Gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya

gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya

Indonesia merupakan negara yang terletak di antara dua Benua yakni Asia dan Australia dan antara dua Samudera yakni Pasifik dan Hindia sehingga menjadi zona pertemuan lempeng dunia. Hal inilah yang menjadi penyebab kenapa Indonesia memiliki banyak gunung terutama yang berstatus masih aktif.

Setiap tahun lempeng terus bergerak aktif, saling menjauhi ataupun saling menabrak satu sama lain dan terus terjadi dalam kurun waktu jutaan tahun. Lempeng yang saling bertabrakan tentu saja akan ada salah satu lempeng yang kalah dan pada akhirnya terangkat ke atas membentuk dataran tinggi dan pengunungan. Seperti contoh lempeng/ plate India-Australia yang bergerak menabrak lempeng Eurasia 5.6 cm per tahun yang terjadi pada pulau Sumatera, Jawa hingga Nusa Tenggara dan lempeng Pasifik yang bergerak mendekati lempeng Philipina dan Eurasia sebesar 12 cm per tahun yang terjadi pada sekitar pulau Papua dan kepulauan Maluku menyebabkan banyak gunung berapi di wilayah tabrakan antar lempeng tersebut.

Ketika terdapat dua lempeng yang saling bergerak menyebabkan gesekan diantara keduanya dan tak jarang menimbulkan gempa teknonik yang selalu terjadi tiap tahun di seluruh wilayah Indonesia, khususnya pantai barat Sumatera, pantai selatan jawa dan Nusa tenggara hingga sebagian besar wilayah Papua sekitarnya.

Dan menurut fakta yang sering terjadi, gempa tektonik gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya Indonesia terjadi pada wilayah lautan sehingga tak jarang menimbulkan potensi Tsunami. Pengertian Tsunami Tsunami berasal dari dua kata jepang, “Tsu” yang berarti pelabuhan dan “Nami” yang berarti gelombang dan secara harafiah berarti gelombang besar di pelabuhan merupakan perpindahan badan air skala besar yang disebabkan oleh perubahan air laut secara tiba tiba dengan gerakan vertikal yang terjadi di lautan lepas.

Gelombang Tsunami dapat bergerak ke segala arah hingga mencapai jarak ribuan kilometer, daya kerusakan-nya akan semakin kuat pada daratan yang dekat dengan pusat gangguan.

Pada lautan dalam gelombang tsunami tidaklah terlalu tinggi yakni hanya 1 meter namun kecepatannya bisa mencapai 500 hingga 1000 kilometer per jam (setara dengan kecepatan pesawat jet), sehingga tidak terasa oleh kapal yang berada di lautan.

Semakin mendekati daratan kecepatan tsunami akan semakin menurun setidaknya hingga mencapai 35 hingga 50 kilometer per jam, namun gelombangnya semakin tinggi yakni dapat mencapai 20 meter sehingga dapat masuk puluhan kilometer kedalam daratan, sehingga dapat meluluh-lantakan apapun yang menghadangnya seperti kendaraan dan material lainnya. Gelombang tsunami skala besar dapat menimbulkan jatuhnya korban jiwa yang tidak sedikit, hal ini disebabkan oleh daya hantam yang begitu besar sehingga dapat merusak apapun seperti tumbuhan, bangunan dan manusia yang hanyut terbawa gelombang, selain itu tsunami juga dapat merusak areal pertanian dan sumber air bersih seperti sumur karena pencemaran air asin ketika gelombang tsunami masuk ke daratan.

Penyebab Terjadinya Tsunami Pada jaman dahulu, banyak orang yang beranggapan bahwa tsunami merupakan salah satu wujud gelombang pasang yang terjadi dalam skala besar, namun gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya ilmu pengatahun sudah semakin berkembang khususnya dibidang Oseanografi, anggapan tersebut terbukti keliru dan tidak sesuai lagi.

Memang secara penampakan tsunami mirip dengan gelombang pasang yakni air naik ke daratan, namun terdapat perbedaan yang begitu mencolok yakni gelombang gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya terjadi secara perlahan dan bertahap sehingga tidak merusak, sedangkan tsunami bersifat sebaliknya.Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab tsunami seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Gempa Bumi Bawah Laut Penyebab tsunami yang paling umum adalah Gempa bumi bawah laut. Ia Merupakan penyebab yang paling sering menimbulkan tsunami dengan persentase 90 persen kerjadian tsunami disebabkan oleh terjadinya gempa yang berada dibawah samudera.Sebagai zona pertemuan lempeng dunia, menjadikan Indonesia sangat berpotensi mengalami gempa yang berpusat di bawah laut.

Namun tidak semua gempa bawah laut bisa menimbulkan tsunami. Beberapa kriteria yang dapat menyebabkan terjadinya tsunami seperti, pusat gempa yang terletak di kedalaman 0 hingga 30 km dibawah permukaan laut. Semakin dangkal pusat gempa maka akan semakin besar peluang munculnya tsunami hal ini disebabkan oleh getaran yang dihasilkan akan semakin kuat.

Selain itu gempa besar dengan kekuatan di atas 6.5 SR juga menjadi pemicu, karena dengan kekuatan sebesar itu sudah mampu mempengaruhi gelombang laut.

Kriteria selanjutnya adalah jenis persesaran gempa berjenis naik turun, sehingga akan menimbulkan gelombang baru yang jika bergerak ke daratan bisa menghasilkan tsunami. Lebih parah lagi jika terjadi patahan di dasar laut sehingga menyebabkan air laut turun secara mendadak dan menjadi cikal bakal tsunami.

2. Letusan Gunung Berapi Bawah Laut atau Atas Laut Dampak letusan gunung berapi bawah laut dapat menjadi penyebab tsunami yang sangat besar. Tidak hanya di daratan, lautan yang begitu luas sebenarnya juga terdapat gunung berapi, yang apabila meletus akan menimbulkan getaran yang efeknya sama dengan gempa tektonik bawah laut tadi.

