Alas dari suatu bangunan

alas dari suatu bangunan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lantai adalah bagian bawah (alas, dasar) suatu ruangan atau bangunan (terbuat dari papan, semen, ubin, dan sebagainya) atau tingkatan pada gedung bertingkat. Lantai merupakan bagian struktur bangunan berupa suatu luasan yang dibatasi dinding-dinding sebagai tempat dilakukannya aktifitas sesuai dengan fungsinya. Lantai juga memisahkan ruangan-ruangan secara vertikal pada bangunan bertingkat.

Lantai termasuk elemen struktural dan non-struktural. Lantai juga bisa dikatakan sebagai bagian dasar sebuah ruangan yang berfungsi untuk memperkuat keberadaan objek yang ada di dalamnya. Bagian ini biasanya dipakai untuk menyokong barang-barang dan mendukung kegiatan di atasnya.

Misalnya lantai digunakan untuk meletakkan lemari, meja, dan kursi serta men-support jalannya aktivas di atasnya seperti diam, berjalan, dan berlari.

Jadi keberadaan lantai benar-benar sangat penting bagi konstruksi suatu bangunan. Tanpa adanya lantai ini, maka bangunan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Fungsi dan Kegunaan Lantai mempunyai beberapa fungsi dan kegunaan yang meliputi : • Mendukung beban langsung dari barang di atasnya • Menyokong kegiatan-kegiatan yang berlangsung di atasnya • Memisahkan bangunan menjadi beberapa tingkatan secara vertikal • Mencegah air tanah masuk ke dalam bangunan • Meneruskan beban bangunan kepada balok • Mencegah suhu ekstrim keluar-masuk bangunan • Menopang dinding pemisah yang tidak menerus ke bawah • Mencegah perambatan suara • Meredam pantulan suara • Meningkatkan kekakuan bangunan Selain daripada fungsi-fungsi dan kegunaan di atas, lantai juga memiliki kegunaan di antaranya memperindah dan dan membentuk karakter ruangan.

Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan material, corak, dan warna lantai terhadap desain yang hendak diciptakan apakah modern, minimalis, tradisional, etnik, natural, retro, klasik, glamor, atau yang lainnya.

Sedangkan, informasi aneka macam material lantai yang bisa Anda gunakan untuk rumah dan karakteristiknya bisa dilihat di sini. Persyaratan Lantai yang Baik Pembuatan lantai yang bagus harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu seperti aman, strukturnya kuat, tahan lama, tahan cuaca ekstrim, mudah dibersihkan, dan dapat menyerap panas.

Berikut ini persyaratan yang harus dimiliki oleh lantai pada bangunan yaitu : • Kekuatan yang dimiliki lantai harus mampu mendukung beban yang bekerja di atasnya • Tumpuan pada balok/dinding wajib dapat alas dari suatu bangunan beban sekaligus memperkaku struktur • Lantai harus mempunyai berat yang ideal untuk meredam suara dan mencegah getaran • Lantai memiliki daya tahan dan tingkat keawetan yang cukup tinggi sehingga tidak boros • Perawatan terhadap lantai mudah dikerjakan serta tidak membutuhkan perawatan yang merepotkan • Material pembuat lantai gampang diaplikasikan dan bisa dipasang dengan cepat • Lantai memiliki porositas yang berukuran cukup untuk menjadi pertukaran suhu dan kelembaban Populer Kali Ini!

