Secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya

secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya

Secara etimologi, kata sejarah berasal dari bahasa Arab, “syajaratun” yang artinya “pohon”. Pohon ini bertumbuhnya mulai dari akar, batang, dahan, ranting, daun, buah, dan terus semakin tumbuh. ”Pohon” diibaratkan seperti simbol kehidupan karena pohon terus tumbuh dari waktu ke waktu dan saling berkaitan mulai dari akar hingga daun dan buahnya, semuanya merupakan satu kesatuan.

Seperti “pohon”, sejarah pada setiap peristiwanya juga saling berkaitan, dan memengaruhi masa yang akan datang. Definisi ini juga merujuk pada silsilah, terutama silsilah raja atau dinasti pada masa lalu.

Silsilah ini memiliki cabang yang banyak sekali mulai dari turunan pertama hingga keturunan terakhir yang dicatat pada silsilah. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A. Dalam bahasa Inggris, kata sejarah disebut history, artinya masa lampau; masa lampau umat manusia. Dalam bahasa Arab, sejarah disebut sajaratun (syajaroh), artinya pohon dan keturunan. Jika kita membaca silsilah raja-raja akan tampak seperti gambar pohon dari sederhana dan berkembang menjadi besar, maka sejarah dapat diartikan silsilah keturunan raja-raja yang berarti peristiwa pemerintahan keluarga raja pada masa lampau.

Peristiwa yang terjadi pada masa lampau akan memberi kita gambaran tentang kehidupan manusia dan kebudayaannya di masa lampau sehingga dapat merumuskan hubungan sebab akibat mengapa suatu peristiwa dapat terjadi dalam kehidupan tersebut, walaupun belum tentu setiap peristiwa atau kejadian akan tercatat dalam sejarah.

secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya

Dalam bahasa Indonesia sejarah babad, hikayat, riwayat, atau tambo dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Ini adalah istilah umum yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu serta penemuan, koleksi, organisasi, dan penyajian informasi mengenai peristiwa ini. Istilah ini mencakup kosmik, geologi, dan sejarah makhluk hidup, tetapi seringkali secara umum diartikan sebagai sejarah manusia.

Para sarjana yang menulis tentang sejarah disebut ahli sejarah atau sejarawan. Peristiwa yang terjadi sebelum catatan tertulis disebut Prasejarah. Sejarah juga dapat mengacu pada bidang akademis yang menggunakan narasi untuk memeriksa dan menganalisis urutan peristiwa masa lalu, dan secara objektif menentukan pola sebab dan akibat yang menentukan mereka.

secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya

Ahli sejarah terkadang memperdebatkan sifat sejarah dan kegunaannya dengan membahas studi tentang ilmu sejarah sebagai tujuan itu sendiri dan sebagai cara untuk memberikan "pandangan" pada permasalahan masa kini. Cerita umum untuk suatu budaya tertentu, tetapi tidak didukung oleh pihak luar (seperti cerita seputar Raja Arthur) biasanya diklasifikasikan sebagai warisan budaya atau legenda, karena mereka tidak mendukung "penyelidikan tertarik" yang diperlukan dari disiplin sejarah.

secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya

Herodotus, abad ke-5 SM ahli sejarah Yunani dalam masyarakat Barat dianggap sebagai "bapak sejarah", dan, bersama dengan kontemporer Thucydides, membantu membentuk dasar bagi studi modern sejarah manusia. Kiprah mereka terus dibaca hari ini dan kesenjangan antara budaya Herodotus dan Thucydides militer yang berfokus tetap menjadi titik pertikaian atau pendekatan dalam penulisan sejarah modern. Dalam tradisi Timur, sebuah riwayat negara Chun Qiu dikenal untuk dikompilasi mulai sejak 722 SM meski teks-teks abad ke-2 SM selamat.

Pengaruh kuno telah membantu penafsiran varian bibit sifat sejarah yang telah berkembang selama berabad-abad dan terus berubah hari ini. Studi modern sejarah mulai meluas, dan termasuk studi tentang daerah tertentu dan studi topikal tertentu atau unsur tematik dalam penyelidikan sejarah.

Seringkali sejarah diajarkan sebagai bagian dari pendidikan dasar dan menengah, dan studi akademis sejarah adalah ilmu utama dalam penelitian di Universitas. Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة, šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (تاريخ).

Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.

Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal,dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.

Istilah ini masuk dalam bahasa Inggris pada tahun 1390 dengan makna "hubungan kejadian, cerita".

secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya

Pada Bahasa Inggris Pertengahan, artinya adalah "cerita" secara umum. Pembatasan terhadap arti "catatan peristiwa masa lalu" muncul pada akhir abad ke-15. Saat itu masih dalam arti Yunani yang pada saat itu juga Francis Bacon menggunakan istilah tersebut pada akhir abad ke-16, ketika ia menulis tentang "Sejarah Alam".

baginya, historia adalah "pengetahuan tentang objek yang ditentukan oleh ruang dan waktu", sehingga jenis pengetahuan disediakan oleh Ingatan (sementara Ilmu disediakan oleh akal, dan puisi disediakan oleh fantasi). Dalam sebuah ekspresi linguistik sintetik vs. analitik / isolasi dikotomi, (史 vs. 诌) sekarang menunjuk kata yang berbeda untuk sejarah manusia atau bercerita secara umum.

secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya

Di Jerman, Perancis, dan sebagian bahasa Jermanik dan Romantis, kata yang sama masih digunakan untuk pemakaian kata "sejarah" dan "cerita". Historian dalam pengartian sebuah "Peneliti sejarah" dibuktikan dari tahun 1531. dalam semua bahasa Eropa, "sejarah" masih digunakan untuk pemakaian kata "apa yang terjadi dengan laki-laki", dan "studi ilmiah yang terjadi", arti yang terakhir kadang-kadang dibedakan dengan huruf kapital, "Sejarah", atau kata historiografi.

• Sejarah bersifat diakronis karena berhubungan dengan waktu. • Sejarah bersifat ideografis karena sejarah menggambarkan dan menceritakan sesuatu.

secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya

• Sejarah bersifat unik karena berisi hasil penelitian tentang hal unik. • Sejarah bersifat empiris artinya sejarah bersandar pada pengalaman manusia yang sungguh-sungguh.

secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya

Pengertian sejarah menurut Rochiati Wiriatmadja bahwa sejarah adalah disiplin ilmu yang menjanjikan etika, moral, kebijaksanaan, nilai-nilai spritual dan kultural karena kajiannya yang bersifat memberikan pedoman kepada keseimbangan hidup, harmoni dalam nilai-nilai, keteladanan dalam keberhasilan dan kegagalan dan cerminan pengalaman kolektif yang menjadi kompas untuk kehidupan masa depan.

Menurut Roeslan Abdulgani bahwa ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

Pengertian sejarah menurut Sartono Kartodirdjo merupakan bentuk penggambaran pengalaman kolektif di masa lalu, dan untuk mengungkapnya dapat melalui aktualisasi dan penetasan pengalaman masa lalu. Menceritakan suatu kejadian adalah cara membuat hadirnya kembali peristiwa tersebut dengan cara pengungkapan verbal.

Arti sejarah menurut Ismaun adalah suatu ilmu pengetahuan tentang kisah mengenai peristiwa-peristiwa yang benar-benar telah terjadi atau berlangsung dalam segala aspeknya di masa lampau. Sejarah merupakan catatan atau rekaman pilihan yang disusun secara teliti tentang segala aspek kehidupan umat manusia di masa lampau.

Sejarah adalah semua kejadian / peristiwa masa lampau. Sejarah dapat membantu para siswa untuk memahami perilaku manusia pada masa yang lampau, masa secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya dan masa yang akan datang. Semua kejadian yang dimaksud dalam pendapat tersebut adalah kejadian atau peristiwa yang berkaitan dengan manusia. Dalam kejadian atau peristiwa tersebut terdapat bagaimana manusia berperilaku.

• Sejarah tradisional yaitu pengetahuan tentang kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa dan keadaan-keadaan kemanusiaan di masa lampau dalam kaitannya dengan keadaan-keadaan masa kini. • Sejarah ilmiah yaitu pengetahuan tentang hukum-hukum yang tampak menguasai kehidupan masa lampau yang diperoleh melalui pendekatan dan analisis atas peristiwa-peristiwa masa lampau.

