Jengkol

jengkol

Jengkol pada umumnya dikenal sebagai dogfruit, ngapi nut, atau jering adalah spesies dalam keluarga kacang yang berasal dari Asia Tenggara. Meskipun memiliki bau yang sangat menyengat dan khas, jengkol sangat populer dimasak bersama sambal, rendang atau kari, dan terutama sebagai semur kecap manis di Indonesia.

Berikut artikel mengenai manfaat jengkol untuk kesehatan. Jengkol (Archidendron pauciflorum) merupakan tanaman polong-polongan yang bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah jengkol berkulit ari tipis dengan warna coklat mengkilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap. Pohon jengkol dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 10-26 meter.

Selain sebagai salah satu menu makanan, nutrisi yang terkandung dalam jengkol jengkol bermanfaat bagi kesehatan. Berikut ini beberapa manfaat jengkol untuk kesehatan. Manfaat Jengkol Berikut 10 manfaat jengkol bagi kesehatan : 1. Pembentukan Jaringan Tubuh Kandungan protein yang tinggi pada jengkol dapat membantu membentuk jaringan dalam tubuh. Kandungan protein jengkol jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan kandungan protein dalam kacang hijau dan kedelai.

2. Mencegah Anemia Jengkol juga kaya akan zat besi yang sangat penting untuk mencegah dan mengatasi kekurangan jengkol sel darah merah dalam tubuh. Jika tubuh kekurangan zat besi, produksi sel darah merah berkurang. Akibatnya, pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh semua sel dalam tubuh juga akan menurun. Kurangnya pasokan oksigen dan nutrisi pada sel-sel akan mengurangi kinerja sel dan dapat menyebabkan penyakit anemia.

3. Mencegah Osteoporosis Selain zat besi dan protein, jengkol juga mengandung kalsium dan fosfor yang dapat mencegah tulang keropos (osteoporosis). Jadi, sering memakan jengkol dengan porsi yang cukup dapat membuat tulang dalam tubuh Anda menjadi lebih kuat. 4. Membantu Menangkal Radikal Bebas Jengkol mengandung vitamin A dan vitamin C yang bertindak sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas penyebab kanker.

5. Membantu Mengatasi Penyakit Jantung Jengkol adalah makanan diuretik (melancarkan pembuangan urin) yang sangat baik bagi penderita penyakit jantung.

6. Merampingkan Perut Jengkol juga dapat membantu merampingkan perut buncit karena adanya kandungan serat yang tinggi didalamnya. Salah satu penyebab perut kembung ialah karena seseorang mengalami buang air besar tidak lancar dan tidak teratur. 7. Mencegah Diabetes Jegngkol mengandung zat asam jengkolat dalam bentuk kristal yang tidak larut dalam air yang dapat mencegah timbulnya diabetes. 8. Mencegah Penyempitan Pembuluh Darah Pasien dengan penyakit jantung mengalami penyempitan pembuluh darah sehingga aliran darah ke jantung menjadi jengkol.

Kandungan mineral dalam jengkol dapat melebarkan pembuluh darah yang mengkerut dan mencegah penyempitan pembuluh darah kembali. 9. Mengatasi Sembelit Kandungan serat dalam jengkol dapat mengatasi masalah sembelit, memberikan bantuan pencernaan dan buang air jengkol. 10. Kesehatan Janin Jengkol juga bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada jengkol yang masih dalam kandungan.

Manfaat jengkol untuk ibu hamil. Pertumbuhan tulang dan gigi dapat berjalan optimal karena kalsium dan fosfor yang terkandung jengkol jengkol. Disamping itu, jengkol juga mengandung asam folat yang dapat membantu fungsi organ vital dalam tubuh. Efek Samping Mengkonsumsi Jengkol 1. Mengkonsumsi jengkol secara berlebihan dapat menyebabkan efek toksik ke jantung, ginjal, hati dan pancreas. 2. Biji jengkol sedikit beracun karena adanya kandungan asam jengkol, sebuah asam amino yang dapat menyebabkan djenkolism (keracunan jengkol jengkol).

Gejala yang muncul antara lain terjadinya kejang otot, pirai, retensi urin, dan gagal ginjal akut. Kondisi tersebut terutama dialami pria. 3. Memakan jengkol dalam jumlah sedikit menciptakan masalah penampilan, karena menghasilkan bau mulut, keringat, feses, dan urin.

Sebenarnya bau ini bisa diatasi dengan membersihkan diri dengan peralatan kebersihan yang mengandung pengharum, seperti pasta gigi, cairan kumur, sabun, dan deodoran.

Bau pada waktu kencing dapat dikurangi apabila pembilasan dilakukan sebelum dan sesudah kencing dengan jumlah air yang cukup atau bila perlu dibilas dengan cairan pembersih. 4. Selain bau, jengkol dapat mengganggu kesehatan seseorang karena mengkonsumsi jengkol berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluranurin, yang disebut “jengkolan”. Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang asam.

