Ekstrakurikuler kir adalah

ekstrakurikuler kir adalah ekstrakurikuler kir adalah

• 1 tahun yang lalu / Seluruh siswa SMP Satya Dharma Sudjana, ayo persiapkan diri kalian dengan belajar materi dari awal semester 2 TP. 2021/2022 karena mulai buala Februari 2022 kalian harus mempersiapkan diri untuk menghadapi Ulangan Harian menggunakan fasilitas Computer Based Test (CBT).

Semoga sukses selalu. (Rd) • 1 tahun yang lalu / Education 1.0, Education 2.0, Atau Education 3.0; Anda Berada Di Posisi Mana? • 1 tahun yang lalu / Apa Yang Harus Kita Berikan Kepada Murid Berdasarkan Teori Psikologi? Kelompok Ilmiah Remaja (K I R) adalah ektrakurikuler yang bergerak di bidang penelitian ilmiah. Tujuan yang harus dicapai oleh anggota KIR secara individual adalah pengembangan sikap ilmiah, sedangkan secara kelompok adalah karya tulis Ilmiah.

Anggota KIR adalah siswa siswi yang memiliki komitmen untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan tertarik dengan dunia penelitian, baik di bidang IPA, IPS, dan teknologi. Kegiatan KIR dikemas secara klasikal dan kelompok. Materi yang diberikan adalah pengenalan pembuatan karya tulis ilmiah, melakukan penelitian, hingga membuat laporan penelitian hingga terwujud hasil karya berupa karya tulis ilmiah.

Pembina ekstrakurikuler KIR adalah Ibu Pradana Vidyawati, S.Psi dan Ibu Retno Purwanti, S.Pd. Selama berdiri di SMP Satya Dharma Sudjana, KIR telah meraih berbagai prestasi tingkat propinsi dan melenggang ke tingkat nasional. Ekstrakurikuler adalah kegiatan non-pelajaran formal yang dilakukan peserta didik sekolah atau universitas, umumnya di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan-kegiatan ini ada pada setiap jenjang pendidikan dari sekolah dasar sampai universitas. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik.

Kegiatan ini diadakan secara swadaya dari pihak sekolah maupun siswa-siswi itu sendiri untuk merintis kegiatan di luar jam pelajaran sekolah. Kegiatan dari ekstrakurikuler ini sendiri dapat berbentuk kegiatan pada seni, olahraga, pengembangan kepribadian, dan kegiatan lain yang bertujuan positif untuk kemajuan dari siswa-siswi itu sendiri. Contoh [ sunting - sunting sumber ] Berikut beberapa jenis ekstrakurikuler yang diadakan di sekolah-sekolah di Indonesia: • Olahraga • Bola basket • Bola voli • Bulu tangkis • Catur • Futsal • Renang • Sepak bola • Sepak takraw • Seni bela diri • Pencak silat • Tarung derajat • Judo • Karate • Taekwondo • Kesenian/Apresiasi/Musik • Drumben • Jurnalis • Pemandu sorak • Paduan suara • Tari • Tari modern ekstrakurikuler kir adalah Tari tradisional • Teater • Grup vokal • Keilmuan • Kelompok Ilmiah Remaja • Kelompok Ilmiah Remaja Ilmu Pengetahuan Alam • Kelompok Ilmiah Remaja Ilmu Pengetahuan Sosial • Komunitas • Information and Communications Technology Club • English Study Club • English Debate Club • Japanese Club • Baris-berbaris • Pasukan Pengibar Bendera • Praja Muda Karana (Pramuka) • Medis • Palang Merah Remaja • Lainnya • Pecinta alam • Halaman ini terakhir diubah pada 26 Januari 2022, pukul 10.05.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Ekstrakurikuler kir adalah Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Alhamdulillahirobbil’alamiin, Puji dan Syukur semata tercurahkan Kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridlo-Nya sehingga kami dapat menyusun program Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) tahun pelajaran 2021/2022.

ekstrakurikuler kir adalah

Program ekstrakurikuler inI merupakan salah satu bagian dari tanggungjawab pembina sebagai pendidik dan pembimbing peserta didik di sekolah. Sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada nabi besar Muhammad SAW. Program ekstrakurikuler KIR ini disusun sebagai pedoman pembina untuk mengelola anggota ekstrakurikuler secara baik dan terarah guna meningkatkan dan menunjang keberhasilan peserta didik dalam menempuh pendidikan di sekolah.

Pembina sebagai pembimbing dan pengarah peserta didik atau anggota di sekolah yang diberi tugas untuk mengawasi, membimbing, memotivasi dan mengarahkan dan menyelsaikan masalah peserta didik agar selalu memiliki tanggung jawab untuk belajar dengan adanya program kerja ini diharapkan ekstrakurikuler menjadi tempat yang nyama, dan kondusif untuk berlangsungnya proses pengembangan diri anggota.

Kami menyadari dengan tersusunnya program kerja ekstrakurikuler ini masih banyak kekurangannya, sehingga kami mengharap kritik dan saran dari semua pihak agar program kerja ini sempurna sehingga dapat dijadikan sebagai acuan permanen di dalam upaya peningkatan pengembangan diri peserta didik khususnya di ekstrakurikuler KIR dan umumnya di SMA Negeri 1 Pringgarata.

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PERSETUJUAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Dasar Hukum C. Tujuan D. Manfaat E. Sasaran F. Bidang Pengembangan G. Ekstrakurikuler kir adalah BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN A. Waktu dan Tempat Kegiatan B. Biaya Kegiatan C. Pengurus Ekstrakulikuler KIR D. Kualifikasi Anggota E. Perincian Tugas F. Bentuk dan Jenis Kegiatan BAB III PENUTUP Indonesia sebagai negara berkembang semakin dituntut untuk mampu mengikuti dan mengimabangi arus globalisasi dunia.