Meskipun jarang terjadi namun gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya sekali terjadi dapat menimbulkan tsunami. Semakin besar skala letusan maka akan semakin besar tsunami yang dihasilkan. Peristiwa tsunami yang paling terkenal akibat letusan gunung berapi yakni terjadi pada tahun 1883 dimana saat itu gunung krakatau meletus dengan begitu dahsyat sehingga menimbulkan gelombang tsunami yang menyapu bersih desa desa di pantai sekitar selat sunda. Begitu juga dengan letusan gunung Tambora pada tahun 1815 yang menimbulkan tsunami di daerah Jawa timur, Nusa tenggara hingga mencapai kepulauan Maluku.

Indonesia sebagai negara yang memiliki gunung berapi terbanyak sehingga dijuluki Ring of Fire harus waspada terhadap potensi tsunami yang disebabkan oleh letusan vulkanik gunung berapi. Terutama pada gunung yang berdekatan dengan laut seperti gunung Gamalama di kepulauan Maluku utara dan Anak Krakatau di selat Sunda (baca : ciri ciri gunung berapi akan meletus).

3. Longsor Bawah Laut Penyebab tsunami yang juga termasuk sering adalah karena longsor. Kejadian longsor tidak hanya terjadi di daratan yang sering diberitakan selama ini. Di dasar laut sebenarnya juga memiliki struktur yang mirip dengan daratan yakni terdapat bukit/ punggung laut dan lembah/ palung laut, serta cekungan yang dapat saja longsor dimana semakin besar volume longsoran maka akan semakin tinggi potensi terjadi tsunami. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan munculnya longsor laut, seperti gempa bumi tektonik dan letusan gunung bawah laut atau didaratan yang dekat dengan laut.

Kedua faktor ini tentu saja menimbulkan getaran yang memicu longsor pada struktur dasar laut. Pada daratan pun sering terdengar peristiwa longsor yang disebabkan oleh gempa bumi. Penyebab lainnya yaitu terjadinya tabrakan antar lempeng yang terjadi di dasar laut, sehingga menimbulkan patahan dan longsor. Pada tahun 2008 diadakan penelitian di samudra Hindia yang menyebutkan adanya palung laut yang membentang dari pulau Siberut hingga pesisir pantai Bengkulu yang apabila longsor dapat menyebabkan tsunami di pantai barat Sumatera.

Tsunami yang terjadi akibat longsor disebut juga dengan tsunamic submarine landslide. 4. Hantaman Meteor Meskipun sangat jarang terjadi namun kekuatan tsunami yang disebabkan oleh meteor yang jatuh ke samudera/ lautan sangatlah masif. Sepanjang sejarah peradaban manusia, belum ada dokumentasi mengenai tsunami akibat hamtaman meteor ini. Namun berdasarkan simulasi yang dilakukan pada komputer canggih, dampaknya merupakan paling besar jika dibandingkan dengan tsunami yang disebabkan faktor lain.

Jika meteor nya berukuran kecil tidak terlalu berpengaruh, namun jika ukuran meteor sangat besar, misalnya berdiameter lebih dari 1 km maka akan menimbulkan mega tsunami dengan ketinggian gelombang ratusan meter. Dan hal ini tentu saja akan mengakibatkan kehancuran peradaban manusia dan menyapu bersih daratan hingga ratusan kilometer dan menenggelamkan pulau pulau kecil disekitar pusat hamtaman.

(baca : penyebab banjir dan tanah longsor) Belum lagi dampak jangka panjangnya yang mempengaruhi bumi seperti perubahan iklim, hancurnya pertanian dunia dan kelaparan massal serta pada akhirnya menyebabkan kematian makhluk hidup dalam skala besar.

Perlu diketahui bahwa kecepatan meteor saat menabrak bumi yaitu sekitar puluhan ribu kilometer per jam, sehingga dapat dibayangkan betapa besar energi yang dihasilkan akibat hantaman, terlebih jika ukurannya sangat besar. Tanda Tanda Awal Sebelum Terjadi Tsunami Seperti pada bencana alam secara umumnya, tsunami juga memiliki tanda tanda khas yang sebenarnya dapat dipelajari sehingga akan meminimalisir jatuhnya korban jiwa.

Ada tanda tanda yang sangat jelas namun ada pula yang samar. Tanda yang sangat jelas merupakan indikator utama yang apabila muncul sudah dapat dipastikan bencana tsunami akan segera datang. Berikut tanda tanda awal yang sering terjadi sebelum datangnya tsunami. 1. Diawali Dengan Terjadinya Gempa Bumi Pemicu awal sebelum terjadinya tsunami adalah terjadinya gempa besar terutama di sekitar pantai dan laut.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas minimal kekuatan gempa sebesar 6.5 SR baru dapat dikategorikan sebagai tanda awal. Namun jika gempa bumi skala kecil maka tidak perlu dihiraukan karena tidak akan menimbulkan tsunami.

gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya

2. Air Laut Yang Tiba Tiba Surut Tanda yang paling jelas sebelum terjadinya tsunami adalah air laut yang surut secara tiba tiba.

gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya

Jika terjadi kejadian seperti ini, segera lakukan evakuasi secepatnya karena tidak lama setelah tanda ini ,muncul tsunami datang dan menghantam daratan. Semakin jauh surutnya maka biasa nya akan semakin kuat dan besar tsunami yang dihasilkan, meskipun surutnya air laut tidak selalu berkaitan dengan bahaya tsunami namun perlu diwaspadai supaya tidak jatuh banyak korban jiwa. Sebenarnya yang menyebabkan air laut surut karena, sesaat sebelum munculnya gelombang tsunami, permukaan laut turun secara mendadak yang disebabkan oleh gempa bumi, longsor dan faktor lain, sehingga terdapat kekosongan ruang dan menyebabkan air laut pantai tertarik dan ketika gelombang tsunami sudah tercipta baru kembali ke pantai dengan gelombang yang besar.

3. Tanda Tanda Alam Yang Tidak Biasa Seperti gerakan angin yang tidak biasa, perilaku hewan hewan yang aneh, misalnya kelelawar yang biasanya tidur di siang hari terlihat aktif akif pada 30 menit sebelum terjadinya tsunami.

Burung burung yang terbang bergerombol yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Begitu juga perilaku hewan hewan darat yang gelisah seperti yang terjadi di Thailand dimana sekitar satu jam sebelum tsunami menghantam negara tersebut, diketahui gajah gajah berlarian menuju bukit untuk menyelamatkan diri.