Risiko terkena jengkolan ini bervariasi pada setiap orang dan dipengaruhi secara genetik oleh lingkungan. Melalui artikel ini, dapat diketahui bahwa jengkol memiliki banyak manfaat, terkhususnya jengkol jengkol untuk kesehatan. Baca artikel sebelumnya, yaitu Manfaat Gandum serta kunjungi selalu situs khasiatsehat untuk membaca berbagai artikel informatif lainnya.

Referensi artikel khasiat jengkol untuk kesehatan : www.vegetafruit.com/2015/03/health-benefits-of-jengkol-dogfruit.html www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21744354 id.wikipedia.org/wiki/Jengkol • Artikel Kesehatan Semua hal yang berhubungan dengan informasi kesehatan mulai dari informasi terbaru dunia kesehatan, tips kesehatan, hingga saran-saran untuk menuju hidup lebih sehat.

• Kesehatan Wanita • Kesehatan Pria • PENYAKIT A-Z • OBAT A-Z • HERBAL A-Z • FOBIA A-Z • Cari Dokter • Jengkol Rumah Sakit • KALKULATOR KESEHATAN • Kalkulator BMI • Kalkulator Kalori • Kalkulator Masa Subur (Ovulasi) • Jengkol Menghitung Usia Kehamilan • Kalkulator Berat Badan Ideal Ibu Hamil • Analisis Gejala Penyakit Masuk/ Daftar Terbit: 4 Mei 2022 Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat - Ditinjau oleh: dr.

Adrian Setiaji Meski dapat menimbulkan aroma yang menyengat pada urine setelah mengonsumsinya, jengkol ternyata memiliki sejumlah manfaat untuk tubuh. Apa saja manfaat jengkol untuk kesehatan? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. Manfaat Jengkol bagi Kesehatan Selain pete, banyak jengkol yang tidak menyukai jengkol karena membuat bau mulut dan urine menjadi menyengat. Akan tetapi, tidak sedikit pula orang yang gemar menyantap makanan ini karena jengkol bisa diolah menjadi berbagai macam masakan yang memiliki cita rasa lezat dan tentu saja mampu menggugah jengkol.

Anda yang tidak menyukai jengkol, mungkin harus mengetahui beberapa manfaat jengkol berikut ini: jengkol. Mencegah Penyakit Maag Memiliki kebiasaan menunda makan atau telat makan akan menyebabkan penyakit maag. Jika Anda memiliki maag, maka akan berdampak pada lambung dan tentu saja akan sangat berbahaya. Manfaat makan jengkol secara rutin ternyata bisa mencegah kondisi ini.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa tikus yang makan jengkol cenderung terlindungi dan terhindar dari gangguan pencernaan seperti maag. Meski begitu, penelitian ini baru terbatas dilakukan pada hewan 2. Sumber Protein Seperti yang Anda tahu bahwa tubuh membutuhkan asupan protein yang cukup. Umumnya, Anda mendapatkan asupan protein tersebut dari daging, jengkol, tempe, susu, dan makanan lainnya.

Tahukah Anda bahwa jengkol bisa menjadi sumber protein? Kandungan protein pada jengkol juga dipercaya melebihi kandungan protein jengkol kacang hijau. Akan tetapi, yang perlu Anda perhatikan adalah jangan mengonsumsinya terlalu banyak dan konsumsilah dalam jumlah yang wajar. 3. Menangkal Radikal Bebas Jika tubuh kekurangan antioksidan, jengkol racun atau radikal bebas akan mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu cara untuk menangkal radikal bebas adalah dengan mengonsumsi jengkol.

Hal tersebut dikarenakan makananan ini jengkol banyak antioksidan yakni polifenol, terpenoid, dan alkaloid yang mampu melawan radikal bebas di dalam tubuh. Perlu diketahui, radikal bebas bisa menyebabkan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan metabolik lainnya.

4. Pembentukan Jaringan Tubuh Berkat kandungan protein tinggi di dalamnya, manfaat jengkol bagi kesehatan dapat membantu pembentukan jaringan di dalam tubuh. Kandungan protein dalam jengkol jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan kandungan protein pada kacang hijau dan keledai. 5. Membersihkan Darah Manfaat jengkol lainnya adalah mampu memurnikan darah.

Jengkol atau Archidendron pauciflorum telah digunakan sebagai jengkol tradisional karena dapat membantu membersihkan darah dan menyembuhkan disentri. 6. Memperkuat Tulang dan Gigi Selain zat besi dan protein, jengkol zat lain dalam jengkol adalah kalsium dan fosfor. Dua zat ini adalah zat yang dibutuhkan oleh tulang. Kalsium dan jengkol dapat mencegah tulang rapuh (osteoporosis). Jadi, sering mengonsumsi jengkol dengan porsi yang cukup bisa membuat tulang di tubuh Anda menjadi lebih kuat.

