Apa penyebab kanker payudara

apa penyebab kanker payudara

Kanker payudara terjadi ketika sel-sel di payudara tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Sel-sel ini membelah dengan cepat dan berkumpul hingga membentuk benjolan, lalu bisa menyebar ke jaringan yang sehat, kelenjar getah bening, atau ke organ lain. Belum diketahui apa yang menyebabkan sel-sel tersebut berubah menjadi sel kanker. Akan tetapi, terdapat dugaan bahwa faktor genetik, gaya hidup, lingkungan, dan hormon memiliki keterkaitan dengan terbentuknya kanker payudara.

Faktor Risiko Kanker Payudara Kanker payudara bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, wanita memiliki risiko lebih tinggi terserang kanker payudara dibandingkan dengan pria. Beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara adalah: • Bertambahnya usia • Terpapar radiasi dari radioterapi • Memiliki berat badan berlebih • Melahirkan di atas usia 30 tahun • Belum pernah hamil • Belum menopause hingga usia 55 tahun • Menstruasi terlalu muda (usia 12 tahun ke bawah) • Menjalani terapi pengganti hormon estrogen dan progesterone • Pernah menderita kanker payudara sebelumnya • Memiliki riwayat kanker payudara pada keluarga • Memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol • Memiliki kebiasaan merokok Perlu diketahui, wanita yang memiliki faktor risiko di atas belum tentu akan terserang kanker payudara.

Pada banyak kasus, kanker payudara juga menyerang wanita yang tidak memiliki faktor risiko di atas. Penyebab kanker payudara bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya gaya hidup yang tidak sehat! Nah, kanker sendiri muncul ketika perubahan atau disebut juga dengan mutasi terjadi pada gen yang mengatur pertumbuhan sel. Mutasi inilah yang kemudian membuat sel membelah dan berkembang biak secara tidak terkendali. Untuk mengetahui lebih lengkap, yuk, simak berikut beberapa penyebab apa penyebab kanker payudara payudara secara umum.

Baca juga: Alergi Buah: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya yang Tepat Sel kanker tak terkontrol menyerang jaringan sehat payudara Dilansir dari Healthline, kanker payudara adalah kanker yang berkembang di sel payudara dan biasanya terbentuk di lobulus atau kelenjar penghasil susu. Selain itu, kanker juga bisa terjadi di jaringan lemak atau jaringan ikat fibrosa di dalam payudara.

Sel kanker yang tidak terkontrol sering menyerang jaringan payudara sehat lainnya sehingga dapat berjalan ke kelenjar getah bening di bawah lengan. Hal ini disebabkan kelenjar getah bening merupakan jalur utama yang membantu sel kanker berpindah ke bagian tubuh lainnya. Penyebab kanker payudara yang perlu diketahui Penyebab kanker payudara belum bisa dipahami sepenuhnya sehingga sulit untuk mengatakan alasan seseorang berisiko terkena kanker.

Namun, ada beberapa penyebab kanker payudara secara umum, yakni sebagai berikut: Usia Risiko seseorang terkena kanker payudara akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi ini paling sering terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun yang telah melalui masa menopause. Setidaknya, sekitar 8 dari 10 kasus kanker payudara terjadi pada wanita yang berada di usia 50 tahun ke atas.

Karena itu, semua wanita yang berusia 50 hingga 70 tahun harus di skrining untuk kanker payudara setiap 3 tahun. Wanita di atas usia 70 tahun yang masih memenuhi syarat untuk diskrining bisa mengatur waktu pemeriksaan dengan dokter. Riwayat keluarga Jika kamu memiliki kerabat dekat yang pernah menderita kanker payudara atau ovarium, maka berisiko lebih tinggi untuk menderita kanker juga.

Namun, karena kanker payudara ini adalah penyakit yang umum terjadi pada wanita maka kemungkinan besar bisa diderita oleh lebih dari satu anggota keluarga secara kebetulan. Sebagian besar kasus kanker payudara tidak diturunkan dalam keluarga, tetapi gen yang dikenal sebagai BRCA1 dan BRCA2 bisa meningkatkan risiko terkena kanker. Karena itu, bicaralah dengan dokter jika kanker payudara atau ovarium terjadi dalam keluarga dan kamu khawatir juga akan mengalaminya. Pernah menderita kanker payudara sebelumnya Apabila kamu sebelumnya pernah menderita kanker payudara atau perubahan sel kanker non-invasif dini maka berisiko tinggi menderita kembali di tempat yang sama.

Benjolan payudara jinak tidak berarti kamu menderita kanker, tetapi jenis benjolan tertentu dapat sedikit meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Beberapa perubahan jinak pada jaringan payudara, seperti sel yang tumbuh tidak normal di saluran atau dalam sel abnormal dapat membuat kanker lebih mungkin terjadi. Nah, jika kanker muncul kembali segera periksakan dengan dokter ahli untuk mencegah masalah kesehatan lebih serius. Jaringan payudara padat Payudara sendiri terdiri dari ribuan kelenjar kecil atau lobulus yang menghasilkan susu.

Jaringan kelenjar ini mengandung konsentrasi sel payudara yang lebih tinggi daripada jaringan payudara lainnya, sehingga lebih padat. Nah, wanita dengan jaringan payudara padat mungkin berisiko tinggi terkena kanker karena ada lebih banyak sel. Jaringan payudara yang padat juga bisa membuat pemindaian atau mammogram menjadi sulit dibaca karena terdapat gumpalan.

Wanita yang lebih muda cenderung memiliki payudara lebih padat sehingga harus diwaspadai sejak dini. Baca juga: Apa penyebab kanker payudara Sulit BAB? Ini 5 Jenis Obat Pencahar yang Tersedia di Apotek Penyebab kanker payudara akibat radiasi Penyebab kanker payudara lainnya yang perlu kamu ketahui adalah prosedur medis berupa radiasi. Beberapa prosedur medis tertentu yang menggunakan radiasi, seperti sinar-X dan CT Scan dapat sedikit meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Jika kamu akan menjalani radioterapi di area dada untuk Hodgkin limfoma, maka ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan spesialis guna mengurangi risiko terkena kanker payudara.

Biasanya, dokter akan memberikan pilihan lain untuk pemeriksaan payudara salah satunya pemindaian dengan MRI. Pola hidup yang buruk Memiliki pola hidup yang buruk menjadi salah satu penyebab kanker payudara, terutama jika sudah menderita obesitas. Hal ini diduga terjadi karena jumlah estrogen dalam tubuh meningkat dan menyebabkan munculnya risiko kanker payudara. Selain obesitas, mengonsumsi alkohol terlalu sering juga bisa meningkatkan apa penyebab kanker payudara terkena kanker payudara.

Perlu diketahui, orang yang minum alkohol dalam jumlah kecil namun dilakukan secara teratur berisiko lebih tinggi menderita kanker payudara. Bagaimana kanker payudara menyebar? Melansir penjelasan dari laman Healthline, ada beberapa cara kanker payudara menyebar ke dalam tubuh: • Invasi langsung terjadi ketika tumor telah menyebar ke organ tubuh terdekat. Sel kanker berakar dan mulai tumbuh di area baru ini. • Penyebaran limfangitik terjadi ketika kanker menyebar melalui sistem limfatik.

Kanker payudara seringkali melibatkan kelenjar getah bening di dekatnya, sehingga kanker dapat memasuki sistem peredaran getah bening dan menyebar di berbagai bagian tubuh. • Penyebaran hematogen bergerak dengan cara yang sama seperti penyebaran limfangitik tetapi melalui pembuluh darah.

Sel kanker berjalan melalui tubuh dan berakar di daerah dan organ yang terpencil. Perlu kamu ketahui bahwa umumnya, kanker payudara paling sering menyebar ke beberapa bagian organ tubuh ini: • Tulang • Otak • Hati • Paru-paru Bagaimana metastasis didiagnosis?

