Penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah . . .

penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah . . .

Daftar pustaka merupakan daftar yang berisi semua buku atau tulisan ilmiah yang menjadi rujukan dalam melakukan penelitian. Berikut urutan menulis daftar pustaka: • Nama penulis: nama penulis buku tersebut dibalik. • Tahun terbit: ditulis setelah nama penulis buku dan diakhiri tanda titik (.).

• Judul buku: ditempatkan sesudah tahun terbit dengan dicetak miring atau diberi garis bawah. • Kota penerbit: ditulis setelah judul buku dan diakhiri tanda titik dua (:). • Penerbit: ditulis setelah kota penerbit dan diakhiri tanda titik (.).

Dengan demikian, penulisan daftar pustaka yang tepat sesuai dengan identitas buku adalah: Sugiarto, Eko. 2017. Kitab PUEBI: Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Andi. Apa itu cerita nonfiksi? – Pernahkah kalian ketika ingin sebelum beli buku mengecek jenis apa buku ini atau hanya melihat judul serta nama pengarangnya saja? Kalian beli buku karena pengarang buku merupakan seorang idola sehingga terus mengikuti karya-karya nya?

Karena saking membutuhkan suatu buku, mungkin kalian tidak menyadari bahwa buku yang dibeli termasuk buku jenis nonfiksi. Biasanya buku cerita non fiksi ini digunakan sebagai penunjang referensi untuk membuat karya ilmiah, skripsi, makalah dan lain sebagainya. Pengertian Cerita nonfiksi Cerita nonfiksi merupakan sebuah karangan atau tulisan yang bersifat informatif, penulisnya mempunyai tanggung jawab atas kebenaran dari peristiwa, orang, dan/atau informasi yang disampaikannya.

Oleh karena itu, ketika sedang merangkai kerangka isi cerita non fiksi sangat dibutuhkan penelitian ketat berdasarkan informasi, data-data yang akurat dan kebenaran atau fakta suatu peristiwa atau permasalahan mengenai hal yang akan ditulis. Hal ini perlu penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah. . karena cerita ini biasanya digunakan sebagai sumber atau bahan rujukan informasi para pembacanya. Bahasa yang digunakan dalam ceritanya juga harus logis dan dapat diterima nalar pembaca, bahasa yang dipakai formal bukan informal.

Grameds dapat mempelajari bagiamana langkah demi langkah dalam menulis cerita nonfiksi pada buku Jadi Penulis Nonfiksi? Gampang Kok!!! Di dalamnya terdapat berbagai tips penulisan, dan masih banyak lagi yang dapat membantu untuk meningkatkan kemampuan menulis kamu. Cerita nonfiksi sangatlah berbeda dengan karya cerita fiksi dimana penulisnya tidak membutuhkan keakuratan terkait isi di dalamnya.

Penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah. . cerita nonfiksi dapat dilihat pertama kali dari judul buku.Mau tau selengkapnya mengenai ciri-ciri cerita nonfiksi?

Ciri-ciri cerita nonfiksi Ini lho beberapa ciri-ciri cerita nonfiksi yang kalian perhatikan ketika sedang ingin mengidentifikasinya: 1. Bahasa yang Formal atau Baku Seperti yang aku sampaikan diatas, ciri pertama yang mudah diidentifikasi dari kategori menulis buku non fiksi terletak dari penyampaiannya yang memakai bahasa formal terlihat dari judul bukunya, tidak memakai bahasa gaul.

Bahasa formal dalam hal ini tidak menggunakan bahasa tulis gaul, alay ataupun bahasa kekinian yang sedang booming, tidak menggunakan tulisan yang macam-macam. Dari segi penulisan sesuai dengan bahasa yang baik dan benar, terkadang isi buku nonfiksi bersifat serius.

Meskipun ada beberapa buku nonfiksi, misal buku motivasi dan buku referensi ada yang ditulis menggunakan bahasa yang lebih ringan. Walau menggunakan bahasa yang ringan, penulisan tetap menggunakan bahasa yang pas, cara ini diperbolehkan. Rp 175.000 Dalam proses penulisan buku cerita nonfiksi,penulis biasanya mengikuti peraturan dari setiap penerbit karena setiap penerbit memiliki SOP penulisan yang beraneka ragam. Ada penerbit buku yang menerima buku yang menggunakan bahasa baku dan ide yang belum pernah diterbitkan sebelumnya ataupun mirip dengan salah satu buku yang sudah pernah diluncurkan.

Lalu, ada penerbit yang menerima buku nonfiksi yang menggunakan bahasa yang sesuai dengan gaya bahasa dari penulis.

Namun dari segi penyampaian pada dasarnya haruslah menggunakan puebi baik dan benar. Jadi kembali lagi, tergantung dari masing-masing kebijakan penerbit. 2. Bahasa yang denotatif Apa itu bahasa denotatif? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang berkaitan dengan denotasi. Artinya kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif.

Keduanya memiliki persamaan, denotatif adalah makna dengan pengertian objektif dan sesuai dengan aslinya. Maksud dari apa adanya adalah tidak disertai dengan perasaan dan pemikiran tanpa menimbulkan nilai rasa tertentu. Apa yang ditulis berguna untuk menyampaikan informasi secara lengkap, to the point dan tegas.

Para penulis memakai bahasa denotatif dengan tujuan penulis memberikan informasi kepada pembaca tanpa dibuat-buat. Informasi yang tidak berbelit-belit dan hanya separuhnya.

Tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga memberikan stimulan dan inspirasi kepada pembaca. 3. Isinya Berkaitan tentang Fakta/Aktual Isi buku cerita bersifat fakta dan faktual. Fakta sesuai dengan data yang didapatkan dari lapangan atau penelitian yang sudah ada sebelumnya. Isi buku yang disampaikan bersifat faktual sehingga pembaca dapat memperoleh manfaat dari informasi yang diberikan. Kategori buku non fiksi ada banyak jenis, diantaranya ada jenis buku bahan mengajar, motivasi dan buku referensi.

Dari beberapa jenis buku tersebut, semuanya memiliki karakteristik berbeda, dan memiliki satu esensi yang sama, yaitu buku imajinatif tanpa sumber.

4. Tulisannya Bersifat Ilmiah Populer Tulisan buku cerita non fiksi dikatakan dengan gaya penulisan ilmiah populer atau disesuaikan dengan format puebi.

Dengan kata lain, tulisan tidak melulu kaku dan itu-itu saja. Dikatakan tulisan ilmiah populer karena penyajiannya dengan bahasa yang sesuai dengan pasar dan data yang diambil berdasarkan dengan kajian, survey penelitian di lapangan, daftar pustaka dan mengacu pada referensi atau sumber yang sama. Sumber yang disinggung nantinya tidak secara langsung ditulis ulang begitu saja. Namun, tetap melalui proses pemilihan diksi atau kata yang familiar cukup mudah untuk dimengerti serta disampaikan kembali dengan menggunakan gaya bahasa yang oleh penulis.

Cara yang biasa dipakai dengan mengkombinasi ide lama dari sumber referensi lalu di padu padankan dengan ide yang kita miliki.

5. Isinya diambil dari yang sudah ada ataupun penemuan Mengapa buku non fiksi ditulis oleh sang penulis sampai diterbitkan untuk pembaca? Tentunya memiliki untuk menyempurnakan atau memperbaiki ide dari penulis/ulasan naskah yang terlebih dahulu sudah. Maka dari itu, bagi penulis yang menulis tema, isi, ide cerita yang serupa atau gampangnya sama persis dengan bahasa yang berbeda sering ditolak oleh penerbit besar.

Penerbit besar memiliki kriteria seperti penulis menyerahkan naskah yang mengandung unsur ide baru yang menarik dan tidak sama persis dengan naskah yang sudah ada. Jadi, tidak boleh sembarangan memberi naskah kepada penerbit agar tulisan kalian bisa dicetak oleh para penerbit besar Kalian bisa menemukan sebuah karya nonfiksi dan dapat langsung mengidentifikasi terkait unsur-unsur yang sudah disebutkan diatas di dalam karya tulis. Pelajari unsur-unsur tersebut dan pengaplikasiannya untuk meningkatkan kemampuan menulis kamu melalui buku 1 Jam Mahir Menulis: Panduan Belajar Menulis Fiksi & Nonfiksi oleh Annisa Mardatillah.

Riwayat hidup seseorang, merupakan tulisan yang berisi perjalanan hidup seseorang baik ditulis sendiri maupun ditulis oleh orang lain. Salah satu contohnya adalah buku Soekarno: Sebuah Biografi yang menceritakan mengenai kisah sosok pahlawan kemerdekaan di Indonesia. 2. Esai Esai merupakan sebuah karangan atau tulisan yang membahas suatu tema dari sudut pandang pribadi si penulis.

Seperti salah satu contohnya yang dapat Grameds baca yaitu FS Solilokui: Kumpulan Esai. 3. Karya tulis ilmiah KTI adalah hasil karya yang diperoleh dari kegiatan menulis dengan menerapkan konvensi ilmiah contohnya seperti skripsi, tesis, makalah, jurnal, artikel hasil penelitian dan kertas penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah.

Grameds dapat mempelajari teknik serta konsepsi penyusunan dokumen secara terstruktur dalam membuat karya tulis ilmiah yang baik melalui microsoft office word melalui buku Menyusun Karya Tulis Ilmiah Menggunakan Microsoft Office Word 2003 (revisi). 4. Catatan dokume nter Cerita sejarah merupakan tulisan yang bercerita tentang masa lalu suatu objek.

penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah . . .

Salah satu contohnya adalah buku Tak Bersalah (The Innocent Man) yang merupakan adaptasi dari film dokumenter yang ada di Netflix. Jenis-jenis Cerita Nonfiksi Berdasarkan contoh-contoh yang disebutkan, jenis cerita nonfiksi dibagi menjadi dua yakni Nonfiksi murni dan nonfiksi kreatif. Adapun penjelasannya dibawah ini: 1. Non fiksi murni Penulisannya dirangkai atau dibuat dengan penggambaran yang benar-benar asli.

Penulis ketika mengembangkan pembuatan cerita non fiksi murni terdapat bukti berupa data-data yang orisinal dapat dipertanggung jawabkan. Contohnya tulisan yang bersifat ilmiah seperti skripsi, jurnal, makalah, riwayat hidup seseorang 2. Non fiksi kreatif Non fiksi kreatif juga menyertakan bukti berupa data-data orisinal yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah karangan imajinatif. Contohnya berupa tulisan yang ada pada jurnalisme sastra seperti artikel dan berita.

Struktur nonfiksi tak sama dengan cerita fiksi. Struktur nonfiksi menyinggung: • Orientasi, merupakan bagian yang berisi tentang pengenalan tokoh yang terlibat dalam cerita dan penjelasan dari teks isi cerita. • Rangkaian peristiwa secara urut, berisi urutan peristiwa yang terjadi dalam cerita mulai dari awal hingga akhir permasalahan yang biasanya memakai alur maju.

• Reorientasi, merupakan akhir cerita yang berisi kesimpulan suatu cerita dan penutup yang berisi saran dan pesan moral yang dapat diambil sisi positif dari teks cerita nonfiksi Selanjutnya, aku akan membahas unsur-unsur yang ada di dalam cerita nonfiksi: Unsur Buku Non Fiksi Dibawah ini merupakan unsur-unsur cerita nonfiksi yang mesti ada dalam sebuah cerita 1.

Judul Judul buku adalah nama yang dipakai untuk buku atau bab yang dapat menyiratkan secara pendek isi buku, biasanya diletakkan pada sampul buku.Judul buku non fiksi memakai bahasa baku. 2. Nama Penulis Terdapat nama pengarang di dalam sebuah cerita nonfiksi yang menyampaikan karangannya 3. Nama Penerbit Penerbit adalah perusahaan/instansi yang mencetak buku dari mulai mengedit, layout, desain cover dan lain sebagainya sampai buku tersebut dicetak dan siap diedarkan.

4. Tebal Halaman / jumlah bab Jumlah halaman dan jumlah bab yang dibahas dalam buku. 5. Isi buku Isi adalah topik yang akan dibahas 6. Penutup Penutup adalah kesimpulan dari buku yang merupakan pernyataan terakhir dari penulis atas bukunya terkadang terdapat pula saran dari penulisnya.

Bagi kalian yang mencoba menulis karya yang bersifat nonfiksi perlu tahu nih tahap-tahapnya supaya tidak ada yang terlewat. Cara Membuat Karangan Cerita Nonfiksi Langkah-langkah membuat karangan nonfiksi, ikutin terus yuk sampai akhir 1. Mencari Ide Kreatif Mau menemukan ide apa menulis buku nonfiksi, kamu bisa membuat coretan didalam notes terkait bidang apa yang dikuasai atau kesenangan yang paling sering dilakukan sambil browsing juga Ketika ide itu sudah terbentuk dalam satu konsep, maka yang perlu disiapkan tentang sasaran kepada siapa kita akan membuatnya dan cerita itu cocok untuk di usia berapa aja 2.

Mengumpulkan referensi Setelah menemukan ide, maka kegiatan selanjutnya ada mengumpulkan data terkait isi cerita yang akan dituangkan. Perlu banget untuk melakukan riset, observasi dari buku, koran maupun jurnal yang dapat dijadikan referensi tulisan kita. 3. Membuat Konsep yang akan ditulis Setelah data terkumpul, buatlah konsep untuk buku kamu mulai dari menyusun bab, menyusun sub bab ataupun membuat pertanyaan-pertanyaan yang melengkapi penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah.

. tulisan.Tentukan tema buku nonfiksi apa yang akan dibuat, misalnya sejarah, motivasi atau karangan ilmiah 4. Gaya Bahasa Konsepnya sudah dibuat, selanjutnya pakailah gaya bahasa tulisan dengan tema maupun jenis yang ditulis.

Penting banget nih, memerhatikan penulisan dengan gaya bahasa yang disesuaikan dengan puebi karena pada bagian ini karya kamu akan dinilai oleh calon penerbit yang akan mendistribusikan karyamu layak atau tidaknya. Setelah lolos dari penerbit, maka pembaca akan menilai karyamu, apakah informatif, bahasanya mudah dipahami atau terlalu sulit untuk dipahami. 5. Data Pendukung Beberapa buku nonfiksi biasanya memerlukan data pendukung.

Data pendukung bisa berupa contoh kejadian, contoh aplikasi, foto, gambar, dan sebagainya. 6. Masukkan bagian-bagian buku dengan lengkap Jangan lupa untuk menuliskan daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, pendahuluan, isi, daftar pustaka, indeks, dan profil kita sebagai penulis di dalam buku.

Beserta daftar gambar dan daftar yang dicantumkan pada isi buku bila ada istilah-istilah ilmiah di dalam karangan buat indeks untuk memudahkan pembaca apa maksud dari istilah yang kamu pakai. Semua kelengkapan naskah itu bertujuan untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi buku kita. 7. Memilih Judul yang Tepat Judul selalu menjadi hal pertama yang dilihat sebelum pembaca memutuskan atau tertarik membacanya ketika di perpustakaan dan membeli sebuah buku.Pilihlah judul dan diksi yang mewakili isi naskah, eye catching, mengundang rasa penasaran calon pembaca misalnya: Filosofi Teras.

