Interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk

interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk

Dalam kehidupan masyarakat pastinya akan terjadi sebuah interaksi sosial. Interaksi sosial adalah hubungan antara manusia yang akan saling mempengaruhi.

Manusia pada hakikatnya tidak akan pernah bisa hidup sendiri. Bahkan dapat dikatakan tidak akan ada kehidupan bermasyarakat jika tidak terjadi interaksi sosial. Terjadinya sebuah interaksi sosial disebabkan oleh beberapa syarat.

Contoh kecil dari interkasi sosial yaitu berjabat tangan, saling menyapa, saling mengedipkan matapun termasuk kedalam interaksi sosial. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai syarat terjadinya interaksi sosial dan juga penjelasang interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk lainnya mengenai interaksi sosial, simak pembahasannya dibawah ini: Baca juga : • Ciri-ciri perilaku menyimpang primer • Tokoh sosiologi • Bentuk-bentuk perubahan sosial Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan sosial antara individu ataupun kelompok yang dinamis dan saling mempengaruhi.

Interaksi sosial tidak hanya dilakukan dengan kontak fisik seperti berjabat tangan, saling menyapa, ataupun mengobrol tetapi interaksi sosial dapat dilakukan dengan komunikasi sosial. Misalnya melalui bahasa tubuh, seperti adanya kesadaran yang menyebabkan perasaan orang disekitarnya berubah contohnya orang yang menggunakan parfume membuat orang sekitar mencium harumnya. Dengan mencium harum wangi dari parfume yang digunakan orang tersebut membuat orang yang ada disekitarnya berpikir harus melakukan tindakan apa.

Interaksi sosial akan memberikan timbal balik untuk orang yang melakukan interaksi sosial. Keduanya akan saling dipengaruhi oleh tingkah laku orang bersangkutan. Interaksi sosial dapat terjadi antara individu dan individu, individu dan suatu kelompok, suatu kelompok dan kelompok lainnya. Interaksi sosial tidak akan terjadi apabila tidak ada syarat yang terpenuhi. Dibawah ini akan dijelaskan syarat terjadinya interaksi sosial. Syarat Terjadinya Adanya Interaksi Sosial Interaksi sosial tentunya tidak akan terjadi apabila tidak memenuhi syarat.

Adapun syarat utama terjadinya interaksi sosial yaitu kontak sosial dan komunikasi, selain itu ada juga syarat pendukung terjadinya interaksi sosial. Berikut ini beberapa syarat terjadinya interaksi sosial yaitu sebagai berikut. 1. Adanya Dua Orang atau Lebih Syarat pertama terjadinya interaksi yaitu adanya dua orang atau lebih yang melakukan sebuah interaksi sosial. Sebuah interaksi sosial jika hanya ada satu orang maka orang tersebut menjadi objek kajian psikologi.

Dengan adanya interaksi antara dua orang atau lebbih maka akan terjadi kontak sosial dan juga komunikasi. Dalam interaksi sosial bahasa merupakan sarana terpenting untuk interaksi.

Dari proses interaksi sosial kita bisa memahami priba orang masing-masing yang melakukan interkasi bersama kita ketika kita saling bicara. 2. Adanya Tujuan Bersama Syarat kedua terjadinya interaksi sosial yaitu adanya tujuan yang sama.

Suatu tujuan sangatlah penting, karena dengan adanya tujuan dapat mempererat sebuah hubungan pertemanan. Jika suatu interkasi sosial dilakukan tanpa adanya tujuan bersama maka interaksi tersebut tidak akan menjadi efektif.

Contohnya yaitu ketika seseorang sedang curhat akan masalah yang membuatnya hingga menangis, jika orang yang menanggapinya mendengarkan dengan baik dan berusaha membantu memberikan solusi maka tujuan bersama dari curhat tersebut akan tercapai. Namun jika orang yang diajak curhatnya tidak merespon dengan baik atau tidak mendengarkan interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk orang yang sedang memiliki masalah tersebut kecewa sehingga tujuan bersama itu tidak akan tercapai.

3. Adanya Kesamaan Konsep Sponsors Link Syarat yang ketiga untuk terjadinya sebuah interaksi sosial yaitu adanya kesamaan konsep. Misalkan apabila seseorang akan melakukan sebuah interaksi dengan orang asing, maka orang tersebut akan menggunakan bahasa asing ketika melakukan interaksi tersebut. Jika orang tersebut mempunyai wawasan mengenai bahasa asing maka tentunya interaksi akan terjadi dengan lancar, namun apabila tidak menguasai bahasa asing maka interaksi tersebut akan berjalan dengan tegang.

Nah dari contoh diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa orang yang menguasai bahasa asing memiliki konsep yang sama dengan orang asing tersebut. Oleh karena itu, proses interaksi akan berjalan secara lalncar. Namun jika orang yang akan berinteraksi dengan orang asing tidak bisa menguasai bhasa asing, maka mereka tidak memiliki konsep yang sama sehingga membuat proses interaksi tersebut menjadi tegang.

Pada intinya, proses interaksi sosial merupakan hubungan antara seseorang dengan seseorang, seseorang dengan kelompok, ataupun kelompok dengan kelompok.

interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk

Interaksi sosial sangatlah penting dalam kehidupan masyarakat. 4. Kontak Sosial 3 syarat diatas merupakan syarat pendukung terjadinya interaksi sosial. Syarat utama terjadinya interaksi sosial yaitu kontak sosial. Kontak sosial adalah hubungan antara seseorang dengan orang lain yang dilakukan melalui sebuah komunikasi berdasarkan tujuan dan maksud masing-masing dalam kehidupan masyarakat.

Kontak sosial bisa terjadi secara langsung ataupun tidak langsung. Kontak social merupakan awal permulaan untuk terjadinya suatu interaksi social, sebagai berikut keterangannya: • Kontak sosial juga dapat bersifat positif maupun negatif. Kontak sosial yang bersifat positif lebih mengarah pada suatu kerjasama yang menghasilkan tujuan bersama, sedangkan kontak sosial yang bersifat negatif lebih mengarah pada pertentangan atau konflik atau bahkan pemutusan terjadinya interaksi sosial.

• Kontak social mempunyai tiga bentuk yaitu individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok. • Kontak social individu dengan individu terjadi pada lingkungan keluarga seperti balita yang mulai mengenal keluarganya.

• Kontak antar individu dapat menghasilkan suatu kebiasaan baru, contohnya yaitu ketika seseorang pindah tempat maka orang tersebut akan mulai mengenal orang baru yang ada dilingkungan tersebut. • Kontak social individu dengan kelompok contohnya yaitu pada sebuah konser penyanyi menyapa penggemar yang sedang menontonnya.

• Dan bentuk yang terakhir yaitu kelompok dengan kelompok contohnya yaitu kerjasama yang dilakukan oleh antar organisasi kontak social yang terjadi anatara kelompok dengan kelompok dapat juga menyebabkan persaingan.

Kontak sosial terdiri dari kontak sosial primer dan juga kontak sosial sekunder. Kontak sosisal primer yaitu kontak sosial yang terjadi tanpa harus dengan kontak fisik saja, dapat melalui tatap muka, bahasa tubuh, percakapan, bahkan melambaikan tangan saja sudah termasuk kontak sosial primer.

Jadi kontak sosial primer menuntut kehadiran orang tersebut yang akan melakukan interaksi sosial. Sedangkan kontak sosial sekunder yaitu kontak sosial yang terjadi tanpa kontak fisik ataupun bertatap muka atau dengan kata lain kontak sosial sekunder yaitu kontak sosial secara tidak langsung. Contoh dari kontak interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk sekunder yaitu komunikasi yang dilakukan melalui telepo, surat, email, media sosial, dll.

