Bem si tak puas sikap jokowi, demo besar 11 april jalan terus

bem si tak puas sikap jokowi, demo besar 11 april jalan terus

Ini Deretan Sanksi Baru AS dan Inggris untuk Rusia Jelang Perayaan Hari Kemenangan Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 9 Mei 2022 Sentimen The Fed Bisa Jadi Momentum Beli Saham, Tapi… Sentimen The Fed Bisa Jadi Momentum Beli Saham, Tapi… LIVE : Proyeksi analis soal Demo besar 11 april jalan terus setelah libur Lebaran (07:58 WIB) Bisnis.com, JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ( BEM SI) menyatakan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara pada Senin, 11 April 2022.

Dalam aksi demo tersebut, mahasiswa akan menyampaikan sejumlah tuntutan ke Presiden Joko Widodo ( Jokowi). Koordinator Pusat BEM SI, Kaharuddin menegaskan, aksi tersebut akan membawa tuntutan utama menolak perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan pemilu.

“Benar Pada 11 April, kami ingin ketegasan dan prioritas kami menuntut Jokowi tegas menolak perpanjangan masa jabatan dan penundaan pemilu 2024," kata Kaharuddin saat dihubungi Bisnis, Kamis (7/4/2022). Sekadar informasi, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) masih menunggu jawaban Presiden Jokowi untuk menolak penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan tiga periode sejak dua pekan aksi dilakukan pada 28 Maret 2022.

Keempat, BEM SI mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait. Kelima, mereka mendesak dan menuntut Jokowi untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di indonesia.

Terakhir, mereka pun menuntut dan mendesak Jokowi-Ma'ruf untuk berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya. Lebih lanjut, dia mengatakan BEM SI akan membawa total 18 tuntutan pada aksi nanti.

Kaharuddin merinci, 6 tuntutan berasal dari aksi tanggal 28 Maret ditambah 12 tuntutan berasal dari aksi 7 tahun pemerintahan Jokowi pada 21 Oktober 2021. “Selain dari tuntutan 6 tuntutan pada 28 Maret, sebelumnya kami juga sudah menyuarakan 12 tuntutan pada 21 Oktober 2021 dalam aksi 7 tahun kepemimpinan Jokowi, tetapi karena [tuntutan] itu belum dilirik pada 11 April kami akan suarakan kembali.

Jadi ada 18 tuntutan dari BEM SI untuk pak Presiden,” tuturnya. Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan kepada menterinya pada Rabu (6/4) agar fokus bekerja dan menghindari ujaran mengenai urusan penundaan pemilu 2024 dan urusan perpanjangan masa jabatan. Kendati demikian, Kaharuddin mengatakan, pernyataan Jokowi juga kurang tegas, sebab dinilainya melarang kepada Menteri bukan merupakan pernyataan dan komitmen dari Jokowi “Sebelumnya disebutkan pernyataan yang mengatakan demo besar 11 april jalan terus wacana ini adalah demokrasi, tetapi akhirnya Presiden melarang lewat menteri artinya dia mengaku salah bahwa wacana saja tidak boleh terucap sehingga kami butuh komitmen tegas dari Presiden seperti, 'Saya Joko Widodo selaku Presiden Indonesia menolak penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena itu sangat menyalahi konstitusi.'," kata Kaharuddin.

Dia menjelaskan, BEM SI mengajak aliansi mahasiswa serta BEM semua universitas berikut himpunan mahasiswa jurusan untuk bergabung dalam aksi pada Senin 11 April 2022.