8. Mengecek Ulang Tulisan Setelah proses menulis buku nonfiksi selesai, sebaiknya proses terakhir yang diperlukan supaya bisa meyakini diri sendiri adalah membaca ulang naskah yang dibuat, cek kembali apa masih ada data yang kurang atau rangkaian kata yang berpotensi membingungkan pembaca, harus dihapus dan diganti kata yang friendly 9.

Menyerahkan ke Penerbit Nah, setelah naskah sudah selesai melalui tahapan self-editing, sudah yakin dengan semuanya maka langkah terakhir yang kamu lakukan ialah kirimkanlah hasil karya kepada penerbit dan jangan lupa cek kembali sebelum dikirim pastikan semua kelengkapannya.

Kita bisa mengirimkan naskah kepada penerbit mayor untuk diterbitkan, menawarkan pada agen naskah, atau menerbitkannya secara indie. Pilihlah penerbit yang memiliki persamaan visi dan misi dengan naskah kita agar peluang untuk diterbitkan lebih besar. Baca juga : 5 Buku Fiksi dan Nonfiksi yang Membicarakan Kesehatan Mental Contoh Buku Nonfiksi Butuh referensi mau nulis, baca dulu buku-buku cerita yang termasuk nonfiksi, simak terus ya sampai akhir karena aku akan kasih tau contoh-contohnya nih 1.

Contoh Buku Non-Fiksi tentang Pendidikan Buku Mata Pelajaran Sekolah merupakan buku yang memiliki fungsi untuk mendampingi siswa belajar menjadi warga negara yang baik. Melalui materi-materi yang terdapat di buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan siswa diharapkan menjadi generasi penerus dididik, dibina, dan diarahkan dapat berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kepedulian serta penghargaan yang tinggi terhadap bangsanya.

Selain itu, generasi penerus dapat menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dapat mengantarkan generasi penerus mampu menghadapi tantangan masa depan. Berbekal falsafah Pancasila, peserta didik mampu mengikuti perubahan dan perkembangan zaman, tetapi tetap mempertahankan karakter bangsa Indonesia. 2. Contoh Cerita Non Fiksi tentang Sosiologi Buku ini berisi pemikiran-pemikiran orisinil Soekarno tentang berbagai hal, terutama menyangkut ideologi, nasionalisme, dan kemerdekaan, berlangsung sepanjang tahun 1928–1940 dan dimuat di berbagai surat kabar, terutama Suluh Indonesia Muda dan Pikiran Rakyat.

Boleh dikatakan, pikiran-pikiran dalam buku inilah yang menjadi haluan jejak perjuangan Soekarno dalam menentukan masa depan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan dan persatuan. 3. Contoh Buku Non Fiksi untuk Anak Buku aktivitas ini sangat tepat untuk mengasah kemampuan berpikir anak-anak. Logika berpikir anak-anak harus diasah agar mereka cepat mudah memahami banyak hal.

Latihan-latihan di buku ini adalah dasar untuk mengasah kemampuan berpikir mereka sekaligus mengenal hewan-hewan binatang buas. 4. Contoh Cerita Non Fiksi Singkat Pendek Buku merupakan cerita non fiksi pendek singkat dari isi buku tersebut Itu dia tadi penjelasan tentang cerita nonfiksi.

Bagaimana, sudah paham kan apa yang dimaksud cerita nonfiksi dan apa saja jenis-jenisnya? Nah sekarang kalian bisa mulai mencari karya cerita nonfiksi untuk dibaca, kemudian kalian juga bisa jika ingin menulisnya. Ketahui juga tentang : Pengertian Cerita Fiksi Pengertian Pantun Pengertian Puisi Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah.

. 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
Eril Obeit Choiri Follow Graduating with an IT degree, Eril falls in love with Digital Marketing especially with Search Engine Optimization and Content Writing. Home » Panduan Menulis Daftar Pustaka dari Internet, Buku & Skripsi Panduan Menulis Daftar Pustaka dari Internet, Buku & Skripsi 2 December 2019 3 min read Daftar pustaka menjadi penutup yang vital perannya dalam sebuah karya ilmiah.

Tanpa daftar pustaka, kredibilitas dan kualitas sebuah karya ilmiah akan dipertanyakan. Semua orang paling tidak yang pernah mengenyam pendidikan di tingkat perguruan tinggi wajib mengetahui cara menulis daftar pustaka yang benar.

Cara menulis daftar pustaka tidak selalu sama dan berbeda tergantung dari sumber tulisan. Contoh saja cara menulis daftar pustaka dari jurnal berbeda dengan menulis daftar pustaka dari buku. Ada beberapa sumber yang bisa dijadikan rujukan daftar pustaka seperti buku, skripsi, jurnal, internet, dll. 3. Contoh Daftar Pustaka dari Internet Apa Itu Daftar Pustaka Sumber Daftar Pustaka Berdasarkan KBBI, daftar pustaka adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, nama penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan di bagian akhir suatu karangan atau penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah.

. dan disusun menurut abjad. Penulisan daftar pustaka yang benar mutlak menjadi syarat sebuah karya dapat disebut karya akademik atau tidak. Tanpa referensi, kredibilitas dan kepantasan karya ilmiah tersebut dipertanyakan. Tujuan penulisan dan dicantumkannya daftar pustaka di sebuah karya adalah menghindari tindak plagiarisme. Selain itu juga memberikan kredit atau menghargai penulis yang karyanya Anda manfaatkan, dan referensi kepada pembaca yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai sumber referensi.

Bagi pembaca, ada atau tidaknya pembaca dapat mempengaruhi penilaian Mereka terhadap sebuah karya tulis. Adanya daftar pustaka membuat pembaca menilai sebuah karya telah memenuhi etika penulisan, menilai apakah seorang penulis kredibel, dan tentu saja untuk melakukan pemeriksaan mengenai kebenaran data yang digunakan pada karya tulis. Berdasarkan tujuan dan dampaknya pada penulis dan pembacanya, daftar pustaka merupakan bagian penting yang kian hari makin penting dan dapat menjadi barometer kualitas sebuah karya ilmiah.

Cara Membuat Daftar Pustaka Membuat Daftar Pustaka Cara membuat daftar pustaka dari website tentu berbeda dengan cara penulisan daftar pustaka dari buku. Namun, ada beberapa peraturan menulis yang sama, begitu juga dengan prinsip penulisan daftar pustaka yang umum untuk seluruh sumber. Dikutip dari Bunehaba, berikut adalah prinsip-prinsip penulisan daftar pustaka.

• Urutan penulisan daftar pustaka adalah nama, tahun terbit, judul, lokasi penerbitan, nama penerbit. • Masing-masing bagian dipisah dengan tanda titik (.). • Ada pengecualian untuk lokasi penerbit dengan nama penerbit, dimana keduanya penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah.

. dengan tanda titik dua (:). • Gelar akademik, agama, dll dari penulis tidak perlu dicantumkan. • Judul karya tulis ditulis menggunakan huruf miring, kecuali judul artikel.

• Jika artikelnya berbahasa Inggris maka ditulis dengan huruf miring. • Daftar pustaka diurutkan berdasarkan alfabet. Perbedaan antara satu sumber dengan sumber lain (contoh, buku dengan internet) tidak begitu signifikan. Prinsip utama tetap digunakan dengan penambahan hal yang khusus untuk jenis sumber, contohnya untuk sumber dari internet ditambah tautan dan waktu akses atau pada jurnal ditambahkan halaman.

Baca juga : Ide Bisnis Rumahan Menjanjikan Saat Ini Cara Menulis Daftar Pustaka Contoh Daftar Pustaka Berikut adalah cara membuat daftar pustaka dari buku, skripsi, dan internet. 1. Cara Membuat Daftar Pustaka dari Buku Urutan cara menulis daftar pustaka dari buku adalah nama penulis, tahun terbit, judul buku, dan kota serta nama penerbit dengan tanda titik (.) sebagai tanda pembatas.

Dirangkum dari Gerakan Menulis Buku dan Karya Tulisku, Berikut adalah cara menulis daftar pustaka yang bersumber dari buku. • Nama Penulis Nama belakang penulis ditulis lebih awal dilanjutkan dengan tanda koma (,), kemudian nama depan dan tengah. Jika terdapat daftar pustaka lebih dari satu orang penulis, maka hanya penulis pertama yang penulisan namanya dibalik. Penulisan nama penulis ke-2 dan seterusnya tidak dibalik.

Berikut adalah aturan penulisan lain yang perlu dipatuhi. • Gelar akademis maupun non-akademis tidak perlu dituliskan. • Jika terdapat editor, penulis daftar pustakanya ditambah singkatan (Ed.). • Jika jumlah penulis lebih dari 3 orang, tidak semua nama penulis dicantumkan. Cantumkan nama penulis pertama, kemudian tambahkan singkatan dan kawan-kawan (dkk.) atau (et all). • Jika terdapat lebih dari 1 buku ditulis oleh pengarang yang sama, nama pengarang cukup ditulis 1 kali pada buku yang disebutkan pertama.

Selanjutnya, cantumkan garis sepanjang 10 ketukan dan akhiri dengan tanda titik (.). Setelah itu cantumkan tahun terbit. Jika tahun terbitnya berbeda, urutkan penulisannya berdasarkan dari tahun terbit terlama ke tahun terbit terbaru. • Tahun Terbit Setelah nama penulis, cantumkan tahun terbit dari buku yang Anda jadikan referensi, perhatikan juga edisi cetakan. Perlu dibedakan antara tahun penerbitan awal dengan tahun penerbitan cetakan ke-2, ke-3, dst.

Jika terdapat cetakan dan edisi, maka Anda wajib mencantumkannya. • Judul Buku Tulis judul buku dengan lengkap. Tulis judul buku tersebut dengan tulisan miring. • Kota dan Nama Penerbit Urutan cara menulis adalah nama kota, kemudian nama penerbit yang dipisahkan dengan tanda titik dua (:). 2. Cara Membuat Daftar Pustaka dari Skripsi Cara membuat daftar pustaka dari skripsi memiliki format yang sama dengan penulisan daftar pustaka dari sumber lain.

Perbedaannya terletak pada penambahan jurusan, fakultas, nama universitas, dan lokasi universitas. Cara menulis daftar pustaka dari skripsi ini juga berlaku juga untuk tesis dan disertasi. Berikut adalah format penulisan daftar pustaka dari skripsi, tesis, dan disertasi. • Nama Penulis • Tahun Terbit • Judul (ditulis dalam tanda petik (“)) • Skripsi, Tesis, atau Disertasi • Nama Fakultas • Nama Jurusan • Nama Universitas • Kota atau Kabupaten Universitas 3. Cara Membuat Daftar Pustaka dari Internet Cara menulis daftar pustaka dari internet juga memiliki format yang tidak jauh berbeda dengan cara menulis daftar pustaka dari buku.

Perbedaannya terletak pada penambahan tautan atau link dari website dimana artikel diambil dan tanggal serta jam ketika mengakses artikel tersebut.

Pastikan, Anda menggunakan sumber yang jelas dan dari website yang kredibilitasnya tidak diragukan. Berikut adalah format penulisan sitasi dari internet. • Nama Penulis Artikel • Tahun Artikel Dipublikasikan • Judul Artikel (ditulis dalam tanda petik (“)) • Link Artikel.

• Tanggal dan Jam Mengakses Artikel Baca juga : Cara Membuat Bisnis Plan yang Baik Contoh Daftar Pustaka Berikut adalah contoh-contoh daftar pustaka dari berbagai sumber. 1. Contoh Daftar Pustaka dari Buku Berikut adalah beberapa contoh daftar pustaka dari buku. • Syamsuddin, Hameed. 1997. Penerawangan Alam Bawah Sadar.

Jombang: Hipnologi. • Aisyah, Tina dan Mira Marcela. 2007. Kesalahan Berbahasa. Palembang: Pustaka Surya. • Tirtakusuma, dkk. 2013. Skema Piramida. Semarang: Cipta Semesta. 2. Contoh Daftar Pustaka dari Skripsi Berikut adalah contoh daftar pustaka dari skripsi. • Cahyakesuma, Abigail. 2000.

“Penyebab Invasi Uni Soviet ke Afghanistan”. Skripsi. FISIP, Hubungan Internasional, Universitas Prambanan, Yogyakarta.

3. Contoh Daftar Pustaka dari Internet Berikut adalah beberapa contoh daftar pustaka dari internet. • Sumadi, Trenggono. 2016. “Gaya-gaya Milenial yang Sulit Dipahami”. (link artikel).

Diakses pada 21 Januari 2018 jam 17.48 WIB. • Trimadya, Cecep, 2017. “Dinamisme Goyang Karawang”. (link artikel). Diakses pada 14 September 2019 jam 16.23 WIT. Cara menulis daftar pustaka dari berbagai sumber yang telah dipaparkan dapat membantu Anda menyelesaikan tulisan akademis yang pantas dan berkualitas.

Untuk meningkatkan produktivitas menulis, Anda bisa menggunakan software Office 365 dari Microsoft yang tersedia (resmi original) di Qwords.com. Qwords juga menyediakan layanan hosting Indonesia yang berkualitas dengan garansi selama 30 hari. Tunggu apalagi miliki website pertamamu sekarang juga. Terima kasih • Azərbaycanca • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • Català • Deutsch • English • Español • Français • עברית • Ido • Italiano • 日本語 • Jawa • Кыргызча • Bahasa Melayu • Nederlands • Polski • Português • Română • Русский • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • Српски / srpski • Sunda • Türkçe • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • 粵語 Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan.

Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Diksi" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR ( Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) Diksi adalah pilihan kata di dalam tulisan yang digunakan untuk memberi makna sesuai dengan keinginan penulis.

Syarat diksi adalah tepat, benar, dan lazim. Pemilihan diksi yang tidak tepat menyebabkan perbedaan makna dan pesan penulis tidak tersampaikan. [1] Diksi termasuk dalam pembahasan aspek kata dalam sajak. Aspek kata di dalam diksi meliputi denotasi, konotasi, morfologi, semantik, dan etimologi. Penyair menggunakan diksi untuk memperoleh makna puitis tertentu. Penggunaan diksi yaitu untuk mendapatkan makna setepat-tepatnya untuk banyak pernyataan. Diksi yang sangat tepat akan menimbulkan imajinasi yang memiliki estetika dan puitik.

[2] Penerapan diksi yang paling dasar adalah pada pengungkapan gagasan penulis. Selain itu, diksi dapat diterapkan pada saat berbicara di depan publik maupun untuk menulis beragam karangan.

[3] Penggunaan ketepatan pilihan kata ini dipengaruhi oleh kemampuan pengguna bahasa yang terkait dengan kemampuan mengetahui, memahami, menguasai, dan menggunakan sejumlah kosakata secara aktif. [4] Daftar isi • 1 Macam-macam diksi • 1.1 Sinonim • 1.2 Antonim • 1.3 Polisemi • 1.4 Homograf • 1.5 Homofon • 1.6 Homonim • 1.7 Hiponim • 1.8 Hipernim • 2 Syarat • 3 Fungsi • 4 Kriteria • 4.1 Ketepatan • 4.2 Kecermatan • 4.3 Keserasian • 5 Penggunaan • 5.1 Penulisan puisi • 5.2 Penulisan naskah drama tragedi • 6 Referensi • 7 Daftar pustaka • 8 Pranala luar • 9 Lihat juga Macam-macam diksi [ sunting - sunting sumber ] Sinonim [ sunting - sunting sumber ] Sinonim merupakan pilihan kata yang memiliki persamaan makna.

