Apa itu objektif

apa itu objektif

• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Apa itu objektif • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Apa itu objektif & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Indonesia tanah airku.

apa itu objektif

Tanah tumpah darahku. Disanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku. Indonesia kebangsaanku. Bangsa dan Tanah Airku. Marilah kita berseru. Indonesia bersatu. Hiduplah tanahku. Hiduplah negriku. Bangsaku Rakyatku semuanya. Bangunlah jiwanya.

Bangunlah badannya. Untuk Indonesia Raya Indonesia Raya. Merdeka Merdeka. Tanahku negriku yang kucinta. Indonesia Raya. Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya. Indonesia Raya. Merdeka Merdeka. Tanahku negriku yang kucinta. Indonesia Raya. Merdeka Merdeka. Hiduplah Indonesia Raya Selanjutnya Tutup Subjektif adalah lebih kepada keadaan dimana seseorang berpikiran relatif, hasil dari menduga duga, berdasarkan perasaan atau apa itu objektif orang.

Sedangkan objektif sikap yang lebih pasti, bisa diyakini keabsahannya, tapi bisa juga melibatkan apa itu objektif dan asumsi. Dengan didukung dengan fakta/data. Sikap objektif adalah sikap yang harus dijunjung tinggi bagi seseorang untuk berpandangan terhadap suatu masalah. 1.Penilaian tentang kemampuan seseorang itu sesuatu yang subjektif karena tidak ada parameternya yang cukup, dalam kasus ini bisa melalui dugaan semata atau malah pengalaman dari hasil pengamatannya saja. Setiap orang memilikiselera masing-masing.

Satu orang bisa dibilang cantik, akan tetapi bisa jadi 7 orang lainnya bilang biasa aja dan 2 orang malah bilang jelek. 2. Sedangkan contoh yang objektif ialah seperti penilaian tinggi badan kepada seseorang karena bisa diukur dengan akurat, dan didukung dengan patokan/tolok ukur/ parameternya yaitu satuan panjang (cm, inch, feet, dll). Pernah anda lihat penilaian loncat indah, renang, lari atau yang lain? Secara etimologi, istilah objektif berasal dari Bahasa Latin ‘ objectum‘.

Objektif adalah sesuatu yang berkaitan dengan kenyataan, fakta, dan tidak dipengaruhi pendapat maupun pandangan pribadi. Kata objektif sangat luas dan dapat mencakup semua kategori baik hukum, penulisan, linguistik, bidang pendidikan dan penelitian, dan lain sebagainya.

apa itu objektif

Lalu apa itu objektif? Berikut ulasan mengenai definisi objektif. Pengertian Objektif Menurut Para Ahli 1. KBBI Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, objektif adalah: • Mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi. • Kanta (lensa) pada peralatan optis yang terletak paling dekat dengan benda yang diamati 2. Cambridge Dictionary Dalam Kamus Cambridge, objektif adalah: • Sesuatu yang direncanakan untuk dilakukan atau dicapai.

• Berdasarkan pada fakta dan nyata. • Tidak dipengaruhi oleh keyakinan atau perasaan pribadi. 3. Collins Dictionary Dalam Kamus Collins, objektif adalah: • Apa yang seseorang coba capai. • Informasi yang didasarkan pada fakta. • Mendasarkan pendapat pada fakta daripada perasaan pribadi. Tujuan Objektif Objektif memiliki beberapa tujuan. Berikut tujuan objektif. 1. Mencapai tujuan yang lebih besar Adapun tujuan objektif yang pertama adalah untuk mencapai tujuan yang lebih besar dan lebih baik dari sebelumnya.

Penggunaan pandangan atau cara objektif ini sebagai penyempurnaan atau mengasumsikan sebuah kebenaran dengan cara yang benar. Ungkapan objektif digunakan oleh para peneliti untuk mengamati fenomena apa itu objektif kejadian tanpa adanya interupsi. Maka, dapat dikatakan bahwa penelitian objektif adalah mengungkap suatu fenomena dengan hasil yang realistis. 2. Hasil atau pendapat sesuai fakta Tujuan yang kedua adalah untuk memperoleh hasil penelitian sesuai dengan fakta yang terjadi di tempat.

Karena objektif adalah cara yang digunakan untuk memandang sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya. Dengan demikian hasil dalam penelitian tersebut benar-benar sama dengan fakta tanpa ada tambahan atau pengaruh. 3. Sebagai tolak ukur Objektif juga mampu menjadi sebuah tolak ukur berhasil tidaknya apa itu objektif penelitian.

Dalam sebuah penelitian objektif, pengolahan data dilakukan sesuai dengan hasil data yang diperoleh tanpa perlu mengubahnya sedikitpun. Dengan cara objektif inilah bisa terlihat jawaban pendapat seseorang yang objektif atau jawaban yang diikuti dengan emosi. Ciri-Ciri Pernyataan Objektif Objektif umumnya mengacu pada pandangan atau tulisan seseorang yang menyatakan dalam keadaan sebenarnya, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri pandangan objektif yang patut diketahui.

1. Menilai dari sudut panjang objeknya Pernyataan yang objektif hanya fokus menilai dari sisi objeknya saja apa itu objektif mempedulikan subjektivitas seperti perasaan, penilaian atau pendapat dari luar.

Pernyataan yang objektif cenderung lebih lugas dan tidak bertele-tele sehingga lebih mudah ditangkap oleh pembaca atau pendengarnya. 2. Sesuai dengan fakta Selain menilai dari sudut pandang objeknya, ciri-ciri pernyataan objektif berikutnya yaitu sesuai dengan fakta yang ada.

Dalam hal ini, peneliti bisa menggunakan indra penglihatan untuk menilai apa yang terjadi di lapangan. Bisa juga dengan meminta pendapat subjek untuk menghasilkan data sesuai fakta. Baca Juga: Pengertian, Jenis, Teknik, dan Aspek Perspektif Aspek Berpikir Objektif 1. Pemahaman masalah Pemahaman terhadap masalah dilakukan secara menyeluruh dan merata.

apa itu objektif

Selain itu, masalah yang diambil sesuai dengan batasan objek dengan cara melihat fakta secara keseluruhan dan fokus pada objek. 2. Pengumpulan data Data yang dikumpulkan secara komprehensif. Maksudnya data dibutuhkan hingga semua jawaban mencukupi dan dapat tuntas sesuai dengan rumusan masalah. Data yang dikumpulkan harus terkait dan menyambung antara fakta dengan objek. 3. Pengujian data Pengujian data dilakukan dengan mencari konsistensi data dengan cara membandingkan setiap sumber kemudian menguji tiap-tiap materi hingga valid.

Data yang diperoleh juga harus kredibel, maksudnya diperoleh dari sumber terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan. 4. Alat meneliti Alat yang digunakan untuk meneliti pada kesempatan ini bukanlah alat yang berupa barang, melainkan apa yang terdapat pada objek itu sendiri. Beberapa aspek yang dibutuhkan dalam penelitian adalah logika atau akal sehat serta wawasan yang luas dan rasional atau empirik.

5. Analisis data Dalam menganalisis data, ada beberapa teknik yang umum digunakan, diantaranya yaitu: • Induktif: Teknik induktif merupakan teknik untuk apa itu objektif suatu kecenderungan konsistensi sebuah data sehingga menjadi data yang memiliki pola yang sama (data jenuh) hingga menghasilkan sebuah premis atau proposisi.

apa itu objektif

• Kausalitas: Teknik kausalitas digunakan untuk mendapatkan hubungan yang signifikan setiap variabelnya. Pada penelitian kuantitatif umumnya menggunakan pengujian regresi dan menghasilkan proposisi. • Deduktif: Deduktif dilakukan dengan membangun wacana konstruktif dari semua premis yang inheren.