Dia menargetkan 1.000 mahasiswa berunjuk rasa di lingkungan Istana Kepresidenan. Kaharuddin sendiri adalah mahasiswa Fakultas MIPA dari Universitas Riau yang saat ini tengah berangkat ke Jakarta untuk berkonsolidasi menyiapkan aksi unjuk rasa tersebut. Mahasiswa-mahasiswa di daerah lain juga diminta melakukan aksi serentak di daerah masing-masing antara 28 sampai 11 April.

bem si tak puas sikap jokowi, demo besar 11 april jalan terus

"Ini adalah murni gerakan mahasiswa, tidak ada yang menunggangi," ungkapnya. Terpopuler • PNS Boleh WFH Seminggu Usai Libur Lebaran, Kapan Masuk Kantor Lagi? • Niat Bayar Utang Puasa Ramadan, Bolehkah Puasanya Dicicil bem si tak puas sikap jokowi Harus Sekaligus? • Tender Gorden DPR Dimenangkan Penawar Tertinggi Rp43,5 Miliar, Kok Bisa? • Odesa Dihantam Rudal, Kapal Rusia Kembali Ditenggelamkan Pasukan Ukraina • Kemenag Izinkan 50 Persen Pegawai WFH Usai Libur Lebaran 9-13 Mei Jakarta - Tagar #TurunkanJokowi menjadi sorotan di media sosial karena diduga menunggangi narasi rencana demonstrasi BEM Seluruh Indonesia (SI) yang akan digelar pada 11 April 2022 besok.

BEM pun angkat bicara terkait ramainya perbincangan terkait cuitan tersebut. Koordinator BEM SI, Kaharuddin menegaskan tuntutan mengenai penurunan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sama sekali tidak tertera dalam 6 tuntutan yang sudah digodok oleh BEM SI.

"Tidak ada (soal tuntutan Jokowi). Karena memang dalam 6 tuntutan kita bahwa BEM SI sangat jelas, tuntutannya sangat jelas," kata Kahar saat dihubungi, Minggu (10/4/2022). Baca juga: Unggah Demo 11 April Batal, Koordinator BEM SI Ngaku Medsos Dibajak Kahar menyebut BEM SI hanya akan fokus pada 6 tuntutan.

Di mana, salah satunya BEM SI meminta Jokowi tegas dalam menyampaikan sikap terkait penolakan penundaan pemilu 2024 serta perpanjangan masa jabatan presiden. "Kita fokus pada mendesak presiden untuk bersikap tegas atau menyatakan sikap terkait penundaan dan 6 tuntutan itu," jelas Kahar.

Baca juga: Rekayasa Lalin Saat Demo 11 April, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup Berikut adalah enam tuntutan BEM SI yang disampaikan ke pihak Kepresidenan pada 28 Maret lalu: 1. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk bersikap tegas menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.

bem si tak puas sikap jokowi, demo besar 11 april jalan terus

2. Menuntut dan mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial ekologi, dan kebencanaan. 3. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya. 4. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.

5. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di indonesia.

bem si tak puas sikap jokowi, demo besar 11 april jalan terus

6. Menuntut dan mendesak Jokowi-Ma'ruf untuk berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya. Sebelumnya, Pakar media sosial menengarai narasi 'turunkan Jokowi' berusaha menunggangi narasi rencana demonstrasi mahasiswa pada 11 April lusa. Mahasiswa disarankan menggunakan tagar spesifik agar narasinya tak dibajak pihak-pihak yang ingin membelokkan tuntutan mahasiswa. Hal ini disampaikan analis media sosial Drone Emprit and Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, lewat akun Twitter pribadinya, Sabtu (9/4/2022).

detikcom telah mendapatkan izin untuk mengutipnya penjelasannya. Baca juga: Mahfud Minta Pengamanan Demo 11 April Tanpa Kekerasan, Ini Respons BEM SI "Diduga tuntutan di atas adalah dari 'penunggang demo mahasiswa'," kata Ismail Fahmi.

Namun Ismail Fahmi dengan sistem Drone Emprit-nya mendeteksi ada bem si tak puas sikap jokowi #TurunkanJokowi dan #GoodbyeJokowi yang sempat melambung di jagat Twitter. Dia menganalisis dalam kurun waktu sepekan terakhir. Ada 24 ribu percakapan di Twitter yang mengandung tagar-tagar itu mulai 4 April. Simak Video: Ancang-ancang Polisi Bubarkan Aksi 11 April Jika Tak Berizin [Gambas:Video 20detik] (rak/imk)
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan tetap menggelar unjuk rasa di Istana Negara pada 11 April.

