Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan

dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan

MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 7.1.

Sebarkan ini: Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Metode Penelitian Filosofis Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang mewakili paham positivisme, sementara itu penelitian kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang mewakili paham naturalistik (fenomenologis). Untuk lebih memahami landasan filosofis paham positivisme tersebut, berikut ini akan diuraikan secara ringkas aliran faham tersebut.

Positivisme Positivisme merupakan aliran filsafat yang dinisbahkan/ bersumber dari pemikiran Auguste Comte seorang folosof yang lahir di Montpellier Perancis pada tahun 1798, ia seorang yang sangat miskin, hidupnya banyak mengandalkan sumbangan dari murid dan teman-temannya antara lain dari folosof inggeris John Stuart Mill (juga seorang akhli ekonomi), ia meninggal pada tahun 1857.

meskipun demikian pemikiran-pemikirannya cukup berpengaruh yang dituangkan dalam tulisan-tulisannya antara lain Cours de Philosophie Positive (Kursus filsafat positif) dan Systeme de Politique Positive (Sistem politik positif). Salah satu buah pikirannya yang sangat penting dan berpengaruh adalah tentang tiga tahapan/tingkatan cara berpikir manusia dalam berhadapan dengan alam semesta yaitu : tingkatan Teologi, tingkatan Metafisik, dan tingkatan Positif • Tingkatan Teologi (Etat Theologique).

Pada tingkatan ini manusia belum bisa memahami hal-hal yang berkaitan dengan sebab akibat. Segala kejadian dialam semesta merupakan akibat dari suatu perbuatan Tuhan dan manusia hanya bersifat pasrah, dan yang dapat dilakukan adalah memohon pada Tuhan agar dijauhkan dari berbagai bencana. Tahapan ini terdiri dari tiga tahapan lagi yang berevolusi yakni dari tahap animisme, tahap politeisme, sampai dengan tahap monoteisme.

• Tingkatan Metafisik (Etat Metaphisique). Pada dasarnya tingkatan ini merupakan suatu variasi dari cara berfikir teologis, dimana Tuhan atau Dewa-dewa diganti dengan kekuatan-kekuatan abstrak misalnya dengan istilah kekuatan alam. Dalam tahapan ini manusia mulai menemukan keberanian dan merasa bahwa kekuatan yang menimbulkan bencana dapat dicegah dengan memberikan berbagai sajian-sajian sebagai penolak bala/bencana.

• Tingkatan Positif (Etat Positive). Pada tahapan ini manusia sudah menemukan pengetahuan yang cukup untuk menguasai alam. Jika pada tahapan pertama manusia selalu dihinggapi rasa khawatir berhadapan dengan alam semesta, pada tahap kedua manusia mencoba mempengaruhi kekuatan yang mengatur alam semesta, maka pada tahapan positif manusia lebih percaya diri, dengan ditemukannya hukum-hukum alam, dengan bekal itu manusia mampu menundukan/mengatur (pernyataan ini mengindikasikan adanya pemisahan antara subyek yang mengetahui dengan obyek yang diketahui) alam serta memanfaatkannya untuk kepentingan manusia, tahapan ini merupakan tahapan dimana manusia dalam hidupnya lebih mengandalkan pada ilmu pengetahuan.

Dengan memperhatikan tahapan-tahapan seperti dikemukakan di atas nampak bahwa istilah positivisme mengacu pada tahapan ketiga (tahapan positif/pengetahuan positif) dari pemikiran Comte. Tahapan positif merupakan tahapan tertinggi, ini berarti dua tahapan sebelumnya merupakan tahapan yang rendah dan primitif, oleh karena itu filsafat Positivisme merupakan filsafat yang anti metafisik, hanya fakta-fakta saja yang dapat diterima.

Segala sesuatu yang bukan fakta atau gejala (fenomin) tidak mempunyai arti, oleh karena itu yang penting dan punya arti hanya satu yaitu mengetahui (fakta/gejala) agar siap bertindak ( savoir pour prevoir). Manusia harus menyelidiki dan mengkaji berbagai gejala yang terjadi beserta hubungan-hubungannya diantara gejala-gejala tersebut agar dapat meramalkan apa yang akan terjadi, Comte menyebut hubungan-hubungan tersebut dengan konsep-konsep dan hukum-hukum yang bersifat positif dalam arti berguna untuk diketahui karena benar-benar nyata bukan bersifat spekulasi seperti dalam metafisika.

Filosofi penelitian kuantitatif dikembangkan oleh filsafat positivisme dapat dijelaskan dari unsur-unsur dalam filsafat secara umum, yaitu ontologi, epistimologi, dan aksiologi yang pengembangan setiap unsur disesuaikan dengan karakteristik ilmu masing-masing. Ontologi merupakan unsur dalam pengembangan filsafat sebagai ilmu yang membicarakan tentang objek atau materi kajian suatu ilmu. Dalam hal ini, secara ontologis, penelitian kuantitatif hanya akan meneliti semua sasaran penelitian yang berada dalam kawasan dunia empiris.

Epistimologi merupakan unsur dalam pengembangan ilmu filsafat yang membicarakan bagaimana metode yang ditempuh dalam memperoleh kebenaran pengetahuan. Epistimologi yang dikembangkan dalam penelitian adalah bagaimana cara untuk menemukan kebenaran yang koheren atau konsisten. Aksiologi membicarakan tentang sistem nilai suatu ilmu secara filosofis. Dalam hal ini, penelitian kuantitatif menjunjung tinggi nilai keilmuan yang objektif yang berlaku secara umum dan mengesampingkan hal-hal yang bersifat spesifik.

Diagram di bawah ini mengilustrasikan pengembangan filsafat positivisme dalam metode penelitian kuantitatif. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Penelitian Sosial: Pengertian, Definisi, Metode, Tujuan, Ciri Dan Unsurnya Karakteristik Penelitian Kuantitatif • Konsep Dasar Penelitian Kuantitatif Pemahaman konsep dasar penelitian kuantitatif tidak bisa dipahami dari satu aspek tertentu, melainkan harus ditinjau dari beberapa aspek.

Bambang Prasetya dan Lina Miftakhuljannah (2005), mengidentifikasikan konsep dasar penelitian kuantitatif digunakan beberapa konsep, yaitu pendekatan, metode, data, dan analisis (h.24-27).

Keempat konsep di atas mengandung maksud secara konsisten dan saling melengkapi dalam memahami konsep dasar penelitian kuantitatif. Oleh karena itu, konsep dasar penelitian dapat difahami dari beberapa aspek.

• Pendekatan Pendekatan (approach) dimaksudkan suatu strategi memecahkan permasalahan yang melibatkan berbagai komponen yang rumit. Dalam keilmuan termasuk penelitian sering digunakan istilah paradigma (paradigme). Paradigma yang digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah pola berpikir positivistis, merupakan kerangka berpikir secara rasional-hipotesis-empiris. Pencarian bukti empiris melalui pengamatan dijadikan andalan pemecahan masalah, karena merupakan hasil penelitian merupakan kunci kebenaran pengetahuan.

• Metode Kuantitatif Metode disini menunjuk pada prosedur yang lebih bersifat teknis untuk penelitian kuantitatif. Bagaimana cara menjabarkan karakteristik variable dan menemukan keterkaitan antar variable penelitian. • Data Kuantitatif Hasil pengamatan fakta empiri dinyatakan dalam ukuran kuantitatif berupa bilangan, dengan digunakan prinsip dasar matematik menambah, mengurangi, mengkalikan, membagi dsb.

Kemudian dilanjutkan dengan teknik statistic untuk memperoleh satuan-satuan statistic yang diperlukan. • Analisis Kuantitatif Analisa Kuantitatif merupakan pengolahan data dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan digunakan metoda statistika.Statistik dapat dibedakan antara statistik deskriptf dan statistik inferensial. • Asumsi Penelitian Kuantitatif • Asumsi Ontologis Ontologis menunjuk pada obyek ilmu baik materiil maupun formil. • Asumsi Epistimologis Epistimologis dimaksudkan metode yang digunakan suatu ilmu dalam upaya memperoleh pengetahuan yang benar sebagai khasanah ilmu yang bersangkutan.

• Asumsi Aksiologis Aksiologis dimaksudkan nilai (value)atau kemanfaatan ilmu dalam kehidupan manusia. • Asumsi Hakekat Manusia Asumsi hakekat manusia pada prinsipnya manusia diatur oleh pola universal, sehingga karakteristik dan subyektivitas individu tidak diperhatikan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Metode Penelitian Hukum – Pengertian, Macam, Normatif, Empiris, Pendekatan, Data, Analisa, Para Ahli Jenis Metode Penelitian Kuantitatif • Experimental Research (Penelitian Eksperimen) • Penelitan Korelasi (Correlation Research) • Penelitian Komparasi (Causal-Comparative Design) • Penelitian Survey (Survey Research Design) Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Penelitian – Ciri, Sikap, Syarat, Tujuan, Macam, Jenis, Para Ahli Penerapan Penelitian Kuantitatif 1.

Kapan Metode Kuantitatif Digunakan Metode kuantitaf yang dimaksud dalam makalah ini adalah metode survey dan eksperimen. Metode kuantitatif digunakan apabila: • Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas. Masalah adalah merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi, antara aturan dengan pelaksanaan, antara teori dengan praktek, antara rencana dengan pelaksanaan. • Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi.

• Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/treatment tertentu terhadap yang lain. • Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitiannya. • Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur. • Bila ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan, teori dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan produk tertentu.

2. Kompetensi Peneliti Kuantitatif • Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang pendidikan yang akan diteliti. • Mampu melakukan analisis masalah secara akurat sehingga dapat ditemukan masalah penelitian pendidikan yang betul-betul masalah. • Mampu menggunakan teori pendidikan yang tepat sehingga dapat digunakan untuk memperjelas masalah yang diteliti, dan merumuskan hipotesis penelitian.

• Memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitatif, seperti metode survey, ekperimen, action research, expost facto, evaluasi dan R&D. • Memahami teknik-teknik sampling, seperti probabiliti sampling dan nonprobabiliti sampling, dan mampu menghitung dan memilih jumlah sampel yang representatif dengan sampling error tertentu. • Mampu menyusun instrumen baik tes maupun non tes untuk mengukur berbagai variabel yang diteliti, mampu menguji validitas dan reliabilitas instrumen.

• Mampu mengumpulkan data dengan kuesioner, maupun dengan wawancara observasi, dan dokumentasi. h. Bila pengumpulan data dilakukan oleh tim, maka harus mampu mengorganisasikan tim peneliti dengan baik. • Mampu menyajikan data, menganalisis data secara kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan.

• Mampu memberikan interpretasi terhadap data hasil penelitian maupun hasil pengujian hipotesis. k. Mampu membuat laporan secara sistematis, dan menyampaikan hasil penelitian ke pihak-pihak yang terkait. • Mampu membuat abstraksi hasil penelitian, dan membuat artikel untuk dimuat ke dalam jurnal ilmiah.

m. Mampu mengkomunikasikan hasil penelitian kepada masyarakat luas. 3. Proses Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif bertolak darii studi pendahuluan dari objek yang diteliti (preliminary study) untuk mendapatkan yang betul-betul masalah. Masalah tidak dapat diperoleh dari belakang meja, oleh karena itu harus digali melalui studi pendahuluan melalui fakta-fakta empiris. Supaya peneliti dapat menggali masalah dengan baik, maka peneliti harus menguasai teori melalui mmbaca berbagai referensi.

Selanjutnya supaya masalah dapat dijawab maka dengan baik masalah tersebut dirumuskan secara spesifik, dan pada umumnya dibuat dalam bentuk kalimat tanya. Untuk menjawab rumusan masalah yang sifatnya sementara (berhipotesis) maka, peneliti dapat membaca referensiteoritis yang relevan dengan masalah dan berfikir. Selain itu penemuan penelitian sebelumnya yang relevan juga dapat digunakan sebagai bahan untuk memberikan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian (hipotesis).

Jadi kalau jawaban terhadap rumusan masalah yang baru didasarkan pada teori dan didukung oleh penelitian yang relevan, tetapi belum ada pembuktian secara empiris (faktual) maka jawaban itu disebut hipotesis. Untuk menguji hipotesis tersebut penelitian dapat memilih metode/ strategi/ pendekatan/ desain penelitian yang sesuai. Pertimbangan ideal untuk memilih metode itu adalah tingkat ketelitian data yang diharapkan dan konsisten yang dikehendaki.

Sedangkan pertimbangan praktis, adalah tersedianya dana, waktu, dan kemudahan yang lainnya. Dalam penelitian kuantitatif metode yang dapat digunakan adalah metode survei, expost facto, eksperimen, evaluasi, action research, policy research (selain metode naturalistik dan sejarah). Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data dapat berbentuk tes, angket/ kuesioner, untuk pedoman waawancara atau observasi.

Sebelum instrumen digunakan untuk pengumpulan data, maka instrumen penelitian harus terlebih dahulu diuji validitas dan realibilitasnya. Pengumpulan data dilakukan pada objek tertentu, baik yang berbentuk populasi maupun sampel. Bila peneliti ingin membuat generalisasi terhadap penemuannya maka sampel yang diambil harus representatif (mewakili). Setelah data terkumpul, maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik tertentu.

Berdasarkan analisis ini apakah hipotesis yang diajukan ditolak atau diterima atau apakah penemuan itu sesuai dengan hipotesis yang diajukan atau tidak. Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian yang berupa jawaban terhadap rumusan masalah. Berdasarkan proses penelitian kuantitatif di atas maka tampak bahwa proses penelitian kuantitatif bersifat linier, di mana langkah-langkahnya jelas, mulai dari rumusan masalah, berteori, berhipotesis, mengumpulkan data, analisis data, dan membuat kesimpulan dan saran.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perbedaan Kualitatif Kuantitatif – Pengertian, pendekatan, jenis, Penelitian, Desain Perbandingan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode penelitian. Metode kuantitatif sebagai metode ilmiah karena memiliki kaidah – kaidah ilmiah yaitu empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis.

Metode kuantitatif juga disebut metode discovery karena dengan menggunakan metode ini ditemukan dan dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan metode baru.

Sedangkan disebut kuantitatif karena data penelitian berupa angka – dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan dan analisis menggunakan statistik. Penggunaan metode kuantitatif tidak dapat dilepaskan dari pemikiran positivisme. Keyakinan dasar dari paradigma positivisme berakar pada paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas berada (exist) dalam kenyataan dan berjalan sesuai dengan hukum alam ( natural law).

Penelitian berupaya mengungkap kebenaran relitas yang ada, dan bagaimana realitas tersebut senyatanya berjalan. Fry (1981, dalam Ahmad Sonhadji, et al, 1996) membedakan perbandingan antara paradigma penenelitian kualitatif dan kuantitatifseperti dapat dilihat dalam Tabel berikut. Tabel Perbandingan paradigma kualitatif dan kualitatif Paradigma Kualitatif Paradigma Kuantitatif Mengajurkan penggunaan metode kualitatif Menganjurkan penggunaan metode kuantitatif Fenomelogisme dan verstehen dikaitkan dengan pemahaman perilaku manusia dari frame of reference aktor itu sendiri Logika positivisme:”Melihat fakta atau kasual fenomena sosial dengan sedikit melihat bagi pernyataan subyektif individu-individu” Observasi tidak terkontrol dan naturalistik Pengukuran terkontrol dan menonjol Subyektif Obyektif Dekat dengan data:merupakan perspektif “ insider” Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan dari data: data merupakan perspektif “ outsider” Grounded, orientasi diskoveri, eksplorasi, ekspansionis, deskriptif, dan induktif Tidak grounded, orientasi verifikasi, konfirmatori, reduksionis, inferensial dan deduktif-hipotetik Orientasi proses Orientasi hasil Valid: data “ real, “rich, dan “ deep” Reliabel:data dapat direplikasi dan “ hard” Tidak dapat digeneralisasi:studi kasus tunggal Dapat digeneralisasi:studi multi kasus Holistik Partikularistik Asumsi realitas dinamik Asumsi realitis stabil Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif Pengaruh Penerapan Kurukulum Tingkat Satuan Pendidikan Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong Kecematan Saronggi Kabupaten Sumenep Tahun 2009 M A.

Latar Belakang Masalah Allah menciptakan manusia dengan dibekali berbagai macam perasaan ( feeling). Salah satunya adalah perasaan “Ingin Tahu ( idle courocity)” dan perasaan “Tidak Puas” terhadap sesuatu yang ia miliki. Dengan rasa keingintahuannya ia berusaha untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang banyak, dan dengan rasa ketidakpuasannya ia ingin memiliki sesuatu yang lebih.

Manusia adalah makhluk yang dinamis, dan bercita-cita ingin meraih kehidupan yang cemerlang, sejahtera, dan bahagia dalam arti yang luas, baik lahiriah maupun bathiniah, duniawi dan ukhrawi.

Namun cita-cita tersebut tidak mungkin tercapai dan terwujud jika manusia itu sendiri tidak berusaha seoptimal mungkin dalam meningkatkan kemampuannya melalui proses kependidikan, karena proses kependidikan adalah suatu kegiatan secara bertahap berdasarkan perencanaan yang matang untuk mencapai tujuan atau cita-cita tersebut.

Pendidikan adalah yang utama dan terutama didalam kehidupan era masa sekarang ini. Sejauh kita memandang maka sejauh itu pulalah kita harus memperlengkapi diri kita dengan berbagai pendidikan.

Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bahkan mutlak bagi manusia dalam rangka merubah keadaan hidupnya menjadi lebih baik dan terarah. Tanpa pendidikan sama sekali mustahil mereka dapat hidup berkembang sejalan dengan aspirasi (cita-cita) untuk maju, sejahtera dan bahagia menurut konsep pandang hidup mereka.

Dalam kaitannya dengan pendidikan, Lodge (dalam Zuhairini, 2004:10) mengemukakan pengertian pendidikan dalam arti yang luas, yaitu “life is education, and education is life“, akan berarti bahwa seluruh proses hidup dan kehidupan manusia itu adalah proses pendidikan.

Jadi pendidikan bagi manusia merupakan kebutuhan sepanjang hidupnya yang dapat memberikan pengaruh baik dalam menata masa depan yang cemerlang, sejahtera dan bahagia. Selanjutnya dalam arti yang sempit Lodge menjelaskan pengertian pendidikan sebagai berikut : “ in the narrower sense, education is restricted to that functions, its background, and its outlook to the member of the rising generations.

In practice identical with schooling, i.e. formal instruction under controlled conditions “. Dalam arti yang sempit, pendidikan hanya mempunyai fungsi yang terbatas, yaitu memberikan dasar-dasar dan pandangan hidup ke generasi yang sedang tumbuh, yang dalam prakteknya identik dengan pendidikan formal di sekolah dan dalam situasi dan kondisi serta lingkungan belajar yang serba terkontrol.

Dengan pengertian pendidikan diatas, dapat kita pahami bahwa pendidikan formal di sekolah hanyalah bagian kecil saja dari pada pendidikan informal secara umum, tapi pendidikan formal merupakan pendidikan inti yang sangat urgen dan tidak bisa lepas kaitannya dengan proses pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan formal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pendidikan informal dalam lingkungan keluarga.

• Pertama, pendidikan formal di sekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas, bukan hanya berkenaan dengan pembinaan segi-segi moral tetapi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan. • Kedua, pendidikan di sekolah dapat memberikan pengetahuan yang lebih tinggi, lebih luas dan mendalam. Sejarah pendidikan sekolah diawali karena ketidakmampuan keluarga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dan mendalam.

• Ketiga, karena memiliki rancangan atau kurikulum secara formal dan tertulis, pendidikan di sekolah dilaksanakan secara berencana, sistematis, dan lebih mendasar. (Sukmadinata, 2009:2). Jadi pendidikan formal lebih bersifat sistematis dan konsisten berdasarkan berbagai pandangan teoritikal dan praktikal sepanjang waktu sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sehingga secara umum pendidikan dapat mengarahkan peserta didik terhadap peningkatan penguasaan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, pengembangan sikap dan nilai-nilai dalam rangka pembentukan dan pengembangan diri peserta didik tersebut, dan tujuan pendidikan yang meliputi kepentingan, kemaslahatan dan kesejahteraan peserta didik dan masyarakat bahkan tuntutan lapangan kerjapun akan mudah tercapai.

Pendidikan juga suatu proses pembelajaran. Sebab pada kenyataannya proses pendidikan yang dilaksanakan diberbagai lembaga pendidikan banyak dilakukan bahkan tidak lepas dari apa yang namanya proses belajar mengajar. Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar dan mengajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Hal ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar mengajar yang dirancang dan dijalankan secara professional (Fathurrahman, 2007:8).

Sehingga dapat dikatakan bahwa belajar mengajar tidak dapat disepelekan dan diabaikan dalam dunia pendidikan. Salah satu usaha untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan perlu dibuat sebuah kurikulum pendidikan yang nilai relevansinya tinggi, atau kesesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional. Kurikulum ( curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar mengajar (Sukmadinata, 2009:5).

dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan

Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum juga merupakan komponen pendidikan yang mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan dan sebagai acuan dalam setiap satuan pendidikan. Karena kurikulum ini sifatnya urgen maka dibutuhkan perhatian khusus dalam pelaksanaan dan pengembangannya sesuai dengan satuan pendidikan, potensi sekolah, sosial budaya masyarakat dan karakteristik siswa.

Upaya pengembangan kurikulum yang senantiasa dilakukan oleh pemerintah dari tahun ke tahun melahirkan sebuah kurikulum baru yang merupakan pengembangan kurikulum sebelumnya, yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakkan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran yakni sekolah dan satuan pendidikan (Mulyasa, 2007:21). Paradigma baru ini memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah.

Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) ini seorang guru dituntut untuk mampu mengubah sumber pembelajaran ( Learning Resource) menjadi bahan ajar ( Teaching Material), sehingga materi yang diajarkan kepada peserta didik tidak monoton pada buku yang menjadi pegangan di sekolah tersebut serta hal ini akan mengurangi kejenuhan siswa saat belajar.

Dengan demikian proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik, guru bisa memberikan pelajaran dengan bahan ajar dan metode yang variatif sehingga peserta didik merasa nyaman dan materi yang diajarkan menarik untuk dipahami yang pada akhirnya peserta didik bisa terhindar dari kejenuhan. Jika hal ini terjadi disetiap proses belajar mengajar diberbagai lembaga pendidikan maka tujuan pembelajaran bisa tercapai juga, yakni pemahaman optimal, penguasaan, aplikasi yang akurat sehingga tatanan kognitif, afektif dan psikomotorik akan stabil sebagaimana yang diharapkan tenaga edukatif pada umumnya.

Ketiga ranah penilaian tersebut merupakan faktor determinan untuk menentukan sukses tidaknya prestasi belajar siswa dalam sebuah pembelajaran yang mengacu pada sistem pembelajaran KTSP.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. (Mulyasa, 2007:20). Prestasi merupakan hasil yang memuaskan dari segala usaha yang dicapai manusia secara maksimal. Sedangkan belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor (Djamarah, 2008:13).

Sementara yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru (Tu’u, 2004:75).

Sedangkan menurut W.J.S Purwadarminto (1976:767) menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai sebaik-baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal-hal yang dikerjakan atau dilakukan. Berdasarkan pendapat tersebut, dalam penelitian ini prestasi belajar siswa dapat diketahui dari nilai raport peserta didik yang meliputi ketiga aspek diatas sebagai hasil dari sebuah pembelajaran di sekolah.

Jadi peningkatan prestasi belajar siswa yang meliputi ketiga ranah tersebut ( kognitif, afektif, psikomotorik), merupakan orientasi yang diprioritaskan dalam pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan diberbagai sekolah.

Sehingga penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian lebih mendalam dengan mengangkat judul “Pengaruh Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong Kecamatan Saronggi Tahun 2009 “. B. Rumusan Masalah Merujuk pada paparan diatas, maka diambil beberapa rumusan masalah guna pembahasan sebagai batasan penelitian, antara lain : • Apakah penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong?

• Sejauhmana pengaruh penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong? C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian adalah rumusan tentang hal yang akan dicapai oleh kegiatan penelitian (Dhofir, 2000:21).

Berdasarkan permasalahan diatas maka tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah : • Ingin mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong. • Ingin mengetahui sejauhmana pengaruh penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong. D.

Kegunaan Penelitian Kegunaan penelitian adalah follow up penggunaan informasi yang tertera dalam kesimpulan (Dhofir, 2000:21) Dari setiap penelitian yang dilakukan dipastikan dapat memberi manfaat baik bagi objek, atau peneliti khususnya dan juga bagi seluruh komponen yang terlibat didalamnya. Manfaat atau nilai guna yang bisa diambil dari penulisan skripsi ini adalah : • Segi Teoritis a. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam disiplin pendidikan bahwa penerapan dan pengembangan kurikulum sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar yang efektif di lembaga pendidikan sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.

b. Untuk memperkuat teori bahwa penerapan dan pengembangan kurikulum yang baik dapat memicu kreatifitas siswa dalam berprestasi. • Segi Praktis a. Dengan adanya penerapan dan pengembangan kurikulum yang baik dapat mewujudkan lembaga pendidikan yang dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan, produktif, dan berprestasi, serta dapat meningkatkan kreatifitas siswa dalam berprestasi khususnya di SDN Aengtongtong.

b. Sebagai bahan munaqosyah dan bahan dokumen untuk penelitian lebih lanjut. E. Alasan Pemilihan Judul Alasan penulis mengangkat judul ini adalah karena memiliki dua alasan, yakni : • Secara Subjektif a. Lokasi penelitian yang dapat dijangkau dengan mudah b. Pada tahun ini kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sudah diberlakukan disetiap satuan pendidikan termasuk di SDN Aeng tongtong c.

Judul penelitian sesuai dengan disiplin ilmu yang diambil oleh peneliti yaitu Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) • Secara Objektif a. Sejauh pengamatan penulis, judul ini belum pernah ada yang meneliti b. Keberhasilan dalam belajar merupakan idaman setiap orang, karena itulah perlu kejelasan cara meraih sukses melalui penelitian c. Penelitian ini akan bermanfaat sekali untuk pengembangan penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan terhadap kreatifitas siswa berprestasi dalam belajar di SDN Aengtongtong F.

Asumsi atau Postulat Asumsi atau anggapan dasar disebut juga postulat. Menurut Prof. Dr. Winarno Surakhmad M. Sc., Anggapan dasar adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik (Dhofir, 2000:23). Namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Sebelum penelitian ini dilakukan ada beberapa anggapan dasar yang muncul baik dari diri peneliti pribadi atau dari orang lain ataupun dari praktisi pendidikan. • Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntutan dan kebutuhan masing-masing (Mulyasa, 2007:21).

• Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi (Mulyasa, 2007:20). • Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar (http://sunartombs.wordpress.com /2009/05/15/PAKEM Science fu). • Menurut penulis, penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang berdasarkan pada karakteristik dan potensi siswa di sekolah, memungkinkan dapat memicu dan memacu terhadap prestasi belajar siswa secara optimal.

G. Hipotesis Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu gambaran yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto, 1998:67). Karena masalah yang diteliti ini merupakan usaha untuk mencari ada tidaknya pengaruh, maka ada dua hipotesis yang muncul, yakni : • Hipotesis Kerja (Ha) Adanya pengaruh penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong • Hipotesis Nihil (Hi) Tidak ada pengaruh penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 4,5,6 SDNAengtongtong H.

Ruang Lingkup Penelitian Untuk menghindari kesalahpahaman dalam memahami isi skripsi ini, maka penulis perlu membatasi ruang lingkup penelitian sebagai berikut : 1. Ruang Lingkup Materi Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) terhadap prestasi belajar siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong kecamatan saronggi kabupaten sumenep.

Maka untuk mempermudah penulis dalam membahas penelitian ini, perlu kiranya penulis membuat batasan ruang lingkup materi. Adapun permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini adalah terdiri dari dua variable, yakni : Variabel X : Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) No Sub Variabel Indikator 01 Penerapan KTSP 1. Prinsip Pelaksanaan 2. Prinsip Pengembangan KTSP 3. Pengembangan Program 02 Pelaksanaan Pembelajaran 1.

Pre Test 2. Pembentukan Kompetensi 3. Post Test Variable Y : Prestasi Belajar No Sub Variabel Indikator 01 Hasil raport – Dicari angka dalam raport 2. Ruang Lingkup Subjek Subjek penelitian adalah sesuatu yang menjadi kajian pokok penelitian. Maka dari ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong kecamatan saronggi kabupaten sumenep.

3. Ruang Lingkup Lokasi Lokasi adalah tempat sesuatu berada. Maka dalam hal ini adalah tempat subjek berada. Jadi lokasi penelitian ini adalah di desa Aengtongtong kecamatan saronggi kabupaten sumenep. 4. Ruang Lingkup Waktu Waktu adalah masa kapan terjadinya sesuatu.

dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan

Dalam hal ini waktu penelitian adalah pada tahun 2009 M. I. Batasan Istilah dalam Judul Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep Tahun 2009 M “. Sedangkan untuk memperjelas maksud dari judul tersebut dan dalam upaya untuk menghindari kesalahpahaman serta kekeliruan penafsiran tentang judul tersebut, maka penulis ketengahkan arti kata atau istilah yang terdapat dalam judul yang berdasarkan pada pengertian dalam kamus dan standar pengertian umum yang berlaku dengan batasan-batasan.

Kata dan istilah yang perlu penulis ketengahkan sebagai berikut : • Pengaruh : Daya yang ada atau yang timbul dari sesuatu (orang, benda dsb) yang berkuasa atau yang berkekuatan (ghaib dsb). (Purwadarminto, 1976:731). • KTSP : Adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan (BNSP, 2006:10).

• Prestasi : Adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya) (Purwadarminto, 1976:768). • Belajar : Adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor (Djamarah, 2008:13).

J. Kajian Pustaka 1. Tinjauan Teoritis tentang Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan a. Pengertian Kurikulum dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pengertian Kurikulum Sebelum penulis memaparkan pengertian kurikulum tingkat satuan pendidikan alangkah lebih baiknya apabila penulis mengutarakan pengertian kurikulum yang dikemukakan oleh para pakar pendidikan.

Pada zaman yunani kuno, kurikulum dianggap sebagai kumpulan mata-mata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa. Bahkan dalam ligkungan atau hubungan tertentu pandangan lama ini dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan dipakai sampai sekarang.

Banyak orang tua bahkan juga guru-guru kalau ditanya tentang kurikulum akan memberikan jawaban sekitar bidang studi atau mata-mata pelajaran. Lebih khusus mungkin kurikulum diartikan hanya sebagai isi pelajaran.

Pendapat-penadapat yang muncul selanjutnya dari sebagian ahli yang mengartikan kurikulum dalam pengertian yang lebih luas, yakni “Segala usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi didalam maupun diluar sekolah”, atau sejumlah pengalaman yang potensial dapat diberikan oleh sekolah dengan tujuan agar anak dan pemuda dibiasakan berpikir dan berbuat menurut kelompok atau masyarakat tempat ia hidup”, yang kemudian lebih dipersingkat sebagai “Suatu cara mempersiapkan anak-anak untuk berpartisipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyarakat”, atau “segala kegiatan dibawah tanggung jawab sekolah yang mempengaruhi anak dalam pendidikannya” (Alipandie, 1984:117).

Pengertian diatas dapat dipahami bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada dinding-dinding kelas belaka, melainkan lebih diperluas lagi pada luar sekolah. Bahkan ada pula yang berpendapat bahwa segala sesuatu yang mempunyai dampak positif terhadap tingkah laku peserta didik baik yang datang dari sekolah, keluarga maupun masyarakat dapat dipandang bagian dari kurikulum.

Hal ini selaras dengan penafsiran Ronald C. Doll (Dalam Sukmadinata, 2009:4) yang menyatakan : The commonly accepted definition of the curriculum has changed from content of courses of study and list of subjects and courses to all the experiences which are offered to learners under the auspices or direction of the school… Definisi Doll ini tidak hanya menunjukkan adanya perubahan penekanan dari isi kepada proses atau lebih memberikan tekanan pada pengalaman, tetapi juga menunjukkan adanya perubahan lingkup dari konsep yang sangat sempit kepada yang lebih luas.

Hal ini menunjukkan bahwa yang dimaksud pengalaman siswa dalam belajar yang diajarkan ataupun menjadi tanggug jawab sekolah mengandung makna yang cukup luas, yakni mencakup berbagai upaya guru dalam mendorong terjadinya pengalaman tersebut dan memfasilitasinya.

Dalam kaitannya konsep kurikulum yang ditegaskan oleh Ronald Doll, Mauritz Johnson masih dalam buku yang sama mengajukan keberatan terhadap apa yang dikemukakan oleh Doll.

Kemudian Johnson membedakan dengan tegas antara kurikulum dengan pengajaran. Semua yang berkenaan dengan perencanaan dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan pelaksanaan, seperti perencanaan isi, kegiatan belajar-mengajar, evaluasi, termasuk pengajaran.

