Contoh gurindam yang tepat adalah

contoh gurindam yang tepat adalah

Enstry30493 Jawaban: contoh-contoh gurindam Penjelasan: Contoh 1 Barang siapa tidak takut Tuhan. Hidupnya tidak akan bertahan.

Barang siapa tidak pernah puasa. Hidupnya akan penuh dosa. Barang siapa meninggalkan sholat. Berarti dia berbuat maksiat. Barang siapa tidak pernah mengeluarkan zakat.

Hartanya tidak akan mendapat berkat. Barang siapa yang mampu melaksanakan haji. Tentulah orangnya patut dipuji. contoh 2 Dengan orang tua jangan pernah melawan. Kalau tidak mau hidup berantakan. Jagalah hati jagalah lisan. Agar kau tidak hidup dalam penyesalan. Sayangilah orang tua dengan sepenuh hati. Itulah cara menunjukan bakti. Teruslah menyakiti diri sendiri. Kelak kau akan mati berdiri semoga bisa membantu ya ! terence95 Jawaban : Contoh Gurindam : Jika kehendak mengenal orang baik perangai lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Cahari olehmu akan sahabat, yang boleh dijadikan obat. Cahari olehmu akan guru, yang boleh tahukan tiap seteru. Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa. Jika hendak mengenal orang yang berbahagia, sangat memeliharakan yang sia-sia. Jika hendak mengenal orang yang mulia, lihatlah kepada kelakuan dia. • Bagaimanakah Pedoman Menulis Gurindam dan Contohnya yang Tepat?

• Pedoman Menulis Gurindam dan Contohnya yang Tepat • Pengertian Gurindam • Ciri-Ciri Gurindam • 2. Penulis Gurindam harus mengetahui struktur gurindam • 3. Penulis gurindam harus memahami kebahasaan Gurindam • 4. Penulis gurindam harus mengetahui Jenis dan contoh gurindam • Jenis gurindam • a. Gurindam berangkai • b. Gurindam Berkait • Contoh Gurindam Berkait: • Contoh 1 • Contoh 2 • c. Gurindam dua belas • Contoh Penggalan Gurindam 12 • Contoh gurindam nasihat • Contoh gurindam agama • Contoh gurindam percintaan • 5.

Mengetahui Langkah membuat Gurindam • Bagikan Artikel: Bagaimanakah Pedoman Menulis Gurindam dan Contohnya yang Tepat? Pedoman Menulis Gurindam dan Contohnya yang Tepat Adapun pedoman menulis gurindam selengkapnya sebagai berikut. 1. Penulis gurindam harus memahami pengertian dan ciri-ciri gurindam. Pengertian Gurindam Gurindam adalah salah satu jenis puisi yang memadukan antara sajak dan peribahasa. Sedangkan asal gurindam yang tergolong puisi lama ini adalah dari negeri India. Istilah gurindam berasal dari bahasa India, yaitu kirindam berarti “mula-mula” atau “perumpamaan”.

Faktanya, gurindam sarat dengan agama dan moral. Sehingga gurindam bagi orang dulu sangat penting dan menjadi norma dalam kehidupan.

Baca Juga: Inilah Cara Mudah Menulis Gurindam dan Contohnya yang Perlu Diketahui Ciri-Ciri Gurindam a. Terdiri atas dua baris dalam sebait.

b. Tiap baris memiliki jumlah kata sekitar 10-14 kata. c. Tiap baris memiliki rima sama atau bersajak A-A, B-B, C-C, dan seterusnya. d. Merupakan satu kesatuan yang utuh. e. Baris pertama berisi soal, syarat, masalah, atau perjanjian. f. baris kedua berisi jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama. (isi atau maksud gurindam terdapat pada baris kedua) g.

isi gurindam biasanya berupa nasihat, filosofi hidup atau kata- kata mutiara. Gurindam berisi ajaran yang berkaitan dengan budi pekerti dan nasihat keagamaan.

2. Penulis Gurindam harus mengetahui struktur gurindam Untuk struktur penyajian gurindam adalah dua larik merupakan isi yang berhubungan. Larik 1 merupakan syarat terjadinya keadaan pada larik 2.

larik 2 merupakan akibat dari syarat pada larik 1. Ditinjau dari jenis kalimanya, gurindam tersebut menggunakan kalimat dengan pola hubungan syarat. Larik 1 apabila …dan pada larik 2 kondisi/keaadaan jika syarat dilakukan. 3. Penulis gurindam harus memahami kebahasaan Gurindam 4. Penulis gurindam harus mengetahui Jenis dan contoh gurindam Jenis gurindam a.

Gurindam berangkai Merupakan salah satu bentuk gurindam yang bercirikan dengan tutur yang sama pada baris pertama di setiap baitnya. Oleh karenanya, gurindam berangkai juga merupakan contoh gurindam yang tepat adalah bentuk gurindam yang mempunyai kata yang relatif sama pada setiap contoh gurindam yang tepat adalah pertama baitnya.

Contoh Gurindam Berangkai: Lakukan saja apa yang menurutmu benar Lakukan saja apa yang menurutmu pantas. Letak kata yang sama dalam gurindam di atas berada pada kata pertama setiap larik. Kata yang sama adalah kata “lakukan.” Hidup hanya bergantung pada hati Karena hidup hanya sesaat dan kemudian mati.

Pada gurindam di atas, kata yang sama sedikit berbeda letaknya. Pada larik pertama berada pada awal larik, sama dengan larik kedua pada kata kedua. Kata yang sama adalah kata “hidup” Bukalah pintu cinta di hatimu Jangan pintu cinta di matamu. Kata yang sama terletak pada bagian tengah larik satu dan dua. Penulisan kata yang sama itu adalah kata “pintu cinta” b. Gurindam Berkait Merupakan salah satu bentuk gurindam yang ditandai dengan adanya hubungan satu sama lain antara bait pertama dengan bait-bait berikutnya.

Bisa juga diartikan bahwa gurindam berkait merupakan suatu bentuk gurindam yang bait pertama berkaitan dengan bait selanjutnya dan pada bait seterusnya. Contoh Gurindam Berkait: Contoh 1 Barang siapa tiada memegang agama, Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, Maka ia itulah orang yang ma’rifat. Kata yang berkait dalam gurindam di atas adalah kata “barang siapa.” Kata-kata tersebut berada pada larik pertama setiap bait, sekaligus terletak pada kata pertama.

Contoh 2 Siapa yang enggan sesat dunia akhirat Maka cepat-cepatlah bertaubat sebelum terlambat. Jika segera bertaubat sebelum akhir zaman Maka akan mendapatkan yang namanya selamat.

Sedangkan, pada dua bait gurindam di atas, letak keterkaitannya berbeda dengan gurindam contoh 1.

contoh gurindam yang tepat adalah

Pada contoh 2 ini, keterkaitannya terletak pada larik 2 bait 1, dengan larik 1 pada bait 2. Kata yang berkait adalah kata ” bertaubat.” Masih pada contoh 2, kata yang berkait masih ada lagi, yaitu kata “maka.” Letak keterkaitannya adalah pada larik 2 bait 1 dengan larik 2 bait 2. menarik bukan? c. Gurindam dua belas Raja Ali Haji seorang penyair gurindam terkenal. Pengarang gurindam yang terkenal dan orang pertama yang menjelaskan definisi gurindam secara lengkap adalah Raja Ali Haji.

Beliau adalah saudara sepupu Raja Ali yang menjadi raja muda di Riau (1844-1857). Gurindam 12 pasal karya Raja Ali Haji yang terkenal berjudul “Gurindam Dua Belas”. Gurindam Dua Belas adalah hasil refleksi yang mendalam dari religiusitas Raja Ali Haji.

Hasil refleksi itu merupakan seluruh pergumulan hidupnya berhadapan dengan kehidupan sosial ekonomi, adat istiadat, peradaban dan pola pikir masyarakatnya yang terikat kuat oleh penghayatan religiusitas. Gurindam ini berisi tentang persoalan akidah dan tasawuf, rukun Islam, syariat Islam, budi pekerti atau akhlak dan konsep pemerintahan.

Gurindam Dua Belas berisi 12 pasal yang merupakan nasihat Ali Haji untuk masyarakat Pulau Penyengat Kepulauan Riau yang dibuat ketika berusia 38 tahun. Sastrawan Melayu bergelar pahlawan nasional ini menyelesaikan karya gurindamnya pada 23 Rajab 1264 Hijriah atau tahun 1847.

Raja Ali Haji adalah sastrawan yang memperkenalkan budaya tulis untuk karya sastra. Contohnya dalam pengantar Gurindam Dua Belas, Raja Ali Haji mencantumkan tanggal penulisan karya, menuliskan arti gurindam, perbedaan gurindam dengan syair dan manfaat gurindam.