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Perkembangan IPTEK menuntut pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing dengan negara-negara lainnya pada era globalisasi. Peningkatan kualitas dan mutu sumber daya manusia dapat tidak dapat dilakukan secara instan, tapi harus dapat diperoleh dari proses belajar yang berkesinambungan dan berkelanjutan.

Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, pendidikan tentu saja mempunyai andil yang sangat besar dalam proses pembentukan karakter calon generasi penerus bangsa.Masa muda adalah masa yang sarat dengan daya imajinasi, masa yang sarat akan daya kreasi, dan masa yang penuh dengan semangat untuk berbuat dan mencoba hal-hal baru.

Sikap ini akan tumbuh jika dilakukan serangkaian proses kegiatan kepada siswa yang meliputi pengamatan, penilaian, serta penumbuhan rasa memiliki, dan keterlibatan siswa dalam segala aktivitas di luar sekolah. Proses pendidikan tidak cukup apabila hanya dilakukan pada proses pembelajaran di sekolah. Proses pendidikan di sekolah dapat ditunjang dengan adanya kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler secara berimbang, serasi dan proporsional agar terwujud siswa yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, cerdas, terampil, dan kreatif serta memiliki sikap, perilaku, pola pikir, dan kepribadian yang kokoh.

Sejalan dengan pemikiran tersebut, perlu ditingkatkan intensitas pembinaan kegiatan kesiswaan melalui ekstrakurikuler sebagai aktualisasi dan optimasi dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh siswa dari proses pembelajaran dalam berbagai mata pelajaran atau bidang studi. Kegiatan ekstrakurikuler adalah ajang pembentukan bakat dan ajang kreativitas peserta didik.

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu sarana penyaluran kreatifitas peserta didik sebagai upaya untuk mencegah agar peserta didik terjerumus pada pergaulan yang tidak baik seperti narkoba dan perkelahian pelajar. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat dan kemampuannya di berbagai bidang diluar akademik. Manfaat kegiatan ini untuk wadah penyaluran hobi, minat, dan bakat para siswa secara positif yang dapat mengasah kemampuan, daya kreativitas, jiwa sportifitas, dan meningkatkan rasa percaya diri.

Akan lebih baik bila mampu memberikan prestasi gemilang di luar sekolah sehingga dapat mengharumkan nama sekolah. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) adalah kelompok remaja yang melakukan serangkaian kegiatan yang menghasilkan suatu hasil yang disebut karya ilmiah. Karya ilmiah itu sendiri mempunyai arti sebagai suatu karya yang dihasilkan melalui cara berpikir yang ekstrakurikuler kir adalah kaidah penalaran yang logis, sistematis, rasional dan ada koherensi antar bagian-bagiannya.

Kegiatan ilmiah berupa penulisan, ekstrakurikuler kir adalah, penelitian, percobaan hingga penemuan merupakan satu dari beberapa kegiatan yang dekat dengan aktivitas seorang pelajar. Aktivitas tersebut selain mampu menghasilkan suatu karya, juga mampu membentuk perilaku dan cara berpikir yang kritis serta sistematis.

Mengolah ketajaman akal dalam mencari alternatif penyelesaian suatu persoalan. Sejalan dengan itu semua, maka akan memberikan dampak positif bagi perkembangan diri pelajar. Semua itu bisa dijadikan pertimbangan dibentuknya suatu kelompok pelajar yang merumuskan kegiatan-kegiatannya dengan berpedoman pada prinsip ilmiah, berproses secara ilmiah hingga menghasilkan suatu karya ilmiah. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) ini merupakan suatu organisasi yang sifatnya terbuka bagi para remaja yang ingin mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini maupun masa mendatang.

Agar kegiatan ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dapat dilaksanakan secara tertib, rapi, menyeluruh dan professional maka perlu adanya perencanaan atau program ekstrakurikuler karya ilmiah remaja.

Dengan tersusunnya program ini diharapkan kepala sekolah, pembina OSIS, guru pembimbing dan tenaga kependidikan lainnya, pengurus komite sekolah dan anggotanya, dan seluruh siswa lebih memahami tentang pengertian, tujuan, jenis dan bentuk kegiatan, dan cara pengelolaan pengembangan diri melalui ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di SMA Negeri 1 Pringgarata.

• Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Ekstrakurikuler kir adalah Pendidikan Nasional. • Peraturan Pemerintah Republik Indonseia nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2006, tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik. • Peraturan Menteri Pendidikan nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.

• Keputusan Kepala Sekolah Nomorr 423.5/090/SMA.PR.1/VII/2021 tentang Pembagian Beban Kerja Guru Dan Tugas Tambahan Ekstrakurikuler kir adalah 2021/2022. • Mengoptimalkan peran sekolah sebagai institusi pendidikan dan pengembangan bakat siswa. • Memperdalam dan memperluas pengetahuan siswa, mengenal hubungan antara berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakat dan minat, serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya.

• Merangsang ketertarikan siswa untuk telibat dalam aktualisasi sikap-sikap ilmiah, proses-proses ilmiah dan pembuatan produk ilmiah. • Meningkatkan kemampuan dan kreatifitas siswa dalam bidang ilmiah • Meningkatkan rasa ingin tahu ekstrakurikuler kir adalah dalam usaha mengadaptaptasi, menggunakan, dan memanfaatkan, serta mengikuti perkembangan IPTEK.

