian.Dan pada tahun 1880 berdiri koperasi-koperasi pertanian yang besar (History and Performance of Inkopkar 1995).

Sementara itu, di Amerika Serikat, selama bertahun-tahun juga telah berkembang perkumpulan simpan pinjam yang dikenal dengan nama Credit Union, berkat anjuran Alphonso Desjardin (1854- 1921). Sebelumnya masyarakat pernah mencoba mendirikan perkumpulan serupa, seperti yang pernah didirikan oleh kaum pekerja pada tahun 1892 yang bernama The Boston Globe.

Namun kurang mendapat sambutan masyarakat karena dinilai terlalu mengejar keuntungan, sehingga tidak mencerminkan suatu bentuk kerja sama dan tolong menolong. Alphonso, memulai usaha simpan pinjam dengan mendirikan semacam “Bank Rakyat” pada tahun 1900 di Levis Queebec, dengan menggerakkan kegiatan menabung di kalangan petani maupun buruh dan selanjutnya meminjamkan kepada sesama anggota yang memerlukan. Perkembangan yang pesat usaha simpan pinjam melalui “bank rakyat ” mendorong Alphonso berpikir akan perlunya landasan hukum bagi usaha tersebut.

Atas usaha keras Alphonso bersama temannya Edward A Filene (1860-1913), pada tahun 1909, lahirlah undang-undang pertama tentang koperasi Simpan pinjam di Massachussets. Dalam perkembangannya, undang-undang tentang koperasi simpan pinjam itu juga mulai melebar ke New Hampshire. Koperasi simpan pinjam tersebut selanjutnya menjadi model atau teladan bagi seluruh koperasi simpan pinjam di Amerika Serikat, bahkan sampai ke Kanada.

Sampai tahun 1915, jumlah koperasi simpan pinjam atau credit union telah bertambah menjadi 11 unit dan tiga tahun kemudian meningkat menjadi 42 unit.Dan sampai tahun 1934 telah bertambah menjadi sekitar 2.400 unit yang tersebar di 38 negara bagian.Pada tahun tersebut, Presiden Roosevelt menandatangani Federal Credit Union Act.Dan pada tahun itu pula terbentuk Federal Credit Union yang menamakan diri sebagai National Credit Union Association, yang berkedudukan di Madison, Wiscounsin.

C. Perkembangan Koperasi Di Asia. 1. Perkembangan Koperasi Di Jepang. Koperasi pertama kali berdiri di Negara ini pada tahun 1900 (33 tahun sesudah pembaharuan oleh Kaisar Meiji), atau bersamaan waktunya dengan pelaksanaan Undang-undang Koperasi Industri Kerajinan.

Cikal bakal kelahiran Koperasi di Jepang mulai muncul ketika perekonomian uang mulai dikenal oleh masyarakat pedalaman. Gerakan Koperasi pertanian mengalami kemajuan yang sangat pesat sejak tahun 1930-an, khususnya ketika penduduk Jepang menghadapi krisis ekonomi yang melanda dunia dalam periode 1933.

Di Jepang ada dua bentuk Koperasi pertanian. Yang pertama disebut Koperasi Pertanian Umum. Koperasi ini bekerja atas dasar serba usaha, misalnya menyelenggarakan usaha pemasaran hasil pertanian, menyediakan kredit untuk usaha perasuransian, pemberian bimbingan dan penyuluhan pertanian bagi usaha tani. Bentuk Koperasi yang lain disebut Koperasi Khusus.

Koperasi ini hanya menyelenggarakan satu jenis usaha seperti Koperasi buah, Koperasi daging ternak, Koperasi bunga-bungaan dan sebagainya. Pada umumnya Koperasi-koperasi pertanian di Jepang menyelenggarakan bentuk usaha Koperasi yang pertama. Perlu ditambahakan, Koperasi-koperasi yang menyelenggarakan kegiatan serba usaha juga tergabung dalam sebuah Koperasi Induk yang bernama Gabungan Perkumpulan Koperasi Pertanian Nasional (Zenkoku Nogyo Kyodokumiai Chuokai).

Titik berat kegiatan Koperasi Gabungan atau ZEN-Noh ini adalah penyaluran sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian. Selain itu di Jepang juga terdapat Induk Koperasi Asuransi Bersama, Induk Koperasi Perbankan untuk pertanian-kehutanan dan pusat asosiasi penerbitan. 2. Perkembangan Koperasi Di Korea Perkembangan Koperasi di Korea, khususnya Koperasi pedesaan, dimulai pada awal abad ke-20.

Di Korea ada dua organisasi pedesaan yang melayani kebutuhan kredit petani, yakni Bank Pertanian Korea dan Koperasi Pertanian. Pada tahun 1961dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Koperasi pertanian yang baru, Bank Pertanian Korea dan Koperasi Pertanian digabungkan menjadi satu dengan nama Gabungan Koperasi Pertanian Nasional (National Agricultural Cooperative Federation), disingkat NACF.

Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah ini bekerja atas dasar prinsip-prinsip Koperasi yang modern dan melakukan kerjanya atas dasar serba usaha (Multipurpose). NACF bertugas mengembangkan sector pertanian, meningkatkan peran ekonomi dan sosial petani, serta menyelenggarakan usaha-usaha peningkatan budaya rakyat. D. Perkembangan Koperasi Di negara lainnya.

A. THAILAND Sejarah perkembangan koperasi di Thailand Pembentukan departemen pada tahun 1915, mengawali kelahiran koperasi pertama di Thailand Departemen promosi koperasi di Thailand memiliki visi untuk memprmosikan dan mengmbangkan kelompok promosi & kelompok petani menuju ketahanan & kemandiria Departemen koperasi memberikan bimbingan dari sisi administrasi, kelembagaan, dan efisiensi dari kelompok petani tersebut.

B. INDIA Sejarah perkembangan koperasi di India India medirikan koperasi kredit ala Raffesian pada tahun 1907 dan menyusun UU yang kemudian diperbaharui pada tahun 1912 UU koperasi India di adopsi oleh Negara Amerika, Afrika & Asia termasuk Indonesia Pada awal pertumbuhan koperasi di india yang menjadi adalan adalah koperasi perkreditan peternakan sapi perah, pabrik gula dan bank koperasi.

C. TIMUR LESTE Sejarah perkembangan koperasi di TimorLeste Pertumbuhankoperasi di Timor Leste mengadopsi model koperasi wanita Setia Budi Wanita (SBW) JawaTimur, terutama dalam hal manajemen tanggung renteng.

Koperasi di Timor Leste merupakan salah satu pilar ekonomi Negara selain sektor publik & swasta. Jumlah koperasi di TimurLestesebanyak 84 unit. Kegiatannya berimbang antara koperasi simpan pinjamdan koperasiserbausaha.

Sampaipadatahun 2017, pemerintah menargetkan koperasi tumbuh menjadi 300 koperasi. D. FILIPINA Lahirnyakoperasi di Filipina dipicu oleh lahirnya kebijakan reformaAgraria. Koperasi yang berhasil di Filipina adalahFederasiKoperasi Mindanao (FEDCO), yang memiliki sekitar 20 anggota koperasi& 3600 petani perorangan.

Koperasi ini mengelola hampir 5000 hektar lahan dengan komoditi pisang. MIDECO adalah salah satu koperasi yang pendiriannya didukung oleh LSM pada tahun 1986. E. MALAYSIA Gerakan koperasi di Malaysia diperkenalkan pada tahun 1909 oleh pemerintah colonial.

Penciptaan RIDA (OtoritaPengembangan Pedesaan&Industri) pada tahun 1990 membantu menfalisitasi melalui pegembanganpedesaan yang terintegrasi.

Gerakan koperasi yang terkenal di Malaysia adalah gerakan koperasi pengembangan perumahan Kesimpulan Perkembangan koperasi yang ada didunia bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh system kapitalisme semakin memuncak.

Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.

Dalam keadaan hidup demikian, pihak kolonial terus-menerus mengintimidasi penduduk pribumi sehingga kondisi sebagian besar rakyat sangat memprihatinkan. Di samping itu para rentenir, pengijon dan lintah darat turut pula memperkeruh suasana. Mereka berlomba mencari keuntungan yang besar dan para petani yang sedang menghadapi kesulitan hidup, sehingga tidak jarang terpaksa melepaskan tanah miliknya sehubungan dengan ketidak mampuan mereka mengembalikan hutang-hutangnya yang membengkak akibat sistem bunga berbunga yang diterapkan pengijon dan tidak terlepas pada saat itu dikenal dengan adanya sistem kolonialisme yang telah banyak mensengsarakan kaum buruh pada umumnya dan membuat mereka harus berpikir bagaimana caranya mereka untuk dapaat keluar dari permasalah yang telah lama mereka rasanya dan hadirlah suatu koperasi yang bertujuan untuk menolong kaum buruh yang pada persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah itu dikenal dengan koperasi Pra industri.

Dan perkembangan ini terus diikuti oleh negara-negara lainnya dan hingga sampai saat ini koperasi terus berkembang dengan tujuan untuk mensejahterakan para anggotanya.dan badan lembaga koperasi juga telah banyak mampu mengatasi permasalah ekonomi yang telah dialami oleh negara-negara baik dieropa maupun asia.dan ini sja yang dapat kami simpulkan dan semoga bermanfaat. Perkembangan Koperasi Di Indonesia Koperasi merupakan lembaga ekonomi yang cocok diterapkan di Indonesia. Karena sifat masyarakatnya yang kekeluargaan dan kegotongroyongan, sifat inilah yang sesuai dengan azas koperasi saat ini.

Sejak lama bangsa Indonesia telah mengenal kekeluargaan dan kegotongroyongan yang dipraktekkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

Kebiasaan yang bersifat nonprofit ini, merupakan input untuk Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 yang dijadikan dasar/pedoman pelaksanaan Koperasi. Kebiasaan-kebiasaan nenek moyang yang turun-temurun itu dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia di antaranya adalah Arisan untuk daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, paketan, mitra cai dan ruing mungpulung daerah Jawa Barat, Mapalus di daerah Sulawesi Utara, kerja sama pengairan yang terkenal dengan Subak untuk daerah Bali, dan Julo-julo untuk daerah Sumatra Barat merupakan sifat-sifat hubungan sosial, nonprofit dan menunjukkan usaha atau kegiatan atas dasar kadar kesadaran berpribadi dan kekeluargaan.

Bentuk-bentuk ini yang lebih bersifat kekeluargaan, kegotongroyongan, hubungan social, nonprofit dan kerjasama disebut Pra Koperasi. Pelaksanaan yang bersifat pra-koperasi terutama di pedesaan masih dijumpai, meskipun arus globlisasi terus merambat ke pedesaan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada pertengahan abad ke-18 telah mengubah wajah dunia. Berbagai penemuan di bidang teknologi ( revolusi industri ) melahirkan tata dunia ekonomi baru. Tatanan persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah ekonomi menjadi terpusat pada keuntungan perseorangan, yaitu kaum pemilik modal ( kapitalisme ).

Kaum kapitalis atau pemilik modal memanfaatkan penemuan baru tersebutdengan sebaik-baiknya untuk memperkaya dirinya dan memperkuat kedudukan ekonominya.

Hasrat serakah ini melahirkan persaingan bebas yang tidak terbatas. Sistem ekonomi kapitalis / liberal memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya kepada pemilik modal dan melahirkan kemelaratan dan kemiskinan bagi masyarakat ekonomi lemah. Dalam kemiskinan dan kemelaratan ini, muncul kesadaran masyarakat untuk memperbaiki nasibnya sendiri dengan mendirikan koperasi.

Pada tahun 1844 lahirlah koperasi pertama di Inggris yang terkenal dengan nama Koperasi Rochdale di bawah pimpinan Charles Howart. Di Jerman, Frederich Willhelm Raiffeisen dan Hermann Schulze memelopori Koperasi Simpan Pinjam. Di Perancis, muncul tokoh-tokoh koperasi seperti Charles Fourier, Louis Blance, dan Ferdinand Lassalle.

Demikian pula di Denmark. Denmark menjadi Negara yang paling berhasil di dunia dalam mengembangkan ekonominya melalui koperasi. Kemajuan industri di Eropa akhirnya meluas ke Negara-negara lain, termasuk Indonesia. Bangsa Eropa mulai mengembangkan sayap untuk memasarkan hasil industri sekaligus mencari bahan mentah untuk industri mereka. Pada permulaannya kedatangan mereka murni untuk berdagang. Nafsu serakah kaum kapitalis ini akhirnyaberubah menjadi bentuk penjajahan yang memelaratkan masyarakat.

Bangsa Indonesia, misalnya dijajah oleh Belanda selama 3,5 abad dan setelah itu dijajah Jepang selama 3,5 tahun. Selama penjajahan, bangsa Indonesia berada dalam kemelaratan dan kesengsaraan. Penjajah melakukan penindsan terhadap rakyat dan mengeruk hasil yang sebanyak-banyaknya dari kekayaan alam Indonesia. Penjajahan menjadikan perekonomian Indonesia terbelakang. Masyarakat diperbodoh sehingga dengan mudah menjadi mangsa penipuan dan pemerasan kaum lintah darat, tengkulak, dan tukang ijon.

Koperasi memang lahir dari penderitaan sebagai mana terjadi di Eropa pertengahan abad ke-18. Di Indonesia pun koperasi ini lahir sebagai usaha memperbaiki ekonomi masyarakat yang ditindas oleh penjajah pada masa itu. Untuk mengetahui perkembangan koperasi di Indonesia, sejarah perkembangan koperasi Indonesia secara garis besar dapat dibagi dalam “ dua masa ”, yaitu masa penjajahan dan masa kemerdekaan.

Koperasi di Indonesia sebelum merdeka. Pada zaman penjajahan banyak rakyat Indonesia yang hidup menderita, tertindas, dan terlilit hutang dengan para rentenir. Beberapa tahap penting mengenai perkembangan koperasi di Indonesia : Karena hal tersebut pada tahun 1896, patih purwokerto yang bernama R.

Aria Wiriaatmadja mendirikan koperasi kredit untuk membantu para rakyat yang terlilit hutang. Lalu pada tahun 1908, perkumpulan Budi Utomo memperbaiki kesejahteraan rakyat melalui koperasi dan pendidikan dengan mendirikan koperasi rumah tangga, yang dipelopori oleh Dr.Sutomo dan Gunawan Mangunkusumo. Setelah Budi Utomo sekitar tahun 1911, Serikat Dagang Islam (SDI) dipimpin oleh H.Samanhudi dan H.O.S Cokroaminoto mempropagandakan cita-cita toko koperasi (sejenis waserda KUD), hal tersebut bertujuan untuk mengimbangi dan menentang politik pemerintah kolonial belanda yang banyak memberikan fasilitas dan menguntungkan para pedagang asing.

Namun pelaksanaan baik koperasi yang dibentuk oleh Budi Utomo maupun SDI tidak dapat berkembang dan mengalami kegagalan, hal ini karena lemahnya pengetahuan perkoperasian, pengalaman berusaha, kejujuran dan kurangnya penelitian tentang bentuk koperasi yang cocok diterapkan di Indonesia. Upaya pemerintah kolonial belanda untuk memecah belah persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia ternyata tidak sebatas pada bidang politik saja, tapi kesemua bidang termasuk perkoperasian.

Hal ini terbukti dengan adanya undang-undang koperasi pada tahun 1915, yang disebut “Verordening op de Cooperative Vereenigingen” yakni undang-undang tentang perkumpulan koperasi yang berlaku untuk segala bangsa, jadi bukan khusus untuk Indonesia saja. Undang-undang koperasi tersebut sama dengan undang-undang koperasi di Nederland pada tahun 1876 (kemudian diubah pada tahun 1925), dengan perubahan ini maka peraturan koperasi di indonesia juga diubah menjadi peraturan koperasi tahun 1933 LN no.108.

Di samping itu pada tahun 1927 di Indonesia juga mengeluarkan undang-undang no.23 tentang peraturan-peraturan koperasi, namun pemerintah belanda tidak mencabut undang-undang tersebut, sehingga terjadi dualisme dalam bidang pembinaan perkoperasian di Indonesia.

Meskipun kondisi undang-undang di indonesia demikian, pergerakan dan upaya bangsa indonesia untuk melepaskan diri dari kesulitan ekonomi tidak pernah berhenti, pada tahun 1929, Partai Nasionalis Indonesia (PNI) di bawah pimpinan Ir.Soekarno mengobarkan semangat berkoperasi kepada kalangan pemuda. Pada periode ini sudah terdaftar 43 koperasi di Indonesia. Pada tahun 1930, dibentuk bagian urusan koperasi pada kementrian Dalam Negeri di mana tokoh yang terkenal masa itu adalah R.M.Margono Djojohadikusumo.

Lalu pada tahun 1939, dibentuk Jawatan Koperasi dan Perdagangan dalam negeri oleh pemerintah. Dan pada tahun 1940, di Indonesia sudah ada sekitar 656 koperasi, sebanyak 574 koperasi merupakan koperasi kredit yang bergerak di pedesaan maupun di perkotaan.

Setelah itu pada tahun 1942, pada masa kedudukan jepang keadaan perkoperasian di Indonesia mengalami kerugian yang besar bagi pertumbuhan koperasi di Indonesia, hal ini disebabkan pemerintah jepang mencabut undang-undang no.23 dan menggantikannya dengan kumini (koperasi model jepang) yang hanya merupakan alat mereka untuk mengumpulkan hasil bumi dan barang-barang kebutuhan jepang.

Koperasi di Indonesia setelah merdeka Keinginan dan semangat untuk berkoperasi yang hancur akibat politik pada masa kolonial belanda dan dilanjutkan oleh sistem kumini pada zaman penjajahan jepang, lambat laun setelah Indonesia merdeka kembali menghangat.

Apalagi dengan adanya Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, pada pasal 33 yang menetapkan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia, maka kedudukan hukum koperasi di Indonesia benar-benar menjadi lebih mantap. Dan sejak saat itu Moh.Hatta sebagai wakil presiden Republik Indonesia lebih intensif mempertebal kesadaran untuk berkoperasi bagi bangsa Indonesia, serta memberikan banyak bimbingan dan motivasi kepada gerakan koperasi agar meningkatkan cara usaha dan cara kerja, atas jasa-jasa beliau lah maka Moh.Hatta diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Beberapa kejadian penting yang mempengaruhi perkembangan koperasi di Indonesia : • Pada tanggal 12 Juli 1947, dibentuk SOKRI (Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia) dalam Kongres Koperasi Indonesia I di Tasikmalaya, sekaligus ditetapkannya sebagai Hari Koperasi Indonesia.

• Pada tahun 1960 dengan Inpres no.2, koperasi ditugaskan sebagai badan penggerak yang menyalurkan bahan pokok bagi rakyat. Dengan inpres no.3, pendidikan koperasi di Indonesia ditingkatkan baik secara resmi di sekolah-sekolah, maupun dengan cara informal melalui siaran media masa,dll yang dapat memberikan informasi serta menumbuhkan semangat berkoperasi bagi rakyat.

• Pada tahun 1961, dibentuk Kesatuan Organisasi Koperasi Seluruh Indonesia (KOKSI). • Pada tanggal 2-10 Agustus 1965, diadakan (Musyawarah Nasional Koperasi) MUNASKOP II yang mengesahkan Undang-Undang koperasi no.14 tahun 1965 di Jakarta.

Koperasi di Indonesia pada zaman orde baru hingga sekarang Tampilan orde baru dalam memimpin negeri ini membuka peluang dan cakrawala baru bagi pertumbuhan dan perkembangan perkoperasian di Indonesia, dibawah kepemimpinan Jenderal Soeharto.

Ketetapan MPRS no.XXIII membebaskan gerakan koperasi dalam berkiprah. Berikut perkembangan koperasi di Indonesia pada zaman orde baru hingga sekarang : • Pada tanggal 18 Desember 1967, Presiden Soeharto mensahkan Undang-Undang koperasi no.12 tahun 1967 sebagai pengganti Undang-Undang no.14 tahun 1965.

• Pada tahun 1969, disahkan Badan Hukum terhadap badan kesatuan Gerakan Koperasi Indonesia (GERKOPIN). • Pada tanggal 9 Februari 1970, dibubarkannya GERKOPIN dan sebagai penggantinya dibentuk Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN). • Pada tanggal 21 Oktober 1992, disahkan Undang-Undang no.25 tahun 1992 tentang perkoperasian, undang-undang ini merupakan landasan yang kokoh bagi koperasi Indonesia di masa yang akan datang. • Masuk tahun 2000an hingga sekarang perkembangan koperasi di Indonesia cenderung jalan di tempat.

Faktor – Faktor Yang Mendukung Koperasi Di Indonesia Keberhasilan koperasi di dalam melaksanakan peranannya perlu diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut : 1. Kemampuan menciptakan posisi pasar dan pengawasan harga yang layak dengan cara : • Bertindak bersama dalam menghadapi pasar melalui pemusatan kekuatan bersaing dari anggota • Memperpendek jaringan pemasaran; • Memiliki manajer yang cukup terampil berpengetahuan luas dan memiliki idealisme; • Mempunyai dan meningkatkan kemampuan koperasi sebagai satu unit usaha dalam mengatur jumlah dan kualitas barang-barang yang dipasarkan melalui kegiatan pergudangan, penelitian kualitas yang cermat dan sebagainya.

2. Kemampuan koperasi untuk menghimpun dan menanamkan kembali modal, dengan cara pemupukan pelbagai sumber keuangan dari sejumlah besar anggota. 3. Penggunaan faktor-faktor produksi yang lebih ekonomis melalui pembebanan biaya overhead yang lebih, dan mengusahakan peningkatan kapasitas yang pada akhirnya dapat menghasilkan biaya per unit yang relatif kecil.

4. Terciptanya keterampilan teknis di bidang produksi, pengolahan dan pemasaran yang tidak mungkin dapat dicapai oleh para anggota secara sendiri-sendiri. 5. Pembebasan resiko dari anggota-anggota kepada koperasi sebagai satu unit usaha, yang selanjutnya hal tersebut kembali ditanggung secara bersama di antara anggota-anggotanya.

6. Pengaruh dari koperasi terhadap anggota-anggotanya yang berkaitan dengan perubahan sikap dan tingkah laku yang lebih sesuai dengan perubahan tuntutan lingkungan di antaranya perubahan teknologi, perubahan pasar dan dinamika masyarakat.

Dalam rangka pengembangan KUD mandiri telah diterbitkan INSTRUKSI MENTERI KOPERASI No. 04/Ins/M/VI/1988 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan KUD mandiri.

Pembinaan dan Pengembangan KUD mandiri diarahkan: • Menumbuhkan kemampuan perekonomian masyarakat khususnya di pedesaan. • Meningkatkan peranannya yang lebih besar dalam perekonomian nasional.

• Memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dalam peningkatan kegiatan ekonomi dan pendapatan yang adil kepada anggotanya. Ukuran-ukuran yang digunakan untuk menilai apakah suatu KUD sudah mandiri atau belum adalah sebagai berikut : • Mempunyai anggota penuh minimal 25 % dari jumlah penduduk dewasa yang memenuhi persyaratan keanggotaan KUD di daerah kerjanya. • Dalam rangka meningkatkan produktifitas usaha anggotanya maka pelayanan kepada anggota minimal 60 % dari volume usaha KUD secara keseluruhan.

• Minimal tiga tahun buku berturut-turut RAT dilaksanakan tepat pada waktunya sesuai petunjuk dinas. • Anggota Pengurus dan Badan Pemeriksa semua berasal dari anggota KUD dengan jumlah maksimal untuk pengurus 5 orang dan Badan Pemeriksa 3 orang. • Modal sendiri KUD minimal Rp. 25,- juta. • Hasil audit laporan keuangan layak tapa catatan (unqualified opinion). • Batas toleransi devisa usaha terhadap rencana usaha KUD (Program dan Non Program) sebesar 20 %. • Total volume usaha harus proporsional dengan jumlah anggota, dengan minimal rata-rata Rp.

250.000,- per anggota per tahun. • Pendapatan kotor minimal dapat menutup biaya berdasarkan prinsip efisiensi. • Sarana usaha layak dan dikelola sendiri • Tidak ada penyelewengan dan manipulasi yang merugikan KUD oleh Pengelola KUD • Tidak mempunyai tunggakan Keberhasilan atau kegagalan koperasi ditentukan oleh keunggulan komparatif koperasi.

Hal ini dapat dilihat dalam kemampuan koperasi berkompetisi memberikan pelayanan kepada anggota dan dalam usahanya tetap hidup (survive) dan berkembang dalam melaksanakan usaha. Pengalaman empiris di mancanegara dan di negeri kita sendiri menunjukkan bahwa struktur pasar dari usaha koperasi mempengaruhi performance dan success koperasi (Ismangil, 1989). Faktor Penghambat Koperasi di Indonesia Perkembangan koperasi masih menghadapi masalah-masalah baik di bidang kelembagaan maupun di bidang usaha koperasi itu sendiri.

Masalah-masalah tersebut dapat bersumber dari dalam koperasi sendiri maupun dari luar. Masalah kelembagaan koperasi juga dapat dikelompokkan dalam masalah intern maupun masalah ekstern.

Masalah intern mencakup masalah keanggotaan, kepengurusan, pengawas, manajer, dan karyawan koperasi. Sedangkan masalah ekstern mencakup hubungan koperasi dengan bank, dengan usaha-usaha lain, dan juga dengan instansi pemerintah. Dari Sisi Kelembagaan Koperasi Masalah Internal : • Keanggotaan dalam Koperasi Keadaan keanggotaan ditinjau dari segi kuantitas tercermin dari jumlah anggota yang semakin lama semakin berkurang. Masalahnya kenggotaan koperasi yang ada sekarang belum menjangkau bagian terbesar dari masyarakat.

Ditinjau dari segi kualitas masalah keaggotaan koperasi tercermin dalam : • Tingkat pendidikan mereka yang pada umumnya masih rendah • Ketrampilan dan keahlian yang dimiliki oleh para anggota terbatas • Sebagian dari anggota belum menyadari hak dan kewajiban mereka sebagai anggota.

Kebanyakan anggota koperasi belum menyadari bahwa koperasi merupakan suatu wadah usaha yang dimaksudkan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan mereka. Sebaiknya dalam kelompok tersebut harus ada tokoh yang berfungsi sebagai sebagai penggerak organisatoris untuk menggerakkan koperasi kearah sasaran yang benar. • Partisipasi mereka dalam kegiatan organisasi juga masih harus ditingkatkan.

Apabila suatu koperasi mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) banyak anggotanya yang tidak hadir. Akibatnya keputusan-keputusan yang dihasilkan tidak mereka rasakan sebagai keputusan yang mengikat.

• Banyaknya anggota yang tidak mau bekerjasama persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah mereka juga memiliki banyak utang kepada koperasi, hal ini menyebabkan modal yang ada dikoperasi semakin berkurang. • Pengurus Koperasi Dalam hal kepengurusan juga dihadapi kelemahan-kelemahan yang sama.

masalah yang menjadi penghambat berkembangnya koperasi dari sisi pengurus adalah : • Pengetahuanketrampilan, dan kemampuan anggota pengurusnya masih belum memadai • Pengurus belum mampu melaksanakan tugas mereka dengan semestinya. • Pengurus kurang berdedikasi terhadap kelangsungan hidup koperasi. Ini berarti bahwa kepribadian dan mental pengurus, pengawas, manajer belum berjiwa koperasi sehingga harus diperbaiki lagi.

• Pengurus kadang-kadang tidak jujur • Masih ada koperasi yang anggota pengurusnya kurang berusaha untuk menigkatkan pengetahuan dan ketrampilannya. Kursus-kursus yang diselenggarakan untuk pengurus koperasi sering tidak mereka hadiri. • Dalam kepengurusan koperasi sampai saat ini masih belum ada pembagian tugas yang jelas. • Pengurus koperasi kebanyakan yang sudah lanjut usia dan para tokoh masyarakat yang sudah memiliki jabatan ditempat lain, sehingga perhatiannya terhadap koperasi berkurang.

• Pegurus masih belum mampu berkoordinasi dengan anggota, manajer, pengawas, dan instansi pemerintah dengan baik • Pengawas Koperasi Anggota dari badan pengawas koperasi banyak yang belum berfungsi. Hal ini di disebabkan oleh : • Kemampuan anggoota pengawas yang belum memadai, terlebih jika dibandingkan dengan semakin meningkatnya usaha koperasi • Di pihak lain, pembukuan koperasi biasanya belum lengkap dan tidak siap untuk diperiksa.

• Pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas koperasi sekunder dan kantor koperasi juga belum banyak membantu perkembangan kemampuan anggota pengawas ataupun peningkatan pembukuan koperasi. Pemeriksaan yang mereka lakukan terutama mengarah pada kepentingan permohonan kredit. Masalah Eksternal : • Iklim yang mendukung pertumbuhan koperasi belum selaras dengan kehendak anggota koperasi, seperti kebijakan pemerintah yang belem jelas dan efektif untuk koperasi, sistem prasarana, pelayanan, pendidikan, dan penyuluhan.

• Banyaknya badan usaha lain yang bergerak pada bidang usaha yang sama dengan koperasi. • Kurangnya fasilitas-fasilitas yang dapat menarik perhatian masyarakat dan masih banyaknya masyarakat yang tidak mempercayai koperasi.

Dari Sisi Bidang Usaha Koperasi Masalah usaha koperasi dapat digambarkan sebagai berikut : Ada koperasi yang manajer dan karyawannya belum memenuhi harapan. Di antara mereka ada yang belum dapat bekerja secara profesional, sesuai dengan peranan dan tugas operasi yang telah ditetapkan.

Masih ada administrasi koperasi yang belum menggunakan prinsip-prinsip pembukuan dengan baik. Sistem informasi majemen koperasi mesih belum berkembang sehingga pengambilan keputusan belum didukung dengan informasi yang cukup lengkap dan dapat diandalkan.

Di samping itu masih ada manajer yang kurang mempunyai kemampuan sebagai wirausaha. Di antara mereka bahkan masih ada yang kurang mampu untuk menyusun rencana, program, dan kegiatan usaha. Padahal mereka harus memimpin dan menggerakkan karyawan untuk melaksanakan rencana, program, dan kegiatan usaha yang ditentukan.

Penilaian terhadap keadaan serta mengadakan penyesuaian rencana, program, dan kegiatan usaha setiap kali ada perkembangan dalam keadaan yang dihadapainya. Dari sisi produksi, koperasi sering mengalami kesulitan untuk memperoleh bahan baku. Salah satu bahan baku pokok yang sulit diperoleh adalah modal. Dalam hal kualitas, output koperasi tidak distandardisasikan, sehingga secara relatif kalah dengan output industri besar. dalam banyak kasus, output koperasi (dan UKM) tidak memiliki keunggulan komparatif sehingga sulit untuk dipasarkan.

Secara umum koperasi harus menghadapi kelemahannya sebagai berikut : • Pembinaan hubungan antara alat perlengkapan koperasi, khususnya antara pengurus dan manajer, yang masih perlu ditingkatkan. Hal ini antara lain mengingat perlunya koordinasi yang mantab dan pembagian tugas serta tanggung jawab yang jelas. Harus dihindarkan apabila ada pengurus yang mengambil wewenang manajer melaksanakan tugas operasional. • Kebijaksanaan dan program kerja koperasi masih cenderung timbul sebagai prakarsa pemerintah.

Program-program yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan anggota masih ada yang belum sepenuhnya dipadukan dengan program-program yang timbul dari prakarsa pemerintah. Keputusan koperasi yang mandiri masih belum dapat berkembang. • Organisasi tingkat sekunder, seperti Pusat Koperasi dan Induk koperasi, tampak belum sepenuhnya dapat memberikan pelayanan kepada koperasi primer, persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah meningkatkan kemampuan dalam bidang organisasi, administrasi, dan manjemen.

• Kerja sama koperasi dan lembaga non-koperasi telah ada yang berlangsung atas landasan saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Tetapi, apabila kurang hati-hati dalam membinannya ada kerjasama yang cenderung mengarah pada hilangnya kemandirian koperasi. • Kemampuan pemupukan modal usaha yang bersumber dari anggota dan hasil usaha koperasi, persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah cukup memadai perkembangannya namun ternyata masih sangat terbatas.

• Dalam usaha memperoleh kredit dari bank, koperasi masih menghadapi kesulitan untuk memenuhi persyaratanyang ditentukan. Demikianlah, maka pemupukan modal koperasi walaupun cepat perkembangannya hasilnya masih terbatas juga. • Keterpaduan gerak, pengertian, pembinaan, dan pengawasan terhadap gerakan koperasi dari berbagai instansi masih perlu ditingkatkan. • Masalah lain yang dihadapi dalam pelaksanaan pembinaan koperasi pada tingkat perkembangan seperti sekarang ini adalah masih kurangnya petugas pembina koperasi, baik dalam jumlah maupun mutunya.

• Masalah permodalan, penguasaan teknologi, akses informasi, permasalahan pemasaran, dan perlindungan hukum. • Kurangnya dana sehingga fasilitas-fasilitas yang sudah ada tidak dirawat, hal ini menyebabkan koperasi tertinggal karena kemajan teknologi yang sangat cepat.

Masalah yang dihadapi koperasi akan semakin meluas jika tidak ditangani sesegera mungkin. Sebelum melakukan tindakan pemecahan masalah langkah awal yang harus kita lakukan adalah menganalisa penyebab terjadinya masalah. Setelah kita mengetahui akar permasalahannya dimana barulah kita dapat melakukan langkah konkrit yang diharapkan dapat memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Dalam penyelesaian masalah ini dibutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat baik pemerintah dan masayarakat itu sendiri.

Berikut ini masalah yang dihadapi koperasi secara umum dan cara mengatasi permasalahan tersebutyaitu : 1. Koperasi Jarang Peminatnya Koperasi jarang peminatnya dikarenakan ada pandangan yang berkembang dalam masyarakat bahwa koperasi adalah usaha bersama yang diidentikkan dengan masyarakat golongan menengah ke bawah.

Dari sinilah perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang koperasi. Dengan adanya sosialisasi diharapkan pengetahuan masyarakat tentang koperasi akan bertambah. Masyarakat dapat mengetahui bahwa sebenarnya koperasi merupakan ekonomi rakyat yang dapat menyejahterakan anggotanya. Sehingga mereka berminat untuk bergabung. 2. Kualitas Sumber Daya yang terbatas Koperasi sulit berkembang disebabkan oleh banyak faktor, yaitu bisa disebabkan Sumber Daya Manusia yang kurang.

Sumber daya manusia yang dimaksud adalah pengurus koperasi. Seperti yang sering dijumpai, pengurus koperasi biasanya merupakan tokoh masyarakat sehingga dapat dikatakan rangkap jabatan, kondisi seperti inilah yang menyebabkan ketidakfokusan terhadap pengelolaan koperasi itu sendiri.

Selain rangkap jabatan biasanya pengurus koperasi sudah lanjut usia sehingga kapasitasnya terbatas. Perlu dilakukan pengarahan tentang koperasi kepada generasi muda melalui pendidikan agar mereka dadat berpartisipasi dalam koperasi.Partisipasi merupakan faktor yang penting dalam mendukung perkembangan koperasi.

Partisipasi akan meningkatkan rasa tanggung jawab sehingga dapat bekerja secara efisien dan efektif. 3. Banyaknya Pesaing Dengan Usaha Yang Sejenis Pesaing merupakan hal yang tidak dapat dielakkan lagi, tetapi kita harus mengetahui bagaimana menyikapinya.

Bila kita tidak peka terhadap lingkungan (pesaing) maka mau tidak mau kita akan tersingkir. Bila kita tahu bagaimana menyikapinya maka koperasi akan survive dan dapat berkembang. Dalam menanggapi pesaing kita harus mempunyai trik – trik khusus, trik – trik/ langkah khusus tersebut dapat kita lakukan dengan cara melalui harga barang/jasa, sistem kredit dan pelayanan yang maksimum.

Mungkin koperasi sulit untuk bermain dalam harga, tapi hal ini dapat dilakukan dengan cara sistem kredit, persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah pembayarannya dapat dilakukan dalam waktu mingguan ataupun bulanan tergantung perjanjian. Dengan adanya hal seperti ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat untuk menjadi anggota. 4. Keterbatasan Modal Pemerintah perlu memberikan perhatian kepada koperasi yang memang kesulitan dalam masalah permodalan.

Dengan pemberian modal koperasi dapat memperluas usahanya sehingga dapat bertahan dan bisa berkembang. Selain pemerintah, masyarakat merupakan pihak yang tak kalah pentingnya, dimana mereka yang memiliki dana lebih dapat menyimpan uang mereka dikoperasi yang nantinya dapat digunakan untuk modal koperasi. 5.

Partisipasi anggota Sebagai anggota dari koperasi seharusnya mereka mendukung program-program yang ada di koperasi dan setiap kegiatan yang akan dilakukan harus melalui keputusan bersama dan setiap anggota harus mengambil bagian di dalam kegiatan tersebut.

6. Perhatian Pemerintah Pemerintah harus bisa mengawasi jalannya kegiatan koperasi sehingga bila koperasi mengalami kesulitan, koperasi bisa mendapat bantuan dari pemerintah, misalnya persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah membantu penyaluran dana untuk koperasi.

Akan tetapi pemerintah juga jangan terlalu mencampuri kehidupan koperasi terutama hal-hal yang bersifat menghambat pertumbuhan koperasi. Pemerintah hendaknya membuat kenijakan-kebijakan yang dapat membantu perkembangan koperasi. 7. Manajemen Koperasi Dalam pelaksanaan koperasi tentunya memerlukan manajemen, baik dari bentuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan.

Karena hal ini sangat berfungsi dalam pengambilan keputusan tetapi tidak melupakan partisipasi dari anggota. Apabila semua kegiatan koperasi bisa dijalankan dengan baik dan setiap anggota mau mengambil bagian di dalam kegiatan koperasi serta perhatian pemerintah dapat memberikan motifasi yang baik, koperasi pasti dapat berjalan dengan lancar.

Kesimpulan Koperasi di Indonesia tentulah terjadi yang namanya pasang surut di dalam dunia koperasioleh karena itu marilah kita meningkatkan kesadaran dari diri kita masing – masing dalam usaha untuk meningkatkan koperasi di Indonesia dengan cara meningkatkan kinerja anggota koperasi dengan cara memberikan training atau pelatihan kepada anggota koperasi terus kita juga bisa memodifikasi produk yang adadengan memodifikasi produk-produk yang ada dikoperasikiranya akan meningkatkan selera masyarakat sehingga tertarik untuk mengkonsumsi produk dari koperasi tersebut dengan menyesuaikan dengan perkembangan zaman dari tahun ke tahun dan juga memperbaiki koperasi secara menyeluruhkita harus menjadikan koperasi yang ada Indonesia ini sebagai koperasi yang baik dan mari kita memberi perubahan yang ada untuk lebih mensejahterkan koperasi Indonesia agar menjadi lebih baik lagi.

Sumber : disadur dari PUNGKIINDROYONOBLOG.(Red) Pipnews.Jakarta-Kementerian Koperasi dan UKM bersama Agriterralembaga internasional Non-Pemerintah (NGO) dari Belanda sebagai lembaga konsultan kelas dunia, sepakat untuk mengembangkan Korporatisasi sektor Pertanian melalui Koperasi di Indonesia. Agriterra adalah konsultan dunia yang khusus [Baca.] • Rencana ini mungkin kurang memberi perhatian atau mungkin tentang lebih daripada satu topik. Sila membantu memperbaiki rencana ini, mungkin dengan mengasingkan/memecahkan rencana dan/atau dengan memperkenalkan laman nyahkekaburan, atau membincangkan isu ini pada laman perbincangan.

( September 2017) ( Ketahui bagaimana dan bila untuk membuang pesanan templat ini) • Lihat versi rencana Inggeris itu yang diterjemahkan oleh mesin. • Terjemahan mesin Google adalah permulaan yang berguna untuk terjemahan, tetapi penterjemah harus membaiki kesalahan-kesalahan mengikut keperluan dan mengesahkan bahawa terjemahan itu adalah tepat, bukan sahaja salin dan tampal teks keterjemahan mesin ke dalam Wikipedia Bahasa Melayu.

• Jangan terjemah teks yang tidak boleh dipercayai atau berkualiti rendah. Jika boleh, sahkan teks dengan rujukan yang disediakan dalam rencana bahasa asing.

persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah

• Selepas menterjemah, templat {{Laman diterjemahkan-en-Freedom of religion in Malaysia}} hendaklah ditambah pada laman perbincangan untuk memastikan pematuhan kepada hak cipta. • Untuk panduan lebih lanjut, sila lihat Wikipedia:Terjemahan. Rencana ini memerlukan kemas kini dalam Bahasa Melayu piawai Dewan Bahasa dan Pustaka. Silalah membantu.

Anda boleh rujuk: Laman Perbincangannya • Dasar dan Garis Panduan Wikipedia • Manual Menyunting Kehidupan di Malaysia • Budaya • Masakan • Demografi • Ekonomi • Pendidikan • Kumpulan etnik • Filem • Kesihatan • Cuti • Bahasa • Sastera • Bahasa Inggeris Malaysia • Muzik • Politik • Agama • Kebebasan agama • Masyarakat • Sukan • Pengangkutan • Pelancongan • l • b • s Kebebasan beragama di Malaysia adalah tertakluk kepada Perlembagaan Malaysia.

Ia merupakan satu prinsip yang mana memberikan kebebasan kepada individu atau komuniti untuk menganut dan mengamalkan agama masing-masing. Kebebasan beragama ini dikira sebagai salah satu hak asasi yang fundamental kepada manusia sejagat. Di Malaysia, biarpun Islam diiktiraf sebagai agama Persekutuan menurut Perkara 3(1) Perlembagaan Persekutuan, penganut-penganut agama lain masih lagi bebas untuk menganut dan mengamalkan agama mereka. Hal kebebasan beragama ini diperuntukkan dalam " Perkara 11 Perlembagaan Persekutuan".

Kebebasan agama diabadikan dalam Perlembagaan Malaysia. Pertama, Fasal 11 menetapkan bahawa setiap orang mempunyai hak untuk menyatakan dan menjalankan agamanya dan (tunduk pada undang-undang yang berlaku menyekat penyebaran agama-agama lain untuk umat Islam) untuk menyebarkannya. Kedua, Perlembagaan juga menetapkan bahawa Islam adalah agama persekutuan (Perlembangaan tidak menyatakan Islam sebagai agama rasmi tetapi sebaliknya hanya sebagai agama persekutuan), tetapi agama-agama lain boleh dipraktikkan dalam damai dan harmoni (Perkara 3).

Status kebebasan beragama di Malaysia ialah masalah berkontroversi. Pertanyaan termasuk sama ada Malaysia ialah sebuah negara Islam atau negara sekular tetap tidak dapat diselesaikan.

Dalam beberapa keadaan, ada sejumlah isu dan peristiwa yang telah menguji hubungan antara bangsa-bangsa yang berlainan di Malaysia. Isi kandungan • 1 Demografi agama • 2 Ruang lingkup undang-undang Islam di Malaysia • 3 Status kebebasan agama • 3.1 Usaha antara agama di Malaysia • 4 Penukaran agama ke Islam • 4.1 Perkahwinan dan perceraian • 4.2 Sukarela penukaran agama anak di bawah umur • 4.3 Automatik penukaran agama kanak-kanak di bawah umur mengikut penukaran agama ibu bapa • 4.4 Penukaran agama anak oleh satu ibu bapa • 5 Penukaran agama dari Islam • 5.1 Kemurtadan mengikut undang-undang negara bahagian • 5.2 Lina Joy • 5.3 Nyonya Tahir • 5.4 Revathi Massosai • 5.5 Penindasan • 6 Dakwah Kristian • 6.1 Dakwah • 6.2 Bahan Agama • 6.3 Visa dan sekatan lain • 7 Penindasan Ahmadiyah • 8 Tempat ibadah • 9 Penghancuran kuil Hindu • 10 Azan • 11 Pencukaian • 12 Warisan di bawah undang-undang Syariah • 13 Kebebasan bersuara • 13.1 Filem • 13.2 Media cetak • 13.3 Bible dan sastera agama • 14 Protests against religious freedom • 15 Pemusnahan harta tanah agama • 15.1 Serangan terhadap gereja • 15.2 Serangan terhadap surau/masjid • 16 Skop Kebebasan Beragama • 16.1 Perkara 11(1) • 16.2 Hak menganut agama • 16.2.1 Lina Joy v Jabatan Pendaftaran Negara Malaysia [2007] 4 MLJ 585 - • 16.2.2 Lim Chan Seng v Pengarah Jabatan Agama Islam Pulau Pinang [1996] MLJU 500 - • 16.2.3 Majlis Agama Islam Pulau Pinang lwn Siti Fatimah Tan Abdullah (Mahkamah Rayuan Syariah Pulau Pinang) [2009] JH 27 Bhg II 185 - • 16.2.4 Daud bin Mamat & Ors v Majlis Agama Islam Kelantan [2001]2 MLJ 390 - • 16.2.5 Md Hakim Lee v Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur [1997] 4 CLJ Supp 419 - • 16.2.6 Soon Singh a/l Bikar Singh lwn.

Pertubuhan Kebajikan Islam Malaysia (PERKIM) [1999] 1 MLJ 489 - • 16.3 Hak mengamalkan agama • 16.3.1 Meor Atiqulrahman bin Ishak & Lain-lain v Fatimah bin Sihi & Lain-lain [2006]4 MLJ 605 - • 16.3.2 Halimatusaadiah v Public Service Comission, Malaysia [1994] 3 MLJ 61 - • 16.3.3 Zakaria Abdul Rahman v Ketua Polis Negara [2001]3 MLJ 385 - • 16.3.4 Muniandy A/L Subramaniam & Ors v Majlis Perbandaran Langkawi Bandaraya Pelancongan & Anor - • 16.3.5 Pedik Busu & Yang Lain v Yang Dipertua Majlis Daerah Gua Musang & Yang Lain - • 16.3.6 Marcel Jude Ms Joseph v Sabah Legislative State Assembly - • 16.4 Penentuan Agama Si Mati • 16.4.1 Re Mohd Said Nabi [1965]MLJ 121 - • 16.4.2 Ng Wan Chan v Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan & Anor [1991] 3 MLJ 174 - • 16.4.3 Dalip Kaur v Pegawai Polis Daerah Bukit Mertajam [1992]1 MLJ 1 - • 16.4.4 Permohonan Perisytiharan Status Agama Simati Mohamad Abdullah @ Moorthy a/l Maniam [2006]JH 21 Bhg II 210 - • 16.4.5 Kaliammal Sinnasamy lwn Pengarah Jabatan Agama Islam WP [2006]1 CLJ 753 - • 16.4.6 Permohonan Perisytiharan Status Agama Simati Nyonya binti Tahir [2006]JH 21 Bhg II 221 - • 17 Perkara 11(2) • 18 Perkara 11(3) • 19 Perkara 11(4) • 19.1 PP Dalam lwn Krishnan a/l Muthu - • 19.2 Sulaiman Bin Takrib V Kerajaan Negeri Terengganu, Kerajaan Malaysia, Intervener And Another Application [2009] 2 CLJ 54 - • 19.3 Fathul Bari bin Mat Jahya & Anor v Majlis Agama Islam Negeri Sembilan & Anor [2012] 4 CLJ 717 - • 19.4 Zi Publications Sdn Bhd & Anor lwn Kerajaan Negeri Selangor; Kerajaan Malaysia & Anor (Intervener) [2015]8 CLJ 621 - • 19.5 Menteri Dalam Negeri & Ors V.

Titular Roman Catholic Archbishop Of Kuala Lumpur - • 20 Perkara 11(5) • 21 Limitasi terhadap Hak Kebebasan Beragama • 21.1 Ketenteraman Awam • 21.2 Kesihatan Awam • 21.3 Moral • 22 Takrif Kebebasan Agama • 23 Kebebasan Agama dalam Undang- Undang Antarabangsa • 24 Kebebasan Agama dalam Islam di Malaysia • 24.1 Kebebasan Menganut Agama di Malaysia • 24.1.1 Kebebasan Mengamalkan Agama • 24.1.1.1 Kebebasan Menyebarkan Agama • 25 Tafsiran Peruntukan berkaitan Agama Islam • 25.1 Pandangan Sarjana • 26 Limitasi Kebebasan Beragama • 26.1 Ketenteraman Awam • 27 Hak Berkenaan dengan pendidikan (Perkara 12) • 27.1 Pembahagian kuasa antara Perseketuaan dan negeri terhadap pendidikan • 27.1.1 Kesamarataan dan ketiadaan diskriminasi • 27.1.1.1 Penggunaan bahasa pembelajaran • 28 Isu yang berbangkit terhadap Pendidikan • 29 Isu Terhadap Kebebasan Agama dan Pendidikan • 29.1 Penghakiman Akhir oleh kes tersebut • 30 Pembahagian Penghakiman yang diterima oleh kes tersebut • 31 Rujukan • 32 Rujukan • 33 Lihat juga • 34 Rujukan • 35 Pautan luar Demografi agama [ sunting - sunting sumber ] Malaysia mempunyai penduduk lebih daripada 27 juta.

Pada Penduduk terkini dan Perumahan Banci, 60.4 peratus daripada penduduk beragama Islam; 19.2 peratus Buddha; 9.1 peratus Kristian; 6.3 peratus Hindu, dan 2.6 peratus tradisional agama rakyat Cina.

Sisanya direkodkan sebagai agama lain termasuklah Animisme, agama rakyat, Sikhisme dan sistem kepercayaan lain. [1] Beragama Islam ialah syarat untuk menjadi orang Melayu dari segi Perlembagaan Malaysia. [2] Selain itu, Muslim yang ingin meninggalkan Islam menghadapi disinsentif yang kuat. Lihat di bawah. Ruang lingkup undang-undang Islam di Malaysia [ sunting - sunting sumber ] Bahagian ini memerlukan petikan dan rujukan tambahan untuk pengesahan. Sila bantu memperbaiki bahagian ini dengan menambahkan petikan ke sumber-sumber yang boleh dipercayai.

Bahan yang tidak disahkan mungkin akan dipertikai dan dipadam. Cari sumber: "Kebebasan beragama di Malaysia" – berita · akhbar · buku · sarjana · JSTOR ( April 2011) ( Ketahui bagaimana dan bila untuk membuang pesanan templat ini) Negara ini mempertahankan dua sistem kehakiman selari di negara ini (lihat: Mahkamah Malaysia).

Salah satunya adalah sistem kehakiman sekular berdasarkan undang-undang dikukuhkan oleh Parlimen. Yang lainnya adalah syariah (syariah, undang-undang Islam).

Mahkamah Syariah memiliki bidang kuasa mutlak atas orang-orang yang menyatakan diri menjadi muslim. Bagaimanapun orang bukan Muslim masih boleh memberikan keterangan kepada mahkamah syariah dalam mencari keadilan.

Dalam kes Nyonya Tahir, keluarga si mati hadir ke mahkamah memberi keterangan dan bukti yang menunjukkan Nyonya Tahir tidak mengamalkan Islam dan mahkamah syariah mengistiharkan Nyonya Tahir sebagai bukan Islam ketika meninggal dunia. [3] [4] Di mana keputusan mahkamah syariah membabitkan bukan-Muslim, ia dapat menempuh jalur di mahkamah sekular yang, dalam teori, menolak mahkamah syariah sebagai mahkamah Syariah terbatas dalam bidang kuasa mereka dengan Pasal 121 dari perlembagaan Persekutuan.

Pada tahun 2006 seorang hakim memutuskan bahawa Perkara 121 terhad mahkamah persekutuan dari hukumnya hal-hal yang diperintah oleh mahkamah Syariah ketika menyentuh masalah-masalah Islam.

Hal ini dipandang sebagai salah tafsir rencana oleh beberapa, dan kes ini dalam proses banding di mahkamah rayuan. Peraturan syariah ditetapkan oleh sultan pelbagai negari. Secara sejarah seorang sultan mempunyai kuasa mutlak atas negari.

Sebelum kemerdekaan, Tunku Abdul Rahman berjaya meyakinkan para sultan untuk membahagi kuasa negara-negara ke persekutuan kerajaan.

Salah satu syarat perjanjian ini adalah bahawa sultan masih kuasa tertinggi undang-undang Islam di negari-negari masing-masing. Tetapan yang sama lama dipegang bahkan selama pemerintahan kolonial Inggeris. Perlembagaan, salah satu daripada empat ujian untuk menjadi Melayu di Malaysia adalah bahawa seseorang itu harus menjadi seorang Muslim. Oleh kerana itu, semua Melayu dianggap patuh di bawah undang-undang Islam. Alasan untuk ini adalah bahawa Islam dianggap intrinsik untuk identiti etnik Melayu yang secara kultural dan bersejarah di bawah pemerintahan Sultan yang adalah seorang Muslim.

Alasan ini boleh didebatkan kerana sebelum wujudnya yang bernamanya melayu, bahasa sunskrit digunakan yang rapat dengan hinduism, sebagai contoh nama Parameswara adalah dari bahasa sunskrit yang bermaksud "supreme lord". Pada tarikh 29 September 2001, Perdana Menteri ketika itu, Tun Dr Mahathir bin Mohamad menyatakan bahawa negara itu adalah negara Islam. Tun Dr Mahathir bin Mohammad tidak memahami maksud agama rasmi, sebaliknya membuat definasi sendiri. Perkara ini tidak menghairankan keranan asal usul Tun Dr Mahathir bin Mohamad juga diragui sebagai melayu.

Pemimpin pembangkang pada masa itu, Lim Kit Siang, sekarang aktif mencari sokongan untuk menyatakan bergerak Mahathir sebagai inkonstitusional dengan berkali-kali menjelaskan bahawa Malaysia adalah sebuah negara sekular dengan Islam sebagai agama rasmi sebagai diabadikan dalam Perlembagaan.

Namun, kerajaan campuran yang dipimpin oleh Mahathir pada saat itu digelar lebih dari dua pertiga kerusi di parlimen. Sebuah suara majoriti dua pertiga di Parlimen diperlukan untuk pindaan perlembagaan di Malaysia. Sekiranya orang islam menduduki parlimen sekurang-kurangnya 66.66% tentu sahaja jumlah majoriti ini senang dicapai. 2 pertiga adalah 66.66%. Status kebebasan agama [ sunting - sunting sumber ] Bahagian ini memerlukan petikan dan rujukan tambahan untuk pengesahan. Sila bantu memperbaiki bahagian ini dengan menambahkan petikan ke sumber-sumber yang boleh dipercayai.

Bahan yang tidak disahkan mungkin akan dipertikai dan dipadam. Cari sumber: "Kebebasan beragama di Malaysia" – berita · akhbar · buku · sarjana · JSTOR ( April 2011) ( Ketahui bagaimana dan bila untuk membuang pesanan templat ini) Kerajaan secara umum menyokong pendirian agama Islam dan itu adalah dasar rasmi untuk "menanamkan nilai-nilai Islam" ke dalam pentadbiran negara.

Namun, hari Ahad yang merupakan hari cuti tradisional Kristian adalah hari cuti rasmi akhir pekan di Wilayah Persekutuan dan sepuluh daripada tiga belas negara, tidak seperti amalan di negara-negara Islam Timur Tengah. Pengecualian adalah negara bahagian Kedah, Kelantan dan Terengganu, di mana akhir pekan jatuh pada hari Jumaat dan Sabtu. Sebahagian besar Muslim di Malaysia menerima hal ini, walaupun beberapa telah menyatakan keresahan sejak masa paling suci dalam seminggu Muslim adalah antara Khamis malam dan hari Jumaat petang, ketika solat Jumaat jemaat diadakan.

Amalan memiliki hari Minggu sebagai hari cuti akhir pekan adalah berlepas dari amalan-amalan Islam tradisional, kencan untuk masa kolonial Inggeris ketika Inggeris mula mendatangkan pendatang non-muslim ke negara itu. Pada bulan Mei 2001, kerajaan memutuskan untuk tidak menyetujui aplikasi Falun Gong Jawatankuasa Persiapan untuk mendaftar sebagai organisasi undang-undang. Tindakan ini diyakini akan lebih berkaitan dengan keinginan kerajaan untuk memperbaiki hubungan dengan China bukan usaha untuk merosakkan Falun Gong untuk menyokong Islam.

Kerajaan tidak menghalang ahli Falun Gong dari melakukan kegiatan mereka di depan umum. Untuk kanak-kanak muslim, pendidikan agama sesuai dengan kurikulum yang diluluskan kerajaan adalah wajib di sekolah umum. Tidak ada sekatan pada homeschooling, walaupun sekolah dasar adalah wajib. Namun, sekolah swasta dan perguruan tinggi memiliki beberapa keperluan undang-undang. Hari perayaan beberapa agama diiktiraf sebagai hari cuti rasmi, termasuk Hari Raya Puasa (Muslim), Hari Raya Haji (Muslim), Maulidur Rasul (Muslim), Hari Wesak (Buddha), Deepavali (Hindu), Thaipusam (Hindu), Krismas (Kristian), dan, di Sabah dan Sarawak, Jumaat Agung (Kristian).

Usaha antara agama di Malaysia [ sunting - sunting sumber ] Pada bulan April 2002, Suruhanjaya Hak Asasi Manusia Malaysia (SUHAKAM) memulakan dialog antara agama yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman yang lebih baik dan menghargai antar kelompok yang berbeza negara agama.

Peserta terdiri daripada wakil Jabatan Pembangunan Islam Malaysia, Persatuan Ulama Malaysia, dan Dewan Konsultatif Malaysia Buddha, Kristian, Hindu dan Sikh (MCCBCHS). Pada awal 2005, banyak perdebatan dikacau oleh sebuah Suruhanjaya Antara-Iman dicadangkan diajukan oleh pelbagai individu, beberapa di antaranya termasuk ahli akademik dan peguam dari Dewan Bar.

Jawatankuasa pengarah belakang proposal untuk RUU yuran menyelenggarakan persidangan nasional yang melihat sekitar 200 + orang dari semua latar belakang agama menghadiri itu. Di sana mereka hash luar kerangka untuk yuran yang boleh memberikan nasihat kepada pihak-pihak berkaitan pada isu-isu antara-agama banyak yang timbul di Malaysia pluralistik seperti penukaran dari Islam ke agama lain, yang dianggap sebagai kemurtadan di Malaysia.

Ahli parlimen PAS Dzulkefly Ahmad, menyatakan bahawa ia menentang pluralisme agama mengatakan bahawa ia telah, "relativised" tuntutan kebenaran, dan mengatakan bahawa Islam adalah agama-agama lain yang sama memiliki. [5] Dr. Dzulkefly meneruskan untuk membuat perbezaan antara relativisme mempromosikan agama dan kerjasama dengan orang-orang dalam sebuah masyarakat "pelbagai-perkauman, pelbagai-agama, pelbagai-budaya, dan pelbagai-bahasa", dan bahawa yang terakhir itu diperlukan untuk membina yang kuat negara.

[6] Setelah liputan yang sangat di akhbar tempatan, RUU itu ditunda oleh Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi, kerana kontroversi di sekitarnya.

Penukaran agama ke Islam [ sunting - sunting sumber ] Perkahwinan dan perceraian [ sunting - sunting sumber ] Orang non-Muslim yang ingin menikahi seorang muslim harus masuk Islam sebelum perkahwinan boleh diiktiraf sebagai sah mengikut undang-undang. [7] [8] Sebuah perkahwinan antara dua non-Muslim (perkahwinan undang-undang sivil), bagaimanapun, tidak akan tamat selepas satu pasangan kemudian masuk Islam. Pada tahun 2006, T. Saravanan, seorang mualaf, berusaha untuk membubarkan perkahwinannya dengan isterinya non-Muslim melalui Mahkamah Syariah.

Isterinya, R. Subashini, diterapkan ke Kuala Lumpur Mahkamah Tinggi untuk perintah terhadap suaminya mencari perceraian di Mahkamah Syariah. Mahkamah Tinggi menolak permohonannya. Hal ini ditegaskan dalam Mahkamah Rayuan, di mana mahkamah juga memerintahkan Subashini untuk membawa kes ke Mahkamah Syariah.

Pada September, 2007, kes mereka masih menunggu di Mahkamah Persekutuan setelah banding oleh Subashini. [9] Subashini juga sedang berusaha untuk menghentikan atau menyatakan membatalkan penukaran anak-anak mereka. [10] Pada 27hb Disember 2007, R. Subashini gagal dalam usaha untuk menghentikan suaminya dari menceraikannya di mahkamah Islam. Dia juga gagal meyakinkan mahkamah persekutuan suaminya harus dilarang daripada menukar putra mereka empat tahun untuk Islam.

rayuan itu ditolak teknikal, tetapi mahkamah menambah bahawa ia akan dapat cuba lagi dalam beberapa bulan. [11] Sukarela penukaran agama anak di bawah umur [ sunting - sunting sumber ] Penukaran ke agama lain di Malaysia dibenarkan satu kali telah mencapai usia majoriti. A minor mungkin tidak menukar ke agama lain tanpa kebenaran bertulis daripada wali nya seperti yang dinyatakan dalam Perwalian dari Bayi Act (1961) dan Perlembagaan Persekutuan (Perkara 11 (1) dan 12 (3) dan (4)).

Kes ini diuji oleh Teoh Eng Huat vs mot Kadhi Pasir Mas Kelantan pada tahun 1986. [12] Anak perempuan Teoh Eng Huat merupakan sebuah bangsal negara. Dia berkahwin dengan seorang Muslim. Oleh kerana itu kemudian di bawah umur, masuk Islam. Mahkamah tinggi memutuskan bahawa hak ayah untuk menentukan agama dan membesarkan bayi dibenarkan "tunduk pada keadaan yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip pilihan bayi agama yang dijamin di bawah Perlembagaan Persekutuan".

Melalui proses, Susie Teoh tidak pernah muncul di mahkamah untuk bersaksi. Keputusan itu ditolak atas permohonan banding ke Mahkamah Agung, yang memegang "dalam segala keadaan dan kepentingan yang lebih luas bangsa bayi tidak berhak secara automatik untuk menerima arahan yang berkaitan dengan agama lain selain (nya) sendiri tanpa izin dari orang tua atau wali ". Mahkamah Agung sehingga memegang bahawa ini adalah "hanya kepentingan akademik" sebagai Susie Teoh tidak lagi di bawah umur pada masa pendengaran.

Menanggapi beberapa negara (undang-undang Islam tersebut diteruskan oleh masing-masing negara) memberikan undang-undang disahkan untuk penukaran oleh 15 (ditakrifkan sebagai "Baligh" dalam Islam atau usia majoriti). Undang-undang Persekutuan masih menyediakan untuk usia majoriti sebagai 18. Automatik penukaran agama kanak-kanak di bawah umur mengikut penukaran agama ibu bapa [ sunting - sunting sumber ] Negeri Selangor melewati perubahan undang-undang pada tahun 1989 bahawa jika orang persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah masuk Islam, setiap anak bayi menjadi ditukar pada masa yang sama.

Laman ini diam-diam dihapuskan oleh non-dimasukkan ke dalam perubahan masa depan bil negara. Penukaran agama anak oleh satu ibu bapa [ sunting - sunting sumber ] Dalam kes Chang Ah Jbt v Mee. Hal Ehwal Agama Islam (2003) terdengar di Sabah Mahkamah Tinggi, [12] Ayah masuk Islam dan ditukar anak untuk Islam tanpa persetujuan atau pengetahuan dari ibu, Chang Ah Mee, pada tarikh 28 Julai 1998.

Sang ibu mendapat hak asuh anak pada Nov 13, 1998 dan kemudian dituntut untuk mengisytiharkan void penukaran. Mahkamah memutuskan bahawa sebagai mahkamah negara, mempunyai bidang kuasa atas negara semua hal yang bahkan mereka tentang Islam. Selanjutnya, berdasarkan Perlembagaan Persekutuan (pasal 12), The Perwalian dari Bayi Ordonansi (Sabah) 1999, Reformasi Undang-undang (Perkahwinan dan Perceraian) Act, 1976 dan Pentadbiran Undang-undang Islam pensijilan 1992 (Sabah) menentukan penukaran dua anak berusia tahun yang akan berlaku.

Pada tahun 2003, isu ini menjadi menonjol lagi dalam kes v Shamala Sathiyaseelan Dr Jeyaganesh C. Mogarajah. [12] Dalam sidang pertama sebelum Mahkamah Tinggi, Shamala Sathiyaseelan dicari (1) untuk membawa proses komited terhadap ayah dari bayi atas kesalahan urutan tahanan sementara Mahkamah Tinggi tarikh 17 April 2003, dan (2) untuk menyatakan bahawa dia tidak terikat oleh perintah, keputusan atau proses dari mahkamah syariah.

Sebelumnya Mahkamah Tinggi telah mendapat izin untuk Shamala Sathiyaseelan dengan akses untuk ayah. Dia gagal untuk mengembalikan anak-anak nya pada tarikh 25 Mei 2003.

Shamala dan Jeyaganesh menikah dalam upacara Hindu berdaftar di bawah bidang kuasa Reformasi Hukum Undang-Undang. Suami masuk Islam pada Nov 19, 2002. Pada Nov 25, 2002 ia ditukar anak-anak tanpa pengetahuan ibu atau persetujuan.

Mereka masih tidak bercerai pada saat itu. Tanpa pengetahuan tentang Shamala ia kemudian memperoleh order tahanan di mahkamah syariah pada 30 Januari 2003. Mahkamah Tinggi memutuskan bahawa perintah penahanan yang dikeluarkan oleh mahkamah syariah "tidak mengubah urutan interim mahkamah awam". Mereka memutuskan bahawa perintah mahkamah syariah "tidak mengikat isteri plaintif yang non-Muslim". Urutan tahanan sementara Mahkamah Tinggi dan proses yang mengikat suami sekarang Muslim sebagai hal yang timbul daripada perkahwinan Hindu berdaftar berdasarkan undang-undang Reformasi Undang-undang.

Sebagai isteri Hindu-nya tidak mengajukan cerai, ia tetap "isteri belum bertaubat nya" di bawah undang-undang ini. Pada April 13, 2004 Shamala sekali lagi pergi ke mahkamah tinggi. Kali ini untuk mencari arahan bahawa penukaran bayi itu batal.

Seperti di Chang Ah Mee, dia mengutip Perlembagaan Persekutuan (Perkara 12), Perwalian dari Bayi UU 1961 dan Pentadbiran Undang-undang Islam (Federal Territories) Act, 1993. The Perwalian dari Bayi UU untuk Wilayah Persekutuan berbeza dari yang dari Sabah dalam satu aspek seperti menggunakan "orang tua atau wali" panjang dan tidak "kedua-dua orang tua atau wali" seperti dalam AMLE Sabah.

Dalam hal ini Mahkamah Tinggi memutuskan bahawa hanya kelulusan daripada satu ibu bapa diperlukan dalam penukaran ke Islam dari seseorang di bawah 18 di Daerah Persekutuan. Perkara 12 (4) Perlembagaan Persekutuan berbunyi "Untuk tujuan cl (3) agama orang di bawah usia lapan belas tahun harus diputuskan oleh orang tua atau walinya ." Mahkamah Tinggi ditafsirkan orang tua istilah yang bererti ayah.

Persamaan hak yang diberikan kepada kedua-dua orang tua di bawah Perwalian dari Bayi Act, 1961, yang diadakan tidak berlaku pada ayah Muslim. Dalam putusannya Mahkamah Tinggi diadakan fatwa atau Mufti Wilayah Persekutuan sebagai persuasif (istilah undang-undang).

Mufti menyatakan bahawa ayah mempunyai hak untuk secara sepihak menukar bayi Islam. Shamala sekali lagi pergi ke mahkamah tinggi pada tarikh 20 Julai 2004 sampai dengan melaksanakan antara lain untuk tahanan, rawatan dan kawalan bayi.

Mahkamah diberikan dengan akses untuk ayah. Dalam penilaiannya, itu menyatakan bahawa "hak amalan keagamaan dari dua anak bayi harus dilaksanakan sama dengan kedua-dua orang tua" berdasarkan Perwalian dari Bayi UU 1961. Ini terlepas dari keputusan sebelumnya bahawa tindakan ini tidak berlaku untuk Jeyaganesh yang kini seorang Muslim. Mahkamah juga menyatakan bahawa undang-undang yang berlaku pada persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah penukaran adalah undang-undang sivil.

Bahkan memutuskan bahawa bayi itu "masih Hindu pada saat penukaran" dan ayah mesti mempunyai ibu berunding sebelum menukar bayi. Namun mahkamah secara jelas mengingatkan ibu dari "mempengaruhi bayi ' keyakinan agama dengan mengajar mereka artikelnya iman atau dengan membuat mereka memakan daging babi "atau dia akan risiko kehilangan anak-anaknya.

Alasan yang diberikan adalah bahawa mahkamah" tidak boleh lari dari kenyataan bahawa kedua-dua anak bayi sekarang muallaf "(menukar ke Islam). Sebagai kes telah memperoleh keunggulan organisasi keagamaan, organisasi hak asasi manusia dan perempuan isu organisasi telah berdaftar menonton seluar.

En. Haris Bin Mohamed Ibrahim telah mendaftarkan singkat menonton atas nama Pertubuhan Bantuan Perempuan (WAO), Semua Perempuan Action Society (Awam), Wanita Center for Change, Penang (WCC) dan Sisters Dalam Islam (SIS). [13] A. Kanesalingam, diadakan menonton singkat untuk Dewan Konsultatif Malaysia agama Buddha, Kristian, Hindu dan Sikh (MCCBCHS).

Amnesty International, Human Rights Watch dan Dewan Bar juga memegang menonton seluar untuk kes ini. Berbagai-bagai pertubuhan memegang menonton singkat dalam hal ini sekarang menyebut diri mereka longgar Perkara 11 selepas pasal Perlembagaan Persekutuan menjamin kebebasan beragama.

Penukaran agama dari Islam [ sunting - sunting sumber ] Muslim yang ingin menukarkan dari Islam menghadapi halangan berat. Bagi umat Islam, khususnya etnik Melayu, hak untuk meninggalkan agama Islam dan mengikuti agama lain adalah soalan kontroversi.

Proses undang-undang dari penukaran ini juga tidak jelas, dalam prakteknya sangat sulit bagi Muslim untuk menukar agama mereka secara legal. [14] Pada tahun 1999 Mahkamah Tinggi memutuskan bahawa mahkamah sekular tidak memiliki bidang kuasa untuk mendengar aplikasi oleh Muslim untuk menukar agama.

Menurut keputusan itu, penukaran agama Islam semata-mata terletak di dalam bidang kuasa mahkamah Islam. Inilah keistimewaan Malaysia, dua system mahkamah. Masalah kemurtadan Muslim sangat sensitif. Pada tahun 1998 selepas insiden kontroversi penukaran berusaha, Kerajaan menyatakan bahawa murtad (yakni, umat Islam yang ingin meninggalkan atau telah meninggalkan Islam utk agama lain) tidak akan menghadapi hukuman kerajaan selama mereka tidak memfitnah Islam selepas penukaran mereka.

Namun, apakah tindakan yang sangat penukaran persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah suatu "penghinaan terhadap Islam" tidak dijelaskan pada saat itu. Kerajaan menentang apa yang dianggap menyimpang tafsiran Islam, mempertahankan bahawa pandangan ekstrim "menyimpang" kumpulan 'membahayakan keselamatan negara. Pada tahun 2005 perhatian media Malaysia terfokus pada sekte Kerajaan Langit yang pengasas Ayah Pin menyatakan dirinya sebagai Tuhan, dan yang anggotanya - sebahagian besar orang Melayu - yang sesuai didakwakan dengan "penyimpangan" agama dan "memalukan Islam" [15] Pada masa lalu, kerajaan menguatkuasakan sekatan pada kumpulan-kumpulan Islam tertentu, terutama jumlah kecil Syiah.

Kerajaan terus memantau kegiatan minoriti Syiah. Pada bulan April 2000, negari Perlis mengesahkan undang-undang syariah menundukkan Islam "Deviant" dan murtad untuk 1 tahun "pemulihan" (di bawah Perlembagaan agama, termasuk undang-undang syariah, adalah masalah negara). Para pemimpin parti pembangkang Islam, PAS, telah menyatakan hukuman untuk murtad - setelah murtad diberikan tempoh masa untuk bertaubat dan mereka tidak bertaubat - adalah kematian. Undang-undang ini tidak terdapat di dalam al-quran.