Sedangkan kurikulum hanya berkenaan dengan hasil-hasil belajar yang diharapkan oleh siswa. Berbeda dengan Hilda Taba, dia berpendapat bahwa ada perbedaan antara kurikulum dan pengajaran, menurutnya bukan terletak pada implementasinya tetapi pada keluasan cakupannya. Kurikulum berkenaan dengan cakupan tujuan isi dan metode yang lebih luas atau lebih umum, sedangkan yang lebih sempit dan lebih khusus menjadi tugas pengajaran (Sukmadinata, 2009:6).

Bagaimanapun rumusan-rumusan pengertian kurikulum diatas, jelaslah bahwa kurikulum harus dipandang sebagai suatu program yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran.

Sedangkan menurut BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), definisi kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (BNSP,2006:7). Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 1 ayat 15, kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan (Muslich, 2008:4).

KTSP merupakan singkatan dari kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi sekolah/daerah, karakteristik sekolah/daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan karakteristik peserta didik. KTSP juga merupakan acuan dan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan berbagai ranah pendidikan (kognitif, psikomotorik, dan afektif) dalam seluruh jenjang dan jalur pendidikan, khususnya pada jalur pendidikan sekolah.

Disamping itu pengembangan kurikulum ini diupayakan dapat dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan wawasan baru terhadap sistem yang berjalan selama ini, dan juga dapat membawa dampak terhadap peningkatan efisiensi dan efektivitas kinerja sekolah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran diberbagai sekolahan.

Penerapan kurikulum 2006 (KTSP) ini menuntut aktivasi dan partisipasi para peserta didik yang lebih banyak dalam proses pembelajaran. Struktur kurikulum tingkat satuan pendidikan berbeda dengan kurikulum sebelumnya, KTSP dirancang sedemikian rupa, sehingga tidak ada lagi jam efektif yang begitu mencolok banyaknya.

Kurikulum sebelumnya, sebagian mata pelajaran memiliki waktu yang banyak, sebagian mata pelajaran yang lain memiliki waktu sedikit dengan alasan urgen dan padatnya materi. Penekanan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) bukan mengejar target materi tetapi memaksimalkan proses dalam pembelajaran dan mengembangkan kompetensi peserta didik, apalah arti bila materi tercapai dengan proses yang tidak maksimal akan tetapi dengan proses pembelajaran yang maksimal akan membuahkan hasil (out put) yang berkualitas.

Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) ini sengaja disusun oleh masing-masing satuan pendidikan supaya terasa lebih familiar dengan guru, karena mereka banyak dilibatkan dan akan merasa memiliki tanggung jawab yang memadai. Dalam KTSP pengembangan kurikulum ini dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta komite sekolah dan dewan pendidikan. Dan dalam pengembangannya harus berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan (SKL), tanpa lepas dari Supervisi Dinas Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab dibidang pendidikan tersebut.

b. Keterkaitan antara Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif (Mulyasa, 2007:9). Kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya, yakni kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang diterapkan sejak tahun 2004, sehingga belum lama KBK diterapkan sudah diganti dengan KTSP yang dianggap sebagai kurikulum baru tahun 2006 ini.

Karena itu muncul istilah plesetan dikalangan pengelola dan pelaku pendidikan di sekolah, seperti KBK singkatan dari kurikulum berbasis kebingungan dan lainnya. Dan terkait dengan kurikulum KTSP ini Badan Standar Nasional (BSNP) telah menyusun panduan penyusunannya tersebut. Sedangkan KBK merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar, serta memberdayakan sumber daya pendidikan. Kurikulum ini disebut KBK karena menggunakan pendekatan kompetensi, dan kemampuan minimal yang harus dicapai oleh peserta didik pada setiap tingkatan kelas dan pada akhir satuan pendidikan dirumuskan secara eksplisit.

Disamping itu, dirumuskan pula materi standar untuk mendukung pencapaian kompetensi dan indikator sebagai tolak ukur terhadap pencapaian hasil pembelajaran. Berdasarkan pemaparan diatas, perbedaan esensial antara KTSP dan KBK tidak ada. Kedua-duanya merupakan seperangkat rencana pendidikan yang berorientasi pada kompetensi dan hasil belajar peserta didik.

Namun perbedaan nampak pada teknis pelaksanaannya saja. KBK disusun oleh pemerintah pusat yang dalam hal ini adalah Depdiknas, sedangkan KTSP disusun oleh tingkat satuan pendidikan masing-masing, yakni sekolah yang bersangkutan walaupun masih didasarkan pada rambu-rambu nasional panduan penyusunan KTSP yang disusun oleh Badan Independen, yakni Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Dengan harapan, jika pada tahun-tahun sebelumnya masing-masing satuan sekolah terkesan terlalu didikte dari atas, maka dengan otonomi yang luas ini penerapan dan pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada berbagai sekolahan mampu memberikan nuansa-nuansa baru sesuai dengan karakteristik sekolah itu sendiri, sehingga dapat melahirkan keunggulan-keunggulan kompetitif dan komparatif. c. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dalam Mulyasa (2007:247) dijelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, kurikulum tingkat satuan pendidikan sedikitnya memperhatikan tujuh prinsip, diantaranya : • 1.

Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. • 2. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu : a.

Belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, b. Belajar untuk memahami dan menghayati, c. Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, d. Belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, e. Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang efektif, aktif, kreatif, dan menyenangkan. • 3. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.

• 4. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan). • 5. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

• 6. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.

• 7. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.

d. Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang kompleks, dan melibatkan berbagai komponen, yang menuntut keterampilan teknis dari pihak pengembang terhadap pengembangan berbagai komponen kurikulum.

Disamping itu dalam pengembangan KTSP ini harus memperhatikan tujuh prinsip pengembangan, diantaranya (Dalam Muhaimin, 2008:21) : • a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. • b. Beragam dan terpadu. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender.

dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan

• c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. • d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk didalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja.

• e. Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan. • f. Belajar sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat yang berkaitan dengan unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal.

• g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. • e. Pengembangan Program Upaya pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai macam pengembangan program.

Dalam (Mulyasa, 2007:249) dijelaskan bahwa pengembangan KTSP mencakup pengembangan program tahunan, program semester, program modul (pokok bahasan), program mingguan dan harian, pengayaan dan remedial, serta program bimbingan dan konseling. • a. Program Tahunan Program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran di setiap kelas yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran tersebut.

Program ini perlu disusun dan dipersiapkan serta dikembangkan sebelum tahun ajaran, karena program ini merupakan pedoman bagi dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan program berikutnya. • b. Program Semesteran Program semesteran berisikan garis-garis mengenai hal-hal yang akan dilaksanakan dan dicapai dalam setiap semester.

Program ini merupakan penjabaran dari program tahunan. • c. Program Mingguan dan Harian Program ini merupakan penjabaran dari program semesteran. Melalui program ini kita dapat mengetahui tujuan-tujuan yang telah dicapai dan yang perlu diulang, serta dapat mengidentifikasi kemajuan peserta didik dalam belajar dan kesulitannya.

Sehingga nantinya kita dapat menemukan solusi pemecahannya dan kesulitan yang dihadapi peserta didik dapat teratasi. • d. Program Pengayaan dan Remedia Program ini dilaksanakan sebagai media tambahan dan tindak lanjut dari analisis yang dilakukan guru mata pelajaran untuk peserta didik dalam proses pembelajaran sekolah dan guru perlu memberikan perlakuan khusus bagi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dengan melalui kegiatan remedial.

Dengan ini peserta didik akan tetap mendapat kesempatan untuk memahami pelajaran dengan lebih baik. Sedangkan pengayaan dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan kepada siswa yang memiliki kemampuan cemerlang dalam menangkap pelajaran serta untuk mempertahankan kecepatan belajarnya.

• e. Program Bimbingan dan Konseling Program ini merupakan suatu program yang disediakan sekolah untuk membantu mengoptimalkan perkembangan siswa (Sukmadinata, 2004:233). Program ini merupakan teknik bimbingan yang menjadi sasarannya bukan hanya terjadinya perubahan tingkah laku, tetapi hal yang lebih mendasar dari itu, yaitu perubahan sikap.

Disamping itu bimbingan dan konseling ini berusaha membantu peserta didik dalam memahami dirinya, mengenal dan menunjukkan arah perkembangan dirinya, menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan serta mengatasi problema-problema yang dihadapinya. • f. Pelaksanaan Pembelajaran Dalam proses pendidikan, pembelajaran merupakan kegiatan yang sangat pokok.

Sehingga dapat dikatakan bahwa sukses tidaknya tujuan pendidikan banyak bergantung kepada proses pembelajaran yang dirancang dan dijalankan secara profesional. Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik (Mulyasa, 2007:255).

Keberhasilan suatu proses sangat didukung oleh faktor-faktor penunjang yang berada disekitar (lingkungan) proses, demikian juga sebaliknya lingkungan sekitar proses yang tidak baik dapat mengganggu proses itu bekerja maksimal (Yamin, 2007:60). Proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik (guru), dan lingkungan sangat menentukan terhadap lancarnya pelaksanaan di sekolah.

Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. Guru adalah komponen utama yang sangat berpengaruh dalam mengkondisikan lingkungan pembelajaran yang nenunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Dan pelaksanaan pembelajaran berbasis KTSP mencakup tiga hal, yakni pre tes (tes awal), pembentukan kompetensi, dan post test. a. Pre Tes (tes awal) Pre tes merupakan kegiatan pendahuluan dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

Pre tes ini memiliki banyak kegunaan selain untuk mengetahui kadar kemampuan dan pemahaman peserta didik pada materi yang lalu. Dalam Mulyasa (2007:255), dikemukakan beberapa kegunaan dari pre tes tersebut, diantaranya: • 1.

Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar, karena dengan pre tes maka pikiran mereka akan terfokus pada soal-soal yang harus mereka kerjakan.

• 2. Untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil pre tes dengan post test. • 3. Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai kompetensi dasar yang akan dijadikan topik dalam proses pembelajaran. • 4. Untuk mengetahui dari mana seharusnya proses pembelajaran dimulai, kompetensi dasar mana yang telah dikuasai peserta didik, serta kompetensi dasar mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus.

Untuk mencapai hasil yang ketiga dan yang keempat dari hasil pre tes, maka harus segera dilaksanakan pemeriksaan secara cepat dan cermat sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. b. Pembentukan Kompetensi Pembentukan kompetensi merupakan kegiatan inti dari pelaksanaan proses pembelajaran, yakni bagaimana kompetensi dibentuk pada peserta didik, dan bagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan (Mulyasa, 2007:256).

Dalam pembentukan kompetensi ini harus dilakukan dengan tenang dan menyenangkan. Dan hal ini menuntut keaktifan dan kekreatifan guru dalam menciptakan suasana yang kondusif. Kualitas pembentukan kompetensi dapat dilihat dari segi proses dan dari segi hasil. Dapat dikatakan berhasil dari segi proses apabila seluruh atau sebagian besar peserta didik dapat terlibat secara aktif baik fisik, mental dan sosial dalam proses pembentukan kompetensi dasar. Sedangkan dari segi hasil dapat dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku pada diri peserta didik secara keseluruhan atau sebagian besar.

Proses pembelajaran yang dilakukan hendaknya disampaikan dengan menggunakan metode dan strategi pembelajaran yang kondusif, agar peserta didik dapat mengembangkan kompetensi dasar dan potensinya secara optimal. Sehingga akan dengan mudah peserta didik menyesuaikan diri dengan masyarakat setelah lulus dari jenjang pendidikan tertentu.

c. Post Test Setelah pembentukan kompetensi terwujud, maka langkah yang harus dilakukan oleh guru adalah melaksanakan post test untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman peserta didik dalam menyerap ilmu selama berlangsungnya suatu pembelajaran. Dalam melaksanakan post test seorang pendidik/guru bisa memberikan pertanyaan-pertanyaan secara langsung kepada peserta didik atau dengan cara mempresentasikan kembali apa-apa yang sudah dijelaskan atau diterangkan selama proses pembelajaran berlangsung.

Dibawah ini terdapat beberapa fungsi post test yang dikemukakan oleh Mulyasa (2007:257) sebagai berikut : • 1. Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan, baik secara individu maupun kelompok.

Hal ini dapat diketahui dengan membandingkan antara hasil pre tes dan post tes. • 2. Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik, serta kompetensi dan tujuan-tujuan yang belum dikuasainya. Sehubungan dengan ini, apabila sebagian besar peserta didik belum menguasainya maka dilakukan pembelajaran kembali (remedial teaching). • 3. Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial, dan yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan, serta untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar yang dihadapi.

• 4. Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi yang telah dilaksanakan, baik terhadap perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi.

2. Tinjauan Teoritis tentang Prestasi Belajar Sebagai landasan untuk memahami tentang pengertian prestasi belajar, disini perlu penulis paparkan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan prestasi, dan apa yang dimaksud dengan belajar, serta berbagai definisi tentang prestasi belajar yang dikemukakan oleh para pakar pendidikan (ilmuwan). • a. Pengertian Prestasi Kebutuhan untuk berprestasi adalah merupakan harapan dan cita-cita setiap peserta didik dalam sebuah pembelajaran. W.J.S Winkel Purwadarminto (1976:768) mengartikan, “Prestasi adalah hasil yang dicapai”.

Sedangkan sebagian ahli mendefinisikan prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Dari pendefinisian prestasi diatas, dapat penulis simpulkan bahwa prestasi adalah segala usaha yang dicapai seseorang secara maksimal dan memuaskan sebagai hasil dalam melakukan suatu kegiatan. • b. Pengertian Belajar Terkait dengan pengertian belajar, banyak para ahli yang mendefinisikannya. Salah satunya adalah Cronbach dalam (Djamarah, 2008:13) berpendapat bahwa belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.

Sedangkan Howard L. Kingskey mengatakan bahwa belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. Dua pendapat tersebut serujuk dengan apa yang dikatakan oleh Ahmadi (2005:17), bahwa belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan pelatihan.

Sedangkan M. Sobry Sutikno (Dalam Fathurrohman, 2007:5) mengartikan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Dari beberapa penafsiran tentang belajar yang dikemukakan oleh oleh para pakar pendidikan diatas, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan proses usaha seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang dihasilkan dari pengalaman dan praktek (pelatihan) didalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Tentunya perubahan tersebut menyangkut ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. • c. Pengertian Prestasi belajar Sebelum penulis paparkan definisi prestasi belajar, terlebih dahulu akan dipaparkan definisi prestasi akademik. Prestasi akademik adalah hasil belajar yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran di sekolah atau di perguruan tinggi yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian (Tu’u, 2004:75).

Sementara masih dalam buku yang sama, prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Sedangkan menurut W.J.S Purwadarminto (1976:767) menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai sebaik-baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal-hal yang dikerjakan atau dilakukan. Berdasarkan pendapat tersebut, prestasi dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai peserta didik dalam proses pembelajaran.

• d. Macam-Macam Prestasi Prestasi belajar yang diperoleh peserta didik merupakan hasil belajar yang dicapai pada waktu-waktu tertentu dalam sebuah pembelajaran yang meliputi beberapa aspek yang berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik sendiri.

Benyamin Bloom dalam (Sudjana, 2009:22) mengklasifikasi hasil belajar menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, afektif, dan psikomotoris. Ranah kognitif, berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Ranah afektif, berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi.

Ranah psikomotoris, berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak, yang terdiri dari enam aspek, yakni gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau ketetapan, gerakan keterampilan kompleks, dan gerakan ekspresif dan interpretatif.

• e. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Dalam upaya meningkatkan prestasi belajar, perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah segala bentuk aktivitas yang dilakukan oleh seseorang baik berupa dorongan ataupun hambatan.

Dalam Ahmadi (2005:105) disebutkan dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar peserta didik, diantaranya : 1.

Faktor Intern Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri, hal ini meliputi : • a. Kecerdasan (intelegensi) Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang • dihadapinya. b. Bakat Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. • c. Minat Minat adalah kecenderungan yang mantap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu.

• d. Motivasi Motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu (Sutikno, 2007:19). 2. Faktor Ekstern Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya dari luar diri peserta didik (siswa), yang meliputi : • a.

Keadaan Keluarga Keluarga seringkali disebut sebagai lingkungan pertama, sebab dalam lingkungan inilah pertama-tama anak mendapatkan pendidikan, bimbingan, asuhan, pembiasaan, dan latihan. Keluarga bukan hanya menjadi tempat anak dipelihara dan dibesarkan tetapi juga tempat anak hidup dan dididik pertama kali (Sukmadinata, 2004:6) • b.

Keadaan Sekolah Sekolah sering disebut sebagai lingkungan kedua setelah keluarga. Disamping itu sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Karena tidak seperti dalam lingkungan keluarga, di sekolah ada kurikulum sebagai rencana pendidikan dan pengajaran, ada guru-guru yang lebih profesional, ada sarana-prasarana dan fasilitas pendidikan khusus sebagai pendukung proses pendidikan, serta ada pengelolaan pendidikan yang khusus pula yang semua itu dapat memacu dan memicu siswa untuk belajar yang lebih giat lagi.

• c. Lingkungan Masyarakat Lingkungan masyarakat merupakan lingkungan ketiga setelah keluarga dan sekolah. Lingkungan masyarakat juga merupakan salah satu faktor yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dalam proses pelaksanaan pendidikan. Sebab dalam kehidupan sehari-hari anak lebih dominan bergaul dengan lingkungan alam sekitar dimana anak berada, sehingga hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan pribadi anak.

K. Metode Penelitian 1. Rancangan Penelitian Dalam kegiatan penelitian, kerangka atau rancangan penelitian merupakan unsur pokok yang harus ada sebelum proses penelitian dilaksanakan. Karena dengan sebuah rancangan yang baik pelaksanaan penelitian menjadi terarah, jelas, dan maksimal.

Terkait dengan penelitian ini, maka penulis menggunakan jenis penelitian korelasional kuantitatif, yaitu sebuah penelitian yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data, serta penampilan dari hasilnya yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara dua variabel (Arikunto, 2006:270).

2. Teknik Penentuan Subjek Penelitian Penelitian ini adalah penelitian populasi, dimana seluruh populasi merupakan sample. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang mencakup semua elemen dan unsur-unsur (Dhofir, 2000:36).

Sedangkan sampel masih dalam buku yang sama, adalah sebagian subjek penelitian yang memiliki kemampuan mewakili seluruh data (populasi). Dalam hal ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas 4,5,6 SDN Aengtongotong Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep Tahun 2009 M. No Kelas Populasi Sampel 01 I 8 – 02 II 16 – 03 II 11 – 04 IV 14 14 05 V 13 13 06 VI 16 16 3. Teknik Pengumpulan data Teknik pengumpulan data adalah cara yang dipakai untuk mengumpulkan data dengan menggunakan metode-metode tertentu.

Metode-metode yang akan digunakan dalam penelitian ini, antara lain : • a. Metode Angket Angket adalah suatu teknik atau alat pengumpul data yang berbentuk pertanyaan-pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis pula (Sukmadinata, 2004:271). Metode ini digunakan untuk mencari dan menyaring data yang bersumber dari responden. • b. Metode Wawancara Wawancara atau interview merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara tatap muka, pertanyaan diberikan secara lisan dan jawabannyapun diterima secara lisan pula (Sukmadinata, 2004:222).

Dengan metode ini peneliti dapat langsung mengetahui reaksi yang ada pada responden dalam waktu yang relatif singkat. • c. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah “mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, legger, agenda dan sebagainya” (Arikunto, 1998:236).

Metode dokumenter ini digunakan untuk memperoleh data di SDN Aengtongtong, baik dari segi jumlah siswa, nilai dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan, struktur sekolah, denah sekolah, yang kesemuanya itu menunjang terhadap proses penelitian ini. 4. Teknik Analisis Data Teknik analisis data merupakan pengelolaan data dari data-data yang sudah terkumpul.

Diharapkan dari pengelolaan data tersebut dapat diperoleh gambaran yang akurat dan konkrit dari subjek penelitian. Penulis juga menggunakan statistik guna membantu analisa data sebagai hasil dari penelitian ini. Dalam penelitian ini yang menjadi Variabel X adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, sedangkan Variabel Y adalah Prestasi Belajar Siswa Kelas 4,5,6 SDN Aengtongtong Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep Tahun 2009 M.

Adapun rumus korelasi yang digunakan adalah Product Moment, dengan alasan karena penelitian ini terdiri dari dua variabel yang interval. Rumus product momentnya adalah sebagai berikut : ∑xy π xy = √(∑x²) (∑y²) Keterangan : • π xy = Kofisien korelasi antara gejala X dan gejala Y • ∑xy = Jumlah product X dan Y • ∑x² = Jumlah gejala x kecil kuadrat • ∑y² = Jumlah gejala y kecil kuadrat DAFTAR PUSTAKA • Bambang Prasetyo & Lina Miftanul Jannah (2005).

Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Raja Grafindo. • Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:Alfabeta • Widodo, T. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif. Surakarta.:LPP UNS Press • Ahmadi, Abu; 2005. Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Pustaka Setia • Alipandie, Imansjah; 1984. Didaktik Metodik Pendidikan Umum, Surabaya: Usaha Nasional • BNSP; 2006. Panduan Penyusunan KTSP • Dhofir, Syarqowi; 2000. Pengantar Metodologi Riset Denagn Spektrum Islami, Prenduan: Iman Bela • Djamarah, Syaiful Bahri; 2008.

Psikologi Belajar, Jakarta: Renika Cipta • Fathurrohman, Pupuh; 2007. Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Refika Aditama • Http://sunartombs.wordpress.com /2009/05/15/PAKEM Science fu • Muhaimin et. Al; 2008. Pengembangan Model KTSP Pada Sekolah & Madrasah, Jakarta: Rajawali Press • Mulyasa, E; 2007. Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan Suatu Panduan Praktis, Bandung: Remaja Rosdakarya • Muslich, Masnur; 2008.

KTSP Dasar Pemahaman dan Pengembangan, Jakarta: Bumi Aksara • Purwadarminto, W.J.S Winkel; 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka • Sudjana, Nana; 2009.

Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja Rosdakarya • Sukmadinata, Nana Syaodih; 2004. Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya • Sukmadinata, Nana Syaodih; 2009. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, Bandung: Remaja Rosdakarya • Tu’u, Tulus; Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa, Jakarta: PT. Grasindo • Yamin, Martinis; 2007. Desain Pembelajaran Berbasis KTSP, Jakarta: GP Press • Zuhairini; 2004.

Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara Sebarkan ini: • • • • • Posting pada S1, S2, Umum Ditag 8 jenis penelitian kualitatif, bab 3 metode penelitian kuantitatif, bab 4 penelitian kuantitatif, buku metode penelitian kualitatif, buku metode penelitian kuantitatif arikunto, buku metodologi penelitian pdf, Ciri-Ciri Penelitian Kuantitatif, contoh bab iii metode penelitian kualitatif, contoh jenis penelitian bab 3, contoh kuantitatif, contoh metode kuantitatif, contoh metode penelitian kuantitatif, Contoh penelitian kualitatif dan kuantitatif, contoh penelitian kuantitatif pdf, jenis metode penelitian kuantitatif, Jenis Penelitian Kualitatif, jenis penelitian kuantitatif, jurnal penelitian kuantitatif ekonomi, jurnal penelitian kuantitatif kesehatan, jurnal penelitian kuantitatif komunikasi, jurnal penelitian kuantitatif pdf, Karakteristik Kuantitatif Penelitian, karakteristik penelitian kuantitatif, kelebihan dan kekurangan metode kualitatif, kualitatif deskriptif, kumpulan contoh penelitian survey, latar belakang kualitatif dan kuantitatif, makalah penelitian kualitatif, makalah penelitian kuantitatif, metode kualitatif adalah, metode kuantitatif dalam sosiologi, metode kuantitatif pdf, Metode Penelitian Kuantitatif, metode penelitian kuantitatif menurut para ahli, metode penelitian kuantitatif pdf, metode penelitian survey pdf, metode wawancara atau interview, metodologi penelitian kuantitatif pdf, penelitian kualitatif menurut para ahli, penelitian kuantitatif adalah menurut ahli, penelitian kuantitatif menurut para ahli, penelitian kuantitatif menurut sugiyono, penelitian kuantitatif pdf, pengertian metode penelitian kuantitatif menurut suharsimi arikunto, pengertian penelitian kualitatif, Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif, rekomendasi buku metodologi penelitian, Sejarah Penelitian Kuantitatif, skripsi metode penelitian kuantitatif pdf, teori penelitian kuantitatif Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com Tahapan prosedur penelitian adalah salah satu aspek penting yang harus dipelajari dalam metodologi penelitian.

Dalam melakukan penelitian ilmiah, kita harus mengetahui dan mempelajari apa saja yang perlu kita siapkan dan lakukan dalam penelitian ilmiah. Hal inilah disebut tahapan prosedur penelitian. Apa sajakah yang termasuk dalam tahapannya? Ada beberapa versi yang memaparkan mengenai tahapan prosedur penelitian. Secara umum, tahapan prosedur penelitian dibagi dalam tiga tahap. Yang pertama, tahap persiapan atau perencanaan. Yang kedua, tahap pelaksanaan penelitian.

Dan yang ketiga adalah tahap membuat laporan penelitian. Dari ketiga tahapan itu, secara lebih detail dipaparkan dalam beberapa tahapan. Di antaranya, Memilih Masalah, Studi Pendahuluan, Merumuskan Masalah, Anggapan Dasar, Memilih Pendekatan, Variabel dan Sebaran Data, Menyusun Instrumen, Mengumpulkan Data, Analisis Data, Menarik Kesimpulan, dan Menulis Laporan. Daftar Isi • 1 Tahap Prosedur Penelitian 1: Persiapan dan Perencanaan Penelitian • 1.1 Menentukan Topik dan Masalah Penelitian • 1.2 Membuat Studi Pendahuluan • 1.3 Merumuskan Masalah • 1.4 Membuat Anggapan Dasar / Hipotesis • 1.5 Memilih Pendekatan • 1.6 Menentukan Variabel dan Sebaran Data • 1.7 Menyusun Instrumen Penelitian • 2 Tahap Prosedur Penelitian 2: Pelaksanaan Penelitian • 2.1 Mengumpulkan Data Penelitian • 2.2 Melakukan Analisis Data • 2.3 Menarik Kesimpulan • 3 Tahap Prosedur Penelitian 3: Menulis Laporan Penelitian • 3.1 Gaya Selingkung Penulisan • 3.2 Sasaran Pembaca Laporan Penelitian • 3.3 Batasan Waktu Penelitian • 3.4 Kerahasiaan Identitas Informan atau Sumber Informasi • 3.5 Jumlah Halaman • 3.6 Netral • 3.7 Menyajikan Fakta • 3.8 Objektif • 3.9 Sistematis • 3.10 Logis Tahap Prosedur Penelitian 1: Persiapan dan Perencanaan Penelitian Sumber: jcomp on Freepik Pada tahap ini, terlebih dahulu kita harus menyiapkan dan merencanakan beberapa hal sebelum melakukan penelitian.

Penelitian perlu didesain sedemikian rupa agar dalam prosesnya, kita telah meminimalisir terjadinya hal-hal atau hambatan yang belum kita pikirkan akan terjadi. Dalam tahapan ini, beberapa hal yang perlu kita siapkan antara lain: Baca juga: Mengenal Penelitian Eksperimen Menentukan Topik dan Masalah Penelitian Tahapan prosedur penelitian yang paling awal adalah menentukan topik dan masalah penelitian yang akan diteliti.

Masalah, dalam kerangka ilmiah didefinisikan sebagai kesenjangan antara harapan ( das sollen) dan kenyataan ( das sein), baik kesenjangan antara teori dengan praktik, antara rencana dengan implementasi, atau antara aturan dengan pelaksanaan. Inilah yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian. Masalah penelitian akan lebih mudah ditentukan dan dipilih, jika kita telah mengajukan beberapa pertanyaan tentang topik penelitian terhadap diri kita sendiri.

Di antaranya adalah, manageble topic, obtainable data, significancy of topi dan interested topic. Apakah itu? • Apakah topik yang ditentukan itu dapat kita jangkau dan kita kuasai? • Apakah bahan-bahan atau data-data tersedia dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan cukup? • Apakah topik yang kita pilih penting untuk diteliti?

• Apakah topik itu penting untuk kita teliti? Setelah mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu kita ajukan kepada diri kita dan kita berhasil mendapatkan jawaban yang tepat, barulah kita dapat memilih masalah penelitian sesuai dengan topik penelitian yang kita ambil.

Dalam menentukan masalah penelitian, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah: Novelty atau Kebaruan Masalah Penelitian Kebaruan masalah dalam hal ini berarti bahwa masalah yang sedang diteliti belum pernah diteliti oleh orang lain.

Lebih baik lagi jika topik serta masalah yang diteliti masih hangat, sehingga penelitian yang dilakukan akan memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Banyak ditemukan masalah penelitian yang digunakan berulang kali, tetapi biasanya ada perbedaan tertentu yang membedakan satu penelitian dengan penelitian lain meskipun masalah yang diangkat sama. Perbedaan ini akan nampak pada rumusan masalah yang akan menjadi guide atau panduan dalam melakukan penelitian.

Memiliki Nilai Kebermanfaatan Masalah penelitian yang diambil harus memiliki nilai kebermanfaatan tertentu, baik bersifat praktis maupun akademis atau yang bersifat memperkaya khasanah keilmuan.

Hindari memilih masalah penelitian yang kita sendiri tidak tahu apa manfaat yang akan diberikan dari hasil penelitian kita. Sebab, ini dapat dianggap sebagai penghamburan sumber daya tanpa manfaat yang bermakna. Memiliki Fisibilitas Artinya, masalah yang diambil dapat dipecahkan, diselesaikan dan dijawab melalui penelitian yang dilakukan.

Tetapi, perlu diperhatikan juga mengenai ruang lingkup masalah penelitian. Ruang lingkup yang terlalu luas akan memberikan hasil yang kurang jelas dan terkesan menghamburkan sumber daya.

Sedangkan, masalah yang terlalu sempit juga hanya akan memberikan hasil yang kurang berbobot. Sesuai dengan Kemampuan Peneliti Dalam memilih masalah penelitian, baiknya kita memperhitungkan kemampuan kita di bidang yang akan kita teliti. Artinya, sebaiknya kita memilih masalah penelitian dalam bidang yang kita kuasai. Sebab jika tidak, hasil penelitian yang kita lakukan tidak akan dapat dipertanggung jawabkan secara akademis maupun praktis.

Aktual Aktualitas masalah penelitian ini artinya masalah yang diteliti benar-benar terjadi di masyarakat atau pada populasi penelitian. Meskipun, tidak terjadi pada seluruh populasi, tetapi masalah benar-benar terjadi pada subjek penelitian. Misalnya, seorang mahasiswa ingin meneliti gangguan konsep diri pada pasien yang mengalami hemodialisis berulang.

Maka sebelumnya mahasiswa tersebut terlebih dahulu harus melakukan observasi atau survei dan berhasil membuktikan bahwa masalah itu memang benar terjadi, meskipun tidak pada semua pasien. Urgent Masalah penelitian yang diambil harus memiliki urgensi tertentu kenapa ia perlu diteliti. Nilainya akan lebih bagus lagi jika masalah yang sedang diteliti akan memberikan impact tertentu.

Juga, jika tidak segera ditemukan solusi atau jawabannya, akan memberikan dampak buruk terhadap masyarakat. Membuat Studi Pendahuluan Dalam prosedur penelitian ilmiah, studi pendahuluan dilakukan setelah menentukan topik dan masalah yang akan diteliti.

Studi pendahuluan merupakan proses mengumpulkan data awal tentang berbagai dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan mengenai rencana penelitian yang akan dilakukan, baik dalam aspek rencana penelitian di lapangan maupun studi kepustakaan.

Studi pendahuluan ini dilakukan dalam rangka mendalami masalah secara lebih intensif dan sistematis sebagai tahap pendahuluan sebelum melanjutkan langkah-langkah penelitian selanjutnya. Studi pendahuluan ini juga dikenal sebagai preliminary study atau pilot study. Adapun tujuan dari studi pendahuluan ini antara lain untuk mengidentifikasi masalah, mengetahui ketersediaan data penelitian serta merumuskan desain penelitian pada tahap selanjutnya.

Dalam tahap ini pula yang akan memperlihatkan apakah masalah penelitian yang kita teliti telah diteliti terlebih dahulu oleh orang lain atau belum. Apabila ada orang lain yang melakukan penelitian yang hampir sama, atau belum terjawab masalahnya, kita dapat mengetahui bagian mana dari penelitian itu yang belum selesai, hasil-hasil apa saja yang telah berhasil dicapai, metode apa yang digunakan, faktor-faktor apa yang mendukung serta hambatan apa saja yang dihadapi dalam penelitian itu. Dengan demikian, kita bisa mengganti fokus penelitian sehingga kita tahu di mana kedudukan penelitian kita terhadap penelitian-penelitian lainnya yang sejenis.

