Parodi adalah

parodi adalah

★ Pencarian populer hari ini lirih,luruh,papah,tapak,larah,remang aktivitas-atau-aktifitas sinonim izin-atau-ijin cecak halalbihalal aktifitas abjad-atau-abjat komoditi-atau-komoditas dedikasi akomodasi zaman-atau-jaman interpretasi justifikasi cari cabai-atau-cabe implikasi komprehensif tapaktilas azan-atau-adzan apotek-atau-apotik andal-atau-handal efektif analisis asas-atau-azaz antre-atau-antri miliar-atau-milyar kerja bokek kapasitas respons efektifitas-atau-efektivitas ce detail-atau-detil acuh aktivitas cegak praktik-atau-praktek implisit formal-atau-formil signifikan elite-atau-elit amfibi-atau-amphibi peka integrasi eksploitasi bani analisis-atau-analisa yaitu konsekuensi ★ Mana penulisan kata yang benar?

✔ Tentang KBBI daring ini Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini merupakan KBBI Daring (Dalam Jaringan / Online tidak resmi) yang dibuat untuk memudahkan pencarian, penggunaan dan pembacaan arti kata (lema/sub lema). Berbeda dengan beberapa situs web ( website) sejenis, kami berusaha memberikan berbagai fitur lebih, seperti kecepatan akses, tampilan dengan berbagai warna pembeda untuk jenis kata, tampilan yang pas untuk segala perambah web baik komputer desktop, laptop maupun telepon pintar dan sebagainya.

Fitur-fitur selengkapnya bisa dibaca dibagian Fitur KBBI Daring. Database Utama KBBI Daring ini masih mengacu pada KBBI Daring Edisi III, sehingga isi (kata dan arti) tersebut merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Diluar data utama, kami berusaha menambah kata-kata baru yang akan diberi keterangan tambahan dibagian akhir arti atau definisi dengan "Definisi Eksternal". Semoga semakin menambah khazanah referensi pendidikan di Indonesia dan bisa memberikan manfaat yang luas. Aplikasi ini lebih bersifat sebagai arsip saja, agar pranala/tautan ( link) yang mengarah ke parodi adalah ini tetap tersedia.

Untuk mencari kata dari KBBI edisi V (terbaru), silakan merujuk ke website resmi di kbbi.kemdikbud.go.id ✔ Fitur KBBI Daring • Pencarian satu kata atau banyak kata sekaligus • Tampilan yang sederhana dan ringan untuk kemudahan penggunaan • Proses pengambilan data yang sangat cepat, pengguna tidak perlu memuat ulang ( reload/refresh) jendela atau laman web ( website) untuk mencari kata berikutnya • Arti kata ditampilkan dengan warna yang memudahkan mencari lema maupun sub lema.

Berikut beberapa penjelasannya: • Jenis kata atau keterangan istilah semisal n (nomina), v (verba) dengan warna merah muda (pink) dengan garis bawah titik-titik.

Parodi adalah mouse untuk melihat keterangannya (belum semua ada keterangannya) • Arti ke-1, 2, 3 dan seterusnya ditandai dengan huruf tebal dengan latar lingkaran • Contoh penggunaan lema/sub-lema ditandai dengan warna parodi adalah • Contoh dalam peribahasa ditandai dengan warna oranye • Ketika diklik hasil dari daftar kata "Memuat", hasil yang sesuai dengan kata pencarian akan ditandai dengan latar warna kuning • Menampilkan hasil baik yang ada di dalam kata dasar maupun turunan, dan arti atau definisi akan ditampilkan tanpa harus mengunduh ulang data dari server • Pranala ( Pretty Permalink/Link) yang indah dan mudah diingat untuk definisi kata, misalnya : • Kata 'rumah' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/rumah • Kata 'pintar' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/pintar • Kata 'komputer' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/komputer • dan seterusnya Sehingga diharapkan pranala ( link) tersebut dapat digunakan sebagai referensi dalam penulisan, baik di dalam jaringan maupun di luar jaringan.

• Aplikasi dikembangkan dengan konsep Responsive Design, artinya tampilan situs web ( website) KBBI ini akan cocok di berbagai media, misalnya smartphone ( Tablet pc, iPad, iPhone, Tab), termasuk komputer dan netbook/laptop. Tampilan web akan menyesuaikan dengan ukuran layar yang digunakan. • Tambahan kata-kata baru diluar Parodi adalah edisi III • Penulisan singkatan di bagian definisi seperti misalnya: yg, dng, parodi adalah, tt, dp, dr dan lainnya ditulis lengkap, tidak seperti yang terdapat di KBBI PusatBahasa.

✔ Informasi Tambahan Tidak semua hasil pencarian, terutama jika kata yang dicari terdisi dari 2 atau 3 huruf, akan ditampilkan semua. Jika hasil pencarian dari daftar kata "Memuat" sangat banyak, maka hasil yang dapat langsung di klik akan dibatasi jumlahnya. Selain itu, parodi adalah pencarian banyak kata sekaligus, sistem hanya akan mencari kata yang terdiri dari 4 huruf atau lebih.

Misalnya yang dicari adalah "air, minyak, larut", maka hasil pencarian yang akan ditampilkan adalah minyak dan larut saja. Untuk pencarian banyak kata sekaligus, bisa dilakukan dengan memisahkan masing-masing kata dengan tanda koma, misalnya: ajar,program,komputer (untuk mencari kata ajar, program dan komputer).

Jika ditemukan, hasil utama akan ditampilkan dalam kolom "kata dasar" dan hasil yang berupa kata turunan akan ditampilkan dalam kolom "Memuat". Pencarian banyak kata ini hanya akan mencari kata dengan minimal panjang 4 huruf, jika kata yang panjangnya 2 atau 3 huruf maka kata tersebut akan diabaikan. Edisi online/daring ini merupakan alternatif versi KBBI Offline yang sudah dibuat sebelumnya (dengan kosakata yang lebih banyak). Bagi yang ingin mendapatkan KBBI Offline (tidak memerlukan koneksi internet), silakan mengunjungi halaman web ini KBBI Offline.

Jika ada masukan, saran dan perbaikan terhadap kbbi daring ini, silakan mengirimkan ke alamat email: ebta.setiawan -- gmail -- com Kami sebagai pengelola website berusaha untuk terus menyaring iklan yang tampil agar tetap menampilkan iklan yang pantas.

Tetapi jika anda melihat iklan yang tidak sesuai atau tidak pantas di website kbbi.web.id, ini silakan klik Laporkan Iklan [{"x":1,"w":"parodi","d":"pa·ro·di<\/b> n<\/em> karya sastra atau seni yang dengan sengaja menirukan gaya, kata penulis, atau pencipta lain dengan maksud mencari efek kejenakaan;me·ma·ro·di·kan<\/b> v<\/em> menjadikan parodi","msg":""}] Arti kata parodi - Negara Indonesia memiliki bahasa nasional, yakni Bahasa Indonesia.

Walaupun Bahasa Indonesia hadir sebagai bahasa yang digunakan sehari-hari, terkadang masih banyak kata yang terdengar asing. Selain itu, ada banyak juga kata dalam Bahasa Indonesia yang belum kita ketahui makna maupun artinya secara harafiah.

Hadir sebagai acuan berbahasa Indonesia, tentunya KBBI disusun oleh lembaga yang terakreditasi dan kompeten dibidang bahasa. Tak lain adalah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, sebagai lembaga penyusunan KBBI. Dilanjutkan oleh Balai Pustaka sebagai penerbit, serta dinaungi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Artinya, KBBI memiliki hak paten dari pemerintah Republik Indonesia. Nah, apakah kamu sudah tahu arti kata parodi dalam KBBI?

Demi menambah wawasan dan perbendaharaan kata, berikut arti kata parodi dalam KBBI. Arti kata parodi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pa.ro.di [n] karya sastra atau seni yg dng sengaja menirukan gaya, kata penulis, atau pencipta lain dng maksud mencari efek kejenakaan Setelah membaca arti dari kata parodi apakah kamu tertarik untuk mengetahui lebih banyak lagi arti kata dari KBBI?

Nah, demi membantu kamu lebih banyak mengetahui kosakata bahasa Indonesia dengan arti yang akurat, kami menyediakan Kamus Besar Bahasa Indonesia online! Tentunya Kamus Besar Bahasa Indonesia Online ini bisa kamu akses secara cepat, mudah dan praktis.

parodi adalah

Hal yang kamu butuhkan tak lain hanya perangkat elektronik yang terhubung dengan jaringan internet. Selanjutnya kamu bisa langsung ketik kata yang dicari untuk dapat parodi adalah arti kata tersebut dalam KBBI yang telah kami sediakan.

