Rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat

rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat

Ya, memang tidak akan ada habisnya jika membicarakan keberagaman yang ada di negara ini. Faktanya, ibu pertiwi ini tidak hanya kaya akan budaya, tetapi kaya akan sumber daya alam dan bahasanya.

Hal itulah yang membuat Indonesia menjadi negara yang tidak pernah sepi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Berbicara mengenai budaya, tentu sebagian besar dari Anda masih belum tahu betul tentang budaya di Indonesia, khususnya rumah adat.

Oleh karenanya, Anda sangat disarankan untuk menyimak artikel ini hingga habis. Seperti yang diketahui, rumah – rumah adat di Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Hal ini dikarenakan setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas yang membedakannya dengan daerah lainnya. Rumah adat 34 Provinsi tersebut tidak hanya menjadi ikon dari suatu daerah atau provinsi saja, melainkan meyakinkan kepada penerus bangsa bahwa nenek moyang negara ini memiliki keahlian dalam bidang arsitek.

Mereka juga tidak hanya mementingkan kegunaan rumah tersebut, tetapi nilai dan makna yang terkandung juga dipertimbangkan betul. Karena rumah tradisional ini adalah bagian dari Indonesia, wajib bagi kita mengetahuinya secara eksplisit.

Mari simak pembahasannya sebagai berikut! • 34 Rumah Adat Indonesia: • 1. Rumah Adat Aceh (Nanggroe Aceh Darussalam) “Rumoh Aceh”. • 2. Rumah Adat Sumatera Utara “Bolon”. • 3. Rumah Adat Sumatera Barat “Bagonjong”. • 4. Rumah Adat Riau “Melayu Selaso”. • 5. Rumah Adat Kepulauan Riau. • 6. Rumah Adat Provinsi Jambi “Kajang Leko”.

• 7. Rumah Adat Sumatera Selatan “Limas”. • 8. Rumah Adat Bangka Belitung “Rakit”. • 9. Rumah Adat Bengkulu “Bubungan Lima”. • 10. Rumah Adat Lampung “Nuwo Sesat”.

• 11. Rumah Adat DKI Jakarta “Kebaya”. • 12. Rumah Adat Jawa Barat “Keraton Kasepuhan Cirebon”. • 13. Rumah Adat Banten “Badui”. • 14. Rumah Tradisional Jawa Tengah “Joglo”. • 15. Rumah Adat Daerah Istimewa Yogyakarta “Bangsal Kencono”. • 16. Rumah Tradisional Jawa Timur “Joglo Situbondo”.

• 17. Rumah Tradisional Bali “Gapura”. • 18. Rumah Adat NTB (Nusa Tenggara Barat) “Dalam Loka”. • 19. Rumah Asal NTT (Nusa Tenggara Timur) “Musalaki”. • 20. Rumah Khas Kalimantan Barat “Panjang”. • 21. Rumah Daerah Kalimantan Tengah “Betang”. • 22. Rumah Adat Kalimantan Selatan “Baanjung”. • 23. Rumah Adat Kalimantan Timur “Lamin”. • 24. Rumah Adat Kalimantan Utara “Baloy”. • 25. Rumah Adat Sulawesi Utara “Pewaris”. • 26. Rumah Adat Sulawesi Barat “Boyang”. • 27. Rumah Adat Sulawesi Tengah “Tambi”.

• 28. Rumah Adat Sulawesi Tenggara “Buton Malige”. • 29. Rumah Adat Sulawesi Selatan “Tongkonan” • 30. Rumah Daerah Gorontalo “Dulohupa”. • 31. Rumah Khas Adat Maluku “Baileo”. • 32. Rumah Tradisional Papua Barat “Mod Aki Aksa”. • 33. Honai. • 34. Rumah Adat Maluku Utara “Sasadu”. 34 Rumah Adat Indonesia: 1. Rumah Adat Aceh (Nanggroe Aceh Darussalam) “Rumoh Aceh”. @wikipedia Rumah tradisional dari NAD atau Nanggroe Aceh Darussalam adalah Rumah Krong Bade dengan sebutan lainnya yaitu “Rumoh Aceh”.

Salah satu ciri khas dari rumah adat Aceh adalah ada pada tangganya yang terdapat tiga tangga pada bagian depan rumah. Gunanya adalah untuk pintu masuk para tamu dan orang yang tinggal di sana. Tangga tersebut memiliki tinggi sekitaran 2.5 hingga 3 meteran dari tanah. Jumlah anak tangganya pun umumnya ganjil. Jika dilihat pada dindingnya, terdapat ukiran khas yang disesuaikan dengan tingkat ekonomi penghuninya.

Bentuk dari rumah adat Indonesia asal Aceh ini persegi panjang yang mana memanjang dari timur ke barat. Sedangkan, pada atapnya hanya menggunakan daun rumba saja. Setiap bagian memiliki fungsi sendiri-sendiri. Mulai dari tempat santai, ruang inti sampai gudang. Sekarang, rumah tradisional ini sudah sangat langka karena perkembangan zaman yang pesat. 2. Rumah Adat Sumatera Utara “Bolon”. @adat-tradisional.blogspot.com Rumah Adat Bolon merupakan rumah khas suku Batak yang mana berasal dari Sumatra Utara.

Dulunya, rumah adat Sumatera Utara merupakan tempat tinggal 13 raja yang berdomisili di Sumatra Utara. Beberapa nama raja tersebut adalah Raja Nagaraja, Raja Atian, Raja Mogam, dan lainnya. Ada beberapa jenis yang dimiliki oleh rumah tradisional Sumut ini. Beberapa jenisnya antara lain Bolon Toba, Rumah Bolon Karo, Rumah Bolon Pakpak, Rumah Bolon Angkola, Rumah Bolon Toba, dan Rumah Bolon Simalungun. Rumah adat Sumatera Utara berbentuk persegi empat dengan model panggung.

Tingginya dari tanah sekiya 1.75 meteran. Terdapat tangga di tengah badan rumah yang fungsinya untuk memudahkan masuk ke dalam rumah.

Di tiap sudut rumah terdapat tiang-tiang sebagai penopang rumah. Sedangkan atapnya tampak seperti bentuk pelana kuda. Ada beberapa ruang yang memiliki fungsi masing-masing, salah satunya adalah ruang jabu soding yang khusus untuk anak perempuan.

3. Rumah Adat Sumatera Barat “Bagonjong”. @romadecade.org Rumah khas Sumatra Barat ini memiliki sebutan lain, yakni “Rumah Bagonjong. Namun, masyarakat setempat biasa menyebutnya “Rumah Baanjung”. Jika Anda datang ke Sumbar, Anda pasti akan menemukan banyak rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat semacam ini, tetapi hanya di beberapa daerah khusus.

Rumah adat Sumatera Barat memiliki bentuk persegi panjang yang atapnya mirip seperti tanduk kerbau. Atapnya hanya terbuat dari ijuktetapi ketahanan nya tidak perlu diragukan. Umumnya, hanya ada satu tangga yang dimiliki oleh bangunan ini. Pada dindingnya, terdapat ukiran-ukiran yang menghiasi rumah tersebut. Motifnya rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat mengusung tema tumbuhan merambat, bunga, buah, hingga akar berdaun.

4. Rumah Adat Riau “Melayu Selaso”. @elizato.com Rumah tradisional khas provinsi Riau adalah Rumah Melayu Selaso. Ada hal yang menarik dari rumah Adat Riau yaitu memiliki ukiran yang menjadi ciri khasnya. Ukiran di dalam rumah mengambil dari tema alam yaitu lebah bergayut, pucuk rebung, selembayung, dan lain sebagainya.

Nama lain dari rumah daerah Riau adalah Rumah Selaso Jatuh Kembar. Fungsinya bukanlah untuk ditinggali melainkan untuk tempat musyawarah. Orang-orang sekitar biasa menyebutnya dengan sebutan Balai Salaso Jatuh. Ada beberapa ruangan yang ada di rumah asal Riau, ruangan tersebut di antaranya ruang besar yang berfungsi untuk tempat tidur.

Ada ruangan lainnya seperti ruangan anjungan, dapur, hingga ruangan bersila. Sedangkan bentuk dari rumah tradisional Riau adalah persegi panjang. Apa ciri khas rumah adat Riau? Ia memiliki bangunan yang lebih rendah daripada ruang tengahnya.

Itu mengapa, rumah ini memiliki sebutan Rumah Selaso Jatuh Kembar. 5. Rumah Adat Kepulauan Riau. elizato.com Rumah tradisional Kepulauan Riau sama dengan rumah tradisional Riau, yaitu Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar. Fungsinya sama-sama bukan untuk tempat tinggal, melainkan tempat musyawarah ataupun rapat untuk kepentingan warga.

Beberapa macam nama yang dimiliki oleh rumah ini antara lain Balairung Sari, Balai Kerapatan, Balai Pengobatan, dan lainnya. Jika Anda datang ke Kepulauan Riau, Anda akan mendapati rumah adat Kepulauan Riau hanya beberapa saja di sana. Mengapa? Karena sekarang ini kegiatan musyawarah bisa dilakukan di mana saja. Seperti halnya musyawarah di rumah penghulu dan musyawarah keagamaan di masjid. Ruangan-ruangan yang terdapat di rumah ini antara lain ruang tidur, ruang anjungan, ruang bersila, dan lainnya.

6. Rumah Adat Provinsi Jambi “Kajang Leko”. adat-tradisional.blogspot.com Orang mengenalnya dengan sebutan Rumah Panggung Jambi. Ya, rumah Panggung tidak hanya dikenal dengan sebutan itu, tetapi sebutan lain seperti Kajang Leko.

Material yang digunakan untuk membuat rumah ini adalah kayu. Ada 8 ruangan yang terdapat di rumah ini. Ruang pertama disebut dengan “jogan”. Fungsi ruangan ini adalah untuk tempat beristirahat dan tempat penyimpanan air. Ruang kedua yaitu serambi depan. Fungsinya untuk menerima tamu khusus laki-laki.

Ruang ketiga yaitu serambi dalam yang fungsi nya untuk tempat tidur anak laki-laki. Ruang selanjutnya yaitu “amben melintang” yang fungsinya untuk kamar pengantin. Ruang selanjutnya yaitu serambi belakang yang fungsinya untuk tempat tidur anak perempuan yang belum menikah. Ruang selanjutnya berfungsi untuk tempat menerima tamu perempuan. Ruang selanjutnya disebut “garang” untuk ruang dan tempat penyimpanan air juga.

Ruang terakhir yaitu dapur untuk memasak. 7. Rumah Adat Sumatera Selatan “Limas”. @kangapip Sesuai dengan namanya, rumah dari provinsi Sumatera Selatan ini memiliki bentuk limas. Ada filosofi budaya pada tingkatan bangunannya, Tingkatan itu biasa dikenal dengan “bengkilas” oleh masyarakat.

Untuk para tamu yang datang ke sana, akan diminta untuk singgah di teras atau ruangan atas. Bukan mengapa, itu memang tradisi warga setempat. Di sini, Anda tidak hanya bisa merasakan nuansa budaya setempat, tetapi juga nuansa budaya Palembang yang tampak pada ukiran dindingnya. Di rumah ini, terdapat 5 ruangan yang oleh warga setempat disebut dengan “kekijing”. Apa maksud dari lima ruangan itu? Ternyata, lima ruangan itu adalah simbol dari lima jenjang kehidupan manusia.

Jenjang yang dimaksud adalah usia, bakat, jenis, pangkat, dan martabat. Tentu, pada tiap tingkatan memiliki detail yang berbeda-beda. Seperti halnya ruangan pada tingkat pertama yang disebut “pagar tenggalung”. Tidak ada dinding pembatas. Ruangan ini menyuguhkan nuansa santai karena biasa digunakan untuk menerima tamu. Selain ruangan tersebut masih ada lainnya juga. 8. Rumah Adat Bangka Belitung “Rakit”. @eddiemontgomerysteakhouse.com Rumah khas Bangka Belitung disebut dengan Rumah Rakit Limas.

Ada tiga jenis dari rumah adat Bangka Belitung, yakni Rumah Rakit, Rumah Limas, serta Rumah Panggung. Ketiganya memiliki sentuhan adat rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat pada arsitekturnya.

Saat ini, rumah Rakit banyak dibangun di pinggir sungai Musi, yang mana ditempati oleh orang keturunan Tionghoa. Banyak yang menganggap bahwa bangunan ini sudah ada pada zaman kerajaan Sriwijaya. Cikal bakalnya dimulai dari Rumah Rakit yang ada di Sumatera Selatan.

Selanjutnya, rumah tradisional tersebut akhirnya dikenal rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat rumah khas Bangka Belitung. Rumah Rakit ini terbuat dari material bambu. Namun, bukan sembarang bambu yang digunakan. Bambu yang digunakan adalah bambu Manyan yang memiliki ukuran besar dan ketahanan nya jangan diragukan.

Sedangkan rumah Limas memiliki nilai tertentu yaitu mencerminkan status sosial pemilik rumah. Hal ini dikarenakan pemilik rumah tersebut umumnya adalah keturunan keluarga Kesultanan Palembang, saudagar kaya, atau pejabat pemerintahan Hindia Belanda. 9. Rumah Adat Bengkulu “Bubungan Lima”.

@celticstown Sama seperti rumah panggung, Rumah Bubungan Lima ini ditopang oleh tiang-tiang pada bagian penopang nya. Tidak seperti rumah tinggal pada umumnya, biasanya cenderung digunakan untuk tempat acara masyarakat Bengkulu. Ada tiga bagian pada rumah ini, yaitu bagian atas, tengah, dan bawah. Setiap bagian memiliki fungsinya masing-masing. Material utama yang digunakan untuk membangun adalah kayu. Namun, kayu yang digunakan juga bukan rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat sembarangan.

Kayu tersebut adalah Kayu Medang Kemuning yang dianggap memiliki kualitas khusus. Setiap orang yang ingin bertamu di sana, diharuskan untuk menggunakan tangga untuk memasuki rumah ini. Saat ini, rumah ini tidak hanya dijadikan sebagai aset nenek moyang, melainkan juga objek wisata budaya di Bengkulu. 10. Rumah Adat Lampung “Nuwo Sesat”. @infolpg Lampung memiliki rumah tradisional yang dinamakan dengan Nuwo Sesat. Rumah ini dibangun untuk dijadikan tempat pertemuan adat bagi penyimbang (purwatin) untuk musyawarah.

Rumah ini memiliki ciri khas pada bentuknya. Bentuk rumah daerah Lampung adalah panggung. Pada sisi bangunannya, terdapat ornamen yang dianggap khas dan berbeda. Rumah adat Indonesia asal Lampung ini umumnya berukuran sangat besar. Namun, jika Anda ke Lampung untuk menjumpai rumah ini, Anda mungkin sedikit terkejut karena kebanyakan di zaman sekarang ini ukurannya cenderung lebih kecil daripada ukuran aslinya. 11. Rumah Adat DKI Jakarta “Kebaya”.

Rumah adat Kebaya adalah rumah tradisional khas Provinsi DKI Jakarta. Rumah adat Ibukota Indonesia ini memiliki ciri khas yang membedakannya dengan rumah tradisional lainnya. Ciri khasnya ada pada atapnya. Atapnya memiliki bentuk yang menyerupai pelana yang terlipat. Jika dilihat dari sisi samping, akan tampak ada lipatan-lipatan kebaya. Untuk corak ornamen nya, ia mengusung tema corak khas suku betawi. Rumah Kebaya ini disebut sebagai bagian dari keraton Cirebon. Rumah adat Betawi masih terlihat bagus walaupun usianya sudah sangat tua.

Hal ini dikarenakan warga sekitar sangat telaten dalam merawatnya. 12. Rumah Adat Jawa Barat “Keraton Kasepuhan Cirebon”. @tribunnews Rumah adat Indonesia asal provisi Jawa Barat ini ternyata memiliki nama lain Keraton Kasepuhan Cirebon.

Rumah adat Jawa Barat berdiri pada tahun 1529 yang mana pendirinya adalah Pangeran Cakrabuana. Perlu Anda ketahui, sebenarnya, rumah tradisional ini merupakan perluasan dari keraton sebelumnya yang bernama Keraton Pakungwati. Jika Anda datang berkunjung ke tempat ini, Anda akan disambut oleh pintu gerbang utama keraton yang cukup unik.

Lalu, ketika Anda masuk ke dalam gerbang, Anda akan mendapati kreteg pangrawitan dan barulah Anda bisa menyaksikan keraton ini. Ada 2 halaman yang bisa Anda kunjungi, yaitu halaman pertama dan halaman kedua. Untuk bisa menyaksikan dan menikmati suasananya di sana, Anda hanya perlu berkeliling-keliling sesuai rute yang dipandukan.

13. Rumah Adat Banten “Badui”. elizato.com Mungkin sebagian besar dari Anda sudah pernah mendengar rumah tradisional ini. Ya, rumah Badui merupakan rumah tradisional yang berasal dari provinsi Banten yang mana penghuninya adalah suku Badui. Suku Badui adalah suatu kelompok etnis asli Banten yang berdomisili di Kabupaten Lebak, Banten. Rumah ini berbentuk Julang Ngapak, sebutan yang diberikan oleh masyarakat setempat. Umumnya, bentuknya dibuat seperti rumah panggung dengan bahan bambu.

Apa simbol dari rumah Badui ini? Rumah ini adalah simbol daripada kesederhanaan masyarakat setempat. Fungsi dibuatnya rumah ini tertentunya untuk tempat berlindung dan mendapatkan kenyamanan.

Selain sederhana, suku Badui juga terkenal rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat kekeluargaan yang kental. Hal ini dikarenakan, untuk bisa membuatnya mereka harus saling bergotong-royong bersama. Rumah ini sendiri memiliki tiga bagian utama yaitu sosoro (depan), tepas (tengah), dan imah (belakang). Masing-masing bagian memiliki fungsinya sendiri. 14. Rumah Tradisional Jawa Tengah “Joglo”.

Rumah adat dari Jawa Tengah adalah Joglo, nama ini sangat terkenal dan mungkin setiap orang mengetahuinya. Ada beberapa ruangan yang dimiliki oleh ruangan ini. Ruangan depan disebut dengan pendopo.

Ruangan ini memilki fungsi sebagai tempat menerima tamu bagi para tamu yang datang ke sana. Ciri khas dari sala satu rumah adat Indonesia ini sendiri ada pada corak ornamen nya. Corak ornamen rumah ini memiliki sentuhan kejawaan.

Pantas saja, karena sentuhan tersebut mengambil tema budaya suku Jawa yang dapat dilihat dari bagian-bagian sisi rumah ini. 15. Rumah Adat Daerah Istimewa Yogyakarta “Bangsal Kencono”. @thegorbalsla Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki rumah tradisional yang dinamakan Rumah Bangsal Kencono, Rumah Joglo. Rumah Joglo merupakan rumah adat Indonesia yang populer dengan sebutan tempat tinggal Raja. Jika dilihat dari arsitekturnya sekilas, ia memiliki bentuk hampir mirip dengan rumah Joglo.

Perbedaannya, rumah tradisional ini lebih luas, lebar, dan juga besar. Mungkin, jika Anda ke sana, Anda akan merasakan nuansa negara lain. Ya, arsitektur dari bangunan ini memang dipengaruhi oleh gaya bangunan Portugis, Belanda, dan Cina.