Dengan melakukan studi pendahuluan, kita bisa lebih menghemat biaya dan tenaga. Selain itu, manfaat dari melakukan studi pendahuluan ini antara lain adalah mengetahui, memahami dan mengelaborasi dengan pasti apa yang akan kita teliti, mengetahui di mana dan kepada siapa data akan kita peroleh, mengetahui cara memperoleh data dan informasi, menemukan cara paling tepat untuk melakukan analisis data, mengetahui bagaimana harus menarik kesimpulan dari proses penelitian dan bagaimana memanfaatkan hasilnya, serta memberikan keyakinan pada diri kita sebagai peneliti bahwa penelitian ini perlu dan bisa dilakukan.

Untuk membuat studi pendahuluan, kita dapat melakukannya dengan mengacu pada tiga objek utama. Objek dalam hal ini adalah apa yang harus dilihat, diteliti, dihubungi atau bahkan dikunjungi yang akan memberikan data dan informasi yang kita butuhkan. Ketiga objek yang dapat kita gali tersebut disebut sebagai 3P ( Paper, Person, dan Place). Paper artinya kita bisa mendapatkan informasi mengenai teori, penemuan atau penelitian sebelumnya, laporan penelitian dan sebagainya, untuk membuat studi pendahuluan dari dokumen, buku, jurnal, koran, dan literatur lainnya.

Sedangkan person berarti kita bisa bertemu, melakukan wawancara, berkonsultasi, dan sebagainya dengan para ahli atau orang-orang yang akan menjadi sumber informasi bagi penelitian kita. Place berarti lokasi, tempat atau benda-benda yang terdapat di lokasi penelitian kita. Berdasarkan uraian tersebut, maka cara melakukan dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan pendahuluan adalah dengan membaca berbagai literatur, baik teori maupun hasil penemuan sebelumnya atau penelitian terdahulu.

Kemudian, dengan mendatangi orang-orang yang menjadi sumber informasi, berkonsultasi dengan mereka untuk memperoleh informasi yang kita butuhkan. Serta, melakukan observasi atau tinjauan ke lokasi penelitian untuk mengamati secara langsung peristiwa yang terjadi. Merumuskan Masalah Prosedur penelitian selanjutnya yang perlu kita lakukan dalam tahapan perencanaan penelitian adalah merumuskan masalah penelitian yang akan menjadi guide kita dalam serangkaian proses penelitian kita.

Setelah masalah berhasil ditentukan dan diidentifikasi, maka selanjutnya merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang disebut sebagai rumusan masalah. Hal-hal yang perlu kamu perhatikan dalam membuat rumusan masalah adalah sebagai berikut: • Rumusan masalah disampaikan dalam bentuk pertanyaan penelitian.

• Rumusan masalah sebaiknya padat, jelas dan tidak bertele-tele. • Rumusan masalah harus memiliki petunjuk terhadap adanya data untuk menjawab masalah.

• Rumusan masalah merupakan dasar dalam menentukan hipotesis. • Masalah merupakan dasar utama dalam menentukan judul penelitian. Dalam penelitian, rumusan masalah memiliki korelasi terhadap judul penelitian. Kamu bisa saja membuat judul penelitianmu terlebih dahulu sebelum membuat rumusan masalahnya.

Tetapi, idealnya rumusan masalah dibuat terlebih dahulu, barulah judul penelitian ditentukan dari situ. Misalnya, setelah melakukan pemilihan topik, menentukan masalah penelitian dan mengadakan studi pendahuluan, kemudian kita merumuskan masalah untuk penelitian kita, yaitu “Apakah ada hubungan antara keadaan ekonomi keluarga terhadap terjadinya kekerasan di dalam rumah tangga?”. Maka, judul penelitian yang diambil adalah “Hubungan Antara Keadaan Ekonomi Keluarga dengan Terjadinya Kekerasan di Dalam Rumah Tangga”.

Membuat Anggapan Dasar / Hipotesis Anggapan dasar atau hipotesis merupakan asumsi yang harus dibangun seiring dengan rumusan masalah. Anggapan dasar sering kali disebut juga sebagai asumsi dasar penelitian. Dalam menentukan anggapan dasar ini, peneliti harus mendasarkan pada kebenaran yang diyakini sendiri olehnya. Jadi, anggapan dasar merupakan asumsi dasar penelitian yang telah diyakini kebenarannya oleh peneliti dan akan menjadi kacamata atau cara pandang peneliti selama penelitian berlangsung.

Selain itu, anggapan dasar juga akan digunakan sebagai landasan teori dalam menyusun laporan hasil penelitian. Prosedur penelitian yang menggunakan anggapan dasar sebagai salah satu tahapannya biasanya merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif. Misalnya, dalam penelitian mengenai pertanian di mana dipercaya bahwa pertumbuhan tanaman padi yang diberi pupuk yang cukup akan lebih baik dan menghasilkan panen padi yang lebih banyak daripada tanpa pupuk.

Dalam hal itu, terdapat anggapan atau asumsi dasar yaitu pupuk merupakan komponen yang penting sebagai asupan makanan bagi tanaman padi yang akan mengefektifkan proses fisiologis dalam tubuh padi, sehingga ia akan menghasilkan biji yang lebih berkualitas dan banyak. Apa pentingnya merumuskan asumsi dasar dalam penelitian? Ada beberapa hal yang mendasari hal itu, antara lain asumsi dasar sebagai pijakan atau landasan terhadap masalah yang sedang kita teliti. Selain itu, variabel penelitian akan lebih jelas dan dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan jika kita telah memiliki asumsi dasar.

Juga, asumsi dasar ini menjadi landasan dalam menyusun hipotesis. Lantas, bagaimana cara merumuskan anggapan dasar dalam penelitian? Hal ini biasanya prosesnya berbeda-beda untuk setiap peneliti. Tetapi pada umumnya, kita bisa menentukan asumsi dasar penelitian setelah mengadakan studi pendahuluan, untuk kemudian kita renungkan secara mendalam dan melakukan analisis yang tajam terhadap penelitian kita.

Memilih Pendekatan Sumber: advernesia.com Selanjutnya, prosedur penelitian yang harus dilakukan adalah menentukan pendekatan penelitian. Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan garis besar, pendekatan dalam penelitian ilmiah terbagi menjadi dua, yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

Pendekatan kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena sosial tertentu, meliputi apa yang dialami oleh subjek penelitian, seperti perilaku, tindakan, motivasi, persepsi dan lain-lain secara keseluruhan dan penelitian dilakukan dengan cara mendeskripsikan atau menarasikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa.

Landasan pendekatan kualitatif adalah filsafat postpositivisme. Hal itu berpengaruh dalam beberapa hal, di antaranya, instrumen kunci dan teknik analisis data. Dalam pendekatan kualitatif, yang berperan sebagai instrumen kunci bukanlah kuesioner, melainkan peneliti sendiri. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah triangulasi, baik triangulasi sumber, triangulasi data, maupun triangulasi metode.

Analisis data pada pendekatan kualitatif bersifat induktif, bukan deduktif. Serta, hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada penggalian makna daripada generalisasi. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif pada dasarnya akan mengamati secara mendalam orang-orang di lingkungan hidupnya, kemudian berinteraksi dengan mereka dan berusaha memahami bahasa dan tafsir mereka tentang dunia sekitar mereka.

Penelitian kualitatif mengharuskan peneliti melihat objek penelitiannya senatural atau sealamiah mungkin, apa adanya dan secara menyeluruh. Artinya, peneliti sebisa mungkin harus membiarkan objek penelitiannya berkembang apa adanya, kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada objek itu serta tidak ada manipulasi dari peneliti.

Sedangkan pendekatan kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan alur pikir deduktif – induktif, artinya berangkat dari suatu kerangka teori atau gagasan dari para ahli atau pemahaman si peneliti berdasarkan pengalamannya, untuk kemudian dikembangkan menjadi masalah penelitian dan pemecahan masalah yang diajukan bertujuan untuk memperoleh verifikasi (pembenaran) dalam bentuk data empiris di lapangan.

Pendekatan penelitian kuantitatif didasarkan pada filsafat positivisme, di mana ia digunakan untuk meneliti suatu populasi atau sampel tertentu, dengan metode pengumpulan data berupa instrumen penelitian, dan analisis datanya bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk menguji teori, menunjukkan hubungan antar variabel penelitian, membangun fakta, memberikan deskripsi statistik, serta meramalkan hasilnya.

Desain dalam penelitian kuantitatif harus bersifat formal, terstruktur, baku dan direncanakan sematang mungkin sebelumnya. Setelah menentukan apakah penelitian yang dilakukan bersifat kualitatif atau kuantitatif, berikutnya kita bisa menentukan pendekatan turunannya. Misalnya, kalau dalam dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan kuantitatif, berdasarkan teknik samplingnya ada pendekatan populasi, pendekatan sampel, dan pendekatan kasus.

Juga, berdasarkan timbulnya variabel ada pendekatan eksperimen dan non eksperimen. Sedangkan pada penelitian kualitatif, ada pendekatan kasus atau case study, pendekatan kausal komparatif, pendekatan korelasi, pendekatan histori, dan pendekatan filosofis. Menentukan Variabel dan Sebaran Data Variabel dan sebaran data ini terdapat pada penelitian kuantitatif.

Variabel merupakan sesuatu yang menjadi objek penelitian, sering kali juga disebut sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi penelitian dan berperan dalam suatu gejala yang akan diteliti.

Terdapat beberapa jenis variabel dalam penelitian kuantitatif, yaitu variabel bebas ( independent variable), variabel terikat ( dependent variable), variabel moderator, variabel antara, dan variabel kontrol. Adapun hubungan di antara kelimanya digambarkan dalam gambar di bawah ini. Sumber: kajianpustaka.com • Variabel Bebas ( independent variable) Variabel yang diduga menjadi sebab atas timbulnya variabel terikat, sekaligus memainkan peran dalam mempengaruhi perubahan yang terjadi pada variabel terikat.

Variabel bebas biasanya dimanipulasi, diukur dan diamati sedemikian rupa untuk mengetahui pengaruh dan hubungannya dengan variabel lain. • Variabel Terikat ( dependent variable) Variabel ini merupakan variabel yang mendapatkan pengaruh atau menjadi akibat dari adanya variabel bebas. Variabel ini memainkan peran sebagai variabel respons, konsekuen dan output.

Berbeda dengan variabel bebas, variabel terikat tidak dimanipulasi, melainkan diamati variasinya sebagai hasil yang diduga merupakan akibat dari variabel bebas.

Dalam penelitian eksperimen, biasanya variabel terikat ini merupakan suatu kondisi yang akan kita jelaskan. • Variabel Kontrol Variabel ini merupakan variabel yang mendapatkan perlakuan khusus, dikontrol sedemikian rupa agar ia tidak mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Jadi, variabel kontrol merupakan faktor-faktor di dalam penelitian yang pengaruhnya dinetralkan agar tidak mengganggu hubungan sebab akibat dua variabel utama, variabel bebas dan variabel terikat.

• Variabel Moderator Variabel ini sebenarnya merupakan variabel bebas, tetapi sekunder. Ia diamati untuk menentukan apakah ia mempengaruhi hubungan antara variabel bebas primer dan variabel terikat. Variabel ini, seperti halnya variabel bebas (primer) juga dimanipulasi, diukur dan dipilih oleh peneliti untuk mengungkapkan apakah variabel moderator ini mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. • Variabel Antara Variabel ini merupakan faktor yang terbukti secara teoritis memiliki pengaruh terhadap variabel terikat, tetapi ia tidak dapat diidentifikasi, diukur dan dimanipulasi oleh peneliti.

Variabel ini disebut juga sebagai variabel intervening. Berdasarkan uraian tersebut, maka prosedur penelitian selanjutnya adalah menentukan masing-masing variabel untuk diteliti. Dalam suatu penelitian belum tentu kelima variabel yang telah dijelaskan digunakan semuanya oleh peneliti. Tetapi, variabel yang pasti ada dalam setiap penelitian kuantitatif adalah variabel bebas dan variabel terikat. Setelah menentukan variabel-variabel dalam penelitian, selanjutnya adalah menentukan sebaran data penelitian.

Apakah berada pada seluruh populasi penelitian atau hanya sampel dari seluruh populasi penelitian. Sebaran data ini harus jelas, karena ia akan menentukan bagaimana pengukuran penyebaran datanya. Menyusun Instrumen Penelitian Tahap selanjutnya dalam prosedur penelitian adalah menyusun instrumen penelitian. Sebagaimana namanya, instrumen merupakan alat, maka instrumen penelitian berarti alat dalam memperoleh data pada penelitian.

Dalam menyusun instrumen penelitian, kita harus mengacu kepada pendekatan penelitian yang kita gunakan. Selain itu, penentuan instrumen penelitian harus kita dasarkan pada kebutuhan data dalam penelitian kita.

Apa saja instrumen penelitian yang bisa kita gunakan? Instrumen Penelitian Kuantitatif Dalam penelitian kuantitatif, kita bisa menggunakan instrumen penelitian sebagai berikut: • Instrumen Tes dan Inventori Instrumen tes digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bidang tertentu, seperti misalnya bakat dalam perhitungan atau matematis, musik, bahasa dan sebagainya.

Sedangkan instrumen inventori digunakan untuk mengetahui karakter psikologis dari seseorang. Dari kedua instrumen ini, data yang akan didapatkan adalah berupa angka-angka yang nantinya akan diuji dengan statistik untuk menentukan tujuan dari penelitian.

• Instrumen Kuesioner atau Angket Instrumen ini digunakan untuk mendapatkan data yang sifatnya faktual dan informatif. Misalnya, data mengenai usia, tingkat pendidikan, tanggapan terhadap kinerja lembaga, dan sebagainya. Data yang akan dihasilkan dari instrumen ini juga berupa angka yang akan diolah dengan bantuan perangkat lunak statistik.

Sebelum menyebarkan angket atau kuesioner kepada responden penelitian, terlebih dahulu angket yang digunakan harus melalui proses uji coba terlebih dahulu. • Instrumen Lembar Observasi Lembar observasi sebagai instrumen penelitian kuantitatif harus disusun sedemikian rupa dan diuji coba terlebih dahulu oleh peneliti sehingga ketika digunakan, instrumen penelitian ini bisa memberikan data observasi yang kita inginkan.

Lembar observasi ini juga menggunakan data berupa angka. • Instrumen Dokumen Dalam pengambilan data kuantitatif, dokumen digunakan sebagai rekapan data yang berupa nilai dan angka yang akan diolah menggunakan statistik. Instrumen Penelitian Kualitatif Sedangkan dalam penelitian kualitatif, peneliti berfungsi sebagai instrumen kunci dalam penelitian.

Oleh karenanya, peneliti bisa menggunakan beberapa instrumen berikut ini untuk menggali data: • Instrumen Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan Dalam penelitian kualitatif, wawancara akan memberikan informasi mendalam karena melalui lintas waktu.

Baik masa lampau maupun masa sekarang, informasi bisa digali dengan detail. Data yang dihasilkan dari proses wawancara sifatnya menyeluruh, terbuka dan tidak terbatas. Sehingga, informasi yang diperoleh pun utuh dan menyeluruh untuk mengungkapkan makna di balik fakta sosial yang sedang diteliti. • Instrumen Pengamatan atau Observasi Dalam penelitian kualitatif, selain wawancara, peneliti bisa menggali fenomena dengan melakukan observasi.

Ada hal-hal yang akan ditangkap oleh seluruh indera peneliti yang akan dianalisis sendiri oleh peneliti pada saat melakukan observasi.

Observasi penting dilakukan untuk melihat dan mengamati sendiri secara langsung objek penelitian, sehingga kita dapat mencatat dan menghimpun data yang kita perlukan. Tetapi, ada hal-hal yang perlu diperhatikan peneliti sebelum melakukan observasi, di antaranya adalah peneliti harus memahami terlebih dahulu variasi observasi dan peran-peran apa yang sedang dilakukan oleh peneliti.

• Instrumen Dokumen Dokumen dalam penelitian kualitatif digunakan sebagai pelengkap data observasi dan wawancara yang telah didapatkan. Dokumen dalam hal ini dapat berupa gambar yang dapat menunjang data penelitian. Bukan hanya gambar peneliti sedang melakukan wawancara, tetapi lebih kepada peristiwa-peristiwa yang dapat direkam melalui gambar itu. Tahap Prosedur Penelitian 2: Pelaksanaan Penelitian Setelah desain penelitian telah dirancang sedemikian rupa dan persiapan penelitian telah rampung dikerjakan, maka tahapan prosedur penelitian berikutnya adalah pelaksanaan penelitian.

Dalam tahap ini, tentu kita akan merealisasikan dan mengimplementasikan semua perencanaan-perencanaan yang telah disusun. Adapun yang dilakukan oleh peneliti dalam tahap ini antara lain: Mengumpulkan Data Penelitian Dalam tahapan ini, kita mulai merealisasikan rencana-rencana penelitian yang telah kita susun sedemikian rupa.

Dalam mengumpulkan data penelitian, kita lakukan sesuai dengan pendekatan penelitian yang kita gunakan. Kemudian, mengumpulkan data sesuai dengan metode pengumpulan data dan instrumen penelitian yang telah kita siapkan. Misalnya, pada penelitian kuantitatif, jika kamu menggunakan metode survei dengan instrumen penelitian berupa kuesioner, maka dalam tahap mengumpulkan data penelitian ini, kamu tinggal merealisasikannya dengan membagikan kuesioner kepada responden penelitian.

Dalam hal ini, kamu bisa membagikannya secara langsung, responden menuliskan jawabannya sendiri dalam kuesioner itu, atau kamu yang melakukan wawancara berdasarkan kuesioner yang telah kamu buat. Melakukan Analisis Data Prosedur penelitian selanjutnya dalam tahap pelaksanaan penelitian adalah melakukan analisis data. Analisis data merupakan salah satu tahapan dalam penelitian ilmiah setelah kita memperoleh informasi dan data penelitian.

Untuk melakukan analisis data, kita harus mengetahui dan memahami bagaimana teknik untuk melakukannya. Teknik analisis data meliputi kegiatan menganalisis data hasil penelitian, termasuk memeriksa data dari instrumen penelitian, seperti dokumen, rekaman, catatan dan lain-lain. Analisis data dilakukan tentu dengan tujuan akhir untuk memperoleh kesimpulan dari penelitian terkait.

Nah, teknik analisis data masih dibedakan berdasarkan pendekatan penelitiannya, yaitu teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif dan kualitatif tentu berbeda, oleh karenanya diperlukan teknik analisis data tersendiri. Data kuantitatif merupakan data berupa numerik atau angka-angka yang dapat ditaksir secara akurat. Sedangkan data kualitatif merupakan data yang berupa narasi, kata-kata dan tidak dapat diangkakan.

Teknik analisis data kualitatif pada umumnya merupakan pembahasan konseptual suatu persoalan. Adapun beberapa tekniknya antara lain: • Analisis Isi atau Konten Teknik ini, sebagaimana namanya, merupakan teknik yang digunakan untuk menganalisis konten atau informasi tertulis. Pada teknik ini, dikenal teknik symbol coding, yang dipelopori oleh Harold D. Laswell. Teknik symbol coding merupakan teknik yang mencatat pesan atau lambang secara sistematis, untuk kemudian diinterpretasikan.

Jadi, dalam teknik ini, kita mengurai dan melakukan koding atas berbagai informasi dan data penelitian yang telah kita dapatkan. Dengan begitu, kita bisa merangkai dan menemukan relevansi atas data-data yang ada.

• Analisis Naratif Teknik ini merupakan sebuah metode analisis narasi, yang mengacu pada narasi teks, gambar, dokumen, dan petunjuk-petunjuk lainnya, untuk kemudian dirajut dalam satu kesatuan kisah. Tujuan analisis ini adalah untuk merangkai seluruh informasi untuk kemudian dapat menceritakan sebuah kisah (narasi) secara holistik. • Analisis Wacana Teknik analisis wacana juga digunakan untuk menganalisis interaksi manusia.

Tetapi, pada analisis wacana, yang menjadi fokus utama adalah konteks sosial ketika komunikasi antara peneliti dengan sumber informasi itu terjadi.

Sedangkan, teknik analisis data kuantitatif pada umumnya menggunakan statistik dan matematis. Beberapa di antaranya antara lain: • Analisis Deskriptif Teknik ini kita gunakan jika kita hendak memperoleh suatu kesimpulan melalui data-data lampau. Biasanya, teknik ini digunakan pada data dengan populasi yang besar, misalnya data sensus penduduk. • Analisis Inferensial Teknik ini menggunakan rumus statistik yang hasilnya digunakan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan yang berlaku secara umum atau generalisasi.

Menarik Kesimpulan Tahap terakhir dalam prosedur penelitian tahap ini adalah menarik kesimpulan dari serangkaian proses penelitian. Menarik kesimpulan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Sebab ia bukan sekedar karangan biasa, melainkan merupakan hasil dari proses penelitian berdasarkan data-data yang diperoleh dan dianalisis sedemikian rupa.

Yang perlu kamu perhatikan dalam penarikan kesimpulan adalah ia harus sinkron dengan rumusan masalah. Selain itu, oleh karena kesimpulan penelitian merupakan jawaban dari masalah penelitian, maka isi dan jumlah kesimpulan yang dibuat juga harus sama dengan isi dan jumlah rumusan masalahnya. Misalnya, rumusan masalah yang diambil adalah “Apakah pembelajaran online pada siswa Taman Kanak-Kanak menimbulkan terhambatnya perkembangan sosial anak?”. Dan, hipotesis dalam penelitian ini adalah “pembelajaran online pada siswa Taman Kanak-Kanak menimbulkan terhambatnya perkembangan sosial anak.

Maka, kesimpulan penelitiannya bisa jadi menerima atau menolak hipotesis, sesuai dengan data yang didapatkan dari proses penelitian. Bolehkah penelitian kita tidak berhasil membuktikan teori? Boleh saja. Oleh karena penelitian menggunakan metode ilmiah, maka tentu saja ia memiliki toleransi terhadap keraguan yang muncul atas suatu pernyataan atau kesimpulan, bahkan terbuka atas adanya pertentangan satu sama lain.

Sehingga, hasil penelitian sangat terbuka untuk berbeda, melakukan kritik, dan bahkan saling bertentangan. Justru, jika dalam penelitian sudah diyakini hubungan antara dua variabel dalam penelitian 100% signifikan, maka tidak perlu ada proses uji statistik dan hipotesis. Tahap Prosedur Penelitian 3: Menulis Laporan Penelitian Setelah penelitian selesai dilakukan, maka tahap terakhir dalam prosedur penelitian yang perlu dilakukan agar penelitian benar-benar tuntas dan selesai dikerjakan adalah menulis laporan penelitian.

Laporan penelitian merupakan karya tulis ilmiah dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan disusun melalui tahap-tahap tertentu berdasarkan teori dan metode ilmiah tertentu yang telah disepakati oleh komunitas ilmiah. Laporan penelitian pada dasarnya menyajikan kebenaran secara ilmiah dari hasil pengamatan (observasi) dan penelitian yang kemudian dilakukan analisis yang cermat dan hati-hati.

Sebelum beranjak pada hal-hal yang harus kamu perhatikan dalam menulis laporan penelitian, terlebih dahulu kamu perlu tahu tujuan eksplisit dari laporan penelitian. Antara lain, untuk mengenal dengan pasti masalah yang diteliti, memberikan maklumat dan fakta, mengarsipkan penyelesaian masalah serta tindakan yang perlu dilakukan, membuat kesimpulan akhir dari penelitian, sebagai rekaman dan arsip tertulis dari suatu peristiwa, serta menguraikan suatu peristiwa, prosedur, tindakan, dan serangkaian proses penelitian lainnya.

Apa saja yang harus kamu perhatikan ketika menulis laporan penelitian? Gaya Selingkung Penulisan Gaya selingkung penulisan merupakan model atau gaya penulisan yang dianut oleh lingkungan ilmiah atau kampus yang menaungi penelitian tersebut.

Biasanya, setiap kampus, bahkan setiap fakultas dan program studi atau jurusan memiliki gaya selingkung penulisan penelitian yang berbeda satu dengan lainnya.

Selain itu, peneliti juga perlu menyeragamkan gaya penulisan dari awal bab hingga akhir kesimpulan. Ada berbagai aturan-aturan ilmiah yang harus diikuti oleh peneliti. Misalnya, penggunaan diksi harus seragam, sebab diksi yang berbeda bisa memuat terminologi yang berbeda. Hal itu akan membawa inkonsistensi terhadap penulisan laporan penelitian. Sasaran Pembaca Laporan Penelitian Siapa yang akan menjadi pembaca laporan penelitian merupakan hal yang penting untuk diperhatikan.

Dengan menetapkan sasaran utama pembaca dari laporan penelitian, diharapkan peneliti bisa lebih memperhatikan dan mempertimbangkan penggunaan bahasa yang tepat sehingga lebih tepat dan mudah dipahami pembaca. Batasan Waktu Penelitian Perkara batasan waktu penelitian merupakan hal yang cukup rumit dalam penelitian kualitatif. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, di mana variabel-variabel yang diteliti lebih mudah dikontrol, dalam penelitian kualitatif, peneliti berhadapan dengan kompleksitas masalah di lapangan.

Tidak jarang data yang didapat di lapangan terus berkembang semakin kompleks, sehingga peneliti bingung kapan mengakhiri penelitiannya. Bahkan, rumusan masalah dalam penelitian kualitatif bisa berubah-ubah sesuai dengan perkembangan penelitian.

Sehingga, batasan waktu penelitian menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Sebab, hal ini juga menjadi salah satu tolak ukur baik buruknya hasil penelitian. Kerahasiaan Identitas Informan atau Sumber Informasi Menjaga kerahasiaan identitas pribadi informan atau sumber informasi perlu sangat diperhatikan oleh peneliti, terlebih jika sang informan meminta untuk dirahasiakan.

Hal ini sebenarnya berkaitan dengan keselamatan dan privasi informan. Dalam beberapa jenis penelitian yang dianggap berbahaya, keselamatan informan bisa terancam karena memberikan informasi tertentu kepada peneliti.

Oleh karenanya, ini perlu diperhatikan secara khusus dalam beberapa jenis penelitian. Penelitian kriminologi misalnya. Tetapi, nama-nama informan dapat dituliskan jika memang dituntut untuk itu, utamanya untuk informan sekunder. Jumlah Halaman Kamu perlu menanamkan dalam benakmu bahwa tebal tipisnya laporan penelitian sebenarnya tidak menjamin mutu dan kualitas dari hasil penelitianmu.

Artinya, laporan penelitian dengan jumlah sekian ratus halaman belum tentu lebih baik daripada laporan penelitian yang hanya beberapa puluh halaman. Tetapi, bukan berarti peneliti menjadi irit dalam memaparkan data dan analisis hasil penelitian. Melainkan, peneliti tidak perlu berusaha menambah jumlah halaman laporannya dengan dalih agar dianggap lebih bermutu. Selain itu, kamu juga perlu mengetahui ciri khas laporan penelitian. Agar, ciri-ciri ini tidak terlepas dari laporan penelitianmu.

Di antaranya adalah: Netral Netral dalam penelitian ilmiah berarti setiap penilaian dalam penelitian bebas dari unsur-unsur kepentingan baik sifatnya individu maupun kelompok. Oleh karenanya, dalam laporan penelitian biasanya pernyataan-pernyataan yang sifatnya persuasif (mengajak, membujuk dan mempengaruhi) pembaca dihindari sebisa mungkin. Menyajikan Fakta Dalam penelitian ilmiah, setiap uraian, pernyataan dan simpulan yang diambil harus bersifat faktual.

Artinya, ia menyajikan fakta, bukan ungkapan-ungkapan perasaan atau yang bersifat emosional. Oleh karenanya, dalam menyusun laporan penelitian, peneliti sebisa mungkin harus menghindari narasi-narasi yang sifatnya emosional, seperti perasaan sedih saat berkabung, narasi yang menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan senang karena mendapat hadiah, perasaan marah karena bertengkar dan sebagainya. Objektif Penelitian yang dilakukan secara objektif akan nampak pada setiap data dan fakta yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya di lapangan atau laboratorium.

Tidak boleh ada manipulasi dalam penelitian ilmiah. Sebab, hal ini bisa mengurangi objektivitas penelitian, yang kemudian menimbulkan diragukannya hasil penelitian yang telah dilakukan. Dalam laporan penelitian, setiap pernyataan atau kesimpulan yang disampaikan dapat diverifikasi keabsahan dan kebenarannya melalui dukungan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Sistematis Narasi-narasi dalam laporan penelitian ilmiah harus disusun secara sistematis.

Artinya, mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya klasifikasi, kausalitas, pola urutan dan sebagainya. Hal ini dilakukan agar pembaca dapat memahami alur pikir penelitian dengan lebih mudah. Baca juga: Contoh Essay Logis Kelogisan penelitian dapat dilihat dari pola nalar ( logic) yang digunakannya. Apakah penelitian itu menggunakan induktif atau deduktif. Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan yang bertujuan untuk menyimpulkan suatu fakta atau data biasanya menggunakan pola induktif.

Sebaliknya, penelitian yang bertujuan untuk membuktikan suatu hipotesis atau teori biasanya menggunakan pola deduktif. Baca juga: Contoh Artikel Ilmiah Nah baiklah, sampai sini dulu pembahasan kita mengenai tahapan prosedur penelitian ya. Semoga tulisan ini bisa membantu kamu dalam mengetahui dan memahami tahapan-tahapan apa saja yang perlu kamu lewati ketika melakukan suatu penelitian ilmiah.

Referensi: • Creswell, J.W. 2003. Research Design; Qualitative, Quantitative And Mixed Methods Approaches. California: SAGE Publication International Edition and Profesional Publisher • Mohammad, N.

2013. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia • Muhammad. 2008. Metodologi Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kuantitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada • Muslich, dkk. 2009. Bagaimana Menulis Skripsi?. Jakarta: Bumi Aksara • Neuman, W.L.

2019. Metodologi Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jakarta: Indeks • Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta • Teguh, M. 2005. Metodologi Penelitian Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Tiars Seorang content writer yang suka menulis topik wisata, pendidikan dan kesetaraan sekaligus mahasiswi Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial di Universitas Jember. Jurusan Ilmu Kesos ini berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.

Ilmu Kesejahteraan Sosial merupakan ilmu terapan dimana mahasiswa akan belajar bagaimana meningkatkan keberfungsian sosial seseorang dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Email: tiar.s998@gmail.com View all posts by Tiars
Yahoo fait partie de la famille de marques Yahoo.

En cliquant sur Accepter tout, vous consentez à ce que Yahoo et nos partenaires stockent et/ou utilisent des informations sur votre appareil par l’intermédiaire de cookies et de technologies similaires, et traitent vos données personnelles afin d’afficher des annonces et des contenus personnalisés, d’analyser les publicités et les contenus, d’obtenir des informations sur les audiences et à des fins de développement de produit.

Données personnelles qui peuvent être utilisées • Informations sur votre compte, votre appareil et votre connexion Internet, y compris votre adresse IP • Navigation et recherche lors de l’utilisation des sites Web et applications Yahoo • Position précise En cliquant sur Refuser tout, vous refusez tous les cookies non essentiels et technologies similaires, mais Yahoo continuera à utiliser les cookies essentiels et des technologies similaires.

Sélectionnez Gérer les paramètres pour gérer vos préférences. Pour en savoir plus sur notre utilisation de vos informations, veuillez consulter notre Politique relative à la vie privée et notre Politique en matière de cookies. Vous pouvez modifier vos choix à tout moment en consultant vos paramètres de vie privée.

MENU MENU • Home • About • Profil Usaha • Sejarah • Contact • Service • Daftar Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Kerjasama Net Promoter • Jasa Pengurusan HAKI • Konsultasi Menulis • Cek Progess Buku • Testimony • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Artikel • Informasi • Dasar Menulis • Cara Menerbitkan Buku • Inspirasi • Memasarkan Buku • Tutorial • Teknik Menulis • Writing Advice • Writing Tools • Free Ebook • Ebook Panduan Buku Ajar (Versi Cepat Paham) • Ebook Premium Gratis • Ebook Menulis Buku Monograf • Ebook Menulis Buku Referensi • Ebook Rahasia Menulis Buku Ajar • Ebook Panduan Menulis Tanpa Plagiarisme • Ebook Self Publishing • FAQ • Promo • Karir Menu • Mulai Dari Sini • Motivasi Menulis • Dasar Menulis • Cara Menulis Buku • Cara Menerbitkan Buku • Panduan Menulis • Menulis Buku • Buku Pendidikan • Buku Ajar • Menulis Karya Ilmiah • Buku Referensi • Buku Teks • Novel • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Book Marketing • Succes Story • Toko Buku Menu • Home • About • Profil Usaha • Profil An Nur Budi Utama • Sejarah • Karir • Service • Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Jasa Pengurusan Haki • Konsultasi Menulis • Pengadaan Buku • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Kerjasama Net Promoter • Promo • Contact Us • FAQ • Artikel • Panduan Menulis • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Succes Story • Book Marketing • Toko Buku Daftar Isi • Pengertian Teks Argumentasi Menurut Para Ahli • 1.