Sangat praktis kan? Kepraktisan dalam belajar tentu akan memicu dan menambah semangat untuk terus menemukan hal baru. Selain itu, hal ini juga dapat membantu menghadirkan rasa nasionalisme.

Sebab Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa. Jadi, yuk parodi adalah arti kata dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia Online bersama-sama! Semoga artikel kami membawa kebermanfaatan untuk kamu ya! Terima kasih sudah singgah.
• Afrikaans • Alemannisch • العربية • Asturianu • Башҡортса • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • Bosanski • Català • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti parodi adalah Euskara • فارسی • Suomi • Français • Frysk • Galego • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Jawa • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Кыргызча • Latina • Lëtzebuergesch • Lietuvių • Latviešu • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • Português • Română • Русский • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / parodi adalah • Svenska • தமிழ் • తెలుగు • ไทย • Türkçe • Українська • اردو • Tiếng Việt • 吴语 • ייִדיש • 中文 • 粵語 Uncylopedia, yang merupakan parodi adalah dari Wikipedia.

Parodi (sering disebut juga plesetan, lelucon, olokan, imitasi kelucuan, kritik ironi, aktivitas humor, imitasi hiperbolik) merupakan sebuah karya kreatif yang dirancang untuk meniru, mengomentari, dan/atau mengolok-olok subjeknya dengan cara peniruan (imitasi), satire, atau ironi. Dalam penggunaan yang umum, suatu hasil karya yang digunakan untuk memelesetkan, memberikan komentar atas karya asli, baik melalui judul atau pun tentang pengarangnya dengan cara yang lucu atau dengan bahasa satire.

Seringkali subjeknya adalah karya asli atau beberapa aspek darinya, yakni tema/ konten, pengarang, gaya, dll. Tetapi parodi juga bisa tentang orang di kehidupan nyata (misalnya politisi), peristiwa, atau gerakan (misalnya Parodi adalah Prancis atau Kontra-kebudayaan pada 1960-an).

Sarjana sastra Profesor Simon Dentith mendefinisikan parodi sebagai "setiap praktik budaya yang memberikan imitasi sindiran yang menimbulkan polemik relatif dari berbagai produksi atau praktik kebudayaan lainnya". [1] Sebagaimana yang dikatakan oleh Linda Hutcheon seorang teoris literatur "parodi.

merupakan peniruan (imitasi), tidak selalu dengan mengorbankan teks yang diparodikan ". Parodi dapat ditemukan dalam seni atau budaya, termasuk sastra, musik, teater, televisi, film, animasi, dan permainan. Beberapa parodi dipraktikkan di teater. Penulis dan kritikus John Gross mengobservasi dalam buku Oxford Book of Parodies-nya, bahwa parodi tampaknya menjadi berkembang di suatu wilayah menjadi antara pastiche ("sebuah komposisi peniruan perilaku seniman lain, tanpa maksud satir") dan burlesque ("bermain-main dengan materi sastra tinggi dan menyesuaikannya dengan tujuan yang rendah").

[2] Sementara itu, Encyclopédie of Denis Diderot membedakan antara parodi dan burlesque, "Parodi yang baik adalah hiburan yang bagus, mampu menghibur dan mendidik pikiran yang paling peka serta halus; burlesque merupakan lelucon menyedihkan yang hanya bisa menyenangkan rakyat." [3] Secara historis, ketika sebuah formula terjadi kejenuhan, seperti dalam kasus melodrama moralistik pada tahun 1910-an, genre formula itu hanya memiliki nilai sebagai parodi, Buster Keaton mengolok-olok genre tersebut seperti yang ditunjukkan oleh film pendeknya.

[4] Daftar isi • 1 Asal Muasal • 2 Musik • 3 Ucapan dalam bahasa Inggris • 4 Parodi modernis dan postmodernis • 5 Reputasi • 6 Parodi film parodi adalah 6.1 Hak Cipta • 7 Parodi puisi • 8 Swaparodi • 9 Isu Hak Cipta • 9.1 Amerika Serikat • 9.2 Kanada • 9.3 Britania Raya • 10 Kultur Internet • 11 Penggunaan dalam sosial parodi adalah • 12 Contoh • 12.1 Contoh Historis • 12.2 Contoh dalam televisi modern • 12.3 Anime and manga • 13 Lihat juga • 14 Catatan kaki • 15 Referensi • 16 Bacaan lebih lanjut • 17 Pranala Luar Asal Muasal [ sunting - sunting sumber ] Menurut Aristoteles ( Poetics, ii.

5), Hegemon of Thasos merupakan penemu semacam jenis parodi; dengan sedikit mengubah kata-kata dalam puisi-puisi terkenal, dia mengubah yang luhur menjadi konyol. Dalam sastra Yunani kuno, parodia adalah puisi naratif yang bergaya imitatif dan prosodi epos "memperlakukannya sebagai subjek ringan, satir, atau imitasi (peniruan) heroik". [5] Komponen kata Yunaninya adalah παρά "para" yang berarti "selain dari, kontra, melawan" dan ᾠδή "oide" berarti "nyanyian", hal tersebut dapat diartikan sebagai "lagu bertentangan", sebuah imitasi/peniruan yang bertentangan dengan aslinya.

The ''Oxford English Dictionary'', misalnya, mendefinisikan parodi sebagai imitasi/peniruan yang "diubah untuk menghasilkan efek konyol". [6] karena par- juga memiliki arti yang non-antogonistik dari kata "selain dari ( beside)" yang dapat berarti, "Tidak ada di dalam parodia yang mengharuskan memasukkan konsep ejekan".

[7] Dalam Komedi kuno Yunani bahkan para dewa bisa menjadi bahan olokan. The Frogs menggambarkan Herakles sebagai pahlawan yang berubah menjadi dewa raja makan dan Dewa drama Dionisos sebagai sosok pengecut dan tidak cerdas. Perjalanan kisah tradisional ke Dunia Bawah diparodikan saat Dionisos berpakaian sebagai Herakles untuk pergi ke Dunia Bawah, dalam upaya untuk membawa kembali seorang penyair untuk menyelamatkan Athena.

Orang Yunani Kuno menciptakan drama satir yang memparodikan drama tragis, seringkali dengan pemain berpakaian seperti Satyr. Parodi juga digunakan dalam teks filosofis Yunani awal untuk membuat hal filosofis. Teks-teks tersebut dikenal sebagai spoudaiogeloion, contoh terkenal di antaranya adalah puisi Silloi dari sekolah filsafat Pyrrhonist oleh tokoh Timon dari Phlius yang memparodikan para filsuf yang hidup dan mati.

Gaya andalan dari dari sekolah filsafat Sinisme adalah retoris, pola yang paling umum dapat dijumpai parodi adalah karya-karya tokoh Menippus dan Meleager dari Gadara. [8] Pada abad ke-2 M, Lucian dari Samosata membuat parodi teks perjalanan seperti Indica dan The Parodi adalah. Dia menggambarkan penulis cerita tersebut sebagai pembohong yang tidak pernah bepergian atau pernah berbicara dengan orang yang kredibel dia temui.

Dalam bukunya ironisnya bernama A True History, Lucian menyampaikan sebuah cerita yang membesar-besarkan secara hiperbola dan membuat klaim mustahil dari cerita-cerita itu.

Kadang-kadang digambarkan pertama sebagai fiksi ilmiah, karakter melakukan perjalanan ke bulan, terlibat dalam perang antarplanet dengan bantuan alien yang mereka temui di sana, dan kemudian kembali ke bumi untuk merasakan peradaban di kedalaman sejauh 200 mil yang umumnya ditafsirkan sebagai peradaban Paus. Berikutnya merupakan parodi dari klaim Ctesias bahwa India memiliki ras manusia berkaki satu dengan satu kaki yang sangat besar sehingga dapat digunakan sebagai payung lalu kisah Homer tentang raksasa bermata satu, dan sebagainya.

Musik [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Musik parodi Dalam musik klasik, sebagai istilah teknis, parodi mengacu pada pengerjaan ulang satu jenis komposisi menjadi komposisi lain (misalnya, motet menjadi karya keyboard seperti yang parodi adalah oleh Girolamo Cavazzoni, Antonio de Cabezón, dan Alonso Mudarra, semuanya dilakukan untuk motets karya Josquin des Prez). [9] Lebih umum lagi, penggunaan parodi massa (missa parodia) atau oratorio yang menggunakan kutipan ekstensif dari karya vokal lainnya seperti motet atau kantata; seperti yang dilakukan oleh Victoria, Palestrina, Lassus, dan komposer lain dari abad ke-16 menggunakan teknik ini.