Berbagai tes dapat mendeteksi penyebaran kanker. Tes ini biasanya tidak dilakukan kecuali dokter mengira kanker telah menyebar.

Sebelum melakukan pemeriksaan, dokter akan mengevaluasi ukuran tumor, penyebaran kelenjar getah bening, dan gejala spesifik yang dialami pasien. Seperti dilansir dari laman Apa penyebab kanker payudara, tes yang paling umum yaitu: • Rontgen dada • Scan tulang • Sebuah CT scan • Pemindaian MRI • USG • Scan positron emission tomography (PET) Jenis tes yang kamujalani akan bergantung pada riwayat dan gejala kesehatan. Misalnya, jika kamu atau dokter mencurigai kanker mungkin telah menyebar ke perut, biasanya akan langsung menjalani USG.

Scan CT dan MRI dapat membantu dokter memvisualisasikan berbagai bagian tubuh sekaligus. Scan PET dapat membantu jika dokter mengira kanker mungkin telah menyebar tetapi tidak yakin posisi yang pasti berada di mana. Semua tes ini relatif tidak invasif, dan seharusnya tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit.

Bagaimana pengobatan metastasis? Kanker payudara stadium 4 tidak dapat disembuhkan. Sebaliknya, setelah didiagnosis, pengobatan apa penyebab kanker payudara tentang memperpanjang dan meningkatkan kualitas hidup.

Bentuk pengobatan utama untuk kanker payudara stadium 4 meliputi: • Kemoterapi • Terapi radiasi • Operasi • Terapi hormon • Terapi yang ditargetkan • Uji klinis • Manajemen nyeri Perawatan yang akan kamu jalani umumnya disesuaikan terlebih dahulu pada penyebaran kanker, dan riwayat kesehatan yang dimiliki.

Tidak seluruh perawatan yang ditawarkan akan cocok untuk tubuh semua orang. Baca juga: Pentingnya Dukungan Keluarga dan Teman Bagi Pasien Kanker Payudara Mengenal stadium kanker payudara Untuk menentukan stadium atau tingkat keparahan kanker payudara yang diderita oleh seseorang, umumnya dokter mengidentifikasi dengan menentukan beberapa hal berikut ini: • Apakah kanker itu invasif atau non-invasif? • Ukuran tumor.

• Jumlah kelenjar getah bening yang terkena. • Kehadiran kanker di bagian lain tubuh. Dokter akan dapat memberi tahu lebih banyak tentang pandangan dan pilihan perawatan yang tepat setelah stadium ditentukan melalui berbagai tes.

Menurut Healthline, berikut ini lima stadium kanker payudara: Stadium 0 Pada stadium 0, kanker dianggap non-invasif. Ada dua jenis kanker payudara stadium 0: • Pada ductal carcinoma in situ (DCIS), kanker ditemukan di dalam lapisan saluran susu tetapi belum menyebar ke jaringan payudara lain. • Meskipun lobular carcinoma in situ (LCIS) juga diklasifikasikan sebagai kanker payudara stadium 0, sebenarnya tidak dianggap sebagai kanker.

Sebaliknya, ini menggambarkan sel abnormal yang telah terbentuk di lobulus payudara. Kanker payudara stadium 0 sangat bisa disembuhkan. Stadium 1 Pada tahap ini, kanker dianggap invasif tetapi terlokalisasi.

Tahap 1 dibagi menjadi bentuk 1A dan 1B: • Pada stadium 1A, kanker berukuran lebih kecil dari 2 sentimeter (cm). Itu belum menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. • Pada stadium 1B, dokter mungkin tidak menemukan tumor di payudara, tetapi kelenjar getah bening mungkin memiliki kelompok kecil sel kanker. Pengelompokan ini berukuran antara 0,2 dan 2 milimeter (mm). Seperti stadium 0, kanker payudara stadium 1 sangat bisa disembuhkan. Stadium 2 Kanker bersifat invasif pada stadium 2.

Tahap ini dibagi menjadi 2A dan 2B: • Pada stadium 2A, mungkin tidak memiliki tumor, tetapi kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Bisa juga tumor mungkin berukuran kurang dari 2 cm dan melibatkan kelenjar getah bening, atau tumor mungkin berukuran antara 2 dan 5 cm tetapi tidak melibatkan kelenjar getah bening.

• Pada stadium 2B, ukuran tumor lebih besar. Kamu didiagnosis dengan 2B jika tumor berukuran antara 2 sampai 5 cm dan telah menyebar ke empat atau lebih sedikit kelenjar getah bening.

Jika tidak, tumor mungkin lebih besar dari 5 cm tanpa penyebaran kelenjar getah bening. Pada stadium ini, kamu membutuhkan perawatan yang lebih kuat dibandingkan dengan tahap-tahap sebelumnya. Namun, prospeknya masih bagus di tahap 2. Stadium 3 Pada tahap ini, kanker sudah dianggap invasif dan masuk dalam stadium lanjut.

Tahapan ini dibagi menjadi subset 3A, 3B, dan 3C: • Pada stadium 3A, tumor lebih kecil dari 2 cm, tetapi ada antara empat dan sembilan kelenjar getah bening yang terkena. Ukuran tumor pada tahap ini mungkin lebih besar dari 5 cm dan melibatkan kumpulan kecil sel di kelenjar getah bening.

Kanker juga mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak dan tulang dada. • Pada stadium 3B, tumor bisa berukuran berapa saja. Pada titik ini, itu juga telah menyebar ke tulang dada atau kulit serta mempengaruhi hingga sembilan kelenjar getah bening. • Saat stadium 3C, kanker mungkin telah menyebar ke lebih dari 10 kelenjar getah bening meskipun tidak apa penyebab kanker payudara tumor.

Kelenjar getah bening yang terkena mungkin berada di dekat tulang selangka, ketiak, atau tulang dada. Pilihan pengobatan pada tahap 3 meliputi: • Mastektomi • Radiasi • Terapi hormon • Kemoterapi Perawatan ini juga ditawarkan pada tahap awal. Umumnya dokter akan menyarankan kombinasi perawatan untuk hasil yang optimal. Stadium 4 Pada stadium 4, kanker payudara telah menyebar. Dengan kata lain, itu telah menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Dokter mungkin mencoba berbagai pilihan pengobatan, tetapi kanker sudah dalam taraf berbahaya pada tahap ini. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait dengan masalah kesehatan kamu di aplikasi Good Doctor. Dokter terpercaya kami akan membantu dengan layanan 24/7.
Kanker payudara adalah kanker yang terbentuk di jaringan payudara.

Kanker payudara terjadi ketika sel-sel apa penyebab kanker payudara jaringan yang ada di payudara apa penyebab kanker payudara tidak terkendali dan mengambil alih jaringan payudara yang sehat dan sekitarnya. Kanker payudara bisa terbentuk di kelenjar yang menghasilkan susu (lobulus) atau di saluran (duktus) yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Kanker juga bisa terbentuk di jaringan lemak atau jaringan ikat di dalam payudara. Meski lebih sering terjadi pada wanita, kanker payudara juga bisa menyerang pria.

Jenis Kanker Payudara Kanker payudara terbagi dalam banyak jenis, empat di antaranya yang sering terjadi adalah: 1. Ductal carcinoma in situ Ductal carcinoma in situ (DCIS) tumbuh di saluran air susu tetapi tidak menyebar ke jaringan sekitarnya. DCIS termasuk kanker stadium awal yang mudah diobati. Namun, DCIS bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya jika tidak segera ditangani.