Pada intinya kontak sosial sekunder merupakan kontak sosial yang dilakukan tanpa harus bertatap muka. 5. Komunikasi Syarat utama terjadinya interaksi sosial yaitu kontak sosial dan juga komunikasi. Komunikasi berasal dari kata communi yang berasal dari bahasa Latin yang mempunyai arti berhubungan. Secara harfiah komunikasi adalah hubungan atau interaksi antara seseorangan dengan orang lain.

Komunikator adalah sebutan bagi orang yang menyampaikan komunikasi, sedangkan komunikan yaitu orang yang menerima komunikasi. Pesan adalah sesuatu yang akan disampaikan oleh komunikator, pesan dapat berupa informasi maupun instruksi.

Media yaitu alat untuk menyampaikan pesan baik berupa media komunikasi secara lisan, tulisan, ataupun gambar. Dan ada juga istilah efek yaitu perubahan yang diharapkan dari terjadinya suatu komunikan setelah orang tersebut mendapat pesan dari seseorang yang merupakan komunikator, sebagai berikut: • Komunikasi terbagi menjadi dua bagian yaitu komunikasi verbal dan juga komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal yaitu komunikasi yang dilakukan secara langsung melalui kata-kata yang ada oleh seseorang.

• Komunikator berbicara pesan yang ingin disampaikan secara terstruktur kepada masyarakat. Sedangkan komunikasi Nonverbal yaitu komunikasi yang digunakan melalui tulisan biasanya melalui gambar seperti poster, kampanye, pamflet, ataupun lainnya.

interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk

• Suatu komunikasi dapat dikatakan berhasil apabila pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan kepada komunikan dengan baik dan jelas. • Sehingga untuk mendapatkan hasil terbaik harus dapat memilih media yang sesuai dengan maksud dan tujuan pesan yang akan disampaikan.

• Komunikasi yang interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk digunakan oleh masyarakat yaitu komunikasi secara verbal, karena dengan berkomunikasi secara langsung melalui kata-kata dianggap lebih efketif dalam menyampaikan pesan. Faktor Terjadinya Interaksi Sosial Suatu proses interaksi sosial terjadi disebabkan karena beberapa faktor.

Faktor yang mendorong terjadainya interaksi sosial yaitu imitasi, identifikasi, sugesti, simpati, dan juga empati. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai faktor terjadinya interaksi sosial.

1. Imitasi Faktor pertama yang mendorong terjadinya interaksi sosial yaitu imitasi. Imitasi adalah suatu keinginan seseorang untuk meniru segala yang ada pada diri orang lain baik itu perilaku, nilainorma maupun ilmu pengetahuan. Biasanya seseorang memiliki keinginan meniru idolanya baik itu berupa public figure, tokoh masyarakat, maupun yang lainnya. Orang yang melakukan imitasi akan meniru semua pribadi yang ada pada diri orang yang ingin dia tiru.

Imitasi terjadi karena adanya rasa kagum pada seseorang. Contoh dari imitasi yaitu meniru gaya menyanyi dari penyanyi idolanya, meniru pola olahraga yang dilakukan oleh idoalnya, dll. 2. Sugesti Faktor kedua terjadinya proses interaksi social yaitu sugesti. Sugesti biasanya bersifat psikir (terjadi pada jiwa seseorang). Sugesti dapat timbul karena dirinya sendiri ataupun bisa karena orang lain.

Sugesti dating tiba-tiba tanpa adanya pertimbangan. Sugesti biasa terjadi ketika emosi pihak penerima sedang tidak stabil sehingga dapat mengganggu pikirannya. Sugesti mempunyai pengaruh yang positif maupun pengaruh negative. Pengaruh positif dari sugesti yaitu dengan adanya sugesti dapat membantu mengatasi masalah yang sangat membebankan seseorang. Untuk menyelesaikannya dapat diselesaikan dengan bantuan materi ataupun nonmateri.

Contohnya yaitu memberikan bantuan (bantuan materi) dan juga memberi saran jalan keluar kepada orang yang mempunyai masalah tersebut (bantuan nonmaterial). Tidak selamanya sugesti mengarah pada tindakan positif.

Terkadang sugesti membawa orang menjadi bertindak negative. Contohnya yaitu ketika orang sedang mempunyai beban pikiran lalu bersugesti untuk meminum minuman keras, maka sugesti disini memberikan tindakan negative. 3. Identifikasi Faktir terjadinya interaksi social yang ketiga yaitu identifikasi.

Identifikasi yaitu dorongan pada diri seseorang untuk membuat dirinya identic dengan orang lain. Contoh dari identifikasi yaitu seseorang yang menempuh pendidikan kepolisian akan berusaha membuat dirinya identitdak dengan komunitas pada bidang kepolisian lainnya.

Orang tersebut akan berperilaku sama dengan komunitas kepolisian tersebut. Biasanya identifikasi terjadi pada orang yang tergabung dengan kelompok besar. Proses Identifikasi dapat terjadi secara sengaja maupun tidak. Dengan adanya proses identifikasi memberikan pengaruh yang lebih berpengaruh daripada imitasi ataupun sugesti. 4. Simpati Faktor pendorong terjadinya interaksi social yang keempat yaitu simpati. Simpati adalah perasaan seseorang yang tertarik kepada orang lain.

Penilaian yang dilakukan biasanya bersikap subjektif. Simpati dapat berupa ketertarikan terhadap hal yang bersifat fisikmaupun nonfisik. Simpati dapat terjadi pada siapa saja baik itu laki-laki ataupun perempuan. Contohnya yaitu siswa yang antusias terhadap mata pelajaran olahraga karena olahraga terlihat menyenangkan. 5. Empati Faktor pendorong terjadinya interaksi social yang kelima yaitu empati. Empati adalah suat perasaan haru pada seseorang ketika melihat suatu keadaan orang lain.

Orang yang mudah iba terhadap keadaan orang lain maka orang tersebut memiliki rasa empati yang tinggi. Empati dan simpati saling memiliki keterhubungan. Empati merupakan suatu proses kelanjutan dari simpati. 6. Motivasi Sponsors Link Faktor pendorong terjadinya interaksi social yang terakhir yaitu motivasi.

Motivasi adalah dorongan yang muncul pada seseorang untuk melakukan suatu perbuatan. Orang yang memiliki suatu keinginan untuk mencapai suatu tujuan biasanya memiliki motivasi untuk mencapainya. Orang yang termotivasi maka akan dengan mudah mencapai tujuan yang ia inginkan.

Jika seseorang tidak memiliki tujuan yang jelas maka sudah jelas orang tersebut tidak akan mempunyai motivasi. Contoh dari motivasi yaitu keinginan seseorang menjadi dokter maka dia akan terus berusaha dengan cara belajar yang rajin agar cita-citanya menjadi dokter menjadi kenyataan.

Jenis Proses Interaksi Sosial Proses interaksi social merupakan kejadian yang terjadi akibat adanya interaksi social.

Dengan adanya interaksi social maka interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk terjadi berbagai macam jenis proses interaksi social bentuk hubungan sosial.

Berikut ini beberapa jenis proses interaksi social yaitu sebagai berikut. 1. Proses yang Asosiatif Proses interaksi social yang asosiatif yaitu proses interaksi yang menghasilkan kerja setiap individu dengan individu, individu dengan kelompok, ataupun kelompok dengan kelompok.

interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk

Proses interaksi social yang asosiatif dilakukan agar tujuan bersama menjadi tercapai. Dengan adanya proses interaksi social yang asosiatif maka akan terbentuk jenis lembaga sosial.

Bentuk proses interaksi social yang aktif diantaranya yaitu sebagai berikut • Akomodasi (accommodation), akomodasi adalah proses yang dilakukan untuk mencapai kesepakatan dua belah pihak yang sedang bersengketa.