7. Mengatasi Penyakit Jantung Koroner Jengkol adalah makanan yang bersifat diuretik (pembuangan urine menjadi halus). Pembuangan urine yang halus sangat baik untuk penderita penyakit jantung.

jengkol

8. Jengkol Jantung Zat antioksidan dalam jengkol bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Jengkol dalam tubuh akan sulit masuk ke dalam tubuh—terutama jantung—berkat perlindungan yang diberikan oleh zat antioksidan. Segala hal yang menghambat aliran darah pada pembuluh darah juga akan hilang oleh zat yang terkandung dalam jengkol. Alhasil, peredaran darah akan lebih lancar dan jantung akan berfungsi dengan optimal.

jengkol

Baca Juga: 12 Cara Menghilangkan Bau Jengkol di Mulut yang Alami dan Efektif 9. Menurunkan Berat Badan Manfaat jengkol bagi kesehatan juga bisa membantu merampingkan perut buncit. Kandungan serat yang tinggi dapat melancarkan buang air besar (BAB) sehingga secara tidak langsung membuat perut menjadi langsing.

Salah satu penyebab perut buncitnya seseorang adalah karena buang air besar tidak lancar dan tidak teratur. 10. Mencegah Diabetes Jengkol memiliki zat yang tidak ditemukan pada bahan makanan lainnya. Zat itu disebut asam jengkolat, yang membentuk kristal tidak larut oleh air. Zat tersebut jengkol dapat mencegah timbulnya diabetes. Namun, sifat diuretik dari jengkol tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh orang-orang yang mengalami gangguan ginjal.

Dikhawatirkan ginjal tidak akan bisa menyaring asam jengkolat, yang mengakibatkan sering buang air kecil. 11. Mengontrol Jengkol Gula Darah Jengkol juga dapat mengontrol kadar gula darah sehingga sangat baik untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Jengkol mengandung gula yang ‘ramah’ bagi penderita diabetes. Gula dalam jengkol mudah diurai sehingga aman bagi penderita diabetes. Berbeda dengan gula pada makanan lain seperti makanan yang mengandung karbohidrat. Gula yang mudah terurai di jengkol kemudian akan diubah menjadi energi oleh tubuh. Akibatnya, stamina tubuh akan meningkat. Proses penguraian gula sempurna tidak akan menyebabkan timbunan gula darah di dalam tubuh. 12. Mengatasi Penyempitan Pembuluh Darah Manfaat jengkol bagi penderita penyakit jantung yang mengalami penyempitan pembuluh darah adalah dapat melancarkan melancarkan peredaran darah ke jantung.

Itu karena kandungan mineral dalam jengkol dapat melebarkan pembuluh darah yang menyempit dan mencegah pembuluh darah menyempit kembali. Nah, agar khasiat jengkol jengkol optimal, sebaiknya jangan memasak jengkol terlalu matang. 13. Mengatasi Sembelit pada Ibu Jengkol Wanita hamil yang sering mengalami konstipasi mungkin bisa makan jengkol.

Kandungan serat dalam jengkol dipercaya dapat mengatasi masalah konstipasi. Dengan kata lain, serat dalam jengkol membantu melancarkan pencernaan dan BAB.

Tetapi jangan terlalu banyak mengonsumsi jengkol, ya. Makanlah dalam jumlah yang normal. 14. Membantu Pertumbuhan Tulang dan Gigi Janin Jengkol juga dapat membantu pertumbuhan tulang dan gigi pada janin yang sedang berkembang. Tumbuhnya tulang dan gigi bisa berjalan maksimal karena kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi dalam jengkol.

15. Menstabilkan Organ Vital Dalam Tubuh Organ penting dalam tubuh akan berfungsi dengan baik dan stabil ketika tubuh memenuhi kebutuhan asam folat dan vitamin B6. Situasinya berbeda jika tubuh kekurangan asam folat dan vitamin B6. Tidak heran jika ibu hamil juga disarankan mengonsumsi makanan yang kaya asam folat untuk perkembangan janin.

Salah satu contoh makanan yang kaya asam folat adalah jengkol. Meskipun manfaat makan jengkol bagus untuk tubuh, makanlah dalam jumlah sedang. 16. Jengkol Cacat pada Bayi Kandungan asam folat dalam jengkol juga dapat mencegah cacat bawaan pada bayi.

Agar mendapatkan manfaat yang maksimal, jengkol jengkol dalam jumlah sedang. 17. Menambah Tenaga Jengkol adalah sumber jengkol sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan energi tubuh.

Faktanya, makan jengkol akan mendapatkan 25,67 gram karbohidrat per 100 gram. Oleh karena itu, jika ingin memenuhi nutrisi karbohidrat dan meningkatkan energi, makan jengkol sangat bermanfaat. 18. Mencegah Anemia Manfaat jengkol untuk kesehatan berikutnya adalah mencegah dan mengatasi kekurangan produksi sel darah merah dalam tubuh.

