Tari saman

tari saman

Tari Saman – Tari saman merupakan salah satu tarian tradisional yang sangat terkenal tidak hanya di Indonesia, tarian ini bahkan terkenal sampai mancanegara. Tarian ini berasal dari Provinsi Aceh, khususnya Blangkejeren atau yang dikenal dengan Gayo Lues. Kita pasti sudah mengetahui bahwa Aceh merupakan pintu masuk bagi agama Islam. Oleh sebab itu, agama Islam dan budaya bagi masyarakat Aceh menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Agama Islam menjadi sumber utama dalam kebudayaan masyarakat Aceh.

Tari Saman termasuk jenis tari saman hiburan, tarian ini digunakan untuk merayakan suatu upacara tertentu yang diselenggarakan ditempat keramaian seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, perayaan Idul Fitri dan Idul Adha serta perayaan pesta. Agar lebih mengetahui mengenai tarian yang sangat populer ini, yuk disimak beberapa penjelasan berikut ini. Sejarah Tari Saman goodnewsfromindonesia.id Tari saman merupakan tarian yang sudah lama berkembang di masyarakat Aceh, khususnya suku Gayo.

Tari saman Gayo merupakan salah satu etnik di Aceh dan bermukim di beberapa tempat seperti Aceh Tenggara, Blangkejeren yang dikenal dengan istilah Gayo Lues.

Tarian ini merupakan salah satu tarian kesenian tradisi suku Gayo namun menjadi telah menjadi milik masyarakat Aceh secara keseluruhan. Ditilik dari segi sejarah, tari saman dalam bahasa Aceh disebut juga dengan Saman dan menari disebut dengan meusaman.

Dari keterangan bahasa tersebut, bagi masyarakat Aceh Saman merupakan bentuk-bentuk tari tradisional yang dilakukan dalam posisi duduk.

Ciri khas tarian tradisional yang berasal dari Aceh adalah tariannya mengutamakan gerak asek (geleng kepala ke kanan dan ke kiri). Ini merupakan perwujudan dari dzikir dalam agama Islam yang dilakukan setelah melaksanakan shalat. Dilihat dari segi tari saman, tari Saman memiliki fungsi yang sama seperti wayang dalam kebudayaan Jawa, yaitu digunakan sebagai media penyebaran agama.

Hal ini karena seni tari kaya akan nilai-nilai religius yang dapat dilihat dari gerakan, syair, dan pola gerakan yang memiliki nilai filosofis tersendiri. Karakteristik dan Ciri Khas Tari Saman Gerakan Tari Saman Pada zaman dahulu, tarian ini dibawakan oleh penari laki-laki, hal ini dikarenakan pada zaman dahulu wanita dilarang untuk menari. Namun saat ini tari Saman sudah diperbolehkan untuk dibawakan oleh penari perempuan.

Tarian ini membutuhkan penari yang cukup banyak yaitu 7 tari saman 15 orang penari atau bahkan bisa lebih dari 15 penari. Salah satu ciri khas dari tari saman adalah tarian dilakukan dengan posisi duduk sejajar membentuk barisan. Gerakan tarian ini sangat mengutamakan gerakan tangan dengan berbagai jenis gerakan tangan. Walaupun terkadang terdapat pengulangan gerakan, namun gerakan tersebut dilakukan dengan kecepatan yang berbeda.

Gerakan-gerakan tangan pada tarian ini mengikuti irama syair lagu yang dinyanyikan secara langsung oleh para penari. Berbentuk gerakan-gerakan yang dinamis dan atraktif dan mengutamakan kekompakkan dari setiap penari.

Ciri khas gerakannya adalah gerak henjutan badan, gerakan gelengan kepala yang menyelaraskan gerakan badan, dan gerakan tangan yang dilakukan dengan duduk bersimpuh dengan tangan saling berdempetan antar satu penari dengan penari lainnya. Tata Rias dan Kostum Penari Tata rias dan kostum merupakan elemen pendukung yang tidak dapat dipisahkan dalam seni tari. Kedua hal tersebut juga menjadi ciri khas tarian tertentu yang disesuaikan dengan tujuan suatu tarian.

Kemudian, yang tak kalah penting adalah riasan penari yang digunakan. Penggunaan riasan biasanya digunakan untuk menonjolkan konsep, suasana, dan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Dalam tari Saman, penari biasanya tidak menggunakan riasan yang terlalu tebal, namun hanya menggunakan bedak dengan warna yang tidak mencolok.

Namun, dalam segi penggunaan pakaian penari, suku Gayo membagi dalam 4 bagian, yaitu : 1. Pada bagian kepala menggunakan ikat kepala yang sering disebut dengan bulang. 2. Pada bagian pakaian menggunakan baju dan hiasan kalung. 3. Pada bagian bawah menggunakan celana dan sarung. 4. Bagian aksesoris, penari menggunakan bunga, gelang, sapu tangan, dan cincin.

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai tari Saman, semoga bermanfaat dan terimakasih. Related posts: • Kumpulan Lagu Daerah Kalimantan Utara (Kaltara) • Kumpulan Lagu Daerah Kalimantan Timur (Kaltim) • Lagu Daerah dan Asalnya 34 Provinsi di Indonesia • Kumpulan Lagu Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) • Kumpulan Lagu Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) • Tari Tortor (Sejarah, Gerakan dan Musik Pengiringnya) Tari Saman adalah salah satu tarian Indonesia yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia tak berbenda sejak 24 November 2011.

Hal ini ditentukan dengan kriteria warisan budaya yang perlu perlindungan secara mendesak. Hal tersebut tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Tapi, apakah sobat Munus sudah mengetahui seluk beluk lebih dalam tentang tari ini?

Maka dari itu, Munus telah merangkum penjelasan mengenai asal, makna, pola, dan ragam gerak tari saman.

Mari simak penjelasannya! Tari Saman Berasal Dari Aceh Tari ini berasal dari Aceh tepatnya Suku Gayo. Tarian ini biasa ditampilkan saat perayaan atau acara penting serta pada hari peringatan Maulid Nabi atau Kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dulu, tarian ini hanya dilakukan oleh para lelaki saja karena pada zaman dulu wanita tidak boleh melenggak-lenggokkan badannya.

tari saman

Sejarah tari ini diawali ketika pada tahun XIV Masehi. Seorang ulama dari Dataran Gayo bernama Syeh Saman menciptakan tari tersebut. Awalnya, tarian ini hanya dianggap sebagai sebuah permainan rakyat bernama Pok Ane. Melihat minat masyarakat yang begitu tinggi terhadap permainan tersebut, maka Syeikh Saman memiliki ide cemerlang di pikirannya. Ide yang muncul di kepalanya berupa keinginannya untuk menyisipkan syair pujian kepada Tuhan seluruh makhluk, yaitu Allah SWT yang sesuai dengan gerakan dari Pok Ane tersebut.

Alhasil, upaya dari Syeikh Saman tersebut berhasil direalisasikan dimana pada tari ini kemudian berkembang pesat dengan tambahan syair-syair berisi pujian kepada Allah SWT dan diiringi tepukan dari para penari. Berkat syair pujian yang disisipkan, tarian tersebut juga mengalami perkembangan dari permainan rakyat menjadi media dakwah saat itu. Demi menghormati pendirinya, tari tradisional khas Aceh ini diberi nama “Tari Saman”, dan disebut tari saman itu sampai sekarang.

Tarian ini sering ditampilkan di bawah sebuah kolong Meunasah yaitu sejenis surau panggung. Seiring berkembangnya waktu, tarian ini juga ditampilkan di acara-acara umum selain perayaan adat (acara hajatan, ulang tahun, konser, bahkan acara kenegaraan). Untuk tempat pelaksanaannya juga lebih beragam, bisa di rumah, gedung maupun panggung. Namun tari ini juga masih menjadi sarana dakwah. Ragam Gerak Tari Saman Tari Saman, Foto Oleh Tintapendidikanindonesia. com Ragam gerak tari ini memiliki dua unsur tari saman gerak tepukan tangan dan tepuk dada.

Gerakan lain berupa gerak guncang, kirep, lingang, dan surang-surang. Nama gerak ini diambil dari Bahasa Gayo. Gerakan lain berupa dua baris penari bernyanyi sambil bertepuk dan tari saman lainya mengharmoniskan gerakan. Biasanya, tempo gerakan tarian ini semakin lama semakin cepat. Tarian ini dilakukan dengan cara duduk, berat tubuh dipusatkan pada ujung jari kaki yang ditekuk. Pola ruang tari Saman berpaku pada level rendah (ketika penari membungkukkan badan sampai 45 derajat atau miring kebelakang sebesar 40 derajat) dan level tertinggi (ketika penari duduk dengan menekuk lutut dengan tegak sempurna).