Penggunaan kata sinonim biasanya dimaksudkan untuk membuat apa yang dikatakan/dituliskan menjadi lebih sesuai dengan ekspresi yang ingin diungkapkan. Contohnya adalah mampus (ekspresi pengungkapan yang kasar) dan wafat (ekspresi pengungkapan yang lebih halus). Antonim [ sunting - sunting sumber ] Antonim merupakan pilihan kata yang memiliki makna berlawanan ataupun berbeda.

Contoh kata antonim adalah besar dan kecil. Polisemi [ sunting - sunting sumber ] Polisemi merupakan frasa kata yang memiliki banyak makna.

Contohnya kata kepala yang dapat bermakna bagian tubuh yang terletak di atas leher atau dapat juga bermakna bagian yang terletak di sebelah atas ataupun depan. Homograf [ sunting - sunting sumber ] Homograf merupakan kata-kata yang memiliki tulisan sama, tetapi memiliki arti dan bunyi yang berbeda.

Contohnya kata apel. Jika dibaca /apêl/, ia berarti buah. Jika dibaca /apèl/, ia berarti upacara, misal apel pagi. Homofon [ sunting - sunting sumber ] Homofon merupakan kata-kata yang memiliki bunyi yang sama, tetapi berbeda makna dan ejaan. Contohnya bang dan bank. Homonim [ sunting - sunting sumber ] Homonim merupakan kata-kata yang memiliki ejaan dan bunyi yang sama, berbeda makna.

Contohnya bulan yang bisa berarti bulan 'satelit alami Bumi' atau bulan dalam kalender. Hiponim [ sunting - sunting sumber ] Hiponim merupakan kata yang maknanya telah tercakup di dalam kata lainnya.

Contohnya kata salmon yang telah termasuk ke dalam makna kata ikan. Hipernim [ sunting - sunting sumber ] Hipernim merupakan kata yang telah mencakup makna kata lain.

Contohnya kata sempurna yang telah mencakup kata baik, bagus, dan beberapa kata lainnya. Syarat [ sunting - sunting sumber ] Diksi digunakan sebagai cara untuk menentukan suatu tuturan bahasa. Syarat paling awal dalam penggunaan diksi adalah adanya sejumlah kata yang artinya mirip. Dari beberapa kata tersebut kemudian dipilih satu kata yang paling tepat untuk mengungkapkan suatu pengertian. Diksi bukanlah sekadar memilih kata mana yang tepat, tetapi juga harus mempertimbangkan kecocokan kata dengan konteks.

Selain itu, makna dari kata harus bersesuaian dengan nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat pemakainya. Pemiilihan kata secara mahir hanya dapat dilakukan jika ada penguasaan kosakata yang cukup luas. Pengguna diksi juga harus memiliki kemampuan dalam membedakan secara tepat kata-kata yang memiliki makna yang serupa. Pengguna diksi harus memiliki kesadaran untuk menguasai kosakata.

Wawasan yang diperlukan untuk menggunakan diksi adalah pengetahuan tentang beragam kata yang dapat menjadi sinonim, antonim, dan tesaurus. [4] Penggunaan diksi juga harus memperhatikan kaidah makna. Kata harus dipilih sesuai dengan ketepatannya sebagai lambang objek pengertian dan konsep. Makna dalam kata yang dipilih harus berhubungan dengan bentuk bahasa dan objek atau sesuatu yang diacunya.

Jenis makna yang utama dalam mempertimbangkan pemilihan kata yaitu makna denotatif atau makna leksikal dan makna konotatif atau makna gramatikal. [5] Fungsi [ sunting - sunting sumber ] Diksi dalam pembuatan karya sastra memiliki beberapa fungsi sebagai berikut: • membuat orang yang membaca ataupun mendengar karya sastra menjadi lebih paham mengenai apa yang ingin disampaikan oleh pengarang; • membuat komunikasi menjadi lebih efektif; • melambangkan ekspresi yang ada dalam gagasan secara verbal (tertulis ataupun terucap); serta • membentuk ekspresi ataupun gagasan yang tepat sehingga dapat menyenangkan pendengar ataupun pembacanya.

Kriteria [ sunting - sunting sumber ] Pemakaian bahasa yang dapat mengungkapkan gagasan, pendapat, pikiran, atau pengalaman secara tepat, harus memperhatikan kriteria pemilihan kata. Tiga kriteria dalam diksi yaitu ketepatan, kecermatan, dan keserasian. [6] Ketepatan [ sunting - sunting sumber ] Indikator ketepatan pilihan kata tersebut adalah sebagai berikut: [7] • mengomunikasikan gagasan berdasarkan pilihan kata yang tepat dan sesuai berdasarkan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar; • menghasilkan penafsiran atau pemaknaan yang tepat, tidak ambigu, dan tidak menyebabkan salah paham; • menghasilkan respons pembaca atau pendengar sesuai harapan penulis atau pembicara; serta • menghasilkan target komunikasi yang diharapkan.

Kecermatan [ sunting - sunting sumber ] Kecermatan dalam pemilihan kata berhubungan dengan penggunaan kata yang diperlukan untuk mengungkapkan gagasan tertentu. Pemakai bahasa harus mampu menggunakan bahasa yang singkat sehingga menghemat penggunaan kata. Penggunaan diksi yang cermat akan mengurangi jumlah kata sehingga tulisan menjadi ringkas dan tidak ada kata yang bersifat mubazir.

[8] Selain itu, pemakai bahasa harus mampu memahami penyebab terjadinya kemubaziran kata. Kemubaziran kata merupakan penggunaan kata-kata yang kehadirannya dalam konteks pemakaian bahasa tidak diperlukan.

penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah . . .

Pemahaman terhadap kemubaziran kata dapat menghindari penggunaan kata yang tidak perlu dalam konteks tertentu.

[9] Keserasian [ sunting - sunting sumber ] Keserasian dalam diksi berkaitan dengan kesesuaian penggunaan kata-kata yang sesuai dengan konteks pemakaiannya. Konteks pemakaian dalam diksi berkaitan dengan faktor kebahasaan dan faktor nonkebahasaan. Faktor kebahasaan ini meliputi kesesuaian kata dengan konteks kalimat dan penggunaan bentuk gramatikal.

Selain itu, faktor kebahasaaan juga berkaitan dengan penggunaan idiom dan penggunaan kata yang lazim. [10] Sedangkan faktor nonkebahasaan yang berkaitan dengan diksi yaitu situasi pembicaraan, teman bicara atau lawan bicara, sarana pembicaraan, kelayakan tempat berbicara, dan kelayakan penggunaan waktu selama pembicaraan berlangsung.

[11] Penggunaan [ sunting - sunting sumber ] Penulisan puisi [ sunting - sunting sumber ] Penulisan puisi memerlukan diksi yang cermat. Pemilihan kata di dalam puisi harus dipertambangkan secara menyeluruh dari segi makna, susunan bunyi, dan hubungan antarkata dalam baris dan bait. Penggunaan kata di dalam puisi bersifat konotatif sehingga diksi memiliki kedudukan penting.

Pemilihan kata berpengaruh pada jumlah makna yang dapat dipikirkan oleh penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah. . pembaca puisi.

Dalam penulisan puisi, diksi harus indah dan selaras. [12] Diksi di dalam puisi ditentukan oleh sifat dari puisi tersebut. Sifat-sifat ini merupakan sifat yang dapat diamati secara emotif, objektif, imitatif, dan konotatif.

[13] Penulisan naskah drama tragedi [ sunting - sunting sumber ] Diksi merupakan salah satu bagian dari drama tragedi. Penggunaan diksi di dalam drama tragedi adalah untuk memperjelas maksud seseorang dalam kata-katanya. Pemakaian diksi di dalam drama harus sama seperti penggunaan diksi pada penulisan prosa dan puisi. [14] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Wijayanti, dkk. (2015). Bahasa Indonesia: Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah. Jakarta: Rajawali Pers. hlm.

76. ISBN 978-979-769-782-2. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Mahliatussikah, Hanik (2015). Pembelajaran Puisi Teori dan Penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah. . dalam Kajian Puisi Arab (PDF). Malang: Universitas Negeri Malang.

hlm. 41. ISBN 978-979-495-785-1. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Al-Ma'ruf, A. I., dan Nugarahani, F. (2017). Pengkajian Sastra: Teori dan Aplikasi (PDF). Surakarta: CV. Djiwa Amarta Press. hlm. 52–53. ISBN 978-602-60585-8-4. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ a b Ahyar, Juni (2019).

Bahasa Indonesia dan Penulisan Ilmiah (PDF). Lhokseumawe: CV. BieNa Edukasi. hlm. 118. ISBN 978-602-1068-05-2. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Nurdjan, dkk. (2016). Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Makassar: Aksara Timur. hlm. 28. ISBN 978-602-73433-6-8. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Mustakim 2014, hlm.

48. • ^ Widjono, Hs (2007). Bahasa Indonesia (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi). Jakarta: PT. Grasindo. hlm. 98–99. ISBN 9797598217. • ^ Mustakim 2014, hlm. 56. • ^ Mustakim 2014, hlm. 57. • ^ Mustakim 2014, hlm. 73. • ^ Mustakim 2014, hlm. 81. • ^ Kosasih, E. (2008). Apresiasi Sastra Indonesia (PDF).

Jakarta: Nobel Edumedia. hlm. 33. ISBN 978-602-8219-57-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Suswandari, M., dan Hatmo, K. T. (2018). Ontologi Puisi (PDF). Kebumen: CV. Intishar Publishing. hlm. 14. ISBN 978-602-5692-57-4. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Ahyar, Juni (2019).

Apa Itu Sastra:Jenis-Jenis Karya Sastra dan Bagaimanakah Cara Menulis dan Mengapresiasi Sastra (PDF). Sleman: Deepublish. hlm. 181. ISBN 978-623-02-0145-5. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Daftar pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Mustakim (2014).

Bentuk dan Pilihan Kata (PDF). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • "Pengertian Diksi, Fungsi Diksi, dan Macam-macam Diksi - Pengertian dan Definisi".

Diakses tanggal 13 Maret 2017. • "Pengertian dan Contoh Diksi - Kelas Bahasa Indonesia". Diakses tanggal 13 Maret 2017. Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] • Deskripsi Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list • Artikel yang membutuhkan referensi tambahan Desember 2021 • Semua artikel yang membutuhkan referensi tambahan • Semua artikel rintisan • Rintisan bertopik sastra • Semua artikel rintisan Desember 2021 • Halaman ini terakhir diubah pada 8 Desember 2021, pukul 02.18.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
MENU MENU • Home • About • Profil Usaha • Sejarah • Contact • Service • Daftar Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Kerjasama Net Promoter • Jasa Pengurusan HAKI • Konsultasi Menulis • Cek Progess Buku • Testimony • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Artikel • Informasi • Dasar Menulis • Cara Menerbitkan Buku • Inspirasi • Memasarkan Buku • Tutorial • Teknik Menulis • Writing Advice • Writing Tools • Free Ebook • Ebook Panduan Buku Ajar (Versi Cepat Paham) • Ebook Premium Gratis • Ebook Menulis Buku Monograf • Ebook Menulis Buku Referensi • Ebook Rahasia Menulis Buku Ajar • Ebook Panduan Menulis Tanpa Plagiarisme • Ebook Self Publishing • FAQ • Promo • Karir Menu • Mulai Dari Sini • Motivasi Menulis • Dasar Menulis • Cara Menulis Buku • Cara Menerbitkan Buku • Panduan Menulis • Menulis Buku • Buku Pendidikan • Buku Ajar • Menulis Karya Ilmiah • Buku Referensi • Buku Teks • Novel • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Book Marketing • Succes Story • Toko Buku Menu • Home • About • Profil Usaha • Profil An Nur Budi Utama • Sejarah • Karir • Service • Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Jasa Pengurusan Haki • Konsultasi Menulis • Pengadaan Buku • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Kerjasama Net Promoter • Promo • Contact Us • FAQ • Artikel • Panduan Menulis • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Succes Story • Book Marketing • Toko Buku Daftar Isi • Pengertian Outline • Manfaat Outline • Syarat-syarat Outline • Cara Membuat Outline Yang Baik • 1.

Menentukan tema dan judul • 2. Mengumpulkan bahan • 3. Seleksi Bahan • 4. Membuat outline Pengertian Outline Apakah Anda sering mendengar kata outline? Menurut bahasa adalah sebuah kerangka, regangan, garis besar, atau guratan. Jadi, Outline adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.

Jika Anda seorang penulis, tentunya Anda membutuhkan outline untuk membuat sebuah kerangka tulisan.

penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah . . .

Apa manfaat outline dan bagaimana cara membuatnya? Mari simak ulasannya pada artikel berikut ini. Manfaat Outline Seperti yang sudah dijelaskan di awal, outline merupakan kerangka karangan merupakan rencana penulisan yang memuat garis- garis besar dari suatu karangan yang akan digarap, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur dan teratur.

Secara lebih ringkas telah kami rangkum manfaat outline untuk kebutuhan menulis Anda. • Menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah. • Menyusun karangan secara teratur. Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam sekilas pandang, sehingga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal-balik antara gagasan-gagasan itu sudah tepat, apakah gagasan-gagasan itu sudah disajikan dengan baik, harmonis dalam perimbangannya.

• Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda. Setiap tulisan dikembangkan menuju ke satu klimaks tertentu. Namun sebelum mencapai klimaks dari seluruh karangan itu, terdapat sejumlah bagian yang berbeda-beda kepentingannya terhadap klimaks utama tadi. Tiap bagian juga mempunyai klimaks tersendiri dalam bagiannya. Supaya pembaca dapat terpikat secara terus menerus menuju kepada klimaks utama, maka susunan bagian-bagian harus diatur pula sekian macam sehingga tercapai klimaks yang berbeda-beda yang dapat memikat perhatian pembaca.

• Menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih. Ada kemungkinan suatu bagian perlu dibicarakan dua kali atau lebih, sesuai kebutuhan tiap bagian dari karangan itu. Namun penggarapan suatu topik sampai dua kali atau lebih tidak perlu, penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah. . hal itu hanya akan membawa efek yang tidak menguntungkan; misalnya, bila penulis tidak sadar betul maka pendapatnya mengenai topik yang sama pada bagian terdahulu berbeda dengan yang diutarakan pada bagian kemudian, atau bahkan bertentangan satu sama lain.

Hal yang demikian ini tidak dapat diterima. Di pihak lain menggarap suatu topik lebih dari satu kali hanya membuang waktu, tenaga, dan materi. Kalau memang tidak dapat dihindari maka penulis harus menetapkan pada bagian pada topik tadi yang akan diuraikan, sedangkan di bagian lain cukup dengan menunjuk kepada bagian topik tadi. • Memudahkan penulis mencari materi pembantu. Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangan penulis akan dengan mudah mencari data-data atau fakta-fakta untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya.