6. Penarikan kesimpulan Penarikan kesimpulan diambil dengan memberikan penilaian yang tidak dipengaruhi oleh kepentingan subjek. Selain itu, untuk mendapatkan jawaban kesimpulan harus diambil dengan teliti sesuai dengan prosedur yang digunakan. 7. Implikasi kesimpulan Implikasi dilakukan untuk mendeskripsikan fenomena apa secara objektif. Tujuan lain dari implikasi yaitu untuk mengetahui sebab akibat dari suatu fenomena atau kasus baik secara faktual maupun aktual sehingga menghasilkan jawaban yang adil.

8. Etika berpikir Dalam penelitian, etika berpikir sangat dibutuhkan oleh seorang atau setiap subjek agar hasil data yang dikumpulkan valid. Beberapa etika berpikir yang dibutuhkan yaitu subjek dapat memberikan kebenaran, subjek harus bersikap objektif dengan tidak memihak pihak manapun, berpikir secara rasional, hipotesis harus teruji dan hasil boleh diujicobakan kepada siapa saja selama dibutuhkan.

Contoh Objektif Contoh objektif dalam sebuah penelitian adakah dengan menyelidiki masalah terlebih dahulu kemudian menentukan metode yang digunakan. Misalnya terjadi masalah di suatu tempat kerja dimana seorang karyawan mengeluhkan sulit untuk berkembang di perusahaan. Untuk mengatasi masalah tersebut, perusahaan melakukan metode objektif dan membuktikan kebenaran keluhan tersebut. Caranya dengan mengenali serta mengkategorikan antara fakta dan perasaan sehingga mempermudah proses penyelidikan.

Penyelidikan ini bisa dimulai mengumpulkan informasi dan data pekerjaan sang karyawan serta informasi dari karyawan lainnya. Untuk mendapatkan hasil penelitian, hasil data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dikaji hingga menjadi keputusan yang adil tanpa memihak subjek manapun. Demikian ulasan mengenai objektif. Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat menambah pengetahuan kita semua.
★ Pencarian populer hari ini lirih,luruh,papah,tapak,larah,remang aktivitas-atau-aktifitas kalangan sinonim halalbihalal izin-atau-ijin cecak aktifitas cari abjad-atau-abjat akomodasi dedikasi miliar-atau-milyar komoditi-atau-komoditas justifikasi tapaktilas analisis cabai-atau-cabe aktivitas interpretasi apotek-atau-apotik zaman-atau-jaman implikasi komprehensif efektif detail-atau-detil analisis-atau-analisa antre-atau-antri efektifitas-atau-efektivitas seperti andal-atau-handal integrasi gendala azan-atau-adzan eksistensi rekonsiliasi praktik-atau-praktek resiko kerja konsekuensi kapasitas signifikan risiko-atau-resiko bani praktik pengaruh asas-atau-azaz informasi modern respons ★ Apa itu objektif penulisan kata yang benar?

✔ Tentang KBBI daring ini Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini merupakan KBBI Apa itu objektif (Dalam Jaringan / Online tidak resmi) yang dibuat untuk memudahkan pencarian, penggunaan dan pembacaan arti kata (lema/sub lema).

Berbeda dengan beberapa situs web ( website) sejenis, kami berusaha memberikan berbagai fitur lebih, seperti kecepatan akses, tampilan dengan berbagai warna pembeda untuk jenis kata, tampilan yang pas untuk segala perambah web baik komputer desktop, laptop maupun telepon pintar dan sebagainya.

Fitur-fitur selengkapnya bisa dibaca dibagian Fitur KBBI Apa itu objektif. Database Utama KBBI Daring ini masih mengacu pada KBBI Daring Edisi III, sehingga isi (kata dan arti) tersebut merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

apa itu objektif

Diluar data utama, kami berusaha menambah kata-kata baru yang akan diberi keterangan tambahan dibagian akhir arti atau definisi dengan "Definisi Eksternal". Semoga semakin menambah khazanah referensi pendidikan di Indonesia dan bisa memberikan manfaat yang luas.

Aplikasi ini lebih bersifat sebagai arsip saja, agar pranala/tautan ( link) yang mengarah ke situs ini tetap tersedia. Untuk mencari kata dari KBBI edisi V (terbaru), silakan merujuk ke website resmi di kbbi.kemdikbud.go.id ✔ Fitur KBBI Daring • Pencarian satu kata atau banyak kata sekaligus • Tampilan yang sederhana dan ringan untuk kemudahan penggunaan • Proses pengambilan data yang sangat cepat, pengguna tidak perlu memuat ulang ( reload/refresh) jendela atau laman web ( website) untuk mencari kata berikutnya • Arti kata ditampilkan dengan warna yang memudahkan mencari lema maupun sub lema.

Berikut beberapa penjelasannya: • Jenis kata atau keterangan istilah semisal n (nomina), v (verba) dengan warna merah muda (pink) dengan garis bawah titik-titik. Arahkan mouse untuk melihat keterangannya (belum semua ada keterangannya) • Arti ke-1, 2, 3 dan seterusnya ditandai dengan huruf tebal dengan latar lingkaran • Contoh penggunaan lema/sub-lema ditandai dengan warna biru • Contoh dalam peribahasa ditandai dengan warna oranye • Ketika diklik hasil dari daftar kata "Memuat", hasil yang sesuai dengan kata pencarian akan ditandai dengan latar warna kuning • Menampilkan hasil baik yang ada di dalam kata dasar maupun turunan, dan arti atau definisi akan ditampilkan tanpa harus mengunduh ulang data dari server • Pranala ( Pretty Permalink/Link) yang indah dan mudah diingat untuk definisi kata, misalnya : • Kata 'rumah' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/rumah • Kata 'pintar' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/pintar • Kata 'komputer' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/komputer • dan seterusnya Sehingga diharapkan pranala ( link) tersebut dapat digunakan sebagai referensi dalam penulisan, baik di dalam jaringan maupun di luar jaringan.

• Aplikasi dikembangkan dengan konsep Responsive Design, artinya tampilan situs web ( website) KBBI ini akan cocok di berbagai media, misalnya smartphone ( Tablet pc, iPad, iPhone, Tab), termasuk komputer dan netbook/laptop. Tampilan web akan menyesuaikan dengan ukuran layar yang digunakan.

• Tambahan kata-kata baru diluar KBBI edisi III • Penulisan singkatan di bagian definisi seperti misalnya: yg, apa itu objektif, dl, tt, dp, dr dan lainnya ditulis lengkap, tidak seperti yang terdapat di KBBI PusatBahasa.

✔ Informasi Tambahan Tidak semua hasil pencarian, terutama jika kata yang dicari terdisi dari 2 atau 3 huruf, akan ditampilkan semua. Jika hasil pencarian apa itu objektif daftar kata "Memuat" sangat banyak, maka hasil yang dapat langsung di klik akan dibatasi jumlahnya.

Selain itu, untuk pencarian banyak kata sekaligus, sistem hanya akan mencari apa itu objektif yang terdiri dari 4 huruf atau lebih. Misalnya yang dicari adalah "air, minyak, larut", maka hasil pencarian yang akan ditampilkan adalah minyak dan larut saja.

