Buatlah rancangan perencanaan portofolio

buatlah rancangan perencanaan portofolio

Siswa diingatkan untuk tidak sekedar memasukkan karya yang dinilai baik oleh guru, akan tetapi harus pula mempertimbangkan audien dan tujuan portofolio itu. Di dalam evaluasi portofolio, guru melakukan pertemuan dengan siswa, dan guru memberikan umpan balik sumatif terhadap produk siswa serta umpan balik formatif tentang alasan siswa selama proses seleksi karyanya.

4. Portofolio Tujuan The Objective Portfolio Tingkat terakhir adalah portofolio tujuan. Di dalam portofolio jenis ini, guru merumuskan daftar tujuan atau pernyataan tentang kualitas kinerja. Siswa menyeleksi dari kumpulan karyanya untuk mempertemukan karya terbaiknya dengan tujuan tersebut. Portofolio jenis ini sebaiknya tidak dibatasi pada karya tertulis saja, akan tetapi segala artifak dan kinerja siswa misalnya dalam berbagai berbagai format media yang berkaitan dengan tujuan atau kualitas kinerja yang diminta.

Portofolio jenis ini membutuhkan kemampuan siswa dalam menganalisis tujuan, mereviu kemungkinan karya, menyeleksi contoh terbaik dari keterampilan yang diminta dalam tujuan, serta memberikan alasan seleksi karyanya.

Untuk setiap tujuan yang telah dituntaskan, guru memberikan umpan balik kualitatif individual. Untuk tujuan yang belum dituntaskan, guru memberikan umpan balik formatif yang memungkinkan siswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tujuan tersebut.

G. Langkah-Langkah Penyusunan Portofolio Adapun langkah-langkah penyusunan portofolio adalah sebagai berikut: 1.

buatlah rancangan perencanaan portofolio

Menentukan maksud atau tujuan penilaian portofolio Di dalam langkah ini guru melakukan kegiatan: a Menentukan tujuan penilaian dengan portofolio; apakah untuk memantau proses pembelajaran process oriented, atau mengevaluasi hasil belajar product oriented, atau keduanya.

b Menentukan untuk apa penilaian dengan portofolio digunakan; apakah untuk menunjukkan proses pembelajaran kepada orang tua, 9 atau penilaian pada akhir pembelajaran, atau pada akhir jenjang pendidikan. c Menentukan relevansi kaitan antara evidence dan tujuan kompetensi yang akan dinilai; perlu ditentukan apakah ada penilaian diri, audio, esai; apakah boleh dikerjakan bersamakelompok. d Menentukan seberapa banyak evidence yang ada di portofolio akan digunakan sebagai bahan penilaian.

e Menentukan kompetensi standar, dasar, dan indikator apa yang ketercapaiannya hendak dinilai dengan portofolio. f Menentukan evidence yang dikumpulkan; apakah hanya karya terbaik, atau pertumbuhan atau perkembangannya, atau keduanya.

g Menentukan apakah portofolio akan dipakai untuk penilaian formatif, atau sumatif, atau keduanya. h Menetapkan siapa yang menentukan isi portofolio; apakah guru saja, guru dan siswa, atau pihak lain misalnya orang tua. 2. Menentukan aspek isi yang dinilai Di dalam langkah ini guru melakukan kegiatan: a Menentukan hanya karya terbaik siswa, atau karya yang berisi perkembangan belajarnya b Buatlah rancangan perencanaan portofolio pengetahuan, keterampilan, atau sikap apa yang menjadi aspek utama untuk dinilai dengan catatan tidak setiap kompetensi dasar merupakan isi portofolio.

c Menentukan banyaknya evidence yang akan digunakan sebagai buatlah rancangan perencanaan portofolio penilaian. 3. Menentukan bentuk, susunan dan organisasi portofolio Di dalam langkah ini guru melakukan kegiatan: a Menentukan bentuk portofolio, Catatan: Pada umumnya bentuk portofolio terdiri atas 1 daftar isi dokumen, 2 isi dokumen, 3 batasan pembatasan untuk setiap dokumen misalnya dengan kertas berwarna sebagai pembatas, dan 4 catatan guru dan orang tua.

10 b Menentukan jenis isi dokumen, maksudnya, menentukan kompetensi dasar dan indikator apa yang harus dicapai dalam wujud evidence yang mungkin berupa karya cipta atau catatan laporan, atau yang lain. c Memberikan catatankomentarnilai terhadap setiap evidence oleh guruorang tua.

d Menentukan apa yang harus ada dalam daftar isi portofolio. e Menentukan definisi tiap-tiap kategori atau jenis satuan isi dokumen. 4. Menentukan penggunaan portofolio Dalam langkah ini guru melakukan kegiatan: a Menentukan penggunaannya: apakah untuk siswa saja, atau orang tua saja, atau kepala sekolah, guru lain, dan siswa lain b Menentukan pembobotan nilai portofolio terhadap komponen penilaian lain dalam rangka penentuan nilai akhirrapor.

5. Menentukan cara menilai portofolio Dalam langkah ini guru melakukan kegiatan a Menentukan pedoman rubrik penskoran untuk setiap isi portofolio.

buatlah rancangan perencanaan portofolio

b Menentukan penilaiannya oleh guru sendiri atau guru dan siswa. c Menentukan pembuatan rubrik pedoman penilaian secara rinci lebih dahulu untuk menentukan penilaian atas portofolio; penilaian sebaiknya tidak hanya didasarkan pada keberhasilan, tetapi juga atas prosesnya. Itulah sebabnya, kriteria yang sebaiknya dipakai:  Bukti terjadinya proses  Mutu kegiatan: apakah menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan melibatkan beberapa materi pokok atau tidak  Keragaman pendekatan yang dipakai.

6. Menentukan bentuk dan penggunaan portofolio 11 Dalam langkah ini ditentukan apakah nilai portofolio akan dinyatakan sebagai satu skor saja dalam keseluruhan penilaian, atau tidak. Untuk menugasi siswa membuat portofolio, guru membuat persiapan sebagai berikut: a Menentukan maksud portofolio: guru menetapkan apakah untuk menilai karya terbaik, atau buatlah rancangan perencanaan portofolio kemajuan siswa b Menyesuaikan tugas dengan kurikulum, atau menyesuaikan tugas dengan tujuan buatlah rancangan perencanaan portofolio pelajaran kompetensi dan indikatornya c Menentukan indikasi: guru menentukan butir-butir apa yang harus terdapat dalam portofolio d Menentukan format portofolio e Menentukan pembatasan kuantitas, maksudnya panjang portofolio perlu dibatasi supaya tidak menjadi beban guru f Menentukan rubrik pedoman penskoran.

H. Implementasi Portofolio Dalam Kelas Parts » MAKALAH ASESMEN PORTOFOLIO » Latar Belakang Rumusan Masalah » Tujuan Portofolio Prinsip-Prinsip Portofolio » Fungsi Portofolio Perbedaan Penilaian Tes Dan Penilaian Portofolio » Langkah-Langkah Penyusunan Portofolio PEMBAHASAN » Kelebihan Dan Kekurangan Penilaian Portofolio 1.

Kelebihan penilaian portofolio: Hal-Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Penggunaan Portofolio » Isu-Isu Teknis Tentang Penilaian Portofolio Show more 4 menit Bingung bagaimana cara membuat dan menyusun portofolio yang baik dan benar? Jangan cemas, karena kamu bisa melihat contoh portofolio di artikel ini. Yuk, simak dengan baik! Sahabat 99, portofolio biasanya diperlukan bagi kamu yang ingin melamar pekerjaan. Namun, tak hanya untuk keperluan melamar pekerjaan, ternyata portofolio juga bisa digunakan untuk keperluan lain.

Misalnya saja untuk pengajuan beasiswa hingga magang. Jadi, menyusun atau membuat portofolio yang baik dan benar merupakan hal yang sangat penting. Bagi kamu yang ingin membuatnya, yuk simak contoh portofolio di di bawah ini! Apa Itu Portofolio? Artinya, portofolio ini merupakan laporan lengkap dari suatu dokumen dan hasil karya secara menyeluruh dari aktivitas seseorang yang dilakukan.