2. Lobular carcinoma in situ Lobular carcinoma in situ (LCIS) adalah kanker yang tumbuh di kelenjar penghasil air susu. Sama seperti ductal carcinoma in situ, jenis kanker ini tidak menyebar ke jaringan sekitarnya. Akan tetapi, LCIS di salah satu payudara dapat meningkatkan risiko terbentuknya kanker di kedua payudara.

3. Invasive ductal carcinoma Invasive ductal carcinoma (IDC) tumbuh di duktus dan bisa menyebar ke jaringan sekitarnya, bahkan bisa menyebar ke area tubuh apa penyebab kanker payudara lain. IDC terjadi pada 70–80% kasus kanker payudara. 4. Invasive lobular carcinoma Invasive lobular carcinoma (ILC) adalah kanker yang awalnya tumbuh di kelenjar air susu, tapi kemudian menyebar ke jaringan di sekitarnya.

Kanker jenis ini juga bisa menyebar melalui darah dan saluran getah bening menuju ke bagian tubuh lain. ILC terjadi pada 10% kasus kanker payudara.

apa penyebab kanker payudara

Selain jenis-jenis kanker payudara di atas, ada pula beberapa jenis kanker payudara yang jarang terjadi, yaitu: • Angiosarkoma, yaitu jenis kanker yang tumbuh di pembuluh darah dan saluran getah apa penyebab kanker payudara di payudara • Penyakit Paget, yaitu kanker yang tumbuh di puting payudara, lalu meluas ke area hitam di sekitar puting (areola) • Tumor phyllodes, yaitu jenis kanker yang tumbuh di jaringan ikat payudara • Inflammatory breast cancer apa penyebab kanker payudara, yaitu jenis kanker pada payudara yang bisa berkembang cepat dan menyumbat saluran getah bening, sehingga membuat payudara meradang, kemerahan, dan bengkak seperti terinfeksi • Triple negative breast cancer, yaitu jenis kanker payudara yang sulit untuk diobati karena tidak menunjukkan keberadaan reseptor hormon estrogen (ER), reseptor hormon progesterone (PR), dan reseptor protein HER-2 pada pemeriksaan jaringan kanker Gejala dan Penyebab Kanker Payudara Kanker payudara seringkali sulit terdeteksi di tahap awal karena ukurannya yang kecil.

Benjolan baru dapat teraba jika ukurannya cukup besar. Meski demikian, tidak semua benjolan di payudara berarti kanker. Oleh karena itu, pemeriksaan penting dilakukan guna memastikan apakah benjolan tersebut kanker atau bukan. Belum diketahui apa yang menyebabkan sel kanker tumbuh di payudara.

Tetapi, ada sejumlah faktor yang bisa membuat seseorang berisiko terkena penyakit ini, di antaranya memiliki berat badan berlebih, menstruasi terlalu muda, dan memiliki kebiasaan merokok. Cara Mengobati dan Mencegah Kanker Payudara Kanker payudara bisa diobati dengan beberapa cara, tergantung kepada kondisi penderita dan jenis kanker payudara itu sendiri.

Upaya pengobatan itu meliputi: • Terapi radiasi • Terapi hormon • Kemoterapi • Prosedur bedah Pencegahan kanker apa penyebab kanker payudara dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara secara mandiri atau pemeriksaan oleh petugas medis. Pemeriksaan harus dilakukan secara rutin bila Anda berisiko terserang kanker payudara. Selain itu, disarankan untuk berolahraga secara rutin dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

Sampai saat ini penyebab pasti kanker payudara belum diketahui. Yang diketahui adalah faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya kanker payudara, yaitu: • Merokok dan terpapar asap rokok (perokok pasif) • Pola makan yang buruk (tinggi lemak dan rendah serat, mengandung zat pengawet/ pewarna) • Haid pertama pada umur kurang dari 12 tahun • Menopause (berhenti haid) setelah umur 50 tahun • Melahirkan anak pertama setelah umur 35 tahun • Tidak pernah menyusui Anak • Pernah mengalami operasi pada payudara yang disebabkan oleh kelainan tumor jinak atau tumor ganas.

• Di antara anggota keluarga ada yang menderita kanker payudara
Jakarta - Kanker payudara menjadi momok menakutkan bagi setiap wanita. Di mana penyakit pembunuh no. 1 di dunia ini telah banyak di derita oleh sebagian besar kaum wanita. Menurut sebuah penelitian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker payudara menjadi penyakit di urutan pertama penyebab kematian bagi kaum wanita Di tahun 2013, ada sebanyak 200.000 jiwa lebih pasien yang terjangkit penyakit ini.

Bahkan di antaranya merupakan pasien pria. Lantas, apa penyebab kanker payudara itu sendiri? Penyebab Kanker Payudara Kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan sel-sel di bagian payudara secara abnormal dan tidak terkendali. Dimana sel akan membelah dengan waktu yang sangat cepat dan berkumpul untuk membentuk sebuah benjolan.

Kemudian sel akan menyebar ke kelenjar getah bening dan ke bagian organ tubuh lainnya Meskipun belum dapat diketahui secara pasti apa penyebab tumbuhnya sel-sel tersebut. Namun menurut beberapa ahli menduga jika tumbuhnya sel yang ada di dalam organ payudara terbentuk akibat adanya interaksi dengan beberapa faktor, seperti gaya hidup, ketutunan, hormon, lingkungan, dan lain-lain. Bahkan beberapa faktor diduga menjadi penyebab seseorang terkena kanker payudara. Berikut beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab penyakit kanker payudara pada wanita: 1.

Memiliki Riwayat Kanker Payudara Seseorang yang sebelumnya memiliki riwayat kanker payudara baik itu yang berasal dari dirinya ataupun garis keturunannya, maka resiko terkenanya kanker payudara lebih besar meskipun telah dilakukan operasi pengangkatan sel tumor payudara.

2. Kondisi Genetik Patut diwaspadai jika penyebab penyakit kanker payudara juga dapat disebabkan oleh kondisi genetik. Terutama untuk Anda yang memiliki keluarga inti dari Ayah maupun Ibu yang mengidap kanker payudara sebelumnya. Bahkan sekitar 5 - 10% depnderita kanker payudara disebabkan adanya kondisi genetik yang diwarisi. 3. Usia Semakin bertambahnya usia seseorang, maka resiko terkenanya penyakit seperti kanker payudara pun juga semakin meningkat.

Terutama bagi wanita yang sudah menginjak usia 50 tahun ke atas dan sudah memasuki masa menopause. Baca juga: 5 Gaya Hidup Sehat yang Dianjurkan untuk Pasien Kanker 4.

Jenis Kelamin Penyenan terkenanya kanker payudara juga dapat disebabkan oleh jenis kelamin. Dimana wanita memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengidap kanker payudara dibandingkan pria. Bahkan persensasinya hingga 100 kali lipat.

5. Pernah Memiliki Benjolan Jinak yang Sudah atau Belum Diangkat Jika sebelumnya payudara Anda pernah memiliki benjolan jinak atau yang disebut sebagai tumor, baik itu yang sudah diangkat ataupun belum. Maka kondisi ini dapat meningkatkan resiko terkenanya kanker payudara. 6. Paparan Sinar Radiasi Paparan sinar matahari yang sampai ke tubuh dalam jumlah yang terlalu banyak dan sering dapat pula menyebabkan resiko terkenanya kanker payudara.

Terutama untuk Anda yang bekerja sebagai tenaga kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan sinar radiasi, seperti peralatan rontgen, CT scan, dan lainnya. Selain itu radiasi yang dipaparkan oleh perangkat elektronik seperti HP, komputer pun juga dapat berpotensi pada penyakit ini. 7. Obesitas Menurut sebuah penelitian, wanita dengan usia lanjut yang memiliki berat badan berlebih akan berpotensi terkena penyakit kanker payudara dibandingkan mereka yang memiliki berat badan normal.

