Rematik autoimun artinya

rematik autoimun artinya

Definisi Apa itu rematik atau rheumatoid arthritis (RA)? Rheumatoid arthritis adalah istilah medis untuk penyakit rematik. Pengertian rheumatoid arthritis atau rematik adalah peradangan pada sendi ( arthritis) akibat gangguan autoimun atau sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh Anda sendiri.

Tidak seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis adalah kondisi yang memengaruhi lapisan sendi (sinovium). Kondisi ini bisa menyebabkan rasa nyeri kronis, kaku, dan bengkak pada persendian, hingga dapat menimbulkan erosi tulang dan kelainan bentuk sendi. Penyakit rematik paling sering memengaruhi sendi tangan, pergelangan tangan, kaki, dan lutut. Pada kasus yang jarang, penyakit ini pun dapat memengaruhi bagian lain dari tubuh, seperti paru-paru, mata, jantung, pembuluh darah, kulit, dan saraf.

Rematik dapat memengaruhi kemampuan penderitanya dalam melakukan aktivitas harian seperti menulis, membuka botol, memakai baju, dan membawa barang. Peradangan sendi yang mengenai pinggul, lutut, atau kaki dapat membuat Anda sulit berjalan, membungkuk, atau berdiri. Seberapa umumkah penyakit kondisi ini? Rheumatoid arthritis adalah salah satu penyakit yang sering dialami oleh orang lanjut usia (lansia).

Namun, penyakit ini juga bisa dialami oleh dewasa muda, remaja, bahkan anak-anak. Sementara w anita diketahui lebih berisiko mengalami rematik dibanding pria. Anda dapat mengurangi kemungkinan menderita penyakit ini dengan menurunkan faktor risiko Anda.

Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Tanda-Tanda & Gejala Apa saja tanda-tanda dan gejala rematik? Tanda-tanda dan gejala-gejala rematik dapat bervariasi tergantung tingkat keparahannya dan bahkan dapat datang dan pergi pada suatu waktu. Namun, tanda-tanda dan gejala rheumatoid arthritis yang umumnya terjadi, yaitu: • Rematik autoimun artinya pada persendian.

• Sendi terasa kaku. • Sendi bengkak atau terasa lembut. • Kelelahan. • Demam. • Penurunan berat badan atau hilangnya nafsu makan. Rematik tahap awal cenderung memengaruhi sendi kecil, terutama sendi yang menempelkan jari-jari ke tangan dan kaki Anda. Seiring berkembangnya rematik autoimun artinya, gejala sering menyebar ke sendi lainnya, seperti pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki, siku, pinggul, dan bahu.

Pada sebagian besar kasus, gejala bisa terjadi pada persendian yang sama di kedua sisi tubuh Anda. Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala rematik yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Kapan harus periksa ke dokter? Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Anda bisa mendatangi dokter umum terlebih rematik autoimun artinya untuk mengetahui penyebab dari gejala yang Anda alami. Namun, bila gejala yang Anda miliki menjurus ke permasalahan sendi, seperti rheumatoid arthritis, dokter umum mungkin akan merujuk Anda ke dokter spesialis penyakit dalam (reumatologi) untuk memastikan kondisi tersebut.

Ingat, tubuh masing-masing orang berbeda. Jadi, selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda. Penyebab & faktor risiko Apa penyebab rematik atau rheumatoid arthritis?

Rheumatoid arthritis atau rematik adalah salah satu penyakit autoimun. Artinya, penyakit ini disebabkan oleh sistem imun atau kekebalan yang menyerang jaringan tubuh yang sehat. Pada penderita rematik, sistem imun menyerang sinovium, yaitu lapisan selaput yang mengeliling persendian. Kondisi ini menyebabkan sendi meradang dan bengkak, hingga menimbulkan rasa nyeri. Meski gangguan autoimun dipercaya sebagai penyebab rematik, tetapi sampai saat ini para peneliti belum mengetahui faktor apa saja yang dapat memicu gangguan tersebut.

Apa yang meningkatkan risiko seseorang terkena rheumatoid arthritis? Penyebab rematik memang belum diketahui pasti. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena rheumatoid arthritis adalah: • Berjenis kelamin wanita. • Usia paruh baya. • Riwayat keluarga.

rematik autoimun artinya

• Obesitas. • Kebiasaan merokok. • Paparan lingkungan, seperti asbes atau silika. Tidak rematik autoimun artinya faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini. Faktor ini hanyalah referensi saja. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Komplikasi Apa komplikasi atau efek yang mungkin ditimbulkan dari penyakit rematik?

Penyakit rheumatoid arthritis dapat menyebabkan beberapa kondisi kesehatan lain, yang lebih bahaya dan terkadang bisa mengancam nyawa. Beberapa komplikasi dari penyakit rheumatoid arthritis atau rematik adalah: 1.

Osteoporosis Penyakit rematik berikut dengan pengobatannya dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis, yaitu kondisi yang melemahkan tulang dan bisa membuat tulang menjadi rentan patah.

2. Rheumatoid nodules Rheumatoid nodules adalah benjolan keras yang muncul di bawah kulit. Benjolan ini paling sering terbentuk di sekitar titik-titik tekanan, seperti siku, tetapi bisa rematik autoimun artinya terbentuk di bagian tubuh manapun, termasuk paru-paru.

3. Sindrom Sjogren Penderita rheumatoid arthritis lebih mungkin mengalami sindrom Sjogren, yaitu kelainan yang menurunkan jumlah kelembapan di mata dan mulut Anda, sehingga menyebabkan mata dan mulut menjadi kering. 4. Infeksi Penyakit rematik dan pengobatan yang dijalani dapat merusak sistem kekebalan.