Namun, jika dirasakan lagi, desainnya lebih cenderung memiliki sentuhan adat Jawa. Sentuhan Jawa dapat terlihat jelas pada ukiran-ukiran pada tiang, atap, dan dinding bangunannya. Material yang digunakan untuk atap adalah genting sirap atau tanah.

rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat

Dindingnya terbuat dari kayu yang tentunya memiliki kualitas yang tinggi. Warna tiangnya umumnya hijau tua atau hitam. Tiang itu dijadikan penompang pada umpak batu yang memiliki warna keemasan. 16. Rumah Tradisional Jawa Timur “Joglo Situbondo”. Rumah adat Indonesia dari Provinsi Jawa Timur ini umumnya hanya dikenal dengan sebutan Rumah Joglo. Padahal, banya yang menyebut juga dengan nama Rumah Joglo Sitobondo.

Jadi, rumah tradisional ini berbeda dengan Rumah Joglo asal Jawa Tengah walaupun pada beberapa bagian, mereka memiliki kemiripan. Rumah adat Jawa Timur dibangun untuk dua fungsi yaitu tempat tinggal dan beberapa untuk peninggalan bersejarah. Ya, ini merupakan salah satu situs bersejarah peninggalan nenek moyang yang dulunya tinggal di Jawa Timur.

Nuansa sejarahnya terlihat jelas pada bentuk dan juga tata ruang rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat Joglo ini. Ciri khas dari rumah daerah Indonesia timur ada pada kesederhanaan ukiran dan bentuknya. Walaupun sederhana, rumah tradisional ini memiliki makna seni yang tinggi seperti rumah tradisional lainnya. Bentuknya sendiri adalah limas atau dara gepak.

Persis seperti namanya, rumah ini ditemukan di wilayah Situbondo, Jawa Timur. Salah satu daerah yang juga banyak ditemukan adalah di daerah Ponorogo. 17. Rumah Tradisional Bali “Gapura”. @rumahulin.com Sesuai dengan namanya, Rumah Gapura, rumah ini sebenarnya adalah sebuah bangunan yang dijadikan gerbang rumah-rumah tradisional Bali. Gapura itu memiliki dua buah candi yang memiliki bentuk serupa yang berfungsi untuk membatasi sisi kanan dan sisi kiri pintu masuk ke daerah pekarangan.

Keduanya saling berpisah karena tidak memiliki atap. Bentuk dari rumah tradisional ini sendiri adalah gapura atau dua buah candi yang terpisah yang menimbulkan bentuk simetri. Candi ini selalu menduduki posisi luar dari puri maupun pura.

Ya, dia adalah bangunan penyambut bagi mereka yang datang ke puri tersebut. 18. Rumah Adat NTB (Nusa Tenggara Barat) “Dalam Loka”. pewartanusantara.com Nama dari rumah Dalam Loka ini terpecah menjadi dua kata yaitu “Dalam” yang artinya “istana”, dan “Loka” yang artinya “Dunia”. Nama rumah daerah Nusa Tenggara Barat disesuaikan dengan fungsinya yaitu sebagai pusat pemerintahan dan tempat tinggal raja-raja Sumbawa pada zaman dulu.

Ukurannya cukup besar yang mana bangunannya ditopang oleh 99 tiang. 99 tiang ini memiliki filosofi sebagai lambang sifat Allah (Asmaul Husna) dalam Islam. Ada banyak ruangan yang didapati, beberapa ruangan yang ada di sana antara lain Lunyuk Agung, Lunyuk Mas, Ruang Dalam, Ruang Sidang, Kamar mandi, dan lainnya. Masing-masing ruangan memiliki fungsinya sendiri-sendiri.

Seperti pada Ruang Lunyuk Agung yang berfungsi sebagai tempat musyawarah, acara pertemuan adat, keagamaan, dan resepsi. 19. Rumah Asal NTT (Nusa Tenggara Timur) “Musalaki”. @99.co Rumah Musalaki merupakan rumah tradisional yang sering dijumpai di provinsi Nusa Tenggara Timur. Rumah Musalaki didirikan untuk dijadikan tempat tinggal bagi kepala suku di sana. Suku yang dimaksud umumnya merujuk kepada suku Ende Lio yang merupakan pemilik aslinya. Bisa dikatakan bahwa rumah ini adalah lambang dari Provinsi NTT.

Itu mengapa, selain difungsikan untuk tempat tinggal, selain itu juga difungsikan untuk kegiatan musyawarah adat, tempat ritual upacara adat, dan lain sebagainya. Rumah Adat Indonesia dari Nusa Tenggara Timur ini memiliki arsitektur yang dibedakan menjadi bagian atas dan bawah. Pada bagian atas terdapat Struktur Wisu dan Atap. Sedangkan, pada bagian bawah terdapat struktur Pondasi Kuwu Lewa dan Maga. Masing-masing struktur memiliki detail yang berbeda-beda.

Seperti pada struktur Maga yang terbuat dari bilah papan yang tersusun sejajar dengan sistemnya yang satu arah. 20. Rumah Khas Kalimantan Barat “Panjang”. @inibagus.com Ukuran Rumah asli Kalimantan yang cukup besar yang mana terdiri dari bangunan atas dan bawah. Anda akan merasa kagum ketika datang ke Kalimantan Barat untuk melihat bangunan ini. Ya, desainnya sangatlah keren, Nuansa modern dan tradisional seakan menyatu pada rumah ini sehingga tidak dapat didiskripsikan dengan kata-kata.

Ciri khas dari rumah Panjang sendiri ada pada curak dan arsitekturnya. Pembangunnya mengambil tema budaya Suku Dayak untuk sentuhan desain nya. Sentuhan itu dapat Anda ketahui dari bagian-bagian sisi bangunan dari rumah ini. 21. Rumah Daerah Kalimantan Tengah “Betang”. @situsbudaya.id Rumah khas Provinsi Kalimantan Tengah ini dihuni oleh masyarakat suku Dayak.

Pusatnya berada di daerah hulu sungai sehingga jika Anda ingin mengetahui perkampungannya secara langsung, Anda bisa datang ke tempat ini.

Bentuknya adalah panggung dan memanjang. Panjang bangunannya berkisar antara 30 hingga 150 meter. Sedangkan, untuk lebarnya bisa mencapai 3 hingga 5 meteran. Setiap rumah Betang umumnya dihuni oleh 100 hingga 150 jiwa. Cukup banyak, ya? Ya, itu mengapa rumah ini juga disebut sebagai rumah suku karena terdapat sekian jiwa bersama pemimpinnya yang menghuni tempat ini. Dalam pembangunannya, para suku Dayak biasanya memiliki beberapa persyaratan khusus. Persyaratan pertama, hulu harus searah dengan matahari terbit, sedangkan hilirnya mengarah ke matahari terbenam.

Ini adalah sebuah simbol yang menggambarkan kerja keras mereka dalam mempertahankan hidup. Beberapa nilai budaya yang ada pada rumah ini terdiri dari makna kehidupan, pekerjaan, amal perbuatan, dan lainnya. 22. Rumah Adat Kalimantan Selatan “Baanjung”. @arsitag.com Perlu Anda ketahui, rumah tradisional ini adalah salah satu jenis dari Rumah Baanjung khas suku Banjar. Rumah tradisional Kalimantan Selatan sangat populer di sana, sehingga orang menyebutnya sebagai ikon dari Rumah Banjar.

Modelnya hampir mirip dengan Rumah Bapang, Rumah Tradisional Betawi. Namun bedanya, rumah Bunbungan dibuat dengan gaya panggung yang memiliki anjung pada kanan dan kiri bangunannya.

Ada beberapa ciri dari rumah ini. Pertama, atap berbentuk sindang langit tanpa disertai plafon. Keuda, tangganya naik dan berjumlah ganjil. Terakhir, pada pamedangan nya terdapat lapangan yang mengelilingi dengan Kandang Rasi berukir. 23. Rumah Adat Kalimantan Timur “Lamin”.

@silontong.com Rumah Lamin asli Kalimantan Timur ini dianggap sebagai identitas dari masyarakat suku Dayak yang tinggal di Kalimantan Timur. Panjang bangunannya mencapai 300 meteran, lebar 15 meteran, dan tinggi 3 meteran. Selain sebutan Rumah Lamin, biasanya orang-orang sekitar menyebutnya dengan rumah panggung panjang.

Ukuran bangunannya cukup besar sehingga mampu menampung 12 hingga 30 keluarga yang jika dijumlahkan bisa mencapai 100 jiwa. Rumah adat Indonesia asal Kaltim ini memiliki ciri khas yang mudah sehingga dapat dengan langsung dikenali oleh orang. Ada banyak ukiran dan gambar-gambar yang masing-masing memiliki makna bagi masyarakat suku Dayak di Kalimantan.

Mereka beranggapan bahwa ukiran dan gambar tersebut berfungsi untuk menjaga keluarga mereka dari marabahaya. Sedangkan, warna khasnya adalah kuning dan hitam serta warna lainnya yang juga memiliki makna.

Seperti pada kuning yang bermakna kewibawaan. 24. Rumah Adat Kalimantan Utara “Baloy”. @id.wikipedia.org Rumah khas Kalimantan Utara disebut dengan Rumah Baloy. Rumah ini memiliki desain yang unik dan terinspirasi dari rumah tradisional suku tidung yang ada di sana. Jadi, jika Anda bandingkan, mungkin keduanya hampir memiliki kesamaan. Ciri khas dari salah satu Rumah dearah khas Indonesia ini sendiri ada pada arsitekturnya. Arsitektur rumah tradisional ini dianggap lebih bagus dan indah dibandingkan dengan rumah tradisional lain yang ada di Kalimantan.

Itu mengapa, rumah ini sudah dikatakan salah satu aset sejarah yang wajib dikunjungi ketika wisatawan datang ke Kalimantan Utara. 25. Rumah Adat Sulawesi Utara “Pewaris”. @nyero.id Rumah khas Sulawesi Selatan disebut dengan Rumah Pewaris. Perlu Anda ketahui, rumah ini adalah rumah yang dibangun oleh suku asli yang berdomisili di Sulawesi Utara. Nama suku itu adalah Suku Minahasa. Rumah adat Indonesia dari Sulsel mempunyai ciri khas pada rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat.

Bentuknya dibuat dengan gaya panggung yang mana terdapat dua tangga pada bagian depan rumah. Material yang digunakan untuk membuat rumah ini adalah kayu. Tentu, kayu yang digunakan memiliki kualitas yang bagus dan tahan lama.

Atapnya berbentuk limas yang menjulang ke atas dengan pada bagian atas depan terdapat ukiran yang unik. 26. Rumah Adat Sulawesi Barat “Boyang”. @pewartanusantara.com Rumah tradisional khas Sulawesi Barat dinamakan Rumah Boyang.

Rumah ini terbilang unik jika dilihat dari luar. Beberapa orang menyebutnya dengan sebutan Rumah Mandar. Ya, hal ini dikarenakan penghuni asli dari rumah ini suku Mandar yang disebut-sebut sebagai suku etnis asli Sulawesi Barat.

Pada sisi depan maupun belakang, terdapat tangga yang memiliki jumlah ganjil pada anak tangganya. Dindingnya terbuat dari papan yang dihiasi ukiran dan motif yang menjadikannya sebagai ciri khas dari suku Mandar.

Sedangkan, atapnya terbuat dari daun rumbia yang ditambahkan ornament tertentu. Bentuk atapnya prima dan memanjang. Fungsi dari rumah ini adalah untuk tempat tinggal suku Mandar.

Rumah ini memiliki beberapa ruangan khusus. Beberapa ruangan itu di antaranya Ruang Samboyang, Tangnga Boyang, Bu’i Boyang, Paceko, Tapang, Lego-lego, Naong Boyang, dan lainnya. Masing-masing ruangan memiliki fungsi sendiri seperti ruang Samboyang untuk menerima tamu. 27. Rumah Adat Sulawesi Tengah “Tambi”. @desainrumahkayujepang.blogspot.com Rumah tradisional khas Sulawesi Tengah dinamakan Rumah Tambi.

Rumah ini adalah rumah yang khusus dihuni oleh suku Lore dan suku Kali yang merupakan mayoritas masyarakat di sana. Rumah ini juga disebut sebagai rumah untuk kepala adat.

Namun, penduduk biasa pun juga tinggal di rumah ini. Perbedaan dari keduanya adalah rumah khusus kepala adat memiliki anak tangga yang ganjil, sedangkan untuk penduduk biasa berjumlah genap. Bentuknya adalah panggung, yang mana atap rumahnya difungsikan sebagai atap sekaligus dinding. Pondasi rumah ini adalah batu alam, sedangkan tangganya terbuat dari bambu dan daun rumba.

Perlu Anda ketahui, bentuk dari rumah ini memiliki makna sendiri. Bentuk segitiga yang ada merupakan simbol yang melambangkan dua relasi antara horizontal dan vertikal. Garis horizontal memiliki makna relasi antar manusia. Sedangkan, vertikal bermakna hubungan antara rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat dan Sang Pencipta. 28. Rumah Adat Sulawesi Tenggara “Buton Malige”. @greatbuton.blogspot.com Rumah daerah Buton Malige adalah rumah yang berasal dari Sulawesi Tenggara.

Rumah ini memiliki bentuk yang unik. Anak tangganya ditutup oleh atap yang mana tidak biasa. Ciri khasnya yaitu karakteristik dari arsitekturnya. Arsitekturnya memang dibuat seunik mungkin agar mudah dikenal oleh masyarakat lainnya. Ada empat lantai yang ada pada rumah ini yang mana nya memiliki kerumitan dalam pembuatannya. Empat lantai itu dibuat dengan menggunakan teknik kontruksi kayu yang dikait tanpa menggunakan pasak dan paku. Sangat unik, bukan? 29. Rumah Adat Sulawesi Selatan “Tongkonan” @wikipedia Rumah tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan disebut dengan Rumah Tongkonan.

Rumah ini memiliki desain dan arsitektur unik. Tentu, bagi Anda yang datang kesana akan merasa takjub. Karakteristik rumah ini ada pada atapnya yang dibuat berbeda dengan rumah tradisional daerah lainnya. Bentuk atapnya sangat unik. Bagaimana tidak? Atap rumah ini berbentuk seperti perahu. Tentu dalam pembuatannya, dibutuhkan teknik yang khusus dan teliti.

Rumah ini terbuat dari material kayu seperti kebanyakan rumah tradisional lainnya. Pada bagian depan, terdapat hiasan tanduk kerbau sebagai ciri khasnya juga. 30. Rumah Daerah Gorontalo “Dulohupa”. @kemdikbud.go.id Rumah tradisional khas Provinsi Gorontalo dinamakan Rumah Dolohupa.

Jika dilihat sekilas, rumah ini seakan perpaduan antara gaya modern dan klasik. Gayanya adalah panggung dengan dua tangga di sisi kanan dan kiri pada bagian depan. Rumah ini terbuat dari kayu yang berkualitas dan tahan. Ciri khasnya terdapat pada atap yang memiliki estetika yang tinggi. Bentuknya simple tetapi tampak elegan. Rumah ini berdiri kokoh dengan sokongan tiang-tiang yang juga ditata rapi untuk menimbulkan estetika khas.

31. Rumah Khas Adat Maluku “Baileo”. @wikipedia Rumah Baileo adalah rumah adat Indonesia yang berasal dari provinsi Maluku. Perlu Anda ketahui bah rumah Baileo memiliki simbol tertentu.

Simbol tersebut melambangkan sebuah kemajemukan agama di daerah Maluku. Bentuknya juga unik, dibuat panggung dengan atap yang hampir memenuhi bagian bawah. Atapnya terbuat dari daun rumbai dan bambu yang ditata rapi. Rumah Adat Maluku memiliki ukuran yang cukup besar karena fungsinya bukan sebagai tempat tinggal, tetapi untuk musyawarah atau acara.

Walaupun tempat ini untuk acara tertentu, ternyata ia memiliki ruangan khusus untuk penyimpanan benda pusaka suci. Itulah yang juga membuatnya unik. 32. Rumah Tradisional Papua Barat “Mod Aki Aksa”. @adat-tradisional.blogspot.com Rumah tradisional khas Papua Barat bernama Rumah Mod Aki Aksa.

Suku yang bertempat tinggal di rumah ini adalah Suku Arfak, lokasinya berada di daerah manokwari. Keunikannnya adalah rumah Mod Aki Aksa ini mempunyai seribu penyangga dan berbentuk panggung. Sehingga banyak orang yang juga menyebutnya dengan rumah kaki seribu. Bahannya dari pohon pohon yang berada di alam sekitar, desainnya cocok untuk lingkungan Papua yang dataran tinggi dan mempunyai temperatur rendah.

33. Honai. @wikipedia Rumah adat Indonesia terakhir adalah Rumah Honai yang berasal dari Provinsi Papua. Ya, seperti halnya Papua Barat, Papua juga memiliki rumah yang bernama Rumah Honai. Rumah ini disebut-sebut sebagai peninggalan nenek moyang yang sudah langka.

Pada kenyataannya, banyak rumah ini yang sudah tidak terawat lagi. Padahal rumah ini dibuat pasti dengan tujuan khusus dari pendirinya. Walaupun tampaknya simple, rumah ini sangatlah unik. Terlihat walaupun hanya menggunakan daun rumbai dan kayu saja, ada estetika tersendiri. Itu mengapa, kita sebagai generasi penerus bangsa, seyogianya menjaga kelestariannya dan merawatnya agar tetap bisa dikenal oleh anak cucu.

34. Rumah Adat Maluku Utara “Sasadu”. @senibudayaku.com Untuk rumah daerah Maluku Utara adalah Sasadu, tipenya rumah panggung dengan keunikan jumlah rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat yang ada sebanyak 6 pintu dengan fungsi yang berbeda beda.

2 pintu digunakan khusus untuk kaum laki laki, kemudian 2 pintu selanjutnya khusus untuk kaum perempuan dan sisa 2 pintu digunakan untuk kedatangan para tamu. Jika dilihat dari jumlah pintu, maka rumah Sasadu ini merupakan rumah adat Indonesia yang mempunyai pintu terbanyak dibandingkan dengan provinsi lain yang ada di Indonesia. Demikian adalah pembahasan mengenai rumah adat 34 provinsi di Indonesia. Dari ulasan di atas, kita mengetahui bahwa rumah tradisional di Indonesia sangatlah beragam.

Itu mengapa, kita sebagai generasi mudah seharusnya bangga dengan kebudayaan nusantara ini. Jika bukan kita yang melestarikan budaya Indonesia, siapa lagi? Apakah kita membiarkan kebudayaan itu punah? Tidak, bukan? Categories Pengetahuan Umum Post navigation Rumah Adat – ditujukan buat tugas sekolah untuk mencari rumah adat tradisional, perlu diketahui provinsi di Indonesia hanya ada 34 bukan 35, dengan ada nya posting ini diharapakan bagi para generasi penerus dapat mengenal Indonesia lebih jauh dan lebih cinta lagi kepada Indonesia.Menurut zaman terdahulu nenek moyang kita kata rumah berasal dari bahasa jawa yaitu griya atau giri yang bermakna gunung.

Rumah adalah bangunan keselurahan yang dapat dijadikan tempat kediaman keluarga, tempat bermusyawarah, tempat beradat berketurunan, tempat berlindung bagi siapa saja rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat memerlukan. Di indonesia sangatlah banyak rumah-rumah yang didalamnya mempunyai artian tersendiri menurut beragam daerahnnya tersendiri, dengan kata lain rumah adat yang merupakan bangunan rumah yang mencirikan atau mempunyai kekhasan bangunan suatu daerah di indonesia dan melambangkan kebudayaan dan ciri khas masyarakat setempat.

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman dan kekayaan budaya, beraneka ragam bahasa dan suku dari sabang sampai dengan merauke, sehingga indonesia memiliki banyak koleksi rumah-rumah adat yang indah dengan hiasan-hiasan ukiran pada jaman dahulu. Daftar Isi • 34 PROVINSI RUMAH TRADISIONAL INDONESIA • 1.