Hal ini disebabkan oleh penumpukan lemak jahat yang mampu membentuk hormon estrogen lebih banyak. 8. Pengaruh Hormon Estrogen Hormon estrogen memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan sel payudara. Jika jumlahnya lebih tentu pembentukan sel dapat terjadi lebih cepat atau bahkan tidak terkendali. Belum lagi jika Anda memiliki kontak langsung dengan pembentukan hormon estrogen, seperti melahirkan di usia lanjut, menstruasi yang lebih awal dari umur normal, suka mengkonsumsi junkfood, dll.

9. Pengaruh Terapi Pengganti Hormon Terapi pengganti hormon memiliki resiko yang lebih besar terhadap penyakit kanker payudara. Hormon estrogen yang disuntikan ke dalam tubuh memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibanding hormon estrogen yang diproduksi secara alami oleh tubuh. 10. Gaya Hidup Gaya hidup memiliki resiko cukup besar akan penyakit yang satu ini.

Dimana seseorang yang memiliki gaya hidup kurang sehat, seperti suka mengkonsumsi makanan kemasan, junkfood, berlemak, suka begadang, malas berolahraga, dan lain-lain akan lebih mudah terkena penyakit kanker payudara dibanding mereka yang memiliki gaya hidup sehat. 11. Adanya Keluarga yang Pernah Mengidap Penyakit yang Sama Menurut sebuah penelitian, anak perempuan yang memiliki ibu yang pernah pengidap kanker payudara ataupun dari pihak keluarga ayahnya.

Maka memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan mereka yang tidak memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara sebelumnya. 12. Pengaruh Usia Saat Melahirkan Pertama Bagi seorang wanita yang pernah melahirkan di usia muda, maka patut diwaspadai jika resiko terkenanya kanker payudara lebih besar. Dimana saat produksi hormon estrogen yang sedang melimpah di usia muda, tiba-tiba harus diganti dengan apa penyebab kanker payudara yang berperan selama proses kehamilan.

13. Melahirkan di Usia Tua Wanita yang baru melahirkan di usia 30 tahun ke atas memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker payudara dibanding wanita yang melahirkan di usia di bawahnya.

14. Wanita yang Belum Pernah Hamil Wanita yang belum pernah hamil padahal sudah memasuki usia lanjut, memiliki resiko yang sama untuk terkena kanker payudara lebih besar dibanding mereka yang sudah memiliki anak sebelumnya. 15. Jarang Berolahraga Kurangnya intensitas olahraga ditambah penerapan gaya hidup yang kurang sehat menjadi penyebab tumbuhnya kanker payudara di usia muda.

16. Pola Makan yang Buruk Bagi Anda yang memiliki pola makan yang buruk seperti suka makan-makanan siap saji, olahan kemasan, ataupun yang tidak suka makan buah dan sayur. Maka penyakit kanker payudara bisa lebih besar menyerang tubuh Anda. 17. Kebiasaan Merokok Selain dapat memperburuk kesehatan organ tubuh lainnya, merokok juga dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh, khususnya bagi wanita ataupun pria yang memiliki kebiasaan merokok.

18. Penggunaan Pil KB Penggunaan pil KB ternyata mampu merangsang pertumbuhan sel kanker dalam tubuh secara lebih cepat dan dapat berpotensi terkenanya kanker payudara. 19. Faktor Lingkungan Faktor lingkungan yang kurang bersih, banyaknya paparan debu polusi, sinar radiasi yang lebih banyak dapat menjadi penyebab apa penyebab kanker payudara terkena kanker payudara.

20. Kurangnya Konsumsi Phytoestrogen Phytoestrogen merupakan pembentuk hormon estrogen yang ditemui pada makanan seperti kacang kedelai, gandung, tahu, sayur, tanaman obat dan rempah-rempah. Seringnya mengkonsumsi Phytoestrogen diyakini dapat menjadi cara mencegah kanker payudara. Baca juga: 4 Fakta Kanker yang Belum Banyak Diketahui 21. Kepadatan Payudara Wanita yang memiliki payudara dengan kepadatan yang lebih tinggi memiliki resiko terkenanya kanker payudara dibanding wanita yang memiliki payudara yang lebih banyak jaringan lemak di dalamnya.

22. Kerja di Malam Hari Kebiasaan kerja di malam hari dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Dimana hal ini disebabkan hormon melatonin yang berperan untuk mengontrol pertumbuhan sel dalam tubuh menjadi terganggu akibat aktivitas padat di malam hari. 23. Kebiasaan Makan di Malam Hari Selain kerja di malam hari, kebiasaan apa penyebab kanker payudara di malam hari juga berpotensi besar terhadap kanker payudara. Dimana kadar glikosa dalam darah yang tinggi mampu memicu resiko kanker yang lebih cepat.

24. Sering Konsumsi Makanan Penyebab Kanker Payudara Ada beberapa makanan penyebab kanker payudara, seperti: makanan yang diolah dengan bentuk yang hangus, makanan kaleng, makanan acar, makanan yang asin, minuman bersoda, minuman beralkohol ternyata mampu meningkatkan resiko terkenanya kanker payudara pada diri seseorang.

Bagi Anda yang ingin terhindar dari penyakit kanker payudara, maka mulailah untuk menerapkan gaya hidup sehat dat hindari faktor penyebab kanker payudara di atas.

Selain itu, jika Anda menemukan gejala seperti nyeri pada payudara ataupun gejala yang mengarah ke penyakit ini. Maka segeralah periksakan diri ke dokter. (nwy/up) Berita Terkait • Aida Saskia Berjuang Lawan Kanker Payudara, Waspadai Gejala Awal dan Penyebabnya • Kanker Payudara & Serviks Paling Banyak di RI, Bagaimana Mencegahnya?

• Seberapa Besar Peluang Survive Pasien Kanker Payudara? Ini Datanya • Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara, Cegah Penyakit Menyebar ke Organ Lain • Dipastikan Bukan Bra Kawat, Ini Lho Penyebab Kanker Payudara yang Sebenarnya • Kanker Payudara Ancam Perempuan RI, Kenali 2 Cara Deteksi Dini • Benarkah Memakai Bra Kawat Bikin Kanker Payudara?

Ini Faktanya • Bukan Hanya Nyeri, Ini Gejala Kanker Payudara yang Kerap Tak Disadari MOST POPULAR • 1 Anak di Jatim Meninggal Diduga karena Hepatitis Misterius, Ini Gejala Awalnya • 2 Dijalani Raja Salman, Apa Itu Kolonoskopi yang Bisa Deteksi Kanker Usus Besar?

• 3 Benarkah Long COVID 'Biang Kerok' Hepatitis Misterius? Ini Penjelasan Pakar IDI • 4 Hepatitis Akut 'Misterius' Menular Lewat Pernapasan dan Pencernaan, Begini Mencegahnya • 5 Eks Bos WHO Bicara soal Potensi Hepatitis 'Misterius' Jadi Pandemi • 6 Masih Misterius, IDAI Ungkap Kemungkinan Cara Penularan Hepatitis Akut • 7 Mengenal Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan • 8 Tips Curi-curi Waktu untuk Bercinta di Pagi Hari • 9 Post Holiday Blues Bikin Tak Semangat Bekerja?

Psikolog Sarankan Ini • 10 Perlengkapan Main Sepatu Apa penyebab kanker payudara, Penting agar Tetap Aman Saat Meluncur • SELENGKAPNYA
Kanker payudara sering menjadi momok yang menakutkan bagi wanita. Tentunya tidak ada orang yang ingin terkena penyakit ini ya ladies. Untuk itu, kita perlu mengetahui gejala dan mencegah kanker ini menyerang tubuh kita. Lalu, apa yang menjadi penyebab kanker payudara?