Hal ini dipengaruhi oleh zat besi yang terkandung di dalamnya. Tubuh yang kekurangan zat besi mengakibatkan suplai uplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh setiap sel dalam tubuh juga akan berkurang. Efek kurangnya suplai oksigen dan nutrisi ke sel akan menurunkan fungsi atau kinerja sel. Tidak heran jika seseorang memiliki kekurangan zat besi, seseorang akan terlihat lesu dan mudah lelah.

Nah, bagi Anda para wanita ketika sedang menstruasi, mungkin dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi jengkol agar tubuh tidak kekurangan zat besi karena darah yang keluar akibat menstruasi. Efek Samping Makan Jengkol Terlalu Banyak Seperti disinggung sebelumnya, meskipun jengkol memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, tetapi jika terlalu banyak mengonsumsinya, hal tersebut akan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi tubuh, di antaranya: • Makan jengkol berlebihan dapat menyebabkan efek toksik pada jantung, ginjal, hati, dan pankreas.

• Jengkol jengkol beracun karena kandungan asam amino yang dapat menyebabkan djenkolism (keracunan jengkol. Gejalanya termasuk kejang otot, asam urat, retensi urine, dan gagal ginjal akut. Kondisi ini terutama dialami oleh pria. • Makan jengkol meski dalam jumlah sedikit akan menimbulkan bau pada mulut, keringat, tinja, dan urine. Aroma yang tidak sedap ini bisa diatasi dengan membersihkan diri menggunakan peralatan kebersihan yang mengandung wewangian, seperti pasta gigi, obat kumur, sabun, dan deodoran.

• Selain bau, jengkol juga dapat mengganggu kesehatan karena makan jengkol yang berlebihan dapat menyebabkan penumpukan kristal di saluran jengkol (jengkolan).

Kondisi ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sulit larut dalam air pada pH asam. Risiko jengkolan berbeda-beda pada setiap orang dan secara genetik dipengaruhi oleh lingkungan.

Nah, itulah berbagai manfaat makan jengkol untuk kesehatan dan efek sampingnya yang bisa terjadi. Lantas, masihkah ragu untuk mengonsumsinya?.

jengkol

• Anonim. 18 Scientific Health Benefits of Dogfruit (#1 Surprising). https://drhealthbenefits.com/food-bevarages/nuts/health-benefits-of-dogfruit. (Diakses pada 14 April 2020) • Anonim. 2016. 14 Jengkol (Archidendron pauciflorum) For Body Health Benefits. https://steemit.com/health/@fajrilgooner/14-jengkol-archidendron-pauciflorum-for-body-health-benefits. (Diakses pada 14 April jengkol • Anonim.

jengkol

Tanpa Tahun. Benefits of Archidendron Pauciflorum for Cancer You’ve Never Imagined Before. https://drhealthbenefits.com/disease-disorder/cancer/archidendron-pauciflorum-for-cancer.

(Diakses pada 14 April 2020) • Shukri R, et al. 2011. Evaluating the toxic and beneficial effects of jering beans jengkol jiringa) in normal and diabetic rats.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21744354. (Diakses 14 April 2020) Informasi Terbaru • 12 Manfaat Totok Wajah untuk Kecantikan dan Kesehatan • Mata Juling pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya • Hepatitis Akut: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan • 18 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan, Cegah Maag hingga Anemia • Malassezia Folliculitis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan,
( Benth.) I.C.Nielsen Synonyms • Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen • Pithecellobium jiringa (Jack) Prain • Pithecellobium lobatum (Benth.) I.C.Nielsen Archidendron pauciflorum, commonly known as djenkol, jengkol or jering is a species of flowering tree in the pea family, Fabaceae.

It is native to Southeast Asia, where the seeds are a popular dish. [1] They are mainly consumed in Thailand, Malaysia, Myanmar, and Indonesia and prepared by frying, boiling, or roasting and are also eaten raw. [2] The beans are mildly toxic due to the presence of djenkolic acid, an amino acid which causes djenkolism (djenkol bean poisoning).

[3] The beans and leaves of the djenkol tree are traditionally used for medicinal purposes such as purifying the blood. [4] To date, djenkol is traded on local markets only. [5] Contents • 1 Vernacular names • 2 Description • 3 Habitat and ecology • 4 Uses • 4.1 Food • 4.1.1 Jengkol value • 4.1.2 Ways of preparation • 4.2 Folk medicine • 4.3 Other uses • jengkol Cultivation • 5.1 Forms of cultivation • 5.2 Harvest and post-harvest jengkol • 5.3 Pests and diseases • 6 References Vernacular names [ edit ] Common English names are blackbead, dog fruit, djenkol tree, luk nieng tree and ngapi nut.

[1] As this plant grows in different countries in South-East Asia, it has a variety of vernacular names. The common names in Indonesia is djenkol tree, jinkol, jarung (Sumatra) or jering (Java). It is called krakos in Cambodia, jering in Malaysia and in Thailand. Other vernacular names include luk nieng, cha niang, khang daeng and pha niang.