• Asimilasi (assimilation), asimilasi adalah perpaduan antara dua budaya ataupun lebih dimana unsur kebudayaan nya masih ada meskipun telah dipadukan dengan budaya lain. 2. Proses yang Disosiatif Proses interaksi social selain asosiatif ada juga proses yang disosiatif. Proses yang disosiatif adalah proses interaksi social yang lebih mengarah pada disintegrasi sosial.

Proses yang disosiatif biasanya lebih mengarah pada pertengkaran individu dengan individu, individu dengan kelompok, ataupun kelompok dengan kelompok lain. Pertengkaran yang terjadi mencakup semua bidang. Biasanya pertengkaran yang terjadi saat ini disebabkan karena perbedaan ras, agama, maupun suku bangsa.

Selain 3 hal tersebut saat ini factor yang sering menyebabkan pertengkaran yaitu agama. Selain itu suku bangsapun menjadi hal pemicu terjadinya pertengkaran contohnya yaitu kasus pertengkaran yang terjadi di Kalimantan Selatan antara suku Madura dengan suku Dayak.

Dampak dari pertengkaran yang terjadi dapat berskala kecil atau bahkan berskala besar (internasional). Oleh karena itu kita harus dapat menyesuaikan perbedaan yang ada pada lingkungan kita baik perbedaan ras, suku, budaya, dan agama. Kita harus saling menghargai perbedaan yang ada agar tercipta negara yang tentram. Kehidupan masyarakat tentunya sangat membutuhkan adanya proses interaksi social. Sekian pembahasan mengenai syarat terjadinya interaksi social dan pembahasan lengkap mengenai interaksi social.

Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberikan informasi yang dapat menambah pengetahuan. Semangat dan sukses selalu. ★ SD Kelas 5 / Interaksi Manusia dan Lingkungannya - IPS SD Kelas 5 lnteraksi sosial terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan …. A. makhluk politik B. makhluk sosial C. makhluk individu D. makhluk budaya Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah? klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: Sosiologi Tema 2 SMA Kelas 10 Mempelajari peran agama di dalam masyarakat praktik, latar sejarah, perkembangan dan tema universal suatu agama di dalam masyarakat.

Ada penekanan tertentu di dalam peran agama di seluruh masyarakat dan sepanjang sejarah. Dari pernyataan tersebut ini merupakan definisi dari ? A. Sosiologi Pedesaan B. Sosiologi Agama C. Sosiologi Kesehatan D. Sosiologi Hukum Materi Latihan Soal Lainnya: • Logika - Matematika SD Kelas 6 • Seni Budaya Semester 2 Genap SMP Kelas 9 • PTS IPS SD Kelas 5 • PAS Tema 8 SD Kelas 6 • Seni Budaya Tema 3 Subtema 1 SD Kelas 5 • Sosiologi SMA Kelas 11 • PTS Bahasa Indonesia Semester 2 Genap Interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk Kelas 6 • Penilaian Harian IPS Tema 3 SD Kelas 6 • Produk Kreatif dan Kewirausahaan - Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas 12 • Integrasi Nasional - PPKn SMA Kelas 10 Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • Follow us: Facebook • Instagram • Twitter
Interaksi Sosial merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia.

Kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri menuntutnya untuk senantiasa berhubungan dengan orang lain. Dalam hubungan ini manusia saling berkomunikasi secara timbal balik dan saling mempengaruhi satu sama lain, baik antar individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Hubungan tersebutlah yang kemudian disebut sebagai interaksi sosial. Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli Gilin berpendapat bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis atau senantiasa berubah yakni yang menyangkut hubungan antarindividu dan kelompok atau antarkelompok Selain itu salah satu ilmuwan sosial Indonesia yakni Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa interaksi sosial adalah proses sosial mengenai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan hubungan sosial.

Sementara itu menurut Homans interaksi sosial adalah suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individulain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh yang menjadi pasangannya. Baca juga : • Teori Komunikasi Menurut Para Ahli • Teori komunikasi massa menurut para ahli Berikut ini beberapa proses terkait dengan terjadinya interaksi sosial, diantaranya: A.

Interaksi Sosial asosiatif Asosiatif merupakan proses interaksi sosial yang berupa kerja sama. Proses sosial asosiatif ini dibedakan tiga yaitu : • Kerjasama (Cooperation) Kerjasama menurut Roucek dan Warren adalah bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini adanya pembagian tugas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan bersama. Pada dasarnya kerja sama merupakan wujud primer dalam suatu proses interaksi sosial. Bahwa tujuan utama manusia dalam berinteraksi dengan sesamanya adalah untuk bekerjasama mencapai tujuan bersama.

(Baca juga : Prinsip prinsip komunikasi yang Baik) • Akomodasi (Accomodation) Akomodasi merupakan proses sosial yang lebih tepatnya disebut penyesuaian sosial. Akomodasi merupakan sebuah proses interaksi sosial berupa penyesuaian sosial baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok untuk meredamkan suatu pertentangan sosial yang ada.

(Baca juga : Etika Komunikasi yang Baik) • Asimilasi (Assimilation) Asimilasi merupakan suatu proses interaksi sosial yang berupa peleburan dua atau lebih kebudayaan menjadi satu kebudayaan baru yang dimiliki bersama. Dalam hal ini masing-masing pihak merasa bahwa kebudayaanya telah menjadi satu dan melebur dengan kebudayaan lain sehingga tidak terasa batas-batasnya bahkan menjadi suatu kebudayaan baru.

Baca juga : Teori Komunikasi Antar Budaya Menurut Para Ahli Baca juga : Fungsi Komunikasi Antar Budaya • Akulturasi (Acculturation) Akulturasi merupakan suatu proses interaksi sosial antara suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain. Dimana masing-masing kebudayaan mampu menerima unsur-unsur kebudayaan lain tanpa menghilangkan apa yang menjadi jatidiri bagi kebudayaanya. (Baca juga : Komunikasi Lintas Budaya) [AdSense-B] B.

Interaksi Sosial Disosiatif Interaksi sosial disosiatif merupakan interaksi yang bertentuk pertentangan, perpecahan atau konflik. Interaksi sosial disosiatif dibedakan menjadi tiga yaitu : • Persaingan Persaingan merupaka suatu upaya yang dilakukan oleh individu atau kelompok sosial tertentu untuk memperoleh hasil yang lebih unggul dibandingkan dengan individu atau kelompok sosial lainya.

Dalam hal ini persaingan dibedakan menjadi dua yakni persaingan sehat dan tidak sehat. Persaingan sehat merupakan persaingan yang tidak menggunakan cara curang. Sedangkan persaingan tidak sehat adalah persaingan yang menghalalkan segala cara untuk lebih unggul atau memperoleh kemenangan.

• Kontravensi Kontravensi sering disebut sebagai rasa tidak senang yang ditunjukan maupun tidak ditunjukan secara terang terangan. Rasa tidak senang ini dapat menjadi rasa kebencian bahkan dengki sekalipun namun tidak sampai pada benturan yang berupa konflik. • Konflik Konflik merupakan proses sosial yang terjadi diantara individu ataupun kelompok sosial tertentu yang berupa berbedaan prinsipil yang mengakibatkan keduanya bertentangan dan tidak dapat disatukan.

Berikut upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi konflik. • Kompromi, yaitu sikap saling saling menerima diantara pihak-pihak yang berkonfilk. • Toleransi, yaitu sikap saling menghormati apa yang menjadi pilihan satu sama lain.