4. Terdengar Suara Gemuruh Menurut pengakuan saksi mata kejadian tsunami tahun 2004 silam, sesaat sebelum datangnya gelombang tsunami terdengar suara gemuruh keras seperti kereta yang mengangkut barang. Ada juga yang mengatakan terdengar suara ledakan kecil dari kejauhan secara berulang ulang dan angin yang berhembus tidak biasa. Sistem Peringatan Dini Bahaya Tsunami Kota kota yang berada di sekitar samudera Pasifik sudah memiliki sistem keamanan terhadap bahaya tsunami. Mereka menciptakan sebuah alarm peringatan gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya akan berbunyi jika gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya muncul serta sudah menyiapkan skema evakuasi secara cepat dan tepat.

Sebenarnya bencana tsunami dapat diketahui sejak dini yakni dengan memasang perangkat yang berada di permukaan dan dasar laut yang berfungsi untuk memonitor pergerakan gelombang.

Sehingga ketika terdapat gelombang laut yang tidak biasa, maka perangkat tersebut akan mengirimkan sinyal kepada satelit yang kemudian diteruskan kepada stasiun/ badan yang berwenang untuk segera disampaikan kepada gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah yang akan terkena dampak tsunami tersebut.

Negara maju seperti Amerika Serikat sudah sejak lama memiliki teknologi seperti ini, diketahui sudah mengembangkan-nya sejak tahun 1920an dan di sempurnakan pada tahun 1949 dan menghubungkannya ke jaringan data Internasional pada tahun 1965. Salah satu sistem peringatan dini tsunami yang sudah dikembangkan AS adalah CREST Project yang telah dipasang di pantai barat Amerika Serikat, Hawaii dan Alaska oleh NOAA, USGS dan PNSN (Pasifik Northwest Seismograph Network).

Sementara untuk Indonesia sudah memiliki sistem peringatan dini bahaya tsunami yang dikembangkan pemerintah dengan bantuan negara negara lain yang dinamakan dengan Indonesia Tsunami Early System (InaTEWS). Sistem tersebut berpusat di Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jakarta. Diharapkan sistem peringatan tsunami Indonesia tersebut dapat memberikan 3 tingkat peringatan, dan saat ini InaTEWS sedang disempurnakan.

Sebuah perangkat peringatan dini tsunami merupakan sistem yang rumit, sehingga dalam pembuatan dan pengembangan-nya harus melibatkan tenaga tenaga ahli sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pemyampaian informasi yang dikeluarkan oleh badan berwenang.

Berikut cara kerja sistem peringatan dini tsunami: • Saat terjadi gempa bumi, alat seismograph akan mencatat informasi gempa seperti kekuatan, letak koordinat, waktu terjadinya yang kemudian dikirimkan melalui satelit ke stasiun BMKG yang ada di Jakarta. • Selanjutnya data gempa bumi tersebut dimasukan kedalam DSS untuk memperhitungkan apakah gempa tersebut berpotensi tsunami atau tidak. Perhitungan yang dilakukan DSS sudah teruji keakuratan-nya karena sebelumnya telah dilakukan jutaan skenario modelling.

• Hasil kalkulasi dari DSS tersebut dapat dijadikan informasi oleh BMKG yang akan diteruskan kepada masyarakat melalui pemerintahan daerah masing masing. Dapat juga melalui Media seperti Televisi, Fax, Email dan Radio. Peristiwa Tsunami Dalam Sejarah Sepanjang sejarah sudah tak terhitung lagi kejadian tsunami, faktor yang menyebabkan-nya karena sedikitnya dokumentasi yang ada atau tsunami skala kecil yang terjadi pada daerah yang tidak berpenduduk sehingga tidak terhitung dan tercatat.

Namun terdapat beberapa bencana tsunami yang dampaknya sangat merusak serta menimbulkan banyak korban jiwa dengan daftar sebagai berikut: • Tsunami Laut Mediterania (6000 SM), Merupakan tsunami paling tua yang kejadiannya dapat dibuktikan oleh ilmuwan.

Penyebab terjadinya tsunami ini karena terjadi longsor skala besar pada gugusan es gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya langsung menghantam permukaan laut mediterania sehingga menimbulkan gelombang setinggi 50 meter • Tsunami Zaman Yunani Kuno (1500 SM), Merupakan bencana tsunami yang disebabkan oleh letusan gunung berapi yang berada di dekat pulau Thera.

Menurut prediksi ahli geologi tsunami ini menghasilkan gelombang setinggi 15 meter dan menewaskan ratusan ribua jiwa serta menghancurkan peradaban Minoa yang sedang berkembang saat itu. • Tsunami Portugal (1 November 1755), Diawali terjadinya gempa bumi sebesar 9 Skala Ricther dengan episentrum yang terletak sekitar 200 km barat daya tanjung St Vincent. Tsunami tersebut terjadi di pagi hari yang kemudian diikuti oleh kebakaran hebat yang melanda kota Lisbon gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya menyebabkan kehancuran total ibukota Portugal tersebut.

Diperkirakan terdapat 60 ribu hingga 100 ribu orang tewas akibat terjangan salah satu tsunami terbesar dalam sejarah yang pernah melanda daratan Eropa. • Tsunami China (1782), Gempa tektonik yang terjadi di laut China Selatan atau didekat Taiwan sehingga menimbulkan tsunami dahsyat yang menewaskan setidaknya 40 ribu orang. Berdasarkan catatan tsunami yang dikeluarkan Russia, gelombang air laut masuk ke daratan hingga berjarak 120 kilometer dari bibir pantai.

• Tsunami Krakatau (1883), Merupakan tsunami yang disebabkan oleh letusan gunung krakatau yang berada di selat sunda. Dahsyatnya letusan menyebabkan munculnya gelombang yang meyapu bersih semua desa desa yang berada di sekitar garis pantai lampung bagian selatan dan ujung barat pulau jawa. Terdapat sekurang kurangnya 36 ribu korban jiwa tewas akibat gunung meletus yang kemudian diikuti dengan tsunami tersebut.