Provinsi Nanggro Aceh Darussalam Rumah Adat Krong Bade • 2. Provinsi Sumatera UtaraRumah Adat Bolon • 3. Provinsi Sumatera Barat Rumah Adat Gadang • 4. Provinsi Riau Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar • 5. Provinsi Kepulauan Riau Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar • 6. Provinsi Jambi Rumah Adat Panjang • 7.

Provinsi Sumatera Selatan Rumah Adat Limas • 8.Provinsi Bangka Belitung Rumah Adat Rakit dan Limas • 9. Provinsi Bengkulu Rumah Bubungan Lima • 10. Provinsi Lampung Rumah Adat Nowou Sesat • 11. Provinsi DKI Jakarta Rumah Adat Kebaya • 12. Provinsi Jawa Barat Rumah Adat Kasepuhan Cirebon • 13.

Provinsi Banten Rumah Adat Baduy • 14. Provinsi Jawa Tengah Rumah Adat Joglo • 15. Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta Rumah Adat Bangsal Kencono dan Joglo. • 16. Provinsi Jawa Timur Rumah Adat Joglo Situbondo • 17.

Provinsi Bali Rumah Tradisional Gapura Candi Bentar • 18. Provinsi Nusa Tenggara Barat Rumah Tradisional Dalam Loka Samawa • 19. Provinsi Nusa Tenggara Timur Rumah Tradisional Musalaki • 20. Provinsi Kalimantan Barat Rumah Tradisional Istana Kesultanan Kadriah Pontianak • 21. Provinsi Kalimantan Tengah Rumah Tradisional Betang • 22. Provinsi Kalimantan Selatan Rumah Tradisional Banjar Bubungan Tinggi • 23. Provinsi Kalimantan Timur Rumah Tradisional Lamin • 24. Provinsi Sulawesi Utara Rumah Tradisional Pewaris • 25.

Provinsi Sulawesi Barat Rumah Tradisional Tongkonan • 26. Provinsi Sulawesi Tengah Rumah Tradisional Tambi • 27. Provinsi Sulawesi Tenggara Rumah Tradisional Istana Buton / Rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat • 28. Provinsi Sulawesi Selatan Rumah Tradisional Tongkonan • 29.

Provinsi Gorontalo Rumah Tradisional Dulohupa dan Rumah Pewaris • 30. Provinsi Maluku Rumah Tradisional Baileo • 31. Provinsi Maluku Utara Rumah Tradisional Baileo • 32. Provinsi Papua Barat Rumah Tradisional Honai • 33. Provinsi Papua Rumah Tradisional Honai • 34. Kalimantan Utara Rumah Tradisional Baloy 34 PROVINSI RUMAH TRADISIONAL INDONESIA Provinsi Nanggro Aceh Darussalam Rumah Adat Krong Bade Rumah Krong Bade adalah rumah adat dari Nanggroe Aceh Darussalam.Rumah Krong Bade juga biasa dikenal dengan nama rumoh Aceh.Rumah ini mempunyai tangga depan yang digunakan bagi tamu atau orang yang tinggal untuk masuk di dalam rumah.Rumah Krong Bade adalah satu budaya Indonesia yang hampir punah.Rumah Krong Bade saat ini sudah jarang dipakai karena hampir sebagian banyak masyarakat aceh memilih untuk tinggal di rumah modern.Hal ini dikarenakan harga pembangunan rumah modern jauh lebih murah dibandingkan dengan Rumah Krong Bade.Selain biaya pembangunan, biaya perawatan Rumah Krong Bade juga memakan biaya yang tidak sedikit 2.

Provinsi Sumatera UtaraRumah Adat Bolon Provinsi Sumatera Utara Rumah Adat Bolon Rumah Bolon adalah rumah adat dari suku Batak yang ada di Indonesia. Rumah Bolon berasal dari daerah Sumatera Utara.Rumah Bolon adalah simbol dari identitas masyarakat Batak yang tinggal di Sumatera Utara. Pada zaman dahulu kala, rumah Bolon adalah tempat tinggal dari 13 raja yang tinggal di Sumatera Utara. 13 Raja tersebut adalah Raja Ranjinman, Raja Nagaraja, Raja Batiran, Raja Bakkaraja, Raja Baringin, Raja Bonabatu, Raja Rajaulan, Raja Atian, Raja Hormabulan, Raja Raondop, Raja Rahalim, Raja Karel Tanjung, dan Raja Mogam.Ada beberapa jenis rumah Bolon dalam masyarakat Batak yaitu rumah Bolon Toba, rumah Bolon Simalungun, rumah Bolon Karo, rumah Bolon Mandailing, rumah Bolon Pakpak, rumah Bolon Angkola.

Setiap rumah mempunyai ciri khasnya masing-masing. Sayangnya, rumah Bolon saat ini jumlah tidak terlalu banyak sehingga beberapa jenis rumah Bolon bahkan sulit ditemukan.Saat ini, rumah bolon adalah salah satu objek wisata di Sumatera Utara. Rumah Bolon adalah salah satu budaya Indonesia yang harus dilestarikan. 3. Provinsi Sumatera Barat Rumah Adat Gadang Provinsi Sumatera Barat Rumah Adat Gadang Rumah Gadang atau Rumah Godang adalah nama untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah tradisional dan banyak di jumpai di provinsi Sumatera Barat, Indonesia.

Rumah ini juga disebut dengan nama lain oleh masyarakat setempat dengan nama Rumah Bagonjong atau ada juga yang menyebut dengan nama Rumah Baanjuang.Rumah dengan model ini juga banyak dijumpai di Negeri Sembilan, Malaysia. Namun tidak semua kawasan di Minangkabau (darek) yang boleh didirikan rumah adat ini, hanya pada kawasan yang sudah memiliki status sebagai nagari saja Rumah Gadang ini rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat didirikan.

Begitu juga pada kawasan yang disebut dengan rantau, rumah adat ini juga dahulunya tidak ada yang didirikan oleh para perantau Minangkabau. 4. Provinsi Riau Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar Provinsi Riau Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar Rumah tradisional masyarakat Riau pada umumnya adalah rumah panggung yang berdiri diatas tiang dengan bentuk bangunan persegi panjang.

Dari beberapa bentuk rumah ini hampir serupa, baik tangga, pintu, dinding, susunan ruangannya sama, dan memiliki ukiran melayu seperti selembayung, lebah bergayut, pucuk rebung dll. Selaso jatuh kembar sendiri bermakna rumah yang memiliki dua selasar (selaso, salaso) yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah.

5.

rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat

Provinsi Kepulauan Riau Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar Rumah Selaso Jatuh Kembar merupakan bangunan seperti rumah adat tapi fungsinya bukan untuk tempat tinggal melainkan untuk musyawarah atau rapat secara adat. Rumah Selaso Jatuh Kembar sering disebut juga dengan nama Balai salaso jatuh oleh warga melayu Riau.

Sesuai dengan fungsinya bangunan ini mempunyai macam-macam nama antara lain Balairung Sari, Balai Pengobatan, Balai Kerapatan dan lain-lain. Bangunan adat ini hanya tinggal beberapa rumah saja karena didesa-desa sekarang bila ingin melakukan musyawarah dilakukan di rumah Penghulu, sedangkan yang menyangkut keagamaan dilakukan di masjid. Provinsi Jambi Rumah Adat Panjang Rumah Panjang adalah salah satu rumah adat dari daerah Kalimantan Barat.Rumah Panjang adalah ciri khas dari masyarakat Dayak yang tinggal di daerah Kalimantan Barat.

Hal ini dikarenakan rumah panjang adalah gambaran sosial kehidupan masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. Rumah panjang juga merupakan pusat kehidupan dari masyarakat Dayak.

Saat ini, rumah panjang di Kalimantan Barat dapat dikatakan hampir punah karena jumlahnya yang sedikit.Pada tahun 1960, pemerintah menghancurkan beberapa rumah panjang karena dicurigai menganut paham komunis.[Rumah panjang di daerah Kalimantan Barat identik dengan rumah panjang yang ada di Kalimantan Tengah.Hal ini dikarenakan letak geografi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang sangat berdekatan.

rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat

Keduanya sama-sama dikenal dengan nama Rumah Betang. 7. Provinsi Sumatera Selatan Rumah Adat Limas Provinsi Sumatera Selatan Rumah Adat Limas Rumah Limas merupakan prototipe rumah tradisional Sumatra Selatan. Selain ditandai dengan atapnya yang berbentuk limas, rumah tradisional ini memiliki lantai bertingkat-tingkat yang disebut Bengkilas dan hanya dipergunakan untuk kepentingan keluarga seperti hajatan.

Para tamu biasanya diterima diteras atau lantai kedua. 8.Provinsi Bangka Belitung Rumah Adat Rakit dan Limas Provinsi Bangka Belitung Rumah Adat Rakit dan Limas Asal usul rumah rakit, konon rumah-rumah rakit yang dibangun di pinggir-pinggir Sungai Musi ini dulunya dihuni oleh warga keturunan Tionghoa.

Disebut sebagai rumah rakit, karena bentuk dan rupanya memang seperti rakit yang lengkap. Dibangun diatas sungai karena dahulu sungai dianggap sebagai sumber makanan mata pencaharian dan sumber air.Fungsinya rumah rakit tidak hanya untuk membawa orang yang ada di atasnya ke suatu tempat (sebagai alat transportasi) tapi juga digunakan sebagai rumah tinggal terapung.

9. Provinsi Bengkulu Rumah Bubungan Lima Provinsi Bengkulu Rumah Bubungan Lima Rumah Bubungan Lima adalah rumah adat dari provinsi Bengkulu. Rumah ini memiliki model seperti rumah panggung yang ditopang oleh beberapa tiang penopang.Rumah ini bukanlah rumah tinggal seperti pada umumnya.Rumah ini biasanya dipakai untuk acara adat masyarakat Bengkulu. Rumah ini terbagi atas tiga bagian yaitu rumah bagian atas, rumah bagian tengah, dan rumah bagian bawah.Rumah Bubungan Lima memiliki materi dasar yaitu kayu.Kayu yang dipilih pun bukan kayu sembarangan melainkan kayu yang kuat dan tahan lama.Kayu yang biasanya digunakan untuk membangun Rumah Bubungan Lima adalah Kayu Medang Kemuning.Rumah Bubungan Lima dibangun tinggi agar menghindari pemilik rumah beserta keluarga dari serangan binatang liar dan juga dari bencana alam seperti banjir.Karena tinggi Rumah Bubungan Lima ini, maka orang-orang yang hendak masuk ke dalam rumah pun harus menggunakan tangga.Tangga yang digunakan untuk masuk ke dalam rumah umumnya mempunyai jumlah anak tangga yang ganjil sesuai dengan kepercaaan masyarakat Bengkulu.

Rumah Bubungan Lima ini merupakan salah satu Budaya Indonesia yang menjadi objek wisata. 10. Provinsi Lampung Rumah Adat Nowou Sesat Provinsi Lampung Rumah Adat Nowou Sesat Rumah tradisional adat Lampung ini termaksud kategori rumah panggung.

Atapnya terbuat dari anyaman ilalang dan sebagian besar bahnnya terbuat dari kayu. Bentuk rumah panggun ini untuk menghindari serangan hewan dan lebih kokoh bila terjadi gempa bumi, karena masyarakat lampung telah mengenal gempa dari zaman dahulu dan lampung terletak di pertemuan lempeng Asia dan Australia.Terdapat ornamen yang khas pada bagian sisi bangunan tertentu rumah sessat ini.

Umumnya bentuk rumah sessat berbentuk rumah besar. Namun saat ini bentuknya tidak terlalu besar. Di perkampungan penduduk asli Lampung sebagian besar rumah adat ini dibangun tidak bertiang dan berlantai di tanah dengan fungsi yang tetap sama.

11. Provinsi DKI Jakarta Rumah Adat Kebaya Provinsi DKI Jakarta Rumah Adat Kebaya Rumah kebaya merupakan sebuah nama rumah adat suku Betawi Disebut dengan rumah kebaya dikarenakan bentuk atapnya yang menyerupai pelana yang dilipat dan apabila dilihat dari samping maka lipatan-lipatan tersebut terlihat seperti lipatan kebaya. 12. Provinsi Jawa Barat Rumah Adat Kasepuhan Cirebon Provinsi Jawa Barat Rumah Adat Kasepuhan Cirebon Rumah Kasepuhan Cirebon Keraton Kasepuhan didirikan sekitar tahun 1529 oleh Pangeran Cakrabuana, putra Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran.

Keraton ini merupakan perluasan dari Keraton Pakungwati, yang merupakan keraton yang telah ada sebelumnya. Walaupun telah berusia tua, kompleks bangunan tradisional ini masih terawat dengan baik. 13. Provinsi Banten Rumah Adat Baduy Provinsi Banten Rumah Adat Baduy Secara umum rumah adat Baduy merupakan rumah panggung yang hampir secara keseluruhan rumah menggunakan bahan bambu.

Rumah adat baduy ini sendiri terkenal dengan kesederhanaan, dan dibangun berdasarkan naluri manusia yang ingin mendapatkan perlindungan dan kenyamanan. 14. Provinsi Jawa Tengah Rumah Adat Joglo Provinsi Jawa Tengah Rumah Adat Joglo Joglo adalah rumah adat masyarakat Jawa. Bagian-bagian joglo yaitu : • pendapa. • pringgitan. • dalem. • sentong. • gandok tengen. • gandok kiwo. Bagian pendapa adalah bagian paling depan Joglo yang mempunyai ruangan luas tanpa sekat-sekat, biasanya digunakan sebagai tempat pertemuan untuk acara besar bagi penghuninya.

Seperti acara pagelaran wayang kulit, tari, gamelan dan yang lain. Pada waktu rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat acara syukuran biasanya sebagai tempat tamu besar.

Pendopo biasanya terdapat soko guru, soko pengerek, dan tumpang sari. Bagian Pringgitan adalah bagian penghubung antara pendopo dan rumah dalem.

Bagian ini dengan pendopo biasanya di batasi dengan seketsel dan dengan dalem dibatasi dengan gebyok. Fungsi bagian pringgitan biasanya sebagai ruang tamu. Bagian Dalem adalah bagian tempat bersantai keluarga. Bagian ruangan yang bersifat lebih privasi. 15. Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta Rumah Adat Bangsal Kencono dan Joglo.

Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta Rumah Adat Bangsal Kencono dan Joglo. Bangsal Kencono adalah rumah yang berbentuk padepokan. Rumah ini memiliki halaman yang luasnya 14000m2. Di halaman tersebut banyak terdapat sangkar burung dan tanaman yang menghiasi. Saat ana memasuki bangsal Kencono, anda akan menemukan dua buat patung yang terkenal dengan sebutan bupolo.

Patung tersebut menggenggam sebuah pemukul atau biasa disebut gada. Menurut Sumber Sejarah, Bangsal Kencono dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1756M.

Dibangunnya padepokan ini dulu ditujukan untuk acara keagamaan atau kesultanan. Tempat ini juga digunakan dalam “Jumenengan” yaitu acara naik tahta seorang sultan. 16. Provinsi Jawa Timur Rumah Adat Joglo Situbondo Provinsi Jawa Timur Rumah Adat Joglo Situbondo Rumah adat joglo adalah salah satu rumah adat yang dimiliki oleh daerah Jawa Timur.

Rumah adat joglo di Jawa Timur banyak ditemukan di daerah Ponorogo. Kebanyakan rumah joglo yang terdapat di Ponorogo adah rumah adat joglo yang memiliki dua ruangan yaitu : Baca : Pengertian Sejarah Cara Kerja Penemu Mesin Fax Ruang depan (pendopo) yang difungsikana sebagai : • tempat menerima tamu • balai pertemuan (karena awalnya hanya dimiliki oleh bangsawan dan kepala desa) • tempat untuk mengadakan upacara – upacara adat Ruang belakang yang terdiri dari : • kamar – kamar • dapur (pawon) 17.

Provinsi Bali Rumah Tradisional Gapura Candi Rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat Provinsi Bali Rumah Tradisional Gapura Candi Bentar Candi bentar adalah sebutan bagi bangunan gapura berbentuk dua bangunan serupa dan sebangun tetapi merupakan simetri cermin yang membatasi sisi kiri dan kanan pintu masuk. Candi bentar tidak memiliki atap penghubung di bagian atas, sehingga kedua sisinya terpisah sempurna, dan hanya terhubung di bagian bawah oleh anak tangga.

18. Provinsi Nusa Tenggara Barat Rumah Tradisional Dalam Loka Samawa Provinsi Nusa Tenggara Barat Rumah Tradisional Dalam Loka Samawa Rumah istana Sumbawa atau Dalam Loka adalah rumah adat atau istana yang didirikan dan dikembangkan oleh pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III di Pulau Sumbawa, tepatnya di kota Sumbawa Besar. Terdapat pengertian dari Dalam Loka itu sendiri, yaitu kata “Dalam” yang memiliki arti istana atau rumah yang ada di dalam istana dan “Loka” yang memiliki arti dunia atau juga tempat.

Sehingga dapat disimpulkan pengertian Dalam Loka merupakan istana atau tempat hunian raja. Namun, penggunaan rumah adat Dalam Loka saat ini difungsikan untuk menyimpan benda atau artifak bersejarah milik Kabupaten Sumbawa. Dalam Loka disusun oleh bangunan kembar yang disokong atau ditahan oleh 98 pilar kayu jati dan 1 pilar pendek (pilar guru) yang dibuat dari pohon cabe. Jumlah dari seluruh tiang penyokong adalah 99 tiang yang mewakili 99 sifat Allah dalam Al-Qur’an (Asmaul Husna).

Di Dalam Loka ini terdapat ukiran-ukiran yang merupakan ukiran khas daerah Pulau Sumbawa atau disebut lutuengal yang digunakan untuk ornamen pada kayu bangunannya. Ukiran khas Pulau Sumbawa ini biasanya motif bunga dan rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat motif daun-daunan.

19. Provinsi Nusa Tenggara Timur Rumah Tradisional Musalaki Provinsi Nusa Tenggara Timur Rumah Tradisional Musalaki Rumah Musalaki adalah rumah adat Nusa Tenggara Timur, rumah ini tempat tinggal Lurah, Camat, atau pembesar lainnya.

Rumah ini berbentuk panggung, di bawahnya terdapat balai panjang tempat menerima tamu. Tiang-tiangnya berdiri di atas batu besar sehingga tidak perlu ditanam di dalam tanah. Atapnya terbuat dari jerami.

rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat

20. Provinsi Kalimantan Barat Rumah Tradisional Istana Kesultanan Kadriah Pontianak Provinsi Kalimantan Barat Rumah Tradisional Istana Kesultanan Kadriah Pontianak Istana Kesultanan Kadriah dari Pontianak, provinsi Kalimantan Barat ini pada awalnya dibangun pada tahun 1771 dan selalu senantiasa dibangun sambil direnovasi hingga resmi selesai pada tahun 1778.

Istana ini terletak tidak jauh dari Masjid Jami, masjid yang cukup menjadi icon di Pontianak mungkin jaraknya tidak lebih dari 300 meter. Lokasinya dekat jalan Tritura, yang merupakan pertemuan dari 3 sungai.

Nama daerahnya kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur. Dari titik nol kota Pontianak jaraknya sekitar 7 kilometer berjalan menuju arah timur dan harus menyeberang sungai yang bisa dicapai lewat jembatan atau pun menggunakan perahu. Istana kesultanan Kadriah ini memang bukan lokasi wisata yang sangat ramai hingga padat dikunjungi wisatawan. Namun bukan berarti sepi, istana keraton ini meskipun pengunjungnya tidak pernah ramai tetapi pengunjung selalu berdatangan dan tidak pernah sepi.

