Manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah

manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah

. • News • Nasional • Internasional • Megapolitan • Finance • Keuangan • Makro • Bisnis • Sport • Soccer • All Sport • Lifestyle • Music • Film • Health • Seleb • Muslim • Travel • Otomotif • Techno • Multimedia • Video • Photo • Infografis • Indeks • Daerah • Aceh • Sumut • Sumsel • Jabar • Jateng • Yogya • Jatim • Bali • Kalbar • Sulsel • Babel • Lampung • Maluku • Papua • Sumbar • NTB • Sulut • Kalteng • Kalsel • Kaltim • Regional • • BACA JUGA: Mengenali Aplikasi Payroll dan Manfaatnya bagi Pengusaha dan Pekerja Jenis laporan yang pertama berupa real time atau dapat diartikan bahwa laporan tersebut dapat di-monitoring secara langsung.

Laporan jenis ini biasanya digunakan dalam bisnis untuk melihat setiap perubahan pada informasi secara langsung, serta tidak ada batasan waktu. Seperti halnya, seorang kepada customer service yang memonitoring lonjakan volume panggilan sehingga dapat menyelesaikan permasalahan tersebut secepatnya.

Dengan laporan jenis real time ini juga dapat meningkatkan produktivitas dari bisnis yang anda jalankan. 2. Ad Hoc Laporan ini hanya dibuat satu kali oleh pengguna untuk menjawab pertanyaan. Jika laporan tersebut berguna, maka anda dapat mengubah laporan tersebut menjadi laporan terjadwal. Laporan jenis ini hanya bisa digunakan sekali dan berfungsi untuk membuat laporan dalam jangka waktu yang pendek. Di dalam sebuah bisnis dibutuhkan sistem informasi kepegawaian yang dapat mengelola laporan secara cepat dan oleh sebab itu, sangat cocok untuk menggunakan ad hoc.

3. Dijadwalkan Laporan yang ketiga merupakan laporan yang dibuat secara berkala. Laporan terjadwal memungkinkan perusahaan atau organisasi untuk mengelola data secara berkala dari waktu ke waktu. Pemohon telah menyediakan untuk menarik dan mengatur data.

Contoh dari laporan yang dijadwalkan adalah seorang distributor dapat membandingkan angka penjualan dari toko yang berbeda dan menggunakan parameter yang berbeda. Hal tersebut dapat meningkatkan keuntungan dari bisnis serta dapat memonitoring kondisi pasar bisnis dengan baik. Kategori Management Information System (MIS) Sistem informasi kepegawaian memiliki pengertian yang sangat luas, sehingga dapat dikategorikan dalam sebuah sistem, di antaranya adalah sebagai berikut. 1. Business Intelligence System (BIS) Kategori ini biasanya akan digunakan oleh perusahaan yang membuat sistem keputusan bisnis berdasarkan pengumpulan, integrasi, dan analisis data serta informasi yang berhasil dikumpulkan.

Sistem ini mempunyai kesamaan dengan EIS, namun hanya manajer dan eksekutif tingkat bawah yang menggunakan BIS. 2. Executive Information System (EIS) Manajemen tingkat senior lebih sering menggunakan EIS untuk membantu dalam membuat keputusan untuk mempengaruhi organisasi. Hal yang perlu dipersiapkan oleh eksekutif adalah data dengan tingkat akurasi yang tinggi dan memiliki kemampuan untuk membaca data secara tepat dan akurat.

3. Customer Relationship Management (CRM) CRM menyimpan berbagai informasi mengenai pelanggan, meliputi penjualan, informasi kontak, serta peluang pendapatan yang diperoleh. Departemen pemasaran, layanan pelanggan, business analyst, dan tim penjualan akan sering untuk menggunakan sistem CRM.

4. Sales Force Automation System (SFA) Komponen khusus dari sistem SFA ini mampu untuk mengotomatisasikan banyak tugas yang dilakukan oleh tim atau departemen penjualan. Komponen tersebut mencakup manajemen kontak, pelacakan (tracking), pembuatan kontak, hingga manajemen pemesanan (order).

5. Financial Accounting System (FAS) Untuk kategori ini dikhususkan bagi tiap departemen yang bergerak di bidang akuntansi dan keuangan. Contoh tugas yang dilakukan adalah menghitung hutang dagang (AP) dan piutang dagang (AR).

6. Knowledge Management System (KMS) Sebuah layanan pelanggan dapat memanfaatkan KMS untuk menjawab setiap pertanyaan, serta memberikan solusi dari permasalahan yang ada. 7. Marketing Information System (MkIS) Tim pemasaran (marketing) menggunakan MkIS untuk dapat melaporkan efektivitas dari proses pemasaran yang telah dilakukan.

Selain itu, juga dimanfaatkan sebagai data yang dapat dianalisa untuk membantu marketing di masa yang akan datang. 8. Supply Chain Management System (SCM) Contoh perusahaan yang menggunakan SCM adalah bisnis retail dan manufaktur, yang mana digunakan untuk melacak aliran sumber daya, bahan dan layanan mulai awal pengembangan hingga proses pengiriman atau distribusi produk.

9. Transaction Processing System (TPS) Point of Sale (POS) juga termasuk ke dalam TPS, dimana sistem tersebut dapat memungkinkan wisatawan dapat mencari hotel atau tempat penginapan secara cepat dan berkualitas. Tugas seorang karyawan disini adalah menggunakan data sebaik mungkin untuk melaporkan tren penjualan secara bertahap.

10. Human Resource Management System (HRMS) Manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah yang terakhir ini, digunakan untuk melakukan pencatatan kinerja dari karyawan, serta menyusun laporan data gaji pegawai. Contoh Sistem Informasi Kepegawaian Berikut merupakan contoh dari sistem informasi kepegawaian untuk bisnis yang anda kembangkan: 1. Enterprise Resource Planning (ERP) Untuk sistem informasi kepegawaian ini sangat sering digunakan oleh perusahaan besar.

Tidak menutup kemungkinan, perusahaan kecil maupun rintisan juga dapat menggunakan sistem ini. ERP sendiri digunakan untuk memanajemen dan mengelola data yang terintegrasi antar unit dalam perusahaan. 2. Supply Chain Management (SCM) Sistem informasi kepegawaian ini sangat bermanfaat bagi pihak manajemen untuk melakukan integrasi data. Contohnya seperti manajemen suplai bahan baku dimulai dari pemasok, produsen, pengecer hingga konsumen. 3. Transaction Processing System (TPS) Sistem informasi kepegawaian yang selanjutnya adalah TPS yang berfungsi untuk melakukan proses data dalam jumlah besar serta transaksi yang besar dan dilakukan secara rutin.

Sistem ini sangat cocok untuk bisnis yang bergerak dalam hal keuangan seperti inventaris, bank, dll. 4. Office Automation System (OAS) Sistem informasi kepegawaian yang keempat adalah OAS yang digunakan untuk mempermudah dan memperlancar komunikasi antar departemen dalam satu perusahaan.

Kemudian, dapat mengintegrasikan antar server dalam perusahaan. Contohnya adalah penggunaan email. 5. Information Management System (IMS) Dalam sistem informasi kepegawaian ini mendukung proses spektrum tugas dalam organisasi. Yang dimaksud spektrum disini adalah menggabungkan beberapa tugas menjadi satu dan saling terintegrasi. Selain itu, IMS juga dapat menyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi seperti e-procurement.

Sistem ini sangat cocok untuk menganalisis sebuah informasi untuk mengambil keputusan. 6. Knowledge Work System (KWS) Sistem yang satu ini lebih mengarah dalam hal mengintegrasikan pengetahuan baru ke dalam sebuah organisasi atau entitas. Pengetahuan maksudnya adalah sebuah hal baru yang dapat meningkatkan produktivitas dalam bisnis yang anda jalankan.

7. Group Decision Support System (GDSS) dan Computer – Support Collaborative Work System (CSCWS) GDSS sendiri merupakan sistem yang berfungsi untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan yang manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah melalui pengumpulan pengetahuan dalam kelompok dan tidak bersifat individu. Pada manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah dapat berupa kuesioner, skenario, maupun konsultasi. Contoh dari sistem tersebut adalah e-government.

8. Expert System (ES) dan Artificial Intelligent (AI) Dalam sistem ini sedikit berbeda dengan sistem yang lain, karena penerapannya menggunakan kecerdasan buatan. Fungsi dari sistem ini adalah dapat menganalisis permasalahan dengan bantuan tenaga ahli yang telah diprogram sebelumnya. Contoh dari penerapan ES dan AI adalah pembuatan sistem jadwal mekanik.

9. Executive Support System (ESS) Pada sistem ini cenderung menguntungkan pada seorang manajer. Karena ESS mampu membantu manajer dalam membantu berinteraksi dengan lingkungan perusahaan. Interaksi tersebut dapat berupa bantuan grafik dan alat komunikasi lainnya. 10.

manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah

Decision Support System (DSS) Untuk sistem terakhir ini sangat membantu seorang manajer dalam mengambil sebuah keputusan dengan cara mengamati lingkungan di dalam perusahaan. Pengamatan disini sangat penting agar bisnis yang dijalankan dapat berkembang dan meningkatkan produktivitas. Manfaat sistem informasi kepegawaian Dengan menggunakan sistem informasi kepegawaian pada perusahaan, maka dapat meningkatkan kinerja dari bisnis yang dijalankan.

Berikut merupakan beberapa manfaat dari penggunaan sistem informasi kepegawaian dalam bisnis: 1. Manajer dapat membandingkan hasil kinerja yang telah direncanakan serta dapat menganalisis kelemahan dan kekuatan dalam kinerja dan rencana bisnis.

manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah

2. Seorang manajer juga dapat memiliki kemampuan untuk menerima umpan balik dari kinerja dari bisnis yang dijalankan. 3. Manajemen mendapatkan gambaran umum dari setiap operasi yang dilaksanakan. 4. Banyak keputusan yang dialihtugaskan dari manajemen atas menuju ke level manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah yang lebih efisien, dengan memperhatikan faktor pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.

5. Organisasi dapat memaksimalkan manfaat dari investasi dengan cara melihat dan mengidentifikasi apakah sistem dan informasi berfungsi dengan semestinya atau tidak. 6. Perusahaan dapat mendorong proses peningkatan alur kerja, sehingga menghasilkan penyelarasan terhadap proses bisnis yang lebih baik dengan kebutuhan setiap pelanggan. 7. Meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia, sehingga dalam sistem unit kerja dapat lebih sistematis dan terorganisir.

Kesimpulannya, sistem informasi kepegawaian adalah sekumpulan proses di mana data dapat diolah, dianalisis, dan ditampilkan supaya data tersebut menjadi berguna untuk kebutuhan pengambilan suatu keputusan. Jenis laporan yang dihasilkan oleh SIM terbagi menjadi tiga, yaitu real time, ad hoc, dan dijadwalkan.

Adapun contoh dari SIM sendiri terbagi menjadi 10 yang memiliki tugas dan peran yang berbeda. Manfaat dari SIM yang paling utama adalah meningkatkan kinerja dari bisnis yang anda tekuni dan jalankan. (CM) MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 5.1.

Sebarkan ini: Systems Development Life Cycle, Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SDLC ) atau Siklus Hidup Sistem (Systems Life Cycle ), dalam rekayasa sistem serta rekayasa perangkat lunak, iyalah proses pembuatan serta pengubahan sistem serta model serta metodologi yang digunakan untuk dapat mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini pada umumnya merujuk pada suatu sistem komputer atau informasi. SDLC juga iyalah pola yang diambil untuk mengembangkan suatu sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Teknologi Informasi Dan Komunikasi Secara Umum Setelah mendapatkan persetujuan dari manajemen, selanjutnya akan dibentuk tim yang dapat terdiri dari devisi-devisi yang terkait untuk menyusun kerangka acuan kerja yang menyangkut : • • latar belakang • Maksud serta tujuan • Sasaran proyek • Ruang lingkup pekerjaan • Jangka waktu pelaksanaan • Prioritas pekerjaan • Anggaran (Dana) Berdasarkan kerangka kerja diatasdisusunlah anggaran atau dana untuk hardware, software, pelatihan SDM, pemeliharaan serta cadangan untuk keperluan yang tidak terduga.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian E-government Manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah Para Ahli Beserta Contohnya • Penunjukan tim pelaksanaan Setelah semua kegiatan diatas diketahui, selanjutnya diputuskan apakah pengembangan sistem informasi akan dilakukan oleh perusahaan atau oleh pihak konsultan. Setelah menetapkan pelaksana, diminta untuk memasukkan proposal pelaksanan sistem informasi sesuai dengan kerangka manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah kerja.

Proposal tersebut akan dievaluasi untuk menetapkan apakah proyek tersebut layak dilaksanakan atau tidak. • Menilai kelayakan proyek • • Kelayakan Operasional Menyangkut dengan apakah secara operasional sistem yang baru akan dapat dilaksanankan dengan sumber daya manusia yang tersedia dan metode training yang diberikan, pelayanan purna jual atau pemeliharaan serta efisiensi serta efektifitas system baru.