• 1 5 Tips Mengebor Dinding Tembok Beton supaya Hasilnya Rapi dan Bagus • alas dari suatu bangunan Ciri-ciri Kayu Gaharu yang Asli, Bedakan dengan Kayu Gaharu yang Palsu Ya! • 3 Cara Membuat Dinding Papan Tulis di Rumah dengan 5 Langkah Sederhana • 4 Cara Merawat Lampu Emergency agar Awet dan Tak Mudah Rusak • 5 Jenis-jenis Masalah Pada Cat Tembok dan Solusi untuk Mengatasinya • 6 5 Tips Merenovasi Rumah dengan Biaya Terbatas Tanpa Harus Berhutang • 7 Tips Pekerjaan Instalasi Pipa Air Bersih Rumah yang Baik Arafuru.com menyajikan informasi seputar desain rumah, teknik pertukangan kayu, dan konstruksi bangunan untuk Indonesia melalui Arafuru.com.

alas dari suatu bangunan

Kami hadir untuk membantu Anda mewujudkan desain rumah impian Anda serta menciptakan tempat tinggal yang nyaman bagi Anda sekeluarga. Kami yakin Anda pasti bisa! Sistem kami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS alas suatu bangunan atau ruangan. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu.

Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Gunakan tanda tanya ? untuk huruf yang tidak diketahui.

alas dari suatu bangunan

Contoh J?W?B
Sistem kami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS alas dari satu bangunan. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Gunakan tanda tanya ? untuk huruf yang tidak diketahui. Contoh J?W?B Sistem kami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS alas dari suatu bangunan. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll.

Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Alas dari suatu bangunan tanda tanya ? untuk huruf yang tidak diketahui. Contoh J?W?B
Sistem kami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS alas dari suatu bangunan g. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll.

alas dari suatu bangunan

Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Gunakan tanda tanya ? untuk huruf yang tidak diketahui. Contoh J?W?B
Biasanya gambar sketsa bangunan dibuat dengan menggunakan unsur garis, blok dan warna. Namun, di era sekarang ini, sketsa bangunan dibuat pada awal pemilihan sebuah rancangan untuk mengukur efisiensi sebuah desain.

Gambar sketsa sebuah bangunan digambarkan dengan cara kasar tanpa detail atau secara garus besarnya saja. Kemudian sketsa tesebut nantinya akan dijadikan sebagai acuan standar untuk pembuatan detail konstruksi dengan alas dari suatu bangunan bentuk pertimbangannya.

Tahapan Membuat Sketsa Bangunan Sebelum membangun sebuah bangunan, misalnya rumah sendiri, Anda perlu memperhatikan banyak hal termasuk di antaranya adalah memperhatikan unsur yang satu ini. Sketsa pada sebuah bangunan memiliki peranan yang sangat penting, hal itu dikembalikan kepada kemudahan proses pengerjaan.

Berikut ini beberapa tahapan yang bisa Anda lakukan. Ilustrasi sketsa bangunan, sumber: dekoruma.com 1. Mencari Informasi Bangunan Hal yang paling pertama yang harus Anda lakukan sebelum melalukan proses penggambaran sketsa bangunan adalah mencari tahu informasi tentang bangunan secara detail.

Bangunan dengan jenis tertentu mungkin memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan jenis bangunan yang lainnya. Jenis bangunan yang dimaksud di sini sudah termasuk juga material yang rekomended untuk bahannya. 2. Konsultasi dengan Arsitek Seorang arsitek yang baik pastinya akan membuka layanan konsultasi kepada Anda hingga proses pembangunan bangunan Anda selesai dengan sempurna.

Pada proses konsultasi inilah, Anda akan mengutarakan keinginan dan kebutuhan Anda kepada arsitek. Umumnya konsultasi berisi tentang pilihan tipe banguan yang pas, ukuran yang diinginkan pemilik yang disesuaikan dengan lahannya, kebutuhan ruang berapa banyak, model design dan tentunya kemampuan finansial Anda.