• Tsunami Jepang (1896), Gempa bumi memang sering terjadi setiap tahun di jepang dan umumnya tidak menimbulkan banyak korban jiwa. Namun tidak seperti yang terjadi pada penghujung abad 19 dimana tsunami terjadi setelah terjadinya gempa tektonik sehingga menghasilkan gelombang setinggi 30 meter yang menyapu bersih seluruh pantai timur jepang kala itu dan menewaskan sekitar 27 ribu orang. • Tsunami Hawaii (1 April 1946), Sering disebut dengan Peristiwa April Fool yang bermula dari terjadinya gempa di Alaska sehingga menciptakan gelombang tsunami yang menjalar hingga Hawaii yang berjarak ribuan kilometer dan dilaporkan ada 159 orang tewas.

• Tsunami Teluk Lituya (9 Juli 1958), Merupakan tsunami dengan gelombang tertinggi yang pernah diketahui manusia. Penyebab berawal dari gempa bumi sehingga meruntuhkan batuan dan material dengan volume 30,6 juta meter kubik sehingga menghantan permukaan air dan menciptakan gelombang tsunami setinggi 524 meter. Karena tsunami ini terjadi di daerah terpencil, maka tidak banyak korban jiwa yang jatuh, hanya ada 2 orang nelayan yang tewas atas musibah ini. • Tsunami Chile (22 Mei 1960), Merupakan tsunami sebelumnya disebabkan oleh gempa bumi dengan magnitudo sebesar 9.5 SR dan merupakan gempa bumi paling kuat yang pernah terekam dalam sejarah manusia.

Gempa bumi yang terjadi di siang hari sekitar pukul 14.11 waktu setempat menyebabkan terjadinya gelombang tsunami yang menghantan Chile, Alaska, Filipina, Jepang, Hawaii, Selendia Baru hingga mencapai tenggara Australia. Tsunami ini mengakibatkan kehancuran total di sepanjang garis pantai Chile dan korban tewas mencapai ribuan orang. • Tsunami Good Friday (27 Maret 1964), Tsunami yang terjadi pada hari jumat di alaska dengan gelombang setinggi 67 meter menghantam Valdes Inlet dan gelombang kiriman setinggi 6 meter menyapu pantai California.

Berdasarkan data yang dihimpun terdapat 120 orang tewas yang mana 10 diantaranya berasal dari California. • Tsunami Filipina (23 Agustus 1976), Tsunami yang dipicu oleh gempa bumi berkekuatan 7.9 SR menerjang pantai barat daya Filipina dan menewaskan 8 ribu orang. Dan tsunami yang terjadi di Papua New Guinea yang terjadi pada tahun 1998 yang disebabkan oleh gempa bumi berkekuatan 7.1 SR dan menewaskan sekitar 2200 orang.

• Tsunami Aceh (26 Desember 2004), Merupakan tsunami terbesar sepanjang sejarah berdasarkan jumlah korban yang tewas. Ada sekitar 266 ribu orang meninggal dunia yang tersebar di Indonesia, India, Srilangka, Thailand, Maladewa, Bangladesh hingga gelombangnya mencapai pantai timur benua Afrika. Gempa tersebut diawali oleh gempa bumi berkekuatan 9.1 hingga 9.3 SR menjadikannya sebagai gempa bumi ke-4 terbesar dalam sejarah.

Sekitar 3 bulan setelah bencana tsunami aceh, timbul lagi tsunami yang terjadi di Nias yang menewaskan 1300 orang yang diawali dari gempa 8.7 SR. • Tsunami Yogyakarta (27 Mei 2006), Diawali dengan gempa bumi berkekuatan 5.9 SR yang berpusat di selatan kota Bantul, Yogyakarta sehingga menimbulkan gelombang tsunami yang menyapu pantai selatan Jawa.

Ada sekitar 3000 orang lebih tewas akibat bencana tersebut. • Tsunami Mentawai (25 Oktober 2010), Merupakan bencana tsunami yang terjadi pada malam hari di kepulauan Mentawai (Barat Sumatera) yang dipicu oleh gempa bumi dengan kekuatan sebesar 7.2 SR sehingga menghancurkan 77 desa dan ratusan orang tewas dan hilang akibat bencana tersebut. Penyebab tsunami di dunia dan di Indonesia sendiri hampir sama, serta banyak tragedi dan korban jiwa yang telah direngut karena kejadian ini.

Berdoa pada Tuhan serta penerapan teknologi pendeteksi dini tsunami adalah solusi meminimalisir korban jiwa. Kebanyakan tsunami yang terjadi sebelum peristiwa Tsunami Aceh itu hanyalah tsunami kecil dan terjadinya pun lebih sering mengenai pulau-pulau kecil tak berpenghuni.

Tsunami besar yang terjadi di Banda Aceh itu membuka kesadaran banyak orang sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang penyebab terjadinya tsunami. Kata tsunami ini berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang, yaitu tsudan nami. Tsu berarti pelabuhan, dan nami berarti gelombang. Tsunami sendiri berarti perpindahan badan secara yang terjadi akibat perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Penyebab Tsunami Tsunami tidak akan terjadi jika tidak ada faktor pemicu.

Faktor penyebab terjadinya tsunami ini adalah: • Gempa bumi yang berpusat di bawah laut Gempa bumi didasar laut ini merupakan penyebab utama terjadinya tsunami. Tsunami yang menghancurkan kota Banda Aceh tahun 2004 dan tsunami yang memporak-porandakan Pulau Mentawai pada tahun 2010 ini berasal dari adanya gempa bumi yang berpusat di bawah laut.

Sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut dan samudera, Indonesia sangat berpotensi terkena tsunami. Meskipun demikian, tidak semua gempa bumi dibawah laut berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa bumi dasar laut dapat menjadi pernyebab terjadinya tsunami adalah gempa bumi dengan kriteria sebagai berikut: – Gempa bumi yang terjadi di dasar laut.

– Pusat gempa kurang dari 30 km dari permukaan laut. – Magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 SR – Jenis pensesaran gempa tergolong sesar vertikal (sesar naik atau turun). • Letusan Gunung Berapi Letusan gunung berapi dapat menyebabkan terjadinya gempa vulkanik (gempa akibat letusan gunung berapi).

gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya

Tsunami besar yang terjadi pada tahun 1883 adalah akibat meletusnya Gunung Krakatau yang berada di Selat Sunda. Meletusnya Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat pada tanggal 10-11 April 1815 juga memicu terjadinya tsunami yang melanda Jawa Timur dan Maluku.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di wilayah ring of fire (sabuk berapi) dunia tentu harus mewaspadai ancaman ini. • Longsor Bawah Laut Longsor bawah laut ini terjadi akibat adanya tabrakan antara lempeng samudera dan lempeng benua. Proses ini mengakibatkan terjadinya palung laut dan pegunungan. Tsunami karena longsoran bawah laut ini dikenal dengan nama tsunamic submarine landslide.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 menemukan adanya Palung Siberut yang membentang dari Pulau Siberut hingga pesisir pantai Bengkulu.