Istilah ini juga kadang-kadang diaplikasikan pada prosedur umum masa periode Barok, seperti ketika Bach mengerjakan ulang musik kantatanya pada karya Christmas Oratorio-nya. Definisi musikologis dari istilah parodi untuk masa kini secara umum telah digantikan oleh arti kata yang lebih umum. Dalam penggunaannya yang lebih kontemporer, parodi musik biasanya memiliki maksud humor, bahkan satir, di mana ide atau lirik musik yang sudah dikenal diangkat ke dalam konteks yang berbeda, yang bahkan seringkali tidak sesuai.

[10] Parodi musik dapat merupakan peniruan atau merujuk pada gaya khas komposer atau artis, atau bahkan gaya musik umum. Misalnya, lagu dan tarian musik The Ritz Roll and Rock, yang dibawakan oleh Fred Astaire dalam film Silk Stockings, hal tersebut dalam upaya memparodikan genre Rock and Roll. Sementara karya Weird Al Yankovic yang paling dikenal karena didasarkan pada lagu-lagu populer tertentu, karya tersebut juga sering menggunakan unsur-unsur budaya pop yang tidak sesuai konteks untuk menimbulkan efek komedi.

Ucapan dalam bahasa Inggris [ sunting - sunting sumber ] Penggunaan pertama kata parodi dalam bahasa Inggris yang dikutip dalam Oxford English Dictionary adalah dalam karya Ben Jonson yang berjudul Every Man in His Humor pada tahun 1598: "A Parodie, a parodie! to make it absurder than it was" (Parodi, parodi! membuat hal lebih absurd dari sebelumnya).

Kutipan berikutnya datang dari John Dryden pada tahun 1693, yang juga menambahkan penjelasan untuk menunjukkan bahwa kata itu merupakan hal yang umum digunakan dan memiliki arti olokan atau menjelmakan kembali apa yang Anda lakukan. Parodi modernis dan postmodernis [ sunting - sunting sumber ] Pada abad ke-20, parodi telah mempertinggi posisinya sebagai alat sentral artistik, representatif, serta menjadi agen katalis dari penciptaan artistik dan inovasi.

[11] [12] Hal ini paling menonjol terjadi pada paruh kedua abad ini dengan postmodernisme, tetapi modernisme dan formalisme Rusia sebelumnya telah menantikan perspektif ini. [11] [13] Bagi kaum formalis Rusia, parodi merupakan cara pembebasan dari latar belakang teks sehingga memungkinkan untuk menghasilkan bentuk-bentuk artistik yang baru dan otonom.

[14] [15] Sejarawan Christopher Rea menulis bahwa "Pada tahun 1910-an dan 1920-an, para penulis di pasar hiburan China memparodikan apa saja dan segalanya.

Mereka memparodikan pidato, iklan, pengakuan, petisi, perintah, selebaran, pemberitahuan, kebijakan, peraturan, resolusi, wacana, penjelasansutra, peringatan takhta, dan notulen konferensi. Kami memiliki berkas mengenai pertukaran surat antara Queue dan Beard dan Eyebrows. Kami memiliki berkas pidato untuk pispot. Kami memiliki berkas 'Penelitian tentang Mengapa Pria Memiliki Jenggot dan Wanita Tidak,' 'Telegram dari Dewa Petir kepada Ibunya untuk Mengundurkan diri dari Jabatannya,' dan 'Pemberitahuan Publik dari Raja Pelacur yang Melarang Playboy Melewatkan Utang'".

[16] [17] Cerita pendek dari Jorge Luis Borges (1939) berjudul " Pierre Menard, Penulis Quixote", sering dianggap sebagai ramalan postmodernisme dan gagasan ideal mengenai parodi yang pamungkas.

[18] [19] Definisi parodi tradisional biasanya hanya membahas parodi dalam arti yang lebih sempit tentang sesuatu yang dimaksudkan untuk mengolok teks yang diparodinya. Arti parodi yang lebih luas, parodi yang dilakukan dengan maksud selain untuk mengejek, telah menjadi lazim dalam parodi modern abad ke-20. [20] [21] Dalam arti luas, parodi modern tidak menargetkan teks yang diparodikan, tetapi menggunakannya sebagai senjata untuk menargetkan sesuatu yang lain.

[22] [23] Alasan untuk menjadi lazim serta luasnya jenis parodi serta dikontekstualisasikan kembali di abad ke-20 karena para seniman telah berusaha untuk menghubungkan masa lalu sambil mencatat perbedaan-perbedaan yang dibawa oleh modernitas.

parodi adalah

{INSERTKEYS} [24] [ halaman dibutuhkan] Contoh modernis utama dari parodi rekontekstualisasi ini, diantaranya Ulysses karya James Joyce, yang menggabungkan elemen Odyssey karya Homer dalam konteks Irlandia abad ke-20, dan The Waste Land karya T. S. Eliot [22], yang menggabungkan dan mengontekstualisasikan kembali elemen-elemen dari berbagai teks sebelumnya, termasuk The Inferno karya Dante. [ butuh rujukan]Karya Andy Warhol adalah contoh lain yang menonjol dari parodi "rekontekstualisasi" modern.

[22] Menurut ahli teori sastra Prancis Gérard Genette, bentuk parodi yang paling ketat dan elegan serta yang paling ekonomis, yaitu parodi minimal, parodi yang secara harfiah mengulang teks yang diketahui dan memberinya makna baru. [25] [26] Parodi kosong ( blank parodi), di mana seorang seniman mengambil bentuk kerangka sebuah karya seni dan menempatkannya dalam konteks baru tanpa menertawakannya, layaknya hal yang biasa.

[ butuh rujukan] Pastiche merupakan hal yang sedikit erat dengan genre keparodian, ketika suatu parodi menjadikan suatu karakter atau latar dari suatu karya yang digunakan dengan cara yang lucu atau ironis di karya lainnya, seperti transformasi karakter minor Rosencrantz dan Guildenstern dari drama Hamlet karya Shakespeare menjadi karakter utama dalam perspektif komedi tentang peristiwa yang sama dalam drama (dan film) seperti yang terjadi dalam karya Rosencrantz and Guildenstern Are Dead.

[ butuh rujukan] Demikian pula yang dilakukan oleh Mishu Hilmy pada karyanya Trapped in the Netflix menggunakan parodi untuk mendekonstruksi acara Netflix kontemporer seperti drama Mad Men yang memberikan komentar melalui karakter populer, dalam karya tersebut Don Draper melakukan mansplaining tentang mansplaining, lalu Luke Danes monolog tentang kurangnya independensi sambil merangkul kodependensi.

[27] Dalam novel Flann O'Brien yang berjudul At Swim-Two-Birds, misalnya, King Sweeney yang gila, Finn MacCool, pookah, dan berbagai macam koboi berkumpul di sebuah penginapan di Dublin: mencampurkan karakter mitis, karakter dari genre fiksi, dan keadaan yang terjadi setiap harinya, membuat tergabungnya humor yang tidak diarahkan pada salah satu karakter atau penulisnya. Kombinasi karakter yang mapan dan dapat diidentifikasi dalam keadaan baru ini tidak sama dengan kiasan post-modernis yang menggunakan historis karakter fiksi di luar konteks untuk memberikan elemen metafora.

[ butuh rujukan] Reputasi [ sunting - sunting sumber ] Terkadang reputasi parodi lebih lama dari reputasi yang diparodikan. Misalnya, Don Quixote, yang mengolok-olok kisah-kisah kesatria tradisional yang sesat, jauh lebih dikenal daripada novel yang menginspirasinya, Amadis de Gaula (walaupun Amadis disebutkan dalam buku itu). Kasus lainnya adalah novel Shamela karya Henry Fielding (1742), yang merupakan parodi dari novel epistoler suram berjudul Pamela; or, Virtue Rewarded (1740) karya Samuel Richardson.

Banyak parodi Lewis Carroll tentang syair didaktik Victoria untuk anak-anak, seperti " You Are Old, Father William", jauh lebih dikenal daripada aslinya (yang sebagian besar terlupakan). Novel komik Stella Gibbons berjudul Cold Comfort Farm telah melampaui novel dari karya pastoral Mary Webb yang sebagian besar mengilhaminya.

Belakangan ini, sitkom televisi ' Allo' Allo! mungkin lebih dikenal daripada drama Secret Army yang diparodikannya. Beberapa seniman mengukir karir dengan membuat parodi. Salah satu contoh paling terkenal adalah "Weird Al" Yankovic.

