Fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat

fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat

KOMPAS.com - Istilah bank bukan merupakan kata yang asing. Bank dijadikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai transaksi yang berhubungan dengan keuangan.

Misalnya pembayaran, penagihan atau tempat menyimpan. Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, definisi bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan.

Selain itu juga menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan. Dalam buku Bank dan Lembaga Keuangan (2010) karya Irsyad Lubis, bank secara harfiah berasal dari bahasa Italy, yakni banco artinya bangku. Pada zaman dahulu, bangku digunakan oleh para banker untuk melakukan kegiatan operasional melayani masyarakat atau nasabah.

Istilah tersebut berkembang hingga menjadi bank. Fungsi bank Fungsi perbankan terbagi menjadi dua, yaitu: • Fungsi bank secara umum Bank menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan kembali pada masyarakat untuk berbagai tujuan atau dikenal sebagai Financial Intermediary. Baca juga: Bank Syariah Mandiri Berencana Melantai di Bursa Tahun Ini • Fungsi bank secara khusus Di sini fungsi bank terbagi menjadi tiga, yakni: • Agent of trust Bank membawa kepercayaan, dinilai sebagai lembaga yang mengandalkan kepercayaan sebagai kunci dan dasar utama kegiatan perbankan.

Kepercayaan tersebut terkait segala operasional yang menyangkut kepentingan nasabah. Masyarakat menitipkan dana pada bank berarti sudah memiliki kepercayaan terhadap lembaga keuangan tersebut. Kepercayaan tersebut dengan tujuan, masyarakat selaku nasabah bisa mengambil uang sewaktu-waktu tanpa masalah, tanpa adanya ketakutan bank akan bangkrut, dan sebagainya.

Kepercayaan tersebut juga dilakukan oleh perbankan kepada nasabah dalam hal peminjaman. Pihak bank akan melakukan penilaian terhadap kemampuan pengembalian pinjaman yang diambil oleh nasabah.

• Agent of development Hal ini karena bank mampu memberikan kegiatan yang mengajak masyarakat untuk melakukan investasi, distribusi, konsumsi, atau jasa yang menggunakan uang sebagai medianya. Baca juga: Gara-gara Fintech, Pertumbuhan Kredit Bank Mandiri Melambat Semua kegiatan perbankan akan memengaruhi pembangunan perekonomian masyarakat.

fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat

Sektor riil dan moneter adalah dua sektor yang saling memengaruhi. Jika salah satu kurang baik, maka salah satunya juga tidak akan baik • Agent of service Bank menawarkan berbagai jasa keuangan, seperti jasa penyimpanan dana, pemberian pinjaman, dan lainnya. Di sini bank merupakan penghimpun dana masyarakat yang ditujukan untuk masyarakat, sehingga jasa yang ditawarkan harus berkaitan dengan kegiatan perekonomian masyarakat.

Jenis-jenis bank Jenis bank dibagi menjadi lima sesuai dengan klasifikasinya, yaitu: • Jenis bank dari fungsi Menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998, jenis bank dilihat dari fungsinya terbagi menjadi tiga, yaitu: • Bank sentral Badan keuangan milik negara yang bertanggung jawab mengatur dan mengawasi kegiatan lembaga keuangan. Serta menjamin kegiatan tersebut akan menciptakan kegiatan ekonomi yang stabil.

• Bank umum Bank yang melaksanakan kegiatan usaha perbankan secara konvensional dan atau berdasarkan pada prinsip syariah yang kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Sifat umum pada bank umum adalah memberikan seluruh jasa perbankan yang ada dan beroperasi hampir di seluruh wilayah Indonesia. • Bank perkreditan rakyat (BPR) Bank yang melaksanakan kegiatan perbankan secara konvensional maupun prinsip syariah di mana dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Baca juga: Selain ASEAN, Bank Mandiri Kaji Rencana Ekspansi ke Korea Kegiatan BPR lebih sempit dibandingkan bank umum. BPR hanya menghimpun dan dan penyaluran dana saja. Bahkan dalam menghimpun dana, BPR tidak boleh menerima simpanan giro. • Jenis bank dari kepemilikan Dalam kepemilikan, bank terbagi menjadi empat yakni: • Bank milik negara atau pemerintah • Bank milik swasta nasional • Bank milik asing • Bank campuran • Jenis bank dari status Status yang dimaksud adalah kemampuan bank dalam melayani masyarakat dari segi jumlah produk, modal, hingga kualitas pelayanan Klasifikasi tersebut terbagi menjadi dua, yakni: • Bank devisa, bank yang dapat melakukan transaksi hingga keluar negeri atau kegiatan perekonomian dengan mata uang asing.

• Bank non devisa, bank yang tidak memiliki layanan transaksi hingga lintas negara yang luas. Biasanya hanya bisa dilakukan dengan negara-negara tertentu. • Jenis bank fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat penentuan harga Berdasarkan penentuan harga, bank terbagi menjadi dua yakni: • Bank konvensional Menerapkan sistemharga sesuai suku bunga atau yang biasa dikenal sebagai spread base, serta metode fee base yang artinya menghitung biaya yang dibutuhkan.

• Bank syariah Menerapkan sistem perjanjian sesuai hukum Islam dengan pihak terkait dalam penyimpanan dana dan berbagai kegiatan perbankan lainnya.

Sistem prinsip syariah di antaranya: • Pembiayaan menggunakan prinsip bagi hasil • Pembiayaan dengan prinsip penyertaan modal • Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan • Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni • Menerapkan prinsip dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas baran yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain.

Berita Terkait AliPay dan WeChat Masuk Indonesia 2020, Ini Tanggapan GoPay Jokowi Minta Perbankan Segera Turunkan Suku Bunga Kredit Inikah Dua Sosok Kuat Calon Dirut Bank Mandiri? Diubah Menjadi Perbankan Digital, BCA Suntik Bank Royal Rp 700 Miliar Cara Anda Menggunakan Kartu Kredit Menunjukkan Karakter Diri Sendiri Berita Terkait AliPay dan WeChat Masuk Indonesia 2020, Ini Tanggapan GoPay Jokowi Minta Perbankan Segera Turunkan Suku Bunga Kredit Inikah Dua Sosok Kuat Calon Dirut Bank Mandiri?

