Karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut

karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut

MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Prosa – Pengertian, Jenis, Ciri, Bentuk, Contoh : Prosa adalah jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi sebab variasi ritme yang dipunya lebih besar, dan bahasanya yang sesuai dengan arti leksikalnya.

Kata prosa berasal dari bahasa Latin yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan ini biasanya dipakai sebagai deskripsi sebuah ide atau kata. Sebab, prosa bisa dipakai untuk surat kabar, novel, majalah, surat, ensiklopedia, serta beragam jenis media lainnya. 5.6. Sebarkan ini: Prosa adalah karangan bebas yang tidak terikat oleh banyaknya baris, banyaknya suku kata dalam setiap baris serta tidak terikat oleh irama dan rimanya seperti dalam puisi.

Prosa berbeda dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa latin yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasnya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat serta berbagai jenis media lainnya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Pramuka Di Indonesia Dan Dunia TERLENGKAP Prosa Lama adalah prosa yang lahir dan hidup dalam masyarakat lama Indonesia, yakni masyarakat yang masih sederhana dan terikat oleh adat-istiadat karya yang dihasilkan secara bersifat moral, pendidikan, nasehat, ajaran agama, adat, dan car tulisan tidak terikat oleh aturan.

Prosa yang berupa cerita rekaan atau khayalan pengarangnya. Ceritanya tidak sepenuhnya berdasarkan pada fakta. • Prosa Nonfiksi Karangan yang tidak berdasarkan rekaan atau khayalan tetapi berisi hal-hal yang bersifat informasi. Ciri – Ciri Prosa Secara umum • Bentuk Bebas Prosa memilik bentuk yang tidak terikat bait, rima, baris.

Bentuk prosa umumnya dalam bentuk rangkaian kalimat-kalimat yang membentuk paragraf-paragraf seperti dongeng tambo, hikayat, dsb. • Bahasa Bahasa dalam prosa dipengaruhi oleh bahasa lain, baik Melayu maupun bahasa Barat. • Tema Prosa memiliki tema sebagai dasar masalah yang akan dibahas istana sentris maupun masyarakat sentris. • Perkembangan Perkembangan prosa dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat yang statis maupun dinamis. • Pengarang Prosa memilik pengarang, baik yang diketahui ataupun tidak.

karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut

• Cara penyajian Prosa dapat disajikan baik dalam bentuk lisan maupun tertulis. • Pesan/ amanat Prosa memiliki pesan moral yang akan disampaikan kepada pembaca atau pendengar. • Urutan peristiwa atau kejadian Prosa memiliki alur jalan cerita dalam menggambarkan suatu kejadian baik itu alur maju, mundur, ataupun campuran.

• Tokoh cerita Dalam prosa menggunakan tokoh baik itu tumbuhan, hewan, maupun manusia yang diceritakan di dalamnya. • Latar/ setting Dalam menceritakan suatu kejadian dalam prosa menggunakan latar baik itu latar waktu, latar tempat, maupun suasana. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah BPUPKI Ciri – Ciri Prosa Lama • Bersifat statis Prosa lama memiliki bentuk sama, pola-pola kalimatnya sama, banyak kalimat dan ungkapan yang sama, tema ceritanya sama sesuai dengan perkembangan masyarakat yang lambat.

• Diferensiasi sedikit Cerita lama pada umumnya merupakan ikatan unsur-unsur yang sama karena perhubungan beberapa unsur kuat sekali.

• Bersifat tradisional Prosa lama bersifat tradisional, kalimat-kalimat dan ungkapan yang sama terdapat dalam cerita ynag berlainan, bahkan di dalam satu cerita juga sering diulang. • Terbentuk oleh masyarakat dan hidup di tengah-tengah masyarakat Prosa lama merupakan milik bersama yaitu menggambarkan tradisi masyarakat yang lebih menonjolkan kekolektifan.

Hasil sastra dalam kesusastraan lama tidak diketahui siapa pengarangnya. Apabila dicantumkan suatu nama, itu hanya nama penyadur dan bukan nama pengarang yang sebenarnya.

Sebab cerita lama itu hidup di tengah-tengah masyarakat yang diceritakan secara turun-temurun. • Tidak mengindahkan sejarah atau perhitungan tahun Sejarah menurut pengertian lama adalah karangan tentang asal-usul raja dan kaum bangsawan, kejadian-kejadian yang penting, tanpa memperhatikan perurutan waktu dan kejadian-kejadiannya sehingga alur cerita sulit dipahami. Nama-nama tempat terjadinya peristiwa juga tidak jelas.

• Bahasa menunjukkan bentuk-bentuk yang tradisional Bahasa bersifat klise, bahasa dipengaruhi oleh kesusastraan Budha dan Hindu yang sulit untuk dipahami dan dipengaruhi bahasa melayu. Banyak memakai kata penghubung yang menyatakan urutan peristiwa, misalnya: harta, syahdan, maka, arkian, sebermula, dan lalu.

Banyak memakai bentuk yang sehingga terdapat banyak pengulangan kata, misalnya: kata sahibul hikayat, ada sebuah negeri di tanah Andalas Palembang namanya, Demang Lebar Daun nama rajanya, salnya daripada anak cucu raja Sulun, Muara Tatang nama sungainya. Banyak memakai bentuk partikel pun dan lah. Banyak memakai kalimat inverse, misalnya: syahdan maka bertemulah rakyat Siam dengan rakyat Keling, lalu berperang. Lalu diceritakan segala kelakuan tuan putri dengan nahkoda itu.

• Istana sentris Ceritanya mengenai raja-raja dengan istananya, pemerintahannya, orang bawahannya, dan lain-lain. Tidak pernah menceritakan orang pada umumnya, bila ada yang diceritakan adalah orang yang luar biasa, misalnya orang yang sangat dungu atau yang sangat cerdik dan orang yang selalu malang.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah PPKI • Bersifat lisan Sastra lama bersifat lisan, disampaikan dari generasi ke generasi secara lisan, dari mulut ke mulut meskipun ada yang disampaikan dalam bentuk tulisan.