• Filsafat sejarah yaitu pengetahuan tentang perubahan-perubahan bertahap yang membawa masyarakat dari satu tahap ke tahap lain, ia membahas hukum-hukum yang menguasai perubahan-perubahan ini. Dengan kata lain, ia adalah ilmu tentang menjadi masyarakat, bukan tentang mewujudnya saja. Menurut Robert V. Daniels, pengertian sejarah adalah kenangan dari tumpuan masa silam. Sejarah dimaksud dalam definisi sejarah manusia sebagai pelaku sejarah.

Kemampuan yang dimiliki oleh manusia adalah kemampuan untuk menangkap kejadian-kejadian yang ada di sekelilingnya. Hasil tangkapan tersebut menjadi ingatan atau memori dalam dirinya yang akan menjadi sumber sejarah.

Nah demikianlah referensi mengenai pengertian sejarah menurut para ahli dan secara umum lengkap.

secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya

Sejarah merupakan sesuatu yang terjadi di masa lalu dan manusia harus belajar dari sejarah agar menjadi lebih baik ke depannya. Sekian referensi. Demikianlah yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan dan kekurangannya, kami mohon yang sebesar - besarnya. Silahkan tinggalkan pesan yang sifatnya membangun, Semoga bermanfaat. Terima Kasih. Sejarah Masuknya Agama Hindu di Indonesia https://www.pustakapengetahuan.com/2019/03/sejarah-masuknya-agama-hindu-budha-di.html Peninggalan Sejarah Hindu https://www.pustakapengetahuan.com/2019/03/peninggalan-sejarah-hindu-budha-di.html • Bahasa Indonesia (26) • Biography (1) • Biology (20) • Business (2) • Civic Education (12) • Civil Engineering (2) • Culture Art (11) • Fisika (9) • General Sciences (27) • Geography (9) • Health (6) • History (36) • Islam (35) • Language (16) • Natural Sciences (24) • Social Sciences (19) • Sports (17) • Viral News (15)
Secara etimologis, istilah sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu syajaratun yang berarti pohon.

Dalam bahasa Inggris, kata sejarah memiliki arti sama dengan kata history yang diserap dari bahasa Yunani yaitu istoria yang berarti orang pandai.

secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya

Adapun dalam bahasa Jerman memiliki arti sama dengan kata geschichte yang berarti . Secara etimologis, istilah sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu syajaratun yang berarti pohon. Dalam bahasa Inggris, kata sejarah memiliki arti sama dengan kata history yang diserap dari bahasa Yunani yaitu istoria yang berarti orang pandai.

Adapun dalam bahasa Jerman memiliki arti sama dengan kata geschichte yang berarti . 1. secara etimologi sejarah barasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa Arab yang berarti.

2. waktu merupakan konsep yang paling penting dalam peristiwa sejarah, karena. 3. catatan parerjalanan pyang dibuat oleh para musafir, pendeta, dan pedagang yang dibuat pada keadaan dan waktu yang ter tentu disebut dengan. terima kasih :) Pertanyaan pada soal berkitan dengan sejarah, akar kata sejarah, konsep waktu dalam sejarah, serta catatan sejarah yang dibuat oleh para musafir, pelancong dan lain sebagainya.

Adapun jawaban untuk pertanyaan ini ada pada bagian pembahasan berikut ini. Baca lebih mendalam mengenai makna kata pohon dalam sejarah brainly.co.id/tugas/6421186 »Pembahasan Berikut adalah jawaban untuk masing-masing pertanyaan tersebut di atas: • Secara etimologis, kata SEJARAH berasal dari kata SYAJARATUN yang adalah kata yang berasal dari bahasa Arab. Adapun makna dari Syajaratun ini adalah POHON.

• Waktu adalah merupakan konsep yang dianggap paling penting di dalam peristiwa sejarah. Alasannya adalah karena peristiwa sejarah sendiri di dalam kehidupan manusia berlangsung secara kontinyu atau terus menerus di mana peristiwa di masa silam memiliki pengaruh di masa yang akan datang dan seterusnya.

• Catatan perjalanan yang dibuat oleh mereka para musafir, pujangga, pendeta, pelancong dan disusun dengan kurun waktu tertentu dinamakan dengan KRONIK. Ketahui lebih lanjut tentang syajaratun sejarah brainly.co.id/tugas/525590 Sejarah adalah ilmu yang mempelajari mengenai masa lampau, yakni masa-masa yang sudah terlewatkan.

