Penjara di rumah bupati langkat

penjara di rumah bupati langkat

Penjara ini ditemukan oleh tim pada saat melakukan penggeledahan terkait kasus korupsi yang menjerat Bupati Langkat nonaktif tersebut.

penjara di rumah bupati langkat

Di balik jeruji besi tersebut, ada skitar 3-4 orang yang diduga mengalami penyiksaan. Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin, diduga melakukan perbudakan modern setelah ditemukan ada penjara manusia di kediamannya. Temuan ini bermula dari penggeledahan rumah Terbit di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ).

Seperti diketahui, Terbit sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan kasus suap fee proyek infrastruktur di Langkat. Penjara manusia itu diketahui berada di halaman belakang rumah Terbit. TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Penangkapan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin yang tersandung dugaan kasus korupsi sudah sangat mengejutkan warga Langkat khususnya dan Indonesia pada umumnya. Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) menangkap Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin terkait dugaan suap fee proyek infrastruktur di Kabupaten Langkat.

Kondisi penjara yang berada di dalam rumah Bupati Langkat Terbit Rencana, Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala. (TRIBUN MEDAN/HO) Ternyata tak berhenti di seputar dugaan kasus korupsi. Kabar terbaru, jauh lebih mengejutkan dan mengernyitkan dahi.

penjara di rumah bupati langkat

Penjara atau kerangkeng milik Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin (HO) Betapa tidak, Migrant Care dijadwalkan menyambangi Komnas HAM terkait temuan mengerikan di kediaman Bupati Terbit Perangin-angin, Senin (24/1/2021) hari penjara di rumah bupati langkat.

Migrant Care hendak melaporkan temuan dugaan perbudakan modern. Penjara milik Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin (HO) Migrant Care mensinyalir adanya dugaan tindak pidana perbudakan modern ini setelah petugas yang menggeledah kediaman Terbit Rencana Peranginangin.

Saat penggeledahan, ditemukan satu penjara atau kerangkeng, yang kabarnya digunakan untuk memenjarakan pekerja perkebunan sawit miliknya.

Penjara di Rumah Bupati Terbit Rencana (HO / Tribun Medan)
TRIBUNNEWS.COM - Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin, diduga melakukan perbudakan modern setelah ditemukan ada penjara manusia di kediamannya. Temuan ini bermula dari penggeledahan rumah Terbit di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Seperti diketahui, Terbit sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan kasus suap fee proyek infrastruktur di Langkat. Penjara manusia itu diketahui berada di halaman belakang rumah Terbit. Dirangkum Tribunnews, berikut fakta-fakta penjara manusia di rumah Bupati Langkat: Baca juga: Komnas HAM Minta Kepolisian Pastikan Keberadaan 40 Korban Dugaan Perbudakan di Rumah Bupati Langkat Baca juga: Komnas HAM Kirim Tim Investigasi Terkait Dugaan Perbudakan di Rumah Bupati Langkat Tersangka KPK 1.

Lebih dari 40 Orang Pernah Ditahan Kondisi penjara yang berada di dalam rumah Bupati Langkat Terbit Penjara di rumah bupati langkat, Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala. (TRIBUN MEDAN/HO) Penanggung Jawab Migrant CARE, Anis Hidayah, mengungkapkan setidaknya lebih dari 40 orang pernah ditahan di penjara milik Terbit Rencana Peranginangin.

Puluhan orang tersebut ditahan di dua penjara manusia di rumah Terbit. "Ada dua sel di dalam rumah Bupati yang digunakan untuk memenjarakan sebanyak 40 orang pekerja setelah mereka bekerja," ungkap Anis, Senin (24/1/2022), dikutip dari TribunMedan.

Lebih lanjut, Anis mengatakan para tahanan tersebut dipekerjakan di lahan sawit. JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati nonaktif Langkat yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Terbit Rencana Perangin-Angin, diduga melakukan kejahatan lain berupa perbudakan terhadap puluhan manusia.