• Sifatnya fantasi atau khayal Hampir seluruhnya berbentuk hikayat, tambo, atau dongeng. Pembaca dibawa ke dalam khayal dan fantasi. • Tokoh yang digunakan adalah manusia • Amanat/ isi/ pesan. Ciri – Ciri Prosa Baru • Bersifat dinamis Prosa baru bersifat dinamis yang senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat yang cepat. Unsur-unsur yang membentuk prosa mengalami perkembangan dari masa ke masa.

• Masyarakat sentris Pokok cerita yang terdapat dalam prosa baru mengambil bahan atau kejadian dari kehidupan masyarakat sehari-hari yaitu hal biasa terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat. • Bersifat rasional Bentuk roman, cerpen, novel, kisah, drama, yang berjejak di dunia yang nyata berdasarkan kebenaran dan kenyataan. • • Bahasa tidak bersifat klise dan dipengaruhi oleh kesusastraan Barat • Diketahui siapa pengarangnya karena dinyatakan dengan jelas Pembuat prosa baru dinyatakan secara jelas dalam sehingga prosa bukan milik bersama masyarakat namun perorangan.

• Tertulis Prosa baru bersifat tertulis yang disampaikan dalam bentuk tulisan. • Bersifat modern/ tidak tradisional Unsur-unsur dalam prosa mengenai hal-hal yang sering terjadi pada masa sekarang. • Memperhatikan urutan peristiwa Dalam menggambarkan suatu keadaan disesuaikan dengan urutan kejadian sehingga alur yang digunakan dapat mudah dipahami. • Tokoh yang digunakan umumnya manusia Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 105 Nama Tarian Daerah Tradisional Di Indonesia Beserta Gambar Dan Asalnya Jenis Jenis Prosa • Prosa Lama • Hikayat berasal dari India dan Arab, berisikan cerita kehidupan para dewi, peri, pangeran, putri kerajaan, raja-raja yang memiliki kekuatan gaib.

• Sejarah (tambo) adalah salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah yang dibuktikan dengan fakta, selain sejarah ada juga silsilah raja-raja. • Kisah adalah cerita tentang perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lainnya.

• Dongeng adalah cerita yang menonjolkan binatang sebagai peran utama. Cerita bersifat khayalan. Dongeng juga terdiri dari banyak ragam yaitu: • • Fabel • Mite • Legenda • Sage • Parabel • Dongeng jenaka • Cerita berbingkai Contoh Prosa Lama Hikayat Amir Dahulu kala di Sumatra, hiduplah seorang saudagar yang bernama Syah Alam. Syah Alam mempunyai seorang anak bernama Amir. Amir tidak uangnya dengan baik. Setiap hari dia membelanjakan uang yang diberi ayahnya.

Karena sayangnya pada Amir, Syah Alam tidak pernah memarahinya. Syah Alam hanya bisa mengelus dada. Lama-kelamaan Syah Alam jatuh sakit. Semakin hari sakitnya semakin parah. Banyak uang yang dikeluarkan untuk pengobatan, tetapi tidak kunjung sembuh. Akhirnya mereka jatuh miskin. Penyakit Syah Alam semakin parah.

Sebelum meninggal, Syah Alam berkata”Amir, Ayah tidak bisa memberikan apa-apa lagi padamu. Engkau harus bisa membangun usaha lagi seperti Ayah dulu.

Jangan kau gunakan waktumu sia-sia. Bekerjalah yang giat, pergi dari rumah.Usahakan engkau terlihat oleh bulan, jangan terlihat oleh matahari.” ”Ya, Ayah. Aku akan turuti nasihatmu.” Sesaat setelah Syah Amir meninggal, ibu Amir juga sakit parah dan akhirnya meninggal. Sejak itu Amir bertekad untuk mencari pekerjaan. Ia teringat nasihat ayahnya agar tidak terlihat matahari, tetapi terlihat bulan. Oleh sebab itu, kemana-mana ia selalu memakai payung. Pada suatu hari, Amir bertmu dengan Nasrudin, seorang menteri yang pandai.

Nasarudin sangat heran dengan pemuda yang selalu memakai payung itu. Nasarudin bertanya kenapa dia berbuat demikian. Amir bercerita alasannya berbuat demikian.

Nasarudin tertawa. Nasarudin berujar, ” Begini, ya., Karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut. Bukan begitu maksud pesan ayahmu dulu. Akan tetapi, pergilah sebelum matahari terbit dan pulanglah sebelum malam. Jadi, tidak mengapa engkau terkena sinar matahari. ” Setelah memberi nasihat, Nasarudin pun memberi pijaman uang kepada Amir.

Amir disuruhnya berdagang sebagaimana dilakukan ayahnya dulu. Amir lalu berjualan makanan dan minuman. Ia berjualan siang dan malam. Pada siang hari, Amir menjajakan makanan, seperti nasi kapau, lemang, dan es limau.

Malam harinya ia berjualan martabak, sekoteng, dan nasi goreng. Lama-kelamaan usaha Amir semakin maju. Sejak it, Amir menjadi saudagar kaya. Sumber : Bina Bahasa dan Sastra Indonesia kelas IV: Erlangga • Prosa Baru • Cerpen adalah cerita rekaan yang pendek dalam arti hanya berisi pengisahan dengan fokus pada suatu konflik saja dengan tokoh-tokoh yang terbatas tetapi tidak berkembang atau tidak mengakibatkan perubahan nasib pelaku utama. Alur cerita sederhana hanya memaparkan penyelesaian konflik yang diungkapkan • Novel dari bahasa Italia, novella yang berarti barang baru yang kecil, kemudian kata tersebut menjadi istilah sebuah karya sastra dalam bentuk prosa.

Novel lebih panjang isinya daripada karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut. Konflik yang dikisahkannya lebih luas. Para tokoh dan watak pun lebih berkembang sampai mengalami perubahan nasib.

Menggambarkan latar lebih detail. Dengan perjalanan waktu terjadi perubahan-perubahan hingga konflik terselesaikan. • Dongeng adalah cerita rekaan yang sama dengan novel atau cerpen. Dongeng adalah cerita yang dikisahkan tentang hal-hal yang tidak masuk akal atau tak mungkin terjadi. • Resensi/ timbangan buku adalah pembicaraan/ pertimbangan/ ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.) atau membahas dan memberikan penilaian terhadap buku yang baru terbit.

