Teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari

teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari

Teori Pembentukan Tata Surya - Proses bagaimana tata surya mulai ada atau teori pembentukan tata surya terdiri dari beberapa pendapat dari beberapa ahli geografi. Termasuk di dalamnya teori nebula, planetesimal, pasang surut, bintang kembar, serta teori awan debu.

Teori Pembentukan Tata Surya Baca juga: • Pengertian Tata Surya. • Gejala Optik yang Seringkali Muncul pada Atmosfer. Teori Pembentukan Tata Surya Perputaran yang lambat tersebut menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang memiliki berat jenis tinggi yang disebut inti massa pada beberapa tempat yang berbeda. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah, sedangkan yang kecil terbentuk di sekitarnya. Akibat terjadinya proses pendinginan inti-inti massa yang lebih kecil maka berubahlah menjadi planet-planet, sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan pijar dan bersuhu tinggi disebut matahari.

Teori nebula lainnya yang berkembang dikemukakan teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari seorang astronom berkebangsaan Prancis bernama Pierre Simon de Laplace yang hidup antara 1749–1827. Menurut Laplace, tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari sangat cepat. Oleh karena perputaran yang terjadi sangat cepat, maka terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbedabeda.

Bagian-bagian yang terlepas tersebut berputar dan pada akhirnya mendingin membentuk planet-planet, sedangkan bola gas asal menjadi matahari. b. Teori Planetesimal Moulton dan Chamberlain (1900) mengemukakan pendapat bahwa tata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi inti berwujud gas dan bersuhu tinggi.

Gabungan dari bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk planet-planet, sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari. Astronom Jeans dan Jeffreys (1917) mengemukakan pendapat bahwa pembentukan tata surya pada awalnya hanya terdiri dari matahari tanpa memiliki anggota.

Planet-planet dan anggota lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari yang tertarik dan terlepas oleh adanya pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari. Bagian yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu panjang (bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil) yang terus berputar mengelilingi matahari.

Lama kelamaan mendingin dan membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet. Teori Bintang Kembar dikemukakan oleh seorang astronom ber kebangsaan Inggris yang bernama Lyttleton (1930).

Teori ini mengemukakan bahwa awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling mengelilingi. Pada suatu masa, melintas bintang lain dan menabrak salah satu bintang kembar tersebut kemudian menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet-planet yang mengelilingi bintang tetap bertahan, yaitu matahari. Von Weizsaecker (1945) dan G.P. Kuiper (1950) mengemukakan pendapat bahwa tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang terdiri dari debu dan gas (hidrogen dan helium).

Adanya ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan ter jadinya penyusutan karena gaya tarik menarik dan gerakan perputaran yang sangat cepat dan teratur sehingga terbentuklah piringan seperti cakram. Inti cakram yang menggelembung kemudian menjadi matahari, sedangkan bagian pinggirnya berubah bentuk menjadi planet-planet. Ahli astronomi lainnya yang mengemukakan teori awan debu antara lain F.L Whippel dari Amerika Serikat dan Hannes Alven dari Swedia.

Menurutnya tata surya berawal dari matahari yang berputar dengan cepat dengan piringan gas di sekelilingnya yang kemudian membentuk planet-planet yang beredar mengelilingi matahari. Itulah beberapa Teori Pembentukan Tata Surya yang dapat kami share pada kesempatan kali ini, semoga berkah dan bermanfaat. Jika sahabat mengetahui teori lain selain yang kami jelaskan di atas, kami mengharapkan masukan dari sahabat, karena seiring dengan perkembangan zaman, ilmu Geografi juga pastinya memiliki pengembangan dari sebelumnya.

- Konsep Geografi Asal Usul Tata Surya – Tata surya ( solar system) merupakan salah satu galaksi yang terdapat di alam semesta. Alam semesta merupakan sebuah istilah yang biasa dipakai para ilmuwan untuk menggambarkan ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada di dalamnya.

Ilmu yang mempelajari semua objek langit yang ada di ruang angkasa disebut ilmu Astronomi. Dalam sudut pandang ilmu astronomi, alam semesta adalah ruang angkasa dengan semua zat serta energi yang terdapat di dalamnya.

Pemahaman manusia mengenai alam semesta pun mengalami banyak perubahan di setiap zamannya. Pada awalnya muncul sebuah gagasan yang menganggap bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta. Kemudian gagasan tersebut berubah setelah mereka mengetahui bahwa bumi hanyalah sebuah planet dan meyakini bahwa matahari adalah pusat dari alam semesta.

Hingga pada akhirnya ditemukan kembali bahwa alam semesta ini terdiri dari banyak sekali galaksi. Dimana tata surya merupakan sebuah galaksi dengan matahari sebagai pusatnya. Mereka juga beranggapan bahwa di dalam tata surya terdapat planet-planet yang bergerak memutari matahari sebagai pusatnya (revolusi). Daftar Isi • Asal Usul Tata Surya • 1. Teori Nebula atau Kabut (Kant-Laplace) • 2.

Teori Pasang Surut atau Tidal (Jeans dan Jeffreys) • 3. Teori Planetesimal (Moulton dan Chamberlin) • 4. Teori Bintang Kembar (Fred Hoyle) • 5. Teori Big Bang (George Lemaitre) • 6.Teori Keadaan Tetap atau Steady-State (Bondi, Gold, dan Hoyle) • 7. Teori Awan Kabut atau Proto Planet (Von Weizsaecker) Asal Usul Tata Surya Tata Surya (pixelstalk.com) Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa tata surya merupakan sebuah galaksi yang terdiri dari matahari, 9 planet, satelit, komet, dan asteroid.

Semua benda-benda langit terus bergerak dengan lintasan tertentu, seperti planet-planet yang berevolusi mengelilingi matahari dengan lintasan (orbit) yang berbentuk elips. Para ahli astronomi yang mempelajari asal usul tata surya berpendapat bahwa seluruh sistem tata surya telah terbentuk semenjak 4,5 milyar tahun yang lalu.

Hal tersebut berdasarkan pengujian yang dilakukan dengan menghitung umur batuan-batuan yang ada di ruang angkasa dan di bumi.

Terdapat berbagai macam teori asal usul tata surya yang dikemukakan oleh beberapa orang ahli. 1. Teori Nebula atau Kabut (Kant-Laplace) Teori Nebular (planetaryevolution.weebly.com) Teori Nebula atau teori kabut merupakan hipotesis mengenai asal usul tata surya yang pertama kali disampaikan oleh Emmanuel Swendenborg (1688-1772) pada tahun 1734.

Teori ini kemudian disempurnakan kembali oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Teori serupa juga dikemukakan oleh Piere Marquis de Laplace pada tahun 1796. Sehingga teori ini juga dikenal dengan teori Nebula Kant-Laplace. Pada teori ini dinyatakan bahwa pada tahap awal, tata surya masih berupa kumpulan kabut raksasa. Kabut yang merupakan asal usul tata surya ini tersusun dari debu, es, dan gas dengan kandungan hidrogen tinggi. Kabut ini teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari sebagai nebula.

Kemudian kabut mengalami penyusutan karena gaya gravitasi yang dimilikinya. Selama proses penyusutan kabut tersebut berputar sehingga akhirnya memanas dan berubah menjadi bintang raksasa. Bintang raksasa tersebut adalah matahari. Ukuran dari matahari raksasa tersebut terus menyusut dan berputar semakin cepat. Sehingga cincin-cincin gas dan es terlempar keluar ke sekeliling matahari.

Pada akhirnya akibat adanya gaya tarik gravitasi dan penurunan temperatur, gas dan es tersebut memadat dan membentuk planet-planet. Menurut Laplace asal usul tata surya memiliki orbit atau garis edar planet yang berbentuk elips adalah akibat dari proses terbentuknya galaksi itu sendiri. Hipotesa Nebula juga berhasil menjelaskan bahwa tata surya berbentuk datar dan orbit elips planet-planet yang memutari matahari bentuknya hampir datar. 2. Teori Pasang Surut atau Tidal ( Jeans dan Jeffreys) Teori Pasang Surut (informazone.com) Pada tahun 1991, ada 2 orang ilmuwan bernama James H.

Jeans dan Harold Jeffers yang menyampaikan teori Pasang Surut atau Tidal. Menurut teori pasang surut ratusan juta tahun yang lalu sebuah bintang bergerak mendekati matahari dan kemudian menghilang. Pada saat kejadian itu separuh bagian dari matahari tertarik dan lepas. Dari bagian matahari yang terlepas inilah yang kemudian membentuk planet-planet. Ratusan juta tahun yang lalu sebuah bintang bergerak mendekati matahari dan kemudian menghilang. Pada saat kejadian itu separuh bagian dari matahari tertarik dan lepas.

Dari bagian matahari yang terlepas inilah yang kemudian membentuk planet-planet. Kejadian tersebut hampir sama seperti pasang surut air laut yang ada di muka bumi yang diakibatkan oleh gaya tarik gravitasi bulan. Bedanya pasang surut air laut ukurannya lebih kecil dibandingkan teori pasang surut tata surya.

Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak antara bulan dan bumi (60 kali jari-jari bumi). Baca Juga : 17+ Contoh Hewan Omnivora Beserta Gambar dan Penjelasannya, Lengkap Sedangkan pada teori asal usul tata surya menurut Jeans dan Jeffreys, bintang raksasa yang mendekati matahari massanya sama dengan massa matahari. Sehingga ketika bintang tersebut mendekat, pada permukaan matahari terbentuk gunung-gunung gelombang yang besar sekali. Gunung-gunung tersebut memiliki ketinggian yang luar biasa dan berbentuk seperti lidah pijar raksasa.

Lidah pijar yang menjulur dari matahari sampai ke bintang raksasa. Lidah tersebut sangat panas dan mempunyai rongga-rongga yang nantinya akan pecah menjadi planet-planet. Bintang raksasa itu terus bergerak menjauhi matahari sehingga lama kelamaan pengaruhnya akan hilang. Selanjutnya planet-planet tersebut mengalami pendinginan dan bergerak memutari matahari. Pada planet-planet besar, proses pendinginan berlangsung lebih lambat daripada planet-planet kecil seperti Merkurius dan Bumi.