• Hantaman Meteor di Laut Jatuhnya meteor berukuran besar di laut juga merupakan penyebab terjadinya tsunami. Rambatan gelombang tsunami Kecepatan rambat gelombang tsunami berbeda-beda, tergantung pada kedalaman laut.

Di laut dalam, kecepatan rambat tsunami mencapai 500 – 1000 km per jam atau setara dengan kecepatan pesawat terbang namun ketinggian gelombangnya hanya sekitar 1 meter. Ketika gelombang tsunami ini sudah mendekati pantai, kecepatan rambatnya hanya sekitar 30 km per jam, namun ketinggian gelombangnya bisa mencapai puluhan meter. Ini sebabnya banyak orang yang sedang berlayar di laut dalam tak menyadari adanya tsunami. Mereka baru mengetahui tsunami telah terjadi ketika tiba di daratan dan menyaksikan kehancuran mengerikan yang disebabkan oleh tsunami.

Bencana Tsunami yang Menggemparkan Bencana tsunami di dunia memang salah satu bencana yang menakutkan. Tsunami adalah bencana berupa gelombang ombak laut yang besar dan mampu menyapu daratan. Tsunami adalah istilah dari Jepang, karena negara ini memang paling sering terkena tsunami.

“Tsu” artinya pelabuhan, dan “nami” berarti gelombang.

gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya

Mungkin Anda pernah bertanya, kenapa tsunami ini bisa terjadi? Ada banyak penyebab tsunami yang perlu Anda ketahui. Gempa tektonik dalam laut, letusan gunung berapi di bawah laut, longsor, meteor yang jatuh dalam laut, maupun karena badai besar yang menuju daratan. Namun, yang paling banyak terjadi adalah tsunami karena gempa tektonik bawah laut. Tsunami – Tsunami Terbesar di Dunia Dari zaman ribuan tahun lalu, telah banyak terjadi bencana tsunami di dunia dan memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan.

Berikut ini adalah contoh-contoh tsunami di dunia yang tercatat dalam sejarah: • Tsunami 6000 SM Para ilmuwan memperkirakan ribuan tahun yang lalu, gugusan es longsor dan menyebabkan tsunami di Laut Mediterania.

Para ilmuwan geologi juga memperkirakan bahwa tinggi ombaknya setara dengan gedung 10 lantai. • Tsunami Zaman Yunani Kuno Terjadi sekitar 1500 SM, disebabkan karena meletusnya gunung berapi yang dekat dengan Pulau Thera.

Tsunami dengan gelombang sekitar 15 meter ini diperkirakan menewaskan ratusan ribu orang, bahkan menghancurkan peradaban Minoa yang sedang berkembang. • Tsunami di Portugal Terjadi pada 1 Novemver 1755 dan disebabkan oleh gempa di perairan Atlantik. Gelombang tsunami langsung menghantam Portugal.

Selain itu, negara lain yang terkena imbasnya adalah Spanyol dan Maroko. Tercatat ada sekitar 60.000 korban jiwa. • Tsunami di China Terjadi pada tahun 1782, disebabkan gempa tektonik yang berpusat di Laut China Selatan (dekat Taiwan). Diperkirakan 40.000 orang tewas, dan jangkauan tsunami di daratan mencapai 120 kilometer. • Tsunami Krakatau Salah gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya tsunami di dunia yang cukup menggemparkan adalah tsunami akibat letusan Gunung Krakatau yang berada di tengah laut (Selat Sunda) dan terjadi pada 27 Agustus 1883.

Tsunami pun menghantam sebagian wilayah Jawa dan Sumatera, menewaskan sekitar 36.000 orang. • Tsunami di Jepang Terjadi pada 15 Juni 1896. Tsunami memang sering terjadi di Jepang, dan kali ini tsunami datang setelah gempa.

gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya

Gelombang setinggi 30 meter berhasil menyapu seluruh pantai timur Jepang dan menewaskan 27.000 orang. • Tsunami “April Fool” Seperti namanya, tsunami ini terjadi pada 1 April 1946. Saat itu ada gempa besar di Alaska dan mengirimkan gelombang besar yang langsung menghantam Hawaii.

Tercatat ada sekitar 159 orang yang tewas akibat tsunami ini. • Tsunami Teluk Lituya Salah gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya tsunami di dunia yang sangat mengerikan bahkan dianggap terbesar dalam sejarah adalah tsunami yang terjadi di Teluk Lituya. Gempa 8,3 SR yang terjadi di Alaska menyebabkan gelombang yang sangat tinggi (diperkirakan mencapai 524 gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya.

Untungnya, tsunami terbesar yang sering disebut sebagai mega-tsunami ini hanya menghantam pulau terpencil. Namun malangnya ada dua nelayan yang tewas karena kapal mereka yang terkena gelombang dahsyat.

• Tsunami di Chile Terjadi pada 22 Mei 1960, tsunami menghantam Chile hanya dalam waktu sekitar 15 menit. Gelombang setinggi 25 meter ini menewaskan sekitar 1.500 orang. • Tsunami “Good Friday” Terjadi pada 27 Maret 1964 akibat gempa 8,4 SR di Alaska.

Gelombang setinggi 67 meter menghantam Valdez Inlet (Alaska), sedangkan ombak kiriman setinggi 6,3 meter langsung menyapu Crescent City, California. Tercatat ada sekitar 120 orang meninggal, 10 orang dari California. • Tsunami di Filipina Terjadi pada 23 Agustus 1976. Terjadi akibat gempa di sekitar pantai barat daya Filipina dan menewaskan sekitar 8.000 orang. • Tsunami Papua Nugini Terjadi pada 17 Juli 1998 dan disebabkan gempa berkekuatan 7,1 SR.