Isi resensi bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari berbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll. Sering juga disertai penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati. • Esai adalah ulasan/ kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya.

Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll. Esai bersifat subjektif atau sangat pribadi. • Roman adalah cerita yang mengisahkan pelaku utama dari kecil sampai mati, mengungkap adat/ aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail/ menyeluruh, alur bercabang-cabang. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 10 Organ Sistem Alat Reproduksi Wanita Beserta Fungsi Dan Bagiannya Contoh Prosa Baru • Roman bertender yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan.

Contoh: Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisyahbana, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda oleh Adinegoro. • Roman sosial memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat • Roman sejarah yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja, Tambera. • Roman detektif yang isinya berkaitan dengan kriminalitas.

Yang menjadi pelaku utamaadalah agen polisi yang tugas utamanya membongkar kasus. Contoh: Mencari Pencuri, Kasih Tak Terlerai. • Roman psikologis yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tingkah laku tokoh utama.

karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut

Contoh: Katak Hendak Menjadi Lembu. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 12+ Sistem Anatomi Tubuh Manusia, Fungsi, Penjelasan, dan Gambar Lengkap Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia, S1, SMA, SMK, SMP Ditag bagaimana langkah-langkah menulis novel, bagaimana syarat identifikasi isi teks novel, berikut yang bukan ciri prosa lama adalah, cara menulis prosa, ciri ciri prosa baru, ciri ciri prosa lama, contoh bentuk prosa, contoh karangan prosa, contoh nilai nilai yang ada dalam novel, contoh prosa, contoh prosa baru, contoh prosa brainly, contoh prosa lama, contoh prosa puisi, contoh prosa singkat, contoh prosa sunda, contoh tambo dalam prosa lama, istilah lain untuk seloka adalah, jelaskan persamaan antara cerpen dan dongeng, karakteristik drama, karakteristik prosa, kelebihan novel, macam macam prosa, mengidentifikasi genre prosa, menginterpretasi puisi lama dan baru, novelet adalah, obat prosa, pengertian dari prosa, pengertian prosa brainly, pengertian prosa fiksi, pengertian prosa lama, Pengertian Prosa Lama Dan Baru, pengertian prosa menurut para ahli, pengertian puisi baru, perbedaan prosa dan puisi, perbedaan prosa lama dan prosa baru, prosa adalah brainly, prosa anak, prosa baru, prosa fiksi, prosa naratif, prosa puisi, puisi lama dan puisi baru, puisi prosa, puisi prosa baru bahasa sunda, sebutkan 3 contoh prosa modern, sebutkan dan jelaskan jenis cerita lama, sebutkan karakteristik prosa, struktur prosa, unsur pembangun prosa fiksi, unsur prosa, yang termasuk prosa lama Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com MENU MENU • Home • About • Profil Usaha • Sejarah • Contact • Service • Daftar Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Kerjasama Net Promoter • Jasa Pengurusan HAKI • Konsultasi Menulis • Cek Progess Buku • Testimony • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Artikel • Informasi • Dasar Menulis • Cara Menerbitkan Buku • Inspirasi • Memasarkan Buku • Tutorial • Teknik Menulis • Writing Advice • Writing Tools • Free Ebook • Ebook Panduan Buku Ajar (Versi Cepat Paham) • Ebook Premium Gratis • Ebook Menulis Buku Monograf • Ebook Menulis Buku Referensi • Ebook Rahasia Menulis Buku Ajar • Ebook Panduan Menulis Tanpa Plagiarisme • Ebook Self Publishing • FAQ • Promo • Karir Menu • Mulai Dari Sini • Motivasi Menulis • Dasar Menulis • Cara Menulis Buku • Cara Menerbitkan Buku • Panduan Menulis • Menulis Buku • Buku Pendidikan • Buku Ajar • Menulis Karya Ilmiah • Buku Referensi • Buku Teks • Novel • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Book Marketing • Succes Story • Toko Buku Menu • Home • About • Profil Usaha • Profil An Nur Budi Utama • Sejarah • Karir • Service • Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Jasa Pengurusan Haki • Konsultasi Menulis • Pengadaan Buku • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Kerjasama Net Promoter • Promo • Contact Us • FAQ • Artikel • Panduan Menulis • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Succes Story • Book Marketing • Toko Buku Daftar Isi • Pengertian Prosa Lama • Ciri-ciri Prosa Lama • 1.

Prosa lama bersifat statis • 2. Mengalami diferensiasi yang sedikit • 3. Jenis prosa ini bersifat tradisional • 4. Bersifat anonim • 5. Tidak memperhatikan sejarah atau perhitungan waktu • 6. Bahasanya bersifat klise • 7. Bersifat istana sentris • 8. Karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut dari mulut ke mulut • 9.

Bersifat khayalan atau fantasi • 10. Memiliki amanat • Jenis-jenis Prosa Lama • 1. Hikayat • 2. Sejarah atau Tambo • 3. Kisah • 4. Dongeng • 5. Cerita Rakyat • 6. Prosa Lirik • Perbedaan Prosa Lama dan Prosa Baru • 1. Tema • 2. Latar dan tempat waktu • 3. Alur • 4. Nama penulis atau pengarang • 5. Penyebaran karya sastra • Contoh Prosa Lama • FAQ tentang Prosa Lama Anda tentu pernah menulis atau setidaknya membaca prosa bukan? Seperti yang kita ketahui, prosa merupakan karya sastra yang berbentuk cerita yang disampaikan menggunakan narasi.

Penulisan prosa menggabungkan bentuk monolog dan dialog di mana penulis atau pengarangnya memasukkan pemikiran-pemikirannya ke dalam pikiran tokoh selama melakukan dialog.

Berbeda dengan karya sastra lainnya, prosa menggunakan kata-kata yang tidak memerhatikan pola irama, rima, atau sajak, sehingga prosa bisa disebut karya sastra yang bebas dan tidak terikat aturan. Prosa juga memiliki sifat yang hanya menyampaikan sedikit nilai dari karya sastra karena lebih mengutamakan unsur-unsur keindahan.

Secara umum, prosa dibagi menjadi dua jenis menurut waktunya. Pertama adalah prosa lama dan kedua adalah prosa baru. Meski sama-sama prosa, keduanya memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda.