Pada praktek nyatanya, sesi konsultasi ini akan menghasilkan gambaran sketsa bangunan sebagai output dari hasil konsultasi yang terjadi. Tahapan ini juga sekaligus sebagai pertimbangan pembuatan karakter suatu bangunan yang mewakili keinginan pemiliknya. 3. Survey Lokasi dan Lahan Bisnis konstruksi membutuhkan uang modal yang tidak sedikit.

alas dari suatu bangunan

Untuk memastikan dan mendapatkan gambaran secara langsung, seperti apa bentuk bangunan yang nantinya akan berdiri, para arsitek akan melakukan survey lokasi dan lahan yang hendak dibangun bangunan di atasnya. Selanjutnya, arsitek akan merekomendasikan kepada Anda ukuran bangunan yang disesuaikan denga perhitungan ketersediaan lahan, kelandaian serta bentu tanahnya. Harapannya, bisa menghasilkan terpenuhinya ruang secara efektif pada lahan yang ada.

alas dari suatu bangunan

4. Membuat Desain Tata Ruang Selain sketsa bangunan secara umum, seorang arsitek yang Anda pilih juga bisa menuangkan ide desain tata ruang ke dalam denah atau gambar pada sketsa bangunan atau orthogonal lain.

alas dari suatu bangunan

Selain itu, arsitek juga harus bisa menyesuaikan semua aspek kebutuhan pada setiap ruang yang didesain berdasarkan standar yang ada pada umumnya maupun berdasarkan rekomendasi dan kreatifitasnya sendiri. Membuat tata letak ruang, sumber: hwb.co.id Misalnya luas ruangan, letak efektif tiap ruangan, jumlah ruang serta fasilitas apa saja yang bagus dimasukkan ke dalamnya.

Pada tata ruang didesain dengan perhitungan akurat dan matang, guna mempermudah penghuni dalam mengakses setiap ruang dengan efisien dan mudah. 5. Tambahan Unsur Estetika Indoor atau Outdoor Arsitek kemudian akan mendesain bentuk dan karakter sebuah bangunan yang Anda inginkan sesuai dengan estetika yang diinginkan.

Nilai estetikan tersebut berhubungan dengan bentuk yang dinamis dan modern yang dipengaruhi oleh kondisi aktual. Lingkungan lokasi bangunan juga harus diperhitungkan ketika mendesain supaya tercipta sebuah konstruksi yang ramah lingkungan, sesuai dan mencerminkan karakter penghuni secara baik.

Estetika yang dimaksud juga dapat berasal dari keinginan Anda sebagai penghuni. Keinginan pada umumnya bersikar pada teras, selasar, railing tangga, taman, garasi dan lain-lain. Untuk visualisasi yang lebih nyata, arsitek harus merancang properti yang diperkirakan akan menjadi kebutuhan standar sebuah bangunan. Seperti kitchen set pada dapur, mobil di garasi, tempat tidur di ruang tidur dan sejenisnya.

Pemilihan properti tersebut pada dasarnya disesuaikan dengan kebutuhan penghuni, namun juga harus Anda sesuaikan alas dari suatu bangunan kondisi bangunan, anggaran dan fleksibelitas prinsip bangunan itu sendiri. Alat yang Dibutuhkan Perlengkapan atau alat umum yang harus Anda persiapkan dalam menggambar sketsa bangunan tergantung pada jenis gambar itu sendiri.

Berikut ini beberapa perlengkapan yang umum digunakan untuk membuat sketsa bangunan antara lain sebagai berikut. 1. Kerta Gambar Millimeter Blog Ini merupakan kertas berstandar yang sangat efisiensi digunakan sebab sudah memiliki alas dari suatu bangunan tetap berskala standar yaitu 1 banding 100.

Kertas ini pada umumnya digunakan oleh arsitek ketika membuat sketsa yang akurat pada konstruksi bangunan. 2. Mistar Segitiga Satu Set Mistar ini merupakan standar yang digunakan para desainer atau arsitek dalam penggambaran. Satu setnya alas dari suatu bangunan dari dua jenis, yaitu mistar segitiga sama kaki dan mistar segitiga siku-siku. Tampilan mistar segitiga yang dibutuhkan, sumber: penuliscilik.com 3.