Tuntutan utama adalah menolak perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan pemilu 2024. "Kita akan tetap gelar aksi pada tanggal 11 April 2022," ujar Koordinator Pusat BEM SI, Kaharuddin HSN DM dalam keterangan tertulis yang diterima Ngopibareng.id, Kamis 7 April 2022.

BEM SI mengaku belum puas meski Presiden Jokowi telah memerintahkan para menteri berhenti bicara perpanjangan masa jabatan dan penundaan pemilu. "Kami butuh bukti bukan sekedar lisan," kata Kaharuddin.

bem si tak puas sikap jokowi, demo besar 11 april jalan terus

Advertisement Hal lain yang mendorong BEM SI tetap menggelar aksi adalah sikap Istana yang belum memberikan jawaban terhadap kajian dan tuntutan mereka. Unjuk rasa di Istana Negara 11 April nanti diklaim bakal diikuti 1.000 mahasiswa dari Aliansi BEM SI, Aliansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia, Aliansi Mahasiswa Jurusan dan Aliansi Mahasiswa Fakultas.

BEM SI akan membawa total 18 tuntutan pada aksi nanti. Kaharuddin merinci, 6 tuntutan berasal dari aksi tanggal 28 Maret ditambah 12 tuntutan berasal dari aksi 7 tahun pemerintahan Jokowi pada 21 Oktober 2021 lalu.

Adapun 18 tuntutan tersebut antara lain mendesak dan menuntut Jokowi untuk bersikap tegas menolak penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode. Tuntutan lain adalah stabilitas harga kebutuhan pokok dan jaminan kesediaan barang-barang pokok bagi masyarakat. Kemudian tuntutan agar pemerintah membatalkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Baca juga • Bunga Wijaya Kusuma Dipercaya Membawa Keberuntungan • Puan: Urus Ekonomi Lebih Penting daripada Presiden 3 Periode • Peserta Buka Puasa dan Vaksinasi di Masjid Istiqlal Membludak • Dok!

RUU TPKS Disetujui DPR, Puan: Hadiah Bagi Kaum Perempuan Tanggapan Tenaga Ahli Utama KSP Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, angkat bicara terkait rencana mahasiswa yang akan kembali menggelar aksi bem si tak puas sikap jokowi menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi hingga 3 periode.

Advertisement Terkait hal itu, Ngabalin mempertanyakan logika mahasiswa karena mereka mengancam akan demo besar-besaran jika Presiden Jokowi tak kunjung angkat bicara soal isu ini. "Bagaimana logikanya? Mahasiswa memberi waktu dua hari kepada presiden.

Kalau main ancam-ancam itu bagaimana logikanya? Itu yang saya nggak bisa jelaskan bagaimana mendudukkan logikanya," kata Ngabalin kepada wartawan, saat dikonfirmasi Kamis 7 April 2022. Ngabalin curiga para mahasiswa tak mengikuti perkembangan isu. Sebab, pemerintah bersama DPR telah memutuskan pemilu akan digelar pada 14 Februari 2024. Rancangan ini pun telah disetujui oleh Presiden Jokowi. Presiden Jokowi melarang semua pihak di jajaran pemerintah membunyikan wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

bem si tak puas sikap jokowi, demo besar 11 april jalan terus

Negara sedang menghadapi banyak persoalan akibat pengaruh global yang harus menjadi prioritas untuk diperhatikan. "Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan mengenai penundaan perpanjangan, ndak, saya rasa itu yang ingin saya sampaikan, terima kasih," kata Jokowi dalam keterangannya di Jakarta Rabu 6 April 2022.

Jakarta, IDN Times - Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Kaharuddin, menyayangkan fokus dan tuntutan aksi demo 11 April 2022 lalu justru tertutup peristiwa pengeroyokan Dosen Universitas Indonesia Ade Armando.