Meski sudah terlewat namun masa lampau ini sifatnya terbuka dan kontinyu atau berkesinambungan. Pelajari lebih lanjut mengenai sejarah dikiaskan dengan pohon brainly.co.id/tugas/3272083 • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • » Detil Jawaban Kode : 10.3.1 Kelas : 1 SMA Mapel : Sejarah Bab : Cara Berpikir Sejarah #TingkatkanPrestasimu
Pengertian Sejarah: Etimologi, Konsep & Fungsi (Lengkap) - serupa.id Tutup • Donasi Pencarian untuk: Cari • Beranda • Seni • Fundamental Seni • Teori Seni • Praktik Seni • Desain • Sejarah • Aliran Seni Rupa • Sejarah Seni • Pendidikan • Filsafat • Informatika • Semua Kategori • Semua Artikel • Tentang • Kebijakan Privasi • Kontak Tutup 5.1 Artikel Terkait Pengertian Sejarah Secara Umum Pengertian sejarah adalah pengetahuan dan kajian mengenai berbagai peristiwa atau kejadian yang pernah terjadi di masa lampau.

Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Sjamsuddin (2012, hlm. 6) yang mengungkapkan secara umum dan sederhana sejarah ialah kajian tentang masa lalu manusia.

secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya

Manusia tentunya adalah tokoh utamanya di sini, sejarah terjadi karena adanya perilaku manusia yang menyebabkan terjadinya berbagai kejadian dan peristiwa. Kejadian sejarah yang dikaji dalam sejarah diamati dari berbagai peninggalan sejarah seperti artefak, bukti-bukti tertulis, dokumentasi budaya, dsb.

Pengertian Sejarah Secara Etimologi Secara etimologi, sejarah berasal dari kata “syajaratun” (dibaca: sajadah) dari bahasa Arab yang artinya adalah “pohon kayu”. Pohon kayu yang dimaksud adalah suatu pengibaratan sejarah seperti pohon yang tumbuh dari bawah tanah ke atas, bercabang, menumbuhkan dahan, daun, bunga hingga buah. Artinya, sejarah adalah suatu runutan peristiwa terjadinya sesuatu dari akar hingga berbagai kejadian, peristiwa, konsekuensi dan rekam jejak lainnya yang tumbuh seiring berjalannya zaman di masa lalu.

Hal ini sejalan dengan Yamin (1958, hlm.4) yang menyatakan bahwa dalam kata sejarah tersimpan makna pertumbuhan atau kejadian. Sementara itu, dalam bahasa Inggris sejarah disebut sebagai history. History sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni “histori” yang memiliki arti: “apa yang diketahui karena penyelidikan”. Pengetahuan yang dimaksud tentunya adalah pengetahuan mengenai berbagai kejadian atau peristiwa. Selanjutnya, penyelidikan berarti suatu upaya untuk benar-benar mengetahui apakah kejadian tersebut benar-benar pernah terjadi atau tidak.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa sejarah adalah kejadian masa lalu yang diketahui melalui penyelidikan untuk mengetahui kebenarannya. Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli Selain melalui pemahaman konsep dan arti yang bisa didapatkan dari etimologi, para ahli yang terlibat dalam bidang ini juga memiliki pandangan beragam mengenai pengertian sejarah. Berikut adalah beberapa pengertian sejarah menurut para ahli yang beberapa di antaranya merupakan dua ahli sejarah yang telah banyak didukung oleh para ahli lainnya, seperti Herodotus dan Ibnu Khaldun.

Pengertian Sejarah Menurut Herodotus Pengertian sejarah menurut Herodotus adalah suatu kajian mengenai kebangkitan, kehidupan hingga kejatuhan tokoh, masyarakat, bahkan peradaban dalam kisah ( story telling) yang dijaga seakurat mungkin kebenarannya (484-425 SM).

Herodotus adalah bapak sejarah dunia yang mendapatkan gelar tersebut karena sebelumnya tidak pernah ada yang menulis kisah mengenai kejadian masa lampau sesistematis dan benar-benar dijaga kebenarannya seperti yang ia lakukan. Pengertian Sejarah Menurut Ibnu Khaldun Pengertian sejarah menurut Ibnu Khaldun adalah catatan mengenai kejadian, hingga perubahan watak (sosial) umat manusia, masyarakat, maupun peradaban dunia berlandaskan konsepsi sejarah “ibrar” (1332-1406). Konsepsi tersebut membuat sejarah tidak hanya menjadi rekaman masa lalu saja, namun dapat dijadikan hikmah dan pelajaran bagi generasi sekarang dan generasi mendatang (Sujati, 2018, hlm.