Pensil Gambar 2B, H dan HB Tentunya sudah tidak asing lagi oleh kita terkait jenis pensil ini. Pensil gambar ini adalah pensil standar nasional, baik digunakan untuk membuat sketsa dan bisa digunakan saat ujian sekolah. 4. Karet Penghapus Boxy Warna Hitam Penghapus jenis ini sering digunakan para arsitek atau desainer.

Saat Anda menggunakannya untuk menghapus, akan menghasilkan hasil hapusan terlihat lebih rapi dan berbekas. Penghapus jenis ini juga stabil dan tidak mudah koyak. 5. Selotip Kertas Kertas gambar millimeter blog diletakkan pada sebuah meja gambar dengan pengaturan yang baik untuk memudahkan posisi Anda saat menggambar.

Selanjutnya, kertas gambar tersebut ditempatkan pada meja atau alas gambar dengan menggunakan selotip kertas. Selotip kertas mempunyai kuat rekat yang cukup efisien pada kertas dengan jenis material meja gambarnya sehingga mempermudah para desainer aau arsitek ketika menggambar.

Terimakasih sudah menyimak artikel dari kami. Jika Anda memerlukan jasa pembuatan bangunan yang profesional di berbagai wilayah di Indonesia. Kami dari PT Adiprana Sentosa Indoinvesco siap membantu Anda. Silahkan hubungi kami untuk konsultasikan proyek Anda. 25/09/2021 / 0 Comments / by megaadmin Tags: Konstruksi, Kontraktor, Sketsa Bangunan Arsip Artikel • May 2022 • April 2022 • March 2022 • February 2022 • January 2022 • December 2021 • November 2021 • October 2021 • September 2021 • August 2021 • July 2021 • October 2020 • February 2020 • November 2019 • May 2019 • November 2017 Lihat Kategori • Bisnis Properti • Konstruksi • News • Tips Pembangunan PT Adiprana Sentosa Indovesco Office : The Kensington Connercial Blok C15, Jl.

Boulevard Raya Kelapa Gading Jakarta Utara 14240, Office : 021-24520986 Workshop Baja : Jl Raya Parung Kec Subang Jawa Barat 41211 Workshop Interior : Jl Ratna Jatibening Bekasi Kota Jawa Barat 17412 Call/WA for Prospect Project : 081210002749 Email: adipranaindovesco@gmail.comSistem kami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS alas dari suatu bangunan name=penjatahan pattern=. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll.

Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Gunakan tanda tanya ? untuk huruf yang tidak diketahui. Contoh J?W?B
Struktur bangunan pada umumnya terdiri dari struktur bawah (lower structure)dan struktur atas ( upper structure).

Struktur bawah (lower structure) yang dimaksud adalah pondasi dan struktur bangunan yang berada di bawah permukaan tanah, sedangkan yang dimaksud dengan struktur atas ( upper structure) adalah struktur bangunan yang berada di atas permukaan tanah seperti kolom, balok, plat, tangga. Setiap komponen tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda di dalam sebuah struktur. Suatu bangunan gedung beton bertulang yang berlantai banyak sangat rawan terhadap keruntuhan jika tidak direncanakan dengan baik.

Oleh karena itu, diperlukan suatu perencanaan struktur yang tepat dan teliti agar dapat memenuhi kriteria kekuatan (strenght), kenyamanan (serviceability), keselamatan (safety), dan umur rencana bangunan (durability). Beban-beban yang bekerja pada struktur seperti beban mati (dead load), beban hidup (live load), beban gempa (earthquake), dan beban angin (wind load) menjadi bahan perhitungan awal dalam perencanaan struktur untuk mendapatkan besar dan arah gaya-gaya yang bekerja pada setiap komponen struktur, kemudian dapat dilakukan analisis struktur untuk mengetahui besarnya kapasitas penampang dan tulangan yang dibutuhkan oleh masing-masing struktur (Gideon dan Takim, 1993).