Untuk pencarian banyak kata sekaligus, bisa dilakukan dengan memisahkan masing-masing kata dengan tanda koma, misalnya: ajar,program,komputer (untuk mencari kata ajar, program dan komputer). Jika ditemukan, hasil utama akan ditampilkan dalam kolom "kata dasar" dan hasil yang berupa kata turunan akan ditampilkan dalam kolom "Memuat". Pencarian banyak kata ini hanya akan mencari kata apa itu objektif minimal panjang 4 huruf, jika kata yang panjangnya 2 atau 3 huruf maka kata tersebut akan diabaikan.

Edisi online/daring ini merupakan alternatif versi KBBI Offline yang sudah dibuat sebelumnya (dengan kosakata yang lebih banyak). Bagi yang ingin mendapatkan KBBI Offline (tidak memerlukan koneksi internet), silakan mengunjungi halaman web ini KBBI Offline.

Jika ada masukan, saran dan perbaikan terhadap kbbi daring ini, silakan mengirimkan ke alamat email: ebta.setiawan -- gmail -- com Kami sebagai pengelola website berusaha untuk terus menyaring iklan yang tampil agar tetap menampilkan iklan yang pantas.

apa itu objektif

Tetapi jika anda melihat iklan yang tidak sesuai atau tidak pantas di website kbbi.web.id, ini silakan klik Laporkan Iklan [{"x":5,"w":"hukum","d":"hu·kum<\/b> n<\/em> 1<\/b> peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat, yang dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah; 2<\/b> undang-undang, peraturan, dan sebagainya untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat; 3<\/b> patokan (kaidah, ketentuan) mengenai peristiwa (alam dan sebagainya) yang tertentu; 4<\/b> keputusan (pertimbangan) yang ditetapkan oleh hakim (dalam pengadilan); vonis;-- acara<\/b> hukum yang menentukan proses pengadilan dalam penyelesaian sengketa; -- acara perdata<\/b> hukum acara yang melaksanakan dan mempertahankan hukum perdata materiil atau hukum perdata formal; -- acara pidana<\/b> hukum pidana formal; -- adat<\/b> hukum yang tidak tertulis (berdasarkan adat); -- administrasi<\/b> hukum tentang pelaksanaan fungsi (kegiatan kenegaraan); -- agraria<\/b> keseluruhan kaidah hukum, baik tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur agraria; hukum yang mengatur tentang pemanfaatan bumi, air, dan ruang angkasa; -- alam<\/b> ketentuan menurut kodrat alam; -- Allah<\/b> kepastian yang ditentukan oleh Allah; takdir Allah; -- Archimedes<\/b> patokan (dalil) yang dibuat oleh Archimedes, yaitu benda yang dicelupkan ke dalam zat cair mendapat tekanan ke atas seberat zat cair yang dipindahkan; -- asasi <\/b> 1<\/b> undang-undang dasar suatu negara; 2<\/b> hukum alam; -- Coulomb<\/b> Fis<\/em> hukum yang menyatakan bahwa gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua muatan listrik berbanding lurus dengan muatannya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara muatan serta bergantung pada medium muatan itu; -- dagang<\/b> hukum jual beli; hukum perniagaan; -- darurat<\/b> Pol<\/em> hukum yang disusun oleh suatu negara untuk menghadapi keadaan darurat; -- DM<\/b> Ling<\/em> konstruksi bahasa Indonesia, baik dalam kata majemuk maupun dalam kalimat bahwa bagian yang menerangkan (M) selalu terletak di belakang bagian yang diterangkan (D) (misalnya rumah Ali, rumah <\/em>diterangkan (D) dan Ali<\/em> menerangkan apa itu objektif -- Ferrel<\/b> Hid<\/em> hukum tentang hubungan antara rotasi bumi dan gerakan angin serta arus laut; -- fiskal<\/b> hukum mengenai pajak; hukum pajak; -- formal<\/b> sistem hukum yang didasarkan atas logika hukum, tanpa pertimbangan; -- gereja<\/b> peraturan dan sebagainya yang berkenaan dengan kehidupan yang berdasarkan ajaran Kristen; -- harta kekayaan<\/b> hukum yang menentukan hubungan antarpribadi mengenai kepentingan yang bernilai uang; -- internasional<\/b> hukum yang menentukan pelbagai peristiwa internasional; -- Islam<\/b> peraturan dan ketentuan yang berkenaan dengan kehidupan berdasarkan Alquran dan hadis; hukum syarak; -- jemur<\/b> hukuman yang dilaksanakan dengan jalan menjemur terhukum di terik matahari; -- karma<\/b> hukum yang menyatakan bahwa siapa berbuat akan merasakan akibatnya; hukum balas; -- apa itu objektif Fis<\/em> hukum yang dikemukakan oleh Newton (1687) yang menyatakan bahwa setiap benda tetap bertahan dalam keadaan diam atau dalam keadaan gerak lurus beraturan tidak dipercepat, kecuali bila ada gaya neto yang mempengaruhinya; -- keluarga<\/b> hukum yang menentukan hubungan yang timbul karena ikatan kekerabatan; -- kibal<\/b> adat bahwa sebagian maskawin tidak diberikan kepada pihak wanita karena sudah bukan perawan lagi; -- kisas<\/b> hukuman yang dijatuhkan sama dengan perbuatan yang dilakukan (hukuman mati dijatuhkan kepada pembunuh); -- laut<\/b> hukum dan undang-undang yang berhubungan dengan laut; -- mungkal<\/b> denda adat yang tinggi yang dijatuhkan kepada seseorang yang membunuh warga suku lain tanpa menantangnya terlebih dahulu; -- negara<\/b> (ketentuan) hukum mengenai negara; -- objektif<\/b> keseluruhan kaidah yang dapat diterapkan secara umum terhadap semua warga masyarakat selama mereka tunduk pada suatu sistem hukum umum; -- perbuatan<\/b> keseluruhan peraturan hukum mengenai hubungan kerja yang mengakibatkan seseorang secara pribadi ditempatkan di bawah pimpinan orang lain dan mengenai keadaan penghidupan yang langsung bersangkut-paut dengan hubungan kerja itu; -- perdata<\/b> hukum yang mengatur apa itu objektif, harta benda, dan hubungan antara orang dan orang dalam satu negara; -- perdata formal<\/b> hukum perdata materiil; -- perdata materiil<\/b> hukum perdata yang mengatur ihwal yang dilarang atau yang diharuskan, orang yang dapat dikenai hukum perdata, dan hukuman perdata yang dapat dijatuhkan; -- perkawinan<\/b> undang-undang yang menata apa itu objektif mengatur kehidupan bersama secara sah antara pria dan wanita serta hak dan kewajiban dari kedua pihak; -- pidana<\/b> hukum yang menentukan apa itu objektif (perbuatan kriminal) yang diancam dengan pidana; -- pidana formal<\/b> hukum pidana yang mengatur tata cara penyelesaian perkara pidana melalui peradilan; hukum acara pidana; -- pidana materiil<\/b> hukum pidana yang mengatur ihwal yang dilarang atau yang diharuskan, orang yang dapat dipidana, dan pidana yang dapat dijatuhkan; -- pidana subjektif<\/b> hak negara untuk menghukum orang yang melanggar peraturan hukum pidana objektif; -- politik<\/b> hukum yang mengatur hubungan hukum negara dengan orang, antara negara dan bagian-bagiannya, antara negara yang satu dan negara lainnya; -- positif<\/b> hukum yang sedang berlaku; -- pribadi<\/b> hukum yang menentukan keadaan (kedudukan) serta hak dan kewajiban pribadi; -- resam<\/b> hukum adat; -- rimba<\/b> hukum yang berlaku yang menyatakan siapa yang menang atau yang kuat dialah yang berkuasa; -- sipil<\/b> ark<\/em> hukum perdata; -- syarak<\/b> hukum Islam; -- taklifi<\/b> Ar<\/em> hukum yang mengandung tuntutan untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh seorang mukalaf; -- taktertulis<\/b> hukum kebiasaan atau hukum yang terkandung dalam keputusan pengadilan yang tidak pernah mengurangi bentuk undang-undang; -- tata negara<\/b> keseluruhan norma hukum yang mengatur pembentukan negara, apa itu objektif, perundang-undangan; -- Tuhan<\/b> hukum dari Tuhan; -- waris<\/b> hukum