145). Ibnu Khaldun (Ibn Khaldun) Tercatat sebagai ilmuwan dan filosof muslim pertama yang menggunakan pendekatan konsepsi sejarah dalam wacana keilmuan Islam (Abdullah Enan, 2013, hlm. 87). Pendapatnya mengenai sejarah boleh dikatakan merupakan pengembangan dari pemikiran serupa Herodotus. Pengertian Sejarah Menurut Kuntowijoyo Sejarah adalah cabang ilmu yang mengkaji secara sistematis keseluruhan perkembangan proses perubahan dan dinamika kehidupan masyarakat dengan segala aspek kehidupannya yang terjadi di masa lampau (Kuntowijoyo, 2013, hlm.

18). Kuntowijoyo juga berpendapat bahwa sejarah merupakan hal yang menyuguhkan fakta secara diakronis (berhubungan dengan waktu), ideografis (menceritakan sesuatu), unik (berbeda satu sama lain), dan empiris (berdasarkan sesuatu yang pernah dialami oleh manusia). Sejarah Menurut Muhammad Yamin Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang umumnya berhubungan dengan cerita bertarikh sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia pada masa lampau, yaitu susunan hasil penyelidikan bahan-bahan tulisan atau tanda-tanda yang lainnya (Yamin, 1957, hlm.

4). Sejarah Menurut Widja Merupakan studi yang dialami manusia di masa lampau dan telah meninggalkan jejak di masa sekarang, di mana penekanan utamanya terdapat pada apek peristiwa sendiri, terutama pada hal yang bersifat khusus dan segi urutan perkembangannya yang disusun dalam kisah sejarah (Widja, 1989, hlm.9 ).

Sejarah Menurut Sartono Kartodirdjo Menurut Kartodirdjo (1982, hlm. 12) Sejarah adalah gambaran mengenai masa lalu manusia dan sekitarnya sebagai makhluk sosial yang disusun secara ilmiah dan lengkap. Hal yang disusun meliputi urutan kejadian fakta dengan tafsiran dan penjelasan yang memberikan pengertian dan pemahaman mengenai apa yang telah berlalu. Definisi Sejarah menurut Edward Hallet Carr Carr (1982, hlm.

30) berpendapat bahwa sejarah adalah suatu proses interaksi tanpa henti antara sejarawan secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya fakta-fakta yang ada padanya; suatu dialog tanpa henti antara masa sekarang dan masa silam. Konsep Sejarah Dalam segi penyampaiannya, sejarah dikonsepsikan pada beragam konsep.

Para ahli sejarah kebanyakan menyepakati bahwa terdapat tiga komponen utama atau konsep sejarah dalam membangun suatu pokok bahasan sejarah. Komponen atau konsep tersebut berbeda-beda namun bertalian satu sama lain. Komponen atau konsep yang dimaksud meliputi: sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai kisah, dan sejarah sebagai ilmu. Berikut adalah pemaparan dari masing-masing konsep. Sejarah Sebagai Peristiwa Sejarah sebagai peristiwa ialah kejadian, kenyataan, aktualitas, sejarah in concreto atau an sich yang sebenarnya telah terjadi atau berlangsung pada waktu yang lalu; sejarah sebagai res gestae atau menurut Mohammad Ali disebut sejarah-serba objek.

Sebagai contoh yang diungkapkan secara umum dalam bahasa seharihari, misalnya: “Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No.

56 Jakarta”. Contoh lain misalnya sesederhana: “Kebangkitan Kerajaan Kutai pada Sekitar Abad 5 Masehi”. Pengertian Sejarah Sebagai Kisah Sejarah sebagai kisah adalah cerita (narasi) yang disusun dari ingatan, kesan atau tafsiran manusia terhadap peristiwa atau kejadian-kejadian yang terjadi atau berlangsung pada waktu yang lampai, yakni sejarah sebagai rerum gestarum atau menrut Moh.