Ragam gerak yang lain terdapat pada gerakan tangan yang dominan. Gerakan ini juga berfungsi sebagai musik iringan khas. Terdapat berbagai macam gerakan, diantaranya: cilok (gerakan ringan ujung jari seakan mengambil sejumput garam), cerkop (kedua tangan berhimpit dan searah), tepok (gerakan tepuk dalam berbagai posisi, bisa horizontal, bolak-balik dan gerakan seperti baling-baling).

Gerakan tepukan ini disusun dengan harmonis dan memperhatikan sistematika tempo: tepukan kedua belah tangan (tempo sedang ke cepat), tepukan kedua tangan (tempo cepat), tepukan satu telapak dengan dada (tempo lambat) dan gesekan ibu jari dengan jari tengah (tempo lamban). Selain itu, terdapat gerakan kepala seperti mengangguk dan berputar sesuai tempo. Umumnya, seluruh gerakan hanya diiringi suara tepuk tangan dan tari saman syair. Baca Juga: Tari Gambyong: Asal, Sejarah, Gerakan & Pola Lantai Jenis nyanyian atau syair yang dilantunkan diantaranya rengum (auman oleh pengangkat), dering tari saman yang diikuti oleh semua penari).

syek (lagu melengking sebagai pertanda peralihan gerak, yang dinyanyikan oleh perwakilan penari), redet (lagu singkat dengan suara pendek dan dinyanyikan seorang penari dari barisan kiri), saur (lagu yang dinyanyikan bersamaan setelah aba-aba dari penari solo). Syekh menjadi penyebutan untuk orang yang menjadi koreografer sekaligus penjaga keharmonisan tarian dan nyanyian syair.

Syekh tersebut lazimnya memimpin puluhan hingga ribuan penari. Baca juga: Tari Seudati : Kobaran Semangat Pria Aceh Gerakan Tari Saman dan Penjelasannya Seperti yang telah diketahui, biasanya tarian khas Aceh ini ditarikan oleh sekelompok orang yang bahkan mencapai ribuan jumlahnya. Tarian ini menitikberatkan pada gerakan tangan dengan berbagai motif. Tari saman terdapat pengulangan motif gerak yang sama, namun gerakan tersebut dilakukan dengan kecepatan yang berbeda. Nilai estetik yang berada pada harmoni gerakan menepuk tangan, memukul dada, pangkal paha, dengan lantunan syair yang dinyanyikan oleh para penari.

Gerakan-gerakan tersebut dibagi menjadi beberapa bagian.

tari saman

Simak penjelasan lebih lanjut mengenai gerakan tari saman di bawah ini. Pelajari Juga Tarian Daerah Lainnya • Tari gambyong • Tari tor-tor • Tari reog • Tari serampang dua belas • Tari lenggang nyai Gerakan pembuka (Persalaman) Pada gerakan ini, adalah salam pembukaan ketika akan mementaskan tari ini.

Posisi para penari dimulai dari saat berdiri dan memberi salam dengan cara meletakkan kedua tangan di depan dada sembari perlahan-lahan menuju posisi bersimpuh.

Ketika dalam keadaan bersimpuh, mereka duduk dengan posisi kedua tangan ditangkupkan di atas paha. Mereka duduk secara bersaf dengan keadaan masing-masing bahu berdempetan antara satu dengan yang lainnya. Setelah itu, para penari meletakkan ikat kepala tari saman mereka kenakan sebagai tindakan pencegahan agar tidak terjatuh saat melakukan gerakan kepala yang nantinya memiliki tempo cepat. Namun, tidak semua tari saman melakukan hal ini, karena tindakan tersebut tergantung koreografi dari kreatifitas masing-masing.

Salam yang dilantunkan berupa kata-kata “laa ilaha illallah” dan “Assalamualaikum” sebagai isyarat kepada penonton bahwa pertunjukan telah dimulai. Gerakan inti Pada bagian inilah penggabungan bermacam gerakan badan dan tangan bersinkronisasi. gerakan tersebut bergantian dari gerakan menepuk dada, paha, dan tangan. Suara yang dihasilkan dari tepukan tersebut juga membentuk irama yang selaras dan bergairah karena kecepatan yang bertambah seiring waktu.

Irama tepukan juga dibarengi dengan lantunan syair. Baca Juga: Tari indang: Asal, Sejarah, Properti, & Gerakan Selain gerakan tangan yang menepuk beberapa bagian badan, juga terdapat pergerakan dari badan itu sendiri. Bentuk gerakan tari saman biasanya ada saatnya badan membungkuk sekitar 45 derajat ke depan dan 40 derajat ke belakang. Ada juga gerakan badan yang dalam posisi setengah berdiri. Selain itu, tidak lupa pula gerakan kepala ke kiri dan ke kanan maupun ke atas dan ke bawah.

Gerakan Penutup Gerakan penutup dengan posisi badan setengah berdiri ini diikuti dengan posisi tangan yang ditangkupkan di depan dada dan pandangan mata fokus ke depan. Posisi tersebut merupakan bentuk salam penghormatan kepada para penonton yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk menonton pertunjukan. Hal tersebut sekaligus sebagai penanda bahwa pementasan tari saman sudah mencapai akhir. Setelah itu, penari duduk kembali dalam keadaan bersimpuh dengan posisi tangan diletakkan di atas paha dan penari mulai meninggalkan panggung pementasan.

Makna Gerakan Tari Saman Tari Saman, Foto Oleh Id.pinterest. com • Duduk di atas lutut dalam garis lurus horizontal memiliki makna selayaknya shaf ketika umat muslim melaksanakan ibadah shalat.

Shaf yang harus rapat tersebut mengisyaratkan agar tidak ada celah untuk setan berada di tengah-tengah umat muslim.

• Gerakan penghormatan di awal adalah sebagai pemberian salam dan penghormatan kepada para penonton yang hadir di pementasan tersebut. Hal tari saman juga merupakan nasihat untuk selalu menghormati siapapun dan meminta ijin untuk melakukan sesuatu. • Gerak Selalu dimana satu tangan menempel pada dada. Gerakan tersebut melambangkan kepatriotan atau kepahlawanan juga memiliki arti sebagai kerendahan diri terhadap Allah SWT.

• Gerutup adalah gerakan yang mengandung unsur tepukan yang menggebu-gebu, baik itu menepuk dada, atau paha. Gerakan ini melambangkan bahwa sebagai penari saman mereka harus selalu fokus terhadap gerakan dan dalam kehidupan sehari-hari dapat diinterpretasikan sebagai khusyuk dalam pekerjaan.

Pekerjaan tersebut dapat berupa dakwah atau pekerjaan yang lainnya yang apabila dilakukan secara khusyuk akan ,mendapat hasil tari saman baik. • Surang saring adalah gerakan selang-seling bergantian antar penari. biasanya terdapat kesepakatan antara penari nomor ganjil dan genap. Gerakan ini menyimbolkan baling-baling dan juga lambang dari dzikir dimana terdapat gerakan kepala tari saman menoleh ke kanan dan ke kiri.

Baca juga: Tari Indang: Tari Media Dakwah dan Sejarahnya Makna Tari Saman Makna tari Saman sendiri terdapat pada syair dan gerakan tarian.

Syair yang dilantunkan berupa pujian kepada Allah. Syair yang dilantunkan mengandung konsep perjuangan. Penampil tarian biasanya berjumlah ganjil (mulai dari 13, 15 sampai ribuan orang) dan dipimpin oleh seorang syekh yang berada pada tari saman tengah. Selain itu, seorang syekh juga dibantu oleh pengapit yang berada tari saman tepi formasi. Hal ini bertujuan untuk mempermudahkan sinkronisasi gerakan.

Berdasarkan paham “collectivism”, makna tari ini adalah menyongsong kebersamaan dengan kekuatan. Dua orang ”penopang” pada ujung kanan dan kiri, bertujuan sebagai cerminan sifat akar tunggang rumput atau jejerun (bahasa Gayo), yaitu simbol kekokohan.

Baca Juga: Tari Tor Tor: Seni Tari dari Batak Toba Sumatera Utara Selain itu, makna “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” menjadi hal utama dalam tarian ini. Setiap penari tidak boleh melakukan kesalahan gerak karena ini akan mengganggu sinkronisasi irama dan gerakan dan menjadikan penampilan tarian tidak harmonis. Masing-masing gerakan juga memiliki makna tersendiri. Seperti gerak “regum” (kesadaran, kesaksian dan komitmen), “dering” (intropeksi), “redet” (pesan singkat dan harapan), “syeh” (kepemimpinan, seruan umum serta tanggung jawab)dan “saur” (berarti kekompakan dan kesetiaan).