Karirnya memparodikan aksi musik dan lagu-lagu lain telah melampaui banyak artis atau band yang dia parodikan. Yankovic tidak diwajibkan menurut hukum untuk mendapatkan izin parodi; sebagai aturan pribadi, bagaimanapun, dia meminta izin untuk memparodikan lagu seseorang sebelum merekamnya. Beberapa artis, seperti rapper Chamillionaire dan band grunge yang berbasis di Seattle, Nirvana, menyatakan bahwa parodi Yankovic atas lagu mereka masing-masing sangat bagus, dan banyak artis menganggap bahwa diparodikan olehnya sebagai lencana kehormatan.

[28] [29] Dalam sistem hukum AS, poin bahwa dalam banyak kasus parodi suatu karya dikategorikan dan diperbolehkan sebatas penggunaan wajar ( fair use) dijunjung tinggi, bahkan dalam kasus Rick Dees, diputuskan untuk menggunakan 29 detik musik dari lagu When Sonny Gets Blue untuk memparodikan gaya bernyanyi Johnny Mathis bahkan setelah izinya ditolak.

Pengadilan banding menguatkan keputusan pengadilan bahwa jenis parodi ini mewakili sepanjang penggunaan wajar. Fisher v. Dees 794 F.2d 432 (9th Cir. 1986) Parodi film [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Parodi film Beberapa ahli teori genre, menurut Bakhtin, bahwa melihat parodi sebagai perkembangan alami dalam siklus hidup genre apa pun; ide ini telah terbukti sangat bermanfaat bagi para ahli teori genre film. Para ahli teori tersebut mencatat bahwa film-film Barat, misalnya, setelah tahap klasik didefinisikan sebagai cara yang umum bahwa genre, mengalami tahap parodi, di mana kebiasaan tersebut yang sama diejek dan dikritik.

Karena penonton telah melihat film Western klasik, mereka memiliki harapan untuk kebaharuan setiap film Western, dan ketika harapan ini terbalik, penonton tertawa. Mungkin film parodi paling awal adalah film Mud and Sand tahun 1922, sebuah film Stan Laurel yang mengolok-olok film Blood and Sand karya Rudolph Valentino. Laurel mengkhususkan diri dalam parodi pada pertengahan 1920-an, menulis dan berakting di beberapa diantara tahun tersebut.

Beberapa olokan dari film populer, seperti Dr. Jekyll dan Mr. Hyde—diparodikan dalam bentuk jenaka dalam film Dr. Pyckle dan Mr. Pryde (1926). Lainnya adalah lelucon dari drama Broadway, seperti No, No, Nanette (1925), diparodikan di film Yes, Yes, Nanette (1925). Pada tahun 1940 Charlie Chaplin menciptakan komedi satir tentang Adolf Hitler dengan filmnya yang berjudul The Great Dictator, mengikuti parodi Hollywood pertama tentang Nazi, oleh subjek pendek vaudeville Three Stooges dalam film You Nazty Spy!.

Sekitar 20 tahun kemudian Mel Brooks memulai karirnya dengan parodi Hitler juga. Setelah filmnya tahun 1967 yang berjudul The Producers memenangkan Academy Award dan Writers Guild of America Award untuk Skenario Asli Terbaik [30], Brooks menjadi salah satu tokoh parodi film paling terkenal dan menciptakan olokan dalam berbagai genre film.

Film Blazing Saddles (1974) merupakan parodi dari film Western, History of the World, Part I (1981) sebagai film parodi sejarah, Robin Hood Men in Tights (1993) merupakan pengambilan Brooks tentang kisah klasik Robin Hood, dan olokannya di genre horor, sci-fi dan genre petualangan termasuk film Young Frankenstein (1974), dan Spaceballs (1987, merupakan olokan untuk film Star Wars). Grup komedi Inggris Monty Python juga terkenal dengan parodinya, misalnya memparodikan King Arthur daam film Monty Python and the Holy Grail (1974), dan mensatirkan Jesus dalam film Life of Brian (1979).

Pada 1980-an, tim David Zucker, Jim Abrahams, dan Jerry Zucker memparodikan genre yang mapan seperti film bencana, perang, dan kriminal dengan film-filmnya yang berjudul Airplane!, Hot Shots! dan seri Naked Gun masing-masingnya. Ada pula parodi film tahun 1989 dari Spanyol dari series TV The A-Team yang berjudul El equipo Aahhgg yang disutradarai oleh José Truchado. Baru-baru ini, parodi telah mengambil seluruh genre film sekaligus.

Salah satu yang pertama adalah film Don't Be a Menace to South Central While Drink Your Juice in the Hood dan franchise dari Scary Movie. Parodi genre terbaru lainnya pun termasuk didalamnya. Beberapa film parodi seperti Shriek If You Know What I Did Last Friday The 13th, Not Another Teen Movie, Date Movie, Epic Movie, Meet the Spartans, Superhero Movie, Disaster Movie, Vampires Suck, and The 41-Year-Old Virgin Who Knocked Up Sarah Marshall and Felt Superbad About It, semuanya telah dikritik secara kritis mengenai hal tersebut.

[ butuh rujukan] Hak Cipta [ sunting - sunting sumber ] Banyak film parodi menargetkan subjek yang tidak memiliki hak cipta atau tidak memiliki hak cipta (seperti Frankenstein atau Robin Hood) sementara yang lainnya lebih memilih menirukan (imitasi) yang tidak melanggar hak cipta, tetapi jelas ditujukan pada subjek yang populer (dan biasanya menguntungkan).

Menggilanya film mata-mata pada tahun 1960-an, didorong oleh popularitas James Bond sebagai contohnya, dalam genre semacam ini, merupakan subjek yang langka, dan mungkin unik, dari film parodi yang membidik subjek non-komedi dan sebenarnya memegang hak cipta James Bond adalah film olokan Casino Royale pada tahun 1967.

Dalam hal ini, produser Charles K. Feldman awalnya berniat untuk membuat film yang serius, namun memutuskan bahwa film tersebut tidak akan mampu bersaing dengan seri film Bond yang sudah mapan. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk memparodikan serial tersebut. [31] Parodi puisi [ sunting - sunting sumber ] Kenneth Baker menganggap parodi puitis mengambil lima bentuk utama. [32] • Yang pertama adalah menggunakan parodi untuk menyerang penulis yang diparodikan, seperti dalam peniruan JK Stephen terhadap Wordsworth, “Ada dua suara: satu dari dalam ( deep)....Dan satu dari domba tua setengah dungu.” [33] • Yang kedua adalah meniru gaya penulis, seperti parodi Henry Reed terhadap karya T.

S. Eliot berjudul Chard Whitlow: “Seiring bertambahnya usia, kita tidak bertambah muda....” [34] • Jenis ketiga adalah jenis membalikkan (reversed) (dan juga menurunkan derajat) sentimen puisi yang diparodikan, seperti pada parodi di All Things Dull and Ugly karya Monty Python. • Pendekatan keempat adalah menggunakan puisi target sebagai matriks untuk menyisipkan materi yang tidak berhubungan (umumnya yang dianggap lucu) – “Dikeluarkan atau tidak?

Itulah pertanyaannya .... Jadi dokter gigi membuat kita semua pengecut". [35] • Terakhir, parodi dapat digunakan untuk menyerang sasaran kontemporer/topikal dengan memanfaatkan format penggalan puisi terkenal seperti: “O Rushdie, Rushdie, it's a vile world” ( Cat Stevens). [36] Bentuk parodi puitis yang lebih konstruktif merupakan penghubung penyair kontemporer dengan bentuk masa lalu dan ahli masa lalu melalui parodi yang mengharukan – dengan demikian membagikan kode puitis seraya menghindari kecemasan akan pengaruh.

[37] Lebih agresif dalam penggunaan gaya adalah parodi puisi kanak-kanak, biasanya sering menyerang kemapanan (otoritas), nilai-nilai dan budaya itu sendiri dalam pemberontakan yang bersifat menggembirakan ('karnaval') [38], seperti pada: "Twinkle, Twinkle little star,/ Who the hell do you think you are? (Kelip-kelip bintang kecil,/ Kau pikir kau siapa?)” [39] Swaparodi [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Swaparodi Bagian dari parodi adalah parodi diri di mana seniman memparodikan karya mereka sendiri (seperti dalam acara sitkom Extras karya Ricky Gervais).

Isu Hak Cipta [ sunting - sunting sumber ] Meskipun parodi dapat dianggap sebagai karya turunan dari karya berhak cipta yang sudah ada sebelumnya, beberapa negara telah memutuskan bahwa parodi dapat berada di bawah batasan hak cipta seperti transaksi yang adil (f air dealing), atau memiliki undang-undang transaksi yang adil yang mencakup parodi dalam cakupannya.