• Kelayakan Teknis Menyangkut apakah radware / software yang akan dikembangkan dapat tersedia, jadwal pelaksanaan dan sistem keamanan data. • Kelayakan ekonomis Menyangkut biaya untuk membuat serta menjalankan sistem baru yang keuntungannya yang akan diperoleh dari sistem tersebut.

• Tahap Analisis Tahap Analisa sistem iyalah adanya kegiatan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian komponennya dengan maksud untuk dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan yang ada, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi serta kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.

• Mengidentifikasi Masalah memberikan dukungan dan dorongan untuk proyek pengembangan serta menyerasikan sistem informasi dengan strategi perusahaan. • Akuntan • • sbg pemakai SIA • sbg komite pelaksana sistem informasi • mendesain, mengawasi, serta menguji • Komite pelaksana sistem informasi merencanakan dan mengawasi fungsi sistem informasi • Analisis sistem dan programmer Analis sistem mempelajari sistem yang ada, mendesain yg baru, dan membuat spesifikasi yang digunakan programmer komputer.

Programmer komputer menulis program komputer dengan menggunakan spesifikasi yang dikembangkan analis. Mengelola Siklus Hidup Pengembangan Sistem Siklus hidup pengembangan sistem ( system development life cycle – SDLC) adalah model untuk mengurangi risiko ini melalui perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan dokumentasi secara hati-hati dari aktivitas-aktivitas lama.

Lima tahap dari model ini dijelaskan sebagai berikut : • Strategi Sistem Langkah pertama dalam SDLC adalah mengembangkan strategi sistem yang memerlukan pemahaman mengenai kebutuhan bisnis strategis dari organisasi. Hal ini diperoleh dari misi perusahaan, analisis tekanan kompetitif terhadap perusahaan, dan keadaan pasar saat ini.

Kebutuhan ini mencerminkan postif relative perusahaan guna mempertahankan keunggulan strategisnya. • Insiasi Proyek Insiasi proyek adalah proses penilaian proposal sistem untuk melihat konsistensinya dengan rencana sistem strategis dan dievaluasi kelayakannya dan biaya-manfaatnya.

Alternatif desain konseptial dipertimbangkan dan yang dipilih kemudian dimasukkan ke tahap konstruksi SDLC. • Pengembangan di dalam Perusahaan Langkah pengembangan di dalam perusahaan mencakup analisis kebutuhan pengguna, desain proses dan basis data, pembuatan tampilan pengguna, pemrogaman aplikasi, serta pengujian dan implementasi sistem yang sudah lengkap. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sinkronisasi Sistem Operasi Lengkap • Paket Komersial Jika sifat proyek dan kebutuhan pengguna mengizinkan, kebanyakan perusahaan akan mencari paket peranti lunak komersial yang sudah dikodekan, daripada mengembangkan sistem dari nol.

Ada berbagai keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan yang bisa mengimplementasikan peranti lunak komersial. Di antaranya adalah biaya awal yang lebih rendah, waktu implementasi yang lebih singkat, pengendalian yang lebih baik, dan pengujian yang ketat oleh pemasok. • Pemeliharaan dan Dukungan Pemeliharaan mencakup perolehan dan implemantasi versi peranti lunak terbaru dari paket komersial serta modifikasi terhadap sistem yang ada agar dapat mengakomodasi perubahan dalam kebtuhan pengguna.

Partisipan Dalam Pengembangan Sistem Partisipan dalam pengembangan sistem dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok yaitu: • Profesional sistem adalah analis sistem, desainer sistem, dan pemrogram.

Orang-orang ini adalah yang membangun sistem. • Pengguna akhir adalah orang-orangyang akan menggunakan sistem yang dibangun. • Pemegang kepentingan adalah individu yang berada di dalam atau di luar perusahaan yang berhubungan dengan sistem tersebut, tetapi bukan merupakan pengguna akhir. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi dan Jenis Sistem Operasi Terlengkap Sebarkan ini: • • • • • Posting pada PSIT, S1 Ditag 7 tahap siklus hidup pengembangan sistem, alat dan teknik pengembangan sistem, alur sistem informasi akuntansi, analisis dan desain sistem, analisis pengembangan sistem, contoh kasus siklus hidup pengembangan sistem, contoh sdlc, fase analisis sistem, fase pengembangan, gambar siklus pengembangan sistem, grafik siklus hidup pengembangan sistem, jelaskan perkembangan rpl, jelaskan siklus hidup pengembangan sistem, jurnal siklus hidup sistem informasi, kegiatan siklus pengembangan sistem dalam perencanaan adalah, komponen pengembangan sia, langkah langkah pengembangan sistem, makalah siklus hidup pengembangan sistem, manfaat siklus hidup sistem, mengelola siklus hidup pengembangan sistem, model sdlc, pendekatan dalam proses konversi sistem, pendekatan pengembangan sistem, pengertian siklus pengembangan sistem informasi akuntansi, pentingnya desain konseptual dalam sia, perancangan sim secara umum, pertanyaan siklus hidup pengembangan sistem, resume tentang sdlc, sdlc waterfall, sebutkan tahap tahap dalam siklus hidup pengembangan sistem, siklus hidup pengembangan sistem dengan tahapan perawatan, Siklus Hidup Pengembangan Sistem Informasi, siklus hidup pengembangan sistem sdlc, siklus hidup sistem informasi akuntansi, siklus hidup sistem informasi manajemen, siklus hidup sistem tradisional, siklus hidup suatu desain, siklus pengembangan perangkat lunak, siklus pengembangan sistem informasi akuntansi, siklus perancangan sistem, strategi pengembangan sia ppt, tahapan dalam pengembangan sia, tahapan sdlc, tahapan siklus hidup sistem informasi, tujuan sdlc Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Daftar Isi : • 01: Pengertian Kewajiban • A: Definisi dan Pengertian Kewajiban • B: Karakteristik Kewajiban • 02: Pengakuan Kewajiban • 03: Pengukuran Kewajiban • 04: Penilaian Kewajiban • 05: Pelunasan Kewajiban • A: Pengertian Pelunasan Kewajiban • B: Pelunasan Langsung dan Tidak Langsung Kewajiban • C: Kriteria Pelunasan Kewajiban • D: Cara Melunasi Utang/ Kewajiban • E: Pelunasan Kewajiban Sebelum Jatuh Tempo • 06: Penyajian Laporan Kewajiban • A: Format Penyajian Laporan Kewajiban • 07: Kesimpulan 01: Pengertian Kewajiban A: Definisi dan Pengertian Kewajiban Sebenarnya apa yang dimaksud kewajiban dalam akuntansi?

Berikut ini pengertian kewajiban menurut para ahli dan organisasi-organisasi non profit bidang akuntansi keuangan: #1: Pengertian Kewajiban Menurut FASB (Financial Accounting Standards Board) Menurut FASB, pengertian kewajiban adalah pengorbanan manfaat ekonomi masa datang yang cukup pasti yang timbul dari keharusan sekarang suatu kesatuan usaha untuk mentransfer aset.

Atau menyediakan/ menyerahkan jasa kepada kesatuan lain di manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah datang sebagai akibat transaksi atau kejadian masa lalu. Keharusan di sini bermakna keharusan melunasi atau memenuhi tanggung jawab bisnis atau keuangan baik secara moral, etis, sosial, atau hukum. #2: Pengertian Kewajiban Menurut IASC (The International Accounting Standards Committee)/ IASB Menurut IASC/IASB, pengertian kewajiban adalah sebagai berikut: A liability is a present obligation of the interprise arising manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah past events, the settlement of which is expected to result in an outflow from the enterprise resourcing embodying economic benefit.

#3: Pengertian Kewajiban Menurut AASB (Australian Accounting Standars Board) Menurut AASB, pengertian kewajiban adalah sebagai berikut: Liabilities are the future sacrifices of service potential or future economic benefit that the entity is presently obliged to make to other entities as a result of past transaction or other past events.

#4: Pengertian Kewajiban Menurut APB (Accounting Principles Board) Menurut APB, mendefinisikan kewajiban adalah sebagai berikut: Liabilities – economic obligation s of an enterprise that are recognized and measured in conformity with generally accepted accounting principles. Liabilities also include certain deferred credits that are not obligations but that are recognized and measured in conformity with generally accepted accounting principles.

APB mendefinisikan kewajiban dengan menggabungkan makna, pengukuran, dan pengakuan. APB mendefinisikan kewajiban dalam dua kata kunci, yaitu economic obligations yang dihubungkan dengan generally accepted accounting principles (GAAP). Ini berarti bahwa APB menggabungkan pengertian kewajiban sekaligus menetapkan kriteria pengakuan dan pengukuran. Dengan demikian, pengertian kewajiban menjadi tidak lengkap tanpa memahami pengertian GAAP. Sehingga secara semantik definisi kewajiban menurut APB kurang lengkap dan kurang bersifat umum.

Jadi, definisi kewajiban menurut APB lebih bersifat struktural daripada semantik. Hal ini berbeda dengan definisi-definisi yang lain, APB memasukkan pos-pos tertentu yang bukan keharusan ( not obligations) untuk mengorbankan sumber ekonomi sebagai bagian dari kewajiban. Pos-pos ini secara umum disebut kredit tangguhan misalnya pos pendapatan sewa tak terhak ( unearned rent evenues).

#5: Pengertian Kewajiban Menurut Para Ahli Mathews dan Perera Mathews dan Perera membahas perkembangan pendefinisian kewajiban dan mengutip pengertian kewajiban dari berbagai sumber. Kata-kata kunci yang terkandung dalam tiap definisi antara lain: a debt owed money cost of discharging an enforceable obligation payable in money or goods and services existing legal (or equitable) duty to render service future outlay of money obligations to convey assets or perform services a negative present value of an anticipated actual or constructive manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah flow.

Definisi-definisi dan pengertian kewajiban menurut beberapa organisasi dan para ahli di atas sangat menekankan konsep kesatuan usaha. Dengan dinyatakannya secara eksplisit ungkapan kesatuan usaha (entitas/ entity atau perusahaan/enterprise). Di dalamnya untuk menunjukkan pihak yang mempunyai keharusan untuk melakukan pengorbanan ekonomi. Selain definisi APB, definisi kewajiban selalu memuat pula ungkapan manfaat ekonomi, sumber ekonomi, atau potensi jasa.

Ini berarti bahwa pengertian kewajiban tidak dapat dipisahkan dengan pengertian aset. Aset dapat menimbulkan kewajiban dan sebaliknya timbulnya kewajiban dapat dibarengi dengan pengakuan aset.

Dan sebelum melanjutkan pembahasan, yuk tonton penjelasan mengenai pengertian kewajiban dari video pendek yang dibuat oleh mahasiswa STAN berikut ini: B: Karakteristik Kewajiban Dengan berbagai variasi pengertian kewajiban di atas, secara umum dapat dikatakan bahwa kewajiban mempunyai tiga karakteristik utama, yaitu: • Pengorbanan manfaat ekonomi masa datang • Keharusan sekarang untuk mentransfer aset • Timbul akibat transaksi masa lalu.

Mari diselami satu-per-satu ya… Karakteristik Kewajiban #1: Pengorbanan Manfaat Ekonomi Untuk dapat disebut sebagai kewajiban, suatu objek harus memuat suatu tugas ( duty) atau tanggung jawab ( responsibility) kepada pihak lain yang mengharuskan kesatuan usaha untuk: • Melunasi • Menunaikan • Melaksanakannya Dengan cara mengorbankan manfaat ekonomi yang cukup pasti di masa datang.

Pengorbanan manfaat ekonomi diwujudkan dalam bentuk transfer atau penggunaan aset kesatuan usaha. Manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah pasti di masa datang mengandung makna bahwa jumlah rupiah pengorbanan dapat ditentukan dengan layak. Demikian juga, saat pengorbanan manfaat ekonomi dapat ditentukan atas dasar kejadian terntu atau atas permintaan pihak lain ( on demand). Transfer manfaat ekonomi kepada pemilik (pemegang saham) tidak termasuk dalam pengertian pengertian sumber ekonomi masa datang yang membentuk kewajiban.

Karena untuk menjadi kewajiban pengorbanan tersebut harus bersifat memaksa ( non-discretionary). Dan bukan atas dasar kebijakan atau keleluasaan manajemen untuk memutuskan ( discretionary) baik dalam hal jumlah rupiah maupun dalam saat transfer.

Secara umum, keharusan mengorbankan sumber ekonomi masa datang tidak dapat menjadi kewajiban kalau keharusan tersebut bersifat terbuka atau tidak pasti ( open-ended). Kesatuan usaha tidak mempunyai keharusan untuk mentransfer aset ke pemilik kecuali dalam hal kesatuan usaha dilikuidasi.

Walaupun secara konseptual (dari dasar konsep dasar kesatuan usaha) ekuitas juga merupakan kewajiban bagi perusahaan. Pengorbanan sumber ekonominya tidak cukup pasti baik dalam hal jumlah maupun saat sehingga kewajiban harus dibedakan dan dilaporkan secara terpisah dengan ekuitas. Bahwa pengorbanan ekonomi harus dikaitkan dengan pihak lain.

Berarti bahwa kewajiban hanya dapat terjadi antar kesatuan usaha atau paling tidak melibatkan kesatuan usaha yang lain. Kewajiban tidak timbul dari kejadian internal. Sebagai contoh: Keharusan membentuk dana asuransi diri ( self-insurance) guna mengantisipasi pengorbanan sumber ekonomi untuk mengganti fasilitas fisik yang sewaktu-waktu rusak atau menutup rugi akibat musibah.