Diubah Menjadi Perbankan Digital, BCA Suntik Bank Royal Rp 700 Miliar Cara Anda Menggunakan Kartu Kredit Menunjukkan Karakter Diri Sendiri • Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Reksa Dana Baru • Simpanan • Tabungan • Tabungan Berjangka • Tabungan Syariah • Deposito • Deposito Syariah • E-Money • Semua • Kartu • Aplikasi • Artikel • Promo • Lainnya • Daftar Pusat Service • Daftar Bengkel Asuransi • Lembaga Keuangan • Daftar Istilah • Ruang Edukasi • Blog • Masuk - Daftar • Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Masuk Daftar Lembaga keuangan bernama bank bukan sesuatu yang asing lagi pada masa kini.

Keberadaan bank sangat memiliki fungsi yang besar di sekitar kehidupan manusia. Jika dahulu bank hanya dikenal bagi pihak-pihak yang ingin menabungkan sebagian uangnya, kini fungsi dan kegiatan operasional bank semakin beragam. Secara sederhana, bank kini sudah mengaakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat akan jasa keuangan. Mulai dari mentransfer dana secara real time antar rekening, pembayaran dan penerimaan gaji, pembayaran terhadap barang dan jasa, sampai melakukan investasi keuangan dapat dilakukan melalui lembaga ini.

Tidak hanya dimiliki pemerintah, pihak-pihak swasta kini juga membangun layanan perbankan. Bank yang dimiliki pemerintah biasanya berbentuk Badan Usaha Milik Negara. Di Indonesia, bank-bank demikian contohnya adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Nasional Indonesia (BNI), juga Bank Mandiri.

Sementara itu, bank swasta dihadirkan oleh pelaku usaha dalam negeri maupun luar negeri. Banyaknya bank memberikan variasi pilihan bagi pihak-pihak yang ingin menabung ataupun berkegiatan keuangan lainnya. Bank dipilih karena lembaga ini dianggap aman dan kredibel dalam menjaga dan mengelola uang yang telah disetorkan oleh nasabahnya. Sebagian orang menjadikan bank sebagai tempat menabung semata. Menyimpan uang di bank dianggap aman karena bisa mencegahnya dari pencurian ataupun pemakaian fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat sendiri yang kelewat batas.

Di sisi lain, banyak orang mengharapkan mendapat bunga dari kegiatan menabungnya di bank. Sebagian kecil lainnya mulai menyadari bahwa fungsi bank lebih dari sekadar menyimpan uang. Mereka mulai melirik bank untuk melakukan berbagai transaksi keuangan.

Dari yang sebagian kecil ini, beberapa pihak menyadari bahwa bank dapat dijadikan sarana untuk melakukan investasi. Bentuk investasi di bank bisa dilakukan melalui produk deposito yang memberikan bunga lebih besar dibandingkan tabungan biasa.

Ada pula sebagian orang lainnya yang memanfaatkan jasa perbankan untuk melakukan kredit. Bank memang menyediakan berbagai produk kredit yang menawarkan kemudahan bagi masyarakat, mulai dari kredit tanpa agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sampai Kredit Pemilikan Kendaraan. Berbagai produk pinjaman ini dihadirkan dengan bunga yang kompetitif sehingga masyarakat sering kali merasa terbantu sebab dengan pinjaman dari bank, mereka dapat memiliki barang yang mereka butuhkan dan inginkan.

Berbagai kemudahan yang diberikan oleh bank ini tidak terlepas dari tujuan lembaga perbankan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Dalam peraturan itu disebutkan, tujuan perbankan nasional adalah menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat. Tujuan penting dari bank tersebut membuat lembaga keuangan ini harus menjalankan fungsinya dengan baik.

Jika ada yang berpikir bahwa bank hanyalah lembaga yang mencari profit semata, tentu anggapan itu salah. Sebab dari penjabaran Undang-Undang tentang Perbankan tersebut, terdapat tiga fungsi utama yang harus dijalankan oleh tiap bank guna mendukung pembangunan nasional. Fungsi bank menurut undang-undang perbankan : 1.

Menghimpun Dana Masyarakat Menghimpun Dana Masyarakat via figures.boundless.com Kegiatan untuk menghimpun dana masyarakat ini dilakukan bank dengan membuka berbagai produk tabungan. Diharapkan dengan produk tersebut, masyarakat lebih sadar dengan cara penyimpanan uang yang benar dan lebih aman. Tidak hanya tabungan biasa, bank juga menghadirkan pilihan produk berupa deposito yang dianggap dapat mengakomodasi keinginan masyarakat yang ingin menyimpan uangnya sekaligus menginvestasikannya.

Produk yang satu ini menawarkan bunga lebih tinggi, namun dengan setoran yang lebih tinggi pula dibandingkan produk tabungan biasa. 2. Menyalurkan Dana Kepada Masyarakat Menyalurkan Dana Masyarakat via g.foolcdn.com Dana yang dihimpun dari masyarakat oleh bank tentu tidak hanya dibiarkan mengendap. Jika hanya dibiarkan tanpa dikelola, tentu tidak ada yang namanya bunga kepada nasabah. Tujuan untuk membantu pelaksanaan pembangunan nasional dan pemerataan pembangunan juga tidak dapat terwujud.

Untuk memenuhi tujuan tersebut, bank juga berfungsi menjadi penyalur dana kepada masyarakat yang membutuhkan layanan keuangan dari lembaga tersebut. Penyaluran dana oleh bank dilakukan dengan penyediaan berbagai fasilitas kredit. Dengan memanfaatkan fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan dapat menyejahterakan kehidupannya dan menghasilkan usaha untuk mendukung pembangunan nasional. 3. Menyediakan Layanan Jasa Bank Menyediakan Jasa Layanan Bank via esquireglobalcrossings.com Menyadari bahwa bukan hanya kredit yang dapat menjadi upaya untuk mewujudkan pembangunan nasional yang merata, bank akhirnya difungsikan pula untuk menyediakan berbagai layanan jasa yang memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan.

Awalnya, bank menyediakan layanan jasa transfer untuk memudahkan pengiriman uang dari satu daerah ke daerah lain hingga ke luar negeri.