Tercatat sebanyak 2.200 orang tewas dalam kejadian ini. • Tsunami Aceh Tsunami di dunia yang juga cukup menyita perhatian adalah tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004. Gempa tektonik 9,3 SR mengirimkan gelombang besar yang menyapu Aceh dan Sumatera Utara, Thailand, India, Sri Lanka, Malaysia, bahkan pantai timur Afrika. Sekitar 230 ribu orang tewas dalam peristiwa itu. • Tsunami di Pulau Nias Terjadi sekitar 3 bulan kemudian setelah tsunami Aceh, tepatnya pada 28 Maret 2005.

Gempa 8,7 SR memicu tsunami dan menewaskan 1.300 orang. • Tsunami Jogja Terjadi pada 27 Mei 2006. Gempa 5,9 SR di laut selatan Kota Bantul yang terjadi pada pagi hari ini menimbulkan gelombang tsunami yang menyapu daratan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tsunami ini menewaskan sekitar 3.000 orang lebih. • Tsunami Mentawai Terjadi pada 25 Oktober 2010 di Pulau Mentawai (sebelah barat Sumatera). Disebabkan oleh gempa 7,2 SR yang terjadi pada malam hari (sekitar pukul 9 malam) dan menyebabkan tsunami yang menewaskan puluhan orang.
ASTALOG.COM – Tsunami adalah gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada laut.

Gangguan impulsif tersebut terjadi akibat adanya perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba dalam arah vertikal (Pond and Pickard, 1983) atau dalam arah horizontal (Tanioka and Satake, 1995). Perubahan tersebut disebabkan oleh tiga sumber utama, yaitu gempa tektonik, letusan gunung api, atau longsoran yang terjadi di dasar laut (Ward, 1982). Dari ketiga sumber tersebut, di Indonesia gempa merupakan penyebab utama (Puspito dan Triyoso, 1994). Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi.

Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.

gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya

Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami. Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam.

Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.

PELAJARI: Karakteristik Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua. Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami.

Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu.

Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter. Gempa yang menyebabkan tsunami: – Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 – 30 km) – Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter – Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun Gejala Tsunami Berikut ini adalah beberapa gejala yang terkait dengan peristiwa tsunami: – Gempa Bumi Tsunami yang selama ini kita ketahui adalah tsunami akibat dari gempa bumi besar.

Gejala alam ini sebenarnya sangatlah lumrah terjadi, bahkan setiap hari dunia ini mengalami gempa. Indonesia dan Jepang memiliki sejarah dengan catatan gempa dan tsunami yang dahsyat. Mengapa demikian? Karena keduanya merupakan ring of fire gugusan gunung api mediteran dan pasifik.

Pertemuan lempeng tektonik juga sangat kental dan kadang menghasilkan gempa bumi besar diatas 6 skala richter. Gejala alam yang pertama ini adalah pertanda penting sebelum terjadinya tsunami.

jadi jika terasa gempa bumi didaerah pantai sebaiknya waspada, bukan tidak mungkin gempa tersebut menimbulkan tsunami. PELAJARI: Siapa Pembuat Lukisan Monalisa? – Tingkah laku Hewan Menjadi Aneh Pernahkan sobat mendengar suatu cerita tentang binatang mengetahui bencana akan terjadi?

Coba ingat-ingat, saat gunung merapi hendak meletus semua hewan turun gunung, mengapa demikian? Apakah hewan dapat meramalkan suatu gejala alam? Hewan memiliki insting dan kemampuan indera yang jauh melebihi manusia. Apakah sobat tahu bahwa gajah dapat berkomunikasi hinga jarak 30 kilometer? gajah dapat mendengar melalui gelombang suara yang merambat diatas permukaan tanah. Nah, banyak sekali hewan yang memiliki kepekaan tinggi terhadap gejala-gejala alam seperti tsunami.

Menurut cerita di beberapa tempat mengungkapkan bahwa perilaku hewan menjadi aneh dan sepertinya tahu jika akan terjadi tsunami. Burung-burung dan kelelawar terbang keluar sarang padahal siang hari, anjing terus menggonggong, dan banyak hewan yang berada didalam kandang menjadi gusar.

– Awan Tegak: Gejala alam selanjutnya ini adalah gejala alam yang sangat langka terjadi. Awan tegak atau awan yang bentuknya menyerupai tornado ini diperkirakan karena efek gelombang elektromagnetis yang diakibatkan oleh gempa bumi. Energi elektromagnetis dari dasar gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya menyerap energi elektromagnetis yang ada di langit sehingga awan-awan turut bergerak mengikuti aliran elektromagnetis tersebut.

Namun, menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto, belum ada penjelasan secara ilmiah yang detail mengenai hubungan gempa bumi dengan awan tegak ini. Jika kita mengacu dari beberapa pengalaman yang pernah terjadi, tidak ada salahnya jika kita melihat awan tegak ini kita waspada dan persiapkan diri. – Suara Gemuruh Menurut beberapa cerita, sebelum tsunami terjadi suara gemuruh dan menyebabkan tanah berguncang.

gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya

Beberapa ilmuan mengatakan bahwa gejala alam ini terjadi dalam 2 periode. Gemuruh yang pertama terjadi saat air menghantam dasar laut karena efek kejut perpindahan air. Gemuruh yang kedua terjadi saat air hendak mencapai daratan karena menghantam dasar pantai yang dangkal. PELAJARI: Pohon Mahoni Dapat di Manfaatkan Untuk? gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya Air Menjadi Surut Gejala alam ini sudah diketahui secara luas dan menjadi edukasi bagi masyarakat yang tinggal diwilayah pantai.

Saat terjadi surut tiba-tiba dan cepat masyarakat harus waspada dan berhati-hati. Surut tiba-tiba adalah gejala alam yang ditimbulkan karena perpindahan volumer air secara besar. Akibat Tsunami Berikut ini berbagai hal yang ditimbulkan akibat tsunami: – Kerusakan Bangunan Kerusakan Bangunan adalah akibat langsung yang bisa dirasakan ketika terjadi gempa bumi.

Kerusakan bangunan bisa berupa kerusakan rumah, gedung-gedung perkantoran, jalan raya, rel kereta api dan lain-lain. Seringkali kerusakan ini disertai timbulnya korban jiwa akibat banyaknya orang-orang yang terperangkap di dalamnya. Kerusakan bangunan terbagi menjadi tiga kategori, yaitu roboh, rusak berat, dan rusak sedang atau ringan. – Timbulnya penyakit Rusaknya sanitasi akibat gempa bumi, dapat menyebabkan penyakit menular mudah menyebar.