Karakteristik Kewajiban #2: Keharusan Sekarang Untuk dapat disebut sebagai kewajiban, suatu pengorbanan ekonomi masa datang harus timbul akibat keharusan sekarang. Pengertian sekarang ( present) dalam hal ini mengacu pada dua hal, yaitu: Waktu dan keharusan. Waktu yang dimaksud adalah tanggal pelaporan (neraca).

Artinya, pada tanggal neraca, bila perlu atau jika dipaksakan (secara yuridis, etis, dan rasional) pengorbanan sumber ekonomi harus dipenuhi karena keharusan untuk itu telah ada. Tentu saja jumlah rupiah pengorbanan yang dipaksakan pada tanggal neraca tidak akan sebesar jumlah rupiah yang akan dibayar di masa datang (setelah tanggal neraca). Perbedaaan ini terjadi akibat sifat yang melekat pada kewajiban, yaituharga bermakna sebagai nilai waktu uang atau harga penundaan. Menurut para ahli, seperti Kam, menyatakan bahwa definisi kewajiban sebagai pengorbanan sumber ekonomi masa datang tidak menunjuk pada sesuatu yang sekarang ada dan nyata ( real).

Tapi menunjuk pada kejadian pada masa datang yang jelas belum terjadi. Dengan kata lain, pengorbanan tersebut tidak nyata pada saat sekarang.

Objek yang nyata ( real-world-object) sebenarnya adalah keharusan yang sekarang ada. Jadi, keharusan sekarang seharusnya menjadi fokus atau kata kunci definisi. Lebih dari itu, pengorbanan sumber ekonomi masa datang sebenarnya sama maknanya dengan transfer aset atau penyerahan jasa di masa datang. Oleh karena itu, Kam mengusulkan pemfrasaan kembali definisi kewajiban sebagai berikut: Liabilities ara obligations of a particular entity which necessitate the entity to transfer assets or render services to other entities in the future, and are the resulth of past transactions or events.

♣ Keharusan mengorbankan sumber ekonomi dapat timbul akibat perjanjian (kontrak) antara dua kesatuan usaha. Pengenaan/pemaksaan pada entitas oleh pemerintah atau pengadilan, atau kondisi lingkungan bisnis (sosial, politik, dan ekonomi).

Pengertian kewajiban adalah mencakup: • keharusan kontraktual • keharusan konstruktif atau bentukan • keharusan demi keadilan, dan • keharusan bergantung atau bersyarat. Bagaimana penjelasan masing-masing keharusan tersebut? Ini penjelasannya… #1: Pengertian Kewajiban Sebagai Keharusan Kontraktual Keharusan kontraktual adalah keharusan yang timbul akibat perjanjian. Atau peraturan hukum yang manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah kewajiban bagi suatu kesatuan usaha dinyatakan secara eksplisit atau implisit dan mengikat.

Kewajiban adalah segala sesuatu yang wajib kita laksanakan karena aspek hukum sebagai lingkungan eksternal yang tidak dapat dihindari dan yang dapat memaksakan secara hukum untuk memenuhinya. Kewajiban adalah beban yang harus dijalankan oleh pihak-pihak yang melakukan perjanjian. Penghindaran kewajiban dari keharusan kontraktual menimbulkan sanksi atau hukuman.

Pihak yang harus dilunasi pada umumnya sudah jelas dan bukti tentang adanya keharusan ini biasanya didukung oleh dokumen tertulis. Sehingga keterverifikasiannya tinggi.

Contoh kewajiban yang berkaitan dengan keharusan kontraktual antara lain: • Utang pajak • Utang bunga • Utang usaha • Utang wesel • Utang obligasi #2: Pengertian Kewajiban Sebagai Keharusan Konstruktif Keharusan Konstruktif adalah keharusan yang timbul akibat kebijakan perusahaan dalam rangka menjalankan.

Dan memajukan usahanya untuk memenuhi apa yang disebut praktik usaha yang baik atau etika bisnis dan bukan untuk memenuhi kewajiban yuridis. Kebijakan tersebut menimbulkan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang berupa keharusan karena perusahaan sengaja memberi, mengkonstruksi, atau membentuk hak bagi pihak lain. Misalnya: • Pelanggan • Pemasok • Pegawai • Perusahaan lain Tanpa harus melalui perjanjian tertulis yang disepakati kedua belah pihak.

Contoh kewajiban akuntansi yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah: • Ketersediaan perusahaan untuk membayar atau membeli kembali botol gelas minuman dengan harga yang ditentukan, misalnya botol Coca-Cola. • Service gratis yang dijanjikan oleh dealer sepeda motor • Pengembalian uang ( refund) untuk barang yang ternyata cacat atau rusak • Penggantian harga karena barang hilang atau rusak • Tunjangan Hari Raya (THR) untuk karyawan.

#3: Pengertian Kewajiban Sebagai Keharusan Demi Keadilan Keharusan Demi Keadilan adalah keharusan yang ada sekarang yang menimbulkan kewajiban bagi perusahaan semata-mata karena panggilan etis. Atau moral daripada karena peraturan hukum aau praktek bisnis yang sehat.

Jadi kewajiban adalah sesuatu yang berupa keharusan ini muncul dari tugas ( sense of justice). Tidak ada sanksi hukum untuk tidak memenuhi keharusan ini, tetapi kewajiban ini mengikat lantaran sanksi sosial atau moral.

Contoh kewajiban yang dilandasi oleh keharusan demi keadilan: Kewajiban memberi donasi untuk badan amal tiap akhir tahun. Dan kewajiban memberi hadiah bagi penduduk yang tinggal disekitar pabrik karena ketidaknyamanan yang ditimbulkannya. Keharusan konstruktif dan demi keadilan adalah keharusan karena kehendak sendiri atau pertimbangan internal.

Walaupun bentuk konsekuensi keuangannya sama seperti keharusan kontraktual. #4: Pengertian Kewajiban Sebagai Keharusan Bergantung atau Bersyarat Keharusan Bergantung adalah keharusan yang pemenuhannya (jumlah rupiah atau jadi tidaknya dipenuhi) tidak pasti.

Karena bergantung pada kejadian masa datang atau terpenuhinya syarat-syarat tertentu di masa datang. Apa yang dimaksud kebergantungan? Kebergantungan adalah suatu kondisi, situasi, atau serangkaian keadaan yang melibatkan ketidakpastian yang menyangkut laba atau rugi yang mungkin terjadi. Munculan yang harus dikonfirmasi dengan kejadian atau syarat masa datang untuk kedua kebergantungan tersebut adalah: • Yang berkaitan dengan kebergantungan laba perolehan aset versus tidak atau pengurangan suatu kewajiban versus tidak • Yang berkaitan dengan kebergantungan rugi hilangnya atau turunya nilai suatu aset versus tidak atau timbulnya suatu kewajiban versus Keharusan bergantung adalah salah satu bentuk kebergantungan yang berkaitan dengan rugi.

Evaluasi terhadap kemungkinan terjadinya kejadian masa datang akan menentukan perlakuan akuntansi untuk pos-pos kewajiban yang terkait dengan kebergantungan rugi. ♣ Keharusan sekarang adalah karakteristik dari kewajiban. Ke-empat keharusan di atas adalah keharusan sekarang yang memenuhi kriteria kewajiban.

Untuk kewajiban kontraktual, konstruktif, dan demi keadilan pengorbanan sumber ekonomi masa datang pada umumnya dianggap cukup pasti. Karena kesepakatan telah dicapai atau kebijakan telah diputuskan sehingga sudah cukup jelas jumlah waktu dan pengorbanannya.

Untuk keharusan bergantung, pengorbanan ekonomi masa datang belum pasti, baik jumlah rupiah maupun jadi tidaknya. Oleh karena itu, tidak semua kewajiban yang timbul akibat keharusan sekarang tersebut dapat diakui sebagai kewajiban. Artinya, perlakuan akuntansi untuk ke-empat jenis keharusan tersebut dapat berbeda.

Karakteristik Kewajiban #3: Akibat Transaksi atau Kejadian Masa Lalu Kriteria ini sebenarnya menyempurnakan kriteria keharusan sekarang dan sekaligus sebagai tes pertama pengakuan suatu pos sebagai kewajiban. Tapi tidak cukup untuk mengakui secara resmi dalam sistem pembukuan. Untuk mengakui sebagai kewajiban, selain definisi, kriteria yang lain (keterukuran, keberpautan, dan keterandalan) juga harus dipenuhi. Transaksi atau kejadian masa lalu adalah kriteria untuk memenuhi definisi tapi bukan kriteria untuk pengakuan.

Jadi, adanya pengorbanan manfaat ekonomi masa datang tidak cukup untuk mengakui suatu objek ke dalam kewajiban kesatuan usaha untuk dilaporkan via Laporan Keuangan. Sebenarnya apa yang dimaksud transaksi masa lalu? Yang dimaksud transaksi masa lalu adalah transaksi yang menimbulkan keharusan sekarang telah terjadi.

Sebagai contoh, karena perusahaan mendapat pinjaman bank dengan kontrak, keharusan sekarang berupa keharusan kontraktual timbul pada akhir periode akuntansi.

manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah

Yaitu berupa pokok pinjaman dan bunga yang menuntut pengorbanan sumber ekonomi masa datang (suatu saat setelah akhir periode tersebut). Dalam hal ini, penandatangan kontrak adalah peristiwa yang telah terjadi yang menimbulkan keharusan. Akan tetapi, tidak semua penandatanganan kontrak dengan sendirinya menimbulkan keharusan. Sebelum salah satu pihak melaksanakan ( to perform) apa yang diperjanjikan, kontrak akan manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah eksekutori.

Tuntutan ganti rugi resmi dari pihak lain atas tuduhan pelanggaran hak paten yang diajukan ke pengadilan dalam suatu tahun menimbulkan keharusan sekarang bagi perusahaan di akhir tahun. Meskipun pengorbanan sumber ekonomi masa datangnya masih bergantung pada keputusan pengadilan.

Tuntutan yang diajukan adalah peristiwa yang telah terjadi yang menimbulkan keharusan sekarang sehingga keharusan tersebut memenuhi kriteria kewajiban. Meskipun sifatnya bergantung ( contingent). Jadi, untuk memenuhi definisi kewajiban, keharusan sekarang harus didahului transaksi atau kejadian masa lalu. Kebanyakan kewajiban terjadi karena adanya transaksi pertukaran antara perusahaan dan perusahaan lainnya. Anggaran pembelian mesin yang telah disetujui disertai jadwal pembelian dan pembayaran mempunyai implikasi pengorbanan sumber ekonomi di masa datang.

Akan tetapi, anggaran tidak menimbulkan keharusan sekarang atau kewajiban, meskipun persetujuan anggaran dapat dipandang sebagai kejadian masa lalu.

Alasannya, adalah beban terjadi transaksi atau kejadian yang memberi perusahaan penguasaan ( access). Atau pengendalian terhadap manfaat ekonomi masa datang (aset). Atau yang mengharuskan kesatuan usaha untuk mentransfer aset (membayar tunai) atau menyediakan jada kepada perusahaan yang lain. Pengakuan aset atau kewajiban atas dasar anggaran adalah pengakuan yang bersifat hipotesis. ♣ Dari apa yang telah diuraikan tentang pengertian kewajiban sebenarnya adalah bayangan cermin dari definisi aset.

Transaksi, kejadian atau keadaan dapat mempengaruhi aset dan kewajiban secara bersamaan karena konsep kesatuan usaha yang mendasari sistem berpasangan ( double–entry). Konsep hak-kewajiban tak bersyarat, mengatakan bahwa dalam hal tertentu adanya aset harus diimbangi dengan timbulnya kewajiban.

manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah

Atau sebaliknya, timbulnya kewajiban harus diimbangi akses atau kendali terhadap aset. Namun demikian, perubahan aset tidak selalu disertai dengan perubahan kewajiban. Untuk melukiskan hubungan definisi aset dan kewajiban, perhatikan gambar berikut ini: Gambar: Definisi kewajiban sebagai bayangan cermin definisi aset Dari gambar di atas kita bisa melihat bahwa dalam hal aset. Transaksi atau kejadian masa lalu menimbulkan penguasaan sekarang ( present control) terhadap manfaat ekonomi masa datang yang cukup pasti.

Dalam hal kewajiban, transaksi atau kejadian masa lalu menimbulkan keharusan sekarang ( present obligation) untuk pengorbanan manfaat ekonomi masa datang yang cukup pasti. ♣ Sebagai bayangan cermin aset, kewajiban juga harus diukur dan diakui pada saat terjadinya. Kalau aset diukur atas dasar penghargaan biaya (cost), demikian juga dengan kewajiban.