Ini bertujuan untuk mendokumentasikan suatu perkembangan dalam mencapai tujuan yang telah dicapai. Kekinian, portofolio juga dimuat secara online dengan menggunakan situs pribadi dan bisa diakses oleh siapa pun. Fungsi Portofolio Nah, dari pemahamannya sendiri maka sudah diketahui pasti apa fungsi dari portofolio. Fungsi portofolio merupakan acuan yang gunakan dalam melihat capaian–capaian yang telah didapatkan oleh seseorang.

buatlah rancangan perencanaan portofolio

Fungsi lainnya adalah sebagai sumber pedoman untuk melihat berbagai pencapaian atau prestasi yang telah diraih oleh seseorang.

Portofolio sangat diperlukan sebagai bukti performa yang pernah dilakukan. Contohnya, ketika sebuah perusahaan membutuhkan wartawan, maka calon pelamar umumnya menyertakan contoh tulisan dalam portofolio yang sudah dimuat di media. Tidak hanya berupa tulisan, berbagai jenis hasil karya juga dapat dilampirkan sebagai contoh portofolio.

Dengan demikian, seseorang tersebut dapat menunjukkan kemampuan yang dimilikinya sehingga menjadi lebih menarik di mata perusahaan. Sementara bagi fresh graduate atau yang ingin mengajukan beasiswa, bisa menyertakan kegiatan-kegiatan yang kamu ikuti.

Namun, perlu diingat bahwa hal tersebut masih memiliki relevan, ya! Perbedaan Portofolio dengan CV 1. Informasi yang Diberikan Dikutip berbagai sumber, perbedaan keduanya dapat dilihat dari informasi yang diberikan, Pada CV, lebih menjelaskan terkait data baik berupa data pribadi umum maupun data pribadi khusus.

Sementara portofolio, merupakan informasi yang menunjukkan kepada orang terkait dengan hasil karya yang pernah kamu buat. 2. Kelengkapan Data Kelengkapan data pada CV dirangkum dengan lengkap, namun dibuat secara sederhana. Adapun pada portfolio tidak harus demikian. 3. Memberi Bukti Bukti adalah salah satu hal yang penting saat melamar pekerjaan. Pada portofolio, kamu bisa meyakinkan calon klien atau tempat kerja yang kamu lamar dari isi portofolio tersebut karena sudah terbukti dari kemampuan dan skill.

4. Umum dan Spesifik Pada CV, kamu akan melampirkan semua kegiatan dan pengalaman akademik dan nonakademik. Sementara pada portofolio, lebih bersifat spesifik dan terkhusus yang hanya ditujukan hanya untuk satu jenis pekerjaan dan posisi tertentu saja. Cara Membuat Portofolio Dikutip quipper, berikut cara membuat portofolio. 1. Buat Daftar Isi Dengan membuat daftar isi, kamu akan memudahkan pembaca untuk melihat dokumentasi kamu. Jadi, buat daftar isi sesuai data yang kamu miliki.

2. Lampirkan Data Diri Meskipun portofolio adalah hasil dokumentasi prestasi kamu, tetapi tak ada salahnya memasukkan data diri. Berikan data diri berupa informasi kontak seperti e-mail, buatlah rancangan perencanaan portofolio telepon, sejarah akademik, dan pengalaman kerja atau institusi secara singkat. 3. Beritahu Tujuan Jelaskan tentang tujuan dan pencapaian yang hendak kamu capai pada portofolio. Jelaskan juga visi dan misi kamu dalam jangka waktu pendek dan jangka waktu panjang.

Dengan begini, seseorang dapat menilai tentang diri kamu. 4. Beritahu Keterampilan dan Pengalaman Pada bagian ini, uraikan dengan lengkap dan detail perihal keterampilan dan pengalaman kamu.

Masukan sesuai keterampilan dan pengalaman yang kamu miliki. Berikan penjelasan tentang karya-karya tersebut mulai dari latar belakang, kapan, di mana, dan tujuannya. 5. Sertakan Contoh Hasil Karya Tanpa adanya bukti hasil karya atau penghargaan yang kamu miliki, buatlah rancangan perencanaan portofolio tentulah tidak lengkap.

Justru bukti-bukti inilah yang membuat portofolio semakin meyakinkan. Lampiran ini bisa berupa foto, lembaran sertifikat, tulisan, atau video. Tak hanya itu, kamu juga bisa melampirkan sertifikat piagam penghargaan yang pernah kamu raih. 6. Melampirkan Testimoni dari Klien Nah, melampirkan testimoni dari klien atau atasan kamu sebelumnya bisa menjadi nilai tambah.

Hal ini bisa menambah rasa percaya diri kamu dan seseorang yang membaca portofolio tersebut. Jangan lupa, sertakan dengan jelas nama lengkap pemberi testimoni, jabatan, dan institusinya, ya.

Contoh Portofolio Lengkap Berikut ini adalah berbagai contoh portofolio yang bisa kamu jadikan preferensi. Contoh portofolio tersebut bisa digunakan untuk melamar pekerjaan, magang, hingga pengajuan beasiswa.
Tujuan dari lampiran ini dibuat untuk memberikan pertimbangan bagi perusahaan dalam menilai diri Anda dalam hal keterampilan dan kapasitas yang Anda miliki. Portofolio adalah kumpulan dari pekerjaan seseorang atau dokumen baik individu, kelompok, agensi, organisasi, perusahaan atau sejenisnya untuk mendokumentasikan pengembangan proses kerja untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Perbedaan Antara Portofolio dan CV Apa perbedaan antara portofolio dan CV atau riwayat hidup, apakah mereka sama? mungkin Anda berpikir seperti itu tetapi sebenarnya berbeda, Anda tahu teman. Jadi perbedaan antara portofolio dan CV sebenarnya terletak pada informasi yang diberikan, seperti CV yang berkaitan dengan informasi data pribadi sementara portofolio itu sendiri adalah penjelasan dari pekerjaan yang telah Anda buat sejauh ini.

Pengertian portofolio secara umum adalah pernyataan tertulis yang digunakan sebagai pertimbangan dalam pemilihan yang berisi karya atau pengembangan kemampuan diri. Informasi yang Disediakan Perbedaan pertama antara portofolio dan CV terkait dengan data yang disajikan. Dalam CV atau curriculum vitae, ini menjelaskan lebih lanjut tentang data pribadi.

Baik dalam bentuk data pribadi umum maupun data pribadi khusus. Data pribadi umum termasuk nama, alamat, kontak, email, tempat lahir, dan berbagai data pribadi lainnya. Kemudian, untuk data spesifik yang meliputi latar belakang pendidikan, seminar, kursus yang buatlah rancangan perencanaan portofolio dihadiri. Bisa juga dengan pengalaman kerja dan prestasi yang telah dicapai. Sampai kemampuan dan keterampilan yang Anda miliki juga dijelaskan dalam data khusus untuk riwayat hidup. Sedangkan untuk portofolio, informasi yang menunjukkan orang terkait dengan pekerjaan yang Anda buat.

Tidak hanya menunjukkan hasil tetapi, juga memberi tahu Anda bahwa Anda memiliki potensi dan kemampuan yang mampu dan sesuai dengan kebutuhan calon klien atau tempat melamar kerja. Misalnya, Anda memiliki kemampuan dan potensi di bidang fotongrafi. Jadi, contoh portofolio fotografi yang Anda lampirkan adalah dalam bentuk karya fotografi yang Anda miliki.

buatlah rancangan perencanaan portofolio

Bisa dalam bentuk gambar, video, atau karya seni yang terkait dengan keahlian Anda. Atau Anda memiliki kemampuan di bidang arsitek. Jadi, kemampuan yang Anda lampirkan adalah kemampuan Anda mendesain rumah atau bangunan. Kelengkapan data Berikutnya adalah konten detail yang dimuat.