Amerika Serikat [ sunting - sunting sumber ] Parodi dilindungi di bawah doktrin penggunaan wajar ( fair use) dari undang-undang hak cipta Amerika Serikat, tetapi pembelaan akan lebih berhasil jika penggunaan karya berhak cipta bersifat transformatif, seperti kritik atau komentar terhadapnya. Dalam perkara Campbell v. Acuff-Rose Music, Inc., Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan bahwa parodi rap " Oh, Pretty Woman" oleh 2 Live Crew adalah termasuk kategori penggunaan yang wajar (fair use), karena parodi tersebut merupakan karya transformatif yang khas dan dirancang untuk mengolok lagu aslinya, dan bahwa "bahkan jika penyalinan 2 Live Crew dari baris pertama lirik asli dan riff bass pembuka yang khas dapat dikatakan mengarah ke 'hati' aslinya, hati itulah yang paling mudah memunculkan lagu yang diparodikan, dan itu adalah jantung di mana bidikan dari parodinya." Pada tahun 2001, Pengadilan Banding Eleventh Circuit, dalam kasus Suntrust v.

Houghton Mifflin, mendukung hak Alice Randall untuk menerbitkan parodi Gone with the Wind berjudul The Wind Done Gone, yang menceritakan kisah yang sama dari sudut pandang Scarlett O'Hara yang senang bisa menyingkirkan orang lain. Pada tahun 2007, Pengadilan Banding Ninth Circuit menolak pembelaan penggunaan wajar dalam kasus Dr. Seuss Enterprises v. Penguin Books. Mengutip keputusan C ampbell v.

Acuff-Rose, mereka menemukan bahwa olokan terhadap Kasus pembunuhan O.J Simpson dan parodi dari kisah The Cat in the Hat telah melanggar buku anak-anak karena tidak memberikan fungsi komentar atas karya tersebut. [40] [41] Kanada [ sunting - sunting sumber ] Sebagian dari artikel ini (yang berkaitan dengan Changes from the Copyright Modernization Act, 2012) memerlukan pemutakhiran informasi. Harap perbarui section dengan menambahkan informasi terbaru yang tersedia. Di bawah hukum Kanada, meskipun ada perlindungan untuk transaksi yang adil (fair dealing), tidak ada perlindungan eksplisit untuk parodi dan sindiran.

Di kasus Canwest v. Horizon, penerbit Vancouver Sun meluncurkan gugatan terhadap kelompok yang telah menerbitkan parodi pro- Palestina dari koran tersebut. Alan Donaldson, hakim dalam kasus tersebut, memutuskan bahwa parodi bukanlah hal yang mendapatkan pembelaan terhadap klaim hak cipta. [42] Britania Raya [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2006, Gowers Review of Intellectual Property merekomendasikan bahwa Britania Raya harus "membuat pengecualian terhadap hak cipta untuk tujuan karikatur, parodi, atau pastiche pada tahun 2008".

[43] Setelah tahap pertama dari konsultasi publik dari dua bagian, Kantor Kekayaan Intelektual (Intellectual Property Office) melaporkan dari informasi yang diterima bahwa "tidak cukup untuk meyakinkan kami bahwa keuntungan dari pengecualian baru untuk parodi cukup dalam mengesampingkan kerugian bagi pekerjaan pencipta dan pemilik yang mendasarinya.

Oleh karena itu tidak ada proposal untuk mengubah pendekatan parodi, karikatur, dan pastiche saat ini di Inggris." [44] Namun, setelah Kajian Hargreaves pada Mei 2011 (yang membuat proposal serupa dengan Kajian Gowers), Pemerintah secara luas menerima proposal ini. Undang-undang saat ini (berlaku mulai 1 Oktober 2014), yaitu Bagian 30A [45] dari Undang-Undang Hak Cipta, Desain dan Paten 1988 (Copyright, Designs and Patents Act 1988), sekarang memberikan pengecualian terhadap pelanggaran di mana ada kesepakatan yang adil (fair dealing) dari karya asli untuk tujuan parodi (atau sebagai alternatif untuk tujuan karikatur atau pastiche).

Undang-undang tidak mendefinisikan apa yang dimaksud dengan "parodi", tetapi IPO Inggris - Kantor Kekayaan Intelektual (Britania Raya) (Intellectual Property Office (United Kingdom) – menunjukkan [46] bahwa "parodi" adalah sesuatu peniruan (imitasi) sebuah karya untuk efek lucu atau satir.

Lihat juga mengenai Transaksi yang adil (fair dealing) hak cipta dalam hukum Britania Raya untuk lebih lengkapnya. Kultur Internet [ sunting - sunting sumber ] Parodi adalah genre yang menonjol dalam budaya daring, sebagian berkat kemudahan teks digital yang dapat diubah, disesuaikan, dan dibagikan.

Kuso Jepang dan e'gao Cina adalah simbol dari pentingnya parodi dalam budaya daring di Asia. {/INSERTKEYS}

parodi adalah

Video mash-up dan meme parodik lainnya, seperti karakter Cina yang diubah secara lucu, sangat populer sebagai alat protes politik di Republik Rakyat Cina, yang pemerintahnya memiliki aparat sensor yang ekstensif. [47] Bahasa gaul internet Cina banyak menggunakan permainan kata-kata dan parodi tentang bagaimana karakteristik dari Cina diucapkan atau ditulis, seperti yang diilustrasikan dalam Grass-Mud Horse Lexicon.

Penggunaan dalam sosial politik [ sunting - sunting sumber ] Reggie Brown, seorang aktor suara dan peniru dari tokoh Barack Obama Parodi sering digunakan untuk membuat pernyataan sosial atau politik.

Contohnya termasuk essay satir karya Swift berjudul " A Modest Proposal", yang menyindir pengabaian Irlandia oleh Inggris dengan memparodikannya di bidang politik yang terlepas secara emosional; parodi adalah, baru-baru ini acara The Daily Show, The Larry Sanders Show, dan The Colbert Report memparodikannya melalui siaran berita dan acara bincang-bincang untuk menyindir tren dan peristiwa-peristiwa politik dan sosial.

Di sisi lain, penulis dan pembuat parodi Vladimir Nabokov membuat perbedaan antara satir dan parodi: "Satir adalah pelajaran, parodi adalah permainan." [48] Beberapa peristiwa, seperti tragedi nasional, mungkin sulit ditangani. Chet Clem, Manajer Editorial publikasi parodi berita dari The Onion, mengatakan kepada Wikinews dalam sebuah wawancara ketika pertanyaan yang muncul membahas topik yang sulit: “ Saya tahu masalah mengenai penyerangan 11 September jelas merupakan tantangan yang sangat besar untuk didekati.

Apakah kita bahkan ingin mengeluarkan sebuah isu? Apakah saat ini merupakan saat yang lucu saat dalam sejarah Amerika? Di mana leluconnya? Apakah orang ingin lelucon sekarang? Apakah bangsa ini siap tertawa lagi? Siapa tahu. Akan selalu ada beberapa tingkat pembelahan di balik layar.

Itu juga yang parodi adalah kita tetap waspada. [49] ” Parodi tidak mengharuskan untuk satir, dan kadang-kadang satir dapat dilakukan dengan menghormati dan menghargai subjek yang terlibat, tanpa membuat serangan sarkastik yang sembrono.

Parodi juga telah digunakan untuk memfasilitasi dialog antar budaya atau subkultur. Ahli sosiolinguistik Mary Louise Pratt mengidentifikasi parodi sebagai salah satu "seni zona kontak", di mana kelompok-kelompok yang terpinggirkan atau tertindas "secara selektif menyesuaikan", atau meniru dan mengambil alih, aspek budaya yang lebih berdaya. [50] Shakespeare sering menggunakan serangkaian parodi untuk menyampaikan maksudnya.

Dalam konteks sosial pada zamannya, sebuah contoh dapat dilihat dalam karya King Lear dimana si bodoh diperkenalkan dengan Jenggernya untuk membuat parodi raja. Contoh [ sunting - sunting sumber ] Contoh Historis [ sunting - sunting sumber ] • Sir Thopas dalam Canterbury Tales, karya Geoffrey Chaucer • Morgante karya Luigi Pulci • The Nymph's Reply to the Shepherd karya Sir Walter Raleigh • La secchia rapita karya Alessandro Tassoni • Don Quixote karya Miguel de Cervantes • Beware the Cat karya William Baldwin • The Knight of the Burning Pestle karya Francis Beaumont dan John Fletcher • Dragon of Wantley, sebuah balada abad ke-17 karya anonim • Hudibras karya Samuel Butler • " MacFlecknoe", karya John Dryden • A Tale of a Tub karya Jonathan Swift • The Rape of the Lock karya Alexander Pope • Namby Pamby karya Henry Carey • Northanger Abbey karya Jane Austen • Gulliver's Travels karya Jonathan Swift • The Dunciad karya Alexander Pope • Memoirs of Martinus Scriblerus karya John Gay, Alexander Pope, John Arbuthnot, et al.