Dugaan itu diungkap oleh Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat, Migrant Care, yang menerima laporan adanya kerangkeng manusia serupa penjara (dengan besi dan gembok) di dalam rumah bupati tersebut. "Kerangkeng penjara itu digunakan untuk menampung pekerja mereka setelah mereka bekerja. Dijadikan kerangkeng untuk para pekerja sawit di ladangnya," ujar Ketua Migrant Care Anis Hidayah kepada wartawan, Senin (24/1/2022). Baca juga: Ramai soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Apa Ancaman Hukuman Pelaku Perbudakan?

"Ada dua sel di dalam rumah Bupati yang digunakan untuk memenjarakan sebanyak 40 orang pekerja setelah mereka bekerja," tambahnya. Anis menyebutkan, jumlah pekerja itu kemungkinan besar lebih banyak daripada yang saat ini telah dilaporkan. Mereka disebut bekerja sedikitnya 10 jam setiap harinya. Setelah dimasukkan ke kerangkeng selepas kerja, mereka tidak memiliki akses untuk ke mana-mana dan hanya diberi makan dua kali sehari secara tidak layak.

penjara di rumah bupati langkat

Baca juga: Begini Penampakan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat "Mereka tentu tidak punya akses komunikasi dengan pihak luar. Mereka mengalami penyiksaan, dipukul, lebam, dan luka," ujar Anis. "Selama bekerja mereka tidak pernah menerima gaji," ungkapnya. Migrant Care menilai bahwa situasi di atas jelas bertentangan dengan hak asasi manusia, prinsip-prinsip pekerjaan layak yang berbasis HAM, dan prinsip antipenyiksaan.

Baca juga: Sebut Kerangkeng Manusia untuk Rehabilitasi Narkoba, Bupati Langkat Ngaku Sudah Bina Ribuan Orang Terlebih lagi, Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, dan Merendahkan Martabat Manusia melalui Undamg-Undang Penjara di rumah bupati langkat 5 Tahun 1998. Dimulai Hari Ini, Simak Syarat "Travel Bubble" dari Singapura ke Batam-Bintan https://nasional.kompas.com/read/2022/01/24/13593861/dimulai-hari-ini-simak-syarat-travel-bubble-dari-singapura-ke-batam-bintan https://asset.kompas.com/crops/CudGTRr7pY9EQX-5baQHg99fbgg=/14x0:1920x1271/195x98/data/photo/2022/01/21/61eabd02b96b1.jpg
Jakarta - Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin membangun kerangkeng manusia di kediamannya.

Kerangkeng itu diklaim sebagai tempat pembinaan pecandu narkoba. Kasus kerangkeng manusia ini tengah diusut polisi. Polisi turut mendalami dugaan perbudakan dan TPPO buntut temuan kerangkeng tersebut.

Terbit Rencana sempat menjelaskan soal kerangkeng yang diklaimnya sebagai tempat pembinaan pecandu narkoba. Terbit diwawancara langsung yang diunggah di kanal resmi Pemkab Langkat. Baca juga: KontraS Curiga Banyak Pihak Terlibat di Kasus Kerangkeng Bupati Langkat Video itu diunggah 27 Maret 2021 sebelum dirinya terjerat kasus suap. Dalam video tersebut Terbit Rencana menyebut kerangkeng yang dibuatnya tempat pembinaan untuk warga pecandu narkoba.

"Itu bukan rehabilitasi, itu adalah pembinaan yang saya buat penjara di rumah bupati langkat ini untuk membina bagi masyarakat penjara di rumah bupati langkat penyalahgunaan narkoba. Itu namanya bukan rehabilitasi, hanya pembinaan namanya itu. Tempat pembinaan yang kita lakukan," ujar Terbit dalam video, seperti dilihat Rabu (26/1/2022).

Terbit Rencana mengatakan kerangkeng manusia itu sudah dibangun sejak 10 tahun lalu. Kerangkeng itu dibuat atas inisiatif keluarga. "Kita sediakan tempat mereka itu ada 3 gedung, 3 gedung untuk pembinaan mereka," jelasnya.

Dia menyebut melakukan pembinaan warga secara gratis. Warga yang masuk menurutnya ada yang diantar langsung pihak keluarga, atau diminta untuk dijemput oleh keluarga pecandu narkoba. Baca juga: Siasat Terbit di Balik Temuan Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Motif Bupati Langkat Bangun Kerangkeng untuk Rehabilitasi Terbit menuturkan kerangkeng untuk rehabilitasi ini dibangun sebelum menjabat bupati.