Adapun kondisi rematik autoimun artinya dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi. 5. Carpal tunnel syndrome Carpal tunnel syndrome adalah tekanan pada saraf di pergelangan tangan Anda.

Jika rheumatoid arthritis memengaruhi sendi di pergelangan tangan, peradangan dapat menekan saraf di tangan dan jari Anda sehingga timbul carpal tunnel syndrome dengan gejala sakit, mati rasa, dan kesemutan di jari dan sebagian tangan.

6. Masalah jantung Rematik dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah pada jantung. Pasalnya penyakit ini dapat menimbulkan penyumbatan dan pengerasan pembuluh darah arteri, serta peradangan pada kantung yang membungkus jantung Anda. 7. Penyakit paru-paru Seseorang dengan penyakit RA dapat berisiko mengalami peradangan di jaringan paru-paru, yang dapat menyebabkan gejala sesak napas. 8. Limfoma Limfoma adalah salah satu jenis kanker darah yang berkembang di sistem limfatik.

Jika Anda memiliki RA, Anda lebih berisiko terkena penyakit ini. Diagnosis dan pengobatan Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda. Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini? Penyakit rematik sulit didiagnosis pada stadium awal karena gejala awalnya sangat mirip dengan penyakit lain. Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan Anda serta melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda dari penyakit ini serta memeriksa refleks dan kekuatan otot Anda.

Setelah itu, dokter akan melakukan beberapa tes atau pemeriksaan diantaranya tes darah dan tes pencitraan, seperti sinar X, MRI, atau ultrasound. Tes pencitraan ini dapat melihat tanda-tanda kerusakan (erosi) pada ujung tulang di dalam sendi serta membantu dokter menilai tingkat keparahan penyakit RA yang Anda alami.

Sementara tes darah yang umumnya dilakukan terdiri dari tes laju endap darah ( erythrocyte sedimentation rate/ESR) atau C-reactive protein (CRP) yang dapat menunjukkan adanya peradangan dalam tubuh, tes darah lengkap, serta tes untuk mencari faktor reumatoid dan antibodi anti-siklik citrullinated peptide (anti-CCP). Apa saja pilihan pengobatan untuk rematik? Cara terbaik untuk mengobati rheumatoid arthritis adalah dengan menggunakan pengobatan secara medis serta pendukung, seperti terapi dan perubahan gaya hidup.

Beberapa obat dan pengobatan yang umumnya diberikan, yaitu: • Obat NSAID, seperti naproxen dan ibuprofen untuk mengurangi nyeri dan peradangan.

• Obat disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs), seperti methotrexate, leflunomide, hydroxychloroquine, dan sulfasalazine, untuk memperlambat perkembangan penyakit serta melindungi sendi dari kerusakan permanen.

• Obat kortikosteroid, seperti prednisone, untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit, serta memperlambat kerusakan sendi. • Terapi fisik atau okupasi untuk membantu menjaga sendi Anda tetap fleksibel. • Operasi atau pembedahan, terutama pada kasus yang lebih parah. Prosedur pembedahan untuk rematik umumnya bisa berupa synovectomy, penggantian sendi, perbaikan tendon di sekitar sendi, atau penggabungan (fusi) sendi. Mungkin ada metode pengobatan lainnya yang bisa dilakukan dokter untuk mengatasi rematik.

Silakan tanyakan pada dokter untuk informasi lebih lanjut. Apakah seseorang bisa sembuh dari penyakit rheumatoid arthritis?

rematik autoimun artinya

Penyakit rheumatoid arthritis atau rematik bukanlah penyakit yang dapat disembuhkan total. Artinya, bila Anda memiliki penyakit ini, kemungkinan sembuh total dari rheumatoid arthritis adalah nol besar.

Meski demikian, dilansir dari NHS, Anda masih bisa mengontrol gejala serta mengurangi risiko kerusakan sendi dan mencegah komplikasi rematik dengan menjalani pengobatan sedini mungkin, termasuk obat-obatan, perubahan gaya hidup, dan pengobatan pendukung lainnya. Perubahan gaya hidup & pengobatan rumahan Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan rematik autoimun artinya dapat dilakukan untuk mengatasi rematik?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rheumatoid arthritis adalah: • Rutin olahraga ringan untuk membantu memperkuat otot di sekitar sendi, seperti berjalan kaki.

rematik autoimun artinya

• Beristirahatlah. Tidur yang cukup akan membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit, serta kelelahan. • Kompres panas atau es. Kompres panas dapat membantu merilekskan otot dan meredakan nyeri, sedangkan kompres dingin dapat mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan.

• Mengonsumsi makanan yang dianjurkan serta menghindari yang menjadi pantangan, seperti makanan mengandung omega-3 dan makanan untuk rematik lainnya. • Terapi atau cara alami untuk mengobati rematik autoimun artinya arthritis, seperti akupunktur, pijat, tai chi, atau obat herbal rematik. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik dari kondisi yang Anda hadapi.

Pencegahan Bagaimana cara mencegah penyakit rematik? Beberapa faktor risiko rheumatoid rematik autoimun artinya memang tidak dapat diubah, seperti usia, jenis kelamin, atau riwayat keluarga. Meski demikian, pencegahan rematik masih dapat dilakukan dengan menghindari beberapa faktor risiko lain yang dapat diubah.