Menurut al-quran tidak ada tempoh bertaubat sebaliknya terus dihukum, sila rujuk Quran 3:90, Quran 9:66, Quran 16:106, Quran 2:217, Quran 5:54, Quran 4: 137, Quran 2:108, Quran 88:22-24, Quran 9:11-12, Quran dan banyak yang lagi yang boleh bercanggah dari ayat-ayat yang disenaraikan.

Banyak Muslim yang telah ditukar ke Kristian, Hindu, Buddhisme, Sikhisme dan agama lain memimpin "kehidupan ganda", menyembunyikan iman baru mereka dari rakan-rakan dan keluarga. [16] [17] Tafsiran umum tentang kebebasan beragama seperti yang dinyatakan dalam perlembagaan di Malaysia adalah bahawa seseorang mempunyai hak untuk practice agama atau tidak. Kebebasan ini tidak memberikan seseorang hak untuk menukar agama atau dia "pada kehendak dan mewah".

[18] Sebagai contoh seorang muslim yang ingin menukar ke agama lain harus mendapatkan izin eksplisit dari mahkamah syariah. Mahkamah syariah jarang mengabulkan permintaan tersebut, kecuali dalam kes-kes di mana seseorang telah benar-benar hidup hidupnya utuh dewasa sebagai orang yang berbeza agama, dan hanya ingin menukar dokumen rasmi untuk mencerminkan fakta ini.

Penafsiran Islam situasi ini adalah bahawa hanya mahkamah syariah boleh memutuskan siapa adalah seorang Muslim dan siapa yang tidak. Seseorang tidak mempunyai kebebasan seperti itu, sehingga tidak dapat memiliki suara dalam penilaian yang diberikan dalam mahkamah syariah.

The Lina Joy kes mencabar pandangan situasi dengan mengambil masalah murtad kepada Mahkamah Persekutuan pada tahun 2007. Lina Joy kalah dalam kes tersebut dan ditolak pengenalan sebagai seorang Kristian di kad pengenalan nya.

Ini dibersihkan situasi tentang wilayah tumpang tindih bidang kuasa antara Islam dan mahkamah sekular di Malaysia. Kemurtadan mengikut undang-undang negara bahagian [ sunting - sunting sumber ] Seperti Malaysia adalah persekutuan, hal-hal tertentu, seperti agama, dikendalikan oleh kerajaan negara bahagian.

Ada kemudian beberapa jumlah perbezaan antara negara-negara yang berbeza dalam rawatan bertaubat dari Islam. Statistik menunjukkan bahawa Negeri Sembilan mempunyai jumlah terbesar menukarkan, dengan 840 aplikasi yang dibuat untuk secara rasmi meninggalkan agama Islam pada tahun 2005, 62 daripada yang berjaya. Sebuah akademik telah menyarankan bahawa ini kerana Negeri Sembilan adalah satu-satunya negeri yang (rasmi) izin penukaran. Sebuah menukarkan terlebih dahulu harus mengajukan permohonan kepada Mahkamah Syariah untuk suatu kenyataan bahawa ia tidak lagi seorang Muslim, menukarkan kemudian akan kaunseling selama sekitar satu tahun oleh seorang Mufti.

Jika, selepas tempoh ini, menukarkan masih ingin menukar, hakim boleh membenarkan aplikasi. Proses ini adalah unik untuk negeri, tidak ada negeri lain membolehkan umat Islam untuk secara rasmi ditukar. [ petikan diperlukan] Pada tahun 2006, Mahkamah Negeri Sembilan juga dibenarkan Wong Ah Kiu, yang keluar dari Islam ke agama Buddha undang-undang dikenali sebagai Nyonya binti Tahir, untuk ditanam dengan cara Buddha, walaupun penukarannya belum diakui secara sementara dia masih hidup.

Kes ini menandakan pertama kalinya non-Muslim telah memberi kesaksian di mahkamah Syariah di Malaysia. [19] Dalam lima negeri - Perak, Melaka, Sabah, Terengganu, dan Pahang - penukaran adalah tindak pidana yang boleh dihukum dengan denda atau hukuman penjara. Di Pahang, menukar agama juga boleh dihukum dengan hingga enam pukulan rotan.

[20] Lina Joy [ sunting - sunting sumber ] Rencana utama: Lina Joy Lina Joy, yang lahir Azalina Jailani, ditukar dari Islam ke Kristian, dengan alasan bahawa hal itu berada di bawah hak untuk kebebasan beragama mengikut Perkara 11 dari Perlembagaan Malaysia. Dia pertama kali mendekati Jabatan Pendaftaran Negara (NRD) pada bulan Februari 1997, meminta izin untuk menukar namanya menjadi Lina Joy, dan juga status agamanya.

Aplikasi ditolak pada bulan Ogos 1997 dengan alasan bahawa Mahkamah Syariah tidak memberikan izin baginya untuk meninggalkan Islam. Pada tahun 1998, NRD mengizinkan pertukaran nama, namun menolak untuk menukar status agama pada dirinya kad pengenalan. Joy mengajukan banding atas keputusan di Mahkamah Tinggi, dengan alasan bahawa dia tidak harus tunduk pada undang-undang syariah, setelah ditukar menjadi Kristian. Pada bulan April 2001, Hakim Datuk Faiza Tamby Chik memutuskan bahawa dia tidak boleh menukar identiti agama nya, kerana etnik Melayu ditakrifkan sebagai Muslim di bawah perlembagaan.

Joy kemudian membawa kesnya ke Mahkamah Tinggi. Pada tarikh 19 September 2005, mahkamah memutuskan dalam keputusan majoriti 2-1 melawan Joy. Keadilan Abdul Aziz dan Keadilan Arifin Zakaria bersetuju bahawa NRD adalah benar dalam menolak aplikasi Joy dan mengatakan ia sampai ke Mahkamah Syariah untuk menyelesaikan masalah (Hakim Gopal Sri Ram mengatakan hal itu batal demi hukum.).

Joy kemudian mengajukan banding ke Mahkamah Persekutuan Malaysia, mahkamah tertinggi dan mahkamah terakhir di Malaysia. [21] Mahkamah Persekutuan mendengar rayuan pada bulan Julai 2006, dan dipimpin oleh Ketua Hakim Negara Malaysia Ahmad Fairuz Abdul Halim, Ketua Hakim dari Sabah dan Sarawak Richard Malanjum, dan Hakim Mahkamah Persekutuan Sheriff Alauddin.

Pada 30hb Mei 2007, Mahkamah Persekutuan, dalam keputusan 2-1, diberhentikan banding Joy. Panel Mahkamah memutuskan bahawa hanya Mahkamah Syariah mempunyai kuasa untuk membolehkan Joy untuk memadam penunjukan agamanya Islam dari kad pengenalan kebangsaan-nya. Hakim Agung Ahmad Fairuz Sheikh Abdul Halim dan hakim Mahkamah Persekutuan Undang-undang Alauddin Mohd Sheriff menyampaikan keputusan majoriti menolak permohonannya.

[22] Chief Judge of Sabah and Sarawak Justice Richard Malanjum dissented. Nyonya Tahir [ sunting - sunting sumber ] Rencana utama: Wong Ah Kiu Revathi Massosai [ sunting - sunting sumber ] Revathi Massosai adalah wanita Malaysia yang dibesarkan sebagai seorang Hindu tetapi kad identitinya menunjuk dia sebagai seorang Muslim. Dia telah menyatakan agama dia menjadi Hindu dan mempunyai petisyen gagal untuk memiliki kata "Islam" dihapuskan dari kad pengenalannya. Massosai berkahwin dengan seorang lelaki Hindu, tetapi pernikahannya tidak diakui oleh kerajaan Malaysia kerana masalah agama.

Massosai itu dipenjara selama enam bulan di sebuah kem pendidikan semula Islam kerana usahanya untuk meninggalkan Islam demi agama Hindu. [23] Revathi ditolak perwalian bayi yang baru lahir dan tidak dibenarkan bertemu suaminya Hindu. Penindasan [ sunting - sunting sumber ] Ada suatu kejadian beberapa profil tinggi dan akaun penganiayaan terhadap orang-orang dari latar belakang malayu cuba untuk menukarkan agama dari Islam.

Beberapa kes penting termasuk: • Hilmy Mohd Noor Mohd Hilmy. Noor, dalam bukunya "Hati Disunat", menggambarkan pengalamannya selama penahanannya di bawah Akta Keselamatan Dalam Negeri Malaysia di a pa yang dia sebut sebagai akibat dari penganiayaan agama oleh pihak berkuasa Malaysia. Dalam buku itu, ia juga menyebutkan insiden lobi oleh beberapa umat Islam di tempat kerja, sebuah syarikat minyak multinasional, untuk mendapatkan pekerjaan itu dihentikan. [24] [25] • Nur'aishah Bokhari Nur'aishah Bukhari membuat bertulis daripada habeas corpus dengan pengisytiharan undang-undang mendakwa bahawa dia ditahan tanpa sengaja oleh ahli keluarganya sendiri kerana ingin keluar dari Islam sebelum menikahi teman lelakinya yang Rom Katolik.

Dia kemudian melarikan diri dan sejak meninggalkan negeri. [26] • Abdullah atau Jeffrey Jeffrey juga dikenali sebagai Abdullah dan Or Boon Hua, 36, membuat permohonan dengan alasan bahawa dia tidak memgamalkan ajaran Islam sejak memeluk agama itu 14 tahun yang lepas. [27] Dakwah Kristian [ sunting - sunting sumber ] Dakwah [ sunting - sunting sumber ] Dakwah Muslim oleh ahli agama lain tidak secara teknikal tidak dilarang oleh undang-undang persekutuan, walaupun Muslim mungkin tertarik apda agama Kristian.

Namun itu dilarang di 10 daripada 13 negeri bahagian (iaitu kecuali Pulau Pinang, Sabah, Sarawak dan Wilayah Persekutuan) dan boleh mengakibatkan hukuman penjara panjang dan pukulan rotan (mencambuk). Kebanyakan Kristian dan beberapa kumpulan agama lain di Malaysia meletakkan penafian standard sastera dan iklan yang menyatakan "Untuk bukan Muslim sahaja". [28] Bahan Agama [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2002 kerajaan melarang Alkitab dalam bahasa Melayu (Alkitab) dan di Iban (BUP Kudus).

Para Kudus menggunakan istilah "Allah Taala" untuk Tuhan. Larangan sejak saat itu telah dibatalkan. Abdullah Badawi, ketika di pejabat sebagai Menteri Dalam Negeri, mendakwa itu adalah karya seorang birokrat terlalu bersemangat dan ia larangan dicabut peribadi. Beberapa negeri mempunyai undang-undang yang melarang penggunaan istilah keagamaan Melayu-bahasa seperti penggunaan istilah "Allah" untuk Tuhan oleh orang Kristian, tetapi tidak menegakkan kuasa mereka secara aktif.

Pengedaran bahan lain seperti buku atau kaset diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Melayu) atau Indonesia juga tidak digalakkan. Namun, bahan-bahan Kristian berbahasa Melayu yang sedia. Sebelum pengharaman BUP Kudus pada tahun 2002, pengedaran bahan Kristian berbahasa Melayu yang dihadapi beberapa sekatan di Malaysia Timur.

Visa dan sekatan lain [ sunting - sunting sumber ] Dalam beberapa tahun terakhir, visa bagi pendeta asing tidak lagi terhad, dan sebahagian besar visa diluluskan selama tempoh yang diliputi oleh laporan ini. Bermula pada Mac 2000, wakil bukan Muslim dijemput untuk duduk di jawatankuasa imigresen yang meluluskan permintaan visa tersebut.

Penindasan Ahmadiyah [ sunting - sunting sumber ] Lihat juga: Persecution of Ahmadis Pada bulan April 2009, Majlis Agama Islam Selangor mengeluarkan surat yang melarang ahli Komuniti Islam Ahmadiyah untuk menawarkan solat Jumaat di masjid pusat mereka dengan segera.

Selain itu, kegagalan oleh Ahmadiyah untuk mematuhi syarat-syarat order akan mengakibatkan hukuman penjara sehingga satu tahun dan / atau denda sampai Ringgit Malaysia 3000.

Sebuah notis yang besar telah terjadi di luar masjid yang menyatakan Qadiani [[Ahmadiyyah] Bukan Agama Islam [29] [30] Tempat ibadah [ sunting - sunting sumber ] Kerajaan secara umum menghormati hak ibadah bukan-Muslim, namun kerajaan negeri berhati-hati mengawal pembangunan tempat ibadah bukan Muslim dan peruntukan lahan untuk pemakaman bukan Muslim.

Perjanjian untuk izin tersebut kadang-kadang diberikan sangat lambat. Masyarakat Katolik Shah Alam telah melobi kerajaan negeri untuk izin untuk membina sebuah gereja di bandar itu selama lebih dari 10 tahun.

Tidak sampai baru-baru ini bahawa kebenaran persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah akhirnya dikabulkan. Gereja dibuka pada tarikh 10 September 2005. Modal pra-rancangan baru dari Malaysia, Putrajaya, memiliki masjid agung sebagai ciri-ciri menonjol dari masyarakat yang dirancang. Pada tarikh 16 Februari 2005, Uskup Agung Murphy Pakiam mengumumkan bahawa kerajaan Malaysia telah murah hati memperuntukkan sebidang tanah di Putrajaya ke Keuskupan Agung Kuala Lumpur untuk membina sebuah pusat pengurusan komuniti gereja Katolik.

Jawatankuasa Bangunan Gereja Katolik Putrajaya ditubuhkan pada tarikh 3 Oktober 2005. Menurut jawatankuasa, "Perancangan seni bina dan reka bentuk akan memenuhi keperluan Liturgi memuji suasana hijau subur Putrajaya dan lanskap. Kami membayangkan gereja Putrajaya menjadi ciri dari masyarakat Katolik di Malaysia dan memaparkan warisan yang kaya Katolik Malaysia." Penghancuran kuil Hindu [ sunting - sunting sumber ] Lihat juga: Hinduisme di Malaysia, Demonstrasi kepala lembu, HINDRAF dan Perhimpunan Hindraf 2007 Sekitar sembilan peratus daripada penduduk Malaysia adalah Tamil India, di antaranya hampir 90 peratus beragama Hindu.

penduduk India datang ke Malaysia dari Tamil Nadu pada akhir abad ke-20 ke-19 dan awal. Setelah konflik kekerasan di Pulau Pinang antara Hindu dan Muslim pada bulan Mac 1998, kerajaan mengumumkan kajian semula kebangsaan candi Hindu dan candi dibina tanpa kebenaran.

Namun, pelaksanaannya tidak kuat dan program itu bukan merupakan subjek perdebatan awam. Pada bulan April 2006, kerajaan tempatan memusnahkan beberapa kuil Hindu untuk membuat jalan bagi projek-projek pembangunan. alasan mereka adalah bahawa candi itu tanpa izin dan berjongkok di atas tanah kerajaan.

Antara April sampai dengan Mei 2006, beberapa kuil Hindu dihancurkan oleh pihak berkuasa dewan bandar raya di negara ini, disertai kekerasan terhadap Hindu. [31] Pada 21hb April 2006, Malaimel Sri Selva Kaliamman Temple di Kuala Lumpur telah diruntuhkan menjadi puing-puing selepas dewan bandar raya menghantar jentolak.

[32] Presiden Persatuan Pengguna Subang dan Shah Alam dalam Selangor telah membantu untuk mengorganisir usaha untuk menghentikan pihak berkuasa tempatan di bandar yang didominasi Muslim Shah Alam dari menghancurkan sebuah candi Hindu 107 tahun. Islamisasi yang berkembang di Malaysia adalah punca keprihatinan untuk Malaysia banyak yang mengikuti agama-agama minoriti seperti Hindu. [33] Pada 11hb Mei 2006, pegawai balai kota bersenjata dari Kuala Lumpur dibongkar paksa sebahagian daripada candi pinggiran bandar 60 tahun yang melayani lebih dari 1,000 umat Hindu.

The "Hindu Rights Action Force", sebuah koalisi dari beberapa NGO, telah memprotes pembongkaran ini dengan mengajukan aduan dengan Perdana Menteri Malaysia. [34] Banyak kumpulan Hindu advokasi telah memprotes apa yang mereka menuduh adalah rencana sistematik pembersihan candi di Malaysia.

Alasan rasmi yang diberikan oleh kerajaan Malaysia adalah bahawa candi itu dibangun "haram". Namun, beberapa candi yang berkurun-kurun tua. [34] Menurut seorang peguam untuk Hindu Rights Action Task Force, sebuah kuil Hindu adalah dibongkar di Malaysia sekali setiap tiga minggu. [35] Muslim Malaysia juga tumbuh lebih anti-Hindu selama bertahun-tahun. Menanggapi usulan pembangunan sebuah kuil di Selangor, Muslim memotong kepala seekor lembu untuk memprotes, dengan para pemimpin mengatakan akan ada darah jika kuil dibina di Shah Alam.

[36] Undang-undang di negara, terutama yang menyangkut identiti agama, umumnya condong terhadap paksaan masuk Islam. [37] Azan [ sunting - sunting sumber ] Yang Azan pertama (juga dieja Azan), yang dikenali sebagai "subuh" (atau subuh), terjadi pada sekitar 05:30 dengan waktu yang tepat hanyut sepanjang tahun.

Kebanyakan perniagaan Malaysia mula bekerja pukul 9 pagi. Banyak masjid menguatkan panggilan doa awal dengan cara pembesar suara, dan walaupun dalam beberapa kes rumah jiran hanya sedikit yang terpengaruh, beberapa masjid besar (misalnya Masjid Negara Selangor yang telah speaker di menara-nya) mempunyai panggilan doa yang boleh mendengar di daerah sekitar besar.

Pada tahun 2004 jurnal Badan Peguam Malaysia "Infoline" menerbitkan sebuah artikel yang mempersoalkan keperluan bagi Azan seperti yang mengganggu non-Muslim dan tidak diperlukan. Rencana dikutuk kerana Azan merupakan keperluan agama. Tidak ada keperluan untuk perbesar suara, kerana sekiranya Allah itu ada pasti akan didengar doanya. Penerusan ini untuk mengingati Bilal ibn Ribah, hamba abdi yang dibeli Abu Bakr dari nabi Muahmmad. Ilustrasi menggambarkan Bilal pada January 630.

Pada bulan Disember 2004, Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Datuk Seri Utama Dr Rais Yatim yang disebutkan dalam sebuah wawancara bahawa mungkin Azan mengganggu. Dia menyatakan ". panggilan Muslim untuk Subuh (fajar) doa boleh mengganggu tidur non-Muslim tetapi mereka telah menerima ini sebagai sebahagian fundamental dari Islam Tapi bagaimana kuat kelantangan sistem PA di persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah seharusnya, adalah masalah lain ".

[38] Excessive noise however is common matter of uneasiness among some Malaysians because non-Muslims also often practise rituals that cause much discomfort to others (Muslims and non-Muslims alike). A weak argument as it only happens on certain days of the week or year, whereas compared to adzan one would hear them 5 times a day. That would be average every 4.8 times in 24 hours times cycle. Among these are Chinese funeral processions that are often accompanied by drums and cymbals, and other rituals not exclusive to the Chinese.

Not all chinese can afford such possesion. A local daily, The Star reported that a proposal by Kepong MP Dr Tan Seng Giaw to regulate the Azan so that it will not be too loud or disturb non-Muslims caused a stir in the Dewan Rakyat. [39] Muslim MPs accused him of being insensitive and Minister in the Prime Minister’s Department Datuk Mohamed Nazri bin Abdul Aziz blasted the DAP member for allegedly trying to destroy the multi-religious tolerance in the country.

Muslim MPs only wants their religion to be considered. Whereas the other religion would be void or no need to be sensitive for them. Multi-reliious tolerance in the country only exist is Islam hold the upperhand.(in muslim majority country).

Pencukaian [ sunting - sunting sumber ] Di Malaysia, terdapat rebat cukai pendapatan bagi wang yang dibayar kepada kerajaan dalam bentuk " zakat", atau sedekah yang wajib Muslim memberikan kepada orang miskin. Namun, wang yang dibayar untuk penyebab lain atas nama agama-agama lain dalam keadaan yang sama diberikan keringanan cukai pendapatan saja, dan bantuan tersebut hanya diberikan apabila penerima tertentu telah memperoleh status kelulusan daripada Kerajaan Malaysia, yang sulit dalam prakteknya.

Wang disumbangkan untuk penerima diluluskan tersebut hanya dikurangkan dari penghasilan di mana jumlah cukai berdasarkan, sedangkan zakat dikurangkan daripada jumlah cukai itu sendiri.

Misalnya, orang yang produktif RM 50,000 berhutang cukai sebanyak RM 3,000 dan RM 1,000 untuk menyumbangkan zakat, turun RM 1,000 terus dikurangkan dari RM 3,000, sedangkan sumbangan untuk lain penerima diluluskan akan membenarkan hanya dikurangkan RM 1,000 terhadap RM 50,000. Bekas menjadi kredit cukai dan yang terakhir menjadi pengurangan cukai. Zakat (atau perpuluhan) wang, bagaimanapun, adalah dibayar oleh umat Islam secara langsung kepada organisasi rasmi yang dijalankan oleh kerajaan negara bahagian.

Penerimaan yang dikeluarkan keluar dan harus diserahkan untuk mengajukan keringanan cukai. Organisasi zakat sendiri ditetapkan oleh Peraturan Islam tertentu mendefinisikan kategori orang yang memenuhi syarat untuk menerima zakat serta jumlah yang harus dibayar oleh umat Islam berdasarkan pendapatan mereka.

Sebaliknya, amal di Malaysia yang dijalankan secara peribadi oleh pertubuhan-pertubuhan sukarela, mengumpul sumbangan sukarela dari masyarakat umum, tidak perpuluhan wajib - sehingga perbezaan perlakuan oleh kerajaan. Selain itu, keringanan cukai pendapatan yang diberikan kepada syarikat untuk sumbangan dilakukan untuk membebaskan cukai amal terhad sampai 5% dari pendapatan agggregate syarikat. Tidak semua amal non-Muslim diberikan status bebas cukai, itu hanya diberikan untuk amal berdaftar dan diluluskan, sebahagian untuk mencegah penyalahgunaan.

Ada keperluan ketat untuk mendapatkan keuntungan ini. Setelah mendapat kelebihan amal ini tidak menguntungkan lebih lanjut bahawa calon donor mereka dianjurkan menyumbangkan wang amal ini kerana penderma diberikan keringanan cukai hingga 5% daripada pendapatan agregat mereka sahaja. Warisan di bawah undang-undang Syariah [ sunting - sunting sumber ] Setelah kematian seorang muslim, harta tanahnya perlu diedarkan sesuai dengan hukum syariat.

Ini digelar Faraid atau undang-undang Warisan Islam. Seorang muslim dibenarkan untuk membuat wasiat, tetapi hanya satu pertiga daripada harta warisannya akan diberi sesuai dengan kehendak. Selanjutnya, keperluan di bawah undang-undang syariah adalah bahawa kedudukan sesuai dengan wasiat tidak akan menguntungkan setiap orang menentang Islam sebagai agama.

Situasi ini berlaku di seluruh Semenanjung Malaysia dan Sabah. Di Sarawak, seorang pewaris Muslim boleh memberi satu pertiga daripada hartanya kepada sesiapa pun yang dia ingin. Kebebasan bersuara [ sunting - sunting sumber ] Filem [ sunting - sunting sumber ] Filem yang menggambarkan orang-orang yang merupakan nabi dalam Islam pada umumnya ditapis atau dilarang disebabkan penggambaran nabi hukumnya " haram" (tidak dibenarkan) dalam Islam.

Salah satu kes menonjol adalah pelarangan The Prince of Egypt ketika pengeluar yang tidak akan menapis watak Nabi Musa a.s. Namun, dalam kes yang lebih baruThe Passion of the Christ dibenarkan, selepas campur tangan dari Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi, di bawah syarat-syarat yang ketat menyekat penonton untuk orang Kristian dengan penjualan tiket sedang dilakukan oleh pelbagai gereja dan organisasi-gereja.

Kesedaran ini datang setelah kesedaran bahawa Isa dalam quran adalah tidak sama dengan Yeshua (Jesus). Pada tahun 2004,filem Yasmin Ahmad (dirinya seorang Muslim Malaysia) Sepet ditolak oleh sensor yang bertanya bahawa adegan dihapuskan. 10 adegan yang pantas.

Di antara bahan-bahan yang mempersoalkan dalam filem itu mengapa filem tidak menggambarkan setiap usaha untuk menukar Jason (watak utama China bukan Muslim) Islam selepas dia jatuh cinta dengan seorang gadis Melayu. Media cetak [ sunting - sunting sumber ] Lihat juga: The Herald Pada tarikh 10 Disember 2007, kerajaan Malaysia melarang bahagian Melayu-Bahasa surat khabar mingguan Katolik, Herald, The Catholic Weekly kerana penggunaannya dari perkataan Allah, nama untuk Tuhan yang orang Kristian telah digunakan selama beratus-ratus tahun di negara ini.

[40] [41] kewarasan mereka adalah bahawa kata Allah oleh orang Kristian akan mengelirukan Muslim Melayu. Herald Sementara itu, mengajukan tuntutan pada awal Disember mengikuti amaran persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah kebenaran tersebut boleh dicabut jika tidak berhenti menggunakan kata "Allah" dalam bahagian Bahasa Melayu surat kabar tersebut.

[42] Melawan Herald sesuai, aparat keamanan Malaysia pada tarikh 30 Disember, amaran izin mencetak tidak akan dikemaskini jika terus menggunakan kata " Allah," yang kerajaan terus mengatakan hanya boleh digunakan oleh umat Islam.

[43] Gereja Katolik mula cabarannya kerajaan melarang gag order dari menggunakan kata "Allah" dalam Surat Herald-The Weekly Katolik-melalui judicial review. Kerajaan dahulu berpendapat bahawa permohonan gereja adalah sembrono dan telah mendesak mahkamah untuk membuangnya keluar, tapi Madam Kehakiman Lau Bee Lan tidak bersetuju dan membiarkan aplikasi oleh tituler Katolik Rom Uskup Agung dari Kuala Lumpur, Datuk Murphy Pakiam, cuti untuk menuntut kerajaan tentang penggunaan kata "Allah" untuk meneruskan.

Tiga mata yang dibesarkan dalam tuntutan. Yang pertama adalah untuk mahkamah untuk menyatakan bahawa tindakan kerajaan dalam melarang The Herald menggunakan kata "Allah" adalah haram dan batal demi hukum. Yang kedua adalah untuk suatu kenyataan mahkamah bahawa Uskup Agung sebagai penerbit The Herald berhak menggunakan kata "Allah" dan terakhir, bahawa mahkamah harus menyatakan bahawa kata "Allah" tidak eksklusif untuk agama Islam.

[44] Bible dan sastera agama [ sunting - sunting sumber ] • Gereja Borneo Evangelical Sabah juga mengambil tindakan undang-undang selepas pihak berkuasa melarang import buku Kristian yang mengandung perkataan Allah. [45] • Pada bulan Januari 2008, buku-buku Kristian anak-anak dengan ilustrasi para nabi disita dari beberapa kedai-kedai buku di seluruh negara [46] • Pada bulan Mei 2008, bea cukai Malaysia disita 3 CD Kristian dengan kata-kata Allah tertulis pada mereka dari seorang wanita Sarawakian Kristian, Jill Ireland Bill Lawrence.

Dia saat ini mencabar persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah CD di mahkamah. [47] • Pada bulan Mac 2010, Home Malaysia Kementerian 30,000 Bible Melayu disita dari sebuah pelabuhan di Kuching, Sarawak [48] Protests against religious freedom [ sunting - sunting sumber ] On the 5th of November 2006, a group of Muslims gathered outside the Church of Our Lady of Lourdes, Silibin, in the town of Ipoh, Perak to protest an alleged conversion of Muslim Malays out of Islam.

The allegation was spread via a text message that claimed the church would baptize a group of Muslim Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah. The message proved to be false as the church celebrated only a Holy Communion service for 110 Indian children. The message further alleged that a famous Malaysian sportsman Azhar Mansor was leaving Islam to embrace Christianity. The police had traced the message to a lady who had met Harussani Zakaria, mufti of the state of Perak in a meeting.

He has stated that the message was to remain within the confines of the meeting but had made no attempt to verify the authenticity of the message nor report it to the police as converting Muslims is illegal under Malaysian law.

On 17 November, Azhar Mansor declared that he had not renounced Islam, [49] and Umno president Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi said that there should now be an end to the speculation. Pemusnahan harta tanah agama [ sunting - sunting sumber ] Serangan terhadap gereja [ sunting - sunting sumber ] Rencana utama: Serangan terhadap gereja di Malaysia 2010 The Metro Tabernacle, sebuah gereja Assemblies of God di Desa Melawati, Kuala Lumpur dibakar pada 8 Januari 2010.

[50] Manakala di Melaka, cat hitam disimbah pada dinding luar Gereja Baptist Melaka di Durian Daun. [51] Serangan terhadap surau/masjid [ sunting - sunting sumber ] Terdapat juga kejadian serangan terhadap tempat ibadat Muslim. Pada Januari 2010, dua surau berasingan di Muar menjadi sasaran serangan pembakaran sengaja.

[52] Manakala pada 2010, sebuah lagi surau di Seremban menjadi sasaran laku musnah. Surau itu disimbah dengan cat merah dan disepahkan dengan botol arak. [53] Malah masjid juga pernah menjadi sasaran, sembilan kepala babi ditemui di luar pintu sebuah masjid di Johor Bahru dalam dua kejadian berasingan pada akhir 2011. Skop Kebebasan Beragama [ sunting - sunting sumber ] Menurut Perlembagaan Persekutuan Malaysia; Perkara 11(1) persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah sunting - sunting sumber ] Tiap-tiap orang berhak menganuti dan mengamalkan agamanya dan, tertakluk kepada Fasal (4), mengembangkannya Perihal Perkara 11 secara ringkasnya merupakan perkara yang menjamin hak kebebasan beragama bagi setiap individu di Malaysia.

Perkara 11(1) pula memberikan dua jenis hak kepada warga Malaysia iaitu; hak menganut agama dan hak mengamalkan agama. Hak menganut agama [ sunting - sunting sumber ] • Setiap orang diberikan hak kebebasan untuk menganut agama masing – masing di dalam negara Malaysia.

Setiap individu yang telah menganut sebarang agama adalah terikat dan berkewajipan dengan peraturan agamanya. Hak beragama ini bukanlah bersifat mutlak bahkan ianya adalah berdasarkan perinsip agama masing – masing. • Namun begitu, dalam beberapa keadaan, pihak berkuasa telah mewujudkan keadaan di mana seseorang individu tersebut dihalang daripada menganut agama pilihan mereka masing – masing.

Terdapat banyak kes - kes pengisytiharan keluar agama Islam dilaporkan berdasarkan kepada Perkara 11 (1) ini walau pun tafsirannya kepada orang yang menganut agama Islam adalah mereka bebas untuk mempraktikkan agamanya iaitu Islam dan tidak bebas keluar dari agama Islam itu sendiri kerana tertakluk kepada undang-undang jenayah Islam negeri-negeri di Malaysia. Berdasarkan kes – kes yang telah dibincangkan (1-6) adalah semua Mahkamah Syariah di Malaysia mempunyai bidang kuasa mengisytihar dan mengesahkan status agama seseorang sama ada semasa hidupnya atau selepas kematiannya.

Walau bagaimanapun, tiada satu kaedah dan prosedur yang jelas dan seragam mengenai pendekatan yang sewajarnya digunakan oleh Mahkamah bagi menyelesaikan kes-kes permohonan status agama ini. Oleh itu, penambahbaikan perlu dilaksanakan bagi memastikan pengendalian kes-kes permohonan status agama dan perisytiharan keluar agama memenuhi kehendak undang-undang dan selaras dengan kehendak hukum syarak. Kes-kes berkaitan Lina Joy v Jabatan Pendaftaran Negara Malaysia [2007] 4 MLJ 585 - [ sunting - sunting sumber ] seorang wanita Islam telah mengaku keluar daripada Islam dan telah membuat rayuan untuk mengeluarkan perkataan ‘Islam’ daripada kad pengenalannya.

Beliau mengemukakan permohonan berkanun untuk menyokong permohonan beliau. Kerani kaunter, walau bagaimanapun telah menolak untuk menerima permohonan beliau atas alasan bahawa ianya tidak lengkap tanpa perintah Mahkamah Syariah yang mengesahkan beliau telah meninggalkan Islam. Melalui saman pemula, perayu memohon relif di Mahkamah Tinggi memohon antara lainnya, untuk beberapa perintah deklarasi terhadap Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan dan Kerajaan Malaysia berkenaan dengan hak beliau kepada kebebasan beragama, keperlembagaan seksyen 2 Akta Pentadbiran Undang-Undang Islam (Wilayah Persekutuan) 1993, keterterapan Enakmen Syariah kepada beliau yang menganut agama Kristian dan persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah undang-undang negeri dan persekutuan yang melarang keluar daripada Islam.

Hakim Mahkamah Tinggi telah mendengar saman pemula dan menolak secara keseluruhan tanpa memberikan apa-apa remedi yang diminta perayu. Di Mahkamah Rayuan, isu-isu perlembagaan digugurkan dan rayuan difokuskan hanya atas isu undang-undang pentadbiran, ianya adalah, sama ada Ketua Pengarah JPN dengan sebenarnya melaksanakan budi bicara yang diletakkan hak kepadanya di bawah undang-undang.

Secara majoriti, Mahkamah Rayuan menjawab dengan mengesahkannya. Beliau merayu sekali lagi. Namun persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah, Mahkamah Persekutuan telah menolak rayuannya dan menetapkan bahawa orang Islam mestilah menggunakan prosedur Mahkamah Syariah untuk meninggalkan Islam, sekiranya mereka hendak berbuat demikian secara rasmi. Lim Chan Seng v Pengarah Jabatan Agama Islam Pulau Pinang [1996] MLJU 500 - [ sunting - sunting sumber ] kedua-dua plantif di dalam dua kes yang berlainan telah memohon, melalui saman pemula, satu deklarasi bahawa penolakan agama Islam yang dibuat oleh mereka melalui Suratikatan Pol bertarikh 12 Julai 1995 dan 25 Mei 1995 masing-masing adalah mengikut undang-undang dan sah.

Plantif di dalam kes pertama menyatakan bahawa dia memeluk agama Islam pada 22 Febuari 1994 dan menukar namanya kepada Mohamad Alif Lim bin Abdullah. Kemudian pada 12 Julai 1995 dia membuat Suratikatan Pol menolak agama Islam dan menyatakan keinginannya untuk memakai nama Lim Chan Seng. Plantif dalam kes kedua mengatakan bahawa dia memeluk agama Islam pada 25 Mac 1988 dan menggunakan nama Norliza Valarummathy bte Abdullah.

Kemudian pada 25 Mei 1995 dia membuat Suratikatan Pol menolak kepercayaannya dalam agama Islam dan menyatakan hasratnya untuk menggunakan nama Valarammathy d/o Ngamurthi.

Mahkamah telah memutuskan bahawa tidak ada sebarang peruntukan di dalam Enakmen Pentadbiran Hal Ehwal Agama Islam Negeri Pulau Pinang 1993 yang memberi kuasa kepada Mahkamah Syariah untuk membicarakan isu berhubung halperkara murtad ataupun berhubung samada sesuatu peninggalan agama Islam itu sah atau sebaliknya. Selanjutnya, tidak ada peruntukan bahawa permohonan sepertimana yang dibuat oleh kedua-dua plaintif di sini, sekiranya permohonan sedemikian perlu dibuat, hendaklah dibuat kepada Mahkamah Syariah umpamanya.

Adalah jelas bahawa, berdasarkan Enakmen 1993 ini, tiada bidang kuasa diberikan kepada Mahkamah Syariah di Pulau Pinang terhadap perkara yang dibangkitkan, dan oleh sebab itu, Mahkamah Sivil adalah tidak terhalang untuk mendengar dan membicarakan halperkara atau persoalan tersebut. Perkara ini telah menimbulkan kembali isu percanggahan bidang kuasa mahkamah sivil dan mahkamah syariah. Majlis Agama Islam Pulau Pinang lwn Siti Fatimah Tan Abdullah (Mahkamah Rayuan Syariah Pulau Pinang) [2009] JH 27 Bhg II 185 - [ sunting - sunting sumber ] responden, seorang yang beragama Buddha, telah memeluk Islam apabila berkahwin dengan seorang lelaki rakyat Iran di Pulau Pinang.

Setelah ditinggalkan oleh suaminya, responden ingin kembali ke agama asalnya dan dengan itu telah membuat permohonan ke Mahkamah Tinggi Syariah di bawah s. 61(3)(b) Enakmen Pentadbiran Agama Islam (Negeri Pulau Pinang) 2004 untuk perisytiharan-perisytiharan bahawa beliau bukan lagi seorang yang beragama Islam dan bahawa Majlis Agama Islam Pulau Pinang, iaitu perayu di sini, hendaklah membatalkan Sijil Akuan Memeluk Islam yang telah dikeluarkan untuknya.

Mahkamah telah menolak rayuan dan memutuskan bahawa Seksyen 61(3)(b)(x) Enakmen 2004 tidak bertujuan untuk membenarkan seseorang keluar dari Agama Islam.

Berdasarkan peruntukan s. 107(1) Enakmen 2004 (mengenai proses pemelukan Islam), perkataan “bukan lagi” di dalam s. 61(3)(b)(x) tidak boleh diambil sebagai memberi kebenaran kepada seorang Islam keluar dari Agama Islam.

Peruntukan ss. 61(3)(b)(x), 107(1) dan 108 Enakmen 2004 adalah saling berkaitan. Sementara s. 107(1) menjelaskan mengenai pemelukan sah ke dalam Agama Islam dan s. 108 mengenai saat memeluk Agama Islam di mana sah atau tidaknya adalah bergantung kepada pematuhan kepada kehendak s. 107s. 61(3)(b)(x) memberi kuasa kepada mahkamah untuk mengisytiharkan sesuatu pemelukan Islam dibawah s.

107(1) sah atau sebaliknya. Justeru, memandangkan proses pengIslaman responden tidak sempurna, maka beliau tidak boleh lagi dianggap sebagai orang Islam. Beliau kekal semula sebagai seorang Buddha dan kerana itu tidak boleh dituduh dengan kesalahan murtad. Daud bin Mamat & Ors v Majlis Agama Islam Kelantan [2001]2 MLJ 390 - [ sunting - sunting sumber ] merupakan kes yang melibatkan pemohon yang ingin keluar daripada agama islam.

Pemohon telah membuat permohonan deklarasi bahawa pemohon mempunyai kebebasan mutlak dalam menganut dan mengamalkan agama yang dipililh berdasarkan kepada peruntukan perlembagaan di abwah perkara 11(1). Mahkamah berpendapat bahawa ‘meninggalkan sesuatu agama bukan merupakan suatu agama atau boleh disamakan dengan hak ‘untuk menganut dan mengamalkan agama’.

Mahkamah berpendapat lagi, untuk menerima bahawa tinggalkan suatu agama adalah sama dengan dengan tafsiran tersebut akan terlalu meluaskan skop perkara 11(1). Md Hakim Lee v Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur [1997] 4 CLJ Supp 419 - [ sunting - sunting sumber ] isu yang telah diketengahkan adalah pemohon telah keluar islam melalui ‘deed poll’ dan persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah bahawa keputusannya itu adalah selari dengan peruntukan yang telah ditetapkan di bawah Perkara 11(1) Perlembagaan Persekutuan.

Abdul Kadir Sulaiman J telah memutuskan: ‘This matter of the plaintiff which involves the determination of his status upon his purported renunciation of the Islamic faith by the deed poll and the statutory declaration is outside the jurisdiction of this court to determine, on account of the ouster of the jurisdiction by art 121 (1A) of the Federal Constitution.

By virtue of para 1 in List 11 of the Ninth Schedule to the Federal Constitution, the jurisdiction lies with the syariah court on its wider jurisdiction over a person professing the religion of Islam even if no express provisions are provided in the Administration of Islam Law (Federal Territories) Act 1993 ("the Act") because under art 74 of the Constitution, it is within the competency of the legislative to legislate on the matter.

Its absent from the express provision in Act would not confirm the jurisdiction in the civil court. To my mind, the language of art 121(1A) used by the legislative is clear and without any ambiguity. The civil courts, in this case, the High Court, has no jurisdiction in respect of any matter that is within the jurisdiction of the syariah court.’ Soon Singh a/l Bikar Singh lwn. Pertubuhan Kebajikan Islam Malaysia (PERKIM) [1999] 1 MLJ 489 - [ sunting - sunting sumber ] Dzaiddin FCJ yang memberikan penghakiman untuk Mahkamah Persekutuan telah menyatakan: ‘Therefore, when jurisdiction is expressly conferred on the matters to conversion to Islam, in out opinion, it is logical that matters concerning conversion out of Islam (apostasy) could be read necessarily implied in and falling within the jurisdiction of the Syariah Courts.

One reason we can think of is that the determination of a Muslim convertee, conversion out of Islam involves inquiring into the validity of his purported renunciation of Islam under Islamic law in accordance with hokum syarak (Dalip Kaur).

As in this case of conversion to Islam, certain requirements must be complied with under hokum syarak for a conversion out of Islam to be valid, which only the syariah courts are the experts and appropriate to adjudicate’ • Majlis Agama Islam Negeri Sembilan lwn Hun Mun Meng [1992]2 MLJ 676 • Kamariah Ali lwn Kerajaan Kelantan [2002]3 MLJ 657 • Kamariah Ali dll lwn Kerajaan Negeri Kelantan dan satu lagi [2005]1 MLJ 197 • Priyathaseny & Ors v pegawai Penguatkuasa Agama Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Perak & Ors [2003]2 MLJ 302 • Zubeydah bte Shaik Mohd lwn Kalaichelvan a/l Alagapan dll [2003]2 MLJ 471 • Tongiah Jumali & Anor v Kerajaan Negeri Johor & Ors [2004]5 MLJ 40 Hak mengamalkan agama [ sunting - sunting sumber ] • Perkara 11(1) Perlembagaan Persekutuan memperuntukkan bahawa setiap orang mempunyai hak untuk menganuti dan mengamalkan agama masing-masing serta berhak untuk mengembangkan ajaran agama masing-masing.

Dalam hal yang berkaitan dengan mengamalkan agama, terdapat beberapa kes yang telah diputuskan oleh mahkamah. Kes-kes berkaitan Meor Atiqulrahman bin Ishak & Lain-lain v Fatimah bin Sihi & Lain-lain [2006]4 MLJ 605 - [ sunting - sunting sumber ] kes ini berkaitan dengan kebebasan hak asasi yang menyentuh tentang hak kebebasan beragama di bawah Perkara 11 Perlembagaan Persekutuan. Dalam kes ini, plaintif-plaintif mendakwa bahawa mereka telah dibuang sekolah kerana memakai serban.

Oleh itu, pihak plaintif telah memohon kepada mahkamah untuk membuat satu perisytiharan bahawa pembuangan sekolah tersebut adalah tidak sah, terbatal dan tidak berkesan.

Mereka juga menuntut agar diterima semula di sekolah tersebut. Manakala, di pihak defendan pula mereka menegaskan bahawa pembuangan sekolah tersebut adalah sah kerana para plaintiff didakwa telah melanggar peraturan sekolah di mana persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah telah melanggar peraturan di bawah 3(f)(v) Peraturan Sekolah 1997, yang disediakan oleh gurubesar sekolah itu menurutSurat Pekeliling Ikhtisas Bil 9/1975, Kementerian Pelajaran.

Surat Pekeliling itu, antara lain, memperuntukkan: 'Gurubesar boleh juga menimbangkan perkara-perkara lain yang tidak ada dalam senarai itu mengikut keadaan sekolah masing-masing'. Mahkamah memutuskan untuk persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah permohonan para plaintiff kerana: a) Gurubesar tidak mempunyai bidang kuasa untuk melarang semua murid memakai serban.

Tindakan gurubesar dikatakan telah melampaui batas kuasanya dalam menentukan polisi mengenai peraturan pakaian seragam sekolah kerana hak itu hanya dimiliki oleh Kementerian sahaja. Kementerian tidak melarang pemakaian serban ke sekolah seperti yang terkandung di dalam Peraturan Pakaian Seragam Bil 3/1983. Ini menjadikan larangan itu tidak sah, terbatal dan tidak berkesan.

b) Tindakan gurubesar yang tidak memberi notis kepada para plaintiff untuk memberikan tunjuk sebab atau memberi peluang untuk didengar telah menjadikan para plaintif tidak mendapat pertimbangan yang sewajarnya untuk dikenakan hukuman lain selain daripada hukuman buang sekolah. c) Plaintif-plaintif tidak mendapat keadilan kerana tidak diberi peluang untuk didengar melalui penjaganya.

Oleh itu, pem-buangan sekolah mereka tidak sah, terbatal dan tidak berkesan. Mahkamah mengarahkan mereka diterima balik di sekolah itu dan memerintahkan defendan membayar gantirugi dan kos. persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Setiap orang Islam mempunyai hak untuk menganut dan mengamalkan ugamanya kerana hak ini terjamin di bawah Perkara 11(1) Perlembagaan Persekutuan. Tindakan gurubesar melarang para plaintiff memakai serban ke sekolah adalah bercanggah di bawah Perkara 3 dan 11 Perlembagaan Persekutuan.

Percanggahan ini telah menyebabkan larangan gurubesar tersebut menjadi menjadi tidak sah dan terbatal. Larangan itu tidak berkaitan dengan undang-undang am mengenai ketenteraman awam, kesihatan awam atau akhlak di bawah perkara 11(5) yang mengatasi perkara 3 dan 11 e) Kes memakai purdah berbeza dengan kes memakai serban. Seorang memakai purdah tidak dapat dicam atau dikenal pasti. Seorang yang memakai serban boleh dicam. Seorang yang memakai purdah boleh menjejaskan keselamatan awam tetapi tidak bagi seseorang yang memakai serban.

f) Memakai serban adalah sah di sisi hukum syarak dan tidak pula tak sah di sisi undang-undang sivil bagi orang Islam mau pun bagi orang bukan Islam. Maka, memakai serban adalah sah menurut Perlembagaan. Halimatusaadiah v Public Service Comission, Malaysia [1994] 3 MLJ 61 - [ sunting - sunting sumber ] perayu yang merupakan seorang kerani di Jabatan Penasihat Undang-Undang Negeri Perak, telah memakai ‘purdah’ semasa waktu pejabat, bertentangan dengan surat pekeliling kerajaan yang melarang pegawai awam wanita daripada memakai pakaian yang menutup muka semasa bekerja.

Lembaga Tatatertib Jawatan Kumpulan ‘C’, Jabatan Peguam Negara (‘lembaga tatatertib itu’) telah membuat keputusan bahawa tindakan tatatertib patut diambil terhadap beliau dengan tujuan memecatnya dan telah memberitahu Suruhanjaya Perkhidmatan Awam (‘SPA’) tentang keputusannya. Setiausaha SPA telah meminta perayu supaya menunjukkan kausa mengapa beliau tidak seharusnya dipecat. Jawapan perayu telah memberikan persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah mengapa beliau memakai ‘purdah’ dan memberikan petikan ayat daripada Al-Quran.

SPA telah membuat keputusan untuk memecat perayu daripada perkhidmatan kerajaan di bawah perintah am 26, Perintah-Perintah Am Pegawai Awam (Kelakuan dan Tatatertib) (Bab ‘D’) 1980 (‘PA ‘D’’). Perayu telah membawa suatu tindakan di Mahkamah Tinggi untuk mencabar keesahan pemecatannya oleh SPA. Tindakan itu telah dibuang. Perayu telah membuat rayuan atas alasan bahawa: a) keputusan untuk memecat beliau sebenarnya telah dibuat oleh lembaga tatatertib itu dan bukannya SPA, yang pada hakikatnya merupakan kuasa tatatertib yang berkenaan di bawah perintah 26 PA ‘D’; b) beliau tidak diwajibkan untuk mematuhi surat pekeliling itu kerana ianya tidak menyatakan perkataan ‘purdah’; c) hak perlembagaan beliau di bawah perkara 11(1) Perlembagaan Persekutuan untuk menganuti dan mengamalkan agamanya telah dilanggar; dan d) beliau terpaksa memakai purdah untuk mengelakkan ‘fitnah’ terhadapnya kerana, menurut Surah 24, seorang wanita Islam mesti sentiasa menutup persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah, kecuali matanya.

Mahkamah memutuskan untuk menolak rayuan perayu kerana: a) SPA telah mematuhi perintah 24 dan 26 PA ‘D’ dengan ketat prosedur yang digunakan oleh lembaga tatatertib.

Lembaga tatatertib telah memutuskan bahawa tindakan pemecatan terhadap perayu harus diambil dan telah merujuk perkara tersebut kepada pihak SPA. Perayu telah diberikan peluang yang sepenuhnya untuk membela diri apabila diberi surat tunjuk kausa.

Setelah mempertimbangkan pembelaan perayu dengan sewajarnya, pihak SPA kemudiannya membuat keputusan untuk memecat beliau. Oleh itu, perayu telah gagagl di alasannya yang pertama. b) Surat pekeliling tidak mengandungi sebarang ketaksaan yang melarang pegawai awam wanita memakai sebarang pakaian yang menutup muka. Purdah bermaksud kain atau tirai yang menutup seorang perempuan supaya tidak dapat dilihat atau kain yang untuk menutup muka seseorang perempuan.

Perayu tidak boleh menyatakan bahawa surat pekeliling tersebut tidak jelas kepada perayu ataupun beliau tidak memahami maksud dan tujuannya. c) Kebebasan agama yang dijamin di bawah perkara 11(1) Perlembagaan Persekutuan tidak mutlak kerana perkara 11(1) tidak membenarkan sebarang tindakan yang bertentangan dengan sebarang undang-undang am berkaitan dengan ketenteraman awam, kesihatan awam atau kemoralan. Larangan terhadap seseorang pegawai awam wanita untuk memakai pakaian yang menutup mukanya semasa bekerja tidak menjejaskan hak perlembagaan perayu untuk mengamalkan agamanya.

Pemakaian purdah tidak kena-mengena dengan hak perlembagaan perayu untuk menganuti dan mengamalkan agama Islam. d) Pentafsiran perayu tentang Surah 24 disalah tanggap.

Di dalam keadaan sedemikian, hakim itu bertindak secara betul apabila menolak aspek ini dalam keterangan perayu berkenaan dengan pemakaian purdah. Zakaria Abdul Rahman v Ketua Polis Negara [2001]3 MLJ 385 - [ sunting - sunting sumber ] plaintiff di dalam kes ini, Cif Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Abdul Rahman merupakan seorang kakitangan awam telah memohon kepada pihak defendan iaitu Ketua Polis Negara untuk mengahwini seorang perempuan yang bernama Puziah Ariffin sebagai isteri beliau yang kedua.

Bagaimanapun, permohonan plaintiff telah ditolak oleh defendan dan plaintiff telah dinasihatkan oleh defendan untuk memutuskan hubungannya dengan perempuan tersebut. Plaintiff tidak mengendahkan amaran tersebut dan tetap meneruskan hubungan dengan perempuan tersebut. Oleh itu, plaintiff telah dihadapkan kepada pihak berkuasa disiplin kerana gagal mematuhi arahan pegawai atasannya.

Plaintiff menerima keputusan yang diberikan pihak berkuasa disiplin serta hukuman yang dikenakan. Walau bagaimanapun, plaintiff tetap mengahwini perempuan berkenaan dan hal ini telah menyebabkan plaintiff dihadapkan ke pihak berkuasa disiplin sekali lagi. Dalam prosiding yang kedua ini, plaintiff telah dihadapkan atas dua pertuduhan, iaitu, yang pertama, plaintiff meneruskan hubungannya dengan perempuan berkenaan dan yang kedua plaintiff telah mencemarkan imej perkhidmatan awam melalui tingkah lakunya.

Plaintiff kemudian menghujahkan di mahkamah bahawa hak beliau di bawah Perkara 11(1) Perlembagaan Persekutuan telah dicabuli dan hukuman yang dikenakan oleh pihak defendan adalah keterlaluan. Mahkamah memutuskan untuk menolak permohonan plaintiff keran hujah plaintiff mengenai hak kebebasan beragama mengenai perkahwinan poligami dalam kalangan lelaki Islam hanyalah sesuatu yang harus dan bukannya merupakan satu kewajipan agama yang bersifat kemestian.

Oleh itu, tidak salah sekiranya pihak defendan seperti badan berkuasa disiplin polis mewajibkan para anggota polis seperti plaintiff memohon kebenaran untuk berkahwin lagi Muniandy A/L Subramaniam & Ors v Majlis Perbandaran Langkawi Bandaraya Pelancongan & Anor - [ sunting - sunting sumber ] b erkisar tentang satu permohonan injunksi interlukotori yang dimohon oleh para plaintif kepada mahkamah kerana para defendan di dalam kes ini kuil Sri Muniswaran yang terletak di Jalan Kisap, Kuah, Kedah.

Isu yang dibangkitkan di dalam kes ini ialah: a) Sama ada satu pihak berkuasa tempatan adalah satu jabatan kerajaan dan b) jika satu pihak berkuasa tempatan adalah satu jabatan kerajaan, sama ada satu injunksi interim boleh dikeluarkan terhadap mereka di bawah Akta Relief Spesifik 1950.

Keputusan mahkamah terhadap kes ini ialah: a) Berdasarkan Akta Prosiding Kerajaan1956, Akta Tafsiran 1948 dan 1967, sebuah pihakberkuasa tempatan bukan satu jabatan kerajaan dan oleh itu tidak termasuk dalam lingkungan s 54 Akta Relief Spesifik 1950. Secara alternatifnya, jika pihak berkuasa tempatan sememangnya satu jabatan kerajaan, s 54(d) Akta Relief Spesifik 1950 yang terpakai ke atas kedua-dua injunksi muktamad dan interim akan menghalang mahkamah daripada memberikan yang sama (lihat ms 184E-F).

b) Pada asas bahawa pihak berkuasa tempatan bukan satu jabatan kerajaan, apa yang perlu dipertimbangkan adalah sama ada terdapat satu persoalan yang serius yang perlu dibicarakan dan untuk mempertimbangkan persoalan imbangan kemudahan (lihat ms 184G).

c) Berdasarkan fakta-fakta kes, kuil tersebut tiada kepentingan atau status sah atas tanah tersebut dan berdasarkan fakta dan undang-undang, ia tidak lebih daripada satu setinggan yang dibenarkan berada di situ oleh defendan kedua sehingga tanah tersebut diperlukan oleh Kerajaan Persekutuan untuk tujuannya.

Kewujudannya yang berterusan adalah satu kesalahan di bawah s 425 Kanun Tanah Negara. Oleh itu tidak terdapat persoalan serius untuk dibicarakan (lihat ms 187D-E).

Pedik Busu & Yang Lain v Yang Dipertua Majlis Daerah Gua Musang & Yang Lain - [ sunting - sunting sumber ] berkaitan tentang isu yang dibangkitkan oleh pihak plaintiff mereka telah membina sebuah bangunan untuk tujuan rumah ibadat bagi penduduk yang beragama Kristian. Pada 11 April 2007, defendan kedua menghantar notis kepada mereka supaya menghentikan pembinaan rumah ibadat itu dan seterusnya merobohkannya dalam tempoh dua minggu.

Pada 19 April dan 24 Mei 2007, mereka menerima dua notis lagi daripada defendan pertama supaya merobohkan bangunan itu dalam tempoh 30 hari. Pada 4 Jun 2007, seramai lebih kurang 20 orang kakitangan defendan pertama yang disertai oleh anggota polis dan RELA telah merobohkan bangunan rumah ibadat itu.

Oleh itu, isu yang dibangkitkan dalam kes ini ialah sama ada: a) pihak berkuasa tempatan atau negerimempunyai kuasa yang sah merobohkan bangunan rumah ibadatitu; b) binaan rumah ibadat itu termasuk dalam hak-hak adat danbudaya Orang Asli; c) persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah rumah ibadat itu dibenarkan dibawah peruntukan undang-undang yang sedia ada; Akta Jalan,Parit dan Bangunan 1974 (‘Akta’) dan Kanun Tanah Negara(‘KTN’) terpakai persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah tanah orang-orang Asli; dan d) defendan - defendan mematuhi notis-notis yang diberikan kepada plaintif plaintif.

Keputusan mahkamah berpihak kepada plaintiff-plaintiff. Hal ini demikian kerana: a) Seksyen 1(6) Akta membenarkan pihak berkuasa tempatan seperti defendan pertama menyelia dan memantau tanah Orang Asli jika kawasan itu diwartakan.

Defendan ketiga telah mewartakan Mukim Ulu Nenggiri dalam kawasan seliaan defendan pertama. Pemakaian Akta adalah menyeluruh dan mengatasi Akta Orang Asli 1954. Ini bererti defendan pertama mempunyai kuasa merobohkan sesuatu bangunan yang dibina dalam bidang kuasanya jika bangunan itu tidak mematuhi keperluan yang ditetapkan oleh undang-undang.

b) Rumah ibadat tidak termasuk dalam hak adat dan budaya Orang Asli kerana memeluk agama Kristian adalah amalan baru dan bukan amalan turun temurun nenek moyang mereka. c) Pembinaan rumah ibadat adalah dibenarkan di bawah undang undang, namun ia perlu mematuhi peruntukan undang-undang yang sedia ada. Perkara 11(3)(c) Perlembagaan Persekutuan memperuntukkan dengan jelas bahawa “Every religious group has the right to acquire and own property and administer it in accordance with law”.

Namun dalam kes ini plaintif-plaintif tidak membuat permohonan untuk kelulusan bangunan tersebut. d) Menurut s.

5 KTN ia jelas bahawa tanah-tanah masih tanah Kerajaan. Hak milik tanah itu masih belum diberikan atau dikeluarkan kepada plaintif-plaintif, dan mereka tidak mengemukakan bukti yang tanah itu dikeluarkan hak milik kepada mereka. Mahkamah Rayuan dalam kes Kerajaan Negeri Selangor & Ors v. Sagong Tasi & Ors memutuskan bahawa KTN tidak terpakai ke atas tanah adat Orang Asli berdasarkan s.

4(2) KTN. Isunya ialah sama ada hartanah yang dipertikaikan itu tanah adat Orang Asli, dan jawapannya ialah tidak. Kawasan itu masih tanah RPS (Rancangan Penempatan Semula) yang belum diberi hak milik.

Ia bukan tanah adat. Namun begitu, Akta adalah terpakai kepada tanah yang dipertikaikan dalam kes ini seperti yang dijelaskan dalam isu pertama di atas. e) Defendan pertama tidak mematuhi notis-notis yang diberikan olehnya. Ia tidak menunggu tempoh masa 30 hari yang diberikan kepada plaintif-plaintif dalam notis-notis itu tetapi sebaliknya merobohkan bangunan rumah ibadat itu sebelum tempoh notis tamat. Ini tidak wajar dilakukan.

Jika notis diberi dalam tempoh yang ditetapkan, notis itu hendaklah dilaksanakan dalam tempoh yang ditetapkan seandainya plaintif-plaintif tidak mematuhi notis yang diarahkan. Defendan kedua mengarahkan plaintif merobohkan rumah ibadat itu dalam tempoh dua minggu dari tarikh notis 11 April 2007.

Namun terdapat juga dua notis lagi yang memberi tempoh 30 hari, dan defendan pertama bertindak bersama dengan defendan kedua, maka adalah wajar, “benefit” notis 30 hari diberikan kepada plaintif-plaintif. Hak plaintif-plaintif sepatutnya dihormati. Marcel Jude Ms Joseph v Sabah Legislative State Assembly - [ sunting - sunting sumber ] plaintiff telah menyaman pihak defendan atas alasan bahawa Dewan Perundangan Negeri Sabah tidak menghormati hak beliau sebagai seorang Kristian apabila pihak DUN Sabah telah meminda Holiday Ordinance in Sabah pada tahun 1978.

Pemindaan tersebut berkaitan dengan pemansuhan Hari Easter dan Boxing Day. Menurut beliau, pemindaan ini telah mengancam hak kebebasan beragama beliau di bawah Perkara 11 Perlembagaan Persekutuan.

Plaintiff menghujahkan bahawa pemindaan itu merupakan suatu tindakan yang menyalahi undang-undang. Oleh itu, antara isu yang dibangkitkan ialah sama ada: a) Pemindaan terhadap Ordinan tersebut adalah tidak bertentangan dengan Perlembagaan Persekutuan dan Perlembagaan Negeri; b) Pemindaan tersebut mempunyai konflik dengan Perlembagaan Persekutuan dan Perlembagaan Negeri itu sendiri; • Keputusan mahkamah adalah seperti berikut: a) Defendan mempunyai hak untuk melakukan pemindaan terhadap Ordinan tersebut.

Perkara ini adalah selaras dengan peruntukan di bawah Perkara 74 Perlembagaan Persekutuan. Item 8 Jadual Kesembilan pula berkaitan dengan cuti negeri. Hal ini bermakna perkara pokok yang berkaitan dengan cuti negeri adalah di dalam bidang kuasa defendan.

b) Perlembagaan Negeri dan Perlembagaan Persekutuan tidak mengisytiharkan apa-apa cuti keagamaan sebagai cuti umum. Oleh itu, adalah tidak relevan untuk berkata bahawa pemansuhan cuti umum keagamaan berkonflik dengan Perlembagaan Persekutuan dan juga Negeri. c) Perkara 11 tidak memperuntukkan apa-apa hak yang berkenaan dengan cuti umum upacara keagamaan. Hak untuk menganuti dan mengamalkan sesuatu agama itu tidak termasuk dalam cuti hari upacara kegamaan kecuali disahkan oleh kenyataan undang-undang.

Hak di bawah Perkara 11 tidak boleh diperluaskan sehingga melanggar batas Penentuan Agama Si Mati [ sunting - sunting sumber ] Re Mohd Said Nabi [1965]MLJ 121 - [ sunting - sunting sumber ] Dalam kes ini.

Ahli keluarga si mati inginkan deklarasi bahawa si mati bukanlah seorang yang beragama islam memandangkan si mati telah memakan khinzir dan meminum minuman beralkohol semasa masih hidup. Menurut Chua H di Mahkamah tinggi Singapore, satu ujian yang dilakukan ialahsekiranya Said Nabi masih hidup, soalan yang akan ditanya ialah apakah agama yang sedang dianutinya.

Dan jawapan kepada soalan tersebut adalahSaid Nabi sentiasa mengaku bahawa dirinya merupakan seorang yang beragama Islam. Pada masa tersebutmasih belum ada pindaan artikel 121(1A) perlembagaan persekutuan yang membolehkan mahkamah tinggi Singapore yang membuat keputusan dan pada masa tersebut juga, singapore masih lagi menjadi sebahagian daripada Malaysia.

Ng Wan Chan v Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan & Anor [1991] 3 MLJ 174 - [ sunting - sunting sumber ] Kes ini mempunyai fakta kes yang lebih kurang sama dengan kes Dalip Kaur.

Namun, hakim menganggap kelakuan si mati dalam kes ini sebagai faktor penentu dalam memutuskan bahawa si mati bukan lagi seorang Muslim. Hakim memutuskan bahawa Murtad bermaksud seorang muslim yang melepaskan ikatan terhadap agamanya (Islam) sama ada dengan jelas mengisytiharkan bahawa dia bukan lagi seorang Islam atau dengan kelakuannya yang jelas menunjukkan bahawa dia bukan seorang Muslim.

Dalip Kaur v Pegawai Polis Daerah Bukit Mertajam [1992]1 MLJ 1 - [ sunting - sunting sumber ] Pemohon ingin memohon deklarasi bahawa anaknya iaitu Gurdev Singh s/o Guruvak Singh iaitu si mati adalah seorang yang bukan beragama Islam dan ingin menuntut mayat anaknya dari Hospital Daerah Bukit Mertajam.

Si mati dilahirkan beragama Sikh dan dibesarkan dengan cara hidup orang Sikh. Si mati tinggal bersama ibunya di Kulim, Kedah.

persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah

Mayat si mati ditemui di Kubang Semang, Bukit Mertajam. Si mati mempunyai teman wanita yang bernama Siti Noraini yang berkerja di tempat yang sama dengan si mati. Permohonan Perisytiharan Status Agama Simati Mohamad Abdullah @ Moorthy a/l Maniam [2006]JH 21 Bhg II 210 - [ sunting - sunting sumber ] Dalam kes ini, si mati telah meninggal dunia pada 20 Disember 2005.

Pemohon telah mengahadapi masalah dalam urusan untuk mengebumikan si mati kerana kedudukan agama si mati memerlukan perintah mahkamah. Dua isu penting dalam permohonan ini adalah mengena bidangkuasa mhkamah syariah dan yang kedua sama ada si mati persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah islam atau sebaliknya. Mahkamah telah memutuskan bahawa si mati merupakan seorang yang beragama islam dan perlulah dikebumikan mengikut hukum syarak.

Si mati dikatakan tidak menukar agama ke agama Islam pada 1 Jun 1991 di hadapan kadi di Kulim. Pendaftaran penukaran si mati juga tidak dikatakan berdaftar dengan Majlis Agama Islam Kedah menurut seksyen139 Enakmen Pentadbiran Islam 1962 negeri Kedah.si mati telah keluar dari agama Islam menurut buti yang dikemukakan iaitu dokumen bertandatangan.

Amalan si mati sebelum meninggal dunia adalah menurut kepercayaan agama Sikh. Si mati telah dibaptiskan oleh paderi Sikh di sebuah kuil Sikh di Kulim kira-kira sebulan sebelum kematian si mati.

Si mati juga telah menghadiri kuil Sikh secara kerap dan makan daging khinzir. Mahkamah memutuskan bahawa dokumen ataupun deed poll yang wujud adalah bukan hasil tandatangan si mati. Hakim juga rayuan adik si mati dan menolak bukti yang diberi paderi Sikh tersebut berkatian penbaptisan si mati. Hakim telah menolak rayuan ini atas sebab-sebab yang berbeza. Persoalannya adalah sama ada si mati telah murtad ketika beliau masih hidup.

Murtad adalah seseorang yang tidak lagi patuh kepada agama Islam dan melakukan atau mengatakan sesuatu yang menyebabkan beliau jatuh ke dalam kekufuran. Tidak ada perbezaan murtad yang boleh diwujudkan sama ada beliau murtad dengan sengaja atau tanpa niat. Kaliammal Sinnasamy lwn Pengarah Jabatan Agama Islam WP [2006]1 CLJ 753 - [ sunting - sunting sumber ] Dalam kes ini, pemohon, iaitu isteri si mati ingin meminta deklarasi yang mengesahkan bahawa si mati merupakan seorang yang beragama Hindu dan bukannya beragama islam.

Pemohon telah membawa beberapa bukti penting seperti cara hidup si mati dan sebagainya dan ingin membuktikan bahawa si mati bukanlah seorang yang beragama Islam. Menurut Hakim Raus Sharif, memandangkan Mahkamah Tinggi Syariah Kuala Lumpur telah membuat keputusan bahawa simati adalah seorang Islam, maka mahkamah sivil tidak mempunyi bidangkuasa untuk menyemak dan membatalkan perintah Mahkamah Syariah atau tidak menghiraukan sama sekali perintah tersebut.

Di sini dapat kita lihat bahawa bidangkuasa penentuan agama sesorang itu Islam ataupun tidak adalah bidangkuasa Mahkamah Syariah dan bukannya mahkamah sivil.

Permohonan Perisytiharan Status Agama Simati Nyonya binti Tahir [2006]JH 21 Bhg II 221 - [ sunting - sunting sumber ] Nyonya Tahir atau nama asalnya Wong Ah Kiu adalah seorang wanita yang dilahirkan Islam tetapi persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah dalam agama Buddha.

Selepas kematian beliau, cara pengebumian telah menjadi isu yang dibangkitkan di mahkamah sama ada beliau patut dikebumikan secara Islam atau mengikut pengebumian agama Buddha. Hal ini telah membangkitkan isu kebebasan beragama di negara Malaysia.

Menurut anak-anak Nyonya Tahir, ibu mereka mengamalkan amalan dan kepercayaan agama Buddha.

persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah

Beliau makan hidangan daging khinzir dan mengamalkan budaya hidup bangsa Cina. Kad pengenalan anak-anak beliau direkodkan sebagai berbangsa Cina tetapi kad pengnalan beliau sendiri merekodkan bangsa Melayu.

Beliau telah memohon untuk menukar nama dan agama beliau dalam kad pengenalan pada tahun 1986. Kematian beliau pada tahun 2006 telah menyebabkan anak-anak beliau menuntut untuk mengebumikan beliau mengikut agama Buddha tetapi telah dihalang oleh Jabatan Agama Islam Negeri Sembilan.

Namun, mahkamah telah mendengar testimony oleh anak-anak beliau yang mengatakan bahawa beliau hidup dan mati sebagai seorang Buddha, diikutu dengan agama beliau yang bukan beragama Islam ketika beliau meninggal. Mahkamah memutuskan untuk membenarkan keluarga beliau mengebumikan beliau mengikut upacara pengebumian agama Buddha.

Kes ini merupakan kes pertama yang membicarakan seorang bukan Islam di mahkamah Syariah di Malaysia. Walaupun seorang yang bukan beragama Islam tidak boleh untuk memohon untuk membuka kes di mahkamah Syariah, mereka masih boleh dibicarakan di situ. Keputusan ini menerima kritikan di mana ianya telah menyalahi Perkara 11 Perlembagaan Persekutuan iaitu menyalahi hak kebebasan beragama.

Kes ini juga telah menjadi penanda aras tentang kepentingan bertanyakan kepada keluarga sama ada si mati beragama Islam ataupun tidak semasa kematian dan melalui cara hidup beliau. Perkara 11(2) [ sunting - sunting sumber ] Tiada seorang pun boleh dipaksa membayar apa-apa cukai yang hasilnya diuntukkan khas kesemuanya atau sebahagiannya bagi maksud sesuatu agama selain agamanya sendiri • Perkara 11(2) memperuntukkan bahawa seseorang tidak boleh dipaksa untuk membayar cukai sekiranya pendapatan yang diperolehi daripada cukai tersebut akan digunakan semua atau sebahagian daripadanya untuk maksud agama yang lain daripada agamanya.

• Peruntukan berkenaan seperti yang ternyata dalam Perlembagaan adalah jelas bahawa hak kebebasan agama ini dinyatakan untuk menenangkan perasaan orang-orang bukan Islam; yakni kedudukan Islam sebagai agama persekutuan tidak akan mengancam hak mereka untuk menganut dan mengamalkan kepercayaan beragama.

Selain itu wujudnya perlindungan dari paksaan untuk membayar cukai yang sebahagiannya akan digunakan untuk agama yang lain dari agama anutan seseorang, perlembagaan bagaimanapun menyebut bahawa pihak berkuasa boleh menggunakan wang awam untuk tujuan-tujuan agama Islam.

• Dengan kata lain Islam diberikan kedudukan yang lebih istimewa; yang tentunya berdasarkan kepada kenyataan sejarah negara ini. Namun, harus diingati bahawa tidak wujud sebarang paksaan untuk membayar sebarang cukai untuk kepetingan agama lain selain agama yang dianuti. Sebagai contoh, pembayaran zakat adalah terhad kepada umat Islam sahaja memandangkan ianya adalah rukun Islam yang wajib dipatuhi apabila sesorang itu beragama Islam.

Perkara 11(3) [ sunting - sunting sumber ] Tiap-tiap kumpulan agama berhak— (a) menguruskan hal ehwal agamanya sendiri ; (b) menubuhkan dan menyenggarakan institusi-institusi bagi maksud agama atau khairat; dan (c) memperoleh dan mempunyai harta dan memegang dan mentadbirkannya mengikut undang-undang Perihal • Terdapat variasi kumpulan agama di Malaysia dan setiap daripadanya diberikan hak-hak spesifik di bawah peruntukan 11(3) di mana mereka adalah berhak untuk menguruskan hal ehwal agama sendiri, menubuh dan menyenggarakan institusi atau persatuan keagamaan tersendiri di samping mentadbir harta perolehan institusi menurut undang-undang.

• Antara hak-hak yang lain yang turut diperuntukkan adalah berkenaan hak untuk membina rumah ibadat; menggunakan kitab suci; berkumpul ramai-ramai; menubuhkan institusi pendidikan; memiliki harta dan menubuhkan institusi kebajikan.