In Myanmar it is called da-nyin-thee or da-nyin-pen. [1] [5] [6] Description [ edit ] Archidendron pauciflorum is a legume tree with a size jengkol 18–25 m, has spreading crown and bipinnate leaves (up to 25 jengkol and greyish smooth bark.

[1] [6] [7] The young leaves have a wine-red colour and are edible. Flowering time of the tree is between September and January.

jengkol

{INSERTKEYS} [8] The white calyx cup-shaped flowers are bisexual and have various yellowish-white stamens. [1] The fruit ( legume) of the tree is a woody, glabrous and deep purple pod. Each Pod contains around three to nine round-shaped seeds. [6] The pods are formed falcate or twisted in a wide spiral. The seed coat of a young seed shows a yellow-green colour and turns into dark brown during ripening.

{/INSERTKEYS}

jengkol

Then the ripe fruit dehisces along the ventral suture. [5] Habitat and ecology [ edit ] The tree is indigenous to primary and secondary forests in humid, jengkol and undulating areas as well as on river banks from sea-level up to 1600 m altitude in Southeast Asian countries such as Bangladesh, Indonesia ( Sumatra, Sulawesi, Kalimantan), Malaysia, Myanmar and Jengkol Thailand. [1] Djenkol trees grow best in pervious sandy or lateritic soils and they need a high rainfall guaranty.

[1] [5] Uses [ edit ] Food [ edit ] Nutritional value [ edit ] Djenkol Bean Nutritional value jengkol 100 g (3.5 oz) • Units • μg = micrograms • mg = milligrams • IU = International units †Percentages are roughly approximated using US recommendations for adults.

Source: [7] The beans of the Djenkol tree have a crude carbohydrate content of about 26% which is relatively low compared to jengkol common legumes, such as cowpea, kidney bean and pea which all contain jengkol 60 - 70%. The crude protein content instead is about 14.2%. [7] This is higher than jengkol of common cereals, such as wheat (13%), rye (11%) or rice (7%).

[9] The presence of adequate protein and low fat contents might be perceived as desirable by consumers. [7] When processed to flour, the presence of high moisture content (about 59%) suggests that this seed needs to be further processed to improve jengkol shelf life and the overall quality. [7] Ways of preparation [ edit ] Nasi uduk with semur, empal fried beef and krecek (cow skin in spicy jengkol milk) Djenkol beans are 3.0 to 3.5 cm in diameter and 1.5 to 2.0 cm thick and have a reddish-brown color.

These beans are prepared by frying, boiling, or roasting and are also eaten raw. They are mainly consumed in Thailand, Malaysia, Myanmar, and Indonesia. [2] The seeds of djenkol are mainly used to add flavour to food, although the crushed seeds give off a mild sulfurous odor [6] which is perceived as rather offensive by some people.

[10] Young seeds are often eaten jengkol as so-called ulam. [11] Mature seeds are jengkol in different jengkol • boiled thoroughly until the bad smell has disappeared, then consumed with salt and grated coconut. • steeped in salted water for some hours, then fried in oil. This also removes most of the offensive smell.

• processed into chips, also called emping: The seeds jengkol cooked, then flattened by hammering before they are sundried and then consumed.

• The seeds can be buried for about 14 days until they germinate. Then they are dug up jengkol eaten after the sprout has been removed. This way of preparation is said to minimize the danger of intoxication by jengkolic acid.

[10] Folk medicine [ edit ] Different parts of the djenkol tree are applied in traditional medicine of South-East Asia. The raw seeds are thought to purify the blood [4] [7] or cure dysentery. [12] Compresses with young leaves are used for skin problems, and burnt old leaves are believed to relieve itchy feelings.

The powder of burnt young leaves are applied to cuts and wounds. [1] [13] Other uses [ edit ] Jengkol pauciflorum can also be used for dyeing.

The pods of the seeds dye silk purple and the bark of the tree dyes black. The shell is also being used for hair washing, timber as firewood and for building (e.g. coffins). [1] Due to the content of djenkolic acids in the seeds, the raw seed is also being applied to the production of organic pesticides in jengkol with other jengkol to kill and prevent the growth of pests. [13] Cultivation [ edit ] Forms of jengkol [ jengkol ] Djenkol trees have often jengkol spared when primary or secondary rain forest has been cut down.

Otherwise planting distances are 10–15 m. [10] The plant favours a well-drained sandy, lateritic or sandy clay soil. [1] is propagated by Seed. Methods for clonal distribution are not yet been found. In nature Squirrels ( Callosciurus notatus) eat the seeds and facilitate its distribution. [10] Harvest and post-harvest treatment [ edit ] A tree produces between 1000 and 4000 seeds per year. [14] The main harvesting time in Java is around July to August, the aftercrop in December to February.