Untuk Curicullum Vitae, informasi yang ingin Anda berikan harus dirangkum secara lengkap, tetapi disusun sesederhana mungkin. Jadi perekrut tidak akan bingung. Salah-salah, Anda bahkan ketinggalan pada tahap administrasi, Anda tahu! Nah, jika portofolionya tidak harus panjang dan lengkap, meski terkadang lebih banyak lebih baik. Intinya adalah Anda harus dapat menunjukkan karakter, bakat, dan kekuatan Anda dari lembar portofolio.

Tunjukkan pada kami apa yang membuat Anda berbeda dan menonjol di antara pelamar lainnya. Mungkin dalam hal coretan, gaya penulisan, atau karakter dan konsep unik. Anda harus meyakinkan perekrut Anda bahwa karakter Anda dapat memajukan perusahaan dan siap bersaing dengan orang lain.

Berbeda dengan portofolio, informasi riwayat hidup yang diberikan perlu dirangkum secara lengkap. Tapi, dalam bentuk semudah mungkin.

Meringkas informasi ini sesederhana mungkin akan memudahkan HRD untuk membaca data Anda. Namun, ini berbeda dari buatlah rancangan perencanaan portofolio. Salah satu perbedaan yang paling mencolok antara portofolio dan CV adalah bahwa data yang diberikan harus panjang. Menampilkan portofolio ini akan menunjukkan bahwa Anda unik dan berbeda dari pelamar potensial dan klien lain. Pelamar potensial lainnya mungkin memiliki kemampuan dan keterampilan yang sama.

Namun, yang membedakan Anda di mata klien adalah pekerjaan yang dapat Anda tampilkan. Ini akan menjadi perbedaan antara Anda dan pelamar lainnya. Sebagai contoh: Perusahaan A membutuhkan wartawan. Ada banyak calon pelamar yang memiliki keterampilan dan kemampuan sebagai jurnalis seperti Anda. Nah, dalam portofolio ini Anda menunjukkan contoh tulisan Anda. Tidak hanya dalam bentuk tulisan tetapi, Anda harus melampirkan berbagai jenis karya yang berkaitan dengan dunia jurnalis.

Jadi, dengan ini Anda menunjukkan bahwa selain memiliki kemampuan yang sama dengan pelamar lainnya. Memberi Bukti Meskipun saling melengkapi tetapi, CV dan portofolio adalah dua hal yang berbeda. Buatlah rancangan perencanaan portofolio, banyak perusahaan tidak hanya meminta CV Anda tetapi juga meminta portofolio Anda. CV Akam terbukti terkait dengan data pribadi Anda dan data khusus. Namun, ini berbeda dari portofolio. Calon klien atau tempat kerja yang Anda lamar akan melihat bukti kemampuan dan keterampilan Anda.

Dengan melihat pekerjaan Anda, calon klien dan di mana Anda melamar pekerjaan akan tahu bahwa Anda memiliki keterampilan dan Anda dapat membuktikannya dengan pekerjaan yang Anda buat. Sebagai Contoh : Anda memiliki kemampuan di bidang desainer pakaian dan melamar perusahaan yang bekerja di industri pakaian. Dalam portofolio yang Anda lampirkan, Anda menjelaskan kemampuan Anda di bidang desain pakaian. Umum dan Spesifik Satu perbedaan antara portofolio dan CV yang dapat membuat Anda lebih sadar adalah sifat CV dan portofolio.

Dalam contoh cv hanya mencakup data umum. Yaitu, semua aktivitas dan pengalaman akademik dan non-akademik Anda terlampir dalam cv contoh yang Anda buat.

buatlah rancangan perencanaan portofolio

Jadi, ketika Anda ingin melamar kerja di berbagai perusahaan dan di posisi yang berbeda. Jadi, Anda dapat memasukkan satu cv dalam file yang melamar dokumen kerja untuk semua perusahaan ini. Berbeda dengan portofolio yang spesifik dan spesifik, yang hanya ditujukan untuk satu jenis pekerjaan dan posisi tertentu. Sebagai contoh : Anda ingin mendaftar di hipwee.com sebagai penulis konten. buatlah rancangan perencanaan portofolio, jenis portofolio yang harus Anda lampirkan adalah dalam bentuk karya Anda di bidang penulisan dan situs web.

Ini berbeda ketika Anda ingin melamar perusahaan dalam posisi desain grafis. Jadi, jenis pekerjaan dalam contoh portofolio yang Anda buat adalah pekerjaan yang terkait dengan desain grafis. Umum dan Spesifik Satu perbedaan antara portofolio dan CV yang dapat membuat Anda lebih sadar adalah sifat CV dan portofolio. Dalam contoh cv hanya mencakup data umum. Yaitu, semua aktivitas dan pengalaman akademik dan non-akademik Anda terlampir dalam cv contoh yang Anda buat. Jadi, ketika Anda ingin melamar kerja di berbagai perusahaan dan di posisi yang berbeda.

Jadi, Anda dapat memasukkan satu cv dalam file yang melamar dokumen kerja untuk semua perusahaan ini. Berbeda dengan portofolio yang spesifik dan spesifik, yang hanya ditujukan untuk satu jenis pekerjaan dan posisi tertentu.

Sebagai Contoh : Anda ingin mendaftar di hipwee.com sebagai penulis konten. kemudian, jenis portofolio yang harus Anda lampirkan adalah dalam bentuk karya Anda di bidang penulisan dan situs web.

Ini berbeda ketika Anda ingin melamar perusahaan dalam posisi desain grafis. Jadi, jenis pekerjaan dalam contoh portofolio yang Anda buat adalah pekerjaan yang terkait dengan desain grafis.

Cara Membuat Portofolio Portofolio adalah kunci awal Anda untuk dipanggil ke tahap berikutnya, dengan portofolio yang baik kemungkinan akan diterima akan sedikit meningkat.

Inilah cara membuat portofolio yang benar: Buat daftar Isi Terlebih Dahulu Karena portofolio adalah dokumen dari berbagai pencapaian dan pencapaian yang telah Anda raih, maka membuat daftar isi adalah hal pertama yang harus Anda lakukan, daftar isi akan memudahkan klien untuk menemukan informasi spesifik tentang Anda.

Lampirkan CV atau Resume Telah dijelaskan sebelumnya bahwa CV dan portofolio adalah dua hal yang berbeda, data pribadi lengkap harus dilampirkan sehingga klien mengetahui detail tentang Anda. Jelaskan Tujuan atau Pencapaiannya Hal terpenting tentang portofolio adalah menggambarkan tujuan dan pencapaian Anda, ini dapat menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang memiliki visi dan misi ke depan.

Pencapaian tujuan dibagi berdasarkan waktu, yaitu tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Jelaskan Keterampilan dan Pengalaman Anda Banyak orang melihat portofolio keterampilan dan pengalaman, dari sini Anda dapat melihat keterampilan dan kemampuan yang Anda miliki cocok atau tidak untuk mereka. Jelaskan secara lengkap dan jelas sehingga klien dapat memahami Anda dengan jelas. Di sini Anda dapat menambahkan keunggulan dalam bekerja untuk meyakinkan, misalnya dalam portofolio desain Anda, Anda dapat menambahkan keahlian desain apa pun yang Anda miliki.

Lampirkan Karya Di bagian ini Anda melampirkan contoh pekerjaan yang telah dilakukan dan prestasi yang telah buatlah rancangan perencanaan portofolio adalah bukti bahwa keterampilan yang Anda miliki benar-benar diakui.

buatlah rancangan perencanaan portofolio

Lampiran pada karya bisa dalam bentuk teks, foto, sertifikat, atau bahkan video. Misalnya, jika Anda melamar suatu desain, portofolio desain harus dilampirkan.

Melampirkan karya, pencapaian, dan penghargaan dapat menambah penilaian portofolio. Lampirkan Testimonial dari Klien Sebelumnya Cara membuat portofolio dengan melampirkan testimonial dari klien kami sebelumnya juga bisa menjadi nilai tambah bagi calon klien kami.

Dengan melampirkan testimonial dari pelanggan, atasan, klien, rekan kerja, dan lainnya, itu dapat meningkatkan kepercayaan calon klien kami. HRD akan dapat menilai diri Anda dari kesaksian yang Buatlah rancangan perencanaan portofolio lampirkan dan dari siapa orang yang memberikan kesaksian itu.