• Kes-kes berkaitan • Titular Roman Archbishop of Kuala Lumpur lwn Menteri Dalam Negeri & Anor [2010] 2CLJ 208 • Pedik Busu & Yang Lain lwn Yang Dipertua Majlis Daerah Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Musang & Yang Lain [2010] 4CLJ 868 Perkara 11(4) [ sunting - sunting sumber ] Undang-undang Negeri dan berkenaan dengan Wilayah-Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Labuan dan Putrajaya, undang-undang persekutuan boleh mengawal atau menyekat pengembangan apa-apa doktrin atau kepercayaan agama di kalangan orang yang menganuti agama Islam • Perihal • Di samping melindungi kebebasan beragama, peruntukan dalam Perkara 11 juga turut membezakan antara mengamalkan dan mengembangkan agama.

Ini menampakkan kebebasan beragama seperti yang diperuntukkan dalam Perlembagaan Persekutuan tidak bersifat mutlak • Perkara 3 Perlembagaan Persekutuan telah menjelaskan bahawa agama Islam adalah agama rasmi namun agama-agama lain masih boleh dianuti dan diamalkan persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah sebahagian daripada hak asasi manusia disisi perlembagaan negara.

Namun begitu berbanding agama lain, agama Islam boleh dikatakan diberi keistimewaaan dan perlindungan yang tersendiri. • Perkara 11(4) menegaskan bahawa penyebaran agama selain daripada agama Islam kepada orang Islam adalah dilarang sama sekali terutamanya dari segi penyebaran dakwah.

Selain itu,peruntukan ini juga secara tidak langsung memberi kuasa kepada kerajaan negeri atau kerajaan persekutuan untuk mengubal undang-undang bagi mengawal atau menyekat penganut agama bukan Islam menyebarkan atau mengembangkan ajaran serta kepercayaan mereka kepada orang Islam. • Berdasarkan kuasa tersebut, maka kerajaan-kerajaan negeri boleh meluluskan undang-undang untuk mengawal pengembangan agama bukan Islam kepada orang Islam.

Hampir kesemua negeri di Malaysia mempunyai Enakmen khas yang mengawal penyebaran dakwah kepada orang Islam, kecuali Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Sabah, Sarawak, Melaka dan Pulau Pinang. • Antara Enakmen yang digubal oleh kerajaan negeri ialah Enakmen Kawalan dan Sekatan (Pengembangan Agama Bukan Islam) Terengganu, 1980 (Enakmen Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah 1/1980); Enakmen Kawalan dan Sekatan (Pengembangan Agama Bukan Islam) Selangor, 1988 (Enakmen No 1/1998); dan Enakmen Kawalan dan Sekatan (Pengembangan Agama Bukan Islam) Johor, 1991 (Enakmen No 2 /1991).

Perkataan ‘Agama bukan Islam’ yang digunakan didalam enakmen ini ditafsirkan sebagai meliputi agama-agama seperti Kristian, Hindu, Buddha, Sikh atau apa-apa variasi, versi, bentuk atau cabang mana-mana agama tersebut.

• Antara kesalahan yang tertakluk di bawah Enakmen Ugama Bukan Islam (Kawalan Pengembangan di kalangan orang Islam) 1988 ialah; • Seseorang yang memujuk, mempengaruhi, atau menghasut orang beragama Islam supaya mengubah keimanan.Kesalahan ini merujuk kepada apa-apa aktiviti yang boleh mempengaruhi atau menghasut atau memujuk orang Islam supaya cenderung atau mengubah kepercayaan kepada agama yang bertentangan dengan agama Islam atau meninggalkan agama Islam.

Apa-apa aktiviti ini boleh ditafsirkan secara umum, iaitu sama ada secara lisan atau bertulis dengan tujuan untuk menyebarkan ajaran agama bukan Islam; seksyen 4 • Seseorang yang menyuruh, menyebabkan, memujuk, mempengaruhi, menghasut, menggalakkan atau membiarkan seseorang beragama Islam di bawah umur 18 tahun supaya menerima ajaran agama bukan Islam, atau supaya dia menyertai apa-apa istiadat, perbuatan menyembah, atau aktiviti keagamaan agama bukan Islam atau aktiviti yang dianjurkan untuk faedah suatu agama bukan Islam, maka ia adalah satu kesalahan yang boleh dikenakan denda sebanyak RM10,000 atau penjara selama tempoh satu tahun atau kedua-duanya; seksyen 5 • Seseorang yang mendekati orang Islam bertujuan mendedahkannya kepada apa-apa ucapan, pertunjukan, mengunjungi, mengatur, berusaha mengadakan suatu perjumpaan dengannya, atau menghubungi dengan telefon, bagi maksud mendedahkan orang itu kepada apa-apa ucapan atau pertunjukan mengenai agama bukan Islam, juga adalah kesalahan yang boleh dikenakan denda sebanyak RM5,000 atau penjara selama tempoh enam bulan atau kedua-duanya; seksyen 6 • Seseorang yang menghantar, menyerahkan, menyebabkan dihantar, diserahkan kepada seorang lain yang beragama Islam di dalam atau di luar negeri, atau dari luar negeri, menghantar atau menyerahkan kepada seorang yang beragama Islam di dalam negeri, apa-apa terbitan mengenai agama bukan Islam, atau bahan iklan bagi terbitan itu, yang mana tidak diminta oleh orang itu, juga adalah melakukan kesalahan yang boleh dikenakan denda RM3,000 atau penjara selama tempoh tiga bulan atau kedua-duanya; seksyen 7 • Seseorang yang membahagi-bahagikan di suatu tempat awam, apa-apa terbitan mengenai agama bukan Islam, menyerahkan salinan terbitan itu kepada seorang Islam, juga adalah melakukan kesalahan yang boleh dikenakan denda sebanyak RM1,000; seksyen 8 • Seseorang yang membuat apa-apa tulisan yang diterbitkan dalam apa-apa ucapan atau pernyataan terbuka, atau dalam suatu perhimpunan yang dirancang, atau dalam pernyataan yang diterbit atau disiarkan, menggunakan mana-mana perkataan yang khusus untuk umat Islam sebagaimana disenaraikan dalam Bahagian I (Jadual) Enakmen itu, atau terbitan atau virasinya, menyatakan atau memperihalkan sesuatu fakta, kepercayaan, idea, konsep, perbuatan, aktiviti, perkara, atau hal mengenai atau berkaitan dengan sesuatu agama bukan Islam adalah suatu kesalahan yang boleh dikenakan denda sebanyak RM1,000; seksyen 9 • Semua kesalahan-kesalahan di bawah Enakmen ini hendaklah disifatkan sebagai kesalahan-kesalahan boleh tangkap (seizable offence) bagi maksud Kanun Prosedur Jenayah, yakni pegawai yang diberi kuasa boleh menyiasat persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah di bawah undang-undang ini dan boleh menangkap tanpa waran mana-mana orang yang disyaki telah melakukan mana-mana kesalahan itu.

Kes-kes berkenaan akan dibicarakan oleh seorang Majistret. • Undang-undang kawalan pengembangan agama bukan Islam tersebut bukan sahaja boleh dikenakan terhadap bukan Islam, tetapi juga boleh dikenakan ke atas orang Islam yang bersekongkol dengan bukan Islam menyebarkan dakyah agama mereka.

Orang Islam juga boleh didakwa menurut Seksyen 10 Enakmen Jenayah Syariah negeri, iaitu kesalahan menghina atau menyebabkan agama Islam dipandang hina, yang jika disabitkan boleh didenda tidak melebihi RM5000.00 atau dipenjarakan selama tempoh tidak melebihi tiga tahun atau kedua-duanya.

Kes-kes berkaitan PP Dalam lwn Krishnan a/l Muthu - [ sunting - sunting sumber ] mangsa seorang wanita Melayu telah berkenalan dan bercinta selama tujuh tahun dengan tertuduh yang sudah pun beristeri. Apabila mangsa tidak mempunyai tempat tinggal, beliau memohon kepada tertuduh dan isteri untuk tinggal bersama. Semasa tinggal dengan tertuduh dan isterinya itu, mangsa pernah diugut supaya keluar dari agama Islam dan memeluk agama Hindu.

Mangsa juga pernah disuruh bersumpah dengan kuil Hindu dan dilarang mendirikan solat. Tertuduh yang dihadapkan ke mahkamah di bawah seksyen 4(2)(i) Enakmen Kawalan dan Sekatan Pengembangan Agama-agama Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Islam Negeri Pahang 1989 kemudian disabitkan kesalahan dan dikenakan hukuman denda RM1,500 dan penjara 20 hari.

Sulaiman Bin Takrib V Kerajaan Negeri Terengganu, Kerajaan Malaysia, Intervener And Another Application [2009] 2 CLJ 54 - [ sunting - sunting sumber ] pempetisyen, seorang Muslim didakwa dengan kesalahan di bawah seksyen 10 dan seksyen 14 Jenayah Syariah Kesalahan (Takzir) (Terengganu) 2001 (Terengganu Enakmen). Dia didakwa mengikut Seksyen 10 adalah bertindak menghina pihak berkuasa agama dengan mengingkari fatwa mengenai pengajaran dan kepercayaan Ayah Pin yang telah dinyatakan dalam Warta Kerajaan Negeri Terengganu pada 1997/04/12.

Pertuduhan itu telah dirangka di bawah seksyen 14 kerana memiliki VCD, yang mengandungi kandungan bertentangan dengan Hukum Syariah. Fathul Bari bin Mat Jahya & Anor v Majlis Agama Islam Negeri Sembilan & Anor [2012] 4 CLJ 717 - [ sunting - sunting sumber ] pempetisyen pertama didakwa di Mahkamah Rendah Syariah Negeri Sembilan bagi kesalahan di bawah seksyen 53 (1) Enakmen Jenayah Syariah (Negeri Sembilan) 1992 kerana mengadakan ceramah agama tanpa "tauliah", manakala pempetisyen kedua didakwa bersubahat dengan kesalahan itu.

Kedua-dua pempetisyen mencabar kesahihan dan perlembagaan bahagian seksyen 53. Ia telah berhujah bahawa seksyen 53 tidak sah kerana melanggar Perkara 74 (2) dan item 1 Senarai Negeri, Jadual Kesembilan Perlembagaan Persekutuan dan Seksyen 53 tidak termasuk dalam item 1, oleh itu Mahkamah Syariah Negeri Sembilan tidak mempunyai bidang kuasa untuk membicarakan kesalahan di bawah seksyen tersebut.

Mereka juga berhujah bahawa mengajar ajaran agama Islam tanpa "tauliah" bukan suatu kesalahan terhadap rukun-rukun atau ajaran Islam dan Badan Perundangan Negeri melebihi telah kuasa perundangan apabila ia mengubal seksyen 53 dan menjadikan ia seperti ini suatu kesalahan. Arifin Zakaria CJ, bercakap bagi pihak Mahkamah Persekutuan mengatakan bahawa tujuan seksyen 53 Enakmen Negeri Sembilan adalah untuk melindungi integriti "aqidah", "syariah" dan "Akhlak" yang menjadi asas ajaran agama Islam.

Keperluan tauliah adalah perlu untuk memastikan bahawa hanya orang yang berkelayakan untuk mengajar agama sahaja dibenarkan untuk berbuat demikian. Ini adalah langkah yang untuk menghentikan penyebaran ajaran sesat di kalangan orang Islam. Ia adalah diterima umum bahawa ajaran sesat di kalangan orang islam adalah kesalahan terhadap ajaran Islam. Oleh itu, Badan Perundangan Negeri Sembilan telah bertindak dalam kuasa perundangannya dalam menggubal seksyen 53 Enakmen Negeri Sembilan itu.

Zi Publications Sdn Bhd & Anor lwn Kerajaan Negeri Selangor; Kerajaan Malaysia & Anor (Intervener) [2015]8 CLJ 621 - [ sunting - sunting sumber ] pempetisyen pertama ialah penerbit kepada ZI Publications Sdn Bhd.

Pempetisyen kedua, bernama Mohd Ezra Mohd Zaid merupakan pemegang saham majoriti syarikat itu. Pada bulan Mei 2012, pempetisyen pertama menerbitkan sebuah buku "Allah, Kebebasan memberi Cinta "(Kitab), terjemahan buku Melayu “Allah, Cinta dan Liberty " ditulis oleh penulis Kanada, Irshad Manji. Pada 29 Mei 2012, Bahagian Penguatkuasa Islam Selangor, Jabatan Hal Ehwal menyerbu pejabat pempetisyen pertama dan merampas 180 naskhah kitab kerana disyaki melakukan kesalahan di bawah seksyen yang dipersoalkan.

Oleh itu pada 7 Mac 2013, pempetisyen kedua didakwa Mahkamah Syariah Selangor di bawah Akta Kesalahan Dengan seksyen menjadi persoalan. Oleh itu, petisyen telah difailkan oleh para Pemohon memohon satu deklarasi bahawa seksyen yang dipersoalkan adalah tidak sah kerana SSLA tidak mempunyai kuasa untuk menggubal undang-undang tersebut.

Pemohon mempersoalkan isu-isu berikut kepada Mahkamah: - a) Adakah SSLA mempunyai kuasa untuk menggubal undang-undang yang menyekat atau mempunyai potensi untuk menyekat kebebasan bersuara (Isu Pertama); b) Sebagai alternatif, Sama ada SSLA boleh menggubal seksyen yang dipersoalkan berlawanan dengan Bahagian II Perlembagaan Persekutuan (Isu Kedua) c) Sama ada kuasa Parlimen untuk menggubal undang-undang berhubung dengan perkara dalam Senarai Negeri hanya boleh dilaksanakan dalam Keadaan di dalam Perkara 76 (1) (a) (b) dan (c) Perlembagaan Persekutuan (Isu Ketiga).

[2] Menteri Dalam Negeri & Ors V. Titular Roman Catholic Archbishop Of Kuala Lumpur - [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2009, 16 Feb; Gereja Roman Katolik diketuai Ketua Paderi Murphy Pakiam memfailkan permohonan semakan semula kehakiman di Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur bagi mendapatkan perisytiharan bahawa keputusan Kementerian Dalam Negeri melarangnya menggunakan kalimah 'Allah' dalam majalah mingguan itu adalah bercanggah dengan undang-undang.

The Herald, yang diterbitkan dalam empat bahasa, menggunakan kalimah 'Allah untuk merujuk kepada Tuhan dalam edisi bahasa Malaysianya untuk bacaan penganut Katolik di Sabah dan Sarawak. Gereja Roman Katolik, antara lain, memohon perisytiharan bahawa: a) Ia mempunyai hak di sisi perlembagaan untuk menggunakan kalimah 'Allah' dalam The Herald kerana adalah menjadi haknya, seperti agama selain Islam, untuk mengamalkan agama masing-masing secara aman.

b) Perkara 3(1) Perlembagaan Persekutuan tidak memberi kuasa kepada responden untuk melarang pemohon daripada menggunakan kalimah 'Allah' dalam The Herald. c) Ia mempunyai hak di sisi perlembagaan untuk menggunakan kalimah 'Allah' dalam penerbitan mingguan itu, sama seperti ia mempunyai hak untuk bebas bersuara dan memberi pendapat.

d) Ia mempunyai hak di sisi perlembagaan untuk menggunakan kalimah 'Allah' dalam The Herald, sama seperti hak untuk bebas beragama dan mengurus hal ehwal agama sendiri.

e) Ia mempunyai hak di sisi perlembagaan untuk menggunakan kalimah 'Allah' dalam The Herald, sama seperti hak untuk memberi pendidikan tentang Katolik dan Kristian f) Akta Mesin Cetak dan Penerbitan 1984 tidak memberi kuasa kepada responden untuk melarang pemohon menggunakan kalimah 'Allah' dalam The Herald. g)Kalimah 'Allah' bukan eksklusif untuk Islam. Pada 31 Dis; Mahkamah Tinggi, ketika meluluskan permohonan semakan semula kehakiman oleh Gereja Roman Katolik itu, mengisytiharkan bahawa keputusan Kementerian Dalam Negeri melarang The Herald menggunakan kalimah 'Allah' dalam penerbitan bahasa Malaysianya, yang khusus untuk bacaan penganut Kristian di Sabah dan Sarawak, adalah salah di sisi undang-undang, batal dan tidak sah Pada tahun 2010, 4 Jan; Kementerian Dalam Negeri dan kerajaan memfailkan rayuan di pejabat pendaftar Mahkamah Rayuan untuk mengetepikan keputusan Mahkamah Tinggi itu.

Kemudiannya pada 6 Jan; Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur menangguhkan pelaksanaan perintah terdahulu yang membenarkan majalah itu menggunakan kalimah 'Allah' berikutan persetujuan Kementerian Dalam Negeri dan Ketua Paderi Roman Katolik atas alasan untuk kepentingan negara.

Pada tahun 2013, 10 Sept; Mahkamah Rayuan mendengar rayuan Kementerian Dalam Negeri dan kerajaan berhubung keputusan Mahkamah Tinggi. Pada 14 Okt; Mahkamah Rayuan diketuai Hakim Mahkamah Persekutuan Datuk Seri Mohamed Apandi Ali sebulat suara meluluskan rayuan kerajaan untuk melarang The Herald daripada menggunakan kalimah 'Allah'. Mahkamah itu mengetepikan keputusan Mahkamah Tinggi pada 2009 yang membenarkan The Herald menggunakan kalimah 'Allah'.

Hakim Mohamed Apandi, yang mengetuai panel tiga anggota, berkata mahkamah mendapati kalimah 'Allah' tidak pernah menjadi bahagian penting dalam amalan kepercayaan agama Kristian. Katanya dengan mengambil fakta sejarah dan keagamaan, beliau tidak menemukan sebarang sebab munasabah kenapa Ketua Paderi Roman Katolik Kuala Lumpur "berkeras" untuk menggunakan kalimah 'Allah' dalam penerbitan mingguan itu.

Manakala Abdul Aziz Rahim HMR pula menyatakan bahawa Fasal 11(4) adalah bagi melindungi Islam sebagai agama Persekutuan serta melindunginya dari ancaman kegiatan-kegiatan dakwah oleh agama-agama lain terhadap pengikut-pengikut agama Islam. Kedudukan Islam sebagai agama Persekutuan telah meletakkan obligasi ke atas pihak berkuasa untuk mengembang dan melindungi Islam serta kesuciannya. Oleh itu, tiada apa pun yang tidak munasabah atau tidak relevan bagi Menteri untuk mengambilkira Islam sebagai agama Persekutuan di bawah fasal 3(1) dan sekatan terhadap pendakwahan di bawah fasal 11(4) apabila mengenakan syarat yang dipertikai terhadap penerbitan the Herald.

Tiada apa yang tidak berperlembagaan mengenainya. Larangan oleh Menteri hanya menyentuhi penggunaan perkataan 'Allah' untuk Tuhan di dalam the Herald.

Perkataan 'Allah' bukanlah bahagian penting dan isi agama Kristian. Larangan dengan itu tidak boleh dikata tidak berperlembagaan atau melarang responden, yang mewakili masyarakat Kristian, dari mengamalkan agama mereka. Larangan adalah konsisten dengan obligasi Menteri untuk mengambilkira Islam sebagai agama Persekutuan di bawah fasal 3(1) dan perlindungannya di bawah fasal 11(1).

Bagi Mohd Zawawi Salleh HMR pula berpendapat jika perkataan 'Allah' digunakan dalam versi Bahasa Melayu the Herald bagi merujuk kepada Tuhan, akan wujud risiko salahnyata mengenai Tuhan dalam agama Kristian sendiri, kerana konsep Tuhan dalam agama Kristian seperti yang terlambang oleh konsep triniti adalah secara mutlak dan sepenuhnya berbeza dari konsep 'Allah' dalam Islam.

Dengan lain perkataan, kemungkinan wujudnya kekeliruan bukan terhad kepada orang-orang Islam sahaja tetapi mencakupi juga penganut-penganut Kristian sendiri. Perkara 11(5) [ sunting - sunting sumber ] Perkara ini tidaklah membenarkan apa-apa perbuatan yang berlawanan dengan mana-mana undang-undang am yang berhubungan dengan ketenteraman awam, kesihatan awam atau prinsip moral.

Limitasi terhadap Hak Kebebasan Beragama [ sunting - sunting sumber ] Biarpun telah diperuntukkan dalam undang-undang tertinggi di negara iaitu Perlembagaan Persekutuan, masih terdapat beberapa limitasi terhadap kebebasan beragama. Kebebasan beragama adalah terhad kepada ketenteraman awam, kesihatan awam dan juga moral; perkara 11(5) Ketenteraman Awam [ sunting - sunting sumber ] • Selagi sesuatu kelakuan atau perbuatan yang dilakukan dengan alasan bahawa ianya termaktub dalam kebebasan beragama tersebut tidak memudharatkan ketenteraman awam dan menjejaskan keamanan, maka kelakuan atau perbuatan tersebut boleh terus dipraktikkan.

• Ketenteraman awam didefinasikan sebagai; "keamanan dan keselamatan yang dirasai oleh semua orang yang berada di bawah perlindungan undang-undang" ; Re Tan Boon Liat [1976] 2MLJ 83 " securing public order covers suppression of crimes which endanger the safety of the people and cause harm to society.it is notorious fact that the trafficking in drugs causes serious harm and destroys the body politic not only nationally but also internationally"; Re P.E Long & Ors lwn Menteri Hal Ehwal salam Negeri [1976] 2MLJ 133 • Seseorang yang ditahan di bawah ISA adalah bertujuan untuk menghalangnya daripada melakukan sesuatu yang mengugat keselamatan negara.

Namun begitu, seseorang itu tidak boleh dihalang daripada memeluk dan mengamalkan agamanya; Jamaluddin bin Othman lwn Menteri Hal Ehwal dalam Negeri Malaysia [1989] 1MLJ 368 • Kes-kes lain yang boleh dirujuk adalah; kes Su Yu Min lwn Ketua Polis Negeri (Sarawak) [2005] 6MLJ 768 berkenaan kegiatan loteri 4 digit yang dihujahkan bahawa tidak menjejaskan ketenteraman awam dan kes Hjh Halimatussaadiah bte Hj Kamaruddin lwn Public Services Commision & Anor [1994] 3MLJ 61 membabitkan kakitangan kerajaan yang memakai purdah ke tempat kerja.

• Antara kesalahan yang menjejaskan ketenteraman awam disenaraikan di bawah Kanun Keseksaan; a)Memusnahkan atau merosakkan rumah ibadat bagi tujuan menghina agama tersebut; seksyen 295 b)Menganggu perhimpunan agama dengan sengaja; seksyen 296 c)Menceroboh ke dalam rumah ibadat atau tapak perkuburan dengan niat untuk menyinggung perasaan atau dengan niat menghina agama mana-mana individu; seksyen 297 d)Mengucapkan perkataan, mengeluarkan bunyi atau gerak badan dengan niat sengaja menyinggung perasaan penganut agama lain; seksyen 298.

Kesihatan Awam [ sunting - sunting sumber ] • Selagi sesuatu kegiatan atau perbuatan yang dilakukan dengan alasan bahawa ianya termaktub dalam kebebasan beragama tersebut tidak membabitkan keterjejasan terhadap kesihatan awam, maka ianya boleh dilaksanakan. • Kesihatan awam seperti yang dedifinasikan dalam The Untitled Fields of Public Health [1920] Science 51 (1306): 23–33 ; " sains dan seni pencegahan penyakit, pelanjutan hayat dan pempromosian kesihatan melalui usaha teratur dan pilihan termaklum bagi masyarakat, pertubuhan, pihak awam dan pihak swasta, komuniti dan individu." • Peruntukan dalam Kanun Keseksaan yang membabitkan kesalahan-kesalahan berkaitan kesihatan awam; a) Perbuatan cuai yang berkemungkinan menyebabkan penyakit berjangkit tersebar; seksyen 269.

b) Perbuatan sengaja melakukan sesuatu menyebabkan penyakit berjangkit tersebar; seksyen 270 c) Ketidakpatuhan kepada peraturan kuarantin; seksyen 271 d) Menjual minuman atau minuman yang membahayakan kesihatan; seksyen 273 Moral [ sunting - sunting sumber ] • Selagi mana sesuatu kegiatan atau perbuatan yang dilakukan dengan alasan bahawa ianya termaktub dalam kebebasan beragama tersebut tidak berlawanan dengan undang-undang membabitkan moral, maka ianya boleh dilaksanakan.

• Moral didefinasikan sebagai; " ajaran atau pegangan berkenaan baik buruk sesuatu perbuatan,sikap atau cara kelakuan yang berasaskan atau yang diukur dari segi ketentuan tentang baik buruk sesuatu akhlak"; Kamus Dewan • Bagi orang Islam, undang-undang berkaitan moral adalah terkandung dalam Enakmen atau Akta Kesalahan Jenayah Syariah misalnya; a) Berkenaan sumbang mahram; seksyen 20 b) Berkenaan pelacuran; seksyen 21 c) Berkenaan persetubuhan luar nikah; seksyen 23 d) Berkenaan liwat (gay); seksyen 25 e) Berkenaan Musahaqah (lesbian); seksyen 26 f) Berkenaan lelaki yang berlagak seperti perempuan (transgender); seksyen 28 g) Berkenaan perbuatan tidak sopan di tempat awam; seksyen 29 • Bagi orang bukan Islam, kebanyakkan undang-undang berkenaan moral terkandung dalam Kanun Keseksaan Perkara 11 Perlembagaan Persekutuan menyentuh rapat mengenai Kebebasan Beragama di Malaysia.

Dalam memahami Perkara 11 ini, perkara yang wajar diketahui ialah :- • Takrif Kebebasan Agama. • Kebebasan Agama dalam Undang-Undang Antarabangsa • Kebebasan Agama dalam Islam di Malaysia. • Tafsiran peruntukan perlembagaan berkaitan Islam. • Skop kebebasan beragama di Malaysia.

• Limitasi kebebasan beragam di Malaysia. Takrif Kebebasan Agama [ sunting - sunting sumber ] Perkataan 'Kebebasan' dapat ditakrifkan sebagai ketiadaan elemen yang menghalang. Contohnya seperti keadaan yang bebas memerlukan kemampuan untuk memilih. Kebebasan ini sememangnya perlu sama rata antara penganut atau agama lain. Namun begitu, kebebasan tidak wajar diamalkan sehingga menjejaskan hak orang lain. Perkataan 'Agama' bermaksud kepercayaan kepada tuhan, sifat-sifat, kekuasaannya, menerima ajaran dan perintahnya.

[54] Agama pada kebiasaanya dikaitkan dengan 4C, kepercayaan (creed), tatacara bertindak (code of action), ibadat (cult) dan struktur masyarakat (community structure).

[55] Dalam islam sendiri, konsep agama merupakan satu cara hidup berpandukan islam yakni, • Menyucikan jiwa daripada kejahatan. • Membebaskan akal daripada syak wasangka. • Memperteguh peribadi dan akhlak. • Memperbetul cara pemikiran dan kepercayaan. Agama juga diketahui secara tidak rasmi ('secara' ""umum"") Diklasifasikan dengan struktur-struktur yang kompleks berikut sebagai inisiatif "pemudah" juga turut sebagai langkah-langkah pemudah cara inisiatif langkah pro-aktif "istimewa" untuk melancarkan proses-proses kaedah-kaedah khas mahupun amatur didalam urusan-urusan berkenaan "'sistem''' perangka cara-cara kerja mengikuti seperti dan sebagaimana juga telah ditakrifkan secara "'tersirat'" turut juga termasuk berikut lalu terkandung didalam isi-isi jisim-jisim yang utama didalam pekara-pekara yang berwajib bersama-sama telahpun tersusun tersimpul "tersurat" "tersirat" merujuk kepada dasar-dasar yang bedasarkan perjanjian antarabangsa serta negara-negara yang memasukkan frasa hak-hak kompleks bagi kebebasan didalam urusan beragama persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah mengikut peruntukan-peruntukan sedia ada disamping dari keperluan Nya terjelas didalam kaedah-kaedah sistem-sistem perlembagaan masing-masing kerana maksudnya yang kompleks berbanding hak asasi lain yang turut sama terjamin dan juga dijamin.

Kebebasan Agama dalam Undang- Undang Antarabangsa [ sunting - sunting sumber ] Bagi Undang-Undang Antarabangsa, terdapat Deklarasi Hak Asasi Manusia Sejagat yang dinyatakan pada Artikel 18 bahawa setiap orang mempunyai hak kebebasan berfikir, kepercayaan dan agama. Perjanjian Antarabangsa mengenai Hak-hak Sivil dan Politik (ICCPR) juga mengandungi beberapa peruntukan mengenai hak kebebasan beragama iaitu Artikel 2, 4, 18, 20, 24, 26 dan 27.

Kebebasan Agama dalam Islam di Malaysia [ sunting - sunting sumber ] Berdasarkan kes Che Omar Che Soh v. Public Prosecutor(1988)tidak dinafikan bahawa Islam merupakan agama Perseketuaan dan bukannya undang-undang asas dan bagi Perkara 3 telah memberikan hak terhadap badan legislatif untuk membuat undang-undang. Selain ituundang-undang Islam bukannya dan tidak pernah menjadi Undang-undang asas bagi Perseketuaan mahupun bagi taraf sesebuah negeri.

Ia juga hanya terlibat atas bidang kuasannya terhadap orang Islam sahaja dan berkenaan di Jadual kesembilansenarai II-Senarai Negeriperkara 1 yang di bawah bidang kuasa undang-undang agama Islam terhadap mereka yang berkenaan • ^ http://www.statistics.gov.my/ Department of Statistics, Malaysia.

• ^ Perlembagaan Malaysia di Wikisource • ^ Selasa Januari 24, 2006 Mahkamah putuskan mayat Nyonya Tahir dikebumi ikut cara Buddha. • ^ Peguam Syarie Menulis: Cara baik selesai status agama. • ^ Ahmad, Dzulkefly. [The religious pluralism debate "The religious pluralism debate"] Check -url= value ( bantuan).

The Malaysian Insider. Dicapai pada 10 April 2011. • ^ ibid. • ^ Marriage Procedures Between Muslim and Non-muslim Diarkibkan 2011-07-22 di Wayback Machine, Malaysia Government Official Portal. Accessed September 23, 2007. • ^ Marriage in Malaysia Diarkibkan 2007-10-14 di Wayback Machine, British High Commission, Kuala Lumpur. Accessed 23 September 2007 • ^ "Federal Court needs time over Subashini appeal", The Star, September 24, 2007. • ^ "Lawyer: Syariah Court has no jurisdiction over Subashini", The Star, September 19, 2007.

• ^ "Malaysia court rejects Hindu persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah.

persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah

BBC News. December 27, 2007. Dicapai pada May 2, 2010. • ^ a b c "A view on infant conversions to Islam", Aliran Monthly. Accessed 23 September 2007. • ^ "Safeguard Rights Of Wives And Children Upon Conversion Of Husbands To Islam" Diarkibkan 2007-09-22 di Wayback Machine, Women's Aid Organisation, February 5, 2007. • ^ For a recent case history, see: Perlez, Jane (2006-08-24). "Once Muslim, Now Christian and Caught in the Courts".

New York Times. Dicapai pada 2006-08-25. Cite has empty unknown parameter: -coauthors= ( bantuan) • ^ "Malaysian sect members arrested". BBC News. July 4, 2005. Dicapai pada March 27, 2010. • ^ Pressly, Linda (Nov. 15, 2006). Life as a secret Christian convert. BBC News. • ^ Arnholz, Katrin (Jun. 28, 2006). Muslim women who share a secret love Diarkibkan 2008-10-15 di Wayback Machine. sydneyanglicans.net. • ^ Boston News about Lina Joy conversion case/ • ^ "Syariah Court Decides Nyonya Tahir Not A Muslim".

Bernama. 2006-01-23. Diarkibkan daripada yang asal pada 2007-09-29. Dicapai pada 2007-05-02. • ^ Selvarani, P. (Nov. 19, 2006). Very few have abandoned the faith Diarkibkan 2008-01-04 di Wayback Machine.

New Straits Times. • ^ "Lina Joy's Case: Court Will Give Decision As Fast As Possible" Diarkibkan 2007-05-18 di Wayback Machine, Bernama, July 4, 2006. • ^ "Lina Joy Loses Appeal". theStarOnline. Dicapai pada 2007-05-30. • ^ "Malaysia 'convert' claims cruelty".

BBC News. 2007-07-06. Dicapai pada 2007-07-06. • ^ Nor, Hilmy: "Circumcised Heart", Petaling Jaya: Kairos Research Centre, 1999, ISBN 983-9506-05-6 • ^ Interlit Magazine: Synopsis of Circumcised Heart by Miriam Adeney Diarkibkan 2007-06-04 di Wayback Machine, p. 23; Vol. 41 No. 2, Colorado Springs: Cook Communications Ministries International, June 2004 (URL last accessed on May 21, 2007) • ^ Isu Murtad Nur'aishah Bokhari: Statutory Declaration by Nur'aishah Bokhari (URL last accessed on May 21, 2007) • ^ News from www.TheStar.com.my: [1] (URL last accessed on Aug 18, 2008) • ^ "Religious row flares in Malaysia".

BBC News. 2009-07-15. Dicapai pada 2009-07-15. • ^ "MAIS forbids Ahmadiyya worship". thenutgraph. Dicapai pada 26 October 2010. • ^ "ISLAMIC COUNCIL IN MALAYSIA ISSUES NOTICE TO AHMADIYYA MUSLIM JAMAAT PREVENTING USE OF CENTRAL MOSQUE". thepersecution. Dicapai pada 26 October 2010. • ^ Temple row - a dab of sensibility please, malaysiakini.com • ^ Muslims Destroy Century-Old Hindu Temple, gatago.com • ^ Pressure on multi-faith Malaysia, BBC • ^ a b Hindu group protests 'temple cleansing' in Malaysia, Financial Express • ^ Malaysia ethnic Indians in uphill fight on religion Reuters India - November 8, 2007 • ^ Malaysia Muslims protest proposed Hindu temple Associated Press - August 28, 2009 • ^ Malaysia strips Hindus of rights Daily Pioneer - January 19, 2010 • ^ New Strait Times, 20 Disember 2004 • ^ 28-Sep-2005 issue • ^ Company News Story • ^ Richard Lloyd Parry (January 16, 2010).

"Security increased at Christian churches as Allah row divides Malaysia". The Times. Dicapai pada July 11, 2010. • ^ Malaysia Christians challenge ban on word 'Allah' • ^ http://news.yahoo.com/s/afp/20071230/wl_asia_afp/malaysiareligioncatholicislammedia_071230080713 • ^ "Court Allows Archbishop Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Sue Govt". Sin Chew. 2008-05-05. Dicapai pada 2008-05-05. • ^ "Malaysian church, weekly newspaper sue government for banning use of word 'Allah '".

Associated Press. 2007-12-28. Diarkibkan daripada yang asal pada 2008-01-17. Dicapai pada 2007-12-28. • ^ "Confiscating of Christian Literature - Council of Churches of Malaysia". Diarkibkan daripada yang asal pada 2008-03-02. Dicapai pada 2017-09-04. • ^ Malaysia – “No” To Christian Allah • ^ "Christians say fed up with Najib administration".

Diarkibkan daripada yang asal pada 2011-03-12. Dicapai pada 2017-09-04. • ^ Mariner Azhar: I have not renounced Islam, theSun, November 17, 2006 • ^ "M'sian church fire-bombed".

Straits Times. 2010-01-08. Dicapai pada 2010-01-08. • ^ "New cases of attempted arson and vandalism being probed". The Star Online. • ^ "Two surau in Muar firebombed". Malaysiakini. Dicapai pada 2013-09-09. • ^ "Surau attacked with red paint". Dicapai pada 2013-09-09. • ^ Kamus Dewan • ^ Leonard Swindler. 1986. Religious Liberty and Human Rights in Nations and Religions. Philadelphia: Springer.

Kebebasan Menganut Agama di Malaysia [ sunting - sunting sumber ] Bagi orang yang beragama Islam, mereka tidak dibenarkan keluar dari agama Islam sesuka hati. Keluar agama Islam sesuka hati dipanggil murtad. Hal ini merupakan satu jenayah hudud.

Murtad dari segi Bahasa bermaksud seorang mukallaf yang keluar daripada Islam atas pilihan sendiri secara terang-terangan (melalui perkataan ataupun perbuatan) mahupun secara batin.

Abdul Aziz Bari menyatakan bahawa: “Perbuatan murtad adalah barah yang boleh merosakkan umat Islam dan kesalahan ini tidak boleh dibiarkan kerana orang yang meninggalkan Islam dianggap mencabar kedudukan Islam.

Inisiatif untuk mengawal perbuatan murtad adalah urusan dalaman umat Islam yang tiada kaitan dengan kebebasan beragama kerana tindakan berkenaan bukan bertujuan untuk memaksa orang bukan Islam untuk menerima Islam.” Kes yang menunjukkan hak kebebasan menganut agama ini antaranya ialah Daud bin Mamat & ors v.

Majlis Agama Islam (2001) dan Lina Joy v. Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (2007). Dalam kes Daud bin Mamat & ors v. Majlis Agama Islam (2001), pemohon ingin keluar daripada agama islam. Pemohon telah membuat permohonan deklarasi dengan membangkitkan perkara 11(1) bahawa pemohon mempunyai kebebasan mutlak dalam menganut dan mengamalkan agama.

Mahkamah memutuskan meninggalkan sesuatu agama tidak boleh disamakan dengan hak ‘untuk menganut dan mengamalkan agama’. Mahkamah berpendapat lagi, perbuatan untuk menerima bahawa meninggalkan sesuatu agama adalah sama dengan dengan tafsiran tersebut dan akan meluaskan skop perkara 11(1). Dalam kes Lina Joy v. Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (2007) pula, perayu yang telah pun keluar dari agama Islam telah memohon untuk menukarkan agama Islam yang tertulis dalam kad pengenalan beliau.

Peguam perayu telah membangkitkan isu perkara 11(1) dan menyatakan bahawa perayu mempunyai hak untuk menganut mana-mana agama dan perkataan Islam persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah kad pengenalan perayu wajar ditukar. Kebebasan Mengamalkan Agama [ sunting - sunting sumber ] Perkara 11(3) ada menyentuh setiap kumpulan agama mempunyai hak mereka tersendiri dalam menguruskan hal ehwal agamanya. Hak yang dimaksudkan adalah seperti: I. Hak berkumpul beramai-ramai II.

Hak menubuhkan persatuan keagamaan III. Hak untuk menguruskan sendiri hal ehwal agama IV. Hak untuk membina rumah ibadat V. Hak untuk menggunakan kitab suci VI. Hak untuk menubuhkan institusi pendidikan VII. Hak untuk menubuhkan institusi kebajikan VIII. Hak untuk memilik harta Selain itu, perkara 12(2) dalam Perlambagaan Persekutuan juga menyatakan bahawa: “Tiap-tiap kumpulan agama mahupun secara setrata melalui induvidu-induvidu yang telahpun ditauliahkan secara tersirat untuk mengalas tugas-tugas '"yang khas"' berdasarkan: Menurut suatu riwayat Nabi Isa ,setelah turun dari langit akan menetap di bumi sampai wafatnya selama 40 tahun.

Ia akan memimpin dengan penuh keadilansebagaimana yang diceritakan dalam hadist berikut : Demi yang diriku berada ditanganya,sesungguhnya Ibn Maryam hampir akan turun di tengah-tengah kamu sebagai pemimpin yang adil, melimpahkan harta sehingga tidak seorangpun yang mahu menerima pemberian dan sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR.

Bukhari,Muslim,Ahmad,Nasa’I,Ibn Majah dari Abi Hurairah) Wahai seluruh kaum muslimin, bergembiralah kamu sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri telah menghancurkan musuhmu. (HR. Ahmad, Ibn Majah, Ibn Hiban dan Hakim dari Abu Sa’id) Turunnya Nabi Isa ke bumi mempunyai misi menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dan membersihkan segala penyimpangan agama ,baginda akan bekerjasama dengan "'Imam Mahdi''' Marhalah dakwah Muhammad Marhalah dakwah baginda boleh dibahagikan mengikut fasa: • Fasa Makkah: hampir 13 tahun • Dakwah rahsia: 3 tahun • Dakwah terbuka di Makkah: hampir 7 tahun • Dakwah kepada semua: 3 tahun • Fasa Madinah: 10 tahun Perjuangan dakwah Muhammad juga boleh diringkaskan sebagai berikut: • Pertama: Marhalah Tasqif - tahap pembinaan dan pengkaderan untuk melahirkan individu-individu yang menyakini pemikiran ( fikrah) dan metod ( thariqah) parti politik guna membentuk kerangka gerakan.

• Kedua: Marhalah Tafa’ul ma’al Ummah - tahap berinteraksi dengan umat agar umat turut sama memikul kewajiban dakwah Islam, sehingga umat akan menjadikan Islam sebagai panduan utama dalam hidupnya serta berusaha untuk menerapkannya dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

• Ketiga: Marhalah Istilamil Hukmi - tahap pengambilalihan kekuasaan, dan penerapan Islam secara utuh serta menyeluruh, lalu mengembangkannya sebagai risalah Islam ke seluruh penjuru dunia. membanteras semua musuh-musuh Allah yakni sesuai sekali teramat molek untuk diklasifasikan serta ditakrifkan sejak • 22 Mei 2019 - kini: Kebawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong ke-16, Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al Mustafa Billah Shah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah • Jawi: کباوه دولي يڠ مها موليا سلطان ڤهڠ السلطان عبد الله رعاية الدين المصطفى بالله شاه ابن سلطان حاج أحمد شاه المستعين بالله Nama gelaran rasmi baginda bermaksud Al-Sultan Abdullah Pembela Agama yang Terpilih oleh Allah.

Gelaran penuh baginda ialah: Kebawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong XVI Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah, D.K.P., D.K.M, D.K., D.M.N.S.S.A.P., S.I.M.P., D.K.(Terengganu)., D.K.(Johor)., S.P.M.J., D.K.M.B.(Brunei)., D.K.(Kedah)., D.K.(Perlis)., D.K.(Perak)., D.K (Selangor). Telah memberikan asas-asas khusus-khusus telah diperuntukan tersirat bersama-sama kelebihan-kelebihan daripada hasil usaha-usaha permohonan mendapatkan perkenan-perkenan sendiri secara pribadi mahupun berkumpulan untuk memohon secara terus mahupun langsung secara terbuka mahupun secara tertutup bergantung kepada mana-mana medium sedia ada sebagai penghubung berkomunikasi dengan Yang Teramat Arif Yang Mulia Barisan-Barisan delegasi-delegasi perwakilan-perwakilan institusi Legasi Kaum-kaum Kerabat Ke-bawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Yang Di-Pertuan Agong Bersama-sama Ke-bawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Raja Permainsuri Yang Di-Pertuan Agong Disamping Bimbingan Nasihat-nasihat Pernilaiaan Pemarkahan Perutusan-perutusan "'khas"' (Secara Rasmi dan juga secara tidak rasmi) persetujuan pengusulan usul-usul "kompetitif kompleks'" daripada Bangsawan-Bangsawan Kerabat-Kerabat Yang Mulia Tuan Kesatria-Kesatria Jeneral-Jeneral Angkatan Bersenjata "'Swasta'" "'Ranger'" Semboyan Diraja Batalion10th dan juga lain-lain Batalion daripada setiap Division-Division sedia 'wujud' berkhidmat didalam perkhidmatan rahsia Kerajaan Imperialis Empayar Diraja Ke-bawah Duli Yang Maha Mulia Maharaja bersama-sama Ke-bawah Duli Yang Maha Mulia Maharani Yang Mulia Ratu Nya Ibunda Kepada kerabat Diraja kerajaan Imperialis Empayar Koloni-Koloni Jajahan Mahkota Nya Sendiri berhak menubuhkan dan menyenggarakan institusi-institusi bagi menyelengarakan pendidikan kanak-kanak dalam agama kumpulan itu sendiri, dan tidak boleh ada diskriminasi semata-mata atas alasan agama dalam mana-mana undang-undang yang berhubungan dengan institusi-institusi itu atau dalam pentadbiran mana-mana undang-undang itu; tetapi adalah sah bagi Persekutuan atau sesuatu Negeri menubuhkan atau menyenggarakan atau membantu dalam menubuhkan atau menyenggarakan institusi-institusi Islam atau mengadakan atau membantu dalam mengadakan ajaran dalam agama Islam dan melakukan apa-apa perbelanjaan sebagaimana yang perlu bagi maksud itu.” Antara kes yang boleh digunapakai dalam isu ini ialah Zakaria Abdul Rahman v Ketua Polis Negara Malaysia & Anor (2001).

Dalam kes ini, plaintif yang merupakan seorang pegawai polis telah meminta kebenaran daripada pihak defendan untuk berkahwin lagi satu. Pihak defendan bagaimanapun tidak meluluskan permohonan plaintif. Plaintif tetap meneruskan hasratnya untuk berpoligami sehingga beliau dikenakan tindakan tatatertib. Pihak plaintif telah mencabar tindakan tersebut atas dasar bertentangan dengan perkara 11. Mahkamah memutuskan walaupun Islam membenarkan umatnya untuk berpoligami, ia bukanlah sesuatu yang diwajibkan.

Oleh itu, tidak menjadi kesalahan apabila pihak berkuasa mengenakan syarat ke atas mana-mana anggota polis untuk mendapatkan kebenaran daripada pegawai kanan sebelum berpoligami. Kebebasan Menyebarkan Agama [ sunting - sunting sumber ] Kebebasan menyebarkan agama bermaksud seseorang itu diberikan kebebasan untuk menyebarkan pengetahuan agamanya dengan memberitahu orang lain tentang prinsip-prinsipnya.

Hal ini dilakukan tanpa paksaan, pujukan atau penipuan. Kawalan penyebaran agama bukan Islam kepada orang Islam ada disebutkan dibawah perkara 11(4); “Undang-undang Negeri dan berkenaan dengan Wilayah-Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Labuan dan Putrajaya, undang-undang persekutuan boleh mengawal atau menyekat pengembangan apa-apa doktrin atau kepercayaan agama di kalangan orang yang menganuti agama Islam.” Perkara 11(4) secara amnya menegaskan bahawa penyebaran agama selain daripada agama Islam kepada orang Islam adalah dilarang terutamanya dari segi penyebaran dakwah.

Hal ini telah memberi kuasa kepada kerajaan negeri dan kerajaan persekutuan untuk mengubal undang-undang bagi menyekat penganut agama bukan Islam dari menyebarkan ajaran serta kepercayaan mereka kepada orang Islam.

Antara kes-kes yang boleh digunapakai ialah kes Abdul Rahim Haji Bahaudin v Ketua Kadi Kedah (1983) dan Menteri Dalam Negeri v Titular Roman Catholic Archbishop of Kuala Lumpur (2011). Dalam kes Abdul Rahim Haji Bahaudin v Ketua Kadi Kedah (1983), tertuduh telah dituduh di bawah seksyen 163(1) Enakmen Pentadbiran Undang-undang Islam Kedah kerana mengedar risalah berkaitan ajaran Ahmadi atau dikenali persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah nama Qadiani.

Tertuduh memohon writ untuk menghalang tindakan mahkamah syariah dikenakan ke atasnya atas alasan fatwa yang dikeluarkan menyatakan bahawa sesiapa yang menganut ajaran Qadiani dikira murtad. Oleh kerana tertuduh adalah pengikut ajaran Qadiani, maka dia dikira bukan Islam dan tidak tertakluk di bawah bidang kuasa mahkamah syariah. Tafsiran Peruntukan berkaitan Agama Islam [ sunting - sunting sumber ] Pandangan Sarjana [ sunting - sunting sumber ] Dari Sheridan Groves, Limitasi Kebebasan Beragama [ sunting - sunting sumber ] Ketenteraman Awam [ sunting - sunting sumber ] Sesuatu kelakuan itu boleh dilakukan selagi ianya tidak menjejaskan dan memudaratkan ketenteraman awam.

Re Tan Boon Liat [1976]: ‘ketenteraman awam’ bermaksud keamanan dan keselamatan yang dirasai oleh semua orang yang berada di bawah perlindungan undang-undang' Antara kes yang boleh digunapakai ialah Hajah Halimatussaadiah bte Hj Kamaruddin v Public Services Commission & Anor [1994].

Dalam kes ini, perayu merupakan seorangan kakitangan kerajaan yg bekerja di pejabat Penasihat Undang-undang Negeri Perak.

Beliau telah memakai purdah ke tempat kerja dan ini melanggar pekeliling kerajaan yang menegah pakaian yang menutup muka dalam waktu pejabat. Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah telah dibuang kerja atas alasan enggan menanggalkan purdah semasa bekerja.

Perayu mencabar pemecatannya. Mahkamaha Agung telah memutuskan bahawa larangan pakaian yang menutup muka ke atas kakitangan kerajaan tidak menjejaskan hak perayu mengamalkan agama. Kesihatan Awam Selagi sesuatu kegiatan yang persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah itu tidak menjejaskan kesihatan penduduk awam, maka ianya boleh dilaksanakan. Peruntukan dalam Kanun Keseksaan bab 14 yang menyatakan kesalahan-kesalahan yang berkaitan dengan kesihatan awam, keselamatan, keselesaan, kesusilaan dan moral termasuklah: •Seksyen 269 – perbuatan cuai yang berkemungkinan menyebabkan penyakit berjangkit tersebar •Seksyen 270 – perbuatan sengaja melakukan sesuatu yang berkemungkinan menyebabkan penyakit berjangkit tersebar •Seksyen 271 – ketidakpatuhan kepada peraturan kuarantin •Seksyen 273 – menjual minuman atau makanan yang membahayakan kesihatan Moral Sesuatu kelakuan itu boleh dilaksanakan selagi ianya tidak menjejaskan moral seseorang dan orang awam.

Moral bermaksud ajaran atau pegangan berkenaan baik buruk sesuatu perbuatan,sikap atau cara kelakuan yang berasaskan atau yang diukur dari segi ketentuan tentang baik buruk sesuatu akhlak. Undang-undang berkaitan moral dan kesusilaan bagi orang Islam terkandung dalam Enakmen ataupun Akta Kesalahan Jenayah Syariah seperti berikut: •Seksyen 20 – sumbang mahram •Seksyen 21 – pelacuran •Seksyen 22 – muncikari •Seksyen 23 – persetubuhan luar nikah •Seksyen 25 – Liwat •Seksyen 26 – Musahaqah •Seksyen 28 – lelaki yang berkelakuan seperti perempuan •Seksyen.

29 – Perbuatan tidak sopan di tempat awam Undang-undang berkaitan akidah bagi orang Islam terkandung dalam enakmen yang sama adalah seperti berikut: •Seksyen 3 – pemujaan salah •Seksyen 4 – mengajar doktrin palsu •Seksyen 5 – mengembangkan doktrin atau kepercayaan agama selain daripada kepercayaan agama Islam •S.

6 – mendakwa diri sebagai nabi atau rasul atau Imam Mahdi atau wali Hak Berkenaan dengan pendidikan (Perkara 12) [ sunting - sunting sumber ] Kementerian yang mempunyai obligasi untuk menjalankan Sistem pendidikan di Malaysia. Berdasarkan Perlembagaan Persekutuan Perkara 12 yang menjelaskan hak berkenaan sektor-sektor juga kaedah-kaedah didalam sistem sesebuah bidang pembelajaran iaitu sektor-sektor pendidikan: • (1) Tanpa menjejaskan keluasan Perkara 8, tidak boleh ada diskriminasi terhadap mana-mana warganegara semata-mata atas alasan agama, ras, keturunan atau tempat lahir— (a) dalam pentadbiran mana-mana institusi pendidikan yang disenggarakan oleh suatu pihak berkuasa awam, dan, khususnya, kemasukan murid-murid atau pelajarpelajar atau pembayaran fi; atau (b) dalam memberikan bantuan kewangan daripada wang sesuatu pihak berkuasa awam bagi penyenggaraan atau pendidikan murid-murid atau pelajar-pelajar di 9 mana-mana institusi pendidikan (sama ada diselengarakan dari suatu pihak berkuasa awam atau tidak dan sama ada di dalam atau di luar Persekutuan).

(2) Tiap-tiap kumpulan agama berhak menubuhkan dan menyenggarakan institusi-institusi bagi pendidikan kanak-kanak dalam agama kumpulan itu sendiri, dan tidak boleh ada diskriminasi semata-mata atas alasan agama dalam mana-mana undang-undang yang berhubungan dengan institusi-institusi itu atau dalam pentadbiran mana-mana undang-undang itu; tetapi adalah sah bagi Persekutuan atau sesuatu Negeri menubuhkan atau menyenggarakan atau membantu dalam menubuhkan atau menyenggarakan institusi-institusi Islam atau mengadakan atau membantu dalam mengadakan ajaran dalam agama Islam dan melakukan apa-apa perbelanjaan sebagaimana yang perlu bagi maksud itu.

• (3) Tiada seorang pun boleh dikehendaki menerima ajaran sesuatu agama atau mengambil bahagian dalam apa-apa upacara atau upacara sembahyang sesuatu agama, selain agamanya sendiri. • (4) Bagi maksud Fasal (3) agama seseorang yang di bawah umur lapan belas tahun hendaklah ditetapkan oleh ibu atau bapanya atau penjaganya.

Perkara 12 Perlembagaan Persekutuan Malaysia jelas menunjukkan bahawa tidak boleh wujud sebarang diskriminasi terhadap mana-mana warganegara semata-mata atas alasan agamarasketurunan atau tempat lahir. Tafsiran "pendidikan" daripada Kamus Dewan telah mengatakan definisinya sebagai perihal atau perbuatan mendidik atas seseorang yang berhak ke atas mana-mana warganegara Malaysia: Antara jabatan yang mempunyai tanggungjawab untuk melaksanakan pembelajaran bagi warganegara adalah Kementerian Pelajaran Malaysia yang boleh dilihat beransur daripada sekolah yang berada di bawah tanggungan kerajaan, swasta dan secara tersendiri dengan cara pelaksanaan institusi tersebut.

Pembahagian kuasa antara Perseketuaan dan negeri terhadap pendidikan [ sunting - sunting sumber ] Tertera di seksyen 13(a) di bawah jadual kesembilan Perlembagaan Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah terletaknya kuasa untuk menggubal Undang-undang terletaknya kepada Parlimen Persekutuan dan seksyen tersebut telah mengatakan pendidikan haruslah digolongkan bersama pendidikan sekolah rendah, menengah dan juga universiti.

Disertakan sekali dengan pendidikan vokasional dan teknik latihan guru serta pendaftaran dan pengawalan guru. Pengurusan sekolah juga tergolong dan pemajuan pengajian khas dan juga penyelidikan terhadap subjek sains dan juga sastera.

Seksyen 13(b) di bawah jadual yang sama juga meletakkan sama Perpustakaanmuziummonumern dan rekod purba-kala serta tapak peninggalan zaman purba sebagai tempat yang terlibat dalam skop pendidikan bagi seksyen tersebut.

Antara akta yang diguna pakai sebagai asas bagi penubuhan sesuatu Universiti adalah merupakan akta universiti dan kolej universiti 1971 pindaan 2009(AUKU) dan juga akta lain seperti Akta Universiti Teknologi Mara 1976 sebagai rujukan dengan perlaksanaan sesebuah Universiti Kerajaan. Bagi sesebuah Universiti Swasta pulamereka haruslah mematuhi Akta Pendidikan Swasta 1996. Kesamarataan dan ketiadaan diskriminasi [ sunting - sunting sumber ] Berdasarkan Perkara 12(1)(a)telah dinyatakan bahawa tanpa menjejaskan keluasan Perkara 8tiada sebarang diskriminasi boleh dilakukan terhadp apa yang telah dinyatakan dalam Perkara tersebut dan berdasarkan regulasi 5 Jadual Pertama AUKU menerangkan tentang penaklukan terhadap Perkara 153 Perlembagaan Perseketuaan di mana sama ada sebagai pegawai, guru atau pelajar, adalah terbuka kepada semua orang tidak kira jantina, ras,agama, bangsa atau kelas; dan tiada apa-apa ujian mengenai kepercayaan atau penganutan agama boleh dilakukan atau diadakan untuk menge-hakkan (beri hak-hak) seseorang menjadi anggota atau untuk mengurniakan kepada seseorang apa-apa ijazah atau diploma Universiti, dan juga tiada apa-apa jua fellowship, biasiswa, bantuan, dermasiswa, pingat, hadiah atau kepujian atau kurniaan lain boleh dihadkan kepada orang daripada sesuatu ras, agama, bangsa atau kelas yang tertentu jika belanja baginya dibayar daripada wang am Universiti.

Penggunaan bahasa pembelajaran [ sunting - sunting sumber ] Di bawah Perkara 152(1)penggunaan Bahasa Melayu telah didklerasikan sebagai bahasa penggunaan seluruh negara tetapi walhal itutiada seorang akan dihalang untuk daripada perkara yang merupakan perkara yang rasmitiada seorang akan dihhalang untuk mempelajari dilarang ataupun dihindari daripada daripada menggunakanmempelajari mahupun mengajar bahasa lain di Perseketuaan tersebut.

Berdasarkan juga di seksyen 2 Akta Pendidikan (1999) Akta 550 telah mengatakan bahawa ) di mana kemudahan bagi pengajaran— i. bahasa Cina atau Tamil hendaklah diadakan jika ibu bapa sekurang--kurangnya lima belas orang murid di sekolah itu memintanya serta bahasa-bahasa kaum asli hendaklah diadakan jika didapati munasabah dan praktik berbuat sedemikian dan jika ibu bapa sekurang-kurangnya lima belas orang murid di sekolah itu memintanya; dan bahasa Arab, Jepun, Jerman atau Perancis atau mana-mana bahasa asing lain boleh diadakan jika didapati munasabah dan praktik berbuat sedemikian; dan menyediakan murid bagi apa-apa peperiksaan sebagaimana yang ditetapkan.

Tetapi di kes seperti Merdeka Universiti v. Kerajaan Malaysia (1982) telah mengatakan bahawa di bawah Perkara 160(2) Perlembagaan Perseketuaan mengatakan bahawa semua universiti dan tidak kira jikanya swasta mahupun kerajaan akan dinyatakan sebagai sesuatu badan awam dan perlulah menggunakan bahasa melayu di bawah Perkara 152 Perlembagaan Persekutuan.

Terdapat juga pengecualian di mana penggunaan Bahasa Inggeris boleh diguna pakai di dalam semua aspek rasmi tetapi terdapat limitasinyaantaranya adalah : • Yang Di-Pertua Agong boleh memberikan kebenaran menggunakan bahasa tersebut jikanya ianya dianggap sesuai untuk sesuatu majlis tersebut • Di bawah seksyen 17(1) mengatakan bahawa s17(1) Bahasa kebangsaan hendaklah menjadi bahasa pengantar utama di semua institusi pendidikan dalam Sistem Pendidikan Kebangsaan kecuali sekolah jenis kebangsaan yang ditubuhkan di bawah seksyen 28 atau mana-mana institusi pendidikan lain yang dikecualikan oleh Menteri daripada subseksyen ini (2) Jika bahasa pengantar utama di sesuatu institusi pendidikan adalah selain daripada bahasa kebangsaan, maka bahasa kebangsaan hendaklah diajarkan sebagai mata pelajaran wajib di institusi pendidikan itu., Maka tersebut telah memberi ruang untuk menggunakan bahasa Inggeris di tempat pengajaran tersebut: Isu yang berbangkit terhadap Pendidikan [ sunting - sunting sumber ] • Berdasarkan isu kes Merdeka University Berhad v.

Government Of Malaysia(1982) tentang Perkara 12(1) Perlembagaan Perseketuaan yang telah berkait dengan Perkara 152(1) tentang penggunaan bahasa kebangsaan serta Perkara 160 tentang pentafsiran bahawasanya Merdeka University tersebut merupakan sebuah badan awam yang beratoriti untuk menjalankan kewajipannya sebagai sebuah universiti. Selain itupenghakiman juga telah mengatakan bahawa Perkara 12(1) hanya tertakluk kepada Universiti Awam sahaja. • Isu terhadap penggunaan kalimah "Allah" dalam penerbitan majalah "Herald - The Catholic Weekly" di mana berlakunya pelanggaran permit yang diberikan yang memberi batasan terhadap apa yang boleh dicetak • (i) Permohonan penerbitan dalam Bahasa Melayu adalah dibenarkan, namun demikian, penggunaan kalimah "ALLAH" adalah dilarang sehingga mahkamah membuat keputusan mengenai perkara tersebut.

• (ii) Di halaman hadapan penerbitan ini, tertera perkataan 'TERHAD' yang membawa maksud penerbitan ini adalah terhad untuk edaran di gereja dan kepada penganut Kristian sahaja" ("the impugned decision") Isu Terhadap Kebebasan Agama dan Pendidikan [ sunting - sunting sumber ] Pendidikan terhadap Perkara yang berkaitan dengan keagamaan Di bawah Perkara 12(2) Perlembagaan Perseketuaan telah dinyatakan bahawa setiap kumpulan agama mendapat hak untuk menubuhkan dan menjalankan sebuah institusi pembelajaran terhadap pendidikan kepada kanak-kanak yang menganut ajaran agamanya tersendiri.

Tetapi di bawah Perkara 3(1) Perlembagaan PerseketuaanUndang-undang Perseketuaan dan Negeri berhak menubuhkanmenjalankan serta membantu Institusi yang beragama Islam semata-mata. Selain itudi bawah Perkara 12(3) Perlembagaan Perseketuaan menerangkan bahawa seseorang boleh dikehendaki menerima ajaran sesuatu agama atau mengambil bahagian dalam apa-apa upacara sembahyang agama lain selain agamanya tersendiri.

Di dalam kes Teoh Eng Huat v. Khadi di Pasir Mas(1986)adalah dipersetujui bahawa Perkara 12(3) hanya terpakai jika dipaksan dan manakalaa jika ianya dilakukan dengcan cara sukarela menerima arahan dalam sesuatu yang berasaskan daripada agama lain yang dianutinya. Selain itukes di bawah menerangkan lebih lanjut tentang bertenglingkahan antara Perkara 11 dan Perkara 12 Perlembagaan Perseketuaan Menteri Dalam Negeri v Titular Roman Catholic Archbishop of Kuala Lumpur Kes tersebut telah menyatakan tentang isu penggunaan "Allah" di dalam majalah yang berjudul “Herald – The Catholic Weekly” di mana pihak penerbit yang merupakan Titular Roman Catholic Archbishop of Kuala Lumpur telah menghantar Semakan Kehakiman (Judical Review) terhadap mahkamah tinggi.

Semakan Kehakiman tersebut dilakukan untuk larangan yang telah dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri terhadap penggunaan "Allah" persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah dalam majalah mingguan. Isu tersebut telah dibicarakan di tiga mahkamah di mana isu yang dibangkitkan di mahkamah merupakan berbeza-beza. • Mahkamah Tinggi • Isu utama merupakan meminta semakan kehakiman terhadap larangan penggunaan "Allah" dalam majalah mereka iaitu “Herald – The Catholic Weekly” • Pihak perayu(Menteri Dalam Negeri) membangkitkan isu bahawa kerajaan telah melaksanakan tugasnya dalam skop undang-undangseperti yang telah dicetak di s.7(1) Akta Mesin Cetak Dan Penerbitan 1984 : • Jika Menteri berpuas hati bahawa apa-apa hasil penerbitan mengandungi apa-apa makalah, karikatur, fotograf, laporan, nota, tulisan, bunyi, muzik, kenyataan atau apa-apa perkara lain yang mengikut apa-apa jua cara memudaratkan atau mungkin memudaratkan ketenteraman awam, kemoralan, keselamatan, atau yang mungkin menggemparkan fikiran orang ramai, atau yang berlawanan atau mungkin berlawanan dengan mana-mana undang-undang atau yang selainnya memudaratkan atau mungkin memudaratkan kepentingan awam atau kepentingan negara, dia boleh menurut budi bicara mutlaknya melalui perintah yang disiarkan dalam Warta melarang, sama ada secara mutlak atau tertakluk kepada apa-apa syarat yang ditetapkan, pencetakan, pengimportan, penghasilan, penghasilan semula, penerbitan, penjualan, pengeluaran, pengelilingan, pengedaran atau pemilikan hasil pengeluaran itu dan hasil pengeluaran masa hadapan penerbit yang berkenaan.

• Antara perkara yang dibangkitkan oleh Mahkamah Tinggi adalah pembatasan yang diberikan bercanggah dengan dengan Perkara 3(1) Perlembagaan Perseketuaan dan Perkara 10 terhadap kebebasan bercakapberhimpun dan berpersatuaan. • Mahkamah Rayuan • Di mahkamah rayuan pula pihak perayu(Menteri Dalam Negeri) telah merayu daripada penghakiman yang diajtuhkan yang memihak kepada Titular • Rayuan yang dilakukan tersebut hanyalah berdasarkan penyemakan semula penghakiman dan bukan terhadap merit kes tersebut serta budi bicara Menteri tersebut berkaitan Akta 1984 tersebut • · Asas lain yang dipergunakan bagi menjustifikasikan rayuan tersebut adalah larangan penggunaan “Allah” adalah untuk kepentingan rakyat sejagat serta kepentingan awam dan larangan yang dilakukan merupakan perbuatan yang sah dari segi undang-undang serta patut dilaksanakan Terdapat juga isu Perlembagaan diperbangkitkan di mana Perkara 3(1) Perlembagaan Perseketuaan harus dibacakan bersama yang jelas memperkatakan bahawa Islam merupakan agama rasmi Perseketuaan.

Hakim juga menjelaskan lagi terhadap bagaimana perungkaian yang berlaku dalam Perkara tersebut dalam Kertas Putih atau lebih dikenali sebagai cadangan Perlembagaan Federasi Malaysia 1957 dan pernyataan bahawa Perlembagaan Perseketuaan menjadi undang-undang pertama bagi Perseketuaan ·Rujukan juga dibuat terhadap Perkara 11(4) yang dibuat oleh Profesor Dr Shad Saleem Faruqi yang mengatakan orang bukan Islam adalah dilarang untuk berdakwah agama mereka terhadapa orang Islam.

·Sebagai asas yang digunakan oleh Menteri untuk menyentuh perkara yang memerlukan sebuah semakan kehakiman(judicial review) terhadap perkara yang berkaitan hal-hal yang melibatkan keselamatan awam dan melibatkan perkara yang berada dalam skop kepentingan pihak responden(Titular). Sebagai amnya penghakiman yang dilaksanakan oleh mahkamah amat penting bagi perkara yang berkaitan dengan keselamatan awam serta pelaksanaanya terhadap badan eksekutif.

• Juga ingin dinyatakan bahawa isu terhadap penggunaan kalimah tersebut hanyalah terhenti di Mahkamah Rayuan dan aspek yang dibangkitkan di Mahkamah Perseketuaan adalah perkara lain sama sekali. Mahkamah Perseketuaan • Pihak pemohon(Titular) telah meminta agar sesuatu permohonan untuk meminta kebenaran untuk merayu di Mahkamah Perseketuaan.

• Di Mahkamah Perseketuaan pulapihak pemohonan(Titular) teleh memohon terhadap penghakiman yang telah dilaksanakan di Mahkamah Rayuan yang telah menolak penghakiman terhadap penggunaan “Allah” dalam majalah tersebut.

• Pihak perayu telah melontarkan sebanyak 28 soalan yang terbahagi kepada 3 bahagian iaitu A : Soalan Pendadbiran B: Soalan Perlembagaan C: Soalan am • Soalan-soalan yang dibentangkan memberi kebenaran untuk memberi kebenaran membicarakan keputusan Mahkamah Rayuansoalan yang dibentangkan haruslah melepasi syarat dan batasan yang ditetapkan dalam s.96(a) Akta Mahkamah Kehakiman 1964 • Dalam penghakiman yang dilakukan kesemua bahagian dari A ke C gagal untuk memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh s.96(a) tersebut • Sesebuah ujian juga dibangkitkan di Mahkamah Perseketuaan iaitu ujian Subjekti dijalankan yang merupakan perspektif defendanberhubung dengan niat seorang ia akan berkenaan hanya dengan sama ada defendan melakukan meramalkan tahap kebarangkalian hasil yang berlaku dari tindakannya.

Ujian objektif melihat perspektif seseorang yang munasabah. Ie Adakah seseorang yang munasabah jangkakan tahap kebarangkalian hasil yang berlaku daripada tindakan defendan.

Penghakiman Akhir oleh kes tersebut [ sunting - sunting sumber ] Pada penghakiman ini, telah didapati bahawa keputusan majoriti telah dicapai di mana 4 orang hakim, diketuai persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Ketua Hakim Negara, Ariffin Zakaria, telah menolak permohonan perayu mengenai kes ini.

Walau bagaimanapun, terdapat 3 orang hakim yang menentang penolakan permohonan itu.Antara 4 orang hakim yang menolak keputusan ini ialah, Ariffin Zakaria KHN, disokong oleh Raus Sharif HMR, Zulkefli Makinudin KH (Malaya) dan Suriyadi Halim Omar HMP .Manakala 3 orang hakim yang menentang ialah Richard Malanjum KH (Sabah & Sarawak), Zainun Ali HMP dan Jeffrey Tan HMP Pembahagian Penghakiman yang diterima oleh kes tersebut [ sunting - sunting sumber ] Hakim Penghakiman Yang Diberi Richard Malanjum KH (Sabah & Sarawak) Richard Malanjum telah menentang akan keputusan ini.

Pada penghakiman beliau, pemohon telah lepasi syarat di Seksyen 96(a) dan (b) Akta Mahkamah Kehakiman 1964. Oleh itu, kebenaran harus diberi bagi semua persoalan yang dicadangkan dalam bahagian A, B, C.Selain itu, Terdapat merit pada hujah pemohon bahawa keputusan Menteri seperti yang disahkan oleh Mahkamah Rayuan melanggar fasal 11(1) dan (3) Perlembagaan dan menjejaskanhak penganut-penganut Kristian berbahasa Melayu di Sabahdan Sarawak.

Tambahan lagi, ujian "essential dan integral part of religion" yang diguna pakai pada Mahkamah Rayuan, tiada sebab mengapa hak-hak di bawah fasal 11 Perlembagaan harus dibataskan kepada bahagian bahagian penting dan dalaman ataupun teras agama sahaja. Kecuali diputuskan selanjutnya oleh mahkamah ini, interpretasiinterpretasi terhadap fasal Perlembagaan oleh Mahkamah Rayuan ini akan diterima sebagai betul, sebagai undang-undang dan sebagai mengikat mahkamah-mahkamah di bawah.

Zainun Ali HMP Zainun ali juga telah menentang akan keputusan kes ini. Dalam penghakiman beliau, isu sumber kuasa nampaknya diliputi oleh ketidaktentuan. Menteri sendiri bertegas mengenai sumber kuasanya sementara Mahkamah Rayuan pula berbelah bagi. Mengambilkira ketidaktentuan ini, adalah penting bahawa sumber kuasa diperjelaskan dan diselesaikanBerkenaan kepada isu ujian "subjective objective", adanya kekeliruan kerana penggunaan label 'subjective objective' adalah 2 konsep yang saling menolak satu sama lain.

Kekeliruan ini boleh dirungkai jika pihak - pihak diberikan peluang untuk berhujah.Zainun Ali tidak mahu menjawab persoalan pada bahagian B kerana beliau mengatakan jawapan pada bahagian A telah cukup dijawab seperti mana pada Seksyen 96(a) AMK(Akta Mahkamah Kehakiman 1964) Jeffrey Tan HMP Jeffrey Tan juga antara hakim yang menentang akan keputusan ini. Antara penghakiman beliau, tugas mahkamah hanyalah untuk menentukan sama ada kehendak perenggan kecil (a) dan (b) Seksyen 96 AMK dipenuhi.

Tanggungjawab mahkamah ini tidak lebih dari setakat itu sahaja.(2) Persoalan-persoalan perlembagaan harus dijawab olehMahkamah Persekutuan.

Persoalan-persoalan ini terlalu pentinguntuk dijawab oleh selain darinya. Kebenaran harus diberi supaya keperlembagaan syarat boleh dibangkitkan dalam satu rayuan ke Mahkamah Persekutuan.

Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • • Perlembagaan Perseketuan (Perkara 11 dan 12) • Perlembagaan Perseketuaan • Che Omar Che Soh v. Public Prosecutor (1998) 2 MLJ 55 • Daud bin Mamat & ors v. Majlis Agama Islam (2001) dan Lina Joy v. Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan 2 MLJ 390 • Joy v. Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (2007) 4 MLJ 585 • Zakaria Abdul Rahman v Ketua Polis Negara Malaysia & Anor (2001) 3 MLJ 385 • Abdul Rahim Haji Bahaudin v Ketua Kadi Kedah (1983) • Menteri DalaTitular Roman Catholic Archbishop of Kuala Lumpur v Menteri Dalam Negeri & Orsm Negeri v Titular Roman Catholic Archbishop of Kuala Lumpur (2014) [2014] 4 LRC 1 • Titular Roman Catholic Archbishop of Kuala Lumpur v Menteri Dalam Negeri & Ors (2014) 4 MLJ 765 • Abdul Rahim Haji Bahaudin v Ketua Kadi Kedah (1983) • Akta Universiti dan Kolej Universiti 1971 pindaan 2009(AUKU) • Akta Universiti Teknologi Mara 1976 • Akta Pendidikan Swasta 1996.

• Akta Mahkamah Kehakiman 1964 • AKTA PENDIDIKAN 1996 (Akta 550) • Merdeka University Berhad v. Government Of Malaysia(1982) 2 MLJ 356 • Re Tan Boon Liat [1976]2 MLJ 83 • Hajjah Halimatussaadiah v. PSC (1992) 1 MLJ 513 • Teoh Eng Huat v. Khadi di Pasir Mas(1990) 2 MLJ 300 • Zakaria Abdul Rahman v Ketua Polis Negara [2001]3 MLJ 385 • Marcel Jude v Sabah State Legislative Assembly [2013]10 CLJ 461 • Meor Atiqulrahman bin Ishak & Lain-lain v Fatimah Sihi & Lain-lain [2006]4 MLJ 605 • An Indroduction To The Constitution of Malaysia ( Third Edition) oleh Tun Mohamed Suffian • AZIZ, BASRI.

"HAK ASASI DALAM PERLEMBAGAAN MALAYSIA" • ABDUL AZIZ, BASRI. "Hak Asasi Dalam Perlembagaan Malaysia • Document Of Destiny oleh Shad Saleem Faruqi • http://www.moe.gov.my/ • https://www.mohe.gov.my/ms/ Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • Astro Awani “Kronologi kes gereja Roman Katolik guna kalimah Allah”, 21 Januari 2015, http://www.astroawani.com/berita-malaysia/kronologi-kes-gereja-roman-katolik-guna-kalimah-allah-52487 • Helwa Mohammad Zainal dan Jasri Jamal, Kedudukan Murtad dan Penyebaran Agama Bukan Islam Menurut Perspektif Undang-Undang di Malaysia: Satu Analisa Isu dan Cabaran, (2013) 17 JUUM 13 -36 • Andrew Harding (1996), Law, Government and the Constitution in Malaysia, Kluwer Law International, h.

201 • Dr. Juanda, Fahami Enakmen Agama Bukan Islam, Utusan Online, 19 Januari 2013 http://ww1.utusan.com.my/utusan/Dalam_Negeri/20130119/dn_14/Fahami-Enakmen-Agama-Bukan-Islam---Dr-Juanda-Jaya [ pautan mati kekal] • Laporan Kebebasan Beragama Malaysia 2014, 14 Oktober 2015 http://photos.state.gov/libraries/bahasa/99931/bm/irf2014_oct2015.pdf • Sinar HarianEmpat Ditahan Cuba Sebar Ajaran Bukan Islam, 30 Mac 2016 http://www.sinarharian.com.my/edisi/melaka-ns/empat-ditahan-cuba-sebar-ajaran-bukan-islam-1.503875 • http://www.malaysianbar.org.my/members_opinions_and_comments/article_1211a_what_does_it_really_mean_.html Diarkibkan 2014-08-25 di Wayback Machine • https://caselaws.wordpress.com/2011/10/29/dalip-kaur-v-pegawai-polis-1992-1-mlj-1/ • http://www.esyariah.gov.my/JurnalHukumSearch/htdocs/jurnalhukumsearch/JurnalHukumSearchDetailsPageBM.jsp • http://www.malaysianbar.org.my/selected_judgements/moorthys_casekaliammal_sinnasamy_lwn._pengarah_jabatan_agama_islam_wilayah_persekutuan_yang_lain_2005_hckl.html • http://www.kehakiman.gov.my/directory/judgment/file/1-12-2012(B).pdf • Perlembagaan Persekutuan; Perkara 11 Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] • Kartika Sari Dewi Shukarnor • Kontroversi majalah al Islam 2009 Rujukan [ sunting - sunting sumber ] Perkara 5 – 13 Perlembagaan Malaysia • "International Religious Freedom Report 2006 - Malaysia".

U.S. Department of State. Dicapai pada 2022-03-23. Cite has empty unknown parameters: -month= dan -coauthors= ( bantuan) • Apostates in Malaysia • Kumar, R. Surenthira (Apr. 13, 2006). Woman can appeal against NRD's refusal to remove 'Islam' on her NRIC Diarkibkan 2008-06-27 di Wayback Machine. Malaysia Today. • Imran Imtiaz Shah Yacob, Asia Sentinel (27 April 2007) "Doing the Impossible: Quitting Islam in Malaysia" Diarkibkan 2013-03-30 di Wayback Machine • DALAM MAHKAMAH PERSEKUTUAN MALAYSIA(Malaysia government) • Malaysia at the Crossroads • List of Islamisation Diarkibkan 2008-09-24 di Wayback Machine • Oh God!

Malaysian Christians barred from saying `Allah' by Venkatesan Vembu, Daily News & Analysis, 25 December 2007no • INTERNAL SECURITY ACT FOR WAYWARD CHINESE CONVERTS Diarkibkan 2012-02-07 di Wayback Machine • Afghanistan • Arab Saudi • Armenia • Azerbaijan • Bahrain • Bangladesh • Bhutan • Brunei • China • Cyprus • Emiriah Arab Bersatu • Filipina • Georgia • India • Indonesia • Iran • Iraq • Israel • Jepun • Jordan • Kazakhstan • Kemboja • Korea Utara • Korea Selatan • Kuwait • Kyrgyzstan • Laos • Lubnan • Malaysia • Maldives • Mesir • Mongolia • Myanmar • Nepal • Oman • Pakistan • Qatar • Rusia • Singapura • Sri Lanka • Syria • Tajikistan • Thailand • Timor Leste • Turki • Turkmenistan • Uzbekistan • Vietnam • Yaman Senarai negara-negara dengan pengiktirafan terhad Sejarah Gangga Negara - Srivijaya - Kesultanan Melaka - Kesultanan Johor - Raja Putih - Malaya British - Perang Dunia II - Malayan Union - Hari Merdeka - Konfrontasi Indonesia-Malaysia - Operasi Lalang - Krisis perlembagaan Malaysia 1988 - Krisis Kewangan Asia - MH370 - MH17 - Kemelut politik 2020 - Pandemik COVID-19 Geografi Bandar - Bukit - Gunung - Pulau - Sungai - Tasik - Taman Negara Kerajaan Johor - Kedah - Kelantan - Pahang - Perak - Selangor - Terengganu - Negeri Sembilan - Perlis - Melaka - Pulau Pinang - Sabah - Sarawak - Wilayah Persekutuan - Putrajaya - Kuala Lumpur - Labuan - Hubungan luar - Ketenteraan - Undang-undang - Jabatan kerajaan - Parlimen - Pilihan raya - Yang di-Pertuan Agong Politik Parti politik - Pakatan Harapan - Perikatan Nasional - Barisan Nasional - Muafakat Nasional - Gabungan Parti Sarawak - Gagasan Sejahtera - Barisan Alternatif - BERSATU - BERJASA - DAP - PAS - PBB - PEJUANG - PKR - PRM - PBS - SAPP - STAR - PBRS - UMNO - WARISAN - Pilihan raya Ekonomi Syarikat - Pelancongan - Pengangkutan - Bursa saham Demografi Kelompok etnik - Penduduk - Pertubuhan - Identiti - Islam Budaya Seni bina - Filem - Masakan - Pendidikan - Kesusasteraan - Muzik - Hari kelepasan - Media - Sukan Lain-lain Darjah kebesaran Malaysia Kategori-kategori tersembunyi: • CS1 errors: URL • Pautan wayback templat webarchive • CS1 errors: empty unknown parameters • Laman menggunakan pautan ajaib ISBN • Rencana dengan parameter tarikh tidak sah dalam templat • Rencana dengan pelbagai masalah penyelenggaraan • Rencana untuk dikembangkan dari September 2017 • Semua rencana untuk dikembangkan • Rencana yang memerlukan terjemahan dari Wikipedia bahasa asing • Rencana yang memerlukan kemaskini dalam BM • Rencana yang memerlukan rujukan tambahan dari April 2011 • Semua rencana yang memerlukan rujukan tambahan • Semua rencana dengan kenyataan tidak bersumber • Rencana dengan parameter tarikh tak sah dalam templat • Semua rencana dengan pautan luar mati • Rencana dengan pautan luar mati dari September 2021 • Rencana dengan pautan luar mati kekal Sunting pautan • Laman ini kali terakhir disunting pada 01:31, 23 Mac 2022.

• Teks disediakan dengan Lesen Creative Commons Pengiktirafan/Perkongsian Serupa; terma tambahan mungkin digunakan. Lihat Terma Penggunaan untuk butiran lanjut. • Dasar privasi • Perihal Wikipedia • Penafian • Paparan mudah alih • Pembangun • Statistik • Kenyataan kuki • •
Sebagian besar para ahli berpendapat bahwa terminologi dua istilah: pengolahan dan analisis, memiliki perbedaan makna.

Sebagian besar ahli lainnya mengatakan sama maknanya. Arikunto (2013) menjelaskan bahwa “pengolahan data dan analisis data itu memiliki makna yang berbeda, tetapi seringkali digunakan secara bergantian”. Pengolahan data adalah mengubah data mentah menjadi data yang lebih bermakna.

Sebagai contoh, data yang didapat dari angket tidak akan bermakna jika tidak dilakukan analisis. Dalam buku ini, mengolah dan menganalisis data dimaksudkan sebagai proses mengubah data mentah menjadi data yang memiliki makna dan mengarah pada kesimpulan yang koheren dengan tujuan dan permasalahan dalam penelitian yang dilakukan. D0400107 Kearifan tradisional merupakan konsepsi yang mampu membuktikan terpeliharanya kelestarian sumberdaya alam milik bersama sejak lama, ketika sumberdaya alam masih merupakan milik bersama secara terbatas (komunitas yang berkaitan secara langsung dengan lingkungan geografisnya).

Namun akibat pesatnya perubahan-perubahan yang melanda kehidupan manusia, seperti majunya teknologi eksploitasi . [Show full abstract] sumberdaya alam dan kemajuan di bidang-bidang teknologi lainnya, maka batasan milik bersama menjadi semakin kabur, bahkan kini sumberdaya alam seolah-olah dapat saja dieksploitasi sesuka hati oleh siapa saja, bahkan tidak jarang nelayan dari negara-negara lain ikut memanfaatkannya dan diperparah lagi dengan peralatan eksploitasi yang sifatnya merusak.

Dengan demikian, tantangan yang dihadapi dalam rangka melestarikan sumberdaya alam menjadi semakin berat dan kearifan tradisional yang jelas menghormati lingkungan dan terbukti ampuh mengawal perilaku manusia dalam merusak, mulai tergeser oleh konsepsi solusi yang semakin beragam dan semakin kompleks dan formal. Mulai dari peraturan perundangundangan, aksl-aksi dari berbagai pemerhati lingkungan dan sebagainya pun tampaknya belum membuahkan hasil yang optimal.

Terbukti dari semakin luasnya cakupan kerusakan Iingkungan alam, baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Ketidakpuasan terhadap format penyelematan lingkungnn itu, telah membangkitkan kembali minat dan perhatian para ahli untuk mengkaji kembali kearifan tradisional persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah untuk tujuan itu penelitian ini dilakukan, yakni untuk mengkaji kearifan tradisional dalam pengelolaan sumberdaya alam, khususnya sumberdaya alam hayati laut di wilayah pantai Timur (desa Jaring Halus) dan wilayah Pantai Barat Sumatera Utara (desa Batahan).

Untuk tujuan itu, maka pendekatan penelitian yang lebih sesuai adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif, lokasi penelitian ditentukan secara purposive dari masing-masing wilayah pantai, yakni desa Jaring Halus di Pantai Timur dan Desa Batahan di Pantai Barat. Pertimbangan untuk memilih ke dua desa penelitian ini didasarkan pada empat aspek, yaitu letak tepat di pinggir pantai, mata pencaharian penduduk dominan sebagai nelayan, jumlah penduduk minimal 100 KK dan sudah terdapat tangkahan (pelabuhan ikan).

Ke empat aspek ini dijadikan sebagai dasar pertimbangan dengan alasan, bahwa aspek-aspek ini secara teoritis merupakan titik utama terjadinya perubahan, baik bersumber dari dalam (peningkatan populasi penduduk, perubahan orientasi nelayan tradisional-moderen) maupun dari luar (peluang investasi, penjarahan oleh nelayan luar, dsb). Untuk menjaring data penelitian, sampel ditentukan secara sengaja (key informan) yang terdiri dari tokoh masyarakat, nelayan senior, kepala desa, yang dilakukan dengan teknik snow ball dan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, FGD dan sebagai alat bantu digunakan pula wawancara bebas dengan bantuan kuesioner.

Analisa data dilakukan dengan cara yang lazim dalam pendekatan kualitatif, yaitu dengan cara mengkonstruksikan temuan-temuan data lapangan yang dapat memberikan makna, penjelasan dan gambaran terhadap masalah yang diteliti.

Hasil penelitian menemukan bahwa secara koginitif kearifan tradisional di kedua desa penelitian masih melekat dan masih banyak dijadikan acuan dalam melakukan pengelolaan sumberdaya hayati laut. Hal lnl dibuktikan dari masih banyaknya upacara-upacara ritual yang dilakukan oleh penduduk di kedua desa dan memang tantangan ke depan sudah mulai kelihatan dan nyata dalam kehidupan masyarakat, yaitu sebagian kalangan masyarakat sudah mulai menyatakan kearifan tradisional bertentangan dengan ajaran agama, dan secara nyata pula pergeseran penggunaan teknologi penangkapan ikan yang cenderung merusak dan jelas bertentangan dengan nilai-nilai kearifan tradisional, sudah mulai memasuki kawasan psikis penduduk (berhubungan dengan masalah keuntungan secara ekonomis), bahkan sudah ada penduduk desa Batahan yang memilikinya.

Tantangan terberat yang dihadapi dalam mengantisipasi terjadinya kerusakan ekosistem dan sumberdaya hayati adalah semakin melebarnya konsepsi milik bersama dari suatu komunitas tertentu menjadi milik bersama yang lebih meluas, tidak hanya dapat diakses oleh penduduk desa tetangga, tetapi juga sudah diakses oleh nelayan-nelayan asing yang mayoritas menggunakan peralatan yang merusak.

Kondisi yang demikian merupakan variabel yang justru semakin melemahkan posisi kearifan tradisional untuk dapat tetap bertahan, paling tidak sebagai acuan bagi komunitas nelayan lokal, karena lnstitusl yang diharapkan dapat mengantisipasi perusakan ekosistem yang bersumber dari luar komunitas, tampaknya belum fungsional.

Prof. Dr. Usman Pelly, MA Read more Pekerjaan mempunyai makna yang sangat penting dalam kehidupan manusia Sehingga setiap orang membutuhkan pekerjaan. Namun pada kenyataannya, keterbatasan akan lowongan kerja di dalam negeri menyebabkan banyaknya warga negara Indonesia/TKI mencari pekerjaan ke luar negeri.

Kepergian para tenaga kerja baik laki-laki maupun wanita ke luar negeri menunjukkan adanya suatu perbaikan dari segi tingkat . [Show full abstract] perekonomian keluarga, namun kondisi yang baik ini juga dibarengi dengan kondisi yang tidak mengenakkan dimana diantara para tenaga kerja tersebut terancam baik secara fisik maupun psikologis ditempat ia bekerja. Tujuan penelitian (1). Mendiskripsikan pelaksanaan serta latar belakang penempatan tenaga kerja Indonesia, (2).

Mendiskripsikan bentuk perlindungan hukum yang diberikan pemerintah kepada tenaga kerja Indonesia, (3). Mendiskripsikan mekanisme perlindungan hukum yang diberikan pemerintah kepada tenaga kerja Indonesia, (4). Mendiskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam perlindungan hukum tenaga kerja Indonesia. Rancangan dan pendekatan penelitian adalah rancangan jenis deskriptif kualitatif.

Lokasi penelitian adalah Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Pengecekan keabsahaan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data dari berbagai sumber, kemudian mengadakan reduksi data, pemeriksaan keabsahan data. Tahap penelitian dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan dan tahap pelaporan. Hasil penelitian (1). Pelaksanaan serta latar belakang penempatan TKI ke luar negeri (PTKLN) adalah mengantisipasi pengangguran di dalam negeri disebabkan keterbatasan lowongan kerja di dalam negeri, memberdayakan TKI secara optimal dan manusiawi, dan meningkatkan kesejahteraan TKI beserta keluarga sedangkan tujuan dari perlindungan untuk calon maupun TKI dalam mewujudkan terjaminnya hak-haknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan baik sebelum, selama, maupun sesudah dia bekerja keluar negeri.

(2). Bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kerja Indonesia antara lain perlindungan mencangkup perlindungan pra penempatan, perlindungan selama masa penempatan di luar negeri, perlindungan purna penempatan, (3) Mekanisme perlindungan hukum yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kerja Indonesia yaitu mengalami permasalahan dalam bekerja para TKI harus melapor ke konsulat atau KBRI yang berada di luar negeri di mana TKI bekerja dan PJTKI yang memberangkatkan (4) Faktor pendukung dan penghambat dalam perlindungan hukum TKI yaitu instansi pemerintah dan institusi swasta yang terkait haruslah mampu dari aspek komitmen, profesional maupun dapat menjamin hak-hak asasi warga negara yang bekerja ke luar negeri.

TKI yang berangkat keluar negeri harus disertai dengan dokumen yang lengkap dan diketahui oleh dinas tenaga kerja setempat. Calon tenaga kerja Indonesia hendaknya tidak tergoda oleh rayuan para calo yang menjanjikan akan memberikan pekerjaan keluar negeri dengan gaji yang besar, persyaratan yang mudah, bahkan tanpa biaya.

Calon TKI hendaknya mengikuti persyaratan dan prosedur, TKI berangkat keluar negeri melalui PJTKI yang resmi atau memiliki izin operasional dari Menteri Tenaga Kerja atau Dinas Tenaga Kerja Kota/Kabupaten dan Tenaga kerja yang berangkat keluar negeri terdaftar dinas tenaga kerja setempat (tempat tinggal) Read more Kabupaten gresik yang memiliki tipografi wilayah berbukit dengan batas garis pantai pesisir utara pulau jawamempunyai banyak potensi dan bagi bahan baku pembangunan industri pemerintah daerah cukup gencar mempromosikan daerah ini sebagai lahan yang cocok untuk menanamkan investasi.

Para investorpun seolah berlornbah menanamkan modalnya digresik. bergam segmen produksi awalnya memang menjadi . [Show full abstract] pementik bagi bergairahnya roda ekonomi masyarakat masyarakat gresik namun tanpa disadari banyak perubhan yang cukup memprihatinkan jika tidak segera disikapi secara efektif oleh seluruh pihak Anak jalanan adalah anak yang sebagian besar waktunya berada di jalanan atau di tempat - tempat lainnya.

Anak jalanan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berusia antara 5 sampai dengan 18 tahun, melakukan kegiatan atau berkeliaran dl jalanan, penampilannya kebanyakan kusam dan pakaian tidak terurus, mobilitasnya tinggi Permasalahan yang di hadapi anak jalanan adalah tidak bisa melanjutkan sekolah karena faktor biaya yang mahal Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif, yaitu dimakstidkan untuk eksplorasi dan klasifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah veriabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti.

Peneliti menggunakan Purposive Sampling yaitu teknik yang dilakukan dengan cara ditentukan oleh peneliti menurut pendapatnya sendiri dengan mempertimbangkan karakteristik dari sifat sampel. ti-letode pengtnnpulan data adalah cara yang dipergunakan untuk memperoleh atau mengntmpulkan data yang sebaik-baiknya, sehingga dengan begitu data van- diperoleb dapat diklasifkasikan dan diolah serta dianalisa sesuai dengan kerangka metode penelitian.

peneliti menggunakan metode observasi, dengan mengglmakan panca indra yang di miliki oleh peneliti Dokumentasi merupakan ieknik pengumPidan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian.

Bedasarkan dari hasil penelitian menunjukan bahwa kebutuhan masyarakat gnesik yang meliputi kebutuhan fisik, psikis dan sosial dapat terpenuhi meskipun scara kualitas antara mas_yarakat yang satu dengan yang lain sangat berbeda Pernerintah berupaya menanggulangi anak jalanan di kabupaten gresik melalui.

1. Permasalahan anak jalanan di panti asuhan. 2. Permasalahan pendidikan anak jalanan 3. Fungsi tumah singgah 4. Karakteristik anak jalanan a Bantuan makan b Bantuan kesehatan c Bantuan pendidikan. Dari pelaksaan progam - progam tersebut diatas dapat meningkatkan kesejahtraan masyarakat setempathal ini dikarenakan tingakat pendidikan masih rendah, sehingga menghambat dari beberapa pelaksanaan progam yang telah dilakukan.

Read more Kultur Jaringan memperbanyak tanaman dalam kondisi aseptis, menghasilkan tanaman dengan sifat yang identik dengan induk atau sifat yang diinginkan, bebas dari penyakit, tidak membutuhkan lahan yang luas, dan dapat menghasilkan banyak bibit unggul dalam waktu yang singkat. Buku ini dapat menjadi panduan dalam pelaksanaan teknik kultur jaringan karena memuat esensi penting kultur jaringan yang .

[Show full abstract] meliputi: sejarah dan terminologi kultur jaringan, anatomi organ tanaman, prinsip dasar kultur jaringan, pemuliaan in vitro, mikropropagasi, karakteristik nutrisi dan komposisi medium dasar, aplikasi kultur, fenomena umum pada kultur jaringan dan pencegahannya, aklimatisasi, faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kultur jaringan, serta analisis statistik dalam penelitian kultur jaringan tanaman.

Untuk lebih memahami konsep, buku ini dilengkapi dengan soal-soal latihan. Sebagai buku yang telah lolos penilaian Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas, tentunya kualitas dari buku ini tidak diragukan lagi.

Buku ini dapat dijadikan referensi bagi para akademisi (dosen dan mahasiswa), pengusaha agribisnis, dan pembaca yang tertarik untuk memahami lebih dalam tentang kultur jaringan secara detil. View full-text Bertempat di halaman dan ruang kelas, Selasa (29/12/2021) dilaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk seluruh siswa. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan program vaksinasi Dinas Kesehatan Kota Malang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang di SD/MI Kota Malang.

Adapun tenaga kesehatan petugas vaksinasi berasal dari Puskesmas Pandanwangi, Kota Malang. Tujuan vaksinasi ini untuk perlindungan anak usia 6-12 tahun terhadap Covid-19. Vaksinasi di SD Unggulan AL-YA’LU mendapatkan respon yang bagus, terlihat antusiasme orang tua siswa mengantarkan putra-putrinya vaksinasi di sekolah.

Anak-anak pun tampak tidak takut divaksinasi. Penyuntikan vaksin ini merupakan dosis pertama, dan akan dilanjutkan dosis kedua sesuai dengan jadwal tertera di kartu vaksin. Tempat Uji Kompetensi (TUK) PAUD TK Unggulan AL-YA’LU Kota Malang, Jawa Timur, pada medio Desember 2021 menyelenggarakan Uji Kompetensi Pendidik PAUD Kota Malang.

Di Kota Malang saat ini baru ada satu Tempat Uji Kompetensi (TUK) pendidik PAUD, hanya di AL-YA’LU. Keberadaan TUK PAUD TK Unggulan AL-YA’LU telah mendapatkan pengesahan dari Lembaga Penyelenggara Sertifikasi Kompetensi (LPSK) dan Direktorat PAUD Kemdikbud.

Pada Uji Kompetensi kali ini diikuti 41 pendidik PAUD di Kota Malang. Beruntung, uji kompetensi ini mendapatkan beasiswa penyelenggaraan dari Kemdikbud sehingga peserta tidak perlu membayar biaya UK.

Kegiatan UK terdiri dari ujian teori dan praktik. Adapun asesor UK dari LPSK. Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang membuka kegiatan UK ini secara daring. Beliau memberi motivasi kepada peserta UK para pendidik PAUD di Kota Malang untuk mengikuti serangkaian UK ini dengan serius karena akan mengukur kompetensi pendidik PAUD sesuai dengan standar. Beliau juga mengharapkan para pendidik PAUD Kota Malang yang belum mengikuti UK sekarang, bisa mengikuti UK di kesempatan berikutnya melalui beasiswa atau anggaran UK dari Pemkot Malang.

AL-YA’LU International Outlook School sebagai Lembaga Pendidikan Unggulan mempunyai komitmen untuk selalu mengedepankan mutu pendidikan dalam situasi apapun. Kegiatan Supervisi merupakan agenda rutin sebagai alat kontrol kualitas pendidikan. Supervisi Akademik merupakan kegiatan supervisi terhadap kegiatan pembelajaran. Tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah : • Membantu para pendidik dalam mengembangkan kemampuan profesionalnya untuk dapat memahami kehidupan kelas, mengembangkan keterampilan mengajarnya dan menggunakan kemampuannya melalui teknik-teknik tertentu.

• Memonitor kegiatan proses belajar mengajar. Kegiatan memonitor ini bisa dilakukan melalui kunjungan kepala sekolah ke kelas-kelas di saat guru sedang mengajar, percakapan pribadi dengan guru, teman sejawatnya, maupun dengan sebagian peserta didik. • Mendorong para pendidik menerapkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas mengajar, mendorong guru mengembangkan kemampuan-nya sendiri, serta mendorongnya agar ia memiliki perhatian yang sungguh-sungguh terhadap tugas dan tanggung jawabnya.

Keadaan pandemik bukan menjadi penghalang untuk melaksanakan Supervisi Akademik. Kegiatan tersebut tetap bisa dilaksanakan secara Daring, memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Banon Akbar, siswa kelas 2 SD Unggulan AL-YA’LU peraih medali emas Olimpiade Sains Nasional Kuark 2019 Level I Ahmad Kutai Bantani, siswa kelas 4 SD Unggulan AL-YA’LU peraih medali emas Olimpiade Sains Nasional Kuark 2019 Level 2 Dua siswa SD Unggulan AL-YA’LU Malang masing-masing meraih medali emas olimpiade sains nasional Kuark 2019.

Kedua siswa ini adalah Banon Akbar, siswa kelas 2 yang menjadi juara nasional olimpiade sains level I untuk kelas 1-2 SD/MI. Adapun Ahmad Kutai Bantani, siswa kelas 4 ini meraih medali emas olimpiade sains nasional Kuark Level 2 untuk kelas 3-4 SD/MI. Untuk menjuarai olimpiade sains ini tidaklah mudah. Seleksinya bertahap mulai penyisihan dari tingkat kota, berlanjut babk semifinal daerah.

Para juaranya mengikuti babak final di tingkat nasional. Jadi pesertanya total ada ribuan. Namun dengan usaha yang sungguh-sungguh akhirnya kedua siswa ini bisa meraih medali emas di tingkat nasional di jakarta. Atas prestasinya, kedua siswa ini meraih medali emas, uang tabungan, hadiah tablet, drone, hadiah hiburan dan piagam penghargaan.

Selamat atas prestasi yang diraih dan teruslah belajar untuk meraih prestasi di level yang lebih tinggi. Alhamdulillah, lulusan kedua SMP Unggulan AL-YA’LU menorehkan prestasi. Hasil rata-rata nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menempati peringkat pamuncak SMP swasta se Indonesia. Sebagaimana dilansir Kompas bersumber dari Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud yang merilis 15 SMP dengan nilai rerata UNBK tertinggi SMP swasta di Indonesia, SMP Unggulan AL-YA’LU berada di peringkat 1.

Hasil ini menjadi penyemangat bagi para pendidik dan peserta didik SMP Unggulan AL-YA’LU untuk semakin meningkatkan mutu pendidikannya. Merajut hari, mengukir prestasi. SMP Unggulan AL-YA’LU Kota Malang pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun Pelajaran 2018/2019 ini meraih prestasi yang gemilang, rerata hasil UNBK Rangking 1 di Provinsi Jawa Timur.

Nilai rerata UNBK SMP Unggulan AL-YA’LU tahun 2019 ini mencapai 94,26 sehingga memuncaki rerata nilai SMP/MTs negeri dan swasta di Jawa Timur. Hasil ini sekaligus persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah capaian nilai yang diperoleh angkatan pertama tahun sebelumnya, individu yang juga rangking 1 Jawa Timur. Tahun lalu rangking individu, adapun tahun ini rerata sekolah. Hasil ini menjadi spirit untuk siswa-siswi dan para guru di AL-YA’LU untuk semakin berprestasi.

Siswa-siswi AL-YA’LU Peraih medali Kangaroo Math Contest 2019 Siswa-siswi SD dan SMP Unggulan AL-YA’LU memborong medali Olimpiade Matematika Kangaroo Math Contest 2019. Sebanyak 5 siswa meraih medali perak dan 2 siswa meraih medali perunggu dan 11 siswa memperoleh predikat honourable mention.

Olimpiade matematika Kangaroo merupakan kompetisi kemampuan matematika anak usia SD hingga SMA yang diikuti lebih dari 40 negara di dunia. Di Indonesia, olimpiade ini diselenggarakan serentak di beberapa wilayah diikuti oleh puluhan ribu peserta. Di Malang tempat penyelenggaraan acara di Sekolah Unggulan AL-YA’LU. Prestasi yang didapatkan siswa-siswi AL-YA’LU akan menjadi spirit bagi mereka dan teman-temannya untuk semakin berprestasi. Merajut Hari Mengukir Prestasi.

Ungkapan yang tepat untuk SD Unggulan AL-YA’LU. Satu dasawarsa ini secara berturut-turut SD Unggulan AL-YA’LU meraih nilai Ujian Sekolah SD Tertinggi rangking 1 di Kota Malang. Nilai rata-rata hasil Ujian Sekolah sekolah ini selalu rangking 1 di Kota Malang. Tahun 2018 ini SD Unggulan AL-YA’LU meluluskan para siswanya untuk kali kesepuluh. Nilai rerata tertinggi sekolah tetap digenggam sekolah ini dengan total nilai 260,05 untuk tiga mata pelajaran yang diujikan.

Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Terhitung sejak lulusan pertama tahun 2009 meraih nilai rerata UASBN tertinggi. Tahun-tahun berikutnya nilai rerata tertinggi juga selalu diraih SD Unggulan Al-Ya’lu sejak namanya Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), berganti Ujian Nasional (UN), hingga Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Bagi AL-YA’LU apapun nama ujiannya, selalu berkomitmen dan terbukti bisa mengantarkan lulusannya meraih nilai rerata tertinggi. Tahun ini terasa lebih istimewa. Pasalnya, baik SD maupun SMP Unggulan AL-YA’LU, kedua sekolah ini sama-sama meraih nilai rata-rata sekolah tertinggi USBN dan UNBK.

Menurut kepala sekolah, prestasi ini akan ditingkatkan untuk tahun-tahun yang akan datang. Read more: http://al-yaklu.com/#ixzz5IgkUcYU6 Hanif Fatkhurrohman Abadi, siswa SMP Unggulan AL YA`LU peraih nilai UN SMP tertinggi di Jawa Timur Hanif Fatkhurrohman, siswa SMP Unggulan Al-Ya’lu, berhasil meraih nilai ujian nasional (NUN) tertinggi tingkat SMP di Jawa Timur.

Rupanya, dia adalah peraih juara dua Tryout Kejujuran Jawa Pos Radar Malang. Seperti apa kisahnya? Jika menyebut siswa sains, barangkali kesannya adalah siswa berkacamata, kaku, dan individualis. Tapi, itu tidak tampak dalam perawakan siswa SMP Al-Ya’lu Kota Malang, Hanif Fatkhurrohman Abadi. Ketika ditemui wartawati JawaPos RadarMalang (25/5/2018), tidak ada raut wajah serius dan tegang yang tampak dari wajah Hanif.

Justru, sesekali dia melempar lelucon. ”Ini dari koran yang mengadakan Tryout Kejujuran itu ya?” sapanya kepada koran ini. Yang dimaksudnya adalah Tryout Kejujuran yang digelar Jawa Pos Radar Malang. Dalam Tryout Kejujuran tersebut, Hanif meraih juara dua untuk tingkat SMP. Siapa sangka, saat pengumuman NUN tingkat SMP kemarin, Hanif meraih NUN tertinggi di Jawa Timur. Dia meraih nilai seratus atau sempurna di mata pelajaran (mapel) IPA dan Matematika. Sedangkan mapel Bahasa Inggris-nya dapat nilai 90, dan nilai 96 untuk Bahasa Indonesia.

Total nilai yang diraih Hanif 386. Awalnya, Hanif sempat Continue reading… JAWARA. Siswa-siswi kelas IX SMP Unggulan AL-YA’LU bersama ibu guru di halaman sekolah usai mengikuti UNBK 2018 …Syukur Alhamdulillah, SMP Unggulan AL-YA’LU pada lulusan yang pertama ini membuktikan keunggulannya, meraih Juara 1 nilai tertinggi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018. Nilai rata-rata sekolah yang dicapai 356,16 untuk empat mata pelajaran UN mengguli semua SMP dan MTs baik negeri maupun swasta di Kota Malang yang jumlahnya mencapai ratusan sekolah/madrasah.

….Bukan hanya sekolahnya, siswa SMP Unggulan AL-YA’LU juga meraih rangking 1 tertinggi se Kota Malang dari 12.118 peserta UN SMP di Kota Malang tahun ini. Peringkat 1 Kota Malang dengan meraih jumlah nilai 386,0 atau rata-rata per mapel 96,50, atas nama Hanif Fatkhurrohman Abadi. Bahkan dari rilis 20 siswa peraih nilai tertinggi Kota Malang terdapat 5 siswa AL-YA’LU.

….Banyak siswa yang memperoleh nilai mutlak 100. Pada pelajaran matematika sebanyak 71% siswa meraih nilai mutlak 100. Nilai lainnya juga mencapai tinggi sehingga rata-rata mencapai 89,04. .Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras siswa dan para pendidik di SMP Unggulan AL-YA’LU serta dukungan wali siswa.

Ini merupakan awal yang baik yang akan dilanjutkan untuk angkatan berikutnya. KKG Kecamatan Sukorame Kabupaten Lamongan bersama kepala sekolah, Kepala UPT Pendidikan Dasar dan Kepala SD dan SMP Unggulan AL-YA`LU Sekolah Unggulan AL-YA’LU kembali mendapatkan kehormatan menerima kunjungan dari Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Kecamatan Sukorame Kabupaten Lamongan, Sabtu 31 Maret 2018.

Kegiatan yang penuh dengan suasana kekeluargaan ini berlangsung di ruang Digital School Theater Sekolah Unggulan AL-YA’LU Kunjungan KKG Sukorame Lamongan ini diikuti oleh guru, kepala sekolah, dan didampingi oleh pengawas SD dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Dasar Kecamatan Sukorame Lamongan. Mereka diterima langsung oleh Ketua Yayasan Manunggal Bangsa, Kepala Sekolah SD Unggulan AL-YA’LU beserta Waka Akademik.

LENGKAP – Seluruh peserta studi banding KKG Sukorame Lamongan saat di halaman Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Unggulan ALYA`LU Dalam sambutannya, Bapak Drs Sukirman, MT selaku Ketua Yayasan Manunggal Bangsa menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan KKG Sukorame Lamongan kepada AL-YA’LU sebagai tujuan kunjungan kali ini.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa Lamongan dan Malang adalah termasuk kabupaten dan kota yang memiliki prestasi di bidang pendidikan di Jawa Timur, selain beberapa kabupaten lainnya. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan Malang dan Lamongan maju bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Timur khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Ahmad Zainuddin, S.Pd mewakili rombongan menyampaikan ucapan terima atas sambutan yang hangat dari AL-YA’LU. Ia menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini tidak lain adalah ingin belajar atas kesuksesan AL-YA’LU dalam melahirkan prestasi nasional dan internasional.

Continue reading… Siswa-siswi SMP Unggulan AL-YA`LU Jawara Try Out Kejujuran Tingkat SMP/MTs Kota Malang 2018 SMP Unggulan AL-YA’LU Kota Malang kembali mengukir yang membanggakan. Tiga siswa kelas IX SMP Unggulan AL Ya’lu meraih Juara 1, 2 dan 3 sekaligus juara umum Try Out Kejujuran SMP/MTs Malang Raya. Ketiga siswa juara tersebut adalah Fikrunnisa sebagai Juara 1 Kota Malang dan Juara Umum SMP/MTs Malang Raya, Hanif Fatkhurrohman Abadi juara 2 dan Amanda Ghazlina Abarani juara 3.

Fikrunnisa, siswi SMP Unggulan AL-YA`LU meraih Juara Umum tingkat SMP/MTs se-Malang Raya TryOut Kejujuran 2018 Ketiga siswa tersebut dinyatakan sebagai juara setelah mengikuti dua tahapan try out kejujuran yang digelar oleh Jawa Pos Radar Malang yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Primagama, dan Unisma.

Tahap pertama try out mengerjakan 100 soal ujicoba UN di halaman koran Radar Malang tanggal 1 Maret 2018 diikuti oleh seluruh siswa SMP dan MTs negeri dan swasta di Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Selanjutnya disaring para peraih nilai tertinggi dari tahap pertama untuk mengikuti babak final Try Out Kejujuran yang digelar di kampus Unisma tanggal 25 Maret 2018.

SMP Unggulan AL-YA’LU meloloskan 16 siswa dari 31 siswanya untuk mengikuti babak final. Pada babak final try out kejujuran para finalis diuji dengan 100 soal ujicoba UN dalam waktu 100 menit dengan pengawasan ketat dari panitia. Beberapa jam setelah try out, hasilnya diumumkan. Para finalis berdebar untuk segera tahu siapa juaranya. Hingga saatnya diumumkan dan dipanggil ke panggung para juara Try Out Kejujuran SMP dan MTs Kota Malang.

Ternyata ketiganya disapu bersih oleh putra-putri SMP Unggulan Al-Ya’lu angkatan pertama yang akan mengikuti UN tahun ini. Malah Fikrunnisa, siswi SMP Unggulan AL-YA’LU dinobatkan sebagai Juara Umum tingkat SMP/MTs se Malang Raya karena skor try outnya tertinggi atas seluruh finalis Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang. Ketiga siswa tersebut mendapatkan piala, piagam penghargaan dan hadiah uang pembinaan. Bersyukur, ketiga siswa siswa tersebut tampak ceria karena buah usaha belajarnya setapak demi setapak mendapatkan prestasi.

Prestasi ini sebagai spirit untuk meraih hasil terbaik UNBK yang akan dilaksanakan tanggal 23-26 April 2018. Semoga meraih hasil terbaik. Aamiin. Finalis Try Out Kejujuran 2018 dari SD dan SMP Unggulan AL YA’LU bersama guru dan kepala sekolah Peluang untuk menjadi juara Try Out Kejujuran 2018 yang digelar Jawa Pos Radar Malang terbuka untuk siswa SD dan SMP Unggulan AL-YA’LU. Kepastian itu didapatkan setelah mendapatkan rincian calon peserta babak final Try Out Kejujuran yang disampaikan melalui Dinas Pendidikan Kota Malang maupun dimuat di koran Radar Malang.

Siswa SD Unggulan AL YA’LU sebagai Finalis Try Out Kejujuran 2018 bersama finalis lainnya se Malang Raya Tahun 2018 ini sebanyak 16 siswa SMP Unggulan AL-YA’LU dinyatakan masuk ke babak final. Itu berarti lebih dari separo dari jumlah siswa kelas IX angkatan pertama sebanyak 31 siswa. Ini pula merupakan kesempatan pertama mengikuti Try Out Kejujuran tingkat SMP / MTs bagi AL-YA’LU. Adapun SD Unggulan AL-YA’LU menempatkan 5 finalis Try Out Kejujuran yang akan diselenggarakan di kampus Unisma pada tanggal 25/3/2018.

SD Unggulan AL-YA’LU pernah menjadi juara umum Try Out Kejujuran SD/MI Malang Raya pada tahun pelajaran 2015/2016, dua tahun yang lalu atas nama Continue reading… DEWAN ASATIDZ.

Foto bersama dewan asatidz SD Muhammadiyah 12 Surabaya di AL-YA’LU Sekolah Unggulan AL-YA’LU kembali mendapatkan kepercayaan sebagai salah satu referensi kunjungan studi banding lembaga pendidikan. Kali ini AL-YA’LU menerima kunjungan dewan guru SD Muhammadiyah 12 Surabaya, hari kamis tanggal 22 Maret 2018.

Kegiatan yang penuh keakraban ini berlangsung di Ruang Digital School Theater Sekolah Unggulan AL-YA’LU dan kompleks SD Unggulan AL YA’LU. DEWAN ASATIDZAH. Dewan asatidzah SD Muhammadiyah 12 berfoto bersama saat di AL-YA`LU Studi banding SD Muhammadiyah 12 Surabaya ini diikuti 25 guru dan dipimpin langsung oleh Bapak Drs Maskan, M.Pd sebagai Kepala Sekolah, disambut dengan penampilan nasyid siswa/i SD Unggulan AL-YA’LU.

Turut hadir dalam penyambutan, perwakilan Yayasan Manunggal Bangsa, Kepala Sekolah SD Unggulan AL-YA’LU, didampingi wakil kepala sekolah dan guru SD. Kiri: AL-YA`LU menerima cinderamata dari Kepala SD Muhammadiyah 12 Surabaya. Kanan: Penyambutan oleh siswa-siswi SD Unggulan AL-YA`LU Dalam sambutannya, pengurus Yayasan Manunggal Bangsa menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan SD Muhammadiyah 12 Surabaya kepada SD Unggulan AL-YA’LU. “Terima kasih kami sampaikan, semoga bisa menjalin hubungan yang semakin akrab dan saling memberi manfaat”, ungkapnya.

Dalam sambutannya, Bapak Drs Maskan, M.Pd selaku Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 12 Surabaya menyampai Continue reading… MEDALI. Dua siswa SD Unggulan AL-YA`LU: Ahmad Kutai Bantani dan Banon Akbar menunjukkan medali dan piagam yang diraih dalam olimpiade matematika TIMO. Empat siswa AL-YA’LU meraih medali kompetisi matematika tersebut. Mereka masing-masing 2 siswa SD Unggulan AL-YA’LU dan 2 siswa SMP Unggulan AL-YA’LU. Adalah Ahmad Kutai Bantani, siswa kelas 3 SD Unggulan AL-YA’LU ini meraih silver medal.

Adapun adik kelasnya, Banon Akbar yang masih kelas 1 SD meraih bronze medal. Dua siswa SMP Unggulan AL-YA’LU: Wahid Badar Abiddin dan Algar Kabirul Dawam berkalung medali TIMO dan memperlihatkan piagam penghargaan mereka.

Tidak kalah dengan adik-adiknya, 2 siswa SMP Unggulan AL-YA’LU juga meraih masing-masing silver medal. Kedua siswa ini adalah Algar Kabirul Dawam dan Wahid Badar Abiddin. Olimpiade matematika ini diikuti oleh ribuan peserta dari beberapa negara diantaranya Indonesia, Thailand, Hongkong, Bulgaria, Iran, Filipina dan beberapa negara lainnya.

Kegiatannya ada dua tahap, heat round di masing-masing negara dan final round di Thailand. Selamat atas prestasi kalian dan tingkatkan untuk mendapatkan prestasi yang lebih tinggi. MERIAH. Lomba kolase anak usia dini diikuti ratusan peserta di playgound AL-YA`LU … Sangat meriah. Itulah kesan yang nampak pada perhelatan Pusat Kegiatan Gugus Pendidikan Anak Usia Dini (PKG-PAUD) Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada hari Sabtu, 3 Maret 2018 yang bertempat di Sekolah Unggulan AL-YA’LU.

Ratusan anak didik PAUD sekecamatan Blimbing beserta bunda PAUD dan orang tua mereka berjejal memadati area kegiatan. RIUH. Suasana lomba kolase PAUD di playground AL-YA`LU ….Ada banyak cabang kegiatan yang diselenggarakan. Di lapangan diselenggarakan lomba kolase yang diikuti oleh anak-anak usia dini kelompok bermain atau Pra-TK. Di panggung utama anak-anak PAUD tampak ceria dan gempita dalam unjuk kebolehan pentas seni.

PENTAS CERIA. Salah persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah tampilan anak-anak di panggung Gathering PKG-PAUD Kecamatan Blimbing Bukan hanya anak didik. Bunda PAUD atau guru-gurunya juga beradu kecakapan dalam membuat cerita bergambar. Giliran orang tua dan wali peserta didik juga punya kegiatan, yaitu plating sarapan untuk menyajikan sarapan terbaik bagi putra-putrinya. Di auditorium juga diselenggarakan forum kegiatan untuk guru dan sosialisasi dinas.

Adapun di halaman digelar bazaar berbagai produk dari sponsor kegiatan. BATIK. Guru-guru juara desain batik busana guru berfoto bersama Pembina PAUD dari Dinas Pendidikan Kota Malang dan pengurus PKG PAUD Di akhir kegiatan diumumkan para juara beberapa lomba yang digelar.

Lomba desain batik untuk guru yang diselenggarakan beberapa pekan sebelum kegiatan ini juga diumumkan. Algar Kabirul Dawam, siswa SMP Unggulan AL-YALU menunjukkan medali perak AMO dan piagam penghargaannya Ia tampak semringah ketika mendapatkan medali perak ini.

Ia bersyukur mendapatkan medali ini, namun justru membuat bocah ini semakin tertantang untuk mengikuti olimpiade sejenis. Dengan hasil ia sudah mengoleksi beberapa medali olimpiade matematika tingkat nasional maupun internasional.

Sebelumnya, Algar sudah mendapatkan beberapa keping medali dari kompetisi ICAS (International Competition and Assessment for School) baik di tingkat SD maupun di SMP. Kompetisi matematika AMO yang diikuti Algar merupakan afiliasi dari Math Olympiads for Elementary and Middle Schools, USA (MOEMS) dan terdapat afiliasi serupa di Kolumbia, Islandia, Australia (APSMO), Filipina, Tiongkok, dan India.

MOEMS merupakan salah satu kompetisi matematika tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah yang paling tua dan paling mapan di dunia. AMO kini diikuti oleh beberapa negara seperti: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, FIlipina, Hongkong, Vietnam, China, Myanmar dan beberapa negara lainnya.

Pengelola Sekolah Islam Terpadu Al Furqon Palembang bersama Pengelola Sekolah Unggulan ALYA`LU Sekolah Unggulan AL-YA’LU mendapatkan kehormatan, menerima Studi Banding Yayasan Pendidikan Islam AL-FURQON Palembang, Sumatra Selatan, pada hari sabtu 13 Januari 2018.

Kegiatan yang penuh keakraban ini berlangsung di Ruang Digital School Theater Sekolah Unggulan AL-YA’LU. Kecil tapi pintar mendongeng.

Siswa SD Unggulan AL-YA’LU ini pun meraih juaranya dalam ajang Festival Anak Sholat Tahun 2017 yang selenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ahsin Kamil Hakim, siswa kelas IV berhasil menjadi runner up dalam Lomba Mendongeng tentang Sholat, salah satu lomba dalam event yang dilaksanakan di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (17/12/2017). Selain mendapatkan Piagam dan Trophi, ananda Ahsin juga berkesempatan bertemu langsung dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Suhaibi yang hadir, sekaligus membuka event tersebut.

Siswa SD Unggulan ALYALU, Ahsin Kamil Hakim, menerima Plakat Juara Lomba Mendongeng Festival Anak Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah UMM Siswa yang akrab dipanggil Ahsin ini, berhasil mengungguli peserta lainnya melalui beberapa tahapan. Selain harus mengirimkan video mendongeng ke panitia lomba, Ahsin harus berkompetisi dengan peserta lain untuk meraih dukungan masyarakat melalaui media sosial, yaitu youtube, instagram, facebook, dan lain-lain.

Setelah mendapatkan voting terbanyak di media sosial, ananda Ahsin selanjutkan tampil langsung di hadapan khalayak umum yang hadir dalam acara puncak Festival Apresiasi Anak Islam yang berlangsung di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sabtu, 7 Desember 2017.

Setelah melalui Continue reading… JUARA UMUM. Pramuka Siaga SD Unggulan AL-YA`LU meraih Juara Umum dalam Pesta Siaga CUB AND BRONIE SCOUT COMPETITION 2K17 Tingkat SD Negeri/Swasta Se-Kota Malang Prestasi membanggakan kembali diukir siswa-siswi SD Unggulan AL-YA’LU.

Pramuka AL-YA’LU berhasil meraih Juara Umum dalam ajang Pesta Siaga CUB AND BRONIE SCOUT COMPETITION 2K17 Tingkat SD Negeri/Swasta Se-Kota Malang pada tanggal 14 Desember 2017 di Lapangan Rampal Malang. Event yang digelar Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Malang ini, memperlombakan berbagai jenis kompetisi keterampilan pramuka seperti Peraturan Baris Berbaris (PBB), Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Fashion Show Daur Ulang, Memasang Kancing.

Semua sekolah berkompetisi untuk mendapatkan predikat juara di masing-masing nomor lomba. Sekolah yang berhasil meraih juara terbanyak, dinobatkan sebagai Juara Umum dalam event ini. Kegiatan ini diikuti sekitar 160 peserta pramuka se-Kota Malang sebagai ajang kesiapan peserta pramuka siaga Kota Malang dalam rangka pembinaan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik dalam rangka memmbentuk manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mandiri.

Lima siswa Sekolah Unggulan ALYA’LU yang memperoleh medali emas ICAS di Jakarta Kompetisi akademik tersebut lebih populer dikenal dengan nama ICAS atau International Competition Assesment for School. Sebanyak 19 medali yang diraih siswa-siswi ALYA’LU tersebut terdiri dari 6 medali emas, 7 medali perak, dan 6 medali perunggu.

Mereka berkompetisi dengan 10.000 peserta dari 20 negara di seluruh dunia. Atas prestasi ini Sekolah Unggulan ALYA’LU mendapatkan anugerah sebagai Sekolah Terbaik di Indonesia. Penghargaan tahun 2017 tesebut merupakan kali ke-3 setelah sebelumnya meraih pada tahun 2014 dan 2016. Para siswa peraih medali emas ICAS 2017 dari Sekolah Unggulan AL-YALU. Kepala SMP Unggulan Al Ya’lu, Wiyanto, menjelaskan, program ini bisa dikatakan layaknya ujian internasional.

Pada sistem pengerjaannya, para peserta diberikan soal-soal yang kemudian harus dijawab, dan hasilnya dikoreksi dan didata oleh UNSW Global Australia. Seluruh soal yang disajikan tersebut berbahasa Inggris. Mata pelajaran yang diujikan dalam olimpiade antara lain Science, Mathematics, English, Digital Technology, dan Writing.

Meski Al Ya’lu hanya mengikuti tiga mata pelajaran, yaitu Science, Mathematics, dan Digital Technology, tapi berhasil menduduki tempat tertinggi dengan meraih 6 medali emas, 7 perak dan 6 perunggu. Peraih medali perak dan perunggu ICAS 2017 Lima siswa yang telah meraih 6 medali emas, datang dengan penuh rasa bangga.

Kelima siswa tersebut adalah Ahmad Kutai Bantani berhasil menyabet dua medali emas sekaligus atau double winner, yakni pada Science dan Mathematics. Ahsin Kamil Hakim, peraih emas Science kelas 4; Mahmud Maghribi, peraih emas Science kelas 4; Aang Maulana, peraih emas Digital Technologies kelas 6 dan Wahid Bandar Abiddin, peraih emas Mathematics kelas 8. Dari segi persiapan, pihak sekolah Continue reading… Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Peribahasa itulah yang tepat dengan pembelajaran dan lomba kreativitas serta lingkungan hidup di SD Unggulan AL-YA’LU. Kegiatan Green School Festival baru saja selesai dan SD Unggulan AL-YA’LU meraih salah satu juaranya yang diumumkan tanggal 25 November 2017. ….Hanya berselang tiga hari, pada Kamis, 28 November 2017 SD Unggulan AL-YA’LU meraih penghargaan Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2017.

Penerimaan penghargaan Adiwiyata itu diselenggarakan berbaregan dengan acara Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang diselenggarakan di Continue reading… Bapak Amy Maulana, S.Sos., M.Sos.

(paling kiri) menerima trofi dan hadiah GSF 2017 mewakili SD Unggulan AL-YA`LU bersama Sekkota Malang Bapak Wasto, SH., MH dan Kadisdik Kota Malang Ibu Dra. Hj. Zubaidah, MM Green School Festival (GSF) yang merupakan lomba kreativitas sekolah dan lingkungan di Kota Malang telah selesai digelar. Kabar baik bagi SD Unggulan AL-YA’LU yang meraih Juara Kedua kategori SD Non Adiwiyata berdasarkan pengumuman para juara pada tanggal 25 November 2017 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang.

Sekolah yang mengikuti kali kedua GSF ini pada tahun ini telah menapak masuk sebagai runner up Juara. Adapun SMP Unggulan AL-YA’LU yang baru kali pertama mengikuti GSF menjadi nominator juara kategori SMP Non Adiwiyata.

Ahsin Kamil Hakim dan Ahmad Kutai Bantani membawa plakat Juara dan Trofi GSF 2017 Acara GSF 2017 di Graha Cakrawala dihadiri para pejabat di Kota Malang. Di antaranya, Wali Kota Malang H.

Moch. Anton yang didampingi Sekkota Drs Wasto, dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Hj. Dewi Farida Suryani, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang (Kadisdik) Dra Zubaidah MM, Kepala Dinas Pendapatan Ade Herawanto, dan Forpimda.

….Menurut Walikota Abah Anton, kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang yang Continue reading… TARI BAPANG – Penyambutan Tim Penilai Green School Festival 2017 di SD Unggulan AL-YA’LU Metode utama di Green School Festival kami beri judul Green School MappingJadi bisa disimpulkan metode Green School Mapping sendiri adalah cara untuk mempetakan masalah dan potensi lingkungan hidup di area sekolah.

Presentasi mapping salah satu issue pokok lingkungan hidup di sekolah oleh siswa SD Unggulan Al-Ya’lu lalu dilakukan pembahasan perencanaan aksi apa yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan lingkungan hidup yang terpetakan, ataupun untuk peningkatan dari potensi-potensi yang sudah ada.

Dewan juri GSF turut mencoba produk kue herbal inovasi siswi SMP Unggulan AL-YA’LU Adapun 9 isu dalam Green School Festival ini meliputi: (1).Peta Umum Sekolah, (2).

Isu Sampah dan Polusi, (3).Isu Energi, (4) Isu Air Dan Limbah Cair, (5). Isu Tanaman Hijau, (6). Isu Resiko, (7). Isu Kantin Sehat. (8). Isu Inovasi Teknologi (9). Isu Literasi dan Publikasi.

Seluruh siswa dan guru terlibat dalam pemetaan sembilan isu tersebut. Mahasiswa Universitas Alma Ata Yogyakarta beserta dosen pembimbing berfoto bersama Kepala SD Unggulan Al-Ya’lu Bertambah tamu, maka bertambah juga keluarga baru. Barangkali itulah kalimat tepat yang dialami Al-Ya’lu. SD Unggulan Al-Ya’lu mendapatkan kehormatan menjadi tujuan wisata pendidikan 36 mahasiswa serta 2 dosen PGMI Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta pada hari Kamis, 16 November 2017.

Ketua Program Studi Pendidikan Guru MI UAA, Laelatul Badriah, M.Pd. saat memberi sambutan Dalam sambutannya, Laelatul Badriah, M.Pd selaku Kaprodi PGMI menyampaikan ucapan persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah kasih atas sambutan yang sangat meriah. Ia menambahkan, tujuan kunjungan ini adalah untuk mengajak mahasiswanya melihat kondisi pendidikan yang ada di luar Yogyakarta, dan belajar dari guru-guru yang di Al-Ya’lu, bagaimana cara mengajar yang baik.

Menurutnya, pilihan berkunjung di Al-Ya’lu dilatarbelakangi rasa penasaran atas keberhasilan sekolah ini dalam menyiapkan Ujian Nasional sehingga selalu mendapatkan predikat peringkat pertama rata-rata nilai UN Se-Kota Malang. “Semoga mahasiswa kami dapat belajar banyak disini”, ungkapnya. Kaprodi didampingi dosen pembimbing dan mahasiswa PGMI UAA Yogyakarta di auditorium Al-Ya’lu sedang menyimak tayangan profil dan prestasi SD Unggulan AL-Ya’lu Sementara itu dalam sambutannya, pengurus Yayasan Manunggal Bangsa menyampaikan rasa terima kasih atas kehormatan civitas akademika Universitas Alma Ata Yogyakarta yang telah berkunjung ke Al-Ya’lu.

Lebih lanjut ia menyampaikan rasa bahagia karena kunjungan Universitas Alma Ata ini berarti bertambah lagi keluarga besar Al-Ya’lu, sehingga kunjungan ini adalah kunjungan dari sahabat. “Kami selalu terbuka apabila ke depannya mahasiswa Universitas Alma Ata berkunjung lagi ke Al-Ya’lu setiap tahunnya”, ungkapnya. Kunjungan ini disambut dengan penampilan Nasyid dan Parade Angklung oleh siswa-siswi SD Unggulan Al-Ya’lu.

dilanjutkan dengan pemaparan profil sekolah, dan observasi ke kelas-kelas. Bagi para mahasiswa Alma Ata, kunjungan tersebut sungguh berkesan, dan merasa kerasan berada di Al-Ya’lu. “Rasanya mau disini terus, tidak mau pulang”, ungkap salah satu mahasiswa. Hal senada juga disampaikan salah satu dosen pendamping.

Ia juga merasa betah dan ingin kembali berkunjung lagi ke Al-Ya’lu. “Insya Alloh, saya akan ajak lagi mahasiswa kesini”, ungkapnya. KEBERSAMAAN – Mahasiswa PGSD Universitas Negeri Semarang kampus Tegal bersama dosen pembimbing dan Kepala SD Unggulan AL-YA`LU bersama di halaman sekolah ….Sebanyak 38 mahasiswa dan 2 dosen PGSD FKIP Universitas Negeri Semarang (UNNES) kampus Tegal, berkunjung ke SD Unggulan AL-YA’LU, pada hari Rabu, 8 November 2017.

Kunjungan ini merupakan kali kedua, setelah tahun lalu mengadakan kegiatan yang sama. BELAJAR – Para mahasiswa mendapatkan penjelasan dari Kepala SD Unggulan AL-YA`LU Bapak Purnomosidi, S.Pd., M.Si tentang pengelolaan sekolah unggulan ….Rombongan dari Tegal tersebut langsung diterima pengurus yayasan dan Bapak Purnomosidi, S.Pd.,M.Si selaku Kepala Sekolah SD Unggulan AL-YA’LU.

Kunjungan dibuka dengan penampilan Vocal grup siswa SD Unggulan AL-YA’LU, dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus yayasan, dan presentasi profil sekolah.

BEST PRACTICE – Para mahasiswa Unikama didampingi dosen pembimbing mendapatkan penjelasan dari Kepala TK unggulan AL-YA`LU ….Sebanyak 41 mahasiswa dan 4 dosen dari Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) berkunjung ke TK dan Pra TK Unggulan AL-YA’LU, Rabu (1/11/2017).

BERSAMA – HIMPAUDI Kecamatan Buduran Sidoarjo berfoto bersama di depan TK Unggulan AL-YA`LU Kota Malang ….Setelah menerima kunjungan dari Palangkaraya, Sekolah Unggulan AL-YA’LU kembali mendapatkan kepercayaan menjadi obyek studi banding 76 bunda Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) sekecamatan Buduran Sidoarjo, kamis tanggal 26 Oktober 2017. Rombongan HIMPAUDI dari Sidoarjo ini dipimpin langsung oleh Kepala UPT Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Bapak Drs.

Totok Waluyanto, M.Si. FOKUS – Bunda-bunda PAUD dari HIMPAUDI Kecamatan Buduran Sidoarjo sedang menyimak tampilan di auditorium AL-YA`LU ….Dalam sambutannya, Bapak Totok menyampaikan terima kasihnya karena kedatangan mereka telah disambut dengan meriah. Lebih lanjut beliau menyampaikan, banyak pelajaran yang didapat dari kunjungan ke AL-YA’LU. “Tidak salah saya dan bunda Himpaudi berkunjung kesini, selain pendidikannya maju, kami juga belajar kepada Bu Endang, sebagai Kepala Sekolah TK Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2007”, ungkap Bapak yang Continue reading… TERUNGGUL – Ahada Angkasa Pura dan Aang Maulana meraih penghargaan sebagai Karya Sains Terunggul Tingkat Nasional Tinta emas kembali ditorehkan AL-YA’LU dalam kompetisi karya saintis cilik tingkat nasional.

Adalah Aang Maulana dan Ahada Angkasa Pura, kedua siswa Al-Ya’lu ini berhasil meraih predikat Karya Sains Terunggul dalam ajang Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2017 yang dihelat di Ancol, Jakarta pada 10-14 Oktober 2017.

Karya sains inovatif mereka Ki Pesat (Kipas Pemanggang Sate) berhasil menyisihkan 1.103 karya sains dari 26 provinsi di Indonesia. B ERSAMA MENKES RI – Ahada Angkasa Pura dan Aang Maulana, bersama Menkes RI Ibu Nila F. Moeloek didampingi guru pembimbing, dan manajemen Kalbe Farma ….Dengan prestasi gemilang ini, kedua saintis cilik ini mendapatkan medali, piala dan tabungan pendidikan sebesar Rp 10 juta dari penyelenggara ditambah Rp 2,5 juta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Aang Maulana bersama finalis KJSA saat anjangsana ke Menteri Luar Negeri RI Ibu Retno Marsudi Selain itu ananda Aang dan Ahada juga berkesempatan berkunjung dan berdialog dengan ibu Menteri Luar Negeri Retno Marsoedi dan Ibu Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek. Mereka pun diajak eduwisata ke Inovation and Development Centre Kalbe Farma dan Continue reading… BERSAMA – Rombongan Studi Tour pengelola dan pendidik TK AlFurqon Palangkaraya di halaman TK Unggulan Al-Ya`lu Sekolah Unggulan Al-Ya’lu mendapatkan kehormatan menjadi referensi kunjungan dari berbagai lembaga pendidikan di seluruh di Indonesia.

Kali ini Al-Ya’lu mendapatkan kehormatan menerima tamu dari TK Al-Furqon Palangkaraya Kalimantan Tengah, dan TK Kenanga Bululawang Kabupaten Malang, pada kamis, 19 Oktober 2017. PENJELASAN – Para pendidik TK Al Furqon Palangkaraya saat menerima penjelasan dari Kepala Tk Uanggulan Al-Ya`lu di playground sekolah Kunjungan yang diikuti oleh 22 orang, yang terdiri dari guru TK Al Furqon, pengawas TK dan Ketua UPT Pendidikan Kota Palangkaraya, diterima langsung oleh Kepala TK Unggulan Al-Ya’lu, ibu Endang Supadminingsih, SP.,MP.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru-guru dari Palangkaraya dan Kabupaten Malang atas kepercayaan kepada TK Unggulan Al-Ya’lu menjadi tempat belajar bersama dalam mengelola lembaga pendidikan dan mendidik anak-anak usia dini. Dalam suasana ramah dan penuh keakraban, rombongan disambut dengan penampilan dari siswa TK Unggulan Al-Ya’lu kemudian dilanjutkan dengan Continue reading… H.

Abdullah Bendahara Yayasan Miftahul Ulum Gandul, Cinere, Depok beserta rombongan studi banding di Sekolah Unggulan Al-Yalu Malang …Jabodetabek-Malang serasa dekat. Itulah ungkapan rasa saat Sekolah Unggulan AL-YA’LU menerima tamu rombongan dari Yayasan Miftahul Ulum Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat pada hari Jum’at, 22 September 2017. Rombongan studi banding ini berjumlah 80 orang terdiri dari pengurus yayasan, guru RA, guru SD, guru SMP serta tenaga kependidikan.

…. MENYIMAK – Pengurus Yayasan Miftahul Ulum Cinere didampingi Kepala RA, SDIT, SMPIT, dewan guru dan tenaga kependidikan menyimak tayangan Sekolah Unggulan AL-YA`LU Bendahara Yayasan Miftahul Ulum, H. Abdullah, sebagai pimpinan rombongan dalam sambutan beliau menyampaikan bahwa kunjungan ke Sekolah Unggulan AL-YA’LU ini adalah untuk studi banding guna mendapatkan masukan yang membangun bagi yayasan, kepala sekolah, dewan guru dan tenaga kependidikan.

Terkait hal tersebut beliau mengharapkan RA-SD-SMP Unggulan Al-Ya’lu untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam mengelola pendidikan guna mendidik putra-putri bangsa yang bertaqwa, berakhlaq mulia dan berprestasi tinggi. ….Beberapa pertanyaan diajukan dalam tanya jawab seusai presentasi dan de-tour ke areal TK, SD, maupun SMP Unggulan Al-Ya’lu. Beberapa hal yang menarik adalah menanyakan tentang kurikulum dan pengelolaan pembelajaran hingga peserta didik Al-Ya’lu mampu berkompetisi dan memperoleh beberapa prestasi hingga tingkat internasional.

….Acara kunjungan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari yayasan Miftahul Ulum kepada Yayasan Selamat datang juri Adiwiyata di SD Unggulan Al-Ya’lu Pagi itu di awal bulan September 2017 siswa-siswi SD Unggulan Al-Ya’lu bersiap rapi di halaman sekolah. Mereka siap menyambut tim juri Adiwiyata Provinsi Jawa Timur. Berpakaian dengan kostum yang menunjukkan cinta lingkungan hidup dan budaya daerah Malang. Tampak di dekat anak-anak adalah Pengawas Sekolah, Babinkamtibmas, Kasi Kurikulum Dikdas Dinas Pendidikan Kota Malang, Pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Bapak Lurah Arjosari Malang, Komite Sekolah, Yayasan dan dewan guru.

Tim penilai Adiwiyata berbincang dengan Bapak Pengawas SD disaksikan Kepala DInas Pendidikan Kota Malang, guru dan wali siswa Saatnya tiba, alunan musik bergema, dewan juri menerima pengalungan bunga sebagai tanda selamat datang.

Di depan dewan juri tampak para penari Bapang. Serangkaian seremoni masih berlanjut hingga pengumandangan visi dan misi SD Unggulan AL-Ya’lu oelh semua siswa dan pemangku kepentingan ( steakholder) di AL-Ya’lu. Tim penilai Adiwiyata melihat kerajinan daur ulang sampah di SD Unggulan Al-Yalu Anak-anak memandu dewan juri untuk visitasi ke pokja-pokja yang telah disiapkan.

Di setiap pokja sudah siap beberapa siswa yang akan memaparkan tentang aktivitas pokjanya masing-masing. Yang lebih istimewa, saat penilaian Adiwiyata ini SD Unggulan Al-Ya’lu mendapatkan spirit berkat dukungan langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Ibu Hj. Zubaidah, M.Pd. Beliau turut meninjau pokja-pokja yang akan dinilai dan memberi dukungan kepada para siswa yang bertugas. Semoga berhasil menjadi sekolah yang unggul dalam prestasi, budi pekerti dan melestarikan lingkungan hidup.

Viva Al-Ya’lu. JUARA SATU. Para peserta ujian SD Unggulan AL-YA’LU tahun 2017 bersama dengan para pengawas usai melaksanakan ujian. ….Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin. Syukur kehadirat Ilahi Robbi atas segala karunia-Nya. Segenap civitas akademika SD Unggulan AL-YA’LU memanjatkan syukur atas prestasi hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun pelajaran 2016/2017 ini kian mantap di peringkat pertama.

Dengan demikian berarti lulusan tahun 2017 ini mempertahankan tradisi SD Unggulan AL-YA’LU sebagai sekolah terbaik berdasarkan capaian rerata sekolah. Tradisi baik dengan mengedepankan integritas ini diukir AL-YA`LU sejak lulusan pertama tahun 2009 hingga tahun 2017 sekarang.

….Tahun 2017 ini SD Unggulan AL-YA’LU meraih rerata sekolah 281,31 dari tiga mata pelajaran yang diujikan dalam kelompok USBN, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Nilai tersebut sama dengan 93,77 per pelajaran tiap anak. Tahun ini bahkan ada yang surprise, ada pelajaran yang 78 persen peserta ujiannya meraih nilai absolut 100 dengan rata-rata capaian nilai sekelas pada mata pelajaran tersebut 99,35.

….Prestasi ini tentu bukan serta merta didapat tanpa ikhtiar. Ibu Dr. Tutik Arindah, M.Si selaku Kepala SD Unggulan AL-YA’LU menyampaikan terima kasih kepada para peserta didik kelas 6 yang memiliki motivasi yang kuat untuk sukses.

Bapak dan ibu guru dengan ulet dan penuh kasih sayang amat besar andilnya dalam mempertahankan persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah ini.

Demikian juga peran wali siswa sebagai partner sekolah. Selamat dan semoga dapat selalu dipertahankan. ***** Bapak ketua Yayasan An Nahdlah Gondang Nganjuk, Moh Zumroni SH.I memberi sambutan tentang pengembangan lembaga pendidikan An Nahdlah Awal bulan Maret ini tepatnya pada hari Kamis, 02 Maret 2017 SD Unggulan AL-YALU menerima tamu dari Nganjuk, Jatim. Adalah SD Plus An-Nahdlah Gondang yang juga menyelenggarakan Full Day Education mengadakan studi banding ke SD Unggulan AL YA’LU Malang.

Rombongan dipimpin oleh ketua Yayasan Bpk. Moh Zumroni, SH.I, Kepala Sekolah Ibu Imroatul Khusnul K.H, S.Pd.Idisertai Dewan Gurudan para staf pengajar serta ibu-ibu komite sekolah. … F oto Bersama di auditorium Al-Ya’lu Kegiatan studi banding tersebut, sebagaimana diungkapkan Kepala SD Plus An-Nahdlah, dimaksudkan untuk memperoleh wawasan yang lebih luas dalam rangka pengelolaan dan pengembangan lembaga di tingkat SD. Kegiatan studi banding ini salah satu merupakan agenda atau kegiatan tahunan Yayasan An-Nahldlah Gondang Nganjuk.

Bpk. Purnomosidi, M.Si saat menjelaskantentang profil SD Unggulan Al-Ya’lu di hadapan para tamu Studi Banding …Dalam kunjungan ke SD Unggulan AL YA’LU Malang diterima langsung oleh Wakil Kepala Sekolah dan dewan guru.

Sebagaimana diungkapkan oleh peserta studi banding bahwa dengan kunjungan ini merasa puas karena dilayani dengan baik sebagai sahabat. ….Saat sesi tanya-jawab, pertanyaan demi pertanyaan dari staf pengajar SD Plus An-Nahdlah Gondang dan komite dijawab dengan jelas sembari menunjukkan realitas yang ada. Mulai dari ruang pembelajaran, sarana pembelajaranmedia serta metode pembelajaran. Diharapkan dengan kunjungan ini menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan di SD Plus An-Nahdlah, baik kahlaq maupun prestasinya.

CINTA SAINS: Ahada Angkasa Pura menunjukkan medali emas yang dia raih dalam International Competition and Assessment for School (ICAS) 2016. Kecintaan Ahada Angkasa Pura, siswa kelas III SD Al-Ya’lu, Blimbing, Kota Malang, ini terhadap pelajaran sains mengantarkannya meraih banyak prestasi. Terbaru, dia memperoleh gold medal(medali emas) dalam International Competition and Assessment for School (ICAS) 2016 yang diadakan The University of New South Wales (UNSW) Australia. Bagaimana perjuangannya?