• Konversi, yaitu suatu sikap untuk berlapang dada menerima apa yang menjadi keinginan pihak lain. • Coersion, yaitu cara penyelesaian konflik melalui suatu paksaan. • Mediasi, yaitu cara penyelesaian konflik yang menggunakan pihak ke tiga sebagai penengah • Arbitrase, yaitu cara penyelesaian konflik melalui pihak ketiga yang disepakati kedua belah pihak.

• Konsiliasi, yaitu pertemuan dan perundingan pihak-pihak yang berkonflik • Ajudikasi, yaitu cara penyelesaian suatu konflik melaui pengadilan resmi. • Segregasi, yaitu cara penyelesaian konflik dimana masing-masing pihak berupaya untuk menghindari konflik tersebut.

• Genjatan senjata, yaitu upaya penyelesaian konflik melalui penanggungan konflik dalam waktu tertentu. Baca juga : Hambatan-hambatan Komunikasi dan Cara Mengatasinya Syarat-Syarat Interaksi Sosial Menurut Soerjono Soekanto interaksi sosial terjadi atas dasar dua syarat antara lain sebagai berikut : • Kontak Sosial Kontak sosial adalah awal dari sebuah interaksi yakni suatu hubungan atara satu individu dengan individu lain, ataupun individu dengan kelompok, bahkan kelompok dengan kelompok berupa hubungan timbal balik baik secarang langsung maupun tidak langsung.

• Komunikasi Komunikasi merupakan bagian penting dari sebuah interaksi. Diamana tanpa adanya komunikasi interaksi sosial tidak akan berjalan. Komunikasi merupakan kegiatan bertukar informasi secara timbal balik baik berupa perkataan lisan melalui penggunaan bahasa maupun pembicaraan samapi pada penggunaan simbol bahkan isyarat tertentu.

(Baca juga : Teori-teori Komunikasi) Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Berikut beberapa bentuk interaksi sosial yang banyak diterapkan dalam masyarakat, yaitu: [accordion] [toggle title=”Berdasarkan Pihak Yang Terlibat” state=”opened”] • Interaksi sosial antar individu Yakni interaksi yang terjadi diantara dua individu secara timbal balik dan saling mempengaruhi satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu.

• Interaksi sosial antara individu dengan kelompok Yakni berupa interaksi yang terjadi antara individu dengan kelompok ataupun sebaliknya antara kelompok dengan individu dimana dalam interaksi tersebut baik individu maupun kelompok yang bersangkutan memiliki tujuannya masing-masing. (Baca juga : Komunikasi Massa) • Interaksi sosial antar kelompok Yakni berupa interaksi antara kelompok dengan kelompok lainya yang saling mempengaruhi satu sama lain secara timbal balik dengan tujuan tertentu.

[/toggle] [toggle title=”Berdasarkan Sifatnya”] • Interaski primer Yakni interaksi sosial yang terjadi atau berlangsung pada sekup lingkungan yang utama yakni lingkungan keluarga dan juga lingkungan teman sebaya. • Interaksi sekunder yakni interaksi sosial yang terjadi atau berlangsung pada lingkungan yang lebih luas yakni lingkungan masyarakat.

[/toggle] [/accordion] Baca Juga : Jenis-Jenis Interaksi Sosial [AdSense-C] Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Interaksi Sosial Selain itu, ada pula beberapa faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial, yaitu : A. Faktor Internal • Manusia merupakan makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri. • Interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk memiliki banyak kekurangan. • Manusia terlahir berbeda-beda. • Keinginan manusia untuk senantiasa berhubungan dengan yang lain.

• Keinginan untuk melanjutkan keturunan. • Tuntutan kebutuhan yang harus dipenuhi. B. Faktor Eksternal • Imitasi Imitasi sering disebut juga sebagai kegiatan meniru.

interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk

Dalam hal ini imitasi diartkan sebagai tindakan seseorang yang meniru segala sesuatu yang dialakukan oleh orang lain. Imitasi ini didorong oleh minat, perhatian, dan rasa kagum terhadap orang yang hendak ditiru.

• Identifikasi Identifikasi ini merupakan tindak lanjut dari imitasi. Jika imitasi ini hanya meniru maka identifikasi ini lebih dari itu yakni sampai kepada tahap ingin menjadi sama dengan orang lain. Tidak hanya cara perilaku aum sampai pada tahap kepribadian dan penjiwaan untuk menjadi sama dengan orang lain. • Simpati Simpati dapat diartikan sebagai sikap tertarik terhadap orang lain. Sikap ini didorong oleh berbagai kesamaan dalam diri seseorang. Mulai dari cara berfikir, keyakinan, nilai yang dianut dan lain sebagainya.

• Sugesti Sugesti merupakan stimulus yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain yang membuat orang yang tersugesti tersebut meyakininya sebagai satu hal yang harus dilakukan.

• Motivasi Motivasi merupakan suatu dorongan yang diberikan oleh orang terhadap orang lain yang menjadikan orang tersebut memiliki kemauan di dalam dirinya untuk melakukan saru hal tertentu.

• Empati Empati merupakan sikap ketertarikan terhadap orang lain ataupun hal tertentu yang didasarkan pada perasaan yang bersifat emosional. Baca juga : • Manajemen Komunikasi • Komunikasi Sosial Manfaat Mempelajari Proses Interaksi Sosial Sebagai individu yang senantiasa dan tak terlepas dari berbagai interaksi dengan orang lain tentu menuntut kita untuk paham bagaimana berinteraksi dengan baik.

Nah kiranya hal tersebutlah yang menjadi manfaat bagi kita dalam mempelajari bahasan keilmuan kali ini. Disamping itu, kita juga menjadi paham bagaimana interaksi ini juga dapat berujung pada hal yang negatif bahkan menimbulkan konflik.

Dengan mempelajari proses interaksi sosial ini kita menjadi paham dan dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan konflik. [accordion] [toggle title=”Artikel Lainnya”] • Pengantar Ilmu Komunikasi • Komunikasi Politik • Psikologi Komunikasi • Prinsip-Prinsip Komunikasi • Teori Public Relations • Komunikasi Islam • Komunikasi Persuasif • Komunikasi Massa • Sosiologi Komunikasi • Komunikasi Asertif • teori komunikasi menurut para ahli • Komunikasi Antar Pribadi • Komunikasi Pemerintahan • Teori Komunikasi Antar Budaya • Komunikasi Gender [/toggle] [/accordion] 1.

Syarat interaksi sosial, yaitu…. a. status dan peran b. kontak dan komunikasi c. simpati dan identifikasi d. asimilasi dan akomodasi 2. Proses mempelajari dan menghayati norma serta perilaku yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masyarakat, disebut….

a. interaksi sosial c. imitasi b. proses sosial d. adaptasi 3. Bapak Sosiologi Indonesia, yaitu…. a. Kamanto Soenarto b. Koentjaraningrat c. Selo Soemardjan d.

Soerjono Soekanto 4. Seseorang yang sedang mendapat masalah besar dapat dengan mudah dipengaruhi oleh orang lain.

Proses interaksi ini disebut…. a. imitasi c. identifikasi b. sugesti d. empati 5. Meniru model pakaian para artis yang tidak sopan menurut norma-norma budaya bangsa Indonesia disebut…. a. imitasi positif c. sugesti positif b. imitasi negatif d.

interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk

sugesti negatif 6. Dalam masyarakat tradisional untuk mobilitas sosial vertikal hampir tidak boleh terjadi. Hal ini merupakan kehidupan terasing akibat…. a. cacat fisik b. agama c. adat dan kebudayaan d. ras 7. lnteraksi sosial yang menyebabkan perselisihan disebut…. a. kerukunan b. kerja sama c. konflik d. integrasi 8. lnteraksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan….

a. makhluk politik b. makhluk sosial c. makhluk individu d. makhluk budaya 9. Perhatikan gambar berikut. Sumber. Tempo, 30 Januari 2005 Ketika bencana banjir tahunan yang melanda Jakarta dan menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak.