Saat Anda ingin melampirkan testimonial di salah satu contoh file portofolio yang Anda buat. Jadi, itu harus melampirkan dengan jelas isi kesaksian dan dari siapa bersama dengan posisi yang dimiliki oleh orang itu. Pilih testiomoni yang menurut Anda baik dan nilai nilai konstruktif.

Jadi, HRD atau calon klien Anda akan mengetahui bagaimana kepribadian Anda di tempat kerja nanti. Sertakan Penghargaan Tak kalah penting bagaimana cara membuat portofolio yang satu ini.

Dengan melampirkan semua penghargaan dan sertifikat yang pernah Anda dapatkan. Berbagai jenis penghargaan, sertifikat, penghargaan, acara, seminar, dan lainnya.

buatlah rancangan perencanaan portofolio

Itu harus ditulis dengan jelas mengenai jenis penghargaan dan tahun pelaksanaan, bersama dengan alasan untuk penerbitan sertifikat atau penghargaan.

Jika Anda menerima sertifikat atau bukti relevan lainnya. Fotokopi harus dimasukkan sebagai bukti keaslian. Perlu tahu. Jika Anda ingin melampirkan hal ini, Anda harus melampirkan prestasi 5 tahun terakhir. Jadi, calon klien dapat mengetahui bagaimana Anda telah mencapai dalam 5 tahun terakhir.

Contoh Portofolio Portofolio itu sendiri dibuat dan dilampirkan pada pemilihan lamaran pekerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penilaian diri kita, misalnya portofolio lamaran pekerjaan biasanya berisi data pribadi singkat, pendidikan, penghargaan yang telah dicapai, pengalaman kerja, dan tujuan Anda dalam menerapkan untuk pekerjaan.

Contoh Portofolio Aplikasi Pekerjaan Untuk contoh-contoh portofolio lamaran pekerjaan, ada dua versi yang bisa Anda gunakan, buatlah rancangan perencanaan portofolio pertama adalah versi yang didasarkan pada kertas atau dalam bentuk sederhana, formulir ini biasanya digunakan untuk melamar perusahaan yang tidak memerlukan desain grafis atau lainnya.

Keterampilan artistik, jadi, contoh portofolio yang dapat Anda gunakan dapat menggunakan formulir sederhana. Contoh Portofolio Siswa Contoh portofolio untuk siswa umumnya menampilkan informasi yang tidak terlalu banyak atau secara detail masih terlalu sederhana, tetapi untuk contoh di bawah ini dapat digunakan sebagai referensi bagi Anda yang membutuhkannya.

Contoh Portofolio Desain Dalam contoh portofolio desain, Anda dapat menambahkan lampiran desain yang telah dibuat sebelumnya untuk menambah penilaian portofolio. Desain yang Anda lampirkan tidak harus satu, itu bisa berupa angka apa pun, tetapi lebih baik memilih beberapa desain terbaik Anda. Anda harus merancang portofolio ini dengan baik sehingga menarik lebih banyak perhatian.

Fungsi Portofolio Fungsi dari portofolio itu sendiri adalah referensi yang digunakan untuk melihat prestasi yang telah diperoleh seseorang. Dengan melampirkan pencapaian ini, seseorang akan menjadi baik atau tidak dalam hal pencapaian yang dibuat sehingga orang-orang yang membaca portofolio sampel mengetahui kapasitas dan kemampuan orang tersebut.

Demikian Pembahasan kita pada kali ini di edmodo.id buatlah rancangan perencanaan portofolio Contoh Portofolio. Nantikan Artikel Menaraik Lainya, tetap bersama kami. Terimaksih Semoga Membawa Manfaat. “Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” Baca Juga : • Montase Adalah • Arti Mimpi Dikejar Orang Gila • Letak Nomor Ijazah • Kerjasama • Direktur Postingan Terbaru • Arti Mimpi Menangkap Belut • Alat Optik • Caping Penghasil Uang • Radiasi Benda Hitam • FGD Adalah • Jenis Jenis Patung • Konsolidasi Adalah • Jurnal Penjualan • Arti Mimpi Tentang Sapi • Arti Mimpi Melihat Pantai • Arti Mimpi Melihat Badai • Kapak Corong • Contoh Pelanggaran HAM • Arti Mimpi Naik Perahu • Pidato Persuasif Daftar Isi: • Menetapkan tujuan investasi untuk mengidentifikasi profil pengembalian risiko investor.

Menentukan seberapa besar risiko yang dapat dan dapat dilakukan oleh investor, dan seberapa besar volatilitas yang dapat bertahan oleh investor, adalah kunci untuk merumuskan strategi portofolio yang dapat memberikan tingkat pengembalian yang diharapkan dengan tingkat risiko yang dapat diterima.

Setelah profil pengembalian risiko yang dapat diterima dikembangkan, tolok ukur dapat ditetapkan untuk melacak kinerja portofolio. Melacak kinerja portofolio terhadap tolok ukur memungkinkan penyesuaian yang lebih kecil dilakukan di sepanjang jalan. • Langkah 5: Monitor, Ukur dan Rebalansi • Saat berinvestasi untuk tujuan seumur hidup, proses perencanaan portofolio tidak akan pernah berhenti.

Seiring investor bergerak melalui tahap kehidupan mereka, perubahan dapat terjadi, seperti perubahan pekerjaan, kelahiran, perceraian, kematian atau horison waktu yang menyusut, yang mungkin memerlukan penyesuaian terhadap sasaran, profil penghargaan risiko atau alokasi aset mereka.

Seiring perubahan, atau saat kondisi pasar atau ekonomi mendikte, proses perencanaan portofolio dimulai lagi, mengikuti kelima langkah berikut untuk memastikan bahwa strategi investasi yang tepat ada. Ada beberapa hal yang lebih penting dan lebih menakutkan daripada menciptakan strategi investasi jangka panjang yang dapat memungkinkan seseorang berinvestasi dengan percaya diri dan dengan kejelasan tentang masa depannya.

Membangun portofolio investasi memerlukan proses perencanaan portofolio yang disengaja dan tepat yang mengikuti lima langkah penting. Langkah 1: Menilai Situasi Keuangan dan Tujuan Saat Ini Merencanakan masa depan memerlukan pemahaman yang jelas tentang situasi investor saat ini sehubungan dengan keinginannya.

Itu memerlukan penilaian menyeluruh terhadap aset lancar, liabilitas, arus kas dan investasi mengingat tujuan investor yang paling penting. Tujuan perlu didefinisikan dan diukur secara jelas sehingga penilaian dapat mengidentifikasi kesenjangan antara strategi investasi saat ini dan tujuan yang telah ditetapkan. Langkah ini perlu mencakup diskusi jujur ​​tentang nilai, kepercayaan, dan prioritas investor, yang kesemuanya menetapkan kursus untuk mengembangkan strategi investasi.Langkah 2: Menetapkan Tujuan Investasi Menetapkan tujuan investasi untuk mengidentifikasi profil pengembalian risiko investor.

Menentukan seberapa besar risiko yang dapat dan dapat dilakukan oleh investor, dan seberapa besar volatilitas yang dapat bertahan oleh investor, adalah kunci untuk merumuskan strategi portofolio yang dapat memberikan tingkat pengembalian yang diharapkan dengan tingkat risiko yang dapat diterima.

Setelah profil pengembalian risiko yang dapat diterima dikembangkan, tolok ukur dapat ditetapkan untuk melacak kinerja portofolio. Melacak kinerja portofolio terhadap tolok ukur memungkinkan penyesuaian yang lebih kecil dilakukan di sepanjang jalan. Langkah 2: Tentukan Alokasi AsetDengan menggunakan profil pengembalian risiko, investor dapat mengembangkan strategi alokasi aset.

Memilih dari berbagai kelas aset dan pilihan investasi, investor dapat mengalokasikan aset dengan cara yang mencapai diversifikasi optimal sambil menargetkan tingkat pengembalian yang diharapkan. Investor juga dapat menetapkan persentase ke berbagai kelas aset, termasuk saham, obligasi, investasi tunai dan alternatif, berdasarkan kisaran volatilitas portofolio yang dapat diterima.