21. Provinsi Kalimantan Tengah Rumah Tradisional Betang Rumah Tradisional Banjar Bubungan Tinggi Rumah Bubungan Tinggi adalah salah satu jenis rumah Baanjung yaitu rumah tradisional suku Banjar (disebut rumah Banjar) di Kalimantan Selatan dan bisa dibilang merupakan ikonnya Rumah Banjar karena jenis rumah inilah yang paling terkenal karena menjadi maskot rumah adat khas provinsi Kalimantan Selatan. Di dalam kompleks keraton Banjar dahulu kala bangunan rumah Bubungan Tinggi merupakan pusat atau sentral dari keraton yang menjadi istana kediaman raja (bahasa Jawa: kedhaton) yang disebut Dalam Sirap (bahasa Jawa: ndalem) yang dahulu tepat di depan rumah tersebut dibangun sebuah Balai Seba pada tahaun 1780 pada masa pemerintahan Panembahan Batuah.

23. Provinsi Kalimantan Timur Rumah Tradisional Lamin Provinsi Kalimantan Timur Rumah Tradisional Lamin Rumah Lamin adalah rumah adat dari Kalimantan Timur. Rumah Lamin adalah identitas masyarakat Dayak di Kalimantan Timur.Rumah Lamin mempunyai panjang sekitar 300 meter, lebar 15 meter, dan tinggi kurang lebih 3 meter.

Rumah Lamin juga dikenal sebagai rumah panggung yang panjang dari sambung menyambung.Rumah ini dapat ditinggal oleh beberapa keluarga karena ukuran rumah yang cukup besar.Salah satu rumah Lamin yang berada di Kalimantan Timur bahkan dihuni oleh 12 sampai 30 kelurga.Rumah Lamin dapat menampung kurang lebih 100 orang.Pada tahun 1967, rumah Lamin diresmikan oleh pemerintah Indonesia.

24. Provinsi Sulawesi Utara Rumah Tradisional Pewaris Provinsi Sulawesi Utara Rumah Tradisional Pewaris Rumah ini merupakan rumah panggung yang dibangun di atas tiang dan balok-balok yang di antaranya terdapat balok-balok yang tidak boleh disambung. Rumah Pewaris memiliki 2 buah tangga. Letaknya di sisi kiri dan kanan bagian depan rumah.

Eh, terdapat dua tangga. konon, kalau ada roh jahat yang naik dari salah satu tangga, maka ia akan kembali turun di tangga sebelahnya. Hihihi. Dulunya, rumah adat Minahasa ini hanya terdiri dari satu ruangan saja. Kalau pun harus dipisahkan, biasanya hanya dibentangkan tali rotan atau tali ijuk saja, yang kemudian digantungkan tikar.Sekarang ini, Rumah Pewaris memiliki beberapa ruang. Misalnya, Setup Emperan yang digunakan untuk menerima tamu. 25. Provinsi Sulawesi Barat Rumah Tradisional Tongkonan Provinsi Sulawesi Barat Rumah Tradisional Tongkonan Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja.

Atapnya melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu (saat ini sebagian tongkonan menggunakan atap seng). Di bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau. Bagian dalam ruangan dijadikan tempat tidur dan dapur. Tongkonan digunakan juga sebagai tempat untuk menyimpan mayat. Tongkonan berasal dari kata tongkon (artinya duduk bersama-sama). Tongkonan dibagi berdasarkan tingkatan atau peran dalam masyarakat (stara sosial Masyarakat Toraja). Di depan tongkonan terdapat lumbung padi, yang disebut ‘alang‘.

Tiang-tiang lumbung padi ini dibuat dari batang pohon palem (banga) saat ini sebagian sudah dicor. Di bagian depan lumbung terdapat berbagai ukiran, antara lain bergambar ayam dan matahari (disebut pa’bare’ allo), yang merupakan simbol untuk menyelesaikan perkara.

Provinsi Sulawesi Tengah Rumah Tradisional Tambi Tambi merupakan rumah adat tradisional yang ada di wilayah Lore. Arsitektur bangunannya memiliki keunikan tersendiri dimana dinding rumah juga sekaligus berfungsi sebagai atap. Tambi mempunyai kelainan dan keunikan tersendiri, karena kerangka bagian atas rumah (tiang bumbungan dan kaso-kaso), hanya menumpang di atas balok bundar yang tersusun sebagai belandar sekaligus berfungsi sebagai pondasi dan tiang.Pada prinsipnya, Rumah Adat Tambi adalah rumah tempat tinggal raja, para bangsawan maupun rakyat biasa.

Yang membedakan rumah adat para bangsawan dengan rumah adat yang dihuni oleh masyarakat biasa terletak pada bentuk bumbungan rumah. Bumbungan atap rumah adat (Tambi) yang ditinggali oleh para bangsawan dipasangkan tanduk kerbau, sedangkan rumah adat milik rakyat biasa tidak menggunakan tanduk kerbau di bagian atas atapnya. 27. Provinsi Sulawesi Tenggara Rumah Tradisional Istana Buton / Malige Provinsi Sulawesi Tenggara Rumah Tradisional Istana Buton / Malige Rumah adat Buton atau Buton merupakan bangunan di atas tiang, dan seluruhnya dari bahan kayu.

Bangunannya terdiri dari empat tingkat atau empat lantai. Ruang lantai pertama lebih luas dari lantai kedua. Sedangkan lantai keempat lebih besar dari lantai ketiga, jadi makin ke atas makin kecil atau sempit ruangannya, tapi di lantai keempat sedikit lebih melebar. Seluruh bangunan tanpa memakai paku dalam pembuatannya, melainkan memakai pasak atau paku kayu.

Tiang-tiang depan terdiri dari 5 buah yang berjajar ke belakang sampai delapan deret, hingga jumlah seluruhnya adalah 40 buah tiang. Tiang tengah menjulang ke atas dan merupakan tiang utama disebut Tutumbu yang artinya tumbuh terus. Tiang-tiang ini terbuat dari kayu wala dan semuanya bersegi empat. Untuk rumah rakyat biasa, tiangnya berbentuk bulat. Biasanya tiang-tiang ini puncaknya terpotong. Dengan melihat jumlah tiang sampingnya dapat diketahui siapa atau apa kedudukan si pemilik.

Rumah adat yang mempunyai tiang samping 4 buah berarti rumah tersebut terdiri dari 3 petak merupakan rumah rakyat biasa.

Rumah adat bertiang samping 6 buah akan mempunyai 5 petak atau ruangan, rumah ini biasanya dimiliki oleh pegawai Sultan atau rumah anggota adat kesultanan Buton. Sedangkan rumah adat yang mempunyai tiang samping 8 buah berarti rumah tersebut mempunyai 7 ruangan dan ini khusus untuk rumah Sultan Buton.

28. Provinsi Sulawesi Selatan Rumah Tradisional Tongkonan Provinsi Sulawesi Rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat Rumah Tradisional Tongkonan Tongkonan berasal dari kata “tongkon” yang berarti duduk. Rumah tongkonan sendiri difungsikan sebagai pusat pemerintahan (to ma’ parenta), kekuasaan, dan strata sosial pada elemen masyarakat toraja. Rumah adat Tongkonan tidak bisa dimiliki secara pribadi/perorangan karena rumah ini adalah warisan nenek moyang dari setiap anggota keluarga atau keturunan mereka.

Fungsi Tongkonan Rumah Tongkonan bukan hanya sekedar berfungsi sebagai rumah adat. Dalam budaya rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat, masyarakat toraja menganggap rumah tongkonan sebagai ibu, sedangkan alang sura (lumbung padi) adalah bapaknya.

Deretan tongkonan dan alang pun saling berhadapan karena dianggap sebagai pasangan suami istri. Alang menghadap ke selatan, sedangkan tongkonan menghadap ke utara 29. Provinsi Gorontalo Rumah Tradisional Dulohupa dan Rumah Pewaris Provinsi Gorontalo Rumah Tradisional Dulohupa dan Rumah Pewaris Rumah adat Dulohupa dibangun berupa rumah panggung. Hal ini dilakukan sebagai penggambaran dari badan manusia yaitu atap menggambarkan kepala, badan rumah menggambarkan badan, dan pilar penyangga rumah menggambarkan kaki.

Selain itu bentuk rumah panggung juga dipilih untuk menghindari terjadinya banjir yang kala itu sering terjadi. 30. Provinsi Maluku Rumah Tradisional Baileo Provinsi Maluku Rumah Tradisional Baileo Rumah Baileo adalah rumah adat Maluku dan Maluku Utara, Indonesia.Rumah Baileo merupakan representasi kebudayaan Maluku dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.Rumah Baileo adalah identitas setiap negeri di Maluku selain Masjid atau Gereja.Baileo berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda suci, tempat upacara adat, sekaligus sebagai balai warga.Ciri utama rumah Baileo adalah ukurannya besar, dan memiliki bentuk yang berbeda jika dibandingkan dengan rumah-rumah lain di sekitarnya.

31. Provinsi Maluku Utara Rumah Tradisional Baileo Provinsi Maluku Utara Rumah Tradisional Baileo Rumah Baileo atau bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah balai. Pengambilan nama balai atau Baileo ini disesuaikan karena rumah adat Baileo ini dibangun dan digunakan oleh penduduk setempat sebagai tempat pertemuan dan bermusyawarah dengan dewan adat penduduk setempat dan bukan sebagai hunian penduduk.

Selain itu rumah adat Baileo ini juga digunakan untuk menggelar acara adat dan sebagai tempat penyimpanan benda antik dan keramat seperti benda pusaka dan senjata peninggalan leluhur. 32. Provinsi Papua Barat Rumah Tradisional Honai Provinsi Papua Barat Rumah Tradisional Honai Rumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang.

Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai). Rumah Honai biasa ditinggali oleh 5 hingga 10 orang.

Rumah Honai dalam satu bangunan digunakan untuk tempat beristirahat (tidur), bangunan lainnya untuk tempat makan bersama, dan bangunan ketiga untuk kandang ternak. Rumah Honai pada umumnya terbagi menjadi dua tingkat.

Lantai dasar dan lantai satu dihubungkan dengan tangga dari bambu. Para pria tidur pada lantai dasar secara melingkar, sementara para wanita tidur di lantai satu. 33. Provinsi Papua Rumah Tradisional Honai Provinsi Papua Rumah Tradisional Honai Rumah adat Papua tersebut bernama rumah Honai. Rumah Honai sendiri sebutan bagi rumah para pria Papua dewasa yang berbentuk seperti kerucut dan dibangun dari material yang murni 100% dari alam. Berdasarkan fungsinya sendiri, rumah Honai dapat dibedakan menjadi 3, yaitu rumah bagi Pria (yang disebut Honai), rumah bagi wanita (Ebei), dan rumah yang khusus digunakan untuk kandang hewan atau babi (Wamai).

34. Kalimantan Utara Rumah Tradisional Baloy Kalimantan Utara Rumah Tradisional Baloy Rumah adat Kalimantan Utara adalah Rumah Baloy Mayo, yaitu rumah adat atau umumnya disebut balai adat dari suku tidung, yaitu suku asli yang menempati wilayah Kalimantan utara. Rumah adat Baloy Mayo ini terdapat di kota Tarakan dan berada di kawasan wisata balai adat suku tidung.

Di dalam kawasan ini terdapat replika beberapa bangunan yang mewakili rumah adat suku tidung dengan ukuran bangunan yang sedikit lebih kecil dari bangunan originalnya Recent Posts • Pengertian Jujur Contoh Jujur sifat manfaat jujur • Pengertian Manfaat Fungsi Jenis lembaga keuangan • cara mengembalikan file yang terhapus di flashdisk • Cara Menyimpan Status Whatsapp WA Termudah Tanpa Aplikasi • 6 Smart TV Terbaik Ini Punya Fitur Melimpah, Ini Dia Rekomendasinya • pengertian ide pokok bacaan fungsi cara menentukan ide pokok • cara registrasi kartu telkomsel • 7 Rekomendasi AC Terbaik Hemat Energi Awet Tahan Lama • Cara melihat IP komputer Laptop Smartphone • Kamus Translate Bahasa Madura Online
MENU • Home • SMP • Agama rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Pos-pos Terbaru • Organ Pernapasan Manusia – Pengertian, Jenis, Hidung, Tenggorokan, Bronkiolus, Alveolus, Diafragma, Paru-Paru • Sejarah Suku Tomini • Penjelasan Ciri-Ciri Clostridium Tetani Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Bacillus Anthracis Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com Rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan KONDISI LINGKUNGAN masyarakatnya.

Misalnya rumah di pesisir pantai biasanya atapnya dibuat tinggi dan berjendela banyak agar sirkulasi udara baik dan panas pada rumah bisa dikurangi. » Pembahasan Soal di atas seharusnya dilengkapi dengan beberapa pilihan jawaban, yakni: • A. Kondisi ekonomi. • B. Kondisi kesehatan. • C. Kondisi lingkungan. • D. Kondisi keluarga. Adapun jawaban yang benar adalah KONDISI LINGKUNGAN (C). Rumah adat selain dipengaruhi oleh kebudayaan suku setempat juga dipengaruhi oleh kondisi di lingkunga, Jika kalian jeli memperhatikan, rumah adat masyarakat yang ada di pesisir pantai tentu berbeda dengan masyarakat yang hidup di pegunungan.

Rumah di pesisir pantai biasanya berjenda banyak dan atap ditinggikan agar sirkulasi udara baik. Adapun rumah di pegunungan memiliki jendela yang lebih sedikit dan ketinggian atap yang normal. » Pelajari Lebih Lanjut • Materi tentang pengertian rumah adat brainly.co.id/tugas/20761417 • Materi tentang bentuk-bentuk rumah adat brainly.co.id/tugas/38400194 • Materi tentang 10 suku bangsa beserta rumah adatnya brainly.co.id/tugas/14127286 • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • » Detail Jawaban Kelas : 4 SD Mapel : Tematik Tema 7 Bab : Subtema 2 Indahnya Keberagaman di Negeriku Kode : - #TingkatkanPrestasimu
Rumah adat negara Thailand terkenal dengan arsitekturnya yang menarik.

Nuansa budaya Thailand sangat lekat termuat di dalam bentuk rumah adatnya. Pembangunan rumah tersebut disesuaikan dengan kondisi geografis dan keyakinan masyarakatnya di sana. Bangunan rumah adat Thailand mempunyai kemiripan dengan rumah adat beberapa daerah di Indonesia. Hal itu sangat wajar karena Indonesia dan Thailand berada dalam satu wilayah geografis, yakni beriklim topis. Oleh karena itu, bahah baku dan fungsi setiap bagian rumahnya pun sama.

Jika diamati, bentuk rumah tradisional Thailand rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat dengan bangungan rumah Gadang Padang atau rumah Joglo di Jawa. Pembangunan rumah Thailand tersebut menerapkan 3 konsep, di antaranya atap yang runcing ke atas, lantai yang ditinggikan, dan teras yang terbuka dan luas.

Proses pembuatan rumah adat Thailand tersebut biasanya dilakukan dalam waktu satu hari. Terlebih dahulu, kayu bahan bakunya diproduksi oleh pabrik. Setelah itu kayu-kayu tersebut disatukan oleh ahlinya saat di lokasi. Bangunan rumahnya harus mempunyai sirkulasi udara yang baik, biasanya melalui jendela dan dinding-dindingnya. Atap Pitched Roof Pitched Roof merupakan bentuk atap yang runcing ke atas dan tinggi.

Atap rumah adat Thailand sangat mirip dengan rumah Gadang. Model atap seperti itu memang biasa diterapkan di daerah yang mempunyai iklim tropis. Bentuk atap tersebut ada kaitannya dengan cuaca hujan yang tinggi di daerah topis. Atap runcing dibuat untuk mengalirkan air hujan ke bawah agar tidak tergenang di atap rumah.

Sebab jika air huja tidak mengalir dengan lancar, akan menyebabkan rumah mudah keropos dan bocor. Menariknya, setiap wilayah di Thailand mempunyai bentuk atap yang berbeda-beda.

Perbedaan bentuk atap tersebut memiliki makna tersendiri, menyesuaikan dengan kepercayaan dan agama masyarakatnya. Ada atap yang menyerupai struktur sayap, memiliki bentuk huruf V, dan ada juga yang runcing ke satu titik. Lantai yang Ditinggikan Lantai rumah adat Thailand dibuat tinggi berjarak dari tanah. Bagian bawah rumahnya memakai penyangga yang membuatnya mirip dengan rumah panggung di Kalimantan. Bentuk atap tersebut ada kaitannya dengan kondisi alam di wilayahnya.

Bentuk rumah dengan lantai yang tinggi banyak diterapkan dalam banyak rumah adat di Indonesia. Fungsi lantai tersebut untuk mengindari genangan banjir dan mencegah binatang liar masuk. Hal itu dikarenakan wilayah tropis memiliki curah hujan yang tinggi, yang mana berpotensi menyebabkan banjir. Selain itu di wilayah tropis juga terdapat banyak hutan-hutan yang masih rimbun. Teras Terbuka dan Luas Rumah adat Thailand memiliki teras yang terbilang luas.

Luas teras mencapai 40 persen dari total ukuran bangunannya. Bentuk teras tersebut disesuaikan dengan budaya masyarakat setempat. Teras menjadi bagian rumah yang penting bagi masyarakat Thailand.

Hal itu dikarenakan bagian rumah tersebut berfungsi sebagai tempat kumpul, seperti rapat adat, pertemuan masyarakat, bercakap-cakap, dan sebagainya. Pembuatan teras juga memperhatikan cahaya dan kesejukan. Biasanya di pelataran depan teras ditanam pohon-pohon yang memiliki bunga beraroma wangi. Keberadaan pohon tersebut dapat membuat teduh teras rumah. Desain Modular Rumah adat Thailand memiliki kesamaan kontruksi dengan rumah panggung.

Keduanya sama-sama memiliki sifat modular. Bangunan modular dapat dipindahkan dengan mudah ke lokasi lain. Kontruksi bangunannya juga mudah untuk dibongkar-pasang.

Masyarakat Thailand dulu bahkan sering berpindah-pindah lokasi dengan membawa rumahnya. Tidak ada yang menetap lama di suatu lahan. Demikian tadi beberapa ciri-ciri desain rumah adat Thailand. Rumah adat tersebut juga bisa diterapkan di Indonesia karena memiliki bentuk dan fungsi yang sama dengan rumah di aini. Tak hanya memiliki tampilan yang keren dan menarik, rumah adat tersebut juga mempunyai banyak manfaat dalam hal yang berhubungan dengan alam.
RUMAH ADAT – Kekayaan Indonesia tidak hanya sumber daya alamnya saja, tapi juga beragam budaya dimiliki Indonesia, termasuk alat musik tradisional dan juga rumah yang berbeda bentuk dan ciri khas di setiap suku.

Jika dilihat sekilas, rumah adat memang terlihat sangat sederhana. Namun, kenyataannya rumah adat tersebut sangat layak huni. Sayang saat ini bangunan modern seakan mengancam eksistensi rumah adat, sehingga menyebabkan rumah adat hampir punah.

Berikut daftar rumah adat yang ada di Indonesia. Kalau kamu punya wawasan yang lebih dalam mengenai rumah adat (baik itu masukan, kritik, dan saran), ngga ada salahnya untuk kontribusi informasi melalui kolom komentar di bawah.