yang mengatur tentang nasib harta peninggalan pewaris; apa itu objektif yurisprudensi<\/b> hukum berdasarkan putusan hakim yang mengandung kaidah hukum tertentu yang dijadikan ajaran, pedoman dan\/atau diikuti oleh hakim lain dalam memutuskan perkara yang serupa atau sejenis;ber·hu·kum<\/b> v<\/em> 1<\/b> menggunakan hukum; ada hukumnya; 2<\/b> mencari (meminta dan sebagainya) keadilan hukum (kepada); berhakim (kepada): ia sudah ~ kepada sekalian penghulu di dalam negerinya;<\/em> 3<\/b> beperkara; bersengketa;meng·hu·kum<\/b> v<\/em> 1<\/b> menjatuhkan hukuman kepada; membiarkan orang apa itu objektif atau susah sebagai balasan atas pelanggaran yang telah dilakukannya: pemerintah selalu ~ orang yang bersalah;<\/em> 2<\/b> mencela keras; sama sekali tidak membenarkan: semua orang ~ tindakan yang biadab itu;<\/em>meng·hu·kum·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> menghukum; menjatuhkan hukuman kepada; 2<\/b> menjadikan hukum; memasukkan dalam hukum; 3<\/b> menentukan (najis, haram, dan sebagainya) menurut hukum Islam; 4<\/b> Sos<\/em> memerintah (negeri, rakyat, dan sebagainya);ter·hu·kum <\/b> 1<\/b> v<\/em> dihukum; 2<\/b> n<\/em> (orang) yang dihukum; orang yang dijatuhi hukuman;hu·kum·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> siksa dan sebagainya yang dikenakan kepada orang yang melanggar undang-undang dan sebagainya; 2<\/b> keputusan yang dijatuhkan oleh hakim; 3<\/b> hasil atau akibat menghukum: dia yang berbuat, dia yang boleh ~;<\/em>~ buang<\/b> hukuman yang dijatuhkan kepada terpidana dengan dibuang ke tempat yang terpencil; ~ gantung<\/b> hukuman mati dengan digantung; ~ kawalan<\/b> hukuman yang berupa pencabutan kebebasan orang (orang yang dihukum tidak boleh bepergian dan sebagainya dengan bebas); ~ kurungan<\/b> hukuman yang berupa penyekapan di dalam penjara (tetapi bukan karena kejahatan); ~ mati<\/b> hukuman yang dijalankan dengan membunuh (menembak, menggantung) orang yang bersalah; ~ pancung<\/b> hukuman yang dilakukan dengan memancung atau menebas leher terpidana; ~ penjara<\/b> hukuman yang berupa penyekapan dalam penjara; ~ percobaan<\/b> hukuman penjara yang tidak dijalani di lembaga pemasyarakatan, tetapi selama dalam masa percobaan itu terpidana tidak boleh melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum, apabila dalam masa percobaan itu terpidana melawan hukum, hukuman yang diterimanya harus dijalani di lembaga pemasyarakatan; ~ rotan<\/b> hukuman yang dijalankan dengan menyebat orang yang bersalah dengan rotan; ~ titipan<\/b> hukuman kurungan;ke·hu·kum·an<\/b> n<\/em> hal ihwal hukum","msg":""},{"x":5,"w":"karang2<\/sup>","d":"ka·rang2<\/sup><\/b> v,<\/em> me·nga·rang<\/b> v<\/em> 1<\/b> menyusun, merangkai bunga dan sebagainya: ada perlombaan ~ bunga;<\/em> 2<\/b> mencocokkan atau mengikat permata dan intan: pandai emas itu sedang ~ intan pada cincin;<\/em> 3<\/b> menulis dan apa itu objektif sebuah cerita, buku, sajak, dan sebagainya: ia sedang sibuk ~ buku cerita kanak-kanak; siapa yang ~ lagu dan syair yang berjudul “Damai tapi Gersang”?;<\/em>ka·rang-me·nga·rang<\/b> n<\/em> perbuatan atau pekerjaan mengarang (tulis-menulis dan sebagainya); perihal mengarang;me·nga·rang-nga·rang<\/b> v<\/em> menceritakan (mengatakan) sesuatu yang tidak benar; mengada-ada: kami sudah yakin dengan kebenaran berita itu, tetapi ternyata dia hanya ~ saja;<\/em>ka·rang·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> hasil mengarang; cerita; buah pena; 2<\/b> ciptaan; gubahan (lagu, musik, nyanyian); 3<\/b> cerita mengada-ada (yang dibuat-buat); 4<\/b> hasil rangkaian (susunan): ~ bunga;<\/em>~ bunga<\/b> pelbagai macam bunga yang disusun dan diatur menjadi suatu bentuk yang elok, tanda ucapan selamat, untuk hiasan atau tanda turut berduka cita; ~ khusus<\/b> Kom<\/em> karangan yang melukiskan suatu pernyataan dengan lebih terperinci sehingga apa yang dilaporkan hidup dan tergambar dalam imajinasi pembaca; ~ objektif<\/b> karangan yang terbentuk berdasarkan pembagian logis dari pokok karangan atau hal-hal utama dalam karangan;pe·nga·rang<\/b> n<\/em> 1<\/b> orang yang mengarang cerita, berita, buku, dan sebagainya; penulis; 2<\/b> pencipta; penggubah (lagu, nyanyian, musik, dan sebagainya): siapa ~ lagu “Pelangi”;<\/em>~ jantung<\/b> ki<\/em> kekasih; yang dicintai; ~ periboga<\/b> pengarang yang menulis masalah makanan; ~ picisan<\/b> pengarang yang menulis sesuatu untuk majalah, roman, novel picisan, dengan penuh sensasi (misalnya kejahatan, petualangan, atau kekejaman);ke·pe·nga·rang·an<\/b> 1<\/b> n<\/em> perihal mengarang; 2<\/b> a berkaitan dengan pengarang: ia mengaku,”Gaya ~ saya sekarang adalah gaya seorang penulis iklan”<\/em>"},{"x":5,"w":"kasus","d":"ka·sus<\/b> n<\/em> 1<\/b> keadaan yang sebenarnya dari suatu urusan atau perkara; keadaan atau kondisi khusus yang berhubungan dengan seseorang atau suatu hal; soal; perkara; 2<\/b> Ling<\/em> a<\/b> kategori gramatikal dari nomina, frasa nominal, pronomina, atau adjektiva yang menunjukkan hubungannya dengan kata lain dalam konstruksi sintaksis; b<\/b> hubungan antara argumen dan predikator dalam suatu proposisi (dalam teori kasus);-- abesif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai makna 'tiada, tanpa' pada nomina atau yang sejenisnya; -- ablatif<\/b> ling<\/em> kasus yang menandai makna gerak dari, cara atau tempat pada nomina, atau yang sejenisnya; -- adhesif<\/b> Ling<\/em> kasus yang apa itu objektif makna 'tempat pada, dengan, dan seterusnya', apa itu objektif nomina atau yang sejenisnya; -- akusatif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai nomina atau yang sejenisnya sebagai objek langsung; -- alatif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai makna 'gerak ke arah' pada nomina atau yang sejenisnya; -- datif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai bahwa nomina adalah penerima suatu perbuatan atau objek tak langsung; -- elatif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai makna 'dari' pada nomina atau sejenisnya; -- ergatif<\/b> Ling<\/em> bentuk kasus dari subjek atau pelaku apa itu objektif verba transitifnya dalam bahasa tertentu seperti bahasa Baska, Hindi, yang subjek dari verba intransitifnya mempunyai bentuk kasus yang sama dengan objek atau penderita dari verba transitif; -- esif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai makna 'keadaan yang terus-menerus' pada nomina atau yang sejenisnya; -- genetif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai makna 'milik' pada nomina atau yang sejenisnya; -- ilatif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai makna 'tempat ke' pada nomina atau yang sejenisnya; -- inesif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai makna 'dalam' pada nomina atau sejenisnya; -- instruktif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai makna 'sebagai alat' pada nomina atau yang sejenisnya; -- instrumental<\/b> Ling<\/em> kasus instruktif; -- komitatif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai makna 'menyertai, dengan' pada nomina atau yang sejenisnya; -- lokatif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai makna 'tempat' pada nomina atau sejenisnya; -- lurus<\/b> Ling<\/em> istilah