Bagaimana mendeteksi gejala kanker secara dini? Yuk simak ulasan lengkapnya disini. Apa itu kanker payudara? Kanker payudara adalah pertumbuhan sel sel abnormal sel kanker dan tidak terkontrol di jaringan payudara.

apa penyebab kanker payudara

Terjadi mutasi DNA pada sel normal sehingga menjadi kanker. Hal ini harus segera diketahui penyebab utamanya agar dapat menghindari kanker payudara bertambah stadiumnya. Faktanya, kanker payudara merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian yang cukup tinggi di indonesia. Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory pada 2018 yang dirilis oleh World Health Organization, kanker ini menempati urutan kedua dengan jumlah kasus mencapai 22.692 di Indonesia.

Ketahui ciri kanker payudara agar dapat segera dilakukan pengobatan yuk! Ciri ciri kanker payudara Sebagai seorang wanita yang memiliki risiko lebih besar terkena kanker payudara, kamu harus selalu waspada dan rutin melakukan pengecekan tanda-tandanya ya ladies. Beberapa gejala dan tanda dari kemunculan kanker payudara antara lain: Benjolan pada payudara Benjolan pada payudara menjadi tanda kanker payudara.

Benjolan memang tidak terlihat langsung tetapi bisa terasa saat disentuh. Benjolan muncul di sekitar dada atas atau benjolan di ketiak. Jaringan payudara sendiri membentang apa penyebab kanker payudara sampai ke lengan bawah. Rutin lakukan pemeriksaan payudara dengan menyentuhnya secara berkala, terutama saat mandi. Pentingnya melakukan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri agar dapat mendeteksi tanda dan ciri kanker sejak dini ya, ladies.

Perubahan kulit payudara Terdapat perubahan tekstur kulit payudara yang biasanya menjadi gejala kanker stadium awal ataupun lanjut. Waspadai perubahan kulit payudara akibat kanker seperti kulit yang menebal di area payudara, kulit payudara berlubang seperti kulit jeruk karena getah bening tertarik sampai berkerut. Keluar cairan dari puting Ciri-ciri kanker payudara selanjutnya adalah keluar cairan dari puting. Cairan ini bukanlah asi susu ibu atau ASI. Cairan bisa kental atau encer dan berwarna coklat kemerahan seperti darah.

Kelenjar getah bening membengkak Kelenjar getah bening yang membengkak dapat menjadi ciri kanker payudara. Sel kanker bisa menyebar dan berpindah ke kelenjar getah bening penyebab kanker payudara. Kelenjar ini merupakan kumpulan jaringan sistem kekebalan dalam melawan mikroorganisme asing.

Bentuk payudara besar sebelah Payudara umumnya memang tidak sama persis, namun jika ukuran payudara terlihat sangat berbeda maka harus diwaspadai sebagai tanda kanker payudara.

Puting susu tertarik atau masuk ke dalam Puting susu yang tertarik ke dalam bisa menjadi tanda kanker apa penyebab kanker payudara karena sel kanker akan menyerang sel di belakang puting Penyebab dan faktor risiko kanker payudara Faktor risiko kanker payudara merupakan segala sesuatu yang membuat kamu memiliki kemungkinan besar terkena kanker payudara.

Meskipun begitu, tetaplah lebih waspada dan periksakan kondisi kesehatan kamu secara berkala.

apa penyebab kanker payudara

Pada beberapa kasus, wanita mengalami kanker payudara namun tidak memiliki penyebab atau faktor risikonya. Faktor yang menjadi penyebab kanker payudara meliputi: • Wanita. Wanita jauh lebih mungkin untuk terkena kanker payudara daripada laki-laki. • Bertambah usia. Bertambahnya usia dapat meningkatkan risiko kanker payudara. • Riwayat pribadi kanker payudara. Jika pernah mengalami kanker payudara, maka resiko akan jauh lebih besar untuk terkena di bagian payudara lainnya.

• Riwayat pribadi kondisi payudara. Jika pernah menjalani biopsi payudara yang menemukan lobular carcinoma in situ (LCIS) atau hyperplasia atipikal memiliki risiko kanker payudara yang lebih besar. • Riwayat keluarga dengan kanker payudara. Meskipun tidak semua penderita kanker payudara memiliki riwayat keluarga yang pernah menderita penyakit ini, namun faktor resikonya akan jauh lebih meningkat. • Gen yang diturunkan. Gen yang dapat diturunkan dari orang tua ke anak memungkinkan keturunannya mengalami jenis kanker payudara atau kanker lainnya.

• Paparan radiasi. Paparan radiasi akan lebih apa penyebab kanker payudara saat seseorang pernah apa penyebab kanker payudara perawatan radiasi ke dada saat masih anak-anak atau dewasa. • Kegemukan. Kegemukan menjadi penyebab kanker payudara yang dapat meningkatkan faktor risiko penyakit ini. • Memulai menstruasi di usia muda. Memulai menstruasi sebelum usia 12 tahun dapat meningkatkan risiko kanker payudara. • Menopause di usia lebih tua. Kanker payudara bisa dialami oleh wanita yang menopause pada usia lebih tua.

apa penyebab kanker payudara

• Memiliki anak pertama di usia lebih tua. Kanker payudara dapat meningkat risikonya saat seseorang melahirkan anak pertamanya pada usia lebih tua atau lebih dari 30 tahun. • Belum pernah hamil. Wanita yang belum pernah hamil mempunyai risiko lebih besar terkena kanker payudara daripada wanita yang sudah pernah hamil.

• Terapi hormon pasca menopause. Kanker payudara dapat meningkat risikonya saat seseorang menggunakan obat terapi hormonal yang menggabungkan estrogen dan progesterone untuk mengobati gejala dan tanda menopause. • Minum alkohol.

apa penyebab kanker payudara

Alkohol dapat meningkatkan resiko wanita terkena kanker payudara. Benjolan kanker payudara seperti apa? Benjolan menjadi tanda kanker payudara yang tidak dapat dilihat langsung oleh mata. Benjolan dapat disentuh dan terasa nyeri.

Ciri dari benjolan kanker payudara antara lain: Permukaan benjolan tidak rata • Tekstur benjolan lunak ke keras dan tidak terasa batasnya • Benjolan melekat pada payudara • Hanya ada 1 benjolan • Benjolan terasa nyeri saat ditekan • Benjolan menetap setelah menstruasi Benjolan bisa menjadi deteksi kanker payudara yang mudah. Segera lakukan pemeriksaan saat benjolan tidak hilang setelah sekian lama bahkan sampai berminggu-minggu.

Jika segera melakukan pemeriksaan, maka kemungkinan besar penyebab kanker payudara dan gejalanya bisa diatasi. Cara mengobati kanker payudara Penyebab kanker payudara sangat penting dihindari untuk memperkecil kemungkinan terkena kanker ini. Namun bagaimana jika telah menderita penyakit ini? Ada beberapa pengobatan yang akan disesuaikan caranya tergantung dari kondisi penderita. Upaya pengobatan kanker payudara antara lain: • Terapi radiasi • Kemoterapi • Terapi hormone • Prosedur bedah Disarankan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin agar dapat mencegah terjadinya kanker payudara.

Menerapkan gaya hidup sehat, makan dengan apa penyebab kanker payudara seimbang, mengelola stress dan cukup istirahat bisa menghindari penyebab kanker payudara ya ladies.

Yuk mulai hidup lebih sehat dan jangan lupa selalu lakukan pemeriksaan payudara sendiri ya! Mayo clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cancer/symptoms-causes/syc-20352470 Diakses pada 11 Maret 2022 Hello sehat. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cancer/symptoms-causes/syc-20352470 Diakses pada 11 Maret 2022 NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/womens-health/how-should-i-check-my-breasts/ Diakses pada 11 Maret 2022 WHO.

https://www.who.int/activities/preventing-cancer Diakses pada 11 Maret 2022 Alodokter. https://www.alodokter.com/kanker-payudara Diakses pada 11 Maret 2022• Artikel Kesehatan Semua hal yang berhubungan dengan informasi kesehatan mulai dari informasi terbaru dunia kesehatan, tips kesehatan, hingga saran-saran untuk menuju hidup lebih sehat.