Ali disebut sejarah serba subjek. Sejarah identik dengan tutur secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya atau kisah karena bentuk tersebut adalah salah satu wadah yang paling efektif untuk mengemas sejarah. Meskipun demikian sejarah sebagai kisah berbeda dengan teks cerita biasa, karena sejarah tetaplah harus ditulis berdasarkan fakta yang telah terbukti.

Setiap orang akan berusaha menyusun sejarah dengan integritas tinggi agar tetap objektif dan dipercayai. Namun, karena sejarah adalah suatu cerita, sifatnya juga bergantung pada siapa yang menceritakannya (subjektif). Setiap pencerita memiliki kepribadian yang beraneka ragam. Sejarah Sebagai Ilmu Sejarah sebagai ilmu suatu susunan pengetahuan ( a body of knowledge) mengenai peristiwa dan yang terjadi dalam masyarakat manusia pada masa lampau yang disusun secara sistematis dan metodologis berdasarkan asas-asas, prosedur, metode serta teknik ilmiah yang diakui oleh para ahli sejarah.

Sejarah sebagai ilmu mempelajari sejarah sebagai aktualitas dan mengadakan penelitian serta pengkajian tentang peristiwa dan cerita sejarah.

secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya

Fungsi Sejarah (Manfaat & Nilai Guna) Kuntowijoyo (2013, hlm. 20) memaparkan bahwa sejarah memiliki kegunaan bagi pengembangan sejarahnya sendiri (intrinsik) dan menyumbangkan pengembangan bagi ilmu di luar dirinya sendiri (ekstrinsik).

Berikut adalah pemaparan dari fungsi-fungsi yang dimiliki sejarah. Fungsi Intrinsik • Sejarah sebagai ilmu, berkembang dengan cara (a) perkembangan dalam filsafat, (b) perkembangan dalam teori sejarah, (c) perkembangan dalam ilmu-ilmu lain, (d) perkembangan dalam metode sejarah. • Sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau, bersama dengan mitos sejarah adalah alat yang tepat untuk mengetahui masa lampau yang setidaknya menghasilkan dua sikap, yaitu: menerima atau menolak.

• Sejarah sebagai pernyataan pendapat, banyak penulis sejarah yang menggunakan ilmunya untuk menyatakan pendapat. • Sejarah sebagai profesi, sebagai penulis atau peneliti sejarah. Fungsi ekstrinsik Sejarah • Sejarah sebagai pendidikan moral • Sejarah sebagai pendidikan penalaran • Sejarah sebagai pendidikan politik • Sejarah sebagai pendidikan kebijakan • Sejarah sebagai pendidikan perubahan • Sejarah sebagai pendidikan masa depan • Sejarah sebagai pendidikan keindahan • Sejarah sebagai ilmu bantu • Sejarah sebagai latar belakang • Sejarah sebagai rujukan Berdasarkan fungsi ekstrinsiknya, sejarah bermanfaat bagi banyak ilmu lain seperti ilmu pendidikan, filsafat, moral, etika, estetika (seni), hingga ilmu eksakta sekalipun.

Manfaat Sejarah bagi Kehidupan Sementara itu, manfaat sejarah bagi kehidupan adalah hikmah yang dapat ditarik sebagai pelajaran untuk generasi sekarang dan generasi yang akan mendatang. Selain itu, manfaat sejarah dalam kehidupan masyarakat juga dapat mempersiapkan masa depan melalui pembelajaran dari hal pernah terjadi di masa lampau.

Sehingga kita dapat menghindari hal buruk dan meniru hal baik dari masa lalu. Referensi • Abdullah Enan, Muhammad. (2013). Biografi Ibnu Khaldun. Terj. Machnun Husein. Jakarta: Zaman. • Kuntowijoyo, (2013) Pengantar Ilmu Sejarah. Yoygakarta : Penerbit Tirta Wacana • Sjamsuddin, H. (2012) Metodologi Sejarah. Yoygakarta : Penerbit Ombak • Sujati, Budi.