Rumah Adat Bumbungan Lima boombastis.com Pokok permasalahan terancam punahnya rumah adat yaitu sedikitnya para ahli di bidang rumah adat. Masyarakat saat ini lebih menyukai rumah bergaya modern yang terlihat menjanjikan dibandingkan dengan rumah adat yang menjadi identitas suku bangsanya sendiri.

Inilah yang dialami oleh rumah adat Bumbungan Lima yang notabene identitas daerah Bengkulu. Rumah adat ini sangat unik karena kamu akan menjumpai doa-doa yang terukir di tiang rumah. Sekarang ini rumah adat Bumbungan Lima dapat dihitung dengan jari. Salah satu rumah adat Bumbungan Lima yaitu rumah Ibu Fatmawati Soekarno. Rumah Bumbungan Lima memiliki ciri khas yang sangat unik dibanding rumah adat dari provinsi atau daerah lain, terlebih pada sisi fungsi bagian-bagian rumahnya.

Berikut adalah beberapa diantara banyak ciri khas dan keunikan dari rumah Bumbungan Lima, dari sisi fungsi-fungsi bangunan rumah: Barendo Barendo adalah bagian dari rumah Bumbungan Lima yang digunakan untuk menyambut dan menerima tamu. Tamu yang dimaksud adalah tamu yang tidak menginap, atau hanya sekedar menyampaikan pesan. Jadi jika Anda ingin berkunjung ke tempat ini, jangan lewatkan untuk bertamu dan merasakan sensasi memberikan pesan di ruangan barendo rumah adat Bumbungan Lima.

Hall Hall adalah bagian dari rumah Bumbungan Lima yang digunakan untuk menerima tamu. Tamu yang disambut pada bagian hall adalah tamu yang sudah menjadi kerabat, atau tokoh yang disegani. Jadi jika Anda adalah orang yang mereka anggap cukup penting, maka kemungkinan besar Anda akan diminta untuk menginap, dan bermalam di hall. Pasti akan terasa menyenangkan, bukan!? Rumah Panggung Jambi boombastis.com Tahukah kamu kalau Indonesia juga memiliki kota istana seperti di Cina?

Ya, pada zaman kerajaan Melayu Jambi berjaya, dibangun sebuah kota yang terdiri dari bangunan yang terstruktur dengan sangat baik. Salah satu bangunan di kota tersebut yaitu rumah panggung Jambi yang memiliki ciri khas tersendiri. Rumah berbentuk panggung ini memiliki ukuran panjang 12 meter dan lebar 9 meter yang ditopang oleh 30 tiang penyangga.

Jika kamu ingin melihat rumah ini, kamu dapat mengunjungi kampung Lamo, Suku Bathin di Rantau Panjang. Rumah Panggung Jambi memiliki ciri khas yang sangat unik dibanding rumah adat dari provinsi atau daerah lain, terutama pada fungsi tiap bagian rumahnya.

Berikut adalah beberapa diantara banyaknya ciri khas dan keunikan dari rumah Panggung Jambi dari sisi fungsi-fungsi bagian rumah: Ruang Pelambanan Ruang pelambanan adalah ruang tunggu tamu sebelum diizinkan masuk ke rumah.

Rungan dengan fungsi seperti ini tidak banyak dimiliki oleh rumah adat jenis lain. Itulah alasan kenapa ruangan ini memiliki keunikan jika dibandingkan ruangan di rumah adat lain. Ruang Gaho Ruangan gaho adalah ruangan khusus untuk keperluan memasak, seperti: peralatan dapur, air dan/atau barang-barang lain yang diperlukan.

Rungan gaho menjadi unik karena ukiran-ukiran yang ada di sekililing ruangan ini. Bayangkan saja, apakah ada rumah adat lain yang memiliki ukiran penuh filosofi di bagian dapurnya!?

Saya rasa sedikit yang memiliki ini. Ruang Masinding Ruangan masinding adalah ruangan khusus untuk penggelaran musyarah adat. Hal yang istimewa dari ruangan ini adalah ukiran dan rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat dinding bercorak ikan tanpa sisik. Sayangnya ruangan masinding hanya bisa dimasuki oleh para kaum laki-laki, jadi kalau Anda datang berpasangan mungkin bisa mencari alternatif lain.

Ruang Balik Melintang Ruang balik melintang adalah sebutan untuk ruangan utama dari rumah Panggung Jambi. Karena fungsinya yang sakral, jadi hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke dalam ruangan ini. Ruangan ini berukuran 2×9 meter persegi. Sama halnya dengan rungan gaho dan masinding, ruangan balik melintang juga dihiasi oleh ukiran-ukiran ikan tanpa sisik disekelilingnya. Rumah Adat Karo boombastis.com Sungguh amat disayangkan ketika harta yang sangat berharga negeri ini lenyap begitu saja.

Contohnya rumah adat Karo yang ada di Sumatera Utara ini. Rumah adat ini sekarang sudah dimuseumkan. Buat kamu yang penasaran dengan rumah adat Karo, bisa mengunjungi Desa Lingga di Kabupaten Karo. Rumah ini terjaga keasliannya sejak ratusan tahun yang lalu. Walaupun terlihat sederhana, namun kekuatannya rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat dapat mengalahkan bangunan-bangunan modern.

Rumah adat Karo memiliki ciri khas yang sangat unik dibanding rumah adat dari provinsi atau daerah lain, terutama dari segi arsitektur bangunannya. Berikut adalah beberapa diantara banyaknya ciri khas dan keunikan dari rumah adat Karo dari segi arsitektur bangunannya: Ruangan Besar tanpa Sekat Keunikan yang pertama dari arsitektur rumah adat karo adalah bangunan utama tanpa sekat. Bangunan ini unik karena tidak banyak model rumah adat lain yang memiliki konsep seperti ini.

Kalau Anda pernah datang ke rumah adat Karo atau melihat foto bagian ini, Anda pasti setuju bahwa konsep ini sangatlah unik jika dibanding dengan rumah adat lainnya. Rumah Adat Bermodel Rumah Panggung Rumah panggung dari rumah adat Karo memiliki perbedaan dibanding model rumah panggung adat lainnya. Rumah panggung adat Karo memiliki tinggi 2 meter di atas tanah.

Keunikan dari rumah panggung adat Karo adalah jumlah tiangnya yang mencapai 16 batang tiang, dengan ukuran besar per batang tiangnya. Serambi Khusus pada Setiap Sudut Dekat Pintu Rumah adat karo mempunyai serambi khusus pada setiap sudut yang dekat pintunya.

Serambi pada rumah adat Karo dibilang unik, karena terbuat dari kumpulan bambu-bambu bulat atau disebut juga ture. Serambi-serambi ini umumnya berfungsi sebagai tempat berkreasi tenun dan menganyam tikar, namun terkadang serambi ini juga digunakan sebagai tempat perkenalan para pemuda dan pemudi, untuk memadu dan menjalin kasih. Sungguh romantis bukan, bertemu dan menjalin kasih di rumah adat.

Rumah Adat Kudus boombastis.com Di tempat yang padat penduduk seperti di Pulau Jawa ini sangat sulit mempertahankan rumah adat seperti ini. Karena terus dibangun bangunan-bangunan modern, mall dan ruko. Padahal, dulu di Pulau Jawa ini banyak sekali rumah adat, mulai dari Banten hingga Jawa Timur, tak terkecuali Kudus. Rumah adat Kudus yang jumlahnya tidak banyak itu semakin berkurang karena alasan ekonomi. Padahal tempat tersebut sudah dijadikan cagar budaya oleh pemerintah setempat.

Rumah adat Kudus memiliki ciri khas yang sangat unik dibanding rumah adat dari provinsi atau daerah lain, terutama dari segi arsitektur bangunannya. Yang paling mencolok dari rumah adat Kudus adalah bagian atapnya, yakni atap Pencu. Kalau Anda pernah berkunjung ke rumah adat Kudus atau pernah melihat foto bangunan rumah adat Kudus, Anda pasti akan dengan cepat menyadari keunikan bagian atap dari rumah adat ini.

Yap, atap Pencu memang memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan rumah adat di daerah lain. Atap pencu dari rumah adat Kudus menjadi unik karena memiliki ukiran khas yang tidak dimiliki rumah adat lain. Saya rasa, ini tidak terlepas dari sejarah dan perkembangan kota kudus di masa lampau.

Singkatnya, ukiran “sederhana” pada atap Pencu adalah perpaduan dari gaya ukir budaya Jawa (Hindu), Persia (Islam), China (Tionghua), dan Belanda (Eropa). Melihat banyaknya percampuran gaya ukir dari atap Pencu, tidak salah lah ya kalau atap ini menjadi sangat unik. BACA JUGA: 2 Keunikan Rumah Adat Jawa Timur yang Membuat Kamu Jatuh Cinta Rumah Adat Mamasa boombastis.com Jika kamu ingin merasakan tempat tinggal yang tidak seperti biasanya namun tetap nyaman, kamu perlu mengunjungi Kabupaten Mamasa.

Karena di sini terdapat rumah adat yang sangat nyaman untuk dijadikan tempat tinggal. Kabupaten Mamasa yang terletak di daerah pegunungan dengan suhu yang sangat dingin memiliki beragam keunikan, salah satunya ialah rumah tradisional atau rumah adat khas suku Mamasa.

Namun sayangnya rumah adat suku Mamasa yang memiliki kemiripan dengan rumah adat Toraja untuk saat ini semakin sulit untuk ditemukan.

Untuk saat ini, rumah adat Mamasa hanya bisa dijumpai di pedalaman kabupaten Mamasa. Desa Tawilan yang terletak di kecamatan Tawilan Kabupaten Mamasa merupakan salah satu daerah yang kebanyakan masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat dan kelesetarian rumah tradisional suku Mamasa, oleh karena itu jika kita berkunjung ke tempat ini maka kita akan melihat rumah adat suku Mamasa yang masih berdiri kokoh di sepanjang jalan setapaknya.

Bentuk rumah adat Mamasa hampir mirip seperti rumah adat Toraja. Bangunan ini dibedakan berdasarkan status sosialnya. Banua Layuk merupakan yang paling tinggi dihuni oleh ketua suku. Sedangkan, masyarakat biasa tinggal di tempat yang paling rendah. Jika dilihat dari bentuk bangunannya rumah adat suku Mamasa memiliki 4 tingkat yang mana 4 tingkat ini mereka ambil dari 4 tingkat manusia sesuai dengan strata sosial mereka di masyarakat.

Tingkat pertama adalah Banua Layuk atau yang sering disebut rumah tinggi, kemudian yang kedua adalah Banua Sura atau yang biasa disebut rumah ukir milik untuk para bangsawan, kemudian yang ketiga adalah Banua Bolong atau rumah hitam yang biasa dibuat untuk para kesatria, kemudian yang ke empat adalah Banua Rapa yang melambangkan masyarakat biasa.

Rumah Adat Pati 2.bp.blogspot.com Rumah adat pati atau biasa disebut dengan Joglo Pati merupakan salah satu Rumah tradisional asal Pati yang mencerminkan perpaduan akulturasi kebudayaan masyarakat Kabupaten Pati. Ciri khasnya pun sangatlah unik, rumah adat ini memiliki atap genteng yang merupakan perpaduan antara kebudayaan jawa dan tiongkok.

Rumah ini diperkirakan telah dibangun sejak tahun 1700-an Masehi dan 90% bahan utamanya terbuat dari kayu. Jika diperhatikan, rumah Joglo Pati memiliki kemiripan dengan Joglo yang ada didaerah Kudus.

Hanya saja bagian pintu dan atapnya yang berbeda. Berdasarkan tata ruangnya, rumah adat Pati memiliki 4 bagian ruangan khusus yang biasa disebut dengan Jogo Satru, Gedongan, Pawon dan Pakiwan.

Jogo Satru adalah nama yang digunakan untuk bagian depan rumah adat Pati, secara makna Jogo Rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat memiliki arti Joglo artinya ialah menjaga dan Satru artinya musuh, sehingga Jogo Satru memiliki arti menjaga musuh.

Akan tetapi pada prakteknya ruangan ini biasa digunakan untuk menerima tamu saat berkunjung. Gedongan ruangan ini biasa digunakan sebagai ruang keluarga rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat bersantai-santai. Ruang ini biasanya digunakan kepala keluarga untuk beristirahat. Pawon Ruangan ini biasa digunakan sebagai tempat belajar, masak, bersantai atau melihat televisi. Pakiwan Bagian ini terletak di halaman rumah adat Pati, biasanya terdapat sumur di sebelah kiri yang biasa disebut Pakiwan, tempat ini juga biasa digunak sebagai sarana MCK.

Seiring berkembangnya zaman, keberadaan rumah adat pati mulai terlupakan. Belum lagi harga pembuatannya yang mahal, sehingga hanya masayarakat dengan tingkat perekonomian menengah keatas saja yang mampu membelinya.

Rumah Balai Batak Toba picturerumahminimalis.com Rumah balai batak toba merupakan rumah adat yang berasal dari daerah Sumatera Utara. Rumah ini terdiri dari dua bagian yakni Jabu parsakitan dan Jabu bolon. Ruangan Jabu parsakitan digunakan oleh masyarakat sekitar untuk menyimpan barang-barang. Selain itu, ruangan ini juga terkadang dipakai sebagai tempat pertemuan yang membicarakan hal-hal penting mengenai adat.

Sedangkan Jabu bolon adalah tempat dimana keluarga besar berkumpul (rumah keluarga besar). Rumah ini tidak memiliki kamar atau sekat. Sehingga keluarga besar dapat tinggal dan tidur bersama. Menurut kepercayaan masyarakat batak, komponen rumah ini memiliki makna simbolis yang berbeda-beda.

Bagian atapnya diyakini memiliki cerminan dari kehidupan dunia para dewa. Selanjutnya pada bagian kedua yakni lantai rumah, memiliki arti cerminan dari dunia manusia. Sedangkan bagian bawah diyakini sebagai cerminan dari dunia kematian. Biasanya masyarakat suku Batak selalu membersihkan rumah adat mereka dengan cara membersihkan semua kotoran yang ada kemudian membuangnya lewat lubang tertentu yang disebut talaga, yang mana lubang ini berada di dekat tungku masak.

Bagi mereka kebiasaan ini memiliki makna tersendiri, yaitu membuang semua keburukan yang ada di rumah dan membersihkan semua sifat jahat yang ada. Di dalam rumah adat biasanya terdapat panggung kecil yang mirip dengan balkon. Panggung kecil ini berfungsi menyimpan padi dan memiliki makna sebagai lambang pengharapan rejeki yang melimpah.

Rumah Baloy 4.bp.blogspot.com Tahukah kamu bahwasannya di Kalimantan terdapat rumah adat yang memiliki sejumlah tiang yang tinggi? Jika dibandingkan dengan rumah adat lainnya, rumah adat ini memiliki gaya bangunan yang terlihat lebih modern dan modis. Diduga rumah adat ini merupakan pengembangan dari arsitektur Rumah Lamin yang dihuni oleh Suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Rumah baloy berasal dari Kalimantan Utara. Bahan dasar yang digunakan untuk membangun rumah ini adalah kayu ulin.

Rumah adat ini juga didesain agar pintu utamanya menghadap ke arah selatan. Belum ada penjelasan mengenai hal ini. Namun, kebiasaan ini telah menjadi syarat utama dibangunnya Rumah Baloy. Rumah adat Baloy memiliki bahan dasar kayu ulin, rumah ini dibangun menghadap utara, akan tetapi pintu utamanya menghadap ke Selatan.

Rumah adat Baloy memiliki 4 ruang utama yang biasa disebut Ambir. Ambir Kiri atau yang biasa disebut Alad Kait, ruang ini biasa digunakan untuk menerima keluhan-keluhan masyarakat yang memiliki masalah, biasanya mereka mengadukan permasalahannya kepada ketua adat di dalam ruangan ini.

Ambir Tengah sering disebut Lamin Bantong, ruang ini biasa digunakan sebagai tempat pemuka adat bersidang menentukan suatu perkara dan keputusan adat.

Ambir Kanan biasa disebut Ulad Kemagot, adalah ruangan yang biasa digunakan untuk beristirahat dan bersantai. Lamin Dalom adalah ruangan yang biasa digunakan kepala suku Dayak atau biasa disebut singgasana ketua suku. Jika kita melihat ke bagian belakan dari rumah adat Baloy, maka kita akan melihat adanya bangunan yang dibuat di tengah-tengah kolam yang biasa disebut Lubung Kilong. Bangunan ini merupakan bentuk dari perlambangan kesenian suku Tidung, biasanya tempat ini digunakan sebagai tempat tarian jepen.

Pada bagian belakang Lubung Kilong terdapat bangunan besar yang disebut lubung intamu. Lubang Intamu merupakan tempat pertemuan resmi yang biasa digunakan masyarakat dalam acara seperti pelantikan pemangku adat dan musyawarah antar suku se-Kalimantan. Mbaru Niang static.dezeen.com Jika kamu pernah menjelajahi Kampung Wae Rebo-Pulau Flores Indonesia, mungkin kamu akan menemukan rumah yang satu ini.

Rumah adat Mbaru Niang sangatlah unik. Ia memiliki bentuk yang mengerucut dan terdiri dari 5 lantai. Upaya konservasi Mbaru Niang telah mendapatakan penghargaan tertinggi dari kategori Konservasi Warisa budaya oleh UNESCO (Asia-Pasifik 2012). Selain itu Mbaru Niang juga menjadi salah satu kandidat peraih Penghargaan Aga Khan pada tahun 2013.

Rumah adat Mbaru Niang memiliki 5 lantai, yang disetiap lantainya memiliki level dan fungsi masing-masing. • Lantai pertama dinamakan lutur difungsikan sebagai tempat tinggal dan berkumpulnya keluarga. Tingkat lutur terbagi menjadi tiga, bagian depan untuk ruang bersama atau ruang bersama. Dibagian dalam merupakan kamar-kamar yang tersekat menggunakan papan dan dapur dibagian tengah rumah. • Lantai kedua merupakan lobo atau loteng yang digunakan sebagai untuk menyimpan bahan makanan dan barang-barang kebutuhan sehari-hari.

• Lantai ketiga dinamakan lentar berfungsi untuk menyimpan benih tanaman pangan, seperti jagung, padi serta kacang-kacangan. • Lantai keempat dikenal dengan lempa rae digunakan sebagai stok gudang makanan sebagai alternatif bila terjadi kekeringan. • Lantai kelima dinamakan hekang kode berfungsikan sebagai tempat sesaji persembahan kepada leluhur. Setiap rumah terdapat dua buah pintu, diantaranya ialah pintu depan dan pintu belakang serta empat jendela kecil.

Tiap pintu depan rumah dibangun menghadap kearah compang. Compang adalah titik pusat Kampung Wae Rebo yang terletak di batu melingkar depan rumah utama.

Compang juga merupakan pusat kegiatan warga untuk mengaktualisasi diri terhadap alam, roh leluhur dan tuhan. Rumah Belah Bubung 2.bp.blogspot.com Rumah belah bubung atau biasa disebut Rumah rabung merupakan rumah adat yang berasal dari kepulauan riau. Konon katanya, nama ini diberikan oleh orang asing yang dahulu mendatangi indonesia seperti Belanda dan Cina.

Sekilas jika dilihat rumah ini memiliki model bangunan yang sama dengan rumah panggung. Selain itu, rumah belah bubung memiliki bentuk atap yang menyamai bentuk pelana kuda. Jika kamu ingin membuat bangunan ini, disarankan agar tidak membangun dengan sembarangan.