Semua gerakan tarian ini merupakan refleksi dari nilai-nilai kehidupan, perjuangan, kehormatan dan persatuan suku Gayo yang diwujudkan menjadi sebuah tarian yang memukau mata dan dunia.

• Tari legong • Tari perang • Tari sekapur sirih • Tari lenso Pola Lantai Tari Saman Pola lantai dalam sebuah tarian juga menjadi suatu ciri khas. Jenis tari ini juga memiliki pola lantai yang unik dan terjaga autentisitasnya dari dulu sampai sekarang. Pola lantai ialah pola garis yang biasa menjadi lintasan sang penari ketika melakukan pagelaran. Pola lantai tari Saman (sumber: Visit Banda Aceh) Tari ini menggunakan pola garis atau bersyaf.

Pola ini digunakan dari awal tarian hingga selesai. Pola garis merupakan pola dengan garis lurus mendatar ke samping. Dilain hal, pola bersaf merupakan wujud dari tarian yang berlandaskan Islam.

Posisi kerapatan barisan dan shaf mencerminkan gerakan sholat, yaitu ibadah umat Islam. Kostum Tari Saman Secara garis besar, kostum tari Saman terbagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian kepala, badan, dan tangan. Pembagian masing-masing untuk tiga bagian kostum tari Saman adalah sebagai berikut: Bagian Kepala • Bulang teleng (ikat segi empat yang bertujuan untuk menutup kepala) • Sunting kepies (sulam benang dan manik-manik di bulang teleng dengan motif tertentu) • Kerudung (digunakan jika penarinya berhijab) Bagian Badan • Pakaian khas suku Gayo • Celana (umumnya berwarna hitam) • Sarung • Stagen (pengencang baju) • Sabuk • Kain songket Bagian Tangan • Topong gelang: hiasan gelang tari saman kain yang hanya boleh dipakai di tangan tari saman • Sapu tangan: sapu tangan mirip topong gelang, tapi desainnya sederhana dan boleh dipakai di kedua tangan Kesimpulan Tari Saman merupakan tari tradisional yang asli berasal dari Suku Gayo, Aceh.

Merupakan penampilan ciamik yang memadukan gerakan, tepukan, dan juga lantunan syair yang menjadikannya lebih menarik dan pantas untuk ditonton. Dengan penghargaan yang telah diterima dari UNESCO yaitu tari saman sebagai warisan dunia tak benda, semoga tari saman semakin dicintai oleh masyarakat Indonesia bah bahkan oleh masyarakat dunia sekali pun.
Tari Saman berasal dari Aceh. Tari ini mampu menyihir para penontonnya dengan gerak yang seragam dan musik yang menggugah mata.

Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang memiliki banyak suku, adat dan juga budaya. Hal inilah yang menjadikan Indonesia memiliki keragaman budaya salah satunya adalah tari. Setiap suku memiliki tari tradisional nya masing-masing yang sangat indah ketika dimainkan. Sebenarnya Aceh ini merupakan sebuah pengalaman budaya yang sangat kental dengan nuansa Islami. Selain terkenal dengan istilah Serambi mekah, Aceh adalah salah satu provinsi dengan kekayaan seni islami yang sangat banyak.

Tari Saman ini tidak cukup kita tahu darimana asalnya, melainkan banyak hal-hal penting yang harus diketahui, khususnya bagi para generasi millenial mengenai kesenian ini.

Maka dari itu, berikut akan kami sajikan beberapa informasi mengenai tari saman yaitu makna, fungsi beserta keunkan tarian yang berasal dari Aceh ini. Daftar Isi Artikel • Pengertian Tari Saman • Sejarah Tari Saman • Gerakan Tari Saman • Nyanyian Tari Saman • Penari Tari Saman • Makna dan Fungsi Tari Saman • Properti Tari Saman • Pola Lantai Tari Saman • Pendiri Tari Saman • Keunikan Tari Saman Pengertian Tari Saman Salah satu tarian yang sangat unik dan berasal dari Indonesia adalah Tari Saman.

Tari Saman merupakan sebuah tarian yang berasal dari tanah Aceh. Tarian ini sangat terkenal bahkan tidak hanya di dalam negeri saja melainkan sudah sampai ke luar negeri.

Lebih terkenal dari tari kecak. Tari saman merupakan tarian Tari saman merupakan tarian yang sangat membutuhkan kerjasama antara tim.

Biasa dimainkan sebagai tempat menyampaikan nasihat, pesan, atau dakwah. Tarian ini menggambarkan tentang keagamaan, pendidikan, sopan santun, kepahlawanan, kebersamaan, dan kekompakan. Nah, kali ini akan dibahas mengenai sejarah, pengertian, gerakan dan semua hal yang berkaitan dengan tarian ini. Untuk Anda yang sudah penasaran dan ingin tahu seperti apa informasinya, yuk langsung saja simak penjelasan selengkapnya tentang Tari Saman di bawah ini. Baca tari saman Seni Tari Sejarah Tari Saman Bicara soal sejarahnya, Tari Saman merupakan sebuah tari yang berasal dari Suku Gayo, Ace, tari ini dikembangkanpertama kali ada abad ke 14 oleh seorang ulama besar yang bernama Syekh Saman.

Pada mulanya, tarian ini merupakan sebuah permainan rakyat yakni Pok Ane. Hanya saja karena masuknya tari saman Islam ke Gayo membuat terjadinya akulturasi budaya. Sehingga pada permainan rakyat ini diiringi dengan nyanyian yang pada awalnya dijadikan pelengkap saja.

Hanya saja seiring berjalannya waktu, nyanyian ini memiliki makna pujian kepada Allah. Munculnya kebudayaan Islam juga mengubah beberapa gerakan yang ada pada tarian ini. Hingga pada awalnya, tarian ini pertama kali ditampilkan pada acara Maulid Nabi di Surau umum atau disebut dengan masjid yang ada di Gayo.

Namun, karena semakin berkembangnya zaman, hingga akhirnya Tari Saman mulai dimainkan di acara-acara umum. Misalnya saja seperti pernikahan, ulang tahun, khitan. Maupun acara lainnya. Hingga akhirnya tanggal 24 November 2011, tari ini ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO pada sidang keenam Komite Antar Negara yang dilaksanakan di bali. Hingga saat ini tarian ini masih terus dilestarikan. Bahkan, orang yang melestarikan tidak hanya dari suku Gayo Aceh saja, melainkan seluruh masyarakat Indonesia yang mengagumi tarian yang satu ini.

Baca juga: Pengertian Seni Tari Gerakan Tari Saman Pada awalnya, tarian ini hanya dimainkan oleh pria saja. Adapun jumlahnya sendiri tidak lebih dari 10 orang dimana 8 orang menjadi penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba.

Namun, karena masyarakat setempat menyadari bahwa tarian ini akan semakin semarak, oleh sebab itu jumlah enaknya ditabahkan. Sehingga, tarian ini bisa tari saman oleh lebih dari 10 penari. Tidak sampai di situ saja, jika dahulu wanita tidak boleh memainkan tarian ini, maka saat ini kaum wanita juga diperbolehkan untuk memainkannya. Untuk mengatur kekompakan dalam tarian, biasanya para penari aan dipimpin oleh dua orang syekh.

Daun syekh adalah seseorang yang mengatur irama gerakan sekaligus menjadi pemandu nyanyian yang mengiringi tarian ini. Adapun gerakannya sendi dibagi tari saman beberapa unsur. Beberapa unsur tersebut diantaranya seperti tepuk tangan, tepuk dada, gerak kirep, gerak guncang, gerak longan dan juga gerak surang-saring.

Adapun nama yang diberikan pada gerakan tarian ini diambil dengan menggunakan bahasa Gayo. Adapun yang membuat tarian ini terlihat begitu unik adalah ketika orang melihat keharmonisan yang terjadi pada tarian ini.

Gerakan dalam tarian ini mengalun dengan cepat sesuai dengan syair yang mengiringinya. Saking banyaknya orang yang suka dengan tarian ini, bahkan banyak wisatawan asing yang lebih mengenal Tari Saman dibandingkan dengan Tari Pendet dan Tari Kecak yang ada di Bali.