Strategi alokasi aset didasarkan pada gambaran situasi dan sasaran investor saat ini, dan biasanya disesuaikan saat terjadi perubahan kehidupan. Misalnya, semakin dekat seorang investor sampai pada target target pensiunnya, semakin banyak alokasi dapat berubah untuk mencerminkan toleransi yang kurang terhadap volatilitas dan risiko.

Langkah 4: Pilih Pilihan InvestasiInvestasi individu dipilih berdasarkan parameter strategi alokasi aset. Jenis investasi spesifik yang dipilih sebagian besar bergantung pada preferensi investor untuk manajemen aktif atau pasif.Portofolio yang dikelola secara aktif mungkin mencakup saham dan obligasi individual jika ada aset yang memadai untuk mencapai diversifikasi optimal, yang biasanya bernilai lebih dari $ 1 juta aset. Portofolio yang lebih kecil dapat mencapai diversifikasi yang tepat melalui dana yang dikelola secara profesional, seperti reksa dana; melalui akun yang dikelola; atau dengan dana yang diperdagangkan di bursa.

Investor dapat membangun portofolio yang dikelola secara pasif dengan dana indeks yang dipilih dari berbagai kelas aset dan sektor ekonomi. Langkah 5: Monitor, Ukur dan Rebalansi Setelah menerapkan rencana portofolio, proses manajemen dimulai. Ini termasuk memantau investasi dan mengukur kinerja portofolio dibandingkan dengan tolok ukur. Hal ini diperlukan untuk melaporkan kinerja investasi secara berkala, biasanya setiap tiga bulan, dan untuk meninjau rencana portofolio setiap tahunnya. Sekali setahun, situasi dan tujuan investor mendapatkan ulasan untuk menentukan apakah ada perubahan signifikan.

Tinjauan portofolio kemudian menentukan apakah alokasi tersebut masih sesuai target untuk melacak profil penghargaan risiko investor. Jika tidak, maka portofolio bisa diseimbangkan kembali, menjual investasi yang telah mencapai target mereka, dan membeli investasi yang menawarkan potensi kenaikan lebih besar. Saat berinvestasi untuk tujuan seumur hidup, proses perencanaan portofolio tidak akan pernah berhenti.

Seiring investor bergerak melalui tahap kehidupan mereka, perubahan dapat terjadi, seperti perubahan pekerjaan, kelahiran, perceraian, kematian atau horison waktu yang menyusut, yang mungkin memerlukan penyesuaian terhadap sasaran, profil penghargaan risiko atau alokasi aset mereka. Seiring perubahan, atau saat kondisi pasar atau ekonomi mendikte, proses perencanaan portofolio dimulai lagi, mengikuti kelima langkah berikut untuk memastikan bahwa strategi investasi yang tepat ada. Terminal Bloomberg: Langkah demi Langkah Bloomberg identik dengan informasi investasi - outlet media dan perangkat lunak / perangkat kerasnya digunakan oleh sebagian besar, jika tidak semua, manajer uang profesional.

Bagaimana Mengajukan Cacat Jaminan Sosial: Langkah demi Langkah - Investigasi Mengajukan permohonan untuk tunjangan cacat bukanlah tugas yang mudah - tapi ada baiknya waktu dan usaha Anda buatlah rancangan perencanaan portofolio kecacatan mencegah Anda mencari nafkah.

Bagaimana Melunasi Pinjaman VA: Panduan Langkah-demi-Langkah Bagaimana Anda membiayai kembali pinjaman VA? Dalam beberapa kasus, ini jauh lebih buatlah rancangan perencanaan portofolio daripada dengan pinjaman konvensional. Kami jelaskan.
There are a lot of criticism on the implementation of the learning outcome evaluation system in schools at the moment.

The criticism is directed primarily to the substance and ambiguity between the idealism targeted in the perspective learning essence. This article tries to present an evaluation model to answer the criticisms.

buatlah rancangan perencanaan portofolio

The writer tries to introduce portfolio assessment in detail. It is a collection of documents or options providing information of assessment. It contains the work of the students during a given time providing information on objective assessment which present of what can be done by the students in their learning experiences.

The results are intended to be a measure of how well the task given to students in accordance with the curriculum learning objectives.

Portfolio assessment is based on a collection or set of work set by the teacher to the students according to the learning objectives.

Through portfolio assessment students can demonstrate differences ability to complete the tasks given by the teacher from time to time and or in comparison with other students' work. In portfolio assessment students are given more opportunities to assess themselves from time to time. There are three important elements in the portfolio assessment, namely: (1) storing, (2) sorting, and (3) dating of a task. . Salah satu pendekatan dalam asesmen kelas adalah asesmen portofolio, yaitu suatu model asesmen yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mengungkapkan dan menilai siswa secara komprehensif, objektif, akurat, dan sesuai dengan bukti-bukti autentik yang dimiliki siswa (Jailani.

2012). Rancangan portofolio yang baik haruslah berisikan gambaran kerja yang dapat diselesaikan siswa terhadap buatlah rancangan perencanaan portofolio kurikulum secara berarti, khususnya yang menghendaki cara berpikir yang kompleks dengan menggunakan berbagai sumber.

Selain itu keefektifan portofolio telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat merefleksikan dan bert . Pengembangan karakter peduli lingkungan sangat penting dikenalkan sejak usia dini, karena jika sejak usia buatlah rancangan perencanaan portofolio sudah ditanamkan rasa peduli lingkungan, maka sampai dewasa anak akan peduli pada lingkungan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan pengembangan karakter peduli lingkungan bagi anak dalam konteks alam takambang jadi guru di TK Alam Minangkabau Padang. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif.

Sumber informasi dari penelitian ini yaitu kepala sekolah dan guru TK Alam Minangkabau Padang. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Teknik keabsahan data pada penelitian ini adalah triangulasi. Hasil penelitian yaitu pelaksanaan pengembangan karakter peduli lingkungan dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran. Guru membuat perencanaan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan dalam mengembangkan karakter peduli lingkungan dalam bentuk lesson plan berupa yearly plan, semester plan, wekkly plan dan dayly plan. Guru juga melakukan evaluasi pada kegiatan peduli lingkungan melalui pengamatan, dokumentasi, rapor portofolio dan rapor narasi This chapter details a theoretical framework for effective implementation and study of technology when used in mathematics education.

Based on phenomenography and the variation theory of learning, the framework considers the influence of the learning context, students'perceptions of the learning opportunity, and their approaches to using it upon measured educational outcomes. Elements of the . [Show full abstract] TPACK framework and the CTFK model of teacher knowledge are also addressed. The process of meeting learning objectives is viewed as leading students to awareness of possible variation on different aspects, or dimensions, of an object of mathematical learning.

Read more RESUMO O presente artigo pretende demonstrar a importância do Grêmio Estudantil como mecanismo democrático que garante a participação dos estudantes no interior da escola. O engajamento dos discentes nesta instituição faz com que os mesmos adquiram o hábito de envolverem-se nos processos decisórios quando adultos.

O Grêmio Estudantil é elemento essencial da Gestão Democrática. Palavras-chaves: . [Show full abstract] Grêmio Estudantil, participação, gestão democrática. ABSTRACT The present article intends to demonstrate the importance of the Estudantil Bosom as democratic mechanism that guarantees the par-ticipation of the students in the interior of the school.

The enrollment of the learning in this institution makes with that the same ones ac-quire the habit to be become involved in when adult the power to decide processes. The Estudantil Bosom is essential element of the Democratic Management. Read more Design in chemical engineering should aim at reaching a balance between theory and practice in engineering education in order to have students better prepared for their future endeavors.

As students progress through the curriculum they learn more fundamental engineering science, more buatlah rancangan perencanaan portofolio components are introduced into courses and the complexity of the design problems increases. Elements of . [Show full abstract] design are introduced in many courses and culminate in a capstone design course. Current practices in Chemical Engineering at McGill University are described here and general perspectives buatlah rancangan perencanaan portofolio discussed.