Contoh Penggalan Gurindam 12 Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang yang ma’rifat. Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri. Barang siapa mengenal dunia, tahulah ia barang yang terperdaya. Barang siapa mengenal akhirat, tahulah ia dunia mudharat. Berdasarkan isinya, gurindam dikenal dengan beberapa jenis. Jenis gurindam berdasarkan isinya antara lain gurindam nasihat, agama, percintaan.

Contoh gurindam nasihat Rajin belajarlah di usia muda Jangan pernah kamu menunda-nunda Contoh gurindam agama Barang siapa mengenal Allah, Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah Contoh gurindam percintaan Apabila sudah berumah tangga Jangan di lepas janji dan amanah 5. Mengetahui Langkah membuat Gurindam a. Tentukan ide gurindam Tentukan juga isi gurindam. Apakah gurindam nasihat, agama, atau percintaan?

b. Menata ide c. Memilih kosakata d. Membuat larik e. Menata kembali kalimat/ larik f. Menata gurindam secara logis. g. Tentukan juga jenis gurindam yang akan ditulis. Apakah gurindam berangkai, berkait, ataukah gurindam 12 sebagaimana Raja Ali Haji? Silahkan simak video berikut agar dapat lebih memahami pedoman menulis gurindam dan contohnya.

Baca Juga: Cara Menulis Teks Eksplanasi Demikian paparan lengkap pedoman menulis gurindam dan contoh gurindam yang tepat adalah. Terima kasih dan semoga bermanfaat. • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) • Click to share on Facebook (Opens in new window) • Click to email this to a friend (Opens in new window) • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) • Click to share on Twitter (Opens in new window) • Category: Materi Ajar Leave a comment Post navigation
Pengertian Gurindam – Masih ingatkah teman-teman dengan karya sastra puisi dalam bahasa Indonesia?

Tentu sudah sering mendengar tentang puisi. Ternyata eh ternyata puisi dibagi menjadi dua lho. Puisi lama dan puisi baru. Puisi lama diantaranya Syair, Gurindam dan puisi. Tapi disini akan dibahas tuntas tentang Gurindam saja. Mulai dari pengertian gurindam, ciri-ciri, jenis, fungsi dan contoh lengkapnya. Let’s talk about it! Daftar Isi • Pengertian Gurindam • 1. Masruchin (2017) • 2. Raja Ali Haji (1989) • 3. Ismail Hamid (1989) • 4. Sutan Takdir Alisjahbana • 5. Harun Mat Piah • Ciri-Ciri Gurindam • Anda Mungkin Juga Menyukai • 1.

Terdiri dari dua baris • 2. Strukturnya pernyataan dilanjut konsekuensi • 3. Bunyi akhir kalimat senada • 4. Petuah bijak • 5. Setiap baris dibatasi • Jenis Gurindam • 1. Gurindam berkait • 2. Gurindam berangkai • Fungsi Karya Sastra Gurindam • 1. Mendidik jiwa • 2. Menghibur manusia • 3. Merekam kondisi sosial masyarakat • 4. Menyampaikan dakwah agama Pengertian Gurindam Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) Gurindam secara umum merupakan susunan sajak yang terdiri dua baris dan mengandung petuah hidup.

Karya Gurindam adalah sebuah nasehat kepada sesama manusia agar menjalankan kebaikan. 1. Masruchin (2017) Karya sastra lama yang contoh gurindam yang tepat adalah puisi, yang terdiri dari dua baris kalimat yang memiliki rima atau sajak yang sama. Gurindam sendiri memiliki lebih dari satu bait yang terdiri dari dua baris tiap baitnya. Dalam baris pertama sebagai baris syarat, masalah, persoalan dan perjanjian.

Sementara baris kedua sebagai jawaban akibat dari masalah atau hal yang terjadi pada baris pertama. 2. Raja Ali Haji (1989) Salah satu bentuk puisi Melayu yang terdiri dari dua baris yang berpasangan, bersajak atau berima dan memberikan ide yang lengkap atau sempurna dalam pasangannya.

contoh gurindam yang tepat adalah

Dengan keadaan yang demikian, baris pertamanya dapat dianggap sebagai syarat (protasis) dan baris kedua sebagai jawab (apodosis). 3. Ismail Hamid (1989) Gurindam berasal dari kata sanskrit yaitu Kirindam yang berarti perumpamaan.

Gurindam ini berkembang dalam masyarakat Melayu dan memiliki bentuk teks atau naskah tersendiri. 4. Sutan Takdir Alisjahbana Sebuah kalimat majemuk yang terbagi menjadi dua baris yang bersajak.

Tiap baris merupakan kalimat yang terhubung, yang terdiri dari anak kalimat dan induk kalimat, dengan jumlah suku kata yang tidak ditentukan tiap barisnya. 5. Harun Mat Piah Gurindam adalah puisi Melayu lama, yang memiliki bentuk terikat dan tidak terikat. Bentuk yang terikat terdiri dari dua baris serangkap dan memiliki tiga hingga enam patah perkataan dengan rima a-a. Rp 100.000 Ciri-Ciri Gurindam Sebagai salah satu bentuk karya sastra, gurindam tentunya memiliki ciri khasnya.

Ciri khas yang tidak terdapat pada bentuk karya sastra lain. Berikut ini beberapa ciri khas karya sastra Melayu klasik, Gurindam. 1. Terdiri dari dua baris Ciri khusus karya sastra gurindam adalah struktur naskahnya. Naskah pada gurindam terdiri dari dua baris saja. Tidak lebih dari dua baris. Kekhususan inilah yang membedakan gurindam dengan puisi baru yang lebih dari dua baris.

2. Strukturnya pernyataan dilanjut konsekuensi Ciri yang lebih kentara dan lebih dalam lagi adalah pada struktur teks Gurindam. Pada struktur gurindam dibangun dari dua konsep. Konsep pertama gurindam mengandung pernyataan entah sebuah peristiwa, kasus, dan sebagainya. Contohnya pada satu baris pertama gurindam ini, “ilmu jangan hanya dihafalkan”. Lihatlah konsep contoh gurindam yang tepat adalah pertama gurindam tersebut memiliki konsep pernyataan atas sebuah kasus.

Kasus dimana banyak orang yang memiliki ilmu tapi tidak diamalkan. Sang pembuat ingin merekam orang-orang yang hanya memiliki ilmu saja tanpa adanya pengamalan.

Lalu dilanjutkan dengan konsekuensinya di baris kedua. “Namun juga harus diamalkan”. 3. Bunyi akhir kalimat senada Karya sastra gurindam seperti yang sudah contoh gurindam yang tepat adalah di atas, memiliki ciri selanjutnya yang khas.

Bunyi konsonan teks Gurindam sama. Artinya ketika bunyi konsonan “A” pada baris pertama, maka demikian juga pada baris kedua. Rima yang ada pada gurindam selalu berakhiran a-a, b-b, c-c, d-d, e-e dan sebagainya.

Jika tidak begitu berarti bukan termasuk dalam kategori karya sastra Melayu gurindam. 4. Petuah bijak Salah satu ciri khusus yang paling mendalam dari gurindam adalah mengandung ajaran hidup.

Nasehat bijak kepada sesama manusia agar melakukan kebaikan selama hidup di dunia. Berbeda dengan karya sastra puisi baru yang bisa bertemakan umum. Karya sastra gurindam hanya dapat ditemui berupa nasehat kehidupan yang sebagian besar dipengaruhi oleh agama.

5. Setiap baris dibatasi Uniknya karya sastra puisi lama yang satu ini adalah setiap baris hanya terdiri 2 hingga 6 kata saja.

Inilah singkatnya kata menjadikan alasan bahwa gurindam dikategorikan karya sastra yang mengandung ajaran hidup yang luhur. Walau begitu ada juga gurindam yang bertemakan umum. Jenis Gurindam Karya sastra puisi lama gurindam, memiliki dua jenis yang perlu sobat Grameds ketahui.

Gurindam berkait dan gurindam berangkai. Agar tidak bingung membedakannya, yuk langsung saja kupas satu persatu. 1. Gurindam berkait Gurindam jenis pertama ini memiliki teks berkait antara baris satu dan dua. Begitupun dengan baru selanjutnya terus berkaitan. 2. Gurindam berangkai Berbeda dengan gurindam berkait, gurindam ini memiliki kata yang sama pada setiap dua baris.

Jadi selain bunyi konsonan sama, kata awal juga memiliki kesamaan. Fungsi Karya Sastra Gurindam Karya sastra gurindam dibuat secara khusus dan mendalam tersebut pasti ada fungsinya. Tentu saja fungsinya mengarah contoh gurindam yang tepat adalah kebaikan dan menghindari dari keburukan. Seseorang yang membacai karya sastra gurindam maka ia akan mendapatkan fungsi secara intelektual dari teks-teks berbaris tidak lebih dari 6 kata itu.