Perencanaan struktur atas harus mengacu pada peraturan atau pedoman standar yang mengatur perencanaan dan pelaksanaan bangunan beton bertulang, yaitu Standar Tata Cara Penghitungan Struktur Beton nomor: SK SNI T-15-1991-03, Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983, Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia untuk Gedung tahun 1983, dan lain-lain (Istimawan, 1999). Pengertian Struktur Atas (Upper Structure) Struktur atas suatu gedung adalah seluruh bagian struktur gedung yang berada di atas muka tanah (SNI 2002).

Struktur atas ini terdiri atas kolom, pelat, balok,dinding geser dan tangga, yang masing-masing mempunyai peran yang sangat penting. Komponen-Komponen Struktur Gedung Bagian Atas • Kolom Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996).

Fungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Bila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang memastikan sebuah bangunan berdiri. Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang-barang), serta beban hembusan angin.

Kolom berfungsi sangat penting, agar bangunan tidak mudah roboh. SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral.

Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton. Keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan. Gabungan kedua material ini dalam struktur beton memungkinkan kolom atau bagian struktural lain seperti sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada bangunan.

Untuk kolom pada bangunan sederhana bentuk kolom ada dua jenis yaitu kolom utama dan kolom praktis. 2. Balok Balok juga merupakan salah satu pekerjaan beton bertulang. Balok merupakan alas dari suatu bangunan struktur yang digunakan sebagai dudukan lantai dan pengikat kolom lantai atas.Fungsinya adalah sebagai rangka penguat horizontal 3. Plat Lantai Plat lantai adalah lantai yang tidak terletak di atas tanah langsung, jadi merupakan lantai tingkat.

Plat lantai ini didukung oleh balok-balok yang bertumpu pada kolom-kolom bangunan. Ketebalan plat lantai ditentukan oleh : • Besar lendutan yang diijinkan • Lebar bentangan atau jarak antara balok-balok pendukung • Bahan konstruksi dan plat lantai Berdasarkan aksi strukturalnya, pelat dibedakan menjadi empat (Szilard, 1974) • Pelat kaku • Membran • Pelat flexibel • Pelat tebal Bahan untuk Plat lantai dapat dibuat dari : • Plat Lantai Kayu • Plat Lantai Beton • Plat Lantai Yumen ( Kayu Semen ) Sistem plat lantai • a) Sistem Pelat SatuSistem • b) Pelat Dua Arah 4.Tangga Tangga merupakan suatu komponen struktur yang terdiri dari plat, bordes dan anak tangga yang menghubungkan satu lantai dengan lantai di atasnya.

Tangga mempunyai bermacam-macam tipe, yaitu tangga dengan bentangan arah horizontal, tangga dengan bentangan ke arah memanjang, tangga terjepit sebelah (Cantilever Stairs) atau ditumpu oleh balok tengah., tangga spiral (Helical Stairs), dan tangga melayang (Free Standing Stairs). Bagian-Bagian struktur tangga : • a) Ibu Tangga • b) Anak Tangga Jenis-jenis tangga menurut strukturnya : • Tangga Plat • Tangga Balok • Tangga kantilever 5.

Dinding Geser Dinding Geser (shear wall) adalah suatu struktur balok kantilever tipis yang langsing vertikal, untuk digunakan menahan gaya lateral. Biasanya dinding geser berbentuk persegi panjang, Box core suatu tangga, elevator atau shaft lainnya. Dan biasanya diletakkan di sekeliling lift, tangga atau shaft guna menahan beban lateral tanpa mengganggu penyusunan ruang dalam bangunan.

• Atap Atap adalah bagaian paling atas dari suatu bangunan, yang melilndungi gedung dan penghuninya secara fisik maupun metafisik (mikrokosmos/makrokosmos).

alas dari suatu bangunan

Permasalahan atap tergantung pada luasnya ruang yang harus dilindungi, bentuk dan konstruksi yang dipilih, dan lapisan penutupnya. Di daerah tropis atap merupakan salah satu bagian terpenting. Struktur atap terbagi menjadi rangka atap dan penopang rangka atap. Rangka atap berfungsi menahan beban dari bahan penutup. Penopang rangka atap adalah balok kayu / baja yang disusun membentuk segitiga,disebut dengan istilah kuda-kuda.