• Mozart's A Musical Joke ( Ein musikalischer Spaß), K.522 (1787) – parodi dari orang-orang sezaman Mozart yang tidak kompeten, seperti yang diasumsikan oleh beberapa ahli teori • Sartor Resartus karya Thomas Carlyle • Ways and Means, atau The aged, parodi adalah man, karya Lewis Carroll.

kebanyakan merupakan dari karya Alice in Wonderland dan Through the Looking-Glass yang merupakan parodi dari sekolah ra Victoria. • Batrachomyomachia (pertarungan antara katak dan tikus), karya parodi dari Iliad oleh penulis Yunani kuno yang tidak diketahui. Contoh dalam televisi modern parodi adalah sunting - sunting sumber ] • Saturday Night Live parodies parodi adalah Hillary Clinton • Saturday Night Live parodies of Sarah Palin • Saturday Night Live parodies of Donald Trump • Square One TV parodies dari Dragnet • Southpaw Regional Wrestling, Parodi WWE tentang gulat profesional bergaya kewilayahan tahun 80-an • On Cinema dan spin-off dari parodi serial web Decker yang memparodikan ulasan film serta pertunjukan aksi, politik, kisah menegangkan secara beruntun Anime and manga [ sunting - sunting sumber ] • Attack on Titan: Junior High • KonoSuba • One Punch Man • Panty & Stocking with Garterbelt Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] • Ringkasan • Humor Anti-Barney • Détournement • Drawn Together • Meme Internet • Intertekstual • Lelucon • Teknik narasi • Metaparodi • Iklan Parodi • Parody dalam musik populer • Film parodi • Musik parodi • Parodi Agama • Parodi Sains • Persiflage • P.

D. Q. Bach • Satir • Subvertising • Tom Lehrer • "Weird Al" Yankovic Catatan kaki [ sunting - sunting sumber ] • ^ Dentith (2000) p.9 • ^ J.M.W. Thompson (May 2010). "Close to the Bone". Standpoint magazine. • ^ "Parody".

parodi adalah

Encyclopedia of Diderot & d'Alembert - Collaborative Translation Project. June 2007. hdl: 2027/spo.did2222.0000.811. Diakses tanggal 3 October 2018. • ^ Balducci, Anthony (28 November 2011). The Funny Parts: A History of Film Comedy Routines and Gags. McFarland. ISBN 9780786488933. Diakses tanggal 3 October 2018 – via Google Books. • ^ (Denith, 10) • ^ Quoted in Hutcheon, 32. • ^ (Hutcheon, 32) • ^ Fain 2010, hlm. 201. • ^ Tilmouth, Michael parodi adalah Richard Sherr. "Parody (i)"' Grove Music Online, Oxford Music Online, accessed 19 February 2012 (perlu berlangganan) • ^ Burkholder, J.

Peter. "Borrowing", Grove Music Online, Oxford Music Online, accessed 19 February. 2012 (perlu berlangganan) • ^ a b Sheinberg (2000) pp.141, 150 • ^ Stavans (1997) p.37 • ^ Bradbury, Malcolm No, not Bloomsbury p.53, mengutip Boris Eikhenbaum: Hampir semua periode inovasi artistik memiliki dorongan parodik yang kuat, mendorong perubahan terhadap hal yang umum. Seperti yang pernah dikatakan oleh formalis Rusia Boris Eichenbaum: "Dalam evolusi setiap genre, ada kalanya parodi adalah untuk tujuan yang sepenuhnya serius atau menukik dan menghasilkan komik atau bentuk parodik.

Dan dengan demikian dihasilkan regenerasi genre: menemukan kemungkinan baru dan bentuk barunya." • ^ Hutcheon (1985) pp.28, 35 • ^ Boris Eikhenbaum Theory of the "Formal Method" (1925) and O.

Henry and the Theory of the Short Story (1925) • ^ "Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-04-11. Diakses tanggal 2019-02-17. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Christopher Rea, The Age of Irreverence: A New History of Laughter in China (Oakland, CA: University of California Press, 2015), pp. 52, 53. • ^ Stavans (1997) p.31 • ^ Elizabeth Bellalouna, Michael L.

LaBlanc, Ira Mark Milne (2000) Literature of Developing Nations for Students: L-Z p.50 • ^ Elices (2004) p.90 quotation: From these words, it can be inferred that Genette's conceptualisation does not diverge from Hutcheon's, in the sense that he does not mention the component of ridicule that is suggested by the prefix paros.

Genette alludes to the re-interpretative capacity of parodists in order to confer an artistic autonomy to their works. • ^ Hutcheon (1985) p.50 • ^ a b c Hutcheon (1985) p.52 • ^ Yunck 1963 • ^ Hutcheon (1985) • ^ Gérard Genette (1982) Palimpsests: literature in the second degree p.16 • ^ Sangsue parodi adalah p.72 quotation: Genette individua la forma "piú rigorosa" di parodia nella "parodia minimale", consistente nella ripresa letterale di un testo conosciuto e nella sua applicazione a un nuovo contesto, come nella citazione deviata dal suo senso • ^ Willett, Bec (17 December 2017).

"Trapped in the Netflix at iO". Performink. Diakses tanggal 23 March 2018. • ^ Ayers, Mike (24 July 2014).

parodi adalah

" 'Weird Al' Yankovic Explains His Secret Formula for Going Viral and Hitting No. 1". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 12 September 2015. • ^ Hamersly, Michael. " "Weird Al" Yankovic brings his masterful musical parody to South Florida". Miami Herald. Diakses tanggal 12 September 2015. • ^ "The Producers (1967)".

imdb.com. 10 November 1968. Diakses tanggal 17 October 2020. • ^ Barnes, A. & Hearn, M. (1997) Kiss kiss bang bang: the unofficial James Bond film companion, Batsford, p. 63 ISBN 9780713481822 • ^ K. Baker ed., Unauthorized Versions (London 1990) Introduction p. xx–xxii • ^ K. Baker ed., Unauthorized Versions (London 1990) p. 429 • ^ K. Parodi adalah ed., Unauthorized Versions (London 1990) p. 107 • ^ K. Baker ed., Unauthorized Versions (London 1990) p. 107 • ^ K. Baker ed., Unauthorized Versions (London 1990) p.

355 parodi adalah ^ S. Cushman ed., The Princeton Encyclopedia of Poetry and Poetics (Princeton 2012) p. 1003 • ^ J. Thomas, Poetry's Playground (2007) p. 45-52 • ^ Quoted in S. Burt ed., The Cambridge History of American Poetry (Cambridge 2014) • parodi adalah Richard Stim (4 April 2013). "Summaries of Fair Use Cases".

Stanford Copyright and Fair Use Center. • ^ "Google Scholar". google.com. • ^ "The Tyee – Canwest Suit May Test Limits of Free Speech". The Tyee. 11 December 2008. • ^ The Stationery Office. (2006) Gowers Review of Intellectual Property. [Online]. Available at official-documents.gov.uk (Accessed: 22 February 2011). • ^ UK Intellectual Property Office. (2009) Taking Forward the Gowers Review of Intellectual Property: Second Stage Consultation on Copyright Exceptions.

[Online]. Available at ipo.gov.uk Diarsipkan 2011-05-17 di Wayback Machine. (Accessed: 22 February 2011). • ^ "The Copyright and Rights in Performances (Quotation and Parody) Regulations 2014". Legislation.gov.uk .

parodi adalah

Diakses tanggal 3 October 2018. • ^ "Exceptions to copyright : Guidance for creators and copyright owners" (PDF). Gov.uk. Diakses tanggal 3 October 2018. • ^ Christopher Rea, "Spoofing (e’gao) Culture on the Chinese Internet.” In Humour in Chinese Life and Culture: Resistance and Control in Modern Times. Jessica Milner Davis and Jocelyn Chey, eds. Hong Kong: Hong Kong University Press, 2013, pp. 149–172 • ^ Appel, Alfred, Jr.; Nabokov, Vladimir (1967).