….AHADA Angkasa Pura tiba terlihat rapi menggunakan jas sekolah dan dasi warna merah. Siswa yang baru meraih prestasi internasional gold medal di ICAS 2016 yang diadakan The University of New South Wales (UNSW) Australia itu terlihat cerdas dan tegas. Saat bertemu JawaPos Radar Malang dan sejumlah guru, dia langsung mengulurkan tangan untuk bersalaman. ”Kenapa saya diwawancarai?” celetuk siswa kelas III SD ini mengawali obrolan pagi itu. ….Ini merupakan pertanyaan kritis yang diajukan anak-anak untuk mengetahui maksud dari wawancara tersebut.

Febi Sapta Erawati, guru yang mendampinginya, menjelaskan tujuan dari pertemuan ini. Dia menyatakan kepada Ahada jika wawancara pagi itu agar menginspirasi teman-temannya. ….”Agar teman-teman (siswa-siswi) di sekolah lain juga terinspirasi untuk belajar lebih Continue reading… Bpk Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya didampingi Pembantu Dekan, Dosen dan Para Mahasiswa FKIP UMP menyimak pemaparan profil SD Unggulan Al-Ya’lu Selasa, 22 November 2016 sejumlah mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP) berkunjung ke SD Unggulan AL-YA’LU.

Kehadiran mahasiswa ini dipimpin langsung oleh Dekan FKIP UMP Bapak H. Diplan, M.Pd dan beberapa dosen pembimbing.

BERSAMA – Foto bersama di Al-Ya’lu digital school theatre Dalam sambutan Bapak Dekan FKIP UMP menyampaikan bahwa kehadiran rombongan mahasiswa ini merupakan serangkaian dengan kegiatan akademik yang ditempuh mahasiswa. Para calon pendidik dari The Green Islamic Campus ini perlu dibekali pengalaman di lapangan dari sekolah-sekolah yang unggul sebagaimana SD Unggulan Al-Ya’lu. Kelak jika sudah menjadi sarjana pendidikan harus bisa mendidik siswa berakhlaqul karimah dan mengembangkan sekolah menjadi sekolah unggulan dan penuh prestasi.

………… Penyerahan cinderamata dari FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya kepada SD Unggulan Al-Yalu Para tamu mendapatkan kesempatan untuk de tour di seluruh area SD Unggulan AL-YA’LU. Dalam sesi tanya-jawab berbagai hal ditanyakan mahasiswa terkait dengan sarana dan prasarana pendidikan, pengelolaan sekolah, standar ketuntasan belajar, pendidikan karakter maupun ujian internasional.

Yang seru, masiswa juga diajak main game pendidikan bersama peserta didik SD Unggulan Al-Ya’lu. Terakhir dari pihak sekolah maupun dari FKIP UMP sama-sama berharap agar ke depan kerjasama yang baik ini bisa dilanjutkan. Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya di halaman Sekolah Unggulan AL-YA’LU ….Hari Kamis, 29 September 2016 SD Unggulan AL-YA’LU menerima kunjungan tamu dari Surabaya.

Mereka adalah mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Hadir ke sekolah ini bersama dengan bapak dosen pembimbingnya. ….Banyak hal yang disharingkan dari Sekolah Unggulan AL-YA’LU. Tentang pengelolaan sekolah fullday, pembelajaran, kesiswaan, pengembangan diri dan bimbingan prestasi peserta didik. Bukan hanya itu, kakak-kakak mahasiswa juga diajak bermain seru dengan adik-adiknya. Selain pengalaman lapang pendidikan anak, ada kesan yang dibawa para mahasiswa calon pendidik ini.

SEMANGAT JUARA – Regu Pramuka putra dan putri SD Unggulan Al-Ya’lu bersama Walikota Malang H.Moch. Anton saat Pelepasan ke ISC Province Championship 2016 ….Peluang regu Pramuka putra dan putri SD Unggulan Al-Ya’lu untuk meraih prestasi di tingkat nasional makin terbuka.

Peluang itu didapatkan persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah perolehan medali dalam Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Championship of Indonesia Scout Challenge (ISC) yang berlangsung di Bumi Perkemahan Sunan Kalijogo Gresik tanggal 16-18 September 2016 kemarin. NATIONAL CHAMPIONSHIP – Pinru Pramuka Putra Al-Ya’lu (duduk kedua dari kanan) dan Pinru Putri Al-Ya’lu (berdiri paling kanan) bersama Ketua dan Wakil Ketua Kwarda Jatim dan para Pinru yang lolos ke ISC tingkat nasional 2016 .Dalam perhelatan ISC Province Championship di Gresik regu Pramuka putri SD Unggulan Al-Ya’lu meraih medali emas terbanyak dari seluruh regu yang mengikuti perkemahan tantangan Pramuka tersebut.

Regu putri Al-Ya’lu mengumpulkan 6 medali emas. Terbanyak dari seluruh peserta kemah ISC. Sedangkan regu Pramuka putra SD Unggulan AL-YA’LU mengumpulkan 4 emas dan 2 perak berada di peringkat kedua berdasarkan perolehan medalinya.

….Atas capaian medali ISC pada kejuaraan provinsi Jatim itulah regu Pramuka putra dan putri SD Unggulan Al-Ya’lu Malang dinyatakan lolos sebagai wakil Jatim untuk mengikuti ISC National Championship yang akan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Prambanan, Yogyakarta pada bulan Oktober 2016 mendatang yang diikuti oleh regu-regu juara dari 7 provinsi.

Mahasiswa S2 Unnes mendapatkan penjelasan dari Bapak Purnomosidi, M.Si, guru Sekolah Unggulan Al-Ya’lu saat di halaman sekolah.

…Ingin tahu lebih tentang Sekolah Unggulan AL-YA’LU sebanyak 92 mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (UNNES) hari Kamis, 25 Agustus 2016 melakukan Studi Banding di sekolah ini. Para mahasiswa S2 UNNES beserta bapak-ibu dosen pembimbing saat seremoni di auditorium Sekolah Unggulan Al-Ya’lu Didampingi oleh empat dosen pembimbing, mahasiswa tersebut berasal dari S2 Program Studi Pendidikan Dasar, S2 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), S2 Pendidikan Matematika dan S2 IPA.

… .Prof. Tri Joko Raharjo, M.Pd. sebagai pimpinan rombongan dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa ke Al-Ya’lu adalah untuk mengetahui lebih jauh tentang pengelolaan sekolah unggulan, baik akademik, non akademik dan manajerialnya. Continue reading… Satu dari kegiatan pembelajaran SD Unggulan Al-Ya lu, Kota Malang, dengan metode pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) di sekolah.

….Wacana penerapkan sekolah full day untuk jenjang SD hingga SMP di Indonesia, ternyata disambut sangat baik oleh beberapa sekolah di Kota Malang. Terutama yang sudah menerapkan sistem full day Continue reading… Mahasiswa Program Doktor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama Kepala Sekolah dan wakilnya di Auditorium Sekolah Unggulan AL-YA’LU Malang ….Rabu pagi (3/8/2016) Sekolah Unggulan AL-YA’LU menerima kunjungan mahasiswa Program Doktor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Kunjungan tersebut diikuti oleh 10 mahasiswa dan dosen pembimbing. Mereka terdiri dari mahasiswa Pascasarjana S3 IPS dan Olahraga. Rangkaian lawatan ini dikemas dengan nama Malang Study Lab.

Mahasiswa Program S3 bersama para peserta didik SD Unggulan AL-YA’LU ….Menurut kandidat doktor UNY ini, mereka memilih berkunjung ke AL-YA’LU atas pertimbangan catatan prestasi Sekolah Unggulan AL-YA’LU hingga saat ini.

persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian tugas studi di Program Doktor UNY. Selama di AL-YA’LU, para mahasiswa melakukan de-tour ke SD dan SMP. Beberapa hal yang terkait dengan kegiatan akademik, non akademik dan manajemen sekolah tak luput jadi bahan diskusi antara mahasiswa, dosen dan pengelola Sekolah Unggulan AL-YA’LU.

Rekor tahun ke-7. Siswa-siswi kelas VI SD Unggulan Al-Ya’lu peraih nilai rata-rata US tertinggi se-Kota Malang bersama ibu kepala sekolah dan guru Bersyukur kehadirat Alloh, gelar lengkap prestasi Ujian Sekolah (US) diraih oleh SD Unggulan Al-Ya’lu tahun ini.

Lengkap karena meraih nilai hasil US SD tertinggi individu dan lembaga atau rata-rata sekolah. Prestasi ini sekaligus membubuhkan rekor peraih nilai puncak hasil ujian akhir sekolah selama 7 tahun berturut-turut sejak ujian masih bernama UASBN, UN hingga US sekarang ini.

Tahun 2016 ini SD Unggulan Al-Ya’lu meraih nilai rata-rata sekolah Continue reading… ANAK CERDAS: Irdya Pravieta Waridati meraih nilai tertinggi US SD/MI se-Kota Malang tahun 2016.

Ditemui Radar Malang di sekolah- nya, SD Unggulan Al-Ya’lusiswa kelas VI Irdya Pravieta Waridati terlihat ceria sembari berlatih menyanyi koor.

Sepintas gadis yang akrab disapa Tita tersebut terlihat sama dengan teman-teman satu angkatannya. Namun di balik itu semua, ada segudang prestasi nasional maupun internasional yang telah diraihnya.

Dalam ujian sekolah tingkat SD yang diselenggarakan Mei lalu, bocah yang tinggal di Arjosari Malang itu berhasil menorehkan prestasi yang membang- gakan dengan meraih nilai 100 untuk mata pelajaran IPA, 100 Matematika dan 98 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Saat diwawancarai Jawa Pos Radar Malang Jumat (24/6) kemarin, Tita bahkan Continue reading… Siswa kelas 6 SD Unggulan AL-YA’LU Dies Haditsa Putra Nursadih menerima pengalungan medali emas Olimpiade Sains Kuark level III dari Mendikbud Prof.

Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. ….Merajut hari, merenda prestasi. Superioritas siswa SD Unggulan AL-YA’LU kembali dibuktikan dalam gelanggang akademik Olimpiade Sains Kuark (OSK) tingkat Nasional.

Tidak tanggung-tanggung, dua medali emas diraih siswa sekolah ini. Medali emas pertama diraih oleh ananda Bara Maqiyya Madani (level I, kelas 2) sekaligus sebagai satu-satunya absolute winner. Medali emas kedua oleh anada Dies Haditsa Putra Nursadih (level III, kelas 6), sekaligus meraih The Best Science Exhibition.

….Penghargaan tersebut diberikan setelah anak-anak jago sains ini menjuarai kompetisi bertingkat mulai dari penyisihan tingkat lokal, regional hingga babak final tingkat nasional. Kompetisi ini total diikuti oleh 92.877 peserta dari semua provinsi di Indonesia. Pada babak final yang diselenggarakan tanggal 18-19 Juni 2016 di Universitas Pembangunan Jaya, Tangerang, duta AL-YA’LU memborong juara nasional.

Medali emas dikalungkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Prof. Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. dan mantan menteri pendidikan Prof. Ing. Wardiman Djojonegoro. ….Atas prestasi yang diraih jawara sains ini, mereka mendapatkan beberapa hadiah fantastis. Bara Maqiyya Madani yang meraih absolute winner diberi kesempatan untuk tour ke Korea, dana pendidikan Rp 10 juta, handphone, dan beberapa paket hadiah.

Dies Haditsa mendapatkan komputer tablet, dana pendidikan Rp 4 juta, handphone, permainan edukatif dan beberapa paket hadiah menarik. ….Bagi Sekolah Unggulan AL-YA’LU prestasi ini bukan yang pertama.

Setiap tahun siswa-siswi AL-YA’LU lolos menjadi finalis OSK tingkat nasional. AL-YA’LU pernah meraih medali emas, perak dan beberapa h onourable mention olimpiade sains yang diselenggarakan oleh PT.

Kuark Internasional. Mereka berhasil meraih juara di babak final di Jabodetabek setelah meraih nilai tertinggi dalam tes tulis dan eksperimen. Siapa ingin meraih prestasi seperti mereka? Mendikbud Anies Baswedan, Ph.D. didampingi Anggota Komisi X DPR RI Ibu Hj.

Lathifah Shohib bersama para siswa dan guru Sekolah Unggulan Al-Ya’lu ….Senin 23/5/2016 pagi kampus Sekolah Unggulan AL-YA’LU menyambut tamu kehormatan. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Rasyid Baswedan, Ph.D pagi itu berkenan menyapa siswa dan guru di kampus Sekolah Unggulan Al-Ya’lu. Rekaman video bisa disaksikan di link ini atau di bilah kanan halaman web ini.

Bapak Mendikbud menyapa anak-anak Pramuka Juara EJSC 2015 yang pernah berkemah di Amerika, saat di halaman Sekolah Unggulan Al-Ya’lu Beliau hadir di kampus Al-Ya’lu bersama wakil ketua Komisi X DPR RI Ir. H. Ridwan Hisjam dan Ibu Lathifah Shohib beserta staf Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. ….Pagi itu di depan gerbang sekolah berjajar rapi anak-anak TK, SD dan SMP Unggulan Al-Ya’lu dengan bendera merah putih dilambaikan antusias menyambut kehadiran Bapak Menteri.

Mendikbud bersama Kepala TK, guru, siswa-siswi TK dan SD Unggulan AL-YA’LU Di halaman sekolah tampak telah bersiap siswa-siswi berprestasi.

Beberapa spanduk dan baliho turut menyambut hadirnya Bapak Menteri. Meskipun berhimpit dengan jadwal yang padat, Bapak Menteri Anies Baswedan menyempatkan diri menyapa para siswa di halaman sekolah. Mendikbud Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. bersama Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ir. H. Ridwan Hisjam, Ketua Perkumpulan Pengelola Pendidikan Manunggal Bangsa Drs.

Sukirman, MT, Kepala SMP Unggulan Al-Ya’lu, guru dan siswa SMP Unggulan Al-Ya’lu di gerbang sekolah ….Bapak Menteri menyapa anak-anak berprestasi di kampus Al-Ya’lu. Ananda Pravieta yang menyumbangkan medali IMSO internasional di Bangkok berkesempatan berbincang dengan Bapak Menteri. Bahkan Continue reading… Qaroba Abiyasa, Siswa kelas VII SMP Unggulan AL-YA’LU memperoleh penghargaan internasional karya lukis anak ….Meskipun usia SMP Unggulan AL-YA’LU masih sangat belia, catatan prestasi siswa-siswinya mulai bisa dirangkai.

Terbaru, ananda Qaroba Abiyasa mencatatkan prestasinya. Karya lukisnya yang diikutkan dalam pameran karya lukis anak internasional dalam rangka ulang tahun Unesco yang ke-70 dikabarkan meraih international honourable mention dari Praha di Eropa. ….Mendapat kabar bahwa karyanya meraih penghargaan internasional, Bian -nama panggilan anak remaja ini- tidak menyembunyikan senyum girangnya. “Alhamdulillah. Saya persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah nyangka bisa raih penghargaan ini”, kata Bian.

Wajar ia bangga. Betapa tidak, pameran dan seleksi karya seni ini diikuti oleh lebih dari 18.000 peserta dari 77 negara. Jurinya pun dari Continue reading… Abu Falah Tahta Kencana pemimpin regu Pramuka putra SD Unggulan AL-YA’LU (kedua dari kiri) dan Mirza K. Izz Hanania pinru putri (paling kanan) menerima trofi juara ISC gelombang I regional Kota Malang dari Wakil Ketua Kwarda Jatim Kak Hariadi Purwanto SUPERIORITAS SD Unggulan Al Ya’lu benar-benar teruji. Setelah tahun lalu menjadi jawara umum East Java Scouts Challenge (EJSC), kali ini pada Indonesia Scout Challenge (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior Regional Championship Kota Malang, Al-Ya’lu membuka jalan untuk mempertahankan prestasi tersebut.

Ini setelah tim putra dan tim putri SD Unggulan Al-Ya’lu sama-sama menempati juara umum. Tim ini akan menjadi delegasi bersama juara umum gelombang dua yang akan dimulai hari ini (9/4/2016) dan berakhir besok (10/4) di Lapangan Rampal. Sedangkan Al-Ya’lu sendiri merupakan jawara gelombang pertama yang dilaksanakan sejak Kamis (7/4) lalu dan berakhir kemarin (8/4).

Kepala SD Unggulan Al-Ya’lu, Dr. Tutik Arindah mengatakan, kunci utama keberhasilan anak didiknya adalah Continue reading… Regu Pramuka putri Al-Ya’lu juga siap mempertahankan juara PEMBUKAAN Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior Regional Championship Kota Malang berlangsung meriah. Ribuan anggota pramuka penggalang dari SD dan MI se-Kota Malang tumpah ruah di Lapangan Rampal, tadi malam (6/4/2016). Dibuka dengan penampilan musik dan salam pramuka, para peserta begitu bersemangat dengan helatan pramuka terakbar tersebut.

Abu Falah Tahta Kencana (10) siswa SD Unggulan AL Ya’lu yang menjadi juara East Java Scouts Challenge tahun lalu, mengaku sangat bersemangat untuk mengikuti ISC 2015-2016 ini.

“Semangat sekali, apalagi setelah melihat ada banyak teman-teman dari sekolah lain berkumpul di sini,” kata Falah. Siswa kelas IV tersebut pun menyampaikan keinginannya untuk Continue reading… Rayhan Andrasakti, siswa SD Unggulan Al-Ya’lu di arena OSN tingkat provinsi tahun 2016 ….Setelah mengikuti seleksi berjenjang dari ratusan peserta pilihan, SD Unggulan AL-YA’LU berhasil menjadi kampiun di Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD/MI Kota Malang. Sekolah ini berhasil menempatkan siswanya, Rayhan Andrasakti, menjadi juara 1 OSN bidang studi matematika SD/MI tahun 2016.

Berkat keberhasilan menyabet peringkat 1 OSN matematika Kota Malang, siswa sekolah ini mewakili Kota Malang di OSN tingkat Provinsi Jawa Timur. …. Seleksi OSN di tingkat provinsi Jawa Timur dilaksanakan tanggal 5-7 April 2016 di Hotel Victory Kota Batu. Menghadapi olimpiade matematika di tingkat provinsi ini Rayhan telah mempersiapkan diri dengan matang.

Apabila lolos menjadi juara tingkat provinsi, ia akan menjadi duta OSN Jatim di Palembang pada pertengahan Mei 2016. Selamat, semoga berjaya. Sebagain karya lukis anak-anak Al-Ya’lu Sebagai lembaga pendidikan yang peduli terhadap talenta peserta didiknya, Sekolah Unggulan AL-YA’LU senantiasa memberi ruang yang luas dan kesempatan putra-putrinya untuk mengembangkan diri dan berekspresi.

Salah satu bidang pengembangan yang mendapatkan kesempatan ini adalah seni lukis. Apa Buktinya? Instalasi karya lukis di area pameran di Eropa (arsip tahun lalu) ….Pada awal bulan Maret ini karya lukis anak-anak dari Sekolah Unggulan Al-Ya’lu dikirimkan ke Eropa untuk mengikuti pameran karya seni anak, sekaligus memperingati 70 tahun UNESCO.

Dari Al-Ya’lu ada 23 karya lukis dari jenjang TK, SD dan SMP yang sudah diterima oleh Continue reading… SELAMAT YA.: Muhammad Shabri menerima trofi dari Kabid Sekolah Menengah Disdik Kabupaten Malang Puji Hariwati di Dome UMM, Minggu 20/3/2016 lalu. Muhammad Shabri Putra Wibowo termasuk siswa yang luar biasa.

Dia meraih juara umum Tryout Kejujuran 2016 tingkat SD yang dihelat Jawa Pos Radar Malang. Shabri berhasil menyisihkan puluhan ribu peserta se-Malang Raya. BADANNYA sehat berisi, kulit putih, dan berwajah tembem nan imut. Dialah Muhammad Shabri Putra Wibowo. Dengan malu-malu dia melangkah kan kaki menuju panggung saat persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah di panggil untuk maju. Awalnya, siswa kelas VI SD Unggulan Al Ya’lu itu dipanggil sebagai juara I tingkat SD Kota Malang dengan nilai 28,40.

Dia mengungguli teman-temannya se-Malang Raya Continue reading… JUARA UMUM. Muh. Shabri Putra Wibowo, Siswa SD Ungulan AL-YA’LU (berjas merah) diapit Kabid Dikmen Kab.

Malang dan Kabid Dikdas Disdik Kota Malang membawa Piala dan Piagam Juara Umum Try Out Kejujuran SD/MI se-Malang Raya. ( foto RadarMalang) ….Catatan prestasi kembali ditorehkan oleh putra-putri AL-YA’LU. Muhammad Shabri Putra Wibowo dan Nabila Afifah Qotrunnada, keduanya siswa-siswi SD Unggulan Al-Ya’lu, hari Minggu 20/3/2016 kemarin meraih prestasi tingkat Malang Raya.

Muh. Shabri yang familier dipanggil Abi, menjadi juara umum try SENYUM LEGA. Abi dan Nabila, masing-masing sebagai Juara 1 dan Juara 2 Try Out Kejujuran SD/MI Kota Malang 2016 out kejujuran jenjang SD/MI se- Malang Raya. Gelar itu didapat setelah Abi meraih juara pertama try out kejujuran SD/MI tingkat Kota Malang Adapun Nabila sebagai juara kedua tingkat Kota Malang. ….Wajah semringah tanda bahagia tampak dari raut muka kedua siswa ini. Mereka pantas bahagia, pasalnya mereka meraih yang terbaik pada try out Ujian Sekolah yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Malang bersama LBB Primagama ini.

Jumlah pesertanyapun fantastis diikuti oleh 46.107 siswa dari 1492 SD/MI di Malang Raya. ….Untuk bisa melaju ke babak final dengan menyisihkan puluhan ribu peserta juga tidak gampang. Peserta mengikuti Continue reading… STUDI BANDING. Peserta kunjungan studi banding dari KKG PAI Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan berfoto bersama Kepala SD Unggulan AL-YA`LU ….SD Unggulan AL-YA’LU baru saja menerima kunjungan tamu dari Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Kunjungan pada hari Jum’at, 11 Maret 2016 merupakan kunjungan studi banding. Dengan ramah dalam suasana penuh keakraban, rombongan yang terdiri dari 51 guru-guru PAI se-Kabupaten Enrekang beserta pengawas PAI dan Kasi Pendidikan Agama Islam dari kantor Kementerian Agama Kabupaten Enrekang, Sulsel itu disambut di AL-YA’LU Digital School Theatre.

….Sebagaimana dinyatakan oleh Continue reading… Siswi SMP Unggulan AL-YA’LU Mutiara Sani Inayah mengangkat piala dan tanda penghargaan sebagai 1st runner up story telling ….Meski usia sekolah masih belia, SMP Unggulan AL-YA’LU mulai merajut prestasi. Mutiara Sani Inayah, siswi kelas 7 sekolah ini pada hari Minggu, 6 Maret 2016 meraih runner up Story Telling Contest tingkat Provinsi Jawa Timur. Kejuaraan itu diraih dalam event Bhawikarsu English Vaganza (BEV) 2016 yang diselenggarakan oleh SMAN 3 Malang, dalam rangkaian kegiatan Smanti Education Festival 2016.

….Mutiara Sani Inayah yang akrab disapa Iin meraih runner up setelah mengungguli puluhan peserta dari berbagai Continue reading… Siswa-siswi SD Unggulan Al-Ya’lu seusai mengikuti try out kejujuran di sekolah. Hari Sabtu, 5/3/2016 para siswa kelas VI SD Unggulan AL-YA’LU melaksanakan Try Out Kejujuran. Kegiatan ini merupakan persiapan untuk menghadapi Ujian Sekolah (US) yang akan dilaksanakan pada bulan Mei 2016.

Bersama-sama dengan 46.107 siswa dari 1492 SD/MI di Malang Raya, para siswa tampak antusias melaksanakan event besar kerjasama Dinas Pendidikan dan Jawa Pos Radar Malang. Sesuai dengan namanya, try out ini bukan sekedar untuk persiapan penguasaan materi ujian, tetapi juga untuk memupuk kejujuran siswa. Sesungguhnya bagi siswa SD Unggulan AL-YA’LU, memupuk benih pendidikan karakter jujur laksana garam dengan asinnya, sejak dini ditanamkan sikap jujur.

Dengan jujur, anak-anak bersemangat mengikuti latihan ujian dan ingin meraih hasil terbaik, walaupun jumlah soalnya lebih banyak dari try out umumnya. SAMBUTAN ISTIMEWA: Pravieta mendapatkan kalungan bunga dari Bapak Mendikbud Prof. Anies Baswedan, Ph.D di Bandara Soekarno-Hatta Irdya Pravieta Waridati, siswa SD Unggulan AL-YA’LU Kota Malang meraih medali perunggu dalam Internasional Mathematics And Science Olympiad (IMSO) bidang sains di Phatumthani, Thailand yang diselenggarakan pada tgl 1-7 November 2015.

Kedatangannya di sekolah disambut oleh para siswa di sekolahnya. Pravieta saat di arena IMSO 12 di Thailand ….IMSO merupakan persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah kompetisi tahunan internasional siswa SD yang terdiri atas dua bidang olimpiade yaitu Matematika dan Sains. Tahun 2015 ini diselenggarakan di Thailand dan diikuti oleh 20 negara peserta. Setiap negara mengirimkan para peserta terbaik yang telah dibina khusus untuk berkompetisi di bidang sains dan matematika.

Pada saat pengumuman pada closing ceremony Irdya Pravieta merupakan salah satu peserta yang dipanggil untuk menerima medali perunggu, sebagai duta Indonesia. Pravieta, persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah SD UnggulanAl-Ya’lu saat di arena IMSO 12 di Thailand Pravieta menuturkan, sesungguhnya perolehan ini masih di bawah targetnya.

Ia ingin memperoleh medali emas. Namun untuk mendapatkan hasil yang diperoleh sekarang ini pun tidak mudah. Harus melalui seleksi panjang. Ia mulai mengikuti seleksi awal di tingkat Kota Malang bersama 400 teman-temannya sejak bulan April 2015. Saat itu ia masih duduk di kelas 5. Ia menjalani beberapa kali seleksi di tingkat Kota dan ia menjadi juaranya.

SAHABAT: Pravieta membawa bendera merah putih berfoto bersama teman-temannya tim Indonesia dan manca negara Selanjutnya mengikuti seleksi di tingkat provinsi dan berlanjut di tingkat nasional. Ia bersama guru pembimbingnya harus beberapa bulan bolak-balik Malang-Jakarta untuk mengikuti pembinaan sekaligus seleksi, hingga akhirnya terpilih menjadi duta Indonesia untuk berangkat ke Thailand. Selama tujuh hari Di Thailand ia mengikuti beberapa rangkaian kegiatan.

Tes tulis, tes eksperimen dan beberapa event kunjungan di beberapa tempat di Thailand. Sepulang dari Thailand, Pravieta bersama rombongan tim merah putih disambut oleh Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan, Prof. Anies Baswedan, Ph.D. di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng. Seleamat atas prestasi ini, semoga meraih prestasi yang lebih tinggi di kesempatan berikutnya.

….Ada kesan yang menarik ketika mengenang debut anak-anak Pramuka Jawa Timur di ajang East Java Scout Challenge (EJSC) 2015. Sejak penyisihan di kabupaten/kota, hingga final di YonKav/Tank di Pasuruan. Itu perjalanan para pandu. Bagaiman dengan para pemenang?

Tentu kesannya lebih mendalam. Seperti yang dialami regu Pramuka dari Gugus Depan SD Unggulan Al-Ya’lu Kota Malang sebagai Juara 1 Continue reading… Hari itu tampak istimewa, anak-anak SD Unggulan AL-YA’LU mendapat kehormatan belajar bersama kakak-kakak mahasiswa dari berbagai negara di Asia. Para tamu ini berasal dari Korea, China, Myanmar, Laos dan Thailand. Dalam kesempatan yang baik ini siswa-siswi SD Unggulan AL-YA’LU memanfaatkannya dengan baik. ….Kehadiran para mahasiswa asing ke sekolah ini sarat dengan tujuan yang baik: berbagi wawasan, belajar bahasa dan budaya Indonesia.

Siswa-siswi sekolah ini juga mendapatkan pengalaman pertukaran wawasan budaya negara-negara sahabat. Anak-anak pun bisa menanyakan langsung hal-hal yang telah dikuasai mengenai pengetahuan budaya dan sosial yang telah dipelajari sebelumnya. Mereka pun saling menghargai. Dari pengetahuan dan pengalaman inilah anak-anak bisa menerapkan salah satu misi sekolah: mengembangkan sikap toleransi global.

DUTA BANGSA: Pemenang East Java Scouts Challenge 2K15 dari SD Unggulan Al-Ya’lu Malang dan dan tim putri Lumajang berfoto bersama Bapak Saifullah Yusuf Wagub Jatim (tengah) yang diapit Wapemred Jawa Pos Nanang Prianto serta GM PT DBL Indonesia Masany Audri di Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Negara Grahadi tadi malam. (Foto: Dipta Wahyu/ Jawa Pos) PERASAAN Sultan Azis kemarin (20/10) bercampur aduk.

Siswa kelas 6 SD Unggulan Al-Ya’lu, Arjosari, Malang, itu masih setengah tidak percaya. Bersama sembilan teman sekelasnya, dia bakal berangkat ke Amerika Serikat untuk mengikuti Boo Fest-Neon Nights di Los Angeles. SD Al-Ya’lu ditahbiskan sebagai regu Pramuka terbaik dalam East Java Scouts Challenge (EJSC) 2015. Regu Pramuka itu telah persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah lebih dari 170 ribu peserta Pramuka SD se-Jatim.

Mereka juga menjadi yang terbaik dari total 122 kompetisi. ”Seneng, tapi ya grogi. Tapi, banyak seneng-nya,” ungkap Sultan di Gedung Negara Grahadi kemarin. Dia tidak pernah menyangka bisa menang.

”Masuk final sudah sangat bangga,” tutur bocah 12 tahun tersebut. Para bocah pemenang itu dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang juga ketua Kwarda Jatim di Gedung Negara Grahadi tadi malam. Ketua Harian Kwarda Jatim A.R.

Purmadi menyatakan sangat bangga dengan adanya kompetisi itu. ”Apalagi didukung sepenuhnya oleh Jawa Pos. Jadi luar biasa,” ucapnya.

Purmadi mencatat, ada revitalisasi gerakan Pramuka di Jatim. Dari penelusuran di lapangan, kata Purmadi, ada peningkatan denyut gerakan Pramuka di seluruh Jatim. Selain itu, dia menyatakan, gerakan tersebut kemudian menjadi inspirasi di tingkat nasional. ”Kegiatan ini jadi diadopsi Kwarnas. Namanya Indonesia Scouts Challenge,” paparnya. Purmadi juga mengungkapkan, kegiatan tersebut berbuah penghargaan dari presiden untuk Gubernur Jatim Soekarwo.

”Penghargaannya diterima 16 Agustus lalu,” terangnya. Di bagian lain, Ketua Kwarda Jatim Saifullah Yusuf berpesan bahwa tim yang berangkat tersebut mewakili Indonesia. Karena itu, tim harus memaksimalkan potensi ketika berada di Negeri Paman Sam.

”Saya yakin semua bisa menjadi duta yang baik,” ujarnya. Acara pelepasan kemarin ditutup dengan persembahan tari glipang oleh regu putri SD Islam Tompokersan. Kemudian, SD Unggulan Al-Ya’lu menampilkan joget dengan tarian yang dinamakan Joget Komando. Rencananya, mereka berangkat pagi ini menuju Singapura. Setelah melakukan city tour di Singapura, rombongan terbang ke Los Angeles, AS, keesokannya (22/10).

(ano/c5/kim) Story Provided by Jawa Pos BUKA BRANKAS : Regu Pramuka SD Unggulan Al-Ya’lu Malang saat menyelesaikan tantangan terakhir di Final EJSC 2K15. Mereka berhasil menyelesaikan semua soal dan membuka brankas, dan memenangkan hadiah ke Amerika. (Foto: Dipta Wahyu/ Jawa Pos) OTAK manusia terdiri dari dua bagian. Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Sementara itu, otak kiri manusia berfungsi dalam hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika.

Nah, dalam Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 terdapat banyak tantangan yang memadukan fungsi keduanya. Selain menghadirkan tantangan yang mengasah otak kanan. Kali persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah otak kiri juga akan diuji dalam tantangan yang bertajuk Asah Otak.

Tantangan ini akan menguji pengetahuan para Pramuka Penggalang Ramu khususnya tentang mata pelajaran. Soal yang diberikan diambil dari mata pelajaran seperti matematika dan pengetahuan umum. Selain itu ada pula pertanyaan mengenai sandi-sandi Pramuka.

Tak seperti kuis pada umumnya, tantangan Continue reading… MEMBANGGAKAN: Tim pemenang mendapatkan hadiah yang langsung diserahkan oleh Gubernur Jatim Soekarwo, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim Saifullah Yusuf, dan Direktur PT DBL Indonesia Azrul Ananda.

Prestasi membanggakan diukir SD Al Ya’lu, Kota Malang. Di ajang final East Java Scouts Challenge 2K15 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Yonkav 8/Tank, Beji, Kabupaten Pasuruan, Jumat (14/8) malam, tim putra SD Al Ya’lu meraih juara pertama. Tim ini pun berhak meraih tiket belajar Pramuka di Amerika Serikat pada Oktober 2015. BERGENGSI. Riuhnya suasana di babak grand final East Java Scout Challenge 2K15 ”Selamat datang kakak, selamat datang kakak, selamat datang kami ucapkan.

Terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama…” Lagu sambutan khas Pramuka tersebut dengan gegap gempita dinyanyikan sekitar seratus siswa-siswi SD Al Ya’lu, Arjosari. Dengan semangat, mereka menyambut Regu Putra Pramuka Gudep Unggulan Al Ya’lu yang pada Jumat (14/8) malam lalu berhasil menjadi juara pertama EJSC 2K15. Siswa SD Unggulan Al Ya`lu saat praktek cuci tangan yang benar dipandu staff Dinas Kesehatan Kota Malang, Senin (3/7/2015.

Surya). Program Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang pemberian obat cacing untuk anak usia sekolah SD/MI dan TK/BA/RA se-Kota Malang diresmikan. Peresmian ini ditandai dengan pemberian obat cacing serentak di 15 sekolah, Senin (3/8/2015). Dalam pembukaan program ini, dilakukan kunjungan pada tiga sekolah untuk pemberian obat cacing dan praktek cuci tangan dengan sabun.

Kunjungan terakhir di SD Al Ya’lu diikuti oleh 200 siswa SD Unggulan Al Ya’lu dan 75 siswa Pra-TK dan TK Unggulan Al Ya’lu. Serta 100 siswa perwakilan dari 5 SD yang berada disekitar Al Ya’lu yaitu, SDN Balai Arjosari 1, SDN Balai Arjosari 2, SDN Arjosari 1, SDN Arjosari 2 dan SDN Arjosari 3. Kepala Sekolah SD Unggulan Al Ya’lu, Dr. Tutik Arindah, M.Si menjelaskan, keikutsertaan sekolahnya dalam program yang diadakan Dinkes juga sebagai wujud kepedulian agar Continue reading… Bapak Walikota Malang Moch.

Anton dan Ibu Hj. Dewi Farida Suryani, Letkol Arm Arya Yudha Setiawan Dandim 0833 Kota Malang beserta ibu, Kapolsekta Blimbing Kompol Budi Setiono, Dra. Zubaidah, MM Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang bersama anak-anak TK Unggulan Al-Ya’lu “Luar biasa, saya menyaksikan sekolah ini luar biasa, fasilitasnya, kreativitasnya dan prestasinya hingga tingkat nasional dan internasional”, demikian penilaian Bapak Walikota Malang Moch.

Anton yang terkenal dengan nama Abah Anton ketika blusukan di Sekolah Unggulan AL-YA’LU pada Minggu pagi, 19 April 2015. Walikota Malang Abah Anton menerima pengalungan sorban dari anak TK Unggulan Al-Ya’lu Bapak walikota berkomentar demikian setelah berkeliling sekolah menyaksikan fasilitas sekolah, medali dan piala prestasi berbagai kejuaraan, kreativitas dan unjuk kebolehan peserta didik TK dan SD Unggulan AL-YA’LU.

Kehadiran Bapak Walikota Malang beserta Ibu Hj. Dewi Farida Suryani di Al-Ya’lu didampingi unsur Muspida Kota Malang. Komandan Kodim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Arya Yudha Setiawan SIP. Bapak Komandan Kodim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Arya Yudha Setiawan SIP juga menerima pengalungan sorban dari peserta didik Al Ya’lu Dari unsur pemerintahan Bapak Walikota didampingi seluruh kepala dinas atau kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Malang, Bapak Drs. Ali Mulyanto, MM Camat Blimbing, Kapten Arh Heru Sunyoto Danramil 0833/03 Blimbing dan Bapak Muhammad Suhadak, SE.

Lurah Arjosari. MERIAH. Penyambutan kunjungan bapak walikota Malang oleh ratusan siswa, guru dan masyarakat umum turut diliput media nasional Bapak walikota Malang selalu memberi apresiasi setiap kali bertemu dengan anak-anak di setiap stan.

Saat berkunjung depan tenda pramuka beliau langsung mengangkat tangan hormat kepada Pramuka Al-Ya’lu yang baru saja menjuarai East Java Scout Challenge (EJSC) Kota Malang dan akan mewakili Kota Malang di EJSC Jawa Timur di Surabaya. Demikian pula ketika datang di stand kreativitas menganyam, Abah Anton menanyai Tarisa yang baru saja menjadi juara 1 lomba menganyam tingkat kota. Bersama anak-anak TK, bapak walikota menyemangati anak-anak itu meneruskan karya mewarnanya.

….Tak luput dari perhatian Abah Anton saat bersama Luluk yang baru saja menjadi juara 1 membatik sekota Malang yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang. Gerakan tangan Luluk yang lincah dan halus dalam mencanting mendapatkan apresiasi dari walikota Abah Anton. PRESTASI: Siswa-siswi SD Unggulan AL-YA’LU dengan bangga membawa piala yang telah diraih dari berbagai cabang lomba, berfoto bersama Bapak Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang, Ibu Kepala Bidang Pendidikan Dasar, dan Ibu Kasi Kelembagaan Dikdas Kota Malang 2015 Belajar giat, berkompetisi sehat, berdo’a dan tawakal.

Dengan empat bekal itulah akhirnya siswa-siswi SD Unggulan Al-Ya’lu berjaya, menjuarai aneka lomba di tingkat kota yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Malang tahun 2015 ini. Pada Lomba Bina Kreativitas Siswa, Lomba Siswa Teladan, Olimpiade Sains dan Pendidikan Agama Islam dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diselenggarakan pada bulan Maret 2015, SD Unggulan Al-Ya’lu memborong banyak piala kejuaraan. Seandainya ada piala juara umum sekolah, SD Unggulan Al-Ya’lu tentu juaranya.

….Sekolah yang selalu meraih rata-rata tertinggi UN/US ini menorehkan prestasi dengan merebut berbagai juara seperti pada tabel di bawah ini. …. Atas prestasi ini Bapak Drs. Suwarjana, M.Pd Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang memberi ucapan selamat kepada para siswa Al-Ya’lu.

“Kalian harus makin giat belajar dan berlatih, pada lomba di tingkat provinsi Jawa Timur nanti tunjukkan bahwa Kota Malang yang terbaik”, pesan beliau di tengah anak-anak yang meraih juara. SAHABAT: Kepala TK Unggulan Al-Ya’lu menerima cinderamata dari Bapak Mohd Adnan bin Md Daud, Pengarah Jabatan Kemajuan Masyarakat Negeri Selangor Malaysia ….“TK sudah seperti ini?”, begitulah komentar Bapak Mohd.

Adnan bin Md. Daud, pimpinan lawatan dari Kementerian Pendidikan Negeri Selangor Malaysia Senin, 23 Maret 2015 saat meninjau sarana bermain dan belajar serta inovasi pendidikan di TK Unggulan Al-Ya’lu. Rombongan lawatan berpose bersama kepala TK Al-Ya’lu dan guru Al-Ya’lu ….Sebanyak 25 orang terdiri dari pimpinan dan staf Jabatan Kemajuan Masyarakat (Kemas) Selangor, Kementerian Kemajuan Luar Bandar persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Wilayah, atau Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal jika di Indonesia, diterima di kampus TK Unggulan AL-YA’LU.

Interaksi dengan peserta didik Pra-TK dan TK Unggulan Al-Ya’lu ….Bapak Mohd. Adnan bin Md. Daud sebagai pimpinan muhibah ini dengan Bahasa Malaysia mengatakan, “Tujuan lawatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan berkongsi pengalaman dengan TK Unggulan AL-YA’LU dalam usaha pendidikan awal kanak kanak, kemahiran dan literasi, pembangunan modal insan menerusi partisipasi masyarakat yang amat aktif dalam meningkatkan kualiti hidup”.

….Di AL-YA’LU, rombongan dari negeri jiran ini meninjau areal sekolah, berinteraksi dengan pendidik, berbalas pantun dan bermain game yang seru dengan anak-anak. Hangat dan bersahabat. Itulah kalimat yang tepat sebagai ungkapan saat kunjungan tersebut. Saat berinteraksi dengan para guru TK Unggulan Al-Ya’lu ….Sebagai tanda persahabatan, Kemas Selangor Malaysia juga memberi kesempatan jika kelak dilakukan kunjungan balasan.

Ibu Endang Supadminingsih, Kepala TK Unggulan AL-YA’LU dalam sambutannya menyatakan bahwa kunjungan dari negeri sahabat ini merupakan suatu kehormatan. Setelah dilakukan de-tour di area taman pendidikan dan ramah-tamah, di akhir acara dilakukan tukar cinderamata antar kedua lembaga.

…. Bagi AL-YA’LU kunjungan dari Malaysia ini bukan satu-satunya kunjugan dari luar negeri. Sebelumnya Al-Ya’lu juga pernah menerima kunjungan dari Kementerian Pendidikan Papua New Guinea. SANG JUARA. Siswa SD Unggulan Al-Ya’lu menerima pengalungan medali juara Olimpiade Online Nasional dari Prof. Ing. Ilham Habibie, Ph.D SURYA Malang, JAKARTA – SD Unggulan Al-Ya’lu menyelamatkan wibawa Malang sebagai kota pendidikan.

Dalam Olimpiade Online Nasional 2014, sekolah yang ada Jl Teluk Mandar 55 Arjosari, Kota Malang ini, menjadi juara pertama nasional untuk tingkat sekolah dasar. SD Al Ya’lu menyisihkan dua ginalis lain, yakni SD Kristen Harapan, asal Denpasar, yang ada di posisi runner-up, dan SD Al-Azhar 14, Semarang, yang ada di posisi ketiga.

SANG JUARA. Siswa SD Unggulan Al-Ya’lu bersama Menteri Kominfo RI Bapak Rudiantara didampingi kepala sekolah Ibu Dr. Tutik Arindah, M.Si Olimpiade Online Nasional 2014 sendiri diikuti oleh 1020 sekolah di Indonesia. Kompetisi ini melombakan empat kelas, yakni SD, SMP, SMA IPA, dan SMA IPS. Di kelas yang lain, tak satupun wakil Kota Malang yang ada di posisi tiga besar.

Selain Al-Ya’lu, wakil Jatim lain yang duduk di posisi tiga besar adalah SMA Negeri 2 Genteng, Banyuwangi, yang menjadi runner-up untuk kelas SMA IPS “Alasan dilakukannya lomba secara online adalah untuk mendorong pemanfaatan Internet secara positif,” ujar Direktur Utama Orbit Digital, Muhammad Andi Zaky, dalam acara inagurasi lomba yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah, Rabu (17/12/2014). Olimpiade tahun ini merupakan yang kedua kalinya. Lomba pada tahun ini berlangsung sejak November 2014, dan berlangsung dalam empat tahap: tahap seleksi di tingkat kabupaten, seleksi tingkat propinsi, semifinal, persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah final.

Selengkapnya Juara untuk tingkat SD adalah: Kategori SD • Juara I SD UNGGULAN AL-YA’LU MALANG • Juara II SD KRISTEN HARAPAN DENPASAR • Juara Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah SDI AL-AZHAR 14 SEMARANG Selamat dan semoga menjadi juara 1 lagi tahun berikutnya. SANG JUARA: Lima siswa SD Al Ya’lu meraih prestasi nasional mengalahkan 5 ribu sekolah se-Indonesia. TAK ubahnya bocah lain seusianya yang gandrung bermain, lima juara OON yang sudah mengharumkan nama Kota Malang di kancah nasional itu terlihat tak serius saat berpose bersama Piala Hasri Ainun Habibi, Kamis (2/1) lalu.

Ada yang menyandarkan kepalanya di atas meja, ada pula yang sengaja persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah piala di depannya secara berlebihan, sehingga kesannya seperti matanya juling. Sesekali, gurunya menegur ulah bocah-bocah tersebut. Sang Juara Olimpiade Online menerima trofi dari Prof. Ing. Ilham Habibie, Ph.D. Pagi itu, wartawan koran ini datang secara khusus untuk bertemu dengan lima siswa yang berhasil memboyong piala OON.

Mereka adalah Ainan Balad, Toriq Makkiah Abadi, Kafaby Syairozi, Soofia Lahmunia, dan Almira Nurjannah Puspakenya. Semuanya siswa kelas VI SD Al Ya’lu dan langganan juara. Syairozi misalnya, pada 2014 lalu menyabet juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan the best di sekolahnya. Toriq juara dua OSN, Ainan selalu masuk lima besar dan piawai memainkan beberapa alat musik, Soofia kerap kali menyabet juara kompetisi di kancah internasional.

Sedangkan Almira, baru kali ini mengikuti kompetisi, namun di sekolahnya selalu menduduki rangking pertama sejak kelas 1-6 di SD Al Ya’lu. GOLD MEDAL – Bagas Adicita Rabbani dan Muh. Shabri Putra Wibowo menerima medali emas kompetisi ICAS 2014 dari Chancellor University of New South Wales, Australia ….Atas capaian tersebut AL-YA’LU mendapat anugerah sebagai Best School dalam pencapaian prestasi ICAS tahun ini.

Hasil ini juga mengalami peningkatan setela pada tahun 2013 yang laluSD Unggulan AL-YA’LU meraih 4 medali perak bidang matematika. ICAS adalah sebuah tes berstandar internasional yang dapat dijadikan sebagai media untuk mengukur kemampuan siswa dalam bidang studi yang diujikan. Setiap peserta test akan mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan langsung oleh UNSW Australia, dan bila ada diantara mereka nantinya akan melanjutkan study ke luar negeri, khususnya Australia,maka sertifikat tersebut akan bisa dimanfaatkan dan menjadi kredit poin tersendiri.

….ICAS memberikan kesempatan bagi siswa untuk merangsang keterampilan mereka dalam hal pemikiran kritis, komprehensif, kreativitas, dan Penyelesaian masalah yang diperlukan untuk kesuksesan di sekolah dan di komunitas yang lebih luas selain kemampuan dasar akademis pada tiap bidang studi yang diukur.

Melalui laporan diagnostik, ICAS dapat dengan lebih terinci memetakan kekuatan dan kelemahan siswa dalam bidang studi yang diukur. Hasil ICAS juga bermanfaat untuk menentukan kebijakan pengembangan program pendidikan di sekolah, khususnya proses belajar mengajar di persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah. Di Indonesia, ICAS ditujukan bagi siswa tahun ke 4 hingga 12 (Year 4 – 12) atau tingkat 4 SD sampai dengan 3 SMA.

Semua siswa yang mengikuti tes ini akan menerima Sertifikat Internasional dari Universitas New South Wales, Australia Mahasiswa PG PAUD UNNES di playground TK Unggulan AL-YALU Malang ….Seiring prestasi putra-putri Al-Ya’lu yang terus melambung, kunjungan lembaga pendidikan dari dalam maupun luar negeri ke kampus TK Unggulan Al-Ya’lu terus berdatangan. Setelah menerima kunjungan kehormatan dari Kementerian Pendidikan Negeri Jiran beberapa saat lalu, Al-ya’lu juga menyambut Civitas Akademika Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) Selasa kemarin (7/4/2014).

Rombongan yang terdiri dari 117 mahasiswa jurusan PG PAUD tersebut didampingi lima dosen muda dan seorang dosen senior. ….Aura antusias selalu terpancar dari wajah para mahasiswa selama berada di Al-Ya’lu. Ketika de tour di area belajar dan bermain TK Unggulan Al-Ya’lu, mereka tak hanya melakukan observasi, merekapun berbaur dalam kegiatan belajar indoor maupun outdoor yang sedang berlangsung. Suasana penuh keakraban pun cepat terjalin.

“Fasilitas bermainnya keren, lingkungan tempat belajarnya kondusif, propertinya rapi, dan media pembelajarannya bagus-bagus, “ ujar salah satu mahasiswi semester empat. ….Dalam sambutannya, Dr. Sri Dewanti Handayani, M.Pd mengungkapkan kekagumannya terhadap pengelolaan pendidikan di TK Unggulan Al-Ya’lu. “Melihat output putra-putri TK Unggulan Al-Ya’lu yang menguasai pengetahuan bahkan setaraf materi SD ini, tentu bersumber dari kompetensi guru yang mumpuni.

Dedikasi para pendidik di Al-Ya’lu untuk memajukan pendidikan usia dini sangat luar biasa,” ungkap dosen UNNES ini.” Demikian pula kesan para mahasiswa. Selama berinteraksi secara live dengan para guru dan siswa-siswi TK, mereka merasa mendapat berbagai informasi baru dari Al-Ya’lu.

Al-Ya’lu sangat inspiratif kesan mereka. Hingga akhir sesi dialog dan ramah tamah dengan Kepala TK Unggulan Al-Ya’lu Ibu Endang Supadminingsih, para mahasiswa masih tampak antusias.

Tak cukup bertanya detil tentang desain pembelajaran saja, mereka juga sharing tentang sarana prasarana, manajemen, juga standar rekrutmen guru dan siswa. Para siswa SD Unggulan AL-YA’LU mempraktikkan teknik okulasi jeruk di Balitjestro Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswanya, SD Ungguan Al Ya’lu mengajak 80 siswa kelas 5 dan 6 berkunjung ke Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman Subtropika (Balitjestro) Tlekung, Batu.

Kunjungan diawali dengan penyampaian dan pengenalan Balitjestro secara umum. Selanjutnya siswa diajak berkeliling kebun Apel, Lengkeng dan Anggur serta mendengarkan dari pemandu lapang tentang teknis budidaya tanaman tersebut secara singkat.

Lebih jauh seluruh siswa peserta kunjungan diajak untuk melakukan perbanyakan tanaman jeruk. Meski lazimnya tanaman jeruk diperbanyak secara okulasi, seluruh siswa juga diajarkan bagaimana cara perbanyakan secara cangkok.

Peserta kunjungan memperhatikan dengan seksama petunjuk dari pengajar. ….Sebelum kunjungan berakhir guru pendamping dan tim olimpiade sains dari SD Unggulan Al Ya’lu melihat sekilas kegiatan di laboratorium terpadu Balitjestro, mereka berharap suatu saat diberi kesempatan untuk belajar perbanyakan tanaman baik secara kultur jaringan mapupun somatik embriogenesis. Semoga kunjungan kali ini mampu memberikan informasi menarik, kami menunggu muncunya ilmuwan muda dibidang pertanian.

PARA JAWARA. Kelima siswa ini meraih medali silver kompetisi sains dan matematika ICAS SD Unggulan AL-YA’LU kembali meraih prestasi. Lima siswanya menerima medali perak tingkat internasional dalam kompetisi akademik. Kompetisi akademik yang melahirkan para jawara itu bernama International Competition and Assessmet for School (ICAS) yang diselenggarakan oleh University of New South Wales (UNSW) Australia. ….Kelima siswa peraih medali tersebut adalah: • Soofia Lahmunia, science year 4 • Wahid Badar Abiddin, mathematics year 4 • Algar Kabirul Dawam, mathematics year 4 • Dies Haditsa Putra N., mathematics year 4 • Rohul Abid Salam, mathematics year 4 Siswa SD Unggulan AlYa’lu Juara Spelling Bee se-Kota Malang Berprestasi merupakan tradisi yang terus dipupuk di SD Unggulan AL-YA’LU sebagai sekolah dasar kebanggaan Kota Malang.

Setelah awal tahun ajaran kemaren berhasil meraih medali emas dan perunggu sekaligus di ajang Olimpiade Sains Kuark Tingkat Nasional, kini SD Unggulan AL-YA’LU kembali menorehkan prestasi di bidang lain. Sabtu (26/10) lalu, siswa-siswi SD Unggulan AL-YA’LU berhasil menyabet juara 1, 2 dan harapan 2 dalam ajang kompetisi bahasa Inggris tingkat Kota Malang.

Mereka adalah Tazkiyah Alfah (Tasya), Irdiya Pravieta Waridati (Tita), dan Mutiara Sani Inayah (Iin). Kepala SD Unggulan AL-YA’LU, Dr Tutik Arindah, M.Si tidak bisa menutupi rasa syukurnya atas kemenangan siswa-siswinya tersebut. Ia mengatakan bahwa target kontingen AL-YA’LU sebenarnya meraih juara 1,2, dan 3. Namun dalam kompetisi ini target tersebut sedikit meleset. Persiapan yang terlalu mepet menjadi salah satu kendala dalam memperoleh juara 1, 2 dan sekaligus.

“Kami hanya mempunyai waktu dua hari untuk persiapan lomba ini. Bagi kami itu terlalu mepet,” ujar alumni ITS dan UNJ ini pada Malang Post. Kejuaraan kali ini memberi kesan tersendiri bagi siswa maupun guru pendamping. Kalau pada lomba-lomba sebelumnya mereka hanya berhadapan dengan siswa-siswi dari sekolah dasar sederajat, pada lomba Spelling Bee kali ini siswa-siswi SD Unggulan AL-YA’LU menghadapi lawan siswa sekolah dasar sekaligus bimbingan kursus-kursus Bahasa Inggris ternama di Kota Malang.

Continue reading… Abstrak: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui implementasi program Fullday school di TK Unggulan Al-Ya’lu kota Malang berkaitan dengan upaya mendorong perkembangan sosial peserta didik; 2) faktor penghambat yang dihadapi sekolah dalam upaya mendorong perkembangan sosial peserta didik; 3) faktor pendukung dalam upaya mendorong perkembangan sosial peserta didik di TK Unggulan Al-Ya’lu kota Malang 4) solusi yang dilakukan sekolah untuk mengatasi hambatan sekolah dalam upaya mendorong perkembangan sosial peserta didik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi Program Fullday School di TK Unggulan Al-Ya’lu kota Malang Jawa Timur dilaksanakan pagi sampai sore, sekolah membuat program dalam bentuk pembiasaan maupun melalui pemutaran film Akhlak Anak Sholeh, ‘family day’ serta menerapkan pembelajaran menggunakan joyfull learning; 2) faktor penghambat masih ditemui baik dari orang tua, sarana, maupun anak didik; 3) dukungan dana orang tua cukup memadai; 4) solusi untuk menyelesaikan masalah telah dilakukan dan mampu menyelesaikan semua kendala.

Kata kunci: Implemantasi Fullday School, Perkembangan social Penulis: Marfiah Astuti Kode Jurnal: jppendidikandd130017 Download Naskah Lengkap JAWARA.

Dua siswa SD Al-Ya’lu, Adi Ismail Nagara dan Syahidah Charisa Nabila menerima hadiah sebagai juara olimpiade sains Kuark tingkat nasionalAkhir masa studi di SD tidak berarti menutup catatan prestasi bagi Adi Ismail Nagara dan Syahidah Charitsa Nabila, siswa SD Unggulan Al-Ya’lu yang mempersembahkan prestasi gemilang di Olimpiade Sains.

Adi Ismail Nagara yang biasa dipanggil Ain berhasil meraih Medali Emas ( Gold), dan Syahidah Charitsa Nabila yang akrab dipanggil Nabila mendapatkan Medali Perunggu ( Bronze) pada Olympiade Sains Kuark (OSK) 2013 level III. ….Babak demi babak telah mereka lalui mulai penyisihan hingga grand final. Keduanya telah menyisihkan 8000 peserta dari 34 propinsi. Pada puncak perhelatan yang mereka hadapi Sabtu (29/6) hingga Minggu (30/6) lalu, yaitu babak final, mereka berjuang diantara 100 finalis.

Pada ajang Olimpiade Sains ini tim expert juri tidak tanggung-tanggung dalam menguji nyali anak-anak Sekolah Dasar. Mereka diuji dalam tiga babak yaitu tes tulis, essay dan eksperimen.

Keseriusan mereka dalam menyelesaikan babak demi babak berbuah prestasi yang membanggakan. ….“Alhamdulillah, prestasi anak-anak sungguh membanggakan. Ain berhasil meraih Gold.Rekor Ain meningkat, tahun lalu ia meraih silver pada even lomba yang sama.

Nabila menunjukkan prestasi yang tidak kalah gemilang. Dia mempersembahkan medali perunggu ( Bronze). Kita selalu berharap dan terus memotivasi siswa-siswi untuk meraih gelar juara na­sional, sebagaimana yang baru saja mereka raih,” ujar Tutik Arindah, Kepala SD Unggulan Al-Ya’lu. ….Sederetan prestasi Ain di penghujung masa studinya di SD adalah peraih nilai absolut (10) pada bidang studi sains dan matematika pada Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US).

Sebelumnya dia juga meraih nilai sempurna pada pada dua bidang studi tersebut di try out I tingkat kota dan peringkat pertama tingkat sekolah pada try out III Kota Malang. Ain juga sebagai finalis olimpiade Matematika PASIAD tingkat Nasional tahun 2013 ini. ….Tak kalah panjang prestasi yang diukir Nabila diantara teman sekelasnya.

Jawara yang dinobatkan sebagai siswa teladan Jawa Timur 2012 ini, pada Ujian Nasional (UN) meraih nilai absolut pada bidang sains, dan pada Ujian Sekolah (US) meraih nilai absolut pada bidang matematika.

Berbekal sederetan prestasi yang telah ia raih, membuatnya tetap tenang menghadapi finalis terbaik dari seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. Dan hasilnya, walaui ini kali pertama ia mengikuti OSK, ia berhasil membawa pulang medali perunggu.

“ Tentu saja saya belum puas dengan prstasi ini. Sayang, saya sudah tidak bisa mengikutinya lagi. Saya bertekad untuk meraih prestasi gemilanglainnya saat SMP nanti,” ujar dara multi talenta ini penuh semangat. ….Tak cukup mengantarkan kedua siswa tersebut memecahkan rekor jawara nasional, SD Unggulan AL-Ya’lu juga mencetak para lulusannya tahun ini meraih nilai rata-rata tertinggi di Kota Malang,73 persen siswanya mencapai nilai absolut (10) pada bidang studi matematika di Ujian Nasional (UN).

Sedang 50 persen siswa meraih nilai absolut (10) pada bidang studi sains. “ Target kami, untuk tahun depan, tidak hanya 73 dan 50 persen siswa yang mencapai nilai absolut, namun kami berusaha lebih kuat lagi agar anak-anak mencapai 100 persen nilai absolut,” tambah Tutik. ….Hobinya adalah bereksperimen di bidang IPA. Tak hanya di sekolah, di rumah siswa kelas VI SD Unggulan Al-Ya’lu ini pun sering kali mengotak-atik segala sesuatu yang ada di sekelilingnya.

Siapa sangka dari hobi unik inilah Adi Ismail Nagara berhasil meraih perak dalam Olimpiade Sains Kuarks (OSK) Nasional tahun 2012 yang belum lama ini diikutinya. ….Ain berhasil menyisihkan peserta lain yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam final yang digelar di Jakarta tersebut Adi berhasil melahap 40 soal pilihan ganda dengan mudah serta dua soal eksperimen. Dua soal eksperimen ini berkaitan dengan listrik dan gaya apung. Di bidang listrik ia harus mampu menyelesaikan soal rangkaian listrik secara seri dan pararel sedangkan di soal gaya apung ia ditantang melayangkan lilin di dalam air. ….“Saya sangat senang bereksperimen karena itulah tidak terlalu kesulitan saat mengerjakan soal eksperimen.

Namun terdapat sedikit kendala di eksperimen kedua karena memang sebelumnya saya belum pernah mempraktikannya,” ungkap kelahiran Sulawesi, 28 Mei 2000 ini.

Meski menjadi yang kedua Adi mengaku cukup puas dengan prestasi ini karena benar-benar digelar secara fair. ….Diakui Ain, kecintaannya terhadap IPA terutama bereksperimen sudah ia rasakan sejak kelas III. Baginya bereksperimen sangat menyenangkan karena bisa mengeksplorasi segala hal yang ada di sekeliling serta pengetahuannya sehingga bisa lebih dekat dengan alam. Sebagai ilmuwan cilik, eksperimen yang paling senang ia lakukan adalah mempelajari tanaman serta meneliti kandungan makanan.

Namun pernah juga ia bereksperimen sendiri menciptakan miniatur kapal. ….“Saya akan terus melakukan berbagai eksperimen agar bisa meraih juara absolute di Olimpiade Saink Kuark (OSK) tahun depan,” imbuh putra pasangan Ibrahim dan Aminah ini. Ternyata walau jago di bidang IPA, Adi juga memiliki prestasi lain diantaranya Juara I Lomba Festival Anak Saleh bidang Pidato Bahasa Indonesia dan Juara I pidato saat Hari Anak Nasional (HAN).

Bahkan, uniknya Adi mempunyai bakat di bidang tarik suara dan teaterikal. Sejak usia TK, Adi menjuarai Lomba Menyanyi Tunggal dan menjuarai Lomba Baca Puisi di tingkat Kota Malang. Ditanya lebih rinci tentang jenis lagu yang ia sukai, Adi dengan senyum menjawab ‘ “Lagu seriosa yang paling saya sukai.” ….Sementara itu, Kepala SD Unggulan Al-Ya’lu, Dr. Tutik Arindah, M.Si mengatakan selama ini semaksimal mungkin potensi siswa memang dikembangkan sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.

“Kita bisa lihat bersama AL-Ya’LU tidak pernah absen menyumbangkan medali untuk Kota Malang, yang dipersembahkan oleh siswa yang silih berganti. Siswa-siswi SD Unggulan AL-YA’LU secara merata memiliki prestasi yang mengagumkan, baik di bidang Akademik, Seni dan Olahraga,” ucapnya. (nia-KoranPendidikan) Gadis yang akrab disapa Nabila ini mengawali debutnya menjadi juara dalam ajang siswa teladan tingkat Kota pada 27 Maret 2012 lalu.

Karena prestasinya tersebut, Nabila berhak menjadi wakil Kota Malang berkompetisi dengan siswa teladan lainnya se-Jawa Timur pada 27-28 Juni 2012 lalu. Pada ajang yang lebih besar ini Nabila berhasil meraih juara kedua pada tingkat Provinsi Jawa Timur.

….SD Unggulan Al Ya’lu kembali menorehkan prestasi membanggakan. Setelah menduduki peringkat pertama rata-rata UN tertinggi di Kota Malang tahun ini dengan nilai 28,23 SD Unggulan Al Ya’lu kembali mempersembahkan prestasi untuk Kota Malang.

Kali ini prestasi ditorehkan salah seorang siswanya Syahidah Charisa Nabila. Beragam persiapan Nabila lakukan untuk mencetak prestasi gemilang.

Nabila dikenal sebagai siswa yang bersemangat saat pembinaan. Nabila juga mandiri meningkatkan kompetensinya. Bahkan Nabila dikenal sangat tekun ketika belajar dan sering lupa waktu.

”Alhamdulillah, tanpa mengurangi rasa syukur kepada Allah, sebenarnya saya kurang puas meraih juara II. Saya akan berusaha meraih yang lebih tinggi lagi, ” ujar Nabila bersemangat. Kompetisi siswa Teladan tingkat Jawa Timur di Royal Orchid Batu beberapa waktu lalu berlangsung sangat ketat.

Bagaimana tidak, ajang yang diikuti oleh 38 siswa teladan dari seluruh kabupaten / kota se-Jawa Timur, semuanya ingin menjadi pemenang. Bagi Nabila sendiri, ajang tersebut merupakan kesempatan untuk menampilkan kemampuannya.

Ia memiliki kelebihan dalamberbagai bidang. Selain akademik yang tidak diragukan, ia mempunyai talenta dalam bidang menggambar, komputer, menulis cerita, menulis puisi, tae-kwon-do, menyanyi, dan memainkan alat musik. Sayang pada kesempatan itu Nabila tidak bisa menampilkan semua kemampuannya karena keterbatasan juri dan waktu. Pada gelaran yang berlangsung ketat itu, Nabila sangat optimis untuk meraih yang terbaik.

“Banyak bidang yang diujikan, semua pelajaran diujikan, ada tes tulis untuk tujuh mata pelajaran, tes mengarang, juga tes keterampilan,“ ujar Nabila. Ia menambahkan, tantangan demi tantangan ia lalui dengan lancar, walau harus selalu berpacu dengan waktu. Predikat juara kelas selalu ia sabet sejak kelas 1.

Di ajang lomba mapel Smart Accurate Contest (SAC) tingkat sekolah-pun, gelar Juara selalu ia sandang. Ia juga menjuarai berbagai lomba sains dan mapel baik di tingkat Kecamatan ataupun Kota.

Sejak di Taman Kanak-Kanak, ia sering menjadi delegasi Kota Malang di tingkat provinsi. Tak hanya itu, sederet prestasi non-akademikpun dia peroleh.

Di even tahunan lomba Bina Kreatifitas Siswa yang diselenggarakan oleh Diknas, Nabila sering menjadi duta sekolah untuk lomba menyanyi dan mencipta lagu. Di bidang fisik motorik, dia memilih Tae Kwon Do sebagai media pengembangan diri. Pada kompetisi taekwondo, ia juga berhasil menjadi juara 1 Try Out Tae Kwon Do se Kota Malang Kategori Pra Junior Putri Under 46 yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya.

Selain kemampuan dalam bidang akademik dan non-akademik, Nabila juga memiliki potensi dalam bidang teknologi. Ia menguasai program aplikasi Microsoft Word, Power Point, Excel, Corel Draw, Paint, Photoshop, Flash, dan internet. Bahkan Nabila juga sukses menulis cerita menggambar ilustrasi yang ia kombinasikan menggunakan software computer.

Diakuinya bahwa semua program aplikasi komputer itu ia dapatkan di SD Unggulan Al Ya’lu sejak kelas satu. Ditanya soal cita-cita, sambil tersenyum Nabila menuturkan, “Saya ingin jadi kepala negara, agar menjadi orang yang berguna,” Sedangkan sosok yang sangat berperan dalam kejuaraan tersebut Nabila menjelaskan, “Semua kemampuan yang saya miliki ini tidak lepas dari kasih sayang dan dukungan kedua orang tua saya, serta bimbingan bapak-ibu guru Al-Ya’lu”.

Endang Supadminingsih, SP., MP., Kepala TK Unggulan AL-YA’LU terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional. Prestasi Endang ini juga telah diraih melalui kompetisi berjenjang mulai tingkat gugus, kecamatan, kota hingga provinsi.

Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ….TK Unggulan Al-Ya’lu di Jl.Teluk Mandar 55 Arjosari Kecamatan Blimbing Malang itu, kata banyak orang bukan sembarang sekolah.

Untuk sekelas TK, sekolah ini tampak begitu luas, lengkap dengan persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah dan taman yang tertata rapi, bersih dan asri.

APE atau Alat Permainan Edukatif yang dipunyai tak perlu diragukan lagi. Mulai dari area separtu roda, kereta luncur, lapangan basket anak, hingga kolam renang semuanya ada. ….Tanggung jawab Endang tidaklah ringan, selain harus menjaga lingkungan sekolah, sebagai manager sekolah ia juga harus membawahi 30 guru TK Al-Ya’lu yang semuanya sudah S1. Apalagi sekolah yang satu ini di desain sebagai sekolah berwawasan internasional.

“Melalui program operasional kami terus menyesuaikan sebagai sekolah berwawasan internasional, diantaranya menggenjot guru-guru kami menguasai IPTEK, karena IT tetap penting bagi guru TK, kami juga punya terget kualitas kelulusan siswa agar terus meningkat, serta target pelebaran jaringan mitra pendidikan,” terang wanita berjilbab itu.

….Mengembangkan TK Al-Ya’lu, Endang mendapat tantangan tersendiri dan luar biasa. Selaian sekolahnya berwawasan internasional, sekolah yang kini mendidik 102 anak itu menerapkan sistem full day school atau sekolah sehari penuh. Padahal untuk jenjang SD, SMP bahkan SMA saja sistem full day school di Indonesia masih banyak dipertentangkan.

Apalagi untuk sekelas TK. “Masyarakat terlalu kawatir dan takut, yang penting adalah cara penerapannya tepat,” tandas Endang. ….Ketika masyarakat masih digelayuti keraguan akan full day school, justru Endang semakin mantap sistem itu di terapkan di Al-Ya’lu. Wanita ini pun membawa konsep full day school di usia dini pada ajang kompetisi kepala sekolah TK se-Indonesia tahun 2007 lalu.

Hasilnya? Endanglah jawaranya. Ia terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional. Secara otomatis prestasi Endang ini juga berkat kemenangannya mulai tingkat kecamatan, kota hingga propinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden susilo Bambang Yudhoyono. ….Makin mantap dengan prestasi, makin mantap Endang menjalani profesinya, dan optimis TK Al-Ya’lu Malang akan sebenar-sebanrnya menjadi sekolah berwawasan internasional serta menjadi rujukan sekolah lain, lokal, nasional, bahkan internasional.

Namun, enjoynya Endang dengan profesinya bukan lantas persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah melalaikan tugas-tugas keseharian sebagai ibu rumah tangga.

“Keluarga itu sentral bagi kami, sehingga tugas sebagai ibu rumah tangga tidak bisa ditinggalkan,” tutur Endang. ( JawaPos/19/8/2008). Endang Supadminingsih, SP., MP., Kepala TK Unggulan AL-YA’LU terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional.

Prestasi Endang ini juga telah diraih melalui kompetisi berjenjang mulai tingkat gugus, kecamatan, kota hingga provinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ….TK Unggulan Al-Ya’lu di Jl.Teluk Mandar 55 Arjosari Kecamatan Blimbing Malang itu, kata banyak orang bukan sembarang sekolah.

Untuk sekelas TK, sekolah ini tampak begitu luas, lengkap dengan tanaman dan taman yang tertata rapi, bersih dan persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah. APE atau Alat Permainan Edukatif yang dipunyai tak perlu diragukan lagi. Mulai dari area separtu roda, kereta luncur, lapangan basket anak, hingga kolam renang semuanya ada.

….Tanggung jawab Endang tidaklah ringan, selain harus menjaga lingkungan sekolah, sebagai manager sekolah ia juga harus membawahi 30 guru TK Al-Ya’lu yang semuanya sudah Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah. Apalagi sekolah yang satu ini di desain sebagai sekolah berwawasan internasional.

“Melalui program operasional kami terus menyesuaikan sebagai sekolah berwawasan internasional, diantaranya menggenjot guru-guru kami menguasai IPTEK, karena IT tetap penting bagi guru TK, kami juga punya terget kualitas kelulusan siswa agar terus meningkat, serta target pelebaran jaringan mitra pendidikan,” terang wanita berjilbab itu.

….Mengembangkan TK Al-Ya’lu, Endang mendapat tantangan tersendiri dan luar biasa. Selaian sekolahnya berwawasan internasional, sekolah yang kini mendidik 102 anak itu menerapkan sistem full day school atau sekolah sehari penuh.

Padahal untuk jenjang SD, SMP bahkan SMA saja sistem full day school di Indonesia masih banyak dipertentangkan. Apalagi untuk sekelas TK. “Masyarakat terlalu kawatir dan takut, yang penting adalah cara penerapannya tepat,” tandas Endang. ….Ketika masyarakat masih digelayuti keraguan akan full day school, justru Endang semakin mantap sistem itu di terapkan di Al-Ya’lu.