Berikut ini akan dibahas mengenai prosa lama, mulai dari pengertian prosa lama, ciri-ciri prosa lama, jenis-jenis prosa lama, hingga contoh prosa lama. Pengertian Prosa Lama Setelah mengetahui mengenai prosa dan juga jenis prosa berdasarkan waktunya, saatnya memahami berbagai hal mengenai prosa lama, mulai dari pengertian prosa lama, ciri-ciri prosa lama, jenis-jenis prosa lama, dan contoh prosa lama. Prosa lama merupakan jenis dari karya sastra prosa dan merupakan suatu karya sastra yang sudah ada sejak zaman dahulu.

Prosa lama belum mendapat pengaruh dari sifat kebudayaan asing.

karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut

Artinya, prosa lama ini merupakan karya sastra yang belum dipengaruhi kebudayaan asing, khususnya budaya barat. Awal mula dari tersebarnya prosa lama ini dahulu dilakukan secara lisan. Prosa lama dahulu disebarkan secara lisan, mengingat zaman dahulu belum mengenal tulisan yang dapat mendukung penyebaran prosa dan karya sastra lainnya. Meski disebarkan secara lisan, karena kebanyakan disampaikan secara turun-temurun. Prosa lama ini sejak dahulu tersebar dari mulut ke mulut hingga tersebar ke seluruh kalangan masyarakat.

Penulis atau pengarang dari prosa lama ini umumnya anonim. Mereka menyampaikan prosa lama dengan memasukkan unsur memberi pengajaran sehingga sarat akan nilai moral. Penggunaan tulisan pada prosa lama kemudian mulai dikenal dan dilakukan selama masa penyebaran agama dan kebudayaan agama Islam ke Indonesia. Saat itulah, masyarakat mulai menyampaikan prosa lama dalam bentuk tulisan.

Bisa dibilang, prosa lama ini mengawali sastra Indonesia dan mengembangkan sastra lainnya. Hingga saat ini, prosa lama sangat mudah ditemukan di sekitar Anda. Prosa lama ditulis atau diceritakan berupa karangan bebas yang umumnya digunakan untuk menceritakan kisah-kisah fiktif atau kisah rekaan atau rekayasa hasil dari karya imajinasi oleh pengarang yang terdahulu. Ceritanya biasanya berpusat pada istana atau istana sentris. Sehingga pada umumnya, prosa lama ini memiliki cerita yang biasa dibaca atau didengar masyarakat sejak kecil hingga mereka beranjak dewasa.

Prosa lama biasanya memiliki nilai berupa nasihat, nilai moral, ajaran agama, pendidikan, adat, dan cara bersikap serta berlisan yang terikat oleh aturan. Prosa lama juga dapat diartikan sebagai karya sastra atau karangan bebas yang berasal dari ungkapan ekspresi yang imajinatif dari pengarang atau penulisnya yang masih pekat terhadap budaya tradisional.

Tak heran jika gaya bahasa pada prosa lama biasanya memiliki ciri khas, yaitu gaya bahasa yang masih berlatarkan zaman kerajaan. Baca Juga: 21 Jenis-Jenis Novel Berdasarkan Genrenya Cara Membuat Buku Novel Cara Menjadi Penulis Novel Cara Memulai Menulis Novel Cara Menulis Novel untuk Pemula Penokohan dalam Menulis Buku Novel Tips Merancang Setting Novel Ciri-ciri Prosa Lama Untuk membedakan prosa lama dengan prosa baru atau dengan karya sastra lainnya, tentu prosa lama memiliki ciri khas atau karakteristik tersendiri.

Karakteristik yang paling mudah dikenali dari prosa lama adalah bersifat statis karena belum dipengaruhi oleh budaya barat.

Akibatnya, prosa lama mengalami penyebaran yang lambat dibandingkan karya sastra lainnya. Prosa lama juga biasanya lebih imajinatif jika dibandingkan dengan prosa baru, sehingga karya sastra yang ada di dalam prosa lama cenderung bersifat fantasi. Awalnya, bentuk prosa ini mendapat pengaruh dari kebudayaan Hindu-Buddha dan Islam. Hal ini karena kebudayaan menulis dan mengenal aksara mulai berkembang saat penyebaran agama tersebut berlangsung.

Sama halnya seperti karya sastra lainnya, prosa lama juga memiliki unsur pembangun, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik dalam prosa ini merupakan unsur yang sifatnya membangun dan terdapat di dalam tulisan atau karya sastra, seperti tema, tokoh, alur, konflik, klimaks, latar, amanat, sudut pandang, hingga penokohan.

Unsur yang paling mudah ditemukan dan membedakan prosa ini dengan prosa lainnya karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut karya sastra lainnya adalah memakai latar dan tokoh yang berhubungan dengan kerajaan yang penuh imajinasi.

Meski tak semua prosa ini menggunakan latar kerajaan, tetapi jika menemukan salah satu karya sastra berlatar belakang kerajaan, sebagian besar mereka termasuk prosa lama. Selain memiliki unsur intrinsik, prosa lama juga memiliki unsur ekstrinsik.

Unsur ekstrinsik yang terkandung di dalam prosa ini meliputi keyakinan, pandangan hidup, sikap subjektif, hingga psikologi. Ada satu unsur ekstrinsik yang paling menonjol yaitu unsur keyakinan.

Di mana unsur keyakinan sangat kental di dalam prosa lama.

karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut

Biasanya, unsur keyakinan yang terdapat di dalam prosa ini dipengaruhi oleh ajaran-ajaran agama Hindu-Buddha dan Islam yang mengandung nilai-nilai atau pesan moral yang masih berkaitan dengan kedua nilai agama dan kebudayaan yang berada di sekitarnya.

Dari penjelasan di atas, maka disimpulkan bahwa prosa lama memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Prosa lama bersifat statis Artinya jenis prosa ini memiliki kalimat-kalimat atau ungkapan dan tema cerita yang sesuai dengan perkembangan pengetahuan masyarakat yang cenderung lambat sejak saat itu. 2. Mengalami diferensiasi yang sedikit Prosa ini cenderung memiliki ikatan unsur-unsur yang sama dan dipengaruhi oleh unsur serupa. 3. Jenis prosa ini bersifat tradisional Jenis prosa yang satu ini masih bersifat tradisional, di mana menampilkan kalimat-kalimat yang sama dalam berbeda-beda cerita atau berlainan cerita.