Nani Darmayanti • 2. Taufiqur Rahman • 3. Alwasilah (2005) • 4. Nursisto (1999) • 5. Keraf (2004) • 6. Aceng Hasani (2005) • 7. Finoza (2008) • 8. Kokasih (2002) • 9. Daud (2004) • Tujuan Teks Argumentasi • Ciri-ciri Teks Argumentasi • Struktur Teks Argumentasi • 1.

dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan

Pendahuluan • 2. Tubuh Argumen • 3. Kesimpulan atau Ringkasan • Jenis Teks Argumentasi • 1. Teks Argumentasi Rincian • 2. Teks Argumentasi Contoh • 3. Teks Argumentasi Sebab-Akibat • 4. Teks Argumentasi Akibat-Sebab • Langkah Menyusun Teks Argumentasi • Pola Pengembangan Teks Argumentasi • 1.

Pola pengembangan sebab ke akibat • 2. Pola pengembangan akibat ke sebab • Contoh Teks Argumentasi • 1. Contoh Teks Argumentasi Pola Pengembangan Sebab Akibat Teks Argumentasi. Berbagai bacaan yang selama ini kita temui di berbagai media bacaan baik cetak maupun digital ternyata memiliki berbagai jenis teks. Di antaranya teks deskripsi, teks eksposisi, teks argumentasi, dan lain sebagainya.

Tetapi seringkali kita tidak bisa membedakan jenis teks apakah yang sedang kita baca. Kali ini, kita akan membahas mengenai teks argumentasi. Apa itu teks argumentasi, bagaimana ciri-ciri teks argumentasi, dan apa saja struktur yang terdapat pada teks argumentasi akan dibahas di bawah ini.

Sebelum masuk ke berbagai materi penting, kita harus mengetahui dulu apa itu teks argumentasi. Teks argumentasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah teks yang berisi mengenai alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Teks argumentasi biasanya menjadi landasan teks debat karena di dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan teks argumentasi disajikan suatu bentuk retorika yang mempengaruhi sikap atau pendapat orang lain.

Teks argumentasi juga bisa disebut sebagai teks yang berisi pendapat disertai dengan data dan fakta sebagai alasan atau bukti nyata untuk membuktikan kebenaran dari suatu pendapat.

Biasanya, teks argumentasi berisi sebuah pemaparan berupa pendapat berdasarkan bukti, alasan, dan contoh dari kejadian nyata yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pembaca. Sehingga perlu diperhatikan, bahwa sukses atau tidaknya teks argumentasi adalah bagaimana cara pembaca dapat menerima dan mendukung gagasan yang dibuat oleh penulis. Meskipun teks argumentasi berisi mengenai pendapat, namun biasanya teks argumentasi juga memuat beberapa hal lain.

Beberapa aspek lain yang terdapat di dalam teks argumentasi selain pendapat antara lain adanya pemaparan ide, gagasan, atau alasan-alasan logis yang mendukung pendapat dari penulis. Sehingga teks argumentasi diberikan sebagai pembuktian, alasan, atau ulasan objektif yang biasanya diikuti contoh, analogi, dan sebab akibat. Simpulannya, teks argumentasi merupakan bacaan yang memuat pengembangan paragraf yang memuat mengenai isi bacaan dengan tujuan untuk meyakinkan dan membujuk pembaca agar memiliki pemikiran yang sama dengan penulis.

Di dalam teks argumentasi, memuat mengenai ide, gagasan, pendapat yang disertai dengan analogi dan contoh. Teks argumentasi akan berhasil ketika memiliki penjelasan yang kuat dan membuat pembaca terpengaruh dengan isi yang ada di dalam teks argumentasi. Baca Juga: • Teks Prosedur: Ciri-Ciri dan Contoh Lengkap • Teks Anekdot: Ciri-Ciri dan Contoh Lengkap • Teks Narasi: Ciri-Ciri dan Contoh Lengkap • Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan Negosiasi: Ciri-Ciri dan Contoh Lengkap Pengertian Teks Argumentasi Menurut Para Ahli Selain pengertian secara bahasa dan secara umum, para ahli juga memiliki pendapatnya masing-masing mengenai pengertian teks argumentasi.

Di bawah ini adalah pendapat para ahli mengenai teks argumentasi. 1. Nani Darmayanti Menurut Nani Darmayanti, teks argumentasi merupakan teks yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan. Di dalam teks argumentasi, penulis menyatakan pendapat dengan penjelasan dan alasan yang kuat agar bisa memengaruhi pembaca. Teks argumentasi harus kritis, logis, dan berdasarkan dengan fakta-fakta yang ada. Cara mendapatkan faktanya sebagai berikut: – dari bahan bacaan (buku, surat kabar, majalah, jurnal, internet, dan lainnya), – dari hasil wawancara atau angket, – dari hasil penelitian atau pengamatan langsung melalui observasi yang telah dilakukan.

2. Taufiqur Rahman Taufiqur Rahman mengungkapkan pendapatnya bahwa teks argumentasi bisa juga diartikan sebagai bentuk bukti atau alasan yang digunakan untuk memperkuat pendapat di dalam sebuah tesis, meskipun pada umumnya argumentasi juga dipakai untuk menolak suatu pernyataan.

3. Alwasilah (2005) Sementara itu, Alwasilah berpendapat bahwa teks argumentasi adalah karangan yang membuktikan kebenaran atau ketidakbenaran dari sebuah pernyataan ( statement).

Di dalam teks argumentasi, penulis menggunakan berbagai strategi atau piranti retorika untuk meyakinkan pembaca perihal kebenaran atau ketidakbenaran pernyataan tersebut.

4. Nursisto (1999) Menurut Nursisto, teks argumentasi adalah karangan yang berusaha memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Teks argumentasi menurut Nursisto ini dipastikan memuat mengenai argumen, yaitu disertai bukti dan alasan yang dapat meyakinkan orang lain bahwa pendapat yang disampaikan benar.

5. Keraf (2004) Keraf menyatakan pendapatnya mengenai teks argumentasi yang merupakan suatu bentuk retorika yang berusaha untuk dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan sikap dan pendapat orang lain agar mereka percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis.

6. Aceng Hasani (2005) Aceng Hasani mengemukakan pendapatnya mengenai teks argumentasi sebagai suatu karangan yang mencoba untuk memengaruhi orang lain dengan menghadirkan bukti yang dapat memperkuat argumen di mana penyajiannya dilakukan secara logis dan faktual dengan tujuan agar pembaca atau pendengar tertarik dengan yang dikemukakan penulis. 7. Finoza (2008) Sedangkan Finoza mengungkapkan pengertian teks argumentasi sebagai karangan yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca agar menerima atau mengambil suatu doktrin, sikap, dan tingkah laku tertentu.

8. Kokasih (2002) Menurut pendapat Kokasih, pengertian teks argumentasi adalah karangan yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran tersebut. 9. Daud (2004) Menurut Daud, teks argumentasi akan kuat dan berhasil ketika penulis mampu mengemukakan tiga prinsip, yakni pernyataan, alasan yang mendukung, dan pembenaran.

– Pertanyaan mengacu penentuan posisi dalam masalah yang masih kontroversial. – Alasan mengacu pada usaha untuk mempertahankan pernyataan dengan memberikan alasan-alasan atau bukti yang sesuai. – Pembenaran mengacu pada usaha dalam menunjukkan hubungan antara pernyataan dan alasan. Tujuan Teks Argumentasi Teks argumentasi memiliki tujuan untuk meyakinkan pembaca agar bisa menerima, mengambil, atau terpengaruh oleh isi atau pernyataan yang ada di dalam teks argumentasi. Teks argumentasi juga biasanya memilki tujuan untuk membuktikan suatu kebenaran yang dilengkapi dengan data atau fakta sebagai alasan atau pembenaran pendapatnya dari pembaca.

Teks argumentasi ini bersifat nonfiksi, sehingga hal yang disampaikan selain logis juga menggunakan bahasa yang baku dan tidak ambigu. Kalimat yang terdapat di dalam teks argumentasi berbentuk kalimat tunggal yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga dapat meyakinkan pembaca mengenai kebenaran tersebut. Meski bersifat meyakinkan pembaca, tetapi teks argumentasi tidak berarti mengajak orang lain untuk mengikuti opini di dalam teksnya. Baca Juga: • Teks Editorial : Ciri -Ciri dan Contoh Lengkap • Teks Biografi: Ciri-Ciri dan Contoh Lengkap • Teks Eksplanasi: Ciri-Ciri dan Contoh Lengkap Ciri-ciri Teks Argumentasi Untuk membedakan teks argumentasi dengan teks lainnya, pasti setiap teks memiliki ciri khas masing-masing.

Inilah beberapa ciri-ciri teks argumentasi yang bisa digunakan untuk membedakan teks argumentasi dan teks lainnya. 1. Isi teks argumentasi memberikan penjelasan mengenai gagasan, pendapat, atau keyakinan yang ditulis penulis.

2. Teks argumentasi memerlukan fakta yang dilengkapi dengan data-data yang valid. 3. Teks argumentasi berisi mengenai teks yang memberikan pendapat, tetapi juga disertai data yang jelas. Data yang terdapat di teks argumentasi biasanya berupa angka, peta, grafik, atau gambar. 4. Dalam membuat teks argumentasi, diperlukan sumber atau sintesis yang artinya rangkuman baru yang dibutuhkan di dalam suatu teks.

5. Teks argumentasi juga harus mendapat sumber dari pengalaman, hasil penelitian, dan bahan bacaan yang memang sudah tervalidasi. 6. Analisis yang dilakukan atau terdapat di dalam teks argumentasi dilakukan dengan cara membedakan atau memisahkan dan menggolongkan sesuatu.

Kemudian, hasil dari analisis yang sudah ditemukan dapat dirangkum dan disusun menjadi tulisan baru sesuai dengan topik bahasan. Sintesis di sini harus dilakukan secara objektif dan kritis. 7. Teks argumentasi biasanya diakhiri dengan menulis simpulan dan kalimat penutup yang digunakan untuk memperkuat argumentasi. Struktur Teks Argumentasi Secara garis besar, teks argumentasi memiliki tiga struktur utama yang wajib ada di dalam teks tersebut. Ketiga struktur teks tersebut di antaranya: (1) pendahuluan, (2) tubuh argumen, dan (3) kesimpulan.

Meski hanya memiliki 3 struktur saja, bukan berarti hanya ada 3 paragraf di dalam teks argumentasi. Penulis bisa menuliskan lebih dari 3 paragraf yang beberapa paragrafnya mewakili pendahuluan, beberapa paragraf lainnya mewakili tubuh argumen, dan sisanya mewakili tentang kesimpulan teks argumentasi.

1. Pendahuluan Pendahuluan pada teks argumentasi memuat tentang argumen yang akan disampaikan atau menunjukkan dasar dari sebuah argumentasi yang akan disampaikan penulis. Pada bagian ini, perlu dibuat sangat menarik agar dapat memikat perhatian pembaca. Bagian pendahuluan juga menunjukkan dasar-dasar mengapa argumentasi harus disampaikan. Idealnya, pendahuluan harus mengandung cukup banyak bahan untuk menarik perhatian pembaca yang tidak ahli sedikit pun serta memperkenalkan kepada pembaca mengenai fakta-fakta pendahuluan yang perlu diketahui untuk dapat memahami argumentasinya.

2. Tubuh Argumen Tubuh argumen di dalam teks argumentasi berisi mengenai fokus usaha membuktikan pendapat atau suatu gagasan yang sudah dituliskan di bagian pendahuluan. Tulisan di dalam tubuh teks argumentasi dapat berupa alasan logis, fakta, atau data yang didukung dengan pendapat yang akan disampaikan.

Tulisan di dalam tubuh argumen ini harusnya disampaikan setelah melakukan proses analisis, penyusunan, dan dikemukakan setelah melakukan observasi, eksperimen, penyusun fakta, dan jalan pikiran yang logis, sehingga nantinya dicapai kesimpulan yang benar. Yang penting diperhatikan, ketika menulis, pengarang harus menempatkan diri sebagai pembaca.

3. Kesimpulan atau Ringkasan Kesimpulan atau ringkasan yang terdapat pada teks argumentasi tidak melulu mempersoalkan topik mana yang dikemukakan di dalam argumentasi, tetapi pengarang tetap harus menjaga agar konklusi yang disimpulkan tetap dapat memelihara tujuan dan kembali menyegarkan ingatan pembaca mengenai teks yang disampaikan secara logis. Tujuan dari disusunnya kesimpulan atau ringkasan adalah untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa gagasan yang diberikan sudah sesuai dengan kebenaran yang disampaikan melalui proses penalaran dan disampaikan dalam bahasa dan data yang logis yang mencakup keseluruhan isi dari bacaan teks argumentasi tersebut.

Jenis Teks Argumentasi Teks dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan dibagi menjadi beberapa jenis seperti yang akan dijelaskan di bawah ini. 1. Teks Argumentasi Rincian Jenis teks argumentasi rincian merupakan teks yang berisi mengenai pendapat dan alasan penulis yang disertai beberapa perincian. 2. Teks Argumentasi Contoh Teks argumentasi contoh merupakan teks yang berisi mengenai pendapat dan alasan penulis yang disertai dengan beberapa contoh sebagai bukti bahwa pendapat penulis benar dan tidak dapat disangkal lagi oleh pembaca.

3. Teks Argumentasi Sebab-Akibat Teks argumentasi selanjutnya adalah teks argumentasi sebab-akibat yang merupakan sebuah teks yang dikembangkan dengan menyampaikan sebab-sebab yang diakhiri dengan pernyataan sebagai akibat dari sebab tersebut.

4. Teks Argumentasi Akibat-Sebab Kontras dengan teks argumentasi sebab-akibat, teks argumentasi akibat-sebab merupakan teks yang dikembangkan dengan menyampaikan terlebih dahulu apa akibatnya, baru dicari apa penyebab yang mendasarinya.

Langkah Menyusun Teks Argumentasi Untuk dapat menulis teks argumentasi, maka harus melakukan langkah-langkah yang tepat. Inilah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menulis teks argumentasi. 1. Pertama, penulis harus memilih dan menentukan pokok permasalahan apa yang akan diangkat dan dituangkan ke dalam teks argumentasi. 2. Selanjutnya penulis harus merumuskan pokok-pokok permasalahan dengan kalimat yang jelas dan membuat grafik yang besar.

3. Kemudian penulis juga harus menetapkan tujuan dari teks argumentasi tersebut. 4. Setelah itu, lalu kumpulkan berbagai bahan yang berupa fakta, keterangan, kesaksian orang lain atau para ahli sebelum menuangkan ide pokok ke dalam suatu tulisan. 5. Penulis kemudian juga harus sudah memelajari pustaka dan mencatat kutipan yang akan dijadikan referensi dan data tulisan. 6. Lakukan juga beberapa dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan ini, di antaranya menganalisis, menguji, membandingkan, menghubungkan (fakta, keterangan, kesaksian, catatan, dan kutipan), kemudian menguraikan dan menyusun keterangan dengan menarik dan logis serta membuat simpulan atau ringkasan teks argumentasi.

7. Tahap terakhir, penulis harus membaca ulang teks argumentasi yang sudah dibuat untuk mengetahui kelengkapan dan juga memastikan tulisan sudah sempurna.

Perbaiki jika masih ada kesalahan di dalam tulisan tersebut. Pola Pengembangan Teks Argumentasi Di dalam teks argumentasi, terdapat dua pola pengembangan. 1. Pola pengembangan sebab ke akibat Pola pengembangan teks argumentasi sebab dan akibat ini berawal dari peristiwa awal yang dianggap sebagai penyebab.

Kemudian teks berjalan menuju ke bagian simpulan yang berupa efek atau akibat yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut. 2. Pola pengembangan akibat ke sebab Pola pengembangan teks argumentasi selanjutnya adalah pola pengembangan akibat dan sebab dimulai dari menjelaskan suatu masalah yang dianggap sebagai akibat, kemudian bergerak menuju ke hal-hal yang dianggap sebagai penyebab masalah atau peristiwa yang terjadi di dalam teks argumentasi.

Contoh Teks Argumentasi Berikut contoh teks argumentasi yang bisa dijadikan referensi: 1. Contoh Teks Argumentasi Pola Pengembangan Sebab Akibat PON XX Papua 2021 yang diselenggarakan pada Sabtu (2/10/2021) terselenggara secara meriah meski di tengah pandemi.

Upacara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) diselenggarakan di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Papua tepat pukul 19.00 WIT.

Dimeriahkan dengan berbagai hiburan, upacara pembukaan PON XX Papua 2021 menyita banyak perhatian. PON XX Papua 2021 yang telah dibuka Sabtu lalu akan melibatkan 6.496 atlet dan sekitar 3.300 ofisial. Dari jumlah atlet tersebut, akan digelar 37 cabang olahraga pertandingan, 56 disiplin cabang olahraga, dan 679 nomor pertandingan atau perlombaan.

Sayangnya, selama PON XX Papua 2021 berlangsung, ditemukan beberapa kasus Covid-19 baru. Hal ini turut mengundang perhatian masyarakat luas dan juga membuat beberapa kebijakan akhirnya dilakukan pemerinta di tengah penyelenggaraan PON XX Papua 2021. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito, kasus Covid-19 di PON XX Papua 2021 menyebar karena adanya interaksi antar-peserta di dalam kamar dan saat makan bersama. Selain itu, para atlet yang berpartisipasi tidak semuanya menaati protokol kesehatan, baik di dalam maupun di luar venue.

Hingga saat ini, tercatat ada 83 kasus positif Covid-19. Mengetahui kasus Covid-19 yang terjadi di lingkungan penyelenggaraan PON XX Papua 2021, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito angkat bicara. Wiku mengatakan bahwa PON XX Papua 2021 diperkirakan akan memiliki risiko lonjakan Covid-19 karena melibatkan masyarakat dalam jumlah besar. 2. Contoh Teks Argumentasi Pola Pengembangan Akibat Sebab Toksisitas Bisphenol A sangat berbahaya dan bisa menimbulkan berbagai macam penyakit bagi manusia diantaranya kanker payudara, pubertas dini, penyakit jantung, infertilitas, katalisator penyakit saraf, hingga obesitas.

Dengan adanya berbagai kasus di atas, tentu BPA tidak hanya berbahaya pada anak-anak saja, orang dewasa juga bisa terkena penyakit yang berasal dari toksisitas Bisphenol A. Bahaya itu diungkap anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Irfan Dzakir Nugroho, Sp.A.M.Biomed yang dilansir dari Kompas.com.

Menurutnya, bahaya toksisitas Bisphenol A atau BPA saat ini harus menjadi perhatian terutama di berbagai negara maju, seperti di Eropa dan Amerika. Biasanya, BPA terdapat di kemasan plastik baik wadah minuman atau makanan yang saat ini beredar luas. “Efeknya sangat luas di berbagai kelompok. Sudah banyak studi yang membuktikan hal tersebut dan untuk mencegahnya, dibutuhkan regulasi preventif yang menjauhkan masyarakat dari bahaya BPA,” ujar dr Irfan.

Sementara itu, sejauh ini ada 130 lebih studi yang melaporkan efek samping dan bahaya BPA dalam jangka panjang. BPA sendiri belakangan justru semakin marak dipergunakan sebagai bahan pembuatan wadah makanan dan minuman yang ternyata mengandung Bisphenol-A atau BPA yang sangat berisiko bagi kesehatan manusia.

Artikel Terkait: • Teks Deskripsi: Pengertian, Ciri-Ciri dan Cara Menulis • Contoh Teks Deskripsi • Contoh Lengkap Teks Berita • Contoh Teks Biografi yang Bisa Dijadikan Referensi • Contoh Teks Persuasif yang Baik dan Benar
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 7.1.

Sebarkan ini: Teks Prosedur adalah teks yang berisi cara, tujuan untuk membuat atau melakukan sesuatu hal dengan langkah demi langkah yang tepat secara berurutan sehingga menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan. Teks prosedur biasanya terdapat pada tulisan yang mengandung cara, tips atau tutorial melakukan langkah tertentu. Didalam teks prosedur terdapat kata imperatif atau kata perintah untuk melakukan apa yang dibahas pada teks agar si pembaca melakukan apa yang diperintahkan pada isi teks tersebut.

Misalnya kamu sedang mencari tulisan cara memutihkan wajah melalui internet, nah pada teks tulisan tersebut akan ada cara atau langkah bagaimana memutihkan wajah sehingga menghasilkan putih bersih seperti yang kamu inginkan. cara yang disajikan pun langkah demi langkah secara berurutan agar sipembaca mampu mengikuti tutorial yang disajikan.

ngerti ? oke lanjut. . Pada teks prosedur, isi dari tulisannya selalu berhubungan dari awal sampai akhir, dan dari setiap isinya terdapat keterangan-keterangan agar mudah dipahami oleh pembaca. Tujuan Teks Prosedur Teks prosedur bertujuan untuk memudahkan pembaca maupun pendengar agar dapat mengikuti langkah atau perintah dari isi teks yang tujuan akhirnya bisa sesuai keinginan pembaca maupun pendengar.

Struktur T eks P rosedur • Tujuan Berisi langkah melakukan sesuatu dengan urut secara per tahap. • Penutup Berisi penekanan pada keuntungan dan ucapan selamat melakukan sesuatu.

Ciri Ciri Teks Prosedur Adapun ciri-ciri teks prosedur yang diantaranya yaitu: • Menggunakan pola kalimat perintah (imperatif). Kalimat perintah merupakan kalimat yang mengandung makna meminta/ memerintah seseorang untuk melakukan sesuatu.

Contoh : • Tolong matikan kran air itu! • Jangan membuat ribut, anak-anak! • Saya minta kerjakan tugasmu tepat waktu! • Menggunakan kata kerja aktif. Kata kerja yang memberikan suatu tindakan kepada objeknya misalnya : • Menyiram • Membungkus • Melempar dan lain – lain. • Menggunakan kata penghubung (konjungsi) untuk mengurutkan kegiatan. Kata penghubung yang menyatakan waktu kegiatan yang hadir dan bersifat kronologis.Contoh: • –Selanjutnya • –Berikutnya • –Kemudian • –Lalu • –Setelah itu.

• Menggunakan kata keterangan untuk menyatakan rinci waktu, tempat dan cara yang akurat. Gunanya menambahkan atau memberi keterangan pada kata lain. Contoh: • Ibu mengiris lobak menggunakan pisau tajam. • inta menyiram bunga dengan tangki air miliknya. • Aku harus pergi ke rumah paman sekarang.

• Terdapat tujuan, langkah-langkah dan penutup. • Menggunakan kalimat imperatif atau kalimat perintah sehingga pembaca bisa mengikuti apa yang diperintahkan pada sebuah teks. • Menggunakan kalimat penghubung sehingga dari awal dan akhir teks saling terkait. • Menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung. • Menggunakan kalimat saran dan larangan. • Menggunakan kriteria atau batasan tertentu.

• Menggunakan kata keterangan. • Berisi pemberian informasi. • Berisi langkah yang terperinci • Menggunakan akhiran -i dan -kan, contohnya, jangan lupa selalu siram-i bunganya setiap hari, lempar-kan bola tersebut keatas. Macam Macam Teks Prosedur Teks prosedur memiliki 3 macam jenis diantaranya, teks prosedur sederhana, kompleks dan protocol.

• Teks Prosedur Sederhana Teks prosedur sederhana yaitu teks yang berisi langkah-langkah sederhana yang biasaya hanya 2-4 langkah saja dalam melakukannya, contohnya cara login facebook.

• Teks Prosedur Kompleks Teks prosedur kompleks yaitu teks yang berisi banyak langkah dalam melakukannya. contohnya, cara membuat sambal balado, cara mengajukan pembuatan kartu SIM, cara memperpanjang STNK, prosedur pembuatan ktp. • Teks Prosedur Protokol Teks prosedur protokol adalah teks yang pada setiap langkahnya bisa diubah tidak harus runut, walaupun berubah, tetapi hasil akhirnya tetap sama.

misalnya, jika memasak mie instan kita bisa merebus dengan memasukan mie dan bumbu kedalam air rebusan dari tungku atau bisa memasukan air panas kedalam wadah yang berisi mie lalu memasukan bumbu. Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Teks prosedur memiliki kaidah kebahasaan diantaranya, konjungsi temporal, kata imperatif, verba material dan tingkah laku, partisipan manusia, bilangan pendanda, kalimat introgatif dan kalimat deklaratif.

• Kalimat Imperatif – Kalimat yang mengandung perintah, fungsinya ialah untuk meminta atau melarang seseorang untuk melakukan sesuatu. • Kalimat Deklaratif – Kalimat yang berisi pernyataan, fungsinya ialah untuk memberikan informasi atau berita tentang sesuatu.

• Kalimat Interogatif – Kalimat yang berisi pertanyaan, fungsinya ialah untuk meminta informasi tentang sesuatu. • Konjungsi Temporal – Konjungsi temporal merupakan kata penghubung yang berhubungan secara kronologis dengan waktu dan kejadian dari kedua peristiwa yang memiliki keterkaitan.

Misalnya, setelah ini, kemudian, lalu, sesudah itu, selanjutnya, sebelum itu, dan lain-lain. • Verba material dan tingkah laku – Verba material adalah perbuatan yang mengacu pada tindakan, seperti potonglah ubi itu, masukan air kedalam wadah. Sedangkan Verba tingkah laku adalah perbuatan yang mengacu pada tindakan berdasarkan ungkapan, seperti, tunggu kira-kira 5 menit, tunggu sampai matang, tetap pertahankan, dan lainnya.

• Partisipan manusia – Partisipan manusia adalah mempartisipasikan atau mengikutsertakan manusia dalam tulisan tersebut untuk membantu langkah-langkahnya. • Bilangan penanda – Bilangan penanda adalah bilangan yang mengurutkan langkah-langkah pada tulisannya. Contoh Teks Prosedur Kiat Berwawancara Kerja Beserta Strukturnya Bagi perusahaan, wawancara merupakan kesempatan untuk menggali kualifkasi calon pegawai secara lebih mendalam, melihat kecocokannya dengan posisi yang ditawarkan, kebutuhan dan sifat perusahaan.

Wawancara pun menjadi ajang tanya jawab antara pewawancara dengan calon. Agar mudah dipahami oleh mitra bicara, kita harus berbicara dengan jelas. Jaga agar kita tidak berbicara terlalu cepat atau lambat, atur juga suara agar jelas terdengar. Suara yang terlalu pelan membuat kita terlihat kurang percaya diri, sementara suara yang terlalu keras membuat kita terlihat agresif. Penggunaan bahasa yang baik dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan menjadi suatu keharusan.

Selain itu, perhatikan betul apa yang disampaikan pewawancara agar kita dapat memerikan jawaban yang relevan. Tak ada salahnya menanyakan kembali atau mencoba mengulangi pertanyaan yang diajukan untuk memastikan bahwa pemahaman kita sudah benar. Namun, jangan melakukannya terlalu sering karena justru akan membuat pewawancara mempertanyakan daya tangkap kita. Bahasa tubuh pun ikut memegang peranan.

Gerakan nonverbal seperti mengangguk atau sikap tubuh yang agak condong ke depan menunjukkan bahwa kita tertarik pada apa yang disampaikan si pewawancaraa. Pastikan pula kita menjaga kontak mata dengan pewawancara, karena kontak mata penting dalam proses komunikasi, termasuk dalam wawancara kerja. Singkatnya, akan lebih baik jika kita mampu menampilkan sikap yang antusias secara verbal maupun nonverbal. Oleh karena itu, hindari bahasa tubuh yang dapat diartikan negatif, seperti menggoyangkan kaki, mengetuk-ngetuk jari, atau menghindari kontak mata.

Cara berbicara yang percaya diri namun tidak terkesan sombong dapat menarik minat pewawancara. Pada saat berbicara, hindari uraian yang panjang lebar dan berteletele. Cobalah mengemas kalimat secara dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan dan terfokus, namun tetap menarik.

Kita diharapkan mampu menunjukkan bahwa kita adalah orang yang tepat untuk posisi yang ditawarkan. Ceritakanlah kemampuan atau pengalaman yang relevan dengan posisi tersebut. Hindari mengkritik atasan atau rekan kerja sebelumnya karena ini menunjukkan sikap yang tidak professional.

Selama wawancara berlangsung, jadilah diri sendiri. Ungkapan ini mungkin terdengar klise, namun jauh lebih baik menjadi diri sendiri dan berbicara dengan jujur, daripada mencoba mengatakan sesuatu yang menurut kita akan membuat pewawancara merasa terkesan.

Jangan melebih-lebihkan kualifkasi kita, apalagi mengelabui dengan memberikan data yang tidak benar. Cepat atau lambat, pewawancara akan menemukan bahwa data tersebut hanyalah karangan. Tunjukkan bahwa kita mampu mengenali diri kita sendiri dengan tepat. Pewawancara biasanya memberikan kesempatan kepada kita untuk mengajukan pertanyaan di akhir wawancara. Gunakanlah kesempatan ini secara elegan dengan cara menunjukkan rasa ingin tahu kita tentang lingkup dan deskripsi tugas posisi yang dilamar, kesempatan pengembangan diri, dan sebagainya.

Ini wajar, karena bersikap pasif dan menyerahkan segala sesuatu kepada pihak perusahaan tidak akan menambah nilai kita di mata pewawancara.

Calon yang mau bertanya dalam porsi yang tepat menunjukkan kesungguhan minatnya pada posisi yang ditawarkan dan juga pada perusahaan. Di sesi ini biasanya muncul pula pembicaraan mengenai gaji dan tunjangan. Pewawancara sangat menghargai kandidat yang mampu menentukan nominal gaji yang ia harapkan, karena dianggap dapat melakukan penilaian atas kemampuannya dan tugas-tugas yang akan dilakukan.

Tentu saja angkanya harus logis sambil tetap membuka kesempatan untuk negosiasi. Dengan persiapan matang dan unjuk diri yang baik saat wawancara, kita telah meninggalkan kesan yang layak untuk dipertimbangan oleh perusahaan. • Unsur Kebahasaan Teks Prosedur • Banyak menggunakan kata-kata kerja perintah (imperatif).

Kata kerja imperatif dibentuk oleh akhiran –kan, -i, dan partikel –lah. Bentuk dasar Imbuhan/Partikel Bentukan Kata perhati -kan perhatikan pasti -kan pastikan tunjuk -kan tunjukkan cerita -kan ceritakan hindar -i hindari jadi -lah jadilah • Banyak menggunakan kata-kata teknis yang berkaitan dengan topikyang dibahasnya.

Apabila teks tersebut berkenaan dengan masalah komunikasi, akan digunakan istilah-istilah dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan pula, misalnya tanya jawab, kontak mata, pewawancara, verbal, nonverbal, bahasa tubuh, dan negosiasi. • Banyak menggunakan konjungsi dan partikel yang bermakna penambahan, seperti selain itu, pun, kemudian, selanjutnya, oleh karena itu, lalu, setelah itu, dan di samping itu.

• Banyak menggunakan pernyataan persuasif. Berikut adalah contoh kalimatnya. • Penggunaan bahasa yang baik juga menjadi keharusan. • Singkatnya, akan lebih baik bila kita mampu menampilkan sikap yang antusias, verbal, maupun nonverbal • Apabila prosedur itu berupa resep dan petunjuk penggunaan alat, akan digunakan gambaran terperinci tentang benda dan alat yang dipakai, termasuk ukuran, jumlah, dan warna. Contoh Teks Prosedur Cara Mendirikan Tenda Kemah Ada beberapa jenis tenda yang dapat digunakan dalam kegiatan kepramukaan, tetapi untuk kegiatan berkemah yang baik, tenda yang digunakan hendaknya merupakan tenda standar yang mendirikannya dengan menggunakan tali dan patok.

Hal ini untuk melatih keterampilan dan ketangkasan anggotanya dalam kegiatan berkemah tersebut. Berikut ini cara mendirikan tenda yang benar dan baik dalam kegiatan berkemah pramuka yaitu : • Periksa, bersihkan dan amankan terlebih dahulu area atau wilayah tempat yang akan dipasangi tenda • Persiapan perlengkapan dan peralatan untuk memasang tenda seperti ; tenda, tiang, patok, tali, palu kecil, dll.

• Buka lembaran tenda untuk mengetahui besarnya dan tentukan arah dan sudut tenda. • Pasang tiang tenda sesuai posisinya, dalam hal ini pada sudut-sudut tenda yang bersangkutan. • Tancapkan patok-patok pada tiap sudut tenda dan pintu tenda. • Setelah menegakan tiang tongkat, ambil tali, lalu ikatkan pada patok yang sudah tertancap di tanah.