Atau data dan fakta yang telah dikumpulkan itu akan dipergunakan di bagian mana dalam karangannya itu. Ketika kerangka sudah siap, Anda pun bisa mereview kembali isinya. Di sini Anda bisa menyusutkan materi yang sekiranya tidak perlu untuk dibahas atau mungkin materi tersebut terlalu berbelit-belit.

Dengan melakukan penyusutan ini pembaca akan melihat wujud, gagasan, struktur, serta nilai umum dari karangan itu.

Kerangka karangan merupakan miniatur atau prototipe dari sebuah karangan. Dalam bentuk miniatur ini karangan tersebut dapat diteliti, dianalisis, dan dipertimbangkan secara menyeluruh, bukan secara terlepas-lepas. Syarat-syarat Outline Agar outline yang kita buat sesuai dengan manfaat yang dijelaskan di atas, pahami dulu syarat-syarat outline.

• Tesis atau pengungkapan maksud harus jelas. Pilihlah topik yang merupakan hal yang khas, kemudian tentukan tujuan yang Jelas. Lalu buatlah tesis atau pengungkapan maksud. • Tiap unit hanya mengandung satu gagasan. Bila satu unit terdapat lebih dari satu gagasan, maka unit tersebut harus dirinci. • Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga rangkaian ide atau pikiran itu tergambar jelas. • Harus menggunakan simbol yang konsisten.

Bagus tidaknya outline terletak pada daya analisis penulis. Analisis penulis dipengaruhi oleh pengetahuan yang luas. Tentu untuk mendapatkan hal itu, penulis harus melakukan upaya seperti banyak membaca, melakukan observasi, dan terus berlatih. Sebelum melanjutkan ke topik cara membuat outline buku, maka kenali dulu dua bentuk outline. Outline atau daftar isi berdasarkan sifatnya dibagi menjadi dua bentuk. • Outline karangan sementara. Outline bentuk ini disebut juga kerangka nonformal.

Outline ini digunakan untuk topik yang sifatnya sederhana, tidak kompleks dan sifatnya segera dikerjakan. • Outline formal. Penggunaan outline untuk topik yang bersifat kompleks, dan tidak terburu-buru untuk ditulis.

Baca juga : • 10 Penggunaan Huruf Kapital Yang Benar Dalam Buku / Karya Ilmiah • Panduan Lengkap Cara Layout Buku Sendiri Di Microsoft Word • 17 Pilihan Font Terbaik Untuk Buku Cara Membuat Outline Yang Baik Pada dasarnya untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam mengembangkan karangan.

Jika Anda sudah memahami konteks di atas, mari kita mengulas cara membuat outline yang baik. 1. Menentukan tema dan judul Ibarat arah tujuan, pada poin ini Anda harus memikirkan mau kemana arah tulisan Anda? Lalu bila menulis, apa yang akan kita tulis? Inilah fungsi menentukan tema dan judul. Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. Sementara judul adalah kepala karangan.

Kalau tema cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis. Bagi penulis pemula perlu memperhatikan beberapa hal penting agar tema yang diangkat mudah dikembangkan. diantaranya : • Jangan mengambil tema yang bahasannya terlalu luas.

• Penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah. . tema yang kita sukai dan kita yakini dapat kita kembangkan. • Pilih tema yang sumber atau bahan-bahannya dapat dengan mudah kita peroleh 2. Mengumpulkan bahan Setelah menentukan tujuan dan siap melangkah, lalu bekal apa yang harus Anda bawa? Sebelum melanjutkan menulis, maka perlu ada bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan. Inilah fungsinya mengumpulkan bahan. Ada banyak sumber yang bisa Anda jadikan bahan.

Untuk membiasakannya, kumpulkanlah kliping-kliping masalah tertentu (biasanya yang menarik penulis) dalam berbagai bidang dengan rapi. Cara ini tergantung pada kenyamanan penulis, intinya pastikan kliping yang Anda kumpulkan terverifikasi dan bisa menjadi landasan dalam menulis. 3. Seleksi Bahan Sudah ada bekal, dan mulai berjalan, tapi bekal mana yang akan dibawa?

Agar tidak terlalu bias dan abstrak, perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. Polanya melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis.

Caranya yakni: • Catat hal penting semampunya. • Jadikan membaca sebagai kebutuhan. • Banyak diskusi, dan mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah. 4. Membuat outline Jika semua belak terpilih sudah siap, kemudian kita harus melangkah yang mana dulu? Inilah fungsi kita membuat outline atau kerangka. Kita perlu susun selangkah demi selangkah agar tujuan awal kita dalam menulis tidak hilang atau melebar di tengah jalan.

Outline ini menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur. Ingat, outline belum tentu sama dengan daftar isi, atau uraian per bab.

Outline adalah catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna. Baca lebih lanjut dalam artikel : Cara Mudah Membuat Outline Buku Ajar Apakah Anda sedang atau ingin melakukan cara membuat buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara gratis. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silahkan isi data diri Anda di : Daftar Menjadi Penulis Buku Jika Anda Membutuhkan Referensi Tambahan, Kami Menyediakan EBOOK GRATIS yang Spesial Kami Persembahkan untuk Anda.

Adapun Macam Ebook yang Bisa Anda Download sebagai Berikut: Ebook : Cara Praktis Menulis Buku Ebook : Rahasia Menulis Buku Ajar Ebook : Self Publishing Ebook : Pedoman Menulis Buku Tanpa Plagiarisme Ebook : Strategi Jitu Menulis Buku Monograf Ebook : Cerdas Menulis Buku Referensi
Contoh Artikel – Artikel bukanlah hal yang asing di tengah masyarakat.

Bahkan, kata ini sudah sangat sering didengar. Khususnya bagi kalangan yang fokus pada dunia kepenulisan. Namun, banyak orang yang sudah sering membaca artikel namun belum mengetahui apa yang dimaksud dengan artikel dan berbagai hal yang berkaitan dengannya. Padahal, ini sangat penting untuk dipelajari khususnya bagi kalangan pelajar atau mahasiswa. Artikel sendiri bukanlah jenis penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah.

. yang tanpa aturan, ada berbagai kriteria dan syarat penulisan artikel yang harus dipahami oleh seseorang. Sehingga dengan mengetahui berbagai hal tentang artikel. Seseorang bisa menghasilkan karya atau artikel yang baik dan benar sesuai kaidah yang berlaku.

Dan tidak kalah penting lagi adalah menghasilkan suatu artikel yang enak dibaca. Nah, untuk memudahkan Anda dalam pembuatan artikel, pada kesempatan ini akan diulas tentang berbagai hal menyangkut artikel terutama contoh dari artikel untuk dijadikan sebagai bahan pembelajaran Anda.

Contents • Pengertian Artikel • Model-Model Penulisan Artikel • Model Penulisan Populer • Model Penulisan Ilmiah • Model Penulisan Ilmiah Populer • Syarat-Syarat Artikel • Kriteria Artikel yang Baik • Langkah Menulis Artikel • Contoh Artikel • Contoh Artikel Motivasi • Contoh Artikel Ilmiah • Contoh Artikel Kesehatan • Contoh Artikel Pendidikan Pengertian Artikel source: Writology Sebelum membahas tentang artikel lebih lanjut dan mendalam, hal pertama yang perlu diketahui adalah pengertian dari artikel itu sendiri.

Artikel merupakan suatu karangan ilmiah yang sifatnya faktual dan lengkap kemudian dipublikasikan melalui media masa tertentu. Tujuan dari dituliskannya artikel sendiri adalah untuk menyampaikan suatu gagasan dan juga fakta yang mampu meyakinkan bahwa mendidik para pembaca.

Adapun pengertian dari artikel menurut salah seorang ahli adalah karya tulis yang di dalamnya ditulis oleh individu atau kelompok kemudian dikaji dan diselesaikan dengan semua rangkaian tulisannya dengan jelas, tuntas dan juga lugas.Sehingga, dengan demikian para pembaca bisa mengambil inti dari tulisan yang sudah disebutkan. Model-Model Penulisan Artikel source: ThesisEditor.co.uk Penulisan artikel memiliki beberapa model yang antara satu dengan yang lain memiliki perbedaan tersendiri.

Berikut ini adalah model-model penulisan artikel yang harus Anda ketahui: • Model Penulisan Populer Model penulisan artikel yang pertama adalah model penulisan populer dimana di dalam artikel ini biasanya menggunakan tulisan yang sifatnya ringan, hiburan dan tidak rumit.Adapun untuk bahasa yang dipakai umumnya adalah bahasa yang bebas.

Seperti bahasa yang biasa digunakan pada majalah atau koran. • Model Penulisan Ilmiah Selanjutnya adalah model penulisan ilmiah yang di dalamnya merupa tulisan memakai bahasa baku dan resmi serta memperhatikan ejaan yang paling tepat.

Selain itu, perihal kepenulisannya juga disahkan secara hukum.Untuk model penulisan artikel satu ini memang cenderung sulit dan membutuhkan pembelajaran khusus.

penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah . . .

• Model Penulisan Ilmiah Populer Adapun model penulisan artikel selanjutnya adalah model ilmiah populer. Model penulisan satu ini merupakan perpaduan antara model ilmiah dan juga populer. Artikel dengan model penulisan semacam ini biasanya ditujukan kepada khalayak umum. Contoh artikel selengkapnya dapat Anda jumpai di bawah.

penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah . . .

Syarat-Syarat Artikel source: HellBound Bloggers Setelah mengetahui beberapa model penulisan artikel, maka pada pembahasan selanjutnya ini akan dibahas mengenai syarat-syarat artikel itu sendiri. Artinya Anda tidak bisa semena-mena di dalam membuat artikel karena ternyata ada syarat khusus untuk pembuatan artikel sehingga ia bisa menjadi karya yang baik, benar dan mudah dipahami oleh para pembaca.

Berikut adalah beberapa syarat artikel yang harus Anda ketahui. • Bahasa yang dipakai di dalam artikel sesiao dengan model artikel yang ditulis, apakah menggunakan model artikel populer, ilmiah atau ilmiah populer. • Tulisan di dalam penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah. . harus benar-benar orisinal karya sendiri dan bukan jiplakan atas karya orang lain. • Topik yang diangkat di dalam artikel sendiri merupakan respon atas sebuah peristiwa. • Ide yang terdapat di dalam artikel adalah murni dari penulis.

Dalam hal ini bisa juga mengambil referensi atau rujukan baik itu berupa buku, jurnal, koran dan lain sebagainya. • Penulisan artikel tidaklah terikat oleh waktu, gaya bahasa, bentuk berita, dan teknik penulisan yang lain.

• Gaya penulisan, aktualitas dan juga panjang pendek sebuah artikel perlu untuk diperhitungkan. Kriteria Artikel yang Baik source: Coolessay Sekalipun bisa dibilang setiap orang bisa menulis sebuah artikel, baik itu yang dimuat di media massa, media online ataupun untuk tugas perkuliahan, namun tidak semua orang bisa menulis artikel yang baik.

Karena ternyata, ada kriteria tersendiri untuk jenis artikel yang baik. Oleh karena itu, berikut ini akan diulas mengenai kriteria artikel yang baik untuk dijadikan sebagai pertimbangan Anda dalam membuat artikel. • Judul atau healine di dalam artikel menarik, kreatif dan provokatif. Dengan demikian, pembaca akan semakin tertarik untuk membaca artikel Anda. • Buatkan paragraf dengan model balok dan untuk kata-kata penting sebaiknya ditandai dengan tulisan miring.

• Menggunakan deskripsi atau metafora yang jelas dan jika perlu disertai dengan gambar. • Menggunakan istilah dan kata yang mudah dipahami oleh para pembaca. • Menggunakan tulisan yang renyah dan enak dibaca.

Langkah Menulis Artikel source: Wiki Tutors Selanjutnya adalah langkah untuk menulis artikel, berikut uraiannya: • Tentukan tema yang ingin dibahas. • Tentukan gagasan atau ide Anda. • Tulis bagian pendahuluan secara garis besar dan mudah dipahami. • Tentukan angle dan buat judul yang menarik pembaca.

• Cari dan gunakan rujukan atau referensi. • Mulailah menulis. • Periksa kembali artikel Anda yang sudah jadi. Upayakan langkah menulis di atas Anda lakukan dengan baik sehingga bisa menghasilkan tulisan yang menarik dan enak dibaca. Dan usahakan untuk mengangkat tema semenarik dan seaktual mungkin supaya lebih banyak orang yang membaca tulisan Anda. Dan hindari berbagai bentuk kesalahan kepenulisan baik itu kalimat atau katanya.

Dan jangan lupa untuk membaca kembali artikel secara berulang-ulang sehingga mendapatkan artikel terbaik. Contoh Artikel source: Alberta Guided Fishing Adventures Artikel mempunyai berbagai macam bahasan yang sangat luas. Oleh karena itu kami menyediakan beberapa artikel tentang berbagai tema bahasan yang bisa kamu jadikan contoh artikel. Langsung saja, berikut ini beberapa contoh artikel yang bisa kamu jadikan inspirasi: Contoh Artikel Motivasi source: Megan DiPiero Photography Artikel motivasi ini merupakan sejenis artikel yang di dalamnya berisi berbagai ajaran dan dorongan untuk seseorang menjadi lebih baik dan lebih maju lagi.Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan motivasi kepada seseorang.

Berikut adalah contoh dari artikel motivasi yang baik dan benar sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Penjara Mental Penjara bukanlah tempat yang diidamkan setiap orang.Bahkan, tempat ini seringkali terasa menyeramkan.Tentu saja yang terbayang adalah ketidaknyamanan karena di dalamnya menjadi tempat berkumpul para penjahat.Tentu saja yang ada dalam bayangan banyak orang penjara itu sebagaimana neraka yang amat menyiksa.

Namun mungkin untuk mereka yang merupakan penjahat kelas kakap, berada di penjara adalah hal biasa bahkan sudah seperti hunian mereka sendiri. Dan keluar masuk itu sudah menjadi sesuatu yang biasa untuk mereka.Itu adalah gambaran dari kehidupan penjara yang tentu saja membuat seseorang tidak dapat bergerak secara bebas.

Berbicara soal penjara, ternyata sebenarnya ada suatu penjara di dalam diri seseorang yang tidak disadari oleh mayoritas orang. Penjara yang dimaksud tersebut sebenarnya sama ngerinya dengan penjara nyata yang membatasi gerak dan kebebasan seseorang.

Penjara yang dibilang lebih menyeramkan dibandingkan dengan penjara nyata tersebut adalah penjara mental.

Dengan penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah. . penjara mental, seseorang akan terhambat untuk melakukan suatu hal yang semestinya mereka lakukan. Misalnya saja ada seorang pebisnis yang tidak berani berhutang karena di dalam benaknya sudah tertanam bahwa hutang adalah sesuatu yang tabu.Ia justru memilih untuk membuka usaha dari nol.

Hal itu lebih dikarenakan di dalam pikirannya hutang menjadi sesuatu yang tidak baik dan bisa mendekatkan pelakunya kepada dosa. Belum lagi jika di kemudian hari ia tidak bisa membayar hutang tersebut, maka tentu bisa menjadi beban di dalam kehidupannya.