Karena inilah yang menjadikan tarian saman begitu terkenal dimana-mana.

tari saman

Baca juga materi tarian lain: 1. Tari Payung 2. Tari Tor Tor 3. Tari Kecak 4. Tari Legong 5. Tari Jaipong 6. Tari Piring 7. Tari Serampang Dua Belas 8. Tari Kipas 9. Tari Zapin 10. Tari Barong Nyanyian Tari Saman Untuk nyanyian tari saman ini memang menambah kedinamisan tarian. Adapun cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam: • Rengum yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.

• Dering yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari. • Redet yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari. • Syekh yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak. • Saur yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo. Itulah tadi merupakan beberapa nyanyian pengiring tari saman.

Mantab sekali bukan? Penari Tari Saman Pada umumnya, tarian saman dimainkan oleh belasan atau puluhan lelaki, tetapi jumlah penari tari tari saman ini harus ganjil. Pendapat lain mengatakan tarian ini ditarikan kurang lebih dari 10 tari saman, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi.

Namun, dalam perkembangannya di era modern yang menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk tari saman berbagai gerakannya ditunjuklah seorang pemimpin yang disebut syekh. Selain mengatur gerakan para penari, syekh bertugas menyanyikan syair lagu saman, yakni ganit. Makna dan Fungsi Tari Saman Taran ini memang sangat unik, namun terlepas dari keunikan yang dimiliki oleh tari yang berasal dari Aceh ini, ternyata di dalana tersirat makna yang teramat dalam.

Menurut masyarkat Aceh, tarian ini melambankan tingginya sebuah pendidikan, sopan santun, kebersamaan, kepahlawanan dan kekompakan dari masyarakat Aceh yang sangat religius. Bahkan, dalam syair yang mengiringi tarian ini juga di dalamnya terdapat pesan yang memiliki nilai tersendiri. Di dalamnya berisikan nasehat-nasehat yang memiliki makna begitu kental dalam setiap lirik dari syair pada tari ini.

Properti Tari Saman Sama seperti tarian tradisional lainnya, di dalam tarian saman juga terdapat properti di dalamnya, seperti ini adalah kostum dimana kostum dalam tarian ini sangat khas dan juga indah. Perlu Anda tahu bahwa dalam tarian saman terdapat tiga jenis kostum yang digunakan yakni kepala, tangan dan juga badan.

Di bagian kepalanya, properti yang digunakan adalah bulung teleng atau tengkuluk kain dasar empat persegi. Adapun dua persegi tersebut kemudian disulam dengan menggunakan benang seperti sebuah baju lalu kemudian sunting kepies.

Sedangkan di bagian badannya menggunakan kostum baju pokok atau disebut juga dengan baju kerawang.

tari saman

Apa itu baju kerawang? Baju kerawang merupakan sebuah baju yang berwarna dasar hitam kemudian disulam dengan menggunakan benang yang berwarna putih, hijau dan juga merah. Adapun di bagian pinggangnya juga disulam dengan menggunakan kekait dan kedawek, adapun para penari juga menggunakan kain sarung dan celana.

tari saman

Ada bagian tangannya, para penari akan menggunakan topeng gelang serta sapu tangan. Dalam kostum ini, pemilihan warna sangat diperhatikan dengan baik. Sebab, menurut masyarakat Aceh, pemilihan warna ini memiliki nilai tertentu. Dimana pemilihan warna menunjukkan identitas dari penggunanya sendiri.

Warna-warna dalam tarian ini melambangkan sebuah kekompakan, kebijaksanaan, keperkasaan, keberanian serta keharmonisan.

tari saman

Pola Lantai Tari Saman Adapun pola lantai dalam tarian ini hanya menggunakan pola garis atau disebut dengan pola bersaf. Pada pola ini dilakukan dengan sangat konsisten yakni dari tari saman tarian dimulai sampai akhir.

Lebih tepatnya lagi, pola tarian ini adalah pola horizontal dengan garis lurus yang mendatar ke arah samping. Adapun pola ini terinspirasi dari ajaran Islam dalam tari saman sholat. Dalam pola ini para penari akan saling merapatkan badan dengan pundak yang saling berdempetan sehingga menjadikan tarian ini sangat menarik untuk dilihat.

Sebagai contoh, diilustrasikan jika penari saman berjumlah 17 orang. ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ ⧭ 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Keterangan: Nomor 9 disebut dengan pengangkat bertindak, ini adalah penari yang menentukan level tari, gerak dan syair yang akan dikumandangkan.

Nomor 8 dan 10 disebut dengan pengapit, penari ini berfungsi sebagai wakil syekh yang bertugas untuk mengingatkan ada para penari untuk melakukan pergantian gerakan dan tempo. Nomor 4,2, 1 dan 17 disebut dengan enuang yang memiliki fungsi untuk bertahan kokoh memegang rumput jejerun. Sedangkan nomor 2 sampai dengan 7 dan nomor 11 sampai dengan 16 disebut dengan penjepit yang bertugas sebagai penari biasa yang mendukung tarian. Baca juga materi lainnya: 1.

Tari Tradisional 2. Tari Saman 3. Tari Bali 4. Tari Topeng 5. Tari Merak 6. Tari Pendet 7.

tari saman

Tari Serimpi 8. Tari Seudati 9. Tari Yapong 10. Tari Gambyong Pendiri Tari Saman Tari saman ditampilkan tanpa menerapkan iringan alat musik, namun dari para penari melalui tepukan tangan yang dikombinasikan dengan memukul komponen dada serta paha. Tarian ini biasanya dipandu oleh seorang pemimpin disebut syekh, pendiri tari saman adalah syekh Saman. Kekompakan dan keseragaman formasi adalah format gerakan tarian ini.

Tarian ini lebih terkhusus ditampilkan oleh laki-laki. Keunikan Tari Saman Adapun keunikan yang dimiliki oleh tarian ini adalah ia tidak diiringi dengan menggunakan alat musik apapun. Adapun irama yang ada dalam tarian ini hanya berasal dari suara yang dihasilkan oleh para penari.

Untuk penjelasan lebih lanjut dari keunikan atau ciri khas dari tari tari saman adalah sebagai berikut ini. 1. Gerakan Tangan Sebagai Pengiring Tari saman merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Aceh.

Umumnya, tari ini menggunakan bunyi-bunyian yang berasal dari penarinya itu sendiri. Bunyi-bunyian atau musik tersebut tercipta dari hasil perpaduan nyanyian para penari ditambah tari saman tepukan dari gerakan tarian (tepuk tangan, tepuk paha dan tepuk dada). Namun, ada pula yang menampilkannya menggunakan alat musik seperti kendang yang di mainkan oleh pemimpin tari atau tuan cerdik pintar. Bisa juga sih, melalui suara yang dibuat oleh para pemain itu sendiri. Dan, teriakan di tengah-tengah tarian sebagai tanda pergantian gerakan.

Aksi tarinya yang begitu harmonis dengan syair-syairnya yang mengalun kencang menciptakan suasana bersuka ria dan dikagumi banyak orang. 2. Kaum Pria dan Wanita Sebagai Pemain Tarian tradisional yang berasal dari Aceh pada umumnya hanya dimainkan oleh para pria muda.

Seiring berkembangnya jaman mulai banyak penari saman dari kaum wanita. Awalnya, hanya dimainkan oleh para pria dengan jumlah kurang lebih 10 orang. 8 orang bertugas sebagai pemain dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba. Semakin berkembangnya jaman, tari saman pun ikut maju dan berkembang. Sekarang, dapat dipertunjukan dalam acara-acara tertentu dan tidak harus acara formal. Jumlah pemain juga dibiarkan lebih dari 10 orang dan para wanita sudah diperbolehkan untuk memainkannya yang dulunya tidak diperbolehkan.

3. Formasi Yang Unik Penari dengan jumlah ganjil biasanya paling banyak berjumlah 17 orang dibuat dengan formasi yang unik. Penari dengan nomor 1 dan nomor 17 dinamakan sebagai penumpang. Sedangkan penari bernomor 2 sampai dengan nomor 7 dan nomor 11 sampai 16 disebut dengan penyepit. Kemudian, penari bernomor 8 dan nomor 10 disebut dengan pengapit dan penari nomer 9 dinamakan pengangkat. 4. Keharmonisan dan Keserasian Antar Penari Gerakan unik dan berbeda dengan tari tradisional lainnya menjadikan sebagai syarat akan kekompakan dan juga keharmonisan antar penari.