Beberapa cara untuk mencegah rematik atau rheumatoid arthritis adalah: • Rutin olahraga untuk memperkuat otot dan sendi, meningkatkan fleksibilitas tubuh, serta menjaga berat badan tetap ideal. • Turunkan berat badan. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko RA. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menurunkan berat badan dan menjaga berat badan tetap ideal bila Anda obesitas, untuk pencegahan rematik.

• Berhenti merokok. Merokok juga merupakan faktor risiko RA yang lainnya. Dengan berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok, Anda bisa menurunkan risiko terjadinya penyakit ini. • Konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk yang mengandung kalsium dan vitamin D, yang baik untuk kesehatan tulang dan sendi, serta menghindari dan membatasi makanan yang menimbulkan peradangan.

Arthritis Foundation. 2020. Rheumatoid Arthritis. https://www.arthritis.org/diseases/rheumatoid-arthritis. Accessed September 8, 2020. Arthritis Foundation. 2020. When It’s Time to See a Doctor for Joint Pain. https://www.arthritis.org/health-wellness/about-arthritis/understanding-arthritis/when-joint-pain-means-its-time. Accessed September 8, 2020. AARP. 2020. 8 Ways to Prevent Arthritis. https://www.aarp.org/health/conditions-treatments/info-03-2013/7-ways-to-prevent-arthritis-photos.html#slide9.

Accessed September 8, 2020. CDC. 2020. Rheumatoid Arthritis (RA). https://www.cdc.gov/arthritis/basics/rheumatoid-arthritis.html. Accessed September 8, 2020. Cleveland Clinic.

rematik autoimun artinya

2020. Rheumatoid Arthritis: Prevention. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4924-rheumatoid-arthritis/prevention. Accessed September 8, 2020. Healthdirect. 2020. Arthritis prevention. https://www.healthdirect.gov.au/arthritis-prevention. Accessed September 8, 2020. Mayo Clinic.

2020. Rheumatoid arthritis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/symptoms-causes/syc-20353648. Accessed September 8, 2020.

NHS. 2020. Rheumatoid arthritis. https://www.nhs.uk/conditions/rheumatoid-arthritis/. Accessed September 8, 2020. “Kata dokter, saya kena rematik” Kata-kata ini mungkin terdengar tidak asing di telinga ketika kita terutama pada masyarakat di Indonesia. Pada sebagian orang, penyakit rematik didefinisikan sebagai penyakit yang menyerang sendi sehingga menimbulkan sakit. Rematik adalah istilah yang digunakan penyakit yang memberikan gejala – gejala seperti nyeri pada sendi akibat adanya proses peradangan dan pembengkakan yang terjadi di dalam sendi.

Banyak penyakit yang dikaitkan dengan rematik. Salah satunya rematik imun. Sebenarnya apakah rematik imun itu? Mengapa perlu diketahui? Rematik imun ( Rheumatoid Arthritis) adalah salah satu penyakit rematik yang dicirikan sebagai kondisi inflamasi kronis yang menyerang sendi tungkai dan lengan.

Reumatoid imun merupakan autoimun, artinya sel imun tubuh menyerang sel normal dalam tubuh. Sehubungan dengan kondisinya sebagai penyakit autoimun maka sendi bukanlah salah satu yang terkena dampaknya, organ lain seperti mata, rematik autoimun artinya dan jantung dapat mengalami serangan dari penyakit ini.

Rematik imun biasanya menyerang sendi - sendi kecil seperti tangan dan tidak jarang mengenai kaki dan umumnya simetris kanan dan kiri Siapa saja yang dapat terkena penyakit ini? • Perempuan lebih sering terkena rematik imun dibandingkan laki-laki • Umumnya terjadi pada lansia tetapi dimulai dari usia pertengahan dewasa • Riwayat keluarga yang mengalami rematik imun • Faktor lain seperti kegemukan dan merokok Rematik autoimun artinya saja gejala dari rematik imun? • Sendi- sendi yang bengkak, nyeri dan hangat • Kekakuan pada sendi >30 menit di pagi hari dan terkadang tidak membaik dengan beraktivitas • Lemas, demam, dan kurangnya nafsu makan • Jika penyakit ini berlangsung pada waktu yang lama akan menimbulkan gangguan berupa bentuk sendi yang tidak beraturan Apa yang dilakukan jika bertemu dengan gejala diatas?

Apabila terdapat gejala di atas, konsulkan ke dokter terdekat. Hal ini karena penegakan penyakit rematik imun ditunjang oleh pemeriksaan seperti darah lengkap dan foto lutut. Terapi apa yang dapat diberikan untuk penyakit rematik imun?

Rematik imun rematik autoimun artinya dapat sembuh, tetapi dengan obat-obatan tertentu dapat membantu meringankan gejala yang timbul, obatnya terdiri dari disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs), Steroid dan OAINS ( obat anti radang non steroid).

Seluruh obat ini merupakan obat yang penggunaanya harus dibawah pemantauan dokter penanggung jawab. Selain itu dapat dilakukan taichi dan fisioterapi untuk membuat sendi tetap fleksibel, fisioterapi ini dirancang oleh dokter fisioterapi. Perlukah dilakukan operasi? Apabila terapi dengan obat telah gagal, maka operasi dapat menjadi pertimbangan seseorang dengan rematik imun.
Penyakit rematik autoimun (Rheumatic Autoimmune Disease – RAD) adalah penyakit yang gejalanya antara lain perasaan tidak nyaman, peradangan, kaku otot dan rasa sakit pada persendian (muscoskeletal system).

Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit jaringan ikat (connective tissue). Jaringan ikat adalah jaringan yang menghubungkan bagian-bagian tubuh dan organ dalam tubuh. Contoh jaringan ikat adalah kulit, kartilago dan jaringan-jaringan lain pada persendian dan jaringan tubuh yang membungkus organ dalam. Pada penyakit RAD sistem kekebalan tubuh menyerang sendi, otot, kulit, pembuluh darah (blood vessels) dan menyebabkan radang (inflamasi). Radang - kombinasi antara rasa sakit, melunaknya jaringan, bengkak, kemerahan bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh.

Kerusakan ini bisa terjadi dalam bentuk luka (scarring) pada jaringan atau pembuluh darah atau tergerusnya (erosi) persendian. Penderita RAD umumnya mengalami gejala kelelahan yang amat sangat, sakit atau kaku pada persendian sehingga otot terasa lemah, ruam-ruam di kulit (skin rash), mati rasa (numbness) atau sensasi serasa ditusuk jarum (tingling) pada tangan atau kaki.

Kadang-kadang penderita mengalami demam yang tidak rematik autoimun artinya penyebabnya. Ada juga yang mengalami gejala kekeringan di mata atau bahkan rambut rontok. Dengan simptom yang sangat rematik autoimun artinya dan bermacam-macam seperti itu, cukup susah untuk mendeteksi rematik autoimun baik bagi dokter maupun pasien.

Pada tahap-tahap awal RAD susah dideteksi karena belum semua simptom muncul. Pada tahap ini tes laboratorium bisa membantu mendeteksi penyakit autoimun secara umum, tetapi penyakit autoimun yang mana secara spesifik masih belum terlihat jelas.

rematik autoimun artinya

Peran spesialis di bidang rematik (rheumatologist) akan sangat membantu. Screening pertama yang harus dijalani oleh penderita RAD adalah tes Antinuclear Antibody (ANA). Pada tes ANA, orang tua yang mempunyai infeksi kronis atau pengguna obat-obatan tertentu bisa rematik autoimun artinya positif.

Jika hasil tes ANA positif, tes ANA harus dikonfirmasi dengan tes yang lain. Hasil tes laboratorium dinyatakan dengan rasio, misalnya 1:40, 1:160 atau 1:640. Rasio 1:40 artinya setelah diencerkan 40 kali, ANA sudah tidak bisa terdeteksi. Rasio 1:40 lebih positif terkena RAD daripada rematik autoimun artinya. Contoh tes laboratorium yang bisa mendeteksi RAD: Pengobatan RAD tergantung dari seberapa parah gejala yang diderita pasien dan keunikan yang dimiliki masing-masing penderita.

Satu hal yang pasti adalah pentingnya identifikasi RAD dan pengobatan sedini mungkin untuk menghambat laju penyakit dan mempertahankan fungsi persendian dan organ dalam. Dibawah ini adalah pengobatan yang biasa diresepkan dokter untuk penderita RAD: · Steroid (glucocorticoids) digunakan untuk mengendalikan radang dan menekan sistem kekebalan.

Obat-obatan ini bisa menekan kekebalan sehingga mencegah kerusakan organ. Jika anda belum mengerti mengapa penyakit autoimun diatasi dengan melemahkan sistem kekebalan tubuh, anda perlu membaca bagian lain di website ini tentang dasar-dasar sistem kekebalan tubuh. Lupus disebut penyakit autoimun sistemik (multi-sistem) karena Lupus menyerang hampir seluruh organ tubuh yaitu pembuluh darah, otot, sendi, paru-paru, ginjal, jantung dan sistem saraf pusat.

Ada tiga jenis kategori lupus. Yang paling umum dijumpai adalah Systemic Lupus Erythematosus (SLE), biasanya ketika orang menyebut Lupus yang dimaksud adalah SLE. Discoid Lupus Erythematosus adalah Lupus yang menyerang kulit, ditandai dengan penebalan kulit, munculnya sisik dan kemerahan pada wajah dan leher. Ada penyakit lupus yang diakibatkan karena konsumsi obat-obatan (Drug-Induced lupus). Lupus jenis ini biasanya akan hilang dengan sendirinya jika konsumsi obat dihentikan.

Penyakit autoimun dimana sistem kekebalan menyerang synovium (lining of the joints). RA juga bisa menyerang paru-paru, ginjal dan organ lainnya. Symptom RA meliputi sakit dan kaku pada persendian. Pada tahap lanjutan, terjadi perubahan bentuk tulang dan sendi (deformity) sehingga sangat mengganggu mobilitas. Kadang-kadang gejala-gejala diatas disertai dengan rematik autoimun artinya, demam, turun berat badan, anemia dan inflamasi di mata.

Scleroderma adalah sekumpulan penyakit dimana terjadi pertumbuhan rematik autoimun artinya tidak normal dari jaringan ikat. Penyakit ini menunjukkan gejala-gejala berikut : kulit terasa keras, tebal dan mengencang sehingga pembuluh darah dan organ dalam ikut terpengaruh.

Jika wajah terkena scleroderma, wajah tidak akan rematik autoimun artinya simetris. Pada penderita scleroderma sistemik muncul kondisi-kondisi yang disingkat menjadi akronim CREST. Penyakit ini menyerang kelenjar-kelenjar yang mengatur kelembaban seperti kelenjar liur dan air mata. Penyakit ini menyebabkan mulut, mata dan vagina mengering. Seperti halnya penyakit-penyakit lain yang sudah disebut diatas, Sj ὅgren syndrome juga menyerang organ-organ dalam seperti ginjal, pembuluh darah, paru-paru, hati, pancreas, gastrointestinal (lambung dan usus), dan sistem saraf.