Jenis penyakit yang biasanya muncul antara lain infeksi, campak, diare dan ISPA. – Munculnya trauma Tidak jarang gempa bumi (terutama berkekuatan besar) dapat menimbulkan trauma, terutama pada anak-anak. Setelah terjadinya gempa bumi, biasanya anak-anak merasakan tekanan psikologis, seperti perasaan takut berpisah, tacit pada orang lain, takut pada hewan-hewan tertentu, sulit gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya, tidak ada nafsu makan, perut merasa mual, ngompol, menghisap jari dan sering menangis.

Hal tersebut merupakan gejala-gejala trauma pada anak akibat tsunami. indonesia merupakan negara yang terletak di antara dua Benua yakni Asia dan Australia dan antara dua Samudera yakni Pasifik dan Hindia sehingga menjadi zona pertemuan lempeng dunia.

Hal ini yang menjadi penyebab kenapa Indonesia memiliki banyak gunung terutama yang berstatus masih aktif. Setiap tahun lempeng terus bergerak aktif, saling menjauhi ataupun saling menabrak satu sama lain dan terus terjadi dalam kurun waktu jutaan tahun. Pada jaman dahulu, banyak orang yang beranggapan bahwa tsunami merupakan salah satu wujud gelombang pasang yang terjadi dalam skala besar, namun saat ilmu pengatahun sudah semakin berkembang khususnya dibidang Oseanografi, anggapan tersebut terbukti keliru dan tidak sesuai lagi.

Memang secara penampakan tsunami mirip dengan gelombang pasang yakni air naik ke daratan, namun terdapat perbedaan yang begitu mencolok yakni gelombang pasang terjadi secara perlahan dan bertahap sehingga tidak merusak, sedangkan tsunami bersifat sebaliknya.Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab tsunami seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut. 1. Gempa bumi di bawah laut Hampir 90 persen peristiwa tsunami di dunia disebabkan oleh gempa bumi yang terjadi di bawah laut.

Gempa bumi yang terjadi di bawah laut akan menimbulkan banyak getaran yang akan mendorong timbulnya gelombang tsunami. Gempa bumi yang terjadi di bawah laut ini adalah jenis gempa tektonik yang timbul akibat adanya pertemuan atau tubrukan dari lempeng tektonik. Namun, perlu kamu ketahui bahwa tidak semua gempa bumi bawah laut akan menimbulkan tsunami. Gempa bawah laut yang dapat menyebabkan tsunami hanya jika pusat gempa kurang dari 30 km di bawah permukaan laut, gempa minimal berkekuatan 6,5 skala richter, dan pola gempa adalah pola sesar naik atau turun.

Jika ciri-ciri ini muncul maka kamu sudah wajib siaga akan datangnya tsunami. 2. Letusan gunung berapi Letusan gunung berapi, baik itu di atas atau di bawah laut dapat menjadi penyebab tsunami. Nah, faktor inilah yang menjadi penyebab tsunami di Banten lalu, Squad. Erupsi dari Gunung Anak Krakatau diduga menjadi penyebab tsunami yang mengakibatkan gelombang air laut naik. Namun, gunung berapi yang dapat menyebabkan tsunami hanya jika kekuatan getarannya cukup besar.

Efek getaran dari gunung berapi tersebut setara dengan gempa tektonik di bawah laut, lho. Indonesia sendiri merupakan negara dengan banyak gunung api sehingga dijuluki Ring of Fire. 3. Longsor bawah laut Tahukah kamu bahwa di dasar laut terdapat struktur yang mirip dengan daratan seperti bukit, lembah, dan cekungan yang bisa longsor sewaktu-waktu? Tsunami yang disebabkan oleh longsor di bawah laut dinamakan Tsunamic Submarine Landslide. Longsor bawah laut ini biasanya disebabkan oleh gempa bumi tektonik atau letusan gunung bawa laut.

Getaran kuat yang ditimbulkan oleh longsor kemudian bisa menyebabkan terjadinya tsunami. Selain itu, tabrakan lempeng di bawah laut ini juga bisa menyebabkan terjadinya longsor. 4. Hantaman meteor Penyebab yang satu ini memang jarang sekali terjadi dan bahkan belum ada dokumentasi yang menyebutkan adanya tsunami akibat hantaman meteor.

Namun, hal ini mungkin saja terjadi Squad. Sebuah simulasi dari komputer canggih menampilkan bahwa apabila ada meteor besar dengan diameter lebih dari 1 km, maka akan menimbulkan bencana alam yang dahsyat.

gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya

Efeknya sama seperti saat bola atau benda berat menghantam air yang berada di sebuah kolam atau bak air. Squad, itulah tadi empat faktor yang dapat menjadi penyebab tsunami. Terjadinya tsunami sebenarnya dapat diprediksi dengan melihat tanda-tanda seperti air laut yang surut, perilaku hewan yang tidak biasa atau aneh, hingga suara gemuruh dari dasar laut.

Jika tanda-tanda ini muncul maka kamu harus waspada dan segera mengambil tindakan yang tepat. sumber : ruang guru
Tsunami berasal dari kata berbahasa Jepang tsu yang artinya gelombang dan nami yang berarti pelabuhan atau gelombang pelabuhan.

Disebut seperti itu gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya tsunami hanya terjadi di pelabuhan. Tsunami adalah gelombang air laut yang mampu mencapai tingi lebih dari 8m.

tsunami berbeda dengan gelombang pasang surut air laut, perbedaanya terletak gelombang pasang surut air laut disebakan oleh adanya gravitasi antara bumi dan bulan sedangkan gelombang tsunami disebabkan oleh energy yang snagat besar dari dalam lautan. dan gelombang pasang surut bergerak di sebabkan oleh angin sedangkan gelombang tsunami bergerak karna energy yang bergerak. Energy yang sangat besar yang berasal dari dalam lautan itu berasal dari beberapa hal berikut ini: • GEMPA BUMI Gempa dasar bumi merupakan faktor utama penyebab terjadinya tsunami.