Namun seiring waktu, layanan bank kini semakin beraneka ragam. Layanan bank kini sudah dapat dinikmati masyarakat dari berbagai kelas. Dengan layanan jasa tersebut, masyarakat dimudahkan untuk melakukan berbagai transaksi pembayaran maupun pembelian. Contohnya saja, kini bank menyediakan layanan pembayaran listrik, telepon, sampai pembelian tiket transportasi.

Dengan layanan tersebut, alur pembayaran maupun menjadi lebih jelas dan aman. Ketiga fungsi bank dijalankan dalam berbagai kegiatan operasional yang menunjang.

Untuk melakukan kegiatan secara fungsinya, ada dua jenis bank yang perlu diketahui, yakni bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR).

Berikut adalah beragam kegiatan operasional yang dilakukan oleh bank menurut kedua jenis lembaga keuangan tersebut. Baca Juga : 8 Langkah Menabung di Bank Kegiatan Operasional Bank Umum Salah Satu Bank Umum Di Indonesia via vibiznews.com Jenis bank yang satu ini adalah bank yang melaksanakan kegiatan mengumpulkan dana serta memberikan layanan jasa keuangan kepada masyarakat.

Bank umum juga melakukan melakukan berbagai kegiatan yang dapat menunjang lalu lintas pembayaran, mulai dari telepon, listrik, hingga asuransi. Secara hemat dan sederhana, ada lima kegiatan operasional yang dapat dilakukan oleh bank umum. Berikut kegiatan-kegiatan bank umum yang dilakukan untuk menjalankan fungsi utama perbankanya. 1. Penghimpunan Dana Jelas sekali fungsi utama bank umum adalah mengumpulkan dana dari masyarakat.

Upaya untuk menjalankan fungsi tersebut dilakukan dengan cara mengeluarkan berbagai produk keuangan untuk menyimpan dana, mulai dari tabungan, giro, sampai deposito. 2. Pemberian Kredit Meskipun pada fungsi awalnya bank umum hanya menghimpun dan menyediakan layanan jasa perbankan, kini bank umum sudah dapat menyalurkan kredit kepada masyarakat.

Kredit ataupun pembiayaan tersebut diberikan dalam berbagai produk, mulai dari kredit untuk pembelian rumah sampai kredit tanpa agunan.

3. Pemindahan Dana Kegiatan operasional yang satu ini dilakukan untuk menyediakan layanan jasa guna pemerataan pembangunan nasional.

fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat

Pemindahan yang dilakukan oleh bank dilakukan untuk kepentingan lembaga itu sendiri maupun guna kepentingan nasabah. Contoh produk dari kegiatan operasional ini berupa transfer antar daerah ataupun pengiriman uang ke luar negeri. 4. Penyimpanan Barang dan Surat Berharga Kegiatan bank umum untuk menjalankan fungsi layanan jasa dihadirkan pula dengan penyediaan tempat penyimpanan untuk barang dan surat berharga yang lebih aman dibandingkan disimpan di rumah ataupun pihak yang sulit diminta pertanggungjawabannya.

Contohnya adalah bank menyediakan safety box yang ditujukan bagi masyarakat yang hendak mengamankan harta bendanya di bank. 5. Penempatan Dana Bank umum juga melakukan penempatan dana nasabah kepada nasabah lain dalam bentuk surat berharga.

Tidak seperti saham ataupun reksana, surat berharga yang dikeluarkan bank tidak tercatat di bursa efek.

fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat

Kegiatan Operasional Bank Perkreditan Rakyat Contoh Bank Perkreditan Rakyat via googleusercontent.com Dari namanya sebenarnya Anda sudah dapat menebak fungsi apa yang dijalankan oleh bank jenis ini.

Pada awalnya, Bank perkreditan rakyat ditujukan untuk menjalankan fungsi penyaluran dana kepada masyarakat. Seiring pertumbuhannya, kini Bank perkreditan rakyat juga melakukan banyak kegiatan operasional yang tujuannya tidak sebatas penyaluran dana. Jika bank umum memiliki lima kegiatan operasional utama dalam roda layanannya, berbeda dengan bank perkreditan rakyat.

Hanya ada empat kegiatan operasional dalam jenis bank yang satu ini. 1. Penghimpun Dana Sama seperti bank umum, kini bank perkreditan rakyat juga dapat menghimpun dana dari masyarakat. Penghimpunannya dilakukan dengan mengeluarkan berbagai produk simpanan, seperti tabungan berjangka, deposito, ataupun bentuk lainnnya yang dipersamakan dengan simpanan.

2. Pemberian Kredit Sesuai namanya, kegiatan operasional yang satu ini menjadi dominan dalam bank perkreditan rakyat. Bank ini menyediakan berbagai layanan pemberian kredit kepada masyarakat, mulai dari desa maupun kota. Layanan kredit yang diberikannya lebih beragam dan lebih berbunga rendah dibandingkan bank umum biasa. 3. Penyediaan Dana Menurut Otoritas Jasa Keuangan atau OJK salah satu kegiatan operasional Bank Perkreditan Rakyat adalah menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan Prinsip Syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

4. Penempatan Dana Setelah mendapat dan menyalurkan dana, bank perkreditan rakyat juga melakukan kegiatan penempatan dana untuk memastikan dana tersebut dapat menghasilkan profit yang bermanfaat bagi pihak bank, negara, hingga masyarakat sendiri. Penempatan dana tersebut bisa dengan produk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, hingga produk lainnya. Baca Juga : Peraturan Bank Indonesia Tentang Kepemilikan dan Limit Kartu Kredit Perbedaan Bank Umum Dengan Bank Perkreditan Rakyat Melihat berbagai kegiatan operasional dari dua jenis bank menurut fungsinya tersebut, dapat diketahui bahwa kegiatan yang ada di bank umum dan tidak ada di bank perkreditan rakyat adalah operasional mengenai penyimpanan surat dan barang berharga.