Jadi biaya, sebagai pengukur tidak hanya diterapkan untuk aset pada saat perolehan, tetapi juga untuk kewajiban pada saat terjadinya. Sebagai ketentuan umum, pengukuran kewajiban harus sejalan dengan pengukuran aset yang berkaitan. Kalau aset yang direpresentasikan oleh biaya mengalami tiga tahap perlakuan, yaitu: • Perolehan • Pengolahan • Penyerahan Kewajiban sebenarnya juga mengalami tiga tahap perlakuan, yaitu: • Penanggungan (pengakuan terjadinya) • Penelusuran, dan • Pelunasan (penyelesaian) Dalam hal kewajiban, penelusuran berarti penentuan status dan jumlah rupiah kewajiban setiap saat.

Penentuan biaya setiap saat (termasuk pada tanggal neraca) dapat disebut dengan penilaian kewajiban. Begitu terjadi dan dicatat atau diakui, kewajiban adalah akan tetap menjadi kewajiban sampai perusahaan menyelesaikannya.

Atau sampai adanya transaksi atau kejadian yang membatalkannya ata yang membebaskan kesatuan usaha dari keharusan untuk melunasinya. 02: Pengakuan Kewajiban Pada prinsipnya, kewajiban diakui pada saat keharusan telah mengikat akibat transaksi yang sebelumnya telah terjadi. Mengikatnya suatu keharusan harus dievaluasi atas dasar kaidah penagkuan ( recognition rules).

Kriteria pengakuan lebih berkaitan dengan pedoman umum dalam rangka memenuhi karakteristik kualitatif informasi. Sehingga elemen laporan keuangan hanya dapat diakui bila kriteria, definisi, keberpautan, keterandalan, dan keterukuran terpenuhi. Dalam hal kewajiban, kaidah pengakuan adalah prosedur aplikasi untuk menandai bahwa kewajiban telah mengikat. Sehingga suatu kewajiban dapat diakui (dibukukan). ♣ Menurut para ahli, misalnya Kam mengajukan 4 kaidah pengakuan untuk menandai pengakuan kewajiban, yaitu: #1: Ketersediaan Dasar Hukum Kewajiban Bila terdapat bukti yuridis yang kuat tentang adanya daya paksa untuk memenuhi keharusan, jelas tidak dapat disangkal bahwa suatu kewajiban memang ada.

Kaidah ini terkait dengan kualitas keterandalan dan keberpautan informasi. Faktur pembelian ( invoice) dan tanda penerimaan barang ( receiving report) adalah dasar hukum yang cukup menyakinkan untuk mengakui kewajiban. Telah disebutkan bahwa ketersediaan dasar hukum yang menimbulkan daya paksa hanya merupakan karakterisitik pendukung definisi kewajiban. Jadi, kaidah ini tidak mutlak sehingga kewajiban juga dapat diakui bila terdapat bukti substantif adanya keharusan konstruktif atau demi keadilan.

#2: Penerapan Konsep Dasar Konservatisme dalam Kewajiban Kaidah ini adalah penjabaran teknis kriteria keterandalan. Keadaan-keadaan tertentu yang menjadikan konsep konservatisme terterapkan dapat memicu pengakuan kewajiban. Implikasi dianutnya konsep konservatisme adalah rugi dapat segera diakui tapi tidak demikian dengan untung. Ini berarti kewajiban dapat diakui segera, sedangkan aset tidak. Gugatan perdata terhadap suatu perusahaan yang boleh jadi menimbulkan rugi baginya dapat memicu pencatatan kewajiban (sebagai pasangan rugi yang diantisipasi) atas dasar penerapan konsep konservatisme.

Untuk dealer sepeda motor, uang jaminan suku cadang (sebagai pengimbang biaya pemakaian suku cadang) dapat diakui atas dasar konsep dasar konservatisme, meskipun penggantian suku cadang belum terjadi. #3: Kaidah Substansi Ekonomi Transaksi Kewajiban Substansi suatu transaksi dapat memicu pencatatan seluruh kewajiban yang timbul ketika transaksi terjadi. Meskipun secara yuridis/ kontraktual kewajiban baru akan mengikat secara berkala pada saat keharusan sekarang timbul.

Kaidah ini berkaitan dengan masalah relevansi informasi. Utang sewa guna ( lease obligations) dapat diakui pada saat transaksi meskipun tidak ada transfer hak milik dalam transaksi sewa guna tersebut. Dalam hal ini, kewajiban dapat atau bahkan harus diakui jika secara substantif sewa guna tersebut sebenarnya adalah pembelian angsuran.

Yaitu memenuhi salah satu kriteria kapitalisasi. #4: Keterukuran Nilai Kewajiban Keterukuran manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah salah satu syarat untuk mencapai kualitas keterandalan informasi, Definisi kewajiban mengandung kata cukup pasti ( probable) yang mengacu tidak hanya pada terjadinya pengorbanan sumber ekonomi masa datang.

Tapi dapat atau bahkan harus diakui jika secara substantif, pada umumnya pos tersebut tidak diakui. ♣ Ke-empat kaidah tersebut secara teknis memicu pencatatan manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah pengakuan kewajiban.

Dengan kata lain, memberi petunjuk tentang adanya bukti teknis (technical evidence) untuk mengakui kewajiban. Yang menjadi masalah teknis adalah kapan keempat kaidah itu dipenuhi?

Hal ini berkaitan dengan penentuan saat ( timing) pengakuan kewajiban. Pada umumnya saat pengakuan terjadi sangat jelas manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah kebanyakan kewajiban timbul dari kontrak yang menyebutkan secara tegas saat: • mengikatnya kontrak • jumlah rupiah pembayaran kewajiban • saat pembayaran Akan tetapi, untuk beberapa kasus, jumlah rupiah kewajiban tergantung pada kejadian di masa datang, meskipun cukup pasti bahwa keharusan membayar di masa datang tidak dapat dihindari.

Jadi kapan saat untuk mengakui kewajiban? Menurut para ahli, seperti Hendriksen dan Van Breda menunjukkan saat-saat untuk mengakui kewajiban adalah: • Pada saat penandatanganan kontrak bila pada saat itu hak dan kewajiban telah mengikat. Dalam hal kontrak eksekutori, pengakuan menunggu sampai salah satu pihak memanfaatkan/ menguasai manfaat yang diperjanjikan atau memenuhi kewajibannya ( to perform).

• Bersamaan dengan pengakuan biaya bila barang dan jasa yang menjadi biaya belum dicatat sebagai aset sebelumnya. • Bersamaan dengan pengakuan aset. Kewajiban timbul ketika hak untuk menggunakan barang dan jasa diperoleh.

• Pada akhir periode karena penggunaan asas akrual melalui proses penyesuian. Pengakuan ini menimbulkan pos utang atau kewajiban akruan ( accrued liabilities). Ke-empat kaidah sebagai bukti teknis dan ketentuan saat pencatatan sebagaimana diuraikan di atas pada umumnya mudah diidentifikasi dan diterapkan untuk: • keharusan kontraktual, • konstruktif, dan • demi keadilan. Untuk ketiga keharusan tersebut, pengorbanan sumber ekonomi masa datang pada umumnya dianggap cukup pasti manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah probable).

Karena kesepakatan telah dicapai atau kebijakan telah diputuskan sehingga sudah cukup jelas jumlah dan waktu pengorbanannya. 03: Pengukuran Kewajiban Pengakuan dilakukan setelah kewajiban terukur dengan cukup pasti.

Penentuan biaya kewajiban pada saat terjadinya paralel dengan pengukuran aset. Terjadinya kewajiban pada umumnya disertai dengan perolehan aset atau timbulnya biaya. Perolehan aset dapat berupa penguasaan barang dagangan atau aset non moneter lainnya yang terjadi dari transaksi pembelian. Perolehan aset dapat juga berupa kas yang terjadi dari transaksi peminjaman (penerbitan obligasi) atau penerimaan uang muka untuk barang atau jasa.

Oleh karena itu, pengukur yang paling obyektif untuk untuk menentukan biaya kewajiban pada saat terjadinya adalah penghargaan kesepakatan ( measured considerations). Dalam transaksi-transaksi tersebut dan bukan jumlah rupiah pengorbanan ekonomi masa datang. Jadi, konsep dasar penghargaan berlaku baik untuk aset maupun untuk kewajiban.

Hal ini berlaku khususnya untuk kewajiban jangka panjang. Untuk kewajiban jangka pendek, biaya penundaan dianggap tidak cukup material. Sehingga jumlah rupiah kewajiban yang diakui akan sama dengan jumlah rupiah pengorbanan sumber ekonomi (kas) masa datang. Dengan kata lain, untuk kewajiban jangka pendek, biaya pendanaan ( financing cost) atau biaya penundaan (bunga sebagai nilai waktu manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah dianggap tidak material. Penghargaan sepakatan suatu kewajiban merefleksi nilai setara tunai.

Atau nilai sekarang ( current value) kewajiban yaitu jumlah rupiah pengorbanan sumber ekonomi seandainya kewajiban dilunasi pada saat terjadinya. Dengan demikian, basis pencatatan kewajiban adalah nilai nilai setara tunai bukan nilai nominal utang. Perhatikan contoh perhitungan kewajiban berikut ini: Jika utang usaha diakui sebesar Rp 1.000.000.

Padahal disepakati secara tegas dan diketahui bersama bahwa utang tersebut dapat dilunasi setiap saat dalam waktu kurang dari sepuluh hari dengan jumlah Rp 970.000. Maka dengan dasar nilai setara tunai utang tersebut sebenarnya tidak melebihi Rp 970.000. Kalau utang tersebut dicatat sebesar Rp 1.000.000 maka jelas utang tersebut akan tersaji lebih ( overstated).

Pencatatan utang sebesar nilai pelunasan (Rp 1.000.000) dapat didukung atas dasar konsep konservatisme. Jumlah rupiah ini adalah jumlah rupiah yang diperlukan untuk melunasi utang dalam keadaan yang paling tidak menguntungkan, yaitu melewatkan kesempatan mendapatkan potongan.

Sebaliknya, kalau ditinjau atas konsep pengelolaan perusahaan yang baik dan konsep kontinuitas usaha (going concern).

Maka jelas akan merupakan praktek akuntansi yang lebih baik untuk melaporkan utang tersebut pada jumlah rupiah tunainya, yaitu Rp 970.000. Utang tersebut akan tetap dicatat sebesar Rp 970.000. Sampai hak untuk memperoleh potongan tersebut sudah habis dan tambahan utang sebesar Rp 30.000 timbul. Imbangannya adalah biaya berupa rugi diskon keterlambatan ( loss an lapsed discount). Nilai setara kas lebih tepat mengukr kewajiban karena aset yang bersangkutan juga diukur dengan jumlah tersebut.

04: Penilaian Kewajiban Kalau pengukuran mengacu pada penentuan nilai keharusan sekarang ( the value a current obligation) pada saat terjadinya. Penilaian mengacu pada penentuan nilai keharusan sekarang pada setiap saat antara terjadinya kewajiban sampai dilunasinya kewajiban.

Makin mendekati saat jatuh tempo, nilai kewajiban akan makin mendekati nilai nominal ( face value) kewajiban. Jadi, penilaian kewajiban pada saat tertentu adalah penentuan jumlah rupiah yang harus dikorbankan seandainya pada saat manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah kewajiban harus dilunasi. Dengan kata lain, penilaian adalah penentuan nilai sekarang kewajiban. Dalam hal obligasi, nilai sekarang tersebut sebagai nilai bawaan ( carrying value) atau nilai pelunasan sekarang ( current settlement value).

Nilai pelunasan sekarang pada umumnya tergantung pada nilai pasar obligasi. Amortisasi diskon atau premium adalah proses dalam rangka penelusuran kewajiban untuk menentukan nilai pelunasan sekarang. Untuk kewajiban moneter, nilai sekarangnya biasanya ditentukan atas dasar aliran kas keluar masa datang dengan diskon pada tingkat bunga pasar sebagai tarif diskon.

Dengan obligasi sebagai contoh, penilaian kewajiban setiap saat dapat dijelaskan dalam gambar berikut ini: Pada gambar tersebut Nilai Pelunasan Sekarang NPS 0 adalah nilai keharusan sekarang ( present obligation) pada saat terjadinya kewajiban. Sedangkan NPS 4 adalah nilai keharusan sekarang pada saat jatuh tempo. Pada saat jatuh tempo, nilai keharusan sekarang akan sama dengan nilai nominal. Berbagai dasar penilaian dapat digunakan untuk menentukan nilai keharusan sekarang tiap saat selama jangka peredaran kewajiban atau penelusuran.

Secara umum tujuan penilaian adalah menentukan jumlah rupiah pengorbanan sumber ekonomi (kas) pada saat tertentu seandainya pada saat tersebut kewajiban harus dilunasi.

♣ Dan berikut ini dasar penilaian kewajiban dan penerapannya: #1: Dasar atau Atribut Penilaian Kewajiban 01: Basis (atribut) penilaian: Harga pasar sekarang ( Current Market Value) Keterangan: Berbagai kewajiban yang melibatkan komoditas dan surat-surat berharga ( marketable commodities and securities) Contoh Pos yang Terpaut: Kewajiban penerbit opsi (baik call maupun put options) sebelum jangka opsi habis (expired) dan beberapa kewajiban pedagang efek. #2: Dasar atau Atribut Penilaian Kewajiban 02: Basis (atribut) penilaian: Nilai pelurusan netto ( net settlement value) Keterangan: Berbagai kewajiban yang melibatkan jumlah rupiah yang cukup pasti, tapi waktu pelunasannya tidak cukup pasti.