Namun, pada suatu hari seseorang tersebut berhutang karena bujukan dari salah seorang marketing. Yang membuat ia tertarik adalah karena dengan berhutang bisnisnya akan semakin melesat dan cepat berkembang dengan adanya uang hasil hutang tersebut. Sekalipun dalam jumlah yang tidak terlampau besar, hutang itu menjadi beban di dalam kehidupannya. Bahkan, hampir setiap malam ia bermimpi buruk dan ujung-ujungnya ia tidak bisa fokus untuk kemajuan bisnis yang ia rintis. Contoh ini merupakan gambaran dari penjara pikiran.Lebih kepada adanya hambatan yang terdapat di dalam otak seseorang.

Di dalam kasus orang di atas, ada juga sosok sebaliknya yang dengan ia tidak berhutang, maka akan sulit baginya bisa maju.

Penjara mental memang kerap terjadi lantaran ada sejarah di dalam pengalaman yang membakas dalam diri dan pikiran seseorang.Sebagai contoh seseorang ayahnya pernah mempunyai mobil kemudian disita oleh bank dan itu membuat ayahnya menjadi stress. Bahkan hidupnya terguncang dan akhirnya mengalami bangkrut yang berujung pada hutang dalam jumlah milyaran.

Hal ini membuat seseorang tersebut menjadi trauma.Karena itu menjadikan seseorang merasa ketakutan dengan hal yang berbau hutang. Masing-masing individu tentu saja memiliki penjara mental.Seseorang yang sudah bebas dari yang namanya penjara mental merupakan orang gila.Sesungguhnya, ada kalanya penjara mental berdampak baik untuk seseorang.Karena pada dasarnya apapun yang ada di dalam pikiran seseorang tentu saja untuk menjadikan diri sebagai sosok yang bahagia dan terhindar dari yang namanya sengsara.

Penjara mental mengenai tidak berhutang ataupun berhutang sesungguhnya termasuk ke dalam jenis penjara mental yang masih dalam taraf netral sehingga tidak perlu dibongkar.Yang perlu adalah bagaimana caranya Anda memanfaatkan penjara mental tersebut untuk kebaikan dan kemajuan kehidupan Anda.

Berbicara mengenai penjara mental, sebenarnya ada juga penjara menal yang tidak boleh dibuang, yakni penjara mental yang berkaitan dengan kebaikan dan juga etika. Yang dimaksud adalah misalnya seseorang enggan untuk mencuri.Salah satu faktornya adalah karena adanya penjara mental dalam diri seseorang tersebut. Sehingga, jika ia melanggarnya, maka ia akan masuk penjara dan berdosa bahkan mendapatkan imbalan neraka. Namun, ini tentu saja sangat berbeda dengan para koruptor yang telah memutuskan untuk mengancurkan penjara mentalnya sendiri.

Sehingga, ia pun merasa biasa saja ketika sedang korupsi. Mereka sama sekali tidak merasa bersalah atas perbuatannya terlebih jika itu sudah biasa ia lakukan. Maka penjara bisa menjadi bak istana. Tidak hanya korupsi, ini sesungguhnya juga berlaku untuk berbagai tindakan yang ada di luar etika secara umum.Termasuk budaya untuk berlaku sopan santun dan sebagainya. Yang ingin disampaikan di sini adalah ada yang harus senantiasa dipenjara dan ada yang sebaiknya dibebaskan.Misalnya ketika ada kebiasaan menunda tugas, maka kata lakukan sekarang tentu harus segera dibebaskan.

Karena seringkali itu diracuni oleh kata nanti sehingga tugas Anda tidak akan pernah selesai. Di samping berbagai penundaan dan kemalasan, masih banuak lagi yang perlu dilepas dari penjara pikiran Anda. Misalnya saja ketakutan tanpa alasan, rasa tidak percaya diri dan masih banyak lagi hal negatif lain yang semestinya dibebaskan dari pikiran seseorang.

Yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana mengelola penjara mental masing-masing individu.Pandai-pandai memilih mana yang semestinya dilepas dan mana yang harus tetap dipenjara. Contoh Artikel Ilmiah source: Lanterna Education Selain contoh artikel motivasi, ada juga contoh artikel ilmiah yang tidak kalah penting untuk dipahami. Artikel ilmiah merupakan sejenis artikel yang di dalamnya menggunakan bahasa ilmiah dan tentunya sedsuyai dengan bahasa yang ilmiah dan baku.

Dan berikut ini adalah contoh artikel ilmiah yang bisa dijadikan sebagai bacaan dan rujukan Anda. Alasan Mengapa Kurma Menjadi Makanan Terbaik Saat Ramadhan Ramadhan merupakan bulan yang mulia untuk segenap umat Islam.Ada banyak sisi yang berbeda saat bulan Ramadhan yang tidak sebagaimana hari biasa.Ada keseruan tersendiri ketika seseorang tengah menjalankan puasa.Bagi seseorang yang mengaku dirinya beragama Islam, maka berpuasa tentu saja menjadi sesuatu yang wajib.Kecuali bagi orang-orang yang berhalangan untuk melaksanakan puasa.

Hal mengayikkan lainnya ketika bulan puasa adalah ketika seseorang membeli aneka jenis makanan dan juga minuman ketika menjelang buka puasa. Bahkan, tidak jarang ada yang berbagi takjil di bulan penuh berkah ini sehingga di sepanjang jalan akan Anda temui banyak makanan dan minuman yang dibagikan untuk orang-orang yang berpuasa.

Untuk dapat menjalankan puasa selama satu bulan penuh sesungguhnya itu adalah hal yang sulit.Seseorang harus mampu menahan lapar dan juga haus dan itu menjadi tantangan yang amat berat, terlebih ketika awal-awal pelaksanaan puasa. Hal itu sangatlah wajar karena tubuh seseorang tengah beradaptasi dengan sesuatu yang baru dimana sebelumnya aktif sarapan di jam sekian, maka di bulan puasa seseorang harus melakukan sahur.

Akhirnya, perasaan lesu, lelah menjadi hal yang lumrah terjadi. Untuk seseorang yang sedang menjalankan ibadah puasa, selain memastikan bahwa ia sudah melaksanakan sahur dan memperbanyak konsumsi air putih, maka ada juga resep tambahan yang bisa membuat ia bisa tetap melakukan aktifitas. Yaitu dengan mengkonsumsi kurma yang menjadi salah satu tradisi tidak tertulis selama bulan Ramadhan.

Di bulan nan suci dan penuh ampunan ini, penjualan kurma biasanya akan meningkat drastis dan stoknya pun lebih melimpah. Selain rasanya yang manis, buah satu ini juga memiliki berbagai manfaat dan sangat tepat untuk membantu seseorang supaya senantiasa segar dan bugar selama menjalankan ibadah puasa. Kata kurma sendiri telah banyak disebut dalam hadis.Bahkan, Al-Qur’an juga menyebutnya sebanyak 21 kali.Hal ini menjadi bukti bahwa buah kurma merupakan jenis buah yang paling banyak disebutkan di dalam Al-Qur’an sehingga tentu saja buah ini menjadi buah yang spesial di dalam pandangan Islam.

Hadis pun juga menerangkan tentang kurma beserta bagaimana cara memakan kurma saat berbuka puasa, untuk sarapan, untuk campurna minuman tertentu dan untuk dijadikan makanan bayi.

penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah . . .

Tidak hanya itu, Injil pun juga menyebutkan kata kurma sebanyak 51 kali. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti pangan, kurma menjadi makanan yang sangat ideal lantaran ia menyediakan jenis nutrisi esensial yang sangat lengkap sehingga menjadi baik untuk kesehatan. Hasil ini tentu saja mempunyai suatu potensi bahwa kurma dapat dijadikan sebagai bahan makanan terbaik di era mendatang.Di bawah ini adalah beberapa alasan mengapa kurma menjadi makanan yang ideal untuk menjadi menu bulan Ramadhan.

• Berdasarkan hasil dari perbandingan analisa lab USDA dengan produk pangan yang lain seperti beras, bayam, pisang, durian, anggur, apel, buah tin, kentang, mangga dan juga kiwi menunjukkan bahwa kurma mempuyai unsur atau kandungan nutrisi yang paling baik terdiri dari kalori, karbohidrat, serat tertinggi, lemak terendah dan tanpa ada kandungan kolesterol di dalamnya.

Di samping itu, kurma juga memiliki kandungan vitamin yang sangat lengkap yang terdiri dari delapan macam vitamin dan juga kandungan elektrolit dan juga mineral paling tinggi. Bahkan, kurma masih memiliki kandungan Phytonutrients misalnya betacaroten dan 23 Asam Amino.

• Banyak masyarakat yang mulai tertarik untuk mengkonsumsi jenis kurma karena ini menjadi jenis makanan paling sehat. Selain bentuk aslinya, sudah ada sajian luirma yang diolah menjadi suplemen atau makanan sehat tambahan. • Serbuk sari bunga jantan pada kurma sangatlah berguna untuk membantu kesuburan para wanita.

Sementara akar dari kurma sendiri sangat bermanfaat untuk meningkatkan kejantanan pria. Sedangkan untuk saripatinya bisa membantu meningkatkan kesehatan dan layak dikonsumsi untuk semua usia. Cara konsumsi buah kurma ini juga sangat sederhana. Di samping bisa diolah, kurma yang dijual secara luas di pasaran juga dapat dikonsumsi secara langsung.

Akan tetapi, Nabi menyarankan kepada manusia untuk mengkonsumsi buah kurma ini dalam jumlah yang ganjil mulai dari 3, 5 atau 7. Tujuannya adalah agar seseorang bisa terhindar dari adanya sihir pada hari tersebut. Selain tercukupinya nutrisi dalam tubuh Anda, kurma ternyata masih memiliki manfaat yang lain, yaitu untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh orang yang mengkonsumsinya sehingga ia menjadi terhindar dari berbagai macam penyakit.

Dan ketika dikonsumsi saat Ramadhan, tubuh juga akan tetap bugar seharian. Contoh Artikel Kesehatan source: Mental Floss Setelah mengetahui contoh artikel ilmiah, maka selanjutnya akan diulas mengenai contoh artikel kesehatan. Artikel kesehatan ini berisi tentang tips atau cara untuk meningkatkan kesehatan seseorang sehingga ia menjadi tidak mudah terserang penyakit. Tentu saja jenis artikel ini menggunakan bahasa yang ilmiah dan baku.

Dan untuk bisa membuat artikel kesehatan yang baik, hendaknya merangkai kata-kata dengan memakai bahasa yang baik, benar dan mudah dipahami.Berikut ini adalah contoh artikel kesehatan yang bisa dijadikan pengetahuan. Cara Mengelola Stress dan Emosi Negatif Masing-masing orang yang ada di dunia ini pastinya pernah mengalami masalah tertentu, mulai dari masalah kecil hingga masalah besar.Di antara tema yang kerap memunculkan permasalahan dan umum terjadi sekitar masyarakat adalah mengenai cinta, kesehatan dan keuangan.Ujian kehidupan kerap menghampiri seseorang dengan tiba-tiba.Dan itu harus dihadapi karena merupakan suatu realita kehidupan yang tak terhindarkan lagi.

Menghadapi permasalahan yang ada tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan.Juga tidak semudah perkataan bahwa semua masalah ada solusinya.Namun, ada hal yang terkadang unik bahwa solusi untuk suatu masalah kadangkala datang dengan sendirinya. Hal paling penting dan utama untuk dilakukan ketika seseorang dihadapkan pada suatu permasalahan adalah dengan mengutamakan ketenangan diri.Ketenangan diri menjadi patokan utama bagi seseorang untuk dapat berfikir secara jernih karena emosi yang negatif terkadang justru membuat keadaan semakin rumit, bukan malah teratasi.

Artinya, mungkin saja emosi negatif yang Anda luapkan akan memberikan kelegaan dalam diri, namun itu bisa berdampak negatif kepada lingkungan yang ada di sekitar. Masalah yang sudah terjadi dan dihadapi seringkali memberikan dampak negatif untuk kehidupan seseorang.Bahkan tanpa disadari, hal itu kerap membuat seseorang menjadi trauma.Di antara yang menyebabkan hal itu terjadi adalah kurang ikhlasnya seseorang di dalam menerima keadaan.Dan penting untuk diketahui bahwa emosi yang terpendam ternyata bisa menjadi sumbatan tersendiri untuk diri Anda.

Misalnya seseorang diputus cinta oleh kekasih yang sangat dicintai.Adanya rasa kehilangan membuat seseorang tersebut merasa hampa dalam kehidupannya. Bahkan, ia merasakan kesedihan yang berlarut-larut. Tidak jarang pula ia marah-marah dan membanting barang-barang yang terdapat di sekitarnya. Kemudian dia pergi dan menangis di kamar. Hal tersebut sudah pasti membuat keluarga dan juga teman khawatir atasnya.Dan ini merupakan contoh luapan emosi yang negatif terhadap lingkungan sekitar.

Semakin hari, seseorang tersebut akhirnya kembali ceria sebagaimana yang sebelumnya. Akan tetapi, sesudah ia mengetahui fakta adanya orang ketiga, maka iapun merasa trauma dan juga dendam. Dendam terhadap mantan kekasihnya dan trauma dengan yang namanya cinta. Ini menjadi salah satu akibat dari emosi negatif yang diluapkan dan akhirnya menjadi sumbatan dalam diri. Sumbatan emosi yang ada tersebut menjadikan sikap seseorang tidak stabil. Dan apabila hal tersebut dibiarkan, maka bisa berdampak kepada tubuhnya.

Saat emosi tersumbat dan tubuh tidak kuat menahan hal tersebut, maka akhirnya sakit akan melanda. Bisa diawali dengan gejala insomnia kemudian berlanjut kepada depresi yang berlebih sampai asam urat yang naik.

Apabila itu dibiarkan begitu saja, maka di dalam waktu yang lama bisa memunculkan penyakit jantung dan juga kanker. Dan tentu saja ini merupakan jenis penyakit berbahaya yang perlu dicegah sejak ini. Hal tersebut adalah sesuatu yang mendasari bahwa seseorang hendaknya mengelola stress mereka dengan baik sehingga emosi negatif menjadi terkondisikan.

Hal itu disebabkan karena pengelolaan stress yang tidak tepat bisa merusak lingkungan sekitar dan juga diri sendiri dari dalam. Di antara cara yang tepat untuk mengelola stress dan juga emosi negatif adalah dengan memakai writing therapy atau terapi menulis. Terapi menulis ini bisa menjadikan emosi Anda tersalurkan dengan sangat baik.Bahkan, ini bisa menjadi metode pengelolaan emosi yang sangat aman dan tanpa adanya efek samping. Dengan adanya pelepasan semacam ini, stress Anda juga akan berkurang dan emosi pun menjadi kian stabil.

Di samping itu, Anda juga bisa menemukan suatu hikmah dari kejadikan yang ada. Juga bisa menjadi jembatan bagi seseorang untuk lebih instropeksi diri dibandingkan harus mencari kambing hitam. Karena kadangkala seseorang menjadi andil atas berbagai permasalahan yang datang kepada mereka.

Selain itu, terapi menulis juga akan memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar. Anda dan juga orang lain bisa mengambil pekajaran berharga dari masalah yang pernah dialami tersebut di masa mendatang.

Sehingga, ketika di depan nanti ada masalah yang sama menghampiri. Maka tentu saja Anda sudah lebih berpengalaman untuk mengatasinya. Dan penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah.