umum untuk kasus nominatif dan vokatif; -- miring<\/b> Ling<\/em> istilah umum untuk kasus-kasus, selain kasus nominatif dan vokatif; -- nominatif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai nomina atau sejenisnya sebagai subjek; -- objektif<\/b> Ling<\/em> istilah untuk bentuk kasus miring (nonnominatif), dipertentangkan dengan kasus subjektif; -- partitif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai makna 'bagian dari' pada nomina atau sejenisnya; -- penderita<\/b> Ling<\/em> kasus yang menggambarkan yang dialami oleh perbuatan atau keadaan psikologis yang diungkapkan oleh verba; -- prolatif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai makna 'gerak sepanjang' pada nomina atau yang sejenisnya; -- translatif<\/b> Ling<\/em> kasus yang menandai makna 'perubahan keadaan' pada nomina atau yang sejenisnya; -- tujuan<\/b> Ling<\/em> hubungan kasus yang menandai objek atau keadaan (tujuan) sebagai akibat perbuatan atau keadaan yang dinyatakan oleh verba; -- vokatif<\/b> Ling<\/em> bentuk kasus dalam bahasa inflektif untuk menandai orang atau benda yang diajak bicara"},{"x":5,"w":"kumulasi","d":"ku·mu·la·si<\/b> n<\/em> 1<\/b> penyatuan; timbunan; 2<\/b> perangkapan jabatan (oleh seseorang) dalam pemerintahan; 3<\/b> Huk<\/em> penggabungan beberapa gugatan (dalam satu surat gugatan di muka hakim);-- objektif<\/b> Huk<\/em> seorang penggugat mengajukan lebih dari satu gugatan terhadap tergugat yang sama; -- subjektif<\/b> Huk<\/em> 1<\/b> beberapa penggugat yang menghadapi seorang tergugat atau lebih; 2<\/b> seorang penggugat yang menghadapi lebih dari seorang tergugat"},{"x":1,"w":"objektif1<\/sup>","d":"ob·jek·tif1<\/sup><\/b> \/objéktif\/ a<\/em> mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi"},{"x":1,"w":"objektif2<\/sup>","d":"ob·jek·tif2<\/sup><\/b> \/objéktif\/ n Fis<\/em> kanta (lensa) pada peralatan optis yang terletak paling dekat dengan benda yang diamati"},{"x":5,"w":"obyektif","d":"ob·yek·tif<\/b> \/obyéktif\/ ? objektif<\/b>"},{"x":5,"w":"uji1<\/sup>","d":"uji1<\/sup><\/b> n<\/em> percobaan untuk mengetahui mutu sesuatu (ketulenan, kecakapan ketahanan, dan sebagainya);-- asam<\/b> Tek<\/em> pemeriksaan kemurnian asam aki; -- banding<\/b> pengujian dengan cara membanding-bandingkan dua barang atau lebih; -- coba<\/b> pengujian sesuatu sebelum dipakai atau dilaksanakan (bahan tes, kendaraan, dan sebagainya); -- petik<\/b> 1<\/b> pengujian atas satuan barang yang hanya dilakukan terhadap sebagian barang yang dipetik dengan satuan barang tersebut; 2<\/b> pengujian yang dilakukan terhadap kendaraan yang mengangkut barang yang diduga melakukan pelanggaran kelebihan muatan; -- rasa<\/b> pencobaan rasa makanan (minuman) apa itu objektif jalan mencicipinya; -- susu<\/b> pemeriksaan untuk menentukan mutu air susu; -- tera<\/b> pengujian terhadap alat-alat timbangan, takaran, dan ukuran yang dipakai dalam perdagangan; -- teras<\/b> pengujian penyusutan wol yang dinyatakan dalam persentase susut;ber·u·ji<\/b> v<\/em> 1<\/b> mengadu kekuatan (kepandaian dan sebagainya): pendeknya, kita boleh ~siapa yang terkuat di antara kita ini;<\/em> 2<\/b> mengikuti ujian: pada ujian negara, murid sekolah swasta ~ di sekolah negeri;<\/em>meng·u·ji<\/b> v<\/em> 1<\/b> memeriksa untuk mengetahui mutu (kepandaian dan sebagainya) sesuatu dan sebagainya: saya sudah ~ kekuatan jam ini; dosen senior perguruan tinggi negeri diserahi tugas ~ mahasiswa perguruan tinggi swasta;<\/em> 2<\/b> memeriksa (kadar emas) dengan batu uji dan sebagainya: kalau apa itu objektif dipercaya, kamu boleh ~ emas ini di pegadaian;<\/em> 3<\/b> mencobai (ketaatan, kesetiaan, cinta, kesucian, dan sebagainya): maaf, saya hanya hendak ~ cintamu;<\/em>di·u·ji<\/b> v<\/em> dicoba untuk diketahui mutunya:~ sama merah, dalam hati (ditail) sama berat, pb<\/em> sudah cocok benar (tentang suami istri);uji·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> hasil menguji; hasil memeriksa; 2<\/b> sesuatu yang dipakai untuk menguji mutu sesuatu (kepandaian, kemampuan, hasil belajar, dan sebagainya): ~ kenaikan kelas apa itu objektif di sekolah masing-masing;<\/em> 3<\/b> cobaan: musibah ini adalah ~ dari Tuhan;<\/em>~ akhir<\/b> ujian yang diberikan pada akhir waktu suatu pelajaran, misalnya pada akhir tahun, semester; ~ akhir semester<\/b> ujian yang diberikan di perguruan tinggi pada waktu perkuliahan berakhir dalam setiap semester; ~ diagnostik<\/b> tes yang digunakan untuk mengetahui dan menentukan kemungkinan sumber penyebab kesulitan (belajar dan sebagainya) seseorang; ~ dinas<\/b> Adm<\/em> ujian bagi setiap pegawai negeri sipil untuk dapat dinaikkan pangkatnya dalam golongan satu tingkat lebih tinggi, di samping harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan; ~ esai<\/b> ujian dengan bentuk pertanyaan yang mengharapkan jawaban secara terurai, membandingkan, baik secara lisan maupun tertulis; ~ kepandaian<\/b> bentuk ujian atau pertanyaan untuk mengukur kecakapan murid sebagai hasil proses belajar-mengajar; ~ kesehatan<\/b> Adm<\/em> pemeriksaan dan penilaian kesehatan (baik jasmani maupun rohani); ~ kosakata<\/b> ujian yang diadakan untuk memeriksa apakah peserta sudah menguasai arti sejumlah kata dan dapat menggunakannya dengan tepat; ~ lisan<\/b> pemeriksaan kepandaian secara lisan (tanya jawab); ~ masuk<\/b> ujian untuk menentukan diterima atau tidaknya seorang calon yang ingin memasuki suatu sekolah, kantor, perusahaan, dan sebagainya; ~ negara<\/b> ujian yang diselenggarakan oleh negara: pemerintah memutuskan untuk menyelenggarakan ~ negara sebagai pengganti ujian sekolah;<\/em> ~ objektif<\/b> ujian yang dibuat sedemikian rupa sehingga pertanyaan dan jawabannya sudah disiapkan dan murid tinggal memilih jawaban itu; ~ penghabisan<\/b> ujian yang diselenggarakan pada saat siswa akan meninggalkan suatu tingkat pendidikan tertentu; ujian akhir; ~ saringan<\/b> ujian yang diselenggarakan untuk menyaring calon (siswa, pegawai, dan sebagainya) yang memenuhi syarat; ~ sekolah<\/b> pemeriksaan kepandaian apa itu objektif diadakan oleh sekolah, bukan oleh negara; ~ susulan<\/b> ujian yang disusulkan sesudah masa ujian berakhir (biasanya bagi calon yang sakit atau yang memperoleh izin khusus); ~ tengah semester<\/b> ujian yang diberikan di perguruan tinggi pada waktu pertengahan perkuliahan dalam setiap semester; ~ tertulis<\/b> pemeriksaan kepandaian, kemampuan, dan sebagainya secara tertulis;ter·u·ji<\/b> v<\/em> 1<\/b> dapat diuji; 2<\/b> tangguh;ke·ter·u·ji·an<\/b> n<\/em> hal teruji: ~ data penelitian;<\/em>peng·u·ji<\/b> n<\/em> 1<\/b> orang yang menguji: ~ akan didatangkan dari Jakarta;<\/em> 2<\/b> alat untuk menguji: sudah diciptakan ~ kesuburan tanah;<\/em>~ air<\/b> Kim<\/em> seperangkat larutan pereaksi dan alat untuk menguji air;peng·u·ji·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> proses, cara, perbuatan menguji; 2<\/b> Keu<\/em> pemeriksaan atas transaksi keuangan; audit;~ hidrostatis<\/b> Fis<\/em> pengujian dengan tekanan air yang dilakukan pada sebuah ruang atau tangki dengan cara mengisi ruang atau tangki itu dgn air"}] objektif dalam bahasa Inggeris: objective Maksud perkataan ini: [ob.jék.tif] - اوبجيکتيف Definisi : (objéktif) 1.