Kadang-kadang disertai kelelahan dan nyeri sendi. Penyakit ini memperbesar peluang pasien terkena limfoma. Myositis adalah kondisi autoimun yang mengakibatkan kelemahan otot. Pada Polymyositis, terjadi radang otot di sekujur tubuh.

Kadang-kadang disertai kesulitan saat menelan, demam dan kehilangan berat badan. Pasien akan kesulitan bangkit dari posisi duduk, mengangkat benda-benda dan menaikkan tangan hingga posisi diatas kepala. Dermatomyositis adalah penyakit dengan gejala yang hampir sama seperti polymyositis.

Yang membedakan adalah pada dermatomyositis muncul bercak-bercak ungu kebiruan pada leher, wajah, bahu dan dada bagian atas. MTCD adalah penyakit yang menyerang jaringan ikat. Para ahli masih memperdebatkan apakah MTCD adalah penyakit tersendiri atau penyakit-penyakit jaringan ikat yang tumpang tindih karena gejalanya adalah gabungan dari gejala-gejala Lupus, Scleroderma, Sjorgen dan Myositis.

UTCD adalah penyakit RAD yang mempunyai sebagian dari gejala-gejala penyakit jaringan ikat yang disebutkan diatas tetapi jenis dan kualitasnya tidak cukup untuk diklasifikasikan ke dalam salah satu penyakit. Biasanya orang yang menderita UTCD mengalami derita ringan dimana organ dalam tidak ikut terimbas. P2-Bagian-bagian persendian (gambar diambil dari Wikipedia) Spondyloarthropathies Ankylosing spondylitis (AS) ditandai oleh radang kronis pada persambungan tulang belakang.

Pada beberapa kasus terjadi radang pada sambungan bahu, tulang iga, pinggul, lutut dan kaki. AS dapat menyerang persambungan antara tulang dan tendon, ligamen atau joint capsule (salah satu komponen persendian – lihat gambar diatas). Ciri-ciri utama penyakit ini adalah peradangan pada sacroiliac joints (sambungan antara tulang belakang dan pelvis).

Jika dibiarkan terlalu lama akan terjadi pertumbuhan tulang tambahan sehingga tulang belakang akan kehilangan fleksibilitas. • Psoriasis Arthritis adalah arthritis yang berhubungan dengan psoriasis. Psoriasis adalah penyakit autoimun pada kulit yang ditandai oleh kulit kemerahan, bersisik dan bercak-bercak kering. Kurang lebih 30% penderita Psoriasis terkena (Psoriasis) Arthritis dengan gejala rasa sakit, bengkak dan rasa kaku pada sendi.

• Rematik adalah penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang sendi, otot, tulang, dan organ tubuh lainnya. Kondisi ini dapat memburuk dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Rematik sering kali dikelompokkan dalam penyakit radang sendi atau arthritis. Namun, rematik sendiri sebenarnya juga mencakup banyak kondisi lain, seperti rheumatoid arthritis, osteoarthritis, sindrom Sjögren, ankylosing spondylitis, dan lupus. Rematik lebih dikenal sebagai penyakit yang menyerang sistem otot dan tulang.

Padahal, rematik juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ lain, seperti jantung, paru-paru, sistem saraf, ginjal, kulit, dan mata. Jika tidak segera ditangani, rematik bisa menyebabkan berbagai masalah. Salah satunya adalah rasa tidak nyaman akibat nyeri yang dapat mengganggu penderitanya dalam beraktivitas.

Penyebab Rematik Belum diketahui apa penyebab sebagian besar penyakit rematik. Namun, ada beberapa kondisi yang diduga terkait dengan masing-masing jenis penyakit ini.

Berikut adalah penjelasannya: 1. Rheumatoid arthritis Rheumatoid arthritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan-jaringan yang rematik autoimun artinya sendi. Kondisi ini diduga terkait dengan faktor keturunan (genetik), juga infeksi virus atau bakteri. 2. Sindrom Sjögren Sindrom Sjögren terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang kelenjar penghasil cairan, seperti air liur atau air mata.

Sama seperti pada rheumatoid arthritis, kondisi ini diduga terkait dengan kelainan genetik yang disertai infeksi bakteri atau virus.

rematik autoimun artinya

3. Ankylosing spondylitis Ankylosing spondylitis adalah peradangan pada bantalan di tulang belakang, yang ditandai dengan kaku dan nyeri di tulang belakang.

Penyebab kondisi ini belum diketahui secara pasti, tetapi diduga berhubungan dengan kelainan pada gen HLA-B27. 4. Lupus Lupus terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan sehat. Kondisi ini menyebabkan peradangan di berbagai organ tubuh, seperti sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, atau paru. Penyebab terjadinya lupus masih belum diketahui.

Namun, paparan sinar matahari, infeksi, atau obat-obatan rematik autoimun artinya, diduga dapat memicu kemunculan gejala lupus. 5. Artritis psoriasis Artritis psoriasis adalah radang sendi yang terjadi pada penderita psoriasis. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga sendi. Artritis psoriasis diduga terkait dengan kelainan genetik dan faktor keturunan. Selain itu, kondisi ini juga dapat dipicu oleh trauma fisik, serta infeksi virus atau bakteri.

Faktor risiko rematik Di samping kondisi-kondisi di atas, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit rematik, yakni: • Usia Risiko terkena penyakit rematik, terutama rheumatoid arthritis, makin meningkat seiring bertambahnya usia.