Kaharuddin menduga ada skenario untuk menutupi fokus dan tuntutan mahasiswa yang sudah diterima, meski belum menang. Dalam demo kemarin, mahasiswa meminta jaminan kepada parlemen agar menghentikan upaya amandemen UUD 1945, khususnya pasal yang mengatur pembatasan jabatan presiden.

Ketika berunjuk rasa di depan gedung DPR pada Senin lalu, mahasiswa dari aliansi BEM SI menuntut agar ditemui pimpinan DPR.

Bila tuntutan tersebut tak dipenuhi, maka mereka tak akan beranjak dari gedung parlemen. Apakah mahasiswa sudah puas ketika tuntutannya diterima pimpinan DPR? Pegiat media sosial dan dosen Universitas Indonesia, Ade Armando pantau demo mahasiswa di depan gedung DPR RI pada Senin (11/4/2022).

(IDN Times/Justin Amudra P) Di sisi lain, Kaharuddin mempertanyakan tujuan Ade ikut mendatangi demonstrasi pada 11 April 2022.

bem si tak puas sikap jokowi, demo besar 11 april jalan terus

Apalagi, pegiat media sosial itu kerap membuat pernyataan yang kontroversial di ruang publik. "Sehingga malah menimbulkan kontra produktif di sana. Akhirnya, ada beberapa massa aliansi yang melampiaskan ke sana (Ade Armando)," kata Kaharuddin ketika dihubungi IDN Times pada Rabu, 13 April 2022.

Meski demikian, Kaharudin dan rekan-rekannya dari BEM SI tetap tak membenarkan tindak pengeroyokan yang dilakukan terhadap Ade. Sebab, tindak kekerasan di tengah aksi mahasiswa, justru mencoreng tujuan awal mereka untuk berunjuk rasa. "Kami menyayangkan terjadinya kekerasan di antara massa aksi dan terhadap aparat.

Itu yang demo besar 11 april jalan terus kita kawal saat ini. Aksi kekerasan itu tidak terkait dengan BEM SI, karena ketika kami sudah menyampaikan kajian, kami menarik mundur. Kami tak ingin massa aksi menjadi korban," tutur dia. Aksi unjuk rasa mahasiswa pada Senin, 11 April 2022 di depan gedung DPR (IDN Times/Santi Dewi) Kaharuddin mengatakan unjuk rasa yang mereka lakukan tidak akan terhenti pada 11 April 2022. Ia menyadari pemerintah sudah memulai mempersiapkan tahapan Pemilu 2024, namun mahasiswa belum puas hingga pesta demokrasi itu benar-benar terlaksana.

"Ke depan kan kita tidak tahu. Apalagi politik kan dinamis. Jelang 2024, apakah ada lagi yang mempermainkan konstitusi. Kan bisa saja tiba-tiba pemerintah berubah pikiran, makanya mahasiswa mengingatkan jangan sampai terjadi lagi," ujar dia. Lebih lanjut, ia menyebut berdasarkan kajian mahasiswa antar-universitas ada korelasi antara penundaan pemilu dengan ibu kota negara di Kalimantan Timur.

"Selama ini kan elite menyebut pemilu perlu ditunda dengan alasan pemulihan ekonomi, padahal untuk membangun ibu kota baru bakal menyedot dana yang besar," kata dia. Pada saat belum ada kejelasan soal tahapan pemilu, Kaharuddin menyebut, proses pembuatan Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN) dikebut dan rampung dalam waktu 40 hari.

"Kami ingin mengingatkan para elite politik agar menyetop secara permanen untuk menggulirkan isu penundaan pemilu 2024 atau penambahan masa jabatan presiden hingga tiga periode. Sudah cukup," tutur Kaharuddin.