Contoh Pos yang Terpaut: Utang usaha, utang garansi, dan utang wesel jangka pendek. #3: Dasar atau Atribut Penilaian Kewajiban 03: Basis (atribut) penilaian: Nilai diskon aliran kas masa datang ( discounted value of future cash flows) Keterangan: Kewajiban moneter jangka panjang, jumlah rupiah maupun saat pembayaran cukup pasti. Contoh Pos yang Terpaut: Utang obligasi, utang wesel jangka panjang. 05: Pelunasan Kewajiban A: Pengertian Pelunasan Kewajiban Begitu terjadi akibat transaksi, kejadian atau keadaan yang memicu kesatuan usaha mengakui kewajiban.

Suatu kewajiban akan terus mengikat atau menjadi keharusan sampai keharusan tersebut dipenuhi ( satisfied) melalui transaksi, kejadian, atau keadaan yang mempengaruhi kesatuan usaha. Apa itu pelunasan kewajiban? Pelunasan adalah tindakan atau upaya yang sengaja dilakukan oleh kesatuan usaha untuk memenuhi kewajiban pada saatnya. Dan dalam kondisi normal usaha, sehingga bebas dari kewajiban tersebut. Pelunasan digunakan dalam arti luas sebagai padan kata satisfaction of liabilities yang bermakna konseptual sebagai pemenuhan kewajiban atas inisiatif pihak yang berkewajiban.

Makna teknis pelunasan kewajiban adalah dikeluarkannya atau didebitnya kewajiban dari catatan akuntansi. Istilah teknis untuk menunjuk pendebitan kewajiban adalah peniadaan atau pelenyapan, penghapusan, pemberhentian, dan pembatalan / pembebasan yang ke-empatnya dapat disebut secara umum sebagai penghapusan.

Jadi, penghapusan kewajiban adalah konsekuensi teknis dari pelunasan kewajiban. Pelenyapan atau pemberhentian sering digunakan untuk penghapusan kewajiban sebelum jatuh tempo. Penyelesaian kewajiban sering digunakan sebagai pengganti pelunasan kewajiban. Penyelesaian biasanya digunakan bila terdapat sengketa (dispute) mengenai kewajiban.

Istilah pelunasan (redemption) digunakan untuk pelunasan pada saat sebelum jatuh tempo atas kehendak debitur atau pihak yang memberi pinjaman. ♣ Pelunasan biasanya manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah pemenuhan secara langsung kepada pihak yang berpiutang.

Pelunasan menjadikan kewajiban tersebut hapus, tiada, atau lenyap ( extinguished) secara langsung (kewajiban langsung didebit). Kebanyakan kewajiban dipenuhi secara langsung dengan pembayarann tunai. Beberapa kewajiban dipenuhi dengan transfer aset atau penyediaan jasa oleh kesatuan usaha kepada kesatuan usaha yang lain.

Beberapa kewajiban menjadi batal atau kesatuan usaha menjadi bebas dari kewajiban lantaran pengampunan ( forgiveness) sebagian/ seluruhnya. Kompromi, penimbulan/ pengakuan kewajiban baru/ pengganti, pengambilalihan kewajiban oleh pihak lain. Atau keadaan khusus, misalnya dalam kasus restrukturisasi utang. Bila kewajiban menjadi hapus lantaran berbagai transaksi atau kejadian tersebut.

Maka dapat dikatakan bahwa keharusan sekarang (present obligation) mengalami pembebasan atau pembatalan ( defeasance) B: Pelunasan Langsung dan Tidak Langsung Kewajiban Pelunasan secara langsung disebut juga pelunasan secara yuridis. Karena kewajiban kepada pihak yag berpiutang secara yuridis hapus melalui transaksi langsung yang benar-benar terjadi.

Misalnya pembayaran tunai secara langsung. Pada saat pembayaran, pengutang atau debitur (debtor) secara yuridis bebas dari kewajiban dan secara teknis/administratif dan tuntas dapat mendebit utangnya. Lalu apa yang dimaksud dengan pelunasan tidak langsung? Pelunasan kewajiban secara tidak langsung adalah pelunasan yang terjadi bila kesatuan usaha melakukan tindakan yang mengarah ke pelunasan.

Sebagai contoh: Dengan pembentukan dana khusus untuk pelunasan ( sinking fund) baik dikelola sendiri atau melalui wali amanat ( trust agency). Pembentukan atau penyisihan dana semacam ini menjadi kesatuan usaha secara substantif menempati keadaan yang disebut pembatalan. Atau pembebasan (kewajiban) secara substantif ( in-substance defeasance) Masalah akuntansi yang berkaitan dengan pelunasan langsung adalah penentuan kapan ( timing) kewajiban telah dapat hapus atau lenyap.

Sehingga jumlah rupiahnya dapat diakui sendiri ( derecognized) dari sistem pembukuan.

manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah

C: Kriteria Pelunasan Kewajiban Pada awalnya FASB menganggap bahwa serangkaian transaksi, tiap aset atau kewajiban adalah komponen yang tidak dapat dipecah-pecah ( indivisible-component approach).

Pendekatan ini kemudian mengalami perbaikan dan menganggap bahwa berbagai transaksi yang berkaitan dengan kewajiban tertentu dapat dapat dianggap terpisah dan independen. Sehingga berbagai aset dan kewajiban yang terlibat harus diperlakukan sebagai komponen-komponen terpisah. Dengan pendekatan ini FASB menetapkan bahwa kewajiban dapat dikatakan lenyap jika salah satu dari kondisi berikut ini terpenuhi, yaitu: Kondisi #1: Debitur membayar kreditur dan terbebaskan dari keharusan yang melekat pada kewajiban.

Membayar kreditur mencakup penyerahan kas, aset finansial lain, barang atau jasa. Atau penebusan sekuritas utang oleh debitur untuk menghapus utang atau untuk menahannya sebagai utang obligasi treasuri.

Kondisi #2: Debitur telah dibebaskan secara hukum dari statusnya sebagai penanggung utang (obligor) utama, baik oleh keputusan pengadilan maupun oleh kreditur. D: Cara Melunasi Utang/ Kewajiban Ada beberapa cara untuk melunasi utang, antara lain: #1: Transfer Aset Finansial dalam Kewajiban Untuk melunasi kewajiban, suatu entitas dapat mentransfer aset finansial termasuk kas, barang, atau jasa.

Pada umumnya, bila kewajiban telah dilunasi dengan mentransfer secara penuh kas, barang, atau jasa ke debitur, maka pada saat itu pelunasan dianggap tuntas. Debitur tidak lagi terlibat dengan aset atau kreditur secara finansial.

Pelunasan kewajiban dengan aset finansial juga dapat bersifat tuntas bila penyerahan aset finansial bersifat tak bersyarat dan dianggap sebagai penjualan.

Artinya, aset finansial dianggap dijual secara tunai dan kas yang diterima seketika dianggap untuk melunasi kewajiban. Lain halnya jika pelunasan kewajiban dilakukan dengan transfer aset finansial yang menimbulkan keterlibatan berlanjut ( continuing involvement) pentransfer dengan aset transferan atau tertransfer.

Dengan hal ini, kewajiban tidak lenyap secara tuntas atau ada kewajiban baru yang berkaitan dengan aset transferan. Contoh keterlibatan berlanjut adalah: • adanya hak regree ( recourse), • janji untuk membeli kembali, • penerbitan opsi dan • penjaminan dengan kolateral.

#2: Utang Terkonversi Utang terkonversi atau konvertibel ( convertible debt) adalah salah satu instrumen finansial. Instrumen finansial pada dasarnya adalah alat pembayaran atau penjaminan shingga dapat digunakan oleh pemegangnya untuk melunasi utang. Sekuritas utang semacam ini biasanya mempunyai statut sebagai kewajiban dan ekuitas sekaligus. Artinya, pemegang instrumen mempunyai hak istimewa untuk mengubah status utang menjadi ekuitas setiap saat selama hak tersebut masih berlakuk atau belum habis.

Instrumen finansial ini adalah salah satu bentuk dari apa yang disebut sekuritas hibrida ( hybrid securities). Contoh yang paling manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah dijumpai dalam praktik adalah obligasi terkonversi (convertible bond). #3: Pembebasan Kewajiban Substantif A: Pengertian Pembebasan Kewajiban Substantif Kewajiban dapat dinyatakan terlunasi bila telah dilakukan pembayaran atau telah terjadi pembebasan secara hukum oleh pihak kreditur atau pengadilan.

Bila telah dicapai saat debitur tidak perlu lagi melakukan pembayaran di masa datang yang berkaitan dengan pinjaman. Maka pada tersebut secara substantif debitur sudah bebas dari kewajiban. Sehingga dapat mengakui kewajiban dan aset dalam perwalian meskipun utang belum jatuh waktu. Demikian juga, jika debitur membentuk dana pelunasan utang obligasi pada saat debitur sudah tidak perlu lagi membayar.

Atau menyetor kas ke dana tersebut karena kas yang telah disetor. Dan pendapatan (aliran kas) dari dana tersebut sudah pasti akan cukup untuk menutup utang utang pada saat jauh tempo. Maka pada saat itu kewajiban debitur secara substantif dianggap lunas, meskipun kewajiban belum jatuh tempo. Jadi pada saat tidak ada lagi keharusan membayar, telah terjadi pembebasan substantif.

B: Dampak Pembebasan Substantif Masalah berikutnya adalah apakah pada saat terjadi pembebasan substantif, perusahaan dapat menghapus kewajiban? Perhatikan contoh soal kewajiban berikut ini: Perusahaan menerbitkan utang obligasi nominal Rp 50.000.000 yang akan jatuh tempo dalam waktu 10 tahun.

Bersamaan dengan penerbitan obligasi, perusahaan membentuk dana pelunasan obligasi dengan menyetor kas secara berkala ke suatu perwalian dana.

Pada akhir tahun obligasi ke enam, dana pelunasan telah terkumpul sebesar Rp 40.000.000, termasuk yang berasal dari pendapatn dana. Dan perusahaan tidak perlu lagi menyetor ke dana tersebut, karena perhitungan menunjukkan pada saat jatuh tempo dana akan berkembang menjadi Rp 50.000.000.

Manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah, pada akhir tahun obligasi ke enam telah terjadi pembebasan substantif. Apakah pada saat itu perusahaan dapat menghapus kewajiban dan aset (dana pelunasan) sebagai berikut: [Debit] Utang Obligasi …….

Rp 50.000.000 [Kredit] Dana Pelunasan Obligasi ……… .Rp 40.000.000 [Kredit] Untung Pembebasan Uang manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah. Rp 10.000.000 Selisih antara utang obligasi dan dana pelunasan obligasi sebenarnya akan menyesatkan. Kalau diperlakukan sebagai untung untuk periode penghapusan utang di atas, sekalipun sebagai untung ekstraordiner. Pelunasan obligasi Rp 40.000.000 sebenarnya mencerminkan nilai tunai dana sampai saat pencatatan di atas.

Untung pembebasan utang dalam pencatatan di atas sebenarnya mencerminkan pendapatan. Atau aliran kas yang berasal dan terakumulasi dari aset (dana) yang ditempatkan pada perwalian dari saat pencatatan di atas sampai saat jatuh tempo utang. Pada saat pencatatan di atas, untung tersebut belum terealisasi tapi masih merupakan antisipasi. Oleh karena itu, lebih tepat kalau selisih tersebut dicatat sebagai untung/ pendapatan dana belum terealisasi.

Dan harus diakui sebagai untung/ pendapatan secara berkala sebagai berikut (misalkan 4 kali @2.500.000): [Debit] Untung Dana Belum Terealisasi ……. Rp 2.500.000 [Kredit] Untung Atas Dana Pelunasan Obligasi Rp 2.500.000 Seandainya pada saat tercapainya pembebasan substantif, perusahaan tidak menghapus kewwjiban.

Untung atau pendapatan dari aset dalam perwalian akan dicatat berkala sebagai berikut (misalnya 5 kali @ Rp 2.000.000): [Debit] Dana Pelunasan Obligasi …. Rp 2.000.000 [Kredit] Untung atas Dana Pelunasan Obligasi …. Rp 2.000.000 Bila cara ini ditempuh, pada saat jatuh tempo, perusahaan baru menghapus kewajiban dengan mencatat sebagai berikut: [Debit] Utang Obligasi … Rp 50.000.000 [Kredit] Dana Pelunasan Obligasi ….

Rp 50.000.000 Cara ini tidak menimbulkan masalah konseptual, karena kewajiban tidak dihapus sebelum jatuh tempo, meskipun secara substantif debitur telah bebas dari kewajiban.

manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah Dalam standar FASB menegaskan bahwa pada saat terjadi pembebasan substantif, kewajiban tidak dapat dihapus karena kejadian tersebut tidak memenuhi karakteristik sebagai berikut: Karakteristik #1: Debitur tidak dengan sendirinya menjadi bebas dari kewajiban secara hukum hanya lantaran perusahaan menempatkan aset ke dalam suatu perwalian.