sesuatu yg khusus yg ingin dicapai, matlamat, tujuan; 2. berasaskan ke­nyataan atau fakta sebenar; 3. tidak di­kuasai atau dipengaruhi oleh perasaan atau pra­sangka sendiri; ujian ~ ujian (peperiksaan) yg menghendaki jawaban antara beberapa pilih­an dan markah yg diberikan tidak ber­gantung pd penilaian pemeriksa; berobjektifkan mempunyai sesuatu sbg objektif;mengobjektifkan menjadikan objektif; keobjektifan perihal objektif, objektiviti.

(Kamus Dewan Edisi Apa itu objektif Nak membeli-belah semakin senang. Saya di sini ingin mengajak anda untuk join newsletter Makna Shopping Newsletter di mana saya akan berkongsi pelbagai produk yang menarik seperti tudung, baju, barang solekan (makeup) dan lain-lain lagi. Isi sahaja borang di bawah dan apabila saya jumpa benda menarik, saya akan kongsikan melalui emel!

Percuma! Sesuai untuk lelaki dan wanita yang berumur 25 tahun ke 50 tahun.
Apa itu objektif – Halo semua sahabat setia Syahrulanam.com pada kesempatan kali ini admin akan memberikan informasi tentang subjektif Secara lengkap mulai dari pengertian subjektif, ciri-ciri dan contohnya.

Oleh karena itu yuk kita simak pembahasan materi di bawah ini dengan baik dan sesama jangan lupa siapkan cemilan dan minuman buat teman ketika anda sedang membaca materi ini. Daftar Pembahasan • Pengertian Subjektif • Pengertian Subjektif KBBI • Contoh Subjektif • Perubahan Subjektif dan Objektif • Contoh Kasus Objektif dan Subjektif Pengertian Subjektif Arti Subjektif adalah sejarah yang terjadi dengan sepengetahuan manusia, atau karena perbuatan manusia itu sendiri, dimana seseorang berpikiran relatif, hasil dari menduga duga, berdasarkan perasaan atau selera orang.

Nah, Sedangkan objektif sikap yang lebih pasti, bisa diyakini keabsahannya, tapi bisa juga melibatkan perkiraan dan asumsi dengan didukung dengan fakta/data sikap objektif adalah sikap yang harus dijunjung tinggi bagi seseorang untuk berpandangan terhadap suatu masalah. Namun, tidak ada suatu batasan yang jelas antara penilaian dengan secara subjektif dengan objektif cara yang bisa digunakan untuk menilai keobjektifan adalah dengan mencoba membandingkan buah penilaian beberapa orang.

Pengertian Subjektif KBBI Subjektif merupakan sebuah kondisi yang mengenai apa itu objektif menurut pandangan (perasaan) sendiri, tidak langsung mengenai pokok atau halnya.

Contoh Subjektif Setelah kita mengetahui tentang pengertian subjektif, kita harus juga mengetahui contoh dari pada subjektif tersebut supaya kita dapat mengerti dan memahami dalam mencerna materi ini lebih dalam lagi. Nah, lebih jelasnya berikut ini pembahasannya: Contoh dari Subjektif, apa itu objektif Penemuan baik itu yang terbaru atau yang sudah ada, misalnya seperti penemuan dari bola lampu, Pembangkit Listrik, Kendaraan bermotor dll Perubahan Subjektif dan Objektif Objektif Adalah Kondisi yang Tak Terkait, Ini Bedanya Dengan Subjektif Agar kita semakin paham apa perbedaan antara arti subjektif dan objektif, yuk kita simak lebih lanjut 3 hal berikut ini.

1. Ciri yang Membedakan Dari pengertian objektif dan subjetif yang dijabarkan dalam KBBI sebenarnya sudah cukup jelas bahwa ciri yang membedakan antara objektif dan subjektif adalah terletak pada adanya pengaruh pribadi atau tidak. Pandangan yang objektif adalah sebuah pandangan yang menyeluruh dan didukung dengan adanya fakta serta data. Bukan sekedar katanya, atau terpengaruh dari perasaan pribadi seseorang.