"An Interview with Vladimir Nabokov". Wisconsin Studies in Contemporary Literature. VIII (2): 127–152. doi: 10.2307/1207097. JSTOR 1207097. Diakses tanggal 28 Dec 2013. • ^ An interview with Parodi adalah Onion, David Shankbone, Wikinews, November 25, 2007.

parodi adalah

• ^ Pratt (1991) Referensi [ sunting - sunting sumber ] • Dentith, Simon (2000). Parody (The New Critical Idiom). Parodi adalah. ISBN 0-415-18221-2. • Elices Agudo, Juan Francisco (2004) Historical and theoretical approaches to English satire • Hutcheon, Linda (1985).

"3. The Pragmatic Range of Parody". A Theory of Parody: The Teachings of Twentieth-Century Art Forms. New York: Methuen. ISBN 0-252-06938-2. • Mary Louise Pratt (1991). "Arts of the Contact Zone". Profession. New York: MLA. 91: 33–40. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2008-10-26. archived at University of Idaho, English 506, Rhetoric and Composition: History, Theory, and Research parodi adalah.

From Ways of Reading, 5th edition, ed. David Bartholomae and Anthony Petroksky (New York: Bedford/St.

Martin's, 1999 • Sangsue, Daniel (2006) La parodia • Sheinberg, Esti (2000) Irony, Satire, Parody and the Grotesque in the Music of Shostakovich • Stavans, Ilan and Jesse H. Lytle, Jennifer A. Mattson (1997) Antiheroes: Mexico and its detective novel • Ore, Johnathan (2014) Youtuber Shane Dawsons fans revolt after Sony pulls his Taylor Wwift parody video Bacaan lebih lanjut [ sunting - sunting sumber ] Wikisource memiliki teks artikel Ensiklopedia Britannica 1911 mengenai Parody.

• Bakhtin, Mikhail; Ed. Michael Holquist. Trans. Caryl Emerson and Michael Holquist (1981). The Dialogic Imagination: Four Essays. Austin and London: University of Texas Press.

ISBN 0-292-71527-7. • Gates, Henry Louis, Jr. (1988).

parodi adalah

The Signifying Monkey: A Theory of Afro-American Literary Criticism. Oxford University Press. ISBN 0-19-503463-5. • Petrosky, Anthony; ed. David Bartholomae and Anthony Petroksky (1999). Ways of Reading (edisi ke-5th). New York: Bedford/St. Martin’s. ISBN 978-0-312-45413-5. An anthology including Arts of the Contact Zone Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • Parodi adalah, Margaret parodi adalah.

Parody: Ancient, Modern and Post-Modern. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-41860-7. • Caponi, Gena Dagel (1999). Signifyin(g), Sanctifyin', & Slam Dunking: A Reader in African American Expressive Culture. University of Massachusetts Press. ISBN 1-55849-183-X. • Harries, Dan (2000).

Film Parody. London: BFI. ISBN 0-85170-802-1. • Pueo, Juan Carlos (2002). Los reflejos en juego (Una teoría de la parodia). Valencia (Spain): Tirant lo Blanch. ISBN 84-8442-559-2. • Gray, Jonathan (2006). Watching with The Simpsons: Television, Parody, and Intertextuality.

New York: Routledge. ISBN 0-415-36202-4. • John Gross, ed. (2010). The Oxford Book of Parodies. Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-954882-8. • Fain, Gordon L. (2010). Ancient Greek Epigrams: Major Poets in Verse Translation. Berkeley: University of California Press. ISBN 9780520265790.

Pranala Luar [ sunting - sunting sumber ] Kategori tersembunyi: • Halaman yang mengandung pranala ke konten yang hanya dapat diakses dengan berlangganan • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Templat webarchive tautan wayback • Parodi adalah yang memiliki kalimat yang harus diperbaiki • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan April 2022 • Artikel yang perlu pemutakhiran April 2022 • Semua artikel yang perlu pemutakhiran • Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list • Semua artikel rintisan • Rintisan bertopik seni • Semua artikel rintisan April 2022 • Halaman ini terakhir diubah pada 24 April 2022, pukul 12.33.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

parodi adalah

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Pengertian parodi adalah: Kamus Definisi Bahasa Indonesia (KBBI) ? parodi : pa.ro.di [n] karya sastra atau parodi adalah yang dengan sengaja menirukan gaya, kata penulis, atau pencipta lain dengan maksud mencari efek kejenakaan Malaysia (Dewan) ?

parodi karya sastera, seni, dsb yg meniru gaya pengarang atau pencipta lain dgn cara yg melucukan atau menyindir; Definisi ? parodi : kb, karya seni parodi adalah yang dengan sengaja menirukan gaya atau pencipta lain dengan maksud mencari efek kejenakaan. Glosarium.org versi April 2019 ✰ Glosarium.org adalah website belajar online. tentang Glosarium kamus kosa kata bebas yang dimuat dari banyak sumber dan referensi di internet. ✰ Berdasarkan kategori bidang khusus dan mata pelajaran.

✰ Referensi rata-rata minimal 2 bidang/mata pelajaran per kata. ✰ Lengkap lebih dari 200+ bidang dan mata pelajaran ada di Glosarium.org ✰ Tanpa website mirror/kloningan ampas ✰ AMP, akses glosarium.org lewat Google Search mobile lebih cepat.

✰ Konten berorientasi manusia, mendahulukan penyampaian maksud yg dapat dimengerti manusia daripada mesin pencari.

✰ 2021, glosarium.org 3x lebih cepat.
Charlie Chaplin memainkan watak hampir mirip Adolf Hitler untuk tujuan olokan dalam filem The Great Dictator (1940) Sebuah parodi ialah karya yang dicipta untuk meniru, mempermainkan keseronoka, atau mengulas mengenai karya asal baik dari segi subjek disentuh, pengarang, gaya, atau sasaran lain dengan cara satira atau peniruan secara ironis.

Linda Hutcheon seorang ahli teori sastera menggambarkan parodi sebagai tiruan yang parodi adalah semestinya mengikut parodi adalah yang diparodikan." Pengkritik lain, Simon Dentith, mendefinisikan parodi sebagai "apa-apa amalan kebudayaan yang menyediakan tiruan yang agak polemik terhadap penerbitan atau amalan kebudayaan yang lain." [1] Parodi boleh didapati dalam seni atau budaya, termasuk kesusasteraan, muzik (walaupun "parodi" dalam muzik yang mempunyai awal, agak makna yang berbeza daripada yang lain bentuk seni), animasi, perjudian, dan filem.

Penulis dan pengkritik John Gross mengamati di Oxford Book of Parodies, bahawa parodi nampaknya berkembang di wilayah di mana antara pastiche ("komposisi dengan cara artis lain, tanpa niat satira") dan burlesque (yang "bodoh dengan bahan yang tinggi sastera dan menyesuaikannya kepada hujung yang rendah "). [2] Sementara itu, Encyclopédie Denis Diderot membezakan antara parodi dan burlesque, "Sebuah parodi yang baik adalah hiburan yang baik, mampu menggembirakan dan mengarahkan minda yang paling bijak dan digilap; burlesque adalah bufoneri sengsara yang hanya dapat menyenangkan penduduknya." [3] Secara bersejarah, apabila formula menjadi letih, seperti dalam kes melodramas moralis pada tahun 1910-an, ia mengekalkan nilai hanya sebagai parodi, seperti yang ditunjukkan oleh seluar Buster Keaton yang mengejek genre itu.

[4] Nota [ sunting - sunting sumber ] • ^ Dentith (2000) p.9 • ^ J.M.W. Thompson (May 2010). "Close to the Bone". Standpoint magazine. Cite journal requires -journal= ( bantuan) • ^ "Parody".

parodi adalah

• ^ Balducci, Anthony (2011) The Funny Parts: A History of Film Comedy Routines and Gags p.231 Pautan luar [ sunting - sunting sumber ] • Kategori berkenaan Parodi di Wikimedia Commons • Takrifan kamus parodi di Wikikamus • Afrikaans • Alemannisch • العربية • Asturianu • Bahasa Indonesia • Башҡортса • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Bosanski • Български • Català • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Eesti • Ελληνικά • English • Español • Esperanto • Euskara • فارسی • Français • Frysk • Galego • 한국어 • Հայերեն • हिन्दी • Hrvatski • Ido • Íslenska • Italiano • עברית • Jawa • ಕನ್ನಡ • Қазақша • Кыргызча • Latina • Latviešu • Lëtzebuergesch • Lietuvių • Magyar • Nederlands • 日本語 • Norsk bokmål • Norsk nynorsk • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • Português • Română • Русский • Shqip • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Српски / srpski • Srpskohrvatski / српскохрватски • Suomi • Svenska • தமிழ் • తెలుగు • ไทย • Tiếng Việt • Türkçe • Українська • اردو • 吴语 • parodi adalah • 粵語 • 中文 Sunting pautan • Laman ini kali terakhir disunting pada 11:31, 25 Mac 2020.