• Begitupun dengan tiang depan, ikatkan talinya. (Alangkah lebih bagus jika menggunakan tali ganda). • Pasang pendukung tenda, seperti, lampu, pagar, gerbang dan lain sebagainya. Demikianlah pembahasan mengenai “Teks Prosedur” Pengertian & ( Tujuan – Macam – Ciri – Contoh ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Rujukan Suherli, dkk. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X I Revisi Tahun 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Suherli, dkk. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas X I Revisi Tahun 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Kosasih, E. 2014. Jenis-Jenis Teks dalam Mata Pelajaran Bahasa Indoneisa SMA/MA/SMK. Bandung: Yrama Widya Baca Juga: • “Teks Prosedur Kompleks” Pengertian & ( Tujuan – Struktur – Kaidah Kebahasaan – Contoh ) dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan “Teks Eksposisi” Pengertian & ( Tujuan – Ciri – Struktur – Jenis – Unsur Kebahasaan – Contoh ) • “Teks Eksplanasi” Pengertian & ( Tujuan – Struktur – Ciri – Kaidah Kebahasaan – Contoh ) Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia, SMA, SMP Ditag ciri bahasa teks prosedur, ciri ciri teks prosedur, ciri kebahasaan teks prosedur, ciri umum teks prosedur, contoh soal merinci struktur teks yang dibaca, contoh soal teks prosedur, contoh teks prosedur, contoh teks prosedur akuntansi, contoh teks prosedur bahasa indonesia, contoh teks prosedur bahasa inggris, contoh teks prosedur dalam bahasa inggris, contoh teks prosedur kompleks membuat makanan, contoh teks prosedur lengkap dengan strukturnya, contoh teks prosedur membuat kue, contoh teks prosedur membuat nasi goreng, contoh teks prosedur protokol, contoh teks prosedur sederhana, jenis jenis teks prosedur, jenis teks prosedur, kaidah kebahasaan teks prosedur, langkah langkah membuat teks prosedur, langkah langkah teks prosedur, materi teks eksplanasi, materi teks prosedur kelas 11, materi teks prosedur smp kelas 7, menentukan isi teks prosedur konjungsi, mengidentifikasi makna tersurat, mengidentifikasi teks prosedur, mengubah teks prosedur menjadi teks deskripsi, menyimpulkan isi teks prosedur, pengertian Teks Prosedur, pengertian teks prosedur bahasa inggris, pengertian teks prosedur brainly, pengertian teks prosedur kompleks, pengertian teks prosedur menurut para ahli, pernyataan umum teks prosedur, struktur teks prosedur sederhana, struktur teks prosedur terdiri dari, struktur teks prosedur yang tepat adalah, teks prosedur makanan, tujuan teks prosedur, unsur kebahasaan teks prosedur Navigasi pos Pos-pos Terbaru • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Penjelasan Sistem Ekskresi Pada Manusia Secara Lengkap • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Contoh Soal Teks Prosedur Kompleks Pilihan Ganda beserta Jawabanya - Hallo adik-adik semua, bagaimana kabarnya?

Kakak harap kalian semua sehat-sehat selalu ya. Pada kesempatan kali ini kakak ingin membagikan kumpulan soal-soal pilihan ganda bahasa Indonesia tentang teks prosedur kelas 7/11/12 dan kunci jawabannya. Maka dengan itu, kakak memberi judul artikel ini dengan nama contoh soal dan jawaban teks prosedur kelas 11/12/7 pilihan ganda dan jawabannya. Baca juga: materi lengkap teks prosedur kompleks yang meliputi pengertian, ciri, struktur, kaidah dan contohnya.

Soal Pilihan Ganda Bahasa Indonesia Teks Prosedur Kompleks beserta Jawabannya Ada sekitar 50 butir soal (PG/Pilihan Ganda) bahasa Indonesia tentang teks prosedur kelas 12/11/7 dan jawabannya yang bisa adik-adik SMP/SMA/SMK/MA jadikan referensi dalam menghadapi ujian dari guru.

Berikut ini adalah contoh soal pilihan ganda teks prosedur kelas 11/12/7 beserta jawabannya. PETUNJUK UMUM Tulis namamu di sudut kanan atas.

• Bacalah setiap soal dengan teliti. • Kerjakan dulu soal yang kamu anggap mudah. • Periksa kembali pekerjaanmu sebelum diserahkan pada pengawas. Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, dan D! 1. Teks yang berisi langkah-langkah yang sistematis yang sesuai dengan aturan untuk mencapai suatu tujuan disebut dengan teks . a. Anekdot b. Negosiasi c. Prosedur Kompleks d.

Eksposisi e. Laporan Hasil Observasi 2. Yang merupakan struktur dari teks prosedur kompleks adalah . a. Tujuan^langkah-langkah untuk mencapai tujuan b. Abstraksi^orientasi^krisis^reaksi^koda c. Tesis^argumentasi^penegasan ulang pendapat d. Pembukaan^isi^penutup e. Klasifikasi^anggota/aspek yang dilaporkan 3. Kalimat yang mengandung perintah disebut kalimat . a. Interogatif b. Imperatif c. Deklaratif d. Jamak e. Tunggal 4. Kalimat yang berfungsi untuk memberikan informasi atau berita tentang sesuatu disebut kalimat .

a. Jamak b. Tunggal c. Imperatif d. Interogatif e. Deklaratif 5. Berikut adalah contoh-contoh kalimat interogatif. (a) Apakah Anda mengenali petugas? (b) Apakah Anda memahami kesalahan Anda? (c) Dapatkah Anda memastikan tuduhan pelanggaran? (d) Mengapa Anda menyerahkan kendaraan atau STNK begitu saja kepada petugas? (e) Siapakah yang menerima atau menolak tuduhan?

Manakah kalimat interogatif yang menuntut jawaban berupa informasi? a. (a), (b), (c) b. (a), (b), (d) c. (d), (e) d. (c), (d) e. Semua benar 6. Yang merupakan contoh dari verba tingkah laku adalah . a. Memukul b.

Menendang c. Melakukan d. Membanting e. Menerima 7. Pengendara kendaraan bermotor perlu mengetahui prosedur penilangan. Manakah kata yang menunjukkan partisipan manusia secara umum? a. Bermotor b. Kendaraan c. Mengetahui d. Penilangan e. Pengendara 8. Verba yang mengacu pada tindakan fisik disebut verba . a. Tingkah laku b. Temporal c. Kompleks d. Fiskal e. Material 9. Konjungsi yang mengacu pada urutan waktu dan sekaligus menjadi saran kohesi teks disebut konjungsi .

dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan

a. Retorik b. Maka c. Lalu d. Temporal e. Sistematis 10. Berikut adalah ciri-ciri teks prosedur kompleks, kecuali . a. Terdapat konjungsi temporal b.

Terdapat verba tingkah laku c. Terdapat partisipan manusia secara umum d. Terdapat sindiran e. Terdapat verba mateial 11. Kalimat yang mengandung perintah dalam teks prosedur adalah kalimat …. a. imperatif b. interigatif c. baku d. tanya e. ke Satu 12. Cermatilah teks berikut!

Batang pisang dikerap cukup dalam, kemudian batang pisang dirobohkan pelan-pelan. Caranya, salah satu pelepah daunnya ditarik sampai hampir roboh. Tandanya pisang jangan sampai membentur tanah agar tidak trusak. Sebelum tandan dekat ke tanah, ujung tandan dipegang dengan tangan atau disangga dengan alat yang telah disediakan. Kutipan tersebut merupakan bagian dari …. a. cara memanen buah pisang b. cara memanfaatkan buah pisang c. tanda-tanda buah pisang siap panen d. buah pisang sebagai bahan keripik pisang e.

manfaat buah pisang selain sebagai buah meja 13. Bacalah teks prosedur berikut! Daun cincau disiapkan di ember, lalu siram dengan air mendidih. Selama penyiraman dengan air mendidih daun diaduk-aduk dengan alat agar terjadi proses pelayuan yang merata. Air mendidih ini akan membuat daun yang semula keras dan kaku menjadi lemas dan tidak mengkilat. Air panas juga membantu proses penguapan, sehingga mengurangi aroma daun cincau. Kutipan tersebut adalah bagian isi yang menjelaskan tentang ….

a. pemilihan bahan pembuatan cincau b. bahan-bahan pembuatan cincau c. salah satu langkah pembuatan cincau d. perlengkapan untuk pembuatan cincau e. manfaat ekonomis pembuatan cincau 14. Baca dengan cermat kutipan tersebut!

Rebuslah air bersih secukupnya sampai mendidih! Setelah itu, celupkan daun jeruk purut beberapa saat agar daun itu menjadi lunak! Lalu, angkatlah daun jeruk purut itu dan tiriskan! Tumbuk selembar daun pandan dan diberi air matang! Setelah itu, peraslah untuk diambil airnya! Kata-kata yang bermakna perintah adalah ,… a. rebuslah, celupkan, tumbuk, peraslah b. secukupnya, beberapa, menjadi, mendidih c. rebuslah, beberapa, menjadi, diberi d. tiriskan, menjadi, beberapa, selembar e.

selembar, pandan, peraslah, beberapa 15. Cermatilah teks berikut! Siapkan baskom yang sudah dibersihkan! Cucilah daun cincau hijau yang baru dipetik, masukan dalam baskom! Kemudian lumatkan dengan tangan yang sudah bersih! Sambil dilumatkan, berilah air matang sedikit demi sedikit, kemudian diremas, sehingga terasa lekat di tangan! Campurkan irisan daun pandan sewaktu pelumatan! Setelah terbentuk galatin (cairan kental) disaring dan ditampung pada panic yang telah disiapkan.

Pelumasan dan penyaringan diteruskan hingga gelatin tidak lekat lagi. a. kemudian, sehingga, dan b. siapkan, masukkan, campurkan c. kemudian, siapkan, disaring d. setelah, campurkan, ditampung e. campurkan, dan, disiapkan 16. Teks prosedur kompleks memiliki struktur, yaitu a. judul-tujuan-langkah langkah b. judul-langkah langkah-tujuan c. judul-langkah langkah d. langkah langkah-tujuan e. tujuan-langkah langkah 17. Dalam teks prosedur kompleks, hasil akhir yang akan dicapai terdapat dalam bagian ….

a. langkah langkah b. tujuan c. orietasi d. abstrak e. koda 18. Berikut yang bukan merupakan ciri kebahasaan teks prosedur kompleks adalah …. a. memiliki struktur “tujuan langkah-langkah b. menggunakan verbal material c. lucu dan menarik d.

menggunakan kalimat imperative e. menggunakan kalimat partisipan manusia 19. Di dalam teks prosedur kompleks terdapat dua verbal yaitu …. a. verbal material dan kebiasaan b. verbal nonmaterial dan tingkah laku c. verbal material dan tingkah laku d. verbal antisipasif dan kopulatif e. verbal tingkah laku dan lain-lain 20. Cermatilah dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan berikut! Tanaman selada sebenarnya tahan dalam keadaan segar selama beberapa waktu.

Dengan catatan, pada saat menyimpan sebaiknya di tempat yang dingin. Caranya tempat itu ditaburi butiran atau remukan es. Pernyataan di atas adalah tahap kegiatan yang disebut …. a. pembersihan b. pengelompokkan c. pengemasan d. penyimpanan e. pemasaran 21. Tujuan adalah . a. Cara-cara yang ditempuh agar tujuan itu tercapai b. Hasil akhir yang akan dicapai c.

Pendapat yang disertai data d. Gagasan utama penulis yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan pendapat e. Penyelesaian masalah atau akhir dari cerita 22. Berikut adalah contoh konjungsi temporal, kecuali . a. Kemudian b. Setelah itu c. Selanjutnya d. Lalu e. Apabila 23. Berikut adalah contoh kalimat imperatif, kecuali . a. Kenali si petugas. b. Terima atau tolak tuduhan. c. Pastikan tuduhan pelanggaran. d. Pengendara memahami kesalahannya. e. Jangan serahkan kendaraan atau STNK begitu saja.

24. Mengapa teks prosedur kompleks dikatakan “kompleks”? a. Karena teks prosedur kompleks disusun secara sistematis. b. Karena langkah-langkah yang ada hanya dapat dilakukan dengan memenuhi berbagai syarat. c. Karena digunakannya konjungsi temporal. d. Karena langkah-langkah awal untuk mencapai tujuan berkesan kompleks. e. Karena langkah awal merupakan syarat bagi langkah berikutnya.

25. Tujuan dari teks prosedur kompleks adalah . a. Mengelompokkan berbagai hal ke dalam jenis-jenis sesuai dengan ciri-ciri setiap jenis pada umumnya. b. Memberi petunjuk tentang cara-cara melakukan sesuatu.

c. Mengungkap kebenaran yang lebih umum. d. Mengurangi perbedaan posisi setiap pihak. e. Memaparkan sesuatu agar pengetahuan pembaca bertambah. 26. Berikut ini bukan merupakan ciri-ciri kebahasaan yang terdapat dalam teks prosedur kompleks .

a. Menggunakan partisipan manusia. b. Menggunakan verba material dan tingkah laku. c. Menggunakan kalimat imperatif. d. Menggunakan konjungsi syarat. e. Menggunakan kalimat alternatif. 27. Jika pengendara melakukan pelanggaran, tentu pihak yang berwajib menilangnya. Kalimat tersebut mengandung .

a. Partisipan manusia. b. Partisipan bukan manusia. c. Partisipan pronomina. d. Partisipan alat. e. Partisipan kekohesian. 28. Cara-cara yang ditempuh agar tujuan tercapai merupakan bagian dari struktur prosedur yang disebut . a. Langkah-langkah b. Tujuan c. Reaksi d. Orientasi e. Koda 29. Bagaimanakah perbedaan antara prosedur kompleks dengan teks prosedur sederhana?

a. Langkah teks prosedur lebih rumit. b. Langkah-langkahnya tidak memenuhi hal-hal yang rumit. c. Apabila salah satu syarat tidak dipenuhi, langkah selanjutnya tidak jalan. d. Langkah-langkah yang satu menentukan langkah yang lain. e. Langkah-langkah hanya dapat dilakukan dengan memenuhi syarat sebelumnya.

30. Berikut adalah contoh konjungsi syarat . a. Lalu b. Seandainya c. Selanjutnya d. Kemudian e. Akhirnya 31. Teks yang berisi langkah-langkah/tahap-tahap yang harus ditempuh untuk mencapai suatu tujuan disebut. A. Eksposisi B. Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan C. Prosedur kompleks D. Negosiasi E. Anekdot 32.Struktur teks prosedur kompleks yaitu. A. Tujuan – langkah-langkah B.

Abstraksi – orientasi – krisis – reaksi – koda C. Pernyataan pendapat – argumentasi – penegasan ulang pendapat D. Pembukaan – isi – penutup E. Klasifikasi – anggota 33. Menurut artinya, kalimat imperatif adalah. A. Kalimat yang berisi pernyataan B. Kalimat yang mengandung perintah C.

Kalimat yang berisi pertanyaan D. Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan untuk meminta/melarang seseorang E. Kalimat untuk memberikan informasi 34. Hasil akhir yang akan dicapai disebut. A. Langkah-langkah B. Abstraksi C. Penutup D. Tujuan E. Penawaran 35. Jika, seandainya, apabila merupakan bagian dari. A. Konjungsi temporal B. Verba tingkah laku C. Verba material D. Pembukaan E. Konjungsi syarat 36.

Verba ada dua,yaitu. A. Tingkah laku dan material B. Temporal dan syarat C. Tujuan dan langkah-langkah D. Material dan syarat E. Tingkah laku dan temporal 37. “Pastikan tuduhan pelanggaran” merupakan contoh dari. A. Deklaratif B. Interogatif C. Imperatif D. Persuasif E. Deklarasi 38. Yang merupakan fungsi dari interogatif adalah. A. Meminta/melarang seseorang B. Kalimat mengandung perintah C.

Memberikan informasi D. Meminta informasi E. Kalimat berisi pernyataan 39. Konjungsi yang mengacu pada urutan waktu disebut kinjungsi A. Syarat B. Tingkah laku C. Material D. Tujuan E. Temporal 40. Kata ganti yang digunakan untuk penyebutan berikutnya disebut. A. Promina B. Pronomina C. Persuasif D. Prototonom E. Antonim 41. “Dapatkah Anda memastikan tuduhan pelanggaran?” merupakan contohdari. A. Deklaratif B. Deklarasi C. Interogatif D. Persuasif E.

Impresif 42. Cara-cara yang ditempuh agar tujuan itu tercapai. A. Langkah-lamgkah B. Tujuan C. Orientasi D. Argumentasi E. Penutup 43. “Melakukan pelanggaran” salah satu contoh dari. A. Verba tingkah laku B. Konjungsi syarat C. Konjungsi temporal D. Verba material E. Partisipan 44. “Menerima atau menolak tuduhan” salah satu contoh dari. A. Konjungsi syarat B. Verba tingkah laku C. Konjungsi temporal D.

Verba material E. Partisipan 45.

dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan

Partisipan yang ada pada teks prosedur kompleks adalah. A. Hewan B. Manusia C. Benda D. Tumbuhan E. Air 46. Salah satu contoh kata ganti orang ketiga tunggal ialah. A. Kamu B. Aku C. Saya D. –Nya E. Apa 47. “Apakah Anda mengenali petugas?” kalimat ini termasuk kalimat.

A. Persuasif B. Tuturan C. Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan D. Interigatif E. Imperaktif 48. Teks prosedur ada dua,yaitu. A. Gampang, rumit B. Mudah, sulit C. Sederhana, kompleks D.

Susah, mudah E. Sulit, sangat sulit 49. Menurut fungsinya, kalimat diklasifikasikan menjadi. kalimat A. 2 B. 3 C. 5 D. 1 E. 6 50. “Pertama, kedua, selanjutnya” merupakan termasuk. A. Prosedur B.

Tujuan C. Struktur D. Verba E. Konjungsi Itulah tadi kumpulan soal teks prosedur pilihan ganda beserta jawaban kelas 7/11/12. Bagi Anda yang ingin mengetahui contoh soal teks ulasan beserta jawabannya, silahkan lihat link di bawah ini. Baca juga: Contoh Soal Teks Ulasan Pilihan Ganda beserta Jawabannya Demikianlah artikel tentang 50 contoh soal pilihan ganda tentang teks prosedur kompleks beserta jawabannya kelas 7, 11, 12.

Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terima kasih. Unduh file pdfnya dengan klik link bawah ini. Autobiografi (3) Ceramah (10) Cerpen (7) Contoh Teks (63) Debat (4) Dongeng (3) Hikayat (4) Indeks Buku (1) Karya Tulis Ilmiah (4) Kelas10 (30) Kelas11 (35) Kelas12 (23) Kelas7 (12) Kelas8 (15) Kelas9 (23) Novel (2) Puisi (10) Resensi (1) Roman (1) Sintaksis (10) Slogan (1) Soal & Jawaban (44) Surat (6) Teks Anekdot (6) Teks Berita (3) Teks Biografi (5) Teks Cerita Fabel (3) Teks Cerita Fantasi (1) Teks Cerita Fiksi (1) Teks Cerita Sejarah (2) Teks Cerita Ulang (2) Teks Deskripsi (4) Teks Diskusi (4) Teks Drama (5) Teks Editorial (3) Teks Eksemplum (3) Teks Eksplanasi (11) Teks Eksposisi (4) Teks Iklan (14) Teks Laporan Hasil Observasi (7) Teks Narasi (3) Teks Negosiasi (3) Teks Pidato (4) Teks Prosedur (6) Teks Rekaman Percobaan (4) Teks Tanggapan Kritis (5) Teks Tantangan (4) Teks Ulasan (5)Contoh Soal Pilihan Ganda Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) dan Jawabannya - Hallo adik-adik semua, bagaimana kabarnya?

Kakak harap kalian semua sehat-sehat selalu ya. Pada kesempatan kali ini kakak ingin membagikan kumpulan soal-soal teks laporan hasil observasi smp kelas 7 dan kunci jawabannya.

Maka dengan itu, kakak memberi judul artikel ini dengan nama contoh soal pilihan ganda teks laporan hasil observasi kelas 10 beserta jawabannya.

Baca juga: materi lengkap teks laporan hasil observasi yang meliputi pengertian, ciri, struktur, kaidah dan contohnya. Soal Pilihan Ganda Bahasa Indonesia Teks LHO dan Jawabannya Ada sekitar 50 butir soal (PG/Pilihan Ganda) bahasa Indonesia tentang teks laporan hasil observasi kelas 7/10 dan jawabannya yang bisa adik-adik SMP/SMA/SMK/MA jadikan referensi dalam menghadapi ujian dari guru.

Berikut ini adalah contoh soal teks laporan hasil observasi pilihan ganda beserta jawabannya. PETUNJUK UMUM Tulis namamu di sudut kanan atas. • Bacalah setiap soal dengan teliti. • Kerjakan dulu soal yang kamu anggap mudah. • Periksa kembali pekerjaanmu sebelum diserahkan pada pengawas. Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, dan D!

1. Observasi dapat dilakukan secara tidak langsung dengan cara. a. Mengamati b. Mendengarkan c. Menyaksikan d. Melakukan e. Merasakan 2. Aspek-aspek yang dilaporkan pada laporan observasi berupa. a. Definisi b. Deskripsi c. Umum d. Terpusat e.

Verba penghubung 3. Observasi dapat dilakukan secara langsung dengan cara. a. Melihat b. Membaca c. Mendengarkan informasi d. Membaca berita e. Mendapatkan berita 4. Berikut yang merupakan verba penghubung adalah. a. Adalah b. Sedangkan c. Dan d. Pergi e. Menjanjikan 5. “Benda di dunia terdapat dua kelompok, yaitu benda hidup dan benda mati.” Pernyataan yang benar mengenai kalimat di atas adalah. a. Kalimat di atas adalah kalimat pendeskripsib. Kalimat di atas terdapat antonim dan sinonim c.

Kalimat di atas terdapat sinonim dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan.

Kalimat di atas bukan merupakan kalimat definisi. e. Kalimat di atas terdapat antonim 6. Berikut yang merupakan kalimat kompleks adalah. a. Hari ini, bapak tidak menghadiri rapat.

b. Ibu Susi dan Om Tukul sedang memasak di dapur. c. Pak Adam membawa asinan Bogor. d. Doyok membaca koran bersama adiknya. e. Paman Gober sedang tidur. 7. Pernyataan yang menyampaikan hal-hal secara umum disebut. a. Pernyataan umum b.

dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan

Pernyataan pendapat c. Argumentasi d. Aspek yang dilaporkan e. Aspek deskripsi 8. “Harimau itu merupakan hewan pemangsa dan pemakan daging.” Kalimat di atas merupakan kalimat. a. simpleks b. kompleks c. simpleks dan definisi d. kompleks dan definisi e. kompleks dan simpleks 9. Berikut yang merupakan struktur laporan observasi adalah.

a. abstraksi, orentasi, krisis, reaksi, dan koda b. pernyataan pendapat, argumentasi, dan penegasan ulang pendapat c. pernyataan umum dan aspek yang dilaporkan d. pernyataan definisi dan pernyataan umum e. tujuan, langkah-langkah, dan penutup 10. Kalimat yang menggunakan satu verba disebut. a. kalimat kompleks b. kalimat simpleks c. kalimat deskripsi d. kalimat definisi e.

kalimat penjelas 11. Di bawah ini struktur dari teks laporan hasil observasi adalah… a. Penyataan umum dan aspek yang dilaporkan b. Tesis, argumentasi, penegasan ulang c. Abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan simpulan d. Pernyataan umum dan aspek yang dijelaskan e. Pendapat umum dan aspek yang dilaporkan 12. Di bawah ini yang merupakan jenis kalimat definisi adalah… a.

Di bawah ini yang merupakan jenis kalimat definisi adalah…. b. Tari klasik sendiri mempunyai dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan sebuah tarian yang telah mencapai kristalisasi keindahan c. Tari serimping Jawa mempunyai kemiripan dengan tari pakarena dari Makasar d. Kebudayaan tari sudah banyak dipentaskan e. Aturan yang lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala.

13. Bacalah kutipan teks laporan observasi berikut! Bahan yang digunakan adalah 100 g daun kemangi dan 200 ml air panas. Caranya hancurkan daun kemangi, campurkan dengan air panas. Dalam air panas, aduk-aduk kemangi sehingga sarinya keluar. Lalu dinginkan. Aspek yang dilaporkan pada paragraf di atas adalah. a. Berupa deskripsi bahan dan cara pembuatan. b.

Berupa deskripsi kemangi. c. Berupa deskripsi bahan pembuatan d. Berupa deskripsi bahan dan daun kemangi e. Berupa deskripsi daun kemangi dan air panas 14. Di bawah ini yang bukan merupakan kata-kata pendeskripsian hewan adalah… a. Gemuk, besar, dan rakus. b. Daging, ringan, dan bergizi c. Halaman, gersang, dan kering d. Sakit, pintar, dan berani e. Luar, tipis, dan dalam 15. Benda hidup dapat dikelompokan menjadi binatang dan tumbuhan.

Selain itu, dapat dikelompokan lagi menjadi benda mati dan benda hidup. Jenis kalimat di atas adalah… a. kalimat tanya b. kalimat kompleks c. kalimat simpleks d. kalimat kompliks e. kalimat ulang 16. Di bawah ini kalimat yang bersinonim adalah…. a. Yuli kehilangan pemandangan yang indah, saat sinar matahari di senja itu sirna.

b. Kanan kiri kursi itu terdapat pohon berduri. c. Saat membaca Al-Quran harus diperhatikan panjang pendeknya d. Sewaktu kecil rambut Yuni pendek namun sekarang rambutknya panjang e. Kakek itu sakit karena naik turun tangga terus menerus di rumahnya 17.

Pernyataan umum dan aspek yang dilaporkan merupakan struktur dari teks… a. teks laporan hasil observasi b. teks eksposisi c. teks anekdot d. teks negosiasi e. teks prosedur kompleks 18. Bacalah cuplikan teks hasil observasi berikut! . (1) Setelah dingin, kembali peras-peras daun kemangi. (2) Saring dan simpan air sari kemangi di dalam botol. (3) Agar lebih awet, simpan dalam kulkas.

(4) Gunakan dengan bantuan kapas dan oleskan ke seluruh wajah sebelum tidur. (5) Biarkan hingga keesokan paginya. . Kalimat simpleks yang terdapat pada paragraf di atas adalah. a. 1 dan 2 b. 2 dan 3 c. 3, 4, dan 5 d. 1, 3, dan 5 e. 2 dan 4 19. Di bawah ini yang merupakan kalimat kompleks adalah…. a. Kebudayaan tari sudah banyak dipentaskan. b. Tari serimping merupakan tari klasik yang berasal dari Jawa Tengah.

c. Tari ini sudah banyak di pentaskan. d. Tari serimping memiliki penggemar tersendiri. e. Aturan yang lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala. 20. Di bawah ini yang merupakan kalimat simpleks adalah… a. Harimau merupakan hewan pemangsa dan pemakan daging. b. Yuli membawa dan menyimpan makanan itu c. Yeni dimarahi oleh ayah, karena dia tidak belajar d.

Harimau mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya e. Yuli dan Yeni observasi harimau yang sedang makan di kandangnya 21. Salah satu sifat yang harus dimiliki teks laporan hasil observasi adalah bersifat informatif, kecuali.

a. teks laporan hasil observasi sesuai dengan kenyataan b. teks laporan hasil observasi sesuai fakta c. teks laporan hasil observasi dapat dikomunikasikan dengan siapa pun d. teks laporan hasil observasi dapat dijadikan sebagai sumber pengalaman orang lain jika melakukan hal serupa e.

teks laporan hasil observasi menggunakan bahasa ilmiah 22. Dikarenakan teks laporan hasil observasi merupakan laporan, maka harus menggunakan istilah ilmiah. Hal ini dilakukan untuk. a. meyakinkan pembaca tentang fakta b. penggunaan aspek kebahasaan yang tepat c. meyakinkan pembaca bahwa tulisan tersebut dibuat dengan menyertakan ilmu pengetahuan d. menilai suatu karya ilmiah e. mengetahui makna yang terkandung dalam teks tersebut 23.

Perhatikan teks berikut! Benca alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Bencana alam dapat terjadi dinana pun dan kapan pun, tak terkecuali di Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan yang rawan bencana alam. Itulah sebabnya Indonesia banyak mengalami bencana alam terutama gempa bumi, gunung meletus, banjir, dan tanah longsor. Dari teks tersebut yang termasuk dalam definisi umum laporan adalah.

a. Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. b. Bencana alam dapat terjadi di manapun dan kapan pun, tak terkecuali di Indonesia.

c. Indonesia merupakan negara kepulauan yang rawan bencana alam d. Itulah sebabnya Indonesia banyak mengalami bencana e. Bencana alam di Indonesia, seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir, dan tanah longsor. 24. Objek yang diamati dalam pembuatan teks laporan hasil observasi haruslah.

a. objek b. obje tunggal c. subjek d. objek ganda e. objek campuran 25. Perhatikan teks berikut! Lingkungan RT 03 kurang bersih, karena kurangnya kesadaran masyrakatnya untuk menjaga kebersihan dan kurangnya keberadaaan fasilitas kebersihan, seperti tong sampah. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh masysrakat RT 03.

Kerja sama antara pengurus RT dan masyarakat akan lebih meningkatkan upaya kebersihan lingkungan tersebut. Pengurus RT berperan dalam penyediaan fasiitas kebersihan bersinergi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga keberishan lingkungan.

Dari teks tersebut yang termasuk dalam definisi umum hasil analisis laporan adalah. a. Lingkungan RT 03 kurang bersih b. Kurangnya kesadaran masyarakatnya untuk menjaga kebersihan c. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat RT 03 d. Kerja sama antara pengurus RT dan masyarakat akan lebih meningkatkan upaya kebersihan lingkungan tersebut.

e. Pengurus RT berperan dalam penyediaan fasilitas kebersihan bersinergi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. 26. Dalam teks laporan hasil observasi, informasi harus disampaikan secara. a. nyata b. berdasarkan kenyataan c. global atau menyeluruh d. opini publik e. baik dan terarah 27. Teks laporan hasil observasi harus disajikan dengan menggunakan bahasa yang jelas, mudah dipahami, dan tidak berbelit-belit. Hal ini dilakukan untuk menghindari.

a. kesalahpahaman pembaca b. keterlibatan tokoh masyarakat c. kesalahan penulisan d. salah tafsir e. salah menguraikan pendapat/opini 28. Salah satu tujuan pembuatan teks laporan hasil observasi adalah untuk. a. melaporkan hasil observasi b. melaporkan hasil observasi secara sistematis dan objektif c. menafsirkan hasil observasi d. menginterpretasi hasil observasi e.

menganalisis teks laporan hasil obsrvasi 29. Sebuah teks laporan hasil observasi dapat dikatakan ideal, jika memenuhi kriteria-kriteria berikut, kecuali. a. memiliki struktur teks yang lengkap b. memanfaatkan konjungsi atau kata penghubung yang tepat c. memiliki tata bahasa yang lengkap d. pengelompokkan kata dilakukan berdasarkan kriteria tertentu e.

memfungsikan kelompok kata dan jenis kata sesuai keperluan 30. Teks laporan disebut juga. a. teks b. teks bacaan c. teks klasifikasi d. teks deskripsi e. teks observasi 31. Setelah mengamati dan mencatat data yang diperlukan, yang dicatat haruslah data yang akurat sesuai pengamatan dan data yang disajikan dari. a. hasil penelitian terkini b.

hasil pengembangan ilmu pengetahuan c. objek yang diteliti d. permasalahan yang diangkat e. keterangan penduduk sekitar 32. Analisis teks laporan hasil observasi secara lisan akan menimbulkan saran, tanggapan, atau pendapat yang penyampaiannya harus memenuhi kaidah. a. bahasa b. isi c. struktur teks d.

kesantunan berbahasa e. penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar 33. Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan. a. kata penutup dalam teks laporan b. isi dari teks laporan c. menjelaskan manfaat pembuatan teks laporan hasil observasi d. definisi khusus dari teks laporan e. sejenis pembuka atau pengantar tentang hal yang akan dilaporkan 34. Paragraf atau struktur yang berisi manfaat-manfaat dari objek yang diamati dari teks laporan hasil observasi disebut.

a. definisi khusus b. definisi umum c. deskripsi d. deskripsi manfaat e. deskripsi bagian 35. Dalam menganalisis teks laporan, kita harus mengetahui tentang strukturnya. Struktur teks hasil laporan observasi adalah. a. unsur-unsur dalam laporan hasil observasi b. pernyataan klasifikasi c. anggota yang dilaporkan d. definisi umum e.

deskripsi manfaat 36. Menyampaikan informasi tentang sesuatu, apa adanya sebagai hasil pengamatan sistematis atau analisis. Pernyataan tersebut merupakan tujuan dari. a. teks laporan b. laporan hasil observasi c. komunikatif dari teks laporan d.

penelitian hasil observasi e. observasi 37. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI: 2008), interpretasi adalah pemberian kesan, pendapat, atau. a. tanggapan tentang sesuatu hal b. pandangan teoritis terhadap sesuatu c. pandangan umum dari suatu teori d. adanya pengembangan dari teks laporan e. pemberian kesan dan masukan 38. Berkaitan dengan aspek kebahasaan, dalam pembuatan teks laporan hasil observasi ini harus memperhatikan penggunaan bahasa. Salah satunya memperhatikan penggunaan.

a. kelas kata b. paragraf c. hubungan antarkalimat d. hubungan antarparagraf e. keterkaitan antar kata yang satu dengan lainnya. 39. Berikut ini termasuk ciri-ciri kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi, kecuali. a. adanya frasa/kelompok kata b. adanya konjungsi c. adanya kata baru d. menggunakan berbagai istilah e. persamaan kata/sinonim 40. Dalam laporan hasil observasi sering ditemukan penggunaan antonim dan sinonim.