Demo besar 11 april jalan terus membaca artikel di bawah Editor’s picks • Anggota DPR Dukung Usulan Kapolri: WFH Cegah Kemacetan Arus Balik • Menpan RB Minta Instansi Pemerintah Terapkan WFH Seminggu untuk ASN • Arus Balik Lebaran 2022: Polisi akan Tutup Sementara Rest Area Padat Di sisi lain, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyebut kekhawatiran mahasiswa soal jaminan pemilu bakal digelar pada 2024 beralasan. Sebab, menengok ke belakang, pemerintahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo kerap melanggar janji yang sudah dibuatnya sendiri.

"Setiap janji diucapkan oleh Presiden Jokowi, setiap tahun pula janji itu tidak terpenuhi. Misalnya, janji untuk menuntaskan pelanggaran HAM berat, sampai hari ini tidak ada realisasi itu. Tapi, di saat hari HAM Internasional bulan Desember, presiden berjanji untuk menuntaskan pelanggaran HAM berat," kata Usman pada media, Rabu, 13 April 2022. Maka itu, menurut Usman, sebelum pemilu 2024 benar-benar terjadi, sulit bagi mahasiswa 100 persen meyakini pesta demokrasi lima tahunan tersebut tak akan ditunda.

Baca Juga: BEM SI: Pemukulan Ade Armando Tak Ada Kaitan dengan Mahasiswa Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A Sementara, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia (IPI), Burhanuddin Muhtadi, mengaku ia sudah mewanti-wanti pemerintah agar tidak bermain-main dengan 'cek ombak' dan melempar isu penundaan pemilu 2024. Sebab, bila terus dilanjutkan, maka yang datang justru bencana.

"Kan yang dikhawatirkan semula niatnya ingin testing the water, tetapi yang datang justru tsunami. Kalau misalnya terjadi usai Ramadan, gelombang demonstrasinya diperkirakan bisa lebih besar," ungkap Burhanuddin pada media, Selasa, 12 April 2022.

Sebab, kata Burhanuddin, berdasarkan data survei IPI, mayoritas warga menolak isu penambahan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu 2024 ke 2027. Penolakan dua isu ini di media sosial mencapai 90 persen.

bem si tak puas sikap jokowi, demo besar 11 april jalan terus

Ia menganalisis, isu itu tetap dilempar ke publik oleh orang-orang di lingkaran Istana, lantaran kebijakan yang tidak populis sebelumnya yang dirilis pemerintah, tidak didemo publik. Ia memberi contoh beberapa undang-undang kontroversial seperti Omnibus Law terkait cipta kerja, revisi UU Minerba, revisi UU KPK, hingga pembuatan UU IKN.

"Sehingga, ada surplus kepercayaan diri, semuanya bisa gol. Padahal, kalau boleh diperas, apa yang dihasilkan dari reformasi 1998 yakni pembatasan masa kekuasaan," tutur dia. Ketika ada pihak-pihak yang ingin mengubah itu maka bisa memicu gelombang demonstrasi yang besar. Presiden Jokowi Video Call dengan Suster Fira (Tangkapan Layar IG TV @jokowi) Burhanuddin pun sepakat langkah yang diambil Jokowi dengan menyampaikan pernyataan lebih tegas mengenai isu penundaan pemilu 2024 dan menolak perpanjangan masa jabatan presiden, bisa meredam gelombang aksi unjuk rasa pada 11 April 2022.

Sebab, bila tidak ada pernyataan itu, diprediksi gelombang demo yang terjadi dua hari lalu bisa lebih besar. "Saya harapkan semuanya sudah tutup buku. Kita kembali ke semangat awal. Pemerintah dan DPR sudah menetapkan tanggal pileg dan pilpres pada 14 Februari 2024.

Kita tutup semua berkaitan dengan cek ombak tadi," ungkapnya. Burhanuddin kembali mengingatkan bila orang-orang di lingkaran Istana masih meneruskan wacana penundaan pemilu 2024 atau penambahan masa jabatan presiden, maka akan timbul demonstasi yang lebih besar dan membalikan semua kerja keras Presiden Jokowi. "Malah bisa terjadi tsunami seperti yang saya katakan tadi. Supaya on the track, jadi pemerintah dan DPR kembali ke kesepakatan awal bahwa pesta demokrasi dilakukan tiap lima tahun sekali," tuturnya.