• Kuda – kuda Kontruksi kuda-kuda adalah suatu komponen rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri dan sekaligus dapat memberikan bentuk pada atapnya. Kuda – kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap.

Umumnya kuda-kuda terbuat dari : • Kuda-kuda kayu Digunakan sebagai pendukung atap dengan bentang sekitar 12 m. • Kuda-kuda bambu Pada umumnya mampu mendukun beban atap sampai dengan 10 m. • Kuda-kuda baja Sebagai pendukung atap, dengan sistem frame work atau lengkung dapar mendukung beban atap sampai beban atap sampai dengan bentang 75 m, seperti pada hanggar pesawat, stadion olahraga, bangunan pabrik, dan lain-lain.

• Kuda-kuda dari beton bertulang Dapat digunakan pada atap dengan bentang sekitar 10 hingga 12 m. Pada dasarnya alas dari suatu bangunan kuda-kuda terdiri dari rangkaian batang yang selalu membentuk segitiga. Kuda-kuda diletakkan di atas dua tembok selaku tumpuannya. Perlu diperhatikan bahwa tembok diusahakan tidak menerima gaya horizontal maupun momen, karena tembok hanya mampu menerima beban vertikal saja. Kuda-kuda diperhitungkan mampu mendukung beban-beban atap dalam satu luasan atap tertentu.

Beban-beban yang dihitung adalah beban mati (yaitu berat penutup atap, reng, usuk, gording, kuda-kuda) dan beban hidup (angin, air hujan, orang pada saat memasang/memperbaiki atap). Struktur Bawah Bangunan Struktur bawah gedung umumnya terdapat beberapa pekerjaan, yaitu: • Pondasi (pancang, bore pile, telapak, dll) • Galian tanah • Pile cap dan sloof • Raft Fondation (jika ada) • Dinding penahan tanah / retaining wall • Waterproofing (umumnya waterproofing membrane atau integral) • Urug tanah kembali dan pemadatan tanah • Pondasi Pengertian umum untuk Pondasi adalah Struktur bagian bawah bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah, atau bagian bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah yang mempunyai fungsi memikul beban bagian bangunan lainnya di atasnya.

Pondasi harus diperhitungkan untuk dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap beratnya sendiri, beban – beban bangunan (beban isi bangunan), gaya-gaya luar seperti: tekanan angin,gempa bumi, dan alas dari suatu bangunan. Disamping itu, tidak boleh terjadi penurunan level melebihi batas yang diijinkan.Agar kegagalan fungsi pondasi dapat dihindari, maka pondasi bangunan harus diletakkan pada lapisan tanah yang cukup keras, padat, dan kuat mendukung beban bangunan tanpa menimbulkan penurunan yang berlebihan.

Pondasi merupakan bagian struktur dari bangunan yang sangat penting, karena fungsinya adalah menopang bangunan diatasnya, maka proses pembangunannya harus memenuhi persyaratan utama sebagai berikut: 1. Cukup kuat menahan muatan geser akibat muatan tegak ke bawah.

alas dari suatu bangunan

2. Dapat menyesuaikan pergerakan tanah yang tidak stabil (tanah gerak) 3. Tahan terhadap pengaruh perubahan cuaca 4. Tahan terhadap pengaruh bahan kimia Jenis-jenis struktur bawah (Pondasi) Secara umum jenis-jenis struktur bawah (pondasi) dibagi menjadi 3 bagian, yaitu pondasi dangkal, sumuran, dan pondasi dalam.