1. Mendidik jiwa Keaslian sebuah karya sastra yang dibarengi penghayatan hidup secara otomatis akan mendidik jiwa baik si pembuatnya maupun pembaca. Gurindam yang sebagian besar berupa petuah agama dapat berfungsi untuk mendidik sisi kejiwaan manusia. 2. Menghibur manusia Sebagai karya rekaan manusia selain berfungsi untuk mendidik jiwa manusia lebih baik lagi, gurindam bisa berfungsi untuk menghibur juga lho.

Tema-tema gurindam yang berlatar “kasmaran” biasanya sangat menghibur pembaca. Sebab dari sana dilihatkan bagaimana lebay dan konyolnya orang yang sedang jatuh cinta. 3. Merekam kondisi sosial masyarakat Kreativitas penulis gurindam yang dapat merekam kondisi sosial masyarakat menjadikan karya sastra puisi lama ini berfungsi untuk mengamati kondisi sosial budaya masyarakat.

Gurindam mampu merekam segala kejadian dalam beberapa kalimat pendek. 4. Menyampaikan dakwah agama Bahkan banyak karya sastra gurindam yang mengandung nilai-nilai ajaran luhur agama Islam dan budaya bangsa.

Sebab gurindam sendiyoun dari budaya Melayu yang memiliki kedekatan dengan agama. Contoh-Contoh Gurindam Selanjutnya kita akan bahas contoh gurindam yang pernah dibuat oleh para sastrawan. Salah satu karya sastra puisi lama Gurindam yang terkenal adalah milik Raja Ali Haji.

contoh gurindam yang tepat adalah

Karya sastra puisi lama milik Raja Ali Haji berisikan 12 pasal. “Gurindam Dua Belas” Gurindam.id Pasal 1: Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang yang ma’rifat. Barang siapa mengenal Allah, suruh dan tegahnya tiada ia menyalah. Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri. Barang siapa mengenal dunia, tahulah ia barang yang teperdaya. Barang siapa mengenal akhirat, tahulah Ia dunia mudarat.

Pasal 2: Contoh gurindam yang tepat adalah siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut. Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang. Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua termasa. Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat. Barang siapa meninggalkan haji, tiadalah ia menyempurnakan janji. Pasal 3: Apabila terpelihara mata, sedikitlah cita-cita. Apabila terpelihara kuping, khabar yang jahat tiadaiah damping. Apabila terpelihara lidah, niscaya dapat daripadanya paedah.

Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan, daripada segala berat dan ringan. Apabila perut terlalu penuh, keluarlah fi’il yang tiada senunuh. Anggota tengah hendaklah ingat, di situlah banyak orang yang hilang semangat. Hendaklah peliharakan kaki, daripada berjaian yang membawa rugi. Pasal 4: Hail kerajaan di dalam tubuh, jikalau lalim segala anggotapun rubuh. Apabila dengki sudah bertanah, datanglah daripadanya beberapa anak panah. Mengumpat dan memuji hendaklah pikir, di situlah banyak orang yang tergelincir.

Pekerjaan marah jangan dibela, nanti hilang akal di kepala. Jika sedikitpun berbuat bohong, boleh diumpamakan mulutnya itu pekong. Tanda orang yang amat celaka, aib dirinya tiada ia sangka.

Bakhil jangan diberi singgah, itupun perampok yang amat gagah. Barang siapa yang sudah besar, janganlah kelakuannya membuat kasar. Barang siapa perkataan kotor, mulutnya itu umpama ketur. Contoh gurindam yang tepat adalah mana tahu salah diri, jika tidak orang lain yang berperi. Pasal 5: Jika hendak mengenai orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa, Jika hendak mengenal orang yang berbahagia, sangat memeliharakan yang sia-sia.

Jika hendak mengenal orang mulia, lihatlah kepada kelakuan dia. Jika hendak mengenal orang yang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu. Jika hendak mengenal orang yang berakal, di dalam dunia mengambil bekal. Jika hendak mengenal orang yang baik perangai, lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai. Pasal 6: Cahari olehmu akan sahabat, yang boleh dijadikan obat. Cahari olehmu akan guru, yang boleh tahukan tiap seteru.

Cahari olehmu akan isteri, yang boleh dimenyerahkan diri. Cahari olehmu akan kawan, pilih segala orang yang setiawan. Cahari olehmu akan abdi, yang ada baik sedikit budi. Pasal 7: Apabila banyak berkata-kata, di situlah jalan masuk dusta. Apabila banyak berlebih-lebihan suka, itulah landa hampirkan duka. Apabila kita kurang siasat, itulah tanda pekerjaan hendak sesat. Apabila anak tidak dilatih, I’ika besar bapanya letih.

Apabila banyak mencela orang, itulah tanda dirinya kurang. Apabila orang yang banyak tidur, sia-sia sahajalah umur. Apabila mendengar akan khabar, menerimanya itu hendaklah sabar. Apabila menengar akan aduan, membicarakannya itu hendaklah cemburuan. Apabila perkataan yang lemah-lembut, lekaslah segala orang mengikut.

contoh gurindam yang tepat adalah

Apabila perkataan yang amat kasar, lekaslah orang sekalian gusar. Apabila pekerjaan yang amat benar, tidak boleh orang berbuat onar.

Pasal 8: Barang siapa khianat akan dirinya, apalagi kepada lainnya. Kepada dirinya ia aniaya, orang itu jangan engkau percaya. Lidah yang suka membenarkan dirinya, daripada yang lain dapat kesalahannya. Daripada memuji diri hendaklah sabar, biar dan pada orang datangnya khabar. Orang yang suka menampakkan jasa, setengah daripada syirik mengaku kuasa. Kejahatan diri sembunyikan, kebalikan diri diamkan. Keaiban orang jangan dibuka, keaiban diri hendaklah sangka. Pasal 9: Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan, bukannya manusia yaituiah syaitan.

Kejahatan seorang perempuan tua, itulah iblis punya penggawa. Kepada segaia hamba-hamba raja, di situlah syaitan tempatnya manja.

contoh gurindam yang tepat adalah

Kebanyakan orang yang muda-muda, di situlah syaitan tempat berkuda. Perkumpulan laki-laki dengan perempuan, di situlah syaitan punya jamuan. Adapun orang tua yang hemat, syaitan tak suka membuat sahabat. Jika orang muda kuat berguru, dengan syaitan jadi berseteru. Pasal 10: Dengan bapa jangan durhaka, supaya Allah tidak murka.

contoh gurindam yang tepat adalah

Dengan ibu hendaklah hormat, supaya badan dapat selamat. Dengan anak janganlah lalai, supaya boleh naik ke tengah balai. Dengan isteri dan gundik janganlah alpa, supaya kemaluan jangan menerpa.

Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill. Pasal 11: Hendaklah berjasa, kepada yang sebangsa. Hendaklah jadi kepala, buang perangai yang cela. Hendaklah memegang amanat, buanglah khianat. Hendak marah, dahulukan hajat.

Hendak dimulai, jangan contoh gurindam yang tepat adalah. Hendak ramai, murahkan perangai. Pasal 12: Raja muafakat dengan menteri, seperti kebun berpagarkan duri. Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja. Hukum adil atas rakyat, tanda raja beroleh anayat. Kasihan orang yang berilmu, tanda rahmat atas dirimu. Hormat akan orang yang pandai, tanda mengenal kasa dan cindai. Ingatkan dirinya mati, itulah asal berbuat bakti. Akhirat itu terlalu nyata, kepada hati yang tidak buta.

Itulah pembahasan mengenai karya sastra puisi lama Gurindam. Pembahasan dari pengertian hingga jenis, fungsi dan contohnya dari Gurindam dua belas milik Raja Ali Haji. Untuk memperkaya lagi bacaan tentang sastra Melayu, kamu bisa baca dan mencari buku-buku sastra lainnya di Gramedia.

Siapa tahu kamu berbakat menjadi sastawan macam Raja Ali Haji dengan gurindam-gurindam lainnya. BACA JUGA: • Daftar Buku Sastra Indonesia Best Seller 2022 di Gramedia • List Best Seller Buku Sastra Indonesia • List Best Seller Buku Puisi • Pengertian Puisi: Jenis-Jenis, Contoh, dan Cara Membuat Puisi Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1 Contoh Gurindam – Hai pembaca Senipedia, kembali lagi bersama Admin di sini.

Pada kesempatan kali ini, saya telah merangkum materi mengenai Gurindam secara lengkap, mulai dari pengertian, ciri-ciri jenis hingga Contoh Gurindam Pendidikan, Agama, cinta dan tema lainnya. Sebelumnya, saya juga telah menerbitkan materi mengenai Contoh Gurindam, namun saya bagi ke dalam beberapa artikel untuk tiap jenis.

Kamu bisa membacanya pada bahasan sebelum ini. Nah, artikel ini ialah sajian lengkap dan gabungan dari semua yang telah saya terbitkan. Daftar Isi • Pengertian Gurindam • Ciri-Ciri Gurindam • Jenis Gurindam • Contoh Gurindam • Contoh Gurindam Pendidikan • Contoh Gurindam Agama • Contoh Gurindam Cinta • Contoh Gurindam Nasehat • Penutup • Related posts: Pengertian Gurindam Sejatinya, materi pembelajaran mengenai Gurindam telah kita dapat di masa Sekolah Dasar dulu, masuk dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia atau Pendidikan Kesenian.