Meskipun demikian, kini bank umum dan bank perkreditan rakyat mampu menjalankan ketiga fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat bank yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Tidak ada lagi pembagian yang terlihat khusus pada kedua bank tersebut. Kategori • Asuransi • Asuransi Jiwa • Asuransi Kendaraan • Asuransi Kesehatan • Asuransi Perjalanan • Asuransi Umum • BPJS • Belanja • Berita • Bisnis • Deposito • Dokumen Anda • Emas • Fintech • Gaya Hidup • Info Umum • Inspirasi • Investasi • Karir • Kartu Kredit • Keluarga • Kredit HP • Kredit Mobil • Kredit Motor • Kredit Multiguna • Kredit Pemilikan Rumah • Kredit Tanpa Agunan • Kuis • Liburan dan Kuliner • Otomotif • Pajak • Peluang Usaha • Pendidikan • Perbankan • Pernikahan • Pinjaman • Properti • Quotes Motivasi • Ragam • Reksadana • Review Handphone • Saham • Seputar Ramadan • Siaran Pers • Tabungan • Tips Bisnis • Tips Kesehatan • Tips Keuangan • Unit Link • Wawancara Khusus • Wirausaha Selengkapnya
Bank adalah lembaga keuangan yang fungsi dan kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada pihak yang memerlukan dana, serta beberapa jasa lain seperti mengedarkan dan mengawasi mata uang, tempat penyimpanan benda-benda berharga, serta memperlancar lalu lintas transaksi pembayaran.

Istilah bank berasal dari bahasa Italia, yaitu banca yang berarti tempat penukaran uang. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No.10 tahun 1998 tentang Perbankan, pengertian bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Bank merupakan suatu badan usaha yang menghimpun dana masyarakat (funding), menyalurkannya dalam bentuk kredit (lending), serta memberikan jasa pelayanan kepada masyarakat. Perbankan memiliki kedudukan yang strategis, yakni sebagai penunjang kelancaran sistem pembayaran, pelaksanaan kebijakan moneter dan pencapaian stabilitas sistem keuangan, sehingga diperlukan perbankan yang sehat, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pengertian Bank Berikut definisi dan pengertian bank dari beberapa sumber buku: • Menurut Abdurrachman (2014), bank adalah suatu jenis lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, membiayai usaha perusahaan-perusahaan. • Menurut Kasmir (2008), bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya.

• Menurut Dendawijaya (2003), bank adalah suatu badan usaha yang tugas utamanya sebagai lembaga perantara keuangan (financial intermediaries), yang menyalurkan dana dari pihak yang kelebihan dana kepada pihak yang kekurangan dana pada waktu yang ditentukan.

• Menurut Ismail (2011), bank adalah lembaga keuangan yang fungsi utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat, menyalurkan dana kepada masyarakat dan memberikan pelayanan dalam bentuk jasa-jasa perbankan. • Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2012), bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak-pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran.

Tujuan dan Fungsi Bank Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No.10 tahun 1998 tentang Perbankan, tujuan utama bank adalah untuk menunjang pelaksanaan pembangunan dalam meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.

Adapun fungsi bank adalah: • Penghimpun dana masyarakat. Penghimpun dana masyarakat bisa berbentuk simpanan (deposito berjangka), giro, tabungan, dan lain-lain yang dipersamakan dengan itu. • Menyalurkan dana masyarakat. Menyalurkan dana masyarakat bisa berbentuk kredit atau yang dipersamakan dengan itu. Menurut Kasmir (2012), terdapat tiga fungsi utama bank, yaitu: • Sebagai badan perantara dalam perkreditan berfungsi sebagai penerima kredit atau berupa uang yang dipercayakan masyarakat seperti tabungan, giro dan deposito.

• Sebagai badan yang memiliki kemampuan mengedarkan uang baik uang giral maupun uang kartal. • Sebagai intermediary finance yaitu perantara dari pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana. Adapun beberapa fungsi dan tujuan bank secara detail adalah sebagai berikut: a. Penciptaan uang Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan posisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter.

Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral. b. Mendukung kelancaran mekanisme pembayaran Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran. Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.

c. Penghimpunan dana simpanan masyarakat Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

d. Mendukung kelancaran transaksi internasional Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang atau jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara.

Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah. e. Penyimpanan barang-barang berharga Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box).

Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga. f.

fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat

Pemberian jasa-jasa lainnya Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank sebagai tempat pembayaran.

Jenis-jenis Bank Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No.10 tahun 1998 tentang Perbankan, bank dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut (Kasmir, 2012): a. Jenis bank berdasarkan fungsinya Berdasarkan fungsinya, bank dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: • Bank Umum.

Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada.

Begitu pula dengan wilayah operasinya dapat dilakukan di seluruh wilayah. Bank umum sering disebut bank komersil (commercial bank). • Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Artinya di sini kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum. b. Jenis bank berdasarkan kepemilikannya Berdasarkan kepemilikannya, bank dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: • Bank milik pemerintah.

Bank milik pemerintah merupakan bank yang akte pendiriannya maupun modal bank ini sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga keuntungannya dimiliki oleh pemerintah pula.

• Bank milik swasta nasional. Bank milik swasta nasional merupakan bank yang seluruh atau sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional, sehingga keuntungannya menjadi milik swasta pula. • Bank milik koperasi. Bank milik koperasi merupakan bank yang kepemilikan saham-sahamnya oleh perusahaan yang berbadan hukum koperasi.

Contoh bank milik koperasi adalah Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin). • Bank milik asing. Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik swasta asing atau pemerintah asing. Jelas kepemilikannya pun dimiliki oleh pihak luar negeri. • Bank milik campuran. Kepemilikan saham bank campuran dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional. Kepemilikan sahamnya secara mayoritas dipegang oleh warga negara Indonesia.

c. Jenis bank berdasarkan status Berdasarkan statusnya, bank dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: • Bank devisa. Bank devisa merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan, misalnya transfer ke luar negeri, inkaso ke luar negeri, travellers cheque, dan pembayaran L/C. Persyaratan untuk menjadi bank devisa ditentukan oleh Bank Indonesia. • Bank non devisa. Bank non devisa adalah bank yang belum mendapat izin dari Bank Indonesia untuk memberikan pelayanan lalu lintas pembayaran dalam dan luar negeri seperti bank devisa.

d. Jenis bank berdasarkan cara menentukan harga Berdasarkan cara menentukan harga, bank dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: • Bank berdasarkan prinsip konvensional. Ini adalah mayoritas bank yang berkembang di Indonesia dewasa ini adalah bank yang berorientasi pada prinsip konvensional.

Bank yang berdasarkan prinsip konvensional menetapkan bunga sebagai harga dan mengenakan biaya dalam nominal atau persentase tertentu (fee base). Bank konvensional mendapatkan keuntungan dengan cara menetapkan bunga sebagai harga, baik untuk simpanan giro, tabungan maupun deposito.