Terbit mengaku tujuan membangun kerangkeng itu adalah membantu masyarakat lepas dari jeratan narkoba. "Hanya pandangan kami supaya bisa membantu masyarakat Kabupaten Langkat itu dari sisi mana.

Kami berkoordinasi dengan ibu (istri) dengan hati yang ikhlas niat yang baik kami melihat pandangan, di mana salah satu keluarga apabila keluarganya ada penyalahgunaan narkoba kami berharap kami membantu keluarga yang terkena narkoba," paparnya. "Itu dari awalnya semua ini hanya supaya di Kabupaten Langkat walaupun kami hanya kecil, tidak begitu besar pengaruhnya di Kabupaten Langkat ini kami sungguh perhatian terhadap penyalahgunaan narkoba karena kami melihat sebelum kami lakukan banyak korban narkoba," paparnya.

Terbit menurutkan, hingga 2021, sudah ada 3.000 orang yang dibina dalam kerangkeng itu. Dia menyebut setiap hari bisa menerima 100 orang untuk dibina. "Kurang lebih 200 sampai 300 orang yang sudah keluar dari sini," katanya. Baca juga: Pengakuan Penghuni Selama Dalam Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Dia kemudian menjelaskan soal metode pembinaan yang dilakukan di kerangkeng manusia di rumahnya.

Dia mengatakan tahap awalnya adalah butuh 3 bulan untuk pemulihan zat narkoba di tubuh pecandu. "Untuk menghilangkan pemulihan narkobanya itu lama pemulihannya kurang lebih 2 sampai 3 bulan. Itulah cara yang kita lakukan beserta tim bagaimana untuk memulihkan supaya zat narkoba kepada mereka itu supaya hilang itu tahap awal yang kita lakukan," jelasnya.

"Setelah itu hilang kita anggap zat narkoba kita berikan tahap bertahap seperti tentang keagamaan, kesehatan olahraga dan begitu seterusnya. Banyaklah metode supaya orang ini penyadaran penyembuhan," jelas dia.
KOMPAS.com - Bupati nonaktif Langkat yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Terbit Rencana Perangin-Angin, diduga melakukan kejahatan lain berupa perbudakan terhadap pekerjanya.

Diberitakan Kompas.com,Senin (24/1/2022), Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat, Migrant Care, menerima laporan adanya kerangkeng manusia serupa penjara (dengan besi dan gembok) di dalam rumah bupati tersebut. Baca juga: Komnas HAM Koordinasi dengan Polisi soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat "Kerangkeng penjara itu digunakan untuk menampung pekerja mereka setelah mereka bekerja. Dijadikan kerangkeng untuk para pekerja sawit di ladangnya," ujar Ketua Migrant Care Anis Hidayah.

Anis mengungkapkan, orang-orang tersebut tidak punya akses komunikasi dengan pihak luar.

penjara di rumah bupati langkat

Mereka dipukuli hingga lebam dan luka. Selain itu, mereka juga tidak mendapat gaji meski bekerja di perkebunan sawit. Penjara dibangun sejak 2012 Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan awal terkait temuan penjara atau kerangkeng di rumah Bupati nonaktif Langkat. "Berdasarkan keterangan yang kami dapatkan sementara bahwa bangunan itu ada sejak tahun 2012. Kemudian pengelolaannya dilakukan secara mandiri oleh bupati dan beberapa pengurus yang ada di situ," kata Hadi kepada Kompas TV, Selasa (25/1/2022).

penjara di rumah bupati langkat

Hadi mengatakan, tempat yang menyerupai penjara itu disebutkan sebagai tempat rehabilitasi bagi pencandu narkoba dan anak-anak akibat kenakalan remaja. "Mereka menyebutnya sebagai tempat rehabilitasi bagi pencandu narkoba dan anak-anak kenakalan remaja," ujar Hadi.