Alasannya adalah jika aset dalam perwalian ternyata tidak cukup, debitur tetap harus menutup kekurangan tersebut. Jadi, pembebasan dari kewajiban sebenarnya belum tuntas. Karakteristik #2: Untuk pelunasan kewajiban, sumber dana tidak dibatasi hanya dari dana yang ditempatkan dalam perwalian. Bahwa perusahaan secara substantif mempunyai kemampuan untuk melunasi utang dengan seluruh asetnya tidak dengan sendirinya utang tersebut dapat dihapus.

Karakteristik #3: Kreditur tidak mempunyai kekuasaan untuk menggunakan secara bebas aset dalam perwalian dan juga tidak dapat menghentikan atau membatalkan perwalian tersebut. Karakteristik #4: Jika ternyata aset dalam perwalian melebihi apa yang diperlukan untuk membayar pokok dan bunga pinjaman, debitur dapat menggunakan kelebihan tersebut.

Ini berarti bahwa aset dalam perwalian masih dikuasai oleh debitur. Karakteristik #5: Kreditur ataupun agennya bukan merupakan pihak yang terikat dalam kontrak pembentukan dana pembebasan utang.

Karakteristik #6: Debitur tidak menyerahkan kendali atas menfaat aset, karena manfaat aset tersebut masih melekat pada debitur, meskipun debitur telah menghapusnya. Sementara itu kreditur juga tidak mengakuinya sebagai aset, sehingga praktis aset tersebut masih dikuasai oleh debitur. ♣ Alasan lain adalah penghapusan kewajiban pada saat tercapainya pembebasan substantif sama saja dengan mengkompensasi kewajiban dengan aset. Hal ini adalah praktek yang kurang layak.

Penghapusan kewajiban pada saat terjadinya pembebasan substantif dapat dimanfaatkan oleh oleh debitur untuk melakukan manajemen laba dan peningkatan kinerja secara semu.

Hal ini dapat dilakukan karena keuntungan bagi debitur sebagai berikut: Keuntungan #1: Kewajiban dihapus dari neraca sehingga rasio kewajiban-ekuitas membaik.

Keuntungan #2: Laba tahun berjalan akan meningkat dengan jumlah untung yang terjadi dalam penghapusan kewajiban. Hal ini terjadi bila selisih antara nilai tunai dana aset dan nominal utang dicatat sebagai untung. Keuntungan #3: Untung penghapusan kewajiban tidak dikenai pajak karena untung tersebut sebenarnya belum terealisasi, sehingga perusahaan dapat menghemat atau menunda pajak.

Dan meningkatkan profitabilitas secara cukup berarti pada saat pembebasan substantif. Keuntungan #4: Pembebasan substantif memungkinkan perusahaan untuk memperlakukan kewajiban jangka panjang seperti mengelola surat-surat berharga di sisi aset. Artinya, perusahaan seakan-akan bebas melunasi utang jangka panjang setiap saat dikehendaki hanya dengan menyisihkan aset tertentu.

Pengakuan pembebasan substantif tidak menggambarkan realitas ekonomi, karena kejadian tersebut merupakan kejadian sepihak (tidak melibatkan kreditur). Bila pembebasan substantif diakui, laporan keuangan tidak akan menyimbolkan realitas dengan tepat.

E: Pelunasan Kewajiban Sebelum Jatuh Tempo Bila kewajiban dilunasi pada saat jatuh tempo, nilai jatuh tempo (nominal) dengan sendirinya merefleksi nilai sekarang (aset pelunasan) kewajiban.

manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah

Sehingga tidak ada selisih antara jumlah rupiah yang dibayar dan nilai nominal. Nilai jatuh tempo juga akan sama dengan nilai manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah atau nilai konversi kewajiban. Karena proses amortisasi selisih antara nominal dan nilai pasar pada saat penerbitan utang (misalnya obligasi).

Selama beredar, nilai pasar atau nilai sekarang kewajiban berfluktuasi mengikuti tingkat bunga yang berlaku. Tapi pada umumnya fluktuasi tersebut tidak diakui dalam pembukuan debitur. Dengan kata lain, debitur tidak mengakui adanya untung atau rugi fluktuasi harga. Oleh karena itu, bila utang dilunasi sebelum jatuh tempo, debitur harus menebus utang tersebut dengan harga pasarnya. Sehingga dapat terjadi selisih antara nilai bawaan dan nilai penebusan.

♣ Yang menjadi persoalan adalah apakah nilai tersebut dapat diperlakukan sebagai untung atau rugi dan dilaporkan di Laporan Laba Rugi. Atau sebagai penyesuai ekuitas pemegang saham. Bila masuk dalam Laporan Laba Rugi, apakah selisih tersebut bersifat ordiner atau ekstra ordiner.

Penarikan kembali obligasi yang beredar adalah suatu transaksi yang mempengaruhi kontrak antara debitur dan kreditu. Tapi transaksi ini berbeda dengan transaksi aliran aktivitas operasi dan transaksi penggunaan aset. Dengan demikian, terdapat pandangan untung atau rugi yang berasal dari transaksi tersebut harus dilaporkan sebagai suatu penyesuai modal.

Jadi, dalam hal untung dianggap sebagai jumlah rupiah kredit yang menunjukkan suatu sumbangan oleh kelompok investor (kreditur) kepada kelompok investor lainnya (pemegang saham).

Dalam hal rugi, dianggap sebagai berkurangnya hak atas laba ditahan. Menurut FASB, bahwa semua utang/ kewajiban mempunyai karakteristik yang sama.

Oleh karena itu, pelunasan utang sebelum jatuh tempo sama sifatnya dengan pelunasan pada saat jatuh tempo tanpa manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah cara untuk melaksanakan hal tersebut. 06: Penyajian Laporan Kewajiban A: Format Penyajian Laporan Kewajiban Kewajiban disajikan dalam neraca/ Laporan Posisi Keuangan atas dasar urutan kelancarannya, sejalan dengan penyajian aset. PSAK No. 1 menyatakan bahwa aset lancar disajikan menurut urutan likuiditas, sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh tempo.

Hal ini berarti kewajiban jangka pendek disajikan lebih dahulu dari pada kewajiban jangka panjang. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pembaca untuk mengevaluasi likuiditas perusahaan. Dari segi urutan perlindungan dan jaminan ( sequence of protection). Utang yang dijamin pada umumnya disajikan lebih dahulu untuk menunjukkan bahwa dalam hal terjadi likuidasi utang ini harus dibayar lebih dulu.

Dan juga, dari sudut urutan perlindungan, kewajiban disajikan lebih dulu daripada ekuitas. PSAK No, 1 menentukan bahwa: Semua kewajiban yang tidak memenuhi kriteria sebagai kewajiban jangka pendek harus diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang. Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek bila: • Diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi perusahaan. • Jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan dari tangga; neraca. Siklus operasi normal perusahaan sangat sulit untuk diidentifikasi sehingga dalam implementasinya, waktu satu tahun dianggap sebagai siklus operasi normal perusahaan.

Waktu satu tahun dianggap cukup praktis untuk kepentingan akuntansi karena tidak terlalu singkat dan juga tidak terlalu lama. Kriteria pertama, sebenarnya digunakan untuk menjaga kemungkinan jika ada siklus operasi suatu perusahaan yang melebihi satu tahun. Waktu satu tahun sudah menjadi konvensi akuntansi sehingga kriteria pertama sebenarnya tidak diterapkan.

Walaupun memenuhi kriteria yang kedua, suatu kewajiban tetap dapat diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang. Bila kewajiban tersebut tidak akan dilunasi tetapi didanai kembali atau diperbarui. ♣ Kewajiban berbunga jangka panjang tetap diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang.

Walaupun kewajiban tersebut manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan sejak tanggal neraca, bila: • Kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka waktu lebih dari dua belas bulan. • Perusahaan bermaksud membiayai kembali kewajibannya dengan pendanaan jangka panjang • Maksud tersebut (huruf b di atas) didukung dengan perjanjian pembiayaan kembali atau penjadwalan kembali pembayaran yang resmi disepakati sebelum laporan keuangan disetujui.

Penyajian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam kewajiban lancar akan mempengaruhi likuiditas. Oleh karena itu, syarat di atas diperlukan agar kewajiban jangka pendek tidak diklasifikasikan sebagai utang jangka panjang. Standar akuntansi keuangan (SAK) yang berkaitan dengan berbagai jenis kewajiban dan kontrak, biasanya menetapkan hal-hal yang harus diungkapkan.

Dalam hal sewa guna misalnya, jumlah pembayaran minimum masa datang untuk sewa guna operasi harus diungkapkan. 07: Kesimpulan Kewajiban mempunyai tiga karakteristik utama yaitu: • pengorbanan manfaat ekonomi masa datang, • menjadi keharusan sekarang, dan • timbul akibat transaksi atau kejadian masa lampau.

Kewajiban menjadi lebih tegas bila didukung oleh keharusan membayar kas, teridentifikasinya terbayar, dan terpaksakan secara hukum.

Maka kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan rasa penuh tanggung jawab. Pengertian kewajiban adalah bayangan cermin pengertian aset. Transaksi atau kejadian masa lalu menimbulkan penguasaan sekarang pemerolehan manfaat ekonomi masa datang untuk aset. Sedangkan untuk kewajiban, hal iut menimbulkan keharusan sekarang pengorbanan manfaat ekonomi masa datang.

Transaksi, kejadian, atau keadaan dapat mempengaruhi aset dan kewajiban secara bersamaan. Kewajiban dapat diakui atas dasar kriteria pengakuan, yaitu definisi, keterukuran, keterandalan, dan keterpautan. Saat untuk menandai bahwa kriteria pengakuan kewajiban terpenuhi adalah kaidah pengakuan. Secara umum, kewajiban harus diakui pertama kali dengan penghargaan kesepakatan dan bukan dengan nilai nominal kewajiban atau utang. Utang obligasi diukur dan diakui atas dasar jumlah rupiah yang diterima dalam penerbitan obligasi.

Kewajiban dinyatakan lunas atau lenyap dari catatan bila debitur telah: • Membayar kreditur dan terbebaskan dari semua keharusan manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah melekat pada kewajiban. • Dibebaskan secara hukum sebagai penanggung utang oleh keputusan pengadilan atau kreditur.

Bila kewajiban dilunasi sebelum jatuh tempo, pada umumnya akan terjadi selisih antara nilai bawaan dan nilai penebusan atau penarikan. Selisih ini harus diakui sebagai laba atau rugi pada saat penarikan. Bila penarikan dilakukan dengan pendanaan kembali, terdapat tiga perlakuan berbeda terhadap selisih tersebut, yaitu: • Diamortisasi selama sisa umur semua utang yang dilunasi • Diamortisasi selama umur utang baru • Diakui sebagai laba atau rugi pada saat penarikan.

Utang terkonversi menimbulkan masalah akuntansi karena dua sifat yang melekat padanya yaitu sebagai kewajiban dan ekuitas. Masalah teoritis yang ditimbulkan adalah apakah pada saat pengakuan pertama kali komponen utang dan komponen hak konversi (ekuitas) dipisahkan. Pembebasan substantif adalah suatu keadaan yang dicapai pada saat debitur telah menempatkan kas.

Atau aset lainnya ke perwalian yang ditujukan semata-mata untuk pelunasan utang tertentu. Dan tidak dapat ditarik kembali serta pada saat itu dipastikan bahwa debitur tidak lagi harus melakukan pembayaran. Karena dana yang terkumpul dan aliran kas dari aset tersebut cukup untuk menutup pokok pinjaman dan bunga.

Secara umum, kewajiban disajikan di laporan keuangan neraca atas dasar urutan likuiditasnya. Kewajiban hendaknya tidak dikompensasi dengan aset yang berkaitan dan dilaporkan jumlah bersihnya saja. Kecuali dalam keadaan khusus yang di dalamnya pihak pelapor mempunyai hak mengontra ( right to set off). Dan bila Anda ingin menyajikan laporan kewajiban secara sistematis, Anda bisa menggunakan Standar Operasional Prosedur [ SOP] Akuntansi Keuangan dengan Accounting Tools-nya.

Demikian yang dapat saya bagikan mengenai kewajiban. Semoga bermanfaat, terima kasih. Most Popular • SOP Keuangan dan Accounting Tools • 12 Contoh Standard Operating Procedure – SOP Produksi • 2 Contoh Standar Operasional Prosedur (SOP) Marketing Berbasis Strategi • 33+ Contoh SOP Perusahaan, Mana Paling Anda Butuhkan? • 4 Contoh SOP HRD SDM PERSONALIA dan Cara Mudah Membuatnya • Standar Operasional Prosedur Akuntansi Beserta Contoh Penerapannya • Prosedur Pencatatan Jurnal Penjualan Kredit dan Tunai dengan PPN • Proses Membuat Account Code, Buku Jurnal dan Buku Besar MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 23 Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli, Tujuan, Fungsi, Tujuan, Manfaat, komponen, Klasifikasi, Ciri, Jenis, & Contohnya LENGKAP : sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.

8.2. Sebarkan ini: Pengertian Sistem Informasi Sistem informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan. Sistem informasi adalah satu kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.

Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu.

Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien. Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user).

Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat- keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.