Selama proses pendinginan, planet-planet memutari matahari dengan orbit berbentuk elips. Sehingga pada suatu saat memungkinkan jarak planet-planet itu menjadi lebih pendek dari biasanya.

Pada saat itu terjadi pasang surut pada permukaan planet-planet dan menyebabkan sejumlah materi terlontar keluar dan membentuk satelit-satelit planet. Pada teori pasang surut ini juga dijelaskan bahwa planet-planet tersebut berasal dari pecahan gas matahari yang berbentuk seperti cerutu. Sehingga ukuran planet-planet menjadi berbeda-beda, akibatnya planet-planet dibagian tengah seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus memiliki ukuran yang besar.

Sedangkan pada bagian ujung planet-planetnya berukuran lebih kecil. 3.

teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari

Teori Planetesimal ( Moulton dan Chamberlin) Teori Planetesimal (pages.uoregon.edu) Teori Planetesimal pada dasarnya hampir sama dengan teori pasang surut. Teori ini pertama kali disampaikan oleh seorang astronom bernama Forest R. Moulton (1878-1952) dan ahli kebumian yang bernama Thomas C. Chamberlin (1834-1928). Planetesimal sendiri berarti planet kecil yang memutari sebuah inti yang berbentuk gas. Matahari telah ada sebagai salah satu dari teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari banyak bintang, pada suatu waktu ada sebuah bintang yang melintas di kejauhan yang tidak terlalu jauh, sehingga terjadi pasang naik antara bintang dan matahari.

Pada saat bintang itu berada jauh dari massa matahari jatuh ke permukaan matahari dan sebagian tersebar di sekitar matahari, maka ini disebut planetisimal yang dikenal sebagai planet yang berada di orbitnya dan di sekitar matahari.

4. Teori Bintang Kembar (Fred Hoyle) Teori Bintang Kembar (informazone.com) Teori bintang kembar adalah salah satu dari banyaknya teori tentang pembentukan dan evolusi tata surya. Teori ini diusulkan oleh astronom Inggris R.A. Lyttleton, pada tahun 1956. Menurut teori ini tata surya awalnya terbentuk dari 2 buah bintang kembar raksasa. Kemudian, salah satu bintang dari bintang kembar itu meledak sehingga menghasilkan puing-puing dan debu.

Hingga akhirnya berevolusi mengelilingi mengelilingi bintang yang satunya (matahari) dan membentuk planet-planet beserta benda-benda langit lainnya. Karena bintang yang tidak hilang masih memiliki gravitasi yang kuat, puing-puing tersebut tidak tertarik masuk ke dalam matahari melainkan bergerak mengelilinginya. Hingga akhirnya serpihan-serpihan debu dari ledakan tadi menyatu dan memilin hingga akhirnya membentuk planet. Baca Juga : 9 Bagian-bagian Bunga Beserta Fungsi dan Gambarnya Lengkap Sedangkan batuan-batuan dari puing-puing bintang yang meledak berputar dan membentuk orbit asteroid.

Teori ini mengacu pada hasil penelitian yang membuktikan bahwa pada sistem tata surya lainnya terdapat bintang kembar.

Sehingga Lyttelton meyakini bahwa asal usul tata surya kita adalah dari hasil ledakan 2 buah bintang kembar. Dimana salah satu bintang meledak dan membentuk anggota tata surya. Sedangkan yang tidak hancur menjadi pusat tata surya. 5. Teori Big Bang (George Lemaitre) Teori Big Bang (universetoday.com) Big Bang adalah kata yang mewakili peristiwa ledakan yang sangat besar.

Beberapa ilmuwan, sistem tata surya kita percaya bahwa asal usul tata surya adalah dari bintang yang berukuran sangat besar. Dalam beberapa juta tahun, usia bintang itu naik, dan akhirnya meledak. Ledakan yang sangat kuat timbul karena ukuran dan energi yang dimiliki bintang sangatlah besar. Ledakan ini setara dengan 5 × 10 25 kali intensitas ledakan senjata nuklir. Partikel yang dipancarkan oleh ledakan, meleleh dan dipadatkan oleh gravitasi dan energi dari ledakan ledakan tersebut.

Sehingga, terbentuklah benda-benda langit seperti sekarang ini. 6.Teori Keadaan Tetap atau Steady-State (Bondi, Gold, dan Hoyle) Galaksi Andromeda (thoughtco.com) Menurut teori ini, yaitu teori steady state (teori keadaan tetap) bahwa alam semesta belum memiliki awal dan tidak akan berakhir. Alam semesta dari dulu selalu tampak sama seperti sekarang, teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari ada yang berubah.

Semua materi di alam semesta terus berekspansi dan bergerak menjauhi kita. Teori keadaan tetap disampaikan oleh H. Bondi, T. Gold dan F. Foil dari Universitas Cambridge pada tahun 1948. Teori mengacu kepada prinsip kosmologi sempurna, yaitu pernyataan bahwa alam semesta dimanapun dan kapan pun akan tetap sama. Pernyataan ini di dukung oleh hasil penemuan galaksi baru yang mempunyai massa yang sebanding dengan galaksi lama. Sehingga beranggapan bawah alam semesta termasuk tata surya memiliki luas dan umur yang tak terhingga.

Teori keadaan tetap benar-benar bertentangan dengan teori Big Bang. Dalam teori asal usul tata surya ini, ketika galaksi bergerak menjauh satu sama lain, maka akan tercipta ruang kosong. Dalam teori steady state, ruang angkasa terus menghasilkan materi baru guna mengisi ruang kosong galaksi.

Sehingga galaksi baru akan terbentuk untuk menggantikan galaksi yang bergerak menjauh. Orang-orang akan setuju bahwa zat baru itu adalah Hedrogen.

Zat Itu adalah sumber asal usul tata surya, bintang, dan galaksi. 7. Teori Awan Kabut atau Proto Planet (V on Weizsaecker) Teori Awan Debu (amaze.com) Teori asal usul tata surya selanjutnya adalah teori awan kabut atau proto planet, yang diajukan oleh Carl von Weizsaecker dan disempurnakan oleh Gerard P.

Kuiper sekitar tahun 1950. Teori awan kabut menyatakan bahwa sistem tata surya terbentuk oleh sejumlah awan gas yang sangat banyak. Gumpalan awan gas tersebut menyusut dan menarik partikel-partikel debu hingga berbentuk bola. Kemudian semuanya memilin sehingga gumpalan bola itu berubah menjadi seperti piringan cakram.

Pada bagian tengah cakram perputarannya lambat sehingga tekanan dan panasnya meningkat. Bagian tegah tersebut berubah menjadi matahari. Pada bagian pinggir cakram, perputaran terjadi dengan cepat.

Sehingga terbentuk gumpalan-gumpulan dengan ukuran yang lebih kecil. Gumpalan itu kemudian berubah menjadi planet-planet, asteroid, meteor atau meteorid, komet, dan satelit-satelit alami yang mengiringi planet. Sekian artikel mengenai asal usul tata surya. Dari semua teori di atas, tidak ada teori pembentukan tata surya yang bisa dipastikan kebenarannya. Mengingat terbatasnya akal manusia serta kemampuan manusia dalam menjelajahi ruang angkasa.

Cari untuk: Postingan Terbaru • Tips Merawat Kolam Renang di Rumah Mewah Lantai 1 • 6 Hal yang Harus Disiapkan Lulusan SMA Untuk Mencari Kerja • Mesin Creasing Kertas Otomatis, Cara Kerja, Jenis, dan Harga • 12 Tips Cara Melakukan Lifelong Learning • Rekomendasi Beli Mobil Lebih Nyaman Dengan mobil88
Gramedia Literasi – Pada proses pembentukan bumi terjadi proses yang cukup panjang dengan sebelumnya melalui berbagai macam peristiwa.

Sejak jaman dahulu kala telah banyak teori beredar tentang terbentuknya tata surya dan bumi.

teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari

Berikut ini beberapa teori tata surya yang perlu kamu ketahui. Check these out! Daftar Isi • Teori Pembentukan Bumi • Teori Georges-Louis Leclerc • Teori Laplace • Teori Planetisimal Hypothesis • Teori Tidal • Teori Weizsäcker • Teori Kuiper • Teori Whipple Fred L • Anda Mungkin Juga Menyukai • Teori Pembentukan Tata Surya • Teori Nebula • Teori Planetesimal • Teori Pasang Surut • Teori Awan Debu (Proto Planet) • Teori Ledakan Maha Dahsyat (Big Bang) • Teori Apungan • Teori Bintang Kembar • Buku Terkait Teori Pembentukan Bumi dan Teori Pembentukan Tata Surya • Ensiklopedia Saintis Junior: Bumi • Ensiklopedia Super Seru: Halo, Bumi!

• Seri Smart Science : Sistem Tata Surya – Aku Ingin Menjadi Penjelajah Luar Angkasa • Artikel Lain Terkait Teori Pembentukan Bumi dan Tata Surya • • Kategori Ilmu Geografi • Materi Geografi Kelas 10 Teori Pembentukan Bumi Teori pembentukan Bumi sebagai berbagai teori yang menjadi penjelasan asal usul terbentuknya Bumi. Banyak diantara para ilmuwan yang melakukan penelitian dan menyimpulkan berbagai peristiwa terbentuknya Bumi, dengan melalui hipotesis dan berbagai teori, berikut beberapa diantaranya: Teori Georges-Louis Leclerc Pada tahun 1778 dua ahli ilmu alam yaitu Louis Leclerc, Perancis Georges dan Comte de Buffon, mengemukakan bahwa dahulu terjadi suatu tumbukan antara sebuah komet dan matahari yang kemudian menyebabkan sebagian massa dari matahari terpental ke area luar hingga terbentuklah suatu planet.