Tsunami yang menghancurkan kota banda Aceh dan tsunami yang memporak porandkan kota mentawai pada tahun 2010 berasal dari adanya gempa bumi yang berpusat pada bawah laut. • GUNUNG MELETUS Gempa vulkanik di bawah laut juga dpat menyebabkan tsunami, seperti gunung krakatau. • METEOR Jatuhnya meteor berukuran besar d laut juga merupkan penyebab terjadnya tsunami.

Hal ini dapat diumpamakan dengan ketika melempar bola bowling ke dalam kolang renang maka akan timbul rentetan gelombang yang besar. Sebuah meteor panas yag tidak habis terbakar oleh atsmosfir bumi akan jatuh mengikuti gaya gravitasi bumi. Apabila jatuh ke laut bukan hanya gelombang besar yang dihasilkan tetapi juga ketidak seimbangan lempeng bawah laut.

• TANAH LONGSOR Longsor bawah laut ini terjadi adanya tabraan antara lempengan samudra dan lempeng samudra dan lempeng benua. Proses ini mengakibatkan terjadinya palung laut dan pegunungan. Tsunami karena longsoran bawah laut ini dikenal sebagai tsunami submarine landslide.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 menemukan adanya palung siberut yang membentang dari pulau siberut sampai pantai bengkulu.

Recent Posts • Selamat Datang • Bagaimana Bentuk Air Hujan • Mengapa langit Berwarna Biru • Ketika Fisika dan Ekonomi Bertemu • ALAM SEMESTA TAK LAGI MENGEMBANG Need You Now Social • View Ana Maryana’s profile on Facebook • View @anamariana04’s profile on Twitter • View @anamariana04’s profile on Instagram
Pada kali ini admin akan memberikan contoh soal pilihan ganda mengenai Gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya dan Adaptasi Bencana Alam serta sudah dilengkapi dengan jawabannya.

Semoga contoh soal pilihan ganda mengenai Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam serta sudah dilengkapi dengan jawabannya ini bermanfaat banyak buat kawan-kawan ya.

Persiapan bencana adalah satu set doktrin untuk menyiapkan masyarakat untuk menghadapi bencana alam atau buatan-manusia. Pertolongan bencana adalah sub-himpunan dari doktrin ini yang berpusat pada usaha pertolongan.

gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya

Hal ini biasanya adalah kebijakan pemerintah diambil dari pertahanan sipil untuk menyiapkan masyarakat sipil persiapan sebelum bencana terjadi.

Soal No. 1). Gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya A. Gelombang laut yang pasang tiba2 B. Gempa bumi di sepanjang pantai C. Air laut yang surut tiba2 D. Gempa bumi di dasar laut Jawaban: D Soal No. 2). Salah satu ciri akan datangnya gelombang tsunami adalah A.

Air laut yang surut tiba2 B. Air laut yang pasang tiba2 C. Gelombang laut berhenti dengan tiba2 D. Banyaknya ikan besar yang mendekati pantai Jawaban: B Soal No. 3). Jika pada saat gempa bumi terjadi, kamu sedang berada di pantai, gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya yang paling tepat adalah A. Naik perahu menuju tegah laut B. Menjauhi pantai dan menuju ke tempaat lebih tinggi C. Tetap berada di pantai dan berlindung di pohon bakau D.

berpegangan pada benda benda besar yang ada di pantai Jawaban: B Soal No. 4). Wilayah stabil yaitu wilayah yang tidak pernah mengalami gempa ( tidak ada catatan sejarah gempa). Berikut ini yang termasuk wilayah stabil di Indonesia adalah … a. Sumatera b. Jawa c. Nusa tenggara d. Papua e. Kalimantan Jawaban: E Soal No. 5). Gunung berapi dikatakan mempunyai status waspada jika mempunyai ciri… a. Peningkatan intensif kegiatan seismik b. Semua data menunjukan bahw aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana c.

Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam 2 minggu d. Penyiapan sarana darurat e. Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal Jawaban: E Soal No. 6). Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi serta mengurangi dampak/resiko bencanasehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman merupakan … a) Fungsi mitigasi b) Tujuan mitigasi c) Program mitigasi d) Penanggulangan bencana e) Tanggap darurat Jawaban: B Soal No.

7). Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi serta mengurangi dampak/resiko bencanasehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman merupakan … a. Fungsi mitigasi b. Tujuan mitigasi c. Program mitigasi d. Penanggulangan bencana gelombang pasang tsunami disebabkan oleh adanya. Tanggap darurat Jawaban: B Soal No.

8). Apabila seseorang berada di ruang gedung kemudian terjadi gempa, upaya penyelamatan yang tepat adalah… a. Mencari jalan keluar bangunan b. Berdiam didalam ruangan c. Berteriak minta tolong d. Mencari perlindungan e. Berpegangan pada benda yang kukuh Jawaban: E Soal No. 9). Saat terjadi gempa disekitar pantai kemudian diikuti surutnya air laut yang ekstrim menandakan akan terjadi tsunami. Langkah penyelamatan yang tepat adalah… a. Menjauhi pantai dan ketempat yang paling tinggi b.

Menjauhi pantai dan berlindung di dalam rumah c. Berlindung dengan naik pohon untuk menghindari terjangan air bah d. Menaiki kapal karena lebih aman menjauhi pantai e. Meminta bantuan penyelamat dan mengumpulkan barang berharga Jawaban: A Soal No.

10). Tindakan yang harus dilakukan untuk menghindari gempa saat berada di ruang gedung adalah… a. Memberi orang lain saat terjadi gempa b.

Meminta pertolongan orang lain c. menjauhi bangunan atau pohon d. Mengutamakan keselamatan sendiri e. Mengabadikan peristiwa tersebut Jawaban: CJawaban A. Gelombang laut yang pasang tiba2 menurut saya kurang tepat, karena kalau dibaca dari pertanyaanya jawaban ini tidak nyambung sama sekali. Jawaban B. Gempa bumi di sepanjang pantai menurut saya ini 100% salah, karena sudah melenceng jauh dari apa yang ditanyakan. Jawaban C. Air laut yang surut tiba2 menurut saya ini juga salah, karena dari buku yang saya baca ini tidak masuk dalam pembahasan.

Jawaban D. Gempa bumi di dasar laut menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat. Jawaban E. Gerhana bumi menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah D.

Gempa bumi di dasar laut Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.

proses terjadinya tsunami




2022 www.videocon.com