Namun meskipun begitu, wajar saja jika saat ini kita sudah lupa, mengingat waktu yang sudah berjalan lama. Menurut Wikipedia, definisi Gurindam adalah jenis Puisi Melayu Kuno, yang terdiri dari 2 bait, di mana tiap-tiap baitnya berisi 2 baris kalimat yang bersahak a-a-a-a atau b-b-b-b. Di Indonesia, Gurindam berasal dari orang Hindu, yang akhirnya dimasukkan dalam sastra Hindu. Pada awalnya, Gurindam disebut dengan nama “Kirindam”, yang diambil dari bahasa India, dengan arti “perumpamaan / mula-mula amsal”.

Baris pertama dalam Gurindam berisi masalah atau sebab, sedangkan baris kedua diisi jawaban atau akibat. Keberadaan Gurindam di Indonesia sejatinya telah ada sejak pertengahan abad ke-18.

Seorang raja muda di Riau bernama Raja Ali Haji (1844-1857), menjadi pengarang gurindam yang sangat terkenal, melalui ciptaannya berjudul “Gurindam Dua Belas”. Ciri-Ciri Gurindam Sebelum masuk pada bahasan ini yakni mengenai Contoh Gurindam, baiknya ketahui dulu beberapa ciri-cirinya. Tak ubahnya seperti Jenis Karya Sastra contoh gurindam yang tepat adalah pada umumnya, Karakteristik Gurindam juga dibagi menajdi beberapa macam, diantaranya adalah : • Contoh gurindam yang tepat adalah baris dalam tiap bait, mengandung sajak a-a-a-a atau b-b-b-b • Hanya terdiri dari 2 baris, tidak kurang dan tidak pula lebih • Jumlah kata perbaris hanya sekitar 10 kata saja • Gurindam identik dengan nasehat dalam tiap tema nya, baik tentang pendidikan, agama, cinta dan lainnya • Baris 1 dan 2 berisi sebab dan akibat • Baris 1 disebut masalah pembicaraan, baris 2 berupa isi.

Jenis Gurindam Contoh Gurindam yang selama ini pernah kita baca, ternyata dibagi menjadi 2 macam, yakni Gurindam Berangkai dan berkait. Berikut penjelasan beserta contohnya : • Gurindam Berangkai : adalah jenis Gurindam yang memiliki suku kata sama pada tiap awal barisnya, baik baris pertama maupun kedua. Contoh : Lakukan apa yang menurutmu bagus, Lamukan dengan cara yang lurus.

contoh gurindam yang tepat adalah

Hidup di dunia hanya sekali, Hidup jadi manusia penuh arti. • Gurindam Berkait : Yakni bentuk gurindam yang memiliki kaitan antara baris satu dan dua.

Jenis ini sama halnya dengan contoh yang banyak kita temukan, atau paling banyak digunakan orang. Contoh : Rajinlah kamu melaksanakan shalat, Agar selamat dunia akhirat. Tuntutlah ilmu di waktu muda, Untuk bekal di hari tua. Contoh Gurindam Nah, setelah mengetahui pengertian, ciri-ciri dan jenisnya di atas, sekarang kita masuk ke pembahasan inti, yakni mengenai contoh Gurindam pendidikan, agama, cinta, lucu dan tema lainnya.

Contoh Gurindam Pendidikan Pendidikan adalah salah satu elemen penting dalam kehidupan manusia. Dunia semakin hari semakin maju ialah akibat dari tingkat pendidikan tiap-tiap orang, yang semakin kedepan dan modern. Untuk itu, perlu adanya penyemangat dan motivasi tiap saat agar manusia bisa menghargai pendidikan. Berikut, beberapa Contoh Gurindam tentang Pendidikan untuk kamu : Barang siapa semangat belajar, Tentu hidup akan di jalan yang benar. Tuntutlah ilmu sepanjang masa, Meski sampai ke negeri Cina.

Jangan malas membaca buku, Karena buku gudangnya ilmu. Belajar adalah wajib hukumnya, Agar jadi manusia yang lebig berguna. Kalau kita malas belajar, Kelak masa depan akan hambar. Kalau kita tak mau di didik, Maka akan susah jadi cerdik.

Tuntutlah ilmu sampai nanti, Agar hidup semakin berarti.

contoh gurindam yang tepat adalah

Tuntutlah ilmu dunia dan akhirat, Untuk bekal setelah kiamat. Malas belajar tidaklah baik, Tanda kita susah di didik. Banyak sedikit ilmu didapatkan, Jangan lupa untuk diamalkan.

contoh gurindam yang tepat adalah

Jangan mendidik dengan kasar, Nanti murid malas belajar. Menuntut ilmu wajib hukumnya, Dalam pendidikan maupun agama. Jika belajar dengan sungguh-sungguh, Maka masa depan akan direngkuh. Banyak ilmu janganlah angkuh, Nanti kamu bisa terjatuh. Jangan putus asa dalam belajar, Jadilah murid yang penyabar.

Belajar yang contoh gurindam yang tepat adalah selagi sehat, Agar menjadi orang yang hebat. Belajar rajin saat bahan kuat, Kalau sakit tak dapat berbuat. Mari semangat datang ke sekolah, Dengan perasaan penuh gairah.

Barang siapa bersungguh-sungguh, Pasti mendapat nilai sepuluh. Ilmu yang banyak akan percuma, Jika tidak pernah diamalkannya. Ilmu akan lebih bermanfaat, Jika dipraktekkan dengan semangat.

Jadilah manusia yang berarti, Dengan belajar setiap hari. Belajar serius setiap pagi, Untuk menjadi makhluk berbudi.

Membawa buku di dalam tas, Selalu hadir di dalam kelas. Hidup ini hanya sementara, Tuntutlah ilmu dengan bijaksana. Contoh Gurindam Agama Mayoritas manusia di bumi ini pasti memiliki kepercayaan, yang menjadi pedoman dan pengarah ia dalam menjalani hidup, misalnya agama Islam.

Tentunya, apa yang tertera dalam agama tersebut, baik aturan, norma dan contoh gurindam yang tepat adalah, pasti diterapkan dalam kehidupannya. Berikut, beberapa Contoh Gurindam tentang Agama di bawah ini : Barang siapa gemar bersedekah, Pastilah rezekinya penuh berkah. Barang siapa shalat tepat waktu, Hatinya pasti bahagia selalu. Barang siapa menghormati orang tua, Hidup damai dan sejahtera. Barang siapa menyayangi yang muda, Pasti dirinya dihormati pula Barang siapa rajin baca Al-Qur’an, Hidupnya pasti diberkahi Tuhan.

Jangan langgar perintah dari-Nya, Agar hidupmu selamat sentosa. Rajin-rajinlah mengerjakan Sholat, Agar selamat dunia dan akhirat. Cintai sesuatu karena Allah, Pasti hasilnya akan jadi berkah. Barang siapa rajin bekerja, Maka diampuni dosa-dosanya. Jangan lupa membayar zakat, Untuk bekal di akhirat. Jangan sungkan belajar agama, Agama adalah pelita jiwa. Sering-seringlah mengucap istighfar, Agar terhindar dari sikaaan Padang Mahsyar.

Laksanakan setiap perintah Tuhan, Untuk mendapat segala keringanan. Jangan kamu melakukan musrik, Jika tak ingin contoh gurindam yang tepat adalah yang rumit. Hormatilah kedua ibu dan bapak, Untuk penyelamat di hari kelak. Jangan pernah jauhi Tuhan, Jika ingin mendapatkan kebahagiaan. Barang siapa mentaati Allah, Pasti hidupnya akan berkah. Barang siapa berkata jujur, Pasti usahanya takkan tungkur.

Barang siapa berlaku adil, Didepan siapapun akan terampil. Barang siapa menjaga amanah, Pastilah rezekinya akan berkah. Jangan suka berkata dusta, Karena Allah dan manusia tidak suka.

Jangan malu berjalan ke masjid, Karena pahalanya menembus langit. Jangan lupa do’akan orangtua, Karena itulah pintu hidup bahagia. Jangan suka membentak orangtua, Nanti hidupmu jadi sengsara. Jangan pernah melakukan penipuan, Karena itu sangat disukai setan. Contoh Gurindam Cinta Ibarat kata pepatah, “hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga”. Begitulah adanya, tanpa kehadiran cinta dalam hidup, maka akan terasa hampa.

Nah, ketika cinta hadir, maka jagalah ia dengan baik. Berikut, beberapa contoh Gurindam Tentang Cinta untuk kamu : Membina cinta berlapang dada, Pastilah bertemu dengan bahagia.