• Meningkatkan kesadaran, disiplin, dan daya juang untuk memiliki dan menguasai IPTEK. • Merangsang siswa untuk mengimplementasikan metode, teknik, serta prosedur ilmiah.

ekstrakurikuler kir adalah

• Mengembangkan sikap ilmiah, kejujuran, dan memecahkan gejala alam yang ditemui secara ilmiah. • Membangkitkan rasa keingintahuan terhadap fenomena alam yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. • Meningkatkan kemampuan berpikir terhadap fenomena-fenomena alam.

• Meningkatkan kreativitas yang menumbuhkan kemampuan berkreasi dan daya kritis. • Menambah wawasan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi. • Meningkatkan keterampilan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. • Meningkatkan minat membaca tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi. • Memperluas wawasan dan kemampuan komunikasi melalui pengalaman diskusi, debat, dan presentasi ilmiah.

• Memperkenalkan cara-cara berorganisasi secara formal. • Sebagai wahana untuk menempa kedewasaan sikap dan kepribadian.

ekstrakurikuler kir adalah

• Menambah wawasan ilmu pengetahuan secara luas. • Menambah pengetahuan dalam menunjang kegiatan belajar-mengajar di sekolah. • Meningkatkan minat membaca dan rasa keingintahuan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.

• Mengenal perkembangan sikap dan kepribadian siswa lebih mendalam. • Meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup. • Memberikan nilai tambah dan keunggulan kompetitif bagi sekolah. • Meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan dan pengembangan sekolah. • Memeperluas hubungan kerjasama dengan instansi lainnya.

ekstrakurikuler kir adalah

• Meningkatkan situasi dan kondisi sekolah yang kondusif dalam belajar • Menambah fungsi sekolah sebagai tempat pengembangan riset atau penelitian 4. Manfaat untuk Masyarakat • Meningkatkan sikap berdaya kritis dan terbuka terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungannnya • Membantu memberikan alternatif penyelesaian beberapa persoalan sosial budaya, seperti kenakalan remaja, dekadensi moral, dan lain-lain melalui kegiatan penelitian.

• Membangun dan meningkatkan kesadaran bahwa kemajuan bangsa dapat dicapai melalui penguasaanb ilmu pengetahuan dan teknologi. • Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan • Membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab.

ekstrakurikuler kir adalah

• Membentuk kepribadian yang humanistis dan peduli terhadap lingkungan alam dan lingkungan sosial. • Menumbuhkan kreativitas dan motivasi untuk berprestasi. • Menumbuhkan kerjasamadan kebersamaan. • Menumbuhkan sikap kritis pada siswa.

• Membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. • Menciptakan suasana yang disukai dan menggembirakan peserta didik. Untuk membiayai pelaksanaan pelatihan dan pembinaan ekstrakurikuler KIR di SMA Negeri 1 Pringgarata berasal dari dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) SMA Negeri 1 Pringgarata sebagai pihak penanggung jawab program ekstrakurikuler KIR.

Sementara untuk membiayai perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan, berasal dari pengumpulan uang kas dari peserta didik dan biaya mandiri dari peserta didik yang bersangkutan, serta fasilitas yang disediakan oleh pihak ekstrakurikuler kir adalah. • Pembina/Pelatih : Muhamad Ali Muis, S.Pd • Ketua: Laura Febriani • Wakil Ketua: Rosmiati • Sekertaris: Rila Dwi Fitria • Bendahara: Amrina Rosada • Bidang Ketaqwaan kepada Tuhan YME: Arvian Dirgantara • Bidang Pendidikan dan Kaderisasi: Naya Safitri • Bidang Karya dan Lomba: Aema Budi Purnama • Program Kerja Bidang Forum Dalam dan Luar Sekolah: Refi Ameliawati • Bidang TIK: Elga Liani • Anggota: Seluruh anggota KIR • Bertanggung jawab mengendalikan jalannya kegiatan ekstrakurikuler KIR.

• Mengontrol kehadiran peserta didik anggota ekstrakurikuler KIR agar pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik. • Membuat rencana program kegiatan jangka pendek dan jangka panjang selama 1 tahun dan mengkoordinasikannya dengan seluruh anggota ekstrakurikuler KIR. • Menentukan target-target yang akan dicapai dalam satu tahun. • Menentukan jadwal kegiatan yang bersifat tidak rutin. • Mengadakan evaluasi internal melaporkannya kepada wakasek kesiswaan. • Memberikan latihan secara baik dan benar sesuai dengan bidangnya.

• Mengenal peserta didik dan menjaga hubungan emosional dan keakraban dengan peserta didik anggota dalam kepengurusan dan kegiatan ekstrakulkuler KIR sesuai dengan norma dan kaidah yang berlaku. • Bertanggung jawab penuh terhadap anak didiknya. • Koordinasi dengan kesiswaan dalam hal pengadaan perlengkapan yang ekstrakurikuler kir adalah oleh anggota ekstrakurikuler KIR.

2. Ketua: • Bertanggung jawab atas semua kegiatan, baik latihan yang bersifat rutin ataupun latihan berkala. • Bersama-sama pengurus dan anggota menyusun program kerja ekstrakurikuler KIR. • Menyusun jadwal latihan rutin bersama pengurus dan anggota ekstrakurikuler KIR lainnya.