Berbagai kejadian yang terjadi pada sistem tata surya sendiri seringkali masih menjadi misteri serta fenomena yang sangat menakjubkan khususnya bagi para peneliti. Oleh sebab itu, untuk dapat lebih memahami segala hal mengenai alam semesta, tata surya, serta dunia langit, Grameds dapat membaca buku Berkenalan Dengan Alam Semesta, Tata Surya, Dan Benda Langit dibawah ini.

Teori Laplace Teori Pembentukan Bumi Laplace dikemukakan oleh Seorang ahli Matematika dan astronomi Perancis Pierre Simon Marquis de Laplace pada tahun 1796 yang menyatakan Bumi terbentuk dari gugusan gas panas yang berputar pada sumbunya, kemudian terbentuk cincin – cincin.

Sebagian cincin ini kemudian terlempar ke luar dan terus berputar hingga kemudian mengalami pendinginan, hingga pada akhirnya terbentuklah gumpalan – gumpalan bola yang menjadi planet, termasuk Bumi.

Teori Planetisimal Hypothesis Teori Planetisimal Hypothesis dikemukakan oleh seorang ahli astronomi Amerika Forest Ray Moulton dan seorang ahli geologi T.C Chamberlain, keduanya berpendapat matahari terdiri dari gas dengan massa besar hingga kemudian didekati oleh bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di area sekitar matahari. Pada saat bintang ini melintas di dekat matahari dengan jarak yang dekat sebagian massa gas matahari kemudian tertarik ke luar akibat gravitasi dari bintang yang melintas tersebut.

Sebagian dari massa gas ini berputar mengelilingi matahari karena gravitasinya sementara sebagian lainnya tertarik ke luar lintasan bintang. Setelah bintang melintas dan berlalu, massa gas yang berputar kemudian mengelilingi matahari kemudian menjadi dingin dan terbentuklah planetisimal atau suatu cincin yang lama-kelamaan menjadi padat.

Beberapa planetisimal yang terbentuk kemudian akan saling tarik – menarik dan bergabung menjadi satu hingga kemudian membentuk suatu planet, termasuk diantaranya planet Bumi. Teori Tidal James Jeans dan Harold Jeffreys merupakan dua ilmuwan asal Inggris yang pada tahun 1918 mengemukakan teori tidal. Teori Tidal menyatakan bahwa pada saat bintang melintas di dekat matahari, sebagian massanya kemudian akan turut tertarik ke arah luar hingga akhirnya membentuk cerutu.

Bagian yang membentuk cerutu ini kemudian mengalami pendinginan dan membentuk planet – planet diantaranya Mars, Yupiter, Merkurius, Venus, Bumi, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Teori Weizsäcker Carl Friedrich von Weizsäcker yang juga merupakan seorang ahli astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri dari matahari yang dikelilingi oleh massa berbentuk kabut gas, teori ini dikemukakan Pada tahun 1940. Sebagian besar massa kabut ini sendiri terdiri atas unsur ringan diantaranya hidrogen dan helium.

Karena panas matahari yang sangat tinggi kemudian unsur ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya, sedmentara unsur yang lebih berat kemudian tertinggal dan menggumpal, ini kemudian akan menarik unsur lain di suatu tata surya angkasa serta selanjutnya berevolusi membentuk berbagai planet termasuk diantaranya adalah Bumi.

Teori Kuiper Teori Pembentukan Bumi Gerald P. Kuiper menyatakan mulanya terdapat sebuah nebula besar berbentuk piringan cakram. Pusat piringan ini merupakan protomatahari, sementara massa gas yang berputar mengelilingi protomatahari disebut sebagai protoplanet.

Pada teorinya, ia memasukan berbagai unsur – unsur ringan diantaranya helium dan hidrogen. Pusat piringan ini sendiri merupakan protomatahari yang menjadi sangat panas, sementara sebaliknya protoplanet kemudian menjadi dingin dan mulai menguap serta menggumpal menjadi planet.

Rp 60.000 Teori Whipple Fred L Whipple merupakan seorang ahli astronom Amerika yang mengemukakan bahwa pada mulanya tata surya terdiri atas kabut dan gas serta debu aneh yang mengandung nitrogen dengan sedikit kosmis dan berotasi membentuk piringan. Debu dan gas yang berotasi ini kemudian menyebabkan terjadinya pemekatan massa hingga kemudian menggumpal menjadi padat, sementara kabutnya menguap hilang ke angkasa. Gumpalan padat yang pada akhirnya saling bertabrakan ini kemudian membentuk planet – planet.

Dengan beragamnya teori atas pembentukan bumi tersebut yang dikemukakan oleh para ahli, terdapat pula teori yang mengatakan bumi datar yang merupakan hipotesis pseudo-ilmiah yang seringkali dibicarakan. Pembahasan mengenai hal tersebut beserta sistem tata surya lainnya dapat kamu temukan pada buku Eksplorasi Tata Surya. Teori Pembentukan Tata Surya Tata surya yang merpakan sebuah kesatuan sistem yang di dalamnya terdapat kumpulan benda langit termasuk matahari, planet, satelit, dan masih banyak lagi.

Pembahasan lebih dalam mengenai tata surya beserta bumi dapat kamu temukan pada buku karya Danang dibawah ini dengan judul Bumi Dan Tata Surya. Terdapat dua golongan teori yang mengemukakan pendapatnya tentang proses terbentuknya tata surya diantaranya adalah Golongan pertama yang berpendapat tata surya berasal nebula atau kabut asap sementara Teori yang mendukungnya ialah teori kabut dari Piere Simon de Laplace dan Immanuel Kant, serta teori planetisimal dari Moulton dan Chamberlin.

Keduanya kemudian berpendapat bahwa tata surya berasal dari materi Matahari. Teori ini kemudian mendukung teori ini sendiri diantaranya teori pasang surut yang dikemukakan oleh Buffon dan teori awan debu yang dikemukakan oleh Carl von Weizsaecker. Teori Nebula Teori kabut (nebula) ini mengungkapkan terbentuknya tata surya melalui tiga tahap, dimana pada mulanya Matahari dan planet masih berbentuk kabut yang besar dan sangat pekat. Kabut ini kemudian berputar dan berpindah dengan kuat sehingga kemudian terjadilah suatu pemadatan pada pusat lingkaran yang selanjutnya terbentuklah matahari.

Pada saat yang sama materi lain terbentuk dengan massa yang lebih kecil yaitu planet yang kemudian bergerak mengelilingi matahari. Gerakan berputarnya planet pada suatu orbit yang sama dan tetap ini kemudian membentuk suatu susunan tata surya (keluarga matahari). Teori ini dikemukakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1724-1804 (seorang ilmuwan dan filsuf Jerman) ialah orang yang pertama kali mengemukakan teori nebula.

Menurutnya, tata surya terbentuk dari gumpalan kabut yang terdiri dari beragam gas. Pada mulanya gas-gas bermassa besar ini menarik gas dengan masa kecil di sekelilingnya hingga akhirnya membentuk gumpalan gas menyerupai cakram.

Gumpalan gas ini kemudian mengalami penyusutan sehingga terjadilah perputaran kabut yang kian cepat. Gumpalan kabut dengan massa besar ini sendiri berada di pusat cakram menjadi Matahari, sementara gas-gas di sekitarnya mengalami penurunan suhu dan menyusut membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari. Teori Planetesimal Teori planetesimal dikemukakan pada tahun 1905 oleh Moulton dan Chamberlin.

Seperti teori Moulton, Kant-Laplace dan Chamberlin yang memiliki anggapan tata surya ini berasal dari kabut. Namun, berbeda dengan teori Kant-Laplace ia menyatakan terdapat gumpalan kabut berbentuk bola, Chamberlin dan Moulton menyatakan gumpalan kabut yang membentuk tata surya berbentuk pilin atau spiral hingga akhirnya terbentuklah kabut pilin.

Kabut pilin ini sendiri terdiri dari butiran material yang disebut sebagai planetesimal yang setiap diantaranya memiliki lintasan orbit bebas hingga pada akhirnya terjadilah tumbukan antara planetisimal. Dikarenakan tumbukan yang berulang serta gaya gravitasi, terjadilah penumpukan planetesimal hingga menjadi gumpalan lebih besar.

Gumpalan terbesar ini sendiri berpusat di kabut pilin hingga pada akhirnya menjadi matahari, sementara gumpalan-gumpalan yang lebih kecil kemudian menjadi planet-planet yang kemudian berevolusi mengelilingi matahari. Teori Pasang Surut Lebih dikenal dengan teori Hipotesis Tidal James-Jeffreys. Teori pasang surut ini kemudian dikemukakan pada tahun 1707-1788 oleh Buffon. Ia mengemukakan tata surya berasal dari materi matahari yang kemudian bertabrakan dan terlempar ke sebuah komet. Teori ini kemudian dilanjutkan pada tahun 1919 oleh Sir James Jeans dan Harold Jeffreys.

Jefferys dan Jeans ini menyatakan pendapat bahwa sebuah bintang besar yang mendekati Matahari akan menyebabkan efek pada kabut Matahari, yaitu efek pasang. Bintang besar ini kemudian menimbulkan kekuatan yang dapat menarik dan melepaskan massanya yang sebagian kepada Matahari hingga akhirnya berputar, pecah dan mendingin perlahan menjadi satelit dan planet seperti sekarang ini. Teori Awan Debu (Proto Planet) Carl von Weizsaecker, Seorang ahli astronomi Jerman pada tahun 1940-an mengemukakan pendapatnya dalam teori protoplanet tentang terbentuknya tata surya melalui teorinya ini.

Teori ini sendiri disempurnakan pada tahun 1950-an oleh Gerard P. Kuiper, teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari melakukan perbaikan terhadap teori-teori sebelumnya.

Teori yang paling banyak diterima orang karena dianggap memenuhi syarat untuk keadaan yang ditemukan, baik di dalam maupun di luar tata surya. Dasar teori protoplanet sendiri adalah matahari dan planetnya yang berasal dari kabut gas. Kabut gas ini sendiri tersebar tipis-tipis di angkasa dalam jumlah banyak. Karenanya pengaruh gaya tarik antarmolekul teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari kabut gas tersebut, perlahan-lahan kabut ini kemudian menjadi gumpalan yang kian padat.