• Kesehatan Wanita • Kesehatan Pria • PENYAKIT A-Z • OBAT A-Z • HERBAL A-Z • FOBIA A-Z • Cari Dokter • Cari Rumah Sakit • KALKULATOR KESEHATAN • Kalkulator BMI • Kalkulator Kalori • Kalkulator Masa Subur (Ovulasi) • Cara Menghitung Usia Kehamilan • Kalkulator Berat Badan Ideal Ibu Hamil • Analisis Gejala Penyakit Masuk/ Daftar Terbit: 7 Oktober 2014 - Diperbarui: 8 Desember 2021 Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat - Ditinjau oleh: Tim Dokter DokterSehat.Com – Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang terserang kanker payudara.

Biasanya, selain faktor keturunan, gaya hidup yang apa penyebab kanker payudara sehat dan usia lanjut menjadi pemicunya. Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara dan merupakan jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita dan kaum pria. Sebab, keduanya sama-sama memiliki jaringan payudara.

apa penyebab kanker payudara

Hanya, untuk kaum pria kemungkinan terserang kanker payudara lebih kecil ketimbang wanita dan perbandingannya sekitar 1:1.000. Namun, tetap tak bisa dipungkiri bahwa kanker payudara kerap menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian besar orang. Pasalnya, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan kanker payudara semakin meningkat. Mengetahui penyebab agar kemudian sejak dini melakukan pencegahan menjadi kunci penting terhindar dari risiko tersebut.

Lantas, apa saja penyebab-penyebab membuat wanita terkena kanker payudara? Berikut ini adalah faktor pemicu kanker payudara: • Mengonsumsi alkohol Hasil penelitian The American Cancer Society telah menunjukan bahwa wanita yang minum lebih dari dua gelas minuman beralkohol per hari, mempunyai kemungkinan lebih besar terkena kanker payudara.

• Berbadan gemuk The National Cancer Institute menjelaskan bahwa kadar lemak tubuh pada wanita dapat meningkatkan kadar estrogen dan risiko kanker payudara.Selain itu, wanita yang sudah mengalami menopause sekaligus berbadan gemuk sangat berisiko untuk perkembangan sel-sel tumor pada payudara.

• Penggunasn pil KB The Mayo Clinic dan American Cancer Society menjelaskan bahwa penggunaan pil KB dapat meningkatkan wanita terkena risiko kanker payudara. Sementara itu, risiko ini akan menurun secara otomatis bila penggunaan pil KB berhenti. • Mempunyai gen kanker Sejumlah perubahan genetik tertentu akan memengaruhi secara signifikan terjadinya kanker payudara.

The American Cancer Society menjelaskan bahwa gen BRCA1 dan BRCA2 sering bermutasi pada wanita hingga menjadi kanker apa penyebab kanker payudara. Bahkan, wanita yang mewarisi gen bermutasi BRCA memiliki hingga risiko 80 persen terkena kanker payudara.

apa penyebab kanker payudara

Informasi Terbaru • 12 Manfaat Totok Wajah untuk Kecantikan dan Kesehatan • Mata Juling pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya • Hepatitis Akut: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan • 18 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan, Cegah Maag hingga Anemia • Malassezia Folliculitis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan,
Lantas, apa saja penyebab dan faktor risiko terjadinya kanker payudara?

Bagaimana penyakit kanker payudara ini dapat apa penyebab kanker payudara Berbagai penyebab dan faktor risiko kanker payudara Kanker payudara dapat terjadi karena adanya pertumbuhan sel-sel abnormal (sel kanker) yang tidak terkontrol di jaringan payudara.

Sel kanker ini awalnya merupakan sel yang normal. Namun, mutasi DNA menyebabkan terjadinya perubahan sel menjadi sel kanker tersebut. Sel kanker membelah lebih cepat daripada sel normal, yang kemudian menumpuk dan membentuk benjolan atau massa yang padat. Lama kelamaan, sel kanker ini menyebar atau bermetastasis melalui payudara Anda ke kelenjar getah bening, atau bahkan hingga ke bagian tubuh yang lain.

Sebenarnya, mutasi DNA yang menyebabkan terbentuknya sel kanker payudara ini tidak diketahui penyebab pastinya. Namun, faktor hormon, lingkungan, dan mutasi DNA yang diturunkan dari keluarga diyakini berperan dalam pembentukan sel kanker tersebut.

Berikut beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu kanker payudara. 1. Genetik Sekitar 5-10 persen dari kasus kanker payudara terjadi karena faktor genetik.

apa penyebab kanker payudara

Wanita yang memiliki ibu atau nenek yang pernah terkena kanker payudara berisiko hingga dua atau tiga kali lebih tinggi mengalami penyakit yang sama, dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki riwayat tersebut.

Hal ini berkaitan dengan gen BRCA1 dan BRCA2 yang telah mengalami mutasi, kemudian diturunkan oleh orangtua ke generasi selanjutnya.

Adapun BRCA1 dan BRCA2 merupakan gen yang disebut sebagai penekan tumor, yang berfungsi mengontrol pertumbuhan sel abnormal. Mutasi pada gen ini akan menyebabkan munculnya sel kanker. Meski demikian, tidak semua wanita dengan faktor risiko ini akan mengalami kanker payudara.

Anda tetap bisa mencegah penyakit ini dengan menghindari faktor risiko kanker payudara lainnya, seperti menerapkan gaya hidup yang sehat. 2. Hormon tubuh Selain genetik, hormon tubuh juga bisa menjadi penyebab kanker payudara. Baik wanita maupun pria, keduanya memiliki hormon seks, yaitu estrogen, progesteron, dan testosteron. National Cancer Institute menyebut, wanita yang memiliki kadar hormon estrogen dan progesteron tinggi memiliki risiko lebih besar terkena kanker payudara.

3. Lingkungan atau paparan radiasi Faktor lingkungan juga disebut menjadi sebab terjadinya kanker payudara. Salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh, yaitu paparan radiasi, seperti penggunaan sinar-X dan CT scan, yang merupakan salah satu prosedur pemeriksaan secara medis.

Mayo Clinic menyebut, risiko ini umumnya terjadi bila Anda mendapat pemeriksaan radiasi di dada saat masih anak-anak atau dewasa muda.

Konsultasikan dengan dokter untuk memahami efek samping radiasi ini pada Anda. 4. Gaya hidup tidak sehat Penyebab terjadinya kanker payudara yang lain, yaitu gaya hidup yang tidak sehat. Gaya apa penyebab kanker payudara semacam ini dapat menyebabkan perubahan sel menjadi sel kanker, termasuk di payudara. Berikut beberapa kebiasaan buruk yang bisa menjadi pemicu dan penyebab kanker payudara: Merokok Merokok meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker payudara pada usia muda dan wanita pre menopause.

Bagi yang sudah didiagnosis memiliki kanker payudara, merokok bisa menyebabkan komplikasi selama proses pengobatan kanker payudara, seperti: • Kerusakan paru-paru akibat terapi radiasi.

• Sulitnya penyembuhan pascaoperasi dan rekonstruksi payudara. • Tingginya risiko penggumpalan darah saat Anda sedang dalam terapi hormon. Malas bergerak Aktivitas fisik yang kurang dapat dikaitkan dengan perubahan indeks massa tubuh. Peningkatan berat apa penyebab kanker payudara sendiri kerap dikaitkan dengan risiko kanker payudara. Pola makan tidak sehat Beberapa makanan tertentu memang diketahui bisa memicu atau meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

Makanan penyebab kanker payudara umumnya mengandung lemak jenuh, lemak trans, tinggi gula, hingga mengandung pengawet atau natrium tinggi. Alkohol apa penyebab kanker payudara termasuk ke dalam jenis minuman yang bisa menyebabkan penyakit ini, terutama bila dikonsumsi berlebihan. Pola makan yang tidak sehat juga bisa menyebabkan kekurangan asam folat atau vitamin B12.