• Wakil Ketua : • Membantu ketua dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja yang telah direncanakan. • Menggantikan tugas ketua apabila ketua berhalangan hadir.

ekstrakurikuler kir adalah

3. Sekretaris : • Membuat catatan-catatan mengenani jalan nya rapat dan atau kejadian-kejadian yang perlu penanganan khusus/ temuan-temuan khusus. • Menyusun konsep surat-surat yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler KIR. • Membantu ketua dalam mengkoordinir anggota ekstrakurikuler KIR.

• Membuat program kerja, proposal dan laporan evaluasi dari setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh ekstrakurikuler KIR. • Mendata kehadiran peserta ekstrakurikuler KIR setiap pelaksanaan kegiatan baik latihan rutin, atau kegiatan berkala.

4. Bendahara : • Bersama-samadengan ketua menyusun program ekstrakurikuler kir adalah. • Mengkoordinir dan mengumpulkan uang kas ekstrakurikuler KIR. • Mengatur penggunaan keuangan sesuai dengan mata anggaran yang telah ditetapkan. • Membuat laporan penggunaan keuangan kepada Pembina setelah dikonsultasikan dengan Ketua dan Pelatih. 5. Ketua Bidang : • Mengkoordinir anggota divisi • Menampung ide, saran dan kritik terhadap rencana kegiatan • Bertanggungjawab atas pelaksanaan rencana dan program kerja bidangnya 6.

Anggota : • Mempersiapkan pelaksanaan kegiatan latihan rutin dan kegiatan berkala.

ekstrakurikuler kir adalah

• Melaksanakan kegiatan latihan rutin dan kegiatan berkala. Kegiatan ekstrakulikuler KIR pada prinsipnya harus tidak mengganggu kegiatan akademik dan diharapkan menuju pada profesionalisme. Kegiatan yang dilakukan merupakan bentuk pembinaan ekstrakurikuler kir adalah pengembangan potensi dan kemampuan siswa dalam bidang IPTEK.

Adapun yang menjadi dasar acuan dari pembuatan program kerja ekstrakulikuler KIR masa bhakti 2021/2022 adalah Visi dan Misi SMA Negeri 1 Pringgarata, terutama pada poin meningkatkan prestasi akademik dan non akademik, meningkatkan kemampuan penguasaan IPTEK. Kegiatan yang telah deprogramkan dan direncanakan oleh Kelompok Ilmiah remaja (KIR) SMA Negeri 1 Pringgarata, baik itu kegiatan yang bersifat rutin seperti latihan mingguan.

Jenis materi latihan bersifat fleksibel, disesuaikan dengan kebutuhan dan rencana yang telah disepakati. Selain kegiatan rutin, juga ada kegiatan berkala yang diselenggarakan dalam tempo satu tahun dalam waktu tertentu. • Sosialisasi dan perekrutan anggota Organisasi KIR • Musyawarah Kerja Organisasi KIR (Pembubaran pengurus lama dan pembentukan pengurus baru, pembekalan anggota baru, ekstrakurikuler kir adalah pembahasan program KIR).

• Workshop atau Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (Pembuatan KTI, jurnal, essay/opini, artikel berita, foto, video, blog, dan vlog). • Temu Karya dan Prosentase Karya • Kemah Ilmiah • Lomba Karya Ilmiah • Ikut serta dalam memperingati hari-hari besar Islam • Melaksanakan Bedah Buku • Pengisian Rubrik Mading c.

Program Kerja Bidang Pendidikan dan Kaderisasi • Melaksanakan perekrutan anggota baru • Melaksanakan pengukuhan dan pembagian atribut KIR • Melaksanakan pertemuan/latihan mingguan • Debat • Pelatihan dan penulisan karya ilmiah remaja d. Program Kerja Bidang Karya dan Lomba • Daur ulang sampah • Presentasi Proposal dan Hasil Penelitian • Pembuatan kerajinan tangan • Pembuatan Mading • Mempersiapkan lomba e. Program Kerja Bidang Forum Dalam dan Luar Sekolah • Study Tour • Study Banding • Bekrjasama dengan organisasi ektrakulikuler lainnya • Lintas Alam • Bakti sosial f.

Program Kerja Bidang TIK • Pelatihan Aplikasi Komputer • Pembuatan Desain • Update lomba KIR tingkat Sekolah, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, dan Nasional. • Update Grup Sosial Media dan Blog.

Ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) merupakan salah satu bidang ekstrakurikuler dan pengembangan diri yang ada di SMA Negeri 1 Pringgarata.

ekstrakurikuler kir adalah

Tujuan dibentuknya ekstrakurikuler KIR itu sendiri adalah sebagai suatu wadah untuk menampung, mengapresiasikan, mengembangkan dan menyalurkan segala potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik sebagai usaha untuk meningkatkan kreatifitas, pengalaman, dan disipin, serta daya juang siswadalam menguasai dan mengimbangi perkembangan IPTEK untuk dapat bersaing pada era globalisasi. Oleh karena itu, program kegiatan ekstrakurikuler KIR yang telah disusun dan direncanakan diharapkan dapat menjadi bahan acuan dalam pelaksanaan kegiatan dan penyusunan program kerja mendatang.

Besar harapan kami agar program kerja yang telah disusun dan direncanakan ini mendapatkan dukungan dari segi materi ataupun non materi dari berbagai pihak sehingga program kerja yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan hasil yang diharapkan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah resmi membuka Program Guru Belajar dan Berbagi seri Guru Merdeka Belajar. Program ini merupakan upaya membantu guru dan satuan pendidikan dalam memahami konsep guru merdeka belajar sekaligus meningkatkan kompetensi pengembangan diri secara mandiri untuk mengembangkan karier.