. saja itu bisa meningkatkan sikap bijaksana Anda. Dengan demikian, masalah akan semakin mudah untuk dihadapi. Terapi menulis ini bisa dilakukan dengan berbentuk grup atau fasilitator tujuannya adalah agar satu sama lainnya bisa semakin menguatkan. Akan tetapi, jika tidak memungkinkan untuk membuat suatu grup, maka Anda pun bisa menuliskan pengalaman dan hikmah yang bisa diambil ari pengalaman tersebut di dalam diary. Bagaimana pun bentuk dari tulisan tersebut tidak perlu dihakimi benar salahnya karena sejatinya itu adalah tempat untuk meluapkan emosi Anda.

Dan tidak pula peduli apakah itu adalah bentuk maki, puisi atau cerita. Sesudah itu, Anda pun bisa menuliskan suatu hikmah dari setiap perjalanan Anda. Juga bisa melihat berbagai tokoh yang menginspirasi yang menuliskan berbagai kegagalan di dalam perjuangan yang akhirnya menjadi kisah sukses masing-masing.

Contoh Artikel Tentang Penyalahgunaan Narkoba Michael Lim-Pelajar SMA Santa Laurensia, Tangerang Selatan Juara III Lomba Menulis Artikel Terkenal Hukum dan HAM Tingkat Siswa SMU/Sederajat Se-Jabodetabek untuk topik : Penangkalan Penyimpangan Narkoba di Kelompok Siswa foto google.com Narkoba. Kata yang kerap kali ditemui di tengah warga, baik tua atau muda, siswa atau karyawan. Banyak orang coba menghindariinya.Pemerintahan memutuskan banyak kebijakan tertentu untuk hentikan peredaran narkoba.

Aparatur penegak hukum telah tangkap bandar, pengedar, dan pengguna narkoba yang paling bermacam umurnya. Tetap, pusat-pusat pemulihan pencandu narkoba sesak penuh dengan beberapa korban penyalahgunaan narkoba, khususnya beberapa siswa. Narkoba seolah jadi hantu yang paling susah dibasmi di kelompok beberapa siswa SMA.

Bila memang ini terjadi terus-terusan dan tidak ada jalan keluar, bagaimana nasib bangsa ini, yang saat ini berada di tangan beberapa siswa SMA, beberapa penerus bangsa Indonesia? Berikut sebagai pertanyaan untuk selekasnya dijawab dengan perlakuan. Apakah itu Narkoba? Beberapa rekomendasi mengenai pemahaman narkoba telah muncul di beberapa media.

Tetapi, dalam tulisan ini cuman akan diulas mengenai pemahaman narkoba pada umumnya. Narkoba, ringkasan dari narkotika dan beberapa obat terlarang, ialah bahan atau zat tertentu yang bisa mempengaruhi keadaan mental atau psikologi seorang, salah satunya pemikiran, penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah.

. ., dan sikap, dan memunculkan keterikatan, baik secara fisik atau psikologi. Narkoba bisa dikelompokkan jadi opium, halusinogen, amfetamin, dan kokain berdasar dampaknya. Opium, ialah kelompok beberapa zat yang mempengaruhi saraf-saraf dalam tubuh hingga saraf jadi kurang sensitif akan stimulan di lingkungan sekitaran. Halusinogen hingga beberapa pemakainya berangan-angan dan berimajinasi hingga rasakan kesan berbahagia seolah tengah mimpi.

Ganja dan LSD terhitung dalam kelompok halusinogen. Amfetamin (shabu-shabu dan ekstaksi) menggerakkan badan manusia untuk bekerja melebihi batasan maksimal badan hingga badan bisa menanggung derita dehidrasi dan beberapa hal yang lain karena pemakaian tenaga yang berlebihan. Kokain berperanan sebagai stimulasi hingga dapat mengakibatkan hati grogi dan kegarangan lebih dari halusinogen. Secara ilmiah, pemakaian narkoba bawa beragam imbas untuk keadaan fisik pemakainya.

Narkoba pada dasarnya akan mengusik konsistensi mekanisme badan manusia, karena narkoba menghalangi produksi hormon-hormon yang dari otak hingga pemakai narkoba akan stop menghasilkan hormon-hormon yang semestinya dibuat dengan alami pada tubuh pemakai narkoba.

Karena bukan hanya mekanisme hormon yang punya pengaruh, tapi semua performa badan, proses ini menyebabkan rusaknya semua mekanisme badan manusia. Berdasar prediksi BNN untuk tahun 2016, ada lebih dari 1,dua juta jiwa pemakai narkoba yang berumur siswa (12-21 tahun).

Selain itu, tiap tahunnya, diprediksi ada 12.000 jiwa yang jiwanya melayang-layang karena overdosis narkoba. Pikirkan saja, dalam 6-7 tahun beberapa siswa ini semestinya bisa lulus kuliah sebagai sarjana, tapi mereka justru mati karena narkoba.

Secara penghitungan, jiwa-jiwa yang mati karena narkoba sepanjang kurun waktu capai angka 84.000 jiwa. Hal itu telah sepantasnya jadi suatu hal yang mendapatkan perhatian khusus, karena mereka menggenggam kunci ke arah masa datang Indonesia. Mereka yang bakal jadi penerus bangsa Indonesia.

Siapa tahu jika 10 dari 84.000 jiwa itu ialah calon doktor Indonesia? Kita tidak tahu. Tapi yang jelas, tanpa penangkalan narkoba, masa datang mereka akan remuk. Begitupun bangsa Indonesia, yang bakal tenggelam dalam arus keruntuhan yang diusung oleh narkoba. Penyimpangan Narkoba dan Efeknya Artikel ini akan mengulas mengenai penyalahgunaan narkoba, tapi saat sebelum mengambil langkah lebih jauh, akan diartikan lebih dulu apakah itu penyalahgunaan narkoba.

Di tulisan ini, penyalahgunaan narkoba, merujuk pada UU no.35/2009 pasal 1, ialah perlakuan yang sudah dilakukan beberapa orang terkait dengan konsumsi narkoba tanpa hak atau mungkin dengan menantang hukum. Dalam pasal 7 dari undang-undang yang serupa, tercatat jika pemakaian narkoba yang legal ialah pemakaian narkoba “untuk servis kesehatan dan/atau peningkatan ilmu dan pengetahuan dan tehnologi”. Pemakaian narkoba di Indonesia benar-benar dikendalikan karena imbas yang dikarenakannya, dan pemakaian untuk maksud wisata bisa disebutkan menantang undang-undang yang berjalan di Indonesia, hingga bisa disebutkan jika pemakaian semacam itu menantang hukum yang berjalan dan bisa dikelompokkan sebagai penyimpangan.

Penyalahgunaan narkoba memiliki imbas yang paling luas. Dalam cakupan yang paling kecil saja, yakni diri kita, telah dijumpai jika narkoba akan mengakibatkan beragam masalah beberapa mekanisme badan. Masalah itu akan mempengaruhi kesehatan badan beberapa pemakainya. Bila masalah kesehatan telah ditemui pada siswa SMA yang berumur belia dan memiliki masa datang yang ceria untuk berbakti pada negara dan jadi masyarakat negara yang bagus, bagaimana jadi Indonesia di masa datang? Negara ini akan dipenuhi oleh beberapa orang yang sakit karena salah gunakan narkoba.

Pada umumnya, narkoba bisa mengganti hidup seorang siswa SMA dan mengantarnya pada terburukan. Seorang siswa SMA telah sepantasnya melakukan pekerjaan sebagai seorang siswa dengan belajar sebisanya dan aktif dalam beragam aktivitas kepemudaan yang lain. Tapi, kenyataannya, pelajar-pelajar yang salah gunakan narkoba untuk beberapa hal wisataonal tidak bisa jalani hidup seperti seharusnya.

Salah satunya narasi riil datang dari seorang berinisial R. R (33) akui pernah memakai narkoba. Saat duduk di kelas 2 SMP, R mulai mencicip barang haram ini. Karena sangat parahnya, seiring waktu berjalan, R akui pernah coba semua tipe narkoba. Pemakaian narkoba olehnya sampai di suatu waktu saat dia berimajinasi benar-benar kronis sampai dianya ketakutan dan tidak berani menyaksikan seseorang.

Dari narasi R ini, bisa disaksikan jika beberapa orang yang konsumsi narkoba akan jalani hidup yang paling percuma, cuman habiskan waktu untuk berimajinasi, tidak untuk bergaul dan berperan ke warga.

Narkoba jadi sumber kepuasan yang pada akhirannya bisa menjadi senjata makan tuan. Disamping itu, narkoba merusak seorang dari sisi ekonomi, tidak perduli umurnya.

Ongkos untuk beli narkoba tidak murah, dan saat seorang siswa telah hidup dengan keterikatan akan narkoba, dia ikhlas lakukan apa saja, halal atau tidak, untuk menghasilkan uang hingga bisa beli narkoba. Contoh riil terjadi di Medan pada seorang pelajar berinisial MI. Untuk menjaga keterikatannya akan sabu-sabu, MI mengambil sepeda motor sekitar 7 biji bila dikumpulkan yang selanjutnya dijualnya untuk beli narkoba.

Terang, beberapa penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah. . perampokan motor semacam ini bawa beberapa siswa jadi kriminal-kriminal dengan mentalitas yang jelek. Bila terus-terusan semacam ini, masa datang bangsa Indonesia akan dipenuhi oleh pencuri-pencuri ulung yang tentu saja menyalahi hukum. Bahkan juga, di tingkat paling tinggi, beberapa orang semacam itu bisa merusak masa datang bangsa dengan mengambil uang rakyat.

Jalan keluar atas Penyimpangan Narkoba Ramainya penyalahgunaan narkoba dengan beragam jenjang, sama seperti yang sudah diulas awalnya, menuntut ada perlakuan nyata yang penting selekasnya dilaksanakan. Di tulisan ini, dijajakan beberapa jalan keluar yang kiranya bisa menangani penyalahgunaan narkoba sama seperti yang sudah penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah. .

di atas. Jalan keluar pertama kali yang bisa diaplikasikan dan bisa dengan cepat diaplikasikan untuk khalayak luas ialah iklan service warga di beberapa media, seperti bioskop dan sosial media.

Argumen diputuskannya bioskop dan sosial media sebagai fasilitas penebaran pesan untuk menahan narkoba ialah karena ke-2 media ini ialah beberapa media yang, pada era ke-21 ini, banyak disukai oleh beberapa siswa seusia SMA. Berdasar data dari We Are Social yang diambil di tahun 2016, dari warga di Indonesia yang sejumlah 259 juta, 30% dari warga itu memakai sosial media.

30% dari keseluruhan pemakai sosial media itu sebagai anak-anak remaja yang berumur 13-19 tahun. Dengan anggapan jika pembagian dari pemakai sosial media remaja untuk tiap usia sama, karena itu bisa disebutkan jika sosial media lumayan banyak dipakai di kelompok siswa. Disamping itu, apa saja yang ditempatkan di sosial media akan cepat menebar ke semua pemakainya, hingga info bisa menebar dengan cepat di kelompok siswa.

Oleh karena itu, sosial media benar-benar bagus untuk menebarkan pesan penangkalan penyalahgunaan narkoba. Selainnya sosial media, bioskop dapat dipakai untuk menebarkan pesan berbentuk iklan service warga untuk menghindar narkoba. Anak muda pada umumnya sukai melihat bioskop karena dipandang ringkas dan benar-benar memiliki makna.

Selain itu, bioskop mempunyai daya magnet tertentu karena tehnologi didalamnya benar-benar hebat hingga memikat angkatan muda, hanya karena dalam bioskoplah mereka bisa rasakan kemelut dari satu film dalam langkah yang unik, dengan sound sistem yang menggelegar dan layar-lebar yang menarik mata. Iklan yang ditebarkan di media itu, entahlah di sosial media atau di bioskop, harus datang dari anak muda sendiri.

Argumen dari hal itu ialah hanya karena anak muda yang mengetahui bagaimana berbicara dengan sesamanya. Beberapa siswa SMA sangat inovatif dan akan munculkan beberapa ide baru terkait dengan menebarkan pesan supaya beberapa siswa SMA menghindar penyalahgunaan narkoba. Karenanya, dengan tempatkan beberapa siswa sebagai aktor khusus dalam perang memberantas penyalahgunaan narkoba, pengutaraan dengan sistem iklan service warga itu diharap bisa menarik beberapa siswa SMA untuk lakukan beberapa hal positif dan menjauhi dari narkoba untuk kebutuhan wisata.

Selainnya pembikinan iklan service warga, harus ada siswa yang berperanan sebagai duta-duta anti narkoba di semua Indonesia. Saat ini, beberapa siswa SMA kerap kali bersahabat dalam kelompok-kelompok persahabatan yang “terbatas”. Oleh karena itu, kerap kali sulit untuk mempengaruhi beberapa orang semacam itu, karena mereka lebih yakin ke rekan mereka sendiri dibanding beberapa pakar.

Mereka lebih yakin pemikiran rekan dibanding hukum yang berjalan dengan cara resmi. Oleh karena itu, memerlukan perwakilan-perwakilan dari tiap barisan itu yang diundang menjadi perwakilan aktivis anti-NAPZA dalam barisan persahabatan mereka.

Penyediaan program semacam ini bisa dilaksanakan pada tingkat propinsi. Tiap propinsi akan diberi ketuanya masing-masing, lalu tiap propinsi akan panggil perwakilan siswa dari tiap kabupaten/kotamadya untuk dikasih penerangan mengenai penangkalan narkoba. Pelajar-pelajar ini bisa melangsungkan beragam acara dan lombanya masing-masing, sesuai kekuatan dari wilayah mereka, dengan arah cukup kelompok-kelompok persahabatan lokal yang berada di sekolah atau di lingkungan warga bisa sama-sama mengingati untuk menghindar penyalahgunaan narkoba.

Keinginannya, kesadaran diri akan ada pada diri masing-masing siswa hingga mereka bisa menghindar narkoba dan tidak menyalahgunakannya. Baca Juga : Contoh teks eksplanasi lengkap dengan strukturnya Karena ada beberapa langkah di atas, yakni pembikinan iklan service warga dan penebaran aktivis anti-NAPZA ke tiap propinsi di Indonesia, dipercaya jika siswa di Indonesia akan terdorong hatinya tidak untuk terperosok dalam pemakaian narkoba.

Catatan penting untuk penerapan beberapa program yang sudah dicatat di atas ialah jika program itu harus dikerjakan secara stabil. Dengan stabilitas penerapan program dan pengamanan dengan optimal, karena itu penyalahgunaan narkoba akan musnah dari Indonesia.

Berikut beberapa langkah yang perlu dilaksanakan untuk Indonesia yang lebih bagus. Seperti kata Soekarno, “Berikan saya 1.000 orangtua, pasti akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan saya 10 pemuda pasti akan kuguncangkan dunia.” Contoh Artikel Pendidikan source: Digital Learning magazine Selanjutnya merupakan contoh artikel pendidikan.