Harga untuk pinjaman (kredit) juga ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga. Sedangkan penetapan keuntungan untuk jasa bank lainnya ditetapkan biaya fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat nominal atau prosentase tertentu. • Bank berdasarkan prinsip syariah. Bank yang berdasarkan prinsip syariah menggunakan aturan perjanjian menurut hukum islam dalam pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah), pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah), prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah), pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah) atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).

e. Jenis bank berdasarkan kantor Selain itu menurut Kasmir (2012), berdasarkan lokasi, lingkup kegiatan dan kepadatan transaksi, kantor bank dapat dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu: • Kantor Pusat.

Merupakan kantor di mana semua kegiatan perencanaan sampai kepada pengawasan terdapat di kantor ini. Setiap bank memiliki satu kantor pusat dan kantor pusat tidak melakukan kegiatan operasional sebagaimana kantor bank lainnya, akan tetapi mengendalikan jalannya kebijaksanaan kantor pusat terhadap cabang-cabangnya.

Dapat diartikan pula bahwa kegiatan kantor pusat tidak melayani jasa bank kepada masyarakat umum. • Kantor Cabang Penuh. Merupakan salah satu kantor cabang yang memberikan jasa bank paling lengkap. Dengan kata lain, semua kegiatan perbankan ada di kantor cabang penuh dan biasanya kantor cabang penuh membawahi kantor cabang pembantu.

• Kantor Cabang Pembantu. Merupakan kantor cabang yang berada di bawah kantor cabang penuh dimana kegiatan jasa bank yang dilayani hanya sebagian saja. Perubahan status dari cabang pembantu ke cabang penuh dimungkinkan apabila memang cabang tersebut sudah memenuhi kriteria sebagai cabang penuh dari kantor pusat. • Kantor Kas. Merupakan kantor bank yang paling kecil dimana kegiatannya hanya meliputi teller/kasir saja.

fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat

Dengan kata lain, kantor kas hanya melakukan sebagian kecil dari kegiatan perbankan dan berada di bawah cabang pembantu atau cabang penuh. Bahkan sekarang ini banyak kantor kas yang dilayani dengan mobil dan sering disebut kas keliling. Sumber Dana Bank Menurut Dendawijaya (2003), dana di bank dapat berasal dari beberapa sumber, yaitu sebagai berikut: a. Dana sendiri (dana pihak pertama) Dana sendiri adalah dana yang berasal dari para pemegang saham atau pemilik bank.

Dana sendiri terdiri dari sebagai berikut: • Modal yang disetor. Modal yang disetor yaitu jumlah uang yang disetor secara efektif oleh pemegang saham pada waktu bank berdiri. Bank mencari tambahan modal untuk mencapai ketentuan modal minimum (Capital Adequacy Ratio) dengan cara melakukan penjualan saham (go public). • Cadangan-cadangan. Cadangan-cadangan adalah sebagian dari laba bank yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang akan digunakan untuk menutup timbulnya risiko dikemudian hari.

• Laba yang ditahan. Laba yang ditahan adalah bagian laba yang menjadi milik pemegang saham, akan tetapi oleh rapat umum pemegang saham diputuskan untuk tidak dibagi dan dimasukkan kembali dalam modal bank.

b. Dana pinjaman (dana pihak kedua) Dana pinjaman adalah dana yang berasal dari pihak luar yang terdiri dari sebagai berikut: • Pinjaman bank lain (interbank call money).

Pinjaman dari bank lain adalah pinjaman yang berasal dari bank lain di dalam negeri yang diminta bila ada kebutuhan dana mendesak yang diperlukan bank, misalnya untuk menutup kewajiban kliring. • Pinjaman bank atau lembaga keuangan di luar negeri. Pinjaman dari bank atau lembaga keuangan di luar negeri adalah pinjaman dalam jangka menengah yang realisasinya harus melalui persetujuan BI yang bertindak sebagai pengawas kredit luar negeri (PKLN).

• Pinjaman Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Pinjaman dari LKBB biasanya berbentuk surat berharga yang dapat diperjualbelikan sebelum tanggal jatuh tempo. • Pinjaman Bank Indonesia. Pinjaman dari Bank Indonesia adalah pinjaman yang diberikan oleh Bank Indonesia sesuai dengan syarat dan kewajiban yang berlaku.

fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat

c. Dana masyarakat (dana pihak ketiga) Dana masyarakat adalah dana yang berasal dari masyarakat, baik perorangan maupun badan usaha yang diperoleh bank dengan menggunakan instrument produk simpanan yang dimiliki oleh bank. Dana masyarakat dihimpun dalam bentuk giro, deposito, tabungan. • Giro (demand deposits). Giro adalah simpanan pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.

• Deposito (time deposits). Deposito adalah simpanan berjangka yang dikeluarkan oleh bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan jangka waktu yang telah dijanjikan sebelumnya.

• Tabungan (savings). Tabungan adalah simpanan pihak ketiga yang dikeluarkan oleh bank yang penyetoran dan penarikannya hanya dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masingmasing bank.

Kegiatan Bank Menurut Purnamawati, dkk (2014), kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh bank antara lain adalah sebagai berikut: • Penghimpunan dan penyaluran dana. Keberhasilan suatu bank dalam memenuhi maksud tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat pada bank yang bersangkutan, perkiraan tingkat pendapatan yang akan diperoleh oleh penyimpan dana, pelayanan yang diberikan oleh bank kepada penyimpan dana.

• Penggunaan dana. Dana yang telah dihimpun sebagian besar berasal dari deposan yang menimbulkan kewajiban bagi bank untuk membayar imbal jasa berupa bunga. Berdasarkan kebutuhan itu dan untuk memperolah penerimaan dalam rangka menutup biaya-biaya lain maka bank mengalokasikan dananya dalam berbagai bentuk aktiva dengan berbagai macam pertimbangan.

• Kebijakan penghimpunan dan penggunaan dana. Biaya yang dikeluarkan dalam menghimpun dana harus lebih kecil daripada penerimaan yang diperoleh dari penyaluran dana.