Read more Planning is necessary when conducting the educational process to get the criteria established in the curriculum. But the current reality shows that many teachers do not do it for one reason or another. The aim of this paper is to try to provide guidance on different elements needed for planning, providing ideas that help to obtain a more specific view in the planning process, helping to improve .

[Show full abstract] the design and implementation of teaching. With this proposal for physical education teachers, we are seeking a better relationship between different levels of detail curriculum, stressing that good planning can lead to a successful teaching, a teaching effectiveness, a certain quality of student learning and easy evaluation. View full-text
TUGAS TUTORIAL I EVALUASI PEMBELAJARAN DI SD (PDGK4301) TUTOR: DR.

AHSANUL KHAIR ASDAR, M.PD. Nama : Tiazela Destiani NIM : 835035218 Semester/ Kelas : VI Program : S1 PGSD PokJar : Muara Enim Soal: No Tugas Tutorial Skor Maksimal Sumber Tugas Tutorial 1 a. Buatlah rancangan perencanaan portofolio! b. Susunlah sebuah portofolio! c. Buatlah rubrik penilaian portofolio! 50 Modul 3 KB 3 2 a. Buatlah rancangan perencanaan penilaian afektif! b. Susunlah sebuah penilaian afektif!

c. Buatlah rubrik penilaian afektif! 50 Modul 3 KB 4 Jumlah Skor Maksimal 100 " Selamat Bekerja" JAWABAN 1. Penilaian portofolio Mata Pelajaran : IPA Kelas : V Kompetensi Dasar : Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar Indikator : Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya secara benar. Materi Pokok : Menggambar hewan dan membuat tabel hewan berdasarkan jenis makanan Kegiatan Inti : Siswa mampu menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya secara benar A.

Langkah Kegiatan 1) Carilah dan guntinglah gambar-gambar hewan yang terdapat di surat kabar atau majalah bekas. 2) Dengan menggunakan penggaris, buatlah tabel besar pada kertas karton tersebut seperti contoh berikut! • Company About Us Scholarships Sitemap Q&A Archive Standardized Tests Education Summit • Get Course Hero iOS Android Chrome Extension Educators Tutors • Careers Leadership Careers Campus Rep Program • Help Contact Us FAQ Feedback • Legal Copyright Policy Academic Integrity Our Honor Code Privacy Policy Terms of Use Attributions • Connect with Us College Life Facebook Twitter LinkedIn YouTube InstagramSoal: a.

Buatlah rancangan perencanaan portofolio! b. Susunlah sebuah portofolio! c. Buatlah rubrik penilaian portofolio! Jawab : Penilaian Portofolio Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : IV/II Materi pembelajaran : Pengumuman Indikator : Membuat sebuah pengumuman dan menyampaikannya di depan kelas Kegiatan : siswa menyampaikan pengumuman yang dibuatnya di depan kelas secara lisa Tugas Buatlah sebuah pengumuman untuk teman sekelasmu agar mereka mengumpulkan sumbangan untuk para korban banjir!

Penilaian Portofolio Nama siswa : Kelas : Tanggal : No Aspek yang dinilai Skor Jumlah Skor Nilai Keterangan 1 2 3 4 5 1 Penggunaan tata bahasa 2 Pemilihan kosa kata 3 Kelengkapan Informasi 4 Sistematika penulisan 5 EYD Keterangan: 1= sangat kurang 2= kurang 3= cukup 4= baik 5= amat baik Konversi nilai : ( jumlah skor/skor maksimum) x 100 = N Skor maksimum=25 Keterangan diisi dengan criteria : 1.

Nilai=10-29, sangat kurang 2. Nilai=30-49, kurang 3. Nilai=50-69, cukup 4. Nilai=70-89, baik 5. Nilai=90-100, sangat baik Kriteria Sangat Baik (5) Baik (4) Cukup (3) Kurang (2) Sangat Kurang (1) Penggunaan Bahasa Memahami Penggunaan Bahasa dengan baik secara mandiri Memahami Penggunaan Bahasa dengan baik dengan arahan Memahami Penggunaan Bahasa secara benar dengan arahan terbatas Memahami Penggunaa n bahasa dengan penjelasan guru Tidak dapat memahami penggunaan bahasa Pemilihan Kosa Kata Mampu Memilih kosa kata dengan benar dan baik secara mandiri Mampu Memilih kosa kata dengan benar dan baik Mampu Memilih kosa kata dengan baik dengan arahan Mampu Memilih kosa kata dengan baik dengan bantuan guru Tidak mampu Memilih kosa kata Kelengkapa n Informasi Dapat Melengkapi informasi secara benar dan baik dengan mandiri Dapat Melengkapi informasi secara benar dan baik Dapat Melengkapi informasi secara baik dengan arahan guru atau teman Dapat Melengkapi informasi secara baik dengan arahan yang berulang- ulang Tidak dapat melengkapi informasi Sistematika Penulisan Dapat Menyusun sistematika penulisan dengan benar dan baik secara mandiri Dapat Menyusun sistematika penulisan dengan benar dan baik Dapat Menyusun sistematika penulisan dengan baik masih dengan arahan guru Dapat Menyusun sistematika penulisan dengan arahan yang berulang- ulang Tidak dapat Menyusun sistematika penulisan EYD Menggunakan Bahasa EYD dengan benar Menggunakan Bahasa EYD dengan benar Menggunakan Bahasa EYD dengan benar Menggunak an Bahasa EYD Tidak dapat Menggunak an Bahasa • Company About Us Scholarships Sitemap Q&A Archive Standardized Tests Education Summit • Get Course Hero iOS Android Chrome Extension Educators Tutors • Careers Leadership Careers Campus Rep Program • Help Contact Us FAQ Feedback • Legal Copyright Policy Academic Integrity Our Honor Code Privacy Policy Terms of Use Attributions • Connect with Us College Life Facebook Twitter LinkedIn YouTube Instagram
Portofolio menunjukkan kreativitas atau potensi profesional dengan cara yang lebih ekstensif dan terperinci daripada hanya sebuah penawaran sebuah resume.

Ada beberapa bagian yang perlu disertakan di dalam portofolio yang sangat tergantung pada bidang keahlian Anda, tetapi ada juga beberapa dasar yang dapat diterapkan pada hampir semua tipe. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang portofolio yang mungkin akan Anda buat. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/5\/55\/Make-a-Portfolio-Step-1-Version-4.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-1-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/5\/55\/Make-a-Portfolio-Step-1-Version-4.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-1-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Sertakan daftar buatlah rancangan perencanaan portofolio.

Portofolio merupakan koleksi yang besar dan luas yang menampilkan kemampuan Anda melakukan jenis pekerjaan tertentu. Sebuah daftar isi akan memudahkan calon pemberi kerja, administrator, atau klien untuk menavigasi hasil pekerjaan Anda dan menemukan informasi yang dibutuhkan dengan cepat.

• Buatlah sebuah daftar isi setelah Anda menyelesaikan portofolio, tetapi letakkan daftar tersebut di depan materi yang lain. • Anda tidak perlu menyertakan nomor halaman jika Anda tidak menuliskannya di dalam portofolio. Namun jika Anda menuliskan nomor halaman di portofolio, tulislah nomor tersebut di dalam daftar isi Anda.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/ac\/Make-a-Portfolio-Step-2-Version-4.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-2-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/ac\/Make-a-Portfolio-Step-2-Version-4.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-2-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Masukkan sebuah resume tradisional.

Mempunyai sebuah resume tradisional sebagai persiapan selalu merupakan cara yang cerdas jika seseorang memintanya, sebagai pengganti portofolio.

Dalam portofolio, satu atau dua halaman resume dapat berfungsi sebagai ringkasan singkat atau abstrak dari materi yang ada di depannya. • Sertakan informasi kontak Anda, termasuk alamat surel ( e-mail), nomor telepon, dan alamat surat-menyurat pada bagian atas halaman.

buatlah rancangan perencanaan portofolio

• Cantumkan karier dasar atau tujuan akademik Anda. • Cantumkan kemampuan akademis Anda, termasuk gelar atau ijazah. • Uraikan pengalaman kerja Anda. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/3d\/Make-a-Portfolio-Step-3-Version-4.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-3-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/3d\/Make-a-Portfolio-Step-3-Version-4.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-3-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Uraikan tujuan Anda dalam sebuah pernyataan pribadi.