Hal ini dikarenakan ada beberapa tahap yang dipercaya mampu menghindari pemilik rumah dari kesialan. Ukuran rumah ini menunjukan tingkat perekonomian sang pemilik rumah. Makin besar ukuran rumah, makin besar pula tingkat perekonomian yang dimiliki.

Begitupun sebaliknya. Ruangan rumah belah bubung terbagi menjadi empat diantaranya ialah selasar, ruang induk, ruang penghubung, dapur dan kapur. Bahan dasar rumah belah bubung ialah dari kayu dibuat melalui beberapa proses dan perhitungan yang matang bertujuan agar penghuni rumah terhindar dari sial. Rumah belah bubung memiliki ukuran berbeda-beda, tergantung dari nilai ekonomi pemiliknya.

Dapat dinilai dari semakin besarnya ukuran rumah belah bubung maka semakin kuat juga kemampuan ekonomi pemiliknya. Menurut bentuk atapnya, rumah belah bubung dibedakan diantaranya ialah : • Rumah lipat pandan (beratap curam) • Rumah lipat kajang (beratap sedikit mendatar) • Rumah atap layar atau dikenal dengan juga dengan Ampar labu (bagian bawah atapnya ditambah dengan atap lain) • Rumah perabung panjang (atapnya sejajar dengan jalan raya) • Rumah perabung Melintang (atapnya tidak sejajar dengan jalan) Rumah Adat Lopo widyatama.ac.id Lopo merupakan rumah adat yang berasal dari Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Rumah yang keberadaannya semakin terkikis oleh perkembangan zaman ini pada awalnya dianggap sebagai rumah serbaguna karena rumah model ini memang memiliki banyak kegunaan. Meskipun sudah semakin sedikit warga yang memakai model rumah seperti ini, namun suku Abui yang tinggal di Kabupaten Alor masih setia untuk menggunakannya. Rumah lopo terbuat dari 2 bahan utama yang keduanya terbuat dari bahan alami, yaitu bambu dan alang-alang. Masyarakat suku Abui memanfaatkan bambu untuk digunakan sebagai lantai dan rangka atapnya dan alang-alang sebagai atapnya.

Sedangkan untuk pondasi penyangganya, mereka memakai kayu jati atau yang sejenisnya. Yang unik dari rumah adat ini adalah ia tidak memiliki dinding sama sekali. Meski terlihat sangat sederhana, rumah adat lopo terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama adalah tempat untuk memasak, menerima tamu dan bersantai.

Lantai kedua digunakan sebagai kamar tidur dan yang ketiga sebagai tempat penyimpanan bahan makanan. Bagian tengah rumah lopo terdapat 4 tiang yang ditengahnya terdapat sebuah tungku perapian. Empat tiang tersebut berguna untuk membuat para-para atau jika dalam bahasa adalah pogo. Fungsi dari para tersebut merupakan tempat menyimpannya hasil panen seperti padi, jagung, kacang, tanah, kacang-kacangan dan ubi.

Paparan asap yang dihasilkan dari tungku perapian rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat sebuah teknologi yang sangat sederhana untuk mengawetkan bahan pangan ialah dengan pengasapan. Ukuran tinggi para-para tersebut kurang lebih sekitar 170 cm bertujuan agar mudah dijangkau oleh para penghuninya.

Dibagian atas para-para terdapat atap rumah bulat. Rangka dari atap tersebut ialah terbuat dari bahan kayu kasuari yang kemudian disusun melingkar berbentuk kerucut dibagian atasnya. Kebanyakan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri yang berkunjung ke Lengge Wawo untuk melihat sekaligus meneliti sejarah tentang Uma Lengge. Lengge Sambori adalah salah satu aset obyek wisata desa adat yang dicanangkan langsung oleh pemerintah Kabupaten Bima Sambori.

Lokasinya persis terletak diantara lembah gunung Lambitu yang sejuk dan dingin belum terkena polusi udara. Rumah Adat Uma Lengge flickr.com Uma lengge adalah rumah adat peninggalan nenek moyang suku Bima.

Pada awalnya, tempat ini digunakan hanya untuk menyimpan padi atau hasil bumi lainnya. Alasannya adalah, agar tidak tercipta efek domino yang merugikan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada perumahan penduduk, contohnya kebakaran.

Apabila rumah penduduk mengalami kebakaran, penduduk akan masih memiliki persediaan padi untuk makan. Sehingga komplek uma lengge memang dibuat jauh dari pemukiman warga.

Seiring perkembangan waktu, masyarakat suku Bima mulai menggunakan uma lengge sebagai tempat tinggal tetap. Hanay saja untuk saat ini, hanya diketahui tinggal satu desa saja yang masih melestarikan rumah adat ini, yaitu Desa Maria, Kabupaten Bima. Meski begitu, susunan yang rapi dan unik pada perumahan adat ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang datang.

Seiring perkembangan zaman, Uma Lengge telah banyak perubahan untuk disesuaikan dengan kebutuhan masa kini. Atapnya banyak yang berbahan dari seng, fungsinya juga sudah bukan rumah tinggal lagi namun hanya sebagai lumbung.

Lengge-lengge yang terdapat di wawo sekarang ini telah banyak yang dialih fungsikan sebagai lumbung padi. Keberadaan lengge di kecamatan Wawo telah mejadi salah satu objek wisata budaya di kabupaten Bima.

Rumah Adat Betang gpswisataindonesia.blogspot.com Rumah betang merupakan rumah adat khas Kalimantan yang tersebar di hulu-hulu sungai di pulau tersebut.

Biasanya, ia menjadi pusat pemukiman bagi masyarakat suku Dayak. Rumah adat ini memiliki ciri yaitu bentuknya panggung dan memanjang. Tidak tanggung-tanggung, rumah betang bisa mencapai 100 meter panjangnya dengan lebar 15 meter. Biasanya, rumah ini dihuni oleh sekitar 70an jiwa atau sekitar 10 keluarga. Semua suku Dayak, kecuali Suku Punan yang hidup mengembara, memiliki rumah adat mirip dengan rumah betang ini, yaitu dengan model memanjang. Ini bedanya Suku Punan dengan suku-suku Dayak lainnya.

Rumah Betang menggambarkan suatu hunian yang sederhana. Meski tak nampak dihiasi barang-barang perabot yang mahal atau mewah, namun rumah ini sarat akan makna dan nilan-nilai kehidupan, utamanya bagi keluarga suku Dayak yang tinggal di dalamnya.

Selain sebagai kediaman tempat tinggal keluarga, rumah ini rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat merupakan pusat kebudayaan bagi kehidupan masyarakatnya. Rumah Betang merupakan simbol bagi warga suku Dayak sekaligus memperlihatkan bahwa antar masyarakat terjalin suatu hubungan yang akrab. Mereka hidup damai dan harmonis, mencintai satu sama lain dan dibuktikan dengan mendiami rumah Betang bersama secara berdampingan.

Bisa dibilang tempat inilah pusat kehidupan masyarakat Suku Dayak. Rumah Betang menjadi tempat yang istimewa. Disini sesama anggota penghuni rumah dapat berbincang-bincang, berbagi tentang kisah, pengetahuan, pengalaman, dan tempat untuk saling bertukar pikiran antar anggota penghuni rumah.

Tentu ini adalah cara masyarakat suku Dayak dalam rangka membina keakraban antar penghuni rumah. Dengan sedikitnya jumlah pemakai, sudah otomatis punahnya rumah betang (apabila tidak diurus oleh pemerintah) hanya tinggal menunggu waktu saja. Apalagi, sekarang pengaruh globalisasi juga mulai hinggap di kalangan anak muda suku Dayak.

Rumah Adat Bola Soba blogaramelia.blogspot.co.id Bola soba adalah rumah adat yang berasal dari Sulawesi Selatan. Ketika masih aktif digunakan, rumah ini dipakai untuk bangsawan atau keluarga raja dari suku Bugis. Bola soba adalah bahasa bugis yang apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Rumah Persahabatan”.

Sebutan rumah adat Bola Soba ini sendiri mempunyai kisah sejarah yang panjang. Rumah adat bangsawan ini dibangun di akhir abad ke-19. Tepatnya di masa pemerintahan Raja Bone ke-30.

Tujuan awal dibangun rumah adat Bola Soba adalah sebagai tempat kediaman sang raja kala itu, yakni raja La Pawawoi Karaeng Sigeri. Kisah berlanjut ketika rumah Bola Soba ini ditempati oleh putra raja La Pawawoi, Baso Pagilingi Abdul Hamid. Raja memerintahkan anaknya untuk menjadi panglima perang atau “Petta Ponggawae” kerajaan.

Sang putra raja akhirnya resmi diangkat menjadi panglima perang dari Kerajaan Bone.

rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat

Kemudian pada masa itu datanglah Belanda yang dengan sekuat tenaga ingin menguasai daerah Sulawesi. Kerajaan-kerajaan yang ada di penjuru pulau Sulawesi menjadi incaran Belanda, tak terkecuali Kerajaan Bone. Akhirnya sang Petta Ponggawae berhasil ditaklukkan, dan kerajaan Bone runtuh. Sejak saat itu Belanda berkuasa, maka rumah Bola Soba dijadikannya sebagai markas tentara. Singkat cerita pada tahun 1912, oleh Belanda rumah adat bangsawan Bola Soba akhirnya beralih fungsi.

Rumah yang dulunya menjadi tempat istimewa, kediaman menetap para bangsawan berubah menjadi penginapan atau rumah singgah bagi tamu-tamu Belanda kala itu. Maka dari itu rumah ini disebut rumah persahabatan atau Bola Sabo. Saat ini, bola soba benar-benar hanya tinggal sejarah. Tidak ada rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat keluarga raja yang di rumah model kuno tersebut dan lebih memilih tinggal di rumah modern.

Beberapa rumah adat bola soba yang tersisa saat ini dimanfaatkan sebagai museum sejarah. Rumah Adat Honai desainrumah99.web.id Honai merupakan rumah adat khas Papua, khususnya bagi suku-suku yang tinggal di pegunungan. Hal ini tidak terlepas dari desain rumah honai dimana ia memiliki bentuk yang sempit dan tidak memiliki jendela guna menahan hawa dingin yang menusuk.

Biasanya, honai hanya dibangun setinggi 2,5 meter dan di tengah rumah disiapkan api unggun untuk menghangatkan diri. Seperti kebanyakan rumah-rumah tradisional yang ada di pedalaman-pedalaman, rumah Honai memakai kayu untuk dinding-dindingnya.

Adapun atapnya memakai batang-batang jerami dan ilalang yang dibentuk mengerucut, sehingga jika dilihat dari jauh bentuk rumah-rumah ini menyerupai jamur. Dalam satu keluarga, biasanya mereka memiliki 3 honai sekaligus yang berguna untuk tempat makan bersama, tempat tidur serta kandang hewan ternak. Pada honai yang digunakan untuk tempat tidur terdapat 2 lantai.

Lantai dasar biasa digunakan untuk para pria sekaligus berjaga dan lantai kedua adalah khusus untuk wanita. Ada 3 jenis rumah Honai. Yang pertama Honai itu sendiri, yakni sebutan untuk rumah bagi kaum pria.

Selanjutnya Ebei yang dikhususkan untuk tempat tinggal wanita. Yang terakhir disebut Wamai, yakni rumah untuk kandang babi. Dari dua tingkat lantai yang dibangun, biasanya lantai dasar digunakan untuk istirahat.

Sedangkan lantai yang kedua lebih sering dipakai dalam kegiatan keluarga sehari-hari. Mirip dengan daerah lainnya, masalah yang dihadapi rumah adat honai untuk eksistensinya adalah pengaruh globalisasi, sehingga perhatian dari pemerintah sangat diperlukan agar rumah adat honai terus terjaga dari kepunahan. Contoh langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan mengadakan perlombaan rumah honai atau yang sejenisnya.

Rumah Krong Bade tradisikita.my.id Rumah adat khas Nanggroe Aceh Darussalam ini biasa disebut oleh penduduk setempat dengan sebutan rumoh Aceh. Krong Bade memiliki ciri khas berupa tangga depan yang biasanya digunakan oleh para penghuni dan tamu untuk masuk ke dalam rumah. Umumnya jumlah anak tangga di dalam Rumah Krong Bade terhitung ganjil. Selain itu, Rumah Krong Bade dihiasi dengan berbagai macam ukiran pada bagian dinding rumah.

Banyaknya ukiran pada dinding Rumah Krong Bade biasanya tergantung dari kondisi kemampuan ekonomi si pemilik rumah. Selain mempunyai ciri khas yang berbeda, seperti anak tangga dan ukiran-ukiran sarat makna, ada hal lagi yang menjadikan rumah adat Krong Bade berbeda dari rumah adat lainnya. Ialah pembagian ruangan. Di setiap rumah adat Krong Bade punya pembagian ruangan tersendiri. Rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat 4 bagian dalam rumah Krong Bade, dan tiap ruangan memiliki fungsi masing-masing.

Ruang bagian bawah difungsikan sebagai gudang penyimpanan, baik berupa barang-barang lama, hasil pertanian atau mesin-mesin. Selain itu bagi masyarakat Aceh khususnya kaum hawa, ruangan bawah ini juga difungsikan menjadi tempat pembuatan kain sekaligus menjual kainnya. Sedangkan ruang depan difungsikan untuk ruang istirahat keluarga, atau kegiatan lain seperti tempat belajar anak-anak. Ruang yang tidak memiliki kamar ini juga dipakai sebagai ruang untuk menerima tamu.

Untuk ruang tengah (seuramoe teungoh) dikenal juga sebagai rumah inong. Ruangan ini merupakan ruangan inti dari sebuah rumah Krong Bade. Ruangan ini benar-benar ruang khusus. Disinilah tempat tidur kepala keluarga. Anggota keluarga tidak boleh sembarangan masuk ruangan ini, apalagi tamu atau orang lain. Ruangan tengah ini bercirikan desainnya yang lebih tinggi dari ruang depan, serta di sisi kanan kirinya terdapat kamar.

Di ruang tengan ini hanya boleh dipakai untuk seluruh anggota keluarga di waktu-waktu tertentu saja. Misalnya ketika acara pernikahan, ruang tengah ini dijadikan sebagai ruang tidur mempelai. Atau ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia, maka ruang tengan ini digunakan sebagai ruang untuk pemandian mayat. Yang terakhir adalah ruang belakang (seurameo likot).

Ruang yang difungsikan sebagai dapur rumah ini juga mempunyai kegunaan hampir sama dengan ruang depan, yakni sebagai tempat bersantai dan bercengkrama antar anggota keluarga.

Desainnya pun dibuat sama dengan ruang depan, yaitu tidak memiliki kamar di sisi-sisinya serta letaknya lebih rendah dari ruang bagian tengah. Rumah Krong Bade kini telah menjadi salah satu warisan rumah adat budaya Indonesia yang hampir punah. Hal ini disebabkan karena masyarakat Aceh mulai menempati rumah-rumah modern dibandingkan dengan perawatan Rumah Krong Bade yang perawatannya jauh lebih mahal.

Rumah Lamin nobertamebang.blogspot.com Berbentuk panjang dan berpanggung merupakan ciri khas dari rumah adat khas Kalimantan Timur ini. Hal inilah yang menyebabkan rumah Lamin dapat ditempati oleh beberapa kepala keluarga sekaligus. Salah satunya adalah Rumah Lamin di Kalimantan Timur yang dihuni oleh 12 sampai dengan 30 keluarga. Suku Dayak umumnya menggunakan rumah adat berjenis ini sebagai identitas jati diri mereka di masyarakat. Pada bagian dinding Rumah Lamin terdapat beberapa ukiran atau gambar yang mempunyai makna khusus bagi para penghuni suku Dayak di Kalimantan Timur.

Sebagian masyarakat Dayak beranggapan bahwa gambar dan beberapa ukiran tersebut memiliki kekuatan magis yang dapat menjaga kelangsungan hidup keluarga mereka dalam satu rumah dari kondisi bahaya apapun.

rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat

Ciri Khas Rumah Adat Lamin Beberapa ciri khas unik rumah adat lamin telah membuat rumah adat dayak ini sangat mudah dikenali. Diantara ciri khas rumah adat lamin antara lain yaitu: Warna yang Khas Rumah adat lamin ini juga memiliki ciri khas warna-warna cerah yang menambah kecantikan dasar dindingnya.

Warna hitam, kuning, biru dan merah merupakan warna utama dalam dekorasi rumah adat Kalimantan Timur ini. Warna hitam bermakna keteduhan, putih bermakna kesucian jiwa, merah bermakna keberanian, dan kuning bermakna kewibawaan. Kontruksi Bangunan Salah satu ciri rumah adat Kalimantan Timur ini selanjutnya yaitu terletak pada kontruksi bangunannya.

Rumah adat lamin ini dibangun dengan menggunakan kayu ulin. Kayu ini merupakan kayu pilihan yang hanya bisa didapatkan dari hutan Kalimantan. Kayu ulin ini sangatlah kuat dan tidak mudah lapuk. Bahkan apabila kayu terkena air, maka justru akan semakin keras dan kuat. Pembagian Ruangan Umumnya rumah adat lamin dibagi menjadi 3 ruangan, ruang tamu, ruang tidur dan ruang untuk memasak atau dapur. Ruang tamu merupakan ruang luas dan panjang yang biasanya dipergunakan untuk acara pertemuan adat dan menerima tamu.

Ruang tidur di pisah-pisah berdasarkan fungsinya, yakni untuk wanita dan laki-laki. Akan tetapi ada juga ruang tidur yang khusus dibuat untuk pasangan suami istri Tangga dan Kolong Rumah Dikarenakan bentuknya panggung, rumah adat dayak Kalimantan Timur ini dilengkapi dengan sebuah tangga.

Tangga ini berguna sebagai jalan keluar masuk rumah. Di bagian bawah, kolong rumah ini biasanya di manfaatkan menjadi kandang ternak seperti sapi, kambing dan ayam. Aksesorir Rumah Rumah adat lamin biasanya dilengkapi aksesoris atau ornamen yang khas. Ornamen yang rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat utamakan yaitu totem atau patung-patung.

Patung ini adalah dewa-dewa yang diyakini warga dayak sebagai penjaga rumah dari malapetaka. Tanean Lanjhang stevenbrahma.deviantart.com Penduduk Madura memang dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi tali persaudaraan antar sesama. Salah satu contoh bahwa mereka benar-benar menjunjung tinggi ikatan terlihat dari pola rumah adatnya. Adalah Tanean Lanjhang atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan halaman panjang yang merupakan bagian dari rumah adat khas Madura. Tanean Lanjeng terbentuk karena sejumlah rumah yang ditata secara berjajar dengan rumah induk yang berada di tengah-tengah.

Rumah induk biasanya ditandai dengan jengger ayam di bagian atapnya. Orang tertua dalam suatu keluarga diwajibkan untuk menempati rumah induk tersebut agar menjadi Kepala Somah. Setelah itu, kepala somah memiliki wewenang dalam mengatur semua kebijakan yang ada di dalam keluarga, khususnya menyangkut masalah pernikahan. Rumah tanean lanjeng hanya mempunyai satu pintu di depan. Hal ini bertujuan supaya pemilik rumah bisa mengontrol segala aktifitas keluar dan masuk anggota keluarganya.

Pada pintu ini terdapat hiasan ukiran khas Madura dengan warna merah dan hijau, yang melambangkan perjuangan dan kesetiaan. Lukisan bunga juga menjadi penghias dinding bagian depan rumah, lukisan ini melambangkan keharmonisan dan kebahagiaan keluarga. Biasanya setiap rumah juga di lengkapi dengan sebuah surau.