• Kredit bank. Kredit yang dimaksud disini adalah pemberian fasilitas pinjaman (bukan berdasarkan prinsip syariah) kepada nasabah, baik berupa fasilitas pinjaman tunai (cash loan) misalnya bank garansi dan letter of credit. • Kliring. Merupakan pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar bank baik atas nama bank maupun nasabah yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.

• Abdurrachman. A. 2014. Ensiklopedia Ekonomi Keuangan Perbankan. Jakarta: Pradya Paramitya. • Ismail. 2011. Perbankan Syariah. Jakarta: Kencana. • Kasmir. 2008. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: Raja Grafindo Persada. • Kasmir. 2012. Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: Raja Grafindo Persada • Ikatan Akuntan Indonesia. 2012. Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Buku Satu. Jakarta: Salemba Empat. • Dendawijaya, Lukman. 2003. Manajemen Perbankan.

Jakarta: Ghalia Indonesia. • Purnamawati, I Gusti Ayu, dkk. 2014. Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya. Yogyakarta: Graha Ilmu. Pengertian Bank – Menurut Bank Indonesia sesuai UU Perbankan 1992, struktur perbankan di Indonesia terdiri atas bank umum dan BPR. Perbedaan utama keduanya adalah kegiatan operasionalnya. Simak lebih banyak penjelasan mengenai Bank, mulai dari pengertian, fungsi dan fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat ini Grameds.

Check these out! Daftar Isi • A. Pengertian Bank • B. Pengertian Bank Menurut Ahli • 1. Pierson • Anda Mungkin Juga Menyukai • 5. Menurut F.E. Perry • 6. Menurut Hasibuan (2005:2) • 7. Selain itu Kasmir (2008:2) • 8.

fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2002 : 31.1) • 9. Menurut J.D Parera (2004 : 137) • 10. Menurut Sommary • 11. A. Abdurracham • C. Fungsi Perbankan • D. Jenis Jenis Bank • 1. Jenis-jenis Fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat Menurut Fungsinya • a. Bank Perkreditan Rakyat • b. Bank Sentral • c. Bank Umum • 2. Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya • a. Bank Campuran • b. Bank Asing • c.

Bank Pemerintah • d. Bank Swasta Nasional • f. Bank Koperasi • 3. Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya • a. Bank Konvensional • b. Bank Syariah • c. Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Bentuk Badan Usaha • a. Bank berbentuk Koperasi • b. Bank berbentuk Perusahaan Perseorangan • c.

Bank berbentuk Perseroan Terbatas (PT) • d. Bank berbentuk Firma • E. Jasa Perbankan • • Kategori Ilmu Ekonomi • Materi Terkait A. Pengertian Bank Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca yang berarti tempat penukaran uang.

Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir.

Industri ini menjadi lebih kompetitif karena diregulasi peraturan. Saat ini, bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan deposan. Bank dapat diartikan juga sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat bentuk-bentuk lain nya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Digitalisasi juga mendisrupsi sektor perbankan, di mana kita melihat transisi dari jaringan distribusi: kantor cabang (fisik), layanan telepon perbankan (analog) dan layanan internet dan mobile banking (digital).

Untuk membantu Grameds lebih memahami bank dan ruang lingkupnya serta berbagai lembaga keuangan lainnya, buku Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya hadir untuk membantu dalam penyelesaian permasalahan tersebut.

B. Pengertian Bank Menurut Ahli Menurut Dr. B.N. Ajuha, Pengertian Bank adalah Tempat menyalurkan modal dari mereka yang tidak dapat menggunakan secara menguntungkan kepada mereka yang dapat membuatnya dapat lebih produktif untuk dapat keuntungan masyarakat. Berikut ini pengertian bank menurut para ahli: 1. Pierson Menurut Pierson, seorang ahli ekonomi dari Belanda, bank adalah badan atau lembaga yang menerima kredit.

Bank menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk giro, deposito berjangka dan tabungan. Simpanan dari masyarakat tersebut kemudian dikelola dengan cara menyalurkannya dalam bentuk investasi dan kredit kepada badan usaha swasta atau pemerintah. Rp 97.000 Dari kegiatan tersebut, bank memperoleh keuntungan berupa deviden atau pendapatan bunga yang dapat digunakan untuk membayar biaya operasional dan mengambangkan usaha.

2. UU No. 10 Tahun 1998 Pengertian Bank Menurut UU No.10 Thn 1998 ialah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan juga menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau juga bentuk-bentuk lainnya dalam rangka untuk meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. 3. Thomas Mayer, James D. Duesenberry dan Z. Aliber Bank adalah lembaga keuangan yang sangat penting bagi kita, menciptakan beberapa uang dan mempunyai berbagai aktivitas yang lainnya. Frederic S.

Mishkin, mengemukakan dalam bukunya The Economics Of Money, Banking, And Financial Marketsbahwa Bankers are financial institution that accept money deposits and make loans.

Included under the term banks are firms such as commercial banks, savings and loan associations, mutual savings banks, and credit unions. 4. RG. Howtery dalam bukunya Currency on Credit Menyatakan bahwa uang di tangan masyarakat berfungsi sebagai alat penukar (medium exchange) dan sebagai alat pengukur nilai (standard fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat value). Masyarakat memperoleh alat penukar (uang) berdasarkan kredit yang diperoleh oleh badan perantara utang dan piutang, yaitu bank.

Dari pendapat ini, dapat disimpulkan suatu definisi bank, yaitu badan perantara kredit. 5. Menurut F.E. Perry Bank adalah suatu badan usaha yang transaksinya berkaitan dengan uang, menerima simpanan (deposito) dari nasabah, menyediakan dana atas setiap penarikan, melakukan penagihan cek-cek atas perintah nasabah, memberikan kredit dan atau menanamkan kelebihan simpanan tersebut sampai dibutuhkan untuk pembayaran kembali.

6. Menurut Hasibuan (2005:2) Pengertian bank adalah: “Bank adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset keuangan (financial assets) serta bermotif profit juga sosial, jadi bukan hanya mencari keuntungan saja”. 7. Selain itu Kasmir (2008:2) Berpendapat bahwa “Bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan kemudian menyalurkan kembali ke masyarakat, serta memberikan jasa-jasa bank lainnya”.

8. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2002 : 31.1) Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang memerlukan dana, serta lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran”.