Cintai seseorang dengan tulus, Berpikir positif itu harus. Tak ada manusia yang sempurna, Namun hampir sempurna karena cinta. Ketulusan cinta hantarkan kebahagiaan, Yang akan didapat setiap insan. Jangan jadikan cinta pelepas nafsu, Pasti akan menyakiti kalbu. Jika ingin asmara bahagia, Hilangkan egois di dalam dada. Cintanya ibu sepanjang zaman Cinta anak sepanjang penggalan Kadang cinta memang buta, Tidak memang siapa insannya.

Percuma saja punya cinta, Kalau itu cuma pura-pura. Cinta ayah tempat berteduh, Menjadi petunjuk menjadi penyuluh. Jangan mencintai karena harta, Cintai tulus terlihat dari matanya. Jangan mencintai karena uang, Pasti kebahagiaan akan melayang. Jangan mencintai hanya karena tampang, Pasti kisah indah takkan panjang. Jangan mencinta karena jabatan, Jabatan hilang ditelan zaman. Jangan mencinta karena pangkat, Karena tak di bawa sampai akhirat.

Kalau ingin menemukan cinta sejati, Jangan lupa selalu perbaiki diri. Yang baik untuk yang baik, Maka jadikan dirimu yang terbaik. Barang siapa menghargai cinta, Kelak hidup akan penuh warna. Barang siapa bisa menghargai wanita, Maka surga lebih dekat padanya. Kalau ingin kebahagiaan sepenuhnya, Segera perbaiki akhlak dan tata Krama. Jangan sungkan menyatakan cinta, Agar kebahagiaan segera tiba. Barang siapa mempermainkan hati, Karma akan menimpanya nanti. Barang siapa memainkan wanita, Kelak sengsara datang padanya.

Jika ingin cinta yang setia, Jadikan dirimu penuh guna. Cinta orangtua tiada akhir, Bagaikan air yang mengalir. Contoh Gurindam Nasehat Pada hakikatnya, gurindam memang identik dengan nasehat-nasehat untuk kehidupan, baik nasehat untuk menuntut ilmu, mendekatkan diri kepada Tuhan dan tema lainnya.

Nah, di bawah ini adalah beberapa contoh Gurindam tentang Nasehat untuk kamu semua : Janganlah engkau berputus asa, Nanti Allah bisa murka. Barang siapa rajin berusaha, Pasti hidupnya akan jaya. Barang siapa membentak orangtua, Hidupnya pasti takkan bahagia. Barang siapa ikhlas bersahabat, Pasti persahabatan terjalin hebat. Barang siapa berpegang kepada Al-Qur’an, Pasti jiwa tenang tiada keresahan. Menjadi murid haruslah semangat, Kalau sekolah janganlah telat.

Barang siapa mencari ilmu, Maka carilah ke para guru. Jika anak tidak punya teladan, Maka nanti beliau ‘kan kelimpungan. Hidup akan jadi tidak keruan, Jika tidak punya ilmu pedoman. Belajarlah dengan tulus ikhlas, Nanti Tuhan akan memberi balas.

Barang siapa menjalin muafakat, Pasti hidup menjadi berkat. Barang siapa menjalin cinta, Jauhkan diri daripada nafsu buana. Barang siapa menuntut ilmu, Tiada manusia yang akan menipu. Barang siapa putus asa, Pasti Allah akan murka.

Barang siapa kuat berusaha, Pasti kejayaan muncul bersama. Untuk ulasan selengkapnya mengenai Contoh Gurindam, silakan Klik Disini. Penutup Demikianlah, ulasan kali ini mengenai Pengertian Gurindam, ciri-ciri, jenis dan Contoh Gurindam Pendidikan, cinta, nasehat, agama dan lain-lain. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terima kasih. ( Ref). Related posts: • 75+ Contoh Gurindam Cinta • 75+ Contoh Gurindam Agama • 75+ Contoh Gurindam Pendidikan Posted in Gurindam Tagged Ciri-Ciri Gurindam, Contoh Gurindam, Contoh Gurindam Agama, Contoh Gurindam Cinta, Contoh Gurindam Nasehat, Contoh Gurindam Pendidikan, Jenis Gurindam, Pengertian Gurindam Tulisan Terbaru • ANIME BTS - 50+ GAMBAR FUN ART BTS TAMPAK SEPERTI ASLINYA • CARA DOWNLOAD DRAMA KOREA + SUBTITLE INDO • Pantun Malam Minggu • Pantun Selamat Berbuka Puasa • 30+ ANIME 3D TERBAIK, TAMPAK SEPERTI ASLINYA • Pantun Hari Raya Idul Fitri • Pantun Selamat Malam • Pantun Motivasi Hidup • Situs Freelancer Indonesia • Pantun Motivasi Sukses
Brilio.net - Gurindam peru dipahami oleh setiap orang.

Karya sastra satu ini sudah mulai asing terdengar karena kepopulerannya yang mulai tergantikan. Namun, dalam dunia pendidikan mempelajari teks gurindam sangat penting. Sebagai generasi muda, seharusnya perlu melindungi karya-karya sastra lampau supaya tetap bisa dinikmati generasi selanjutnya meskipun zaman terus berkembang.

Sebab, mempelajari gurindam sama halnya dengan mempertahankan kebudayaan. Gurindam hampir mirip dengan puisi maupun pantun, bahkan sering kali disalahartikan dengan pantun.

Jika pantun memiliki empat baris, gurindam hanya memiliki dua baris. Namun, gurindam juga memiliki makna dan nasihat yang mendalam serta baik untuk kehidupan. Yuk, simak contoh teks gurindam berbagai tema serta pengertian dan ciri-cirinya, dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Senin (14/2).

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI foto: freepik.com Istilah gurindam berasal dari bahasa Sankrit atau Sansekerta, "Kirindam" yang memiliki arti adalah perumpamaan. Gurindam merupakan karya sastra lama yang dipengaruhi sastra Hindu dalam bahasa Tamil (India).

Gurindam adalah salah satu jenis puisi yang memadukan antara sajak dan peribahasa. Gurindam memiliki jumlah dua baris dengan rima a-a. Dalam gurindam berisi ajaran yang berkaitan dengan nasihat keagamaan dan budi pekerti. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian gurindam adalah sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat (misalnya baik-baik memilih kawan, salah-salah bisa jadi lawan). Baris pertama gurindam berisi tentang masalah atau persoalan.

Sedangkan pada baris kedua berisi jawaban atas masalah atau persoalaan di baris pertama. Biasanya dalam baris pertama dan kedua memilik hubungan sebab-akibat. 2. Ciri-ciri gurindam. foto: freepik.com Setelah memahami pengertian dari gurindam, kamu juga perlu mengerti ciri-ciri gurindam.

Berikut ciri-ciri dari gurindam yang perlu kamu perhatikan. a. Gurindam memiliki dua baris pada contoh gurindam yang tepat adalah baitnya. b. Setiap baris memiliki 10 sampai 14 kata. c. Selanjutnya, setiap baris dalam satu bait gurindam menunjukkan adanya contoh gurindam yang tepat adalah sebab-akibat.

d. Dalam setiap baris gurindam mempunyai rima A-A, B-B, C-C, D-D dan seterusnya. e. Pada baris kedua gurindam merupakan isi kesimpulan atau maksud. f. Isi kesimpulan atau maksud gurindam berbentuk nasihat, budi pekerti atau sebagainya. 3. Contoh teks gurindam.

foto: freepik.com Setelah kamu mengetahui pengertian dan ciri-ciri gurindam, berikut ini merupakan contoh dari gurindam. Contoh teks gurindam pendidikan.

1. Jika berilmu janganlah angkuh Nanti dirimu akan terjatuh 2. Jadi orang pintar memang perlu Tapi juga harus bijak selalu 3. Ilmu jangan hanya dihafalkan Namun juga harus diamalkan 4. Jika hidup tidak berilmu Hidup akan sesat selalu 5. Belajar itu tidak kenal usia Teruslah belajar sampai tua Contoh teks gurindam nasihat. 6. Apabila dengki sudah merasuki hati Tak akan hilang hingga nanti 7. Lakukan kebaikan selalu Kebaikan kan menghampirimu 8.

Jika bertindak pikirlah dulu Supaya sesal tak membelenggu 9. Percuma punya banyak teman Jika tidak berbuat kebaikan 10. Jika engkau ingin dipercaya orang Sikap juujur haruslah dipegang 11. Percuma orang punya banyak harta Kalau tidak beramal pada sesama Contoh teks gurindam cinta.