Sebuah pandangan atau pendapat dikatakan objektif jika mewakili banyak orang, bukan sekedar perwakilan dari satu suara. Jika ada sepuluh orang di dalam sebuah kelompok, ada sembilan orang memiliki satu suara dan seorang lainnya memiliki suara yang berbeda. Bisa dikatakan objektif jika penilaian berdasarkan suara yang berasal dari sembilan orang tersebut.

2. Berdasarkan pada Penelitian terhadap fakta terukur Kepercayaan pribadi, pendapat, asumsi, dan interpretasi Umumnya ditemukan pada Ensiklopedi, laporan berita, buku teks Blog, review, komentar di Internet, editorial surat kabar, biografi 3. Cara Penilaian Dalam menentukan apakah sebuah pikiran atau pandangan objektif atau subjektif adalah maka dibutuhkan adanya fakta dan data.

Semakin banyak fakta dan data yang dikumpulkan, maka akan semakin besar nilai objektivitasnya. Namun semakin mengandalkan rasa dan selera pribadi tertentu, maka subjektivitas akan semakin besar. Contoh Kasus Objektif dan Subjektif Agar kita lebih memahami perbedaan antara arti subjektif dan objektif, mari kita belajar dari contoh-contoh berikut ini: – Kasus Pertama Kasus pertama, ada dua orang siswa di kelas yaitu Dava dan Adit yang diharapkan mewakili sekolah untuk mengikuti lomba pidato Panahan, Siswa pertama direkomendasikan oleh separuh kelas karena dia adalah anak guru Panahan.

Meski nilai-nilai di sekolah tak cukup baik, namun siswa ini dianggap mampu mengikuti perlombaan dengan baik karena dia anak Pelatih panahan Sementara siswa kedua Adit direkomendasikan oleh sebagian kelas lainnya karena telah terbukti memiliki prestasi panahan selama di sekolah jauh lebih baik dari siswa pertama.

Siswa kedua juga sudah pernah mengikuti perlombaan-perlombaan panahan lain sebelumnya. Pelatih Panahan di sekolah tersebut pada akhirnya memutuskan mengirim siswa kedua ke perlombaan karena melihat fakta bahwa prestasi siswa kedua jauh lebih baik dari siswa pertama. Bahkan meskipun siswa pertama adalah anak kandungnya sendiri.

Di sini kita bisa simpulkan bahwasanya guru tersebut memiliki pandangan yang objektif dan tidak mengikuti perasaan atau pengaruh pribadi. – Kasus Kedua Contoh kasus kedua, di sebuah pameran lukisan tergantung belasan karya pelukis ternama di dinding. Setiap lukisan memiliki keunikannya masing-masing. Bagi seorang perempuan yang menatap sebuah lukisan naturalis bertema cinta di dinding ruang pameran, lukisan tersebut merupakan karya terbaik yang dipamerkan saat itu.

Perempuan itu berpendapat demikian karena dia adalah pecinta lukisan naturalis, sementara sebagian besar lukisan yang dipamerkan bertema realis. Di satu sisi, ada seorang pria yang berdiri terpaku menatap sebuah lukisan realis bertemakan tokoh penting di sebuah zaman. Bagi pria tersebut, lukisan itu yang terbaik karena menampilkan gambar yang sangat hidup dan terkesan nyata.

Pada kasus kedua, kita bisa melihat sebuah contoh mengenai pandangan subjektif. Tentang menilai sebuah karya seni, selera dan pengaruh pribadi sangat mendominasi. Kita tidak bisa memaksakan pandangan dan pendapat seseorang terhadap karya seni.

apa itu objektif

Dari 2 hal di atas, bisa disimpulkan bahwa baik pandangan objektif maupun subjektif sama-sama diperlukan. Namun tentu saja harus melihat konteks dan kebutuhan. Pada hal yang mempengaruhi hajat orang banyak, maka objektivitas diperlukan. Kita tidak bisa menyandarkan sebuah keputusan bersama yang diambil berdasarkan dari selera pribadi, atau hasil mereka-reka. Dalam keputusan yang menyangkut kehidupan banyak orang, sebuah pendapat dan pandangan yang berdasarkan fakta dan data akan jauh lebih bisa diterima dengan memuaskan oleh banyak pihak, dibandingkan pendapat yang hanya berdasarkan selera atau asumsi pribadi.

Apakah Pandangan Objektif Berhubungan Dengan Rasa Keadilan? Jika kini teman-teman telah memahami pengertian objektif adalah maka apa itu objektif untuk mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pandangan objektif adalah biasanya dihubungkan dengan rasa keadilan. Orang yang bisa berpikir dan bersikap objektif adalah orang-orang yang memiliki nilai keadilan yang tinggi.

Sementara orang-orang yang sering memberikan penilaian secara subjektif adalah dianggap sebagai orang-orang yang kurang memiliki nilai keadilan, dan biasanya cenderung dikatakan sebagai sosok yang egois. Meskipun begitu kita tidak bisa memaksakan sudut pandang orang terhadap sesuatu hal.

Sudut pandang seseorang bisa jadi objektif dan subjektif adalah terbentuk karena pengalaman kehidupan dan juga tingkat kedewasaan. Oleh karenanya bukan hal yang bijak pula menghakimi orang hanya karena ia belum mampu bersikap objektif.

apa itu objektif

Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, orang yang tadinya menilai sesuatu hanya berdasarkan asumsi dan selera bisa berkembang menjadi pribadi yang mampu memberikan penilaian objektif berdasarkan fakta dan juga data. Semoga kita dimudahkan untuk bisa selalu memberikan penilaian yang objektif terhadap hal-hal yang berkembang di masyarakat sehingga nilai-nilai keadilan bisa lebih tumbuh dan berkembang.
Arti kata objektif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) – Belakangan ini penggunaaan kata-kata dalam ucapan dan keterangan makin luas dan banyak menggunakan kata-kata yang jarang digunakan.

Sehingga membuat kita kadang tidak tau maksud dari kata-kata tersebut. Seperti penggunaan kata objektif. Penggunaan kata-kata tersebut bisa saja Anda lihat di dunia nyata maupun di dunia maya seperti di sosial media Instagram, Facebook, Twitter atau di aplikasi berbasis chat seperti Line, BBM, WhatsApp dan lain sebagainya.

Namun apakah kamu mengetahui definisi kata objektif yang sebenarnya supaya kamu paham dalam membaca kalimat yang mengandung kata tersebut. Berikut ini adalah penjelasan dan arti kata objektif berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online adalah: Arti kata objektif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah ob.jek.tif [a] mengenai keadaan yg sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi [n Fis] kanta (lensa) pd peralatan optis apa itu objektif terletak paling dekat dng benda yg diamati Dengan mengetahui banyak kosa kata dapat memudahkan anda dalam berkomunikasi maupun dalam menyampaikan pendapat yang ingin anda sampaikan kepada orang tertentu.

Seperti itu penjelasan definisi sebenarnya dari kata objektif. Semoga dengan ada penjelasan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda mengenai kosa kata tersebut. Tentang Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini merupakan KBBI Online yang dibuat untuk memudahkan pencarian, penggunaan dan pembacaan arti kata (lema/sub lema).

Berbeda dengan beberapa situs web (website) sejenis, kami berusaha memberikan berbagai fitur lebih, seperti kecepatan akses, tampilan yang lebih sederhana, tampilan yang pas untuk segala perambah web baik komputer desktop, laptop maupun telepon pintar dan sebagainya.