Kemudian, banyak masyarakat yang membantu para korban banjir, proses ini disebut…. a. imitasi c. sugesti b.

empati d. identifikasi 10. Bapak Sosiologi Dunia, yaitu…. a. Karl Mark c. Auguste Comte b. Emile Durkheim d. Max Weber 11.

Shinta menelepon Andreas untuk datang ke ru­ mahnya. Hal tersebut merupakan contoh…. a. kontak primer b. kontak sekunder c. komunikasi primer d. komunikasi sekunder 12. Sosiologi berasal dari kata…. a. socius dan logis c. social dan logis b. socios dan logos d. social dan logos lnteraksi sebagai Proses Sosial – 13. Perhatikan gambar berikut. Tindakan tersebut merupakan contoh…. Sumber: Warta Ekonomi, 2 April 2007 a. kontak primer c. interaksi primer b.

kontak sekunder d. interaksi sekunder 14. Seseorang berjabat tangan dengan patung.

interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk

Hal ini merupakan contoh…. a. interaksi sosial c. bukan kontak sosial b. kontak sosial d. proses sosial 15. Seorang warga negara Eropa berjabat tangan de­ ngan orang Indonesia, tetapi mereka tidak dapat berkomunikasi karena bahasanya berbeda. Hal ini merupakan contoh….

a. interaksi sosial c. komunikasi sosial b. kontak sosial d. konflik sosial 16. Sejak lahir ia mengalami lemah mental sehingga ia jarang ke luar rumah. Terasingnya seseorang tersebut karena…. a. perbedaan ras b. cacat c. pengucilan d. perbedaan kebudayaan 17. Saat komunikasi terjadi, secara otomatis terjadi pula…. a. interaksi c. komun ikasi b. identifikasi d. imitasi 18. Menyentuh dan memberi isyarat, merupakan proses…. a. interaksi b. kontak c. komunikasi d. imitasi 19.

Tedi mengimitasi model interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk dari kakak kelasnya di sekolah, media sosialisasi tersebut adalah…. a. sekolah b.

keluarga c. media massa d. lingkungan kerja 20. Meniru gaya hidup sehat, disiplin, dan rajin bekerja dari sang idola, merupakan…. a. imitasi positif c. sugesti positif b. imitasi negatif d.

sugesti negatif 21. Proses interaksi sosial merupakan salah satu bentuk hubungan sosial yang bersifat…. a. ekonomis c. dinamis b.

komunikatif d. ststis 22. Perhatikan gambar berikut. Tindakan tersebut merupakan contoh…. Sumber: lntisari, November 2004 a. kontak primer b. kontak sekunder c.

komunikasi primer d. komunikasi sekunder 23. Ilmu sosiologi ti-tik tekannya mempelajari…. a. perubahan sosial c. interaksi sosial b. konflik sosial d. pranata sosial 24. Orang yang tidak dapat berhasil menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat dinamakan…. a. migrasi c. social urbans b. urbanisasi d. social deviant 25. Seseorang melanggar aturan adatnya sehingga ia diusir dan dibuang ke daerah terpencil. Proses kehidupan terasing ini disebabkan….

a. cacat fisik c. dikucilkan b. agama d. ras 26. Kondakter memberi isyarat kepada para musisi di panggung.Proses memberi isyarat ini disebut…. a. komunikasi c. imitasi b. kontak d. identifikasi 27. Perhatikan gambar berikut. Sumber: D ‘maestro, Januari 2005 Merasa kasihan terhadap korban aids merupakan bentuk hubungan sosial…. a. empati c. identifikasi b. simpati d. imitasi 28. Shinta mengimitasi model pakaian dari seorang artis di televisi.

Agen sosialisasi yang ditiru Shinta adalah…. a. lingkungan kerja b. sekolah c. keluarga d. media massa 29. Dalam kehidupan sehari-hari manusia pasti melakukan hubungan sosial. Hubungan sosial disebut juga…. a. kontak b. komunikasi c. interaksi d. identifikasi 30. Andi tertarik dengan teman barunya karena ia seorang gadis yang sopan, baik, dan penyabar.

Proses Andi tertarik tersebut merupakan contoh dari…. a. simpati b. empati c. imitasi d. identifikasi
Halo Sobat SMP! Coba ingat-ingat, hari ini Sobat SMP telah berbicara dengan siapa saja? Mungkin orang tua, kakak, adik, atau teman-teman dan guru ketika melakukan belajar daring.

Tidak hanya Sobat SMP saja, semua orang juga tentu melakukan komunikasi dengan orang lain karena kodratnya manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia akan berusaha untuk melakukan interaksi dengan manusia lainnya. Sangat jarang sekali bahkan hampir tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Maka dari itu, interaksi sosial sangatlah penting.

Sebelum mengetahui seberapa penting interaksi sosial, apakah Sobat SMP sudah mengetahui apa itu interaksi sosial? Ya benar, Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis berkaitan dengan hubungan antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok dan individu dengan kelompok.

interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk

Untuk mengetahui apa apakah interaksi yang terjadi adalah interaksi sosial atau bukan, Kita perlu juga mengenal berbagai ciri dan syarat terjadinya interaksi sosial di kehidupan.

Terdapat empat ciri-ciri sebuah interaksi bisa disebut sebagai interaksi sosial. Pertama, Ada pelaku dengan jumlah lebih dari satu orang. Jika seseorang sendiri saja maka tidak akan terjadi interaksi. Kedua, ada komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol-simbol. Simbol yang digunakan dalam komunikasi adalah bahasa. Bahasa bisa lisan (verbal) bisa bahasa isyarat. Setelah itu, ciri interaksi sosial yang ketiga adalah adanya dimensi waktu.

Interaksi sosial bisa terjadi pada masa lampau, masa kini, dan masa mendatang. Terakhir, atau yang keempat, yaitu ada tujuan-tujuan tertentu. Interaksi sosial terjadi karena para pelaku interaksi sosial memiliki tujuan dalam menjalin sebuah interaksi. Selain ciri, terdapat pula syarat-syarat terjadinya interaksi sosial. Ada dua syarat utama, yaitu kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan bertemunya dua pihak atau lebih secara fisik, baik tanpa alat (langsung) maupun dengan alat (tidak langsung, contohnya seperti telepon, SMS, media sosial).

Berbeda dengan kontak sosial, komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan dari interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk pihak kepada pihak lain agar terjadi upaya saling memengaruhi antara keduanya.

Proses komunikasi ada dua bentuk yakni verbal dan non verbal. Komunikasi verbal menggunakan lisan dan tulisan. Sedangkan non verbal menggunakan simbol-simbol, misalnya gestur tubuh dan bahasa isyarat. Nah, jadi apa pentingnya melakukan interaksi sosial?

Seperti yang telah disinggung di awal tadi, sejatinya manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan bantuan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri. Dengan melakukan interaksi sosial, kita bisa saling membantu kepada orang lain supaya bisa tetap bertahan hidup. Sebagai contoh, ketika lapar tentunya kita memerlukan makanan yang bisa dibeli di pedagang.

Pedagang pun mendapatkan keuntungan dari uang yang kita bayar. Jadi, ada hubungan timbal-balik antara satu individu dengan individu lainnya. Tapi ingat, interaksi sosial tidak hanya terjadi antara individu dengan individu saja, namun bisa juga antara individu dengan kelompok ataupun kelompok dengan kelompok. Selain itu, interaksi sosial juga bisa membuat kita tidak merasa kesepian karena saat terjadi interaksi sosial terdapat komunikasi di dalamnya.