Wanita ini pun membawa konsep full day school di usia dini pada ajang kompetisi kepala sekolah TK se-Indonesia tahun 2007 lalu. Hasilnya? Endanglah jawaranya. Ia terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional. Secara otomatis prestasi Endang ini juga berkat kemenangannya mulai tingkat kecamatan, kota hingga propinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden susilo Bambang Yudhoyono. ….Makin mantap dengan prestasi, makin mantap Endang menjalani profesinya, dan optimis TK Al-Ya’lu Malang akan sebenar-sebanrnya menjadi sekolah berwawasan internasional serta menjadi rujukan sekolah lain, lokal, nasional, bahkan internasional.

Namun, enjoynya Endang dengan profesinya bukan lantas ia melalaikan tugas-tugas keseharian sebagai ibu rumah tangga. “Keluarga itu sentral bagi kami, sehingga tugas sebagai ibu rumah tangga tidak bisa ditinggalkan,” tutur Endang. ( JawaPos/19/8/2008). Endang Supadminingsih, SP., MP., Kepala TK Unggulan AL-YA’LU terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional. Prestasi Endang ini juga telah diraih melalui kompetisi berjenjang mulai tingkat gugus, kecamatan, kota hingga provinsi.

Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ….TK Unggulan Al-Ya’lu di Jl.Teluk Mandar 55 Arjosari Kecamatan Blimbing Malang itu, kata banyak orang bukan sembarang sekolah. Untuk sekelas TK, sekolah ini tampak begitu luas, lengkap dengan tanaman dan taman yang tertata rapi, bersih dan asri.

APE atau Alat Permainan Edukatif yang dipunyai tak perlu diragukan lagi. Mulai dari area separtu roda, kereta luncur, lapangan basket anak, hingga kolam renang semuanya ada. ….Tanggung jawab Endang tidaklah ringan, selain harus menjaga lingkungan sekolah, sebagai manager sekolah ia juga harus membawahi 30 guru TK Al-Ya’lu yang semuanya sudah S1.

Apalagi sekolah yang satu ini di desain sebagai sekolah berwawasan internasional. “Melalui program operasional kami terus persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah sebagai sekolah berwawasan internasional, diantaranya menggenjot guru-guru kami menguasai IPTEK, karena IT tetap penting bagi guru TK, kami juga punya terget kualitas kelulusan siswa agar terus meningkat, serta target pelebaran jaringan mitra pendidikan,” terang wanita berjilbab itu.

….Mengembangkan TK Al-Ya’lu, Endang mendapat tantangan tersendiri dan luar biasa. Selaian sekolahnya berwawasan internasional, sekolah yang kini mendidik 102 anak itu menerapkan sistem full day school atau sekolah sehari penuh.

Padahal untuk jenjang SD, SMP bahkan SMA saja sistem full day school di Indonesia masih banyak dipertentangkan. Apalagi untuk sekelas TK. “Masyarakat terlalu kawatir dan takut, yang penting adalah cara penerapannya tepat,” tandas Endang. ….Ketika masyarakat masih digelayuti keraguan akan full day school, justru Endang semakin mantap sistem itu di terapkan di Al-Ya’lu.

Wanita ini pun membawa konsep full day school di usia dini pada ajang kompetisi kepala sekolah TK se-Indonesia tahun 2007 lalu. Hasilnya? Endanglah jawaranya. Ia terpilih sebagai Kepala TK Berprestasi I tingkat Nasional. Secara otomatis prestasi Endang ini juga berkat kemenangannya mulai tingkat kecamatan, kota hingga propinsi. Berkat prestasinya itu Endang juga mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden susilo Bambang Yudhoyono.

….Makin mantap dengan prestasi, makin mantap Endang menjalani profesinya, dan optimis TK Al-Ya’lu Malang akan sebenar-sebanrnya menjadi sekolah berwawasan internasional serta menjadi rujukan sekolah lain, lokal, nasional, bahkan internasional. Namun, enjoynya Endang dengan profesinya bukan lantas ia melalaikan tugas-tugas keseharian sebagai ibu rumah tangga. “Keluarga itu sentral bagi kami, sehingga tugas sebagai ibu rumah tangga tidak bisa ditinggalkan,” tutur Endang. SEKARANG banyak yayasan yang mendirikan sekolah baik itu TK, SD, SMP, maupun SMA.

Mereka berlomba-lomba ingin menjadikan sekolahnya dikenal oleh masyarakat luas. Akan tetapi, sebagian besar sekolah di Rembang masih bersifat biasa-biasa saja. Artinya, belum menunjukkan nilai lebih menyangkut kelengkapan fasilitas yang dimiliki ataupun penerapan program pendidikannya. Seiring dengan kemajuan zaman, Yayasan Al-Furqon yang memiliki sekretariat di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kota Rembang tergerak mendirikan sekolah favorit, khususnya untuk tingkatan anak-anak di bawah usia 4 tahun, TK, dan SD.

Secara umum, khususnya menyangkut program pendidikan, sekolah yang dikelola yayasan tersebut tergolong sudah maju karena ditangani oleh guru-guru sarjana. Namun bila berbicara soal fasilitas, tampaknya masih ketinggalan jauh dengan sekolah yang ada di kota-kota besar. Dengan kenyataan seperti itu, julukan sebagai sekolah favorit atau unggulan belum sepenuhnya memenuhi syarat.

Sebab, bagaimanapun canggih dalam menyusun program pendidikan, kalau tidak diimbangi dengan kelengkapan fasilitas hasilnya tidak akan maksimal. Itulah sebabnya, Wakil Bupati Drs H Nasirul Mahasin MSi, Minggu (30/5/2004), mengajak para pejabat Dinas Pendidikan, pejabat Bagian Kesra, pengurus Gabungan Organisasi Pengelola Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI), pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), dan beberapa anggota DPRD untuk melakukan kunjungan ke Malang, Jatim.

Tujuannya adalah melakukan studi banding ke TK Unggulan Al-Ya’lu Malang yang memiliki program pendidikan dan fasilitas cukup canggih. Ketika sampai di tempat tujuan, rombongan dari Rembang yang berjumlah 101 orang itu banyak yang geleng-geleng kepala sebagai tanda kekaguman ketika melihat proses pendidikan dan fasilitas TK Al-Ya’lu. Perlu diketahui, TK Unggulan Al-Ya’lu memiliki kurikulum pengembangan kemampuan dasar anak, misalnya menyangkut kemampuan berkomunikasi menggunakan tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Arab).

Selain itu siswa diajari kemampuan untuk berkreasi dalam seni dan teater. Tentang proses belajarnya, jelas Ketua Perkumpulan Manunggal Bangsa yang dipercaya mengelola TK tersebut, menggunakan konsep enjoyfull learning dengan metode learning with play.

Di sini siswa diberi pelajaran dengan berbagai media dan sarana bermain sehingga mereka merasakan kegembiraan dalam belajar. Untuk menunjang kelancaran proses pembelajaran, sekolah menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang representatif, seperti kelas nyaman dan menyenangkan untuk belajar, tempat bermain luas yang ditunjang sarana dan prasarana yang variatif, rekreatif, simulatif, dan edukatif, serta dilengkapi dengan standar pengamanan tinggi.

Selain itu dilengkapi pula dengan media belajar berbasis teknologi multimedia, laboratorium alam dengan variasi binatang jinak, perpustakaan, kolam renang mini, dan 25 toilet untuk wudu dan mandi. Sumber: Harian Suara Merdeka 06/09/2004 Recent Posts • SISWA SD UNGGULAN AL-YA’LU JALANI VAKSINASI COVID-19 • TUK PAUD TK Unggulan AL-YA’LU Selenggarakan Uji Kompetensi Pendidik PAUD Kota Malang • Pendaftaran Peserta Didik Baru Pra-TK, TK, SD, dan SMP Unggulan AL-YA’LU Tahun Pelajaran 2022/2023 • Romadhon 1442 H • Quality Control Jalan Terus Walau Pandemi Tak Kunjung Putus • Dua Siswa SD Unggulan AL-YA’LU Raih Medali Emas Olimpiade Sains Kuark Tingkat Nasional
Seperti yang telah dibahas pada pembahasan sebelumnya bahwa pengangguran adalah salah satu masalah serius yang terjadi di masalah negara berkembang.

Pengangguran adalah suatu istilah yang diberikan kepada seseorang yang tidak memiliki pekerjaan atau tidak bekerja. Pengangguran terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara tenaga kerja dengan lapangan pekerjaan, lapangan pekerjaan yang tercipta cenderung sedikit sehingga menyebabkan banyak tenaga kerja tidak mendapatkan pekerjaan. Produktivitas suatu negara sangat dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat, sehingga pengangguran seringkali menjadi masalah yang sangat serius terhadap suatu negara.

Karena jika dibiarkan pengangguran akan menyebabkan banyak masalah yang timbul seperti kemiskinan, dan masalah lainnya. Pengangguran merupakan salah satu masalah penting yang harus segera didapatkan solusinya agar tingkat pengangguran dapat berkurang. Untuk mengurangi tingkat pengangguran pemerintahpun harus ikut berupaya mengeluarkan berbagai kebijakan ataupun program untuk dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada di negaranya.

Pengangguran jika terjadi secara berkepanjangan maka akan banyak menimbulkan berbagai masalah. Berikut ini akan dibahas mengenai upaya pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran beserta solusi dari pemerintah untuk mengurangi tingkat pengangguran yang ada. Simak pembahasannya dibawah ini: Pengertian Pengangguran Pengangguran berasal dari kata “menganggur” yang berarti sedang tidak melakukan apapun.

Secara umum pengangguran adalah istilah untuk seseorang yang tidak bekerja ataupun saat ini sedang mencari pekerjaan. Istilah tingkat pengangguran sering kali kita dengar, tingkat pengangguran adalah jumlah perbandingan antara jumlah angkatan kerja dalam bentuk persentase.

Seseorang dikatakan seorang pengangguran jika memiliki salah satu ciri-ciri dibawah ini, adapun ciri-cirinya yaitu sebagai berikut. • Seseorang yang sedang tidak bekerja. • Seseorang yang sedang dalam keadaan mempersiapkan usaha baru. • Seseorang yang tidak memiliki pekerjaan karena orang tersebut merasa tidak akan mungkin untuk mendapatkan pekerjaan.

• Seseorang yang baru mendapatkan pekerjaan akan tetapi belum mulai bekerja. Jika salah satu dari empat ciri-ciri diatas terdapat pada diri seseorang, maka orang tersebut termasuk seorang pengangguran. Pengangguran terbagi menjadi beberapa macam.

Dibawah ini akan dibahas secara singkat mengenai jenis-jenis pengangguran. Baca juga : • Pengertian peta • Kegiatan ekonomi di Indonesia • Hambatan perdagangan internasional • Prinsip – prinsip pengelolaan sumber daya alam • Perbedaan negara maju Jenis-jenis Pengangguran Di Indonesia Pengangguran terbagi menjadi beberapa jenis.

Pembagian pengangguran dapat dilihat berdasarkan jumlah jam kerja, faktor penyebabnya, dan berdasarkan ciri-cirinya. Berikut ini akan dibahas secara singkat saja mengenai jenis-jenis pengangguran: 1. Jenis pengangguran berdasarkan jam kerja Jenis pengangguran berdasarkan jam kerja terbagi menjadi pengangguran jam terbuka, pengangguran terselubung, dan setengah pengangguran. Pengangguran terbuka adalah yaitu seorang yang menganggur akan tetapi sedang mencari pekerjaan. Pengangguran terselubung adalah seseorang yang tidak bekerja dikarenakan ada suatu alasan tertentu.

Dan setengan pengangguran adalah pekerja yang bekerja tidak dengan jam normal, adapun setengah pengangguran dibagi menjadi pengangguran terpaksa, pengangguran sukarela, dan pengangguran bruto.

(Baca juga: ciri-ciri kapitalisme) 2.

persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah

Jenis pengangguran berdasarkan faktor penyababnya Berdasarkan faktor penyebabnya jenis penganguran terbagi menjadi pengangguran friksional, siklial, struktural dan teknologi.

Pengangguran friksional adalah penganguran yang terjadi ketika terdapat dua atau tiga persen jumlah tenaga kerja maka perekonomian tersebut sudah dianggap mencapai kesempatan kerja penuh. Pengangguran siklikal yaitu terjadi karena kesulitan yang temporer. Pengangguran struktural yaitu pengangguran yang terjadi karena perubahan struktur suatu perekonomian. Dan pengangguran teknologi yaitu pengangguran karena mesin dan kemajuan teknologi. (Baca juga: pengertian budaya) 3. Jenis pengangguran berdasarkan ciri-cirinya Sponsors Link Dan yang terakhir pembagian pengangguranberdasarkan ciri-cirinya.

Pembagian pengangguran berdasarka ciri-cirinya dibagi menjadi pengangguran terbuka, tersembunyi, musiman, dan juga pengangguran menganggur. Pengangguran terbuka yaitu pengangguran yang terjadi karena lowongan pekerjaan yang tersedia lebih rendah daripada jumlah tenaga kerja. Yang kedua yaitu pengangguran tersembunyi, pengangguran tersembunyi yaitu pengangguran yang terjadi karena adanya kelebihan jumlah tenaga kerja yang digunakan.

Pengangguran musiman yaitu jenis pengangguran yang terjadi karena adanya faktor iklim biasanya pengangguran musiman terjadi pada sektor pertanian ataupun perikanan, karena perubahan musim sangat mempengaruhi para nelayan ataupun petani dalam mengerjakan pekerjaannya. Dan yang terakhir yaitu pengangguran menganggur, pengangguran yang hanya bekerja selama satu sampai dua hari dalam seminggu.

(baca juga: Ciri-ciri struktur sosial) Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Masalah Pengangguran Pengangguran merupakan masalah penting yang harus segera diatasi karena sangat berpengaruh kepada perkembangan suatu negara. Pemerintah harus berperan dalam mengatasi masalah pengangguran. Upaya Pemerintah dalam mengatasi pengangguran dapat membantu mengatasi permasalahan pengangguran dengan mengeluarkan berbagai kebijakan yang meminimalisir akan terjadinya pengangguran.

Karena setiap warga negara berhak mempunyai pekerjaan dan memiliki kehidupan yan layak seperti hal nya tercantum pada pasal 27 UUD 1945 yang berbunyi ” Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, maka pemerintah wajib menyediakan lapangan kerja dan melindungi hak-hak tenaga kerja”. Oleh karena itu pemerintah harus dapat memberikan berbagai solusi dan berupaya untuk menurunkan atau mengatasi masalah pengangguran yang ada.

Berikut ini beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran yaitu sebagai berikut: 1. Menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya Terjadinya masalah pengangguran disebabkan karena tidak seimbangnya perbandingan antara lapangan pekerjaan dan tenaga kerja.

Oleh karena itu salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Menurut ahli ekonomi yaitu Prof. Soemitro Djoyohadikoesoemo berpendapat bahwa mempeluas kesempatan kerja dapat dilakukan dengan dua cara yaitu yang pertama dengan cara mengembangkan industri padat karya dan yang kedua dengan menyelenggaraka proyek pekerjaan umum. Cara yang pertama yaitu dengan mengembangkan industri, pengembangan industri dapat dilakukan dengan cara meningkatkan modal asing dan juga modal dalam negeri.

Dan cara kedua yaitu dengan menyelenggarakan proyek pekerjaan umum contohnya seperti proyek dalam pembuatan jalan tol. Selain itu cara lain pemerintah untuk membuka kesempatan kerja yaitu dengan mengirimkan tenaga kerja yang ada persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Indonesia untuk bekerja di luar negeri dengan melalui departemen tenaga kerja ataupun melalui jasa tenaga kerja.

(Baca juga: faktor pendorong urbanisasi) 2. Meningkatkan kualitas tenaga kerja Salah satu faktor kenapa tingkat pengangguran di Indonesia masih tinggi yaitu keterampilan atau kinerja setiap tenaga kerja.

Oleh karena itu sangat perlu seorang pengangguran meningkatkan kualitas tenaga kerjanya agar tingkat pengangguran berkurang. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja yaitu dengan cara latihan untuk pengembangan profesionalisme tenaga kerja, selain itu dengan mencoba latihan magang di tempat kerja, dan cara yang sangat ampuh untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja yaitu dengan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat setempat dan juga menyesuaikan bakat yang dimiliki masyarakat dengan usaha baik itu melalui pendidikan formal, kursus, ataupun lain-lain.

(Baca juga: dampak kepadatan penduduk) 3. Mengadakan proyek magang bagi calon tenaga kerja Salah satu cara pemerintah untuk mengurangi penganggura yaitu dengan mengadakan suatu proyek magang bagi calon tenaga kerja. Dengan adanya pelatihan pada magang maka calon tenaga kerja akan menjadi lebih terampil dan akan membantu mengatasi masalah pengangguran. Selain itu dengan cara mengadakan berbagai pelatihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing para pencari kerja.

(Baca juga: perbedaan sosialisasi primer dan sekunder) 4. Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja Upaya pemerintah yang keempat untuk mengatasi masalah pengangguran yaitu dengan meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.

Adapun cara yang dapat dlakukan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja yaitu dengan cara mengikutikan semua pekerja kepada asuransi jaminan sosial, menyarankan setiap perusahaan untuk dapat meningkatkan keselamatan kerja, mewajibkan setiap perusahaan yang ada untuk dapat memenuhi hak tenaga kerja, dan persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah terakhir ayitu dengan menetapkan adanya upah minimum regional.

(Baca juga: pengertian mediasi ) 5. Pengembangan sektor informal Upaya Pemerintah dalam mengatasi pengangguran yaitu dengan mengembangkan usaha pada sektor informal. Sektor informal biasanya banyak ditemukan di negara-negara berkembang. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang sehingga dengan mengambangkan setor informal akan membantu dalam persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah masalah pengangguran.

Sektor informal sangat cocok digunakan untuk upaya pengangguran sebab pada sektor informal untuk bekerja pada sektor informal tidak harus memiliki pendidikan yang tinggi. Pertumbuhan penduduk yang begitu pesat membuat beberapa perusahaan pada sektor formal mengalami kendala dalam menyediakan kesempatan kerja.

Akan tetapi ada beberapa negara berkembang yang berpendapat bahwa sektor informal ini merupakan sebuah lambang dari keterbelakangan suatu negara. Akan tetapi jika kita berpikir optimis maka dengan adanya sektor ini sangat membantu dalam mengatasi pengangguran. (Baca juga: permasalahan hukum di Indonesia) Sponsors Link Baca juga: • Pewarisan budaya • Unsur-unsur budaya • Cara mengatasi masalah persebaran penduduk • Unsur-unsur budaya • Pengertian perubahan kebudayaan 6.

Pengembangan program transmigrasi Transmigrasi adalah proses perpindahan suatu penduduk dari suatu tempat ke tempat yang lain. Dengan adanya transmigrasi maka dapat mengurangi tingkat pengangguran, hal ini disebabkan akan terjadi kemerataan jika dilakukan pengembangan program transmigrasi. Dengan adanya program transmigrasi maka selurh penjuru di Indonesia dapat saling mendapatkan pekerjaan, maka para pencari kerja dapat dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian kita.

(Baca juga: Fungsi bahasa daerah ) 7. Meningkatkan investasi Cara yang terakhir yaitu dengan meningkatkan investasi. Apa hubungannya investasi dengan pengangguran?. Investasi merupakan salah satu hal pokok yang sangat penting dalam sebuah sistem perekonomian. Dengan adanya investasi yang meningkat, maka bisnis yang ada suatu negara akan terus berkembang. Dengan berkembangnya suatu bisnis maka akan dapat banyak menciptakan lapangan pekerjaan sehingga pengangguranpun akan berkurang.

(baca juga: Peran Keluarga Dalam Proses Sosialisasi) Sekian pembahasan mengenai upaya pemerintah dalam mengatasi pengangguran. Kita sebagai generasi muda harus lah berpikir kreatif dan inovatif agar dapat menjadi seorang pengusaha yang nantinya akan dapat membuka banyak kesempatan kerja, agar dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia.

Semoga artikel ini memberikan banyak manfaat dan dapat menambah wawasan anda mengenai upaya pemrintah dalam mengatasi penganguran. Terima kasih, sukses selalu.
• Acèh • Адыгабзэ • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Pangcah • Aragonés • Ænglisc • العربية • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • अवधी • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Bislama • Banjar • বাংলা • བོད་ཡིག • বিষ্ণুপ্রিয়া মণিপুরী • Brezhoneg • Bosanski • ᨅᨔ ᨕᨘᨁᨗ • Буряад • Català • Chavacano de Zamboanga • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • Cebuano • Chamoru • ᏣᎳᎩ • Tsetsêhestâhese • کوردی • Corsu • Qırımtatarca • Čeština • Kaszëbsczi • Словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • Dolnoserbski • डोटेली • ދިވެހިބަސް • Eʋegbe • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Fulfulde • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Frysk • Gaeilge • Gagauz • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • گیلکی • Avañe'ẽ • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • Bahasa Hulontalo • ગુજરાતી • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Hornjoserbsce • Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Interlingue • Iñupiak • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Qaraqalpaqsha • Taqbaylit • Адыгэбзэ • Kabɩyɛ • Kongo • Gĩkũyũ • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • कॉशुर / کٲشُر • Ripoarisch • Kurdî • Коми • Kernowek • Кыргызча • Latina • Lëtzebuergesch • Лезги • Lingua Franca Nova • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • Lingála • ລາວ • Lietuvių • Latviešu • Madhurâ • मैथिली • Basa Banyumasan • Malagasy • Олык марий • Māori • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • मराठी • Кырык мары • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • مازِرونی • Dorerin Naoero • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Novial • ߒߞߏ • Diné bizaad • Chi-Chewa • Occitan • Livvinkarjala • Oromoo • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Pangasinan • Kapampangan • Papiamentu • Picard • पालि • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Română • Tarandíne • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Sängö persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Srpskohrvatski / српскохрватски • ၽႃႇသႃႇတႆး • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Gagana Samoa • Anarâškielâ • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sranantongo • SiSwati • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • Sakizaya • தமிழ் • Tayal • తెలుగు • Tetun • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Tok Pisin • Türkçe • Seediq • Xitsonga • Татарча/tatarça • ChiTumbuka • Twi • Удмурт • ئۇيغۇرچە persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • Winaray • Wolof • 吴语 • Хальмг • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • Zeêuws • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Penyuntingan Artikel oleh pengguna baru atau anonim untuk saat ini tidak diizinkan.

Lihat kebijakan pelindungan dan log pelindungan untuk informasi selengkapnya. Jika Anda tidak dapat menyunting Artikel ini dan Anda ingin melakukannya, Anda dapat memohon permintaan penyuntingan, diskusikan perubahan yang ingin dilakukan di halaman pembicaraan, memohon untuk melepaskan pelindungan, masuk, atau buatlah sebuah akun. - Per kapita $4.691 [12] ( ke-116) Gini ( 2021) ▲ 37,3 [13] sedang IPM (2021) 0,722 [14] [15] tinggi · ke-107 Mata uang Rupiah (Rp) ( IDR) Zona waktu beragam ( UTC +7 sampai +9) Format tanggal DD/MM/YYYY Lajur kemudi kiri Kode telepon +62 Kode ISO 3166 ID Ranah Internet .id Indonesia ( pengucapan bahasa Indonesia: [in.ˈdo.nɛ.sja]), dengan nama resmi Republik Indonesia ( RI) atau lengkapnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI), adalah sebuah negara kepulauan di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara daratan benua Asia dan Oseania, serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Indonesia merupakan negara terbesar ke-14 sekaligus negara kepulauan terbesar di dunia,Mengalahkan Filipina Dan Jepang dengan luas wilayah sebesar 1.904.569 km 2, [8] serta negara dengan pulau terbanyak keenam di dunia, dengan jumlah 17.504 pulau. [16] Nama alternatif yang umum dipakai untuk merujuk pada "Kepulauan Indonesia" tersebut adalah Nusantara. [17] Selain itu, Indonesia juga menjadi negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia dengan populasi mencapai 270.203.917 jiwa pada tahun 2020, [18] serta negara berpenduduk Muslim terbanyak dan terbesar di dunia, dengan penganut lebih dari 230 juta jiwa.

[19] [20] Indonesia adalah salah satu negara multiras, persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah, dan multikultural di dunia, seperti halnya Amerika Serikat. [21] Indonesia berbatasan dengan sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara, Benua Australia, dan Oseania. Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan dan Pulau Sebatik, dengan Papua Nugini di Pulau Papua, dan dengan Timor Leste di Pulau Timor.

Negara tetangga yang hanya berbatasan laut dengan Indonesia adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

Indonesia adalah negara kesatuan dengan bentuk pemerintahan republik berdasarkan konstitusi Indonesia yang sah, yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). [22] Berdasarkan UUD 1945 pula, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Ibu kota negara Indonesia saat ini ialah Jakarta, lengkapnya Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pemindahan ibu kota telah diusulkan oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 2019.

Pada tanggal 18 Januari 2022, pemerintah menetapkan Ibu Kota Nusantara, yang menempati wilayah Penajam Paser Utara, untuk menggantikan Jakarta sebagai ibu kota negara.

[23] Hingga saat ini, proses peralihan ibu kota masih sementara berlangsung Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa-bangsa pendatang. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting sejak abad ke-7, yaitu sejak berdirinya Kedatuan Sriwijaya, sebuah kemaharajaan Hindu– Buddha yang berpusat di Palembang. Negara Sriwijaya ini menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan bangsa Tionghoa, India, dan juga Arab. Agama dan kebudayaan Hindu– Buddha tumbuh, berkembang, dan berasimilasi di wilayah Kepulauan Indonesia pada awal abad ke-4 hingga abad ke-13 M.

Setelah itu, para pedagang dan ulama dari Jazirah Arab yang membawa agama dan kebudayaan Islam sekitar abad ke-8 hingga abad ke-16. Pada akhir abad ke-15, bangsa Eropa datang ke Kepulauan Indonesia dan saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda untuk selebih-lebihnya hampir 3 abad, Indonesia, yang saat itu bernama Hindia Belanda, menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945.

Selanjutnya, Indonesia mendapat berbagai tantangan dan persoalan berat, mulai dari bencana alam, praktik korupsi yang masif, konflik sosial, gerakan separatisme, proses demokratisasi, dan periode pembangunan, perubahan dan perkembangan sosial– ekonomi– politik, serta modernisasi yang pesat.

Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama. Berdasarkan rumpun bangsa (ras), Indonesia terdiri atas bangsa asli pribumi yakni Mongoloid Selatan/ Austronesia dan Melanesia di mana bangsa Austronesia yang terbesar jumlahnya dan lebih banyak mendiami Indonesia bagian barat. Dengan suku Jawa dan suku Sunda membentuk kelompok suku bangsa terbesar dengan populasi mencapai 57% dari seluruh penduduk Indonesia.

[24] Semboyan nasional Indonesia, " Bhinneka Tunggal Ika" (Berbeda-beda namun tetap satu), bermakna keberagaman sosial-budaya yang membentuk satu kesatuan/negara. Selain memiliki populasi penduduk yang padat dan wilayah persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah luas, Indonesia memiliki wilayah alam persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Indonesia adalah anggota dari Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) dan satu-satunya anggota yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28 September 1966. Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28 September 1950.

Selain PBB, Indonesia juga negara anggota dari organisasi ASEAN, KAA, APEC, OKI, G-20 dan sebentar lagi akan menjadi anggota OECD. Daftar isi • 1 Etimologi • 2 Sejarah • 2.1 Periode prasejarah • 2.2 Periode klasik • 2.3 Periode pertengahan • 2.4 Kolonialisme • 2.5 Kemerdekaan Indonesia • 3 Geografi • 3.1 Iklim • 3.2 Geologi • 3.3 Lingkungan hidup • 4 Politik dan pemerintahan • 4.1 Sistem pemerintahan • 4.2 Hubungan luar negeri • 4.3 Militer • 4.4 Pembagian administratif • 5 Ekonomi • 5.1 Peringkat internasional • 6 Demografi • 6.1 Kependudukan • 6.2 Suku bangsa • 6.3 Bahasa • 6.4 Agama • 6.5 Pendidikan dan kesehatan • 6.6 Indeks Pembangunan Manusia • 7 Budaya • 7.1 Pertunjukan • 7.2 Busana • 7.3 Arsitektur • 7.4 Olahraga • 7.5 Seni musik • 7.6 Kuliner • 7.7 Perfilman • 7.8 Kesusastraan • 7.9 Kebebasan pers dan media publik • 8 Lihat pula • 9 Catatan • 10 Referensi • 11 Kepustakaan • 12 Pranala luar Etimologi Lihat pula: Sejarah nama Indonesia Kata "Indonesia" berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu Indus yang merujuk kepada sungai Indus di India dan nesos yang berarti "pulau".

[25] Jadi, kata Indonesia berarti wilayah "kepulauan India", atau kepulauan yang berada di wilayah Hindia; ini merujuk kepada persamaan antara dua bangsa tersebut (India dan Indonesia). [26] Pada tahun 1850, George Windsor Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu".

[27] Murid Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. [28] [29] Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu ( Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda ( Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia ( Indië); Timur ( de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859) yang ditulis oleh Multatuli mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).

[17] Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik. [17] Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894.

Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau pada tahun 1913. [26] Sejarah Artikel utama: Sejarah Indonesia dan Sejarah Nusantara Sejarah Indonesia terdiri dari banyak tahapan/periode. Secara garis besar, sejarah Indonesia terdiri dari periode prasejarah, periode kuno/klasik, periode pertengahan, periode kolonialisme, periode awal kemerdekaan, dan periode modern.

Periode prasejarah Fosil-fosil manusia purba seperti Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki " Manusia Jawa", menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu. Namun kebenaran tentang hal ini banyak diperdebatkan. [30] Hingga tahun 75000 Sebelum Masehi, daratan Nusantara bagian barat (kira-kira kepulauan sebelah barat termasuk Sumatra, Jawa, dan Kalimantan sekarang) masih menyatu dengan daratan utama Asia.

Pada abad ini pula terjadi erupsi Gunung Toba, yang disebut-sebut sebagai salah satu letusan gunung api terbesar sepanjang sejarah yang menyebabkan perubahan iklim yang dikatakan hampir memusnahkan populasi manusia modern saat itu. Umat manusia sendiri sebenarnya belum sampai ke Sumatra, gelombang migrasi dari Afrika ikut terhenti untuk sementara akibat erupsi ini. Gunung Toba kemudian tenggelam dan kalderanya membentuk sebuah danau besar dengan nama yang sama.

Sekitar 25000 SM, gelombang migrasi pertama manusia modern sampai di dataran Nusantara. Peradaban awal dan kebudayaan awal mulai terbentuk saat zaman Holosen (10.000 tahun Sebelum Masehi) menandai berakhirnya zaman es dan dataran ini mulai terpisah dari daratan utama Asia lalu terpecah hingga membentuk kepulauan Nusantara seperti sekarang. Sejak saat itu, bangsa Melanesia yang merupakan bangsa manusia modern pertama di Nusantara membentuk kebudayaan-kebudayaan awal.

Kedatangan bangsa Austronesia dari daratan Taiwan yang mulai tiba di Nusantara sekitar 2000 tahun SM menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan, meskipun ada sebagian yang berasimilasi/akulturasi dengan pendatang tersebut.

[31] Dengan kondisi tanah vulkanis yang subur, melimpahnya keanekaragaman hayati, ditambah dengan kemampuan bercocok tanam yang dimiliki manusia persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah itu menyebabkan kegiatan pertanian dan pemukiman mulai terbentuk dan berkembang pesat.

[32] Peradaban-peradaban maju seperti Proto-Melayu dan Deutro-Melayu mulai berkembang pada abad ini. Periode klasik Kerajaan-kerajaan kecil mulai bermunculan sejak awal abad Masehi. Kerajaan Kandis diduga adalah kerajaan tertua yang berada di pulau Sumatra, kira-kira di daerah Riau sekarang. Namun, keberadaan kerajaan Kandis tidak meninggalkan bukti artefak, dan belum dikorfirmasikan oleh para ahli sejarah.

Di Pulau Jawa, berdiri kerajaan Salakanegara, kerajaan Hindu pertama di Nusantara yang terletak di daerah sekitar Cianjur, Jawa Barat, yang diduga mulai berdiri pada tahun 130 Masehi, kemudian berkembang menjadi kerajaan Tarumanegara pada tahun 358 Masehi. Keberadaan kerajaan Salakanegara juga masih diperdebatkan di kalangan ahli. Sesuai bukti-bukti yang telah diakui para ahli, dua kerajaan tertua adalah Kerajaan Kutai dan kerajaan Tarumanegara pada abad ke-4 Masehi. Kutai berdiri di Kalimantan Timur, diikuti berdirinya dua kerajaan lain di Kalimantan Selatan, yaitu kerajaan Tanjungpuri dan kerajaan Nan Sarunai pada tahun 525 M.

Tarumanegara berdiri di wilayah Barat pulau Jawa. Kerajaan-kerajaan penting lainnya di Sumatra adalah kerajaan Melayu Kuno atau kerajaan Jambi Kuno. Di Sulawesi juga berdiri kerajaan-kerajaan kecil, di antaranya kerajaan Luwu di Sulawesi Tengah pada tahun 900 Masehi.

Kerajaan-kerajaan awal lainnya adalah kerajaan Siang di Sulawesi Selatan dan kerajaan Suwawa di daerah Gorontalo. Pada abad ke-7 Masehi, berdiri Kerajaan Hindu-Buddha Sriwijaya di Sumatra Selatan yang kemudian berkembang menjadi kemaharajaan terbesar dengan masa berdiri terlama di Asia Tenggara hingga awal abad ke-11.

Kerajaan ini menguasai sebagian besar Sumatra, Semenanjung Malaya, Jawa, hingga pantai barat dan barat daya Kalimantan. [33] Kerajaan ini juga mengendalikan aktivitas pelayaran dan perdagangan di Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan maritim utama antara India dengan Tiongkok. Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

Sejak saat itu, sejarah Indonesia juga banyak dipengaruhi oleh bangsa-bangsa lain hingga masa-masa berikutnya. Periode pertengahan Pada masa kerajaan Sriwijaya, Dinasti Hindu- Buddha Sanjaya dan Syailendra dari kerajaan Sriwijaya juga mendirikan kerajaan-kerajaan perintis di pulau Jawa bagian tengah.

Kerajaan-kerajaan ini kemudian berkembang menjadi kerajaan-kerajaan besar, yang terdiri dari kerajaan Panjalu/Daha/Kediri (1045–1222), kerajaan Tumapel/Singosari (1222–1292), hingga kerajaan Majapahit (1293–1527). Kerajaan Majapahit selanjutnya berkembang menjadi kemaharajaan terbesar di Nusantara dengan wilayah kekuasaan yang luas meliputi Sumatra bagian tengah dan selatan, semenanjung Malaya, pesisir dan dataran rendah Kalimantan, ujung selatan dan timur Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga ujung barat Papua.

Setelah Majapahit runtuh, kerajaan-kerajaan Islam mulai berkembang pesat di Indonesia. [34] Islam sebenarnya sudah memasuki Indonesia pada abad ke-7 Masehi, namun penyebarannya belum signifikan seperti hanya yang terjadi pada abad ke-15 hingga ke-16. Agama Islam memasuki Indonesia pertama kali melalui para pedagang dan ulama Arab, dan selanjutnya melalui pedagang Persia dan India (Gujarat).

Para pedagang dan pelaut dari Tiongkok beragama muslim di bawah pimpinan Laksamana Cheng Ho juga ikut serta dalam menyebarkan Islam di Indonesia. [35] Kerajaan Islam pertama (atau disebut kesultanan) yang diketahui adalah Kerajaan Jeumpa yang berdiri di Aceh pada tahun 777 Masehi.

Kesultanan ini terletak di daerah pantai utara di sebelah timur Banda Aceh sekarang. Kesultanan-kesultanan lain yang juga mulai berdiri di Aceh yaitu kesultanan Perlak ( 840–1292) dan kesultanan Lamuri ( 851–1514). Sejak saat itu, Islam mulai memengaruhi kebudayaan Aceh dan daerah Nusantara lainnya pada masa-masa selanjutnya. [ butuh rujukan] Di Semenanjung Malaya berdiri kesultanan Malaka pada tahun 1405 Masehi. Kesultanan ini kemudian memperluas wilayahnya hingga pesisir Riau. Kesultanan-kesultanan lain di Sumatra juga mulai berdiri dan berkembang seperti kesultanan Samudera Pasai (1267–1521), Kesultanan Pagaruyung (1347–1825), kesultanan Aceh (1507–1903), kesultanan Jambi (1615–1903), dan kesultanan Siak (1723–1945).

Kesultanan Aceh adalah kesultanan terkuat di Sumatra. Kesultanan ini berdiri selama 4 abad dan sempat menguasai seluruh Sumatra bagian utara dan tengah (kecuali tanah Batak) dan semenanjung Malaya.

Bahkan Penjajah Belanda sampai kewalahan menghadapi kesultanan ini. Kesultanan pertama di pulau Jawa adalah kesultanan Demak yang berdiri tahun 1475 Masehi. Namun apakah benar bahwa kesultanan Demak adalah kesultanan pertama di Jawa sampai saat ini masih diperdebatkan.

Ada yang menyebut bahwa kesultanan pertama di Jawa adalah kerajaan Lumajang, yang berdiri di daerah Lumajang, Jawa Timur pada tahun 1295 Masehi. Dikatakan pula bahwa kerajaan Lumajang waktu itu sudah mengadopsi Islam. Kerajaan Demak sendiri pada masanya meliputi wilayah seluruh Jawa (kecuali Banten selatan yang merupakan pusat kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu), Madura, Sumatra (Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Bangka-Belitung), dan pesisir Kalimantan (kecuali pesisir utara yang dikuasai kesultanan Brunei).

Setelah kesultanan Demak, beberapa kesultanan yang berdiri di pulau Jawa yaitu Kerajaan Djipang (1470–1554) kesultanan Banten (1526–1813), kerajaan Pajang (1560–1585), dan kesultanan Mataram (1588–1755). [36] Di Kalimantan, terdapat dua kesultanan besar yang mulai berdiri pada abad ke-14 dan abad ke-16, yaitu Kesultanan Banjar di pesisir selatan dan kesultanan Brunei di pesisir utara.

Kesultanan Banjar sendiri sebelumnya menjadi bawahan kesultanan Demak, dan selama menjadi bawahan Demak pula, kesultanan ini memperluas wilayah pemerintahannya hingga mencakup seluruh pesisir Kalimantan, kecuali pesisir utara yang di bawah pemerintahan Brunei. Sekitar tahun 1569 hingga 1800-an, kesultanan Banjar terpecah menjadi beberapa kesultanan yang independen. Kesultanan-kesultanan tersebut di antaranya adalah kesultanan Sambas (1671–1950), kesultanan Kutai Kartanegara (1300 — sekarang), kesultanan Landak (1472 – Sekarang), dan kesultanan Bulungan (1731–1964).

[36] Di Sulawesi dan Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah, terdapat tiga kesultanan besar, yaitu kesultanan Luwu di Sulawesi Selatan, serta kesultanan Ternate dan Tidore di Maluku Utara. Wilayah kesultanan Gowa mencakup Sulawesi bagian selatan dan tengah, sedangkan Sulawesi bagian utara dan timur waktu itu di bawah kesultanan Ternate. Kesultanan Gowa juga meliputi wilayah pulau Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat.

Kesultanan Ternate sempat memiliki wilayah yang luas meliputi kepulauan Maluku Selatan, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Akan tetapi, Maluku Selatan dan Nusa Tenggara Timur jatuh ke tangan pendatang Spanyol dan Portugis yang berdatangan pada awal abad ke-17. Sementara kesultanan Tidore meliputi Maluku Utara bagian timur hingga pesisir barat dan utara Papua. Sejak abad ke-15 hingga abad ke-19, satu-persatu kerajaan dan kesultanan yang tersisa di Nusantara mulai dikuasai oleh aliansi Uni-Iberia ( Spanyol- Portugis), kemudian VOC, Inggris, dan selanjutnya dikuasai Hindia Belanda selama sekitar tiga abad.

[ butuh rujukan] Kolonialisme Lukisan kekaisaran Belanda yang menggambarkan Hindia Belanda sebagai "Permata kami yang paling berharga". (1916) Indonesia juga merupakan negara yang dijajah oleh banyak negara Eropa dan juga Asia, karena sejak zaman dahulu Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil alamnya yang berlimpah, hingga membuat negara-negara Eropa tergiur untuk menjajah dan bermaksud menguasai sumber daya alam untuk pemasukan bagi negaranya, Negara-negara yang pernah menjajah Indonesia antara lain: • Portugis pada tahun 1509, hanya Maluku, lalu berhasil diusir pada pada tahun 1595.

[ butuh rujukan] • Spanyol pada tahun 1521, hanya Sulawesi Utara, tetapi berhasil diusir pada tahun 1692. [ butuh rujukan] • Belanda pada tahun 1602, sebagian besar wilayah Indonesia.

[ butuh rujukan] • Prancis (1795–1811). Prancis menaklukkan Republik Belanda pada 1795 dalam Perang Revolusi Prancis, dan Prancis mendirikan Republik Batavia (1795–1806) dan Kerajaan Hollandia (1806–1810) yang berstatus sebagai negara bawahan Prancis. Dengan demikian, secara tidak langsung Prancis adalah penguasa tertinggi Hindia Belanda.

Pada 1810 Kerajaan Hollandia dileburkan dalam Kekaisaran Pertama Prancis, sehingga wilayah Hindia Belanda menjadi jajahan Prancis secara langsung. Meskipun demikian pemerintahan dan pertahanan tetap dipegang oleh warga Belanda (termasuk Herman Willem Daendels yang berkuasa 1908–1811 dan dikenal pro-Prancis) Kekuasaan Prancis berakhir pada tahun 1811 ketika Britania mengalahkan kekuatan Belanda-Prancis di pulau Jawa. [ butuh rujukan] • Britania Raya pada tahun 1811, sejak ditandatanganinya Kapitulasi Tuntang yang salah satunya berisi penyerahan Pulau Jawa dari Belanda kepada Britania, Pada tahun 1814 dilakukanlah Konvensi London yang isinya pemerintah Belanda berkuasa kembali atas wilayah jajahan Britania di Indonesia.

Lalu baru pada tahun 1816, pemerintahan Britania di Indonesia secara resmi berakhir. [ butuh rujukan] • Jepang pada tahun 1942 dan berakhir pada tahun 1945, oleh karena kekalahan Jepang kepada pasukan Sekutu. [ butuh rujukan] Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan rempah-rempah.

Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tetapi dapat diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Portugis).

Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19. Di bawah sistem Cultuurstelsel ( Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus.

Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika, yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia Belanda. [36] Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. Soekarno, Mohammad Hatta, KH.

Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943. [ butuh rujukan] Kemerdekaan Indonesia Soekarno, presiden pertama Indonesia.

Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia. Setelah Perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang pada saat itu sedang bulan Ramadhan.

Setelah kemerdekaan, tiga pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil presiden, dan perdana menteri. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal oleh orang Belanda sebagai 'aksi kepolisian' (politionele actie), atau dikenal oleh orang Indonesia sebagai Agresi Militer.

[37] Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember 1949 sebagai negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama Amerika Serikat. Mosi Integral Natsir pada tanggal 17 Agustus 1950, menyerukan kembalinya negara kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan Republik Indonesia Serikat. Soekarno kembali menjadi presiden dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad Natsir sebagai perdana menteri.

Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti sekaligus merintis gerakan non-blok pada awalnya, kemudian menjadi lebih dekat dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat Tiongkok dan Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia (" Konfrontasi"), [38] dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar.

Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya Orde Baru yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional menjadi berdasarkan paham sosialis- komunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno.

Jenderal Soeharto menjadi Pejabat Presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme. Sementara itu kondisi fisik Soekarno sendiri semakin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya.

Tiga puluh dua tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama. Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekonomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom lulusan Departemen Ekonomi Universitas California, Berkeley, yang dipanggil " Mafia Berkeley".

[39] Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998.

Masa Peralihan Orde Reformasi atau Era Reformasi berlangsung dari tahun 1998 hingga 2001, ketika terdapat tiga masa presiden: Bacharuddin Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004, diselenggarakan Pemilihan Umum satu hari terbesar di dunia [40] yang dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai presiden terpilih secara langsung oleh rakyat, yang menjabat selama dua periode.

Pada tahun 2014, Joko Widodo, yang lebih akrab disapa Jokowi, terpilih sebagai presiden ke-7. Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah berusaha untuk melepaskan diri dari naungan NKRI, terutama Papua. [ butuh rujukan] Timor Timur secara resmi memisahkan diri pada tahun 1999 setelah 24 tahun bersatu dengan Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste.

Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami yang menghantam Pantai Pangandaran dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan.

Geografi Hutan hujan di Taman Nasional Gunung Palung, Provinsi Kalimantan Barat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di Asia Tenggara, [41] dan terletak di antara benua Asia dan benua Australia/ Oseania, serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Negara ini memiliki 17.504 pulau yang menyebar di sekitar khatulistiwa; sebanyak 16.056 pulau telah dibakukan namanya, [42] dan sekitar 6.000 pulau tidak berpenghuni. [43] [44] Pulau-pulau besar di Indonesia yaitu Sumatra, Jawa, Kalimantan (berbagi dengan Malaysia dan Brunei Darussalam), Sulawesi, dan Papua (berbagi dengan Papua Nugini). Indonesia berada pada koordinat antara 6° LU – 11° LS dan 95° – 141° BT, [a] serta membentang sepanjang 5.120 kilometer (3.181 mil) dari timur ke barat serta 1.760 kilometer (1.094 mil) dari utara ke selatan.

[46] Luas daratan Indonesia adalah 1.916.906,77 km², [47] sementara luas perairannya sekitar 3.110.000 km² dengan garis pantai sepanjang 108 ribu km. [48] Batas wilayah Indonesia diukur dari kepulauan dengan menggunakan teritorial laut 12 mil laut serta zona ekonomi eksklusif 200 mil laut, [49] searah penjuru mata angin, yaitu: Utara Negara Malaysia dengan perbatasan sepanjang 1.782 km, [43] Singapura, Filipina, dan Laut Tiongkok Selatan Timur Negara Papua Nugini dengan perbatasan sepanjang 820 km, [43] Timor Leste, dan Samudra Pasifik Selatan Negara Australia, Timor Leste, dan Samudra Indonesia Barat Samudra Indonesia Titik tertinggi di Indonesia yaitu Puncak Jaya (4.884 mdpl) di Papua.

[50] Danau Toba di Sumatra Utara merupakan danau terluas di Indonesia sekaligus danau kaldera terbesar di dunia, [51] sedangkan sungai terpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas yang berada di Kalimantan Barat. [52] Iklim Peta klasifikasi Iklim Köppen Indonesia. Secara umum, Indonesia beriklim tropis (kelompok A dalam klasifikasi iklim Köppen; meskipun ada wilayah dengan tipe iklim yang berbeda). [53] [54] Perairan yang hangat di wilayah Indonesia sangat berperan dalam menjaga suhu di darat tetap konstan, dengan rerata suhu di wilayah pesisir sebesar 28 °C, di wilayah pedalaman dan dataran tinggi sebesar 26 °Cserta di wilayah pegunungan sebesar 23 °C.

Kelembapan berkisar antara 70 hingga 90%. [55] Faktor utama yang memengaruhi iklim Indonesia bukanlah suhu udara ataupun tekanan udara, melainkan curah hujan. Variasi musim di Indonesia, yaitu musim hujan dan musim kemarau, berkaitan dengan pergerakan angin muson.

Angin muson barat yang bertiup dari Asia ke Australia melalui Indonesia pada bulan Oktober hingga Februari mengakibatkan curah hujan yang tinggi, terutama di Indonesia bagian barat. Sementara itu, angin muson timur yang bergerak ke arah sebaliknya pada bulan April hingga Agustus tidak banyak membawa uap air dan menurunkan hujan.

Selain itu, ada pula musim peralihan ketika matahari melintasi khatulistiwa yang mengakibatkan angin bertiup lemah dan bergerak tak menentu. [56] [57] Meskipun demikian, tidak semua wilayah Indonesia memiliki pola curah hujan yang sama.

Selain daerah musonal, ada pula daerah ekuatorial yang dipengaruhi daerah pertemuan angin antartropis, serta daerah lokal yang polanya berkebalikan dengan pola musonal. [58] persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Beberapa penelitian memproyeksikan Indonesia terdampak perubahan iklim. [60] Dampak buruk yang ditimbulkan di antaranya kenaikan suhu rata-rata sekitar 1 °C pada pertengahan abad ini akibat emisi yang tidak berkurang, [61] [62] peningkatan frekuensi kekeringan dan kekurangan pangan (akibat perubahan curah hujan dan pola musim yang memengaruhi pertanian), serta berbagai penyakit dan kebakaran hutan.

[62] Naiknya permukaan air laut juga mengancam sebagian besar penduduk Indonesia yang tinggal di daerah pesisir. [62] [63] [64] Penduduk prasejahtera mungkin merupakan kelompok yang paling terpengaruh oleh perubahan iklim. [65] Geologi Gunung berapi utama di Indonesia, yang merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik Secara tektonik, sebagian besar wilayah Indonesia sangat tidak stabil karena lokasinya menjadi pertemuan dari beberapa lempeng tektonik, seperti lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia.

Negara ini terletak di Cincin Api Pasifik sehingga memiliki banyak gunung berapi dan sering mengalami gempa bumi. [66] Busur vulkanik berjajar mulai dari Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, dan kemudian ke Kepulauan Banda di Maluku hingga ke timur laut Sulawesi. [67] Dari sekitar 400 gunung berapi, kurang lebih 130 di antaranya masih aktif.

[66] Sebuah letusan supervulkan pada sekitar 77.000 SM yang membentuk Danau Toba dipercaya mengakibatkan musim dingin vulkanik dan penurunan suhu dunia selama bertahun-tahun. [68] Letusan Tambora pada tahun 1815 dan letusan Krakatau pada 1883 juga termasuk letusan gunung terbesar yang tercatat sepanjang sejarah.

[69] [70] Gempa bumi berdorongan besar yang berdampak ke Indonesia dan terjadi belum lama ini adalah gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004. [71] Lingkungan hidup Speses yang endemik di Indonesia. Searah jarum jam dari kiri atas: Padma raksasa, orang utan, cenderawasih kuning-besar, dan komodo. Wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi sehingga dikelompokkan sebagai salah satu dari 17 negara megadiversitas oleh Conservation International.

[72] [73] Dari sudut pandang wilayah biogeografi, Indonesia termasuk dalam wilayah Malesia. Flora dan faunanya merupakan campuran dari spesies khas Asia dan Australasia.

Alfred Russel Wallace, seorang ahli sejarah alam, menghipotesiskan sebuah garis pemisah (yang kemudian disebut garis Wallace) untuk membedakan organisme yang berasal dari Asia ( Paparan Sunda) dan Australia ( Paparan Sahul). Kawasan biogeografi yang menjadi zona transisi di antara kedua paparan ini disebut Wallacea.

[74] Selain itu, garis Weber dan garis Lydekker juga digunakan untuk menetapkan batas biogeografi Indonesia. [75] Indonesia memiliki sekitar 10% dari seluruh spesies tumbuhan berbunga di Bumi (sebanyak 25.000 spesies, 55% di antaranya endemik di Indonesia). Negara ini juga memiliki sekitar 12% spesies mamalia di Bumi (515 spesies) sehingga menempati peringkat kedua pada keanekaragaman mamalia setelah Brasil. Indonesia menempati peringkat keempat pada keanekaragaman spesies reptil (781 spesies) dan primata (35 spesies), peringkat kelima pada keanekaragaman spesies burung (1.592 spesies), serta peringkat keenam pada keanekaragaman spesies amfibi (270 spesies).

[76] Visibilitas yang rendah di Bukittinggi, Sumatra Barat, akibat kabut asap terkait deforestasi. Meskipun demikian, populasi penduduk Indonesia yang besar dan terus meningkat serta industrialisasi yang pesat memunculkan masalah lingkungan hidup yang serius, di antaranya perusakan lahan gambut, deforestasi ilegal berskala besar (yang mengakibatkan kabut asap di beberapa bagian Asia Tenggara), eksploitasi sumber daya laut yang berlebihan, polusi udara, pengelolaan sampah, hingga penyediaan air dan sanitasi yang memadai.

[77] Isu-isu tersebut berkontribusi pada rendahnya peringkat Indonesia (nomor 116 dari 180 negara) dalam Indeks Kinerja Lingkungan 2020. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa kinerja Indonesia secara umum di bawah rata-rata, baik dalam konteks regional maupun global.

[78] Pada tahun 2018, sekitar 49,7% dari luas daratan Indonesia ditutupi oleh hutan, [79] turun dari angka 87% yang dihitung pada tahun 1950. [80] Sejak dasawarsa 1970-an hingga saat ini, produksi kayu bulat serta berbagai tanaman perkebunan dan pertanian bertanggung jawab atas sebagian besar deforestasi di Indonesia.

[80] Belakangan ini, deforestasi didorong oleh industri kelapa sawit. Meskipun dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, industri ini dapat merusak ekosistem dan menimbulkan masalah sosial. [81] Situasi ini menjadikan Indonesia sebagai penghasil emisi gas rumah kaca berbasis hutan terbesar di dunia, [82] serta mengancam kelangsungan hidup spesies asli dan endemik.

Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mengidentifikasi sejumlah spesies yang terancam kritis, termasuk jalak bali, [83] orang utan sumatra, [84] dan badak jawa. [85] Politik dan pemerintahan Istana Negara, salah satu dari enam Istana Kepresidenan di Indonesia Sistem pemerintahan Indonesia merupakan negara kesatuan yang menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis.

Konstitusi Indonesia adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) yang pada era reformasi mengalami empat kali amendemen sehingga membawa perubahan besar pada kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. [86] Salah satu perubahan utama adalah pendelegasian kekuasaan dan wewenang kepada berbagai entitas regional sambil tetap menjadi negara kesatuan.

[87] [88] Kekuasaan eksekutif dipegang oleh presiden yang dibantu oleh wakil presiden dan kabinet. Presiden Indonesia merupakan kepala negara dan kepala pemerintahan, sekaligus panglima tertinggi Tentara Nasional Indonesia. Presiden dan wakil presiden dapat menjabat selama lima tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan.

[89] Joko Widodo dan Ma'ruf Amin adalah pasangan presiden dan wakil presiden yang terpilih untuk masa jabatan 2019–2024. Mereka memimpin Kabinet Indonesia Maju yang terdiri atas 34 menteri dan sejumlah pejabat setingkat menteri. [90] Lembaga perwakilan tertinggi yaitu Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), yang berwenang mengubah dan menetapkan konstitusi, serta melantik dan memberhentikan presiden dan/atau wakil presiden.

[91] Lembaga ini berbentuk bikameral yang terdiri dari 575 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berasal dari partai politik, ditambah dengan 136 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang merupakan wakil provinsi dari jalur independen.

[92] Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilihan umum dengan masa jabatan lima tahun. Fungsi yang dijalankan oleh DPR yaitu legislasi (membentuk undang-undang), anggaran (membahas dan menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), dan pengawasan (mengawasi kinerja pemerintah), [93] [94] sedangkan DPD merupakan lembaga legislatif yang lebih dikhususkan pada pengelolaan daerah.

[95] [96] Saat ini, MPR diketuai oleh Bambang Soesatyo, [97] DPR diketuai oleh Puan Maharani, [98] sedangkan DPD diketuai oleh La Nyalla Mattalitti. [99] Kekuasaan kehakiman dijalankan oleh Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK). [100] Sementara itu, Komisi Yudisial mengawasi kinerja para hakim.

[101] Hubungan luar negeri Mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dengan Barack Obama, Mantan Presiden Amerika Serikat, dalam sebuah acara penyambutan tamu negara di Istana Merdeka pada 2010. Obama terkenal di Indonesia, karena menghabiskan masa kecilnya di Jakarta. [102] Indonesia memiliki 132 perwakilan diplomatik di luar negeri, termasuk 95 kedutaan.

[103] Negara ini memiliki kebijakan politik luar negeri "bebas dan aktif", yang berarti bahwa Indonesia tidak berpihak pada blok-blok kekuatan dan persekutuan militer di dunia, sekaligus bersikap aktif dalam menjaga ketertiban dunia, sebagaimana dinyatakan dalam Pembukaan UUD 1945.

[104] Berlawanan dengan Sukarno yang anti-Imperialisme, antipati terhadap kekuatan barat, dan bersitegang dengan Malaysia, hubungan luar negeri sejak "Orde baru"-nya Suharto didasarkan pada ekonomi dan kerja sama politik dengan negara-negara barat. [105] Indonesia menjaga hubungan baik dengan tetangga-tetangganya di Asia, dan Indonesia adalah pendiri ASEAN dan East Asia Summit.

Indonesia menjalin hubungan kembali dengan Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1990, padahal sebelumnya melakukan pembekuan hubungan sehubungan dengan gejolak anti-komunis di awal kepemerintahan Suharto.

Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-bangsa sejak tahun 1950, [106] dan pendiri Gerakan Non Blok dan Organisasi Kelompok Islam yang sekarang telah menjadi Organisasi Kerjasama Islam. Indonesia telah menandatangani perjanjian ASEAN Free Trade Area, Cairns Group, dan World Trade Organization, dan pernah menjadi anggota OPEC, meskipun Indonesia menarik diri pada tahun 2008 sehubungan Indonesia bukan lagi pengekspor minyak mentah bersih.

Indonesia telah menerima bantuan kemanusiaan dan pembangunan sejak tahun 1966, terutama dari Amerika Serikat, negara-negara Eropa Barat, Australia, dan Jepang. Pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan dunia internasional sehubungan dengan pengeboman yang dilakukan oleh militan Islam dan Al-Qaeda.

[107] Pemboman besar menimbulkan korban 202 orang tewas (termasuk 164 turis mancanegara) di Kuta, Bali pada tahun 2012. [108] Serangan tersebut dan peringatan perjalanan (travel warnings) yang dikeluarkan oleh negara-negara lain, menimbulkan dampak yang berat bagi industri jasa perjalanan/turis dan juga prospek investasi asing. [109] Tetapi beruntung ekonomi Indonesia secara keseluruhan tidak terlalu dipengaruhi oleh hal-hal tersebut di atas, karena Indonesia adalah negara yang ekonomi domestiknya cukup kuat dan dominan.

[ butuh rujukan] Militer Artikel utama: Tentara Nasional Indonesia Tentara Nasional Indonesia terdiri dari TNI–AD, TNI-AL (termasuk Marinir) dan TNI-AU. [110] Berkekuatan 400.000 prajurit aktif, memiliki anggaran 4% dari GDP pada tahun 2006, tetapi terdapat kontroversi bahwa ada sumber-sumber dana dari kepentingan-kepentingan komersial dan yayasan-yayasan yang dilindungi oleh militer.

[111] Satu hal baik dari reformasi sejalan dengan mundurnya Suharto adalah mundurnya TNI dari parlemen setelah bubarnya Dwi Fungsi ABRI, walaupun pengaruh militer dalam bernegara masih tetap kuat.

[112] Gerakan separatis di sebagian daerah Aceh dan Papua telah menimbulkan konflik bersenjata, dan terjadi pelanggaran HAM serta kebrutalan yang dilakukan oleh kedua belah pihak. [113] [114] Setelah 30 tahun perseteruan sporadis antara Gerakan Aceh Merdeka dan militer Indonesia, maka persetujuan gencatan senjata terjadi pada tahun 2005.

[115] Di Papua, telah terjadi kemajuan yang mencolok, walaupun masih terjadi kekurangan-kekurangan, dengan diterapkannya otonomi, dengan akibat berkurangnya pelanggaran HAM. [116] Pembagian administratif Papua Saat ini, Indonesia terdiri atas 34 provinsi, 416 kabupaten dan 98 kota, 7.024 daerah setingkat kecamatan, [117] atau 81.626 daerah setingkat desa/ kelurahan.

[118] Di antara ke-34 provinsi tersebut, lima di antaranya memiliki status daerah khusus dan/atau daerah istimewa. Daerah-daerah tersebut ialah Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua Barat, Papua, dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Provinsi Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Papua Barat, dan Papua memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat otonomi yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya. • Aceh berhak membentuk sistem legal sendiri; dan pada tahun 2003, Aceh mulai menetapkan hukum Syariah.

[119] • Yogyakarta mendapatkan status Daerah Istimewa sebagai pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia selama Revolusi. [120] • Dan akhirnya " Provinsi Papua" (menurut Undang-Undang tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua), sebelumnya disebut Irian Jaya, mendapat status otonomi khusus tahun 2001.

[121] • Sementara itu, DKI Jakarta adalah daerah khusus ibu kota negara yang menjadi tempat Pemerintah Pusat Indonesia berkedudukan. Wilayah Timor Portugis sempat bergabung ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi provinsi Timor Timur pada 1976–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste. [122] Indonesia memperbolehkan penamaan lokal/khusus untuk digunakan pada daerah-daerah administratif di bawah tingkat kabupaten/kota, sesuai dengan Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah.

Beberapa contoh di antaranya ialah kalurahan, kapanewon, kemantren, gampong, kampung, nagari, pekon, dan distrik. Tiap provinsi memiliki DPRD Provinsi dan gubernur; sementara kabupaten memiliki DPRD Kabupaten dan bupati; kemudian kota memiliki DPRD Kota dan wali kota; semuanya dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilu dan Pilkada.

Bagaimanapun di Jakarta tidak terdapat DPR Kabupaten atau Kota, karena Kabupaten Administrasi dan Kota Administrasi di Jakarta bukanlah daerah otonom.Provinsi di Indonesia dan ibu kotanya Berikut ini merupakan provinsi di Indonesia beserta ibu kotanya. Sumatra • Aceh – Banda Aceh • Sumatra Utara (Sumut) – Medan • Sumatra Barat (Sumbar) – Padang • Riau – Pekanbaru • Kepulauan Riau (Kepri) – Tanjungpinang • Jambi – Jambi • Sumatra Selatan (Sumsel) – Palembang • Kepulauan Bangka Belitung (Babel) – Pangkal Pinang • Bengkulu – Bengkulu • Lampung – Bandar Lampung Jawa • Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) – Jakarta • Banten – Serang • Jawa Barat (Jabar) – Bandung • Jawa Tengah (Jateng) – Semarang • Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) – Yogyakarta [123] • Jawa Timur (Jatim) – Surabaya Kepulauan Nusa Tenggara • Bali – Denpasar • Nusa Tenggara Barat (NTB) – Mataram • Nusa Tenggara Timur (NTT) – Kupang Kalimantan • Kalimantan Barat (Kalbar) – Pontianak • Kalimantan Tengah (Kalteng) – Palangka Raya • Kalimantan Selatan (Kalsel) – Banjarmasin • Kalimantan Timur (Kaltim) – Samarinda • Kalimantan Utara (Kaltara) – Tanjung Selor Sulawesi • Sulawesi Utara (Sulut) – Manado • Gorontalo – Gorontalo • Sulawesi Tengah (Sulteng) – Palu • Sulawesi Barat (Sulbar) – Mamuju • Sulawesi Selatan (Sulsel) – Makassar • Sulawesi Tenggara (Sultra) – Kendari Kepulauan Maluku • Maluku – Ambon • Maluku Utara (Malut) – Sofifi Papua • Papua Barat (PB) – Manokwari • Papua – Jayapura Ekonomi Kurang dari Rp5 juta Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) pada tanggal 30 Oktober 1946 yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.

Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara. [124] Uang rupiah.

Pemerintahan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadwalan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing. [124] Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981. [124] Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali, [124] selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997 [125] Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu, [126] yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.

Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut. [127] Namun, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam memengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%.

[128] [129] Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari. [130] Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor gas alam terbesar kelima [131] di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah.

Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet. [132] Sektor jasa adalah penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan sektor industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang 14,0%. [133] Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%.

[134] Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.

Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan.

Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007. [135] Peringkat internasional Organisasi Nama Survei Peringkat Heritage Foundation/ The Wall Street Journal Indeks Kebebasan Ekonomi 69 dari 180 [136] The Economist Indeks Kualitas Hidup 71 dari 111 [137] Reporters Without Borders Indeks Kebebasan Pers 103 dari 168 [138] Transparency International Indeks Persepsi Korupsi 98 dari 180 [139] United Nations Development Programme Indeks Pembangunan Manusia 111 dari 189 [140] Forum Ekonomi Dunia Laporan Daya Saing Global 45 dari 140 [141] Central Connecticut State University Peringkat Literasi Membaca 60 dari 61 [142] Demografi Kependudukan Artikel utama: Demografi Indonesia Menurut sensus 2020, jumlah penduduk Indonesia yaitu 270,20 juta jiwa, yang menjadikannya negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia, [143] dengan kepadatan penduduk sebanyak 141 jiwa per km 2 dan rerata laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,25%.

[144] Sebanyak 56,1% penduduk (151,59 juta jiwa) tinggal di Pulau Jawa yang merupakan pulau berpenduduk terbanyak di dunia. [145] Pada tahun 1961, sensus pertama setelah Indonesia merdeka mencatat 97 juta penduduk. [146] Populasi diperkirakan mungkin tumbuh menjadi sekitar 295 juta pada tahun 2030 dan 321 juta pada tahun 2050. [147] Indonesia diperkirakan memiliki usia median 31,1 tahun, [148] dan mulai mengalami bonus demografi, yaitu masa ketika jumlah penduduk usia produktif jauh melebihi penduduk usia nonproduktif.

[149] Sebaran penduduk Indonesia tidak merata, dengan tingkat perkembangan yang bervariasi, mulai dari megakota Jakarta hingga suku-suku tak terjamah di Papua.

[150] Pada 2017, sekitar 54,7% populasi tinggal di kawasan perkotaan. [151] Sekitar 8 juta orang Indonesia tinggal di luar negeri; sebagian besar dari mereka menetap di Malaysia, Belanda, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Singapura, Amerika Serikat, dan Australia. [152] Secara legal, status kewarganegaraan diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006.

Warga Negara Indonesia (WNI) diberikan kartu identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang mendaftarkan seseorang di suatu wilayah administratif tertentu. Status kewarganegaraan Indonesia dapat diperoleh malalui kelahiran, adopsi, perkawinan, atau pewarganegaraan. [153] • l • b • s Kota-kota besar di Indonesia Kota Provinsi Populasi Kota Provinsi Populasi 1 Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10.562.088 Indonesia 7 Makassar Sulawesi Selatan 1.423.877 2 Surabaya Jawa Timur 2.874.314 8 Batam Kepulauan Riau 1.196.396 3 Bandung Jawa Barat 2.444.160 9 Bandar Lampung Lampung 1.166.066 4 Medan Sumatra Utara 2.435.252 10 Pekanbaru Riau 983.356 5 Semarang Jawa Tengah 1.729.428 11 Padang Sumatra Barat 909.040 6 Palembang Sumatera Selatan 1.668.848 12 Malang Jawa Timur 843.810 Sumber: Sensus Penduduk BPS, 2020.

Catatan: Tidak termasuk Kota satelit.

persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah

Peta suku bangsa di Indonesia Indonesia merupakan negara yang kaya akan kelompok etnik, dengan sekitar 1.340 suku bangsa. [154] Sebagian besar penduduk Indonesia merupakan keturunan Bangsa Austronesia, [155] dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, serta kemungkinan Polinesia dan Mikronesia, terutama di Indonesia bagian timur.

[156] Banyak penduduk Indonesia yang mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Suku Jawa, Sunda, Melayu, Batak, Madura, dan lainnya. [157] Menurut sensus 2010, sekitar 40-42% penduduk merupakan suku Jawa yang menghuni hampir seluruh wilayah Indonesia sebagai akibat program transmigrasi. [158] Meskipun demikian, rasa kebangsaan Indonesia dipegang oleh warga negara Indonesia bersama dengan identitas regional yang kuat.

[159] Istilah bumiputra dan pribumi pernah digunakan untuk menyebut kelompok orang yang berbagi warisan sosial budaya yang sama dan dianggap sebagai penduduk asli Indonesia. [160] Pada tahun 1998, Presiden B.J. Habibie menginstruksikan untuk menghentikan penggunaan istilah pribumi dan nonpribumi dalam kehidupan bernegara.

[161] [162] Sejumlah etnis Asia daratan, seperti etnis Tionghoa, Arab, dan India, sudah lama datang ke Nusantara dan kemudian menetap dan berasimilasi menjadi bagian dari Nusantara. Sensus 2010 mencatat ada sekitar 5 juta WNI yang dikelompokkan sebagai etnis Tionghoa yang tersebar merata di hampir seluruh wilayah di Indonesia ( terutama perkotaan) dan 3 juta jiwa dikelompokkan sebagai etnis Arab yang khususnya berada di pulau Jawa, Sumatera, sebagian Kalimantan dan sebagian Sulawesi.

Sedangkan untuk orang keturunan India populasinya hanya sekitar ratusan ribu saja yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia seperti: Medan, Jakarta, Pekanbaru, dan Banda Aceh. Di beberapa tempat khususnya di kota Medan, terdapat wilayah dengan orang beretnis/keturunan India yang cukup signifikan yakni di little India & kampung madhras. [163] Bahasa Gedung Pusat Bahasa, lembaga yang menjadi pusat perbendaharaan bahasa di Indonesia.

Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah, [164] [165] yang secara umum dipertuturkan oleh mayoritas penduduk Indonesia sebagai bahasa ibu dan bahasa sehari-hari.

[166] Sebagian besar bahasa daerah tersebut termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia, dan di samping itu, ada lebih dari 270 bahasa Papua yang digunakan di Indonesia bagian timur.

[167] Menurut jumlah penuturnya, bahasa daerah yang paling banyak digunakan sehari-hari secara berturut-turut adalah Jawa, Sunda, Melayu, Madura, Batak, Minangkabau, Bugis, Betawi, dan Banjar. [168] Bahasa resmi negara ini adalah bahasa Indonesia, yang merupakan salah satu dari banyak varietas bahasa Melayu.

[169] Bahasa Indonesia diajukan sebagai bahasa persatuan sejak masa pergerakan kemerdekaan Indonesia melalui Sumpah Pemuda dan ditetapkan oleh konstitusi pada 1945.

[170] Campur tangan negara terhadap bahasa nasional diselenggarakan melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

[171] Beberapa bahasa asing diajarkan dalam pendidikan formal. Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional telah diperkenalkan kepada para pelajar mulai jenjang pendidikan dasar. [172] Bahasa asing lainnya, seperti bahasa Jerman, Prancis, dan Jepang, diajarkan di sejumlah sekolah sebagai pelengkap pada jenjang sekolah menengah atas. [173] Bagi penganut agama Islam yang menjadi kaum mayoritas di Indonesia, [174] bahasa Arab adalah bahasa asing yang memiliki kedudukan khusus karena harus dipraktikkan dalam ibadah harian tertentu, misalnya salat, [175] dan diajarkan di madrasah ibtidaiah dan jenjang selanjutnya.

[176] Meskipun demikian, bahasa Arab tidak menjadi bahasa pergaulan umum sejak periode awal keberadaannya di Indonesia. [177] Agama Artikel utama: Agama di Indonesia Meskipun menjamin kebebasan beragama dalam konstitusi, [178] pemerintah hanya mengakui enam agama resmi: Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu: sementara itu, penganut agama tradisional ataupun agama-agama lainnya hanya mendapatkan pengakuan terbatas sebagai "penghayat kepercayaan".

[179] [180] Dengan 231 juta penganut pada tahun 2018, Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Sebanyak sekitar hampir 30 juta penduduk Indonesia atau lebih tepatnya 28,6 juta jiwa menganut agama Kristen, dimana 20,2 juta penduduk merupakan penganut aliran Kristen Protestan sedangkan 8,3 juta penganut Kristen Katolik, 4,7 juta penganut Hindu, 2 juta penganut Buddha, 81 ribu penganut Konghucu, dan 108 ribu penganut aliran kepercayaan lainnya ( terutama agama tradisional/lokal).

[174] Agama Islam dipeluk oleh hampir seluruh warga Indonesia (sekitar 86,70%), Agama Kristen (Protestan & Katolik) kebanyakkan dipeluk oleh beberapa suku, yakni: Batak, Toraja, Dayak, Nias, Minahasa, Ambon, dan lainnya. Kebanyakan pemeluk Hindu adalah Suku Bali dan Orang keturunan India di Indonesia [181] serta kebanyakan pemeluk Buddha dan Konghucu adalah orang Tionghoa-Indonesia.