Database Utama KBBI Daring ini masih mengacu pada KBBI Daring Edisi III, sehingga isi (kata dan arti) tersebut merupakan Hak Cipta Apa itu objektif Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Diluar data utama, kami berusaha menambah kata-kata baru yang akan diberi keterangan tambahan dibagian akhir arti atau definisi dengan \\\\\”Definisi Eksternal\\\\\”. Semoga semakin menambah khazanah referensi pendidikan di Indonesia dan bisa memberikan manfaat yang luas. Aplikasi ini lebih bersifat sebagai arsip saja, agar pranala/tautan (link) yang mengarah ke situs ini tetap tersedia.

Untuk mencari kata dari KBBI edisi V (terbaru), silahkan merujuk ke website resmi di kbbi.kemdikbud.go.idSetidaknya ada beragam perbedaan antara objektif dan subjektif yang menjadi kesatuan kata saling berlawanan. Apalagi jikalau dihubungkan dengan metode penelitian yang senantiasa mencakup model pengamatan dan pencatatan peristiwa yang terjadi dalam proses penyelesaian, menganalisis peristiwa tersebut dan membuat kesimpulan berdasarkan informasi yang diperoleh kesemuanya haruslah bersifat objektif.

Alasannya harus bersifat objektif dikarenakan dalam teknik pengumpulan data terkait langsung dengan partisipan sebagai subjek penelitian. Sehingga hasil penelitian nantinya akan dijadikan rujukan dalam pengambilan kebijakan dan keputusan oleh masyarakat secara umum.

apa itu objektif

Daftar Isi • Objektif • Pengertian Objektif • • Apa itu objektif Objektif Menurut Para Ahli • Contoh Objektif • Penyelidikan Masalah Penelitian • Penelitian kualitatif • Sebarkan ini: • Posting terkait: Objektif Gagasan tentang objektivitas pada dasarnya akan mengasumsikan bahwa kebenaran atau realitas independen ada di luar penyelidikan atau pengamatan apa pun.

Sehingga dalam hal ini tugas peneliti ialah mengungkap realitas apa itu objektif tanpa mengotori dengan cara apa pun. Gagasan objektif ini juga menjelaskan bahwa bahwa seorang peneliti dapat mengamati atau mengungkap fenomena tanpa mempengaruhinya, semakin ditolak, terutama dalam ilmu sosial tetapi juga dalam ilmu alam.

Pengertian Objektif Objektif adalah salah satu jenis pendekatan penelitian yang merupakan pendekatan yang memandang bahwa kebenaran bisa ditemukan apabila seseorang bisa menyingkirkan campur tangan manusia saat melakukan penelitian.

Atau dengan kata lain, bisa mengambil jarak dari objek yang diteliti. Sehingga pendekatan yang objektif dalam arti penelitian cenderung menganggap manusia yang mereka amati sebagai subjek yang pasif dan perubahannya disebabkan oleh adanya kekuatan-kekuatan sosial di luar diri mereka.

apa itu objektif

Pendekatan ini juga berpendapat bahwa hingga derajat tertentu, perilaku manusia bisa diramalkan, meskipun seringkali ramalan tersebut tidak setepat ramalan perilaku alam.

Atau bisa dikatakan bahwa hukum-hukum yang berlaku pada perilaku manusia bersifat “mungkin” ( probabilistik). Dalam penelitian, pendekatan objektif yang biasanya condong pada penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Pengertian Objektif Menurut Para Ahli Adapun definisi objektif menurut apa itu objektif ahli, antara lain: • Cambridge Dictionary, Definisi objektif adalah didasarkan pada fakta dan tidak dipengaruhi oleh keyakinan atau perasaan pribadi.

• Merriam Webster, Objektif adalah kualitas atau karakter menjadi objektif: kurangnya favoritisme terhadap satu sisi atau sisi lain yang beramakna kebebasan dari bias. • Wikipedia, Objektivitas adalah konsep kebenaran yang terlepas dari subjektivitas individu (bias yang disebabkan oleh persepsi, emosi, atau imajinasi seseorang).

Sebuah apa itu objektif dianggap memiliki kebenaran obyektif ketika kondisi kebenarannya dipenuhi tanpa bias yang disebabkan oleh subjek yang hidup. Objektivitas ilmiah mengacu pada kemampuan untuk menilai tanpa keberpihakan atau pengaruh eksternal.

Contoh Objektif Objektivitas menjadi sangat penting bagi sebuah jenis metode penelitian. Oleh karena itulah berkut contoh-contoh yang bisa dikemukakan. Antara lain; • Penyelidikan Masalah Penelitian Ketika perusahaan memulai penyelidikan atas masalah yang terjadi di tempat kerja.

Mirip dengan detektif atau petugas polisi, orang yang ditunjuk dari bagian sumber daya manusia di perusahaan akan menggunakan pernyataan karyawan, korespondensi, dan bahkan rekaman keamanan untuk sampai pada keputusan akhir. Misalnya saja dalam hal ini, jika seorang karyawan mengeluhkan pelecehan seksual dari karyawan lain, perusahaan akan menggunakan metode obyektif untuk memverifikasi keluhan ini.

apa itu objektif

Mengenali bias dan memisahkan fakta dari perasaan sangat penting untuk objektivitas dalam penyelidikan. • Penelitian kualitatif Dalam penelitian kualitatif khususnya yang memiliki tujuan untuk realistis, bisa dijelakan bahwa objektifitas adalah kosep pendekatan seorang peneliti yang tidak memihak. Yaitu, bersikap tidak memihak pada hasil apa itu objektif, mengakui prasangka mereka sendiri dan beroperasi dengan cara yang sebisa mungkin tidak memihak.

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa objektivitas merupakan nilai yang paling dihargai dari sebuah penelitian ilmiah.

Dimana inti dari objektivitas adalah membuat suatu penelitian bebas dari bias peneliti. Bias dapat disebabkan oleh berbagai macam alasan dan tidak semua alasan selalu dapat dikendalikan oleh peneliti. Hal ini mengindikasikan benar, terutama jika subjek studinya adalah manusia. Nah, demikinalah artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian objektif menurut para ahli dan contohnya yang ada di dalam penelitian.

Semoga memberikan edukasi bagi segenap pembaca yang sedang membutuhkannya. Posting terkait: • 6 Syarat Membuat Judul Penelitian yang Baik dan Benar • 2 Jenis Desain Penelitian dan Pembahasannya • 4 Tujuan Membuat Desain Penelitian yang Baik Posting pada Contoh, Penelitian Ilmiah, Pengertian Ahli Ditag contoh objektif, objektif, objektif adalah, objektif dalam karya ilmiah, objektif menurut para ahli, objektif penelitian, objektivitas, pengertian objektif Navigasi pos Kategori • Angket/Kuesioner • BAB Penelitian • Bagian • Ciri • Contoh • Data Penelitian • Essai • Evaluasi • Faktor • Jenis Penelitian • Jurnal • Karya Tulis • Kata Pengantar • Kelebihan dan Kekurangan • Kualititatif • Kuantitatif • Landasan Teori • Makalah • Manfaat • Menulis • Metode Penelitian • Penelitian Ilmiah • Pengertian Ahli • Perbedaan • Praktikum • Sampel • Sitasi • Skripsi • Apa itu objektif • Struktur • Studi Kasus • Surat • Thesis • Tujuan • Variabel • Wawancara

Perniagaan Ting 4 : Bab 3 : Visi Misi dan Objektif @ Maksud .




2022 www.videocon.com