• Jenis kelamin Perempuan lebih berisiko terserang rheumatoid arthritis, lupus, atau sindrom Sjögren. Sementara, ankylosing rematik autoimun artinya diketahui lebih sering terjadi pada pria. • Infeksi Paparan infeksi diperkirakan dapat memicu perkembangan penyakit rematik, seperti lupus dan skleroderma. • Kondisi tertentu Rematik lebih berisiko dialami oleh orang yang menderita kondisi tertentu, seperti penyakit ginjal, hipertensi, hipertiroidisme, obesitas, diabetes, aus yang berlebihan pada sendi, trauma, dan menopause dini.

• Faktor lingkungan Paparan asap rokok dan polusi udara juga diduga dapat meningkatkan risiko rematik. Sebagian masyarakat di Indonesia masih menganggap bahwa mandi di malam hari dapat menyebabkan rematik. Faktanya, mandi malam tidak menyebabkan rematik. Namun, suhu dingin diketahui dapat memperburuk nyeri pada sebagian penderita rematik.

Gejala Rematik Umumnya, gejala rematik pada masing-masing penderita berbeda karena perbedaan respon imun tiap orang. Berikut ini adalah gejala yang paling umum ditemui pada penyakit rematik, yakni: • Nyeri sendi • Pembengkakan pada sendi • Kekakuan pada sendi • Hangat dan kemerahan di area sendi • Kelelahan • Demam • Penurunan berat badan Selain gejala di atas, ada beberapa gejala spesifik yang mungkin dialami oleh penderita rematik.

Berikut adalah gejala berdasarkan jenis penyakit rematik: 1. Gejala rheumatoid arthritis • Sendi kaku yang memburuk di pagi hari atau bila lama tidak digerakkan rematik autoimun artinya Demam • Hilang nafsu makan 2.

Gejala sindrom Sjögren • Mulut kering • Mata kering, perih dan teriritasi • Rematik autoimun artinya pada salah satu kelenjar air liur, yaitu kelenjar parotid 3. Gejala ankylosing spondylitis • Kaku dan sakit di punggung saat berdiri atau istirahat • Rasa sakit mulai dari bawah sampai rematik autoimun artinya atas tulang belakang • Nyeri di bokong dan punggung bagian bawah yang timbul secara perlahan • Nyeri di bagian tubuh antara leher dan tulang belikat 4.

Gejala lupus • Rambut rontok • Sensitif terhadap cahaya matahari • Nyeri dada • Ruam di sekitar pipi yang berbentuk seperti rematik autoimun artinya • Munculnya fenomena Raynaud, yakni perubahan pada warna jari-jari tangan atau kaki saat terpapar cuaca dingin 5. Gejala artritis psoriasis • Pembengkakan jari tangan atau kaki yang disertai nyeri dan rasa hangat • Nyeri di tumit atau telapak kaki • Sakit pinggang • Peradangan pada mata • Ruam kemerahan yang tebal dan bersisik pada kulit Kapan harus ke dokter Segera periksakan diri ke dokter bila mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika keluhan sampai mengganggu aktivitas Anda.

Pemeriksaan dan penanganan sejak dini dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi. Jika Anda telah didiagnosis menderita rematik, lakukan pemeriksaan ke dokter secara berkala. Melalui pemeriksaan, dokter dapat memantau perkembangan penyakit dan kemajuan terapi.

Diagnosis Rematik Dokter akan terlebih dulu melakukan tanya jawab dengan pasien terkait keluhan yang dialami. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik di area sendi yang kemerahan, nyeri, kaku, atau mengalami pembengkakan. Selanjutnya, dokter akan melanjutkan pemeriksaan penunjang, seperti: Tes darah Tes darah bertujuan untuk mendeteksi tanda peradangan, keberadaan antibodi tertentu, atau gangguan fungsi organ. Beberapa tujuan lain dari tes darah pada penyakit rematik adalah: • Mendeteksi keberadaan faktor rheumatoid pada rheumatoid arthritis • Menilai fungsi hati serta kadar antibodi anti-La dan anti-Ro pada sindrom Sjögren Pada pasien yang diduga terserang lupus, dokter akan melakukan hitung darah lengkap, tes laju endap darah, dan tes antibodi antinuclear, untuk memastikan diagnosis.

Pemindaian Pemindaian bertujuan untuk mendeteksi peradangan dan penumpukan cairan, serta perubahan pada tulang dan sendi dengan lebih jelas. Jenis pemindaian yang dapat dilakukan oleh dokter bisa foto Rontgen, USG, CT scan, atau MRI. Pemeriksaan lain Selain pemeriksaan penunjang di atas, dokter dapat melakukan pemeriksaan lain untuk mendiagnosis jenis penyakit rematik tertentu, yaitu: 1. Pemeriksaan sindrom Sjögren • Tes Schirmer dan tear break-up time, untuk memeriksa dan mengukur produksi air mata oleh kelenjar air mata • Tes produksi air liur, untuk mengetahui jumlah air liur yang diproduksi • Biopsi atau pemeriksaan sampel jaringan dari bibir bagian dalam, untuk mendeteksi keberadaan limfosit di dalam jaringan 2.

Pemeriksaan lupus • Tes urine • Pemeriksaan fungsi ginjal dan hati • Ekokardiografi 3. Pemeriksaan ankylosing spondylitis, yaitu dengan memeriksa gen HLA-B27 Pengobatan Rematik Pengobatan rematik bertujuan rematik autoimun artinya pengendalian penyakit dan meredakan gejala yang dialami pasien. Umumnya, dokter akan meresepkan obat antiinflamasi non steroid (OAINS) untuk meredakan nyeri. Namun, pada pasien dengan nyeri berat, dokter akan meresepkan obat yang mengandung steroid.