12. Percuma saja punya cinta Kalau itu cuma pura-pura 13. Jika jadi sepasang kekasih Harus saling sayang dan kasih 14. Cintanya ibu sepanjang zaman Cinta anak sepanjang peninggalan 15. Cinta itu memang suci Karena datangnya dari hati 16. Ada kalanya cinta itu buta Bila pentingkan nafsu semata Contoh teks gurindam agama. 17. Barang siapa meninggalkan yang lima Pasti hidup tidak sempurna 18.

contoh gurindam yang tepat adalah

Ibadah dilakukan jangan lupa Kalau ingin masuk surga 19. Barang siapa putus asa pasti Allah akan murka 20. Jadi contoh gurindam yang tepat adalah harus beriman Selalu tebarkan kebajikan 21. Percuma hidup punya harta Kalau tidak pernah ibadah kepada-Nya (brl/red) • Rekomendasi kuliner khas kampung halaman di ShopeeFood, bikin laper • 9 Contoh teks pembawa acara formal dan nonformal • 7 Contoh teks biografi bahasa Inggris serta penjelasan dan strukturnya • Selain ketupat, 4 makanan kekinian cocok temani silaturahmi Idul Fitri • 5 Contoh teks ulasan buku lengkap dengan penjelasan dan strukturnya • 9 Contoh teks tanggapan, beserta ciri-ciri dan strukturnya • Rekomendasi kuliner khas kampung halaman di ShopeeFood, bikin laper • 7 Contoh teks ulasan film beserta penjelasan dan strukturnya • Pekerjaan apa yang cocok buatmu berdasarkan tipe kepribadian MBTI?

• Kepribadianmu bisa terungkap dari menu makan malam yang kamu pilih (brl/red)
Bagaimanakah Pedoman Menulis Gurindam dan Contohnya yang Tepat? paket-wisatabromo.com- Bagaimanakah pedoman menulis gurindam dan contohnya yang tepat? Jawaban yang tepat sebagai berikut. Bagaimanakah Pedoman Menulis Gurindam dan Contohnya yang Tepat? Pedoman Menulis Gurindam dan Contohnya yang Tepat Pedoman menulis gurindam dijelaskan sebagai berikut. 1. Penulis gurindam harus memahami pengertian dan ciri-ciri gurindam.

Pengertian Gurindam Gurindam adalah salah satu jenis puisi yang memadukan antara sajak dan peribahasa.

contoh gurindam yang tepat adalah

Asal gurindam yang terolong puisi lama ini adalah dari negeri India. Istilah gurindam berasal dari bahasa India, yaitu kirindam berarti “mula-mula” atau “perumpamaan”. Gurindam sarat dengan agama dan moral. Tak dimungkiri bahwa gurindam bagi orang dulu sangat penting dan dijadikan norma dalam kehidupan. Ciri-Ciri Gurindam a. Terdiri atas dua baris dalam sebait.

b. Tiap baris memiliki jumlah kata sekitar 10-14 kata. c. Tiap baris memiliki rima sama atau bersajak A-A, B-B, C-C, dan seterusnya. d. Merupakan satu kesatuan yang utuh. e. Baris pertama berisi soal, syarat, masalah, atau perjanjian. f. baris kedua berisi jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama. (isi atau maksud gurindam terdapat pada baris kedua) g. isi gurindam biasanya berupa nasihat, filosofi hidup atau kata- kata mutiara.

Gurindam berisi ajaran yang berkaitan dengan budi pekerti dan nasihat keagamaan. 2. Penulis Gurindam harus mengetahui struktur gurindam Untuk struktur penyajian gurindam adalah dua larik merupakan isi yang berhubungan.

Larik 1 merupakan syarat terjadinya keadaan pada larik 2. larik 2 merupakan akibat dari syarat pada larik 1. Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, gurindam tersebut menggunakan kalimat dengan pola hubungan syarat. Larik 1 apabila …dan pada larik 2 kondisi/keaadaan jika syarat dilakukan. 3. Penulis gurindam harus memahami kebahasaan Gurindam 4. Penulis gurindam harus mengetahui Jenis dan contoh gurindam Jenis gurindam a.

Gurindam berangkai Merupakan salah satu bentuk gurindam yang bercirikan dengan tutur yang sama pada baris pertama di setiap baitnya. Gurindam berangkai juga merupakan suatu bentuk gurindam yang mempunyai kata yang relatif sama pada setiap baris pertama baitnya. Contoh Gurindam Berangkai: Lakukan saja apa yang menurutmu benar Lakukan saja apa yang menurutmu pantas. Letak kata yang sama dalam gurindam di atas berada pada kata pertama setiap larik.

Kata yang sama adalah kata “lakukan.” Hidup hanya bergantung pada hati Karena hidup hanya sesaat dan kemudian mati. Pada gurindam di atas, kata yang sama contoh gurindam yang tepat adalah berbeda letaknya. Pada larik pertama berada di awal larik, sama dengan larik kedua pada kata kedua. Kata yang sama adalah kata “hidup” Bukalah pintu cinta di hatimu Jangan pintu cinta di matamu.

Kata yang sama terletak pada bagian tengah larik satu dan dua. Penulisan kata yang sama itu adalah kata “pintu cinta” b. Gurindam Berkait Merupakan salah satu bentuk gurindam yang ditandai dengan adanya hubungan satu sama lain antara bait pertama dengan contoh gurindam yang tepat adalah berikutnya.

Bisa juga diartikan bahwa gurindam berkait merupakan suatu bentuk gurindam yang bait pertama berkaitan dengan bait selanjutnya dan pada bait seterusnya. Contoh Gurindam Berkait: Contoh 1 Barang siapa tiada memegang agama, Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, Maka ia itulah orang yang ma’rifat. Kata yang berkait dalam gurindam di atas adalah kata “barang siapa.” Kata-kata tersebut berada pada larik pertama setiap bait, sekaligus terletak pada kata pertama.

Contoh 2 Siapa yang enggan sesat dunia akhirat Maka cepat-cepatlah bertaubat sebelum terlambat. Jika segera bertaubat sebelum akhir zaman Maka akan mendapatkan yang namanya selamat. Sedangkan, pada dua bait gurindam di atas, letak keterkaitannya berbeda dengan gurindam contoh 1. Pada contoh 2 ini, keterkaitannya terletak pada larik 2 bait 1, dengan larik 1 pada bait 2. Kata yang berkait adalah kata ” bertaubat.” Masih pada contoh 2, kata yang berkait masih ada lagi, yaitu kata “maka.” Letak keterkaitannya adalah pada contoh gurindam yang tepat adalah 2 bait 1 dengan larik 2 bait 2.

menarik bukan? c. Gurindam dua belas Raja Ali Haji seorang penyair gurindam terkenal. Pengarang gurindam yang terkenal dan orang pertama yang menjelaskan definisi gurindam secara lengkap adalah Raja Ali Haji. Beliau adalah saudara sepupu Raja Ali yang menjadi raja muda di Riau (1844-1857). Gurindam 12 pasal karya Raja Ali Haji yang terkenal berjudul “Gurindam Dua Belas”.

contoh gurindam yang tepat adalah

Gurindam Dua Belas adalah hasil refleksi yang mendalam dari religiusitas Raja Ali Haji. Hasil refleksi itu diperolehnya dari seluruh pergumulan hidupnya berhadapan dengan kehidupan sosial ekonomi, adat istiadat, peradaban dan pola pikir masyarakatnya yang diikat kuat oleh penghayatan religiusitas.

Gurindam ini berisi tentang persoalan akidah dan tasawuf, rukun Islam, syariat Islam, budi pekerti atau akhlak dan konsep pemerintahan. Gurindam Dua Belas berisi 12 pasal yang merupakan nasihat Ali Haji untuk masyarakat Pulau Penyengat di Kepulauan Riau yang dibuat ketika berusia 38 tahun.

Sastrawan Melayu bergelar pahlawan nasional ini menyelesaikan karya gurindamnya pada 23 Rajab 1264 Hijriah atau tahun 1847. Raja Ali Haji adalah sastrawan yang memperkenalkan budaya tulis untuk karya sastra yang telah dihasilkannya. Contohnya dalam pengantar Gurindam Dua Belas, Raja Ali Haji mencantumkan tanggal penulisan karya, menuliskan arti gurindam, perbedaan gurindam dengan syair dan manfaat gurindam.

Contoh Penggalan Gurindam 12 Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada contoh gurindam yang tepat adalah dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang yang ma’rifat. Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri. Barang siapa mengenal dunia, tahulah ia barang yang terperdaya. Barang siapa mengenal akhirat, tahulah ia dunia mudharat.

Berdasarkan isinya, gurindam dikenal dengan beberapa jenis. Jenis gurindam berdasarkan isinya antara lain gurindam nasihat, agama, percintaan. Contoh contoh gurindam yang tepat adalah nasihat Rajin belajarlah di usia muda Jangan pernah kamu menunda-nunda Contoh gurindam agama Barang siapa mengenal Allah, Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah Contoh gurindam percintaan Apabila sudah berumah tangga Jangan di lepas janji dan amanah 5.

Mengetahui Langkah membuat Gurindam a. Tentukan ide yang akan disampaikan Tentukan juga isi gurindam yang akan ditulis. Apakah gurindam nasihat, agama, atau percintaan? b. Menata ide c. Memilih kosakata d. Membuat larik e.