Surau ini, disamping berguna untuk tempat ibadah, juga menjadi tempat bagi Kepala Somah, untuk mengontrol orang-orang yang keluar dan masuk halaman rumahnya. Masyarakat Madura biasa menyebut surau ini dengan sebutan langgar atau musholla. Rumah Limas wikimedia.org Rumah Limas khas Sumatera Selatan ini memiliki rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat yang bertingkat-tingkat sesuai dengan filosofi budayanya sendiri.

Tingkat-tingkat tersebut biasanya disebut oleh masyarakat dengan nama bengkilas. Rumah Limas memiliki luas antara 400 hingga 1000 meter persegi. Kayu tembesu digunakan sebagai bahan material dasar dalam pembuatan lantai, dinding serta pintu Rumah Limas. Sementara itu, untuk pembuatan tiang rumah umumnya masyarakat menggunakan kayu unglen kedap air. Di sisi lain, aksesoris atau ukiran yang rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat di dalam Rumah Limas pun mempunyai arti-arti tertentu.

Apabila Anda melihat dengan seksama ke bagian dalam rumah ini, akan terlihat ornamen simbar atau tanduk yang ada di bagian atas atap. Simbar dengan hiasan bunga Melati melambangkan mahkota yang bermakna kerukunan dan keagungan rumah adat ini.

Aksesoris tanduk yang terdapat di atap juga memiliki makna tertentu sesuai dengan jumlahnya. Saat ini pembangunan Rumah Limas di Sumatera Selatan sudah sangat jarang didirikan. Hal ini rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat karena luas wilayahnya yang terlalu lebar sehingga memakan banyak biaya jika dibandingkan dengan membangun rumah biasa. Lontiok id.worldmapz.com Lontiok memiliki ciri khas berupa beberapa tiang penyangga yang saling menopang di tiap bagiannya.

Rumah khas Riau ini sengaja dibangun dengan permukaan yang tinggi agar mereka terhindar dari serangan binatang buas serta ancaman dari beberapa suku lain.

Selain itu, bagian bawah dari rumah Lontiok juga bisa dimanfaatkan untuk memelihara berbagai hewan dan binatang ternak. Arsitektur tradisional rumah adat Lontiok ini memiliki berbagai nilai budaya yang tinggi, terlihat dari awal tahap pembangunannya hingga selesai. Dalam bangunan tersebut terdapat makna dan filosofi yang sangat dalam hubungannya dengan pembentukan karakter dan sikap hidup warga kampar. Struktur bangunan Rumah Lontiok mempunyai arti yang kesemuanya berhubungan dengan sistem kekeluargaan dalam hidup bermasyarakat.

Ia melambangkan hubungan antar individu, antara orang tua, anak dan antar anggota masyarakat lainnya. Selain itu struktur bangunan rumah adat lontiok ini memiliki makna kebesaran sang pencipta Rumah Lontiok merupakan salah satu Budaya Indonesia yang wajib untuk dilestarikan.

Rumah Lontiok kini sudah jarang untuk ditemukan karena sudah mulai termakan usia, bahkan jika ada sekalipun pastinya sudah mulai terlihat tidak terawat. Di Dusun Pulau Belimbing Desa Sipungguk terdapat salah satu Rumah Lontiok yang sudah tidak terawat lagi kondisinya.

Meskipun begitu, Rumah Lontiok ini masih dapat menjadi objek wisata yang menarik jika pemerintah berupaya untuk merawatnya. Rumah Adat Suku Baduy kebudayaanindonesia.net Rumah Adat Baduy Pada sub bab ini kita akan membahas mengenai rumah adat Baduy, secara umum rumah adat Baduy ialah rumah panggung yang mana hampir semua bahan rumah dibuat dan dibentuk dari bambu.

Rumah adat Baduy dibuat dengan tingkat kesederhanaan yang tinggi dan memiliki semangat kemanusiaan yang rindu akan rasa nyaman dan perlindungan. Rumah adat Baduy dibuat dan dibangun menyesuaikan dengan bentuk tanah, misalnya pada keadaan tanah yang miring dan tidak rata maka biasanya bangunan disangga dengan tumpukan batu, dan batu yang digunakan untuk menyangga adalah batu kali, yang mana batu ini berfungsi sebagai tiang penyangga bangunan dan menahan agar bangunan yang ada tidak ikut terkena longsor.

Sedangkan secara tekstrur rumah adat Baduy dibuat tinggi dan memiliki bentuk panggung. Sedangkan bagian atapnya dibuat dari daun yang biasa disebut dengan sutah nyada. Nyada memiliki arti yaitu sikap bersandar, yang mana sandaran yang dimaksud ialah bukan sandaran yang lurus, melainkan sandaran yang agak merebah ke belakang. Yang menjadi ciri khusus dari atap rumah adat Baduy iyalah terdapat adanya salah satu sulah nyada yang sengaja dibuat lebih panjang dan memiliki tingkat kemiringan yang lebih rendah pada bagian rangka atapnya.

Adapun kita akan melihat bahwasannya rumah adat Baduy memiliki bilik rumah serta pintu rumah yang terbuat dari anyaman bambu yang dianyam secara vertikal, yang mana teknik ini jelas sangant mengandalkan perkiraan dalam ukuran anyamannya, sehingga dalam adat Baduy teknik seperti ini biasa disebut dengan sarigsig.

Kemudian kunci rumah adat Baduy dibuat dengan teknik memalangkan dua buah kayu berukuran besar yang mana cara membuka dan menguncinya hanya cukup dengan menarik dan atau mendorongnya.

Kemudian di dalam rumah adat Baduy terdapat 3 ruangan yang menghiasinya. Untuk ruangan yang pertama disebut dengan nama immah yaitu ruang bagi kepala keluarga dan juga dapurkemudian ruangan yang kedua disebut dengan nama tepas yang mana ruangan in terdiri dari ruangan tidur bagi anak-anak dan juga sebagai ruang makan, kemudian yang ketiga disebut sosoro yang mana ruang ini berfungsi sebagai ruang tamu untuk menerima dan menjamu tamu yang berkunjung ke rumah ini.

Suku Baduy memiliki kehidupan dan tingkah laku sehari-hari yang sangat dekat dan ramah dengan alam. Sehingga tidak heran apabila suku Baduy memiliki naluri yang cukup baik, yang mana hal ini mereka dapatkan dari kebiasaan mereka untuk menyelaraskan diri rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat dengan lingkungan alam sekitar. Jika kita datang ke desa suku Baduy, maka kita akan melihat bahwa bangunan rumah adat suku Baduy akan saling berhadapan satu sama lain yang mana masing-masing rumah hanya boleh menghadap ke arah utara maupun selatan.

Adapun jika ada rumah yang menghadap ke arah barat dan timur, maka secara adat hal ini tidak diperkenankan karena melanggar adat yang ada. Selain memiliki rumah adat yang unik, suku Baduy juga memiliki kebiasan yang sangat baik dengan alam sekitar mereka, dengan besarnya tingkat peduli dan perhatian mereka terhadap alam sekitar, maka mereka memiliki kebiasaan yang unik, yaitu mereka tidak akan pernah mengubah serta mengolah keadaan lahan yang ada disekitar mereka.

Sebaliknya kita akan melihat bahwasannya mereka sangat memperhatikan keadaan alam sehingga kita akan melihat bahwasannya rumah-rumah yang mereka bangun sangatlah susuai dengan kondisi alam yang ada, yang mana mereka sengaja melakukannya demi keberlangsungan alam sekitar mereka.

Rumah Adat Sulawesi Tengah http://adat-tradisional.blogspot.com/ Provinsi Sulawesi Tengah telah dihuni oleh masyarakat yang beraneka ragam dari berbagai macam suku, mulai dari suku Bugis, Kaili, Pamona, Gorontalo dan masih banyak lagi. Budaya Sulawesi Tengah terbentuk dari suku-suku tersebut. Jika membahas mengenai rumah adat yang dijadikan sebagai ikon budaya Sulawesi Tengah, kamu akan menemukan rumah adat yang bernama Rumah Tambi.

Rumah adat tersebut berasal dari suku Kaili dengan keunikan yang dimilikinya kini dijadikan sebagai ikon rumah adat Sulawesi Tengah. Rumah Adat Sulawesi Tengah Terdapat 2 jenis rumah yang dapat ditemukan pada budaya suku Kaili Sulawesi Tengah, ialah rumah Tambi dan rumah Souraja.

Rumah Souraja merupakan rumah yang hanya digunakan oleh para bangsawan dan keluarga kerajaan saja, sedangkan rumah Tambi digunakan oleh masyarakat Kaili biasa. Struktur Rumah Rumah tambi berstruktur seperti rumah panggung pada umumnya yang memiliki tiang penyangga pendek dengan ketinggian kurang dari 1 meter.

Tiang-tiang tersebut memiliki jumlah 9 dan saling dilekatkan satu sama lain dengan balok kayu yang dipasak. Tiang-tiang yang digunakan sebagai penyangga lantai dan kerangka rumah untuk menopang pondasi berupa batu persegi dengan ukuran lebih besar dibagian bawahnya. Tiang-tiang kokoh penyangga rumah adat Sulawesi Tengah tersebut merupakan terbuat dari bahan kayu bonati, kayu berjenis hutan yang bertekstru kuat dan tahan lapuk.

Tiang-tiang tersebut memiliki peran sebagai penyangga rangka lantai yang berbahan papan. Lantai rumah tersebutu dibuat dari bahan papan yang bersusunan saling berdekatan. Luas lantainya memiliki ukuran kurang lebih 5 x 7 meter. Rumah Tambi memiliki desain unik yang terdapat pada konstruksi atapnya.

Atap rumah Tambi memiliki bentuk seperti prisma dengan sudut kecil pada bagian atasnya sehingga terlihat menjulang tinggi dan dapat menaungi semua bagian rumah. Atap rumah Tambi terbuat dari daun rumbia atau terkenal dengan bahasa Indonesianya ijuk. Ijuk tersebut memanjang ke bawah dan memiliki fungsi sekaligus sebagai dinding luar. Untuk mendapatkan akses keluar masuk rumah terdapat sebuah tangga dan pintuk masuk pada bagian depan. Tangga dan pintu mempunyai ukiran-ukiran bermotif etnik suku kaili sebagai hiasan.

Tidak hanya itu, tangga pada umumnya mempunyai anak tangga yang memiliki jumlah ganjil jika si pemilik rumah hanya rakyat biasa dan berjumlah genap jika pemilik rumah adalah ketua adat. Fungsi Rumah Adat Rumah adat Tambi disaat sekarang ini hanya difungsikan sebagai simbol budaya saja bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah. Namun, dijaman dulu rumah adat tersebut juga difungsikan sebagai rumah tinggal untuk sebagian besar masyarakat suku Kaili. Walaupun memiliki fungsi untuk tempat tinggal, kini rumah adat Sulawesi Tengah tersebut tidak seperti rumah adat Indonesia lainnya yang dibagi atas ruangan khusus.

Bagian pada rumah Tambi tidak bisa dipsahkan kecuali hanya terdiri dari 1 ruangan besar yang mempunyai banyak fungsi. Untuk kegiatan sehari-hari, seperti memasak, menerima tamu, tidur, beristirahat, berkumpul dengan keluarga, semuanya dilakukan dalam satu ruangan tersebut.

Rumah tambi yang hanya mempunyai satu ruangan saja maka masyarakat Kaili dijaman dulu dengan melengkapinya dengan 2 bangunan tambahan, yaitu Buho atau Gampiri dan Pointua. Buho merupakan rumah khusus yang berbentuk seperti rumah Tambi yang terletak tidak jauh dari rumah utama. Buho Memiliki bangunan khusus yang terdiri dari 2 lantai, lantai pertama digunakan sebagai tempoat menerima tamu dan lantai kedua digunakan untuk menumbuk padi.

Rumah Adat Balla Jambu Pada sub judul kali ini kita akan membahas beberapa aspek tentang rumah adat Balla Jambu, yakni tentang: Apa sih rumah adat Balla Jambu, dimana letaknya, dan apa saja keunikan dan ciri khas dari rumah adat ini. Mari kita mulai. Sekilas tentang Rumah Adat Balla Jambu Balla Jambu adalah nama sebuah rumah adat di daerah Bulutana, Gowa, Sulawesi Selatan. Kalau secara letak geografis tempat ini berada di LS: 16 27.8 dan BT: 119 50 31.7, yakni persis 6 kilometer dari kota Malino (salah satu kota wisata paling terkenal di Sulawesi Selatan) Berdasarkan arsip sejarah rumah adat Balla Jambu sudah dibangun sejak ratusan tahun silam, yakni pada masa kerajaan Gowa.

Kalau dihitung-hitung itu lebih dari 400tahun silam. Pada masa pertama pembangunan, Balla Jambu digunakan atau ditinggali oleh raja yang menjadi pengawas di wilayah tersebut, raja tersebut lebih dikenal dengan istilah Karaeng -dalam bahasa setempat- yang berarti pemimpin tertinggi. Tapi walaupun rumah adat Balla Jambu telah berumur ratusan tahun dan dijadikan sebagai tempat bersejarah, rumah Balla Jambu tetap bisa ditinggali loh. Bahkan beberapa acara adat di daerah Bulutanadan masih cukup sering dipakai tinggal oleh kareang yang sekarang.

Letak Geografis Rumah Adat Balla Jambu Tadi di atas saya sudah menyinggung sedikit tentang letak dari rumah adat Balla Jambu ini, yakni bertepat di LS: 16 27.8 BT: 119 50 31.7 atau 6 kilometer dari Malino. Sekarang mari kita bahas sedikit lebih jauh. Rumah adat Balla Jambu terletak di daerah yang cukup sulit terjangkau, yakni di daerah perbukitan.

Kita bahkan diharuskan melewati jalan -yang cukup ekstrem- terjal, berkelok, dan masih beraspal kasar. Nggak hanya itu, sepanjang perjalanan menuju tempat ini kamu akan disuguhi pemandangan jalanan dengan jurang di sisi kanan dan sisi kiri.

Yap, benar-benar jurang. Makanya kita perlu ekstra hati-hati. Rumah adat Balla Jambu terletak gak jauh dari rumah adat Balla Lampoa, yakni salah satu rumah bersejarah yang dahulu digunakan pemimpin Belanda sebagai benteng perlawanan melawan pribumi.

Kalau sekarang, rumah ini ditinggali oleh Gallarang. Kamu tau Gallarang? Kalau belum, Gallarang itu adalah sebutan warga setempat untuk pemimpin eksekutif adat. Yap kalau di sistem pemerintahan kita, Gallarang itu setera dengan MPR, secara struktur di bawah persiden -Kareang- tapi secara legalitas dia berkuasa penuh untuk menurunkan si presiden.

Keunikan dan Ciri Khas Rumah Adat Balla Jambu Sekarang apa saja keunikan dan ciri khas dari rumah adat Balla Jambu? Yap, di rumah adat Balla Jambu ini terdapat banyak sekali keunikan dan ciri khas. Apa saja itu? Saya akan tuliskan dua di antaranya untuk kamu: • Umur Rumah yang Telah Mencapai Hampir Setengah Abad Kayak yang sudah saya bilang di atas, rumah adat ini telah ada sejak masa pemerintahan raja-raja di Nusantara.

Dalam hal ini, rumah Balla Jambu sudah ada sejak masa Kerajaan Gowa.

rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat

Kalian bisa hitung sendiri lah kapan waktu persisinya, yang jelas ini sudah ada sebelum masa penjajahan Portugis dan Belanda.

• Masyarakat Adat Sekitarnya yang Sangat Menjaga Keotentikan dan Kelesatarian Alamnya Sebenarnya saya ingin membahas secara panjang di bagian ini, tapi ini secara singkatnya. Masyarakat Bulutana -sangat- menjaga keontentikan dan kelestarian alam mereka. Hal ini terlihat jelas dari keseharian dan sturuktur pemerintahan di wilayah mereka, seperti: Pembentukan Karaeng, Gallarang, dan pemimpin-pemimpin adat lainnya yang berfungsi sama persis seperti di zaman nenek moyang mereka dahulu, yakni: menjaga hutan, membimbing dan mengayomi masyarakat, menjaga keutuhan dll.

Selain itu, terlihat pula dari keseharian mereka dimana masyarakat sekitar Balla Jambu terbiasa hidup gotong royong.

Bahkan mereka terbiasa membantu warga daerahnya untuk membangun (mencetak) sawah tanpa dibayar sedikitpun. Luar biasa bukan? Nah, demikianlah ulasan rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat tentang rumah adat Balla Jambu. Apa pendapat kamu tentang rumah adat ini? Yuk tuliskan di kolom komentar. Rumah Adat Dulohupa stickraft.blogspot.com Provinsi Gorontalo yang beribukota di Gorontalo termasuk propinsi baru yang ada di Indonesia, yang dulunya masuk dalam bagian provinsi Sulawesi Utara.

Terdapat empat rumah adat khas propinsi Gorontalo yakni rumah adat Dulohupa berlokasi di kota Gorontalo, rumah adat Bandayo Poboide di Limboto, rumah adat Ma’lihe/Potiwaluya serta rumah adat Gobel di Bone Bolango. Rumah Adat Dulohupa Berlokasi di Kelurahan Limba, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Masyarakat Gorontalo menyebut rumah ini sebagai Yiladia Dulohupa Lo Ulipu Hulondhalo.

Berbentuk rumah panggung, rumah Dulohupa terbuat dari papan dengan susunan atap yang memiliki berciri khas daerah Gorontalo.

Pada bagian luar terdapat pilar-pilar kayu sebagai hiasan dan simbol dari rumah adat ini. Ciri rumah adat ini adalah mempunyai dua tangga yang ada dibagian kiri serta kanan. Tangga ini merupakan simbol adat atau sering disebut dengan tolitihu. Rumah panggung khas Gorontalo ini sengaja dipilih karena menggambarkan filosofi tubuh manusia, yakni atap yang diumpamakan sebagai kepala, badan rumah yang menggambarkan tubuh, dan juga pilar-pilar rumah yang melukiskan kaki.

Selain itu tujuan rumah berbentuk panggung ini adalah agar terhindar dari bencana banjir yang kerap kali melanda daerah ini. Pada sisi atap rumah Dulohupa terbuat dari jerami terbaik, dibentuk seperti pelana yakni atap segitiga bersusun dua yang melambangkan syariat juga adat masyarakat Gorontalo.

Atap sisi atas melukiskan keyakinan masyarakat Gorontalo pada Tuhan yang Maha Esa, serta meletakkan agama sebagai kebutuhan paling dasar diatas yang lain. Pada atap sisi bawah melambangkan adat dan budaya dari masyarakat Gorontalo. Di jaman dulu, pada bagian puncak atap rumah adat ada dua batang kayu yang dipasang bersilang pada atas atap atau disebut juga dengan Talapua.

Menurut keyakinan masyarakat Gorontalo saat itu, Talapua mampu menghalangi roh-roh jahat mengganggu penghuni rumah. Akan tetapi semenjak agama Islam datang dan menyebar, keyakinan akan hal-hal mistik ini berangsur hilang.

Hingga kini Talapua jarang gunakan lagi. Masuk ke bagian dinding depan, disana ada Tange lo bu’ulu yang diletakkan menggantung di samping pintu masuk rumah Dulohupa. Tange lo bu’ulu melambangkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo. Adapun pada sisi bagian dalam rumah adat terlihat luas sebab tidak terdapat banyak sekat di ruangan ini. Sedangkan di dalam rumah ada anjungan yang dikhususkan sebagai tempat peristirahatan raja serta keluarga kerajaan.