Adapun asupan asam folat yang tinggi dapat menurunkan risiko kanker payudara pada wanita yang sudah menopause. Obesitas atau kegemukan Kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak sehat bisa meningkatkan body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh, sehingga menyebabkan obesitas atau kegemukan.

Adapun obesitas juga disebut menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit kanker payudara, terutama pada wanita usia lanjut atau pascamenopause. Ini bisa terjadi karena berat badan berlebih dapat meningkatkan kadar estrogen pada wanita pascamenopause. Adapun kadar estrogen yang tinggi bisa menyebabkan bertumbuhnya sel kanker pada payudara. Selain itu, wanita yang kelebihan berat badan juga cenderung memiliki kadar insulin yang lebih tinggi.

Kondisi ini juga dikaitkan dengan penyakit kanker, termasuk kanker payudara. Faktor risiko lain penyebab kanker payudara Selain penyebab di atas, Anda juga perlu memperhatikan beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena kanker payudara. Beberapa faktor risiko tersebut, yaitu: 1. Jenis kelamin wanita Meski pria juga bisa mengalami kanker payudara, w anita pada umumnya perlu lebih waspada karena ini adalah faktor utama penyebab kanker payudara.

Hormon estrogen dan progesteronlah yang mungkin menjadi penyebab meningkatnya pertumbuhan sel kanker payudara pada wanita dibandingkan laki-laki. 2. Usia yang semakin bertambah Studi menemukan bahwa seseorang akan lebih berisiko terkena kanker payudara seiring bertambahnya usia. Sekitar 77 persen wanita yang didiagnosis menderita penyakit ini setiap tahunnya berusia di atas 50 tahun.

Hampir 50 persen lainnya berusia 65 tahun atau bahkan lebih.

apa penyebab kanker payudara

3. Menstruasi usia muda dan menopause yang lebih lambat Wanita yang mengalami siklus menstruasi lebih awal (di apa penyebab kanker payudara 12 tahun) atau mengalami masa menopause lebih lambat (lebih dari 55 tahun) lebih berisiko kena kanker payudara pada kemudian hari.

Kedua faktor ini dapat meningkatkan kadar hormon estrogen pada tubuh, yang merupakan salah satu penyebab atau pemicu terjadinya kanker payudara. Selain kedua faktor ini, kadar estrogen yang tinggi juga bisa terjadi pada wanita yang mengalami kehamilan pertama pada usia yang lebih tua ( melahirkan di usia lebih dari 30 tahun) atau tidak pernah melahirkan. Sebaliknya, melahirkan adalah faktor yang dapat mengurangi risiko kanker payudara. 4. Apa penyebab kanker payudara alat kontrasepsi hormonal Selain faktor-faktor di atas, penggunaan alat kontrasepsi hormonal juga bisa meningkatkan kadar hormon estrogen, yang bisa meningkatkan risiko penyebab kanker payudara.

Berdasarkan sebuah penelitian di Denmark yang dipublikasikan oleh The New England Journal of Medicine, penggunaan alat kontrasepsi hormonal, baik pil KB maupun KB spiral (IUD), bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. Meski demikian, peningkatan risiko ini bergantung pada faktor lainnya, termasuk usia, kondisi kesehatan secara umum, atau memiliki faktor risiko kanker payudara lain sebelum menggunakan KB, seperti keturunan atau gaya hidup yang buruk.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan KB, termasuk untuk mengetahui dosis yang terbaik untuk Anda. 5. Penggunaan terapi hormon Terapi hormon estrogen (sering dikombinasikan dengan progesteron) biasa digunakan untuk membantu meringankan gejala menopause dan membantu mencegah osteoporosis.

Namun, faktanya, wanita menopause yang menggunakan terapi hormon kombinasi berisiko tinggi mengalami kanker payudara. Peningkatan risiko ini umumnya terlihat setelah sekitar 4 tahun digunakan. Selain itu, kombinasi terapi hormon ini juga meningkatkan kemungkinan kanker ditemukan pada stadium kanker payudara lanjut.

Namun, risiko penyebab kanker payudara ini bisa menurun kembali dalam lima tahun setelah terapi dihentikan. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai efek samping dari terapi ini bila Anda ingin menggunakannya. 6. Perubahan jam tidur malam Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa perempuan yang memiliki jam kerja pada malam hari lebih rentan terhadap kanker payudara dibandingkan mereka yang tidak.

Para peneliti berasumsi hal ini disebabkan oleh hormon-hormon, salah satunya melatonin, yang terganggu akibat perubahan jam tidur malam. Rendahnya hormon melatonin sering dijumpai pada pasien yang mengidap kanker payudara. Terkait hal ini, sebuah analisis yang dipublikasikan di BMJ menunjukkan fakta bahwa wanita dengan kebiasaan tidur yang baik, yang suka bangun pagi, berisiko lebih rendah terkena kanker payudara. Sebaliknya, wanita yang suka begadang memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

Selain itu, wanita yang berprofesi sebagai pramugari pun lebih rentan dan lebih berisiko mengalami kanker payudara. Para peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menduga, pramugari rentan mengalami gangguan tidur terkait rutinitas pekerjaan serta mendapat paparan tertentu. Paparan tersebut diantaranya, radiasi pengion kosmik dari ketinggian, sinar UV, asap rokok dari penumpang dan awak pesawat lain, atau udara di kabin yang tidak sehat.

7. Pemakaian pewarna rambut Penelitian yang diterbitkan di International Journal of Cancer mengungkapkan faktar bahwa pewarna atau cat rambut, terutama jenis permanen, dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Kandungan cat rambut permanen, yaitu aromatic amines, disebut sebagai penyebab terjadinya kanker, termasuk di payudara.

Aromatic amines adalah senyawa kimia sampingan yang biasa ditemukan pada produk plastik, bahan kimia industri, dan produk lainnya. Senyawa kimia ini dibagi menjadi tiga kategori dan kemungkinan besar bersifat karsinogen terhadap manusia. Namun, fakta mengenai hal ini masih memerlukan penelitian lanjutan untuk menguatkannya. 8. Miliki payudara yang padat Wanita dengan payudara yang sangat padat diperkirakan lebih berisiko hingga empat sampai enam kali lipat mengalami kanker payudara, dibandingkan dengan wanita dengan kepadatan payudara yang rendah.

Belum ada alasan yang pasti mengapa kepadatan payudara bisa dikaitkan dengan risiko penyebab kanker payudara. Namun, jaringan payudara yang padat umumnya menyulitkan dokter dan teknisi untuk menemukan potensi kanker payudara pada hasil mammogram.

9. Ukuran payudara yang besar Selain kepadatan payudara, apa penyebab kanker payudara payudara juga disebut menjadi faktor penyebab terjadinya kanker payudara. Belum diketahui secara pasti apa hubungan antara kedua hal tersebut. Namun, para ahli menyatakan bahwa ukuran payudara wanita dipengaruhi oleh gen. Adapun gen yang membuat ukuran payudara besar juga memengaruhi pertumbuhan kanker, sehingga pada kemudian hari penyakit ini bisa muncul.

Selain itu, wanita dengan berat badan berlebih juga umumnya mempunyai ukuran payudara yang besar. Adapun obesitas atau kegemukan juga dapat meningkatkan risiko penyakit kanker payudara. Mitos mengenai penyebab kanker payudara dan faktanya Selain penyebab dan faktor risiko yang sudah pasti, ada beberapa mitos yang disebut bisa menjadi penyebab penyakit kanker payudara.