Program ini betujuan untuk: 1) Mengenali miskonsepsi pendidikan sehingga para guru bisa berkembang menjadi Guru Merdeka Belajar yang menjadi penggerak perubahan pembelajaran; 2) Mengenali konsep pengembangan diri sehingga bisa melejitkan karier dan sekaligus berkontribusi terhadap pendidikan. Manfaat mengikuti program ini antara lain: 1) Mengenali miskonsepsi pendidikan sehingga peserta bisa berkembang menjadi Guru Merdeka Belajar yang menjadi penggerak perubahan ekstrakurikuler kir adalah 2) Mengenali konsep pengembangan diri Guru Merdeka Belajar sehingga bisa melejitkan karier dan sekaligus berkontribusi terhadap pendidikan; d Macam-macam Sumber dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif A.

Sumber Data Untuk mendapatkan informasi dan data yang lengkapjelas, akurat, serta valid mengenai objek yang diteliti, maka sangat dibutuhkan jenis dan sumber data yang tepat untuk digunakan dalam penelitian.

Menurut Sugiyono (2010:62), dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sehingga jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yakni : 1.

Data Primer Data primer merupakan data dan sumber data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama (informen inti) atau informasi yang diperoleh secara langsung di lokasi penelitian atau objek/subjek penelitian. Data primer yang dimaksud seperti hasil wawancara langsung dengan Anggota Badan Permusyawaratan Desa di Desa Menceh Kecamtan Sakra Timur. 2. Data Sekunder Data sekunder merupakan data dan sumber data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, seperti do edukasinfo.com - Menghadapi tantangan global dalam ekstrakurikuler kir adalah pendidikan abad 21 seorang pendidik harus mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik.

Pendidik harus memiliki kompetensi pedagogi yang matang dengan menguasai teori-teori belajar. Beberapa teori belajar yang harus dikuasai oleh pendidik yakni teori belajar behavioristik, kognitifisme, konstruktivistik, humanistik, dan teori sibernetik. Untuk memahami makna dari masing-masing teori belajar di atas, berikut penjelasan ekstrakurikuler kir adalah sederhana yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas: 1.

Teori Belajar Behavioristik Teori belajar behavioristik merupakan teori yang mempelajari perilaku dalam proses pembelajaran, hal ini dikarenakan analisis yang dilakukan terletak pada perilaku yang nampak, terukur, tergambarkan dan dapat diprediksi. Belajar merupakan merupakan upaya melakukan perubahan perilaku manusia yang disebabkan oleh pengaruh lingkungannya.

Behaviorisme bertujuan untuk m 20. Sebarkan ini: Pengertian Ekstrakurikuler Ekstrakurikuler atau ekskul ini adalah salah satu kegiatan atau aktivitas tambahan yang dilakukan di luar jam pelajaran yang dilakukan baik di sekolah atau di luar sekolah itu dengan tujuan untuk bisa mendapatkan tambahan pengetahuan, keterampilan serta wawasan dan juga membantu di dalam membentuk karakter peserta didik itu sesuai dengan minat serta bakat tiap-tiap individu.

Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Para Ahli Untuk dapat mengerti lebih dalam lagi mengenai pengertian ekstrakurikuler ini maka kita dapat merujuk pada beberapa pendapat para ahli, sebagai berikut : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 060/U/1993 Serta Nomor 080/U/1993 Menurut Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 060/U/1993 dan Nomor 080/U/1993, Kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler merupakan kegiatan atau aktivitas yang diselenggarakan di luar jam pelajaran yang tercantum di dalam susunan program sesuai dengan keadaan serta kebutuhan sekolah, serta dirancang dengan secara khusus supaya sesuai dengan faktor minat serta bakat siswa.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. ekstrakurikuler kir adalah Tahun 2008 mengenai Pembinaan Kesiswaan Kegiatan ekstrakurikuler ini merupakan salah satu jalur pembinaan kesiswaan.

Kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler yang diikuti serta dilaksanakan oleh siswa baik di sekolah atau pun di luar ekstrakurikuler kir adalah, itu memiliki tujuan supaya siswa dapat atau bisa memperkaya serta memperluas diri. Lutan (1986:72) Menurut Lutan, Ekstrakurikuler ini merupakan sebuah bagian internal dari sebuah proses belajar yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan dari anak didik.

Antara kegiatan atau aktivitas intrakurikuler serta ekstrakurikuler tersebut aslinya itu tidak bisa dipisahkan, bahkan kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler itu merupakan perpanjangan pelengkap atau juga suat penguat kegiatan atau aktivitas intrakurikuler untuk da[at menyalurkan bakat atau juga sebagai pendorong perkembangan potensi peserta didik untuk dapat mencapai taraf maksimum.

Usman serta Setyowati (1993:22) Ekstrakurikuler merupakan suatu aktivitas yang dilakukan di luar jam pelajaran baik itu yang dilaksanakan di sekolah atau juga di luar sekolah dengan maksud untuk lebih memperkaya serta memperluas wawasan pengetahuan serta juga kemampuan yang telah di miliki siswa dari segala macam bidang studi.

Suryosubroto (1997:271) Pengertian Ekstrakurikuler ini ialah suatu aktivitas atau kegiatan belajar yang dilakukan dan diterapkan di luar jam pelajaran tatap muka, dan juga dapat dilaksanakan di lingkungan sekolah atau juga di luar sekolah untuk bisa atuadapat memperluas wawasan dan juga kemampuan yang telah dipelajari dari segala macam mata pelajaran. Tujuan Ekstrakurikuler Dengan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.