Penari, dituntut lebih fokus pada setiap gerakan tarian. Selain tari saman, penari harus tetap melantunkan syair-syair atau nyanyiannya.

tari saman

Tari tari saman bukan tari yang mudah fergusooo… Kekompakan dan keharmonisan harus dijalankan dengan baik dalam mempertunjukan tarian ini. Hal tersebut membuat lebih dikenal orang luar negeri dibandingkan dengan tari pendet atau tari kecak. Hanya menampilkan gerakan tepuk tangan dan gerakan lainnya seperti gerak guncang, lingang, kirep, dan saring-saring yang menjadikan tarian saman terlihat unik dibanding lainnya. Keseragaman dan keserasian antara pemain adalah hal penting dalam menampilkan tarian ini.

Maka dari itu, pemain dituntut untuk berkonsentrasi penuh dan latihan yang serius agar dapat menghasilkan tarian yang indah dan membuat takjub para penonton. 5. Sebagai Media Dakwah Tarian ini umum digunakan sebagai media dakwah ataupun tempat menyampaikan ansihat dan dakwah ajaran agama Islam. Nasihat dan dakwah tersebut disampaikan melalui sebuah lirik-lirik lagu yang akan dinyanyikan oleh para penari.

Lirik yang digunakan menggunakan bahasa Arab dan Aceh. Selain nyanyian memuat tentang pesan dakwah, nyanyian penari saman juga dapat berupa sindiran. Selain itu juga mempunyai makna sopan santun yang tinggi, pengajaran atau pendidikan, kepahlawanan, dan kekompakan dari rakyat Aceh. Oleh karena itu, sebelum dimulainya pertunjukan tari ini terdapat pembukaan yang berisi nasihat-nasihat, pesan, atau dakwah yang diberikan oleh tuan cerdik pintar (syekh).

6. Kostum atau Busana Yang Beragam Pakaian atau kostum yang digunakan oleh para penari yaitu menggunakan pakaian adat yang umumnya berwarna cerah dan ngejreng dengan berbagai hiasan sederhana di kepala.

Ada 3 bagian kostum yang digunakan, yakni bagian kepala berupa bulung teleng, di badan melekat baju kerawang, cela, dan kain sarung atau jarik. Selain itu, di bagian tangan ada topeng gelang dan sapu tangan. 7. Diakui UNESCO Sebagai Warisan Dunia Tarian ini memiliki keunikan melalui gerakan tarian, keabsahan, mempunyai filosofi yang bersifat universal beserta kekuatan tular ke masyarakat.

Oleh sebab itu, menjadikannya salah satu tradisi bangsa Indonesia yang diakui oleh UNESCO selain wayang, keris, batik, dan juga tari saman musik angklung. Tertarik untuk mencoba memainkan Tari Saman? Ya, tari ini memang sangat indah. Hal inilah yang menjadikan tarian ini banyak diminati orang meskipun merupakan sebuah tarian tradisional.

Demikian dari kami theinsidemag.comsemoga materi tari saman ini dapat digunakan sebagai tari saman dalam membuat makalah. Salam sukses! Jakarta - Tari Saman berasal dari mana? Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui asal-usul Tari Saman. Tari Saman merupakan kesenian daerah yang berasal dari Aceh, Indonesia.

Tari Saman sendiri sudah terkenal hingga mancanegara. Berikut serba-serbi Tari Saman yang sudah dirangkum oleh detikcom. Tari Saman Berasal dari Tanah Gayo, Aceh Tari Saman berasal dari suku dataran tinggi Gayo, tepatnya di provinsi Aceh, Indonesia. Melansir dari situs Kemlu RI, para penari Saman menggunakan bahasa Gayo yang dinyanyikan sambil melakukan gerakan tarian tersebut. Baca juga: Asal Tari Saman, Tarian Daerah dengan Berbagai Keunikan Tari Saman Memiliki Pola Lantai 4 Macam, Apa Saja?

Tari Saman berasal dari Aceh.

tari saman

Menurut informasi dari situs Kemdikbud, Tari Saman memiliki pola lantai sebanyak empat macam. Berikut informasinya. 1. Pola Lantai Horizontal (Garis Lurus Sejajar Secara Horizontal) Pola lantai horizontal pada Tari Saman dapat dilihat dari pandangan penonton.

tari saman

Dimulai dari penari duduk bersimpuh dan berat badan ditumpukan pada kedua kaki yang terlipat. Kemudian, penari merapat hingga bahu saling bersentuhan.Pola lantai horizontal Tari Saman bergantung pada ketinggian posisi badan, di mana level paling tinggi dimulai dari posisi duduk bersimpuh berubah ke posisi berdiri di atas lutut.

Adapun level paling rendah adalah saat penari membungkukkan badan ke depan sampai sekitar 90 derajat dengan badan sejajar dengan kedua paha, atau membalik ke belakang, sampai sekitar 60 derajat.

Tari Saman Berasal dari Mana? Ini Serba-serbi Tari Saman Foto: Datuk Haris Maulana/detikcom 2. Pola Lantai Vertikal Pada pola lantai vertikal, penari membentuk garis lurus dari depan ke belakang. Pola lantai ini memiliki makna pada setiap gerakan Tari Saman, yakni menunjukkan hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta alam semesta.

3. Pola Lantai Diagonal Pola lantai diagonal Tari Saman menempatkan penari untuk membentuk barisan yang lurus dan agak menyudut ke kanan atau ke kiri. Pola lantai ini juga memiliki makna sebagai kesan kekuatan bersama yang dinamis.

4. Pola Garis Melengkung Penari dalam posisi garis melengkung membentuk barisan yang melengkung. Pola Tari Saman ini memiliki makna tentang kelenturan atau setiap gerakannya melambangkan kesan lemah lembut dan memiliki keserasian. Pola garis melengkung terdiri dari: • Garis lingkaran, • Lengkung ular, • Angka delapan. Baca juga: Mengenal Tari Saman, Daerah Asal hingga Perbedaannya dengan Ratoeh Duek Tari Saman Dilakukan Secara Berkelompok Gerakan Tari Saman tidak dilakukan hanya oleh satu orang, melainkan beramai-ramai sambil memadukan gerakan menepuk pundak dan tangan.

Tari Saman dilakukan dalam posisi duduk seperti saat salat serta membentuk barisan bersama secara lurus yang dipimpin seorang Syeikh. Selain Tari Saman berasal dari mana, ada informasi menarik lagi soal Tari Saman. Simak di halaman selanjutnya.
Merdeka.com - Indonesia merupakan negara besar yang dikenal memiliki keanekaragaman suku dan budaya.

Hal ini yang kemudian melatarbelakangi munculnya perbedaan kesenian tradisi antara satu suku dengan suku lainnya. Dari sekian banyaknya kesenian yang ada di Indonesia, tari Saman menjadi salah satu seni tari yang masih eksis hingga saat ini. Tari Saman adalah tarian asal Aceh yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Dulunya, tari Saman hanya boleh dilakukan oleh penari pria saja dengan gerakan-gerakan keras dan penuh semangat. Dalam perkembangannya, tari Saman telah melibatkan penari pria dan wanita dalam menari secara bersamaan dan berdampingan.

Tarian yang biasa dipentaskan dalam memperingati kelahiran nabi Muhammad ini, diciptakan oleh seorang ulama besar bernama Syekh Muhammad Saman. Tidak hanya berupa gerakan, tari Saman juga kerap disisipkan syair-syair yang memiliki makna mendalam.

Lantas, apa sebenarnya makna tari Saman dan bagaimana sejarahnya? Simak ulasannya yang merdeka.com rangkum dari Kemdikbud.go.id dan media.neliti.com: ©Creative Commons/Zulfafirlana Tidak diketahui secara pasti kapan tari Saman mulai muncul. Namun, tarian yang diciptakan oleh Syekh Muhammad Saman ini, disinyalir sudah ada sejak tahun 1700-an atau berusia lebih dari 300 tahun. Minat yang besar masyarakat Gayo terhadap permainan rakyat ini tari saman keinginan dari Syekh Saman untuk menyisipkan syair-syair sebagai pujian kepada Allah SWT.

Mengutip dari media.neliti.com, pada waktu negeri Aceh berperang, Syekh Saman menambahkan syair-syair tersendiri untuk menambah semangat juang rakyat Aceh. Dalam perkemabangannya, gaung tari Saman semakin kuat ketika dipertunjukan dalam Pekan Budaya Aceh (PKA) II pada 1972. Sejak saat itu, tari Saman semakin populer dan mulai diperhitungkan, baik nasional maupun di dunia internasional. Tari saman JUGA: Serunya Seni Kuntulan, Menyanyi dan Menari Lagu Religi Pakai Cengkok Banyuwangi Ditampilkan di Jabar, Ini Makna Tari Bedhaya Sapta Jadi Simbol Kedekatan Sunda-Jawa Tari Saman juga dikenal sebagai salah satu seni tari Islam.