Artikel ini berkaitan dengan pendidikan yang tentu saja bertujuan untuk membentuk pribadi yang cerdas dan berkarakter. Sebenarnya, jenis artikel pendidikan ini hampir sama saja dengan contoh artikel sebelumnya, namun tema dan juga data yang disajikan berbeda. Berikut adalah contoh artikel pendidikan tersebut. Sesuatu yang Perlu untuk Diterapkan agar Kemenangan Tidak Sebatas Angan Suatu tim dalam olah raga misalkan sepak bola tentu saja di dalamnya terdiri dari beberapa orang yang bisa bermain di sebuah lapangan.

Pemain intinya biasanya berjumlah 11 orang dan sekelompok yang lain akan berada di luar dari lapangan pertandingan. Sekalipun antara pemain dan kelompok yang lain tersebut terbilang terpisah, namun sesungguhnya mereka adalah sebuah kesatuan.

Di luar para pemain inti yang tampak di laga pertandingan, masih ada pemain cadangan, dokter, pelatih tim, manager dan masih banyak lagi yang lainnya. Sekalipun yang nampak hanyalah para pemain, namun peran dari individu yang ada di luar lapangan tentu amat diperlukan. Ada gambaran sederhana, yaitu misalnya saja supporter malas untuk memberikan semangat kepada pemain atau bahkan mencemooh dan merendahkan mereka yang ada di lapangan, maka tentu saja para pemain yang ada di lapangan tersebut semangatnya menjadi menurun.

Sekalipun supporter tidak nampak ikut bertanding di area pertandingan, namun mereka mempunyai dampak yang besar atas permainan yang dimainkan oleh tim. Adapun gambaran lainya adalah sejarah dari bangsa Indonesia yang dijajah oleh Belanda dalam waktu kurang lebih 350 an tahun.

penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah . . .

Di antara yang dilakukan oleh Belanda pada saat itu adalah menggunakan strategi pecah belah.Sehingga, berbagai bentuk perlawanan yang dilakukan pada masa penjajahan tersebut amat mudah untuk dipatahkan lantaran sifatnya hanya kedaerahan. Kekalahan atas berbagai perlawanan yang ada terhadap penjajah tidak lain adalah karena tidak adanya koordinasi untuk melawan penjajah antara daerah yang satu dengan daerah yang lain sehingga masing-masing menjadi terpecah dan tidak ada kesatuan. Bayangkan saja seorang superman yang sekalipun kuat harus melawan musuh yang bersatu, tentu saja akhirnya akan kalah.

Sehingga di sini bisa diambil pelajaran bahwa kebaikan yang terpecah belah bisa dikalahkan oleh kejahatan yang terbingkai dalam persatuan. Demikian juga hari ini dimana masing-masing daerah ingin kemerdekaan masing-masing. Tentu saja ini memberikan pengaruh tersendiri kepada Negara Indonesia.Jika hal tersebut dilakukan secara bersama-sama, tentu saja Negara ini menjadi bubar. Oleh karenanya, yang diperlukan adalah suatu bentuk persatuan. Sekalipun perbedaan adalah hal yang niscaya.

Namun dengan adanya perbedaan tersebut justru menjadi saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Persatuan memang amat dibutuhkan sekalipun itu di dalam rumah tangga, perusahaan sampai kepada instansi pemerintah. Tidak hanya itu, di dalam hal agama pun persatuan juga amat dibutuhkan, baik itu yang sesama agama atau yang berbeda agama. Karena jika tidak demikian, perpecahan dan permusuhan akan terjadi dimana-mana.

Sehingga, diperlukan rasa saling menghormati dan juga menjunjung tinggi bekersamaan. Ada banyak fakta uang menjadi bukti kekuatan adanya persatuan, baik itu pada tataran mikro atau makro Indonesia. Misalnya saja dahulu ketika Indonesia dijajah dan akhirnya mendapatkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 muncul karena adanya persatuan, khususnya antara Bung Karno dan Bung Hatta yang sama-sama bersatu.

Jika saat itu tidak ada persatuan bagi para pahlawan di negeri ini, maka kemerdekaan tersebut tentu saja tidak akan berhasil diperoleh.

Ace hardware merupakan satu dari beberapa contoh perusahaan kecilyang bersama-sama membentuk suatu koperasi.Mereka menjual barang kebutuhan bersama untuk pertukaran dan juga perabitan rumah tangga dengan mengangkat satu merk yang dikenal dengan Ace Hardware. Kini, ia menjadi perusahaan kelas dunia.

Sehingga persatuan niscaya diperlukan sekalipun itu dalam rumah tangga. Dengan tidak adanya persatuan, maka rumah tangga tidak akan menjadi harmonis. Akhirnya keluarnya tidak akan menjadi tentram dan damai.

Untuk dapat meningkatkan persatuan itu sendiri, ada banyak hal yang dapat dilakukan.Meski tentu saja persatuan dalam rumah tangga berbeda dengan persatuan di dalam perusahaan atau Negara. Namun, yang bisa diambil dari kesemuanya adalah bagaimana setiap orang bisa menjalankan peran mereka masing-masing.

penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah . . .

Dengan cara yang paling baik. Misalnya saja dalam hal terkecil dalam suatu keluarga, anak sebaiknya mengikuti apa yang sudah menjadi aturan keluarga. Dan untuk orang tua sebaiknya memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya. Untuk menjaga persatuan di dalam tataran Negara, seseorang perlu menjadi seorang warna Negara yang baik.

Tentunya setiap orang harus mengikuti apa yang menjadi aturan pemerintah. Selain itu, juga tidak melakukan berbagai tindakan yang berseberangan dengan norma masyarakat. Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan persatuan adalah dengan meningkatkan kepercayaan kepada pemimpin. Entah itu di dalam sebuah tim olah raga, rumah tangga bahkan Negara. Percaya bahwa pemimpin akan memberikan yang terbaik untuk rakyat yang ada di bawahnya.

Dan untuk pemimpin sendiri tentu saja harus menjalankan kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Bahkan, ada salah satu teori yang menyatakan bahwa semkain besar tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang pemimpin, maka hak pribadinya akan semakin mengecil. Dari pernyataan di atas, hendaknya seorang pemimpin mementingkan kepentingan tim dibandingkan dengan kepentingan pribadi mereka. Karena di antara faktor yang menyebabkan seorang pemimpin terjerat korupsi adalah tidak adanya kesadaran bahwa dengan menjadi pemimpin.

Seharusnya hak pribadi mereka berkurang demi kepentingan rakyatnya. Sehungga bisa diambil pemahaman bahwa peran terbaik seseorang sangat penting dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan antara satu dengan yang lain. Demikianlah ulasan tentang contoh artikel yang bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran Anda. Dengan mempelajari cara membuat artikel dan contoh-contohnya, maka Anda pun bisa membuat artikel dengan mudah dan tentu saja menghasilkan artikel yang baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku.

Semoga artikel di atas memberikan manfaat. 13+ Contoh Artikel Populer Lengkap dengan Tema Ilmiah, Pendidikan & KesehatanMENU MENU • Home • About • Profil Usaha • Sejarah • Contact • Service • Daftar Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Kerjasama Net Promoter • Jasa Pengurusan HAKI • Konsultasi Menulis • Cek Progess Buku • Testimony • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Artikel • Informasi • Dasar Menulis • Cara Menerbitkan Buku • Inspirasi • Memasarkan Buku • Tutorial • Teknik Menulis • Writing Advice • Writing Tools • Free Ebook • Ebook Panduan Buku Ajar (Versi Cepat Paham) • Ebook Premium Gratis • Ebook Menulis Buku Monograf • Ebook Menulis Buku Referensi • Ebook Rahasia Menulis Buku Ajar • Ebook Panduan Menulis Tanpa Plagiarisme • Ebook Self Publishing • FAQ • Promo • Karir Menu • Mulai Dari Sini • Motivasi Menulis • Dasar Menulis • Cara Menulis Buku • Cara Menerbitkan Buku • Panduan Menulis • Menulis Buku • Buku Pendidikan • Buku Ajar • Menulis Karya Ilmiah • Buku Referensi • Buku Teks • Novel • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Book Marketing • Succes Story • Toko Buku Menu • Home • About • Profil Usaha • Profil An Nur Budi Utama • Sejarah • Karir • Service • Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Jasa Pengurusan Haki • Konsultasi Penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah.

. • Pengadaan Buku • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Kerjasama Net Promoter • Promo • Contact Us • FAQ • Artikel • Panduan Menulis • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Succes Story • Book Marketing • Toko Buku Daftar Isi • Pentingnya Mengetahui Cara Menulis Catatan Kaki bagi Anda yang Sedang Menyusun Karya Ilmiah • Pengertian Catatan Kaki • Fungsi Catatan Kaki • Unsur-unsur Catatan Kaki (footnote) • Ketentuan Penulisan Catatan Kaki • Contoh Penulisan Catatan Kaki (footnote) • 1.

penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah . . .

Contoh Catatan Kaki dari Buku • 2. Sumber artikel dalam terbitan berkala (majalah ilmiah, jurnal) • 3. Sumber artikel dalam sebuah buku (kumpulan karangan) • 4. Catatan Kaki Sumber Makalah Seminar • 5.

Sumber Terbitan Pemerintah • 6. Sumber Terbitan Organisasi • 7. Sumber Lisan • 8. Sumber Karya Ilmiah Tidak diterbitkan (LTA, Skripsi, Tesis, Disertasi, dll.) • 9. Catatan Kaki yang Ditulis dari 2, 3, atau lebih banyak pengarang • 10. Catatan Kaki dari Buku Terjemahan • 11. Catatan Kaki dari Koran • Cara Menulis Catatan Kaki • 1. Catatan Kaki berisi URL Panjang [teknik menulis catatan kaki] • 2.

Catatan Kaki Berisi Penjelasan [teknik menulis catatan kaki] • 3. Catatan Kaki Berisi Penjelasan dan Running Notes [teknik menulis catatan kaki] • Menulis Catatan Kaki di Penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah. . Word Cara Menulis Catatan Kaki - Dalam sebuah tulisan tidak jarang kita menemukan catatan di akhir halaman yang disebut catatan kaki atau footnote.

Pentingnya Mengetahui Cara Menulis Catatan Kaki bagi Anda yang Sedang Menyusun Karya Ilmiah Catatan tersebut biasanya terkait dengan penjelasan dari paragraph terkait yang berisi informasi sumber referensi yang digunakan atau catatan penjelas yang menerangkan suatu istilah atau bisa juga gabungan dari keduanya.

Pengertian Catatan Kaki Menurut Keraf (1971:190), catatan kaki adalah berbagai keterangan tambahan dari bagian-bagian naskah tulisan ilmiah yang diletakkan di kaki halaman (di bawah), dan jika keterangan tersebut ditulis di akhir tulisan atau bab.

Pengertian catatan kaki Menurut Prof. Dr. Gorys Keraf dalam bukunya KOMPOSISI Terbitan Nusa Indah, catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan.

Dalam menulis buku, adanya catatan kaki bukanlah semata-mata dimaksudkan untuk menunjuk sumber tempat terdapatnya sebuah kutipan, tetapi bisa digunakan untuk memberi keterangan-keterangan lain terhadap teks. Hubungan catatan kaki dengan teks dijelaskan dengan nomor-nomor penunjukan yang sama baik terdapat pada teks maupun yang terdapat pada catatan kaki itu sendiri. Keterangan yang termuat dapat berupa sumber pustaka yang dikutip atau penjelasan atas istilah yang dikemukakan tepat di halaman itu.

Jika dalam satu naskah terdapat beberapa catatan kaki maka kutipan atau keterangan yang diberi penjelasan diberi nomor-nomor secara berurutan.

Fungsi Catatan Kaki Dianjurkan penggunaannya tidak berlebihan agar tidak terkesan pamer. Penggunaan ungkapan tersebut perlu secara konsisten dan benar. Dimana catatan kaki sebaiknya tidak melebihi sepertiga halaman. Sekiranya halaman tidak memungkinkan, sebagian dari catatan kaki dapat diletakkan di halaman berikutnya.

Beberapa fungsi catatan kaki ( footnote) adalah sebagai berikut: • Untuk menunjukkan atau menguatkan evidensi (pembuktian) semua pernyataan dan keterangan tentang sesuatu yang harus dikuatkan penjelasannya. Keterangan pada footnote adalah menunjukkan tempat dimana evidensi tersebut didapatkan. • Untuk menunjukkan adanya peminjaman atau pengambilan dari bahan yang digunakan. (Untuk fakta-fakta yang bersifat umum tidak perlu diberi footnote).

• Untuk memperluas diskusi suatu masalah tertentu di luar konteks dan teks. • Untuk memberi keterangan atau petunjuk. Misalnya untuk menunjukkan bahan dalam lampiran, atau persoalan-persoalan yang sudah di bahas dalam halaman, sub-bab, atau bab dalam karya ilmiah yang bersangkutan.

• Menjelaskan referensi yang dipergunakan bagi pernyataan dalam teks (reference footnote); • Penjelasan komentar penulis terhadap penyataan dalam teks yang dipandang penting, tetapi tak dapat dinyatakan bersama teks karena dapat mengganggu alur tulisan; • Menunjukkan sumber lain yang membicarakan hal yang sama (content footnote).

Jenis catatan kaki ini biasanya menggunakan kata-kata: Lihat…, Bandingkan…, dan Uraian lebih lanjut dapat dilihat dalam…, dan sebagianya. Baca Juga: • Cara Membuat Daftar Pustaka • Referensi Daftar Pustaka • Menulis Daftar Pustaka yang Benar • Daftar Pustaka Harvard Style Unsur-unsur Catatan Kaki ( footnote) Catatan kaki ( footnote) terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut: • Nama penulis/pengarang, penerjemah, dan editor ditulis lengkap tanpa gelar kesarjanaan.

Untuk penulis yang bukan penulis asli tetap dicantumkan seperti penulis asli, dengan tambahan keterangan di belakang nama tersebut, penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah. . penyusun, penyadur, penterjemah, dan editor. • Judul buku/tulisan ditulis selengkap-lengkapnya, huruf pertama judul dengan besar kecuali kata sambung dan kata depan.

• Tahun penerbitan, tahun berapa sumber kutipan atau referensi diterbitkan atau dipublikasikan. • Nomor halaman, dalam footnote – nomor halaman disingkat “hal” kemudian diikuti dengan nomor halaman yang dikutip dengan sela satu ketukan.

Ketentuan Penulisan Catatan Kaki Ketentuan dan keterangan lebih lanjut mengenai penulisan catatan kaki dapat dilihat dalam uraian berikut. • Catatan kaki berada di bagian bawah halaman. Letaknya dipisahkan dengan garis yang panjangnya empat belas karakter dari margin kiri dan empat spasi dari teks. • Penulisan catatan kaki menggunakan spasi 1 • Catatan kaki diberi nomor.

• Jika ditulis lebih dari satu baris, baris kedua dan seterusnya dimulai seperti margin teks biasa atau tepat pada margin kiri • Jarak antarnomor pada catatan kaki sama dengan jarak spasi teks • Jarak baris terakhir setiap catatan kaki adalah 3 cm dari tepi bawah halaman • Catatan kaki yang terlalu panjang hingga menjangkau halaman selanjutnya tidak diperkenankan.