(2018). Konsepsi Pemikiran Filsafat Sejarah dan Sejarah Menurut Ibnu Khaldun. Tamaddun (Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam). Tersedia: https://www.researchgate.net/publication/328999772_Konsepsi_Pemikiran_Filsafat_Sejarah_dan_Sejarah_Menurut_Ibnu_Khaldun Artikel Terkait Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar * Nama * Email * Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel. • Directing (Pengarahan) – Pengertian, Prinsip-Prinsip & Jenis • Controlling, Pengendalian, atau Pengawasan & Evaluasi • Kepemimpinan: Pengertian, Unsur, Prinsip, Tingkat & Gaya • Staffing dan Actuating dalam Manajemen • Perilaku Organisasi: Pengertian, Sifat, Karakteristik & Pengembangan • Budaya Organisasi : Pengertian, Dimensi, Indikator, Contoh, dsb Trending • Model Pembelajaran Inquiry Learning (Penjelasan Lengkap) Semua Kategori • Aliran Seni Rupa (13) • Bahasa Indonesia (75) • Biografi (8) • Budaya (4) • Desain (20) • Filsafat (8) • Fundamental Seni (15) • Ilmu Pengetahuan Alam (33) • Ilmu Pengetahuan Sosial (37) • Informatika (29) • Inspirasi (21) • Linguistik (10) • Manajemen (9) • Metode Penelitian (11) • Pendidikan (73) • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (37) • Prakarya dan Kewirausahaan (19) • Praktik Seni (10) • Sastra (33) • Sejarah (16) • Sejarah Seni (25) • Seniman Indonesia (5) • Seniman Mancanegara (3) • Teori Seni (86) Langganan
• • • • Oleh: sarip Hidayatuloh sengkala – Sebagaimana telah kita pelajari, sejarah memiliki pengertian yang luas.

Pengertian tersebtu dapat kita gali baik secara etimologis (unsur katanya) ataupun secara terminologis yaitu dari sejumlah definisi yang oleh para filsuf, sejarawan, dan mereka yang memiliki perhatian khusus terhadap secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya sejarah. Secara etimologis kata sejarah mula-mula berasal dari bahasa Arab “syajara”, artinya terjadi, “syajaratun” yang memiliki arti pohon kayu (Ismaun n.d: 1.3).

Pohon menggambarkan pertumbuhan terus-menerus dari bumi ke udara dengan mempunyai cabang, dahan dan daun, kembang atau bunga serta buahnya. Memang di dalam kata sejarah itu tersimpan makna pertumbuhan atau kejadian.

Begitulah sejarah yang berarti pohon, juga berarti keturunan, asal-usul atau silsilah. Orang yang sudah lama berhubungan dengan ilmu sejarah, termasuk mereka yang mempelajarinya dengan agak mendalam, arti kata syajarah tidak sama dengan kata sejarah, akan tetapi kedua perkataan itu berhubungan satu dengan yang lain.

Sejarah bukan hanya berarti pohon, dalam arti “pohon keluarga” juga tidak hanya berarti keturunan, asal-usul dan silsilah. Walaupun demikian, kalau kita mempelajari sejarah, sekurang-kurangnya kita tentu mempelajari keturunan, asal-usul dan silsilah (syajarah an-nasab). Selain itu juga sejarah dalam arti pohon memiliki makna bahwa sejarah itu secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya statis melainkan dinamis, dimana sejarah terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

Sehingga dari suatu peristiwa sejarah akan menghasilkan peristiwa yang lainnya. Artinya sejarah saling berkaitan antara satu peristiwa dengan peritiwa yang lain. Slanjutnya dalam bahasa Inggris disebut “ history”, yang bersumber dari bahasa Yunani Kuno “ historia” (dibaca “ istoria”) yang berarti “belajar dengan cara bertanya-tanya”. Menurut Sjamsuddin dan Ismaun (1996) kata “historia” ini diartikan sebagai pertelaan mengenai gejala-gejala (terutama hal ikhwal manusia) dalam urutan kronologis (Susanto n.d: 5).

Baca Juga Asal-Usul Munggahan dalam Tradisi Masyarakat Sunda Sehingga dapat disimpulkan bahwa arti kata sejarah sendiri sekarang ini mempunyai makna “sebagai cerita, atau kejadian yang benar-benar telah terjadi pada masa lalu.” Kemudian, kata sejarah selain dimaknai secara etimologis, juga ada ahli-ahli yang mendefinisikan tentang kata sejarah, yaitu: Sartono Kartodirdjo berpendapat bahwa Sejarah menceritakan kejadian dengan membuat kembali peristiwa tersebut secara verbal (Haryono, 1995: 121).