Pasalnya, tarian ini memiliki unsur-unsur keislaman, sehingga jika unsur-unsur tersebut dipisahkan dari seninya, Saman bukan lagi menjadi sebuah seni.

Di samping itu, tari Saman Aceh telah menjadi suatu warisan budaya yang hingga kini masih hidup. Untuk itu, tari Saman kemudian mendapat pengakuan dari UNESCO pada 24 November 2011 sebagai warisan tak benda milik masyarakat Aceh. Gerakan Tari Saman ©Liputan6.com/Rino Abonita Tari Saman memiliki beberapa unsur gerak, yaitu gerak tepukan tangan dan tepuk dada. Gerakan ini berupa gerak guncang, kirep, linggang, dan surang-surang.

Gerakan lain dari tari ini berupa dua baris penari bernyanyi sambil bertepuk dan penari lainnya mengharmoniskan gerakan. BACA JUGA: Mengenal Tari Rejang Bali, Khusus Perempuan Sebagai Hiburan Para Dewa Mengenal Tari Selamat Datang, Berikut Sejarah dan Gerakannya Selain itu, ada juga gerakan tangan yang dominan. Terdapat berbagai macam gerakan tangan, seperti cilok (gerakan ringan ujung jari), cerkop (kedua tangan berhimpit dan serah), dan tepok (gerakan tepuk dalam berbagai posisi). Makna Tari Saman ©Creative Commons/Winara al gayo Sebagaimana kita tahu, tari Saman memiliki unsur-unsur atau nilai keislaman di dalamnya.

Pada awalnya, tarian ini merupakan bagian dari aktivitas sebuah aliran Tariqat atau Tarekat, yang secara bahasa berarti “jalan”, kemudian dimaknai sebagai jalan menuju Tuhan, tasawuf, dan ilmu batin. Dalam setiap gerakan tari Saman memiliki makna serta filosofi yang mendalam.

Mulanya, Syekh Saman menciptakan gerak tari ini tari saman sarana berzikir kepada Allah SWT. Hal ini terlihat pada aturan gerak dan sikap badan yang menyertai gerak. BACA JUGA: Tari Janger Maborbor, Tarian Sakral di Atas Api Tanpa Terbakar Keunikan Tari Soreng Magelang, Citra Diri Masyarakat Lereng Merbabu Tari Saman juga kerap digunakan untuk media penyampaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, dan kepahlawanan. Hal ini bisa dilihat dari lagu dan syair pada tari Saman yang mengandung nilai dakwah dan nasehat.

Selain itu, dalam setiap gerakan tari saman juga memiliki makna tertentu. Gerakan ini terlihat saat para penari harus duduk membentuk garis lurus ke arah samping sambil berbaris. Inilah yang kemudian merupakan simbol manusia sebagai makhluk sosial.

Sementara itu, pada gerakannya sendiri, ada pula yang mengandung simbol sebagai penghormatan terhadap nabi Muhammad SAW. Adapun pola duduk yang digunakan yaitu kaki bertumpu, layaknya duduk di antara dua sujud.

Dalam hal ini, tari Saman melambangkan umat Islam yang tengah melakukan salat. 1 Cantik Klasik Khas Sageuk, 10 Aktris Korea Ini Jadi Sering Main Drama Sejarah 2 Nekat Berenang saat Ombak Tinggi, Tiga Wisatawan Tewas Tenggelam di Pantai Sukabumi 3 Manisnya Bisnis Manisan Cianjur, Omzet Rp10 Juta Per Hari Sepekan Jelang Lebaran 4 Mudik Eksotis Lewat Jalur Pantai Selatan 5 Indahnya Masjid Kubah 99 Pinggir Pantai Makassar Karya Ridwan Kamil Selengkapnya
• l • b • s Tari Saman Adalah tarian Suku Gayo yang didirikan dan di kembangkan oleh ulama asal Aceh Tenggara ( SYEKH SAMAN ), Tari Saman ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat & acara keluarga maupun pemerintah, Tari saman masuk daftar warisan dunia tak benda yang di resmikan oleh UNESCO di Bali pada tanggal 24 November 2011.

Daftar isi • 1 Makna dan tari saman • 2 Nyanyian • 3 Gerakan • 4 Tari saman • 5 Galeri • 6 Lihat pula • 7 Pranala luar Makna dan fungsi [ sunting - sunting sumber ] Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan atau dakwah.

Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan. Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.

Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan berkesinambungan, pemainnya tari saman dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara grup tamu dengan grup sepangkalan (dua grup).

Penilaian dititik beratkan pada kemampuan masing-masing grup dalam mengikuti gerak, tari dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan. Nyanyian [ sunting - sunting sumber ] Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam: • Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat. • Dering, yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari. • Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.

• Syekh, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak. • Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

Gerakan [ sunting - sunting sumber ] Tarian Saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman, yakni tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, Syekh Saman mempelajari tarian Melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah islam demi memudakan dakwahnya .Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.

Tari Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik,kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini menggunakan bahasa Bahasa Gayo).

Penari [ sunting - sunting sumber ] Pada umumnya, tarian saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil. Pendapat lain mengatakan tarian ini ditarikan kurang lebih tari saman 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi.

Namun, dalam perkembangan pada era modern yang menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk mengatur berbagai gerakannya ditunjuklah seorang pemimpin yang disebut syekh. Selain mengatur gerakan para penari, syekh juga bertugas menyanyikan syair-syair lagu saman, yaitu ganit. Galeri [ sunting - sunting sumber ] • • Halaman ini terakhir diubah pada 19 Februari 2022, pukul 08.21.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •Tari Saman – Tahukah Kamu Tari Saman tari saman salah satu tari saman yang digunakan sebagai penyampai dakwah dan pesan. Tarian ini sendiri mencerminkan keagamaan, sopan santun, pendidikan, kekompakan, kepahlawanan, dan kebersamaan.

Simak penjelasan lebih lengkapnya mengenai Pengertian, Asal, Sejarah, Makna Gerakan, Keunikan Tari Saman Berikut Ini: Daftar Tari saman • Pengertian Tari Saman • Asal Mula Tari Saman • Anda Mungkin Juga Menyukai • Sejarah Tari Saman • Makna Gerakan • Keunikan Tari Saman • Buku Terkait Tari Saman yang perlu kamu ketahui diantaranya: • Pendidikan Seni Tari • Tari saman mini : Tari-Tarian Nusantara • Ensiklopedia mini : tari-tarian Nusantara • Provinsi Aceh : Jelajah Wisata Budaya Negeriku • Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Tari Saman • • Buku Terkait Tarian Daerah • Materi Terkait Tarian Daerah Pengertian Tari Saman Tari Saman merupakan tarian yang berasal dari suku Gayo dan biasanya ditampilkan dalam suatu tari saman penting di suatu peristiwa adat.

Syair pada tariannya juga mempergunakan Bahasa-bahasa Gayo. Selain itu tarian ini juga kerap ditampilkan saat merayakan hari raya kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Beberapa literatur menyatakan Syekh Saman yaitu seorang ulama yang berasal dari Suku Gayo di Aceh Tenggaralah yang kemudian menemukan dan mendirikan tari Saman hingga tari saman ditetapkan oleh UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda pada 24 November 2011 silam.

Sebelum Tari Saman dimulai dilakukan pembukaan dimana tampil pemuka adat atau seorang tua cerdik pandai yang akan mewakili masyarakat setempat (keketar) tari saman nasihat-nasihat yang berguna bagi para tari saman dan pemainnya sekaligus.

Syair dan lagu pengungkapannya sendiri dilakukan secara Bersama-sama tari saman berkesinambungan, penari saman biasanya terdiri dari pria-pria muda yang menggunakan pakaian adat. Penyajian tarian ini juga kemudian dipertandingkan antar grup dan grup tamu. Penilaian pada tari saman akan dititik beratkan pada kemampuan setiap grup dalam mengikuti berbagai gerakan, lagu (syair) dengan bentul tari yang disajikan oleh pihak lawan.

Sebab tari saman dapat dikreasikan dengan gerakan yang berbeda-beda. Asal Mula Tari Saman Tari saman sendiri berasal dari Aceh yang kemudian akan dibawa langsung oleh suku Gayo sebagai suku tertua di wilayah Aceh. Sebagian besar suku ini kemudian menempati wilayah Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Kabupaten Gayo Lues) saat merayakan peristiwa-peristiwa penting terkait berbagai adat setempat.