39 Tahun 2008 mengenai pembinaan kesiswaan, tujuan dari kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler diantaranya sebagai berikut : • Mengembangkan potensi siswa itu dengan secara optimal serta terpadu yang melingkupi bakat, ekstrakurikuler kir adalah, serta kreativitas. • Memantapkan kepribadian siswa untuk dapat mewujudkan ketahanan sekolah ialah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar ekstrakurikuler kir adalah usaha dari pengaruh negatif serta bertentangan itu dengan tujuan pendidikan.

• Mengaktualisasi potensi siswa di dalam pencapaian potensi unggulan sesuai bakat serta minat. • Menyiapkan peserta didik itu supaya dapat menjadi warga masyarakat yang mempunyai akhlak mulia, yang demokratis, yang menghormati hak-hak asasi manusia (HAM) di dalam rangka mewujudkan sebuah masyarakat mandiri (civil society).

Menurut Nasrudin (2010:12), tujuan dari kegiatan atau aktivitasekstrakurikuler diantaranya yaitu: • Siswa bisa atau dapat memperkaya serta memperluas pengetahuan di dalam keterampilan mengenai suatu hubungan antara segala macam bidang mata pelajaran dan menyalurkan bakat serta minat, dan juga memperlengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya yang beriman dan juga bertaqwa kepada Tuhan YME, sehat rohani berbudi pekerti luhur, dan mempunyai pengetahuan serta keterampilan, juga berkepribadian yang mantap serta mandiri, dan juga mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan serta kebangsaan.

• Siswa mampu untuk dapat memanfaatkan pendidikan kepribadian serta juga menghubungkan suatu pengetahuan yang diperolehnya itu di dalam program kurikulum itu dengan kebutuhan serta juga keadaan lingkungan. Ruang Lingkup Ekstrakurikuler Direktorat Pendidikan Dasar juga menegaskan bahwa ruang lingkup dari kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler ini harus berpangkal pada kegiatan yang bisa menunjang serta mendukung program intrakurikuler yakni mengembangkan pengetahuan sera juga kemapuan penalaran siswa, keterampilan dengan melalui hobi dan minatnya dan juga mengembangkan sikap yang terdapat pada program intrakurikuler serta program kurikuler.

Kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler dimaksudkan untuk dapat mengembangkan salah satu bidang pelajaran yang diminati oleh sekelompok siswa, misalnya seperti olahraga, kesenian, serta kepramukaan yang dilaksanakan di luar jam sekolah dan di luar jam pelajaran. Pelaksanaan kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain dapat berbeda. Variasinya itu jgua sangat ditentukan oleh kemampuan dari guru, siswa serta kemampuan dari sekolah itu sendiri.

Fungsi Ekstrakurikuler Menurut Aqip serta Sujak (2011:68), bahwa terdapat 4 (empat) fungsi kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler diantaranya yaitu: • Fungsi Pengembangan Bahwa kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler tersebut memiliki fungsi di dalam mendukung perkembangan personal peserta didik itu dengan melalui Bahwa suatu kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler memiliki fungsi untuk mendukung perluasan minat, pengembangan potensi, serta pemberian kesempatan di dalam pembentukan karakter serta juga pelatihan kepemimpinan.

• Fungsi Sosial Bahwa salah satu kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler memiliki fungsi untuk mengembangkan kemampuan serta rasa tanggung jawab memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat memperluas pengalaman sosial, praktik keterampilan sosial, serta internalisasi nilai moral dan juga nilai sosial.

• Fungsi Rekreatif Sebuah kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler dilakukan di dalam suasana rilek, menggembirakan, serta menyenangkan sehingga menunjang proses perkembangan peserta didik. Kegiatan atau aktivitas ekstrakulikuler harus bisa atau dapat menjadikan kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang serta lebih menarik bagi peserta didik. • Fungsi Persiapan Karir Segala kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler memiliki fungsi untuk dapat ekstrakurikuler kir adalah kesiapan karir peserta didik itu dengan melalui pengembangan kapasitas.

Manfaat Ekstrakurikuler • Untuk dapat atau bisa memberikan kesempatan bagi pemantapan ketertarikan ekstrakurikuler kir adalah telah atau sudah tertanam dan juga pembangunan ketertarikan yang baru • Untuk bisa atau dapat memberikan pendidikan sosial itu dengan melalui pengalaman serta pengamatan, terutama di dalam hal perilaku kepemimpinan, persahabatan, kerjasama serta kemandirian • Untuk membangun suatu semangat serta metalitas bersekolah • Untuk memberikan kepuasan bagi perkembangan jiwa anak atau pemuda • Untuk dapat atua bisa mendorong pembangunan jiwa serta moralitas • Untuk menguatkan kekuatan mental serta jiwa siswa • Untuk bisa memberikan kesempatan didalam bergaul bagi siswa • Untuk memperluas sebuah interaksi siswa • Untuk memberikan salah satu kesempatan kepada siswa di dalam melatih kapasitas kreativitas mereka lebih mendalam.

ekstrakurikuler kir adalah

Jenis – Jenis Ekstrakurikuler 1. Jenis EkstrakurikulerDengan Berdasarkan Pilihannya • Ekstrakurikuler Wajib ini adalah salah satu program ekstrakurikuler yang sifatnya itu harus atau wajib diikuti oleh seluruh para peserta didik, terkecuali itu untuk peserta didik yang memiliki atau mempunyai kondisi tertentu yang membuatnya tidak mampu untuk bisa mengikuti kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler tersebut.