Sinonim adalah. a. lawan kata b. persamaan makna kata c. kata baru d. kata-kata indah e. kata yang mengandung makna 41. Berikut ini termasuk kaidah-kaidah yang harus diperhatikan dalam pembuatan teks laporan hasil observasi, kecuali. a. bersifat global dan universal b.

merupakan hasil penelitian terkini c. menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar d. merupakan hasil kesepakatan bersama e. objek yang dibicarakan atau yang menjadi pembahasan adalah objek tunggal 42. Teks laporan hasil observasi memuat informasi yang disajikan harus sesuai dengan .

yang didapatkan dari hasil penelitian. Kata yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas asdalah. a. opini b. fakta c. pendapat d. argumentasi e. penjelasan 43. Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum/melaporkan sesuatu berupa hasil dari. a. pengamatan b. penilaian c. koreksi d.

penulisan e. peluang 44. Jenis teks laporan hasil observasi mendeskripsikan atau menggambarkan bentuk, ciri, atau sifat umum, seperti hal-hal berikut, kecuali. a. benda b. hewan c. tumbuh-tumbuhan d. peristiwa e. keindahan bumi 45. Berikut ini termasuk ciri-ciri dari teks laporan hasil observasi, kecuali. a. bersifat objektif b. mengandung pendapat tokoh ahli c. harus ditulis sempurna dan lengkap d. tidak memasukkan hal-hal yang menyimpangm mengandung prasangka, atau pemihakan e. disajikan secara menarik, baik dalam hal tata bahasa yang jelas, isinya berbobot, maupun susunan logis 46.

Perhatikan kutipan teks laporan hasil observasi berikut ini! Museum merupakan salah satu tempat paling penting dalam upaya pelestarian sejarah (1). Museum adalah lembaga yang berfungsi mengumpulkan, merawat, dan menyajikan serta melestarikan warisan budaya masyarakat untuk tujuan studi, penelitian, dan kesenangan atau hiburan (2).

Fungsi museum yang utama adalah menyimpan, merawat, mengamankan, dan memanfaatkan koleksi museum berupa benda cagar budaya (3). Dengan demikian, museum memiliki fungsi besar yaitu sebagai tempat pelestarian (4). Objek yang sedang dibahas dalam teks di atas adalah . a. fungsi museum b. tempat museum c. wisata museum d. museum 47. Ciri bahasa teks laporan hasil observasi yang terdapat dalam kutipan di atas adalah .

a. Adanya kata umum dan kata khusus. b. Adanya kata yang seolah-olah melihat. c. Adanya kalimat saran. d. Adanya kalimat definisi 48. Kalimat definisi yang terdapat pada kutipan di atas ditandai dengan nomor, kecuali .

a. (2) b. (3) c. (4) d. (1) 49. Kalimat utama dalam teks di atas ditandai dengan nomor . a. (1) dan (2) b. (1) dan (3) c. (2) dan (3) d.

(2) dan (4) 50. Yang termasuk dalam kalimat penjelas kutipan teks di atas adalah . a. (4) b. (3) c. (2) d. (1) Itulah tadi kumpulan soal teks LHO pilihan ganda dan jawabannya. Bagi Anda yang ingin mengetahui contoh soal teks lainnya bisa membaca contoh soal teks eksposisi beserta jawabannya Demikianlah artikel tentang 50 contoh soal bahasa Indonesia pilihan ganda tentang teks laporan hasil observasi dan jawabannya.

Jika ada jawaban yang salah, mohon dikoreksi dengan cara berkomentar di bawah. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terima kasih. Unduh file pdfnya dengan klik link bawah ini. Autobiografi (3) Ceramah (10) Cerpen (7) Contoh Teks (63) Debat (4) Dongeng (3) Hikayat (4) Indeks Buku (1) Karya Tulis Ilmiah (4) Kelas10 (30) Kelas11 (35) Kelas12 (23) Kelas7 (12) Kelas8 (15) Kelas9 (23) Novel (2) Puisi (10) Resensi (1) Roman (1) Sintaksis (10) Slogan (1) Soal & Jawaban (44) Surat (6) Teks Anekdot (6) Teks Berita (3) Teks Biografi (5) Teks Cerita Fabel (3) Teks Cerita Fantasi (1) Teks Cerita Fiksi (1) Teks Cerita Sejarah (2) Teks Cerita Ulang (2) Teks Deskripsi (4) Teks Diskusi (4) Teks Drama (5) Teks Editorial (3) Teks Eksemplum (3) Teks Eksplanasi (11) Teks Eksposisi (4) Teks Iklan (14) Teks Laporan Hasil Observasi (7) Teks Narasi (3) Teks Negosiasi (3) Teks Pidato (4) Teks Prosedur (6) Teks Rekaman Percobaan (4) Teks Tanggapan Kritis (5) Teks Tantangan (4) Teks Ulasan (5)
SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.

If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our Privacy Policy and User Agreement dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan details.

Pengertian dan urgensi penelitian • 1. Alamat web nya. https://metodepenelitiana.wordpress.com/hakekat-penelitian/ Apa itu penelitian?

Menurut Yoseph dan Yoseph, 1979, penelitian adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan. Karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomodasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian. Pengertian Penelitian menurut Kerlinger (1986) adalah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara.

Kamus besar Bahasa Indonesia (2001): Penelitian adalah: 1 Pemeriksaan yang teliti. 2 Kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.

Sehingga kelompok kami menyimpulkan bahwa penelitian merupakan suatu kegiatan menyelidiki masalah dengan cara sistematis, kritis, ilmiah, dan teliti untuk mencari jawaban atau memecahkan suatu permasalahan. Komponen utama penelitian? Komponen suatu rancangan penelitian meliputi: 3 masalah 4 bentuk atau jenis data yang dibutuhkan • 2. 5 tujuan penelitian 6 kepentingan/signifikansi 7 masalah sampling 8 masalah jadwal kegiatan 9 masalah organisasi dan alokasi biaya 10 hipotesis penelitian 11 teknik pengumpulan data 12 teknik pengolahan data 13 pola dan sistematik laporan Urgensi penelitian?

Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yan berbeda, diantaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing- masing. Motivasi dan tujun penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian (http://id.wikipedia/org§) Secara umum urgensi dari metode penelitian menurut Sutrisno Hadi (2001: 10) ialah untuk menemukan pengetahuan baru, mengembangkan pengetahuan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.

Metodelogi penelitian merupakan suatu jalan yang harus ditempuh oleh peneliti guna mendapatkan ilmu pengetahuan luas dan relevan. Manfaat penelitian? Manfaat suatu penelitian dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Hasil penelitian dapat dijadikan gambaran tentang keadaan dan kemampuan sumberdaya yang ada, juga untuk kemungkinan pengembangan maupun hambatan-hambatan yang dihadapi oleh suatu proyek.

• 3. 2. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai sarana diagnosis dalam mencari sebab kegagalan ataupun suatu masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan suatu proyek, sehingga dapat dicarikan upaya untuk menanggulanginya.

3. Hasil penelitian dapat dijadikan sarana untuk menyusun kebijaksanaan ataupun menyusun strategi pengembangan suatu proyek. 4. Hasil penelitian dapat melukiskan tentang kemampuan dalam bidang pembiayaan, peralatan, perbekalam, tenaga kerja baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif yang sangat berperan bagi keberhasilan pelaksanaan suatu proyek. Pandangan-pandangan tentang penelitian?

Menurut Fellin, Tripodi & Meyer (1996), Penelitian adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat di sampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain. Menurut Kerlinger (1986: 17-18), Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisihipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena.

Menurut Indriantoro & Supomo (1999: 16), Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam.

Menurut David H. Penny, Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. Tahapan penelitian? 14 Mengidentifikasi Masalah • 4. Yang dimaksud dengan mengidentifikasi masalah ialah peneliti melakukan tahap pertama dalam melakukan penelitian, yaitu merumuskan masalah yang akan diteliti.

Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam penelitian, karena semua jalannya penelitian akan dituntun oleh perumusan masalah. Tanpa perumusan masalah yang jelas, maka peneliti akan dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan arah dalam melakukan penelitian. 2. Membuat Hipotesa Hipotesa merupakan jawaban sementara dari persoalan yang kita teliti. Perumusan hipotesa biasanya dibagai menjadi tiga tahapan: pertama, tentukan hipotesa penelitian yang didasari oleh asumsi penulis terhadap hubungan variable yang sedang diteliti.

Kedua, tentukan hipotesa operasional yang terdiri dari Hipotesa 0 (H0) dan Hipotesa 1 (H1). H0 bersifat netral dan H1 bersifat tidak netral. Perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian memerlukan hipotesa, seperti misalnya penelitian deskriptif. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai masalah ini akan dibahas pada BAB V. 3.

Studi Literature Pada tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah.

4. Mengidentifikasi dan Menamai Variabel Melakukan identifikasi dan menamai variable merupakan salah satu tahapan yang penting karena hanya dengan mengenal variabel yang sedang diteliti seorang peneliti dapat memahami hubungan dan makna variable-variabel yang • 5. sedang diteliti. 5. Membuat Definisi Operasional Definisi operasional adalah definisi yang menjadikan variable-variabel yang sedang diteliti menjadi bersifat operasional dalam kaitannya dengan proses pengukuran variable-variabel tersebut.

Definisi operasional memungkinan sebuah konsep yang bersifat abstrak dijadikan suatu yang operasional sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan pengukuran. 6. Memanipulasi dan Mengontrol Variabel Yang dimaksud dengan memanipulasi variable ialah memberikan suatu perlakuan pada variable bebas dengan tujuan peneliti dapat melihat efeknya bagi variable tergantung atau variable yang dipengaruhinya.

Sedang yang dimaksud dengan mengontrol variable ialah melakukan kontrol terhadap variable tertentu dalam penelitian agar variable tersebut tidak mengganggu hubungan antara variable bebas dan variable tergantung.

7. Menyusun Desain Penelitian Apa yang dimaksud dengan menyusun desain penelitian? Desain penelitian khususnya dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif merupakan alat dalam penelitian dimana seorang peneliti tergantung dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian yang sedang dilakukan.

Desain penelitian bagaikan alat penuntun bagi peneliti dalam melakukan proses penentuan instrumen pengambilan data, penentuan sample, koleksi data dan analisanya. Tanpa desain yang baik maka penelitian yang dilakukan akan tidak mempunyai validitas yang tinggi. 8. Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran • 6. Yang dimaksud pada bagian ini ialah tahap dimana seorang peneliti harus melakukan identifikasi alat apa yang sesuai untuk mengambil data dalam hubungannya dengan tujuan penelitannya.

Pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif biasanya peneliti menggunakan kuesioner, khususnya dalam penelitian-penelitian jenis Ex Post Facto. 9. Membuat Kuesioner dan Jadwal Interview Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kuesioner merupakan salah satu alat yang penting untuk pengambilan data; oleh karena itu, peneliti harus dapat membuat kuesioner dengan baik.

Cara membuat kuesioner dapat dibagi dua, yaitu dari sisi format pertanyaan dan model jawaban. Disamping kuesioner, alat pengambilan data juga dapat dilakukan dengan interview.

Cara-cara melakukan interview diatur secara sistematis agar dapat memperoleh informasi dan/atau data yang berkualitas dan sesuai dengan yang diinginkan oleh peneliti. Melakukan Analisa Statistik Salah satu cirri yang menonjol dalam penelitian yang menggunanakan pendekatan kuantitatif ialah adanya analisa statistik.

Analisa statistik digunakan untuk membantu peneliti mengetahui makna hubungan antar variable. Sampai saat ini, analisa statistik merupakan satu-satunya alat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk menghitung besarnya hubungan antar variable, untuk memprediksi pengaruh variable bebas terhadap variable tergantung, untuk melihat besarnya pesentase atau rata-rata besarnya suatu variable yang kita ukur. 11. Menggunakan Komputer untuk Analisa Data Dengan berkembangnya teknologi komputer yang semakin canggih dan dituntutnya melakukan penelitian secara lebih cepat serta kemungkinan • 7.

besarnya jumlah data, maka seorang peneliti memerlukan bantuan komputer untuk melakukan analisa data. Banyak perangkat lunak yang telah dikembangkan untuk membantu peneliti dalam melakukan analisa data, baik yang bersifat pengelohan data maupun analisanya.

Salah satu program yang popular ialah program SPSS. 12. Menulis Laporan Hasil Penelitian Tahap terakhir dalam penelitian ialah membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis. Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat mengkomunkasikan hasil penelitiannya kepada para pembaca atau penyandang dana.

Jenis penelitian? Berdasarkan jenis datanya 1. Penelitian kualitatif 2. Penelitian kuantitatif Berdasarkan Bidang yang diteliti 1. Penelitian Sosial 2. Penelitian Eksakta Berdasarkan Tempat Penelitian 1. Penelitian Lapangan (field research) 2. Penelitian Kepustakaan (library research) • 8. 3. Penelitian Laboratorium (laboratory research) Berdasarkan Teknik yang digunakan 1.

Survey Research (Penelitian Survei) 2. Experimen Research (Penelitian Experimen) Berdasarkan Keilmiahan 1. Penelitian Ilmiah 2. Penelitian non ilmiah (Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah) Berdasarkan penggunaan hasil Penelitian dasar 2. Penelitian Terapan Berdasarkan tujuan 15 Eksploratif 2.

Pengembangan 3. Verifikatif Berdasarkan bidang ilmu 16 Social science 2. Natural science 3. Engineering • 9. Berdasarkan taraf penelitian 17 Penelitian deskriptif 2. Penelitian inferensial 3. Penelitian Teoritis 4. Penelitian Rekayasa 5. Penelitian Deduktif 6. Penelitian Induktif 7. Grounded research Menurut Pendekatan 18 Penelitian Longitudinal (Bujur) 2.

Penelitian Cross-Sectional (Silang) Menurut Tingkat Eksplanasi 19 Penelitian Deskriptif 2. Penelitian Komparatif 3. Penelitian Asosiatif Menurut Caranya 20 Penelitian Operasional 2.

Penelitian Tindakan • 10. 3. Penelitian Eksperimen (dari caranya) Bagaimana cara melakukan penelitian? Berikut ini merupakan langkah-langkah umum yang bisa dijadikan pedoman : 1. Cari topik yang menarik perhatian anda 2. Buat pertanyaan penelitian yang menarik (mengapa, bagaimana, di mana, apa) 3. Tentukan alasan/rationale dari penelitian anda 4. Rumuskan tesis penelitian anda dengan mempertimbangkan tiga langkah sebelumnya (topik, tujuan dan rationale) 5.

Tentukan metode pengolahan data (kualitatif/kuantitatif) 6. Klasifikasi data : a. Identifikasi variabel b. Berikan alasan mengapa variabel tersebut dipilih dan perlu diidentifikasi c. Tentukan pola paradigma penelitian anda d.

Tentukan khasanah buku-buku teks, jurnal-jurnal, artikel-artikel dengan mempertimbangkan elemen variabel yang ada e. Analisis data berdasarkan jenis penelitian atau metode penelitian (analisis data statistik atau non statistik f. beri kesimpulan dari hasil penelitian dan analisis data penelitian anda.

Berpikir logis: deduktif & induktif • 11. Dasar penalaran dalam logika ada dua, yakni deduktif dan induktif. Penalaran deduktif§ kadang disebut logika deduktif adalah penalaran yang membangun atau mengevaluasi argumen deduktif.

Argumen dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Argumen deduktif dinyatakan valid atau tidak valid, bukan benar atau salah. Sebuah argumen deduktif dinyatakan valid jika dan hanya jika kesimpulannya merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Contoh argumen deduktif: 21 Setiap mamalia punya sebuah jantung 22 Semua kuda adalah mamalia 23 Setiap kuda punya sebuah jantung Penalaran induktif§ kadang disebut logika induktif adalah penalaran yang berangkat dari serangkaian fakta-fakta khusus untuk mencapai kesimpulan umum.

Contoh argumen induktif: 24 Kuda Sumba punya sebuah jantung 25 Kuda Australia punya sebuah jantung 26 Kuda Amerika punya sebuah jantung 27 Kuda Inggris punya sebuah jantung 28 ∴ Setiap kuda punya sebuah jantung Kesimpulan Metode penelitian merupakan cara utama yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan dan menentukan jawaban atas masalah yang diajukan. Tujuan dari matakuliah ini diajarkan kepada mahasiswa adalah memberikan konsep- konsep dasar penelitian guna memampukan mahasiswa untuk dapat berpikir secara analitik dan memiliki kemampuan memecahkan masalah berdasarkan • 12.

prosedur akademik, serta dapat menyusun rancangan penelitian tugas akhir. DAFTAR PUSTAKA http://marwanard.blogspot.com/2011/11/makalah-dasar-dan-komponen-desain.html§ Urgensi dan jenis Penelitian§from Alfaze Ghautama§ http://primajayaphone.blogspot.com/2010/11/tujuan-manfaat-penelitian.html§ http://fatonipgsd071644221.wordpress.com/2009/12/20/penelitian-kualitatif/§ http://rezafm.unsri.ac.id/index.php/posting/49§ http://basirunjenispel.blogspot.com/§ http://id.shvoong.com/how-to/writing/2178052-cara-melakukan- penelitian/#ixzz2IEQfaSSJ§ http://id.wikipedia.org/wiki/Logika§ Kelompok 2: Mahfud Dian Saputro [672010114] Marcelo Evander [672010256] Kukoh Restu Nugroho [672010179] Achmad Widodo [672010286] Pengertian penelitian Penelitian adalah mencari jawaban atas masalah yang diajukan Masalah adalah persoalan yang menuntut adanya jawaban yang tepat dan akurat.

Berikut ini beberapa pendapat mengenai pengertian penelitian§. Menurut Yoseph dan Yoseph, 1979, penelitian adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan.

Karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomodasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian. • 13. Penelitian dapat juga diartikan sebagai cara pengamatan atau inkuiri dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proseso penemuan, baik itu discovery maupun invention. Discovery diartikan hasil temuan yang memang sebetulnya sudah ada, sebagai contoh misalnya penemuan Benua Amerika adlah penemuan yang cocok untuk arti discovery.

Sedangkan invention dapat diartikan sebagai penemuan hasil penelitian yang betul-betul baru dengan dukungan fakta. Misalnya hasil Kloning dari hewan yang sudah mati dan dinyatakan punah, kemudian diteliti untuk menemukan jenis yang baru Penelitian adalah proses ilmiah yang mencakup sifat formal dan intensif. Karakter formal dan intensif karena mereka terikat dengan aturan, urutan, maupun cara penyajiannya agar memperoleh hasil yang diakui dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Intensif dengan menerapkan ketelitian dan ketepatan dalam melakukan proses penelitian agar memperoleh hasil yang dapat dipertanggung jawabkan, memecahkan problem malalui hubungan sebab dan akibat, dapat diulang kembali dengan cara yang sama dan hasil sama.

Pengertian Penelitian menurut Kerlinger (1986) adalah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara. Beberapa karakteristik penelitian sengaja ditekankan oleh kerlinger agar kegiatan penelitian memang berbeda dengan kegiatan profesional lainnya.

Penelitian berbeda dengan kegiatan yang menyangkut tugas-tugas wartawan yang biasanya meliput dan melaporkan berita atas dasar fakta. Pekerjaan mereka belum dikatakan penelitian, karena tidak dilengkapi karakteristik lain yang mendukung agar dapat dikatakan hasil penelitian, yaitu karakteristik mendasarkan pada teori yang ada dan relevan dan dilakukan secara intensif dan dikontrol dalam pelaksanaannya.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian penelitian adalah sauah seseorang yang dilakukan secara sistematis mengikuti • 14. aturan-aturan metodologi misalnya observasi secara sistematis, dikontrol dan mendasarkan pada teori yang ada dan diperkuat dengan gejala yang ada.

Komponen utama penelitian Sumber Data o Sumber Data Primer Kuantitatif: Sumber data primer kuantitatif (kumpulan skor jawaban) adalah sejumlah responden yang disebut Sampel Penelitian. Sampel ini diambil dengan cara tertentu dari keseluruhan populasi yang dijadikan subyek penelitian. Sejumlah responden yang dijadikan Sampel Penelitian dipandang sebagai sumber data yang dianggap dapat merepresentasikan masalah yang dijadikan obyek penelitian.

Teknik atau cara yang digunakan untuk penarikan Sampel Penelitian antara lain Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Acak (Stratified Random Sampling Technique), Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Acak Proporsional (Stratified Random Sampling Proporsional Technique), Teknik Slovin, dan Teknik Kluster.

Teknik-teiknik pengambilan sampel ini digunakan bila subyek yang dijadikan populasi penelitian terlalu banyak jumlahnya. Namun bila subyek yang menjadi populasi penelitian jumlahnya tidak mencapai 100 orang, maka sebaiknya digunakan Teknik Sensus (seluruh subyek diambil). • Sumber Data Primer Kualitatif: Sumber data primer kuantitatif (transkrip wawancara) adalah sejumlah responden yang disebut Informan Penelitian.

Informan ini diambil dengan cara tertentu dari para pihak yang karena kedududkan atau kemampuannya dianggap dapat merepresentasikan masalah yang dijadikan obyek penelitian. Teknik yang digunakan untuk menentukan penarikan Informan Penelitian antara lain Purposive Sampling Technique dan Snow Ball Technique. Purposive Sampling Technique adalah cara penentuan sejumlah Informan sebelum penelitian dilaksanakan, dengan menyebutkan secara jelas siapa yang dijadikan informan • 15.

serta informasi apa yang diinginkan dari masing-masing informan. Snow Ball Technique adalah cara penentuan informan dari satu informan ke informan lainnya yang dilakukan pada saat penelitian dilaksanakan, hingga dicapai sejumlah informan yang dianggap telah merepresentasikan berbagai informasi yang diperlukan.

Pencatuman sumber data harus disertai dengan nama dan identitas yang jelas. Contoh identitas : Nama lengkap, Jenis Kelamin, Umur, Pekerjaan/Jabatan, Pendidikan Terakhir. • Sumber Data Sekunder: Sumber data sekunder (teori, data dan informasi) adalah buku-buku, dokumen- dokumen, internet, dan media cetak.

Untuk pengutipan teori, pencantuman sumber data menggunakan runningnote yang meliputi pencantuman last name, tahun penerbitan buku, dan nomor halaman buku. Contoh : jika diletakan dimuka kutipan : Robbins (1999:87) atau Robbins (dalam Thoha, 2001 :32); jika diletakan dibelakang kutipan : (Robbins,1999:87). Untuk pengutipan data, pencantuman sumber data menggunakan footnote yang diletakan di bawah tabel data.

Contoh Sumber : Bappeda Kabupaten Bogor, 2005. Untuk pengutipan informasi, pencantuman sumber data menggunakan dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan.

Contoh : (Harian Kompas, Senin, 2/8/2005) atau http://www.aseansec.org/5804.htm§ Jenis Data o Data Primer adalah jenis data yang langsung didapat dari sumbernya. Contoh : Data Primer Kuantitatif didapat langsung dari Sampel Penelitian, Data Primer Kualitatif didapat langsung dari Informan Penelitian. o Data Sekunder adalah jenis data yang tidak langsung didapat dari sumbernya. Contoh : data sekunder dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak.

• 16. Teknik Pengumpulan Data o Studi Kepustakaan atau Studi Dokumen adalah teknik pengumpulan data sekunder yang meliputi pengutipan dan pengkajian teori, data dan informasi dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak. o Kuesioner Penelitian atau Angket adalah teknik pengumpulan data primer dari sejumlah responden yang menjadi sampel penelitian.

Penyusunan Kuesioner atau Angket menggunakan format pengskalaan tertentu seperti misalnya Likert Scale (skor 1 sampai 5), Rating Scale (skor 1 sampai 4), atau Guttman Scale (skor 1 sampai 2) o Observasi atau kunjungan lokasi adalah teknik pengumpulan data secara spontan ketika penelitian dilakukan. Metode Analisis Data • Metode Analisis Kuantitatif adalah teknik pengolahan data kuantitatif (angka-angka) yang menggunakan rumus-rumusan statistik antara lain dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan Pengujian Persyaratan Analisis, Pengukuran dan Pengujian Hipotesis.

• Metode Analisis Kualitatif adalah teknik pengolahan data kualitatif (kata- kata) yang dilakukan dalam rangka mendeskripsikan atau membahas hasil penelitian dengan pendekatan analisis konseptual dan analisis teoritik. Urgensi penelitian Sebenarnya, definisi yang jelas tentang hal ini tidak ada. Secara intuitif, urgensi penelitian ini dapat dikembangkan dari arti kata “urgensi”, yakni tingkat pentingnya (kepentingan).

Urgensi penelitian dapat dikatakan sebagai tingkat pentingnya melakukan penelitian. Analog dengan kehidupan sehari-hari, sesuatu akan dapat dikatakan urgen jika sesuatu tersebut tidak ada atau tidak dilakukan atau semacamnya maka hasil optimal atau terbaik tidak dipeoleh. Misalnya, pada masa ujian tengah/akhir semester, belajar lebih intens bagi mahasiswa adalah sesuatu yang urgen karena kalau hal tersebut tidak dilakukan maka hasil ujian • 17.

tidak akan optimal. Serupa dengan hal tersebut, dalam penelitian (termasuk skripsi), kegiatan meneliti akan dikatakan memiliki urgensi yang tinggi jika pelaksanaan kegiatan tersebut akan memberikan hasil yang bermanfaat. Dengan kata lain, suatu kegiatan penelitian dikatakan urgen jika output penelitian dapat menyelesaikan masalah secara strategis. Masalah penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis penelitian yang akan dilakukan.

Untuk penelitian murni/akademis, masalah dapat dikaitkan dengan upaya untuk memverifikasi teori atau upaya untuk menemukan teori baru. Untuk penelitian terapan, masalah dapat dikonotasikan sebagai permasalahan yang dihadapi masyarakat/lembaga dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, suatu penelitian dapat dikatakan memiliki urgensi yang tinggi dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan output penelitian (atau simpulan penelitian) mampu memverifikasi teori atau menemukan teori baru, untuk penelitian murni/akademis, atau mampu menyelesaikan problematika riil masyarakat, untuk penelitian terapan.

Manfaat penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk semua pihak yang bersangkutan dalam penelitian ini, baik manfaat secara praktis maupun secara teoretis.

• Manfaat Praktis Beberapa manfaat secara praktis dari penelitian ini, yaitu sebagai berikut. 29 Bagi peneliti, penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai sastra lisan, serta untuk memperoleh pengalaman menganalisis Struktur puisi lisan, konteks penuturan, proses penciptaan dan fungsi umpasa pernikahan Simalungun.

30 Bagi pembaca, penelitian ini dapat memberikan informasi secara tertulis • 18. maupun sebagai referensi dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan sastra lisan yang ada di Batak Simalungun tepatnya mengenai umpasa pernikahan Simalungun. • Manfaat Teoretis Beberapa manfaat secara teoretis dari penelitian ini, yaitu sebagai berikut. 31 Bagi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi study/kajian sastra lisan.

32 Bagi kajian kesusastraan, manfaat penelitian ini yaitu memberikan sumbangsih maupun rujukan referensi bagi para peneliti sastra lisan, khususnya umpasa Simalungun. Pandangan-pandangan tentang penelitian Padangan tentang penelitian adalah suatu alur pemikiran seseorang terhadap apa yang sedang dipahaminya untuk dijadikan sebagai acuan dalam memecahkan suatu permasalahan yang sedang diteliti secara logis dan sitematika.

Setiap bagan atau kerangka berpikir yang dibuat harus mempunyai kedudukan atau tingkatan yang dilandasi dengan teori-teori yang relevan agar permasalahan dalam penelitian tersebut dapat terpecahkan. 33 Fellin, Tripodi & Meyer (1996)– Penelitian adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat di sampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain.

34 Kerlinger (1986: 17-18)– Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisihipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena. 35 Indriantoro & Supomo (1999: 16)– Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam. 36 David H. Penny– Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai • 19. berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.

37 J. Suprapto – Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan fakta-fakta atau prinsip- prinsip dengan sabar, hati-hati, serta sistematis. 38 Sutrisno Hadi– Penelitian merupakan usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. 39 Mohammad Ali– Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.

dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan

40 Tuckman– Penelitian merupakan suatu usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah (a systematic attempt to provide answer to question). Sistematis artinya mengikuti prosedur atau langkah-langkah tertentu. Jawaban ilmiah adalah rumusan pengetahuan, generaliasi, baik berupa teori, prinsip baik yang bersifat abstrak maupun konkret yang dirumuskan melalui alat primernya yaitu empiris dan analisis.

Penelitian itu sendiri bekerja atas dasar asumsi, teknik dan metode. 41 Hilway (1956)– Penelitian merupakan suatu metode studi melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan terhadap masalah tersebut. 42 Woody (1927)– Penelitian merupakan suatu metode untuk menemukan kebenaran yang juga merupakan sebuah pemikiran kritis (critical thinking).

Penelitian meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, merumuskan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semua kesimpulan untuk menentukan kecocokan dengan hipotesis. 43 Parson (1946)– Penelitian merupakan pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan.

44 Nazir (1988)– Penelitian adalah percobaan yang hati-hati dan kritis • 20. untuk menemukan sesuatu yang baru. 45 Sutrisno Hadi (1987:3)– Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah. 46 Emzir (2007:3)– Penelitian adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah. 47 Hamidi (2007:6)– Penelitian merupakan aktivitas keilmuan yang dilakukan karena ada kegunaan yang ingin dicapai, baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia maupun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

48 Parson (1946) =>Penelitian adalah pencarian terhadap seseuatu (inquiry) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dulakukan terhadap masalah yang dapat dipecahkan.

49 John (1949)– Penelitian adalah pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antar fakta dan menghasilkan dalil atau hukum. 50 Dewey (1936)– Penelitian adalah transpormasi yang terkendalikan atau terarah dari suatu situasi yang dikenal dalam kenyataan-kenyataan yang ada padanya dan hubungannya, seperti mengubah unsure dari situasi orisinal menjadi keseluruhan yang terpadu.

51 Soerjano Soekanto– Penelitian adalah kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisis dan konstruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten. Tahapan penelitian 52 Mengidentifikasi masalahyang dimaksud dengan mengidentifikasi masalah ialah peneliti melakukan tahap pertama dalam melakukan penelitian, yaitu merumuskan masalah yang akan diteliti.

Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam penelitian, karena semua jalannya penelitian akan • 21. dituntun oleh perumusan masalah. Tanpa perumusan masalah yang jelas, maka peneliti akan kehilangan arah dalam melakukan penelitian. 53 Membuat hipotesa.hipotesa merupakan jawaban sementara dari persoalan yang kita teliti. Perumusan hipotesa biasanya dibagai menjadi tiga tahapan: pertama, tentukan hipotesa penelitian yang didasari oleh asumsi penulis terhadap hubungan variable yang sedang diteliti.

Kedua, tentukan hipotesa operasional yang terdiri dari Hipotesa 0 (H0) dan Hipotesa 1 (H1). H0 bersifat netral dan H1 bersifat tidak netral. Perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian memerlukan hipotesa, seperti misalnya penelitian deskriptif. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai masalah ini akan dibahas pada BAB V. 54 Studi Literature.pada tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain.

Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah. 55 Mengidentifikasi dan Menamai Variabel.Melakukan identifikasi dan menamai variable merupakan salah satu tahapan yang penting karena hanya dengan mengenal variabel yang sedang diteliti seorang peneliti dapat memahami hubungan dan makna variable-variabel yang sedang diteliti.

56 Membuat Definisi Operasiona.Definisi operasional adalah definisi yang menjadikan variable-variabel yang sedang diteliti menjadi bersifat operasional dalam kaitannya dengan proses pengukuran variable-variabel tersebut.

Definisi operasional memungkinan sebuah konsep yang bersifat abstrak dijadikan suatu yang operasional sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan pengukuran.

57 Memanipulasi dan Mengontrol Variabel.Yang dimaksud dengan memanipulasi variable ialah memberikan suatu perlakuan pada variable • 22. bebas dengan tujuan peneliti dapat melihat efeknya bagi variable tergantung atau variable yang dipengaruhinya.