Sedangkan Daniel dan Banks berpendapat bahwa sejarah adalah kenangan pengalaman manusia, kemudian Banks juga berpendapat bahwa kejadian di masa lalu adalah sejarah dan sejarah adalah aktualitas (Garraghan, 1996: 6).

Herodotus berpendapat bahwa Sejarah ialah satu kajian perputaran jatuh bangunnya masyarakat dan peradaban. Sedangkan Aristotles: Sejarah merupakan satu sistem yang meneliti kejadian awal dan tersusun dalam bentuk kronologi, peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, rekord-rekord atau bukti-bukti yang konkrit.

Selanjutnya R. G. Collingwood berpendapat bahwa Sejarah ialah bentuk penyelidikan tentang hal-hal yang dilakukan manusia pada masa lalu. M Yamin berpendapat bahwa Sejarah adalah ilmu yang berhubungan dengan cerita sebagai hasil penafsiran kejadian masa lalu. Gustafson berpendapat bahwa Sejarah merupakan puncak gunung pengetahuan manusia (Kuntowijoyo, 1995: 33).

Henry Steele Commager berpendapat bahwa Sejarah merupakan rekaman keseluruhan masa lampau, kesusatraan, hukum, bangunan, pranata sosial, agama, filsafat. Moh. Hatta berpendapat bahwa Sejarah adalah pemahaman masa lalu yang mengandung berbagai dinamika dan problematika manusia (Hardjasaputra 2008). Referensi: Garraghan, Gilbert J. 1996. Pendekatan A Guide to Historical Method East Fordham Road. New York: Fordham University Press.

Hardjasaputra, A. Sobana. 2008. Meode Pneleitian Sejarah “ Di Dalam Materi Penyuluhan Workshop Penelitian Dan Pengembangan Kabudayaan. Bandung: BPSBP. Haryono. 1995. Mempelajari Sejarah Secara Efektif. Jakarta: Pustaka Jaya. Baca Juga Sejarah Punk, dari Semangat Bermusik Hingga Menjadi Gaya Hidup Ismaun.

secara etimologis sejarah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang artinya

n.d. “Ilmu Sejarah Dalam PIPS.” In PSOS4204/MODUL 1, 1–29. Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya. Susanto, Dwi. n.d. Pengantar Ilmu Sejarah. Surakarta: UIN Sunan Ampel. • ← Freeport Dulu dan Kini: Sejarah Tambang Emas Freeport di Papua • Mtiologi Gerhana dalam Keyakinan Masyarakat Sunda → 17 Oktober 2021 17 Oktober 2021 admin 0 Pos-pos Terbaru • Asal-Usul Mudik: dari “Udik” Hingga “Mulih Dhisik” • Ibu Sebagai Arsitek Peradaban Bangsa • Menggurui Diri dengan Jalan Bertualang Ke Masa Silam • Menghasilkan uang melalui Google Opinion Rewards • Cikal Bakal Museum di Indonesia • Peritiwa Berdarah 7 Juli 1919 di Cimareme Garut • Sarekat Islam Afdeling B: Gerakan Rahasia di Tanah Priangan Kategori • Bahan Ajar (23) • Bahan Ajar (13) • Fiksi (4) • Film (1) • Filsafat (26) • Game (1) • Kala Review (5) • Kesehatan (8) • Komik (1) • Pendidikan (45) • Sastra (10) • Sejarah (82) • Seni (3) • Sosial Budaya (33) • Sport (1) • Teknologi (18) • Tutorial (6) • Uncategorized (6) Laman • Blog • Contact • Tentang KamiKata "sejarah" sendiri seperti yang kita ketahui saat ini berasal dari kata syajarah/syajaratum [Bahasa Arab] yang artinya adalah pohon.

Kata syajarah juga dapat berarti terjadi ( to happen). Arti sejarah yaitu pohon dapat kita gambarkan sebagai rangkaian peristiwa-peristiwa masa lampau yang berkembang dan memiliki dampak yang besar terhadap peristiwa yang akan terjadi setelahnya.

Berkembangnya pohon dari bibit hingga menjadi pohon dewasa yang tumbuh kokoh merupakan hasil dari kejadian masa lalu yang terjadi terhadap pohon tersebut. Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

Bab I SM KXS1 sub a,b,c




2022 www.videocon.com