Selain meresepkan obat-obatan, dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan sejumlah hal berikut untuk membantu meredakan gejala: • Mengelola stres dengan baik • Berolahraga secara rutin • Beristirahat yang cukup • Menjalani pola makan sehat, lengkap, dan bergizi seimbang Pada kasus yang berat, pasien akan dirujuk ke dokter spesialis reumatologi untuk mendapatkan penanganan yang lebih rinci dan untuk mencegah komplikasi yang parah.

Komplikasi Rematik Penyakit rematik yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius. Berikut ini adalah komplikasi rematik berdasarkan jenis penyakit yang dialami pasien: 1. Komplikasi rheumatoid arthritis • Carpal tunnel syndrome • Penyakit jantung • Limfoma • Osteoporosis • Insomnia 2. Komplikasi sindrom Sjögren • Kerusakan mata atau kebutaan • Limfoma non-Hodgkin • Hipotiroidisme • Neuropati perifer • Penyakit ginjal, seperti batu ginjal atau radang ginjal • Fenomena Raynaud 3.

Komplikasi ankylosing spondylitis • Patah tulang belakang ( osteoporosis) • Radang mata (iritis) • Gangguan pada jantung • Sindrom cauda equina 4.

rematik autoimun artinya

Komplikasi lupus • Gagal ginjal • Pleuritis • Vaskulitis (peradangan pembuluh darah) • Perikarditis • Avaskular nekrosis (kematian jaringan tulang) • Komplikasi kehamilan, seperti keguguran, kelahiran prematur, preeklamsia, dan cacat jantung pada janin • Kejang 5.

Komplikasi artritis psoriasis • Artritis mutilans, yaitu kerusakan pada tulang-tulang kecil di jari tangan yang dapat menyebabkan kelainan bentuk dan cacat permanen • Tekanan darah tinggi • Penyakit metabolik • Diabetes • Penyakit jantung Pencegahan Rematik Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti cara untuk mencegah rematik.

Namun, pada beberapa kasus, menghindari dan mengurangi faktor risiko dapat mencegah kemunculan rematik.

rematik autoimun artinya

Penderita rematik juga disarankan untuk menghindari beberapa hal yang berpotensi memperburuk penyakit, seperti stres, infeksi bakteri atau virus, obat-obatan tertentu, atau paparan sinar matahari.
Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri.

Ada lebih dari 80 penyakit yang digolongkan penyakit autoimun. B eberapa di antaranya memiliki gejala serupa, seperti kelelahan, nyeri otot, dan demam. Normalnya, sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan organisme asing, seperti bakteri atau virus.

rematik autoimun artinya

Ketika terserang organisme asing, sistem kekebalan tubuh akan melepas protein yang disebut antibodi untuk melawan dan mencegah terjadinya penyakit. Akan tetapi, pada penderita penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh melihat sel tubuh yang sehat sebagai organisme asing, sehingga antibodi yang dilepaskan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel rematik autoimun artinya tersebut. Patut diketahui, penderita penyakit autoimun lebih rentan terserang infeksi, termasuk COVID-19.

Oleh karena itu, jika Anda atau orang di sekitar Anda menderita penyakit ini dan memerlukan pemeriksaan COVID-19, klik tautan di bawah ini agar Anda dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat: • Rapid Test Antibodi • Swab Antigen (Rapid Test Antigen) • PCR Penyebab Penyakit Autoimun Penyebab penyakit autoimun belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor di bawah ini diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit autoimun: • Berjenis kelamin perempuan • Memiliki riwayat penyakit autoimun dalam keluarga • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas • Merokok • Menggunakan obat-obatan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh, seperti obat simvastatin atau antibiotik • Terkena paparan bahan kimia atau cahaya matahari • Menderita infeksi bakteri atau virus, misalnya infeksi virus Epstein Barr Gejala Penyakit Autoimun Ada lebih dari 80 penyakit yang digolongkan penyakit autoimun dan beberapa di antaranya memiliki gejala awal yang sama, seperti: • Kelelahan • Pegal otot • Ruam kulit • Demam ringan • Rambut rontok • Sulit konsentrasi • Kesemutan di tangan dan kaki Meski menimbulkan beberapa gejala awal yang sama, masing-masing penyakit autoimun tetap memiliki gejala spesifik, seperti diabetes tipe 1 yang gejalanya berupa sering haus, lemas, dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

Berikut ini adalah beberapa contoh penyakit autoimun dan gejalanya: • Lupus Lupus dapat memengaruhi hampir semua organ tubuh dan menimbulkan beragam gejala, seperti demam, nyeri sendi dan otot, ruam kulit, kulit menjadi sensitif, sariawan, bengkak pada tungkai, sakit kepala, kejang, nyeri dada, sesak napas, pucat, dan perdarahan. • Penyakit Graves Penyakit Graves dapat menimbulkan gejala berupa kehilangan berat badan tanpa alasan yang jelas, mata menonjol, rambut rontok, jantung berdebar, insomnia, dan gelisah.

• Psoriasis Penyakit ini dapat dikenali dengan kulit yang bersisik dan munculnya bercak merah pada kulit. • Multiple sclerosis Gejala yang dapat ditimbulkan oleh m ultiple sclerosis meliputi nyeri, mati rasa pada salah satu bagian tubuh, gangguan penglihatan, otot kaku dan lemas, koordinasi tubuh berkurang, dan kelelahan.