Sementara, lanjutnya, pemerintah fokus untuk menangani berbagai permasalahan mulai dari kelangkaan komoditas minyak goreng, meningkatnya inflasi, harga pangan dan energi. "Itu menurut saya yang bisa menjadi obat bagi munculnya ketidakpuasan masyarakat belakangan ini," kata dia. Baca Juga: Ade Armando Disebut Sudah Bisa Tertawa, tapi Masih Dirawat di HCU Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya • [LINIMASA-5] Perkembangan Terkini Vaksinasi COVID-19 Indonesia • 10 Potret Menawan Arlova, Anak Bungsu Andre Taulany, Beranjak Remaja • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Hari Ini • BMKG: Waspada, Suhu Panas Terik Terjadi hingga Pertengahan Mei • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan
Jakarta – Pernyataan Presiden Jokowi terkait dengan larangan para menterinya bicara penundaan pemilu 2024 ditanggapi berbeda oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

BEM SI menilai peryataan mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanya sifatnya melarang para pembantunya di kabinet untuk tidak bicara soal penundaan pemilu, bukan pada substansi dimana sikap Presiden tegas menutup wacana maupun gerakan yang berkaitan dengan upaya penundaan pemilu.

Dengan begitu, BEM SI tetap akan menggelar demo secara besar-besaran di tanggal 11 April besok sebagai bentuk protes mahasiswa atas respon pemerintah yang dianggap mau mengotak-atik konstitusional demi melanggengkan kekuasaan.

“Kita akan tetap gelar aksi pada tanggal 11 April 2022,” ungkap Koordinator Pusat BEM SI, Kaharuddin HSN DM saat dihubungi, Kamis (7/4/2022). BEM SI mengaku belum puas meski Presiden Jokowi telah memerintahkan para menteri berhenti bicara perpanjangan masa jabatan dan penundaan pemilu. “Kami butuh bukti bukan sekedar lisan,” tegas Kaharuddin. Hal lain yang mendorong BEM SI tetap menggelar aksi adalah sikap Istana yang belum memberikan jawaban terhadap kajian dan tuntutan mereka.

Unjuk rasa di Istana Negara 11 April nanti diklaim bakal diikuti 1.000 mahasiswa dari Aliansi BEM SI, Aliansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia, Aliansi Mahasiswa Jurusan dan Aliansi Mahasiswa Fakultas.

BEM SI akan membawa total 18 tuntutan pada aksi nanti. Kaharuddin merinci, 6 tuntutan berasal dari aksi tanggal 28 Maret ditambah 12 tuntutan berasal dari aksi 7 tahun pemerintahan Jokowi pada 21 Oktober 2021 lalu. Adapun 18 tuntutan tersebut antara lain mendesak dan menuntut Jokowi untuk bersikap tegas menolak penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode.

Tuntutan lain adalah stabilitas harga kebutuhan pokok dan jaminan kesediaan barang-barang pokok bagi masyarakat. Kemudian tuntutan agar pemerintah membatalkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Mediaguna.com adalah portal berita online yang demo besar 11 april jalan terus pada September 2019 oleh PT Media Guna Indonesia.

Dengan tagline News Worth Knowing, Mediaguna.com berupaya memberikan berbagai kabar terbaru di Indonesia bahkan internasional yang patut dan layak untuk diketahui masyarakat. Berita yang dihadirkan pun beragam, mulai dari politik, hukum, bisnis hingga gaya hidup seperti teknologi, fesyen, dan kabar selebritas terkini.
Jakarta - Dua pekan sudah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ( BEM SI) menunggu jawaban Presiden Jokowi untuk menolak penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan tiga periode.

BEM SI belum menerima jawaban, kecuali pernyataan Jokowi ke menteri-menterinya. BEM SI akan demo menuntut sikap tegas Jokowi, pekan depan. "Tanggal 11 April 2022, kami akan berunjuk rasa.