Sedang yang dimaksud dengan mengontrol variable ialah melakukan kontrol terhadap variable tertentu dalam penelitian agar variable tersebut tidak mengganggu hubungan antara variable bebas dan variable tergantung. 58 Menyusun Desain Penelitia.,Apa yang dimaksud dengan menyusun desain penelitian? Desain penelitian khususnya dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif merupakan alat dalam penelitian dimana seorang peneliti tergantung dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian yang sedang dilakukan.

Desain penelitian bagaikan alat penuntun bagi peneliti dalam melakukan proses penentuan instrumen pengambilan data, penentuan sample, koleksi data dan analisanya. Tanpa desain yang baik maka penelitian yang dilakukan akan tidak mempunyai validitas yang tinggi. 59 Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran. Yang dimaksud pada bagian ini ialah tahap dimana seorang peneliti harus melakukan identifikasi alat apa yang sesuai untuk mengambil data dalam hubungannya dengan tujuan penelitannya.

Pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif biasanya peneliti menggunakan dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan, khususnya dalam penelitian-penelitian jenis Ex Post Facto. 60 Membuat Kuesioner dan Jadwal Interview.Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kuesioner merupakan salah satu alat yang penting untuk pengambilan data; oleh karena itu, peneliti harus dapat membuat kuesioner dengan baik. Cara membuat kuesioner dapat dibagi dua, yaitu dari sisi format pertanyaan dan model jawaban.

Disamping kuesioner, alat pengambilan data juga dapat dilakukan dengan interview. Cara-cara melakukan interview diatur secara sistematis agar dapat memperoleh informasi dan/atau data yang berkualitas dan sesuai dengan yang diinginkan oleh peneliti.

• 23. 61 Melakukan Analisa Statistik.Salah satu cirri yang menonjol dalam penelitian yang menggunanakan pendekatan kuantitatif ialah adanya analisa statistik. Analisa statistik digunakan untuk membantu peneliti mengetahui makna hubungan antar variable. Sampai saat ini, analisa statistik merupakan satu-satunya alat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk menghitung besarnya hubungan antar variable, untuk memprediksi pengaruh variable bebas terhadap variable tergantung, untuk melihat besarnya pesentase atau rata-rata besarnya suatu variable yang kita ukur.

62 Menggunakan Komputeruntuk Analisa Data.Dengan berkembangnya teknologi komputer yang semakin canggih dan dituntutnya melakukan penelitian secara lebih cepat serta kemungkinan besarnya jumlah data, maka seorang peneliti memerlukan bantuan komputer untuk melakukan analisa data. Banyak perangkat lunak yang telah dikembangkan untuk membantu peneliti dalam melakukan analisa data, baik yang bersifat pengelohan data maupun analisanya.

Salah satu program yang popular ialah program SPSS. 63 Menulis Laporan Hasil Penelitian Tahap.terakhir dalam penelitian ialah membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis. Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat mengkomunkasikan hasil penelitiannya kepada para pembaca atau penyandang dana.

Jenis penelitian • Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006:72). Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan • 24. menginterpretasikan sesuatu, misalnyakondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung.

Fenomena disajikan secara apa adanya hasil penelitiannya diuraikan secara jelas dan gamblang tanpa manipulasi oleh karena itu penelitian ini tidak adanya suatu hipotesis tetapi adalah pertanyaan penelitian. Analisis deskriptif dapat menggunakan analisis distribusi frekuensi yaitu menyimpulkan berdasarkan hasil rata-rata.

Hasil penelitian deskriptif sering digunakan, atau dilanjutkan dengan melakukan penelitian analitik. Jenis penelitian yang termasuk dalam kategori deskriptif adalah studi kasus dan penelitian surey.

• Penelitian Studi Kasus Studi kasus merupakan rancangan penelitian yang dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan pengkajian satu unit penelitian secara intensif; Misalnya satu pasien, keluarga, kelompok, komunitas atau institusi.

Meskipun jumlah subyek cenderung sedikit, jumlah variabel yang ditiliti sangat luas. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui semua variabel yang berhubungan dengan masalah penelitian.

Penggalian data dapat melalui kuisioner, wawancara, observasi maupun data dokumen. Deskripsi dari studi kasus tergantung dari keadaan kasus tetapi tetap mempertimbangkan waktu. Keuntungan yang peling besar dari desain ini adalah pengkajian secara rinci meskipun jumlah dari responden sedikit, sehingga akan didapatkan gambaran satu unit subyek secara jelas. Misalnya, studi kasus tentang asuhan keperawatan pasien dengan typoid di RS. Peneliti akan mengkaji variabel yang sangat luas dari kasus diatas mulai dari menemukan masalah bio- psiko-sosio-spiritual.

• Penelitian Survey Penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Singarimbun, 1998). Survei merupakan studi yang bersifat kuantitatif yang • 25.

digunakan untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu. Survey adalah suatu desain yang digunaan untuk penyelidikan informasi yang berhubungan dengan prevalensi, distribusi dan hubungan antar variabel dalam suatu popilasi. Pada survey tidak ada intervensi, survey mengumpulkan informasi dari tindakan seseorang,pengetahuan, kemauan, pendapat, perilaku, dan nilai.

Penggalian data dapat melalui kuisioner, wawancara, observasi maupun data dokumen. Penggalian data melalui kuisioner dapat dilakukan tanya jawab langsung atau melalui telepon, sms, e-mail maupun dengan penyebaran kuisioner melalui surat.

Wawancara dapat dilakukan juga melalui telepon, video confeence maupun tatap muka-langsung. Keuntungan dari survey ini adalah dapat memperoleh berbagai informasi serta hasil dapat dipergunkan untuk tujuan lain. Akan tetapi informasi yang didapat sering kali cenderung bersifat superfisial. Oleh karena itu pada penelitian survey akan lebih baik jika dilaksanakan analisa secara bertahap.

Pada umumnya survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data. Survei menganut aturan pendekatan kuantitatif, yaitu semakin sample besar, semakin hasilnya mencerminkan populasi.

Penelitian survey dapat digunakan untuk maksud penjajakan (eksploratif), menguraikan (deskriptif), penjelasan (eksplanatory) yaitu untuk menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesa, evaluasi, prediksi atau meramalkan kejadian tertentu di masa yang akan dating, penelitian operational dan pengembangan indikaor- indikator social.

Bagaimana cara melakukan penelitian Seseorang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan akan terdorong untuk melakukan penelitian jika ia menemukan masalah (Mengapa PTK penting bagi§seorang guru? lihat di sini)§. Bagaimana ia menemukan dan merumuskan masalah sebelum melakaukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)§. Pertanyaan yang tampaknya sepele ini ternyata tidak selalu mudah dijawab dan tidak herankaluapara peneliti menamakan bahwa perumusanmasalah merupakan • 26. jantung penelitian. Uraian berikut membahas perumusan masalah yang terdiri atas tahapan mengidentifikasi masalah, memfokuskan, dan merumuskan masalah.

64 Mengidentifikasi Masalah. – Di bidang ilmu apa pun, tak terkecuali pendidikan, masalah selalu ada dan tak terhitung jumlahnya. Namun anehnya tidak semua orang menyadarinya dan tak jarang mengalami kesulitan untuk menemukan masalah yang akan ditelitinya.

Apakah yang dimaksud dengan masalah? Dalam arti luas, masalah sebenarnya adalah semua pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Walaupun masalah merupakan titik tolak untuk melakukan penelitian, tidk semua masalah dapat dijadikan objek untuk diteliti dan hal ini dapat diketahui dari karakteristik masalah itu sendiri. Sebagai pedoman ada tiga karekteristik yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi masalah. Pertama, adalahmasalah tersebut “layak teliti”. Artinya layak teliti di sini adalah pengkajian terhadap masalah tersebutdapat dilakukan dengan cara yang terukur secara empiris melalui pengumpulan dan pengolahan data.

Karakteristi kedua, sifat dari masalah tersebut, yakni mempunyai nilai teoritis dan praktis. Suatu masalah penelitian yang baik pada hakekatnya dapat memperbaiki praktik atau penyelenggaraan pendidikan.

Kita dapat menguji masalah tersebut dengan pertanyaan apakah dampaknya apabila masalah tersebut terpecahkan. Apabila jawabannya adalah : “orang tak akan peduli”, maka itu suatu indikasi bahwa kita perlu mencari masalah yang lebih bermakna untuk diteliti. Karakteristik ketiga, adalah realistis. Pengertian realistis di sini sangat luas, antara lain meliputi ketergantungan kita dalam hal kedalaman bekal konsep serta ketersediaan waktu, tenaga dan biaya.

65 Memfokuskan Masalah. – Apabila kita telah melakukan identifikasi masalah dengan menggunakan pedoman berupa kriteri-kriteria di atas, ada kemungkinan mendapatkan banyak masalah yang layak untuk diteliti. Sedikit banyaknya masalah yang dapat diperoleh terganrung kepekaan kita menangkap aspek-aspek atau pernik-pernik yang terdapat di dunia • 27.

pendidikan itu sendiri. Suatu masalah yang bersifat terlalu umum dan banyak jumlahnya kelak akan menyulitkan kita sendiri apabila masalah tersebut tidak difokuskan sejal awal. Pengertian memfokuskan di sini adalah memilih dn menentukan masalah yang diminati dan menguraikan masalah yang terlalu umum tersebut menjadi masalah yang spesifik.

Jika ini tidak dilakukan akan merepotkan diri sendiri karena topik yang hendak diuji akan melebarke mana- mana. 66 Merumuskan Masalah. – Dalam perumusan masalah, satu hal yang perlu diperhatikan adalah rumusan tersebut hendaknya jelas dan opersional sehinggan tidak terbuka peluang terjadinya salah tafsir jika rumusan tersebut dibaca orang lain. Masalah tersebut hendaknya dirumuskan dengan menggunakan kaidah tata bahasa yang baku sehinggan bebas dari kesalahan tata bahasa.

Seseorang dapat merumuskan masalah yang hendak ditelitinya dengan jelas apabila ia menguasai pengetahuan pada bidang yang ingin ia teliti. Berfikit logis : deduktif & induktif Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.

Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi. Penalaran adalah suatu proses berfikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Ciri pertama adalah proses berpikir logis, dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau dengan kata • 28. lain menurut logika tertentu. Ciri yang kedua adalah sifat analitik dari proses berpikirnya. • · Berpikir Deduktif Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum.

Deduksi adalah cara berpikir yang di tangkap atau di ambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus.

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. • Berpikir Induktif Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum. Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual.

Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.

Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. (www.id.wikipedia.com§). Jalan induksi mengambil jalan tengah, yakni di antara jalan yang memeriksa cuma satu bukti saja dan jalan yang menghitung lebih dari satu, tetapi boleh • 29. dihitung semuanya satu persatu. Induksi mengandaikan, bahwa karena beberapa (tiada semuanya) di antara bukti yang diperiksanya itu benar, maka sekalian bukti lain yang sekawan, sekelas dengan dia benar pula. Penalaran ilmiah pada hakikatnya merupakan gabungan dari penalaran deduktif dan induktif.

Dimana lebih lanjut penalaran deduktif terkait dengan rasionalisme dan penalaran induktif dengan empirisme. Secara rasional ilmu menyusun pengetahuannya secara konsisten dan kumulatif, sedangkan secara empiris ilmu memisahkan antara pengetahuan yang sesuai fakta dengan yang tidak. Karena itu sebelum teruji kebenarannya secara empiris semua penjelasan rasional yang diajukan statusnya hanyalah bersifat sementara, Penjelasan sementara ini biasanya disebut hipotesis.

Hipotesis ini pada dasarnya disusun secara deduktif dengan mengambil premis- premis dari pengetahuan ilmiah yang sudah diketahui sebelumnya, kemudian pada tahap pengujian hipotesis proses induksi mulai memegang peranan di mana dikumpulkan fakta-fakta empiris untuk menilai apakah suatu hipotesis di dukung fakta atau tidak.

Sehingga kemudian hipotesis tersebut dapat diterima atau ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa penalaran deduktif dan penalaanr induktif diperlukan dalam proses pencarian pengetahuan yang benar Daftar pustaka o Hakekat Penelitian– http://chilem- iam.blogspot.com/2010/05/hakekat-penelitian.html§ o Pengertian penelitian – Definisi Penelitian– http://ridwanaz.com/umum/bahasa/pengertian-penelitian-definisi-penelitian- adalah/§ o Empat Komponen Utama Metode Penelitian– http://tesisdisertasi.blogspot.com/2009/12/empat-komponen-utama-metode- penelitian.html§ o Urgensi Penelitian– http://hadiparamu.wordpress.com/2010/10/08/urgensi-penelitian/§ o Manfaat penelitian– • 30.

http://sigodangpos.blogspot.no/2011/11/manfaat-penelitian.html§ o Tahaph-tahap proses penelitian – jenis-jenis penelitian- http://rezafm.unsri.ac.id/index.php/posting/49 o Jenis-jenis penelitian– http://basirunjenispel.blogspot.com/§ o Bagaimana Cara Menemukan dan Merumuskan Masalah Sebelum Melakukan Penelitian Tindakan Kelas?– http://karwapi.wordpress.com/2012/11/10/bagaimana-cara-menemukan-dan- merumuskan-masalah-sebelum-melakukan-penelitian-tindakan-kelas/§ o Berpikir Induktif & BerpikirDeduktif– http://hasanaguero.wordpress.com/2012/05/14/berpikir-induktif-dan- deduktif/§ o Anonymous,2012.

Pengertian dan Definisi Metode, Penelitian dan Metode Penelitian, [blog]29 januari, Tersedia di: http://setiawantopan.wordpress.com/2012/02/22/metode-penelitian-dan- metode-penelitian/§ [22 Febuari 2012]. Kelompok 3 RETNO SARI S [672010079] BUNGA MEKAR C [672010120] YOHANNA AMELIA [682010007] JUWITA ARTANTI K [682010008] NENCY NERISA [682010065 A. Penelitian Apa itu penelitian? Menurut Dharminto, penelitian merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu permasalahan.

Sehingga peelitian merupakan bagian dari usaha pemecahan masalah. Dari sumber yang lain, Penelitian adalah penerapan pendekatan ilmiah dalam mengkaji suatu masalah. Menurut kelompok kami, penelitian adalah kegiatan ilmiah untuk mengkaji suatu • 31. masalah sehingga masalah tersebut dapat terselesaikan. B. Komponen Utama Penelitian Dalam melakukan suatu penelitian, terdapat beberapa komponen utama yang dibutuhkan. Berdasarkan referensi terlampir yang kami pelajari, berikut ini adalah empat komponen utama penelitian.

1) Sumber data Sumber data, dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori yang berbeda. Kategori-kategori tersebut adalah sebagai berikut. • Sumber data primer kualitatif, meliputi sejumlah responden yang disebut sebagai informan penelitian (dengan menggunakan transkrip wawancara) • Sumber data primer kuantitatif, meliputi sejumlah responden yang disebut sampel penelitian (dengan menggunakan kumpulan skor jawaban) • Sumber data sekunder, meliputi buku-buku, dokumen-dokumen dan media cetak lainnya yang berhubungan dan mendukung penelitian 2) Jenis data Jenis data dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori yang berbeda.

Kategori- kategori tersebut adalah sebagai berikut. • Jenis data primer, merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumber data (contoh : data primer yang diperoleh secara langsung dari informan penelitian – sumber data kualitatif – ) • Jenis data sekunder, merupakan data yang tidak diperoleh secara langsung dari sumber data (contoh : data sekunder yang diperoleh dari buku, dokumen dan media cetak lainnya) 3) Teknik pengumpulan data • 32.

Terdapat tiga kategori teknik pengumpulan data dalam penelitian. Berikut ini adalah pembahasannya satu persatu. • Observasi, bisa juga disebut kunjungan lokasi.

Merupakan teknik pengumpulan data secara spontan ketika penelitian dilakukan • Kuisioner penelitian, bisa juga disebut angket. Merupakan teknik pengumpulan data primer dari para responden yang berperan sebagai sampel penelitian • Studi kepustakaan, bisa juga disebut studi dokumen. Merupakan teknik pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku dan dokumen serta media cetak lain yang berhubungan dengan penelitian.

4) Metode analisis data Terdapat dua jenis metode analisis data yang dapat digunakan dalam penelitian. Berikut ini adalah pembahasannya satu persatu. • Metode analisis data kuantitatif, mengolah dan menganalisis data kuantitatif berupa angka-angka dengan rumusan-rumusan statistik. • Metode analisis data kualitatif, mengolah dan menganalisis data kualitatif berupa kata-kata untuk membahas hasil penelitian C.

Urgensi Penelitian Selain komponen utama penelitian, terdapat beberapa hal lain yang perlu diketahui juga saat mempelajari hakekat penelitian, salah satunya adalah urgensi penelitian. Istilah ini mungkin belum terlalu umum sehingga banyak pihak yang mungkin belum mengetahui apa yang dimaksud dengan urgensi penelitian. Kembali belajar dari berbagai referensi, kelompok kami berusaha merumuskan apa yang dimaksud dengan urgensi penelitian. Urgensi penelitian menurut kelompok kami merupakan tingkat kepentingan dari dilakukannya sebuah penelitian.

Secara umum urgensi dari penelitian ialah untuk menemukan • 33. pengetahuan baru, mengembangkan pengetahuan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. D. Manfaat Penelitian Pada dasarnya, ketika suatu penelitian dilakukan tujuannya adalah untuk memecahkan suatu permasalahan.

Sehingga manfaat penelitian itu sendiri adalah untuk menghasilkan solusi-solusi terbaik bagi suatu permasalahan. Manfaat Penelitian ialah • Memahami masalah (peneliti memperjelas suatu masalah / informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu) • Memecahkan masalah (peneliti meminimalkan / menghilangkan masalah) • Mengantisipasi masalah (peneliti mengupayakan agar masalah tidak terjadi) E. Pandangan-pandangan tentang Penelitian Banyak ahli yang mengemukakan pendapat dan pandangannya tentang penelitian.

Salah satu di antaranya adalah Zainal A. Hasibuan, PhD. Beliau mengatakan bahwa penelitian ilmiah dilakukan untuk mencari jawaban dari permasalahan yang terjadi pada saat ini. Hasil penelitian dapat disajikan dalam berbagai bentuk, seperti makalah, laporan penelitian, buku-buku ilmiah, atau karya ilmiah lainnya yang dipublikasikan. Bagi para peneliti publikasi ilmiah pada tingkat nasional dan internasional dapat digunakan sebagai tolak ukur kualitas dan keunggulan penelitian dalam memberikan sumbangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

Selain Zainal A. Hasibuan, juga terdapat pandangan dari Prof. Dr. Sugiyono tentang penelitian dalam bukunya Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Beliau menjelaskan bahwa melalui penelitian, manusia dapat menggunakan hasilnya. Secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian • 34.

dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Memahami berarti memperjelas suatu masalah atau info yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tau, memecahkan berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi.

F. Tahapan Penelitian Dalam pelaksanaannya, terutama di bidang pendidikan, penelitian mempunyai beberapa tahapan: 1. Tahap memilih masalah penelitian Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan yang menyangkut persoalan yang cukup penting untuk dijadikan masalah penelitian.

Masalah tersebut harus merupakan masalah yang dapat dijawab melalui penyelidikan ilmiah. Selain itu, masalah tersebut harus juga merupakan masalah yang belum ada jawabnya (belum terjawab), tetapi sarana untuk mencari jawaban itu, yakni melalui pengumpulan dan analisa data, dapat diperoleh.

2. Tahap analisis Sesudah masalah yang akan diteliti didefinisikan, tahap berikutnya adalah tahap analisis. Tahap ini memerlukan pengkajian yang mendalam atas hasil-hasil penelitian sebelumnya, yang mungkin telah dilakukan tentang masalah tersebut.

Pembahasan hasil penelitian yang terkait ini sangat diperlukan guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai masalah penelitian tersebut, serta agar dapat memberikan latar belakang bagi perumusan hipotesis yang merupakan aspek penting dari tahap analisis ini.

3. Tahap memilih strategi penelitian dan membuat/memilih instrument Masalah penelitian yang dipilih akan menentukan metode penelitian yang harus digunakan. Ada masalah yang memerlukan eksperimehn, ada pula yang • 35. mungkin dapat diatasi dengan memakai strategi penelitian deskriptif. Berikutnya, pemilihan metode penelitian akan mempengaruhi penyusunan rancangan penyelidikan (design) dan prosedur pengukuran variabel.

Alat pengukur variabel ini mungkin sudah tersedia dan merupakan alat pengukur baku, atau bisa juga masih harus dikembangkan dulu oleh peneliti sendiri. 4. Tahap mengumpulkan dan menafsirkan data Konsekuensi-konsekuensi hipotesis penelitian yang dicapai melalui deduksi harus diuji terlebih dahulu.

Oleh karena itu, tahap ini memerlukan pengumpulan data. Berbeda dari anggapan umum, tahap ini biasanya tidak memerlukan waktu yang lebih singkat daripada tahap-tahap perencanaan sebelumnya.

Sesudah dikumpulkan, selanjutnya data (informasi) yang telah dikumpulkan itu harus dianalisis, biasanya dengan menggunakan statistic. Setelah itu, peneliti melakukan penafsiran yang tepat terhadap hasil penelitian yang diperoleh. 5. Tahap melaporkan hasil penelitian Agar dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan pengetahuan, hasil penelitian itu harus dikomunikasikan ke kalangan akademisi. Untuk itu, peneliti harus berusaha agar prosedur, hasil, dan kesimpulan penelitiannya disajikan dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh orang lain, yang mungkin berminat terhadap masalah tersebut.

Biasanya diperlukan suatu penyajian yang jelas dan ringkas entang langkah-langkah yang telah ditempuh dalam penelitian itu. G. Jenis-Jenis Penelitian Jenis-jenis penelitian sangat beraneka ragam. Berikut ini kelompok kami akan membahas beberapa jenis penelitian berdasarkan kategori tertentu.

• Berdasarkan Peggunaan • 36. 1) Penelitian Murni, penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. 2) Penelitian Terapan, penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Berarti hasilnya diharapkan segera dapat dipakai untuk keperluan praktis. • Berdasarkan jenis datanya 1) Penelitian kualitatif 2) Penelitian kuantitatif • Berdasarkan Bidang yang diteliti 1) Penelitian Sosial (khusus meneliti di bidang sosial seperti Masyarakat, Ekonomi, Pendidikan, Hukum dan lain-lain) 2) Penelitian Eksakta (khusus meneliti di bidang eksakta seperti Matematika, Fisika, Kimia, Teknik dan lain-lain) • Berdasarkan Tempat Penelitian 1) Penelitian Lapangan (field research, penelitian dilakukan dengan terjun langsung di lapangan) 2) Penelitian Kepustakaan (library research, penelitian dilakukan dengan menggunakan literatur(kepustakaan) dari penelitian sebelumnya) 3) Penelitian Laboratorium (laboratory research, penelitian dilakukan di tempat tertentu seperti laboratorium) • Berdasarkan Teknik yang digunakan • 37.

1) Analitis (menurunkan hubungan melalui sistem deduktif – Matematika, Filsafat, Hukum, Linguistik) 2) Historis (peristiwa dan perkembangan di masa lampau – Kronologis (biografi), Spasial (Komparatif), Historik & Legal Yuridis) 3) Deskriptif (menjelaskan kondisi yang ada – KorelasiSurvey, Studi Kasus, Studi pengembangan, Studi tindak lanjut, Studi kecenderungan) 4) Eksperimental (menguji hubungan sebab-akibat – one group, more than one group) • Menurut Tingkat Eksplanasi 1) Penelitian Deskriptif (penelitian yang digunakan untuk menggambarkan satu variable atau lebih tanpa menghubungkan satu variable dengan yang lain) 2) Penelitian Komparatif (penelitian yang digunakan untuk membandingkan suatu variable (objek penelitian), antara subjek yang berbeda atau waktu yang berbeda) 3) Penelitian Asosiatif (penelitian yang digunakan untuk menggambarkan hubungan dari satu variable dengan variable lainnya (dapat meliputi hubungan simetris, kausal dan interaktif) H.

Cara Melakukan Penelitian Banyak sekali jenis penelitian yang ada dan dapat dilakukan saat ini. Cara melakukan penelitian untuk jenis penelitian yang berbeda, pasti juga berbeda.

Walaupun berbeda satu dengan yang lain, namun terdapat cara melakukan penelitian secara universal. Berikut ini cara untuk melakukan penelitian. • Langkah pertama, menentukan topik yang akan diteliti • Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan kedua, membuat pertanyaan-pertanyaan penelitian • 38. • Langkah ketiga, menentukan alasan dari penelitian • Langkah keempat, merumuskan tesis penelitian dengan mempertimbangkan tiga langkah sebelumnya • Langkah kelima, menentukan teknik pengolahan data • Langkah keenam, melakukan klasifikasi data • Langkah ketujuh, melakukan analisis data berdasarkan jenis penelitian atau metode penelitian yang digunakan • Langkah kedelapan, membuat laporan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan I.

Berpikir logis : Deduktif dan Induktif Berpikir logis terdiri dari dua akar kata, yaitu berpikir dan logis. Kelompok kami akan mencoba untuk membahas satu persatu akar kata tersebut dengan berpaku pada pendapat Zainal A Hasibuan, PhD dalam bukunya yang berjudul Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Berpikir merupakan proses yang terjadi ketika seseorang berusaha untuk mengambil kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang diketahui.

Sedangkan logis, berasal dari kata logika yang berarti studi tentang metode-metode dan prinsi-prinsip yang digunakan dalam membedakan penalaran yang tepat dari penalaran yang tidak tepat. Sehingga yang dimaksud dengan berpikir logis adalah proses yang terjadi ketika seseorang berusaha mengambil kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang diketahui berdasarkan pada logika dengan membedakan benar dan salahnya.

Berpikir logis : Deduktif, menurut beliau Zainal A. Hasibuan PhD, merupakan sebuah penalaran yang berdasarkan pada pengetahuan sebelumnya yang bersifat umum dan kemudian menyampaikannya dalam pengetahuan baru yang bersifat khusus. Berpikir logis : Induktif berbeda dengan berpikir logis : deduktif.

Berpikir logis : Induktif, menurut beliau Zainal A. Hasibuan PhD, merupakan sebuah penalaran yang berdasarkan pada pengetahuan sebelumnya yang • 39. bersifat khusus dan kemudian menyampaikannya dalam pengetahuan baru yang bersifat umum. Daftar Pustaka Hasibuan, Zainal A. 2007. Metodologi Penelitian Pada Bidang IlmuKomputer Dan Teknologi Informasi:Konsep, Teknik, Dan Aplikasi. Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Pengertian Penelitian. http://www.kampus-info.com/2012/05/pengertian- penelitian.html§.

Diakses tanggal 18 Januari 2013. Empat Komponen Utama Metode Penilitian. 2009. http://tesisdisertasi.blogspot.com/2009/12/empat-komponen-utama-metode- penelitian.html§. Diakses tanggal 18 Januari 2013. Jenis-jenis Penelitian. 2010. http://leopark62.wordpress.com/2010/10/27/jenis-jenis- penelitian§. Diakses tanggal 18 Januari 2013.

Cara Melakukan Penelitian. (n.d.). http://id.shvoong.com/how-to/writing/2178052- cara-melakukan-penelitian§.

Diakses tanggal 18 Januari 2013. Kelompok 4 Nelly Fela [682010011] Barbara C.B Seroan [682010070] Christy Susanti [682010027] Rai Veronica Hanathacia [682010080] Feby Apriyanti Djoko Oes [682010053] 67 Penelitian adalah: Pemeriksaan yang teliti, Kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum( Kamus besar Bahasa Indonesia (2001)) • 40.

Tujuannya adalah untuk menemukan jawaban atas persoalan yang berarti, melalui penerapan prosedur ilmiah. Empat Komponen Utama Metode Penelitian§ 1. Sumber Data • Sumber Data Primer Kuantitatif : Sumber data primer kuantitatif (kumpulan skor jawaban) adalah sejumlah responden yang disebut Sampel Penelitian.

Teknik atau cara yang digunakan untuk penarikan Sampel Penelitian antara lain Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Acak (Stratified Random Sampling Technique), Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Acak Proporsional (Stratified Random Sampling Proporsional Technique), Teknik Slovin, dan Teknik Kluster.

• Sumber Data Primer Kualitatif : Sumber data primer kuantitatif (transkrip wawancara) adalah sejumlah responden yang disebut Informan Penelitian. Informan ini diambil dengan cara tertentu dari para pihak yang karena kedududkan atau kemampuannya dianggap dapat merepresentasikan masalah yang dijadikan obyek penelitian. Teknik yang digunakan untuk menentukan penarikan Informan Penelitian antara lain Purposive Sampling Technique dan Snow Ball Technique.

• Sumber Data Sekunder : Sumber data sekunder (teori, data dan informasi) adalah buku-buku, dokumen- dokumen, internet, dan media cetak. Untuk pengutipan teori, pencantuman sumber data menggunakan runningnote yang meliputi pencantuman last name, tahun penerbitan buku, dan nomor halaman buku. 2. Jenis Data • 41. • Data Primer adalah jenis data yang langsung didapat dari sumbernya.

Contoh : Data Primer Kuantitatif didapat langsung dari Sampel Penelitian, Data Primer Kualitatif didapat langsung dari Informan Penelitian.

• Data Sekunder adalah jenis data yang tidak langsung didapat dari sumbernya. Contoh : data sekunder dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak. 3. Teknik Pengumpulan Data • Studi Kepustakaan atau Studi Dokumen adalah teknik pengumpulan data sekunder yang meliputi pengutipan dan pengkajian teori, data dan informasi dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak. • Kuesioner Penelitian atau Angket adalah teknik pengumpulan data primer dari sejumlah responden yang menjadi sampel penelitian.

Penyusunan Kuesioner atau Angket menggunakan format pengskalaan tertentu seperti misalnya Likert Scale (skor 1 sampai 5), Rating Scale (skor 1 sampai 4), atau Guttman Scale (skor 1 sampai 2). • Observasi atau kunjungan lokasi adalah teknik pengumpulan data secara spontan ketika penelitian dilakukan. 4. Metode Analisis Data • Metode Analisis Kuantitatif adalah teknik pengolahan data kuantitatif (angka-angka) yang menggunakan rumus-rumusan statistik antara lain untuk Pengujian Persyaratan Analisis, Pengukuran dan Pengujian Hipotesis.

• Metode Analisis Kualitatif adalah teknik pengolahan data kualitatif (kata- kata) yang dilakukan dalam rangka mendeskripsikan atau membahas hasil penelitian dengan pendekatan analisis konseptual dan analisis teoritik.

68 Secara intuitif, urgensi penelitian dapat dikembangkan dari arti kata “urgensi”, yakni tingkat pentingnya (kepentingan). Urgensi penelitian dapat dikatakan sebagai tingkat pentingnya melakukan penelitian. Dalam penelitian • 42. (termasuk skripsi), kegiatan meneliti akan dikatakan memiliki urgensi yang tinggi jika pelaksanaan kegiatan tersebut akan memberikan hasil yang bermanfaat.

Dengan kata lain, suatu kegiatan penelitian dikatakan urgen jika output penelitian dapat menyelesaikan masalah secara strategis.

Manfaat Penelitian Manfaat penelitian merupakan dampak dari pencapaiannya tujuan. Seandainya dalam penelitian, tujuan dapat tercapai dan rumusan masalah dapat dipecahkan secara tepat dan akurat. Kegunaan penelitian mempunyai dua hal yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan (secara teoritis) dan membantu mengatasi, memecahkan dan mencegah masalah yang ada pada objek yang diteliti. Beberapa pandangan penelitian secara umum menurut para ahli : a) Kerlinger (1986) adalah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara.

Beberapa karakteristik penelitian sengaja ditekankan oleh kerlinger agar kegiatan penelitian memang berbeda dengan kegiatan profesional lainnya. b) Woody (dalam Danim, 2002): Penelitian merupakan metode untuk menemukan kebenarandisamping itu juga merupakan suatu pemikiran kritis.

c) Pearson (dalam Whitney, 1960): Penelitian adalah pencarian atas sesuatu secara sistematik dan dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan. d) penny (1975): penelitian adalah pemikiran yang sistematik mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpuylan dan • 43.

penafsiran fakta-fakta. Dalam pelaksanaannya, penelitian mempunyai beberapa tahapan yaitu Identifikasi masalah, studi pustaka / literature, rancangan penelitian, pengolahan data dan kesimpulan, atau lebi jelasnya sebagai berikut: 1. Tahap memilih masalah penelitian Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan yang menyangkut persoalan yang cukup penting untuk dijadikan masalah penelitian.

Selain itu, masalah tersebut harus juga merupakan masalah yang belum ada jawabnya (belum terjawab), tetapi sarana untuk mencari jawaban itu, yakni melalui pengumpulan dan analisa data, dapat diperoleh. 2. Tahap analisis Sesudah masalah yang akan diteliti didefinisikan, tahap berikutnya adalah tahap analisis. Tahap ini memerlukan pengkajian yang mendalam atas hasil-hasil penelitian sebelumnya, yang mungkin telah dilakukan tentang masalah tersebut.