4. Bersifat anonim Prosa ini hidup di tengah-tengah masyarakat yang tidak diketahui secara pasti siapa yang menciptakan, siapa pengarangnya, bahkan siapa yang menyebarkan sehingga prosa ini dianggap milik bersama karena proses penyebaran prosa yang satu ini dilakukan secara turun-menurun melalui lisan dan tidak ada bukti otentik yang menyebutkan asal-muasal prosa ini.

5. Tidak memperhatikan sejarah atau perhitungan waktu Meski bersifat lama, namun prosa ini tidak memerhatikan sejarah dan perhitungan waktu, sehingga alur di dalam cerita ini biasanya sulit dipahami oleh pembaca, sehingga pembaca harus menebak-nebak. 6.

karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut

Bahasanya bersifat klise Karena masih bersifat tradisional, prosa lama ini memiliki bahasa yang bersifat klise, yang mana dipengaruhi oleh kesusastraan agama Hindu dan Buddha yang memang sulit dipahami bahasa-bahasanya oleh penganut agama lain. 7. Bersifat istana sentris Prosa lama ini biasanya memiliki latar dan gambaran tokoh dengan latar belakang kerajaan atau mengisahkan sebuah kerajaan beserta pemerintahannya, istana dan para raja dan ratu di dalamnya.

8. Disampaikan dari mulut ke mulut Meski termasuk karya sastra jenis lama, namun prosa lama ini sangat kuat dikenal dengan cara disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut sehingga dikenal sejak masih kanak-kanak sampai dewasa. 9. Bersifat khayalan atau fantasi Tokoh yang terdapat di dalam prosa ini bisa berupa manusia, hewan, atau tumbuhan. 10.

karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut

Memiliki amanat Prosa lama ini biasanya mengandung nilai moral yang tinggi sebagai amanat, isi, dan memiliki pesan baik untuk disampaikan kepada masyarakat luas. Jenis-jenis Prosa Lama Prosa lama memiliki beragam jenis jika dilihat dari unsur pembangun cerita dan lainnya. Tentu saja setiap jenis prosa ini memiliki ciri khas dan perbedaan yang menonjol. Berikut ini merupakan jenis-jenis prosa lama.

1. Hikayat Hikayat merupakan salah satu jenis prosa lama yang berisi mengenai cerita fiktif yang menggambarkan tentang kepahlawanan, kesaktian, dan keperkasaan tokoh yang diceritakan. Prosa jenis hikayat ini menunjukkan perjuangan tokoh serta berbagai kehebatan-kehebatannya yang biasanya tidak masuk akal.

Karangan atau karya sastra hikayat ini memiliki amanat yang khas yang biasanya ditujukan untuk membakar semangat juang atau memotivasi pembacanya. Hikayat juga memiliki fungsi yang bermanfaat.

Selain sebagai hiburan atau pelipur lara, hikayat juga mampu membangkitkan semangat dan biasanya dibacakan sebagai usaha meramaikan suatu pesta atau acara penting. Hikayat juga mengandung unsur mutlak di dalamnya.

Unsur tersebut adalah; (1) tema cerita, (2) latar cerita, (3) alur cerita, (4) amanat, (5) tokoh, (6) sudut pandang, dan (7) gaya bahasa. Beberapa contoh hikayat yang hingga saat ini dikenal oleh masyarakat secara umum adalah Hikayat Hang Tuah. Hikayat Hang Tuah menceritakan mengenai kesetiaan dan kehebatan seorang laksamana yang bernama Hang Tuah. Karena hikayat memiliki ciri khas tidak masuk akal atau bersifat fantasi, tidak heran jika kesaktian seorang Hang Tuah terkesan mustahil dan tidak masuk akal.

Contoh hikayat lainnya yaitu: – Hikayat Seribu Satu Malam, – Hikayat Indra Bangsawan, – Hikayat Malim Demam, – Hikayat Putri Kemuning, dan lain sebagainya. 2. Sejarah atau Tambo Prosa lama yakni sejarah atau tambo ini merupakan karya sastra atau prosa yang erat hubungannya dengan kebudayaan Minangkabau.

Karya sastra sejarah atau tambo ini lahir dari kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berasal dari kata asli tambe atau tambay dari bahasa Sansekerta yang artinya ‘bermula’. Sejarah atau tambo merupakan sastra sejarah yang menggambarkan silsilah atau keturunan dari raja-raja, adat istiadat, asal usul suatu daerah atau bangsa, aktivitas sehari-hari, hingga nilai dan norma yang terdapat pada sistem pemerintahan yang melekat di dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau.

Tambo dibagi menjadi dua jenis, yaitu; tambo adat dan tambo alam. Tambo adat menceritakan mengenai hukum, moral, hingga sistem pemerintahan yang melekat di Minangkabau. Sementara itu, tambo alam merupakan karya sastra yang menceritakan mengenai asal usul kerajaan, negara, hingga silsilah dan keturunan raja-raja Minangkabau. Meskipun termasuk di dalam prosa, namun tambo ini bisa dibuktikan dengan fakta dan bukan cerita fantasi atau khayalan.

Contoh tambo yang populer adalah tambo karya Datuk Bendahara Paduka Raja alias Tun Sri Lanang. 3. Kisah Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prosa lama yakni kisah menceritakan tentang kejadian atau riwayat dan sebagainya dalam kehidupan seseorang. Kisah juga dapat diartikan sebagai cerita yang menggambarkan tentang pengalaman seseorang atau suatu kumpulan tokoh yang menempuh perjalanan. Contoh prosa kisah yang memiliki moral atau amanat yang baik misalnya Kisah Pelayaran Abdullah ke Negeri Kelantan dan lain sebagainya.

Baca Juga: Cara Menulis Cerpen Online Cara Membuat Pembukaan Cerpen Cara Menulis Cerpen yang Baik Langkah Menulis Cerpen Bagi Pemula 4. Dongeng Dongeng merupakan prosa lama yang paling dekat dan mudah ditemukan di sekitar masyarakat luas atau di kehidupan sehari-hari. Dongeng memiliki jenis dan ragam yang biasanya sangat digemari oleh anak-anak karena memiliki daya tarik yang imajinatif dan memiliki fantasi yang tinggi dalam penggambarannya.