Di halaman yang berbeda, tulislah sebuah paragraf yang menjelaskan tujuan jangka pendek dan panjang Anda. • Untuk tujuan jangka pendek, jelaskan posisi Anda dalam satu atau dua tahun. • Untuk tujuan jangka panjang, jelaskan hal yang ingin Anda lakukan pada lima hingga sepuluh tahun yang akan datang. • Pernyataan pribadi juga harus menyertakan informasi tentang nilai-nilai yang Anda pegang seperti etika bekerja, filosofi kreatif, filosofi manajemen, dan sebagainya.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/d\/da\/Make-a-Portfolio-Step-4-Version-4.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-4-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/d\/da\/Make-a-Portfolio-Step-4-Version-4.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-4-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Uraikan garis besar keterampilan dan pengalaman Anda dengan lebih detail.

Pertimbangkan keterampilan penting yang kemungkinan akan diminta. Buatlah daftar keterampilan tersebut sebagai judul yang besar dan berikan contoh-contoh yang menunjukkan cara Anda memenuhi persyaratan tersebut.

• Cantumkan beberapa pekerjaan yang mengharuskan Anda menggunakan keterampilan yang telah disebutkan. Jelaskanlah secara singkat, jenis tugas yang dapat memanfaatkan keterampilan tersebut. • Cantumkan ciri kepribadian yang menunjukkan keterampilan buatlah rancangan perencanaan portofolio dan berikan contoh yang spesifik. • Selain itu, buatlah daftar tentang hal-hal yang pernah Anda pelajari, secara formal atau nonformal, yang menunjukkan penggunaan atau adanya keterampilan yang dimaksud.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/3f\/Make-a-Portfolio-Step-5-Version-4.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-5-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/3f\/Make-a-Portfolio-Step-5-Version-4.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-5-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Sertakan contoh.

Ingatlah bahwa jenis sampel yang Anda sertakan dapat bervariasi berdasarkan jenis portofolio dan bidang yang diminati. • Untuk seni grafis dan bidang yang berkaitan, Anda perlu menyertakan foto visual pekerjaan Anda.

• Untuk tulis-menulis dan bidang yang berkaitan, Anda perlu menyertakan sampel teks. • Anda dapat menyertakan sampel cetak, DVD, video, dan contoh multimedia lain yang sesuai. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/b\/bc\/Make-a-Portfolio-Step-6-Version-4.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-6-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/b\/bc\/Make-a-Portfolio-Step-6-Version-4.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-6-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Lampirkan testimoni dan rekomendasi.

Sertakan fotokopi keterangan dan rekomendasi positif yang Anda buatlah rancangan perencanaan portofolio sebelumnya yang berkaitan dengan bidang Anda.

• Anda dapat menyertakan rekomendasi dari pelanggan, klien, atasan, rekan kerja, dosen, atau peninjau.

buatlah rancangan perencanaan portofolio

• Evaluasi dari atasan juga dapat disertakan, khususnya jika evaluasi tersebut menguntungkan. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/4\/40\/Make-a-Portfolio-Step-7-Version-5.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-7-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/40\/Make-a-Portfolio-Step-7-Version-5.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-7-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Cantumkan semua penghargaan dan gelar kehormatan.

Sertakan daftar penghargaan, kehormatan, atau beasiswa apa saja yang pernah Anda terima dalam lingkup bidang Anda. • Buatlah rancangan perencanaan portofolio Anda menerima sertifikat penghargaan tersebut, sertakan fotokopinya pada portofolio sebagai bukti. • Jika Anda tidak memiliki sertifikat penghargaan tersebut, sebutkan saja nama penghargaan, waktu Anda menerimanya, dan alasan Anda buatlah rancangan perencanaan portofolio atau alasan penghargaan tersebut dikeluarkan.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/c1\/Make-a-Portfolio-Step-8-Version-4.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-8-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/c1\/Make-a-Portfolio-Step-8-Version-4.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-8-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Sebutkan konferensi yang pernah Anda ikuti. Jika Anda mengikuti beberapa konferensi atau lokakarya yang berkaitan dengan bidang ini, buatlah daftar pada halaman yang berbeda.

Sertakan informasi tentang waktu, tempat, lokasi, dan organisasi yang menyelenggarakan konferensi tersebut. • Buatlah catatan khusus pada setiap konferensi atau konvensi yang Anda hadiri sebagai pembicara. • Selain itu, cantumkan juga kegiatan serupa yang Anda hadiri hanya sebagai peserta. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/8\/8e\/Make-a-Portfolio-Step-9-Version-4.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-9-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/8e\/Make-a-Portfolio-Step-9-Version-4.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-9-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/b\/bb\/Make-a-Portfolio-Step-10-Version-4.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-10-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/b\/bb\/Make-a-Portfolio-Step-10-Version-4.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-10-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Berikan dokumentasi bukti prestasi Anda.

Jika ada beberapa artikel yang menulis tentang prestasi Anda, sertakan salinan kliping di portofolio. • Jurnal nasional dan surat kabar besar memang adalah sumber yang paling mengesankan, tetapi sebaiknya Anda tetap menyertakan artikel yang ditulis oleh surat kabar lokal, lembaga akademis, dan internet. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/c4\/Make-a-Portfolio-Step-11-Version-4.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-11-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/c4\/Make-a-Portfolio-Step-11-Version-4.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-11-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/8\/8d\/Make-a-Portfolio-Step-12-Version-4.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-12-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/8d\/Make-a-Portfolio-Step-12-Version-4.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-12-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Berikan referensi.

Cantumkan sumber profesional dan akademis yang mungkin bersedia mempromosikan pekerjaan dan keterampilan Anda jika mereka ditanya. • Pilihlah dengan bijak dan mintalah izin kepada setiap sumber sebelum memasukkan mereka ke dalam daftar referensi.

• Sertakan nama lengkap, posisi pekerjaan, alamat surel, dan nomor telepon. Selain itu, jelaskan secara singkat tentang hubungan Anda dengan pemberi referensi.

• Batasi referensi Anda dalam sebuah halaman dan cantumkan nama tiga hingga lima orang. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/3b\/Make-a-Portfolio-Step-13-Version-2.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-13-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/3b\/Make-a-Portfolio-Step-13-Version-2.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-13-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Utamakan kualitas daripada kuantitas.

Daripada memenuhi portofolio dengan memasukkan daftar lengkap semua pekerjaan sebelumnya, sebaiknya Anda hanya menyertakan 15 hingga 20 sampel pekerjaan terbaik Anda. • Mulailah dengan sampel yang dibutuhkan oleh organisasi yang Anda tuju. Sebagai contoh, jika klien potensial ingin melihat sampel pekeraan iklan yang ditujukan untuk industri musik, sertakan contoh-contoh yang Anda punya sebelum menambahkan contoh yang lain.

• Sertakan juga beberapa sampel yang tidak terlalu berkaitan dengan bidang yang paling Anda banggakan, bahkan jika sampel tersebut tidak sesuai dengan persyaratan yang diminta. • Variasikan jenis sampel sebagaimana buatlah rancangan perencanaan portofolio. Jika Anda mengajukan portofolio tulisan, Anda hanya perlu menyertakan sampel tulisan.

Sampel tersebut juga dapat meliputi berbagai genre, mulai dari artikel jurnalistik hingga catatan di blog atau cerita pendek. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/9\/9f\/Make-a-Portfolio-Step-14-Version-2.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-14-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/9\/9f\/Make-a-Portfolio-Step-14-Version-2.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-14-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

Karya orisinal Anda terlalu berharga untuk risiko kehilangan saat portofolio dipindahtangankan. Ambillah foto karya tiga dimensi dan dua dimensi serta fotokopi beberapa sampel tulisan. • Gunakan film 36mm atau cetakan digital berkualitas tinggi.