• Ekstrakurikuler Pilihan ini merupakan sebuah program pilihan ekstrakurikuler yang bisa atau dapat diikuti oleh peserta didik sesuai dengan minat bakat serta minatnya masing-masing. 2. Jenis Ekstrakurikuler Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya • Ekstrakurikuler Rutin ini merupakan suatu bentuk kegiatan atau aktivitas ekstrakurikuler yang dilaksanakan dengan secara terus menerus, seperti misalnya : latihan bola voli, latihan sepak bola serta sebagainya.

• Ekstrakurikuler Periodik ini merupakan segala bentuk kegiatan atau aktivitas yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu saja, seperti lintas alam, camping, pertandingan olah raga serta sebagainya. 3. Jenis Ekstrakurikuler Berdasarkan Ekstrakurikuler kir adalah Kegiatannya • Krida – Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa, Kepramukaan, PMR (Palang Merah Remaja)Paskibra(Pasukan Pengibar Bendera) dan lainnya. • Karya Ilmiah – Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), Kegiatan Penguasaan Keilmuan serta kemampuan akademik, penelitian dan juga sebagainya.

• Latihan atau Olah Bakat atau juga Prestasi – Pengembangan bakat olahraga, seni serta budaya, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan, dan lainnya. Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Ekstrakurikuler, Jenis, Tujuan, Manfaat dan Fungsi, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda.

Sebarkan ini: • • • • • Posting pada SMA, SMP, Umum Ditag 4 fungsi ekstrakurikuler di satuan pendidikan, apa orientasi dari kegiatan ekstrakurikuler, apa yang dimaksud dengan kecakapan, apa yang dimaksud dengan kursus, apa yang menjadi sektor garapan kegiatan uks, arti ekstralinguistik, arti kata ekstralinguistik, arti kata hipertensi, artikel ekstrakurikuler, artikel tentang ekstrakurikuler, buku tentang ekstrakurikuler, cara penilaian kegiatan ekstrakurikuler, contoh program ekstra bidang keagamaan, contoh program ekstrakurikuler pai smp, contoh program pengembangan pai smp, deskripsi ekstrakurikuler, deskripsi penilaian ekstrakurikuler, ekskul yang menarik, ekstrakurikuler adalah, ekstrakurikuler keagamaan, ekstrakurikuler krida adalah, ekstrakurikuler menurut para ahli terbaru, ekstrakurikuler sekolah smk, evaluasi pelaksanaan ekstrakurikuler, fungsi ekstrakurikuler, indikator ekstrakurikuler, jadwal ekstrakurikuler smk, jenis kegiatan ekstrakurikuler, jurnal ekstrakurikuler pdf, jurnal kegiatan ekstrakurikuler, kata baku dari vital, kata baku ekstra kurikuler, kata baku ekstrakurikuler, kata baku remedial, kata tidak baku dari ekstrakurikuler, kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar, kegiatan ekstrakurikuler wajib sekolah adalah, kegiatan keagamaan islam sd, macam macam ekstrakurikuler, makalah ekstrakurikuler, makalah pengembangan ekstrakurikuler, makna kata rutin, manfaat ekstrakurikuler, materi ekstrakurikuler ppt, materi mpls ekstrakurikuler, panduan ekstrakurikuler kurikulum 2013, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, pendekatan ekstrakurikuler, pengelolaan ekstrakurikuler di sekolah, pengembangan ekstrakurikuler, pengenalan ekstrakurikuler sekolah, pengertian ekstrakurikuler menurut depdiknas, pengertian ekstrakurikuler menurut kbbi, pengertian ekstrakurikuler menurut para ahli, pengertian ekstrakurikuler menurut permendikbud, pengertian ekstrakurikuler pdf, pengertian ekstrakurikuler pramuka, pengertian intrakurikuler menurut para ahli, pengertian kegiatan, pengertian kegiatan ekstrakurikuler kir adalah, pengertian kegiatan menurut para ahli pdf, ekstrakurikuler kir adalah organisasi ekstrakurikuler, pengertian pramuka menurut para ahli, penilaian ekstrakurikuler kurikulum 2013, penulisan sepakbola yang benar, peran ekstrakurikuler di sekolah, ppt ekstra kurikuler, ppt promosi ekskul, prinsip ekstrakurikuler, prinsip kegiatan ekstrakurikuler, program kerja ekstrakurikuler smk doc, ruang lingkup ekstrakurikuler kir adalah, sebutkan format kegiatan ekstrakurikuler, sejarah ekstrakurikuler di indonesia, singkatan ekstrakurikuler, teori ekstrakurikuler, tujuan ekskul tari, tujuan ekstrakurikuler, tujuan ekstrakurikuler olahraga, tujuan ekstrakurikuler pramuka, tulisan ekskul dalam bahasa inggris, tulisan ekskul yg benar, ultra modern adalah Pos-pos Terbaru • √ Pengertian Teks Diskusi, Ciri, Struktur, Kaidah dan Jenisnya • √ Pengertian Sanering, Dampak, Kelemahan dan Contohnya • √ Pengertian Germinasi • √ Pengertian Filogenetik, Jenis, Klasifikasi dan Contohnya • √ Pengertian, Proses dan Jenis Awan Secara Umum • √ Pengertian Dividen, Jenis, Proses Pembayaran dan Menurut Ahli • √ Pengertian Pameran,Tujuan, Manfaat, Jenis dan Menurut Ahli • √ 15 Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli • √ Pengertian Kecerdasan Sosial • √ Plasenta : Pengertian, Struktur, Proses dan Fungsinya • √ Biologi : Pengertian, Fungsi, Manfaat, Ciri Dan Cabangnya • √ Pengertian Semiotika, Komponen, Cabang, dan Macam Menurut Para Ahli • √ Pengertian Kloning, Tujuan, Contoh dan Manfaatnya • √ Pengertian Olahraga, Tujuan, Manfaat, Jenis dan Menurut Ahli • √ Pengertian Afinitas Elektron, Sifat, Jenis Dan Polanya • Daur Air • Ekstrakurikuler kir adalah Eksplanasi • Fungsi Dan Ciri Alveolus • Pengertian Data • Teks Deskripsi • Enzim • Indikator Asam Basa • Ikhtisar : Pengertian, Ciri, Fungsi, Cara Penyusun, Struktur • Vektor: Pengertian, Gambar, Notasi, Jenis, Sifat dan Nilai atau Besarnya • Pengertian Dan Contoh Agresi • Perpindahan Kalor • Pengertian Suku • Simposium • Karakteristik Hikayat • Teks Prosedur • Struktur Dan Unsur Intrinsik Novel • Pengertian Negosiasi • Prakarya • Drama • Frasa • Pengertian Produksi • Reboisasi Adalah • Diksi • Rangkuman Dan Ringkasan • Kinemaster Pro • Alight Motion Pro
none
Belakangan ini banyak lembaga pendidikan tinggi menggelar lomba essay mengundang siswa SMA.