Keadaan ini sendiri disebabkan oleh gerak gas yang berputar dengan tidak beraturan pada kumpulan kaubt. Namun, gerak ini kemudian menjadi perlahan dan berputar yang memadatkan dan memipihkan kabut. Salah satu gumpalan yang mengalami pemampatan di tengah, sementara gumpalan yang kecil kemudian hanyut di lingkungan sekitarnya.

Gumpalan di tengah inilah yang kemudian kita ketahui sebagai Matahari. Teori Ledakan Maha Dahsyat (Big Bang) Pada tahun 1948 Teori Bigbang ini diungkapkan oleh Ralph Alpher, George Gamow, dan Robert Herman yang kemudian menyatakan alam semesta ini memiliki dimensi tak terbatas, ia tidak memiliki awal, dan abadi. Dengan memberi dasar bagi filosofi materialis, pandangan ini kemudian menyangkal Sang Pencipta, menyatakan semesta sebagai kumpulan materi yang konstan, tidak berubah-ubah dan stabil.

Namun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi abad ke-20 kemudian menghancurkan konsep-konsep primitif ini. Pada awal abad ke-21 dimana sejumlah pengamatan, perhitungan, dan percobaan fisika modern telah mencapai suatu kesimpulan dimana seluruh alam semesta serta dimensi waktu, muncul sebagai hasil ledakan raksasa yang terjadi dalam kurun waktu tertentu dan sekejap saja.

Alam pada ini kemudian menjadi materi namun dan berubah menjadi materi yang sangat kecil dan padat, massanya sendiri tekanannya besar dan sangat berat karena adanya reaksi inti hingga kemudian terjadi suatu ledakan yang cukup hebat. Massa ini sendiri kemudian berserakan dan terus mengembang dalam waktu yang sangat cepat dan menjauhi pusat ledakan serta membentuk kelompok-kelompok dengan berat jenis yang lebih kecil dan terus bergerak menjauhi titik pusatnya.

Dentuman besar ini sendiri terjadi saat seluruh materi kosmos dengan kerapatan yang besar dan suhu yang sangat tinggi dari volume yang sangat kecil. Alam semesta sendiri terlahir dari singularitas fisis dengan keadaan yang ekstrim.

Teori Big Bang ini sendiri kian menguatkan pendapat bahwa alam semesta ini sendiri pada mulanya tak ada tetapi kemudian pada sekitar 12 milyar tahun yang lalu dan tercipta dari ketiadaan. Peristiwa ini sendiri dikenal dengan Ledakan Maha Dahsyat ”Big Bang”, dan membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya ini sendiri tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal.

Teori Apungan Teorinya Pergeseran Benua-Benua dan Apungan diungkapkan oleh perhimpunan ahli geologi Frankfurt Jerman. Dipopulerkan bentuk buku pertama kalinya pada tahun 1915 dengan judul Dje Ensfehung der Konfjnenfe und Ozeane yaitu Asal Usul Lautan dan Benua.

Buku ini sendiri menimbulkan kontroversi besar pada lingkungan ahli geologi, hingga akhirnya mereda pada tahun enam puluhan usai teori Apungan Benua dari Wegener ini kian banyak mendapat dukungan.

Wegener sendiri mengemukakan teori ini dengan pertimbangan: • Terdapat kesamaan antara garis kontur pantai timur benua Amerika Utara dan benua Selatan dengan garis kontur Afrika serta pantai barat Eropa. Kesamaan pola garis kontur pantai ini sendiri menunjukkan bahwa sesungguhnya Benua Amerika Utara dan Selatan dan Eropa serta Afrika dahulu berbentuk daratan yang saling berhimpitan.

Berdasarkan fakta formasi geologi yang terdapat di bagian-bagian yang bertemu ini dan kesamaannya. Keadaan ini sendiri telah dibuktikan kebenarannya. Formasi geologi di sepanjang pantai Afrika Barat dari tanjung Afrika Selatan dan Sierra Leone sama dengan formasi geologi di pantai Timur Afrika, dari Bahia Blanca dan Peru.

• Benua-benua ini dahulu disebut juga sebagai Benua Pangea yang kemudian pecah karena gerakan benua besar selatan yang bergerak ke arah barat dan ke arah utara menuju khatulistiwa. Daerah ini sendiri kemudian bergerak dengan kecepatan 36 m/tahun menjauhi daratan Eropa sementara Kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 m/tahun.

Dengan peristiwa ini kemudian terjadilah hal-hal Bentangan-bentangan samudra serta benua yang mengapung secara terpisah-pisah. Samudra Atlantik sendiri menjadi semakin luas karena benua Amerika masih terus bergerak ke arah barat, sehingga terjadilah lipatan-lipatan kulit bumi yang menjadi jajaran pegunungan di selatan dan utara yang terdapat di sepanjang pantai Amerika Selatan dan Utara.

Aktivitas seismik luar biasa di sepanjang Patahan St. Andreas, yang berada di dekat pantai barat Amerika Serikat. Batas Samudra Hindia kian mendesak ke utara. Anak benua India ini juga terus menyempit dan mendekati Benua Eurasia, hingga akhirnya menimbulkan lipatan Pegunungan Himalaya.

Pergerakan benua ini sendiri hingga saat ini masih terus berlangsung dan dibuktikan dengan kian melebarnya celah di alur-alur bagian dalam samudra. Teori Bintang Kembar Teori bintang kembar ini dikemukakan pada tahun 1930-an oleh seorang ahli astronomi Inggris R.A. Lyttleton. Teori ini sendiri menyatakan Matahari dahulu diduga memiliki sebuah bintang sebagai kembarannya.

Bintang yang menjadi kembaran Matahari itu kemudian meledak yang mengakibatkan terlemparnya sejumlah partikel. Akibat pengaruh gravitasi dari bintang kedua kepingnya kemudian bergerak mengelilingi bintang hingga pada akhirnya menjadi planet.

Sementara bintang yang tak meledak adalah matahari. Partikel yang terlempar ini kemudian menjadi dingin dan membentuk planet beserta satelit yang mengelilingi Matahari. Teori ini sendiri memiliki kekurangan berdasarkan analisis matematis yang dilakukan oleh para ahli dan menunjukan momentum anguler pada sistem tata surya saat ini hingga kemudian menghasilkan peristiwa tabrakan dua bintang.

Bumi yang sekarang kita tempati, dulunya tidak begini. Butuh miliaran tahun hingga Bumi bisa seperti sekarang. Mulanya hanya ada mikroba bersel tunggal yang muncul di samudra!

Setelahnya, berbagai bentuk kehidupan mulai berevolusi. Ada yang hilang seperti dinosaurus, namun juga ada yang hadir, yaitu manusia modern seperti kita. Perubahan juga terjadi pada bentang alam kita.

Pergeseran kerak Bumi membentuk gunung. Jika terdapat magma di bawahnya, pergeseran menciptakan gunung berapi. Endapan serpihan batu di sungai yang mengering bisa menjadi pegunungan. Tahukah kamu jika letusan gunung berapi di bawah laut dapat membentuk pulau? Ensiklopedia ini akan membantumu mengikuti perkembangan Bumi. Dari proses terbentuknya, fenomena alam, hingga kekayaan habitat Bumi. Kamu tidak akan melewatkan apa pun! Kamu akan melihat keindahan Gua Kristal dengan kristal tertinggi mencapai 12 m, hingga 3.000 menara batu di Wulingyuan, Tiongkok!

Masih banyak lagi yang bisa kamu jelajahi di ensiklopedia ini. Gambar dan foto yang indah akan mengajakmu seolah bertualang langsung ke setiap penjuru Bumi. Ensiklopedia Super Seru: Halo, Bumi! Ada apa saja di dalam Bumi? Bagaimana musim berganti?

Bagaimana siklus air? Mengapa hutan itu penting? Ada banyak sekali pertanyaan tentang Bumi. Pasti kamu luga ingin tahu! Buka lipatannya atau putar kertasnya dan temukan lawabannya di Ensiklopedia Super Serul Seri Smart Science : Sistem Tata Surya – Aku Ingin Menjadi Penjelajah Luar Angkasa Hamin dan Yeol telah menempuh perjalanan panjang di luar angkasa.

Teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari menjelajahi Planet Mars dengan menggunakan pesawat luar angkasa. Mereka pun sudah menyimpan beberapa foto untuk mengikuti Kontes Foto Planet Sistem Tata Surya. Ternyata, anak-anak yang membawa foto paling bagus, akan diberi hadiah bintang tim ekspedisi. Lalu, apakah mereka bisa memenangkan kontes foto tersebut? Seri Smart Science merupakan buku cerita dengan konten sains menarik yang dapat diakses melalui ponsel pintar. Anak akan mendapat pengalaman baru dalam belajar sains melalui cerita, video percobaan, animasi, dan aplikasi seru.

Artikel Lain Terkait Teori Pembentukan Bumi dan Tata Surya Kategori • Administrasi 5 teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari Agama Islam 127 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 22 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 19 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1 1.

Pembentukan jagat raya menurut teori Steady State menyatakan bahwa. a.

teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari

Alam semesta selalu berkembang dari waktu ke waktu dan keadaan berubah b. Terdapat keseimbangan materi penyusun yang selalu tetap dan tidak berubah c. Terdapat interaksi antarruang di dalam raya dan memungkinkan terbentuknya planet baru d. Alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir tetapi keadaanya tetap e.

Alam semesta diciptakan dari ketiadaan kemudian menjadi ada dan berkembang b. Terdapat keseimbangan materi penyusun yang selalu tetap dan tidak berubah 2. Menurut teori Dentuman Besar, jagat raya terbentuk karena. a. Jagat raya bersifat statis, tidak bermula dan berakhir b. Adanya tumbukan antara 2 massa gas yang bergerak berpapasan c. Jagat raya mengalami pergeseran spektrum merah dan meledak d. Adanya reaksi inti, yang menimbulkan ledakan dan mengalami pengembangan e. Jagat raya memiliki permulaan dan mengalami pengembangan d.