Itu adalah momen 14 hari setelah waktu kami berikan kepada Presiden untuk menjawab enam tuntutan yang kami berikan, 28 Maret 2022," kata Koordinator Pusat BEM SI, Kaharuddin, kepada detikcom, Kamis (7/4/2022).

Baca juga: Demo Bem si tak puas sikap jokowi, Massa BEM SI di Patung Kuda Dorong-dorong Kawat Berduri Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi berbicara kepada menterinya pada Rabu (6/4) kemarin dengan kalimat "Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan lagi mengenai urusan penundaan, urusan perpanjangan. Ndak". Tak ada istilah 'penundaan pemilu' atau 'perpanjangan masa jabatan tiga periode' di kalimat itu. Menurut BEM SI, pernyataan Jokowi juga kurang tegas.

Baca juga: Temui Massa, Ini Respons Perwakilan KSP soal 6 Tuntutan BEM SI BEM SI mengajak aliansi mahasiswa serta BEM semua universitas berikut himpunan mahasiswa jurusan untuk bergabung dalam demo hari Senin 11 April nanti. Dia menargetkan seribu mahasiswa berunjuk rasa di lingkungan Istana Kepresidenan. Kaharuddin sendiri adalah mahasiswa Fakultas MIPA dari Universitas Riau yang saat ini tengah berangkat ke Jakarta untuk berkonsolidasi menyiapkan aksi demokratis tersebut.

Mahasiswa-mahasiswa di daerah lain juga diminta melakukan aksi serentak di daerah masing-masing antara 28 sampai 11 April. "Ini adalah murni gerakan mahasiswa, tidak ada yang menunggangi," kata Kaharuddin. Koordinator Pusat BEM SI Kaharuddin.

(Dok BEM SI) Berikut adalah enam tuntutan BEM SI yang disampaikan ke pihak Kepresidenan pada 28 Maret lalu: 1. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk bersikap tegas menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.

2. Menuntut dan mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek demo besar 11 april jalan terus, hukum, sosial ekologi, dan kebencanaan. 3. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya. 4. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.

5. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di indonesia. 6. Menuntut dan mendesak Jokowi-Ma'ruf untuk berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya.

bem si tak puas sikap jokowi, demo besar 11 april jalan terus

(dnu/tor)Melansir dari CNNIndonesia, BEM SI akan tetap menggelar unjuk rasa di Istana Negara pada 11 April dengan tuntutan utama menolak perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan pemilu “Kita akan tetap gelar aksi pada tanggal 11 April 2022,” ujar Koordinator Pusat BEM SI, Kaharuddin HSN DM saat dihubungi, Kamis (7/4). “Kami butuh bukti bukan sekedar lisan,” tegas Kaharuddin. Hal lain yang mendorong BEM SI tetap menggelar aksi adalah sikap Istana yang belum memberikan jawaban terhadap kajian dan tuntutan mereka.

Unjuk rasa di Istana Negara 11 April nanti diklaim bakal diikuti 1.000 mahasiswa dari Aliansi BEM SI, Aliansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia, Aliansi Mahasiswa Jurusan dan Aliansi Mahasiswa Fakultas. BEM SI akan membawa total 18 tuntutan pada aksi nanti. Kaharuddin merinci, 6 tuntutan berasal dari aksi tanggal 28 Maret ditambah 12 tuntutan berasal dari aksi 7 tahun pemerintahan Jokowi pada 21 Oktober 2021 lalu. Adapun 18 tuntutan tersebut antara lain mendesak dan menuntut Jokowi untuk bersikap tegas menolak penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode.

Tuntutan lain adalah stabilitas harga kebutuhan pokok dan jaminan kesediaan barang-barang pokok bagi masyarakat. Kemudian tuntutan agar pemerintah membatalkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

(CNNindonesia)

bem si tak puas sikap jokowi, demo besar 11 april jalan terus

Ini Sosok Kaharuddin, Koordinator BEM SI yang Pimpin Demo pada Senin 11 April 2022




2022 www.videocon.com