9. Menurut J.D Parera (2004 : 137) Defenisi bank adalah sebagai berikut : Di Indonesia, sebagaimana diatur dalam undang-undang yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan dana tersebut kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. 10. Menurut Sommary Bank adalah suatu badan yang berfungsi sebagai pengambil dan pemberi kredit, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurut Dendawijaya“Bank adalah suatu badan usaha yang tugas utamanya sebagai lembaga perantara keuangan yang menyalurkan dana dari pihak yang berkelebihan dana pada waktu yang ditentukan”. 11. A. Abdurracham Dalam bukunya Ensiklopedi Ekonomi Keuangan dan Perdagangan, A. Abdurrachman merumuskan definisi bank sebagai suatu lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti pinjaman, mengedarkan mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, membiayai usaha perusahaan, dan lain-lain.

Menurutnya bank adalah suatu usaha perdagangan yang menjual jasa penyimpanan uang dan pemberian kredit dengan tujuan mencari keuntungan yang wajar dari bermoral.

C. Fungsi Perbankan Beberapa manfaat perbankan dalam kehidupan: • Sebagai model investasi, yang berarti, transaksi derivatif dapat dijadikan sebagai salah satu model berinvestasi. Walaupun pada umumnya merupakan jenis investasi jangka pendek (yield enhancement).

• Sebagai cara lindung nilai, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai salah satu cara untuk menghilangkan risiko dengan jalan lindung nilai (hedging), atau disebut juga sebagai risk management.

• Informasi harga, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai sarana mencari atau memberikan informasi tentang harga barang komoditas tertentu dikemudian hari (price discovery). • Fungsi spekulatif, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan kesempatan spekulasi (untung-untungan) terhadap perubahan nilai pasar dari transaksi derivatif itu sendiri.

• Fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan gambaran kepada manajemen produksi sebuah produsen dalam menilai suatu permintaan dan kebutuhan pasar pada masa mendatang. Seperti yang dijelaskan diatas, dimana bank memiliki banyak fungsi ditengah masyarakat, Grameds dapat memperdalam mengenai konsep dasar mengenai perbankana serta lembaga keuangan lainnya melalui buku Bank Dan Lembaga Keuangan Edisi 2.

D. Jenis Jenis Bank Secara sederhana, cara kerja bank berawal dari tabungan yang disetorkan oleh nasabahnya. Dana yang terkumpul dari tabungan nasabah akan dipinjamkan ke pihak yang memerlukan modal dengan bunga yang lebih tinggi. Dana yang dikumpulkan tadi juga bisa diinvestasikan kembali ke instrumen investasi yang lain seperti surat utang pemerintah (obligasi).

Bunga yang didapat dari selisih peminjam atau hasil investasi dengan yang diberikan kembali ke nasabah inilah yang nantinya akan menjadi keuntungan pihak bank. 1. Jenis-jenis Bank Menurut Fungsinya a. Bank Perkreditan Rakyat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah jenis bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip-prinsip syariah, yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Kegiatan BPR ini jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum. Hal ini dikarenakan BPR dilarang menerima simpanan giro, kegiatan valas, dan perasuransian seperti yang dilakukan pada jenis bank secara umum. Tugas Bank Perkreditan Rakyat: • Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

• Memberikan kredit. • Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan Prinsip Syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. • Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan atau tabungan pada bank lain.

Dengan adanya potensi usaha pembiayaan mikro seperti BPR saat ini, banyak orang berlomba untuk mendirikan lembaga ini tanpa adanya pembelajaran komprehensif dan mendasar. Buku Pintar Pengelolaan BPR & Lembaga Keuangan Pembiayaan Mikro ini disusun dalam rangka memberikan salah satu alternatif panduan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam lembaga keuangan mikro.

b. Bank Sentral Bank sentral di suatu negara, pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut.

Fungsi dan peran bank sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan. Di Indonesia, fungsi bank sentral diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI). Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Untuk mencapai tujuan tersebut BI didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya.

Ketiga bidang tugas ini adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia.

Tugas Bank Indonesia: • Melaksanakan dan menetap kebijakan moneter. • Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. • Mengatur dan mengawasi kinerja bank-bank.

fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat

Dalam pelaksanaannya sendiri, dalam bank sentral terdapat kebijakan yang termasuk ke dalam dasar-dasar teori dan empiris kebijakan Moneter serta prinsip dan praktik yang berlaku. Pelajari itu semua dalam buku Kebijakan Bank Sentral : Teori & Praktik. c. Bank Umum Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Sifat jasa yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitu pula dengan wilayah operasinya dapat dilakukan di seluruh wilayah. Bank umum sering disebut bank komersial (commercial bank). Tugas Bank Umum: • Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan. • Menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman.

• Menerbitkan uang melalui pembayaran kredit dan investasi. • Menawarkan jasa-jasa keuangan seperti kartu kredit, cek perjalanan, ATM, transfer uang antar bank, dan lain sebagainya. • Menyediakan fasilitas untuk perdagangan antar negara atau internasional. • Melayani penyimpanan barang berharga. Grameds dapat mempelajari cara kerja yang ada pada bank umum serta penjelasan lainnya mengenai bank umum yang pastinya penting melalui buku Manajemen Bank Umum oleh Julius R.

Latumaerissa. 2. Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya a. Bank Campuran Bank campuran adalah jenis bank yang kepemilikan sahamnya bercampur antara pihak asing dan pihak swasta nasional. Saham bank ini sebagian besar dimiliki oleh warga negara Indonesia, namun sebagian juga dimiliki oleh pihak asing. Contoh Bank Campuran Bank ANZ Indonesi, Bank Commonwealth, Bank Agris, Bank BNP Paribas Indonesia, Bank Capital Indonesia, Bank Sumitomo Mitsui Indonesia dan Bank Windu Kentjana International b.

Bank Asing Bank asing merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik swasta asing atau pemerintahan negara asing. Kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri secara utuh. Contoh Bank Asing: Bank of America, Bangkok Bank, Bank of China, Citibank, Deutsche Bank, HSBC, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ. c.

fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat

Bank Pemerintah Bank pemerintah adalah bank yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Contoh Bank Pemerintah Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN). d. Bank Swasta Nasional Bank swasta adalah bank dimana sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta, pembagian keuntungannya juga untuk swasta nasional.