Adanya reaksi inti, yang menimbulkan ledakan dan mengalami pengembangan 3. Pernyataan: 1) gumpalan awan gas dan debu mengalami pemampatan membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin 2) galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan meredup, kemudian memampat yang didahului oleh keluarnya pancaran panas yang sangat tinggi 3) bagian tengah cakram gas itu berpilin lebih lambat dari bagian tepinya sehingga partikel di bagian tengah saling menekan 4) tidak bersifat statis semakin jauh jarak galaksi dari Bumi, semakin cepat proses pengembangannya 5) terbentuk karena siklus materi yang diawali dengan masa ekspansi disebabkan reaksi inti hidrogen Pernyataan yang berhubungan dengan teori pembentukan Jagatraya teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari pada angka.

a. 1, 2 dan 3 b. 1, 3 dan 5 c. 1, 4 dan 5 d. 2, 3 dan 4 e. 2, 4 dan 5 e. 2, 4 dan 5 4. Pembentukan jagat raya menurut Teori Big Bang didasarkan pada asumsi bahwa alam semesta berasal dari keadaan panas dan padat yang mengalami….

a. Gaya gravitasi antara materi dan planet b. Ledakan dahsyat dan mengembang c. Perubahan materi secara terus-menerus dan statis d. Pembentukan atom-atom hidrogen dan helium e. Pergeseran bintang-bintang di alam raya dan planet b.

Ledakan dahsyat dan mengembang 5. Terdapat anggapan bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa di antara berbagai galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh disebut.

a. Teori big bang b. Teori keadaan tetap c. Teori antroposentris d. Teori ledakan besar e. Teori galaktocentris c. Jagat raya mengembang 7. Teori Dentuman Besar dalam pembentukan Jagatraya adalah semua materi dan energi. a. Alam semesta sudah ada dan akan selalu ada untuk selamanya b. Berada dalam satu titik kemudian meledak dan mengembang c. Tidak hanya sama dalam ruang angkasa dan tidak ada perubahan yang terjadi d.

Alam semesta sudah ada dan akan berakhir pada kondisi yang tidak beraturan e. Terbentuk dari materi dan energi dan akan berakhir melalui proses kontraksi b. Berada dalam satu titik kemudian meledak dan mengembang 8. Pembentukan Jagat Raya menurut teori Big Bang didasarkan pada asumsi bahwa alam semesta berasal dari keadaan panas dan padat yang mengalami. a. Gaya gravitasi antar materi dan planet b. Ledakan dahsyat dan mengembang c.

Perubahan materi terus menerus dan statis d. Pembentukan atom-atom hidrogen dan helium e. Pergeseran bintang-bintang di alam raya dan planet b. Ledakan dahsyat dan mengembang 9. Di jagad raya terdapat gumpalan kabut yang berputar pelan.

Bagian tengah kabut tersebut lama-lama menjadi gumpalan gas yang menjadi matahari dan bagian kabut sekitarnya menjadi planet dan satelitnya, merupakan bunyi hipotesis….

teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari

a. Kabut b. Planetesimal c. Pasang surut gas d. Peledakan bintang e. Kuiper a. Kabut 10. Planet-planet terbentuk di Tatasurya karena adanya bagian dari Matahari di dekat sebuah bintang yang mahabesar. Sehingga kulit terluar dari Matahari terlepas dan membentuk planet-planet serta dipengaruhi oleh adanya proses pendinginan. Pendapat tersebut dikenal dengan .

A. teori Kant B. teori Nebular C. teori Planetesimal D. teori Pasang surut E. teori Proto planet C. teori PlanetesimalLLLLLLLLLLLLLLLLLL 11. Terdapat anggapan bahwa zat baru selalu teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari dalam ruang angkasa diantara berbagai galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh disebut .

A. teori big bang B. teori keadaan tetap C. teori antroposentris D. teori ledakan besar E. teori galaktocentris B. teori keadaan tetap 12. Pembentukan Tatasurya menurut teori Jeans dan Jeffieys mengatakan bahwa Tatasurya berawal dari .

A. kabut gas yang disebut nebula B. kabut yang berisi benda-benda padat yang disebut planetesimal C. pendinginan gas-gas hidrogen di sekitar Matahari D. ledakan sebuah bintang di sekitar matahari E.

pengaruh pasang surut oleh gaya tarik sebuah bintang Pembahasan E. pengaruh pasang surut oleh gaya tarik sebuah bintang 13. Alam semesta terjadi akibat ledakan dari satu gumpalat zat raksasa yang hebat kemudian pecah-pecah. Sehingga berkeping-keping dan terbentuk alam semesta dan benda-benda angkasa lainnya. Pernyataan ini merupakan . A. Steady state theory B. Oscilating theory C.

Big bang theory D. Nebular hypothesis E. Planetesimal theory Pembahasan C. Big bang theory 14 Teori Proto Planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari . A. gumpalan awan gas dan debu B. pasang surut dan surutt sebuah bintang C. masa Matahari yang terlempar dan membeku D. kabut yang berpilin dan terpecah mejadi planet E. kabut-kabut planetesimal dan membentuk planet E. kabut-kabut planetesimal dan membentuk planet 15.

Planet-planet yang terbentuk dari kabut mempunyai material padat yang berharnburan dan saling tarik menarik sehingga membentuk gumpalan padat yang disebut planet.

Pernyataan tersebut sesuai dengan A. teori Bintang Kembar B. teori Kant-Laplace C. teori Pasang Surut D. teori Planetesimal E. teori Keadaan Tetap Pembahasan B. teori Kant-Laplace 16. Teori dentuman besar (Big Bang Theory) mengatakan bahwa Jagat raya berawal dari .

A. ledakan besar sebuah masa tunggal B. gerakan galaksi-galaksi yang saling menjauh C. pengembangan Jagatraya yang diisi gas-gas hidrogen D. perputaran sebuah kabut gas yang sangat besar E. materi berupa gas yang saling bertabrakan C. zat baru senantiasa tercipta 18. Menurut teori Planetisimal, Tata surya terbentuk karena adanya . A. materi Matahari yang terlempar akibat bertumbukan dengan sebuah komet B.

bahan padat kecil yang mengelilingi inti yang berwujud gas bersuhu tinggi C. bintang kembaran Matahari yang meledak menjadi unsur gas D. gumpalan kabut yang tediri dari berbagai macam gas yang memadat E. bola kabut dengan suhu yang tinggi dengan perputaran lambat Pembahasan B.

bahan padat kecil yang mengelilingi inti yang berwujud gas bersuhu tinggi 19. Proses pembentukan Jagatraya menurut teori Big Bang adalah . A. bersifat statis yang tak ada permulaan atau akhir B. tidak berubah dalam ruang angkasa dan tidak berubah oleh waktu C. impuls kecil yang mengembang dan mengkerut seiring dengan lama waktu D. berasal dari massa sangat besar yang meledak karena adanya reaksi inti E. galaksi yang mengalami penggeseran spektrum merah D.

berasal dari massa sangat besar yang meledak karena adanya reaksi inti 20. Inti dari teori Keadaan Tetap dalam pembentukan Jagat raya adalah alam semesta . A. berevolusi dengan laju teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari dan materi selalu mengembang B. berotasi dengan laju tetap dan materi baru berubah C. memuai dengan laju tetap dan materi yang hilang diganti yang baru D.

meledak dengan laju tetap dan materi lama tidak digantikan E. menyusut dengan laju tetap dan materi baru digantikan Pembahasan B. berotasi dengan laju tetap dan materi baru berubah 21.

Matahari beserta Tata surya berasal dari kabut gas yang tersebar di angkasa dalam jumlah yang sangat banyak karena adanya pengaruh gaya tarik antarmolekul dalam kabut gas tersebut, pelahan-lahan kabut gas menjadi gumpalan-gumpalan makin padat. Teori tersebut adalah . A.

teori Awan Debu B. teori Pasang Surut C. teori Planetesimal D. teori Bintang Kembar E. teori Kabut Asap A. teori Awan Debu 22. Menurut teori dentuman Besar, jagat raya terbentuk karena . A.Jagat raya bersifat statis, tidak bermula dan berakhir B.Adanya tumbukan antara 2 massa gas yang bergerak berpapasan C.Jagat raya mengalami pergeseran sprektrum merah dan meledak D.Adanya reaksi inti, yang menimbulkan ledakan dan mengembang sangat cepat E.Jagat raya memiliki permulaan dan mengalami pengembangan D.Adanya reaksi inti, yang menimbulkan ledakan dan mengembang sangat cepat 23.

Menurut teori awan debu, Tata surya terbentuk karena . A. gumpalan kabut yang berbentuk spiral atau pilin B. kabut pilin yang menyusut dan membentuk bola gas C. gumpalan awan gas dan debu yang jumlahnya sangat banyak D. adanya materi Matahari yang terlempar akibat tumbukan dengan komet E. kembaran Matahari yang meledak menjadi unsur-unsur gas
tirto.id - Tata surya tempat manusia hidup terdiri atas matahari sebagai pusatnya dan 8 planet, meteorid, komet, serta asteroid yang mengelilinginya.

Delapan planet itu ialah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Semula Pluto juga dikategorikan sebagai planet yang mengelilingi matahari kita. Namun, sejak 2006, Pluto tidak lagi dikategorikan sebagai planet.

Mengutip penjelasan di laman Kemdikbud, setiap planet mengitari Matahari dalam sebuah lintasan elips disebut orbit planet. Orbit segenap planet hampir pada bidang yang sama. Johannes Kepler (1571–1630) meneliti gerak planet-planet dalam mengelilingi Matahari, kemudian merumuskannya dalam Hukum Kepler. Lokasi tata surya kita berada di tepi galaksi Bima Sakti dengan usia diperkirakan sudah mencapai 4,6 miliar tahun.