Baca juga: Fakta-fakta Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat Dalami dugaan kerja paksa dan kekerasan Hadi juga menjelaskan, berdasarkan penyelidikan awal, mereka dititipkan oleh keluarga atau orangtuanya dengan membuat surat pernyataan. Sementara itu, terkait adanya dugaan kerja paksa hingga kekerasan, pihaknya masih mendalami. Berita Terkait Jadi Tersangka KPK, Berikut Profil dan Harta Kekayaan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin Sederet Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK pada Awal 2022, Terbaru Bupati Langkat Fakta-fakta Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat Penjelasan Korlantas Polri soal Warna Pelat Nomor Kendaraan Putih Mulai 2022 Ganjar Si Angsa Hitam 2024?

Berita Terkait Jadi Tersangka KPK, Berikut Profil dan Harta Kekayaan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin Sederet Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK pada Awal 2022, Terbaru Bupati Langkat Fakta-fakta Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat Penjelasan Korlantas Polri soal Warna Pelat Nomor Kendaraan Putih Mulai 2022 Ganjar Si Angsa Hitam 2024?Berikut fakta-fakta penjara dan dugaan perbudakan di rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-Angin hingga isu budak tak pernah digaji gaes.

Diketahui Bupati nonaktif Langkat yang sempat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, diduga telah melakukan perbudakan terhadap puluhan manusia di rumahnya. Hal ini terungkap usai Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat, Migrant Care menerima laporan adanya kerangkeng manusia di dalam rumah bupati tersebut.

"Kerangkeng penjara itu digunakan untuk menampung pekerja mereka setelah mereka bekerja. Dijadikan kerangkeng untuk para pekerja sawit di ladangnya," ujar Ketua Migrant Care Anis Hidayah.

BACA JUGA: Fakta-fakta Sopir Truk Kecelakaan Balikpapan Jadi Tersangka, Melanggar 2 Peraturan Dua Penjara di rumah Bupati nonaktif Langkat Selain itu, diketahui terdapat dua sel dalam rumah itu, dengan jumlah pekerja sebanyak 40 penjara di rumah bupati langkat yang dipenjarakan di dalamnya.

penjara di rumah bupati langkat

"Ada dua sel di dalam rumah Bupati yang digunakan untuk memenjarakan sebanyak 40 orang pekerja setelah mereka bekerja," ucapnya. Bahkan menurut Anis, jumlah pekerja yang jadi korban perbudakan tersebut kemungkinan bisa bertambah.

Perbudakan dan tak digaji Gak cuma itu, para pekerja di rumah Bupati nonaktif Langkat tersebut juga bekerja sekitar 10 jam setiap harinya dan jika sudah selesai mereka akan kembali dimasukkan ke dalam kerangkeng atau sel sehingga tak bisa kemana-mana. Baca Juga: Biodata dan Profil Terbit Rencana Perangin-Angin: Umur, Agama dan Karier, Bupati Langkat Diduga Lakukan Perbudakan Para budak tersebut juga hanya diberi makan dua kali sehari dengan cara yang tak layak dan kerap kali mengalami penyiksaan.

"Mereka tentu tidak punya akses komunikasi dengan pihak luar. Mereka mengalami penyiksaan, dipukul, lebam, dan luka," ungkapnya. Bahka selama bekerja mereka juga tak pernah mendapatkan gaji dari sang Bupati. Tempat rehab Sementara itu, pihak kepolisian Sumatra Utara, Kapolda Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, buka suara. Panca membenarkan jika pihaknya menemukan tempat yang meyerupai kerangkeng yang berisi 3-4 orang di rumah Bupati Langkat.

Namun tempat tersebut ternyata merupakan tempat rehabilitasi pengguna narkoba.

penjara di rumah bupati langkat

"Ternyata dari hasil pendalaman kita, itu memang adalah tempat rehabilitasi yang dibuat yang bersangkutan secara pribadi yang sudah berlangsung selama 10 tahun untuk merehabilitasi korban pengguna narkoba," jelasnya. Menurutnya, orang yang ada dalam kerangkeng tersebut adalah pengguna narkoba yang baru masu dua hari dan sehari sebelum OTT sementara yang lainnya adalah pekerja di kebun kelapa sawit. BACA JUGA: Fakta-fakta Lampu Merah Kecelakaan Maut Balikpapan, Sering Terjadi Kejadian Memakan Korban Nah, itulah fakta-fakta penjara dan dugaan perbudakan di rumah Bupati Langkat, hingga isu budak tak pernah digaji gaes.

Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin Perbudakan di Rumah Bupati Langkat Bupati nonaktif Langkat fakta perbudakan Bupati Langkat kerangkeng manusia pekerja Bupati Langkat tak digaji Share to:
tirto.id - Kasus Bupati Langkat tengah menjadi perbincangan hangat setelah ditemukan kerangkeng manusia di rumahnya.

Hingga penjara di rumah bupati langkat ini, polisi masih menyelidiki kasus kerangkeng manusia ini. Bupati Langkat yang bernama Terbit Rencana Perangin Angin (TRP) ini awalnya ditangkap karena kasus dugaan suap. Bupati Langkat kena OTT KPK soal dugaan pengaturan proyek dengan adanya penyetoran sejumlah uang terkait pekerjaan pengadaan barang dan jasa tahun 2020-2022 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. KPK telah menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Sebagai penerima, yakni Terbit Rencana Perangin Angin (TRP), Iskandar PA (ISK), Marcos Surya Abdi (MSA), Isfi Syahfitra (IS), dan Shuhanda Citra (SC) dari pihak swasta/kontraktor.

Sementara sebagai pemberi, yaitu Muara Perangin-angin (MR) dari pihak swasta/kontraktor. Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan sekitar tahun 2020 hingga saat ini, Terbit selaku Bupati Langkat periode 2019-2024 bersama dengan Iskandar diduga melakukan pengaturan dalam pelaksanaan paket proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Langkat.

Kasus Kerangkeng Manusia Bupati Langkat Kasus Bupati Langkat ternyata tak berhenti hanya di OTT KPK saja. Belakangan diketahui Terbit Rencana memiliki kerangkeng manusia di belakang rumahnya. Kerangkeng itu bentuknya seperti penjara yang di dalamnya terdapat sekitar 40 pekerja. Dugaan sementara, kerangkeng itu adalah tempat rehabilitasi para pengguna narkoba yang dipekerjakan di perkebunan sawit milik Bupati Langkat. Namun, praktik rehabilitasi ini tidak memiliki izin resmi alias ilegal dan dianggap melanggar HAM.

Salah satu LSM Migrant CARE menyebut kerangkeng itu bukan tempat rehabilitasi tetapi merupakan bentuk dari perbudakan modern. Migrant CARE menyatakan, 40 orang yang ada dalam kerangkeng itu tidak diberi gaji dan upah oleh Bupati Langkat.

Hingga sekarang, kasus kerangkeng manusia ini masih dalam penyelidikan polisi dan juga sudah dilaporkan ke Komnas HAM. Profil Bupati Langkat Bupati Langkat memiliki nama lengkap Terbit Rencana Perangin Angin.

penjara di rumah bupati langkat

Ia merupakan orang asli Langkat yang lahir di Raja Tengah, Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, 24 Juni 1972. Ia menjabat sebagai Bupati Langkat periode 2018-2023. Sebelum jadi bupati, Terbit Rencana sebelumnya pernah menjadi Ketua DPRD Langkat periode 2014-2018.

Bupati Langkat diketahui aktif dalam organisasi kepemudaan dan menjadi bagian dari Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila, Medan, Sumatra Utara sejak 1997.

penjara di rumah bupati langkat

Ia juga merupakan Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPTI/SPSI). Saat menjadi Bupati Langkat, Terbit Rencana mendapat dukungan dari Partai Hanura, PDIP, PAN, PBB, PPP, Golkar, PKB, dan Gerindra.

Total kekayaan Terbit Rencana dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang dilaporkan adalah Rp85 miliar. Bupati Langkat juga memiliki 10 bidang tanah dan bangunan di Kabupaten Langkat dan Kota Medan senilai Rp3,7 miliar dan 8 mobil senilai Rp1,1 miliar.

Merek milik Bupati Langkat yang diketahui adalah dua buah Toyota Yaris, Toyota Hilux, Toyota Vios, Toyota Land Cruiser, Honda Jazz, dan dua Honda CR-V.

Kapolda Sumut Temukan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat




2022 www.videocon.com