[182] Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, sebuah kuil Hindu yang didedikasikan untuk Prabu Siliwangi. Agama Hindu memberikan warisan seni dan budaya Indonesia. Penduduk asli Indonesia pada awalnya mempraktikkan animisme, paganisme dan dinamisme lokal, yang merupakan kepercayaan umum bangsa Austronesia.

Mereka menyembah roh leluhur dan percaya bahwa roh gaib ( hyang) mungkin menghuni tempat-tempat tertentu, seperti pohon besar, batu, hutan, gunung, atau tempat keramat.

[183] Contoh kepercayaan asli Indonesia di antaranya Sunda Wiwitan, Kaharingan, dan Kejawen. Mereka memberikan dampak yang signifikan pada penerapan agama-agama lain, seperti abangan Jawa, Hindu Bali, dan Kristen Dayak, yang dipraktikkan sebagai bentuk agama yang kurang ortodoks dan sinkretis. [184] [185] Pengaruh agama Hindu mencapai Nusantara pada awal abad pertama Masehi. [186] Kerajaan Salakanagara di Jawa Barat sekitar tahun 130 merupakan kerajaan terkait India Raya pertama yang tercatat dalam sejarah Nusantara.

[187] Agama Buddha tiba sekitar abad ke-6, [188] dan sejarahnya di Indonesia berhubungan erat dengan agama Hindu karena kedua agama ini dianut oleh beberapa kerajaan pada periode yang sama. Nusantara mengalami kebangkitan dan kejatuhan kerajaan Hindu dan Buddha yang kuat dan berpengaruh, seperti Majapahit, Sailendra, Sriwijaya, dan Medang.

Meski tidak lagi menjadi mayoritas, agama Hindu dan Buddha tetap memiliki pengaruh besar pada budaya Indonesia. [189] [190] Agama Islam diperkenalkan oleh para pedagang Suni dari mazhab Syafi'i serta para pedagang Sufi dari anak benua India dan Arab Selatan pada awal abad ke-8 M. [191] [192] Pada sebagian besar perkembangannya, Islam mengalami pencampuran dan saling memengaruhi budaya yang ada sehingga menghasilkan bentuk Islam dengan ciri tersendiri, seperti adanya pesantren.

[193] [194] Perdagangan dan aktivitas dakwah seperti yang dilakukan oleh Wali Songo dan penjelajah Tiongkok Cheng Ho, serta kampanye militer oleh beberapa kesultanan membantu mempercepat penyebaran Islam. [195] [192] Ibadah misa umat Katolik di Gereja Katedral Jakarta Agama Katolik dibawa oleh para pedagang dan misionaris Portugis seperti Yesuit Fransiskus Xaverius, yang mengunjungi dan membaptis beberapa ribu penduduk setempat.

[196] [197] Penyebarannya menghadapi kesulitan karena kebijakan Perusahaan Hindia Timur Belanda yang melarang agama dan permusuhan oleh Belanda sebagai akibat dari Perang Delapan Puluh Tahun melawan pemerintahan Katolik Spanyol. Protestantisme, sebagian besar, merupakan hasil dari upaya misionaris Calvinis dan Lutheran selama era kolonial Belanda. [198] [199] [200] Meskipun keduanya merupakan cabang Kekristenan yang paling umum, ada banyak denominasi lain di negara ini.

[201] Jumlah penganut agama Yahudi cukup besar di Nusantara setidaknya sampai tahun 1945, yang kebanyakan merupakan orang Belanda dan orang Yahudi Baghdadi. Sebagian besar di antara mereka meninggalkan Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan dan agama Yahudi tidak pernah mendapatkan status resmi. Saat ini hanya sejumlah kecil orang Yahudi di Indonesia, yang kebanyakan berada di Jakarta persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Surabaya. [202] Pada tingkat nasional dan regional, kepemimpinan dalam politik dan kelompok masyarakat sipil di Indonesia telah memainkan peran penting dalam hubungan antaragama, baik secara positif maupun negatif.

Sila pertama Pancasila yang merupakan landasan filosofis Indonesia, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, sering menjadi pengingat toleransi beragama, [203] meskipun kasus-kasus intoleransi juga telah terjadi. [204] Sebagian besar orang Indonesia menganggap agama sebagai hal yang esensial dan bagian integral dari kehidupan.

[205] [206] Pendidikan dan kesehatan Artikel utama: Pendidikan di Indonesia dan Kesehatan di Indonesia Sesuai dengan konstitusi yang berlaku, [207] serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah wajib mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD di luar gaji pendidik dan biaya kedinasan.

Semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar sembilan tahun, yang meliputi enam tahun di sekolah dasar dan tiga tahun di sekolah menengah pertama. [208] Pada 2018, tingkat partisipasi penduduk sebesar 93% untuk pendidikan dasar, 79% untuk pendidikan menengah, dan 36% untuk persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah tinggi, sementara tingkat melek huruf adalah 96%.

[209] Pemerintah menghabiskan sekitar 3,6% dari PDB atau 20,5% dari anggaran negara (2015) persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah pendidikan. [209] Pada tahun 2018, terdapat lebih dari 4.500 perguruan tinggi di Indonesia, [210] dengan universitas terkemuka (seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan lainnya) berlokasi di Pulau Jawa.

[211] Anggaran pemerintah untuk sektor kesehatan adalah sekitar 3,3% dari PDB pada tahun 2016. [212] Sebagai bagian dari upaya mencapai cakupan kesehatan semesta, pemerintah meluncurkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2014.

[213] Meskipun ada peningkatan yang luar biasa dalam beberapa dekade terakhir seperti meningkatnya angka harapan hidup (dari 62,3 tahun pada tahun 1990 menjadi 71,7 tahun pada tahun 2019) [214] dan penurunan kematian anak (dari 84 kematian per 1.000 kelahiran pada tahun 1990 menjadi 25,4 kematian pada tahun 2017), [215] Indonesia terus-menerus menghadapi berbagai tantangan, seperti kesehatan ibu dan anak, kualitas udara yang rendah, kurang gizi, tingginya tingkat merokok, dan penyakit menular.

[216] Indeks Pembangunan Manusia Artikel utama: Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Menurut UNDP, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mencapai angka 0,707 [140] pada Laporan Pembangunan Manusia 2019 untuk perkiraan IPM tahun 2018 dan menempati status tinggi, sedangkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Indonesia tahun 2020 telah mencapai angka 71,94 (0,719) [217] dan menempati status tinggi pada tahun 2016.

Perbedaan IPM yang dilaporkan UNDP melalui Human Development Report (HDR) dengan BPS terletak pada besarnya angka IPM dan perincian. Selama ini, memang perbedaan angka IPM sudah dianggap lazim. Namun, sejak sekitar tahun 2011, perbedaan angka IPM UNDP dan BPS meningkat secara signifikan.

persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah

Dalam perihal perincian, karena UNDP melaporkan dalam tingkat internasional, laporan IPM Indonesia tidak dilaporkan hingga tingkat yang lebih rendah. Sebaliknya, karena BPS hanya melaporkan di tingkat nasional, BPS lebih memerinci, bahkan hingga IPM di tingkat kota/kabupaten dalam laporan beberapa tahun (laporan IPM hingga tingkat kota/kabupaten jarang).

Namun, yang selalu dilaporkan di bawah tingkat nasional tentunya adalah laporan IPM di tingkat provinsi/daerah. Berikut ini adalah daftar provinsi Indonesia menurut IPM tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 menurut BPS. [217] Peringkat Provinsi IPM Perubahan (%) Pembangunan Manusia Sangat Tinggi 1 Daerah Khusus Ibukota Jakarta 80,77 (0,808) 0,01 (0,01%) Pembangunan Manusia Tinggi 2 Daerah Istimewa Yogyakarta 79,97 (0,800) -0,02 (-0,03%) 3 Kalimantan Timur 76,24 (0,762) -0,37 (-0,48%) 4 Kepulauan Riau 75,59 (0,756) 0,11 (0,15%) 5 Bali 75,5 (0,755) 0,12 (0,16%) 6 (1) Sulawesi Utara 72,93 (0,729) -0,06 (-0,08%) 7 (1) Riau 72,71 (0,727) -0,29 (-0,40%) 8 Banten 72,45 (0,725) 0,01 (0,01%) 9 Sumatera Barat 72,38 (0,724) -0,01 (-0,01%) 10 Jawa Barat 72,09 (0,721) 0,06 (0,08%) 11 Aceh 71,99 (0,720) 0,09 (0,13%) Indonesia 71,94 (0,719) 0,02 (0,03%) 12 (2) Sulawesi Selatan 71,93 (0,719) 0,27 (0,38%) 13 Jawa Tengah 71,87 (0,719) 0,14 (0,20%) 14 (2) Sumatera Utara 71,77 (0,718) 0,03 (0,04%) 15 Jawa Timur 71,71 (0,717) 0,21 (0,29%) 16 Kepulauan Bangka Belitung 71,47 (0,715) 0,17 (0,24%) 17 (2) Sulawesi Tenggara 71,45 (0,715) 0,25 (0,35%) 18 Bengkulu 71,4 (0,714) 0,19 (0,27%) 19 (2) Jambi 71,29 (0,713) 0,03 (0,04%) 20 (1) Kalimantan Tengah 71,05 (0,711) 0,14 (0,20%) 21 (1) Kalimantan Selatan 70,91 (0,709) 0,19 (0,27%) 22 (2) Kalimantan Utara 70,63 (0,706) -0,52 (-0,73%) 23 Sumatera Selatan 70,01 (0,700) -0,01 (-0,01%) Pembangunan Manusia Sedang 24 Lampung 69,69 (0,697) 0,12 (0,17%) 25 Sulawesi Tengah 69,55 (0,696) 0,05 (0,07%) 26 Maluku 69,49 (0,695) 0,04 (0,06%) 27 (1) Gorontalo 68,68 (0,687) 0,19 (0,28%) 28 (1) Maluku Utara 68,49 (0,685) -0,21 (-0,31%) 29 Nusa Tenggara Barat 68,25 (0,683) 0,11 (0,16%) 30 Kalimantan Barat 67,66 (0,677) 0,01 (0,01%) 31 Sulawesi Barat 66,11 (0,661) 0,38 (0,58%) 32 Nusa Tenggara Timur 65,19 (0,652) -0,04 (-0,06%) 33 Papua Barat 65,09 (0,651) 0,39 (0,60%) 34 Papua 60,44 (0,604) -0,40 (-0,66%) Budaya Wayang Kulit warisan budaya Jawa.

Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki warisan budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Tiongkok, Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti Wayang Kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda.

Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatra seperti tari Ratéb Meuseukat, Tari Saman, dan tari Seudati dari Aceh. Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain. Busana Seorang gadis Palembang tengah mengenakan Songket, salah satu busana tradisional Indonesia. Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan Batik.

Beberapa daerah yang terkenal akan industri Batik meliputi Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, Pandeglang, Garut, Tasikmalaya dan juga Pekalongan. Kerajinan Batik ini pun diklaim oleh negara lain dengan industri Batiknya.

[218] Busana asli Indonesia dari Sabang sampai Merauke lainnya dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan di setiap daerah antara lain baju Kurung dengan Songketnya dari Sumatra Barat ( Minangkabau), kain Ulos dari Sumatra Utara ( Batak), busana Kebaya, busana khas Dayak di Kalimantan, baju Bodo dari Sulawesi Selatan, busana Koteka dari Papua dan sebagainya.

Arsitektur Lukisan Candi Prambanan yang berasal dari masa pemerintahan Raffles. Arsitektur Indonesia mencerminkan keanekaragaman budaya, sejarah, dan geografi yang membentuk Indonesia seutuhnya. Kaum penyerang, penjajah, penyebar agama, pedagang, dan saudagar membawa perubahan budaya dengan memberi dampak pada gaya dan teknik bangunan. Tradisionalnya, pengaruh arsitektur asing yang paling kuat adalah dari India. Tetapi, Tiongkok, Arab, dan sejak abad ke-19 pengaruh Eropa menjadi cukup dominan.

Ciri khas arsitektur Indonesia kuno masih dapat dilihat melalui rumah-rumah adat dan/atau istana-istana kerajaan dari tiap-tiap provinsi. Taman Mini Indonesia Indah, salah satu objek wisata di Jakarta yang menjadi miniatur Indonesia, menampilkan keanekaragaman arsitektur Indonesia itu. Beberapa bangunan khas Indonesia misalnya Rumah Gadang, Monumen Nasional, dan Bangunan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan di Institut Teknologi Bandung.

Olahraga Maria Kristin Yulianti (merah), peraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008. Olahraga yang paling populer di Indonesia adalah sepak bola dan bulu tangkis. [ butuh rujukan] Gojek Traveloka Liga 1 adalah liga klub sepak bola utama di Indonesia. [ butuh rujukan] Olahraga tradisional Indonesia termasuk sepak takraw dan karapan sapi.

Di wilayah dengan sejarah perang antar suku, kontes pertarungan diadakan, seperti caci di Flores, dan pasola di Sumba. Pencak silat adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa Gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya.

Olahraga di Indonesia biasanya berorientasi pada pria dan olahraga spektator sering berhubungan dengan judi yang ilegal di Indonesia. [219] Di ajang kompetisi multi cabang, prestasi atlet-atlet Indonesia tidak terlalu mengesankan. Di Olimpiade, prestasi terbaik Indonesia diraih pada saat Olimpiade 1992, di mana Indonesia menduduki peringkat 24 dengan meraih 2 emas 2 perak dan 1 perunggu, kelima medali tersebut diraih melalui cabang bulu tangkis. Pada era 1960 hingga 2000, Indonesia merajai bulu tangkis.

Atlet-atlet putra Indonesia seperti Rudi Hartono, Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Ricky Subagja, dan Rexy Mainaky merajai kejuaraan-kejuaraan dunia. Rudi Hartono yang dianggap sebagai maestro bulu tangkis dunia, menjadi juara All England terbanyak sepanjang sejarah perbulu tangkisan Indonesia.

Ia meraih 8 gelar juara, dengan 7 gelar diraihnya secara berturut-turut. Selain bulu tangkis, atlet-atlet tinju Indonesia juga mampu meraih gelar juara dunia, seperti Elyas Pical, Nico Thomas, [220] dan Chris John. [221] dalam ajang sepak bola internasional, Timnas Indonesia (Hindia Belanda) merupakan tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia pada tahun 1938 di Prancis.

[222] Seni musik Artikel utama: Musik Indonesia Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari Sabang hingga Merauke. Setiap provinsi di Indonesia memiliki musik tradisional dengan ciri khasnya tersendiri. Musik tradisional termasuk juga Keroncong yang berasal dari keturunan Portugis di daerah Tugu, Jakarta, [223] yang dikenal oleh semua rakyat Indonesia bahkan hingga ke mancanegara.

Ada juga musik yang merakyat di Indonesia yang dikenal dengan nama dangdut yaitu musik beraliran Melayu modern yang dipengaruhi oleh musik India sehingga musik dangdut ini sangat berbeda dengan musik tradisional Melayu yang sebenarnya, seperti musik Melayu Deli, Melayu Riau, dan sebagainya.

Seperangkat Gamelan Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki banyak ragam dari pelbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula alat musik tradisional Indonesia yang diklaim oleh negara lain [224] untuk kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak cipta seni dan warisan budaya Indonesia ke lembaga Internasional UNESCO.

Alat musik tradisional Indonesia antara lain meliputi: • Angklung • Bende • Calung • Dermenan • Gamelan • Gandang Tabuik • Gendang Bali • Gendang Karo • Gondang Batak • Gondang (musik Sunda) • Gong Kemada • Gong Lambus • Jidor • Kecapi Suling • Kecapi Batak • Kendang Jawa • Kenong • Kulintang • Rebab • Rebana • Saluang • Saron • Sasando • Serunai • Seurune Kale • Suling Lembang • Suling Batak • Suling Sunda • Talempong • Tanggetong • Tifa, dan sebagainya Kuliner Beberapa makanan Indonesia: soto ayam, sate kerang, telor pindang, perkedel dan es teh manis.

Masakan Indonesia bervariasi bergantung pada wilayahnya. [225] Nasi adalah makanan pokok dan dihidangkan dengan lauk daging dan sayur. Bumbu (terutama cabai), santan, ikan, dan ayam adalah bahan yang penting. [226] Sepanjang sejarah, Indonesia telah menjadi tempat perdagangan antara dua benua. Ini menyebabkan terbawanya banyak bumbu, bahan makanan dan teknik memasak dari bangsa Melayu sendiri, India, Timur tengah, Tionghoa, dan Eropa.

Semua ini bercampur dengan ciri khas makanan Indonesia tradisional, menghasilkan banyak keanekaragaman yang tidak ditemukan di daerah lain. Bahkan bangsa Spanyol dan Portugis, telah mendahului bangsa Belanda dengan membawa banyak produk dari dunia baru ke Indonesia. [ butuh rujukan] Sambal, sate, bakso, soto, dan nasi goreng merupakan beberapa contoh makanan yang biasa dimakan masyarakat Indonesia setiap hari. [227] Selain disajikan di warung atau restoran, terdapat pula aneka makanan khas Indonesia yang dijual oleh para pedagang keliling menggunakan gerobak atau pikulan.

Pedagang ini menyajikan bubur ayam, mie ayam, mi bakso, mi goreng, nasi goreng, aneka macam soto, siomay, sate, nasi uduk, dan lain-lain. Rumah makan Padang yang menyajikan nasi Padang, yaitu nasi disajikan bersama aneka lauk-pauk Masakan Padang, mudah ditemui di berbagai kota di Indonesia. [ butuh rujukan] Selain itu Warung Tegal yang menyajikan masakan Jawa khas Tegal dengan harga yang terjangkau juga tersebar luas.

[ butuh rujukan] Nasi rames atau nasi campur yang berisi nasi beserta lauk atau sayur pilihan dijual di warung nasi di tempat-tempat umum, seperti stasiun kereta api, pasar, dan terminal bus.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dikenal nasi kucing sebagai nasi rames yang berukuran kecil dengan harga murah, nasi kucing sering dijual di atas angkringan, sejenis warung kaki lima. Penganan kecil semisal kue-kue banyak dijual di pasar tradisional. Kue-kue tersebut biasanya berbahan dasar beras, ketan, ubi kayu, ubi jalar, terigu, atau sagu. Perfilman Artikel utama: Perfilman Indonesia Film pertama yang diproduksi pertama kalinya di nusantara adalah film bisu tahun 1926 yang berjudul Loetoeng Kasaroeng dan dibuat oleh sutradara Belanda G.

Kruger dan L. Heuveldorp pada zaman Hindia Belanda. [ butuh rujukan] Film ini dibuat dengan aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di Bandung dan muncul pertama kalinya pada tanggal 31 Desember, 1926 di teater Elite and Majestic, Bandung. Setelah itu, lebih dari 2.200 film diproduksi. Pada masa awal kemerdekaan, sineas-sineas Indonesia belum banyak bermunculan. Di antara sineas yang ada, Usmar Ismail merupakan salah satu sutradara paling produktif, dengan film pertamanya Harta Karun (1949).

[ butuh rujukan] Namun kemudian film pertama yang secara resmi diakui sebagai film pertama Indonesia sebagai negara berkedaulatan adalah film Darah dan Doa (1950) yang disutradarai Usmar Ismail. Dekade 1970 hingga 2000-an, Arizal muncul sebagai sutradara film paling produktif. Tak kurang dari 52 buah film dan 8 judul sinetron dengan 1.196 episode telah dihasilkannya.

[ butuh rujukan] Popularitas industri film Indonesia memuncak pada tahun 1980-an dan mendominasi bioskop di Indonesia, [228] meskipun kepopulerannya berkurang pada awal tahun 1990-an. Antara tahun 2000 hingga 2005, jumlah film Indonesia yang dirilis setiap tahun meningkat.

[228] Film Laskar Pelangi (2008) yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata menjadi film terlaris Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah perfilman Indonesia hingga tahun 2016.

[229] Kesusastraan Artikel utama: Sastra Indonesia Bukti tulisan tertua di Indonesia adalah berbagai prasasti berbahasa Sanskerta pada abad ke-5 Masehi. [ butuh rujukan] Figur penting dalam sastra modern Indonesia termasuk: pengarang Belanda Multatuli yang mengkritik perlakuan Belanda terhadap Indonesia selama zaman penjajahan Belanda; Muhammad Yamin dan Hamka yang merupakan penulis dan politikus pra-kemerdekaan; [230] dan Pramoedya Ananta Toer, pembuat novel Indonesia yang paling terkenal.

[231] Selain novel, sastra tulis Indonesia juga berupa puisi, pantun, dan sajak. Chairil Anwar merupakan penulis puisi Indonesia yang paling ternama. Banyak orang Indonesia memiliki tradisi lisan yang kuat, yang membantu mendefinisikan dan memelihara identitas budaya mereka.

[232] Kebebasan pers dan media publik Artikel utama: Kebebasan pers di Indonesia Kebebasan pers di Indonesia meningkat setelah berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto.

Jaringan televisi publik TVRI bersaing dengan jaringan televisi swasta nasional dan stasiun daerah; begitu pula dengan jaringan radio publik RRI yang bersaing dengan jaringan radio swasta yang menyiarkan berita dan hiburan. Dilaporkan terdapat 20 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007. [233] Hingga tahun 2014, Jumlah pengguna internet bertambah pesat menjadi 83,7 juta orang atau terbanyak keenam di dunia. [234] • ^ "Pancasila" (dalam bahasa Inggris). Perpustakaan Kongres Amerika Serikat.

3 Februari 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Februari 2017. Diakses tanggal 5 Februari 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Vickers 2005, hlm. 117. • ^ Simons, Gary F.; Fennig, Charles D. "Ethnologue: Languages of the World, Twenty-first edition" (dalam bahasa Inggris). SIL International. Diakses tanggal 20 September 2018. • ^ Na'im, Akhsan; Syaputra, Hendry (Agustus 2010). "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (PDF).

Badan Pusat Statistik (BPS). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 23 September 2015. Diakses tanggal 23 September 2015. • ^ "Mengulik Data Suku di Indonesia". Badan Pusat Statistik. 18 November 2015. Diakses tanggal 1 Januari 2021. • ^ "Statistik Umat Menurut Agama di Indonesia". Kementerian Agama Republik Indonesia.

15 Mei 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 September 2020. Diakses tanggal 24 September 2020. • ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut Indonesia". BPS. 15 Mei 2010. Diakses tanggal 29 September 2020. • ^ a b "UN Statistics" (PDF) (dalam bahasa Inggris). Perserikatan Bangsa-Bangsa. 2005. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 31 Oktober 2007. Diakses tanggal 31 Oktober 2007. • ^ " "World Population prospects – Population Division "". population.un.org (dalam bahasa Inggris).

Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa, Divisi Kependudukan. 2019. Diakses tanggal 9 November 2019. • ^ " "Overall total population" – World Population Prospects: The 2019 Revision" (xslx). population.un.org (Data khusus yang diperoleh melalui situs web) (dalam bahasa Inggris). Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa, Divisi Kependudukan.

2019. Diakses tanggal 9 November 2019. • ^. Januari 2021 https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/1032/273-juta-penduduk-indonesia-terupdate-versi-kemendagri2021. Diakses tanggal 21 Januari 2021. Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) • ^ a b c d "World Economic Outlook Database" (dalam bahasa Inggris). International Monetary Fund. 19 April 2022. Diakses tanggal 4 Mei 2022. • ^ "GINI index (World Bank estimate) - Indonesia" (dalam bahasa Inggris). Bank Dunia. 2021. Diakses tanggal 4 Mei 2022.

• ^ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi 2019-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 26 November 2021. • ^ Human Development Report 2020 The Next Frontier: Human Development and the Anthropocene (PDF) (dalam bahasa Inggris). Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa. 15 Desember 2020. hlm. 343–346. ISBN 978-92-1-126442-5. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 15 Desember 2020.

Diakses tanggal 16 Desember 2020. • ^ "Which Countries Have The Most Islands?". World Atlas (dalam bahasa Inggris). 2020-10-05. Diakses tanggal 2022-04-23. • ^ a b c Justus M. van der Kroef (1951).

"The Term Indonesia: Its Origin and Usage". Journal of the American Oriental Society. 71 (3): 166–171. doi: 10.2307/595186. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 April 2020. Diakses tanggal 2 Agustus 2008. • ^ "Hasil Sensus Penduduk 2020". Badan Pusat Statistik. 21 Januari 2021.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 Januari 2021. Diakses tanggal 21 Januari 2021. • ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut". Jakarta: Badan Pusat Statistik. 15 Mei 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-12-03. Diakses tanggal 28-02-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ Ricklefs 2001, hlm.

379. • ^ "eJournal UM – Portal Jurnal Elektronik Universitas Negeri Malang" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-02-27. • ^ Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam Satu Naskah. • ^ "RUU Ibu Kota Negara Sah Jadi Undang-Undang". Republika. 18 Januari 2022. Diakses tanggal 18 Januari 2022. • ^ Leo Suryadinata, Evi Nurvidya Arifin, Aris Ananta; Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape; Institute of Southeast Asian Studies, 2003 • ^ Tomascik, T.; Mah, A.J.

(1997). The Ecology of the Indonesian Seas – Part One. Hong Kong: Periplus Editions Ltd. ISBN 962-593-078-7. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Anshory, Irfan (16 Agustus 2004).

"Asal Usul Nama Indonesia". Pikiran Rakyat. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Desember 2006. Diakses tanggal 5 Oktober 2006. • ^ Earl, George S.W. (1850). "On The Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations". Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): 119.

• ^ Logan, James Richardson (1850). "The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders". Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): 4, 252–347. • ^ Earl, George S.W. (1850). "On The Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations". Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): 254, 277–278. • ^ Pope (1988). "Recent advances in far eastern paleoanthropology".

Annual Review of Anthropology. 17: 43–77. doi: 10.1146/annurev.an.17.100188.000355. cited in Whitten, T (1996). The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd. hlm. 309–312. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); Pope, G ( 15 Agustus, 1983).

"Evidence on the Age of the Asian Hominidae". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 80 (16): 4,988–4992. doi: 10.1073/pnas.80.16.4988. PMID 6410399. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-11-21. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) cited in Whitten, T (1996).

The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd. hlm. 309. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); de Vos, J.P. ( 9 Desember 1994). "Dating hominid sites in Indonesia" (PDF). Science Magazine. 266 (16): 4, 988–4992. doi: 10.1126/science.7992059. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2009-09-29.

Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) cited in Whitten, T (1996). The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd.

hlm. 309. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Taylor (2003), pp. 5–7 • ^ Taylor (2003), pp. 8-9 • ^ Taylor (2003), pp. 22–26; Ricklefs (1991), pp. 3 • ^ Peter Lewis (1982). "The next great empire". Futures. 14 (1): persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah.

doi: 10.1016/0016-3287(82)90071-4. • ^ *Kong Yuanzhi, Muslim Tionghoa Cheng Ho, Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara. Diarsipkan 2008-12-07 di Wayback Machine. Penyunting: HM. Hembing Wijayakusuma. Pustaka Populer Obor, Oktober 2000, xliv + 299 halaman • ^ a b c Ricklefs 2001. • ^ ZWEERS, L. (1995). Agressi II: Operatie Kraai. De vergeten beelden van de tweede politionele actie. Den Haag: SDU uitgevers.

• ^ van der Bijl, Nick. Confrontation, The War with Indonesia 1962–1966, (London, 2007) ISBN 978-1-84415-595-8 • ^ Wibowo, Sigit, Sjarifuddin. Ekonomi Indonesia Gagal karena Mafia Berkeley Diarsipkan 2008-06-16 di Wayback Machine., Harian Umum Sore Sinar Harapan. Copyright © Sinar Harapan 2003. Diakses: Selasa, 6 Agustus 2008. • ^ Laporan dari Carter Center.

The Carter Center 2004 Indonesia Election Report (PDF). Siaran pers. Diakses pada 29 Juli 2008. • ^ Morgan, Sally (2007). Indonesia. London: Wayland. ISBN 978-0-7502-4747-4. OCLC 123798216. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "PBB Verifikasi 16.056 Nama Pulau Indonesia".

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. 19 Agustus 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Agustus 2021. Diakses tanggal 10 Agustus 2021. • ^ a b c International Monetary Fund (April 2006). Estimate World Economic Outlook Database. Siaran pers. Diakses pada 5 Oktober 2006. • ^ "Indonesia Regions". Indonesia Business Directory.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 Desember 2005. Diakses tanggal 24 April 2007. Parameter -first1= tanpa -last1= di Authors list ( bantuan) • ^ BPS 2021, hlm. 5. • ^ Frederick, William H.; Worden, Robert L. (1993). Indonesia: A Country Study. Area Handbook Series (dalam bahasa Inggris). 550. Washington, D.C.: Federal Research Division, Library of Congress. hlm. 98. ISBN 9780844407906. • ^ BPS 2020, hlm. 3. • ^ "Menko Maritim Luncurkan Data Rujukan Wilayah Kelautan Indonesia".

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. 10 Agustus 2018. Diakses tanggal 10 Agustus 2021. • ^ Article 55 Diarsipkan 2008-03-16 di Wayback Machine., 1982 UN Convention on the Law of The Sea. • ^ Hope, G.S.; Peterson, J.A., ed. (1976). The Equatorial Glaciers of New Guinea. Rotterdam: A.A. Balkema. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Foster, Nigel (2021). Heart of Toba: Batak Life Beside the World's Largest Caldera Lake.

Amazon Digital Services. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Geografis". Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Diakses tanggal 11 Agustus 2021. • ^ Beck, Hylke E.; Zimmermann, Niklaus E.; McVicar, Tim R.; Vergopolan, Noemi; Berg, Alexis; Wood, Eric F.

(2018). "Present and future Köppen-Geiger climate classification maps at 1-km resolution". Scientific Data. 5 (1): 180214. doi: 10.1038/sdata.2018.214. ISSN 2052-4463. PMC 6207062. PMID 30375988. Pemeliharaan CS1: Format PMC ( link) • ^ Beck, Hylke E.; Zimmermann, Niklaus E.; McVicar, Tim R.; Vergopolan, Noemi; Berg, Alexis; Wood, Eric F.

(2020). "Publisher Correction: Present and future Köppen-Geiger climate classification maps at 1-km resolution". Scientific Data. 7 (1): 274. doi: 10.1038/s41597-020-00616-w. ISSN 2052-4463. PMC 7431407. PMID 32807783. Pemeliharaan Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Format PMC ( link) • ^ "Climate of the World: Indonesia".

Weather Online. Diakses tanggal 10 Agustus 2021. • ^ Yananto, Ardila; Sibarani, Rini Mariana (2016). "Analisis Kejadian El Nino dan Pengaruhnya terhadap Intensitas Curah Hujan di Wilayah Jabodetabek (Studi Kasus: Periode Puncak Musim Hujan Tahun 2015/2016)". Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca. 17 (2): 65. doi: 10.29122/jstmc.v17i2.541. ISSN 2549-1121. • ^ Wyrtki, Klaus (1961). Physical oceanography of the Southeast Asian waters (PDF). La Jolla, Calif.: Scripps Institution of Oceanography.

OCLC 5116526. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Aldrian, E.; Karmini, M.; Budiman (2011). Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Indonesia (PDF). Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. hlm. 19–21. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Aldrian, Edvin; Dwi Susanto, R. (2003). "Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature".

International Journal of Climatology. 23 (12): 1435–1452. doi: 10.1002/joc.950. ISSN 0899-8418. • ^ Overland, Indra (2017).

Impact of Climate Change on ASEAN International Affairs: Risk and Opportunity Multiplier. Norwegian Institute of International Affairs (NUPI) dan Myanmar Institute of International and Strategic Studies (MISIS). Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Climate Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Map". Climate Impact Lab. Diakses tanggal 18 November 2018.

• ^ a b c Case, M.; Ardiansyah, F.; Spector, E. (14 November 2007). "Climate Change in Indonesia: Implications for Humans and Nature" (PDF). World Wide Fund for Nature. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 19 Februari 2018. Diakses tanggal 18 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Report: Flooded Future: Global vulnerability to sea level rise worse than previously understood".

Climate Central. 29 Oktober 2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 November 2019. Diakses tanggal 5 November 2019. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Lin, Mayuri Mei; Hidayat, Rafki (13 Agustus 2018). "Jakarta, the fastest-sinking city in the world".

BBC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 Oktober 2018. Diakses tanggal 19 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Indonesia: Climate Risk and Adaptation Country Profile" (PDF). World Bank. April 2011. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 6 Desember 2017.

Diakses tanggal 18 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b "Indonesia: Volcano nation". BBC. 5 November 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 November 2017. Diakses tanggal 28 November 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Witton 2003, hlm.

38. • ^ Bressan, David (11 Agustus 2017). "Early Humans May Have Lived Through A Supervolcano Eruption". Forbes. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Agustus 2017. Diakses tanggal 11 Oktober 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Tambora". Volcano Discovery.

29 Mei 2016. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Desember 2016. Diakses tanggal 20 December 2016. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Bressan, David (31 Agustus 2016).

"The Eruption of Krakatoa Was the First Global Catastrophe". Forbes. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 September 2016.

Diakses tanggal 2 September 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Analysis of the Sumatra-Andaman Earthquake Reveals Longest Fault Rupture Ever". National Science Foundation. 19 Mei 2005. Diakses tanggal 15 Desember 2016. • ^ "The World's 17 Megadiverse Countries". Biodiversity A-Z. Diakses tanggal 11 Agustus 2021. • ^ Mittermeier, Russell A.; Mittermeier, Cristina Goettsch; Gil, Patricio Robles; Wilson, Edward O.

(1997). Megadiversity: earth's biologically wealthiest nations. México, D.F.: CEMEX. ISBN 978-968-6397-50-5. OCLC 38584598. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ New, T.R. (2002). "Neuroptera of Wallacea: a transitional fauna between major geographical regions" (PDF). Acta Zoologica Academiae Scientiarum Hungaricae. 48 (2): 217–227. • ^ Simpson, George Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah (1977).

"Too Many Lines; The Limits of the Oriental and Australian Zoogeographic Regions". Proceedings of the American Philosophical Society. 21 (2): 107–120. • ^ "Indonesia: Main Details". Convention on Biological Diversity. Diakses tanggal 19 Agustus 2021. • ^ Miller, Jason R. (14 Agustus 2007). "Deforestation in Indonesia and the Orangutan Population". TED Case Studies. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Agustus 2007. Diakses tanggal 11 Agustus 2007.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "2020 Environmental Performance Index" (PDF). Yale University.

2020. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 9 Juni 2020. Diakses tanggal 9 Juni 2020. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Forest area (% of land area) – Indoneisa".

World Bank. Diakses tanggal 14 Juni 2021. • ^ a b Tsujino, Riyou; Yumoto, Takakazu; Kitamura, Shumpei; Djamaluddin, Ibrahim; Darnaedi, Dedy (2016).

"History of forest loss and degradation in Indonesia". Land Use Policy. 57: 335–347. doi: 10.1016/j.landusepol.2016.05.034. • ^ Colchester, Marcus; Jiwan, Normal; Andiko, Martua Sirait; Firdaus, Asup Y.; Surambo, A.; Pane, Herbert (26 Maret 2012). "Palm Oil and Land Acquisition in Indonesia: Implications for Local Communities and Indigenous People" (PDF).

Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 31 Mei 2012. Diakses tanggal 31 Mei 2012. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Chrysolite, Hanny; Juliane, Reidinar; Chitra, Josefhine; Ge, Mengpin (4 Oktober 2017). "Evaluating Indonesia's Progress on its Climate Commitments". World Resources Institute. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Oktober 2017.

Diakses tanggal 26 Agustus 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ BirdLife International (2018). "Leucopsar rothschildi". The IUCN Red List of Threatened Species 2018. e.T22710912A129874226. doi: 10.2305/iucn.uk.2018-2.rlts.t22710912a129874226.en. • ^ Singleton, I; Wich, S.A.; Nowak, M.; Usher, G.; Utami-Atmoko, S.S. (2017). "Pongo abelii". The IUCN Red List of Threatened Species 2017. e.T121097935A123797627.

doi: 10.2305/iucn.uk.2017-3.rlts.t121097935a115575085.en. • ^ Elis, S.; Talukdar, B. (2020). "Rhinoceros sondaicus". The IUCN Red List of Threatened Species 2020. e.T19495A18493900. doi: 10.2305/iucn.uk.2020-2.rlts.t19495a18493900.en. • ^ Harijanti, Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Dwi; Lindsey, Tim (1 Januari 2006).

"Indonesia: General elections test the amended Constitution and the new Constitutional Court". International Journal of Constitutional Law.

4 (1): 138–150. doi: 10.1093/icon/moi055. ISSN 1474-2659. • ^ Ardiansyah, F.; Marthen, A.A.; Amalia, N. (2015). Forest and land-use governance in a decentralized Indonesia: A legal and policy review. Center for International Forestry Research (CIFOR). doi: 10.17528/cifor/005695. Parameter -url-status= yang tidak persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah akan diabaikan ( bantuan) • ^ Setyorini, Ika (2019).

"Kewenangan Pemerintah Daerah di Indonesia Pasca Amandemen UUD 1945". Literasi Hukum. 3 (1): 26–38. • ^ Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah 1945, Pasal 7. • ^ "Kabinet Pemerintahan Indonesia". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 24 Agustus 2021. • ^ UUD 1945, Pasal 3. • ^ Evans, Kevin (2019). "Guide to the 2019 Indonesian Elections" (PDF). Australia-Indonesia Centre. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 17 April 2019.

Diakses tanggal 30 Juli 2019. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ UUD 1945, Pasal 20A. • ^ "Tugas dan Wewenang". Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ UUD 1945, Pasal 22D. • ^ "Fungsi, Tugas, dan Wewenang". Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-09-20. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ "Pimpinan MPR RI". Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ "Pimpinan DPR RI".

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ "Pimpinan DPD". Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-09-20. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ UUD 1945, Pasal 24. • ^ "Wewenang dan Tugas". Komisi Yudisial Republik Indonesia.

Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ Wong, Kristina (23 July 2009). "abc NEWS Poll: Obama's Popularity Lifts U.S. Global Image". USA: ABC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-01-13. Diakses tanggal 23 October 2011. • ^ "Kedutaan/Konsulat". Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 29 Agustus 2021. • ^ Haryanto, Agus (Desember 2014). "Prinsip Bebas Aktif dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia: Perspektif Teori Peran".

Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi. IV (II): 17–27. • ^ "Indonesia – Foreign Policy". U.S. Library of Congress. U.S. Library of Congress. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-09-27. Diakses tanggal 5 May 2007. • ^ Indonesia temporarily withdrew from the UN on 20 January 1965 in response to the fact that Malaysia was elected as a non-permanent member of the Security Council.

It announced its intention to "resume full cooperation with the United Nations and to resume participation in its activities" on 19 September 1966, and was invited to re-join the UN on 28 September 1966. • ^ Chris Wilson (11 October 2001). "Indonesia and Transnational Terrorism". Foreign Affairs, Defense and Trade Group. Parliament of Australia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-11-06.

Diakses tanggal 15 October 2006. ; Reyko Huang (23 May 2002). "Priority Dilemmas: U.S. – Indonesia Military Relations in the Anti Terror War". Terrorism Project. Center for Defense Information.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-10-12. Diakses tanggal 2015-02-14. • ^ "Commemoration of 3rd anniversary of bombings". Melbourne: The Age Newspaper. AAP. 10 December 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-04-01.

Diakses tanggal 2015-02-14. • ^ US Embassy, Jakarta (10 May 2005). Travel Warning: Indonesia. Siaran pers. Diakses pada 26 December 2006. • ^ Chew, Amy (7 July 2002). "Indonesia military regains ground". CNN Asia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-14. Diakses tanggal 24 April 2007. • ^ Witular, Rendi A. (19 May 2005). "Susilo Approves Additional Military Funding".

The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-14. Diakses tanggal 24 April 2007. • ^ Friend (2003), pp. 473–475, 484 • ^ Friend (2003), pp. 270–273, 477–480 • ^ "Indonesia flashpoints: Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah. BBC News. BBC. 29 December 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-05-02. Diakses tanggal 20 May 2007. • ^ "Indonesia agrees Aceh peace deal". BBC News. BBC. 17 July 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-14.

Diakses tanggal 20 May 2007. ; Harvey, Rachel (18 September 2005). "Indonesia starts Aceh withdrawal". BBC News. BBC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-05-02. Diakses tanggal 20 May 2007. • ^ Lateline TV Current Affairs (20 April 2006).

"Sidney Jones on South East Asian conflicts" (PDF). TV Program transcript, Interview with South East Asia director of the International Crisis Group. Australian Broadcasting Commission (ABC). Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 September 2006. ; International Crisis Group (5 September 2006). "Papua: Answer to Frequently Asked Questions" (PDF). Update Briefing. International Crisis Group (53): 1.

Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 18 September 2006. Diakses tanggal 17 September 2006. • ^ "2014BPS". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-11-13. Diakses tanggal 2015-10-04. • ^ "BPS". Diarsipkan dari persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah asli tanggal 2015-11-13.

Diakses tanggal 2015-10-04. • ^ Michelle Ann Miller (2004). "The Aceh law: a serious response to Acehnese separatism?". Asian Ethnicity. 5 (3): 333–351. doi: 10.1080/1463136042000259789. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-10-01. Diakses tanggal 2008-08-02. • ^ Dewan Perwakilan Rakyat (1999). Bab XIV Other Provisions, Pasal 122; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah PDF (146 ). Presiden Indonesia (1974). Bab VII Aturan Peralihan, Pasal 91 • ^ Dursin, Richel ( 18 November 2004).

"Another Fine Mess in Papua". Editorial. The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-01-15. Diakses tanggal 5 Oktober 2006. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); Periksa nilai tanggal di: -accessdate=, -date= ( bantuan); "Papua Chronology Confusing Signals from Jakarta". The Jakarta Post. 18 November 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-01-15.

Diakses tanggal 5 Oktober 2006. Periksa nilai tanggal di: -accessdate=, -date= ( bantuan) • ^ Burr, W. (2001-12-06). "Ford and Kissinger Gave Green Light to Indonesia's Invasion of East Timor, 1975: New Documents Detail Conversations with Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah. National Security Archive Electronic Briefing Book No. 62. National Security Archieve, Universitas George Washington, Washington, D.C. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-08-21.

Diakses tanggal 2006-09-17. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ "USD". www.usd.ac.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-01-29. Diakses tanggal 26-06-2017. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ a b c d Schwarz, A.

(1994). A Nation in Waiting: Indonesia in the 1990s. Westview Press. ISBN 1-86373-635-2, pp. 52–57. • ^ "Indonesia: Country Brief". Indonesia:Key Development Data & Statistics. Bank Dunia. 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-11-01. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Poverty in Indonesia: Always with them". The Economist. 2006-09-14. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-11-28.

Diakses tanggal 2006-12-26. • ^ "Indonesia: Forecast". Country Briefings. The Economist. 2006-10-03.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-08-04. • ^ Badan Pusat Statistik Indonesia (2008-12-02). Beberapa Indikator Penting Mengenai Indonesia (PDF) (dalam Bahasa Indonesia). Siaran pers. Diakses pada 2008-03-18. • ^ Ridwan Max Sijabat ( 23 Maret 2007).

"Unemployment still blighting the Indonesian landscape". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-05-01. Diakses tanggal 2008-08-07. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Bank Dunia.

Making the New Indonesia Work for the Poor – Overview (PDF). Siaran pers. Diakses pada 26 Desember 2006. • ^ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2016-04-22. Diakses tanggal 2016-03-01. • ^ "Indonesia (IDN) Exports, Imports, and Trade Partners - OEC". OEC - The Observatory of Economic Complexity (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-19.

• ^ "Official Statistics and its Development in Indonesia" (PDF). Sub Committee on Statistics: First Session 18–20 February, 2004.

Economic and Social Commission for Asia & the Pacific. hlm. 19. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2009-09-29. Diakses tanggal 2008-08-07. • ^ "Indonesia at a Glance" (PDF). Indonesia Development Indicators and Data. Bank Dunia. 2006-08-13. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-12-23. Diakses tanggal 2008-08-07. • ^ "Indeks Persepsi Korupsi". Transparency International. 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-04-28.

Diakses tanggal 2007-09-28. • ^ "Index of Economic Freedom". The Heritage Foundation & The Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-08. Diakses tanggal 2018-12-08.

• ^ "The Economist Intelligence Unit's Quality-of-Life Index" (PDF). The Economist. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2012-07-23. Diakses tanggal 2007-09-12. • ^ "Worldwide Press Freedom Index 2006" (PDF). Reporters Without Borders. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2008-06-24. Diakses tanggal 2008-06-31.

Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ "cpi 2017 table". Transparency International. 2018-02-21. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-23. Diakses tanggal 2008-06-31. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b "Human Development Reports: Indonesia". United Nations Development Programme. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-07-01. Diakses tanggal 2019-12-09. • ^ "Global Competitiveness Index rankings 2018" (PDF).

World Economic Forum. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-08. Diakses tanggal 2018-12-08. • ^ "Most Literred Nation in the World 2016" (PDF). Central Connecticut State University. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-03-11.

Diakses tanggal 2016-01-29. • ^ "Countries in the world by population (2021)". World-O-Meter. Diakses tanggal 7 Agustus 2021. • ^ Badan Pusat Statistik (21 Januari 2021), Hasil Sensus Penduduk 2020 (PDF), Jakarta: Badan Pusat Statistik, diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 22 Januari 2021 • ^ Migiro, Geoffrey (6 Mei 2019). "Most Populated Islands in the World". World Atlas (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 20 April 2021.

• ^ Badan Pusat Statistik (1962). Sensus Penduduk 1961 Republik Indonesia. Jakarta: Biro Pusat Statistik. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "World Population Prospect: 2017 Revision" (PDF). United Nations Department of Economics and Social Affairs – Population Division.

21 Juni 2017. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 20 Desember 2017. Diakses tanggal 20 Desember 2017. • ^ "Indonesia - The World Factbook". CIA. Diakses tanggal 8 Agustus 2021.

• ^ Maryati, Sri (2015). "Dinamika Pengangguran Terdidik: Tantangan Menuju Bonus Demografi di Indonesia". economica. 3 (2): 124–136. doi: 10.22202/economica.2015.v3.i2.249. • ^ "BBC: First contact with isolated tribes?". Survival International. 25 Januari 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Juli 2017. Diakses tanggal 30 Juli 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Share of people living in urban areas, 2017". Our World in Data.

2017. Diakses tanggal 5 September 2020. • ^ Krisetya, Beltsazar (14 September 2016). "Tapping the Indonesian Diaspora Potential".

Forum for International Studies. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Desember 2017. Diakses tanggal 20 Desember 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Harijanti, Susi Dwi (Februari 2017).

"Report On Citizenship Law: Indonesia" (PDF). Badia Fiesolana: European University Institute. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 15 November 2020. Diakses tanggal 11 Mei 2021. • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm. 6. • ^ Tanudirjo, Daud Aris (2017). "Mempertanyakan Austronesia, Meneguhkan Identitas Indonesia". Dalam Harry, Widianto.

Jejak Austronesia di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. hlm. 11–12. ISBN 978-602-386-158-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ridgell, Reilly (1995). Pacific Nations and Territories: The Islands of Micronesia, Melanesia, and Polynesia. Pacific Region Educational Laboratory (edisi ke-3, edisi revisi). Honolulu, Hawaii: Bess Press. hlm. 22–25. ISBN 1-57306-001-1. OCLC 33941689. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ananta, Aris; Arifin, Evi Nurvidya; Hasbullah, M.

Sairi; Handayani, Nur Budi; Pramono, Agus (2015). Demography of Indonesia's Ethnicity. SG: Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 978-981-4519-88-5. OCLC 1011165696. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm. 5. • ^ Ricklefs 1991, hlm. 256. • ^ La Ode, M.D. (2018). Trilogi pribumisme: resolusi konflik pribumi dengan non pribumi di berbagai belahan dunia. Jakarta: Komunitas Ilmu Pertahanan Indonesia. ISBN 978-602-52288-0-3. OCLC 1091891011.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Pemerintah indonesia (1998). "Instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Non Pribumi" (PDF). Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kemenkumham. • ^ "Dasar Hukum yang Melarang Penggunaan Istilah "Pribumi "". Hukum Online. 17 Oktober 2017. Diakses tanggal 8 Agustus 2021. • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm. 28. • ^ "Bahasa Daerah Di Indonesia".

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Diakses tanggal 8 Agustus 2021. • ^ "Asian Linguistic Maps: Indonesia & Brunei". Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Desember 2015.

Diakses tanggal 23 Desember 2012. • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm. 11. • ^ Simons, Gary F.; Fennig, Charles D. "Ethnologue: Languages of the World, Twenty-first edition". SIL International. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 Juni 2019. Diakses tanggal 20 September 2018. • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm. 47. • ^ Kridalaksana, H. (1991). "Pengantar tentang Pendekatan Historis dalam Kajian Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia".

Dalam Kridalaksana, H. Masa Lampau bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai (PDF). Yogyakarta: Kanisius. ISBN 979-413-476-7.

• ^ UUD 1945, Pasal 36. • ^ "Tugas dan Fungsi". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 Juli 2020. Diakses tanggal 9 Agustus 2021. • ^ Jazuly, Ahmad (2016). "Peran Bahasa Inggris pada Anak Usia Dini". Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa. 6 (1): 33–40. • ^ Santoso, Iman (1 April 2014). "Pembelajaran Bahasa Asing di Indonesia: Antara Globalisasi dan Hegemoni". Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra.

14 (1): 1. doi: 10.17509/bs_jpbsp.v14i1.696. ISSN 2527-8312. • ^ a b "Data Umat Berdasar Jumlah Pemeluk Agama Menurut Agama". Kementerian Agama. 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 September 2020.

Diakses tanggal 9 Agustus 2021. • ^ Eid, Haya Muhammad (2019). Learning My Salah: The Second Pillar. Ahlan Foundation. hlm. 66. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Muradi, Ahmad (2013). "Tujuan Pembelajaran Bahasa Asing (Arab) di Indonesia". Al-Maqayis. 1 (1): 128–137. • ^ Chaqoqo, S.G.N. (1 Juni 2012). "Pembelajaran Bahasa Arab Sepanjang Sejarah". STAIN Salatiga.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 Maret 2013. Diakses tanggal 2 Januari 2013. • ^ UUD 1945, Pasal 29 ayat (2). • ^ Marshall, Paul (2018). "The Ambiguities of Religious Freedom in Indonesia". The Review of Faith & International Affairs. 16 (1): 85–96. doi: 10.1080/15570274.2018.1433588. ISSN 1557-0274. • ^ Siregar, Rospita Adelina (2018).

"Kebijakan Publik bila Mencantumkan Aliran Kepercayaan dalam Admininistrasi Kependudukan sebagai Bentuk Revitalisasi Pancasila" (PDF). Dalam Dr. Lamhot Naibaho; Demsy Jura. Seminar Nasional "Revitalisasi Indonesia melalui Identitas Kemajemukan Berdasarkan Pancasila", diselenggarakan oleh Pusat Sudi Lintas Agama dan Budaya — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia.

Jakarta, 22 November 2018. Jakarta: UKI Press. hlm. 173–177. ISBN 978-979-8148-96-5. • ^ Oey, Eric (1995). Bali. Periplus. ISBN 962-593-028-0. OCLC 60286689. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Suryadinata, Leo, ed. (2008). Ethnic Chinese in Contemporary Indonesia. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.

ISBN 9789812308351. OCLC 469069147. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Gin, Ooi Keat, ed. (2004). Southeast Asia: A historical encyclopedia, from Angkor Wat to East Timor (3 volume set).

Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. hlm. 177. ISBN 978-1-57607-770-2. OCLC 54528945. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Magnis-Suseno, Franz (1997). Javanese Ethics and World-View: The Javanese Idea of the Good Life. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 979-605-406-X. OCLC 38466385. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "2003 International Religious Freedom Report: Indonesia".

U.S. Department of State. 2003. Diakses tanggal 13 Januari 2012. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ Gonda, Jan (1975). "The Indian Religions in Pre-Islamic Indonesia and their survival in Bali". Handbook of Oriental Studies. Section 3 Southeast Asia, Religions. Brill. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Darsa, Undang A.

2004. "Kropak 406; Carita Parahyangan dan Fragmen Carita Parahyangan", Makalah disampaikan dalam Kegiatan Bedah Naskah Kuna yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga. Bandung-Jatinangor: Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran: hlm. 1–23. • ^ "Buddhism in Indonesia". Buddha Dharma Education Association.

2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Mei 2019. Diakses tanggal 3 Oktober 2006. • ^ Rahman, Taufiq (2013). " 'Indianization' of Indonesia in an Historical Sketch". International Journal of Nusantara Islam. 1 (2): 56–64. doi: 10.15575/ijni.v1i2.26. ISSN 2355-651X. • ^ Sedyawati, Edi (19 Desember 2014). "Influence of Hinduism and Buddhism on Indonesian culture". Sanskriti Magazine. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 April 2017.

Diakses tanggal 6 Desember 2020. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Martin, Richard C.

(2004). Encyclopedia of Islam and the Muslim World. Vol. 2: M–Z. New York: Macmillan Reference USA. ISBN 0-02-865603-2. OCLC 52178942. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Böwering, Gerhard; Crone, Patricia; Mirza, Mahan (2013).

The Princeton Encyclopedia of Islamic Political Thought. Princeton, N.J.: Princeton University Press. ISBN 1-4008-3855-X. OCLC 820631887. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ricklefs 1991, hlm. 12–14. • ^ "Indonesia – Bhineka Tunggal Ika". Centre Universitaire d'Informatique. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 September 2006.

Diakses tanggal 20 Oktober 2006. • ^ Tanasaldy, Taufiq (2012). Regime Change and Ethnic Politics in Indonesia: Dayak Politics of West Kalimantan. Leiden: KITLV Press. ISBN 978-90-04-25348-3. OCLC 804847859. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ricklefs 1991, hlm. 25, 26, 28. • ^ "About St Francis Xavier".

Catholic Archdiocese of Sydney. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 November 2012. Diakses tanggal 5 Juli 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ricklefs 1991, hlm. 28, 62. • ^ Vickers 2005, hlm. 22. • ^ Goh, Robbie B.H. (2005). Christianity in Southeast Asia. Institute of Southeast Asian Studies.

hlm. 80. ISBN 978-981-230-297-7. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Indonesia". Reformed Online. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Desember 2006. Diakses tanggal 5 Desember 2006. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Klemperer-Markman, Ayala. "The Jewish Community in Indonesia". Beit Hatfutsot. Diterjemahkan oleh Julie Ann Levy.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 Agustus 2019. Diakses tanggal 12 Maret 2020. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Madjid, Nurcholish (1994). "Islamic Roots of Modern Pluralism: Indonesian Experience". Studia Islamika. 1 (1). doi: 10.15408/sdi.v1i1.866.

ISSN 2355-6145. • ^ Harsono, Andreas (Mei 2019). Race, Islam and Power: Ethnic and Religious Violence in Post-Suharto Indonesia. Monash University Publishing. ISBN 978-1-925835-09-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "How religious commitment varies by country among people of all ages". Pew Research Center. 13 Juni 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 Agustus 2018. Diakses tanggal 23 November 2018.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Pearce, Jonathan M.S. (28 Oktober 2018). "Religion in Indonesia: An Insight". Patheos. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 Oktober 2018. Diakses tanggal 23 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ UUD 1945, Pasal 31 ayat (4). • ^ Al-Samarrai, Samer; Cerdan-Infantes, Pedro (9 Maret 2013). "Awakening Indonesia's Golden Generation: Extending Compulsory Education from 9 to 12 Years".

The World Bank Blog. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Oktober 2017. Diakses tanggal 10 Oktober 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b "Indonesia". UNESCO Institute for Statistics. 27 November 2016. Diakses tanggal 5 September 2020. • ^ "Is Indonesia Ready for International Branch Campuses?". Inside Higher Ed. 29 Mei 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Mei 2018. Diakses tanggal 18 November 2018.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Indonesia's Unequal Higher Education". Asia Sentinel. 4 Mei 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 September 2020. Diakses tanggal 3 Desember 2020. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "2018 Health SDG Profile: Indonesia" (PDF).

Organisasi Kesehatan Dunia. Juli 2018. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 6 Desember 2018. Diakses tanggal 10 Desember 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Thabrany, Hasbullah (2 Januari 2014).

"Birth of Indonesia's 'Medicare': Fasten your seatbelts". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Januari 2014. Diakses tanggal 26 Agustus 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Life expectancy". Our World in Data. Diakses tanggal 6 September 2020. • ^ "Child mortality rate". Our World in Data. Diakses tanggal 5 September 2020. • ^ Mboi, Nafsiah; Surbakti, Indra Murty; Trihandini, Indang; Elyazar, Iqbal; Smith, Karen Houston; Bahjuri Ali, Pungkas; Kosen, Soewarta; Flemons, Kristin; Ray, Sarah E.

(2018). "On the road to universal health care in Indonesia, 1990–2016: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2016". The Lancet (dalam bahasa Inggris). 392 (10147): 581–591. doi: 10.1016/S0140-6736(18)30595-6. PMC 6099123.

PMID 29961639. Pemeliharaan CS1: Format PMC ( link) • ^ a b Badan Pusat Statistik (15 Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah 2020). "Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2020". Berita Resmi Statistik (No.97/12/Th.XXIII). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-01-29. Diakses tanggal 2021-01-22. • ^ "PENGERAJIN BATIK TAK PERLU RESAH". Majalah Hukum & HAM Online.

30 September 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-09-26. Diakses tanggal 14 Agustus 2008. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Witton, Patrick (2003). Indonesia. Melbourne: Lonely Planet. hlm.

103. ISBN 1-74059-154-2. • ^ Elyas Pical Dapat Penghargaan [ pranala nonaktif permanen]. Surya, 27 Maret 2009. Diakses pada 10 September 2010. • ^ Afriatni, Ami. Petinju Chris John Sukses Pertahankan Gelar Juara Dunia Diarsipkan 2008-12-10 di Wayback Machine.

Tempo, 19 Agustus 2007. Diakses pada 10 September 2010. • ^ "Jejak Bersejarah Hindia Belanda di Piala Dunia 1938". CNN Indonesia. 23 April 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-16. Diakses tanggal 21 Februari 2020. • ^ "Kampung Tugu, Menyimpan Kenangan Sejarah". Kompas. Rabu, 28 April 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-11. Diakses tanggal 14 Agustus 2008. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Radhar Panca Dahana (Kamis, 6 Desember 2007).

"Perspektif: Mencuri Klaim, Itu Biasa". Gatra.Com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-08. Diakses tanggal 14 Agustus 2008. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Witton, Patrick (2002). World Food: Indonesia. Melbourne: Lonely Planet. ISBN 1-74059-009-0. • ^ Brissendon, Rosemary (2003). South East Asian Food. Melbourne: Hardie Grant Books. ISBN 1-74066-013-7. • ^ http://www.cnngo.com/explorations/eat/40-foods-indonesians-cant-live-without-327106 Diarsipkan 2011-10-25 di Wayback Machine.

40 of Indonesia's best dishes. Diakses pada 5 Desember 2011. • ^ a b Kristianto, JB ( 2 Juli 2005). "Sepuluh Tahun Terakhir Perfilman Indonesia". Kompas. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-01-13. Diakses tanggal 5 Oktober 2006. Periksa nilai tanggal di: -accessdate=, -date= ( bantuan) • ^ "Menengok 10 Film Indonesia Terlaris Dalam 10 Tahun Terakhir".

kumparan. 30 Maret 2017. Diakses tanggal 2022-01-15. • ^ Taylor (2003), pp. 299–301 • ^ Vickers (2005) pp. 3-7; Friend (2003), pp. 74, 180 • ^ Czermak, Karen. " "Preserving Intangible Cultural Heritage in Indonesia "" (PDF). SIL International. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2007-07-09. Diakses tanggal 2007-07-04. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ "Internet World Stats".

Asia Internet Usage, Population Statistics and Information. Miniwatts Marketing Group. 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-04-30. Diakses tanggal 2007-08-13. • ^ Suprapto (November 24, 2014).

"Inilah Data Peringkat Negara Pengguna Internet". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-07-19. Diakses tanggal 2015-08-21. Kepustakaan • Badan Pusat Statistik (2020). Statistik Indonesia 2020. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

• Badan Pusat Statistik (2021). Statistik Indonesia 2021. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Agustus 2021. • Frederick, William H.; Worden, Robert L., ed. (2011). Indonesia: A Country Study (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-6). Washington, D.C.: Library of Congress, Federal Research Division.

Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah 978-0-8444-0790-6. • Friend, T. (2003). Indonesian Destinies (dalam bahasa Inggris). Harvard University Press. ISBN 0-674-01137-6. • Na'im, Akhsan; Syaputra, Hendry (2010). "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (PDF).

Badan Pusat Statistik (BPS). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 23 September 2015. Diakses tanggal 23 September 2015. • Ricklefs, Merle Calvin (2001). A history of modern Indonesia since c. 1200 (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-3).

Basingstoke; Stanford, CA: Palgrave; Stanford University Press. ISBN 978-0-8047-4480-5. • Ricklefs, Merle Calvin (2008). A History of Modern Indonesia since c.

1200 (E-Book version) (edisi ke-4). New York: Palgrave Macmillan. Parameter -url-status= persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Pemerintah Indonesia (1945), Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 • Schwarz, A. (1994). A Nation in Waiting: Indonesia in the 1990s (dalam bahasa Inggris). Westview Press. ISBN 1-86373-635-2. • Taylor, Jean Gelman (2003).

Indonesia: Peoples and Histories (dalam bahasa Inggris). New Haven and London: Yale University Press. ISBN 0-300-10518-5. • Vickers, Adrian (2005). A History of Modern Indonesia (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 0-521-54262-6. Pranala luar Portal Indonesia Cari tahu mengenai Indonesia pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: Definisi dan terjemahan dari Wiktionary Gambar dan media dari Commons Berita dari Wikinews Kutipan dari Wikiquote Teks sumber dari Wikisource Buku dari Wikibuku Wikimedia Commons memiliki media mengenai Indonesia.

• Peta Indonesia di Wikimedia Atlas • Data geografis Indonesia di OpenStreetMap Wikivoyage memiliki panduan wisata Indonesia. • (Indonesia) Situs web resmi pemerintah Republik Indonesia • (Indonesia) Kantor Berita Antara • (Indonesia) Pemilu Indonesia Diarsipkan 2016-02-05 di Wayback Machine. • (Indonesia) Peringatan Kebangkitan Nasional Indonesia Diarsipkan 2015-06-24 di Wayback Machine.

• (Indonesia) Data Kependudukan Resmi Indonesia • (Inggris) Pariwisata Indonesia • (Inggris) Indonesia di Encyclopædia Britannica • (Inggris) Indonesia: Country Studies 1993 • (Inggris) Presentasi tentang Indonesia Diarsipkan 2013-01-18 di Wayback Machine. • Seni • Film • Tari • Sastra • Musik • Lagu • Masakan • Mitologi • Pendidikan • Olahraga • Permainan tradisional • Busana daerah • Daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia • Arsitektur • Bandar udara • Pelabuhan • Stasiun kereta api • Terminal • Pembangkit listrik • Warisan budaya • Wayang • Batik • Keris • Angklung • Tari Saman • Noken Simbol • Afganistan • Arab Saudi • Armenia • Azerbaijan • Bahrain • Bangladesh • Bhutan • Brunei Darussalam • Filipina • Georgia • India • Irak • Iran • Israel • Jepang • Kamboja • Kazakhstan • Kirgizstan • Korea Selatan • Korea Utara • Kuwait • Laos • Lebanon • Maladewa • Malaysia • Mongolia • Myanmar • Nepal • Oman • Pakistan • Palestina • Qatar • Singapura • Sri Lanka • Suriah • Taiwan • Tajikistan • Thailand • Timor Leste • Tiongkok • Turki • Turkmenistan • Uni Emirat Arab • Uzbekistan • Vietnam • Yaman • Yordania Eropa • Albania • Austria • Belanda • Belarus • Belgia • Bosnia dan Herzegovina • Britania Raya • Bulgaria • Ceko • Denmark • Estonia • Finlandia • Hongaria • Islandia • Italia • Jerman • Kroasia • Latvia • Lituania • Luksemburg • Malta • Moldova • Montenegro • Norwegia • Polandia • Portugal • Prancis • Republik Irlandia • Rumania • Rusia • Serbia • Siprus • Slovenia • Slowakia • Spanyol • Swedia • Swiss • Takhta Suci • Ukraina • Yunani Oseania • Afganistan • Arab Saudi • Armenia 1 • Azerbaijan 1 • Bahrain • Bangladesh • Bhutan • Brunei • Filipina • Georgia 1 • India • Indonesia • Irak • Iran • Israel • Jepang • Kamboja • Kazakhstan 3 • Kirgizstan • Korea Selatan • Korea Utara • Kuwait • Laos • Lebanon • Maladewa • Malaysia • Mesir 3 • Mongolia • Myanmar • Nepal • Oman • Pakistan • Qatar • Rusia 3 • Singapura • Siprus 1 • Sri Lanka • Suriah • Tajikistan • Thailand • Timor Leste 2 • Tiongkok • Turki 3 • Turkmenistan • Uni Emirat Arab • Uzbekistan • Vietnam • Yaman • Yordania Negara dengan pengakuan terbatas • Sungai Naf ( Bangladesh, Myanmar) • Tepi Macclesfield ( RRT, RT, Vietnam) • Kepulauan Paracel ( RRT, RT, Vietnam) • Kepulauan Pratas ( RRT, RT) • Sabah ( Malaysia, Filipina) • Beting Scarborough ( Filipina, RRT, RT) • Kepulauan Spratly ( Brunei, Malaysia, Filipina, RRT, RT, Vietnam) Gerakan separatis • General Agreement on Tariffs and Trade • Agriculture • Sanitary and Phytosanitary Measures • Technical Barriers to Trade • Trade Related Investment Measures • Trade in Services • Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights • Government Procurement • Information Technology • Perjanjian Marrakech • Deklarasi Doha Konferensi Menteri 1.

Ke-28 negara anggota Uni Eropa juga merupakan anggota WTO dengan hak sendiri: • Austria • Belgia • Bulgaria • Kroasia • Siprus • Republik Ceko • Denmark • Estonia • Finlandia • Prancis • Jerman • Yunani • Hongaria • Irlandia • Italia • Latvia • Lituania • Luksemburg • Malta • Belanda • Polandia • Portugal • Rumania • Slovakia • Slovenia • Spanyol • Swedia • Britania Raya 2.

persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah

Wilayah administratif khusus Republik Rakyat Tiongkok, terdaftar dengan nama "Hong Kong, Tiongkok" dan "Makau,Tiongkok". 3. Secara resmi Republik Tiongkok, terdaftar dengan nama " Separate Customs Territory of Taiwan, Penghu, Kinmen and Matsu" Afganistan · Afrika Selatan · Republik Afrika Tengah · Aljazair · Angola · Antigua dan Barbuda · Arab Saudi · Bahama · Bahrain · Bangladesh · Barbados · Belarus · Belize · Benin · Bhutan · Bolivia · Botswana · Brunei · Burkina Faso · Burundi · Chad · Chili · Djibouti · Dominika · Republik Dominika · Ekuador · Mesir · Guinea Khatulistiwa · Eritrea · Eswatini · Ethiopia · Filipina · Gabon · Gambia · Ghana · Grenada · Guatemala · Guinea · Guinea-Bissau · Guyana · Honduras · India · Indonesia · Iran · Jamaika · Kamboja · Kamerun · Kenya · Kolombia · Komoro · Republik Kongo · Republik Demokratik Kongo · Korea Utara · Kuba · Kuwait · Laos · Lebanon · Lesotho · Liberia · Libya · Madagaskar · Maladewa · Malawi · Malaysia · Mali · Mauritania · Mauritius · Mongolia · Maroko · Mozambik · Myanmar · Namibia · Nepal · Nikaragua · Niger · Nigeria · Oman · Pakistan · Palestina · Panama · Pantai Gading · Papua Nugini · Peru · Qatar · Rwanda · Saint Lucia · Saint Vincent dan Grenadines · Sao Tome dan Principe · Senegal · Seychelles · Sierra Leone · Singapura persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Somalia · Sri Lanka · Sudan · Suriname · Suriah · Tanjung Verde · Tanzania · Thailand · Timor Leste · Togo · Trinidad dan Tobago · Tunisia · Turkmenistan · Uganda · Uni Emirat Arab · Uzbekistan · Vanuatu · Venezuela · Vietnam · Yaman · Yordania · Zambia · Zimbabwe Negara pemantau Afganistan · Albania · Aljazair · Arab Saudi · Azerbaijan · Bahrain · Bangladesh · Benin · Brunei · Burkina Faso · Chad · Gabon · Gambia · Guinea · Guinea Bissau · Guyana · Indonesia · Irak · Iran · Jibuti · Kamerun · Kazakhstan · Komoro · Kirgizstan · Kuwait · Lebanon · Libya · Maladewa · Malaysia · Mali · Maroko · Mauritania · Mesir · Mozambik · Niger · Nigeria · Oman · Pakistan · Palestina · Pantai Gading · Qatar · Senegal · Sierra Leone · Somalia · Sudan · Suriah · Suriname · Tajikistan · Togo · Tunisia · Turki · Turkmenistan · Uganda · Uni Emirat Arab · Uzbekistan · Yaman · Yordania Pengamat Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen ganda di pemanggilan templat • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Halaman dengan rujukan yang tidak memiliki judul • Halaman dengan rujukan yang memiliki URL kosong • Galat CS1: tanggal • Templat webarchive tautan wayback • Galat CS1: tidak memiliki penulis atau penyunting • Pemeliharaan CS1: Format PMC • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah permanen • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Halaman Wikipedia yang dilindungi sebagian tanpa batas waktu • Pages using infobox country or infobox former country with the symbol caption or type parameters • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Halaman yang menggunakan multiple image dengan pengubahan ukuran gambar otomatis • Pranala Commons ada di Wikidata • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda ISNI • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda EMU • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda NLI • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda HDS • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz area • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Artikel Wikipedia dengan penanda SUDOC • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA • Artikel Wikipedia dengan penanda WORLDCATID • Halaman ini terakhir diubah pada 8 Mei 2022, pukul 04.06.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •Abstrak Sejalan dengan perubahan paradigma pembelajaran, ada beberapa perubahan format dan istilah dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Dalam format RPP terdapat istilah Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, dan Tujuan pembelajaran. Menurut Standar Proses PERMEN no.41 tahun 2007, indikator kompetensi adalah perilaku (pengetahuan, sikap, keterampilan) yang dapat diukur untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar dan menjadi acuan penilaian. Adapun tujuan pembelajaran adalah menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik. Dalam pelaksanaan di lapangan terdapat beberapa pendapat, pertama: indikator dan tujuan pembelajaran adalah hal yang sama, kedua: ada yang membedakannya dengan hanya menambahkan kata siswa dapat, ketiga: ada yang menunjukkan proses belajarnya dengan menuliskan model/strategi pembelajaran yang digunakan.

Jika indikator dan tujuan pembelajaran sama, mengapa harus ada istilah yang berbeda? Jika hanya ditambah kata siswa dapat, apakah sudah cukup membuat perbedaan makna indikator dan tujuan? Jika proses belajar diartikan dengan model/strategi pembelajaran, mengapa ada metode dalam format RPP? Tulisan ini mencoba mendiskusikan ketiga pendapat tersebut, untuk sekiranya dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap perbedaan pendapat terkait istilah indikator dan tujuan pembelajaran.

. While the learning objectives means the process and expected learning outcomes of students according to basic competencies. These learning objectives include the abilities that will be achieved by students during the learning process and the final results of learning in a basic competency [24]. . ABSTRACT The use of pocket book in learning process has advantages over other media in supportive situations and conditions.

This study aimed to develop a pocket book enriched with Aedes aegypti larval mortality as a learning medium on Growth and Development Materials.

This development research used the first 3 stages in the 4D model, namely define, design, and develop. The book media was validated by 5 validators based on 16 criteria in format, content and language aspects. The validation results obtained CVR and CVI values of 0.99 which meet the minimum criteria for Lawshe's content validity.

Thus, the pocket book media enriched with the Aedes aegypti larval mortality was suitable to be a learning medium on growth and development materials. Background: Anatomy is basic science that is important for preclinical students, clinics, and specialists.

The development of medical science led to a reduced allocation of learning time in Anatomy. The imbalance between the amount of learning material with time allocation makes various effective teaching methods carried out and examined. The persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah objectives guide the faculty in selecting teaching methods as well as appropriate evaluation to measure the progress of student understanding.