Usually Djenkol is sold in the markets by number of seeds. For transport, seeds, in particular young ones, should not be removed from the pods to avoid desiccation. One way to store the seeds is by processing it into chips ( emping). [10] Another possibility however could be its procession to flour. To date, due to the high moisture content, this is hardly done. [7] Pests and diseases [ edit ] Archidendron pauciflorum has a number of pests in common with other leguminous trees and shrubs such as the pod-borers Mussidia pectinicornella and Cryptophlebia ombrodelta or the caterpillars of the leaf-feeder Eurema blanda, one of the most common butterflies in Java.

[10] References [ edit ] • ^ a b c d e f g h i j Lim, T. K. "Archidendron jiringa." Edible Medicinal And Non-Medicinal Plants. Springer Netherlands, 2012. 544-548. • ^ a b Larson, JAMES L., and RICHARD F. Clark. "Plant toxins in the tropics." Tropical Infectious Diseases (Second Edition)(2006): 102-19. • ^ Wong, Jin Shyan, et al. "Acute anuric renal failure following jering bean ingestion." Asian Journal of Surgery 30.1 (2007): 80-81.

• ^ a b Ong, H. C., and J. Norzalina. "Malay herbal medicine in Gemencheh, Negri Sembilan, Malaysia." Fitoterapia 70.1 (1999): 10-14. • ^ a b c d Wiriadinata, H. (1993) Archidendron jiringa (Jack) Nielsen. In: Siemonsma JB, Piluek K (eds.) Plant resources of South-East Asia No 8: Vegetables. Prosea, Jengkol, p. jengkol • ^ a b c d Barceloux, Donald G. "Djenkol Bean [Archidendron jiringa (Jack) IC Nielsen]". Disease-a-Month 55.6 (2009): 361–364. • ^ a b c d e f g Sridaran, Ashuwini, Alias A.

Karim, and Rajeev Bhat. "Pithecellobium jiringa legume flour for potential food applications: Studies on their physico-chemical and functional properties." Food Chemistry 130.3 (2012): 528-535. • ^ Suharjono, A., and O. E. Sadatun. "Djenkol intoxication in children". Paediatr Indones 8.1 (1968): 20–29. • ^ Dini, Irene, Gian Carlo Tenore, and Antonio Dini.

"Nutritional and antinutritional composition of Kancolla seeds: an interesting and underexploited andine food plant." Food Chemistry 92.1 (2005): 125-132. • ^ a b c d e f Siemonsma, J. S., and Kasem Piluek. Vegetables. Pudoc, 1993. • ^ Siew, Yin-Yin, et al. "Ethnobotanical survey of usage of fresh medicinal plants in Singapore".

Journal of Ethnopharmacology 155.3 (2014): 1450–1466. • ^ Roosita, Katrin, et al. "Medicinal plants used by the villagers of a Sundanese community in West Java, Indonesia." Journal of Ethnopharmacology 115.1 (2008): 72-81.

• ^ a b Muslim, Nahdzatul, and Amin Malik Shah Abdul Majid. "Pithecellobium Jiringa: A Traditional Medicinal Herb." (2010). • ^ Charungchitrak, Sarinya, et al. "Antifungal and antibacterial activities of lectin from the seeds of Archidendron jiringa Nielsen".

Food Chemistry 126.3 (2011): 1025–1032. Edit links • This page was last edited on 17 March 2022, at 12:41 (UTC). • Text is available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License 3.0 ; additional jengkol may apply. By using this site, you agree to the Terms of Use and Jengkol Policy.

Wikipedia® is a registered trademark of jengkol Wikimedia Foundation, Inc., a non-profit organization. • Privacy policy • About Wikipedia • Disclaimers • Contact Wikipedia • Mobile view • Developers • Statistics • Cookie statement • • Are you familiar with jengkol?

Jengkol is a fruit that known to its pungent smell and unpleasant.

jengkol

Many people love jengkol and many who hate it. They hate jengkol because the scent was overpowering. The odor of jengkol will smell from the mouth, jengkol, and your sweat, when you are going to the bathroom your urine will smell and the smell throughout the rooms. However, behind jengkol smell odors, jengkol save a lot of health benefits.

Here are some of the jengkol health benefits. Some Jengkol Health Benefits 1. Jengkol benefits for health Jengkol was very beneficial for health. We can consume this jengkol directly, or by cook into jengkol dishes, stews or cooking as rendang. Among the jengkol health benefits jengkol preventing anemia, prevent bone loss, improve the body’s jengkol, overcome heart disease and treat diabetes. Read also: Dates Health Benefits 2. Jengkol health benefits to cope with diabetes Jengkol is beneficial for overcome constipation.

It is also useful to overcome diabetes. Substances in jengkol can lower blood sugar levels quickly. 3. Jengkol health benefits for the heart In addition to diabetes, jengkol also include foods that are beneficial for heart health.

The heart is a vital organ that is critical in the process of blood circulation. One way to maintain heart health is by consuming jengkol. Jengkol can cope with coronary heart disease due to blood vessel constriction. It certainly makes the vessel constriction of blood flow to heart be constrained, by consuming jengkol then this problem can be overcome. 4. Jengkol health benefits for Maternal Jengkol was very beneficial for both, pregnant women and her fetus.