Untuk menghindarinya, penulis bisa memotong isi tulisan daripada catatan kaki. • Jika catatan kaki mengacu pada sumber yang sama dalam dua nomor berturut-turut tidak perlu ditulis lengkap dengan identitas yang sama. Pada nomor yang terakhir cukup cantumkan “ Ibid”. • Kemudian jika sumber yang sama dipakai dalam nomor yang tidak berurutan atau melompati catatan kaki dengan nomor lain, cukup tuliskan “ cit.” • Nama pengarang dari sumber tidak dibalik, baik nama asing atau nama Indonesia • Jika sumber berupa buku, majalah, atau koran, dan ditulis oleh dua atau tiga orang, maka nama penulis ditulis semua.

• Pengarang yang jumlahnya lebih dari 3 orang bisa ditulis nama pengarang pertama dalam catatan kaki, diikuti “dkk.” atau “ al.” • Pangkat dan gelar tidak ditulis, kecuali gelar kebangsawanan yang memang menjadi bagian dari nama. Teknik Menulis menulis sumber acuan dalam catatan kaki juga tergantung pada gaya penulisan APA, MLA, atau Chicago, dan lain-lain.

Jadi, sebelum Anda menulis catatan kaki, perlu Anda ketahui terlebih dahulu pedoman penulisan teknis yang akan digunakan dalam tulisan Anda. Biasanya, catatan kaki akan banyak digunakan dalam gaya penulisan Chicago untuk menggantikan kutipan dalam badan teks.

Sementara itu, menuliskan catatan kaki juga bisa berguna untuk memberikan informasi tambahan dari suatu bagian teks. Untuk menambahkan informasi dalam catatan kaki, cara yang dilakukan sama persis dengan menuliskan catatan kaki pada kutipan.

Angka catatan kaki bisa juga dicantumkan di tengah kalimat dan di akhir suatu kata untuk menandai adanya keterangan tambahan. Contoh Penulisan Catatan Kaki ( footnote) Berikut ini berbagai contoh penulisan catatan kaki ( footnote) yang berasal dari berbagai bentuk sumber kutipan: 1.

Contoh Catatan Kaki dari Buku Budi Martono, Penyusutan dan Pengamanan Arsip Vital dalam manajemen Kearsipan (Jakarta: Pustaka sinar Harapan, 1994), hlm. 16. 2. Sumber artikel dalam terbitan berkala (majalah ilmiah, jurnal) Gemala Rabi’ah Hatta, “Rekam Medis dan Kesehatan (Medical Records) dalam Kedudukannya sebagai Penunjang Kesehatan Nasional”, dalam Berita Arsip Nasional, No. 26, Juni 1988 (Jakarta: ANRI, 1988), hlm. 8. 3. Sumber artikel dalam sebuah buku (kumpulan karangan) David Roberts, “Managing Records in Special Formats”, dalam Judith Ellis (ed.), Keeping Archives (Victoria: D.W.

Thorpe, 1993), hlm. 387. 4. Catatan Kaki Sumber Makalah Seminar Machmoed Effendhie, “Arsip Sebagai Sumber Informasi dalam Pengambilan Keputusan”, Makalah seminar Apresiasi Kearsipan Pejabat Eselon III dan IV Kabupaten Sleman, 11 September 2001, hlm.

14. 5. Sumber Terbitan Pemerintah Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 1979 tentang Penyusutan Arsip, pasal 6. 6. Sumber Terbitan Organisasi Developing and Oprating a Records retention Programme, ARMA, 1986, hlm. 52. 7. Sumber Lisan Wawancara dengan Mudjono NA, tanggal 13 Oktober 2003 di Kantor Kepatihan Yogyakarta. 8. Sumber Karya Ilmiah Tidak diterbitkan (LTA, Skripsi, Tesis, Disertasi, dll.) Erna Handayani dkk., “Perubahan Pengelolaan Arsip Aktif dari Sentralisasi ke desentralisasi di P.T.

Sari Husada”, LTA D-III Kearsipan Fakultas Ilmu Budaya, UGM, 2000, hlm. 28. 9. Catatan Kaki yang Ditulis dari 2, 3, atau lebih banyak pengarang Biasanya terdapat buku atau tulisan yang ditulis tidak hanya satu orang. Maka untuk mencatat catatan kaki pun harus dengan format yang berbeda. Jika secara kebetulan nama pengarang yang satu sama dengan nama pengarang lain yang buku atau artikelnya digunakan sebagai sumber kutipan, nama diri (given name) perlu disebutkan dalam catatan kaki.

Format penulisan: Nama Pengarang, Judul Buku (Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun Terbit), hlm. Nomor Halaman. Contoh penulisan: • Muhamad Mulkan Fauzi dkk., Jomblo Berdasi (Tasikmalaya: Lingkar Pena, 2014), hlm. 15 • Mahmud Efendi, dkk. BahasAndi Ahmad, Ahmad Suhandi, Media Pembelajaran Interaktif, (Jakarta: Kompas Media, 2012), hlm.

7. • Lega Siarnagama, Rizki Ramadan, dan Khairul Amri, Pembelajaran Bahasa Arab Terpadu, (Indramayu: IAI Press, 2019), hlm.

192. • Wiwin Indarti, dkk, Buku Ajar Geografi, (Jakarta: Airlangga, 2015), hlm. 57 – 59. • Joko Budiman dan Armand Setiadi, Struktur Atom (Jakarta: Bina Sanjaya, 1996), hal. 50-68. • ²Patrick Wesell dan Arnold Jonathan, Anatomy of Atom (New Zealand: Light Pen, 1989), hal. 36-40. • ³Abdul Khalik, Rapi Armad, Bagus Kuncoro, Belajar Bahasa Indonesia, (Surabaya: Dwikarya, 2009), hlm 25. • ¹Sri Utami dkk, Bahasa Inggris Level 5 (Yogyakarta: PT. Gramedia, 2003), hal. penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah.

• ²Mahmud Efendi, dkk. Bahasa dan Sastra Indonesia, (Solo: Citra Aji Pratama, 2008), hlm, 47. • 10Muhammad Sulaiman dan Aizuddinur Zakaria, Jejak Bisnis Rasul (Bandung: Hikmah, 2008), 17. • 14al-Ghazali, Ihya Ulum al-Din (Damaskus: Dar al-Fikr,1980), 98. 10. Catatan Kaki dari Buku Terjemahan Berarti sumber catatan kaki dari buku terjemahan. Format penulisan: ¹Nama Pengarang, Judul Buku, Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Terbit, hlm. Nomor halaman. Contoh penulisan: ¹Muhammad Rab’i, Sejarah Penaklukan Konstantinopel, Terj.

Muhammad Afifuddin dan Mukhtar Rifa’i (Jakarta: Asy-Syariah, 1998), hal. 23. ¹Richard R Bootzin, dkk, Psychology Today: An Introduction, Seventh Edition, (New York: McGraw Hill Inc, 1991), hlm.

497. ¹Multatuli, Max Havelar, atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, terj. H. B. Jassin, (Jakarta: Jambatan, 1972), hlm 99. ¹A.Eko Kadarisman, “Ethnopoetics: The Significance of Linguistic Elements in the Context of Performance”, dalam The Development of TEFL in Indonesia, ed. E.Sadtono (Malang: IKIP, 1997), 38. Baca Juga: 11 Jenis Font untuk Pilihan Desain & Buku 11.

Catatan Kaki dari Koran Catatan kaki dari koran berarti dimana catatan kaki tersebut diambil dari sumber koran. Format Penulisan: ¹Nama Surat Kabar, Tanggal Terbitan, hlm. Nomor Halaman. Contoh: ¹Kompas, 20 Maret 2016, hlm. 27.

Kirana Lita, “Bahasa Jawa dan Aplikasinya”, Tempo, 31 Maret, 2010, hlm. 25. ¹Rizki Satria Yudha, “kebangkitan dalam Genggaman” Fatamorana, Edisi IV, April 2019, hlm. 17 ²Aji santosa, “Peranan Mahasiswa terhadap Pengembangan Kepribadian Bangsa”, dalam Berita Arsip Nasional, No.

8, Juni 1998 (Semarang: INDO, 1998), hlm. 37. ¹Muhammad Adnan, “Peran Serta Orang Tua, Guru dan Lingkungan Dalam Mendidik Moral Anak Studi Kasus Babakan, Yogyakarta” (Paper presented at Seminar Lokakarya Pendidikan MIPA se-Indonesia, Mataram, 2003), Hal.

15. ²Mochtar Naim, ’’Mengapa Orang Minang Merantau?’’ Tempo, 31 Januari 1975, hlm. 36. Pada dasarnya catatan kaki dan daftar pustaka dalam menulis buku sama saja dari sisi referensinya, karena bab referensi, catatan kaki dan penulisan daftar pustaka dibahas berbarengan dalam buku Bahasa Indonesia. namun ada sedikit bedanya cara penulisan dan penekanannya, dalam referensi catatan kaki, selalu mencantumkan nomor halaman dan tidak dalam daftar pustaka.

Dalam menulis buku, penekanan catatan kaki dengan membuat tanda nomor di tulisan dan referensi penjelasannya di halaman yang sama, sedangkan daftar pustaka atau bibliografi semua sumber referensi diletakkan diakhir bab atau diakhir tulisan. Baca Juga: • Contoh Daftar Pustaka Makalah • Penulisan Daftar Pustaka dari Website • Daftar Pustaka Laporan PKL • Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Buku Cara Menulis Catatan Kaki Lebih lanjut, penggunaan teknik menulis catatan kaki sebagaimana telah disinggung di awal setidaknya dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: 1.

Catatan Kaki berisi URL Panjang [teknik menulis catatan kaki] Referensi langsung yang berupa alamat website (URL) panjang dicantumkan, hyperlinknya dihilangkan dan tanggal aksesnya dicantumkan. Jika URL-nya tidak cukup dalam satu baris, pemisahan dilakukan di belakang tanda baca (“/”, “_”, “+”, “=” dan lain sebagainya), angka atau kata tertentu.

Contoh 2. Catatan Kaki Berisi Penjelasan [teknik menulis catatan kaki] Catatan kaki bisa digunakan jika penulis ingin memberi penjelasan tambahan sebuah istilah, frase, kalimat, dan sejenisnya.

Pemakaiannya dengan penjelasan bisa dilihat dalam contoh berikut: 3. Catatan Kaki Berisi Penjelasan dan Running Notes [teknik menulis catatan kaki] Catatan kaki bisa juga digunakan jika penulis inging memberi penjelasan tambahan, lengkap dengan referensinya. Dimana running notes atau referensi langsung adalah penyebutan sumber yang dirujuk (referensi) yang diletakkan di teks utama sebuah karya ilmiah.

Contoh catatan kaki yang menjelaskan suatu teks lengkap dengan referensinya adalah sebagai berikut: Sumber: ( http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/dr-ali-mustadi-mpd/handout-seminar-karya-tulis-ilmiah_2.pdf) Selain itu, penulisannya dilakukan dengan menggunakan beberapa istilah singkatan.

Beberapa istilah singkatan yang sering digunakan yaitu: Ibid. merupakan kependekan dari Ibidem yang artinya “pada tempat yang sama”, dipakai apabila suatu kutipan diambil dari sumber yang sama dengan yang mendahuluinya, yang tidak disela oleh sumber atau footnote lain. Contoh: 1. Arti Op.Cit. Opera Citato atau disingkat Op.Cit. yang memiliki arti “dalam karangan yang telah disebut”, dipakai untuk menunjuk pada suatu buku atau sumber yang disebut sebelumnya lengkap pada halaman lain dan telah diselingi oleh sumber lain.

Apabila nama penulis sama dan buku yang dikutip lebih dari satu, untuk menghindari kesalahan sebaiknya disebutkan sebagian dari judul buku atau sumber tersebut. Contoh: 2. Arti Loc. Cit. Loco Citato yang berarti “pada tempat yang telah disebut” disingkat Loc.Cit.

Istilah ini dipakai untuk menunjuk pada suatu buku atau sumber yang disebut sebelumnya pada halaman yang sama dan telah diselingi oleh sumber lain. Contoh: Sumber:(http://pjih.fh.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/Pedoman-Penulisan-Padjadjaran-Jurnal-Ilmu-Hukum.pdf) Penggunaan istilah pada catatan kaki tersebut pada dasarnya untuk mempermudah penulisan sumber yang sama yang telah disebutkan sebelumnya. Baik sumber yang sama secara berurutan maupun sumber yang sama yang diselingi oleh sumber lain.

Menulis Catatan Kaki di Microsoft Word Catatan kaki mungkin kini sudah mulai digunakan dalam menulis buku atau karya ilmiah. Kebanyakan kutipan dicantumkan dalam teks (in-text) atau dalam bentuk sitasi. Tidak berbeda jauh dengan sitasi, catatan kaki berguna sebagai penyedia informasi tambahan dan kutipan yang dicantumkan di bagian bawah tulisan.

Dalam catatan kaki penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah. . dituliskan informasi tambahan terkait suatu bagian teks untuk menjaga alur tulisan. Terdapat dua tujuan dalam membuat catatan kaki saat menulis buku, yaitu sebagai kutipan dan uraian menjelaskan sesuatu. Teknik menulis catatan kaki dengan Microsoft Word sebagai kutipan dapat dilakukan dengan menempuh beberapa langkah, di antaranya: Menulis kutipan langsung bisa dilakukan dengan cara memberi tanda kutip (“….”) kemudian menuliskan dengan persis sama kalimat-kalimat yang akan dikutip.

Di sisi lain, kutipan tidak langsung ditulis dengan parafrase, yaitu meminjam gagasan lain dan menuliskannya dengan kalimat sendiri. • Meletakkan kursor di ujung kalimat atau tanda titik (.) • Memilih tab References dan klik pada bagian Footnotes.

• Memilih Insert Footnote hingga muncul angka 1 berukuran kecil di kanan atas kalimat. Angka 1 juga akan muncul di bagian bawah halaman. Di bagian bawah atau kaki halaman ini, tuliskan identitas sumber dengan urutan sesuai ketentuan. • Lakukan hal yang sama untuk menuliskan catatan kaki berikutnya. Pada catatan kaki berikutnya akan muncul angka-angka selanjutnya. Buat Anda yang sedang atau ingin menerbitkan buku?

Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara gratis. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri Anda di sini. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang Teknik Menulis Catatan Kaki Anda dapat melihat Artikel-artikel berikut: • Teknik Menulis : Kaidah Penggunaan Catatan Kaki • Mari Mengenal Catatan Kaki dalam Menulis Buku!

• Cara Membuat Buku: Footnote Pada Buku Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS disini!

penulisan judul karangan ilmiah yang tepat adalah . . .

Referensi: • Pedoman Teknik Penulisan Laporan Studi Pustaka, http://skpm.fema.ipb.ac.id/wp-content/uploads/2012/08/pedoman-menulis-laporan-studi-pustaka-111111.pdf • Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah, http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/dr-ali-mustadi-mpd/handout-seminar-karya-tulis-ilmiah_2.pdf • Pedoman Penulisan Padjajaran Jurnal Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Padjajaran.

http://pjih.fh.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/Pedoman-Penulisan-Padjadjaran-Jurnal-Ilmu-Hukum.pdf Artikel Terkait: • Daftar Pustaka Website Pemerintah • Kumpulan Daftar Pustaka dari Internet • Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal • Cara Menulis Daftar Pustaka dari Website

Soal No. 5 - Penulisan Judul Karya Tulis




2022 www.videocon.com