Bank swasta dibedakan menjadi dua, yaitu bank swasta nasional devisa dan bank swasta nasional nondevisa. Contoh Bank Swasta Nasional Bank Muamalat, Bank Central Asia (BCA), Bank Danamon, Bank Duta, Bank Nusa Internasional, Bank Niaga, Bank Universal, Bank Mega, Bank Bumi Putra f.

Bank Koperasi Bank milik koperasi adalah jenis bank yang kepemilikan sahamnya dimiliki oleh perusahaan yang berbadan hukum koperasi. Bank ini menerapkan asas-asas dan prinsip koperasi pada umumnya. Contoh Bank Koperasi adalah Bank Umum Koperasi Indonesia. 3. Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya a. Bank Konvensional Bank konvensional adalah jenis bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran secara umum berdasarkan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Bank konvensional pada umumnya beroperasi dengan mengeluarkan produk-produk untuk menyerap dana masyarakat, menyalurkan dana yang telah dihimpun dengan cara mengeluarkan kredit, pelayanan jasa keuangan, dan jasa-jasa lainnya. b. Bank Syariah Bank syariah merupakan jenis perbankan yang segala sesuatu yang menyangkut tentang bank syariah dan unit usaha syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

Berkaitan dengan bank syariah, ada dua konsep dalam hukum agama Islam, yaitu: larangan penggunaan sistem bunga, karena bunga (riba) adalah haram hukumnya. Sebagai pengganti bunga digunakan sistem bagi hasil. Prinsip-prinsip yang berlaku pada Bank Syariah: • Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah).

• Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah). • Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah). • Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah). • Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).

Miliki buku berjudul “Mengelola Bank Syariah (Cover Baru)” berikut ini untuk mempelajari lebih dalam mengenai institusi jasa keuangan syariah khususnya bagi para praktisi, akademisiserta stakeholder. c. Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Bentuk Badan Usaha a. Bank berbentuk Koperasi Bank jenis ini merupakan bank yang memiliki badan usaha berbentuk koperasi. Segala struktur dan susunan organisasi dalam bank dibentuk seperti sebuah koperasi pada umumnya.

b. Bank berbentuk Perusahaan Perseorangan Bank jenis ini merupakan bank yang memiliki badan usaha berbentuk perusahaan perseorangan. c. Bank berbentuk Perseroan Terbatas (PT) Bank jenis ini memiliki badan usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas atau PT. Segala struktur dan susunan organisasi dalam bank dibentuk seperti sebuah Perseroan Terbatas pada umumnya.

d. Bank berbentuk Firma Bank jenis ini merupakan bank yang memiliki badan usaha berbentuk firma. Segala struktur dan susunan organisasi dalam bank dibentuk seperti sebuah firma pada umumnya. Baca juga : Pengertian Pendapatan Nasional E. Jasa Perbankan Jasa perbankan diberikan untuk mendukung kelancaran menghimpun dan menyalurkan dana, baik yang berhubungan langsung dengan kegiatan simpanan dan kredit maupun tidak langsung.

Jasa perbankan lainnya antara lain sebagai berikut: • Jasa setoran seperti setoran listrik, telepon, air, atau uang kuliah • Jasa pembayaran seperti pembayaran gaji, pensiun, atau hadiah • Jasa pengiriman uang (transfer) • Jasa penagihan (inkaso) • Kliring • Penjualan mata uang asing • Penyimpanan dokumen • Jasa cek wisata • Kartu kredit • Kredit Jasa-jasa yang ada di pasar modal, seperti pinjaman emisi dan pedagang efek.

• Jasa Letter of Credit (L/C) • Bank garansi dan referensi bank • Jasa bank lainnya. Rekomendasi Tentang “Bank” : 1. Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya Beli Sekarang 2. Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya Beli Sekarang Terimakasih sudah membaca artikel berjudul “Pengertian Bank”, selanjutnya baca juga artikel berikut ini : Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
Fungsi utama bank di Indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat serta menyediakan layanan jasa perbankan.

Berikut yang termasuk kegiatan menghimpun dana dari masyarakat adalah …. A. untuk memudahkan transaksi bagi nasabah bank dengan memberikan kemudahan berupa sms banking dan e-banking B. bank mengeluarkan cek untuk memudahkan nasabah bertransaksi dalam jumlah yang besar C. bank memberikan kemudahan bagi nasabah untuk mengambil uang simpanannya dalam jumlah yang kecil dengan ATM D. bank memberikan kredit kepada masyarakat, baik fungsi utama bank di indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat bentuk kredit jangka panjang maupun kredit jangka pendek E.

bank menerima simpanan dari masyarakat berupa tabungan, deposito, dan giro Pembahasan : Yang termasuk kegiatan menghimpun dana dari masyarakat adalah bank menerima simpanan dari masyarakat berupa tabungan, deposito, dan giro.
Halo Dita P, kakak bantu menjawab ya :) Pembahasan Fungsi utama bank di Indonesia yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat serta menyediakan layanan jasa perbankan.

Kegiatan yang dilakukan oleh bank untuk menjalankan fungsi menghimpun dana masyarakat adalah dengan menyediakan produk tabungan bagi masyarakat. Bentuk tabungan yang ditawarkan bank pun berbeda-beda mulai dari tabungan konvensional, tabungan berjangka, tabungan giro, tabungan investasi, dan sebagainya. Terima kasih telah bertanya di Roboguru.

Semoga penjelasan ini dapat membantu kamu. Tetap semangat belajar dan selalu jaga kesehatan ya :) Buatlah jurnal pencatatan persediaan barang dagang menggunakan metode periodik dan perpetual tanggal 1 November dibeli secara kredit barang sembako dari PKP Toko Jaya sebanyak 800 unit dengan HPP Rp. 50.000.000 ditambah PPN 10%.

tanggal 10 November dikembalikan 20 unit barang sembako kepada Toko Jaya karena rusak. harga barang yang dikembalikan sebesar Rp. 1.200.000 Tujuan pembentukan organisasi dengan logo seperti gam bar adalah. a. mengatur dan memfasilitasi lalu lintas perdagangan antarnegara b. menjalin kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata c. memperkuat perdagangan dengan negara di Asia ,Tenggara dan negara lain d.

inembantu rekonstruksi dan pembangunan negara melalui fasilitas investasi produktif e. memajukan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Eropa dan Asia Pasifik

Nandito Utama Prasetya - Bank




2022 www.videocon.com