Coba, bisakah Sobat SMP bayangkan seperti apa hidup sendiri tanpa berkomunikasi dengan orang lain? Nah, itu dia tadi penjelasan seputar interaksi sosial ya Sobat SMP! Tetap jalin hubungan baik dengan orang lain agar kehidupan bisa menjadi harmonis. Materi tentang interaksi sosial bisa dipelajari di modul IPS SMP Terbuka terbitan Direktorat SMP yang dapat diunduh secara gratis di situs Direktorat SMP. Banyak juga materi-materi informatif lainnya loh. Langsung cek di situs Direktorat SMP ya!

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP Referensi: Modul IPS SMP Terbuka Interaksi Sosial Terbitan Direktorat SMP Tahun 2020 Interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk? • politik • sosial • individu • budaya • Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah: B.

sosial. Dilansir dari Ensiklopedia, interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk sosial. [irp] Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. politik adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban B. sosial adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google.

[irp] Menurut saya jawaban C. individu adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Menurut saya jawaban D. budaya adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. [irp] Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain.

interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk

Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah B. sosial.

[irp] Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah. 1. Sepatu,2. mobil,3. pakaian,4. motor,5. kereta api Barang barang yang diproduksi di dalam negeri ditunjukkan oleh nomor Pesawat adalah alat transportasi yang menggunakan bahan bakar.

A.solar B.avtur C.bensin D.pertalite Apa pengertian mata pencarian berdasarkan corak kehidupan moderen Apa yang dimaksud dengan mata pencarian berdasarkan corak kehidupan tradisional Mengapa air di bumi tidak pernah habis walaupun digunakan secara terus-menerus?​ hasil sumber daya alam dari laut dan Perikanan​ Berikut ini salah satu ciri dari usaha yang dikelola kelompok.

. a. modalnya terbatas b. memiliki izin resmi usaha c. jumlah tenaga kerja sedikit d. … mendapatkan untung Para petani secara gotong royong selalu membenahi saluran irigasi untuk sawahnya.

Berikut salah satu contoh interaksi manusia dengan lingkungannya ber … nilai negatif adalah .​ nih kk.​ Bisa jawab kak?, nama yang ada di gambar nya apa dan energi yang digunakan dan perubahan energi yang terjadi? makasi sebelumnya.(Maaf kalau materi nya … ips soalnya ga ada materi ipa)​
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Sebagai mahkluk sosial yang berkumpul dan menetap tentunya manusia mengadakan interaksi terhadap sesamanya.

Dan selain berinteraksi dengan sesamanya tentunya manusia juga mengadakan interaksi terhadap linkungan alam diamana ia tinggal. Didalam interaksi itu yang dilakukan terus-menerus bahkan dapat menimbulkan sesuatu hal/kebiasaan dalam lingkungan masyarakat yang berulang dan menjadi kebiasaan atau diturunkan kepada masyarakat selanjutnya, hal ini kerap dikenal dengan istilah Kebudayaan.

Jika kita mengamati seluruh kelompok manusia di muka bumi ini, tentunya kita dapatkan berbagai corak Kebudayaan yang berbeda-beda. Bahkan jika dipersempit untuk mengamati Negara kita saja Indonesia, tentunya kita dapat melihat banyak sekali perbedaan Kebudayaan di setiap daerah dari sabang sampai merauke (daerah barat sampai daerah timur Indonesia).

Jika kita telaah tentunya perbedaan Kebudayaan ini sangatlah wajar, karena perbedaan yang dimiliki oleh faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang menyebabkan berbagai corak kebudayaan tersebut. Pengertian kebudayaan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli, salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang mendefinisikan bahwa Kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari pengertian tersebut menunjukan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan dari pengetahuan manusia sebagai mahkluk social, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi. Atas dasar itulah para ahli mengemukakan adanya 7 unsur kebudayaan, yaitu sebagai berikut : 1.Unsur Religi 2.Sistem Kemasyarakatan 3.Sistem peralatan 4.Sistem mata pencaharian hidup 5.Sistem bahasa 6.Sistem pengetahuan 7.Seni.

1.2 Tujuan Sebagai mahluk hidup yang berada di muka bumi ini keberadaan manusia adalah sebagai mahluk individu dan mahluk sosial, dalam asrti manusia senantiasa tergantung dan atau berinteraksi dengan sesamanya. Dengan demikian, maka dalam kehidupan lingkungan sosial manusia senantiasa terkait dengan interaksi antara individu manusia, interaksi antar kelompok, kehidupan sosial manusia dengan lingkungan hidup dan alam sekitarnya, berbagai proses sosial dan interaksi sosial, dan berbagai hal yang timbul akibat aktivitas manusia seperti perubahan sosial.

Secara sosial sebenarnya manusia merupakan mahluk individu dan sosial yang mempunyai kesempatan yang sama dalam berbagai hidup interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk kehidupan dalam masyarakat.

interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk

Artinya setiap individu manusia memiliki hak, kewajiban dan kesempatan yang sama dalam menguasai sesuatu, misalnya bersekolah, melakukan pekerjaan, bertanggung jawab dalam keluarga serta berbagai aktivitas ekonomi, politik dan bahkan beragama.

Namun demikian, kenyataannya setiap individu tidak dapat menguasai atau mempunyai kesempatan yang sama. AKibatnya, masing-masing individu mempunyai peran dan kedudukan yang tidak sama atau berbeda. Banyak faktor yang menyebabkan itu bisa terjadi, misalnya kondisi ekonomi (ada si miskin dan si kaya), sosial (warga biasa dengan pak RT, dll), politik (aktivis partai dengan rakyat biasa), budaya (jago tari daerah dengan tidak) bahkan individu atau sekelompok manusia itu sendiri.

Dengan kata lain, stratifikasi sosial mulai muncul dan tampak dalam kehidupan masyarakat tersebut. BAB II LANDASAN TEORI Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya.

Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.

Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.

Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu: a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial. b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain. c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia. BAB III PEMBAHASAN Makhluk sosial ialah makhluk yang tidak dapat hidup sendiri di dunia ini dan membutuhkan bantuan orang lain untuk terus hidup.

Karena menjadi makhluk sosial manusia memiliki sifat suka bekerjasama dan bersaing. Apabila dalam bekerjasama dan bersaing manusia berlaku terbuka maka akan tercipta harmoni sosial.

Akan tetapi jika masnusia bersaing secara tidak tertutup maka interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk terjadi konflik antar manusia. Sebagai makhluk sosial manusia merindukan suasana damai tetapi juga tak pernah terhindar dari konflik.

Desain manusia sebagai makhluk sosial bukan fikiran manusia, tetapi juga berasal dari Tuhan Sang Pencipta. Kitab Suci penuh dengan pesan-pesan harmoni sosial; antara lain: a. Bahwa manusia itu diciptakan Tuhan memiliki identitas bersuku-suku, berbangsa-bangsa, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh masing-masing etnis, tetapi perbedaan itu dimaksud untuk menjadi sarana pergaulan, saling mengenal dan saling bekerjasama interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk kebaikan b.

Sebagai makhluk sosial, manusia pasti membutuhkan orang lain, dan bagaimana sosok kedirian seorang manusia terbentuk oleh lingkungan yang menjadi sosiokulturnya. Manusia menjadi manusia jika ia berkumpul dengan manusia. Manusia menjadi siapa tergantung pengalamannya dengan siapa. c. Bahwa di hadapan Tuhan, manusia diperlakukan sama dalam martabat kemanusiaannya.Tuhan tidak memandang identitas etnis (bahasa, warna kulit) dan sosok fisiknya sebagai suatu kelebihan. Hanya takwa (kualitas rohani) manusia yang dinilai oleh Tuhan.