Syair yang mengiringi tarian ini juga diisi dengan menggunakan bahasa Gayo.Dalam kesehariannya, suku Gayo juga terkenal dengan suku yang suka berkelompok. Tarian asal Serambi Mekkah ini kemudian juga dikembangkan oleh ulama besar dari Gayo di Aceh Tenggara, Syekh Saman. Tari Saman juga merupakan pengembangan dari permainan rakyat, Tepuk Abe kian diminati masyarakat Aceh pada saat itu. Kondisi ini jugalah yang membuat Syekh Saman terinspirasi untuk mengembangkan tari Tepuk Abe dengan menyisipkan berbagai syair-syair berisi pujian kepada Allah SWT.

Tarian ini juga kemudian menjadi salah satu media dakwah tari saman saat itu. Sumber lain juga menyebutkan, kemungkinan-kemungkinan tari tari saman ini berasal dari kesenian Melayu Kuno. Pendapat ini juga diperkuat dengan unsur gerak khas tepuk tangan dan tepuk dada tari saman ciri khas kesenian dari Melayu Kuno. Pada mulanya tari saman hanya dilakukan oleh kaum laki-laki dan tidak lebih dari 10 orang banyaknya.

Rp 50.000 Sebelum tarian saman ini dimulai, pemuka adat atau syekh akan tampil mengiringi nyanyian untuk mewakili masyarakat setempat dengan memberi nasehat pada para penari dan penonton. Uniknya, penonton tidak akan menemukan instrumen lain kecuali nyanyian dari para penari, juga tepuk paha, tepuk dada, tepuk tangan, dan tepuk lantai untuk tari saman gerakan dengan diiringi syair-syair dari lagu sendiri dari para penarinya.

Syairnya juga berisikan pesan moral ajaran Islam yang dapat diresapi oleh para penonton. Dilansir situs Departemen Bahasa Arab UPI, terdapat aturan-aturan yang harus ditaati dalam menyanyikan lagu-lagu dan tarian saman. Antara lain sebagai berikut: • Rengum, yakni mukadimah dan pembukaan tari saman yang diawali oleh pemandu tari.

• Dering, sebagai rengum yang segera diikuti oleh para penari. • Redet, merupakan suatu lagu singkat dengan nada pendek yang kemudian dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tarian. • Syek, sebagai lagu-lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara yang panjang tinggi melengking, biasanya juga digunakan sebagai tanda perubahan gerakan.

• Syair atau lagu yang diulang-ulang oleh para penari setelah dinyanyikan oleh salah satu seorang penari solo. Sejarah Tari Saman Pada zaman Kesultanan Aceh, Tari Saman sendiri hanya boleh dilakukan pada waktu perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan masjid dekat Gayo. Seiring dengan perkembangan zaman, Tarian ini kemudian dapat dipentaskan di acara-acara publik, seperti kunjungan tamu, pernikahan, pembukaan festival, dan acara-acara penting lainnya.

Nama “Saman” sendiri diambil dari salah satu ulama besar Islam Aceh bernama Syekh Saman. Pada mulanya tarian ini sebagai permainan rakyat yang disebut Pok Ane. Kemudian ditambah lagi dengan iringan syair berisi puji-pujian kepada Allah SWT yang kemudian menjadi salah satu media misi Tari Saman. Tari Saman juga digunakan sebagai media dakwah, dimana para penari latihan di bawah kolong masjid agar tidak tertinggal saat shalat berjamaah. Kemudian Syekh juga akan menambahkan puisi-puisi perjuangan pada tarian Aceh ini untuk meningkatkan semangat masyarakat setempat.

Tari Saman umumnya dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang akan dilakukan sambil berlutut atau duduk pada suatu barisan yang rapat. Pemimpin tarian ini akan duduk di tengah baris dan memimpin syair dalam bahasa Gayo. Tari Saman juga memiliki keunikan tersendiri, yaitu dengan bergerak secara seragam mengikuti irama harmoni musik. Gerakannya yang sangat sinkron, harmonis, selaras dengan dinamika lagu. Penarinya akan serempak bertepuk tangan, menepuk dada, paha, dan tanah, menjentikkan jari, serta mengayunkan dan memutar tubuh dan kepala mereka pada waktunya dengan ritme yang serempak, berubah secara bergantian.

Gerakan ini kemudian melambangkan kehidupan sehari-hari masyarakat Tari saman dan lingkungan alamnya. Syekh Saman menambahkan bahwa syair berisi pujian kepada Tuhan Yang Maha Esa ke dalam tarian tersebut.

Kini Tari Saman juga dijadikan sebagai media dakwah umat Islam. Makna Gerakan Alat musik yang digunakan untuk menarikan Tari Saman diantaranya adalah gendang tangan dan suara penari serta tepukan tangan dan dada.

Keduanya juga kemudian dapat dikombinasikan dengan tamparan paha saat penari melakukan sinkronisasi dan melemparkan tubuh mereka ke arah yang berbeda sesuai irama. Irama pada tari saman tari saman menekankan pada kemampuan kelompok untuk mengikuti gerakan, lagu dalam puisi dan tarian yang dibawakan. Tarian ini akan dilakukan tanpa alat musik tertentu dan hanya menggunakan tepukan pada gerak tubuh yang dijadikan sebagai atribut.

Bertepuk kedua tangan, tempo biasanya sedang tari saman naik cepat perlahan.

tari saman

Berikut beberapa Gerakan tari saman dan makanya: • Meninju kedua tangan ke dada dengan tempo yang tinggi. • Tepuk tangan yang satu pada bagian dada dengan up beat yang sedang. • Gesekan ibu jari tari saman jari tengah yang disebut juga Kertip dengan tempo sedang. • Nyanyian lagu para penari yang kemudian akan menambah kedinamisan Tari Saman.

Terdapat 5 cara menyanyikan lagu dalam Tari Saman dianyatanya Rengum, yaitu auman yang didahului oleh para pengangkat suara. Dering, atau not Regnum yang akan segera diikuti oleh semua penari. Redet, yaitu versi pendek dari lagu-lagu dengan suara pendek yang kemudian akan dinyanyikan oleh seorang penari di tengah-tengah tarian.

Tari Saman dengan berbagai ciri khas yang menonjol dari tarian daerah lainnya. Para penari Saman umumnya akan menggunakan pakaian dengan baju dasar atau kerawang (baju dasar hitam, sulaman benang putih, hijau dan merah, sulaman bagian pinggang kedawek dan kekait, baju berlengan pendek), kemudian sarung, dan celana dalam berupa celana.

Selain itu penari juga akan menggunakan Ikat Kepala dalam bentuk Hiasan melingkar yang dikenakan pada kepala penari pria yaitu bulung teleng atau tengkuluk kain dengan dasar persegi berwarna hitam.

Dua istilah sebagai pakaian yang disulam dengan benang, edit kepies. Hijab yang Menjadi bagian dari pakaian adat penari wanita yang mengidentifikasikan dirinya sebagai wanita muslimah. Berikut ini pola-pola dan keunikan pada tari saman Pola lantai sebagai sebuah lintasan atau pola yang dipakai penari untuk mempertunjukan kebolehannya.

Khususnya pada kesenian asal Gayo ini, pola lantai tari saman adalah garis horizontal. Umumnya disebut juga sebagai shaf. Setiap penarinya akan didudukan secara rapat dan sejajar. Hal ini sekaligus merefleksikan bagaimana rapatnya barisan shaf pada saat shalat berjamaah dilakukan.

Tari Saman dimainkan oleh hingga puluhan penari pria atau antara 13-21 penari. Meski demikian saat ini jumlah tersebut kemudian disesuaikan dengan koreografi yang akan ditampilkan. Keunikan tari ini kemudian terletak pada gerakannya. Gerakan tari saman sendiri dapat dibagi menjadi tiga Gerakan: • Dimulai dari Gerakan Pembuka atau dikenal juga sebagai gerakan Tari saman dimana pada tahap ini diawali dengan penari yang berdiri dan mengucapkan salam pembuka.

Gerakannya akan diawali dengan berdiri sambil meletakan kedua tangan di depan dada. Setelahnya dilanjutkan pada posisi bersimpuh. Dimana penari akan meletakan ikat kepala mereka sebagai pertanda tanda dimulainya pertunjukan, penari akan melantunkan“laa ilaha illallah” dan “Assalamualaikum”.

• Dilanjutkan dengan Gerakan Inti dimana pada tahap ini para penari akan melakukan gerakan berupa menepuk paha, menepuk dada, dan menepuk tangan yang menciptakan irama. Irama tersebut kemudian dipadukan dengan lantunan syair. Gerakan-gerakan tersebut akan kian bertambah cepat. Hingga akhirnya mengkombinasikan gerakan membungkuk (45 derajat) ke ke belakang dan depan (40 derajat).