Menata kembali kalimat/ larik f. Menata gurindam secara logis. g. Tentukan juga jenis gurindam yang akan ditulis. Apakah gurindam berangkai, berkait, ataukah gurindam 12 sebagaimana Raja Ali Haji? Baca: Sebutkanlah 4 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membacakan Puisi!

Demikianlah pembahasan mengenai bagaimanakah pedoman menulis gurindam dan contohnya yang tepat? Semoga bermanfaat. Search for: Search Recent Posts • Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA Kelas X Unduh • Buku Guru Buku Siswa SMK Kelas X Kurikulum Merdeka Sekolah Penggerak Unduh • Buku Sejarah untuk SMK Kelas X Sekolah Penggerak Kurikulum Merdeka Unduh • Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan PPKN untuk SMK Kelas X Kurikulum Merdeka Unduh • Buku Matematika untuk SMK Kelas X Sekolah Penggerak Kurikulum Merdeka Unduh Recent Comments • admin on Menyimpulkan Isi Teks Tanggapan yang Tepat dan Contohnya • Bisma Adinata on Menyimpulkan Isi Teks Tanggapan yang Tepat dan Contohnya • admin on Menelaah Struktur Dan Kebahasaan Teks Laporan Percobaan • admin on Menelaah Struktur Dan Kebahasaan Teks Laporan Percobaan • Jaris ammar on Menelaah Struktur Dan Kebahasaan Teks Laporan PercobaanApasih sebenarnya Gurindam itu?

Gurindam awalnya berasal dari bahasa Tamil yaitu dari sebuah kata “ kirindam” yang berarti sebuah perumpamaan. Secara definisi, Gurindam dapat diartikan sebagai sebuah karya sastra lama yang berbentuk seperti puisi yang tersusun dari dua baris kalimat dengan sajak atau rima yang sama, biasanya Gurindam itu sendiri tersusun lebih dari satu bait.

Pada baris pertama sebuah Gurindam berisi tentang persoalan ataupun syarat. Sedangkan pada baris kedua, berisi sebuah jawaban dari persoalan yang ada pada baris pertama. Gurindam juga diidentifikasikan sebagai pantun nasehat.

Padahal, pada dasarnya kedua karya sastra ini sangat jauh berbeda. Pada Gurindam terdiri dari dua larik saja didalam satu bait, sedangkan pada Pantun bisa lebih dari empat larik dalam satu bait. Berikut ini adalah beberapa ciri khas gurindam yang dapat membedakannya dari karya sastra yang lain. Daftar Isi Artikel : • Ciri-Ciri Gurindam • Tujuan Dari Gurindam • Contoh Gurindam • 1.

Contoh Gurindam Pendidikan • 2. Contoh Gurindam Nasihat • 3. Contoh Gurindam Kasih Sayang • Share this: Ciri-Ciri Gurindam Berdasarkan penjelasan diatas, dibawah ini terdapat beberapa ciri khas dari Gurindam yang dapat membedakannya dengan karya sastra yang lainnya yaitu, sebagai berikut ini : • Pada GUrindam tiap barisnya bersajak A-A, B-B, dan seterusnya. • Gurindam juga hanya terdiri dari dua baris, tidak lebih dari tiap baitnya. • Gurindam itu sendiri memiliki jumlah kata dari per baris hanya sekitar 10 kata saja.

• Gurindam biasanya berisi sebuah nasehat hidup. • Di setiap baris Gurindam mempunyai hubungan antara sebab-akibat. • Baris kedua dari Gurindam biasanya berupa isi.

Tujuan Dari Gurindam Berdasarkan dari isinya, Gurindam dapat dianggap sebagai puisi yang digunakan sebagai tujuan pendidikan dan juga hiburan. Selain itu, Gurindam juga dapat berfungsi sebagai sebuah gambaran masyarakat yang dapat digunakan untuk memancarkan sebuah kreativitas dan estetika serta daya contoh gurindam yang tepat adalah dari masyarakat Melayu lama dalam menangani hal-hal kehidupan mereka.

Contoh Gurindam Dibawah ini terdapat beberapa contoh dari Gurindam yang dapat membantu kita untuk memahaminya yaitu, diantaranya sebagai berikut : Guru yang tidak bisa jadi teladan Bagaikan bayangan tanpa badan Guru yang mampu jadikan teladan Bagaikan cahaya dari kegelapan Belajar itu harus bertahap Bagaikan mendirikan sebuah atap Seorang guru harus bersabar Dengan murid yang sedang dia ajar Murid itu haruslah bersikap baik Kepada guru yang sedang mendidik Jika anak tidak dididik dengan kasih sayang Maka ketika besar akan jadi pembangkang 2.

Contoh Gurindam Nasihat Barang siapa yang menuntut ilmu Tidak ada manusia yang akan tertipu Barang siapa yang mudah putus asa Pasti Allah akan murka padanya Barang siapa yang giat berusaha Pasti kejayaan akan muncul bersama Barang siapa meninggalkan yang lima Pasti hidupnya tidak akan sempurna Barang siapa yang berpegang kepada Al-Quran Pasti jiwa akan tenang tiada kegelisahan 3. Contoh Gurindam Kasih Sayang Cinta bagaikan bintang kejora Sinar pancarannya kasih mesra Cintanya ibu itu sepanjang zaman Cintnya anak sepanjang penggalan Cinta kasih akan bersemi Jika setia akan tetap abadi Jika Cinta harta cinta pula dunia Jika berlebihan akan rusaklah ia Jika bekerja tidak dengan hati lurus Pikiran kita akan terus tergerus F.A.Q Gurindam berasal dari bahasa Tamil yang berarti?

Gurindam berasal dari bahasa Tamil yaitu berasal dari kata “ kirindam” yang berarti sebuah perumpamaan. Perbedaan antara Gurindam dan Pantun Karmina yaitu? Pada Karmina setiap barisnya terdiri dari 8-10 suku kata, baris pertama berisi sampiran, baris ke 2 merupakan isi dari pantun tersebut, Karmina berasal dari indonesia.

Sedangkan pada Gurindam setiap barisnya terdiri dari 10-14 suku kata, baris 1 dan 2 merupakan hubungan dari sebab-akibat, Gurindam berasal dari India. Sebutkan Jenis-jenis Gurindam? Jenis-jenis Gurindam yaitu Gurindam Berangkai dan Gurindam Berikat. Sekian pembahasan dari artikel ini, semoga bermanfaat dan menjadi pengetahuan baru untuk kita semua. Baca Artikel Terkait Lainnya :
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Gurindam adalah jenis puisi lama yang hanya terdiri dari dua baris di dalam satu baitnya.

Pada baris yang pertama akan menyetakan tentang perbuatan dan yang ada dibaris ke dua merupakan suatu akibat yang ditimbulkan dari perbuatan tersebut. Maka baris yang ada di dalam gurindam memiliki hubungan sebab dan juga akibat. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Gurindam – Pengertian, Ciri, Jenis, Nilai, Cara dan Contoh Contoh Gurindam Berikut ini terdapat beberapa contoh gurindam, terdiri atas: 2. Contoh Gurindam Berangkai Temukan apa yang dimaksud sahabat Temukan apa yang dimaksud maksiat Janganlah menjadi orang yang memelas Nanti kamu menjadi orang yang malas Barang siapa tinggalkan sholat Akan menuntun ke perbuatan maksiat Barang siapa melakukan perbuatan maksiat Pasti akan disiksa di akhirat Jika bekerja tidak berhati lurus Pikiran akan menjadi tergerus Jika pikiran selalu tergerus Pikiran tak karuan tubuh menjadi kurus Apabila selalu mencela orang Tandanya dia bermain curang Jika Anda bermain curang Tentulah lawan menjadi berang Apabila orang banyak berkata Itu tandanya dia berdusta Dengan orang tua jangan pernah melawan Kalau tidak mau hidup berantakan Jagalah hati jagalah lisan Agar kau tidak hidup dalam penyesalan Sayangilah orang tua dengan sepenuh hati Itulah cara menunjukan bakti Teruslah menyakiti diri sendiri Kelak kau contoh gurindam yang tepat adalah mati berdiri Belajar janganlah ditunda-tunda Karena kamu tidak akan kembali muda Jika kamu terus menunda Hilanglah sudah kesempatan berharga Masa lalu biarlah berlalu Masa depan teruslah kau pacu Apabila anak tak diajari ilmu agama Pastilah anak menjadi tercela Lestarikan alam kita sebelum alam menjadi murka Belajarlah demi masa depan Untuk mencapai semua harapan Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pantun Nasehat Apabila mata terjaga Hilanglah semua dahaga Apabila kuping tertutup handuk Hilanglah semua kabar buruk Apabila mulut terkunci rapat Hilanglah semua bentuk maksiat Apabila tangan tidak terikat rapat Hilanglah semua akal sehat Apabila kaki tidak menapak Larilah semua orang serempak Jika hendak mencapai akhirat Teruslah berdoa dan jangan lupa bertaubat Jika hendak menggapai cita-cita Bekerjalah lebih dari rata-rata Jika hendak hidup bahagia Jangan penah melakukan perbuatan sia-sia Jika hendak mencari cinta sejati Carilah dengan penuh hati-hati Barang siapa tidak takut tuhan Hidupnya tidak akan bertahan Barang siapa tidak pernah puasa Hidupnya akan penuh dosa Barang siapa meninggalkan sholat Berarti dia berbuat maksiat Barang siapa tidak pernah mengeluarkan zakat Hartanya tidak akan mendapat berkat Barang siapa yang mampu melaksanakan haji Tentulah orangnya patut dipuji Apabila dengki sudah merasuki hati Tak akan pernah hilang hingga nanti Apabila kelakuan baik berbudi Hidup menjadi indah tak akan merugi Apabila hidup selalu berbuat baik Tanda dirinya berhati cantik Buat kamu yang suka belajar rumus rumus soal sebelum ujian, kami sarankan untuk mencoba mengakses situs rumus.co.id untuk latihan contoh gurindam yang tepat adalah disana 3.