Adapun Bima Sakti yang memiliki miliaran bintang serupa matahari, hanya salah satu dari sejumlah galaksi yang sudah dikenali, selain Magelan, Andromeda dan lainnya. Salah satu topik dalam studi tentang tata surya adalah teori mengenai asal-usul pembentukannya. Dalam perkembangan sains modern, telah muncul sejumlah teori tentang pembentukan tata surya. Hingga kini teori-teori itu masih dianggap sebagai hipotesa. Berikut ini penjelasannya, mengutip ulasan yang dilansir laman Universitas Brawijaya.

1. Teori Kabut/Nebula Teori Nebula pertama kali dicetuskan oleh seorang filsuf, Immanuel Kant. Dalam bukunya yang yang berjudul “The Universal Natural History and Theories of The Heavens” pada tahun 1755, Kant menyampaikan bahwa kabut serta gas yang terdapat di angkasa berputar secara lambat hingga akhirnya membentuk cakram yang datar dan memiliki inti massa. Bagian tengah dari inti massa tersebut memiliki suhu yang tinggi dan berpijar, hingga membentuk matahari.

Serta inti massa bagian pinggir mengalami pendinginan dan secara perlahan berubah menjadi palnet yang mengorbit pada matahari. Pendapat berbeda disampaikan oleh astronom Prancis, Pierre Simon De Laplace. Dalam bukunya yang berjudul “Exposition of a World System” yang diterbitkan pada tahun 1796, ia menyampaikan bahwa tata surya berasal dari kabut gas yang berputar dengan cepat serta memiliki suhu tinggi.

Dengan kecepatan yang tinggi akhirnya membuat materi bola gas terlempar ke sekelilingnya. Bola-bola padat tersebut akhirnya berubah menjadi planet.

teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari

Sedangkan bola yang panas menjadi pusat peredaran planet, alias matahari. 2. Teori Awan Debu Tidak jauh berbeda dengan teori Nebula, teori Awan Debu yang dicetuskan oleh Carl Friedrich von Weizsacker mengansumsikan bahwa tata surya terbentuk dari kumpulan gas dan debu, sehingga akhirnya berputar menyerupai cakram dan bentuknya berubah menjadi planet. Pemampatan menjadi proses yang penting dalam teori Awan Debu. Karena dengan pemampatan, partikel debu tertarik ke bagian pusat awan hingga membentuk bola dan manjadi cakram.

Partikel yang berada di tengah cakram saling menekan sehingga menimbulkan panas dan menjadi pijar, yang menjadi matahari. Bagian luar yang berputar sangat cepat akhirnya terpecah dan menjadi palnet. Dalam perkembangan teori Awan Debu, sosok Gerard Peter Kuiper juga menjadi tokoh penting karena ia menyempurnakan teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari dari Carl Friedrich von Weizsacker.

3. Teori Planetesimal Dicetuskan Forest R Moulton dan Thomas C Chamberlin pada tahun 1905, teori ini menyampaikan bahwa matahari telah ada sejak awal. Lantas, ada sebuah bintang yang berukuran besar seperti matahari mengelilingi matahari. Karena gravitasi yang dimiliki oleh bintang tersebut, partikel yang dimiliki matahari akhirnya ikut terseret keluar. Partikel yang terseret jauh akhirnya mengambang di angkasa yang lama kelamaan menjadi planet lain. Sementara partikel yang tidak terseret akan kembali tertarik ke matahari.

4. Teori Pasang Surut Teori ini dikemukakan oleh James Jenas pada tahun 1917. Ia beranggapan bahwa bumi serta tata surya terbentuk karena adanya bintang lain yang mendekat ke matahari.

Hingga akhirnya bintang serta matahari hampir bertabrakan yang menyebabkan tertariknya materi dari bintang lain dan matahari. Materi-materi itu akhirnya terkondensasi menjadi planet. Namun pada tahun 1929, astronom Harold Jeffreys dan Henry Norris Russell membantah teori ini karena menganggap tidak mungkin terjadi tabrakan antara bintang lain dan matahari.

5. Teori Kondensasi Teori ini dikemukakan astronom Belanda, G.P Kuiper pada tahun 1950. Teori ini menyampaikan bahwa tata surya terbentuk karena adanya bola kabut raksasa yang berputar hingga menjadi cakram raksasa.

6. Teori Bintang Kembar Pada tahun 1956, Fred Hoyle menyampaikan bahwa tata surya tercipta karena adanya dua bintang besar yang berdekatan hingga akhirnya salah satu bintang tersebut meledak dan meninggalkan serpihan kecil. Karena gravitasi yang dimiliki oleh bintang, akhirnya serpihan hasil ledakan mulai mengelilingi bintang tersebut.
Kamu tau nggak sih, bagaimana asal mula tata surya terbentuk? Yuk, pelajari 5 teori pembentukan tata surya menurut para ahli!

Ada Teori Nebula, Planetesimal, Pasang Surut, Bintang Kembar, hingga Awan Debu, lho! -- Entah kenapa di negara ini, malam hari itu selalu identik dengan kegalauan. Sendirian, ngeliatin bintang, bengong, keingat masa lalu.

Ya, tidak bisa dipungkiri, kesunyian malam memang membuat banyak orang sering berkhayal. Tapi, pernahkah kamu berpikir: kok bisa sih, bintang dan planet-planet yang kita lihat itu ada di sana?

teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari

Lebih jauh lagi, pernah nggak kamu mikir, "Bagaimana ya, cara bumi ini terbentuk? Gimana bisa ada planet-planet yang melayang di angkasa, tapi nggak saling bertabrakan? Seperti apa sih, awal mulanya?" Ternyata, setelah ditelisik, sampai saat ini, ada 5 teori yang menjelaskan tentang awal mula pembentukan tata surya. Wah, ada teori apa aja, tuh?

Teori Nebula Ketika mencari tahu tentang Teori Nebula di internet, kita pasti akan menemukan nama Immanuel Kant. Selain sangat dikenal sebagai filsuf, Kant juga fokus mempelajari berbagai ilmu. Mulai dari geologi, astronomi sampai fisika. Pada karyanya di tahun 1755 yang berjudul “The Universal Natural History and Theories of the Heavens”dia mencetuskan teori yang menjelaskan tentang asal muasal tata surya. Dia berpendapat bahwa pada awalnyakabut dan gas yang ada di angkasa berputar lambat dan membentuk cakram datar dengan beberapa inti massa.

Nah, inti massa yang berada di tengah, memiliki suhu tinggi dan berpijar lalu membentuk matahari, sementara bagian inti massa di pinggirnya mengalami pendinginan dan perlahan-lahan berubah menjadi planet yang mengorbit pada matahari. Tentu, pada zaman itu, tidak hanya Kant yang berpikir tentang “Gimana sih proses munculnya tata surya?”. Ada juga seorang astronom asal Perancis bernama Pierre Simon De Laplace yang memikirkan tentang asal mula terbentuknya tata surya.

Dalam bukunya yang berjudul " Exposition of a World System " (1796), Laplace memberikan pernyataannya soal proses terbentuknya tata surya.

Berbeda dengan Kant yang berpikir kalau tata surya berasal dari kabut yang berputar lambat, Laplace berpendapat bahwa tata surya kita berasal dari kabut gas yang berputar cepat dan mempunyai suhu sangat tinggi. Kecepatan putaran kabut gas ini, akhirnya melemparkan berbagai materi bola gas ke sekelilingnya. Lama kelamaan, bola-bola padat ini berubah menjadi planet-planet dan sumber utama bola panas itu menjadi pusat peredaran planet yang kita kenal dengan matahari.

Sehingga, dapat disimpulkan teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari Teori Nebula merupakan teori yang menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari kabut pekat dan besar yang berputar, berpilin, dan terpadatkan menjadi matahari beserta planet-planet dan penyusun tata surya lainnya.

Teori Planetesimal Hayoo, kalau dari namanya, kira-kira kayak apa tuh, teori planetesimal? Baca juga: 5 Akibat Revolusi Bumi Bagi Kehidupan, Apa Saja itu? Teori ini dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1905. Pada teori ini, Moulton dan Chamberlin berpendapat bahwa pada mulanya, matahari merupakan bintang yang memang sudah ada sebelum penyusun sistem tata surya lainnya terbentuk, tapi pada saat itu belum diputuskan kalau namanya adalah matahari. Lalu, pada suatu waktu, ada sebuah bintang lain berukuran sebesar matahari yang lewat dan mengorbit dekat sekali dengan matahari.

Nah, berhubung si bintang gede ini punya gravitasi, akibatnya ada material matahari yang tertarik keluar. Material yang tidak terseret jauh, berhasil kembali masuk dan bergabung dengan matahari. Tetapi, material yang terseret jauh akhirnya hanya mengambang di angkasa. Kemudian, material-material yang mengambang ini lama-kelamaan mengumpul, menyatu, dan mengeras sehingga menjadi berbagai planet dan penyusun sistem tata surya lainnya.

teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari

Teori Pasang Surut Pasang surut? Bukannya itu air laut? Kok ada di angkasa? Apa hubungannya sama pembentukan tata surya? Eits, sabar dulu, guys. Tunggu dulu sebentar (Sumber: giphy.com) Hilangkan dulu bayangan kamu tentang laut-laut itu.

Teori pasang surut ini, sebenarnya mirip kayak teori planetesimal. Teori ini dikemukakan oleh James dan Jeffreys. Sama halnya dengan teori planetesimal, pada teori ini, matahari dianggap sebagai bintang yang memang sudah ada, hanya saja masih belum diputuskan kalau namanya adalah matahari.

Lalu, lewatlah satu bintang besar yang mengorbit dekat dengan matahari. Nah, kalau dalam teori planetesimal, gravitasi bintang besar ini membuat material-material matahari tertarik.

Sedangkan dalam teori pasang surut, gravitasi bintang besar yang lewat ini menarik gelombang pasang gas-gas panas matahari. Gelombang gas-gas matahari yang tertarik ini kemudian membentuk filamentyang pada akhirnya menjadi cikal bakal planet dan penyusun sistem tata surya lainnya.