Dongeng merupakan cerita fiktif dengan imajinasi tinggi oleh seorang pengarang dan ceritanya belum pernah terjadi di kehidupan nyata. Berdasarkan isinya, dongeng dibagi menjadi enam jenis, yaitu; (1) fabel, (2) legenda, (3) sage, (4) parabel, (5) mite, dan (6) dongeng jenaka.

Contoh dongeng karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut – Asal Usul Tangkuban Perahu, – Malin Kundang, – Ka ncil dan Buaya, – Wiro Sableng, – Jaka Tingkir, dan lain sebagainya. 5. Cerita Rakyat Jenis prosa lama lainnya adalah cerita rakyat. Cerita rakyat merupakan karya sastra atau cerita yang berkembang di masyarakat secara lisan dan turun-temurun sejak masa lampau.

Sama halnya seperti prosa lama lainnya, cerita rakyat juga biasanya disebarkan secara lisan sehingga pengarangnya tidak diketahui namanya. Meski cerita rakyat ini berkembang secara luas, tetapi terdapat berbagai versi berbeda cerita rakyat di daerah satu dan daerah lainnya karena adanya perbedaan budaya setempat.

Sama halnya seperti dongeng, cerita rakyat bersifat tradisional dan menghibur.

karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut

Contoh cerita rakyat yang kita kenal misalnya: – Kisah Dewi Sri, – Sang Dewi Padi, dan lainnya. 6. Prosa Lirik Prosa lirik merupakan jenis karangan lama yang karakteristiknya paling unik di antara prosa lainnya. Karangan ini menggunakan unsur-unsur yang biasa dipakai pada puisi yang gaya bahasa dan pencitraannya berirama sehingga prosa ini mirip seperti puisi.

Namun secara sintaksis, karangan ini memiliki ikatan antarkalimat yang lebih berbentuk kepada prosa, bukan puisi. Karakter prosa lirik adalah mengandung citraan dan kata-kata kiasan yang pengarang memasukkan unsur emosional dan meluap-luap ketika menuangkan idenya. Contoh prosa lirik misalnya: – Ikan Bakar karya Soni Farid Maulana, – Tentang Hal Memberi Nilai karya Gilang Angkasa.

Perbedaan Prosa Lama dan Prosa Baru Setelah memahami berbagai hal mengenai prosa dan jenis-jenisnya, Anda juga harus memahami perbedaan prosa baru dan lama untuk memahami perbedaannya.

karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut

1. Tema Pada prosa lama, tema yang diangkat dan dominan adalah mengenai tema kerajaan, agama, mitos, legenda, dan fabel. Sementara pada prosa baru, tema yang diangkat berkaitan dengan romansa, sosio-politik, dan fantasi. 2. Latar dan tempat waktu Prosa lama memiliki latar dan waktu di sekitar kerajaan atau zaman kerajaan kuno.

Sementara itu, prosa baru memiliki latar dan tempat yang lebih beragam, bisa di kerajaan, perkotaan, kantor, sekolah, dan bahkan di luar negeri. 3.

Alur Alur cerita pada prosa lama kebanyakan mengalir maju, sementara prosa baru lebih bervariatif dalam pemilihan temanya karena biasanya menampilkan format alur maju, mundur, atau campuran. 4. Nama penulis atau pengarang Pada prosa lama, biasanya tidak dicantumkan pengarang atau penciptanya karena biasanya dianggap sebagai anonim.

Sedangkan prosa baru mencantumkan penulisnya dengan jelas. 5. Penyebaran karya sastra Prosa baru disebarkan dengan tradisi lisan atau turun-temurun, sedangkan prosa baru biasanya disebarkan secara tekstual atau tertulis.

Contoh Prosa Lama Setelah memahami berbagai hal mengenai prosa lama bahkan sampai perbedaannya dengan prosa baru, berikut ini adalah beberapa contoh prosa lama.

– Hikayat: Hikayat Hang Tuah, Kabayan, Si Pitung, Hikayat Si Miskin, Hikayat Raja Budiman, dan lain-lain. – Sejarah atau tambo: Sejarah Melayu. – Kisah: Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan, Kisah Abdullah ke Jeddah, dan lain-lain. – Dongeng: Kancil dan Buaya, Kancil dan Harimau, Nyai Roro Kidul, Malin Kundang, Legenda Banyuwangi, Ciung Wanara, dan lainnya.

FAQ tentang Prosa Lama Apa itu bentuk prosa? Prosa merupakan jenis tulisan yang memiliki ragam bentuk di dalam karya sastra yang berbeda dengan puisi. Prosa memiliki bentuk yang lebih lugas dan khas jika dibandingkan dengan puisi.

Artikel Terkait: Contoh Teks Prosa Contoh Teks Persuasif Contoh Teks Biografi Contoh Teks Deskripsi Contoh Teks Prosedur Contoh Teks Anekdot
1. Karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut. A. Dongeng B. Hikayat C. Fabel D. Fiksi 2. Unsur instristik dalam hikayat antara lain adalah. A. Orientasi,pemenuhan B.

Tema,alur C. Event, krisis D. Latar, reaksi 3.

karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut

Bahasa yang digunakan hikayat adalah. A. Bahasa Melayu B. Bahasa Jawa C. Bahasa Sulawesi D. Bahasa Banjarmasin 4. (1) bersifat imajinasi (2) mengisahkan tentang kerajaan (3) nama penciptanya tidak diketahui (4) bersifat menyindir (5) bersifat menghibur Nomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat? A. (1), (3), (5) B.

(2), (4), (5) C. (1), (2), (3) D. (1), (4), (5) 5. Unsur ekstrinsik di hikayat adalah. A. Berhubungan dengan norma B. Berhubungan dengan tokoh C. Berhubungan dengan amanat D. Berhubungan dengan fisik II. Essai 1. Sebutkan dan jelaskan mengenai bagian - bagian hikayat!

2. Sebutkan struktur dan kaidah hikayat! KOMPAS.com – Karya sastra ada yang berupa karya sastra lama dan ada juga karya sastra baru. Karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan, kaum bangsawan, dan tokoh besar disebut dengan hikayat.