Contoh Gurindam Nasihat Barang siapa menuntut ilmu Tiada manusia yang akan menipu Barang siapa putus asa Pasti Allah akan murka Barang siapa kuat berusaha Pasti kejayaan muncul bersama Barang siapa meninggalkan yang lima Pasti hidup tidak sempurna Barang siapa melawan kata ibu dan bapa Kelak hidup akan binasa Barang siapa ikhlas bersahabat Pasti persahabatan terjalin hebat Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Pantun adalah Barang siapa berpegang kepada Al-Qur’an Pasti jiwa tenang tiada keresahan Barang siapa menjalin muafakat Pasti hidup menjadi berkat Barang siapa menjalin cinta Jauhkan diri daripada nafsu buana Barang siapa yang kaya raya Ingatlah kepada yang susah sengsara 4.

Gurindam Cinta Barang siapa ingin bercinta Pastikan diri mesti setia Barang siapa ingin berkasih Pastikan diri itu bersih Barang siapa berkasih sayang Jangan sampai jiwa melayang Barang siapa dilamun cinta pastikan dapat berita gembira Apabila sedang bercinta Cepat-cepat berumah tangga Apabila sudah berumah tangga Jangan di lepas janji dan amanah 5.

Contoh Gurindam Persahabatan Teman adalah mereka semua Selalu ada dalam suka duka Meski hidup kadang sulit Tetep temani saat terhimpit Memberikan semangat untuk maju Mengejar cita dan asa melaju Sahabat adalah diri engkau Sering salah aku walau Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Contoh gurindam yang tepat adalah adalah Tetap mengingatkan dengan setia Agar hidupku tak sia-sia Aku hanya bisa memohon maaf Atas segala salah dan khilaf Telah membuatmu merasa sakit Juga membuatmu dalam sulit Aku berjanji tidak lagi akan Membuatmu dalam kesulitan Kau beri maaf ataupun tidak Tapi kumohon tidak kau tolak Segala salah terlah kuakui Untuk tidak kuulangi lagi 6.

Contoh Gurindam Pendidikan Pendidikan adalah jembatan kehidupan Membawa segala bentuk harapan Menjadi manusia yang berguna Untuk seganap alam semesta Sekolah tidak sekadar belajar Tapi menjadi terpelajar Itulah tujuan terpenting Ketika dunia semakin genting Menjadi manusia yang lebih mengerti Serta menjadi makhluk terpuji Menjadi murid haruslah semangat Kalau sekolah janganlah telat Belajar serius setiap pagi Untuk menjadi makhluk berbudi Membawa buku di dalam tas Selalu hadir di dalam kelas Karena kita adalah siswa Menjadi tumpuan harapan bangsa Selamat belajar wahai kawanku Yakinlah bahwa kita mampu Barang siapa hendak bertanya Maka tanyalah pada ahlinya Barang siapa mencari ilmu Maka carilah ke para guru Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Syair – Pengertian, Contoh, Ciri, Struktur, Isi Dan Jenisnya Jika berguru bersungguh-sungguh Keberhasilan akan kau rengkuh Jika cendekia janganlah angkuh Nanti dirimu akan terjatuh Jikalau engkau berguru kitab Maka haruslah taati adab Ketika engkau tengah belajar Haruslah tekun dan juga sabar Barang siapa tidak berilmu Bagaikan bangku tidak bertumpu Belajar untuk raih faedah Bukan sekadar raih ijazah Mencari ilmu wajib hukumnya Baik si kanak atau si tua Ilmu jangan hanya dihafalkan Namun juga harus diamalkan Guru yang tak bisa jadi teladan Bagaikan bayang tanpa si badan Guru yang bisa jadi teladan Bagaikan sinar di kegelapan Belajar mesti bertahap Bagai membangun sebuah atap Seorang guru mesti bersabar Kepada murid yang beliau ajar Murid haruslah bersikap baik Kepada guru yang tengah didik Kalau engaku tidak tahu Maka harus cari ilmu Kalau anak tidak dibina Nanti beliau jadi celaka Jika kita berguru agama Maka kita akan bisa mengenal-Nya Jika anak tak dididik dengan sayang Maka nanti beliau jadi pembangkang Jika anak dididik dengan kasih Maka hatinya tak akan lirih Kepada guru harus beradab Kepada rekan jangan biadab Jika contoh gurindam yang tepat adalah tidak punya teladan Maka nanti beliau ‘kan kelimpungan Jika anak tidak sanggup satu bimbingan Maka nanti beliau ‘kan kebingungan Ilmu mesti harus diamalkan Agar ilmu tidak terlupakan Jangan hanya pintar saja di benak Namun juga harus pintar di tindak Orang yang cendekia tanpa amal Bagai pohon rindang berbuah banal Belajar jangan hanya mendamba hasil Namun mesti pelahan bagai mencicil Hidup akan jadi tidak keruan Jika tidak punya ilmu pedoman Belajar dengan penuh kesungguhan Akan mendapat kemenangan Segala ilmu yang didapatkan Mesti diajarkan dan diamalkan Jangan berani engkau berfatwa Jika kau memang bukan ahlinya Si murid akan terus melawan Jika dididik dengan bentakan Didiklah anak dengan teladan Bukan sekadar dengan ucapan Belajarlah dengan tulus ikhlas Nanti Tuhan akan memberi balas Demikianlah pembahasan mengenai Contoh Gurindam – Pendidikan, Persahabatan, Nasihat & Cinta semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia Ditag apa nama baris 1 dan 2, apa yang dimaksud dengan syair, apa yang dimaksud puisi baru, ciri ciri gurindam brainly, ciri ciri karmina, ciri ciri mantra, ciri ciri syair, ciri ciri talibun, ciri syair, contoh gurindam 12, contoh gurindam 3 bait, contoh gurindam agama, contoh gurindam berangkai, contoh gurindam brainly, contoh gurindam cinta, contoh gurindam dan maknanya, contoh gurindam dan maknanya brainly, contoh gurindam jenaka, contoh gurindam nasihat orang tua, contoh gurindam pendidikan, contoh gurindam pendidikan brainly, contoh gurindam pendidikan dan maknanya, contoh gurindam persahabatan, contoh gurindam romantis, contoh gurindam saran, contoh gurindam sindiran, contoh karmina, contoh mantra, contoh pantun beserta maknanya, contoh puisi gurindam, contoh seloka dan maknanya, contoh syair, contoh syair dan contoh gurindam yang tepat adalah, contoh syair pendidikan, gurindam 12, gurindam adalah brainly, gurindam buatan sendiri, gurindam contoh, gurindam kebersihan, gurindam nasihat, gurindam pendidikan, gurindam pergaulan, gurindam seringkali berisi, gurindam teka teki, jelaskan asal-usul pantun, jelaskan maksud kedua bait puisi tersebut, jenis jenis gurindam, jenis jenis gurindam brainly, macam macam gurindam, macam macam syair, makalah gurindam, pengertian syair, pengertian talibun, perbedaan puisi gurindam dan pantun, perbedaan tiap gurindam, pertanyaan tentang gurindam, puisi gurindam, sebutkan ciri-ciri puisi rakyat, sejarah gurindam, setiap bait terdiri atas berapa baris, struktur gurindam, suku kata gurindam, syair berasal dari, talibun Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Asam Asetat – Pengertian, Rumus, Reaksi, Bahaya, Sifat Dan Penggunaannya • Linux adalah • Teks Cerita Fiksi • Catatan Kaki adalah • Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya • Dropship Adalah • Pengertian Dialektologi (Dialek) • Asam Oksalat : Pengertian, Msds, Rumus, Sifat, Bahaya & Kegunaannya • Contoh Tabloid • Pengertian Unsur Kimia • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com

Contoh Gurindam Pendidikan




2022 www.videocon.com