Hasil dari proses tersebut digunakan pihak manajemen sebagai suatu dasar dalam pembuatan keputusan organisasi. Selain itu, sistem informasi yang baik juga dapat membantu dalam hal penganalisaan dan visualisasi masalah dalam penciptaan produk baru.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 10 Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Ahli dan Tujuannya • Konsep Dasar Sistem Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu penekanan pada prosedurnya dan penekanan pada komponennya. Manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah : suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Suatu prosedur adalah : suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi- transaksi bisnis yang terjadi.

Definisi lain dari prosedur adalah : urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen adalah : kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Karakteristik sistem yaitu : mempunyai komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah/proses, dan sasaran atau tujuan.

Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang sebagai berikut : • Sistem sebagai sitem alamiah dan sistem buatan manusia. • Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik. • Sistem sebagai sistem tertentu (deterministic) dan sistem tak tentu (probabilistic) • Sistem sebagai sitem tertutup dan sistem terbuka. • Konsep Dasar Informasi Didalam organisasi sangat penting dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya utama seperti buruh, dan bahan mentah, tapi saat ini informasi juga merupakan sumberdaya yang tidak kalah pentingnya harus dikelola.

Para pembuat keputusan memahami bahwa informasi tidak hanya sekedar produk sampingan bisnis yang sedang berjalan, namun juga sebagai bahan pengisi bisnis dan menjadi faktor kritis dalam menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu usaha. Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi.

manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah

Sehingga informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu organisasi yang digunakan oleh manager untuk mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuan. Definisi informasi adalah : data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Data adalah : kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata.

Atau data adalah : representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan dll, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.

Metode pengumpulan data / Informasi • Pengamatan langsung • Wawancara • Perkiraan koserponden • Daftar pertanyaan Siklus informasi : Data yang masih merupakan bahan mentah yang harus diolah untuk menghasilkan informasi melalui suatu model.

manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah

Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut disebut model pengolahan data atau dikenal dengan siklus pengolahan data (siklus informasi). Kebutuhan informasi didasarkan pada : • Kegiatan bisnis yang semakin komplek. • Kemampuan komputer yang semakin meningkat. Output komputer berupa informasi dapat digunakan oleh manager, non manager ataupun perorangan dalam suatu perusahaan.

Kualistas informasi tergantung pada tiga hal yaitu : • Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut. Komponen akurat meliputi : • Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.

• Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran. • Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.

• Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai niali yang baik, sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan dapat berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.

• Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan. • Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

• Konsep Dasar Sistem Informasi Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan. Definisi sistem informasi adalah : suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Definisi lain sistem informasi adalah : kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi) guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan. • Komponen Sistem Informasi Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan yaitu : blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah dan blok kendali.

Ke-enam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya. Blok masukan mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan media untuk memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar. Blok model terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

Blok keluaran produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang berkualitas. Blok teknologi merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu teknisi(brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Teknisi dapat berupa orang-orang yang mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer, pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, analis sistem).

Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program). Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua perangkat yang digunakan untuk menangkap data seperti : keyboard, scanner, barcode), teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi yang dihasilkan seperti : monitor, printer), teknologi pemroses (komponen CPU), teknologi penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk menyimpan data seperti : magnetik tape, magnetik disk, CD) dan teknologi telekomunikasi (teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti internet dan ATM) Blok basis data merupakan kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.

Blok kendali Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Sistem Informasi Keuangan” Pengertian & ( Bentuk – Sifat – Tujuan – Fungsi ) Jenis Sistem Informasi Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis.

Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian • Transaction Processing Systems (TPS) TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.

• Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS) OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek- aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing.

KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat. • Sistem Informasi Manajemen (SIM) SIM tidak menggantikan TPStetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan.

SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data). • Decision Support Systems (DSS) DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data.

DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.

• Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI) AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi.

Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.

• Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW) Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi.

GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan. • Executive Support Systems (ESS) ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.

• Pengembangan Sistem Informasi Pengembangan sistem dapat berati menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem telah ada.

Sistem yang lama perlu diperbaiki/diganti disebabkan beberapa hal, yaitu : • Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama, permasalahan yang timbul dapat berupa ketidakberesan, pertumbuhan organisasi, • Untuk meraih kesempatan-kesempatan. • Adanya instruksi-instruksi (dari pimpinan atau dari luar organisasi misalnya pemerintah). Pengembangan sistem informasi manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.

• Analis Sistem Definisi Analisis Sistem Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.

Menurut Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem. Analis Sistem Menurut Yogiyanto (1995) analis sistem (analis informasi) adalah orang yang menganalis sistem (mempelajari masalah-masalahan yang timbul dan menentukan kebutuhan pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan permasalahan tersebut.

Menurut Kristanto (2003) analis sistem adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk menganalisis sebuah sistem, memilih alternatif pemecahan masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan komputer. Peranan Analis Sistem Analis sistem secara sistematis menilai bagaimana fungsi bisnis dengan cara mengamati proses input dan pengolahan data serta proses output informasi untuk membantu peningkatan proses organisasional.

Dengan demikian, analis sistem mempunyai tiga peranan penting, yaitu : • Sebagai konsultan • Sebagai ahli pendukung • Sebagai agen perubahan Tugas Analis Sistem Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang analis sistem adalah : • mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang digunakan pada sistem yang telah berjalan. • menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut dan melaporankan semua kekurangan tersebut kepada pemakai sistem.

• merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru. • menganalisis dan menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk sistem yang baru dan memberikan argumen tentang keuntungan yang dapat diperoleh dari pemakian sistem yang baru tersebut. • mengawasi semua kegiatan terutama yang berkaitan dengan sistem yang baru tersebut. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi, Dan Tujuan Sistem Informasi Manajemen Beserta Contohnya Lengkap Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli Berikut terdapat 23 pendapat dari berbagai para ahli di manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah tentang sistem informasi, antara lain: • Menurut Robert A.

Leitch dan K. Roscoe Davis Sistem informasi merupakan sistem dalam organisasi yang mempertemukan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, kegiatan manajerial dan strategis dari suatu organisasi serta menyediakan pihak luar dengan laporan-laporan yang diperlukan. • Menurut Rommey (1997: 16) Sistem informasi adalah cara untuk memasukan, mengumpulkan, menyimpan serta mengolah data dan terorganisir dengan cara sebagai mengelola, menyimpan, melaporkan serta mengendalikan informasi dengan cara organisasi agar dapat mencapai tujuan yang telag ditetapkan.

• Menurut Tafri D. Muhyuzir Sistem informasi merupakan data yang dukumpulkan, diolah, serta diklassifikasikan dengan sedemikian rupa sehingga menjadi sistem informasi entitas terkait mengandung dan tungagal satu sama lain sehingga akan menjadi sistem informasi berharga bagi mereka yang mengirimnya. • Menurut O’Brien Sistem informasi merupakan sebuah kombinasi dari setiap unit yang dikelola orang (manusia), hardware (perangkat keras, software (perangkat lunak), jaringan komuniakasi data serta komputer, dan database (basis data) yang mengubah, mengumpulkan, serta menebarkan infomasi tentang yang bentuk organisasi.

• Menurut Mc Leod Sistem informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber serta memakai berbagai media untuk menampilkan informasi. • Menurut Lani Sidharta Sistem informasi merupakan sistem buatan dari manusia yang berisi serangkaian terpadu komponen – komponen dan manual bagian – komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, mengolah data, dan menghasilkan informasi bagi pengguna.

• Menurut Leitch Rosses Sistem informasi express ialah sistem dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolah transaksi harian, mendukung kegiatan operasi, manajerial dan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

• Menurut Tata Sutabri, Kom., MM Sistem informasi merupakan sistem dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi manajerial organisasi dalam kegiatan organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan yang diperlukan. • Menurut Gordon B. Davis (1991: 91) Sistem informasi merupakan sistem yang menerima input data dan instruksi, mengolah data yang sesuai dengan instruksi serta mengeluarkan hasilnya.

• Menurut Kertahadi (2007) Sistem informasi merupakan alat untuk menyajikan informasi sedemikian rupa dan memiliki manfaat untuk penggunanya. Tujuannya ialah untuk memberikan informasi dalam perencanaan, memulai, pengorganisasian sebuah perusahaan yang melayani sinergi organisasi dalam proses mengendalikan pengambilan keputusan.

• Menurut Erwan Arbie Sistem informasi merupakan sistem dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, bantuan dan dukungan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu memfasilitasi penyediaan laporan yang diperlukan. • Menurut John F. Nash (1995: 8) Sistem informasi merupakan sebuah kombinasi dari manusia, teknologi, media, prosedur serta pengendalian yang ditujukan untuk mengatur jaringan komunikasi, proses transaksi tertentu, membantu manajemen dan menyediakan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat.

• Menurut Alter Sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja merupakan sistem dimana manusia atau/dan mesin melakukan suatu pekerjaan dengan memakai sumber daya untuk menghasilkan produk tertentu dan/atau jasa untuk pelanggan. Sistem informasi merupakan sistem kerja yang kegitannya dimaksudkan untuk pengolahan (transmisi, menangkap, menyimpan, memanipulasi, mengambil, serta menampilkan) informasi. • Menurut Yakub Sistem informasi merupakan sebuah susunan yang terdiri dari beberapa komponen atau elemen.

Komponen sistem informasi disebut dengan istilah blok bangunan. • Menurut O’brian dalam Yakub (2012:16) “Sistem informasi ( information system) adalah kombinasi teratur dari orang-orang, perangkat keras (hardware), perangkat lunak ( software), jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi”.

• Menurut Agus Mulyanto “Sistem informasi sebagai suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan ”. • Menurut Hanif Al Fatta Sistem informasi merupakan suatu perkumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaanya yang mencangkup lebih jauh dari pada sekedar penyajian.

Istilah tersebut menyir manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data serta menyusun tatacara penggunaanya. • Menurut Burch dan Grudnitski Mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya sebagai blok pembangunan ( building block). Blok pembangunan ini kemudian dibagi menjadi: blok input, blok model, blok output, blok teknologi, blok basis data, dan blok kendali.

• Menurut Keneth C Laudon and Jane P Laudin Sistem Informasi adalah serangkaian komponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan (atau mendapatkan), memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengawasan di dalam sebuah organisasi. • Menurut Raymond Mcleod (2008) Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.

• Menurut James A O’Brien and George M Marakas (2016) Sistem informasi adalah kombinasi terorganisasi apapun dari manusia, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, sumber data dan kebijakan serta prosedur yang terorganisasi yang menyimpan, mengambil, mengubah, dan memisahkan informasi dalam sebuah organisasi. • Menurut Henry Lucas Sistem informasi menurut Henry Lucas adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, apabila dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam.

• Menurut Gelinas dan Dull ”Sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang pada umumnya terdiri dari sekumpulan komponen berbasis komputer yang terintegrasi dan komponen manual yang dibangun untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan output informasi kepada pengguna”.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Informasi Manajemen Terlengkap Klasifikasi Sistem Informasi No Klasifikasi Jenis 1.

Sistem Informasi Menurut Level Organisasi a. Sistem Informasi Departemen b. Sistem Informasi Perusahaan c. Sistem Informasi Antarorganisasi 2. Sistem Informasi Fungsional a. Sistem Informasi Akuntansi b. Sistem Informasi Keuangan c. Sistem Informasi Manufaktur d. Sistem Informasi Pemasaran e. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia 3. Sistem Informasi Berdasarkan Dukungan yang Tersedia a. Sistem Pemrosesan Transaksi b. Sistem Informasi Manajemen c. Sistem Otomasi Perusahaan d.

Sistem Pendukung Keputusan e. Sistem Informasi Eksekutif f. Sistem Pendukung Kelompok g. Sistem Pendukung Cerdas 4. Klasifikasi Menurut Aktivitas Manajemen a. Sistem Informasi Pengetahuan b. Sistem Informasi Operasional c. Sistem Informasi Manajerial d. Sistem Informasi Strategis 5. Klasifikasi Menurut Arsitektur Komputer a. Sistem Berbasis mainframe b. Sistem Komputer Pribadi (PC) tunggal c. Sistem tersebar atau sistem komputasi jaringan Sistem Informasi Geografis Sistem informasi geografis (Geograpics information system atau GIS) adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi geografis (Aronoff, 1989).

Hal ini memungkinkan data dapat diakses penunjukan ke suatu lokasi dalam peta yang tersaji secara digital. Sistem informasi geografis digunakan untuk menangani data spasial atau data keruangan. Sistem seperti ini banyak digunakan antara lain untuk pemetaan tanah dan agrikultur, arkeologi, jaringan listrik dan geologi. Sistem informasi geografis berskala nasional yang pertama dioperasikan di Kanada dengan nama CGIS (Canada Geograpics Information System) pada akhir 1960-an.