• Pondasi dangkal Yang dimaksud pondasi dangkal adalah apabila kedalaman alas pondasi (Df) dibagi lebar terkecil alas pondasi (B) kurang dari 4, (Df/B < 4). Jenis pondasi ini digunakan apabila letak tanah baik (kapasitas dukung ijin tanah > 2,0 kg/cm2) relatif dangkal (0,6-2,0 m) • Pondasi dalam Apabila lapisan atas berupa tanah lunak dan terdapat lapisan tanah yang keras yang dalam maka dibuat pondasi tiang pancang yang dimasukkan ke dalam sehinggamencapai tanah keras (Df/B >10 m), tiang-tiang tersebut disatukan oleh poer/pile cap.

Struktur bawah bangunan pondasi terdiri dari pondasi dan tanah pendukung pondasi. Pondasi berfungsi untuk mendukung seluruh beban bangunan dan meneruskan beban bangunan tersebut kedalam tanah dibawahnya. Suatu sistem pondasi harus dapat menjamin, harus mampu mendukung beban bangunan diatasnya, termasuk gaya-gaya luar seperi gaya angin, gempa, dll. Untuk itu pondasi haruslah kuat, stabil, aman, agar tidak mengalami penurunan, tidak mengalami patah, karena akan sulit untuk memperbaiki suatu sistem pondasi.

Akibat penurunan atau patahnya pondasi, maka akan terjadi : 1. Alas dari suatu bangunan pada dinding, retak-retak, miring dan lain –lain 2. Lantai pecah, retak, bergelombang 3. Penurunan atap dan bagian-bagian bangunan lain. Suatu sistem pondasi harus dihitung untuk menjamin keamanan, kestabilan bangunan diatasnya, tidak boleh terjadi penurunan sebagian atau seluruhnya melebihi batas-batas yang diijinkan.

Pembuatan pondasi dihitung berdasarkan hal-hal berikut : 1. Berat bangunan yang harus dipikul pondasi berikut beban-beban hidup, mati serta beban-beban lain dan beban- beban yang diakibatkan gaya-gaya eksternal.

2. Jenis tanah dan daya dukung tanah. 3. Bahan pondasi yang tersedia atau mudah diperoleh di tempat. 4. Alat dan tenaga kerja yang tersedia. 5. Lokasi dan lingkungan tempat pekerjaan.

alas dari suatu bangunan

6. Waktu dan biaya pekerjaan. Hal yang juga penting berkaitan dengan pondasi adalah apa yang disebut soil investigationatau penyelidikan tanah. Pondasi harus diletakkan pada lapisan tanah yang cukup keras dan padat.

Untuk mengetahui letak/kedalaman tanah keras dan besar tegangan tanah/ daya dukung tanah, maka perlu diadakan penyelidikan tanah, yaitu dengan cara : a. Pemboran (drilling) : dari lubang hasil pemboran (bore alas dari suatu bangunan, diketahui contoh-contoh lapisan tanah yang kemudian dikirim ke laboraturium mekanika tanah.

b. Percobaan penetrasi (penetration test) : yaitu dengan menggunakan alat yang disebut sondir alas dari suatu bangunan penetrometer.

Ujungnyaberupa conus yang ditekan masuk kedalam tanah, dan secara otomatis dapat dibaca hasil sondir tegangan tanah (kg/cm2). 2. GalianTanah Galian tanah untuk pondasi dan galian-galian lainnya harus dilakukan menurut ukuran dalam, lebar dan sesuai dengan peil-peil yang tercantum pada gambar. Semua bekas-bekas pondasi bangunan lama dan akar-akar pohon yang terdapat pada bagian pondasi yang akan dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang.

Bekas-bekas pipa saluran yang tidak dipakai harus disumbat. Apabila pada lokasi yang akan dijadikan bangunan terdapat pipa air, pipa gas, pipa-pipa pembuangan, kabel-kabel listrik, telepon dan sebagainya yang masih dipergunakan, maka secepatnya diberitahukan kepada Konsultan Manajemen Konstruksi atau instansai yang berwenang untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya.

Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan-kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut.

Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan, maka Kontraktor harus mengisi/ mengurangi daerah tersebut dengan bahan-bahan yang sesuai dengan syarat-syarat pengisian bahan pondasi yang sesuai dengan spesifikasi pondasi.

Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut bebas dari longsoran-longosoran tanah di kiri dan kanannya (bila perlu dilindungi oleh alat-alat penahan tanah) dan bebas dari genangan air (bila perlu dipompa), sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik sesuai dengan spesifikasi.

Pengisian kembali dengan tanah bekas galian, dilakukan selapis demi selapis, sambil disiram air secukupnya dan ditumbuk sampai padat. Pekerjaan pengisian kembali ini hanya boleh dilakukan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan Konsultan Manajemen Konstruksi, baik mengenai kedalaman, lapisan tanahnya maupun jenis tanah bekas galian tersebut. 3. Struktur Basement Konstruksi basement sering merupakan solusi yang ekonomis guna mengatasi keterbatasan lahan dalam pembangunan gedung.

Tapi sebagai struktur bawah tanah, desain maupun pelaksanaan konstruksi basement perlu dilakukan dengan memperhitungkan banyak hal. Disamping aspek teknis dari basement itu sendiri, tidak kalah pentingnya adalah aspek lingkungannya. Mutu pekerjaan pada konstruksi basement akan sangat mempengaruhi umur dari basement tersebut. Pengendalian terhadap mutu terpadu sangat diperlukan untuk mencapai produk konstruksi mutu tinggi dan dapat diandalkan.

Beberapa hal yang berkaitan dengan galian Basement yang perlu diperhatikan adalah beban dan metode galian. Beban tersebut biasanya berupa beban terbagi rata, beban titik, dan beban garis dan beban terbagi rata memanjang.

Sedangkan metode galian dimana dibagi menjadi: open cut, cantilever, angker, dan strut. Pemilihan metode galian disesuaikan dengan perencanaan bangunan dan konsdisi di lapangan. Pada metode galian basement ada beberapa factor yang perlu diperhatikan antara lain: jenis tanah, kondisi proyek, muka air tanah, besar tekanan tanah yang bekerja, waktu pelaksanaan, analisa biaya dan sebagainya.

Beberapa masalah yang timbul dalam pelaksanaan pembuatan galian basement, seperti penurunan permukaan tanah disekitar galian yang dapat menyebabkan kerusakan structural pada bangunan dekat galian, fan retaknya saluran dan sarana yang lain.

alas dari suatu bangunan

Salah satu penyebabnya adalah penurunan permukaan air tanah disekitar galian akibat pemompaan selama konstruksi. Untuk mencegah masalah yang timbul maka metode pemilihan dewatering sangan menentukan. CV. Karya Mandiri Sejahtera (KMS) Groups adalah perusahaan yang bergerak di bidang Jasa konstruksi (General Contractor and supplier), Jasa konsultansi, dan pengadaan barang. Pada bidang Jasa Konstruksi meliputi Bangunan Gedung dan Bangunan Sipil.

Pada Bidang Jasa Konsultansi meliputi Jasa Konsultansi Non Konstruksi dan Jasa Perencana Konstruksi. Pada Pengadaan Barang meliputi Interior Furniture dan Pengadaan Barang lainnya. Office : Jl.Kaliurang KM 6 Gg Pandega Sakti No.10 Candirejo,Manggung,Caturtunggal, Depok Sleman Yogyakarta. No telp kantor : 0274-885949 Fax : 0274-885949 As Flexy (Telkomsel) : +62 851 00811973 XL : 0878 38172999 WhatsApp : 0878 38172999 Email : kms_cv@yahoo.com Instagram : @kmsgroups youtube : kmsgroups official
Sistem kami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS alas dari suatu bangun.

Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Alas dari suatu bangunan, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Gunakan tanda tanya ? untuk huruf yang tidak diketahui. Contoh J?W?B

Menghitung Panjang Alas dan Tinggi Segitiga, jika diketahui Luasnya




2022 www.videocon.com