Pengertian karya sastra hikayat Menurut A Hamzah dalam buku Sastra Melayu Lama dan Raja-rajanya (1996) hikayat adalah prosa fiksi lama yang menceritakan kehidupan istana atau raja dan dihiasi kejadian sakti dan ajaib. Adapun menurut Supratman dalam buku Ikhtisar Sastra Indonesia (1996), hikayat merupakan karya sastra prosa lama yang berisi cerita, kisah, dongeng, maupun sejarah yang umumnya mengisahkan tentang kepahlawanan seseorang, lengkap dengan keanehan, kesaktian, dan mukzijat sang tokoh utama.

Jenis-jenis karya sastra hikayat St. Baroroh Baried dan kawan-kawan dalam buku berjudul Memahami Hikayat dalam Sastra Indonesia (1985) hijayat digolongkan menjadi tiga jenis yaitu hikayat jenis rekaan, hikayat jenis sejarah, dan juga hikayat jenis biografi. Berikut penjelasannya: Hikayat rekaan Hikayat jenis rekaan adalah hikayat yang menceritakan tokoh rekaan yang sebenarnya tidak ada. Hikayat jenis ini bertujuan untuk menghibur dan menyampaikan nilai moral dan kebenaran.

Contoh hikayat jenis rekaan adalah Hikayat Malam Dewa dan Hikayat Si Miskin. Baca juga: Struktur Teks Hikayat Hikayat sejarah Hikayat jenis sejarah merupakan hikayat yang menceritakan suatu peristiwa sejarah.

Misalnya asal muasal nama suatu tempat, kejadian bersejarah, dan juga silsilah suatu dinasti atau kerajaan. Contoh hikayat jenis sejarah adalah Hikayat Patani, Hikayat Hang Tuah, dan Hikayat Raja-raja Pasai. Hikayat biografi Hikayat jenis biografi yakni hikayat yang menceritakan kisah hidup seorang tokoh yang benar-benar ada.

Tokoh dalam hikayat biografi biasanya adalah seseorang yang pintar, bermoral baik, berbudi pekerti, juga memiliki kekuatan atau kesaktian. Dalam hikayat jenis sejarah, walau tokohnya merupakan orang yang benar-benar ada, biasanya masih terasa adanya unsur fiktif atau rekaan. Contoh hikayat jenis biografi adalah Hikayat Sultan Ibrahim ibn Adam, Hikayat Indera Jaya, dan Hikayat Abdullah.

Baca juga: Karakteristik Hikayat Contoh karya seni hikayat Berikut adalah contoh hikayat Si Miskin yang dikutip dari St. Baroroh Baried dalam buku berjudul Memahami Hikayat dalam Sastra Indonesia (1985): Hikayat Si Miskin Si Miskin bersama istrinya hidup dalam pembuangan di dunia karena mendapat sumpah dari llatara Indera.

Setelah mereka memperoleh putra yang bernama Marakarmah, mereka memperoleh kekayaan yang besar dan bahkan akhirnya menjadi raja yang bergelar Maharaja Indra Angkasa. Putranya yang kedua adalah seorang putri dan diberi nama Nila Kesuma. Karena pereaya kepada ramalan para ahli nujum kaki tangan Maharaja Indera Dewa, yang menaruh iri hati kepadanya, Marakarmah dan Nila Kesuma diusir dari istana.

Maharaja Indera Angkasa pun sesuah itu menjadi miskin kembali. Dalam pembuangan itu Marakarmah bertemu dengan putri Cahaya Khairani yang kemudian dikawinnya.

Nila Kesuma ditemukan dalam hutan dan diambil istri oleh Putra Mahkota Mengindra Sari dari Kerajaan Pelinggam Cahaya. Di istana inilah kakak beradik itu akhirnya bertemu kembali setelah mengalami pengembaraan yang penuh dengan marabahaya. Marakarmah berhasil mengembalikan kebesaran orang tuanya. Dengan bantuan sahabat-sahabatnya, Marakarmah dapat menghaneurkan kerajaan Maharaja Indera Dewa.

Baca juga: Hikayat: Pengertian, Karakteristik, Nilai, Ciri Kebahasaan dan Contoh Apa yang Dilakukan dalam Membuat Produk dan Iklan Menarik untuk Diekspor? https://www.kompas.com/skola/read/2021/11/30/170000469/apa-yang-dilakukan-dalam-membuat-produk-dan-iklan-menarik-untuk-diekspor- https://asset.kompas.com/crops/sqEJ8z6HmZ379Rifk5g2C87LUHs=/0x75:1748x1240/195x98/data/photo/2021/11/30/61a5c8fadcd36.png
Fungsi prosa adalah menceritakan sebuah cerita secara lugas.

Prosa adalah tulisan yang menyerupai ucapan sehari-hari. Prosa adalah tulisan yang sering dianggap lebih lugas daripada puisi. Saat mengidentifikasi karya tulis sebagai prosa, karya tersebut harus ditulis dengan cara yang khas dan lugas. Prosa terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan isinya.

Secara umum, jenis prosa adalah prosa sastra dan nonsastra. Mengetahui jenis prosa adalah dasar dalam memahami sastra dan bahasa. Berikut pengertian tentang prosa, jenis, dan karakateristiknya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis(20/5/2021). Prosa adalah karya yang digunakan untuk mendeskripsikan suatu cerita, ide, atau fakta. Prosa merupakan tulisan-tulisan yang banyak ditemui di surat kabar, majalah, novel, serta berbagai jenis media lainnya.

Berbeda dengan puisi, prosa tidak terikat oleh rima dankemerduan bunyi. Jumlah karater dan cara penulisan prosa juga jauh lebih bebas dibanding puisi. Prosa adalah bentuk biasa dari bahasa lisan atau tulisan. Prosa berasal dari bahasa Latin "prosa oratio," yang berarti "lugas". Prosa berarti bahasa yang mengikuti pola alami yang ditemukan dalam percakapan sehari-hari. Prosa adalah tulisan yang memiliki banyak fungsi dan keunggulan.

Dalam menulis, prosa mengacu pada karya tertulis apa pun yang mengikuti struktur tata bahasa dasar. Prosa adalah bentuk tulisan yang paling umum, digunakan baik dalam fiksi maupun non-fiksi.