• Teks disediakan dengan Lesen Creative Commons Pengiktirafan/Perkongsian Serupa; terma tambahan mungkin digunakan. Lihat Terma Parodi adalah untuk butiran lanjut. • Dasar privasi • Perihal Wikipedia • Penafian • Paparan mudah alih • Pembangun • Statistik parodi adalah Kenyataan kuki • •
Menurut Moeliono (Ed) parodi adalah 831), parodi adalah karya sastra atau seni yang parodi adalah sengaja menirukan gaya, kata penulis, atau pencipta lain dengan maksud mencari efek kejenakaan.

Sedangkan menurut Esten, dkk (Ed) (2007: 592), parodi adalah karya sastra yang di dalamnya terdapat tiruan pemakaian kata, gaya, sikap hati, gagasan pengarang lain dengan tujuan melucu atau mencemoohkan. Hal itu, dicapai dengan melebih-lebihkan contoh aslinya.

Parodi berasal dari kata Yunani paradoks yang berarti lagu sebagai tanggapan, akord sumbang. Semula sebuah pentas yang membayangi sebuah tragedi, kemudian lebih umum, sebuah karya serius yang terkenal maupun sebuah aliran/ pengarang tertentu. Parodi dapat dianggap sebagai sebuah banyolan, tetapi kadang-kadang bernada polemis karena mencapai sebuah karya atau aliran sebagai kadaluarsa. Jadi, dapat disimpulkan bahwa parodi adalah karya sastra yang parodi adalah atau kalimat yang tertulis mempunyai tujuan untuk melucu atau mencemooh dengan meniru gaya/karya pengarang lain tetapi penyampaiannya dengan cara yang halus, yaitu dengan cara melucu.

Lebih ringkasnya adalah sindiran yang penyampaiannya dengan cara melucu. Sementara itu, menurut Moeliono (Ed) (2007: 1208), tragedi mempunyai pengertian (1) sandiwara sedih (pelaku utamanya menderita kesengsaraan lahir dan batin yang luar biasa atau sampai meninggal); (2) peristiwa yang menyedihkan.

Menurut Esten, dkk (Ed) (2007: 813) tragedi berasal dari istilah Inggris, tragedy berarti drama yang isi ceritanya berakhir dengan kedukaan yang amat memilukan. Tragedi terbagi menjadi dua yaitu tragedi balas dendam dan tragedi komedi. Tragedi balas dendam biasanya menekankan pertumpahan darah, kekejaman, dan peristiwa-peristiwa yang bertalian dengan incest, perzinahan, hantu, bunuh diri, mayat, dan sebagainya.

Sedangkan tragedi komedi adalah drama yang mempunyai alur yang cocok dengan drama duka, tetapi karena adanya dewa penyelamat, cerita dapat berakhir dengan kebahagiaan. Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan tragedi mempunyai pengertian kejadian yang dialami oleh seorang tokoh yang berakhir dengan kesedihan.

Parodi dan tragedi merupakan kejadian tragedi yang dialami oleh seseorang tetap dibuat lucu yang bertujuan untuk mendapat efek kejenakaan bagi dirinya sendiri atau orang lain, dan juga sebagai pelipur lara dari tragedi sedih yang dialaminya. Khaerul Sobar Buat Lencana Anda • Twitter saya • Jawaban sudoku edisi senin, 11 agustus 2014 @ KompasKlasika #TantanganSudoku http://t.co/PHToYSVxr0 7 years ago • Jika kau anggap itu adalah sebuah kebenaran.belum tentu kebenaran itu ada dipihakmu.

7 years ago • Besok ngajar.semangat. 8 years ago • indah terasa. 8 years ago • selamat dan sukses para peserta PEKSIMITAS 8 years ago Follow @khaerul_sobar • arsip • June 2012 • May 2012 • November 2011Parodi Karya sastra atau seni yang dengan sengaja menirukan gaya, kata penulis, atau pencipta lain dengan maksud mencari efek kejenakaan atau cemooh. Kata Turunan Parodi • Memarodikan Kesimpulan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata parodi adalah karya sastra atau seni yang dengan sengaja menirukan gaya, kata penulis, atau pencipta lain dengan maksud mencari efek kejenakaan atau cemooh.
Hai, MedForians!

Ada yang bertanya-tanya, “Apa sih bedanya parodi, cover, plagiat, dan remix? Lalu apa hubungannya dengan copyright? Pengen ngecover, tapi takut ditarik YouTube. Pengen bikin remix, takutnya di-demonetize.” Kami akan mencoba menjawab dan menjelaskan tentang permasalahan ini. Parodi parodi adalah plesetan dari parodi adalah lagu populer yang bertujuan untuk komedi atau kritikan satir akan suatu kondisi yang dinilai kurang baik.

Kemudian, cover adalah sebuah lagu yang dinyanyikan kembali, bahkan diaransemen ulang dengan gaya penyanyi tersebut. Lagu yang dapat dikatakan plagiat adalah lagu yang mencontek dari lagu yang ada sebelumnya, baik nada, lirik, bahkan judul. Ini tidak berlaku jika yang melakukannya adalah band yang sama. Sedangkan, remix adalah aransemen ulang menggunakan musik elektronik, dengan mengubah tempo, tinggi-rendah nada, hingga menambahkan intro dan outro diluar versi asli musik tersebut.

Kesemuanya mungkin akan menyinggung pada satu hal, yakni Hak Cipta atau bahasa kerennya Copyright. Tidak sedikit pengunggah yang belum mengetahui, belum memahami, atau bahkan sengaja “menabrak” aturan hak cipta ini. Keempat hal diatas bisa saja merugikan musisi aslinya tanpa diketahui oleh pengunggah. Oleh sebab itu, Youtube dan Facebook menggunakan suatu algoritma untuk mencegah adanya pelanggaran terhadap hak cipta.

Seperti: memberi peringatan, tidak menerbitkan video yang diunggah, demonetisasi, atau bahkan menutup akun atau saluran yang mengunggah. Selain itu, Youtube juga menyediakan alternatif, yaitu menawarkan musik gratis hasil kerjasama mereka dengan banyak musisi.

Meskipun begitu, banyak pengunggah yang mengakali algoritma tersebut dengan mengubah tempo dan menaikkan nadanya. Namun itu tidak selamanya efektif.

parodi adalah

Akan ada seorang dua orang atau bahkan sekumpulan komentator yang siap melapor. Apalagi buat kamu yang me-monetisasi saluranmu, waspadalah! INI PERINGATAN PERTAMA SEKALIGUS YANG TERAKHIR!

Ada masukan di linimasa Facebook, bahwa ada beberapa penerbit yang memandang hak cipta sebagai sesuatu yang sangat berharga dan sangat dilindungi, seperti mahakarya Picasso atau mahkota Romanov. Namun, untuk beberapa penggunaan seperti audisi pencarian bakat, masih dapat ditolerir, selagi tidak mengambil keuntungan secara materi disana. Ada juga beberapa jenis lagu yang dapat diaransemen atau dicover secara bebas tanpa mengurangi parodi adalah, seperti lagu perjuangan.

Ada juga lagu-lagu yang memiliki ketentuan yang sangat ketat, seperti lagu kebangsaan di beberapa negara yang tidak bisa sembarangan diaransemen. Siapapun itu, musisi, produser, komposer, penyanyi, bahkan masyarakat biasa satu suara seiya sekata, bahwa plagiarisasi adalah sebuah kejahatan! Namun, isu plagiarisasi ini parodi adalah menjadi alat untuk menuduh, menyerang, hingga menjatuhkan orang lain baik karirnya, psikologinya, hingga pribadinya.

Di Indonesia sendiri, hak cipta diakui dan dipelihara melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002. Undang-undang ini juga mengatur penegakan hukum atas pelanggaran hak cipta, yang tercantum dalam Bab XIII.

Banyak musisi, penulis lagu, produser, komposer, hingga aktivis yang mengkampanyekan soal hak cipta ini. Berniat untuk membuat parodi, cover, atau remix dari sebuah lagu? Harap hati-hati, waspada, dan ingatlah mereka yang sudah susah payah membuat hingga mendistribusikan lagu tersebut. INGAT LISENSI! INGAT HAK CIPTA! Tag • Media • Pop Kultur • Teknologi

Wiro Sableng Bantu Roma Lawan Mak Lampir(Video Dubbing Parodi)




2022 www.videocon.com