Sistem ERP Sistem ERP (Enterprise Resource Planing) merupakan aplikasi bisnis terintegrasi (sistem informasi terintegrasi) dan umumnya dapat dipakai untuk menangani kebanyakan bisnis. Sistem ini memiliki modul-modul seperti pengendalian sediaan, utang dagang, piutang dagang, perencanaan kebutuhan material hingga penanganan sunber daya manusia. S Komponen-Komponen penyusun ERP (O’Brien, 2001) • Perencanaan Produksi • Logistik Terintegrasi • Akuntansi dan Keuangan • Sumber Daya Manusia • Penjualan, Distribusi, Manajemen Pemesanan • Pelanggan/Pegawai S Contoh Modul-modul yang terdapat pada Sistem ERP yang disebut SAP R/3 dari SAP AG, Jerman (Martin, 1999) Logistic Category : Production Planing and Control Project Manajemen System Materials Management Quality Management Plant Maintenance Product Data Management Sales and Distribution Service Management Human Resources Category : Personnel Management Organizational Management Payroll Accounting Time Management Personnel Development Financial Category : Financial Accounting Controlling Investment Management Treasury Management Enterprise Controlling Fungsi Sistem Informasi Fungsiutamaditerapkannyasisteminfomasimanajemendalamsuatuorganisasiadalahsebagaiberikut: • Mempermudah pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, pengawasan, pengarahan dan pendelegasian kerja kepada semua departemen yang memiliki hubungan komando atau koordinasi dengannya.

• Meningkatkan efisiensi dan efektifitas data yang tersaji akurat dan tepat waktu. • Meningkatkan produktifitas dan penghematan biaya dalam suatu organisasi. • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena unit sistem kerja yang terkoordinir dan sistematis.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Informasi Geografi Terlengkap Manfaat dan Tujuan Manfaat Sistem Informasi Manajemen Sistem Informasi Manajemen memiliki sejumlah manfaat yang bisa diambil oleh para penggunanya, berikut ini beberapa manfaat dari sistem informasi manajemen : • Dapat meningkatkan aksestabilitas data yang disajikan dengan akurat dan tepat waktu untuk para pengguna informasi tanpa melalui perantara sistem informasi • Sistem Informasi Manajemen bisa menjamin kwalitas dan keterampilan didalam memanfaatkan sistem informasi manajemen secara kritis • Sistem informasi manajemen dapat mengantisipasi serta memahami konsekuensi ekonomis dari sebuah sistem informasi dan tekhnologi baru • Mengembangkan sebuah perencanaan yang lebih efektif • Mengidentifikasikan kebutuhan pendukung sistem informasi • Menetapkan investasi yang nantinya akan diarahkan kepada sistem informasi • Memperbaiki produktifitas didalam aplikasi pengembangan dan maintenance sistem • Mengolah seluruh transaksi, mengurangi biaya serta menciptakan pendapatan Tujuan dari Sistem Informasi Manajemen : • Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.

• Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan. • Menyediakan informasi untuk pengambilan manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah.

Contoh sistem informasi • Sistem reservasi penerbangan, digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah. • Sistem POS (Point Of Sale) yang diterapkan di pasar swalayan dengan dukungan barcode reader untuk mempercepat pemasukan data. • Sistem layanan akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester. • Sistem penjualan secara kredit agar dapat memantau hutang pelanggan yang jatuh tempo.

• Sistem smart card yang dapat digunakan tenaga medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien. • 0 Kemampuan utama sistem Informasi • melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi.

manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah

• menyediakan kominukasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah. • menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses. • memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia dengan cepat dan murah. • meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau beberapa lokasi. manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah mengotomatisasikan proses-proses bisnis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.

• manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah pengetikan dan penyuntingan. • pembiayaan yang lebih murah daripada pengerjaan secara manual. Contoh Sistem Informasi Manajemen Beberapa contoh kongkrit penerapan sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut: • Enterprise Resource Planning (ERP) Sistem ERP ini biasanya digunakan oleh sejumlah perusahaan besar dalam mengelola manajemen dan melakukan pengawasan yang saling terintegrasi terhadap unit bidang kerjaKeuangan, Accounting, Sumber DayaManusia, Pemasaran, Operasional, dan Pengelolaan Persediaan.

• Supply Chain Management (SCM) Sistem SCM ini sangaat bermanfaat bagi pihak manajemen dimana data data yang disajikan terintegrasi mengenai manajemen suplai bahan baku, mulai dari pemasok, produsen, pengecer hingga konsumen akhir. • Transaction Processing System (TPS) TPS ini berguna untuk proses data dalam jumlah yang besar dengan manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah bisnis yang rutin.

Program ini biasa diaplikasikan untuk manajemen gaji dan inventaris. Contohnya adalah aplikasi yang digunakan untuk Bantuan Keuangan Desa Pemprov • Office Automation System (OAS) Sistem aplikasi ini berguna untuk melancarkan komunikasi antar departemen dalam suatu perusahaan dengan cara mengintegrasikan server-server komputer pada setiap user di perusahaan.

Contohnyaadalah email. • Knowledge Work System (KWS) Sisteminformasi KWS ini mengintegrasikan satu pengetahuan baru kedalam organisasi. Dengan ini, diharapkan para tenaga ahli dapat menerapkannya dalam pekerjaan mereka. • Informatic Management System (IMS) IMS berfungsi untuk mendukung spektrum tugas-tugas dalam organisasi, yang juga dapat digunakan untuk membantu menganalisa pembuatan keputusan. Sistem ini juga dapa tmenyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi, seperti e-procurement.

• Decision Support System (DSS) Sistem ini membantu para manajer dalam mengambil keputusan dengan cara mengamati lingkungan dalam perusahaan. Contohnya, Link Elektronik di sekolah Tunas Bangsa, yang mengamati jumlah pendapatan atau pendaftaran siswa baru setiap tahun.

• Expert System (ES) dan Artificial Intelligent (A.I.) Sistem ini pada dasarnya menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisa pemecahan masalah dengan menggunakan pengetahuan tenagaahli yang telah diprogram kedalamnya.Contohnya, sistem jadwal mekanik. • Group Decision Support System (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work System (CSCWS) Serupadengan DSS, tetapi GDSS mencari solusi lewat pengumpulan pengetahuan dalam satu kelompok, bukan per individu.Biasanya berbentuk kuesioner, konsultasi, dan skenario.

Contohnyaadalah e-government. • Executive Support System (ESS) Sistem ini membantu manajer dalam berinteraksi dengan lingkungan perusahaan dengan berpegang pada grafik dan pendukung komunikasilainnya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Sistem Informasi Geografis ( SIG )” Pengertian & ( Sejarah – Manfaat ) Komponen Dari Sistem Informasi komponen SI dalam prosedur yang berkaitan dengan manual prosedur dan prosedur berbasis komputer dan standar untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna.

Prosedur adalah urutan langkah-langkah yang diambil untuk menyelesaikan satu atau lebih kegiatan pengolahan informasi. Memproses informasi ini dapat dilakukan oleh pengguna, atau kombinasi dari pengguna dan manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah IT. Sebuah bisnis terdiri dari berbagai prosedur logis digabungkan untuk membentuk sebuah sistem. Sebagai contoh sistem yang umumnya ada dalam suatu organisasi adalah sistem penggajian, personil, akuntansi, dan gudang.

SI dapat dikategorikan dalam empat bagian: • Sistem Informasi Manajemen • Sistem pendukung keputusan • Sistem Informasi Eksekutif • Sistem Pemrosesan Transaksi Sebarkan ini: • • • • • Posting pada S1 Ditag #contoh sistem informasi manajemen, #fungsi sistem informasi manajemen, #manfaat sistem informasi manajemen, #tujuan sistem informasi manajemen, 10 contoh sistem informasi, 4 klasifikasi sistem informasi, 6 komponen sistem informasi dan contohnya, 8 manfaat sistem informasi manajemen, aktivitas sistem informasi manajemen, Apa itu sistem informasi, apa itu sistem informasi manajemen, apa yang dimaksud dengan blog atau web blog, apa yang dimaksud informasi masukan digital, apakah fungsi bentuk organisasi jelaskan, arti penting sim dalam manajemen, artikel pengertian sistem informasi, contoh blok basis data, contoh gambar sistem informasi, contoh gambar sistem informasi terbuka, contoh klasifikasi sistem, contoh laporan sistem informasi manajemen, contoh pembagian klasifikasi sistem informasi dalam kehidupan sehari hari, contoh program sistem informasi terbuka, contoh sistem informasi, contoh sistem informasi berbasis komputer, contoh sistem informasi dan kegunaannya, definisi arsitektur informasi, definisi big data dalam istilah volume, definisi saluran distribusi, definisi sistem informasi menurut para ahli, definisi sistem menurut o'brien, ebook klasifikasi sistem informasi, fase pengambilan keputusan, fungsi sistem informasi, fungsi sistem informasi akuntansi, fungsi sistem informasi dalam bisnis, fungsi sistem informasi manajemen pdf, fungsi sistem informasi manufaktur, fungsi sistem informasi menurut ahli, fungsi tugas dan tujuan sistem informasi manajemen, fungsi unsur si, gambar dan jelaskan siklus informasi, gambar daur hidup sistem, hubungan antar komponen sistem informasi, information system building block adalah, jelaskan 3 unsur sistem informasi, jelaskan kualitas dari informasi, jelaskan pengertian sistem informasi brainly, jelaskan yang dimaksud data dalam sim ritel, jenis jenis sistem informasi, jenis sistem informasi, jurnal klasifikasi sistem informasi, jurnal komponen sistem informasi, jurnal tentang klasifikasi sistem informasi, jurusan sistem informasi adalah, jurusan sistem informasi kerja apa, jurusan sistem komputer, karakteristik informasi adalah, karakteristik sim, karakteristik sistem informasi manajemen, kegunaan dari informasi, kegunaan teknologi informasi, kelebihan dan kekurangan sistem informasi, kendala sistem informasi manajemen, kerugian tidak ada sistem informasi manajemen, keunggulan sistem informasi manajemen, klasifikasi manajemen, klasifikasi sistem dan contohnya, klasifikasi sistem informasi akuntansi, klasifikasi sistem informasi dan contohnya, klasifikasi sistem informasi manajemen, klasifikasi sistem informasi pdf, klasifikasi sistem menurut para ahli, klasifikasi sistem pdf, Komponen sistem informasi, komponen sistem informasi adalah, komponen sistem informasi dan contohnya, komponen sistem informasi manajemen, komponen sistem informasi manajemen pdf, komponen sistem informasi menurut para ahli, komponen sistem informasi pdf, komponen teknologi secara garis besar, komputasi pemakai akhir, konsep model sim, lingkup kerja sistem informasi manajemen, lulusan manajemen informatika jadi apa, makalah klasifikasi sistem informasi manajemen, makalah komponen sistem informasi, makalah komponen sistem informasi manajemen, makalah sistem informasi, makalah sistem informasi manajemen, manfaat informasi, manfaat optimalisasi bagi manajer, manfaat sim bagi perusahaan, manfaat sistem, manfaat sistem informasi, manfaat sistem informasi bagi masyarakat, manfaat sistem informasi organisasi, manfaat sistem informasi secara umum, manfaat surat izin mengemudi, manfaat utama akuntansi bagi manajemen adalah, mengapa informasi akuntansi harus berkualitas, mengapa sim ritel mendukung operasi bisnis, pemakai informasi akuntansi pihak internal, pengaruh sistem informasi pada organisasi, pengertian building block fitokimia, pengertian konsep sistem informasi, pengertian lengkap sistem informasi, pengertian project management, pengertian sistem abstrak, Pengertian Sistem Informasi, pengertian sistem informasi 2015, pengertian sistem informasi building block, pengertian sistem informasi dan contohnya, pengertian sistem informasi jaringan, pengertian sistem informasi kesehatan, Pengertian sistem informasi menurut para ahli, pengertian sistem informasi pdf, pengertian teknologi informasi dan contohnya, peran sistem informasi bagi perekam medis, prasyarat sistem informasi, prasyarat sistem informasi manajemen, profil lulusan sistem informasi, ruang lingkup sia, sebutkan dan jelaskan sistem informasi, sebutkan manfaat sistem informasi, sejarah sistem informasi, sifat sistem informasi, sintesis struktur sistem informasi manajemen, sistem deterministik, sistem informasi adalah, sistem informasi jurnal, sistem informasi manajemen adalah, sistem informasi menurut level organisasi, sistem informasi menurut para ahli, sistem informasi menurut robert a leitch, sistem informasi pdf, sistem informasi ui, sistem manajemen, sistem menurut o'brien, sistem terbuka dan tertutup dalam manajemen, skema arsitektur sistem informasi, sks sistem informasi, tipe utama sistem informasi, tugas dan fungsi sistem informasi, tugas sistem informasi manajemen, tujuan dibuatnya sebuah aplikasi, tujuan informasi, tujuan informasi menurut para ahli, Tujuan sistem informasi, tujuan sistem informasi akademik, tujuan sistem informasi akuntansi, tujuan sistem informasi akuntansi manajemen, tujuan sistem informasi manajemen menurut para ahli, tujuan sistem informasi manajemen pdf, tujuan sistem informasi manajemen perkantoran, tujuan sistem informasi menurut para ahli, tujuan sistem informasi pdf, tujuan sistem informasi pemasaran, tujuan utama dbms, universitas yang ada jurusan sistem informasi, unsur sia, visi misi fakultas teknik unikom, visi misi grup smule, visi misi sarekat islam, visi misi tujuan dan sasaran adalah Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Penjelasan Sistem Ekskresi Pada Manusia Secara Lengkap • Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi manfaat informasi akuntansi untuk pemasok adalah Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com

PEMAKAI INFORMASI AKUNTANSI




2022 www.videocon.com