Tuhan tidak menilai rupa dan warna kulit, tetapi hatinya yang dinilai (hadits). d. Bahwa pergaulan sosial dan silaturrahmi dapat menumbuhkan rasa indah dalam kehidupan serta menimbulkan suasana dinamis dan merangsang pertumbuhan ekonomi. Menurut Cooley konsep diri (self-concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Diri yang berkembang melalui interaksi dengan orang lain ini oleh Cooley diberi nama looking-glass self. Cooley berpendapat looking-glass self terbentuk melalui tiga tahap.

Tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya. Pada tahap berikut seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.

Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu: a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial. b. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain. c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain d. Potensi manusia akan berkembang bila is hidup di tengah-tengah manusia. Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang menitikberatkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu.

Dimana memiliki unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri dari: 1. Dorongan untuk makan. 2. Dorongan untuk mempertahankan diri. 3. Dorongan untuk melangsungkan jenis.

Dari tahapan diatas menggambarkan bagaimana individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar individu merupakan satu komponen yang, saling ketergantungan dan membutuhkan.

Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia sebagai makhluk sosial. Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari: 1. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.

2. penghematan tenaga dimana ini merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja manusia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien. Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya.

Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni : • Tekanan emosional. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain. • Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.

• Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis. Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya.

Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Hal ini menunjukkan kondisi yang interdependensi. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu.

interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk

Tiap-tiap pribadi hams rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkin dibuat sendiri.

Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja, manusia juga mempunyai perasaaan emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dari orang lain pula. Manusia memerlukan pengertian, kasih sayang, harga diri pengakuan, dan berbagai rasa emosional lainnya. Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat.

Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik. Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia.

Imanuel Kant mengatakan, “manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan”. Jadi jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya.

Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Hal tersebut memberi penekanan bahwa interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk memberikan kontribusi bagi pembentukan pribadi seseorang. Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disamping manusia hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah, man usia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani.

Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara individu satu dengan individu lainnya. Individu satu dapat mempengaruhi yang lain dan begitu juga sebaliknya “definisi secara psikologi sosial “. Pada kenyataannya interaksi yang terjadi sesungguhnya tidak sesederhana kelihatannya melainkan merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Interaksi terjadi karena ditentukan oleh banyak faktor termasuk manusia lain yang ada di sekitar yang memiliki juga perilaku spesifik.

Hubungan antar manusia, ataupun relasi-relasi sosial menentukan struktur dari masyarakatnya. Hubungan antar manusia atau relasi-relasi sosial ini di dasarkan kepada komunikasi. Karenanya Komunikasi merupakan dasar dari existensi suatu masyarakat. Hubungan antar manusia atau relasi-relasi sosial, hubungan satu dengan yang lain warga-warga suatu masyarakat, baik dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok-kelompok dan antar kelompok manusia itu sendiri, mewujudkan segi dinamikanya perubahan dan perkembangan masyarakat.

Apabila kita lihat komunikasi ataupun hubungan tersebut sebelum mempunyai bentukbentuknya yang konkrit, yang sesuai dengan nilai-nilai sosial di dalam suatu masyarakat, ia mengalami suatu proses terlebih dahulu. Proses-proses inilah yang dimaksudkan dan disebut sebagai proses sosial.

Ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya.

Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni : 1). Tekanan emosional.

Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain. 2). Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.

3). Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.

interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk

Dengan demikian kontak merupakan tahap pertama terjadinya suatu interaksi sosial. Dapat di katakan bahwa urituk terjadinya suatu kontak, tidak perlu harus terjadi secara badaniah seperti arti semula kata kontak itu sendiri yang secara harfiah berarti “bersama-sama menyentuh”. Manusia sebagai individu dapat mengadakan kontak tanpa menyentuhnya tetapi sebagai makhluk sensoris dapat melakukannya dengan berkomunikasi. Komunikasi sosial ataupun “face-to face” communication, interpersonal communication, juga yang melalui media.

Apalagi kemajuan teknologi komunikasi telah demikian pesatnya. Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu tidak hanya antara individu dan individu sebagai bentuk pertamanya saja, tetapi juga dalam bentuk kedua, antara individu dan suatu kelompok manusia atau sebaliknya. Bentuk ketiga, antara sesuatu kelompok manusia dengan kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.

Suatu kontak sosial tidak hanya tergantung Bari tindakan ataupun kegiatan saja, tetapi juga dari tanggapan atau response reaksi, juga feedback terhadap tindakan atau kegiatan tersebut. Kontak sosial dapat bersifat positif, apabila mengarah kepada suatu kerjasama (cooperation). Dan dapat bersifat negatif apabila mengarah kepada suatu pertentangan (conflict), atau bahkan lama sekali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial.

Karateristik Manusia Sebagai Mahluk Sosial Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang menitik beratkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. Interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk memiliki unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri dari: • Dorongan untuk makan • Dorongan untuk mempertahankan diri • Dorongan untuk melangsungkan jenis Dari tahapan diatas menggambarkan bagaimana individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan membutuhkan.

Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia sebagai makhluk sosial. Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari : • Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.

• Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.

Pada umumnya hasrat meniru itu kita lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok tetapi juga terjadi didalam kehidupan masyarakat secara luas. Dari gambaran diatas jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru.

Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial. Yang menjadi ciri interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni : • Tekanan emosional.

Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain. • Harga diri yang rendah, etika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula. Isolasi sosial, orang yang interaksi sosial pasti terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.

Sebagai makhluk sosial manusia mempunyai dorongan atau motif untuk mengadakan hubungan dengan dirinya sendiri, sedangkan sebagai makhluk sosial manusia mempunyai dorongan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain, manusia mempunyai dorongan sosial. Dengan adanya dorongan atau motif sosial pada manusia, maka manusia akan mencari orang lain untuk mengadakan hubungan atau untuk mengadakan interaksi. Dengan demikian maka akan terjadilah interaksi antara manusia satu dengan manusia yang lain.

Pengertian interaksi sosial Interaksi sosial adalah hubungan antar individu satu dengan individu lainnya.

Individu satu dapat mempengaruhi yang lain begitu juga sebaliknya. (definisi secara psikologi sosial). Pada kenyataannya interaksi yang terjadi sesungguhnya tidak sesederhana kelihatannya melainkan merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Interaksi terjadi karena ditentukan oleh banyak faktor termasuk manusia lain yang ada di sekitar yang memiliki juga perilaku spesifik. Di dalam interaksi sosial ada kemungkinan individu dapat menyesuaikan dengan yang lain, atau sebaliknya.

Pengertian penyesuaian di sini dalam arti yang luas, yaitu bahwa individu dapat melebur diri dengan keadaan di sekitarnya, atau sebaliknya individu dapat mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan dalam diri individu, sesuai dengan apa yang diinginkan oleh individu yang bersangkutan.

Faktor-faktor dasar penyebab interaksi manusia a. Faktor imitasi, imitasi merupakan dorongan untuk meniru orang lain. Menurut Tarde faktor imitasi ini merupakan satu-satunya faktor yang mendasari atau melandasi interaksi sosial. Seperti yang dikemukakan oleh Gerungan (1966:36). Imitasi tidak berlangsung secara otomatis melainkan dipengaruhi oleh sikap menerima dan mengagumi terhadap apa yang diimitasi.

Untuk mengadakan imitasi atau meniru ada faktor psikologis lain yang berperan. Dengan kata lain imitasi tidak berlangsung secara otomatis, tetapi ada faktor lain yang ikut berperan, sehingga seseorang mengadakan imitasi. Bagaimana orang dapat mengimitasi sesuatu kalu orang yang bersangkutan tidak mempunyai sikap menerima terhadap apa yang diimitasi itu.