Alasannya, tentu lebih praktis dan jauh lebih pendek daripada menyusun karya tulis ilmiah (KTI), tetapi keilmiahannya tidak dikurangi.

ekstrakurikuler kir adalah

Karena lebih praktis diharapkan pesertanya lebih banyak. Selama ini yang rutin menggelar lomba essay media cetak seperti koran atau majalah karena memang media cetak membutuhkan banyak essay untuk diterbitkan.

Mengarang essay sesungguhnya sangat sering muncul dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Hanya gregetnya terasa kurang karena guru lebih cenderung mengajak siswanya bergelut dalam teori-teori menyusun essay tetapi minim praktek sehingga ketika ada keinginan siswa mengikuti lomba essay mereka kembali bertanya: Bagaimana cara praktis menyusun essay? Pertanyaan ini ekstrakurikuler kir adalah mencuat di kalangan siswa SMA ketika Undiksha mengundang para siswa SMA/SMK berlomba mengarang essay atau Koran Bali Post juga sedang menggelar lomba essay dari tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK.

Saya mencoba berbagi pengalaman tentang cara praktis menyusun essay. Bagi siswa SMA yang berminat mengikuti lomba essay dapat mengikuti langkah-langkah praktis ini. Read the rest of this entry » Capung 1. Apa Karya Ilmiah Remaja (KIR)? Karya ilniah remaja (KIR), adalah karya ilmiah yang ditulis atau dikerjakan oleh kalangan remaja. Karya ilmiah maksudnya karya tulis yang penggarapannya mengikuti kaidah-kaidah ilmiah.

Bukan dibuat dengan cara menghayal, bukan karya fiksi, bukan karya rekaan seperti; puisi, cerpen, novel, cerita bersambung, dongeng, dll. Karya ilmiah setidak-tidaknya ekstrakurikuler kir adalah mempunyai 3 (tiga) syarat, yakni: (1) isi kajiannya berada dalam lingkup pengetahuan ilmiah, (2) cara penggarapannya menggunakan metode ilmiah, dan (3) cara penyajiannya/ penulisannya memenuhi syarat sebagai karya ilmiah.

2. Apa Modal Utama agar Bisa Menyusun Karya ilmiah Remaja (KIR)? KIR bukan karya hayalan. Oleh karena itu seorang yang ingin menyusun KIR tidak bisa hanya dengan menghayal langsung bisa menyusun KIR. Mereka harus membekali diri dengan dasar-dasar ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang garapan KIR yang akan dikerjakan. Yang paling penting untuk diperhatikan yang ingin menyusun KIR harus menanyakan dirinya sendiri: Apakah saya punya modal motivasi yang cukup besar untuk bisa menyusun KIR?

Yang dimaksud modal motivasi adalah: (1) Mempunyai keinginan dari kesadaran sendiri untuk bisa menyusun KIR? (2) Mempunyai semangat pantang menyerah mengumpulkan teori-teori untuk menyusun KIR baik dari buku-buku, majalah, internet, atau bertanya dan berdiskusi dengan orang-orang yang ahli dalam bidang garapan KIR? (3) Mempunyai rasa ingin tahu dan tidak mudah percaya dengan hal-hal yang ada di sekitar kita sebelum ditelusuri secara detail dari segi ilmiahnya?

(4) Mempunyai kemampuan mensintesa antar teori-teori yang dipahami dan mengkaitkan fenomena-fenomena yang ada di sekitar kita?

ekstrakurikuler kir adalah

3. Bagaimana Langkah-langkah Menyusun KIR? Read the rest of this entry » • Tulisan Terkini • Candi Borobudur • Hari HIV/AIDS Sedunia, “KISARA” Bali Pilih Mading Blasman Juara I • TIM KIR BLASMAN BOYONG PIALA GUBERNUR BALI • CARA PRAKTIS MENYUSUN ESSAY UNTUK LOMBA • UTS XII IB Blasman 2011-2012 • Kategori • Berita Aktual • Ekstrakurikuler KIR • Soal-soal Bahasa Jepang • Suara Hati • Uncategorized • Kalender

EKSTRAKURIKULER KIR SMPN 9 MALANG




2022 www.videocon.com