Benarkah mitos tersebut dan bagaimana faktanya? Berikut penjelasannya untuk Anda: 1. Mitos: Implan payudara menyebabkan kanker payudara Pemasangan implan payudara disebut bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya kanker payudara. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar. Belum ada penelitian yang menyatakan implan payudara berisiko kanker payudara. Namun, penggunaan implan telah terbukti menyebabkan jenis kanker lain, yaitu limfoma sel besar anaplastik terkait dengan implan payudara ( breast implant-associated anaplastic large cell lymphoma/BIA-ALCL).

2. Mitos: Penggunaan bra berkawat menyebabkan kanker payudara Banyak wanita yang resah karena menggunakan bra berkawat seringkali disebut sebagai salah satu penyebab kanker payudara. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang cukup kuat untuk membuktikan isu tersebut. 3. Mitos: Deodoran menyebabkan kanker payudara Deodoran disebut mengandung alumunium dan paraben yang dapat diserap kulit dan masuk ke dalam tubuh.

Meski demikian, kedua kandungan tersebut tidak terbukti dapat menyebabkan kanker payudara. 4.

apa penyebab kanker payudara

Mitos: Mamografi, USG, dan MRI menyebabkan kanker payudara Paparan radiasi memang disebut bisa menjadi penyebab kanker payudara. Oleh karena itu, muncul mitos atau isu yang menyebutkan bahwa mamografi bisa memicu penyakit ini. Namun, faktanya, risiko paparan radiasi dari mamografi sangat rendah, karena hanya menggunakan dosis radiasi yang sangat kecil.

Penggunaan mamografi justru lebih bermanfaat untuk membantu diagnosis kanker payudara. Kemudian, perlu Anda apa penyebab kanker payudara, USG payudara merupakan prosedur yang menggunakan gelombang suara, sedangkan MRI merupakan magnet, sehingga keduanya tidak berisiko pada kanker. 5. Mitos: Kafein meningkatkan risiko kanker payudara Efek kafein pada risiko kanker payudara memang masih pro dan kontra.

Sebuah penelitian di Swedia justru menemukan fakta bahwa mengonsumsi kopi berkafein dapat menurunkan risiko kanker payudara pada wanita pascamenopause. Meski demikian, hal ini tidak bisa dijadikan alasan untuk minum kopi sebanyak-banyaknya.

Untuk lebih jelas, tanyakan kepada dokter seberapa banyak Anda boleh mengonsumsi minuman berkafein, sesuai dengan kondisi Anda. Dibanding meminum kopi, lebih baik Anda menerapkan gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko kanker payudara. Anda pun perlu melakukan deteksi dini kanker payudara untuk menghindari perkembangan penyakit yang lebih serius. American Cancer Society. 2020. Breast Cancer Risk Factors You Cannot Change.

apa penyebab kanker payudara

https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/risk-and-prevention/breast-cancer-risk-factors-you-cannot-change.html. Accessed July 1, 2020. American Cancer Society. 2020. How Does Breast Cancer Start? https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/about/how-does-breast-cancer-form.html. Accessed July 1, 2020.

American Cancer Society. 2020. Lifestyle-related Breast Cancer Risk Factors. https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/risk-and-prevention/lifestyle-related-breast-cancer-risk-factors.html. Accessed July 1, 2020. American Cancer Society. 2020. Study Examines Cancer Rates Among Flight Attendants. https://www.cancer.org/latest-news/study-examines-cancer-rates-among-flight-attendants.html. Accessed July 1, 2020.

American Cancer Society. 2020. Hair Dyes. https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/hair-dyes.html. Accessed July 1, 2020. Breast Cancer Now. 2020. Breast cancer causes. https://breastcancernow.org/information-support/have-i-got-breast-cancer/breast-cancer-causes. Accessed Apa penyebab kanker payudara 1, 2020. Breastcancer.org. 2020.

Smoking. http://www.breastcancer.org/risk/factors/smoking. Accessed July 1, 2020. Breastcancer.org. 2020. Common Fears With No Evidence: Antiperspirants and Bras. https://www.breastcancer.org/risk/factors/no_evidence Accessed July 1, 2020. Breastcancer.org. 2020. Implant Surgery Risks. https://www.breastcancer.org/treatment/surgery/reconstruction/types/implants/risks. Accessed July 1, 2020.

Breastcancer.org. 2020. Common Blood Pressure Medicine Doesn’t Increase Breast Cancer Risk. https://www.breastcancer.org/research-news/blood-pressure-med-doesnt-increase-risk#:~:text=A%20study%20published%20in%20August,the%20risk%20of%20breast%20cancer. Accessed July 1, 2020. CDC. 2020. What Is Breast Cancer? https://www.cdc.gov/cancer/breast/basic_info/what-is-breast-cancer.htm. Accessed July 1, 2020.

Mayo Clinic. 2020. Breast cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cancer/symptoms-causes/syc-20352470#:~:text=Researchers%20have%20identified%20hormonal%2C%20lifestyle,with%20risk%20factors%20never%20do. Accessed July 1, 2020. Mayo Clinic.

2020. Cancer causes: Popular myths about the causes of cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer-causes/art-20044714?pg=2. Accessed July 1, 2020. National Cancer Institute. 2020. Physical Activity and Cancer. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/obesity/physical-activity-fact-sheet. Accessed July 1, 2020. National Cancer Institute.

2020. Hormones. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/hormones. Accessed July 1, 2020. NHS. 2020. Causes – Breast cancer in women. https://www.nhs.uk/conditions/breast-cancer/causes/.

Accessed July 1, 2020. NHS. 2020. Bigger bra size ‘linked with breast cancer’. https://www.nhs.uk/news/cancer/bigger-bra-size-linked-with-breast-cancer/. Accessed July 1, 2020. National Breast Cancer Foundation. 2020. Myth: A mammogram can cause breast cancer to spread.

https://www.nationalbreastcancer.org/breast-cancer-myths/a-mammogram-can-cause-breast-cancer-to-spread/. Accessed July 1, 2020. Mørch, et al. 2017. Contemporary Hormonal Contraception and the Risk of Breast Cancer.

The New England Journal of Medicine. 377: 2228-2239. http://doi.org/10.1056/NEJMoa1700732. Weiderpass, E., Oh, J., Sandin, S., Strom, P., Lof, M., & Adami, H. 2015. Prospective study of breast cancer in relation to coffee, tea and caffeine in Sweden. International Journal of Cancer. 137(8): 1979-1989. https://doi.org/10.1002/ijc.29569. Lajous, M., Romieu, I., Sabia, S., Boutron-Ruault, M. C., & Clavel-Chapelon, F. (2006). Folate, vitamin B12 and postmenopausal breast cancer in a prospective study of French women. Cancer causes & control : CCC, 17(9), 1209–1213.

https://doi.org/10.1007/s10552-006-0053-3. Chen, L., Malone, K. E., & Li, C. I. (2014). Bra wearing not associated with breast cancer risk: a population-based case-control study. Cancer epidemiology, biomarkers & prevention : a publication of the American Association for Cancer Research, cosponsored by the American Society of Preventive Oncology, 23(10), 2181–2185. https://doi.org/10.1158/1055-9965.EPI-14-0414.

White, A. J., Eberle, C. E., Sandler, D. Apa penyebab kanker payudara, & Taylor, K. W. 2019. Hair dye and chemical straightener use and breast cancer risk in a large US population of black and white women. International Journal of Cancer. 147(2): 383-391. https://doi.org/10.1002/ijc.32738.

KETAHUI 5 TIPE ORANG PALING RENTAN MENDERITA KANKER PAYUDARA!




2022 www.videocon.com