Pembahasan hasil penelitian yang terkait ini sangat diperlukan guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai masalah penelitian tersebut, serta agar dapat memberikan latar belakang bagi perumusan hipotesis yang merupakan aspek penting dari tahap analisis ini.

3. Tahap memilih strategi penelitian dan membuat/memilih instrument Masalah penelitian yang dipilih akan menentukan metode penelitian yang harus digunakan. Ada masalah yang memerlukan eksperimehn, ada pula yang mungkin dapat diatasi dengan memakai strategi penelitian deskriptif. Berikutnya, pemilihan metode penelitian akan mempengaruhi penyusunan rancangan penyelidikan (design) dan prosedur pengukuran variabel.

4. Tahap mengumpulkan dan menafsirkan data • 44. Konsekuensi-konsekuensi hipotesis penelitian yang dicapai melalui deduksi harus diuji terlebih dahulu. Oleh karena itu, tahap ini memerlukan pengumpulan data. Berbeda dari anggapan umum, tahap ini biasanya tidak memerlukan waktu yang lebih singkat daripada tahap-tahap perencanaan sebelumnya. Sesudah dikumpulkan, selanjutnya data (informasi) yang telah dikumpulkan itu harus dianalisis, biasanya dengan menggunakan statistic.

Setelah itu, peneliti melakukan penafsiran yang tepat terhadap hasil penelitian yang diperoleh. 5. Tahap melaporkan hasil penelitian Agar dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan pengetahuan, hasil penelitian itu harus dikomunikasikan ke kalangan akademisi.

Untuk itu, peneliti harus berusaha agar prosedur, hasil, dan kesimpulan penelitiannya disajikan dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh orang lain, yang mungkin berminat terhadap masalah tersebut.

Biasanya diperlukan suatu penyajian yang jelas dan ringkas entang langkah-langkah yang telah ditempuh dalam penelitian itu.

69 Jenis-jenis penelitian Kline (1980): 70 Berdasarkan Tujuan: 1.1. Penelitian Dasar 1.2. Penelitian Terapan 1.3. Penelitian Evaluasi 2. Berdasatkan Metode: 2.1. Penelitian Historis 2.2. Penelitian Deskriptif 2.3. Penelitian Perkembangan • 45. 2.4. Penelitian Kasus atau Studi Lapangan 2.5. Penelitian Korelasional 2.6. Penelitian Tindakan 2.7.

Penelitian Komparatif 2.8. Penelitian Eksperimental 2.9. Penelitian Kualitatif 3. Berdasarkan tingkat penjelasan: 3.1. Penjelasan deskriptif 3.2. Penjelasan Asosiatif 3.3. Penjelasan Kausalitas. Cara melakukan penelitian : 1 Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian. 2 Identifikasi masalah 3 Studi pustaka / literature 4 Rancangan penelitian 5 Pengolahan data 6 Kesimpulan 7 Berpikir Logis : 1 Pendekatan Deduktif Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum.

Deduksi adalah cara berpikir yang di tangkap atau di ambil dari • 46. pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. 71 Pendekatan Induktif Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum.

Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.

Berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. DAFTAR PUSTAKA Anggoro, Toha. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : PT Universitas Terbuka. Sutrisno Hadi, (2001), Metodologi Penelitian, Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada Winarno Suratman, (2000).

Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung: Tarsindo http://id.wikipedia.org/wiki/Metodologi_penelitian § http://de- kill.blogspot.com/2008/11/konsep-dasar-metodologi-penelitian.html§ Kelompok • 47. Stella Lie [682010023] Adrian Wenno [682010010] Mariana Andatu [702010139] BAB I : Pendahuluan Penelitian atau riset merupakan terjemahan dari bahasa Inggris research, yang merupakan gabungan dari kata re (kembali) dan to search (mencari).

Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa research adalah berasal dari bahasa Perancis recherche.Intinya hakekat penelitian adalah “mencari kembali”. Banyak sekali definisi tentang penelitian yang muncul, salah satu yang cukup terkenal adalah menurut Webster’s New Collegiate Dictionary yang mengatakan bahwa penelitian adalah “penyidikan atau pemeriksaan bersungguh-sungguh, khususnya investigasi atau eksperimen yang bertujuan menemukan dan menafsirkan fakta, revisi atas teori atau dalil yang telah diterima”.

T. Hillway dalam bukunya berjudul Introduction to Research menambahkan bahwa penelitian adalah “studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut”.

Ilmuwan lain bernama Woody memberikan gambaran bahwa penelitian adalah “metode menemukan kebenaran yang dilakukan dengan critical thinking (berpikir kritis)”. Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non- ilmiah (unscientific method). Pencarian kebenaran secara ilmiah dan non-ilmiah sudah saya bahas di artikel berjudul hakekat kebenaran§.

Tapi kalau kita lihat dari definisi diatas, penelitian banyak dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan dengan pemikiran kritis, rasional, logis (nalar), dan analitis, sehingga akhirnya penggunaan metode ilmiah (scientific method) adalah hal yang jamak dan disepakati umum dalam penelitian.

Metode ilmiah juga dinilai lebih bisa diukur, dibuktikan dan dipahami dengan indera manusia. Penelitian dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan menggunakan metode ilmiah disebut dengan penelitian ilmiah (scientific research).

Ketidakpuasan manusia terhadap cara-cara non-ilmiah (unscientific) membuat • 48. manusia menggunakan cara berpikir deduktif atau induktif. Kemudian orang mulai memadukan cara berpikir deduktif dan induktif, dimana perpaduan ini disebut dengan berpikir reflektif (reflective thinking). Diperkenalkan oleh John Dewey, yang akhirnya menjadi dasar metode penelitian ilmiah. BAB II : Pembahasan 1. Apa itu penelitian ? Penelitian atau riset berasal dari bahasa inggris research yang artinya adalah proses pengumpulan informasi dengan tujuan meningkatkan, memodifikasi atau mengembangkan sebuah penyelidikan atau kelompok penyelidikan.

Menurut Fellin, Tripodi dan Meyer (1996) penelitian adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat di sampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain. Pada dasarnya riset atau penelitian adalah setiap proses yang menghasilkan ilmu pengetahuan 2.

Komponen utama penelitian Sumber Data Primer Kualitatif : Sumber data primer kuantitatif (transkrip wawancara) adalah sejumlah responden yang disebut Informan Penelitian.

Informan ini diambil dengan cara tertentu dari para pihak yang karena kedududkan atau kemampuannya dianggap dapat merepresentasikan masalah yang dijadikan obyek penelitian. Teknik yang digunakan untuk menentukan penarikan Informan Penelitian antara lain Purposive Sampling Technique dan Snow Ball Technique.

Purposive Sampling Technique adalah cara penentuan sejumlah Informan sebelum penelitian dilaksanakan, dengan menyebutkan secara jelas siapa yang dijadikan informan serta informasi apa yang diinginkan dari masing-masing informan. Snow Ball Technique adalah cara penentuan informan dari satu informan ke informan • 49. lainnya yang dilakukan pada saat penelitian dilaksanakan, hingga dicapai sejumlah informan yang dianggap telah merepresentasikan berbagai informasi yang diperlukan.

Pencatuman sumber data harus disertai dengan nama dan identitas yang jelas. Contoh identitas : Nama lengkap, Jenis Kelamin, Umur, Pekerjaan/Jabatan, Pendidikan Terakhir. Sumber Data Sekunder : Sumber data sekunder (teori, data dan informasi) adalah buku-buku, dokumen- dokumen, internet, dan media cetak.

Untuk pengutipan teori, pencantuman sumber data menggunakan runningnote yang meliputi pencantuman last name, tahun penerbitan buku, dan nomor halaman buku.

Contoh : jika diletakan dimuka kutipan : Robbins (1999:87) atau Robbins (dalam Thoha, 2001 :32); jika diletakan dibelakang kutipan : (Robbins,1999:87). Untuk pengutipan data, pencantuman sumber data menggunakan footnote yang diletakan di bawah tabel data. Contoh : Sumber : Bappeda Kabupaten Bogor, 2005. Untuk pengutipan informasi, pencantuman sumber data menggunakan runingnote. Contoh : (Harian Kompas, Senin, 2/8/2005) atau http://www.aseansec.org/5804.html§ Jenis Data Data Primer adalah jenis data yang langsung didapat dari sumbernya.

Contoh : Data Primer Kuantitatif didapat langsung dari Sampel Penelitian, Data Primer Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan didapat langsung dari Informan Penelitian. Data Sekunder adalah jenis data yang tidak langsung didapat dari sumbernya. Contoh : data sekunder dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak. Teknik Pengumpulan Data Studi Kepustakaan atau Studi Dokumen adalah teknik pengumpulan data sekunder yang meliputi pengutipan dan pengkajian teori, data dan informasi dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak.

• 50. Kuesioner Penelitian atau Angket adalah teknik pengumpulan data primer dari sejumlah responden yang menjadi sampel penelitian. Penyusunan Kuesioner atau Angket menggunakan format pengskalaan tertentu seperti misalnya Likert Scale (skor 1 sampai 5), Rating Scale (skor 1 sampai 4), atau Guttman Scale (skor 1 sampai 2) Observasi atau kunjungan lokasi adalah teknik pengumpulan data secara spontan ketika penelitian dilakukan. Metode Analisis Data Metode Analisis Kuantitatif adalah teknik pengolahan data kuantitatif (angka- angka) yang menggunakan rumus-rumusan statistik antara lain untuk Pengujian Persyaratan Analisis, Pengukuran dan Pengujian Hipotesis.

Metode Analisis Kualitatif adalah teknik pengolahan data kualitatif (kata-kata) yang dilakukan dalam rangka mendeskripsikan dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan membahas hasil penelitian dengan pendekatan analisis konseptual dan analisis teoritik.

Contoh Penyususunan Metode Penelitian Penerapan Metode Penelitian dalam penyusunan Proposal Penelitian disusun berdasarkan sistematika sebagai berikut : 3.1 Disain Penelitian 3.2 Definisi dan Operasionalisasi Variabel Penelitian 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian 3.4 Teknik Pengumpulan Data 3.5 Metode Analisis Data • 51.

3.6 Rancangan Uji Hipotesis 3.7 Jadual Penelitian 3. Urgensi penelitian ? Menurut Hadi Paramu Secara intuitif, urgensi penelitian ini dapat dikembangkan dari arti kata “urgensi”, yakni tingkat pentingnya (kepentingan).

Urgensi penelitian dapat dikatakan sebagai tingkat pentingnya melakukan penelitian. Analog dengan kehidupan sehari-hari, sesuatu akan dapat dikatakan urgen jika sesuatu tersebut tidak ada atau tidak dilakukan atau semacamnya maka hasil optimal atau terbaik tidak dipeoleh. Contoh : pada masa ujian tengah/akhir semester, belajar lebih intens bagi mahasiswa adalah sesuatu yang urgen karena kalau hal tersebut tidak dilakukan maka hasil ujian tidak akan optimal.

4. Manfaat Penelitian Menurut Acynolstat Manfaat atau Dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan hasil penelitian dapat diklasifikasikan menjadi manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis artinya hasil penelitian bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan obyek penelitian. Manfaat praktis bermanfaat bagi berbagai pihak yang memerlukannya untuk memperbaiki kinerja, terutama bagi sekolah, dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan, dan siswa serta seseorang untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Contoh Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baiksecara langsung maupun tidak langsung antara lain: 1. Pengembangan Ilmu Pengetahuan Hasil penelitian ini dapat memberi sumbangan yang sangat berharga pada • 52.

perkembangan ilmu pendidikan, terutama pada penerapan model-model pembelajaran untuk meningkatkan hasil proses pembelajaran dan hasil belajar di kelas.

2. Bagi Sekolah Sebagai bahan masukan bagi sekolah untuk memperbaiki praktik-praktik pembelajaran guru agar menjadi lebih efektif dan efisien sehingga kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa meningkat.

3. Bagi Siswa Meningkatkan hasil belajar dan solidaritas siswa untuk menemukan pengetahuan dan mengembangkan wawasan, meningkatkan kemampuan menganalisis suatu masalah melalui pembelajaran dengan model pembelajaran inovatif. 4. Bagi Guru atau Calon Peneliti Sebagai sumber informasi dan referensi dalam pengembangan penelitian tindakan kelas dan menumbuhkan budaya meneliti agar terjadi inovasi pembelajaran.

5. Bagi Peneliti Sebagai sarana belajar untuk mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan dengan terjun langsung sehingga dapat melihat, merasakan, dan menghayati apakah praktik-praktik pembelajaran yang dilakukan selama ini sudah efektif dan efisien.

5. Pandangan-pandangan tentang penelitian * Menurut David H Penny, Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. • 53. * Menurut J. Suprapto, Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, serta sistematis.

* Menurut Mohammad Ali, Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya. * Menurut Sutrisno Hadi, Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. * Menurut Fellin, Tripodi & Meyer (1996) => Penelitian adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat di sampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain.

* menurut Kerlinger (1986: 17-18) =>Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisihipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena. 6. Tahapan – Tahapan Penelitian Penelitian terdiri atas beberapa tahapan yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Dimana tahapan-tahapan itu pada umumnya terdiri dari: 1. Identifikasi masalah 2. Perumusan masalah 3. Penelusuran pustaka • 54.

4. Rancangan penelitian 5. Pengumpulan data 6. Pengolahan data 7. Penyimpulan Hasil. 7. Jenis – Jenis Penelitian 1.PenelitianDeskriptif Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006:72).

Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnyakondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung.

Fenomena disajikan secara apa adanya hasil penelitiannya diuraikan secara jelas dan gamblang tanpa manipulasi oleh karena itu penelitian ini tidak adanya suatu hipotesis tetapi adalah pertanyaan penelitian. Analisis deskriptif dapat menggunakan analisis distribusi frekuensi yaitu menyimpulkan berdasarkan hasil rata-rata. Hasil penelitian deskriptif sering digunakan, atau dilanjutkan dengan melakukan penelitian analitik.

Jenis penelitian yang termasuk dalam kategori deskriptif adalah studi kasus dan penelitian surey. 2. Penelitian Studi KasusStudi kasus merupakan rancangan penelitian yang mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif; Misalnya satu pasien, keluarga, kelompok, komunitas atau institusi.

Meskipun jumlah subyek • 55. cenderung sedikit, jumlah variabel yang ditiliti sangat luas. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui semua variabel yang berhubungan dengan masalah penelitian.

Penggalian data dapat melalui kuisioner, wawancara, observasi maupun data dokumen. Deskripsi dari studi kasus tergantung dari keadaan kasus tetapi tetap mempertimbangkan waktu. Keuntungan yang peling besar dari desain ini adalah pengkajian secara rinci meskipun jumlah dari responden sedikit, sehingga akan didapatkan gambaran satu unit subyek secara jelas.

Misalnya, studi kasus tentang asuhan keperawatan pasien dengan typoid di RS. Peneliti akan mengkaji variabel yang sangat luas dari kasus diatas mulai dari menemukan masalah bio- psiko-sosio-spiritual. 3. Penelitian Survey Penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Singarimbun, 1998). Survei merupakan studi yang bersifat kuantitatif yang digunakan untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu.

Survey adalah suatu desain yang digunaan untuk penyelidikan informasi yang berhubungan dengan prevalensi, distribusi dan hubungan antar variabel dalam suatu popilasi. Pada survey tidak ada intervensi, survey mengumpulkan informasi dari tindakan seseorang,pengetahuan, kemauan, pendapat, perilaku, dan nilai. Penggalian data dapat melalui kuisioner, wawancara, observasi maupun data dokumen. Penggalian data melalui kuisioner dapat dilakukan tanya jawab langsung atau melalui telepon, sms, e-mail maupun dengan penyebaran kuisioner melalui surat.

Wawancara dapat dilakukan juga melalui telepon, video confeence maupun tatap muka-langsung. Keuntungan dari survey ini adalah dapat memperoleh berbagai informasi serta hasil dapat dipergunkan untuk tujuan lain. Akan tetapi informasi yang didapat sering kali cenderung bersifat superfisial. Oleh karena itu pada penelitian survey akan lebih baik jika dilaksanakan analisa • 56. secara bertahap. Pada umumnya survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data. Survei menganut aturan pendekatan kuantitatif, yaitu semakin sample besar, semakin hasilnya mencerminkan populasi.

Penelitian survey dapat digunakan untuk maksud penjajakan (eksploratif), menguraikan (deskriptif), penjelasan (eksplanatory) yaitu untuk menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesa, evaluasi, prediksi atau meramalkan kejadian tertentu di masa yang akan dating, penelitian operational dan pengembangan indikaor-indikator social.

dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan

4. Penelitian Hubungan/korelasional (minimal 2 variabel penelitian).Penelitian korelasional dimaksudkan untuk mencari atau menguji hubungan antara variabel. Peneliti mencari, menjelaskan suatu hubungan, memperkenalkan, menguji berdasarkan teori yang ada. Desain yang sering digunakan adalah cross-sectinal. Penelitian korelasional bertujuan mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel, Hubungan korelatif mengacu pada kecenderungan bahwa variasi suatu variabel diikuti variasi variabel yang lain.

Dengan demikian, dalam rancangan penelitian korelasional peneliti melibatkan minimal dua variabel. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah hipotesis alternatif (H1) yang berbunyi ”Ada hubungan antara variabel x dan y” dan hipotesis nol (HO) yang berbunyi ” Tidak ada hubungan antara variabel x dan y”.

Skema Penelitian Deskriprif Korelasional Variabel X ———–Variabel Y Interpretasi Hub. Penilaian dari interpeasi ini adalah semakin mendekati nilai positif atau negatif satu (-/+ 1) adalah semakin signifikan atau semakin erat hubungannya. Nilai ( + 1 )berarti semakin tinggi nilai variabel x semakin tinggi Nilai variabel y dan Nilai( – 1) berarti semakin rendah nilai vari abel x semakin rndah pula nilai • 57.

variabel y nya. 5.Jenis Penelitian Komparasi/ Perbedaan Penelitian komparasi atau perbedaan adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk membedakan atau membandingkan hasil penelitian antara dua kelompok penelitian. Ada dua hal kelompok penelitian yaitu dua kelompok penelitian yang berbeda dan tidak saling berhubungan dan dua kelompok penelitian yang saling berhubungan.

Analisis yang digunakan adalah: 1. Analisis T. Test, Analisis Wilcoson atau mc nemar analisa ini digunakan untuk uji beda dua kelompok untuk data intervalrasio, dua kelompok yang berbeda tidak saling berhubungan (independent-sampel T test). 2. Analisis Paired t test, Jika dua kelompok mempunyai anggota yang sama dan mempunyai korelasi maka dipergunakan uji sampel berpasangan.

6.Jenis Penelitian pengaruh Penelitian ini ditujukan untuk menguji variabel independen terhadap variabel dependen. Karakteristik desain pengaruh adalah sebagai berikut: 1. variable independent menentukan intensitas variabel dependen 2. Dapat dijelaskan mekanisme perubahannya, (Tetapi) bukan sebagai penyebab (causation) 3.

Jenis desain yang dipergunakan adalah eksperimental yaitu a. True Expeimental (satu kelompok tidak dilakukan intervensi) b. Quasy Experimental (satu kelompok dilakukan intervensi sesuai dengan metode yang dikehendai, kelompok lainnya dilakukan seperti biasanya) c.

Pre-Experimental: post only; pre-post. Satu kelompok dilakukan intervensi X dan kelompok lain dilakukan intervensi Y. 8. Cara Melakukan Penelitian 1. Penetapan Permasalahan (State General Problem) • 58. Ungkapkan sesuatu secara umum (ide). Bila kita ingin melakukan kegiatan penelitian ilmiah maka mulailah dengan menetapkan masalah yang ingin kita angkat dalam suatu penelitian.

Penetapan permasalahan berisikan pernyataan yang bersifat umum terhadap permasalahan yang akan diamati. Misalnya bagaimana mengatasi pertumbuhan jumlah manusia di dunia ini yang berlangsung secara eksponsial. Pada perumusan permasalahan harus ada statement yang dihancurkan sebagai general problemnya.

Kita juga perlu mempelajari scientific reasoning agar kita bisa lebih memahami dan memanfaatkan informasi ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini diberikan beberapa contoh pertanyaan yang memerlukan jawaban secara ilmiah (riset): • Benarkah alam ini terus mengalami perkembangan (expanding) ?

• Apakah krisis energi benar-benar terjadi? • Apakah merokok menyebabkan penyakit kanker paru-paru ? Semua pertanyaan diatas dapat dijawab dengan melakukan penelitian untuk memberikan jawaban dan fakta-fakta yang didukung oleh teori dan data-data yang akurat serta dapat dipercaya kebenarannya.

2. Pencarian literatur (Conduct Literature Search) Untuk mendukung ide yang kita dapatkan, kita mesti mencari literatur yang terkait dengan ide. Baik berupa buku, artikel, majalah, jurnal dan lain sebagainya.

Bahanbahan yang kita dapatkan dari literatur ini berupa posisi relatif dari topik, ide, atau problem yang diteliti dan digambarkan dalam suatu kerangka penelitian, dimana nantinya kerangka tersebut akan memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan (knowladge). Pada tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain.

Tujuannya ialah untuk mendapatkan • 59. landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah. Daftar literatur yang dikumpulkan harus terkait dengan permasalahan. Literatur tersebut berupa berbagai teori, teknik, metode, temuan-temuan lainnya yang pernah digunakan oleh orang lain untuk mengatasi/menjawab permasalahan di atas. Selain itu, dalam mencari literatur perlu dilakukan analisa terhadap kelemahan, kelebihan, persamaan, perbedaan, dari berbagai teori, teknik, metode dari hasil rangkuman dan ringkasan dari literatur tersebut.

Hal ini dimaksudkan untuk menginterpretasikan penelitian yang akan kita lakukan dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang disajikan dalam konteks yang berbeda. Setelah semua bahan terkumpul, daftarkan atau cantumkan semua literatur yang terkait dengan masalah (buat list-nya) pada bagian daftar pustaka. 3. Merancang masalah yang Lebih Spesifik (State Spesific Problem) Uraikan permasalahan yang dimulai dari permasalahan yang bersifat umum ke masalah yang lebih khusus (spesifik), misalnya: • Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan alam terus dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan perkembangan?

• Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan jumlah manusia? • Faktor-faktor apa saja yang membuat SI dapat meningkatkan kinerja perusahaan Dengan statement permasalahan diatas banyak hal yang dapat kita uraikan untuk menjawab problem statement-nya.

4. Membuat Desain Penelitian (Design Methodology) • 60. Desain penelitian berisikan pengetahuan, algoritma, metode, produk (sistem), model dan lain sebagainya.

Dalam melakukan penelitian salah satu hal yang penting ialah membuat desain penelitian. Secara garis besar ada dua macam tipe desain, yaitu desain ex post facto dan desain eskperimental. Faktor-faktor yang membedakan kedua desain ini ialah pada desain ex post facto tidak terjadi manipulasi varaibel bebas sedang pada desain yang eksperimental terdapat manipulasi variable bebas. Tujuan utama penggunaan desain yang ex post facto ialah bersifat eksplorasi dan deskriptif, sedang desain eksperimental bersifat eksplanatori (sebab akibat).

Untuk mencari jawaban dari specific problem, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain adalah dengan melakukan setting experiment. Selain itu juga harus dicari instrumen apa yang akan digunakan untuk membantu memecahkan permasalahan tersebut.

Tentukan objek dan variabel yang akan diukur dengan jelas dan tepat. List langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan untuk menjawab masalah yang telah ditetapkan sebelumnya. Gunakan berbagai macam teknik, alat (tools), instrumen, dan sebagainya yang tepat untuk setiap tahapan. Tahapan tersebut merupakan bagian dari metodologi yang nantinya akan dapat membedakan antara metodologi yang satu dengan metodologi lainnya. Bila kita ingin melakukan penelitian, maka objek yang diteliti harus jelas.

Ada kalanya pada saat akan melakukan penelitian peneliti belum mengetahui apa dan siapa yang akan menjadi objeknya. Contoh, bila kita ingin membangun dan mengetahui Sistem Informasi bagi tenaga eksekutif, tetapi yang diinterview bukan tenaga eksekutif melainkan tenaga pendukung.

Hal ini berarti objeknya tidak tepat atau tidak sesuai dengan apa yang ingin diteliti. Begitu juga dengan penetapan variable yang juga harus jelas. Variable merupakan sesuatu yang berubah-ubah dimana kinerjanya sebagai baseline, dimana dalam variable ada ketetapan waktu, budget, tenaga yang diperlukan untuk mengukur maupun memproses sesuatu. Pengukurannya bisa dilakukan dengan timer, simple • 61. numeric untuk mengukur kinerja, budget dan lain sebagainya. Variabel ini erat kaitannya dengan validitas dan reliabilitas dari data yang dikumpulkan.

5. Pengumpulan Data (Gather Data) Data ada bermacam-macam, data yang didapatkan dalam penelitian tidak hanya berupa angka-angka saja.

Secara umum terdapat dua macam data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Namun ada juga data yang didapatkan denngan menggabungkan atau mengkombinasikan kedua data tersebut. Kumpulkan data- data dalam bentuk tabel, grafik, gambar dan lain sebagainya Setiap penelitian harus ada data kuantitaif, data kualitatif serta data kombinasi. Bila perlu susun dan katagorisasikan data berdasarkan waktu, produktivitas, divisi dan sebagainya.

Banyak pilihan atau cara untuk menginterpretasikan dan menganalisis data. Analisis data dipilih sesuai dengan data yang kita dapatkan. Bila sampelnya respresentatif bisa digunakan uji-uji tertentu. 6. Analisa Data (Analyze Data) Pengolahan data atau analisa data merupakan proses pra-analisa yang mempunyai tahapan-tahapan sebagai berikut: 1) editing data, 2) pengembangan variable, 3) pengkodean data, 4) cek kesalahan, 5) membuat struktur data, 6) cek preanalisa komputer, 7) tabulasi.

Interpretasikan hasil pengamatan atau hasil penelitian. Interpretasikan data yang sebelum melakukan penelitian dengan data sesudah melakukan penelitian. Misalnya dalam sebuah organisasi kinerjanya meningkat. Uraikan dengan jelas alasannya, misalnya karena bisnis prosesnya sudah disederhanakan atau karena data yang terkumpul tingkat akurasinya tinggi, dan lain sebagainya. 7. Hasil Penelitian (Report Results) Dalam menulis laporan penelitian atau laporan akhir, kita harus berani • 62.

mengemukakan dan menuliskan apa yang kita dapatkan selama melakukan penelitian tersebut. Dengan kata lain kita harus mampu menginterpretasikannya secara objektif. Bila hasilnya tidak pasti, ada baiknya kita buat dalam bentuk statement berupa pertanyaan-pertanyaan saja.

Yang perlu diingat adalah bahwa jangan pernah membuat interpretasi penelitian secara subjektif. Misalnya, sistem ini meningkat, sistem ini lebih baik, tapi tidak ada base linenya karena suatu sistem bisa dikatakan baik namun belum tentu mampu meningkatkan kinerja yang ada.

Tuntaskan interpretasi yang kita buat. Bagaimana faktor-faktor tersebut memberikan kontribusi bagi perusahaan yang menggunakan Sistem Informasi. Untuk membuat suatu tulisan yang memaparkan hasil penelitian perlu di dukung dengan adanya berbagai literatur serta sistematis tulisan ilmiah yang akan dibuat. Penulisan hasil laporan dibuat untuk berbagai tujuan yang salah satunya adalah untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Membuat laporan hasil penelitian merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan penelitian.

Penulisan laporan penelitian sebaiknya mencakup langkah-langkah penulisan laporan ilmiah yang baik dan benar. Penulisan laporan sangat terkait dengan jenis dan bentuk laporan itu sendiri. Hal tersebut terkait dengan cara penyajian laporan yang akan dibuat agar dapat dimengerti dan dipahami oleh orang yang membacanya.

Contoh, hipotesis awal (H0) kita buat bahwa SI yang akan dibangun akan meningkatkan jumlah customer 10% dalam 1 tahun mendatang tanpa dibatasi dengan jarak.

Bila jumlahnya meningkat, hal ini bisa berarti karena jumlah customer tidak terbatas pada daerah JaBoDeTaBek saja, tapi juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia yang dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan mengakses web yang sudah kita buat.

Namum waktu kita teliti setelah satu tahun ternyata kenyataannya jumlah customer menurun. Interprestasinya diposting dalam pertanyaan. Ada kemungkinan disebabkan oleh penurunan daya beli masyarakat dan juga bisa juga disebabkan oleh inflasi yang signifikan. Padahal dalam penelitian ini kita tidak meneliti mengenai daya beli dan inflasi, tapi peningkatan terjadi penurunan performance dalam perusahaan.

Jika kasusnya seperti itu ada baiknya dalam • 63. saran yang dibuat ditampilkan atau dijabarkan bahwa selain faktor-faktor internal, faktor-faktor eksternal juga perlu mendapat perhatian. 8. Kesimpulan Penarikan kesimpulan dilakukan setelah semua laporan hasil penelitian dilakukan. Setiap kesimpulan yang dibuat oleh peneliti didasarkan pada data- data yang telah dikumpulkan.

Kesimpulan yang diambil harus berupa jawaban dari permasalahan. Untuk membuat kesimpulan, review kembali kelemahan- kelemahan yang ada dalam penelitian serta jelaskan kenapa kelemahan itu bisa terjadi dan berikan solusi untukmemperbaikinya. Rangkum isi kesimpulan dengan tidak merumuskan kesimpulan berdasarkan pengetahuan umum dan hindari kata-kata yang dapat menimbulkan keragu-raguan seperti kiranya, mungkin, dan lain sebagainya.

Yang terpenting dari bab ini adalah utarakan future research agar orang lain dapat melanjutkan penelitian ini pada penelitian berikutnya.

Selain model umum yang telah dijelaskan di atas, masih ada model riset lainnya seperti: • Menetapkan permasalahan • Membuat pola pikir yang dibangun dari kerangka terlebih dahulu.

• Lakukan statement-statement yang punya kebenaran • Formulasikan hipotesisnya • Uji hipotesis • Simpulkan 1. Penelitian Observasi • 64. Dengarkan secara langsung keluhan-keluhan yang ada di lapangan dan adakan eksploratif sendiri secara singkat. 2. Diskusi-diskusi Diskusi ini termasuk di dalamnya diskusi resmi atau diskusi tidak resmi. Ikuti dengan seksama diskusi tersebut dan kutip masalah-masalah yang timbul dalam diskusi tersebut. 3. Dosen-dosen atau ahli riset Pada umumnya dosen menguasai suatu bidang ilmu tertentu secara lebih baik daripada orang lain.

4. Bibliographi Sumber bibliografi yang dapat dijadikan sumber problem adalah journal, encyclopedia, review, skripsi/tesis, disertasi, buku-buku teks, majalah, buletin, research report dan dalam teks laporan hasil observasi tahap pernyataan umum atau klasifikasi merupakan sebagainya. 9.

Berpikir Logis : deduktif & induktif * Penalaran Deduktif Penalaran deduktif adalah penalaran yang berdasarkan pada pengetahuan sebelumnya yang bersifat umum serta menyimpulkan pengetahuan baru yang bersifat khusus. Penalaran deduktif ini bersifat silogisme, dalam arti penalaran deduktif ini merupakan suatu argumen yang terdiri dari premis-premis dan kesimpulan.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi 1. *Penalaran Induktif • 65. Penalaran induktif berasal dari pengetahuan sebelumnya mengenai sejumlah kasus sejenis, bersifat khusus, individual dan konkrit.

Logika induktif berasal dari pengetahuan baru yang disimpulkan dari pengetahuan yang sebelumnya. Pengetahuan baru tersebut bersifat umum. Pada prinsipnya berpikir induktif alur pikirnya dimulai dari hal yang spesifik (khusus) ke arah yang lebih umum. Argumen induktif yang baik merupakan argumen yang benar dengan premis yang bisa memberikan alasan yang jelas dan benar tentang kebenaran dari kesimpulan.

Ada beberapa hal yang terkait dengan berpikir induktif yaitu fakta- fakta, premis, kesimpulan dan argumen. Premis: Jarak Jakarta-Surabaya kurang dari 750 km, atau antara 750 dan 1500 km, atau lebih besar dari 1500 km.

Jarak Jakarta-Surabaya tidak lebih kecil dari 750 km. Jarak Jakarta-Surabaya tidak lebih besar dari 1500 km. Kesimpulan: Maka jarak Jakarta-Surabaya antara 750 km sampai 1500 km. Apakah argumen di atas sahih (valid)? Berikut ini adalah beberapa tipe berpikir induktif (types of inductive argument): • A strong inductive argument: suatu argumen dimana premis-premisnya memberikan bukti yang kuat untuk mendukung kesimpulan.

• A weak inductive argument: suatu argumen dimana premis-premisnya tidak memberikan bukti yang kuat untuk mendukung kesimpulan. • A good inductive argument: suatu induktif argumen yang kuat dengan

VIDEO PEMBELAJARAN BAGAN KLASIFIKASI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI




2022 www.videocon.com