Dengan demikian untuk mengimitasi sesuatu perlu adanya sikap menerima, ada sikap mengagumi terhadap apa yang diimitasi itu, karena itu imitasi tidak berlangsung dengan sendirinya. Contoh dari imitasi adalah bahasa; anak belajar berbahasa melalui peniruan terhadap orang lain selain itu mode-mode yang melanda masyarakat berkembang karena faktor imitasi. b. Faktor sugesti, adalah pengaruh psikis yang diterima tanpa adanya kritik Yang dimaksud dengan sugesti ialah pengaruh psikis, baik yang datang dari diri sendiri, maupun yang datang dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik dari individu yang bersangkutan.

Karena itu segesti dapat dibedakan (1) auto sugesti, yaitu sugesti terhadap diri sendiri, sugesti yang datang dari dalam diri individu yang bersangkutan, dan (2) hetero sugesti, yaitu sugesti yang datang dari orang lain. Misal sering seseorang merasa sakit-sakit saja, walaupun secara obyektif yang bersangkutan dalam keadaan sehat-sehat saja terapi karena auto-sugesti orang tersebut merasa tidak dalam keadaan sehat, maka ia merasa tidak sehat.

Contoh untuk hetero sugesti adalah misal dalam bidang perdagangan, orang mempropagandakan dagangannya sedemikian rupa, hingga tanpa berfikir lebih lanjut orang termakan propaganda itu, dan menerima saja apa yang diajukan oleh pedagang yang bersangkutan. Imitasi dan sugesti peranannya dalam interaksi hampir sama besarnya, namun berbeda. Dalam imitasi, orang yang mengimitasi keadaannya aktif sebaliknya dengan yang diimitasi dalam keadaan pasif. Sedangkan dalam sugesti orang dengan sengaja dan aktif memberikan pandangan, norma dan sebagainya agar orang lain menerima.

Terjadinya proses sugesti mengikuti dalil sebagai berikut : • Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila daya kritisnya dihambat. Orang yang kemampuan berpikirnya kurang atau kurang kritis akan mudah dipengaruhi. Daya kritis tersebut akan terhambat bila orang terkena stimulus yang bersifat emosional. Atau dalam keadaan fisik dan jiwa yang lelah. Misal orang yang telah berjam-jam rapat, ia sudah lelah baik fisik maupun psikologisadanya keenganan untuk berfikir secara berat, sehingga biasanya dalam keadaan yang demikian orang akan mudah menerima pendapat, pandangan dari pihak lain, atau dengan kata lain orang yang bersangkutan akan mudah menerima sugesti dari pihak lain.

• Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila kemampuan berpikirnya terpecah belah (dissosiasi). Orang mengalami dissosiasi bila orang itu dalam keadaan kebingungan sehingga mudah menerima pengaruh orang lain. Secara psikologis orang yang dalam keadaan bingung berusaha mencari penyelesaian karena jiwanya tidak tenteram sehingga mudah dipengaruhi oleh pihak lain. • Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila materinya mendapat dukungan orang banyak (sugesti mayoritas).

Dalam dalil ini orang akan mudah menrima pandangan, nporma, pendapat dan sebagainya bila hal tersebut telah mendapatkan dukungan mayoritas.

• Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila yang memberikan materi adalah orang yang memiliki otoritas.Walau materi yang diberikan sama tetapi kalau yang memberikan berbeda maka akan terdapat pula perbedaan dalam penerimaan. Orang yang memiliki otoritas akan cenderung mudah diterima karena tingkat kepercayaan yang tinggi • Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila pada orang yang bersangkutan telah ada pendapat yang mendahului yang searah.

Bila dalam diri orang ada pendapat yang telah mendahului dan searah dengan yang disugestikan maka umumnya orang akan mudah menerima pendapat tersebut c. Faktor identifikasii, adalah dorongan untuk menjadi identik (sama ) dengan orang lain.

Identifikasi adalah suatu istilah yang dikemukakan oleh Freud, seorang tokoh dalam psikologi dalam, khususnya dalam psikoanalisis. Contoh anak-anak belajar norma-norma sosial dari hasil identifikasinya terhadap orang tua mereka. Di dalam identifikasi anak akan mengabil oper sikap-sikap ataupun norma-norma dari orang tuanya yang dijadikan tempat identifikasi itu.

Dalam proses identifikasi ini seluruh norma-norma, cita-cita, sikap dan sebagainyadari orang tua sedapat mungkin dijadikan norma-norma, sikap-sikap dan sebagainya itu dari anak sendiri, dan anak menggunakan hal tersebut dalam perilaku sehari-hari. d. Faktor Simpati, merupakan perasaan tertarik kepada orang lain.

Oleh karena merupakan perasaan maka timbulnya atas dasar emosi. Dalam simpati orang merasa tertarik pada orang lain yang seakan-akan berlangsung dengan sendirinya, apa sebabnya tertarik sering tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut. Lawan dari simpati adalah antipati yaitu merupakan penolakan atau bersifat negatif.

Sedangkan empati adalah kecenderungan untuk ikut merasakan segala sesuatu yang sedang dirasakan orang lain (feeling with another person). Teori-teori hubungan interpersonal Ada 4 model hubungan interpersonal yaitu meliputi : a. Model pertukaran sosial ( social exchange model) Hubungan interpersonal diidentikan dengan suatu transaksi dagang.

Orang berinteraksi karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Artinya dalam hubungan tersebut akan menghasilkan ganjaran (akibat positif) atau biaya (akibat negatif) serta hasil / laba (ganjaran dikurangi biaya). b. Model peranan ( role model) Hubungan interpersonal diartikan sebagai panggung sandiwara.

Disini setiap orang memainkan peranannya sesuai naskah yang dibuat masyarakat. Hubungan akan dianggap baik bila individu bertindak sesuai ekspetasi peranan (role expectation), tuntutan peranan (role demands), memiliki ketrampilan (role skills) dan terhindar dari konflik peranan. Ekspetasi peranan mengacu pada kewajiban, tugas dan yang berkaitan dengan posisi tertentu, sedang tuntutan peranan adalah desakan sosial akan peran yang harus dijalankan.

Sementara itu ketrampilan peranan adalah kemampuan memainkan peranan tertentu. c. Model permainan ( games people play model) Model menggunakan pendekatan analisis transaksional. Model ini menerangkan bahwa dalam berhubungan individu-individu terlibat dalam bermacam permaianan. Kepribadian dasar dalam permainan ini dibagi dalam 3 bagian yaitu : • Kepribadian orang tua (aspek kepribadian yang merupakan asumsi dan perilaku yang diterima dari orang tua atau yang dianggap sebagi orang tua).

• Kepribadian orang dewasa (bagian kepribadian yang mengolah informasi secara rasional) • Kepribadian anak (kepribadian yang diambil dari perasaan dan pengalaman kanak-kanak yang mengandung potensi intuisi, spontanitas, kreativitas dan kesenangan).

Pada interaksi individu menggunakan salah satu kepribadian tersebut sedang yang lain membalasnya dengan menampilkan salah satu dari kepribadian tersebut. Sebagai contoh seorang suami yang sakit dan ingin minta perhatian pada istri (kepribadian anak), kemudian istri menyadari rasa sakit suami dan merawatnya (kepribadian orang tua). d. Model Interaksional ( interacsional model) Model ini memandang hubungann interpersonal sebagi suatu sistem.

Setiap sistem memiliki sifat struktural, integratif dan medan. Secara singkat model ini menggabungkan model pertukaran, peranan dan permainan. BAB III KESIMPULAN Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Sebagai makhluk sosial karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial.

Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama, serta bagaimana tanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan.

Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial




2022 www.videocon.com