Secara umum, prosa terbagi menjadi prosa nonsastra dan prosa sastra. Prosa nonsastra berbentuk karya tulis ilmiah yang meliputi laporan penelitian, makalah atau artikel.

Prosa sastra terbagi lagi menjadi prosa fiksi dan prosa nonfiksi. Prosa fiksi meliputi dongeng, cerita pendek, dan novel, sedangkan prosa nonfiksi meliputi biografi, autobiografi, dan esai.

Prosa fiksi kemudian dibagi lagi menjadi kategori prosa lama dan prosa baru. Prosa lama merupakan karya sastra yang tidak memperoleh pengaruh dari sastra atau kebudayaan Barat. Yang termasuk prosa lama adalah: Hikayat Hikayat, berasal dari India dan Arab, berisikan cerita kehidupan para dewi, peri, pangeran, putri kerajaan, serta raja-raja yang memiliki kekuatan gaib.

Kesaktian dan kekuatan luar biasa yang dimiliki seseorang, yang diceritakan dalam hikayat kadang tidak masuk akal. Sejarah Sejarah (tambo), adalah salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah. Cerita yang diungkapkan dalam sejarah bisa dibuktikan dengan fakta. Kisah Kisah, adalah cerita tentang cerita perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lain. Dongeng Dongeng adalah suatu cerita yang bersifat khayal.

Perkembangan dongeng terjadi di dalam masyarakat lama. Kisah-kisah di dalam dongeng masih dapat diterapkan pada masyarakat modern. Dongeng masih dibagi menjadi beberapa jenis mulai dari fabel, mite, sage, legenda, parabel, dan dongeng jenaka. Cerita berbingkai Cerita berbingkai, adalah cerita yang didalamnya terdapat cerita lagi yang dituturkan oleh pelaku-pelakunya. Prosa baru prosa yang timbul setelah mendapat pengaruh sastra atau budaya Barat.

Bentuk-bentuk prosa baru adalah sebagai berikut: Roman Roman adalah bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia.

Novel Novel adalah bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perubahan nasib pelaku. Cerpen Cerpen adalah bentuk prosa baru yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan tetapi hal itu tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya.

Riwayat Riwayat (biografi), adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut bahkan sampai meninggal dunia.

Kritik Kritik adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yang sifatnya objektif dan menghakimi.

Resensi Resensi adalah ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.). Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari berbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.

Esai Esai adalah ulasan / kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. Isinya bisa karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll. Unsur intrinsik prosa berbeda dengan puisi. Unsur intrinsik ini di antaranya adalah tema, tokoh, alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang, hingga pesan.

Unsur intrinsik inilah yang membedakan antara puisi dan prosa. Unsur intrinsik pada puisi seperti kebahasaan, pengujaran, peruangan, dan bunyi. Unsur intrinsik pada prosa adalah: Tema Unsur intrinsik dalam prosa yang pertama adalah tema. Tema merupakan sebuah ruh atau nyawa yang ada di dalam karya prosa. Tema bisa disebut ide utama dalam membuat cerita, karena tema adalah penentu latar belakang dari cerita tersebut.

Tokoh Tokoh merupakan unsur intrinsik penting dalam prosa. Tokoh merupakan pelaku atau orang yang terdapat di dalam cerita. Selain tokoh, penokohan juga jadi bagian dari unsur intrinsik. Penokohan merupakan penentuan watak atau karakter dari tokoh tersebut.

karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut

Penokohan ini bisa digambarkan dalam sebuah ucapan, pemikiran dan pandangan saat menyelesaikan suatu masalah.

Alur Alur sebagai unsur intrinsik adalah jalan cerita. Prosa memiliki alur yang jelas. Alur bisa memiliki tahapan mulai dari perkenalan, penanjakan, klimaks, anti klimaks dan penyelesaian.

Alur yang digunakan oleh penulis ada 2 macam, yaitu alur maju yang menggambarkan cerita urut dari perkenalan tokoh, hingga penyelesaian konflik. Sedangkan alur mundur adalah alur cerita yang jalan ceritanya tidak runtu. Penulis bisa menceritakan tentang konflik terlebuh dahulu, kemudian menceritakan tentang awal konflik terjadi, dan pengenalan tokoh.

Latar Unsur intrinsik lainnya dalam prosa adalah latar. Unsur ini mengacu pada latur waktu, suasana, dan tempat terjadinya cerita. Latar ini bisa membuat pembaca cerpen lebih paham tentang kapan, dimana dan sedang apa tokoh yang diceritakan. Sudut pandang Unsur intrinsik yang tak kalah penting adalah sudut pandang. Sudut padandang merupakan arah pandang seorang penulis dalam menyampaikan sebuah cerita.

Terdapat sudut pandang sebagai orang pertama, sudut pandang orang kedua, dan sudut pandang orang ketiga. Ada juga sudut pandang dari penulis yang berasal dari sudut pandang orang yang berada di luar cerita. Gaya bahasa Gaya bahasa dalam unsur intrinsik merupakan ciri khas dari penulis saat menuliskan cerita. Gaya bahasa ini bisa dibedakan dari penggunaan majas, diksi dan pemilihan kalimat yang tepat di dalam cerpennya. Ada penulis yang menggunakan bahasa bakuada juga yang menggunakan bahasa santai.

Amanat Amanat adalah pesan moral yang ditulis oleh penulis cerita, yang bisa dipetik oleh pembacanya, setelah membaca karya tersebut. Amanat atau pesan moral, biasanya tidak ditulis secara langsung, melainkan tersirat.
Yahoo is part of the Yahoo family of brands.

By clicking " Accept all" you agree that Yahoo and our partners will store and/or access information on your device through the use of cookies and similar technologies and process your personal data, to display personalised ads and content, for ad and content measurement, audience insights and product development.

Your personal data that may be used • Information about your device and Internet connection, including your IP address • Browsing and search activity while using Yahoo websites and apps • Precise location You can select ' Manage settings' for more information and to manage your choices.

You can change your choices at any time by visiting Your Privacy Controls. Find out more about how we use your information in our Privacy Policy and Cookie Policy.

karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut

Click here to find out more about our partners.

Jenis-Jenis Karya Sastra




2022 www.videocon.com