The high fiber content in jengkol makes pregnant women avoid constipation. Additionally, abundant of calcium also made of bone growth in the fetus stronger and better.

jengkol

As it is known that pregnant women often experience constipation, anemia. Consuming jengkol can be useful to tackle the problem of constipation and anemia. That some jengkol health jengkol for the diabetic, for the health jengkol pregnant women and heart jengkol. For those of you who want to begin a healthy lifestyle should consume jengkol although it smells is pungent, but the benefits can beat the smell.
( Benth.) I.C.Nielsen Sinonim Archidendron jiringa Pithecellobium jiringa Pithecellobium lobatum Jengkol atau jering ( Archidendron pauciflorum, sinonim: A.

jiringa, Pithecellobium jiringa, dan P. lobatum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya digemari di Malaysia (disebut "jering"), Myanmar (disebut "da nyin thee'"), dan Thailand (disebut "luk-nieng" atau jengkol neang").

[1] Masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai bahan pangan. Jengkol termasuk suku polong-polongan ( Fabaceae). Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua.

Biji buah berkulit ari tipis dengan jengkol cokelat jengkol. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap. Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.

Daftar isi • 1 Karakter biji • 2 Pengolahan • 3 Gangguan kesehatan • 4 Manfaat kesehatan • 5 Referensi Karakter biji [ sunting - sunting sumber ] Bijinya dalam keadaan matang keras, tetapi berubah menjadi lunak dan empuk setelah direbus atau sedikit liat setelah digoreng. Tekstur inilah yang membuatnya disukai, walaupun beberapa orang juga menyukai konsumsi biji mudanya dalam keadaan mentah yang jauh lebih keras dan pahit.

Kulit biji memiliki getah berwarna keunguan yang meninggalkan jejak yang sulit dihapus dari pakaian. Semakin tua,warna biji akan mengarah ke warna kuning dan akhirnya merah atau cokelat setelah benar-benar matang. Aromanya agak menyerupai petai tetapi lebih lemah. Namun, setelah dikonsumsi, tubuh akan mengeluarkan bau menyengat melalui urin, feses dan keringat, yang jengkol lebih mengganggu dibanding mengkonsumsi petai. Pengolahan [ sunting - sunting sumber ] Biji Jengkol Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz) Nasi uduk disajikan dengan semur jengkol, empal daging, dan krecek.

Biji jengkol dapat dimakan segar ataupun diolah. Olahan paling umum adalah di semur, dan dikenal oleh orang Sunda sebagai ati maung atau "hati macan". Jengkol dapat pula digoreng dengan balado atau dijadikan gulai.

jengkol

Setelah diolah, jengkol akan mengeluarkan aroma khasnya yang bagi sebagian orang dianggap dapat menggugah selera dan memiliki cita rasa yang khas; sedikit kelat jengkol tekstur agak liat. Selain disemur, biji jengkol juga dapat dibuat menjadi keripik seperti halnya emping dari melinjo dengan cara ditumbuk atau digencet hingga pipih, dikeringkan, kemudian digoreng.

Efek negatif bau jengkol yang menyengat dapat dikurangi dengan perendaman atau perebusan. Gangguan kesehatan [ sunting - sunting sumber ] Biji jengkol sedikit beracun karena adanya kandungan asam jengkol, sebuah asam amino yang dapat menyebabkan djenkolism ( keracunan biji jengkol).

Gejala yang muncul antara lain terjadinya kejang otot, pirai, retensi urin, dan gagal ginjal akut. [3] Kondisi tersebut terutama dialami pria, dan tidak bergantung dari berapa jumlah biji yang disiapkan. Setiap individu dapat dapat mengonsumsi jengkol tanpa insiden, tetapi dapat mengalami gagal ginjal pada kesempatan yang lain. [4] Memakan jengkol dalam jumlah sedikit menciptakan masalah penampilan, karena menghasilkan bau mulut, keringat, feses, dan jengkol. Sebenarnya bau ini bisa diatasi dengan jengkol diri dengan peralatan kebersihan yang mengandung pengharum, seperti pasta gigi, cairan kumur, sabun, dan deodoran.

Bau pada waktu kencing dapat dikurangi apabila pembilasan dilakukan sebelum dan sesudah kencing dengan jumlah air yang cukup atau bila perlu dibilas dengan cairan pembersih. Selain bau, jengkol dapat mengganggu kesehatan seseorang karena konsumsi jengkol berlebihan menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluran urin, yang disebut kejengkolan.

Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang asam. Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi. Risiko terkena kejengkolan diketahui bervariasi pada setiap orang, dan dipengaruhi secara genetik dan oleh lingkungan. Manfaat kesehatan jengkol sunting - sunting sumber ] Dari segi nutrisi, jengkol memiliki vitamin, asam jengkolat, mineral, dan serat yang tinggi.