Teori Bintang Kembar Teori ini mungkin cukup 'unik' dan berbeda dari sebelumnya. Teori ini dikemukakan oleh Raymond Arthur Lyttleton, seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris pada tahun 1956. Menurutnya, sebelum galaksi terbentuk, teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari dua 'bintang raksasa' di luar angkasa.

Iya, makanya disebut bintang kembar. Nah, salah satu dari dua bintang ini meledak dan hancur membentuk serpihan berupa batuan, gas, debu, dan berbagai material lainnya. Kemudian, pecahan dari bintang yang meledak tersebut mengambang-ambang di angkasa dan perlahan-lahan mengorbit ke bintang yang masih utuh. Pecahan-pecahan dari bintang yang meledak itu lama kelamaan menjadi planet beserta penyusun sistem tata surya lainnya, sementara bintang yang masih utuh (tidak meledak) kemudian menjadi matahari.

Teori Awan Debu Teori Awan Debu ( The Dust-Cloud Theory) pada awalnya dicetuskan oleh Carl Friedrich von Weizsӓckerkemudian teori ini 'disempurnakan' lagi oleh Gerald Peter Kuiper. Pada dasarnya, mereka mengatakan kalau tata surya terbentuk dari gumpalan awan dan debu dengan jumlah yang sangat banyak, yang berputar menyerupai cakram, lalu berubah bentuk menjadi planet dan matahari. Pada teori Awan Debu, proses yang terjadi adalah pemampatan atau penggumpalan.

Pada proses pemampatan ini, partikel debu tertarik ke bagian pusat awan, membentuk bola, dan lama kelamaan menjadi cakram. Nah, partikel yang berada di tengah cakram saling menekan, lalu menimbulkan panas dan menjadi pijar. Bagian tengah ini, kemudian menjadi matahari. Sementara bagian luarnya berputar dengan sangat cepat, lalu sampai pada titik di mana mereka terpental dan terpecah menjadi gumpalan yang lebih kecil. Bagian inilah yang pada akhirnya menjadi planet dan penyusun tata surya lainnya selain matahari.

Gimana, guys? Sekarang sudah tahu kan, tentang 5 teori pembentukan tata surya dan pencetusnya. Kira-kira teori mana nih, yang menurutmu paling masuk akal? Coba kamu jawab pada kotak pertanyaan di atas, ya! Nah, kalau kamu ingin mempelajari materi dalam bentuk video beranimasi, lengkap dengan rangkuman infografisnya, langsung aja tonton di ruangbelajar! Referensi: Wardiyatmoko. (2006).

Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga. Yasinto, Sindhu P. (2016). Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga. Artikel ini telah diperbarui pada 16 November 2021.Teori nebula disebut pula teori kondensasi merupakan salah satu teori pembentukan tata surya yang paling terkenal. Menurut teori nebula (teori kondensasi), planet-planet dan matahari berasal dari kabut pijar yang terpilin dalam jagad raya.

Karena perputaran, maka sebagian massa kabut terlepas dan membentuk gelang-gelang di sekeliling bagian utama gumpalan kabut tersebut. Suhu gelang-gelang tersebut lambat laun akan turun, sehingga akan membeku membentuk gumpalan yang lama-kelamaan akan memadat menjadi planet. Bagian dalam gelang-gelang tersebut ternyata masih berupa gas pijar dan disebut matahari.

Teori nebula dikemukakan oleh seorang filsuf Yunani yaitu Immanuel Kant, dan dalam waktu yang hampir bersamaan fisikawan Perancis yaitu Pierre Simon de Laplace juga mengemukakan hal yang hampir sama. Oelh karena itu, teori nebula atau teori kondensasi sering disebut dengan teori Kant-Laplace. Teori nebula menceritakan kejadian tersebut dalam tiga tahap, yaitu: a) Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan besar.

b) Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan sangat kuat. Pemadatan terjadi pada pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi lain juga terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari ang disebut planet. c) Materi-materi tersebut tumbuh semakin besar dan terus melakukan gerakan-gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk susunan keluarga matahari. Teori lain yang menjelaskan proses terbentuknya tata surya adalah Teori Planetesimal yang dikemukakan oleh dua orang ilmuwan Amerika, yaitu Thomas C.

Chamberlin dan Forest R. Moulton. Teori ini disebut teori planetesimal (planet-planet lecil) karena planet-planet terbentuk dari benda padat yang telah ada sebelumnya. Menurut teori ini, matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang sangat banyak. Pada suatu ketika ada bintang yang berpapasan pada jarak dekat. Sehingga terjadi pasang surut pada permukaan matahari maupun pada bintang tersebut. Ada sebagian dari massa matahari yang tertarik ke arah bintang. Pada waktu bintang menjauh, sebagian dari massa matahari ada yang jatuh ke permukaan bintang dan sebagian yang lainnya berhamburan ke ruang angkasa.

Teori Pasang Suruthampir sam dengan teori Planetesimal. Teori Pasang Surut dikemukakan oleh dua orang ilmuwan Inggris yaitu Sir James Jeans dan Harold Jefreys, mereka mengemukakan pendapat bahwa tata surya pada awalnya hanya matahari saja tanpa mempunyai anggota. Planet-planet dan anggota lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari tertarik dan terlepas oleh pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari.

Bagian yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu panjang (bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil) yang terus berputar mengeliling matahari, sehingga lama kelamaan mendingin membentuk gumpalan gas disekitar matahari.

Gumpalan-gumpalan inilah yang selanjutnya akan membentuk planet-planet. Teori Bintang Kembardikemukakan astronom Inggris bernama Lytleton.

Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya matahari merupakan bintang kenbar yang satu dengan lainnya saling mengelilingi, pada teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari masa melintas bintang lainnya dan menabrak salah satu bintang kembar itu dan menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet-planet yang mengelilingi bintang yang tidak hancur, yaitu matahari.

Teori ini dikemukakan oleh Carl von Weizsaecker kemudian disempurnakan oleh Gerard P. Kuiper pada tahun 1950. Teori Awan Debu (Proto Planet) menyatakan bahwa tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang terdiri atas debu dan gas (hidrogen dan helium). Ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan terjadinya penyusutan karena gaya tarik menarik dan gerakan berputar yang sangat cepat dan teratur, sehingga terbentuklah piringan seperti cakram. Inti cakram yang menggembung menjadi matahari, sedangkan bagian pinggirnya berubah menjadi planet-planet.

Ahli astronomi lainnya yang mengemukakan teori awan debu antara lain, F. L Whippel dari Amerika Serikat dan Hannes Alven dari Swedia. Menurutnya, tata surya berawal dari matahari yang berputar dengan cepat dengan pinggiran gas di sekelilingnya yang kemudian membentuk planet-planet yang beredar mengelilingi matahari.
Teori Proto Planet – Sahabat KonsepGeografi.net, kali ini akan kami share salah satu teori terbentuknya tata surya yaitu teori proto planet.

Teori proto planet tercetus sekitar tahun 1960, dan diperkirakan bertahan hingga tahun 1988. Ada beberapa asumsi mengenai teori proto planet yang menyebutnya sama atau mirip dengan teori awan debu. Jadi untuk lebih jelasnya, berikut ulasannya khusus sahabat. Teori Proto Planet Lihat Juga Konsep Lainnya: • Teori Awan Debu Terbentuknya Tata Surya.

• Teori Pasang Surut Terjadinya Tata Surya. • Teori Nebula serta Beberapa Ahli Pencetusnya. • Teori Planetesimal serta Pencetusnya. • Faktor yang Mempengaruhi Banyaknya Sinar Matahari Diterima oleh Permukaan Bumi.

Teori Proto Planet Dalam teori proto planet, yang disebut sebagai proto planet adalah planet berukuran seperti bulan, atau embrio planet yang berukuran lebih besar, yang terdapat dalam cakram protoplanet.

Mereka dianggap terbentuk dari planetisimal berukuran beberapa kilometer, yang secara gravitasi saling tarik-menarik dan bertabrakan. Menurut teori pembentukan planet, orbit-orbit protoplanet sedikit berpotongan satu sama lain sehingga terjadilah tabrakan berdampak besar dan selanjutnya secara bertahap membentuk planet-planet yang dominan.

Teori proto planet dikemukakan McCrea pada tahun 1960 dengan ide awal, pembentukan bintang dan planet harus dipertimbangkan secara bersamaan. Tak mungkin pembentukan planet dipertimbangkan tanpa memikirkan bagaimana bintang terbentuk. Untuk mendukung idenya, McCrea kemudian membangun teori untuk mendukung keberadaan idenya tersebut.

Teori tersebut (teori proto planet) menunjukkan pembentukkan sebuah sistem, bintang dan planet. Teori ini juga menunjukkan bagaimana bintang bisa memiliki sebagian besar massa dan planet-planet memiliki sebagian besar momentum sudut sistem. Titik awal yang digunakan McCrea adalah awan antar bintang yang terdiri dari gas dan debu yang akan membentuk galactic cluster. Sekitar 1% massa awan berbentuk buiran sedangkan sisanya merupakan campuran kosmik daro hidrogen dan helium.

Asumsinya awan berada dalam kondisi turbulensi supersonik. Tabrakan antar elemen terjadi didalamnya, mengakibatkan hampir seluruh massa awan memiliki daerah yang dipadatkan dan berisi gas. Dalam model awal pada tahun 1960, daerah yang dipadatkan tersebut disebut floccules dengan massa 3 kali massa Bumi.