• Tak lupa ditambah gerakan gerakan kepala dan setengah berdiri. Gerakan Penutupnya pada pementasan berakhir, penari akan melakukan posisi badan setengah berdiri sambal meletakan kedua tangan, ditangkupkan di depan dada. Mata menatap ke depan untuk menghormati setiap penonton yang hadir.

Setelahnya penari akan duduk bersimpuh. Tangan mereka diletakan di atas paha. Kemudian, para penari akan meninggalkan tempat pertunjukan.

Tidak hanya indah dari segi nilai estetikanya saja, setiap gerakan tari saman memiliki makna. Umumnya makna gerakan tari saman ini melambangkan nilai-nilai ajaran agama islam. Misalnya gerakan selaku, yang dilakuak penari dengan meletakkan satu tangan di dada. Gerakan tersebut memiliki makna kerendahan sebagai hamba yang taat kepada Allah SWT. Selain gerakan, lantunan syair yang dibawakan penari mengandung nilai filosofis sangat tinggi.

Buku Terkait Tari Saman yang perlu kamu ketahui diantaranya: Pendidikan Seni Tari Keseluruhan isi buku ajar ini disajikan dalam 7 bab : bab1 landasan konsep seni secara umum, bab 2 karakteristik seni tari anak, bab 3 pengetahuan dasar dan apresiasi tari, bab 4 pengalaman studio tari, bab 5 pembelajaran seni tari, bab 6 dan bab7 diberikan tari tradisional Rateeb Meusekat dan tari Nusantara Mak Inang Pulau Kampai.

Tujuan pembelajaran untuk menumbuh-kembangkan kepekaan apresiasi estetik, membentuk kepribadian baik lahir maupun batin, berbudi luhur sesuai dengan lingkungan budaya Indonesia. Buku ajar ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai salah satu sumber bagi mahasiswa atau calon guru yang akan mengajarkan materi tari dan diharapkan dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran seni tari untuk SD.

Tujuan pembelajaran seni tari dapat dicapai apabila seorang guru memahami prinsip-prinsip dasar tari, dan dapat mengajarkannya sesuai dengan karakteristik anak. Miliki buku ini, klik di sini Ensiklopedia mini : Tari-Tarian Nusantara Rumah Bugis telah mengalami morfologi atau tari saman bentuk selama puluhan tahun. Berbagai faktor yang menyebabkan hilangnya identitas rumah Bugis yang sesungguhnya berdasarkan Lontara atau tradisi yang telah diyakini turun temurun, adalah karena masyarakat.

Klik di sini Ensiklopedia mini : tari-tarian Nusantara Seni adalah gerak tubuh manusia yang lepas dari unsur ruang, waktu, dan tenaga. Tari merupakan keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dalam bentuk gerak tubuh.

Di Indonesia, seni tari tradisional tumbuh dan berkembang dalam lingkungan masyarakat umum. Biasanya digunakan dalam sebuah hiburan, pergaulan, bahkan wujud rasa syukur terhadap Sang Pencipta. Hal tersebut terlihat dari bentuk gerak, irama, ekspresi, dan rias busana yang sederhana. Saat ini setiap tari saman bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri tari saman mencapai lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Untuk tradisi kuno tarian dan drama biasanya dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari tari saman dilindungi oleh pihak keraton atau akademi seni di bawah naungan pemerintah.

Peran tari sendiri bagi masyarakat adalah sebagai pemersatu. Lewat tari warga berinterikasi, bergaul, dan berkomunikasi guna menciptakan hubungan yang lebih baik.

tari saman

Klik di sini Provinsi Aceh : Jelajah Wisata Budaya Negeriku Saat ini jumlah provinsi di Indonesia adalah 34 provinsi. Salah satunya adalah Provinsi Aceh. Ibu Kota Provinsi Aceh adalah Banda Aceh. Aceh terletak di ujung Utara Pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat tari saman Republik Indonesia. Ragam budaya Provinsi Aceh terdiri atas, pakaian daerah (baju kurung untuk wanita, baje meukasah untuk pria), arsitek bangunan (rumoh aceh), senjata tradisional (rencong), seni musik (Arbab, Bereguh, Celempong, Geundrang, Serune Kalee, Bungong Jeumpa), seni pertunjukan (didog), seni tari (Tari Saman, Tari Seudati, Ranup Lampuan), wisata religi (Masjid Raya Baiturrahman), wisata sejarah pendidikan (Kapal PLTD APUNG I, Museum Tsunami Aceh, Benteng Indra Patra, Tugu Nol Kilometer Sabang), wisata alam (Pulau Weh), pulau bahari (Pantai Iboih, Pulau Rubiah, Pantai Gapang, Pantai Sumur Tiga), wisata alam (Taman Nasional Gunung Leuser, Takengon).

Klik di sini Sumber: dari berbagai sumber Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Tari Saman Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event tari saman • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan tari saman • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Tari saman 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
Jakarta - Tari saman adalah salah satu tarian tradisional Aceh yang berasal dari suku Gayo yang dibawakan oleh pria.

Suku Gayo adalah salah satu suku tertua yang ada di wilayah Aceh. Suku ini sebagian besar menempati tiga kabupaten yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam. Mayoritas penduduk suku Gayo memeluk agama Islam. Untuk melestarikan bahasa khas Gayo, suku ini memiliki berbagai seni dan budaya, salah satunya adalah tari saman.

Dan ada juga beberapa tarian lain dari Gayo sepetri tari Bines, tari Guel, tari Sebuku dan tari Munalu. Tari saman diciptakan oleh Syekh Saman, seorang penyebar agama Islam di Aceh. Nama tarian ini dinamakan sesuai dengan nama penciptanya. Oleh Syekh Saman, tari Saman digunakan sebagai media dakwah agama Islam.

Baca juga: 7 Tarian Tradisional Paling Terkenal di Indonesia Gerakan tari saman juga tergolong sulit sehingga dibutuhkan konsentrasi tinggi serta latihan yang sering untuk bisa menguasainya dengan baik. Tari saman menggunakan pola lantai vertikal, horizontal, diagonal dan garis melengkung. Dalam melakukan tarian ini penari harus berbaris membentuk garis lurus ke samping.

Makna dari tarian ini menggambarkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain. Pola duduk dengan kaki yang bertumpu seperti duduk diantara dua sujud juga melambangkan umat Islam yang sedang membentuk tari saman ketika sedang melakukan sholat.

Propertinya adalah baju kantong lengkap khas Gayo dengan motif kerawang. Perbedaan tari saman dan Ratoeh Duek Sama-sama dibawakan dengan cara duduk, akan tetapi tari Saman dengan tari Ratoeh Duek berbeda. Aminnulah dari Duta Saman Institute menyebutkan tentang perbedaan antara keduanya. "Tari saman ditarikan oleh pria dengan jumlah ganjil minimal tujuh orang. Sedangkan tari Ratoeh Duek ditarikan oleh wanita dengan jumlah genap," ujar Aminnulah kepada detikcom (02/12/2020).

Selain itu tari saman dikendalikan oleh seorang penangkat yang duduk paling tengah di dalam formasi penari. Sedangkan Tari Ratoeh Duek dikendalikan oleh seorang syair (penyanyi yang duduk di luar formasi penari). Ratoeh Duek juga diiringi dengan gendang rapai, sementara tarian saman diiringi dengan nyanyian yang berasal dari mulut penari alias tidak diiringi dengan musik apapun. Lalu apakah ada yang berbeda dengan gerakan tarian saman tari saman Ratoeh Duek?

Tari saman dibagi dalam beberapa gerakan atau bagian utama dalam posisi duduk, rengum, dering, salam, uluni lagu, lagu, anakni lagu dan penutup. Sedangkan tari Ratoeh Duek ditarikan dengan gerakan posisi duduk yang terdiri dari gerakan tangan menepuk dada dan paha, gelengan kepala ke kanan dan ke kiri, gerakan duduk dan berlutut serta mempersilangkan jari dengan penari tari saman sebelahnya yang dilakukan dengan urutan yang lebih fleksibel dan dapat dikreasikan.

Tarian Saman menggunakan syair dalam bahasa Gayo dan Ratoeh Duek menggunakan syair dalam bahasa Aceh Pada 24 November 2011, tari Samanditetapkan sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia oleh UNESCO di Bali.

Tari Saman (Aceh)




2022 www.videocon.com