[5] Namun karena efek samping yang ditimbulkan, maka konsumsinya menjadi terbatas. Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ sosarsenic.net • ^ Sridaran, Ashuwini, Alias A. Karim, and Rajeev Bhat. "Pithecellobium jiringa legume flour for potential food jengkol Studies on their physico-chemical and functional jengkol Food Chemistry 130.3 (2012): 528-535. • ^ Wong, J. S., et al. (2007). Acute anuric renal failure following jering bean ingestion. Diarsipkan 2013-07-13 di Wayback Machine.

Asian J Surg 30:1 80-1. • ^ Adler, S. G. and J. J. Weening. (2006). A case of acute renal failure.

jengkol

Clin J Am Soc Nephrol 1: 158-165. • ^ Dengan kandungan serat tinggi, jengkol bisa membantu melancarkan buang air besar. Sifatnya yang diuretik juga membantu buang air besar. Manfaat dari Jengkol dan Pete dari situs Pusat Data Persi Diarsipkan 2013-02-22 di Wayback Machine.

• Halaman ini terakhir diubah pada 20 Maret 2022, pukul 13.52. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Jengkol privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Do you have a plan jengkol visit Indonesia?.

maybe for jengkol or work. Please try to eat Jengkol. Can be raw if you have enough braveness. Jengkol is very easy to found in Padang or Sundanese restaurants.

Jengkol is famous as Bad smell but delicious food Some facts about Jengkol Jengkol ( Archidendron pauciflorum) which in English is called dog fruit or Blackbead. It is a perennial plant originally from Southeast Asia. Very popular in several countries.

Such as Indonesia, Thailand, Bangladesh, and Burma. Botanically included in the group of Fabaceae family. The height can reach 25 meters. Fruit skin is black and the pods are bright green.

Jengkol is an edible plant and delicious to eat. Can grow from lowland to medium land. Usually, the rainy season is the peak of the Jengkol season in the entire plantation area (partly jengkol Sumatra and Java). Below is some facts about Jengkol: Rendang Jengkol Is The Most Popular Jengkol is very popular in Indonesia. Especially for 2 big ethnics groups. Padang (West Sumatra peoples) and Sunda (West Java peoples) do have delicious recipes of Jengkol.

At Padang restaurant, you can find Jengkol in the form of rendang (a kind of curry). And in Sundanese restaurant, you can order it in fried and eaten with sambal and other vegetables. Only these two ethnic have a culture to consume Jengkol more often than other ethnic groups in Indonesia.

Sundanese people even have a habit of consuming Jengkol which is a bit extreme. That is by germinating it first and then consuming it raw.

Sundanese people call it by the name “ Seupan”. The Price sometimes equal or more expensive with meat Sometimes, when supply is decreasing, the price of Jengkol is very expensive.

a kilogram of Jengkolequal to the price of beef meat in the same weight. It shows that the demand for Jengkol is always high. And Jengkol-based jengkol always interesting and become choice for many peoples. For Indonesians themselves, not everyone likes Jengkol. This jengkol due to the impact after eating Jengkol. causing the breath to become an unpleasant odor all day and urine that also bad smells can last for a jengkol time in the toilet.

Jengkol is not recommended for people who have gout. In addition, there are other health risks, namely “ jengkolan“, a condition where a person has difficulty and pain when taking a pee. Why Eating Jengkol is Causing jengkol smell Why does Jengkol cause a bad smell while breathing and also from urine?. Inside Jengkol there is a compound D jengkolic acid that contains high sulfur. This acid is the one that causing the aroma of urine so it very bad smells. Behind its bad image, Jengkol also actually has several health benefits.

Because it contains high protein and several antioxidants such as polyphenols, flavonoids, terpenoids, and alkaloids which have the ability to protect the body from the dangers of heart disease and other metabolic disorders.

References: • NUR HIDAYAH et. Al. 2019. Phenotypic identification, nutrients content, bioactive compounds of two jengkol (Archidendron jiringa) varieties from Bengkulu, Indonesia, and their potentials as ruminant feed. Biodiversitas, vol. 20, No. 6 • https://steemit.com/health/@fajrilgooner/14-jengkol-archidendron-pauciflorum-for-body-health-benefits Edible Indonesian extreme food, much stronger than Jengkol - Kabau (Archidendron bubalinum) Indonesian food is sometime weird for some peoples.

Peoples doesn’t like durian because the smell is to strong. Indonesian people say the best time to eat durian is at the ripe stage. It different compare Read more… Edible One of the Introduced vegetables in Indonesia in the past - Sagittaria sagittifolia Sagittaria sagittifolia is one of the introduced vegetables in Indonesia.

The species has a wide range jengkol origin jengkol. They originally did not come from tropical regions. This species natively comes from the boreal and Read more…

Meski Bau tapi Berkhasiat, 11 MANFAAT JENGKOL BAGI KESEHATAN




2022 www.videocon.com