Tahun 1988, McCrea memperbaharui modelnya dan meningkatkan massa floccules menjadi lebih dari 100 kali massa Bumi dan kemudian didesain ulang sebagai proto planet. Kemudian terdapat istilah blob akan dipakai untuk kumpulan massa tersebut sehingga dapat dibedakan dari proto planet, embrio (yang berasal dari coalesce blob) yang akan mengalami keruntuhan dan membentuk planet.

teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari

Di dalam awan, terjadi tubrukan inelastik antar blob yang mengakibatkan terjadinya coalesce dan blob tersebut akan bertumbuh menjadi kumpulan yang lebih besar. Di setiap daerah dalam awan, akan ada satu objek (kumpulan hasil coalesce / gabungan blob yang lebih besar dibanding materi dsekitarnya) di setiap daerah yang menjadi dominan dan menyerap hampir semua blobs yang ada disekitarnya, dan pada akhirnya membentuk proto bintang.

Proto bintang ini nantinya akan memulai perjalanan evolusinya di Deret Utama. Blobs yang kemudian menjadi proto bintang berasal dari berbagai arah, akibatnya momentum sudut yang dihasilkan juga akan berasal dari hasil acak kontribusi salah satu blobs.

Momentum sudut yang hilang akan dimiliki oleh beberapa blob atau kumpulan blob yang sudah terakresi menjadi satu, di orbit sekeliling proto bintang. McCrea menunjukkan dalam hal ini jumlah blob atau kumpulan yang dibutuhkan kecil dan mendekati jumlah planet yang teramati saat itu. Planet raksasa seperti Jupiter diperkirakan terbentuk dari hasil coalesce sejumlah blob.

McCrea juga mengasumsikan semua proto planet pada awalnya lebih masif dibanding planet yang tersisa saat ini dan tampaknya sebagian diantaranya mengalami kehilangan massa. Dalam proses keruntuhan, proto planet akan menjadi tidak stabil dan pecah menjadi 2 bagian dengan perbandingan massa 8 : 1. Spin momentum sudut proto planet akan tampak sebagai gerak relatif antara kedua fragmen yang mengitari pusat massa.

Dalam gerakannya, fragmen yang kurang masif akan memiliki gerak relatif 8 kali gerak fragmen yang lebih masif. Kecepatan lepas di bagian terluar Tata Surya sangat kecil dan menurut McCrea kehilangan massa yang terjadi hanya sedikit di daerah planet-planet utama dan meninggalkan sebagian besar massanya (planet) tetap stabil berotasi dengan spin (putaran) yang cepat.

Hasil lain dari keruntuhan proto planet ke dalam 2 bagian kecil, kedua bagian tersebut akan terkondensasi dan tertahan oleh fragmen yang lebih besar menjadi satelit dari sistem tersebut (fragmen yang lebih besar merupakan planet yang terbentuk).

Proses yang berbeda terjadi di bagian dalam sistem. Asumsinya, pemisahan rotasi akan mengambil alih setelah terjadinya pengumpulan materi dan terjadinya ketidakstabilan rotasi di inti. Disini objek akan terbentuk dan objek yang kecil ini tidak akan memiliki kecepatan lepas yang cukup karena berada terlalu dekat dengan Matahari. Menurut McCrea pemisahan inti yang membentuk planet tersebut adalah pasangan Bumi – Mars dan Merkurius – Venus.

Potensi Masalah yang dihadapi oleh teori ini, blobs haruslah stabil untuk beberapa lama untuk bergabung dan membentuk proto bintang atau kumpulan-kumpulan kecil Â. Selain itu harus ada demonstrasi yang menunjukkan kalau momentum sudut yang hilang setelah terbentuk proto bintang memang diambil oleh orbit proto planet dan bukan hal lainnya.

Selain itu mekanisme dasar yang diberikan McCrea tidak menjelaskan sistem planet yang datar dalam orbit lingkaran. Nach demikian share kali ini bagaimana hipotesis pembentukan tata surya menurut teori proto planet.

Namun saran dari kami bahwa untuk lebih mengerti penjelasan di atas, diharapkan sahabat Geografi membacanya secara berulang-ulang sambil sedikit demi sedikit memahaminya dengan baik.

Semoga bermanfaat. – Konsep Geografi
Daftar Isi • 7 Teori Pembentukan Bumi • 1. Teori Ledakan Besar ( The Big Bang Theory) • 2. Teori Bintang Kembar • 3. Teori Keadaan Tetap • 4. Teori Nebula • 5. Teori Teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari • 6. Teori Pasang Surut • 7. Teori Proto Planet • Pelajari Juga Bumi Sebagai Ruang Kehidupan 7 Teori Pembentukan Bumi 1.

Teori Ledakan Besar ( The Big Bang Theory) Teori Big Bang (warstek.com) Teori yang pertama dan paling terkenal adalah teori big bang. Big bang disini bukan big bang K-Pop ya kawan… Menurut teori big bang, jagat raya berawal dari adanya suatu massa yang sangat besar dengan berat jenis yang besar pula dan mengalami ledakan yang sangat dahsyat karena adanya reaksi pada inti masa.

Ketika terjadi ledakan teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari, bagian-bagian dari massa tersebut berserakan dan terpental menjauhi dari pusat ledakan. Setelah miliaran tahun kemudian, bagian-bagian yang terpental itu membentuk kelompok-kelompok yang dikenal sebagai galaksi-galaksi dalam sistem tata surya.

Salah satunya adalah galaksi Bima Sakti yang didalamnya terdapat planet Bumi. 2. Teori Bintang Kembar Teori Bintang Kembar (in.mashable.com) Menurut Raymond Arthur Lyttleton galaksi merupakan kombinasi dari bintang kembar. Dalam teori ini dikatakan bahwa terdapat dua bintang kembar sebelum akhirnya menjadi planet-planet.

Hal ini dikarenakan salah satu bintang tersebut meledak. Ledakan ini menyebabkan serpihan-serpihan material yang akhirnya terbentuk menjadi planet. Sementara Matahari merupakan bintang kembar yang tidak meledak, sehingga serpihan-serpihan tadi memiliki gaya gravitasi mengelilingi Matahari, salah satunya adalah Bumi. 3. Teori Keadaan Tetap teori keadaan tetap (id.wikipedia.org) Teori keadaan tetap bertolak belakang dengan teori Big bang. Teori ini mengatakan bahwa alam semesta selalu tampak sama dari sejak awal dan tidak akan berakhir.

Teori ini muncul karena adanya prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta dimanapun dan kapanpun akan tetap sama. Hal itu juga di dukung dengan hasil penemuan galaksi baru yang memiliki massa yang sama dengan galaksi yang bergerak menjauh.

Teori keadaan tetap merupakan teori yang populer di abad ke-20 dan dikemukakan oleh Sir Fred Hoyle, Thomas Gold, dan Sir Hermann Bondi. 4. Teori Nebula teori nebula (www.semanticscholar.org) Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant (1753) yang kemudian disempurnakan oleh Laplace (1796).

Sehingga teori ini juga dikenal dengan teori Kant-Laplace. Dalam teori ini, memaparkan bahwa langit dan tata surya berawal dari nebula atau kabut yang di dalam kabut tersebut terdapat gas hidrogen. Gaya tarik-menarik antar gas membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar sangat cepat.

Akibat dari perputaran yang sangat cepat mengakibatkan materi kabut di bagian khatulistiwa terlempar dan terpisah serta memadat yang disebabkan karena pendinginan.

teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari

Pada bagian yang terlempar ini menjadi planet-planet di dalam tata surya salah satunya adalah Bumi. 5. Teori Planetisimal teori planetesimal (www.haikudeck.com) Teori ini dikemukakan oleh Forest Ray Moulton dan Thomas C. Chamberlain. Dalam teori ini menyatakan bahwa Matahari sudah ada sejak awal. Hingga pada suatu titik ada bintang lain yang berukuran hampir sama melintas dekat dengan Matahari yang mengakiabatkan daya tarik pasang pada Matahari.

Akibat dari adanya daya tarik tersebut, mengakibatkan beberpa materi dari Matahari terlepas dan bertebaran pada orbitnya. Material inilah yang nantinya menjadi planet-planet yang mengitari Matahari.

salah satunya adalah Bumi. 6. Teori Pasang Surut teori pasang surut (fyine.com) Teori pasang surut pertama kali ditemukan oleh James Jeans dan Harold Jeffrey (1918). Dalam teori ini mengatakan ada sebuah bintang besar mendekati Matahari dalam jarak yang dekat dan menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh Matahari yang pada saat itu masih berupa kumpulan gas. Proses pembentukan planet terjadi teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari bintang tersebut mendekat Matahari yang mengakibatkan gelombang raksasa pada tubuh Matahari yang disebabkan oleh gaya tarik bintang.

Gelombang yang membentuk lidah pijar akan mengalami perapatan gas hingga terpecah menajdi planet-planet. 7. Teori Proto Planet teori proto planet (informazone.com) Teori Proto Planet dicetuskan oleh Carl Von Weizsaeker dan disempurnakan oleh Gerard Kuiper menyatakan bahwa tata surya berasal dari gumpalan debu dan gas. Gumpalan debu dan gas ini kemudian memadat sehingga membentuk sebuah gumpalan bola. Partikel-partikel yang berada di tengah saling menekan satu sama lain, sehingga menimbulkan panas dan berpijar.

Bagian inilah yang menjadi awal dari Matahari. Sedangkan partikel lainnya membentuk planet-planet, salah satunya yaitu Bumi. Nah itulah 7 teori pembentukan Bumi yang paling terkenal, bagaimana sudah jelas bukan? Jika masih ada yang ingin ditanyakan terkait teori-teori di atas silahkan tanyakan di kolom komentar yaa… Pelajari Juga Bumi Sebagai Ruang Kehidupan • Home • AKSES SEMUA MATERI Daftar Isi • 7 Teori Pembentukan Bumi • 1.

Teori Ledakan Besar ( The Big Bang Theory) • 2. Teori Bintang Kembar • 3. Teori Keadaan Tetap • 4. Teori Nebula • 5. Teori Planetisimal • 6. Teori Pasang Surut • 7. Teori Proto Planet • Pelajari Juga Bumi Sebagai Ruang Kehidupan Cari untuk:

Soal dan Pembahasan PAS Geografi Kelas X SMA MA Semester 1




2022 www.videocon.com