This study aims to obtain detailed anatomical learning objectives regarding the circulation system for medical students as part of the development of the medical curriculum in Indonesia.Method: This research is qualitative research with the modified Delphi method.

The research subjects were anatomy lecturers in Indonesia who. The first round of the Delphi questionnaire was filled out by selecting the Bloom cognition domain between C1-C6 and the respondent composing the sentence of learning objectives according to the core material. The second round of respondents was asked to choose an important level from each point of learning objectives on the Likert Scale 1-4. The consensus level chosen is that 60% of the panel chooses on level 3 or 4.The results of the second round are then processed to ensure the most appropriate selection of operational verbs and cognitive domains.Results: The first Delphi round resulted in 74 learning objectives from 110 persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah material points with the cognitive domain between C1-C3.

While the second round, Delphi generates 59 learning objectives. The third round which was not part of the Delphi method, these results were then consulted to anatomists of the circulatory system and came up with the 32 learning objectives.Conclusion: The learning objectives of the circulation system that need to be known are 32 learning objectives, with cognitive domains varying between C1-C3, include cor, pericardium, mediastinum, arteries, veins, lymphatics system, prenatal and postnatal circulation, dan hepatic portal system.

Keywords: anatomy of circulatory system, Delphi method, anatomy learning objectives, lecturer consensus Berpikir kritis dapat diartikan sebagai proses dan kemampuan yang digunakan untuk memahami konsep, menerapkan, mensintesis dan mengevaluasi informasi yang diperoleh atau informasi yang dihasilkan.

Tidak semua informasi yang diperoleh dapat dijadikan pengetahuan yang diyakini kebenarannya untuk dijadikan panduan dalam tindakan, dan tidak selalu informasi yang dihasilkan merupakan informasi yang benar.

Berpikir kritis merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan telah diketahui berperan dalam perkembangan moral, perkembangan sosial, perkembangan mental, perkembangan kognitif, dan perkembangan sains. Di banyak negara, berpikir kritis telah menjadi salah satu kompetensi dari tujuan pendidikan, bahkan sebagai salah satu sasaran yang ingin dicapai. Kemampuan berpikir kritis tersebut seyogyanya dikembangkan sejak dini melalui pembelajaran terutama pembelajaran sains.

Telah banyak bukti bahwa kemampuan berpikir kritis dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi pembelajaran, beberapa diantaranya akan dipaparkan dalam tulisan ini. The purposes of this study was to examine the effectiveness of Metacognitive Strategies in Cooperative Learning (MS-CL), compared to Metacognitive Strategies (MS), in genetics learning.

A quasi-experiment design was applied in this study, involving 92 out of 230 third-year students of SMAN 6 Surabaya. Data were collected by means of achievement test and were then analyzed by analyses of covariance. The results indicated that the thinking skills of the students employing MS-CL were low, but their scores on genetics exam were not significantly different from those employing MS.

However, the MS-CL was found to develop students colaborative skills. The students with high ability showed higher thinking skill and higher score on genetics exam than students with low ability. Metacognition is one of the buzz words in educational psychology, but it is not always clear what is meant by metacognition.

Metacognition refers to higher order thinking that involves active control over the cognitive processes engaged in learning. Because metacognition plays a critical role in successful learning, it is important to study metacognitive activity and development to determine how students can be taught to apply their cognitive resources through metacognitive control. The term "metacognition" is most often associated with John Flavell (1979), who proposed that metacognition consists of both metacognitive knowledge and metacognitive experiences or regulation.

Flavell further divides metacognitive knowledge into knowledge of person variables, task variables, and strategy variables. Most definitions of metacognition include both knowledge and strategy components.

persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah

Most individuals of normal intelligence engage in metacognitive regulation when confronted with an effortful cognitive task, but some are more metacognitive than others. The most effective approaches to metacognitive instruction involve providing the learner with both knowledge of cognitive processes and strategies and experience or practice in using both cognitive and metacognitive strategies.

The study of metacognition has important implications for instructional intervention. (Contains 16 references.) (SLD) Assigning students the reading of historical texts, scholarly articles, popular press books, and/or Internet publications is common in higher education. Perhaps equally common is instructor disappointment in students' comprehension of assigned readings. This lack of good reading comprehension skills is exacerbated by the central role of reading comprehension in higher education success.

One solution to this problem of poor reading comprehension skills is the explicit teaching of reading comprehension strategies to both undergraduate and graduate students, specifically, reciprocal teaching.

In the following article the foundations and methods of reciprocal teaching are defined and then each author, in turn, delineates how he or she uses reciprocal teaching in his or her classroom. These examples demonstrate the flexibility and transferability of this basic strategy as the five authors teach in an array of domains. Assigning students the reading of historical texts, scholarly articles, popular press books, and/or Internet publications is common in higher education.

Perhaps equally common is instructor disappointment in students' comprehension of the assigned readings.

That is, "although every student knows how to read, many have never learned good reading skills" (Royse, 2001, p. 127). This lack of good reading skills is exacerbated by the central role of reading comprehension in higher education success.

According to Hart and Speece (1998), "one of the greatest demands on students attending post-secondary institutions is the comprehension of many different and difficult texts" (p.

670). One solution to this problem of poor reading comprehension skills is the explicit teaching of reading comprehension strategies to both undergraduate and graduate students (e.g., reciprocal teaching, SQ4R, induced imagery).

Hodge, Palmer, and Scott persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah determined that college-aged students who were ineffective readers often did not monitor the comprehension of their reading, and rarely instigated any strategies to adjust to deficiencies in reading comprehension. In addition, Meyer, Young, and Bartlett (1989) demonstrated that explicit instruction in reading comprehension strategies is an effective means for improving reading comprehension in adults.

Unfortunately, explicit instruction in reading comprehension is rarely taught at the higher education level (see Pressley, Woloshyn, Lysynchuk, Martin, Wood, & Willoughby, 1990; Wilson, 1988). If strategy usage is known to be effective in promoting reading comprehension, why do instructors and students not employ such strategies? Several reasons may apply: students may not see the relationship between strategy use and success (Butler & Winne, 1995); students may have too little prior knowledge, relative to the task at hand, to employ particular strategies effectively (Carpenter & Just, 1986); students may be more focused on grade performance than on knowledge acquisition (Mayer, 1996); students may view strategy usage as too demanding or difficult (Palmer & Goetz, 1988); and, instructors may assign tasks that are too simplistic to warrant the use of explicit strategies persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Meter, Yokoi, & Pressley, 1994).

Given that the explicit teaching of reading comprehension strategies has been demonstrated to be effective in enhancing learning and performance (see Hattie, Briggs, & Purdie, 1996; Rosenshine, Meister, & Chapman, 1996), the question arises, "What comprehension strategies can be effectively employed in the college classroom?" One answer to this question is reciprocal teaching. In the following sections, the foundations and methods of reciprocal teaching are defined and then each author, in turn, delineates how he or she uses reciprocal teaching in his or her classroom.

These examples demonstrate the flexibility and transferability of this basic strategy. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persiapan guru dalam pembelajaran Matematika di SD Negeri 08 Koto Berapak serta faktor penghambat dan pendukung guru dalam persiapan pembelajaran Matematika di Sekolah.

Sementara itu, metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan sebanyak 7 orang yang terdiri dari 6 orang guru kelas dan 1 orang Kepala Sekolah. . [Show full abstract] Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.

Data diolah dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan guru telah membuat dan menyusun RPP yang dilaksanakan melalui kegiatan KKG dan memilih dan menyiapkan bahan ajar dan sumber belajar Matematika sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran, namun keterbatasan media pembelajaran membuat guru menggunakan gambar yang ada dibuku siswa.

Guru telah memilih dan menentukan model, pendekatan, metode dan strategi dalam pembelajaran yang disusun ketika merancang RPP dan dilaksanakan dalam proses pembelajaran.

Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan saintific, sedangkan pemilihan model, metode dan strategi berbeda pada setiap RPP yang dirancang setiap guru. Guru menentukan dan menguasai pembelajaran dengan mencari berbagai sumber belajar termasuk melalui internet, selain itu guru membuat lembar penilaian berdasarkan kisi-kisi Kompetensi Dasar dan telah menyediakan soal yang ada pada buku siswa.

View full-text ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian RPP guru fisika se-Kota Banda Aceh dengan tuntutan kurikulum 2013 dan menganalisis kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam menyusun RPP. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Objek penelitian ini adalah RPP yang telah disusun oleh guru.

Data diperoleh melalui studi dokumentasi, angket dan wawancara. Hasil penelitian . [Show full abstract] menunjukkan bahwa skor rerata telaah RPP adalah 68,4. Skor tersebut berada pada kategori kurang. Ada beberapa catatan yang didapatkan dari hasil penelaahan, yaitu: perumusan indikator (66,67%), kegiatan pembelajaran dengan sintak model yang dipilih (41,67%), alokasi waktu (41,67%) serta penyusunan rubrik penilaian (41,67%). Ada beberapa kesulitan yang dialami guru dalam menyusun RPP, yaitu: (1) 83,33% belum mendapatkan pelatihan kurikulum 2013; (2) 33,33% menggunakan komputer dan internet; (3) merumuskan indikator 66,67%; (4) pemilihan pendekatan /metode/strategi pembelajaran 41,67%; (5) mengembangkan aktivitas pembelajaran 33,33%; (6) menyusun tehnik dan instrumen penilaian 25%.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa RPP yang telah disusun belum sepenuhnya sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 serta ada beberapa kesulitan yang dialami guru dalam penyusunan RPP.Kata Kunci : kesulitan guru fisika, rpp, kurikulum 2013 Read more Tujuan penelitian: 1) Penanaman nilai-nilai nasionalisme pada kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran PKn 2) Penanaman nilai-nilai nasionalisme pada kegiatan inti dalam pembelajaran PKn 3) Penanaman nilai-nilai nasionalisme pada kegiatan penutup dalam pembelajaran PKn di kelas VIII MTs Negeri 6 Aceh Besar.

Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan . [Show full abstract] data menggunakan dokumentasi, wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.

Ada tiga tahapan dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian: 1) Penanaman nilai-nilai nasionalisme pada kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran PKn di kelas VIII MTs Negeri 6 Aceh Besar dapat dilaksanakan sesuai harapan, hal ini dapat dilakukan dengan apersepsi dengan mempersiapkan sebelum memulai pembelajaran dengan salam dan sapa serta absesnsi dan juga melakukan penjajagan kesiapan belajar siswa dan menginformasikan kompetensi yang akan dicapai; 2) Penanaman nilai-nilai nasionalisme pada kegiatan inti dalam pembelajaran Pkn di kelas VIII MTs Negeri 6 Aceh Besar dapat dilaksanakan sesuai RPP, yaitu dengan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.

Di samping itu penanaman nilai- nilai nasionalisme dilaksanaan melalui berbagai macam strategi yaitu di antaranya: pengintegrasian nilai karakter ke dalam mata pelajaran yang dilaksanakan berdasarkan dengan RPP dengan menyisipkan nilai-nilai dan materi nasionalisme dengan metode, media, dan sumber yang telah dirancang oleh guru, di samping itu melalui kegiatan terprogram dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan antara lain; memperingati hari besar nasional, bakti sosial, ekstrakurikuler, menghias kelas dengan tema nasionalisme; 3) Pelaksanaan penanaman nilai karakter pada kegiatan penutup dalam pembelajaran PKn di kelas VIII MTs Negeri 6 Aceh Besar dapat dilaksanakan dengan melakukan penilaian atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram dan merencanakan kegiatan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan kalau perlu melakukan penilaian/tes dan nontes dengan mengacu pada indikator pencapaian nilai-nilai pendidikan karakter, melalui pengamatan guru dalam proses pembelajaran.

Penilaian pendidikan nasionalisme dititik beratkan kepada keberhasilan penerapan nilai- nilai dalam sikap dan perilaku peserta didik sesuai dengan nilai nasionalisme yang diterapkan dan diamalkan dalam kehidupan di kelas dan lingkungan sekolah.

Read more Pada hakikatnya kegiatan pembelajaran adalah upaya sadar yang dilakukan untuk mengubah perilaku siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran, beberapa faktor ikut menentukan keberhasilan dalam suatu pembelajaran.Faktor-faktor tersebut antara lain kurikulum, program pengajaran, kualitas guru, materi pembelajaran, strategi pembelajaran, sumber belajar, dan teknik/bentuk penilaian.

Di antara faktor-faktor . [Show full abstract] tersebut guru memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran. Guru sebagai pemegang kunci sukses dalam kegiatan pembelajaran, mempunyai tiga tugas pokok yaitu menyusun perencanaan, melaksanakan pembelajaran, dan memberikan balikan.

Dalam menyusun perencanaan. ada beberapa komponen yang harus diperhatikan antara lain, menentukan SK/KD/indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, pendekatan dan metode, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, alat dan sumber belajar, dan evaluasi pembelajaran.

Selain itu, juga harus mengacu pada kurikulum sebagai dasar dalam pengembangannya. Ada dua tahapan konkrit yang dapat dilakukan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah riel.

Riel yang dimaksud benar-benar memperhatikan kompetensi siswa sebagai hasil yang akan dicapai. Dua tahapan tersebut adalah (1) perencanaan secara reil/nyata, (2) perencanaan secara administratif. Dua hal pula yang harus diperhatikan dalam menyusun RPP, yaitu penentuan metode inovatif dan penggunakan media di setiap kegiatan pembelajaran.

Melalui penentuan dua hal tersebut akan tampak secara jelas corak/gaya guru ketika mengajar dan akan memberikan daya tarik tersendiri terhadap siswa. Oleh karena itu penulis tekankan bahwa penentuan metode yang variatif dan inovatif serta penggunaan media di setiap kegiatan pembelajaran hendaknya selalu diperhatikan.

Read more
• Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • العربية • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Bamanankan • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Cebuano • ᏣᎳᎩ • کوردی • Čeština • Kaszëbsczi • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • Gagauz • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Interlingue • Igbo • Ilokano • Ido • Íslenska • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • Jawa • ქართული • Kabɩyɛ • Қазақша • Kalaallisut • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • कॉशुर / کٲشُر • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Лезги • Lingua Franca Nova • Luganda • Limburgs • Ligure • Lombard • ລາວ • Lietuvių • Latgaļu persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Latviešu • मैथिली • Basa Banyumasan • Malagasy • Македонски • മലയാളം • Монгол • ဘာသာ မန် • मराठी • Bahasa Melayu • Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah • မြန်မာဘာသာ • مازِرونی • Nāhuatl • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Novial • Nouormand • Occitan • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Pälzisch • Polski • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Rumantsch • Română • Armãneashti • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • Sakizaya • தமிழ் • తెలుగు • Tetun • Тоҷикӣ • ไทย • ትግርኛ • Türkmençe • Tagalog • Tok Pisin • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • Walon • Winaray • 吴语 • IsiXhosa • მარგალური • ייִדיש • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 Pertanian Umum • Agribisnis • Agroindustri • Agronomi • Ilmu pertanian • Jelajah bebas • Kebijakan pertanian • Lahan usaha tani • Mekanisasi pertanian • Menteri Pertanian • Perguruan tinggi pertanian • Perguruan tinggi pertanian di Indonesia • Permakultur • Pertanian bebas ternak • Pertanian berkelanjutan • Pertanian ekstensif • Pertanian intensif • Pertanian organik • Pertanian urban • Peternakan • Peternakan pabrik • Wanatani Sejarah • Sejarah pertanian • Sejarah pertanian organik • Revolusi pertanian Arab • Revolusi pertanian Inggris • Revolusi hijau • Revolusi neolitik Tipe • Akuakultur • Akuaponik • Hewan ternak • Hidroponik • Penggembalaan hewan • Perkebunan • Peternakan babi • Peternakan domba • Peternakan susu • Peternakan unggas • Peladangan • Portal:Pertanian Gambaran klasik pertanian di Indonesia Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.

[1] Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam serta pembesaran hewan ternak, meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bio enzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekadar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.

Bagian terbesar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang-bidang di lingkup pertanian, namun pertanian hanya menyumbang 4% dari PDB dunia. [2] Kelompok ilmu- ilmu pertanian mengkaji pertanian dengan dukungan ilmu-ilmu pendukungnya. Karena pertanian selalu terikat dengan ruang dan waktu, ilmu-ilmu pendukung, seperti ilmu tanah, meteorologi, teknik pertanian, biokimia, dan statistika juga dipelajari dalam pertanian.

Usaha tani adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya. "Petani" adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani, sebagai contoh "petani tembakau" atau "petani ikan". Pelaku budidaya hewan ternak secara khusus disebut sebagai peternak. Daftar isi • 1 Cakupan pertanian • 2 Sejarah singkat pertanian dunia • 3 Pertanian kontemporer • 4 Tenaga kerja • 4.1 Keamanan • 5 Sistem pembudidayaan tanaman • 6 Sistem produksi hewan • 7 Masalah lingkungan • 7.1 Masalah pada hewan ternak • 7.2 Masalah penggunaan lahan dan air • 7.3 Pestisida • 7.4 Perubahan iklim • 8 Energi dan pertanian • 8.1 Mitigasi kelangkaan bahan bakar fosil • 9 Ekonomi pertanian • 10 Lihat pula • 11 Referensi • 12 Pranala luar Cakupan pertanian [ sunting - sunting sumber ] Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikrobia) untuk kepentingan manusia.

[3] Dalam arti sempit, pertanian diartikan sebagai kegiatan pembudidayaan tanaman. Usaha pertanian diberi nama khusus untuk subjek usaha tani tertentu. Kehutanan adalah usaha tani dengan subjek tumbuhan (biasanya pohon) dan diusahakan pada lahan yang setengah liar atau liar ( hutan). Peternakan menggunakan subjek hewan darat kering (khususnya semua vertebrata kecuali ikan dan amfibia) atau serangga (misalnya lebah).

Perikanan memiliki subjek hewan perairan (termasuk amfibia dan semua non-vertebrata air). Suatu usaha pertanian dapat melibatkan berbagai subjek ini bersama-sama dengan alasan efisiensi dan peningkatan keuntungan. Pertimbangan akan kelestarian lingkungan mengakibatkan aspek-aspek konservasi sumber daya alam juga menjadi bagian dalam usaha pertanian.

Semua usaha pertanian pada dasarnya adalah kegiatan ekonomi sehingga memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang sama akan pengelolaan tempat usaha, pemilihan benih/ bibit, metode budidaya, pengumpulan hasil, distribusi produk, pengolahan dan pengemasan produk, dan pemasaran.

Apabila seorang petani memandang semua aspek ini dengan pertimbangan efisiensi untuk mencapai keuntungan maksimal maka ia melakukan pertanian intensif ( intensive farming). Usaha pertanian yang dipandang dengan cara ini dikenal sebagai agribisnis.

Program dan kebijakan yang mengarahkan usaha pertanian ke cara pandang demikian dikenal sebagai intensifikasi.

Karena pertanian industri selalu menerapkan pertanian intensif, keduanya sering kali disamakan. Sisi pertanian industrial yang memperhatikan lingkungannya adalah pertanian berkelanjutan ( sustainable agriculture). Pertanian berkelanjutan, dikenal juga dengan variasinya seperti pertanian organik atau permakultur, memasukkan aspek kelestarian daya dukung lahan maupun lingkungan dan pengetahuan lokal sebagai faktor penting dalam perhitungan efisiensinya.

Akibatnya, pertanian berkelanjutan biasanya memberikan hasil yang lebih rendah daripada pertanian industrial. Pertanian modern masa kini biasanya menerapkan sebagian komponen dari kedua kutub "ideologi" pertanian yang disebutkan di atas. Selain keduanya, dikenal pula bentuk pertanian ekstensif (pertanian masukan rendah) yang dalam bentuk paling ekstrem dan tradisional akan berbentuk pertanian subsisten, yaitu hanya dilakukan tanpa motif bisnis dan semata hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau komunitasnya.

Sebagai suatu usaha, pertanian memiliki dua ciri penting: selalu melibatkan barang dalam volume besar dan proses produksi memiliki risiko yang relatif tinggi. Dua ciri khas ini muncul karena pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi. Beberapa bentuk pertanian modern (misalnya budidaya alga, hidroponik) telah dapat mengurangi ciri-ciri ini tetapi sebagian besar usaha pertanian dunia masih tetap demikian.

Sejarah singkat pertanian dunia [ sunting - sunting sumber ] Daerah " bulan sabit yang subur" di Timur Tengah. Di tempat ini ditemukan bukti-bukti awal pertanian, seperti biji-bijian dan alat-alat pengolahnya.

Domestikasi anjing diduga telah dilakukan bahkan pada saat manusia belum mengenal budidaya (masyarakat berburu dan peramu) dan merupakan kegiatan pemeliharaan dan pembudidayaan hewan yang pertama kali. Selain itu, praktik pemanfaatan hutan sebagai sumber bahan pangan diketahui sebagai agroekosistem yang tertua. [4] Pemanfaatan hutan sebagai kebun diawali dengan kebudayaan berbasis hutan di sekitar sungai.

Secara bertahap manusia mengidentifikasi pepohonan dan semak yang bermanfaat. Hingga akhirnya seleksi buatan oleh manusia terjadi dengan menyingkirkan spesies dan varietas yang buruk dan memilih yang baik. [5] Kegiatan pertanian (budidaya tanaman dan ternak) merupakan salah satu kegiatan yang paling awal dikenal peradaban manusia dan mengubah total bentuk kebudayaan. Para ahli prasejarah umumnya bersepakat bahwa pertanian pertama kali berkembang sekitar 12.000 tahun yang lalu dari kebudayaan di daerah "bulan sabit yang subur" di Timur Tengah, yang meliputi daerah lembah Sungai Tigris dan Eufrat terus memanjang ke barat hingga daerah Suriah dan Yordania sekarang.

Bukti-bukti yang pertama kali dijumpai menunjukkan adanya budidaya tanaman biji-bijian ( serealia, terutama gandum kuno seperti emmer) dan polong-polongan di daerah tersebut. Pada saat itu, 2000 persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah setelah berakhirnya Zaman Es terakhir pada era Pleistosen, di dearah ini banyak dijumpai hutan dan padang yang sangat cocok bagi mulainya pertanian.

Pertanian telah dikenal oleh masyarakat yang telah mencapai kebudayaan batu muda ( neolitikum), perunggu dan megalitikum. Pertanian mengubah bentuk-bentuk kepercayaan, dari pemujaan terhadap dewa-dewa perburuan menjadi pemujaan terhadap dewa-dewa perlambang kesuburan dan ketersediaan pangan. Pada 5300 tahun yang lalu di China, kucing didomestikasi untuk menangkap hewan pengerat yang menjadi hama di ladang.

[6] Teknik budidaya tanaman lalu meluas ke barat ( Eropa dan Afrika Utara, pada saat itu Sahara belum sepenuhnya menjadi gurun) dan ke timur (hingga Asia Timur dan Asia Tenggara). Bukti-bukti di Tiongkok menunjukkan adanya budidaya jewawut ( millet) dan padi sejak 6000 tahun sebelum Masehi. Masyarakat Asia Tenggara telah mengenal budidaya padi sawah paling tidak pada saat 3000 tahun SM dan Jepang serta Korea sejak 1000 tahun SM. Sementara itu, masyarakat benua Amerika mengembangkan tanaman dan hewan budidaya yang sejak awal sama sekali berbeda.

Hewan ternak yang pertama kali persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah domestikasi adalah kambing/ domba (7000 tahun SM) serta babi (6000 tahun SM), bersama-sama dengan domestikasi kucing.

Sapi, kuda, kerbau, yak mulai dikembangkan antara 6000 hingga 3000 tahun SM. Unggas mulai dibudidayakan lebih kemudian.

Ulat sutera diketahui telah diternakkan 2000 tahun SM. Budidaya ikan air tawar baru dikenal semenjak 2000 tahun yang lalu di daerah Tiongkok dan Jepang. Budidaya ikan laut bahkan baru dikenal manusia pada abad ke-20 ini. Budidaya sayur-sayuran dan buah-buahan juga dikenal manusia telah lama.

Masyarakat Mesir Kuno (4000 tahun SM) dan Yunani Kuno (3000 tahun SM) telah mengenal baik budidaya anggur dan zaitun. Tanaman serat didomestikasikan di saat yang kurang lebih bersamaan dengan domestikasi tanaman pangan. China mendomestikasikan ganja sebagai penghasil serat untuk membuat papan, tekstil, dan sebagainya; kapas didomestikasikan di dua tempat yang berbeda yaitu Afrika dan Amerika Selatan; di Timur Tengah dibudidayakan flax.

[7] Penggunaan nutrisi untuk mengkondisikan tanah seperti pupuk kandang, kompos, dan abu telah dikembangkan secara independen di berbagai tempat di dunia, termasuk Mesopotamia, Lembah Nil, dan Asia Timur. [8] Pertanian kontemporer [ sunting - sunting sumber ] Citra inframerah pertanian di Minnesota. Tanaman sehat berwarna merah, genangan air berwarna hitam, dan lahan penuh pestisida berwarna coklat Pertanian pada abad ke 20 dicirikan dengan peningkatan hasil, penggunaan pupuk dan pestisida sintetik, pembiakan selektif, mekanisasi, pencemaran air, dan subsidi pertanian.

Pendukung pertanian organik seperti Sir Albert Howard berpendapat bahwa di awal abad ke 20, penggunaan pestisida dan pupuk sintetik yang berlebihan dan secara jangka panjang dapat merusak kesuburan tanah. Pendapat ini drman selama puluhan tahun, hingga kesadaran lingkungan meningkat di awal abad ke 21 menyebabkan gerakan pertanian berkelanjutan meluas dan mulai dikembangkan oleh petani, konsumen, dan pembuat kebijakan.

Sejak tahun 1990-an, terdapat perlawanan terhadap efek lingkungan dari pertanian konvensional, terutama mengenai pencemaran air, [9] menyebabkan tumbuhnya gerakan persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah. Salah satu penggerak utama dari gerakan ini adalah sertifikasi bahan pangan organik pertama di dunia, yang dilakukan oleh Uni Eropa pada tahun 1991, dan mulai mereformasi Kebijakan Pertanian Bersama Uni Eropa pada tahun 2005.

[10] Pertumbuhan pertanian organik telah memperbarui penelitian dalam teknologi alternatif seperti manajemen hama terpadu dan pembiakan selektif. Perkembangan teknologi terkini yang dipergunakan secara luas yaitu bahan pangan termodifikasi secara genetik. Di akhir tahun 2007, beberapa faktor mendorong peningkatan harga biji-bijian yang dikonsumsi manusia dan hewan ternak, menyebabkan peningkatan harga gandum (hingga 58%), kedelai (hingga 32%), dan jagung (hingga 11%) dalam satu tahun.

Kontribusi terbesar ada pada peningkatan permintaan biji-bijian sebagai bahan pakan ternak di Cina dan India, dan konversi biji-bijian bahan pangan menjadi produk biofuel. [11] [12] Hal ini menyebabkan kerusuhan dan demonstrasi yang menuntut turunnya harga pangan. [13] [14] [15] International Fund for Agricultural Development mengusulkan peningkatan pertanian skala kecil dapat menjadi solusi untuk meningkatkan suplai bahan pangan dan juga ketahanan pangan. Visi mereka didasarkan pada perkembangan Vietnam yang bergerak dari importir makanan ke eksportir makanan, dan mengalami penurunan angka kemiskinan secara signifikan dikarenakan peningkatan jumlah dan volume usaha kecil di bidang pertanian di negara mereka.

[16] Sebuah epidemi yang disebabkan oleh fungi Puccinia graminis pada tanaman gandum menyebar di Afrika hingga ke Asia. [17] [18] [19] Diperkirakan 40% lahan pertanian terdegradasi secara serius. [20] Di Afrika, kecenderungan degradasi tanah yang terus berlanjut dapat menyebabkan lahan tersebut hanya mampu memberi makan 25% populasinya. [21] Pada tahun 2009, China merupakan produsen hasil pertanian terbesar di dunia, diikuti oleh Uni Eropa, India, dan Amerika Serikat, berdasarkan IMF.Pakar ekonomi mengukur total faktor produktivitas pertanian dan menemukan bahwa Amerika Serikat saat ini 1.7 kali lebih produktif dibandingkan dengan tahun 1948.

[22] Enam negara di dunia, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Australia, Argentina, dan Thailand mensuplai 90% biji-bijian bahan pangan yang diperdagangkan di dunia. [23] Defisit air yang terjadi telah meningkatkan impor biji-bijian di berbagai negara berkembang, [24] dan kemungkinan juga akan terjadi di negara yang lebih besar seperti China dan India. [25] Tenaga kerja [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2011, International Labour Organization (ILO) menyatakan bahwa setidaknya terdapat 1 miliar lebih penduduk yang bekerja di bidang sektor pertanian.

Pertanian menyumbang setidaknya 70% jumlah pekerja anak-anak, dan di berbagai negara sejumlah besar wanita juga bekerja di sektor ini lebih banyak dibandingkan dengan sektor lainnya. [26] Hanya sektor jasa yang mampu mengungguli jumlah pekerja pertanian, yaitu pada tahun 2007. Antara tahun 1997 dan 2007, jumlah tenaga kerja di bidang pertanian turun dan merupakan sebuah kecenderungan yang akan berlanjut.

[27] Jumlah pekerja yang dipekerjakan di bidang pertanian bervariasi di berbagai negara, mulai dari 2% di negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, hingga 80% di berbagai negara di Afrika. [28] Di negara maju, angka ini secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan abad sebelumnya. Pada abad ke 16, antara 55 hingga 75 persen penduduk Eropa bekerja di bidang pertanian. Pada abad ke 19, angka ini turun menjadi antara 35 hingga 65 persen. [29] Angka ini sekarang turun menjadi kurang dari 10%.

[28] Keamanan [ sunting - sunting sumber ] Batang pelindung risiko tergulingnya traktor dipasang di belakang kursi pengemudi Pertanian merupakan industri yang berbahaya.

Petani di seluruh dunia bekerja pada risiko tinggi terluka, penyakit paru-paru, hilangnya pendengaran, penyakit kulit, juga kanker tertentu karena penggunaan bahan kimia dan paparan cahaya matahari dalam jangka panjang. Pada pertanian industri, luka secara berkala terjadi pada penggunaan alat dan mesin pertanian, dan penyebab utama luka serius. [30] Pestisida dan bahan kimia lainnya juga membahayakan kesehatan. Pekerja yang terpapar pestisida secara jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan fertilitas.

[31] Di negara industri dengan keluarga yang semuanya bekerja pada lahan usaha tani yang dikembangkannya sendiri, seluruh keluarga tersebut berada pada risiko. [32] Penyebab utama kecelakaan fatal pada pekerja pertanian yaitu tenggelam dan luka akibat permesinan. [32] ILO menyatakan bahwa pertanian sebagai salah satu sektor ekonomi yang membahayakan tenaga kerja. [26] Diperkirakan bahwa kematian pekerja di sektor ini setidaknya 170 ribu jiwa per tahun. Berbagai kasus kematian, luka, dan sakit karena aktivitas pertanian sering kali tidak dilaporkan sebagai kejadian akibat aktivitas pertanian.

[33] ILO telah mengembangkan Konvensi Kesehatan dan Keselamatan di bidang Pertanian, 2001, yang mencakup risiko pada pekerjaan di bidang pertanian, pencegahan risiko ini, dan peran dari individu dan organisasi terkait pertanian. [26] Sistem pembudidayaan tanaman [ sunting - sunting sumber ] Budi daya padi di Bihar, India Sistem pertanaman dapat bervariasi pada setiap lahan usaha tani, tergantung pada ketersediaan sumber daya dan pembatas; geografi dan iklim; kebijakan pemerintah; tekanan ekonomi, sosial, dan politik; dan filosofi dan budaya petani.

[34] [35] Pertanian berpindah ( tebang dan bakar) adalah sistem di mana hutan dibakar. Nutrisi yang tertinggal di tanah setelah pembakaran dapat mendukung pembudidayaan tumbuhan semusim dan menahun untuk beberapa tahun. [36] Lalu petak tersebut ditinggalkan agar hutan tumbuh kembali dan petani berpindah ke petak hutan berikutnya yang akan dijadikan lahan pertanian.

Waktu tunggu akan semakin pendek ketika populasi petani meningkat, sehingga membutuhkan input nutrisi dari pupuk dan kotoran hewan, dan pengendalian hama. Pembudidayaan semusim berkembang dari budaya ini. Petani tidak berpindah, namun membutuhkan intensitas input pupuk dan pengendalian hama yang lebih tinggi.

Industrialisasi membawa pertanian monokultur di mana satu kultivar dibudidayakan pada lahan yang sangat luas. Karena tingkat keanekaragaman hayati yang rendah, penggunaan nutrisi cenderung seragam dan hama dapat terakumulasi pada halah tersebut, sehingga penggunaan pupuk dan pestisida meningkat.

[35] Di sisi lain, sistem tanaman rotasi menumbuhkan tanaman berbeda secara berurutan dalam satu tahun. Tumpang sari adalah ketika tanaman yang berbeda ditanam pada waktu yang sama dan lahan yang sama, yang disebut juga dengan polikultur. [36] Di lingkungan subtropis dan gersang, preiode penanaman terbatas pada keberadaan musim hujan sehingga tidak dimungkinkan menanam banyak tanaman semusim bergiliran dalam setahun, atau dibutuhkan irigasi.

Di semua jenis lingkungan ini, tanaman menahun seperti kopi dan kakao dan praktik wanatani dapat tumbuh. Di lingkungan beriklim sedang di mana padang rumput dan sabana banyak tumbuh, praktik budidaya tanaman semusim dan penggembalaan hewan dominan. [36] Sistem produksi hewan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Peternakan, Budi daya perikanan, dan Hewan ternak Sistem produksi hewan ternak dapat didefinisikan berdasarkan sumber pakan yang digunakan, yang terdiri dari peternakan berbasis penggembalaan, sistem kandang penuh, dan campuran.

[37] Pada tahun 2010, 30 persen lahan di dunia digunakan untuk memproduksi hewan ternak dengan mempekerjakan lebih 1.3 miliar orang.

Antara tahun 1960-an sampai 2000-an terjadi peningkatan produksi hewan ternak secara signifikan, dihitung dari jumlah maupun massa karkas, terutama pada produksi daging sapi, daging babi, dan daging ayam. Produksi daging ayam pada periode tersebut meningkat hingga 10 kali lipat.

Hasil hewan non-daging seperti susu sapi dan telur ayam juga menunjukan peningkatan yang signifikan. Populasi sapi, domba, dan kambing diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2050. [38] Budi daya perikanan adalah produksi ikan dan hewan air lainnya di dalam lingkungan yang terkendali untuk konsumsi manusia.

Sektor ini juga termasuk yang mengalami peningkatan hasil rata-rata 9 persen per tahun antara tahun 1975 hingga tahun 2007. [39] Selama abad ke-20, produsen hewan ternak dan ikan menggunakan pembiakan selektif untuk menciptakan ras hewan dan hibrida yang mampu meningkatkan hasil produksi, tanpa memperdulikan keinginan untuk mempertahankan keanekaragaman genetika.

Kecenderungan ini memicu penurunan signifikan dalam keanekaragaman genetika dan sumber daya pada ras hewan ternak, yang menyebabkan berkurangnya resistansi hewan ternak terhadap penyakit. Adaptasi lokal yang sebelumnya banyak terdapat pada hewan ternak ras setempat juga mulai menghilang.

[40] Produksi hewan ternak berbasis penggembalaan amat bergantung pada bentang alam seperti padang rumput dan sabana untuk memberi makan hewan ruminansia. Kotoran hewan menjadi input nutrisi utama bagi vegetasi tersebut, namun input lain di luar kotoran hewan dapat diberikan tergantung kebutuhan.

Sistem ini penting di daerah di mana produksi tanaman pertanian tidak memungkinkan karena kondisi iklim dan tanah. [36] Sistem campuran menggunakan lahan penggembalaan sekaligus pakan buatan yang merupakan hasil pertanian yang diolah menjadi pakan ternak.

[37] Sistem kandang memelihara hewan ternak di dalam kandang secara penuh dengan input pakan yang harus diberikan setiap hari. Pengolahan kotoran ternak dapat menjadi masalah pencemaran udara karena dapat menumpuk dan melepaskan gas metan dalam jumlah besar. [37] Negara industri menggunakan sistem kandang penuh untuk mensuplai sebagian besar daging dan produk peternakan di dalam negerinya. Diperkirakan 75% dari seluruh peningkatan produksi hewan ternak dari tahun 2003 hingga 2030 akan bergantung pada sistem produksi peternakan pabrik.

Sebagian besar pertumbuhan ini akan terjadi di negara yang saat ini merupakan negara berkembang di Asia, dan sebagian kecil di Afrika. [38] Beberapa praktik digunakan dalam produksi hewan ternak komersial seperti penggunaan hormon pertumbuhan menjadi kontroversi di berbagai tempat di dunia.

[41] Masalah lingkungan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Dampak lingkungan dari pertanian Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah mampu menyebabkan masalah melalui pestisida, arus nutrisi, penggunaan air berlebih, hilangnya lingkungan alam, dan masalah lainnya.

Sebuah penilaian yang dilakukan pada tahun 2000 di Inggris menyebutkan total biaya eksternal untuk mengatasi permasalahan lingkungan terkait pertanian adalah 2343 juta Poundsterling, atau 208 Poundsterling per hektare. [42] Sedangkan di Amerika Serikat, biaya eksternal untuk produksi tanaman pertaniannya mencapai 5 hingga 16 miliar US Dollar atau 30-96 US Dollar per hektare, dan biaya eksternal produksi peternakan mencapai 714 juta US Dollar.

[43] Kedua studi fokus pada dampak fiskal, yang menghasilkan kesimpulan bahwa begitu banyak hal yang harus dilakukan untuk memasukkan biaya eksternal ke dalam usaha pertanian. Keduanya tidak memasukkan subsidi di dalam analisisnya, namun memberikan catatan bahwa subsidi pertanian juga membawa dampak bagi masyarakat.

[42] [43] Pada tahun 2010, International Resource Panel dari UNEP mempublikasikan laporan penilaian dampak lingkungan dari konsumsi dan produksi.

Studi tersebut menemukan bahwa pertanian dan konsumsi bahan pangan adalah dua hal yang memberikan tekanan pada lingkungan, terutama degradasi habitat, perubahan iklim, penggunaan air, dan emisi zat beracun.

[44] Masalah pada hewan ternak [ sunting - sunting sumber ] PBB melaporkan bahwa "hewan ternak merupakan salah satu penyumbang utama masalah lingkungan". [45] 70% lahan pertanian dunia digunakan untuk produksi hewan ternak, secara langsung maupun tidak langsung, sebagai lahan penggembalaan maupun lahan untuk memproduksi pakan ternak. Jumlah ini setara dengan 30% total lahan di dunia. Hewan ternak juga merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca berupa gas metana dan nitro oksida yang, meski jumlahnya sedikit, namun dampaknya setara dengan emisi total CO 2.

Hal ini dikarenakan gas metana dan nitro oksida merupakan gas rumah kaca yang lebih kuat dibandingkan CO 2. Peternakan juga didakwa sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya deforestasi.

70% basin Amazon yang sebelumnya merupakan hutan kini menjadi lahan penggembalaan hewan, dan sisanya menjadi lahan produksi pakan. [46] Selain deforestasi dan degradasi lahan, budi daya hewan ternak yang sebagian besar berkonsep ras tunggal juga menjadi pemicu hilangnya keanekaragaman hayati. Masalah penggunaan lahan dan air [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Dampak lingkungan dari irigasi Transformasi lahan menuju penggunaannya untuk menghasilkan barang dan jasa adalah cara yang paling substansial bagi manusia dalam mengubah ekosistem bumi, dan dikategrikan sebagai penggerak utama hilangnya keanekaragaman hayati.

Diperkirakan jumlah lahan yang diubah oleh manusia antara 39%-50%. [47] Degradasi lahan, penurunan fungsi dan produktivitas ekosistem jangka panjang, diperkirakan terjadi pada 24% lahan di dunia. [48] Laporan FAO menyatakan bahwa manajemen lahan sebagai penggerak utama degradasi dan 1.5 miliar orang bergantung pada lahan yang terdegradasi. Deforestasi, desertifikasi, erosi tanah, kehilangan kadar mineral, dan salinisasi adalah contoh bentuk degradasi tanah. [36] Eutrofikasi adalah peningkatan populasi alga dan tumbuhan air di ekosistem perairan akibat aliran nutrisi dari lahan pertanian.

Hal ini mampu menyebabkan hilangnya kadar oksigen di air ketika jumlah alga dan tumbuhan air yang mati dan membusuk di perairan bertambah dan dekomposisi terjadi. Hal ini mampu menyebabkan kebinasaan ikan, hilangnya keanekaragaman hayati, dan menjadikan air tidak bisa digunakan sebagai air minum dan kebutuhan masyarakat dan industri.

Penggunaan pupuk berlebihan di lahan pertanian yang diikuti dengan aliran air permukaan mampu menyebabkan nutrisi di lahan pertanian terkikis dan mengalir terbawa menuju ke perairan terdekat.

Nutrisi inilah yang menyebabkan eutrofikasi. [49] Pertanian memanfaatkan 70% air tawar yang diambil dari berbagai sumber di seluruh dunia. [50] Pertanian memanfaatkan sebagian besar air di akuifer, bahkan mengambilnya dari lapisan air tanah dalam laju yang tidak dapat dikembalikan ( unsustainable).

Telah diketahui bahwa berbagai akuifer di berbagai tempat padat penduduk di seluruh dunia, seperti China bagian utara, sekitar Sungai Ganga, dan wilayah barat Amerika Serikat, telah berkurang jauh, dan penelitian mengenai ini sedang dilakukan di akuifer di Iran, Meksiko, dan Arab Saudi.

persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Tekanan terhadap konservasi air terus terjadi dari sektor industri dan kawasan urban yang terus mengambil air secara tidak lestari, sehingga kompetisi penggunaan air bagi pertanian meningkat dan tantangan dalam memproduksi bahan pangan juga demikian, terutama di kawasan yang langka air.

[52] Penggunaan air di pertanian juga dapat menjadi penyebab masalah lingkungan, termasuk hilangnya rawa, penyebaran penyakit melalui air, dan degradasi lahan seperti salinisasi tanah ketika irigasi tidak dilakukan dengan baik. [53] Pestisida [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Dampak lingkungan dari pestisida Penggunaan pestisida telah meningkat sejak tahun 1950-an, menjadi 2.5 juta ton per tahun di seluruh dunia.

Namun tingkat kehilangan produksi pertanian tetap terjadi dalam jumlah yang relatif konstan. [54] WHO memperkirakan pada tahun 1992 bahwa 3 juta manusia keracunan pestisida setiap tahun dan menyebabkan kematian 200 ribu jiwa. [55] Pestisida dapat menyebabkan resistansi pestisida pada populasi hama sehingga pengembangan pestisida baru terus berlanjut. [56] Argumen alernatif dari masalah ini adalah pestisida merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi pangan pada lahan yang terbatas, sehingga dapat menumbuhkan lebih banyak tanaman pertanian pada lahan yang lebih sempit dan memberikan ruang lebih banyak bagi alam liar dengan mencegah perluasan lahan pertanian lebih ekstensif.

[57] [58] Namun berbagai kritik berkembang bahwa perluasan lahan yang mengorbankan lingkungan karena peningkatan kebutuhan pangan tidak dapat dihindari, [59] dan pestisida hanya menggantikan praktik pertanian yang baik yang ada seperti rotasi tanaman. [56] Rotasi tanaman mencegah penumpukan hama yang sama persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah satu lahan sehingga hama diharapkan menghilang setelah panen dan tidak datang kembali karena tanaman yang ditanam tidak sama dengan yang sebelumnya.

Perubahan iklim [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Perubahan iklim dan pertanian Pertanian adalah salah satu yang mempengaruhi perubahan iklim, dan perubahan iklim memiliki dampak bagi pertanian.

Perubahan iklim memiliki pengaruh bagi pertanian melalui perubahan temperatur, hujan (perubahan periode dan kuantitas), kadar karbon dioksida di udara, radiasi matahari, dan interaksi dari semua elemen tersebut.

[36] Kejadian ekstrem seperti kekeringan dan banjir diperkirakan meningkat akibat perubahan iklim. [60] Pertanian merupakan sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim.

Suplai air akan menjadi hal yang kritis untuk menjaga produksi pertanian dan menyediakan bahan pangan. Fluktuasi debit sungai akan terus terjadi akibat perubahan iklim. Negara di sekitar sungai Nil sudah mengalami dampak fluktuasi debit sungai yang mempengaruhi hasil pertanian musiman yang mampu mengurangi hasil pertanian hingga 50%.

[61] Pendekatan yang bersifat mengubah diperlukan untuk mengelola sumber daya alam pada masa depan, seperti perubahan kebijakan, metode praktik, dan alat untuk mempromosikan pertanian berbasis iklim dan lebih banyak menggunakan informasi ilmiah dalam menganalisis risiko dan kerentanan akibat perubahan iklim.

[62] [63] Pertanian dapat memitigasi sekaligus memperburuk pemanasan global. Beberapa dari peningkatan kadar karbon dioksida di atmosfer bumi dikarenakan dekomposisi materi organik yang berada di tanah, dan sebagian besar gas metanan yang dilepaskan ke atmosfer berasal dari aktivitas pertanian, termasuk dekomposisi pada lahan basah pertanian seperti sawah, [64] dan aktivitas digesti hewan ternak.

Tanah yang basah dan anaerobik mampu menyebabkan denitrifikasi dan hilangnya nitrogen dari tanah, menyebabkan lepasnya gas nitrat oksida dan nitro oksida ke udara yang merupakan gas rumah kaca. [65] Perubahan metode pengelolaan pertanian mampu mengurangi pelepasan gas rumah kaca ini, dan tanah dapat difungsikan kembali sebagai fasilitas sekuestrasi karbon.

[64] Energi dan pertanian [ sunting - sunting sumber ] Sejak tahun 1940, produktivitas pertanian meningkat secara signifikan dikarenakan penggunaan energi yang intensif dari aktivitas mekanisasi pertanian, pupuk, dan pestisida.

Input energi ini sebagian besar berasal dari bahan bakar fosil. [66] Revolusi Hijau mengubah pertanian di seluruh dunia dengan peningkatan produksi biji-bijian secara signifikan, [67] dan kini pertanian modern membutuhkan input minyak bumi dan gas alam untuk sumber energi dan produksi pupuk. Telah terjadi kekhawatiran bahwa kelangkaan energi fosil akan menyebabkan tingginya biaya produksi pertanian sehingga mengurangi hasil pertanian dan kelangkaan pangan. [68] Rasio konsumsi energi pada pertanian dan sistem pangan (%) pada tiga negara maju Negara Tahun Pertanian (secara langsung & tidak langsung) Sistem pangan Britania Raya [69] 2005 1.9 11 Amerika Serikat [70] 1996 2.1 10 Amerika Serikat [71] 2002 2.0 14 Swedia [72] 2000 2.5 13 Negara industri bergantung pada bahan bakar fosil secara dua hal, yaitu secara langsung dikonsumsi sebagai sumber energi di pertanian, dan secara tidak langsung sebagai input untuk manufaktur pupuk dan pestisida.

Konsumsi langsung dapat mencakup penggunaan pelumas dalam perawatan permesinan, dan fluida penukar panas pada mesin pemanas dan pendingin. Pertanian di Amerika Serikat mengkonsumsi sektar 1.2 eksajoule pada tahun 2002, yang merupakan 1% dari total energi yang dikonsumsi di negara tersebut.

[68] Konsumsi tidak langsung yaitu sebagai manufaktur pupuk dan pestisida yang mengkonsumsi bahan bakar fosil setara 0.6 eksajoule pada tahun 2002. [68] Gas alam dan batu bara yang dikonsumsi melalui produksi pupuk nitrogen besarnya setara dengan setengah kebutuhan energi di pertanian.

China mengkonsumsi batu bara untuk produksi pupuk nitrogennya, sedangkan sebagian besar negara di Eropa menggunakan gas alam dan hanya sebagian kecil batu bara. Berdasarkan laporan pada tahun 2010 yang dipublikasikan oleh The Royal Society, ketergantungan pertanian terhadap bahan bakar fosil terjadi secara langsung maupun tidak langsung.

Bahan bakar yang digunakan di pertanian dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti jenis tanaman, sistem produksi, dan lokasi. [73] Energi yang digunakan untuk produksi alat dan mesin pertanian juga merupakan salah satu bentuk penggunaan energi di pertanian secara tidak pangsung.

Sistem pangan mencakup tidak hanya pada produksi pertanian, namun juga pemrosesan setelah hasil pertanian keluar dari lahan usaha tani, pengepakan, transportasi, pemasaran, konsumsi, dan pembuangan dan pengolahan sampah makanan. Energi yang digunakan pada sistem pangan ini lebih tinggi dibandingkan penggunaan energi pada produksi hasil pertanian, dapat mencapai lima kali lipat. [70] [71] Pada tahun 2007, insentif yang lebih tinggi bagi petani penanam tanaman non-pangan penghasil biofuel [74] ditambah dengan faktor lain seperti pemanfaatan kembali lahan tidur yang kurang subur, peningkatan biaya transportasi, perubahan iklim, peningkatan jumlah konsumen, dan peningkatan penduduk dunia, [75] menyebabkan kerentanan pangan dan peningkatan harga pangan di berbagai tempat di dunia.

[76] [77] Pada Desember 2007, 37 negara di dunia menghadapi krisis pangan, dan 20 negara telah menghadapi peningkatan harga pangan di luar kendali, yang dikenal dengan kasus krisis harga pangan dunia 2007-2008.

Kerusuhan akibat menuntut turunnya harga pangan terjadi di berbagai tempat hingga menyebabkan korban jiwa. [13] [14] [15] Mitigasi kelangkaan bahan bakar fosil [ sunting - sunting sumber ] Prediksi M.

King Hubbert mengenai laju produksi minyak bumi dunia. Pertanian modern sangat bergantung pada energi fosil ini. [78] Pada kelangkaan bahan bakar fosil, pertanian organik akan lebih diprioritaskan dibandingkan dengan pertanian konvensional yang menggunakan begitu banyak input berbasis minyak bumi seperti pupuk dan pestisida.

Berbagai studi mengenai pertanian organik modern menunjukan bahwa hasil pertanian organik sama besarnya dengan pertanian konvensional. [79] Kuba pasca runtuhnya Uni Soviet mengalami kelangkaan input pupuk dan pestisida kimia sehingga usaha pertanian di negeri tersebut menggunakan praktik organik dan mampu memberi makan populasi penduduknya. [80] Namun pertanian organik akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dan jam kerja.

[81] Perpindahan dari praktik monokultur ke pertanian organik juga membutuhkan waktu, terutama pengkondisian tanah [79] untuk membersihkan bahan kimia berbahaya yang tidak sesuai dengan standar bahan pangan organik.

Komunitas pedesaan bisa memanfaatkan biochar dan synfuel yang menggunakan limbah pertanian untuk diolah menjadi pupuk dan energi, sehingga bisa mendapatkan bahan bakar dan bahan pangan sekaligus, dibandingkan dengan persaingan bahan pangan vs bahan bakar yang masih terjadi hingga saat ini. Synfuel dapat digunakan di tempat; prosesnya akan lebih efisien dan mampu menghasilkan bahan bakar yang cukup untuk seluruh aktivitas pertanian organik.

[82] [83] Ketika bahan pangan termodifikasi genetik (GMO) masih dikritik karena benih yang dihasilkan bersifat steril sehingga tidak mampu direproduksi oleh petani [84] [85] dan hasilnya dianggap berbahaya bagi manusia, telah diusulkan agar tanaman jenis ini dikembangkan lebih lanjut dan digunakan sebagai penghasil bahan bakar, karena tanaman ini mampu dimodifikasi untuk menghasilkan lebih banyak dengan input energi yang lebih sedikit.

[86] Namun perusahaan utama penghasil GMO sendiri, Monsanto, tidak mampu melaksanakan proses produksi pertanian berkelanjutan dengan tanaman GMO lebih dari satu tahun. Di saat yang bersamaan, praktik pertanian dengan memanfaatkan ras tradisional menghasilkan lebih banyak pada jenis tanaman yang sama dan dilakukan secara berkelanjutan. [87] Ekonomi pertanian [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Subsidi pertanian dan Ekonomi pedesaan Ekonomi pertanian adalah aktivitas ekonomi yang terkait dengan produksi, distribusi, dan konsumsi produk dan jasa pertanian.

[88] Mengkombinasikan produksi pertanian dengan teori umum mengenai pemasaran dan bisnis adalah sebuah disiplin ilmu yang dimulai sejak akhir abad ke 19, dan terus bertumbuh sepanjang abad ke-20.

[89] Meski studi mengenai pertanian terbilang baru, berbagai kecenderungan utama di bidang pertanian seperti sistem bagi hasil pasca Perang Saudara Amerika Serikat hingga sistem feodal yang pernah terjadi di Eropa, telah secara signifikan mempengaruhi aktivitas ekonomi suatu negara dan juga dunia. [90] [91] Di berbagai tempat, harga pangan yang dipengaruhi oleh pemrosesan pangan, distribusi, dan pemasaran pertanian telah tumbuh dan biaya harga pangan yang dipengaruhi oleh aktivitas pertanian di atas lahan telah jauh berkurang efeknya.

Hal ini terkait dengan efisiensi yang begitu tinggi dalam bidang pertanian dan dikombinasikan dengan peningkatan nilai tambah melalui pemrosesan bahan pangan dan strategi pemasaran. Konsentrasi pasar juga telah meningkat di sektor ini yang dapat meningkatkan efisiensi. Namun perubahan ini mampu mengakibatkan perpindahan surplus ekonomi dari produsen (petani) ke konsumen, dan memiliki dampak yang negatif bagi komunitas pedesaan. [92] Digitalisasi perlu untuk merespon keterbatasan tenaga kerja dan juga meningkatkan efisiensi yang mampu meningkatkan produktivitas bisnis, value, produk dan konsumen baru men-distruptive teknologi budidaya konvensional.

Baik selama proses bahkan hingga memasarkan produk pertanian, digitalisasi begitu efisien. Perlahan, para petani tidak gagap teknologi digital, dan bahkan bisa meningkatkan produkvitas sektor pertanian, hal ini tentu masih banyak tugas untuk mewujudkan petani menjadi petani digital.

[93] Kebijakan pemerintah suatu negara dapat mempengaruhi secara signifikan pasar produk pertanian, dalam bentuk pemberian pajak, subsidi, tarif, dan bea lainnya. [94] Sejak tahun 1960-an, kombinasi pembatasan ekspor impor, kebijakan nilai tukar, dan subsidi mempengaruhi pertanian di negara berkembang dan negara maju. Pada tahun 1980-an, para petani di negara berkembang yang tidak mendapatkan subsidi akan kalah bersaing dikarenakan kebijakan di berbagai negara yang menyebabkan rendahnya harga bahan pangan.

Di antara tahun 1980-an dan 2000-an, beberapa negara di dunia membuat kesepakatan untuk membatasi tarif, subsidi, dan batasan perdagangan lainnya yang diberlakukan di dunia pertanian. [95] Namun pada tahun 2009, masih terdapat sejumlah distorsi kebijakan pertanian yang mempengaruhi harga bahan pangan.

Tiga komoditas yang sangat terpengaruh adalah gula, susu, dan beras, yang terutama karena pemberlakuan pajak. Wijen merupakan biji-bijian penghasil minyak yang terkena pajak paling tinggi meski masih lebih rendah dibandingkan pajak produk peternakan.

[96] Namun subsidi kapas masih terjadi di negara maju yang telah menyebabkan rendahnya harga di tingkat dunia dan menekan petani kapas di negara berkembang yang tidak disubsidi. [97] Komoditas mentah seperti jagung dan daging sapi umumnya diharga berdasarkan kualitasnya, dan kualitas menentukan harga. Komoditas yang dihasilkan di suatu wilayah dilaporkan dalam bentuk volume produksi atau berat. [98] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • ^ Safety and health in agriculture.

International Labour Organization. 1999. ISBN 978-92-2-111517-5. Diakses tanggal 13 September 2010. • ^ Harahap, Fitra Syawal (2021). Dasar-dasar Agronomi Pertanian. Mitra Cendekia Media. hlm. 2. ISBN 9786236957851. • ^ Lamangida, Saiman (2021). "DEKAN HADIRI PENANDA TANGANAN IMPLEMENTASI KERJASAMA JURUSAN PETERNAKAN DENGAN DINAS PERTANIAN PROVINSI GORONTALO". ung.ac.id. Diakses tanggal 2022-01-04. • ^ Douglas John McConnell (2003). The Forest Farms of Kandy: And Other Gardens of Complete Design.

hlm. 1. ISBN 978-0-7546-0958-2. • ^ Douglas John McConnell (1992). The forest-garden farms of Kandy, Sri Lanka.

hlm. 1. ISBN 978-92-5-102898-8. • ^ "Kucing Piaraan Tertua di Dunia Ditemukan". Kompas. 17 Desember 2013. • ^ Hancock, James F. (2012). Plant evolution and the origin of crop species (edisi ke-3rd). CABI. hlm. 119. ISBN 1845938011. • ^ UN Industrial Development Organization, International Fertilizer Development Center (1998).

The Fertilizer Manual (edisi ke-3rd). Springer. hlm. 46. ISBN 0792350324. • ^ Scheierling, Susanne M. (1995). "Overcoming agricultural pollution of water : the challenge of integrating agricultural and environmental policies in the European Union, Volume 1". The World Bank. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-06-05. Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ "CAP Reform". European Commission. 2003. Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ "At Tyson and Kraft, Grain Costs Limit Profit".

persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah

The New York Times. Bloomberg. 6 September 2007. • ^ McMullen, Alia (7 January 2008). "Forget oil, the new global crisis is food". Financial Post. Toronto. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-11-13. Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ a b Watts, Jonathan (4 December 2007).

"Riots and hunger feared as demand for grain sends food costs soaring", The Guardian (London). • ^ a b Mortished, Carl (7 March 2008). "Already we have riots, hoarding, panic: the sign of things to come?", The Times (London).

• ^ a b Borger, Julian (26 February 2008). "Feed the world? We are fighting a losing battle, UN admits", The Guardian (London). • ^ "Food prices: smallholder farmers can be part of the solution". International Fund for Agricultural Development. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-05. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ McKie, Robin; Rice, Xan (22 April 2007). "Millions face famine as crop disease rages", The Observer' (London). • ^ Mackenzie, Debora (3 April 2007).

"Billions at risk from wheat super-blight". New Scientist. London (2598): 6–7. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-05-09. Diakses tanggal 19 April 2007. • ^ Leonard, K.J.

(February 2001). "Black stem rust biology and threat to wheat growers". USDA Agricultural Research Service. Diakses tanggal 2013-04-22. • ^ Sample, Ian (31 August 2007). "Global food crisis looms as climate change and population growth strip fertile land", The Guardian (London). • ^ "Africa may be able to feed only 25% of its population by 2025", mongabay.com, 14 December 2006. • ^ "Agricultural Productivity in the United States". USDA Economic Research Service. 5 July 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-01.

Diakses tanggal 2013-04-22. • ^ " The Food Bubble Economy". The Institute of Science in Society. • ^ Brown, Lester R. "Global Water Shortages May Lead to Food Shortages-Aquifer Depletion".

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-07-24. Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ "India grows a grain crisis". Asia Times (Hong Kong). 21 July 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-02-21. Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ a b c "Safety and health in agriculture". International Labour Organization. 21 March 2011. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ AP (26 January 2007). "Services sector overtakes farming as world's biggest employer: ILO". The Financial Express.

Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ a b "Labor Force – By Occupation". The World Factbook. Central Intelligence Agency. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-22. Diakses tanggal 2013-05-04. • ^ Allen, Robert C. "Economic structure and agricultural productivity in Europe, 1300–1800" (PDF). European Review of Economic History. 3: 1–25. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2014-10-27.

Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ "NIOSH Workplace Safety & Health Topic: Agricultural Injuries". Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ "NIOSH Pesticide Poisoning Monitoring Program Protects Farmworkers".

Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ a b "NIOSH Workplace Safety & Health Topic: Agriculture". Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ "Agriculture: A hazardous work". International Labour Organization. 15 June 2009. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ "Analysis of farming systems". Food and Agriculture Organization.

Diakses tanggal 2013-05-22. • ^ a b Acquaah, G. 2002. Agricultural Production Systems. pp. 283–317 in "Principles of Crop Production, Theories, Techniques and Technology". Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ. • ^ a b c d e f Chrispeels, M.J.; Sadava, D.E. 1994. "Farming Systems: Development, Productivity, and Sustainability". pp. 25–57 in Plants, Genes, and Agriculture. Jones and Bartlett, Boston, MA.

• ^ a b c Sere, C.; Steinfeld, H.; Groeneweld, J. (1995). "Description of Systems in World Livestock Systems – Current status issues and trends".

U.N. Food and Agriculture Organization. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-26. Diakses tanggal 2013-09-08. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ a b Thornton, Philip K. (27 September 2010). "Livestock production: recent trends, future prospects". Philosophical Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah of the Royal Society B.

365 (1554). doi: 10.1098/rstb.2010.0134. • ^ Stier, Ken (September 19, 2007). "Fish Farming's Growing Dangers". Time. • ^ P. Ajmone-Marsan (May 2010). "A global view of livestock biodiversity and conservation – GLOBALDIV". Animal Genetics. 41 (supplement S1): 1–5. doi: 10.1111/j.1365-2052.2010.02036.x. • ^ "Growth Promoting Hormones Pose Health Risk to Consumers, Confirms EU Scientific Committee" (PDF).

European Union. 23 April 2002. Diakses tanggal 2013-04-06. • ^ a b Pretty, J; et al. (2000). "An assessment of the total external costs of UK agriculture".

Agricultural Systems. 65 (2): 113–136. doi: 10.1016/S0308-521X(00)00031-7. • ^ a b Tegtmeier, E.M.; Duffy, M. (2005). "External Costs of Agricultural Production in the United States" (PDF). The Earthscan Reader in Sustainable Agriculture. • ^ International Resource Panel (2010).

"Priority products and materials: assessing the environmental impacts of consumption and production". United Nations Environment Programme. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-24. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ "Livestock a major persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah to environment". UN Food and Agriculture Organization. 29 November 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-03-28.

Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ Steinfeld, H.; Gerber, P.; Wassenaar, T.; Castel, V.; Rosales, M.; de Haan, C. (2006). "Livestock's Long Shadow – Environmental issues and options" (PDF). Rome: U.N. Food and Agriculture Organization. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2008-06-25. Diakses tanggal 5 December 2008. • ^ Vitousek, P.M.; Mooney, H.A.; Lubchenco, J.; Melillo, J.M.

(1997). "Human Domination of Earth's Ecosystems". Science. 277: 494–499. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Bai, Z.G., D.L. Dent, L. Olsson, and M.E. Schaepman (November 2008). "Global assessment of land degradation and improvement 1:identification by remote sensing" (PDF).

FAO/ISRIC. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-12-13. Diakses tanggal 2013-05-24. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Carpenter, S.R., N.F.

Caraco, D.L. Correll, R.W. Howarth, A.N. Sharpley, and V.H. Smith (1998). "Nonpoint Pollution of Surface Waters with Phosphorus and Nitrogen". Ecological Applications. 8 (3): 559–568. doi: 10.1890/1051-0761(1998)008[0559:NPOSWW]2.0.CO;2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Molden, D.

(ed.). "Findings of the Comprehensive Assessment of Water Management in Agriculture". Annual Report 2006/2007. International Water Management Institute. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ Li, Sophia (13 August 2012). "Stressed Aquifers Around the Globe". New York Times. Diakses tanggal 2013-05-07.

• ^ "Water Use in Agriculture". FAO. November 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-06-15. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ "Water Management: Towards 2030".

FAO. March 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-10. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ Pimentel, D. T.W. Culliney, and T. Bashore (1996.). "Public health risks associated with pesticides and natural toxins in foods". Radcliffe's IPM World Textbook. Diarsipkan dari versi persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah tanggal 1999-02-18.

Diakses tanggal 2013-05-07. Periksa nilai tanggal di: -year= ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ WHO. 1992. Our planet, our health: Report of the WHU commission on health and environment.

Geneva: World Health Organization. • ^ a b Chrispeels, M.J. and D.E. Sadava. 1994. "Strategies for Pest Control" pp.355–383 in Plants, Genes, and Agriculture. Jones and Bartlett, Boston, MA. • ^ Avery, D.T. (2000). Saving the Planet with Pesticides and Plastic: The Environmental Triumph of High-Yield Farming. Indianapolis, IN: Hudson Institute. • ^ "Home". Center for Global Food Issues.

Diakses tanggal 2013-05-24. • ^ Lappe, F.M., J. Collins, and P. Rosset. 1998. "Myth 4: Food vs. Our Environment" pp. 42–57 in World Hunger, Twelve Myths, Grove Press, New York. • ^ Harvey, Fiona (18 November 2011). "Extreme weather will strike as climate change takes hold, IPCC warns". The Guardian. • ^ "Report: Blue Peace for the Nile" (PDF).

Strategic Foresight Group. Diakses tanggal 2013-08-20. • ^ "World: Pessimism about future grows in agribusiness". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-11-10. Diakses tanggal 2013-11-17. • ^ "SREX: Lessons for the agricultural sector". Climate & Development Knowledge Network. Diakses tanggal 2013-05-24. • ^ a b Brady, N.C. and R.R. Weil. 2002. "Soil Organic Matter" pp. 353–385 in Elements of the Nature and Properties of Soils. Pearson Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ.

• ^ Brady, N.C. and R.R. Weil. 2002. "Nitrogen and Sulfur Economy of Soils" pp. 386–421 in Elements of the Nature and Properties of Soils.

Pearson Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ. • ^ " World oil supplies are set to run out faster than expected, warn scientists". The Independent.

14 June 2007. • ^ Robert W. Herdt (30 May 1997). "The Future of the Green Revolution: Implications for International Grain Markets" (PDF). The Rockefeller Foundation. hlm. 2. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-10-19. Diakses tanggal 2013-04-16.

• ^ a b c Schnepf, Randy (19 November 2004). "Energy use in Agriculture: Background and Issues" (PDF). CRS Report for Congress. Congressional Research Service. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-09-27. Diakses tanggal 2013-09-26.

• ^ Rebecca White (2007). "Carbon governance from a systems perspective: an investigation of food production and consumption in the UK" (PDF).

Oxford University Center for the Environment. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-07-19. Diakses tanggal 2013-11-17. • ^ a b Martin Heller and Gregory Keoleian persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah. "Life Cycle-Based Sustainability Indicators for Assessment of the U.S.

Food System" (PDF). University of Michigan Center for Sustainable Food Systems. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2016-03-14. Diakses tanggal 2013-11-17. • ^ a b Patrick Canning, Ainsley Charles, Sonya Huang, Karen R. Polenske, and Arnold Waters (2010). "Energy Use in the U.S. Food System". USDA Economic Research Service Report No. ERR-94.

United States Department of Agriculture. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-09-18. Diakses tanggal 2013-11-17. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Wallgren, Christine; Höjer, Mattias (2009). "Eating energy—Identifying possibilities for reduced energy use in the future food supply system". Energy Policy. 37 (12): 5803–5813. doi: 10.1016/j.enpol.2009.08.046. ISSN 0301-4215. • ^ Jeremy Woods, Persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah Williams, John K.

Hughes, Mairi Black and Richard Murphy (August 2010). "Energy and the food system". Philosophical Transactions of the Royal Society. 365 (1554): 2991–3006. doi: 10.1098/rstb.2010.0172.

Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Smith, Kate; Edwards, Rob (8 March 2008). "2008: The year of global food crisis". The Herald. Glasgow. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ "The global grain bubble".

The Christian Science Monitor. 18 January 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-11-30. Diakses tanggal 2013-09-26. • ^ "The cost of food: Facts and figures". BBC News Online. 16 October 2008. Diakses tanggal 2013-09-26. • ^ Walt, Vivienne (27 February 2008). "The World's Growing Food-Price Crisis". Time. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-11-29. Diakses tanggal 2013-11-17. • ^ "World oil supplies are set to run out faster than expected, warn scientists".

The Independent. 14 June 2007. • ^ a b "Can Sustainable Agriculture Really Feed the World?". University of Minnesota. August 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-04-25. Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ "Cuban Organic Farming Experiment". Harvard School of Public Health. Diarsipkan dari persamaan keadaan alam yang dimiliki indonesia dengan malaysia adalah asli tanggal 2013-05-01. Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ Strochlic, R.; Sierra, L. (2007). "Conventional, Mixed, and "Deregistered" Organic Farmers: Entry Barriers and Reasons for Exiting Organic Production in California" (PDF).

California Institute for Rural Studies. Diakses tanggal 2013-04-15. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ P. Read (2005). "Carbon cycle management with increased photo-synthesis and long-term sinks" (PDF). Geophysical Research Abstracts. 7: 11082. • ^ Greene, Nathanael (December 2004). "How biofuels can help end America's energy dependence". Biotechnology Industry Organization. • ^ R. Pillarisetti and Kylie Radel (2004).

"Economic and Environmental Issues in International Trade and Production of Genetically Modified Foods and Crops and the WTO". 19 (2). Journal of Economic Integration: 332–352. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Conway, G.

(2000). "Genetically modified crops: risks and promise". 4(1): 2. Conservation Ecology. • ^ Srinivas (2008). "Reviewing The Methodologies For Sustainable Living". 7. The Electronic Journal of Environmental, Agricultural and Food Chemistry.

Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Monsanto failure". New Scientist. 181 (2433). London. 7 February 2004. Diakses tanggal 18 April 2008. • ^ "Agricultural Economics". University of Idaho. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-04-01.

Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ Runge, C. Ford (June 2006). "Agricultural Economics: A Brief Intellectual History" (PDF). Center for International Food and Agriculture Policy. hlm. 4. Diakses tanggal 2013-09-16. • ^ Conrad, David E. "Tenant Farming and Sharecropping". Encyclopedia of Oklahoma History and Culture. Oklahoma Historical Society. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-27. Diakses tanggal 2013-09-16. • ^ Stokstad, Marilyn (2005).

Medieval Castles. Greenwood Publishing Group. ISBN 0313325251. • ^ Sexton, R.J. (2000). "Industrialization and Consolidation in the US Food Sector: Implications for Competition and Welfare". American Journal of Agricultural Economics. 82 (5): 1087–1104. doi: 10.1111/0002-9092.00106. • ^ Novalius, Feby (8 Januari 2019). "Digitalisasi Pertanian Mampu Tingkatkan Produksi hingga Tekan Biaya Pemasaran". Okezone. Diakses tanggal 12 Oktober 2020. • ^ Peter J. Lloyd, Johanna L.

Croser, Kym Anderson (March 2009). "How Do Agricultural Policy Restrictions to Global Trade and Welfare Differ Across Commodities" (PDF). Policy Research Working Paper #4864. The World Bank. hlm. 2–3. Diakses tanggal 2013-04-16. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Kym Anderson and Ernesto Valenzuela (April 2006). "Do Global Trade Distortions Still Harm Developing Country Farmers?" (PDF).

World Bank Policy Research Working Paper 3901. World Bank. hlm. 1–2. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ Peter J. Lloyd, Johanna L. Croser, Kym Anderson (March 2009). "How Do Agricultural Policy Restrictions to Global Trade and Welfare Differ Across Commodities" (PDF).

Policy Research Working Paper #4864. The World Bank. hlm. 21. Diakses tanggal 2013-04-16. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Glenys Kinnock (24 May 2011). "America's $24bn subsidy damages developing world cotton farmers". The Guardian.

Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ "Agriculture's Bounty" (PDF). May 2013. Diakses tanggal 2013-08-19. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Agriculture. • (Indonesia) Departemen Pertanian Republik Indonesia Diarsipkan 2007-02-03 di Wayback Machine. • (Inggris) Organisasi Pangan dan Pertanian PBB • (Inggris) Departemen Pertanian AS Diarsipkan 2008-07-08 di Wayback Machine. • Halaman ini terakhir diubah pada 28 Februari 2022, pukul 01.27.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

Video Pembelajaran IPS Kelas 6 Keadaan Alam dan Sosial INdonesia Malaysia




2022 www.videocon.com