• Tunjukkan karya Anda dengan pencahayaan terbaik dan dari beberapa sudut. • Jika menyertakan artikel yang diterbitkan di sebuah majalah, surat kabar, atau jurnal, fotokopilah sampul depan, daftar isi, dan artikel Anda. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/5\/5a\/Make-a-Portfolio-Step-15-Version-2.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-15-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/5\/5a\/Make-a-Portfolio-Step-15-Version-2.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-15-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Pertimbangkan melampirkan sampel digital.

[2] X Teliti sumber Jika Anda mempunyai portofolio desain web, animasi, atau portofolio sejenis yang mengharuskan Anda memahami format digital, buatlah salinan sampel ke dalam DVD daripada hanya mencetak tampilan layarnya. • Untuk salinan cetak portofolio, Anda sebaiknya memasukkan DVD ke dalam sampul CD buatlah rancangan perencanaan portofolio melampirkannya ke dalam binder portofolio.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/4\/4a\/Make-a-Portfolio-Step-16-Version-2.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-16-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/4a\/Make-a-Portfolio-Step-16-Version-2.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-16-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Gunakan desain yang sederhana tetapi efektif. Satu cara yang dapat membuat portofolio Anda menonjol adalah dengan menggunakan desain yang tepat.

[3] X Teliti sumber • Buatlah semuanya profesional. Hindari penggunaan simbol gambar yang lucu dan keren serta tambahan-tambahan yang lain. Hal ini hanya akan mengalihkan perhatian orang yang sedang melihat portofolio Anda. • Desain yang baik tidak perlu mencolok. Sebaliknya, desain sebaiknya sederhana dan mudah dimengerti. Berikan judul pada setiap halaman dan jagalah supaya teks menggunakan buatlah rancangan perencanaan portofolio jenis, ukuran, dan warna huruf yang sama.

Kunci desain yang baik adalah aksesibilitas dan konsistensi. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/4\/43\/Make-a-Portfolio-Step-17-Version-2.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-17-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/43\/Make-a-Portfolio-Step-17-Version-2.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-17-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Jagalah supaya semuanya teratur.

Portofolio yang baik harus mudah dinavigasi. Portofolio yang mudah dinavigasi akan mendorong pengamat melanjutkan membacanya. Sebaliknya, portofolio yang tidak teratur akan membuat orang lain enggan meluangkan waktu menyortirnya.

• Untuk salinan cetak, aturlah portofolio di dalam binder cincin 3 ( 3-ring) dan letakkan penyekat yang telah dilabeli di antara setiap bagian yang berbeda.

• Untuk salinan tampil salindia ( slideshow) digital, sertakan sebuah judul pada setiap salindia untuk menunjukkan bagian informasi yang dimaksud. • Untuk situs web dan blog, pisahkan setiap bagian dengan memberikan halaman pemisah situs tersebut. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/d\/dd\/Make-a-Portfolio-Step-18.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-18.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/d\/dd\/Make-a-Portfolio-Step-18.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-18.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Mintalah bantuan untuk meninjau portofolio Anda.

Sebelum Anda mengirimkan portofolio, mintalah seorang profesional memeriksa dan memberikan arahan pada bagian yang membutuhkan perbaikan. • Anda dapat bertanya pada penasihat akademik, atasan yang dipercaya, atau rekan dalam bidang yang sama. • Sebagai alternatif, Anda juga dapat mencoba menemukan pusat karier dan lokakarya di komunitas Anda untuk meminta bantuan.

Periksalah perpustakaan lokal, balai kota, atau gereja lokal untuk mendapatkan pelayanan karier yang murah atau gratis. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/4\/4f\/Make-a-Portfolio-Step-19-Version-2.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-19-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/4f\/Make-a-Portfolio-Step-19-Version-2.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-19-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Buatlah salinan digital selain salinan cetak.

Salinan cetak portofolio sangat penting, tetapi salinan digital juga dapat membantu. • Salinan digital dalam bentuk situs web dan blog akan sangat membantu.

Anda dapat mengirimkan tautan ( link) menuju portofolio daring ( online) yang disertai dengan surat lamaran sebelumnya kepada calon pemberi kerja, klien, atau pelanggan. • Sebagai tambahan, memiliki portofolio di lokasi tetap daring akan memungkinkan pemberi kerja dan klien potensial menemukan Anda meskipun Anda tidak mencari mereka terlebih dahulu. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/f\/f5\/Make-a-Portfolio-Step-20.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-20.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/f5\/Make-a-Portfolio-Step-20.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-20.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/f\/ff\/Make-a-Portfolio-Step-21.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-21.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/ff\/Make-a-Portfolio-Step-21.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-21.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Buat sebuah portofolio seni.

Saat membuat portofolio sebagai seniman, Anda perlu menentukan karya seni yang paling menunjukkan tingkat keterampilan Anda. • Buat portofolio desain grafis. Saat membuat sebuah portofolio desain grafis, hanya sertakan sampel karya desain grafis. • Buat portofolio fotografi. Carilah di seluruh koleksi fotografi Anda untuk membuat portofolio foto yang menggambarkan isi yang bermakna dan estetika ideal. • Persiapkan portofolio untuk menuju sekolah seni. Jika Anda membuat portofolio untuk mendaftar ke sekolah seni, Anda perlu mengumpulkan berbagai karya yang menunjukkan keterampilan yang ingin dilihat oleh sekolah seni.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/e\/e1\/Make-a-Portfolio-Step-22.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-22.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/e\/e1\/Make-a-Portfolio-Step-22.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-22.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/3b\/Make-a-Portfolio-Step-23.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-23.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/3b\/Make-a-Portfolio-Step-23.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-23.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Buat portofolio modeling.Portofolio modeling selalu memuat berbagai foto yang menampilkan bagian kepala ( headshot) dari penampilan terbaik Anda.

• Buat portofolio model pria dengan mempelajari pose-pose yang digunakan oleh model pria yang lain. • Buat portofolio model bayi dengan mengambil foto profesional pada berbagai pose dan busana. Perbarui terus portofolio saat bayi Anda semakin tumbuh. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/5\/5f\/Make-a-Portfolio-Step-24.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-24.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/5\/5f\/Make-a-Portfolio-Step-24.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-24.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/2\/22\/Make-a-Portfolio-Step-25.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-25.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/2\/22\/Make-a-Portfolio-Step-25.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-25.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/8\/8d\/Make-a-Portfolio-Step-26.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-26.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/8d\/Make-a-Portfolio-Step-26.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-26.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/31\/Make-a-Portfolio-Step-27.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-27.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/31\/Make-a-Portfolio-Step-27.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-27.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/cb\/Make-a-Portfolio-Step-28.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-28.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/cb\/Make-a-Portfolio-Step-28.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-28.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/d\/dc\/Make-a-Portfolio-Step-29.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-29.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/d\/dc\/Make-a-Portfolio-Step-29.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-29.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/d\/d9\/Make-a-Portfolio-Step-30.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-30.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/d\/d9\/Make-a-Portfolio-Step-30.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-30.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/0\/01\/Make-a-Portfolio-Step-31.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-31.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/0\/01\/Make-a-Portfolio-Step-31.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-31.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/8\/84\/Make-a-Portfolio-Step-32.jpg\/v4-460px-Make-a-Portfolio-Step-32.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/84\/Make-a-Portfolio-Step-32.jpg\/v4-728px-Make-a-Portfolio-Step-32.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Buat portofolio keuangan.

Portofolio keuangan sangat berbeda dengan portofolio yang menunjukkan kemampuan kreatif atau profesional. • Buat portofolio saham atau reksa dana dengan cara melakukan diversifikasi dan berinvestasi dengan tepat.

• Buat portofolio properti. Lakukan riset pada berbagai jenis properti untuk menentukan properti yang akan menghasilkan arus kas positif. • Buat portofolio menyimpan harta berbasis emas dengan cara mempelajari cara terbaik berinvestasi emas dan logam mulia lainnya.

Perancangan Strategi Sistem Informasi (Aplikasi Portofolio) /




2022 www.videocon.com