• Myasthenia gravis Gejala yang dapat dialami akibat menderita myasthenia gravisadalah kelopak mata terkulai, pandangan kabur, lemah otot, kesulitas bernapas, dan kesulitan menelan. • Tiroiditis Hashimoto Penyakit ini dapat menimbulkan gejala berupa berat badan naik tanpa sebab yang jelas, sensitif terhadap udara dingin, mati rasa di tangan dan kaki, kelelahan, rambut rontok, dan kesulitan berkonsentrasi.

• Kolitis ulseratif dan Crohn’s disease Gejala yang dapat dialami jika menderita kedua penyakit ini adalah nyeri perut, diare, buang air besar berdarah, demam, dan berat badan turun tanpa sebab. • Rheumatoid arthritis Rheumatoid arthritis dapat membuat penderitanya mengalami gejala berupa nyeri sendi, radang sendi, pembengkakan sendi, dan kesulitan bergerak. • Sindrom Gu i llain Barre Penyakit ini menimbulkan gejala berupa lemas yang jika kondisinya semakin parah dapat berkembang menjadi kelumpuhan.

• Sindrom Sjögren Gejala utama sindrom Sjögren adalah mata kering (xerophtalmia) dan mulut kering (xerostomia) sehingga dapat menimbulkan gangguan penglihatan dan kerusakan gigi.

• Vaskulitis Vaskulitis dapat dikenali dengan gejala demam, penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, kelelahan, tidak nafsu makan, dan ruam kulit. Gejala penyakit autoimun dapat mengalami flare, yaitu timbulnya gejala secara tiba-tiba dengan derajat yang berat.

Flare biasanya terjadi karena dipicu oleh suatu hal, misalnya paparan sinar matahari atau stres. Kapan harus ke dokter Lakukan pemeriksaan ke dokter jika anda termasuk yang berisiko menderita penyakit autoimun dan mengalami gejala awal yang telah disebutkan di atas. Segera ke dokter jika gejala tersebut tak kunjung membaik, semakin memburuk, atau jika Anda mengalami gejala yang spesifik. Diagnosis Penyakit Autoimun Untuk mendiagnosis penyakit autoimun, dokter akan melakukan tanya jawab seputar gejala dan keluhan yang dialami pasien, riwayat kesehatan pasien, serta riwayat penyakit di rematik autoimun artinya keluarga pasien.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Tidak mudah bagi dokter untuk mendiagnosis penyakit autoimun. Meski setiap penyakit autoimun memiliki ciri khas, tetapi gejala yang muncul bisa sama. Oleh karena itu, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan penunjang berikut ini untuk memastikan diagnosis: • Tes ANA ( antinuclear antibody), untuk mengetahui aktivitas antibodi yang menyerang tubuh • Tes autoantibodi, untuk mendeteksi karakteristik antibodi dalam tubuh • Tes darah lengkap, untuk menghitung jumlah sel darah merah dan sel darah putih • Tes C-Reactive protein, untuk mendeteksi peradangan dalam tubuh • Tes sedimentasi eritrosit, untuk mengetahui tingkat keparahan peradangan yang terjadi di dalam tubuh Pengobatan Penyakit Autoimun Sebagian besar penyakit yang tergolong penyakit autoimun belum dapat disembuhkan, tetapi gejala yang timbul dapat diringankan dan dicegah agar tidak terjadi flare.

Pengobatan untuk menangani penyakit autoimun tergantung pada jenis penyakit yang diderita, gejala yang dirasakan, dan tingkat rematik autoimun artinya. Beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan adalah: Obat-obatan Obat-obatan yang dapat diberikan untuk menangani penyakit autoimun meliputi: • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen atau aspirin, untuk mengatasi nyeri • Obat penekan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid, untuk menghambat perkembangan penyakit dan memelihara fungsi organ tubuh • Obat anti-TNF, seperti infliximab, untuk mencegah peradangan akibat penyakit autoimun rheumatoid arthritis dan psoriasis Terapi pengganti hormon Terapi pengganti rematik autoimun artinya dilakukan jika pasien menderita penyakit autoimun yang menghambat produksi hormon di dalam tubuh.

Contohnya, pemberian suntik insulin pada penderita diabetes tipe 1 untuk mengatur kadar gula darah atau pemberian hormon tiroid bagi penderita tiroiditis.

Komplikasi Penyakit Autoimun Penyakit autoimun dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius, yaitu: • Penyakit jantung • Depresi atau gangguan kecemasan • Kerusakan saraf • Deep vein thrombosis • Kerusakan organ, seperti hati atau ginjal Pencegahan Penyakit Autoimun Belum diketahui cara mencegah penyakit autoimun sepenuhnya.

Namun, beberapa upaya di bawah ini bisa mengurangi risiko terjadinya penyakit autoimun: • Berolahraga secara rutin • Tidak merokok • Menjaga berat badan tetap ideal • Menggunakan alat pelindung ketika bekerja, agar terhindar dari paparan bahan kimia • Menjaga kebersihan tubuh agar terhindar infeksi virus dan bakteri Penyakit A utoimun dan C OVID -19 Penderita penyakit autoimun umumnya akan mengonsumsi obat yang memiliki efek untuk menekan sistem kekebalan tubuh.

Akibatnya, penderita penyakit autoimun lebih rentan terkena infeksi, termasuk COVID-19. Oleh karena itu, penderita penyakit autoimun wajib menjaga kesehatan dan kontrol secara rutin ke dokter. Jangan lupa untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahat yang cukup, serta mengelola stres dengan cara yang positif, sehingga sistem kekebalan tubuh bisa terjaga dengan baik.

Apa itu Rheumatoid Arthritis?




2022 www.videocon.com