Rumah adat Dulohupa didesain mempunyai banyak pilar-pilar kayu. Selain fungsinya sebagai penyokong karena berbentuk rumah panggung, pilar-pilar disini bermakna tersendiri. Di rumah adat ini ada berbagai macam pilar yakni, wolihi (pilar utama) sejumlah 2 buah, pilar depan sejumlah 6 buah, serta potu (pilar dasar) sejumlah 32 buah. Dulohupa diambil dari bahasa daerah Gorontalo yang mempunyai makna mufakat atau perjanjian.

Dalam sejarahnya rumah adat ini dipakai sebagai tempat bermusyawarah oleh keluarga kerajaan dan juga sebagai ruang sidang kerajaan bagi para pengkhianat negara, yakni melalui sidang tiga tahapan pemerintahan. Adapun tiga langkah tersebut yakni Buwatulo Bala (tahapan keamanan), Buwatulo Syara (tahapan hukum agama Islam) serta Bawatulo Adati (tahapan hukum kebiasaan). Selain itu juga untuk merencanakan kegiatan pembangunan daerah dan merampungkan persoalan masyarakat setempat.

Dewasa ini rumah adat Dulohupa seringkali dipakai untuk pertunjukan daerah, seperti gelaran upacara adat, ataupun gelaran seni dan budaya. Adapun rumah adat Dulohupa di dalamnya terdapat peralatan untuk upacara perkawinan seperti baju pengantin adat, perhiasan, pelaminan serta benda-benda bernilai yang lain.Rumah Adat Indonesia Aturan – Aturan Desain Rumah Tropis Sebuah Rumah Tropis adalah suatu bangunan tempat tinggal dimana segi bentuk maupun elemen – elemen pembentuknya dirancang dengan sedemikian rupa, sehingga tepat dan cocok berada pada daerah yang beriklim tropis.

Konsep Desain Rumah Tropis ini akan mengoptimalkan potensi dari iklim tropis dan mengurangi dampak buruk dari iklim tropis tersebut.Dengan kata lain bahwa konsep desain rumah tropis adalah konsep desain yang mampu beradaptasi dengan iklim tropis seperti di Indonesia ini. Rumah Adat Indonesia Yogyakarta Rumah Adat Indonesia Sulawesi Utara Rumah Adat Indonesia Sulawesi Tenggara Rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat Adat Indonesia Sulawesi Tengah gambar rumah adat Aceh Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai konsep desain dari rumah tropis tersebut, kita perlu mengenal terlebih dahulu seperti apa dan bagaimana daerah iklim tropis itu.

• Ada sebuah kata berasal dari bahasa Yunani yaitu Climate (iklim), klima yang berdasarkan kamus Oxford berarti region (daerah) yang dengan kondisi tertentu dari suhu kering, angin, kemudian cahaya dan sebagainya.

Dalam pengertian ilmiahnya, iklim adalah integrasi pada suatu waktu atau dengan kata lain integration in time dari kondisi fisik lingkungan atmosfir, yang berpengaruh terhadap karakteristik kondisi geografis pada kawasan tertentu.

Sedangkan cuaca adalah suatu kondisi sementara di lingkungan atmosfer pada suatu kawasan tertentu. • Rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat keseluruhan, maka iklim diartikan sebagai integrasi dalam suatu waktu mengenai keadaan cuaca. Kemudian kata tropis berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu kata tropikos yang juga berarti garis balik, garis balik ini adalah garis lintan 23027 utara dan garis lintan 23027 selatan.

• Kondisi iklim di daerah tropis sangatlah dipengaruhi oleh penyinaran matahari yang terjadi terus menerus setiap hari hingga sepanjang tahun. Faktor dari matahari inilah yang menjadi potensi sekaligus kendala dari iklim tropis. Cahaya matahari merupakan salah satu potensi iklim tropis yang melimpah setiap hari dan bahkan sepanjang tahun. Rata-rata daerah tropis menerima cahaya matahari hampir selama 12 jam setiap harinya. • Namun daerah dengan iklim tropis tentunya juga mempunyai permasalahan yaitu mengenai kondisi udara yang cukup panas akibat suhu udara dan kelembaban udara yang tinggi.

Kondisi udara yang panas tersebut ternyata melebihi batas ambang kenyamanan. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa permasalahan utama di daerah iklim tropis adalah permasalahan suhu udara yang cukup panas. Rumah Adat Indonesia jawa timur Rumah Adat Indonesia Kalimantan barat Untuk itu dalam konsep desain pada rumah tropis, diperlukan adanya pengendalian suhu udara di dalam rumah.

Pengendalian suhu udara tersebut dapat dilakukan dengan cara : • Memperluas bukaan ventilasi agar volume angin yang masuk ke dalam ruangan menjadi lebih banyak. • Memberikan unsur air juga akan mengurangi suhu udara yang panas tersebut. • Menerapkan sistem innercourt atau taman belakang. • Menerapkan sirkulasi yang nyaman dalam penataan furniture. Rumah yang berada pada iklim tropis memang harus memiliki konsep rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat membuat orang di dalamnya menjadi nyaman dengan keadaan udara yang sejuk.

Yang perlu diperhatikan dalam mendesain bagian interiornya pada konsep rumah tropis, yaitu : • Dalam peletakkan furniture merupakan hal penting yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan sirkulasi yang nyaman agar orang yang beraktivitas didalamnya dapat dengan mudah dalam melakukan kegiatannya.

• Menerapkan unsur tanaman pada ruangan, misalnya dengan memberikan tanaman hias di sudut ruangan. Mungkin dapat diaplikasikan pada ruang tamu, ruang makan, atau kamar tidur. • Menerapkan penutup dinding menggunakan berbahan kayu sehingga akan membuat suasana lebih nyaman. • Menerapkan ruangan yang lebih terbuka dengan memperbanyak lubang ventilasi udara. • Memperhatikan kombinasi warna yang dapat membuat penghuninya merasa lebih nyaman. Rumah Adat Indonesia kalimantan selatan Rumah Adat Indonesia kalimantan tengah Dengan menerapkan aturan-aturan dalam desain rumah tropis yang telah kami paparkan di atas pada lingkungan tropis, para pembaca akan mendapatkan banyak manfaatnya.

Salah satu manfaat yang akan didapat adalah didapatkannya kenyamanan dimana panas di dalam ruangan akan terasa berkurang dan aliran udara yang terjadi di dalam ruangan menjadi cukup baik.

Selain itu desain rumah tropis identik dengan arsitektur dan unsur budaya Indonesia. Demikianlah, Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai desain rumah pada iklim tropis. Selamat dan sukses dalam pembuatan desain rumah tropis untuk keluarga Anda tercinta. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan Anda. Des ain Rumah Etnik Jawa Minimalis gambar rumah adat Bengkulu gambar rumah adat Kepulauan Riau gambar rumah adat lampung Desain rumah minimalis saat ini adalah yang paling banyak diminati.

Selain tidak memerlukan biaya yang besar, rumah minimalis juga tidak membutuhkan lahan yang cukup luas. Lahan yang sempit pun bisa digunakan untuk membangun rumah minimalis. Meski begitu, rumah minimalis tidak kalah dengan rumah mewah dari segi kenyamanan bagi penghuninya, hanya perlu penempatan yang tepat untuk property yang digunakan sehingga menjadikannya seperti mewah.

Salah satu desain baru yang muncul saat ini adalah paduan antara design rumah minimalis dengan design rumah jawa, Sehingga terciptalah desain rumah baru yaitu rumah etnik jawa minimalis. Anda mungkin berfikir sangat sulit untuk memadukan rumah jawa yang penuh ornament dengan rumah minimalis yang tanpa ornament. Tentu anda tidak perlu memasang seluruh ornament yang ada pada rumah etnik jawa. Anda hanya memerlukan sebagian ornament saja yang digunakan, karna itu bertentangan dengan konsep rumah minimalis ini.

Sebenarnya rumah etnik jawa memiliki ciri khas yang sama dengan rumah minimalis. Yang paling menonjol kesamaannya adalah dari penggunaan material dan warna.

rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat

Rumah etnik jawa biasanya menggunakan bahan alami seperti kayu berkualitas tinggi dengan warna alaminya. Hal tersebut juga ada pada desain rumah minimalis yang juga menggunakan bahan yang alami. Rumah Adat Indonesia Kalimantan Timur Rumah Adat Indonesia Kalimantan Utara Tahukah anda, dibalik penataan ruang dalam rumah etnik jawa itu ada makna spiritual yang dipercayai oleh masyarakat jawa, misalnya penggunaan empat tiang utama didalam ruang sebagai ciri khas pada rumah joglo akan menjamin kekokohan rumah.

Banyak masyarakat yang bilang kalau rumah etnik jawa itu lebih kokoh dari rumah yang lain. Rumah etnik jawa lebih tahan terhadap goncangan gempa sering terjadi, khususnya di jawa tengah. Rumah jawa lebih terkenal dengan penggunaan atap yang berbentuk semi piramida.

Dengan penggunaan atap yang seperti ini akan memberikan nuansa etnis. Untuk menjadikannya minimalis anda perlu melakukan penyesuaian dengan cara menyederhanakan bentuknya atau mengurangi kemiringannya. Atap dengan bentuk seperti ini bisa mengalirkan air hujan secara sempurna sehingga perawatannya lebih mudah. Anda juga bisa menggunakan alternative lain untuk menjadikannya lebih sederhana dengan mengaplikasikan atap semi piramida sebagian saja.

Demikian pembahasan tentang des ain rumah etnik jawa minimalis yang bisa kami sajikan untuk anda. Semoga bisa bermanfaat bagi anda dan bisa menjadi inspirasi bagi untuk menciptakan sesuatu yang baru seputar desain rumah.

Ide Menciptakan Nuansa Budaya Jawa Di Ruang Tamu Rumah Minimalis gambar rumah adat Riau gambar rumah adat Sumatera Barat Ruang tamu yang memang digunakan sebagai ruang utama untuk menjamu tamu kehadirannya sangat penting diperhatikan. Sebagai ruang utama yang juga kehadirannya ada di sudut terdepan rumah, ruang tamu menjadi titik fokus penampilan rumah karenanya desain ruang tamu harus menjadi titik fokus dan perhatian dalam rumah kita.

Dalam mendesain ruang tamu sendiri ada rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat inspirasi desain ruang tamu rumah minimalis yang bisa dikenakan. Salah satunya ruang tamu rumah minimalis dengan nuansa budaya Jawa. Dan disini kami berikan idenya untuk Anda! Yuk langsung saja simak informasinya berikut ini!

Ruang Tamu Rumah Minimalis Dengan Nuansa Budaya Jawa gambar rumah adat Sumatera Selatan gambar rumah adat Sumatera Utara Ya, tema ruang tamu rumah minimalis memang ada banyak jenisnya. Salah satu tema ruang tamu rumah minimalis yang sangat cocok dijadikan pilihan karena memiliki kesan etnik dan memberikan sisi tradisional Indonesia adalah ruang tamu rumah minimalis dengan nuansa budaya Jawa.

rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat

Jawa memang memiliki budaya yang sangat kental dengan kenyamanan dan keberagamannya. Tentu hal ini juga dapat menjadi pilihan yang sesuai dan memberikan kesan sederhana bagi pemiliknya. Dengan membuat desain ruang tamu di rumah minimalis bertema Jawa, ornamen yang akan erat kaitannya adalah ornamen seperti warna kayu, warna cat yang kalem, penempatan interior yang nyaman dan enak dipandang.

Tetapi tenang saja, karena unsur ruang tamu bergaya Jawa juga masih bisa untuk disandingkan dengan unsur budaya Jawa dan Eropa. Tentunya sentuhan Eropa seperti sofa dan karpet yang diletakkan di ruang tamu harus Anda tahu. Rumah Adat Indonesia Maluku Rumah Adat Indonesia Maluku Utara Sementara untuk desain ruang tamu secara luas dapat berisi tentang hal – hal yang disukai oleh pemiliknya sehingga ruang tamu tersebut merupakan identitas diri dari ruang tamu di rumah minimalis Anda.

Desain yang umumnya simple ini memang akan semakin menarik ketika beberapa barang unik dapat menjadi penghias yang manis di ruang tamu Anda. Tertarik? Yuk coba desain ruang tamu di rumah minimalis Anda dengan nuansa budaya Jawa yang eksotis ini.

Semoga informasi yang kami berikan diatas mengenai Ruang Tamu Rumah Minimalis Dengan Nuansa Budaya Jawabermanfaat sekaligus menjadi inspirasi terbaik untuk Anda. Prinsip Menciptakan Nuansa Jawa Pada Desain Ruang Tamu Minimalis rumah adat bangka belitung rumah adat Indonesia Rumah Adat Indonesia Bali Jika ditanya apa saja ruang vital yang ada dalam sebuah rumah, tentu jawabnya ada banyak.

Bahkan tidak hanya dapur, kamar mandi dan kamar tidur saja yang menjadi ruang vital dalam sebuah rumah, melainkan ruang tamu juga identik dengan ruang vital dalam sebuah rumah.

Ruang tamu adalah sebuah ruangan yang digunakan untuk menjamu para tamu. Pada umumnya ruangan ini didesain pada bagian terdepan rumah karena memang fungsinya untuk menjamu para tamu. Untuk itu menciptakan desain ruang tamu harus dipikirkan matang – matang dan harus disesuaikan bersama desain rumah yang Anda bangun.

Dan sekarang, waktunya Anda memahami seperti apa konsep rumah yang Anda bangun. Mungkinkah Anda membangun ruang tamu di rumah minimalis dengan konsep nuansa Jawa?

Jika iya, kami punya inspirasinya untuk menciptakan nuansa jawa pada desain ruang tamu minimalis. Berikut ini informasi lengkapnya untuk Anda! Desain Ruang Tamu Minimalis Dengan Nuansa Rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat Rumah Adat Indonesia banten Rumah Adat Indonesia Gorontalo Rumah Adat Indonesia jakarta Bagi Anda yang memang ingin menciptakan sebuah ruang tamu minimalis lengkap dengan nuansa Jawa sebagai sisi arsitekturnya, ada beberapa prinsip ruang tamu minimalis dengan nuansa Jawa yang bisa Anda coba desain, berikut ini inspirasinya!

Jika memang Anda masih bingung dengan pemilihan desain ruang tamu minimalis, ada baiknya jika Anda coba mempertimbangkan tema Jawa sebagai unsurnya. Jawa memang memiliki budaya yang kental dengan kenyamanan dan keberagaman yang membalutnya. Desain dengan tema Jawa juga akan erat kaitannya dengan kayu, warna – warna cat kalem, penempatan interior yang nyaman dan enak dipandang. Rumah Adat Indonesia Nusa Tenggara Timur Rumah Adat Indonesia Papua Rumah Adat Indonesia Papua Barat Jika Anda memilih desain ruang tamu minimalis dengan tema Jawa, Anda juga bisa kok memadukan tema Jawa tersebut dengan sentuhan Eropa.

Tidakkah kesannya bertabrakan? Tidak kok! Akulturasi dua budaya ini malah memberikan kesan yang elegan pada nuansa desain ruang tamu minimalis anda. Anda bisa berikan sentuhan Eropanya pada sofa, meja ataupun pada karpet yang kemudian diletakkan pada ruang tamunya.

Dalam desain ruang tamu sendiri dapat Anda isi dengan hal – hal yang disukai oleh pemiliknya sehingga dengan begitu ruang tamu merupakan identitas diri seorang pemilik. Desain yang simple juga akan semakin menarik saat beberapa barang unik Anda jadikan penghias yang manis di ruang tamu. Rumah Adat Indonesia Sulawesi Barat Rumah Adat Indonesia Sulawesi Selatan Desain ruang tamu nuansa Jawa atau desain ruang tamu nuansa Jawa yang diakulturasikan dengan nuansa budaya Eropa ini sangat cocok juga untuk diterapkan bagi rumah yang memiliki lahan tidak terlalu luas.

Dengan desain ini daya tarik tersendiri akan bisa Anda temukan pada rumah minimalis Anda. Demikian sedikit informasi yang bisa kami berikan mengenai Desain Ruang Tamu Minimalis Dengan Nuansa Jawa.Semoga menjadi sebuah informasi yang bermanfaat Cara Membuat Ruang Tamu Senyaman Mungkin Rumah Adat Indonesia jawa barat Rumah Adat Indonesia jawa tengah Ruang tamu merupakan ruangan yang bisa di bilang kesannya itu mengalir dan bisa di pakai buat apa saja, antara ruang makan, atau-pun ruang ngobrol, semua terasa jadi satu kalau sudah berada di ruang tamu, ya seperti itulah adanya kalau di ruang tamu.

Ruang tamu juga salah satu tempat bersantai di kala lelah atau-pun bersuka cita bersama keluarga, maka dari itulah kenapa ruang tamu sangat mempunyai peran yang sangat penting, dan oleh sebab itu, kita sebagai pemilik rumah harus benar-benar membuat ruang tamu senyaman mungkin, apalagi jika ada tamu yang berkunjung. Mendokorasi ruang tamu sendiri memiliki 2 type, type minimalis, dan type yang lebar, seperti apapun typenya, tugas pemilik rumah adalah membuat suasana tenang dan nyaman, lalu bagaimanakah mencipatkan ruangan yang nyaman, berikut sedikit tipsnya tentang Cara Membuat Ruang Tamu Senyaman Mungkin • Agar lebih terlihat suasana mengalirnya, hendaknya pakailah dan pilihlah warna lantai keramik yang hampir mirip dengan warna cat dindingnya.

• Disini Anda bisa menentukan dan memilih warna yang putih, selain itu warna seperti blubery juga cocok untuk menciptkan sedikit keasriannya. • Aturlah ruang tatanan pencahayaannya, disini Anda pemilik rumah harus mengetahui benar, kapan cahaya matahari boleh memasuki rumah atau-pun tidaknya.

• Tempelkan atau berilah ruangan dengan hiasan-hiasan seperti furniture yang menarik, tujuannya agar ruangan semakin indah dan mewah, meskipun pada dasarnya ruang tamu tersebut sangat minimalis. • Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihannya setiap waktu, pakai lantai pel yang aroma wanginya tidak terlalu menyengat.

• Lebih bagus jika Anda sedikit mau menaruh tumbuhan pada ruangan tamu Anda, misalnya saja dengan menggantungkan bunga rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat setiap dindingnya. • Salah satu trik simpel sih, memberikan pengharum ruangan agar suasana semakin asri dan membuat para tamu betah saat berlama-lama. Tidak terlalu sulit sih untuk membuat ruang tamu nyaman, cukup memakai trik sederhana di atas yakni, Cara Membuat Ruang Tamu Senyaman Mungkin.

Semoga saja informasi kali ini bisa ada gunanya untuk para pemilik rumah di manapun. Jasa Desain Rumah Di Jogja, Jasa Desain Rumah Di Rumah adat suatu daerah disesuaikan dengan titik-titik masyarakat, Jasa Desain Rumah Di Bandung, Jasa Desain Rumah Di Garut, Jasa Design Rumah Di Gresik, Jasa Desain Rumah Di Lampung, Jasa Desain Rumah Di Jambi, Jasa Desain Rumah Di Jakarta, Jasa Desain Rumah Di Pekanbaru, Jasa Desain Rumah Di Padang, Jasa Desain Rumah Di Palembang, Jasa Desain Rumah Di Pontianak, Jasa Desain Rumah Di Kebumen, Jasa Desain Rumah Di Sukabumi, Jasa Desain Rumah Di Surabaya, Jasa Desain Rumah Di Tasikmalaya, Jasa Desain Rumah Di Tangerang, Jasa Desain Rumah Di Medan, Jasa Desain Rumah Dan Rab

Brand Research: Customer Response Index




2022 www.videocon.com